Jakarta, 19 Juni 2026
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluruskan tuduhan adanya penggelembungan anggaran pengadaan untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui Pesisir Barat, Lampung, seperti yang beredar di media sosial.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman, menjelaskan apa yang dimaksud oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait dengan pengadaan senilai Rp 30 miliar saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut minggu lalu adalah nilai total pengadaan alat kesehatan untuk setiap 66 RSUD yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), atau Quick Win.
“Masing-masing RSUD mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan dengan kisaran Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes). RSUD Krui sendiri mendapatkan sekitar Rp 25 miliar untuk seluruh pengadaan alkes. Angka Rp 25 miliar atau Rp 30 miliar bukan hanya untuk layanan HD, tapi untuk seluruh alkes,” tutur Aji.
Aji berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga.
Pada Tahun Anggaran 2025, sejumlah alat kesehatan telah dialokasikan, antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.
Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2026, pengadaan dilanjutkan melalui proses pengiriman berbagai alat kesehatan lainnya seperti bed ICU set, instrument general surgery, instrument sectio caesaria, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.
Penguatan RSUD Krui Pesisir Barat, Lampung diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sehingga masyarakat Pesisir Barat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM