Pidie Jaya, 9 Januari 2026
Tim Tenaga Cadangan Kesehatan–Emergency Medical Team (TCK-EMT) Batch 2 Kementerian Kesehatan RI terus memberikan pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pada Jumat (9/1), pelayanan difokuskan di sejumlah puskesmas serta RSUD Pidie Jaya untuk memastikan akses layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan.
Kegiatan pelayanan kesehatan dilaksanakan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Meurah Dua, Puskesmas Meureudu, Puskesmas Ulim, Puskesmas Jangka Buya, dan Puskesmas Blang Kuta. Selain pelayanan rawat jalan, tim juga melakukan koordinasi dan penguatan layanan kegawatdaruratan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pidie Jaya.
PIC Pidie Jaya Endang Burni Prasetyowati mengatakan di IGD RSUD Pidie Jaya, tim TCK-EMT bersama tenaga kesehatan setempat menangani 31 pasien, terdiri dari pasien dewasa dan anak, baik laki-laki maupun perempuan. Kasus yang ditangani meliputi kegawatdaruratan pernapasan seperti pneumonia dan asma eksaserbasi akut, kasus penyakit tidak menular seperti stroke, hipertensi emergensi, dan diabetes melitus dengan komplikasi, hingga kasus trauma dan luka.
“Seluruh pasien dilakukan triase sesuai tingkat kegawatdaruratan dan mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan, mulai dari oksigenasi, pemasangan infus, EKG, penanganan luka, hingga pemantauan tanda vital,” ujar Endang.
Selain layanan kuratif, tim TCK-EMT juga mendukung pelaksanaan Imunisasi tambahan campak (measles and rubella) di Kabupaten Pidie Jaya. Hingga 8 Januari 2026, imunisasi tambahan campak telah dilaksanakan di dua puskesmas, yaitu Puskesmas Meurah Dua dan Puskesmas Meureudu, dengan total sasaran 1.211 anak.
Sebanyak 42 anak (3,5%) telah mendapatkan imunisasi tambahan campak, dengan capaian kumulatif Outbreak Response Immunization
(ORI) di Kabupaten Pidie Jaya sejak pencanangan mencapai 489 anak (11,6%).
Dalam pelaksanaannya, tim mencatat sejumlah kendala, antara lain cuaca hujan yang memengaruhi kehadiran sasaran, kondisi akses jalan yang berlumpur, serta adanya penolakan anak karena takut disuntik atau belum mendapat izin orang tua.
Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan memastikan pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana tetap optimal, baik melalui pelayanan medis, kegawatdaruratan, maupun upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [email protected]. (DJ/D2).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM