Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Remaja Lebih Rentan Depresi, Kemenkes Dorong Generasi Muda Lebih Peduli

94

Jakarta, 23 April 2026

Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan jiwa remaja melalui kegiatan Bedah Buku: Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP dan SMA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi serta keterampilan dasar siswa dalam mengenali dan merespons masalah kesehatan mental di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula Siwabessy gedung Prof. Sujudi Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Kamis (23/4/2026).

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa luka psikologis sering kali tidak terlihat, namun berdampak besar terhadap kehidupan remaja jika tidak ditangani dengan tepat.

“Kalau teman kita jatuh saat bermain, kita langsung bantu karena lukanya terlihat. Tapi bagaimana jika yang terluka adalah perasaan? Sering kali kita diam, bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tahu harus berbuat apa,” ujar Wamenkes Dante.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sekitar 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir. Bahkan, data terbaru menunjukkan gejala depresi dan kecemasan pada remaja bisa hampir lima kali lebih tinggi dibanding kelompok usia dewasa.

“Artinya, mungkin ada teman di sekitar kita yang terlihat baik-baik saja, padahal sedang berjuang dalam diam. Di sinilah pentingnya kemampuan pertolongan pertama pada luka psikologis,” tambahnya.

Menurutnya, keterampilan ini tidak memerlukan keahlian khusus, tetapi cukup dengan kepedulian dan keberanian untuk hadir bagi sesama.

“Kalian tidak harus jadi ahli. Cukup jadi manusia yang peduli. Mau mendengarkan tanpa menghakimi, memahami sebelum menilai, dan berani berkata: kamu tidak sendirian,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wamenkes menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi generasi muda: “Jadilah alasan seseorang merasa tidak sendirian hari ini.”

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa di kalangan pelajar.

“Melalui bedah buku ini, kami ingin memperkenalkan referensi kesehatan jiwa bagi anak dan remaja, sekaligus memberikan pemahaman praktis tentang pertolongan pertama pada luka psikologis,” jelas Aji.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, serta mitra pembangunan dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa remaja,” ujarnya.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta perwakilan lintas sektor. Tahun ini, program bedah buku direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga seri untuk menjangkau lebih banyak sekolah.

Buku “Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah” diharapkan menjadi panduan praktis bagi siswa untuk lebih peka terhadap kondisi teman sebaya, serta mampu memberikan dukungan awal sebelum mendapatkan bantuan profesional.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Previous Article
Wamenkes: 600 Ribu Warga Buta Akibat Katarak, Pemerintah Perkuat Skrining Nasional

MINISTRY OF HEALTH RELEASE


KALENDER KEGIATAN

Ministry of Health Republic of Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-5, Kav. 4–9
South Jakarta 12950
Indonesia

FOLLOW US:

© 2026