Aceh Tamiang, 9 Januari 2026
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pasca banjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dokter relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan, dr. Yulia Dewi Irawati menjelaskan kondisi lingkungan pasca banjir, sanitasi yang belum optimal, serta kepadatan di lokasi pengungsian berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tersebut.
“Selain penyakit infeksi, kami juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, ODGJ, serta pasien penyakit tidak menular yang membutuhkan keberlanjutan pengobatan,” jelas dr. Yulia.
Tim relawan memastikan pasien dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, stroke, dan asma tetap mendapatkan pengobatan agar tidak terjadi perburukan kondisi kesehatan di tengah situasi darurat.
Selain pelayanan medis, relawan juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan sanitasi lingkungan, serta upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa yang berpotensi muncul pascabencana.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan krisis kesehatan lanjutan di wilayah terdampak banjir.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [email protected]
. (DJ/D2P)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM