Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Sinergi Lintas Disiplin Perkuat Riset Genomik Nasional

81

Jakarta, 12 Februari 2026

Pengembangan riset genomik di Indonesia memasuki babak baru melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Langkah ini bertujuan mengintegrasikan infrastruktur serta data guna mempercepat implementasi kedokteran presisi di tanah air.

Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Brian Yuliarto menegaskan, riset genomik merupakan kerja lintas disiplin yang tidak dapat dilakukan secara parsial. Sebagai langkah konkret, pemerintah dapat membentuk Konsorsium Riset Genomik Nasional.

"Konsorsium ini menjadi platform strategis yang menghubungkan perguruan tinggi, lembaga riset, rumah sakit pendidikan, hingga mitra industri," ujar Brian ketika menghadiri Forum komunikasi strategis nasional bertajuk “BGSI Ecosystem Roadshow” di Auditorium Leimena, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2).

Kepala Badan Riset Nasional (BRIN) Arif Satria juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung konsorsium melalui penyediaan akses fasilitas riset berstandar tinggi (high-end facilities). Langkah ini menjadi solusi atas mahalnya biaya pengadaan laboratorium genomik yang sulit dipenuhi oleh setiap institusi secara mandiri.

"BRIN membuka kolaborasi seluas-luasnya agar fasilitas yang ada dapat digunakan bersama guna memacu inovasi nasional," kata Arif.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin menyampaikan bahwa pengembangan genomik akan membawa perubahan besar dalam industri kesehatan Indonesia. Menkes menekankan bahwa riset genomik membutuhkan kerja sama lintas disiplin, mulai dari biologi, kimia, matematika, kecerdasan artifisial, hingga kedokteran.

“Dengan memahami genom, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Kita bisa periksa dengan pasti ketika ciri-ciri penyakit sudah muncul, lalu langsung tahu bagaimana cara mengobatinya dengan presisi. Ini yang akan mereformasi industri kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes Budi.

Ke depan Biomedical Genome Science Initiative (BGSI) difokuskan pada sejumlah penyakit prioritas seperti stroke, jantung, dan kanker payudara sebagai pilot project. Melalui konsorsium riset yang melibatkan lintas sektor seperti Kemenkes, Kemdiktisaintek, BRIN, perguruan tinggi, serta rumah sakit, maka Indonesia diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan data genomik untuk kebijakan kesehatan dan pelayanan publik.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (UW)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

 

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Kedokteran Presisi Jadi Strategi Redam Beban Biaya Kesehatan

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026