Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Bukan Cuma Mitos, Ini 10 Tips Mencegah Anak dari TBC Berdasarkan Bukti Ilmiah

253

Tuberkulosis (TBC) pada anak sering kali luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu khas. Padahal, anak-anak adalah kelompok rentan tertular TBC dari orang dewasa di sekitarnya. Berikut 10 tips pencegahan TBC pada anak yang terbukti secara ilmiah:

1. Berikan Imunisasi BCG Sejak Bayi

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) sangat efektif mencegah TBC berat pada anak, seperti TBC milier dan meningitis TBC.

2. Hindari Paparan dari Penderita TBC Aktif

Anak-anak sangat mudah tertular dari anggota keluarga yang mengidap TBC paru aktif, terutama jika batuk berdahak tanpa masker.

3. Lakukan Skrining TBC Bila Kontak Erat

Jika anak tinggal serumah dengan pasien TBC, segera lakukan skrining TBC dan evaluasi oleh petugas kesehatan.

4. Pastikan Sirkulasi Udara di Rumah Baik

Ventilasi buruk meningkatkan risiko penularan TBC. Bukalah jendela secara rutin dan gunakan ventilasi silang.

5. Berikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) Bila Diperlukan

Anak-anak di bawah 5 tahun yang kontak erat dengan pasien TBC sangat dianjurkan menerima TPT (Isoniazid Preventive Therapy).

6. Edukasi Anggota Keluarga tentang Etika Batuk

Ajarkan batuk ke lengan atau tisu, serta penggunaan masker bagi penderita TBC aktif.

7. Cukupi Nutrisi Anak

Anak yang mengalami malnutrisi lebih rentan terhadap infeksi TBC. Gizi seimbang bantu memperkuat imunitas.

8. Jaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan bersih dan bebas asap rokok membantu menjaga saluran napas anak tetap sehat.

9. Rutin Periksa Kesehatan Bila Anak Batuk Lama

Batuk lebih dari 2 minggu harus diwaspadai. Deteksi dini TBC sangat krusial untuk mencegah komplikasi.

10. Dukung Pengobatan Pasien TBC hingga Tuntas

Pastikan keluarga yang terdiagnosis TBC minum obat secara rutin hingga sembuh agar tidak menjadi sumber penularan.

TBC bukan hanya penyakit dewasa. Anak-anak pun bisa tertular jika kita lengah. 10 langkah di atas terlihat sederhana, namun terbukti secara ilmiah bisa memutus rantai penularan TBC pada anak. Jangan tunggu sakit untuk peduli.

📌 Referensi:

Trunz, B. B. et al. (2006). Effect of BCG vaccination on childhood tuberculous meningitis and miliary tuberculosis. The Lancet.

WHO (2017). Global Tuberculosis Report.

Marais, B. J. et al. (2004). The natural history of childhood intra-thoracic tuberculosis. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease.

Escombe, A. R. et al. (2007). Natural ventilation for the prevention of airborne contagion. PLoS Medicine.

WHO (2020). Guidance for national tuberculosis programmes on the management of tuberculosis in children.

WHO (2020). Latent tuberculosis infection: updated and consolidated guidelines for programmatic management.

CDC (2016). Tuberculosis – Etiquette and Infection Control.

Bhargava, A. et al. (2013). Nutritional status of children with tuberculosis. Pediatrics.

Lönnroth, K. et al. (2009). A systematic review of risk factors for tuberculosis. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease.

Chiang, S. S. et al. (2014). Diagnosis of childhood tuberculosis: a systematic review and meta-analysis. The Lancet Infectious Diseases.

Artikel Sebelumnya
Puskesmas Tak Stabil Listrik, Menkes Budi Janji Koordinasi dengan PLN
Artikel Selanjutnya
Kemenkes dan KP2MI Bentuk Migrant Career Center di 38 Poltekkes

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026