Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Logo Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Menkes Bidik Investasi Kesehatan, Peluang Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 8 Persen

513

Jakarta, 9 Oktober 2026

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin menilai sektor kesehatan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Dengan nilai belanja kesehatan mencapai sekitar 40 miliar dolar AS per tahun, sektor ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui investasi dan kerja sama internasional. Hal tersebut disampaikan Menkes Budi dalam KADIN Monthly Economic Diplomatic Breakfast (K-MEd) yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/10).

Menkes Budi mengatakan, sektor kesehatan merupakan salah satu sektor yang menjanjikan karena berpotensi tumbuh lebih dari 8 persen, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja.

“Di sektor kesehatan itu opportunity-nya besar sekali. Itu salah satu sektor yang sebenarnya menjanjikan, bisa tumbuh di atas 8 persen, dan juga lapangan kerjanya bisa tumbuh di atas 8 persen. Oleh karena itu, kita bicara mengenai kesempatan investasi atau kerja sama dengan luar negeri,” ujar Menkes Budi.

Menurut Menkes Budi, peningkatan belanja kesehatan hingga mendekati tingkat negara lain dapat membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Jika Indonesia mencapai tingkat belanja kesehatan seperti Malaysia, terdapat potensi tambahan belanja sekitar 84 miliar dolar AS. Sementara itu, jika mencapai tingkat Singapura, potensinya dapat mencapai sekitar 840 miliar dolar AS per tahun.

“Ini adalah peluang. Jadi, sektor kesehatan sebenarnya bukan biaya, melainkan investasi,” kata Menkes Budi.

Karena itu, pemerintah mendorong pertumbuhan sektor kesehatan melalui investasi dan pengembangan industri kesehatan di dalam negeri, tidak hanya mengandalkan belanja pemerintah. Penguatan industri kesehatan dinilai penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dari sektor ini dapat lebih banyak dirasakan di Indonesia.

Selain mendorong investasi kesehatan, Menkes Budi menegaskan pentingnya memperkuat representasi negara-negara Global South dalam organisasi internasional. Menurutnya, negara-negara Global South mencakup lebih dari 60 persen populasi dunia, tetapi belum memiliki representasi yang signifikan dalam berbagai organisasi internasional.

“Saya memang diminta oleh Bapak Presiden untuk maju mewakili Global South countries. Karena Global South countries ini lebih dari 60 persen populasi dunia adanya di Global South. Tetapi suara dan representasi kita di organisasi-organisasi internasional itu belum signifikan. Itu sebabnya saya maju sebagai wakil dari Global South countries untuk membawa suara Global South ini di tatanan internasional,” ujar Budi.

Ia menambahkan, pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi krisis kesehatan. Tidak ada negara yang dapat mengatasi krisis secara mandiri tanpa dukungan dan kolaborasi dengan negara lain.

“Pengalaman kita waktu pandemi, tidak mungkin ada satu negara yang bisa selamat sendiri. Karena secara global, delapan miliar orang ini sudah saling terhubung. Itu sebabnya kita harus merangkul semua menjadi satu,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu bidang strategis yang dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

“Ketika kita berbicara tentang kesehatan, ini adalah sektor yang kami yakini dapat membantu Indonesia meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 5 persen menjadi 6 persen, 7 persen, hingga 8 persen,” ujar Anindya.

Lebih lanjut, Anindya menyampaikan bahwa Kadin mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diplomatik untuk mengoptimalkan peluang ekonomi Indonesia. Sinergi tersebut dinilai penting agar agenda pembangunan nasional dapat berjalan seiring dengan pengembangan hubungan perdagangan dan investasi internasional.

Kegiatan K-MEd menjadi forum diplomasi ekonomi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan perwakilan diplomatik untuk membahas peluang kerja sama. Melalui forum ini, pengembangan sektor kesehatan diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat investasi, meningkatkan daya saing industri nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (TR/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
KKSK Bahas Penguatan Pengawasan Obat, Kratom, dan Reformasi Jaminan Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan


KALENDER KEGIATAN