Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Kementerian Kesehatan Perkuat Kebijakan SDM Kesehatan melalui Policy Dialogue Health Labour Market Analysis

1,285

Jakarta, 15 Juli 2026

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) Regional Office for the Western Pacific (WHO-WPRO) dan WHO Representative to Indonesia menyelenggarakan Policy Dialogue on Health Labour Market Analysis (HLMA) pada 15–16 Juli 2026 di Jakarta. Forum ini membahas hasil awal Health Labour Market Analysis (HLMA) sekaligus memperkuat kebijakan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) untuk mendukung Transformasi Kesehatan Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Yuli Farianti, menyampaikan bahwa HLMA memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika pasar tenaga kerja kesehatan sehingga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan SDM kesehatan yang lebih tepat sasaran.

“HLMA membantu memastikan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki tenaga kesehatan yang cukup, tetapi juga tenaga kesehatan dengan kompetensi yang tepat, berada di tempat yang tepat, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan. Hasil analisis ini akan menjadi landasan penting bagi penguatan kebijakan SDM kesehatan ke depan," ujar Yuli melalui keterangan pers yang disampaikan di Jakarta (15/7).

Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan, Bonanza Perwira Taihitu, menegaskan bahwa penguatan SDM kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, institusi pendidikan, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, sektor swasta, serta mitra pembangunan.

Sementara itu, Perwakilan WHO untuk Indonesia, N. Paranietharan, turut memberikan pandangannya mengenai signifikansi langkah ini dalam lingkup global.

“Di seluruh dunia, berbagai negara menyesuaikan sistem kesehatannya untuk merespons perubahan kebutuhan kesehatan, pergeseran demografis, dan teknologi baru. HLMA Indonesia adalah bagian upaya global yang terus berkembang untuk menggunakan bukti dalam perencanaan tenaga kerja kesehatan di masa depan. Upaya ini dapat membantu memastikan layanan kesehatan tetap mudah diakses, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat pada tahun-tahun mendatang,” ujar Paranietharan.

Temuan HLMA yang dibahas dalam policy dialogue ini nantinya akan menjadi salah satu masukan strategis dalam penyusunan Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035, sebagai arah kebijakan jangka panjang pengelolaan SDM kesehatan Indonesia. Blueprint tersebut diharapkan mampu memperkuat perencanaan, produksi, pendayagunaan, pengembangan kompetensi, dan tata kelola SDM kesehatan guna mendukung sistem kesehatan yang lebih tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap forum ini menghasilkan rekomendasi yang implementatif dan memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengelolaan SDM kesehatan yang lebih kuat untuk mendukung Transformasi Kesehatan Indonesia," tutup Yuli.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DP/UW/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
KITA SEHAT Diluncurkan, Kemenkes Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan hingga Pelosok
Artikel Selanjutnya
Wamenkes Benny Usulkan Kota Bogor Jadi Percontohan Nasional Penanggulangan TBC Terintegrasi

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026