Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Logo Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kemenkes Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan yang Tingkatkan Akses dan Mutu Layanan

314

Jakarta, 27 Oktober 2026

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong pengembangan inovasi teknologi kesehatan yang aman, bermutu, dan inklusif melalui penguatan Sandbox Kesehatan. Ruang uji coba terkendali ini menjadi wadah bagi inovator untuk mengembangkan dan menguji solusi teknologi kesehatan sebelum diterapkan secara lebih luas. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam gelaran Health Innovation Showcase 2026 pada Selasa (27/10).

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan transformasi digital kesehatan tidak sekadar mengubah pencatatan manual menjadi digital, tetapi juga harus mampu meningkatkan mutu, efisiensi, dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Transformasi digital bukan sekadar mengubah kertas menjadi layar. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat,” ujar Prof. Dante.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, platform SATUSEHAT kini telah terhubung dengan lebih dari 43 ribu fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk hampir seluruh rumah sakit dan lebih dari 90 persen puskesmas. Melalui SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME), riwayat kesehatan pasien dapat dikelola secara berkesinambungan dan diakses lintas fasilitas sesuai ketentuan serta persetujuan pasien.

Kemenkes juga terus mengembangkan Sandbox Kesehatan sebagai wadah pembinaan dan uji coba regulasi bagi inovator. Sepanjang 2023–2025, sebanyak 60 inovasi kesehatan telah lolos verifikasi, dengan 39 di antaranya memperoleh tanda daftar resmi Inovasi Teknologi Kesehatan. Pendaftaran untuk periode berikutnya dijadwalkan dibuka pada akhir 2026.

“Melalui Sandbox Kesehatan, inovator dapat menguji solusi dalam lingkungan terkendali dengan pendampingan pemerintah dan para ahli. Saya berpesan agar inovator tetap mengutamakan kualitas, keamanan, dan perlindungan data pasien. Keberhasilan inovasi pada akhirnya ditentukan oleh manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Dante.

Dalam Health Innovation Showcase 2026, sebanyak 11 inovator terpilih mempresentasikan solusi teknologi kesehatan yang dinilai berdasarkan kesiapan penerapan, penerimaan masyarakat, dan potensi integrasi dengan SATUSEHAT. Pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) menjadi salah satu tren yang menonjol, antara lain untuk mendukung pemeriksaan genetik dan mengubah percakapan klinis menjadi ringkasan rekam medis secara otomatis.

Meski menawarkan berbagai peluang, Prof. Dante menegaskan bahwa AI harus tetap berperan sebagai pendukung tenaga kesehatan, bukan pengganti pertimbangan klinis dokter. Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan layanan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Kecerdasan artifisial harus menjadi mitra yang mendukung tenaga kesehatan, bukan menggantikan pertimbangan klinis. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti pada tahap uji coba, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya ekosistem digital yang mendukung pengembangan inovasi, mulai dari tata kelola data hingga pendampingan startup dan akses investasi. Ia mengapresiasi para inovator yang menghadirkan solusi digital untuk menjawab tantangan kesehatan nasional.

“Sebelas inovator terpilih hari ini merupakan langkah awal menuju kedaulatan teknologi kesehatan Indonesia yang inklusif dan berdaya saing. Inovasi membutuhkan ekosistem yang mendukung agar dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Nezar.

Direktur Pijar Foundation Cynthia Krisanti mengatakan, kolaborasi antara Pijar Foundation, Kemenkes, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjawab tantangan kesehatan nasional, termasuk tuberkulosis, diabetes, dan penuaan penduduk melalui pemanfaatan teknologi dalam program Innovation Sandbox.

“Dengan dukungan ekosistem yang berkelanjutan, inovasi teknologi diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan deteksi dini bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Cynthia.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Kemenkes Ajak Wartawan Senior Rutin Periksa Kesehatan


KALENDER KEGIATAN