Magelang, 8 Januari 2025
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut Muhammadiyah memiliki Emergency Medical Team (EMT) yang telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari penguatan respons kesehatan pada situasi bencana.
“Saya jadi ingat, EMT Muhammadiyah sudah memenuhi standar WHO, bahkan yang pertama di Indonesia,” kata Menkes Budi pada peluncuran Program Studi Kedokteran UNIMMA di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/1).
EMT merupakan tim medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan terlatih yang disiapkan untuk merespons kondisi kedaruratan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional.
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan pengalaman Muhammadiyah dalam layanan medis darurat:
“Kami menyiapkan 25 rumah sakit untuk menghadapi keadaan, dan pada akhirnya 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam layanan medis, saat banyak rumah sakit lain ketakutan menangani kondisi pada masa covid.” ujar Haedar.
Pengembangan EMT di lingkungan Muhammadiyah telah dilakukan sejak 2007 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas medis kebencanaan.
Pada tahap awal, pengembangan tim medis tersebut dikenal dengan nama Disaster Medical Committee (DMC) sebelum kemudian berkembang menjadi EMT.
EMT Muhammadiyah berada dalam koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai lembaga di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menjalankan fungsi penanggulangan bencana.
EMT menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan darurat dalam mendukung sistem penanganan bencana nasional.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [email protected]. (PCK/D2)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM