Jakarta, 30 April 2026
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya transformasi Indonesia dalam memperkuat industri farmasi nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Hal ini disampaikan dalam prosesi groundbreaking fasilitas produksi PT Mitra Prima Internasional (MPI) di Kawasan Industri Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/4).
Menkes menyampaikan bahwa kemandirian sektor kesehatan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan nasional. Saat ini, sebagian besar bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredient/API) dan produk biologi prioritas telah mulai dikembangkan di dalam negeri. Namun demikian, penguatan sektor industri masih perlu terus didorong agar memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.
“Pertumbuhan sektor kesehatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Hal ini perlu diimbangi dengan penguatan industri dalam negeri agar memberikan nilai tambah, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Menkes.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan penyederhanaan regulasi serta memberikan berbagai insentif untuk mendorong investasi di sektor manufaktur farmasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing.
PT Mitra Prima Internasional (MPI), bagian dari Mitra Jaya Group, membangun fasilitas produksi farmasi dengan nilai investasi sebesar Rp404 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober 2027, dengan kapasitas produksi mencapai 600 juta tablet per tahun serta potensi penyerapan 213 tenaga kerja.
Melalui kerja sama transfer teknologi dengan Dr. Reddy’s Laboratories Ltd., PT MPI akan memproduksi berbagai obat strategis, antara lain obat anti-diabetes, neurologi, dan kardiovaskular. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan obat di dalam negeri.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menyampaikan komitmen dalam mendukung penguatan industri farmasi melalui percepatan layanan perizinan.
“Badan POM terus melakukan perbaikan layanan, baik dalam proses sertifikasi maupun izin edar, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, khasiat, dan mutu,” ujar Taruna.
Selain itu, BPOM juga tengah menyiapkan skema conditional approval untuk obat-obatan inovatif yang esensial, guna mempercepat akses masyarakat terhadap terapi yang dibutuhkan, dengan tetap mengacu pada standar internasional.
Investasi PT MPI ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas industri farmasi nasional serta mendukung upaya peningkatan ketahanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (UW/HY)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM