JAMAAH HAJI 2010 GUNAKAN VAKSIN MENINGITIS HALAL

DIPUBLIKASIKAN PADA : JUMAT, 23 JULI 2010 09:14:29, DIBACA : 69.744 KALI

Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH menyambut baik fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan halal untuk vaksin Meningitis Menveo produksi Italia dan Mevac produksi China.

Kementerian Kesehatan akan menghentikan pengiriman Mencevax ACW135Y dan menghentikan pemakaiannya untuk calon jamaah haji 2010, ujar dr. Endang Rahayu Sedyaningsih kepada wartawan usai membesuk Ridho, korban ledakan tabung gas di Unit Luka Bakar RSCM, 20 Juli 2010.


Setelah menerima telepon dari Menteri Agama kemarin malam (Senin, 19/7), kami mengadakan rapat pagi harinya (Selasa, 20/7). Kemenkes hari ini juga mengirimkan surat edaran ke Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) seluruh Indonesia supaya menghentikan penggunaan vaksin Mencevax ACW135Y untuk jamaah haji 2010 M/1431 H.

Proses penggantian vaksin produksi GlaxoSmithKline (GSK) dari Belgia dengan dua jenis vaksin yang dinyatakan halal oleh MUI membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Vaksin GSK dinyatakan haram oleh MUI karena masih menggunakan unsur babi dalam media pertumbuhannya, tambah Menkes.

Melalui surat No. TU.02.01/XIV/935/2010 tanggal 20 Juli 2010 yang ditandatangani Plh. Sekretaris Jenderal Kemenkes, drg. Naydial Roesdal, M.Sc. kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Kantor Kesehatan (KKP) seluruh Indonesia diminta menghentikan penggunaan vaksin Mencevac ACW135Y bagi calon jamaah haji Indonesia tahun 2010 M/1431 H.

Vaksin Mencevac ACW135Y yang tersedia di provinsi dan KKP pengiriman tahun 2010 untuk tidak digunakan bagi calon jamaah haji tahun 2010. Pemerintah akan segera menyediakan vaksin yang halal bagi calon jamaah haji 2010, ujar drg. Naydial Roesdal melalui suratnya tersebut.

Khusus untuk jamaah umroh yang membutuhkan vaksinasi (Juli-Agustus 2010) sebagai persyaratan wajib untuk mendapatkan visa umroh dapat diberikan vaksin yang ada dengan menandatangani surat pernyataan persetujuan (inform consent) untuk divaksinasi.

Dalam press release terdahulu tanggal 2 Juli 2010 disebutkan bahwa, Kementerian Kesehatan menetapkan semua calon jemaah haji Indonesia dan petugas akan diberikan vaksinasi Meningitis Mencevax ACW135Y.

Sebelum berproses pengadaan vaksin Meningitis Mencevax ACW135Y, Kemenkes telah berkirim surat kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. YS.03.02/1/849/2010 tangggal 14 Juni 2010 perihal Fatwa MUI tentang Vaksin Meningitis Meningokokus ACW135Y Tahun 1431 H/ 2010M. Menindaklanjuti surat Kemenkes tersebut, Ketua MUI mengirimkan surat No. U-336/MUI/VI/2010 tanggal 17 Rajab 1431/30 Juni 2010, yang kemudian dijadikan landasan pengadaan vaksin meningitis.

Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa MUI telah melakukan audit langsung ke dua perusahaan produsen vaksin meningitis, yaitu GlaxoSmithKline (GSK) Biologicals SA, Belgia dan Novartis Vaccine and Diagnostics S.r.I, Italia pada bulan Mei 2010.

Setelah dibahas dalam beberapa kali Rapat Pleno Komisi Fatwa MUI, maka MUI memutuskan: Vaksin yang diproduksi oleh GSK hukumnya haram karena masih menggunakan unsur babi dalam media pertumbuhannya. Vaksin yang diproduksi oleh Novartis belum dinyatakan halal atau masih syubhat karena ada bahan yang perlu diklarifikasi sumbernya lebih lanjut.

Dalam surat itu pula, MUI menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin meningitis yang halal. Sesuai dengan fatwa MUI No. 05 Tahun 2009, penggunaan vaksin meningitis bagi jamaah haji atau umrah, penggunaan vaksin Meningitis Meningokokus ACW 135Y yang tidak halal tersebut hukumnya boleh (mubah) dalam kondisi dharurat atau apabila ada kebutuhan mendesak (lil hajah). Ketentuan boleh mempergunakan vaksin meningitis yang tidak halal tersebut berlaku hanya sementara selema belum ditemukan vaksin meningitis yang halal.

Mengingat dekatnya waktu pelaksanaan musim haji 2010, yang dijadwalkan kelompok terbang (kloter) pertama berangkat 14 Oktober 2010, dan efektivitas pemberian vaksin minimal 14 hari sebelum jamaah berangkat ke tanah suci, Kementerian Kesehatan saat ini telah melakukan proses pengadaan vaksin yang halal sesuai Fatwa MUI No. 00140055550710 tanggal 16 Juli 2010.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@depkes.go.id, kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.