<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
	<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
	<channel>
						<title>RILIS BERITA</title>
						<link>https://www.kemkes.go.id/category/rilis-berita</link>
						<description>Kumpulan rilis berita Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
</description>
						<language>eng</language>
						<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 12:52:20 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://www.kemkes.go.id/eng/rss/article/rilis-berita" rel="self"  type="application/rss+xml" /><item>
         <title>Menua dengan Sehat dan Bermartabat, Kemenkes Perkuat Layanan untuk Lansia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menua-dengan-sehat-dan-bermartabat-kemenkes-perkuat-layanan-untuk-lansia</link>				
         <pubDate>Sat, 13 Jun 2026 05:06:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menua-dengan-sehat-dan-bermartabat-kemenkes-perkuat-layanan-untuk-lansia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lanjut usia (lansia) yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat melalui penyelenggaraan Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di gedung C RSPON, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Mengusung tema &ldquo;Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya&rdquo;, peringatan HLUN tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemerintah dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia sekaligus memastikan mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif hingga usia lanjut.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari meningkatnya angka harapan hidup, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk tetap sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik hingga usia lanjut.</p>
<p>&ldquo;Tujuan kita bukan sekadar memperpanjang umur. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat tetap aktif, produktif, dan bermartabat di usia lanjut. Kita ingin masyarakat Indonesia hidup lebih panjang dalam keadaan sehat, bukan hidup lebih lama tetapi dalam kondisi sakit,&rdquo; ujar dr. Benjamin.</p>
<p>Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi. Seiring meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada usia lanjut.</p>
<p>Menurut dr. Benjamin, sebagian besar beban penyakit yang dialami lansia sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat sejak usia muda. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, stroke, hingga gagal ginjal menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian bersama.</p>
<p>&ldquo;Banyak kasus stroke dan gagal ginjal sebenarnya berawal dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia produktif melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau berolahraga minimal 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu. Aktivitas fisik terbukti membantu menjaga fungsi organ tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mempertahankan kemandirian lansia.</p>
<p>Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga mendorong penguatan sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas. Pendekatan ini dinilai penting mengingat semakin banyak lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan di rumah.</p>
<p>&ldquo;Ukuran kemajuan bangsa bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga siapa yang kita lindungi sepanjang perjalanan. Lansia bukan beban, melainkan aset bangsa yang harus dijaga kesehatan, fungsi, dan martabatnya,&rdquo; tegas dr. Benjamin.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan Kementerian Kesehatan terus memperluas layanan kesehatan ramah lansia melalui transformasi layanan primer.</p>
<p>Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup termasuk kelompok lansia. Selain itu, sebanyak 9.013 puskesmas telah menyelenggarakan layanan perawatan jangka panjang dan 7.887 puskesmas telah menjadi puskesmas ramah lansia.</p>
<p>Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 6,8 juta lansia juga menunjukkan sejumlah faktor risiko kesehatan yang masih perlu menjadi perhatian. Sebanyak 95 persen lansia tercatat kurang melakukan aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah di atas normal, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.</p>
<p>&ldquo;Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,&rdquo; kata dr. Endang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17813272706a2ce5a6a15321.91360761.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes: Filantropi Kesehatan Harus Dibangun dengan Kepercayaan dan Hasil yang Terukur </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-filantropi-kesehatan-harus-dibangun-dengan-kepercayaan-dan-hasil-yang-terukur-</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jun 2026 19:50:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-filantropi-kesehatan-harus-dibangun-dengan-kepercayaan-dan-hasil-yang-terukur-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya kepercayaan, transparansi, dan hasil yang terukur dalam kerja sama pendanaan filantropi di sektor kesehatan. Pesan itu disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, dalam AVPN Southeast Asia Health Impact Leadership Forum 2026 di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Kamis (11/6).</p>
<p>&ldquo;Bagi kami, filantropi adalah soal kepercayaan. Kepercayaan tidak bisa didapat begitu saja. Kepercayaan harus diusahakan,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Ia menjelaskan, pemerintah membuka ruang bagi donor untuk menyalurkan dukungan melalui pemerintah, organisasi masyarakat sipil, maupun sektor swasta, selama hasil yang dituju sejalan dengan prioritas kesehatan nasional. Ia mencontohkan upaya menurunkan angka kematian ibu. Menurutnya, pelaksana program bisa berasal dari sektor pemerintah maupun swasta.</p>
<p>Menkes meminta setiap aliran pendanaan didaftarkan ke Kemenkes agar hasilnya bisa dipantau.&nbsp;</p>
<p>Dengan cara itu, kontribusi program pemerintah dan non-pemerintah dapat diukur secara transparan. Ia mengatakan, pendekatan ini juga memberi fleksibilitas bagi donor dalam menyalurkan pendanaan.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Menkes menyebut sejumlah dukungan filantropi dan mitra pembangunan yang telah berjalan, antara lain dukungan Uni Emirat Arab untuk pembangunan rumah sakit di Solo, dukungan lembaga Jepang senilai 10 miliar yen untuk pembangunan rumah sakit 22 lantai, serta dukungan Vitamin Angel berupa jutaan tablet untuk membantu meningkatkan gizi ibu hamil. Ia juga menyebut kerja sama vaksinasi HPV bersama MSD dan mitra lain, termasuk pemanfaatan hibah untuk mempercepat ketersediaan vaksin.</p>
<p>Ia menekankan setiap program memiliki perhitungan yang jelas. Menkes mencontohkan rencana vaksinasi HPV untuk 50 juta ibu di Indonesia. Menurutnya, jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah, program itu baru bisa selesai dalam 20 tahun. Sementara setiap tahun sekitar 10.000 perempuan Indonesia meninggal karena infeksi HPV. Dengan dukungan pendanaan yang mempercepat vaksinasi dari 20 tahun menjadi 10 tahun, sekitar 100.000 kematian bisa dicegah.</p>
<p>&ldquo;Anggarannya ada, kesenjangannya ada, sehingga bisa diisi. Semuanya transparan. Setelah diterima, laporannya akan ada,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Kemenkes dan AVPN telah menandatangani MoU kerja sama strategis untuk percepatan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada 13 Mei 2026. MoU ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes dan CEO AVPN. Ruang lingkupnya mencakup mobilisasi sumber daya filantropi dan investasi sosial untuk program kesehatan prioritas nasional, dukungan inovasi dan teknologi kesehatan, penguatan jejaring multisektor, pelaksanaan proyek percontohan SDGs di sektor kesehatan, penyebarluasan informasi keanggotaan dan layanan AVPN, serta kerja sama lain sesuai kewenangan kedua pihak.</p>
<p>AVPN Southeast Asia Health Impact Leadership Forum 2026 merupakan forum regional pertama AVPN di Asia Tenggara yang mempertemukan pemimpin sektor korporasi, filantropi, farmasi, life sciences, dan kebijakan publik. Forum ini mengangkat empat fokus: memperkuat ekosistem kesehatan mental anak muda, mempercepat eliminasi kanker serviks, memajukan gizi ibu dan anak, serta pembiayaan inovatif untuk riset dan pengembangan penyakit menular.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17812227146a2b4d3a72ee52.53702469.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Harga Obat Tak Melonjak Tinggi </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-harga-obat-tak-melonjak-tinggi-</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jun 2026 18:55:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-harga-obat-tak-melonjak-tinggi-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan kemungkinan kenaikan harga obat-obatan akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga minyak tetap dalam batas wajar dan tidak akan melonjak tajam.&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, harga obat-obatan untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dipastikan tidak naik dan tetap terjaga.</p>
<p>Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan pers usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6).</p>
<p>"Harga obat kita sudah lihat mana yang naik yang masuk akal dan yang tidak masuk akal. Tapi untuk obat-obatan BPJS, kita berhasil jaga," ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menjelaskan, kenaikan nilai tukar dolar tidak serta-merta membuat harga obat ikut naik dengan persentase yang sama. Sebab, sebagian besar komponen biaya produksi obat di dalam negeri masih menggunakan rupiah.</p>
<p>Karena itu, pemerintah telah menghitung batas kenaikan harga yang masih wajar. Kenaikan di kisaran 10 hingga 20 persen dinilai masih masuk akal, sementara di atas angka tersebut dianggap sebagai upaya mengambil keuntungan sepihak.</p>
<p>"Sepuluh sampai 20 persen itu masih masuk akal. Tapi kalau di atas itu, jangan mengambil untung dari situ," tegas Menkes Budi</p>
<p>Senada dengan Menkes, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan industri farmasi terkait perhitungan harga tersebut. Rizka memastikan penyesuaian harga tertinggi dibatasi pada angka 20 persen.</p>
<p>"Paling tinggi 20 persen. Tergantung jenis obatnya, ada yang cuma menaikkan 5 persen atau 10 persen. Tapi tidak boleh lebih dari 20 persen," jelas Rizka.</p>
<p>Di tengah penyesuaian harga obat-obatan komersial atau non-BPJS, pemerintah menjamin harga obat-obatan yang masuk dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak akan terdampak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17812835336a2c3acd9b74a3.01177019.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Data yang Baik Kunci Penguatan Industri Kesehatan Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-data-yang-baik-kunci-penguatan-industri-kesehatan-nasional</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jun 2026 11:13:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-data-yang-baik-kunci-penguatan-industri-kesehatan-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI mendorong seluruh pelaku usaha sektor kesehatan untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 guna menghasilkan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan, penguatan investasi, serta percepatan pertumbuhan industri kesehatan nasional.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sektor kesehatan merupakan salah satu sektor yang tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah perlu memiliki data yang lebih lengkap untuk merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan sektor kesehatan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Kalau sektor-sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata nasional kita dorong lebih cepat, peluang mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen akan semakin besar. Sektor kesehatan juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) di kantor Kemenkes Jakarta pada Kamis (11/6/2026).</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa jasa kesehatan tumbuh sekitar 7,6 persen, industri farmasi 7,5 persen, dan industri alat kesehatan mencapai sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, kontribusi ekonomi sektor kesehatan belum tergambarkan secara utuh karena aktivitas usaha kesehatan masih tersebar dalam berbagai kelompok statistik ekonomi.</p>
<p>Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai aktivitas usaha, investasi, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.<br>Untuk itu, Menkes mengajak seluruh rumah sakit, klinik, laboratorium, apotek, industri farmasi, industri alat kesehatan, hingga organisasi profesi untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan. Menurutnya, kualitas data yang terkumpul akan sangat menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan.</p>
<p>&ldquo;Kalau data yang masuk tidak lengkap atau tidak akurat, kebijakan yang dihasilkan juga tidak akan tepat. Karena itu saya mengajak seluruh pelaku usaha dan organisasi di sektor kesehatan untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi dan struktur perekonomian Indonesia secara menyeluruh.&nbsp;</p>
<p>Menurut Amalia, sensus ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis data.</p>
<p>&ldquo;Sensus Ekonomi pada esensinya merupakan general check-up bagi ekonomi Indonesia. Melalui sensus ini kita dapat melihat kondisi terkini ekonomi nasional sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,&rdquo; ujar Amalia.</p>
<p>Ia menambahkan, BPS bersama Kementerian Kesehatan saat ini juga tengah mengembangkan Health Satellite Account untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi sektor kesehatan terhadap perekonomian nasional. Upaya tersebut akan semakin kuat dengan dukungan data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof. Asnawi Abdullah menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak hanya berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional yang terus berkembang.</p>
<p>&ldquo;Data yang lengkap dan berkualitas akan menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan berbasis bukti, memperbaiki regulasi, mendorong investasi, serta mempercepat transformasi kesehatan nasional,&rdquo; ujar Prof. Asnawi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan berkomitmen mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui penyebarluasan informasi dan penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Partisipasi aktif seluruh pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan data ekonomi kesehatan yang lebih akurat, lengkap, dan mutakhir sebagai fondasi pembangunan kesehatan dan ekonomi Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17811765026a2a98b6bfee70.42054706.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Perkuat Akses Layanan Kesehatan di wilayah Lampung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-prabowo-resmikan-rsud-kh-muhammad-thohir-krui-perkuat-akses-layanan-kesehatan-di-wilayah-lampung</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jun 2026 11:13:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-prabowo-resmikan-rsud-kh-muhammad-thohir-krui-perkuat-akses-layanan-kesehatan-di-wilayah-lampung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pesisir Barat, 10 Juni 2026&nbsp;</p>
<p>Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Rabu (10/6).</p>
<p>Peresmian rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses layanan kesehatan berkualitas hingga ke daerah atau wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan rujukan terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan merata.</p>
<p>"Saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai. Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan agar rakyat mendapatkan layanan yang lebih baik," ujar Presiden Prabowo.</p>
<p>Presiden juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan nasional melalui pembangunan dan renovasi rumah sakit di seluruh Indonesia, serta modernisasi puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>"Kita sudah merencanakan dalam tiga tahun ke depan pembangunan dan renovasi sekitar 350 hingga 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia. Kita juga akan memodernisasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia," kata Presiden Prabowo.</p>
<p>Selain itu, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan program modernisasi layanan kesehatan nasional dengan mendistribusikan hampir 1.000 unit alat kesehatan modern ke rumah sakit daerah di 514 kabupaten/kota.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menjelaskan bahwa pembangunan RSUD KH Muhammad Tohir merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas 66 rumah sakit daerah yang difokuskan untuk menangani lima penyebab kematian utama di Indonesia, yaitu stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>"Rumah sakit ini dibangun agar masyarakat Pesisir Barat tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik. Harapannya, kasus-kasus stroke, jantung, kanker, ginjal, serta layanan ibu dan anak dapat ditangani dan diselesaikan di sini," ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menurut Menkes, pembangunan fisik rumah sakit telah selesai dan saat ini pemerintah tengah melengkapi berbagai alat kesehatan modern serta pemenuhan tenaga medis spesialis.</p>
<p>"Peralatan kesehatan untuk layanan stroke, jantung, kanker, dan ginjal sedang dalam proses pengiriman. Kami menargetkan dalam beberapa bulan ke depan seluruh alat dapat beroperasi sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lengkap dan berkualitas di daerahnya sendiri," katanya.</p>
<p>RSUD KH Muhammad Tohir akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang layanan rujukan, di antaranya CT Scan untuk penanganan stroke, peralatan kateterisasi jantung, mamografi untuk deteksi kanker payudara, fasilitas kemoterapi, serta layanan hemodialisis atau cuci darah bagi pasien penyakit ginjal.</p>
<p>Menkes juga menegaskan pentingnya tata kelola rumah sakit yang profesional dan berkelanjutan agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.</p>
<p>"Kami tidak hanya membangun gedung dan menyediakan alat kesehatan, tetapi juga memperkuat tata kelola rumah sakit, kualitas pelayanan, serta pendampingan dari rumah sakit rujukan nasional agar layanan kesehatan di daerah dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," ujarnya.</p>
<p>Dengan beroperasinya RSUD KH Muhammad Tohir, masyarakat Kabupaten Pesisir Barat dan wilayah sekitarnya kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan kesehatan rujukan, sekaligus mendukung pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17810903426a2948269988a8.61199834.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tekankan Pemanfaatan AI Kesehatan Harus Diiringi Tata Kelola Ketat dan Etika yang Kuat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tekankan-pemanfaatan-ai-kesehatan-harus-diiringi-tata-kelola-ketat-dan-etika-yang-kuat</link>				
         <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 01:50:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tekankan-pemanfaatan-ai-kesehatan-harus-diiringi-tata-kelola-ketat-dan-etika-yang-kuat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Jakarta, 8 Juni 2026</p>
<p dir="ltr">Pemanfaatan kecerdasan buatan atau _Artificial Intelligence_ (AI) di bidang kesehatan dinilai tidak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut keselamatan dan nyawa pasien.</p>
<p dir="ltr">Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat membuka Konferensi Nasional tentang ekosistem kecerdasan buatan kesehatan di Jakarta, Senin (8/6).</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Ketika sebuah program komputer merekomendasikan diagnosis kepada seorang dokter, siapa yang bertanggung jawab jika rekomendasinya salah? Pertanyaan inilah yang membawa kita semua ke ruangan ini hari ini,&rdquo; kata Dante.</p>
<p dir="ltr">Menurut Dante, penerapan AI di bidang kesehatan bukan sekadar soal kecanggihan teknologi, melainkan menyangkut hidup dan nyawa manusia. Karena itu, pemanfaatannya harus dibarengi tata kelola yang kuat, aturan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta komitmen etika yang tidak bisa ditawar.</p>
<p dir="ltr">Ia mengakui AI membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mulai dari mendeteksi penyakit lebih dini, mempercepat diagnosis, hingga mengolah data kesehatan dalam jumlah besar. Namun, teknologi ini juga membawa risiko, seperti hasil yang bias atau keliru, kesalahan diagnosis, hingga ancaman terhadap keamanan data pasien yang bersifat pribadi.</p>
<p dir="ltr">Dante menegaskan, pemanfaatan AI di sektor kesehatan bukan lagi sekadar rencana, melainkan sudah berjalan di lapangan.</p>
<p dir="ltr">Sejak 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menggunakan AI untuk mendeteksi Tuberkulosis (TB) melalui alat rontgen portabel berteknologi AI. Hingga 2025, sekitar 200 ribu warga telah diperiksa menggunakan teknologi tersebut. Selain itu, sejumlah uji coba AI juga menunjukkan hasil yang menjanjikan.</p>
<p dir="ltr">Pada deteksi kanker paru bersama&nbsp;<a href="http://harrison.ai/" target="_blank" rel="noopener">Harrison.ai</a>, tingkat ketepatan AI dalam menemukan kasus mencapai 90 persen, lebih tinggi dibanding pembacaan dokter radiologi tanpa bantuan AI yang berada di angka 83 persen.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, pada deteksi stroke melalui CT scan otak bersama RSUP Dr. M. Djamil dan RS Pusat Otak Nasional, tingkat ketepatan AI dalam memastikan pasien yang benar-benar sehat mencapai 98 persen, dibandingkan 74 persen pada pembacaan manual.</p>
<p dir="ltr">Adapun pada skrining TB massal bersama&nbsp;<a href="http://qure.ai/" target="_blank" rel="noopener">Qure.ai</a>, dari 38 ribu pemeriksaan, AI berhasil menemukan 4 ribu orang yang diduga TB sekaligus mendeteksi 12 ribu kelainan paru lainnya.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Data ini membuktikan satu hal: AI tidak hanya mendeteksi satu penyakit, tetapi membuka peluang yang lebih besar untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pasien,&rdquo; ujar Dante.</p>
<p dir="ltr">Meski manfaatnya nyata, Dante menekankan teknologi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang baik agar risikonya dapat ditekan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Inovasi tanpa tata kelola adalah risiko. Dan tata kelola tanpa inovasi adalah stagnasi,&rdquo; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang konkret, mulai dari aturan alat kesehatan berbasis AI, tata kelola data, persetujuan pasien sebelum datanya digunakan, hingga penguatan kapasitas Komite Etik Penelitian Kesehatan dalam menilai penelitian yang menggunakan AI.</p>
<p dir="ltr">Konferensi Nasional bertajuk "Menuju Masa Depan Ekosistem Kecerdasan Buatan Kesehatan yang Aman, Adil, dan Bertanggung Jawab"&nbsp; tersebut digelar bersamaan dengan lokakarya mengenai penerapan panduan etik, persetujuan pasien, serta tata kelola data dalam AI kesehatan. Kegiatan berlangsung di Ruang Leimena, Gedung Adhyatma, Jakarta Selatan.</p>
<p dir="ltr">Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyampaikan bahwa dunia kini memasuki era yang sangat dipengaruhi AI. Teknologi ini mengubah cara hidup, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan, termasuk dalam pelayanan kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, AI telah menunjukkan manfaat nyata, mulai dari membantu diagnosis penyakit, mengembangkan pengobatan yang lebih sesuai bagi tiap pasien, hingga penggunaan robot di bidang kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Namun, manfaat tersebut harus diimbangi perhatian serius terhadap keamanan data masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Penelitian ke depan harus didahului oleh suatu wadah yang mengawasi. Karena itu, Kementerian Kesehatan membentuk SATUSEHAT dan SATUSEHAT AI untuk menjaga agar data masyarakat Indonesia tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,&rdquo; terang Azhar.</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email&nbsp;<a href="mailto:kontak@kemkes.go.id" target="_blank" rel="noopener">kontak@kemkes.go.id</a>. (FP/UW/HY)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17809739356a27816f9cc755.99037408.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Dukung Pelaksanaan SKB Pelayanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak di DKI Jakarta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dukung-pelaksanaan-skb-pelayanan-terpadu-bagi-perempuan-dan-anak-di-dki-jakarta</link>				
         <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 08:48:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dukung-pelaksanaan-skb-pelayanan-terpadu-bagi-perempuan-dan-anak-di-dki-jakarta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Juni 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak di Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita tidak hanya menyaksikan penandatanganan SKB, tetapi lebih kepada meneguhkan komitmen menghadirkan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak,&rdquo; kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Jakarta, Kamis (4/6).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Menteri PPPA Arifah Fauzi, sistem ini membawa perubahan paradigma dalam penanganan korban kekerasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau sebelumnya sistem yang lama, korban seringkali harus menanggung beban tambahan dengan berpindah dari satu instansi ke instansi lainnya sehingga ini memunculkan keengganan korban untuk melapor. Nah, pada sistem yang terbaru ini, yang terpadu, dimana seluruh kebutuhan korban mulai dari pengaduan, kesehatan, hukum, hingga rehabilitasi dipenuhi secara mudah dan berkelanjutan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan SKB ini dilakukan oleh lintas kementerian dan lembaga, yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Sosial, Menteri Hukum, Menteri Kesehatan, Menteri Komunikasi dan Digital, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan&nbsp;</p>
<p>Korban, serta Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Provinsi DKI Jakarta siap menjalankan mandat tersebut sebagai provinsi percontohan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Provinsi DKI Jakarta mendapatkan kehormatan pertama kali dipilih untuk menjadi contoh dan saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk secara sungguh-sungguh menerima mandat ini,&rdquo; ujar Pramono Anung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut akan dijalankan secara serius oleh Pemprov DKI Jakarta bersama seluruh pemangku kepentingan terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program percontohan ini disusun sebagai respons atas kompleksitas kasus kekerasan di wilayah perkotaan, tingginya kepadatan penduduk, mobilitas sosial yang dinamis, serta beragam bentuk kekerasan yang terjadi. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan berperspektif pada korban (victim oriented approach) yang menjamin hak korban atas perlindungan, keadilan, dan pemulihan secara komprehensif. Seluruh proses pelayanan wajib menghindari reviktimisasi, menjamin kerahasiaan identitas, serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi perempuan dan anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tujuan dari program ini adalah untuk menguji efektivitas model layanan terpadu yang melibatkan kementerian/lembaga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan masyarakat, serta mengembangkan sistem layanan berbasis informasi yang terintegrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari pelaksanaan SKB, Kementerian Kesehatan menyatakan dukungannya terhadap program percontohan di Provinsi DKI Jakarta. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan pelayanan kesehatan korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA), penguatan sistem rujukan dan koordinasi lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi program.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan menyediakan layanan medis, psikologis, dan medikolegal bagi korban KtPA, termasuk visum et repertum, pembiayaan layanan kesehatan, sistem rujukan terintegrasi, promosi kesehatan, dan deteksi dini kekerasan bagi perempuan dan anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketersediaan layanan kesehatan bagi korban KtPA di DKI Jakarta telah mencapai 100 persen, yakni pada 31 rumah sakit dan 44 puskesmas. Hal ini turut tercermin dalam proporsi pemberian layanan kesehatan bagi korban, sebesar 31,12 persen untuk perempuan dan 36,73 persen untuk anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan dukungan tersebut, Kementerian Kesehatan akan turut memastikan bahwa layanan kesehatan terintegrasi dalam sistem pelayanan terpadu lintas sektor, sehingga korban perempuan dan anak dapat memperoleh layanan yang cepat, mudah diakses, dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan dalam SKB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17806495686a228e602a65d1.41316124.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lindungi Generasi Muda, Kemenkes Siapkan Aturan Bungkus Rokok Seragam</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lindungi-generasi-muda-kemenkes-siapkan-aturan-bungkus-rokok-seragam</link>				
         <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 07:42:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lindungi-generasi-muda-kemenkes-siapkan-aturan-bungkus-rokok-seragam</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Juni 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik (vape dan sejenisnya).&nbsp;</p>
<p>Salah satu substansi yang diatur dalam rancangan tersebut adalah standardisasi kemasan atau &ldquo;plain packaging&rdquo;, yaitu penyeragaman warna kemasan produk tembakau dan rokok elektronik guna mengurangi daya tarik produk, khususnya bagi anak dan remaja.</p>
<p>Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mengatur standardisasi kemasan produk tembakau dan rokok elektronik.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, mengatakan bahwa kemasan rokok dan vape selama ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah produk, tetapi juga menjadi sarana promosi yang mampu menarik perhatian calon perokok baru, terutama kelompok usia muda.</p>
<p>&ldquo;Tujuan utama pengaturan kemasan seragam bukan untuk melarang produk yang legal, melainkan untuk mengurangi daya tarik visual yang selama ini membuat produk tembakau lebih menarik bagi anak-anak dan remaja. Kemasan rokok tidak boleh menjadi media promosi yang mendorong generasi muda mulai merokok,&rdquo; ujar dr. Andi Saguni saat memberikan keterangan di Jakarta.</p>
<p>Dalam rancangan RPMK, kemasan produk tembakau dan rokok elektronik akan menggunakan warna yang seragam, sementara identitas merek dan font tetap dapat dicantumkan sesuai ketentuan yang berlaku. Peringatan kesehatan bergambar juga tetap dicantumkan secara jelas agar masyarakat memperoleh informasi yang memadai mengenai risiko kesehatan akibat konsumsi produk tembakau.</p>
<p>Menurut dr. Andi, berbagai studi internasional menunjukkan bahwa penerapan plain packaging efektif menurunkan daya tarik produk tembakau, meningkatkan efektivitas peringatan kesehatan, dan membantu mencegah inisiasi merokok pada anak serta perokok pemula.</p>
<p>&ldquo;Ketika unsur desain yang menarik dikurangi, perhatian masyarakat akan lebih terfokus pada pesan kesehatan yang tercantum pada kemasan. Ini merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau,&rdquo; katanya.</p>
<p>Kemenkes juga menegaskan bahwa penyusunan RPMK dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sejak tahun 2024, pemerintah telah menyelenggarakan sejumlah forum konsultasi publik, rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta menerima berbagai masukan dari masyarakat, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat sipil.</p>
<p>&ldquo;Seluruh masukan yang disampaikan dalam proses penyusunan regulasi telah menjadi bahan pertimbangan pemerintah. Namun pada prinsipnya, kebijakan kesehatan harus tetap mengutamakan perlindungan masyarakat, terutama anak-anak, dari risiko kecanduan dan dampak buruk konsumsi tembakau,&rdquo; lanjut dr. Andi.</p>
<p>Data menunjukkan bahwa prevalensi perokok anak di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan pengendalian produk tembakau sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat dan produktif.</p>
<p>Kemenkes berharap RPMK ini dapat memberikan kepastian pelaksanaan amanat PP Nomor 28 Tahun 2024 sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengendalian produk tembakau dan rokok elektronik yang lebih efektif.</p>
<p>Pemerintah juga memberikan masa penyesuaian yang memadai bagi pelaku usaha. Sesuai ketentuan PP Nomor 28 Tahun 2024, masa transisi berlangsung selama dua tahun sejak peraturan tersebut diundangkan, yakni di sekitar Juli 2026.&nbsp;</p>
<p>Dalam rancangan RPMK yang sedang disusun, pemerintah juga mengatur masa penyesuaian tambahan paling lama 12 bulan untuk implementasi ketentuan pencantuman peringatan kesehatan dan informasi pada produk tembakau dan rokok elektronik</p>
<p>&ldquo;Perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, merupakan prioritas utama. Kami ingin memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat, terbebas dari ketergantungan nikotin, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,&rdquo; tutup dr. Andi.</p>
<p>Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan standardisasi kemasan bukanlah hal baru di tingkat global. Sejumlah negara telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa sebagai bagian dari upaya pengendalian konsumsi tembakau, antara lain Australia, Kanada, Inggris, Prancis, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan Myanmar.&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17806624686a22c0c426ed58.60141822.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Dorong Pengembangan Robotika Kesehatan untuk Perkuat Layanan Rehabilitasi Stroke</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dorong-pengembangan-robotika-kesehatan-untuk-perkuat-layanan-rehabilitasi-stroke</link>				
         <pubDate>Fri, 05 Jun 2026 07:16:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dorong-pengembangan-robotika-kesehatan-untuk-perkuat-layanan-rehabilitasi-stroke</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 4 Juni 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI terus mempercepat pemanfaatan teknologi robotika dalam pelayanan kesehatan sebagai bagian dari agenda Transformasi Teknologi Kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya beban penyakit tidak menular, khususnya stroke, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia.</p>
<p>Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan RI dr. Yuli Farianti, menyampaikan bahwa teknologi robotik memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan rehabilitasi, terutama bagi penyintas stroke yang membutuhkan pemulihan jangka panjang.</p>
<p>&ldquo;Robot tidak hadir untuk menggantikan tenaga kesehatan. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan mendukung kinerja tenaga kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif, presisi, dan berkelanjutan kepada pasien,&rdquo; ujar dr. Yuli saat memberikan keynote speech pada BTL Robotics Academy di Bali, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023 sekitar 3,9 juta penduduk Indonesia hidup dengan stroke dan penyakit tersebut menyebabkan lebih dari 337 ribu kematian. Selain itu, Indonesia menyumbang sekitar 6,5 persen beban disabilitas akibat stroke secara global.&nbsp;</p>
<p>Menurut dr. Yuli, dampak stroke tidak hanya terlihat dari angka kematian, tetapi juga dari gangguan fisik dan kognitif jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, serta kemandirian penyintas. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan layanan rehabilitasi terus meningkat.</p>
<p>&ldquo;Rehabilitasi bukan lagi layanan pelengkap. Rehabilitasi telah menjadi bagian esensial dari pelayanan kesehatan modern karena berperan penting dalam membantu pasien mendapatkan kembali fungsi dan kemandiriannya,&rdquo; katanya.</p>
<p>Peningkatan kebutuhan layanan tersebut juga tercermin dari pembiayaan kesehatan. Klaim pelayanan terkait stroke meningkat dari Rp2,7 triliun menjadi Rp5,6 triliun hanya dalam kurun waktu satu tahun.</p>
<p>Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan saat ini tengah membangun ekosistem robotika kesehatan yang terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit, dan mitra industri, serta penyusunan berbagai kebijakan pendukung.</p>
<p>&ldquo;Kami tengah membentuk Komite Nasional Robotika Kesehatan serta menyiapkan fondasi bagi pengembangan pusat pelatihan, pelayanan, dan inovasi robotika kesehatan. Pada saat yang sama, kami juga mempersiapkan kerangka regulasi yang mendukung inovasi masa depan, termasuk telesurgery berbasis robotik dan pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri,&rdquo; jelas dr. Yuli.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan robotika kesehatan adalah memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, memperkuat kapasitas nasional, serta meningkatkan kualitas pemulihan pasien.&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, dr. Yuli juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan neurorehabilitasi di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.</p>
<p>&ldquo;Masa depan neurorehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemitraan yang kuat, kita dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia untuk memulihkan fungsi, memperoleh kembali kemandirian, dan membangun harapan baru,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan berharap setiap inovasi yang dikembangkan di bidang robotika kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung proses pemulihan pasien agar dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna.</p>
<p>&ldquo;Mari kita pastikan bahwa setiap inovasi yang kita kembangkan memiliki satu tujuan utama, yaitu membantu pasien pulih lebih baik, hidup lebih baik, dan kembali menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna,&rdquo; pungkas dr. Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17806439916a2278976e3942.29368215.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tinjau Hilirisasi SK Plasma, Menkes Budi Dorong Lompatan Besar Kemandirian Obat Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tinjau-hilirisasi-sk-plasma-menkes-budi-dorong-lompatan-besar-kemandirian-obat-nasional</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:44:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tinjau-hilirisasi-sk-plasma-menkes-budi-dorong-lompatan-besar-kemandirian-obat-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Karawang, 3 Juni 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas hilirisasi milik SK Plasma Core Indonesia pada Rabu (3/6/). Kunjungan ini dilakukan guna meninjau langsung kesiapan komersialisasi pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia.</p>
<p>Dalam arahannya, Menkes Budi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi kemitraan strategis ini melalui integrasi ekosistem kelembagaan pemerintah agar proses hilirisasi berjalan optimal.</p>
<p>"Kami pasti akan mendukung penuh dan mencari cara terbaik untuk menstrukturkan kerjasama ini dengan baik. Pemerintah dapat bergerak melalui integrasi dengan institusi seperti Danantara, maupun sinergi dengan holding BUMN farmasi seperti Bio Farma&rdquo;, Ujar Menkes Budi.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi memastikan kerja sama ini benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar tanda tangan di atas kertas.</p>
<p>&rdquo;Ke depan, kita akan menyusun peta jalan jangka panjang industri layanan kesehatan Indonesia untuk 5, 15, hingga 30 tahun mendatang yang mencakup sektor farmasi, layanan rumah sakit, hingga alat kesehatan. Jika kita bisa mengulang kecepatan pembangunan pabrik plasma ini untuk produksi bahan baku obat lokal, vaksin, dan obat inovatif lainnya, ketahanan kesehatan kita akan sangat kuat," Lanjutnya.</p>
<p>Apresiasi pemerintah terhadap efisiensi regulasi dan kecepatan eksekusi di lapangan terbukti dari lini masa proyek yang berjalan masif sejak perubahan regulasi dilakukan pada tahun 2023, hingga ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027.&nbsp;</p>
<p>Menanggapi dukungan penuh dari Kemenkes, Presiden Direktur SKPlasma Core Indonesia Hyunho Roh menyatakan kesiapannya untuk melangkah ke fase berikutnya, termasuk pengembangan bank plasma di Indonesia serta riset farmasi tingkat lanjut.</p>
<p>"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan. Saat pertama kali kami datang ke Kemenkes untuk meminta izin usaha, kami berjanji akan membangun pabrik fraksionasi plasma ini dalam waktu dua tahun, dan hari ini pabrik tersebut telah selesai dibangun. Saat ini kami sedang menunggu proses komersialisasi,&rdquo; Ujar Hyunho.</p>
<p>SKPlasma Core Indonesia siap memulai perjalanan baru bersama Indonesia, tidak hanya untuk pengumpulan plasma melalui bank plasma, tetapi juga mengembangkan industri baru di bidang farmasi, manufaktur API lokal, serta pengembangan vaksin.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jika Kemenkes memberikan kesempatan berikutnya, kami akan memberikan kemampuan terbaik kami untuk menjaga komitmen tersebut," ungkap Hyunho.</p>
<p>Melalui kunjungan ini, Kemenkes akan terus mengawal regulasi dari sisi hulu hingga hilir, dengan fokus jangka pendek pada penguatan sisi pasokan (supply side) di pusat-pusat plasma (plasma centers) nasional demi menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17804946296a203125e76847.95268079.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Dorong Pencegahan Merokok Sejak Dini Melalui Kampanye #SehatTanpaRokok</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dorong-pencegahan-merokok-sejak-dini-melalui-kampanye-sehattanparokok</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:18:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dorong-pencegahan-merokok-sejak-dini-melalui-kampanye-sehattanparokok</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Juni 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kenvue Indonesia, dan Guardian Indonesia meluncurkan Kampanye #SehatTanpaRokok.&nbsp;</p>
<p>Diluncurkan dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 di JW Marriott Hotel Jakarta, Rabu (3/6), kampanye ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan merokok sejak dini melalui edukasi kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin P. Octavianus, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi fokus utama dalam pengendalian tembakau di Indonesia, terutama pada kelompok usia muda yang rentan mulai merokok. Menurutnya, gerakan ini harus masuk ke lingkungan sekolah secara masif, bahkan dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal agar anak-anak mendapatkan pemahaman yang berkelanjutan.</p>
<p>"Kalau kita tahu usianya 14 tahun [mulai merokok], maka gerakan ini harus dimulai di SMP secara masif," kata Wamenkes Benny.&nbsp;</p>
<p>Ia menilai, edukasi kesehatan perlu diberikan secara ilmiah agar anak-anak dan remaja memahami dampak merokok terhadap kesehatan sejak dini.</p>
<p>&nbsp;"Kita perlu lebih banyak mengedukasi masyarakat secara ilmiah mengenai dampak merokok terhadap tubuh. Orang dididik untuk mengerti dampak fisiologis daripada merokok terhadap paru, terhadap organ tubuh itu apa," ujarnya.</p>
<p>Menanggapi tren penggunaan rokok elektronik dan vape di kalangan anak muda, Wamenkes menegaskan bahwa produk tersebut tidak dapat dianggap aman. Kandungan nikotin dan aerosol pada rokok elektronik tetap dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, mengganggu fungsi alveoli paru, serta meningkatkan risiko kerusakan paru dalam jangka panjang.</p>
<p>"Kerusakannya sama dengan merokok, enggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru maka fungsi paru kita pasti akan menurun," tegasnya.</p>
<p>Melalui momentum ini, Wamenkes Benny mengajak generasi muda menjadikan kesehatan sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Ia meyakini edukasi yang tepat akan membantu anak-anak dan remaja memahami risiko merokok sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih sehat.</p>
<p>"Kalau kalian ingin berprestasi, siapa sih yang enggak ingin hidup sehat? Saya yakin generasi muda kita akan menjadi generasi emas di tahun 2045. Mereka harus peduli bahwa kesehatan itu sangat penting karena mereka calon pemimpin masa depan," tuturnya. "Kita bicarakan agar mencerdaskan mereka sehingga mereka mengerti apa dampak daripada merokok dan mereka sendiri yang akan menolak."</p>
<p>Pemerintah saat ini juga tengah menyelesaikan regulasi yang bertujuan mengurangi daya tarik produk tembakau, terutama bagi anak dan remaja. Selain regulasi, pengendalian tembakau perlu diperkuat melalui edukasi, promosi kesehatan, dan keterlibatan berbagai pihak.<br><br>Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, William Adi Teja, menyampaikan bahwa upaya menurunkan prevalensi perokok membutuhkan berbagai pendekatan yang saling melengkapi.</p>
<p>"Untuk menghentikan rokok itu sangat banyak caranya. Salah satunya ada produk pengganti. Tentunya ada juga kawasan bebas rokok, kemudian juga adanya edukasi," ujar William.</p>
<p>BPOM mendukung pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah yang dapat membantu masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok. Pengendalian tembakau membutuhkan kolaborasi lintas sektor mengingat tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Perluasan akses terhadap produk terapi pengganti nikotin yang aman dan berbasis bukti dapat menjadi salah satu pilihan solutif.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia, Arief Riadi Arifin, menilai pencegahan pada kelompok usia muda merupakan langkah paling efektif untuk menekan jumlah perokok baru di Indonesia. Mengingat sebagian besar perokok mulai merokok pada usia remaja, edukasi kesehatan berbasis sains perlu diperkuat di sekolah dan lingkungan pendidikan secara masif.</p>
<p>"Kalau sudah merokok, sudah adiksi puluhan tahun, untuk stop itu tidak mudah" tandas&nbsp; Arief.&nbsp;<br><br>Edukasi harus dilakukan secara masif. Kalau kita tahu usianya (perokok muda) 14 tahun, maka gerakan ini harus dimulai sejak sekolah dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak dan remaja.&nbsp;</p>
<p>Kampanye #SehatTanpaRokok mengusung semangat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya tembakau dan nikotin, sekaligus memperluas akses terhadap dukungan berhenti merokok. Melalui keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, sektor swasta, tenaga kesehatan, akademisi, dan media, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang terdorong untuk menjalani hidup lebih sehat tanpa rokok.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17804940196a202ec3608530.68813328.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penyakit Hati Mengintai, Menkes Ajak Masyarakat Rutin Deteksi Dini melalui CKG </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-hati-mengintai-menkes-ajak-masyarakat-rutin-deteksi-dini-melalui-ckg-</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:16:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-hati-mengintai-menkes-ajak-masyarakat-rutin-deteksi-dini-melalui-ckg-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Juni 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hati kronis melalui perluasan skrining dan deteksi dini di masyarakat. Langkah ini penting mengingat penyakit hati kronis masih menjadi tantangan kesehatan yang besar di Indonesia, dengan estimasi sekitar 70 juta penduduk mengalaminya.</p>
<p>Secara global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun. Lebih dari separuh kematian tersebut berkaitan dengan infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki stadium lanjut.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit hati merupakan ancaman serius karena berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika sudah mengalami sirosis atau kanker hati.</p>
<p>&ldquo;Penyakit hati kronis memiliki prevalensi yang tinggi. Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif. Kerja di area pencegahan jauh lebih murah dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pengobatan pada tahap lanjut,&rdquo; kata Menkes Budi dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia bertajuk &lsquo;Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Strong Liver&rsquo; di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Selasa (2/6).</p>
<p>Menkes menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia diperkirakan baru mencapai sekitar 10 persen, masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi dan 80 persen mendapatkan pengobatan.</p>
<p>&ldquo;Jangan merasa sehat lalu tidak mau diperiksa. Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, sering kali penyakit sudah berada pada tahap lanjut,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya tersebut, skrining penyakit hati telah diintegrasikan ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan meliputi deteksi Hepatitis B melalui HBsAg serta penilaian fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis pemeriksaan darah.</p>
<p>Selain memperluas deteksi dini, pemerintah juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui imunisasi Hepatitis B bagi tenaga kesehatan, pemberian profilaksis antivirus bagi ibu hamil dengan Hepatitis B untuk mencegah penularan ke bayi, serta penerapan kebijakan Nutri-Level mulai 2026 guna membantu masyarakat mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak yang menjadi faktor risiko penyakit hati akibat gangguan metabolik.</p>
<p>Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Prof. dr. David Handojo Muljono, mengatakan banyak kasus Hepatitis B kronis tidak terdeteksi karena berlangsung tanpa gejala. Karena itu, perluasan akses skrining dan pengobatan di layanan kesehatan primer menjadi sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi sirosis maupun kanker hati.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, mengatakan kegiatan Healthy Liver Awareness for Indonesia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan hati melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin.</p>
<p>&ldquo;Melalui kegiatan ini kami juga menyediakan layanan skrining kesehatan hati berupa pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, penilaian skor APRI, dan FibroScan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit hati,&rdquo; ujar Andi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan menjadikannya sebagai kebiasaan tahunan untuk menjaga kesehatan. Karena ketahuan lebih awal, peluang sembuh jauh lebih besar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17804068546a1eda46594287.42381732.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sinergi di Debarkasi Bandara Soetta Turunkan Angka Kesakitan Jemaah Haji Indonesia </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sinergi-di-debarkasi-bandara-soetta-turunkan-angka-kesakitan-jemaah-haji-indonesia-</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Jun 2026 11:29:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sinergi-di-debarkasi-bandara-soetta-turunkan-angka-kesakitan-jemaah-haji-indonesia-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sinergi di Debarkasi Bandara Soetta Turunkan Angka Kesakitan Jemaah Haji Indonesia</p>
<p>Tangerang, 2 Juni 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus, menegaskan bahwa penguatan deteksi dini melalui active case finding dan kolaborasi lintas sektor di pintu masuk negara menjadi kunci keberhasilan dalam melindungi kesehatan jemaah haji dan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung proses debarkasi atau pemulangan jemaah haji kloter perdana Provinsi Banten di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/6).</p>
<p>Wamenkes Benny juga menyoroti efektivitas skrining kesehatan ketat yang telah dimulai sejak fase keberangkatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kebijakan pembatalan keberangkatan bagi calon jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan terbukti berdampak signifikan terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian.</p>
<p>"Jadi waktu sebelumnya saya ke Asrama Haji Pondok Gede saat pemberangkatan, saya cek ada 14 calon jemaah haji yang dibatalkan pemberangkatannya karena kondisi kesehatannya tidak baik. Buktinya, angka kesakitan dan angka meninggal otomatis turun jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tegasnya.</p>
<p>Fase debarkasi merupakan tahapan yang sangat penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada tahap ini, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal serta dilakukan pemantauan kesehatan secara menyeluruh untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit menular maupun masalah kesehatan lainnya yang memerlukan tindak lanjut.</p>
<p>Pola deteksi dini ini berlanjut di Bandara Soekarno-Hatta saat jemaah kembali. Wamenkes meninjau langsung pos kesehatan di area debarkasi, di mana petugas melakukan observasi visual dan menggunakan alat pemindai suhu tubuh (thermo scanner) terhadap para jemaah yang baru tiba. Jemaah yang terlihat tidak sehat atau diduga mengalami masalah kesehatan langsung dibawa ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lebih intensif.</p>
<p>"Begitu kelihatan jemaah yang sudah pulang ini ada suspek tidak sehat, langsung dilakukan cek kesehatan. Dalam kloter ini ada enam orang yang dicek kesehatannya, sekarang masih ada yang diobservasi karena kondisi fisik menurun akibat kelelahan hingga timbul sakit. Nah, ini bisa langsung dikontrol dari sini," jelas Wamenkes Benny.</p>
<p>Senada dengan Wamenkes, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menjelaskan bahwa proses aktif menemukan kasus (active case finding) dilakukan terhadap seluruh jemaah yang tiba di wilayah kerjanya. Bandara Soekarno-Hatta melayani pemulangan jemaah dari Embarkasi Jakarta, yaitu di Asrama Haji Pondok Gede (DKI Jakarta dan Lampung), Embarkasi Banten, dan Embarkasi Jakarta-Bekasi (wilayah Jawa Barat bagian barat seperti Bekasi dan Bogor).</p>
<p>"Pada saat jemaah haji lewat, petugas kami melakukan observasi visual untuk melihat ada tidaknya tanda dan gejala sakit seperti batuk, pilek, atau panas. Jika ditemukan gejala tersebut, jemaah akan dibawa ke pos kesehatan untuk registrasi, pemeriksaan tensi, asesmen dokter, hingga pemeriksaan laboratorium," papar Naning.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kondisi kegawatdaruratan yang paling sering ditemukan pada jemaah yang baru tiba adalah serangan jantung dan sesak napas. "Ada yang sudah ditangani dengan CPR di atas pesawat, ada yang baru turun langsung mengalami serangan jantung, atau penyakit kronis lainnya. Prinsip kami adalah memberikan pertolongan pertama dan langsung merujuk ke rumah sakit terdekat dari lokasi kegawatdaruratan," ujarnya.</p>
<p>Untuk melayani kedatangan hampir 1.600 jemaah haji pada hari itu saja (2/6), BBKK Soekarno-Hatta menyiagakan tenaga kesehatan lengkap yang bekerja dalam sistem 24 jam. "Ada dokter spesialis kedokteran penerbangan, dokter umum, epidemiolog, entomolog, sanitarian, perawat, sopir ambulans, tenaga humas, hingga tenaga pendukung lainnya" rinci Naning.</p>
<p>Wamenkes Benny menegaskan, keberhasilan pengamanan kesehatan jemaah haji ini bukanlah kerja satu pihak, melainkan buah dari kerja sama erat lintas sektor.</p>
<p>"Dukungan datang dari mana-mana. Ada teman-teman dari AirNav yang mengatur lalu lintas udara, kepolisian, Badan Karantina, otoritas bandara, hingga Angkasa Pura yang menyiapkan ruangan dan alat-alat dengan sangat bagus. Ambulans standby untuk kondisi darurat. Ini membuktikan sinergi lintas sektor berdampak pada penurunan kasus yang sangat drastis," tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17804001456a1ec0110a2345.11218255.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Dorong Layanan Fertilitas yang Canggih dan Humanis </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-dorong-layanan-fertilitas-yang-canggih-dan-humanis-</link>				
         <pubDate>Tue, 26 May 2026 16:46:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-dorong-layanan-fertilitas-yang-canggih-dan-humanis-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Mei 2026&nbsp;</p>
<p>Perjalanan menuju kehamilan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan bukanlah sekadar upaya medis, melainkan sebuah perjuangan merawat harapan. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, saat meresmikan peluncuran kembali (re-launching) Klinik Yasmin Reproductive Cluster di RSCM Kencana, Jakarta, Selasa (26/5).</p>
<p>&ldquo;Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda; yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,&rdquo; ujar Wamenkes Dante saat menyampaikan sambutan.</p>
<p>Harapan yang diperjuangkan tersebut selaras dengan besarnya tantangan infertilitas saat ini. Secara global, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 mencatat sekitar 17,5% populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas.</p>
<p>Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, infertilitas dialami oleh 10-15% pasangan usia subur. Artinya, ada sekitar 4 hingga 6 juta dari total 39,8 juta pasangan usia subur di Tanah Air yang membutuhkan intervensi medis untuk bisa mendapatkan keturunan. Tantangan ini menjadi perhatian serius, terlebih Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) di Indonesia berada di angka 2,14 anak per perempuan pada tahun 2023 berdasarkan data BKKBN.</p>
<p>Wamenkes Dante menambahkan, angka fertilitas total ini perlu dijaga demi mempersiapkan generasi masa depan yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>"Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," tambah Wamenkes Dante.</p>
<p>Respons masyarakat terhadap layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) sendiri terus meningkat pesat. Jumlah pasien secara nasional naik signifikan dari 23 ribu pasien pada 2021 menjadi 36 ribu pasien pada 2024. Saat ini, Indonesia memiliki 59 rumah sakit di 15 provinsi yang telah mengantongi izin layanan IVF, di mana RSCM menjadi salah satu pelopornya melalui Klinik Yasmin.</p>
<p>Klinik Reproductive Cluster tersebut memiliki delapan layanan utama, meliputi infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.</p>
<p>Sepanjang 2025, Klinik Yasmin mencatat 95 kehamilan dari 221 siklus program yang dijalankan. Layanan ini didukung oleh tenaga medis di bidang obstetri, ginekologi, serta andrologi, termasuk para guru besar dengan pengalaman klinis yang luas.</p>
<p>Pengembangan layanan juga dilakukan melalui pendampingan pasien oleh konselor perawat selama proses stimulasi, sistem satu pasien satu perawat, kolaborasi dengan layanan akupunktur, pengembangan layanan endometriosis dan PCOS, serta pembentukan pusat layanan keguguran berulang.</p>
<p>Melalui peluncuran kembali ini, RSCM Kencana diharapkan dapat menghadirkan layanan fertilitas yang lebih dekat, humanis, dan berbasis teknologi modern bagi masyarakat Indonesia, sehingga mampu membantu lebih banyak pasangan mendapatkan penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17804659016a1fc0ed7d6787.99677405.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title> Filantropi Jadi Kunci, Kemenkes dan Danantara Indonesia Trust Kolaborasi Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/-filantropi-jadi-kunci-kemenkes-dan-danantara-indonesia-trust-kolaborasi-perkuat-kesehatan-ibu-dan-anak-</link>				
         <pubDate>Mon, 25 May 2026 18:35:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/-filantropi-jadi-kunci-kemenkes-dan-danantara-indonesia-trust-kolaborasi-perkuat-kesehatan-ibu-dan-anak-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Mei 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa filantropi memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Menurut Menkes, filantropi yang efektif harus dibangun di atas kepercayaan dan mampu menjadi katalis untuk memperbesar dampak program kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,&rdquo; ujar Menkes Budi saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (25/5).</p>
<p>Kerja sama antara DIT dan Kemenkes difokuskan pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu serta anak. Program tersebut mencakup penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient guna membantu keselamatan ibu hamil dan persalinan sekaligus mencegah stunting.</p>
<p>Menkes menilai, di tengah menurunnya bantuan luar negeri secara global, peran filantropi menjadi semakin penting untuk mendukung pembiayaan program kesehatan. Dana filantropi dapat menjadi pengungkit agar lebih banyak sumber daya bergerak untuk menjawab persoalan kesehatan prioritas di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Langkah kolaboratif ini dinilai krusial mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak. Meski cakupan imunisasi dasar lengkap telah mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat hampir 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026. Kondisi ini menunjukkan urgensi perluasan akses imunisasi dan penguatan distribusi vaksin hingga ke berbagai daerah.</p>
<p>Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Danantara Indonesia tidak hanya hadir untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan sosial Indonesia. Dengan terbentuknya DIT, kontribusi tersebut diperluas untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial secara lebih luas.</p>
<p>Melalui kemitraan di sektor kesehatan ini, DIT bersama Kemenkes diharapkan dapat mempercepat intervensi yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan anak-anak. Penguatan imunisasi, perbaikan gizi, serta dukungan terhadap infrastruktur layanan kesehatan menjadi bagian penting untuk menekan risiko kematian ibu dan anak serta mencegah masalah gizi kronis sejak dini.</p>
<p>Menkes Budi menekankan bahwa kolaborasi pemerintah dengan sektor filantropi perlu terus diperkuat karena tantangan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri.</p>
<p>&ldquo;Dengan kepercayaan, tata kelola yang baik, dan pendekatan pendanaan yang mampu mengungkit kontribusi lebih luas, filantropi dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata,&rdquo; pungkas Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>(UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17797742576a153331d3bde4.79293885.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Soroti Lonjakan Diabetes pada Remaja: Gaya Hidup jadi Faktor Utama  </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-soroti-lonjakan-diabetes-pada-remaja-gaya-hidup-jadi-faktor-utama--</link>				
         <pubDate>Mon, 25 May 2026 02:51:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-soroti-lonjakan-diabetes-pada-remaja-gaya-hidup-jadi-faktor-utama--</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Mei 2026</p>
<p>Penyakit diabetes tipe 2 yang dahulu identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan pada anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wamenkes Dante saat memberikan sambutan dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu (24/5). Menurutnya, pergeseran tren penyakit ini bukan sekadar dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga akibat perubahan drastis gaya hidup sehari-hari.</p>
<p>&ldquo;Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,&rdquo; ungkap Wamenkes Dante.</p>
<p>Ia menyoroti kebiasaan generasi muda saat ini yang minim aktivitas fisik, tingginya durasi layar (screen time), kurang tidur, hingga konsumsi gula dan makanan ultra-proses yang berlebihan. Selain itu, tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini turut memperburuk kondisi tersebut. Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.</p>
<p>Menghadapi ancaman tersebut, Wamenkes menegaskan bahwa solusi utama bukan hanya obat-obatan, melainkan perubahan kebiasaan yang dimulai dari rumah.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia juga membagikan pengalamannya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya sebagai cara menjaga kebugaran sekaligus melepas penat dari penggunaan gawai.</p>
<p>Pemerintah, lanjut Wamenkes, telah merespons persoalan ini melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau 25 juta anak sekolah, serta penerapan program &ldquo;nutri-level&rdquo;, yakni sistem label A hingga D pada kemasan makanan dan minuman untuk memperingatkan masyarakat terkait kadar gula.</p>
<p>Dari pemeriksaan di sekolah-sekolah, ditemukan pula berbagai masalah kesehatan yang mulai dialami remaja sejak dini, seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.</p>
<p>Canisius Health Expo 2026 merupakan wujud kepedulian terhadap isu kesehatan yang digagas oleh alumni Kolese Kanisius angkatan 2001 bersama salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Acara ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi dengan dokter spesialis bagi masyarakat.</p>
<p>Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibisono, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut angkatan 2001 berhasil melahirkan 17 dokter yang kini mengabdi kepada masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Ini sejalan dengan visi kami, to be man for others with others. Para alumni hadir membawa nilai-nilai kolese untuk berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang terkendala akses kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Wamenkes Dante menitipkan pesan khusus bagi para pelajar dan orang tua. Ia mengingatkan bahwa nilai rapor bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan.</p>
<p>&ldquo;Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui hotline Halo Kemenkes 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17796799696a13c2e18dc759.03084666.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolaborasi Kemenkes-Goto: CKG Komunitas Sasar Ribuan Driver di 17 Kota </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-kemenkes-goto-ckg-komunitas-sasar-ribuan-driver-di-17-kota-</link>				
         <pubDate>Fri, 22 May 2026 00:59:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-kemenkes-goto-ckg-komunitas-sasar-ribuan-driver-di-17-kota-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng Gojek untuk memperluas akses program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ribuan mitra pengemudi. Peluncuran program CKG Komunitas ini digelar di Rumah Mitra Gojek, Kemang Timur, Jakarta, pada Kamis (21/5).</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono menyatakan, kolaborasi ini bertujuan memastikan program CKG yang menjadi quick win pemerintah benar-benar dimanfaatkan seluas mungkin. Terlebih, pemeriksaan kesehatan mandiri umumnya dapat menghabiskan biaya hingga Rp2&ndash;3 juta per orang.</p>
<p>Berdasarkan data awal, mitra pengemudi memiliki faktor risiko tinggi terhadap obesitas, hipertensi, hingga prediabetes.</p>
<p>"Nah, ini pentingnya pemeriksaan gratis. Tujuannya menjaga supaya mereka tidak berobat pada saat sakit, tapi menjaga supaya mereka tetap sehat dan produktif," tegas Wamenkes Dante seusai meninjau pelaksanaan dan bercengkerama dengan peserta CKG.</p>
<p>Program kolaborasi yang berlangsung dari Februari hingga Desember 2026 ini tidak hanya terpusat di Jakarta. Layanan serupa juga menyasar 16 wilayah lainnya, yakni Palembang, Bandung, Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Lampung, Makassar, Balikpapan, dan Bali.</p>
<p>Secara nasional, Wamenkes Dante memaparkan bahwa program CKG telah berhasil menyasar sekitar 70 juta jiwa pada tahun 2025. Sementara itu, hingga Mei 2026, capaian CKG sudah menyentuh angka 36 juta jiwa, dengan 1,86 juta peserta di antaranya berasal dari Jakarta.</p>
<p>Pada fase awal, layanan CKG disediakan langsung di titik aktivitas mitra pengemudi. Pemeriksaan yang diberikan cukup lengkap, meliputi cek gula darah, kolesterol, tekanan darah, EKG jantung, serta deteksi dini kanker serviks (IVA). Bagi mitra yang membutuhkan kacamata, fasilitas tersebut juga bisa didapatkan secara gratis melalui BPJS.</p>
<p>Ke depannya, para mitra dapat mengecek lokasi puskesmas terdekat secara mandiri melalui aplikasi Gojek Driver.</p>
<p>Wakil Direktur Utama &amp; Deputi CEO GoTo Group, Catherine Hindra Sutjahyo, menyatakan dukungan penuh atas program pemerintah ini.</p>
<p>"Fasilitasi ini merupakan salah satu langkah konkret kami untuk mendukung Asta Cita pemerintah Indonesia pada pembangunan SDM melalui penguatan akses dan mutu layanan kesehatan," kata Catherine.</p>
<p>Senada dengan Catherine, Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, menambahkan bahwa mobilitas tinggi di jalan raya membuat kesehatan mitra menjadi prioritas utama. "Melalui program ini, kami ingin memastikan mitra memiliki akses terhadap informasi dan layanan yang membantu mereka memahami kondisi kesehatannya," jelas Bambang.</p>
<p>Program CKG ini menambah daftar panjang upaya Gojek dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudinya. Sebelumnya, Gojek juga telah memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi, bonus hari raya, hingga beasiswa.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17794130226a0fb01e5245a7.44584558.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Jadikan Aceh Percontohan Nasional Percepatan Imunisasi Anak </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-jadikan-aceh-percontohan-nasional-percepatan-imunisasi-anak-</link>				
         <pubDate>Thu, 21 May 2026 18:05:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-jadikan-aceh-percontohan-nasional-percepatan-imunisasi-anak-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kemenkes Jadikan Aceh Percontohan Nasional Percepatan Imunisasi Anak</p>
<p>Banda Aceh, 21 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan Provinsi Aceh sebagai daerah percontohan nasional dalam percepatan penurunan angka anak zero dose (anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali). Pendekatan berbasis kolaborasi lokal dan nilai religius di Aceh dinilai menjadi model yang efektif untuk diterapkan di tingkat nasional.</p>
<p>Wamenkes Dante, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan lapangan tematik di Kota Banda Aceh, Jumat (22/5). Selain itu Wamenkes Dante juga meninjau langsung pelayanan kesehatan primer di Posyandu Sejahtera Desa Panteriek dan UPTD Puskesmas Lueng Bata.</p>
<p>"Aceh menunjukkan pola kolaborasi yang kuat antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, hingga organisasi perempuan dalam meningkatkan kesadaran imunisasi bagi anak-anak. Ini salah satu percontohan bagaimana membangun kerja sama dengan berbagai elemen lokal," ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Wamenkes Dante mengapresiasi sejumlah inovasi strategis berbasis kearifan lokal di Aceh. Salah satunya adalah langkah kepala daerah yang menerbitkan surat edaran agar para khatib menyampaikan khutbah Jumat mengenai pentingnya imunisasi. Menurutnya, pendekatan persuasif yang menyentuh sisi agama dan budaya sangat efektif bagi masyarakat Aceh. Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga mendorong pemenuhan imunisasi bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seruan khusus.</p>
<p>Berdasarkan data Kemenkes tahun 2025, capaian nasional imunisasi bayi lengkap berada di angka 80,2%. Tercatat ada sekitar 2,3 juta anak zero dose di Indonesia, dengan 61 ribu di antaranya berada di Provinsi Aceh. Khusus di Kota Banda Aceh, jumlah anak zero dose dalam periode 2021-2025 telah berhasil ditekan sebesar 4%&mdash;dari 2,6 ribu menjadi 2,5 ribu anak&mdash;namun trennya masih berfluktuasi.</p>
<p>Hingga minggu ke-19 tahun 2026, tercatat ada 263 kasus campak di Provinsi Aceh, dengan 24 kasus di antaranya berada di Kota Banda Aceh. Kemenkes mendorong akselerasi penanganan untuk menyikapi kendala waktu orang tua serta misinformasi seputar efek samping vaksin.</p>
<p>Strategi baru yang disiapkan adalah memodifikasi waktu pelayanan kesehatan. Kemenkes berencana membuka atau menggeser layanan imunisasi ke hari Sabtu atau hari libur agar ayah atau kepala keluarga bisa mendampingi ke fasilitas kesehatan. Dengan kehadiran ayah, petugas kesehatan dapat memberikan edukasi terarah dan bersama-sama mengambil keputusan terbaik bagi perlindungan anak.</p>
<p>Pada kesempatan yan sama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menegaskan bahwa pemerintah kota terus mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi tanpa sanksi. Selain mengoptimalkan sosialisasi melalui sekolah dan ceramah keagamaan, Pemko Banda Aceh juga memperkuat pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin di puskesmas sebagai langkah awal edukasi kesehatan keluarga.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terhadap program kesehatan dasar di Aceh menunjukkan sinyal positif. Berdasarkan data aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) per 20 Mei 2026, tingkat kehadiran masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 89,86% untuk tingkat Provinsi Aceh (251.977 kehadiran) dan 95,42% untuk Kota Banda Aceh (8.461 kehadiran).</p>
<p>Dante menegaskan, pemenuhan perlindungan anak dari penyakit menular merupakan fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. "Keberhasilan dari bumi Aceh yang berada di paling barat Indonesia ini akan dicontohkan secara nasional. Kita harus mulai dari kesehatan generasi muda saat ini agar bonus demografi bangsa kita tidak gagal di masa depan," pungkas Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui hotline Halo Kemenkes 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17797758576a15397110fdc2.28475718.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Paparkan Transformasi Pengendalian Kanker Indonesia di Forum IARC Prancis  </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-paparkan-transformasi-pengendalian-kanker-indonesia-di-forum-iarc-prancis--</link>				
         <pubDate>Thu, 21 May 2026 14:15:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-paparkan-transformasi-pengendalian-kanker-indonesia-di-forum-iarc-prancis--</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Lyon, Prancis, 21 Mei 2026</p>
<p dir="ltr">Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi besar dalam pengendalian kanker melalui perluasan layanan deteksi dini, pemerataan infrastruktur kesehatan, dan percepatan kolaborasi global.</p>
<p dir="ltr">Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sesi Ministerial Roundtable: Science Policy Interface for Global Change pada Konferensi Ilmiah Internasional IARC@60 di La Halle Tony Garnier, Lyon, Prancis, Kamis (21/5).</p>
<p dir="ltr">Konferensi bertema Cancer Research into Action itu mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Forum tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memaparkan komitmen nasional dalam menekan beban kanker sekaligus berkontribusi pada upaya pencegahan global.</p>
<p dir="ltr">Dalam kesempatan itu, Menkes Budi menjelaskan bahwa Indonesia telah meluncurkan Rencana Pengendalian Kanker Nasional pertama pada 2024 sebagai fondasi reformasi layanan kanker. Deteksi dini kini menjadi prioritas utama, terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis, dengan target skrining meningkat tajam dari 70 juta orang pada tahun lalu menjadi 136 juta orang pada tahun ini.</p>
<p dir="ltr">Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mempercepat pemerataan akses alat diagnostik. Langkah konkret yang dilakukan meliputi pemenuhan USG ke ~10.000 Puskesmas untuk deteksi kanker payudara, penyediaans 361 unit mamografi untuk memperkuat layanan di 514 kabupaten/kota, serta penambahan CT scan di 514 kabupaten/kota.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, unit pencitraan PET scan akan dikembangkan dari dua menjadi 16 unit di 16 provinsi pada 2027. Di sisi pencegahan, program imunisasi HPV dipercepat menjadi satu dosis dan akan diperluas ke anak laki-laki serta kelompok usia lainnya mulai tahun ini.</p>
<p dir="ltr">Meski infrastruktur berkembang pesat, Menkes Budi mengakui keterbatasan tenaga spesialis masih menjadi tantangan utama. Kapasitas pendidikan pun dinilai belum mampu mengimbangi percepatan pembangunan fasilitas fisik.</p>
<p dir="ltr">Untuk mengatasinya, pemerintah mendorong reformasi pendidikan kedokteran serta memanfaatkan pemeriksaan patologi berbasis digital dan konsultasi jarak jauh sebagai solusi sementara. Pemerintah juga membuka kemitraan dengan sektor swasta untuk mempercepat penyediaan alat untuk mendukung layanan kanker.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, Indonesia berencana langsung mengadopsi terapi kanker generasi terbaru agar tidak tertinggal dalam pengembangan teknologi pengobatan.</p>
<p dir="ltr">Penguatan data melalui registrasi kanker lewat platform SatuSehat juga menjadi fokus utama. Pemerintah menargetkan kota-kota di Indonesia dapat masuk ke dalam database insidensi kanker global secara bertahap setiap lima tahun.</p>
<p dir="ltr">Menkes menegaskan, kolaborasi internasional, termasuk dengan International Agency for Research on Cancer, World Health Organization, dan berbagai lembaga riset global menjadi kunci agar Indonesia mampu mengadopsi praktik terbaik secara efisien tanpa harus mengulang proses yang mahal dan memakan waktu.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Transformasi pengendalian kanker tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan sinergi riset, kebijakan, dan kerja sama global, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui hotline Halo Kemenkes 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY).&nbsp;<br><br></p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17796373946a131c921a3d25.18578309.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Keselamatan Pasien Adalah Fondasi Utama Perluasan Layanan Kesehatan JKN</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/keselamatan-pasien-adalah-fondasi-utama-perluasan-layanan-kesehatan-jkn</link>				
         <pubDate>Thu, 21 May 2026 04:40:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/keselamatan-pasien-adalah-fondasi-utama-perluasan-layanan-kesehatan-jkn</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 20 Mei 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan keselamatan pasien (patient safety) menjadi salah satu pilar utama yang harus dijaga dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penegasan ini sekaligus menandai babak baru sinergi antara Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan yang sebelumnya kerap dipersepsikan berjalan pada arah berbeda.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wamenkes Benny dalam acara kick-off&nbsp;Keselamatan Pasien Adalah Fondasi Utama Perluasan Layanan Kesehatan JKN&nbsp;Kesehatan di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Rabu (20/5).</p>
<p>&ldquo;Dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan empat hal: akses pelayanan bagi masyarakat, mutu pelayanan kesehatan, keberlanjutan pembiayaan, dan keselamatan pasien atau patient safety,&rdquo; ujar Wamenkes Benny.</p>
<p>Ia menjelaskan, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak boleh diukur semata dari banyaknya tindakan medis, melainkan ketepatan tindakan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan semata-mata melakukan lebih banyak tindakan, melainkan memberikan tindakan yang tepat kepada pasien yang tepat, pada waktu yang tepat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Wamenkes Benny &nbsp; menggarisbawahi komitmen Kemenkes dalam mendukung BPJS Kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan dan membangun ekosistem yang menjunjung tinggi pencegahan kecurangan (anti-fraud).</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan komitmen lembaganya untuk membuka akses layanan kesehatan seluas-luasnya, sekaligus mencegah penyimpangan pembiayaan. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dipilih sebagai titik tolak penguatan komitmen tersebut.</p>
<p>&ldquo;Semangat Kebangkitan Nasional ini kita jadikan momentum untuk BPJS Kesehatan beserta Kemenkes dan seluruh stakeholder fasilitas kesehatan, bersama-sama mencanangkan komitmen menegakkan pakta integritas guna membuka akses layanan kesehatan,&rdquo; ujar Pujo.&nbsp;<br><br>Ia merinci, BPJS Kesehatan resmi bekerja sama dengan 165 Klinik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 45 layanan canggih, serta 43 rumah sakit di seluruh Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Semuanya ini agar pelaksanaan layanan kesehatan lebih berkualitas, membuka akses, dan dipastikan tidak ada penyimpangan pembiayaan atau fraud. Dana rakyat harus kita pertanggungjawabkan untuk layanan yang berkualitas,&rdquo; tegas Pujo.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPJS Kesehatan dan Universitas Padjadjaran, dilanjutkan dengan penyerahan Memorandum of Agreement (MoA) standar penjaminan tindakan intervensi jantung dari Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB), dan ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;</p>
<p><br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17793391686a0e8fa0049541.17922730.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes: CKG Bantu Driver Gojek Deteksi Penyakit Lebih Dini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-ckg-bantu-driver-gojek-deteksi-penyakit-lebih-dini</link>				
         <pubDate>Tue, 19 May 2026 11:18:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-ckg-bantu-driver-gojek-deteksi-penyakit-lebih-dini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 19 Mei 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang kesehatan. Menurutnya, kesehatan harus dijaga melalui deteksi dini, bukan sekadar diobati saat sudah sakit.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wamenkes Dante saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (19/5). Program hasil kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Gojek ini menyasar 17 kota di Indonesia sepanjang Februari hingga Desember 2026.</p>
<p>&ldquo;Kolaborasi dengan pihak swasta memungkinkan layanan kesehatan hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi. Langkah ini merupakan upaya promotif dan preventif pemerintah untuk mendeteksi dini penyakit,&rdquo; ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Wamenkes Dante menekankan bahwa pemeriksaan rutin sangat krusial untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung sebelum berkembang menjadi kondisi serius.</p>
<p>Program CKG komunitas GoTo ini telah berjalan sejak 2025. Hingga April 2026, sebanyak 1.141 peserta telah terlayani di Jakarta dan Palembang. Pada Mei 2026, program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target 4.000 peserta.</p>
<p>Dalam peninjauan di Bandung, para mitra pengemudi mendapatkan layanan kesehatan komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik, tekanan darah, gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan mata, gigi, dan telinga. Peserta dengan faktor risiko tertentu juga mendapatkan layanan EKG, pemeriksaan SADANIS untuk perempuan, konsultasi dokter, serta pemberian obat untuk diabetes dan hipertensi.</p>
<p>Tindak lanjut hasil pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi. Mitra yang memerlukan penanganan lebih lanjut dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan. Peserta kategori hijau diberikan edukasi pola hidup sehat, sementara peserta kategori kuning dan merah langsung mendapatkan tindakan medis gratis.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan dukungan penuh perusahaan terhadap akses layanan kesehatan bagi mitra pengemudi.</p>
<p>&ldquo;Mitra pengemudi adalah bagian penting dari ekosistem kami. Fasilitasi ini merupakan langkah nyata untuk memastikan mereka memiliki akses kesehatan yang mudah dijangkau,&rdquo; terang Hans.</p>
<p>Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis nasional dapat menjangkau 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2026.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17791939406a0c5854908137.23136787.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>WHO Tetapkan Ebola Sebagai PHEIC, Kemenkes Tingkatkan Pengawasan dan Imbau Masyarakat Tetap Waspada</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 19 May 2026 09:26:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di wilayah Indonesia. Meski demikian, pemerintah langsung mengambil langkah proaktif merespons keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) pada 17 Mei 2026 terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan penetapan status darurat oleh WHO menunjukkan perlunya kewaspadaan global, meskipun penyebaran virus ini belum dikategorikan sebagai pandemi. Langkah tersebut diambil karena adanya penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, serta masih adanya ketidakpastian mengenai luasnya penyebaran wabah di Afrika Tengah.</p>
<p>Berdasarkan data resmi, wabah yang terjadi di Provinsi Ituri, RD Kongo, disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo. Hingga 16 Mei 2026, tercatat 246 kasus suspek yang mencakup 8 kasus konfirmasi dan 80 korban meninggal dunia, dengan tingkat kematian mencapai 32,5 persen. Selain di RD Kongo, kasus terkait perjalanan juga telah dilaporkan di Kampala, Uganda, dan Kinshasa akibat mobilitas penduduk yang tinggi serta keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak,&rdquo; ujar Aji dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (18/5).</p>
<p>Aji menjelaskan, langkah konkret yang dilakukan meliputi penyiagaan petugas kesehatan di lapangan, penguatan skrining pelaku perjalanan, serta penyiapan prosedur rujukan ke rumah sakit berstandar internasional apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada Ebola.&nbsp;</p>
<p>Seluruh laporan dari pintu masuk negara juga akan terintegrasi selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta pusat operasi darurat kesehatan (Public Health Emergency Operation Center/PHEOC).&nbsp;</p>
<p>Kapasitas laboratorium nasional pun telah disiagakan penuh untuk mendukung deteksi cepat dan respons dini.<br>Di sisi lain, Kemenkes meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid atau hoaks terkait Ebola yang beredar di media sosial. Edukasi mengenai penyakit ini dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar.</p>
<p>&ldquo;Ebola merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen. Saat ini terdapat tiga jenis strain virus yang sering menyebabkan wabah, yaitu Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan yang saat ini berkembang di Kongo yaitu Bundibugyo Virus Disease (BVD),&rdquo; jelas Aji.</p>
<p>Penularan virus Ebola terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang telah terkontaminasi oleh manusia maupun hewan yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka maupun selaput lendir.</p>
<p>Gejala penyakit biasanya muncul mendadak dengan masa inkubasi antara 2 hingga 21 hari, meliputi demam, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, yang kemudian dapat berkembang menjadi muntah, diare, hingga perdarahan. Hingga saat ini belum tersedia pengobatan spesifik yang digunakan secara luas, sementara vaksin yang ada masih terbatas untuk penanganan wabah di Afrika.</p>
<p>Sebagai langkah perlindungan diri, Kemenkes mengimbau masyarakat kembali memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p>
<p>&ldquo;Langkah terbaik saat ini adalah tetap waspada dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun, mengenakan masker jika merasa kurang sehat, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Hindari juga kontak langsung dengan orang atau hewan yang sakit,&rdquo; lanjut Aji.</p>
<p>Imbauan khusus juga diberikan bagi warga negara yang baru kembali dari perjalanan ke negara terdampak seperti RD Kongo dan Uganda. Mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam atau perdarahan dalam kurun waktu 21 hari setelah kepulangan. Kejujuran mengenai riwayat perjalanan dinilai sangat penting untuk membantu memutus rantai penularan.</p>
<p>Kemenkes memastikan informasi resmi dan panduan penanganan Ebola dapat diakses masyarakat secara terbuka melalui laman https://s.kemkes.go.id/INFOEBOLA</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17791830946a0c2df6af6c84.26621384.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Dorong Kedaulatan Kesehatan Global lewat Produksi Lokal di Forum WHA79 </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dorong-kedaulatan-kesehatan-global-lewat-produksi-lokal-di-forum-wha79-</link>				
         <pubDate>Mon, 18 May 2026 13:25:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dorong-kedaulatan-kesehatan-global-lewat-produksi-lokal-di-forum-wha79-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 18 Mei 2026</p>
<p>Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan kesehatan global melalui penguatan produksi lokal dan regional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Side Event World Health Assembly (WHA) ke-79 bertajuk &ldquo;Advancing Local Production for Equitable Access, Resilient Health Systems, and Global Health Security&rdquo; di WHO Headquarters, Jenewa, Senin (18/5).</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan bersama Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) dengan dukungan dari Afrika Selatan, Belanda, Brasil, Nigeria, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Regionalized Vaccine Manufacturing Collaborative (RVMC), serta Gavi, the Vaccine Alliance.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pandemi COVID-19 membuktikan tantangan terbesar kesehatan global bukan terletak pada sains, melainkan ketimpangan akses dan lemahnya koordinasi. Menurutnya, penguatan manufaktur lokal menjadi fondasi utama dalam menghadapi pandemi di masa depan.</p>
<p>&ldquo;Kedaulatan kesehatan harus dibangun sejak sekarang sebelum krisis berikutnya datang,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes juga memaparkan capaian ketahanan kesehatan domestik Indonesia. Di sektor farmasi, Indonesia kini memiliki empat produsen vaksin dengan teknologi maju dan mampu memproduksi 42 bahan baku obat (active pharmaceutical ingredients/API) secara mandiri. Selain itu, Indonesia telah membangun fasilitas fraksionasi plasma pertama serta memproduksi 20 alat kesehatan dengan tingkat konsumsi tertinggi di dalam negeri.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Indonesia juga resmi mengumumkan diri sebagai tuan rumah 4th World Local Production Forum (WLPF) 2027 yang akan digelar di Bali.</p>
<p>&ldquo;Kami berharap forum di Bali nanti menjadi momentum penting untuk mengubah komitmen global menjadi aksi nyata, terutama dalam membangun ekosistem produksi vaksin dan alat kesehatan yang inklusif,&rdquo; tambah Budi.</p>
<p>Acara ini dihadiri para menteri kesehatan, regulator, dan organisasi internasional. Menteri Kesehatan Belanda Sophie Hermans turut menyampaikan sambutan bersama para pembicara dari Nigeria, Afrika Selatan, Brasil, serta perwakilan WHO, Gavi, dan Africa CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika).</p>
<p>Melalui forum ini, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai pemimpin Global South dalam mendorong sistem kesehatan dunia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkeadilan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17796267886a12f324af3d03.71085509.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Polusi Udara Ancam Semua Usia, Wamenkes Dorong Sistem Peringatan Dini Berbasis Data</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/polusi-udara-ancam-semua-usia-wamenkes-dorong-sistem-peringatan-dini-berbasis-data</link>				
         <pubDate>Mon, 18 May 2026 10:17:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/polusi-udara-ancam-semua-usia-wamenkes-dorong-sistem-peringatan-dini-berbasis-data</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Mei 2026&nbsp;&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini polusi udara berbasis data terpadu untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat pencemaran udara. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Peringatan Dini Polusi Udara yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bersama Research Center for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia, di ruang Singosari hotel Borobudur Jakarta, pada Senin (18/5).</p>
<p>Dalam keynote speech-nya, Wamenkes mengajak peserta melihat realitas polusi udara melalui pengalaman sehari-hari masyarakat Jabodetabek.</p>
<p>&ldquo;Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu. Kabut itulah polusi udara yang ada di sekitar kita setiap hari,&rdquo; ujar Dante.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa polusi udara merupakan ancaman kesehatan serius yang berdampak pada seluruh kelompok usia. Mengacu pada data WHO, 9 dari 10 orang di dunia hidup di wilayah dengan udara tercemar.</p>
<p>&ldquo;Anak-anak berisiko terkena pneumonia hingga gangguan tumbuh kembang. Lansia menghadapi risiko penurunan fungsi organ. Pasien penyakit kronis rentan mengalami perburukan dan komplikasi. Dan para pekerja di luar ruangan terancam penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurut Dante, Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi kesehatan untuk menghadapi dampak kesehatan akibat polusi udara, mulai dari aspek promotif dan preventif hingga kesiapan layanan kesehatan.</p>
<p>Namun demikian, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah belum adanya sistem data terpadu yang menghubungkan kualitas udara dengan dampak kesehatan secara langsung.</p>
<p>&ldquo;Celah inilah yang menjadi peluang kita untuk sama-sama memperkuat sistem peringatan dini melalui integrasi data yang kuat,&rdquo; katanya.</p>
<p>Wamenkes berharap seminar nasional ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendorong pengembangan sistem peringatan dini polusi udara yang berbasis data, responsif, dan berorientasi jangka panjang.</p>
<p>&ldquo;Melalui sistem peringatan dini yang baik, kita dapat merespons risiko polusi udara lebih cepat dan tepat serta melindungi kelompok rentan. Demi mewujudkan Indonesia yang tidak hanya maju dan mandiri, tetapi juga sehat dan lestari,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan keberlanjutan ekosistem.</p>
<p>Ia menyebut bahwa isu kesehatan kini tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan dan perubahan ekosistem di bumi. Karena itu, seminar ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembelajaran, kebijakan, dan aksi nyata terkait pengendalian polusi udara.</p>
<p>&ldquo;Semoga acara ini bisa berjalan lancar, memberikan manfaat, dan menjadi ruang untuk mencari ilmu bersama,&rdquo; ujarnya saat membuka seminar secara resmi.</p>
<p>Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, serta para pegiat lingkungan dan kesehatan dari wilayah Jabodetabek.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17790996686a0ae814b9db24.87316249.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>MA Menguatkan Vonis 4 Tahun  Dalam Kasus Pemerasan di Pendidikan Kedokteran</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ma-menguatkan-vonis-4-tahun--dalam-kasus-pemerasan-di-pendidikan-kedokteran</link>				
         <pubDate>Thu, 14 May 2026 07:11:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ma-menguatkan-vonis-4-tahun--dalam-kasus-pemerasan-di-pendidikan-kedokteran</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Mei 2026</p>
<p>Mahkamah Agung (MA) resmi menolak permohonan kasasi yang diajukan terdakwa dr. Taufik Eko Nugroho Sp.An.M.Si.Med dalam perkara pidana pemerasan di lingkungan pendidikan kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.</p>
<p>Putusan tersebut tertuang dalam Petikan Putusan Nomor 359 K/Pid/2026 yang diputus dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Selasa (24/2). Dalam amar putusannya, MA menyatakan menolak permohonan kasasi terdakwa dan membebankan biaya perkara. Dengan putusan tersebut, hukuman pidana penjara selama 4 tahun sebagaimana diputus Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tetap berlaku.</p>
<p>Perkara ini sebelumnya telah diputus di tingkat Pengadilan Negeri Semarang melalui Putusan Nomor 189/Pid.B/2025/PN Smg pada 1 Oktober 2025.&nbsp;</p>
<p>Dalam klaster perkara yang sama, majelis hakim juga menjatuhkan vonis sembilan bulan penjara kepada dua terdakwa lainnya, yakni dr. Zara Yupita Azra (mahasiswi senior PPDS) dan Sri Maryani (staf administrasi PPDS). Putusan terhadap para terdakwa tersebut kemudian diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah pada 19 November 2025.</p>
<p>Kasus ini merupakan tindak lanjut dari investigasi Kementerian Kesehatan terkait dugaan praktik perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi UNDIP, almarhumah dr. Aulia Risma Lestari.&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menjadi pihak yang pertama kali membongkar kasus ini melalui investigasi internal dan melaporkannya ke pihak kepolisian guna memutus rantai praktik tidak terpuji di lingkungan pendidikan residensi.</p>
<p>Menanggapi putusan tersebut, Kementerian Kesehatan mengapresiasi proses hukum yang telah berjalan hingga berkekuatan hukum tetap.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan mengapresiasi seluruh proses hukum yang berjalan dan mendukung upaya penegakan hukum demi menciptakan lingkungan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berintegritas,&rdquo; ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman melalui siaran persnya pada Kamis (14/5).</p>
<p>Aji juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Tengah dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang telah menangani perkara tersebut.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami menyampaikan terima kasih kepada kepolisian, kejaksaan, dan seluruh aparat penegak hukum yang telah menindaklanjuti kasus ini sesuai ketentuan yang berlaku,&rdquo; katanya.</p>
<p>Kemenkes juga menegaskan pentingnya pengawasan dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran untuk mencegah praktik intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan kewenangan di lingkungan tenaga kesehatan. &ldquo;Kami akan terus mengevaluasi sistem pendidikan kedokteran, terutama program residensi, guna memastikan perlindungan bagi seluruh peserta didik dari segala bentuk praktik tidak terpuji,&rdquo; tambah Aji.</p>
<p>Terdakwa Taufik Eko Nugroho diketahui merupakan dosen Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang. &nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY).</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17787436996a057993cf2ac5.64662549.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Jantung Internasional RS KEI Solo Kini Bisa Diakses Peserta BPJS </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-jantung-internasional-rs-kei-solo-kini-bisa-diakses-peserta-bpjs-</link>				
         <pubDate>Wed, 13 May 2026 11:35:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-jantung-internasional-rs-kei-solo-kini-bisa-diakses-peserta-bpjs-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surakarta, 13 Mei 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono resmi meluncurkan integrasi layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI), Surakarta, Rabu (13/5). Melalui integrasi ini, layanan jantung berstandar internasional di RS KEI kini dapat diakses seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</p>
<p>Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Wamenkes Dante menyebut langkah tersebut sebagai tonggak penting dalam penguatan sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan penyakit katastropik. Ia mengibaratkan rumah sakit sebagai organ vital, sementara BPJS Kesehatan merupakan aliran darah yang menopang keberlangsungan layanan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Tanpa skema pembiayaan yang kuat, teknologi medis secanggih apa pun hanya akan menjadi statis,&rdquo; tegas Wamenkes Dante.</p>
<p>Penguatan layanan jantung dinilai mendesak berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang mencatat lebih dari 600 ribu kematian di Indonesia setiap tahun disebabkan penyakit kardiovaskular. Artinya, satu dari tiga kematian di Tanah Air berasal dari penyakit tersebut.</p>
<p>Sejak diresmikan pada November 2025, rumah sakit khusus jantung kelas A ini telah melayani 1.053 pasien dan meraih Akreditasi Paripurna. RS KEI juga didukung berbagai teknologi mutakhir, seperti cathlab, hybrid operating theater, CT scan, hingga MRI yang mampu menangani prosedur kompleks, termasuk penggantian katup mitral jantung.</p>
<p>&ldquo;Hari ini, fasilitas berstandar tinggi ini bukan lagi kemewahan yang sulit dijangkau, melainkan hak yang bisa diakses seluruh masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Senada, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan, menilai kehadiran RS KEI sangat strategis dalam memutus hambatan geografis dan mempercepat penanganan pasien jantung.</p>
<p>&ldquo;Dalam penanganan jantung, setiap detik sangat berharga. Konsep golden period tidak boleh hanya menjadi teori medis, tetapi harus menjadi standar operasional,&rdquo; ujar Abdi.</p>
<p>Ia juga menyampaikan empat pesan strategis kepada manajemen RS KEI, yakni transformasi mutu layanan (quality over volume), digitalisasi pelayanan yang seamless, penguatan jejaring rujukan, serta pelayanan yang humanis. Menurutnya, pembiayaan penyakit jantung tidak semata dilihat sebagai pengeluaran, melainkan investasi untuk menjaga produktivitas bangsa.</p>
<p>RS KEI merupakan rumah sakit yang dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) lewat Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Rumah sakit berkapasitas 100 tempat tidur itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 19 November 2025.</p>
<p>Saat ini, Kementerian Kesehatan menugaskan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mendampingi operasional rumah sakit guna menjaga mutu pelayanan. RS KEI juga diproyeksikan menjadi pusat rujukan layanan jantung bagi wilayah Jawa Tengah, DIY, dan sekitarnya.</p>
<p>Pemerintah berharap integrasi layanan JKN di RS KEI mampu memperluas pemerataan akses kesehatan berkualitas tinggi sekaligus menekan angka fatalitas penyakit kardiovaskular di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17786727246a046454beb922.86253975.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari  </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-kasus-hantavirus-di-dki-jakarta-terkendali-kontak-erat-dipantau-14-hari--</link>				
         <pubDate>Tue, 12 May 2026 15:50:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-kasus-hantavirus-di-dki-jakarta-terkendali-kontak-erat-dipantau-14-hari--</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Mei 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah terus memantau secara ketat kontak erat kasus Hantavirus di wilayah DKI Jakarta. Meski sempat menjadi perhatian publik, Menkes menegaskan bahwa virus ini tidak mudah menular antarmanusia seperti COVID-19.</p>
<p>&ldquo;Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/5/2026).</p>
<p>Menkes menjelaskan, kasus yang sedang ditangani berasal dari kontak erat seorang WNA yang sempat berada di kapal luar negeri. Pemerintah bergerak cepat setelah menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026. Sehari berselang, pada 8 Mei, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.</p>
<p>&ldquo;Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Hingga saat ini, hasil pemeriksaan terhadap seluruh kontak erat menunjukkan hasil negatif. Namun, pasien tetap diisolasi guna melewati masa inkubasi. Pemerintah menetapkan masa pemantauan selama dua minggu terhitung sejak 8 Mei 2026.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), Andi Saguni, menjelaskan alasan pemilihan RSPI Sulianti Saroso sebagai lokasi isolasi.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Karena itu rumah sakit khusus infeksi, sehingga kita bisa benar-benar fokus menangani pasiennya,&rdquo; tutur Andi. Ia menambahkan, meski rekomendasi WHO memperbolehkan karantina mandiri, pemerintah memilih isolasi di fasilitas kesehatan sebagai langkah kehati-hatian (precautionary measures).</p>
<p>Secara klinis, penyakit yang disebabkan oleh Orthohantavirus ini umumnya menular melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan curut, baik melalui gigitan maupun paparan cairan tubuh (air liur, urin, feses). Terdapat dua jenis manifestasi klinis utama, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dengan masa inkubasi 1-2 minggu, serta Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk Hantavirus sehingga penanganan dilakukan secara simtomatis dan suportif berdasarkan gejala yang muncul.</p>
<p>Menkes Budi menyebutkan bahwa varian Hantavirus yang beredar di Indonesia berasal dari varian Asia dengan tingkat kematian (case fatality rate) antara 5 hingga 15 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan yang menyerang paru-paru dengan risiko kematian mencapai 50-60 persen.</p>
<p>&ldquo;99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mencegah perkembangbiakan tikus di rumah, rumah makan, maupun tempat kerja.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17786387546a03dfa29c25c0.10623668.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkatkan Harapan Hidup Sehat, Kemenkes RI Gandeng Sektor Swasta Terapkan Label Nutri-Level</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-harapan-hidup-sehat-kemenkes-ri-gandeng-sektor-swasta-terapkan-label-nutri-level</link>				
         <pubDate>Tue, 12 May 2026 15:10:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-harapan-hidup-sehat-kemenkes-ri-gandeng-sektor-swasta-terapkan-label-nutri-level</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI secara resmi memulai penguatan kebijakan pelabelan nutrisi melalui program &ldquo;Nutri-Level&rdquo;. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Lippo Mall, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan PT Siloam International Hospitals Tbk untuk mendorong gaya hidup sehat masyarakat.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menekan laju Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti jantung, stroke, hipertensi, dan ginjal yang saat ini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Tugas utama kita adalah menaikkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun, serta memastikan masa hidup sehat atau healthy life expectancy naik dari usia 60 ke 65 tahun. Program ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah gerakan nasional untuk menyelamatkan nyawa dengan memberikan informasi nutrisi yang transparan kepada setiap keluarga,&rdquo; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).</p>
<p>Urgensi kebijakan ini didukung data The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2023 yang mencatat tingginya angka kematian akibat PTM. Dengan rincian stroke 337.277 jiwa, jantung 264.668 jiwa, ginjal 56.118 jiwa, dan hipertensi 51.623 jiwa. Selain itu, prevalensi penyakit ginjal di masyarakat tercatat sangat tinggi mencapai lebih dari 35,2 juta kasus.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, keberhasilan program kesehatan di masa depan sangat bergantung pada kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat dan industri untuk menciptakan perubahan gaya hidup yang lebih baik.</p>
<p>&ldquo;Program kesehatan akan berhasil apabila kita jalankan bersama-sama. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi it&rsquo;s about saving lives . Kita ingin masyarakat pindah ke lifestyle baru yang lebih sadar akan apa yang mereka konsumsi,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Nutri-Level menggunakan sistem pelabelan sederhana dengan kategori A hingga D untuk membantu konsumen mengenali kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk minuman siap saji. Sebagai langkah awal implementasi di ruang publik, gerai Fore Coffee dan Xing Fu Tang di Lippo Mall Nusantara telah resmi menerapkan pelabelan ini per 12 Mei 2026.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama President Universitas Pelita Harapan, Stephanie Riady, &nbsp;menyatakan bahwa kolaborasi ini akan menjangkau masyarakat secara luas melalui jaringan ritel yang masif di berbagai wilayah.</p>
<p>&ldquo;Kesehatan masa depan ditentukan oleh kemudahan masyarakat dalam memahami informasi konsumsi harian mereka. Sosialisasi program Nutri-Level ini akan disiarkan melalui digital signingdi seluruh jaringan e-commerce &nbsp;dengan total 70 mall yang tersebar di 18 provinsi dan 37 kota di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan edukasi kesehatan hadir di ruang yang dekat dengan aktivitas harian masyarakat, sehingga perubahan pola hidup dapat terjadi secara nyata dan berkelanjutan,&rdquo; tutup Stephanie</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17786356486a03d3804a6a10.29023176.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi: Digitalisasi Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan Nasional </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-digitalisasi-jadi-kunci-pemerataan-layanan-kesehatan-nasional-</link>				
         <pubDate>Mon, 11 May 2026 14:55:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-digitalisasi-jadi-kunci-pemerataan-layanan-kesehatan-nasional-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Menkes Budi: Digitalisasi Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan Nasional</p>
<p>Jakarta, 11 Mei 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional. Integrasi sistem kesehatan dinilai menjadi kunci utama dalam menghadirkan layanan yang adil bagi 280 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 7.000 wilayah.</p>
<p>Dalam pertemuan Asia eHealth Information Network (AeHIN) di Jakarta Marriott Hotel, Senin (11/5), Menkes Budi menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi fondasi utama reformasi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Pengalaman menangani pandemi COVID-19 pada 2020&ndash;2021 menjadi titik balik bagi Kementerian Kesehatan. Menkes Budi menilai sistem manual yang terfragmentasi menjadi hambatan besar dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, Kemenkes kini memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem kesehatan digital.</p>
<p>&ldquo;Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,&rdquo; tegas Menkes Budi.</p>
<p>Secara teknis, Kemenkes kini mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud. Tidak hanya berfokus pada data, Kemenkes juga menyiapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, hingga efisiensi operasional layanan kesehatan.</p>
<p>Menkes Budi menekankan bahwa AI dimanfaatkan untuk memperkuat deteksi dini dan prediksi wabah secara real-time, dengan pengawasan ketat melalui Komite AI Kemenkes yang mengatur aspek etika, hukum, dan keamanan data melalui kerangka ELSI (Ethical, Legal, and Social Implications).</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menyatakan dukungan terhadap transformasi digital sektor kesehatan. Namun, ia mengingatkan agar inovasi teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.</p>
<p>Menurutnya, secanggih apa pun sistem yang dibangun, teknologi tetap berfungsi sebagai sarana pendukung pelayanan.</p>
<p>&ldquo;Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan,&rdquo; ujar Setiaji.</p>
<p>Strategi transformasi ini juga mencakup penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi sesuai standar global. Selain itu, Kemenkes aktif membangun ekosistem inovasi yang melibatkan akademisi, startup, dan industri untuk memastikan solusi digital dapat diperluas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.</p>
<p>Fokus utama transformasi tersebut adalah memastikan setiap individu memperoleh akses layanan kesehatan yang setara tanpa memandang kondisi ekonomi maupun lokasi geografis.</p>
<p>Semangat kolaborasi lintas negara ini turut difasilitasi oleh Asia eHealth Information Network (AeHIN). Sebagai wadah bagi lebih dari 2.700 praktisi kesehatan digital dari 85 negara, AeHIN menjadi ruang pertukaran pengetahuan dalam mendorong interoperabilitas sistem kesehatan di Asia.</p>
<p>Melalui jejaring tersebut, Indonesia tidak hanya mengadopsi praktik terbaik global, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin transformasi sistem kesehatan digital yang berorientasi pada manusia di kawasan Asia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17785695036a02d11f59bc94.70915725.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Antisipasi Peningkatan Kasus, Kemenkes Perkuat Kewaspadaan Virus Hanta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-peningkatan-kasus-kemenkes-perkuat-kewaspadaan-virus-hanta</link>				
         <pubDate>Mon, 11 May 2026 12:10:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-peningkatan-kasus-kemenkes-perkuat-kewaspadaan-virus-hanta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan otoritas kesehatan internasional.</p>
<p>Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.</p>
<p>&ldquo;Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,&rdquo; ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5).</p>
<p>Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.</p>
<p>Menurut dr. Andi, meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Virus Hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.</p>
<p>Selain pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.</p>
<p>&ldquo;Begitu notifikasi diterima, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, koordinasi lintas sektor, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan terhadap kontak erat tersebut,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Pemerintah juga menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Kami terus memperkuat kesiapsiagaan nasional mulai dari surveilans, laboratorium, hingga layanan kesehatan agar setiap potensi kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat,&rdquo; ujar dr. Andi.</p>
<p>Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.</p>
<p>&ldquo;Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun, sebagai langkah utama pencegahan penyakit virus Hanta,&rdquo; tutup dr. Andi Saguni.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17785015476a01c7abc073d1.63591300.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bukan Soal Penampilan, Obesitas Berkaitan dengan Kualitas Hidup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bukan-soal-penampilan-obesitas-berkaitan-dengan-kualitas-hidup</link>				
         <pubDate>Fri, 08 May 2026 07:39:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bukan-soal-penampilan-obesitas-berkaitan-dengan-kualitas-hidup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Mei 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi merupakan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan obesitas sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, Kementerian Kesehatan RI menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026).&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 orang dewasa (23,4%) hidup dengan obesitas. Hal ini menunjukkan bahwa obesitas mengalami peningkatan prevalensi dari tahun 2018 yang hanya sebesar 21,3%. Kejadian obesitas dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu biologis, lingkungan, dan genetik yang membutuhkan solusi komprehensif.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Guanadi Sadikin menekankan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan berkaitan erat dengan risiko berbagai penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, pendekatan pemerintah dalam penanganan obesitas difokuskan pada edukasi dan perubahan perilaku masyarakat melalui penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami. Salah satunya melalui implementasi pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman agar masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pola makan sehat, Menkes juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, olahraga perlu didorong menjadi budaya dan tren positif di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan bahwa obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi lintas sektor serta pendekatan yang inklusif dan tanpa stigma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,&rdquo; ujar Duta Besar Denmark Sten Frimodt.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dan langkah sederhana sehari-hari untuk menciptakan dampak kesehatan jangka panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan juga terus diperkuat melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan Novo Nordisk sebagai bagian dari kemitraan bilateral kedua negara. Kehadiran Duta Besar Denmark dalam kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya obesitas dan diabetes, melalui edukasi, inovasi, serta sinergi lintas sektor untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat serta mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan, konsultasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi peserta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177822613869fd93da0025c2.09797243.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Instruksikan Revisi Regulasi Internship Kedokteran, Berlaku Segera </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-instruksikan-revisi-regulasi-internship-kedokteran-berlaku-segera</link>				
         <pubDate>Thu, 07 May 2026 22:45:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-instruksikan-revisi-regulasi-internship-kedokteran-berlaku-segera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola program pendidikan profesi dokter internsip.&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara langsung memerintahkan revisi standar operasional internsip agar segera diterapkan mulai Mei 2026.</p>
<p>Dalam pertemuan daring dengan keluarga almarhumah dr. Myta Aprilia Azmy pada Kamis (7/5), Menkes Budi menekankan bahwa perbaikan ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan upaya preventif untuk menjamin keselamatan dan hak peserta internsip di masa mendatang.</p>
<p>&ldquo;Kami tidak menunggu lagi. Revisi regulasi akan dilakukan secara cepat agar berlaku efektif bagi peserta internsip pada Mei ini,&rdquo; tegas Menkes Budi.</p>
<p>Revisi aturan tersebut mencakup empat poin utama perlindungan yang mengikat seluruh fasilitas kesehatan wahana magang. Pertama, standardisasi jam kerja, dengan batas maksimal kerja peserta internsip diperketat menjadi 40 jam per minggu tanpa pengelompokan jam kerja yang dipadatkan atau istilahnya &ldquo;dirapel&rdquo;.</p>
<p>Kedua, definisi peran, yang melarang keras peserta internsip menggantikan fungsi dokter organik. Peserta diwajibkan fokus pada proses pembelajaran di bawah pengawasan supervisor aktif.</p>
<p>Ketiga, hak cuti peserta ditingkatkan dari empat hari menjadi 10 hari dalam setahun. Durasi cuti maupun sakit tidak lagi memperpanjang masa internsip selama target kompetensi telah tercapai.</p>
<p>Keempat, evaluasi remunerasi berupa Bantuan Biaya Hidup (BBH) yang akan diselaraskan kembali dengan kondisi inflasi dan daya beli di masing-masing wilayah guna mencegah ketimpangan antarwahana.</p>
<p>Lebih lanjut, terkait tindak lanjut audit medis terhadap kasus dr. Myta, Kemenkes menyampaikan bahwa hasil audit akan diserahkan kepada Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Majelis Disiplin Profesi (MDP) sesuai kewenangan hukum yang berlaku terkait sanksi.</p>
<p>&ldquo;Hasil investigasi kami lakukan secara transparan. Akuntabilitas publik menjadi prioritas kami. Namun, yang terpenting adalah memastikan aturan yang lebih baik segera lahir untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,&rdquo; pungkas Menkes Budi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau implementasi aturan baru ini secara ketat di lapangan serta memastikan setiap fasilitas kesehatan mematuhi standar perlindungan bagi tenaga medis muda.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177821299169fd607f0502c0.03312772.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tata Kelola Internsip Dokter Diperbaiki, Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Peserta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tata-kelola-internsip-dokter-diperbaiki-perkuat-perlindungan-dan-kesejahteraan-peserta</link>				
         <pubDate>Thu, 07 May 2026 22:15:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tata-kelola-internsip-dokter-diperbaiki-perkuat-perlindungan-dan-kesejahteraan-peserta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Mei 2026&nbsp;</p>
<p><br>Kementerian Kesehatan RI menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola Program Internsip Dokter Indonesia secara menyeluruh, termasuk memastikan perlindungan terhadap peserta internsip serta keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa Kemenkes akan menindaklanjuti dua langkah utama, yakni audit medis terkait pelayanan pasien serta perbaikan menyeluruh tata kelola program internsip dokter.</p>
<p>&ldquo;Semua pasien, apalagi tenaga kedokteran yang bertugas merawat pasien, harus mendapatkan pelayanan medis yang baik. Karena itu kami akan melakukan audit medis secara profesional melalui majelis disiplin profesi bersama organisasi profesi terkait,&rdquo; ujar Wamenkes Dante dalam konferensi pers di ruang dr. J. Leimena Kemenkes Jakarta, Kamis (7/5).</p>
<p>Ia menjelaskan, audit medis dilakukan secara konfidensial sesuai ketentuan etik dan profesi. Apabila dalam proses audit ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam tindakan medis, maka akan ada konsekuensi sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>Selain itu, Wamenkes menegaskan bahwa pemerintah juga akan memperbaiki sistem penyelenggaraan internsip agar peserta tetap dapat belajar dengan baik tanpa kehilangan perlindungan dari sisi kesehatan, keselamatan kerja, maupun kesejahteraan.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin tata kelola internsip diperbaiki sehingga tidak merugikan pihak mana pun. Peserta tetap bisa belajar dengan baik dan mendapatkan perlindungan secara finansial, ekonomi, maupun kesehatan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan berbagai langkah perbaikan terhadap penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia berdasarkan hasil evaluasi dan investigasi di berbagai daerah.</p>
<p>Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti, menegaskan bahwa Kemenkes berkomitmen menghadirkan sistem internsip yang lebih aman, manusiawi, dan mendukung proses pembelajaran peserta secara optimal.</p>
<p>&ldquo;Perbaikan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan penyelenggaraan internsip yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berpihak kepada peserta. Program internsip harus menjadi proses pembelajaran profesional yang sehat, bukan membebani secara fisik maupun mental,&rdquo; ujar dr. Yuli.</p>
<p>Dalam perbaikan tersebut, Kemenkes menetapkan ketentuan jam kerja peserta internsip maksimal 40 jam per minggu tanpa diperkenankan adanya pemadatan maupun penambahan jam kerja. Pelaksanaan jaga juga harus berada di bawah supervisi dokter pendamping dan tidak diperbolehkan menggantikan peran dokter organik di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Selain itu, peserta yang berhalangan menjalani jadwal jaga tidak lagi diwajibkan digantikan oleh peserta lain guna mencegah beban kerja berlebih.</p>
<p>Kemenkes juga memperkuat aspek kesejahteraan peserta melalui peningkatan dukungan pembiayaan dan fasilitas. Peserta internsip mendapatkan Bantuan Biaya Hidup (BBH), BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, transportasi keberangkatan dan kepulangan, serta dukungan fasilitas tambahan seperti konsumsi jaga dan tempat tinggal sesuai kemampuan daerah dan wahana.</p>
<p>Besaran Bantuan Biaya Hidup peserta internsip juga terus mengalami penyesuaian. Saat ini, BBH disesuaikan berdasarkan kategori wilayah, mulai dari Rp3,2 juta hingga Rp6,5 juta untuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Beberapa pemerintah daerah bahkan memberikan tambahan insentif di luar BBH.</p>
<p>&ldquo;Peserta internsip adalah dokter muda yang sedang menjalani proses adaptasi profesi. Karena itu, negara harus hadir memastikan mereka mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta dukungan kesejahteraan yang memadai,&rdquo; kata dr. Yuli.</p>
<p>Perbaikan lainnya mencakup pemberian cuti selama 10 hari tanpa kewajiban penggantian hari selama target kompetensi tercapai, penguatan peran pendamping dan Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Provinsi dalam monitoring kesehatan peserta dan evaluasi rutin, serta pengembangan kanal aduan dua arah yang dapat diakses peserta maupun keluarga.</p>
<p>Kemenkes juga akan memperkuat sistem evaluasi wahana dan pendamping melalui mekanisme penilaian berbasis rating untuk memastikan mutu pembelajaran dan lingkungan kerja peserta internsip tetap terjaga.</p>
<p>&ldquo;Ke depan, evaluasi penyelenggaraan internsip akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap peserta internsip memperoleh lingkungan belajar yang suportif, profesional, dan menjunjung keselamatan tenaga kesehatan,&rdquo; tutup dr. Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177819236869fd0ff0a45926.07490610.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Hadirkan Perbaikan Besar untuk Dokter Internship </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-hadirkan-perbaikan-besar-untuk-dokter-internship-</link>				
         <pubDate>Thu, 07 May 2026 11:19:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-hadirkan-perbaikan-besar-untuk-dokter-internship-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Mei 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan program internsip dokter di Indonesia menyusul meninggalnya sejumlah peserta internship pada tahun ini.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dr. Andito Mohammad Wibisono, dr. Karika Ayu Permatasari, dr. Edgar Bezaliel Hartanto, dan dr. Myta Aprilia Azmi.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan berduka sekali atas wafatnya para dokter internship kita. Kita melihat masih banyak yang harus dibereskan dari pelaksanaan program internship di rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di ruang dr. J. Leimena Kemenkes Jakarta, Kamis (7/5).</p>
<p>Menurut Menkes, pemerintah tidak ingin ada lagi dokter muda yang mengalami tekanan akibat budaya kerja yang tidak sehat selama proses pendidikan dan pemahiran profesi di rumah sakit.</p>
<p>&ldquo;Budaya kerja yang tidak baik tidak boleh lagi terjadi, baik dalam program internship, maupun PPDS. Perbaikan budaya kerja pembelajaran dan pendidikan dokter muda harus dilakukan secara serius,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Untuk memastikan penanganan berjalan objektif dan transparan, Kemenkes membentuk tim investigasi gabungan yang terdiri dari Inspektorat Jenderal Kemenkes, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PAPDI, serta Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.</p>
<p>Investigasi dilakukan dengan mendengarkan langsung keterangan peserta internship, dokter pendamping, manajemen rumah sakit, hingga keluarga almarhumah.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah sangat serius memperbaiki tata kelola pendidikan dan pemahiran dokter di Indonesia. Karena itu investigasi dilakukan secara terbuka, objektif, dan transparan,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Kemenkes menetapkan sejumlah langkah perbaikan dalam pelaksanaan program internsip dokter.</p>
<p>Pertama, pengaturan jam kerja peserta internship diperjelas dengan batas maksimal 40 jam per minggu dan tidak diperbolehkan dipadatkan atau dirapel.</p>
<p>&ldquo;Jam kerja peserta internship kami tegaskan maksimal 40 jam per minggu dan tidak boleh dipadatkan. Kita tidak ingin ada dokter muda yang sakit apalagi wafat karena pola kerja yang tidak manusiawi,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Kedua, Kemenkes menegaskan bahwa peserta internship bukan pengganti dokter organik di rumah sakit. Peserta internship wajib mendapatkan supervisi aktif dari dokter pendamping.</p>
<p>&ldquo;Dokter internship bukan pengganti dokter organik. Mereka hadir untuk belajar dan harus mendapat supervisi aktif dari dokter pendamping,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Ketiga, pemerintah akan memperbaiki sistem remunerasi peserta internship. Selama ini, bantuan biaya hidup dari Kemenkes diberikan secara konsisten, namun tunjangan dari pemerintah daerah dan jasa layanan rumah sakit masih berbeda antar wilayah.</p>
<p>Kemenkes akan menetapkan standar minimal remunerasi yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah dan wahana internship guna mengurangi ketimpangan.</p>
<p>Selain itu, hak cuti peserta internship juga ditingkatkan dari empat hari menjadi sepuluh hari tanpa kewajiban mengganti masa internship. Peserta juga tetap dapat memperoleh cuti sakit maupun cuti melahirkan sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>&ldquo;Hak cuti peserta internship kami perbaiki agar mereka memiliki perlindungan yang lebih baik. Untuk cuti sakit maupun melahirkan tidak perlu diganti atau diperpanjang, selama kompetensi yang dipersyaratkan tetap terpenuhi,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Kemenkes juga akan melakukan audit medis terhadap tata laksana kasus yang masih dalam proses penanganan serta memperkuat pemantauan kesehatan peserta internship melalui program Cek Kesehatan Gratis sebanyak dua kali dalam setahun, termasuk pemeriksaan penunjang seperti rontgen.</p>
<p>&ldquo;Program internship harus menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan manusiawi bagi dokter-dokter muda kita. Perbaikan ini dilakukan agar sistem yang dibangun benar-benar melindungi peserta internship sekaligus menjaga keselamatan pasien,&rdquo; tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177815299969fc76276307f2.38664001.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Syariah yang Holistik dan Inklusif </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-dorong-penguatan-layanan-kesehatan-syariah-yang-holistik-dan-inklusif-</link>				
         <pubDate>Wed, 06 May 2026 14:40:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-dorong-penguatan-layanan-kesehatan-syariah-yang-holistik-dan-inklusif-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 6 Mei 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan syariah yang tidak hanya unggul secara medis dan teknologi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat Indonesia.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Wamenkes Dante saat membuka 6th International Islamic Healthcare Conference and Expo yang diselenggarakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) di Tangerang, Rabu (6/5).</p>
<p>&ldquo;Ketika seseorang sedang sakit, apa yang paling ia butuhkan selain obat dan tindakan medis? Jawabannya adalah rasa tenang, rasa dihormati, dan keyakinan bahwa ia dirawat sesuai dengan nilai-nilai yang ia yakini. Bagi masyarakat Indonesia, hal ini bukan sekadar kenyamanan tambahan, melainkan kebutuhan spiritual yang fundamental,&rdquo; ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Menurutnya, nilai-nilai spiritualitas merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mencerminkan identitas Indonesia sebagai bangsa religius.</p>
<p>Dengan populasi umat Muslim mencapai 87 persen, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi utama layanan kesehatan halal bagi pasien domestik maupun internasional. &ldquo;Potensi ini menuntut kesiapan kita dalam menyediakan layanan kesehatan syariah secara holistik,&rdquo; tandas Wamenkes Dante.</p>
<p>Wamenkes Dante menjelaskan, rumah sakit syariah hadir bukan hanya untuk mengedepankan aspek medis dan teknologi, tetapi juga pelayanan yang holistik, humanis, dan berkeadilan sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.<br>Ia juga mengapresiasi perkembangan rumah sakit syariah di Indonesia. Saat ini, sebanyak 24 rumah sakit telah meraih sertifikasi syariah dengan sebaran di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Capaian ini merupakan komitmen nyata kita untuk mengintegrasikan prinsip agama ke dalam setiap lini pelayanan kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain penguatan rumah sakit syariah, Wamenkes Dante juga menyoroti pentingnya dukungan ekosistem produk halal di sektor kesehatan. Hingga tahun 2026, tercatat sekitar 44 ribu produk farmasi telah mengantongi sertifikat halal.</p>
<p>Untuk memperkuat capaian tersebut, Kementerian Kesehatan terus mempererat kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta industri farmasi.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memastikan bahwa prinsip halalan thayyiban benar-benar terpenuhi di seluruh tingkat pelayanan kesehatan,&rdquo; kata Wamenkes Dante.<br><br>Mengusung tema &ldquo;From Certification to Collaboration&rdquo;, konferensi ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem layanan kesehatan syariah nasional.</p>
<p>&ldquo;Sertifikasi adalah fondasi, namun kolaborasi adalah motor penggeraknya. Kita membutuhkan ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk menjadikan Indonesia pusat wisata kesehatan halal dunia yang unggul secara medis sekaligus menyejukkan secara spiritual,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Wamenkes Dante berharap forum tersebut menghasilkan komitmen konkret yang dapat segera diimplementasikan guna mendukung terwujudnya sistem kesehatan Indonesia yang lebih holistik, inklusif, dan bermartabat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), KH Cholil Nafis menegaskan bahwa sertifikasi syariah di sektor kesehatan bersifat universal dan dapat diterapkan di seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.</p>
<p>&ldquo;Kami telah menyampaikan kepada Menteri Kesehatan bahwa sertifikasi syariah ini tidak hanya diperuntukkan bagi rumah sakit Islam, tetapi juga terbuka bagi rumah sakit pemerintah maupun swasta,&rdquo; ujar Cholil</p>
<p>Menurutnya, rumah sakit syariah menghadirkan standar layanan berbasis nilai-nilai syariah seperti kebersihan, kehalalan produk, hingga sistem keuangan syariah yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa seluruh aspek layanan kesehatan perlu dipastikan memenuhi prinsip halal, mulai dari obat-obatan, alat kesehatan, kapsul, hingga bahan suntikan. Selain itu, pelayanan kesehatan juga harus mengedepankan kenyamanan dan ketenangan pasien.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177811900169fbf1590362f1.58409925.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perkuat Imunisasi Nasional, Fokus Jangkau Anak Zero-Dose</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-imunisasi-nasional-fokus-jangkau-anak-zero-dose</link>				
         <pubDate>Sat, 02 May 2026 11:38:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-imunisasi-nasional-fokus-jangkau-anak-zero-dose</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Depok, 2 Mei 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama mitra pembangunan, termasuk UNICEF dan WHO, menegaskan kembali komitmen nasional untuk memperkuat program imunisasi dalam momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok pada, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Di Indonesia, cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2% pada tahun 2025. Meski menunjukkan kemajuan, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali, sehingga menjadi fokus utama intervensi ke depan</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa penguatan imunisasi rutin menjadi prioritas utama pascapandemi COVID-19.</p>
<p>&ldquo;Setelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,&rdquo; ujar dr. Andi Saguni.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi ketersediaan vaksin secara nasional.</p>
<p>&ldquo;Kami pastikan ketersediaan vaksin aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan. Tidak boleh ada lagi alasan kekurangan vaksin. Selain itu, distribusi dan kualitas rantai di daerah juga harus dijaga agar imunisasi berjalan optimal,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menekankan bahwa imunisasi adalah hak dasar anak yang harus dipenuhi, serta pentingnya menjangkau kelompok yang belum terlayani.</p>
<p>&ldquo;Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat,&rdquo; jelas Jean Lokenga.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.</p>
<p>Dari sisi global, perwakilan WHO Indonesia, dr. Olivia, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dan berdampak luas.</p>
<p>&ldquo;Vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia. Ini adalah investasi kesehatan yang sangat cost-effective dan harus terus diperkuat melalui sistem yang berbasis bukti ilmiah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.</p>
<p>&ldquo;Tidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri, menekankan pentingnya momentum PID 2026 untuk mempercepat capaian program imunisasi nasional.</p>
<p>&ldquo;Melalui rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia, kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi generasi kita. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa berbagai inovasi telah dilakukan untuk mendukung program imunisasi.</p>
<p>Pekan Imunisasi Dunia merupakan inisiatif global yang diperingati setiap tahunnya. Tahun ini, tema global &ldquo;For Every Generation, Vaccines Work&rdquo; menegaskan bahwa vaksin terbukti efektif melindungi semua generasi.</p>
<p>Mengusung tema nasional &ldquo;Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia&rdquo;, peringatan ini menekankan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak, tetapi merupakan perlindungan kesehatan sepanjang siklus hidup dari bayi hingga lansia.</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 ini juga dimeriahkan dengan kegiatan fun walk yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, serta layanan imunisasi bagi masyarakat sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendekatkan akses vaksinasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kampanye gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat pesan bahwa imunisasi adalah tanggung jawab bersama.</p>
<p>Salah satu orang tua penerima layanan imunisasi Dila (33) turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti pemberian imunisasi bagi anaknya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai layanan yang diberikan berjalan tertib, cepat, dan memberikan rasa nyaman bagi para orang tua.</p>
<p>&ldquo;ini imunisasi PCV ke-3, seru dan nggak perlu antri panjang saya berharap imunisasi ini dapat membantu menjaga kesehatan dan melindungi anak saya dari berbagai penyakit menular&rdquo;, Ujar Dila.</p>
<p>Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, pemerintah optimistis target cakupan imunisasi nasional dapat tercapai, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177772214269f5e31e302788.23081943.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>80% Daerah Bebas Malaria, Indonesia Kejar Eliminasi Malaria pada 2030 </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/80-daerah-bebas-malaria-indonesia-kejar-eliminasi-malaria-pada-2030-</link>				
         <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 18:20:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/80-daerah-bebas-malaria-indonesia-kejar-eliminasi-malaria-pada-2030-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 April 2026</p>
<p>Eliminasi malaria bukanlah hasil instan. Dibutuhkan dukungan semua pihak dan konsistensi selama bertahun-tahun, setiap daerah harus menyusun strategi eliminasi berkelanjutan sesuai dengan kondisi wilayahnya.</p>
<p>Demikian disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Andi Saguni, dalam keterangannya di Jakarta guna memperingati Hari Malaria Sedunia 2026, Kamis (30/4).</p>
<p>Komitmen tersebut mempertegas peta jalan pemerintah dalam mencapai target besar: Indonesia sepenuhnya Bebas Malaria pada tahun 2030, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).</p>
<p>Hingga tahun 2026, langkah nyata ini telah membuahkan hasil signifikan. Sebanyak 412 dari 514 kabupaten/kota (sekitar 80 persen) serta tujuh provinsi di Indonesia resmi dinyatakan bebas dari penularan malaria. Ketujuh provinsi tersebut meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan.</p>
<p>Meski capaian nasional menunjukkan tren positif, malaria masih menjadi ancaman kesehatan serius, khususnya di kawasan timur Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes, jumlah kasus malaria pada 2025 tercatat sebanyak 706.297 kasus, meningkat 30 persen dibandingkan tahun 2024 (543.965 kasus). Sebanyak 95 persen dari total kasus nasional tersebut&mdash;atau sekitar 674.046 kasus&mdash;terkonsentrasi di Tanah Papua.</p>
<p>Lonjakan angka ini dipandang bukan sebagai kemunduran. Kemenkes mencatat bahwa peningkatan kasus justru dipicu oleh masifnya upaya penemuan kasus secara aktif di lapangan serta perbaikan sistem pelaporan digital melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL).</p>
<p>&ldquo;Secara kewilayahan, dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 95 persen berasal dari kawasan Papua yang mencakup enam provinsi. Ini menjadi atensi kita bersama untuk bisa segera diwujudkan eliminasinya,&rdquo; ujar Andi.</p>
<p>Andi optimistis target eliminasi di Papua dapat tercapai. Ia merujuk pada Kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat Daya sebagai bukti nyata. Sebagai wilayah baru, Maybrat berhasil menyandang status Bebas Malaria, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Bumi Cenderawasih bahwa eliminasi bukanlah hal yang mustahil.</p>
<p>Guna menekan angka kasus di daerah endemis tinggi, Kemenkes menerapkan strategi TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan Vektor). Intervensi khusus juga menyasar kelompok bermobilitas tinggi (Mobile Migrant Population), seperti pekerja tambang, perambah hutan, TNI, Polri, dan masyarakat adat di wilayah terpencil, melalui pembagian kelambu antinyamuk serta pengobatan pencegahan yang terarah.</p>
<p>Namun, Andi memberikan peringatan bagi 412 daerah yang telah menyandang status bebas malaria agar tidak lengah.<br>&ldquo;Bagi daerah yang sudah bebas, perjuangannya belum selesai. Mempertahankan status tersebut tidak kalah beratnya. Ada beberapa daerah justru mengalami lonjakan kasus, bahkan sampai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah sebelumnya dinyatakan bebas,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Tingginya mobilitas penduduk dan iklim tropis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles membuat risiko penularan kembali (re-establishment) selalu mengintai. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan seperti penataan tambak, lahan tambang terbengkalai, dan rawa-rawa memerlukan kolaborasi lintas kementerian, sektor swasta, serta masyarakat luas.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah, Menteri Kesehatan dijadwalkan menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada para bupati dan wali kota yang telah berhasil menghentikan penularan di wilayahnya sepanjang tahun lalu.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177763476469f48dccdd45a9.65748316.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Penguatan Industri Farmasi Nasional melalui Investasi Produksi Dalam Negeri </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-penguatan-industri-farmasi-nasional-melalui-investasi-produksi-dalam-negeri-</link>				
         <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 13:10:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-penguatan-industri-farmasi-nasional-melalui-investasi-produksi-dalam-negeri-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 April 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya transformasi Indonesia dalam memperkuat industri farmasi nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Hal ini disampaikan dalam prosesi groundbreaking fasilitas produksi PT Mitra Prima Internasional (MPI) di Kawasan Industri Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/4).</p>
<p>Menkes menyampaikan bahwa kemandirian sektor kesehatan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan nasional. Saat ini, sebagian besar bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredient/API) dan produk biologi prioritas telah mulai dikembangkan di dalam negeri. Namun demikian, penguatan sektor industri masih perlu terus didorong agar memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.</p>
<p>&ldquo;Pertumbuhan sektor kesehatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Hal ini perlu diimbangi dengan penguatan industri dalam negeri agar memberikan nilai tambah, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan penyederhanaan regulasi serta memberikan berbagai insentif untuk mendorong investasi di sektor manufaktur farmasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing.</p>
<p>PT Mitra Prima Internasional (MPI), bagian dari Mitra Jaya Group, membangun fasilitas produksi farmasi dengan nilai investasi sebesar Rp404 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober 2027, dengan kapasitas produksi mencapai 600 juta tablet per tahun serta potensi penyerapan 213 tenaga kerja.</p>
<p>Melalui kerja sama transfer teknologi dengan Dr. Reddy&rsquo;s Laboratories Ltd., PT MPI akan memproduksi berbagai obat strategis, antara lain obat anti-diabetes, neurologi, dan kardiovaskular. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan obat di dalam negeri.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menyampaikan komitmen dalam mendukung penguatan industri farmasi melalui percepatan layanan perizinan.</p>
<p>&ldquo;Badan POM terus melakukan perbaikan layanan, baik dalam proses sertifikasi maupun izin edar, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, khasiat, dan mutu,&rdquo; ujar Taruna.</p>
<p>Selain itu, BPOM juga tengah menyiapkan skema conditional approval untuk obat-obatan inovatif yang esensial, guna mempercepat akses masyarakat terhadap terapi yang dibutuhkan, dengan tetap mengacu pada standar internasional.</p>
<p>Investasi PT MPI ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas industri farmasi nasional serta mendukung upaya peningkatan ketahanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177763425769f48bd125ff70.96432358.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gandeng UNICEF Percepat Transformasi Sistem Kesehatan Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gandeng-unicef-percepat-transformasi-sistem-kesehatan-nasional</link>				
         <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 06:19:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gandeng-unicef-percepat-transformasi-sistem-kesehatan-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 April 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI bersama UNICEF secara resmi menandatangani Programme Document (ProDoc) 2026&ndash;2030 sebagai landasan kerja sama strategis dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dan mempercepat pencapaian target pembangunan manusia di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam menghadirkan peningkatan yang terukur di bidang kesehatan, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan, melalui penguatan layanan kesehatan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ProDoc ini merupakan instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai kerangka kegiatan, tetapi juga sebagai pendorong transformasi sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Programme Document ini harus menjadi pendorong transformasi, bukan sekadar kerangka kegiatan. Kami berkomitmen memastikan implementasi yang efektif melalui tata kelola yang baik, transparansi, dan pendekatan berbasis hasil,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerja sama ini didukung oleh komitmen pendanaan sebesar USD 35,9 juta yang mencakup dukungan pendanaan, pengadaan, dan bantuan teknis. Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemitraan antara Kementerian Kesehatan dan UNICEF ini juga selaras dengan prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&ndash;2029, serta mendukung agenda global dalam United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026&ndash;2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi anak dan keluarga di Indonesia.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target kesehatan dan pembangunan manusia secara berkelanjutan&rdquo;, Ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui mekanisme pelaksanaan yang melibatkan koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan pemerintah daerah, program ini akan difokuskan pada penguatan implementasi berbasis hasil, peningkatan akuntabilitas, serta efektivitas penggunaan sumber daya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan ditandatanganinya ProDoc 2026&ndash;2030 ini, Pemerintah Indonesia dan UNICEF menegaskan kembali komitmen bersama untuk menghadirkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177785609369f7ee5d3224c4.36206814.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Tegaskan Kesetaraan Akses Kesehatan Bagi Perempuan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-tegaskan-kesetaraan-akses-kesehatan-bagi-perempuan</link>				
         <pubDate>Wed, 29 Apr 2026 09:20:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-tegaskan-kesetaraan-akses-kesehatan-bagi-perempuan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 April 2026</p>
<p>Pemerintah menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh perempuan melalui Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema &ldquo;No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh&rdquo; yang digelar di Auditorium dr. J. Leimena, Kantor Kementerian Kesehatan RI Jakarta, pada Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama kesehatan keluarga dan pembangunan bangsa.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa tantangan Indonesia saat ini bukan hanya meningkatkan usia harapan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut.</p>
<p>&ldquo;Rata-rata usia hidup sudah 74 tahun, tetapi banyak yang mulai sakit di usia 60-an. Fokus kita adalah memperpanjang masa hidup sehat, bukan sekadar umur panjang,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menegaskan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, khususnya tiga indikator utama, tekanan darah, gula darah, dan lemak darah.</p>
<p>&ldquo;Kalau tiga indikator ini dijaga sejak dini, risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal bisa ditekan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Menkes juga menyoroti peran strategis perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga. &ldquo;Ibu-ibu adalah tenaga kesehatan alami di rumah. Jika dibekali pengetahuan yang tepat, dampaknya luar biasa bagi kesehatan masyarakat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, CKG juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi kesehatan perempuan, sehingga mereka tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak kesehatan di tingkat keluarga.</p>
<p>&ldquo;Deteksi dini ini sangat penting, karena sebagian besar penyakit kronis bisa dicegah jika diketahui lebih awal,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi sebagai bagian dari pembangunan nasional.</p>
<p>&ldquo;Perempuan bukan sekadar kelompok rentan, tetapi aktor utama pembangunan. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga.</p>
<p>&ldquo;Perempuan yang sehat secara fisik dan mental akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,&rdquo; ujarnya.<br>Ia menjelaskan bahwa pelayanan keluarga berencana, termasuk kontrasepsi pascapersalinan, menjadi intervensi penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.</p>
<p>Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Prof. Asnawi Abdullah, menambahkan bahwa forum ini merupakan bagian dari proses partisipatif untuk merumuskan kebijakan kesehatan perempuan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.</p>
<p>&ldquo;Forum ini menjadi ruang untuk memastikan suara perempuan benar-benar didengar dalam penyusunan kebijakan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dengan semangat No Woman Left Behind, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk memastikan tidak ada perempuan Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, termasuk melalui pemanfaatan Program Cek Kesehatan Gratis secara optimal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177745468569f1ce5ddeccf8.04654874.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK: Jamin Awal Kehidupan Terbaik bagi 84 Juta Anak Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-konsorsium-1000-hpk-jamin-awal-kehidupan-terbaik-bagi-84-juta-anak-indonesia</link>				
         <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:35:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-konsorsium-1000-hpk-jamin-awal-kehidupan-terbaik-bagi-84-juta-anak-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 April 2026&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 84 juta anak Indonesia saat ini diprediksi akan menjadi tumpuan bangsa saat Indonesia mencapai usia satu abad pada 2045 mendatang. Mengingat krusialnya masa depan mereka, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk memastikan setiap anak mendapatkan awal kehidupan terbaik sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan target besar untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi melalui konsorsium ini. Menkes Budi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dengan angka kematian ibu dan bayi, dengan target penurunan kasus hingga sepuluh kali lipat dari kondisi saat ini.</p>
<p>"Target saya, dari 4.000 kematian ibu per tahun harus turun di bawah 400. Dari 30.000 kematian bayi per tahun, harus turun di bawah 3.000. Begitu pula angka stunting, harus turun di bawah 7 persen. Kita tidak bisa kerja biasa-biasa saja sementara ini berkaitan dengan nyawa dan masa depan anak-anak kita," tegas Menkes Budi saat peluncuran Konsorsium 1.000 HPK di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta &nbsp;(28/4).&nbsp;</p>
<p>Untuk mencapai target tersebut, Menkes Budi meminta agar seluruh intervensi dilakukan secara spesifik dan berbasis data. Fokus utama pemerintah diarahkan pada pencegahan gangguan kehamilan dan persalinan, seperti penanganan tekanan darah tinggi pada ibu hamil (pre eklampsia) serta masalah pernapasan dan infeksi pada bayi baru lahir (sepsis).</p>
<p>Langkah konkret yang dilakukan mulai dari mewajibkan pemeriksaan kehamilan minimal 8 kali dan mendistribusikan 10.000 alat USG ke seluruh Puskesmas untuk deteksi dini. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk memproduksi suplemen multivitamin dan mineral (MMS) di dalam negeri guna mencukupi gizi ibu hamil. Upaya penguatan layanan ini telah mulai diuji coba di 9 rumah sakit daerah serta 36 Puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting dengan meningkatnya jumlah indikator kesehatan yang berhasil dicapai dari 3 poin pada 2024 menjadi 8 poin pada 2025. Fokus pemerintah adalah memastikan bayi tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh dengan gemilang melalui pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat.</p>
<p>Konsorsium 1.000 HPK hadir untuk menyatukan langkah antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga organisasi masyarakat yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama ini diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih program melalui empat kelompok kerja yang memantau fase sebelum hamil hingga anak berusia dua tahun.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Kemenkes menggandeng Rabu Biru Foundation sebagai sekretariat konsorsium. &nbsp;Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan koordinasi lintas sektor agar setiap inisiatif mitra dapat terukur manfaatnya secara langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Keberhasilan program besar ini nantinya akan diukur dari satu hal mendasar, yakni apakah bayi yang lahir esok hari bahkan di pelosok desa sekalipun benar-benar mendapatkan layanan kesehatan dan asupan gizi terbaik di 1.000 hari pertamanya.&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177744848169f1b62166b460.65263581.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penanganan TB di Papua Dipercepat, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penanganan-tb-di-papua-dipercepat-tracing-dan-skrining-jadi-fokus-utama</link>				
         <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:04:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penanganan-tb-di-papua-dipercepat-tracing-dan-skrining-jadi-fokus-utama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jayapura, 28 April 2026</p>
<p>Pemerintah mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Tanah Papua melalui penguatan deteksi dini, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih masif.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan bahwa TB menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam program prioritas kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Kita fokus pada pemberantasan tuberkulosis sebagai bagian dari program prioritas. Intinya adalah kolaborasi lintas sektor agar penanganan TB bisa berjalan optimal,&rdquo; ujar Wamenkes Benjamin.</p>
<p>Berdasarkan data, sekitar 4% kasus TB nasional berasal dari Tanah Papua, namun tantangan utama terletak pada masih rendahnya penemuan kasus dan belum optimalnya pelacakan kontak (tracing kontak serumah pasien TB). Bahkan, sebagian besar wilayah di Papua belum mencapai target penemuan kasus TB secara nasional.</p>
<p>Selain itu, capaian layanan kesehatan untuk TB secara nasional baru mencapai 89,55%, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses dan mutu layanan, terutama di wilayah dengan keterbatasan geografis seperti Papua.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis antara lain, peningkatan skrining masiv dan pelacakan kontak TB yang terintegrasi dengan CKG (cek kesehatan gratis), penguatan pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan pengobatan hingga tuntas, serta didukung dengan integrasi sistem pelaporan secara real-time dan pelibatan kader, keluarga maupun komunitas dalam penanganan pasien.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, menegaskan pentingnya dukungan kebijakan daerah dalam percepatan eliminasi TB.</p>
<p>&ldquo;Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera menetapkan Rencana Aksi Daerah serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC, agar intervensi di lapangan dapat berjalan lebih terarah dan terukur,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Papua, Drs. Mathius D. Fakhiri, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya penanganan TB bersama pemerintah pusat.</p>
<p>&ldquo;Kami memiliki komitmen untuk bersama-sama mengatasi persoalan TB yang masih menjadi tantangan besar di Papua. Dengan dukungan pusat dan kolaborasi lintas sektor, kami optimis penanganan TB dapat berjalan lebih baik,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan tenaga kesehatan dan pembiayaan program.<br>&ldquo;Kami berharap dukungan anggaran dan penguatan tenaga kesehatan terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177737100869f08780b52c69.00359570.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Perkuat Intervensi Kesehatan di Papua, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-intervensi-kesehatan-di-papua-kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci</link>				
         <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:01:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-intervensi-kesehatan-di-papua-kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jayapura, 28 April 2026&nbsp;</p>
<p>Pemerintah terus memperkuat intervensi kesehatan di Tanah Papua guna menekan beban penyakit menular seperti tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, malaria, dan kusta yang masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.</p>
<p>Dalam kunjungan kerja di Jayapura, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Kegiatan ini berlangsung sejak 27 hingga 29 April bersama enam provinsi di Tanah Papua sebagai bagian dari program quick win Presiden. Fokus utama kita adalah pemberantasan tuberkulosis dan malaria, karena lebih dari 90 persen kasus malaria nasional ada di Tanah Papua,&rdquo; ujar Wamenkes Benjamin</p>
<p>Ia menambahkan bahwa penanganan penyakit menular di Papua membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.</p>
<p>&ldquo;Kita datang untuk bekerja sama lintas sektor, bersatu menyukseskan program pemerintah agar penuntasan penyakit di Tanah Papua dapat berjalan dengan baik,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Berdasarkan data, beban penyakit di Papua masih signifikan. Sekitar 95% kasus malaria nasional berasal dari Tanah Papua, sementara 12% orang dengan HIV di Indonesia berada di wilayah ini. Selain itu, penemuan kasus TB dan kepatuhan pengobatan masih menjadi tantangan utama.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, menekankan bahwa keberhasilan penanganan penyakit menular sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, mulai dari penguatan kebijakan, penganggaran, hingga koordinasi lintas sektor di wilayah masing-masing,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Papua, Drs. Mathius D. Fakhiri, menyampaikan komitmen daerah dalam mendukung upaya pemerintah pusat.</p>
<p>&ldquo;Kami mewakili enam provinsi di Tanah Papua memiliki kerinduan yang sama untuk mengatasi persoalan kesehatan yang serius ini. Kehadiran pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, menjadi dorongan bagi kami untuk bangkit bersama melawan TB, AIDS, malaria, dan kusta,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177737067769f08635926ff4.88874393.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Jemput Bola: Skrining X-Ray dan Renovasi Rumah Percepat Penanganan TB di Papua  </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-jemput-bola-skrining-x-ray-dan-renovasi-rumah-percepat-penanganan-tb-di-papua--</link>				
         <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:59:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-jemput-bola-skrining-x-ray-dan-renovasi-rumah-percepat-penanganan-tb-di-papua--</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jayapura, 28 April 2026</p>
<p>Pemerintah menghadirkan berbagai intervensi nyata yang langsung menyentuh masyarakat dalam penanganan penyakit menular di Tanah Papua.</p>
<p>Dalam kunjungan kerja ke Jayapura, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menjelaskan tentang pentingnya gerakan penemuan kasus TB melalui skrining TB dengan menggunakan X-ray yang diawali dengan tracing kontak serumah dari pasien TB, serta program renovasi rumah bagi pasien TB.</p>
<p>&ldquo;Penanganan TB tidak cukup hanya dengan obat. Lingkungan tempat tinggal juga harus sehat agar pasien bisa sembuh optimal dan tidak menularkan ke orang lain,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>Penggunaan X-ray portable untuk skrining menjadi solusi percepatan deteksi dini TB, khususnya di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Sementara itu, renovasi rumah pasien dilakukan untuk memperbaiki ventilasi dan kondisi hunian yang berisiko terhadap penularan penyakit.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, menambahkan bahwa intervensi berbasis masyarakat perlu diperkuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>&ldquo;Pendekatan berbasis komunitas, seperti Desa dan Kelurahan Siaga TBC, menjadi kunci dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pendampingan pasien oleh kader dan keluarga.</p>
<p>&ldquo;Pendekatan berbasis komunitas sangat penting. Pasien tidak boleh merasa sendiri. Harus ada dukungan dari keluarga, kader, dan lingkungan sekitar,&rdquo; tutup Wamenkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177737049569f0857f8d9997.42953915.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Remaja Lebih Rentan Depresi, Kemenkes Dorong Generasi Muda Lebih Peduli</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/remaja-lebih-rentan-depresi-kemenkes-dorong-generasi-muda-lebih-peduli</link>				
         <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 05:13:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/remaja-lebih-rentan-depresi-kemenkes-dorong-generasi-muda-lebih-peduli</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 April 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan jiwa remaja melalui kegiatan Bedah Buku: Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP dan SMA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi serta keterampilan dasar siswa dalam mengenali dan merespons masalah kesehatan mental di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula Siwabessy gedung Prof. Sujudi Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa luka psikologis sering kali tidak terlihat, namun berdampak besar terhadap kehidupan remaja jika tidak ditangani dengan tepat.</p>
<p>&ldquo;Kalau teman kita jatuh saat bermain, kita langsung bantu karena lukanya terlihat. Tapi bagaimana jika yang terluka adalah perasaan? Sering kali kita diam, bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tahu harus berbuat apa,&rdquo; ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sekitar 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir. Bahkan, data terbaru menunjukkan gejala depresi dan kecemasan pada remaja bisa hampir lima kali lebih tinggi dibanding kelompok usia dewasa.</p>
<p>&ldquo;Artinya, mungkin ada teman di sekitar kita yang terlihat baik-baik saja, padahal sedang berjuang dalam diam. Di sinilah pentingnya kemampuan pertolongan pertama pada luka psikologis,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Menurutnya, keterampilan ini tidak memerlukan keahlian khusus, tetapi cukup dengan kepedulian dan keberanian untuk hadir bagi sesama.</p>
<p>&ldquo;Kalian tidak harus jadi ahli. Cukup jadi manusia yang peduli. Mau mendengarkan tanpa menghakimi, memahami sebelum menilai, dan berani berkata: kamu tidak sendirian,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Mengakhiri sambutannya, Wamenkes menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi generasi muda: &ldquo;Jadilah alasan seseorang merasa tidak sendirian hari ini.&rdquo;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa di kalangan pelajar.</p>
<p>&ldquo;Melalui bedah buku ini, kami ingin memperkenalkan referensi kesehatan jiwa bagi anak dan remaja, sekaligus memberikan pemahaman praktis tentang pertolongan pertama pada luka psikologis,&rdquo; jelas Aji.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan pendidikan.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, serta mitra pembangunan dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa remaja,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta perwakilan lintas sektor. Tahun ini, program bedah buku direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga seri untuk menjangkau lebih banyak sekolah.</p>
<p>Buku &ldquo;Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah&rdquo; diharapkan menjadi panduan praktis bagi siswa untuk lebih peka terhadap kondisi teman sebaya, serta mampu memberikan dukungan awal sebelum mendapatkan bantuan profesional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177726695169eef107ad3ea5.83514836.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes: 600 Ribu Warga Buta Akibat Katarak, Pemerintah Perkuat Skrining Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-600-ribu-warga-buta-akibat-katarak-pemerintah-perkuat-skrining-nasional</link>				
         <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 15:55:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-600-ribu-warga-buta-akibat-katarak-pemerintah-perkuat-skrining-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kapuas, 24 April 2026</p>
<p>Indonesia menghadapi tantangan serius pada sektor kesehatan penglihatan dengan mencatat sekitar 600 hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa kondisi ini mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut.</p>
<p>&ldquo;Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,&rdquo; ujar Wamenkes Dante saat membuka Bakti Sosial Operasi Katarak bersama Noor Dubai Foundation di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, &nbsp;Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (24/4).</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan menunjukkan katarak menjadi penyebab utama kebutaan penduduk usia di atas 50 tahun (81,2%). Hasil skrining program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025&ndash;2026 mengonfirmasi urgensi ini: dari 23,35 juta orang yang diperiksa, 2,95 juta di antaranya mengalami gangguan mata.</p>
<p>Wamenkes Dante menjelaskan penderita katarak kehilangan akses terhadap sekitar 80% informasi yang diterima melalui indra penglihatan. &ldquo;Dunia yang dulu jelas perlahan menjadi buram. Penderita seolah kehilangan terang di sisa hidupnya,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Guna menekan angka kebutaan, pemerintah menjalankan dua strategi utama: mengintegrasikan skrining mata dalam program CKG 2026 dan memastikan layanan operasi katarak terjamin sepenuhnya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</p>
<p>Selain itu, pemerintah menggandeng Noor Dubai Foundation (UEA) dan PERDAMI untuk memberikan operasi gratis bagi 500 pasien periode Januari&ndash;Mei 2026, yang tersebar di Kalimantan Tengah (200 pasien), NTB (150 pasien), dan NTT (150 pasien).</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri, menyatakan kerja sama ini adalah pilar penting hubungan bilateral UEA-Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan,&rdquo; ujar Dubes Abdulla. Ia menambahkan, program ini mencerminkan warisan kemanusiaan pendiri UEA, Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan.</p>
<p>Dubes Abdulla juga mengapresiasi dokter spesialis mata Indonesia yang tergabung dalam PERDAMI. &ldquo;Seluruh prosedur dilakukan oleh spesialis mata Indonesia. Dukungan internasional yang memberdayakan keahlian nasional adalah model kemitraan yang paling efektif,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Senada, Bupati Kapuas Muhamad Wiyanto, menyampaikan terima kasih atas bantuan ini, mengingat tingginya biaya operasi mandiri yang bisa mencapai Rp10 juta per mata.</p>
<p>&ldquo;Tahun lalu peserta sekitar 150 orang, tahun ini meningkat menjadi 200 pasien. Peningkatan ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap program ini,&rdquo; ungkap Wiyanto. Kedepannya Ia berharap kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah.</p>
<p>Dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025&ndash;2030, pemerintah menargetkan minimal 60% penderita katarak mendapatkan tindakan operasi dengan hasil tajam penglihatan yang optimal. Pada 2025, realisasi kapasitas operasi nasional telah mencapai 634.642 orang (92% dari target).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MK</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177713277269ece4e4b11638.05368389.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Gandeng Uni Emirat Arab, Kemenkes Hadirkan Operasi Katarak Gratis bagi Ratusan Warga di Wilayah Terpencil </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gandeng-uni-emirat-arab-kemenkes-hadirkan-operasi-katarak-gratis-bagi-ratusan-warga-di-wilayah-terpencil-</link>				
         <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 08:23:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gandeng-uni-emirat-arab-kemenkes-hadirkan-operasi-katarak-gratis-bagi-ratusan-warga-di-wilayah-terpencil-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kapuas, 24 April 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan mempererat kerja sama internasional dengan Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab untuk memberikan layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas medis. Melalui dukungan dana hibah senilai 294.222 Dirham , sebanyak 500 warga di berbagai wilayah mendapatkan bantuan operasi katarak gratis. Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan produktif hanya karena gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa disembuhkan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan yang telah dirintis sejak tahun 2025. &nbsp;Kerja sama ini, lanjut Wamenkes Dante, akan terus berkembang menjadi payung hukum yang lebih kuat untuk berbagai program kesehatan mata lainnya di masa depan.&nbsp;</p>
<p>Selain Pemerintah berencana memperluas jangkauan layanan melalui teknologi konsultasi medis jarak jauh agar warga di daerah pelosok bisa mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis secara cepat dan terintegrasi dengan rumah sakit pusat.</p>
<p>"Melalui operasi ini, kita berharap para pasien dapat kembali melihat dunia dengan jelas. Ini adalah sebuah harapan sederhana tentang merasakan kembali kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat kita," ujar Wamenkes Dante saat meninjau pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, Kamis (24/4).&nbsp;</p>
<p>Wamenkes juga menekankan bahwa penguatan layanan ini sangat penting mengingat data nasional menunjukkan setidaknya 48 persen dari 21 juta warga yang telah di skrining kesehatan, dan 6 persen diantaranya mengalami gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Pelaksanaan operasi ini dilakukan dengan prosedur yang sangat teliti demi menjamin keselamatan pasien melalui dua tahap pemeriksaan ketat. Awalnya, petugas kesehatan bersama kader di lapangan menyaring warga yang memiliki keluhan penglihatan. Setelah itu, tim dokter ahli dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari pengecekan gula darah hingga pengukuran bola mata untuk menentukan lensa tanam yang paling sesuai. Langkah ini memastikan setiap pasien berada dalam kondisi fisik yang aman sebelum menjalani tindakan bedah.</p>
<p>Kabupaten Kapuas dipilih menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan karena tantangan geografis dan terbatasnya akses warga terhadap dokter spesialis. Bakti sosial ini dipusatkan di Vision Center Kapuas, fasilitas kesehatan mata yang telah melayani masyarakat sejak Juli 2023. Hingga saat ini, program bantuan tersebut telah berhasil menjangkau 200 pasien di Kalimantan Tengah, serta masing-masing 150 pasien di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya pemerintah mengejar target pemulihan penglihatan nasional bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177708413369ec26e549f245.31749327.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes: Data Akurat Jadi Kunci Hadapi Tantangan Beban Penyakit Global </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-data-akurat-jadi-kunci-hadapi-tantangan-beban-penyakit-global</link>				
         <pubDate>Thu, 23 Apr 2026 15:40:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-data-akurat-jadi-kunci-hadapi-tantangan-beban-penyakit-global</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 April 2026</p>
<p>Kepala Pusat Kebijakan Sistem Sumber Daya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lupi Trilaksono, menegaskan pentingnya data akurat dalam penyusunan kebijakan kesehatan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam webinar internasional Interpretation of Global Burden of Disease (GBD) Indicators, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>&ldquo;Di balik setiap angka beban penyakit, terdapat cerita nyata masyarakat dan tantangan sistem kesehatan. Data akurat menjadi kunci bagi pemerintah dalam mengambil keputusan berbasis bukti,&rdquo; ujar Lupi Trilaksono.</p>
<p>Webinar yang digelar Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI itu menghadirkan pakar global Prof. Mohsen Naghavi dari IHME University of Washington dan Dr. Marie Ng dari National University of Singapore.</p>
<p>Naghavi menekankan bahwa kualitas data merupakan prasyarat utama dalam penyusunan indikator kesehatan global.</p>
<p>&ldquo;Tanpa data yang cukup, Indonesia tidak dapat sepenuhnya terwakili dalam hasil GBD dan platform visualisasinya,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Indikator GBD merupakan alat ukur untuk menganalisis tren penyakit dan faktor risiko. Melalui platform GBD Compare, Indonesia dapat membandingkan kondisi kesehatan dengan negara lain sekaligus memantau perubahan tren dari waktu ke waktu sebagai bahan evaluasi kebijakan.</p>
<p>Di sisi lain, Dr. Marie Ng menambahkan bahwa tantangan ketersediaan data merupakan isu global. Setelah tahun 2010, hanya 86 negara yang memiliki pencatatan vital lengkap. Ia mencontohkan Singapura dan Malaysia yang berhasil mengintegrasikan sistem registrasi sipil dengan informasi medis, termasuk penggunaan verbal autopsy untuk meningkatkan akurasi penyebab kematian di wilayah terpencil.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Indonesia kini tengah mempercepat penguatan data melalui integrasi platform SATUSEHAT dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri. Data dari rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan kini terhubung otomatis untuk mempercepat sinkronisasi data kelahiran dan kematian.</p>
<p>Uji coba integrasi tersebut berhasil mengubah mekanisme pencatatan yang sebelumnya pasif menjadi sistem proaktif berbasis layanan (point of care). Transformasi digital ini tidak hanya mempercepat penerbitan dokumen kependudukan seperti NIK dan akta, tetapi juga membuka peluang pencatatan penyebab kematian yang lebih akurat melalui sertifikasi medis.</p>
<p>Sebagai penutup, Lupi mengingatkan bahwa angka beban penyakit di tingkat provinsi dan kabupaten bukan sekadar statistik, melainkan fondasi pembangunan nasional.</p>
<p>&ldquo;Tanpa data yang valid, sulit bagi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya secara ekonomi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177737321669f090207a8531.67446249.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Genjot Penemuan Kasus dan Pengobatan Tuntas, Wamenkes Percepat Program TB Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/genjot-penemuan-kasus-dan-pengobatan-tuntas-wamenkes-percepat-program-tb-nasional</link>				
         <pubDate>Thu, 23 Apr 2026 05:57:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/genjot-penemuan-kasus-dan-pengobatan-tuntas-wamenkes-percepat-program-tb-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 April 2026&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan pentingnya percepatan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui langkah yang lebih terukur, kolaboratif, dan berdampak dalam Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Implementasi Program Tuberkulosis Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, pada Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Dalam sambutannya, Wamenkes menyampaikan bahwa TB masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat, baik secara global maupun nasional. Indonesia sendiri masih termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia, sehingga diperlukan upaya luar biasa dan kerja bersama lintas sektor untuk mengatasinya.</p>
<p>&ldquo;Penanggulangan TB harus menjadi prioritas bersama, dengan kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, dan kepemimpinan yang kuat di seluruh tingkatan pemerintahan,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa capaian indikator program TB pada awal tahun 2026 masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, investigasi kontak, hingga pemberian terapi pencegahan.</p>
<p>&ldquo;Situasi ini harus kita jawab dengan langkah yang lebih cepat, lebih terukur, dan lebih berdampak,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menurut Wamenkes, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta merumuskan solusi konkret yang dapat segera diimplementasikan di daerah.</p>
<p>Dalam arahannya, Wamenkes menekankan beberapa langkah kunci, di antaranya penguatan penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, percepatan terapi pencegahan, serta optimalisasi peran pemerintah daerah dan pemanfaatan data.</p>
<p>&ldquo;Jangan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus aktif menemukan kasus melalui skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada pasien yang putus obat serta memperkuat dukungan komunitas dalam pendampingan pasien. &ldquo;Pencegahan sama pentingnya dengan pengobatan. Terapi pencegahan harus dipercepat, terutama bagi kontak serumah, anak-anak, dan kelompok rentan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Wamenkes juga menggarisbawahi pentingnya penggunaan data yang akurat dan real time sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>&ldquo;Eliminasi TB tidak bisa dikerjakan oleh sektor kesehatan saja. Kita membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan mitra pembangunan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Wamenkes menyampaikan optimisme bahwa target eliminasi TB tahun 2030 dapat dicapai dengan komitmen dan kerja bersama yang konsisten.</p>
<p>&ldquo;Target eliminasi TB 2030 bukan hal yang mudah, namun sangat mungkin dicapai jika kita bekerja bersama secara konsisten. Pertemuan ini harus menghasilkan langkah nyata untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari TB,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177692395569e9b533ea0134.64162524.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perkuat Sinergi Bakohumas Tangkal Disinformasi Imunisas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-sinergi-bakohumas-tangkal-disinformasi-imunisas</link>				
         <pubDate>Wed, 22 Apr 2026 05:31:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-sinergi-bakohumas-tangkal-disinformasi-imunisas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 April 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa tantangan utama dalam menyukseskan program imunisasi nasional saat ini terletak pada ranah komunikasi publik. Pernyataan tersebut disampaikan saat menyampaikan sambutan pada &nbsp;Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Kementerian Kesehatan dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia tahun 2026. di Kantor Ditjen SDM Kesehatan, Jakarta, Selasa (21/4), yang digelar untuk memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.</p>
<p>"Kita menghadapi arus misinformasi dan disinformasi yang masif, mulai dari isu keamanan vaksin, kehalalan, hingga narasi menyesatkan yang melemahkan kepercayaan masyarakat. Transformasi sistem kesehatan yang sedang kita jalankan menempatkan komunikasi publik sebagai pilar penting yang membutuhkan orkestrasi kuat, terstruktur, dan serempak," ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman, dalam laporannya menyebutkan bahwa keengganan masyarakat mengikuti program imunisasi&mdash;yang berujung pada kasus anak tanpa imunisasi (zero dose)&mdash;sangat dipengaruhi oleh disrupsi informasi. Penyebabnya beragam, mulai dari minimnya edukasi, keterbatasan izin keluarga, hingga terpapar berita bohong.</p>
<p>Data Kemenkes menunjukan Cakupan imunisasi Bayi dan Baduta Lengkap di Indonesia hingga 2025 masih belum merata dan banyak daerah belum mencapai target nasional. Cakupan imunisasi anak sekolah hingga 2025 masih belum merata, cakupan masih ada &lt; 88%. Anak dengan zero dose DPT-HB-Hib masih ditemukan di seluruh daerah dan di tahun 2025 sebanyak 991,022, naik dari tahun 2024</p>
<p>Untuk itu forum Bakohumas Kemenkes tahun ini mengangkat tema "Sinergi Humas Pemerintah untuk Program Imunisasi yang Lebih Kuat dan Terpercaya" ini bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi publik serta memperluas jejaring lintas sektor. Aji mengibaratkan peran strategis humas pemerintah layaknya "ikan sapu-sapu" di ekosistem digital.</p>
<p>"Kami berharap seluruh praktisi humas pemerintah dapat menyatukan persepsi dan langkah menjadi garda terdepan menangkal hoaks. Ibaratnya, rekan-rekan Humas bisa menjadi 'ikan sapu-sapu' untuk membersihkan hoaks kesehatan di masyarakat, serta mengamplifikasi pesan positif secara masif," ungkap Aji.</p>
<p>Menyambung urgensi tersebut, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan dan Digital, Maroli J. Indarto, mengingatkan bahwa fenomena infodemic menyebabkan hoaks menyebar lebih cepat daripada fakta medis. Meskipun cakupan imunisasi lengkap anak usia 12&ndash;23 bulan pada 2025 telah mencapai 76,9 persen, rantai komunikasi di akar rumput masih memerlukan perbaikan.</p>
<p>"Humas harus mampu menerjemahkan bahasa medis yang kaku menjadi narasi humanis yang menyentuh. Dengan lebih dari 10.330 Pranata Humas se-Indonesia, termasuk ratusan di antaranya di Kemenkes, ini merupakan kekuatan besar yang efektif untuk melakukan counter-narasi apabila digerakkan secara serempak," tegasnya.</p>
<p>Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel bersama Direktur Imunisasi dr. Indri Yogaswari, Pakar Big Data Ismail Fahmi, dan influencer kesehatan dr. Mohamad Hildan (@dr.aliphildan). Membahas mengenai Situasi Imunisasi di Indonesia, Sinergi Humas Pemerintah, hingga Analisis Sosial Media Listening Anti Vaksin.&nbsp;</p>
<p>Melalui sinergi lintas instansi ini, sesama humas pemerintah diharapkan dapat proaktif melakukan prebunking&mdash;mengedukasi masyarakat &nbsp;agar mengenali, menghentikan, dan melaporkan hoaks, khususnya hoaks imunisasi&mdash;demi memastikan hak kesehatan setiap anak Indonesia terlindungi secara merata.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p><br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177683603069e85dbe771fc2.82194226.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Tinjau Skrining TB di Pati, Perkuat Deteksi Dini dan Pencegahan Penularan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tinjau-skrining-tb-di-pati-perkuat-deteksi-dini-dan-pencegahan-penularan</link>				
         <pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:35:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tinjau-skrining-tb-di-pati-perkuat-deteksi-dini-dan-pencegahan-penularan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pati, 21 April 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus, meninjau pelaksanaan program cek kesehatan gratis bagi keluarga pasien tuberkulosis (TB) di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Selasa (21/4). Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan hingga foto rontgen sebagai upaya deteksi dini penularan TB di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes menegaskan bahwa program kesehatan nasional saat ini berfokus pada dua prioritas utama, yakni penanganan stunting dan pemberantasan tuberkulosis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk kasus TB. Ini harus menjadi perhatian serius. Kita ingin kasus TB bisa segera ditekan,&rdquo; ujar Benjamin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data tahun sebelumnya, Kabupaten Pati mencatat sebanyak 2.658 kasus tuberkulosis. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat karena berpotensi menimbulkan penularan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah menargetkan pelaksanaan skrining setidaknya di 120 titik di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan secara masif hingga ke tingkat desa melalui posyandu dan kantor pedukuhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita kejar masyarakat yang belum sakit untuk diberikan terapi pencegahan, sementara yang sudah terdiagnosis langsung mendapatkan pengobatan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan program renovasi rumah bagi pasien TB yang tinggal di hunian tidak layak. Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki faktor lingkungan, seperti ventilasi yang buruk, yang dapat mempercepat penyebaran penyakit. Saat ini, tercatat sebanyak 34 rumah di Kabupaten Pati telah didaftarkan untuk mendapatkan bantuan renovasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang seluruh pasien TB dalam waktu 10 hari kalender.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendataan tersebut mencakup pasien lama serta potensi penambahan kasus baru pada tahun berjalan. Selain itu, keluarga pasien juga akan menjalani skrining ulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami akan data dalam 10 hari ke depan dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. Potensi penambahan kasus tetap ada,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah menegaskan bahwa upaya penanggulangan tuberkulosis membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177678280569e78dd59f2a72.97039014.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peringati Hari Kartini, Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Preeklamsia Berbasis Teknologi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peringati-hari-kartini-kemenkes-perkuat-deteksi-dini-preeklamsia-berbasis-teknologi</link>				
         <pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:31:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peringati-hari-kartini-kemenkes-perkuat-deteksi-dini-preeklamsia-berbasis-teknologi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 April 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memperkuat upaya deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi sebagai langkah strategis menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Selasa (21/4), dengan melibatkan lebih dari 150 peserta, termasuk ibu hamil dari sejumlah puskesmas di DKI Jakarta. Kegiatan ini juga terhubung dengan pemeriksaan serentak di Kabupaten Garut yang disiarkan langsung dari Puskesmas Cikelet dan Cikajang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penurunan AKI secara agresif hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan. Upaya ini didukung transformasi sistem kesehatan, termasuk pemerataan akses deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,&rdquo; ujar Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, angka kematian ibu di Indonesia masih berada pada 140 per 100.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dibandingkan Thailand dan Malaysia. Preeklamsia dan eklamsia menjadi penyebab kematian ibu terbesar kedua, dengan kontribusi sekitar 25 persen dari total kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai respons, Kemenkes bersama mitra strategis, seperti Queenrides, PT. Tele Cexup Indonesia, dan Indonesia Prenatal Institute, menghadirkan inovasi deteksi dini berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas skrining.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa inovasi tersebut kini dilengkapi dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada arteri uterina dan arteri oftalmik guna meningkatkan akurasi deteksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dari hasil awal yang sudah dilakukan, tingkat deteksi meningkat hingga 50 persen. Jika sebelumnya dari empat kasus terdeteksi, dengan tambahan USG ini bisa menjadi enam kasus. Inovasi ini sangat kami sambut baik untuk memperkuat deteksi dini preeklamsia,&rdquo; ujar Maria Endang Sumiwi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Founder dan CEO Queenrides, Iim Fahima Jachja, menambahkan bahwa persoalan preeklamsia tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis, tetapi juga sistem dan akses terhadap teknologi kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Satu fakta yang tidak banyak diketahui, Ibu Kartini meninggal karena preeklamsia, dan itu terjadi satu abad lalu. Hingga hari ini, preeklamsia masih menjadi penyebab kematian terbesar kedua pada ibu hamil di Indonesia. Ini bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga isu sistem dan teknologi yang harus terus diperbaiki untuk melindungi masa depan,&rdquo; ujar Iim Fahima Jachja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak 2022, Kemenkes telah mendistribusikan perangkat USG ke 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia guna memastikan layanan deteksi dini dapat diakses secara merata, tidak hanya di wilayah perkotaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177677991469e7828a3ff763.53388956.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>   Wamenkes Benny Pastikan Pengawasan Ketat Jaga Kualitas Makanan Bergizi Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/---wamenkes-benny-pastikan-pengawasan-ketat-jaga-kualitas-makanan-bergizi-gratis</link>				
         <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:05:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/---wamenkes-benny-pastikan-pengawasan-ketat-jaga-kualitas-makanan-bergizi-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang Selatan, 20 April 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktovianus, mengapresiasi konsistensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kolaborasi Swasta Grab-Ovo. Hal tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan program di Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Tangerang Selatan, Senin (20/4).</p>
<p>Program MBG ini memperkuat aspek keamanan pangan melalui mekanisme inspeksi rutin dan pemanfaatan Command Center berbasis kecerdasan buatan (AI). Implementasi mencakup pengawasan menyeluruh, mulai dari mitra UMKM penyedia makanan, sekolah penerima manfaat, hingga pusat kendali distribusi di Grab Support Office Poins Square.</p>
<p>Wamenkes Benny menilai inisiatif ini berhasil menjaga standar kelayakan secara konsisten selama satu tahun berjalan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami melihat kualitas makanan yang disajikan sangat luar biasa; anak-anak menikmati dengan lahap dan kebersihannya sangat terjaga. Hal paling membanggakan adalah konsistensi program ini, di mana tidak pernah ada laporan gangguan kesehatan atau keracunan makanan,&rdquo; ujar Wamenkes Benny.</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan memastikan standar kualitas pada proses pembuatan dan sistem pengawasan tetap dipertahankan. Di SKh Negeri 01 Tangsel, program menyasar 187 siswa berkebutuhan khusus dengan penyajian adaptif, seperti penyesuaian tekstur makanan serta pembatasan gluten dan MSG.</p>
<p>Dalam skala nasional, Kemenkes bertindak sebagai leading sector dalam menetapkan standar gizi dan keamanan pangan program MBG. Kemenkes menyusun standar menu yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).</p>
<p>Guna mencegah kontaminasi, pengawasan dilakukan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara berjenjang di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kemenkes juga masif meningkatkan kapasitas SDM; sepanjang Maret 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 213.344 penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan daring.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap makanan yang disalurkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga melewati proses kebersihan yang ketat di setiap tahapannya.</p>
<p>"Melalui dukungan teknologi AI dan pemantauan terpusat di Command Center, kami dapat memantau proses secara real-time untuk menjaga konsistensi kualitas, higienitas, serta transparansi, sehingga makanan yang diterima anak-anak tetap aman dan dapat dipercaya," lanjut Neneng.</p>
<p>Selain itu, pada Februari 2026, sebanyak 212 peserta lulus sebagai Fasilitator Penjamah Pangan dan 6.219 Kepala serta Ahli Gizi SPPG juga telah menyelesaikan program peningkatan kapasitas serupa.</p>
<p>Upaya ini dibarengi percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh dinas kesehatan setempat. Data Kemenkes per 18 April 2026 menunjukkan 13.956 SPPG (52,69% dari total 26.489 unit operasional di 37 provinsi) telah memiliki SLHS sebagai jaminan mutu keamanan pangan siap saji bagi masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177674493869e6f9ea853ff6.65364816.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante: AI Bukan Ancaman, Laboratorium Kesehatan Harus Jadi Garda Prediktif dan Preventif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-ai-bukan-ancaman-laboratorium-kesehatan-harus-jadi-garda-prediktif-dan-preventif</link>				
         <pubDate>Thu, 16 Apr 2026 11:13:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-ai-bukan-ancaman-laboratorium-kesehatan-harus-jadi-garda-prediktif-dan-preventif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 April 2026&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, secara resmi membuka Seminar Nasional Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) 2026 pada Kamis, (16/4). Dalam sambutannya, Wamenkes menegaskan bahwa peran laboratorium kesehatan menjadi kunci dalam penegakan diagnosis yang akurat, sekaligus fondasi penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.</p>
<p>Sebagai seorang klinisi, Prof. Dante menyoroti bahwa hasil pemeriksaan laboratorium selalu menjadi hal yang paling ditunggu oleh pasien.</p>
<p>&ldquo;Sebagai klinisi, ada satu pertanyaan yang selalu disampaikan kepada saya setiap kali selesai memeriksa pasien, yaitu &lsquo;hasil labnya seperti apa, Prof?&rsquo;. Di situlah kepastian berada, di situlah diagnosis ditegakkan dan keputusan dapat diambil,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Lebih lanjut, Wamenkes menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), membawa perubahan besar dalam dunia laboratorium kesehatan.</p>
<p>&ldquo;AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator. AI menggeser paradigma layanan dari kuratif menjadi prediktif dan preventif. Namun, nurani dan tanggung jawab profesional tetap tidak tergantikan oleh teknologi apa pun,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Wamenkes juga mengingatkan adanya tantangan nyata, seperti kenaikan biaya reagen dan ketergantungan pada alat impor. Oleh karena itu, kepemimpinan di sektor laboratorium dituntut untuk adaptif dan visioner.</p>
<p>&ldquo;Pemimpin laboratorium masa kini harus AI-aware dan mampu menyusun peta jalan digitalisasi, tanpa mengorbankan mutu, serta tetap berlandaskan akreditasi dan standarisasi,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Pada tingkat nasional, Kementerian Kesehatan terus mendorong transformasi digital melalui integrasi platform SATUSEHAT dan Electronic Health Record (EHR), sehingga hasil laboratorium dapat diakses secara real-time dan memperkuat sistem surveilans kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin hasil lab tidak lagi tercecer, melainkan menjadi data real-time yang dapat diakses di mana saja dan memperkuat surveilans nasional,&rdquo; jelas Wamenkes.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga memperkuat jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dari Tier 1 hingga Tier 5 melalui program InPULS, guna memastikan pemerataan kualitas layanan hingga ke pelosok daerah.</p>
<p>Menutup sambutannya, Wamenkes mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Pusat ILKI, Dr. Purwanto, menjelaskan bahwa ILKI merupakan organisasi yang mewadahi fasilitas laboratorium kesehatan, baik laboratorium klinik mandiri maupun laboratorium kesehatan masyarakat, yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa ILKI juga aktif mendukung pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk keterlibatan dalam perumusan Peraturan Menteri Kesehatan terkait laboratorium kesehatan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kami turut membantu pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk saat diminta berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Menteri Kesehatan terkait Labkesmas,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ILKI 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi, akademisi, dan industri untuk mendorong kemajuan laboratorium kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177633805969e0c48b288f68.04200893.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Layanan Jantung Berkelas Dunia di Indonesia, Gedung Baru RS Harkit Resmi Topping Off</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-jantung-berkelas-dunia-di-indonesia-gedung-baru-rs-harkit-resmi-topping-off</link>				
         <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 08:01:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-jantung-berkelas-dunia-di-indonesia-gedung-baru-rs-harkit-resmi-topping-off</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 April 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita melaksanakan topping off ceremony pembangunan Gedung Harapan Kita &ndash; Tokushukai pada Rabu (15/4). Gedung ini menjadi simbol penguatan kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung di Indonesia.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini merupakan hasil kerja sama panjang antara RS Jantung Harapan Kita dengan Tokushukai Group Jepang yang telah terjalin sejak tahun 2004.</p>
<p>&ldquo;Hari ini kita melakukan topping off gedung tertinggi di RS Jantung Harapan Kita. Ini merupakan hibah senilai sekitar Rp1 triliun dari Tokushukai, yang terwujud karena kerja sama yang sudah berjalan lama, mulai dari pertukaran dokter, ilmu pengetahuan, hingga kini aset,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia berharap kehadiran gedung baru ini tidak hanya meningkatkan kapasitas fisik rumah sakit, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan layanan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Mudah-mudahan yang tinggi bukan hanya gedungnya, tetapi juga ilmunya, skill tenaga kesehatannya, dan yang paling penting kualitas pelayanannya, sehingga mampu melayani masalah kesehatan jantung masyarakat di seluruh Indonesia,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Menkes juga menekankan pentingnya penguatan layanan promotif dan preventif untuk menekan angka penyakit jantung yang menjadi salah satu pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</p>
<p>&ldquo;Penyakit jantung merupakan salah satu pembiayaan terbesar di BPJS. Faktor risikonya seperti hipertensi, diabetes, dan merokok harus dikendalikan sejak dini, mulai dari Puskesmas melalui deteksi dini dan pengobatan awal,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ke depan, Kementerian Kesehatan juga mendorong pemanfaatan teknologi di layanan primer, termasuk penggunaan EKG dan terapi awal di Puskesmas untuk menekan rujukan dan beban rumah sakit.</p>
<p>Selain itu, Menkes mengungkapkan bahwa fasilitas di gedung baru ini akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir, termasuk robot bedah canggih Da Vinci yang dijadwalkan hadir pada November 2026.</p>
<p>&ldquo;Robot bedah paling canggih, Da Vinci, akan segera hadir di sini. Ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat kita,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menekan angka pasien yang berobat ke luar negeri.</p>
<p>&ldquo;Gedung ini akan meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 400 menjadi 800. Selain itu, fasilitas dan teknologi yang ada akan mampu bersaing dengan rumah sakit di negara tetangga, bahkan Jepang,&rdquo; ujar Iwan.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa gedung ini akan menjadi pusat pendidikan dan kolaborasi internasional di bidang kardiovaskular.</p>
<p>&ldquo;Setiap tahun, Tokushukai Group mengirimkan dokter dan perawat untuk belajar di sini. Ke depan, kami juga akan memperkuat kolaborasi riset dengan Jepang dan negara lain,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>RS Jantung Harapan Kita tetap berkomitmen memberikan layanan kepada peserta JKN, dengan proporsi pasien BPJS mencapai 70&ndash;80 persen.</p>
<p>&ldquo;Kami tetap melayani mayoritas pasien BPJS. Namun, dengan fasilitas berkelas dunia ini, kami juga membuka layanan bagi pasien umum, termasuk untuk mengurangi masyarakat yang berobat ke luar negeri,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Chairman Tokushukai Medical Group, Shinichi Higashiue, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan pusat jantung ini sebagai yang terbaik di kawasan.</p>
<p>&ldquo;Kami berharap Cardiovascular Center ini dapat menjadi yang nomor satu di Asia, bahkan menjadi pusat rujukan terbaik di dunia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ke depan, RS Jantung Harapan Kita juga akan menghadirkan tenaga medis internasional serta teknologi kesehatan mutakhir guna memperkuat posisinya sebagai pusat layanan jantung unggulan di kawasan.</p>
<p>Pembangunan Gedung Harapan Kita &ndash; Tokushukai diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan jantung nasional yang lebih berkualitas, merata, dan berdaya saing global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177624062969df47f5d130c1.51688747.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Terbitkan Aturan Untuk Cegah Konsumsi Gula Berlebih</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-terbitkan-aturan-untuk-cegah-konsumsi-gula-berlebih</link>				
         <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 00:54:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-terbitkan-aturan-untuk-cegah-konsumsi-gula-berlebih</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 April 2026 &nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan aturan pencantuman label gizi berupa Nutri Level pada pangan siap saji, terutama minuman berpemanis, yang akan diterapkan pada usaha skala besar sebagai upaya mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat.</p>
<p>Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang pencantuman label gizi dan pesan kesehatan pada pangan siap saji yang diterbitkan pada Selasa (14/4).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya edukasi untuk mencegah konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) yang berlebih sehingga menimbulkan berbagai risiko penyakit tidak menular, termasuk obesitas, hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, 4 penyakit yang menyebabkan beban pembiayaan terbesar BPJS terkait dengan konsumsi GGL yang berlebihan. Sebagai contoh, beban pembiayaan untuk gagal ginjal naik lebih dari 400% menjadi Rp 13.38 triliun di tahun 2025 dari hanya Rp 2.32 triliun di tahun 2019.</p>
<p>&ldquo;Karena itu, perlu dilakukan upaya melalui pemberian informasi dan edukasi agar masyarakat dapat lebih mudah memilih pangan siap saji yang tepat dan sehat sesuai kebutuhannya,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Menkes menambahkan, kebijakan ini juga merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Kesehatan agar seluruh kebijakan pencegahan penyakit lintas sektor dapat berjalan selaras.</p>
<p>&ldquo;UU Kesehatan mengamanatkan agar kebijakan lintas sektor diselaraskan. Kemenkes bertanggungjawab untuk mengatur pangan siap saji, sementara untuk pangan olahan atau produk pabrikan menjadi ranah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),&rdquo; jelasnya.</p>
<p>KMK ini di tahap awal tidak menargetkan usaha siap saji skala mikro, kecil dan menengah seperti warteg, gerobak dan restaurant kecil atau sederhana.</p>
<p>Minuman pemanis siap saji, sebagai contoh boba, teh tarik, kopi susu aren, jus, yang dibuat oleh usaha skala besar diminta untuk mencantumkan label gizi dan pesan kesehatan berupa Nutri Level yang dicantumkan pada media informasi sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, terutama untuk mengurangi konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan.</p>
<p>Media informasi sebagaimana dimaksud berupa pencantuman di daftar menu, kemasan eceran, brosur, spanduk, selebaran, daftar menu pada aplikasi elektronik komersial, leaflet, dan/atau bentuk media informasi lainnya.</p>
<p>Nutri Level yang dimaksud terdiri atas:</p>
<p>Level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;</p>
<p>Level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;</p>
<p>Level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning; atau</p>
<p>Level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah.</p>
<p>Level A memiliki kandungan GGL yang lebih rendah dibandingkan level B, level B memiliki kandungan GGL yang lebih rendah dari pada level C, dan seterusnya.</p>
<p>Pencantuman Nutri Level berdasarkan pernyataan mandiri pelaku usaha terhadap kandungan GGL dari hasil pengujian laboratorium pemerintah atau laboratorium lain yang terakreditasi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177621483469dee33295ff78.61595550.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Benny Dorong Cek Kesehatan Gratis ke 20.000 Warga Bandar Lampung untuk Putus Rantai TB</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-benny-dorong-cek-kesehatan-gratis-ke-20000-warga-bandar-lampung-untuk-putus-rantai-tb</link>				
         <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:20:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-benny-dorong-cek-kesehatan-gratis-ke-20000-warga-bandar-lampung-untuk-putus-rantai-tb</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Bandar Lampung, 14 April 2026&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mendorong pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara aktif ke seluruh rumah tangga pasien tuberkulosis (TB) di Kota Bandar Lampung, Lampung. Langkah ini dilakukan guna memutus rantai penularan di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Program ini menargetkan 20.000 orang dari anggota keluarga dari rumah tangga 4.301 pasien TB tahun lalu. Dimana estimasi kasus TB di kota ini mencapai 5.868 kasus. Capaian kasus TB hingga April 2026 sebanyak 882 kasus telah di temukan. Kunjungan Wamenkes bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dilakukan di Puskesmas Way Halim II, Selasa (14/4), didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.</p>
<p dir="ltr">Wamenkes Benny menekankan bahwa deteksi kasus TB selama ini cenderung hanya fokus pada warga yang sudah sakit, padahal kuman TB bisa bersifat "dorman" di tubuh orang yang tampak sehat.</p>
<p dir="ltr">"Yang diobati selama ini hanya yang sakit. Program kita sekarang: seluruh anggota rumah tangga pasien TB harus diperiksa melalui CKG, termasuk tensi darah, gula darah, dan rontgen. Jika negatif, wajib terapi pencegahan (TPT) seminggu sekali selama 12 minggu," tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Pada kesempatan tersebut, Wamenkes Benny mengungkapkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto dua tahun lalu terkait kondisi darurat TB di tanah air.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">"Bapak Presiden bilang, 'Dr. Benny, Anda tahu tidak, ada 125.000 orang meninggal setiap tahun karena TB?' Indonesia nomor dua kasus TB dunia versi WHO. Saya sampaikan, 'Pak, kalau tidak kerja lintas sektoral, tidak bisa. Tanpa Kemendagri, Kemendes, Kementerian Perumahan, Ketenagakerjaan&mdash;semua berkaitan, tidak bisa obati pasien saja tanpa perbaiki rumahnya,'" tutur Wamenkes Benny, yang ditugaskan sebagai "komandan lapangan" pemberantasan TB.</p>
<p dir="ltr">Dukungan kuat telah disiapkan Kemenkes, termasuk alokasi anggaran ekstra sebesar Rp4,1 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk percepatan penanggulangan TB&nbsp; di antaranya untuk alat rontgen, operasional percepatan kegiatan _tracing_&nbsp; kontak dan insentif bagi kader TB termasuk kader TB di Lampung (dua kader per desa/kelurahan).</p>
<p dir="ltr">"Kami bukan hanya meminta tolong, tapi menyiapkan pendanaan per sesi CKG dari kontak erat ini.&nbsp; Setiap sesi akan melayani sekitar 100 orang, sehingga terdapat sekitar 200 sesi di Bandar Lampung. Selain itu pengisian SITB juga disederhanakan," tambahnya. Secara nasional, kapasitas CKG mencapai 6 juta orang dengan target notifikasi di atas 90 persen tahun ini.</p>
<p dir="ltr">Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa sinergi pusat-daerah merupakan aspek krusial.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">"Di sinilah pentingnya kolaborasi pemerintah dari provinsi hingga kelurahan, bersama kader, tokoh masyarakat, akademisi, dan jurnalis. Sosialisasikan bahwa TB bukan hal yang ditakuti karena bisa diobati," katanya sembari memuji komitmen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam memetakan data kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Kunjungan ini merupakan bagian dari prioritas delapan program Prabowo-Gibran di bidang kesehatan, termasuk penanganan stunting dan pembangunan 66 rumah sakit. Lampung menjadi satu dari 11 provinsi fokus karena angka kasus yang tinggi dengan estimasi provinsi mencapai 31.245 kasus.</p>
<p dir="ltr">Wamenkes Benny menargetkan tahun 2026 sebagai "tahun latihan", 2027 sebagai masa penyempurnaan, hingga pada 2029 kasus TB di Lampung diharapkan turun drastis.</p>
<p dir="ltr">"Target Presiden: tiga tahun tuntas. Dengan data sesungguhnya dan langkah proaktif, seperti saat penanganan COVID-19, kita pasti bisa," tutup Wamendagri Akhmad.</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email&nbsp;<a href="mailto:kontak@kemkes.go.id" target="_blank" rel="noopener">kontak@kemkes.go.id</a>. (UW/HY)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr"><br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177624274869df503ceb2038.30366691.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan IUHW Jepang Kerja Sama Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-iuhw-jepang-kerja-sama-perkuat-pendidikan-dokter-spesialis</link>				
         <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:15:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-iuhw-jepang-kerja-sama-perkuat-pendidikan-dokter-spesialis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 April 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI dan International University of Health and Welfare (IUHW) Jepang resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperluas akses pendidikan kedokteran berstandar internasional dan memperkuat kompetensi dokter spesialis di Indonesia.&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan Presiden IUHW, Yasuhiro Suzuki, dengan disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI, di Gedung Cut Meutia Kemenkes RI, Senin (13/4).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Menteri Kesehatan, Budi G Sadikin menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Jepang dalam meningkatkan sistem kesehatan di tanah air. Ia berharap kolaborasi antara Kemenkes dan IUHW dapat menjadi warisan (legacy) penting bagi pembangunan kesehatan Indonesia di masa depan.<br>&ldquo;Jepang sudah banyak membantu Indonesia untuk meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia, dan saya harap kerjasama antara Kemenkes dan IUHW ini dapat menjadi legacy untuk kesehatan Indonesia&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>MoU ini menempatkan pendidikan kedokteran sebagai pilar utama, mencakup kerangka komprehensif mulai dari pelatihan klinis pascasarjana, pengembangan dokter spesialis (termasuk fellowship), hingga penguatan sistem kesehatan nasional. Ruang lingkup kerja sama juga melibatkan pertukaran akademik, pendampingan teknis oleh tenaga ahli Jepang di Indonesia, serta fasilitasi investasi kesehatan bagi IUHW sesuai regulasi yang berlaku.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen SDMK) akan mengembangkan program student &amp; faculty exchange serta meningkatkan kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia ke IUHW.&nbsp;</p>
<p>Saat ini, IUHW merupakan satu dari empat institusi Jepang yang diakui dalam Rekognisi Penyelenggara Pendidikan Tenaga Medis di Luar Negeri melalui Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/5/2026. Hal ini memberikan kepastian hukum bagi WNI lulusan IUHW untuk mendapatkan izin praktik di tanah air setelah melalui proses evaluasi administratif dan penilaian kemampuan sesuai Permenkes Nomor 13 Tahun 2025.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes RI turut mengusulkan pengembangan skema double degree yang diakui oleh kedua negara serta penyesuaian masa pengabdian bagi penerima beasiswa. Diharapkan, kemitraan antara IUHW dan rumah sakit pendidikan di Indonesia dapat mempercepat alih teknologi dan mendukung implementasi pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) secara lebih masif di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177612996169dd97a96297c6.27813400.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Kick-Off Imunisasi MR bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kick-off-imunisasi-mr-bagi-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-</link>				
         <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:01:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kick-off-imunisasi-mr-bagi-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 April 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai pencanangan (kick-off) pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan serta dokter internship. Langkah ini dilakukan untuk melindungi tenaga kesehatan sebagai kelompok berisiko tinggi terhadap penularan, sekaligus memutus rantai penyebaran virus di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menuturkan bahwa imunisasi ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,&rdquo; ujar Andi dalam jumpa pers luring terkait update kasus campak di Jakarta, Jumat (10/4).</p>
<p>Berdasarkan data surveilans Kemenkes, tren kasus penyakit campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Pada minggu ke-1 tahun 2026, tercatat puncak sebanyak 2.220 kasus, kemudian menurun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.</p>
<p>Meski tren menurun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat. Selain itu, capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100%, diikuti Kabupaten Bima (80,8%) dan Kota Palembang (60,9%).</p>
<p>Pemberian imunisasi MR bagi tenaga kesehatan resmi dimulai pada 10 April 2026 di masing-masing rumah sakit tempat mereka bekerja, dengan dosis 0,5 ml yang diberikan secara subkutan. Ketentuan pemberian vaksin didasarkan pada riwayat imunisasi sebelumnya yakni: tenaga kesehatan dengan riwayat dua dosis tidak perlu divaksin kembali; yang baru menerima satu dosis akan mendapatkan satu dosis tambahan; sementara yang belum memiliki riwayat imunisasi diwajibkan menerima dua dosis dengan interval minimal 28 hari.</p>
<p>Kegiatan kick-off dilaksanakan serentak di enam rumah sakit perwakilan, yaitu RSUP H. Adam Malik (Medan), RSUP Dr. Mohammad Hoesin (Palembang), RS Pusat Otak Nasional (Jakarta), RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso (Jakarta), RSUD Kota Bandung, dan RS Kemenkes Makassar CPI.</p>
<p>Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menyambut baik program ini. &ldquo;Harapannya, kejadian campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan, dapat dicegah karena riwayat imunisasi sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal,&rdquo; ungkapnya. RSUP Adam Malik menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin pada hari ini.</p>
<p>Sementara itu, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang menyatakan kesiapan melayani 100 tenaga kesehatan agar para tenaga medis dapat memberikan pelayanan optimal tanpa rasa khawatir.</p>
<p>Di tempat lain, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mencatat lonjakan kasus campak yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. &ldquo;Tahun ini, hingga April saja sudah hampir 70 pasien,&rdquo; jelas dr. Nur Aliza. Pihaknya berkomitmen mendistribusikan vaksin secara bertahap kepada seluruh karyawan.</p>
<p>Adapun dr. Rizky, seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, menilai vaksinasi ini penting sebagai perlindungan ganda bagi tenaga kesehatan, pasien, maupun lingkungan kerja.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177583399369d91389d2c837.49801129.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dari Anak untuk Ayah: Transplantasi Hati di RSUP Fatmawati Buka Harapan Baru Pasien Sirosis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dari-anak-untuk-ayah-transplantasi-hati-di-rsup-fatmawati-buka-harapan-baru-pasien-sirosis</link>				
         <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:51:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dari-anak-untuk-ayah-transplantasi-hati-di-rsup-fatmawati-buka-harapan-baru-pasien-sirosis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 April 2026&nbsp;</p>
<p>Sebuah kisah penuh makna hadir dari RSUP Fatmawati, di mana seorang anak berusia 26 tahun mendonorkan sebagian hatinya untuk sang ayah yang berusia 52 tahun melalui prosedur transplantasi hati yang dilakukan pada 9 April 2026.</p>
<p>Pasien diketahui menderita sirosis hati akibat hepatitis B, kondisi yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani secara optimal. Transplantasi hati menjadi salah satu harapan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam keberhasilan transplantasi.</p>
<p>&ldquo;Living donor transplantation menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga. Ini bukan hanya tindakan medis, tetapi juga bentuk solidaritas dan kasih sayang yang menyelamatkan nyawa,&rdquo; ujarnya pada konferensi pers yang dilaksanakan di RSUP Fatmawati pada Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Saat ini, kondisi pasien dan donor dilaporkan stabil. &ldquo;Pasien sudah dalam kondisi sadar di ruang ICU untuk observasi, dan donor juga dalam kondisi baik serta dapat berkomunikasi dengan lancar,&rdquo; jelas Prof. Dante.</p>
<p>Transplantasi hati merupakan prosedur kompleks yang melibatkan tim multidisiplin, mulai dari tahap seleksi pasien hingga pemantauan pasca operasi.</p>
<p>Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati dr. Muhammad Azhari Taufik menambahkan bahwa setiap proses transplantasi membawa pembelajaran penting. &ldquo;Kami melalui berbagai tantangan dalam setiap tindakan transplantasi. Namun dari setiap proses tersebut, kami belajar untuk memberikan pelayanan yang semakin baik bagi pasien,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Kisah ini menjadi bukti bahwa harapan bagi pasien penyakit hati stadium lanjut tetap terbuka, dengan dukungan keluarga dan layanan kesehatan yang memadai.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177581848369d8d6f3201e27.87644237.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolaborasi Indonesia Korea Perkuat Kapasitas Transplantasi Hati di RSUP Fatmawati</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-indonesia-korea-perkuat-kapasitas-transplantasi-hati-di-rsup-fatmawati</link>				
         <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:49:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-indonesia-korea-perkuat-kapasitas-transplantasi-hati-di-rsup-fatmawati</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 April 2026&nbsp;</p>
<p>Upaya pengembangan layanan transplantasi hati di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi internasional. RSUP Fatmawati bekerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) dalam pelaksanaan transplantasi hati ketiga yang dilakukan pada 9 April 2026.</p>
<p>Kerja sama ini menjadi bagian dari transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas tenaga medis Indonesia dalam bidang transplantasi organ.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya kolaborasi global dalam percepatan pengembangan layanan.</p>
<p>&ldquo;Kolaborasi dengan mitra internasional memungkinkan terjadinya transfer knowledge dan skill, sehingga ke depan Indonesia dapat mandiri dalam layanan transplantasi organ,&rdquo; ujarnya pada konferensi pers yang dilaksanakan di RSUP Fatmawati pada Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Prof. Kwang-Woong Lee dari Seoul National University Hospital (SNUH) menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan tim di RSUP Fatmawati.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan lebih dari 2.000 transplantasi hati, saya melihat progres yang sangat baik di sini. Tim menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menilai bahwa pendekatan yang dilakukan sudah sistematis.</p>
<p>&ldquo;Program ini berjalan dengan baik, mulai dari pelatihan hingga implementasi kasus. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ke tahap yang lebih maju,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Transplantasi hati sendiri merupakan prosedur kompleks yang membutuhkan kesiapan fasilitas dan tim multidisiplin. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat mempercepat pengembangan pusat-pusat transplantasi di berbagai daerah.</p>
<p>Ke depan, kerja sama internasional diharapkan terus berlanjut guna meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177581829869d8d63a814d37.29074481.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lakukan Transplantasi Hati Ketiga RSUP Fatmawati Perkuat Kemandirian Layanan Daalam Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lakukan-transplantasi-hati-ketiga-rsup-fatmawati-perkuat-kemandirian-layanan-daalam-negeri</link>				
         <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 10:41:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lakukan-transplantasi-hati-ketiga-rsup-fatmawati-perkuat-kemandirian-layanan-daalam-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 April 2026&nbsp;</p>
<p>RSUP Fatmawati kembali mencatatkan capaian penting dengan melaksanakan transplantasi hati ketiga pada 9 April 2026, pada pasien dengan sirosis hati akibat hepatitis B. Tindakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian layanan transplantasi organ di Indonesia.</p>
<p>Prosedur dilakukan dengan pendekatan living donor liver transplantation, di mana donor berasal dari anak kandung pasien. Pendekatan ini menjadi solusi di tengah keterbatasan donor organ, sekaligus menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam proses penyembuhan pasien.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa pengembangan layanan transplantasi di dalam negeri merupakan prioritas pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Transplantasi hati adalah terapi definitif bagi pasien dengan penyakit hati kronik. Dengan penguatan layanan di dalam negeri, masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri,&rdquo; ujarnya pada konferensi pers yang dilaksanakan di RSUP Fatmawati pada Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pembiayaan transplantasi telah dijamin negara. &ldquo;Biaya transplantasi sekitar Rp600 juta dan seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses layanan kesehatan yang merata,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Pengembangan layanan transplantasi di RSUP Fatmawati dilakukan secara bertahap, termasuk melalui kerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis.</p>
<p>Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati dr. Muhammad Azhari Taufik menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem layanan.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan layanan transplantasi terbaik tanpa harus ke luar negeri. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ke depan, layanan transplantasi organ diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pasien di seluruh Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177581815169d8d5a7006fa1.96850145.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Izin Vaksin Campak Untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Bagi Tenaga Kesehatan </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/izin-vaksin-campak-untuk-dewasa-keluar-kemenkes-prioritaskan-vaksinasi-bagi-tenaga-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 08 Apr 2026 13:45:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/izin-vaksin-campak-untuk-dewasa-keluar-kemenkes-prioritaskan-vaksinasi-bagi-tenaga-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Izin Vaksin Campak Untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Bagi Tenaga Kesehatan</p>
<p>Jakarta, 08 April 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes), menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari BPOM untuk kelompok usia dewasa.</p>
<p>Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyebut langkah ini diambil untuk melindungi garda terdepan yang berisiko tinggi tertular. Adapun sasaran prioritasnya adalah 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.</p>
<p>&ldquo;Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,&rdquo; kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (08/04).</p>
<p>Selain nakes di daerah prioritas, vaksinasi juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia. Total kebutuhan untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.</p>
<p>Rizka memastikan kebutuhan tersebut sangat tercukupi dengan stok nasional saat ini. Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR sebanyak 9,8 juta dosis yang cukup untuk 5,5 bulan ke depan.</p>
<p>&ldquo;Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,&rdquo; ujar Rizka. &nbsp;ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, izin perluasan indikasi telah diterbitkan untuk vaksin MR, MMR, dan measles tunggal produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).</p>
<p>&ldquo;Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,&rdquo; jelas Taruna.</p>
<p>Di akhir keterangannya, Rizka mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak (usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster SD) tanpa menunggu terjadinya wabah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177569961269d7069c57d2a1.90438824.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Desa Jadi Ujung Tombak, Pemerintah Dorong Perluasan Desa Siaga TB di Seluruh Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/desa-jadi-ujung-tombak-pemerintah-dorong-perluasan-desa-siaga-tb-di-seluruh-indonesia</link>				
         <pubDate>Mon, 06 Apr 2026 14:28:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/desa-jadi-ujung-tombak-pemerintah-dorong-perluasan-desa-siaga-tb-di-seluruh-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 April 2026</p>
<p>Pemerintah menekankan pentingnya peran daerah hingga tingkat desa dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.</p>
<p>Dalam Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan penanggulangan TB lintas sektor.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah daerah menjadi penggerak utama dalam mengoordinasikan penanggulangan TB hingga ke tingkat desa dan kelurahan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Saat ini, dari total 84.276 desa di Indonesia, baru sekitar 5.711 desa yang telah membentuk Desa/Kelurahan Siaga TB yang tersebar di 22 provinsi dan 108 kabupaten/kota.</p>
<p>Pemerintah juga telah menetapkan 11 provinsi prioritas penanganan TB, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.</p>
<p>Program Desa/Kelurahan Siaga TB dinilai strategis dalam menemukan kasus secara aktif, meningkatkan edukasi masyarakat, serta mendampingi pasien hingga tuntas berobat.</p>
<p>&ldquo;Desa dan kelurahan menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus, mendampingi pasien, dan menggerakkan masyarakat untuk bersama melawan TB,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menambahkan bahwa keberhasilan eliminasi TB membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan masyarakat, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan media.</p>
<p>&ldquo;Peran media sangat strategis dalam mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan hingga tuntas,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Pemerintah memastikan bahwa pelayanan bagi orang terduga TB merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi oleh seluruh pemerintah daerah.</p>
<p>Dengan penguatan peran desa dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan eliminasi TB di Indonesia dapat tercapai lebih cepat dan menyeluruh.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177548882369d3cf37d03225.76428446.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Setiap 4 Menit Satu Nyawa Melayang, Pemerintah Genjot Deteksi Dini dan Pengobatan TB</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/setiap-4-menit-satu-nyawa-melayang-pemerintah-genjot-deteksi-dini-dan-pengobatan-tb</link>				
         <pubDate>Mon, 06 Apr 2026 14:22:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/setiap-4-menit-satu-nyawa-melayang-pemerintah-genjot-deteksi-dini-dan-pengobatan-tb</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 April 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah Indonesia menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional, menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, mengungkapkan bahwa setiap menit dua orang terinfeksi TB dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indonesia mencatat lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahunnya, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai respons, pemerintah mendorong langkah cepat melalui deteksi dini masif, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, strategi lain yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TB, serta penguatan peran masyarakat dan kader kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dukungan global juga terus diperkuat. Perwakilan WHO Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10% dari total kasus TB dunia.</p>
<p>Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TB pada orang tanpa HIV dan 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>WHO juga menyoroti tantangan besar, seperti kasus yang belum terdiagnosis, TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, harapan tetap ada melalui inovasi, dengan lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TB, dan 18 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan.</p>
<p>&ldquo;Ini saatnya bertindak sekarang,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177548878969d3cf15e66f72.76104559.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan KP2MI Bentuk Migrant Career Center di 38 Poltekkes </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-kp2mi-bentuk-migrant-career-center-di-38-poltekkes</link>				
         <pubDate>Thu, 02 Apr 2026 16:35:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-kp2mi-bentuk-migrant-career-center-di-38-poltekkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 April 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sepakat memperkuat penyiapan tenaga kesehatan Indonesia untuk tembus ke pasar global. Kerja sama ini diwujudkan melalui pembentukan Migrant Career Center di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes.</p>
<p>Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyiapan Pekerja Migran Indonesia Bidang Kesehatan yang disaksikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/4).</p>
<p>Langkah strategis ini bertujuan menciptakan kolaborasi antarinstansi dalam memenuhi permintaan tenaga kesehatan di luar negeri yang terus meningkat, dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wamenkes Dante menekankan urgensi kemitraan dengan KP2MI untuk menjamin perlindungan hukum dan keamanan bagi tenaga kesehatan Indonesia yang meniti karier di mancanegara.</p>
<p>"Sinergi dengan KP2MI sangat penting untuk memfasilitasi tenaga kesehatan kita agar bisa berkarier secara profesional di mancanegara dengan perlindungan hukum dan kesejahteraan yang pasti," ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Wamen Christina menegaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah aspek perlindungan serta kepastian agar pekerja memahami hak dan kewajibannya.</p>
<p>&ldquo;Pembentukan Migrant Career Center di 38 Poltekkes akan menyediakan ekosistem informasi menyeluruh, termasuk skema pembiayaan, demi memperkuat daya saing pekerja migran Indonesia di pasar internasional,&rdquo; ujar Wamen Christina.</p>
<p>Selain pengembangan kapasitas, kerja sama ini mencakup pertukaran data serta sosialisasi masif mengenai migrasi aman guna mencegah penempatan nonprosedural. Migrant Career Center akan berfungsi sebagai pusat layanan satu pintu (one-stop service) bagi mahasiswa, alumni Poltekkes, maupun masyarakat umum untuk mengakses informasi peluang kerja dan fasilitas penempatan yang legal.</p>
<p>Indonesia memiliki potensi besar dengan 38 Poltekkes yang meluluskan lebih dari 42.000 tenaga kesehatan setiap tahun. Pada 2029, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus perawat hingga lebih dari 50.000 orang.</p>
<p>"Kita akan menghadapi surplus lulusan keperawatan di Indonesia sebanyak 50.000 orang pada tahun 2029. Saat ini, baru sekitar 10 persen yang terserap bekerja di luar negeri. Artinya, ada potensi 90 persen lagi yang sangat besar untuk kita maksimalkan," tutur Wamenkes Dante.</p>
<p>Sejak 2021, terdapat permintaan sekitar 33.000 tenaga kesehatan dari berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi, dan Qatar. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan tersebut.</p>
<p>Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, hanya sekitar 1.100 lulusan Poltekkes yang berhasil menembus pasar global. Kesenjangan ini terjadi bukan karena rendahnya kompetensi klinis, melainkan karena minimnya kesiapan bahasa, adaptasi budaya, serta ekosistem penempatan yang belum terstruktur.</p>
<p>Direktur Jenderal SDM Kesehatan, Yuli Farianti, menambahkan bahwa melalui kemitraan ini pemerintah dan instansi terkait berupaya menyediakan skema pemberangkatan yang transparan sehingga para lulusan tidak lagi merasa ragu untuk mengejar peluang di luar negeri.</p>
<p>&ldquo;Selama ini banyak lulusan kita yang punya potensi, tetapi belum memiliki jalur yang jelas untuk ke luar negeri. Dengan kerja sama ini, kita ingin memastikan jalur itu ada, jelas, dan aman,&rdquo; pungkas Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177518800569cf3825c49f58.81940905.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tegaskan Tidak Ada Indikasi Kelebihan Beban Kerja pada Kasus Dokter Internsip </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tegaskan-tidak-ada-indikasi-kelebihan-beban-kerja-pada-kasus-dokter-internsip-</link>				
         <pubDate>Mon, 30 Mar 2026 18:05:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tegaskan-tidak-ada-indikasi-kelebihan-beban-kerja-pada-kasus-dokter-internsip-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi kelebihan beban kerja dalam kasus meninggalnya dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) pada Februari dan Maret 2026.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan berdasarkan hasil penelusuran menyeluruh untuk memastikan aspek keselamatan, kesejahteraan, dan kondisi kerja dokter secara nasional.</p>
<p>Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr. Yuli Farianti, menjelaskan bahwa identifikasi kronologi telah dilakukan bersama Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Pusat, KIKI Provinsi, serta dokter pendamping.</p>
<p>Hasilnya menunjukkan bahwa setiap kasus memiliki kondisi medis yang berbeda, yakni campak dengan komplikasi jantung dan otak, dugaan anemia, serta demam berdarah dengue (DBD) dengan komplikasi syok (Dengue Shock Syndrome).</p>
<p>&ldquo;Total waktu kerja tidak lebih dari 48 jam per minggu dan izin istirahat telah diberikan sesuai ketentuan. Saat dirujuk ke fasilitas kesehatan, kondisi sudah berada pada fase lanjut perjalanan penyakit,&rdquo; ujar dr. Yuli dalam jumpa pers daring, Senin (30/3).</p>
<p>Kemenkes juga menegaskan bahwa pelaksanaan Program Internsip telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, dengan durasi 12 bulan dan jam kerja 40&ndash;48 jam per minggu. Selain itu, peserta internsip juga memiliki hak untuk mendapatkan izin hingga 90 hari dalam satu tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagai bagian dari perlindungan terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta.</p>
<p>Sebagai respons atas kejadian ini, Kemenkes memperkuat berbagai langkah perlindungan, termasuk respons cepat penanganan peserta sakit, jaminan perawatan tuntas, pengawasan dokter pembimbing, hingga penguatan skrining kesehatan dan pengaturan jam kerja.</p>
<p>Kemenkes juga meningkatkan transparansi kanal pengaduan serta memperkuat pengawasan bersama KIKI di seluruh wilayah.</p>
<p>&ldquo;Kami memastikan perlindungan peserta menjadi prioritas, sekaligus menjaga standar keselamatan pasien,&rdquo; tegas dr. Yuli.</p>
<p>Kemenkes mengingatkan seluruh tenaga medis untuk disiplin menggunakan APD, mematuhi SOP, serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan pribadi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177493152969cb4e4980c517.22711140.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus Campak Turun 93 Persen, Kemenkes Pastikan Surveilans Tetap Ketat </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-campak-turun-93-persen-kemenkes-pastikan-surveilans-tetap-ketat-</link>				
         <pubDate>Mon, 30 Mar 2026 18:05:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-campak-turun-93-persen-kemenkes-pastikan-surveilans-tetap-ketat-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan penurunan signifikan kasus suspek dan terkonfirmasi campak di Indonesia. Hingga minggu ke-12 tahun 2026, kasus harian turun drastis sebesar 93 persen, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret.</p>
<p>Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes, dr. Andi Saguni, dalam jumpa pers daring di Jakarta, Senin (30/3).</p>
<p>&ldquo;Tren penurunan ini terpantau konsisten di 14 provinsi dan 10 kabupaten/kota dengan riwayat lonjakan kasus pada akhir 2025 dan awal 2026,&rdquo; ujar dr. Andi.</p>
<p>Merespons kekhawatiran publik terkait validitas data selama periode libur Lebaran, dr. Andi menegaskan bahwa sistem surveilans tetap berjalan optimal. Pengawasan dilakukan secara real-time melalui metode New All Record (NAR) dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari fasilitas kesehatan, yang kemudian diverifikasi silang dengan dinas kesehatan daerah.</p>
<p>Meskipun tren kasus menurun, data nasional mencatat 10 kasus kematian akibat campak sepanjang 2026. Salah satu kasus fatal menimpa seorang dokter internsip di Kabupaten Cianjur, berinisial AMW (25), yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi campak pada jantung dan otak.</p>
<p>AMW diduga terpapar saat menangani pasien campak pada 8 Maret, namun tetap bertugas meski telah bergejala demam sejak 18 Maret. Kondisinya memburuk dengan munculnya ruam pada 21 Maret, hingga akhirnya mengalami penurunan kesadaran dan tidak tertolong setelah dirawat di ICU RS Cimacan. Kasus ini telah terkonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium Biofarma.</p>
<p>Kejadian ini terjadi saat Kabupaten Cianjur mencatat total 15 suspek dan 10 kasus campak terkonfirmasi, dengan puncak kasus terjadi pada minggu ke-10.</p>
<p>Secara nasional, sekitar 8 persen kasus campak menginfeksi kelompok dewasa (di atas 18 tahun), di mana faktor komorbid dan tingginya intensitas paparan menjadi pemicu risiko keparahan.</p>
<p>Sebagai langkah strategis, pemerintah tengah mempercepat analisis uji klinis vaksin untuk memperluas program vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, khususnya tenaga medis.</p>
<p>&ldquo;Menanggapi kasus yang menimpa dokter internsip, Kemenkes berkomitmen memberikan vaksinasi campak bagi seluruh peserta program internsip. Kami juga mewajibkan wahana penempatan untuk memastikan ketersediaan APD serta mengatur beban kerja dan hak istirahat yang cukup bagi nakes yang menangani penyakit menular,&rdquo; tegas dr. Andi.</p>
<p>Ia pun mengingatkan pentingnya disiplin operasional untuk mencegah penularan. &ldquo;Jika muncul gejala sekecil apa pun, segera melapor, beristirahat penuh, dan tidak memaksakan diri untuk bertugas,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Kemenkes mengimbau masyarakat dan tenaga kesehatan yang belum divaksinasi untuk segera melengkapi status imunisasi guna memutus rantai penularan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177491643169cb134f9e01e6.02115824.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lindungi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lindungi-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-kemenkes-keluarkan-surat-edaran-kewaspadaan-campak</link>				
         <pubDate>Sun, 29 Mar 2026 06:59:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lindungi-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-kemenkes-keluarkan-surat-edaran-kewaspadaan-campak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Maret 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus campak dan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah di Indonesia.</p>
<p><a href="https://s.kemkes.go.id/SEKewaspadaanCampak">https://s.kemkes.go.id/SEKewaspadaanCampak</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang rentan tertular karena intensitas kontak dengan pasien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,&rdquo; ujar Andi Saguni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai upaya pengendalian, Kemenkes telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya di lingkungan fasilitas kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui surat edaran ini, Kemenkes menginstruksikan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan, antara lain dengan melakukan skrining dan triase dini, menyiapkan ruang isolasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta memperkuat sistem pengendalian infeksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi, serta segera melaporkan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,&rdquo; tambah Andi Saguni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes juga menegaskan bahwa seluruh kasus suspek campak harus dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam melalui sistem surveilans yang telah ditetapkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan diterbitkannya surat edaran ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan bersama-sama menekan penyebaran campak, sekaligus melindungi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177476825469c8d07e2e9e62.24839766.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Arus Balik Lebaran: Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Tekan Risiko Kecelakaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/arus-balik-lebaran-pemerintah-perkuat-layanan-kesehatan-dan-tekan-risiko-kecelakaan</link>				
         <pubDate>Wed, 25 Mar 2026 12:50:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/arus-balik-lebaran-pemerintah-perkuat-layanan-kesehatan-dan-tekan-risiko-kecelakaan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 24 Maret 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah terus memperkuat upaya keamanan arus balik Lebaran melalui rekayasa lalu lintas dan layanan kesehatan guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, serta tetap dalam kondisi sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, menyampaikan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas one way (satu arah) merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Penerapan jalur satu arah ini merupakan upaya untuk mengurai kepadatan arus balik sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kami ingin memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan lancar,&rdquo; ujar Menko PMK saat memberikan keterangan pers di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan arus balik tahun ini. &ldquo;Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ini adalah bentuk inovasi bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan perjalanan, terutama bagi para pengemudi. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis di berbagai titik perjalanan, termasuk rest area dan pos kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memastikan masyarakat kembali dari mudik dalam kondisi sehat dan selamat. Pemerintah telah menyiapkan layanan cek kesehatan gratis, khususnya bagi para pengemudi karena mereka sangat menentukan keselamatan perjalanan,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain layanan kesehatan, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, terutama terkait pentingnya istirahat berkala selama perjalanan jauh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami mengimbau pengendara untuk beristirahat setiap 3 jam. Pengemudi yang lelah dan mengantuk merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkat sinergi lintas sektor, angka kecelakaan selama arus mudik dan balik tahun ini dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, berkat kolaborasi yang baik, angka kecelakaan turun drastis tahun ini,&rdquo; ungkap Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih aman, seperti layanan pengangkutan sepeda motor menggunakan kereta api untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Fasilitas pengangkutan sepeda motor melalui kereta api dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan dan menekan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara jarak jauh,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, penerapan rekayasa lalu lintas one way tetap menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran arus balik, sekaligus memberi ruang bagi mobilitas yang lebih aman dan terkendali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan menjaga kondisi tubuh selama perjalanan, demi keselamatan bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (AP/DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177444320469c3dac460f547.05952582.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Pastikan Posko Kesehatan Gambir Siap Dukung Mudik Aman dan Nyaman</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Mar 2026 18:54:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Maret 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, melakukan pemantauan ke Posko Kesehatan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan layanan kesehatan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dengan tema nasional &ldquo;Mudik Aman, Lebaran Nyaman&rdquo;.</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Wamenkes Dante menyampaikan bahwa hipertensi menjadi kasus kesehatan yang paling dominan pada pemudik, disusul diabetes dan influenza. Seluruh pemudik yang mengalami keluhan langsung mendapatkan penanganan medis serta obat-obatan secara gratis di Posko Kesehatan Gambir.</p>
<p>&ldquo;Jumlah pemudik di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 680.000 orang, khususnya pengguna kereta api. Di Stasiun Gambir sendiri, jumlahnya sekitar 63.000 orang. Jika ada yang sakit selama perjalanan, ini bisa menjadi masalah besar. Karena itu, kesiapan posko kesehatan sangat penting,&rdquo; ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Selain penumpang, kesehatan petugas operasional juga menjadi perhatian utama untuk menjamin keselamatan perjalanan. Berdasarkan data pemeriksaan awak kereta api oleh internal PT KAI, sebanyak 277 petugas (masinis, kondektur, pramugara/i, dan teknisi) telah menjalani skrining. Hasilnya, 125 orang dinyatakan laik, 133 orang laik dengan catatan (memerlukan pemantauan), dan 19 orang tidak laik bertugas karena faktor kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Ini penting karena kesehatan petugas, terutama masinis dan teknisi, sangat menentukan keselamatan ribuan pemudik,&rdquo; tegas Wamenkes Dante.</p>
<p>Posko Kesehatan Stasiun Gambir telah memenuhi standar pelayanan dengan fasilitas komprehensif, mulai dari pemeriksaan umum, tekanan darah, gula darah, hingga pemeriksaan gigi. Pemudik diimbau memanfaatkan waktu tunggu keberangkatan untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Akses layanan juga dibuat fleksibel, cukup dengan menunjukkan kartu identitas, asuransi kesehatan, atau melalui pendaftaran daring.</p>
<p>Terkait kondisi di lapangan, Wamenkes Dante mengingatkan pemudik untuk mewaspadai cuaca panas ekstrem di Jakarta yang berisiko menyebabkan heatstroke. &ldquo;Pastikan minum cukup, hindari paparan panas berlebih, dan gunakan pelindung diri. Bagi musafir yang berpuasa namun merasa tidak kuat, diperbolehkan tidak berpuasa demi menjaga stamina dan keselamatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Wamenkes Dante juga menjelaskan kewaspadaan terhadap gejala campak, seperti demam dan munculnya bintik merah di belakang telinga. Apabila mengalami gejala tersebut, pemudik diminta segera melapor dan melakukan isolasi mandiri agar tidak menulari keluarga di kampung halaman.</p>
<p>Kesiapsiagaan ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/163/2026. Pemerintah telah menyiagakan tim penyelenggaraan kesehatan, pos pelayanan, fasilitas rujukan kegawatdaruratan, hingga skrining laik berkendara di berbagai simpul mudik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177379222769b9ebe36f9548.11174382.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Pastikan RS Tetap Siaga Tangani Darurat Saat Libur Lebaran 2026</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-pastikan-rs-tetap-siaga-tangani-darurat-saat-libur-lebaran-2026</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Mar 2026 14:57:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-pastikan-rs-tetap-siaga-tangani-darurat-saat-libur-lebaran-2026</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Maret 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat darurat (emergency) selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh pada 20-24 Maret 2026. Penegasan ini bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan esensial.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menkes saat meninjau kesiapan layanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Senin (16/3). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk menjamin pelayanan publik tetap optimal di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan masa libur nasional.</p>
<p>"Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi" tandas Budi.</p>
<p>Budi mencontohkan, layanan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), CT Scan untuk kasus stroke, hingga operasi perdarahan akibat kecelakaan akan tetap siaga 24 jam. Tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang dipastikan siap untuk menangani kasus-kasus darurat tersebut.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari penguatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Kemenkes secara nasional untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Kementerian Kesehatan menyiagakan ribuan fasilitas, termasuk 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, dan 119.372 Public Safety Center (PSC). Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi, didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri PANRB menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan publik selama masa libur. Ia mendorong pasien dan keluarga untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika menemui kendala di lapangan.</p>
<p>"Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan. Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit," tegas Rini.</p>
<p>Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap berdedikasi melayani masyarakat. Inovasi seperti sistem pendaftaran online di RS Dharmais diharapkan terus dikembangkan di rumah sakit lain untuk memastikan pemerataan kualitas layanan dan kenyamanan pasien.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p><br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177367340669b81bbe722055.79280409.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Akhiri Polemik, MA Perkuat Legalitas Kolegium Kesehatan Indonesia Periode 2024–2028</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/akhiri-polemik-ma-perkuat-legalitas-kolegium-kesehatan-indonesia-periode-20242028</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Mar 2026 04:21:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/akhiri-polemik-ma-perkuat-legalitas-kolegium-kesehatan-indonesia-periode-20242028</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Maret 2026</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyambut baik terbitnya ketetapan hukum melalui Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menguatkan Putusan PTUN Jakarta No. 470/G/2024/PTUN.JKT. Ketetapan ini memberikan kepastian hukum bagi seluruh praktisi kesehatan mengenai keabsahan keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024-2028.</p>
<p>Bagi Pemerintah, hasil proses hukum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat stabilitas transformasi kesehatan nasional sekaligus menjadi jaminan atas kemandirian profesi medis dan tenaga kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Staf Ahli Menteri Bidang Hukum, Indah Febrianti, menyampaikan bahwa rangkaian proses hukum ini justru menjadi jalan konstitusional untuk memperjelas dan memperkuat peran kelembagaan Kolegium.</p>
<p>&ldquo;Kami memandang putusan ini sebagai sebuah titik terang bagi kepastian hukum kolegium kita. Hal ini menegaskan bahwa langkah penataan yang dilakukan Pemerintah selaras dengan semangat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya, yaitu untuk mendukung eksistensi kolegium sebagai pilar ilmu pengetahuan kesehatan yang sah,&rdquo; ujar Indah di Jakarta (16/3)</p>
<p>Indah menjelaskan bahwa dinamika yang terjadi selama proses persidangan harus dimaknai sebagai upaya penyempurnaan organisasi agar lebih berimbang dan profesional. Fokus utama pemerintah adalah menjaga agar tidak ada ruang bagi intervensi yang dapat mengganggu kemurnian ilmu pengetahuan.</p>
<p>&ldquo;Putusan ini mengonfirmasi bahwa penataan yang dilakukan adalah untuk menyempurnakan pola tata hubungan antara Pemerintah dengan kelompok profesi. Tujuannya sangat mulia, yakni memastikan independensi profesi tetap terjaga dan terhindar dari dominasi pihak tertentu, sehingga setiap disiplin ilmu dapat tumbuh secara objektif,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Selaras dengan pertimbangan hukum majelis hakim, pemerintah menegaskan bahwa peran negara adalah memfasilitasi dan mengoordinasikan dukungan agar ekosistem kesehatan menjadi lebih kondusif. Kolegium tetap memegang kendali penuh dan otonomi luas dalam menyusun standar kompetensi serta kurikulum pendidikan secara mandiri, profesional, dan bebas dari intervensi birokrasi.</p>
<p>Pemerintah kembali menegaskan bahwa Kolegium Kesehatan Indonesia bersifat inklusif. Melalui proses seleksi yang transparan, seluruh pakar dan tenaga medis dari berbagai latar belakang&mdash;termasuk para akademisi dan praktisi dari kolegium sebelumnya&mdash;memiliki ruang yang sama untuk bersatu dan berkontribusi.</p>
<p>&ldquo;Kini saatnya kita melampaui perbedaan pandangan dan bergerak bersama dalam satu tujuan besar: menjaga standar pendidikan profesi demi keselamatan pasien di seluruh Indonesia. Kepastian hukum ini adalah undangan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk kembali bersinergi demi keberhasilan transformasi kesehatan kita,&rdquo; pungkas Indah.</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengajak seluruh insan kesehatan di Indonesia untuk bahu-membahu memastikan standar keilmuan dan layanan kesehatan di tanah air tetap unggul, berintegritas, dan diakui secara global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177364181569b7a057ddf384.25891619.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Lepas Mudik Bersama Kemenkes: “Mudik Itu Pulang dari Hati” </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-lepas-mudik-bersama-kemenkes-mudik-itu-pulang-dari-hati-</link>				
         <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 17:40:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-lepas-mudik-bersama-kemenkes-mudik-itu-pulang-dari-hati-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI memberangkatkan 1.126 peserta mudik bersama pegawai dari halaman Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (13/3). Sebanyak 26 armada bus disiapkan untuk melayani perjalanan ke berbagai kota di Jawa dan Sumatra, guna membantu pegawai kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan sehat.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momen emosional untuk kembali berkumpul dengan keluarga.</p>
<p>&ldquo;Mudik itu bukan sekadar pulang kampung, tetapi pulang dari hati. Kita kembali bertemu keluarga dengan kehangatan setelah sekian waktu setahun, dua tahun berpisah dari mereka,&rdquo; ujar Wamenkes Dante saat melepas keberangkatan peserta.</p>
<p>Tahun ini, bus mudik Kemenkes melayani berbagai rute menuju kota-kota besar, di antaranya Padang, Bukittinggi, Palembang, Malang, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Purworejo, dengan tujuan terjauh hingga Medan, Sumatra Utara. Program ini diharapkan dapat memudahkan pegawai menjangkau kampung halaman tanpa harus menghadapi risiko perjalanan yang melelahkan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes Dante juga mengingatkan para pengemudi untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan.</p>
<p>&ldquo;Kepada para sopir, lakukan peregangan dan beristirahat setiap empat jam. Keselamatan adalah yang utama,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa penyelenggaraan mudik bersama ini dirancang dengan pendekatan kesehatan yang ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi.</p>
<p>&ldquo;Ini mudik yang kita lakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan. Ada cek kesehatan gratis, termasuk untuk para pengemudi. Sejak awal, mereka juga menjalani tes kesehatan untuk memastikan tidak ada konsumsi narkoba atau alkohol, serta pemeriksaan terkait kesehatan jiwa,&rdquo; kata Kunta.</p>
<p>Ia menambahkan, kesiapan layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik juga telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.</p>
<p>&ldquo;Pos layanan kesehatan di rest area dan titik lainnya sudah dikoordinasikan dengan berbagai stakeholder serta pemerintah daerah, sehingga dokter dan perawat dapat disuplai dari fasilitas kesehatan terdekat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Andi Saguni mengingatkan para pemudik, khususnya yang membawa anak kecil, untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan.</p>
<p>Ia menyoroti penyakit menular seperti campak yang memiliki tingkat penularan tinggi.</p>
<p>&ldquo;Jika anak sakit, sebaiknya tunda perjalanan sampai benar-benar sembuh agar tidak menularkan kepada orang lain. Kami juga menganjurkan penggunaan masker bagi yang bergejala serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, terutama di tempat ramai,&rdquo; tutur Andi.</p>
<p>Program mudik bersama ini disambut antusias oleh para pegawai Kemenkes. Arti Novelia Trisnawati (37), staf Pusat Krisis Kesehatan yang berangkat menuju Surabaya, mengaku senang dapat kembali mengikuti program mudik gratis ini.</p>
<p>&ldquo;Selain gratis, busnya nyaman dan mendapat makan minum. Saya juga selalu mendapatkan teman baru di perjalanan. Persiapan fisik yang sehat penting agar perjalanan lancar. Semoga tahun depan program mudik gratis ini terus berlanjut,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Dinna Andriana (41) dari Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan yang mudik ke Palembang bersama adiknya.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan pertama kali saya ikut. Harapannya mudik bersama ini terus terselenggara ke depannya dan jumlah busnya bisa ditambah,&rdquo; katanya.</p>
<p>Penyelenggaraan mudik bersama ini terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan sejumlah mitra perbankan, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI.<br>Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes di 1500-567 atau melalui email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177345411369b4c3219fc471.34009219.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Siapkan Layanan Cek Kesehatan Gratis Pengemudi untuk Amankan Mudik Lebaran</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-layanan-cek-kesehatan-gratis-pengemudi-untuk-amankan-mudik-lebaran</link>				
         <pubDate>Fri, 13 Mar 2026 11:46:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-layanan-cek-kesehatan-gratis-pengemudi-untuk-amankan-mudik-lebaran</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Merak, 13 Maret 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kesiapan layanan kesehatan untuk mendukung kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait di Pelabuhan Merak, Jumat (13/3).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peninjauan dilakukan guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal, termasuk kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa arus mudik tahun ini diperkirakan lebih terdistribusi karena rentang waktu libur yang relatif panjang. Jadwal libur yang dimulai dari cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), disambung dengan Hari Raya Nyepi hingga Idul Fitri, serta kebijakan kerja fleksibel diharapkan membuat perjalanan mudik berlangsung lebih bertahap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rentang mudik tahun ini cukup panjang. Mulai dari cuti bersama ASN yang disambung dengan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, serta kebijakan kerja fleksibel. Dengan rentang waktu yang panjang ini, kami berharap distribusi pemudik bisa lebih merata dan tidak tertumpuk pada hari-hari tertentu,&rdquo; ujar Menko PMK.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan rapat koordinasi guna memastikan kesiapan layanan selama periode mudik. Berbagai inovasi juga disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tahun lalu tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan mudik sangat tinggi. Tahun ini kita harapkan bisa lebih baik lagi. Meski demikian, kita tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti kondisi cuaca dan hal-hal tak terduga lainnya, sehingga diperlukan sinergi semua pihak untuk bekerja responsif dan melayani masyarakat dengan ramah,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat, Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah langkah preventif, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan umum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima saat membawa penumpang selama periode mudik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pengemudi kendaraan umum akan diberikan cek kesehatan gratis, sesuai program bapak Presiden Prabowo, agar dipastikan kondisi mereka sehat saat mengendarai kendaraan,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah-daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes juga mengapresiasi seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan mudik. Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat terus menurunkan angka kecelakaan selama periode mudik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang bertugas. Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun terus menurun, dari sekitar 4.000 kasus menjadi sekitar 3.000 kasus tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini bisa turun lagi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kesiapan layanan kesehatan serta sinergi lintas sektor, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177363796369b7914b402011.49833492.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Percepat Bantuan bagi 3.000 Tenaga Kesehatan Terdampak Bencana di Sumatra  </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-percepat-bantuan-bagi-3000-tenaga-kesehatan-terdampak-bencana-di-sumatra--</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Mar 2026 08:53:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-percepat-bantuan-bagi-3000-tenaga-kesehatan-terdampak-bencana-di-sumatra--</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri memprioritaskan pemberian bantuan bagi sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.</p>
<p>Hingga saat ini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai penyerahan donasi ambulans dan alat kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pemulihan fasilitas fisik, tetapi juga pada kesejahteraan para nakes.</p>
<p>"Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat, maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak," ujar Budi.</p>
<p>Budi berharap bantuan ini dapat tersalurkan secepat mungkin, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah tengah mengupayakan agar para nakes dapat merayakan Lebaran di kediaman masing-masing yang sudah diperbaiki. Menkes juga mengapresiasi dukungan Menteri Dalam Negeri yang aktif mengoordinasikan kebutuhan ini di berbagai forum, termasuk di DPR dan Kementerian Keuangan.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku pimpinan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra, menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus mendapat prioritas utama agar mereka bisa kembali fokus melayani masyarakat tanpa beban pribadi.</p>
<p>Sesuai skema Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan perbaikan rumah meliputi: Rusak Ringan (Rp15 juta), &nbsp;Rusak Sedang (Rp30 juta), Rusak Berat/Hilang (Rp60 juta atau pembangunan kembali melalui Kementerian Perumahan).</p>
<p>Selain bantuan fisik rumah, nakes terdampak juga berhak mendapatkan bantuan perorangan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut mencakup uang lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabotan Rp3 juta, dan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.</p>
<p>"Data nakes terdampak harus segera diserahkan secara rinci per kabupaten kepada BNPB dan Kementerian Sosial agar eksekusi di lapangan dapat diprioritaskan," tegas Tito. Saat ini, Kementerian Sosial telah menyalurkan hampir Rp900 miliar pada gelombang pertama dan akan segera melanjutkan ke tahap berikutnya.</p>
<p>Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kemenkes menerima donasi 31 unit ambulans dan alat kesehatan dari PT Astra International Tbk, PT Indomobil, dan Yayasan Melco Bhakti Nusa. Ambulans tersebut akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota terdampak di wilayah Sumatra.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan kolaborasi ini adalah wujud nyata kemitraan pemerintah dan swasta dalam penanggulangan krisis kesehatan. Selain itu, Kemenkes telah mengantongi persetujuan tambahan anggaran Rp 529 miliar untuk melengkapi kebutuhan alat kesehatan.&nbsp;</p>
<p>Melalui berbagai dukungan ini, diharapkan para tenaga kesehatan di wilayah terdampak dapat segera pulih secara personal sehingga mampu kembali memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177330611569b2810302f0b2.77452231.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Teruskan Bantuan Ambulans dan Alkes dari Swasta untuk Sumatra </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-teruskan-bantuan-ambulans-dan-alkes-dari-swasta-untuk-sumatra-</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Mar 2026 07:35:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-teruskan-bantuan-ambulans-dan-alkes-dari-swasta-untuk-sumatra-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>v</p>
<p>Jakarta, 12 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) salurkan bantuan 31 unit ambulans dan alat kesehatan dari sektor swasta. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terjadi pada medio November 2025.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan bantuan secara simbolis bagi Puskesmas dan RSUD yang terdampak bencana. Penyerahan bantuan berlangsung di Lapangan Upacara Kemenkes RI pada Kamis (12/3).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa bencana tersebut sempat menyebabkan puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas berhenti beroperasi. Namun, melalui gerak cepat pemerintah, layanan kesehatan dapat segera dipulihkan.</p>
<p>"Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir seluruhnya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi, dalam waktu sekitar satu bulan, layanan kesehatan dasar pada dasarnya sudah berjalan normal," tutur Budi.</p>
<p>Budi menambahkan, dukungan sektor swasta sangat krusial dalam mempercepat pemulihan di lapangan. "Pemerintah memiliki anggaran, namun prosesnya terkadang tidak secepat swasta. Padahal, layanan kesehatan tidak bisa ditunda. Itulah sebabnya saya mengajak rekan-rekan swasta agar realisasi di lapangan bisa lebih cepat," jelasnya.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra, memberikan apresiasi tinggi atas kecepatan pemulihan di sektor kesehatan.</p>
<p>"Saya melihat fasilitas kesehatan, khususnya RSUD, semuanya berjalan paling cepat dibandingkan sektor yang lain. Pak Menkes turun langsung ke lapangan, mengirim banyak relawan bahkan sampai ke daerah pegunungan," tandas Tito.</p>
<p>Melengkapi dukungan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha melaporkan rincian donasi ambulans yang berasal dari PT Astra International Tbk (20 unit), PT Indomobil (10 unit), dan Yayasan Melco Bhakti Nusa (1 unit).</p>
<p>"Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi dalam memperkuat penanggulangan krisis kesehatan secara cepat dan efektif," kata Kunta.&nbsp;</p>
<p>Selain ambulans, PT Astra International Tbk juga memberikan bantuan alat kesehatan untuk tujuh rumah sakit di Aceh dan Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan.</p>
<p>Selain donasi swasta, Kemenkes juga telah mendapatkan persetujuan tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar. Dana tersebut akan disalurkan ke tiga provinsi terdampak untuk melengkapi kebutuhan yang belum tercakup oleh bantuan donatur.</p>
<p>Sebanyak 31 unit ambulans tersebut akan didistribusikan ke 31 fasilitas pelayanan kesehatan di 11 kabupaten/kota, meliputi: Kabupaten Aceh Tamiang (7 unit), Aceh Utara (6 unit), Aceh Tengah (5 unit), Bener Meriah (3 unit), Bireuen (3 unit), Gayo Lues (2 unit), Aceh Timur (1 unit), Pidie Jaya (1 unit), Kota Medan (1 unit), Kabupaten Tapanuli Tengah (1 unit), dan Kota Pariaman (1 unit).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177330179369b27021c70480.98313987.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kusta Bisa Sembuh, Temukan Dini dan Obati Sampai Tuntas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kusta-bisa-sembuh-temukan-dini-dan-obati-sampai-tuntas</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Mar 2026 07:10:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kusta-bisa-sembuh-temukan-dini-dan-obati-sampai-tuntas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi kusta di Indonesia melalui strategi deteksi dini, pengobatan tuntas, serta pemberian pencegahan bagi kontak erat pasien. Hal ini disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia yang diselenggarakan di auditorium Siwabessy gedung Prof. Sujudi Kemenkes RI pada Rabu (11/3).</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa kusta merupakan penyakit menular yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan sering dikaitkan dengan stigma serta diskriminasi di masyarakat. Padahal secara ilmiah, penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan.</p>
<p>&ldquo;Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menekankan bahwa strategi utama dalam mengendalikan kusta adalah dengan menemukan kasus sebanyak mungkin agar dapat segera diobati dan menghentikan penularan.</p>
<p>&ldquo;Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak. Justru itu menunjukkan sistem deteksi kita bekerja dengan baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati, karena obatnya ada dan pengobatannya bisa selesai,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Menurut Menkes, pengobatan kusta relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan apabila pasien menjalani terapi secara rutin hingga tuntas.</p>
<p>Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memperkuat skrining kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar kasus dapat ditemukan lebih dini di masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Strateginya jelas: temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai selesai, dan berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan cara ini penularan bisa dihentikan,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Khusus di wilayah Indonesia Timur, Kemenkes juga mendorong pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi kemungkinan resistensi obat melalui pemeriksaan genetik, sehingga pasien dapat segera mendapatkan terapi yang tepat.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kusta Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen nasional dalam menghapus stigma serta mempercepat eliminasi penyakit ini.</p>
<p>&ldquo;Peringatan Hari Kusta Sedunia merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta,&rdquo; ujar dr. Andi.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan peringatan tahun ini meliputi skrining mandiri keluarga, lomba penulisan bagi jurnalis, hingga puncak acara yang diisi dengan kampanye edukasi dan pemberian penghargaan kepada fasilitas kesehatan yang aktif menemukan kasus baru.</p>
<p>Penghargaan diberikan kepada beberapa puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta baru terbanyak, antara lain di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Brebes, dan Kota Jayapura.</p>
<p>&ldquo;Melalui peringatan Hari Kusta Sedunia tahun ini, kami menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat sinergi nasional menuju eliminasi kusta serta Indonesia bebas stigma terhadap penyintas kusta,&rdquo; kata dr. Andi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika menemukan gejala kusta, serta mendukung upaya penghapusan stigma agar pasien dapat memperoleh pengobatan secara cepat dan tuntas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177321307469b11592e16b60.14112863.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan KPK Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi di Sektor Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-kpk-perkuat-kolaborasi-cegah-korupsi-di-sektor-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Mar 2026 07:06:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-kpk-perkuat-kolaborasi-cegah-korupsi-di-sektor-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Maret 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kerja sama dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di sektor kesehatan untuk periode 2026&ndash;2030. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Ketua KPK Setyo Budiyanto di Auditorium Dr. J. Leimena, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (11/3).</p>
<p>Nota Kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya yang telah berakhir pada Desember 2025. Melalui kesepakatan ini, kedua lembaga memperkuat koordinasi, pertukaran data, serta berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan program kesehatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki kompleksitas tinggi, termasuk dalam hal pembiayaan dan pengelolaan layanan. Karena itu, penguatan tata kelola menjadi bagian penting dari transformasi kesehatan yang sedang dijalankan.</p>
<p>&ldquo;Sektor kesehatan adalah industri yang sangat kompleks dengan variasi harga layanan yang sangat besar. Karena itu, kita harus memastikan sistemnya transparan dan efisien agar tidak membuka ruang bagi praktik korupsi yang merugikan masyarakat,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan tata kelola internal guna mencegah terjadinya praktik korupsi secara sistemik.</p>
<p>&ldquo;Kami di Kementerian Kesehatan sangat serius untuk memperbaiki sistem di institusi ini dan juga di ekosistem industri kesehatan. Kami ingin memastikan bahwa praktik korupsi, apalagi yang bersifat sistemik, dapat ditekan semaksimal mungkin,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Menkes juga menegaskan bahwa komitmen membangun integritas harus dimulai dari internal organisasi, termasuk memperkuat budaya kerja yang bersih dan transparan.</p>
<p>&ldquo;Kita harus memperbaiki sistem sekaligus membangun budaya yang bersih. Sistem tanpa budaya yang baik tidak akan berjalan. Karena itu integritas harus dimulai dari pimpinan dan menjadi contoh bagi seluruh jajaran,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa kerja sama antara KPK dan Kementerian Kesehatan merupakan langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi di sektor publik.</p>
<p>&ldquo;Kolaborasi antara KPK dan Kementerian Kesehatan harus semakin kuat, terutama dalam upaya pencegahan. Pencegahan yang efektif akan menghindarkan kita dari proses penindakan yang panjang dan kompleks,&rdquo; ujar Setyo.</p>
<p>Ia juga menegaskan pentingnya peran pimpinan dalam memastikan pengawasan berjalan efektif hingga ke level paling bawah dalam organisasi.</p>
<p>&ldquo;Para pimpinan tidak boleh hanya berada di zona aman. Pengawasan harus berjalan dari tingkat pimpinan hingga ke level paling bawah agar tidak ada ruang bagi oknum yang mencoba memanfaatkan situasi,&rdquo; kata Setyo.</p>
<p>Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada satuan kerja Kementerian Kesehatan yang berhasil meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tingkat nasional tahun 2025.</p>
<p>Melalui penguatan kolaborasi dengan KPK, Kementerian Kesehatan berharap upaya pembangunan budaya integritas dan tata kelola yang bersih dapat terus diperkuat sehingga mendukung terwujudnya sistem kesehatan nasional yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177321302669b11562cc9055.70284511.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Benny Dorong Deteksi Dini TBC ke Tingkat Rumah: 100 Persen Kontak Erat Wajib Diperiksa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-benny-dorong-deteksi-dini-tbc-ke-tingkat-rumah-100-persen-kontak-erat-wajib-diperiksa</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Mar 2026 20:00:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-benny-dorong-deteksi-dini-tbc-ke-tingkat-rumah-100-persen-kontak-erat-wajib-diperiksa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bandung, 10 Maret 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus yang biasa dipanggil dr. Benny, menegaskan strategi deteksi dini tuberkulosis (TBC) yang agresif, masif, hingga menjangkau tingkat rumah tangga. Penegasan ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja percepatan eliminasi TBC di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/3).</p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, bertujuan untuk melihat langsung pelaksanaan program kesehatan di daerah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan eliminasi TBC.</p>
<p>Melalui pendekatan baru tersebut, pemerintah fokus terhadap perubahan paradigma penanggulangan TBC dari pasif (menunggu pasien datang) menjadi aktif (mendatangi sumber penularan). Langkah ini diambil guna menekan tajam angka infeksi yang masih tinggi demi mengejar target eliminasi pada 2030.</p>
<p>Wamenkes Benny menekankan pentingnya penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) melalui strategi deteksi dini yang lebih masif. Ia menargetkan 100 persen kontak erat dari pasien TBC wajib diperiksa untuk memastikan penanganan komprehensif sejak dini sekaligus memutus mata rantai penularan.</p>
<p>Sebagai gambaran, dari sekitar 235.000 kasus TBC di Provinsi Jawa Barat, terdapat sekitar 235.000 rumah yang harus didatangi. Diestimasi, sedikitnya 1 juta orang yang merupakan kontak erat akan terdeteksi dan diperiksa.</p>
<p>"Masyarakat yang terjangkit TBC harus terus diperiksa, dicek kesehatannya, dan dilakukan pencegahan. Kalau positif TBC bakal terus diobati sampai sembuh 100 persen, karena TBC ini bisa disembuhkan asalkan meminum obat secara teratur. Pengobatan tersedia gratis di Puskesmas," tandas Benny.</p>
<p>Dalam Program Nasional, setiap provinsi ditargetkan mampu menemukan minimal 90% dari estimasi kasus TBC tahunan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, Jawa Barat sendiri menunjukkan kinerja yang sangat optimal dengan berhasil mendeteksi 96% dari total estimasi 234.280 kasus pada tahun 2025, sebuah capaian yang berada di atas standar nasional.</p>
<p>Tingginya angka penemuan kasus ini menjadi kunci utama dalam mempercepat inisiasi pengobatan bagi pasien. Dengan terdeteksinya penderita secara lebih dini, pemerintah dapat segera memberikan intervensi medis yang tepat untuk memutus rantai penularan di masyarakat secara lebih efektif.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2024 Indonesia menyumbang 10 persen kasus TBC global atau sekitar 1,08 juta kasus. Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2010 yang berada di level 7 persen (842 ribu kasus).&nbsp;</p>
<p>Diperkirakan 1.080.000 orang sakit TBC, dengan 126.000 di antaranya meninggal dunia akibat penyakit TBC.</p>
<p>Situasi tersebut mendorong Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Pengentasan TBC 2025-2029. Targetnya adalah menurunkan insiden TBC sebesar 50 persen menjadi 190 per 100.000 penduduk pada 2029. Program ini berfokus pada empat indikator utama: penemuan kasus, inisiasi pengobatan, angka keberhasilan pengobatan, dan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT).</p>
<p>Guna mendukung strategi ini, pemerintah pusat turut memberikan dukungan peralatan medis. Kabupaten Bandung diperkirakan membutuhkan sekitar 45 unit alat Rontgen (X-Ray) untuk mempercepat pemeriksaan di masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TBC memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah. Ia meminta Pemda untuk tidak ragu menyampaikan kondisi riil di lapangan.</p>
<p>"Kita jangan malu untuk mengekspos data yang sesungguhnya sekalipun angkanya besar. Justru di sinilah nanti kita akan menentukan strategi penanganan yang tepat," ujar Akhmad.</p>
<p>Sebelumnya, Wamendagri dan Wamenkes Benny menyempatkan diri meninjauan langsung layanan kesehatan di Puskesmas Soreang. Pada kesempatan itu, dilakukan diskusi singkat mengenai penguatan pelayanan kesehatan primer serta optimalisasi deteksi dan penanganan TBC di tingkat fasilitas kesehatan dasar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177321313569b115cfb7f5b1.43543347.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pastikan Layanan Efektif, Kemenkes Bedah Praktik Baik Kebijakan Kesehatan di Lampung dan Papua Barat Daya </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-layanan-efektif-kemenkes-bedah-praktik-baik-kebijakan-kesehatan-di-lampung-dan-papua-barat-daya-</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Mar 2026 13:10:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-layanan-efektif-kemenkes-bedah-praktik-baik-kebijakan-kesehatan-di-lampung-dan-papua-barat-daya-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Maret 2026</p>
<p>Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Workshop Evaluasi Implementasi Kebijakan Kesehatan di Kabupaten/Kota, Selasa (10/3). Kegiatan yang berlangsung secara hibrida ini melibatkan tujuh daerah dari Provinsi Lampung dan Papua Barat Daya guna memastikan kebijakan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p>Tujuh daerah tersebut meliputi Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kota Metro, Kabupaten Pringsewu, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan. Dalam diskusi ini, para kepala dinas kesehatan memaparkan tantangan lokal mulai dari penanganan stunting, pengendalian tuberkulosis (TB) dan HIV, hingga penguatan layanan di tingkat puskesmas.</p>
<p>Kepala Pusat Kebijakan Sistem dan Sumber Daya Kesehatan BKPK, Lupi Trilaksono, menegaskan bahwa kebijakan kesehatan tidak boleh berhenti hanya pada dokumen regulasi. &ldquo;Forum ini penting untuk melihat bagaimana kebijakan nasional dijalankan di daerah, sekaligus memahami kendala yang dihadapi di lapangan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Palupi dari Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah daerah. Menurutnya, indikator nasional hanya dapat tercapai jika kebijakan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.<br>Inovasi dan Regulasi Daerah&nbsp;</p>
<p>Sejumlah daerah membagikan praktik baik dalam memperkuat layanan kesehatan melalui regulasi lokal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menjelaskan bahwa regulasi daerah sangat membantu tata kelola layanan. &ldquo;Pelayanan di fasilitas kesehatan dapat berjalan lebih terarah dan koordinasi antar tenaga kesehatan menjadi lebih baik,&rdquo; ungkapnya.<br>Sementara itu, Kabupaten Pringsewu fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Ali Subagiyo, menyatakan pihaknya terus memperkuat regulasi daerah agar program kesehatan lebih terarah dan mendorong koordinasi lintas sektor.</p>
<p>Beberapa capaian menonjol lainnya yang dibahas dalam workshop ini antara lain:<br>- Kabupaten Sorong Selatan: Mengembangkan sistem pemantauan implementasi kebijakan berbasis elektronik yang terhubung dengan indikator SPM.<br>- Kabupaten Lampung Selatan: Berhasil mengintegrasikan berbagai program kesehatan dalam satu kerangka kebijakan daerah untuk pencegahan penyakit.<br>- Kota Metro: Melakukan pembaruan regulasi kesehatan lingkungan untuk menjawab tantangan kesehatan perkotaan.<br>- Kota Bandar Lampung: Menitikberatkan pada penetapan wilayah prioritas untuk penanganan stunting.</p>
<p>Meski regulasi telah tersedia, tiga tim pakar Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenkes, Wiendra Waworuntu, Riati Anggraini, dan Oscar Primadi menggarisbawahi tantangan yang masih ditemukan, seperti keterbatasan tenaga kesehatan, sarana yang belum merata, serta perlunya sinkronisasi kebijakan daerah dengan pusat.</p>
<p>Melalui workshop ini, diharapkan setiap daerah dapat saling berbagi pembelajaran untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif. Evaluasi berkala menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.</p>
<p>Melalui berbagai dukungan ini, diharapkan para tenaga kesehatan di wilayah terdampak dapat segera pulih secara personal sehingga mampu kembali memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. (TH/SW/UW/HY)</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177349417269b55f9ce3a394.69336137.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Alarm Kesehatan Mental Anak: CKG Temukan Ratusan Ribu Anak Bergejala Cemas dan Depresi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/alarm-kesehatan-mental-anak-ckg-temukan-ratusan-ribu-anak-bergejala-cemas-dan-depresi</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Mar 2026 09:02:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/alarm-kesehatan-mental-anak-ckg-temukan-ratusan-ribu-anak-bergejala-cemas-dan-depresi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Jakarta, 9 Maret 2026</p>
<p dir="ltr">Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025&ndash;2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3).</p>
<p dir="ltr">Budi mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, persoalan kesehatan mental pada anak perlu mendapat perhatian serius karena dapat berujung pada kematian akibat bunuh diri. Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren peningkatan anak yang mencoba bunuh diri, dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.</p>
<p dir="ltr">Menkes menjelaskan, masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi faktor individu, tetapi juga lingkungan keluarga, pertemanan, serta pendidikan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,&rdquo; katanya.</p>
<p dir="ltr">Menindaklanjuti temuan tersebut, Kemenkes menargetkan perluasan skrining CKG hingga menjangkau 25 juta anak. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, mengatakan hasil skrining akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas.</p>
<p dir="ltr">Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas, yakni sekitar 203 orang. Selain itu, pemerintah menyiagakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id guna mendukung intervensi cepat.</p>
<p dir="ltr">Di sektor pendidikan, Kemenkes mendorong peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas untuk mendampingi siswa yang terdeteksi memiliki gejala.</p>
<p dir="ltr">Upaya deteksi dini ini juga diperkuat melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan kementerian dan lembaga pada Kamis (5/3). Kolaborasi tersebut bertujuan membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi, mulai dari pencegahan (promotif-preventif) hingga pengobatan (kuratif-rehabilitatif).</p>
<p dir="ltr">Sembilan instansi yang terlibat meliputi Kemenkes, KemenPPPA, Komdigi, Kemendikdasmen, Kemendukbangga/BKKBN, Kemenag, Kemendagri, Kemensos, dan Polri.</p>
<p dir="ltr">Melalui SKB tersebut, pemerintah juga menjamin kerahasiaan data pribadi anak guna mencegah stigma serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan mental secara komprehensif, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177306120669aec456cbb535.80333792.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tinjau Pembangunan RSUD Tafaeri Nias Utara, Perkuat Layanan Penyakit Katastropik di Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tinjau-pembangunan-rsud-tafaeri-nias-utara-perkuat-layanan-penyakit-katastropik-di-daerah</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 04:23:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tinjau-pembangunan-rsud-tafaeri-nias-utara-perkuat-layanan-penyakit-katastropik-di-daerah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Nias Utara, 6 Maret 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin meninjau progres pembangunan gedung RSUD Tafaeri di Kabupaten Nias Utara pada Jumat (6/3). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan rumah sakit yang sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama pada Maret 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembangunan RSUD Tafaeri merupakan bagian dari program pemerintah PHTC untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T), melalui pembangunan 66 rumah sakit umum daerah di berbagai kabupaten/kota.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat di daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Program quick win dari Presiden Prabowo adalah membangun 66 RSUD di kabupaten/kota, khususnya di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. Beberapa rumah sakit sudah hampir selesai dan RSUD Nias Utara ini termasuk yang sedang kita percepat penyelesaiannya,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah pembangunan gedung selesai, rumah sakit ini akan dilengkapi dengan berbagai peralatan medis modern untuk menangani penyakit-penyakit katastropik yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jika rumah sakit ini sudah selesai dan alat-alatnya tersedia, masyarakat Nias Utara tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Medan untuk mendapatkan layanan penyakit seperti stroke, jantung, ginjal, dan kanker. Layanannya bisa dilakukan langsung di sini,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pembangunan fasilitas dan penyediaan alat kesehatan, pemerintah juga menyiapkan strategi pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, melalui percepatan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita juga mempercepat pendidikan dokter spesialis dan membuka programnya di rumah sakit daerah. Targetnya, rumah sakit ini nantinya memiliki sekitar 7 sampai 9 dokter spesialis agar layanannya benar-benar lengkap,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah berharap kehadiran RSUD Tafaeri dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Nias Utara dan wilayah sekitarnya, sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan rujukan ke kota besar untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan fasilitas kesehatan di wilayahnya. Ia berharap kehadiran rumah sakit ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kehadiran Bapak Menteri Kesehatan di Nias Utara tentu menjadi semangat bagi kami. Kami berharap pembangunan rumah sakit ini dapat segera selesai sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa setelah pembangunan gedung selesai, fasilitas alat kesehatan di RSUD Tafaeri akan dilengkapi secara bertahap agar rumah sakit dapat segera beroperasi dan memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177285934269abafce66c8e2.77986964.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Stok Vaksin MR Aman, Dukung Percepatan Imunisasi Cegah Campak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-stok-vaksin-mr-aman-dukung-percepatan-imunisasi-cegah-campak</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 04:20:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-stok-vaksin-mr-aman-dukung-percepatan-imunisasi-cegah-campak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Maret 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi dalam merespons peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa penyediaan vaksin menjadi salah satu faktor kunci dalam pengendalian wabah campak selain kegiatan surveilans dan deteksi dini kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,&rdquo; ujar Rizka Andalusia dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, pada Jumat (6/3).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data per 6 Maret 2026, stok vaksin MR di Indonesia dipastikan mencukupi. Di tingkat pusat tersedia sekitar 9,5 juta dosis vaksin, sementara di daerah telah terdistribusi sekitar 6,6 juta dosis yang tersebar di dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan juga melakukan pemantauan distribusi dan ketersediaan vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL), yang memantau inventori logistik hingga tingkat puskesmas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai, dengan 23 provinsi memiliki stok untuk 2&ndash;5 bulan, sembilan provinsi untuk 5&ndash;7 bulan, serta enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi prioritas pengendalian campak. Rizka juga menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan hasil studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella. Penelitian menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping, Rizka menjelaskan bahwa reaksi yang muncul setelah imunisasi umumnya bersifat ringan dan sementara. &ldquo;Efek samping vaksin MR pada umumnya ringan, seperti demam ringan, kemerahan atau nyeri di tempat suntikan, serta ruam ringan. Reaksi ini biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait vaksin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Informasi yang menyebutkan bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi, seperti kanal komunikasi Kementerian Kesehatan, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pemerintah pusat dan daerah akan terus memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi, serta pelayanan imunisasi di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam program imunisasi untuk melindungi anak-anak dari campak dan komplikasi berat yang dapat ditimbulkannya,&rdquo; pungkas Rizka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177285923769abaf654d6d58.36585247.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Campak Jelang Libur Lebaran, Kemenkes Percepat Imunisasi Anak di Wilayah Risiko</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-campak-jelang-libur-lebaran-kemenkes-percepat-imunisasi-anak-di-wilayah-risiko</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 04:16:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-campak-jelang-libur-lebaran-kemenkes-percepat-imunisasi-anak-di-wilayah-risiko</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Maret 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat dan potensi kerumunan dinilai dapat memperbesar risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,&rdquo; ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, pada Jumat (6/3).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski tren mulai menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran karena mobilitas masyarakat dan aktivitas berkumpul dapat meningkatkan risiko penularan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko. Program ini dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9&ndash;59 bulan selama Maret 2026.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik layanan untuk menjangkau lebih banyak anak, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan (PAUD dan TK), tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,&rdquo; kata dr. Andi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian campak sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah, dukungan lintas sektor, serta partisipasi masyarakat dalam memastikan cakupan imunisasi minimal 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok dan mencegah penyebaran penyakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177285921369abaf4d78e3b6.10639231.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes dan Program CKG Raih Penghargaan Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dan-program-ckg-raih-penghargaan-internasional</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Mar 2026 02:48:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dan-program-ckg-raih-penghargaan-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Menkes dan Program CKG Raih Penghargaan Internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Singapura, 4 Maret 2026</p>
<p>Transformasi digital dan inovasi layanan kesehatan Indonesia mendapatkan pengakuan di tingkat Asia-Pasifik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berhasil meraih dua penghargaan kategori Special Mention dalam ajang Festival of Innovation Award 2026 yang diselenggarakan oleh GovInsider di Singapura, Rabu (4/3).</p>
<p>Penghargaan pertama, Special Mention untuk kategori Digital Leader of the Year, dianugerahkan kepada Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin. Apresiasi ini diberikan atas kepemimpinannya membangun ekosistem SATUSEHAT sebagai Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) yang terintegrasi. Langkah strategis Menkes dinilai berhasil mendorong efisiensi birokrasi serta memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>Penghargaan kedua, Special Mention pada kategori Agility Award, diberikan untuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, CKG dinilai responsif dalam memenuhi kebutuhan layanan preventif melalui inovasi teknologi dan kebijakan berbasis data near real-time. Hingga hari ini (5/3), penduduk Indonesia yang telah mendaftar program CKG tercatat sebanyak 85.320.550.</p>
<p>Atas pencapaian tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.<br><br>"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Fokus utama kami adalah memastikan setiap warga negara, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan kesehatan preventif dengan mudah dan cepat melalui dukungan teknologi digital yang terintegrasi," ujar Aji di Jakarta (4/3).</p>
<p>Festival of Innovation Award sendiri merupakan ajang tahunan bagi sektor publik se-Asia Pasifik yang menunjukkan keberhasilan pelayanan melalui teknologi. Kategori Digital Leader menyoroti tokoh penggerak inovasi digital, sementara Agility Award menekankan kemampuan instansi beradaptasi secara cepat melalui solusi praktis dan efisien menghadapi tantangan kesehatan.</p>
<p>Capaian ini diharapkan memperkuat keberlanjutan integrasi data kesehatan dalam ekosistem SATUSEHAT. Upaya digitalisasi akan terus ditingkatkan guna memastikan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (KK/UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br><br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177276555869aa417691aa30.77627403.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Dorong Deteksi Dini dan Perilaku Mendengar Aman</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dorong-deteksi-dini-dan-perilaku-mendengar-aman</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Mar 2026 13:57:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dorong-deteksi-dini-dan-perilaku-mendengar-aman</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Maret 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Paparan suara keras dari penggunaan perangkat audio pribadi, musik dengan volume tinggi, serta lingkungan bising masih menjadi faktor risiko utama gangguan pendengaran, khususnya pada anak dan generasi muda. Padahal, sebagian besar gangguan pendengaran dapat dicegah melalui deteksi dini dan penerapan perilaku mendengar yang aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut disampaikan dalam media briefing Hari Pendengaran Sedunia 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI pada Senin (2/3/2026) di Ruang Rapat Lantai 5, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan bahwa gangguan pendengaran masih belum menjadi perhatian utama masyarakat, meskipun berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, khususnya pada masa tumbuh kembang anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pendengaran memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, mulai dari perkembangan bahasa, kemampuan belajar, interaksi sosial, hingga produktivitas di usia dewasa. Gangguan pendengaran dapat terjadi sejak lahir hingga lanjut usia dan perlu ditangani secara serius melalui upaya pencegahan dan deteksi dini,&rdquo; ujar dr. Siti Nadia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 31 Desember 2025, dari total 18.697.124 orang yang menjalani skrining pendengaran, sebanyak 337.056 orang atau 1,8 persen terdeteksi mengalami gangguan pendengaran. Sementara itu, per 1 Maret 2026, dari 4.128.849 orang yang telah menjalani skrining pendengaran, ditemukan 51.215 orang atau 1,24 persen mengalami gangguan pendengaran.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Data ini menunjukkan bahwa gangguan pendengaran masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius melalui penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan, pemeriksaan pendengaran telah menjadi bagian dari Program CKG, yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Masih banyak anak yang dianggap tidak fokus atau mengalami kesulitan belajar, padahal bisa jadi disebabkan oleh gangguan pendengaran. Oleh karena itu, pemeriksaan pendengaran secara berkala menjadi sangat penting,&rdquo; tambah dr. Siti Nadia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026 menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan pendengaran anak. Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip safe listening, khususnya dalam penggunaan perangkat audio pribadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi volume penggunaan earphone maksimal 60 persen dan durasi tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda. Penggunaan yang berlebihan dan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pendengaran,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL), Dr. dr. Fikri Mirza Putranto, menyampaikan bahwa Indonesia telah berkomitmen menurunkan angka gangguan pendengaran hingga 50 persen pada tahun 2030, sejalan dengan target global kesehatan pendengaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Upaya penurunan gangguan pendengaran memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan pendengaran meliputi infeksi telinga, gangguan bawaan sejak lahir, paparan bising, penggunaan perangkat audio pribadi secara berlebihan, serta budaya lingkungan yang bising.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gangguan pendengaran pada anak kerap tidak terlihat secara fisik, namun berdampak pada kemampuan komunikasi, prestasi belajar, dan interaksi sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan pendengaran semakin meningkat, sehingga gangguan pendengaran dapat dicegah dan ditangani lebih dini demi mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177246035269a5994001a7e9.57366144.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan Campak, Kemenkes Fokus Tutup Kantong Rentan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-jadi-kunci-pencegahan-campak-kemenkes-fokus-tutup-kantong-rentan</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Feb 2026 15:11:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-jadi-kunci-pencegahan-campak-kemenkes-fokus-tutup-kantong-rentan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (26/2/2026), Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Plt. Dirjen P2, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa capaian imunisasi nasional terus ditingkatkan untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,&rdquo; tegas dr. Andi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, Kemenkes melakukan penguatan imunisasi rutin, imunisasi kejar, serta imunisasi tambahan di wilayah dengan cakupan rendah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti menekankan pentingnya melihat data imunisasi hingga tingkat paling bawah. &ldquo;Secara nasional capaian imunisasi MR sudah melampaui target, tetapi kasus campak masih bisa terjadi jika ada desa atau wilayah tertentu yang cakupannya rendah. Kantong-kantong inilah yang harus menjadi fokus pencegahan,&rdquo; jelas dr. Mulya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain imunisasi, pemerintah juga memperkuat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat serta kewaspadaan masyarakat terhadap gejala campak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177211888169a06361bd1507.48308176.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Waspadai Dinamika Campak Nasional dan Global</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-waspadai-dinamika-campak-nasional-dan-global</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Feb 2026 15:06:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-waspadai-dinamika-campak-nasional-dan-global</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan perkembangan terkini situasi campak nasional dan global dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (26/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah masih ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Sementara pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen). Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular sehingga memerlukan kewaspadaan dan respons cepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu,&rdquo; ujar dr. Andi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga penguatan sistem kewaspadaan dini menjadi prioritas utama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami terus memperkuat surveilans campak secara nasional, termasuk penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam setelah penemuan kasus dan pelaporan real time melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR),&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peningkatan kasus campak juga dilaporkan di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat, yang turut meningkatkan risiko penularan lintas negara. Indonesia juga menerima notifikasi International Health Regulations (IHR) terkait kasus campak pada warga negara asing asal Australia yang sempat melakukan perjalanan dan tinggal sementara di Indonesia. Seluruh kasus tersebut telah dinyatakan sembuh, dan koordinasi lintas negara terus dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti, menegaskan bahwa dinamika kasus campak sangat berkaitan dengan ketimpangan cakupan imunisasi di tingkat daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Secara nasional capaian imunisasi campak-rubella sudah melampaui target, namun kasus masih terjadi di provinsi, kabupaten, bahkan desa tertentu yang memiliki cakupan imunisasi rendah. Di wilayah-wilayah inilah risiko KLB campak menjadi lebih tinggi,&rdquo; ujar dr. Mulya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan nasional melalui penguatan surveilans, respons cepat KLB, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah guna mencegah meluasnya penularan campak di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177211866769a0628b12a432.48322353.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Targetkan Turunkan Kematian Kanker Payudara 2,5% Per Tahun Melalui RAN 2025-2034</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-targetkan-turunkan-kematian-kanker-payudara-2,5-per-tahun-melalui-ran-2025-2034</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Feb 2026 10:45:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-targetkan-turunkan-kematian-kanker-payudara-2,5-per-tahun-melalui-ran-2025-2034</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mendiseminasikan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara 2025&ndash;2034. Langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk mengejar target standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni menurunkan angka kematian (mortalitas) akibat kanker payudara sebesar 2,5% setiap tahunnya.</p>
<p>Upaya ini diperkuat melalui forum Public Private Community Partnership (PPCP) yang digelar di Kantor Kemenkes, Jakarta Kamis (26/2). forum diskusi yang berlangsung setengah hari ini melibatkan lintas sektor menyatukan pemerintah, organisasi profesi, swasta, dan komunitas penyintas dalam mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan kanker di Indonesia.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Wakil Menteri Kesehtan Dante Saksono Harbuwono mengatakan terdapat disparitas angka kematian karena kanker payudara di negara maju dan berkembang akibat akses layanan.<br><br>&ldquo;Mortalitas akibat kanker payudara telah menurun di high-income country, karena kesadaran untuk deteksi dini dan akses ke pengobatan sudah lebih baik. Sebaliknya di <em>low-middle-income</em> country, kematian masih tinggi akibat tantangan dalam akses layanan kesehatan&rdquo; tutur Dante.</p>
<p>Padahal, lanjut Dante, WHO menetapkan target agar setiap negara dapat menurunkan mortalitas kanker payudara sebesar 2,5% per tahun, termasuk bagi Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah menyusun RAN Kanker Payudara Tahun 2025&ndash;2034 sebagai panduan bersama untuk bergerak lebih cepat dan terarah.&nbsp;</p>
<p>Saya harap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dilanjutkan dengan aksi kolaboratif nyata, baik dalam bentuk program, pilot project, maupun dukungan pendanaan. Tujuan utama kita adalah cure (menyembuhkan) dan palliate (meringankan beban)," ujar Dante.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini. Data Kemenkes menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam penanganan pasien.</p>
<p>"Dari 14 juta sasaran perempuan, baru 4,1 juta yang menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 20 ribu orang dengan kelainan, namun hanya 6.000 orang yang melanjutkan pengobatan, dan hanya separuhnya yang berhasil mencapai akses rumah sakit," ungkap Nadia.</p>
<p>Nadia menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah keraguan masyarakat untuk memeriksakan diri serta sinkronisasi sistem agar pasien tidak "hilang" di tengah jalan. Oleh karena itu, RAN Kanker Payudara disusun berpedoman pada tiga pilar WHO Global Breast Cancer Initiative.</p>
<p>Deteksi Dini: 60% pasien didiagnosis pada stadium awal (stadium 1 atau 2), Diagnosis Cepat: Diagnosis tegak dalam waktu 60 hari sejak gejala awal muncul. Pengobatan Tuntas: Lebih dari 80% pasien menerima terapi modalitas (kombinasi operasi, radiasi, kemoterapi, dll) hingga selesai.</p>
<p>RAN Kanker Payudara 2025&ndash;2034 sendiri mencakup lima strategi utama: promosi kesehatan, peningkatan deteksi dini, perluasan akses layanan bermutu, penguatan registrasi kanker, dan koordinasi kemitraan multipihak.</p>
<p>Melalui forum PPCP, pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi kemitraan inklusif demi mencapai target angka kesintasan (survival rate) 5 tahun sebesar 70% bagi pasien kanker payudara di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177215752469a0fa54e1b4d3.83383632.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dengan Skema Baru, Putra Daerah Kini Lebih Berpeluang Jadi Dokter Spesialis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dengan-skema-baru-putra-daerah-kini-lebih-berpeluang-jadi-dokter-spesialis</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Feb 2026 01:14:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dengan-skema-baru-putra-daerah-kini-lebih-berpeluang-jadi-dokter-spesialis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Februari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat sistem kesehatan nasional melalui percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dengan pendekatan kebijakan afirmatif bagi putra-putri daerah, terutama dari daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).&nbsp;</p>
<p>Kebijakan afirmatif dilakukan untuk menekan hambatan biaya pendidikan sekaligus membuka akses pendidikan kedokteran spesialis bagi calon tenaga medis yang berasal dari keluarga kurang mampu.</p>
<p>Upaya tersebut dilatarbelakangi oleh masih belum meratanya jumlah dan distribusi dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan proyeksi hingga tahun 2032, Indonesia masih mengalami kekurangan hampir 65 ribu dokter spesialis. Pemenuhannya diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun apabila tidak dilakukan terobosan strategis.</p>
<p>Sebagai langkah percepatan, Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU) pada 6 Mei 2024. Program ini dirancang untuk mempercepat produksi lulusan dokter spesialis sekaligus mendorong pemerataan distribusi yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa tantangan utama transformasi layanan kesehatan tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada ketersediaan dan distribusi tenaga medis spesialistik.</p>
<p>&ldquo;Kita akan memasang alat-alat kesehatan modern di seluruh kabupaten dan kota, baik di Jawa maupun luar Jawa. Namun, alat saja tidak cukup. Yang paling menentukan adalah ketersediaan dokter spesialis yang merata sesuai kebutuhan daerah&rdquo; ujar Menkes saat membukaan Orientasi &nbsp;PPDS Batch II TA 2025&ndash;2026 dan Serah Terima ke RSPPU di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta pada Rabu (25/02)</p>
<p>Dalam konteks afirmasi akses, PPDS RSPPU merekrut putra-putri daerah yang telah bekerja di rumah sakit dan memang dibutuhkan layanannya. Rekrutmen dilakukan berbasis kebutuhan pelayanan, bukan latar belakang ekonomi, suku, agama, maupun status sosial.</p>
<p><br>&ldquo;Yang kita rekrut adalah putra-putri daerah yang bekerja di rumah sakit dan memang dibutuhkan layanannya, bukan berdasarkan latar belakang ekonomi, suku, agama, atau status sosial,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Hingga batch ke-3, PPDS RSPPU telah menyelenggarakan enam program studi di enam rumah sakit pendidikan, yaitu RSAB Harapan Kita (Ilmu Kesehatan Anak), RSJPD Harapan Kita (Jantung dan Pembuluh Darah), RS Pusat Otak Nasional (Neurologi), RSK Dharmais (Onkologi Radiasi), RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso (Ortopedi dan Traumatologi), serta RS Mata Cicendo (Ilmu Kesehatan Mata).</p>
<p>Sebanyak 58 peserta didik mengikuti batch ke-3, sehingga total terdapat 167 peserta didik yang saat ini menempuh pendidikan pada RSPPU.</p>
<p>Pada tahun 2026, Kementerian Kesehatan akan memperluas penyelenggaraan PPDS RSPPU ke 52 rumah sakit pendidikan dengan total 55 program studi. Perluasan ini difokuskan pada tujuh spesialis dasar serta bidang Kesehatan Jantung, Stroke, Uro-Nefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA), guna menjawab kebutuhan layanan prioritas nasional, termasuk di daerah 3T.</p>
<p>Pendidikan PPDS RSPPU pada hakikatnya merupakan pendidikan residensi, yaitu pendidikan profesi berbasis pelayanan klinis yang menempatkan peserta didik sebagai dokter residen yang belajar melalui praktik langsung dalam sistem pelayanan kesehatan. Model ini memastikan lulusan memiliki kompetensi klinis yang kuat, siap bekerja dalam berbagai kondisi fasilitas kesehatan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Proses rekrutmen dan seleksi dilakukan secara kolaboratif lintas kementerian/lembaga sesuai ketentuan dalam SKB Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Seleksi peserta didik PPDS RSPPU direncanakan kembali dibuka pada Agustus 2026.</p>
<p>Dalam menjaga mutu, penyelenggaraan PPDS RSPPU mengacu pada standar nasional dan internasional. Rumah sakit pendidikan penyelenggara utama telah memperoleh akreditasi internasional dari Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) dan diawasi secara nasional oleh LAM-PTKes untuk menjamin kualitas pendidikan, pelayanan klinis, serta profesionalisme peserta didik.</p>
<p>Dari sisi pendanaan, program ini didukung melalui beasiswa LPDP, bantuan pembiayaan pendidikan dari Kementerian Kesehatan, serta insentif dari rumah sakit bagi para residen. Skema ini menjadi bagian dari upaya menekan beban biaya pendidikan agar akses pendidikan spesialis tidak hanya dinikmati kalangan tertentu.</p>
<p>&ldquo;Dokter spesialis adalah profesional yang bekerja dan dilatih agar semakin mahir, bukan murid yang harus membayar biaya pendidikan yang mahal. Ini perubahan paradigma yang penting agar pendidikan spesialis tidak hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Melalui PPDS RSPPU, pemerintah memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis sekaligus menjamin mutu lulusan dan pemerataan penempatannya sesuai rencana kebutuhan nasional. Kebijakan afirmatif ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan dokter spesialis di wilayah DTPK, meningkatkan akses layanan spesialistik, memperkuat mutu pelayanan kesehatan, serta memperkokoh sistem kesehatan Indonesia agar lebih merata, tangguh, dan responsif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1772069147699fa11b4e3d97.59386986.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perkuat Deteksi Dini dan Cakupan Imunisasi Campak </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-deteksi-dini-dan-cakupan-imunisasi-campak-</link>				
         <pubDate>Tue, 24 Feb 2026 05:35:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-deteksi-dini-dan-cakupan-imunisasi-campak-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Februari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merespons notifikasi resmi International Health Regulation (IHR) dari Otoritas Kesehatan Australia terkait temuan dua kasus campak pada warga negara asing (WNA) dengan riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026.&nbsp;</p>
<p>Menanggapi laporan tersebut, pemerintah memastikan langkah penguatan surveilans atau deteksi dini, dan imunisasi tambahan terus diintensifkan.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa notifikasi tersebut telah diterima dan segera ditindaklanjuti melalui langkah mitigasi strategis.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme IHR terkait dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Sebagai langkah cepat, kami melakukan penguatan surveilans penyakit campak serta mengintensifkan imunisasi campak tambahan bagi anak usia sekolah, terutama di daerah dengan beban kasus tertinggi sepanjang 2025&ndash;2026,&rdquo; terang Andi di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (23/2).</p>
<p>Kasus pertama melibatkan seorang perempuan (18) dengan riwayat vaksinasi lengkap yang menempuh rute Jakarta&ndash;Perth pada awal Februari. Kasus kedua melibatkan anak perempuan (6) tanpa riwayat imunisasi yang melakukan perjalanan Jakarta&ndash;Sydney pada pertengahan Februari. Keduanya terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan PCR setelah menunjukkan gejala demam dan ruam.</p>
<p>Selain memperkuat surveilans dan imunisasi, Kemenkes juga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, untuk mengantisipasi dan menangani potensi kasus dengan komplikasi.</p>
<p>Andi turut mengimbau orangtua untuk: (1) Melengkapi status imunisasi campak anak sesuai jadwal; (2) Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; dan &nbsp;(3) Segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala demam dan ruam, serta membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan.</p>
<p>&ldquo;Komunikasi, informasi, dan edukasi terus digalakkan agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang,&rdquo; pungkas Andi.</p>
<p>Berdasarkan data Kemenkes, tercatat 11.094 kasus campak terkonfirmasi sepanjang 2025. Sementara itu, hingga Februari 2026 telah dilaporkan sebanyak 550 kasus. Meski demikian, Andi menegaskan bahwa saat ini belum ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1771911497699d3949668115.87933229.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan WHO Tandatangani Grant Agreement Biennium 2026-2027, Perkuat Sistem Kesehatan Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-who-tandatangani-grant-agreement-biennium-2026-2027-perkuat-sistem-kesehatan-nasional</link>				
         <pubDate>Wed, 18 Feb 2026 13:16:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-who-tandatangani-grant-agreement-biennium-2026-2027-perkuat-sistem-kesehatan-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Februari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) resmi menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026&ndash;2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerja sama ini mendukung implementasi program kesehatan yang selaras dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, RPJMN 2025&ndash;2029, serta enam pilar transformasi kesehatan. Melalui perjanjian ini, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar USD 14.859.366 dalam bentuk hibah uang, barang, dan jasa untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan selama periode biennium.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin erat antara Kementerian Kesehatan dan WHO. Menurutnya, dukungan WHO telah berkontribusi signifikan dalam penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem ketahanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026&ndash;2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,&rdquo; ujar Kunta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, Sekjen Kunta menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi yang erat dengan seluruh unit teknis penerima hibah. Ia juga berharap WHO terus memberikan dukungan teknis dan kebijakan, khususnya dalam penguatan kapasitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi program agar selaras dengan indikator kinerja utama Kementerian Kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan perjanjian ini diharapkan dapat mempercepat implementasi kegiatan yang telah disepakati serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian target kesehatan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17714208836995bcd3854634.38692094.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dibangun Hanya 3 Minggu, Menkes Resmikan Puskesmas yang Hancur Total di Aceh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dibangun-hanya-3-minggu-menkes-resmikan-puskesmas-yang-hancur-total-di-aceh</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Feb 2026 05:00:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dibangun-hanya-3-minggu-menkes-resmikan-puskesmas-yang-hancur-total-di-aceh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Timur, 13 Februari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan dua Puskesmas yang dibangun kembali pascabencana di Aceh. Kedua fasilitas kesehatan tersebut berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, serta wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara, dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga minggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peresmian ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan layanan kesehatan agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali memperoleh pelayanan dasar secara optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ada dua Puskesmas yang hancur total di Aceh, satu di Lokop, Aceh Timur, dan satu lagi di Jambur Lak-Lak, Aceh Tenggara. Alhamdulillah, keduanya bisa dibangun dan diselesaikan dalam waktu tiga minggu, dan hari ini kita resmikan agar bisa langsung melayani masyarakat,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa pembangunan cepat kedua Puskesmas tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang berperan dalam percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak bencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pembangunan dan peresmian fasilitas kesehatan, Menkes mengapresiasi dukungan para mitra, PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk, dalam penyediaan alat kesehatan dan perabotan sehingga kedua Puskesmas dapat segera beroperasi, serta dukungan Yayasan Amanah Bakti Negeri yang memperkuat layanan kesehatan darurat di Aceh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bantuan tersebut meliputi tiga unit ambulans, tiga unit motor layanan kesehatan, 35 unit Starlink, 35 genset, serta 35 unit filter air bersih yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Aceh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami menerima dan menyalurkan bantuan dari Yayasan Amanah Bakti Negeri berupa ambulans dan berbagai sarana pendukung layanan kesehatan. Bantuan ini sangat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di daerah terdampak,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menekankan perhatian pemerintah terhadap pemulihan hunian tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Kementerian Kesehatan secara berkala melakukan pemantauan agar proses penggantian biaya dan perbaikan rumah nakes dapat segera terealisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami rutin memantau setiap dua minggu agar rumah para tenaga kesehatan bisa mendapatkan biaya perbaikan. Harapannya sebelum Ramadan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, memastikan layanan kesehatan kembali normal, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177104752669900a66683468.34793222.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sinergi Lintas Disiplin Perkuat Riset Genomik Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sinergi-lintas-disiplin-perkuat-riset-genomik-nasional</link>				
         <pubDate>Fri, 13 Feb 2026 04:00:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sinergi-lintas-disiplin-perkuat-riset-genomik-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Jakarta, 12 Februari 2026</p>
<p dir="ltr">Pengembangan riset genomik di Indonesia memasuki babak baru melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Langkah ini bertujuan mengintegrasikan infrastruktur serta data guna mempercepat implementasi kedokteran presisi di tanah air.</p>
<p dir="ltr">Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Brian Yuliarto menegaskan, riset genomik merupakan kerja lintas disiplin yang tidak dapat dilakukan secara parsial. Sebagai langkah konkret, pemerintah dapat membentuk Konsorsium Riset Genomik Nasional.</p>
<p dir="ltr">"Konsorsium ini menjadi platform strategis yang menghubungkan perguruan tinggi, lembaga riset, rumah sakit pendidikan, hingga mitra industri," ujar Brian ketika menghadiri Forum komunikasi strategis nasional bertajuk &ldquo;<em>BGSI Ecosystem Roadshow</em>&rdquo; di Auditorium Leimena, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2).</p>
<p dir="ltr">Kepala Badan Riset Nasional (BRIN) Arif Satria juga menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung konsorsium melalui penyediaan akses fasilitas riset berstandar tinggi <em>(high-end facilities</em>). Langkah ini menjadi solusi atas mahalnya biaya pengadaan laboratorium genomik yang sulit dipenuhi oleh setiap institusi secara mandiri.</p>
<p dir="ltr">"BRIN membuka kolaborasi seluas-luasnya agar fasilitas yang ada dapat digunakan bersama guna memacu inovasi nasional," kata Arif.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin menyampaikan bahwa pengembangan genomik akan membawa perubahan besar dalam industri kesehatan Indonesia. Menkes menekankan bahwa riset genomik membutuhkan kerja sama lintas disiplin, mulai dari biologi, kimia, matematika, kecerdasan artifisial, hingga kedokteran.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Dengan memahami genom, diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Kita bisa periksa dengan pasti ketika ciri-ciri penyakit sudah muncul, lalu langsung tahu bagaimana cara mengobatinya dengan presisi. Ini yang akan mereformasi industri kesehatan di Indonesia,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p dir="ltr">Ke depan <em>Biomedical Genome Science Initiative </em>(BGSI) difokuskan pada sejumlah penyakit prioritas seperti stroke, jantung, dan kanker payudara sebagai pilot project. Melalui konsorsium riset yang melibatkan lintas sektor seperti Kemenkes, Kemdiktisaintek, BRIN, perguruan tinggi, serta rumah sakit, maka Indonesia diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan data genomik untuk kebijakan kesehatan dan pelayanan publik.</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW)</p>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770976203698ef3cbb2b5a6.58964988.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kedokteran Presisi Jadi Strategi Redam Beban Biaya Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kedokteran-presisi-jadi-strategi-redam-beban-biaya-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 13 Feb 2026 03:48:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kedokteran-presisi-jadi-strategi-redam-beban-biaya-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Jakarta, 12 Februari 2026</p>
<p dir="ltr">Kementerian Kesehatan RI mempercepat implementasi kedokteran presisi sebagai jawaban atas terus melonjaknya pembiayaan kesehatan akibat penyakit kronis di Indonesia. Melalui <em>Biomedical and Genome Science Initiative</em> (BGSI), pengobatan kini diarahkan pada pendekatan berbasis profil genetik individu yang lebih akurat dan efisien.</p>
<p dir="ltr">Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menjelaskan, teknologi genomik yang dikelola Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal. Hal ini menjadi titik balik dari paradigma lama "satu obat untuk semua".</p>
<p>"Pemeriksaan kesehatan kita akan menjadi jauh lebih akurat, lebih presisi, dan lebih personal. Otomatis, pengobatannya juga bisa lebih tepat sasaran dan efektif dalam menyembuhkan," ujar Menkes Budi dalam Forum komunikasi strategis nasional bertajuk &ldquo;<em>BGSI Ecosystem Roadshow</em>&rdquo; di Auditorium Leimena, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2).</p>
<p dir="ltr">Hingga awal tahun 2026, program BGSI telah merekrut lebih dari 20.000 partisipan dan menghasilkan 16.000 <em>sequence whole genome </em>manusia (red: <em>genome sequencing</em> merupakan suatu pengurutan nukleotida DNA dari suatu genom organisme). Capaian ini dipandang bukan sekadar angka riset, melainkan basis data penting untuk menekan pemborosan anggaran kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menyoroti kaitan erat antara genomik dan ketahanan fiskal negara. Menurutnya, terapi yang tepat sasaran akan memangkas biaya pengobatan yang berlarut-larut akibat diagnosis yang tidak akurat.</p>
<p dir="ltr">"Jika terapinya tepat, pemborosan biaya pengobatan bisa dihindari. Keuangan negara di sektor kesehatan akan menjadi jauh lebih efektif," kata Febrian.</p>
<p dir="ltr">Namun demikian, Febrian mengingatkan bahwa proyek ini adalah "lari maraton" yang membutuhkan konsistensi dan komitmen jangka panjang, bukan hasil instan.</p>
<p dir="ltr">Dukungan serupa datang dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan. Ia mendorong agar inisiatif genomik ini tidak berhenti pada urusan medis, tetapi diperluas untuk mengelola keanekaragaman hayati Indonesia secara luas.</p>
<p dir="ltr">Optimasi sumber daya genetik nasional, menurut Luhut, adalah kunci tidak hanya pada&nbsp; ketahanan kesehatan, namun juga&nbsp; ketahanan pangan serta ekonomi nasional di masa depan. "Potensi sumber daya genetik kita harus dikelola secara optimal," tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Saat ini, implementasi BGSI telah didukung oleh 10 rumah sakit yang berfungsi sebagai hubs (pusat jejaring). Kedepan, integrasi data genomik ini diharapkan menjadi pilar utama sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh dan mandiri.</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY).</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770954829698ea04dc94ca3.96440384.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>CKG Tingkatkan Produktivitas Pekerja Melalui Deteksi Dini Penyakit Kronis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-tingkatkan-produktivitas-pekerja-melalui-deteksi-dini-penyakit-kronis</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Feb 2026 11:41:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-tingkatkan-produktivitas-pekerja-melalui-deteksi-dini-penyakit-kronis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto tahun lalu terus digencarkan untuk mendukung produktivitas masyarakat, khususnya kalangan pekerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada Selasa (11/2), Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meninjau pelaksanaan CKG di Grab Excellence Center, Jakarta. Kunjungan ini menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit kronis guna mencegah penurunan kinerja akibat gangguan kesehatan, sekaligus menekan potensi absensi dan biaya pengobatan jangka panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Viva Yoga menyoroti pendekatan preventif CKG yang dirancang untuk menjaga pekerja tetap sehat dan produktif. Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau 70 juta peserta di seluruh Indonesia. Pada 2026, target peserta ditingkatkan menjadi 130 juta jiwa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, CKG diperluas ke berbagai lokasi, seperti kantor, sekolah, dan pusat pelatihan, agar masyarakat&mdash;termasuk pekerja dengan mobilitas tinggi&mdash;lebih mudah mengakses layanan skrining. Di Grab Excellence Center, ratusan mitra pengemudi Grab mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining pernapasan dan kanker serviks. Pemeriksaan tersebut disesuaikan dengan risiko aktivitas harian pengemudi ojek online di jalan, sebagai upaya mencegah penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang kerap menghambat produktivitas kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;CKG adalah tanggung jawab negara untuk menyehatkan seluruh masyarakat, dari bayi hingga lansia, termasuk pekerja seperti mitra Grab yang dituntut selalu sehat untuk tetap produktif,&rdquo; ujar Viva Yoga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, apabila ditemukan indikasi penyakit, peserta akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat dan dipantau perkembangannya. Mekanisme ini diharapkan mendorong kesehatan menjadi gaya hidup dan budaya masyarakat, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui produktivitas yang lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan sektor swasta, termasuk Grab, turut memperkuat pelaksanaan CKG. Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy, mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo yang dinilai membantu mitra pengemudi dalam menjaga kondisi kesehatan di tengah aktivitas menarik order setiap hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami telah menyosialisasikan CKG kepada ribuan mitra dan berencana mengadakan pemeriksaan rutin di lokasi kerja, sehingga pekerja dapat kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap kondisi kesehatannya,&rdquo; ujar Tirza.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerja sama ini menunjukkan bagaimana CKG mengintegrasikan deteksi dini untuk mencegah penyakit kronis yang berpotensi menurunkan produktivitas secara signifikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui CKG, pemerintah berharap masyarakat semakin menyadari bahwa kesehatan merupakan fondasi utama produktivitas. Dengan target ambisius pada 2026, program ini diharapkan tidak hanya menekan beban penyakit kronis, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang sehat dan efisien. Kunjungan ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk hadir di tengah aktivitas masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia yang sehat dan kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770810635698c6d0b4651d7.65905139.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Keselamatan Pasien Prioritas, RS Tak Boleh Tolak Peserta JKN Nonaktif Sementara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/keselamatan-pasien-prioritas-rs-tak-boleh-tolak-peserta-jkn-nonaktif-sementara</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Feb 2026 11:39:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/keselamatan-pasien-prioritas-rs-tak-boleh-tolak-peserta-jkn-nonaktif-sementara</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Februari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa rumah sakit tidak diperkenankan menolak pasien dengan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nonaktif sementara, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. Penegasan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/D/539/2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Kemenkes memastikan persoalan administratif kepesertaan tidak berdampak pada keselamatan pasien maupun menghambat pelayanan medis yang dibutuhkan sesuai indikasi medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, menegaskan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit tidak boleh menolak pasien hanya karena status JKN-nya nonaktif sementara. Aspek administrasi tidak boleh menghambat pelayanan medis yang dibutuhkan pasien,&rdquo; ujar Azhar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketentuan larangan penolakan tersebut berlaku paling lama tiga bulan sejak status kepesertaan dinyatakan nonaktif sementara oleh BPJS Kesehatan. Dalam rentang waktu itu, rumah sakit tetap wajib memberikan pelayanan sesuai standar profesi, dengan memprioritaskan pelayanan kegawatdaruratan dan tindakan medis esensial yang bersifat menyelamatkan nyawa serta mencegah kecacatan. Pelayanan juga harus diberikan hingga kondisi pasien stabil dan dapat ditindaklanjuti melalui sistem rujukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Azhar menegaskan, negara harus hadir memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti peserta PBI, tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jangan sampai ada pasien yang tertunda penanganannya karena kendala administratif. Keselamatan pasien adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes juga menekankan bahwa pelayanan harus diberikan tanpa diskriminasi. Rumah sakit tetap wajib menjalankan aspek administrasi secara tertib dan akuntabel, termasuk pencatatan, pengkodean diagnosis dan tindakan, pelaporan pelayanan, serta pengajuan klaim sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koordinasi aktif dengan BPJS Kesehatan diperlukan untuk verifikasi status kepesertaan dan mekanisme penjaminan pembiayaan. Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka pembinaan serta penyelesaian kendala operasional di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan surat edaran tersebut serta menindaklanjuti setiap laporan terkait penolakan pasien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Kemenkes menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan nasional. Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila membutuhkan perawatan medis, karena hak atas pelayanan kesehatan tetap dijamin meskipun terdapat kendala administratif kepesertaan yang bersifat sementara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770820330698c92ea596443.74797763.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perkuat CKG Sekolah, Fokus pada Upaya Preventif dan Penanganan Hasil Pemeriksaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-ckg-sekolah-fokus-pada-upaya-preventif-dan-penanganan-hasil-pemeriksaan</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 12:21:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-ckg-sekolah-fokus-pada-upaya-preventif-dan-penanganan-hasil-pemeriksaan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Februari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI memperkuat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah dengan menekankan pentingnya kesadaran kesehatan sejak dini dan tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu&rsquo;ti, dalam kegiatan CKG di Sekolah IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Senin (10/2).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Abdul Mu&rsquo;ti menyampaikan bahwa CKG dirancang sebagai program preventif dan tidak dimaksudkan untuk memberi stigma terhadap kondisi kesehatan anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, CKG bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kondisi kesehatannya sejak dini, sekaligus membangun kesadaran hidup sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat, serta membentuk pola hidup sehat (healthy lifestyle) sejak usia sekolah,&rdquo; kata Abdul Mu&rsquo;ti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI, Asnawi Abdullah, mengatakan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan CKG selama satu tahun menunjukkan sejumlah masalah kesehatan mulai muncul pada anak usia sekolah, terutama gangguan kesehatan gigi dan hipertensi, yang perlu ditindaklanjuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tahun ini CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Tindak lanjut menjadi fokus utama. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan,&rdquo; ujar Asnawi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara nasional, pelaksanaan CKG telah diikuti lebih dari 25 juta siswa dan dilaksanakan di lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui penguatan tindak lanjut pemeriksaan dan pendekatan preventif, CKG diarahkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang pembangunan kesehatan yang dimulai dari lingkungan sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770726625698b24e11ec3a7.25283687.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>CKG Dorong Deteksi Dini dan Perubahan Perilaku Sehat di Lingkungan Sekolah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-dorong-deteksi-dini-dan-perubahan-perilaku-sehat-di-lingkungan-sekolah</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 12:08:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-dorong-deteksi-dini-dan-perubahan-perilaku-sehat-di-lingkungan-sekolah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan dampak nyata di tingkat wilayah. Di Kecamatan Tanjung Priok, lebih dari 90 % sekolah telah melaksanakan CKG dari total 198 sekolah yang ada di kecamatan Tanjung Priok. Capaian ini menjadi bagian dari peringatan satu tahun pelaksanaan CKG.</p>
<p>Kepala Puskesmas Tanjung Priok, dr. Vita, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG di wilayahnya telah menjangkau mayoritas satuan pendidikan.</p>
<p>&ldquo;Hari ini merupakan peringatan satu tahun pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis. Dari 198 sekolah yang ada di Kecamatan Tanjung Priok, lebih dari 90% sudah melaksanakan CKG,&rdquo; ujar dr. Vita.</p>
<p>Dampak program CKG juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Nathan (16), siswa Sekolah IPEKA Sunter yang telah mengikuti CKG untuk kedua kalinya, mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan membantunya mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dini.</p>
<p>&ldquo;Saya mendapatkan masukan dari beberapa dokter, salah satunya kondisi mata saya yang menganjurkan saya untuk segera ke dokter karena faktanya memang minusnya bertambah banyak. Terima kasih untuk program ini, dan saya merasa terbantu,&rdquo; ujar Nathan.</p>
<p>Hal serupa disampaikan Callista (17), siswi Sekolah IPEKA Sunter. Ia menyebut bahwa pemeriksaan kesehatan memberikan pemahaman baru tentang kondisi kesehatannya serta mendorong perubahan pola hidup.</p>
<p>&ldquo;Melalui CKG akhirnya saya tahu bahwa mata saya ada sedikit kekurangan dalam melihat jarak jauh dan dianjurkan untuk memakan buah dan sayur serta semakin rajin berolahraga. Menurut saya CKG ini bermanfaat untuk saya,&rdquo; kata Calista.</p>
<p>Melalui pelaksanaan CKG di sekolah dan wilayah, program ini tidak hanya berfungsi sebagai skrining kesehatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan sejak dini, pembentukan kesadaran hidup sehat, serta pendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Kementerian Kesehatan menempatkan CKG sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan jangka panjang yang dimulai dari lingkungan pendidikan dan komunitas, dengan pendekatan preventif, deteksi dini, dan tindak lanjut pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770725456698b205001afd6.58033648.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Setahun Cek Kesehatan Gratis, Fokus Bergeser dari Deteksi ke Pengobatan Nyata</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/setahun-cek-kesehatan-gratis-fokus-bergeser-dari-deteksi-ke-pengobatan-nyata</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 11:56:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/setahun-cek-kesehatan-gratis-fokus-bergeser-dari-deteksi-ke-pengobatan-nyata</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 10 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Setelah berjalan satu tahun, pemerintah menegaskan bahwa CKG kini tidak lagi sekadar mendeteksi penyakit, tetapi memastikan masyarakat langsung mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, perubahan pendekatan ini menjadi pembeda utama CKG tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>&ldquo;Yang paling penting sekarang, cek kesehatan gratis itu bukan hanya dicek, tapi juga diobati. Kalau tekanan darahnya normal tidak perlu diobati, tapi kalau tinggi harus diobati. Gula darah juga sama, kalau tinggi harus langsung diobati,&rdquo; ujar Menkes saat meninjau pelaksanaan satu tahun CKG di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Selasa (10/2).</p>
<p>Menkes menambahkan, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes kerap dianggap sepele karena tidak langsung menimbulkan keluhan. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya bisa fatal.</p>
<p>Selain fokus pada pengobatan, Menkes juga mendorong agar CKG dilakukan secara rutin minimal satu kali setiap tahun, terutama bagi masyarakat dengan faktor risiko penyakit kronis.</p>
<p>&ldquo;Cek kesehatan gratis itu harus dilakukan setiap tahun sekali. Apalagi kalau sudah punya darah tinggi atau gula, itu wajib rutin,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Pelaksanaan CKG juga kini diperluas, tidak hanya di puskesmas, tetapi menjangkau sekolah, tempat kerja, hingga berbagai institusi lainnya. Di Kota Semarang, perluasan ini membuahkan hasil positif. RSUP dr. Kariadi bersama pemerintah daerah berhasil mencatatkan rekor MURI dengan melaksanakan CKG di 53 perusahaan dalam waktu kurang dari lima hari.</p>
<p>&ldquo;Kalau karyawannya sehat, keuangannya juga sehat. Jangan tunggu sakit baru periksa,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan menunjukkan capaian CKG terus meningkat. Hingga awal 2026, lebih dari 4,5 juta masyarakat telah mengikuti CKG, dengan fokus utama pada deteksi dan pengobatan hipertensi, diabetes, obesitas, serta masalah kesehatan gigi yang masih menjadi keluhan lintas usia.</p>
<p>&ldquo;Tujuan akhirnya sederhana, jangan sampai masyarakat terlambat berobat. Jalur utama agar masyarakat sehat bukan hanya tahu, tapi benar-benar memastikan kita tidak sedang kurang sehat,&rdquo; pungkas Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770725216698b1f60879cc5.90964102.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kesuksesan Program CKG Tidak Hanya pada Jumlah Peserta, tetapi Follow Up Temuan Kritis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kesuksesan-program-ckg-tidak-hanya-pada-jumlah-peserta-tetapi-follow-up-temuan-kritis</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 11:42:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kesuksesan-program-ckg-tidak-hanya-pada-jumlah-peserta-tetapi-follow-up-temuan-kritis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Februari 2026</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada 2025 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 70 juta peserta di 10.225 puskesmas. Namun demikian, program yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Bidang Kesehatan yang diusung Presiden Prabowo ini tidak hanya berhenti pada tahap deteksi dini.</p>
<p>Esensi dari skrining kesehatan adalah tata laksana lanjutan yang cepat dan tepat bagi setiap peserta yang ditemukan memiliki kelainan kesehatan, guna mencegah progresivitas penyakit ke tahap yang lebih kritis.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa keberhasilan CKG tidak dapat diukur semata dari jumlah peserta yang diperiksa, melainkan dari sejauh mana temuan kritis dapat ditindaklanjuti melalui pengobatan atau rujukan medis.</p>
<p>&ldquo;Yang penting itu follow up-nya. Setelah cek, kemudian follow up-nya itu yang harus dijaga. Kalau ada yang tensinya tinggi, langsung dikonsultasikan ke poli dan diberikan obat supaya tidak hilang nanti,&rdquo; ujar Pratikno saat meninjau satu tahun pelaksanaan program CKG di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa siang (10/2).</p>
<p>Data Puskesmas Kecamatan Cilandak yang menjadi rujukan implementasi CKG menunjukkan pentingnya sistem tata laksana lanjutan tersebut. Dari total 81.573 peserta yang diperiksa sepanjang 2025, sebanyak 17,05 persen atau sekitar 13.908 orang dinyatakan sakit dan memerlukan tindakan medis langsung di puskesmas. Sementara itu, 1,85 persen atau lebih dari 1.500 kasus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir 19 persen hasil skrining CKG membutuhkan intervensi medis segera.</p>
<p>Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa sistem CKG kini dirancang untuk memastikan tidak ada kasus yang terlewat setelah pemeriksaan.</p>
<p>&ldquo;CKG bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga melakukan tata laksana lanjutan dari hasil CKG. Jadi ini bukan sekadar deteksi, melainkan benar-benar perawatan,&rdquo; jelas Rizka.</p>
<p>Ia menambahkan, mekanisme tersebut mencakup penanganan penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang langsung diberikan terapi di puskesmas, hingga kasus-kasus kritis seperti kekurangan enzim pada bayi baru lahir atau penyakit jantung bawaan yang segera dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan.</p>
<p>Pada pelaksanaan CKG tahun 2026, pemerintah semakin memperkuat sistem tindak lanjut dengan menambah cakupan skrining penyakit yang membutuhkan tata laksana lanjutan yang ketat. Selain pemeriksaan talasemia yang kini difokuskan pada balita usia dua tahun dan peserta didik kelas 7, program ini juga memperluas skrining kanker paru dan kanker usus besar bagi perempuan dan laki-laki, serta menambah deteksi penyakit kulit menular seperti kusta, skabies, dan frambusia.</p>
<p>Seluruh temuan dari pemeriksaan tersebut akan diikuti dengan protokol pengobatan atau rujukan yang jelas, sehingga deteksi dini benar-benar mampu mengurangi beban penyakit.</p>
<p>Melalui pendekatan yang lebih proaktif, tim CKG hadir langsung di tempat-tempat berkumpul masyarakat atau komunitas, seperti kantor, sekolah, dan organisasi. Dengan dukungan jaminan rujukan lanjutan yang terintegrasi dalam program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya semakin sadar akan kondisi kesehatannya, tetapi juga dapat segera memperoleh pengobatan yang dibutuhkan sejak dini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes di nomor 1500-567 atau melalui email kontak@kemkes.go.id (UW/HY)</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770729978698b31faab07f1.56356955.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes RI dan KOBAR Ajak Negara ASEAN Bersatu Tanggulangi Dengue</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-dan-kobar-ajak-negara-asean-bersatu-tanggulangi-dengue</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:08:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-dan-kobar-ajak-negara-asean-bersatu-tanggulangi-dengue</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (Untuk Dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Kemenkes RI dan KOBAR Ajak Negara ASEAN Bersatu Tanggulangi Dengue*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 9 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI sebagai tuan rumah secara resmi membuka Forum Regional Dengue "Advancing Collaboration on Dengue Prevention and Control" di Hotel JW Marriott di Jakarta, (09/02).&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI bersama KOBAR (Koalisi Bersama) Lawan Dengue mengajak negara-negara tetangga di ASEAN untuk mewujudkan visi "Nol Kematian" menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh masyarakat di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi Abdullah, memaparkan keberhasilan strategi adaptif Indonesia yang berhasil menurunkan angka insidensi dari 92 kasus pada tahun 2024 menjadi 57 kasus per 100.000 penduduk di tahun 2025. Penurunan ini dicapai melalui berbagai upaya, termasuk perluasan teknologi Wolbachia dan peningkatan cakupan vaksinasi.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan kebijakan berbasis bukti dan solidaritas ASEAN, Zero Dengue Deaths bukan lagi sekadar visi ini adalah tujuan yang dapat kita capai bersama,&rdquo; tegas Asnawi Abdullah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum KOBAR Lawan Dengue, Suir Syam, menekankan bahwa kunci menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks adalah keterlibatan semua pihak secara aktif. KOBAR hadir untuk memastikan semangat gotong royong ini tetap terjaga dalam setiap kebijakan yang diambil.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;KOBAR dibangun sebagai koalisi multi-pemangku kepentingan untuk memperkuat respon nasional dan mendorong kebijakan yang lebih terintegrasi. Kami percaya bahwa semangat gotong royong adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks seperti dengue ini,&rdquo; ujar Suir Syam.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kemenkes RI dengan KOBAR Lawan Dengue (Fight Dengue Joint Coalition) dan mitra regional ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta. Para peserta terdiri dari delegasi negara-negara ASEAN, perwakilan organisasi internasional seperti WHO, pemerintah daerah, akademisi, hingga sektor swasta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran delegasi negara anggota serta Sekretariat ASEAN dalam Forum Regional Dengue ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi regional melalui rekomendasi kebijakan yang tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga mendorong kerja sama kawasan ke depan yang berdampak langsung pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770683710698a7d3e0f1040.21294293.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi: Lingkungan, Vektor, dan Manusia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tangkal-dengue-dengan-pendekatan-terintegrasi-lingkungan-vektor-dan-manusia</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:05:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tangkal-dengue-dengan-pendekatan-terintegrasi-lingkungan-vektor-dan-manusia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tengah memfinalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue periode 2026&ndash;2029. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang kian nyata, sekaligus upaya mengejar target global "Nol Kematian akibat Dengue pada tahun 2030" (Zero Dengue Deaths by 2030).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes RI, dr. Murti Utami, menegaskan bahwa pengalaman selama ini membuktikan intervensi tunggal tidak lagi cukup untuk membendung penyebaran dengue.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Urbanisasi yang tinggi, perubahan iklim, dan peningkatan mobilitas masyarakat menuntut pendekatan yang lebih terintegrasi dan preventif. Kita harus memadukan surveilans yang kuat, pelibatan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi berkelanjutan agar selangkah lebih maju dari penyakit ini (Dengue)," terang Dirjen Murti dalam sambutannya di Forum Regional Dengue, yang berlokasi di Hotel JW Marriott Jakarta, Senin (9/2).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian kesehatan se-ASEAN, Sekretariat ASEAN, WHO, pemerintah daerah, sektor swasta, dan para ahli, yang sepakat untuk menyusun rekomendasi kebijakan terintegrasi demi melindungi sekitar 670 juta penduduk ASEAN dari ancaman demam berdarah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Empat Pilar Utama Pengendalian Dengue sebagai implementasi dari pendekatan terintegrasi tersebut, RAN 2026&ndash;2029 akan berfokus pada empat pilar utama:</p>
<p>1. Meningkatkan deteksi dini dan diagnosis kasus agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.</p>
<p>2. Memperkuat tata laksana klinis dan sistem rujukan untuk menekan risiko kematian.</p>
<p>3. Memajukan pencegahan terintegrasi yang mencakup pengendalian vektor (nyamuk), pemanfaatan inovasi teknologi seperti Wolbachia, strategi vaksinasi, serta komunikasi risiko yang efektif kepada masyarakat.</p>
<p>4. Memperkuat sistem surveilans terpadu dan peringatan dini (early warning system) untuk memastikan respons cepat saat terjadi wabah.</p>
<p>"Seluruh upaya dalam empat pilar ini akan ditopang oleh tata kelola yang kuat, pembiayaan yang berkelanjutan, kemitraan strategis, serta riset dan inovasi yang terus-menerus," tambah Dirjen Murti Utami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Integrasi Lingkungan, Vektor, dan Manusia*</p>
<p>Melengkapi pilar tersebut, Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine, menekankan pentingnya integrasi dalam pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, pencegahan tidak boleh hanya fokus pada satu aspek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kita harus mengontrol lingkungannya, vektor nyamuknya, dan manusianya melalui vaksin. Ketiganya harus jalan bersamaan secara komprehensif. Jangan sampai kita bicara vaksin tapi lingkungannya dibiarkan kumuh," tegas Prima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkait inovasi, pemerintah berkomitmen melanjutkan program nyamuk ber-Wolbachia yang saat ini berjalan di lima kota. Evaluasi dari wilayah ini akan menjadi sasaran untuk perluasan secara bertahap ke 20 hingga 100 kota di masa depan. Sedangkan untuk vaksinasi, Kemenkes terus mendorong komitmen pemerintah daerah untuk mulai mengadopsi vaksin dengue secara mandiri di wilayah masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Kolaborasi ASEAN dan Tantangan Daerah*&nbsp;</p>
<p>Strategi 4 pilar ini juga menjadi bahan diskusi dalam forum regional ini yang melibatkan negara-negara ASEAN. Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyebut kolaborasi antarnegara sangat penting mengingat dengue adalah masalah kesehatan masyarakat yang melintasi batas negara.</p>
<p>Namun, tantangan terbesar tetap ada pada sinergi di dalam negeri. Ketua KOBAR (Fight Dengue Joint Coalition), Suir Syam mengingatkan bahwa peran pemerintah daerah dan masyarakat sangat krusial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Mengingat angka kesakitan di Indonesia masih tinggi, tidak mungkin pemerintah pusat bekerja sendiri. Masyarakat dan pemerintah daerah harus bergerak bersama untuk mencegah dengue sejak dari sumbernya," pungkas dr. Suir Syam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)&nbsp; &nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770683925698a7e15027824.13392470.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bangkit dari El Nino Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bangkit-dari-el-nino-indonesia-cetak-rekor-terendah-kematian-dbd</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:01:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bangkit-dari-el-nino-indonesia-cetak-rekor-terendah-kematian-dbd</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai belahan dunia, Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya penyelamatan nyawa.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian ditegaskan Asnawi, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) saat membuka acara Forum Regional Dengue yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, di Hotel JW Marriott Jakarta, (09/02).&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Asnawi memaparkan bahwa Indonesia telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dalam manajemen klinis penyakit dengue. Meski penyakit ini masih menyebar, kualitas penanganan medis dan peran aktif masyarakat terbukti mampu mencegah dampak yang lebih fatal bagi para pasien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Case Fatality Rate_ (CFR) atau jumlah orang yang meninggal karena sakit-pada kasus Demam Berdarah Dengue menurun secara konsisten dari 0,9% pada tahun 2021, menjadi rekor terendah sebesar 0,4% pada tahun 2025.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,&rdquo; Tandas Asnawi.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Capaian positif ini tidak lepas dari keberanian Indonesia dalam mengadopsi teknologi kesehatan terbaru dan penguatan aksi di tingkat akar rumput. Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus yang cukup tajam pada tahun 2024 akibat fenomena El Ni&ntilde;o, Indonesia berhasil melakukan pemulihan cepat di tahun 2025 melalui strategi yang lebih proaktif dan adaptif.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, Asnawi menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka fatalitas ini merupakan buah manis dari kerja keras para petugas medis serta relawan di lapangan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,&rdquo; jelasnya.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan angka fatalitas yang saat ini sudah berada di bawah target nasional sebesar 0,5%, Indonesia kini optimis berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi jangka panjang dalam bidang kesehatan masyarakat.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030,&rdquo; pungkas Asnawi Abdullah.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam forum regional yang berlangsung selama 9-10 Februari 2026, Indonesia berharap keberhasilan dalam manajemen klinis dan kolaborasi komunitas ini dapat menjadi bagian dari proses saling berbagi pembelajaran dan pengetahuan di antara negara-negara anggota ASEAN lainnya.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)&nbsp; &nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770683572698a7cb430ce85.27137312.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Targetkan Standar Global, Menkes Ungkap Arah Baru Transformasi RS Pemerintah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/targetkan-standar-global-menkes-ungkap-arah-baru-transformasi-rs-pemerintah</link>				
         <pubDate>Sun, 08 Feb 2026 04:38:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/targetkan-standar-global-menkes-ungkap-arah-baru-transformasi-rs-pemerintah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Februari 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa rumah sakit pemerintah Indonesia menembus standar layanan kesehatan kelas dunia. Hal tersebut disampaikan dalam ajang 3rd RS Kemenkes Awards, yang menjadi momentum apresiasi atas transformasi rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa, transformasi rumah sakit harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas layanan, penguatan pendidikan dan penelitian, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Menkes, peningkatan mutu layanan rumah sakit saat ini sudah mulai terlihat, salah satunya melalui reformasi sistem remunerasi tenaga medis yang lebih adil dan berbasis kinerja. Namun, ia mengingatkan agar setiap rumah sakit tetap berpegang pada penilaian yang objektif.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kualitas layanan itu yang menilai seharusnya pasien, bukan kita sendiri. Salah satu ukurannya adalah ketika standar kita sudah diakui dan mulai dipercaya oleh pasien dari luar negeri,&rdquo; ujar Menkes Budi.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada aspek pendidikan, Menkes menekankan pentingnya pengembangan kompetensi dokter spesialis agar memiliki daya saing dan standar internasional. Selain itu, Kemenkes menargetkan peningkatan jumlah riset klinis (clinical trial) hingga 200 persen di lingkungan rumah sakit Kemenkes sebagai upaya memperkuat inovasi dan kemandirian kesehatan nasional.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ajang 3rd RS Kemenkes Awards tahun ini memberikan penghargaan pada 21 kategori, mencakup rumah sakit dan pimpinan yang dinilai unggul dalam transformasi layanan, mutu pelayanan, kepemimpinan, inovasi, serta pengalaman pasien.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun beberapa rumah sakit yang berhasil meraih penghargaan dalam pilar-pilar tersebut antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pilar Peningkatan Kualitas Layanan &amp; Inovasi:</p>
<p>Best Quality Hospital (Indikator Mutu Terbaik): RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rumah Sakit dengan Inovasi Terbaik: RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, dan RSUP Fatmawati.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rumah Sakit dengan Hospitality Terbaik: RS Kanker Dharmais, RSUP Dr. Sitanala, dan RSAB Harapan Kita.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pilar Penguatan Pendidikan dan Penelitian:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penyelenggara Unit Riset Klinis Terbaik: RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP dr. M. Djamil, dan RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Best Teaching Hospital: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RS Penyelenggara Pendidikan Utama Terbaik: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Mata Cicendo, dan RSAB Harapan Kita.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pilar Tata Kelola, Kepemimpinan &amp; Transformasi Menyeluruh:</p>
<p>Best Transformation Hospital: RSUP dr. Kariadi.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Best CEO: Eniarti (Direktur Utama RSUP dr. Sardjito).&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tingkat Maturitas BLU Kategori "Luar Biasa": RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Kariadi, dan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui penghargaan ini, Kementerian Kesehatan RI berharap rumah sakit penerima tidak hanya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga terus meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan inovasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi rumah sakit pemerintah menuju layanan berkelas dunia.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)&nbsp; &nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik&nbsp;&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770525893698814c53ab262.80029958.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Tinjau CKG di Puskesmas Cikupa Cakupan Kabupaten Tangerang Capai 106 Persen</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-tinjau-ckg-di-puskesmas-cikupa-cakupan-kabupaten-tangerang-capai-106-persen</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Feb 2026 07:31:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-tinjau-ckg-di-puskesmas-cikupa-cakupan-kabupaten-tangerang-capai-106-persen</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 6 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Cikupa, Kabupaten Tangerang.</p>
<p>Secara keseluruhan, cakupan CKG di Kabupaten Tangerang telah mencapai 106 persen atau sekitar 1,3 juta pemeriksaan.</p>
<p>Wamenkes menyebut capaian tersebut tidak lepas dari pola pelayanan yang tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau ruang-ruang publik.</p>
<p>&ldquo;Pemeriksaan tidak hanya di puskesmas. Kita lakukan juga di pasar, sekolah, kantor, perusahaan, sampai lingkungan RT dan RW. Akses masyarakat jadi jauh lebih mudah,&rdquo; kata Dante.</p>
<p>Ia menyebutkan, pemeriksaan dalam program CKG mencakup berbagai kondisi kesehatan, termasuk diabetes, hipertensi, dan gangguan pernapasan.&rdquo;</p>
<p>&ldquo;Banyak penyakit belum bergejala. Tapi ketika dicek laboratorium, baru terlihat gula darahnya tinggi atau tekanan darahnya naik. Kalau terdeteksi, langsung ditangani dan diobati,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menurut Dante, warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan langsung mendapatkan layanan pengobatan awal selama sekitar 10-15 hari, sambil diberi kesempatan untuk mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan bagi yang belum terdaftar.</p>
<p>Bupati Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan pelaksanaan CKG di wilayahnya merupakan hasil konsolidasi lintas sektor sejak awal.</p>
<p>&ldquo;Kami bergerak bersama camat, kepala desa, lurah, dan Dinas Kesehatan. Layanannya tidak hanya di puskesmas dan klinik, tapi juga di pasar, balai warga, dan ruang-ruang publik,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sebagai penguatan layanan, 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang telah mendapatkan bantuan alat USG dari Kementerian Kesehatan dan akan diperkuat dengan tambahan alat EKG. Secara nasional, program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta masyarakat, dengan target lebih dari 100 juta penerima layanan pada 2026.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770611257698962393c1cb7.56756358.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolaborasi RI-Arab Saudi Tangani Operasi Jantung di RSJPD Harapan KitaKolaborasi RI-Arab Saudi Tangani Operasi Jantung di RSJPD Harapan Kita</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-ri-arab-saudi-tangani-operasi-jantung-di-rsjpd-harapan-kitakolaborasi-ri-arab-saudi-tangani-operasi-jantung-di-rsjpd-harapan-kita</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Feb 2026 15:14:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-ri-arab-saudi-tangani-operasi-jantung-di-rsjpd-harapan-kitakolaborasi-ri-arab-saudi-tangani-operasi-jantung-di-rsjpd-harapan-kita</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Ferbruari 2026&nbsp;</p>
<p>Beban biaya pengobatan penyakit jantung di Indonesia masih jadi persoalan serius. Di RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, rata-rata biaya satu kali operasi jantung anak saja bisa mencapai Rp100 juta, sementara BPJS Kesehatan hanya menanggung hanya bisa sekitar 30% dari total pembiayaan, atau 30 juta. &nbsp;Selisihnya harus ditanggung rumah sakit.&nbsp;</p>
<p>Demikian penjelasan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono pada saat Jumpa Pers Bakti Sosial oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) di RSJP Harapan Kita Jakarta, Kamis (6/2).&nbsp;</p>
<p>Dante melanjutkan, masalah tersebut makin berat karena dari sekitar 50.000 kasus baru penyakit jantung bawaan tiap tahun, baru sekitar 5.000 anak yang bisa mendapat penanganan. &nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sisanya masih harus mengantre karena keterbatasan tenaga medis dan mahalnya alat kesehatan berteknologi tinggi seperti Contegra maupun Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)&rdquo; tandasnya.&nbsp;</p>
<p>Di tengah tantangan itu, Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi dukungan KSR yang sudah berjalan sejak September 2023. Pada bakti sosial tahun &nbsp;ini, 2&ndash;6 Februari 2026, KSR bersama RSJPD Harapan Kita menangani 4 pasien dewasa untuk prosedur TAVI dan 31 pasien anak untuk bedah kardiovaskular pediatrik serta penyakit jantung bawaan. Kegiatan ini juga diisi dengan transfer pengetahuan lewat kuliah tamu dari pakar jantung Arab Saudi.</p>
<p>Wamenkes Dante, mengakui bahwa soal biaya jadi kendala utama. "Angkanya sekitar 8 dari 1.000 kelahiran. Dari sekitar 50 ribu kasus per tahun, yang bisa tertangani baru sekitar 5 ribu. Sisanya harus menunggu karena keterbatasan tenaga medis dan pembiayaan," ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Dante menyebut dukungan KSR sangat berarti karena total sudah sekitar 260 kasus yang ditangani dengan nilai bantuan Rp62 miliar. Ia juga menegaskan pemerintah akan terus mendorong agar BPJS bisa memberi porsi pembiayaan lebih besar untuk tindakan katastropik seperti operasi jantung.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan bahwa rumah sakit tidak bisa menanggung seluruh beban sendirian, apalagi sekitar 90 persen pasien menggunakan JKN.&nbsp;</p>
<p>"Layanan jantung untuk kasus kompleks butuh teknologi dan alat medis berbiaya tinggi. Dukungan dari KSR sangat membantu agar kami tetap bisa memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global," &nbsp;katanya.</p>
<p>Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Amodi, menyampaikan bahwa program ini merupakan arahan langsung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. "Program ini mencerminkan eratnya hubungan Saudi Arabia dan Indonesia, serta kepedulian terhadap kesehatan anak-anak," &nbsp;ungkapnya.&nbsp;</p>
<p>Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tindakan operasi saja, tapi juga mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pengembangan layanan jantung anak di berbagai daerah agar beban biaya bisa ditekan dan akses masyarakat terhadap pengobatan jantung makin terbuka luas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770391263698606dfe449a9.53842201.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSJPD Harapan Kita Perkuat Peran sebagai Pusat Rujukan Jantung Nasional lewat Dukungan KSR</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Feb 2026 14:59:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>RS Harapan Kita Perkuat Peran sebagai Pusat Rujukan Jantung Nasional lewat Dukungan KSR</p>
<p>Jakarta, 6 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita memperkuat layanan jantung nasional melalui dukungan kemanusiaan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR). Dukungan tersebut berupa bantuan penanganan medis dan alat kesehatan habis pakai berbiaya tinggi, termasuk Contegra untuk penanganan penyakit jantung bawaan serta Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) untuk terapi penyakit jantung koroner dan kelainan katup jantung.</p>
<p>Dukungan ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung berteknologi tinggi sekaligus menguatkan peran RSJPD Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional kardiovaskular.</p>
<p>Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSJPD Harapan Kita melayani pasien dari berbagai daerah dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Untuk layanan bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan, rumah sakit ini melaksanakan sekitar 1.000 -1.300 operasi setiap tahun, dengan sekitar 90% tindakan dibiayai melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</p>
<p>Direktur Utama RSJPD Harapan kita Iwan Dakota, menyatakan bahwa dukungan filantropi internasional berperan penting dalam menjaga keberlanjutan layanan jantung nasional.</p>
<p>&ldquo;Layanan jantung, terutama untuk kasus kompleks, membutuhkan teknologi dan alat medis berbiaya tinggi, sementara mayoritas pasien kami adalah peserta JKN. Dukungan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre sangat membantu agar rumah sakit tetap dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,&rdquo; ujar Iwan.</p>
<p>Selain layanan bedah, RSJPD Harapan Kita juga menjadi pusat rujukan nasional untuk intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa, termasuk tindakan kompleks seperti TAVI, intervensi Chronic Total Occlusion (CTO), serta berbagai prosedur kateterisasi jantung.</p>
<p>Kolaborasi KSR dan Kementerian Kesehatan RI melalui RSJPD Harapan Kita telah berlangsung sejak 2023 dan berkembang melalui berbagai misi kemanusiaan. Misi terbaru dilaksanakan pada 2-6 Februari 2026, dengan rencana penanganan empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa (TAVI) serta 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.</p>
<p>Selain pelayanan langsung, kegiatan ini juga menitikberatkan pada transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan nasional melalui keterlibatan pakar intervensi jantung dari Arab Saudi.</p>
<p>Melalui kolaborasi ini, RSJPD Harapan Kita menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan jantung nasional dan memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan akses pengobatan jantung yang aman, bermutu, dan berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1770390758698604e6bdc467.70046645.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peringati HGN ke-66: Kemenkes Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang Lewat Pangan Lokal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peringati-HGN-ke-66-kemenkes-ajak-masyarakat-penuhi-gizi-seimbang-lewat-pangan-lokal</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Feb 2026 01:35:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peringati-HGN-ke-66-kemenkes-ajak-masyarakat-penuhi-gizi-seimbang-lewat-pangan-lokal</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menegaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi utama pemenuhan gizi seimbang masyarakat. Melalui tema "Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal", pemerintah mendorong pola makan yang sehat, terjangkau, dan sesuai dengan kearifan budaya setempat.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Nasional yang digelar Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Rabu (5/2). Momentum HGN tahun ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk memperbaiki pola konsumsi guna menghadapi tiga masalah gizi bersamaan (triple burden of malnutrition) di Indonesia, yaitu adanya masalah gizi yang kompleks yang terdiri dari kekurangan nutrisi, kelebihan nutrisi dan kekurangan zat gizi mikro.</p>
<p>Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Lovely Daisy memaparkan tantangan gizi yang masih dihadapi. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, 1 dari 5 balita masih mengalami stunting, sementara 37,8% orang dewasa mengalami kelebihan berat badan (<em>overweight</em>).</p>
<p>"Kondisi ini diperparah dengan pola makan yang kurang beragam. Sebanyak 96,7% masyarakat kita kurang makan sayur dan buah. Oleh karena itu, melalui slogan 'Sehat Dimulai dari Piringku', kami mengajak masyarakat menerapkan konsep Isi Piringku dengan memanfaatkan pangan lokal yang kaya nutrisi," ujar Daisy.</p>
<p>Pentingnya pangan lokal diperkuat oleh pandangan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Profesor Rimbawan. Menurutnya, pangan lokal memiliki keunggulan komparatif dibandingkan pangan impor.</p>
<p>"Pangan lokal lebih segar karena rantai pasok yang pendek, mudah diakses, dan harganya lebih terjangkau. Selain memenuhi gizi, mengonsumsi pangan lokal juga berdampak nyata bagi ekonomi petani dan memperkuat identitas budaya kita," jelas Rimbawan.</p>
<p><strong>Korelasi Pola Makan dan Penyakit Tidak Menula</strong>r</p>
<p>Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyoroti dampak serius dari pola makan tinggi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Konsumsi GGL yang berlebih, terutama di perkotaan, menjadi pemicu utama hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.</p>
<p>"Kajian bersama BPOM menunjukkan, jika kita menyelaraskan kebijakan pengendalian asam lemak trans dan reformulasi makanan, kita bisa mencegah 310 ribu kematian dan 580 ribu penyakit jantung. Pengaturan batas maksimum GGL dan label pangan menjadi langkah krusial yang terus kami dorong," tegas Nadia.</p>
<p>Peringatan HGN ke-66 ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi seluruh pihak untuk menjadikan gizi seimbang berbasis pangan lokal sebagai fondasi membangun SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)<br><br></p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177034471169855107d8dd67.59083233.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Lengkap Berkualitas Ramah Disabilitas dan Tahan Gempa, Wujud Komitmen Pemerintah Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-lengkap-berkualitas-ramah-disabilitas-dan-tahan-gempa-wujud-komitmen-pemerintah-hadirkan-layanan-kesehatan-inklusif</link>				
         <pubDate>Thu, 05 Feb 2026 13:17:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-lengkap-berkualitas-ramah-disabilitas-dan-tahan-gempa-wujud-komitmen-pemerintah-hadirkan-layanan-kesehatan-inklusif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Februari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya menghadirkan rumah sakit lengkap berkualitas yang ramah disabilitas dan tahan gempa melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa aspek inklusivitas dan keselamatan menjadi prinsip utama dalam pembangunan rumah sakit, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang rawan bencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit ini kami desain ramah disabilitas, mulai dari akses ramp, pintu dan kamar mandi yang lebih lebar, hingga fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, bangunan mengikuti standar tahan gempa hingga 8 skala Richter sesuai ketentuan Kementerian PUPR,&rdquo; ujar dr. Azhar dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (5/2).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dirjen Azhar menegaskan bahwa rumah sakit yang dibangun tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas dan keamanan layanan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan bermartabat dalam kondisi apa pun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga memastikan kesiapan layanan berjalan secara berkelanjutan. Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes RI dr. Yuli Farianti menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan berbagai skema pemenuhan tenaga kesehatan, termasuk penugasan khusus, pemberian insentif, serta prioritas pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pendekatan ini penting agar layanan kesehatan di rumah sakit yang dibangun dapat beroperasi optimal dan berkesinambungan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan kebencanaan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seluruh rumah sakit yang dibangun melalui Program PHTC dipastikan melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah berharap kehadiran rumah sakit yang ramah disabilitas dan tahan gempa ini dapat memperkuat sistem kesehatan nasional serta menjamin hak seluruh warga negara untuk memperoleh layanan kesehatan yang inklusif dan aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177029797969849a7bd0cbc9.47079221.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Kebut Pembangunan 66 RS Lengkap, Fokus Daerah Terpencil dan Perbatasan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kebut-pembangunan-66-rs-lengkap-fokus-daerah-terpencil-dan-perbatasan</link>				
         <pubDate>Thu, 05 Feb 2026 13:14:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kebut-pembangunan-66-rs-lengkap-fokus-daerah-terpencil-dan-perbatasan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Februari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan perkembangan terbaru Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo dalam pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di 66 kabupaten/kota, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional guna memastikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Bapak Presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Untuk tahap pertama, sebanyak 22 rumah sakit telah dilakukan groundbreaking pada periode Januari&ndash;Juni 2025. Hingga akhir Februari ini, 16 rumah sakit akan selesai, sementara sisanya diharapkan rampung pada Maret&ndash;April,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (5/2).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah telah memperoleh persetujuan anggaran untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit, sehingga realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ini namanya quick win. Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, menjelaskan bahwa melalui Program Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit, Kemenkes mendorong peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana dan prasarana, alat kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Program ini difokuskan untuk mempercepat pelayanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya,&rdquo; ujar dr. Azhar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada periode 2025&ndash;2026, pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD dilaksanakan pada 66 lokus yang dibagi ke dalam enam batch pembangunan. Dari target 22 RSUD pada tahun 2025, sebanyak 11 RSUD telah menyelesaikan tahap pembangunan, dan 16 RSUD ditargetkan rampung serta siap diresmikan pada minggu keempat Februari 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, pada tahun 2026, Kemenkes akan melanjutkan peningkatan kualitas rumah sakit di 20 kabupaten/kota lainnya. Beberapa RSUD yang termasuk dalam program ini antara lain RSUD Maba (Kabupaten Halmahera Timur), RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas), serta sejumlah RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pembangunan infrastruktur, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan alat kesehatan berteknologi lanjut, seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG. Penguatan juga dilakukan pada aspek SDM kesehatan, termasuk pemenuhan tujuh spesialis dasar serta tambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami berharap upaya ini dapat secara signifikan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah,&rdquo; tutup Dirjen Kesehatan Lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177029794369849a57d3eaa4.93983734.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Ajak Masyarakat Tak Takut Skrining: Kanker Bisa Disembuhkan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ajak-masyarakat-tak-takut-skrining-kanker-bisa-disembuhkan</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Feb 2026 23:10:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ajak-masyarakat-tak-takut-skrining-kanker-bisa-disembuhkan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>JAKARTA, 4 Februari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining kanker. Imbauan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kanker Sedunia yang digelar oleh RS Kanker Dharmais.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan menegaskan bahwa seiring kemajuan teknologi medis, kanker bukan lagi penyakit yang tidak dapat diobati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. _Cancer is curable_. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kunci utama keberhasilan pengobatan kanker terletak pada kecepatan menemukan sel kanker sejak stadium awal melalui deteksi dini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai langkah konkret, pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis setiap tahun bagi 280 juta penduduk Indonesia melalui program Presiden Prabowo. Layanan tersebut mencakup skrining kanker payudara secara gratis, khususnya bagi perempuan berusia di atas 30 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memperluas akses layanan, pemerintah juga telah mendistribusikan 10.000 alat ultrasonografi (USG) ke berbagai puskesmas serta melatih dokter umum agar mampu melakukan skrining awal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, fasilitas pendukung seperti layanan kemoterapi telah tersedia di 514 rumah sakit untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jangan lagi ada rasa takut atau khawatir yang membuat kita enggan melakukan skrining,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menekankan bahwa kanker merupakan penyakit yang dapat diobati apabila ditemukan lebih cepat melalui pemanfaatan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email di kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17702470576983d3919c6b37.61898606.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Deteksi Dini Kunci Tingkatkan Kesembuhan Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-deteksi-dini-kunci-tingkatkan-kesembuhan-kanker</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Feb 2026 23:05:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-deteksi-dini-kunci-tingkatkan-kesembuhan-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Februari 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kanker bukan lagi vonis menakutkan jika ditemukan sejak dini. Dengan kemajuan teknologi medis saat ini, tingkat kesembuhan kanker tergolong tinggi, selama masyarakat berani melakukan deteksi dini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut ditegaskan Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin saat membuka puncak peringatan Hari Kanker Sedunia di SQuare One Function Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/2). Menurut Menkes, ketakutan untuk memeriksakan diri justru menjadi penghalang utama dalam penanganan kanker yang optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kanker bisa disembuhkan, sama seperti penyakit lainnya. Masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri. Jika diketahui di stadium satu, kesembuhan sangat mungkin terjadi. Apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini, harapan kesembuhan juga semakin tinggi,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beban Ekonomi Kanker dan Urgensi Deteksi Dini</p>
<p>Senada dengan Menkes, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Murti Utami yang biasa disapa Ami, memaparkan data yang menunjukkan urgensi deteksi dini kanker. Ia menyebutkan, 70 persen kematian akibat kanker di Indonesia disebabkan oleh keterlambatan penanganan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Terdapat sekitar 400 ribu kasus baru setiap tahunnya. Ini bukan sekadar angka, melainkan tentang masa depan keluarga yang terdampak. Saat ini, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) masih menjadi beban tertinggi,&rdquo; jelas Ami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kanker, lanjut Ami, termasuk penyakit katastropik dengan pembiayaan tinggi. Tercatat, anggaran sebesar Rp5,9 triliun dikeluarkan negara untuk perawatan kanker. &ldquo;Beban ini tidak hanya dirasakan oleh negara, tetapi juga berdampak secara ekonomi pada masyarakat,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menekan angka kematian dan pembiayaan tersebut, Kementerian Kesehatan meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara. Melalui program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan skrining terhadap 40 juta perempuan berusia di atas 30 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, Menkes Budi mengungkapkan masih adanya kesenjangan partisipasi. Dari target 40 juta orang, baru sekitar 4 juta yang datang untuk skrining. Masalah utamanya adalah rasa takut dan penyangkalan (denial) di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dari 4 juta yang diskrining, ditemukan sekitar 1.700 kasus kanker yang membutuhkan pengobatan. Mayoritas kasus ini berpotensi selamat jika ditangani segera. Mari kita dorong seluruh sasaran untuk datang ke Puskesmas, jangan menunggu sakit,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengapresiasi upaya pemerintah dalam menyediakan alat skrining hingga ke pelosok. Sebagai penyintas kanker, Linda menjadi bukti hidup pentingnya deteksi dini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk datang ke Puskesmas terdekat. Jika kanker payudara ditemukan pada tahap awal dan diobati secara medis, Anda pasti akan sehat kembali. Saya adalah buktinya,&rdquo; pungkas Linda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (TM/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17702470816983d3a97041a4.73554918.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata, Perkuat Deteksi Dini Gangguan Penglihatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perluas-akses-layanan-kesehatan-mata-perkuat-deteksi-dini-gangguan-penglihatan</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Feb 2026 01:26:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perluas-akses-layanan-kesehatan-mata-perkuat-deteksi-dini-gangguan-penglihatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Februari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi menggelar acara _&ldquo;Launching of Improved Access to Eye Health in Indonesia &amp; Vision Screening Event&rdquo;_ sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan mata dan menekan angka gangguan penglihatan yang terus meningkat di Indonesia.</p>
<p>Langkah ini dinilai krusial mengingat sekitar 3,6 juta anak Indonesia masih mengalami kelainan refraksi yang belum terkoreksi dengan penggunaan kacamata, kondisi yang berpotensi menghambat tumbuh kembang dan kualitas hidup anak.</p>
<p>Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa deteksi dini gangguan penglihatan harus dilakukan secara masif dan terintegrasi melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, Kemenkes telah melakukan skrining kesehatan mata terhadap sekitar 55 juta penduduk berusia di atas 7 tahun, dengan hasil temuan sekitar 17 persen di antaranya mengalami gangguan penglihatan.</p>
<p>&ldquo;Pada tahun 2026, melalui Program Cek Kesehatan Gratis, kami menargetkan skrining terhadap sekitar 140 juta masyarakat Indonesia, mulai dari bayi hingga lansia,&rdquo; ujar Nadia.</p>
<p>Upaya penguatan layanan kesehatan mata di Indonesia ini juga mendapat dukungan dari World Health Organization (WHO) melalui inisiatif global _SPECS_ 2030, yang bertujuan mengeliminasi gangguan penglihatan yang dapat dicegah maupun dikoreksi.</p>
<p>Perwakilan WHO Indonesia, Fransiska, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Indonesia yang secara resmi bergabung dalam kerangka _SPECS_ sejak Oktober 2025.</p>
<p>Sejalan dengan inisiatif global tersebut, OneSight EssilorLuxottica Foundation menyatakan kesiapan untuk bermitra dengan Kementerian Kesehatan dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan mata di Indonesia.</p>
<p>Perwakilan OneSight EssilorLuxottica Foundation, Patricia Koh, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pelatihan tenaga kesehatan, khususnya perawat, agar memiliki kapasitas melakukan pemeriksaan dasar penglihatan di tingkat layanan kesehatan primer.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, program ini juga akan menjangkau wilayah terpencil melalui penyediaan _patient center_ di Kepulauan Seribu, guna memastikan layanan deteksi dini dan kesehatan mata yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau surel kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/177008237669815048176931.13225845.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Putusan Mahkamah Konstitusi Tidak Membubarkan Konsil dan Kolegium</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/putusan-mahkamah-konstitusi-tidak-membubarkan-konsil-dan-kolegium</link>				
         <pubDate>Sat, 31 Jan 2026 10:32:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/putusan-mahkamah-konstitusi-tidak-membubarkan-konsil-dan-kolegium</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Januari 2026&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperkuat kedudukan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Kolegium Kesehatan dalam tata kelola profesi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Putusan ini dinilai semakin menegaskan peran strategis kedua lembaga tersebut dalam menjaga mutu, kompetensi, serta profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan. Dengan putusan ini, tidak perlu lagi ada kekhawatiran pengurus kedua lembaga tersebut akan diberhentikan atau diganti.</p>
<p>Putusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara Nomor 111/PUU-XXII/2024 dan 182/PUU-XXII/2024 menegaskan bahwa KKI berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden serta menjalankan perannya secara independen. Kementerian Kesehatan menilai, dalam praktiknya, KKI dan Kolegium selama ini telah bekerja secara profesional dan mandiri, sehingga putusan ini semakin memperkuat legitimasi kelembagaan yang telah berjalan.</p>
<p>Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih berpendapat, &ldquo;Kolegium memiliki kedudukan independen dalam menetapkan standar kompetensi profesi, tanpa campur tangan lembaga lain,&rdquo; jelas Enny.</p>
<p>Sementara Hakim Konstitusi Anwar Usman juga menyampaikan, &ldquo;Penegasan posisi Kolegium sebagai unsur keanggotaan KKI memastikan pengembangan pendidikan dan kompetensi tenaga kesehatan tetap objektif dan berbasis keilmuan,&rdquo; terang Anwar.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman, mengatakan bahwa penguatan posisi KKI dan Kolegium merupakan langkah penting dalam memperbaiki tata kelola profesi kesehatan secara menyeluruh.</p>
<p>&ldquo;Sejak awal, KKI dan Kolegium memang sudah menjalankan fungsinya secara independen dan profesional. Putusan Mahkamah Konstitusi ini semakin mempertegas posisi tersebut, sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi seluruh pemangku kepentingan,&rdquo; ujar Aji.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pemerintah mendukung upaya menjaga independensi Kolegium sebagai lembaga keilmuan yang fokus pada mutu, kompetensi, dan keselamatan pasien.</p>
<p>&ldquo;Kolegium harus menjadi rumah besar keilmuan yang fokus pada mutu, kompetensi, dan keselamatan pasien, bukan berada di bawah kepentingan organisasi tertentu,&rdquo; tegas Aji.</p>
<p>Terkait organisasi profesi, Mahkamah Konstitusi tetap memaknai perlunya pembentukan wadah tunggal bagi setiap profesi kesehatan. Pembentukan wadah tersebut akan dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, serta dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama satu tahun sejak putusan diucapkan.</p>
<p>Dalam putusan tersebut, Mahkamah juga tidak mengabulkan permohonan organisasi profesi untuk mengalihkan sejumlah kewenangan pemerintah kepada organisasi profesi, termasuk dalam hal rekomendasi perizinan praktik (SIP), pengelolaan satuan kredit profesi (SKP), pengelolaan pelatihan, serta penetapan standar profesi.</p>
<p>Dengan putusan ini, kewenangan pemerintah sebagai regulator tetap diperkuat, khususnya dalam memastikan sistem perizinan, pembinaan kompetensi, serta pengelolaan pelatihan tenaga medis dan tenaga kesehatan berjalan secara terintegrasi dan sesuai standar nasional.</p>
<p>&ldquo;Negara harus hadir sebagai regulator yang memastikan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan perlindungan masyarakat. Karena itu, kewenangan perizinan, SKP, dan pelatihan tetap harus berada dalam sistem yang terintegrasi dan diawasi,&rdquo; jelas Aji.</p>
<p>Kementerian Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator, KKI, Kolegium, organisasi profesi, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun peta jalan implementasi putusan Mahkamah Konstitusi secara bertahap dan berkelanjutan.</p>
<p>Melalui penguatan KKI dan Kolegium, penataan organisasi profesi, serta penguatan peran pemerintah sebagai regulator, Kementerian Kesehatan berharap tercipta sistem tata kelola profesi kesehatan yang semakin profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kami berkomitmen untuk mengawal implementasi putusan ini secara konsisten dan transparan, demi mewujudkan sistem kesehatan nasional yang semakin kuat dan berkualitas,&rdquo; ujar Aji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan Halo Kemenkes di hotline 1500-567 atau surel kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, S.T., MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1769855654697ddaa63f3286.39407009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Akses Layanan Jantung di Solo Kian Mudah, RS Kardiologi Emirates–Indonesia Resmi Beroperasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/akses-layanan-jantung-di-solo-kian-mudah-rs-kardiologi-emiratesindonesia-resmi-beroperasi</link>				
         <pubDate>Thu, 29 Jan 2026 12:18:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/akses-layanan-jantung-di-solo-kian-mudah-rs-kardiologi-emiratesindonesia-resmi-beroperasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surakarta, 29 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RS Kardiologi Emirates-Indonesia yang berlokasi di Solo Technopark mencatat telah melayani 582 pasien sejak resmi beroperasi. Saat ini, rumah sakit hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut tengah memprioritaskan integrasi layanan agar dapat segera melayani pasien BPJS Kesehatan, guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang menegaskan bahwa fasilitas medis ini merupakan aset publik yang harus dapat diakses secara luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jadi, rumah sakit ini harus dirawat dengan baik. Ini adalah rumah sakitnya rakyat Indonesia,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, menyampaikan bahwa proses administrasi agar rumah sakit ini dapat menerima pasien melalui asuransi kesehatan negara tersebut saat ini tengah dipercepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami sedang mengupayakan proses kredensial dalam waktu enam bulan ke depan agar rumah sakit ini dapat melayani pasien BPJS Kesehatan,&rdquo; jelas Respati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak manajemen melalui Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menambahkan bahwa keterjangkauan biaya menjadi misi utama dalam operasional rumah sakit ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saat ini kami juga sedang berupaya agar dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sehingga layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,&rdquo; tegas Eniarti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ke depan, layanan BPJS Kesehatan akan didukung oleh teknologi medis mutakhir yang telah tersedia, seperti Hybrid Cath Lab dan MRI. Integrasi layanan asuransi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus jantung kompleks bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya, mengingat serangan jantung membutuhkan penanganan cepat dalam periode emas (_golden period_).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama masa transisi, operasional rumah sakit akan tetap berada di bawah pengawasan RSUP Dr. Sardjito guna menjamin mutu pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap terjaga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sinergi ini ditargetkan mampu menjadikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia sebagai rumah sakit rujukan jantung utama di Jawa Tengah yang inklusif bagi seluruh kelompok ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau surel kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, S.T., M.K.M.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1769692666697b5dfaedddd9.17101245.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Kerja Sama Bilateral, UEA Siapkan Dukungan Pasokan Medis untuk RS Kardiologi Solo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-kerja-sama-bilateral-uea-siapkan-dukungan-pasokan-medis-untuk-rs-kardiologi-solo</link>				
         <pubDate>Thu, 29 Jan 2026 12:14:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-kerja-sama-bilateral-uea-siapkan-dukungan-pasokan-medis-untuk-rs-kardiologi-solo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surakarta, 29 Januari 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RS Kardiologi Emirates-Indonesia resmi ditetapkan sebagai pusat unggulan penanganan penyakit jantung dengan dukungan teknologi medis berstandar internasional. Selain penguatan fasilitas fisik, peningkatan kapasitas tenaga medis melalui sistem pengampuan menjadi fokus utama guna menjamin mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menginstruksikan agar rumah sakit tersebut mengoptimalkan pemanfaatan perangkat medis canggih yang telah tersedia untuk mendukung tindakan medis tingkat lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kompleks tetapi tradisional? Tidak. Saya ingin ditingkatkan menjadi kompleks tetapi canggih (_complex but advanced_), karena perangkatnya sudah sangat baik,&rdquo; tegas Menkes Budi Gunadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melaksanakan program pendampingan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami dari RSUP Dr. Sardjito melaksanakan pengampuan selama lima tahun. Targetnya adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia sehingga proses alih pengetahuan (_transfer of knowledge_) dapat berjalan optimal dalam pelayanan jantung,&rdquo; ujar Eniarti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dukungan terhadap keberlanjutan operasional rumah sakit juga disampaikan oleh Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Y.M. Abdulla Salem AlDhaheri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;UEA senantiasa siap memberikan dukungan kepada bangsa sahabat kami, Republik Indonesia,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, Pemerintah UEA tengah mengkaji pemberian dukungan tambahan berupa pasokan kebutuhan medis guna menjamin operasional rumah sakit yang profesional dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas ini dalam mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan jantung di wilayah Surakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Keberadaan rumah sakit ini sangat krusial, mengingat penanganan serangan jantung membutuhkan respons cepat dalam kurun waktu dua hingga enam jam,&rdquo; tegas Respati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Surakarta, serta dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab, RS Kardiologi Emirates-Indonesia diproyeksikan mampu memangkas rantai rujukan pelayanan jantung yang selama ini relatif panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fasilitas ini diharapkan menjadi model transformasi layanan rujukan kardiovaskular di daerah dengan tetap mengedepankan mutu pelayanan yang setara dengan standar internasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan Halo Kemenkes di hotline 1500-567 atau surel kontak@kemkes.go.id. (PCK/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, S.T., M.K.M.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1769689515697b51ab682210.65500834.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skrining Kanker Leher Rahim Terintegrasi Program CKG, Pemerintah Perluas Akses DNA HPV dan Self-Sampling</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kanker-leher-rahim-terintegrasi-program-ckg-pemerintah-perluas-akses-dna-hpv-dan-self-sampling</link>				
         <pubDate>Tue, 27 Jan 2026 14:48:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kanker-leher-rahim-terintegrasi-program-ckg-pemerintah-perluas-akses-dna-hpv-dan-self-sampling</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Januari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah mengintegrasikan skrining kanker leher rahim ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya mempercepat deteksi dini dan menurunkan angka keterlambatan penanganan kanker serviks. Integrasi ini mencakup pemeriksaan DNA HPV serta penerapan pengambilan sampel mandiri (self-sampling) untuk meningkatkan partisipasi perempuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa mulai 2026, skrining kanker leher rahim dalam CKG akan disertai dengan tindak lanjut yang jelas bagi hasil skrining positif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Integrasi skrining ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis merupakan respon nyata pemerintah untuk mencegah keterlambatan penanganan dan progresivitas lesi pra-kanker,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa pemeriksaan DNA HPV, termasuk melalui self-sampling, menjadi solusi atas rendahnya minat perempuan terhadap pemeriksaan konvensional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan metode self-sampling, perempuan dapat mengambil sampel sendiri dengan pendampingan petugas kesehatan, sehingga lebih mudah, nyaman, dan dapat diterima,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Integrasi pemeriksaan DNA HPV juga akan dikembangkan dalam paket medical check-up (MCU) di fasilitas kesehatan, seiring kebijakan integrasi MCU ke dalam Program CKG yang mulai diterapkan pada 2026. Program CKG sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, sementara BPJS Kesehatan berperan pada tahap rujukan dan pengobatan lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penanganan lesi pra-kanker, termasuk terapi ablasi termal, telah disiapkan di fasilitas layanan primer seperti puskesmas agar hasil skrining dapat segera ditindaklanjuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah berharap langkah ini dapat memperluas akses skrining, meningkatkan partisipasi perempuan, dan memperkuat upaya eliminasi kanker leher rahim pada 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17695255156978d10bb63972.95904540.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Tegaskan Komitmen Eliminasi Kanker Leher Rahim 2030 melalui Skrining DNA HPV Terintegrasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tegaskan-komitmen-eliminasi-kanker-leher-rahim-2030-melalui-skrining-dna-hpv-terintegrasi</link>				
         <pubDate>Tue, 27 Jan 2026 14:42:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tegaskan-komitmen-eliminasi-kanker-leher-rahim-2030-melalui-skrining-dna-hpv-terintegrasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Januari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan eliminasi kanker leher rahim pada tahun 2030 melalui penguatan kebijakan dan layanan skrining yang terintegrasi. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, dalam Diseminasi Hasil Studi Implementasi untuk Mendukung Program ILP; Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim dengan DNA HPV di Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes menekankan bahwa visi bebas kanker leher rahim bukan sekadar target kesehatan, melainkan wujud komitmen negara dalam melindungi kehidupan perempuan serta keberlangsungan generasi bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kanker leher rahim masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia. Sekitar 70 persen kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut, dan hampir 50 persen penderitanya kehilangan nyawa. Di balik angka ini, ada ibu, istri, dan anak perempuan yang memegang peran penting dalam keluarga dan masa depan bangsa,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, persoalan kanker serviks harus dipandang sebagai persoalan sistemik yang memerlukan solusi komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan, bukan semata persoalan medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari komunitas global, Indonesia telah menyatakan komitmen dalam World Health Assembly 2020 untuk mendukung agenda global eliminasi kanker serviks. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim Tahun 2023&ndash;2030 sebagai peta jalan nasional jangka panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pilot Studi Skrining Kanker Leher Rahim dengan DNA HPV di Provinsi Jawa Timur yang didukung oleh Jhpiego, Roche, dan Biofarma. Studi ini dinilai memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan layanan dan efektivitas strategi skrining di tingkat akar rumput.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pilot studi ini memberikan snapshot penting tentang kinerja kita dalam memperkuat layanan kanker serviks di lapangan. Pemerintah membutuhkan gambaran yang jujur dan kritis, mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan hingga hambatan akses bagi kelompok kunci,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, pemerintah berharap studi ini menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti bersama, khususnya dalam meningkatkan perilaku pencarian layanan kesehatan pada perempuan, penguatan tata kelola fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, serta inovasi program berbasis pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes juga menegaskan pentingnya komitmen lintas sektor dalam mewujudkan eliminasi kanker leher rahim.</p>
<p>&ldquo;Eliminasi kanker serviks adalah agenda bersama. Pemerintah menyambut dan mendukung kolaborasi strategis lintas sektor, karena penanganan kanker serviks membutuhkan kemitraan yang inklusif dan kemampuan kita untuk melangkah bersama melampaui sekat sektoral,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/HY)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17695253226978d04aaa8680.39898629.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Warga Pengungsian Kuala Cangkoi Terlindungi dari Risiko DBD dan Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/warga-pengungsian-kuala-cangkoi-terlindungi-dari-risiko-dbd-dan-malaria</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:41:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/warga-pengungsian-kuala-cangkoi-terlindungi-dari-risiko-dbd-dan-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Utara, 24 Januari 2026</p>
<p>Tim Pengendali Vektor Dinas Kesehatan Provinsi Aceh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dan Kepala Puskesmas Lapang melakukan pengendalian vektor nyamuk di pos-pos pengungsian Desa Kuala Cangkoi, Aceh Utara, pada 20 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat pascabanjir sekaligus pencegahan potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.</p>
<p>Pengendalian dilakukan melalui pemeriksaan jentik di tempat penampungan air di area pengungsian, pemberian bubuk abate, serta edukasi pencegahan sarang nyamuk kepada masyarakat dengan penerapan 3M Plus.</p>
<p>Kepala Puskesmas Lapang, Mastuti, menyampaikan bahwa seluruh 11 desa di wilayah kerjanya terdampak banjir, dengan tiga desa mengalami dampak paling parah, yakni Desa Kuala Cangkoi, Matang Baro, dan Kuala Keretou.</p>
<p>&ldquo;Kami memiliki 11 desa dan semua terdampak banjir. Ada tiga desa yang terdampak paling parah hingga rumah warga hanyut dibawa air,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Tim menyusuri pos-pos pengungsian di wilayah pesisir dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap tempat penampungan air yang tidak tertutup, kubangan air di sekitar tenda pengungsian, serta fasilitas MCK darurat. Edukasi kepada warga disampaikan menggunakan bahasa daerah agar pesan pencegahan DBD lebih mudah dipahami.</p>
<p>Ketua Tim Pengendali Vektor Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Muhammad Jamil, menjelaskan bahwa bubuk abate diberikan pada penampungan air luar rumah atau penampungan air dalam rumah yang tidak digunakan untuk air minum.</p>
<p>&ldquo;Apabila ditemukan jentik pada tempat penampungan air minum, air akan dipindahkan ke wadah lain terlebih dahulu, kemudian tempat penampungan disikat dan dibersihkan agar telur nyamuk dapat dihilangkan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Salah seorang warga pengungsian, Efendi (50), menyambut baik kegiatan pemeriksaan jentik tersebut dan menyatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus DBD maupun malaria di lokasi pengungsian.</p>
<p>Jamil menegaskan bahwa hingga kini belum terjadi peningkatan kasus DBD dan malaria pascabanjir di Aceh Utara. Kabupaten Aceh Utara juga telah berstatus eliminasi malaria sejak 2020.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan 3M Plus, yakni menutup, menguras, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta melakukan langkah tambahan lain guna mencegah perkembangbiakan nyamuk.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17692596616974c28d784ff6.77448560.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim TCK Batch 3 Puskesmas Lapang Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana di Desa Kuala Cangkoi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-tck-batch-3-puskesmas-lapang-perkuat-layanan-kesehatan-pascabencana-di-desa-kuala-cangkoi</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:39:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-tck-batch-3-puskesmas-lapang-perkuat-layanan-kesehatan-pascabencana-di-desa-kuala-cangkoi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Utara, 24 Januari 2026</p>
<p>Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 3 Puskesmas Lapang memperkuat layanan kesehatan pascabencana bagi masyarakat Desa Kuala Cangkoi, Aceh Utara, pada 20 Januari 2026. Tim yang terdiri atas dua dokter umum, dua vaksinator lokal, dan satu perawat jiwa ini bertugas pada 18&ndash;31 Januari 2026 untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, imunisasi, serta dukungan psikososial.</p>
<p>&ldquo;Hari ini ada kegiatan di dua titik. Pertama di posko pesisir pantai, dimana terdapat beberapa posko pengungsian bagi masyarakat yang rumah rusak akibat banjir dan saat ini tinggal di tenda-tenda bantuan. Setelah itu, kami melanjutkan pelayanan di titik kedua, yakni di meunasah desa,&rdquo; ujar dr. Ainun, relawan TCK Puskesmas Lapang.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tiga relawan memberikan edukasi kesehatan dan pelayanan imunisasi bagi anak-anak, sementara dua relawan lainnya memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian obat, serta penguatan psikososial bagi kelompok dewasa dan lansia.</p>
<p>Sebelum imunisasi, anak-anak diajak mengikuti kegiatan edukatif seperti bernyanyi, menonton video cuci tangan yang benar, dan simulasi sederhana. Sementara itu, kelompok dewasa dan lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan sesuai kebutuhan.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 anak menerima imunisasi MR dan 68 penyintas mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Ada beberapa layanan yang kami lakukan, pertama pelayanan kesehatan dasar, pemberian obat, kemudian edukasi berupa perilaku hidup bersih sehat, bagaimana cuci tangan yang rutin, dan penyuluhan pentingnya imunisasi dan vaksinasi,&rdquo; ujar dr. Andi, anggota tim TCK Puskesmas Lapang.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa edukasi dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), seperti demam ringan pada anak.</p>
<p>Kepala Puskesmas Lapang, Mastuti, menyambut baik penugasan Tim TCK yang dinilai membantu penguatan layanan kesehatan, baik di posko pengungsian maupun melalui pelayanan kesehatan keliling di wilayah kerja Puskesmas Lapang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17692597086974c2bcf3a7f3.26424135.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Setahun Sekali Seumur Hidup, Presiden Jamin Cek Kesehatan Gratis bagi Seluruh Warga</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/setahun-sekali-seumur-hidup-presiden-jamin-cek-kesehatan-gratis-bagi-seluruh-warga</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Jan 2026 04:55:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/setahun-sekali-seumur-hidup-presiden-jamin-cek-kesehatan-gratis-bagi-seluruh-warga</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Davos, 22 Januari 2026</p>
<p>Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat modal manusia melalui sektor kesehatan, dengan menjamin layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh warga Indonesia secara rutin setiap tahun sepanjang hidup.</p>
<p>Dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026, Presiden menyampaikan bahwa hingga saat ini lebih dari 70 juta masyarakat telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer.</p>
<p>Program ini dirancang sebagai hak dasar masyarakat dan akan terus diperluas cakupannya hingga menjangkau seluruh populasi, dari anak-anak hingga orang dewasa.</p>
<p>Presiden Prabowo menekankan kebijakan CKG bukan merupakan program populis, melainkan langkah rasional untuk meningkatkan produktivitas nasional melalui deteksi dini penyakit.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,&rdquo; tegas Presiden Prabowo.</p>
<p>Seiring dengan penguatan skrining kesehatan, pemerintah juga mengakselerasi pemerataan akses kefarmasian melalui pembangunan 83.000 apotek desa yang menyediakan obat generik bersubsidi langsung kepada masyarakat.</p>
<p>Melalui penguatan modal manusia yang sehat dan berkualitas, pemerintah optimistis Indonesia dapat memutus rantai kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1769230847697451ff5c44d0.64910745.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tahun 2026, Kemenkes Fokuskan CKG pada Penanganan Hasil Pemeriksaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tahun-2026-kemenkes-fokuskan-ckg-pada-penanganan-hasil-pemeriksaan</link>				
         <pubDate>Fri, 23 Jan 2026 23:47:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tahun-2026-kemenkes-fokuskan-ckg-pada-penanganan-hasil-pemeriksaan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memasuki tahun kedua pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kementerian Kesehatan RI pada 2026 memfokuskan program ini pada tata laksana dan penanganan hasil pemeriksaan, khususnya bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fokus ini menandai pergeseran dari sekadar pemeriksaan menuju pengendalian penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara nyata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG tidak berhenti pada proses skrining, tetapi dilanjutkan dengan pencegahan dan penanganan yang terintegrasi secara gratis.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Target kita di 2026 bukan hanya melakukan cek kesehatan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat. Bukan hanya pemeriksaannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan melalui CKG. Selanjutnya, penanganan dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional bagi peserta BPJS Kesehatan aktif, sementara warga yang belum terdaftar diarahkan untuk segera mengaktifkan kepesertaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi menyampaikan evaluasi data 2025 yang menunjukkan tantangan kesehatan di berbagai kelompok usia. Sebanyak 6 dari 100 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), 31 persen balita mengalami gigi berlubang, satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal, satu dari tiga orang dewasa mengalami obesitas sentral, dan 51 persen lansia mengidap hipertensi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di Puskesmas pada hari yang sama,&rdquo; ujar dr. Maria.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Badan Komunikasi Pemerintahan menekankan pentingnya orkestrasi komunikasi masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan CKG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program CKG dinilai sebagai salah satu program kesehatan dengan penerima manfaat terbesar karena mencakup seluruh populasi. Pemerintah juga mendorong penguatan komunikasi publik agar masyarakat aktif memanfaatkan layanan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejumlah daerah telah menerapkan inovasi layanan, seperti Kabupaten Pangkep dengan layanan jemput bola Perahu Sehat Pulau Bahagia, serta Puskesmas Pacitan yang mengintegrasikan layanan kesehatan fisik dan mental melalui program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176921739969741d7742fde5.69047184.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tarik Dokter ke Daerah, Menkes Siapkan Insentif hingga Rp30 Juta per Bulan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tarik-dokter-ke-daerah-menkes-siapkan-insentif-hingga-rp30-juta-per-bulan</link>				
         <pubDate>Fri, 23 Jan 2026 10:14:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tarik-dokter-ke-daerah-menkes-siapkan-insentif-hingga-rp30-juta-per-bulan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 22 Januari 2026</p>
<p>Pemerintah menyiapkan insentif tambahan hingga Rp30 juta per bulan bagi dokter spesialis yang bersedia bertugas di daerah terpencil sebagai langkah percepatan pemerataan layanan kesehatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan ini mulai diterapkan Januari 2026. Insentif diberikan di luar gaji, jasa pelayanan, dan tunjangan lainnya, sehingga total penghasilan dokter spesialis di daerah dapat mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulan.</p>
<p>&ldquo;Dokter spesialis yang mau bekerja di daerah terpencil kita beri tambahan Rp30 juta per bulan,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Kebijakan ini menyasar wilayah yang selama ini kekurangan dokter spesialis, seperti Nias, Maluku, Papua, dan daerah terpencil lainnya. Selain insentif finansial, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa rumah dan kendaraan dinas.</p>
<p>&ldquo;Kita tidak hanya kasih uang, tapi juga rumah dan fasilitas supaya mereka nyaman bekerja di daera,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Budi menilai distribusi dokter spesialis masih menjadi tantangan serius. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, lulusan dokter spesialis per tahun yang hanya sekitar 2.700 orang dinilai belum mencukupi kebutuhan nasional.</p>
<p>Untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis, pemerintah juga mendorong program fellowship dan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.</p>
<p>&ldquo;Kalau menunggu pendidikan normal bisa 4 sampai 8 tahun. Kita percepat melalui fellowship satu tahun,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan penempatan dokter spesialis harus dibarengi dengan ketersediaan alat kesehatan agar layanan dapat berjalan optimal.</p>
<p>&ldquo;Percuma kita kirim dokter spesialis kalau alatnya tidak ada. Jadi alat dan SDM harus jalan barengn,&rdquo; tegas Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176916332069734a38dc60d1.13350581.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Kemenkes Surabaya Jadi Contoh Rumah Sakit Bertaraf Internasional, Menkes: RI Tak Kalah dari Luar Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kemenkes-surabaya-jadi-contoh-rumah-sakit-bertaraf-internasional-menkes-ri-tak-kalah-dari-luar-negeri</link>				
         <pubDate>Fri, 23 Jan 2026 09:57:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kemenkes-surabaya-jadi-contoh-rumah-sakit-bertaraf-internasional-menkes-ri-tak-kalah-dari-luar-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 22 Januari 2026</p>
<p>RS Kemenkes Surabaya ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit yang dikembangkan pemerintah bertaraf internasional. Rumah sakit ini dinilai mampu menghadirkan layanan kesehatan modern dengan infrastruktur, peralatan, dan teknologi medis canggih yang selama ini menjadi alasan masyarakat berobat ke luar negeri.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan RS Kemenkes Surabaya membuktikan bahwa rumah sakit dalam negeri mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan luar negeri.</p>
<p>&ldquo;RS Kemenkes Surabaya ini contoh nyata. Infrastruktur rumah sakitnya bagus, alatnya lengkap, dan teknologinya sudah setara internasional,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pembangunan dan peningkatan kualitas rumah sakit merupakan salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pembangunan dan peningkatan 66 rumah sakit rujukan di berbagai daerah, dengan sebagian di antaranya telah selesai dan beroperasi.</p>
<p>&ldquo;Gedung rumah sakit itu bisa selesai kurang dari dua tahun. Alat kesehatannya sekitar 18 bulan sudah masuk. Ini percepatan yang luar biasa,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Selain infrastruktur, RS Kemenkes Surabaya telah dilengkapi dengan teknologi medis berstandar tinggi, seperti PET-Scan dan teknologi bedah minimal invasif. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan diagnosis dan tindakan medis canggih tanpa harus berobat ke luar negeri.</p>
<p>&ldquo;Kalau alat canggih ini sudah ada di Surabaya dan daerah lain, masyarakat tidak perlu lagi ke Singapura atau Malaysia hanya untuk periksa atau operasi,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Budi menegaskan kualitas layanan kesehatan Indonesia saat ini tidak kalah dengan negara lain, baik dari sisi teknologi maupun kompetensi tenaga medis. Menurutnya, dokter Indonesia memiliki jam terbang tinggi karena menangani kasus yang beragam dan kompleks.</p>
<p>Pemerintah juga mendorong promosi layanan rumah sakit dalam negeri agar masyarakat mengetahui perkembangan layanan kesehatan nasional dan semakin percaya untuk berobat di dalam negeri.</p>
<p>&ldquo;Kita sudah punya rumah sakit bagus, alat lengkap, dokter hebat. Kalau semua ini berjalan, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,&rdquo; tutup Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1769162406697346a6325339.68774307.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perluas Akses Putra-Putri Daerah, Kemenkes Buka Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perluas-akses-putra-putri-daerah-kemenkes-buka-pendidikan-dokter-spesialis-berbasis-rumah-sakit</link>				
         <pubDate>Wed, 21 Jan 2026 10:23:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perluas-akses-putra-putri-daerah-kemenkes-buka-pendidikan-dokter-spesialis-berbasis-rumah-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 20 Januari 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pembukaan jalur pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit merupakan kebijakan afirmatif untuk memperluas akses putra-putri daerah terhadap pendidikan spesialis, sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional.&nbsp;</p>
<p>Melalui penetapan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah dokter spesialis yang berasal dan kembali mengabdi ke daerah.</p>
<p>Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan kedokteran guna meningkatkan jumlah lulusan dokter spesialis dari sekitar 2.700 menjadi 10.000 orang per tahun.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan tersebut diperlukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara maju dalam rasio dokter spesialis terhadap jumlah penduduk.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita produksi 2.700 dengan populasi 280 juta, kemudian Inggris produksi 12.000, pasti ada yang salah. Harusnya kita naikkan minimal 4 kali lipat,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Penetapan rumah sakit sebagai penyelenggara utama pendidikan membuka akses lebih luas bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis, sekaligus mengatasi keterbatasan kuota universitas dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Melalui model pendidikan berbasis rumah sakit (hospital-based), jalur pendidikan spesialis diharapkan lebih merata dan mudah diakses oleh dokter di seluruh Indonesia.</p>
<p>Program ini memprioritaskan putra-putri daerah, khususnya dokter umum yang telah mengabdi di RSUD, agar setelah lulus dapat kembali memperkuat layanan kesehatan di daerah asal. Pemerintah juga memastikan mutu pendidikan tetap terjaga melalui penerapan standar global, termasuk pengaturan jam kerja dan sistem evaluasi yang transparan.</p>
<p>&ldquo;Kita bisa memastikan standarnya ada, standar kualitasnya itu tadi. Bukan hanya sekadar standar kelulusan,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ockti Palupi Rahayuningtyas, menambahkan bahwa kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis secara sistemik melalui sinergi pemerintah dan rumah sakit.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17689910786970a966df3ff2.76055083.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Soeradji Tirtonegoro Klaten Resmi Memulai Layanan Bedah Jantung Terbuka</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-soeradji-tirtonegoro-klaten-resmi-memulai-layanan-bedah-jantung-terbuka</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Jan 2026 03:16:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-soeradji-tirtonegoro-klaten-resmi-memulai-layanan-bedah-jantung-terbuka</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Klaten, 19 Januari 2026</p>
<p>Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten resmi memulai layanan bedah jantung terbuka sebagai bagian dari upaya peningkatan akses layanan kesehatan lanjutan berteknologi tinggi bagi masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa pembiayaan kesehatan untuk penyakit jantung di Indonesia telah mencapai Rp19,7 triliun. Hal ini menunjukkan besarnya beban penyakit jantung sekaligus menegaskan urgensi penguatan layanan bedah jantung terbuka, baik untuk kasus kelainan jantung bawaan pada anak maupun penyakit jantung dewasa.</p>
<p>&ldquo;Tahun 2012, hanya ada 10 rumah sakit yang bisa melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia. Sekarang ada 35 rumah sakit di sekitar 30 provinsi, dan RS Soeradji resmi menjadi yang ke-36,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya konsistensi mutu dan empati dalam pelaksanaan layanan bedah jantung terbuka sebagai bagian dari marwah pelayanan rumah sakit.</p>
<p>Direktur Utama RS Soeradji Tirtonegoro, Sholahuddin Rhatomy, menyatakan bahwa dimulainya layanan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan RSST yang telah hampir satu abad mengabdi bagi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Hari ini kami menapaki babak baru dengan memulai pelayanan bedah jantung terbuka. Ini adalah salah satu layanan kesehatan lanjutan berteknologi tinggi dan berisiko tinggi sebagai bentuk dedikasi kami,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Layanan ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kesehatan RI dalam pemerataan layanan jantung nasional, dengan RS dr. Kariadi Semarang sebagai rumah sakit pengampu regional yang mengawal kesiapan RSST.</p>
<p>Direktur Utama RS dr. Kariadi Semarang, Agus Akhmadi, menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga penguatan jejaring layanan jantung menjadi prioritas nasional.</p>
<p>&ldquo;Program jejaring layanan jantung yang diinisiasikan oleh kementerian kesehatan memastikan layanan yang komprehensif tidak hanya berpusat di rumah sakit besar, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di Klaten,&rdquo; kata Agus.</p>
<p>Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyambut baik kehadiran layanan ini dan menilai RSST berpotensi mendukung pengembangan wisata medis di Kabupaten Klaten.</p>
<p>&ldquo;Dengan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan akses yang mudah, masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke Jakarta atau Surabaya,&rdquo; ujar Hamenang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768879585696ef5e1524a67.45548264.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Turunkan 527 Relawan TCK Batch 3 Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana di Aceh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-turunkan-527-relawan-tck-batch-3-perkuat-layanan-kesehatan-pascabencana-di-aceh</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Jan 2026 03:14:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-turunkan-527-relawan-tck-batch-3-perkuat-layanan-kesehatan-pascabencana-di-aceh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 18 Januari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI kembali menugaskan 527 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 3 untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Penugasan yang dikoordinasikan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes ini merupakan kelanjutan dari TCK Batch 2 dan berlangsung pada 18&ndash;31 Januari 2026.</p>
<p>Relawan TCK Batch 3 akan bertugas di sembilan kabupaten/kota prioritas, yakni Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Pidie.</p>
<p>Pelepasan relawan dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, dr. Yuli Farianti, pada Minggu (18/1) di Terminal 3 Gate 4 Bandara Soekarno-Hatta, Banten.</p>
<p>Dalam arahannya, dr. Yuli Farianti menyampaikan bahwa kondisi lapangan pada fase Batch 3 telah mengalami perbaikan dibandingkan fase awal penanganan bencana, dengan fasilitas kesehatan dan pelayanan masyarakat yang mulai kembali berjalan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kewaspadaan, keselamatan, dan empati selama penugasan.</p>
<p>&ldquo;Jaga diri, jaga teman, dan jaga institusi kalian,&rdquo; pesan dr. Yuli, seraya mengingatkan pentingnya koordinasi dengan petugas kesehatan setempat dan tim pendamping pusat.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa relawan terdiri atas tenaga kesehatan dan nonkesehatan, meliputi dokter, dokter gigi, dokter spesialis, psikolog klinis, perawat, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, serta tenaga pendukung lainnya sesuai kebutuhan di lapangan. Selain dari Jakarta, relawan juga berasal dari sejumlah provinsi lain, terutama Makassar.</p>
<p>&ldquo;Atas nama Kementerian Kesehatan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan TCK. Selamat mengabdi dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Aceh,&rdquo; tutup dr. Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768879401696ef529680a75.02225991.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tren Influenza A (H3N2) Subclade K di Indonesia Menurun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tren-influenza-a-h3n2-subclade-k-di-indonesia-menurun</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Jan 2026 01:24:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tren-influenza-a-h3n2-subclade-k-di-indonesia-menurun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Januari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI memastikan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia dalam kondisi terkendali. Meskipun subclade ini terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional menunjukkan penurunan memasuki awal tahun 2026.</p>
<p>Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr Prima Yosephine menegaskan virus Influenza H3N2 bukan virus baru dan merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,&rdquo; ujar dr. Prima.</p>
<p>Data Kemenkes mencatat sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa, dengan temuan terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44. Tdak ada penambahan penemuan kasus A(H3N2) subclade K mulai minggu ke-52.</p>
<p>Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta.</p>
<p>dr. Prima menjelaskan bahwa laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar.<br>Pada kondisi risiko tinggi seperti ini, infeksi dari virus maupun bakteri, dapat menjadi pencetus yang memperburuk komorbid yang sudah tidak stabil.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara, termasuk pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus, guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.&nbsp;</p>
<p>Masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit termasuk kelompok rentan (memiliki komorbid/lansia), serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat. Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768872726696edb167c3904.96619665.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes RI Perkuat Kerja Sama Kesehatan Digital dan AI Medis dengan Tiongkok</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-ri-perkuat-kerja-sama-kesehatan-digital-dan-ai-medis-dengan-tiongkok</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Jan 2026 01:18:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-ri-perkuat-kerja-sama-kesehatan-digital-dan-ai-medis-dengan-tiongkok</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tiongkok, 18 Januari 2026</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavius melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok untuk memperkuat kerja sama di bidang kesehatan digital, kecerdasan artifisial (AI) medis, riset kesehatan, serta standardisasi dan industri alat kesehatan.</p>
<p>Kunjungan ke Xuzhou, Hefei, dan Hangzhou tersebut ditandai dengan penandatanganan Tripartite Memorandum of Agreement (MoA) antara Xuzhou Medical University (XZMU), Kementerian Kesehatan RI, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait pembentukan Laboratorium Bersama China&ndash;Indonesia di bidang Digital Medicine dan Proactive Health.</p>
<p>Wamenkes menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional melalui penguatan riset dan pemanfaatan teknologi digital yang aman dan terstandar.</p>
<p>&ldquo;Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat,&rdquo; ujar dr. Benjamin.</p>
<p>Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau penerapan AI dalam layanan kesehatan primer serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). Pemerintah Indonesia mendorong alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi TCM di Indonesia.</p>
<p>Wamenkes menegaskan bahwa seluruh kerja sama internasional dilaksanakan dengan prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan.</p>
<p>Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia&ndash;Tiongkok di sektor kesehatan sekaligus mendukung prioritas nasional, termasuk percepatan eliminasi tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan primer.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768872138696ed8caa00ea5.35139426.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Pulih dan Kembali Beroperasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/instalasi-farmasi-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-mulai-pulih-dan-kembali-beroperasi</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Jan 2026 12:52:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/instalasi-farmasi-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-mulai-pulih-dan-kembali-beroperasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 16 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mulai pulih dan kembali menjalankan aktivitas secara bertahap pascabencana banjir yang sebelumnya melumpuhkan operasional akibat genangan lumpur tebal. Setelah hampir dua bulan, instalasi farmasi kini sudah dapat difungsikan kembali dengan penyesuaian kondisi lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya manusia serta kondisi sarana dan prasarana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Awal bencana, kondisi instalasi farmasi benar-benar penuh lumpur. Banyak yang sudah melihat di media sosial bagaimana situasi kami saat itu. Alhamdulillah, setelah hampir dua bulan pasca bencana dan sekitar dua minggu sejak akhir Desember, kami sudah mulai bisa beraktivitas kembali di sini,&rdquo; ujar Puput.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, instalasi farmasi masih difungsikan sebagai gudang penyimpanan obat. Sementara itu, pelayanan farmasi untuk IGD dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah, sedangkan pelayanan rawat inap telah mulai berjalan dengan sistem yang disesuaikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami menyusun obat-obatan secara bertahap sesuai bentuk sediaan dan tata cara penyimpanan yang berlaku. Jika nanti sudah tertata rapi dan aman, seluruh pelayanan farmasi baik rawat jalan maupun rawat inap akan kami pindahkan ke gedung ini,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Puput menyampaikan optimisme bahwa Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dapat kembali beroperasi normal seiring dukungan berbagai pihak dalam proses pemulihan layanan kesehatan pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768654914696b884237de51.14080586.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Distribusi Obat RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dilakukan Secara Manual Pascabencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/distribusi-obat-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-dilakukan-secara-manual-pascabencana</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Jan 2026 12:47:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/distribusi-obat-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-dilakukan-secara-manual-pascabencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 16 Januari 2026</p>
<p>Pascabencana yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang masih menghadapi kendala dalam pendistribusian obat-obatan. Hingga saat ini, distribusi obat dilakukan secara manual karena sistem aplikasi farmasi belum dapat dioperasikan akibat gangguan server.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, menjelaskan bahwa sebelum bencana, pendistribusian obat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni aplikasi berbasis sistem stok dan distribusi langsung oleh petugas farmasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sebelum bencana, pendistribusian obat kami lakukan dengan dua cara, yaitu melalui aplikasi yang langsung terhubung ke sistem stok, serta distribusi langsung oleh petugas. Jadi data keluar-masuk obat tercatat secara sistem dan fisik,&rdquo; jelas Puput.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun pascabencana, kerusakan sistem dan keterbatasan akses menyebabkan instalasi farmasi belum dapat menjalankan sistem aplikasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saat ini, karena kondisi pasca bencana dan aplikasi yang belum bisa digunakan, masih terkendala di server, pendistribusian obat kami lakukan secara manual. Ini kami lakukan agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan meski dengan keterbatasan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Puput menambahkan, pencatatan manual dilakukan secara cermat dan terkontrol untuk menjaga akurasi stok obat, terutama untuk pelayanan rawat inap yang telah kembali berjalan. Sementara itu, pelayanan farmasi untuk IGD dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah.</p>
<p>RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus berupaya memulihkan sistem distribusi obat agar pelayanan farmasi dapat kembali berjalan optimal dan mendukung pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768654362696b861ab0ed44.59012715.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Hemodialisis RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi Pascabencana </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-hemodialisis-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-kembali-beroperasi-pascabencana-</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Jan 2026 12:38:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-hemodialisis-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-kembali-beroperasi-pascabencana-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 16 Januari 2026</p>
<p>Pelayanan hemodialisis (HD) di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali beroperasi pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak 26 November 2025. Kembalinya layanan ini menjadi harapan penting bagi pasien gagal ginjal yang sangat bergantung pada terapi cuci darah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Hemodialisis RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Puji Rahayu, menjelaskan bahwa banjir merendam ruang hemodialisis hingga merusak mesin dan peralatan medis, sehingga pelayanan sempat dihentikan total.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saat banjir pertama, kami masih sempat melayani pasien hingga satu sif. Namun air terus naik dan akhirnya masuk ke seluruh ruangan, sehingga mesin dan peralatan tidak sempat diselamatkan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah banjir surut, rumah sakit melakukan pembersihan lumpur, pemeriksaan peralatan medis, serta uji coba mesin secara bertahap. Pelayanan hemodialisis kembali dibuka sejak 23 Desember 2025, seiring tersedianya sistem air bersih dan instalasi Reverse Osmosis (RO).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Hemodialisis sangat bergantung pada air bersih. Mesin sudah tersedia, namun kendala utama saat itu adalah sistem air bersih dan pembuangan limbah,&rdquo; jelas dr. Puji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, lima mesin hemodialisis telah berfungsi dan melayani pasien, sementara mesin lainnya masih dalam proses perbaikan. Selama masa penghentian layanan, sebagian pasien dirujuk ke rumah sakit lain di Aceh Timur dan Medan, yang berdampak pada kondisi fisik, psikologis, dan ekonomi pasien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ada pasien yang tidak sempat menjalani cuci darah hingga beberapa kali dan mengalami kondisi kritis. Bahkan ada yang meninggal dunia. Kami tidak bisa memastikan apakah itu akibat keterlambatan dialisis atau komplikasi lain,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aisyah, anak dari salah satu pasien, menyampaikan bahwa kembalinya layanan hemodialisis sangat membantu keluarga pasien.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sekarang tidak perlu pergi jauh ke rumah sakit lain. RSUD ini paling dekat dari rumah, dan biaya serta tenaga yang dikeluarkan juga jauh lebih ringan,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus berupaya memulihkan layanan secara optimal melalui percepatan perbaikan mesin dan pemenuhan kebutuhan air bersih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768654039696b84d764f406.75681029.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-kusta-bukan-kutukan</link>				
         <pubDate>Fri, 16 Jan 2026 03:36:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-kusta-bukan-kutukan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Januari 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta masih distigmatisasi akibat kurangnya informasi yang benar di masyarakat. Padahal, kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sulit menular, memiliki tingkat fatalitas hampir nol, serta dapat disembuhkan.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menkes Budi dalam talkshow &ldquo;Ending Leprosy Without Stigma&rdquo; yang digelar di gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/1). Acara ini menghadirkan WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, serta penyintas kusta Samsul, yang membagikan pandangan dan pengalaman terkait penghapusan stigma.</p>
<p>&ldquo;Kusta bukan kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penularannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Yang terpenting, kusta sudah ada obatnya dan bisa sembuh,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menekankan stigma membuat penderita takut dan malu melapor sehingga pengobatan sering terlambat. Menurutnya, pemberian informasi yang benar menjadi kunci untuk memutus stigma dan mempercepat penanganan kusta di masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, menyampaikan optimismenya terhadap upaya Indonesia dalam menghapus kusta.</p>
<p>&ldquo;Dengan komitmen yang sangat kuat ini, saya yakin Indonesia akan mampu mengeliminasi kusta,&rdquo; ujar Sasakawa.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi setelah berbagai program dijalankan justru merupakan tanda positif. Hal tersebut menunjukkan semakin banyak penderita yang berani melapor dan mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Sementara itu, Samsul, penyintas kusta sejak 1999, menceritakan pengalamannya menghadapi diskriminasi akibat kurangnya pengetahuan. Ia menilai penyebaran informasi yang sederhana dan mudah dipahami, khususnya kepada guru dan masyarakat umum, sangat penting untuk menghapus stigma bahwa kusta adalah penyakit yang menakutkan.</p>
<p>&ldquo;Awalnya teman-teman menjauhi saya karena mereka tidak tahu. Tapi setelah saya jelaskan dan mereka melihat saya baik-baik saja, lama-kelamaan mereka bisa menerima dan berteman kembali, bahkan sampai saya kuliah,&rdquo; ujar Syamsul.</p>
<p>Ia menilai penyebaran informasi yang sederhana dan mudah dipahami, khususnya kepada guru dan masyarakat umum, sangat penting untuk menghapus stigma bahwa kusta adalah penyakit yang menakutkan dan tidak dapat disembuhkan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17685348856969b365e8e4b4.58154711.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Relawan TCK Kemenkes Lakukan Pengendalian Vektor di Hunian Sementara untuk Cegah Penyakit Berbasis Lingkungan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-kemenkes-lakukan-pengendalian-vektor-di-hunian-sementara-untuk-cegah-penyakit-berbasis-lingkungan</link>				
         <pubDate>Thu, 15 Jan 2026 16:30:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-kemenkes-lakukan-pengendalian-vektor-di-hunian-sementara-untuk-cegah-penyakit-berbasis-lingkungan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 15 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI melalui Sub Klaster Kesehatan Lingkungan melaksanakan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu intervensi utama yang dilakukan adalah pengendalian vektor, khususnya nyamuk Aedes aegypti, sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan sebelum huntara ditempati, untuk memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Relawan TCK Batch II dari Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, Trisno Subarkah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pengendalian vektor. Kegiatan ini dilakukan sebelum hunian sementara ditempati agar warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman tanpa gangguan nyamuk, khususnya Aedes aegypti,&rdquo; ujar Trisno.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 12 orang tenaga sanitasi lingkungan profesional terlibat dalam kegiatan ini. Selain melakukan pengendalian vektor dengan metode pengembunan (fogging) menggunakan insektisida sesuai standar, tim juga melakukan pengawasan kualitas air, kondisi jamban, pengelolaan sampah permukiman, dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah B3 di fasilitas kesehatan terdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Trisno menegaskan bahwa upaya kesehatan lingkungan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan pascabencana untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Harapannya, hunian sementara ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga selama masa pemulihan,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768495095696917f74b4679.81247615.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Ajak Masyarakat Tidak Takut Periksa Gejala Kusta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ajak-masyarakat-tidak-takut-periksa-gejala-kusta</link>				
         <pubDate>Thu, 15 Jan 2026 11:03:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ajak-masyarakat-tidak-takut-periksa-gejala-kusta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Januari 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala kusta. Ia menegaskan bahwa kusta bukan penyakit mistik atau kutukan, melainkan penyakit menular yang penyebabnya telah lama diketahui secara ilmiah dan dapat disembuhkan.</p>
<p>&ldquo;Kusta bukan penyakit mistik atau kutukan. Ini penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dan ilmu pengetahuannya sudah jelas sejak lebih dari satu abad lalu,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam media briefing terkait kondisi kusta di Indonesia, Kamis (15/1), di Perpustakaan Wisma Habibie Ainun, Jakarta.</p>
<p>Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Terjadinya kusta merupakan hasil interaksi berbagai faktor, yaitu pejamu (host), kuman (agent), dan lingkungan. Penularan terjadi melalui kontak yang erat dan berkepanjangan dengan seseorang yang terinfeksi kusta.</p>
<p>Gejala kusta dapat ditandai dengan munculnya bercak kulit merah atau putih yang tidak gatal, tampak mengkilap atau kering bersisik, kulit yang tidak berkeringat, rontoknya alis mata, penebalan pada wajah dan telinga, serta lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki.</p>
<p>Gangguan pada saraf juga dapat terjadi, seperti nyeri pada saraf tepi, kesemutan, rasa tertusuk atau nyeri pada anggota gerak, kelemahan otot atau kelopak mata, disabilitas atau deformitas tanpa riwayat kecelakaan, serta ulkus yang sulit sembuh.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan bahwa pengobatan kusta telah tersedia dan terbukti efektif. Ia menekankan bahwa setelah pengobatan dimulai, risiko penularan dapat dihentikan dalam waktu singkat.</p>
<p>&ldquo;Begitu pengobatan dimulai, dalam waktu kurang dari satu minggu pasien sudah tidak menularkan lagi,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Namun demikian, stigma dan disinformasi masih menjadi tantangan dalam upaya penanganan kusta. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri sehingga penemuan kasus sering kali terlambat.</p>
<p>Senada dengan Menkes Budi, peneliti The Habibie Center, Ansori, menilai bahwa penanganan kusta tidak dapat dilihat hanya dari sisi medis. Faktor sosial, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pengendalian penyakit ini.</p>
<p>&ldquo;Banyak orang yang sebenarnya sudah mengetahui dirinya terkena kusta, tetapi memilih menyembunyikannya karena takut terhadap konsekuensi sosial,&rdquo; ujar Ansori.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa stigma dan diskriminasi membuat penderita enggan berobat, sehingga berdampak pada keterlambatan deteksi dan proses penyembuhan.</p>
<p>Sementara itu, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, menyebut Indonesia memiliki peran penting dalam upaya penanganan kusta secara global.</p>
<p>&ldquo;Eliminasi kusta tidak hanya tentang pengobatan medis, tetapi juga tentang menghapus stigma dan memulihkan martabat manusia,&rdquo; kata Sasakawa.</p>
<p>Melalui ajakan tersebut, Menkes Budi kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala kusta, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17684752106968ca4a456537.06495987.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Relawan TCK Kemenkes Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Huntara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-kemenkes-hadirkan-layanan-kesehatan-gratis-di-huntara</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Jan 2026 13:17:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-kemenkes-hadirkan-layanan-kesehatan-gratis-di-huntara</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 14 Januari 2026</p>
<p>Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk warga dan pekerja yang tinggal dan beraktivitas di hunian sementara (huntara). Pada hari ini, Tim TCK Kemenkes Batch II melaksanakan pelayanan kesehatan dengan sistem menetap di klinik fasilitas kesehatan huntara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dokter Relawan TCK Kemenkes, dr. Yuliana Nur Islami, menjelaskan sebagian besar pasien yang datang merupakan pekerja di sekitar huntara yang telah beraktivitas di lapangan selama kurang lebih satu bulan dengan keluhan kesehatan yang relatif serupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sebagian besar pasien mengeluhkan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, serta pegal-pegal otot. Keluhan ini banyak dialami oleh para pekerja di sekitar huntara yang sudah cukup lama bekerja di lapangan,&rdquo; ujar dr. Yuliana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pelayanan pemeriksaan dan pengobatan, tim relawan juga melakukan upaya promotif dan preventif. Masyarakat mendapatkan obat-obatan sesuai indikasi medis, vitamin C, obat cacing, serta pembagian masker bagi anak-anak maupun orang dewasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dr. Yuliana menambahkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan mulai meningkat, terutama karena pelayanan yang diberikan bersifat gratis dan mudah diakses.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, masyarakat di sekitar huntara sudah mulai sadar memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis ini. Bahkan ada warga yang merasa kaget karena pelayanan kesehatan yang nyaman dan lengkap dapat diperoleh tanpa biaya,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran relawan TCK Kemenkes dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan pekerja di huntara. Iskandar, salah satu pekerja, mengaku sangat terbantu dengan layanan kesehatan yang tersedia di lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya berobat karena batuk pilek dan radang tenggorokan. Dokter menyarankan untuk banyak minum dan saya juga diberikan obat. Saya sudah sekitar 10 hari bekerja di sini, dan dengan adanya relawan TCK Kemenkes sangat membantu karena tempat berobatnya dekat dan gratis,&rdquo; ujar Iskandar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui pelayanan kesehatan terpadu ini, Kementerian Kesehatan RI berharap kondisi kesehatan masyarakat di hunian sementara tetap terjaga sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan secara optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768396772696797e4346dd4.33502416.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Trauma Healing Relawan TCK Kemenkes Bantu Pulihkan Psikososial Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/trauma-healing-relawan-tck-kemenkes-bantu-pulihkan-psikososial-anak-korban-bencana-di-aceh-tamiang</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Jan 2026 07:33:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/trauma-healing-relawan-tck-kemenkes-bantu-pulihkan-psikososial-anak-korban-bencana-di-aceh-tamiang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 13 Januari 2026</p>
<p>Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI terus memberikan layanan kesehatan terpadu bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Selain pelayanan medis, relawan juga memberikan layanan trauma healing bagi anak-anak guna membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana.</p>
<p>Kegiatan trauma healing dilaksanakan di Masjid Mushola Al-Falah, Dusun Malang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau. Kegiatan ini melibatkan tim lintas profesi yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga promosi dan edukasi kesehatan, serta organisasi profesi.</p>
<p>&ldquo;Kami melakukan trauma healing untuk anak-anak korban bencana. Kegiatan dimulai dengan edukasi enam langkah cuci tangan, kemudian anak-anak menggambar bebas sesuai kreativitas mereka dan mempresentasikan hasilnya kepada tim,&rdquo; ujar Wandi, Relawan TCK Kemenkes.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh anak mendapatkan apresiasi atas hasil karya mereka sebagai bentuk dukungan psikososial. &ldquo;Semua gambar anak-anak bagus, sehingga semuanya kami beri hadiah. Harapannya anak-anak merasa senang, lebih percaya diri, dan perlahan pulih dari trauma akibat bencana,&rdquo; katanya.</p>
<p>Selain trauma healing bagi anak, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan bagi ibu dan keluarga. Edukasi mencakup kesehatan ibu hamil, persalinan, pola asuh anak, serta pelayanan pengobatan gratis bagi warga yang membutuhkan.</p>
<p>Salah satu warga Desa Mekar Jaya, Nuria, menyampaikan apresiasi atas kehadiran relawan TCK Kemenkes di wilayahnya. Ia menilai kegiatan trauma healing memberi dampak positif bagi anak-anak yang telah lama terdampak bencana dan tidak bersekolah.</p>
<p>&ldquo;Anak-anak kami yang balita sangat senang karena sudah lama tidak bersekolah. Mereka senang bisa menggambar dan mewarnai. Kami juga yang sakit mendapatkan pengobatan gratis. Alhamdulillah, perhatian ini membuat kami merasa diperhatikan dan lebih kuat menghadapi kondisi pascabencana,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Melalui layanan trauma healing dan penyuluhan kesehatan ini, Relawan TCK Kemenkes berharap dapat membantu memulihkan kondisi psikososial anak dan keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768376472696748987555e5.56480151.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Investasi Produksi Farmasi Dalam Negeri Krusial Hadapi Ancaman Pandemi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/investasi-produksi-farmasi-dalam-negeri-krusial-hadapi-ancaman-pandemi</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Jan 2026 07:19:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/investasi-produksi-farmasi-dalam-negeri-krusial-hadapi-ancaman-pandemi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Depok, 14 Januari 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan kapasitas produksi kesehatan nasional merupakan faktor strategis untuk melindungi Indonesia dari risiko krisis global di masa mendatang.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menkes saat peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, Rabu (14/1). Menurutnya, peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian sistem kesehatan nasional.</p>
<p>Menkes Budi menyinggung pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan kerentanan negara yang tidak memiliki kemampuan produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan secara mandiri. Pembatasan mobilitas internasional saat krisis membuat negara yang bergantung pada impor berada dalam posisi sangat rentan terhadap gangguan pasokan.</p>
<p>&ldquo;Tanpa kapasitas industri di dalam negeri, populasi besar seperti Indonesia menghadapi risiko serius ketika terjadi wabah berskala global,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa ketahanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga kesiapan industri penunjang yang mampu tetap beroperasi dalam kondisi darurat. Oleh karena itu, investasi di sektor farmasi dan kesehatan dinilai sebagai bagian dari perlindungan nasional, setara dengan pembangunan infrastruktur strategis lainnya.</p>
<p>Head of Bayer Product Supply Consumer Health Asia &amp; ANZ PT Bayer Indonesia Priscilla Silvan Prarizta menyatakan komitmen Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui investasi jangka panjang.</p>
<p>&ldquo;Melalui inisiatif ini, Bayer menginvestasikan 99 miliar rupiah untuk meningkatkan kapabilitas manufaktur, termasuk produksi MMS (Multiple Micronutrient Supplement), sekaligus memperkuat peran pabrik Cimanggis sebagai bagian dari pusat R&amp;D global Bayer,&rdquo; ujar Priscilla.</p>
<p>Ia menjelaskan investasi tersebut memungkinkan pabrik Cimanggis memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun serta memasok produk ke pasar domestik dan 42 negara lainnya.</p>
<p>&ldquo;Seluruh operasional dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia, sementara fasilitas R&amp;D kami berfokus pada peningkatan kualitas dan optimisasi formulasi agar produk tetap aman dan efektif di berbagai kondisi iklim,&rdquo; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Ralf Beste menilai investasi Bayer mencerminkan kekuatan basis industri Jerman yang berorientasi jangka panjang. Produksi lokal dan transfer teknologi, menurutnya, menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan ekonomi dan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kami sangat senang melihat keputusan untuk memproduksi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai hub. Hal ini membawa manfaat berupa produksi lokal, transfer pengetahuan, serta penguatan kemitraan Jerman&ndash;Indonesia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan sektor kesehatan dan farmasi akan menjadi salah satu pilar utama peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara ke depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768375301696744052fd305.09966573.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Relawan TCK Kemenkes dan IDAI Banda Aceh Layani Kesehatan Anak Pascabencana di Desa Sukajadi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-kemenkes-dan-idai-banda-aceh-layani-kesehatan-anak-pascabencana-di-desa-sukajadi</link>				
         <pubDate>Tue, 13 Jan 2026 01:50:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-kemenkes-dan-idai-banda-aceh-layani-kesehatan-anak-pascabencana-di-desa-sukajadi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Banda Aceh memberikan layanan kesehatan terpadu bagi anak-anak terdampak bencana di lokasi pengungsian Desa Sukajadi, Aceh Tamiang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelayanan difokuskan pada kelompok rentan, khususnya balita, dengan jumlah sekitar 80 anak. Di lokasi pengungsian, tim menemukan berbagai keluhan kesehatan yang umum terjadi pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dokter Spesialis Anak relawan TCK Kemenkes, dr. Hendri Azis, menyebutkan keluhan terbanyak yang dialami anak-anak meliputi infeksi saluran pernapasan atas, demam, diare, serta penyakit kulit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Keluhan yang paling banyak kami temukan adalah batuk, pilek, demam, gejala infeksi saluran pernapasan atas, diare, serta penyakit kulit. Kondisi ini memang sering muncul pada anak-anak pascabencana,&rdquo; ujar dr. Hendri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pengobatan, tim juga melakukan skrining status gizi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas (LiLA). Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Balita merupakan kelompok yang paling rentan terdampak bencana. Karena itu, selain pengobatan, kami juga melakukan pemantauan gizi secara menyeluruh agar kondisi anak-anak dapat ditangani sedini mungkin,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelayanan kesehatan mencakup upaya preventif, promotif, dan kuratif. Upaya preventif dilakukan melalui pemberian vitamin A dan obat cacing, sementara promotif melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebersihan diri dan kebiasaan gosok gigi. Pelayanan kuratif diberikan kepada anak-anak yang datang berobat dengan keluhan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perwakilan IDAI Cabang Banda Aceh, dr. Rismalisa Fitri, menyampaikan kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi tenaga kesehatan dalam penanganan kesehatan anak pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pelayanan dilakukan di posko kesehatan dan fasilitas yang telah ditetapkan, mencakup penyuluhan, pemeriksaan gizi, hingga pengobatan anak,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan layanan kesehatan anak akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan dampak bencana terhadap tumbuh kembang anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui Tim TCK serta berkolaborasi dengan organisasi profesi guna memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17682692916965a5ebc80777.27080027.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Pembangunan 3.265 Rumah Nakes dan Named Terdampak Bencana di Sumatra</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-pembangunan-3265-rumah-nakes-dan-named-terdampak-bencana-di-sumatra</link>				
         <pubDate>Mon, 12 Jan 2026 13:56:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-pembangunan-3265-rumah-nakes-dan-named-terdampak-bencana-di-sumatra</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 12 Januari 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong percepatan pembangunan rumah bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana.</p>
<p>Dalam konferensi pers secara daring (12/1), Menkes Budi menegaskan sektor kesehatan terus bergerak di bawah koordinasi pemerintah pusat dalam penanganan bencana. Pemerintah menargetkan layanan kesehatan dapat kembali berfungsi penuh.</p>
<p>Namun, ia menyoroti persoalan mendasar di lapangan. Banyak tenaga kesehatan belum dapat kembali bekerja secara optimal karena tempat tinggal mereka turut terdampak bencana.</p>
<p>&ldquo;Bagaimana tenaga kesehatan bisa bekerja normal kalau rumahnya sendiri belum normal,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menambahkan, meskipun sebagian fasilitas layanan kesehatan mulai pulih, kondisi tempat tinggal tenaga kesehatan masih menjadi faktor penentu kesiapan layanan.</p>
<p>Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah menyampaikan BNPB telah menerima data dari Kementerian Kesehatan terkait rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra.</p>
<p>&ldquo;Data rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis terdampak dengan rincian di Aceh sebanyak 3.050 unit, di Sumatra Utara 48 unit, dan di Sumatra Barat 167 unit, dengan total 3.265 unit rumah,&rdquo; kata Jarwansyah.</p>
<p>Data tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi oleh tim BNPB bersama tim rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten dan kota agar dapat masuk dalam Surat Keputusan BNPB di masing-masing daerah. Untuk sejumlah wilayah, seperti Aceh Tengah, verifikasi lapangan telah dilakukan.</p>
<p>Terkait skema bantuan, BNPB membagi rumah terdampak ke dalam tiga kategori kerusakan, yakni ringan, sedang, dan berat. Bantuan stimulan diberikan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat dalam bentuk pembangunan rumah.</p>
<p>Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di daerah yang datanya telah dinyatakan siap. Untuk rumah sewa, bantuan diberikan kepada pemilik rumah.</p>
<p>Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan tenaga kesehatan memiliki kondisi hidup yang stabil.</p>
<p>&ldquo;Pemulihan layanan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga memastikan tenaga kesehatan memiliki tempat tinggal yang layak,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17682267016964ff8de218f9.60312438.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>TCK-EMT Kemenkes Tangani 31 Pasien Gawat Darurat dan Vaksinasi Campak di Pidie Jaya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tck-emt-kemenkes-tangani-31-pasien-gawat-darurat-dan-vaksinasi-campak-di-pidie-jaya</link>				
         <pubDate>Sun, 11 Jan 2026 23:04:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tck-emt-kemenkes-tangani-31-pasien-gawat-darurat-dan-vaksinasi-campak-di-pidie-jaya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pidie Jaya, 9 Januari 2026&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim Tenaga Cadangan Kesehatan&ndash;Emergency Medical Team (TCK-EMT) Batch 2 Kementerian Kesehatan RI terus memberikan pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pada Jumat (9/1), pelayanan difokuskan di sejumlah puskesmas serta RSUD Pidie Jaya untuk memastikan akses layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan pelayanan kesehatan dilaksanakan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Meurah Dua, Puskesmas Meureudu, Puskesmas Ulim, Puskesmas Jangka Buya, dan Puskesmas Blang Kuta. Selain pelayanan rawat jalan, tim juga melakukan koordinasi dan penguatan layanan kegawatdaruratan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pidie Jaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PIC Pidie Jaya Endang Burni Prasetyowati mengatakan di IGD RSUD Pidie Jaya, tim TCK-EMT bersama tenaga kesehatan setempat menangani 31 pasien, terdiri dari pasien dewasa dan anak, baik laki-laki maupun perempuan. Kasus yang ditangani meliputi kegawatdaruratan pernapasan seperti pneumonia dan asma eksaserbasi akut, kasus penyakit tidak menular seperti stroke, hipertensi emergensi, dan diabetes melitus dengan komplikasi, hingga kasus trauma dan luka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Seluruh pasien dilakukan triase sesuai tingkat kegawatdaruratan dan mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan, mulai dari oksigenasi, pemasangan infus, EKG, penanganan luka, hingga pemantauan tanda vital,&rdquo; ujar Endang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain layanan kuratif, tim TCK-EMT juga mendukung pelaksanaan Imunisasi tambahan campak (measles and rubella) di Kabupaten Pidie Jaya. Hingga 8 Januari 2026, imunisasi tambahan campak telah dilaksanakan di dua puskesmas, yaitu Puskesmas Meurah Dua dan Puskesmas Meureudu, dengan total sasaran 1.211 anak.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 42 anak (3,5%) telah mendapatkan imunisasi tambahan campak, dengan capaian kumulatif Outbreak Response Immunization</p>
<p>(ORI) di Kabupaten Pidie Jaya sejak pencanangan mencapai 489 anak (11,6%).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, tim mencatat sejumlah kendala, antara lain cuaca hujan yang memengaruhi kehadiran sasaran, kondisi akses jalan yang berlumpur, serta adanya penolakan anak karena takut disuntik atau belum mendapat izin orang tua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan memastikan pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana tetap optimal, baik melalui pelayanan medis, kegawatdaruratan, maupun upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/D2).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1768179622696447a6e83f10.40184813.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lewati Jalan Berlumpur dan Sungai Meluap, Relawan Kesehatan Tetap Jangkau Warga Terisolasi Aceh Tamiang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lewati-jalan-berlumpur-dan-sungai-meluap-relawan-kesehatan-tetap-jangkau-warga-terisolasi-aceh-tamiang</link>				
         <pubDate>Sun, 11 Jan 2026 23:01:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lewati-jalan-berlumpur-dan-sungai-meluap-relawan-kesehatan-tetap-jangkau-warga-terisolasi-aceh-tamiang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 9 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akses menuju Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi tantangan tersendiri bagi tim relawan kesehatan. Untuk mencapai wilayah tersebut, relawan harus menempuh perjalanan berjam-jam melewati jalan berlumpur di area perkebunan sawit, daerah rawan longsor, hingga menyeberangi sungai yang kerap meluap saat hujan dengan menggunakan getek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu perawat Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), A. Jaeni, mengatakan medan ekstrem tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Perjalanan cukup berat dan berisiko, namun itu menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di lokasi, relawan membuka posko kesehatan serta melakukan kunjungan langsung ke rumah warga yang tidak mampu menjangkau fasilitas layanan kesehatan. Upaya ini sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala transportasi dan akses wilayah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dusun Sekumur, Syamsul Bahri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran relawan kesehatan yang dinilai sangat membantu warga desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan adanya relawan di sini, masyarakat bisa langsung berobat tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberang sungai,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjangkau wilayah-wilayah terdampak bencana, termasuk daerah terpencil dan terisolasi, demi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi seluruh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>. (DJ/D2)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176817306869642e0c03ac15.81817408.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Turunkan TCK ke Desa Terisolasi Aceh Tamiang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-turunkan-tck-ke-desa-terisolasi-aceh-tamiang</link>				
         <pubDate>Sun, 11 Jan 2026 22:58:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-turunkan-tck-ke-desa-terisolasi-aceh-tamiang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 9 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang berdampak serius terhadap layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak. Fasilitas kesehatan tingkat desa dilaporkan belum dapat beroperasi secara normal akibat kerusakan bangunan dan hilangnya alat-alat kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, menyampaikan kondisi pasca banjir membuat pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan seperti sedia kala.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ruangan pelayanan belum bisa digunakan sepenuhnya, alat-alat kesehatan banyak yang hanyut, termasuk tempat tidur pasien, oksigen, dan infus. Kami sangat berharap ada perhatian agar pelayanan kesehatan bisa kembali berjalan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan RI menurunkan Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat respons krisis kesehatan di wilayah terdampak, termasuk desa-desa dengan akses terbatas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim relawan melakukan pelayanan kesehatan di posko serta menjangkau langsung masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan transportasi dan kondisi geografis. Selain pelayanan medis, tim juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan memastikan penanganan krisis kesehatan pasca bencana dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga fasilitas kesehatan kembali pulih dan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>. (DJ/D2)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176817299769642dc5d155e1.29234217.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>ISPA dan Diare Penyakit Dominan Pasca Banjir Aceh Tamiang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ispa-dan-diare-penyakit-dominan-pasca-banjir-aceh-tamiang</link>				
         <pubDate>Sun, 11 Jan 2026 22:55:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ispa-dan-diare-penyakit-dominan-pasca-banjir-aceh-tamiang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 9 Januari 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pasca banjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dokter relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan, dr. Yulia Dewi Irawati menjelaskan kondisi lingkungan pasca banjir, sanitasi yang belum optimal, serta kepadatan di lokasi pengungsian berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Selain penyakit infeksi, kami juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, ODGJ, serta pasien penyakit tidak menular yang membutuhkan keberlanjutan pengobatan,&rdquo; jelas dr. Yulia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim relawan memastikan pasien dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, stroke, dan asma tetap mendapatkan pengobatan agar tidak terjadi perburukan kondisi kesehatan di tengah situasi darurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pelayanan medis, relawan juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan sanitasi lingkungan, serta upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa yang berpotensi muncul pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan krisis kesehatan lanjutan di wilayah terdampak banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>. (DJ/D2P)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176817289369642d5d650926.37722639.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Muhammadiyah Miliki Emergency Medical Team Berstandar WHO</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/muhammadiyah-miliki-emergency-medical-team-berstandar-who</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Jan 2026 06:15:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/muhammadiyah-miliki-emergency-medical-team-berstandar-who</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Magelang, 8 Januari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut Muhammadiyah memiliki Emergency Medical Team (EMT) yang telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari penguatan respons kesehatan pada situasi bencana.</p>
<p>&ldquo;Saya jadi ingat, EMT Muhammadiyah sudah memenuhi standar WHO, bahkan yang pertama di Indonesia,&rdquo; kata Menkes Budi pada peluncuran Program Studi Kedokteran UNIMMA di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/1).</p>
<p>EMT merupakan tim medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan terlatih yang disiapkan untuk merespons kondisi kedaruratan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional.</p>
<p>Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan pengalaman Muhammadiyah dalam layanan medis darurat:</p>
<p>&ldquo;Kami menyiapkan 25 rumah sakit untuk menghadapi keadaan, dan pada akhirnya 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam layanan medis, saat banyak rumah sakit lain ketakutan menangani kondisi pada masa covid.&rdquo; ujar Haedar.</p>
<p>Pengembangan EMT di lingkungan Muhammadiyah telah dilakukan sejak 2007 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas medis kebencanaan.&nbsp;</p>
<p>Pada tahap awal, pengembangan tim medis tersebut dikenal dengan nama Disaster Medical Committee (DMC) sebelum kemudian berkembang menjadi EMT.</p>
<p>EMT Muhammadiyah berada dalam koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai lembaga di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menjalankan fungsi penanggulangan bencana.&nbsp;</p>
<p>EMT menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan darurat dalam mendukung sistem penanganan bencana nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176793958369609dff259f09.59385999.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Luncurkan Program Studi Kedokteran UNIMMA Bersama pimpinan Muhammadiyah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-luncurkan-program-studi-kedokteran-unimma-bersama-pimpinan-muhammadiyah</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Jan 2026 06:14:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-luncurkan-program-studi-kedokteran-unimma-bersama-pimpinan-muhammadiyah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Magelang, 8 Januari 2025</p>
<p>Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi diluncurkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama para pimpinan Muhammadiyah serta Ketua LLDIKTI Wilayah VI di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/1) Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dokter nasional.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter jika dibandingkan dengan standar global. Saat ini, rasio dokter di Indonesia berada pada kisaran 0,6 per 1.000 penduduk, sementara rata-rata global berada di angka sekitar 1,76 per 1.000 penduduk.</p>
<p>&ldquo;Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, Indonesia diperkirakan masih kekurangan sekitar 280 ribu hingga 300 ribu dokter,&rdquo; kata Menkes Budi pada kegiatan peluncuran tersebut.</p>
<p>Menurutnya, penguatan pendidikan kedokteran menjadi salah satu langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan rasio dokter nasional sekaligus memastikan ketersediaan tenaga medis di berbagai daerah.</p>
<p>Haedar Nashir, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menekankan Muhammadiyah siap dalam pengembangan pendidikan kedokteran.</p>
<p>&ldquo;Bila diminta membuat fakultas kedokteran, tidak ada hambatan karena kami mempunyai 91 universitas. Tinggal regulasi dibuat adaptif sesuai kebutuhan kawasan yang memang membutuhkan fakultas kedokteran, termasuk fakultas kedokteran gigi.&rdquo; ujar Haedar.</p>
<p>Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Lilik Andriyani mengatakan pembukaan program studi ini merupakan bentuk dukungan universitas terhadap kebijakan pemerintah di bidang kesehatan.</p>
<p>&ldquo;UNIMMA berkomitmen menjaga mutu pendidikan kedokteran melalui tata kelola yang baik serta kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pihak,&rdquo; kata Lilik.</p>
<p>Ia berharap kehadiran Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter UNIMMA dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dokter nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (PCK/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176793957269609df4a99694.78383021.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>119 Relawan TCK Kemenkes Diterjunkan di Aceh Tamiang, Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/119-relawan-tck-kemenkes-diterjunkan-di-aceh-tamiang-perkuat-layanan-kesehatan-pascabencana</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Jan 2026 04:18:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/119-relawan-tck-kemenkes-diterjunkan-di-aceh-tamiang-perkuat-layanan-kesehatan-pascabencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 8 Januari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan kembali mengerahkan relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II berjumlah 119 orang. Mereka bertugas memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.</p>
<p>Relawan TCK Batch II ini terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga non kesehatan dengan komposisi 9 dokter spesialis, 16 dokter umum, 59 perawat, 4 tenaga gizi, 12 tenaga kesehatan lingkungan, serta sisanya tenaga non kesehatan lainnya. Seluruh relawan akan bertugas di 15 lokus pelayanan, yang meliputi 1 rumah sakit yaitu RSUD Aceh Tamiang dan 14 titik layanan kesehatan di lokasi pengungsian.</p>
<p>Pendamping Relawan TCK Batch II Kemenkes di Aceh Tamiang, Tirta Muhammad Rizki, menyampaikan bahwa penugasan relawan difokuskan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal, baik di fasilitas kesehatan rujukan maupun di titik-titik pengungsian.</p>
<p>&ldquo;Sebanyak 119 relawan TCK Batch II kami bagi ke dalam 15 lokus pelayanan. Lokus pertama berada di RSUD sebagai fasilitas rujukan utama yang terus kami upayakan agar dapat berfungsi maksimal, sementara 14 lokus lainnya berada di lokasi pengungsian masyarakat terdampak,&rdquo; ujar Tirta.</p>
<p>Ia menambahkan, kehadiran relawan lintas profesi ini bertujuan untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan di lapangan, mulai dari pelayanan medis dasar dan spesialistik, keperawatan, pemenuhan gizi, hingga pengendalian kesehatan lingkungan di area pengungsian.</p>
<p>&ldquo;Kolaborasi antara tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga non kesehatan menjadi kunci dalam respon krisis kesehatan. Kami berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkelanjutan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan situasi di Aceh Tamiang serta memastikan dukungan sumber daya kesehatan tersedia sesuai kebutuhan di lapangan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat pascabencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17679559146960ddca694fd8.77501162.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Relawan TCK Lakukan Pelayanan Kesehatan dan Pemetaan Penyakit di Pengungsian Aceh Tamiang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-lakukan-pelayanan-kesehatan-dan-pemetaan-penyakit-di-pengungsian-aceh-tamiang</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Jan 2026 04:17:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/relawan-tck-lakukan-pelayanan-kesehatan-dan-pemetaan-penyakit-di-pengungsian-aceh-tamiang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 8 Januari 2026</p>
<p>Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) terus memberikan pelayanan kesehatan sekaligus melakukan pemetaan risiko penyakit di lokasi pengungsian terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang khususnya di Desa Sukajadi.&nbsp;</p>
<p>Salah satu relawan medis dr. Muhammad Fahriza dari RSUD Sungai Daerah, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menyampaikan pelayanan kesehatan di posko tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga upaya mitigasi penyakit pascabencana.</p>
<p>Pada hari pertama pelayanan, tim relawan menemukan sejumlah penyakit yang cukup dominan di lokasi pengungsian, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dan diare. Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait faktor risiko, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan pola konsumsi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Saat ini kami melakukan pelayanan kesehatan di posko sekaligus melakukan mapping penyakit yang banyak ditemui. Di hari pertama, kasus yang cukup dominan adalah ISPA, hipertensi, dan diare. Ke depan, data ini akan kami telusuri lebih lanjut, apakah berkaitan dengan makanan, sanitasi, atau faktor lingkungan lainnya,&rdquo; ujar dr. Fahriza.</p>
<p>Ia menjelaskan setelah melakukan pencatatan data awal, tim akan turun langsung ke tenda-tenda pengungsian untuk mengidentifikasi akar permasalahan kesehatan yang ada, sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.</p>
<p>&ldquo;Kami turun langsung ke tenda-tenda untuk mencari permasalahan yang ada. Dari situ, kami bisa langsung melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat agar kondisi kesehatan mereka kedepan bisa lebih baik,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, tim relawan terlebih dahulu mengumumkan kepada masyarakat terkait keberadaan pos kesehatan, melakukan pendaftaran, pemeriksaan tanda-tanda vital, hingga pemberian pelayanan medis. Apabila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk sesuai kondisi.</p>
<p>&ldquo;Jika ada kasus yang memerlukan rujukan, kami akan koordinasikan dengan puskesmas atau langsung ke rumah sakit, tergantung kondisi mana yang paling menguntungkan dan aman bagi pasien,&rdquo; jelas dr. Fahriza.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ditemukan lonjakan signifikan penyakit menular di lokasi pengungsian. Meski demikian, ISPA masih menjadi kasus yang paling banyak dijumpai dan terus dimitigasi agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.<br>Selain aspek fisik, tim relawan juga memperhatikan kondisi kesehatan mental masyarakat terdampak bencana.</p>
<p>&ldquo;Kondisi mental masyarakat saat ini sudah mulai pulih. Memang masih ada yang mengalami trauma, namun secara umum masyarakat sudah mulai beradaptasi dengan kondisi yang ada, mengingat bencana ini sudah berlangsung sekitar satu bulan,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Tim relawan juga melakukan pemetaan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi penyakit pascabencana. Namun, dr. Fahriza mengakui masih terdapat keterbatasan fasilitas dan peralatan kesehatan di lapangan.</p>
<p>&ldquo;Ketersediaan obat-obatan, terutama obat kronik, serta alat kesehatan dan fasilitas pemeriksaan laboratorium sederhana masih sangat terbatas. Jika fasilitas ini dapat dilengkapi, pelayanan kesehatan tentu akan lebih efektif,&rdquo; katanya.</p>
<p>Tim TCK yang bertugas di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, terdiri dari satu orang dokter, dua perawat, satu tenaga kesehatan lingkungan, dan satu apoteker. Tim terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sekaligus melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus penyakit di wilayah pengungsian.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17679558776960dda58bb048.65902801.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Awasi Mutu MBG untuk 55,1 Juta Penerima Manfaat per Hari</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-awasi-mutu-mbg-untuk-551-juta-penerima-manfaat-per-hari</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Jan 2026 06:20:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-awasi-mutu-mbg-untuk-551-juta-penerima-manfaat-per-hari</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Januari 2026</p>
<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjangkau 55,1 juta penerima manfaat per hari, melonjak signifikan dari target awal 6 juta orang. Seiring peningkatan cakupan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya dalam mengawal mutu dan keamanan pangan agar makanan yang dibagikan tetap aman, layak, dan higienis.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Oktavianus menyampaikan bahwa peran utama Kemenkes dalam pelaksanaan program MBG adalah pengawasan, khususnya terhadap standar keamanan pangan di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.</p>
<p>&ldquo;Jadi kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,&rdquo; ujarnya dalam konferensi pers di SMKN 1 Jakarta (8/1).</p>
<p>Pengawasan dilakukan melalui kerja sama program MBG dengan dinas kesehatan di daerah, yang bertugas memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan. Salah satu instrumen utama pengawasan tersebut adalah sertifikasi laik higienis dan layak dikonsumsi bagi dapur SPPG.</p>
<p>&ldquo;Maka keluarlah sertifikat untuk layak dimakan dan higienis,&rdquo; jelas dr. Benjamin, yang akrab disapa dr. Benny.</p>
<p>Hingga saat ini, sebanyak 4.535 SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi. Artinya, seluruh proses mulai dari kebersihan dapur, pengolahan makanan, hingga pemeriksaan laboratorium telah melalui tahapan evaluasi menyeluruh oleh Kemenkes.</p>
<p>Ia menegaskan tidak semua dapur dapat langsung memperoleh sertifikat. Dapur yang belum memenuhi standar diwajibkan melakukan perbaikan terlebih dahulu demi menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.</p>
<p>Melalui pengawasan tersebut, Kemenkes memastikan 55,1 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, mendapatkan makanan yang aman dan bergizi. Capaian tersebut disebut dr. Benny sebagai langkah luar biasa dalam perjalanan MBG menuju target nasional 82 juta penerima manfaat.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita melihat angka-angka pelayanan hari ini 55,1 juta, baik anak sekolah maupun ibu-ibu hamil, ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta target daripada MBG ini,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767853438695f4d7e470e59.17774481.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tak Hanya Fisik, Kemenkes Pulihkan Kesehatan Jiwa Korban Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tak-hanya-fisik-kemenkes-pulihkan-kesehatan-jiwa-korban-bencana</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Jan 2026 00:08:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tak-hanya-fisik-kemenkes-pulihkan-kesehatan-jiwa-korban-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Januari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan menegaskan penanganan dampak bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan kesehatan jiwa masyarakat terdampak.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa banyak korban bencana, terutama anak-anak, mengalami trauma akibat kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal.</p>
<p>Untuk itu, Kemenkes mengerahkan relawan psikolog klinis ke wilayah terdampak sebagai bagian dari layanan kesehatan terpadu.</p>
<p>&ldquo;Yang kita beresin bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan jiwanya,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1).</p>
<p>Dalam setiap pengiriman relawan kesehatan, Kemenkes turut menyertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis yang bertugas memberikan pendampingan psikososial. Para psikolog melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan mental, seperti bercerita, bermain, dan aktivitas interaktif lainnya, khususnya bagi anak-anak di lokasi pengungsian, agar kembali merasa aman dan nyaman.</p>
<p>Menkes menilai pendekatan tersebut penting untuk mencegah trauma berkepanjangan pada korban bencana karena tidak semua dampak bencana bersifat fisik.</p>
<p>Upaya pemulihan kesehatan jiwa juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor serta melibatkan tokoh publik untuk menciptakan suasana yang lebih positif di lingkungan pengungsian.</p>
<p>Pemulihan kesehatan mental ini dilaksanakan seiring dengan pemulihan layanan kesehatan fisik, sehingga masyarakat terdampak dapat bangkit secara menyeluruh dari dampak bencana.</p>
<p>Menkes Budi berharap perhatian terhadap kesehatan jiwa dapat mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat di wilayah terdampak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767831842695ef92261c8e1.13210266.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Waspadai Ancaman Penyakit Menular di Pengungsian, Fokus Cegah Campak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-waspadai-ancaman-penyakit-menular-di-pengungsian-fokus-cegah-campak</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Jan 2026 00:06:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-waspadai-ancaman-penyakit-menular-di-pengungsian-fokus-cegah-campak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Januari 2026</p>
<p>Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian yang masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana, khususnya penyakit campak.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan yang terintegrasi. Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan diare.</p>
<p>&ldquo;Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1).</p>
<p>Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.</p>
<p>&ldquo;Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut campak,&rdquo; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Ia menjelaskan, campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat, sehingga berisiko menimbulkan wabah di lingkungan pengungsian yang padat. Saat ini, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak. Deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada anak-anak.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, pemerintah segera menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi.</p>
<p>&ldquo;Kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Imunisasi difokuskan pada anak-anak di wilayah pengungsian serta daerah dengan risiko penularan tinggi. Upaya pencegahan penyakit menular ini menjadi bagian penting dari penanganan bencana untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama masa pemulihan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767831858695ef932012914.11581654.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dari 152 Puskesmas Rusak Berat, Tinggal 3 Belum Beroperasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dari-152-puskesmas-rusak-berat-tinggal-3-belum-beroperasi</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Jan 2026 00:02:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dari-152-puskesmas-rusak-berat-tinggal-3-belum-beroperasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Januari 2026</p>
<p>Setelah rumah sakit kembali berfungsi, Kementerian Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pada Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1) bahwa tahap pemulihan puskesmas menjadi tantangan yang lebih berat karena jumlah fasilitas yang terdampak jauh lebih banyak dibandingkan rumah sakit.</p>
<p>Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 867 puskesmas terdampak bencana di tiga provinsi. Dari jumlah tersebut, 152 puskesmas mengalami kerusakan berat hingga harus menghentikan operasional sementara.</p>
<p>Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan lokasi, relokasi layanan sementara, hingga pembangunan ulang bagi fasilitas yang mengalami kerusakan total. Hingga awal Januari 2026, sebagian besar puskesmas telah kembali melayani masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Sampai awal Januari 2026, tinggal tiga (puskesmas) lagi yang belum bisa beroperasi,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Ketiga puskesmas tersebut yakni Puskesmas Rusip Antara di Aceh Tengah, Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara, dan Puskesmas Lokop di Aceh Timur. Menkes menjelaskan, Puskesmas Lokop mengalami kerusakan paling parah akibat tertimpa kayu besar hingga bangunannya hancur.</p>
<p>&ldquo;Yang (di) Lokop ini benar-benar sudah hancur, jadi sekarang sedang kita bangun baru,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Untuk memastikan layanan tetap berjalan, operasional puskesmas yang rusak dialihkan sementara ke gedung lain, seperti kantor dinas atau fasilitas pemerintah setempat.</p>
<p>Menkes Budi menekankan bahwa peran puskesmas sangat vital, tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan harian bagi masyarakat, tetapi juga dalam melayani ratusan ribu pengungsi yang tersebar di lebih dari seribu titik pengungsian.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767830803695ef5134d9559.62162225.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>3.719 Relawan Kesehatan Dikerahkan, Layani Pengungsi di Ribuan Pos Pengungsian</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/3719-relawan-kesehatan-dikerahkan-layani-pengungsi-di-ribuan-pos-pengungsian</link>				
         <pubDate>Tue, 06 Jan 2026 02:44:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/3719-relawan-kesehatan-dikerahkan-layani-pengungsi-di-ribuan-pos-pengungsian</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Januari 2026</p>
<p>Sebanyak 3.719 relawan kesehatan telah dikerahkan sejak awal bencana untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak di Provinsi Aceh. Seluruh relawan dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai dengan prosedur penanganan bencana Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Berdasarkan laporan kumulatif Sub Klaster Pelayanan Kesehatan, relawan tersebar di 18 kabupaten/kota serta tingkat provinsi. Konsentrasi relawan terbesar berada di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 1.065 orang dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 923 orang.</p>
<p>HEOC dibentuk sejak hari pertama hingga hari ketiga bencana di seluruh wilayah terdampak. Pusat kendali ini berperan menganalisis kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan sekaligus mengatur lalu lintas, alokasi, dan pergerakan relawan agar pelayanan kesehatan berjalan efektif dan merata.</p>
<p>Sejak hari kedua bencana, relawan kesehatan mulai ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan. Saat ini, layanan kesehatan diberikan melalui sekitar 309 puskesmas, 23 RS Pemerintah (RSUD dan RS TNI/Polri), dan 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008 &nbsp;pos pengungsian.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, mengatakan koordinasi yang intensif menjadi kunci untuk memastikan layanan kesehatan tidak terputus di seluruh wilayah terdampak.</p>
<p>&ldquo;Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ada dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,&rdquo; ujar Agus.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan rotasi relawan berjalan lancar tanpa mengganggu kontinuitas layanan di fasilitas kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Dengan rata-rata masa tugas relawan 10&ndash;12 hari, penugasan diatur agar setiap fasilitas tetap memiliki tenaga medis dan tenaga kesehatan setiap saat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dari sisi komposisi profesi, perawat menjadi profesi terbanyak dengan 923 orang, disusul tenaga kesehatan lainnya sebanyak 766 orang, dokter umum 736 orang, dan dokter spesialis 264 orang. Selain itu, terdapat 179 apoteker, 124 bidan, serta 350 tenaga non kesehatan yang mendukung operasional layanan.</p>
<p>Sejumlah profesi pendukung juga diterjunkan, antara lain tenaga sanitasi lingkungan, logistik, gizi, psikologi klinis, hingga entomolog kesehatan.</p>
<p>Berdasarkan asal instansi, mayoritas relawan berasal dari unsur pemerintah dengan jumlah 2.399 orang. Dukungan juga diberikan oleh kalangan akademisi sebanyak 780 orang, NGO/LSM 307 orang, serta organisasi profesi sebanyak 233 orang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767667870695c789ee5e579.26500375.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Lepas Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Batch II untuk Penanganan Krisis Kesehatan Pascabencana di Aceh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-lepas-relawan-tenaga-cadangan-kesehatan-batch-ii-untuk-penanganan-krisis-kesehatan-pascabencana-di-aceh</link>				
         <pubDate>Mon, 05 Jan 2026 11:33:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-lepas-relawan-tenaga-cadangan-kesehatan-batch-ii-untuk-penanganan-krisis-kesehatan-pascabencana-di-aceh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (Untuk Dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Kemenkes Lepas Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Batch II untuk Penanganan Krisis Kesehatan Pascabencana di Aceh*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Jakarta, 5 Januari 2026_</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan kembali melepas Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat penanganan krisis kesehatan akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelepasan Batch II ini merupakan kelanjutan dari penugasan relawan Batch I. Para relawan akan bertugas pada periode 5&ndash;18 Januari 2026 dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan serta penguatan sistem kesehatan di daerah terdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Prof. Asnawi Abdullah, mengatakan bahwa penugasan TCK Batch II dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Penugasan TCK Batch berikutnya kan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pagi ini Kementerian Kesehatan kembali melepas Tenaga Cadangan Kesehatan untuk melanjutkan tugas rekan-rekan sebelumnya. Ini merupakan gelombang kedua,&rdquo; ujar Prof. Asnawi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang. Prof. Asnawi berharap kehadiran para relawan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara, yang hingga kini masih membutuhkan dukungan tenaga kesehatan secara signifikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Fokus utama penugasan ini adalah memastikan layanan kesehatan kembali berjalan optimal, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun layanan kesehatan di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, pemulihan layanan kesehatan diharapkan dapat berjalan seiring dengan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk pemanfaatan hunian sementara yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mudah-mudahan masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal, kesehatannya terjaga dengan baik, bisa beraktivitas, bekerja, dan melaksanakan ibadah dengan tenang,&rdquo; tutup Prof. Asnawi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767612991695ba23f761689.60502507.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Enam Operasi Berhasil Dilaksanakan, RSUD Aceh Tamiang Percepat Pemulihan Layanan Pascabencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/enam-operasi-berhasil-dilaksanakan-rsud-aceh-tamiang-percepat-pemulihan-layanan-pascabencana</link>				
         <pubDate>Sun, 04 Jan 2026 04:24:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/enam-operasi-berhasil-dilaksanakan-rsud-aceh-tamiang-percepat-pemulihan-layanan-pascabencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 3 Januari 2026</p>
<p>Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, terus menunjukkan perkembangan positif pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah layanan esensial, khususnya layanan bedah dan kebidanan, telah kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada 27 Desember 2025, instalasi bedah RSUD Muda Sedia berhasil melaksanakan enam tindakan operasi yang sebelumnya sempat tertunda akibat dampak bencana. Tindakan tersebut meliputi operasi sectio caesarea, kuretase, serta operasi bedah umum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dokter Anestesi RSUD Muda Sedia, dr. Kulsum, menyampaikan bahwa seluruh tindakan operasi tersebut berjalan dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, pada 27 Desember instalasi bedah RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang berhasil melaksanakan enam operasi, terdiri dari sectio caesarea, kuretase, dan bedah umum. Seluruh prosedur berjalan lancar,&rdquo; ujar dr. Kulsum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Layanan kebidanan juga kembali berjalan optimal. Salah satu relawan medis, dr. Muhammad Luthfiyanto, PPDS Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan bahwa salah satu pasien persalinan telah melahirkan dengan kondisi ibu dan bayi yang sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kondisi ibu dalam keadaan baik. Bayi perempuan lahir dengan berat 3.000 gram, menangis spontan, dan direncanakan menjalani rawat gabung di ruangan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal serupa disampaikan oleh dr. Fitria Aini, PPDS Obstetri dan Ginekologi, yang turut bertugas di instalasi bedah RSUD Muda Sedia. Ia menyebutkan bahwa seluruh pasien yang menjalani tindakan sectio caesarea dan kuretase berada dalam kondisi stabil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami membantu tindakan sectio caesarea dan kuretase. Alhamdulillah seluruh pasien dalam keadaan baik dan saat ini sudah menjalani rawat gabung bersama bayi,&rdquo; ungkap dr. Fitria.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan layanan esensial yang tidak dapat ditunda. Kehadiran tenaga kesehatan relawan turut memperkuat keberlangsungan pelayanan medis bagi masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (BM/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17675008346959ec22123512.26914229.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Gotong Royong dan Dukungan PMI Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana di Sumatera</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gotong-royong-dan-dukungan-pmi-percepat-pemulihan-layanan-kesehatan-pascabencana-di-sumatera</link>				
         <pubDate>Sat, 03 Jan 2026 07:50:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gotong-royong-dan-dukungan-pmi-percepat-pemulihan-layanan-kesehatan-pascabencana-di-sumatera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Januari 2026</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kecepatan respons dan semangat gotong royong dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan pers (doorstop) pada kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Sumatera, Jumat (2/1).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan agar bantuan kemanusiaan diberikan secara cepat dan dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Presiden Prabowo menekankan bahwa kita harus membantu dengan cepat, lalu bergotong royong bersama karena ini adalah masalah kita bersama. Indonesia kuat karena modal sosialnya,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera berdampak signifikan terhadap sektor kesehatan. Tercatat sebanyak 87 rumah sakit terdampak, dengan sembilan di antaranya sempat tidak dapat beroperasi. Namun, berkat dukungan lintas sektor, seluruh rumah sakit tersebut kini telah kembali berfungsi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dalam waktu dua minggu, dengan bantuan semua pihak, seluruh rumah sakit yang terdampak sudah bisa beroperasi kembali,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain rumah sakit, sebanyak 867 puskesmas turut terdampak. Sekitar 180 puskesmas sempat tidak beroperasi, dan hingga saat ini tersisa empat puskesmas di Aceh yang masih dalam proses pemulihan akibat kerusakan berat serta kondisi lumpur yang masih tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang hingga kini masih menampung sekitar 300 ribu jiwa di lebih dari 1.000 titik pengungsian, termasuk 76 desa terpencil dengan akses yang sangat terbatas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ada daerah yang hanya bisa ditempuh dengan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sampai enam jam. Ini yang terus menjadi perhatian kami,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan melakukan rotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes, dengan dukungan dari sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setiap dua minggu kami lakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengapresiasi peran Palang Merah Indonesia dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, PMI, dan berbagai mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ke depan, Menkes menyampaikan bahwa pemulihan empat puskesmas yang tersisa memerlukan dukungan alat berat berukuran kecil agar dapat menjangkau ruang-ruang fasilitas yang tertimbun lumpur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17674268156958caffe2bb65.33262539.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus Gigitan Ular Jadi Perhatian, Kemenkes Siapkan Antibisa bagi Warga Baduy</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-gigitan-ular-jadi-perhatian-kemenkes-siapkan-antibisa-bagi-warga-baduy</link>				
         <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 05:52:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-gigitan-ular-jadi-perhatian-kemenkes-siapkan-antibisa-bagi-warga-baduy</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lebak, 31 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan memberi perhatian khusus terhadap risiko gigitan ular di wilayah Baduy, Kabupaten Lebak, Banten. Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, ke kawasan Baduy, Selasa (31/12).</p>
<p>Sekjen Kunta menyampaikan bahwa kebutuhan antibisa ular atau antivenom menjadi perhatian, mengingat sebagian besar masyarakat Baduy beraktivitas sebagai petani di ladang dan kawasan hutan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemberian antibisa harus dilakukan sesuai prosedur medis.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa antibisa ular tidak disimpan dalam jumlah besar di wilayah Baduy, melainkan ditempatkan di puskesmas rujukan yang memiliki tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus dalam penanganan kasus gigitan ular.</p>
<p>&ldquo;Kalau anti bisa kan tidak bisa sembarangan ya. Itu harus dicek dengan cukup. Antibisa sudah tersedia di puskesmas, tapi memang tidak banyak,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Apabila terjadi kasus gigitan ular, Kunta menyebut penanganan awal dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran racun sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan. Puskesmas akan melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan lanjutan dapat segera diberikan.</p>
<p>&ldquo;Minimal diikat dulu supaya tidak menyebar. Nanti puskesmas akan datang memberikan penanganan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Kunta mengakui jarak puskesmas rujukan yang menyediakan antibisa dari wilayah Baduy mencapai sekitar satu setengah jam perjalanan. Meski demikian, Kemenkes memastikan koordinasi tetap berjalan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat Baduy menilai ketersediaan antibisa masih menjadi kebutuhan penting. Warga Desa Cihuni, Baduy Luar, Narja, menyampaikan bahwa antibisa ular merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat, mengingat tingginya risiko gigitan saat bekerja di ladang.</p>
<p>Menurutnya, antibisa tidak diminta untuk disediakan secara berlebihan, melainkan sebagai langkah antisipasi dalam kondisi darurat. Ia juga menyebut keterbatasan obat tersebut kerap menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di lapangan.</p>
<p>&ldquo;Bukan nyediain, tapi buat jaga antisipasi saja. Masalah obat bisa itu, Pak Kapus juga sering nangis, soalnya susah, _nggak_ ada,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Selain kesiapsiagaan antibisa, Kemenkes menegaskan penguatan layanan kesehatan dasar di wilayah Baduy terus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi kesehatan. Sekjen Kunta berharap masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Yang paling penting mereka mau cek kesehatan. Dari situ kita bisa tahu betul apa masalahnya,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176724757069560ed2ef1f03.60026550.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Temukan Gatal dan Diare Dominasi Penyakit Warga Baduy</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-temukan-gatal-dan-diare-dominasi-penyakit-warga-baduy</link>				
         <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 05:50:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-temukan-gatal-dan-diare-dominasi-penyakit-warga-baduy</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lebak, 31 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan mencatat penyakit kulit dan gangguan pencernaan sebagai keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat Baduy. Temuan tersebut diperoleh saat kunjungan Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, ke wilayah Baduy, Selasa (31/12).</p>
<p>&ldquo;Kalau saya tadi tanya-tanya, yang sebagian besar itu gatal, sama pencernaan seperti mencret atau diare,&rdquo; ujar Kunta.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan akses air bersih dan sanitasi di wilayah Baduy. Faktor lingkungan masih menjadi tantangan utama dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat adat.</p>
<p>Untuk mengatasi keluhan tersebut, Kemenkes menyalurkan obat-obatan dasar yang umum dibutuhkan masyarakat, antara lain obat gatal, obat sakit perut, serta obat cacing, sesuai dengan kondisi kesehatan warga.</p>
<p>&ldquo;Biasanya obat-obatan yang sederhana, seperti untuk panas, sakit perut, gatal-gatal, kudis,&rdquo; kata Kunta.</p>
<p>Selain pengobatan, Kemenkes juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan serta pengolahan makanan dan minuman yang aman.</p>
<p>&ldquo;Upaya-upaya sederhana ini penting supaya mereka mendapatkan makanan dan minuman yang lebih bersih,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176724947569561643bbd589.60082561.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sekjen Kemenkes Kunjungi Baduy Jelang Tahun Baru, Gelar Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sekjen-kemenkes-kunjungi-baduy-jelang-tahun-baru-gelar-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 05:48:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sekjen-kemenkes-kunjungi-baduy-jelang-tahun-baru-gelar-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lebak, 31 Desember 2025</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengunjungi masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (31/12). Kunjungan tersebut dilakukan menjelang pergantian tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat Baduy tetap terjaga.</p>
<p>Sekjen Kunta menyampaikan bahwa kehadiran Kemenkes di Baduy merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adat.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Kemenkes menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi warga. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan darah sederhana, serta penanganan keluhan kesehatan yang dialami warga.</p>
<p>&ldquo;Layanannya seperti cek kesehatan gratis biasa. Kita cek darah, tensi, dan keluhan yang dirasakan, apakah panas, sakit perut, atau yang lain,&rdquo; jelas Kunta.</p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, Kemenkes juga menyalurkan obat-obatan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masyarakat Baduy. Seluruh layanan difasilitasi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat dan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.</p>
<p>Sekjen Kunta mengapresiasi antusiasme masyarakat Baduy yang memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif warga mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1767249392695615f0084e60.86828936.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K Tidak Lebih Parah, Situasi Nasional Terkendali</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-influenza-ah3n2-subclade-k-tidak-lebih-parah-situasi-nasional-terkendali</link>				
         <pubDate>Wed, 31 Dec 2025 13:51:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-influenza-ah3n2-subclade-k-tidak-lebih-parah-situasi-nasional-terkendali</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,&rdquo; ujar dr. Prima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176718928069552b20942267.90192365.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Hemodialisis RSUD Langsa Kembali Beroperasi Normal Pascabencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-hemodialisis-rsud-langsa-kembali-beroperasi-normal-pascabencana</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Dec 2025 18:31:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-hemodialisis-rsud-langsa-kembali-beroperasi-normal-pascabencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Langsa, 29 Desember 2025</p>
<p>Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Langsa terus berlangsung secara bertahap pascabanjir yang melanda Kota Langsa dan sekitarnya pada akhir November 2025. Sejumlah layanan utama telah kembali beroperasi, sementara beberapa layanan lainnya masih dalam proses pemulihan akibat kerusakan fasilitas dan peralatan medis.</p>
<p>Direktur RSUD Langsa Donny Mulizar mengatakan pemulihan layanan kesehatan dilakukan dengan memprioritaskan layanan esensial yang dibutuhkan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Pemulihan kami fokuskan pada layanan esensial yang tidak dapat ditunda, seperti layanan hemodialisis, sembari melakukan perbaikan pada layanan lain yang terdampak agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan optimal,&rdquo; ujar Donny.</p>
<p>Salah satu layanan yang diprioritaskan adalah Hemodialisis (HD). Unit HD sempat terhenti akibat mesin yang terendam banjir sehingga pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Idi, Lhokseumawe, hingga Sumatera Utara. Setelah dilakukan pembersihan ruangan dan penggantian peralatan yang rusak, layanan hemodialisis kembali beroperasi normal sejak 19 Desember 2025.</p>
<p>Kepala Instalasi Hemodialisis RSUD Langsa Junaidi menjelaskan layanan hemodialisis menjadi prioritas pemulihan karena bersifat rutin dan tidak dapat ditunda bagi pasien.</p>
<p>&ldquo;Hemodialisis harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Karena itu, pemulihan unit ini kami percepat agar pasien dapat kembali menjalani terapi secara aman tanpa harus dirujuk ke luar daerah,&rdquo; kata Junaidi.</p>
<p>Pemulihan layanan hemodialisis juga dirasakan langsung oleh pasien. Salah satu pasien HD RSUD Langsa, Safriyadi (54), yang sebelumnya harus menunda terapi karena layanan terhenti, kini telah kembali menjalani hemodialisis secara rutin sejak layanan dibuka kembali.</p>
<p>Di sisi lain, RSUD Langsa mencatat belum seluruh layanan kesehatan pulih sepenuhnya. Layanan radiologi hingga kini belum dapat beroperasi optimal akibat kerusakan sejumlah peralatan, seperti CT scan, MRI, dan mamografi, sehingga masih dalam proses pemulihan.</p>
<p>Berdasarkan pemantauan pascabencana, RSUD Langsa tidak mencatat peningkatan signifikan kasus penyakit akibat bencana. Pola kasus yang ditangani masih didominasi penyakit kronis. Rumah sakit juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.</p>
<p>Ke depan, RSUD Langsa berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah untuk perbaikan sarana dan prasarana yang terdampak bencana serta penguatan sumber daya manusia, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terus berjalan optimal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (BM/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176711955369541ac11e4e60.63694015.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>CKG Tembus 70 Juta Peserta, Kemenkes Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Dedikasi Nakes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-tembus-70-juta-peserta-kemenkes-apresiasi-partisipasi-masyarakat-dan-dedikasi-nakes</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Dec 2025 14:00:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-tembus-70-juta-peserta-kemenkes-apresiasi-partisipasi-masyarakat-dan-dedikasi-nakes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Desember 2025</p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025. Berdasarkan Daily Report CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara 96,12 persen.</p>
<p>Capaian tersebut didominasi oleh CKG Umum dengan tingkat kehadiran mencapai 96,97 persen. Dari 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang tercatat hadir dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.</p>
<p>Sementara itu, CKG Sekolah juga menunjukkan partisipasi tinggi. Dari 25.734.664 pendaftar, sebanyak 24.335.107 peserta hadir atau setara 94,56 persen. Program ini menjangkau siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa (SLB).</p>
<p>Program yang merupakan quickwin Presiden Prabowo Subianto ini telah dilaksanakan di 38 provinsi dengan dukungan 514 kabupaten/kota serta melibatkan 10.588 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Pada sektor pendidikan, CKG Sekolah mencatat sebanyak 16.758.454 siswa telah memperoleh pemeriksaan kesehatan lengkap. Pelaksanaan program ini didukung ribuan puskesmas yang aktif melayani sekolah-sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG selama hampir satu tahun pelaksanaan.</p>
<p>&ldquo;Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,&rdquo; ujar Aji.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan CKG di berbagai daerah.</p>
<p>&ldquo;Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan CKG dapat menjangkau masyarakat, baik di puskesmas, sekolah, maupun komunitas,&rdquo; kata Aji.</p>
<p>Menurut Aji, keberhasilan program CKG merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, Kementerian Kesehatan berharap CKG terus diperkuat sebagai fondasi layanan kesehatan promotif dan preventif guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17671035036953dc0f86dec2.37711714.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak melalui Imunisasi Heksavalen</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-perlindungan-anak-melalui-imunisasi-heksavalen</link>				
         <pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:34:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-perlindungan-anak-melalui-imunisasi-heksavalen</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Desember 2025</p>
<p>Pemerintah terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui penguatan Program Imunisasi Nasional, salah satunya dengan memperluas penggunaan vaksin Heksavalen. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya sekaligus membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.</p>
<p>Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri Yogyaswari menjelaskan bahwa imunisasi membantu tubuh membentuk antibodi sehingga anak terlindungi dari risiko sakit berat, kecacatan, hingga kematian. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata juga melindungi kelompok rentan yang tidak dapat menerima imunisasi karena kondisi tertentu.</p>
<p>&ldquo;Imunisasi bukan hanya melindungi anak yang menerima vaksin, tetapi juga masyarakat luas. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk bila cakupan imunisasi tinggi dan merata,&rdquo; ujar Indri.</p>
<p>Imunisasi lengkap dan tepat waktu mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Anak yang belum atau terlambat diimunisasi lebih rentan tertular penyakit dan berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).</p>
<p>&ldquo;Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Anak yang terlewat jadwal tetap perlu mendapatkan imunisasi kejar agar kekebalan tubuhnya terbentuk dan risiko penularan penyakit dapat ditekan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Vaksin Heksavalen merupakan vaksin kombinasi yang melindungi anak dari enam penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis akibat Haemophilus influenzae tipe b, serta polio. Vaksin ini menggantikan pemberian terpisah DPT-HB-Hib dan IPV.</p>
<p>Penggunaan vaksin kombinasi bertujuan mengurangi jumlah suntikan, menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta mempercepat pembentukan kekebalan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Dengan vaksin Heksavalen, suntikan ganda dapat dikurangi. Ini membuat pemberian imunisasi lebih nyaman bagi anak dan orang tua, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi,&rdquo; jelas Indri.</p>
<p>Komite Imunisasi Nasional menyetujui peralihan ke vaksin Heksavalen tanpa perubahan jadwal imunisasi rutin, yaitu pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta tetap disertai vaksin polio oral (bOPV).</p>
<p>Ketua Komite Nasional PP KIPI Prof. Dr. Hindra Irawan Satari menegaskan bahwa vaksin Heksavalen telah melalui evaluasi keamanan yang ketat dan terdaftar di Badan POM. Surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) terus dilakukan secara berjenjang.</p>
<p>&ldquo;Vaksin Heksavalen memiliki profil keamanan yang baik dan telah melalui uji klinis yang panjang. Sistem surveilans KIPI diharapkan berjalan aktif untuk memastikan setiap kejadian pasca imunisasi dapat ditangani secara cepat dan tepat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Implementasi awal imunisasi Heksavalen dimulai Oktober 2025 di sembilan provinsi, yakni DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta wilayah Papua. Pemerintah menargetkan perluasan secara nasional mulai 2026.</p>
<p>Pemerintah mengajak orang tua, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk bersama memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Imunisasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176699581669523768c4f8f7.78597010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Alih Iptek Bedah Kompleks, RSUP Wahidin Tangani 65 Pasien Bersama King Salman Center dan Muslim Wold League</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/alih-iptek-bedah-kompleks-rsup-wahidin-tangani-65-pasien-bersama-king-salman-center-dan-muslim-wold-league</link>				
         <pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:21:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/alih-iptek-bedah-kompleks-rsup-wahidin-tangani-65-pasien-bersama-king-salman-center-dan-muslim-wold-league</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 29 Desember 2025</p>
<p>Setelah sukses menggelar kegiatan proctorship penanganan kasus kardiovaskular (kateterisasi dan operasi jantung) pada bulan Agustus yang lalu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar kembali dipercaya oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) Arab Saudi dan Muslim World League (MWL) untuk menjadi penyelenggara pelaksanaan program Alih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) atau proctorship di bidang bedah maksilofasial, bedah onkologi kepala dan leher, rekonstruksi, serta bedah tiroid.&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 65 pasien dioperasi secara gratis di Instalasi Bedah Sentral RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang dimulai dari tanggal 20 hingga 29 Desember 2025 dengan fokus pada penanganan kasus-kasus bedah yang membutuhkan keahlian khusus.</p>
<p>Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Prof Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp. An-KIC, KAKV mengatakan program ini bertujuan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan di Kawasan Timur Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan serta meningkatkan kompetensi tenaga medis lokal dalam menangani kasus-kasus bedah kompleks.</p>
<p>&ldquo;Hal ini menjadi langkah strategis dalam penguatan kapasitas SDM bidang kesehatan karena program ini mencakup alih keterampilan serta teknologi mutakhir, termasuk teknik minimal invasif, yang akan sangat bermanfaat bagi tim dokter spesialis kami,&rdquo; ungkap Syafri.&nbsp;</p>
<p>Program operasi gratis ini mencakup berbagai jenis bedah kompleks dan membutuhkan penanganan spesialis. Beberapa di antaranya adalah Bedah Tiroid yang akan dilakukan pada 23 pasien, Bedah Onkologi Kepala dan Leher untuk 10 pasien utama dan 15 pasien lainnya.</p>
<p>Selain itu, terdapat juga operasi Rekonstruksi Oral dan Maksilofasial yang direncanakan untuk 11 pasien, dan penanganan Kasus Maksilofasial seperti Trauma dan Celah Wajah untuk 6 pasien. Jenis-jenis operasi ini dipilih karena tingkat kerumitannya yang cukup tinggi.</p>
<p>Ketua tim medis KSR, Prof. Basem T. Jamal menjelaskan bahwa program kolaborasi ini berfokus pada jenis kasus yang lebih rumit. Tindakan yang dilakukan oleh tim medis tidak hanya sebatas pengangkatan tumor, tetapi juga mencakup rekonstruksi pascaoperasi.</p>
<p>Proses rekonstruksi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan estetika pasien secara optimal sehingga akan memberikan kualitas hidup yang lebih baik setelah prosedur bedah.</p>
<p>Guna mendukung kelancaran program ini, KSR Arab Saudi dan MWL juga membawa pembekalan kesehatan berupa Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) serta alat kesehatan pendukung lainnya.</p>
<p>Pelaksanaan operasi ini juga didukung dengan fasilitas Modular Operating Theater (MOT) milik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang merupakan salah satu fasilitas kamar operasi paling modern dan terintegrasi di wilayah Indonesia Timur.&nbsp;</p>
<p>Kerja sama internasional ini diharapkan menjadi momentum penting dalam penguatan sistem kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, melalui pertukaran ilmu pengetahuan antara ahli medis Arab Saudi dan Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (Humas RSUP Wahidin/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176699300369522c6becf4d0.41293471.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>500 Vaksin HPV Gratis, Upaya Konkret Lindungi Perempuan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/500-vaksin-hpv-gratis-upaya-konkret-lindungi-perempuan-indonesia</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Dec 2025 09:14:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/500-vaksin-hpv-gratis-upaya-konkret-lindungi-perempuan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Desember 2025</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Ibu sekaligus mendukung agenda perlindungan kesehatan perempuan menuju 500 Tahun Kota DKI Jakarta, SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) bersama PP POGI dan para pemangku kepentingan menyelenggarakan vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) gratis bagi 500 perempuan di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (23/12).</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Oktavianus menegaskan bahwa infeksi HPV merupakan penyebab utama kanker leher rahim, salah satu kanker dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Kanker leher rahim sangat berbahaya dan angka kematiannya tinggi. Dengan vaksinasi HPV yang lengkap, efektivitas pencegahan bisa mencapai lebih dari 90 persen,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai program nasional vaksinasi HPV gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar yang telah berjalan sejak 2023.</p>
<p>&ldquo;ni program nasional dan gratis. Tolong para ibu ingatkan tetangga dan keluarga, karena ini investasi kesehatan jangka panjang bagi anak-anak perempuan kita,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kanker serviks masih menjadi persoalan kesehatan publik yang memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan dan kolaboratif.</p>
<p>&ldquo;Setiap 25 menit, satu perempuan Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Fakta ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak bisa ditunda,&rdquo; kata Pramono Anung.</p>
<p>Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penyediaan layanan cek kesehatan gratis di fasilitas kesehatan, vaksinasi HPV bagi siswa kelas 5 dan 6 SD, serta layanan kesehatan terintegrasi melalui Pasukan Putih untuk menjangkau kelompok rentan.</p>
<p>&ldquo;Pencegahan penyakit adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan perempuan, keluarga, dan generasi penerus bangsa. Karena itu kegiatan vaksinasi HPV gratis hari ini sangat penting dan perlu terus dilanjutkan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ketua Umum PP POGI Prof. Dr. Budi Wiweko menekankan bahwa kematian akibat kanker serviks sejatinya dapat dicegah melalui pendekatan komprehensif yang mencakup vaksinasi dan deteksi dini.</p>
<p>&ldquo;Hampir 90 persen kanker serviks dapat dicegah. Karena itu, vaksinasi 500 perempuan hari ini merupakan langkah strategis dalam melindungi kesehatan perempuan Indonesia,&rdquo; jelas Prof. Budi.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui gerakan SPRIN.</p>
<p>&ldquo;Belajar dari COVID-19, masalah besar hanya bisa diselesaikan bersama. Menyelamatkan perempuan berarti menyelamatkan bangsa,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Kegiatan vaksinasi HPV gratis ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan kanker serviks, sekaligus menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional menjelang 500 Tahun Kota Jakarta.</p>
<p>Diharapkan, inisiatif ini dapat menginspirasi perluasan program serupa di berbagai daerah guna mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat, berdaya, dan bermartabat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1766486313694a7129da8b14.27566063.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan BIN Perkuat Sistem Peringatan Dini Ancaman Kesehatan Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-bin-perkuat-sistem-peringatan-dini-ancaman-kesehatan-nasional</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Dec 2025 09:07:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-bin-perkuat-sistem-peringatan-dini-ancaman-kesehatan-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI dan Badan Intelijen Negara (BIN) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah konkret memperkuat sistem peringatan dini ancaman kesehatan nasional, khususnya penyakit infeksi dan potensi pandemi di masa depan.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada penguatan deteksi dini dan kesiapsiagaan negara dalam menghadapi ancaman patogen yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat serta stabilitas nasional.</p>
<p>&ldquo;Dalam sejarah manusia ada tiga jenis perang, melawan alam, melawan manusia, dan melawan kuman. Dari semuanya, perang melawan patogen justru memakan korban paling besar,&rdquo; ujar Menkes Budi saat penandatanganan MoU di Gedung Kemenkes, Selasa (23/12).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa perang melawan patogen membutuhkan sistem pertahanan yang setara dengan pertahanan militer, mulai dari intelijen kesehatan melalui surveilans, hingga pengembangan vaksin dan obat sebagai instrumen perlindungan.</p>
<p>&ldquo;Kalau di militer ada radar dan satelit, di kesehatan kita pakai laboratorium dan genome sequencing. Kita harus tahu musuhnya berubah atau tidak, variannya apa, dan seberapa mematikan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa kesiapan sejak dini menentukan kemampuan negara dalam merespons krisis kesehatan. Negara dengan sistem deteksi dan respons yang kuat, menurutnya, telah memenangkan sebagian besar pertempuran sebelum krisis terjadi.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama Kemenkes dan BIN meliputi integrasi data, penguatan surveilans penyakit, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman biologis yang tidak terlihat namun berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.</p>
<p>Kepala BIN Muhammad Herindra menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 menunjukkan secara nyata keterkaitan erat antara ancaman kesehatan dengan stabilitas keamanan nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan tersebut.</p>
<p>&ldquo;Berdasarkan pengalaman pandemi, kita harus berbuat sesuatu. Dengan bekerja bersama Kementerian Kesehatan, tugas kami juga menjadi lebih ringan karena ancaman kesehatan ini tidak bisa ditangani sendiri,&rdquo; ujar Herindra.</p>
<p>Melalui penandatanganan MoU ini, Kemenkes dan BIN berkomitmen memperkuat sinergi dalam membangun sistem kesiapsiagaan nasional yang lebih solid, tidak hanya dalam menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman kesehatan yang bersifat tidak kasatmata.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1766480951694a5c37e36569.62906662.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bersama Relawan dan Mahasiswa, Layanan Kesehatan Terus Hadir di Malalak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bersama-relawan-dan-mahasiswa-layanan-kesehatan-terus-hadir-di-malalak</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Dec 2025 01:40:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bersama-relawan-dan-mahasiswa-layanan-kesehatan-terus-hadir-di-malalak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Agam, 21 Desember 2025</p>
<p>Pascabencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, layanan kesehatan tetap berjalan berkat kolaborasi tenaga kesehatan, relawan medis, dan mahasiswa. Di tengah akses jalan terputus dan kondisi warga yang masih rentan, kerja bersama menjadi kunci agar pelayanan tetap menjangkau masyarakat.</p>
<p>Sejak hari-hari awal pascakejadian, relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan, profesi kesehatan, dan perguruan tinggi mulai berdatangan ke wilayah kerja UPTD Puskesmas Malalak. Kepala UPTD Puskesmas Malalak, Ns. Zulhelma Yetti, S.Kep., menyampaikan bahwa kehadiran relawan sangat membantu menjangkau wilayah yang sempat terisolasi.</p>
<p>&ldquo;Relawan yang datang sangat beragam. Ada dari organisasi kemanusiaan, persatuan profesi, hingga kampus-kampus seperti Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Andalas, Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Padang, Universitas Diponegoro, dan Universitas Negeri Padang. Kehadiran mereka sangat membantu kami menjangkau wilayah-wilayah yang sempat terisolasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Puskesmas Malalak menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak, dengan keterbatasan akses dan air bersih. Meski demikian, layanan tidak berhenti. Pelayanan IGD tetap berjalan 24 jam, bahkan ketika enam tenaga kesehatan harus bertahan di puskesmas selama lima hari karena akses keluar masuk terputus.</p>
<p>&ldquo;Kami menginap di puskesmas dan tetap melayani masyarakat semampu kami. Sementara teman-teman nakes lain yang tidak sedang berada di puskesmas, mereka membantu pelayanan di posko-posko kesehatan di wilayah lain,&rdquo; tambah Zulhelma.</p>
<p>Dukungan relawan membantu mengatasi berbagai keterbatasan, mulai dari penyediaan toren dan saringan air, pipa air bersih, hingga bantuan obat-obatan, termasuk bagi pasien rujukan yang kesulitan mengakses rumah sakit akibat kondisi jalan.</p>
<p>Selama masa tanggap darurat, keluhan kesehatan yang banyak ditemui antara lain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, gangguan kecemasan, penyakit kulit, serta penyakit kronis yang memerlukan pemantauan rutin. Pelayanan dilakukan melalui puskesmas, pos kesehatan, dan kunjungan langsung ke wilayah-wilayah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, menyusuri sungai, hingga mendaki perbukitan yang masih rawan longsor.</p>
<p>Semangat kemanusiaan juga datang dari kalangan mahasiswa. Tiara, relawan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Negeri Padang, mengaku lelah terbayar saat melihat warga terbantu.</p>
<p>&ldquo;Capek itu pasti. Tapi karena ada rasa kemanusiaan, merasa puas saat melihat banyak masyarakat tertolong, dan melihat saudara-saudara kita yang terdampak ini tersenyum dengan pelayanan kita, kita merasa senang,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Hal serupa disampaikan Navi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang, yang ingin mengamalkan ilmunya langsung di lapangan.</p>
<p>&ldquo;Saya ingin melihat langsung bagaimana ilmu yang saya pelajari bisa bermanfaat untuk masyarakat. Di sini saya belajar banyak dan merasa senang karena bisa melayani masyarakat,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdiani, M.Kes., memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana tetap berjalan. Seluruh kasus luka ringan telah ditangani di puskesmas di sekitar lokasi bencana, dengan dukungan relawan medis di lapangan.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Agam tetap beroperasi normal dan terus melayani masyarakat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kontribusi relawan yang membantu melalui pelayanan kesehatan, pembangunan posko, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.</p>
<p>Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama penanganan pascabencana di Malalak. Di tengah keterbatasan, kehadiran tenaga kesehatan, relawan, dan mahasiswa tidak hanya menjaga layanan kesehatan tetap berjalan, tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa pemulihan dapat dilalui bersama dengan semangat gotong royong.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (YA/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17664541146949f362c25150.80219426.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menjaga Kesehatan, Menyemai Harapan Pascabencana Maninjau</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menjaga-kesehatan-menyemai-harapan-pascabencana-maninjau</link>				
         <pubDate>Sun, 21 Dec 2025 06:05:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menjaga-kesehatan-menyemai-harapan-pascabencana-maninjau</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Agam, 20 Desember 2025</p>
<p>Bencana datang tanpa aba-aba. Bagi Virginia (25), hari itu berakhir dengan keputusan paling berat: meninggalkan rumah di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, tanpa kepastian bisa kembali. Dalam gelap dan kepanikan, ia hanya menyelamatkan dokumen penting. Selebihnya lenyap tersapu banjir bandang, termasuk rumah dan sumber penghidupan.</p>
<p>&ldquo;Kami cuma sempat bawa dokumen. Dentuman dari kejauhan sudah terdengar. Air sudah melebar ke mana-mana,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Esok harinya, rumah itu tinggal puing. Virginia bersama tiga anaknya sempat berpindah-pindah, dari masjid hingga akhirnya menetap di posko pengungsian Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang.</p>
<p>Kehidupan di pengungsian menghadirkan persoalan baru. Udara dingin, debu, dan perlengkapan terbatas memicu berbagai gangguan kesehatan. Batuk, demam, dan nyeri otot kerap dikeluhkan, terutama oleh anak-anak.</p>
<p>&ldquo;Tempatnya terbuka, selimut seadanya, ditambah sekeliling banyak debu. Anak-anak jadi gampang batuk, saya pun sempat sepuluh hari demam,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Keluhan serupa disampaikan Nani (46), warga Nagari Bayua, yang mendatangi posko kesehatan bersama anaknya.</p>
<p>&ldquo;Saya sering pusing, mungkin karena ada rasa takut juga setelah bencana. Pinggang juga sering sakit. Anak saya gatal-gatal,&rdquo; katanya.</p>
<p>Kepala Puskesmas Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Ns. Hermalina, S.Kep., menjelaskan bahwa pola keluhan tersebut umum muncul pascabencana.</p>
<p>&ldquo;Kasus yang paling banyak kami tangani adalah ISPA, hipertensi, diare, penyakit kulit, mialgia, dan demam. Kondisi lingkungan, kelelahan, dan stress pascabencana sangat berpengaruh terhadap kondisi warga,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurut Hermalina, layanan kesehatan terus digerakkan melalui puskesmas, posko, layanan keliling, hingga kunjungan langsung ke lokasi pengungsian.</p>
<p>&ldquo;Kami berusaha memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan, meskipun dengan keterbatasan. Selama masih ada warga yang membutuhkan, kami akan tetap turun ke lapangan,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Di tengah keterbatasan, posko kesehatan menjadi tumpuan rasa aman. Virginia mengaku rutin memeriksakan kondisi dirinya dan anak-anak.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah kami dilayani dengan baik. Dikasih obat sampai sembuh,&rdquo; katanya.</p>
<p>Hal yang sama dirasakan Nani.</p>
<p>&ldquo;Dokternya ramah-ramah, pelayanannya bagus. Anak saya dikasih salep dan obat penambah nafsu makan, saya juga dapat obat. Alhamdulillah sangat membantu,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Namun, tantangan tidak berhenti pada kesehatan. Rumah Virginia dan rumah ibunya rusak berat. Sebagai pedagang gorengan, kehilangan peralatan masak berarti kehilangan penghasilan.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin mandiri lagi. Kalau ada kompor atau wajan yang masih bisa dipakai, kami ingin mulai berjualan lagi. Tidak mungkin selamanya kami bergantung pada bantuan luar,&rdquo; ucapnya lirih.</p>
<p>Kisah Virginia dan Nani mencerminkan kondisi banyak warga Maninjau. Di tengah kehilangan dan ketidakpastian, mereka bertahan sambil menata hari depan.</p>
<p>Melalui layanan kesehatan yang terus hadir, dukungan relawan, dan solidaritas berbagai pihak, pemulihan mulai bergerak. Upaya yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi pijakan menuju pemulihan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan bagi masyarakat Maninjau.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (YA/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176629714269478e3615b4b3.65791035.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pulihkan Trauma Penyintas, Mobile Clinic Hadirkan Layanan Kesehatan Jiwa di Bener Meriah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pulihkan-trauma-penyintas-mobile-clinic-hadirkan-layanan-kesehatan-jiwa-di-bener-meriah</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Dec 2025 17:46:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pulihkan-trauma-penyintas-mobile-clinic-hadirkan-layanan-kesehatan-jiwa-di-bener-meriah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bener Meriah, 20 Desember 2025</p>
<p>Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, layanan kesehatan jiwa diperkuat melalui program Mobile Clinic yang menjangkau langsung lokasi pengungsian warga terdampak.</p>
<p>Program ini diinisiasi oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Bener Meriah, dr. Insan Sarami Artanoga, Sp.Kj, sebagai respons atas meningkatnya keluhan kecemasan dan trauma psikologis yang dialami penyintas bencana.</p>
<p>&ldquo;Korban bencana ini banyak yang mengalami cedera psikologis, terutama rasa takut dan cemas. Karena itu kami berinisiatif membentuk mobile clinic untuk menjangkau langsung posko-posko pengungsian,&rdquo; ujar dr. Insan.</p>
<p>Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, Mobile Clinic didukung tenaga medis lintas disiplin. Selain memberikan layanan kesehatan umum, tim secara khusus memfokuskan pendampingan pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat terdampak.</p>
<p>Pendekatan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kelompok usia. Anak-anak mendapatkan terapi bermain seperti mewarnai, bermain bola, dan permainan sederhana lainnya, sementara orang dewasa didampingi melalui psikoterapi suportif dan teknik relaksasi untuk menurunkan tingkat kecemasan.</p>
<p>Menurut dr. Insan, ketakutan terhadap hujan menjadi keluhan yang paling sering disampaikan penyintas, mengingat bencana terjadi akibat curah hujan yang tinggi.</p>
<p>&ldquo;Hampir seluruh penyintas yang kami temui mengaku takut saat hujan turun. Melalui pendampingan ini, kami berharap kecemasan tersebut tidak berkembang menjadi trauma jangka panjang,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Di lapangan, pelaksanaan Mobile Clinic menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan akses menuju lokasi pengungsian. Beberapa posko hanya dapat dijangkau melalui medan yang sulit, termasuk harus menyeberangi sungai.</p>
<p>Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan jiwa juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, dokter spesialis kesehatan jiwa di Kabupaten Bener Meriah masih terbatas, sehingga pelayanan harus dilakukan secara bergiliran dan terjadwal.</p>
<p>Meski demikian, tim Mobile Clinic tetap berkomitmen hadir mendampingi masyarakat terdampak dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar layanan kesehatan jiwa dapat terus menjangkau para penyintas bencana di Kabupaten Bener Meriah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17662531686946e27067a854.98055044.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bantu Revitalisasi 800 Puskesmas di 3 Provinsi Terdampak Bencana </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bantu-revitalisasi-800-puskesmas-di-3-provinsi-terdampak-bencana-</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Dec 2025 08:20:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bantu-revitalisasi-800-puskesmas-di-3-provinsi-terdampak-bencana-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Bener Meriah, Aceh, 20 Desember 2025</p>
<p>Pemerintah memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas melalui revitalisasi ratusan puskesmas di wilayah terdampak bencana. Revitalisasi ini guna memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan akses pascabencana.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan puskesmas memegang peran strategis sebagai garda terdepan layanan kesehatan, terutama untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun daerah yang masih terisolasi.</p>
<p>&ldquo;Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,&rdquo; ujar Budi saat meninjau wilayah terdampak di Bener Meriah, Jumat (19/12).</p>
<p>Menurut Budi, setelah proses revitalisasi rumah sakit di wilayah terdampak berjalan, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada penguatan layanan primer. Sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, akan direvitalisasi untuk memastikan pelayanan promotif dan preventif tetap berjalan optimal.</p>
<p>&ldquo;Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi agar pelayanan kesehatan tetap dekat dengan masyarakat,&rdquo; katanya.</p>
<p>Penguatan puskesmas tersebut diarahkan untuk melayani kebutuhan kesehatan dasar di lokasi pengungsian, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang paling rentan,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Ia menambahkan, wilayah yang masih terisolasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah pusat turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan.</p>
<p>&ldquo;Jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Selain layanan medis, pemerintah juga memberikan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi untuk menunjang operasional puskesmas dan keselamatan masyarakat di pengungsian.</p>
<p>Revitalisasi puskesmas ini menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah yang bertujuan menekan risiko keterlambatan penanganan penyakit, sekaligus mengurangi beban rumah sakit rujukan yang terdampak bencana.</p>
<p>Pendekatan kesehatan berbasis komunitas tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat hingga kondisi infrastruktur dan akses wilayah sepenuhnya pulih.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176621904269465d22c2a2d7.93952020.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Lepas Ratusan Relawan Dokter dan Nakes ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-lepas-ratusan-relawan-dokter-dan-nakes-ke-wilayah-terdampak-bencana-di-aceh</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Dec 2025 06:01:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-lepas-ratusan-relawan-dokter-dan-nakes-ke-wilayah-terdampak-bencana-di-aceh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 20 Desember 2025&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melepas ratusan relawan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Aceh. Pelepasan relawan dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dr. Yuli Farianti di Terminal 3 Gate 5 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (20/12).</p>
<p>Para relawan yang diberangkatkan merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas profesi yang dengan sukarela dan penuh keikhlasan mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak bencana. Fokus utama penugasan saat ini berada di Provinsi Aceh yang menjadi wilayah dengan dampak paling besar, sebelum dilanjutkan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara.</p>
<p>Tim relawan terdiri dari berbagai disiplin, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikolog klinis dan psikiater yang difokuskan pada layanan trauma healing, khususnya di posko pengungsian.</p>
<p>Relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, dan posko pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan, sebagai wujud semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana.</p>
<p>&ldquo;Saya mengucapkan terima kasih untuk pengabdiannya pada kemanusiaan. Saat ini fokus kita di Aceh karena dampaknya paling besar, dan ke depan akan dilanjutkan ke Sumatera Barat, khususnya Agam, serta Sumatera Utara,&rdquo; ujar dr. Yuli Farianti.</p>
<p>Sejak hari ketiga pascabencana, Kemenkes telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Namun pada tahap awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit. Melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan kini dilakukan lebih merata agar seluruh wilayah terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.</p>
<p>&ldquo;Sekarang kita koordinasikan agar tidak ada daerah yang kelebihan tenaga dan tidak ada daerah yang kekurangan. Semua harus merasakan distribusi layanan kesehatan yang adil dan sesuai kebutuhan masyarakat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Pada hari ini, sebanyak 126 relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi, antara lain Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Sebelumnya, 70 relawan telah bertugas di Aceh dan Medan. Ke depan, Kemenkes juga akan memberangkatkan 207 relawan pada tahap berikutnya dan 87 relawan pada tahap selanjutnya, sehingga total relawan yang dikerahkan hingga 22 Desember 2025 mencapai sekitar 600 orang.</p>
<p>&ldquo;Kami membawa tim yang lengkap, termasuk psikolog klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,&rdquo; tambah dr. Yuli.</p>
<p>Salah satu relawan, dr. Chani Sinaro Putra, dokter spesialis mata dari RS Cicendo Bandung, menyampaikan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi lapangan.</p>
<p>&ldquo;Persiapan kami tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Kami sudah mempelajari kondisi medan dan masyarakat di lokasi, termasuk kemungkinan penyakit atau kondisi medis yang akan ditemui. Insya Allah semua yang kami persiapkan dapat bermanfaat dan menolong, baik warga terdampak maupun tenaga medis yang sudah bertugas di sana,&rdquo; ujar dr. Chani.</p>
<p>Sementara itu, dr. Desin Pambudi, dokter spesialis saraf dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, menekankan pentingnya layanan neurologi di situasi bencana.</p>
<p>&ldquo;Saat bencana, akses kesehatan sering terputus sehingga pasien dengan pengobatan rutin berisiko putus obat. Pasien stroke, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung sangat rentan jika pengobatan terhenti. Untuk itu kami bersyukur Kemenkes bergerak cepat mengajak kami bergabung agar bisa membantu saudara-saudara kita di Sumatera,&rdquo; kata dr. Desin.</p>
<p>Para relawan berasal dari gabungan berbagai rumah sakit, baik rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, maupun swasta, di antaranya RSUP Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Persahabatan, RSJ Marzoeki Mahdi, RS Cicendo, serta rumah sakit swasta seperti Siloam dan Hermina.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1766212182694642566edce1.20167459.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Di Tengah Duka, Layanan Kesehatan Terus Hadir untuk Warga Palembayan, Kabupaten Agam</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/di-tengah-duka-layanan-kesehatan-terus-hadir-untuk-warga-palembayan-kabupaten-agam</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Dec 2025 01:11:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/di-tengah-duka-layanan-kesehatan-terus-hadir-untuk-warga-palembayan-kabupaten-agam</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Agam, 19 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ruang-ruang kelas SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, untuk sementara beralih fungsi menjadi tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana. Sebanyak 87 kepala keluarga mengungsi di lokasi tersebut, berbagi ruang di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banjir dan longsor berdampak pada tiga kampung di wilayah Palembayan dengan total sekitar 300 kepala keluarga terdampak. Bencana ini juga meninggalkan duka mendalam dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 180 orang, menjadikannya sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak di Kabupaten Agam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak ditetapkannya masa tanggap darurat pada 23 November 2025, upaya pemulihan terus dilakukan, termasuk pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Di posko pengungsian SD Negeri 05 Kayu Pasak, tenaga kesehatan dari Puskesmas Koto Alam bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Agam secara rutin memberikan pelayanan dan pemantauan kondisi warga guna memastikan kebutuhan kesehatan dasar tetap terpenuhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pelayanan medis, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit di pengungsian. Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama Puskesmas Koto Alam memberikan penyuluhan terkait kebersihan lingkungan dan keamanan pangan kepada para pengungsi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau bapak ibu menerima bantuan makanan, diusahakan dicek dulu makanannya. Jangan sampai mengonsumsi makanan berbau atau tidak layak, supaya tidak ada kasus keracunan makanan,&rdquo; ujar Rachmi Oktaverina, petugas P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerapian dan kebersihan di area pengungsian guna mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab demam berdarah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, tim Puskesmas Koto Alam menegaskan layanan kesehatan tetap dibuka setiap hari bagi warga terdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Di puskesmas kami, kita membuka pelayanan tiap hari. Jadi kalau bapak ibu merasa badannya kurang enak, bisa langsung diperiksakan ke kami,&rdquo; jelas Rachmi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdiani, M.Kes, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat secara umum mulai menunjukkan perbaikan. Proses pemulihan terus berlangsung meski membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kondisi masyarakat sudah mulai membaik. Mereka mulai bisa menerima keadaan dan perlahan bangkit, meskipun belum sepenuhnya,&rdquo; ujar dr. Hendri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, pada dua hari pertama pascabencana, sebanyak 93 pasien dengan luka berat telah dirujuk dan ditangani di RSUD Lubuk Basung. Sementara warga dengan luka ringan ditangani di puskesmas sekitar lokasi bencana dengan dukungan relawan medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Agam tidak terdampak secara langsung oleh bencana. Puskesmas dan rumah sakit tetap beroperasi normal dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menjelang berakhirnya masa tanggap darurat pada 22 Desember 2025, dr. Hendri berharap kondisi kesehatan dan kehidupan masyarakat terus membaik. Ia juga mengapresiasi masih banyaknya relawan yang datang untuk membangun posko dan membantu para korban bencana. Kehadiran mereka menjadi penguat bahwa masyarakat Agam tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (YA/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17661953596946009fc23ee7.35797547.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Program Imunisasi Nasional, Pemerintah Tekankan Pentingnya Kekebalan Kelompok Cegah KLB PD3I</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-program-imunisasi-nasional-pemerintah-tekankan-pentingnya-kekebalan-kelompok-cegah-klb-pd3i</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:17:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-program-imunisasi-nasional-pemerintah-tekankan-pentingnya-kekebalan-kelompok-cegah-klb-pd3i</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Desember 2025</p>
<p>Pemerintah terus memperkuat Program Imunisasi Nasional untuk melindungi anak Indonesia dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) sekaligus mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga pertengahan Desember 2025, cakupan imunisasi bayi lengkap nasional tercatat 68,6 persen, sementara cakupan imunisasi lengkap 14 antigen mencapai 66,2 persen. Angka tersebut menunjukkan perlunya percepatan dan pemerataan layanan imunisasi di seluruh wilayah.</p>
<p>Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Indri Yogyaswari, menegaskan imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang dijamin peraturan perundang-undangan dan menjadi fondasi pembangunan kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Imunisasi adalah hak setiap anak yang wajib dipenuhi. Imunisasi tidak hanya melindungi individu dari penyakit berbahaya, tetapi juga melindungi masyarakat dengan mencegah penularan penyakit menular,&rdquo; ujar dr. Indri dalam Media Briefing Program Imunisasi Nasional di Jakarta, Jumat (19/12).</p>
<p>Selama lebih dari 50 tahun, Indonesia telah menjalankan program imunisasi dan mencatat berbagai capaian, antara lain eradikasi cacar, sertifikasi bebas virus polio liar, serta eliminasi tetanus maternal neonatal. Saat ini, sebanyak 14 antigen telah masuk dalam Program Imunisasi Nasional, termasuk introduksi vaksin PCV, Rotavirus, HPV, hingga vaksin kombinasi heksavalen di sejumlah provinsi.</p>
<p>Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. Sri Rezeki Hadinegoro, menjelaskan imunisasi bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi dan sel memori sejak dini.</p>
<p>&ldquo;Jika imunisasi diberikan sesuai jadwal, tubuh akan membentuk sel memori yang siap melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Dengan demikian, anak terhindar dari infeksi berat dan risiko penularan kepada orang lain dapat dicegah,&rdquo; jelas Prof. Sri Rezeki.</p>
<p>Ia menegaskan pemberian berbagai vaksin sejak bayi aman dan tidak menyebabkan kelebihan beban pada sistem imun.</p>
<p>&ldquo;Tidak ada bukti ilmiah bahwa vaksin menyebabkan sistem imun bayi mengalami overload. Sejak lahir, bayi sudah terpapar ribuan antigen secara alami dalam kehidupan sehari-hari,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Prof. Sri Rezeki juga menekankan kekebalan kelompok (herd immunity) sebagai kunci pencegahan wabah PD3I. Penyakit dengan tingkat penularan tinggi membutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.</p>
<p>&ldquo;Kekebalan kelompok hanya tercapai bila cakupan imunisasi tinggi, merata, dan berkesinambungan. Jika cakupan rendah, risiko penularan meningkat dan dapat memicu Kejadian Luar Biasa dengan dampak kesakitan dan kematian yang lebih besar,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan memperkuat berbagai aspek pendukung, mulai dari penyediaan vaksin dan logistik imunisasi, penguatan rantai dingin, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, pengembangan sistem pencatatan elektronik, hingga kolaborasi lintas sektor dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi profesi, dan media.</p>
<p>Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi bayi lengkap sebesar 80 persen pada 2025 dan 85 persen pada 2026 guna memperkuat kekebalan komunitas dan melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman PD3I.</p>
<p>Menutup pernyataannya, Prof. Sri Rezeki mengajak orang tua dan masyarakat berperan aktif mendukung imunisasi.</p>
<p>&ldquo;Orang tua yang melengkapi imunisasi anaknya tidak hanya melindungi anaknya sendiri, tetapi juga ikut melindungi anak-anak lain yang belum atau tidak dapat diimunisasi. Inilah wujud gotong royong di bidang kesehatan,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17661852986945d95283d749.13059945.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Antisipasi Penyakit di Pengungsian, Puskesmas Pante Raya Bener Meriah Perkuat Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-penyakit-di-pengungsian-puskesmas-pante-raya-bener-meriah-perkuat-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:14:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-penyakit-di-pengungsian-puskesmas-pante-raya-bener-meriah-perkuat-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Bener Meriah, 19 Desember 2025</p>
<p>Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak pada kondisi lingkungan serta kesehatan warga yang sementara tinggal di posko pengungsian. Situasi pascabencana memerlukan pemantauan kesehatan berkelanjutan untuk mencegah munculnya penyakit di lingkungan pengungsian.</p>
<p>Kepadatan hunian, perubahan pola aktivitas, dan kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Merespons kondisi tersebut, Puskesmas Pante Raya memperkuat layanan kesehatan di lokasi pengungsian guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan tertangani.</p>
<p>Kepala Puskesmas Pante Raya, Gunawan Arianto, mengatakan pemantauan kesehatan dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan jarak dan akses menuju posko.</p>
<p>&ldquo;Posko yang lokasinya dekat kami kunjungi setiap hari, sementara untuk posko yang jauh kami kunjungi dua hari sekali,&rdquo; ujar Gunawan.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan di tiga titik pengungsian, tercatat sekitar 600 kasus keluhan kesehatan, dengan keluhan terbanyak berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan hipertensi. Data tersebut menjadi dasar penguatan layanan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.</p>
<p>Tenaga kesehatan melakukan pendampingan langsung melalui pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta distribusi suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Masker juga diberikan kepada pengungsi yang mengalami batuk atau menunjukkan gejala gangguan pernapasan sebagai langkah pencegahan penularan.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, sebagian pengungsi mulai kembali beraktivitas, seperti berkebun dan membersihkan rumah pada pagi hingga siang hari. Meski demikian, pemantauan kesehatan tetap dilakukan mengingat kondisi lingkungan pascabencana masih dalam tahap pemulihan.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke posko kesehatan atau puskesmas apabila mengalami keluhan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan sekecil apa pun. Jika merasa tidak sehat, segera datang ke posko atau puskesmas agar dapat ditangani lebih awal. Kami siap memberikan pelayanan kesehatan,&rdquo; tutup Gunawan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176619813869460b7a82ef08.10775747.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Akses Terputus Pascabencana, Tenaga Kesehatan Tetap Layani Warga di Dua Desa Terisolasi Bener Meriah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/akses-terputus-pascabencana-tenaga-kesehatan-tetap-layani-warga-di-dua-desa-terisolasi-bener-meriah</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:13:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/akses-terputus-pascabencana-tenaga-kesehatan-tetap-layani-warga-di-dua-desa-terisolasi-bener-meriah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bener Meriah, 19 Desember 2025</p>
<p>Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, hingga kini masih terisolasi akibat banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Bencana tersebut mengakibatkan jalan amblas, jembatan terputus, serta kondisi tanah yang labil sehingga akses utama belum dapat dilalui secara aman.</p>
<p>Keterisolasian wilayah berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk akses terhadap layanan kesehatan. Jalur penghubung antardesa yang belum pulih membuat masyarakat kesulitan menjangkau puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, pelayanan kesehatan tetap dilakukan. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampahan terus berusaha menembus wilayah terdampak untuk memastikan warga di kedua desa tetap memperoleh layanan kesehatan, meski harus melalui medan berat dengan risiko keselamatan yang tinggi.</p>
<p>&ldquo;Medannya cukup berat, badan jalan longsor dan jembatan putus, sehingga akses menuju ke sana sangat terbatas. Tapi kami tahu, warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,&rdquo; ujar drg. Indah Kaswara, dokter gigi Puskesmas Lampahan.</p>
<p>Selama masa tanggap bencana, Puskesmas Lampahan telah melakukan empat kali kunjungan ke dua desa terisolasi. Kunjungan dilakukan dengan sepeda motor dan berjalan kaki, melibatkan enam tenaga kesehatan yang terdiri dari koordinator puskesmas, dokter gigi, perawat, dan tenaga teknis.</p>
<p>&ldquo;Kami tidak hanya melakukan pengobatan, tapi juga memastikan kondisi warga, terutama kelompok rentan, tetap terpantau. Kalau tidak didatangi, mereka sama sekali tidak punya akses ke layanan kesehatan,&rdquo; tambah drg. Indah.</p>
<p>Setibanya di lokasi, tim memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pengobatan, serta pemantauan terhadap lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Tim juga mendistribusikan obat-obatan serta paket sikat dan pasta gigi, khususnya bagi warga di posko pengungsian, untuk mendukung kebersihan dan kesehatan gigi selama masa darurat.</p>
<p>&ldquo;Pelayanan ini masih berlangsung, dan beberapa waktu ke depan akan terus kami lakukan sampai akses ke desa benar-benar dapat dilalui dengan aman,&rdquo; terangnya.</p>
<p>Upaya tersebut menjadi wujud komitmen tenaga kesehatan untuk tetap hadir di tengah masyarakat serta memastikan layanan kesehatan menjangkau warga di wilayah terisolasi pascabencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1766196388694604a4ee9708.95979210.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Korban Bencana Jadi Prioritas Pemerintah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pelayanan-kesehatan-kelompok-rentan-korban-bencana-jadi-prioritas-pemerintah</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:06:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pelayanan-kesehatan-kelompok-rentan-korban-bencana-jadi-prioritas-pemerintah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Bener Meriah, 19 Desember 2025</p>
<p>Perlindungan kelompok rentan menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana di daerah terdampak. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan memerlukan perhatian khusus.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,&rdquo; ujar Budi saat meninjau lokasi terdampak, Jumat (19/12).</p>
<p>Menurutnya, wilayah yang masih terisolasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan dasar. Oleh karena itu, pemerintah pusat turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kabupaten ini masih terisolasi, jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu,&rdquo; katanya.</p>
<p>Selain pelayanan medis, pemerintah juga menyalurkan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi guna menunjang keselamatan dan kesehatan kelompok rentan.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan krisis baru.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17661784066945be66251f38.30249109.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Layanan Kesehatan Dekat Rumah bagi Korban Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-layanan-kesehatan-dekat-rumah-bagi-korban-bencana</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Dec 2025 20:59:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-layanan-kesehatan-dekat-rumah-bagi-korban-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bener Meriah, 19 Desember 2025</p>
<p>Pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengakses rumah sakit di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan layanan primer, khususnya puskesmas, menjadi kunci menjaga kesehatan warga di wilayah terdampak.</p>
<p>&ldquo;Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,&rdquo; ujar Budi, Jumat (19/12).</p>
<p>Menurutnya, setelah revitalisasi rumah sakit rampung, pemerintah mulai memfokuskan perhatian pada ratusan puskesmas di wilayah terdampak.</p>
<p>&ldquo;Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi,&rdquo; katanya.</p>
<p>Penguatan puskesmas bertujuan memastikan layanan promotif dan preventif tetap berjalan meskipun kondisi akses dan infrastruktur belum sepenuhnya pulih.</p>
<p>Dengan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, risiko keterlambatan penanganan penyakit dapat ditekan sekaligus mengurangi beban rumah sakit rujukan yang terdampak bencana.</p>
<p>Pendekatan kesehatan berbasis komunitas tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah bagi masyarakat terdampak bencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17661782776945bde5990a49.98385787.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Konsorsium DRIVE Perkuat Layanan Retinopati Diabetik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-konsorsium-drive-perkuat-layanan-retinopati-diabetik</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Dec 2025 02:13:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-konsorsium-drive-perkuat-layanan-retinopati-diabetik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Desember 2025&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Konsorsium DRIVE (Diabetic Retinopathy Initiative) dan menggelar Workshop Kick Off Uji Coba Inovasi Penguatan Upaya Kesehatan Penglihatan, Rabu (18/12), di Kementerian Kesehatan Jakarta.</p>
<p>Konsorsium DRIVE merupakan inisiatif kolaboratif periode 2025&ndash;2030 untuk memperkuat layanan retinopati diabetik secara terintegrasi, mulai dari skrining hingga tatalaksana sesuai standar pelayanan kesehatan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa pengelolaan diabetes melitus harus dilakukan secara komprehensif, termasuk pencegahan komplikasi gangguan penglihatan.</p>
<p>&ldquo;Pengelolaan diabetes tidak berhenti pada pengendalian gula darah. Pencegahan komplikasi, termasuk retinopati diabetik, harus menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi,&rdquo; kata Dante.</p>
<p>Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes melitus mencapai 11,7 persen atau sekitar 32 juta penduduk. Data Jaminan Kesehatan Nasional periode 2015&ndash;2023 mencatat sekitar 5,2 juta kasus retinopati diabetik, dengan sekitar 1,2 juta di antaranya membutuhkan tatalaksana lanjutan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan skrining, terutama di layanan kesehatan tingkat pertama.</p>
<p>Melalui Konsorsium DRIVE, penguatan layanan dilakukan melalui optimalisasi skrining berbasis teknologi digital dan tele-oftalmologi, penguatan sistem rujukan, peningkatan kapasitas layanan, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti melalui uji coba di daerah.</p>
<p>Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Siti Nadia Tarmidzi menekankan pentingnya deteksi dini sebagai kunci pencegahan komplikasi diabetes.</p>
<p>&ldquo;Deteksi dini sangat penting untuk menemukan kasus lebih awal dan mencegah komplikasi seperti retinopati diabetik. Upaya ini harus diperkuat dari layanan primer hingga rujukan,&rdquo; ujar Nadia.</p>
<p>Konsorsium DRIVE melibatkan organisasi profesi, akademisi, dinas kesehatan daerah, RS Mata Cicendo, serta mitra terkait. Workshop Kick Off ini menandai dimulainya tahap awal uji coba inovasi penguatan layanan kesehatan penglihatan sebagai dasar pengembangan kebijakan nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (BM/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17661105166944b5342431b1.71068590.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Ajak Warga Terdampak Banjir Waspadai Risiko Wabah di Pengungsian</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-warga-terdampak-banjir-waspadai-risiko-wabah-di-pengungsian</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Dec 2025 01:44:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-warga-terdampak-banjir-waspadai-risiko-wabah-di-pengungsian</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI mengajak warga terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mewaspadai meningkatnya risiko penyakit menular di lokasi pengungsian. Mobilitas penduduk yang tinggi, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta penurunan cakupan imunisasi dalam situasi bencana berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB), khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).</p>
<p>Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan drg. Murti Utami menegaskan kondisi kedaruratan bencana harus diantisipasi melalui langkah kesehatan masyarakat yang cepat, terukur, dan terkoordinasi.</p>
<p>&ldquo;Situasi bencana meningkatkan risiko penularan penyakit menular, terutama PD3I. Karena itu, surveilans dan pelayanan imunisasi harus tetap berjalan untuk melindungi kelompok rentan dan mencegah terjadinya KLB,&rdquo; ujar Murti Utami dalam keterangannya.</p>
<p>Kewaspadaan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor HK.02.02/C/5745/2025 tentang Penanggulangan PD3I di daerah terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.</p>
<p>Melalui surat edaran tersebut, Kementerian Kesehatan meminta pemerintah daerah memperkuat pelaksanaan surveilans penyakit menular secara intensif dan berkelanjutan. Surveilans dilakukan berbasis masyarakat di wilayah terdampak dan posko pengungsian dengan melibatkan tenaga kesehatan serta klaster kesehatan penanggulangan penyakit.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes juga menginstruksikan pelaksanaan surveilans aktif di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Langkah ini mencakup penemuan kasus secara aktif, penelusuran riwayat kontak, pengambilan spesimen laboratorium, serta analisis tren kasus harian sebagai dasar respons kesehatan masyarakat.</p>
<p>Murti Utami menekankan promosi kesehatan di lokasi pengungsian menjadi bagian penting dalam mencegah penularan penyakit.</p>
<p>&ldquo;Penerapan etika batuk, penggunaan masker, dan kebersihan tangan harus diperkuat, disertai edukasi agar masyarakat segera melapor apabila mengalami gejala penyakit menular,&rdquo; katanya.</p>
<p>Dalam penanganan kasus, Kementerian Kesehatan mengatur tata laksana medis bagi suspek penyakit menular, seperti campak dan pertusis. Suspek campak perlu diisolasi, diberikan vitamin A, serta pengobatan suportif, sementara suspek pertusis harus mendapatkan antibiotik dan dirujuk apabila kondisi memburuk.</p>
<p>Untuk mencegah meluasnya penularan, Kemenkes menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pelayanan imunisasi rutin dan imunisasi kejar meskipun dalam kondisi darurat.</p>
<p>&ldquo;Pelayanan imunisasi harus tetap diupayakan, termasuk melalui pembukaan pos imunisasi darurat apabila fasilitas kesehatan mengalami kerusakan,&rdquo; ujar Murti Utami.</p>
<p>Selain imunisasi rutin, Kemenkes juga mendorong pelaksanaan imunisasi tambahan atau crash program di wilayah pengungsian dan daerah dengan cakupan imunisasi rendah. Seluruh kegiatan surveilans, penanganan kasus, dan imunisasi diwajibkan untuk dicatat dan dilaporkan sesuai ketentuan sebagai bagian dari upaya menekan risiko wabah dan melindungi kesehatan masyarakat di tengah situasi bencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176602265869435e02a28861.95489344.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Siaga Penanggulangan Leptospirosis Pasca Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siaga-penanggulangan-leptospirosis-pasca-bencana</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Dec 2025 01:16:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siaga-penanggulangan-leptospirosis-pasca-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai leptospirosis yang kerap muncul sebagai penyakit pascabencana banjir dan tanah longsor. Penyakit ini sering luput terdeteksi karena gejala awalnya menyerupai demam biasa, namun dapat berujung fatal jika terlambat ditangani.</p>
<p>Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan drg. Murti Utami menegaskan leptospirosis perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah terdampak banjir.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Leptospirosis sering tidak disadari karena gejalanya ringan di awal. Padahal, bila terlambat ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berat hingga kematian,&rdquo; ujar Murti Utami.</p>
<p>Peringatan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor PV.03.03/C/5559/2025 tentang Kewaspadaan Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis.</p>
<p>Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan bakteri Leptospira dan ditularkan melalui urin hewan terinfeksi, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui air, lumpur, tanah, atau makanan yang terkontaminasi, kondisi yang umum ditemukan di lingkungan pascabencana.</p>
<p>Kemenkes menilai sanitasi yang buruk, genangan air, serta meningkatnya populasi tikus pascabanjir menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan. Aktivitas masyarakat tanpa alat pelindung diri saat membersihkan rumah atau beraktivitas di area tergenang juga memperbesar peluang infeksi.</p>
<p>Murti Utami mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal penyakit ini.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jika mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, atau mata merah setelah terpapar air banjir atau lumpur, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,&rdquo; katanya.</p>
<p>Untuk mencegah keterlambatan diagnosis, Kementerian Kesehatan meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan dengan menjadikan leptospirosis sebagai diagnosis banding pada kasus demam akut dengan riwayat paparan risiko dalam dua minggu terakhir.</p>
<p>Selain itu, penguatan surveilans penyakit juga menjadi perhatian utama. Dinas kesehatan daerah diminta memantau tren kasus, melakukan pelaporan cepat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), serta melakukan penyelidikan epidemiologi jika ditemukan peningkatan kasus.</p>
<p>Upaya pencegahan di tingkat masyarakat turut ditekankan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Leptospirosis sebenarnya bisa dicegah jika kita waspada sejak awal, baik dari sisi lingkungan, perilaku masyarakat, maupun kesiapsiagaan layanan kesehatan,&rdquo; ujar Murti Utami.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176602205469435ba67c9131.38652968.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Putra Putri Daerah Isi Kekosongan Dokter Spesialis di RSUD M. Yunus</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-putra-putri-daerah-isi-kekosongan-dokter-spesialis-di-rsud-m-yunus</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Dec 2025 13:08:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-putra-putri-daerah-isi-kekosongan-dokter-spesialis-di-rsud-m-yunus</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bengkulu, 17 Desember 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong pemenuhan dokter spesialis, khususnya dari putra-putri daerah, untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia medis di RSUD M. Yunus Bengkulu. Menurutnya, keberlanjutan layanan kesehatan tidak dapat bergantung pada jumlah dokter yang terbatas, terutama untuk layanan prioritas seperti stroke dan jantung.</p>
<p>&ldquo;Kalau bisa, dicari putra-putri daerah. Jangan terus bergantung pada dokter dari luar yang bolak-balik. Ini penting agar layanan bisa berkelanjutan,&rdquo; ujar Menkes Budi saat konferensi pers Proctoring Clipping Aneurisma dan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD M. Yunus, Bengkulu, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Menkes menegaskan setiap layanan medis idealnya ditopang lebih dari satu dokter spesialis agar pelayanan dapat berjalan optimal. Minimal dibutuhkan dua dokter spesialis, dan idealnya tiga, sehingga layanan dapat berjalan selama 24 jam.</p>
<p>Plt Direktur RSUD M. Yunus Herry Permana menyampaikan bahwa saat ini jumlah dokter spesialis dan subspesialis masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan layanan yang terus meningkat.</p>
<p>&ldquo;Dokter subspesialis kami berjumlah 18 orang, sementara total dokter spesialis sebanyak 45 orang. Namun, untuk beberapa layanan prioritas, jumlah dokter yang mampu melakukan tindakan masih sangat terbatas,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Herry menambahkan, peningkatan kunjungan pasien, khususnya peserta BPJS Kesehatan, menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit.</p>
<p>&ldquo;Kunjungan pasien terus meningkat. Untuk layanan jantung, dokter ada lima orang, tetapi yang dapat melakukan tindakan intervensi baru dua orang,&rdquo; katanya.</p>
<p>Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengakui kekurangan dokter spesialis merupakan persoalan serius yang dihadapi RSUD M. Yunus sebagai rumah sakit rujukan provinsi. Ia berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat.</p>
<p>&ldquo;Jumlah dokter spesialis masih sangat kurang. Kami berharap pasca kunjungan Pak Menteri ada asistensi atau penugasan dokter spesialis pembantuan ke RSUD M. Yunus,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain penambahan sumber daya manusia, Mian menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kami membutuhkan pendampingan agar dari sisi keterampilan, kinerja, dan pelayanan dapat berjalan maksimal,&rdquo; katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi juga menyoroti pentingnya sistem remunerasi yang layak bagi dokter spesialis agar mereka dapat fokus bekerja di rumah sakit pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Dokter spesialis harus dibayar cukup. Kalau tidak, mereka akan berpindah-pindah tempat praktik,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menkes menambahkan bahwa pemerintah pusat akan terus mengupayakan pemenuhan alat kesehatan, namun kesiapan sumber daya manusia tetap menjadi faktor kunci dalam penguatan layanan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17659769226942ab5aee41e6.32285397.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Stroke Lanjut Hadir di Bengkulu, RSUD M. Yunus Jalani Proctoring Clipping Aneurisma</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-stroke-lanjut-hadir-di-bengkulu-rsud-m-yunus-jalani-proctoring-clipping-aneurisma</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Dec 2025 13:01:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-stroke-lanjut-hadir-di-bengkulu-rsud-m-yunus-jalani-proctoring-clipping-aneurisma</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bengkulu, 17 Desember 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan layanan stroke di daerah harus dilakukan secara bertahap dan terstandar melalui pendampingan langsung kepada rumah sakit rujukan provinsi.</p>
<p>&ldquo;Untuk tingkat provinsi, rumah sakit harus bisa melakukan layanan lanjutan seperti clipping aneurisma dan tindakan berbasis Digital Subtraction Angiography atau DSA. Ini yang sedang kita dorong,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam konferensi pers Proctoring Clipping Aneurisma dan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD M. Yunus, Bengkulu, Rabu (17/12).</p>
<p>Menkes menjelaskan, layanan clipping aneurisma dan DSA merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas layanan stroke komprehensif hingga ke daerah. Dengan pelaksanaan proctoring ini, Bengkulu menjadi provinsi ke-21 yang telah mampu menjalankan tindakan clipping aneurisma.</p>
<p>&ldquo;Target nasionalnya 38 provinsi. Bengkulu sudah masuk, dan yang terpenting adalah menjaga keberlanjutan layanan ini,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Plt Direktur RSUD M. Yunus Herry Permana menyampaikan bahwa proctoring clipping aneurisma menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan stroke lanjutan di rumah sakit tersebut.</p>
<p>&ldquo;Proctoring ini menjadi tahap krusial agar layanan clipping aneurisma dan DSA dapat berjalan sesuai standar dan aman bagi pasien,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Herry menambahkan, penguatan layanan stroke dilakukan seiring peningkatan kapasitas rumah sakit yang saat ini telah menjalankan sembilan layanan prioritas KJSU. Kanker dan jantung menjadi layanan utama, sementara layanan stroke lanjutan kini mulai diperkuat melalui pengembangan DSA dan clipping aneurisma.</p>
<p>Ia mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana, antara lain ketersediaan cath lab yang baru satu unit serta MRI yang saat ini belum berfungsi.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh penguatan layanan stroke lanjutan di RSUD M. Yunus.</p>
<p>&ldquo;Kehadiran layanan clipping aneurisma dan DSA ini sangat penting agar masyarakat Bengkulu tidak lagi dirujuk ke luar daerah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Mian menambahkan, Pemprov Bengkulu telah mengalokasikan anggaran infrastruktur kesehatan yang signifikan untuk mendukung penguatan rumah sakit rujukan provinsi.</p>
<p>&ldquo;Tahun ini APBD Bengkulu mengalokasikan sekitar Rp150 miliar untuk pembangunan infrastruktur kesehatan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17659766956942aa77cf9f90.94383342.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Logistik Kesehatan Tak Hanya Obat, Hygiene Kit dan Emergency Kit Diperlukan Pasca Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/logistik-kesehatan-tak-hanya-obat-hygiene-kit-dan-emergency-kit-diperlukan-pasca-bencana</link>				
         <pubDate>Tue, 16 Dec 2025 14:26:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/logistik-kesehatan-tak-hanya-obat-hygiene-kit-dan-emergency-kit-diperlukan-pasca-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan logistik kesehatan pasca bencana ke tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini tidak hanya berupa obat-obatan, tetapi juga hygiene kit dan emergency kit sebagai langkah pencegahan penyakit di wilayah terdampak bencana.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam respons kesehatan pasca bencana.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Logistik kesehatan tidak hanya obat-obatan. Hygiene kit dan emergency kit menjadi kunci untuk mencegah penyakit yang muncul akibat sanitasi dan lingkungan yang tidak sehat pasca bencana,&rdquo; ujar Agus.</p>
<p>Berdasarkan Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, di Provinsi Aceh, distribusi dilakukan sejak akhir November hingga Desember 2025 ke sejumlah kabupaten/kota. Obat-obatan dikirimkan ke Aceh Tengah (33 koli), Pidie Jaya (200 paket HD), Bireuen (4 koli), Gayo Lues (8 koli), Aceh Timur (30 koli), Langsa (18 koli), dan Aceh Tamiang (22 koli).</p>
<p>Selain obat, Kemenkes menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil ke Aceh Tengah (34 dus), Pidie Jaya (23 dus), Gayo Lues (41 dus), Bener Meriah (29 dus), Lhokseumawe (75 dus), Aceh Utara (65 dus), Pidie (30 dus), dan Aceh Besar (34 dus).</p>
<p>Aceh juga menerima peralatan kesehatan khusus berupa oxygen concentrator sebanyak 10 unit untuk Aceh Tengah dan 10 unit untuk Bener Meriah. Selain itu, disalurkan 35 Emergency Medical Team (EMT) kit, 50 emergency kit, serta 50 paket family hygiene kit melalui Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK).</p>
<p>Sementara di Provinsi Sumatera Utara, distribusi melibatkan Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi, Asosiasi RS Daerah (ARSADA), dan Halodoc. Kemenkes menyalurkan 5.000 dus PMT balita, 3.000 dus PMT ibu hamil, 2.000 pcs masker bedah, 500 pcs sarung tangan non-steril, serta 35 vial Biosat Serum ATS ke sejumlah daerah, antara lain Sibolga, dan Tapanuli Tengah.</p>
<p>Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara juga mendistribusikan hygiene kit, obat-obatan, serta PMT ibu hamil dan balita ke wilayah Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Langkat, Sibolga, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Serdang Bedagai. Dukungan lembaga lain meliputi 150 botol vitamin A dari Dompet Dhuafa, lima paket obat-obatan dari Halodoc, serta total 90 vial Anti Tetanus Serum (ATS) Tetegam dari ARSADA.</p>
<p>Di Provinsi Sumatera Barat, HEOC Provinsi dan Direktorat SKK menyalurkan 44 paket obat pelayanan kesehatan dasar ke Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Solok, termasuk untuk mendukung layanan relawan kesehatan. Distribusi dilakukan dari akhir November hingga Desember 2025.</p>
<p>&ldquo;Dengan dukungan logistik yang lengkap, kami berharap risiko penyakit pasca bencana dapat ditekan dan layanan kesehatan masyarakat tetap terjaga,&rdquo; ucap Agus.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176589528669416c76eae955.43541817.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Meski Terkendala Listrik, Kini Seluruh RSUD di Sumatera Sudah Mulai Beroperasi Bertahap</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/meski-terkendala-listrik-kini-seluruh-rsud-di-sumatera-sudah-mulai-beroperasi-bertahap</link>				
         <pubDate>Tue, 16 Dec 2025 08:48:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/meski-terkendala-listrik-kini-seluruh-rsud-di-sumatera-sudah-mulai-beroperasi-bertahap</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Desember 2025</p>
<p>Sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mulai kembali beroperasi pascabencana. Namun, operasional layanan kesehatan tersebut masih menghadapi kendala serius, terutama akibat terbatasnya pasokan listrik yang berdampak pada belum berfungsinya sejumlah layanan medis penting.</p>
<p>Berdasarkan Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, di Aceh Tamiang, RSUD Muda Sedia telah membuka layanan IGD, rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi. Meski demikian, layanan ICU dan hemodialisis belum dapat dijalankan karena kendala teknis, termasuk instalasi air dan pengecekan alat kesehatan. Kondisi listrik dilaporkan aman, namun beberapa alat laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.</p>
<p>Sementara itu, RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak, Aceh Timur, juga mulai mengoperasikan layanan IGD dan sejumlah poliklinik. Kendala utama yang dihadapi rumah sakit ini adalah ketidakstabilan listrik, sehingga membutuhkan dukungan genset dan bahan bakar. Selain itu, ketersediaan air bersih masih terbatas dan sebagian alat radiologi dilaporkan rusak.</p>
<p>Di Kota Langsa, RSUD Langsa telah mengaktifkan layanan IGD, rawat inap, serta beberapa layanan penunjang seperti ICU, NICU, dan ruang bedah. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi belum dapat beroperasi karena aliran listrik PLN terhenti selama enam hari, sehingga mesin yang tersedia belum dapat digunakan.</p>
<p>Kondisi serupa terjadi di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur. Layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap telah berjalan, tetapi layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama empat hari. Rumah sakit ini membutuhkan pasokan genset dan BBM agar seluruh layanan dapat kembali normal.</p>
<p>Selain listrik, keterbatasan air bersih juga menjadi kendala di sejumlah RSUD. Beberapa rumah sakit terpaksa membeli air bersih untuk menjaga operasional layanan dasar, sementara instalasi air dan mesin pendukung masih dalam proses perbaikan pascabencana.</p>
<p>Di Sumatera Utara, RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, tetap melayani pasien meski dengan fasilitas terbatas. Hingga 15 Desember, ribuan pasien rawat jalan dilayani menggunakan tenda dan posko darurat, sementara perbaikan fasilitas utama rumah sakit masih berlangsung.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera kini telah kembali beroperasi secara bertahap. Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak.</p>
<p>&ldquo;Pada tanggal 26 November lalu, terdapat 41 rumah sakit yang tidak dapat beroperasi akibat bencana. Alhamdulillah, hari ini 100% rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi kembali, meskipun secara bertahap, dimulai dari layanan IGD dan ruang operasi,&rdquo; ujar Menteri Budi &nbsp;dalam rapat kabinet paripurna, Senin (15/12).&nbsp;</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin mengatakan pemulihan layanan kesehatan pascabencana difokuskan pada memastikan layanan dasar tetap berjalan sembari mempercepat pemulihan sarana pendukung.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sebagian besar rumah sakit sudah mulai melayani pasien, namun memang masih ada kendala listrik dan air bersih. Ini yang sedang kami dorong percepatannya agar layanan kritis seperti hemodialisis dan radiologi bisa segera beroperasi,&rdquo; ujar Agus.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penyediaan genset, BBM, serta perbaikan jaringan listrik.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Kami pastikan dukungan logistik kesehatan dan teknis terus dilakukan sampai layanan rumah sakit kembali normal sepenuhnya,&rdquo; kata Agus.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765876135694121a7b4e661.67624079.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Tata Kelola RSUD dan Retensi Dokter untuk Perkuat Layanan Jantung di Gorontalo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-tata-kelola-rsud-dan-retensi-dokter-untuk-perkuat-layanan-jantung-di-gorontalo</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 08:50:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-tata-kelola-rsud-dan-retensi-dokter-untuk-perkuat-layanan-jantung-di-gorontalo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Gorontalo, Desember 2025</p>
<p>Keberhasilan pelaksanaan bedah jantung terbuka perdana di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo, menjadi penanda penting pemerataan layanan kesehatan rujukan sekaligus menegaskan dua kunci utama keberlanjutan layanan jantung di daerah: tata kelola rumah sakit yang sehat dan keberlangsungan dokter spesialis.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa layanan bedah jantung terbuka yang ditanggung BPJS Kesehatan dapat berjalan berkelanjutan apabila dikelola dengan manajemen yang baik.</p>
<p>&ldquo;Layanan bedah jantung terbuka ini di-cover oleh BPJS dan seharusnya tidak menjadi masalah. Rugi atau tidak rugi itu tergantung tata kelola manajemen rumah sakit. Kalau tata kelolanya baik, layanan akan jalan terus,&rdquo; tegas Menkes dalam sambutan daringnya.</p>
<p>Menkes menegaskan, rumah sakit daerah seharusnya mampu mandiri secara finansial melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tanpa ketergantungan berlebihan pada subsidi pemerintah daerah. Kementerian Kesehatan, lanjutnya, siap mendampingi RSUD yang berkomitmen memperbaiki tata kelola, termasuk transparansi pengadaan obat dan alat kesehatan agar tidak terus mengalami defisit.</p>
<p>Selain manajemen, Menkes menyoroti tantangan klasik layanan kesehatan daerah, yakni retensi dokter spesialis, khususnya dokter bedah jantung.</p>
<p>&ldquo;Alatnya mahal dan bisa kita bantu. Tapi kalau dokternya pindah, layanannya berhenti. Karena itu dokter-dokter yang bertugas di Gorontalo harus dirawat dengan baik agar tidak cepat pindah ke kota besar,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan minimal dua hingga tiga dokter spesialis jantung untuk menjamin layanan berjalan 24 jam.</p>
<p>&ldquo;Idealnya ada tiga dokter agar bisa rotasi layanan. Kalau hanya satu, begitu cuti atau belajar, layanannya berhenti,&rdquo; tambah Menkes.</p>
<p>Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian Kesehatan terus mendorong pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) agar putra-putri daerah memiliki kesempatan lebih besar menjadi dokter spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal.</p>
<p>Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mendukung keberlanjutan layanan bedah jantung terbuka melalui penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>&ldquo;Kami bersyukur layanan ini berhasil dilaksanakan. Pemerintah Provinsi Gorontalo siap mendukung agar layanan bedah jantung terbuka berlanjut dan tidak berhenti di tahap perdana,&rdquo; ujar Gusnar.</p>
<p>Ia menambahkan, operasi perdana ini menjadi momentum alih ilmu dan teknologi bagi dokter-dokter lokal melalui pendampingan tim RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.</p>
<p>Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi RSUD Aloei Saboe untuk berkembang sebagai rumah sakit rujukan jantung regional yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765788849693fccb1be4604.48131472.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tegaskan Bedah Jantung Terbuka di Gorontalo Ditanggung BPJS Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-bedah-jantung-terbuka-di-gorontalo-ditanggung-bpjs-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 08:49:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-bedah-jantung-terbuka-di-gorontalo-ditanggung-bpjs-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Gorontalo, 15 Desember 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa layanan bedah jantung terbuka perdana di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo, ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan dan dapat berjalan berkelanjutan jika didukung tata kelola rumah sakit yang baik.</p>
<p>Dengan layanan ini, Gorontalo resmi menjadi provinsi ke-30 yang mampu menyelenggarakan bedah jantung terbuka Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebagai bagian dari pemerataan layanan jantung di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Layanan bedah jantung terbuka ini di-cover oleh BPJS dan berlaku untuk seluruh masyarakat. Soal rugi atau tidak rugi, itu tergantung tata kelola manajemen rumah sakit. Kalau tata kelolanya baik, secara hitungan BPJS itu cukup,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Menkes menekankan bahwa rumah sakit daerah seharusnya dapat mandiri secara finansial melalui layanan JKN, tanpa terus bergantung pada subsidi pemerintah daerah.</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit itu seharusnya bisa hidup dari BPJS. Kalau tata kelolanya benar, tidak perlu minta-minta ke gubernur atau wali kota. Masalahnya sering kali ada di manajemen, bukan di BPJS-nya,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Selain bedah jantung terbuka, Menkes juga menyoroti pentingnya pemerataan layanan kateterisasi jantung atau pemasangan ring, yang menjadi tindakan penyelamatan nyawa paling cepat dan efisien.</p>
<p>&ldquo;Layanan pasang ring itu yang paling sering menyelamatkan nyawa dalam enam jam pertama. Karena itu harus tersedia di semua kabupaten/kota agar pasien BPJS tidak terlambat ditangani,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>Saat ini, layanan kateterisasi jantung telah tersedia di 113 kabupaten/kota dan ditargetkan menjangkau 514 kabupaten/kota pada 2027, dengan dukungan alat kesehatan bernilai puluhan miliar rupiah untuk setiap rumah sakit.</p>
<p>Menkes menegaskan, keberlanjutan layanan jantung tidak hanya bergantung pada alat dan pembiayaan, tetapi juga pada ketersediaan tenaga medis.</p>
<p>&ldquo;Alatnya mahal dan ditanggung negara, tapi tidak ada artinya kalau dokternya tidak dijaga. Saya titip kepada pemerintah daerah agar dokter-dokter spesialis yang bertugas di Gorontalo dirawat dengan baik supaya layanan ini bisa berjalan terus,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Keberhasilan Gorontalo diharapkan menjadi contoh penguatan layanan jantung berbasis BPJS Kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765788835693fcca3533482.30490617.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bedah Jantung Terbuka Perdana Berhasil Dilakukan di RSUD Aloei Saboe Gorontalo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bedah-jantung-terbuka-perdana-berhasil-dilakukan-di-rsud-aloei-saboe-gorontalo</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 08:48:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bedah-jantung-terbuka-perdana-berhasil-dilakukan-di-rsud-aloei-saboe-gorontalo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Gorontalo, 15 Desember 2025</p>
<p>Provinsi Gorontalo mencatat tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan rujukan dengan keberhasilan pelaksanaan bedah jantung terbuka perdana Coronary Artery Bypass Graft (CABG) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Capaian ini menempatkan Gorontalo sebagai provinsi ke-30 di Indonesia yang mampu menyelenggarakan layanan bedah pintas arteri koroner.</p>
<p>Tindakan bedah perdana ini dilaksanakan pada 12&ndash;13 Desember 2025 dengan pendampingan langsung tim dokter RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita melalui skema proctoring. Dua pasien asal Kota Gorontalo dengan diagnosis penyakit jantung koroner kompleks berhasil menjalani operasi dan saat ini dalam kondisi stabil di bawah pemantauan intensif tim medis.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam pemerataan layanan jantung nasional. Ia mengapresiasi kerja keras RSUD Aloei Saboe, tenaga medis, serta tim RSJPD Harapan Kita yang menghadirkan layanan bedah jantung terbuka di Gorontalo.</p>
<p>&ldquo;Setiap tahun sekitar 264 ribu orang meninggal akibat penyakit jantung. Artinya, hampir setiap dua menit satu orang meninggal. Penanganan harus cepat, idealnya kurang dari enam jam,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Ia menekankan, ketersediaan layanan jantung di daerah sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau serangan jantung ditangani di atas enam jam, kemungkinan hidupnya jauh lebih kecil. Itulah sebabnya layanan jantung harus tersedia merata, tidak mungkin pasien dari Gorontalo harus dirujuk jauh ke Makassar karena pasti sudah terlambat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan bahwa keberhasilan perdana harus diikuti dengan keberlanjutan layanan dan kemandirian rumah sakit daerah.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit yang sudah mulai harus terus melakukan secara rutin. Jangan berhenti di tahap perdana,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mendukung penuh keberlanjutan layanan bedah jantung terbuka di RSUD Aloei Saboe. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kolaborasi lintas pihak dan dukungan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kami siap mendukung dan menjalankan program ini sambil terus membenahi serta melengkapi seluruh kebutuhan dan peralatan. Insyaallah akan kita kolaborasikan ke depan agar layanan bedah jantung ini terus berlanjut dan tidak hanya berhenti pada perdananya saja,&rdquo; ujar Gubernur.</p>
<p>Salah satu pasien bedah jantung terbuka perdana, Munawil (40), mengaku bersyukur dapat menjalani operasi di Gorontalo tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Munawil memiliki kebiasaan merokok di masa lalu, ditambah riwayat penyakit jantung dari kedua orang tuanya. Meski masih dalam masa pemulihan, kondisinya berangsur membaik dan napasnya terasa lebih lega.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, saya senang sekali karena bisa dioperasi di Gorontalo, jadi tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau Makassar,&rdquo; ujar Munawil.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765788555693fcb8b7b9049.17653291.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Obat RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dipastikan Aman dan Cukup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/obat-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-dipastikan-aman-dan-cukup</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Dec 2025 08:03:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/obat-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-dipastikan-aman-dan-cukup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 10 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan pasokan obat-obatan untuk IGD dan poli darurat dalam kondisi aman dan mencukupi. Sebagian besar stok lama rusak akibat terendam lumpur, namun bantuan cepat dari berbagai lembaga membuat layanan tetap berjalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), menyampaikan kurang dari 10 persen obat lama dapat diselamatkan karena risiko kontaminasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita pakai yang benar-benar aman,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebutuhan obat dipenuhi melalui dukungan RS Kemenkes Adam Malik serta tim dari UI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Bantuan mencakup obat infeksi, analgesik, obat kulit, hingga perbekalan medis dasar yang dibutuhkan untuk layanan pascabanjir. Seluruh stok langsung didistribusikan ke IGD dan poli prioritas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut dr. Ade, aliran bantuan datang cepat karena banyak pihak memahami kondisi RSUD Aceh Tamiang yang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasi. Tim farmasi rumah sakit juga langsung menginventarisasi ulang obat yang masuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan pasokan yang tersedia, pelayanan IGD, perawatan inap darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Tidak ada kasus yang tertunda karena kekurangan obat selama hari pertama,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, ketersediaan obat saat ini bahkan lebih dari cukup, meski pengelolaan tetap dilakukan ketat karena situasi darurat masih berlangsung. Ruang penyimpanan obat sementara juga telah ditata agar distribusi lebih cepat dan aman dari sisa lumpur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765440385693a7b81157c59.19224586.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Buka Poli Darurat Hari Pertama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-buka-poli-darurat-hari-pertama</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Dec 2025 08:00:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-buka-poli-darurat-hari-pertama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 10 Desember 2025</p>
<p>RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mulai membuka kembali pelayanan poliklinik darurat setelah banjir besar melumpuhkan seluruh fasilitas pelayanan. Rabu (10/12) menjadi hari pertama layanan poli berjalan, meski bangunan utama masih rusak berat dan dipenuhi lumpur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), menjelaskan bahwa seluruh poli beroperasi secara sementara di ruang darurat belakang IGD.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Yang penting pelayanan tidak berhenti. Ruangan ideal belum siap, tapi kita hidupkan dulu rumah sakitnya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa layanan yang mulai berjalan antara lain poli paru, rehabilitasi medik, penyakit dalam, kulit, kandungan, dan poli anak. Selain itu, sejumlah dokter umum dikerahkan untuk memperkuat triase IGD sekaligus membantu pemeriksaan poli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seluruh ruang pelayanan masih jauh dari standar karena bangunan lama terdampak lumpur tebal. Penataan dilakukan dengan memanfaatkan area yang paling memungkinkan digunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Meja pemeriksaan, tempat duduk pasien, hingga alur antrean dirancang sederhana agar aktivitas dapat tetap berlangsung tanpa menghambat pasien,&rdquo; kata dr. Ade.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski sederhana, antrean pasien mulai terlihat sejak pagi. Warga menyambut pembukaan poli karena banyak keluhan pascabanjir, terutama infeksi kulit dan gangguan pernapasan, membutuhkan pemeriksaan segera.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga siang, alur pelayanan berjalan lancar. Dokter ditempatkan di meja-meja terpisah sesuai jenis layanan, sementara petugas tambahan membantu mengatur kedatangan pasien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dr. Ade memperkirakan situasi darurat akan berlangsung beberapa pekan hingga ruangan poli permanen selesai dibersihkan dan diperbaiki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765440226693a7ae2e65261.99050945.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bantuan Alkes RS Adam Malik Jadi Penopang Utama Layanan RSUD Langsa Pascabanjir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bantuan-alkes-rs-adam-malik-jadi-penopang-utama-layanan-rsud-langsa-pascabanjir</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 15:25:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bantuan-alkes-rs-adam-malik-jadi-penopang-utama-layanan-rsud-langsa-pascabanjir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Langsa, 10 Desember 2025</p>
<p>Banjir besar yang merendam seluruh ruang pelayanan RSUD Langsa melumpuhkan hampir semua fasilitas kesehatan. Seluruh alat utama, termasuk radiologi, hemodialisis, dan laboratorium, tidak dapat digunakan akibat kerusakan berat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menyampaikan hasil pemeriksaan teknis dari Universitas Indonesia dan Kementerian Kesehatan yang menunjukkan bahwa tidak satu pun alat besar dapat difungsikan kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, satu unit X-Ray Portable bantuan RS Kemenkes Adam Malik menjadi perangkat diagnostik vital yang masih dapat beroperasi. Alat ini kini menopang pemeriksaan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat yang kembali aktif dua hari setelah banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ada alat dari RS Kemenkes Adam Malik, ada x-ray Portable, itu yang sudah digunakan. Tanpa itu kami akan lebih kewalahan,&rdquo; ujar Erizal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, pemulihan fasilitas dilakukan secara intensif oleh tim sanitasi, Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), dan perawat. Baru lima ruangan yang dapat difungsikan kembali dengan kapasitas sekitar 90 tempat tidur. Kapasitas ini langsung terisi oleh pasien lokal serta rujukan dari Aceh Tamiang yang fasilitas kesehatannya belum pulih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketersediaan SDM juga terbatas. Banyak perawat terdampak banjir belum dapat kembali bertugas. Dukungan tenaga dokter datang dari Kemenkes, Universitas Indonesia, MER-C, dan Dinas Kesehatan Provinsi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keterbatasan air bersih dan pasokan listrik turut menyulitkan pelayanan. Sejumlah tenaga medis bahkan melayani pasien dalam kondisi gelap ketika listrik padam hampir sepanjang hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kadang kawan-kawan melayani dalam keadaan gelap. Sangat terbatas kondisi yang ada sekarang," ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam situasi serba terbatas ini, bantuan alkes dari RS Kemenkes Adam Malik menjadi penopang utama agar layanan dasar tetap berjalan. Dukungan lanjutan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan sarana diagnostik dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765440047693a7a2fc47b90.92935653.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan RSUD Langsa Berangsur Beroperasi Kembali</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-rsud-langsa-berangsur-beroperasi-kembali</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 15:22:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-rsud-langsa-berangsur-beroperasi-kembali</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Langsa, 10 Desember 2025</p>
<p>Sejumlah layanan kritis di RSUD Langsa Aceh mulai beroperasi kembali setelah sebelumnya lumpuh total akibat banjir. Pemulihan dilakukan bertahap untuk memastikan kebutuhan darurat masyarakat tetap terpenuhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi layanan pertama yang diaktifkan, disusul Intensive Care Unit (ICU), kamar bersalin, ruang perawatan anak, dan ruang perawatan bedah anak. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menyampaikan bahwa pemilihan fasilitas prioritas dilakukan untuk menjaga keberlangsungan penanganan kasus gawat darurat.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tim medis diminta bekerja bergiliran demi memastikan layanan tetap berjalan. Meski terbatas, rumah sakit tetap melayani pasien gawat darurat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum dibuka, setiap ruangan menjalani pembersihan intensif serta pemeriksaan keamanan, mulai dari kondisi listrik, kadar kelembaban, hingga sisa lumpur. Di sisi SDM, sistem rotasi diterapkan untuk menutupi kekurangan tenaga dan memastikan pelayanan berjalan 24 jam. Dukungan dokter spesialis tambahan ikut memperkuat layanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meskipun beberapa ruang sudah aktif, sebagian besar area rumah sakit masih dalam proses pemulihan karena kerusakan dan genangan air yang meluas.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit memastikan aktivasi ruang prioritas bukan berarti pelayanan telah pulih sepenuhnya. Pasien tetap diimbau mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan yang berlebihan. Penyesuaian alur tetap diberlakukan untuk menjaga keselamatan,&rdquo; kata Erizal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemulihan ruang perawatan juga berjalan paralel. Banyak tempat tidur, matras, dan peralatan perawatan terendam dan harus dibersihkan atau dipilah ulang. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh perawat, tim sanitasi, dan IPSRS. Hingga sore ini, sekitar lima ruangan dengan total 90 bed telah dapat dimanfaatkan kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Erizal, setiap ruang yang kembali operasional sangat penting karena kebutuhan rawat inap meningkat setelah banjir surut. Banyak warga mengalami penyakit pascabencana sehingga permintaan perawatan melonjak. Manajemen rumah sakit menargetkan ruang tambahan segera menyusul, meski proses bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing ruang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan bertambahnya kapasitas tempat tidur, antrean di IGD diharapkan dapat berkurang dan pelayanan darurat berlangsung lebih stabil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765380298693990cae3ba17.98972204.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Langsa Sempat Lumpuh Total, IGD Baru Aktif Dua Hari Setelah Banjir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-langsa-sempat-lumpuh-total-igd-baru-aktif-dua-hari-setelah-banjir</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 15:18:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-langsa-sempat-lumpuh-total-igd-baru-aktif-dua-hari-setelah-banjir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Langsa, 10 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RSUD Langsa mengalami kelumpuhan total pada hari pertama banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Seluruh ruangan terendam hingga tidak ada satu pun fasilitas yang dapat digunakan untuk pelayanan medis, menyebabkan operasional rumah sakit berhenti sepenuhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menjelaskan bahwa air masuk dengan cepat dan membanjiri seluruh blok layanan, mulai dari ruang perawatan hingga area penunjang.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kondisi itu menjadikan rumah sakit benar-benar kehilangan kemampuan operasional. Pada hari kedua, tim rumah sakit mulai membuka pelayanan darurat secara terbatas,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>IGD menjadi layanan pertama yang diupayakan aktif kembali, dibuka pada sore hari di lokasi alternatif yang dinilai paling memungkinkan. Langkah itu dilakukan karena masyarakat mulai berdatangan membutuhkan penanganan medis akibat kondisi pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelayanan IGD masih sangat terbatas dan hanya dapat menerima kasus prioritas. Ruang perawatan belum dapat difungsikan karena seluruh tempat tidur, matras, dan peralatan terendam air. Tim perawat dan petugas bekerja dalam keterbatasan fasilitas dan menata ruang darurat dengan peralatan yang tersedia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prioritas utama rumah sakit adalah memastikan pasien dengan kondisi kritis mendapatkan respons cepat. Erizal menyebutkan situasi ini sebagai salah satu masa tersulit dalam operasional RSUD Langsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses pemulihan berlangsung bertahap. Kerusakan yang meluas membuat banyak ruang harus menjalani pembersihan total sebelum dapat dioperasikan kembali. Tim sanitasi, perawat, dan teknisi bekerja paralel untuk menilai kerusakan dan membuka akses ke ruang sementara yang dapat digunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembukaan kembali layanan IGD menjadi langkah awal dalam memulihkan pelayanan kesehatan. Manajemen RSUD Langsa menargetkan pemulihan bertahap hingga kapasitas layanan dapat kembali normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176538012969399021b4bc29.54624171.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Serukan Peran Humas K/L dalam Perluasan Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-serukan-peran-humas-kl-dalam-perluasan-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 14:44:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-serukan-peran-humas-kl-dalam-perluasan-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menggelar Forum Tematik Bakohumas 2025 bertema &ldquo;Dari Awareness ke Aksi: Sinergi Humas Pemerintah Mendorong Partisipasi Publik dalam Cek Kesehatan Gratis&rdquo;, Rabu (10/12), di Auditorium Siwabessy Kemenkes Jakarta. Lebih dari 120 peserta dari berbagai Kementerian/Lembaga hadir untuk memperkuat kolaborasi komunikasi publik mendukung program prioritas nasional bidang kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono membuka forum dengan mengajak peserta menelaah kebiasaan masyarakat yang lebih rajin memeriksa baterai ponsel dan bensin kendaraan daripada kondisi tubuh sendiri. Ia menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah penyakit kronis yang kerap datang senyap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setiap hari kita rajin mengecek baterai ponsel dan memastikan bensin kendaraan penuh. Namun ironisnya, kita sering lupa mengecek &lsquo;mesin&rsquo; paling berharga: tubuh kita sendiri,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan bahwa penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes masih menjadi penyebab kematian tertinggi dan sering muncul tanpa gejala. Karena itu, pemerintah memperkuat pendekatan promotif dan preventif melalui deteksi dini, termasuk lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis sejak Februari 2025. Hingga pagi ini, 63,2 juta masyarakat sudah memanfaatkan program ini dan mengetahui kondisi kesehatannya,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes menegaskan bahwa target cakupan skrining pada 2026 akan lebih ambisius, sehingga diperlukan dukungan lintas sektor. Ia meminta seluruh humas K/L menjadi garda terdepan dalam memperluas informasi dan menggerakkan partisipasi publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Di sinilah peran Bapak/Ibu sebagai &lsquo;pasukan komunikasi&rsquo;. Saya berharap humas pemerintah menjadi inisiator kegiatan CKG berbasis komunitas di kantor masing-masing,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes juga menyoroti tantangan kesehatan di lingkungan kerja, termasuk rendahnya aktivitas fisik dan meningkatnya obesitas pada penduduk dewasa. Kemenkes membuka kesempatan kolaborasi bagi instansi yang ingin menghadirkan CKG di tempat kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup sambutannya, Wamenkes mengajak seluruh humas pemerintah menjadi motor perubahan perilaku hidup sehat. &ldquo;Mari kita buktikan bahwa humas pemerintah adalah kelompok yang paling sadar dan peduli kesehatan. Bersama, kita gerakkan Indonesia untuk hidup lebih sehat,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi, Molly Prabawati, menambahkan bahwa humas pemerintah memegang peran strategis dalam menerjemahkan informasi menjadi aksi nyata publik, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya komunikasi berbasis data, termasuk capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di berbagai daerah.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Banyak daerah menunjukkan IKM sangat baik, seperti Dinas Kesehatan DIY dengan nilai 93,65. Ini bukti peningkatan kualitas yang harus kita komunikasikan dengan kuat,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Molly mengajak humas K/L menjadikan forum ini sebagai momentum memperkuat jejaring Bakohumas dan strategi komunikasi publik nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1765378222693988ae848997.88966078.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Transformasi Kesehatan untuk Memperpanjang Usia Hidup Sehat Warga Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-transformasi-kesehatan-untuk-memperpanjang-usia-hidup-sehat-warga-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 07:48:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-transformasi-kesehatan-untuk-memperpanjang-usia-hidup-sehat-warga-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa percepatan transformasi kesehatan bertumpu pada dua tujuan utama: meningkatkan usia harapan hidup dan usia harapan hidup sehat masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan pada The 3rd Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) 2025 yang mengusung tema &ldquo;Harmony for Indonesia Health Transformation Acceleration&rdquo; di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/12)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita ingin hidup sehat karena kita ingin hidup panjang. Target kita menaikkan usia harapan hidup dari 72 menjadi 75 tahun, dan usia hidup sehat dari 60 menjadi 65 tahun. Strateginya sederhana: keep people healthy, don&rsquo;t let them get sick. Mencegah lebih baik dan jauh lebih murah dibanding mengobati,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa 260 juta penduduk Indonesia masih berada dalam kondisi sehat dan harus menjadi fokus utama upaya promotif&ndash;preventif.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mengobati orang sakit hanya menyentuh 30 juta penduduk. Menjaga 260 juta tetap sehat adalah strategi yang jauh lebih efektif,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam forum ini Menkes juga menyoroti tantangan pembiayaan global. Menurunnya bantuan luar negeri untuk sektor kesehatan menuntut negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk memiliki arsitektur pendanaan yang lebih mandiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mencontohkan percepatan vaksinasi HPV sebagai intervensi yang tidak boleh ditunda. &ldquo;Menunda lima tahun berarti lebih dari 30.000 perempuan Indonesia meninggal setiap tahun akibat kanker serviks. Kalau kita percepat satu tahun, kita bisa menyelamatkan puluhan ribu nyawa,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>IHPM 2025 turut dihadiri mitra pembangunan bilateral, multilateral, lembaga filantropi, organisasi internasional, akademisi, dan sektor swasta. Forum ini menjadi wadah konsolidasi dukungan mitra terhadap roadmap transformasi kesehatan Indonesia hingga 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17653530956939268729a215.16224630.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tenaga Kesehatan RSUD Muda Sedia Ikut Jadi Korban, 90 Persen Terdampak Banjir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tenaga-kesehatan-rsud-muda-sedia-ikut-jadi-korban-90-persen-terdampak-banjir</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 00:21:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tenaga-kesehatan-rsud-muda-sedia-ikut-jadi-korban-90-persen-terdampak-banjir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 9 Desember 2025</p>
<p>Tenaga kesehatan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang turut merasakan dampak banjir hebat yang merendam permukiman warga dalam beberapa hari terakhir. Hampir seluruh pegawai mengalami kerusakan rumah dan kehilangan kebutuhan dasar.</p>
<p>Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dr. Andika Putra menyebut mayoritas petugas tidak dapat langsung kembali bertugas karena harus memeriksa kondisi keluarga.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sebagian besar pegawai kami terdampak, sehingga mereka juga perlu mengurus rumah masing-masing,&rdquo; katanya, Selasa (9/12).</p>
<p>Kendati demikian, ia menyampaikan pegawai yang kondisinya telah stabil mulai kembali berdatangan ke rumah sakit sejak dua hari terakhir.</p>
<p>Rumah sakit juga mendapatkan dukungan dari relawan dan tenaga bantuan dari berbagai pihak untuk menjaga tetap berjalannya aktivitas pemulihan.</p>
<p>Kondisi SDM yang belum pulih sepenuhnya membuat rumah sakit membuka layanan bertahap sesuai kemampuan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17653270366938c0bc628917.24775362.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Farmasi dan Unit Cuci Darah RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dipersiapkan Kembali Pasca Banjir </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/farmasi-dan-unit-cuci-darah-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-dipersiapkan-kembali-pasca-banjir-</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 00:20:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/farmasi-dan-unit-cuci-darah-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-dipersiapkan-kembali-pasca-banjir-</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 9 Desember 2025</p>
<p>Setelah banjir besar merendam fasilitas, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mulai menata kembali unit farmasi dan layanan cuci darah yang menjadi kebutuhan mendesak pasien kronis. Lumpur di kedua ruangan telah dibersihkan untuk mempercepat pemulihan.</p>
<p>Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dr. Andika Putra mengatakan proses pemulihan dilakukan paralel dengan pengecekan teknis oleh penyedia alat.</p>
<p>&ldquo;Tim dari penyedia hemodialisis sudah meninjau kondisi peralatan dan akan melakukan pemulihan penuh,&rdquo; ujarnya, Selasa (9/12).</p>
<p>Farmasi kini memasuki tahap akhir pembersihan sehingga distribusi obat dapat dilakukan lebih sistematis. Rumah sakit juga menyiapkan pembukaan kembali ruang operasi setelah mendapatkan dukungan peralatan dari RS Kemenkes Adam Malik.</p>
<p>Unit anestesi turut dipersiapkan agar tindakan bedah dapat dilaksanakan kembali. Pemulihan pelayanan penunjang menjadi bagian dari langkah percepatan agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara berjenjang.</p>
<p>dr. Andika menyiapkan rencana bertahap untuk menghidupkan kembali seluruh layanan pascabanjir. Setelah Unit Gawat Darurat berhasil dioperasikan kembali, pembersihan ruang operasi dan ruang hemodialisa, rumah sakit mulai beralih pada pemulihan unit lain.</p>
<p>dr. Andika Putra mengatakan pembersihan ruang rawat jalan menjadi tahap berikutnya.</p>
<p>&ldquo;Poli akan kami buka setelah seluruh ruangan selesai dibersihkan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Setelah itu, rumah sakit menargetkan pembukaan ICU, laboratorium, dan radiologi. Pemulihan unit-unit tersebut memerlukan waktu karena kerusakan alat dan kondisi ruangan yang sebelumnya terendam.</p>
<p>Layanan rawat inap baru akan diaktifkan setelah seluruh fasilitas pendukung siap digunakan. dr. Andika menyebut waktu pemulihan UGD saja membutuhkan lima hari kerja intensif, sehingga tahapan layanan lain akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.</p>
<p>Upaya bertahap tersebut diharapkan membuat pelayanan kembali normal dalam waktu yang lebih cepat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17653268926938c02c7a16d7.79001496.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Warga Mulai Datangi Layanan dengan Luka Akibat Banjir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ugd-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-kembali-beroperasi-warga-mulai-datangi-layanan-dengan-luka-akibat-banjir</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Dec 2025 00:17:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ugd-rsud-muda-sedia-aceh-tamiang-kembali-beroperasi-warga-mulai-datangi-layanan-dengan-luka-akibat-banjir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Aceh Tamiang, 9 Desember 2025</p>
<p>Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali dibuka pada Selasa (9/12) setelah proses pembersihan intensif sejak banjir mulai surut akhir pekan lalu. Tim gabungan dari TNI, Marinir, dan Brimob ikut membantu mengevakuasi lumpur dari area pelayanan.</p>
<p>Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dr. Andika Putra memastikan layanan darurat dapat dimanfaatkan masyarakat mulai hari ini.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;UGD sudah kami siapkan kembali dengan fasilitas yang memungkinkan untuk pelayanan awal,&rdquo; katanya, Selasa (9/12).</p>
<p>Pelayanan bersifat terbatas, namun ketersediaan 20 tempat tidur memungkinkan penanganan kasus-kasus mendesak. RS Kemenkes Adam Malik Medan turut meminjamkan peralatan penting seperti X-ray mobile dan perangkat laboratorium guna mendukung operasional awal.</p>
<p>&ldquo;Kita dibantu penuh agar UGD segera aktif,&rdquo; ujar dr. Andika.&nbsp;</p>
<p>Rumah sakit juga bersiap membuka layanan hemodialisis dan instalasi farmasi secara bertahap setelah unit tersebut selesai dibersihkan.</p>
<p>Dengan pembukaan UGD, RSUD Muda Sedia menjadi satu-satunya layanan gawat darurat fungsional di Aceh Tamiang pascabanjir.&nbsp;</p>
<p>Sejumlah warga Aceh Tamiang terpantau mulai mendatangi UGD RSUD Muda Sedia dengan keluhan luka-luka akibat benda tajam yang terbawa arus banjir.</p>
<p>Pecahan seng, paku, dan material rumah tangga menjadi penyebab utama luka.</p>
<p>dr. Andika mengatakan kasus yang diterima didominasi cedera ringan hingga sedang.</p>
<p>&ldquo;Warga biasanya terluka karena kondisi lingkungan yang penuh lumpur,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Meski fasilitas belum pulih sepenuhnya, tim medis tetap memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Layanan darurat masih menggunakan sejumlah peralatan pinjaman sambil menunggu perbaikan alat kesehatan yang rusak. Ia mengimbau masyarakat berhati-hati saat membersihkan rumah dan lingkungan untuk mencegah cedera tambahan pascabanjir.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17653268206938bfe43c4042.11326199.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKSK Bahas Penguatan Layanan Lansia, Kesehatan Jiwa, dan Sinkronisasi Alat Kesehatan Modern</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kksk-bahas-penguatan-layanan-lansia-kesehatan-jiwa-dan-sinkronisasi-alat-kesehatan-modern</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Dec 2025 04:20:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kksk-bahas-penguatan-layanan-lansia-kesehatan-jiwa-dan-sinkronisasi-alat-kesehatan-modern</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Desember 2025</p>
<p>Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) menggelar Rapat Koordinasi Triwulan IV di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN Jakarta, Senin (8/12). Empat lembaga kunci&mdash;Kementerian Kesehatan, Kemendukbangga/BKKBN, BPJS Kesehatan, dan BPOM&mdash;bertemu untuk menyelaraskan kebijakan kesehatan nasional lintas sektor.</p>
<p>Pertemuan fokus pada tiga isu besar: peningkatan layanan lansia, kesehatan jiwa anak dan remaja, serta sinkronisasi pemanfaatan alat kesehatan modern di daerah.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga agar kebijakan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.</p>
<p>&ldquo;Banyak kebijakan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Misalnya koordinasi dengan BPOM terkait obat-obatan alam dan teknologi baru, serta penyelarasan dengan BPJS terkait home care dan sejumlah aturan teknis. Semua ini perlu disinkronkan agar tidak berjalan terpisah,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Menkes menyoroti perubahan struktur keluarga Indonesia yang semakin kecil, sehingga kebutuhan dukungan negara untuk perawatan lansia meningkat.</p>
<p>&ldquo;Keluarga Indonesia semakin bergeser ke keluarga kecil sehingga kemampuan merawat lansia berkurang. Pemerintah perlu menyusun kebijakan bersama agar penanganan lansia dilakukan lebih baik. Mereka telah berkontribusi bagi negara dan kita harus memastikan dukungan negara hadir,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Terkait kesehatan jiwa, Menkes menyampaikan temuan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes yang menunjukkan peningkatan signifikan masalah mental pada anak.</p>
<p>&ldquo;Gangguan kesehatan jiwa pada anak lima kali lebih tinggi daripada dewasa. Penggunaan handphone dan gadget secara terus menerus mengubah pola interaksi dan berdampak pada kesehatan mental mereka,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Di bidang teknologi kesehatan, Menkes memastikan Kemenkes tengah memperluas penyediaan alat kesehatan modern ke fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Kami sedang mengembangkan deployment alat-alat kesehatan modern ke rumah sakit di 514 kabupaten/kota. Namun BPJS memiliki anggaran yang harus dijaga agar tidak terlampaui. Karena itu tarif dan pemanfaatannya harus disinkronkan agar alat dapat digunakan optimal tanpa membebani pembiayaan,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. Wihaji menekankan pentingnya sinergi empat lembaga dalam menangani isu lansia dan kesehatan jiwa di tengah perubahan demografi.</p>
<p>&ldquo;Aging population kita sudah mencapai 12%. Program seperti Lansia Berdaya, sekolah lansia, dan layanan kesehatan harus dirumuskan bersama agar negara tetap hadir,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa layanan untuk lansia dan kesehatan jiwa menjadi beban pembiayaan yang terus meningkat.</p>
<p>&ldquo;BPJS mengeluarkan sekitar Rp 42 triliun untuk layanan lansia setiap tahun, dan semua gangguan kesehatan jiwa dijamin, angka remaja yang terdeteksi bermasalah juga terus naik,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menambahkan pentingnya pengawasan obat dan teknologi kesehatan modern yang berpengaruh pada anak dan keluarga.</p>
<p>&ldquo;Perubahan perilaku digital berdampak pada kesehatan jiwa 72 juta anak. BPOM mendukung penuh sinkronisasi kebijakan, termasuk kesiapan obat dan perangkat kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17652540816937a3c166eaf8.78739959.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Health Innovation Hadirkan Inovasi Kesehatan dan Gerakan Solidaritas untuk Daerah Terdampak Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/health-innovation-hadirkan-inovasi-kesehatan-dan-gerakan-solidaritas-untuk-daerah-terdampak-bencana</link>				
         <pubDate>Mon, 08 Dec 2025 07:19:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/health-innovation-hadirkan-inovasi-kesehatan-dan-gerakan-solidaritas-untuk-daerah-terdampak-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menggelar Health Innovation Festival (HAI-Fest) 2025 dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta, pada 7&ndash;9 Desember 2025. Acara ini menjadi etalase inovasi kesehatan Indonesia sekaligus ruang edukasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan empati terhadap masyarakat Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana. Ia menyebut Menteri Kesehatan tengah mendampingi Presiden di Aceh untuk mempercepat pemulihan, memulihkan layanan kesehatan, menyalurkan logistik, dan menggerakkan tenaga medis secara cepat dan terkoordinasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prof. Dante menekankan urgensi menyiapkan generasi masa depan Indonesia. Saat ini terdapat 84 juta anak yang kelak memasuki usia produktif pada 2045.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing global,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menyampaikan capaian sektor kesehatan dalam Program Hasil Cepat Terbaik Presiden Prabowo Subianto. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 62 juta penduduk. Upaya pengendalian TBC berhasil menemukan lebih dari 750 ribu kasus baru, menyelamatkan ribuan jiwa dari kematian yang dapat dicegah. Pembangunan 22 dari 66 rumah sakit berkualitas terus berjalan untuk memperkuat pemerataan layanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Transformasi Sistem Kesehatan, lanjutnya, menandai peralihan Indonesia dari sistem yang reaktif menjadi sistem yang proaktif, yang memastikan masyarakat tetap sehat sejak dini. Pendekatan ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan kesehatan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>HAI-Fest 2025 menghadirkan pameran teknologi kesehatan terkini, layanan kesehatan masyarakat, seminar, business matching, hingga diseminasi program transformasi kesehatan. Pada kesempatan ini, Kementerian Kesehatan juga meluncurkan whitepaper &ldquo;Health is the New Wealth: The Role of the Health Sector in Building a Nation&rdquo; yang menggarisbawahi pentingnya pembangunan ekosistem kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prof. Dante menegaskan perlunya hilirisasi industri kesehatan nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi produsen obat, alat kesehatan, dan vaksin. Ia mencontohkan bahwa mencegah diabetes pada anak berusia 12 tahun berarti menjaga produktivitas hingga 50 tahun ke depan, dan deteksi dini TBC melindungi pasien serta keluarganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengusung tema &ldquo;Innovate, Empower, Connect &ndash; Towards A Healthier Tomorrow&rdquo; dan tagline &ldquo;Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, dengan SATUSEHAT,&rdquo; HAI-Fest 2025 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ketika kesehatan menjadi prioritas dan inovasi menjadi budaya, kemajuan bangsa bukan lagi cita-cita, melainkan kepastian,&rdquo; tutup Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176517862869367d04a248b4.67391891.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bantuan Starlink dari Kemenkes Perkuat Komunikasi Darurat di Daerah Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bantuan-starlink-dari-kemenkes-perkuat-komunikasi-darurat-di-daerah-bencana</link>				
         <pubDate>Sun, 07 Dec 2025 15:51:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bantuan-starlink-dari-kemenkes-perkuat-komunikasi-darurat-di-daerah-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI memperkuat jaringan komunikasi darurat di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera dengan memasang perangkat Starlink pada fasilitas kesehatan, posko darurat, dan pusat koordinasi penanganan krisis. Langkah ini penting mengingat kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang menghambat koordinasi logistik, rujukan pasien, dan pelaporan situasi di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Provinsi Aceh, total 9 unit Starlink telah dipasang di Aceh Tamiang (3 unit), Aceh Timur (2 unit), Kota Langsa (1 unit), Pidie Jaya (1 unit), dan Bener Meriah (1 unit). Satu unit tambahan juga ditempatkan di HEOC Provinsi Aceh. Seluruh perangkat kini beroperasi penuh, memperlancar layanan kesehatan, pelaporan situasi, dan distribusi bantuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 5 unit Starlink telah dipasang di Tapanuli Selatan (1 unit), Tapanuli Tengah (1 unit), Mandailing Natal (1 unit), dan Langkat (1 unit). Satu unit lainnya ditempatkan di HEOC Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat koordinasi tingkat provinsi. Penguatan jaringan ini mempercepat arus informasi, pemetaan kebutuhan, dan proses rujukan medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, 1 unit Starlink terpasang di Kabupaten Agam sebagai lokasi prioritas terdampak bencana. Perangkat ini memastikan komunikasi antara tim kesehatan, posko lapangan, dan pusat koordinasi tetap berjalan, sehingga pelaporan dan penyaluran logistik lebih cepat dan terkoordinasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa pemasangan Starlink merupakan langkah cepat pemerintah untuk memastikan komunikasi penanganan krisis tetap berjalan meski infrastruktur dasar terdampak bencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Komunikasi adalah kunci dalam setiap respon kedaruratan. Dengan Starlink, kita memastikan koordinasi, pengiriman bantuan, dan rujukan medis tetap berjalan dengan cepat dan akurat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes akan terus memantau kondisi lapangan dan siap menambah perangkat apabila diperlukan untuk mendukung percepatan penanganan bencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17651228746935a33a907b97.63603168.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemulihan RSUD Pascabencana Dikebut: Kemenkes Pastikan Fasilitas Segera Berfungsi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemulihan-rsud-pascabencana-dikebut-kemenkes-pastikan-fasilitas-segera-berfungsi</link>				
         <pubDate>Sun, 07 Dec 2025 01:12:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemulihan-rsud-pascabencana-dikebut-kemenkes-pastikan-fasilitas-segera-berfungsi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pembersihan, perbaikan, dan pemulihan layanan di RSUD yang terdampak longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama pemerintah adalah memastikan fasilitas kesehatan kembali berfungsi secepat mungkin.</p>
<p>Di RSUD Aceh Tamiang, proses pembersihan berlangsung intensif sejak pagi dengan dukungan TNI dan Dinas Pemadam Kebakaran. Area IGD yang sempat terendam banjir telah ditangani, dilanjutkan ke gedung Hemodialisa dan Poliklinik. Gudang farmasi di lantai dua dipastikan aman dan stok obat masih mencukupi.</p>
<p>Untuk menopang operasional dasar, rumah sakit telah menerima genset 66.000 watt yang kini berfungsi, serta satu genset tambahan 100.000 watt yang disiagakan. Tim Teknis RS Kemenkes Adam Malik juga sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh alat kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, percepatan dukungan logistik dilakukan untuk RSUD Datu Beru Takengon. Sebuah genset 250 kWh didrop melalui helikopter Sikorsky di Lanud Sultan Iskandar Muda sebelum dikirim ke lokasi. PLN memastikan instalasi listrik segera dilakukan karena sebagian area sekitar RSUD telah kembali mendapat pasokan listrik.</p>
<p>PLN juga mengirim dua genset tambahan: 250.000 watt untuk RSUD Datu Beru dan 100.000 watt untuk RSUD Muyang Kute di Kabupaten Bener Meriah. Pengiriman dipercepat melalui dukungan udara TNI AU.</p>
<p>Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, menegaskan komitmen pemerintah memulihkan layanan kesehatan sesegera mungkin.</p>
<p>&ldquo;Prioritas kami adalah membersihkan, memperbaiki, dan menghidupkan kembali layanan dasar di setiap RSUD. Tim Kemenkes bekerja tanpa henti di lapangan agar pelayanan dapat pulih secepatnya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor.</p>
<p>&ldquo;Kami berterima kasih atas respons cepat Dirut PLN dan KSAU yang langsung mengirimkan genset, helikopter, serta pesawat angkut. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan pemulihan,&rdquo; kata Sumarjaya.</p>
<p>Sumarjaya menambahkan bahwa pemeriksaan alat kesehatan dan sterilisasi ruang perawatan menjadi tahapan krusial sebelum operasional dibuka kembali.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memastikan begitu RSUD dibuka, semua fasilitas dalam kondisi aman, bersih, dan layak bagi pasien,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Dengan percepatan ini, Kemenkes menargetkan sejumlah layanan dasar di RSUD terdampak dapat mulai beroperasi kembali secara bertahap dalam waktu dekat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17650705806934d6f4417c20.15876113.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pasca Bencana Besar, Kemenkes Pastikan Akses Layanan Kesehatan Menjangkau Seluruh Wilayah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pasca-bencana-besar-kemenkes-pastikan-akses-layanan-kesehatan-menjangkau-seluruh-wilayah</link>				
         <pubDate>Sat, 06 Dec 2025 05:44:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pasca-bencana-besar-kemenkes-pastikan-akses-layanan-kesehatan-menjangkau-seluruh-wilayah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, bersama jajaran Kemenkes, memaparkan perkembangan penanganan kesehatan pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam temu media di Gedung Adhyatma, Jumat (5/12). Wamenkes menyampaikan bahwa peninjauan lapangan telah dilakukan sejak Selasa (3/12) atas arahan Menteri Kesehatan, melanjutkan kerja tim Pusat Krisis Kesehatan yang sudah berada di lapangan sejak awal kejadian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Data per 4 Desember 2025 mencatat sebanyak 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terdampak. Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, dengan 13 rumah sakit dan 122 puskesmas terdampak, disusul Sumatera Utara dengan 18 rumah sakit dan 25 puskesmas, serta Sumatera Barat dengan 9 puskesmas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagian fasilitas kini telah kembali membuka layanan. Di Aceh, tiga rumah sakit dan 55 puskesmas telah beroperasi. Di Sumatera Utara, layanan mulai pulih di 15 rumah sakit dan seluruh 25 puskesmas. Sementara itu, seluruh fasilitas kesehatan di Sumatera Barat telah berfungsi normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masih terdapat fasilitas yang belum dapat beroperasi, terdiri dari 10 rumah sakit dan 65 puskesmas di Aceh, serta tiga rumah sakit di Sumatera Utara. Sejumlah fasilitas juga mengalami kerusakan berat, termasuk enam rumah sakit di Aceh dan empat di Sumatera Utara&mdash;RS Tanjung Pura, RSU Pertamina Pangkalan Brandan, RSK Mata Provinsi Sumut, dan RSU Sundari. Di Sumatera Barat, tidak terdapat rumah sakit dengan kerusakan berat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes menyoroti kondisi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang tergolong paling berat. Banjir yang tidak surut hingga sembilan hari merendam lantai satu rumah sakit dan merusak seluruh peralatan medis.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami bersyukur ada rumah sakit swasta di dataran lebih tinggi dan tidak terdampak, sehingga pasien dapat dialihkan ke RS Putri Bidadari,&rdquo; ungkap dr. Benny.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Sumarjaya menambahkan bahwa seluruh wilayah terdampak kini sudah terjangkau layanan kesehatan melalui jalur laut, udara, dan darat. Jalur laut dimanfaatkan untuk mengirim logistik dan tenaga kesehatan, jalur udara untuk menjangkau daerah terisolasi, sementara akses darat mulai terbuka seiring surutnya banjir.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Aceh Tamiang, wilayah yang sempat tidak terjangkau akhirnya dapat dilayani setelah ada laporan warga. Tim Kemenkes langsung bergerak pada pagi harinya, membawa tenaga medis dan dua kendaraan logistik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sejak kemarin, daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh kini sudah terlayani, baik melalui udara maupun jalur yang baru terbuka,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan distribusi obat-obatan, layanan darurat, serta pembersihan fasilitas berjalan optimal. Penguatan layanan dibantu oleh tenaga kesehatan dari berbagai instansi, termasuk RSUD, tenaga kesehatan daerah, relawan, serta tim bantuan dari Jawa Timur dan RSCM yang bertugas membuka akses layanan, memberikan pelayanan kesehatan bergerak, dan membersihkan fasilitas yang terdampak lumpur maupun banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi pemulihan di tiga provinsi menunjukkan dinamika yang berbeda. Di Aceh, sebagian besar fasilitas terdampak lumpur dan kerusakan fisik, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan lebih cepat dan layanan mulai pulih bertahap. Di Langkat dan Medan, banjir masih tinggi sehingga fasilitas belum bisa dibersihkan dan layanan belum dapat dimulai. Sementara itu, pemulihan di Sumatera Barat berjalan lebih cepat karena genangan air relatif cepat surut dan infrastruktur kesehatan tidak mengalami kerusakan berarti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17650000626933c37e649f95.06351211.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante: Stroke Sebabkan 350 Ribu Kematian per Tahun, Jakarta Harus Jadi Pionir Penanganan Cepat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-stroke-sebabkan-350-ribu-kematian-per-tahun-jakarta-harus-jadi-pionir-penanganan-cepat</link>				
         <pubDate>Sat, 06 Dec 2025 02:31:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-stroke-sebabkan-350-ribu-kematian-per-tahun-jakarta-harus-jadi-pionir-penanganan-cepat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Desember 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyebut stroke menjadi penyebab 350 ribu kematian setiap tahun di Indonesia. Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi pelopor penanganan cepat melalui inovasi layanan kesehatan.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan Prof. Dante dalam peluncuran Jakarta Siaga Stroke 2026, sebuah program percepatan penanganan darurat stroke yang dicanangkan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Jakarta.</p>
<p>Prof. Dante menegaskan tingginya beban stroke, baik dari sisi kematian maupun kecacatan jangka panjang.</p>
<p>&ldquo;Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pasien yang selamat pun berisiko mengalami kecacatan permanen, sehingga penanganan cepat menjadi kunci. Menurutnya, keberhasilan penyelamatan pasien sangat ditentukan oleh golden period 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.</p>
<p>&ldquo;Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Prof. Dante menilai posisi Jakarta sebagai smart city menjadikan daerah ini strategis untuk mempelopori respons cepat kejadian stroke.</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan program siaga stroke dipilih karena relevansinya dengan situasi kesehatan masyarakat saat ini.</p>
<p>&ldquo;Stroke adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia,&rdquo; ujar Pramono.</p>
<p>Untuk memperkuat respons, Pemprov DKI menggerakkan 584 anggota pasukan putih yang sebelumnya membantu disabilitas dan lansia.</p>
<p>&ldquo;Ibu Kepala Dinas saya perintahkan agar pasukan putih membantu penanganan stroke. Karena golden period 4,5 jam itulah yang dibutuhkan,&rdquo; kata Pramono.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Pemprov DKI juga meluncurkan Jakarta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSimpus). Sistem digital ini bertujuan menyederhanakan proses laporan dan meningkatkan efisiensi layanan.</p>
<p>Prof. Dante menyambut baik inisiatif tersebut. Ke depan, sistem ini akan diintegrasikan dengan platform nasional SatuSehat.</p>
<p>&ldquo;Kita mengidentifikasi ada ratusan laporan yang harus diisi petugas kesehatan. Ini disimplifikasi dengan JakSimpus,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Prof. Dante berharap kedua inovasi&mdash;Jakarta Siaga Stroke dan JakSimpus&mdash;dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.</p>
<p>&ldquo;Jakarta bisa ditiru daerah lain untuk melakukan program-program inovatif seperti ini,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17649885236933966b9852d0.58296283.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Logistik Kesehatan Aman dan Lancar di Wilayah Terdampak Bencana</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-logistik-kesehatan-aman-dan-lancar-di-wilayah-terdampak-bencana</link>				
         <pubDate>Sat, 06 Dec 2025 02:22:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-logistik-kesehatan-aman-dan-lancar-di-wilayah-terdampak-bencana</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Desember 2025</p>
<p>Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dr. Rizka Andalucia, memastikan bahwa Kementerian Kesehatan terus memperkuat dukungan layanan kesehatan melalui pemenuhan obat-obatan dan perbekalan medis di wilayah terdampak bencana. Laporan ini disampaikan dalam temu media di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jumat (5/12).</p>
<p>dr. Rizka menjelaskan bahwa meskipun komunikasi di lapangan sering terputus, koordinasi antara pusat dan tim daerah tetap berjalan efektif untuk menjaga ketersediaan obat-obatan dasar, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Di lokasi pengungsian mulai muncul penyakit umum pasca bencana seperti batuk, pilek, demam, diare, dan penyakit kulit sehingga suplai obat dipastikan aman dan tidak mengalami kekosongan.</p>
<p>&ldquo;Beberapa wilayah terdampak mengalami kerusakan gudang farmasi yang menyebabkan stok obat dan vaksin rusak atau tidak dapat digunakan. Untuk mempercepat penyaluran, distribusi logistik dipusatkan melalui Medan sehingga pengiriman dapat dilakukan lebih cepat dan tidak terhambat jarak,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selain pemenuhan obat dasar, Kemenkes juga memastikan layanan bagi pasien penyakit kronis yang tidak boleh menunda terapi, termasuk pasien hemodialisis. Pasien dari fasilitas terdampak telah dialihkan ke rumah sakit terdekat yang aman, sementara Kemenkes menjamin ketersediaan obat, alat kesehatan, tabung oksigen, dan logistik lainnya.</p>
<p>Kemenkes juga mengirimkan Anti Tetanus Serum (ATS) untuk mencegah infeksi luka akibat seng, paku, atau reruntuhan. Hingga kini, seluruh perbekalan kesehatan dalam kategori obat, alat medis, dan bahan habis pakai masih mencukupi dan dapat terdistribusi dengan baik.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pemantauan secara intensif akan dilakukan dalam satu minggu ke depan untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat di pengungsian dan fasilitas kesehatan tetap terpenuhi tanpa hambatan,&rdquo; ujar dr. Rizka.</p>
<p>Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, dr. Lovely Daisy, menekankan pentingnya perlindungan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menegaskan bahwa Kemenkes tidak merekomendasikan penyaluran susu formula secara bebas di lingkungan bencana karena tingginya risiko kesehatan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi.</p>
<p>&ldquo;Di Aceh, telah diterbitkan surat edaran resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi kepada seluruh kabupaten/kota untuk tidak menyalurkan susu formula tanpa prosedur. Jika memang diperlukan dalam kondisi kegawatdaruratan, penyaluran susu formula wajib melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar dapat dinilai kelayakannya dan dipantau penggunaannya,&rdquo; tegas dr. Lovely.</p>
<p>Untuk memastikan kebutuhan gizi kelompok rentan, tenaga gizi dari Puskesmas telah diturunkan untuk melakukan supervisi dapur umum dan memastikan tersedianya makanan yang sesuai kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kemenkes juga mendistribusikan Makanan Tambahan (PMT) sejak 28 November melalui jalur udara dan darat untuk menjangkau wilayah terisolasi. Sebagian bantuan telah tiba dan distribusi lanjutan terus dilakukan.</p>
<p>Dengan dukungan logistik kesehatan yang terjamin, perlindungan nutrisi kelompok rentan, serta pengaturan distribusi bantuan yang berbasis prosedur, Kementerian Kesehatan memastikan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana tetap berjalan aman, efektif, dan sesuai standar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176498792269339412ba4b66.24710251.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Melebihi Perkiraan Target, CKG Kementerian Ekraf Tegaskan Deteksi Dini Harus Jadi Gaya Hidup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/melebihi-perkiraan-target-ckg-kementerian-ekraf-tegaskan-deteksi-dini-harus-jadi-gaya-hidup</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Dec 2025 12:53:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/melebihi-perkiraan-target-ckg-kementerian-ekraf-tegaskan-deteksi-dini-harus-jadi-gaya-hidup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (Untuk Dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Melebihi Perkiraan Target, CKG Kementerian Ekraf Tegaskan Deteksi Dini Harus Jadi Gaya Hidup*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Jakarta, 3 Desember 2025_</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) di UOB Plaza, Jakarta. Wamenkes mengapresiasi inovasi Ekraf yang membuat layanan kesehatan tampil lebih fun, inklusif, dan mudah diakses.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Hari ini saya mendapat insight bahwa pemeriksaan kesehatan bisa dikemas menjadi kegiatan yang fun,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga kini 63 juta orang telah terdaftar dalam CKG dan 62 juta sudah melakukan pemeriksaan. Program ini tidak lagi terbatas di fasilitas kesehatan, tetapi hadir di kementerian, perkantoran, perusahaan, hingga mall&mdash;membuka akses lebih luas bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes menekankan bahwa deteksi dini dapat menekan biaya kesehatan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau penyakitnya sudah lanjut, biayanya jauh lebih tinggi. Dengan deteksi dini, pengobatannya lebih ringan, lebih murah, dan masyarakat tetap sehat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengapresiasi terobosan visual dan kampanye kreatif Ekraf yang meningkatkan antusiasme.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pemeriksaan dengan tampilan yang lucu dan menarik akan membuat masyarakat semakin antusias,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenparekraf Irene Umar menambahkan bahwa penyelenggaraan CKG di kantor Ekraf dan mall mendapat respons tinggi, bahkan melebihi ekspektasi.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya pikir pesertanya hanya pegawai Ekraf, tetapi ternyata mayoritas justru pengunjung,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Irene menjelaskan bahwa pekerja mall seperti SPG dan pramusaji juga diprioritaskan. Lebih dari seratus peserta mengikuti CKG, dan pihaknya mempertimbangkan memperpanjang pelaksanaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>CKG akan terus diperluas ke kementerian, perusahaan, dan lokasi aktivitas masyarakat agar peserta bisa mendapatkan layanan tanpa meninggalkan pekerjaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peserta CKG, Fahri dari Kemenparekraf, mengapresiasi layanan yang cepat dan tidak ribet. Peserta lain, Andika dan Mufti Wibowo, juga berharap kegiatan ini rutin dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764766687693033df4788f2.09572677.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Raih Penghargaan Terbaik I dari LAN RI untuk Lembaga Pengakreditasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-raih-penghargaan-terbaik-i-dari-lan-ri-untuk-lembaga-pengakreditasi</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Dec 2025 12:50:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-raih-penghargaan-terbaik-i-dari-lan-ri-untuk-lembaga-pengakreditasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI, melalui Direktorat Mutu SDM Kesehatan, meraih Penghargaan Terbaik I dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI untuk kategori Lembaga Pelatihan Berprestasi &ndash; Lembaga Pengakreditasi Program. Penghargaan ini diberikan dalam National Future Learning Forum (NFLF) 2025, dan menegaskan peran Kemenkes sebagai motor peningkatan standar pelatihan ASN kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktorat Mutu SDM Kesehatan dinilai unggul dalam membangun sistem akreditasi yang transparan, konsisten, dan inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi pembelajaran yang mempercepat profesionalisasi ASN kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penghargaan diserahkan oleh Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufiq dan diterima Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekjen Kunta mengapresiasi capaian ini dan menekankan pentingnya standar pelatihan yang kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Standar pelatihan yang kuat diyakini menjadi pondasi penting dalam mendukung transformasi sektor kesehatan, memastikan aparatur kesehatan memiliki kompetensi yang mumpuni, serta mampu memberikan layanan publik yang berkualitas,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ke depan, Direktorat Mutu SDM Kesehatan akan memperluas kemitraan, memperkuat integrasi platform pembelajaran, dan terus mendongkrak profesionalisme ASN untuk membangun birokrasi kesehatan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Forum NFLF 2025 mengangkat tema &ldquo;Collaborate to Elevate&rdquo;, menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan ASN yang adaptif, kompeten, dan visioner.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764766397693032bdef4fd8.98947351.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pasca Banjir, Sumbar Catat Kasus Demam Tertinggi di Sumatera</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pasca-banjir-sumbar-catat-kasus-demam-tertinggi-di-sumatera</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:35:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pasca-banjir-sumbar-catat-kasus-demam-tertinggi-di-sumatera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumatera Barat mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Pada periode 25&ndash;29 November 2025, tercatat 376 kasus demam dari lima kabupaten: Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan kesehatan lain yang banyak dilaporkan meliputi myalgia 201 kasus, gatal 120 kasus, dispepsia 118 kasus, ISPA 116 kasus, hipertensi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Sumatera Utara, pola serupa terjadi. Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 277 kasus demam, diikuti myalgia 151 kasus, gatal 150 kasus, dispepsia 94 kasus, ISPA 96 kasus, hipertensi 75 kasus, luka-luka 45 kasus, sakit kepala 23 kasus, diare 23 kasus, dan asma 3 kasus (periode 25 November&ndash;1 Desember 2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Aceh menunjukkan pola berbeda. Dari data di Kabupaten Pidie Jaya (25&ndash;30 November 2025), keluhan tertinggi ialah luka-luka 35 kasus, disusul ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menyebut tingginya kasus demam menandakan kondisi lingkungan dan tempat tinggal yang belum pulih sepenuhnya pascabencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih terbatas. Disebabkan juga karena pelindung tubuh yang kurang memadai selama mengungsi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Agus memastikan Kemenkes telah mengirim tenaga kesehatan dan logistik tambahan ke wilayah terdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami menjamin ketersediaan obat dan SDM kesehatan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami masyarakat. Fokus kami adalah mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain penyakit yang sudah terlaporkan, kondisi pasca-banjir berpotensi menyebabkan meningkatnya kasus DBD dan Leptospirosis, karena genangan air sisa banjir dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banjir juga menyebabkan kontaminasi air dan distribusi urine tikus atau hewan lain ke area pengungsian yang dapat memperbesar risiko Leptospirosis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengingat hal itu, kondisi di daerah terdampak perlu diwaspadai tidak hanya penyakit yang sudah muncul, tetapi juga potensi penyebaran penyakit lain pasca-banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sederhana untuk mencegah penyakit. Langkah yang dapat dilakukan antara lain:</p>
<p>- Rutin mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan tubuh, serta selalu memakai alas kaki untuk menghindari luka dan risiko leptospirosis.&nbsp;</p>
<p>- Makanan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan matang dan menggunakan air yang aman untuk diminum.</p>
<p>- ⁠Lingkungan pengungsian perlu dijaga tetap kering dan bebas genangan.&nbsp;</p>
<p>- ⁠Sampah dibuang pada tempatnya, toilet darurat digunakan dengan benar, dan luka harus ditutup rapat.</p>
<p>- ⁠Untuk mencegah DBD, upayakan tetap dapat menerapkan 3M plus.</p>
<p>- ⁠Periksakan diri ke pos kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala atau keluhan penyakit seperti diare, ISPA atau gatal-gatal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764682825692eec49ccade7.39729035.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi, Tekankan Pentingnya Menjaga Stabilitas Regulasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-lantik-enam-pejabat-pimpinan-tinggi-tekankan-pentingnya-menjaga-stabilitas-regulasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:31:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-lantik-enam-pejabat-pimpinan-tinggi-tekankan-pentingnya-menjaga-stabilitas-regulasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melantik enam pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, Menkes menegaskan bahwa tantangan terbesar sektor kesehatan saat ini bukan hanya menyusun regulasi, tetapi memastikan aturan yang sudah dibuat tetap kokoh dan dapat dijalankan secara berkelanjutan di tengah dinamika demokrasi yang semakin terbuka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Semua aturan yang sudah kita susun itu benar-benar harus bisa diamankan,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Budi menekankan bahwa proses gugatan terhadap kebijakan kini semakin mudah dan tanpa biaya, sehingga menjaga keberlanjutan regulasi menjadi semakin penting.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dalam demokrasi seperti sekarang, setiap orang bisa menuntut, dan menuntutnya pun gratis,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pelantikan tersebut, dua pejabat mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, yaitu Murti Utami sebagai Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, dan Indah Febrianti sebagai Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keduanya dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam isu-isu kesehatan yang kompleks. Kepada Indah, yang berpengalaman dalam proses regulasi hingga persidangan di Mahkamah Konstitusi, Budi memberi pesan khusus agar terus menjaga keberlangsungan aturan-aturan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita menjaga martabat untuk memastikan bahwa semua peraturan bisa dilaksanakan tanpa gangguan,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Empat pejabat lain dilantik sebagai JPT Pratama, yaitu Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Direktur Penyakit Menular; Indri Yogyaswari sebagai Direktur Imunisasi, Anak Agung Ngurah Kusumajaya sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok, dan Heri Saputra sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Budi menegaskan bahwa rotasi merupakan bagian dari memperkuat pengalaman dan pemahaman lapangan, bukan karena isu sensitif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rotasi itu biasa. Tujuannya memperkuat kemampuan, bukan soal asimilasi suku atau agama,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes kembali menegaskan pentingnya stabilitas sistem kesehatan nasional untuk mencapai target pembangunan, termasuk harapan hidup 75 tahun dan harapan hidup sehat 65 tahun. Ia mengajak seluruh pejabat baru menjaga keberlanjutan kebijakan yang sudah dirumuskan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764682756692eec04709b29.78499011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tegaskan Komitmen Percepatan Riset dan Pengembangan Teknologi mRNA untuk Kemandirian Kesehatan Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-komitmen-percepatan-riset-dan-pengembangan-teknologi-mrna-untuk-kemandirian-kesehatan-nasional</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:20:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-komitmen-percepatan-riset-dan-pengembangan-teknologi-mrna-untuk-kemandirian-kesehatan-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah mempercepat riset, pengembangan, dan penggunaan teknologi mRNA sebagai bagian penting dari transformasi kesehatan nasional. Pesan ini disampaikan dalam acara &ldquo;mRNA Innovation to Implementation: Integrating Science, Regulation and Global Collaboration&rdquo; di Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menekankan pentingnya memperkuat seluruh ekosistem riset&mdash;mulai dari laboratorium, proses uji klinis, hingga regulasi&mdash;agar Indonesia mampu bersaing sebagai pusat riset global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita harus mempercepat seluruh proses riset, termasuk ethical approval dan uji klinis. Jika Korea Selatan bisa empat minggu, kita targetkan dua minggu. Kita ingin jadi negara yang kompetitif dan menarik bagi sponsor uji klinis dunia,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menarik hingga 200 sponsor uji klinis per tahun, dengan potensi pemasukan lebih dari USD 1,5 miliar. Saat ini, berbagai uji klinis inovatif sedang dipersiapkan di Indonesia, mulai dari kandidat vaksin baru, terapi penyakit kronis seperti TB, produk biologis berteknologi tinggi seperti GLP-1 untuk obesitas dan diabetes, hingga terapi injeksi jangka panjang untuk penyakit infeksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menegaskan tiga fokus utama pengembangan teknologi kesehatan masa depan: bioteknologi kesehatan (termasuk mRNA), kecerdasan artifisial untuk layanan kesehatan, dan robotika medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Bioteknologi bergerak cepat, AI kita sudah menghasilkan prototype yang siap dikomersialisasi, dan robotika sedang memperkuat ekosistemnya. Ini fondasi pelayanan kesehatan masa depan Indonesia,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Platform teknologi mRNA menjadi perhatian khusus karena terbukti mempercepat respons pandemi dan kini didorong penggunaannya untuk penyakit infeksi, kanker, dan inovasi berbasis nanoteknologi. Menkes mengapresiasi Bio Farma serta mitra global seperti GAVI dan CEPI yang telah menghadirkan platform mesin mRNA ke Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mesin ini sudah di Indonesia. Gunakan untuk riset. Gunakan untuk akademisi, perusahaan, dan lembaga riset. Jadikan ini rumah bersama untuk mendorong lompatan teknologi kesehatan Indonesia,&rdquo; tegas Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Dr. Rizka Andalusia, menekankan bahwa teknologi mRNA adalah fondasi penting kemandirian kesehatan. Ia memastikan akses teknologi harus inklusif dan dapat digunakan oleh seluruh ekosistem penelitian nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penguatan teknologi mRNA sejalan dengan Pilar Ketiga Transformasi Kesehatan, yaitu kemandirian farmasi dan alat kesehatan, yang menargetkan penguasaan seluruh platform vaksin&mdash;mulai dari inactivated, protein subunit, viral vector, hingga mRNA&mdash;untuk memperkuat suplai nasional dan kontribusi global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764681951692ee8dfcddf16.52205877.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Serukan Penguatan Etika dan Mutu Profesi Dokter</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-serukan-penguatan-etika-dan-mutu-profesi-dokter</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:14:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-serukan-penguatan-etika-dan-mutu-profesi-dokter</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Oktavianus menekankan bahwa etika dan mutu profesi dokter harus menjadi pondasi utama dalam keberhasilan Transformasi Sistem Kesehatan. Pesan ini disampaikan saat melantik Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DKI Jakarta Masa Bakti 2025&ndash;2028, Selasa (2/12).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes memberikan selamat kepada pengurus baru dan menegaskan bahwa DKI Jakarta adalah barometer pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan nasional, sehingga peran IDI DKI sangat strategis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Transformasi Sistem Kesehatan tidak akan berhasil tanpa SDM kesehatan yang cukup dan berkualitas. Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter untuk menutup kesenjangan layanan, dan Kemenkes serta IDI harus berjalan bersama sebagai mitra strategis,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan percepatan penambahan dan pemerataan dokter harus tetap menjaga standar profesi, kompetensi, dan etika.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami menghargai komitmen IDI dalam meningkatkan jumlah dokter tanpa mengabaikan kualitas. Mutu SDM adalah kunci keselamatan pasien,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes berharap sinergi Kemenkes dan IDI terus menguat, terutama dalam pembinaan etika profesi serta mendukung program nasional pemerataan dokter di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Selamat bertugas kepada seluruh pengurus IDI Wilayah DKI Jakarta periode 2025&ndash;2028. Semoga IDI dan Kemenkes terus bersinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764681627692ee79bd10d90.81492349.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Kebut Skrining dan Diagnosis Diabetes untuk 50 Juta Anak Sekolah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-kebut-skrining-dan-diagnosis-diabetes-untuk-50-juta-anak-sekolah</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:09:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-kebut-skrining-dan-diagnosis-diabetes-untuk-50-juta-anak-sekolah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI mempercepat skrining dan penegakan diagnosis diabetes pada anak melalui program skrining kesehatan peserta didik nasional. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan langkah ini saat membuka Seminar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) &ldquo;Comprehensive Approaches to Pediatric Diabetes: From Early Detection to Advanced Technology&rdquo; di Jakarta, Selasa (2/12).&rdquo;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indonesia memiliki 50 juta anak usia sekolah, dan lebih dari 10.000 puskesmas kini memperkuat kemampuan skrining dan diagnostik. Hingga Juli lalu, 20 juta anak telah menjalani skrining dasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Yang lebih penting adalah penyelesaian seluruh siklus diagnostik. Setelah skrining awal, anak yang terindikasi perlu menjalani skrining lanjutan, dan bila diperlukan dilanjutkan dengan pemeriksaan tahap ketiga untuk memastikan diagnosis diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2,&rdquo; ujar Menkes.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menekankan standarisasi perangkat pemeriksaan seperti ELISA, HbA1c, dan chemistry analyzer agar diagnosis diabetes tipe 1 dan 2 lebih akurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah menargetkan seluruh jalur skrining dan diagnostik untuk 50 juta anak dapat terselesaikan tahun depan, termasuk penetapan tata laksana yang jelas bagi anak pra-diabetes maupun yang sudah terdiagnosis diabetes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Project Lead CDiC Indonesia, Prof. Aman B. Pulungan, menambahkan bahwa kerja sama lintas negara dan teknologi berperan penting dalam deteksi dini.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dari empat juta anak yang kami skrining, sekitar 150.000 teridentifikasi pra-diabetes. Ini baru sebagian kecil dari total 80 juta anak Indonesia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prof. Aman mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat deteksi dini, meningkatkan literasi keluarga, dan memperluas layanan diabetes anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764681223692ee607e571d0.46926756.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tambah Tim dan Logistik Kesehatan ke Lokasi Bencana di Sumatera</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tambah-tim-dan-logistik-kesehatan-ke-lokasi-bencana-di-sumatera</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 10:30:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tambah-tim-dan-logistik-kesehatan-ke-lokasi-bencana-di-sumatera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI bergerak cepat menambah dukungan layanan dan logistik kesehatan untuk wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kemenkes berkoordinasi erat dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terpenuhi tanpa jeda.</p>
<p>Sebagai langkah awal, rapid health assessment langsung telah dilakukan untuk memetakan risiko dan kebutuhan mendesak. Seluruh puskesmas dan rumah sakit disiagakan, termasuk penguatan layanan mobile dan pos kesehatan di pengungsian.</p>
<p>&ldquo;Kami memperkuat layanan dasar, skrining, penanganan penyakit infeksi, dan pemantauan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia,&rdquo; kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin.</p>
<p>Selain pendataan sasaran, juga dukungan logistik kesehatan yang telah dikirim Kemenkes per 1 Desember 2025 meliputi:<br>- 103 unit oxygen concentrator<br>- 11.200 dus PMT Balita dan 6.000 dus PMT Ibu Hamil<br>- Obat-obatan, BMHP, 2.000 masker bedah, 500 sarung tangan medis, 10 set APD petugas<br>- 5 pasang sepatu boot, 2 sprayer manual, 2 paket water quality test kit, 100 jerigen lipat<br>- 93 kantong jenazah, 5.500 kantong sampah medis berbagai ukuran, serta paket penjernih dan disinfektan air<br>- 25 dus obat-obatan untuk layanan kesehatan</p>
<p>Untuk memperkuat respons lapangan, 3 tim pendampingan krisis yang masing-masing dikerahkan ke tiga provinsi, sekaligus mengaktifkan Klaster Kesehatan dan Health Emergency Operation Center (HEOC). Kemenkes juga memasang perangkat Starlink untuk menjaga kelancaran komunikasi.</p>
<p>Di layanan kesehatan esensial, 3 tim Tenaga Cadangan Kesehatan&ndash;EMT telah diturunkan: EMT PKK Regional Sumbar, EMT PKK Regional Sumut, dan EMT Dinkes Aceh. Di Sumatera Barat, 13 titik layanan dibuka bersama organisasi profesi, mulai dari layanan umum, konsultasi psikologi, hingga pendampingan menyusui.</p>
<p>Untuk penguatan rujukan, EMT rumah sakit vertikal dari RSUP Adam Malik, RSCM, RSUP M Djamil Padang, dan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar telah disiapkan. Kemenkes juga mengirim dokter spesialis emergensi, ortopedi, obgyn, anak, anestesi, dokter umum, serta perawat untuk memastikan layanan tetap optimal.</p>
<p>&ldquo;Kami terus memantau situasi dan siap menambah dukungan bila diperlukan,&rdquo; tegas Agus.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764671451692ebfdb666495.16067696.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Percepat Identifikasi, Perluas Pengobatan, dan Hapus Stigma untuk Akhiri HIV pada 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-identifikasi-perluas-pengobatan-dan-hapus-stigma-untuk-akhiri-hiv-pada-2030</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Dec 2025 09:49:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-identifikasi-perluas-pengobatan-dan-hapus-stigma-untuk-akhiri-hiv-pada-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Desember 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penanggulangan HIV di Indonesia melalui percepatan identifikasi, perluasan pengobatan, serta penghapusan stigma di masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wamenkes menyampaikan bahwa prevalensi HIV di Indonesia diperkirakan mencapai 0,7% atau sekitar 1,96 juta orang. Namun, cakupan identifikasi baru mencapai 564.000 orang hidup dengan HIV (ODHIV) pada tahun 2025. Hingga Oktober 2025, sebanyak 385.472 orang (68%) telah mengetahui statusnya, 259.719 orang (67%) menjalani terapi antiretroviral, dan 144.747 orang (56%) yang telah diperiksa menunjukkan supresi virus.&nbsp;</p>
<p>Menurut Prof. Dante, capaian tersebut harus terus ditingkatkan untuk mengejar target Ending AIDS 2030 dengan Triple 95: 95% mengetahui status, 95% menjalani pengobatan, dan 95% yang diobati mencapai supresi virus.</p>
<p>&ldquo;Angka 0,7% bukan sekadar statistik, itu adalah manusia. Dari estimasi ratusan ribu orang yang hidup dengan HIV di Indonesia, baru sekitar dua pertiga yang terdiagnosis dan hanya sebagian yang mendapatkan pengobatan optimal. Kita harus bergerak lebih cepat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Wamenkes menekankan perlunya penguatan peran fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan komunitas dalam memperluas akses layanan. Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah dan para mitra yang terus meningkatkan cakupan deteksi, pendampingan pasien, serta akses pengobatan yang kini semakin mudah dijangkau.</p>
<p>Terkait isu stigma, Prof. Dante menilai bahwa hambatan sosial masih menjadi tantangan besar bagi banyak orang untuk datang ke fasilitas kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Stigma adalah salah satu disrupsi terbesar dalam penanggulangan HIV. Banyak yang takut datang ke layanan karena khawatir diketahui lingkungan atau tempat kerja. Stigma harus kita ubah. Penanggulangan HIV hanya bisa berhasil bila masyarakat menerima, mendukung, dan memastikan tidak ada satupun yang tertinggal,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ke depan, pemerintah akan memperkuat surveilans, memastikan ketersediaan obat yang lebih kuat dan stabil, serta meningkatkan promosi kesehatan yang komprehensif berbasis komunitas.</p>
<p>Menutup sambutannya, Wamenkes menegaskan pentingnya layanan HIV yang adil, merata, dan mudah diakses.</p>
<p>&ldquo;Tema Hari AIDS Sedunia tahun ini, &lsquo;Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV&rsquo;, menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan HIV membutuhkan respons yang komprehensif, adil, dan merata,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dr. Stephen Chacko, Team Lead WHO Indonesia untuk Communicable Diseases dan Immunization &amp; Vaccine Development, menyampaikan bahwa Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menyoroti penguatan layanan primer sebagai pintu masuk utama layanan HIV.</p>
<p>&ldquo;Indonesia telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare. Reformasi ini membuat pengobatan lebih aman, efektif, dan mudah diakses,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Muhammad Saleem, UNAIDS Country Director untuk Indonesia, mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam respons HIV. Ia menekankan inovasi penting dalam pencegahan HIV, yaitu long-acting injectable PrEP yang hanya perlu diberikan dua kali setahun.</p>
<p>Meski menghadapi tantangan pendanaan global, Dr. Saleem menegaskan bahwa Indonesia tetap menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan layanan dan obat HIV tersedia hingga ke tingkat paling dasar.</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus mendorong kolaborasi lintas sektor, mitra pembangunan, komunitas, serta pemerintah daerah untuk mempercepat pencapaian target eliminasi HIV di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764669021692eb65dde4d96.02888818.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Skrining TBC untuk 2000 Pelaku Wisata di Malioboro dan Keraton</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-skrining-tbc-untuk-2000-pelaku-wisata-di-malioboro-dan-keraton</link>				
         <pubDate>Sun, 30 Nov 2025 10:31:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-skrining-tbc-untuk-2000-pelaku-wisata-di-malioboro-dan-keraton</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Yogyakarta, 29 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melakukan skrining aktif Tuberkulosis (TBC) bagi 2.000 pelaku wisata di kawasan Malioboro dan Keraton Yogyakarta. Kegiatan ini juga diikuti investigasi kontak keluarga pasien TBC untuk memperkuat pengendalian penularan di DIY.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang memungkinkan pelaksanaan skrining berbasis laboratorium di dua pusat wisata tersibuk tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Malioboro dan Keraton merupakan pusat interaksi wisatawan dengan pergerakan hingga 15 juta pengunjung per tahun. Skrining berbasis laboratorium seperti hari ini memiliki dampak strategis terhadap pengendalian penularan,&rdquo; kata Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TBC masih menjadi tantangan kesehatan di DIY. Penemuan kasus baru mencapai 65%, dengan 93% pasien memulai pengobatan dan tingkat keberhasilan 79%. Cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) baru 22%, dan investigasi kontak 53%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Kota Yogyakarta, penemuan kasus telah 100%, dengan 93% memulai pengobatan dan keberhasilan 73%. Cakupan TPT 34%, investigasi kontak 49%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan ini mendukung Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto, terutama percepatan penurunan TBC, perluasan layanan kesehatan gratis, dan penguatan jejaring laboratorium.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kemenkes meluncurkan Model ACF Tuberkulosis Berbasis Laboratorium, yang dapat direplikasi di daerah lain dengan mobilitas tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya berharap model ini menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di daerah lain, khususnya di kawasan wisata dan wilayah dengan mobilitas tinggi,&rdquo; tambah Wamenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes berkomitmen memperluas skrining aktif, meningkatkan cakupan TPT, memperkuat surveilans komunitas, dan mengintegrasikan layanan TBC dalam transformasi layanan primer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764498990692c1e2ec10350.15431472.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kota Sehat di Era Baru Diukur dari Panjangnya Usia Hidup dan Sehat Warganya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kota-sehat-di-era-baru-diukur-dari-panjangnya-usia-hidup-dan-sehat-warganya</link>				
         <pubDate>Sun, 30 Nov 2025 10:26:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kota-sehat-di-era-baru-diukur-dari-panjangnya-usia-hidup-dan-sehat-warganya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI menegaskan bahwa indikator kota sehat kini tidak hanya diukur dari infrastruktur dasar, tetapi dari kemampuan daerah meningkatkan usia harapan hidup dan usia hidup sehat warganya. Pesan ini disampaikan pada Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba dan STBM Award 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini usia harapan hidup Indonesia mencapai 72 tahun, namun usia hidup sehat baru 60 tahun. Pemerintah menargetkan peningkatan usia harapan hidup menjadi 75 tahun pada 2029, yang hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan daerah yang kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jika penduduk di suatu daerah hidup lebih sehat dan lebih lama, itu adalah amal jariyah para pemimpinnya,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes mendorong daerah untuk tidak hanya memenuhi indikator sanitasi, tetapi memperluas kriteria kota sehat melalui tiga perilaku kunci: aktivitas fisik, pola makan sehat, serta perilaku hidup sehat lainnya seperti tidur cukup dan pengelolaan gaya hidup. Ketiga pilar ini menjadi dasar pendekatan promotif dan preventif di daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penghargaan Swasti Saba dan STBM Award 2025 diberikan kepada daerah yang berhasil menciptakan lingkungan dan perilaku hidup bersih serta sehat. Tahun ini, 1 daerah meraih kategori Wistara Paripurna, 3 Wistara, 41 Wiwerda, 101 Padapa, dan 7 provinsi sebagai Tim Pembina Terbaik. Untuk STBM Award, penghargaan diberikan kepada 2 provinsi dan 56 kabupaten/kota dalam berbagai kategori.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes berharap penghargaan ini menjadi pemacu komitmen daerah dalam membangun masyarakat yang panjang umur, sehat, dan produktif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764498661692c1ce59ee5c7.39366113.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN adalah Upaya Menjaga Satu Juta Masa Depan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/satu-juta-vaksin-kanker-serviks-untuk-asn-adalah-upaya-menjaga-satu-juta-masa-depan</link>				
         <pubDate>Sun, 30 Nov 2025 10:17:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/satu-juta-vaksin-kanker-serviks-untuk-asn-adalah-upaya-menjaga-satu-juta-masa-depan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI bersama KORPRI meluncurkan Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN Perempuan. Kegiatan yang digelar di Jakarta ini dihadiri ribuan ASN dari berbagai wilayah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan apresiasi dan menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan bagi ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya bahagia karena pada HUT ke-54 KORPRI ini, pemerintah memberikan perhatian pada aset paling berharga dalam pelayanan publik kesehatan para ASN. Satu juta vaksin yang diberikan berarti satu juta keluarga terlindungi, dan satu juta masa depan yang kita jaga,&rdquo; ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Setiap tahun lebih dari 36.000 kasus baru terdeteksi, dan sekitar 70 persen ditemukan dalam stadium lanjut, sehingga memperbesar risiko kematian dan meningkatkan beban pengobatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita tahu bahwa ketika seorang perempuan terdiagnosis kanker serviks, hidupnya berubah total. Radiasi, kemoterapi, dan kontrol berkala menjadi keseharian yang melelahkan. Padahal kanker serviks dapat dicegah, salah satunya melalui vaksinasi HPV,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indonesia menargetkan eliminasi kanker serviks pada 2030 dengan memastikan 90 persen anak perempuan&mdash;serta anak laki-laki&mdash;mendapatkan vaksin HPV sebelum usia 15 tahun. Program vaksinasi untuk ASN perempuan ini menjadi bagian dari percepatan pencapaian target nasional tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes Dante juga menyoroti tantangan disinformasi dan mispersepsi terkait vaksin HPV yang masih ditemui di sejumlah daerah. Ia menekankan perlunya dukungan lintas sektor untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk para ASN, untuk menghilangkan kesalahpahaman ini,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain vaksinasi, ia mengingatkan pentingnya skrining dini sebagai langkah deteksi kanker serviks. Saat ini, Kemenkes menyediakan layanan skrining gratis menggunakan metode DNA HPV yang lebih akurat bagi perempuan usia 30&ndash;69 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi program ini dan menekankan bahwa kesehatan perempuan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar. Dengan hampir 50 persen populasi Indonesia adalah perempuan, vaksinasi HPV menjadi strategi kunci untuk mewujudkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, menambahkan bahwa tingkat kematian akibat kanker masih tinggi, dengan angka lebih dari 60 persen dalam pemantauan lima tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Angka ini sangat mengkhawatirkan, apalagi 57% anggota KORPRI adalah perempuan dan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi adalah yang menyerang kaum hawa. Karena itu, program vaksinasi menjadi sangat penting untuk melindungi ASN dan keluarganya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa program vaksinasi massal ini disiapkan untuk memperkuat ketahanan kesehatan ASN dan keluarganya, yang jumlahnya mencapai 5,4&ndash;5,5 juta jiwa di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;KORPRI memiliki mandat meningkatkan kesejahteraan ASN. Menurut indikator UNDP, kesejahteraan dilihat dari pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, dan ekonomi yang stabil. Karena itu memastikan ASN sehat adalah investasi jangka panjang bangsa,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks bagi ASN Perempuan akan terus diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya nasional melindungi kesehatan perempuan dan mempercepat eliminasi kanker serviks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764498392692c1bd8ad7966.32891319.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Indonesia Perlu Perencanaan Tenaga Kesehatan ke Depan Sesuai Pergeseran Epidemiologi dan Demografi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-indonesia-perlu-perencanaan-tenaga-kesehatan-ke-depan-sesuai-pergeseran-epidemiologi-dan-demografi</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Nov 2025 07:43:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-indonesia-perlu-perencanaan-tenaga-kesehatan-ke-depan-sesuai-pergeseran-epidemiologi-dan-demografi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan perencanaan tenaga kesehatan jangka panjang yang terukur, berbasis data, dan selaras dengan perubahan epidemiologi serta demografi. Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional rangkaian HUT ke-25 Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) di Jakarta, Kamis (27/11).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa perubahan struktur penduduk Indonesia, khususnya meningkatnya proporsi lansia, akan memengaruhi jenis penyakit yang dominan dan pada akhirnya menentukan kebutuhan tenaga kesehatan di masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Di DKI Jakarta, jumlah lansia sudah lebih banyak daripada balita. Pergeseran demografi ini otomatis mengubah kebutuhan tenaga kesehatan yang harus disiapkan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, stroke, kanker, dan gangguan ginjal, Indonesia akan membutuhkan lebih banyak dokter spesialis dan tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus. Namun saat ini produksi tenaga medis belum seimbang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita memiliki kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis, tetapi produksi dokter spesialis hanya 2.700&ndash;3.000 per tahun. Tanpa perencanaan tenaga kesehatan yang tepat, ketidakseimbangan ini akan terus terjadi,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk pertama kalinya, Kementerian Kesehatan menyusun proyeksi kebutuhan tenaga kesehatan hingga beberapa tahun ke depan, dengan memanfaatkan model prediksi Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang telah disesuaikan dengan data nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Hampir 80 tahun Indonesia merdeka, kita belum pernah memiliki perencanaan tenaga kesehatan jangka panjang yang komprehensif. Sekarang kita membangunnya secara saintifik, berbasis data, dan memperhitungkan perubahan epidemiologi,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes juga telah menerbitkan buku perencanaan tenaga kesehatan jangka panjang (versi 1) yang dapat diakses publik dan akan diperbarui setiap (dua tahun) tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengapresiasi masukan dari ARSADA yang dinilai paling memahami kebutuhan nyata di lapangan, termasuk ketersediaan dokter spesialis di daerah. Ia memberi contoh kasus di Papua, di mana layanan kebidanan terhenti karena satu-satunya dokter obgyn sedang cuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Perhitungan satu dokter per rumah sakit sudah tidak relevan. Minimal harus ada dua dokter untuk menjamin layanan tetap berjalan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menutup sambutan dengan menegaskan bahwa perencanaan tenaga kesehatan jangka panjang sangat penting agar generasi mendatang mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pada saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan, kita ingin anak cucu kita hidup lebih sehat. Dan itu hanya bisa dicapai bila kita menyiapkan tenaga kesehatan dari sekarang.&rdquo;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764316025692953792fa933.19506741.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Intensifkan Respons Kesehatan dalam Bencana Cuaca Ekstrem di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-intensifkan-respons-kesehatan-dalam-bencana-cuaca-ekstrem-di-aceh-sumatera-utara-dan-sumatera-barat</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Nov 2025 07:34:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-intensifkan-respons-kesehatan-dalam-bencana-cuaca-ekstrem-di-aceh-sumatera-utara-dan-sumatera-barat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 November 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI memperkuat respons kesehatan akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir, banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Periode bencana 19&ndash;25 November 2025 tersebut berdampak pada puluhan ribu penduduk, mengganggu akses komunikasi, dan menghambat layanan kesehatan di sejumlah fasilitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, memastikan seluruh kebutuhan logistik prioritas telah dikirimkan dan siap ditambah sesuai kondisi di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Logistik yang disediakan mencakup obat-obatan, pangan tambahan untuk balita dan ibu hamil, serta oxygen concentrator. Semua sudah kami kirimkan,&rdquo; ujar Sekjen Kunta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunta menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan dan Kemenkes siap memperkuat dukungan dengan pengiriman tambahan logistik kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain pengiriman logistik, Kemenkes juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan di posko pengungsian, fasilitas kesehatan, serta layanan mobile.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, Bayu Teja, menjelaskan bahwa sejak awal kejadian Kemenkes telah mengaktifkan langkah-langkah tanggap cepat guna memastikan kebutuhan medis masyarakat terpenuhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Bersama dinas kesehatan provinsi dan kabupaten, kami melakukan rapid health assessment untuk memetakan kebutuhan, memberikan layanan di posko pengungsian, serta mengoperasikan layanan kesehatan mobile di wilayah terdampak,&rdquo; terang Bayu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bayu menambahkan bahwa seluruh puskesmas dan rumah sakit telah disiagakan untuk melayani warga terdampak, didukung pengiriman obat-obatan dan bahan medis habis pakai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Respons Kemenkes turut diperkuat dengan penyaluran pangan tambahan bagi balita dan ibu hamil guna mencegah risiko gizi buruk selama masa tanggap darurat. Dukungan tenaga kesehatan juga ditingkatkan melalui mobilisasi tenaga cadangan kesehatan&mdash;dokter, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, dan epidemiolog&mdash;untuk membantu dinas kesehatan setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh dinas kesehatan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,&rdquo; tegas Bayu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan berkomitmen memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan menyeluruh hingga situasi kembali pulih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1764316094692953be386655.96730678.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Langkah Perbaikan Sistem Kegawatdaruratan Usai Tragedi Irene Sokoy</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Nov 2025 02:03:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan serangkaian langkah perbaikan sistem kegawatdaruratan dan tata kelola layanan kesehatan usai tragedi yang menimpa almarhumah Irene Sokoy di Papua. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan persoalan yang terjadi tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga di berbagai daerah lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Masalah ini terjadi tidak hanya di Papua saja. Ini kebetulan yang masuk ke berita. Tapi daerah-daerah lain hal ini pun terjadi,&rdquo; kata Budi pada Konferensi Pers terkait Hasil Investigasi Penolakan Pasien di Papua, Kamis (27/11) di gedung Kemenkes, Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Budi menjelaskan salah satu akar persoalan adalah kekurangan dokter spesialis, terutama obstetri-ginekologi (obgyn) dan anestesi di wilayah luar Jawa. Kekurangan ini berdampak langsung pada pelayanan kegawatdaruratan karena tidak ada dokter pengganti ketika dokter sedang studi atau mengikuti pelatihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kekurangan dokter spesialis dalam hal ini obgyn dan anestesi itu masif terjadi di luar Jawa. Jadi kasian kejadian-kejadian ini menimpa saudara-saudara kita yang ada di luar Jawa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengatasi masalah mendasar tersebut, Kemenkes telah membangun sistem pendidikan berbasis rumah sakit (hospital based) dan mempercepat perekrutan putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis tersebut. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta penyiapan 500 rumah sakit pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Putra-putri daerah agar mereka tinggal di sana, mereka pegawai di sana, nggak usah nanti pindah-pindah lagi, supaya bisa menjadi dokter spesialis di daerah asal mereka,&rdquo; jelas Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain masalah SDM, Budi menyoroti lemahnya tata kelola rumah sakit daerah. Menurutnya, banyak kepala daerah justru meminta pendampingan dari Kemenkes untuk memperbaiki manajemen rumah sakit setempat.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mencontohkan kasus di Papua, di mana seluruh ruang operasi direnovasi sekaligus sehingga tidak ada ruang yang bisa digunakan. Atas hal itu, Kemenkes menugaskan RSUP Dr. Sardjito untuk mendampingi Papua dalam pembenahan layanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pak Gubernur sudah datang ke sini (Kemenkes) minta didampingi supaya rumah sakit di sana beroperasi lebih bagus. Masa sih punya ruang operasi semuanya direnovasi. Harusnya bisa bertahap. Kasian, artinya nggak bisa operasi,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya disiplin pengisian data pada sistem rujukan nasional. Budi menyebut, data yang tidak lengkap membuat dokter IGD tidak mendapat informasi mengenai ketersediaan dokter spesialis atau fasilitas di rumah sakit tujuan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ini cuma disiplin mengisi data yang masih terjadi, karena tata kelola atau manajemen rumah sakitnya belum bagus,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain memperbaiki sistem rujukan, Kemenkes juga memperkuat koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan sebagai otoritas tertinggi di daerah. Mereka diminta meningkatkan pembinaan dan pengawasan, termasuk memberikan sanksi bila rumah sakit tidak melayani pasien gawat darurat.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Di Undang-Undang Kesehatan yang baru, sanksinya jelas bagi pimpinan rumah sakit yang tidak melayani pasien di masa kegawatdaruratan. BPJS Kesehatan pasti akan membayar, jadi tidak ada alasan bahwa itu tidak terlayani,&rdquo; tegas Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes memastikan akan terus memantau pelaksanaan hasil pemeriksaan kasus Irene Sokoy. Dalam tiga bulan ke depan, kementerian dijadwalkan kembali ke Papua untuk mengevaluasi perbaikan layanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kita harapkan kondisi layanan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Papua bisa kita tingkatkan dan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Inf4eormasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17642957916929046ff38ed9.10449731.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dokter Ungkap Bahaya Self-Diagnosis Kesehatan Jiwa Pakai AI, Gen Z dan Gen Alpha Paling Rentan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dokter-ungkap-bahaya-self-diagnosis-kesehatan-jiwa-pakai-ai-gen-z-dan-gen-alpha-paling-rentan</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Nov 2025 10:37:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dokter-ungkap-bahaya-self-diagnosis-kesehatan-jiwa-pakai-ai-gen-z-dan-gen-alpha-paling-rentan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 November 2025</p>
<p>Tren anak muda menggunakan kecerdasan artifisial (AI) untuk menilai kondisi kesehatan mental semakin meningkat. Psikiater FKUI-RSCM, dr. Kristiana Siste, memperingatkan bahwa praktik self-diagnosis ini berisiko menyesatkan karena AI tidak selalu mampu membaca gejala dengan benar.</p>
<p>Dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Gedung Kemenko PMK, Rabu (26/11), dr. Siste mengatakan banyak remaja dan dewasa muda kini bergantung pada chatbot untuk mencari tahu kepribadian hingga dugaan depresi.</p>
<p>&ldquo;AI ini kan seringkali digunakan oleh gen Z dan gen Alpha untuk menanyakan &lsquo;Aku kepribadiannya apa? Introvert atau extrovert? Aku depresi nggak sih?&rsquo;&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan beberapa pasien bahkan menjadikan AI sebagai tempat bercerita saat merasa kesepian. Minimnya komunikasi dalam keluarga membuat sebagian anak muda lebih nyaman berbagi keluhan kepada chatbot dibanding orang terdekat.</p>
<p>Dr. Siste menilai AI dapat membantu sebagai alat screening awal, termasuk untuk mendeteksi kecanduan internet, game, dan judi online. Namun, ia menekankan bahwa hasil AI sering keliru atau berlebihan sehingga tidak boleh dijadikan dasar diagnosis.</p>
<p>Ia menyoroti fenomena pengguna yang memposting hasil &ldquo;diagnosis&rdquo; dari AI ke media sosial lalu melakukan self-treatment tanpa konsultasi dokter &mdash; sebuah praktik yang dinilai berbahaya dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan mental.</p>
<p>Selain itu, ketergantungan berlebih pada AI dapat membuat anak muda menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa lebih dipahami oleh chatbot.</p>
<p>Dr. Siste menegaskan AI harus digunakan secara bijak sebagai pendukung, bukan pengganti tenaga profesional. Pendampingan orang tua diperlukan agar penggunaan teknologi ini tidak menggeser komunikasi di rumah.</p>
<p>&ldquo;AI bagus jika digunakan bersama-sama oleh keluarga. Orang tua harus mengerti dulu lalu mengajak anaknya berinteraksi bersama,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17641543276926dbd773c863.59607497.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menko Pratikno Ingatkan Screen Time 7,5 Jam Picu Krisis Kesehatan Mental</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menko-pratikno-ingatkan-screen-time-75-jam-picu-krisis-kesehatan-mental</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Nov 2025 10:31:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menko-pratikno-ingatkan-screen-time-75-jam-picu-krisis-kesehatan-mental</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 November 2025</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memberi peringatan serius tentang meningkatnya masalah kesehatan mental di Indonesia. Temuan dari pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan semakin banyak warga, termasuk anak dan remaja, memiliki indikasi gangguan mental.</p>
<p>Dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance, Pratikno menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi pembangunan SDM unggul.</p>
<p>Ia menyoroti perubahan perilaku akibat disrupsi teknologi, di mana anak-anak semakin banyak beraktivitas di dunia maya. Salah satu faktor pemicunya adalah tingginya paparan layar atau screen time, yang telah melampaui batas aman.</p>
<p>&ldquo;Screen time kita sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi exposure screen time yang tinggi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, dan perkembangan perilaku anak. Ia menyebutnya sebagai ancaman kesehatan sosial jangka panjang yang perlu ditangani segera.</p>
<p>Pratikno mendorong intervensi komprehensif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai, termasuk penyediaan fasilitas yang mendorong aktivitas sosial secara langsung.</p>
<p>&ldquo;Penanganan upaya komprehensif harus dilakukan supaya ada fasilitas untuk mendukung screen time. Sehingga anak-anak kita bersosial, mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan mental,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian besar pada sektor kesehatan, terutama melalui program pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit, dan beasiswa dokter spesialis.</p>
<p>Pratikno menekankan bahwa kesehatan mental merupakan isu nasional yang memerlukan kerja bersama lintas sektor. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan berfokus memperbaiki ekosistem sosial anak sebagai langkah pencegahan.</p>
<p>&ldquo;Ini kesehatan kita tangani secara komprehensif bahwa presiden sudah jelas memprioritaskan itu,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17641539746926da76bc90c1.84887760.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>AI Bantu Deteksi TBC, tetapi Dokter Ingatkan Risiko Diagnosis Mandiri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ai-bantu-deteksi-tbc-tetapi-dokter-ingatkan-risiko-diagnosis-mandiri</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Nov 2025 10:28:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ai-bantu-deteksi-tbc-tetapi-dokter-ingatkan-risiko-diagnosis-mandiri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 November 2025</p>
<p>Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di sektor kesehatan terus berkembang, termasuk untuk deteksi dini tuberculosis (TBC). Namun, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa teknologi ini tidak boleh digunakan masyarakat sebagai alat diagnosis mandiri.</p>
<p>&ldquo;Medical is combination between science and art. Jadi keputusan di bidang kedokteran itu tidak bisa diambil dari hanya satu sumber informasi saja,&rdquo; ujar Prof. Dante dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Kemenko PMK, Jakarta.</p>
<p>Kemenkes telah mengujicobakan AI melalui portable x-ray untuk mendeteksi TBC, termasuk pada orang tanpa gejala tetapi memiliki riwayat kontak erat. Teknologi ini dinilai membantu menemukan kasus tersembunyi lebih cepat.</p>
<p>&ldquo;Banyak mereka yang tidak bergejala tapi punya kontak erat, dengan menggunakan artificial intelligence bisa dideteksi lebih awal,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil analisis AI tidak boleh dijadikan dasar pengobatan tanpa supervisi tenaga medis.</p>
<p>&ldquo;Tidak semua informasi AI bisa diimplementasikan secara langsung oleh pasien. Ini harus ada regulasinya,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17641539436926da57badbc1.65926770.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi: Prioritas Utama Adalah Menjaga Masyarakat Tetap Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-prioritas-utama-adalah-menjaga-masyarakat-tetap-sehat</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Nov 2025 10:06:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-prioritas-utama-adalah-menjaga-masyarakat-tetap-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (Untuk Dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Menkes Budi: Prioritas Utama Adalah Menjaga Masyarakat Tetap Sehat*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Bekasi, 26 November 2025_</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa prioritas pembangunan kesehatan adalah menjaga masyarakat tetap sehat. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Primer dan Komunitas 2025 di Bekasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa sejak 2018 hingga 2022, Kemenkes terus mendorong perubahan orientasi sistem kesehatan dari fokus mengobati menjadi menjaga dan mencegah masyarakat jatuh sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mengurus orang agar tetap sehat jauh lebih penting dan membutuhkan perhatian serta anggaran lebih besar dibandingkan hanya mengobati orang saat sudah sakit. Karena ketika sakit, itu sudah terlambat dan biayanya sangat mahal,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan harus berpihak pada 260 juta masyarakat yang masih sehat, bukan hanya pada sekitar 20 juta yang sedang sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita sering terjebak pada asumsi bahwa yang sehat tidak perlu diurus. Itu keliru. Justru menjaga mayoritas penduduk tetap sehat adalah esensi dari tugas kita sebagai dinas kesehatan, bukan dinas kedokteran atau dinas kesakitan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes juga menyoroti target RPJMN untuk meningkatkan angka harapan hidup menjadi 75 tahun dan harapan hidup sehat menjadi 65 tahun. Upaya ini, lanjutnya, hanya dapat dicapai jika layanan primer diperkuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menekankan bahwa strategi promotif dan preventif harus dilakukan melalui pendekatan yang relevan bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita harus hadir di tempat masyarakat melihat misalnya TikTok atau Instagram. Konten sederhana seperti makan sehat, olahraga, dan tidur yang cukup bisa menjangkau jutaan orang,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes juga mengingatkan pentingnya tenaga kesehatan menjadi contoh gaya hidup sehat, mengingat meningkatnya kasus kematian mendadak akibat penyakit jantung pada usia muda, termasuk di kalangan nakes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau kita sebagai Kemenkes saja tidak bisa menjaga kesehatan pegawai sendiri, bagaimana kita bisa menjaga masyarakat seluruh Indonesia?&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengulang tiga pilar hidup sehat: cukup bergerak, makan sehat, dan tidur yang cukup. Menkes mendorong seluruh Kepala Dinas Kesehatan untuk menciptakan ruang yang mendukung aktivitas fisik, termasuk melalui kegiatan seperti car free day di berbagai daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga meminta agar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dimanfaatkan sebagai pintu masuk edukasi dan deteksi dini, terutama untuk melihat tingkat aktivitas fisik, risiko PTM, dan pola hidup masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Olahraga paling murah dan paling mudah adalah berlari atau berjalan. Kalau Jakarta yang panas saja bisa, daerah lain pasti bisa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menekankan bahwa hasil CKG yang menunjukkan rendahnya aktivitas fisik harus segera ditindaklanjuti dengan intervensi komunitas dan kampanye gaya hidup sehat yang lebih intensif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17641517636926d1d36610e2.23826654.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Tekankan Penguatan Pendidikan dan Disiplin Profesi Kesehatan dalam Forum Nasional Konsil Kesehatan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tekankan-penguatan-pendidikan-dan-disiplin-profesi-kesehatan-dalam-forum-nasional-konsil-kesehatan-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Nov 2025 01:34:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tekankan-penguatan-pendidikan-dan-disiplin-profesi-kesehatan-dalam-forum-nasional-konsil-kesehatan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Oktavianus (dr. Benny), menegaskan bahwa penguatan pendidikan tenaga kesehatan dan disiplin profesi merupakan fondasi utama peningkatan mutu layanan kesehatan nasional. Hal ini disampaikan dalam keynote speech pada The 1st National Forum of the Indonesian Health Council yang mempertemukan KKI, Kolegium Kesehatan Indonesia, Majelis Disiplin Profesi (MDP), serta pemangku kepentingan pendidikan dan kesehatan dari seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat pemerataan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit di seluruh wilayah. Dari 514 kabupaten/kota, baru 47% yang memiliki rumah sakit tipe C dengan tujuh layanan spesialis dasar. Karena itu, percepatan pendidikan tenaga kesehatan menjadi prioritas strategis.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Menciptakan dokter spesialis bukan proses yang sederhana. Kurikulum yang tepat dan pembinaan yang kuat sangat menentukan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menekankan peran kolegium dalam menjaga mutu pendidikan, termasuk penyusunan kurikulum dan standar kompetensi. Saat ini 81 kolegium telah berfungsi dan akan bertambah tiga lagi dalam waktu dekat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Wamenkes menyoroti pentingnya penegakan disiplin profesi yang adil dan proporsional. Ia meminta Majelis Disiplin Profesi untuk tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga melakukan pembinaan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Disiplin profesi harus mengarah pada pembinaan bukan sekedar hukuman. Kita ingin memastikan setiap tenaga kesehatan terlindungi, adil dalam penilaian, dan tetap mampu memberikan pelayanan berkualitas,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes juga mengapresiasi pembentukan cabang MDP di delapan provinsi yang mempercepat penanganan kasus dan memperkuat pengawasan di daerah. Ia menekankan perlunya komunikasi lintas lembaga yang cepat dan tanpa hambatan birokrasi guna menyelesaikan persoalan pendidikan dan disiplin profesi secara efektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menutup sambutan dengan menegaskan bahwa transformasi kesehatan hanya dapat berjalan bila tenaga kesehatan memiliki kompetensi tinggi, integritas kuat, dan lingkungan kerja yang mendukung.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publi</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176412116069265a485a6538.41970664.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKI Berperan Penting Jaga Mutu Tenaga Kesehatan dan Percepatan UHC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kki-berperan-penting-jaga-mutu-tenaga-kesehatan-dan-percepatan-uhc</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Nov 2025 13:35:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kki-berperan-penting-jaga-mutu-tenaga-kesehatan-dan-percepatan-uhc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 November 2025</p>
<p>Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat mendapat layanan kesehatan yang mudah diakses, bermutu, dan terjangkau. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan RI dalam Forum Nasional Pertama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) di Jakarta, Selasa (25/11).</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa pencapaian Universal Health Coverage (UHC) harus dilihat dari tiga aspek utama sesuai standar WHO, yaitu kemudahan akses, mutu layanan, dan keterjangkauan biaya, bukan hanya dari tingkat kepesertaan JKN.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Memiliki kartu BPJS tidak cukup jika masyarakat tetap kesulitan mendapatkan layanan, alat tidak tersedia, atau dokter tidak ada. UHC harus dilihat secara lebih menyeluruh,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya kolaborasi Kemenkes, KKI, dan BPJS Kesehatan. Kemenkes fokus pada pemerataan layanan, KKI memastikan mutu dan kompetensi tenaga kesehatan, sementara BPJS Kesehatan menjamin pembiayaan yang terjangkau.</p>
<p>KKI memiliki peran strategis dan independen dalam menjaga standar profesi, kompetensi, dan disiplin tenaga kesehatan. Menkes menyebut peran ini fundamental untuk meningkatkan kepercayaan publik. Ia juga mendorong peningkatan mutu layanan agar Indonesia mampu menjadi tujuan berobat negara lain.</p>
<p>&ldquo;KKI bertanggung jawab terhadap mutu lebih dari 2,15 juta tenaga kesehatan di Indonesia. Ini mandat besar dan fundamental untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan kita,&rdquo; ujar Menkes</p>
<p>Ketua KKI dr. Arianti Anaya melaporkan sejumlah capaian, termasuk penerbitan 428 ribu Surat Penugasan Registrasi, penyusunan standar profesi dan kompetensi, penyelesaian standar pelayanan, uji kompetensi oleh 76 kolegium, serta penanganan pelanggaran disiplin melalui MDP.</p>
<p>KKI berharap forum ini memperkuat sinergi seluruh pihak untuk membangun SDM kesehatan yang kompeten, profesional, dan berintegritas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17640777526925b0b82612b0.82799383.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kepemimpinan Indonesia dalam Eliminasi TBC Diakui Dunia melalui “Champions of Change Award"</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kepemimpinan-indonesia-dalam-eliminasi-tbc-diakui-dunia-melalui-champions-of-change-award</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Nov 2025 12:51:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kepemimpinan-indonesia-dalam-eliminasi-tbc-diakui-dunia-melalui-champions-of-change-award</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 November 2025</p>
<p>Upaya Indonesia mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) mendapat pengakuan dunia. Melalui inovasi kebijakan dan pemanfaatan teknologi, termasuk AI, Indonesia dianugerahi &ldquo;Champions of Change Award&rdquo; dalam UNION World Conference on Lung Health 2025 di Copenhagen pada Kamis (20/11).</p>
<p>Penghargaan diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) pada acara Qure.ai High-Level Side Event. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Keberhasilan percepatan eliminasi TB adalah kerja kolektif. Ini bukan hanya agenda sektor kesehatan, tetapi agenda nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>Selain menerima penghargaan, Indonesia juga menjadi sorotan dalam sesi &ldquo;Scaling with Certainty: The AI Roadmap to Financially Sustainable Global Health&rdquo;, di mana Wamenkes hadir sebagai Distinguished Special Guest of Honour. Dalam kesempatan itu, Indonesia memaparkan strategi untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan kesehatan sekaligus mengoptimalkan peran AI dalam percepatan eliminasi penyakit.</p>
<p>Indonesia kini menjadi salah satu negara yang paling maju dalam pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk kesehatan. Teknologi ini telah digunakan dalam deteksi dini, sistem surveilans terpusat, dan pemantauan pengobatan TBC&mdash;yang terbukti mempercepat diagnosis, meningkatkan efektivitas terapi, dan memberikan efisiensi pembiayaan jangka panjang. Implementasi ini menjadikan Indonesia rujukan global dalam pengembangan strategi eliminasi penyakit berbasis inovasi teknologi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus memperkuat komitmen percepatan eliminasi TBC melalui transformasi layanan primer, peningkatan kapasitas laboratorium, digitalisasi layanan, serta kolaborasi lintas sektor. Ke depan, pemanfaatan teknologi, termasuk AI, akan diperluas untuk memastikan deteksi lebih akurat, pengobatan lebih cepat, dan perlindungan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17640771256925ae45924e18.10929691.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Minta Perhatikan Kesehatan Lingkungan Setelah 5 Anak Meninggal Akibat Flu Babi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-minta-perhatikan-kesehatan-lingkungan-setelah-5-anak-meninggal-akibat-flu-babi</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Nov 2025 08:35:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-minta-perhatikan-kesehatan-lingkungan-setelah-5-anak-meninggal-akibat-flu-babi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 November 2025</p>
<p>Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengungkap persoalan serius terkait sanitasi, gizi, dan akses kesehatan di wilayah pedalaman.&nbsp;</p>
<p>Hingga &nbsp;23 November 2025, tercatat 224 warga mengalami gangguan pernapasan. Saat ini seluruh warga tersebut kondisinya sudah membaik. Namun demikian terdapat lima kasus kematian pada anak.</p>
<p>Hasil laboratorium menunjukan kelima anak tersebut positif terjangkit Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae. Influenza A/H1pdm09, atau yang dikenal juga dengan flu babi, yang pernah menjadi wabah di beberapa negara pada tahun 2009.&nbsp;</p>
<p>Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan minimnya fasilitas kesehatan dasar di wilayah tersebut. Dusun Datai tidak memiliki MCK, tidak ada tempat pembuangan sampah, ventilasi rumah buruk, dan aktivitas memasak dengan kayu bakar dilakukan di ruangan yang sama dengan tempat tidur. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan ISPA, terutama pada anak-anak.</p>
<p>Selain masalah lingkungan, ditemukan pula banyak warga dengan gizi kurang dan cakupan imunisasi dasar yang rendah. Hasil laboratorium menunjukkan adanya kombinasi infeksi flu babi, pertusis, adenovirus, dan bocavirus. Temuan ini memperkuat analisis bahwa status gizi dan rendahnya kekebalan tubuh membuat warga rentan terhadap penyakit.</p>
<p>Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Sumarjaya, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan di Dusun Datai menjadi penyebab penyakit mudah menyebar.</p>
<p>&ldquo;Kami menemukan rumah padat, ventilasi minim, nyamuk banyak, dan warga hidup dalam paparan asap kayu bakar setiap hari. Situasi seperti ini membuat penyakit pernapasan lebih mudah menular, terutama pada balita,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa krisis ISPA ini bukan sekadar persoalan medis, tetapi terkait erat dengan sanitasi, perilaku hidup, dan akses layanan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Jika kondisi sanitasi, gizi, dan kebiasaan sehari-hari tidak diperbaiki, penularan akan terus berulang,&rdquo; kata Sumarjaya.</p>
<p>Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah melakukan pengobatan massal, memperkuat intervensi gizi, dan memberikan perhatian khusus kepada balita dan ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan (PMT), vitamin, dan pemantauan kesehatan. Edukasi terkait etika batuk, penggunaan masker, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga diperluas.</p>
<p>Tim kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tambahan untuk memastikan tidak ada patogen lain yang beredar, mengingat variasi gejala dan temuan multipatogen sebelumnya.</p>
<p>Sebagai langkah jangka panjang, Kemenkes bersama pemerintah daerah mulai menyusun perbaikan lingkungan, termasuk pembuatan tempat pembuangan sampah, kerja bakti pembersihan area rawan nyamuk, hingga pemisahan area memasak dan area tidur di rumah warga. Media KIE untuk sekolah terpencil juga disiapkan untuk edukasi berkelanjutan.</p>
<p>Sumarjaya menekankan bahwa penanganan tidak berhenti pada pengobatan kasus, tetapi memastikan perbaikan lingkungan dan akses kesehatan dilakukan secara bertahap di Dusun Datai dan tujuh dusun terisolir lainnya.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memutus siklus kerentanan ini. Intervensi lingkungan dan gizi adalah kunci agar kejadian seperti ini tidak terulang,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176406011269256bd04048d6.45130079.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Percepat Layanan Jantung Nasional Dimulai dari Harapan Kita</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-layanan-jantung-nasional-dimulai-dari-harapan-kita</link>				
         <pubDate>Sun, 23 Nov 2025 01:39:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-layanan-jantung-nasional-dimulai-dari-harapan-kita</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah tingginya beban penyakit jantung di Indonesia, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menugaskan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita sebagai pusat penggerak untuk memperkuat tata laksana dan layanan kardiovaskular dari hulu ke hilir di seluruh daerah. Penegasan ini disampaikan Menkes dalam pembukaan Indonesia International Cardiovascular Summit (IICS) 2025 di Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menyoroti tingginya beban penyakit jantung&mdash;penyebab kematian tertinggi secara global&mdash;dan meminta RSJPD Harapan Kita mengawal tindak lanjut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 59 juta penduduk, dengan temuan awal menunjukkan tingginya hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RSJPD Harapan Kita juga ditugaskan menyusun standar tata laksana nasional dan mempercepat operasionalisasi 119 cath lab yang ada, mengingat sekitar 40% di antaranya belum berfungsi optimal. Menkes menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu dokter intervensi (PCI) pada 2027 serta seluruh provinsi mampu melakukan bedah jantung terbuka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes mendorong RSJPD Harapan Kita menjadi pusat inovasi melalui pengembangan teknologi kardiovaskular mutakhir dan kolaborasi riset internasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Harapan Kita harus menjadi pusat rujukan nasional sekaligus motor percepatan inovasi. Setelah fasilitas dasar dan intervensi kita penuhi, tahap berikutnya adalah menghadirkan teknologi-teknologi mutakhir agar pelayanan jantung Indonesia terus maju,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. dr. Iwan Dakota, menyampaikan bahwa RSJPD Harapan Kita terus memperkuat layanan unggulan, mulai dari bedah jantung minimal invasif, intervensi elektrofisiologi, hingga terapi lanjutan bagi kasus kompleks, serta mendampingi jejaring Kardiovaskular di berbagai daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17638625856922683930f888.07419058.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Siapkan Penghapusan Rujukan Berjenjang, Pasien JKN Akan Langsung ke RS yang Paling Kompeten</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-siapkan-penghapusan-rujukan-berjenjang-pasien-jkn-akan-langsung-ke-rs-yang-paling-kompeten</link>				
         <pubDate>Sat, 22 Nov 2025 00:42:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-siapkan-penghapusan-rujukan-berjenjang-pasien-jkn-akan-langsung-ke-rs-yang-paling-kompeten</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 November 2025</p>
<p>Pemerintah mengumumkan rencana penghapusan sistem rujukan berjenjang dan menggantinya dengan rujukan berbasis kompetensi. Melalui sistem baru ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan langsung diarahkan ke rumah sakit yang kompeten (mampu) menangani kondisi medisnya, tidak lagi berjenjang berdasarkan kelas D&ndash;C&ndash;B&ndash;A.</p>
<p>Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes dr. Obrin Parulian menjelaskan bahwa sistem baru dirancang untuk mempercepat akses dan memastikan pasien memperoleh layanan yang sesuai kebutuhan klinis dengan menjamin mutu layanannya.</p>
<p>&ldquo;Singkatnya begini, peserta JKN ini kondisi medisnya apa, sakitnya apa, ya kebutuhannya apa, itu kita fasiitasi lewat sistem Satu Sehat rujukan yang dibangun. Nanti dia akan dirujuk ke Faskes (fasilitas kesehatan) yang kompeten sesuai kondisi klinis dan kebutuhan medisnya&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selama ini, rujukan berjenjang kerap membuat pasien berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain sehingga berpotensi memperpanjang waktu penanganan, munculnya perburukan kondisi medisnya, dan pembiayaan yang tidak efisien. Dalam skema berbasis kompetensi dokter perujuk menginput diagnosa dan kebutuhan prosedur maupun timdakannya, lalu sistem secara otomatis mengarahkan pasien ke rumah sakit dengan kemampuan yang dibutuhkan. Jika rumah sakit penuh, sistem akan mencarikan fasilitas lain dengan kompetensi setara atau lebih tinggi, sesuai kapasitasnya.</p>
<p>Perubahan ini memanfaatkan platform SatuSehat Rujukan yang terhubung dengan geotagging dan ketersediaan tempat tidur melalui SIRANAP, sehingga proses rujukan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.</p>
<p>Sejalan dengan itu, implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) juga terus dikebut. Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas menyampaikan bahwa dari sekitar 3.100 rumah sakit, hanya 5,5 persen yang masih berstatus merah atau oranye. Tantangan utama KRIS meliputi ketersediaan nurse call, outlet oksigen, tirai nonpori, dan kamar mandi yang memenuhi standar aksesibilitas.</p>
<p>Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan Kemenkes Ahmad Irsan menambahkan bahwa sistem baru akan meningkatkan efisiensi pembiayaan karena mengurangi perpindahan pasien antar rumah sakit. Simulasi awal menunjukkan potensi kenaikan pengeluaran dana jaminan sebesar 0,64&ndash;1,69 persen, namun kondisi keuangan dana jaminan tetap dinilai aman.</p>
<p>Kemenkes menargetkan implementasi penuh rujukan berbasis kompetensi pada awal 2026 setelah standar layanan dan kriteria rujukan ditetapkan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1763772341692107b546c660.95526085.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Umumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio Berakhir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-umumkan-kejadian-luar-biasa-klb-polio-berakhir</link>				
         <pubDate>Fri, 21 Nov 2025 02:47:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-umumkan-kejadian-luar-biasa-klb-polio-berakhir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Jakarta, 21 November 2025&nbsp;</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Indonesia secara resmi telah mengakhiri Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2, yang muncul akibat rendahnya cakupan imunisasi polio selama beberapa tahun. Hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan telah diberikan kepada anak-anak selama respon KLB ini. </span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Sejak Juni 2024 hingga saat ini, tidak ditemukan lagi virus polio pada anak-anak maupun lingkungan. Berdasarkan situasi ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan KLB ditutup secara resmi pada 19 November 2025.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">&ldquo;Kita berhasil menghentikan penyebaran polio di Indonesia berkat dedikasi tenaga kesehatan, komitmen orang tua dan seluruh anggota masyarakat agar anak-anak diimunisasi, serta dukungan mitra. Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan. Kita harus terus bekerja sama agar polio tidak kembali dengan memastikan semua anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia,&rdquo; kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Jumat (21/11).&nbsp;</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">&ldquo;Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Risiko polio masih ada, terutama dengan adanya kesenjangan cakupan imunisasi di beberapa provinsi di Indonesia,&rdquo; tambah Budi.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Dr. Saia Ma'u Piukala, Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat mengatakan keberhasilan Indonesia merupakan langkah penting menuju dunia tanpa polio. Keberhasilan ini juga memperkuat kemampuan seluruh Wilayah Pasifik Barat WHO untuk mempertahankan status bebas polio yang telah dicapai 25 tahun lalu.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">"Saya mendorong seluruh 38 negara dan wilayah di Pasifik Barat untuk tetap waspada. Suatu hari nanti, polio hanya tinggal sejarah. Sampai saat itu tiba, kita harus melanjutkan imunisasi," ucapnya.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">KLB terjadi sejak bulan Oktober 2022, saat kasus pertama dilaporkan dari Aceh. Dalam dua tahun berikutnya, kasus juga ditemukan di provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Kasus cVDPV2 (varian virus polio) terakhir terkonfirmasi di Papua Selatan pada 27 Juni 2024.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Indonesia melakukan respons melalui dua putaran imunisasi tambahan polio dengan menggunakan vaksin novel OPV-2 (nOPV2) mulai akhir tahun 2022 hingga triwulan ketiga 2024. Secara paralel, cakupan imunisasi rutin juga meningkat, dengan persentase anak yang menerima dosis kedua vaksin polio inaktif (IPV) meningkat dari 63% (1,9 juta anak) pada 2023 menjadi 73% (3,2 juta anak) pada 2024.&nbsp;</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Dalam upaya mengakselerasi peningkatan cakupan IPV, Kementerian Kesehatan menginisiasi penggunaan vaksin heksavalen yang menggabungkan DPT-HB-Hib dan IPV dalam satu suntikan. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus, yakni polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta pneumonia dan meningitis akibat infeksi Haemophilus influenza tipe b. Penggunaan vaksin heksavalen diharapkan jumlah suntikan yang diterima anak, menghemat waktu dan biaya keluarga, serta mempercepat terbentuknya kekebalan terhadap berbagai penyakit. Program ini dimulai pada Oktober 2025 di provinsi DIY, NTB, Bali, serta enam provinsi di Tanah Papua, dengan pelaksanaan secara nasional direncanakan pada tahun mendatang.&nbsp;</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Indonesia juga mencatat kemajuan signifikan dalam deteksi dan investigasi lumpuh layuh akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) pada anak-anak. Kualitas surveilans AFP semakin baik melalui deteksi kasus lebih sensitif dan peningkatan kualitas spesimen.&nbsp;</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Sesuai protokol Global Polio Eradication Initiative, tim independen global menilai kualitas respons KLB polio melalui Outbreak Response Assessment (OBRA) pada Juli 2023, Desember 2024, dan Juni 2025. Berdasarkan penilaian ini, disimpulkan Indonesia telah melaksanakan upaya respon yang berkualitas, melakukan serangkaian upaya penguatan dan peningkatan pelaksanaan program sebagaimana direkomendasikan tim OBRA, serta membuktikan tidak adanya kasus baru. Dengan demikian, WHO menyatakan Indonesia telah memenuhi kriteria berakhirnya KLB, sehingga status KLB Polio dapat ditutup.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Pencapaian ini terwujud melalui kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, baik pusat maupun daerah, dengan seluruh mitra pembangunan internasional seperti WHO, UNICEF, United Nations Development Programme (UNDP), Clinton Health Access Initiative (CHAI), dan Rotary International. Pencapaian ini pun terwujud berkat dedikasi para tenaga kesehatan dan masyarakat di seluruh Indonesia.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman, mengatakan ini menunjukkan hal yang bisa kita capai ketika masyarakat, tenaga kesehatan, dan mitra bersatu.&nbsp;</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">"Kita harus terus menjaga momentum agar setiap anak mendapatkan imunisasi yang mereka butuhkan untuk tumbuh sehat dan bebas dari polio serta penyakit lainnya yang dapat dicegah dengan imunisasi,&rdquo; ungkapnya.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Dengan berakhirnya status KLB Polio ini, Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk menjaga Indonesia tetap bebas polio melalui penguatan imunisasi rutin, peningkatan surveilans, kerja sama lintas sektor, dan dukungan masyarakat.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email </span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">kontak@kemkes.go.id</span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><strong><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Tentang WHO</span></strong></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Berdedikasi untuk kesejahteraan semua orang dan dipandu oleh sains, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memimpin dan mendorong upaya global untuk memberikan setiap orang, di mana pun, kesempatan yang setara untuk hidup sehat dan aman. Sebagai badan kesehatan PBB, WHO menghubungkan negara, mitra, dan masyarakat di lebih dari 150 lokasi&mdash;memimpin respons dunia terhadap kedaruratan kesehatan, mencegah penyakit, mengatasi akar masalah kesehatan, dan memperluas akses terhadap obat serta layanan kesehatan. Misi kami adalah memajukan kesehatan, menjaga dunia tetap aman, dan melayani kelompok rentan. Untuk mengetahui tentang kerja WHO di Indonesia, kunjungi </span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">who.int/indonesia</span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">. </span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Michael Vurens van Es, Communication Officer</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Email: </span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">vurensm@who.int</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Mobile: +62 81181101554</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><strong><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Tentang UNICEF</span></strong></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">UNICEF memperjuangkan hak dan kesejahteraan setiap anak, di segala hal yang kami lakukan. Bersama para mitra, kami bekerja di 190 negara dan wilayah untuk mewujudkan komitmen tersebut melalui tindakan nyata, dengan fokus khusus pada anak-anak yang paling rentan dan terpinggirkan, demi kebaikan semua anak di mana pun berada. Untuk informasi lebih lanjut tentang UNICEF Indonesia dan kerja kami untuk anak-anak, kunjungi </span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">www.unicef.or.id</span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">.</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Kinanti Pinta Karana, Communication Specialist</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Email: </span><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">kpkarana@unicef.org</span></p>
<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">Mobile: +62-815-880-5842</span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1763693525691fd3d5cdb791.76873645.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Prabowo dan Putra Raja UAE Resmikan RS Jantung Berteknologi Tinggi di Solo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-prabowo-dan-putra-raja-uae-resmikan-rs-jantung-berteknologi-tinggi-di-solo</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Nov 2025 07:31:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-prabowo-dan-putra-raja-uae-resmikan-rs-jantung-berteknologi-tinggi-di-solo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Solo, 19 November 2025</p>
<p>Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI) bersama H.H. Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra Raja Uni Emirat Arab (UAE), Rabu (19/11). Peresmian ini menandai beroperasinya pusat layanan jantung berteknologi tinggi hasil hibah Pemerintah UAE.</p>
<p>Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran RS KEI merupakan wujud persahabatan erat kedua negara sekaligus komitmen Indonesia memperkuat layanan kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit ini adalah simbol persahabatan antara dua bangsa, Indonesia dan Uni Emirat Arab. Ini adalah kebesaran hati dari Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang selalu memberi perhatian sangat besar kepada bangsa kita,&rdquo; ujar Presiden Prabowo.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Pemerintah sedang mempercepat penguatan infrastruktur kesehatan nasional, termasuk pembangunan rumah sakit baru dengan standar fasilitas modern.</p>
<p>&ldquo;Negara yang berhasil adalah negara yang mampu memberi pelayanan kesehatan yang layak untuk seluruh rakyat Indonesia. Karena itu saya sudah instruksikan pembangunan 66 rumah sakit baru, dan saya minta semuanya tidak kalah dengan standar rumah sakit ini,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Presiden Prabowo juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan dan rencana perluasan pendidikan kedokteran untuk menjawab kebutuhan nasional.</p>
<p>&ldquo;Kita perlu tambahan dokter, dokter gigi, perawat, dan paramedis. Insya Allah sebagian besar pendidikannya akan mendapat beasiswa penuh,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laporannya menyampaikan bahwa RS KEI bukan sekadar fasilitas baru, melainkan simbol kolaborasi jangka panjang Indonesia&ndash;UAE. Ia membuka laporannya dengan analogi filosofi persahabatan.</p>
<p>&ldquo;Orang bilang detak jantung pertama itu adalah awal kehidupan. Tapi kalau detak jantungnya bersamaan, itu lambang persahabatan,&rdquo; kata Budi.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jadi peresmian rumah sakit ini bukan hanya peresmian biasa, tapi lambang kerja sama antara bangsa Indonesia dan bangsa UAE.&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Budi menjelaskan RS KEI dibangun dalam waktu dua tahun dengan kapasitas 100 tempat tidur dan tiga kamar operasi.</p>
<p>&ldquo;Ini hibah dari Pemerintah UAE dan diharapkan menjadi pusat jantung di Jawa Tengah,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>RS KEI telah dijadikan role model pembangunan rumah sakit oleh manajemen RS pemerintah dan swasta.</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit ini sudah dikunjungi oleh seluruh direktur utama rumah sakit pemerintah untuk menjadi standar kalau membangun rumah sakit seperti ini. Pak Presiden sudah memberikan anggaran membangun 66 rumah sakit, dan sebagian kami bawa ke sini untuk melihat contohnya&mdash;mudah-mudahan nanti jadinya sebagus ini,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Untuk memastikan kualitas layanan sejak awal, Kemenkes menugaskan RSUP Dr. Sardjito memperkuat tim medis RS KEI dengan menempatkan dokter-dokter terbaik. UAE juga memberikan dukungan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan kedua negara.</p>
<p>&ldquo;Kami sudah mendapat komitmen bantuan dari UAE bahwa kita boleh datang ke sana, dan mereka juga boleh datang ke sini agar bisa saling meningkatkan kemampuan,&rdquo; tutur Budi.</p>
<p>RS KEI merupakan hibah Pemerintah UAE melalui Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Proyek ini rampung pada September 2025, diserahterimakan, kemudian soft launching dilakukan sebelum peresmian resmi oleh Presiden Prabowo. Dengan 100 tempat tidur, RS KEI dirancang menjadi pusat rujukan jantung untuk Jawa Tengah, DIY, dan wilayah sekitarnya.</p>
<p>Fasilitas layanan mencakup ruang Cathlab, ruang operasi hybrid, ICU dan ICVCU, klinik spesialis jantung, laboratorium, radiologi, serta layanan rehabilitasi jantung. RSUP Dr. Sardjito turut diperbantukan untuk memperkuat operasional.</p>
<p>Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo Subianto dan Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [kontak@kemkes.go.id](mailto:kontak@kemkes.go.id). (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1763542386691d857243cfd2.26456272.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Margono–UNS Teken MoU RSPPU, Menkes: Produksi, Distribusi Dokter Spesialis Harus Dikejar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-margonouns-teken-mou-rsppu-menkes-produksi-distribusi-dokter-spesialis-harus-dikejar</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Nov 2025 02:44:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-margonouns-teken-mou-rsppu-menkes-produksi-distribusi-dokter-spesialis-harus-dikejar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Purwokerto, 18 November 2025</p>
<p>RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo di Purwokerto resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Surakarta untuk penguatan Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU), Selasa (18/11).&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan yang disaksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ini disebut sebagai langkah strategis mempercepat pemerataan dokter spesialis.</p>
<p>MoU dilakukan antara Direktur RSUD Margono Soekarjo dr. Heri Dwi Purnomo, dan Rektor UNS, Prof. Hartono. Kerja sama ini mencakup peningkatan mutu akademik, pengembangan layanan rujukan, pelatihan, hingga pencegahan perundungan dalam pendidikan dokter spesialis.&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menegaskan Indonesia masih kekurangan tenaga dokter spesialis di berbagai daerah. Ia menyebut kondisi ini hanya dapat diatasi jika pusat pendidikan diperbanyak hingga ke kabupaten/kota.&nbsp;</p>
<p>Menurut dia, sentra pendidikan spesialis yang terbatas membuat peluang dokter daerah untuk masuk pendidikan menjadi sangat kecil.</p>
<p>&ldquo;Semua dokter umum ingin jadi spesialis, tapi tempatnya sangat sedikit,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia memaparkan perbandingan dengan negara lain. Korea memiliki sekitar 300 sentra pendidikan spesialis, Inggris 600, sementara Indonesia hanya 26.</p>
<p>&ldquo;Kita harus buka sampai 500 RSPPU. Inggris saja yang penduduknya lebih kecil punya lebih banyak pusat pendidikan,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Dengan menjadi RSPPU, RSUD Margono Soekarjo akan menjadi salah satu motor percepatan produksi dokter spesialis di Jawa Tengah.&nbsp;</p>
<p>Rumah sakit itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai RSPPU tahun 2025 dan menargetkan pembukaan program baru untuk penyakit dalam, bedah, anak, hingga bedah saraf.</p>
<p>Menkes Budi berharap kolaborasi RS Margono&ndash;UNS menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperluas akses pendidikan dokter spesialis.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita harus mengejar ketertinggalan supaya semua daerah punya dokter spesialis yang cukup,&rdquo; katanya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1763520446691d2fbeef6da4.09853191.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Groundbreaking Gedung Baru RSUD Margono Soekarjo: Tambah Layanan Rawat Jalan dan 100 Tempat Tidur VIP</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/groundbreaking-gedung-baru-rsud-margono-soekarjo-tambah-layanan-rawat-jalan-dan-100-tempat-tidur-vip</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Nov 2025 02:40:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/groundbreaking-gedung-baru-rsud-margono-soekarjo-tambah-layanan-rawat-jalan-dan-100-tempat-tidur-vip</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Purwokerto, 18 November 2025</p>
<p>Pembangunan gedung baru RSUD Margono Soekarjo resmi dimulai dengan seremoni groundbreaking pada Selasa (18/11). Gedung setinggi tujuh lantai ini dirancang untuk memperluas layanan rumah sakit, khususnya untuk rawat jalan dan rawat inap kelas VIP.&nbsp;</p>
<p>Pembangunan ini ditargetkan menjadi tonggak peningkatan pelayanan sekaligus penambahan kapasitas tempat tidur.</p>
<p>Direktur RSUDMargono Soekarjo dr. Heri Dwi Purnomo menjelaskan bahwa gedung baru tersebut akan menampung sekitar 100 tempat tidur.</p>
<p>&ldquo;Ada tujuh lantai, yang paling bawah untuk rawat jalan dan untuk lantai selanjutnya adalah untuk rawat inap baik VIP, anak, maupun dewasa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Heri menyebut tingginya permintaan pelayanan membuat fasilitas baru ini sangat dibutuhkan. Menurutnya, jumlah pasien yang datang ke rumah sakit masih tinggi meski kapasitas telah ditambah.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Boardnya itu di atas 100, mudah-mudahan masih jalan dua-duanya. Karena saat ini pun masih 104, walaupun sudah nambah 99 tempat tidur,&rdquo; kata Heri.&nbsp;</p>
<p>Ia berharap gedung baru ini dapat menopang layanan tanpa harus mengurangi aktivitas di gedung lama.</p>
<p>Pihak rumah sakit semula merencanakan pemindahan layanan dari gedung satunya di Jalan Dr. Angka. Namun tingginya kunjungan membuat rencana tersebut berubah.&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi terhadap pembangunan ini. Ia menilai perluasan fasilitas menjadi langkah penting untuk memperkuat layanan rumah sakit.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;RSUD Margono Soekarjo sebagai salah satu rumah sakit daerah yang menunjukkan kinerja baik dalam pelayanan maupun pengelolaan," ucapnya.</p>
<p>Ia menilai kemampuan rumah sakit membangun fasilitas baru menunjukkan tata kelola yang sehat.</p>
<p>Pembangunan gedung baru RSUD Margono Soekarjo diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1763520228691d2ee46d47d1.20553463.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tak Perlu ke Luar Negeri, RS Surabaya Bisa Lakukan Bedah Jantung Canggih</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tak-perlu-ke-luar-negeri-rs-surabaya-bisa-lakukan-bedah-jantung-canggih</link>				
         <pubDate>Tue, 18 Nov 2025 05:50:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tak-perlu-ke-luar-negeri-rs-surabaya-bisa-lakukan-bedah-jantung-canggih</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 17 November 2025</p>
<p>Pasien berusia 59 tahun bernama Tin Siong Djing berhasil pulih cepat setelah menjalani bedah jantung minimal invasif atau Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) di RS Kemenkes Surabaya. Prosedur ini dilakukan tanpa membelah tulang dada, membuat proses pemulihan jauh lebih singkat dibanding operasi jantung konvensional.</p>
<p>Tin Siong Djing sebelumnya sudah mengantre selama setahun di rumah sakit lain dan hampir memutuskan menjalani operasi di luar negeri. Hingga suatu saat, pasien mengalami serangan jantung berulang di September 2025, dan dirawat di RS Kemenkes Surabaya.</p>
<p>Oleh Tim Jantung RS Kemenkes Surabaya, yang terdiri dari dokter jantung dan dokter spesialis bedah jantung, dilakukan rapat terkait tindakan yang harus dilakukan, apakah dilakukan pemasangan ring, atau operasi bedah jantung. Dari hasil diskusi, diputuskan pasien Tin utk dilakukan operasi pintas jantung koroner</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang meninjau langsung perawatan pasien menjelaskan teknik MICS mengubah cara operasi bypass jantung yang dilakukan. Dulu, tulang dada pasien harus dipotong hingga jantung bisa diakses. Namun kini, prosedur dapat dilakukan hanya melalui sayatan kecil di sela iga.&nbsp;</p>
<p>Prosedur yang diterapkan pada Tin Siong Djing menggunakan teknik off-pump, yaitu operasi dilakukan tanpa menghentikan jantung.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sekarang, dengan teknologi baru, tidak perlu membuka atau membelah dadanya. Tapi cukup bikin sayatan kecil. Alatnya dimasukin. Kemudian operasinya dilakukan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan pendekatan off-pump mengurangi risiko efek samping yang biasa terjadi pada operasi dengan mesin bantu jantung-paru (on-pump).&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Off-pump itu istilahnya jantung nggak diberhentiin. Efek sampingnya jauh lebih sedikit dibanding on-pump,&rdquo; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Dokter bedah jantung yang menangani, dr. Nata, menjelaskan transisi menuju operasi dengan sayatan kecil sudah menjadi standar baru.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Yang kita harapkan itu lukanya lebih kecil, penyembuhannya lebih cepat, dan yang paling penting itu kualitas hidup pasiennya pasti jauh lebih baik,&rdquo; katanya.</p>
<p>Operasi yang dijalani Tin Siong Djing berlangsung sekitar tiga setengah jam hingga penutupan kulit, dengan durasi pemasangan X-tube hanya 10 jam. Dokter menyebutkan kondisi ini memungkinkan pasien pulang lebih cepat dibanding operasi jantung konvensional yang biasanya membutuhkan perawatan lebih lama.</p>
<p>Tin Siong Djing sendiri mengaku puas dengan pelayanan rumah sakit dan kecepatan proses penyembuhan. Ia mengaku layanan RS Kemenkes Surabaya dan pelayanan yang diberikan tenaga medis dan tenaga kesehatan cepat dan efisien.&nbsp;</p>
<p>Menkes Budi berpesan kepada pasien menjaga pola hidup untuk mencegah kekambuhan, sekaligus mengajak masyarakat lebih percaya pada kemampuan layanan kesehatan dalam negeri.</p>
<p>&ldquo;Jangan lupa bilang ke teman-teman tidak usah berobat ke luar negeri, karena di sini sudah bisa melakukan tindakan yang canggih,&rdquo; ujarnya kepada Tin.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1763445162691c09aaf10371.34494512.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Melalui CKG, dan Layanan Perawatan Diabetes di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-deteksi-dini-melalui-ckg-dan-layanan-perawatan-diabetes-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sun, 16 Nov 2025 14:40:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-deteksi-dini-melalui-ckg-dan-layanan-perawatan-diabetes-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 November 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pencegahan diabetes harus dimulai sejak dini melalui perubahan perilaku, pemeriksaan rutin, dan akses layanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan pada peringatan World Diabetes Day di RSUP Fatmawati Jakarta, Minggu (16/11).</p>
<p>Menkes menyebutkan bahwa diabetes masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan terbesar, serta berisiko tinggi menimbulkan komplikasi dan kematian apabila tidak dideteksi dan ditangani lebih awal. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan berkala, termasuk pada anak dan remaja.</p>
<p>&ldquo;Diabetes bukan hanya soal gula darah. Dampaknya luas, memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, hingga pembiayaan negara. Karena itu kita harus bergerak lebih cepat melalui deteksi dini dan pencegahan,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penguatan upaya deteksi dini, Menkes menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan menjadi salah satu strategi berbasis populasi untuk menemukan faktor risiko dan kasus diabetes lebih awal di masyarakat, baik pada anak, dewasa, maupun lansia.</p>
<p>&ldquo;Melalui CKG, kita ingin masyarakat tahu kondisi kesehatannya lebih cepat dan tidak terlambat mendapatkan intervensi. Semakin awal ditemukan, semakin besar peluang mencegah komplikasi berat dan menekan biaya pengobatan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selain skrining, pemerintah juga memperkuat pencatatan dan pelaporan kasus diabetes melalui integrasi data digital kesehatan (registry) serta memperluas akses pengobatan, termasuk insulin, secara bertahap bagi pasien yang membutuhkan.</p>
<p>Menkes menegaskan bahwa keberhasilan penanganan diabetes memerlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat dan lintas sektor, termasuk keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, sekolah, serta lingkungan kerja.</p>
<p>&ldquo;Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak, remaja, dan generasi produktif tumbuh sehat dan bebas komplikasi diabetes. Ini hanya bisa dicapai dengan kolaborasi semua pihak,&rdquo; tutup Menkes.</p>
<p>Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati dr. Muhammad Azhari Taufik menyampaikan bahwa jumlah pasien diabetes tipe 1 yang ditangani rumah sakit mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan pentingnya penguatan aspek deteksi dini, tata laksana, pendampingan keluarga, serta dukungan psikososial dan pembiayaan jangka panjang.</p>
<p>dr. Azhari menyebutkan bahwa jumlah pasien diabetes tipe 1 yang rutin berobat di RSUP Fatmawati meningkat dari 38 pasien pada tahun 2024 menjadi 65 pasien pada 2025. Data ini selaras dengan peningkatan kasus yang tercatat di Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penanganan diabetes, terutama pada anak, tidak hanya bergantung pada terapi medis, namun juga dukungan lintas pihak mulai dari fasilitas kesehatan, tenaga medis, organisasi profesi, hingga keluarga.</p>
<p>&ldquo;Diabetes adalah perjalanan panjang. Anak-anak ini harus didukung untuk bisa tumbuh, belajar, dan berprestasi. Ini bukan hanya soal terapi insulin, tetapi tentang memastikan mereka bisa menjalani hidup yang sehat, bahagia, dan percaya diri,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Selain itu, ia menekankan pentingnya digitalisasi data kesehatan, khususnya melalui platform Satu Sehat, agar penanganan dan monitoring pasien diabetes dapat dilakukan lebih efektif dan terpadu dari hulu ke hilir.</p>
<p>&ldquo;Data kesehatan harus terintegrasi. Ketika digitalisasi berjalan baik, monitoring lebih mudah, penanganan lebih tepat, dan kebijakan lebih akurat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17633041496919e2d5455d70.21579938.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>81 Ribu Kasus TBC Terungkap di Jabar, Wamenkes: Deteksi Dini Harus Diperluas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/81-ribu-kasus-tbc-terungkap-di-jabar-wamenkes-deteksi-dini-harus-diperluas</link>				
         <pubDate>Sun, 16 Nov 2025 14:37:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/81-ribu-kasus-tbc-terungkap-di-jabar-wamenkes-deteksi-dini-harus-diperluas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 14 November 2025</p>
<p>Provinsi Jawa Barat kembali mencatat alarm keras soal tuberkulosis (TBC). Dalam audiensi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Oktavianus (dr. Benny) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Sate, terungkap bahwa 81.864 kasus TBC sudah ditemukan hanya dalam lima bulan pertama 2025.&nbsp;</p>
<p>Angka ini bagian dari estimasi 234 ribu kasus TBC yang membayangi provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia.</p>
<p>dr. Benny menegaskan kunci percepatan ada pada penemuan kasus aktif di lapangan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pertemuan ini menyoroti kebutuhan untuk memperkuat penemuan kasus aktif (ACF), pemerataan penggunaan mobile X-ray dan TCM, serta pentingnya penanganan stigma yang masih melekat pada TB dan kusta,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia juga memuji upaya Pemprov Jabar yang memperkuat layanan primer dan meningkatkan kapasitas puskesmas. Menurutnya, strategi berbasis komunitas ini harus semakin agresif agar penemuan kasus tidak lagi tertinggal dari estimasi beban TBC di lapangan.</p>
<p>Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menggerakkan seluruh kabupaten/kota.</p>
<p>"Pemprov Jabar tengah menyiapkan pengumuman resmi kepada seluruh masyarakat Jawa Barat sebagai bentuk ajakan bersama untuk meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan layanan skrining, dan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pengobatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengundang Wamenkes untuk hadir dalam kegiatan lapangan provinsi dalam waktu dekat. Menurutnya, momentum ini akan menjadi dorongan besar untuk menyatukan langkah menghadapi TBC dan kusta secara terpadu.</p>
<p>Tak berhenti di situ, Dedi mengumumkan rencana kunjungan incognito ke sejumlah puskesmas.&nbsp;</p>
<p>"Hasil kunjungan ini akan menjadi dasar perbaikan layanan dan penyempurnaan strategi provinsi,&rdquo; kata Dedi.</p>
<p>Sementara itu, capaian pengobatan TBC di Jawa Barat masih tertinggal. Keberhasilan terapi TBC Sensitif Obat baru mencapai 80 persen dari target nasional 90 persen.</p>
<p>Untuk TBC resisten obat, baru 1.063 kasus yang tertangani dari target 2.866, menunjukkan kesenjangan besar yang harus segera dibereskan.</p>
<p>Beban TBC juga diperparah komorbid.</p>
<p>Jawa Barat mencatat 4.763 pasien TB dengan Diabetes Mellitus (DM) dan 1.165 pasien dengan HIV, dengan angka kematian mencapai 2.294 jiwa. Angka ini memperkuat posisi Jabar sebagai episentrum TBC nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17633043566919e3a493c0b3.08278482.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pasien Aneurisma Sempat Dikira Meninggal, Kini Sadar dan Bisa Bicara Usai Coiling di RSUP Ben Mboi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pasien-aneurisma-sempat-dikira-meninggal-kini-sadar-dan-bisa-bicara-usai-coiling-di-rsup-ben-mboi</link>				
         <pubDate>Sat, 15 Nov 2025 13:12:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pasien-aneurisma-sempat-dikira-meninggal-kini-sadar-dan-bisa-bicara-usai-coiling-di-rsup-ben-mboi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kupang, 15 November 2025</p>
<p>Harapan baru datang bagi Sabina Ndeok (67), pasien aneurisma asal Nusa Tenggara Timur yang sempat dikira meninggal oleh keluarganya karena tidak menunjukkan respons saat dirujuk. Setelah menjalani operasi coiling di RSUP Ben Mboi Kupang pada 14 November 2025, Sabina kini telah sadar dan mampu berkomunikasi dengan baik.</p>
<p>Sabina merupakan satu dari tiga pasien yang ditangani dalam rangkaian operasi bedah saraf kompleks&mdash;meliputi clipping, coiling, dan bypass pembuluh darah otak&mdash;oleh tim gabungan dari RS PON, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, dan RSUP Ben Mboi. Seluruh tindakan operasi berjalan lancar dan ketiga pasien dilaporkan dalam kondisi stabil.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, yang berbincang dengan para pasien melalui Zoom, menanyakan kondisi Sabina pascaoperasi.</p>
<p>&ldquo;Mama sakit apa?&rdquo; tanya Menkes.</p>
<p>&ldquo;Sakit kepala, Pak,&rdquo; jawab Sabina dengan jelas.</p>
<p>Keluarga Sabina sebelumnya menyangka ia telah meninggal karena tak merespons dalam perjalanan rujukan. Namun pascaoperasi, Sabina mampu membuka mata, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan respons yang baik&mdash;sebuah perkembangan yang disambut positif oleh Menkes Budi.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Menkes juga memberikan edukasi mengenai pola makan sehat untuk mencegah komplikasi lanjutan.</p>
<p>&ldquo;Jangan makan yang manis, yang berlemak, atau yang asin. Makan yang direbus-rebus ya,&rdquo; pesan Menkes Budi.</p>
<p>&ldquo;Iya, Pak,&rdquo; balas Sabina sambil tersenyum.</p>
<p>Ia menambahkan anjuran agar Sabina tetap aktif bergerak setelah pulih, seperti berjalan kaki atau naik turun tangga secara perlahan.</p>
<p>Keberhasilan tindakan ini menjadi pencapaian penting dalam pembangunan layanan bedah saraf di wilayah NTT. RSUP Ben Mboi kini mampu menangani kasus aneurisma dan gangguan pembuluh darah otak tanpa harus merujuk pasien ke Jawa atau Bali, sehingga waktu penanganan dapat dipangkas secara signifikan.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan pencapaian ini harus diikuti dengan kesinambungan layanan. Ia meminta rumah sakit menjaga ketersediaan tenaga ahli dan memastikan fasilitas penunjang terus ditingkatkan agar kasus seperti yang dialami Sabina dapat ditangani lebih cepat dan lebih banyak di masa depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176321264969187d69d88a32.58480301.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Operasi Perdana Clipping–Coiling–Bypass Sukses, NTT Masuk Peta Layanan Stroke Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-perdana-clippingcoilingbypass-sukses-ntt-masuk-peta-layanan-stroke-nasional</link>				
         <pubDate>Sat, 15 Nov 2025 13:06:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-perdana-clippingcoilingbypass-sukses-ntt-masuk-peta-layanan-stroke-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kupang, 15 November 2025</p>
<p>Layanan stroke di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru. RSUP Ben Mboi Kupang berhasil melakukan operasi perdana clipping, coiling, dan bypass pembuluh darah otak, menjadikan NTT provinsi pertama di kawasan Timur Indonesia yang mampu menangani ketiga prosedur tersebut secara mandiri. Capaian ini menandai lompatan besar dalam pemerataan layanan stroke nasional.</p>
<p>Direktur RSUP Ben Mboi, dr. Annas Ahmad, menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak penting dalam pengampuan layanan stroke.</p>
<p>&ldquo;RS Ben Mboi telah meningkatkan kapasitas layanan stroke, yang ditandai dengan dilaksanakannya operasi perdana clipping, coiling, dan bypass pembuluh darah otak,&rdquo; ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (15/11).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tindakan clipping pertama dilakukan pada 13 November terhadap pasien perempuan berusia 56 tahun.</p>
<p>&ldquo;Operasi berlangsung sekitar empat jam dan berjalan lancar,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Menurut Annas, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi kuat dengan rumah sakit pengampu nasional dan regional, termasuk Rumah Sakit PON dan RSUP Ngurah, serta dukungan langsung dari Menteri Kesehatan.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iien Adriany, yang mewakili Gubernur NTT, menyebut capaian ini sebagai momentum transformasi layanan kesehatan di wilayah timur.</p>
<p>&ldquo;Untuk pertama kalinya, pusat layanan di kawasan Timur Indonesia mampu melaksanakan tindakan bedah saraf dan intervensi endovaskuler otak berstandar nasional,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia menegaskan keberhasilan tersebut membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada rujukan ke luar pulau.</p>
<p>&ldquo;Jejaring pengampuan dibangun agar standar layanan antara pusat dan daerah semakin setara, sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyambut baik capaian ini dan meminta percepatan perluasan pengampuan ke seluruh provinsi.</p>
<p>&ldquo;Rumah Sakit PON bersama rumah sakit pengampu lainnya harus bisa mempercepat perluasan layanan ini ke 34 provinsi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menkes berharap keberhasilan RSUP Ben Mboi menjadi pemicu percepatan penyediaan layanan stroke komprehensif hingga tingkat kabupaten/kota, sehingga masyarakat di NTT dapat memperoleh penanganan cepat dan tepat atas kondisi yang mengancam nyawa tersebut.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176321267569187d83407994.91634410.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes: Komunikasi Efektif Selamatkan Nyawa dan Perkuat Sistem Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-komunikasi-efektif-selamatkan-nyawa-dan-perkuat-sistem-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sat, 15 Nov 2025 13:02:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-komunikasi-efektif-selamatkan-nyawa-dan-perkuat-sistem-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 November 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa komunikasi strategis merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat sistem kesehatan. Pesan tersebut disampaikan dalam International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Conference &amp; Awarding Night 2025 bertema &ldquo;Strategic Communications at the Heart of Trust, Humanity, and Digital Impact&rdquo;.</p>
<p>Wamenkes Dante menyoroti berbagai tantangan komunikasi kesehatan sepanjang pandemi COVID-19, termasuk maraknya hoaks seperti isu vaksin mengandung microchip magnetis. Menurutnya, disinformasi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian informasi kesehatan harus akurat, sederhana, dan mudah dicerna masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kepercayaan dibangun setetes demi setetes, namun bisa hilang seketika. Dalam kesehatan, komunikasi bukan hanya etika, tetapi pondasi keselamatan,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Dante juga mengangkat pengalaman di praktik klinis, ketika kesalahan memahami instruksi obat berdampak pada memburuknya kondisi pasien.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Itu bukti nyata bahwa komunikasi yang jelas dapat menyelamatkan nyawa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan terus memperkuat strategi komunikasi lintas kanal&mdash;mulai dari kampanye digital, pemanfaatan platform SATUSEHAT, hingga penyampaian pesan langsung melalui komunitas dan media sosial.</p>
<p>Ia menekankan bahwa data kesehatan harus disertai narasi kemanusiaan agar bermakna bagi publik dan mampu menggerakkan perubahan.</p>
<p>&ldquo;Di balik data stunting ada wajah masa depan seorang anak. Di balik angka TBC ada perjuangan seorang ayah untuk tetap produktif. Data harus dihidupkan dengan empati,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Kemenkes juga membentuk Tim Komunikasi Krisis di setiap direktorat, memperkuat Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) 119, serta meningkatkan kolaborasi dengan media, Kemenkominfo, dan berbagai platform digital untuk memastikan konsistensi pesan publik.</p>
<p>Menanggapi pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan, Wamenkes menekankan bahwa inovasi hanya akan efektif jika diiringi komunikasi yang tepat sasaran.</p>
<p>&ldquo;AI bisa membaca X-ray dan CT Scan, robotik bisa membantu operasi, tetapi tanpa komunikasi yang baik, informasi tidak akan menjadi keputusan, dan keputusan tidak akan menjadi tindakan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Wamenkes menyampaikan apresiasi kepada IABC Indonesia, para pembicara, profesional komunikasi, serta mitra lintas sektor yang terus memperkuat ekosistem komunikasi strategis di Indonesia. Ia berharap konferensi ini melahirkan kolaborasi dan inovasi baru untuk meningkatkan literasi publik, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mendukung kemajuan bangsa di era digital.</p>
<p>Perhelatan IABC Indonesia Conference &amp; Awarding Night 2025 menjadi momentum penting bagi para komunikator profesional untuk menegaskan peran strategis komunikasi dalam menghadirkan perubahan positif, termasuk di bidang kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176321181269187a245825b4.23936803.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Lakukan Uji Klinis Fase 1 Vaksin TBC Inhalasi Pertama di Dunia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-lakukan-uji-klinis-fase-1-vaksin-tbc-inhalasi-pertama-di-dunia</link>				
         <pubDate>Thu, 13 Nov 2025 23:16:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-lakukan-uji-klinis-fase-1-vaksin-tbc-inhalasi-pertama-di-dunia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 November 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin TBC berbasis inhalasi pertama di dunia. Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) menyebut langkah ini sebagai bagian dari program nasional pemberantasan TBC yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>&ldquo;Pemberantasan TBC adalah program hasil terbaik cepat dari Presiden Prabowo yang harus segera direalisasikan,&rdquo; ujar dr. Benny saat meninjau pelaksanaan uji klinis di RS Islam Jakarta, Kamis (13/11).</p>
<p>Berbeda dengan vaksin pada umumnya yang diberikan melalui suntikan, vaksin TBC inhalasi diberikan dalam bentuk uap halus yang dihirup oleh pasien. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Erlina Burhan dan melibatkan berbagai institusi, di antaranya RS Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih, Etana, serta CanSino Incorporation dari Tiongkok.</p>
<p>Prof. Erlina menjelaskan, uji klinis ini telah melewati proses panjang sebelum memasuki tahap fase 1. Setelah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik RS Persahabatan (April), Komite Etik RS Islam Cempaka Putih (Juli), dan izin Badan POM (Mei 2025), uji klinis akhirnya resmi dimulai.</p>
<p>&ldquo;Tujuan utamanya adalah mengevaluasi keamanan dan kemampuan imunogenisitas vaksin pada individu dewasa sehat berusia 18&ndash;49 tahun,&rdquo; ujar Prof. Erlina.</p>
<p>Sebanyak 36 sukarelawan akan berpartisipasi, terbagi dalam dua kelompok dosis berbeda. Rekrutmen dilakukan di RS Islam Cempaka Putih, sementara tindakan medis lanjutan seperti Bronchoalveolar Lavage Fluid (BALF) dilaksanakan di RS Persahabatan yang memiliki fasilitas bronkoskopi.</p>
<p>Menariknya, metode inhalasi memungkinkan vaksin masuk langsung ke sistem pernapasan dan menstimulasi kekebalan lokal di paru-paru. Para partisipan akan menjalani pemantauan lanjutan pada hari ke-28, ke-90, dan ke-180 untuk memastikan respons imun dan keamanan vaksin.</p>
<p>&ldquo;Vaksin TBC inhalasi ini akan menjadi terobosan besar dalam upaya pemberantasan tuberkulosis di Indonesia dan dunia,&rdquo; kata Prof. Erlina.</p>
<p>dr. Benny menambahkan, kebutuhan anggaran untuk program pemberantasan TBC secara nasional diperkirakan mencapai Rp10&ndash;20 triliun, termasuk dukungan sosial bagi pasien dari keluarga miskin.</p>
<p>&ldquo;Karena kami bukan hanya mengobati pasien TBC, tapi nanti rumah pasien TBC yang miskin akan dibantu renovasi. Pemberian makanan bergizi dari Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja juga akan dilibatkan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Pemerintah menargetkan penurunan kasus TBC dari 380 menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk, agar Indonesia sejajar dengan negara maju dalam pengendalian TBC.</p>
<p>Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin ini.</p>
<p>&ldquo;Bukti dukungan kami berupa persetujuan pelaksanaan uji klinis fase 1 yang sudah kami keluarkan dan sampaikan,&rdquo; jelas Taruna.</p>
<p>Ia menambahkan, setelah fase 1 dinyatakan aman, BPOM akan memproses izin untuk fase 2 dan 3 guna menentukan dosis serta efikasi vaksin.</p>
<p>&ldquo;Saya yakin, berdasarkan insting saya sebagai ahli farmakologi, insya Allah ini sukses,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Pemerintah berharap, dengan percepatan uji klinis vaksin TBC inhalasi, Indonesia dapat menekan kasus TBC secara signifikan dan mencapai target bebas TBC pada 2030.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17630759476916676bd4d5d0.07285267.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jawa Barat Catat Penurunan Stunting Tertinggi Nasional, Turun 5,8 Persen di 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jawa-barat-catat-penurunan-stunting-tertinggi-nasional-turun-58-persen-di-2024</link>				
         <pubDate>Thu, 13 Nov 2025 02:03:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jawa-barat-catat-penurunan-stunting-tertinggi-nasional-turun-58-persen-di-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 November 2025</p>
<p>Provinsi Jawa Barat mencatat capaian membanggakan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penurunan prevalensi stunting paling signifikan pada tahun 2024, yakni sebesar 5,8 persen.</p>
<p>Capaian tersebut disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta. Ia menyebut keberhasilan Jawa Barat sebagai contoh nyata kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita lihat data dari Kemenkes, Jawa Barat ini adalah salah satu provinsi dengan penurunan prevalensi paling signifikan, turun sebesar 5,8 persen,&rdquo; ujar Wapres Gibran di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (12/11).</p>
<p>Gibran menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang hanya dapat dicapai melalui kerja bersama antara pusat dan daerah. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga kader Posyandu dan ibu-ibu PKK yang menjadi garda terdepan di lapangan.</p>
<p>&ldquo;Atas arahan Bapak Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen, atau turun sebanyak 377 ribu anak dibandingkan tahun 2023,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&ldquo;Program ini harus kita kawal bersama, program ini harus kita keroyok bersama, dan saya rasa kuncinya di sini adalah sinergi antara pusat dan daerah,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan capaian nasional di bawah 20 persen untuk pertama kalinya ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor selama satu dekade terakhir.</p>
<p>&ldquo;Angka stunting kita sejak tahun 2013, Bapak Wakil Presiden, yang angkanya 37 persen, untuk pertama kalinya, tahun 2024 kemarin, sesudah 10 tahun, akhirnya bisa turun pertama kali di bawah 20 persen, yakni 19 persenan,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Budi menambahkan, target penurunan stunting belum berhenti di sini. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen dalam lima tahun ke depan.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menyampaikan Rakornas ini menjadi momentum memperkuat komitmen dan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting.</p>
<p>&ldquo;Rapat Koordinasi Nasional ini diselenggarakan setiap tahun untuk memperkuat komitmen, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya kerja presisi dan disiplin agar program berjalan efektif dan hasilnya optimal.</p>
<p>&ldquo;Siapa mengerjakan apa, di mana, kapan, dan pembiayaannya berapa &mdash; itu semua harus jelas. Karena itu, program ini perlu dikerjakan dengan disiplin dan presisi,&rdquo; tutur Wihaji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176299962769153d4b5bed15.56384524.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pertama Kali dalam Sejarah: Prevalensi Stunting Indonesia Turun di Bawah 20 Persen</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pertama-kali-dalam-sejarah-prevalensi-stunting-indonesia-turun-di-bawah-20-persen</link>				
         <pubDate>Thu, 13 Nov 2025 01:23:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pertama-kali-dalam-sejarah-prevalensi-stunting-indonesia-turun-di-bawah-20-persen</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 November 2025</p>
<p>Pemerintah mencatat capaian bersejarah dalam upaya penurunan stunting nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 berhasil turun menjadi 19,8 persen, untuk pertama kalinya berada di bawah angka 20 persen.</p>
<p>&ldquo;Hari ini kita baru saja menyelenggarakan Rakornas dalam rangka penurunan prevalensi stunting. Alhamdulillah, pada tahun 2024 prevalensinya sudah turun menjadi 19,8 persen. Angka ini turun signifikan dalam 10 tahun terakhir, tetapi target kita harus turun jauh lebih rendah lagi,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stunting di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (12/11).</p>
<p>Menurut Budi, penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu kementerian saja. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting merupakan hasil kerja bersama lintas sektor &mdash; mulai dari kementerian dan lembaga di tingkat pusat, pemerintah daerah hingga desa, serta dukungan organisasi kemasyarakatan dan relawan Posyandu.</p>
<p>&ldquo;Penanganan stunting ini adalah kerja bersama. Tidak bisa satu kementerian saja. Semua harus bergerak bersama, dari pusat sampai desa,&rdquo; tegas Budi.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, kunci utama penurunan stunting terletak pada dua intervensi penting di sektor kesehatan. Pertama, memastikan ibu hamil memiliki gizi cukup dan bebas dari anemia. Kedua, memberikan asupan protein hewani bagi balita, terutama usia 12&ndash;24 bulan, dimana terjadi peningkatan stunting.</p>
<p>&ldquo;Masalahnya di ibunya. Itu sebabnya di kesehatan programnya lebih banyak, kita mau arah ibunya juga. Jangan sampai kurang gizi, jangan sampai dia anemia. Setelah itu, anak-anak juga harus mendapat makanan tambahan dengan cukup protein hewani,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menekankan pentingnya data yang akurat dan pelaksanaan program yang disiplin agar penurunan stunting lebih tepat sasaran.</p>
<p>&ldquo;Semoga Rakornas ini bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi tentang percepatan penurunan stunting,&rdquo; ujar Wihaji.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting sangat bergantung pada peran kepala daerah.</p>
<p>&ldquo;Peran kepala daerah itu kunci. Kepala daerah yang mendapatkan penghargaan adalah yang lincah berkolaborasi, dari preventif sampai kuratif. Kolaborasi dengan semua pihak harus terus diperkuat agar target 14 persen di tahun 2029 tercapai,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17629971006915336c5e4001.61433335.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>AS Tambah Rp640 Miliar untuk Program Kesehatan di Indonesia, Komitmen Diperpanjang hingga 2027</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/as-tambah-rp640-miliar-untuk-program-kesehatan-di-indonesia-komitmen-diperpanjang-hingga-2027</link>				
         <pubDate>Wed, 12 Nov 2025 13:18:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/as-tambah-rp640-miliar-untuk-program-kesehatan-di-indonesia-komitmen-diperpanjang-hingga-2027</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 November 2025</p>
<p>Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk mendukung upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Melalui Department of State dan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Amerika Serikat menyampaikan adanya potensi tambahan pendanaan bagi Indonesia sebesar USD 40 juta atau sekitar Rp620 miliar untuk memperkuat program kesehatan, termasuk penanggulangan TBC di Tanah Air.</p>
<p>Pendanaan tambahan ini akan melanjutkan berbagai inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan, termasuk program TBC yang didukung oleh United States Agency for International Development (USAID) di bawah payung U.S.&ndash;Indonesia Bilateral Development Cooperation Fund (BDCF) yang dikoordinasikan oleh Bappenas. Program TBC tersebut akan berfokus pada kegiatan penyelamatan jiwa (life-saving programs), mencakup peningkatan deteksi dini, pengobatan, serta pengawasan kasus TBC di beberapa wilayah di Indonesia. Sebelumnya, total komitmen USAID untuk sektor kesehatan Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mencapai USD 283 juta untuk periode 2021&ndash;2026.</p>
<p>Selain dana tambahan tersebut, masih terdapat sisa alokasi sekitar USD 99,2 juta di bawah skema Grant Implementing Agreement antara USAID dan Kementerian Kesehatan yang masih berpotensi untuk dimanfaatkan dalam mendukung berbagai inisiatif kesehatan, termasuk program TBC.</p>
<p>Tim ekonomi Kedutaan Besar AS menjelaskan bahwa perpanjangan kerja sama ini menandai fase transisi menuju kebijakan pendanaan baru di bawah The America First Global Health Strategy. Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi U.S. Global Health Programs yang berfokus pada tiga pilar utama: making America safer, stronger, and more prosperous.</p>
<p>Pilar Making America Safer menitikberatkan pada upaya pemantauan dan pengendalian wabah penyakit menular di luar negeri sebelum mencapai wilayah Amerika Serikat. Melalui perjanjian bilateral, mekanisme pendanaan diarahkan untuk menjamin bahwa bantuan dialokasikan langsung ke kebutuhan layanan kesehatan di garis depan, membangun sistem data yang transparan, serta memperkuat kapasitas pemerintah lokal. Dana bantuan luar negeri ini juga akan difokuskan pada pengadaan obat-obatan dan alat diagnostik, serta mendukung kegiatan para tenaga kesehatan di lini terdepan. Strategi ini mencerminkan potensi kolaborasi jangka panjang dalam mewujudkan kemandirian pembiayaan kesehatan bagi negara mitra, termasuk Indonesia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin P. Octavianus (dr. Benny), menyambut baik langkah tersebut. &ldquo;Kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari mitra global seperti Pemerintah Amerika Serikat sangat penting untuk memastikan layanan TBC di daerah semakin berkualitas,&rdquo; ujar dr. Benny.</p>
<p>Pemerintah Indonesia sendiri terus memperkuat kemandirian pembiayaan di sektor kesehatan, berbeda dengan model bantuan transaksional yang diterapkan Amerika Serikat di sejumlah negara Afrika. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong penguatan sistem kesehatan nasional secara berkelanjutan.</p>
<p>Saat ini, Kedutaan Besar AS masih menunggu rancangan draft agreement dari U.S. Department of State yang akan diajukan kepada Pemerintah Indonesia. Dokumen tersebut akan menjadi dasar perpanjangan resmi kerja sama bilateral hingga tahun 2027, dengan tenggat penyampaian dijadwalkan pada Desember 2025. Namun demikian, pihak Kedutaan mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat potensi Federal Government Shutdown di Amerika Serikat.</p>
<p>Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030. Dengan adanya tambahan pendanaan dan perpanjangan kerja sama dari Amerika Serikat ini, Kementerian Kesehatan berharap percepatan deteksi kasus dan keberlanjutan pengobatan pasien TBC dapat semakin terjamin di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17629536286914899c6c30c7.17450237.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pameran Foto PHTC: Potret Aksi Nyata Transformasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Wed, 12 Nov 2025 10:27:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hari ini resmi membuka Pameran Foto Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang kesehatan di Gedung Adhyatma, Jakarta. Pameran dibuka oleh Menteri Kesehatan RI dan dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan, pejabat eselon I dan II, serta pegawai dari berbagai unit kerja di lingkungan Kemenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pameran ini menampilkan 150 foto dokumenter yang merekam berbagai capaian dan momen penting dari pelaksanaan tiga program prioritas hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Tiga program tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, Pengetasan TBC untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis melalui peningkatan penemuan kasus dan pengobatan hingga tuntas, serta Peningkatan Kapasitas RSUD dari Tipe D menjadi Tipe C yang bertujuan memperkuat layanan rujukan agar masyarakat di daerah memperoleh pelayanan yang lebih komprehensif dan berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Foto-foto yang ditampilkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan potret nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh insan kesehatan di lapangan. Melalui visual-visual ini, publik dapat melihat bahwa transformasi kesehatan bukan sekadar wacana, tetapi telah berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berlangsung di lorong lantai 1 Gedung Adhyatma, pameran dibuka untuk seluruh pegawai dan tamu Kementerian Kesehatan mulai 12 hingga 28 November 2025. Pengunjung dapat menikmati visualisasi perjalanan tiga program hasil terbaik cepat dalam format foto dokumenter yang inspiratif dan edukatif, menggambarkan penguatan layanan primer, ketahanan sistem kesehatan, serta transformasi teknologi kesehatan di berbagai daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja lapangan yang telah dilakukan oleh seluruh insan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setiap foto yang dipamerkan adalah kisah perjuangan nyata para tenaga kesehatan dan masyarakat di seluruh pelosok negeri. Kami ingin menunjukkan bahwa transformasi kesehatan bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi sudah benar-benar hidup dalam tindakan,&rdquo; ujar Aji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, pameran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi antar unit di lingkungan Kemenkes, sekaligus menginspirasi publik agar semakin peduli dan terlibat aktif dalam mendukung perubahan sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Semoga pameran ini tidak hanya menjadi media refleksi, tetapi juga motivasi untuk terus bekerja dengan semangat dan integritas demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762943441691461d143bd65.60816946.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Menkes Tegaskan Komitmen Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Wed, 12 Nov 2025 10:01:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dua dekade ke depan akan menjadi masa krusial bagi Indonesia dalam menyiapkan generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045. Pesan ini ia sampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Lapangan Upacara Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sebanyak 84 juta anak Indonesia hari ini akan mencapai usia produktif pada tahun 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Kita hanya punya dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan tema &ldquo;Generasi Sehat, Masa Depan Hebat&rdquo;, Menkes menekankan bahwa kualitas kesehatan hari ini akan menentukan arah peradaban bangsa di masa depan. Ia menilai, empat tahun perjalanan transformasi kesehatan telah menjadi pondasi kuat menuju sistem kesehatan nasional yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pidatonya, Menkes memaparkan berbagai capaian nyata dari enam pilar transformasi kesehatan nasional. Lebih dari 52 juta orang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya deteksi dini penyakit. Cakupan skrining tuberkulosis juga meningkat pesat hingga menjangkau lebih dari 20 juta orang. Di sisi pelayanan, pembangunan dan peningkatan rumah sakit terus berjalan, dengan 32 dari 66 RS tipe D ditargetkan naik kelas menjadi tipe C pada 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Capaian lain yang menonjol adalah keberhasilan menurunkan prevalensi stunting di bawah 20 persen, tepatnya menjadi 19,8 persen. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini menjamin perlindungan bagi 268 juta penduduk Indonesia. Di bidang kemandirian farmasi dan alat kesehatan, Indonesia juga mencatat kemajuan signifikan: sembilan dari sepuluh alat kesehatan utama kini sudah mampu diproduksi di dalam negeri. Sementara itu, 61 persen Puskesmas telah memenuhi standar tenaga kesehatan, dan 74 persen RSUD telah memiliki tujuh dokter spesialis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Transformasi digital turut menjadi tonggak penting. Melalui aplikasi Satu Sehat, data layanan dari lebih dari 10.000 Puskesmas, 3.200 rumah sakit, dan ribuan apotek kini telah terintegrasi dalam satu sistem nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Fokus kita kini bergeser dari mengobati orang sakit menjadi menjaga agar orang tetap sehat. Transformasi kesehatan ini adalah kerja besar seluruh insan kesehatan Indonesia,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes Budi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh penjuru negeri yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan &mdash; dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, sanitarian, farmasis, hingga kader Posyandu &mdash; yang dengan dedikasi tinggi telah menjaga kesehatan, menyelamatkan nyawa, dan menebarkan harapan bagi bangsa ini,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi kesehatan tidak mungkin terwujud tanpa komitmen dan pengorbanan para tenaga kesehatan yang bekerja dengan ketulusan di semua level pelayanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Menkes juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja di lingkungan Kemenkes dan pemerintah daerah. Ia mendorong seluruh aparatur untuk menumbuhkan budaya melayani dengan integritas tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya berharap seluruh pegawai dan pejabat pemerintah, baik di pusat maupun daerah, dapat bekerja dengan jujur, berintegritas tinggi, dan bebas dari korupsi,&rdquo; pesannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HKN ke-61 sebagai refleksi dan penguatan komitmen untuk melanjutkan transformasi kesehatan demi generasi masa depan yang lebih hebat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Perjalanan menuju Indonesia sehat adalah perjalanan panjang dan penuh harapan. Dengan tekad dan kerja sama, kita akan mewujudkan generasi sehat yang menjadi pondasi Indonesia Emas 2045,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Upacara HKN ke-61 turut dihadiri pejabat eselon I dan II Kemenkes, tenaga kesehatan, akademisi, serta perwakilan organisasi profesi dan kader kesehatan dari berbagai daerah. Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada tenaga kesehatan berprestasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176294187769145bb59f2eb9.69115433.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jawa Barat Gencarkan Kampanye TOSS TBC, Dorong Eliminasi 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Mon, 10 Nov 2025 06:45:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bogor, 9 November 2025</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) yang digelar di area Car Free Day Kabupaten Bogor.</p>
<p>Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Everything is nothing tanpa kesehatan. Walaupun kesehatan bukan segala-galanya, tapi tanpa kesehatan, yang lainnya tidak ada artinya,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Herman menjelaskan bahwa Jawa Barat saat ini memiliki sekitar 180 ribu kasus TBC, termasuk 2.000 kasus resisten obat, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya menemukan setiap kasus dan memastikan pengobatan tuntas.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Yang sudah ditemukan, pastikan diobati 100%. Tidak boleh ada satu pun yang tidak diobati. Ini tanggung jawab kita semua, mulai dari provinsi, kabupaten, puskesmas, hingga desa,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi, menambahkan bahwa kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC dan pentingnya dukungan sosial agar penderita tidak mengalami stigma.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mari kita implementasikan gerakan TOSS TBC dan hilangkan stigma terhadap penderita. Bersama, kita wujudkan Indonesia bebas TBC 2030,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Kegiatan kampanye menghadirkan edukasi kesehatan, pemeriksaan gratis, dan berbagai kegiatan interaktif yang melibatkan tenaga kesehatan, kader, organisasi profesi, serta masyarakat umum. Upaya ini sejalan dengan visi &ldquo;Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045&rdquo;, di mana masyarakat sehat menjadi syarat utama menuju negara maju.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176275724569118a7d088b15.90041172.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hapus Stigma, Dukung Penderita TBC untuk Sembuh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Mon, 10 Nov 2025 06:43:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bogor, 9 November 2025</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penderita tuberkulosis (TBC) sebagai langkah krusial menuju target eliminasi TBC pada 2030. Pernyataan ini disampaikan dalam Kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) yang digelar di Car Free Day Kabupaten Bogor, Jawa Barat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sekjen Kunta mengapresiasi terselenggaranya kampanye tersebut dan menegaskan bahwa kegiatan ini harus diikuti dengan aksi nyata di lapangan, bukan sekadar seremonial.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Intinya adalah kita harus menindaklanjuti setelah ini. Jangan hanya seremonial, harus ada tindak lanjutnya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan TBC bukan hanya pengobatan, tetapi stigma sosial yang masih melekat di masyarakat. Stigma dapat muncul dari lingkungan keluarga, tempat kerja, bahkan fasilitas pelayanan kesehatan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Teman-teman penderita TB ini harus dikasih dukungan karena mereka sedang berjuang untuk sembuh. Jangan dihindari atau dikucilkan, tapi justru diajak dan didukung untuk berobat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menambahkan bahwa eliminasi TBC harus menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. TBC merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden, dan semua pihak harus bergotong royong agar penyakit ini bisa hilang dari Indonesia.</p>
<p>Prof. Ojat juga menekankan pentingnya menemukan kasus TBC secara aktif dan memastikan pengobatan tuntas. Hingga kini, hampir 4.000 desa dan kelurahan siaga TBC telah terbentuk di 90 kabupaten/kota di 22 provinsi, dan Kabupaten Bogor diharapkan menjadi salah satu wilayah yang memperkuat gerakan ini.</p>
<p>Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 menetapkan target eliminasi TBC pada 2030 dengan menurunkan angka insiden dari 387 per 100.000 penduduk menjadi 65 per 100.000 penduduk. Dukungan moral dan sosial terhadap penderita TBC menjadi kunci keberhasilan pengobatan, sekaligus langkah awal menuju Indonesia bebas TBC.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762757104691189f0863e76.06958914.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pencegahan Obesitas dan Diabetes Jadi Kunci Turunkan Beban Penyakit dan Pembiayaan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pencegahan-obesitas-dan-diabetes-jadi-kunci-turunkan-beban-penyakit-dan-pembiayaan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 10 Nov 2025 01:01:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pencegahan-obesitas-dan-diabetes-jadi-kunci-turunkan-beban-penyakit-dan-pembiayaan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 November 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya upaya pencegahan obesitas dan diabetes sebagai langkah strategis untuk menekan beban penyakit tidak menular (PTM) serta pembiayaan kesehatan nasional. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Jakarta Diabetes Meeting 2025 yang berlangsung di Jakarta, Minggu (9/11).</p>
<p>Menurut Prof. Dante, prevalensi obesitas dan diabetes di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.</p>
<p>&ldquo;Saat ini, satu dari empat orang dewasa mengalami obesitas dan satu dari sepuluh orang menderita diabetes. Jika tren ini terus berlanjut, usia onset diabetes akan makin muda &mdash; bahkan bisa bergeser dari usia 50-an menjadi 30-an tahun akibat tingginya angka obesitas,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, obesitas bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar.</p>
<p>&ldquo;Pada 2024, pembiayaan untuk penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes mencapai Rp25 triliun, dengan beban terbesar berasal dari penyakit jantung dan stroke. Karena itu, menekan angka obesitas berarti juga menekan beban ekonomi negara,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Prof. Dante juga menyoroti pentingnya pencegahan sejak usia dini. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi diabetes pada anak meningkat hingga 15,6% pada 2025. Menanggapi hal ini, pemerintah memperkuat strategi promotif dan preventif melalui sejumlah program, antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 51 juta penduduk, edukasi perilaku hidup sehat seperti CERDIK dan GERMAS, serta rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).</p>
<p>&ldquo;Pencegahan obesitas dan diabetes tidak cukup hanya dengan pengobatan. Perlu perubahan perilaku menyeluruh &mdash; mulai dari pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, hingga kualitas tidur. Setiap individu juga perlu memiliki individual treatment plan dan melakukan follow-up secara rutin,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Prof. Dante mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam pengendalian obesitas dan diabetes.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Cegah obesitas hari ini untuk menyelamatkan generasi mendatang dari diabetes dan penyakit kardiovaskular,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762736586691139ca988cd9.88457009.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Dakwah Kesehatan Harus Jadi Gerakan Nyata Menjaga Masyarakat Tetap Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dakwah-kesehatan-harus-jadi-gerakan-nyata-menjaga-masyarakat-tetap-sehat</link>				
         <pubDate>Mon, 10 Nov 2025 00:59:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dakwah-kesehatan-harus-jadi-gerakan-nyata-menjaga-masyarakat-tetap-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sidoarjo, 9 November 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam memperkuat gerakan kesehatan melalui pendekatan dakwah. Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Nasional: Penguatan Kepemimpinan Majelis Kesehatan untuk Percepatan Aksi Dakwah Kesehatan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Minggu (9/11).</p>
<p>Menkes menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Ia menekankan, bangsa yang gagal menjaga kesehatan penduduk di masa bonus demografi akan sulit keluar dari kategori negara berpendapatan menengah.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita tidak bisa menjaga kesehatan masyarakat saat bonus demografi, maka anak-cucu kita akan hidup sebagai bangsa menengah selamanya. Itu dosa generasi kita,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menkes mengapresiasi Aisyiyah yang sejak awal berdiri telah menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai pilar dakwah. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan arah Transformasi Kesehatan Nasional yang kini digalakkan pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Apa yang saya perjuangkan hari ini sudah dipikirkan oleh Kiai Ahmad Dahlan sejak tahun 1912. Dakwah lewat pendidikan dan kesehatan adalah strategi visioner yang luar biasa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menegaskan bahwa fokus pembangunan kesehatan bukan hanya pengobatan, melainkan upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.</p>
<p>&ldquo;Tugas kita bukan mengobati orang sakit, tetapi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Karena itu, Aisyiyah punya peran besar dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat tentang hidup sehat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh pimpinan dan kader Aisyiyah di Indonesia menjadikan dakwah kesehatan sebagai budaya organisasi.</p>
<p>&ldquo;Sehatkanlah warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitarnya. Jadikan setiap ranting dan cabang Aisyiyah sebagai teladan hidup sehat. Kalau semua masyarakat sehat, insha Allah bangsa ini akan sejahtera,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, menegaskan bahwa dakwah di bidang kesehatan merupakan bagian fundamental dari misi Aisyiyah sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Ia memaparkan berbagai inisiatif Aisyiyah di bidang kesehatan, seperti kerja sama dengan puskesmas dalam pelayanan ibu dan anak, promosi gizi dan imunisasi, serta advokasi pentingnya Kartu Identitas Anak (KIA).</p>
<p>&ldquo;Bagi sebagian orang, urusan seperti KIA mungkin dianggap kecil. Tapi bagi kami, itu bagian penting dari dakwah kemanusiaan&mdash;memastikan setiap anak di negeri ini diakui dan mendapatkan haknya,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr. Hidayatulloh, M.Si, juga menyampaikan komitmen Umsida untuk berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan Rumah Sakit Umum dengan keunggulan di bidang gigi dan mulut. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat layanan masyarakat sekaligus sarana pendidikan klinik bagi mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176273645269113944b1ff99.21789843.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dari Bayi hingga Lansia, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Ungkap Masalah Gizi hingga Hipertensi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Thu, 06 Nov 2025 14:34:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 November 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan RI terus menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga awal November, sebanyak 51 juta masyarakat telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, melampaui target nasional 50 juta peserta yang ditetapkan hingga akhir tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Capaian itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, saat meninjau pelaksanaan CKG di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Jakarta Selatan, Kamis (6/11). Ia menegaskan, program ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, memperoleh akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, hingga saat ini peserta yang terdaftar dalam program Cek Kesehatan Gratis telah mencapai 54 juta jiwa, dan yang sudah dilayani sebanyak 51 juta jiwa. Padahal target awal kami sampai Desember hanya 50 juta. Ini bukti bahwa kolaborasi pemerintah, instansi, dan masyarakat berjalan dengan sangat baik,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prof. Dante menambahkan, hasil pemeriksaan tidak berhenti pada pendataan semata, melainkan ditindaklanjuti dengan pengobatan dan edukasi kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mereka yang terdeteksi hipertensi, diabetes, penyakit paru, atau gigi langsung mendapat pengobatan dan edukasi. Data ini juga menjadi dasar kami dalam menyusun program promosi kesehatan, seperti cara menyikat gigi yang benar, menjaga kebugaran, dan mencegah obesitas,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari hasil pemantauan CKG di berbagai daerah, ditemukan sejumlah masalah kesehatan pada berbagai kelompok usia.</p>
<p>&nbsp;Pada bayi baru lahir, kasus terbanyak adalah berat badan lahir rendah dan ikterus (bayi kuning). Anak usia pra-sekolah banyak mengalami gizi kurang dan karies gigi, sedangkan anak usia sekolah cenderung kekurangan aktivitas fisik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk usia dewasa, prevalensi obesitas mencapai 30% disertai rendahnya aktivitas fisik. Adapun pada kelompok lansia, paling banyak ditemukan hipertensi (37%), gangguan mobilisasi, dan penurunan kebugaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Cek kesehatan gratis ini penting karena banyak penyakit ditemukan sebelum gejala muncul. Misalnya, hipertensi yang tidak terdeteksi dapat berujung pada stroke atau gagal ginjal. Jika dideteksi lebih awal, pengobatan lebih efektif dan biaya jauh lebih rendah,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ke depan, Kemenkes akan memperluas cakupan program melalui kerja sama lintas sektor, termasuk pelibatan komunitas pekerja, organisasi masyarakat, dan panti sosial. Untuk mendukung hal itu, kapasitas sistem data nasional juga ditingkatkan dari 3 miliar menjadi 9 triliun rekaman, agar seluruh hasil pemeriksaan dapat tercatat dan dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prof. Dante juga menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang belum memiliki NIK atau BPJS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kesehatan adalah hak semua warga negara. Dalam kondisi gawat darurat, siapapun harus tetap mendapatkan pertolongan medis,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup kunjungan, Prof. Dante mengajak masyarakat yang belum mengikuti program ini untuk segera memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762439916690cb2ecf3fa26.81742272.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Speling Salatiga Gandeng Semua RS & BPJS Kesehatan, Jadi Model Kolaborasi Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/speling-salatiga-gandeng-semua-rs--bpjs-kesehatan-jadi-model-kolaborasi-nasional</link>				
         <pubDate>Thu, 06 Nov 2025 07:03:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/speling-salatiga-gandeng-semua-rs--bpjs-kesehatan-jadi-model-kolaborasi-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Salatiga, 5 November 2025</p>
<p>Kota Salatiga menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang menerapkan model layanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling) dengan melibatkan seluruh rumah sakit dan BPJS Kesehatan. Inovasi tersebut mendapat perhatian Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) yang menilai pola kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh nasional dalam penguatan pelayanan kesehatan preventif.</p>
<p>Wamenkes mengapresiasi model layanan yang dijalankan di Salatiga dan menyebut Speling menghadirkan paket layanan yang &nbsp;lengkap.</p>
<p>&ldquo;Apa yang dikerjakan di Jawa Tengah jauh lebih lengkap karena saya tidak bisa membayangkan, di sini tadi ada dokter ahli anak, ada dokter ahli penyakit dalam, ada dokter ahli paru, ada dokter ahli jiwa,&rdquo; kata dr. Benny.</p>
<p>Ia menilai pendekatan ini memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes untuk mencegah komplikasi berat. Tujuannya supaya pasien yang punya riwayat hipertensi dan kencing manis itu terdeteksi sehingga mereka segera diobati agar tidak menyebabkan gangguan ginjal, cuci darah, stroke atau serangan jantung.&nbsp;</p>
<p>Wamenkes juga menyoroti kapasitas skrining tuberkulosis yang menyediakan rontgen. Jadi bukan hanya TBC, kalau ada tumor paru juga ketahuan.&nbsp;</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan Speling merupakan strategi pembangunan kesehatan dari desa sebagai satuan terkecil menuju kabupaten dan provinsi.</p>
<p>"Hadirnya negara dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan, basisnya adalah desa. Di desa ini, masyarakat kita kadang-kadang jangankan tersentuh dokter, dokter spesialis apalagi, gak pernah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi lintas fasilitas kesehatan dan pendataan detail menjadi kunci keberhasilan program. Hari ini sudah hampir 706 desa, hampir 10 juta masyarakat sudah terdata semuanya by name, by address.&nbsp;</p>
<p>Wamenkes dr. Benny mengungkapkan &nbsp;keberhasilan Jawa Tengah, termasuk praktik kolaboratif di Salatiga, akan menjadi rujukan pengembangan program nasional.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau bisa apa yang dikerjakan di Jawa Tengah ini bisa menjadi program nasional ke depan,&rdquo; kata dr. Benny.</p>
<p>Pemerintah pusat, lanjutnya, menargetkan replikasi sistem tersebut di provinsi lain sebagai bagian dari percepatan program cek kesehatan gratis nasional.&nbsp;</p>
<p>Wali Kota Salatiga dr. Robby Hermawan menjelaskan bahwa daerahnya mengembangkan sistem layanan terpadu yang tidak hanya menghadirkan dokter spesialis ke tengah masyarakat, tetapi juga menggabungkan dukungan fasilitas kesehatan pemerintah, swasta, dan BPJS Kesehatan untuk mengatasi hambatan pasien dalam pembiayaan layanan lanjutan.</p>
<p>&ldquo;Semua rumah sakit baik pemerintah maupun swasta sudah harus dilibatkan bahkan BPJS Kesehatan pun kita libatkan hadir untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami warga,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia menuturkan, setiap daerah diberi ruang berinovasi dalam mendukung program provinsi ini. Tinggal bagaimana masing-masing daerah mempunyai inisiatif, mempunyai inovasi untuk mengkolaborasikan seperti Salatiga ini.</p>
<p>Program Speling di Salatiga digunakan tidak hanya untuk pemeriksaan dasar tetapi juga skrining penyakit serius seperti kanker, TBC, serta gangguan jiwa.</p>
<p>"Kami sudah melakukan deteksi kanker, bisa dengan deteksi TBC, dengan rontgen dan sebagainya, semua pelayanan penyakit dasar, anak, penyakit dalam, paru itu sudah ada,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</p>
<p>Robby berharap inisiatif tersebut menjadi referensi bagi daerah lain di luar Jawa Tengah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762412679690c48879af037.52037238.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perawatan Antenatal di Jawa Tengah Hampir Setara Negara Maju: 8 Kali Pemeriksaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perawatan-antenatal-di-jawa-tengah-hampir-setara-negara-maju-8-kali-pemeriksaan</link>				
         <pubDate>Thu, 06 Nov 2025 07:01:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perawatan-antenatal-di-jawa-tengah-hampir-setara-negara-maju-8-kali-pemeriksaan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Boyolali, 5 November 2025</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan jumlah pemeriksaan kehamilan hingga delapan kali selama masa kehamilan, sejalan dengan standar negara maju. Upaya ini dikembangkan melalui program dokter spesialis keliling (Speling) yang menghadirkan dokter kandungan langsung ke tingkat desa.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menilai pendekatan Pemerintah Jawa Tengah dalam pemeriksaan ibu hamil memberi peluang peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Ia menyebut penyediaan pelayanan langsung oleh dokter spesialis merupakan langkah progresif dalam mencegah komplikasi kehamilan.</p>
<p>&ldquo;Dulu waktu saya sekolah dokter antenatal care hanya 4 kali. Sekarang sudah naik 6 kali. Mungkin di sini jangan-jangan bisa lebih dari 6 kali, negara maju 8 kali,&rdquo; ujar dr. Benny.</p>
<p>Ia menegaskan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin memungkinkan masalah kesehatan janin terpantau sejak awal.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau sampai bayi itu mau lahir posisinya, kelainan, atau apapun kondisinya sudah ketahuan dengan USG &rdquo; katanya.</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan perluasan akses pemeriksaan kehamilan adalah bagian dari strategi pembangunan kesehatan berbasis desa. Ia menyebut Speling bukan hanya layanan kesehatan, tetapi juga sistem penguatan data dan pemantauan kesehatan masyarakat secara berlapis.</p>
<p>&ldquo;Dimana di situ secara bersama-sama pemeriksaan dalam, pemeriksaan jiwa, dan pemeriksaan-pemeriksaan yang lain,&rdquo; ujar Gubernur Ahmad.&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai pemetaan kondisi kesehatan masyarakat. Upaya ini, menurutnya, sekaligus mendukung akses pelayanan kesehatan secara luas bagi seluruh warga.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762412557690c480daee746.48857075.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes dr. Benny Puji Program Speling Jateng, Sudah Jangkau 706 Desa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dr-benny-puji-program-speling-jateng-sudah-jangkau-706-desa</link>				
         <pubDate>Thu, 06 Nov 2025 07:00:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dr-benny-puji-program-speling-jateng-sudah-jangkau-706-desa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Boyolali, 5 November 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) memuji program pelayanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program yang menghadirkan layanan spesialis hingga tingkat desa itu telah menjangkau 706 desa dan diperhatikan sebagai model inovasi kesehatan yang layak diterapkan secara nasional.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Boyolali, dr. Benny mengatakan konsep pelayanan berbasis desa yang dilakukan Jawa Tengah merupakan terobosan signifikan dalam pencegahan penyakit.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ini saya kira mungkin ini pertama di Indonesia ya. Suatu kegiatan yang luar biasa ini dan terjadi ini sudah di 706 desa. Saya ingin belajar agar ini bisa dilakukan seperti ini di berbagai wilayah," katanya.</p>
<p>Program Speling menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, paru hingga jiwa secara langsung ke desa, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi dokter umum.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Bahkan tadi yang luar biasa di Jawa Tengah bahwa dokter-dokter ahli itu membagikan ilmunya kepada dokter-dokter umum. Diberi kursus baik terhadap penyakit dalam, penyakit kandungan, penyakit-penyakit yang kira-kira membahayakan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya fokus pada pencegahan penyakit kronis, Speling juga memperkuat pemeriksaan ibu hamil secara berkala.</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan program Speling merupakan bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini penyakit mulai dari desa hingga provinsi.</p>
<p>&ldquo;Hari ini adalah desa ke-706, desa yang kita sasar terkait dengan Speling. Sudah hampir 10 juta masyarakat kita sudah terlakukan pemeriksaan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan program itu selaras dengan agenda nasional program Presiden Prabowo Subianto yaitu memberikan kesehatan gratis kepada masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, sistem layanan kesehatan tersebut tersusun berjenjang untuk memudahkan pengendalian penyakit.</p>
<p>"Bahwa desa itu nanti terintegrasi di kecamatan, kecamatan kabupaten nanti terintegrasi ke dinas provinsi untuk pengendalian beberapa penyakit,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Wamenkes dr. Benny memastikan program Speling potensial menjadi model nasional.</p>
<p>"Kalau dilakukan bisa masif dari Aceh sampai Papua, maka saya yakin dunia kesehatan masyarakat Indonesia akan lebih jauh lebih baik,&rdquo; kata dr. Benny.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762412596690c4834a42e24.26348042.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>50 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ungkap Masalah Kesehatan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/50-juta-warga-ikut-cek-kesehatan-gratis-kemenkes-ungkap-masalah-kesehatan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Wed, 05 Nov 2025 02:54:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/50-juta-warga-ikut-cek-kesehatan-gratis-kemenkes-ungkap-masalah-kesehatan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="MsoNormal">Jakarta, 5 November 2025</p>
<p class="MsoNormal">Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian bersejarah dengan lebih dari 50,5 juta peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh Indonesia. Partisipasi besar pada Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo ini sekaligus mengungkap gambaran kesehatan masyarakat, yakni tingginya proporsi warga dewasa yang kurang aktivitas fisik mencapai 95,8 persen, serta temuan signifikan pada kesehatan gigi, obesitas, dan tekanan darah.</p>
<p class="MsoNormal">Program CKG yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 4 November 2025 mencatat partisipasi publik yang luar biasa. Dari 53,6 juta pendaftar, sebanyak 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan Kesehatan.</p>
<p class="MsoNormal">Kegiatan CKG umum mencatat 34,3 juta kehadiran peserta, sementara CKG sekolah diikuti oleh 16,2 juta peserta yang hadir.</p>
<p class="MsoNormal">Meski capaian tersebut membanggakan, data CKG menunjukkan tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data akhir Oktober 2025, pada kelompok dewasa, hampir seluruh peserta masuk kategori kurang aktivitas fisik (96%), disusul karies gigi (41,9%), obesitas sentral (32,9%), overweight dan obesitas (24,4%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif.</p>
<p class="MsoNormal">Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, keberhasilan partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran publik, sekaligus membuka ruang besar untuk memperkuat program promotif dan preventif.</p>
<p class="MsoNormal">&ldquo;Pencapaian lebih dari 50,5 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya kesehatan nasional. Namun data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama,&rdquo; ujar Menkes Budi di Jakarta, Rabu (5/11).</p>
<p class="MsoNormal">Menkes menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan massal, tetapi merupakan instrumen strategis untuk deteksi dini dan tatalaksana dini untuk penyakit. Semakin dini penyakit ditangani dan diobati maka peluang sembuh menjadi lebih baik sehingga seseorang akan terhindar dari penyakit katastropik dan kecacatan bahkan kematian.</p>
<p class="MsoNormal">&ldquo;Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan, dan intervensi di masyarakat,&rdquo; tambah Budi.<span style="mso-spacerun: yes;"> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></p>
<p class="MsoNormal">Temuan serupa juga terlihat<span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp; </span>pada kelompok usia lain. Pada bayi baru lahir, ditemukan risiko kelainan saluran empedu (18,6%), berat badan lahir rendah (6,1%), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,5%).</p>
<p class="MsoNormal">Pada balita dan anak prasekolah, masalah gigi tidak sehat (31,5%), stunting (5,3%), dan wasting (3,8%) masih mendominasi. Sementara di kalangan remaja dan pelajar, ditemukan aktivitas fisik kurang (60,1%), karies gigi (50,3%), dan anemia (27,2%) menunjukkan pola hidup tidak aktif sudah terbentuk sejak usia muda.</p>
<p class="MsoNormal">Pada kelompok lansia pun tak luput dari perhatian. Sebanyak 96,7% tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7% mengalami hipertensi</p>
<p class="MsoNormal">Budi menambahkan, hasil CKG akan digunakan untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan promosi gaya hidup sehat di masa mendatang.</p>
<p class="MsoNormal">&ldquo;Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Menkes, keberhasilan pelaksanaan CKG tidak lepas dari kolaborasi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dukungan puskesmas dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal">&ldquo;Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh petugas kesehatan yang terlibat serta<span style="mso-spacerun: yes;">&nbsp; </span>pemerintah daerah. Tanpa mereka, mustahil program sebesar ini bisa berjalan sukses dan berdampak luas,&rdquo; ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p class="MsoNormal">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p class="MsoNormal">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1762311619690abdc34f8b06.81907119.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>50 Juta USD untuk Eliminasi Kanker Perempuan: Indonesia Jadi Pemimpin Regional Indo-Pasifik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/50-juta-usd-untuk-eliminasi-kanker-perempuan-indonesia-jadi-pemimpin-regional-indo-pasifik</link>				
         <pubDate>Mon, 03 Nov 2025 23:40:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/50-juta-usd-untuk-eliminasi-kanker-perempuan-indonesia-jadi-pemimpin-regional-indo-pasifik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 November 2025</p>
<p>Fasilitas Bantuan Teknis (Technical Assistance Facility/TAF) senilai 50 juta USD resmi diluncurkan untuk mendukung eliminasi kanker pada perempuan di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Women&rsquo;s Health and Economic Empowerment Network (WHEN) dan Elimination Partnership in the Indo-Pacific for Cervical Cancer (EPICC), di New York, Amerika Serikat, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-80, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dikutip dari The Lancet Oncology, inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam penguatan sistem kesehatan dan pembiayaan inovatif untuk eliminasi kanker perempuan &mdash; dimulai dari Indonesia sebelum diperluas ke negara-negara lain di Indo-Pasifik.</p>
<p>TAF dikembangkan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk menghadirkan solusi pembiayaan dan bantuan teknis yang memperkuat infrastruktur kesehatan, kapasitas tenaga kerja, teknologi digital, serta produksi lokal di bidang kesehatan. Pendekatan ini dirancang agar dapat direplikasi oleh negara lain di kawasan Indo-Pasifik.</p>
<p>Dalam dua tahun pertama, WHEN menargetkan terbentuknya model layanan kanker perempuan yang dapat diperluas, dengan peningkatan deteksi dini, akses pengobatan, serta penguatan sistem kesehatan lokal yang berkelanjutan. Program ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan konteks lokal melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sipil, tenaga kesehatan, dan komunitas.</p>
<p>Indonesia menjadi negara pertama yang menerima dan mengimplementasikan program ini untuk mencapai eliminasi kanker leher rahim, yang merupakan beban kanker perempuan yang tertinggi kedua di Indonesia. Program ini juga dinilai sebagai model yang dapat menginspirasi dan pembelajaran oleh negara lain di kawasan Indo-Pasifik.</p>
<p>Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah memprioritaskan skrining kanker serviks dan payudara, digitalisasi rekam medis, serta penguatan infrastruktur kesehatan termasuk rantai pasok vaksinasi HPV dan layanan onkologi.</p>
<p>Keberhasilan mobilisasi dukungan global ini menjadi tonggak penting diplomasi kesehatan Indonesia. Dari The Lancet Oncology, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berhasil menggalang dukungan pembiayaan internasional dan memastikan implementasi program sejalan dengan standar WHO dan rekomendasi badan kesehatan dunia lainnya.</p>
<p>Dengan pendekatan kepemimpinan berbasis bukti, Indonesia kini diakui memimpin upaya eliminasi kanker perempuan di kawasan Indo-Pasifik. Hal ini menandai pergeseran penting: dari negara penerima manfaat menjadi negara pemimpin regional yang menetapkan standar implementasi program kesehatan global.</p>
<p>&ldquo;Upaya ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pemimpin regional yang menetapkan standar implementasi program eliminasi kanker perempuan yang sesuai dengan standar global, inklusif, dan berbasis sistem kesehatan berkelanjutan,&rdquo; ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sabtu (4/11).</p>
<p>&ldquo;Eliminasi kanker perempuan adalah investasi untuk masa depan perempuan Indonesia dan wilayah Indo-Pasifik. Kita bukan hanya menjalankan program global, tetapi membuktikan bahwa negara berkembang dapat menjadi pelopor,&rdquo; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menegaskan, Indonesia berkomitmen memperkuat sistem kesehatan, memastikan pendanaan berkelanjutan, dan memperluas akses terhadap deteksi dini serta vaksinasi HPV.</p>
<p>&ldquo;Kami akan memastikan program ini berjalan sesuai standar global dan menjadi model bagi negara-negara Indo-Pasifik lainnya,&rdquo; tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176221383169093fc7150267.72502843.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tuntaskan TBC, Pemerintah Siapkan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Informal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tuntaskan-tbc-pemerintah-siapkan-perlindungan-sosial-bagi-pekerja-informal</link>				
         <pubDate>Sat, 01 Nov 2025 10:48:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tuntaskan-tbc-pemerintah-siapkan-perlindungan-sosial-bagi-pekerja-informal</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 31 Oktober 2025</p>
<p>Pemerintah memperkuat komitmen untuk menuntaskan tuberkulosis (TBC) pada 2030 dengan menyiapkan skema perlindungan sosial bagi pasien, terutama pekerja informal yang rentan kehilangan penghasilan akibat penyakit ini.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin P. Octavianus, Sp.P, FISR, menegaskan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga ekonomi dan sosial.</p>
<p>&ldquo;Penanggulangan TBC membutuhkan pendekatan komprehensif &mdash; dari deteksi dini, pendampingan pengobatan, hingga perlindungan sosial bagi pasien. Terutama bagi pekerja informal yang penghasilannya bisa hilang selama masa pengobatan,&rdquo; ujar dr. Benny di sela Forum Ilmiah Tahunan ke-11 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).</p>
<p>Menurut dr. Benny, pemerintah saat ini tengah memperluas strategi active case finding atau penemuan kasus aktif, pemeriksaan menggunakan tes molekuler cepat di seluruh kabupaten/kota, serta pendampingan pengobatan berbasis komunitas. Pendekatan ini juga diintegrasikan dengan layanan gizi, HIV, dan penyakit kronis.</p>
<p>Selain aspek medis, pemerintah juga menyoroti pentingnya penghapusan stigma terhadap pasien TBC.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Pasien TBC harus dijauhkan dari diskriminasi. Mereka berhak mendapatkan perlakuan yang sama dan akses layanan kesehatan hingga tuntas pengobatan,&rdquo; tegas dr. Benny.</p>
<p>Kebijakan perlindungan sosial bagi penyintas TBC akan diperkuat lewat kerja sama lintas kementerian. Kemenko PMK mengembangkan Analisis Kebijakan Mikro (AKM) untuk memantau kasus TBC dan stunting secara real-time melalui dashboard digital yang terintegrasi antarinstansi.</p>
<p>Menteri Koordinator PMK Pratikno menjelaskan, pendekatan digital ini memudahkan pemantauan program dan memastikan kebijakan berbasis data.</p>
<p>&ldquo;Kami memperkuat perlindungan bagi penyintas TBC, termasuk larangan diskriminasi di tempat kerja dan kompensasi bagi pekerja informal,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Transformasi penanganan TBC juga melibatkan sistem One Health, yang menghubungkan data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit menular. Sistem ini dikembangkan melalui platform SIZE Indonesia.</p>
<p>Di sisi sumber daya manusia, pemerintah menilai modernisasi kompetensi tenaga kesehatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Kurikulum pendidikan kesehatan masyarakat akan diperkuat dengan literasi data, analisis digital, dan pemanfaatan teknologi kesehatan, termasuk AI dan data dashboard.</p>
<p>Forum IAKMI juga menyerukan agar tenaga kesehatan masyarakat mengambil peran lebih aktif dalam edukasi, pendampingan teknis, dan pengawasan program di daerah.<br>Sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) turut diintegrasikan untuk memperkuat daya tahan tubuh generasi muda terhadap penyakit menular seperti TBC.</p>
<p>&ldquo;Upaya ini adalah investasi untuk kualitas manusia Indonesia. Eliminasi TBC bukan hanya tentang kesehatan, tapi tentang menjaga produktivitas dan masa depan bangsa,&rdquo; tutup dr. Benny.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17619943176905e64dcbfc22.04836898.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Operasi Jantung Terbuka Perdana Berhasil di Jambi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-jantung-terbuka-perdana-berhasil-di-jambi</link>				
         <pubDate>Sat, 01 Nov 2025 02:34:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-jantung-terbuka-perdana-berhasil-di-jambi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Operasi Jantung Terbuka Perdana Berhasil di Jambi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jambi, 31 Oktober 2025</p>
<p>Operasi perdana jantung terbuka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi berhasil dilakukan oleh tim dokter RSUD Jambi bekerja sama dengan RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang dan mendapat supervisi RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Penyakit paling banyak menyebabkan kematian rakyat kita nomor satu stroke, nomor dua jantung. Karena itu layanan seperti ini harus bisa tersedia di seluruh provinsi,&rdquo; kata Budi di RSUD Raden Mattaher, Jambi, Jumat (31/10).</p>
<p>Pemerintah menargetkan seluruh provinsi memiliki kemampuan penanganan bedah jantung, sebab jika pasien terkena serangan jantung atau stroke dan ditangani di bawah dua jam maka pasien memiliki kemungkinan selamat lebih besar.</p>
<p>Operasi jantung perdana ini berlangsung lancar tanpa kendala. Tim medis Jambi dan Palembang bekerja secara kolaboratif dengan dukungan teknologi serta perangkat operasi jantung yang telah disiapkan Kementerian Kesehatan. Pasien dilaporkan dalam kondisi stabil pascaoperasi.</p>
<p>Kemenkes tengah memperkuat pendidikan dan distribusi dokter spesialis di daerah. Secara bersamaan membuka akses pendidikan dokter spesialis yang berbasis rumah sakit, sehingga tenaga ahli dapat tersebar merata hingga luar Jawa.</p>
<p>Program peningkatan kompetensi dan penyediaan alat kesehatan seperti CT scan dan cathlab akan terus dilakukan secara bertahap.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Semua kabupaten nanti akan dibagi CT scan dan alat untuk penanganan jantung dan stroke. Tinggal siapkan SDM-nya, alat pasti datang,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Dalam tiga tahun, lanjutnya, seluruh provinsi memiliki fasilitas memadai untuk penanganan jantung dan stroke, termasuk kemampuan operasi bypass dan perbaikan katup jantung. Revitalisasi layanan bertahap juga akan dilakukan untuk penanganan kanker, ginjal, dan kesehatan ibu-anak.</p>
<p>Sementara itu, pemerintah daerah Jambi menyatakan kesiapan menambah sumber daya manusia, fasilitas, dan dukungan operasional agar rumah sakit di provinsi tersebut mampu menjadi pusat rujukan jantung yang efektif dan kompetitif di kawasan Sumatera.</p>
<p>Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan alat kesehatan dan pelatihan tenaga medis.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kebutuhan layanan jantung di Jambi sangat besar, mencapai lebih dari 700 kasus per tahun, sehingga kemampuan operasi jantung di provinsi tersebut menjadi kebutuhan mendesak,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Keberhasilan operasi perdana ini diharapkan menjadi awal dari transformasi layanan jantung di Jambi, mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah, serta memastikan masyarakat mendapatkan penanganan cepat terhadap penyakit kardiovaskular yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1761964710690572a690d149.33566641.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mikroplastik Ada di Air Hujan, Apa Dampaknya Buat Tubuh?</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mikroplastik-ada-di-air-hujan-apa-dampaknya-buat-tubuh</link>				
         <pubDate>Thu, 30 Oct 2025 08:46:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mikroplastik-ada-di-air-hujan-apa-dampaknya-buat-tubuh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Oktober 2025</p>
<p><br>Mikroplastik kini ditemukan tak hanya di laut atau makanan, tapi juga di air hujan. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan, partikel plastik berukuran sangat kecil itu telah terbawa angin dan turun bersama air hujan di wilayah Jakarta.</p>
<p>Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter hingga satu mikrometer. Karena ukurannya yang sangat kecil dan sulit terurai, partikel ini bisa bertahan lama di lingkungan serta berpindah dari udara ke tanah, hingga ke air.</p>
<p>Secara umum, mikroplastik terbagi dua jenis. Pertama, mikroplastik primer, yakni partikel yang sejak awal berukuran kecil seperti microbeads dalam produk kosmetik dan pembersih. Kedua, mikroplastik sekunder yang berasal dari pecahan plastik berukuran besar seperti kantong plastik, botol minum, atau jaring nelayan.</p>
<p>Temuan BRIN ini menunjukkan mikroplastik sudah menjadi bagian dari siklus lingkungan. Plastik yang hancur di darat atau laut bisa terangkat angin, terbawa ke atmosfer, lalu turun kembali bersama hujan.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa keberadaan mikroplastik di air hujan tidak berarti air hujan berbahaya langsung bagi kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Fenomena ini perlu diwaspadai, bukan ditakuti. Ini sinyal bahwa partikel plastik sudah tersebar sangat luas di sekitar kita,&rdquo; ujar Aji.</p>
<p>Menurut berbagai penelitian, manusia dapat terpapar mikroplastik lewat dua jalur utama &mdash; melalui makanan dan minuman (seperti garam, seafood, dan air minum dalam kemasan) serta melalui udara, karena serat sintetis dari pakaian atau debu perkotaan dapat terhirup.</p>
<p>Beberapa studi menunjukkan paparan jangka panjang dalam jumlah besar dapat berpotensi memicu &nbsp;peradangan jaringan tubuh. Bahan kimia seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates yang menempel di mikroplastik juga dapat mengganggu sistem hormon, reproduksi, dan perkembangan janin.</p>
<p>Meski begitu, para ahli menegaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit tertentu. Tingkat paparannya pada populasi umum masih rendah dan terus menjadi fokus penelitian.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, Aji mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan rumah, serta tidak membakar sampah plastik.</p>
<p>&ldquo;Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat udara kering atau setelah hujan. Ini bukan karena air hujannya, tapi untuk mengurangi paparan debu dan polusi yang mungkin mengandung mikroplastik,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Masyarakat juga disarankan membawa botol minum isi ulang, menggunakan tas belanja non-plastik, serta ikut memilah sampah. Langkah kecil ini penting untuk menekan jumlah plastik di lingkungan dan mencegah terbentuknya lebih banyak mikroplastik di masa depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17618145426903280e08b3a5.53330352.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Ajak IDI Perkuat Kemitraan dan Pemerataan Dokter di Seluruh Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Fri, 24 Oct 2025 10:49:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Oktober 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus atau dr. Benny mengajak seluruh anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan tenaga dokter di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ajakan itu disampaikan Wamenkes dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-75 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/10).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Keberhasilan transformasi sistem kesehatan nasional sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi profesi. IDI memiliki peran fundamental dalam menjaga mutu profesi, menegakkan etika kedokteran, dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu,&rdquo; ujar dr. Benyamin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wamenkes juga menyoroti ketimpangan distribusi tenaga dokter di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, di sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Bandung, jumlah dokter sudah melebihi kebutuhan ideal. Sebaliknya, banyak daerah masih mengalami kekurangan tenaga medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita perlu kebijakan bersama untuk mendorong pemerataan tenaga medis, agar pelayanan kesehatan dapat diakses secara adil di seluruh pelosok negeri,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya memberikan penghargaan yang layak bagi tenaga kesehatan yang mengabdi di daerah terpencil.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita harus mengembalikan kehormatan profesi dengan memastikan kesejahteraan bagi mereka yang bertugas di daerah,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup sambutannya, dr. Benyamin mengajak seluruh jajaran IDI menjadikan momentum 75 tahun IDI sebagai tonggak semangat baru untuk memperkuat kolaborasi dan memperjuangkan kemajuan dunia kedokteran Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Marilah kita jadikan ulang tahun ke-75 ini sebagai energi baru bagi kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi. Dengan semangat kebersamaan, kita pasti bisa mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Slamet Budianto menegaskan komitmen seluruh dokter Indonesia untuk terus menjaga profesionalisme, memperkuat solidaritas, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Selama lebih dari tujuh dekade, IDI bukan hanya organisasi profesi, tetapi bagian dari perjalanan bangsa dalam menjaga kehidupan, memajukan kesehatan, dan menjadi benteng moral nilai kemanusiaan,&rdquo; ujar dr. Slamet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, atas kemitraan strategis dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan IDI menjadi fondasi penting bagi kebijakan kesehatan yang berkeadilan dan berpihak pada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, dr. Slamet juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan bagi para dokter, terutama yang bertugas di daerah terpencil dan sulit dijangkau.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami berharap pemerintah dapat memberikan kesejahteraan yang layak bagi para dokter di pelosok negeri. Walaupun kondisi belum ideal, sejawat kami tetap melayani dengan ikhlas dan berpegang teguh pada sumpah profesi,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup sambutannya, Ketua Umum PB IDI mengajak seluruh dokter di tanah air untuk terus menyalakan semangat pengabdian, memperkuat solidaritas, dan menjaga kehormatan profesi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176130315768fb5a7584e2f2.79555171.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dorong Sinergi Penguatan Tata Kelola Profesi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dorong-sinergi-penguatan-tata-kelola-profesi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 21 Oct 2025 02:24:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dorong-sinergi-penguatan-tata-kelola-profesi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Oktober 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus atau dikenal dengan dr. Benny mendorong penguatan sinergi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) untuk menjaga mutu, etika, dan profesionalisme tenaga medis serta tenaga kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Hal ini disampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan KKI di Auditorium Elang, Gedung KKI, Hang Jebat, Jakarta, Senin (20/10).</p>
<p>&ldquo;Independensi KKI adalah mandat undang-undang yang harus dijaga. Kolaborasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika kita saling menghormati kewenangan masing-masing,&rdquo; ujar dr. Benny.</p>
<p>Wamenkes menegaskan, KKI adalah lembaga independen yang berdiri sejajar dengan Kemenkes, bukan di bawah kendali struktural kementerian. Karena itu, hubungan keduanya harus dibangun atas dasar kemitraan strategis untuk memperkuat tata kelola profesi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya memperluas peran KKI hingga ke tingkat daerah melalui pembentukan jejaring di provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan profesi di lapangan.</p>
<p>Selain itu, dr. Benny menyinggung persoalan kekurangan tenaga dokter dan ketimpangan distribusi dokter spesialis. Ia mendorong pertemuan rutin antara Kemenkes, Kementerian Pendidikan, dan KKI untuk menyusun peta kebutuhan dan distribusi dokter yang lebih akurat.</p>
<p>&ldquo;Kita perlu data yang sama agar kebijakan penempatan tenaga medis bisa lebih tepat sasaran,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menutup arahannya, Wamenkes mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat nilai integritas, kolaborasi, dan profesionalisme.</p>
<p>&ldquo;Mari kita tingkatkan sinergi untuk masyarakat yang sehat dan mandiri,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua KKI drg. Arianti Anaya menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat tata kelola profesi melalui penyusunan standar kompetensi yang seragam, peningkatan profesionalisme, serta percepatan digitalisasi sistem uji kompetensi nasional.</p>
<p>&ldquo;KKI kini menaungi lebih dari 80 kolegium dari berbagai disiplin ilmu. Ini tanggung jawab besar untuk memastikan tenaga kesehatan Indonesia berdaya saing global,&rdquo; ujar drg. Arianti.</p>
<p>Ia menambahkan, standar kompetensi dan profesi harus diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Standar kompetensi harus menjadi dokumen hidup yang terus diperbarui setiap tahun. Bukan dokumen yang kaku, tetapi panduan untuk menjaga kualitas dan keselamatan pasien,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176101366468f6efa032c909.77620947.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo: Fasilitas di Daerah Dibangun, Akses Kesehatan Meluas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/setahun-pemerintahan-presiden-prabowo-fasilitas-di-daerah-dibangun-akses-kesehatan-meluas</link>				
         <pubDate>Tue, 21 Oct 2025 01:53:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/setahun-pemerintahan-presiden-prabowo-fasilitas-di-daerah-dibangun-akses-kesehatan-meluas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Oktober 2025</p>
<p>Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat kemajuan besar di sektor kesehatan. Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas di daerah dan memperluas akses layanan kesehatan untuk masyarakat.</p>
<p>Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), atau Quick Win, berbagai terobosan dijalankan. Program ini mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengendalian Tuberkulosis (TBC), hingga pembangunan RSUD di wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).</p>
<p>Dalam waktu kurang dari setahun, akses layanan dasar meningkat pesat dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan makin tinggi.</p>
<p>Program CKG menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada pelayanan publik. Per 20 Oktober 2025, lebih dari 46,9 juta orang mendaftar, dan 43,9 juta orang telah mendapatkan layanan.</p>
<p>Pemeriksaan dilakukan di 10 ribu puskesmas dan 125 ribu sekolah dengan layanan tekanan darah, gula darah, anemia, dan status gizi. Program ini juga menghasilkan data penting untuk perencanaan kebijakan kesehatan nasional dan daerah.</p>
<p>Hasil CKG menunjukkan obesitas sentral, diabetes, dan hipertensi sebagai masalah paling banyak ditemukan. Orang dengan perut buncit memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena diabetes dan hipertensi, yang bisa berujung stroke atau penyakit jantung. Masalah gigi juga banyak ditemukan pada peserta pemeriksaan.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan antusias masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya pada program CKG nampak di setiap daerah.</p>
<p>&ldquo;Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Program Cek Kesehatan Gratis bukan hanya tentang pemeriksaan, tapi tentang membangun budaya peduli kesehatan di semua lapisan masyarakat,&rdquo; ujar Aji.</p>
<p>Sementara itu, pengendalian TBC menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi TBC (SITB) per 5 Oktober 2025, penemuan kasus mencapai 621 ribu orang, atau 57% dari estimasi nasional dan 562 ribu lebih diobati (90%)</p>
<p>Program Terapi Pencegahan TBC (TPT) juga meningkat. Hingga September 2025, 143.284 orang telah menjalani TPT, naik dari 79.008 orang pada tahun sebelumnya.</p>
<p>Lebih dari 7.000 puskesmas kini menggunakan sistem pemantauan digital untuk memperkuat pengawasan pengobatan dan deteksi dini. Strategi door-to-door screening juga tetap dilakukan di daerah padat dan terpencil.</p>
<p>Di bidang infrastruktur kesehatan, pemerintah mempercepat pembangunan dan peningkatan kelas RSUD agar layanan rujukan merata di seluruh Indonesia. Rumah sakit kelas D dan D Pratama ditingkatkan ke kelas C dengan penambahan ruang operasi, rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, dan fasilitas pendukung lainnya.</p>
<p>Pemerintah menargetkan pembangunan RSUD di 66 kabupaten/kota, dengan 32 rumah sakit dimulai pada 2025. Hingga awal Oktober, lebih dari 22 rumah sakit sudah dalam tahap konstruksi dengan progres rata-rata di atas 50%.</p>
<p>RSUD Tarempa di Kepulauan Anambas menjadi proyek tercepat dengan progres 73%, disusul RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), dan RSUD Maba (Halmahera Timur).</p>
<p>Aji menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan yang adil.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena tinggal jauh dari pusat kota. Pemerintah memastikan fasilitas kesehatan di daerah tertinggal dibangun setara dengan wilayah lain,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Upaya ini diharapkan memperkuat layanan rujukan di wilayah DTPK agar masyarakat tak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk berobat.</p>
<p>Satu tahun terakhir, sektor kesehatan menunjukkan arah baru di bawah kepemimpinan Prabowo&ndash;Gibran. Pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan hasil konkret yang dirasakan langsung masyarakat.</p>
<p>Dengan fondasi yang semakin kuat, sektor kesehatan ditargetkan menjadi pilar utama menuju Indonesia Sehat 2045, bangsa yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/MF/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176101171668f6e804b983d7.14490164.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Pendidikan Spesialis Berbasis Rumah Sakit Tetap Libatkan Perguruan Tinggi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-pendidikan-spesialis-berbasis-rumah-sakit-tetap-libatkan-perguruan-tinggi</link>				
         <pubDate>Mon, 20 Oct 2025 15:07:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-pendidikan-spesialis-berbasis-rumah-sakit-tetap-libatkan-perguruan-tinggi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan tidak menghapus peran perguruan tinggi.</p>
<p>Dalam keterangannya di Mahkamah Konstitusi, Senin (20/10), Budi menjelaskan bahwa model hospital-based justru menjadi solusi untuk menambah jumlah dan pemerataan distribusi dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Penyelenggara utama bukan berarti eksklusif. Rumah sakit tetap wajib bekerja sama dengan perguruan tinggi sesuai standar pendidikan tinggi kedokteran,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Budi menekankan, skema ini membuka kolaborasi lebih luas antara rumah sakit, universitas, dan kolegium profesi. Saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis hingga tahun 2032, dengan distribusi yang belum merata di 25 provinsi.</p>
<p>Melalui sistem hospital-based, pemerintah menargetkan pendidikan spesialis dapat dilakukan lebih dekat dengan daerah asal peserta, sehingga tenaga dokter yang dihasilkan dapat langsung mengisi kebutuhan layanan di rumah sakit setempat. Dengan begitu, daerah terpencil tidak lagi menunggu lama untuk mendapatkan dokter spesialis seperti bedah jantung, anestesi, atau obgyn. Skema ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah menghadirkan layanan kesehatan berkualitas di seluruh pelosok negeri.</p>
<p>Selain mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis, sistem hospital-based juga membuat pendidikan lebih terjangkau.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Di banyak negara maju, dokter spesialis dididik di rumah sakit dan dibayar. Indonesia satu-satunya yang masih sepenuhnya berbasis universitas,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Pemerintah memastikan sistem hospital-based dan university-based berjalan paralel. Uji coba model baru ini telah dimulai di enam rumah sakit pendidikan dengan 109 peserta dari berbagai daerah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176097312768f65147875618.78008626.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi: Penyakit Menular Lebih Mematikan dari Perang, TNI harus terlibat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-penyakit-menular-lebih-mematikan-dari-perang-tni-harus-terlibat</link>				
         <pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:56:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-penyakit-menular-lebih-mematikan-dari-perang-tni-harus-terlibat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumbawa Besar, 18 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi ancaman non-militer seperti pandemi dan penyakit menular.</p>
<p>&ldquo;Sepanjang sejarah, penyakit menular adalah pembunuh terbesar umat manusia, bahkan lebih besar dari perang,&rdquo; kata Budi saat meninjau pembangunan Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (MA Batalyon TP) 835 di Desa Kerekeh, Sumbawa Besar, Sabtu (18/10/2025).</p>
<p>Ia mencontohkan, wabah seperti Black Death, Spanish Flu, hingga COVID-19 telah menelan ratusan juta korban jiwa di seluruh dunia.</p>
<p>&ldquo;Pandemi COVID-19 bahkan jadi perang dunia yang paling merepotkan semua pemimpin,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menurut Budi, pertahanan negara tidak hanya soal kekuatan militer. Melindungi rakyat dari ancaman penyakit juga bagian dari sistem pertahanan semesta.</p>
<p>Budi menilai sinergi TNI dan Kemenkes penting untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional, terutama di wilayah perbatasan. Ia berharap kolaborasi ini bisa membuat Indonesia lebih siap menghadapi wabah di masa depan.</p>
<p>Selain meninjau pembangunan markas batalyon, Budi juga menyoroti percepatan pembangunan RSUD Sumbawa yang sudah berjalan sejak 2019.</p>
<p>&ldquo;Nanti kekurangannya akan saya bicarakan dengan Kemenkeu biar bisa cepat selesai,&rdquo; katanya.</p>
<p>Markas Batalyon TP 835 berdiri di atas lahan hibah 50 hektar dari Pemkab Sumbawa. Satuan ini punya peran strategis dalam pembangunan sosial, pertanian, dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Kerja sama antara Kemenkes dan Kemenhan sendiri sudah terjalin sejak Juli 2025 lewat penandatanganan nota kesepahaman bersama BPOM. Sinerginya meliputi kolaborasi antar rumah sakit, penguatan layanan di daerah rawan, dan ketersediaan obat melalui Pusat Farmasi Pertahanan Negara.</p>
<p>Sejak 2021, Kemenkes juga aktif mendukung TNI lewat pelatihan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), pembentukan Emergency Medical Team (EMT), serta bantuan logistik dan obat-obatan untuk berbagai misi kemanusiaan, termasuk ke Gaza.</p>
<p>Menutup kunjungannya, Budi berpesan agar prajurit menjaga kebugaran.</p>
<p>&ldquo;Saya ingin tidak ada prajurit yang wafat karena penyakit sebelum pensiun. Kalau bisa, umur rata-rata prajurit kita melampaui 80 tahun,&rdquo; katanya.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176083942068f446fc94c0e3.94026471.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Komplikasi, Selamatkan Nyawa Lewat Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-komplikasi-selamatkan-nyawa-lewat-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:49:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-komplikasi-selamatkan-nyawa-lewat-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Oktober 2025&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini untuk mencegah penyakit kronis dan menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular. Hal ini disampaikan dalam acara temu media membahas program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto (17/10).</p>
<p>Dalam paparannya, Prof. Dante menjelaskan bahwa pembiayaan kesehatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, selalu mengalami inflasi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi (GDP).</p>
<p>&ldquo;Inflasi kesehatan selalu meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi. Ini terjadi di semua negara, dan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan usia harapan hidup,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sebagai perbandingan, Prof. Dante menyebutkan bahwa di Amerika Serikat, pembiayaan kesehatan per individu mencapai 11.000 dolar per tahun dengan angka harapan hidup 78 tahun. Di Jepang, pembiayaan sebesar 4.400 dolar per individu menghasilkan harapan hidup hingga 84 tahun.</p>
<p>&ldquo;Sementara di Indonesia, pembiayaan kesehatan per individu baru sekitar 150 dolar per tahun, dengan angka harapan hidup 71 tahun. Artinya, kita harus lebih efisien dan cerdas dalam membelanjakan pembiayaan kesehatan untuk bisa memperpanjang usia harapan hidup,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Untuk mencapai hal tersebut, kata Wamenkes, kuncinya adalah deteksi dini terhadap penyakit penyebab kematian tertinggi seperti jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi.</p>
<p>&ldquo;Caranya sederhana: lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum komplikasi terjadi. Itulah dasar dari inisiatif Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh Bapak Presiden,&rdquo; tutur Prof. Dante.</p>
<p>Hingga pertengahan Oktober 2025, program Cek Kesehatan Gratis telah mencatat 44.910.083 pendaftar, dengan 41.899.205 orang hadir dan mendapatkan pelayanan di seluruh Indonesia. Cakupan ini mencerminkan antusiasme dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.</p>
<p>&ldquo;Angka ini luar biasa. Lebih dari 41 juta masyarakat sudah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis. Ini menunjukkan gerakan pencegahan penyakit sudah mulai menjadi budaya,&rdquo; ujar Wamenkes.</p>
<p>Dari hasil pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di berbagai daerah, Kemenkes menemukan sejumlah temuan penting di setiap kelompok usia. Pada bayi baru lahir, penyebab kematian tertinggi adalah berat badan lahir rendah. Pada anak-anak sekolah, masalah utama adalah kesehatan gigi dan kurangnya aktivitas fisik yang memicu obesitas.</p>
<p>&ldquo;Kita menghadapi dua sisi ekstrem: di satu sisi masih ada anak-anak stunting, di sisi lain mulai muncul anak-anak obesitas, terutama di kota besar,&rdquo; kata Wamenkes.</p>
<p>Untuk kelompok usia dewasa, sekitar sepertiga populasi mengalami obesitas, baik berdasarkan berat badan maupun lingkar perut.</p>
<p>&ldquo;Kalau lingkar perut laki-laki di atas 90 cm dan perempuan di atas 80 cm, itu artinya risiko penyakit jantung meningkat tajam. Obesitas ini menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Sementara pada kelompok lanjut usia, tekanan darah tinggi (hipertensi) menjadi temuan paling dominan.</p>
<p>&ldquo;Yang menarik, sebagian besar kasus hipertensi dan diabetes baru diketahui saat pemeriksaan dilakukan. Sebanyak 70 persen penderita diabetes dan tiga kali lipat penderita hipertensi sebelumnya tidak tahu bahwa mereka sakit. Artinya, deteksi dini lewat Cek Kesehatan Gratis ini sangat efektif untuk menemukan kasus tersembunyi,&rdquo; ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini bukan hanya menemukan penyakit, tetapi mencegah masyarakat jatuh dalam kondisi berat yang membutuhkan biaya besar seperti stroke, gagal ginjal, atau serangan jantung.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita bisa tahu lebih awal, kita bisa mencegah orang jatuh ke komplikasi yang berat. Ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga menyelamatkan pembiayaan kesehatan nasional,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Di akhir sesi, Wamenkes mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk berperan aktif menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.</p>
<p>&ldquo;Tolong bantu sampaikan ke masyarakat bahwa cek kesehatan itu bukan untuk orang sakit, tapi supaya mereka tidak sakit. Kalau masyarakat sadar periksa sebelum sakit, angka kematian bisa turun, dan Indonesia akan menjadi negara yang lebih sehat,&rdquo; tutup Prof. Dante.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176083889668f444f01d1750.70874258.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Program Quick Win Presiden Prabowo: 15 RSUD siap Naik Kelas Siap Beroperasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/program-quick-win-presiden-prabowo-15-rsud-siap-naik-kelas-siap-beroperasi</link>				
         <pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:43:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/program-quick-win-presiden-prabowo-15-rsud-siap-naik-kelas-siap-beroperasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Oktober 2025&nbsp;</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) melalui pembangunan serta peningkatan kapasitas rumah sakit di wilayah tersebut.</p>
<p>Hal ini disampaikan dalam acara temu media membahas program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto (17/10).</p>
<p>Dalam paparannya, dr. Azhar menyampaikan bahwa 15 rumah sakit di wilayah DTPK telah rampung dibangun dan siap beroperasi, dengan fokus pada penyediaan layanan spesialistik dasar.</p>
<p>&ldquo;Kita berusaha memecahkan masalah kesehatan di daerah DTPK secara komprehensif. Kelima belas rumah sakit itu akan dilengkapi dengan minimal tujuh spesialis dasar, dan pemetaan kebutuhan SDM-nya sudah disusun,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ketujuh spesialis dasar tersebut meliputi penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan, anestesi, patologi klinik, dan radiologi. Pemenuhan tenaga spesialis dilakukan bertahap, termasuk melalui program pendidikan dan pelatihan di luar negeri.</p>
<p>&ldquo;Saat ini sudah ada beberapa tenaga yang dikirim ke China dan Jepang untuk mengikuti pelatihan intervensi jantung dan neuro intervensi. Jadi SDM-nya kita siapkan bersamaan dengan pembangunan fasilitasnya,&rdquo; tambah dr. Azhar.</p>
<p>Selain menyiapkan SDM, Kementerian Kesehatan juga memastikan ketersediaan alat kesehatan mutakhir di seluruh rumah sakit tersebut.</p>
<p>&ldquo;Untuk alatnya sudah kita tender, termasuk peralatan intervensi dan penunjang lainnya. Targetnya, seluruh 15 rumah sakit ini bisa beroperasi sebagai Rumah Sakit Madya dengan standar pelayanan lengkap, sehingga pasien di daerah tidak perlu lagi dirujuk ke provinsi,&rdquo; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Azhar menyoroti perbaikan struktur pembiayaan rumah sakit, terutama dalam kaitannya dengan layanan BPJS Kesehatan dan pembiayaan pasien non-BPJS. Saat ini tarif layanan masih berbasis case mix menggunakan sistem INA-CBGs, namun pemerintah tengah menyiapkan transisi menuju INA-DRG (Indonesia Diagnosis Related Group) yang dinilai lebih adil dan berimbang.</p>
<p>&ldquo;Memang ada perbedaan antara biaya pelayanan dan tarif INA-CBGs. Ada yang lebih, ada yang kurang, tapi rata-rata masih bisa disubsidi, terutama bagi pasien non-BPJS di rumah sakit vertikal. Ke depan, dengan sistem INA-DRG yang menghitung pembayaran berdasarkan kompleksitas kasus dan kompetensi rumah sakit, diharapkan pembiayaan menjadi lebih proporsional,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dengan penerapan sistem baru ini, pemerintah berharap rumah sakit, khususnya di daerah, dapat lebih mandiri dan berkelanjutan secara finansial.</p>
<p>&ldquo;Kalau struktur pembiayaan sudah lebih berimbang, subsidi bisa berkurang, dan rumah sakit bisa tumbuh sehat tanpa mengorbankan akses masyarakat terhadap layanan berkualitas,&rdquo; pungkas dr. Azhar.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176083979668f44874d5def5.78462854.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia harus temukan lebih banyak kasus TBC agar penularan bisa dihentikan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-harus-temukan-lebih-banyak-kasus-tbc-agar-penularan-bisa-dihentikan</link>				
         <pubDate>Sun, 19 Oct 2025 01:36:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-harus-temukan-lebih-banyak-kasus-tbc-agar-penularan-bisa-dihentikan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;Jakarta, 17 Oktober 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia melalui strategi agresif penemuan kasus aktif (active case finding). Hal ini disampaikan dalam acara temu media membahas program-program prioritas Presiden Prabowo (17/10).</p>
<p>Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2023 terdapat 856.000 kasus TBC baru yang ditemukan, meningkat signifikan dibandingkan 443.000 kasus pada 2021. Kenaikan ini, ditegaskan Wamenkes, bukan menandakan situasi memburuk, melainkan menunjukkan keberhasilan upaya deteksi yang semakin masif.</p>
<p>&ldquo;Kalau angka kasus yang ditemukan naik, itu bukan berarti penyakitnya tambah banyak. Justru artinya kita bekerja lebih keras menemukan pasien yang sebelumnya tidak terdiagnosis,&rdquo; ujar dr. Benny.</p>
<p>Berdasarkan estimasi global, Indonesia diperkirakan memiliki 1,09 juta kasus TBC setiap tahun. Dengan demikian, sekitar seperlima kasus masih belum ditemukan dan berpotensi menularkan penyakit di masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Selama kumannya masih ada dan tidak ditemukan, penularan akan terus terjadi. Karena itu target kami tahun depan justru menemukan lebih banyak lagi, bahkan bisa sampai satu setengah juta kasus. Kalau sudah ditemukan dan diobati, barulah penularannya bisa turun drastis,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Untuk mempercepat eliminasi TBC, dr. Benny menyampaikan bahwa Kemenkes akan memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian Sosial, serta TNI dan Polri.</p>
<p>&ldquo;TBC bukan hanya soal penyakit, tapi juga soal sosial dan lingkungan. Banyak pasien tinggal di rumah yang lembab, minim ventilasi, atau tanpa cahaya matahari. Maka kita harus kerja bersama lintas kementerian, dari perbaikan rumah, sanitasi, sampai jaminan sosial bagi pasien,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, dr. Benny menegaskan bahwa pasien TBC tidak boleh distigma atau dijauhi karena penyakit ini dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat.</p>
<p>&ldquo;Pasien TBC sensitif obat itu 95 persen dari total pasien. Setelah dua minggu sampai satu bulan minum obat, kumannya sudah mati dan dia tidak menular lagi. Jadi tidak ada alasan untuk memecat pekerja yang sedang berobat. Kami akan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar hal ini dijaga,&rdquo; paparnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik untuk mencegah penularan TBC di tempat umum seperti pasar, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.</p>
<p>&ldquo;Batuk dua minggu atau lebih harus diperiksa, jangan dianggap sepele. Bisa jadi TBC. Masyarakat perlu tahu bahwa penularan bisa terjadi di ruang tertutup, lembab, tanpa sinar matahari. Kuncinya kebersihan, ventilasi yang baik, dan perilaku hidup sehat,&rdquo; ujar dr. Benny.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa edukasi masyarakat menjadi kunci untuk menurunkan angka TBC di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;TBC bisa disembuhkan, pengobatannya gratis, dan negara menjamin ketersediaan obat. Tapi kalau masyarakat tidak sadar untuk memeriksa diri, penularan akan terus terjadi. Kami butuh dukungan media untuk menyebarkan pesan ini ke seluruh pelosok Indonesia,&rdquo; katanya.</p>
<p>Wamenkes juga menjelaskan bahwa masa inkubasi TBC relatif panjang, antara 10 hingga 12 minggu. Artinya, seseorang yang terpapar pada Oktober baru akan menunjukkan gejala pada Januari atau Februari tahun berikutnya.</p>
<p>&ldquo;Itu sebabnya deteksi dini sangat penting. Kalau tunggu batuk darah baru periksa, sudah terlambat. Makanya, batuk dua minggu harus segera rontgen, jangan tunggu parah,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Sebagai penutup, dr. Benny menyebut bahwa keberhasilan mengendalikan TBC merupakan salah satu indikator kemajuan suatu negara.</p>
<p>&ldquo;Negara dengan angka TBC tinggi tidak bisa disebut negara maju. Edukasi, gizi, dan kesadaran masyarakat mencerminkan kualitas pembangunan. Saat ini Indonesia masih berada di peringkat kedua dunia setelah India dalam jumlah kasus TBC. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar dalam tiga tahun ke depan, angka TBC di Indonesia bisa turun drastis,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176083997768f4492957e431.48807273.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Akan Bantu Perkuat Pengawasan dan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 18 Oct 2025 09:16:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Oktober 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan II dr. Benjamin Paulus Octavianus Sp.P, FISR (dr. Benny) menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pengawasan serta memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).&nbsp;</p>
<p>Dalam pemaparannya, dr. Benny menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman, sehat, dan berkualitas.</p>
<p>&ldquo;Setiap hari sebelum jam enam pagi, saya menerima laporan dari tim Kementerian Kesehatan terkait kondisi lapangan, termasuk pemantauan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia. Laporan ini saya diskusikan dengan Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) untuk dapat ditindaklanjuti,&rdquo; ujar dr Benny dalam acara temu media membahas program-program prioritas Presiden Prabowo (17/10).</p>
<p>&ldquo;Kami pastikan seluruh proses terpantau ketat dan terus diperbaiki dari waktu ke waktu,&rdquo; katanya.</p>
<p>Program MBG, lanjutnya, memiliki tujuan strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga anak menyelesaikan pendidikan menengah.</p>
<p>&ldquo;Tujuan utama Presiden dalam program ini adalah menurunkan angka stunting. Karena stunting tidak dimulai saat anak lahir, tapi sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun. Dengan pemberian makan bergizi dari ibu hamil sampai anak sekolah, kualitas gizi dan kecerdasan anak Indonesia akan meningkat signifikan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dr. Benny juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan standar operasional setiap SPPG yang kini telah mencapai lebih dari 10.700 titik layanan di seluruh Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Satu SPPG melayani sekitar 3.000&ndash;3.500 orang. Dalam enam minggu terakhir saja, jumlahnya bertambah 7.000 unit &mdash; artinya ada tambahan sekitar 21 juta penerima makanan bergizi setiap hari. Ini kegiatan besar yang harus dijalankan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab,&rdquo; terangnya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan telah meminta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menambahkan tenaga ahli kesehatan lingkungan di setiap SPPG untuk memastikan kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan.</p>
<p>&ldquo;Kami sudah menambahkan satu tenaga ahli baru di setiap SPPG, yaitu ahli kesehatan lingkungan. Tujuannya agar air bersih, sanitasi, dan bahan makanan yang dimasak selalu terjaga kualitasnya. Ini penting untuk mencegah terulangnya kasus keracunan pangan,&rdquo; tegas dokter Benny.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan media mengenai aspek hukum dan transparansi data, dr. Benny menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG masih terus disempurnakan sambil menunggu regulasi payung hukum yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara utama.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Kesehatan berperan dalam pengawasan dan pencegahan risiko kesehatan. Payung hukumnya akan ditetapkan oleh pengelola program MBG. Namun kami memastikan semua laporan lapangan dimonitor ketat dan transparan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, pengawasan kini dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi antara tenaga kesehatan lingkungan, puskesmas, dan dinas kesehatan daerah.</p>
<p>&ldquo;Sekarang pengawasan jauh lebih baik. Setiap hari kami menerima laporan dari seluruh puskesmas dan dinas kesehatan. Kalau ada satu titik bermasalah, kita tangani cepat tanpa menghentikan ribuan titik lainnya yang berjalan baik,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dr Benny menegaskan bahwa pelaksanaan MBG yang dilakukan oleg BGN merupakan program nasional berskala besar yang terus disempurnakan dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor.</p>
<p>&ldquo;Program ini besar sekali dan tentu ada proses pembelajaran. Tapi yang penting, kita terus memperbaiki, memperkuat sistem, dan memastikan masyarakat mendapat makanan bergizi dan aman setiap hari,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176078172068f36598202ef5.04804754.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Spill Pembagian Peran Wamen Untuk Sukseskan Program Unggulan Presiden </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 18 Oct 2025 09:11:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagi peran dua wakil menteri (wamen) kesehatan untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas setelah Presiden Prabowo Subianto menambah posisi tersebut dengan menunjuk dr. Benjamin Paulus Octavianus Sp.P, FISR (dr Benny) pada 8 Oktober lalu. Menkes mengatakan Wamen I Prof. Dante Saksono Harbuwono Sp.PD-KEMD, Ph.D akan menangani hal-hal yang terkait penyakit tidak menular sedangkan Wamen II dr Benny akan menangani penyakit menular.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita sudah bagi-bagi tugas sesuai bidangnya agar lebih fokus dan efektif. Dr Benny fokus pada penyakit menular seperti TBC, sementara Prof. Dante menangani penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia,&rdquo; ujar Menkes dalam acara temu media membahas program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto (17/10).</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menyampaikan bahwa dua program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan menjadi penggerak utama peningkatan status kesehatan masyarakat yang pelaksaanaan dan pengawasannya perlu ditingkatkan.</p>
<p>&ldquo;Dr Benny akan mendukung program Makan Bergizi Gratis, sementara Prof. Dante akan fokus pada Cek Kesehatan Gratis. Kalau dua program ini berhasil, 40 sampai 50 persen masalah kesehatan kita bisa selesai,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Menkes menekankan bahwa program makan bergizi berkaitan erat dengan berbagai isu kesehatan nasional seperti TBC, stunting, serta kematian ibu dan anak. Menurutnya, asupan gizi yang baik merupakan pondasi utama dalam mencegah penyakit infeksi maupun kronis.</p>
<p>&ldquo;Program makan bergizi gratis itu tidak hanya soal makan. Di situ ada dampak langsung ke penurunan stunting, TBC, bahkan kematian ibu dan anak,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Menkes memaparkan pembagian tanggung jawab di bidang lain guna memperkuat efektivitas kerja. Dr. Benny juga akan membidangi pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta kerjasama dengan organisasi profesi dan lembaga pendidikan tinggi. Sementara Prof. Dante akan memperkuat pengelolaan SDM internal Kemenkes dan mendalami strategi transformasi pembiayaan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Saya minta Prof. Dante juga mendalami pembiayaan kesehatan, agar kita bisa memastikan BPJS tetap kuat dan mampu mendukung rumah sakit dalam penanganan penyakit tidak menular yang membutuhkan peralatan canggih,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi mengajak untuk memperkuat kerja sama dan komitmen seluruh jajaran Kementerian Kesehatan dalam menjalankan program-program Presiden Prabowo.</p>
<p>&ldquo;Kita semua punya peran. Tapi yang terpenting, kita harus jalan bersama agar reformasi yang digulirkan Bapak Presiden dapat dibangun secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>#setahunberdampak</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176077896168f35ad155ca84.15320264.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ministry of Health Launches Healthcare AI Hackathon 2025: Innovators Collaborate for the Future of Indonesia's Healthcare</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ministry-of-health-launches-healthcare-ai-hackathon-2025-innovators-collaborate-for-the-future-of-indonesias-healthcare</link>				
         <pubDate>Tue, 14 Oct 2025 08:04:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ministry-of-health-launches-healthcare-ai-hackathon-2025-innovators-collaborate-for-the-future-of-indonesias-healthcare</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 October 2025</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">The Ministry of Health of the Republic of Indonesia has officially launched the Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025, the first innovation event focused on the application of artificial intelligence (AI) in the healthcare sector. This initiative aims to strengthen the national health system through smart and collaborative solutions, while accelerating the transformation toward more effective, efficient, and inclusive healthcare services.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">The hackathon is organized through a collaboration between the Ministry of Health and PwC Indonesia as the Exclusive Knowledge Partner, and Amazon Web Services (AWS) as the Exclusive Technology Partner, with additional support from East Ventures, BGI Genomics, and MGI. This cross-sector synergy marks a significant milestone in building a sustainable and globally competitive health innovation ecosystem.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Deputy Minister of Health, Prof. Dante Saksono Harbuwono, who inaugurated the event, emphasized that the role of AI is to empower and support medical professionals&mdash;not to replace them.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">&ldquo;Recently, Bill Gates stated that AI will replace doctors within ten years. That sounds controversial. But let&rsquo;s be honest&mdash;how many of us search for symptoms or medications online when we feel unwell? It used to be difficult to separate facts from misinformation. Now, with AI assistance, we can access more accurate and reliable health information. So, is Bill Gates right? The key isn&rsquo;t replacement&mdash;it&rsquo;s empowerment,&rdquo; said Prof. Dante.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">In his remarks, Prof. Dante highlighted various global and national challenges in the health sector&mdash;from aging populations, shortages of medical personnel, rising service costs, to the threats of non-communicable diseases and climate change. In Indonesia, the disease burden remains high: tuberculosis ranks among the highest in the world, stroke is the leading cause of death, and more than 19 million people live with diabetes.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">&ldquo;To address these challenges, the Ministry of Health has begun building an AI-based future for healthcare. We&rsquo;ve conducted clinical trials of AI-powered chest X-rays for tuberculosis detection, AI-assisted brain CT scans for stroke diagnosis, launched an AI chatbot for diabetes risk screening, and even developed an AI-based hospital call center that can reduce waiting times by up to 70% and improve patient satisfaction by 35%,&rdquo; he explained.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">According to Prof. Dante, conventional approaches are no longer sufficient to tackle the complexity of health challenges. Indonesia, with over 17,000 islands, requires intelligent solutions that can reach all regions.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">&ldquo;AI opens up vast opportunities to enhance diagnosis, improve prediction accuracy, expand service access, and assist healthcare workers in making better clinical decisions,&rdquo; he added.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025 brings together innovators from diverse disciplines&mdash;including doctors, AI engineers, academics, researchers, and industry players&mdash;to collaborate on developing technological solutions for five priority health issues: tuberculosis, stroke, stunting, diabetes, and cardiovascular diseases.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Participant enthusiasm is high. From an initial target of 40 teams, the committee received 278 proposals from 10 countries. The top three teams will be selected to proceed to the incubation stage, where their ideas will be developed into real-world solutions with support from funding networks, expert pools, and integration into the Ministry of Health&rsquo;s MoH Sandbox.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Setiaji, Deputy for Digital Transformation at the Ministry of Health, emphasized that this initiative is a strategic step to strengthen cross-sector collaboration and accelerate AI adoption in healthcare.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">&ldquo;This hackathon is not just about competition&mdash;it&rsquo;s about collaboration and sustainability. We want to ensure that the AI solutions born from this event are not only technologically advanced but also socially relevant, accessible, and empowering to the community,&rdquo; said Setiaji.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Through this event, the Ministry of Health reaffirms its commitment to positioning Indonesia as a regional hub for technology-driven health innovation in Southeast Asia. This collaborative approach is expected to accelerate the realization of smarter, more efficient, and community-oriented healthcare services.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">___</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">This news is released by the Bureau of Communication and Public Information, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. For more information, contact Halo Kemenkes via hotline 1500-567, SMS 081281562620, or email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>. (DJ/SK)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;"><br>Head of the Bureau of Communication and Public Information<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</span><!--EndFragment --></p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176042912668ee0446b29065.37984503.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Bentuk Panitia Seleksi Dewas dan Direksi BPJS</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-bentuk-panitia-seleksi-dewas-dan-direksi-bpjs</link>				
         <pubDate>Tue, 14 Oct 2025 04:19:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-bentuk-panitia-seleksi-dewas-dan-direksi-bpjs</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Oktober 2025</p>
<p>Pemerintah secara resmi membentuk Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan periode 2026&ndash;2031 pada Senin (13/10). Pembentukan Pansel ini dilakukan untuk mempersiapkan proses seleksi karena masa jabatan Dewas dan Direksi saat ini akan berakhir pada 19 Februari 2026.</p>
<p>Pansel BPJS Kesehatan terdiri atas unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mewakili unsur pemerintah sekaligus menjabat sebagai Ketua Pansel, didampingi Adang Bachtiar sebagai Wakil Ketua dari unsur tokoh masyarakat. Anggota Pansel BPJS Kesehatan meliputi Luky Alfirman, Wahyu Sulistiadi, Mohamad Subuh, Dedi Supratman, dan Hermanto Achmad.</p>
<p>Sementara itu, Pansel BPJS Ketenagakerjaan diketuai oleh Indah Anggoro Putri, dengan Abdul Gaffar Karim sebagai Wakil Ketua. Anggotanya terdiri atas Sudarto, Julizar Idris, Abdul Wahab, Arif Nugroho, dan Royanto Purba.</p>
<p>Pembentukan Pansel ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Penetapan Anggota Dewan Pengawas serta Direksi BPJS. Sesuai ketentuan, Pansel terdiri atas dua unsur pemerintah dan lima unsur tokoh masyarakat.</p>
<p>Unsur pemerintah diwakili oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Keuangan. Sementara unsur tokoh masyarakat dipilih berdasarkan keahlian dan pengalaman profesional di berbagai bidang strategis seperti ekonomi, keuangan, perbankan, aktuaria, pelayanan kesehatan, dana pensiun, hukum, dan manajemen risiko.</p>
<p>Ketua Pansel BPJS Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa pembentukan Pansel bukan sekadar mencari pengganti pejabat, tetapi merupakan bagian dari upaya reformasi sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</p>
<p>&ldquo;Setelah sepuluh tahun berjalan sejak 2014, BPJS Kesehatan perlu melakukan pembenahan agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan. Pemimpin BPJS Kesehatan yang baru harus memiliki visi perubahan, bersikap inovatif, profesional, akuntabel, serta mampu memastikan kemudahan akses layanan, proteksi finansial peserta, dan kualitas pelayanan yang merata. Reformasi institusi menjadi prioritas utama,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Senada dengan itu, Abdul Gaffar Karim selaku Wakil Ketua Pansel BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa tantangan utama yang dihadapi lembaga tersebut meliputi validasi data, kepatuhan iuran, serta efektivitas koordinasi antar lembaga.</p>
<p>&ldquo;Pansel mencari sosok yang mampu melanjutkan reformasi dan bekerja dengan pendekatan berbasis peserta. Pemimpin yang diharapkan adalah mereka yang mampu mengelola data secara akurat, membangun jejaring kerja sama dengan kementerian terkait, dan memiliki karakter reformis,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Terdapat delapan tahapan seleksi yang akan dilaksanakan secara transparan. Proses dimulai dengan pengumuman pendaftaran, dilanjutkan penerimaan berkas pada 14&ndash;16 Oktober, serta pemeriksaan administrasi pada 17&ndash;23 Oktober.</p>
<p>Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 23 Oktober. Masyarakat kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan tanggapan terhadap calon pada 23 Oktober&ndash;12 November. Tahap klarifikasi tanggapan akan dilakukan pada 13&ndash;17 November, diikuti uji kelayakan dan kepatutan pada 18&ndash;24 November.</p>
<p>Uji kelayakan mencakup tes kompetensi, psikologi, assessment, pemaparan visi-misi, wawancara, dan tes kesehatan. Penetapan calon anggota Dewan Pengawas dan Direksi dijadwalkan pada 8 Desember 2025.</p>
<p>Pansel memastikan seluruh proses seleksi menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, integritas, profesionalisme, dan partisipasi publik guna menghasilkan pemimpin terbaik bagi BPJS. Pemerintah juga mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif, baik dengan mendaftar sebagai calon maupun berperan sebagai pemantau independen demi menjaga transparansi.</p>
<p>Keberhasilan reformasi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi fondasi penting bagi masa depan sistem jaminan sosial di Indonesia. Dengan kepemimpinan yang tepat, BPJS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat perlindungan finansial peserta, dan memastikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176041561468edcf7ea404a4.22244303.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kejar Pemerataan Dokter, Pemerintah Luncurkan SPO Uji Kompetensi Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kejar-pemerataan-dokter-pemerintah-luncurkan-spo-uji-kompetensi-nasional</link>				
         <pubDate>Mon, 13 Oct 2025 11:28:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kejar-pemerataan-dokter-pemerintah-luncurkan-spo-uji-kompetensi-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Oktober 2025</p>
<p>Pemerintah secara resmi meluncurkan Standar Prosedur Operasional (SPO) Uji Kompetensi Nasional bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, Senin (13/10) di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta. Peluncuran ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan krisis jumlah dan distribusi tenaga medis, khususnya dokter, yang hingga kini belum merata di seluruh Indonesia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh daerah.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan serius&mdash;mulai dari prevalensi stunting, tingginya angka kematian ibu dan bayi, hingga penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. Di tengah tantangan tersebut, ketersediaan tenaga medis masih jauh dari ideal.</p>
<p>&ldquo;Sebanyak 4,6% Puskesmas belum memiliki dokter, 38,8% Puskesmas belum lengkap sembilan jenis tenaga kesehatan standar minimal, dan sepertiga RSUD belum memiliki tujuh spesialis dasar yang seharusnya bisa melayani pasien dengan baik,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menegaskan, ada dua fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah: kekurangan jumlah tenaga medis dan ketimpangan distribusinya di lapangan. Karena itu, perlu percepatan dalam produksi sekaligus pemerataan dokter di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Prof. Dante menjelaskan bahwa ke depan model pendidikan kedokteran akan lebih beragam, termasuk yang berbasis universitas maupun rumah sakit.</p>
<p>&ldquo;Yang paling penting dari semua model pendidikan tersebut adalah kompetensi lulusannya harus memiliki kualitas yang sama,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Melalui SPO ini, lulusan yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat nasional. Sementara peserta yang belum lulus dapat mengulang uji kompetensi sesuai jadwal yang ditetapkan bersama.</p>
<p>Pengawasan terhadap implementasi SPO akan dilakukan oleh tiga lembaga besar, yakni Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Kesehatan; serta Konsil Kesehatan Indonesia. Penerapan SPO akan dimulai oleh penyelenggara pendidikan tinggi dan kolegium mulai tahun ini.</p>
<p>Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menyambut baik peluncuran SPO tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proses penyusunannya memerlukan waktu panjang dan diwarnai berbagai masukan serta kritik dari berbagai pihak.</p>
<p>&ldquo;Banyak juga kritikan, hujatan melalui media, media sosial, yang sampai dengan seolah-olah kita ini tidak pernah berbuat baik. Alhamdulillah akhirnya SPO yang menelan waktu lama akhirnya bisa kita selesaikan dan akhirnya juga bisa diluncurkan pada sore hari ini,&rdquo; ujar Prof. Fauzan.</p>
<p>Ia berharap penerapan SPO ini dapat memperbaiki proses pembelajaran di bidang kesehatan yang selama ini belum optimal, sekaligus memperkuat kolaborasi antar lembaga dalam pelaksanaannya.</p>
<p>&ldquo;Maka dengan demikian, saya kira sangat bagus dua Kementerian, Kemendiktisaintek dan Kemenkes, dan didorong oleh berbagai Kementerian dan lembaga lain yang akhirnya bisa melahirkan SPO ini,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Melalui peluncuran SPO ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten, merata, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176035723168eceb6f622aa6.97706449.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tegaskan Keamanan Pangan sebagai Kunci Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tegaskan-keamanan-pangan-sebagai-kunci-keberhasilan-program-makan-bergizi-gratis</link>				
         <pubDate>Fri, 10 Oct 2025 09:32:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tegaskan-keamanan-pangan-sebagai-kunci-keberhasilan-program-makan-bergizi-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Oktober 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/4954/2025 yang mengatur aspek keamanan pangan, kesiapsiagaan, serta respons cepat terhadap potensi keracunan pangan massal (KLB).</p>
<p><a href="http://s.kemkes.go.id/SEProgramMBG">http://s.kemkes.go.id/SEProgramMBG</a></p>
<p>Program MBG menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia sebagai kelompok rentan. Program strategis nasional ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi dan menekan angka stunting. Namun, keberhasilan program hanya dapat tercapai apabila standar keamanan pangan diterapkan secara ketat di setiap tahap penyelenggaraan.</p>
<p>&ldquo;Pencegahan keracunan pangan adalah tanggung jawab bersama. Keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal mutu makanan, tetapi juga soal menjaga nyawa dan keberlangsungan program pemerintah,&rdquo; tegas Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.</p>
<p>Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes meminta Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota berperan aktif dalam menjamin keamanan pangan. Upaya ini mencakup pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaksanaan inspeksi kesehatan lingkungan secara rutin, serta pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan dan tenaga gizi melalui platform Learning Management System (LMS) Kemenkes.</p>
<p>Selain itu, pemenuhan standar gizi diperkuat melalui pembinaan penyusunan menu sesuai pedoman, pelatihan sistem manajemen penyelenggaraan makanan, edukasi gizi, serta pemantauan status gizi peserta program di sekolah dan posyandu.</p>
<p>Dalam kondisi darurat seperti munculnya gejala keracunan pangan massal, masyarakat diimbau segera menghubungi call center 119 atau fasilitas kesehatan terdekat. Tim Gerak Cepat (TGC) akan ditugaskan melakukan investigasi epidemiologi dan uji sampel makanan di laboratorium terakreditasi, sementara seluruh laporan KLB harus segera disampaikan ke Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) melalui nomor 0877-7759-1097.</p>
<p>Dinas Kesehatan provinsi juga diharapkan menjalankan peran penting dalam membina, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh pelaksanaan kebijakan ini di tingkat kabupaten/kota.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memastikan makanan dalam program ini tidak hanya bergizi, tetapi juga aman. Dinas kesehatan daerah adalah garda terdepan dalam menjamin hal tersebut,&rdquo; tambah Kunta.</p>
<p>Kementerian Kesehatan menekankan bahwa keamanan pangan dan respons cepat terhadap KLB merupakan syarat utama keberhasilan Program MBG. Pelaksanaan surat edaran ini diminta berjalan penuh tanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/176008886768e8d323cac838.27704786.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Harapan Baru: Transplantasi Hati Berhasil Dilakukan di RS Fatmawati</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/harapan-baru-transplantasi-hati-berhasil-dilakukan-di-rs-fatmawati</link>				
         <pubDate>Thu, 09 Oct 2025 06:29:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/harapan-baru-transplantasi-hati-berhasil-dilakukan-di-rs-fatmawati</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa hati merupakan salah satu organ manusia yang unik karena mampu tumbuh kembali setelah dicangkokkan. Hal ini ia sampaikan saat menyaksikan keberhasilan operasi transplantasi hati dari seorang anak untuk ayahnya yang menderita sirosis di RS Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/10).</p>
<p>&ldquo;Ada satu organ manusia yang kalau dicangkok bisa tumbuh kembali, yaitu hati,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Dalam kasus ini, Pertiwi, seorang anak, mendonorkan sebagian hatinya untuk sang ayah yang mengalami penyakit hati kronis (sirosis). Meski awalnya sempat ragu, setelah mendapatkan edukasi dari tim dokter, Pertiwi akhirnya mantap menjadi donor.</p>
<p>&ldquo;Pertama saya takut dan ragu apakah hati saya akan tumbuh lagi. Tapi setelah dijelaskan dokter bahwa hati bisa sembuh dan tumbuh kembali, saya mau mendonorkan hati saya untuk Bapak. Saya ingin Bapak sehat lagi. Setelah transplantasi ini saya sehat, Bapak juga sehat, dan saya sudah beraktivitas seperti biasa,&rdquo; tutur Pertiwi.</p>
<p>Sebanyak 70 persen organ hati Pertiwi diambil untuk dicangkokkan ke ayahnya. Dalam kurun waktu 5&ndash;6 bulan, hati Pertiwi akan tumbuh kembali seperti semula.</p>
<p>Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Fatmawati, dr. Nikko Darnindro, SpPD, menjelaskan bahwa pasien berusia 58 tahun tersebut mengalami sirosis akibat infeksi Hepatitis B kronis. Selama satu tahun terakhir, pasien berulang kali dirawat karena komplikasi serius seperti penurunan kesadaran dan perdarahan saluran cerna, menandakan fungsi hati semakin menurun.</p>
<p>&ldquo;Kondisi pasien sudah tidak dapat ditangani dengan pengobatan konvensional. Transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan terapi yang dapat menyelamatkan nyawa,&rdquo; ucap dr. Nikko.</p>
<p>Donor hati berasal dari anak kandung pasien yang memiliki golongan darah sama dan secara sukarela memberikan sebagian organnya. Persiapan transplantasi dilakukan selama satu hingga dua bulan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap donor maupun penerima.</p>
<p>Prosedur Living Donor Liver Transplantation (LDLT) dilaksanakan pada 23 September 2025 oleh Tim Transplantasi Hati RS Fatmawati bekerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) yang dipimpin Prof. Kwang Woong Lee.</p>
<p>&ldquo;Operasi berlangsung lancar, dan pascaoperasi pasien menunjukkan perbaikan klinis maupun laboratorium yang signifikan,&rdquo; jelas dr. Nikko.</p>
<p>Saat ini pasien dalam kondisi stabil, kesadaran sudah pulih, fungsi hati membaik, serta telah mendapat edukasi untuk perawatan lanjutan di rumah.</p>
<p>Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi RS Fatmawati dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang transplantasi hati. Seluruh pembiayaan operasi ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak terbebani biaya tinggi.</p>
<p>Menkes Budi mengapresiasi keberanian dan kerja keras tim RS Fatmawati.</p>
<p>&ldquo;Kasus gagal hati di Indonesia masih banyak, tetapi layanan transplantasinya belum siap. Karena itu saya minta RS Fatmawati berani melakukan transplantasi,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Ia menambahkan, tingkat keberhasilan transplantasi hati di Indonesia masih perlu ditingkatkan.</p>
<p>&ldquo;Tingkat kematian transplantasi hati kita masih 60 persen. Dari 10 pasien, 6 meninggal. Sementara di Korea, dari 10 pasien, 9 selamat. Karena itu saya minta tim Fatmawati belajar ke luar negeri, dan hari ini mereka berhasil membuktikannya,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Menkes berharap RS Fatmawati dapat terus melakukan operasi transplantasi hati lainnya serta berbagi pengalaman kepada rumah sakit lain di Indonesia.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175999167568e7577b6507f8.89743103.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Baru Dilantik, Kemenkes Perkuat Percepatan Eliminasi TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-baru-dilantik-kemenkes-perkuat-percepatan-eliminasi-tbc</link>				
         <pubDate>Thu, 09 Oct 2025 01:42:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-baru-dilantik-kemenkes-perkuat-percepatan-eliminasi-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Oktober 2025</p>
<p>Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) yang baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10). Kehadiran Benjamin yang memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis paru diharapkan semakin memperkuat upaya percepatan transformasi kesehatan nasional, khususnya dalam eliminasi tuberkulosis (TBC).</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa penunjukan Benjamin sejalan dengan perhatian khusus Presiden Prabowo terhadap TBC.</p>
<p>&ldquo;Dokter Beni (Benjamin) sudah tahu ya adalah ahli spesialis paru dan salah satu atensinya Bapak Presiden mengenai percepatan eliminasi tuberkulosis,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menambahkan, Presiden Prabowo sejak lama memiliki komitmen untuk menghapus TBC dari Indonesia, mengingat penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kematian utama.</p>
<p>&ldquo;Beliau itu passion-nya, hatinya dari dulu ingin kalau bisa kalau penyakit yang membunuh 125.000 setiap tahun itu bisa cepat kita hilangkan,&rdquo; tutur Budi.</p>
<p>Upaya menurunkan kasus TBC juga merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Program ini menjadi fokus untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia, sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam wawancara usai pelantikan, Menkes Budi memperkenalkan Wamenkes baru dengan menekankan pentingnya memberi teladan hidup sehat.</p>
<p>&ldquo;Tau gak syaratnya mau kerja di Kemenkes? Harus sehat. Nah saya mau memperkenalkan, tadi siang Presiden Prabowo baru melantik wakil menteri kesehatan baru namanya dokter Beni Oktavianus. Kenapa dokter Beni bisa masuk? Karena Pak Prabowo tahu beliau sekarang hidupnya lebih sehat jauh sebelum menjadi wamenkes,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Wamenkes Beni kemudian berbagi pengalamannya menjaga pola hidup sehat.</p>
<p>&ldquo;Kira-kira 2 tahun lalu saya kaget, enggak sengaja cek gula darah, HBA1C saya 6,4 padahal tidak ada riwayat keluarga diabetes. Ternyata saya obesitas dengan berat badan 72 kilo. Sebagai dokter yang tiap hari menasihati orang, saya langsung memutuskan untuk diet dan olahraga teratur. Berat badan turun 11 kilo jadi 61 kg, stabil selama satu tahun. Dengan perubahan gaya hidup, prediabetes saya membaik, sekarang 5,9 dan saya akan berusaha capai 5,7,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan, contoh pribadi Wamenkes baru mencerminkan pentingnya promosi kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kenapa di Kementerian Kesehatan harus sehat? Karena kita harus memberikan contoh kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mereka juga hidup sehat.&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dengan dilantiknya Benjamin, Kementerian Kesehatan kini memiliki dua Wakil Menteri Kesehatan. Menkes memastikan bahwa Wamenkes Dante Saksono Harbuwono tetap menjabat, sehingga keduanya akan bekerja bersama mendukung program prioritas kesehatan nasional.</p>
<p>Menkes berharap dengan dukungan dua wakil menteri, Kemenkes dapat semakin optimal dalam mewujudkan transformasi kesehatan, mempercepat akses layanan, serta menurunkan beban penyakit di Indonesia.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175997425168e7136ba30bf8.43214392.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Beri Motivasi di Pengenalan Sekolah Garuda Kabupaten Toba</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-beri-motivasi-di-pengenalan-sekolah-garuda-kabupaten-toba</link>				
         <pubDate>Thu, 09 Oct 2025 01:39:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-beri-motivasi-di-pengenalan-sekolah-garuda-kabupaten-toba</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Toba, 8 Oktober 2025&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono memberikan motivasi kepada para siswa dalam kegiatan Launching Sekolah Garuda di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (8/10).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes Dante berbagi kisah perjuangannya sejak masa kecil hingga menjadi ilmuwan dan pejabat negara. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan ketekunan dalam meraih kesuksesan.</p>
<p>&ldquo;Saya lahir di keluarga yang biasa-biasa saja. Bapak saya selalu berpesan, kalau ingin jadi orang hebat, harus bekerja tiga atau empat kali lebih keras dari orang lain,&rdquo; ujar Dante di hadapan para siswa.</p>
<p>Ia menceritakan dirinya tidak pernah menyangka akan menjadi dokter, peneliti, hingga Wakil Menteri Kesehatan. Dante juga mengenang masa-masa sulitnya saat menempuh pendidikan doktoral di University of Yamanashi, Jepang.&nbsp;</p>
<p>Untuk membiayai hidup, ia harus bekerja di restoran cepat saji di sela waktu kuliahnya.</p>
<p>&ldquo;Di Jepang saya belajar banyak hal, bukan hanya tentang riset, tapi juga tentang kerja keras dan menghargai setiap proses,&rdquo; katanya.&nbsp;</p>
<p>Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda Indonesia. Ia sempat ditegur oleh profesornya karena bekerja sambilan, namun pengalaman itu justru membuka jalan baginya menjadi asisten riset dan pengajar bagi mahasiswa Jepang.&nbsp;</p>
<p>Dari situ, Dante terus menekuni penelitian di bidang bioteknologi dan berhasil menemukan artificial pancreas berbasis rekayasa genetika.</p>
<p>Dante berharap kisah perjuangannya dapat menginspirasi siswa Sekolah Garuda untuk tidak mudah menyerah dan terus bekerja keras. Ia menegaskan, masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda yang berilmu dan pantang menyerah.</p>
<p>&ldquo;Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Belajarlah lebih keras setiap hari. Kalau kemarin tiga jam, besok empat jam. Kejar terus impian kalian,&rdquo; pesan Dante.</p>
<p>Program Sekolah Garuda sendiri resmi diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemenDiktisaintek) sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Program Hasil Terbaik Cepat Nomor 4.</p>
<p>Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan program strategis nasional yang terdiri dari dua skema utama, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi.</p>
<p>Sekolah Garuda Baru akan dibangun dari nol di wilayah dengan akses pendidikan terbatas, sementara Sekolah Garuda Transformasi merupakan penguatan terhadap SMA/MA yang sudah ada agar siswanya mampu menembus universitas terbaik dunia.</p>
<p>Secara nasional, pengenalan serentak Sekolah Garuda dilakukan di 16 wilayah Indonesia, terdiri atas 12 Sekolah Garuda Transformasi dan empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru. Salah satunya adalah Kabupaten Toba.</p>
<p>Brian berharap program ini menjadi katalisator transformasi pendidikan nasional.</p>
<p>"Dengan kurikulum berstandar internasional, sistem asrama, dan fokus pada pemerataan akses, Sekolah Garuda diharapkan mampu melahirkan generasi unggul, berdaya saing global, serta menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Brian di Jakarta.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM<br><br></p>
<p>#setahunberdampak #MengenalSekolahGaruda #HarapanBaru #PendidikanUnggul</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175997411768e712e53eee18.85912928.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Siapkan Permenkes Donor Organ untuk Cegah Perdagangan dan Selamatkan Nyawa Pasien</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-permenkes-donor-organ-untuk-cegah-perdagangan-dan-selamatkan-nyawa-pasien</link>				
         <pubDate>Wed, 08 Oct 2025 11:59:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-permenkes-donor-organ-untuk-cegah-perdagangan-dan-selamatkan-nyawa-pasien</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Oktober 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menyiapkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang donor organ sebagai langkah penting dalam pengaturan pelaksanaan transplantasi organ di Indonesia. Regulasi ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kerusakan organ vital masih menjadi penyebab kematian yang tinggi di Indonesia. Padahal, hampir seluruh organ tubuh manusia dapat dicangkokkan, kecuali otak.</p>
<p>&ldquo;Prosedur cangkok ini harus ada donor dan resipien. Biasanya diatur oleh negara untuk mencegah terjadinya praktik ilegal perdagangan organ,&rdquo; ujar Menkes di RS Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/10).</p>
<p>Menkes menegaskan, pengaturan donor organ harus memastikan prinsip keadilan dan mencegah diskriminasi.</p>
<p>&ldquo;Karena ini menyangkut nyawa, jadi semua orang pasti rebutan untuk dapat organ, dan jangan hanya orang kaya saja yang bisa dapat organnya,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti potensi tekanan ekonomi yang dapat membuat seseorang terpaksa mendonorkan organnya.</p>
<p>&ldquo;Donornya jangan sampai dia terpaksa karena kurang uang, lalu mendonorkan organnya. Nah, itu ada masalah etika dan masalah finansial juga,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Menurut Budi, aspek etika, keadilan, dan transparansi menjadi dasar utama perumusan regulasi donor organ. Negara harus menjamin bahwa sistem donor aman, adil, dan tidak merugikan pihak mana pun.</p>
<p>&ldquo;Selama ini kita belum pernah atur dengan baik. Karena itu saya minta Dirjen Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, agar paling lambat akhir tahun regulasi donor organ sudah bisa terbit,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Permenkes tersebut nantinya akan menjadi payung hukum yang mengatur tata cara donor organ, kriteria penerima, mekanisme perizinan, hingga perlindungan hukum bagi donor maupun tenaga medis.</p>
<p>Dengan adanya regulasi ini, pelaksanaan transplantasi organ di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih adil, aman, dan sesuai prinsip kemanusiaan.</p>
<p>&ldquo;Tujuan utama kami adalah memastikan setiap orang, tanpa memandang status ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kehidupan lebih baik melalui transplantasi organ,&rdquo; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175992490468e652a8552e38.36523884.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSPPN Panglima Besar Soedirman Dipacu Jadi Rumah Sakit Bertaraf Global Lewat Sinergi Lintas Sektor</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsppn-panglima-besar-soedirman-dipacu-jadi-rumah-sakit-bertaraf-global-lewat-sinergi-lintas-sektor</link>				
         <pubDate>Wed, 08 Oct 2025 04:16:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsppn-panglima-besar-soedirman-dipacu-jadi-rumah-sakit-bertaraf-global-lewat-sinergi-lintas-sektor</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Taruna Ikrar menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat pengembangan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman menjadi rumah sakit bertaraf internasional.</p>
<p>Pertemuan ini merupakan rapat konsultasi teknis kedua antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, dan BPOM. Jika pada pertemuan pertama (Juni 2025) masih membahas perumusan konsep, kali ini seluruh pihak menyatakan telah memasuki tahap pelaksanaan konkret di bidang rumah sakit, farmasi, dan layanan kesehatan bagi prajurit TNI beserta keluarganya.</p>
<p>&ldquo;Kami bertiga&mdash;Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, dan saya&mdash;baru saja menyelesaikan rapat teknis kedua. Kalau dulu masih menyusun formulasi, sekarang sudah masuk tahap pelaksanaan,&rdquo; ujar Menhan Sjafrie.</p>
<p>Menhan menyampaikan, RSPPN Panglima Besar Soedirman telah memenuhi beberapa prasyarat untuk menjadi rumah sakit bertaraf internasional, baik dari sisi infrastruktur, kapasitas layanan, maupun regulasi kerja sama lintas negara.</p>
<p>Rumah sakit ini memiliki gedung 28 lantai, kapasitas 1.000 tempat tidur, serta 100 unit ICU dengan klasifikasi tipe A. Ke depan, fokus pengembangan akan diarahkan pada peningkatan kualitas dokter, tenaga kesehatan, serta penguatan layanan pascaoperasi.</p>
<p>&ldquo;Layaknya rumah sakit kelas dunia, kuncinya ada pada kualitas dokter, kelengkapan alat kesehatan, dan mutu layanan perawatan. Infrastruktur kita sudah siap, sekarang fokus pada pengembangan SDM dan pelayanan,&rdquo; jelas Menhan.</p>
<p>Selain penguatan rumah sakit, Kementerian Pertahanan juga mengembangkan sektor farmasi pertahanan dan pengobatan tradisional Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM.</p>
<p>&ldquo;Kita sudah mulai mengembangkan farmasi tradisional Indonesia, juga menjalin kerja sama internasional dengan China untuk pengembangan Indonesia Traditional Medicine. Kerja sama ini akan kita sebarkan ke berbagai daerah agar manfaatnya dirasakan luas,&rdquo; tutur Menhan.</p>
<p>Ia menegaskan, seluruh upaya ini tidak hanya ditujukan bagi kesejahteraan prajurit TNI, tetapi juga untuk masyarakat luas yang dapat memanfaatkan layanan RSPPN melalui fasilitas BPJS Kesehatan.</p>
<p>Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSPPN Panglima Besar Soedirman, khususnya di bidang kefarmasian, penelitian, dan pengawasan obat.</p>
<p>&ldquo;Di dunia, rumah sakit berkelas internasional selalu menjadi pusat pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Karena itu, BPOM siap memberikan dukungan penuh agar RSPPN Soedirman menjadi rumah sakit unggulan nasional,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>BPOM dan Kemenhan telah menyepakati lima langkah strategis, meliputi percepatan sertifikasi kefarmasian, pendampingan Good Manufacturing Practice (GMP), pengawasan distribusi obat dan fasilitas kefarmasian, penguatan riset klinis, serta pengembangan obat tradisional Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Semua sertifikasi mulai dari clinical trial, manufacturing, hingga distribusi berada di bawah pengawasan BPOM. Kami akan mempercepat prosesnya dengan tetap berpedoman pada standar internasional,&rdquo; jelas Taruna.</p>
<p>Dalam bidang penelitian, BPOM mendorong agar RSPPN Panglima Besar Soedirman menjadi pusat riset berbasis evidensi untuk mendukung pengembangan obat dan terapi nasional.</p>
<p>Selain itu, BPOM dan Kemenhan berkolaborasi mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat, yang saat ini masih mencapai 94 persen.</p>
<p>&ldquo;Dengan jejaring Kementerian Pertahanan, diharapkan akses bahan baku bisa diperluas dan ketergantungan terhadap impor turun bertahap dari 94 persen menjadi 80 persen, bahkan 50 persen di masa depan,&rdquo; pungkas Taruna.</p>
<p>__</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175989705168e5e5db225f46.51138910.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat SDM dan Layanan, RSPPN Panglima Besar Soedirman Ditargetkan Jadi RS Bertaraf Dunia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-sdm-dan-layanan-rsppn-panglima-besar-soedirman-ditargetkan-jadi-rs-bertaraf-dunia</link>				
         <pubDate>Wed, 08 Oct 2025 04:11:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-sdm-dan-layanan-rsppn-panglima-besar-soedirman-ditargetkan-jadi-rs-bertaraf-dunia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan dalam mengembangkan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Hal ini disampaikan Menkes usai rapat koordinasi bersama Menteri Pertahanan dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Selasa (7/10).</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, salah satu fokus utama Kementerian Kesehatan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya di lingkungan rumah sakit TNI.</p>
<p>&ldquo;Salah satu cita-cita Pak Menhan adalah menjadikan rumah sakit ini bertaraf internasional. Untuk itu, yang kami dorong adalah bagaimana SDM-nya bisa setara dengan standar dunia,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenkes akan mempercepat kerja sama internasional melalui Defense Cooperation Agreement (DCA). Skema ini memungkinkan dokter TNI belajar di rumah sakit terbaik dunia, sekaligus mendatangkan dokter dan perawat mancanegara untuk berbagi pengetahuan serta keahlian di Indonesia.</p>
<p>Selain itu, RSPPN Panglima Besar Soedirman juga akan ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan utama untuk tujuh program spesialis dasar: anak, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, bedah, anestesi, radiologi, dan patologi klinik. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di seluruh Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Bapak Presiden menginstruksikan agar setiap rumah sakit di 514 kabupaten/kota memiliki tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini kekurangan terbesar bukan pada alat kesehatan, tetapi pada ketersediaan dokter spesialis,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>Menkes juga menekankan pentingnya integrasi layanan laboratorium dan farmasi milik TNI dengan sistem kesehatan nasional. Produk farmasi tersebut akan dimasukkan ke dalam e-katalog kesehatan sehingga dapat dimanfaatkan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, dari puskesmas hingga rumah sakit daerah.</p>
<p>Kemenkes juga membuka peluang kolaborasi riset pengembangan obat tradisional Indonesia bersama Kemenhan, Telkom, dan mitra internasional, mencontoh kemajuan pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine).</p>
<p>&ldquo;Kita ingin mengembangkan obat tradisional Indonesia agar bisa setara dan diakui di dunia internasional,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menkes juga memberikan pembaruan mengenai program cek kesehatan gratis, salah satu program hasil terbaik cepat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>&ldquo;Per kemarin, sudah 40 juta orang mendaftar dan 36 juta di antaranya telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Ini penting agar masyarakat tahu kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga bisa dicegah sebelum sakit,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia menegaskan, tugas utama Kementerian Kesehatan bukan hanya mengobati orang sakit, melainkan menjaga agar masyarakat tetap sehat.</p>
<p>&ldquo;Sebagus apa pun rumah sakitnya, kalau masyarakat sering masuk rumah sakit berarti menterinya gagal. Tugas kami memastikan masyarakat tetap sehat,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Program cek kesehatan gratis akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175989691868e5e5564ad6a4.29788753.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Penguatan BPOM RI dalam Pengawasan Obat dan Makanan Melalui Diorama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-penguatan-bpom-ri-dalam-pengawasan-obat-dan-makanan-melalui-diorama</link>				
         <pubDate>Mon, 06 Oct 2025 14:53:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-penguatan-bpom-ri-dalam-pengawasan-obat-dan-makanan-melalui-diorama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri peresmian Diorama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) yang menjadi simbol pelestarian arsip dan sejarah pengawasan obat serta makanan di Indonesia.</p>
<p>Diorama BPOM menggambarkan peranan arsip dalam mendukung kinerja organisasi, serta menjadi bukti akuntabilitas dan pertanggungjawaban lembaga kepada publik. Ruangan diorama terbagi menjadi dua area utama dengan tema berbeda.</p>
<p>Ruang pertama menampilkan peta sebaran wilayah kerja BPOM, filosofi logo, serta struktur organisasi melalui media LED TV, dilengkapi etalase bertema &ldquo;BPOM Menjulang, Membumi, dan Mengakar.&rdquo; Sementara itu, ruang kedua menyajikan kutipan para pimpinan BPOM, foto Kepala BPOM dari masa ke masa, dokumentasi kegiatan, hingga miniatur pakaian seragam pegawai.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya peran BPOM dalam menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan di tengah dinamika global.</p>
<p>&ldquo;Kita juga bagian dari sejarah. Kita tidak tahu nanti 10 atau 20 tahun ke depan akan seperti apa. Kebutuhan masyarakat terhadap obat dan makanan akan terus meningkat,&rdquo; ujar Menkes Budi di gedung BPOM, Jakarta, Senin (6/10).</p>
<p>Menkes Budi menambahkan perubahan iklim global juga berpotensi menghadirkan ancaman baru dari patogen yang sebelumnya tidak terdeteksi.</p>
<p>&ldquo;Dalam climate change ini, kita tidak tahu apakah ada patogen baru yang lompat dari binatang lain. Artinya, selain jumlah makanan bertambah, jenis patogennya pun bisa bertambah,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurut Menkes, BPOM memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan obat dan makanan. Tantangan di masa depan diperkirakan semakin kompleks seiring bertambahnya populasi, beragamnya produk pangan dan obat, serta meningkatnya risiko racun dan patogen.</p>
<p>&ldquo;Tes yang paling segera harus dilakukan adalah melindungi anak-anak kita dari keracunan makanan,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan BPOM terus berupaya memperkuat sistem pengawasan dan kapasitas kelembagaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.&nbsp;</p>
<p>Salah satu langkah nyata adalah diterbitkannya Peraturan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced, yang bertujuan mempercepat ketersediaan obat inovatif sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut, Taruna menyampaikan BPOM saat ini tengah menunggu hasil akhir assessment World Health Organization (WHO) Listed Authority (WLA), yang akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global.</p>
<p>&ldquo;Dengan WLA ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem global,&rdquo; ujar Taruna pada Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (Rakor KKSK).</p>
<p>Dengan adanya Diorama BPOM, diharapkan masyarakat dapat melihat jejak perjalanan, kiprah, dan komitmen BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan obat dan makanan di masa depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175976259468e3d8a2c686c2.67159174.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Percepatan Penerbitan SLHS</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-terbitkan-surat-edaran-percepatan-penerbitan-slhs</link>				
         <pubDate>Mon, 06 Oct 2025 05:57:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-terbitkan-surat-edaran-percepatan-penerbitan-slhs</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Oktober 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang Percepatan Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).&nbsp;</p>
<p>Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, serta kepala Kantor Pelayanan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Indonesia.</p>
<p>http://s.kemkes.go.id/SESLHSMBG</p>
<p>"Keamanan pangan sama pentingnya dengan kandungan gizi. Kami ingin memastikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi," ujar Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit drg. Murti Utami, atau biasa dipanggil Dirjen Ami, Senin (6/10) di Jakarta.</p>
<p>Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa setiap SPPG wajib memiliki SLHS sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi. Satuan pelayanan yang sudah beroperasi sebelum surat edaran ini diterbitkan diberikan waktu satu bulan untuk mengurus sertifikat, sedangkan SPPG yang ditetapkan setelah edaran berlaku harus memperoleh SLHS paling lambat satu bulan sejak penetapan. Sertifikat diterbitkan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota atau instansi yang ditunjuk pemerintah daerah.</p>
<p>Untuk mengajukan SLHS, SPPG perlu melampirkan surat permohonan resmi, dokumen penetapan dari Badan Gizi Nasional, denah dapur, serta bukti bahwa penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan siap saji.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dinas kesehatan kabupaten/kota bersama Puskesmas akan melakukan verifikasi dokumen dan inspeksi kesehatan lingkungan sebelum sertifikat diterbitkan. Selain itu, SPPG diwajibkan menyertakan hasil pemeriksaan sampel pangan yang memenuhi syarat kelayakan konsumsi (dari laboratorium)&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, pemerintah daerah wajib menerbitkan SLHS dalam waktu paling lama 14 hari sejak dokumen dinyatakan lengkap.&nbsp;</p>
<p>"Sertifikasi ini bukan beban, tetapi jaminan kualitas bagi penerima manfaat program MBG. Walau ada percepatan proses, bukan berarti kualitas penerbitan SLHS akan berkurang atau sekedar menjadi formalitas," jelas Dirjen Ami.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email&nbsp;kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175973136468e35ea4b567a1.88299392.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>50 Tahun Merokok, Pasien Jantung di Maluku Jalani Operasi Bypass Pertama di Tanah Kelahiran</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/50-tahun-merokok-pasien-jantung-di-maluku-jalani-operasi-bypass-pertama-di-tanah-kelahiran</link>				
         <pubDate>Fri, 03 Oct 2025 09:41:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/50-tahun-merokok-pasien-jantung-di-maluku-jalani-operasi-bypass-pertama-di-tanah-kelahiran</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Ambon, 3 Oktober 2025</p>
<p>RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon berhasil melakukan operasi bypass jantung atau bedah jantung terbuka terhadap dua pasien yang menderita penyakit jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah.</p>
<p>Operasi ini dilakukan terhadap pasien berusia 73 tahun dan satunya lagi 44 tahun. Kedua pasien menjalani operasi bypass pada hari yang sama oleh tim dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler dari RSUP Dr. Johannes Leimena yang bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah operasi belah jantung perdana di RSUP Dr. Johannes Leimena. Pasien-pasien kami mengalami sumbatan pembuluh darah koroner. Operasi ini menjadi milestone pertama dan kami melakukannya dengan standar setara RS Jantung Harapan Kita,&rdquo; ujar dr. Sugisman, salah satu dokter yang terlibat dalam tim operasi.</p>
<p>Salah satu pasien mengungkapkan bahwa dirinya telah merokok selama lebih dari 50 tahun dan mengalami sakit jantung yang semakin parah. Ia merasa bersyukur akhirnya bisa menjalani operasi bypass.</p>
<p>&ldquo;Dari awal memang sudah ada saran untuk bypass. Kami setuju karena itu mungkin bisa menyelesaikan masalah. Operasi ini berisiko, tapi kalau berhasil, hasilnya akan jauh lebih baik,&rdquo; kata pasien tersebut.</p>
<p>Pihak keluarga pasien juga mendukung penuh keputusan untuk melakukan tindakan operasi tersebut.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, lebih cepat lebih baik, supaya cepat sembuh. Melihat kondisi papa yang semakin sesak, ini jadi harapan kami,&rdquo; ujar salah satu anggota keluarga pasien.</p>
<p>dr. Chaisari Maria M. Turnip, yang juga terlibat dalam operasi, menyampaikan rasa terima kasih kepada RS Jantung Harapan Kita atas dukungan penuh selama persiapan dan pelaksanaan tindakan medis.</p>
<p>&ldquo;Semoga dari langkah perdana ini, RSUP Dr. Johannes Leimena bisa secara konsisten melakukan operasi jantung untuk melayani masyarakat Maluku,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Selama ini, masyarakat Maluku sering harus dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan layanan bedah jantung. Dengan keberhasilan ini, diharapkan pelayanan jantung di wilayah timur Indonesia menjadi lebih merata dan menjangkau lebih banyak pasien tanpa harus menunggu rujukan ke pusat.</p>
<p>Pasca operasi, seluruh tim medis mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran tindakan medis tersebut. Perasaan haru dan bangga juga dirasakan oleh seluruh tim rumah sakit.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, semua berjalan baik dan lancar. Pasien stabil, mudah-mudahan bisa pulih dan beraktivitas kembali dengan lebih sehat. Kami sangat bahagia karena semua yang kami rencanakan berjalan dengan baik, tanpa kendala,&rdquo; ujar salah satu dokter usai operasi.</p>
<p>Keberhasilan ini menandai babak baru dalam pelayanan kesehatan di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku. Dengan kemampuan melakukan operasi bypass jantung secara mandiri, RSUP Dr. Johannes Leimena kini menjadi rumah sakit rujukan utama di kawasan tersebut.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175948464968df9ae956d422.17289511.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Maluku Catat Sejarah, Lakukan Operasi Bypass Jantung Pertama Sejak Indonesia Merdeka</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/maluku-catat-sejarah-lakukan-operasi-bypass-jantung-pertama-sejak-indonesia-merdeka</link>				
         <pubDate>Fri, 03 Oct 2025 09:32:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/maluku-catat-sejarah-lakukan-operasi-bypass-jantung-pertama-sejak-indonesia-merdeka</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Ambon, 3 Oktober 2025</p>
<p>Provinsi Maluku mencatat sejarah baru dalam dunia kesehatan dengan keberhasilan operasi bypass jantung pertama yang dilakukan di RSUP Dr. Johannes Leimena, Ambon. Keberhasilan ini menandai kemajuan signifikan layanan jantung di Indonesia Timur, sekaligus simbol pemerataan akses kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang hadir langsung di Ambon, menyampaikan apresiasinya kepada tim medis, pemerintah daerah, dan pihak rumah sakit. Ia menegaskan capaian ini merupakan lompatan penting dalam sistem kesehatan nasional, terutama untuk layanan jantung di luar Pulau Jawa.</p>
<p>&ldquo;Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, Maluku akhirnya bisa melakukan operasi bypass jantung pertama. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi soal penyelamatan nyawa dan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di RSUP Dr. Johannes Leimena, Jumat (3/10).</p>
<p>Menkes Budi mengungkapkan, selama ini pasien jantung dari wilayah timur Indonesia menghadapi kendala besar. Banyak yang harus dirujuk ke Surabaya atau Makassar, dengan perjalanan panjang, biaya tinggi, serta risiko terlambat mendapat penanganan.</p>
<p>Salah satu pasien, berinisial G, bahkan harus antre hingga nomor 289 untuk pemasangan ring di Surabaya melalui BPJS.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ini nyata terjadi, dan inilah yang ingin kami ubah,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Pemerintah tengah membangun sistem layanan jantung nasional yang terintegrasi dari tingkat Puskesmas, rumah sakit kabupaten/kota, hingga rumah sakit provinsi. Operasi bypass di Ambon menjadi bagian penting dari inisiatif tersebut.</p>
<p>Menkes Budi menargetkan 34 provinsi di Indonesia mampu melakukan minimal dua prosedur utama, yaitu operasi bypass dan bedah katup jantung. Saat ini, sudah 28 provinsi yang melaksanakan layanan tersebut, dan Maluku kini resmi bergabung dalam daftar itu.</p>
<p>Ia juga mendorong kepala daerah untuk aktif mendukung layanan kesehatan jantung di wilayah masing-masing. Ia meminta para bupati dan wali kota di Maluku untuk memastikan dokter-dokter spesialis tetap bertugas di daerah, dan tidak pindah ke kota besar.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah pusat. Menurutnya, capaian ini menunjukkan hadirnya negara dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah.</p>
<p>&ldquo;Ini menunjukkan komitmen dan kehadiran negara dalam memperkuat pembangunan kesehatan, serta membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan jantung tanpa harus dirujuk ke luar Maluku,&rdquo; ujar Hendrik.</p>
<p>Ia menegaskan, RSUP Dr. Johannes Leimena sebagai rumah sakit rujukan akhir di kawasan timur memiliki peran strategis. Ke depan, pemerintah provinsi menargetkan lebih banyak rumah sakit di Maluku dapat menyelenggarakan layanan serupa, mengingat tantangan geografis wilayah kepulauan.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari sisi SDM, infrastruktur, hingga alat kesehatan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175948439668df99ecde73c5.01893675.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Platform MOOC Upskill TB, Langkah Strategis Menuju Indonesia Bebas TBC 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/platform-mooc-upskill-tb-langkah-strategis-menuju-indonesia-bebas-tbc-2030</link>				
         <pubDate>Thu, 02 Oct 2025 15:31:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/platform-mooc-upskill-tb-langkah-strategis-menuju-indonesia-bebas-tbc-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Oktober 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menghadiri peluncuran Universal Platform for Skill Improvement in Learning for New TB Regimens (Upskill TB) Indonesia di Hotel Park Hyatt Jakarta, Kamis (2/10).</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante menekankan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanggulangan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO). Pada 2024, tercatat lebih dari 12 ribu kasus, namun hanya sebagian yang menjalani pengobatan, dengan tingkat keberhasilan baru 59%. Hal ini menunjukkan tata laksana TBC RO yang kompleks, memakan waktu lama, dan membutuhkan sumber daya besar masih menjadi beban bagi pasien maupun sistem kesehatan.</p>
<p>Menurutnya, hadirnya regimen baru seperti BPaL/M dengan durasi pengobatan lebih singkat&mdash;hanya enam bulan dengan jumlah obat lebih sedikit&mdash;merupakan terobosan penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien sekaligus meringankan beban layanan kesehatan. Namun, ketersediaan obat saja tidak cukup.</p>
<p>&ldquo;Keberhasilan pengendalian TBC RO sangat ditentukan oleh kesiapan tenaga kesehatan. Dokter, perawat, dan tenaga farmasi harus dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk mendiagnosis, mengobati, dan mendampingi pasien hingga akhir terapi,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Prof. Dante menambahkan, transformasi kesehatan juga harus mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Jika sebelumnya pelatihan banyak dilakukan secara tatap muka, kini hadir pembelajaran daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC) yang lebih fleksibel, terjangkau, dan mampu menjangkau hingga daerah terpencil.</p>
<p>&ldquo;Platform Upskill TB yang dikembangkan Yayasan RPRI menjadi inovasi penting dalam pembelajaran regimen baru TBC RO. Inisiatif ini diharapkan memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan pengendalian TBC RO berjalan lebih efektif dan merata di seluruh Indonesia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak berkolaborasi memanfaatkan platform ini secara optimal.</p>
<p>&ldquo;Harapan kita bersama, Platform Upskill TB dapat dimanfaatkan seluas-luasnya sehingga penemuan kasus, enrollment, dan keberhasilan pengobatan TBC RO terus meningkat. Mari jadikan inovasi, komitmen, dan kolaborasi lintas sektor sebagai kekuatan untuk mempercepat Indonesia bebas TBC,&rdquo; pungkas Prof. Dante.</p>
<p>Peluncuran platform ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem pembelajaran digital di bidang kesehatan, sekaligus mendukung agenda nasional eliminasi TBC pada 2030.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175941941968de9c1b9c6c66.77645059.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sekjen Kemenkes Lepas 158 Kontingen pada Pornas XVII Korpri 2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sekjen-kemenkes-lepas-158-kontingen-pada-pornas-xvii-korpri-2025</link>				
         <pubDate>Thu, 02 Oct 2025 15:22:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sekjen-kemenkes-lepas-158-kontingen-pada-pornas-xvii-korpri-2025</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Oktober 2025</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha secara resmi melepas 158 anggota kontingen Kemenkes yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XVII Korpri 2025 di Palembang, Sumatera Selatan. Acara pelepasan digelar secara luring dan daring dari Gedung Prof. Sujudi, Jakarta, Kamis (2/10).</p>
<p>Kontingen Kemenkes terdiri dari 26 atlet Kantor Pusat, 111 atlet Unit Pelaksana Teknis (UPT), 15 official, dan 6 pelatih. Mereka akan bertanding di sembilan cabang olahraga: bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, bola basket, bola voli, futsal, lari 5K, senam Korpri, dan catur.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sekjen Kunta menekankan bahwa Pornas Korpri bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga sarana untuk menumbuhkan semangat kebugaran jasmani, mempererat persaudaraan, dan memperkuat jiwa korsa di kalangan ASN.</p>
<p>&ldquo;Kontingen Kemenkes yang akan berlaga membawa harapan besar. Kalian bukan hanya atlet, tetapi juga duta Kementerian Kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia berpesan agar seluruh kontingen menjunjung tinggi kedisiplinan, integritas, menjaga kesehatan serta stamina, dan menegakkan sportivitas.</p>
<p>&ldquo;Jadilah duta Kementerian Kesehatan yang mampu menjaga citra positif, menyampaikan pesan kesehatan, serta menjadi contoh gaya hidup sehat dan aktif,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Sekjen Kunta juga menyampaikan doa dan harapan agar para atlet meraih hasil terbaik.</p>
<p>&ldquo;Atas nama keluarga besar Kementerian Kesehatan, saya mendoakan semoga kontingen kita berprestasi, membawa pulang kebanggaan, serta menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Kemenkes. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan harumkan nama Kementerian Kesehatan,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Rangkaian Pornas XVII Korpri akan berlangsung pada 3&ndash;11 Oktober 2025, dengan upacara pembukaan di Jakabaring Sport Center dan penutupan di DPRD Provinsi Sumatera Selatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175941956768de9cafe2a9d3.42193939.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perketat Pengawasan dalam Program Makan Bergizi Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perketat-pengawasan-dalam-program-makan-bergizi-gratis</link>				
         <pubDate>Thu, 02 Oct 2025 10:45:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perketat-pengawasan-dalam-program-makan-bergizi-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Oktober 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan peran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah melakukan pengawasan. Peran ini diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pelajar.&nbsp;</p>
<p>Menkes Budi mengatakan pengawasan dilakukan dengan melakukan standardisasi pelaporan, sertifikasi keamanan pangan, dan pengawasan berlapis.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin melakukan standardisasi dari laporan dan angka-angka kejadian kasus,&rdquo; ujar Menkes Budi pada konferensi pers terkait MBG di Gedung Kemenkes, Jakarta, pada Kamis (2/10).&nbsp;</p>
<p>Kemenkes bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengonsolidasikan data harian dan mingguan terkait potensi keracunan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada publikasi berkala seperti saat masa pandemi COVID-19.&nbsp;</p>
<p>Dalam hal sertifikasi, terdapat tiga standar sertifikasi akan diberlakukan yaitu Sertifikat Laik Higiene Sanitas (SLHS), sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk manajemen risiko pangan, serta sertifiksi halal.</p>
<p>Kemenkes bersama BPOM dan Badan Gizi Nasional akan menjadi bagian dari sistem sertifikasi terpadu untuk memastikan makanan bergizi yang didistribusikan aman dan sesuai standar. Selain itu, proses percepatan sertifikasi juga disiapkan agar tidak menghambat distribusi.&nbsp;</p>
<p>Dari sisi pengawasan juga, Kemenkes akan melakukan pengawasan eksternal serta sebagai bagian dari gugus tugas cepat tanggap jika terjadi kasus keracunan massal atau Kejadian Luar Biasa (KLB).&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Peran Kemenkes secara gotong royong di sini adalah nanti kita akan melakukan pengawasan eksternal kepada para pelaksana strategi ini,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Khusus untuk pengawasan eksternal, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kemendagri, TNI/Polri, dan aparat daerah untuk membantu pengawasan harian terhadap SPPG.</p>
<p>Kemenkes juga akan menyiapkan gugus cepat tanggap di tiap daerah yang terdiri dari Dinas Kesehatan, rumah sakit umum daerah, serta unit UKS di sekolah-sekolah.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita ingin memastikan kalau ada kejadian luar biasa itu bisa ditangani cepat,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Selain pengawasan produksi, Menkes Budi menyoroti pentingnya pengawasan di sisi penerima, yaitu sekolah-sekolah dan madrasah. pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan Kemenag untuk melibatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memeriksa kualitas makanan sebelum dikonsumsi.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setidaknya begitu makanan datang, kita bisa ajarin warnanya ada yang berubah, baunya aneh atau tidak,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Program pemantauan status gizi siswa juga akan menjadi bagian dari pengawasan. Kemenkes akan mengukur tinggi dan berat badan setiap enam bulan dan mencatatnya secara by name by address untuk evaluasi program.&nbsp;</p>
<p>Tidak hanya itu, lanjut Budi, pihaknya akan memperluas cakupan survei gizi tahunan yang sebelumnya hanya fokus pada stunting.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Survei gizi nasional ini nanti akan ditambah untuk anak-anak di atas lima tahun khususnya anak sekolah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang juga hadir dalam konferensi pers menegaskan pentingnya peran Kemenkes dalam menjamin kualitas dan keamanan program.</p>
<p>"Tentu ada tantangan dan kekurangan tapi komitmen pemerintah jelas respons cepat, perbaiki sistem, perkuat tata kelola MBG secara menyeluruh," ungkap Zulkifli.</p>
<p>Pemerintah berkomitmen untuk memastikan program makan bergizi gratis berjalan dengan aman, layak, dan sesuai standar.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;MBG adalah hak dasar warga negara dalam memenuhi asupan dan gizi yang layak agar menjadi generasi unggul masa yang akan datang,&rdquo; ucap Zulkifli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175940208668de5866dfdaa8.54232935.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>All Indonesia Perkuat Deteksi Dini Penyakit Menular di Pintu Masuk Negara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Wed, 01 Oct 2025 13:51:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 1 Oktober 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah Republik Indonesia secara resmi meluncurkan aplikasi All Indonesia sebagai sistem deklarasi kedatangan penumpang internasional terpadu dan satu-satunya yang berlaku di seluruh bandara dan pelabuhan di Indonesia. Mulai 1 Oktober 2025, setiap penumpang yang tiba dari luar negeri diwajibkan mengisi deklarasi kedatangan melalui aplikasi All Indonesia tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>All Indonesia dirancang untuk menyederhanakan prosedur kedatangan, meningkatkan kenyamanan, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi seluruh penumpang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara grand launching dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta dihadiri sejumlah menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, dan stakeholders sektor transportasi, imigrasi, kesehatan, hingga pariwisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>AHY menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan sistem ini, terutama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menjadi garda terdepan dalam penyusunan dan uji coba platform.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui sistem All Indonesia, penumpang kini dapat melakukan deklarasi imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina secara satu pintu, terintegrasi, dan digital. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi, keamanan, serta memberikan kesan pertama yang positif bagi wisatawan dan investor asing yang datang ke Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Seringkali first impression di bandara atau pelabuhan menjadi kesan yang melekat bagi wisatawan maupun investor. Jika pelayanan kita baik, maka mereka akan datang kembali dan membawa dampak positif bagi pariwisata serta perekonomian nasional. Karena itu, tugas kita berikutnya adalah menjaga sistem ini agar terus disempurnakan, sekaligus mengkampanyekan penggunaannya agar semakin banyak penumpang yang merasakan manfaatnya,&rdquo; ujar AHY.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut AHY menyampaikan, pemerintah terus berusaha memperbaiki layanan publik. Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo, semua berawal dari good governance termasuk tata kelola bandara dan semua yang menjadi pintu masuk Indonesia. Inisiatif ini, tegasnya bukan sekadar gimmick, akan tetapi kebutuhan mendasar yang bisa menjadi game changer yang berperan signifikan terhadap kemajuan indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain memperkuat tata kelola pelayanan publik, sistem All Indonesia juga diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi. AHY menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, lembaga, serta kolaborasi antara pusat dan daerah untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan program ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa integrasi deklarasi kesehatan dalam aplikasi "All Indonesia&rdquo; merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini nasional terhadap penyakit menular maupun faktor risiko kesehatan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya digitalisasi dalam proses kedatangan penumpang internasional. Dengan adanya sistem ini, Kementerian Kesehatan dapat melakukan deteksi dini yang lebih cepat di pintu masuk negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Melalui All Indonesia, Kementerian Kesehatan dapat lebih cepat mendeteksi penyakit menular atau faktor risiko yang berpotensi menimbulkan wabah. Dengan begitu, respons segera bisa dilakukan di pintu masuk negara sebelum penyakit menyebar lebih luas. Ini menjadi bagian penting dari upaya kita menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelumnya, deklarasi kesehatan penumpang dilakukan secara manual atau melalui platform terpisah. Dengan adanya integrasi ini, seluruh data kesehatan kini terhubung langsung dalam satu sistem bersama dengan imigrasi, bea cukai, dan karantina.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan publik, tetapi juga memperkuat keamanan kesehatan nasional (health security). Sistem terintegrasi memungkinkan pemerintah untuk melakukan analisis data kesehatan secara real-time, mengantisipasi potensi ancaman penyakit lintas negara, serta mempercepat koordinasi lintas sektor dalam penanganannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ini, termasuk memperkuat perlindungan data pribadi dan keamanan informasi, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan meningkatkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sistem ini telah melalui masa uji coba sejak Juli 2025 di tiga bandara internasional utama yaitu, Soekarno-Hatta (Jakarta), Juanda (Surabaya), dan Ngurah Rai (Bali). Setelah dinilai berhasil, pemerintah memperluas implementasi ke seluruh bandara dan pelabuhan internasional di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175932687068dd3296e43493.50143456.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS KEI Hadir dengan Teknologi Mutakhir, Wujud Kolaborasi Strategis Dua Bangsa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kei-hadir-dengan-teknologi-mutakhir-wujud-kolaborasi-strategis-dua-bangsa</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Sep 2025 03:40:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kei-hadir-dengan-teknologi-mutakhir-wujud-kolaborasi-strategis-dua-bangsa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surakarta, 29 September 2025</p>
<p>Duta Besar Persatuan Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Indonesia atas kerja sama erat yang diwujudkan melalui serah terima hibah pembangunan Rumah Sakit Kardiologi Emirat&ndash;Indonesia (RS KEI) di Solo Techno Park, Kota Surakarta, Jawa Tengah.</p>
<p>&ldquo;Atas nama Pemerintah dan rakyat Persatuan Emirat Arab, saya merasa terhormat menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas serah terima rumah sakit kardiologi Emirates&ndash;Indonesia. Langkah penting ini mencerminkan eratnya hubungan dan kuatnya kerja sama antara kedua negara,&rdquo; ujar Dubes Abdulla.</p>
<p>Rumah sakit ini berdiri di atas lahan hampir 18.000 m&sup2; dengan luas bangunan 12.000 m&sup2;. Fasilitas yang tersedia meliputi 130 tempat tidur (termasuk suite VVIP dan VIP), hybrid catheterization laboratory, MRI, CT Scan, X-ray, USG, laboratorium modern, ruang operasi berteknologi tinggi, poliklinik spesialis, unit dialisis, serta instalasi gawat darurat. Rumah sakit ini juga menyediakan pusat kebugaran dan rekreasi untuk mendukung pemulihan pasien secara menyeluruh.</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit ini bukan hanya menghadirkan layanan kardiologi yang canggih, tetapi juga mencerminkan ikatan budaya kedua bangsa melalui arsitektur dan lanskap yang memadukan unsur Emirat dan Indonesia. Mulai hari ini, rumah sakit memasuki tahap uji operasional bertahap agar segera siap memberikan pelayanan penuh,&rdquo; jelas Dubes Abdulla.</p>
<p>Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan RSUP Dr. Sardjito, RS KEI akan menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia, menyelamatkan banyak nyawa, dan menjadi standar keunggulan medis bagi generasi mendatang.</p>
<p>RS KEI dilengkapi dengan peralatan medis mutakhir, antara lain Hybrid Cathlab Siemens Artis Q Floor Combo, CT Scan Somatom Go.Top, MRI Siemens Magnetom Sempra, DR X-Ray, Ventilator GE CareScape R860, Anesthesia Workstation CS 750, ECMO Maquet Cardiohelp, IABP Cardiosave, hingga Heart-Lung Machine TechnoWood CompO III Neo. Dengan dukungan teknologi ini, RS KEI diharapkan mampu menangani kasus penyakit jantung dengan standar layanan tertinggi.</p>
<p>Selain intervensi kardiologi dan bedah jantung, RS KEI juga menyediakan layanan diagnostik lengkap (CT Scan, MRI, Echocardiography, Treadmill, Holter Monitoring, USG 4D), layanan hemodialisis, hingga pusat perawatan intensif untuk pasien gagal jantung.</p>
<p>Serah terima RS KEI menjadi simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia&ndash;UEA di bidang kesehatan, sekaligus langkah nyata memperkuat visi Indonesia Emas 2045 melalui investasi strategis sektor kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175920786568db61b97b73e6.44643508.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS KEI: Simbol Persahabatan Indonesia–UEA dan Tonggak Baru Layanan Jantung Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kei-simbol-persahabatan-indonesiauea-dan-tonggak-baru-layanan-jantung-nasional</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Sep 2025 03:25:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kei-simbol-persahabatan-indonesiauea-dan-tonggak-baru-layanan-jantung-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surakarta, 29 September 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI bersama Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) resmi melaksanakan serah terima hibah pembangunan Rumah Sakit Kardiologi Emirat&ndash;Indonesia (RS KEI) di kawasan Solo Techno Park, Kota Surakarta, Jawa Tengah.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa kehadiran RS KEI menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus memperluas akses layanan jantung.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan momen bersejarah serah terima Emirates&ndash;Indonesia Cardiology Hospital. Rumah sakit ini bukan hanya fasilitas kesehatan modern, tetapi juga simbol kuat persahabatan dan kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab di bidang kesehatan,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante menjelaskan, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Data WHO tahun 2022 mencatat lebih dari 19 juta kematian akibat serangan jantung dan stroke. Di Indonesia, Survei Kesehatan 2023 menunjukkan prevalensi penyakit jantung sebesar 8,5 per 1.000 penduduk dengan hampir 300.000 kematian setiap tahun.</p>
<p>&ldquo;Dengan hadirnya RS KEI, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap layanan jantung modern semakin mudah, angka kematian dapat ditekan, serta kapasitas pendidikan dan riset tenaga medis kita semakin kuat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Sebagai Center of Excellence, RS KEI dilengkapi 100 tempat tidur rawat inap tahap awal (akan ditingkatkan menjadi 130), poliklinik jantung, laboratorium kateterisasi, ICU/ICVCU, dan fasilitas modern lainnya. Kesiapan tenaga medis dan perawat spesialis jantung juga telah dipersiapkan bersama RSUP Dr. Sardjito agar layanan berkualitas tersedia sejak awal operasional.</p>
<p>&ldquo;Serah terima hari ini menandai langkah baru menuju pengoperasian penuh rumah sakit kardiologi berstandar internasional. Kami berharap RS KEI menjadi pusat rujukan, inovasi, dan teladan kolaborasi internasional. Mari kita jadikan rumah sakit ini mercusuar pelayanan jantung bagi masyarakat, sekaligus kontribusi nyata menuju Indonesia Sehat dan Indonesia Emas 2045,&rdquo; tutur Prof. Dante.</p>
<p>Selanjutnya, RSUP Dr. Sardjito ditunjuk sebagai pengelola penuh RS KEI. Rumah sakit ini akan mulai beroperasi pada 6 Oktober 2025, dengan layanan darurat, rawat jalan, rawat inap (termasuk ruang VIP dan President Suite), ICU, serta Cathlab. RS KEI diproyeksikan menjadi salah satu pusat layanan jantung unggulan di kawasan Asia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175920789868db61daaaf337.89916357.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Perkuat Tata Kelola Program MBG, Keselamatan Anak Jadi Prioritas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sun, 28 Sep 2025 11:12:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p id="docs-internal-guid-ad4bce77-7fff-4eb8-959e-1fa077e76adb" dir="ltr">Jakarta, 28 September 2025</p>
<p dir="ltr">Pemerintah bergerak menindaklanjuti Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di beberapa lokasi Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat tata kelola program secara menyeluruh.</p>
<p dir="ltr">Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memimpin rapat koordinasi tingkat menteri dan pimpinan lembaga guna merumuskan langkah konkret untuk memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan MBG.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Saya sampaikan betapa serius perhatian Bapak Presiden terhadap masalah ini. Atas petunjuk Presiden, kami bergerak cepat. Keselamatan anak adalah prioritas utama. Insiden ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus bangsa,&rdquo; tegas Zulkifli Hasan pada konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Sebagai tindak lanjut, pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis. Pertama, menutup sementara Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah untuk dilakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Kedua, melakukan evaluasi terhadap disiplin, kualitas, dan kemampuan juru masak di seluruh SPPG, tidak terbatas pada lokasi terdampak. Ketiga, memperbaiki proses sanitasi, khususnya terkait kualitas air dan pengelolaan limbah, yang kini diawasi secara nasional.</p>
<p dir="ltr">Langkah keempat adalah memastikan keterlibatan lintas sektor, di mana kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam program MBG diminta aktif berperan dalam proses perbaikan.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Kelima, mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebagai syarat mutlak, bukan lagi sekadar administratif.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;SLHS sebelumnya bersifat administratif, tapi kini wajib. Tanpa itu, potensi kejadian serupa bisa terulang. Kami tidak ingin itu terjadi lagi,&rdquo; ujar Menko Zulkifli.</p>
<p dir="ltr">Terakhir, pemerintah meminta Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengoptimalkan peran Puskesmas dan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) untuk melakukan pemantauan rutin dan berkala terhadap pelaksanaan MBG di daerah.</p>
<p dir="ltr">Zulkifli Hasan menegaskan, seluruh langkah diambil secara terbuka dan akuntabel agar masyarakat yakin makanan dalam program MBG benar-benar aman, sehat, dan bergizi.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Seluruh proses ini kami lakukan terbuka agar masyarakat tahu bahwa negara hadir dan tidak main-main dalam menjaga anak-anak Indonesia,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya percepatan Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur MBG guna memastikan standar kebersihan, kualitas SDM, dan proses pengolahan makanan yang aman dan layak bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proses sertifikasi ini agar seluruh SPPG memenuhi standar kebersihan, standar SDM, dan standar proses pengolahan makanan,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut, Menkes menjelaskan bahwa dalam waktu satu bulan ke depan, proses percepatan ini harus selesai.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kami dan pemerintah daerah akan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengontrol proses persiapan makanan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan. Semua proses ini sudah disepakati bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali,&rdquo; lanjut Menkes.</p>
<p dir="ltr">Rapat koordinasi lanjutan dijadwalkan pada Rabu mendatang untuk mengevaluasi progres perbaikan. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri akan menggelar rapat teknis bersama kepala daerah, kepala dinas pendidikan, dan kepala dinas kesehatan, yang turut dihadiri Menkes, Menteri Dikdasmen, pimpinan BGN dan jajaran pemerintah terkait lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175905814968d918e51696f3.46804255.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes dan Menpora Tinjau Revitalisasi Rumah Sakit Olahraga Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 27 Sep 2025 05:13:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 September 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meninjau Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Jakarta Timur, Jumat (26/9). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi RSON sebagai pusat layanan kesehatan olahraga modern di Indonesia.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, kedua pejabat meninjau sejumlah fasilitas utama, mulai dari ruang fitness, fisioterapi, radiologi, poliklinik medical check-up (MCU), ICU, kamar bedah, hingga ruang sport science. Revitalisasi RSON ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan atlet nasional maupun internasional sekaligus memperluas akses kesehatan olahraga bagi masyarakat.</p>
<p>Prof. Dante menekankan pentingnya peran RSON sebagai pusat rujukan nasional. &ldquo;Dengan revitalisasi ini, diharapkan layanan kesehatan olahraga di Indonesia semakin komprehensif dan sesuai standar internasional,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, revitalisasi RSON merupakan bagian dari ekosistem pembinaan olahraga nasional. &ldquo;Atlet berprestasi lahir dari pembinaan yang baik, termasuk layanan kesehatan yang optimal. Dengan RSON yang direvitalisasi, kami ingin memastikan atlet Indonesia mendapat dukungan kesehatan terbaik untuk berkompetisi di tingkat global,&rdquo; kata Dante.</p>
<p>Revitalisasi RSON juga menjadi langkah penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan menghadirkan fasilitas kesehatan olahraga yang modern, profesional, dan berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175895024168d77361dd6827.85996593.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hasil Laboratorium Tegaskan Kasus Suspek di Riau Bukan Mpox</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hasil-laboratorium-tegaskan-kasus-suspek-di-riau-bukan-mpox</link>				
         <pubDate>Wed, 24 Sep 2025 14:23:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hasil-laboratorium-tegaskan-kasus-suspek-di-riau-bukan-mpox</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 September 2025</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman memastikan dua kasus suspek Mpox yang dilaporkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, bukan merupakan kasus konfirmasi Mpox. Kepastian ini diperoleh setelah hasil laboratorium yang keluar pada 23 September 2025 menunjukkan hasil negatif Mpox.</p>
<p>&ldquo;Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan bahwa kedua kasus bukan Mpox. Jadi kami tegaskan, pada tahun 2025 Indonesia tidak memiliki kasus konfirmasi Mpox,&rdquo; jelasnya pada Rabu (24/9).</p>
<p>Dua pasien yang sempat ditetapkan berstatus suspek adalah BS (13 tahun) dan ZU (17 tahun). BS mengalami demam sejak 12 September 2025 di pondok pesantren, diikuti ruam dan lesi kulit.&nbsp;</p>
<p>Pasien dirawat di RSUD Kepulauan Meranti pada 17 September 2025, namun meninggal dunia pada 20 September 2025 dengan diagnosis klinis lebih mengarah ke varicella (cacar air) disertai kondisi penyerta berupa radang otak.</p>
<p>Sementara itu, ZU masuk IGD RSUD pada 18 September 2025 dengan keluhan demam dan ruam. Pasien diperbolehkan pulang pada 21 September 2025 setelah kondisi membaik dan kini menjalani isolasi mandiri.</p>
<p>Investigasi awal menunjukkan adanya faktor risiko paparan cacar air dari teman sekamarnya.&nbsp;</p>
<p>Kemenkes bersama Dinas Kesehatan setempat telah melakukan penyelidikan epidemiologi, penanganan medis, serta koordinasi dengan RSUD, klinisi ahli, dan pihak pondok pesantren. Spesimen pasien telah diperiksa di Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan untuk pemeriksaan molekuler.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes memperkuat komunikasi risiko agar masyarakat tetap tenang namun waspada. Edukasi terkait Mpox dilakukan melalui kanal informasi resmi, FAQ, hingga kolaborasi dengan LSM HIV/AIDS untuk menyasar kelompok rentan.</p>
<p>Aji menambahkan, strategi nasional penanggulangan Mpox mencakup surveilans, terapi, vaksinasi, serta komunikasi risiko. Sejak 2022, Kemenkes telah menyiapkan skrining pelaku perjalanan, jejaring laboratorium PCR, dan vaksinasi pada kelompok berisiko.</p>
<p>&ldquo;Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih, menghindari kontak seksual berisiko, dan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam dengan ruam bernanah,&rdquo; kata Aji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175872413568d400274a2ed2.83801626.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cari Kasus TBC Lebih Cepat, Pemerintah Siapkan Rontgen Gratis ke Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Sep 2025 03:50:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p id="docs-internal-guid-ca16b8a6-7fff-287c-83d9-0481975154ce" dir="ltr">Boyolali, 19 September 2025</p>
<p dir="ltr">Pemerintah terus menggencarkan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan penemuan kasus aktif (active case finding). Langkah ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, kasus TBC di Indonesia masih cukup tinggi sehingga memerlukan penanganan serius.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;TBC menjadi masalah penting, karena di Indonesia jumlah kasusnya diperkirakan mencapai 1.060.000 orang. Saat ini baru sekitar 90 persen yang berhasil teridentifikasi dan ternotifikasi,&rdquo; ujar Prof. Dante saat meninjau kegiatan active case finding TBC di Puskesmas Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (19/9).</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, capaian notifikasi tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Tahun 2022 notifikasi kasus baru 56 persen, sekarang sudah naik berkat program percepatan melalui pemeriksaan rutin dan active case finding yang mampu menemukan kasus aktif yang sebelumnya tidak terdeteksi,&rdquo; jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Prof. Dante menambahkan, banyak kasus TBC tidak terdiagnosis karena gejalanya mirip penyakit ringan.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Ada pasien yang semakin kurus atau nafsu makan menurun, sering disangka sakit maag biasa, padahal TBC,&rdquo; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah pemeriksaan TBC menggunakan rontgen secara massal. Pemerintah daerah Jawa Tengah sudah memulainya dengan pemeriksaan rontgen, dan ini terbukti efektif.</p>
<p dir="ltr">Ke depan, pemerintah pusat merencanakan penyediaan alat rontgen untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kalau anggaran mencukupi, setiap dari 514 kabupaten/kota akan mendapatkan alat rontgen. Alat ini akan digunakan secara bergilir ke kecamatan-kecamatan dan diberikan gratis untuk masyarakat dalam rangka pemeriksaan kesehatan maupun active case finding TBC,&rdquo; katanya.</p>
<p dir="ltr">Selain rontgen, deteksi dini TBC juga dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan formulir skrining. Dengan kombinasi metode ini, Prof. Dante optimistis angka kasus TBC dapat ditekan secara signifikan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Angka kematian akibat TBC masih tinggi. Data tahun 2022 menunjukkan 386 kasus per 100 ribu penduduk. Target kita menurunkan menjadi 65 per 100 ribu penduduk pada tahun 2030,&rdquo; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Program percepatan penanggulangan TBC merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah didorong untuk aktif mendukung program ini melalui alokasi anggaran, pelatihan tenaga kesehatan, dan sosialisasi yang masif di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175834029568ce24c7cc33f3.61160049.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Ajak Mahasiswa Kesehatan Jaga Empati dan Semangat Belajar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Sep 2025 03:44:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p id="docs-internal-guid-91ad0dde-7fff-0d9f-d94b-bce47f4ca3f9" dir="ltr">Boyolali, 19 September 2025</p>
<p dir="ltr">Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo (Stikes EU), Boyolali, Jumat (19/9). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya dedikasi, empati, dan semangat belajar bagi calon tenaga kesehatan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Saya hadir di sini bukan hanya sebagai Wakil Menteri, tetapi juga sebagai seorang kakak dan ayah bagi adik-adik saya. Perjuangan di bidang kesehatan itu tidak mudah, tetapi sangat mulia,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p dir="ltr">Ia mengisahkan pengalamannya saat menempuh pendidikan kedokteran yang penuh tantangan. Menurutnya, masa penuh ujian tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang berkualitas sekaligus berempati tinggi kepada pasien.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Empati tidak membuat kalian lemah, empati justru membuat kalian berarti,&rdquo; ucapnya, disambut tepuk tangan meriah para mahasiswa.</p>
<p dir="ltr">Prof. Dante juga menegaskan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu membangun karakter kuat dan jiwa kemanusiaan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Saya yakin dari kampus ini suatu saat akan lahir tokoh-tokoh hebat, bahkan yang lebih hebat dari saya,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, peran institusi pendidikan seperti Stikes EU sangat penting dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, berintegritas, dan bermoral. Ia berharap Stikes EU terus berkembang dan menjadi salah satu institusi pendidikan kesehatan terdepan di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Mudah-mudahan posisi saya hari ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman sekalian yang sedang menempuh pendidikan di Stikes EU,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175834006368ce23df72fa26.12602754.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Siswa di Boyolali</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Sep 2025 03:40:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Boyolali, 19 September 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah mendapat sambutan hangat dari para siswa, salah satunya di SMP Negeri 1 Teras, Boyolali. Kehadiran program ini dinilai mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus menjaga asupan gizi seimbang anak sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa seluruh makanan yang disajikan melalui program MBG telah melalui proses seleksi dan pengawasan ketat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita upayakan agar makanan yang diberikan higienis, segar, dan bermanfaat bagi anak-anak tanpa menimbulkan masalah kesehatan,&rdquo; ujarnya saat meninjau pelaksanaan MBG di SMPN 1 Teras, Jumat (19/9).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Dante menjelaskan bahwa konsep gizi seimbang yang diterapkan mengacu pada kampanye Isi Piringku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Contohnya nanti ada sayuran, buah-buahan, lauk, dan makanan pokok. Pola ini bisa diterapkan di rumah juga,&rdquo; katanya di hadapan siswa dan guru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antusiasme siswa pun terlihat jelas. Jana Auliya Salsabila, siswi kelas 7A, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Harapan saya, program MBG terus berlanjut agar bisa membantu kami meraih cita-cita dan kesuksesan di masa depan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada, Meishen Faika Putri Ardhani menilai program MBG membantu dirinya menghemat uang jajan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya senang karena bisa menghemat uang jajan, yang bisa ditabung untuk keperluan lain,&rdquo; kata Meishen. Ia menambahkan, &ldquo;Saya berharap bisa terus mendapatkan MBG sampai lulus SMA, dan semua anak di Indonesia juga merasakan manfaat program ini.&rdquo;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain memastikan ketersediaan asupan gizi, program MBG juga menjadi intervensi kesehatan untuk mencegah stunting, obesitas, dan masalah gizi lainnya. Pemerintah menekankan pentingnya pemberian makanan sehat secara rutin sebagai upaya jangka panjang dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan prestasi belajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan pengawasan menyeluruh dan dukungan berbagai pihak, program MBG diharapkan mampu menjadi solusi nyata untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berprestasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175833988068ce23280d5214.50811769.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pengadilan Tinggi Kukuhkan Putusan Menkes Terkait Kolegium</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pengadilan-tinggi-kukuhkan-putusan-menkes-terkait-kolegium</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Sep 2025 01:32:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pengadilan-tinggi-kukuhkan-putusan-menkes-terkait-kolegium</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 September 2025</p>
<p>Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak banding yang diajukan 12 dokter spesialis terkait Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1581/2024 tentang Keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024&ndash;2028. Putusan ini menguatkan keputusan PTUN Jakarta sebelumnya yang juga menolak gugatan serupa.</p>
<p>Majelis hakim menilai Menteri Kesehatan memiliki kewenangan atributif untuk menetapkan anggota Kolegium Kesehatan Indonesia. Proses penetapan juga dinyatakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, dan Permenkes Nomor 12 Tahun 2024.</p>
<p>Hakim menegaskan independensi kolegium tetap terjaga meskipun anggotanya ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Kolegium tetap memiliki otonomi penuh dalam menjalankan fungsi akademik, termasuk penyusunan standar kompetensi dan kurikulum pendidikan tenaga medis dan tenaga kesehatan.</p>
<p>Dengan demikian, Keputusan Menteri Kesehatan tentang keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024&ndash;2028 dinyatakan sah dan mengikat.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyambut baik putusan tersebut.</p>
<p>&ldquo;Putusan ini menegaskan bahwa langkah Kementerian Kesehatan dalam membentuk Kolegium Kesehatan Indonesia sudah sesuai aturan. Independensi kolegium tetap terjamin, sekaligus memastikan kolaborasi dengan pemerintah berjalan baik demi peningkatan mutu tenaga medis,&rdquo; ujar Aji di Jakarta, Kamis (18/9).</p>
<p>Aji menambahkan, Kolegium Kesehatan Indonesia berperan penting dalam menjaga kualitas dokter dan tenaga kesehatan melalui penyusunan standar kompetensi dan kurikulum pendidikan. Karena itu, Kemenkes berkomitmen untuk terus mendukung peran kolegium dalam sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Dengan adanya kepastian hukum ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan dapat lebih fokus memperkuat kerja sama demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Ia juga mengajak organisasi profesi, perguruan tinggi, dan rumah sakit untuk memperkuat sinergi dengan Kolegium Kesehatan Indonesia. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing global.</p>
<p>Putusan PTUN Jakarta ini sekaligus menutup polemik hukum terkait keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia periode 2024&ndash;2028. Pemerintah menegaskan akan terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dalam setiap kebijakan di bidang kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175824558668ccb2d2701d63.93231893.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus Cacingan Berat di Seluma Jadi Evaluasi, Kemenkes Lakukan Investigasi dan Tindak Lanjut</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-cacingan-berat-di-seluma-jadi-evaluasi-kemenkes-lakukan-investigasi-dan-tindak-lanjut</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Sep 2025 11:52:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-cacingan-berat-di-seluma-jadi-evaluasi-kemenkes-lakukan-investigasi-dan-tindak-lanjut</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Seluma, Bengkulu, 18 September 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan kasus cacingan berat yang dialami seorang Balita di Kabupaten Seluma, Bengkulu, menjadi bahan evaluasi bersama lintas sektor. Kemenkes langsung melakukan investigasi lapangan dan menyiapkan tindak lanjut untuk memperkuat pencegahan serta penanganan kasus serupa.</p>
<p>&ldquo;Kasus ini memberikan pelajaran berharga. Investigasi bersama sudah dilakukan, dan tindak lanjut akan difokuskan pada efektivitas program, perbaikan lingkungan, serta pemantauan kesehatan anak,&rdquo; ujar Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman, di Jakarta, Kamis (18/9).</p>
<p>Balita berusia 1 tahun 8 bulan berinisial KNS dari Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, dirawat intensif dengan kondisi berat sejak 14 September 2025. Pasien menunjukkan gejala demam, sesak, hingga keluarnya cacing dari hidung dan feses.&nbsp;</p>
<p>Dokter mendiagnosis pasien mengalami bronkopneumonia (sindrom Loeffler), ascariasis, gizi buruk, serta anemia defisiensi besi. Hasil penyelidikan awal mengungkap faktor risiko lingkungan dan gizi sebagai penyebab utama.&nbsp;</p>
<p>Lingkungan rumah pasien tidak layak huni, lantai masih tanah, tidak ada jendela, lembab, dan jarak sumber air bersih dengan septic tank kurang dari tiga meter. Selain itu, pada Juli 2025, obat cacing telah di berikan kepada orang tua pasien saat Posyandu, tapi tidak bisa dipastikan apakah obat benar sudah diminum.</p>
<p>Investigasi gabungan pada 17 September 2025 melibatkan Kemenkes, Kemenko PMK, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Seluma, hingga Baznas. Tim juga menemukan kakak pasien yang berusia 4 tahun mengalami kasus serupa dan kini dirawat di RS Ummi dengan diagnosis ascariasis dan gizi kurang.</p>
<p>&ldquo;Padahal cakupan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan di Seluma tercatat 99 persen. Karena itu, evaluasi akan diarahkan pada pemantauan kepatuhan minum obat di masyarakat,&rdquo; tambah Aji.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Kemenkes memastikan POPM cacingan di desa setempat tetap digencarkan dengan memastikan obat diminum langsung di depan petugas. Selain itu, penyuluhan berkala, kunjungan rumah, dan pemantauan balita yang tidak hadir di Posyandu akan diperkuat.</p>
<p>Pemerintah daerah bersama Baznas juga akan melaksanakan program bedah rumah untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga. Kemenko PMK memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan agar perbaikan kesehatan dan lingkungan berlangsung berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175819676568cbf41dccaf52.75354800.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dorong ASN Jadi Diplomat Kesehatan Indonesia di Kancah Global</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dorong-asn-jadi-diplomat-kesehatan-indonesia-di-kancah-global</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Sep 2025 00:53:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dorong-asn-jadi-diplomat-kesehatan-indonesia-di-kancah-global</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 September 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono membuka Pelatihan Diplomasi Kesehatan Global Batch 2 yang digelar di Jakarta, Rabu (17/9). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Kesehatan agar mampu berperan aktif dalam tata kelola kesehatan global.</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante menekankan bahwa diplomasi kesehatan bukan hanya menjadi ranah pejabat tinggi negara, tetapi juga peran penting ASN yang mewakili Indonesia di berbagai forum internasional.</p>
<p>&ldquo;Diplomasi bukan semata-mata tugas Menteri atau Duta besar. Rekan-rekan ASN Kementerian Kesehatan juga merupakan diplomat kesehatan Indonesia. Anda mewakili bangsa ini dalam setiap presentasi, diskusi, dan kolaborasi lintas negara,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Wamenkes menjelaskan, diplomasi kesehatan Indonesia berfokus pada tiga poros utama: geopolitik, bisnis dan investasi, serta person-to-person collaboration. Strategi ini diwujudkan melalui peningkatan representasi di organisasi global, penguatan jejaring dengan mitra internasional, serta perluasan kerja sama riset dan pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri.</p>
<p>Saat ini Indonesia memiliki 30 MoU government to government aktif, 8 MoU dalam tahap penjajakan, dan menempati posisi penting di dewan kesehatan internasional seperti Gavi, Global Fund, Stop TB Partnership, dan CEPI. Indonesia juga menunjukkan solidaritas global dengan komitmen pendanaan lebih dari USD 70 juta melalui WHO Investment Round, Gavi, Global Fund, dan CEPI.</p>
<p>&ldquo;Kita akan belajar menyusun position paper, menyampaikan intervention statement, berbicara percaya diri di forum multilateral, dan membangun konsensus melalui diplomasi. Semua keterampilan ini akan membuat kita lebih siap berperan aktif dalam tata kelola kesehatan global,&rdquo; tambah Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, WHO, Kedutaan Besar Australia, PROSPERA, serta mitra internasional lain yang mendukung pelatihan ini.</p>
<p>&ldquo;Saya berharap para peserta dapat melihat dirinya sebagai diplomat kesehatan Indonesia yang berani bicara, cerdas bernegosiasi, dan mampu membawa kepentingan nasional ke kancah global,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Perwakilan Duta Besar Swedia, Daniel Blockert, menyambut baik inisiatif Kemenkes. Menurutnya, isu kesehatan kini bersifat lintas batas sehingga membutuhkan kolaborasi internasional.</p>
<p>&ldquo;Saya berharap dapat berbagi pengalaman tentang apa yang telah dilakukan Swedia, sehingga dapat memperkaya perspektif dan praktik diplomasi kesehatan di Indonesia,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Pelatihan Diplomasi Kesehatan Global Batch 2 berlangsung selama dua hari dengan agenda pembelajaran praktis, termasuk simulasi penyusunan position paper, penyampaian intervention statement, hingga keterampilan membangun konsensus di forum multilateral.<br><br><br></p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175815697268cb58ac21e879.50003866.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Sistem Talent Pool Kemenkes Lebih Terukur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-sistem-talent-pool-kemenkes-lebih-terukur</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Sep 2025 12:53:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-sistem-talent-pool-kemenkes-lebih-terukur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 September 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat kepemimpinan manajerial internal melalui program Manajerial Leaders Batch 3. Salah satu agenda utama program ini adalah Leader&rsquo;s Talk bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, yang menekankan pentingnya talent management yang terukur, terintegrasi, dan berbasis kinerja.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkes Budi menegaskan perlunya klasifikasi talenta di rumah sakit maupun unit kerja Kemenkes. Program Manajerial Leaders Batch 3 menghadirkan kuliah daring dan luring, serta studi tiru beberapa institusi seperti CDC Amerika Serikat, Airport Health Accreditation di Singapura, Siloam Hospital, Paragon Corp, dan Laboratorium Prodia. Peserta Manajerial Leaders Batch 3 juga mendapatkan pembelajaran ekperiental di beberapa lokus UPT Vertikal terpilih untuk membuat proyek aksi pembelajaran yang bermanfaat sebagai tugas akhir.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, sistem talent pool Kemenkes menggunakan kriteria yang mencakup kinerja, latar belakang pendidikan, potensi, dan kompetensi.</p>
<p>&ldquo;Menentukan Box 7, 8, 9 kita pakai variabel antara lain kinerja, latar belakang termasuk pendidikan. Kinerja itu mencakup kalibrasi dan pemeringkatan,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>Selain itu, ia menyoroti peran strategis Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) sebagai garda terdepan pengendalian penyakit menular lintas batas. Menkes mendorong BKK mengoptimalkan otomasi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat surveilans kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Saya ingin BKK lebih diotomatisasi, lebih disimplifikasi. Kalau bisa kreatif sedikit, gunakan AI agar surveillance lebih baik,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Menkes menambahkan, fungsi BKK tidak hanya terbatas pada pengawasan di pintu masuk negara, tetapi juga harus menjadi &ldquo;radar&rdquo; Kemenkes dalam mendeteksi penyakit menular di wilayah masing-masing.</p>
<p>&ldquo;Saya mau tambah satu lagi, radarnya Kemenkes, untuk bisa melakukan surveilans penyakit menular di daerah dia berada. Jadi bukan hanya mengurus lintas batas,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175811399568cab0cb7743f2.63531996.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Stok Obat Kusta di Papua Barat Aman</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-stok-obat-kusta-di-papua-barat-aman</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Sep 2025 02:52:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-stok-obat-kusta-di-papua-barat-aman</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 September 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan ketersediaan obat kusta di Papua Barat dalam kondisi aman. Tidak ada kekosongan obat selama satu tahun terakhir, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.</p>
<p>Hal ini telah dipastikan pada rapat koordinasi antara Kemenkes dan Dinas Kesehatan Papua Barat serta Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari melalui zoom meeting pada Selasa (16/9) untuk merespons adanya isu keterbatasan pasokan obat dan kendala lainnya dalam penanganan kusta di wilayah Papua Barat.</p>
<p>&ldquo;Dari hasil koordinasi tersebut telah dipastikan bahwa stok obat kusta di Papua Barat aman. Hingga saat ini ketersediaan obat masih cukup,&rdquo; ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Selasa (16/9).</p>
<p>Kusta merupakan penyakit menular akibat kuman Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan organ tubuh lain. Diagnosis ditegakkan bila ditemukan salah satu dari tiga tanda utama: bercak keputihan atau kemerahan yang mati rasa, penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi, atau hasil BTA positif dari kerokan jaringan kulit.</p>
<p>Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan Multidrug Therapy (MDT) yang tersedia gratis di Puskesmas. Pencegahan dilakukan melalui penemuan dini, pengobatan tepat, serta pemberian obat pencegahan bagi kontak erat penderita.</p>
<p>Pada 2024, tercatat 14.698 kasus baru kusta di Indonesia, lebih dari 90 persen di antaranya merupakan tipe Multi Basiler (MB) yang lebih menular. Dari jumlah tersebut, 1.420 kasus (9,7 persen) adalah anak-anak dan 869 kasus (5,9 persen) disertai disabilitas.</p>
<p>Sementara itu, hingga 31 Agustus 2025, tercatat sebanyak 5.474 kasus baru, dengan 489 (8,9 persen) di antaranya merupakan kasus anak dan 287 kasus (5,2 persen) dengan disabilitas.</p>
<p>Khusus di Papua Barat, hingga September 2025 terdapat 422 kasus terdaftar, dengan 254 kasus baru. Dari jumlah itu, 62 kasus adalah anak-anak dan 7 kasus disertai disabilitas. Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan beban tertinggi, melaporkan 364 kasus terdaftar dan 242 kasus baru.</p>
<p>Untuk menjamin ketersediaan obat, Kemenkes menyalurkan ribuan blister MDT ke Papua Barat. Pada April 2025, dikirimkan 6.000 MDT MB Dewasa dan 666 MDT MB Anak. Sejalan dengan kebijakan Uniform MDT (U-MDT), regimen pengobatan untuk tipe MB dan Pausi Basiler (PB) kini sama, yaitu Rifampisin, Dapson, dan Klofazimin, dengan perbedaan pada lama pengobatan: 12 paket untuk MB dan 6 paket untuk PB.</p>
<p>Per September 2025, stok masih mencukupi, yakni 3.006 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak di Papua Barat. Sementara di Kabupaten Manokwari tersedia 690 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak.</p>
<p>Meski demikian, Kemenkes mengakui masih ada tantangan dalam penanggulangan kusta. Kapasitas petugas, dokter, dan analis laboratorium masih terbatas, rotasi tenaga kesehatan cukup sering, serta belum adanya dukungan anggaran untuk pemeriksaan skin smear.</p>
<p>Untuk itu upaya perbaikan terus dilakukan, antara lain memasukkan program kusta ke dalam RPJMD Provinsi Papua Barat 2025&ndash;2029, pemanfaatan APBD Otsus untuk penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas akibat kusta, pelatihan dokter rujukan, penyelenggaraan workshop analis laboratorium rujukan, dan sosialisasi kemoprofilaksis selama periode tahun 2023&ndash;2025.</p>
<p>&ldquo;Sebagai tindak lanjut, Kemenkes meminta laporan rutin dari provinsi mengenai kasus dan kebutuhan MDT setiap bulan. Dinkes Provinsi bersama Dinkes Kabupaten Manokwari juga diminta menelusuri dan memverifikasi laporan adanya kekosongan obat di puskesmas,&rdquo; tegas Aji.</p>
<p>&ldquo;Kusta adalah program prioritas di Papua Barat. Kami akan terus memastikan ketersediaan obat tetap aman, sambil memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175807911668ca288c30d111.66819349.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Dosen Poltekkes Kemenkes Jadi Fasilitator Program Kepemimpinan Bidan dan Perawat di Nepal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 16 Sep 2025 12:52:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (untuk dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Tiga Dosen Poltekkes Kemenkes Jadi Fasilitator Program Kepemimpinan Bidan dan Perawat di Nepal*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Kathmandu, Nepal, 8 September 2025_&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan RI mendapat kehormatan menjadi fasilitator dalam Midwifery &amp; Nursing Leadership Programme (MLP) yang diselenggarakan di Kathmandu, Nepal, pada 8&ndash;12 September 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka adalah Tecky Afifah Santy Amartha, M.Tr.Keb. (Poltekkes Semarang), Riska Regia Catur Putri, S.ST., M.K.M. (Poltekkes Pontianak), dan Hetty Astri, S.SiT., M.Kes. (Poltekkes Jakarta III). Ketiganya mendampingi fasilitator dari WHO SEARO, Ai Tanimizu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kehadiran fasilitator dari Poltekkes Kemenkes dalam program internasional ini merupakan wujud nyata kontribusi Indonesia sebagai WHO Collaborating Centre (WHO CC). Tidak hanya berbagi pengalaman nasional, tetapi juga memperkuat kapasitas bidan dan perawat di kawasan regional,&rdquo; ujar Anna Kurniati, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program kepemimpinan ini diikuti 25 bidan dan perawat dari enam wilayah di Nepal, yang berasal dari institusi akademik, rumah sakit, dan dinas kesehatan provinsi, serta organisasi profesi Midwifery Society of Nepal (MIDSON). Peserta mendapatkan materi terkait penguatan kepemimpinan, manajemen kebidanan, diskusi kelompok, hingga perancangan strategi peningkatan layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Rencananya kegiatan ini akan berlanjut pada 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami berharap program ini dapat membekali para bidan di Nepal untuk lebih kuat mengadvokasi praktik dan pendidikan kebidanan, sehingga mampu mengoptimalkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi,&rdquo; ungkap Tecky Afifah Santy Amartha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keterlibatan ini sejalan dengan mandat Poltekkes Kemenkes sebagai WHO Collaborating Centre for Nursing and Midwifery Education and Training periode 2025&ndash;2029. Penetapan tersebut menempatkan Poltekkes dalam jejaring global WHO CC dengan fokus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kepemimpinan, serta mendukung layanan kebidanan dan keperawatan di tingkat nasional maupun regional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah menuntaskan tugas, para fasilitator kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan disambut hangat oleh jajaran Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pengalaman ini bukan hanya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan Nepal, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia. Kami optimistis Poltekkes sebagai WHO CC akan terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan kebidanan dan keperawatan, baik di tingkat nasional maupun regional,&rdquo; tutup Anna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (HUMAS SDMK/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175802735368c95e5933c075.15762732.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Dosen Poltekkes Selamat dari Kerusuhan di Nepal, Kini Telah Tiba di Tanah Air</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-dosen-poltekkes-selamat-dari-kerusuhan-di-nepal-kini-telah-tiba-di-tanah-air</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Sep 2025 01:29:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-dosen-poltekkes-selamat-dari-kerusuhan-di-nepal-kini-telah-tiba-di-tanah-air</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 September 2025&nbsp;</p>
<p>Tiga dosen Poltekkes yang sempat terjebak dalam kerusuhan di Kathmandu, Nepal, dipastikan selamat dan telah tiba di Indonesia dalam keadaan sehat.</p>
<p>Ketiganya adalah Riska (Poltekkes Jakarta 3), Tecky (Poltekkes Pontianak), dan Hetty (Poltekkes Semarang). Mereka berada di Nepal sejak 7 September 2025 untuk memenuhi undangan Kementerian Kesehatan Nepal dan WHO SEARO sebagai co-facilitator dalam Midwifery Leadership Training Program yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 September 2025.</p>
<p>Kementerian Kesehatan bergerak cepat berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri guna memastikan keselamatan para dosen.</p>
<p>&ldquo;Kami telah melakukan kontak dengan Kementerian Luar Negeri di tingkat Wakil Menteri, Dirjen Protokol Konsuler, Direktur Perlindungan WNI, serta KBRI Dhaka. KBRI Dhaka telah berhasil berkomunikasi dengan ketiga dosen tersebut dan berkoordinasi dengan kantor WHO di sana,&rdquo; jelas Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kemenkes, Harditya Suryawanto.</p>
<p>Menurut informasi dari Hetty saat masih berada di Kathmandu, ketiganya dalam kondisi sehat dan didampingi staf WHO di Hotel Himalaya. WHO kemudian menghentikan seluruh kegiatan karena situasi keamanan.</p>
<p>Proses evakuasi berjalan lancar. Ketiga dosen pulang dengan penerbangan Maliando Air dari Kathmandu pada 11 September 2025 pukul 21.55 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada 12 September 2025 pukul 08.15 WIB. Kepulangan mereka disambut langsung oleh Direktur Penyediaan SDM Kesehatan, Anna Kurniati.</p>
<p>&ldquo;Kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan kerja sama, khususnya dari Kementerian Kesehatan, yang terus memastikan keselamatan kami,&rdquo; ungkap Tecky, dosen Poltekkes Pontianak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (IR/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175789988868c76c70ab3388.88962038.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>14 Pasien TBC Resisten Obat di RS Paru Salatiga Sembuh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/14-pasien-tbc-resisten-obat-di-rs-paru-salatiga-sembuh</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Sep 2025 14:30:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/14-pasien-tbc-resisten-obat-di-rs-paru-salatiga-sembuh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Salatiga, 14 September 2025</p>
<p>Sebanyak 14 pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) dinyatakan sembuh dan menerima sertifikat kesembuhan dari RS Paru dr. Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (13/9). Momen ini disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penanganan salah satu penyakit menular paling mematikan di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan TBC masih menjadi ancaman serius. &ldquo;Setiap tahun ada 1.080.000 kasus TBC baru di Indonesia, dan 134.000 orang meninggal. Artinya, setiap lima menit, dua orang meninggal karena TBC,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pemerintah telah menerapkan pengobatan baru dengan skema terapi singkat sesuai rekomendasi WHO, yakni regimen Bipal atau Bipal-M.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setelah dua sampai tiga minggu minum obat, pasien sudah tidak menularkan lagi. Namun kuncinya, jangan berhenti minum obat agar tidak menjadi resisten,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Direktur RSPAW, dr. Tarsisius Glory, menyampaikan bahwa layanan terapi TBC RO terus berkembang sejak 2023.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami mengundang 14 orang yang telah dinyatakan sembuh dari TB RO. Mereka berusia 21 sampai 70 tahun, menjalani terapi pendek Bipal maupun Bipal-M sesuai panduan WHO,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Kehadiran para pasien sembuh disambut meriah sebagai simbol harapan bahwa TBC dapat dikendalikan. Selain menangani TBC, RSPAW juga melayani ribuan pasien kanker. Sepanjang Januari&ndash;Agustus 2025 tercatat 2.781 kunjungan kemoterapi, meningkat signifikan dari 797 kunjungan pada 2023 dan 2.089 kunjungan pada 2024. Namun, fasilitas radioterapi masih terbatas sehingga sebagian pasien harus dirujuk keluar daerah.</p>
<p>RSPAW juga berperan sebagai rumah sakit pengampu regional respirasi dan paru, membina 14 rumah sakit di Jawa Tengah serta 9 rumah sakit di Kalimantan Timur.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami melakukan visitasi, diskusi kasus sulit, pelatihan, hingga mentoring harian melalui platform daring,&rdquo; tambah Tarsisius.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175786034868c6d1fcc06de4.68635449.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Seabad RSUP Kariadi, Menkes Budi Harapkan Jadi Sentra Layanan Kesehatan di Jawa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/seabad-rsup-kariadi-menkes-budi-harapkan-jadi-sentra-layanan-kesehatan-di-jawa</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Sep 2025 14:16:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/seabad-rsup-kariadi-menkes-budi-harapkan-jadi-sentra-layanan-kesehatan-di-jawa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 13 September 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi menjadi sentra layanan kesehatan di Jawa. Ia menekankan pentingnya rumah sakit berani melakukan lompatan besar dalam mendukung transformasi kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Saya berharap Rumah Sakit Kariadi bisa menjadi pusat pelayanan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semua orang yang sakit bisa sembuh di Kariadi. Untuk itu, layanan yang diberikan harus paripurna dan paling canggih,&rdquo; ujar Menkes Budi pada acara puncak Seabad RSUP Dr. Kariadi, Sabtu (13/9).</p>
<p>Salah satu terobosan yang diapresiasi adalah layanan transplantasi sumsum tulang belakang (bone marrow transplant) bagi pasien kanker darah seperti multiple myeloma, lymphoma, dan leukemia.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Ini terapi paling paripurna untuk kanker darah. Kariadi sudah bisa melakukan itu,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga. Setiap tahun ratusan pasien memilih berobat ke luar negeri dengan biaya miliaran rupiah, termasuk untuk bone marrow transplant.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau keterampilan dokter kita meningkat dan reputasi rumah sakit bagus, orang akan percaya dan memilih berobat di Indonesia,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya inovasi pembiayaan di rumah sakit.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau ada dua pasien yang mampu, itu bisa mensubsidi lima sampai enam pasien kurang mampu. Jadi dana harus dipakai untuk menyelamatkan nyawa, bukan disimpan di deposito,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes, menyatakan usia seabad bukan sekadar angka, melainkan perjalanan pengabdian. Dari rumah sakit kecil di masa kolonial, kini Kariadi tumbuh menjadi rumah sakit vertikal kelas A, pusat pendidikan nasional, rumah sakit pendidikan utama, dan pengampu layanan kesehatan masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Agus juga memperkenalkan Kariadi Now sebagai simbol kesiapan memasuki abad baru.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami bertekad menjadikan RS Kariadi sebagai rumah sakit harapan masyarakat, pusat ilmu pengetahuan, dan mercusuar kesehatan bangsa,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memberikan apresiasi dan berharap layanan kesehatan menjangkau hingga desa-desa.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pelayanan kesehatan sejatinya harus dirasakan masyarakat desa yang sangat membutuhkan. Tidak boleh ada diskriminasi, termasuk bagi disabilitas, lansia, maupun kelompok rentan lainnya,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175786011468c6d112b03704.46328117.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>ASEAN Car Free Day 2025: Wujud Solidaritas ASEAN dan Gaya Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Sep 2025 12:22:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 September 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indonesia kembali memimpin inisiatif regional dengan menyelenggarakan ASEAN Car Free Day (ASEAN CFD) 2025 di Jakarta, Minggu (14/9). Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi Kementerian Kesehatan RI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ASEAN Secretariat, dan diikuti perwakilan negara anggota ASEAN, serta komunitas olahraga.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa ASEAN CFD tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol solidaritas Indonesia bersama ASEAN dalam membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan harmonis.</p>
<p>&ldquo;Indonesia tidak berjalan sendirian. Kita bersama-sama dengan ASEAN, termasuk dalam urusan kesehatan. Kita sudah bersama menghadapi ujian berat seperti pandemi, di mana kesehatan benar-benar menjadi isu yang harus kita tangani bersama,&rdquo; ujar Pratikno.</p>
<p>Ia menekankan bahwa Car Free Day memiliki makna lebih luas dari sekadar menutup jalan raya.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;CFD justru membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik, menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan sosial, sekaligus membangun kebahagiaan mental,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Dalam rangkaian ASEAN CFD 2025, masyarakat juga mendapat layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan fisik, skrining kesehatan mental, hingga konsultasi olahraga.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Program pemeriksaan kesehatan gratis ini bukan semata-mata untuk mengetahui penyakit. Yang utama adalah mencegah. Pemerintah ingin mengajak masyarakat aktif bergerak dan hidup sehat, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,&rdquo; tegas Menko PMK.</p>
<p>Pratikno juga mengapresiasi partisipasi komunitas olahraga yang turut meramaikan acara.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;ASEAN CFD memberikan ruang bagi komunitas untuk beraktivitas bersama. Olahraga gembira ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membangun kebahagiaan mental. Sehat jasmani dan bahagia rohani, keduanya sama penting,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175785271068c6b4263d0198.91523531.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Aktivitas Fisik Rutin Cegah Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Sep 2025 12:18:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 September 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya aktivitas fisik rutin untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) saat memberikan sambutan pada ASEAN Car Free Day (ASEAN CFD) 2025 di Jakarta, Minggu (14/9).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan ini menunjukkan tiga masalah kesehatan dengan prevalensi cukup tinggi, yaitu hipertensi, diabetes, dan kolesterol. Ketiganya merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, penyebab kematian terbesar di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tidak perlu menjadi penderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi jika rutin berolahraga. Aktivitas fisik 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, dapat menurunkan gula darah, mengendalikan tekanan darah, dan memperbaiki kadar kolesterol,&rdquo; jelas Prof. Dante.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, ASEAN CFD menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Hari ini mungkin ada yang hipertensi, tapi setelah rutin berolahraga dan menjaga pola makan, kita harapkan tahun depan tekanan darah, gula darah, dan kolesterolnya bisa turun. Ini tidak bisa dilakukan sekali, tetapi harus menjadi kebiasaan,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Prof. Dante menyoroti tingginya kasus obesitas pada anak. Data menunjukkan sekitar 30% anak sekolah di Jakarta mengalami obesitas.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Obesitas pada anak bukan sekadar tubuh gemuk, tapi juga berisiko memicu penyakit di masa depan. Karena itu, sejak dini anak-anak perlu dibiasakan makan sehat dan aktif bergerak,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi pengendalian konsumsi gula, termasuk mekanisme sugar tax pada makanan dan minuman tinggi gula, sebagai strategi menurunkan angka obesitas dan penyakit tidak menular.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175785251168c6b35f054782.98920573.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof. Dante Resmikan Pusat Inflammatory Bowel Disease Pertama di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-resmikan-pusat-inflammatory-bowel-disease-pertama-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sat, 13 Sep 2025 05:40:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-resmikan-pusat-inflammatory-bowel-disease-pertama-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 September 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono meresmikan Inflammatory Bowel Disease (IBD) Center pertama di Indonesia yang berlokasi di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Jumat (12/9). Fasilitas bernama IBD Center Prudhof Simanidrata ini menjadi salah satu wujud nyata dari implementasi pilar Transformasi Layanan Rujukan yang tengah digencarkan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Transformasi kesehatan yang diluncurkan Kemenkes mencakup enam pilar utama, mulai dari layanan primer, rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan, SDM kesehatan, hingga teknologi dan digitalisasi. Dalam pilar layanan rujukan, pemerintah menekankan pentingnya memperluas jejaring layanan spesialis, tidak hanya melalui rumah sakit milik pemerintah, tetapi juga melalui kemitraan strategis dengan fasilitas kesehatan swasta seperti pusat IBD ini.</p>
<p>"Saya ucapkan selamat kepada Rumah Sakit Abdi Waluyo yang pertama kali memberikan layanan pusat IBD untuk Indonesia," ujar Prof. Dante.</p>
<p>Keberadaan pusat IBD ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat data penyakit, pemetaan kebutuhan, serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan lanjutan. Menurutnya, upaya ini penting agar Indonesia memiliki basis data nasional yang lebih kuat sekaligus mendorong kolaborasi lintas rumah sakit dalam sistem rujukan.</p>
<p>&ldquo;Mudah-mudahan setelah ini kita punya angka nasional, sehingga kita bisa melihat bagaimana sebenarnya magnitude masalah ini, dan pusat-pusat IBD seperti ini bisa terus dikembangkan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Kemenkes menilai bahwa data nasional yang akurat akan menjadi landasan dalam perencanaan kebijakan kesehatan di masa depan, termasuk untuk penyakit-penyakit yang prevalensinya selama ini belum terukur secara jelas. Program transformasi juga mendorong setiap rumah sakit untuk berperan aktif sebagai simpul dalam jejaring layanan, sehingga pasien dari berbagai daerah dapat dirujuk secara lebih cepat dan tepat.</p>
<p>Selain aspek layanan, fasilitas baru ini diharapkan memperkuat ekosistem transformasi kesehatan melalui peningkatan edukasi publik, deteksi dini, serta kolaborasi penelitian klinis. Dengan demikian, peran rumah sakit tidak hanya sebagai penyedia layanan kuratif, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan inovasi kesehatan.</p>
<p>"Yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat dan menapis kasus-kasus yang selama ini mungkin ada di bawah permukaan dan tidak pernah terdiagnosis dari aspek klinis," ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Ke depan, Kemenkes berharap lebih banyak rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, berinisiatif menghadirkan layanan unggulan yang selaras dengan agenda transformasi. Langkah ini sejalan dengan target membangun sistem kesehatan yang tangguh, adil, dan mampu melayani seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175774256768c505e7d46c77.71763909.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Ambil Peran Sentral dalam Perang Melawan Resistensi Antimikroba</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-ambil-peran-sentral-dalam-perang-melawan-resistensi-antimikroba</link>				
         <pubDate>Fri, 12 Sep 2025 15:51:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-ambil-peran-sentral-dalam-perang-melawan-resistensi-antimikroba</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 September 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa Indonesia kini memegang peran penting sebagai pemimpin kawasan dalam upaya global melawan resistensi antimikroba (AMR). Menurutnya, AMR adalah ancaman nyata yang tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi dunia.</p>
<p>&ldquo;Masalah antimikroba adalah komitmen besar saya. Pada 2019, tercatat 1,27 juta kematian di dunia akibat AMR,&rdquo; ujar Prof. Dante saat membuka Konferensi Internasional AMR di Jakarta, Jumat (12/9).</p>
<p>Di Indonesia, menurut data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2021, diperkirakan terdapat 36.500 kematian yang dapat diatribusikan pada AMR dan 147.000 kematian yang terkait dengan AMR. Kematian yang &ldquo;dapat diatribusikan&rdquo; diartikan sebagai kematian yang sebenarnya bisa dicegah apabila bakteri penyebab infeksi tidak resisten terhadap obat. Sementara itu, kematian yang &ldquo;terkait&rdquo; merujuk pada kematian yang tidak akan terjadi jika infeksinya dapat dicegah sepenuhnya.</p>
<p>&ldquo;AMR juga membawa dampak ekonomi yang sangat besar, diperkirakan mencapai 3,4 triliun dolar pada 2030,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Karena itu, pemerintah bersama WHO dan ASEAN berkomitmen memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan akses terhadap obat yang efektif, serta memperluas kemitraan lintas sektor.</p>
<p>Direktur ReAct Asia Pacific, Dr. S.S. Lal, menegaskan bahwa Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan kuat di kawasan. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi persoalan serius.</p>
<p>&ldquo;Indonesia telah menjadi pemimpin dalam perjuangan melawan AMR. Saya percaya masih ada dokter yang meresepkan antibiotik tidak tepat. Konferensi ini menjadi wadah penting untuk memperkuat aksi bersama,&rdquo; katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kesehatan, dalam penyelenggaraan konferensi ini.</p>
<p>Hal senada disampaikan Direktur ReAct Eropa, Anna Sj&ouml;blom, yang menilai komitmen Indonesia memberi inspirasi bagi dunia.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Merupakan suatu kehormatan besar hadir di sini bersama mitra dari Indonesia. Saya melihat betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor di kawasan ini, dan pengalaman Indonesia dalam mencegah resistensi antimikroba bisa menjadi contoh baik bagi dunia,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Melalui konferensi ini, lanjut Prof. Dante, Indonesia menegaskan diri bukan hanya sebagai negara terdampak, tetapi juga sebagai penggerak solusi global. Dengan dukungan WHO, ASEAN, dan jejaring internasional ReAct, kolaborasi diharapkan mampu memperlambat laju resistensi antimikroba serta melindungi generasi mendatang dari ancaman kesehatan global.</p>
<p>Sebagai informasi, ReAct merupakan jaringan independen internasional pertama yang mengangkat kompleksitas resistensi antibiotik serta faktor-faktor pemicunya. Sejak awal, ReAct berperan sebagai katalis global yang mendorong keterlibatan berbagai organisasi, individu, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi isu ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175769248168c44241718188.54396321.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menteri Kesehatan Tinjau Fasilitas BGSi dan Uji Klinik di Gedung Eijkman RSCM</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-kesehatan-tinjau-fasilitas-bgsi-dan-uji-klinik-di-gedung-eijkman-rscm</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Sep 2025 10:53:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-kesehatan-tinjau-fasilitas-bgsi-dan-uji-klinik-di-gedung-eijkman-rscm</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (untuk dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*Menteri Kesehatan Tinjau Fasilitas BGSi dan Uji Klinik di Gedung Eijkman RSCM*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Jakarta, 11 September 2025_</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas laboratorium di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), termasuk Laboratorium Mikrobiologi Klinik dan pusat penelitian genomik di Gedung Eijkman, Kamis (11/9).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan diawali dengan melihat Ruang Sekuensing, pusat kegiatan human whole genome sequencing (hWGS) untuk mendukung riset genomik nasional. Menkes juga meninjau Biobank sebagai pusat penyimpanan sampel biologis berstandar internasional, serta Server Room yang mengelola data genomik berskala besar dengan sistem keamanan mutakhir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selanjutnya, Menkes menyambangi Ruang Program Generasi Sehat yang dipersiapkan untuk pengembangan program kesehatan berbasis data genomik. Kunjungan ditutup di Laboratorium Uji Klinik RSCM yang berperan penting dalam penelitian terapan dan pengujian klinis untuk mendorong inovasi layanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes mengapresiasi capaian Bio Genome Science Initiative (BGSi) sesuai roadmap program nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita patut bangga karena infrastruktur riset genomik Indonesia semakin maju. Data genomik akan menjadi fondasi penting untuk mendukung precision medicine, kesehatan masyarakat, serta generasi Indonesia yang lebih sehat di masa depan,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes menegaskan pentingnya percepatan persiapan Program Generasi Sehat di Gedung Eijkman. Untuk tahun 2026, pemerintah telah menyetujui dukungan anggaran sebesar Rp30 miliar&mdash;lebih efisien dibanding rencana awal Rp300 miliar. Sementara kebutuhan tambahan akan ditopang melalui skema multi donor trust fund (MDTF) dengan komitmen awal sekitar Rp10,9 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Menkes, penguatan riset dan laboratorium di RSCM merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan di Indonesia, dengan tujuan menghadirkan layanan yang presisi, berbasis data, dan berstandar internasional. Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar riset genomik Indonesia berdaya saing global dan berdampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto menilai kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan RSCM dalam riset dan layanan berbasis genomik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kunjungan Bapak Menteri dan jajaran ini melihat langsung perkembangan fasilitas, potensi yang bisa terus dikembangkan, serta hambatan yang perlu segera dipecahkan&mdash;mulai dari sarana-prasarana hingga regulasi. Semua ini penting agar pelayanan dan penelitian di RSCM berkembang lebih pesat, sejalan dengan standar negara maju,&rdquo; ujar dr. Supriyanto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain fasilitas BGSi, Menkes juga mengunjungi Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSCM. Ketua KSM Mikrobiologi Klinik, dr. Yulias Rosa, memperkenalkan sejumlah instrumen diagnostik terbaru, antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Mesin Kultur Darah untuk mendeteksi patogen penyebab sepsis secara cepat, khususnya pada pasien ICU.</p>
<p>2. MALDI-TOF, teknologi mutakhir di Indonesia untuk identifikasi mikroorganisme hingga tingkat spesies dalam waktu 30 detik, termasuk bakteri, jamur, kapang, dan Mycobacterium tuberculosis.</p>
<p>3. Alat Uji Kepekaan Antibiotik untuk memastikan pasien mendapat terapi sesuai pola resistensi mikroba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dengan teknologi ini, pasien infeksi, termasuk sepsis di ICU, bisa mendapat diagnosis cepat dan akurat sehingga terapi lebih tepat sasaran. Ke depan, kami juga akan mengembangkan pemeriksaan berbasis molekuler untuk mengidentifikasi mikroba hingga gen resistensi antibiotiknya. Hasil diagnostik akan semakin mendalam dan komprehensif,&rdquo; jelas dr. Yulias Rosa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga melaporkan perkembangan implementasi BGSi. Hingga 10 September 2025, telah direkrut 15.231 partisipan, dihasilkan 12.378 data hWGS, dilakukan 11.349 analisis sekunder, serta 5.781 analisis farmakogenomik. Dengan instrumen yang ada, kapasitas maksimal pemeriksaan hWGS mencapai 15.456 sampel per tahun, dengan asumsi operasional 5 hari kerja per minggu selama 46 minggu efektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175758843468c2abd271d3a9.95474650.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>57% Warga Alami Masalah Gigi, Kemenkes Imbau Segera Ditangani di Puskesmas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/57-warga-alami-masalah-gigi-hanya-11-yang-cari-pengobatan</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Sep 2025 06:13:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/57-warga-alami-masalah-gigi-hanya-11-yang-cari-pengobatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 September 2025</p>
<p>Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan 57% penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi, namun hanya 11,2% atau sekitar 3 juta orang yang mencari pengobatan.</p>
<p>&ldquo;Kalau sakit gigi hilang dengan obat pereda nyeri, biasanya masyarakat tidak melanjutkan ke pengobatan. Padahal masalah giginya tidak selesai,&rdquo; jelas Nadia dalam Media Briefing Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, Kamis (11/9).</p>
<p>Menurut Nadia, kasus karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi masih mendominasi. Rendahnya literasi kesehatan gigi memperparah kondisi ini. Mayoritas masyarakat menyikat gigi pada pagi hari saat mandi dan malam sebelum tidur, padahal yang dianjurkan adalah setelah makan.</p>
<p>&ldquo;Selain waktunya tidak tepat, cara menyikat gigi juga sering terlalu singkat, hanya sekitar satu menit, sehingga kurang efektif. Padahal kesehatan gigi yang buruk bisa berdampak pada organ vital, termasuk jantung. Pada ibu hamil, infeksi gigi bahkan berisiko membahayakan janin,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, menekankan bahwa peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Indonesia hebat dimulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pencegahan jauh lebih murah dan lebih mudah dibandingkan pengobatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Usman menyebutkan, hanya sebagian kecil masyarakat yang rutin memeriksakan diri ke dokter gigi. Dari seluruh penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya sekitar 10% yang secara teratur melakukan pemeriksaan. Bahkan, hanya 2,8% yang menyikat gigi dengan benar pada waktu yang tepat.</p>
<p>Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media sangat penting dalam meningkatkan edukasi publik.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pemerintah sudah menunjukkan perhatian besar melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang juga mencakup layanan gigi. Ke depan, perlu diperkuat upaya promotif dan preventif,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175757139668c26944f0e661.56106816.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SKB Perizinan Tenaga Medis Jadi Tonggak Layanan Publik Digital yang Cepat, Aman, dan Transparan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Sep 2025 12:53:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 September 2025</p>
<p>Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antar kementerian dan lembaga terkait penyelenggaraan perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN) menjadi tonggak penting transformasi pelayanan publik di Indonesia.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya mendukung penuh implementasi Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN) untuk perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan di kabupaten/kota.&nbsp;</p>
<p>Ia menekankan bahwa digitalisasi layanan publik harus menghadirkan kenyamanan, transparansi, dan bebas dari praktik korupsi dengan menghadirkan suasana pelayanan yang modern seperti di Badung, di mana ruangannya nyaman, petugas ramah, layanan cepat, serta seluruh proses tercatat, terpantau, dan pembayaran hanya melalui outlet resmi sehingga potensi pungli dapat ditekan.</p>
<p>&ldquo;Dengan sistem digital, potensi korupsi bisa ditekan karena semuanya transparan, terpantau, dan pembayaran jelas melalui outlet. Layanan publik harus sederhana, cepat, dan bebas pungli,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan adanya tantangan besar di tingkat daerah, terutama terkait infrastruktur teknologi informasi dan keterbatasan fiskal. Oleh karena itu, menurutnya, implementasi harus dilakukan bertahap melalui daerah percontohan sebelum direplikasi ke seluruh wilayah.</p>
<p>Menteri PANRB Rini Widyantini menambahkan bahwa penerapan perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui MPP Digital memberikan dampak nyata. Proses yang sebelumnya memakan waktu lebih dari dua minggu kini bisa diselesaikan dalam hitungan jam, dengan data yang langsung terintegrasi.</p>
<p>&ldquo;Dari aspek waktu, persyaratan, biaya, akurasi, hingga sertifikasi, semuanya kini lebih sederhana. Masyarakat mendapatkan layanan lebih cepat, pemerintah daerah lebih efisien, dan pemerintah pusat bisa memantau secara real-time,&rdquo; jelas Rini.</p>
<p>Dari sisi keamanan, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho menegaskan pentingnya perlindungan data dan keamanan siber dalam setiap transformasi digital layanan publik.</p>
<p>&ldquo;Transformasi digital harus memenuhi standar keamanan dan aturan perlindungan data pribadi. Keamanan siber bukan aspek statis, melainkan proses dinamis yang terus dipelihara, diaudit, dan diperkuat agar sistem tetap tangguh menghadapi ancaman,&rdquo; tegas Nugroho.</p>
<p>Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya keterpaduan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam mendukung MPP Digital. Menurutnya, Komdigi berperan sebagai penyedia backbone digital dan penghubung antar sistem layanan publik.</p>
<p>&ldquo;Transformasi ini hanya bisa berhasil bila semua layanan publik saling terintegrasi. Komdigi memastikan infrastruktur digital, pusat data nasional, dan perlindungan data pribadi berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung di layar ponsel maupun di meja layanan publik,&rdquo; kata Nezar.</p>
<p>Keempat pejabat tersebut sepakat bahwa keberhasilan transformasi digital layanan publik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi tersebut, MPP Digital diharapkan dapat menghadirkan layanan publik yang cepat, aman, transparan, dan merata di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175742263368c02429af8528.28567076.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>AI dan Digitalisasi Jadi Kunci Percepat Perizinan Tenaga Kesehatan di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Sep 2025 12:43:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 September 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan pentingnya digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mempercepat transformasi pelayanan publik, termasuk perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Investasi digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pelayanan publik yang efisien, transparan, dan mudah diakses,&rdquo; ujar Luhut dalam acara Penandatanganan Keputusan Bersama tentang Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten/Kota melalui Mal Pelayanan Publik Digital Nasional, di Jakarta, Selasa (9/9).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Luhut mengingatkan pengalaman pandemi COVID-19 yang mengungkap kelemahan sistem kesehatan nasional.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saat India lockdown, kita bahkan kesulitan mendapat paracetamol. Dari situ saya bertekad, minimal 60&ndash;70% kebutuhan kesehatan harus dipenuhi industri dalam negeri,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menekankan, transformasi digital membantu pemerintah menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. &ldquo;Digitalisasi membuat kita berani tidak melakukan lockdown total, karena kita punya data real-time pergerakan penduduk. Itu menyelamatkan ekonomi sekaligus kesehatan,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, sistem pemerintahan digital akan dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan AI.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;AI mampu membaca seluruh data pemerintahan, menekan potensi penyimpangan, mempercepat perizinan, dan memberikan dasar keputusan presiden yang lebih akurat,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai langkah awal, Kabupaten Banyuwangi akan menjadi lokasi percontohan integrasi sistem digital sebelum diterapkan di seluruh Indonesia.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jika uji coba berhasil, Januari tahun depan sistem ini akan diluncurkan di 514 kabupaten/kota,&rdquo; kata Luhut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengapresiasi terobosan digitalisasi layanan perizinan tenaga medis yang dipelopori Kementerian Kesehatan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya senang Kementerian Kesehatan telah memulai integrasi ini ke dalam Mal Pelayanan Publik Digital Nasional. Dalam tiga tahun, saya yakin sistem akan berjalan penuh secara nasional,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup sambutannya, Luhut menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau kita bersatu padu, tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan. AI akan membawa efisiensi, efektivitas, dan akurasi data untuk pelayanan publik yang lebih baik bagi bangsa,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175742240868c02348c9bd34.50882397.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Digitalisasi Perizinan SDM Kesehatan Permudah Layanan dan Tingkatkan Transparansi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Sep 2025 09:53:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (untuk dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Digitalisasi Perizinan SDM Kesehatan Permudah Layanan dan Tingkatkan Transparansi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 9 September 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan digitalisasi perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan akan mempercepat layanan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat tata kelola kesehatan nasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut disampaikan dalam Penandatanganan Keputusan Bersama tentang Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten/Kota melalui Mal Pelayanan Publik Digital Nasional, di Jakarta, Selasa (9/9).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Digitalisasi dan otomatisasi perizinan membuat layanan jauh lebih cepat, transparan, dapat diaudit, dan bebas dari praktik biaya tidak resmi,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menjelaskan, sejak tahun lalu Kemenkes telah mendigitalisasi seluruh data kesehatan melalui ekosistem SATUSEHAT, mencakup sumber daya manusia kesehatan, logistik obat, hingga rekam medis. Saat ini terdapat lebih dari 1,6 juta data tenaga kesehatan yang terintegrasi, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga tenaga kesehatan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan basis data tersebut, penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR), Satuan Kredit Profesi (SKP), dan Surat Izin Praktik (SIP) dapat dilakukan secara digital. STR kini berlaku seumur hidup, cukup seperti ijazah, sementara tambahan kompetensi dicatat tanpa perlu perpanjangan berulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Dulu verifikasi harus menyerahkan fotokopi dokumen, sering menimbulkan biaya tambahan. Sekarang cukup memasukkan NIK, sistem otomatis memverifikasi, dan izin terbit maksimal lima hari, bahkan bisa lebih cepat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Izin yang terbit akan dikirim secara digital melalui WhatsApp, dilengkapi QR Code resmi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sistem ini juga mencatat pelatihan dan pendidikan berkelanjutan tenaga kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Setiap pelatihan langsung tercatat digital, tanpa perlu fotokopi sertifikat. Tahun ini sudah ada 46 ribu kursus dengan 1,5 juta tenaga kesehatan ikut belajar, semua datanya otomatis masuk,&rdquo; ungkap Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, Kementerian PANRB, dan Kemendagri. Ia berharap digitalisasi MPP dapat segera diperluas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saat ini baru 199 kabupaten/kota yang terhubung. Kami mohon dukungan agar bisa diperluas ke 514 kabupaten/kota, sehingga 1,8 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia dapat mengurus izin dengan cepat, transparan, dan tanpa biaya tidak resmi,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175741181568bff9e78b75e4.97146272.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Program Baru PPDS: Pendidikan Spesialis Digaji dan Dibiayai Pemerintah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/program-baru-ppds-pendidikan-spesialis-digaji-dan-dibiayai-pemerintah</link>				
         <pubDate>Mon, 08 Sep 2025 10:53:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/program-baru-ppds-pendidikan-spesialis-digaji-dan-dibiayai-pemerintah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 September 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan reformasi pendidikan dokter spesialis harus mengikuti standar internasional. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kini mengadopsi pola di mana peserta didik tidak lagi dianggap mahasiswa, melainkan tenaga profesional yang bekerja sambil menempuh pelatihan.</p>
<p>Budi menjelaskan, salah satu masalah utama selama ini adalah biaya pendidikan yang sangat mahal.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Spesialis di luar negeri itu tidak ada yang bayar uang kuliah, tapi mereka itu bekerja, bukan kuliah. Sebabnya mereka dibayar, digaji, bukan harus bayar,&rdquo; ujarnya dalam Orientasi Program Pendidikan Dokter Spesialis yang diselenggarakan di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU) di Jakarta, Senin (8/9).</p>
<p>Konsep baru tersebut, kata Budi, sekaligus menekan praktik pungutan liar yang kerap membebani calon spesialis. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang bersih.</p>
<p>&ldquo;Saya minta para Dirut rumah sakit merapikan tata kelola untuk menghindari biaya-biaya di luar kebutuhan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Dengan pola ini, peserta didik PPDS akan menerima gaji karena mereka memiliki indikator kinerja yang jelas. Penugasan mereka di rumah sakit pendidikan akan dipantau ketat, termasuk dalam hal etika, profesionalisme, dan tanggung jawab klinis.</p>
<p>Budi menambahkan, Indonesia akan mengadopsi standar pendidikan spesialis dari Amerika.&nbsp;</p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu mempercepat produksi dokter spesialis di Indonesia. Selama ini, kebutuhan mencapai 70 ribu orang, sementara produksi hanya 2.700 per tahun.&nbsp;</p>
<p>Jika tidak ada perubahan sistem, kekurangan tenaga ahli ini diperkirakan baru bisa ditutup dalam waktu lebih dari dua dekade.</p>
<p>&ldquo;Dengan konsepnya ini, PPDS itu bekerja bukan kuliah, dan saya pastikan tata kelolanya jangan ada biaya-biaya yang tidak resmi,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175732886168beb5dd99d016.21502195.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Putri Daerah NTT Lolos PPDS Spesialis Mata, Siap Kembali Layani Kupang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/putri-daerah-ntt-lolos-ppds-spesialis-mata-siap-kembali-layani-kupang</link>				
         <pubDate>Mon, 08 Sep 2025 10:52:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/putri-daerah-ntt-lolos-ppds-spesialis-mata-siap-kembali-layani-kupang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 September 2025</p>
<p>Ria Marsela Suki, dokter muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil lolos Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) di RS Mata Cicendo, Bandung. Ia mengambil Prodi Kesehatan Mata dan akan ditempatkan kembali di Kabupaten Kupang setelah menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>Ria merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana, Kupang, lulusan 2019. Dalam lima tahun terakhir, ia mengabdi sebagai dokter Puskesmas di Kabupaten Timor Tengah Utara.</p>
<p>&ldquo;Saya mengambil ilmu kesehatan mata agar masyarakat di pedesaan bisa punya fasilitas layanan kesehatan yang sama dengan di ibukota provinsi bahkan di kota besar lain,&rdquo; kata Ria saat Orientasi Program Pendidikan Dokter Spesialis yang diselenggarakan di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU) di Jakarta, Senin (8/9).</p>
<p>Menurutnya, proses seleksi PPDS yang kini bisa dilakukan secara online sangat membantu dokter di pelosok.&nbsp;</p>
<p>"Ada empat tahap yang kami lewati, di antaranya mulai seleksi administrasi, tes psikometri, hingga wawancara. Sebagian besar dilakukan online, ini sangat membantu kami yang jauh dari akses transportasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia mengaku pengalaman bekerja di Puskesmas membuatnya semakin paham pentingnya dokter spesialis di daerah. Salah satunya ketika menangani anak dengan katarak traumatik akibat bermain bola.</p>
<p>"Saat itu tidak ada spesialis mata di kabupaten, sehingga saya harus meyakinkan keluarga untuk merujuk pasien. Dari situ saya belajar penyakit bisa memengaruhi masa depan seseorang,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ria menyebut program ini menjadi kesempatan berharga bagi putra-putri daerah. Menurutnya, seleksi bukan hanya ujian akademik, melainkan juga refleksi diri.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kemenkes benar-benar memilih peserta didik yang tidak hanya unggul intelektual, tapi juga integritas dan semangat pengabdian,&rdquo; katanya.</p>
<p>Direktur Utama RS Mata Cicendo dr. Antonia Kartika menegaskan program RSPPU menjadi langkah penting memperluas akses tenaga spesialis di Indonesia.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Angka prevalensi gangguan penglihatan di Indonesia masih tinggi, sekitar tiga persen. Target nasional adalah satu dokter spesialis mata melayani 100 ribu penduduk, namun baru tujuh provinsi yang mencapai target itu. Program ini strategi yang sangat baik untuk mengatasi masalah tersebut,&rdquo; ujar Antonia Kartika.</p>
<p>Ria pun berkomitmen menuntaskan pendidikan dan kembali mengabdi di NTT.</p>
<p>&nbsp;&ldquo;Kami siap ditempatkan di mana pun dibutuhkan, khususnya di daerah terpencil. Kami ingin merawat pasien bukan hanya dengan obat-obatan, tapi juga dengan empati,&rdquo; tutur Ria.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175732879068beb596aca722.37265093.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Distribusi Merata: Dokter Spesialis Disiapkan untuk Kembali ke Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/distribusi-merata-dokter-spesialis-disiapkan-untuk-kembali-ke-daerah</link>				
         <pubDate>Mon, 08 Sep 2025 10:45:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/distribusi-merata-dokter-spesialis-disiapkan-untuk-kembali-ke-daerah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 September 2025</p>
<p>Pemerintah memulai program PPDS Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) dengan menempatkan 58 peserta dari berbagai daerah yang selama ini mengalami kelangkaan tenaga spesialis. Seluruh peserta angkatan pertama ini dipastikan akan kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>Ketua Program PPDS RSPPU Azhar Jaya menegaskan program ini dirancang untuk menutup kesenjangan distribusi dokter.</p>
<p>&ldquo;Yang hadir di sini tidak ada yang berasal dari kota besar, semuanya dari daerah-daerah yang dokter spesialisnya mengalami kelangkaan,&rdquo; ujarnya dalam Orientasi Program Pendidikan Dokter Spesialis yang diselenggarakan di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU) di Jakarta, Senin (8/9).</p>
<p>Peserta didik berasal dari berbagai program studi, antara lain Ilmu Kesehatan Anak, Neurologi, Jantung dan Pembuluh Darah, Onkologi Radiasi, Orthopaedi dan Traumatologi, serta Ilmu Kesehatan Mata. Mereka akan ditempatkan di RS PON, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RS Ortopaedi Soeharso Solo, dan RSAB Harapan Kita.</p>
<p>Dalam orientasi tahap pertama, peserta diperkenalkan pada peran, tanggung jawab, sistem pembelajaran, serta etika profesi. Selanjutnya, orientasi dilanjutkan di masing-masing rumah sakit untuk memahami pola kerja dan budaya kerja yang berlaku.</p>
<p>Azhar memastikan setiap peserta terikat komitmen formal.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Bapak Ibu semua adalah sebagai peserta didik yang bekerja. Oleh sebab itu nanti sebelum masuk akan ada penandatanganan komitmen dan indikator kinerja,&rdquo; katanya.</p>
<p>Program ini diharapkan dapat memperbaiki distribusi dokter spesialis di seluruh Indonesia. Dengan pola rekrutmen berbasis kebutuhan daerah, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi rumah sakit daerah yang kesulitan tenaga ahli.</p>
<p>&ldquo;Saya sudah berbicara dengan bapak ibu di sini, semuanya akan kembali ke daerahnya masing-masing ketika menyelesaikan pendidikan,&rdquo; ujar Azhar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175732872268beb552f27865.82741017.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD dr. Zainoel Abidin Jadi Pusat Layanan Unggulan dengan Operasi Bypass Otak Perdana di Sumatera</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-dr-zainoel-abidin-jadi-pusat-layanan-unggulan-dengan-operasi-bypass-otak-perdana-di-sumatera</link>				
         <pubDate>Sun, 07 Sep 2025 15:05:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-dr-zainoel-abidin-jadi-pusat-layanan-unggulan-dengan-operasi-bypass-otak-perdana-di-sumatera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Press Release (untuk dikutip)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*RSUD dr. Zainoel Abidin Jadi Pusat Layanan Unggulan dengan Operasi Bypass Otak Perdana di Sumatera*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Banda Aceh, 7 September 2025_</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh berhasil melaksanakan operasi bypass cerebrovascular perdana, sebuah prosedur bedah otak canggih yang menjadi tonggak sejarah bagi layanan kesehatan di Aceh dan Sumatera. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dukungan Pemerintah Aceh, serta kolaborasi erat dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaksana Harian Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin dr. Arifatul Kharidah menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUDZA sebagai rumah sakit pertama di Sumatera dan kedua di luar Pulau Jawa yang mampu melakukan operasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami sangat menyambut baik pelaksanaan operasi ini karena merupakan langkah maju bagi pelayanan kesehatan di Aceh. Terima kasih kepada Bapak Menteri Kesehatan yang telah memfasilitasi sehingga kami bisa menjadi rumah sakit pertama di Sumatera yang melaksanakan operasi canggih ini,&rdquo; ujar dr. Arifatul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, RSUDZA terus berupaya meningkatkan mutu layanan agar sejajar dengan rumah sakit pusat vertikal milik Kemenkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami berharap dengan dukungan Kementerian Kesehatan, sarana dan prasarana kami dapat terus dilengkapi sehingga kualitas layanan bisa setara dengan rumah sakit pusat vertikal. Saat ini layanan unggulan stroke kami telah mencapai tingkat paripurna, dan kami mohon dukungan agar enam layanan prioritas lainnya juga bisa meraih sertifikasi paripurna,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dr. Arifatul juga mengapresiasi RS PON yang telah mendampingi melalui kegiatan proctoring dan berbagi pengetahuan kepada tim medis Aceh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kolaborasi dengan RS PON mempercepat transfer ilmu dan keterampilan. Ke depan, Insya Allah kami bisa melaksanakan operasi ini secara mandiri,&rdquo; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Aceh, DPRD Aceh, serta seluruh tenaga medis dan penunjang RSUDZA yang telah bekerja keras menyukseskan operasi perdana ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Saya bangga dan berterima kasih kepada seluruh tim medis, perawat, dan tenaga penunjang atas dedikasi dan kerja sama yang luar biasa. Keberhasilan operasi ini adalah bukti nyata kolaborasi kita untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Aceh,&rdquo; tutup dr. Arifatul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim medis RSUD dr. Zainoel Abidin menjelaskan bahwa pasien datang dengan riwayat pendarahan di otak. Sebelum operasi ketiga ini, pasien sudah pernah menjalani dua kali tindakan operasi, dan operasi ketiga ini pemasangan dan pengembalian tulang kepala.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Pasien mengalami pendarahan di otak sehingga sebelum operasi kemampuan bicaranya sudah terbata-bata. Saat ini pasien dalam kondisi sadar penuh, namun masih belum bisa berbicara. Operasi berlangsung selama kurang lebih delapan jam dan berjalan lancar, termasuk pengembalian tulang kepala yang sebelumnya dilepas pada operasi kedua,&rdquo; jelas tim dokter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proses pemulihan diperkirakan memerlukan waktu dan dukungan terapi lanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Recovery sangat bergantung pada tindak lanjut pascaoperasi. Pasien membutuhkan fisioterapi, terapi wicara, serta dukungan gizi yang baik. Sebelumnya setelah operasi kedua, pasien sempat mengalami kelemahan tubuh, namun dengan fisioterapi dapat kembali bergerak. Kami optimis dengan program rehabilitasi terintegrasi, kemampuan bicara pasien juga dapat kembali pulih,&rdquo; tambah tim dokter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama Saipul, orang tua pasien yang menjalani operasi bypass otak, menyampaikan rasa syukurnya atas layanan yang diterima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Anak saya terkena stroke tiga bulan lalu, tepat setelah bulan puasa. Saat itu langsung kami bawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin. Alhamdulillah, anak bungsu saya yang juga satu-satunya perempuan kini bisa mendapatkan operasi di Aceh tanpa harus jauh ke Jakarta. Kami sangat berterima kasih kepada tim dokter dan pemerintah atas perhatian dan bantuannya,&rdquo; ungkap Saipul Madi dengan haru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan capaian ini, RSUD dr. Zainoel Abidin menegaskan posisinya sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di Aceh, sekaligus pionir pengembangan bedah otak canggih di luar Pulau Jawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175725789068bda0a2ef1ae9.95219871.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ingatkan-pentingnya-deteksi-dini-kanker-paru</link>				
         <pubDate>Sat, 06 Sep 2025 10:48:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ingatkan-pentingnya-deteksi-dini-kanker-paru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 5 September 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah tengah menyiapkan program besar untuk memperkuat deteksi dini kanker paru, salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia. Kanker paru ditetapkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kanker, sebagai strategi bukan pada pengobatan, tetapi pada deteksi dini. Karena kalau kita bisa identifikasi sejak awal, maka peluang hidup pasien jauh lebih besar,&rdquo; kata Menkes Budi dalam Pertemuan Tahunan ke-5 Asian Association for Pediatric and Congenital Heart Surgery (AAPCHS) yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (PIT HBTKVI) di Bali, Jumat (5/9).</p>
<p>Menkes Budi menekankan pentingnya deteksi dini, mengingat kanker paru merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker di Indonesia.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jika terdeteksi pada stadium satu, terapinya bukan kemoterapi atau radioterapi, melainkan operasi,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, peningkatan fasilitas skrining akan berdampak besar pada meningkatnya jumlah pasien yang terdiagnosis lebih awal dan mendapatkan penanganan lebih cepat. Program ini merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Kesehatan dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular, khususnya jantung dan kanker.</p>
<p>&ldquo;Apapun infrastrukturnya, ujungnya kembali pada manusianya. Tapi dengan skrining yang lebih baik, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,&rdquo; tegas Budi.</p>
<p>Sebagai langkah nyata, pemerintah sedang mendistribusikan CT Scan dosis rendah ke seluruh kota di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan layanan kesehatan melakukan skrining kanker paru secara cepat dan merata.</p>
<p>Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di kota-kota tersebut untuk mendukung diagnosis dengan akurasi lebih tinggi. Di tingkat provinsi, akan dikembangkan laboratorium patologi anatomi berbasis teknologi Next Generation Sequencing (NGS) sehingga diagnosis kanker dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menunjang terapi yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175715586268bc12162a66f4.49009227.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gelar Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Megathrust di Sumatera Barat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gelar-simulasi-nasional-kesiapsiagaan-megathrust-di-sumatera-barat</link>				
         <pubDate>Thu, 04 Sep 2025 02:37:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gelar-simulasi-nasional-kesiapsiagaan-megathrust-di-sumatera-barat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Padang, 3 September 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menyelenggarakan Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi Megathrust pada 31 Agustus&ndash;3 September 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, fasilitas layanan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi krisis akibat bencana besar.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menegaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah antisipasi, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sumatera Barat memiliki sejarah panjang menghadapi gempa bumi dan tsunami. Simulasi ini penting untuk meminimalkan korban dan mempercepat penanganan darurat. Dalam kondisi krisis, yang paling penting adalah kecepatan dan koordinasi lintas sektor,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menambahkan bahwa kesiapsiagaan adalah investasi untuk keselamatan masyarakat.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita tidak bisa menghindari gempa, tetapi kita bisa memperkuat persiapan agar dampaknya dapat diminimalisir. Apa yang kita lakukan hari ini bisa menentukan keselamatan ribuan bahkan jutaan jiwa di masa mendatang,&rdquo; ungkap Vasko.</p>
<p>Kemenkes menyiapkan empat strategi utama untuk memperkuat respons kesehatan, yakni Tenaga Cadangan Kesehatan, Emergency Medical Team (EMT), Health Emergency Operation Center (HEOC), dan Public Safety Center (PSC) 119. Sementara itu, latihan cluster kesehatan juga difokuskan pada koordinasi, ketersediaan logistik medis, sistem rujukan, serta jejaring lintas sektor.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan mencakup pelatihan teknis hingga field training exercise (FTX) yang melibatkan 657 peserta dari unsur kesehatan maupun lintas sektor, termasuk BNPB, Basarnas, TNI, Polri, PMI, PLN, PDAM, serta organisasi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif. Momentum simulasi ini bukan hanya penting bagi Sumatera Barat, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,&rdquo; pungkas Sekjen Kunta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175695367668b8fc4c4e8b46.56890009.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUP Dr. Wahidin dan King Salman Relief Sukses Lakukan 34 Operasi Jantung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-dr-wahidin-dan-king-salman-relief-sukses-lakukan-34-operasi-jantung</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Sep 2025 16:30:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-dr-wahidin-dan-king-salman-relief-sukses-lakukan-34-operasi-jantung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 2 September 2025</p>
<p>Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar bekerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center berhasil melakukan 34 operasi jantung, termasuk 13 operasi pada pasien anak (pediatrik).</p>
<p>Jumlah tersebut merupakan update per Selasa pagi (2/9) dan masih berlangsung operasinya sampai besok Rabu (3/9). Sehingga jumlah nya lebih dari 34 operasi jantung yang dilakukan oleh RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center.</p>
<p>Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. dr. Syarif Samsul Arif, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memberi manfaat bagi pasien, tetapi juga berdampak besar terhadap pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Jumlahnya 34 pasien, dengan 13 pasien pediatrik. Program ini membawa manfaat besar, baik untuk keselamatan pasien maupun peningkatan kapasitas tenaga medis,&rdquo; ujar Syarif pada Konferensi Pers Alih Iptek Bedah Jantung, Selasa (2/9) di Makassar.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, kolaborasi internasional semacam ini penting untuk mempercepat pemerataan layanan dan menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular.</p>
<p>&ldquo;Saya sangat berharap melalui program-program ini, kita bisa secara signifikan mengurangi jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Ia menambahkan, kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Arab Saudi merupakan wujud hubungan erat antarnegara.</p>
<p>&ldquo;Saya percaya bahwa hubungan Arab Saudi dan Indonesia adalah hubungan yang sangat istimewa,&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Koordinator Tim Medis King Salman, Dr. Emad Abdullah Gh Bukhari, turut menyampaikan apresiasinya atas sambutan masyarakat Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Masyarakat Indonesia menyambut kami dengan hangat, penuh perasaan, dan keramahan luar biasa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Emad menuturkan, operasi yang dilakukan juga mencakup tindakan kompleks seperti Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI), yaitu pemasangan katup aorta tanpa operasi jantung terbuka. Menurutnya, misi ini bukan sekadar kerja sama antar lembaga, melainkan hubungan kemanusiaan yang lebih luas.</p>
<p>&ldquo;Sebenarnya, ini bukan hanya hubungan antar kementerian. Ini adalah hubungan antara bangsa dengan bangsa, negara dengan negara, bahkan rakyat dengan rakyat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>___</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175683072668b71c067b0319.16996588.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Gubernur Sulsel Dukung Keberlanjutan Program Bedah Jantung Saudi–Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gubernur-sulsel-dukung-keberlanjutan-program-bedah-jantung-saudiindonesia</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Sep 2025 16:19:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gubernur-sulsel-dukung-keberlanjutan-program-bedah-jantung-saudiindonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 2 September 2025</p>
<p>Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi program bedah jantung yang digelar di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar bersama tim medis King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (Arab Saudi).</p>
<p>Ia menilai kolaborasi ini tidak hanya membantu pasien, tetapi juga meningkatkan kapasitas tenaga medis lokal.</p>
<p>&ldquo;Kerja sama ini adalah bentuk pemecahan masalah bagi pasien-pasien kami yang membutuhkan,&rdquo; ujarnya pada Konferensi Pers Kegiatan Alih Iptek Bedah Jantung, Selasa (2/9), di Makassar.</p>
<p>Andi menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung keberlanjutan kolaborasi tersebut di masa depan.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menambahkan, kerja sama lintas negara sangat penting untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, ketersediaan tenaga medis menjadi kunci dalam pemanfaatan teknologi kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Karena berapapun alat yang kita pasang, kalau tidak ada dokternya, percuma,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center, Nouf Alnassar, menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat dalam misi kemanusiaan ini.</p>
<p>&ldquo;Melalui misi ini, kami tidak hanya hadir untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk bertukar ilmu bersama tim di Indonesia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Koordinator Tim Medis, Dr. Emad Abdullah Gh Bukhari, menilai kerja sama Saudi&ndash;Indonesia sarat makna.</p>
<p>&ldquo;Kami datang ke sini sebagai saudara. Kami bekerja sama untuk menjalankan misi ini. Alhamdulillah, misi ini berhasil dengan baik,&rdquo; katanya.</p>
<p>Menurut Emad, dukungan pemerintah Indonesia menjadi faktor kunci keberhasilan program.</p>
<p>&ldquo;Apa pun yang kami butuhkan demi kepentingan pasien, semua tersedia, didukung, dan diberikan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175683013168b719b33774a2.65484364.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bedah Jantung Terbuka Kini Bisa Dilakukan di 27 Provinsi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bedah-jantung-terbuka-kini-bisa-dilakukan-di-27-provinsi</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Sep 2025 16:13:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bedah-jantung-terbuka-kini-bisa-dilakukan-di-27-provinsi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 2 September 2025</p>
<p>Kemampuan rumah sakit daerah dalam melakukan operasi jantung terbuka terus meningkat. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, saat awal ia menjabat, layanan ini hanya tersedia di 9 provinsi, kini sudah berkembang menjadi 27 provinsi.</p>
<p>&ldquo;Sekarang sudah 27 provinsi bisa melakukan bedah jantung terbuka,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Kegiatan Alih Iptek Bedah Jantung RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo bersama King Salman Humanitarian Aid dan Relief Center, Selasa (2/9) di Makassar.</p>
<p>Budi menargetkan seluruh provinsi di Indonesia memiliki layanan ini pada 2026.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Mudah-mudahan akhir tahun depan, semua 34 provinsi mampu melakukan pembedahan jantung terbuka,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, ada tiga prosedur utama yang harus dikuasai tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan daerah, yaitu penggantian atau perbaikan katup, operasi bypass (CABG), dan pembedahan pediatrik. Dengan semakin meratanya layanan ini, pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan tindakan penyelamatan jiwa.</p>
<p>Selain itu, Budi mendorong peningkatan kompetensi rumah sakit agar mampu menangani prosedur yang lebih kompleks.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Harapannya ke depan bukan hanya bypass atau penggantian katup, tetapi juga Tetralogy of Fallot, hingga prosedur kompleks seperti Norwood atau Fontan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Prof. dr. Syafri Kamsul Arif menyambut baik program pemerataan layanan bedah jantung. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan banyak pasien, tetapi juga menjadi momentum penting dalam pengembangan teknologi dan keterampilan tenaga medis.</p>
<p>&ldquo;Program ini bermanfaat besar, baik untuk pasien jantung anak maupun dewasa, sekaligus bagi pengembangan teknologi serta kompetensi tenaga medis. Kolaborasi internasional memberi kami eksposur signifikan pada teknik operatif, kardiologi intervensi, pediatri, hingga pembedahan dewasa,&rdquo; ungkap Syafri.</p>
<p>Ia menambahkan, operasi bersama tim dari King Salman Humanitarian Aid and Relief berjalan sukses dan menjadi sarana transfer keterampilan yang berharga.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah sukses, ini sangat berarti sebagai transfer skill dan knowledge yang amat berharga bagi kami. Teman-teman dari intervensional kardiologi ikut membersamai, dan operasi berikutnya juga direncanakan di RS Wahidin,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Syafri juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk donasi peralatan medis berteknologi tinggi. Menurutnya, semakin kuat layanan bedah jantung di RS Wahidin, semakin banyak pasien dari kawasan timur Indonesia yang bisa ditangani tanpa harus dirujuk ke Jakarta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>#setahunberdampak</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175683015368b719c9b6a4f2.84936574.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kematian 20 Anak Jadi Ancaman Serius: Pemerintah Dorong Imunisasi Massal Campak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kematian-20-anak-jadi-ancaman-serius-pemerintah-dorong-imunisasi-massal-campak</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Aug 2025 09:11:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kematian-20-anak-jadi-ancaman-serius-pemerintah-dorong-imunisasi-massal-campak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumenep, 28 Agustus 2025</p>
<p>Sebanyak 20 anak meninggal dunia di Sumenep akibat campak. Data ini merupakan angka kumulatif kematian sejak Februari hingga Agustus 2025.&nbsp;Data ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan, khususnya dengan menggalakkan imunisasi massal.&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, penyakit campak saat ini menjadi ancaman serius dan disebut-sebut sebagai salah satu penyakit yang paling menular. Dalam kunjungannya ke Sumenep, Madura, Kamis (28/8) ia menegaskan campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.&nbsp;</p>
<p>"Campak itu satu orang bisa menularkan ke 18. Jadi memang penyakit ini yang paling menular," ujarnya.</p>
<p>Meskipun tingkat penularannya tinggi, Menkes Budi menyebut campak bisa dicegah dengan vaksin yang sangat efektif.&nbsp;</p>
<p>"Untungnya, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi," jelasnya.</p>
<p>Campak, lanjut Menkes Budi, bisa menyebabkan kematian, dengan tingkat kematian yang lumayan tinggi, sehingga tidak boleh dianggap remeh.</p>
<p>Menanggapi situasi yang terjadi, pemerintah mengambil langkah cepat dengan melakukan imunisasi besar-besaran di wilayah terdampak.</p>
<p>Ia menargetkan 70 ribu anak di daerah tersebut dapat segera diimunisasi dalam waktu dua minggu. Pemerintah juga berupaya memperkuat sistem deteksi dini dengan meningkatkan pengawasan atau surveillance di lapangan.&nbsp;</p>
<p>"Yang kita lakukan, nomor satu, kita melakukan surveillance yang lebih ketat," katanya.</p>
<p>Ia mengimbau agar masyarakat, tenaga kesehatan, hingga aparat seperti Babinsa dan Kantibmas, proaktif mengenali gejala campak seperti demam dan ruam pada anak-anak.</p>
<p>Lebih lanjut, dengan total 20 anak meninggal, Budi Gunadi berharap tidak ada lagi korban jiwa.&nbsp;</p>
<p>"Yang meninggal sudah 20. Dan kita harapkan dalam 2 minggu ke depan (kasus meninggal) berhenti di sana dan tidak naik," ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahaya hoaks yang menghambat imunisasi.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175637234968b01d7db09002.20136395.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Percepat Deteksi Campak, Menkes Wacanakan Lab Khusus di Madura</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-deteksi-campak-menkes-wacanakan-lab-khusus-di-madura</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Aug 2025 09:04:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-deteksi-campak-menkes-wacanakan-lab-khusus-di-madura</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumenep, 28 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan wacana pendirian laboratorium diagnosis campak di Madura. Hal ini bertujuan agar kasus campak bisa lebih cepat terdeteksi tanpa harus mengirim sampel jauh ke Surabaya.</p>
<p>&ldquo;Sekarang yang saya ingin lakukan, saya ingin pastikan ada satu lab di Madura, &nbsp;sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya,&rdquo; kata Budi saat meninjau penanganan KLB campak di Sumenep, Kamis (28/8).</p>
<p>Menurutnya, keberadaan laboratorium lokal sangat penting agar pemeriksaan spesimen bisa lebih cepat. Supaya kalau benar-benar ada campak, satu saja penyakit, itu harus minimal satu kecamatan atau satu desa, anak-anaknya langsung diimunisasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam deteksi dini.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Surveilance seperti screening, kita temukan. Karena ini penyakit gampang dilihatnya, demam dan ada tanda-tanda ruam-ruaman seperti itu,&rdquo; jelas Budi.</p>
<p>Keluarga, aparat desa, hingga Babinsa diharapkan bisa berperan aktif mengenali gejala campak.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kalau bisa diajarkan, bukan hanya tenaga kesehatan, diajarkan ke keluarga, kalau ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, itu semuanya melihat. Kalau ada anak-anak seperti itu, harus cepat ke Puskesmas,&rdquo; katanya.</p>
<p>Budi berharap dengan adanya laboratorium di Madura dan percepatan imunisasi massal, kasus campak bisa segera ditekan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175637212268b01c9a1d2407.74837932.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-campak-jauh-lebih-menular-daripada-covid-19</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Aug 2025 08:59:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-campak-jauh-lebih-menular-daripada-covid-19</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumenep, 28 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan campak merupakan penyakit paling menular di dunia, bahkan jauh lebih menular dibandingkan COVID-19. Ia menyebut tingkat penularan campak bisa mencapai 18 kali lipat dari satu kasus.</p>
<p>&ldquo;Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18,&rdquo; kata Budi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8).</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, meski sangat menular, campak sebenarnya sudah memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Untungnya, sama seperti Covid sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Budi mengingatkan campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah menekankan langkah utama dalam menghadapi wabah campak adalah melakukan imunisasi massal.&nbsp;</p>
<p>Kalau ada outbreak, tindakan nomor satu adalah melakukan imunisasi. Ia menargetkan sekitar 70 ribu anak di Sumenep bisa mendapatkan imunisasi campak dalam waktu dua minggu.&nbsp;</p>
<p>"Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak,&rdquo; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Budi menegaskan pemerintah telah menyiapkan pasokan vaksin campak yang cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk delapan orang.&nbsp;</p>
<p>"Jadi cukup untuk 80 ribu anak,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahaya hoaks yang menghambat imunisasi.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,&rdquo; ujar Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175637178668b01b4a876ce9.36437641.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>ACGME-I Tegaskan Akreditasi Dokter Spesialis Bukan Bisnis, Melainkan Komitmen Independen</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/acgme-i-tegaskan-akreditasi-dokter-spesialis-bukan-bisnis-melainkan-komitmen-independen</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Aug 2025 11:28:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/acgme-i-tegaskan-akreditasi-dokter-spesialis-bukan-bisnis-melainkan-komitmen-independen</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Agustus 2025</p>
<p>President and Chief Executive Officer Accreditation Council for Graduate Medical Education International (ACGME-I), James Arrighi, menegaskan bahwa proses akreditasi pendidikan dokter spesialis yang dijalankan organisasinya tidak berorientasi pada keuntungan finansial. Ia menekankan, ACGME adalah lembaga independen, bukan milik pemerintah, dan seluruh kegiatannya dijalankan secara sukarela.</p>
<p>&ldquo;Melihat kerja kami di luar Amerika Serikat, kami adalah sebagai pelaksana akreditasi secara global. Kami bekerja secara sukarela, kami diundang, mau itu di rumah sakit ataupun di negara. Kami tidak bekerja untuk profit, kami tidak dibawa pemerintah, dan kami berdiri sendiri dari segi akreditasi,&rdquo; ujar Arrighi.</p>
<p>Ia menambahkan, kerangka kerja yang digunakan ACGME-I diadaptasi agar sesuai dengan kebutuhan global, meski berakar dari pengalaman di Amerika Serikat.</p>
<p>&ldquo;Saya tidak menyebutkan kami menggunakan kerangka kerja Amerika, tapi diadaptasi untuk digunakan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi global,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurut Arrighi, keputusan akreditasi pun tidak ditentukan oleh dirinya maupun staf ACGME-I, melainkan oleh para sukarelawan yang berasal dari rekan sejawat di bidang pendidikan medis di negara bersangkutan. Pendekatan non-profit dan independen ini menjadi landasan bagi ACGME-I untuk menjaga objektivitas dalam menilai institusi pendidikan kedokteran.</p>
<p>&ldquo;Yang terpenting adalah keterbukaan serta penghargaan terhadap konteks lokal, karena itu kunci untuk memastikan kualitas pelatihan dokter spesialis,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) menyelenggarakan The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025 dengan tema &ldquo;Aligning Standards, Strengthening Systems, Empowering Future Specialists&rdquo;.</p>
<p>Konferensi berlangsung pada 27&ndash;28 Agustus 2025 di Hotel Raffles Jakarta, dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari dalam dan luar negeri, mulai dari regulator, akademisi, praktisi, organisasi profesi, pimpinan rumah sakit, dosen klinis, residen, hingga mitra internasional.</p>
<p>Lembaga internasional yang turut berpartisipasi antara lain ACGME-I, SingHealth, dan Joint Committee on Specialist Training (JCST).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ACGME-I menyerahkan Sertifikat Akreditasi kepada enam Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), yaitu:</p>
<p>1. RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita<br>2. RS Anak dan Bunda Harapan Kita<br>3. RS Pusat Otak Nasional (RS PON)<br>4. RS Kanker Dharmais<br>5. RS Mata Cicendo<br>6. RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso</p>
<p>Arrighi menutup dengan menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang antara ACGME-I dan Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Setiap pertemuan dengan Indonesia menjadi kesempatan untuk saling belajar. Komitmen kami adalah mendampingi Indonesia memperkuat sistem pendidikan kedokteran, tanpa menjadikan akreditasi sebagai komoditas bisnis. Pekerjaan kami mungkin kecil, tetapi kami berharap memberi kontribusi penting bagi masa depan pendidikan kedokteran di Indonesia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175629441468aeed0ecf06d4.12188273.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menko PMK: Pendidikan Dokter Spesialis Indonesia Harus Setara Standar Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menko-pmk-pendidikan-dokter-spesialis-indonesia-harus-setara-standar-internasional</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Aug 2025 11:28:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menko-pmk-pendidikan-dokter-spesialis-indonesia-harus-setara-standar-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa reformasi pendidikan dokter spesialis di Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah, tetapi juga mutu dengan mengacu pada standar global. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan penerapan dual track system&mdash;pendidikan berbasis universitas dan rumah sakit&mdash;yang saling melengkapi.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan kompetisi, tapi complementary. Justru dengan dua jalur ini kapasitas kita bisa meningkat, asal tetap berpegang pada standar internasional,&rdquo; ujar Pratikno dalam The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025, Rabu (27/8) di Hotel Raffles Jakarta.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah mendorong adanya joint standardisation agar mutu lulusan dokter spesialis Indonesia diakui dunia.</p>
<p>&ldquo;Kualitas itu tidak bisa ditawar. Mau berbasis universitas atau rumah sakit, keduanya harus mengikuti standar universal. Itu sebabnya kita perlu standardisasi internasional yang kuat,&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Lebih jauh, Pratikno menekankan bahwa reformasi pendidikan dokter spesialis juga harus melahirkan peneliti dan inovator di bidang kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin pendidikan ini melahirkan medical innovators dan bahkan medical inventors. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tapi juga produsen pengetahuan medis,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dalam produksi dokter spesialis dibandingkan negara lain. Saat ini, Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun melalui 26 rumah sakit pendidikan.</p>
<p>Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan jumlah rumah sakit pendidikan menjadi 300&ndash;500 dalam beberapa tahun ke depan. Dengan percepatan ini, produksi dokter spesialis diharapkan dapat mencapai 10.000 hingga 20.000 per tahun.</p>
<p>&ldquo;Transformasi kesehatan yang kita lakukan bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas. Kita ingin dokter spesialis Indonesia diakui secara global,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Menko Pratikno dan Menkes Budi optimistis, melalui kolaborasi internasional dan standardisasi global, Indonesia dapat mempercepat reformasi pendidikan dokter spesialis demi layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175629443668aeed2430ec66.12252518.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Gandeng ACGME-I untuk Reformasi Pendidikan Dokter Spesialis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-gandeng-acgme-i-untuk-reformasi-pendidikan-dokter-spesialis</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Aug 2025 11:27:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-gandeng-acgme-i-untuk-reformasi-pendidikan-dokter-spesialis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan Indonesia akan mempercepat reformasi pendidikan dokter spesialis melalui kerja sama dengan berbagai institusi internasional. Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas rumah sakit pendidikan dari 26 sentra saat ini menjadi 300&ndash;500 sentra dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Menurut Budi, langkah ini ditempuh setelah mempelajari praktik terbaik di berbagai negara. Amerika Serikat, misalnya, memiliki sekitar 900 rumah sakit pendidikan, Inggris 600, sementara Korea Selatan dan Singapura terbukti berhasil meningkatkan produksi dokter spesialis melalui sistem serupa.</p>
<p>&ldquo;Korea itu penduduknya seperenam dari kita, tapi produksi dokter spesialisnya lebih besar dari Indonesia. Inggris dengan 68 juta penduduk, seperlima dari kita, mampu menghasilkan 48 ribu dokter spesialis per tahun. Amerika bahkan punya 900 center,&rdquo; ujar Budi saat membuka The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025, Rabu (27/8) di Hotel Raffles Jakarta.</p>
<p>Untuk memperkuat reformasi tersebut, Kementerian Kesehatan menggandeng Accreditation Council for Graduate Medical Education International (ACGME-I), SingHealth, dan Joint Committee on Specialist Training (JCST).</p>
<p>&ldquo;Di Amerika itu ada yang namanya ACGME-I, mereka yang mengurus 900 rumah sakit pendidikan. Kita undang mereka bekerja sama agar pendidikan dokter spesialis di Indonesia bisa setara standar internasional,&rdquo; tambah Budi.</p>
<p>Selain memperbanyak sentra pendidikan, kerja sama ini juga menekankan kualitas. Pendidikan spesialis harus bebas diskriminasi, transparan, serta diawasi melalui sistem elektronik.</p>
<p>&ldquo;Tidak boleh ada pemerasan, tidak boleh ada bullying. Semua harus transparan dengan workbook elektronik,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Melalui kolaborasi dengan negara-negara maju, pemerintah menargetkan produksi dokter spesialis dapat meningkat dari 2.700 per tahun menjadi 10.000 hingga 20.000 per tahun.</p>
<p>&ldquo;Kita harus belajar dari praktik terbaik dunia agar masyarakat di seluruh 7.000 pulau Indonesia bisa mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, merata, dan berkualitas,&rdquo; tutur Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175629490968aeeefd644235.44788776.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Targetkan 2027 Seluruh Provinsi Bisa Lakukan Operasi Bypass Jantung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-targetkan-2027-seluruh-provinsi-bisa-lakukan-operasi-bypass-jantung</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Aug 2025 11:26:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-targetkan-2027-seluruh-provinsi-bisa-lakukan-operasi-bypass-jantung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pada 2027 seluruh provinsi di Indonesia mampu melakukan operasi bypass jantung. Target ini diharapkan dapat mengakhiri ketimpangan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di luar Jawa yang selama ini harus menunggu lama atau bahkan berpindah daerah untuk mendapat tindakan medis.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menkes saat membuka The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (27/8).</p>
<p>Budi mengungkapkan, pada akhir 2022 hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan operasi bypass jantung. Kondisi tersebut menyebabkan antrean pasien memanjang hingga 6&ndash;18 bulan.</p>
<p>&ldquo;Banyak keluarga kita bahkan pejabat-pejabat daerah harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan akses operasi," kata Budi.</p>
<p>Situasi ini memaksa pasien dari daerah dirujuk ke Jawa dengan membawa keluarga, sehingga menimbulkan beban biaya tambahan dan risiko kematian dalam perjalanan akibat keterlambatan tindakan medis.</p>
<p>Kemenkes kini memperluas ketersediaan layanan operasi bypass. Dari sembilan provinsi pada 2022, jumlahnya meningkat menjadi 25 provinsi pada 2024. Menkes menargetkan pada akhir 2027 seluruh provinsi di Indonesia dapat melaksanakan operasi bypass jantung.</p>
<p>Ia menegaskan pemerataan layanan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah. Sehingga semua masyarakat Indonesia tidak perlu antre lama, tidak perlu pindah semua keluarganya ke Jawa hanya untuk mendapatkan layanan operasi. Tahun 2027, semua provinsi sudah bisa melakukan operasi bypass jantung,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menggandeng organisasi profesi dan rumah sakit rujukan di daerah. Dukungan pemerintah daerah, khususnya gubernur dan kepala daerah, dinilai sangat penting agar target dapat tercapai.</p>
<p>Budi menambahkan, pemerataan layanan operasi jantung ini sejalan dengan misi transformasi kesehatan nasional. Pemerintah tidak hanya menyiapkan peralatan medis, tetapi juga melakukan pemetaan kebutuhan dokter spesialis secara sistematis guna menghindari kesenjangan layanan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175629428968aeec91025954.16587242.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KLB Campak Meningkat, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi Lengkap</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Aug 2025 05:49:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Agustus 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan menyoroti meningkatnya kasus campak di Indonesia yang berkaitan dengan turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian Luar Biasa (KLB) campak kembali muncul, salah satunya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyebutkan cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia pernah mencapai 92% pada 2018, namun turun menjadi hanya 87,8% pada 2023.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Tren ini berimbas langsung pada meningkatnya kasus campak. Tahun 2022 tercatat lebih dari 4.800 kasus campak konfirmasi. Jumlah tersebut meningkat pada 2023 menjadi lebih dari 10.600 kasus," ujar dr. Prima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada 2024 menurun menjadi lebih dari 3.500 kasus, namun kembali meningkat pada 2025, di mana hingga Agustus telah tercatat lebih dari 3.400 kasus. Selain itu juga terjadi KLB campak di sejumlah wilayah.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahun 2022 dilaporkan sebanyak 64 KLB, kemudian tahun 2023 meningkat menjadi 95 KLB. Pada tahun 2024 menurun menjadi 53 KLB, namun kembali meningkat di tahun 2025, sampai bulan Agustus tercatat sudah terjadi sebanyak 46 KLB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, cakupan imunisasi campak-rubela (MR) dosis pertama (MR1) dan kedua (MR2) juga masih jauh dari target 95% untuk membentuk kekebalan kelompok. Pada 2024, cakupan MR1 sebesar 92% dan MR2 sebesar 82,3%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, melaporkan kasus campak pertama muncul pada Agustus 2024. Hingga 26 Agustus 2025 pada tahun 2025, tercatat 2,139 kasus suspek campak, dengan 205 kasus terkonfirmasi laboratorium. Sebagian besar pasien adalah anak balita dan usia sekolah dasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rentang usia terbanyak 1-4 tahun dengan proporsi 53 persen, disusul anak usia 5-9 tahun sebanyak 29 persen,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemenkes juga menurunkan tim surveilans untuk mendampingi Dinas Kesehatan setempat, sekaligus memastikan ketersediaan dan distribusi vaksin aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komite Ahli Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi, Prof. Anggraini Alam, menegaskan campak dapat menyebabkan komplikasi serius, mulai dari pneumonia, diare berat, radang otak (ensefalitis), hingga SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis)&mdash;penyakit saraf fatal yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi campak masa kanak-kanak dan belum ada obatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Karena itu, imunisasi harus diberikan tepat waktu. Imunisasi MR dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan dan dosis kedua pada usia 18 bulan. Bila belum lengkap, segera lengkapi tanpa menunggu ada kasus di sekitar,&rdquo; tegas Prof. Anggraini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengimbau orang tua untuk proaktif mengecek status imunisasi anak di Puskesmas atau Posyandu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dr. Prima mengingatkan, pencegahan adalah kunci agar KLB tidak meluas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kalau kita bisa menjaga cakupan imunisasi tetap di atas 95 persen, maka rantai penularan bisa diputus. Itu yang harus jadi komitmen bersama," katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep telah dilakukan secara terkoordinasi oleh Kementerian Kesehatan bersama berbagai pihak terkait. Penyelidikan epidemiologi (PE) dan Survei Cepat Komunitas (SCK) dilakukan segera oleh tim gabungan dari Kemenkes, WHO, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada 15 Agustus 2025, Kementerian Kesehatan bersama pemangku kepentingan melakukan advokasi kepada Bupati Sumenep dan lintas sektor terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Kominfo, Dinas Sosial, Dukcapil, Majelis Ulama Indonesia, PKK, Muslimat NU, Aisyiyah, Fatayat, Nasyiatul Aisyiyah, Himpaudi, IGTKI, serta IGRA.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di hari yang sama, Kemenkes juga mengirimkan vaksin untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) sekaligus menyosialisasikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Analisis kasus secara rutin dilakukan dengan penyusunan laporan situasi (situation report) harian selama KLB berlangsung.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai upaya penanggulangan, Dinkes Sumenep telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI). serempak di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep bagi anak usia 9 bulan hingga 6 tahun, dimulai pada 25 Agustus hingga akhir September 2025. Untuk memperkuat respon lapangan, tenaga field epidemiology training program (FETP) juga dikerahkan ke Kabupaten Sumenep guna mendukung pengendalian KLB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dr. Prima mengatakan sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pengasuh anak, agar segera membawa anak ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak, baik rutin sesuai jadwal maupun tambahan saat situasi KLB.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Masyarakat diimbau agar tidak menunda dan tidak takut imunisasi karena vaksin campak terbukti aman, bermutu, serta diberikan gratis oleh pemerintah. Selain itu, warga diminta aktif mendukung pelaksanaan ORI dengan menginformasikan pentingnya imunisasi kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar," tutur dr. Prima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia melanjutkan, jika terdapat anak atau anggota keluarga yang mengalami demam, bercak merah pada kulit, batuk, pilek, dan mata merah, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vitamin A dan pengobatan. Pasien campak perlu diisolasi di rumah untuk mencegah penularan dan didukung dengan asupan gizi seimbang guna mempercepat pemulihan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak kalah penting, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengingat campak ditularkan melalui droplet, penggunaan masker saat berinteraksi dengan penderita sangat dianjurkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175627402568ae9d6989d6c1.96878584.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Prabowo Resmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains RS PON Mahar Mardjono</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-prabowo-resmikan-gedung-layanan-terpadu-dan-institut-neurosains-rs-pon-mahar-mardjono</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Aug 2025 16:11:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-prabowo-resmikan-gedung-layanan-terpadu-dan-institut-neurosains-rs-pon-mahar-mardjono</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Agustus 2025</p>
<p>Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono, Jakarta, Selasa (26/8). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan rujukan, sekaligus pusat pendidikan dan penelitian kedokteran saraf di Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaannya atas kemajuan fasilitas dan teknologi kesehatan Indonesia yang kini setara dengan standar dunia.</p>
<p>&ldquo;Hari ini saya bangga dengan prestasi saudara-saudara. Rumah sakit ini sudah memiliki fasilitas dan teknologi yang setara dengan standar Internasional. Ini bukti bahwa kita mampu membangun pelayanan kesehatan kelas dunia di tanah air,&rdquo; ujar Presiden.</p>
<p>Presiden juga mengenang sosok Prof. Dr. Mahar Mardjono, tokoh kedokteran sekaligus pejuang bangsa yang menjadi inspirasi generasi penerus.</p>
<p>&ldquo;Beliau adalah seorang intelektual sekaligus pejuang. Profesor Mahar Mardjono dihormati bukan hanya karena ilmunya, tetapi juga keberanian dan keteguhannya membela rakyat. Saya merasa terhormat pernah mengenal beliau,&rdquo; kenang Presiden.</p>
<p>Presiden menegaskan pentingnya penambahan jumlah tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis. Saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis, sementara jumlah lulusan baru hanya sekitar 2.700 per tahun.</p>
<p>&ldquo;Jika dibiarkan dengan kecepatan ini, butuh 35 tahun untuk memenuhi kekurangan. Karena itu, kita harus mengambil langkah-langkah luar biasa agar target bisa dicapai lebih cepat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Pemerintah menargetkan pembangunan 500 rumah sakit di seluruh kabupaten/kota, pembukaan 148 program studi baru di fakultas kedokteran, serta penambahan 30 fakultas kedokteran dalam beberapa tahun mendatang.</p>
<p>&ldquo;Kesehatan dan pendidikan adalah fondasi demokrasi dan kesejahteraan bangsa. Negara yang berhasil adalah negara yang bisa memberi pendidikan terbaik dan pelayanan kesehatan terbaik bagi rakyatnya,&rdquo; jelas Presiden.</p>
<p>Selain itu, Presiden juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk kolaborasi internasional.</p>
<p>&ldquo;Ini membuktikan bahwa kita mampu menjadi pusat keunggulan (center of excellence) di bidang kesehatan,&rdquo; ungkap Presiden.</p>
<p>Menutup sambutannya, Presiden menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kerja keras, integritas, dan pengelolaan anggaran yang bersih dari korupsi.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa RS PON Mahar Mardjono memiliki tiga fungsi utama yang strategis: pusat layanan kesehatan, pusat penelitian dan pendidikan, serta pusat pengembangan kapasitas pelayanan hingga ke seluruh daerah.</p>
<p>&ldquo;Ukurannya adalah ketika semua pasien, baik pejabat maupun masyarakat umum, bahkan orang asing, bisa dirawat di sini dengan kualitas terbaik,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>Gedung baru Institut Neurosains dipersiapkan khusus untuk mendukung riset kedokteran saraf serta menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi internasional.</p>
<p>Fungsi ketiga, menurut Menkes, adalah transfer ilmu dan kompetensi ke seluruh Indonesia. &ldquo;Ilmu dan layanan tidak boleh hanya berpusat di Jakarta. Rumah sakit ini harus memastikan masyarakat di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota bisa merasakan layanan kesehatan otak yang berkualitas,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menkes juga menyoroti pentingnya layanan cepat bagi pasien stroke. &ldquo;Idealnya stroke harus ditangani di bawah tiga jam. Jika lebih dari itu, risiko kematian dan kecacatan meningkat tajam. Karena itu, layanan ini harus tersedia merata di seluruh Indonesia,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selain stroke, RS PON juga memiliki peran penting dalam penanganan penyakit neurologis lainnya seperti Alzheimer dan Parkinson yang terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Saya sendiri mengalami bagaimana keluarga dekat menderita Alzheimer. Karena itu, saya berharap ke depan rakyat Indonesia bisa menua dengan sehat, tetap bugar hingga akhir hayat,&rdquo; ungkap Menkes.</p>
<p>Menkes menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen pemerintah menjadikan RS PON Mahar Mardjono sebagai pusat keunggulan layanan, penelitian, dan pendidikan kedokteran saraf berkelas dunia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175622499568addde30a57b3.23332554.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes dan Mendagri Tegaskan Komitmen Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan Dukungan Pemerintah Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Aug 2025 10:22:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Agustus 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Laporan Global Tuberculosis Report 2024 mencatat Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus TBC dan 125 ribu kematian per tahun. Angka ini menegaskan urgensi percepatan penanggulangan TBC secara masif dan terintegrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mempercepat eliminasi TBC. Menurutnya, TBC tidak dapat ditangani hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah melalui kebijakan, kewenangan, dan sumber daya yang ada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Percepatan eliminasi TBC tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Semua perangkat daerah harus bergerak bersama. Kemendagri akan memastikan agar penanggulangan TBC menjadi prioritas pembangunan di setiap daerah,&rdquo; ujar Mendagri Tito pada Rapat Koordinasi Forum 8 Gubernur, Selasa (26/8).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengingatkan pengalaman Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 sebagai bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat membawa bangsa keluar dari krisis.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kita pernah menghadapi tantangan jauh lebih berat saat pandemi COVID-19, ketika belum ada vaksin dan obat. Namun dengan kerja sama semua pihak, kita bisa melewati masa sulit itu. Maka untuk TBC yang sudah lama kita kenal, dengan vaksin dan obat yang tersedia, seharusnya kita lebih mampu bergerak cepat dan terukur,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendagri juga menyoroti masih adanya kesenjangan layanan. Saat berkunjung ke Papua, ia menemukan kasus TBC pada anak-anak yang tidak mendapat perawatan memadai. &ldquo;Ini ironi yang tidak boleh lagi terjadi. Kita harus serius menghadapinya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas nasional (quick win) Presiden Prabowo. Ia mengingatkan bahwa TBC memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan COVID-19.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sejak ditemukan, TBC telah merenggut hingga 1 miliar nyawa di dunia. Saat ini, setiap tahun terdapat sekitar 1 juta kematian global, termasuk 125 ribu di Indonesia. Artinya, setiap lima menit ada dua orang Indonesia meninggal karena TBC,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes memaparkan tantangan utama adalah menemukan kasus yang belum terdeteksi. Dari estimasi 1 juta kasus per tahun, Indonesia baru mencatat 508.994 kasus hingga 25 Agustus 2025 atau 47% dari target nasional. Hanya Provinsi Banten yang berhasil mencapai target notifikasi kasus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Target tahun ini adalah menemukan minimal 900 ribu kasus. Begitu pasien ditemukan, pengobatan jelas tersedia. Yang terpenting memastikan pasien minum obat teratur selama enam bulan agar sembuh total dan tidak menularkan lagi,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari kasus yang sudah ditemukan, 90% pasien TBC sensitif obat telah memulai pengobatan, sedangkan TBC resisten obat baru 77% dari target 95%. Namun, tingkat keberhasilan terapi masih di bawah target: tidak ada provinsi yang mencapai 90% untuk TBC sensitif obat, dan hanya Kalimantan Utara yang mencapai target 80% untuk TBC resisten obat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) masih rendah. Hingga Agustus 2025, baru 108.590 kontak serumah penderita TBC (sekitar 8%) yang mendapat TPT, jauh dari target nasional 72%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Rendahnya capaian TPT menunjukkan pentingnya dukungan lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, serta optimalisasi peran pemerintah daerah untuk memperluas cakupan pencegahan,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari sisi pendanaan, Menkes menegaskan bahwa dukungan anggaran sudah tersedia baik dari hibah maupun APBN. Namun, realisasi di sejumlah daerah masih rendah. &ldquo;Saya minta gubernur, bupati, dan wali kota memastikan anggaran TBC dimanfaatkan optimal untuk menemukan dan mengobati pasien,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah diminta untuk:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Menetapkan regulasi daerah yang mendukung percepatan eliminasi TBC.</p>
<p>2. Mengalokasikan anggaran memadai untuk program TBC.</p>
<p>3. Memperkuat layanan kesehatan primer untuk deteksi dini dan pengobatan.</p>
<p>4. Melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta dalam pencegahan dan penanggulangan TBC.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rapat Koordinasi Forum 8 Gubernur ini mempertemukan para gubernur dari provinsi dengan beban TBC tertinggi: Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Pertemuan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama menuju eliminasi TBC nasional tahun 2030.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175621249768adad11036fa7.35226872.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes dan Gubernur DKI Jakarta Sepakat Fasilitasi Kapal Layanan Kesehatan di Kepulauan Seribu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Aug 2025 04:56:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya kerja sama Kementerian Kesehatan dan organisasi masyarakat yang menyediakan layanan kesehatan bergerak, khususnya operasi di atas kapal. Program ini semula dimulai di Indonesia Timur dan kini diperluas hingga ke wilayah Kepulauan Seribu.</p>
<p>&ldquo;Di sini mau minta tolong ke Pak Gub, jadi Kemenkes ada kerja sama dengan organisasi masyarakat yang memberikan layanan kesehatan bergerak khususnya operasi di atas kapal. Kami bantu diskon penerbangannya, kami bantu dokter-dokter spesialis bisa masuk di kapal itu,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya juga menggandeng BPJS Kesehatan agar program pelayanan kesehatan di atas kapal dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Organisasi sosial ini sudah kerja sama dengan pemerintahan Kepulauan Seribu, di tempat sebelumnya sekali datang pasien bisa ditangani 500 sampai 1000 orang dengan segala macam keluhan,&rdquo; jelasnya Menkes Budi.</p>
<p>Ia mengungkapkan, kasus yang paling banyak ditangani dalam operasi di kapal ini adalah operasi kecil seperti ada benjolan, usus buntu, kadang juga ada operasi cesar.</p>
<p>Namun, lanjut Budi, organisasi sosial kesehatan berbasis kapal tersebut baru-baru ini datang menyampaikan sejumlah kendala. Yakni soal biaya sandar kapal.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan akan memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan dari organisasi sosial tersebut.&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan pemerintah provinsi akan memberikan fasilitas khusus untuk sandar kapal di wilayah Jakarta.</p>
<p>&ldquo;Yang pertama untuk parkir atau sandar kapal di Angke itu tentunya kami akan memberikan fasilitas khusus, biaya sandarnya juga kami akan tangani,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan kapal layanan kesehatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Seribu.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Karena yang paling diuntungkan adalah masyarakat yang berada di Pulau Seribu. Dan ini program yang menurut saya apa yang kita perlukan. Pak Menkes yang bekerja sama dengan pihak swasta, sangat baik sekali,&rdquo; kata Gubernur Pramono.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175618424768ad3eb7372e10.95178496.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Balita R Meninggal Dunia akibat Sepsis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Mon, 25 Aug 2025 14:01:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Agustus 2025</p>
<p>Seorang Balita R, asal Sukabumi meninggal dunia di RSUD Syamsudin Sukabumi setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari sejak 13 Juli 2025. Pasien datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dalam kondisi penurunan kesadaran dan didiagnosis sepsis atau infeksi berat yang diperburuk dengan malnutrisi, stunting dan meningitis TBC.</p>
<p>Prof. dr. Agnes Kurniawan, Sp.Par.K, Ketua Kolegium Parasitologi Klinik, menegaskan kematian pasien tidak disebabkan oleh cacing gelang (ascaris lumbricoides), melainkan oleh kondisi medis berat yang sudah diderita sebelumnya.</p>
<p>&ldquo;Penyebab kematian bukan cacing. Pasien sudah masuk rumah sakit dalam kondisi kesadaran menurun. Albendazole tidak langsung membunuh cacing, tetapi memicu migrasi keluar tubuh. Hasil pemeriksaan foto abdomen tidak menunjukkan adanya obstruksi atau sumbatan pada usus yang dapat menyebabkan peritonitis (radang selaput usus),&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Prof. dr. Anggraini, Sp.A(K), dokter spesialis anak, yang mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan, ditemukan adanya infeksi di susunan saraf pusat dan sepsis. Ditambahkan pula bahwa cacing dewasa tidak masuk ke otak, paru dan jantung karena ukurannya yang besar.</p>
<p>"Larva cacing gelang memang memiliki siklus hidup melalui pembuluh darah dan saluran napas yang kadang menyebabkan gangguan nafas, namun tidak menyebabkan kematian," jelasnya.&nbsp;</p>
<p>dr. Sianne, Sp.A, selaku dokter yang menangani R, menjelaskan bahwa saat tiba di IGD, pasien sudah tidak sadar dan berdasarkan anamnesis, telah mengalami demam tinggi serta penurunan kesadaran sejak satu minggu sebelumnya.</p>
<p>&ldquo;Pasien pertama kali datang ke rumah sakit sudah mengalami penurunan kesadaran, dan demam serta batuk sejak seminggu sebelum masuk rumah sakit. Riwayat medis menunjukkan pasien telah menjalani pengobatan yang tidak jelas ke mana lebih dari sepuluh kali dalam tiga bulan terakhir oleh karena demam dan batuk,&rdquo; ujar dr. Sianne pada Senin (25/8).</p>
<p>Selama perawatan tim medis menemukan cacing gelang dewasa. Hasil pemeriksaan radiologi toraks menunjukkan adanya TBC paru aktif dan pneumonia, sementara radiologi abdomen memperlihatkan cacing dalam jumlah banyak tanpa tanda sumbatan. CT scan kepala juga mengonfirmasi adanya radang selaput otak/meningitis.</p>
<p>Penanganan dilakukan secara menyeluruh, meliputi terapi anti-TB, antibiotik, koreksi elektrolit, pemberian obat-obatan untuk mempertahankan tekanan darah dan denyut jantung, serta pemberian obat cacing albendazole. Setelah terapi albendazole, pasien mengeluarkan cacing dalam jumlah banyak melalui buang air besar selama beberapa hari.</p>
<p>Pasien meninggal dunia pada hari kesembilan perawatan, Senin (21/7) pukul 14.24 WIB. Menurut dr. Sianne, diagnosis kematian langsung adalah sepsis, dengan penyebab antara malnutrisi berat kwashiorkor dan stunting, serta penyebab dasar meningitis TB stadium 3.</p>
<p>Terkait isu di media bahwa cacing yang keluar mencapai 1 kg, dr. Sianne meluruskan bahwa rumah sakit tidak pernah menimbang cacing tersebut.</p>
<p>&ldquo;Kami tidak melakukan penimbangan karena keluarnya cacing berlangsung bertahap selama beberapa hari,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai bahaya TBC lanjut yang diperberat oleh malnutrisi dan infestasi parasit. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap sanitasi lingkungan, pemenuhan gizi anak, serta deteksi dini penyakit menular seperti TBC dan infeksi cacing.</p>
<p>&mdash;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175613378368ac7997688480.41337951.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Komitmen Pemerintah Wujudkan Lingkungan Pendidikan Kedokteran Bebas Kekerasan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 23 Aug 2025 03:51:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p id="docs-internal-guid-48a920af-7fff-2a67-1b13-32226382d603" dir="ltr">Bandung, 22 Agustus 2025</p>
<p dir="ltr">RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, sebagai Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan RI, menyelenggarakan Seminar Nasional Pencegahan Perundungan, Gratifikasi, dan Tindakan Penyalahgunaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Jumat (22/8) di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, akademisi, rumah sakit pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mencegah praktik perundungan, nepotisme, dan korupsi di dunia pendidikan kedokteran, sekaligus mendorong lahirnya dokter spesialis yang profesional dan humanis.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Problem perundungan, nepotisme, dan korupsi itu bukan barang baru, hanya dulu tidak pernah dibicarakan. Di dunia kedokteran sekarang, bukan hanya soal pendidikan yang sulit, tapi juga biaya yang tinggi. Akhirnya hanya orang-orang dari keluarga kaya yang bisa melanjutkan ke spesialis. Padahal, bangsa ini butuh dokter pengabdi, bukan hanya dokter dari kelas tertentu,&rdquo; tegas Dedi.</p>
<p dir="ltr">Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemprov Jabar menyiapkan program beasiswa pendidikan dokter spesialis melalui APBD 2026 bagi dokter umum yang mengabdi di rumah sakit pemerintah. Selain itu, akan dilakukan penjaringan calon dokter sejak SMA agar lahir generasi dokter yang berintegritas, beretika, dan berjiwa kebangsaan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Ke depan, jangan ada lagi bully, jangan ada lagi pemerasan, jangan ada lagi sikap arogan senior kepada junior. Dunia kedokteran adalah dunia pengabdian, bukan dunia penindasan,&rdquo; tegas Gubernur.</p>
<p dir="ltr">Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menekankan pentingnya menghentikan praktik bullying, gratifikasi, dan kekerasan seksual di pendidikan kedokteran.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Bullying bukan lagi zamannya. Kami menerima lebih dari 2.000 laporan, sebagian besar dari Bandung, bahkan di RS Hasan Sadikin. Jika dulu sebatas fisik, kini sudah menyangkut materi dan uang. Ini sangat memprihatinkan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Ia menambahkan, praktik korupsi di sektor kesehatan berimbas langsung pada mutu layanan dan keselamatan pasien, sementara kekerasan seksual mencoreng martabat profesi medis. &ldquo;Mari kita hentikan praktik ini bersama demi generasi tenaga kesehatan yang sehat, profesional, dan bermoral,&rdquo; ajaknya.</p>
<p dir="ltr">Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief S. Kartasasmita menegaskan komitmen UNPAD menciptakan lingkungan akademik yang bermartabat, aman, dan sehat. Hal senada disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dr. Cellica Nurrachadiana, yang menilai seminar ini sebagai momentum penting mereformasi pendidikan dan pelayanan kesehatan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kita harus mengingat kembali sumpah kedokteran, yang bukan hanya diucapkan, tetapi dijalankan. Jangan ada lagi perundungan, gratifikasi, atau kekerasan seksual di rumah sakit pendidikan,&rdquo; tegas Cellica.</p>
<p dir="ltr">Ia juga mengapresiasi langkah Kemenkes memperluas pendidikan berbasis rumah sakit ke daerah 3T dengan insentif khusus bagi dokter, sehingga layanan kesehatan semakin merata dan adil.</p>
<p dir="ltr">&mdash;</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175592123868a93b569828d9.95144308.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>20 Juta Warga Sudah Dilayani Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/20-juta-warga-sudah-dilayani-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Fri, 22 Aug 2025 14:38:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/20-juta-warga-sudah-dilayani-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Agustus 2025</p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), salah satu Program Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang digagas Kementerian Kesehatan RI, terus menunjukkan capaian signifikan. Hingga 22 Agustus 2025, jumlah peserta yang sudah mendapatkan layanan kesehatan kumulatif (CKG umum dan CKG sekolah) melampaui 20 juta orang.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut capaian ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis.&nbsp;<br>&ldquo;Partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran semakin besar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, baik untuk pencegahan maupun deteksi dini,&rdquo; ujar Aji di Jakarta, Jumat (22/8).</p>
<p>CKG telah dilakukan di 38 provinsi, 510 kabupaten/kota, dan 10.132 Puskesmas. Layanan diberikan di fasilitas kesehatan, sekolah, dan komunitas. Pada kategori umum/reguler, tercatat 19.402.547 orang telah dilayani; sedangkan CKG Sekolah melayani 682.602 peserta didik, yang terdiri atas kelompok SD 496.020 murid, SMP 124.022 murid, SMA 70.950 murid dan lainnya 1.610 murid. Secara rata-rata, saat ini CKG telah diikuti sekitar 340.000 orang per harinya.</p>
<p>Selain cakupan luas, temuan awal CKG juga memberikan gambaran penting mengenai masalah kesehatan masyarakat di berbagai kelompok usia:<br>* Bayi baru lahir: kelainan saluran empedu (19,3%), berat lahir rendah (6,1%), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,9%).<br>* Balita dan anak pra sekolah: gigi-karies (31%), anemia pada anak usia 2 tahun (9,2%), dan stunting (5,6%).<br>* Dewasa: aktivitas fisik kurang (95,9%), gigi-karies (43,3%), dan obesitas sentral (34,9%).<br>* Lansia: aktivitas fisik kurang (96,6%), gigi-karies (60,8%), dan hipertensi (40,9%).</p>
<p>Menurut Aji, temuan tersebut menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah masalah kesehatan menjadi lebih berat dan membebani masyarakat maupun negara.&nbsp;<br>&ldquo;Dengan CKG, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, sehingga langkah pencegahan dan intervensi lebih cepat dilakukan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menutup keterangannya, Aji mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program CKG di fasilitas layanan kesehatan terdekat dan sekolah.</p>
<p>&mdash;<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175587384268a8823235fc01.45989142.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Poltekkes Kemenkes Lahirkan Perawat Berstandar Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Thu, 21 Aug 2025 09:54:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya standar internasional dalam pendidikan tenaga kesehatan. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dalam kunjungan ke Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Kamis (21/8).</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, Indonesia sudah memiliki sejumlah dokter yang menempuh pendidikan di Jerman dan kini kembali mengabdi di tanah air. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi inspirasi penguatan kelas internasional di bidang kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kami juga punya beberapa dokter yang pernah menempuh studi di Jerman, dan sekarang sebagian sudah kembali ke tanah air. Jadi, selain itu, ada juga proses pertukaran mahasiswa, mereka belajar di Jerman, kadang bekerja sebagai dokter di sana, lalu kembali lagi ke Indonesia,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Menkes menambahkan, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Jerman, menjadi kunci untuk membuka peluang global bagi tenaga kesehatan Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, Menlu Jerman Johann Wadephul mengapresiasi semangat mahasiswa Indonesia mempelajari bahasa Jerman.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah upaya besar untuk mempelajari bahasa kami. Terima kasih atas keterbukaan anda terhadap negara kami, dan saya berharap bisa menyambut banyak dari anda di Jerman. Semoga sukses,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Siti Badriah menjelaskan, &lsquo;Kelas Internasional Jerman&rsquo; telah menjadi _pilot project_ sejak 2023 khusus untuk Program Sarjana Terapan Keperawatan. Kurikulumnya mengintegrasikan 19 SKS Bahasa Jerman dengan target lulusan mencapai level B2, sesuai prasyarat untuk bekerja sebagai perawat profesional di Jerman.</p>
<p>Saat ini, Poltekkes memiliki tiga angkatan kelas internasional Jerman dengan tingkat kemampuan berbeda. Ada yang sudah mencapai B1, ada yang A2, dan ada yang baru memulai di level A1.</p>
<p>Untuk mendukung capaian tersebut, Poltekkes menciptakan lingkungan belajar yang menekankan bahasa dan budaya, mulai dari vocabulary, grammar, speaking, hingga kompetisi di Goethe-Institut.</p>
<p>&ldquo;Kalau mereka sudah mempunyai sertifikat level B2, itu sudah aman untuk bekerja di Jerman. Dan kami sudah berkomitmen lulusan dari kelas internasional keperawatan Jerman itu, lulusnya mereka memiliki sertifikat B2,&rdquo; tegas Siti Badriah.</p>
<p>Kerja sama ini diharapkan memperkuat daya saing tenaga kesehatan Indonesia, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar global. Program ini menjadi bagian dari transformasi SDM kesehatan yang berorientasi internasional.</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175577835368a70d31d7b554.76230297.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Serahkan Sertifikat Eliminasi Kusta, Filariasis, dan Bebas Frambusia 2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Wed, 20 Aug 2025 13:21:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Agustus 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menyerahkan sertifikat eliminasi penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) kepada sejumlah kabupaten/kota yang berhasil memenuhi kriteria eliminasi. Penghargaan ini mencakup eliminasi kusta, eliminasi filariasis, dan bebas frambusia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari kerja keras dan gotong royong seluruh elemen bangsa.</p>
<p>&ldquo;Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar simbolis, melainkan bukti bahwa kerja lintas sektor dan dukungan masyarakat mampu membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat,&rdquo; ujar Prof. Dante dalam sambutannya di Jakarta.</p>
<p>Wamenkes menambahkan, eliminasi penyakit tidak hanya berarti terbebas dari beban kesehatan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat, penguatan sistem kesehatan daerah, serta langkah nyata menuju derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan program, memperkuat deteksi dini, dan memastikan layanan kesehatan yang merata serta inklusif bagi seluruh masyarakat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia menekankan, kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan kabupaten/kota penerima sertifikat eliminasi diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk mencapai target serupa.</p>
<p>&ldquo;Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan bergandengan tangan memperkuat sinergi pusat dan daerah, serta menjadikan pencegahan dan pengendalian penyakit sebagai prioritas pembangunan kesehatan,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menambahkan bahwa meski terjadi kemajuan signifikan, penyakit tropis terabaikan masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan.</p>
<p>&ldquo;Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah, dukungan lintas organisasi, mitra pembangunan, dan partisipasi aktif masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan ini, sertifikat eliminasi diserahkan kepada 5 bupati/wali kota penerima sertifikat eliminasi kusta, 7 bupati/wali kota penerima sertifikat eliminasi filariasis, dan 89 kabupaten/kota penerima sertifikat bebas frambusia.</p>
<p>dr. Andi menegaskan bahwa capaian eliminasi bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan.</p>
<p>&ldquo;Meskipun telah menerima sertifikat eliminasi, daerah harus mempertahankan status ini dengan memperkuat surveilans, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan masyarakat secara aktif,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan berharap capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, guna mewujudkan target Indonesia bebas penyakit tropis terabaikan pada tahun 2030.</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175569668468a5ce2c908b48.78873624.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Biosecurity Jadi Pertahanan Baru, Menkes: Ancaman Kesehatan Lebih Berbahaya dari Perang Militer</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/biosecurity-jadi-pertahanan-baru-menkes-ancaman-kesehatan-lebih-berbahaya-dari-perang-militer</link>				
         <pubDate>Wed, 20 Aug 2025 07:27:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/biosecurity-jadi-pertahanan-baru-menkes-ancaman-kesehatan-lebih-berbahaya-dari-perang-militer</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bekasi, 20 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa isu kesehatan kini harus dipandang sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional. Ancaman biosecurity dari pandemi, penyakit tidak menular, hingga bencana alam dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan perang bersenjata.</p>
<p>&ldquo;Masalah kesehatan itu merupakan ancaman yang sangat besar bagi keamanan bangsa,&rdquo; kata Menkes saat mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan ke Marshall Area Yonif TP 843 Patriot Yudha Vikasa, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8).</p>
<p>Menkes mengingatkan, pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan tidak bisa ditangani hanya oleh Kementerian Kesehatan. Dalam kurun waktu 18 bulan, vaksinasi nasional untuk 270 juta rakyat hanya dapat berhasil karena dukungan lintas sektor, termasuk TNI.</p>
<p>&ldquo;Januari (2021) mulai vaksinasi COVID-19, tiga bulan tidak naik-naik angkanya (cakupan vaksinasi). Akhirnya saya minta ke Presiden bahwa sosialisasi tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh lintas sektor,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Budi kemudian menyinggung sejarah untuk menggambarkan skala ancaman kesehatan. Jumlah tentara yang gugur karena peluru lebih sedikit dibandingkan yang meninggal akibat penyakit.</p>
<p>&ldquo;Perang Dunia II menewaskan puluhan juta manusia. Ada nggak yang lebih besar dari itu? Ada, yaitu perang dengan patogen,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, paradigma perang modern kini tidak hanya sebatas fisik atau militer, tetapi juga perang ekonomi, informasi, kesehatan, dan biosecurity. Karena itu, kolaborasi dengan TNI dinilai penting untuk membangun pertahanan kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Kalau boleh saya dilibatkan untuk membangun pertahanan kesehatan ini. Programnya bagaimana membangun konsep ketahanan dari sisi biosecurity, baik militeristik maupun non-militeristik,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Indonesia termasuk negara rawan bencana alam seperti banjir, gempa, dan longsor. Dalam kondisi darurat, TNI adalah institusi yang paling cepat merespons. Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama TNI telah membentuk Emergency Medical Team (EMT) untuk menghadapi bencana maupun ancaman non-militer seperti pandemi.</p>
<p>Selain EMT, Menkes juga menilai perlunya pasukan cadangan kesehatan yang siap diterjunkan menghadapi situasi darurat kesehatan, sebagaimana saat pandemi COVID-19.</p>
<p>Ia menegaskan, membangun ketahanan kesehatan membutuhkan kerja sama erat lintas pusat dan daerah. Ada tiga fungsi utama yang harus dijalankan: keamanan terhadap pandemi, keamanan terhadap bencana alam, dan keamanan teritorial untuk melindungi soft power bangsa.</p>
<p>&ldquo;Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kesehatan rakyat Indonesia dari ancaman musuh yang tidak terlihat seperti COVID-19,&rdquo; tutup Menkes.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175569373668a5c2a8dcae74.80887984.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Kecam Kekerasan terhadap Dokter di RSUD Sekayu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kecam-kekerasan-terhadap-dokter-di-rsud-sekayu</link>				
         <pubDate>Thu, 14 Aug 2025 04:51:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kecam-kekerasan-terhadap-dokter-di-rsud-sekayu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Agustus 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien terhadap seorang dokter spesialis di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2025.</p>
<p>Dokter yang menjadi korban adalah dr. Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD, yang saat itu tengah menjalankan tugas pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.</p>
<p>Diketahui dr. Syahpri dipaksa oleh keluarga pasien untuk melepas masker dan mendapatkan kekerasan verbal.&nbsp;</p>
<p>Tindakan ini telah menghalangi dr. Syahpri dalam menjalankan prosedur pencegahan penularan penyakit infeksius yang merupakan bentuk kekerasan verbal dan berpotensi membahayakan keselamatan semua pihak.&nbsp;</p>
<p>"Kami sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan kekerasan terhadap tenaga medis yang terjadi di RSUD Sekayu," tegas Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Rabu (14/8).</p>
<p>Menurut Menkes, kekerasan terhadap tenaga medis atau tenaga kesehatan tidak bisa dibenarkan dalam situasi apapun.&nbsp;</p>
<p>"Kami tidak menoleransi adanya kekerasan dalam bentuk apapun terhadap tenaga medis yang sedang menjalankan tugasnya," tegas Menkes.</p>
<p>Ia menegaskan keselamatan dan keamanan tenaga kesehatan dilindungi oleh undang-undang. Hal itu diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Tenaga kesehatan dan tenaga medis berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya, yang dijamin oleh undang-undang.</p>
<p>Ia juga menjelaskan dokter dalam menjalankan tugas berdasarkan standar profesi, prosedur operasional baku (SOP), dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku di masing-masing fasilitas kesehatan.</p>
<p>Fasilitas kesehatan, lanjutnya, harus menjadi tempat yang aman, tidak hanya bagi pasien tetapi juga bagi para tenaga medis yang bekerja di dalamnya. Lebih lanjut, Kemenkes mengimbau masyarakat agar menghormati profesi tenaga kesehatan dan tidak bertindak di luar batas jika merasa tidak puas terhadap pelayanan.</p>
<p>"Jika masyarakat mengalami ketidakpuasan dalam pelayanan, kami mohon agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan," kata Menkes.</p>
<p>Menkes berharap insiden serupa tidak kembali terjadi di fasilitas kesehatan lainnya. Ia mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, bermartabat, dan saling menghormati.</p>
<p>Tim Kemenkes saat ini sudah berada di Sekayu sebagai bentuk dukungan terhadap proses hukum yang diambil oleh dr Syahpri.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1755147484689d6cdca16369.43898525.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SI BINTHE Jadi 'Senjata' Baru BKK Gorontalo Capai WBBM 2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/si-binthe-jadi-senjata-baru-bkk-gorontalo-capai-wbbm-2025</link>				
         <pubDate>Thu, 14 Aug 2025 00:27:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/si-binthe-jadi-senjata-baru-bkk-gorontalo-capai-wbbm-2025</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Gorontalo, 13 Agustus 2025</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes) RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan apresiasi atas kondisi dan kinerja Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Gorontalo dalam kunjungannya ke provinsi tersebut, Rabu (13/8).</p>
<p>Sekjen Kuntas memuji keindahan alam Gorontalo sekaligus perhatian tinggi pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Gorontalo menurut saya sangat luar biasa. Alamnya dan juga concern dari pemangku daerah terhadap kesehatan sangat tinggi,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Di sela kunjungan, Sekjen Kunta menyempatkan diri meninjau BKK Kelas 1 Gorontalo dan bertemu dengan Kepala BKK Suprapto.</p>
<p>&ldquo;Di sini saya melihatnya BKK ini sangat bagus, bersih, dan sudah mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan sekarang menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani),&rdquo; kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Ia memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh civitas BKK yang telah berupaya meningkatkan layanan bagi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Terima kasih atas kerja keras dan upaya dari teman-teman semua untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Namun, ia juga mengingatkan agar fokus tidak hanya pada pencapaian predikat birokrasi seperti WBK dan WBBM.</p>
<p>&ldquo;Saran saya kita tidak hanya mengejar WBK dan WBBM. Namun yang penting adalah masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik sebelum dan sesudah BKK Gorontalo menjadi WBBM,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sekjen Kunta berharap agar semua cita-cita tercapai dan masyarakat Gorontalo menjadi lebih sehat.</p>
<p>&ldquo;Semangat selalu dan semoga semua cita-cita bisa tercapai dan masyarakat Gorontalo menjadi lebih sehat. Terima kasih,&rdquo; tutup Sekjen Kunta.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BKK Kelas 1 Gorontalo Suprapto mengungkapkan bahwa institusinya telah mengikuti proses pengusulan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani namun belum berhasil tahun ini.</p>
<p>&ldquo;Sebelumnya BKK Gorontalo telah mengikuti proses pengusulan WBBM namun belum berhasil meraih predikat WBBM tahun ini,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia menyampaikan hasil evaluasi menunjukkan persaingan semakin ketat dan standar penilaian terus meningkat.</p>
<p>&ldquo;Saat ini, BKK Kelas 1 Gorontalo juga menjadi Finalis Kelompok Replikasi Kategori Transformasi Digital Pelayanan Publik KIPP tahun 2025 melalui fitur layanan vaksinasi internasional &lsquo;Layito&rsquo; pada aplikasi SI BINTHE (Sistem Berbasis Informasi Terintegrasi Health Quarantine),&rdquo; jelas Suprapto.</p>
<p>Dalam rangka perbaikan, BKK Kelas 1 Gorontalo mencatat beberapa fokus utama, antara lain meningkatkan capaian Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) hingga melampaui batas minimal WBBM.</p>
<p>Mereka juga menargetkan tindak lanjut hasil pengawasan (TLHP) 100 persen tepat waktu dengan bukti terverifikasi.<br>Selain itu, penguatan budaya kerja sesuai nilai BerAKHLAK dan pelayanan prima diupayakan agar inovasi yang ada memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Pendokumentasian dan bukti evidence pun harus lengkap, jelas, dan sesuai format LKE Zona Integritas.</p>
<p>Untuk menyambut WBBM tahun depan, BKK Kelas 1 Gorontalo telah menetapkan rencana aksi percepatan dengan target terukur per triwulan.</p>
<p>Mereka juga meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan eksternal dalam memberikan masukan dan memantau layanan.</p>
<p>Penguatan tim Zona Integritas internal dilakukan dengan pembagian peran jelas dan mekanisme monitoring rutin.<br>Terakhir, simulasi penilaian mandiri dijalankan sebelum evaluasi resmi agar kesenjangan dapat diidentifikasi lebih awal.</p>
<p>Suprapto menambahkan seluruh jajaran BKK terus melakukan perbaikan inovasi, seperti Publikasi Data Kinerja Tahunan (PDKT), penerapan Absensi Online (ABON), dan pengembangan SI BINTHE yang kini menjadi finalis nasional.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa target WBBM bukan hanya soal predikat, tapi juga upaya perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1755131635689d2ef30c0225.09798482.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Evaluasi Penyelenggaraan Kesehatan Haji 2025: Momentum Perbaikan Kebijakan  2026</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/evaluasi-penyelenggaraan-kesehatan-haji-2025-momentum-perbaikan-kebijakan--2026</link>				
         <pubDate>Thu, 14 Aug 2025 00:23:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/evaluasi-penyelenggaraan-kesehatan-haji-2025-momentum-perbaikan-kebijakan--2026</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bekasi, 13 Agustus 2025</p>
<p>Penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M telah berjalan dengan lancar dan aman. Namun, di sisi lain persoalan kesehatan haji Indonesia menjadi tantangan tersendiri, baik di dalam negeri maupun Arab Saudi.</p>
<p>"Alhamdulillah, ibadah haji di tahun ini berjalan dengan lancar dan aman. Semoga jemaah menjadi mabrur dan menjaga kemabrurannya hingga akhir hayatnya," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo dalam sambutannya di dalam Pertemuan Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji Tahun 1446H/2025M di Bekasi, Jawa Barat (13/8).</p>
<p>Ia membeberkan bahwa pada musim haji 1446 H/2025 M, Indonesia memberangkatkan sebanyak 203.149 jemaah haji reguler. Dari jumlah tersebut, sekitar 80,43% atau lebih dari 153 ribu jemaah memiliki penyakit penyerta (komorbid).&nbsp;</p>
<p>Penyakit komorbid yang paling banyak ditemukan meliputi hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit paru.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), pada ibadah haji tahun ini tercatat sebanyak 258.159 kunjungan layanan rawat jalan di tingkat kloter dan hotel. Kasus terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan myalgia.&nbsp;</p>
<p>Sedangkan, untuk rawat inap di Rumah Sakit Arab Saudi, tercatat 1.712 pasien dengan diagnosis pneumonia, komplikasi diabetes, dan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) sebagai tiga besar penyebab perawatan.</p>
<p>"Tim medis juga telah bekerja keras untuk menekan angka kematian, terutama pada kelompok lansia dan jemaah dengan penyakit kronis," pungkas Liliek.&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu, kondisi ini menuntut kesiapan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berlapis, baik di tanah air maupun selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pelayanan Haji Dalam Negeri, Badan Penyelenggara Haji (BPH), Puji Raharjo mengajukan sejumlah usulan terkait istitaah kepada Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi saat datang ke Indonesia.</p>
<p>Pertama, dilakukan pemeriksaan istitaah lebih awal, sinkron dengan closing date pelunasan BPIH. Kedua, pentingnya penegakan kategori 'tidak layak berangkat' bagi kasus medis berat sesuai KMK.&nbsp;</p>
<p>Ketiga, mempertahankan tidak ada pembatasan usia, tetapi memperketat standar medis. Keempat, meningkatkan integrasi data kesehatan di Siskohatkes dan Nusuk. Kelima, edukasi masif kepada calon jemaah terkait syarat istita&lsquo;ah dan opsi badal haji.</p>
<p>Lebih lanjut, Ia mengungkapkan pihak Arab Saudi menjawab usulan Indonesia tersebut bahwa Arab Saudi lebih menekankan pembatasan medis ketat. Sedangkan untuk menegakan istitaah, mereka menyetujui, namun harus mengacu kepada daftar persyaratan negaranya.</p>
<p>"Dengan dilakukannya pertemuan evaluasi penyelenggaraan kesehatan haji ini merupakan momentum untuk perbaikan kebijakan di tahun depan dan diharapkan dapat merumuskan rekomendasi yang aplikatif dan solutif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan haji di tahun-tahun mendatang," ucap Puji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1755131074689d2cc29494d6.46828267.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>The Indonesian Ministry of Health is Now on SnackVideo!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/the-indonesian-ministry-of-health-is-now-on-snackvideo</link>				
         <pubDate>Sat, 09 Aug 2025 08:23:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/the-indonesian-ministry-of-health-is-now-on-snackvideo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>The Indonesian Ministry of Health (Kemenkes) has expanded its informational reach by joining the social media platform SnackVideo. This is a strategic move to connect more closely with the public, particularly the younger generation, who are active users of short-video platforms.</p>
<p>Through its official account, @KemenkesRI, the Ministry will present a variety of health information in an engaging and easy-to-digest format. Utilizing the short video style that is characteristic of SnackVideo, important health messages are expected to be disseminated more broadly and effectively.</p>
<p>In addition to SnackVideo, the Ministry of Health is also active on various other social media platforms, including Facebook, TikTok, Twitter, and Instagram, under the account name KemenkesRI. The public can easily find and follow these official accounts to receive accurate and reliable health information.</p>
<p>This initiative aims to combat misinformation and health-related hoaxes that frequently circulate on social media. By following the Ministry's official accounts, the public can obtain valid information directly from the source, enabling them to make informed decisions for their own health and that of their families.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><a href="https://s.snackvideo.com/u/@KemenkesRI/Tv67Qrd6"><span style="color: rgb(53, 152, 219); background-color: rgb(255, 255, 255);">SnackVideo Kemenkes RI</span></a></h2>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1754728055689706775c8678.97921911.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tenaga Cadangan Kesehatan Indonesia Siap Hadapi Krisis Kesehatan Berskala Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tenaga-cadangan-kesehatan-indonesia-siap-hadapi-krisis-kesehatan-berskala-internasional</link>				
         <pubDate>Fri, 08 Aug 2025 05:05:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tenaga-cadangan-kesehatan-indonesia-siap-hadapi-krisis-kesehatan-berskala-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Sentul, 7 Agustus 2025&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Dalam upaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional sekaligus memenuhi standar klasifikasi dan sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan menggelar kegiatan &ldquo;Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Cadangan Kesehatan - Emergency Medical Team (TCK-EMT) Tipe 2 Indonesia&rdquo;.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan berlangsung pada 4&ndash;8 Agustus 2025 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan melibatkan 95 peserta dari berbagai institusi, termasuk rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, unit lintas program, POLRI, organisasi profesi, LSM, dan NGO.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan pilar ketiga: Ketahanan Kesehatan, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana dan krisis kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Indonesia termasuk negara dengan risiko bencana tinggi. Oleh karena itu, kita membutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih dan siap dimobilisasi kapan saja,&rdquo; ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, dalam sambutannya.</p>
<p dir="ltr">Ketua Pelaksana kegiatan, Eko Medistianto, menjelaskan bahwa peserta kegiatan merupakan tenaga cadangan kesehatan yang telah didaftarkan dan ditunjuk secara resmi oleh pimpinan instansinya. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait manajemen operasional EMT di lokasi bencana, termasuk kesiapan logistik, alur koordinasi, serta pelayanan medis dalam situasi darurat.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses menuju sertifikasi WHO dan global classification bagi TCK-EMT Tipe 2 Indonesia,&rdquo; ungkap Eko.</p>
<p dir="ltr">Materi disampaikan oleh para fasilitator profesional yang telah mengikuti pelatihan EMT Induction dari WHO dan kini tergabung dalam program MULTHEOR (Multi-Country Training Hub for Health Emergencies Operational Readiness). Para fasilitator berasal dari berbagai institusi strategis seperti Universitas Pertahanan RI, Universitas Indonesia, Pusat Kesehatan TNI, RS Haji UIN Jakarta, MDMC, PERDAMSI, hingga WHO.</p>
<p dir="ltr">Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui sesi paparan, diskusi kelompok, permainan edukatif, simulasi, dan praktik pendirian rumah sakit lapangan. Materi yang diberikan meliputi:</p>
<p dir="ltr">1. Konsep manajemen penanggulangan krisis kesehatan sesuai pedoman nasional,</p>
<p dir="ltr">2. Konsep dan standar operasional EMT Tipe 2 berdasarkan Blue Book WHO 2021,</p>
<p dir="ltr">3. Alur deployment EMT dari pra hingga demobilisasi,</p>
<p dir="ltr">4. Pengelolaan logistik EMT Tipe 2, serta</p>
<p dir="ltr">5. Penyiapan sarana dan prasarana pendukung operasi lapangan.</p>
<p dir="ltr">Salah satu peserta, Franky Moudy Rumondor, menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk memahami dinamika layanan kesehatan di tengah keterbatasan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Di lokasi bencana, tenaga kesehatan harus tetap mampu memberikan pelayanan optimal, meski menghadapi tantangan logistik, komunikasi, bahkan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal,&rdquo; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota TCK-EMT Tipe 2 Indonesia memiliki pemahaman dan kompetensi yang seragam sesuai standar internasional. Hal ini juga menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam membangun ketahanan kesehatan yang tangguh dan siap mendukung penanganan krisis di dalam maupun luar negeri.</p>
<p dir="ltr">---</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (RR/SK.)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17546297276895865f1bd261.67809735.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Masalah Gigi dan Anemia Jadi Temuan Utama Cek Kesehatan Gratis di SMA 1 Baturraden</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/masalah-gigi-dan-anemia-jadi-temuan-utama-cek-kesehatan-gratis-di-sma-1-baturraden</link>				
         <pubDate>Fri, 08 Aug 2025 05:03:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/masalah-gigi-dan-anemia-jadi-temuan-utama-cek-kesehatan-gratis-di-sma-1-baturraden</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Baturraden, 7 Agustus 2025</p>
<p dir="ltr">Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dalam rangka kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMA Negeri 1 Baturraden mengungkap sejumlah temuan kesehatan yang penting untuk menjadi perhatian, khususnya di kalangan remaja.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Dari hasil skrining yang dilakukan terhadap 360&nbsp; siswa kelas 10, gangguan pada kesehatan gigi dan mulut menjadi temuan terbanyak. dr. Anisa dari Puskesmas Baturraden 2 menjelaskan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan kondisi gigi berlubang, penumpukan karang, hingga sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi akibat kebiasaan menyikat gigi yang kurang optimal.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat. Banyak siswa hanya menyikat gigi saat mandi pagi, padahal menyikat gigi sebaiknya dilakukan setelah makan. Akibatnya, saat tiba di sekolah, kondisi gigi sudah kembali kotor,&rdquo; jelas dr. Anisa.&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Selain masalah gigi, tim medis juga menemukan tanda-tanda anemia ringan, terutama pada siswi. Temuan ini terdeteksi dari kadar hemoglobin (Hb) yang rendah saat pemeriksaan.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Anemia ringan cukup sering muncul. Sedangkan pada siswa laki-laki, kami menemukan tekanan darah tinggi yang bersifat reaktif, kemungkinan karena kurang tidur atau kebiasaan begadang,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p dir="ltr">Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, pihak Puskesmas juga membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada para siswi sebagai langkah pencegahan anemia. TTD ini diharapkan dapat membantu menjaga kadar hemoglobin tetap stabil dan mendukung kesehatan para remaja putri.</p>
<p dir="ltr">Selain pemberian tablet, tim medis juga memberikan edukasi langsung di lokasi. Materi yang disampaikan mencakup teknik menyikat gigi yang benar, pentingnya sarapan sebelum beraktivitas, serta menjaga pola tidur yang cukup sebagai bagian dari gaya hidup sehat.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Hal-hal kecil seperti sarapan teratur dan tidur cukup sebenarnya berdampak besar. Kalau sudah dibiasakan sejak remaja, ini akan jadi investasi kesehatan yang kuat di masa depan,&rdquo; jelas dr. Anisa.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program CKG Sekolah, yang resmi diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 4 Agustus 2025. Program ini menargetkan lebih dari 53 juta pelajar di seluruh Indonesia, dengan fokus pada edukasi, deteksi dini, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan generasi muda.</p>
<p>___</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1754629547689585abc07215.91634931.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dukung Remaja Sehat, SMA 1 Baturraden Laksanakan Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dukung-remaja-sehat-sma-1-baturraden-laksanakan-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Fri, 08 Aug 2025 05:01:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dukung-remaja-sehat-sma-1-baturraden-laksanakan-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p dir="ltr">Banyumas, 7 Agustus 2025&nbsp;</p>
<p dir="ltr">Suasana berbeda tampak di halaman SMA Negeri 1 Baturraden, Banyumas. Ratusan siswa antusias mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, bekerja sama dengan platform digital SnackVideo.</p>
<p dir="ltr">Dengan total lebih dari 1.000 siswa di jenjang kelas 10 hingga 12, pelaksanaan CKG di SMA Negeri 1 Baturraden dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, program ini menyasar sekitar 360 siswa kelas 10, sementara kelas 11 dan 12 dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p dir="ltr">Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, kesehatan gigi, mata, telinga, hingga kadar hemoglobin (Hb). Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan yang kerap dialami remaja sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah.</p>
<p dir="ltr">Yang tak kalah penting, para siswi juga menerima Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia. Masalah ini kerap terjadi pada remaja putri dan sering kali luput disadari, padahal bisa memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Baru kali ini dicek Hb dan ternyata hasilnya normal. Senang bisa tahu kondisi tubuh sendiri, apalagi dapat tablet tambah darah juga,&rdquo; ujar Sikeyfa Nareswara, salah satu siswi usai pemeriksaan.</p>
<p dir="ltr">Tak hanya pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan edukasi seputar gizi, anemia, dan kebiasaan hidup sehat lainnya. Tim dari Puskesmas Baturraden hadir langsung untuk menyampaikan informasi secara interaktif agar lebih mudah dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p dir="ltr">Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak jadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, dan mereka juga jadi punya pengalaman baru yang bermanfaat,&rdquo; ujar Nastiti Rahayu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Baturraden.</p>
<p dir="ltr">Program CKG Sekolah merupakan bagian dari kampanye nasional Kementerian Kesehatan RI yang diluncurkan pada 4 Agustus 2025, dan menargetkan sekitar 53,8 juta siswa di seluruh Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini di lapangan. Salah satu mitra yang turut berperan adalah platform digital SnackVideo, yang mendukung penuh kegiatan CKG sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial mereka.</p>
<p dir="ltr">&ldquo;Kesehatan remaja adalah fondasi masa depan. Kami percaya, keterlibatan aktif dalam program seperti ini bisa menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran hidup sehat di kalangan pelajar,&rdquo; ujar Yulika Satria Daya, Director of Government Relations SnackVideo Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Tak hanya itu, Yulika menambahkan bahwa pihaknya juga menggelar workshop pencegahan perundungan siber (cyber bullying) di sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan mental dan lingkungan belajar yang aman bagi siswa.</p>
<p dir="ltr">Dengan sinergi berbagai pihak, kegiatan CKG diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dasar dan edukasi yang tepat sejak dini.</p>
<p>___</p>
<p dir="ltr">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p dir="ltr">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p dir="ltr">Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175462940968958521c73d72.90780451.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong RS Maranatha Jadi Model Rumah Sakit Efisien dan Humanis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Thu, 07 Aug 2025 13:37:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 7 Agustus 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong Rumah Sakit Maranatha di Bandung menjadi contoh rumah sakit yang dikelola secara efisien dan berpihak pada kemanusiaan, khususnya dalam memberikan pelayanan bagi peserta BPJS.</p>
<p>&ldquo;Tempatnya bersih dan bagus. Mudah-mudahan kualitas ini bisa terus dijaga, tidak hanya lima tahun, tapi sepuluh tahun ke depan,&rdquo; ujar Menkes saat meresmikan gedung perawatan VIP dan pusat rehabilitasi medis RS Maranatha, Kamis (7/8).</p>
<p>Menkes menekankan bahwa kebersihan dan kerapihan perlu dibarengi dengan efisiensi pengelolaan. Ia menyoroti bahwa masih banyak rumah sakit merugi karena tidak efisien dalam pembelian obat dan alat kesehatan, serta terdampak oleh keterlambatan pembayaran BPJS.</p>
<p>&ldquo;Supaya layanan makin baik, rumah sakit juga harus untung. Ada rumah sakit yang pasiennya 95% BPJS, tapi marginnya bisa sampai 28% karena efisien,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menkes juga mendorong RS Maranatha berperan aktif dalam pendidikan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis dan dokter gigi, untuk menjawab kekurangan tenaga medis di Indonesia. Ia menyebut rasio dokter Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi peran RS Maranatha dalam mendukung transformasi sistem layanan kesehatan di provinsi ini. Ia menekankan bahwa transformasi bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga pendekatan menyeluruh terhadap pasien.</p>
<p>&ldquo;Pasien harus dipandang sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya kasus medis, tapi juga secara rohani dan sosial,&rdquo; ujar Erwan.</p>
<p>Pemprov Jawa Barat menyatakan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kesehatan melalui regulasi, kemitraan, dan pengembangan SDM.</p>
<p>Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, Orias Petrus Mudak, menyampaikan bahwa 95% pasien RS Maranatha adalah peserta BPJS. Menurutnya, efisiensi dan ketepatan pembayaran menjadi faktor penting dalam keberlangsungan layanan.</p>
<p>&ldquo;Pelayanan tidak menunggu rumah sakit untung. Sekalipun belum untung, kami tetap berjalan,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>RS Maranatha saat ini melayani hingga 12.000 pasien per bulan, dengan kapasitas tempat tidur yang meningkat dari 100 menjadi 250 setelah pembangunan fasilitas baru. Yayasan juga terus mengembangkan layanan, termasuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut serta rencana pembukaan klinik spesialis di Cihampelas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17545741746894ad5e259119.16076388.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah Dimulai, Sasar 53 Juta Pelajar di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/program-cek-kesehatan-gratis-sekolah-dimulai-sasar-53-juta-pelajar-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Tue, 05 Aug 2025 13:25:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/program-cek-kesehatan-gratis-sekolah-dimulai-sasar-53-juta-pelajar-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Depok, 4 Agustus 2025</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan resmi memulai pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental anak usia sekolah.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono meninjau langsung pelaksanaan Program CKG di SD Prestasi Global, Depok, Senin (4/8). Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Hari ini kami melaksanakan program CKG di SD Prestasi Global, Depok, sebagai bagian dari pelaksanaan serentak di 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Program ini menargetkan sekitar 53 juta anak sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Pelaksanaannya berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya, seperti saat peringatan Hari Ulang Tahun, yang cakupannya lebih beragam.</p>
<p>&ldquo;Perbedaannya terletak pada kelompok usia yang diperiksa. Program kali ini dikhususkan untuk pelajar SD, sementara kegiatan sebelumnya melibatkan kelompok usia dewasa dan lansia,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Prof. Dante menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan berdasarkan kelompok usia untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat.</p>
<p>&ldquo;Sebab supaya kita bisa efektif dan menajamkan diagnosis, pemeriksaannya itu tidak sama. Tiap-tiap kelompok beda-beda,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan di awal tahun ajaran baru agar lebih optimal dan menjangkau anak-anak dalam kondisi relatif sehat. Pemeriksaan dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah agar lebih efisien.</p>
<p>&ldquo;Kalau anak-anak dibawa ke Puskesmas, itu kan lebih sulit mengumpulkannya. Nanti koordinasi juga lebih sulit. Lebih baik petugas Puskesmas yang datang,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Beragam aspek kesehatan diperiksa, mulai dari kebugaran fisik, penglihatan, tekanan darah, hingga status imunisasi. Dalam pelaksanaannya, anak kelas 1 SD menerima imunisasi MR (Measles-Rubella), sedangkan anak kelas 5 mendapatkan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks.</p>
<p>Kepala Sekolah Prestasi Global, Mustopa, menyampaikan bahwa sebanyak 843 siswa mengikuti pemeriksaan pada hari ini, termasuk 143 siswa yang menerima imunisasi.</p>
<p>&ldquo;Kami sudah sosialisasi bahwa hari ini adalah ada kegiatan CKG, Sekolah Prestasi Global menjadi yang pertama di Indonesia dan mewakili Provinsi Jawa Barat untuk kegiatan cek kesehatan gratis bagi siswa anak sekolah-sekolah dasarnya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Selain kesehatan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan mental, terutama bagi siswa SMP dan SMA. Untuk siswa SD, pemeriksaan kesehatan jiwa dilakukan secara tidak langsung melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua.</p>
<p>&ldquo;Tapi untuk anak SD memang agak sulit melakukan pemeriksaan kesehatan mental. Nanti kita utamakan untuk anak SMP dan SMA,&rdquo; terang Prof. Dante.</p>
<p>Program ini dilaksanakan lintas sektor, melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, instansi kependudukan, hingga kementerian yang menangani pemberdayaan perempuan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175440085368920855d9fd59.34952739.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Strategi Quick Win TBC: Identifikasi Dini, Notifikasi Kasus, dan Pengobatan Menyeluruh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/strategi-quick-win-tbc-identifikasi-dini-notifikasi-kasus-dan-pengobatan-menyeluruh</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Aug 2025 13:39:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/strategi-quick-win-tbc-identifikasi-dini-notifikasi-kasus-dan-pengobatan-menyeluruh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Ternate, 31 Juli 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah kasus Tuberkulosis (TBC), setelah India dan melampaui China.</p>
<p>"Posisi ini sebelumnya ditempati oleh China. Namun mereka berhasil menurunkan angka kasus secara signifikan," ujar Prof. Dante saat menyampaikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ke-71 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Universitas Khairun, Ternate (30/7).</p>
<p>Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menggalakkan strategi quick win dengan fokus pada identifikasi dini, peningkatan notifikasi kasus, dan pengobatan menyeluruh. Langkah ini ditujukan untuk menekan separuh angka kasus TBC nasional hingga tahun 2030.</p>
<p>&ldquo;Kita menargetkan penurunan 50% kasus TBC pada 2030. Pemerintah optimis target ini bisa dicapai dengan sinergi berbagai pihak,&rdquo; papar Prof. Dante.</p>
<p>Strategi tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari institusi akademik seperti FKUI.</p>
<p>Saat mengunjungi Puskesmas Kota Ternate (31/7), Prof. Dante menekankan pentingnya deteksi aktif (_active case finding_) sebagai langkah preventif dalam pengendalian TBC.</p>
<p>&ldquo;Dari 49 orang yang dilakukan X Yay, ditemukan 3 kasus TBC. Bayangkan jika tidak terdeteksi&mdash;mereka bisa menularkan ke sekelilingnya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Prof. Dante juga menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pencegahan penularan di tingkat keluarga, mengingat banyak anggota keluarga yang tidak menyadari risiko penularan TBC dari satu orang ke yang lain.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin memutus mata rantai penularan di rumah tangga dan lingkungan terdekat,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Kegiatan skrining TBC gratis ini merupakan bagian dari program mendukung pelaksanaan Program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam transformasi layanan kesehatan, serta pengabdian masyarakat FKUI</p>
<p>Upaya percepatan penanganan TBC akan difokuskan di wilayah endemis, termasuk Maluku Utara. Prof. Dante menegaskan bahwa penguatan deteksi dan pengobatan di daerah seperti Ternate menjadi prioritas.</p>
<p>&ldquo;Kita harus mulai sekarang agar target 2030 tercapai, bahkan membebaskan Indonesia dari TBC,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Kota Ternate menyumbang sekitar 50% notifikasi kasus TBC di Provinsi Maluku Utara, menjadikannya wilayah dengan prioritas tinggi dalam penanganan penyakit menular tersebut.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17543155906890bb46560ab0.56756148.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Untuk Investasi Masa Depan Bangsa, Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah Dimulai</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Aug 2025 12:09:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 4 Agustus 2025</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah secara resmi memulai pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk peserta didik di seluruh Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program CKG yang merupakan Quickwin Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental anak usia sekolah, sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi kesehatan generasi muda Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa program ini bukan hanya upaya medis, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kesehatan anak-anak sekolah bukan hanya isu medis, tapi soal masa depan bangsa. Mereka adalah generasi penerus. Kalau kita ingin Indonesia maju, maka kita harus pastikan anak-anak kita sehat &mdash; fisik, mental, dan sosialnya,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di SMP Negeri 5 Kota Bandung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program ini mencakup berbagai jenis pemeriksaan dasar, antara lain pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi dan penglihatan, serta skrining kesehatan mental. Selain peserta didik, para guru dan orang tua juga turut dilibatkan dalam kegiatan edukasi dan promosi gaya hidup sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami ingin anak-anak dapat belajar dan tumbuh secara optimal. Karena itu, kesehatan mereka harus menjadi prioritas, bukan pilihan,&rdquo; tegas Menkes Budi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menkes juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kesehatan dan pendidikan harus berjalan seiring. Anak-anak yang sehat akan belajar lebih baik, dan anak-anak yang belajar dengan baik akan membangun negeri ini dengan lebih kuat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perwakilan Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Prita Laura, turut hadir dalam peluncuran dan menyampaikan bahwa CKG merupakan bagian dari kebijakan pembangunan sumber daya manusia unggul di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kenapa program ini hadir sekarang, karena di masa pemerintahan Presiden Prabowo dan Mas Gibran, kita memang mendorong secara serius terbentuknya sumber daya manusia yang unggul,&rdquo; ujar Prita Laura.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa CKG bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian kebijakan transformatif, bersama dengan program Makan Bergizi Gratis, inovasi pendidikan seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta program-program strategis lainnya di sektor kesehatan dan pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Cek kesehatan gratis ini adalah bentuk konkret upaya negara untuk mencegah risiko kesehatan sedini mungkin dan menjamin masa depan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan Program ini akan diprioritaskan dengan menyasar lebih dari 8,6 juta siswa di Jawa Barat. Dari hasil pemantauan awal terhadap 14 siswa yang telah diperiksa, ditemukan bahwa 9 diantaranya mengalami gangguan kesehatan mata.</p>
<p>&ldquo;Ini menjadi perhatian serius. Nantinya, Dinas Kesehatan akan mengklasifikasikan kondisi sekolah ke dalam zona merah, kuning, dan hijau. Sekolah yang masuk zona merah harus mendapat perhatian khusus, mulai dari penguatan hingga pemantauan intensif dari Puskesmas terdekat,&rdquo; ujar Wakil Gubernur Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa sekolah di zona kuning harus tetap dibina agar tidak jatuh ke zona merah, sedangkan sekolah di zona hijau harus mampu mempertahankan kondisinya. &ldquo;Jangan sampai tahun depan ketika pemeriksaan diulang, statusnya berubah jadi kuning atau bahkan merah. Kami dari pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan ini,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), khususnya di bidang kesehatan anak. Ia menyampaikan bahwa data yang diperlukan akan dihimpun dari berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Kementerian Sosial (Kemensos) dalam hal anak-anak yang mengalami kekurangan gizi akibat persoalan sosial. Selain itu, keterlibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) juga dinilai krusial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Semua pihak harus bersinergi. Data ini nantinya tidak hanya dikumpulkan, tapi juga dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan agar kita benar-benar bisa memenuhi standar pelayanan minimum, terutama untuk anak-anak kita," ujar Wali Kota Bandung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di SMP Negeri 5 Kota Bandung, sebanyak 144 siswa kelas 7 menjalani pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Kementerian Kesehatan menargetkan CKG dapat menjangkau ribuan sekolah secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.</p>
<p>Masa depan Indonesia bergantung pada generasi muda. Pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi fondasi penting agar mereka dapat tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan mencapai potensi maksimalnya.</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17543097096890a44dc862e0.55638694.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Undata Palu Laksanakan Operasi Jantung Terbuka Perdana, Babak Baru Layanan Kesehatan Rujukan di Sulawesi Tengah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/</link>				
         <pubDate>Sat, 02 Aug 2025 08:32:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palu, 1 Agustus 2025</p>
<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, Palu, Sulawesi Tengah, mencatat tonggak sejarah baru dalam layanan kesehatan dengan keberhasilan pelaksanaan operasi jantung terbuka perdana pada Kamis (31/7). Ini menandai era baru layanan penyakit katastropik di kawasan timur Indonesia.</p>
<p>Dalam kunjungan kerjanya ke RSUD Undata, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pemerataan layanan kesehatan, khususnya untuk tiga penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia: stroke, jantung, dan kanker.</p>
<p>&ldquo;Jantung merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, dengan 275.000 kematian per tahun. Artinya, kita harus fokus ke sana,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Sejak akhir 2022, Kementerian Kesehatan telah menyusun rencana strategis pemerataan layanan kesehatan, termasuk penguatan kapasitas rumah sakit provinsi untuk melakukan bedah jantung terbuka, layanan radioterapi kanker, dan intervensi stroke berbasis kateterisasi.</p>
<p>&ldquo;Ketika saya mulai akhir 2020, hanya 9 provinsi yang mampu melakukan bedah jantung terbuka. Kini, dalam waktu kurang dari tiga tahun, sudah ada di 27 provinsi. Target saya: seluruh provinsi dapat melakukan operasi katup jantung, bypass, dan bedah jantung bawaan anak,&rdquo; lanjut Menkes.</p>
<p>Kementerian juga menargetkan 34 provinsi memiliki fasilitas radio-onkologi dengan teknologi mutakhir, mengingat tingginya kematian akibat kanker, terutama kanker payudara.</p>
<p>Menkes menekankan bahwa layanan kuratif harus diimbangi dengan upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini.</p>
<p>&ldquo;Saya tidak bangga kalau melihat antrean 1.500 orang untuk operasi. Justru itu menunjukkan kita gagal menjaga mereka tetap sehat. Cek kesehatan gratis harus dimanfaatkan. Gula darah, kolesterol, tekanan darah &mdash; semua harus diketahui sejak dini,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Di hadapan jajaran manajemen RSUD Undata, Menkes juga menyoroti persoalan kekurangan dokter spesialis yang diperkirakan mencapai 70.000 orang hingga tahun 2032. Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes mendorong pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) tanpa biaya.</p>
<p>&ldquo;Kita harus buka 300&ndash;500 sentra pendidikan dokter spesialis dalam lima tahun ke depan. Tidak harus selalu ke UI atau Unair. Putra-putri daerah juga harus punya kesempatan yang sama,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&ldquo;Saya berharap RSUD Undata bisa menjadi sentra pendidikan dokter spesialis, dimulai dari penyakit dalam dan jantung,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Direktur RSUD Undata, drg. Herry Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan daerah yang memungkinkan rumah sakitnya menjadi pusat layanan bedah jantung di wilayah Sulawesi Tengah.</p>
<p>&ldquo;Selama saya bertugas, Bapak Menteri sudah tiga kali hadir di sini. Ini kebahagiaan dan kehormatan bagi kami,&rdquo; kata drg. Herry.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah atas dukungan penuh terhadap kesiapan program prioritas Kemenkes.</p>
<p>&ldquo;Kami dipacu untuk segera melaksanakan operasi jantung terbuka. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan, kami terus menjalin komunikasi dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk memastikan kesiapan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Operasi jantung terbuka perdana di RSUD Undata berhasil dilakukan terhadap dua pasien.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, atas kemudahan dari Allah SWT, kemarin dua pasien berhasil menjalani operasi jantung terbuka. Ini merupakan kebanggaan dan bentuk kesyukuran bagi kami. Semoga pelaksanaannya bisa terus berlanjut ke depan,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>drg. Herry juga melaporkan bahwa RSUD Undata kini telah membuka layanan radioterapi untuk pasien kanker dan sedang dalam proses kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Hari ini kami akan menandatangani kerja sama layanan radioterapi dengan BPJS. Terima kasih atas dukungan Kemenkes dan BPJS dalam memperluas akses layanan ini,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1754123725688dcdcd50b776.33498957.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof Dante: Ternate Jadi Simbol Kolaborasi dan Pengabdian untuk Indonesia Timur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-ternate-jadi-simbol-kolaborasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia-timur</link>				
         <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 07:49:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-ternate-jadi-simbol-kolaborasi-dan-pengabdian-untuk-indonesia-timur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Ternate, 30 Juli 2025</p>
<p>Ternate, kota rempah yang kaya sejarah, menjadi tuan rumah kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap tantangan kesehatan di wilayah Indonesia Timur. Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Kompak Medika (KOMET 94), dan merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyebut Ternate sebagai lokasi yang tepat dalam menandai semangat kolaborasi dan pengabdian untuk negeri.</p>
<p>&ldquo;Kota Ternate adalah simbol sejarah perjuangan dan ketahanan. Di tanah ini lahir pemikir besar seperti Sultan Babullah dan tokoh-tokoh yang mencerminkan semangat perubahan," ujarnya.</p>
<p>Prof. Dante menyatakan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia seperti ini merupakan momen refleksi bersama untuk menguatkan kontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan hanya kegiatan simbolik, melainkan momentum refleksi, apresiasi, dan proyeksi ke masa depan,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Beragam layanan diberikan dalam kegiatan ini, mulai dari pemeriksaan kesehatan, edukasi publik, pelatihan tenaga lokal, hingga pemberdayaan komunitas. Semua bertujuan mendukung peningkatan status kesehatan masyarakat di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.</p>
<p>&ldquo;Ini bukti nyata komitmen untuk terus hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat,&rdquo; tambah Prof. Dante.</p>
<p>Ia juga mendorong agar kolaborasi antara elemen masyarakat dan institusi di Maluku Utara terus dikembangkan dalam bentuk program-program berkelanjutan.</p>
<p>&ldquo;Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi benih kolaborasi jangka panjang di wilayah timur Indonesia, khususnya Kota Ternate,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1753948401688b20f105d3c9.53711885.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa Ikut Cek Kesehatan: Ini Jenis Pemeriksaannya Berdasarkan Usia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-targetkan-53-juta-siswa-ikut-cek-kesehatan-ini-jenis-pemeriksaannya-berdasarkan-usia</link>				
         <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 07:40:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-targetkan-53-juta-siswa-ikut-cek-kesehatan-ini-jenis-pemeriksaannya-berdasarkan-usia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Juli 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah pada tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden dan Wakil Presiden, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia dini.</p>
<p>Program CKG akan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, serta sekolah rakyat di bawah binaan Kementerian Sosial.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia memperoleh akses layanan kesehatan. Pelaksanaan CKG di sekolah telah dimulai lebih awal di 72 sekolah rakyat berasrama.</p>
<p>Hasil awal menunjukkan bahwa masalah gigi menjadi keluhan paling umum, disusul gangguan mata, anemia, dan kesehatan jiwa.</p>
<p>&ldquo;Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Salah satu inovasi dalam program ini adalah dimasukkannya pemeriksaan kesehatan jiwa. Hal ini penting, mengingat selama ini deteksi dini terhadap gangguan mental anak masih belum optimal.</p>
<p>&ldquo;Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa program ini menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun&mdash;kelompok usia yang masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan.</p>
<p>Data menunjukkan bahwa 1 dari 6 anak usia 13&ndash;15 tahun mengalami kelebihan berat badan (overweight), dan 1 dari 6 anak usia 5&ndash;14 tahun menderita anemia.</p>
<p>Jenis pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk SD/sederajat terdapat 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, gigi, mata, telinga, kesehatan mental, dan riwayat imunisasi.</p>
<p>&ldquo;Untuk SD tidak ada pengambilan darah, jadi tidak perlu takut. Tidak ada suntik,&rdquo; tegas Maria.</p>
<p>Sementara itu, untuk SMP/sederajat, terdapat 15 jenis pemeriksaan. Salah satunya adalah skrining talasemia dan tes kadar hemoglobin melalui pengambilan darah sederhana di ujung jari. Siswa SMA/sederajat, terdapat 14 jenis pemeriksaan, dengan penambahan aspek pemeriksaan kesehatan reproduksi.</p>
<p>&ldquo;Pelaksanaan dilakukan dengan dua ruangan, satu untuk pemeriksaan fisik seperti gizi, tekanan darah, dan gigi, serta satu lagi untuk mata dan telinga. Tambahan di lapangan digunakan untuk cek kebugaran oleh guru PJOK,&rdquo; terang Maria.</p>
<p>Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dari Puskesmas dan guru atau tenaga kependidikan di sekolah. Persiapan teknis dilakukan tujuh hari sebelum pelaksanaan, meliputi pembagian kuisioner kepada siswa dan orang tua serta koordinasi antara sekolah dan Puskesmas.</p>
<p>&ldquo;Anak-anak SMP dan SMA bisa mengisi sendiri, (sementara untuk) SD dibantu orang tua. Ini jadi logistik dan personel yang akan disiapkan,&rdquo; lanjut Dirjen Maria.</p>
<p>Tindak lanjut hasil pemeriksaan dibagi dua, yakni individu dan kelompok. Anak dengan masalah akan dirujuk ke Puskesmas, sementara jika ditemukan tren seperti banyak anak yang obesitas atau kurang bugar, sekolah dan puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.</p>
<p>Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi, menyebut program ini sebagai bentuk nyata pendekatan jemput bola yang kini diterapkan pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Bukan hanya masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, tapi kini pemerintah yang hadir langsung ke sekolah-sekolah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Acara kick-off nasional CKG Sekolah akan berlangsung serentak pada 4 Agustus 2025 di 12 lokasi sekolah/madrasah/pesantren yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1753947876688b1ee4866197.62498423.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah ‘Jemput Bola’ Cek Kesehatan Anak Sekolah, 12 Lokasi Kick-Off Digelar Serentak 4 Agustus</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-jemput-bola-cek-kesehatan-anak-sekolah-12-lokasi-kick-off-digelar-serentak-4-agustus</link>				
         <pubDate>Thu, 31 Jul 2025 07:36:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-jemput-bola-cek-kesehatan-anak-sekolah-12-lokasi-kick-off-digelar-serentak-4-agustus</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Juli 2025</p>
<p>Pemerintah akan meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah secara serentak pada 4 Agustus 2025. Kick-off akan dilaksanakan di 12 lokasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya percepatan program hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang kini semakin mengedepankan upaya promotif dan preventif. Dengan pendekatan &lsquo;jemput bola&rsquo;, pemerintah menargetkan lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga pesantren di seluruh Indonesia.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul.</p>
<p>&ldquo;Kalau tanpa didukung oleh kesehatan fisik, mental, dan moral, maka kompetensi anak-anak kita tidak bisa maksimal,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa program ini bukan semata-mata untuk mendeteksi penyakit, melainkan juga untuk menjaga dan memelihara kesehatan anak sejak dini.</p>
<p>&ldquo;Yang lebih penting lagi adalah bagaimana menjaga kesehatan anak-anak kita. Jadi bukan hanya untuk tahu sakitnya, tapi agar tetap sehat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa cakupan program ini sangat luas, menyasar seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari anak usia sekolah.</p>
<p>&ldquo;Kita harapkan program cek kesehatan gratis di sekolah ini bisa menjangkau sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama, sekolah rakyat, dan sekolah umum,&rdquo; ungkap Menkes dalam konferensi pers &ldquo;Kick Off Cek Kesehatan Gratis di Sekolah&rdquo; secara daring, Kamis (31/7).</p>
<p>Sejak diluncurkan enam bulan lalu, program CKG telah menjangkau 16,4 juta masyarakat. Dengan perluasan ke satuan pendidikan, program ini ditargetkan mampu menyentuh seluruh populasi Indonesia, hingga 280 juta jiwa setiap tahunnya.</p>
<p>Pelaksanaan CKG di sekolah dilakukan secara kolaboratif antara tenaga kesehatan di puskesmas dan tenaga pendidik di sekolah. Pemeriksaan mencakup status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi, kesehatan mental, hingga kebugaran. Untuk SMP dan SMA, ditambahkan skrining anemia, talasemia, dan kesehatan reproduksi.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program telah dirancang dengan cermat dan melalui uji coba di beberapa sekolah.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan untuk siswa SD tidak melibatkan pengambilan darah, sehingga orang tua tidak perlu khawatir.</p>
<p>&ldquo;Jadi jangan takut, tidak ada yang disuntik. Pemeriksaannya hanya meliputi tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gigi, mata, dan telinga,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan kick-off pada 4 Agustus, termasuk dengan mengerahkan juru bicara dan tenaga komunikasi utama di lokasi acara.</p>
<p>&ldquo;Pemeriksaan jemput bola ke sekolah adalah bukti pemerintah mengubah budaya lama, yang baru memeriksakan diri saat sakit. Sekarang pemerintah justru datang langsung ke sekolah-sekolah,&rdquo; katanya.</p>
<p>Lokasi pelaksanaan kick-off CKG Sekolah pada 4 Agustus tersebar di berbagai wilayah, antara lain:</p>
<p>* SD Cideng 02 Jakarta Pusat<br>* Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Jagakarsa Jakarta Selatan<br>* SMKN 26 Jakarta Timur<br>* Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat<br>* SMA Negeri 6 Tangerang Selatan<br>* SD Prestasi Global, Depok<br>* SMPN 5 Kota Bandung<br>* Madrasah Tsanawiyah Persis 1-2 Kota Bandung<br>* SLB Negeri Semarang<br>* SMPN 1 Padangan Bojonegoro<br>* Pesantren Al-Amanah, Sidoarjo<br>* SMPK Penabur Gading Serpong</p>
<p>Kementerian Agama turut menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan CKG di lingkungan pesantren.</p>
<p>&ldquo;Kita terus berkoordinasi dengan kawan-kawan Kemenkes untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan,&rdquo; ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1753947582688b1dbe265324.31409498.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesian Ministry of Health and TB Alliance Enter Strategic Partnership to Advance Innovations in TB and Mycobacterial Diseases</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesian-ministry-of-health-and-tb-alliance-enter-strategic-partnership-to-advance-innovations-in-tb-and-mycobacterial-diseases</link>				
         <pubDate>Wed, 30 Jul 2025 07:35:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesian-ministry-of-health-and-tb-alliance-enter-strategic-partnership-to-advance-innovations-in-tb-and-mycobacterial-diseases</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, July 30, 2025</p>
<p>The Ministry of Health of the Republic of Indonesia and TB Alliance are pleased to announce the signing of a Memorandum of Understanding (MOU), marking a significant step forward in the global fight against tuberculosis (TB), leprosy, and other mycobacterial diseases. This partnership, a testament to the leadership and vision of Minister of Health, Budi Gunadi Sadikin, exemplifies Indonesia&rsquo;s and TB Alliance&rsquo;s commitment to ending TB and other mycobacterial diseases, including through the development and implementation of innovative new treatments that dramatically simplify and improve TB care.</p>
<p>The MOU establishes a framework for collaboration between the Ministry of Health of the Republic of Indonesia and TB Alliance and includes scientific exchange, research and development, local manufacturing and technology transfer, implementation of next generation TB treatments, and health systems strengthening toward the goal of ending TB and other mycobacterial diseases in Indonesia and globally.</p>
<p>&ldquo;We are proud to embark on a partnership with the Ministry of Health Indonesia, which underscores a shared vision to accelerate the development and implementation of cutting-edge, people-centered treatments for TB and related diseases,&rdquo; said Dr. Mel Spigelman, President and CEO, TB Alliance. "Indonesia is a leader in implementing innovations to end TB. With its commitment to health innovation and by working closely with key national institutions, we can more quickly develop transformative new therapies to treat TB and other neglected mycobacterial diseases, and ensure they reach the people in Indonesia and around the world who need them.&rdquo;</p>
<p>"We are excited about this strategic partnership with TB Alliance, which reflects our nation's unwavering commitment to overcoming tuberculosis and related mycobacterial diseases. By supporting the development and implementation of innovative treatments, we aim to improve both outcomes and treatment experiences for people living with these diseases at home and around the world,&rdquo; said Dr. Rizka Andalucia, Director General for Pharmaceutical and Medical Devices, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. &ldquo;This work will further strengthen the capacity of the Indonesian health system and our researchers to tackle future challenges, improve the wellbeing of our population, while remaining a leader in global health innovation.&rdquo;</p>
<p>TB Alliance announced its updated vision for the future of TB treatment at the High-Level Meeting on Tuberculosis in November 2024, in Bali, Indonesia. The event, hosted by the Indonesian Ministry of Health, brought together global stakeholders dedicated to ending TB. At the event, TB Alliance introduced its "one by one" approach, charting a path toward an era of drastically shorter TB treatments in which latent TB infections may be treated in one day and active TB infections in one month. Advances in novel therapeutics along with associated technologies included in this MOU will be critical to translate the scientific promise of drugs and regimens currently in development to single-day and single-month cures.</p>
<p>This news is released by the Bureau of Communication and Public Information, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. For more information, please contact Halo Kemenkes via the hotline at 1500-567, SMS at 081281562620, or email at kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Head of the Bureau of Communication and Public Information</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17538613886889cd0c1ea1b7.07200181.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Pusat Berikan Tunjangan Khusus untuk Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-pusat-berikan-tunjangan-khusus-untuk-dokter-spesialis-di-daerah-tertinggal</link>				
         <pubDate>Tue, 29 Jul 2025 13:14:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-pusat-berikan-tunjangan-khusus-untuk-dokter-spesialis-di-daerah-tertinggal</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Juli 2025</p>
<p>Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025 tentang Tunjangan Khusus bagi Dokter Spesialis, Dokter Subspesialis, Dokter Gigi Spesialis, dan Dokter Gigi Subspesialis yang Bertugas di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).</p>
<p>Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap dokter yang mengabdi di wilayah-wilayah dengan akses terbatas.&nbsp;</p>
<p>Pemerintah menyadari bahwa pemerataan tenaga medis di daerah terpencil masih menjadi tantangan besar, sehingga perlu diatasi melalui insentif yang adil, layak, dan berkelanjutan.</p>
<p>&ldquo;Tunjangan khusus ini adalah bentuk apresiasi negara kepada tenaga medis yang berada di garis depan. Kita ingin mereka merasa dihargai dan tetap termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik, di mana pun mereka bertugas,&rdquo; ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Melalui Perpres ini, pemerintah menetapkan besaran tunjangan sebesar Rp30.012.000 per bulan, di luar gaji pokok dan tunjangan lainnya yang berlaku sesuai ketentuan kepegawaian.</p>
<p>Di tahap awal, tunjangan ini akan diberikan kepada lebih dari 1100 dokter spesialis yang saat ini berpraktek di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.&nbsp;</p>
<p>Menurut Menkes Budi, keberadaan tenaga medis di wilayah sulit tidak hanya soal ketersediaan fasilitas, tetapi juga menyangkut kelangsungan hidup dan motivasi mereka dalam bekerja.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita ingin layanan kesehatan yang kuat, kita harus mulai memastikan kesejahteraan finansial bagi tenaga medis yang bertugas di daerah sulit,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Wilayah penerima tunjangan khusus ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan pemetaan kebutuhan nasional, dengan prioritas pada daerah dengan keterbatasan akses, kekurangan tenaga medis, serta lokasi yang memerlukan intervensi afirmatif dari pemerintah pusat.</p>
<p>Pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan ini, terutama terkait dengan alokasi anggaran, penyediaan logistik, dan fasilitas penunjang seperti tempat tinggal, transportasi, dan pengamanan bagi tenaga medis.</p>
<p>Selain pemberian tunjangan, tenaga kesehatan yang bertugas di DTPK juga akan mendapatkan kesempatan pelatihan berjenjang dan pembinaan karier.&nbsp;</p>
<p>Langkah ini bertujuan agar tenaga medis di wilayah terpencil tetap memiliki akses untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya.</p>
<p>&ldquo;Jangan sampai tenaga kesehatan yang kita tempatkan di pelosok justru terabaikan pengembangannya. Mereka harus tetap mendapat akses pelatihan dan pendidikan agar profesionalisme tetap terjaga,&rdquo; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Menkes berharap kebijakan ini dapat menjadi daya tarik bagi tenaga medis muda untuk mengabdi di daerah prioritas, sekaligus menjadi fondasi dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan berkeadilan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17537979616888d5499bbf92.45854568.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dharma Wanita Kemenkes Gelar Aksi Donor Darah Peringati Hari Donor Darah Sedunia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dharma-wanita-kemenkes-gelar-aksi-donor-darah-peringati-hari-donor-darah-sedunia</link>				
         <pubDate>Mon, 28 Jul 2025 12:38:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dharma-wanita-kemenkes-gelar-aksi-donor-darah-peringati-hari-donor-darah-sedunia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Juli 2025</p>
<p>Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud nyata program kerja di bidang sosial dan budaya. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan empat kali dalam setahun, dan kali ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni.</p>
<p>Aksi kemanusiaan ini berlangsung di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, pada Senin (28/7/2025), dengan mengusung tema: &ldquo;Berikan Darah, Berikan Harapan &ndash; Bersama Kita Selamatkan Nyawa.&rdquo; Tema ini merefleksikan semangat solidaritas dan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan darah, khususnya di rumah sakit vertikal binaan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Sebanyak 458 peserta terdaftar secara daring, terdiri dari pegawai Kementerian Kesehatan maupun masyarakat umum. Dengan target 350 kantong darah, kegiatan ini menjadi kontribusi penting untuk menjamin ketersediaan darah yang aman di fasilitas kesehatan.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa donor darah adalah bentuk sedekah yang bernilai tinggi, karena manfaatnya dirasakan baik oleh penerima maupun pendonor.</p>
<p>&ldquo;Donor darah itu sedekah yang tidak butuh uang. Cukup dengan tubuh yang sehat, makan seperti biasa, hidup sehat, lalu donor. Justru setelah donor, tubuh kita menjadi lebih sehat lagi,&rdquo; ujar dr. Azhar dalam sambutannya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia secara alami akan memproduksi darah baru yang lebih segar setelah mendonorkan darah, sebuah mekanisme yang diciptakan Tuhan untuk menjaga kesehatan dan sekaligus menyelamatkan nyawa sesama.</p>
<p>&ldquo;Kalau ada orang sehat tapi enggan donor darah, menurut saya itu rugi. Karena Allah sudah menciptakan mekanisme luar biasa: donor darah memicu tubuh menghasilkan darah yang baru dan lebih sehat,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Namun, dr. Azhar juga menyuarakan keprihatinannya terhadap defisit darah nasional. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), setidaknya 2% dari populasi suatu negara sebaiknya menjadi pendonor aktif. Dengan populasi Indonesia sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan darah minimal mencapai 5,6 juta kantong per tahun, sementara produksi saat ini masih berkisar 4,6 juta kantong, menyisakan kekurangan sekitar 1 juta kantong darah tiap tahunnya.</p>
<p>&ldquo;Kebutuhan naik, produksi naik, tapi selisih satu juta kantong itu masih tetap. Ini artinya, kita perlu terus kampanyekan pentingnya donor darah secara rutin,&rdquo; tegas dr. Azhar.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa darah adalah satu-satunya elemen tubuh yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun.</p>
<p>"Kalau tulang bisa diganti pen, organ dibantu alat. Tapi darah? Hanya bisa diganti dengan darah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, turut hadir dan menyapa para pendonor di booth kegiatan. Dalam edukasi singkatnya, ia menekankan bahwa donor darah juga membawa manfaat besar bagi kesehatan pendonor.</p>
<p>&ldquo;Tubuh menjadi lebih segar setelah donor. Ini membantu regenerasi sel darah dan menjaga kesehatan jantung. Donor darah adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang sederhana namun sangat bermakna,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang tinggi dan berharap budaya donor darah dapat terus ditanamkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.</p>
<p>Kegiatan donor darah ini melibatkan empat Unit Transfusi Darah (UTD), yaitu:<br>1. UTD RSUPN Cipto Mangunkusumo<br>2. UTD RSUP Fatmawati<br>3. UTD RS Kanker Dharmais<br>4. UTD PMI Kota Tangerang (baru bergabung dalam kolaborasi kegiatan ini)</p>
<p>Turut hadir mendukung kegiatan ini antara lain Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dan Ketua DWP Pusat Ibu Ida Gunadi Sadikin, yang juga ikut mendonorkan darah secara langsung. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung ketersediaan darah yang aman dan cukup di fasilitas layanan kesehatan.</p>
<p>Keterlibatan pimpinan dan masyarakat menjadi penguat pesan bahwa donor darah adalah tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175370646468876fe09dc8c2.21265420.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Hands Over 2,000 Vials of Anti-Rabies Vaccine to the Government of Timor-Leste</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-hands-over-2000-vials-of-anti-rabies-vaccine-to-the-government-of-timor-leste</link>				
         <pubDate>Thu, 24 Jul 2025 05:37:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-hands-over-2000-vials-of-anti-rabies-vaccine-to-the-government-of-timor-leste</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kupang, July 23, 2025</p>
<p>The Government of Indonesia, through the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, has handed over 2,000 vials of anti-rabies vaccine (ARV) to the Government of the Democratic Republic of Timor-Leste. This handover was in response to an official request from the Government of Timor-Leste to address the ongoing rabies outbreak and support efforts to control the current extraordinary situation.</p>
<p>The handover ceremony took place at Ben Mboi Hospital, Kupang, East Nusa Tenggara, on Wednesday (July 23, 2025). Rabies is among the deadliest zoonotic diseases. According to the World Health Organization (WHO), rabies causes between 35,000 and 50,000 deaths annually, with about 40% of victims being children under 15 years old. An estimated 10 million people receive anti-rabies vaccines each year as a preventive measure. Currently, more than 3.3 billion people live in rabies-endemic areas, making this disease a complex public health challenge that requires a multi-sectoral approach.</p>
<p>The Secretary of the Directorate General of Disease Control at the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, Dr. Andi Saguni, stated that the handover of the vaccine is a tangible manifestation of solidarity between Indonesia and Timor-Leste. &ldquo;I would like to express my gratitude to all parties who have facilitated this activity. Today, we are handing over 2,000 vials of anti-rabies vaccine from the Government of the Republic of Indonesia to the Government of Timor-Leste,&rdquo; Dr. Andi said.</p>
<p>He explained that this assistance is a swift response to the direct request from the Government of Timor-Leste to the Indonesian Minister of Health, Budi Gunadi Sadikin. &ldquo;This request came directly from the Government of Timor-Leste, and the Minister of Health responded promptly. This demonstrates Indonesia&rsquo;s strong commitment to strengthening regional cooperation, particularly in addressing emergency health situations such as the rabies outbreak,&rdquo; he added.</p>
<p>Dr. Andi also stated that the provision of this vaccine is expected to help accelerate rabies control in Timor-Leste, where the disease is generally transmitted through warm-blooded animals such as dogs and cats. This initiative not only reflects close bilateral cooperation but also serves as evidence of Indonesia's contribution to addressing global health challenges.</p>
<p>The handover of the vaccine marks an important step in strengthening the relationship between Indonesia and Timor-Leste, especially in the field of public health, and affirms Indonesia&rsquo;s active role in supporting regional health security.</p>
<p>The Representative of the Consulate of Timor-Leste, Cesaltina da Silva da Costa, expressed deep appreciation for the assistance. &ldquo;On behalf of the Government of Timor-Leste, I would like to express our sincere appreciation and gratitude to the Government of Indonesia, particularly through the Ministry of Health and the Province of East Nusa Tenggara, for the urgently needed rabies vaccine donation,&rdquo; she said.</p>
<p>She emphasized that this assistance is not merely technical cooperation, but a strong symbol of humanitarian solidarity between the two neighboring countries, which have close historical, geographical, social, and cultural ties, especially in the border area.</p>
<p>The Consulate also highlighted the importance of vaccination to prevent rabies transmission and reduce deaths from the disease. The vaccine will be immediately deployed by Timor-Leste health authorities as a swift response to the ongoing outbreak. &ldquo;This donation reflects the spirit of humanitarian solidarity and cross-border concern for public health,&rdquo; she added.</p>
<p>Concluding her remarks, the Consulate expressed hope that cross-border cooperation would also include the facilitation of logistics and quarantine procedures. &ldquo;We hope that coordination regarding quarantine facilities in the border area can be improved, with support from relevant agencies such as Quarantine, Customs, and Immigration in Indonesia," Cesaltina concluded.</p>
<p>This assistance is expected to be the initial step toward broader, sustainable, and strategic cross-border health collaboration, aiming for a healthier, safer, and rabies-free Southeast Asian region.</p>
<p>This news is broadcast by the Public Communication and Information Bureau, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. For more information, you can contact Halo Kemenkes via hotline 1500-567, SMS 081281562620, or email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Head of Public Communication and Information Bureau</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17533362456881c9b5861376.32419326.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Kusta Bukan Kutukan, Jangan Takut Lapor</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-kusta-bukan-kutukan-jangan-takut-lapor</link>				
         <pubDate>Thu, 24 Jul 2025 04:05:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-kusta-bukan-kutukan-jangan-takut-lapor</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bekasi, 23 Juli 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit kusta bukanlah kutukan, melainkan penyakit yang dapat disembuhkan sepenuhnya jika terdeteksi dan ditangani sejak dini. Namun, stigma sosial yang masih melekat membuat banyak penderita memilih menyembunyikan penyakitnya daripada mencari pengobatan.</p>
<p>&ldquo;Kusta itu bisa disembuhkan. Obatnya ada, gratis. Tapi karena stigma, orang takut lapor. Takut diejek, dikira kena kutukan. Akhirnya, terlambat ditemukan, menular, bahkan menyebabkan disabilitas,&rdquo; ujar Menkes Budi saat melakukan kunjungan penguatan program eliminasi kusta di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7).</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa kusta bukanlah penyakit yang mudah menular. Dibutuhkan kontak erat dan berkepanjangan untuk terjadi penularan, berbeda dengan penyakit seperti COVID-19.</p>
<p>&ldquo;Beda dengan COVID-19, ngomong sedikit saja bisa nular. Kalau kusta tidak, harus kontak lama. Jadi jangan takut berdekatan dengan orang yang terkena kusta, asal dia sedang diobati, aman,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Deteksi dini menjadi sangat penting, karena jika terlambat, kusta dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga disabilitas. Padahal, pengobatannya hanya membutuhkan waktu enam bulan dengan pengobatan yang sudah tersedia dan diberikan secara gratis.</p>
<p>&ldquo;Begitu ada satu kasus kusta ditemukan, keluarga dekatnya langsung diberikan obat pencegahan satu kali minum. Itu cukup untuk memutus rantai penularan,&rdquo; tambah Menkes.</p>
<p>Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa stigma adalah musuh utama dalam penanganan kusta. Ia menyoroti keterkaitan antara penyakit ini dengan faktor sosial ekonomi.</p>
<p>&ldquo;Kusta ini sering menimpa orang miskin. Jadi selain obat, kita bantu juga makannya. Jangan cuma disuruh makan bergizi, tapi enggak dikasih. Saya dan Pak Bupati siap kasih bantuan Rp1 juta per bulan untuk keluarga penderita, asal uang itu dipakai benar untuk beli gizi,&rdquo; ujar Gubernur Dedi.</p>
<p>Ia juga mengusulkan skema insentif bagi tenaga kesehatan yang secara aktif mendampingi pasien hingga sembuh.</p>
<p>&ldquo;Kita tunjuk satu perawat atau bidan mendampingi lima pasien. Kunjungannya rutin. Kalau pasien sembuh, saya kasih bonus Rp10 juta buat perawatnya. Jangan cuma ngomong pengabdian, tapi nggak dikasih penghargaan,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</p>
<p>Bupati Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang menyampaikan komitmennya menjadikan kesehatan sebagai prioritas pembangunan berbasis desa, termasuk dalam penyediaan sanitasi dan rumah sehat bagi pasien kusta.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin membangun Kabupaten Bekasi dari desa. Mulai dari lingkungan bersih, rumah sehat, sampai data desa presisi. Kalau rumah penderita kusta tak layak, kita bantu rehab,&rdquo; jelas Ade.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, mengungkapkan bahwa stigma masih menjadi kendala utama di lapangan. Banyak penderita yang menyembunyikan penyakitnya karena takut dijauhi dan dianggap aib.</p>
<p>&ldquo;Padahal pengobatannya ada, gratis, dan sangat efektif,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Data hingga Juni 2025 mencatat terdapat 121 kasus baru kusta di Kabupaten Bekasi, dengan Case Detection Rate (CDR) sebesar 3,34. Mayoritas merupakan tipe Multibasiler (MB) atau kusta tipe basah, bahkan ditemukan 6 kasus pada anak-anak, yang menunjukkan masih adanya penularan aktif dalam rumah tangga.</p>
<p>Alamsyah menyebut kunjungan Menkes dan Gubernur sebagai momentum penting untuk membalikkan persepsi publik terhadap kusta dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan aib. Ini momentum bagi Bekasi untuk membuktikan bahwa kita mampu eliminasi kusta, dengan kerja sama lintas sektor, dan dukungan dari pusat hingga desa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Program eliminasi kusta di Kabupaten Bekasi kini mengedepankan pendekatan kolaboratif antara Puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, kader desa, dan didukung oleh organisasi internasional seperti NLR (No Leprosy Relief).Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17533301766881b200ae93c6.05951640.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Putuskan Penularan, Wujudkan Indonesia Bebas Hepatitis 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/putuskan-penularan-wujudkan-indonesia-bebas-hepatitis-2030</link>				
         <pubDate>Wed, 23 Jul 2025 05:35:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/putuskan-penularan-wujudkan-indonesia-bebas-hepatitis-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Juli 2025</p>
<p>Peringatan Hari Hepatitis Sedunia (HHS) 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam mengeliminasi hepatitis B dan C pada tahun 2030. Mengusung tema global &ldquo;Let&rsquo;s Break It Down&rdquo; dan tema nasional &ldquo;Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis&rdquo;, kegiatan ini digelar dalam bentuk temu media secara daring pada Selasa (22/7).</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik, memperluas edukasi, serta mendorong aksi nyata lintas sektor dalam upaya menurunkan beban penyakit hepatitis di Indonesia.</p>
<p>Hepatitis B dan C kronik merupakan penyebab utama kanker hati, yang saat ini menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia. Data WHO menunjukkan terdapat 254 juta orang dengan hepatitis B kronik dan 50 juta orang dengan hepatitis C kronik secara global.</p>
<p>Di Indonesia, Survei Kesehatan 2023 mencatat sekitar 6,7 juta penduduk terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta terinfeksi hepatitis C.</p>
<p>&ldquo;Resolusi hepatitis virus yang diadopsi pada World Health Assembly ke-63 tahun 2010 merupakan inisiatif Indonesia bersama Brasil dan Kolombia. Ini menjadi tonggak sejarah dalam perjuangan global melawan hepatitis,&rdquo; ungkap dr. Ina Agustina Isturini, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan. Prevalensi hepatitis B menurun dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023. Pada tahun 2024, sebanyak 89,6% ibu hamil telah menjalani skrining hepatitis B, dan lebih dari 93% bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif telah menerima imunisasi HB0 dan HBIg dalam 24 jam pertama.</p>
<p>Cakupan imunisasi hepatitis B juga diperluas untuk tenaga kesehatan, dengan capaian 58% sejak Oktober 2023. Pemberian antivirus Tenofovir kepada ibu hamil dengan hepatitis B terus ditingkatkan, dengan 1.410 layanan kini tersedia di 206 kabupaten/kota.</p>
<p>Sementara untuk hepatitis C, deteksi dini dan pengobatan menggunakan *Direct Acting Antiviral (DAA)* yang mampu menyembuhkan lebih dari 95% pasien telah tersedia di 71 rumah sakit di 56 kabupaten/kota di seluruh provinsi.</p>
<p>&ldquo;Upaya ini harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media untuk memutus rantai penularan dan mewujudkan Indonesia bebas hepatitis,&rdquo; tegas dr. Ina.</p>
<p>Prof. David H. Muljono, anggota Komite Ahli Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Kemenkes RI, menekankan pentingnya pendekatan yang spesifik dan terdesentralisasi dalam penanggulangan hepatitis.</p>
<p>&ldquo;Saat ini, tiga negara China, India, dan Indonesia menanggung lebih dari 50% beban hepatitis B dunia. Jika Indonesia mampu mengeliminasi hepatitis, kontribusinya terhadap kesehatan global akan sangat signifikan,&rdquo; kata Prof. David dalam temu media HHS 2025.</p>
<p>Ia mencatat, lebih dari dua juta infeksi baru dan 1,4 juta kematian terjadi setiap tahun akibat hepatitis. Di Indonesia, kantong-kantong dengan prevalensi tinggi masih ditemukan di wilayah seperti Maluku dan Papua.</p>
<p>&ldquo;Lebih dari 60% masyarakat Indonesia belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis B. Ini adalah populasi rentan yang bisa menjadi penderita di masa depan jika tidak segera ditangani melalui imunisasi dan skrining dini,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Prof. David menegaskan bahwa strategi eliminasi tidak bisa memakai pendekatan tunggal. &ldquo;Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Pendekatan lokal yang melibatkan tokoh agama, adat, dan masyarakat sangat penting,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya desentralisasi layanan diagnosis dan terapi. &ldquo;Tes dan pengobatan harus tersedia hingga ke tingkat puskesmas. Ibu hamil atau pasien di daerah terpencil harus bisa mendapatkan pengobatan tepat waktu,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Dengan kemajuan dalam imunisasi bayi, pemberian antivirus bagi ibu hamil, dan penyediaan DAA untuk hepatitis C, Indonesia memiliki peluang besar mencapai target eliminasi. Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Penanggulangan hepatitis bukan semata tanggung jawab Kemenkes atau dokter spesialis. Ini adalah tugas kita bersama. Mari kita putuskan penularan hepatitis baik secara vertikal maupun horizontal,&rdquo; pungkas Prof. David.</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam eliminasi hepatitis melalui empat gerakan &ldquo;atasi&rdquo; :</p>
<p>* Atasi ketidaktahuan dengan edukasi,</p>
<p>* Atasi keterlambatan diagnosis dengan skrining,</p>
<p>* Atasi akses terbatas dengan memperluas layanan gratis,</p>
<p>* Atasi stigma dengan empati dan solidaritas.</p>
<p>Hari Hepatitis Sedunia 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk bertindak. Segera manfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), lengkapi imunisasi anak, dan dukung upaya edukasi serta monitoring kesehatan menuju generasi Indonesia bebas hepatitis.</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17532492926880760c35e683.23831039.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peringati Hari Ulang Tahun ke-40, Saka Bakti Husada Gelar Orientasi Bantuan Hidup Dasar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peringati-hari-ulang-tahun-ke-40-saka-bakti-husada-gelar-orientasi-bantuan-hidup-dasar</link>				
         <pubDate>Wed, 23 Jul 2025 05:24:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peringati-hari-ulang-tahun-ke-40-saka-bakti-husada-gelar-orientasi-bantuan-hidup-dasar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Juli 2025</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-40, Saka Bakti Husada (SBH) menggelar&nbsp;<strong>Orientasi Bantuan Hidup Dasar (BHD)</strong> bagi anggota Pramuka SBH dari 10 provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, selaku Wakil Majelis Pembimbing SBH Tingkat Nasional, menyampaikan bahwa tiga kecakapan keterampilan dasar penting dikuasai oleh Pramuka, yaitu resusitasi jantung paru, pembidaian pada luka patah tulang, dan teknik transportasi pada pasien dengan gangguan kesehatan mendadak.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah kecakapan yang seharusnya dimiliki oleh Pramuka sebagai inisiator di tengah masyarakat. Kita tidak berharap pelatihan ini harus digunakan, tetapi jika harus, maka Pramuka bisa menjadi tulang punggung masyarakat dalam kegawatdaruratan,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kemampuan dasar kegawatdaruratan bukan semata milik tenaga medis. &ldquo;Sebagai dokter, saya pernah menolong pasien tidak hanya di rumah sakit, tapi juga di pesawat saat kondisi darurat. Ini bukan kemampuan eksklusif tenaga kesehatan, tapi seharusnya bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat. Karena itu, saya mendorong agar peserta pelatihan mendapat tanda kecakapan khusus,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Wamenkes juga memberikan apresiasi kepada BKK Kendari yang selama tiga tahun berturut-turut menjadi pangkalan SBH tergiat di lingkungan Kementerian Kesehatan. &ldquo;Semoga ini menjadi motivasi bagi SBH lainnya di seluruh daerah,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan yang juga menjabat sebagai Pimpinan Saka Bakti Husada Nasional, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menekankan pentingnya peran SBH dalam mendukung transformasi kesehatan melalui edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>&ldquo;40 tahun adalah usia yang matang. Saya harap anggota SBH benar-benar menghayati peran sebagai pelopor hidup bersih dan sehat. Edukasi bantuan hidup dasar penting, bukan hanya saat bencana, tapi dalam kehidupan sehari-hari,&rdquo; ujar Kunta.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh anggota SBH untuk menjadi agen perubahan di lingkungan terdekat. &ldquo;Mulai dari keluarga, teman, hingga masyarakat sekitar. Kalau ada yang belum cek kesehatan, ajak ke Puskesmas. Kalau ada yang belum bergerak, ajak olahraga. Karena semua penyakit bisa dicegah kalau kita tahu sejak dini,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Orientasi BHD ini merupakan bentuk nyata implementasi&nbsp;<strong>Ketahanan Kesehatan</strong> sebagaimana diamanatkan dalam UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Kegiatan ini telah dimulai sejak Sabtu (19/7) untuk sesi teori, sementara sesi praktik dilaksanakan hari ini secara serentak di 10 provinsi.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar para peserta mampu merespons kondisi kegawatdaruratan, seperti kasus henti jantung mendadak, stroke, atau kehilangan kesadaran.</p>
<p>&ldquo;BHD penting untuk disebarluaskan, bahkan tindakan sederhana seperti melakukan napas buatan atau menghubungi 119 bisa menyelamatkan nyawa. Ini adalah bagian dari amal ibadah kita,&rdquo; ungkap Agus.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.480 peserta, terdiri dari sekitar 150 peserta luring di Jakarta dan 1.330 peserta daring dari 10 provinsi. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan menggandeng Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) sebagai mitra instruktur pelatihan. Hingga saat ini, pelatihan BHD yang difasilitasi oleh Pusat Krisis Kesehatan telah menjangkau lebih dari 10.400 orang, termasuk di lingkungan internal Kemenkes, instansi pemerintah lainnya, hingga kegiatan publik seperti Car Free Day.</p>
<p>Dalam laporan kegiatan, Ketua Harian Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional yang juga Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Elvieda Sariwati, menyampaikan bahwa peringatan ke-40 SBH tahun ini mengusung tema: &ldquo;Saka Bakti Husada: Satu Tekad Aksi Nyata Sehatkan Indonesia&rdquo;.</p>
<p>Rangkaian kegiatan peringatan dimulai sejak Juni 2025, di antaranya pelatihan Pertolongan Pertama bagi Luka Psikologis (P3LP), penilaian pangkalan tergiat, tantangan 40.000 langkah yang berhasil mencatatkan 3,3 juta langkah oleh 214 peserta, serta Biblio Battle untuk meningkatkan minat baca anggota SBH. Selain Orientasi BHD, kegiatan selanjutnya adalah sesi edukasi mengenai penggunaan dan pemahaman obat bahan alam (23 Juli), serta latihan bersama nasional Krida P2 yang akan digelar pada 7 Agustus mendatang.</p>
<p>&ldquo;Selama 40 tahun, SBH telah berkontribusi memperluas jangkauan edukasi dan pelayanan kesehatan. Kita harus terus mendorong masyarakat untuk hidup sehat, mulai dari keluarga sendiri. Aksi nyata kita sangat dibutuhkan,&rdquo; tutup Kunta.</p>
<p><strong>Dirgahayu Saka Bakti Husada ke-40!</strong></p>
<p><strong>Satu Tekad, Aksi Nyata, Sehatkan Indonesia!</strong></p>
<p>&mdash;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1753248748688073ec056401.83961251.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Matangkan Strategi Imunisasi Nasional 2025-2029, Kemenkes Gelar Budget Dialogu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/matangkan-strategi-imunisasi-nasional-2025-2029-kemenkes-gelar-budget-dialogu</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Jul 2025 12:38:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/matangkan-strategi-imunisasi-nasional-2025-2029-kemenkes-gelar-budget-dialogu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Juli 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Imunisasi menyelenggarakan Pertemuan Budget Dialogue sebagai bagian dari proses finalisasi penyusunan dokumen National Immunization Strategy (NIS) Indonesia 2025&ndash;2029. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Rabu (16/7/2025).</p>
<p>Forum ini bertujuan untuk memaparkan estimasi kebutuhan anggaran program imunisasi nasional, mengidentifikasi potensi kesenjangan pembiayaan, serta membangun komitmen lintas sektor dalam mendukung pendanaan yang berkelanjutan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa imunisasi adalah tanggung jawab bersama sekaligus investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.</p>
<p>&ldquo;Dokumen ini akan menjadi pedoman komprehensif dalam merumuskan visi, tujuan spesifik, dan strategi prioritas program imunisasi. Kami berharap hasil dari pertemuan ini dapat menjadi dasar penyusunan rencana operasional dan penganggaran tahunan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,&rdquo; ujar Kunta.</p>
<p>NIS 2025&ndash;2029 disusun sebagai kelanjutan dari Comprehensive Multi-Year Plan (CMYP) 2020&ndash;2024, serta diselaraskan dengan dokumen strategis nasional dan global, seperti RPJMN 2025&ndash;2029, Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK), dan Immunization Agenda 2030 (IA2030). Penyusunan strategi ini dilakukan melalui proses yang terstruktur, partisipatif, dan berbasis bukti, mencakup analisis situasi, diskusi multi pihak, dan triangulasi data.</p>
<p>Sekjen Kunta turut mengutip pernyataan Dirjen WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, &ldquo;Immunization is not just an act of protection for the individual, it&rsquo;s a civic responsibility.&rdquo;</p>
<p>Melalui Budget Dialogue ini, Kementerian Kesehatan berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan, agar program imunisasi nasional menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.</p>
<p>Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai kementerian/lembaga, organisasi profesi, masyarakat sipil, serta mitra pembangunan seperti WHO, UNICEF, UNDP, GAVI, World Bank, dan lainnya.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan paparan tindak lanjut penyusunan strategi pembiayaan jangka menengah guna menjamin keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan program imunisasi selama periode 2025&ndash;2029.</p>
<p>Direktur Imunisasi, dr. Prima Yosephine, memaparkan hasil analisis situasi imunisasi nasional, strategi jangka menengah, serta estimasi kebutuhan anggaran lima tahun ke depan. Untuk periode 2025&ndash;2029, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp53,8 triliun, dengan porsi terbesar untuk pengadaan vaksin baru (39%).</p>
<p>dr. Prima juga menggarisbawahi adanya potensi efisiensi melalui integrasi lintas program, yang dapat menurunkan kebutuhan biaya operasional hingga 45%, menjadi sekitar Rp11,3 triliun. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan pembiayaan sebesar Rp4,39 triliun, yang memerlukan dukungan lintas sektor dan mitra pembangunan.</p>
<p>&ldquo;Sebanyak 13 provinsi masih belum mencapai target cakupan imunisasi bayi lengkap (90%) dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, tren anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar (zero-dose children) meningkat signifikan, mencapai hampir 1 juta anak pada 2024. Risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit seperti difteri, campak, rubela, pertusis, dan polio juga meningkat jika cakupan tidak segera diperbaiki,&rdquo; ujar dr. Prima.</p>
<p>Pertemuan ini turut menyoroti sejumlah strategi utama, antara lain, peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi secara merata, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Satu Sehat untuk pencatatan dan pelaporan, pembentukan Satuan Tugas Imunisasi Nasional dan Daerah, serta peningkatan advokasi, pelatihan SDM, dan komunikasi publik</p>
<p>---</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17527562956878f047555390.42939868.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Dikembangkan, Pemerintah Hadirkan Layanan Kesehatan Unggul di Kepulauan Sula</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-dikembangkan-pemerintah-hadirkan-layanan-kesehatan-unggul-di-kepulauan-sula</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Jul 2025 10:17:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-dikembangkan-pemerintah-hadirkan-layanan-kesehatan-unggul-di-kepulauan-sula</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kepulauan Sula, 17 Juli 2025&nbsp;</p>
<p>Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas hingga ke wilayah terpencil. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah dimulainya pembangunan RSUD Sanana di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa pembangunan RS Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) merupakan bagian dari amanah Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun 66 rumah sakit tipe C di wilayah terpencil.</p>
<p>&ldquo;Bapak Presiden menugaskan kami untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses layanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan harga terjangkau. Rumah sakit ini bukan sekadar bangunan, tapi harus mampu menangani lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta kematian ibu dan anak,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Menkes juga menyampaikan bahwa rumah sakit ini akan dilengkapi dengan peralatan medis yang mumpuni seperti CT Scan, cath lab, mamografi, alat kemoterapi, mesin cuci darah, hingga set lengkap untuk penanganan ibu dan anak. Namun, ia mengingatkan bahwa peralatan yang canggih tidak akan berarti tanpa tenaga kesehatan yang memadai.</p>
<p>&ldquo;Kami sedang menata ulang pendidikan spesialis agar bisa berbasis rumah sakit. Pemerintah daerah perlu mendorong putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis, dengan beasiswa dari pemerintah pusat dan jaminan status PNS Daerah saat mereka kembali mengabdi,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Selain fasilitas dan SDM, Menkes menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit. Ia menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan manajemen RSUD Sanana secara profesional dan transparan, termasuk melalui pembentukan dewan pengawas yang kompeten.</p>
<p>Tak hanya fokus pada pengobatan, Menkes juga mengingatkan bahwa orientasi pembangunan kesehatan harus bergeser pada upaya promotif dan preventif. Ia meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari strategi nasional menjaga masyarakat tetap sehat.</p>
<p>Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe menyambut baik pembangunan RSUD Sanana sebagai bagian penting dari peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Ia menggarisbawahi tantangan geografis yang dihadapi Maluku Utara dan pentingnya fasilitas medis yang mumpuni untuk menekan angka kematian ibu melahirkan, yang masih tergolong tinggi di provinsi ini.</p>
<p>&ldquo;Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas perhatian yang berulang kali diberikan, mulai dari Halmahera Tengah hingga Taliabu. Ini adalah harapan sekaligus catatan kami agar pembangunan terus merata di Maluku Utara,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Sanana adalah bagian dari prioritas pembangunan daerah. Ia berharap rumah sakit ini tidak hanya meningkatkan layanan kesehatan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.</p>
<p>&ldquo;Dengan 13 Puskesmas, 21 Puskesmas Pembantu, dan tenaga kesehatan yang berdedikasi, pembangunan RS ini akan melengkapi sistem kesehatan daerah kami. Ini adalah warisan bersama untuk generasi hari ini dan masa depan,&rdquo; kata Bupati.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kepulauan Sula telah mendapatkan berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan, termasuk pembangunan RS Pratama di Pulau Mangoli, serta penguatan layanan primer melalui pembangunan puskesmas, ambulans, dan laboratorium kesehatan daerah.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17527475296878ce09dc1019.98389378.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Tingkatkan Kualitas RSUD Buru Prioritaskan 5 Penyakit Paling Mematikan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-tingkatkan-kualitas-rsud-buru-prioritaskan-5-penyakit-paling-mematikan</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Jul 2025 10:02:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-tingkatkan-kualitas-rsud-buru-prioritaskan-5-penyakit-paling-mematikan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Buru, 17 Juli 2025</p>
<p>Pemerintah terus mempercepat pemerataan layanan kesehatan dengan membangun dan meningkatkan kualitas rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Kamis (17/7), Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meletakkan batu pertama pembangunan RSUD Buru di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, sebagai bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>RSUD Buru merupakan salah satu dari 66 rumah sakit daerah yang ditargetkan selesai pembangunannya dalam dua tahun ke depan. Menkes Budi menekankan pembangunan RSUD ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari strategi besar untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit paling mematikan di Indonesia</p>
<p>&ldquo;Lima penyakit paling mematikan itu adalah stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Ini yang harus kita prioritaskan. Maka rumah sakit harus dilengkapi dengan fasilitas seperti CT scan, cath lab, mamografi, dan alat cuci darah,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Kualitas layanan tidak bisa bergantung pada dokter umum semata, tetapi perlu dukungan dari dokter spesialis. Karena itu, ucap Budi, pihaknya minta agar daerah juga ikut menyekolahkan putra-putrinya menjadi dokter spesialis.&nbsp;</p>
<p>Bupati Buru Ikram Umasugi menyambut gembira dimulainya pembangunan RSUD ini. Ia mengatakan masyarakat di wilayahnya selama ini harus menyeberang laut berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai di Kota Ambon.</p>
<p>&ldquo;Kadang ada yang harus ke Ambon hanya untuk CT scan. Padahal kondisi pasien tidak memungkinkan menunggu terlalu lama. Rumah sakit ini benar-benar akan menyelamatkan banyak nyawa,&rdquo; ungkap Ramly.</p>
<p>Apresiasi juga datang dari Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang menyebut RSUD Buru sebagai jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan yang selama ini sangat terbatas di Maluku, khususnya di Pulau Buru.</p>
<p>&ldquo;Dengan alat-alat canggih dan layanan spesialis, kita berharap angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi bisa kita tekan. Tidak ada lagi warga kita yang meninggal karena telat ditangani,&rdquo; ujar Gubernur Hendrik.</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti pentingnya perencanaan rumah sakit yang matang. Ia meminta agar desain RSUD Buru tidak mengikuti pola lama yang kurang efisien dan tidak ramah pasien.</p>
<p>&ldquo;Jangan bangun rumah sakit seperti zaman Belanda. Harus ada master plan yang jelas, dengan zona rawat inap, rawat jalan, IGD, dan ruang operasi yang terintegrasi,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dana dan dukungan teknis untuk memastikan pembangunan RSUD ini berjalan cepat dan tepat. Pembangunan tahap awal dijadwalkan rampung dalam 8-12 bulan ke depan.</p>
<p>Dengan hadirnya rumah sakit ini, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi harus menunggu lama atau bepergian jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.</p>
<p>&ldquo;Kita ingin masyarakat di pulau-pulau juga punya akses ke layanan kesehatan yang sama seperti di Jakarta. Itu tugas saya, <em>good access, easy access, good quality, and affordable price</em>,&rdquo; tambah Menkes.</p>
<p>Pembangunan RSUD Buru merupakan bagian dari transformasi sistem layanan kesehatan nasional yang dicanangkan sejak 2022. Pemerataan layanan menjadi fokus utama Presiden Prabowo pada awal masa jabatannya.</p>
<p>Melalui pembangunan infrastruktur, penguatan SDM kesehatan, dan manajemen rumah sakit yang profesional, pemerintah menargetkan penurunan signifikan angka kematian akibat penyakit kritis dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Dengan semangat kolaborasi antara pusat dan daerah, pembangunan RSUD Buru diyakini akan menjadi titik balik layanan kesehatan di Kabupaten Buru dan sekitarnya. Pemerintah memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari hak dasar atas kesehatan</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17527471476878cc8b39c297.04777701.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peluncuran Koperasi Merah Putih Mencakup Apotek dan Klinik Desa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peluncuran-koperasi-merah-putih-mencakup-apotek-dan-klinik-desa</link>				
         <pubDate>Wed, 16 Jul 2025 11:17:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peluncuran-koperasi-merah-putih-mencakup-apotek-dan-klinik-desa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Juli 2025</p>
<p>Dalam upaya memperkuat kemandirian, pemerintah akan meluncurkan program strategis nasional bertajuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah.</p>
<p>KDMP dirancang sebagai penggerak utama ekonomi rakyat berbasis desa dan kelurahan. Program ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara masyarakat, pemerintah, dan BUMN untuk mendukung distribusi kebutuhan dasar seperti gas LPG, pupuk, pangan, apotik dan klinik hingga layanan keuangan digital.&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari integrasi tersebut, Kementerian Kesehatan turut berperan aktif melalui peluncuran Klinik dan Apotek Desa, yang akan menjadi bagian integral dari koperasi.</p>
<p>Inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pilar swasembada pangan dan kesehatan. Kehadiran layanan kesehatan di tingkat desa diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.</p>
<p>Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama mitra strategis tengah mempercepat pembangunan infrastruktur Apotek Desa pada 103 titik mockup di seluruh Indonesia.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Jadi ini nanti akan kami intensifkan komunikasi lagi dengan para kepala desa yang ada,&rdquo; ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat finalisasi persiapan peresmian KDMP di Gedung Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).</p>
<p>Kesiapan infrastruktur Apotek Desa dalam program KDMP menunjukkan progres yang menjanjikan. Mayoritas dari 103 titik telah memasuki tahap akhir persiapan operasional. Dukungan dari lintas kementerian turut memperkuat keberhasilan program ini.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Pertahanan juga telah memberikan kontribusi melalui hibah obat-obatan strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa,&rdquo; tambah Menkes.</p>
<p>Jenis obat yang disalurkan meliputi Paracetamol sebanyak 11.537.180 tablet, Asam Mefenamat sebanyak 4.716.981 kaplet, dan Cefadroxil sebanyak 1.200.000 kapsul.</p>
<p>Obat-obatan tersebut mencakup antipiretik, antiinflamasi, dan antibiotik sebagai bagian dari upaya memastikan akses layanan farmasi dasar yang merata di seluruh pelosok desa.</p>
<p>Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, industri farmasi, dan koperasi desa, program ini diharapkan mampu menjawab tantangan kesenjangan akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat sistem pelayanan hingga ke wilayah paling terpencil.</p>
<p>Peluncuran KDMP menjadi tonggak penting dalam memperluas akses layanan kesehatan dan ekonomi, mempercepat pengentasan ketimpangan wilayah, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175266476068778ab8a3e033.88356449.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bekasi Jadi Model Eliminasi TBC Dengan Kampung Siaga</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bekasi-jadi-model-eliminasi-tbc-dengan-kampung-siaga</link>				
         <pubDate>Mon, 14 Jul 2025 15:23:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bekasi-jadi-model-eliminasi-tbc-dengan-kampung-siaga</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bekasi, 14 Juli 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, untuk memperkuat implementasi program Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030.</p>
<p>Desa Sukadami dipilih sebagai lokasi kunjungan karena menjadi salah satu contoh desa aktif dalam upaya penanggulangan TBC. Dengan jumlah penduduk lebih dari 56 ribu jiwa, desa ini berhasil membangun kesadaran kolektif melalui berbagai program inovatif, seperti &lsquo;Masker TB&rsquo;, pembentukan komunitas peduli TB, serta koordinasi lintas sektor untuk deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi inisiatif Desa Sukadami dalam membentuk sistem deteksi dini yang aktif, mengedukasi masyarakat, dan melibatkan kader dalam pelacakan kontak erat pasien. Ia juga menekankan pentingnya peran kepemimpinan kepala desa sebagai kunci keberhasilan program kesehatan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kalau kepala desanya aktif menanggulangi TBC, maka ibu-ibu kader pun akan bergerak. Tapi kalau tidak, sulit menggerakkan masyarakat. Ini bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga kepemimpinan dan gotong royong di desa,&rdquo; Ujar Prof. Dante dalam sambutannya pada kunjungan kerja tersebut.</p>
<p>Prof. Dante menambahkan bahwa Dana Desa dari Kementerian Desa dapat digunakan untuk mendukung penanggulangan TBC, meski alokasinya terbatas. Selain itu, pemerintah juga mendapat dukungan internasional sebesar Rp6 triliun untuk penanggulangan TBC, HIV, dan malaria selama tiga tahun.</p>
<p>&ldquo;Kalau ibu-ibu kader bisa mendampingi pasien sampai pengobatan tuntas, akan ada insentif dari Global Fund. Tapi yang lebih penting adalah mencegah keluarga pasien terkena TBC. Keluarga harus mendapatkan Terapi Pencegahan TBC, ini adalah kunci keberhasilan menurunkan kasus,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, ia mengakui tantangan di lapangan masih besar, mulai dari stigma hingga penolakan warga saat kader melakukan pemeriksaan, terutama di wilayah padat atau perumahan tertutup.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan tugas mudah. Tapi saya percaya kader desa tahu cara terbaik mendekati masyarakat dengan pendekatan manusiawi dan berbasis budaya lokal,&rdquo; pungkas Prof. Dante.</p>
<p>Desa Sukadami kini menjadi model Desa Siaga TBC yang berhasil melibatkan lintas sektor, masyarakat, dan fasilitas kesehatan dalam menekan angka kasus TBC. Dalam kunjungannya, Wamenkes juga meninjau inovasi edukatif seperti poster TBC, pelaksanaan Active Case Finding, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, dan berdialog langsung dengan penyintas.</p>
<p>Deputi I Kantor Komunikasi Presiden, Isra Ramli, menegaskan bahwa eliminasi TBC merupakan bagian integral dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok miskin.</p>
<p>&ldquo;Program Kampung Siaga TBC ini sejalan dengan program kesejahteraan sosial lainnya. Kita tidak bisa bicara kesehatan tanpa bicara pendidikan, ekonomi, dan perlindungan sosial. Semuanya harus terintegrasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengumumkan peluncuran Program Sekolah Rakyat di Bekasi pada hari yang sama, sebagai bagian dari upaya menjangkau masyarakat miskin di desa. Sekolah berasrama ini akan sepenuhnya dibiayai negara, dan ditargetkan hadir di 200 titik pada tahun 2025.</p>
<p>&ldquo;Kita optimis. Tahun 2030 TBC harus sudah tidak ada lagi di Indonesia. Kalau bisa lebih cepat, lebih baik. Semua kementerian bergerak bersama,&rdquo; tegas Isra.</p>
<p>Isra juga menekankan pentingnya keterbukaan akses informasi bagi masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.</p>
<p>&ldquo;Masyarakat harus tahu ke mana mengadu saat mengalami kekerasan, atau ketika menghadapi masalah kesehatan. Informasi yang tepat akan membuka akses terhadap bantuan negara. Kita ingin membangun Indonesia yang sehat, adil, dan sejahtera,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa perempuan dan anak menjadi bagian utama dalam strategi penanggulangan TBC di tingkat komunitas.</p>
<p>Menurutnya, mayoritas pelaku lapangan dalam penanggulangan TBC di desa adalah perempuan, khususnya kader kesehatan. Namun, peran mereka sering kali tidak diakui dalam proses pengambilan keputusan.</p>
<p>&ldquo;Tadi saya lihat di video, yang aktif adalah ibu-ibu kader. Artinya, di mana pun kementerian berada entah itu Kesehatan, Olahraga, atau lainnya PPA harus dilibatkan, karena dua pertiga penduduk kita adalah perempuan dan anak,&rdquo; kata Veronica.</p>
<p>Ia menekankan bahwa perempuan bukan hanya pelaksana lapangan, tetapi juga pendamping keluarga dan kelompok yang terdampak langsung oleh TBC. Anak-anak yang terkena TBC juga membutuhkan perlindungan khusus.</p>
<p>KemenPPA berharap model seperti di Desa Sukadami yang mengintegrasikan kader perempuan dan isu perlindungan anak dapat direplikasi di berbagai daerah, sebagai bagian dari program nasional eliminasi TBC 2030.</p>
<p>Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, setelah India, menggeser posisi China yang berhasil menurunkan angka kasusnya secara signifikan. Hal ini mencerminkan masih tingginya jumlah kasus TBC yang belum terdeteksi di Indonesia.</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus memperkuat berbagai upaya penanggulangan, mulai dari perluasan deteksi dini melalui strategi Active Case Finding, penguatan peran kader kesehatan di komunitas, hingga integrasi layanan TBC dengan fasilitas kesehatan primer. Serta menyediakan obat-obatan secara gratis, dan memastikan pasien mendapatkan pendampingan selama pengobatan agar tuntas dan tidak menularkan ke orang lain.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1752507102687522deb74f97.67496959.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dari Cek Gigi hingga Talent Mapping: Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Kesehatan Menyeluruh di Sekolah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dari-cek-gigi-hingga-talent-mapping-cek-kesehatan-gratis-hadirkan-kesehatan-menyeluruh-di-sekolah</link>				
         <pubDate>Mon, 14 Jul 2025 11:24:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dari-cek-gigi-hingga-talent-mapping-cek-kesehatan-gratis-hadirkan-kesehatan-menyeluruh-di-sekolah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Juli 2025</p>
<p>Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah telah dimulai hari ini, Senin (14/7) yang diawali di Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Pemerintah terus mematangkan konsep Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi. Tak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, sekolah ini juga memberikan perhatian serius pada kesehatan siswa secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan gigi hingga pemetaan bakat.</p>
<p>Program CKG menjadi salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum siswa memasuki asrama, mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi, mata, jantung, serta tes darah.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari quick win presiden yang telah dijalankan sejak 10 Februari 2025 melalui Puskesmas. Kementerian Kesehatan telah melakukan simulasi program ini di sejumlah sekolah seperti BPK Penabur dan Pondok Pesantren Assidiqiyah.</p>
<p>Hasilnya cukup mengejutkan, ditemukan berbagai masalah kesehatan pada siswa, mulai dari gangguan penglihatan, karies gigi, hingga risiko diabetes akibat riwayat keluarga.</p>
<p>&ldquo;Masalah kesehatan selalu ditemukan di setiap anak, entah itu diabetes, gangguan mata, karies. Semuanya kita rujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, Sekolah Rakyat juga memperkenalkan pendekatan pemetaan talenta berbasis teknologi dengan kecerdasan buatan (AI). Program ini menjadi dasar pemetaan kompetensi siswa, membantu mereka mengenali potensi diri sejak dini.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan komitmennya untuk memastikan kesehatan para siswa tetap terjaga selama masa belajar.</p>
<p>&ldquo;Saya memastikan semua siswa sehat jangan sampai sakit, sampai selesai. Kalau ada penyakit menular maka diperiksa dulu, kalau ada langsung diobati, kalau perlu dikarantina sebentar setelah itu langsung sekolah,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab operasional program, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar presiden dalam memperluas akses pendidikan dan memastikan tidak ada anak dari keluarga miskin yang tertinggal.</p>
<p>&ldquo;Dalam rangka menerjemahkan gagasan presiden tentang Sekolah Rakyat ini, kami tidak bekerja sendiri. Tapi ini adalah tim besar. Bahkan presiden mengeluarkan Inpres tahun 2025, di mana tugas ini dijalankan secara bersama-sama,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, pendidikan dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, siswa tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran, tetapi juga fasilitas pendukung seperti laptop, makan tiga kali sehari, dua kali camilan, serta tempat tinggal berupa asrama.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa Sekolah Rakyat dirancang dengan pendekatan multi-entry dan multi-exit. Artinya, siswa dari latar belakang apapun diberi ruang untuk mengeksplorasi potensi dan minat mereka secara maksimal.</p>
<p>&ldquo;Tidak usah khawatir anak-anakku. Semua potensi apapun yang anda miliki, Insya Allah akan terus dikembangkan. Mereka yang berminat di bidang scientist tentu akan didorong penguatan dan terus kebebasan eksperimennya,&rdquo; ujar Muhaimin.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan akan meresmikan 100 Sekolah Rakyat secara serentak pada Agustus mendatang sebagai langkah percepatan implementasi program.</p>
<p>Hingga pertengahan Juli, program CKG telah dirasakan lebih dari 12 juta masyarakat umum. Khusus untuk CKG sekolah, Kemenkes menargetkan 53,8 juta pelajar di 282 ribu satuan pendidikan menjadi sasaran utama.</p>
<p>&ldquo;Kita ada 280 juta (penduduk), Puskesmas 10 ribu. Ini akan jadi terpusat ke Puskesmas. Namun dirasa belum maksimal jika hanya mengandalkan Puskesmas. Untuk itu, kita perlu melakukan pemeriksaan langsung di sekolah,&rdquo; terang Menkes Budi.</p>
<p>Dengan pendekatan kesehatan yang komprehensif dan pemetaan bakat berbasis teknologi, Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar, melainkan menjadi laboratorium masa depan untuk mencetak generasi unggul Indonesia.</p>
<p><br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK).</p>
<p><br>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17524923816874e95ddb4625.74268285.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menilik Catatan Evaluasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan KKHI Daker Madinah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menilik-catatan-evaluasi-inspeksi-kesehatan-lingkungan-kkhi-daker-madinah</link>				
         <pubDate>Sat, 12 Jul 2025 04:05:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menilik-catatan-evaluasi-inspeksi-kesehatan-lingkungan-kkhi-daker-madinah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 12 Juli 2025</p>
<p>Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja (KKHI Daker) Madinah telah menyelesaikan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) untuk penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M, baik di perusahaan katering, pemondokan/hotel jemaah, maupun KKHI Madinah itu sendiri. Hasil peninjauan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan katering dan hotel jemaah berkategori sangat baik.</p>
<p>"Secara umum, kami memantau dan menganalisis bahwa mayoritas hotel dan katering telah memenuhi standar higienitas dan syarat kesehatan. Dari 91 hotel di Madinah, hasil IKL terdapat 63 hotel berkategori sangat baik dan 12 katering dari 21 katering juga berkategori sangat baik," ujar Ali Mukhrodi, S.ST, MM, Penanggung Jawab Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan di KKHI Madinah&nbsp;</p>
<p>Inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk memastikan kesehatan lingkungan dan kenyamanan jemaah selama menunaikan ibadah haji. Fokus pemeriksaan di katering meliputi penerimaan dan penyimpanan bahan makanan, pengolahan, pengemasan dan distribusi/pengangkutan makanan.</p>
<p>Sedangkan, pemeriksaan di hotel/pemondokan jemaah meliputi kondisi bangunan (lantai, dinding, pintu, plafon, ventilasi); cek suhu, kelembaban dan pencahayaan; kebersihan kamar mandi dan toilet; mengukur kualitas dan kuantitas air bersih; tempat pengelolaan sampah; dan pemeriksaan vektor penular penyakit (lalat, tikus, kecoa).</p>
<p>Meskipun, hasil IKL menggembirakan, namun ditemukan catatan penting terkait tempat pengelolaan sampah, higienitas penjamah makanan di katering, serta kualitas udara di pemondokan jemaah yang kurang menyenangkan.&nbsp;</p>
<p>"Saat melakukan IKL, kami menemukan beberapa pegawai katering kurang tepat dalam mencuci tangan menggunakan sabun, berkuku panjang, dan menggunakan cincin. Beberapa dari katering maupun hotel belum menutup tempat sampahnya dengan baik. Tempat sampah yang terbuka tanpa penutup dapat mengganggu kenyamanan, menimbulkan bau, dan mengundang vektor/hewan pembawa penyakit," ungkap Ali.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan suhu di hotel, walaupun hasilnya rata-rata bagus, namun mereka mendapati bau asap rokok di lorong-lorong dan tangga darurat.&nbsp;</p>
<p>"Bisa jadi ada beberapa jemaah dan petugas yang merokok sembunyi-bunyi di dalam hotel," bebernya.&nbsp;</p>
<p>Di penghujung sebelum kepulangan ke Tanah Air, Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan KKHI Daker Madinah berharap, dengan adanya catatan ini, pihak-pihak terkait seperti Kementerian Agama, perusahaan katering penyedia makanan jemaah, dan hotel tempat jemaah menginap dapat mengambil langkah perbaikan yang diperlukan.</p>
<p>"Kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan katering dan akomodasi, serta kesadaran jemaah sangat penting untuk mencapai tujuan kesehatan lingkungan ini," ungkap Kasie Kesehatan sekaligus Kepala KKHI Daker Madinah, dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah.&nbsp;</p>
<p>"Kita semua bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang sehat selama pelaksanaan ibadah haji," katanya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17522932236871df6730ead9.00692895.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Resmi Berhenti Beroperasi: Layanan Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Tahun 2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/resmi-berhenti-beroperasi-layanan-kesehatan-haji-indonesia-di-arab-saudi-berhasil-tekan-angka-kematian-jemaah-tahun-2025</link>				
         <pubDate>Sat, 12 Jul 2025 03:52:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/resmi-berhenti-beroperasi-layanan-kesehatan-haji-indonesia-di-arab-saudi-berhasil-tekan-angka-kematian-jemaah-tahun-2025</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 11 Juli 2025</p>
<p>Kepulangan kelompok terbang (Kloter) KJT 28 ke tanah air pada tanggal 10 Juli 2025 menandai telah berakhirnya seluruh rangkaian ibadah haji Tahun 1446H/2025M. Dengan kembalinya kloter terakhir ini ke Indonesia juga merupakan momentum bagi layanan Kesehatan Haji Indonesia di Arab Saudi yang resmi berhenti beroperasi.&nbsp;</p>
<p>"Hari ini adalah penutupan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah. Dengan demikian, seluruh pelayanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi telah berhenti beroperasi," tutur dr. Mohammad Imran, MKM, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dalam sambutannya pada penutupan KKHI Daker Madinah (10/7).</p>
<p>Selama penyelenggaraan ibadah haji, KKHI Daker Madinah telah melayani 241 jemaah rawat inap dan rawat jalan. Tiga diagnosis penyakit terbanyak yang ditangani adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes melitus.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Imran mengingatkan kepada PPIH Bidang Kesehatan dan Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) agar senantisa bersyukur sudah diberikan amanah dan memohon ampun di dalam melayani tamu Allah SWT. "Saat bertugas belum maksimal dalam melayani jemaah, kita harus banyak-banyak memohon ampunan-Nya," pesannya.</p>
<p>Sebagai bagian dari perjalanan ibadah haji tahun ini, banyak hal-hal yang tidak terduga di dalam menjalani pelayanan kesehatan haji di Arab Saudi.</p>
<p>"Beradaptasi dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi dengan informasi yang kurang jelas dari awal, di sini kita terkendala dalam bertugas. Izin operasional KKHI terbatas pada rawat jalan dan jumlah klinik sektor juga dibatasi jumlahnya," jelas dr. Imran.&nbsp;</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa selama ini meskipun izin operasional masih dalam proses, tim KKHI Makkah dan Madinah, maupun sektor dan pos kesehatan satelit di pemondokan bisa melakukan pelayanan. Namun, dengan kebijakan saat ini, layanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi tidak bisa melayani sampai izin terbit dan seringkali disidak.</p>
<p>Meskipun demikian, ia pun bersyukur layanan kesehatan haji Indonesia di KKHI Makkah dan Madinah masih bisa terlaksana untuk melayani jemaah. Salah satunya adalah program tanazul yang berjalan dengan lancar dan baik.</p>
<p>"Saya melihat program tanazul, alhamdulillah tidak ada yang berhenti di tengah jalan. Pasien jemaah tanazul, alhamdulillah selamat sampai di Indonesia, meski harus mendapatkan perawatan lanjutan," bebernya.</p>
<p>Menurut dr. Imran, kunci kesuksesan tanazul adalah komunikasi yang jelas antar Daker Makkah, Madinah, dan Bandara. Jemaah tanazul yang sudah melalui proses seleksi oleh DPJP di KKHI harus dikomunikasikan kepada maskapai yang ada di Bandara.</p>
<p>Di sisi lain, kelancaran dan kerja keras tim yang baik pada pelayanan kesehatan haji tahun 1446H/2025M juga ditunjukkan dengan penurunan angka kematian jemaah haji yang lebih rendah dari tahun 2024.&nbsp;</p>
<p>"Tahun ini, data Siskohatkes per tanggal 10 Juli 2025, cut-off pukul.16.00 WAS terdapat 446 jemaah haji yang wafat. Menurun dari tahun 2024 dengan sejumlah 461 orang jemaah yang meninggal dunia," ungkap dr. Imran.</p>
<p>Adapun, selama 70 hari pelaksanaan ibadah haji terdapat jumlah kumulatif jemaah yang dirawat di RSAS sebanyak 1.710 dengan diagnosis terbanyak adalah pneumonia, diabetes melitus, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sedangkan, terkait kefarmasian sebesar 12.396 layanan dengan pemakaian obat terbanyak adalah tablet flu batuk kombinasi.</p>
<p>"Walaupun sudah menghentikan layanan, selama PPIH Bidang Kesehatan belum kembali ke Indonesia, maka 43 pasien yang masih dirawat inap di RSAS akan terus divisitasi," pungkas dr. Imran.</p>
<p>dr. Imran menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan Kemenkes Arab Saudi.</p>
<p>"Mereka di bulan Agustus nanti akan datang ke Indonesia untuk mengetahui sedetil-detilnya persiapan layanan ibadah haji 2026. Kami akan menyampaikan catatan pelaksanaan di tahun 2025, sebagai bahan evaluasi bersama sekaligus masukan bagi implementasi kebijakan Kemenkes Arab Saudi untuk pelayanan kesehatan jemaah haji yang lebih baik,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17522926556871dd2f0efe44.28608997.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Teken MoU dengan ITB dan IT Del, Dorong AI dan Bioteknologi untuk Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-teken-mou-dengan-itb-dan-it-del-dorong-ai-dan-bioteknologi-untuk-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sat, 12 Jul 2025 03:40:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-teken-mou-dengan-itb-dan-it-del-dorong-ai-dan-bioteknologi-untuk-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Toba, 11 Juli 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkes dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Del (IT Del) untuk memperkuat kolaborasi di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan bioteknologi di sektor kesehatan. Penandatanganan dilakukan di Kampus IT Del, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (11/7).</p>
<p>MoU ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI dan bioteknologi di Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin hadir langsung menyaksikan penandatanganan bersama para pimpinan dari ITB dan IT Del.</p>
<p>"Kita tidak bisa terus bergantung pada teknologi dari luar. Kita harus mulai membangun inovasi sendiri, terutama di bidang kesehatan yang sangat strategis," ujar Menkes Budi.</p>
<p>Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan L. Rizka Andalusia, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Lavi Rizki Zuhal, serta Rektor IT Del Arnaldo Marulitua Sinaga.</p>
<p>MoU ini menjadi dasar kerja sama para pihak dalam penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan AI dan bioteknologi, khususnya dengan mengintegrasikan sumber daya, keahlian, dan infrastruktur yang dimiliki masing-masing institusi.</p>
<p>"Bayangkan jika kita bisa memanfaatkan data kesehatan nasional secara cerdas, lalu kita kombinasikan dengan teknologi AI, hasilnya akan luar biasa untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat," jelas Menkes Budi.</p>
<p>Nota kesepahaman ini mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penyelenggaraan kegiatan penelitian, pemanfaatan data dan informasi kesehatan, hingga penggunaan material hayati dalam riset bioteknologi.</p>
<p>Kerja sama ini juga melibatkan pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia di masing-masing institusi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang terkait.</p>
<p>Hal ini merupakan investasi jangka panjang. Kalau bisa mengembangkan kapasitas SDM di bidang AI dan biotek, lanjut Menkes, maka Indonesia punya masa depan yang jauh lebih siap dalam menghadapi tantangan kesehatan global.</p>
<p>Selain fokus pada pengembangan teknologi, MoU ini juga menekankan pentingnya pelaksanaan kerja sama yang menjunjung tinggi etika, transparansi, dan asas saling percaya.</p>
<p>"Semua kerja sama ini harus dilakukan dengan itikad baik, untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jangan sampai ada konflik kepentingan atau penyalahgunaan data," tegas Menkes.</p>
<p>Nota kesepahaman ini juga menegaskan bahwa segala aktivitas kerja sama akan tunduk pada ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.</p>
<p>Budi berharap, kolaborasi ini menjadi awal dari banyak kerja sama serupa antara Kemenkes dan lembaga pendidikan tinggi lain di tanah air.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17522918156871d9e7405c97.87436275.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Naik Kelas, Masyarakat Nias Barat Tak Perlu Dirujuk Jauh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-naik-kelas-masyarakat-nias-barat-tak-perlu-dirujuk-jauh</link>				
         <pubDate>Sat, 12 Jul 2025 03:13:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-naik-kelas-masyarakat-nias-barat-tak-perlu-dirujuk-jauh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Nias Barat, 11 Juli 2025</p>
<p>Pemerintah memulai peningkatan kelas RSUD Pratama Nias Barat agar mampu menangani lima penyakit mematikan di Indonesia. Langkah ini<br>diawali dengan pelatakan batu pertama (<em>groundbreaking</em>) yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang bertujuan mempercepat pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa RSUD Pratama Nias Barat harus mampu menangani lima penyakit penyebab kematian tertinggi, yakni stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta kematian ibu dan anak.</p>
<p>&ldquo;Kenapa lima ini? Karena lima penyakit ini adalah penyebab kematian paling tinggi. Kalau bisa ditangani dan diselesaikan di sini, tidak perlu dirujuk ke Gunungsitoli apalagi ke Medan yang jaraknya sangat jauh,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Menkes menambahkan, pembangunan rumah sakit ini akan dibarengi dengan penyediaan peralatan kesehatan pendukung seperti cathlab, CT scan, mesin hemodialisis, mamografi, laboratorium patologi anatomi, dan fasilitas kemoterapi. Tujuannya agar masyarakat Nias Barat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menyoroti persoalan klasik di daerah, yakni kekurangan dokter spesialis. Ia mengungkapkan bahwa banyak rumah sakit daerah belum dapat beroperasi optimal karena kekurangan tenaga ahli, yang berdampak langsung terhadap layanan BPJS.</p>
<p>&ldquo;Saya baru dengar rumah sakit ini belum beroperasi karena tidak ada dokter spesialisnya. Jadi, jangan hanya senang bangun rumah sakit, tapi kita juga harus pastikan ada dokternya,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan memperkuat sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (<em>hospital-based</em>), sekaligus membuka jalur afirmasi bagi putra-putri daerah agar mereka dapat menempuh pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal.</p>
<p>&ldquo;Sistem pendidikan ini ditujukan untuk pemerataan. Putra-putri daerah akan diprioritaskan dan harus diangkat menjadi PNS,&rdquo; ujar Menkes saat menyampaikan pesan kepada Kepala Daerah Nias Barat.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes mendorong agar rumah sakit dikelola dengan tata kelola yang profesional, tidak hanya oleh tenaga medis tetapi juga oleh manajer yang memiliki kompetensi di bidang manajemen kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Direktur rumah sakit tidak harus dokter, tapi harus punya kemampuan manajerial yang baik. Kita juga perlu menyusun <em>masterplan</em> dan aturan tata ruang yang jelas agar pembangunan ke depan lebih terencana,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah diluncurkan secara nasional sejak Februari lalu.</p>
<p>&ldquo;Sebagus apa pun rumah sakit, tidak ada orang yang ingin tinggal lama di dalamnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Cek kesehatan rutin itu penting&mdash;tekanan darah, gula, kolesterol, dan berat badan harus dijaga,&rdquo; pesannya.</p>
<p>Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, menyambut baik peningkatan kelas RSUD Pratama Nias Barat yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam menjawab ketimpangan layanan kesehatan di wilayah Kepulauan Nias.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 207 rumah sakit di Provinsi Sumatera Utara, namun hanya 9 berada di Kepulauan Nias, dengan 7 di antaranya dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota. Dalam kondisi ini, RSUD Gunungsitoli menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan utama yang harus melayani lebih dari 962.000 jiwa penduduk.</p>
<p>&ldquo;Pemerataan layanan kesehatan tidak boleh ditunda, terutama di tengah keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis. Kehadiran RSUD Pratama Nias Barat adalah solusi konkret dan harapan nyata bagi masyarakat,&rdquo; ujar Wagub.</p>
<p>Atas nama Pemerintah Provinsi, Wagub menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI atas perhatian besar terhadap sektor kesehatan di Kepulauan Nias. Ia juga menegaskan komitmen provinsi dalam pengembangan SDM kesehatan, khususnya melalui pembiayaan pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah.</p>
<p>&ldquo;Saat ini baru 7 orang yang kami biayai, sementara kebutuhan dokter spesialis di Pulau Nias mencapai 21 orang. Kami ingin rumah sakit ini ke depan dikelola oleh tenaga profesional dari dan untuk masyarakat Nias,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Wagub mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Saya percaya dengan kolaborasi dan kesungguhan bersama, rumah sakit ini akan menjadi simbol kemajuan dan pusat layanan kesehatan modern. Mari jadikan hari ini sebagai awal dari sistem kesehatan yang lebih adil dan merata di Sumatera Utara,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17522907386871d5b2baad57.41080010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Terharu! Jemaah Haji Sakit Bisa Pulang ke RI Berkat Kerja Tim KKHI dan TKHK</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/terharu-jemaah-haji-sakit-bisa-pulang-ke-ri-berkat-kerja-tim-kkhi-dan-tkhk</link>				
         <pubDate>Fri, 11 Jul 2025 08:01:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/terharu-jemaah-haji-sakit-bisa-pulang-ke-ri-berkat-kerja-tim-kkhi-dan-tkhk</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Madinah, 10 Juli 2025</p>
<p>Hari ini, Kamis, 10 Juli 2025, merupakan hari terakhir semua jemaah haji kembali ke Tanah Air, terkecuali bagi jemaah yang masih membutuhkan perawatan lanjutan di RS Arab Saudi (RSAS). Sebanyak 200 ribu lebih jemaah menjajaki bumi Indonesia setelah berminggu-minggu beribadah di Baitullah untuk melengkapi rukun Islam yang kelima.</p>
<p>Namun, banyak kisah haru yang tergores dari kepulangan jemaah haji ini ke Indonesia, khususnya bagi jemaah haji yang rentan dan sakit sehingga harus mengikuti program Tanazul (program pemulangan jemaah haji melalui kelompok terbang/kloter yang berbeda dari keberangkatan karena alasan sakit dan kriteria laik terbang).</p>
<p>Salah satunya adalah Suhaeli dari Kloter JKG 44, yang hari ini pulang ke Indonesia mengikuti program Tanazul Akhir, yaitu pemulangan jemaah yang lebih lambat dari kloternya karena sempat dirawat di RSAS dan tertinggal dari kloter asal.</p>
<p>Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, beliau mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para petugas yang sigap mengantarkan kepulangannya ke Tanah Air.</p>
<p>"Saya harus sehat. Saya senang sekali bisa pulang dan enggak bisa membalas kebaikan semua petugas," ungkap Suhaeli terharu.&nbsp;</p>
<p>Jemaah haji ini dipulangkan dari Bandara Jeddah pasca perawatan dan tindakan operasi di RSAS.</p>
<p>Dengan kesigapan ambulans dan petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah, stabilitas kesehatan Suhaeli dikawal dan dipantau sehingga memungkinkan untuk naik pesawat komersial yang akan terbang ke Indonesia.</p>
<p>"Untuk keamanan dan kenyamanan pasien jemaah, kami lakukan koordinasi yang intensif antara tim KKHI Madinah,Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines (GIA)," tutur Kasie Kesehatan sekaligus Kepala KKHI Daker Madinah, dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah, di KKHI Madinah (10/7).</p>
<p>Ucapan rasa syukur dan terima kasih atas program Tanazul juga disampaikan oleh Ngatini, jemaah haji asal Lampung (JKG).</p>
<p>"Saya senang sekali bisa pulang ke Indonesia dan mendapatkan perawatan yang baik sekali dari klinik (KKHI Madinah) hingga diantar ke bandara ini," ujarnya dengan mata berbinar.</p>
<p>Jemaah haji ini sempat dirawat di KKHI Daker Madinah hingga akhirnya di antar kepulangannya oleh ambulans dan petugas kesehatan tiga hari lalu dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah.</p>
<p>Menurut penanggung jawab evakuasi dan tanazul KKHI Madinah, dr. Lia Agustina, MPH, proses pemulangan jemaah sakit tidaklah mudah. Diperlukan persiapan matang, mulai dari memastikan kondisi medis jemaah stabil dan laik terbang, koordinasi dari Tim Seksi Kesehatan Daker Bandara dengan maskapai untuk mengatur posisi duduk atau berbaring di pesawat, hingga pendampingan medis selama perjalanan oleh TKHK.</p>
<p>"Kami bersama Tim Seksi Kesehatan Bandara, TKHK, dan PPIH Kementerian Agama terus berkomunikasi untuk mempersiapkan dan melaksanakan program Tanazul ini agar jemaah haji bisa tertangani dengan baik dan pulang ke Indonesia dengan aman dan nyaman," tutur dr. Lia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17522210816870c59931d258.11421313.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lulusan Kesehatan Kini Punya Pilihan Karier Baru: Jadi Tenaga Kesehatan KAIGO</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lulusan-kesehatan-kini-punya-pilihan-karier-baru-jadi-tenaga-kesehatan-kaigo</link>				
         <pubDate>Fri, 11 Jul 2025 02:03:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lulusan-kesehatan-kini-punya-pilihan-karier-baru-jadi-tenaga-kesehatan-kaigo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Juli 2025</p>
<p>Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), menggelar Seminar Peningkatan Kompetensi Pekerja KAIGO 2025 pada Kamis (10/7), di Auditorium Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK). Seminar ini merupakan bagian dari proyek strategis untuk meningkatkan mutu dan kesiapan tenaga caregiver Indonesia yang akan bekerja di Jepang, khususnya di bidang keperawatan lansia (KAIGO).</p>
<p>Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan caregiver asal Indonesia di Jepang. Selain menuntut kuantitas, Jepang juga membutuhkan tenaga kerja yang memenuhi standar tinggi dalam layanan perawatan lansia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Jenderal SDM Kesehatan, dr. Yuli Farianti, menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi perubahan demografi ke depan.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita lihat data Sensus Penduduk 2023, sekitar 12% atau 29 juta penduduk Indonesia berusia di atas 60 tahun. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga 20% atau sekitar 50 juta jiwa pada 2045. Kondisi ini tentu akan berdampak besar pada kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya perawatan lansia,&rdquo; ujar dr. Yuli.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Jepang menjadi salah satu rujukan utama karena telah berhasil membangun sistem KAIGO yang profesional dan terstandar tinggi, didukung oleh tenaga kesehatan lulusan D3 maupun S1 keperawatan.</p>
<p>&ldquo;Indonesia bisa banyak belajar dari Jepang, bagaimana mereka mampu beradaptasi terhadap perubahan struktur penduduk melalui transformasi sistem keperawatan menjadi layanan profesional,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>dr. Yuli juga mendorong pembaruan kurikulum pendidikan tenaga kesehatan agar sejalan dengan kebutuhan pasar kerja global di sektor KAIGO. Ia menyebutkan bahwa Indonesia setiap tahun meluluskan sekitar 30.000 perawat D3, dan 20% diantaranya berasal dari Poltekkes Kemenkes.</p>
<p>&ldquo;Kita memiliki potensi besar, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kini saatnya memperkuat kurikulum dan pelatihan, termasuk membuka peluang bagi tenaga kesehatan lain seperti bidan untuk berkontribusi dalam layanan lansia,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Melalui seminar ini, Kementerian Kesehatan membuka ruang dialog terkait harmonisasi standar kompetensi Indonesia-Jepang serta peluang perluasan program pelatihan dan sertifikasi berbasis kebutuhan riil tenaga KAIGO internasional.</p>
<p>&ldquo;Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Kesehatan Jepang dan JICA atas kolaborasi luar biasa ini, termasuk kepada para narasumber seperti Ibu Suzuki yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuan berharga. Mari bersama-sama membangun kualitas tenaga kesehatan Indonesia yang siap menjawab tantangan global,&rdquo; pungkas dr. Yuli.</p>
<p>Jepang Dorong Profesi KAIGO Jadi Karier Profesional</p>
<p>Kepala Perwakilan JICA Indonesia, Takeda, menyampaikan komitmen Pemerintah Jepang dalam mendukung peningkatan kompetensi pekerja KAIGO Indonesia sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang kedua negara.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Jepang telah mengalami lonjakan populasi lansia yang mendorong pergeseran sistem perawatan dari yang berbasis keluarga menjadi sistem nasional yang ditopang oleh tenaga profesional.</p>
<p>&ldquo;KAIGO kini menjadi tanggung jawab sosial seluruh masyarakat Jepang, bukan hanya keluarga. Sistem ini membutuhkan SDM yang terlatih dan memiliki nilai kemanusiaan tinggi,&rdquo; ungkap Takeda.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di sektor ini, sekaligus mempersiapkan sistem perawatan lansia di dalam negeri yang akan menghadapi tantangan serupa dalam dua dekade ke depan.</p>
<p>Takeda menekankan bahwa profesi KAIGO bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah karir profesional yang bermakna dan memungkinkan pengembangan diri secara berkelanjutan.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin anak muda Indonesia melihat KAIGO sebagai jalan karir masa depan. Kerja sama ini tidak hanya membantu Jepang, tetapi juga membekali Indonesia dalam membangun sistem kesejahteraan lansia yang kuat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Takeda juga membagikan pengalaman pribadi tentang ibunya yang pernah dirawat oleh caregiver asal Indonesia di Jepang, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi tenaga kesehatan Indonesia di kancah internasional.</p>
<p>Pada seminar ini, JICA turut menghadirkan ahli dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang yang memaparkan perkembangan profesi perawat lansia bersertifikat serta memperkenalkan modul pelatihan KAIGO yang telah digunakan secara luas di Jepang.</p>
<p>---<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/175219949368707145ce1805.76805327.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan: Mayoritas Perusahaan Katering Jemaah di Makkah Berkategori Baik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hasil-inspeksi-kesehatan-lingkungan-mayoritas-perusahaan-katering-jemaah-di-makkah-berkategori-baik</link>				
         <pubDate>Thu, 10 Jul 2025 01:54:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hasil-inspeksi-kesehatan-lingkungan-mayoritas-perusahaan-katering-jemaah-di-makkah-berkategori-baik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 9 Juli 2025</p>
<p>Jelang kepulangan seluruh jemaah haji ke tanah air, diketahui bahwa lebih dari 90% atau lebih dari 185 ribu jemaah telah tiba di Indonesia (data Siskohat Kemenag RI, 9/7/2025). Selama penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M ini, berbagai program upaya kesehatan dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan para jemaah.</p>
<p>Salah satunya adalah pelaksanaan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) terhadap perusahaan katering penyedia makanan jemaah haji Indonesia. Tujuan utama dari IKL adalah menjamin kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh para jemaah dan petugas.</p>
<p>Hal ini mencakup upaya memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan, memenuhi standar higienitas dan sanitasi yang ditetapkan.&nbsp;</p>
<p>"Dengan adanya inspeksi kesehatan lingkungan, kami berupaya untuk mencegah risiko penularan penyakit dan keracunan dari makanan yang terkontaminasi," ungkap Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan KKHI Makkah Dedy Kurniawan, SKM, MKM.</p>
<p>Hasil IKL dari Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, yang berakhir operasionalisasinya pada 2 Juli 2025, merangkum bahwa dari 55 perusahaan katering, sebagian besar berkategori baik. Di antaranya, 8 perusahaan katering berkategori sangat baik, dan 40 perusahaan katering berkategori baik. Sedangkan sisanya berkategori cukup.</p>
<p>Pelaksanaan IKL dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Penilaian akhir hasil IKL merupakan total rata-rata nilai dari pra dan pasca Armuzna, dengan terdapat 4 interval penilaian per kategori, yaitu:<br>* Sangat Baik (91&ndash;100)<br>* Baik (81&ndash;90)<br>* Cukup (71&ndash;80)<br>* Kurang (&le;70)</p>
<p>Delapan perusahaan katering jemaah yang berkategori sangat baik adalah United Partners Catering, Al Nadel Catering Service, Raghaeb Kitchen, Company Zad Al Mashair, Qatrat Nada Catering, Hala Al Hijaz Catering, Tadco Catering, dan Al-Jaiza Kitchen.</p>
<p>"Delapan katering yang memiliki penilaian sangat baik ini menunjukkan komitmen dalam memenuhi standar higienitas dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia," tutur Dedy di KKHI Makkah (8/7).</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan sebagian besar katering yang masuk ke dalam kategori baik menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap standar kesehatan lingkungan. Mereka memiliki praktik higienitas dan keamanan pangan yang solid, serta hanya memerlukan sedikit perbaikan.</p>
<p>Adapun maksud dari pelaksanaan IKL ini, antara lain untuk perlindungan kesehatan jemaah sebagai upaya promotif-preventif agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat timbul akibat makanan yang tidak higienis, seperti diare dan tifus.</p>
<p>Selain itu juga untuk peningkatan kualitas layanan katering untuk mendorong perusahaan katering agar terus memperbaiki dan meningkatkan standar kebersihan serta keamanan pangan mereka.</p>
<p>Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan jemaah agar merasa lebih tenang dan aman mengetahui bahwa makanan yang dikonsumsinya telah melalui pemeriksaan intensif oleh Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan KKHI Makkah.</p>
<p>IKL juga dimaksudkan untuk menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan terhadap perusahaan katering penyedia makanan jemaah oleh Kementerian Agama maupun Badan Penyelenggara Haji (BPH).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1752112552686f1da80943d0.89860410.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Yohei Sasakawa: Indonesia Punya Potensi Besar Jadi Percontohan Dunia dalam Eliminasi Kusta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/yohei-sasakawa-indonesia-punya-potensi-besar-jadi-percontohan-dunia-dalam-eliminasi-kusta</link>				
         <pubDate>Wed, 09 Jul 2025 09:59:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/yohei-sasakawa-indonesia-punya-potensi-besar-jadi-percontohan-dunia-dalam-eliminasi-kusta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sampang, 8 Juli 2025</p>
<p>WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, menegaskan komitmennya menjadikan Indonesia sebagai salah satu fokus utama dalam program Zero Kusta di dunia.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia memiliki tantangan yang unik sekaligus peluang besar untuk menjadi contoh global dalam penghapusan kusta.</p>
<p>&ldquo;Di Indonesia, ada lebih dari 17.000 pulau, dan mereka juga punya budaya serta sejarahnya sendiri. Jadi, itu salah satu tantangannya. Tapi kami sangat bersyukur dengan kehadiran Menteri Kesehatan ini, karena beliau mencoba membawa Zero Kusta dari negara ini dengan cara baru,&rdquo; ujar Sasakawa.</p>
<p>Ia menekankan, dibandingkan penyakit lain, kusta sering kali tertinggal dalam prioritas pengendalian karena jumlah penderitanya relatif lebih kecil.</p>
<p>&ldquo;Biasanya, kalau Menteri Kesehatan itu yang bersangkutan, mereka punya prioritas lain, seperti TB, malaria, atau HIV/AIDS. Dari segi jumlah pasien, kusta jauh lebih sedikit&mdash;dua digit atau tiga digit dibandingkan penyakit-penyakit lainnya,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Sasakawa menegaskan bahwa yang membuat kusta istimewa adalah dampak stigma dan diskriminasi yang tidak dialami oleh penyakit lain.</p>
<p>&ldquo;Bahkan jika orang tersebut sembuh total dari kusta, mereka masih akan disebut sebagai pasien kusta. Anda mungkin tidak pernah mengatakan mantan pasien TB atau mantan pasien malaria,&rdquo; kata Sasakawa.</p>
<p>Inilah yang membuat ia mendedikasikan lebih dari 50 tahun hidupnya untuk pemberantasan kusta.</p>
<p>&ldquo;Ini satu-satunya penyakit yang juga disebutkan dalam Alkitab. Karena alasan-alasan tersebut, penyakit ini telah ditempatkan di bawah diskriminasi yang ditakuti&mdash;yang tidak ada pada penyakit lainnya,&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Dalam upaya menghilangkan stigma, Sasakawa mendorong pendekatan yang melibatkan pemimpin agama dan lembaga pendidikan.</p>
<p>&ldquo;Menteri Kesehatan saja tidak akan dapat mencapai Nol Kusta. Kami juga membutuhkan dukungan dari sekolah. Mereka harus bertanggung jawab untuk mencoba menemukan lesi kulit di antara anak-anak di tingkat sekolah. Dan kami juga membutuhkan dukungan dari para pemimpin agama karena mereka akan berperan penting menghilangkan diskriminasi dan stigmatisasi ini,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya dialog lintas agama untuk mendukung pemulihan martabat penyintas.</p>
<p>&ldquo;Saya telah melakukan banyak pembicaraan dengan Paus dari Vatikan, sehingga kami dapat memperoleh bantuan dari para pemimpin agama. Kita perlu melakukan hal serupa juga kepada para pemimpin Muslim. Kita akan terus mendekati mereka untuk mendapatkan bantuan,&rdquo; pungkas Sasakawa.</p>
<p>Kusta masih menjadi tantangan kesehatan di sejumlah wilayah Indonesia. Penyakit menular yang sering disalahpahami sebagai kutukan atau aib ini sebenarnya bisa disembuhkan bila ditemukan lebih awal.</p>
<p>Sayangnya, stigma membuat banyak orang terlambat berobat hingga akhirnya mengalami kecacatan yang sebetulnya bisa dicegah.</p>
<p>Dalam upaya menghapus stigma dan memastikan pengobatan kusta menjangkau semua lapisan masyarakat, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Kabupaten Sampang, Madura. Daerah ini menjadi salah satu titik fokus program eliminasi kusta nasional karena memiliki angka kasus yang cukup tinggi.</p>
<p>&ldquo;Di sini saya ingin memastikan tidak ada lagi orang yang merasa malu memeriksakan diri. Kusta bukan penyakit kutukan, bukan hukuman dari Tuhan. Ini penyakit menular yang bisa sembuh total,&rdquo; kata Menkes Budi saat berdialog dengan warga.</p>
<p>&ldquo;Kalau ditemukan cepat, enam bulan diobati bisa sembuh dan tidak menyebabkan cacat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Ia turut menyoroti kebiasaan lama yang kerap memisahkan penderita kusta dalam kawasan khusus yang dikenal sebagai kampung kusta.</p>
<p>&ldquo;Kalau teman-teman pernah dengar kampung kusta, itu sebenarnya tidak terlalu tepat. Karena kusta setelah diobati dalam sebulan sudah tidak menular,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (AP/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1752055516686e3edc696d46.27118555.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>'PDKT dengan Kumis Pak Kades': Inovasi Sampang Perangi Kusta hingga ke Desa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pdkt-dengan-kumis-pak-kades-inovasi-sampang-perangi-kusta-hingga-ke-desa</link>				
         <pubDate>Wed, 09 Jul 2025 06:21:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pdkt-dengan-kumis-pak-kades-inovasi-sampang-perangi-kusta-hingga-ke-desa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sampang, 8 Juli 2025</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus berupaya menekan angka kusta dengan berbagai cara unik, salah satunya program 'PDKT dengan Kumis Pak Kades' (Peduli Kesehatan Kulit dengan Komunikasi Perubahan Perilaku Masyarakat Desa). Melalui pendekatan berbasis masyarakat dan kerja sama lintas sektor. Kabupaten Sampang menargetkan wilayahnya bebas kusta sebelum 2030.</p>
<p>Sampang menjadi salah satu kabupaten dengan beban kusta tertinggi di Jawa Timur. Pada 2014, prevalensi kusta tercatat 4,81% per 10.000 penduduk, sementara data terbaru menunjukkan penurunan menjadi 2,27% per 10.000 penduduk di tahun 2024. Meski demikian, masih ada tantangan seperti stigma, keterlambatan pengobatan, dan akses layanan yang belum merata.</p>
<p>Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan layanan kesehatan yang inklusif.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Sejak penandatanganan komitmen dengan Kementerian Kesehatan, kami langsung bergerak cepat. Layanan kesehatan gratis dan berkualitas harus dirasakan semua warga, termasuk penyintas kusta,&rdquo; katanya.</p>
<p>Selain pemeriksaan aktif, pemerintah daerah juga memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan modal kerja bagi penyintas kusta yang sudah sembuh agar tetap produktif.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menjelaskan program 'PDKT dengan Kumis Pak Kades' menjadi salah satu inovasi untuk mendekatkan layanan skrining kusta ke masyarakat desa.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Lewat 'PDKT', kami mengajak kepala desa, tokoh masyarakat, dan kader penyintas kusta agar warga lebih terbuka memeriksakan diri. Hasilnya, penemuan kasus kusta jadi lebih cepat,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Selain 'PDKT', Sampang juga sudah membentuk lima Desa Sahabat Kusta dan menjalankan program DesaKu Asik yang melatih kader desa membantu edukasi dan pendampingan pengobatan.</p>
<p>Tahun ini, Sampang juga mengadakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui program ini, warga bisa memeriksakan kesehatan secara gratis, termasuk skrining kusta, tuberkulosis, dan penyakit lain. Dari total sasaran lebih dari 891 ribu penduduk, sudah lebih dari 48 ribu warga mendaftar dan 45 ribu di antaranya mendapatkan pemeriksaan.</p>
<p>dr. Dwi menambahkan skrining kusta juga menyasar anak sekolah.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Kami sudah melaksanakan Cek Kesehatan Gratis untuk anak sekolah di berbagai kecamatan. Ini bagian dari upaya menemukan kasus lebih dini dan mencegah penularan,&rdquo;ujarnya.</p>
<p>Langkah-langkah ini diharapkan bisa mempercepat eliminasi kusta di Sampang. Pemerintah mengajak semua pihak, mulai dari perangkat desa, petugas puskesmas, hingga tokoh agama, untuk terlibat aktif dalam penanggulangan kusta secara menyeluruh.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui otline 1500-567, SMS 081281562620 atau email kontak@kemkes.go.id. (AP/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1752042282686e0b2a66e9b3.62244171.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kusta Bisa Sembuh, Kemenkes Ajak Sampang Kejar Penemuan Kasus Kusta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/Kusta Bisa Sembuh, Kemenkes Ajak Sampang Kejar Penemuan Kasus Kusta</link>				
         <pubDate>Wed, 09 Jul 2025 06:07:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/Kusta Bisa Sembuh, Kemenkes Ajak Sampang Kejar Penemuan Kasus Kusta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sampang, 8 Juli 2025</p>
<p>Kusta bukan kutukan. Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Pesan sederhana namun kuat ini kembali ditegaskan Yohei Sasakawa, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, dalam kunjungannya bersama Menkes Budi G. Sadikin di Kabupaten Sampang, Madura.</p>
<p>Dalam dialog hangat bersama pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, Sasakawa menjelaskan bahwa kusta hanya menjadi ancaman jika tidak ditemukan dan diobati. Kusta merupakan penyakit yang memiliki penularan lambat, jauh lebih sulit menular dibandingkan TBC atau COVID-19. Penyakit ini tidak akan menyebabkan kematian jika ditangani cepat. Tetapi stigma membuat orang terlambat mencari pertolongan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi internasional seperti Sasakawa Health Foundation yang dipimpin Sasakawa sepakat memperkuat deteksi dini kusta di Indonesia.</p>
<p>"Puskesmas yang menemukan kasus terbanyak akan saya beri hadiah dan penghargaan,&rdquo; terang Budi.</p>
<p>Langkah ini diambil untuk menghilangkan ketakutan dan praktik menyembunyikan data penderita.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Yang penting ketemu dulu. Angkanya naik itu bagus. Karena semakin cepat ditemukan, semakin cepat sembuh dan tidak menularkan,&rdquo; tegas Menkes Budi.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Sasakawa juga menggarisbawahi komitmen WHO dan The Nippon Foundation dalam mendukung Indonesia bebas kusta. &ldquo;Kita harus bekerja bersama, sebelum saya wafat, Indonesia sudah bebas kusta,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Kolaborasi lintas negara dan lintas institusi menjadi penopang utama upaya eliminasi kusta. Menkes pun memastikan kunjungan rutin dan evaluasi berkala setiap tiga bulan untuk memantau progres di lima daerah prioritas, termasuk Sampang.</p>
<p>&ldquo;Jadi saya akan datang lagi Desember ini. Kita lihat siapa yang paling banyak menemukan kasus,&rdquo; ungkap Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (AP/DD)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1752041586686e0872712cf1.55119380.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia dan Jepang Perkuat Kolaborasi Sektor Kesehatan Melalui Forum Bisnis di Osaka</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-jepang-perkuat-kolaborasi-sektor-kesehatan-melalui-forum-bisnis-di-osaka</link>				
         <pubDate>Wed, 09 Jul 2025 02:16:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-jepang-perkuat-kolaborasi-sektor-kesehatan-melalui-forum-bisnis-di-osaka</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Juli 2025&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan Indonesia&ndash;Japan Health Business Forum: Strengthening International Collaboration to Support Global Health Resilience di Grand Prince Hotel Osaka Bay, pada 24 Juni 2025.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari Health and Well-Being Week pada World Expo Osaka 2025, dan didukung oleh Konsulat Jenderal RI di Osaka, ITPC Osaka, Japan External Trade Organization (JETRO), serta International Finance Corporation (IFC).</p>
<p>Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto Boestami menyampaikan bahwa peningkatan status Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan Jepang membuka peluang baru di bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan SDM.</p>
<p>Salah satu pembicara Senior Deputy Director General JICA, Mr. Yoshida Tomoya dalam sambutannya menyoroti peluang kerja sama dalam precision medicine, Multi-Regional Clinical Trials (MRCT), serta penguatan produksi lokal farmasi dan alat kesehatan, sekaligus menegaskan dukungan JICA melalui penempatan tenaga ahli dan kerja sama regulatori.</p>
<p>Delegasi Indonesia perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI dipimpin oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Dr. L. Rizka Andalucia dan melibatkan 11 pelaku usaha di bidang farmasi, alat kesehatan, lembaga penelitian, serta kawasan industri di Indonesia. Rizka menyoroti perkembangan industri kesehatan dalam negeri yang pesat, dengan lebih dari 800 produsen alat kesehatan dan 200 perusahaan farmasi, serta mendorong kemitraan yang lebih kuat dalam investasi, inovasi, dan pembiayaan kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kemampuan industri lokal kita saat ini tidak hanya terbatas pada perakitan atau pengemasan, tetapi telah berkembang ke arah teknologi yang lebih advance seperti diagnostik, biofarmasi, dan alat kesehatan, yang mendukung kemandirian dan kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional," kata Rizka.</p>
<p>Forum ini mencakup dua sesi strategis yang membahas penguatan kerja sama dalam MRCT, harmonisasi regulasi, dan kemitraan industri. Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi, Dita Novianti Sugandi dan Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan, Dr. Jeffri Adiyanto hadir sebagai narasumber perwakilan dari Kemenkes RI. Selain itu turut hadir sejumlah narasumber dari Pharmaceutical and Medical Device Agency (PMDA), Japan Institute for Health Security (JIHS), JICA, JETRO, IFC, Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), dan PT Horiba Indonesia.&nbsp;</p>
<p>Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam forum ini adalah penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan oleh Dirjen Farmalkes Kemenkes RI, Konjen RI Osaka serta Senior Deputy Director General JICA.&nbsp;</p>
<p>MoU tersebut mencakup kerjasama diantaranya; ASPAKI dengan Japan Federation of Medical Devices Associations (JFMDA) untuk memperkuat dialog regulasi dan kolaborasi industri alat kesehatan, PT Graha Teknomedika dengan Waestro Inc. dalam pengembangan manufaktur plastik injeksi untuk alat kesehatan, serta PT Increase Laboratorium Indonesia dengan Universitas Osaka dalam bidang riset dan pengembangan SDM.</p>
<p>Dengan lebih dari 150 peserta dari 83 institusi, KJRI Osaka dan ITPC Osaka juga memfasilitasi 41 sesi business matching untuk mendorong kolaborasi lintas negara dalam bidang diagnostik, riset, dan produksi.&nbsp;</p>
<p>Memasuki edisi ketiga, Indonesia-Japan Health Business Forum terus menjadi platform strategis untuk memperkuat kemitraan kesehatan yang inklusif. Hal ini menjadi implementasi konkret dari program kerja sama jangka panjang antara Kemenkes dan JICA, khususnya melalui program Advisor for Enhancing Pharmaceuticals and Medical Devices Safety.</p>
<p>Dirjen Rizka menegaskan Indonesia-Japan Health Business Forum harus menjadi titik awal kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh dan inovatif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (Humas Farmalkes/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1752034222686debae3f9a78.01935198.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes RI dan Sasakawa Health Foundation Perkuat Komitmen Eliminasi Kusta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-dan-sasakawa-health-foundation-perkuat-komitmen-eliminasi-kusta</link>				
         <pubDate>Mon, 07 Jul 2025 12:40:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-dan-sasakawa-health-foundation-perkuat-komitmen-eliminasi-kusta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 7 Juli 2025&nbsp;</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Sasakawa Health Foundation menyelenggarakan pertemuan internasional di Bali untuk memperkuat komitmen percepatan eliminasi kusta (leprosy) di Indonesia. Pertemuan dihadiri Menteri Kesehatan Budi G Sadikin, WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa, perwakilan organisasi internasional, lembaga non-pemerintah, peneliti, jajaran pemerintah daerah serta Penyintas Kusta (OYPMK).&nbsp;</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan bahwa kusta sempat tidak menjadi prioritas utama dibandingkan penyakit menular lain seperti tuberkulosis, HIV, dan malaria. Namun demikian, pertemuan dengan Sasakawa pada World Health Assembly tahun 2023 menginspirasi komitmen baru pemerintah Indonesia dalam menghapus penyakit yang seharusnya sudah tidak ada lagi.</p>
<p>"Saya menyadari bahwa kusta bukan sekadar persoalan angka kasus. Kusta adalah penyakit yang membawa stigma dan diskriminasi. Karena itu, kita perlu langkah luar biasa agar Indonesia segera mencapai 0 kusta, 0 disabilitas, dan 0 stigma," ujar Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Yohei Sasakawa memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas kepemimpinan yang kuat dalam upaya eliminasi kusta.</p>
<p>"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Menkes Budi atas komitmen yang luar biasa. Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang kompleks. Namun saya percaya, dengan kerja sama semua pihak, mimpi menuju Indonesia bebas kusta bukanlah sesuatu yang mustahil. Saya sudah berusia 86 tahun, tetapi saya berharap dapat menyaksikan hari ketika Indonesia berhasil menghapus kusta sepenuhnya," ungkap Sasakawa.</p>
<p>Pada pertemuan ini, Kementerian Kesehatan menyampaikan lima langkah strategis percepatan eliminasi kusta, yaitu:<br>* Perluasan wilayah akselerasi target eliminasi kusta dari 42 menjadi 111 kabupaten/kota pada 2030.<br>* Pelaksanaan skrining masif yang dimulai Juli 2025 di lima kabupaten prioritas: Tangerang, Kab. Bekasi, Kab. Brebes, Kota Jayapura, dan Kab Sampang.<br>* Penerapan skrining bagi populasi dengan risiko tinggi sindrom hipersensitivitas Dapsone, khususnya di Papua, Maluku, dan Sulawesi.<br>* Penguatan ketersediaan pengobatan MDT.<br>* Partisipasi aktif dalam riset dan uji klinis vaksin kusta internasional.</p>
<p>Yohei Sasakawa juga mendorong semua pemangku kepentingan, yakni pemerintah, organisasi internasional, akademisi, pemimpin agama, hingga komunitas untuk bersatu menghadapi tantangan kusta dan diskriminasi yang ditimbulkannya.</p>
<p>"Saya telah mengunjungi 125 negara untuk mendorong penghapusan kusta. Saya yakin Indonesia memiliki kapasitas, semangat, dan kemauan politik yang kuat untuk menjadi teladan global dalam eliminasi kusta," tegas Yohei Sasakawa.</p>
<p><br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui otline 1500-567, SMS 081281562620 atau email kontak@kemkes.go.id. (AP/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1751892065686bc061cff6c1.55448026.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Myalgia Jadi Keluhan Ketiga Terbanyak Jemaah Haji, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/myalgia-jadi-keluhan-ketiga-terbanyak-jemaah-haji-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya</link>				
         <pubDate>Mon, 07 Jul 2025 04:33:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/myalgia-jadi-keluhan-ketiga-terbanyak-jemaah-haji-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 6 Juli 2025&nbsp;</p>
<p>Myalgia atau nyeri otot menjadi salah satu keluhan yang paling banyak dirasakan jemaah haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Berdasarkan data dari Siskohatkes hingga 5 Juli 2025 pukul 16.00 WAS, sebanyak 11.921 jemaah dilaporkan mengalami myalgia dan telah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan kloter.</p>
<p>Keluhan ini tercatat sebagai kasus terbanyak ketiga setelah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan hipertensi. Meski kerap dianggap sepele, myalgia bisa sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas jemaah, terlebih saat menjalani ibadah yang menuntut kondisi fisik prima maupun dalam perjalanan panjang kembali ke tanah air.</p>
<p>"Ibadah haji merupakan ibadah yang mengandalkan kekuatan fisik. Aktivitas berjalan kaki yang intens membuat otot bekerja lebih keras dari biasanya, yang memicu kelelahan dan nyeri otot," jelas Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM.</p>
<p>Menurut dr. Imran, ada sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya angka kasus myalgia di kalangan jemaah haji. Pertama, aktivitas fisik yang berlebihan seperti tawaf, sa'i, melempar jumrah, dan berjalan jarak jauh menjadi pemicu utama. Kedua, perubahan iklim dan lingkungan ekstrem antara daerah asal dan Arab Saudi turut memengaruhi daya tahan tubuh dan respons otot.</p>
<p>Faktor lainnya adalah kurangnya persiapan fisik sebelum keberangkatan. Banyak jemaah yang belum terbiasa dengan aktivitas berat, sehingga otot mereka tidak siap menghadapi beban fisik selama haji.&nbsp;</p>
<p>Selain itu, dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan serta posisi tidur yang tidak ergonomis juga memperburuk kondisi otot.<br>Untuk mencegah dan menangani myalgia, dr. Imran menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan jemaah. Di antaranya adalah memberikan waktu istirahat cukup bagi otot, mengompres area nyeri, melakukan peregangan ringan, serta menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih secara rutin.</p>
<p>&ldquo;Minuman isotonik atau oralit juga bisa membantu mengganti elektrolit yang hilang akibat keringat. Selain itu, makanan yang kaya magnesium dan kalium seperti pisang dan sayuran hijau penting untuk menjaga kesehatan otot,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Pijatan ringan di area yang nyeri juga bisa membantu meredakan ketegangan otot. Bila diperlukan, jemaah bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai anjuran, dan sebaiknya tetap berkonsultasi dengan petugas kesehatan jika nyeri tidak kunjung membaik.</p>
<p>Persiapan fisik sebelum keberangkatan juga menjadi hal yang ditekankan, seperti melakukan latihan jalan kaki secara rutin agar tubuh terbiasa dengan aktivitas berat.</p>
<p>Dengan mengenali penyebab dan langkah penanganan myalgia, diharapkan para jemaah dapat lebih nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah. Pemerintah mengimbau jemaah untuk tidak ragu berkonsultasi ke petugas kesehatan jika mengalami nyeri otot yang berkepanjangan atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/DD)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1751862869686b4e55b0d0d6.52305298.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Puluhan Jemaah Dipulangkan dari Madinah ke Tanah Air dengan Skema Tanazul</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/puluhan-jemaah-dipulangkan-dari-madinah-ke-tanah-air-dengan-skema-tanazul</link>				
         <pubDate>Sat, 05 Jul 2025 13:08:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/puluhan-jemaah-dipulangkan-dari-madinah-ke-tanah-air-dengan-skema-tanazul</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 5 Juli 2025</p>
<p>Sejak 26 Juni 2025 hingga kepulangan terakhir jemaah pada 10 Juli 2025, Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah (KKHI Daker Madinah) mencatat sebanyak 41 orang jemaah haji yang kembali ke tanah air dengan skema Tanazul.</p>
<p>Tanazul merupakan program pemulangan jemaah haji melalui kelompok terbang (kloter) yang berbeda dari kloter keberangkatan, karena alasan sakit dan kriteria laik terbang. Kondisi jemaah dalam program ini adalah jemaah sakit pasca perawatan di RS Arab Saudi (RSAS) maupun KKHI Madinah.</p>
<p>Penanganan lebih lanjut di Indonesia menjadi alasan utama pemulangan mereka, baik bagi jemaah yang sudah tertinggal dari kloternya maupun yang perlu pulang lebih awal.</p>
<p>"Keamanan jemaah selama perjalanan menuju tanah air menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, KKHI Madinah melakukan evaluasi kesehatan menyeluruh untuk menentukan kelaikan terbang," ungkap Kasie Kesehatan sekaligus Kepala KKHI Daker Madinah, dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah, di KKHI Madinah (4/7).</p>
<p>Melanjutkan pernyataan dr. Novi, penanggung jawab Evakuasi dan Tanazul, dr. Lia Agustina, MPH, menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan oleh dokter penanggung jawab pelayanan atau dokter spesialis terkait.</p>
<p>"Para tenaga medis tersebut juga melakukan peninjauan ulang untuk memastikan kebutuhan jemaah selama perjalanan, seperti ketersediaan oksigen atau stretcher, terpenuhi," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, selama penerbangan, jemaah juga akan didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.&nbsp;</p>
<p>Program Tanazul Kesehatan ini terlaksana berkat kolaborasi dan kerja sama yang erat antara KKHI Madinah dan TKHK.</p>
<p>Sinergi antara kedua pihak sangat krusial dalam memastikan jemaah haji yang sakit dan membutuhkan penanganan lanjutan di Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/DD)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/1751721218686925026bd456.78951953.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>23 Negara Kumpul di Bali Bahas Eliminasi Kusta, Komitmen Internasional Diperkuat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/23-negara-kumpul-di-bali-bahas-eliminasi-kusta-komitmen-internasional-diperkuat</link>				
         <pubDate>Sat, 05 Jul 2025 12:55:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/23-negara-kumpul-di-bali-bahas-eliminasi-kusta-komitmen-internasional-diperkuat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Juli 2025</p>
<p>Sebanyak 719 peserta dari 23 negara akan berkumpul di Nusa Dua, Bali, pada 7 Juli 2025 dalam rangka International Leprosy Congress (ILC). Kongres ini merupakan bagian dari upaya global untuk mempercepat eliminasi kusta, dan difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Sasakawa Health Foundation (SHF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).</p>
<p>Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini, menyampaikan bahwa kongres ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara serta menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kusta.</p>
<p>&ldquo;Diharapkan pertemuan ini selain memperkuat komitmen, ini adalah kesempatan emas untuk bisa mendapatkan masukan dari para ahli maupun para penyintas yang usulannya akan bermanfaat untuk akselerasi eliminasi kusta di Indonesia,&rdquo; ujar dr. Ina dalam konferensi pers daring, Jumat (4/7).</p>
<p>Salah satu agenda utama dalam kongres ini adalah penandatanganan komitmen oleh lima kepala daerah dari wilayah dengan beban kusta tertinggi, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, dan Kota Jayapura. Penandatanganan ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung upaya eliminasi.</p>
<p>&ldquo;Kusta ini sering tidak menjadi perhatian di berbagai negara, namun menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan ini menjadi salah satu prioritas dan masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional pada Perpres 12 tahun 2025,&rdquo; ujar dr. Ina.</p>
<p>Prof. Takahiro Nanri dari Sasakawa Health Foundation menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghapus kusta dan stigma sosial yang melekat.</p>
<p>&ldquo;Kami bekerja sama dengan WHO dan sudah mencapai 50 tahun. Kita melalui WHO membantu sekitar 40 negara termasuk Indonesia untuk eliminasi kusta,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia menyebut bahwa SHF telah mengalokasikan dana sebesar 200 juta dolar AS untuk mendukung eliminasi kusta secara global, termasuk bagi Indonesia melalui mekanisme kerja sama dengan WHO.</p>
<p>Ia juga menegaskan kusta bukan hanya isu medis, tetapi juga persoalan sosial dan hak asasi manusia. Sasakawa juga membantu lebih dari 30 organisasi di lebih dari 25 negara yang fokus pada pemberdayaan orang-orang yang pernah mengalami kusta.&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Tahun ini, tujuan kami datang ke Indonesia ada tiga: pertama mengorganisir Global Forum, kedua berpartisipasi dalam International Leprosy Congress, dan ketiga melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Kabupaten Sampang, yang merupakan salah satu daerah dengan kasus kusta tertinggi di Indonesia, kini menjadi wilayah percontohan (pilot project) dalam upaya eliminasi. Kunjungan ke Sampang dijadwalkan pada 8 Juli 2025 untuk melihat langsung praktik terbaik yang telah diterapkan.</p>
<p>Dalam paparannya, dr. Ina menegaskan bahwa penanganan kusta tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan, terutama untuk mengatasi stigma dan diskriminasi.</p>
<p>&ldquo;Pelayanan kusta tersedia gratis di Puskesmas, baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan. Namun upaya eliminasi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan harus dikuatkan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Tahun ini, pemerintah menargetkan eliminasi kusta di 11 kabupaten/kota. Secara keseluruhan, Indonesia menargetkan eliminasi di 42 kabupaten/kota pada tahun 2029.</p>
<p>Mengacu pada kriteria eliminasi baru dari WHO&mdash;yakni tidak ada kasus kusta anak dalam lima tahun dan tidak ada kasus dewasa dalam tiga tahun terakhir&mdash;Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Namun, semangat kolaboratif dari forum internasional ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam menghapus kusta, menghilangkan stigma, dan menjamin hak kesehatan bagi semua.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/17517203326869218ca69260.19755771.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Kwaingga Naik Status, Pemerintah Percepat Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-kwaingga-naik-status-pemerintah-percepat-pemerataan-layanan-kesehatan-di-papua</link>				
         <pubDate>Fri, 04 Jul 2025 17:06:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-kwaingga-naik-status-pemerintah-percepat-pemerataan-layanan-kesehatan-di-papua</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Papua, 4 Juli 2025</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI resmi memulai pembangunan dan peningkatan status RSUD Kwaingga, Kabupaten Keerom, Papua menjadi rumah sakit tipe C. Peningkatan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) sektor kesehatan. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada Jumat (4/7).</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang antara lain menargetkan pembangunan 66 RSUD tipe C di daerah tertinggal. Dari jumlah tersebut, 22 rumah sakit berada di Papua, termasuk RSUD Kwaingga.</p>
<p>&ldquo;Kenapa rumah sakit ini ditingkatkan, karena salah satu Quick Win melalui Kementerian Kesehatan adalah membangun RSUD tipe C di daerah tertinggal. Tujuannya agar 80 persen penyakit dapat ditangani di rumah sakit ini, tanpa perlu rujukan ke tempat yang jauh,&rdquo; ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya.</p>
<p>Sebagai rumah sakit rujukan tipe C, RSUD Kwaingga akan dilengkapi berbagai fasilitas diagnostik dan layanan penunjang, seperti CT scan, X-ray, mamografi, laboratorium patologi anatomi, serta layanan hemodialisis dan kemoterapi.</p>
<p>&ldquo;Saya tadi ketemu tiga pasien yang sebenarnya tidak perlu dirujuk ke Jayapura, tapi karena alatnya belum ada, mereka terpaksa dirujuk. Ini menyulitkan secara sosial dan ekonomi. Rumah sakit ini harus bisa menyelesaikan kasus-kasus seperti stroke, jantung, kanker, ginjal, hingga ibu dan anak tanpa perlu dirujuk,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Menkes juga menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit yang baik dan ketersediaan dokter spesialis, terutama dari daerah sendiri. Selain pembangunan infrastruktur, Kementerian Kesehatan akan memberikan beasiswa penuh bagi dokter umum lokal untuk menempuh pendidikan spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based), agar mereka kembali dan mengabdi di tanah kelahiran.</p>
<p>&ldquo;Tidak mungkin ada pemerataan kalau akses pendidikan dokter spesialis hanya dimiliki anak-anak kota besar. Kita akan buka akses seluas-luasnya, dan kita prioritaskan untuk dokter daerah. Termasuk dengan pemberian beasiswa penuh dari Kementerian Kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&ldquo;Saya titip, yang menjadi dokter spesialis di sini adalah putra-putri Papua sendiri. Mereka yang mengerti konteks budaya dan bersedia tinggal lama untuk melayani masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Selain pengobatan, Menkes juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan. Ia menyoroti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sedang digencarkan pemerintah sebagai strategi deteksi dini penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.</p>
<p>&ldquo;Pembangunan rumah sakit ini penting, tapi mencegah orang agar tidak sampai masuk rumah sakit jauh lebih penting. Tolong Dinas Kesehatan gencarkan skrining dan edukasi ke masyarakat,&rdquo; tutup Menkes.</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menyampaikan apresiasi atas peningkatan RSUD Kwaingga menjadi rumah sakit tipe C. Ia menyebut rumah sakit ini berada di wilayah strategis, tepat di perbatasan dengan Papua Nugini, dan berpotensi menjadi simbol diplomasi dan persahabatan antarnegara.</p>
<p>&ldquo;Sebagaimana disampaikan Pak Bupati, Keerom ini adalah daerah yang langsung berbatasan dengan Papua Nugini. Bahkan Bapak Menteri bilang, Menteri Kesehatan Papua Nugini adalah sahabat baik beliau. Saya yakin dan percaya, dengan ditingkatkannya RSUD Kwaingga menjadi rumah sakit tipe C, ini akan menjadi berkah luar biasa bagi dua negara,&rdquo; kata Suzana.</p>
<p>&ldquo;Kita ini seperti dapur dan ruang tamu satu langkah saja. Masyarakat dari Papua Nugini pasti akan datang berbondong-bondong ke sini, dan tugas kita adalah melayani. Ini adalah jembatan persahabatan antara Indonesia dan Papua Nugini,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI dan Menteri Kesehatan atas dukungan berkelanjutan terhadap pembangunan infrastruktur kesehatan di Papua, termasuk selesainya pembangunan RS vertikal di Jayapura.</p>
<p>&ldquo;Terima kasih juga atas telah terselesaikannya rumah sakit vertikal Jayapura, atau yang kita usulkan menjadi RSUP Jayapura. Semoga bisa segera diresmikan dan dimanfaatkan secepatnya oleh masyarakat,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan pentingnya keberpihakan pada SDM lokal. Menurutnya, pembangunan rumah sakit harus disertai dengan penguatan sumber daya manusia, terutama anak-anak asli Papua.</p>
<p>&ldquo;Kami titip anak-anak Papua agar diberi beasiswa, disiapkan menjadi tenaga kesehatan, dokter, dan perawat untuk melayani selamanya di tanah Papua. Jangan sampai sudah jadi spesialis lalu minta mutasi karena ingin dekat dengan orang tuanya di luar Papua. Itu dosa besar menurut saya,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Sekda juga mendorong agar perguruan tinggi kesehatan di Papua seperti Poltekkes dan fakultas kedokteran diberi perhatian serius agar bisa menjadi penyedia utama tenaga kesehatan di wilayah ini.</p>
<p>&ldquo;Tolong Poltekkes dan kampus-kampus kedokteran di Papua diberi perhatian. Anak-anak Papua harus bisa masuk dan lulus dari sana, lalu diserap langsung ke rumah sakit-rumah sakit kita, termasuk rumah sakit megah yang sedang dibangun ini,&rdquo; tutup Suzana.</p>
<p>RSUD Kwaingga merupakan rumah sakit daerah yang melayani wilayah perbatasan Kabupaten Keerom. Dengan peningkatan status menjadi rumah sakit tipe C, fasilitas ini ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan regional yang mampu menangani lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.</p>
<p>&mdash;<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-04-at-11.16.44.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mulai Juli, Santri dan Siswa Sekolah Rakyat Bisa Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mulai-juli-santri-dan-siswa-sekolah-rakyat-bisa-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Thu, 03 Jul 2025 20:52:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mulai-juli-santri-dan-siswa-sekolah-rakyat-bisa-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Juli 2025</p>
<p>Pemerintah resmi menggulirkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat Indonesia, termasuk siswa sekolah rakyat dan santri di pesantren. Program ini akan mulai berjalan pada awal Juli 2025 sebagai bagian dari agenda strategis nasional untuk membangun generasi yang sehat dan tangguh.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Pratikno, menyebut program ini sudah memasuki tahap akhir persiapan. CKG akan dilaksanakan di sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Sosial (Kemensos).</p>
<p>Cek Kesehatan Gratis adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Oleh karena itu kita butuh Pak Menteri Kesehatan, butuh dukungan dari berbagai pihak&mdash;baik itu Pak Mendikdasmen, Pak Menag, Pak Mensos, termasuk Pak Mendagri. Dan juga karena kaitannya nanti membutuhkan dukungan internet dan lain-lain, oleh karena itu juga (perlu) dukungan dari Kominfo,&rdquo; ujar Prof. Pratikno saat Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Senin (3/6).</p>
<p>Pelaksanaan program akan dimulai dari sekolah rakyat pada Juli, kemudian menyusul sekolah-sekolah di bawah Kemendikdasmen dan madrasah pada Agustus.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu quick win Presiden Prabowo Subianto dan menjadi program pemeriksaan kesehatan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah program terbesar di Kementerian Kesehatan dan juga di pemerintah karena targetnya 280 juta orang setiap tahun,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Tahun ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 53 juta pelajar sebagai sasaran utama. Program CKG sudah mulai dijalankan sejak 10 Februari 2025 melalui Puskesmas, dan hingga kini sudah 11 juta orang yang menjalani pemeriksaan.</p>
<p>&ldquo;Untuk mencapai target 53 juta, kita perlu melakukan pemeriksaan langsung di sekolah karena jumlah anak usia sekolah mencapai angka tersebut,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu&rsquo;ti, mendukung penuh program ini karena dapat menjadi dasar untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih sehat.</p>
<p>&ldquo;Nanti hasil-hasil dari pemeriksaan kesehatan itu menjadi input untuk kita membangun sekolah sehat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menambahkan bahwa sekolah rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih awal sebelum para siswa masuk asrama.</p>
<p>&ldquo;Pak Presiden juga memerintahkan, jika ada yang sakit, kita harus menyembuhkan. Supaya setelah sembuh mereka bisa masuk ke sekolah rakyat itu,&rdquo; katanya. Ia menyebutkan bahwa tahun ini ditargetkan berdiri 200 sekolah rakyat dengan total siswa sekitar 20 ribu orang.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyampaikan bahwa seluruh pemerintah provinsi telah menindaklanjuti pelaksanaan program ini. Ia menekankan pentingnya data identitas anak untuk memastikan sasaran yang tepat.</p>
<p>&ldquo;Untuk anak-anak di bawah usia 17 tahun itu memiliki kartu identitasnya adalah KIA, kartu identitas anak itu tentunya nanti akan disertakan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dari sisi pendidikan keagamaan, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, memastikan bahwa program CKG juga menyasar pesantren dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.</p>
<p>&ldquo;Biasanya di pesantren tidak semua fasilitas kesehatannya memadai. Maka program Pak Presiden ini menurut saya sangat strategis,&rdquo; ujarnya. Ia berharap program ini tak hanya berbentuk sampling, tetapi menjangkau seluruh pesantren.</p>
<p>Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, menambahkan bahwa program CKG akan menjadi bagian dari rangkaian besar program pemerintah seperti sekolah rakyat dan makan bergizi gratis.</p>
<p>&ldquo;Karena ini semua seperti yang disampaikan oleh Pak Menko PMK, ini adalah program agar generasi Indonesia jauh lebih sehat, lebih pintar dan insya Allah akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia saat ini dan ke depannya,&rdquo; ujar Fifi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250703-WA0133.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Forum Nasional 2025 Dorong Kebijakan Kesehatan yang Inklusif dan Berdampak Nyata</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/forum-nasional-2025-dorong-kebijakan-kesehatan-yang-inklusif-dan-berdampak-nyata</link>				
         <pubDate>Thu, 03 Jul 2025 15:04:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/forum-nasional-2025-dorong-kebijakan-kesehatan-yang-inklusif-dan-berdampak-nyata</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Juli 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) menggelar Forum Nasional Reformasi Kebijakan Kesehatan 2025 secara daring (1/7) dengan tema “Kolaborasi Stakeholder: Akselerasi Transformasi dan Penguatan Kebijakan Kesehatan.”</p>
<p>Forum ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan publik dalam penyusunan Roadmap Kebijakan Kesehatan 2025–2029, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Kepala BKPK, Prof. Asnawi Abdullah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kebijakan kesehatan yang relevan dan berdampak.</p>
<p>“Setiap rupiah yang kita investasikan harus berbuah nyata untuk kesehatan bangsa kita,” ujar Asnawi.</p>
<p>Forum menghadirkan tiga narasumber utama yang membahas strategi dari berbagai sektor, yaitu Kepala BKPK, Prof. Asnawi Abdullah yang menyampaikan tentang “Strategi transformasi sistem kesehatan nasional 2025–2029 dan penguatan kontribusi ekonomi sektor kesehatan”. Narasumber kedua, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Bappenas, Diah Lenggogeni, ST, MSc., yang menyampaikan tentang “Sinkronisasi pembangunan kesehatan dengan agenda nasional dan peningkatan kontribusi PDB”. Narasumber ketiga, Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, Kementerian Keuangan, Suska, PhD yang menyampaikan tentang “Kebijakan fiskal dan strategi pendanaan kesehatan untuk mendukung transformasi”.</p>
<p>Pembahasan lebih mendalam dilakukan dalam kelompok diskusi yang difokuskan pada enam sasaran strategis Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK), yaitu Masyarakat Sehat, Komunitas Gaya Hidup Sehat, Layanan Kesehatan yang Baik, Adil, dan Terjangkau, Sistem Kesehatan yang Kuat, Tata Kelola dan Pembiayaan yang Efektif serta Teknologi Kesehatan yang Maju.</p>
<p>Acara ini diikuti oleh sekitar 950 peserta dari berbagai kalangan: pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, pelaku industri kesehatan, organisasi profesi, pemerintah daerah, mitra pembangunan internasional, dan masyarakat pemerhati kesehatan.</p>
<p>Rekomendasi dari forum ini akan menjadi dasar penyusunan Peta Jalan Reformasi Kebijakan Kesehatan 2025–2029. BKPK menegaskan komitmennya untuk menjadikan masukan publik sebagai bagian penting dari kebijakan yang responsif dan inklusif.</p>
<p>“Semoga forum ini bukan hanya sekadar forum silaturahmi kita, melainkan menjadi catatan sejarah perjuangan kita dalam membangun kebijakan kesehatan yang tangguh, dan inklusif,” tutup Asnawi.</p>
<p>Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Forum Nasional 2025 diharapkan melahirkan kebijakan yang strategis, implementatif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (Humas BKPK/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-03-at-15.05.16.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Berakhirnya Layanan KKHI Makkah, Petugas Tetap Pantau Jemaah di RSAS</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/berakhirnya-layanan-kkhi-makkah-petugas-tetap-pantau-jemaah-di-rsas</link>				
         <pubDate>Wed, 02 Jul 2025 18:45:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/berakhirnya-layanan-kkhi-makkah-petugas-tetap-pantau-jemaah-di-rsas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 2 Juli 2025</p>
<p>Operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja (KKHI Daker) Makkah berakhir pada Rabu, pukul 00.00 WAS (2/7). Sejak kedatangan jemaah haji gelombang 2 di Makkah, Arab Saudi, pada tanggal 18 Mei 2025, KKHI Makkah telah melayani 526 jemaah, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.</p>
<p>Sementara itu, pelayanan kesehatan kloter telah melayani rawat jalan sebanyak 193.186 jemaah dan memberikan pelayanan tingkat lanjut dengan merujuk 1.164 jemaah ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).</p>
<p>&#8220;Mengikuti kebijakan pemerintah Arab Saudi tahun ini, KKHI lebih mengoptimalkan layanan visitasi ke sektor, penguatan layanan di kloter dengan menugaskan personel ke hotel yang tidak ada petugas kloternya, serta layanan rujukan ke RS Arab Saudi (RSAS) bagi jemaah yang memerlukan tindakan perawatan lanjutan seperti operasi, gawat darurat, dan sebagainya,&#8221; ungkap dr. Edi Supriyatna, MKK, Kepala Seksi (Kasie) Kesehatan PPIH Arab Saudi merangkap Kepala KKHI Makkah.</p>
<p>“Sudah tidak ada pasien di KKHI Makkah, semua sudah dievakuasi ke KKHI Madinah,” jelasnya. </p>
<p>Hingga tanggal 1 Juli 2025, masih ada 40 jemaah yang dirawat di RSAS.<br />
Meskipun telah berhenti beroperasi, KKHI Makkah menyiapkan 17 orang tim advance yang akan tetap menjalankan program visitasi bagi jemaah haji yang hingga saat ini masih dirawat di RSAS.</p>
<p>“Visitasi ke RSAS akan terus dilakukan. Kita monitor jemaah yang masih dirawat sampai semua petugas kembali ke tanah air,” beber dr. Edi. </p>
<p>Menurutnya, semua jemaah haji yang hingga saat ini dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia hingga mereka dapat kembali ke Tanah Air.</p>
<p>Untuk pelayanan rawat jalan di kloter, diagnosis penyakit didominasi oleh ISPA. Sedangkan untuk rawat inap, baik di pelayanan kesehatan sektor, KKHI, maupun RSAS, penyakit terbanyak adalah influenza dan pneumonia.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pemerintah Arab Saudi bisa mengakomodasi dan mempermudah pelayanan kesehatan jemaah di penginapan dan klinik negara penyelenggara ibadah haji, sehingga bisa tertangani dulu secara maksimal sebelum dirujuk ke RSAS,&#8221; ucap dr. Edi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250703-WA0043.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>418 Jemaah Haji Wafat, Kemenkes Minta Istitha&#8217;ah Kesehatan Diperketat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/418-jemaah-haji-wafat-kemenkes-minta-istithaah-kesehatan-diperketat</link>				
         <pubDate>Tue, 01 Jul 2025 20:05:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/418-jemaah-haji-wafat-kemenkes-minta-istithaah-kesehatan-diperketat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 1 Juli 2025</p>
<p>Memasuki hari ke-60 pelaksanaan ibadah haji, angka kematian jemaah terus bertambah hingga mencapai 418 orang. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Penyebab dominan wafatnya jemaah haji adalah penyakit jantung (syok kardiogenik dan gangguan jantung iskemik akut), serta sindrom gangguan pernapasan akut pada orang dewasa (data Siskohatkes per 30 Juni 2025, cut-off pukul 16.00 WAS).</p>
<p>Tingginya angka kematian dan kesakitan pada jemaah haji Indonesia menjadi sorotan khusus oleh Kementerian Haji Arab Saudi, terutama menjelang puncak ibadah haji. Ada dua aspek yang menjadi perhatian Wakil Menteri Haji Arab Saudi, Abdul Fatah Mashat, saat mengunjungi Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 28 Juni, yaitu tingkat istitha&#8217;ah kesehatan dan jumlah jemaah yang wafat.</p>
<p>“Ini harus menjadi perhatian kita semua dalam menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih baik di masa mendatang, termasuk dalam penyaringan, pemantauan, dan pendampingan kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan,” ungkapnya.</p>
<p>Senada dengan Wakil Menteri Haji Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dalam kegiatan silaturahmi dan pelepasan pemulangan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Gelombang Kedua (30 Juni) di KKHI Makkah, menyampaikan bahwa tingginya angka kematian ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>“Ibadah haji merupakan kegiatan pengumpulan massa terlama dan terberat bagi kaum Muslimin dari sisi aktivitas fisik ibadahnya,” ujar dr. Imran. </p>
<p>Menanggapi pernyataan Wakil Menteri Haji Arab Saudi, ia memohon dukungan dari pemerintah Arab Saudi agar mempermudah legalitas operasional akses layanan kesehatan selama penyelenggaraan ibadah haji.</p>
<p>&#8220;Meningkatnya jemaah haji yang meninggal dunia merupakan alarm tanda bahaya bagi kita semua. Kami perlu memastikan bahwa setiap jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi kriteria istitha&#8217;ah kesehatan. Pemerintah Indonesia juga perlu diberikan kemudahan dalam legalitas operasional layanan kesehatan haji selama di Arab Saudi. Persoalan penyelenggaraan kesehatan haji adalah tanggung jawab bersama,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara tegas telah mengatur istitha&#8217;ah kesehatan jemaah haji dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/508/2024 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/2118/2023 tentang Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan dalam rangka Penetapan Istitha&#8217;ah Kesehatan Haji.</p>
<p>Aturan tersebut menjelaskan berbagai kriteria untuk memenuhi syarat istitha&#8217;ah kesehatan, yang dilakukan melalui pemeriksaan fisik, kognitif, kesehatan mental, serta kemampuan melakukan aktivitas keseharian.</p>
<p>Implementasi istitha&#8217;ah kesehatan yang ketat diharapkan dapat menyaring calon jemaah yang memiliki risiko tinggi atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan menjalani ibadah haji yang menuntut fisik. Tujuannya adalah mengurangi beban pada sistem layanan kesehatan di Tanah Suci dan, yang terpenting, menyelamatkan jiwa.</p>
<p>Menyadari peran krusial seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan ibadah, Kemenkes RI menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Permasalahan istitha&#8217;ah kesehatan bukan hanya tugas Kemenkes, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya:</p>
<p>• Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Haji (BPH): bertugas menyosialisasikan dan mengintegrasikan persyaratan istitha&#8217;ah kesehatan ke dalam sistem pendaftaran dan pelunasan biaya haji.</p>
<p>• Pemerintah Daerah: melalui dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, memastikan tersedianya fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai untuk pemeriksaan jemaah.</p>
<p>• Para Alim Ulama dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU): memberikan edukasi berkelanjutan tentang pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental serta memenuhi istitha&#8217;ah kesehatan.</p>
<p>• Masyarakat: perlu memahami dan mendukung pentingnya persiapan kesehatan jasmani dan rohani sebelum berhaji.</p>
<p>Dengan sinergi dan komitmen dari semua pihak, Kemenkes berharap dapat menekan angka kematian jemaah haji pada musim-musim haji berikutnya. Tujuan utamanya adalah agar seluruh jemaah dapat menunaikan rukun Islam kelima ini dengan aman, nyaman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250701-WA0021.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolaborasi Kemenkes dan SnackVideo Permudah Akses Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Bandung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-kemenkes-dan-snackvideo-permudah-akses-cek-kesehatan-gratis-di-kabupaten-bandung</link>				
         <pubDate>Tue, 01 Jul 2025 13:23:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-kemenkes-dan-snackvideo-permudah-akses-cek-kesehatan-gratis-di-kabupaten-bandung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bandung, 30 Juni 2025</p>
<p>Upaya memperluas akses layanan kesehatan terus dilakukan melalui program Desa Sejahtera SnackVideo yang kini memasuki lokasi ketiganya, Sabtu (29/6), di Desa Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung. Program hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan platform digital SnackVideo ini kembali menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat desa.</p>
<p>Berlangsung meriah dan dipadati warga, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Tak kurang dari 133 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis, dari total 200 kuota yang disediakan. Mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan umum, seluruh layanan dibuka secara terbuka di area acara.</p>
<p>Cek Kesehatan Gratis adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Bagi sebagian warga, kesempatan ini menjadi momen langka untuk memeriksakan kondisi tubuh tanpa beban biaya. Salah satunya Pak Jana (58), warga sekitar, yang mengaku senang bisa ikut cek kesehatan gratis.</p>
<p>&ldquo;Saya ikut periksa karena nggak punya uang. Ke dokter harus pakai biaya, tapi di sini gratis,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, Pak Jana diketahui memiliki kadar gula darah tinggi serta gangguan penglihatan yang mulai mengganggu aktivitas hariannya. Tim medis pun menyarankan agar ia segera melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan ke puskesmas terdekat pada 20 Juli, atau dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.</p>
<p>&ldquo;Kata dokter saya sakit gula, gulanya tinggi, dan mata juga sudah nggak jelas,&rdquo; tambahnya.<br>Kegiatan ini tak hanya meringankan dari sisi biaya, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah ke layanan kesehatan. Selama ini, jarak dari kampung ke puskesmas terdekat cukup jauh sekitar 1 kilometer yang menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi warga lansia atau dengan keterbatasan mobilitas.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Ernawati, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat tak lepas dari edukasi yang diberikan sebelumnya.<br>&ldquo;Alhamdulillah, hari ini masyarakat sangat antusias menghadiri cek kesehatan gratis. Ini karena sebelumnya sudah diberikan sosialisasi tentang pentingnya deteksi dini,&rdquo; jelas Yuli.<br>Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan tidak selalu harus terpusat di fasilitas formal.</p>
<p>&ldquo;Harapannya, kegiatan kolaboratif seperti ini bisa menginspirasi mitra lain untuk memperluas cakupan layanan. Jadi masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tidak hanya di dalam gedung layanan kesehatan, tapi juga di luar gedung lewat event-event seperti ini,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Selain layanan kesehatan, acara juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seru dan edukatif. Mulai dari pertandingan bola, games tradisional, hingga pemberian gawang bola untuk fasilitas olahraga warga. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa kuat sepanjang acara berlangsung.</p>
<p>Dengan pendekatan jemput bola dan suasana yang terbuka, Desa Sejahtera terbukti menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini belum rutin memeriksakan kesehatannya. Selain layanan medis, warga juga disuguhi berbagai hiburan edukatif dan aktivitas komunitas.</p>
<p>Program Desa Sejahtera SnackVideo sebelumnya telah hadir di Tangerang dan Cianjur, dan akan terus berlanjut ke berbagai daerah lainnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat mendorong pemerataan layanan kesehatan secara lebih inklusif dan berkelanjutan dengan pendekatan yang tak hanya fungsional, tapi juga menyenangkan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250701-WA0015.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Percepat Reformasi Sistem Pendidikan dan Kesehatan, Pemerintah Bentuk Komite Bersama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-reformasi-sistem-pendidikan-dan-kesehatan-pemerintah-bentuk-komite-bersama</link>				
         <pubDate>Mon, 30 Jun 2025 21:08:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-reformasi-sistem-pendidikan-dan-kesehatan-pemerintah-bentuk-komite-bersama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Juni 2025</p>
<p>Dalam rangka penguatan sistem pendidikan dan kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi membentuk Komite Bersama (KOMBERS) sebagai upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penelitian, dan Pelayanan Kesehatan, pada Senin (30/6) di Jakarta.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa akses, kualitas, dan harga layanan kesehatan masih menjadi tantangan utama dalam sistem kesehatan Indonesia.</p>
<p>“Saat ini, dari 514 kabupaten/kota, baru sekitar 80 yang memiliki layanan penyakit katastropik setara ibu kota. Kalau masyarakat Sukabumi atau Semarang masih harus ke Jakarta untuk layanan jantung, itu artinya sistem kita belum adil dan merata,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Untuk mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan, pemerintah tengah mengembangkan 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan melengkapi fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten/kota dengan alat kesehatan esensial seperti CT scan dan cath lab. Targetnya, pada 2027 seluruh wilayah memiliki infrastruktur dasar yang mampu menangani penyakit prioritas seperti stroke dan jantung.</p>
<p>“Kalau alat-alat ini hanya ada di kota besar, seumur hidup kita tidak akan pernah bisa memberi layanan setara untuk seluruh rakyat,” tegasnya.</p>
<p>Dari sisi pembiayaan, Menkes menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan revisi terhadap peraturan perundangan terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk skema tarif BPJS Kesehatan. Prinsipnya, layanan kesehatan akan dibayar berdasarkan prioritas penyakit yang menyelamatkan nyawa, bukan semata berdasarkan jumlah tindakan.</p>
<p>“Kalau sistem pembiayaannya tidak mendukung, akses kesehatan tetap tidak terjangkau meski alatnya ada,” tambahnya.</p>
<p>Namun demikian, menurut Menkes, tantangan terbesar ada pada ketersediaan dan distribusi tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis.</p>
<p>“Alatnya sudah siap, pembiayaannya juga siap, tapi jumlah dan distribusi SDM kita masih sangat kurang. Kalau SDM-nya tidak selesai, layanannya akan terbatas dan masyarakat terpaksa mencari ke tempat yang jauh,” ujarnya.</p>
<p>Menkes pun mengajak perguruan tinggi untuk mencetak lebih banyak dokter dan tenaga medis, serta berkolaborasi lintas bidang untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan di sektor kesehatan.</p>
<p>Peluncuran KOMBERS menjadi langkah strategis untuk menjembatani dunia pendidikan, riset, dan layanan kesehatan. Komite ini diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas kementerian dalam menyusun solusi berbasis data dan inovasi, termasuk meninjau regulasi yang selama ini menghambat percepatan reformasi layanan kesehatan.</p>
<p>Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak harus didorong untuk mengatasi kompleksitas tantangan di sektor kesehatan.</p>
<p>“Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita perlu duduk bersama, mengesampingkan ego sektoral, dan fokus pada solusi yang konkret dan segera bisa dijalankan,” ujar Prof. Brian.</p>
<p>Menurutnya, peluncuran KOMBERS menjadi awal dari peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan layanan Kesehatan yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Prof. Brian juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan komunitas akademik. Ia meyakini bahwa gotong royong adalah kunci solusi berkelanjutan.</p>
<p>“Tidak mungkin semua beban diserahkan kepada pemerintah. Kita perlu duduk bersama, menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa dijalankan dalam waktu dekat,” katanya.</p>
<p>Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk aktif mengembangkan sistem pendidikan dan kesehatan yang menjawab persoalan nyata di bidang kesehatan, tak terbatas pada fakultas kedokteran saja.</p>
<p>“Permasalahan kesehatan itu kompleks. Butuh pendekatan lintas ilmu. Para peneliti di bidang lain harus ikut terlibat, agar kita bisa menghadirkan teknologi atau kebijakan yang benar-benar membantu sistem kesehatan kita,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya reformasi layanan kesehatan, Kemendiktisaintek juga tengah merumuskan peningkatan kapasitas pendidikan spesialis.</p>
<p>“Peluncuran Komite Bersama ini adalah langkah awal menuju sistem pendidikan dan kesehatan yang lebih inklusif, efektif, dan bermartabat,” tutup Prof. Brian.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250630-WA0025.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Kesehatan Haji Evakuasi Puluhan Jemaah Sakit, Didominasi Kasus Pneumonia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-kesehatan-haji-evakuasi-puluhan-jemaah-sakit-didominasi-kasus-pneumonia</link>				
         <pubDate>Mon, 30 Jun 2025 18:17:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-kesehatan-haji-evakuasi-puluhan-jemaah-sakit-didominasi-kasus-pneumonia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 30 Juni 2025</p>
<p>Sejak 23 Juni 2025 hingga hari ini (30/6), Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja (KKHI Daker) Makkah telah melakukan evakuasi menggunakan ambulans bagi pasien jemaah dari Makkah ke Madinah sebanyak 69 orang.</p>
<p>Mereka merupakan jemaah haji dari kedatangan gelombang kedua yang tiba di Makkah pada minggu ketiga Mei lalu. Jemaah yang dievakuasi adalah jemaah yang masih membutuhkan penanganan medis lanjutan dan/atau pemantauan kesehatan selama proses kepulangan.</p>
<p>&#8220;Sebagian besar jemaah yang dievakuasi dalam kondisi duduk disertai pendamping keluarga/petugas haji maupun petugas kesehatan untuk memantau kesehatannya. Adapun 25 orang jemaah dievakuasi dalam posisi berbaring untuk dipindahkan dari Makkah ke Madinah. Penyakit yang diderita pasien evakuasi didominasi oleh penyakit paru-paru/pneumonia/PPOK,&#8221; ungkap dr. Agus Alim, Sp.P, selaku Penanggung Jawab Evakuasi dan Tanazul KKHI Makkah.</p>
<p>Pelaksanaan evakuasi ini merupakan komitmen Tim KKHI Makkah untuk memberikan pelayanan prima bagi jemaah haji Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna memastikan para jemaah mendapatkan penanganan kesehatan yang optimal menjelang kepulangan mereka ke Tanah Air.</p>
<p>Dengan persiapan matang, proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans yang didampingi tenaga kesehatan profesional.</p>
<p>&#8220;Keselamatan dan kesehatan jemaah adalah prioritas utama kami,&#8221; pungkas dr. Edi Supriyatna, MKK, Kepala Seksi Kesehatan PPIH Arab Saudi yang juga menjabat sebagai Kepala KKHI Makkah.</p>
<p>Sebelum diberangkatkan, setiap jemaah menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi mereka stabil selama perjalanan. Selama perjalanan Makkah–Madinah, tim kesehatan terus memantau tanda vital jemaah dan memberikan penanganan yang diperlukan.</p>
<p>Setibanya di Madinah, jemaah akan langsung ditangani oleh KKHI Daker Madinah atau dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi bila diperlukan. Dengan upaya evakuasi ini, diharapkan jemaah haji yang sakit dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih baik dan dapat pulang ke Tanah Air.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-30-at-15.00.48.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>CKG Ngegas! 53 Juta Anak Sekolah Bakal Diskrining Kesehatan Mulai Juli</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-ngegas-53-juta-anak-sekolah-bakal-diskrining-kesehatan-mulai-juli</link>				
         <pubDate>Mon, 30 Jun 2025 15:54:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ckg-ngegas-53-juta-anak-sekolah-bakal-diskrining-kesehatan-mulai-juli</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA. Skrining kesehatan ini akan dimulai pada Juli 2025 di lebih dari 282 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan salah satu dari tiga program prioritas Presiden Republik Indonesia. Dua program lainnya adalah pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil dan percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC).</p>
<p>&ldquo;CKG ini sudah diluncurkan pertama kali pada 3 Februari tahun ini, dan kemarin kita sudah mencapai 11 juta yang sudah diskrining,&rdquo; ujar Menkes dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri.</p>
<p>Secara nasional, program CKG menargetkan 280 juta pemeriksaan kesehatan. Pelaksanaannya dilakukan melalui dua jalur utama: di Puskesmas dan di sekolah.</p>
<p>&ldquo;Sekolah ini ada sekitar 250 ribu lebih, dan secara logistik pelaksanaannya lebih masuk akal karena tempatnya tetap dan tidak berpindah-pindah,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Paket skrining mencakup pemeriksaan kesehatan fisik hingga kesehatan jiwa.</p>
<p>&ldquo;Yang akan dilakukan di sekolah, yaitu SD, SMP, SMA itu beda-beda paket tesnya. Ada masalah kesehatan fisik, ada juga kesehatan jiwa,&rdquo; ungkap Menkes.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kesehatan jiwa menjadi perhatian serius karena banyak kasus yang tidak teridentifikasi sejak dini, padahal prevalensinya cukup tinggi di kalangan pelajar.</p>
<p>Saat ini, capaian CKG telah menembus angka 200 ribu pemeriksaan per hari. Dengan masuknya sekolah sebagai lokasi pelaksanaan, angka ini diharapkan meningkat signifikan.</p>
<p>&ldquo;Kalau bisa dapat setengahnya dari total anak sekolah, kita bisa selesai dalam tiga bulan ke depan,&rdquo; ucap Menkes optimis.</p>
<p>Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan jumlah skrining tertinggi, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat. &ldquo;Saya harapkan kalau Jawa Barat naik, CKG-nya pasti lompatannya bisa lebih tinggi,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Kemenkes telah melakukan simulasi teknis dan sistem pelaksanaan sejak Juni 2025. Sosialisasi juga telah dilakukan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.</p>
<p>Pelaksanaan di sekolah akan didukung oleh dua pilar layanan: Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Alat pemeriksaan akan disediakan secara kolaboratif oleh keduanya.</p>
<p>&ldquo;Alat-alat yang dibutuhkan sebagian disiapkan oleh Puskesmas, sebagian lagi disiapkan di unit kesehatan sekolah,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Ia menambahkan, UKS akan direvitalisasi agar bisa berfungsi maksimal sebagai sarana edukasi kesehatan., dan berharap program ini menjadi momentum untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini di kalangan pelajar.</p>
<p>&ldquo;Mudah-mudahan ini bisa jadi momen untuk menggugah kesadaran hidup sehat sejak dini,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250630-WA0016.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>115 Ribu Jemaah Haji Tiba di Indonesia, Ahli Gizi Ingatkan Nutrisi Lansia Jangan Sembarangan!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/115-ribu-jemaah-haji-tiba-di-indonesia-ahli-gizi-ingatkan-nutrisi-lansia-jangan-sembarangan</link>				
         <pubDate>Sat, 28 Jun 2025 18:39:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/115-ribu-jemaah-haji-tiba-di-indonesia-ahli-gizi-ingatkan-nutrisi-lansia-jangan-sembarangan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 28 Juni 2025</p>
<p>Data Kementerian Agama melalui dashboard Siskohat mencatat, sebanyak 115.689 jemaah haji reguler hingga 28 Juni 2025 telah tiba di Indonesia. Perlu diingat, dari total 221.000 jemaah, lebih dari 80% merupakan jemaah berisiko tinggi dan lebih dari 30% adalah jemaah Lansia.</p>
<p>Bagi jemaah Lansia, perjalanan suci ini memerlukan perhatian ekstra, terutama dalam hal kesehatan dan stamina. Umumnya, mereka memiliki berbagai kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan khusus.</p>
<p>Penurunan kondisi fisik pada Lansia, seperti kehilangan gigi, menurunnya indera pengecap dan penciuman, tidak mudah merasa lapar, serta mudah mengalami diare, sembelit, dan kembung sangat memengaruhi asupan makan atau daya terima terhadap makanan.</p>
<p>Sebaliknya, apabila nutrisi tidak terpenuhi atau justru berlebihan, mereka akan lebih rentan terkena penyakit yang dapat membahayakan. Oleh karena itu, pengaturan porsi makan pada usia lanjut perlu diperhatikan, dengan mengutamakan makanan yang rendah kalori namun padat nutrisi.</p>
<p>Menurut dokter spesialis gizi klinis pada Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja (KKHI Daker) Makkah, Dr. dr. Muhammad Nasir Ruki, Sp.GK, American Heart Association menganjurkan pola makan sehat bagi jemaah Lansia dengan pedoman sebagai berikut:<br />
• Asupan karbohidrat sebesar 50%, dengan porsi lebih banyak pada karbohidrat kompleks (jenis karbohidrat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses dalam tubuh), seperti makanan yang mengandung pati (kacang-kacangan, jagung, kentang, dan biji-bijian), serta serat.</p>
<p>• Asupan protein disesuaikan sebagai sisa dari kebutuhan energi harian.</p>
<p>• Asupan sodium (garam) dibatasi kurang dari 3 gram per hari.</p>
<p>• Tidak dianjurkan mengonsumsi minuman keras/beralkohol dan minuman berkarbonasi.</p>
<p>Agar tidak mengalami dehidrasi, jemaah Lansia disarankan mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih atau air zam-zam sebanyak tiga teguk setiap 10 menit, sehingga dalam satu jam bisa mencapai 200–300 ml. Air ini tidak hanya berfungsi sebagai pelepas dahaga dan pendingin tubuh, tetapi juga membantu metabolisme makanan untuk mengoptimalkan pembentukan energi.</p>
<p>&#8220;Selain itu, jumlah kalori harian yang dibutuhkan umumnya semakin berkurang pada Lansia. Namun, tubuh tetap membutuhkan asupan kalori untuk diolah menjadi energi. Kalori juga bermanfaat untuk menjalankan fungsi organ tubuh, sel-sel, serta proses dasar tubuh agar tetap berfungsi dengan baik,&#8221; jelas dr. Nasir.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari National Institute on Aging, kebutuhan kalori harian Lansia adalah sebagai berikut:<br />
• Wanita tidak aktif: 1.600 kalori/hari<br />
• Wanita aktif: 1.800 kalori/hari<br />
• Pria tidak aktif: 2.000 kalori/hari<br />
• Pria aktif: 2.200 kalori/hari</p>
<p>Lansia yang masih mampu berjalan cepat lebih dari 3 mil atau sekitar 4,8 km per hari tergolong aktif secara fisik. Lansia dengan aktivitas padat memerlukan asupan kalori yang lebih tinggi.</p>
<p>Meski begitu, Lansia tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan berkalori. Disarankan hanya mengonsumsi makanan yang mengandung kalori sekaligus bernutrisi, seperti oatmeal, susu rendah lemak, susu kedelai, seafood, kacang-kacangan dan biji-bijian, roti gandum, beras merah, telur, serta variasi buah dan sayuran.</p>
<p>Kesehatan adalah investasi terbaik untuk menjalankan ibadah secara sempurna. Dengan pengaturan nutrisi yang tepat, diharapkan jemaah Lansia dapat memperoleh asupan gizi yang seimbang sehingga mampu beraktivitas dengan baik dan beribadah dengan nyaman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/DD)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250607-WA0008.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Saudi National Hospital Apresiasi Kinerja Tim KKHI Makkah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/saudi-national-hospital-apresiasi-kinerja-tim-kkhi-makkah</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Jun 2025 17:57:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/saudi-national-hospital-apresiasi-kinerja-tim-kkhi-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 26 Juni 2025</p>
<p>Saudi National Hospital (SNH) Abeer Medical Group secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah dalam berkolaborasi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.</p>
<p>Direktur Utama SNH Dr. Faheem memberi apresiasi kepada Tim KKHI Makkah. Pihak rumah sakit menyoroti efektivitas koordinasi, kecepatan respons, dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Tim KKHI Makkah dalam menangani jemaah haji yang membutuhkan perawatan kesehatan lanjutan.</p>
<p>&#8220;Kami sangat terkesan dengan kerja sama tim KKHI yang terorganisir dan mengikuti aturan yang berlaku di negara ini. Kalian semua profesional dan berpengalaman dalam menangani serta mendampingi para pasien jemaah Indonesia,&#8221; ujar Dr. Faheem.</p>
<p>Ia juga mengucapkan terima kasih atas koordinasi yang baik dan respons cepat antara SNH dan KKHI Makkah. </p>
<p>&#8220;Secara umum, kita semua sudah bekerja sama dengan baik. Di sisi lain, kami juga berterima kasih kepada penanggung jawab visitasi RS, dr. Yudha, yang responsif dan kolaboratif dengan pihak kami,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, dr. Mohammad Imran, MKM, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, turut menyampaikan terima kasih kepada SNH atas sinergi yang terjalin dengan KKHI Makkah. </p>
<p>&#8220;Kami berterima kasih kepada pihak RS SNH atas kerja sama yang solid ini dalam upaya supervisi, membantu proses perizinan KKHI Makkah, dan berkoordinasi untuk pelayanan kesehatan rujukan jemaah haji Indonesia,&#8221; ungkap dr. Imran.</p>
<p>Adapun data gabungan Tim KKHI Makkah dan SNH mencatat bahwa terdapat sekitar 700 pasien jemaah haji Indonesia yang diterima di IGD SNH, dengan lebih dari 460 orang di antaranya menjalani perawatan.</p>
<p>Menurut penanggung jawab Tim Visitasi RS Arab Saudi Daker Makkah, dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K), SNH telah melakukan tindakan perawatan lanjutan terhadap lebih dari 150 jemaah haji Indonesia. </p>
<p>&#8220;Terdapat sekitar 150 pasien yang menjalani tindakan perawatan tingkat lanjut di SNH ini. Dominan kasus meliputi penyakit jantung, infeksi saluran napas (ISPA dan pneumonia), patah tulang, serta penanganan pasien gawat di ICU,&#8221; beber dr. Yudha.</p>
<p>Kerja sama yang harmonis ini tidak hanya memperlancar proses administrasi dan penanganan medis, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah haji Indonesia yang sedang sakit di Tanah Suci. Mereka merasa tidak sendiri dan mendapatkan perhatian penuh dari tim kesehatan Indonesia dan Arab Saudi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/DD)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250627-WA0016.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perawatan Kesehatan Rasa Liburan, Bali Kini Punya Pusat Wellness Berstandar Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perawatan-kesehatan-rasa-liburan-bali-kini-punya-pusat-wellness-berstandar-internasional</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Jun 2025 15:55:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perawatan-kesehatan-rasa-liburan-bali-kini-punya-pusat-wellness-berstandar-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 26 Juni 2025</p>
<p>Bali kini tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tapi juga sebagai pusat layanan kesehatan dan estetika berstandar internasional. Hal ini ditandai dengan peresmian NgoerahSun Wellness &#038; Aesthetic Center (NSWAC) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Rabu (25/6), di lingkungan RSUP Prof. Dr. Ngoerah, Bali.</p>
<p>NSWAC merupakan fasilitas unggulan yang menghadirkan kombinasi layanan medis, wellness, dan estetika dalam satu gedung modern. Sebagai pionir pengembangan wisata medis di Indonesia, pusat ini menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas, nyaman, dan berkelas dunia.</p>
<p>“Gedung ini adalah karya nyata dari Kementerian Kesehatan Indonesia. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras,” ujar Presiden Prabowo.</p>
<p>Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kehadiran fasilitas ini dalam meningkatkan daya saing Indonesia di sektor kesehatan dan pariwisata. </p>
<p>“Kehadiran NgoerahSun dengan fasilitas bagus dan layanan yang lengkap diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan berkualitas serta memperkuat daya saing Indonesia dalam sektor pariwisata medis,”* tambahnya.</p>
<p>NSWAC merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan Sun Healthcare International dari Korea Selatan. Model kerja sama ini diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah.</p>
<p>Pusat layanan ini menawarkan empat layanan utama: Medical Check-Up, Dermaesthetic, Plastic Surgery, dan Aesthetic Dentistry. Seluruh layanan dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh—bukan hanya penyembuhan, tapi juga ketenangan fisik dan emosional.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa filosofi Bali turut menjadi inspirasi utama dalam pengembangan NSWAC.</p>
<p>“Bali dikenal dunia bukan hanya karena alamnya yang indah, tapi juga budaya yang sangat kental mampu menghadirkan ketenangan jiwa, penyembuhan, dan harmoni,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan dari semangat inilah RS Ngoerah Bali sebagai salah satu rumah sakit vertikal Kemenkes kami dorong untuk menjadi pusat unggulan wisata medis dan estetik Asia Pasifik.</p>
<p>Meski baru diresmikan, NSWAC telah beroperasi sejak Februari 2025 dan telah melayani 1.450 pasien—terdiri dari 250 WNA dan 1.200 WNI.</p>
<p>Suasana layanan NSWAC dirancang terasa seperti liburan, memadukan nuansa khas Bali yang tenang dengan teknologi medis terkini dan tenaga profesional bersertifikasi internasional.</p>
<p>Menurut Deputy General Manager NgoerahSun, dr. Nahla Shihab, Sp.DVE., MD (ABIM Certified), NSWAC dibangun untuk memberikan lebih dari sekadar perawatan medis.</p>
<p>“Tidak hanya untuk sembuh, tetapi juga untuk merasa nyaman dan dihargai secara menyeluruh. Dilengkapi dengan alat medis yang canggih dan modern, serta fasilitas gedung yang nyaman,” ungkap dr. Nahla.</p>
<p>Dengan pendekatan holistik yang mengedepankan keseimbangan antara tubuh dan jiwa, NSWAC optimis mampu menarik lebih banyak wisatawan medis dari dalam dan luar negeri.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/NSWAC_Website_Mobile_Facilities_1st_floor_Lobby_1_ad2e26f5c4.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Evaluasi Pelayanan Kesehatan: Pemerintah Diminta Perkuat Rasio Tenaga Medis di Kloter dan Hotel Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/evaluasi-pelayanan-kesehatan-pemerintah-diminta-perkuat-rasio-tenaga-medis-di-kloter-dan-hotel-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Wed, 25 Jun 2025 16:31:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/evaluasi-pelayanan-kesehatan-pemerintah-diminta-perkuat-rasio-tenaga-medis-di-kloter-dan-hotel-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 25 Juni 2025</p>
<p>Memasuki hari ke-54 pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah jemaah wafat sebanyak 386 orang berdasarkan data dashboard Siskohatkes per 24 Juni 2025. Selain itu, hingga pukul 16.00 WAS di hari yang sama, tercatat sebanyak 225.852 kunjungan rawat jalan oleh jemaah di Daerah Kerja Makkah dan Madinah.</p>
<p>Tingginya angka kunjungan ini memunculkan sejumlah masukan dari jemaah terkait pelayanan kesehatan, terutama menyangkut jumlah petugas yang dinilai terbatas dibandingkan jumlah jemaah yang dilayani.</p>
<p>“Saya dari Kloter 32, Enrekang. Saat berobat di Pos Kesehatan, hanya ada satu dokter dan satu perawat, padahal jumlah jemaah kami sekitar tiga ratusan orang, banyak yang lansia,” ujar Mariani Kadang, jemaah asal Sulawesi Selatan, saat ditemui di hotel 211 (23/6).</p>
<p>Hal serupa disampaikan oleh Suherman S. Bakak dari kloter yang sama. Ia memahami tantangan yang dihadapi para petugas dalam memberikan layanan kepada jumlah jemaah yang besar.</p>
<p>“Kalau hanya satu dokter yang melayani ratusan jemaah, tentu akan kewalahan. Kesehatan petugas juga perlu diperhatikan karena mereka bekerja dalam tekanan dan waktu istirahat yang terbatas,” ujarnya.</p>
<p>Beberapa petugas kesehatan di lapangan juga membagikan pengalaman mereka. Dalam beberapa kasus, satu tim medis mengampu dua hotel sekaligus karena keterbatasan jumlah tenaga kesehatan di lokasi.</p>
<p>“Di hotel 210, kami dari Kloter KJT dengan satu dokter, satu perawat, dan satu tenaga dari Petugas Haji Daerah (PHD), juga membantu jemaah di hotel 211 yang belum memiliki petugas TKHK,” jelas dr. Muhammad Ulin Nuha, TKHK dari Kloter KJT 20 Jawa Barat.</p>
<p>Menurut dr. Ulin, skema pelayanan yang ada saat ini lebih bersifat berbasis hotel ketimbang kloter, sehingga distribusi petugas menjadi tidak merata. Ia menyampaikan bahwa idealnya rasio petugas kesehatan adalah satu dokter dan satu perawat untuk setiap 120–150 jemaah agar pelayanan bisa berjalan lebih optimal.</p>
<p>“Kalau ada yang harus dirujuk ke rumah sakit, minimal butuh 2–5 jam. Jika hanya satu petugas yang tinggal di hotel sementara yang lain merujuk, maka pelayanan di hotel bisa terganggu,” jelasnya.</p>
<p>dr. Ulin juga mengusulkan agar formasi kloter disesuaikan untuk memudahkan distribusi layanan kesehatan. Dengan penyesuaian rasio dan beban kerja, ia berharap pelayanan kesehatan haji dapat lebih maksimal.</p>
<p>Masukan dari jemaah dan petugas ini menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah diharapkan dapat menjadikan evaluasi ini sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan ke depan.</p>
<p>Penyelenggaraan haji merupakan momen penting bagi umat Islam, sehingga pelayanan kesehatan yang memadai menjadi salah satu aspek krusial demi kelancaran dan kenyamanan ibadah seluruh jemaah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/DD)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/8381162_3861354.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Saat Detik Menentukan Nyawa: DWP Kemenkes Siapkan Masyarakat Tanggap Darurat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/saat-detik-menentukan-nyawa-dwp-kemenkes-siapkan-masyarakat-tanggap-darurat</link>				
         <pubDate>Wed, 25 Jun 2025 07:51:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/saat-detik-menentukan-nyawa-dwp-kemenkes-siapkan-masyarakat-tanggap-darurat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Juni 2025</p>
<p>Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama DWP Sekretariat Jenderal dan Pusat Krisis Kesehatan menyelenggarakan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Selasa (24/6) di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya anggota DWP Kemenkes, dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis.</p>
<p>Workshop diikuti oleh pengurus dan anggota DWP dari berbagai unit kerja di lingkungan Kemenkes serta perwakilan dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI). Peserta mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga medis profesional terkait prosedur BHD, termasuk teknik resusitasi jantung paru (CPR), penanganan henti napas, patah tulang, hingga perdarahan.</p>
<p>Ketua DWP Pusat, Ida Rachmawati Budi G. Sadikin, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi kesehatan nasional bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan semata.</p>
<p>“Kita tidak berharap terjadi kondisi darurat, namun saat masa itu datang yang tidak kita kehendaki kita harus siap sedia memberikan pertolongan pertama. Kegiatan hari ini adalah bagian dari wujud nyata transformasi ketahanan kesehatan,” ungkap Ida.</p>
<p>“Saya membayangkan jika ibu-ibu di rumah atau di tempat umum melihat orang pingsan, kadang hanya bisa panik atau teriak ‘_Astagfirullah_’. Padahal, seandainya tahu cara menangani kondisi tersebut, mungkin bisa menyelamatkan nyawa,” tambahnya.</p>
<p>Selain teori, peserta juga mengikuti simulasi langsung untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka dalam menangani kondisi kritis. Pengetahuan ini diharapkan dapat diteruskan ke keluarga dan lingkungan sekitar.</p>
<p>“Ilmu yang bermanfaat tidak hanya berhenti di kita. Ayo kita tularkan ke anak, suami, teman arisan, bahkan tetangga. Minimal mereka tahu harus ngapain kalau darurat,” pungkas Ida.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata DWP dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat, sekaligus implementasi amanat UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang mendorong edukasi kesehatan publik.</p>
<p>“BHD merupakan salah satu upaya strategis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang praktis serta esensial dalam menghadapi keadaan darurat medis,” ujar Agus.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diperluas melalui 11 regional Pusat Krisis Kesehatan di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari komitmen Kemenkes dalam menjangkau komunitas yang lebih luas.</p>
<p>“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa terus dikembangkan di berbagai wilayah dengan skala komunitas yang lebih luas. Karena menyelamatkan satu nyawa adalah amal yang tidak ternilai,” tandasnya.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi langkah awal dari gerakan peningkatan kesiapsiagaan komunitas yang dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, khususnya melalui peran aktif Dharma Wanita Persatuan.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/DSC0331.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Berani Tes, Berani Lindungi Diri, Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV dan IMS Tahun 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030</link>				
         <pubDate>Sat, 21 Jun 2025 07:13:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menegaskan kembali komitmennya untuk mengeliminasi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada tahun 2030. Edukasi, deteksi dini, dan pengobatan menjadi kunci dalam mencapai target ini, terutama mengingat tingginya beban kasus yang masih dihadapi Indonesia.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Diperkirakan terdapat sekitar 564.000 ODHIV pada tahun 2025, namun baru 63% yang mengetahui statusnya. Dari jumlah tersebut, 67% telah menjalani terapi antiretroviral (ARV), dan hanya 55% yang mencapai viral load tersupresi artinya virus tidak terdeteksi dan risiko penularan sangat rendah.</p>
<p>Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Ina Agustina, menyampaikan bahwa 76% kasus HIV di Indonesia terkonsentrasi di 11 provinsi prioritas, yakni: DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Kepulauan Riau.</p>
<p>“Penyebaran kasus HIV secara nasional banyak terjadi di populasi kunci seperti laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), waria, pekerja seks perempuan, dan pengguna napza suntik. Tapi di Papua, penularan sudah menyebar ke populasi umum, dengan prevalensi mencapai 2,3%,” jelas dr. Ina dalam temu media secara daring, Jumat (20/6).</p>
<p>Dalam tiga tahun terakhir, positivity rate HIV cenderung stagnan, namun kasus IMS justru meningkat, termasuk di kelompok usia muda. Data Kemenkes mencatat 23.347 kasus sifilis pada tahun lalu, mayoritas merupakan sifilis dini (19.904 kasus), dan 77 di antaranya adalah sifilis kongenital, yang menular dari ibu ke bayi. Gonore juga tercatat tinggi dengan 10.506 kasus, terutama di DKI Jakarta.</p>
<p>“IMS bukan hanya masalah kesehatan pribadi, ini masalah kesehatan masyarakat. IMS membuka pintu bagi penularan HIV, dan kasus terbanyak terjadi di usia produktif 25-49 tahun, bahkan kini mulai meningkat pada usia remaja 15-19 tahun,” tegas dr. Ina.</p>
<p>Ia menambahkan, infeksi Human Papillomavirus (HPV) salah satu IMS yang dapat memicu kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan, khususnya jika tidak terdeteksi sejak dini.</p>
<p>Dr. dr. Hanny Nilasari dari Departemen Dermatologi dan Venereologi FKUI-RSCM turut menyoroti perlunya edukasi kesehatan reproduksi yang menyeluruh. Menurutnya, IMS dan infeksi saluran reproduksi (ISR) sering kali tidak bergejala, terutama pada perempuan, sehingga kerap terlambat ditangani.</p>
<p>Jika tidak ditangani dengan tepat, IMS bisa menyebabkan komplikasi seperti radang panggul, kehamilan ektopik, bahkan infertilitas. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan IMS juga berisiko mengalami kematian neonatal, berat lahir rendah, atau lahir prematur.</p>
<p>Ia menegaskan pentingnya skrining rutin dan perilaku seksual yang aman. “Tren kejadian IMS dari tahun ke tahun terus meningkat, dan usia penderita makin muda. Sudah banyak kasus IMS maupun kehamilan tidak diinginkan pada remaja, dan ini mendorong tingginya angka aborsi,” jelas dr. Hanny</p>
<p>Gejala IMS dapat berupa luka atau lenting di area kelamin, cairan abnormal dari vagina atau penis, gatal atau nyeri saat buang air kecil, pembengkakan kelenjar di lipat paha, dan ruam di kulit. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual (oral, vaginal, anal), pertukaran cairan tubuh, hingga dari ibu ke anak saat kehamilan atau menyusui.</p>
<p>Kemenkes terus memperluas akses layanan untuk mencapai target eliminasi HIV dan IMS. Target utama adalah mencapai 95-95-95 pada 2030, yaitu 95% ODHIV mengetahui statusnya, 95% dari mereka menjalani pengobatan, dan 95% dari yang diobati mencapai supresi virus.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga menargetkan eliminasi sifilis dan gonore hingga 90%, serta mendorong triple elimination HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak.</p>
<p>Hingga saat ini, layanan tes HIV tersedia di 514 kabupaten/kota, layanan IMS di 504 kabupaten/kota, dan tes viral load di 192 kabupaten/kota. Kampanye pencegahan juga terus digalakkan melalui pendekatan “ABCDE”: Abstinence (tidak berhubungan seksual sebelum menikah), Be faithful (setia pada satu pasangan), Condom (penggunaan kondom untuk kelompok berisiko), Drugs (tidak menggunakan narkoba), dan Education (edukasi dan peningkatan kesadaran).</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/CP/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/Picsart_25-06-21_07-09-44-983.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peningkatan RSUD Buton Utara ke Tipe C, Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peningkatan-rsud-buton-utara-ke-tipe-c-perkuat-layanan-kesehatan-di-wilayah-kepulauan</link>				
         <pubDate>Sat, 21 Jun 2025 07:00:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peningkatan-rsud-buton-utara-ke-tipe-c-perkuat-layanan-kesehatan-di-wilayah-kepulauan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Buton Utara, 20 Juni 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan RSUD Buton Utara, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (20/6). Peningkatan status rumah sakit ini dari tipe D menjadi tipe C merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan di daerah terpencil, termasuk wilayah kepulauan.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Kalau ada masyarakat Buton Utara yang terkena stroke, jantung, kanker, ginjal, atau ibu melahirkan dengan kondisi sulit, itu seharusnya bisa ditangani di sini. Nggak usah dirujuk lima sampai enam jam ke kota lain,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Lima penyakit utama penyebab kematian di Indonesia stroke, jantung, kanker, gangguan ginjal, serta komplikasi ibu dan anak akan menjadi fokus layanan RSUD ini. Berbagai fasilitas penunjang seperti CT Scan, cath lab, alat patologi anatomi, mamografi, hingga mesin hemodialisis akan dilengkapi untuk mendukung penanganan pasien secara komprehensif di daerah.</p>
<p>&ldquo;Bayangkan kalau harus kemoterapi berkali-kali ke kota, keluarganya harus ikut, tinggal lama, pasti berat. Maka itu harus bisa dilakukan di sini,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Selain infrastruktur, Menkes juga menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit yang baik dan kehadiran dokter spesialis, terutama yang berasal dari daerah sendiri. Kementerian Kesehatan akan memberikan beasiswa penuh bagi dokter umum lokal untuk menempuh pendidikan spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based), agar mereka kembali dan mengabdi di daerah asal.</p>
<p>&ldquo;Kalau nggak ada spesialis dari daerah, nanti yang datang dokter muda dari luar, lalu muter terus. Kita mau anak daerah yang sekolah spesialis dan balik mengabdi. Kami bantu dengan beasiswa penuh,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, menyambut baik pembangunan RSUD ini dan menyampaikan bahwa kesenjangan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan besar di wilayahnya.</p>
<p>&ldquo;Jalan menuju ke Buton Utara ini bisa kami katakan bukan lagi sekadar rusak, tapi bencana. Untuk mencapai lokasi ini melalui jalur darat, diperlukan upaya ekstra. Inilah mengapa kehadiran rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai menjadi sangat penting,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan rumah sakit dengan fasilitas lebih memadai merupakan langkah penting untuk menjawab tantangan geografis dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan.</p>
<p>Peningkatan RSUD Buton Utara menjadi tipe C merupakan bagian dari program Quick Wins Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat layanan rujukan tingkat pertama di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.</p>
<p>&ldquo;Kami sangat menyambut baik peningkatan status RSUD Buton Utara menjadi tipe C. Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam mewujudkan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,&rdquo; kata Wagub.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan tata kelola pembangunan yang sesuai standar agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kami mengingatkan seluruh pihak pelaksana agar benar-benar menjalankan tugasnya sesuai peraturan dan standar teknis. Hindari penyimpangan dan pastikan seluruh tahapan berjalan tepat waktu dan sasaran,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap pembangunan RSUD tipe C ini dapat menjadi model yang direplikasi di wilayah kepulauan lainnya, serta simbol nyata dari kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Kesehatan dan seluruh jajaran atas komitmennya. Kiranya kerja sama dan perhatian terhadap wilayah kami ini dapat terus berlanjut demi terwujudnya masyarakat yang sehat, berdaya, dan sejahtera,&rdquo; pungkas Wagub Hugua.</p>
<p>&mdash;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54601165767_6cf0122ffa_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Prioritaskan Jemaah yang Sakit, KKHI Makkah Bergerak Cepat Layani Program Evakuasi Tanazul</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/prioritaskan-jemaah-yang-sakit-kkhi-makkah-bergerak-cepat-layani-program-evakuasi-tanazul</link>				
         <pubDate>Fri, 20 Jun 2025 20:23:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/prioritaskan-jemaah-yang-sakit-kkhi-makkah-bergerak-cepat-layani-program-evakuasi-tanazul</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 20 Juni 2025</p>
<p>Periode pemulangan jemaah haji, berdasarkan data Kementerian Agama pada dashboard Siskohat hingga tanggal 20 Juni 2025, mencatat bahwa jemaah haji reguler dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 60.479 orang. Mereka tergabung dalam 155 kelompok terbang (kloter).</p>
<p>Pemerintah Indonesia, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji, memberikan kesempatan kepada jemaah untuk melakukan tanazul—yaitu pengajuan pulang lebih cepat dari jadwal semula, atau penundaan waktu pulang dari jadwal yang telah ditetapkan. Pelaksanaan tanazul ini diprioritaskan bagi jemaah yang sakit.</p>
<p>&#8220;Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan seluruh jemaah, khususnya mereka yang memiliki kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus. Layanan tanazul menjadi salah satu program krusial yang kami gerakkan untuk memastikan jemaah sakit dapat kembali ke Tanah Air dan melanjutkan pemulihan di lingkungan yang lebih mendukung,&#8221; ungkap Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah (20/6).</p>
<p>Menurut Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Daker Makkah, dr. Agus Alim, Sp.P, yang berkoordinasi dengan Kantor Daker Makkah, hingga hari ini (20/6), terdapat 220 jemaah sakit yang terdaftar untuk mengikuti tanazul, dan jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah. </p>
<p>&#8220;Jumlah ini (220 jemaah) akan kita pilah dan pilih sesuai prioritas kasus dan ketersediaan seat dari maskapai penerbangan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dokter spesialis paru ini menjelaskan bahwa peserta Evakuasi Tanazul adalah jemaah sakit dalam kloter yang sedang dirawat di RS Arab Saudi maupun di KKHI Makkah.</p>
<p>Adapun kondisi yang menyebabkan jemaah menjadi bagian dari Evakuasi Tanazul mencakup jemaah lansia/disabilitas yang sakit, serta penyakit tertentu yang berisiko meningkatkan angka kematian, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, gagal ginjal, keganasan, dan gangguan kesehatan jiwa.<br />
Mekanisme pelaksanaan program ini dimulai dari Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) yang mengusulkan nama-nama jemaah sakit yang akan ditanazulkan berdasarkan kriteria prioritas kasus. </p>
<p>Kemudian, KKHI akan menyeleksi dari segi kelengkapan administrasi dan persyaratan medis, melakukan stabilisasi serta optimalisasi kondisi kesehatan jemaah, menetapkan kelayakan terbang, dan bekerja sama dengan TKHK untuk melakukan pendampingan selama perjalanan hingga tiba di Tanah Air.</p>
<p>Selain itu, dalam pelaksanaan Evakuasi Tanazul, prosedur pemulangan jemaah mendahulukan stabilisasi dan optimalisasi kondisi kesehatan di RS Arab Saudi ataupun KKHI. Setelah kondisi jemaah dianggap stabil dan dinyatakan layak terbang, maka proses tanazul dilaksanakan.</p>
<p>&#8220;Tentunya kondisi jemaah yang ditanazulkan akan tetap dipantau ketat oleh TKHK selama perjalanan. Alhamdulillah, sejauh ini, semua jemaah yang sudah kita tanazulkan kondisinya aman selama perjalanan,&#8221; beber dr. Agus seraya bersyukur.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250620-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolegium Kebidanan Luncurkan Kurikulum Baru: Bekal Baru bagi Calon Bidan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolegium-kebidanan-luncurkan-kurikulum-baru-bekal-baru-bagi-calon-bidan-indonesia</link>				
         <pubDate>Fri, 20 Jun 2025 08:27:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolegium-kebidanan-luncurkan-kurikulum-baru-bekal-baru-bagi-calon-bidan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Juni 2025</p>
<p>Kolegium Kebidanan, bersama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), resmi meluncurkan ‘Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia’ yang menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan kebidanan dan memperkuat peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi di Indonesia. Peluncuran ini berlangsung di Jakarta, Kamis (19/6), dengan dukungan dari mitra internasional seperti UNFPA dan Kedutaan Besar Kanada.</p>
<p>Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, MKM, menyampaikan bahwa pendidikan kebidanan yang kuat adalah kunci untuk mencetak bidan yang tidak hanya cakap secara klinis, tetapi juga mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dalam sistem layanan kesehatan.<br />
“Bidan harus menjadi ujung tombak dalam transformasi layanan primer, terutama dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir yang masih tinggi di Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kurikulum ini bukan hanya soal dokumen formal, tapi tentang menciptakan kerangka pendidikan yang relevan, fleksibel, dan terus berkembang sesuai kemajuan zaman.<br />
“Kurikulum bukan dokumen yang kaku. Harus terus direvisi, diperbaiki, dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan pelayanan, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan dan teknologi,” jelas drg. Arianti.</p>
<p>Menurutnya, KKI sebagai badan regulator memiliki mandat untuk memastikan mutu seluruh tenaga kesehatan, termasuk bidan. Dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, KKI bekerja erat dengan kolegium dari setiap disiplin ilmu. Dalam konteks ini, Kolegium Kebidanan menjadi motor utama penyusunan kurikulum berbasis standar global yang kini diluncurkan.<br />
“Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut, karena effort untuk memperbaiki sistem sangat besar,” kata drg. Arianti.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, yang turut hadir dalam peluncuran, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menekankan bahwa perbaikan sistem pendidikan kebidanan adalah bagian dari strategi besar untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.<br />
“Kalau kita mau memperbaiki agar profesi bidan lebih bagus dan wewenangnya lebih banyak, maka semua sistem harus berbasis data dan sistem yang solid,” tegas Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menyoroti empat fokus utama dalam memperkuat peran bidan, yang harus didukung oleh kurikulum pendidikan yang baik, yakni:<br />
1. Tertib Entri Data<br />
Bidan perlu mendokumentasikan setiap proses persalinan lewat sistem Satu Sehat. Data yang tertib membantu menemukan akar masalah dan melindungi profesi bidan dari stigma yang tidak adil.<br />
2. Peningkatan Kompetensi<br />
Kurikulum harus mengikuti standar internasional supaya lulusan kebidanan siap menghadapi kondisi dunia nyata yang kompleks.<br />
3. Rujukan yang Cepat dan Tepat<br />
Bidan harus bisa mengklasifikasikan risiko dan segera merujuk pasien dengan risiko tinggi ke fasilitas kesehatan yang memadai.<br />
4. Perluasan Peran Bidan<br />
Bidan tak hanya hadir saat persalinan. Mereka juga berperan sejak masa pra-kehamilan, mendampingi bayi, dan memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.<br />
“Bidan jangan hanya membantu melahirkan saja, tapi juga mengingatkan calon ibu sebelum kehamilan, mendampingi bayi setelah lahir, dan memastikan pertumbuhan anak berjalan optimal,” ujar Menkes.</p>
<p>Dengan diluncurkannya kurikulum ini, Kolegium Kebidanan berharap bisa memperkuat pendidikan profesi bidan di Indonesia secara menyeluruh—bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga nilai-nilai etika, komunikasi, dan kemampuan adaptif terhadap perubahan zaman.</p>
<p>Kegiatan diseminasi kurikulum ini juga diharapkan menjadi forum terbuka untuk menyerap masukan dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, tenaga kesehatan, hingga organisasi profesi, agar kurikulum terus berkembang dan berdampak nyata di lapangan.<br />
“Saya harap forum hari ini bisa menghasilkan kurikulum yang kuat dan benar-benar berdampak bagi sistem layanan kesehatan kita,” tutup drg. Arianti.</p>
<p>&#8212;<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/YN/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-19-at-15.56.20.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Para Pemimpin Dunia Bersatu untuk Mempercepat Upaya Eliminasi Kanker Serviks</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/para-pemimpin-dunia-bersatu-untuk-mempercepat-upaya-eliminasi-kanker-serviks</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Jun 2025 20:29:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/para-pemimpin-dunia-bersatu-untuk-mempercepat-upaya-eliminasi-kanker-serviks</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 19 Juni 2025 </p>
<p>Global Cervical Cancer Elimination Forum ke-2 resmi ditutup hari ini dengan tekad global yang diperbarui serta komitmen kebijakan, program, dan pembiayaan yang signifikan untuk mengeliminasi salah satu kanker paling mematikan namun dapat dicegah, menyerang perempuan di seluruh dunia.</p>
<p>Forum ini diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Indonesia, Gates Foundation, Pemerintah Spanyol dan Australia, World Health Organization (WHO), Gavi the Vaccine Alliance, Unitaid, UNICEF, World Bank, dan Global Financing Facility. Acara ini menghimpun sekitar 300 peserta dari tanggal 17–19 Juni 2025 di Bali, dan menjadi wadah strategis untuk mendorong komitmen baru dan memperkuat komitmen yang telah ada dalam rangka eliminasi kanker serviks. Forum ini bertujuan mempercepat kemajuan dalam menurunkan angka kematian akibat kanker sebesar sepertiga pada 2030 serta mendukung pencapaian target Global Strategy WHO, yaitu 90% cakupan vaksinasi HPV untuk anak perempuan usia 15 tahun, 70% perempuan diskrining menggunakan tes berkinerja tinggi pada usia 35 dan 45 tahun, dan 90% perempuan yang terdiagnosis penyakit serviks menerima pengobatan yang efektif.</p>
<p>Forum ini dihadiri oleh delegasi tingkat tinggi di bidang kesehatan, termasuk Menteri Kesehatan dari Fiji, Kiribati, Papua Nugini, Rwanda, Timor-Leste, dan Vanuatu, serta Wakil Menteri dari Kosta Rika, Paraguay, dan Afrika Selatan. Selain itu, perwakilan dari negara lain seperti Australia, Bhutan, Brasil, Kamboja, Republik Demokratik Kongo, Republik Dominika, Guatemala, Malaysia, Meksiko, Mozambik, Nigeria, Filipina, Samoa, Sierra Leone, Singapura, dan Spanyol juga hadir, menegaskan komitmen global terhadap agenda ini.</p>
<p>Para tokoh bidang kesehatan global turut hadir dalam sesi pembukaan, antara lain Dr. Saia Ma’u Piukala (Direktur Regional WHO untuk Kawasan Pasifik Barat), Dr. Lucas de Toca (Australia’s Global Health Ambassador), Marisol Touraine (Ketua Dewan Eksekutif Unitaid), dan Dr. Chris Elias (President of Global Development at the Bill &#038; Melinda Gates Foundation). Partisipasi lembaga internasional seperti UNICEF, Bank Dunia, Gavi, dan Global Financing Facility, serta organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta memperkaya dialog lintas pemangku kepentingan di forum ini.</p>
<p>Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan pentingnya Forum ini: “Pada 2018, WHO menyerukan eliminasi kanker serviks, dan komitmen yang dibuat di Indonesia menunjukkan bahwa dunia merespons. Namun kita harus melangkah lebih jauh dan lebih cepat. Setiap anak perempuan yang belum divaksinasi dan setiap perempuan yang tidak memiliki akses skrining atau pengobatan menjadi pengingat bahwa kesetaraan harus menjadi inti dari strategi eliminasi kita. Bersama, kita dapat menghapus kanker serviks.”</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyuarakan urgensi tindakan bersama. “Kanker serviks adalah penyebab kematian akibat kanker nomor dua tertinggi pada perempuan Indonesia. Kita tidak bisa menunggu sepuluh atau lima belas tahun lagi. Dengan kemajuan vaksin, skrining, dan pengobatan saat ini, kita memiliki alat untuk menyelamatkan jutaan jiwa—jika kita bertindak sekarang.” Beliau mendorong seluruh pemerintah, donor, dan pelaku kesehatan global agar memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam mengakses layanan.</p>
<p>Melanjutkan momentum dari Forum Cartagena 2023, yang menghasilkan komitmen senilai hampir US$600 juta, Forum Bali menunjukkan kemajuan lebih lanjut. Sebanyak 75 negara telah mengadopsi jadwal vaksin HPV dosis tunggal sehingga dapat memperluas akses dan menurunkan biaya. Di Afrika, cakupan dosis pertama vaksin HPV meningkat dari 28% pada 2022 menjadi 40% pada 2023. Upaya Gavi dalam membentuk pasar vaksin telah meningkatkan pasokan, sementara panduan WHO yang diperbarui membuat skrining dan pengobatan lebih layak dan efisien. Negara-negara juga mulai mengadopsi inovasi seperti self-sampling untuk memperluas jangkauan di daerah dengan sumber daya terbatas.</p>
<p>Pada forum ini, diperoleh serangkaian komitmen dari negara-negara, donor, dan mitra. Komitmen ini mencakup perluasan akses vaksin HPV secara luas, transisi ke regimen dosis tunggal, serta perluasan program nasional skrining dan pengobatan kanker serviks. Sektor swasta juga menyampaikan dukungan kuat, dengan komitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara, khususnya negara dengan kategori berpenghasilan rendah dan menengah, untuk menyediakan solusi diagnostik yang terjangkau demi meningkatkan cakupan skrining. Komitmen lengkap dari masing-masing negara dan entitas tersedia di situs WHO (https://www.who.int/westernpacific/news/item/19-06-2025-global-leaders-unite-to-accelerate-cervical-cancer-elimination-efforts).</p>
<p>Lebih lanjut, Forum mengadopsi Bali Declaration to Reaffirm Commitment to Cervical Cancer Elimination. Deklarasi ini menegaskan pentingnya percepatan akses yang adil terhadap vaksinasi HPV, skrining, dan pengobatan, termasuk melalui pemanfaatan rencana aksi nasional. Berdasarkan seruan WHO dan dukungan World Health Assembly terhadap Global Strategy, deklarasi ini mendorong pemerintah, donor, lembaga keuangan, organisasi kesehatan global, dan sektor swasta untuk memperkuat aksi bersama.</p>
<p>Terkait Indonesia, berbagai komitmen telah dibuat pada pilar pencegahan, skrining, dan pengobatan sebagaimana tercantum dalam Rencana Aksi Nasional Pengendalian Kanker (RAN Kanker) 2025–2034. Indonesia akan beralih ke jadwal vaksin HPV dosis tunggal pada akhir 2025 dengan memanfaatkan platform berbasis sekolah dan komunitas untuk memastikan cakupan yang luas dan setara. Skrining akan diperluas melalui pengujian DNA HPV berkinerja tinggi, dengan proyek percontohan nasional yang sedang berlangsung dengan target pelaksanaan penuh pada tahun 2025. Dalam hal pengobatan, Indonesia mengatasi kesenjangan kapasitas melalui percepatan pengadaan peralatan diagnostik dan pengobatan serta memperluas akses kemoterapi, krioterapi, dan layanan imunohistokimia. Upaya ini didukung oleh pelatihan tenaga kesehatan untuk menjamin pelayanan yang berkualitas.</p>
<p>Bersamaan dengan penyelenggaraan Forum, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Women’s Health and Economic Empowerment Network (WHEN) dan Elimination Partnership in the Indo-Pacific for Cervical Cancer (EPICC) mengadakan pertemuan dan dialog strategis bertajuk “Merancang Mekanisme Pembiayaan dan Pengadaan Berkelanjutan untuk Kesehatan Perempuan” pada 18 Juni 2025. Kegiatan tingkat tinggi ini merupakan bagian dari inisiatif Indonesia yang lebih luas untuk mendorong agenda transformasi kesehatan nasional. Diskusi difokuskan pada pengembangan strategi pembiayaan yang berkelanjutan dan dapat ditingkatkan untuk mendukung kesehatan perempuan, khususnya eliminasi kanker serviks dan kanker secara umum.</p>
<p>Sesi ini dihadiri oleh perwakilan tingkat tinggi dari pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembangunan, termasuk Kementerian Kesehatan RI, RS Kanker Dharmais, WHO Indonesia, WHEN, University of Sydney, Elekta Foundation, DFAT Australia, ADB, MSD, Australian Centre for Prevention of Cervical Cancer, Minderoo Foundation, EPICC, Swire Group, The Daffodil Centre, IQVIA, United in Diversity Foundation, Bank Dunia, Yayasan Kanker Indonesia, Bio Farma, Becton Dickinson, Merck, Etana Biotechnologies Indonesia, dan Roche Diagnostics Indonesia, untuk secara kolaboratif merumuskan strategi investasi terpadu. Fokus utama meliputi pendekatan blended financing, pengembangan strategi mitigasi risiko, dan investasi pada komponen sistem kesehatan yang krusial seperti pelatihan tenaga kerja, integrasi data, riset klinis, dan infrastruktur energi yang tangguh.</p>
<p>Pertemuan WHEN menyepakati pembentukan kelompok kerja untuk membahas pembiayaan berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat dalam program eliminasi kanker di Indonesia. Para peserta menyoroti perlunya rebranding skrining kanker untuk meningkatkan partisipasi publik dan memastikan bahwa Yayasan Kanker Indonesia adalah mitra kunci dalam memperluas layanan deteksi. Tantangan dalam pengujian HPV juga dibahas, termasuk kebutuhan untuk self-collection dan opsi genotipe. Peserta pertemuan ini sepakat untuk melanjutkan diskusi dalam berbagai forum mendatang, termasuk Majelis Umum PBB, guna mendorong model blended financing di tingkat global.</p>
<p>Seiring ditutupnya Forum ini, para pemimpin dunia menegaskan kembali bahwa eliminasi kanker serviks dapat dicapai dengan investasi yang berkelanjutan, aksi yang terkoordinasi, dan kemitraan yang inklusif. Momentum ini harus diterjemahkan menjadi tindakan yang segera dan setara demi mewujudkan janji masa depan bebas kanker serviks.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email ke [kontak@kemkes.go.id](mailto:kontak@kemkes.go.id).</p>
<p>*Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik*</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p><strong>Global Leaders Unite to Accelerate Cervical Cancer Elimination Efforts</strong></p>
<p>Reaffirmed global commitment to accelerate cervical cancer elimination through the Bali Declaration</p>
<p>Bali, 19 June 2025 </p>
<p>The 2nd Global Cervical Cancer Elimination Forum concluded today with renewed global resolve and significant policy, programmatic, and financial commitments to eliminate one of the most preventable yet deadly cancers affecting women worldwide. </p>
<p>Co-hosted by the Government of Indonesia, the Gates Foundation, the Governments of Spain and Australia, the World Health Organization, Gavi the Vaccine Alliance, Unitaid, UNICEF, the World Bank and Global Financing Facility, the Forum convened around 300 participants from 17 to 19 June 2025 in Bali. Serving as a strategic platform to mobilize global momentum, the event advanced new and existing commitments toward eliminating cervical cancer. It aimed to advance the cervical cancer elimination agenda aimed to accelerate progress in reducing cancer-related mortality by one-third by 2030 and to support the achievement of WHO’s Global Strategy targets: 90% HPV vaccination coverage among girls by age 15, 70% of women screened with high-performance tests by ages 35 and 45, and 90% of women diagnosed with cervical disease receiving effective treatment.</p>
<p>The Forum drew global high-level strategic representation, including Ministers of Health from Fiji, Kiribati, Papua New Guinea, Rwanda, Timor-Leste, and Vanuatu, along with Vice Ministers from Costa Rica, Paraguay, and South Africa. Delegations from countries such as Australia, Bhutan, Brazil, Cambodia, the Democratic Republic of the Congo, Dominican Republic, Guatemala, Malaysia, Mexico, Mozambique, Nigeria, the Philippines, Samoa, Sierra Leone, Singapore, and Spain further underscored the worldwide reach and commitment to the cause.</p>
<p>Key figures from the global health community participated in the opening session, including Dr. Saia Ma’u Piukala (WHO Regional Director for the Western Pacific); Dr. Lucas de Toca (Australia’s Global Health Ambassador); Ms. Marisol Touraine, (Chair of the Unitaid Executive Board); and Dr. Chris Elias (President of Global Development at the Bill &#038; Melinda Gates Foundation). The presence and contributions of leading institutions such as UNICEF, the World Bank, Gavi, and the Global Financing Facility, as well as civil society organizations, academia, and the private sector, enriched the Forum’s multi-stakeholder dialogue and reinforced the spirit of collective responsibility.</p>
<p>In a recorded message, WHO Director-General Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus underscored the significance of the Forum. “In 2018, WHO issued a call to eliminate cervical cancer, and the commitments made here in Indonesia show that the world is responding. But we must go further and faster. Every girl who remains unvaccinated and every woman who lacks access to screening or treatment is a reminder that equity must be at the heart of our elimination strategy. Together, we can consign cervical cancer to the history books.”</p>
<p>Echoing this urgency, Indonesia’s Minister of Health, Budi Gunadi Sadikin, called for immediate and coordinated action. “Cervical cancer is the second leading cause of cancer-related deaths among women in Indonesia. We cannot afford to wait ten or fifteen years to act. With today’s advances in vaccines, screening, and treatment, we have the tools to save millions of lives—if we act now.” The Minister urged all governments, donors, and global health actors to ensure that no woman is left behind in accessing life-saving services.</p>
<p>Building on the momentum of the Cartagena Forum in 2023, where nearly US$600 million was pledged, the Bali Forum showcased further global progress. Seventy-five countries have adopted the single-dose HPV vaccine schedule, improving access and reducing costs. In Africa, HPV vaccine first-dose coverage increased from 28 percent in 2022 to 40 percent in 2023. Gavi’s efforts to shape the vaccine market have improved supply, while WHO&#8217;s updated guidance is making screening and treatment more feasible and cost-effective. Countries are also embracing innovations such as self-sampling, which expands reach in low-resource settings.</p>
<p>The Forum concluded with a series of commitments from implementing countries, donors, and partners. These include support for expanded HPV vaccine access through new country introductions, transitions to single-dose regimens, and scale-up of national cervical cancer screening and treatment programmes. The private sector also signaled strong support, with commitments to collaborate with countries, particularly low- and middle-income countries, to improve access to affordable diagnostic solutions, helping to significantly increase screening coverage. A full list of commitments is available on the WHO’s official website (https://www.who.int/westernpacific/news/item/19-06-2025-global-leaders-unite-to-accelerate-cervical-cancer-elimination-efforts).</p>
<p>Further, the Forum adopted the Bali Declaration to Reaffirm Commitment to Cervical Cancer Elimination. The Declaration underscores the urgency of accelerating equitable access to HPV vaccination, screening, and treatment, including through the utilisation of national action plans. Building on WHO’s call to action and the World Health Assembly’s endorsement of the Global Strategy, the Declaration calls on governments, donors, financing institutions, global health organizations, and private sector stakeholders to intensify joint action.</p>
<p>With regard to Indonesia, a broad set of commitments has been made across the pillars of prevention, screening, and treatment as outlined in the National Cancer Control Plan 2025–2034. The country will transition to a single-dose HPV vaccination schedule by the end of 2025, utilizing both school- and community-based platforms to ensure broad and equitable coverage. Screening will be scaled through high-performance HPV DNA testing, with national pilots already underway and full rollout targeted by 2025. On treatment, Indonesia is addressing critical capacity gaps by accelerating the procurement of diagnostic and treatment equipment and expanding access to chemotherapy, cryotherapy, and immunohistochemistry services. These efforts are complemented by healthcare workforce training to ensure delivery of high-quality care.</p>
<p>Alongside the Forum, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in partnership with the Women’s Health and Economic Empowerment Network (WHEN) and the Elimination Partnership in the Indo-Pacific for Cervical Cancer (EPICC), held working dinner and strategic dialogue on “Designing Sustainable Financing and Procurement Mechanisms for Women’s Health,” on 18 June 2025. This high-level event is part of Indonesia’s broader initiative to drive forward a transformative national health agenda. The discussion centered on developing sustainable, scalable financial strategies to support women&#8217;s health, with a special focus on the elimination of cervical cancer and cancer in general.</p>
<p>The session attended by high-level representatives from government, the private sector, and development organizations, among others  Ministry of Health of Indonesia, Dharmais National Cancer Hospital, WHO Indonesia, Women’s Health and Empowerment Network (WHEN), University of Sydney, Elekta Foundation, Department of Foreign Affairs and Trade Government of Australia, Asian Development Bank, MSD, Australian Centre for Prevention Cervical Cancer, Minderoo Foundation, EPICC, Swire Group, The Daffodil Centre, IQVIA, United in Diversity Foundation, World Bank, Yayasan Kanker Indonesia, Bio Farma, Becton Dickinson, Merck, Etana Biotechnologies Indonesia, Roche Diagnostics Indonesia, to collaboratively shape a cohesive investment strategy. Key focus areas include advancing blended financing approaches, developing risk-mitigation strategies, and driving investments in critical components of the health system such as workforce training, data integration, clinical research, and resilient energy infrastructure.</p>
<p>The WHEN meeting agreed on creating working groups to address sustainable financing and community engagement for cancer elimination programs in Indonesia. Participants highlighted the need to rebrand cancer screening to improve public participation and identified the Indonesian Cancer Foundation as a key partner in expanding detection services. Challenges in HPV testing were also discussed, particularly the need for self-collection and genotyping options. The group agreed to continue the conversation at upcoming events, including the UN General Assembly, to advance blended financing models across the region.</p>
<p>As the Bali Forum concluded, global leaders reaffirmed that eliminating cervical cancer is achievable, but only through sustained investment, coordinated action, and inclusive partnerships. The momentum generated in Bali must now be transformed into urgent and equitable action to deliver on the promise of a cervical cancer-free future.</p>
<p>This press release is issued by the Bureau of Communications and Public Information, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. For more information, please contact Halo Kemenkes via hotline at 1500-567, SMS at 081281562620, or email at kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Head of the Bureau of Communications and Public Information</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54597753571_a6a82911a9_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Indonesia dan Philips Tandatangani Memorandum Saling Pengertian (MoU) untuk Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-indonesia-dan-philips-tandatangani-memorandum-saling-pengertian-mou-untuk-perkuat-ketahanan-sistem-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Jun 2025 09:13:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-indonesia-dan-philips-tandatangani-memorandum-saling-pengertian-mou-untuk-perkuat-ketahanan-sistem-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), perusahaan global terkemuka di bidang teknologi kesehatan, menandatangani Memorandum Saling Pengertian (Memorandum of Understanding/ MoU) untuk memperkuat transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui pengembangan kapasitas klinis, inovasi kesehatan digital, dan pendirian pusat pelatihan serta pusat layanan teknis.</p>
<p>MoU ini menjadi landasan bagi program nasional dalam pengembangan keterampilan klinis—khususnya di bidang radiologi, kardiovaskular, dan perawatan intervensi—serta layanan teknis dan integrasi sistem kesehatan digital. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan sistem kesehatan jangka panjang dan mendorong akses layanan berkualitas secara lebih merata di seluruh wilayah nusantara.</p>
<p>“Penandatanganan MoU dengan Philips ini menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk terus berinovasi dalam pelayanan kesehatan. Melalui kolaborasi ini, Kementerian Kesehatan berupaya mendorong adopsi teknologi kesehatan dan infrastruktur kesehatan digital yang canggih. Ini adalah investasi vital untuk membangun masa depan kesehatan Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya saing,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.</p>
<p>Fokus utama dari kolaborasi yang direncanakan meliputi:<br />
1. Penguatan Kapasitas Klinis dan Pengembangan Keterampilan Tenaga Kesehatan, terutama di bidang radiologi, perawatan kardiovaskular, dan prosedur intervensional. Philips dan Kementerian Kesehatan akan mengembangkan program pelatihan yang komprehensif untuk memperkuat kapabilitas tenaga kesehatan di Indonesia.<br />
2. Pembangunan Pusat Pelatihan dan Pusat Layanan untuk mendukung pengelolaan siklus hidup perangkat medis, memastikan kinerja optimal, serta memperluas akses teknologi di berbagai fasilitas layanan kesehatan.<br />
3. Pengembangan sistem kesehatan digital untuk meningkatkan mutu layanan, memperkuat integrasi sistem, dan meningkatkan efisiensi operasional di seluruh Indonesia.</p>
<p>MoU ini menjadi dasar kerja sama jangka panjang antara kedua belah pihak. Setiap program spesifik ke depan akan dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama teknis dengan direktorat terkait, antara lain Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, serta Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan.</p>
<p>“Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam mendukung transformasi sistem kesehatan dan meningkatkan kapasitas sistem layanan kesehatan Indonesia,” ujar Astri R. Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia. “Bersama-sama, kita akan melatih tenaga kesehatan, memperluas adopsi teknologi digital, serta meningkatkan akses layanan kesehatan guna memberikan perawatan yang lebih baik bagi lebih banyak masyarakat.”</p>
<p>Philips telah mendukung sistem kesehatan Indonesia selama lebih dari 120 tahun. Philips juga telah membangun kemitraan strategis dengan berbagai penyedia layanan kesehatan terkemuka — termasuk RSJPD Harapan Kita, Siloam Hospitals, dan Mandaya Royal Hospital Puri — untuk meningkatkan kapabilitas klinis melalui teknologi inovatif dan solusi terintegrasi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250619-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan TBC Itu Gratis, Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi SDM Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-tbc-itu-gratis-pemerintah-tegaskan-komitmen-lindungi-sdm-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Jun 2025 09:11:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-tbc-itu-gratis-pemerintah-tegaskan-komitmen-lindungi-sdm-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 18 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya dalam mengatasi tuberkulosis (TBC) sebagai ancaman serius terhadap sumber daya manusia Indonesia. Melalui program Gerakan Bersama Kelurahan Siaga TBC, upaya kolaboratif lintas sektor terus diperkuat. Salah satu bentuk implementasinya digelar di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, dengan tema &ldquo;BerSAMA Membangun Kota, Bebas dari TBC&rdquo;, pada Rabu (18/6).</p>
<p>TBC adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi peran pemerintah daerah dan para kader kesehatan yang telah berhasil meningkatkan penemuan kasus secara signifikan di Kota Tangerang.</p>
<p>&ldquo;Masalah TBC bukan hanya soal mengobati, tapi bagaimana menemukan kasus lebih awal, terutama pada mereka yang tidak bergejala. Ini butuh kerja bersama dari kementerian, dinas, hingga para kader di lapangan,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Saat ini, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, setelah India. Setiap tahun, tercatat sekitar 1.090.000 kasus TBC dan lebih dari 125.000 kematian akibat penyakit ini&mdash;angka yang setara dengan hilangnya satu kota kecil setiap tahunnya.</p>
<p>Prof. Dante juga menegaskan pentingnya peran kader TBC sebagai ujung tombak penanggulangan. Mereka tidak hanya menemukan kasus dan mendampingi pasien, tetapi juga memastikan pengobatan dijalani hingga tuntas.</p>
<p>&ldquo;Kader adalah pahlawan kesehatan. Mereka bekerja senyap, turun langsung ke masyarakat, dan tak jarang tanpa dukungan memadai. Saya senang di Kota Tangerang, para kader mulai mendapatkan insentif dan perlindungan,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya menghapus stigma terhadap penderita TBC. Setelah satu bulan pengobatan yang rutin, pasien tidak lagi menular. Stigma yang ada justru membuat penderita enggan memeriksakan diri, sehingga memperburuk rantai penularan.</p>
<p>Perwakilan Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hariqo Wibawa Saputra, menyatakan bahwa upaya ini sejalan dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk melindungi dan memperkuat sumber daya manusia Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Setiap tahun, sekitar 125.000 saudara kita meninggal dunia karena TBC. Itu artinya, bangsa kita kehilangan sumber daya manusia dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan, jika dihitung per jam, lebih dari 15 orang meninggal akibat TBC,&rdquo; ungkap Hariqo.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa layanan deteksi dan pengobatan TBC tersedia secara gratis dan menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digulirkan pemerintah.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah telah menyiapkan semuanya, mulai dari skrining hingga pengobatan lengkap. Ini bagian dari PHTC untuk melindungi generasi Indonesia,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>PCO juga mengapresiasi para kader kesehatan yang bekerja secara sukarela mendampingi pasien hingga sembuh. &ldquo;Kami harap apa yang dilakukan Kota Tangerang bisa menjadi contoh untuk 514 kabupaten/kota lainnya. Pemerintah daerah harus lebih aktif memberikan penghargaan kepada kader,&rdquo; tegas Hariqo.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya akses terhadap informasi yang benar. &ldquo;Informasi yang tepat bisa menyelamatkan, tapi informasi yang salah bisa menyakitkan dan memicu stigma. Ini tantangan besar kita hari ini,&rdquo; tutupnya.</p>
<p>Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa keberhasilan kota dalam menekan kasus TBC merupakan hasil kerja kolaboratif multisektor yang berjenjang hingga tingkat kelurahan.</p>
<p>&ldquo;Kami terus berinovasi memperluas akses layanan kesehatan dari tingkat primer hingga rujukan. Penanganan TBC tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tapi juga sosial dan ekonomi masyarakat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Data tahun 2024 menunjukkan bahwa Kota Tangerang memiliki 5 kasus TBC per 1.000 penduduk, dengan 21% kasus terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun. Meski begitu, capaian pengobatan di kota ini sangat baik: 92% pasien dinyatakan sembuh dan cakupan SPM TBC mencapai 100%.</p>
<p>Inovasi-inovasi seperti Ransel TBC (skrining mandiri oleh masyarakat), Asmara TBC (pendampingan pasien oleh kader hingga sembuh), serta intervensi seperti bedah rumah pasien TBC dan edukasi sekolah, menjadikan Kota Tangerang sebagai praktik baik di tingkat nasional.</p>
<p>&ldquo;Kita tidak bekerja hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan yang bebas dari penyakit. Mari lanjutkan perjuangan ini agar Kota Tangerang menjadi kota yang lebih sehat, maju, dan sejahtera,&rdquo; ujar Sachrudin.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya edukasi publik, Kemenkes juga mendistribusikan Lembar Balik TBC&mdash;media visual bergambar&mdash;yang digunakan kader untuk menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami masyarakat.</p>
<p>&mdash;<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54597693624_34fc75aa68_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspadai Penyebaran COVID-19, Puluhan Jemaah Terkonfirmasi Positif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspadai-penyebaran-covid-19-puluhan-jemaah-terkonfirmasi-positif</link>				
         <pubDate>Wed, 18 Jun 2025 19:45:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspadai-penyebaran-covid-19-puluhan-jemaah-terkonfirmasi-positif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 18 Juni 2025</p>
<p>Ibadah haji adalah salah satu kegiatan pengumpulan massa terbesar di dunia. Keramaian yang luar biasa ini, meskipun sakral, secara inheren membawa potensi risiko penularan berbagai penyakit, salah satunya adalah COVID-19.</p>
<p>Di tengah situasi global COVID-19 yang masih merebak, penyebarannya pun tidak luput terjadi di lingkungan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga 17 Juni 2025, <em>cut-off</em> pukul 16.00 WAS, terdapat 32 orang jemaah yang terkonfirmasi positif COVID-19.</p>
<p>&#8220;Para jemaah ini mengalami gejala demam disertai sesak napas dan dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Madinah dan Makkah. Setelah diobservasi dan menjalani serangkaian tes seperti MERS-CoV dan COVID-19, mereka terdiagnosis pneumonia/radang paru-paru dan terkonfirmasi positif COVID-19,&#8221; ungkap Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah (18/6).</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah mendapatkan perawatan intensif di RSAS, kondisi ke-32 jemaah ini menunjukkan perbaikan kesehatan yang signifikan. Berkat penanganan di RSAS serta pengawasan dari PPIH Bidang Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), mereka telah kembali ke penginapan, bahkan beberapa jemaah telah tiba di Tanah Air.</p>
<p>&#8220;KKHI di Makkah dan Madinah juga beberapa kali merawat pasien COVID-19 pasca kepulangan dari RSAS karena mereka masih memerlukan penanganan untuk gejala sesak napas akibat pneumonianya,&#8221; ucap Liliek.</p>
<p>Melihat potensi penularan COVID-19 di tengah kerumunan besar seperti ibadah haji, Kepala Pusat Kesehatan Haji berpesan agar para jemaah menjaga kesehatannya dan menggunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama bila sedang mengalami batuk dan pilek.</p>
<p>&#8220;Jadi, kami ingatkan—tak bosan-bosan—kepada jemaah untuk menjaga kesehatannya dan selalu waspada terhadap berbagai penularan penyakit, termasuk COVID-19. Gunakan masker ketika batuk atau pilek, serta di area keramaian. Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah beraktivitas. Minum air putih atau air zam-zam sedikit demi sedikit hingga mencapai 2 liter per hari. Bagi yang memiliki komorbid dan rutin mengonsumsi obat, jangan lupa minum obatnya secara teratur,&#8221; imbau Liliek.</p>
<p>Liliek juga menambahkan bahwa bagi jemaah yang telah kembali ke Indonesia, agar tetap menjalankan protokol kesehatan dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila dalam 14 hari setelah ketibaan mengalami gejala batuk, pilek, atau sesak napas, untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250618-WA0084.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Global Fund: Nyamuk Tak Kenal Batas Negara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/global-fund-nyamuk-tak-kenal-batas-negara</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 20:01:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/global-fund-nyamuk-tak-kenal-batas-negara</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands, mengingatkan pentingnya kerja sama lintas negara dalam mengatasi penyebaran malaria. Dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 di Bali, Selasa (17/6), ia menegaskan bahwa nyamuk pembawa malaria tidak mengenal batas negara, sehingga pendekatan regional menjadi kunci.</p>
<p>“Nyamuk sangat buruk dalam mengisi formulir imigrasi. Mereka tidak mengenal batas,” ujar Peter Sands, yang disambut tawa peserta konferensi pers.</p>
<p>“Itulah sebabnya pendekatan regional sangat penting, dan peran APLMA (Asia Pacific Leaders Malaria Alliance) sangat vital,” lanjutnya.</p>
<p>Indonesia, sebagai negara kepulauan yang berbagi daratan dengan Papua Nugini dan berdekatan dengan Kepulauan Solomon, dipandang memiliki posisi strategis sekaligus tanggung jawab besar dalam eliminasi malaria di Asia Pasifik.</p>
<p>“Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan. Negara ini mewakili contoh terbaik tentang apa yang mungkin dicapai dalam spektrum penuh pemberantasan malaria,” ujar Sands.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa Global Fund merupakan mitra eksternal terbesar dalam program penanggulangan malaria, termasuk di Indonesia, dan menegaskan komitmennya terhadap kerja sama yang telah terjalin.</p>
<p>“Kami sangat bangga bisa bermitra dengan Menteri Budi Gunadi Sadikin dan timnya dalam program-program penting ini,” tambahnya.</p>
<p>Peter Sands juga menyambut positif peluncuran Indonesia’s Call to End Malaria, sebuah inisiatif nasional untuk mendorong eliminasi malaria secara menyeluruh.</p>
<p>“Ini adalah langkah maju yang luar biasa. Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo dan Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dalam inisiatif ini,” ujarnya.</p>
<p>Lebih jauh, Sands menekankan bahwa eliminasi malaria bukan semata isu kesehatan, melainkan berkaitan langsung dengan keadilan sosial dan pembangunan ekonomi, terutama di wilayah-wilayah yang paling rentan.</p>
<p>“Penurunan kasus malaria terbukti berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja dan capaian pendidikan. Anak-anak yang bebas malaria tidak lagi sering absen sekolah—ini berdampak langsung pada masa depan mereka,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa mengatasi malaria dapat membuka kapasitas layanan kesehatan dasar. Banyak tenaga medis terkuras untuk menangani malaria. Dengan mengatasinya, bisa memberi ruang lebih besar bagi dokter dan perawat untuk melayani kebutuhan kesehatan lainnya.</p>
<p>“Inisiatif ini luar biasa, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan ini,” pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content//app_asset/placeholder.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Jadi Contoh Sukses Terbaik Perangi Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-jadi-contoh-sukses-terbaik-perangi-malaria</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 19:57:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-jadi-contoh-sukses-terbaik-perangi-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Indonesia mendapat apresiasi sebagai contoh sukses terbaik dalam eliminasi malaria di kawasan Asia Pasifik. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh CEO Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), Dr. Sarthak Das, dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 yang digelar di Bali, Selasa (17/6).</p>
<p>“Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan. Negara ini merupakan contoh terbaik di kawasan Asia Pasifik dalam upaya pemberantasan malaria,” ujar Dr. Sarthak.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan Indonesia tidak hanya diukur dari menurunnya jumlah kasus, tetapi juga dari pendekatan komprehensif yang dilakukan—mulai dari pencegahan, pengobatan, hingga kerja sama lintas negara.</p>
<p>Dr. Sarthak menyoroti posisi strategis Indonesia, khususnya karena berbagi daratan dengan Papua Nugini, salah satu pusat permasalahan malaria di kawasan Pasifik bersama negara-negara tetangga seperti Kepulauan Solomon.</p>
<p>“betapa pentingnya keahlian teknis, sumber daya, kemauan, dan kepemimpinan Indonesia dalam memandu kawasan ini menjadi bagian krusial dari upaya yang perlu dilakukan bersama,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan global dalam memerangi malaria sangat bergantung pada kemauan politik dari masing-masing negara.</p>
<p>“Upaya ini tidak akan berhasil tanpa kemauan politik. Kita sudah memiliki alat, ilmu pengetahuan, dan berbagai contoh keberhasilan,” ujar Dr. Sarthak.</p>
<p>APLMA—yang dibentuk pada 2015—bertujuan tidak hanya untuk menyatukan strategi pemberantasan malaria, tetapi juga untuk membangun komitmen politik lintas negara agar upaya ini tidak berhenti pada aspek teknis semata.</p>
<p>Dengan kepemimpinan yang kuat dan konsisten, Indonesia kini dipandang sebagai pemimpin regional dalam perjuangan kolektif untuk mengakhiri malaria—bukan hanya demi kepentingan nasional, tetapi sebagai bagian dari kontribusi kemanusiaan global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content//app_asset/placeholder.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Siapkan Strategi Khusus Eliminasi Malaria di Papua, Target Bebas 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-strategi-khusus-eliminasi-malaria-di-papua-target-bebas-2030</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 19:48:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-strategi-khusus-eliminasi-malaria-di-papua-target-bebas-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan strategi komprehensif untuk mengeliminasi malaria secara nasional, dengan fokus khusus di wilayah Papua. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberhasilan di Papua akan menjadi penentu utama tercapainya target Indonesia bebas malaria pada 2030.</p>
<p>&#8220;Kalau kita bisa selesaikan malaria di Papua, maka kita bisa selesaikan malaria di seluruh Indonesia,&#8221; ujar Menkes Budi dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 di Bali, Selasa (17/6).</p>
<p>Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 476 atau sekitar 79 persen telah mencapai status eliminasi. Namun, lebih dari 93 persen beban kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua, wilayah yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan aksesibilitas yang kompleks.</p>
<p>Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kemenkes mengedepankan beberapa pendekatan utama. Langkah pertama adalah pencegahan berbasis lingkungan guna mengurangi habitat nyamuk pembawa malaria. Langkah kedua adalah perlindungan masyarakat melalui distribusi kelambu berinsektisida. </p>
<p>“Dengan bantuan dari Global Fund, sebanyak 3,3 juta kelambu telah kami distribusikan ke masyarakat secara rutin. Ini bagian penting dari pencegahan,” jelas Budi. </p>
<p>Langkah ketiga adalah inovasi melalui Mass Drug Administration (MDA) atau pemberian obat pencegahan malaria secara massal di suatu wilayah. Uji coba MDA yang telah dilakukan di dua kota menunjukkan penurunan insiden malaria hingga 50 persen. Namun, pelaksanaan program ini membutuhkan biaya tinggi sehingga saat ini sedang dievaluasi dari segi efisiensi dan keberlanjutannya.</p>
<p>Dalam aspek kuratif, Menkes memastikan bahwa pengobatan tersedia secara luas. Ia menegaskan pentingnya deteksi dini dan pengobatan cepat bagi siapa pun yang terinfeksi malaria.</p>
<p>Menkes juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara dalam upaya eliminasi, mengingat nyamuk pembawa malaria tidak mengenal batas wilayah administratif. Oleh karena itu, dua kesepakatan penting akan dicapai dalam forum ini. Pertama, komitmen seluruh gubernur di Papua untuk mengejar target eliminasi malaria pada 2030. </p>
<p>“Kedua, kami juga menandatangani joint action plan dengan pemerintah Papua Nugini, karena kita berada di satu daratan. Ini dua hal yang kami harapkan bisa menjadi hasil konkret dari pertemuan ini,” tutur Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai informasi, malaria merupakan salah satu dari empat penyakit menular utama yang ditularkan oleh nyamuk, selain demam berdarah, Japanese encephalitis, dan chikungunya. Meski angka kematian akibat malaria di Indonesia berkisar sekitar 130 kasus per tahun, penyakit ini tetap menjadi penyebab kematian tertinggi dibandingkan tiga penyakit tersebut.</p>
<p>“WHO menargetkan eliminasi malaria secara global pada 2030. Untuk Indonesia, tantangan utamanya memang ada di Papua. Tapi dengan strategi yang tepat dan dukungan lintas sektor, saya yakin kita bisa mencapainya,” ujar Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content//app_asset/placeholder.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bersatu Melawan Malaria: Seruan Indonesia untuk Mengakhiri Malaria Diluncurkan pada Pertemuan Asia Pasifik Eliminasi Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bersatu-melawan-malaria-seruan-indonesia-untuk-mengakhiri-malaria-diluncurkan-pada-pertemuan-asia-pasifik-eliminasi-malaria</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 19:07:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bersatu-melawan-malaria-seruan-indonesia-untuk-mengakhiri-malaria-diluncurkan-pada-pertemuan-asia-pasifik-eliminasi-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Siaran Pers Bersama Kemenkes-APLMA</p>
<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia, bekerja sama dengan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), sukses menyelenggarakan 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination pada 16–17 Juni 2025 di Bali. Mengusung tema “Unity in Action, Towards Zero Malaria”, pertemuan ini menghimpun lebih dari 250 peserta, termasuk para pemimpin politik, Menteri Kesehatan, institusi kesehatan global, dan pakar teknis, guna menegaskan kembali komitmen kolektif kawasan untuk mengeliminasi malaria pada tahun 2030.</p>
<p>Summit ini dipimpin oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Yang Terhormat Budi Gunadi Sadikin, dan menampilkan pidato kunci dari Yang Mulia Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus Special Advisor APLMA. Pertemuan ini turut dihadiri oleh para Menteri Kesehatan dari Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Vanuatu, dan Pakistan, serta pejabat tinggi dari Bangladesh, India, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Nepal, Korea Selatan, Sri Lanka, Thailand, Inggris, dan Vietnam.</p>
<p>Tokoh dan mitra kesehatan global turut hadir dalam diskusi, termasuk Dr. Saia Ma’u Piukala, Direktur Regional WHO untuk Wilayah Pasifik Barat; Dr. Lucas De Toca, Duta Besar Kesehatan Global dari DFAT Australia; Christopher Elias, Presiden Divisi Pengembangan Global dari Gates Foundation; Peter Sands, Direktur Eksekutif The Global Fund; Dr. Eduardo Banzon, Direktur Tim Praktik Kesehatan, Kantor Pembangunan Manusia dan Sosial, Grup Sektor ADB; dan Lady Roslyn Morauta, Ketua Dewan The Global Fund. Kehadiran mereka, bersama pejabat tinggi pemerintahan, direktur program malaria nasional, dan pakar teknis, menunjukkan kesatuan tekad kawasan dalam memberantas malaria.</p>
<p>Dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menekankan pentingnya kolaborasi regional: “Acara ini bukan sekadar pertemuan. Ini merupakan penegasan kembali atas komitmen kolektif kita. Tidak ada tempat di mana semangat kerja sama ini lebih penting selain di kawasan Indo-Pasifik Tengah. Kita memiliki keahlian teknis, inovasi, dan momentum regional untuk meraih keberhasilan, karena setiap nyawa yang terselamatkan, setiap komunitas yang terlindungi, setiap anak yang tumbuh tanpa malaria adalah sebuah kemenangan bagi kemanusiaan.&#8221;</p>
<p>Dalam sambutan pembuka, Menteri Budi menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk mencapai eliminasi. Ia menyampaikan, “Malaria bukan sekadar isu Kesehatan, ini adalah isu pembangunan. Untuk benar-benar mengeliminasi malaria, kita harus melampaui sektor kesehatan. Itulah sebabnya Indonesia meluncurkan Indonesia’s Call to End Malaria Initiative (ICMI) untuk menggerakkan dukungan dari seluruh sektor pemerintah dan masyarakat. Dengan kepemimpinan yang lebih kuat dan koordinasi yang lebih baik, kita akan membawa solusi berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah terdampak seperti Papua.”</p>
<p>Di sela-sela Summit, Menteri Budi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk memimpin forum tingkat tinggi dengan para gubernur Papua, yang menghasilkan penandatanganan Komitmen Gubernur dan dukungan terhadap pembentukan Konsorsium Malaria Papua, sebuah wadah baru untuk menyatukan kepemimpinan daerah dan pemangku kepentingan lintas sektor dalam menangani malaria di wilayah tersebut.</p>
<p>Untuk memperkuat momentum regional, Indonesia dan Papua Nugini juga memprakarsai Rencana Aksi Bersama Bilateral guna memperkuat kerja sama lintas batas, dengan menjamin koordinasi yang setara, saling menghormati, dan saling menguntungkan. Summit juga mencatat kemajuan Inisiatif EDEN, yang disahkan pada 2024 oleh lima negara dengan beban tinggi, serta hasil pertemuan koordinasi regional pertamanya, termasuk strategi mobilisasi sumber daya bersama yang menargetkan wilayah endemis tinggi yang disepakati di sela-sela Summit.</p>
<p>Menteri Budi juga meluncurkan Chairman’s Statement dari Summit ini, yang merangkum hasil-hasil utama dan menegaskan kembali komitmen terhadap aksi nasional, pendanaan berkelanjutan, termasuk kemitraan dengan ADB, serta prioritas regional seperti ketahanan terhadap perubahan iklim, malaria zoonosis, dan resistensi obat. Pernyataan ini juga menyerukan dukungan berkelanjutan dari mitra global dan sektor swasta guna mencapai Asia Pasifik bebas malaria pada tahun 2030.</p>
<p>Dengan waktu yang hanya tersisa lima tahun untuk mencapat target global SDGs guna eliminasi malaria pada 2030, KTT Pemimpin Asia Pasifik ke-9 telah menjadi wadah strategis untuk memperlihatkan kemajuan kawasan, inovasi, serta pembaruan komitmen. APLMA dan Pemerintah Indonesia bersama para menteri kesehatan, pemimpin kesehatan global, serta para pakar yang hadir, menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat ketahanan kesehatan kawasan dan mempercepat tercapainya Asia Pasifik bebas malaria.</p>
<p>—</p>
<p>Pertanyaan Media:<br />
Izzairin Swandi<br />
Manajer Komunikasi<br />
Asia Pacific Leaders Malaria Alliance<br />
iswandi@aplma.org</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>===</p>
<p>United Against Malaria: Indonesia’s Call to End Malaria Initiative Unveils at 9th Leaders’ Summit</p>
<p>Bali, 17 June 2025 – The Government of Indonesia, in partnership with the Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), successfully hosted the 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination on 16–17 June 2025 in Bali. Under the theme “Unity in Action, Towards Zero Malaria”, the Summit brought together over 250 participants, including political leaders, health ministers, global health institutions, and technical experts, to reaffirm the region’s collective commitment to eliminate malaria by 2030.</p>
<p>The Summit was hosted by Indonesia’s Minister of Health, Hon. Budi Gunadi Sadikin, and featured keynote remarks by H.E. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, 6th President of Indonesia and Special Advisor to APLMA. It brought together Ministers of Health from Papua New Guinea, Solomon Islands, Timor-Leste, Vanuatu, and Pakistan, alongside high official representatives from Bangladesh, India, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Nepal, South Korea, Sri Lanka, Thailand, the United Kingdom, and Vietnam.</p>
<p>Prominent global health leaders joined the discussions, including Dr. Saia Ma’u Piukala, World Health Organization Regional Director for the Western Pacific; Dr. Lucas De Toca, Ambassador for Global Health DFAT Australia; Christopher Elias, President of Global Development of the Gates Foundation; Peter Sands, Executive Director of the Global Fund; Dr. Eduardo Banzon, Director of Health Practice Team, Human and Social Development Office, ADB&#8217;s Sectors Group; and Lady Roslyn Morauta, Board Chair of The Global Fund.  Their presence, alongside senior government officials, national malaria program directors, and technical experts, underscored a strong and united front in the region’s fight against malaria.</p>
<p>Delivering the keynote address, H.E. Former President Yudhoyono stressed the importance of regional collaboration, he said, “This summit is more than a meeting. It is a reaffirmation of our collective commitment. And nowhere is this spirit of cooperation more vital than in the Central Indo-Pacific region. We have the technical expertise, the innovation, and the regional momentum to succeed, because every life saved, every community protected, every child who grows up free from malaria, is a victory for humanity.”</p>
<p>In his welcome remarks, Minister Budi emphasized Indonesia’s steadfast commitment to achieve elimination. He said, “Malaria is not just a health issue, it is a development issue. To truly eliminate malaria, we must go beyond the health sector. That’s why Indonesia launched the Indonesia Call to End Malaria Initiative, to mobilize whole of government, whole of society support. Through stronger leadership and better coordination, we will bring lasting solutions to our most affected regions, especially Papua.”<br />
On the sidelines, Minister Budi and Vice Minister for Home Affairs Ribka Haluk co-chaired a high-level forum with Papua’s governors, resulting in the signing of a Governors’ Commitment and the endorsement of the Papua Malaria Consortium, a new platform to unify provincial leadership and multisectoral stakeholders in tackling malaria in the region.</p>
<p>Furthering regional momentum, Indonesia and Papua New Guinea initiated a Bilateral Joint Action Plan to strengthen cross-border collaboration, ensuring coordinated efforts grounded in mutual respect and shared benefit. The Summit also welcomed the progress of the EDEN Initiative, endorsed in 2024 by five high-burden countries, and the outcomes of its first Regional Coordination Meeting, including a joint resource mobilization strategy targeting high-endemic areas which is agreed in the sideline of the Summit.</p>
<p>Minister Budi also unveiled the Chairman’s Statement of the Summit, capturing key outcomes and reaffirming commitments to national action, sustainable financing, including partnerships with ADB, and regional priorities such as climate resilience, zoonotic malaria, and drug resistance. The Statement calls for sustained global and private sector engagement to achieve a malaria-free Asia Pacific by 2030.</p>
<p>With five years remaining to meet the global malaria elimination goal, the 9th Asia Pacific Leaders’ Summit served as a critical platform to showcase progress, strengthen partnerships, and accelerate action toward a malaria-free future.</p>
<p>-Ends –</p>
<p>Media Queries:<br />
Izzairin Swandi<br />
Communications Manager<br />
Asia Pacific Leaders Malaria Alliance<br />
iswandi@aplma.org </p>
<p>This press release is issued by the Bureau of Communications and Public Information, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. For more information, please contact Halo Kemenkes via hotline at 1500-567, SMS at 081281562620, or email at kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Head of the Bureau of Communications and Public Information</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250617-WA0042.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Setiap 25 Menit 1 Perempuan Meninggal karena Kanker Serviks, Menkes Budi Tancap Gas Vaksin HPV!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/setiap-25-menit-1-perempuan-meninggal-karena-kanker-serviks-menkes-budi-tancap-gas-vaksin-hpv</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 18:54:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/setiap-25-menit-1-perempuan-meninggal-karena-kanker-serviks-menkes-budi-tancap-gas-vaksin-hpv</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mengakselerasi program vaksinasi HPV nasional demi menekan angka kematian akibat kanker serviks. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa upaya ini sangat mendesak, mengingat kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian utama perempuan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kanker serviks adalah kanker pembunuh kedua untuk perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Jadi mungkin setiap 25 menit ada satu orang perempuan Indonesia meninggal akibat kanker,&#8221; ujar Menkes Budi saat membuka Global Cervical Cancer Elimination Forum 2025 di Bali, Selasa (17/6).</p>
<p>Fakta tersebut mendorong Menkes Budi untuk bergerak cepat menyelamatkan jutaan jiwa perempuan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya mempelajari bahwa penyakit ini membunuh banyak sekali perempuan di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengalaman menangani vaksinasi COVID-19 membuat Menkes Budi mencari pendekatan paling efektif untuk kanker serviks. Ia menemukan bahwa vaksinasi HPV merupakan solusi utama yang tersedia saat ini.</p>
<p>&#8220;Saya belajar tentang vaksin. Saya cari, apakah ada vaksinasi untuk ini (kanker serviks). Kami meluncurkan program vaksinasi nasional untuk HPV pada Agustus 2023,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam waktu singkat, lebih dari 5 juta remaja perempuan Indonesia telah menerima vaksin HPV. Untuk memastikan ketersediaan vaksin dalam jangka panjang, Kemenkes bekerja sama dengan Biofarma melalui mekanisme alih teknologi produksi dalam negeri.</p>
<p>&#8220;Biofarma menandatangani perjanjian transfer teknologi supaya kami bisa membuat vaksin dalam negeri,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>Langkah ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor vaksin, terutama mengingat urgensi dan cakupan program vaksinasi HPV yang luas di Indonesia.</p>
<p>Selain vaksinasi, Menkes Budi juga menekankan pentingnya deteksi dini. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah metode skrining mandiri, agar perempuan dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks secara mudah dan praktis dari rumah.</p>
<p>“Kami akan beralih kepada uji mandiri untuk perempuan Indonesia. Anda tidak harus pergi ke rumah sakit,” ujarnya.</p>
<p>Metode ini diharapkan bisa memperluas akses dan meningkatkan cakupan skrining, terutama di wilayah yang sulit dijangkau layanan kesehatan.</p>
<p>Langkah Indonesia mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa eliminasi kanker serviks adalah misi global yang harus diwujudkan bersama.</p>
<p>&#8220;Tantangannya sekarang bukan tentang apa yang harus dilakukan, tapi seberapa cepat, seberapa adil, dan sejauh mana kita mau bertindak,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun perempuan yang seharusnya meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dan diobati.</p>
<p>&#8220;Kita memiliki pengetahuan untuk menghentikan penyakit ini melalui vaksinasi, skrining, dan pengobatan yang terpadu,&#8221; ujar Tedros.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250618-WA0063.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SBY: Saya Yakin Pemerintah Indonesia Bisa Tuntaskan Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sby-saya-yakin-pemerintah-indonesia-bisa-tuntaskan-malaria</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 16:15:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sby-saya-yakin-pemerintah-indonesia-bisa-tuntaskan-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah Indonesia mampu menuntaskan eliminasi malaria secara menyeluruh. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 yang digelar di Bali, Selasa (17/6).</p>
<p>“Itulah sebabnya saya bergabung dalam forum ini, karena memerangi malaria adalah hal yang sangat penting. Ini adalah tugas yang mulia dan penuh tantangan,” ujar SBY, yang hadir sebagai Penasihat Khusus APLMA dan anggota Dewan Eliminasi Malaria Global.</p>
<p>SBY menekankan bahwa malaria bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut isu kemanusiaan dan keadilan. Ia menyambut baik komitmen global untuk memberantas malaria dan menilai target yang ditetapkan sangat ambisius.</p>
<p>“Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga persoalan kemanusiaan dan keadilan. Dewan Eliminasi Malaria Global telah menetapkan target eliminasi malaria secara global pada tahun 2030—hanya lima tahun lagi. Kita berharap dunia dapat mencapai target tersebut melalui kerja sama yang solid,” tambahnya.</p>
<p>Ia menggarisbawahi bahwa meskipun tantangan terbesar berada di kawasan Afrika, kawasan Asia Pasifik—termasuk Indonesia—tidak boleh lengah.</p>
<p>“Kita tahu tantangan terbesar ada di Afrika. Namun, kita juga harus berjuang sekuat tenaga untuk berhasil mengeliminasi malaria di kawasan Asia Pasifik,” tegasnya.</p>
<p>SBY menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam menuntaskan misi eliminasi malaria nasional.</p>
<p>“Saya percaya dan menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo dan Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi Sadikin. Saya yakin kita dapat mencapai misi ini,” kata SBY.</p>
<p>Mantan presiden dua periode ini juga mengingatkan bahwa eliminasi malaria bukanlah tugas yang mudah. Diperlukan pembiayaan yang kuat, koordinasi lintas negara, serta partisipasi aktif dari masyarakat. Meski demikian, ia optimistis semua tantangan dapat diatasi melalui kerja sama dan inovasi.</p>
<p>“Ingatlah, selalu ada jalan keluar dan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>SBY pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra internasional yang telah memberikan dukungan nyata kepada Indonesia dalam upaya pemberantasan malaria.</p>
<p>“Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra internasional, organisasi internasional, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan nyata kepada Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Menutup pernyataannya, SBY menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan komunitas global dalam mengakhiri malaria secara global.</p>
<p>“Tugas saya adalah membantu pemerintah Indonesia agar berhasil menjalankan misi ini, dan bekerja sama dengan organisasi-organisasi global dalam memerangi malaria di seluruh dunia,” tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250617-WA0046.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Jadi Contoh Sukses Terbaik Perangi Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-jadi-contoh-sukses-terbaik-perangi-malaria</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 16:13:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-jadi-contoh-sukses-terbaik-perangi-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Indonesia mendapat apresiasi sebagai contoh sukses terbaik dalam eliminasi malaria di kawasan Asia Pasifik. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh CEO Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA), Dr. Sarthak Das, dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination ke-9 yang digelar di Bali, Selasa (17/6).</p>
<p>“Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan. Negara ini merupakan contoh terbaik di kawasan Asia Pasifik dalam upaya pemberantasan malaria,” ujar Dr. Sarthak.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan Indonesia tidak hanya diukur dari menurunnya jumlah kasus, tetapi juga dari pendekatan komprehensif yang dilakukan—mulai dari pencegahan, pengobatan, hingga kerja sama lintas negara.</p>
<p>Dr. Sarthak menyoroti posisi strategis Indonesia, khususnya karena berbagi daratan dengan Papua Nugini, salah satu pusat permasalahan malaria di kawasan Pasifik bersama negara-negara tetangga seperti Kepulauan Solomon.</p>
<p>“betapa pentingnya keahlian teknis, sumber daya, kemauan, dan kepemimpinan Indonesia dalam memandu kawasan ini menjadi bagian krusial dari upaya yang perlu dilakukan bersama,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan global dalam memerangi malaria sangat bergantung pada kemauan politik dari masing-masing negara.</p>
<p>“Upaya ini tidak akan berhasil tanpa kemauan politik. Kita sudah memiliki alat, ilmu pengetahuan, dan berbagai contoh keberhasilan,” ujar Dr. Sarthak.</p>
<p>APLMA, yang dibentuk pada 2015, bertujuan tidak hanya untuk menyatukan strategi pemberantasan malaria, tetapi juga untuk membangun komitmen politik lintas negara agar upaya ini tidak berhenti pada aspek teknis semata.</p>
<p>Dengan kepemimpinan yang kuat dan konsisten, Indonesia kini dipandang sebagai pemimpin regional dalam perjuangan kolektif untuk mengakhiri malaria—bukan hanya demi kepentingan nasional, tetapi sebagai bagian dari kontribusi kemanusiaan global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250617-WA0045.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Serius Eliminasi Malaria: 79% Wilayah Sudah Bebas, Target Nasional Tuntas 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-serius-eliminasi-malaria-79-wilayah-sudah-bebas-target-nasional-tuntas-2030</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Jun 2025 16:00:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-serius-eliminasi-malaria-79-wilayah-sudah-bebas-target-nasional-tuntas-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 17 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengeliminasi malaria secara nasional. Target telah ditetapkan: seluruh wilayah Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.</p>
<p>Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Asia Pacific Leaders Summit on Malaria Elimination ke-9 yang digelar di Bali, Selasa (17/6). Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang hadir sebagai Penasihat Khusus APLMA dan anggota Dewan Eliminasi Malaria Global, menyampaikan optimismenya terhadap capaian Indonesia.</p>
<p>“Sekitar 79 persen wilayah Indonesia saat ini telah bebas malaria. Prestasi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil kerja keras tanpa lelah dari para tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, peneliti, dan para pemimpin bangsa ini,” ujar SBY dalam sesi tingkat tinggi forum tersebut.</p>
<p>Ia menyoroti wilayah Papua yang masih menyumbang 93 persen dari beban malaria nasional, dan menekankan pentingnya komitmen lintas pemerintahan dalam menjawab tantangan tersebut.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa strategi nasional difokuskan pada peningkatan deteksi kasus dan pemberian obat antimalaria sebagai dua pilar utama.</p>
<p>“Saat ini Indonesia telah berhasil mencapai status bebas malaria di 476 dari total 514 kabupaten/kota, atau sekitar 79 persen wilayah. Kami bertekad mencapai 100 persen eliminasi di seluruh wilayah Indonesia pada akhir 2030,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa jumlah skrining malaria perlu ditingkatkan secara signifikan. Jika jumlah kasus diperkirakan mencapai 1 juta menurut WHO, maka minimal 8 juta tes harus dilakukan setiap tahun.</p>
<p>“Itu artinya, jumlah skrining harus ditingkatkan hingga empat kali lipat,” jelasnya.</p>
<p>Selain pengobatan, upaya pencegahan juga diperkuat. Pemerintah, bersama Global Fund, secara rutin mendistribusikan sekitar 3,3 juta kelambu berinsektisida tahan lama setiap dua hingga tiga tahun.</p>
<p>Kerja sama lintas batas menjadi salah satu kunci keberhasilan, terutama di wilayah endemis seperti Papua.</p>
<p>“Kemarin, kami baru saja menandatangani rencana aksi bersama dengan Menteri Kesehatan Papua Nugini untuk memastikan nyamuk penyebar malaria bisa kita kendalikan bersama,” ujar Menkes.</p>
<p>Di dalam negeri, komitmen pemerintah daerah juga diperkuat. Enam gubernur dari wilayah Papua turut menandatangani kesepakatan dengan pemerintah pusat untuk mendukung eliminasi malaria.</p>
<p>Menkes Budi meyakini bahwa dengan dukungan politik dari para pemimpin daerah, Indonesia bisa mencapai eliminasi malaria pada tahun 2030.</p>
<p>Dukungan dari komunitas global turut memperkuat optimisme Indonesia. Direktur Regional WHO untuk Wilayah Pasifik Barat, Dr. Saia Ma’u Piukala, memuji upaya Indonesia, khususnya di wilayah endemis tinggi seperti Papua.</p>
<p>“Kami berkomitmen untuk mendukung strategi nasional Indonesia, memperkuat sistem surveilans, pengendalian vektor, dan integrasi program ke layanan kesehatan primer,” ujarnya.</p>
<p>Peter Sands, Direktur Eksekutif Global Fund, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Indonesia dalam perjuangan mengakhiri malaria.</p>
<p>“Kami berkomitmen penuh mendukung negara-negara Asia Pasifik dalam perang melawan malaria. Namun, keberhasilan eliminasi juga sangat bergantung pada dukungan pembiayaan domestik,” ungkap Sands.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250617-WA0044.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Komitmen Daerah Belum Optimal, Eliminasi Malaria di Papua Masih Terhambat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/komitmen-daerah-belum-optimal-eliminasi-malaria-di-papua-masih-terhambat</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Jun 2025 20:00:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/komitmen-daerah-belum-optimal-eliminasi-malaria-di-papua-masih-terhambat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 16 Juni 2025</p>
<p>Rendahnya komitmen pemerintah daerah menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya eliminasi malaria di Tanah Papua. Hingga saat ini, Papua masih menjadi episentrum malaria nasional, dengan 90 persen kasus berasal dari provinsi-provinsi di wilayah tersebut.</p>
<p>Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg. Murti Utami, MPH, menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah untuk menanggulangi penyebaran malaria, yang kerap terjadi akibat mobilitas penduduk antar provinsi.</p>
<p>“Bagaimana komitmen pemerintah daerah itu penting sekali. Makanya mereka nanti harus membuat forum, forum gubernur. Jadi mereka harus kolaborasi, karena itu kan (malaria) migrasi ke provinsi-provinsi lain,” ujarnya saat wawancara dengan pers di sela pertemuan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) ke-9 di Bali, Senin (16/6).</p>
<p>Ia menyebut salah satu keluaran penting dari pertemuan ini adalah dorongan agar para gubernur di Tanah Papua membentuk Forum Gubernur untuk Pengendalian Malaria. Forum ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyatukan komitmen dan memperkuat sinergi antar daerah yang memiliki tantangan serupa, baik dari sisi geografis maupun beban penyakit.</p>
<p>Namun, drg. Murti juga mengakui bahwa sejauh ini komitmen sejumlah pemerintah daerah belum optimal.</p>
<p>“Komitmennya belum optimal. Jadi ada komitmennya untuk nanti semua menggerakkan seluruh stakeholder. Tidak bisa orang kesehatan saja,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti rendahnya cakupan deteksi dini di Papua. Hingga saat ini, tingkat penemuan kasus baru masih di bawah 54 persen, jauh dari standar nasional.</p>
<p>“Padahal seperti yang disampaikan oleh Mr. Shartak (CEO APLMA), ini adalah perpaduan tiga: antara manusia, vektor (nyamuk), dan lingkungan. Jadi pendekatanya juga harus tiga itu,” jelasnya.</p>
<p>Faktor lingkungan dan keberadaan nyamuk Anopheles sebagai vektor utama malaria juga masih menjadi tantangan tersendiri. Upaya pengendalian vektor dan perbaikan lingkungan belum berjalan optimal, memperbesar risiko penyebaran penyakit.</p>
<p>Kementerian Kesehatan turut menyoroti kurangnya konsolidasi lintas sektor dalam pelaksanaan program di lapangan. Tanpa dukungan dari sektor keamanan, pembangunan infrastruktur, serta alokasi pendanaan yang memadai, target eliminasi dipastikan sulit tercapai.</p>
<p>Melalui forum ini, drg. Murti berharap kerja sama dengan mitra pembangunan seperti Asian Development Bank (ADB) dapat mendorong pembukaan akses pendanaan tambahan, khususnya bagi daerah yang menunjukkan komitmen kuat terhadap upaya eliminasi.</p>
<p>“Jadi mungkin ini salah satu juga yang akan kita bahas nanti dengan teman-teman donors (ADB) memberikan ruang untuk negara-negara yang memiliki komitmen untuk melimitasi,” ungkapnya.</p>
<p>Meski menghadapi berbagai tantangan, ia tetap optimistis bahwa Indonesia masih berada di jalur yang tepat menuju eliminasi malaria nasional. Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada percepatan pengendalian di Papua.</p>
<p>“Sebetulnya kita Indonesia on the track. Cuma akhirnya kita tinggal menyesuaikan sisa-sisa daerah-daerah yang memang tidak mudah secara geografis,” tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250616-WA0057.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Papua Jadi Episentrum Malaria, Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Sektor</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/papua-jadi-episentrum-malaria-pemerintah-perkuat-sinergi-lintas-sektor</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Jun 2025 19:57:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/papua-jadi-episentrum-malaria-pemerintah-perkuat-sinergi-lintas-sektor</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 16 Juni 2025</p>
<p>Papua kini menjadi pusat perhatian dalam upaya nasional pemberantasan malaria. Dengan menyumbang hampir 90 persen dari total kasus malaria di Indonesia, wilayah ini membutuhkan kerja lintas sektor dan kolaborasi erat antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta dukungan mitra internasional.</p>
<p>Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg. Murti Utami, MPH, menyampaikan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah mencapai eliminasi malaria, Papua masih menjadi tantangan utama. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 407 telah dinyatakan bebas malaria.</p>
<p>“Kita sudah progress. Namun, kita tetap menghadapi tantangan yang sangat besar. Karena untuk area Tanah Papua sendiri, kita belum bisa mendapatkan atau belum mencapai eliminasi,” ujar drg. Murti saat wawancara dengan pers di sela pertemuan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) ke-9 di Bali, Senin (16/6).</p>
<p>Sebagai episentrum dengan beban tertinggi, Papua menyumbang hampir 90 persen dari seluruh kasus malaria di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan mengundang para gubernur dari Tanah Papua, serta pemangku kepentingan lintas sektor dan mitra internasional untuk bergabung dalam forum APLMA.</p>
<p>“Malaria ini tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan sendiri. Kita tahu kita adalah negara subtropis, kita lihat peran pemerintah daerah sangat penting di dalam pengembangan-pengembangan daerah,” lanjutnya.</p>
<p>Dalam forum APLMA yang berlangsung pada 16–17 Juni 2025, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mencapai eliminasi malaria nasional pada tahun 2030. Komitmen ini turut ditunjukkan melalui kehadiran Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yang kini menjadi Penasihat Khusus untuk Isu Malaria di kawasan Asia Pasifik.</p>
<p>CEO Asia-Pacific Leaders Malaria Alliance Dr Shartak mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis karena mencerminkan seluruh spektrum tantangan malaria, dari wilayah yang sudah bebas hingga episentrum penyakit.</p>
<p>“Indonesia adalah negara yang mencerminkan seluruh spektrum eliminasi malaria, mulai dari wilayah yang telah sepenuhnya bebas malaria dan kini fokus pada pencegahan penularan ulang, hingga 90% kasus malaria nasional yang terkonsentrasi di 14 kabupaten di Papua,” jelasnya.</p>
<p>Shartak juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dan regional untuk mempercepat eliminasi malaria. </p>
<p>&#8220;Ini bukan soal teknis, melainkan soal kemauan politik dan dukungan pendanaan serta teknis yang memadai. Bukan karena kita tidak punya solusi ilmiah, tapi karena kita belum menyelesaikan pekerjaan ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dengan membawa tema &#8216;unity in Action&#8217;, Indonesia menjadi teladan kerja sama regional dalam memberantas penyakit menular lintas negara. Dalam forum APLMA ini, Indonesia juga mendorong solidaritas antarnegara dalam menghadapi ketidakpastian akibat perubahan iklim dan mobilitas manusia.</p>
<p>Dalam sesi teknis, drg. Murti menjelaskan bahwa para ahli menekankan eliminasi malaria tidak sekadar berarti membasmi nyamuk, melainkan memutus siklus penularan dengan mengobati manusia yang terinfeksi.</p>
<p>“Langkah intervensi yang dilakukan antara lain skrining massal, pengobatan, dan pengendalian vektor dengan melibatkan sektor lingkungan hidup. Kolaborasi dengan TNI-Polri pun digencarkan, mengingat medan geografis Papua yang menantang,” papar drg. Murti.</p>
<p>Pertemuan ini juga memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang berhasil mencapai status eliminasi malaria dan membahas dukungan dari mitra internasional, termasuk Asian Development Bank (ADB). Diharapkan hal ini dapat mendorong percepatan program di wilayah dengan beban tinggi.</p>
<p>Sebagai catatan, eliminasi malaria berarti memutus rantai penularan secara berkelanjutan, bukan membasmi seluruh populasi nyamuk. Fokus utama adalah menghilangkan parasit dari tubuh manusia dan mengendalikan vektor penularnya.</p>
<p>Dengan sinergi multisektor dan kerja kolektif, pemerintah berharap Papua tidak lagi menjadi episentrum malaria, tetapi justru menjadi contoh keberhasilan eliminasi penyakit menular di kawasan Asia Pasifik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250616-WA0053.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Pimpin Arah Baru Eliminasi Malaria di Asia Pasifik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-pimpin-arah-baru-eliminasi-malaria-di-asia-pasifik</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Jun 2025 19:54:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-pimpin-arah-baru-eliminasi-malaria-di-asia-pasifik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 16 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memimpin upaya eliminasi malaria di kawasan Asia Pasifik melalui penyelenggaraan Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria ke-9 yang digelar di Bali.</p>
<p>Forum yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari 23 negara, termasuk pemimpin politik, pakar kesehatan, mitra pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas negara dalam menanggulangi malaria, penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di kawasan.</p>
<p>Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg. Murti Utami, MPH, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting bagi negara-negara Asia Pasifik untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen menuju eliminasi malaria secara menyeluruh.</p>
<p>“Kita tahu bahwa malaria bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan keadilan, pembangunan, keamanan, dan kebijakan publik,” ujar drg. Murti Utami saat membuka pertemuan, Senin (16/6).</p>
<p>Meski sejumlah negara telah mencatat kemajuan signifikan dalam pengendalian malaria, kawasan Asia Pasifik masih menghadapi berbagai tantangan besar, seperti tingginya beban kasus, mobilitas lintas batas, munculnya malaria zoonotik, resistensi obat, serta dampak perubahan iklim.</p>
<p>“Kita tidak memulai dari nol. Di seluruh kawasan, kita telah memiliki fondasi yang kuat, termasuk upaya berbasis komunitas dan inovasi-inovasi yang berhasil. Yang kita perlukan saat ini adalah mempercepat, menyelaraskan, dan mempertahankan upaya-upaya tersebut,” lanjutnya.</p>
<p>Indonesia juga menekankan pentingnya diplomasi kesehatan dan solidaritas regional sebagai kunci untuk mencapai target eliminasi malaria pada 2030.</p>
<p>“Mari manfaatkan forum ini untuk mempererat kolaborasi, tidak hanya antar Kementerian Kesehatan, tetapi juga lintas sektor dan lintas negara,” tutup drg. Murti.</p>
<p>Dalam sambutan video yang ditayangkan di forum, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas kepemimpinannya dalam memerangi malaria, baik di tingkat nasional maupun regional.</p>
<p>“Eliminasi nasional bukanlah hal yang mustahil—target ini berada dalam jangkauan. Kemajuan signifikan dalam pengurangan penularan juga telah dicapai di berbagai negara lain di kawasan Asia Pasifik,” ujar Tedros.</p>
<p>Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pencapaian ini kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam konteks pendanaan kesehatan global.</p>
<p>“Hal ini membutuhkan komitmen politik yang berkelanjutan serta kolaborasi yang lebih luas antar sektor, negara, dan mitra pembangunan,” tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250616-WA0056.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Revolusi Industri Kesehatan Dimulai dari Komponen Terkecil: DNA dan Masa Depan Medis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/revolusi-industri-kesehatan-dimulai-dari-komponen-terkecil-dna-dan-masa-depan-medis</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Jun 2025 19:51:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/revolusi-industri-kesehatan-dimulai-dari-komponen-terkecil-dna-dan-masa-depan-medis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 16 Juni 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa penemuan struktur DNA merupakan titik balik revolusioner dalam dunia medis, layaknya peran penemuan partikel terkecil dalam fisika yang memicu lahirnya industri teknologi modern. Masa depan kesehatan global, menurutnya, akan ditentukan oleh kemampuan umat manusia dalam memahami dan memanfaatkan komponen biologis paling dasar—DNA.</p>
<p>“Penemuan-penemuan ilmiah besar selama ini selalu dimulai dari pemahaman terhadap komponen terkecil,” ujar Menkes Budi saat menyampaikan pidato kunci dalam _International Conference_ di Awan Auditorium UID Bali Campus, Senin (16/6).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebagaimana pemahaman terhadap atom dan partikel subatomik di bidang fisika yang melahirkan laser, transistor, mikroprosesor, hingga internet, kini hal serupa tengah terjadi dalam dunia medis dengan DNA sebagai pusat revolusinya.</p>
<p>Struktur heliks ganda DNA yang ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada 1952, lanjutnya, bukan sekadar pencapaian ilmiah, melainkan fondasi bagi lompatan besar dalam dunia pengobatan modern—mulai dari simulasi biologis, rekayasa molekuler, hingga pengembangan terapi baru.</p>
<p>“Dulu, mengembangkan terapi berbasis otot bisa memakan waktu 10 hingga 30 tahun. Sekarang, berkat simulasi DNA, solusi bisa ditemukan hanya dalam waktu 22 bulan,” ungkapnya.</p>
<p>Menkes Budi juga memaparkan bahwa bioteknologi kini tengah membentuk industri medis baru, ditandai dengan penggunaan _monoclonal antibody, protein inducers_, serta teknologi GLP-1 untuk pengendalian berat badan dan PCSK9 untuk kolesterol tinggi, semua berbasis pemahaman mendalam terhadap DNA.</p>
<p>“Industri kesehatan kini mengalami pergeseran besar, seperti yang dulu terjadi di bidang teknologi. Ini bukan sekadar perbaikan layanan, tapi perubahan paradigma. Kita sedang membangun sistem pengobatan baru yang lebih presisi, personal, dan berbasis data biologis,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, revolusi ini tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga merambah ke hewan, tumbuhan, dan keseluruhan ekosistem kehidupan.</p>
<p>“Ilmu kehidupan sekarang berkembang dengan sangat cepat. Pemahaman tentang komponen terkecil ini membuka peluang besar untuk memahami dan mengintervensi kehidupan secara menyeluruh,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai lulusan fisika, Menkes Budi melihat paralel yang kuat antara sejarah revolusi teknologi dan yang kini terjadi di bidang kesehatan. Sama seperti penemuan transistor melahirkan industri komputer, penemuan DNA telah membuka jalan menuju industri medis yang tak kalah dahsyat.</p>
<p>“Saya percaya, dalam 10, 15, atau 20 tahun ke depan, industri kesehatan akan mengalami lompatan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.</p>
<p>Di akhir pidato, Menkes Budi menekankan pentingnya menjadikan sains sebagai dasar pengambilan kebijakan di bidang kesehatan. Ia mengajak semua pihak untuk terus belajar dan terbuka pada perubahan.</p>
<p>“Penemuan terhadap komponen terkecil—baik di fisika maupun di biologi—selalu membangkitkan potensi baru bagi umat manusia. Jadi tetap sehat, tetap belajar, dan tetap berharap,” tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250616-WA0063.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Persiapan Sejak Dini Kunci Utama Cegah Kematian Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/persiapan-sejak-dini-kunci-utama-cegah-kematian-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Jun 2025 19:48:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/persiapan-sejak-dini-kunci-utama-cegah-kematian-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 16 Juni 2025</p>
<p>Angka kematian jemaah haji menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia setiap tahunnya. Hingga hari ke-45 pelaksanaan ibadah haji 1446H/2025M, tercatat 298 orang jemaah yang telah wafat (Data Siskohatkes, cut-off pukul 16.00 WAS, 15/6).</p>
<p>Guna menekan angka kematian dan memastikan keselamatan jemaah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan agar para jemaah haji mempersiapkan diri secara matang sejak awal, bahkan begitu nomor porsi didapatkan.</p>
<p>&#8220;Ketika seseorang sudah mendapatkan nomor porsi hajinya, secara otomatis sudah menjadi jemaah haji. Oleh karena itu, bagi para jemaah yang sudah mendapatkan nomor porsi hajinya, jauh-jauh hari sudah harus mempersiapkan diri. Lakukan gaya hidup yang sehat, rajin olahraga, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup,&#8221; pesan Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dalam Bincang Santai dengan Jemaah bertempat di Masjid Hotel 502 (15/6). </p>
<p>Lebih lanjut, Liliek juga menjelaskan bahwa rangkaian panjang ibadah haji memang membutuhkan kekuatan fisik dan mental. </p>
<p>&#8220;Perjalanan panjang dari rumah dengan walimatul safarnya hingga ke embarkasi perlu waktu berjam-jam, bahkan harian. Belum lagi penerbangan ke Arab Saudi selama 9 jam. Bisa dikatakan ibadah haji itu sesungguhnya ibadah yang menuntut kekuatan fisik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan pascapuncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), kematian jemaah terus meningkat. </p>
<p>&#8220;Data kami mencatat ada belasan orang jemaah per harinya yang wafat pasca-Armuzna. Dari pengamatan kami di Bandara, banyak juga jemaah yang batal terbang kepulangannya karena kondisi kesehatan yang menurun,&#8221; ungkap Liliek.</p>
<p>Keprihatinan ini disebabkan oleh fenomena padatnya aktivitas jemaah haji yang diatur oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), yang mengajak jemaah melakukan ibadah umrah sunnah berulang kali, wajib ibadah Arba&#8217;in di Masjid Nabawi Madinah, dan wisata ziarah tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan jemaah dan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Informasi cuaca siang hari ini, suhu di Kota Makkah mencapai hingga 48 derajat Celsius. Orang Arab sendiri tidak keluar di siang hari, tetapi malam hari. Karena siang hari mereka di rumah saja. Kita yang dari daerah yang sejuk dan nyaman, kalau mau ke Masjidil Haram sebaiknya malam hari saja. Itu pun kalau kondisi kesehatannya baik-baik saja,&#8221; jelas Liliek.</p>
<p>Kondisi ini juga ditunjukkan oleh pasien rawat inap sementara di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah yang mengalami sesak napas dan gangguan jantung akibat kelelahan beribadah umrah yang berulang.</p>
<p>&#8220;Itu ada pasien kami yang sesak napas, sudah melakukan umrah 5 kali padahal memiliki penyakit jantung. Dia bercerita, temannya bahkan ada yang sudah umrah 20 kali. Ya Allah,&#8221; ungkap Liliek.</p>
<p>Persoalan kesehatan jemaah sering kali berkaitan dengan tingginya ritme aktivitas ibadah di luar ruangan. Penting adanya dukungan dari petugas haji, KBIHU, ketua regu/rombongan/kloter, serta teman-teman dalam rombongannya untuk saling mengingatkan agar tidak memaksakan diri dalam beribadah. </p>
<p>Oleh sebab itu, dengan persiapan yang matang sejak dini, beratnya rangkaian ibadah haji, insya Allah, dapat dilakukan dengan lancar hingga menjadi mabrur. Diharapkan angka kematian jemaah haji dapat ditekan seminimal mungkin. </p>
<p>Kesadaran dan tanggung jawab pribadi jemaah, didukung oleh fasilitas dan edukasi yang memadai, akan menjadi kunci keberhasilan bersama.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250616-WA0042.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pulang Ibadah Haji? Waspadai Demam, Batuk, dan Risiko COVID-19!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pulang-ibadah-haji-waspadai-demam-batuk-dan-risiko-covid-19</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Jun 2025 19:23:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pulang-ibadah-haji-waspadai-demam-batuk-dan-risiko-covid-19</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 15 Juni 2025</p>
<p>Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, seluruh jemaah haji yang sedang bersiap pulang atau yang telah tiba di Tanah Air diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan kemabruran hajinya.</p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, saat konferensi pers di Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Makkah, mengatakan bahwa penting bagi jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit pasca-haji guna mencegah penyebaran dan komplikasi kesehatan lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Bagi jemaah yang sedang mempersiapkan diri untuk pulang ke Indonesia ataupun berpindah dari Makkah ke Madinah, agar selalu menjaga kesehatannya dan mewaspadai gangguan kesehatan yang dipicu cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu udara di Makkah mencapai 45°C dan di Madinah mencapai 47°C, serta kelembapan rendah di bawah 15%,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Imran menjelaskan bahwa kondisi ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), serta memperparah penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, dan penyakit paru kronis.</p>
<p>&#8220;Panasnya Arab Saudi yang berbeda dengan suhu udara di Indonesia dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kami mencatat hingga hari ke-44 pelaksanaan ibadah haji (cut-off pukul 16.00 WAS), jumlah jemaah rawat jalan di kloter mencapai 72 ribu orang, dengan tiga kasus terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Imran menambahkan bahwa data jemaah yang dirawat jalan di RSAS sebanyak 238 orang, dengan tiga kasus terbanyak adalah pneumonia, diabetes dengan komplikasi, dan penyakit jantung koroner.</p>
<p>Oleh karena itu, Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi ini mengingatkan kepada jemaah agar cukup beristirahat dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah yang menguras fisik, seperti umrah sunnah berulang kali atau melaksanakan ibadah Arbain saat di Madinah.</p>
<p>Jemaah juga diimbau menghindari aktivitas di luar hotel pada waktu terik, antara pukul 10.00–16.00 WAS. Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat waktu terik, agar menggunakan payung, semprotan wajah, dan membawa air minum.</p>
<p>Selain itu, bagi jemaah lansia dan yang memiliki komorbid, disarankan untuk mengutamakan ibadah lain yang tidak menguras fisik, seperti bersedekah, berzikir, dan membaca Al-Qur’an. Lakukan konsultasi kesehatan secara rutin minimal satu kali seminggu, serta minum obat secara teratur sesuai dosis yang dianjurkan.</p>
<p>Adapun bagi jemaah yang sudah kembali ke Indonesia, Imran berpesan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, baik rumah sakit maupun puskesmas, jika mengalami demam, batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan akurat, terlebih saat ini terdapat kenaikan kasus COVID-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami mendapatkan informasi bahwa data COVID-19 di Indonesia hingga minggu ke-23 tahun 2025 mencapai 178 orang terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, untuk mewaspadai penyebaran COVID-19, bagi jemaah yang sedang batuk-pilek sejak di Tanah Suci hingga pulang ke Indonesia, jangan lupa pakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan segera melaporkan riwayat perjalanannya ke petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai,&#8221; tutup Imran.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250615-WA0022.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Pemerataan Layanan dan Edukasi Kesehatan Gigi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-pemerataan-layanan-dan-edukasi-kesehatan-gigi</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Jun 2025 16:25:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-pemerataan-layanan-dan-edukasi-kesehatan-gigi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Juni 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong penguatan layanan kesehatan gigi secara menyeluruh, mulai dari edukasi sejak dini hingga pemerataan tenaga medis ke seluruh pelosok negeri.</p>
<p>Hal ini disampaikan Menkes saat menghadiri pelantikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) periode 2025–2030 yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/6).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyoroti tingginya angka permasalahan gigi dan mulut berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hampir 9 juta penduduk.</p>
<p>“Saya kaget ketika melihat datanya. Ternyata masalah kesehatan gigi itu yang paling tinggi di masyarakat, bahkan melebihi hipertensi. Sekitar 50% masyarakat usia 0–60 tahun mengalami gigi berlubang, 37% kehilangan gigi, dan 12,4% mengalami masalah gusi,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi sejak dini, termasuk dengan mengintegrasikan materi kesehatan gigi dalam kurikulum wajib di PAUD, TK, dan SD.</p>
<p>“Kita sudah bicara dengan Kementerian Pendidikan. Sekarang kurikulum kembali ke wajib belajar. Jadi materi kesehatan gigi harus dimasukkan sebagai prioritas. Anak-anak harus belajar menyikat gigi yang benar sejak dini,” tambahnya.</p>
<p>Menkes juga mengajak masyarakat untuk membiasakan pemeriksaan gigi setiap enam bulan, dan mendorong peran aktif dokter gigi sebagai edukator yang ramah dan dekat dengan anak-anak.</p>
<p>Lebih lanjut, Kemenkes meminta PDGI untuk menyusun standar layanan dasar kesehatan gigi di Puskesmas, mencakup pemeriksaan, penambalan, perawatan akar, pencabutan, perawatan gusi, hingga penyediaan gigi palsu bagi lansia.</p>
<p>Sebagai bagian dari pemerataan layanan, Kemenkes telah mengusulkan tunjangan khusus bagi dokter spesialis yang ditempatkan di wilayah terpencil. Menkes juga membuka peluang insentif serupa bagi dokter gigi di daerah minim layanan.</p>
<p>“Saya bekerja berbasis ranking. Kalau data menunjukkan masalah gigi paling tinggi, maka intervensinya harus kita prioritaskan. Jangan sampai kesehatan gigi terus diabaikan,” tegasnya.</p>
<p>Ketua Umum PB PDGI drg. Usman Sumantri menyambut baik arahan Menkes dan menegaskan komitmen PDGI untuk memperkuat peran dokter gigi, terutama di layanan primer.</p>
<p>Saat ini, Indonesia memiliki 53.886 dokter gigi dan hanya 699 di antaranya adalah dokter spesialis. Artinya, satu dokter spesialis harus melayani sekitar 62.000 penduduk.</p>
<p>Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 56,9% penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 88% di antaranya menderita karies. Hanya 6,2% masyarakat menyikat gigi dengan benar.</p>
<p>“Artinya, hanya satu dari 16 orang yang menyikat gigi secara benar,” ujar drg. Usman.</p>
<p>PDGI juga memberikan sejumlah masukan kebijakan, termasuk penempatan dokter gigi di Puskesmas, penguatan peralatan seperti rontgen gigi dan scaling dasar, serta pengembangan program edukasi dan pencegahan sejak usia sekolah.</p>
<p>“Kami siap bantu isi Puskesmas yang belum memiliki dokter gigi. Saat ini, masih ada 26,8% Puskesmas yang belum terisi,” tambahnya.</p>
<p>Dalam hal pembiayaan, PDGI mengapresiasi upaya Kemenkes memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk layanan gigi. Berdasarkan data BPJS 2022, kunjungan layanan gigi mencapai lebih dari 11 juta, dengan estimasi biaya sebesar Rp1,2 triliun pada 2030.</p>
<p>“Padahal yang terlayani baru sekitar 10% dari mereka yang membutuhkan. Kalau layanan gigi lebih luas terjangkau, tentu ini akan berpengaruh besar terhadap beban biaya dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Sebagai penutup, PDGI mendorong perluasan program beasiswa LPDP afirmasi bagi calon dokter gigi dan spesialis, agar kebutuhan SDM di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dapat segera terpenuhi.</p>
<p>“Kami siap berkontribusi penuh dalam semua program Kemenkes. Komitmen kami adalah memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan gigi dan mulut yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkas drg. Usman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250615-WA0026.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kepulangan Jemaah Haji Dimulai, Tim Medis Standby Siang Malam</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kepulangan-jemaah-haji-dimulai-tim-medis-standby-siang-malam</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Jun 2025 09:04:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kepulangan-jemaah-haji-dimulai-tim-medis-standby-siang-malam</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jeddah, 14 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Agama menyatakan bahwa kepulangan jemaah haji ke Tanah Air telah dimulai sejak 11 Juni 2025. Gelombang pertama pemulangan mencakup delapan kelompok terbang (kloter) dari Bandara Madinah dan 258 kloter dari Bandara Jeddah. Sedangkan gelombang kedua, rencana pemulangan dari Bandara Madinah akan melibatkan sebanyak 259 kloter.</p>
<p>Di tengah kesibukan bandara internasional yang tak pernah berhenti, Tim Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Dengan sistem kerja dua shift, mereka hadir selama 24 jam penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan serta memastikan kelancaran proses kepulangan jemaah haji ke Tanah Air.</p>
<p>Fase pemulangan ini merupakan periode krusial yang menuntut kesiapsiagaan tinggi. Setelah menunaikan ibadah yang menguras fisik dan mental, kondisi kesehatan jemaah sangat bervariasi. Oleh karena itu, keberadaan tim kesehatan yang siaga penuh menjadi aspek vital dalam memastikan jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan sehat.</p>
<p>Sejak kloter pertama meninggalkan Tanah Suci hingga kloter terakhir, Tim Seksi Kesehatan Daker Bandara PPIH beroperasi secara bergiliran. Tim ini terdiri dari 19 personel dengan beragam profesi, seperti dokter umum dan spesialis, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya, yang semuanya siap menyambut jemaah dari berbagai hotel dan pemondokan.</p>
<p>Kepala Seksi Kesehatan Daker Bandara, dr. Aulianto Danu Jatmiko, menjelaskan bahwa tim menyadari jadwal penerbangan pemulangan bisa terjadi kapan saja, baik siang maupun malam. </p>
<p>“Oleh karena itu, kami harus memastikan bahwa ada tim yang siap siaga 24 jam untuk melayani jemaah, tanpa terkecuali,” ujarnya.</p>
<p>Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemantauan kondisi jemaah sebelum keberangkatan guna memastikan mereka dalam kondisi layak terbang, terutama bagi Lansia atau mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Tim juga menangani kasus-kasus kegawatdaruratan dengan memberikan pertolongan pertama serta merujuk pasien ke fasilitas kesehatan melalui layanan ambulans. </p>
<p>Selain itu, tersedia konsultasi dan edukasi kesehatan untuk membantu jemaah menjaga kondisi tubuh dan mengelola obat-obatan pribadi mereka. Obat-obatan dasar seperti untuk flu, batuk, dan mual pun disediakan sesuai kebutuhan.</p>
<p>Lebih jauh, tim juga berkoordinasi dengan Daker Bandara PPIH Arab Saudi dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk menangani jemaah berisiko tinggi (risti) dan kelompok rentan. Mereka juga berperan dalam program Tanazul, yaitu skema kepulangan jemaah lebih awal dari jadwal kloter asal karena pertimbangan medis atau faktor lain.</p>
<p>Semangat pengabdian menjadi landasan utama para petugas kesehatan dalam menjalankan tugasnya. “Kami adalah bagian dari ibadah mereka, memastikan mereka bisa menyelesaikan rukun Islam kelima ini dengan sempurna hingga kembali ke keluarga,” tambah Aulianto.</p>
<p>Kehadiran Tim Seksi Kesehatan Daker Bandara yang siaga 24 jam bukan sekadar memastikan layanan kesehatan saat kedatangan maupun kepulangan, tetapi juga menjaga keselamatan dan ketenangan jemaah hingga tiba di Tanah Air.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250614-WA0006.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Kemenkes Riau Resmi Dibangun, Hadirkan Layanan Premium dan Teknologi Canggih</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kemenkes-riau-resmi-dibangun-hadirkan-layanan-premium-dan-teknologi-canggih</link>				
         <pubDate>Fri, 13 Jun 2025 18:45:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kemenkes-riau-resmi-dibangun-hadirkan-layanan-premium-dan-teknologi-canggih</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pekanbaru, 13 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (13/6). Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menandai komitmen serius pemerintah untuk membangun layanan kesehatan berkualitas tinggi di wilayah Sumatera.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Menkes Budi menegaskan keberadaan rumah sakit ini adalah bagian dari strategi nasional untuk mengurangi angka warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.</p>
<p>&ldquo;Setiap tahun, sekitar dua juta orang Indonesia pergi berobat ke luar negeri, dan uang yang dibelanjakan mencapai 176 triliun rupiah. Kalau kita bisa tarik 10 persen saja, itu artinya 17 triliun rupiah masuk ke Indonesia,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Budi menekankan bahwa rumah sakit ini harus mampu bersaing secara layanan dan fasilitas.</p>
<p>RS tersebut nantinya akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir seperti PET scan, flow cytometry, LINAC, dan brachytherapy.</p>
<p>Rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektare di Jalan Naga Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2026 dengan total luas bangunan mencapai 47.932 meter persegi.</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lajutan Kemenkes dr. Andi Saguni dalam laporannya menyampaikan rumah sakit ini akan memiliki 351 tempat tidur, 8 ruang operasi, 2 cath lab, 54 tempat tidur perawatan intensif, serta 41 poliklinik.</p>
<p>&ldquo;Kita hadirkan layanan unggulan seperti bedah jantung terbuka, robotik surgery, kemoterapi, hingga transplantasi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Pelaksana Harian Sekda Provinsi Riau, Job Kurniawan, menyambut baik kehadiran rumah sakit ini. Ia berharap proyek ini dapat menjadi solusi permanen bagi masyarakat Riau yang selama ini harus menyeberang ke Malaysia atau Singapura untuk mendapatkan pengobatan.</p>
<p>&ldquo;Kami yakin rumah sakit ini akan menjadi rujukan utama masyarakat Sumatera dan mendorong medical tourism di Riau,&rdquo; katanya.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan pentingnya kualitas SDM dan tata kelola layanan. Menurutnya, manajemen rumah sakit harus meniru pelayanan rumah sakit di Malaysia. Jangan sampai pasien ditanya terlebih dahulu soal BPJS Kesehatan atau Mandiri sebelum dilayani.</p>
<p>&ldquo;Layani dulu, baru setelahnya ditanya kemampuan bayarnya,&rdquo; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Lebih jauh, Budi menyatakan rumah sakit ini memiliki tiga misi utama, yakni memberikan pelayanan terbaik, menjadi pusat pendidikan dan riset, serta mengampu dan membina rumah sakit-rumah sakit daerah di wilayah Sumatera Tengah.</p>
<p>&ldquo;Kalau ada stroke di Meranti, jangan sampai terlambat. RSUD Meranti harus mampu tangani. Rumah sakit ini tugasnya bantu mereka,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Ia juga menekankan efisiensi anggaran dan pemanfaatan teknologi dalam belanja alat dan obat-obatan. Dari sisi pendidikan, RSUP Riau ini akan menjadi pusat pelatihan regional.</p>
<p>Dokter-dokter dari Jambi, Natuna, Bangka Belitung datang ke sini untuk belajar bedah jantung terbuka. Menkes Budi ingin menciptakan inovasi dari dalam negeri, tidak selalu harus ke luar negeri.</p>
<p>Menkes Budi juga mengajak semua pihak untuk tidak sekadar membangun rumah sakit fisik, tetapi juga membangun budaya melayani.</p>
<p>&ldquo;Yang paling penting adalah hati melayani. Kita perbaiki komunikasi dokter dan pasien, perkuat sistem manajemen, dan dorong rumah sakit kita jadi yang terbaik di Asia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Tolok ukur keberhasilan rumah sakit, tambah Menkes Budi, adalah ketika orang Malaysia pun mau berobat ke Pekanbaru.</p>
<p>&ldquo;Kalau orang Malaysia berobat ke sini, berarti kita berhasil,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54586488895_6e68e797a5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ditemukan Banyak Kasus Hipertensi, Diabetes dan Masalah Gigi Saat Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/82-juta-warga-ikuti-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 22:11:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/82-juta-warga-ikuti-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2025</p>
<p>Lebih dari 8,2 juta orang telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sejak peluncurannya pada 10 Februari 2025, dengan tiga masalah utama kesehatan yang terdeteksi: hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kesehatan gigi.</p>
<p>Program ini merupakan bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan edukasi pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan per 12 Juni 2025 menunjukkan bahwa 1 dari 5 peserta mengalami hipertensi, 5,9% menderita diabetes melitus, dan 1 dari 2 peserta mengalami masalah gigi dan mulut, mulai dari gigi berlubang, gigi goyang, hingga gusi turun.</p>
<p>Obesitas sentral juga menjadi perhatian, dengan prevalensi 50% pada perempuan dan 25% pada laki-laki, berdasarkan pengukuran lingkar pinggang (&gt;90 cm untuk laki-laki dan &gt;80 cm untuk perempuan). Penyakit tidak menular ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga mulai muncul di kelompok usia muda. Bahkan, 1 dari 3 orang usia di atas 40 tahun mengalami hipertensi, dan 1 dari 10 mengidap diabetes.</p>
<p>“Masalah kesehatan gigi ternyata sangat tinggi, termasuk saya sendiri baru sadar. Tapi yang lebih penting, tiga masalah besar lainnya hipertensi, diabetes, dan obesitas adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Dan dua penyakit inilah penyebab kematian nomor satu dan dua di Indonesia,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu sakit baru memeriksakan diri. “Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa perbaiki. Entah dengan mengubah gaya hidup atau dengan pengobatan. Sehat itu investasi. Dan ini pesan langsung dari Presiden: jaga kesehatan agar rakyat Indonesia bisa bekerja, produktif, dan membawa negara kita menjadi negara maju di tahun 2045,” katanya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat menjalani pola hidup sehat, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, asin, serta berlemak, aktif bergerak minimal 30 menit per hari, rutin cek tekanan dan gula darah, serta menjaga kesehatan gigi dengan prinsip 4M (menggosok gigi, membatasi gula, memeriksa gigi secara rutin, dan mengonsumsi buah serta sayur).</p>
<p>Program ini telah dilaksanakan di 9.552 puskesmas di 38 provinsi. Partisipasi tertinggi berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang menyumbang sekitar 60% total peserta. Sebaliknya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan mencatat partisipasi terendah.</p>
<p>Ketimpangan juga terlihat dalam partisipasi berdasarkan gender. Sebanyak 62,2% peserta adalah perempuan, sedangkan laki-laki hanya 37,7%.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI dr. Endang Sumiwi menyebutkan bahwa target nasional 100 juta pemeriksaan kesehatan gratis sangat mungkin dicapai tahun ini. Saat ini, laju pemeriksaan telah mencapai 200.000 orang per hari atau sekitar 4 juta per bulan.</p>
<p>“Dengan sisa waktu enam sampai tujuh bulan, kami optimis bisa menambah 30–40 juta peserta dari komunitas umum. Ditambah mulai Juli nanti kita mulai program CKG Sekolah, yang bisa menjangkau hingga 50 juta siswa,” jelas dr. Endang.</p>
<p>Program CKG Sekolah akan dilakukan di jenjang pendidikan dasar dan menengah, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pemeriksaan akan difokuskan pada aspek kesehatan anak dan remaja, gizi, tumbuh kembang, penglihatan, pendengaran, dan kesehatan mental.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa Program CKG bersifat adaptif dan disesuaikan dengan risiko individu.</p>
<p>“Kalau ada yang bertanya, ‘kok teman saya diperiksa jantung, saya tidak?’ itu karena kita menyesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan. Tapi semua peserta pasti dapat layanan dasar, seperti cek tekanan darah, gula darah, mata, telinga, dan kesehatan jiwa,” tutup dr. Endang.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan program ini melalui Puskesmas terdekat atau mendaftar lewat aplikasi Satu Sehat Mobile. CKG bukan hanya pemeriksaan, tapi awal dari transformasi gaya hidup sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54582185061_b560f5d8fa_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perawat Melek Digital, UI Hadirkan Inovasi Teknologi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perawat-melek-digital-ui-hadirkan-inovasi-teknologi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 16:27:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perawat-melek-digital-ui-hadirkan-inovasi-teknologi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Depok, 12 Juni 2025</p>
<p>Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Pameran Prototype 2025 bertema Empowering Nurses in the 5.0 Digital Revolution, Kamis (12/6) di Gedung FIK UI, Depok. Acara ini menjadi ajang unjuk karya dan inovasi digital civitas akademika FIK UI dalam merespons tantangan layanan kesehatan masa kini.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi digital dalam dunia keperawatan.</p>
<p>“Inovasi harus dirancang dengan pendekatan human, memperhatikan aspek kemudahan akses, kebermanfaatan, dan keberlanjutan,” tuturnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran perawat, melainkan memperkuatnya untuk menciptakan layanan yang lebih tepat, cepat, dan personal.</p>
<p>Prof. Dante juga mengingatkan agar inovasi tetap berorientasi pada kemanusiaan. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh mengaburkan aspek humanis dalam layanan keperawatan.</p>
<p>“Inovasi harus dirancang dengan pendekatan humanistik: mudah diakses, bermanfaat, dan berkelanjutan,” tuturnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menyampaikan keprihatinan terhadap praktik digitalisasi yang mengurangi interaksi perawat dan pasien. </p>
<p>“Sering kali saya lihat di rumah sakit, karena digitalisasi, perawat justru lebih sibuk di depan komputer daripada berinteraksi dengan pasien. Padahal, pasien paling sering berkomunikasi dengan perawat, bukan dokter,” ujarnya.</p>
<p>Ia pun mendorong agar sistem teknologi, seperti rekam medis elektronik, dirancang secara sederhana.</p>
<p>“Saya minta untuk pembuatan e-medical record ini dibuat sesederhana mungkin sehingga perawat tidak disulitkan dan menghabiskan waktunya di depan komputer, bukan di depan pasien,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah, lanjutnya, juga menunjukkan dukungan melalui pemberian beasiswa. Ia mengungkapkan bahwa beasiswa LPDP ke depan akan diarahkan untuk mendukung pendidikan spesialis keperawatan, sejalan dengan potensi besar yang dimiliki talenta keperawatan di Indonesia.</p>
<p>Dekan FIK UI, Prof. Rr. Tutik Sri Hariyati, menyampaikan bahwa FIK UI telah lama menyiapkan kurikulum berbasis teknologi.</p>
<p>“Kami memiliki mata kuliah Teknologi Keperawatan di S2 dan Informasi Keperawatan di S3. Inovasi bidang keperawatan ini perlu di hilirisasi agar bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof. Hamdi Muluk, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi besar UI dalam bidang riset dan inovasi.</p>
<p>“Event ini sesuai dengan spirit UI. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menembus ranking 200 dunia. Ranking itu komponen terbesarnya adalah riset dan inovasi, jadi momen ini penting,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pameran ini, ditampilkan berbagai prototipe inovatif, termasuk dua aplikasi digital: Calmind dan Homecura+, yang masih dalam tahap pengembangan.</p>
<p>Calmind dirancang untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan, khususnya bagi mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum. Aplikasi ini menyediakan dua tes yaitu GAD-7 dan General Procrastination Scale (GPS-9).</p>
<p>Sementara itu, Homecura+ merupakan platform layanan keperawatan digital di rumah. Fitur utamanya mencakup layanan home care, pembelian obat, deteksi fasilitas kesehatan terdekat (faskes detector), serta TTV Smart.</p>
<p>Kedua aplikasi ini diharapkan segera masuk proses hilirisasi agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250612-WA00731.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Fellowship TBC: Solusi Atasi Kekurangan Dokter Spesialis Paru di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/fellowship-tbc-solusi-atasi-kekurangan-dokter-spesialis-paru-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 16:16:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/fellowship-tbc-solusi-atasi-kekurangan-dokter-spesialis-paru-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI memperkuat program fellowship tuberkulosis (TBC) dan infeksi mikobakterium lainnya sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis paru di Indonesia. Program ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan tenaga ahli dalam penanganan TBC, yang masih menjadi masalah serius baik di tingkat nasional maupun global.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa penanganan TBC merupakan salah satu mandat prioritas dari Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Kesehatan.</p>
<p>TBC adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Kita berupaya menurunkan angka tuberkulosis ini hingga 50 persen,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>TBC masih menjadi penyebab jutaan kematian setiap tahun, terutama pada kelompok usia produktif. Selain berdampak pada kesehatan, TBC juga memberikan beban besar terhadap ekonomi nasional.</p>
<p>Untuk itu, pemerintah menetapkan penanggulangan TBC sebagai prioritas nasional lintas sektor&mdash;mulai dari dunia pendidikan, praktisi kesehatan, hingga peran aktif masyarakat dan LSM.</p>
<p>Salah satu langkah strategis adalah peningkatan profesionalisme dokter melalui program fellowship.</p>
<p>&ldquo;Program fellowship ini menjadi program penting terutama bagi masyarakat di daerah untuk menangani TBC secara paripurna,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Saat ini, tiga pusat fellowship telah berjalan di Jakarta, Surabaya, dan Medan, dengan jumlah lulusan sekitar 10&ndash;11 dokter per semester. Namun, Indonesia baru memiliki sekitar 360 dokter spesialis paru secara nasional.</p>
<p>&ldquo;Kalau tidak dipercepat melalui fellowship ini, kita tidak bisa mengharapkan seluruh kabupaten kota di Indonesia yang berjumlah 514 memiliki dokter spesialis paru,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Direktur Utama RS Persahabatan Prof. dr. Agus Dwi Susanto menyambut positif program ini. Ia mengatakan RS Persahabatan telah memiliki laboratorium mikrobiologi yang terstandar dan poliklinik terpadu untuk TBC dan non-TBC dalam satu gedung.</p>
<p>Ruangan ini menggunakan mekanisme tekanan negatif dan kita juga sudah mendapatkan standar akreditasi.</p>
<p>&ldquo;Kami siap mendukung program fellowship yang bekerja sama dengan kolegium mikrobiologi klinik,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Ketua Kolegium Mikrobiologi Klinik, dr. Yulia Rosa Saharman, menyatakan program ini penting untuk mempercepat pemerataan dokter spesialis mikrobiologi klinik, khususnya di luar Pulau Jawa.</p>
<p>&ldquo;Kami menekankan pentingnya mikrobiologi klinik berjenjang mulai tingkat dasar hingga tingkat lanjut agar diagnosis cepat dan akurat dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Yulia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan program ini.</p>
<p>&ldquo;Kami memohon arahan dan dukungan dari Kementerian Kesehatan agar program bisa berjalan secara berkesinambungan dan menjadi bagian integral dari transformasi sistem pelayanan laboratorium klinis nasional,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), drg. Arianti Anaya, menegaskan bahwa KKI aktif menyusun standar kompetensi, profesi, serta kurikulum pelatihan terkait TBC bersama kolegium.</p>
<p>&ldquo;Program ini dikelola oleh Kolegium Mikrobiologi di bawah KKI, bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan seperti RS Persahabatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia berharap program ini dapat terus dikembangkan hingga ke jenjang kompetensi yang lebih tinggi, sebagai solusi konkret mengisi kekosongan dokter spesialis maupun subspesialis.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah program besar yang dilakukan kolegium untuk menyegerakan solusi bagi kebutuhan tenaga kesehatan,&rdquo; tuturnya</p>
<p>Ketua Kolegium Kesehatan Indonesia, dr. Supriyanto Dharmoredjo, menambahkan bahwa fellowship TBC merupakan bagian dari strategi nasional eliminasi TBC 2030. Model pengembangan SDM berbasis kebutuhan nasional terus diperluas dan diintegrasikan dengan transformasi sistem kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Kami percaya sinergi antar institusi adalah kunci sukses pembangunan kesehatan berbasis SDM yang kokoh dan berkelanjutan,&rdquo; katanya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54584087318_661c15b914_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presidential Call to End Malaria, Inisiatif Nasional Baru Perangi Malaria di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presidential-call-to-end-malaria-inisiatif-nasional-baru-perangi-malaria-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 16:02:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presidential-call-to-end-malaria-inisiatif-nasional-baru-perangi-malaria-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia meluncurkan inisiatif nasional bertajuk Presidential Call to End Malaria (PCEM) sebagai bagian dari upaya strategis untuk mengeliminasi malaria di seluruh wilayah Indonesia. Inisiatif ini akan diluncurkan secara resmi dalam Asia Pacific Leaders&#8217; Summit on Malaria Elimination yang akan digelar pada 16–17 Juni 2025 di Bali.</p>
<p>Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Ina Agustina menekankan bahwa meskipun Indonesia bukan negara dengan kasus malaria tertinggi di dunia, namun tetap berada pada peringkat ke-32 secara global dan peringkat kedua di Asia Tenggara setelah India. </p>
<p>“Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk percepatan eliminasinya,” ujar Ina.</p>
<p>Ina menjelaskan bahwa malaria di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, dengan penularan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penanganan malaria dilakukan melalui pemeriksaan mikroskop, Rapid Diagnostic Test (RDT), PCR, serta pengobatan dengan ACT dan Primaquin, tergantung jenis parasitnya.</p>
<p>Menurut Ina, sebagian besar kasus malaria di Indonesia, lebih dari 90 persen, berasal dari wilayah Papua. </p>
<p>“Namun, ironisnya, tingkat penemuan kasus di sana masih rendah. Tahun 2024 baru mencapai 54 persen dari estimasi, walau itu sudah membaik dari sebelumnya di bawah 40 persen,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu tantangan besar dalam eliminasi malaria adalah keberadaan populasi berpindah atau mobile migrant population (MMP), seperti pekerja hutan dan masyarakat adat yang sering berpindah-pindah. </p>
<p>“Mereka berada di wilayah reseptif malaria dan sulit dijangkau pelayanan kesehatan,” tambah Ina.</p>
<p>Masalah juga muncul dari daerah-daerah yang sudah ditetapkan bebas malaria namun tetap mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti yang terjadi di Rokan Hilir (2024) dan Pohuwato (2025). </p>
<p>&#8220;Ini membuktikan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan bahkan di daerah yang sudah eliminasi,” ujar Ina.</p>
<p>PCEM diharapkan menjadi gerakan lintas sektor untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Inisiatif ini adalah ajakan dari Presiden kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengisi kesenjangan dalam penanganan malaria. Mulai dari pemerintah pusat, daerah, akademisi, dunia usaha, media, hingga masyarakat.</p>
<p>Dalam acara peluncuran PCEM, enam gubernur dari wilayah Papua juga akan menandatangani komitmen eliminasi malaria. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi kepala daerah lain untuk mengikuti jejak yang sama dalam memperkuat langkah-langkah pengendalian malaria.</p>
<p>Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kemenkes Harditya Suryawanto mengatakan bahwa peluncuran PCEM akan menjadi bagian dari agenda Asia Pacific Leaders’ Summit di Bali.</p>
<p>“Summit ini bertujuan mendorong komitmen politik tingkat tinggi dan kolaborasi antarnegara untuk mengeliminasi malaria di kawasan pada 2030,” ucap Harditya.</p>
<p>Ia menambahkan hingga saat ini, hampir 200 peserta telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk tujuh Menteri Kesehatan dari negara-negara Asia Pasifik, serta tokoh-tokoh dari WHO, Gates Foundation, dan Global Fund. </p>
<p>&#8220;Ini menunjukkan dukungan luas terhadap perjuangan bersama melawan malaria,” ujarnya.</p>
<p>Wakil Presiden Eksekutif, Strategi Asia-Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA)<br />
Xavier Chan menyoroti pentingnya komitmen politik dan dukungan pendanaan. </p>
<p>&#8220;Aliansi kami dibentuk untuk memperkuat kepemimpinan politik negara-negara Asia Timur agar eliminasi malaria pada 2030 dapat tercapai,” ujarnya.</p>
<p>Chan juga menyebut bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan pemerintah Indonesia dan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menjadi penasihat khusus APLMA. </p>
<p>“Kami menyediakan peta jalan eliminasi malaria serta platform pemantauan melalui dasbor digital untuk memastikan progres yang terukur,” ungkapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/1876.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Darurat Perokok Bocah, Pemerintah Gaspol Aturan Kawasan Tanpa Rokok di Seluruh Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/darurat-perokok-bocah-pemerintah-gaspol-aturan-kawasan-tanpa-rokok-di-seluruh-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Jun 2025 15:53:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/darurat-perokok-bocah-pemerintah-gaspol-aturan-kawasan-tanpa-rokok-di-seluruh-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2025</p>
<p>Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di seluruh Indonesia. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertajuk “Posisi dan Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pasca Diundangkannya PP No. 28 Tahun 2024” pada Kamis (12/6) di Jakarta.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dari paparan rokok dan asap rokok, serta memperkuat implementasi regulasi turunan dari Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah telah menyelesaikan sebagian besar peraturan pelaksana dari UU Kesehatan tersebut. Salah satu fokus penting adalah pengendalian konsumsi rokok.</p>
<p>“Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 berhasil disusun dalam waktu kurang dari satu tahun, termasuk dua Peraturan Presiden dan 18 Peraturan Menteri Kesehatan. Ini penyederhanaan luar biasa dari ratusan regulasi sebelumnya,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Meski demikian, ia mengakui bahwa regulasi terkait rokok adalah isu yang rumit karena melibatkan berbagai kepentingan.</p>
<p>“Dalam isu rokok, kami mengambil posisi yang cukup agresif. Tapi ini persoalan multidimensi: ada aspek kesehatan, ekonomi, hingga ketenagakerjaan. Pemerintah harus menyeimbangkan semuanya,” tegasnya.</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti tingginya prevalensi merokok di Indonesia. Sebanyak 73% laki-laki dewasa adalah perokok aktif, dan 7,4% anak usia 10–18 tahun juga merokok. Sementara itu, penggunaan rokok elektronik meningkat pesat di kalangan remaja.</p>
<p>“Kalau kita ingin hidup sehat, melihat anak tumbuh besar, dan menikmati masa tua bersama cucu, harus bisa mengendalikan—jangan sampai merokok. Rokok adalah faktor risiko utama kanker paru,” ucapnya.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menambahkan bahwa tantangan implementasi KTR berasal dari kuatnya budaya merokok dan pengaruh iklan. Ia menyampaikan perlunya intervensi pemerintah secara sistematis.</p>
<p>“Kita akan siapkan model Perda yang dapat diadaptasi oleh daerah, disertai batas waktu implementasi. Apresiasi juga akan diberikan bagi daerah yang telah menerapkan KTR secara optimal,” ujar Mendagri Tito.</p>
<p>Saat ini, sebanyak 209 kabupaten/kota telah memiliki Perda dan Perkada KTR. Namun, masih ada 28 kabupaten/kota yang belum memiliki regulasi apa pun. Untuk itu, Kemendagri dan Kemenkes akan mengeluarkan surat edaran bersama dan mendorong DPRD agar mempercepat proses legislasi.</p>
<p>Mendagri Tito juga mendorong agar kementerian, lembaga, dan institusi pemerintah menjadi teladan dalam pelaksanaan KTR, termasuk menyediakan ruang khusus merokok agar tidak mencemari area kerja publik.</p>
<p>Sebagai bentuk penghargaan, empat provinsi yang seluruh wilayahnya telah memiliki Perda KTR menerima apresiasi khusus, yakni Provinsi Bali, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan.</p>
<p>Rakornas ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lingkungan sehat dan melindungi masa depan generasi muda dari ancaman rokok.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (SK/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/54584872380_3f2147ccf0_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>TBC Sebabkan Dua Kematian Setiap Lima Menit, Menkes Serukan Aksi Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tbc-sebabkan-dua-kematian-setiap-lima-menit-menkes-serukan-aksi-nasional</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Jun 2025 20:27:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tbc-sebabkan-dua-kematian-setiap-lima-menit-menkes-serukan-aksi-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bogor, 11 Juni 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan fakta mengejutkan: dua orang di Indonesia meninggal karena Tuberkulosis (TBC) setiap lima menit. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang menjadi salah satu desa percontohan dalam penguatan penanggulangan TBC berbasis komunitas.</p>
<p>TBC adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Setiap lima menit ada dua yang wafat. Kita bicara di acara ini, yang wafat karena TBC mungkin sudah 20 lebih,&rdquo; ujar Menkes dalam dialog bersama warga dan pemangku kepentingan, Rabu (11/6).</p>
<p>TBC merupakan penyakit menular yang bisa disembuhkan, namun masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menkes menegaskan pentingnya deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas sebagai kunci pengendalian penyakit ini.</p>
<p>&ldquo;Masalahnya, selesainya (konsumsi obat) itu enam bulan. Minumnya setiap hari, pilnya banyak, lebih dari empat. Tapi kita sabar tidak apa-apa daripada tidak sembuh,&rdquo; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menekankan empat langkah penting yang harus dilakukan masyarakat untuk menghentikan penyebaran TBC, yakni menemukan pasien, memastikan segera minum obat, menyelesaikan pengobatan, dan memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat.</p>
<p>Ia memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Desa Klapanunggal atas konsistensinya dalam skrining aktif dan pendampingan pasien TBC hingga sembuh.</p>
<p>&ldquo;Saya terima kasih ke Desa Klapanunggal, karena tidak semua desa melakukan ini. Rajin mencari yang kena (TBC), pastikan minum obat sampai selesai. Karena kalau tidak, dia menular, dia mematikan,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Program desa siaga TBC ini disebut Menkes sebagai bagian dari program prioritas <em>(quick wins)</em> pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>&ldquo;Ini adalah salah satu program quick win-nya Bapak Prabowo. Beliau terkejut melihat kematian TBC ini tinggi sekali,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, yang turut hadir, juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran TBC.</p>
<p>Pemerintah punya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan TBC. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan prinsip TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh), serta saling mengawasi dan menjaga sesama.</p>
<p>&ldquo;TOSS itu kewajiban kita semua. Kalau ada anak, istri, saudara, tetangga yang gejalanya mirip, segera laporkan agar bisa diobati sampai sembuh,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia turut mengingatkan agar masyarakat tidak termakan hoaks terkait vaksin maupun pengobatan dari pemerintah. Menurut Aries, ketakutan dan stigma sosial sering menjadi hambatan utama dalam penanganan TBC. Banyak penderita enggan melapor karena malu.</p>
<p>Menkes menutup dengan seruan kuat untuk tidak mengabaikan penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan ini.</p>
<p>&ldquo;TBC itu begitu ketahuan, dikasih obat, dia berhenti kok penularannya. Obatnya ada, dan kalau selesai, dia sembuh. Agar mereka bisa kembali sebagai anggota masyarakat kita,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250611-WA0100.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pendampingan Penuh Empati Cegah Risiko Masalah Kesehatan Jiwa pada Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pendampingan-penuh-empati-cegah-risiko-masalah-kesehatan-jiwa-pada-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Jun 2025 18:29:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pendampingan-penuh-empati-cegah-risiko-masalah-kesehatan-jiwa-pada-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jeddah, 11 Juni 2025</p>
<p>Ibadah haji adalah puncak spiritual bagi jutaan umat Muslim. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan lingkungan yang drastis serta tekanan fisik dan mental dari berbagai rangkaian ibadah, disertai perpisahan sementara dan/atau tanpa pendampingan keluarga, dapat menjadi faktor risiko permasalahan kesehatan jiwa pada jemaah.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 82,05% jemaah tergolong berisiko tinggi, dan lebih dari 50% merupakan jemaah lansia. Banyak dari mereka yang memiliki kerentanan sebelumnya mengalami kesulitan beradaptasi. Situasi di sini memang sangat penuh tekanan, terutama bagi jemaah yang kelelahan setelah menyelesaikan puncak haji,&#8221; ungkap dr. Kusufia Mirantri, Sp.KJ, Spesialis Jiwa di KKHI Madinah.</p>
<p>Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa stres, gangguan penyesuaian, atau kondisi demensia ringan yang sudah diidap sejak di Indonesia dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan tidur, kecemasan berlebih, hingga gejala psikosomatis. Tekanan situasi yang terjadi juga dapat mendorong kekambuhan pada jemaah pengidap Alzheimer yang sudah rutin mengonsumsi obat.</p>
<p>Perjalanan sakral ini bisa menjadi tantangan yang unik. Di sinilah peran pendamping, selain keluarga, baik itu ketua regu, ketua rombongan, atau teman sekamar, menjadi krusial. Mereka membutuhkan kapasitas dukungan personal yang tidak hanya cermat, tetapi juga penuh kesabaran.</p>
<p>Permasalahan kesehatan jiwa yang dialami jemaah merupakan bentuk umum dari gangguan kognitif dan kecemasan, yang memengaruhi memori, pemikiran, dan perilaku. Dalam lingkungan yang asing, padat, dan sering kali membingungkan seperti saat berhaji, gejala-gejala ini dapat memburuk secara signifikan.</p>
<p>Jemaah bisa mengalami disorientasi, kebingungan, bahkan agitasi, membuat mereka rentan tersesat atau mengalami kesulitan dalam menjalankan ibadah. Oleh karena itu, kehadiran pendamping yang sigap dan empatis menjadi tulang punggung keselamatan serta kenyamanan mereka.</p>
<p>Menurut dr. Kusufia, mendampingi jemaah dengan masalah kejiwaan saat haji bukan hanya tentang membantu secara fisik, seperti menuntun jalan atau mengingatkan jadwal minum obat. Ini menyentuh aspek dukungan emosional dan psikologis yang mendalam.</p>
<p>Ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan oleh para pendamping jemaah dengan masalah kesehatan jiwa, di antaranya:<br />
1. Kesabaran adalah kunci utama<br />
Jemaah mungkin akan mengulang pertanyaan yang sama, menjadi bingung, atau menunjukkan perubahan suasana hati. Respons yang tergesa-gesa atau penuh frustrasi hanya akan memperburuk situasi.</p>
<p>2. Berkomunikasi dengan empati<br />
Pendamping harus memiliki kesabaran tanpa batas, siap mengulang penjelasan, menenangkan, dan memahami bahwa perilaku tersebut adalah bagian dari penyakit, bukan kesengajaan.</p>
<p>3. Gunakan bahasa yang mudah dipahami<br />
Berbicara dengan kalimat pendek dan nada suara yang lembut. Jaga kontak mata dan berikan sentuhan untuk memberikan rasa aman. Hindari pertanyaan seperti &#8216;ingat siapa saya?&#8217; atau &#8216;apa yang kamu lakukan?&#8217; karena dapat memicu rasa malu atau frustrasi. Lebih baik gunakan pernyataan langsung dan dukungan, seperti &#8216;saya di sini untuk membantu anda,&#8217;</p>
<p>4. Ciptakan rutinitas dan pastikan selalu dalam pengawasan<br />
Usahakan menjaga rutinitas harian yang konsisten untuk makan, minum obat, dan waktu ibadah. Pastikan jemaah selalu dalam pengawasan di tempat ramai. Gunakan gelang identifikasi dengan informasi kontak pendamping secara jelas. Membawa barang-barang pribadi yang familiar (misalnya, tasbih atau foto keluarga) juga dapat memberikan rasa nyaman dan orientasi.</p>
<p>5. Tunjukkan perilaku yang lembut<br />
Jika jemaah menunjukkan agitasi atau kebingungan, alihkan perhatian mereka dengan lembut ke hal lain yang menyenangkan, seperti bercerita atau mendengarkan selawat. Hindari konfrontasi atau perdebatan. Ingat bahwa perilaku tersebut sering kali merupakan ekspresi dari kebutuhan yang tidak terpenuhi atau rasa takut.</p>
<p>6. Berikan perhatian pada kebutuhan fisik<br />
Pastikan asupan cairan dan nutrisi tercukupi untuk mencegah dehidrasi atau malnutrisi, yang dapat memperparah gejala. Bantu jemaah menjaga kebersihan diri dan pastikan mereka mendapatkan istirahat yang cukup di tengah jadwal yang padat. Selalu siapkan dan berikan obat-obatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.</p>
<p>Meskipun peran pendamping sangat krusial, penting juga untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional. Pendamping harus mampu mengenali tanda-tanda bahaya yang memerlukan intervensi medis segera dan tidak ragu untuk berkomunikasi dengan petugas kesehatan haji.</p>
<p>Mereka juga perlu menjaga kesehatan diri sendiri, dengan cukup istirahat, menjaga asupan makanan dan minuman, serta tidak segan meminta bantuan dari anggota kelompok lain jika merasa kewalahan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/jedah.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Operasi Kembar Siam di RS Hasan Sadikin Simbol Kemajuan Layanan Kesehatan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-kembar-siam-di-rs-hasan-sadikin-simbol-kemajuan-layanan-kesehatan-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Jun 2025 13:21:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-kembar-siam-di-rs-hasan-sadikin-simbol-kemajuan-layanan-kesehatan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 10 Juni 2025</p>
<p>Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung kembali mencatatkan tonggak penting dalam dunia medis Indonesia dengan keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jawa Barat, Nadia dan Nadira. Keduanya kini dalam kondisi stabil dan tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa ini. Ia menyebut operasi pemisahan bayi kembar siam sebagai salah satu prosedur medis paling kompleks dalam layanan kesehatan ibu dan anak, yang hanya dapat dilakukan oleh rumah sakit dengan kapasitas layanan tingkat tertinggi.</p>
<p>“Ini adalah tindakan yang paling kompleks untuk masyarakat, dan RSUP Dr. Hasan Sadikin mampu melakukannya. Saya bangga karena tindakan ini berhasil dengan hasil yang luar biasa,” ujar Menkes Budi dalam sambutannya pada acara Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi, Selasa (10/6).</p>
<p>Sejak tahun 2010, RSUP Dr. Hasan Sadikin telah menangani 33 kasus kembar siam, dengan 13 operasi pemisahan.</p>
<p>Menkes mengatakan ini merupakan capaian yang mencerminkan keunggulan layanan dan kompetensi tim medis.</p>
<p>Namun demikian, Menkes juga menyoroti tantangan dalam aspek pembiayaan.</p>
<p>“Karena itu saya bilang, rumah sakit harus punya model yang bisa subsidi silang. Supaya kasus-kasus seperti ini tetap bisa ditangani, dan masyarakat tidak terbebani,” tegas Menkes.</p>
<p>Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin, dr. Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja tim multidisiplin yang solid, terdiri dari dokter spesialis berbagai bidang, perawat, ahli gizi, farmasi, radiologi, psikolog, dan tim manajemen rumah sakit.</p>
<p>“Kami menjalankan pendekatan tiga tahap—praoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif—dengan perencanaan matang, simulasi berulang, teknologi terkini, dan pemantauan intensif di masa kritis,” jelas dr. Rachim.</p>
<p>Lebih dari sekadar keberhasilan klinis, kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya akses layanan kehamilan yang berkualitas, termasuk edukasi dan deteksi dini yang akan terus menjadi prioritas RS Hasan Sadikin.</p>
<p>“Keberhasilan ini adalah simbol bahwa sistem rujukan nasional kita mampu menjawab tantangan medis kompleks dengan hasil optimal,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai penutup, dr. Rachim menyampaikan harapan agar kisah Nadia dan Nadira menjadi sumber inspirasi dan semangat.</p>
<p>&#8220;Kami berharap kisah Nadia dan Nadira menjadi inspirasi dan harapan bagi banyak keluarga di seluruh Indonesia. Seiring akan dikembalikannya Nadia dan Nadira ke pangkuan keluarga tercinta, kami juga melepaskan harapan bahwa setiap anak Indonesia, betapapun kompleks kondisi medisnya, memiliki kesempatan yang adil untuk hidup, tumbuh, dan berkembang,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250611-WA0010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Luncurkan Program Pengampuan Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Targetkan Penurunan Kematian Ibu, Bayi, dan Stunting di Jawa Barat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/luncurkan-program-pengampuan-kesehatan-ibu-dan-anak-kemenkes-targetkan-penurunan-kematian-ibu-bayi-dan-stunting-di-jawa-barat</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Jun 2025 09:08:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/luncurkan-program-pengampuan-kesehatan-ibu-dan-anak-kemenkes-targetkan-penurunan-kematian-ibu-bayi-dan-stunting-di-jawa-barat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 10 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI resmi meluncurkan Program Pengampuan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Provinsi Jawa Barat. Program ini merupakan langkah strategis dan terukur untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir serta menekan prevalensi stunting, melalui optimalisasi peran rumah sakit rujukan nasional dan jejaring fasilitas kesehatan di daerah.</p>
<p>Peluncuran program dilakukan dalam kegiatan Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) di Auditorium Pusat Pelayanan Ibu dan Anak Terpadu, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa (10/6).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa isu AKI dan AKB bukan sekadar persoalan data, melainkan menyangkut keselamatan nyawa.</p>
<p>“Kalau Jawa Barat bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi, maka angka nasional juga ikut turun. Karena 17% kematian ibu dan bayi terjadi di Jawa Barat,” tegasnya.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Layanan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi pertama penerapan program karena tingginya beban AKI-AKB serta kualitas sistem pelaporan fasyankes yang sudah baik (di atas 90%).</p>
<p>“Tiga kabupaten dengan beban kematian tertinggi, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung, akan menjadi fokus intervensi. Masing-masing akan didampingi oleh rumah sakit pengampu nasional: RS Harapan Kita Ibu dan Anak, RSCM, dan RSHS,” jelas dr. Endang.</p>
<p>Sebanyak 12 puskesmas dan jejaring fasyankes tingkat pertama akan dilibatkan. Fokus pengampuan mencakup standardisasi SOP klinis, penguatan sistem rujukan, pelatihan berkelanjutan, hingga mentoring langsung oleh RS pengampu.</p>
<p>Kemenkes menargetkan keberhasilan di Jawa Barat sebagai model nasional yang dapat direplikasi di seluruh provinsi melalui pendekatan berbasis data, kolaborasi, dan lintas sektor.</p>
<p>Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan.</p>
<p>“Kesehatan masyarakat tak bisa hanya mengandalkan fasilitas rumah sakit. Ia harus dibangun dari rumah, sekolah, dan lingkungan,” ujar Gubernur Dedi.</p>
<p>Ia juga mengusulkan sejumlah kebijakan preventif, seperti pemeriksaan kesehatan pranikah, bekal makanan sehat dari rumah untuk anak sekolah, dan sertifikasi kesehatan bagi pedagang jajanan sekolah.</p>
<p>Menkes turut mengapresiasi capaian Jawa Barat dalam menurunkan angka stunting, yang kini berada di 15,9%, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 19,8%.</p>
<p>“Ini luar biasa karena penduduk Jawa Barat paling banyak, ibu hamil paling banyak,” ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250611-WA0034.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan untuk Cegah Heatstroke</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-diimbau-batasi-aktivitas-di-luar-ruangan-untuk-cegah-heatstroke</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Jun 2025 18:35:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-diimbau-batasi-aktivitas-di-luar-ruangan-untuk-cegah-heatstroke</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jeddah, 10 Juni 2025</p>
<p>Setelah menunaikan wajib dan rukun haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)—fase yang paling menguras tenaga—Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan yang juga sebagai Dirjen SDM Kesehatan Kementerian Keseharan RI dr. Yuli Farianti, M.Epid., mengingatkan agar seluruh jemaah haji Indonesia membatasi aktivitas di luar ruangan.</p>
<p>Yuli menegaskan pembatasan aktivitas luar ruang penting untuk mencegah kelelahan berlebihan, disorientasi atau gangguan penyesuaian diri, hingga potensi ancaman serius seperti heatstroke akibat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Pasca-Armuzna, tubuh jemaah memerlukan pemulihan yang optimal. Cuaca panas yang masih menyengat di Makkah dan Madinah menjadi faktor risiko yang tidak boleh diabaikan. Bahkan, menurut data real-time Tim Sanitasi KKHI Makkah hari ini, suhu tertinggi berada di kisaran 46 derajat Celsius. Ada risiko permasalahan kesehatan yang mengintai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa memaksakan diri untuk terus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi tubuh yang rentan dapat berakibat fatal.</p>
<p>&#8220;Ada ancaman kesehatan seperti kelelahan fisik berlebihan, heatstroke, dan dehidrasi yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kronis,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Adapun gejala yang perlu diwaspadai saat beraktivitas di luar ruangan antara lain:<br />
* Kelelahan berlebihan, seperti lemas, lesu, pusing, nyeri otot, dan sulit berkonsentrasi.<br />
* Disorientasi atau gangguan penyesuaian diri, seperti kebingungan arah, lupa lokasi, perubahan suasana hati atau perilaku, kesulitan memahami instruksi—yang dapat diperparah oleh dehidrasi dan kelelahan.<br />
* Heatstroke (serangan panas), yaitu kondisi berbahaya yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius, kulit panas dan kering (meskipun kadang masih berkeringat), denyut nadi cepat dan kuat, sakit kepala parah, mual, muntah, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.<br />
* Gangguan pada otot, tulang, dan persendian akibat berjalan kaki jauh, luka, atau terjatuh yang menyebabkan dislokasi hingga fraktur/patah tulang.</p>
<p>Merujuk pada beberapa informasi dari situs resmi Kementerian Agama, terdapat beberapa aktivitas yang perlu diwaspadai dan sebaiknya dibatasi, antara lain:<br />
* Umrah sunah berulang kali. Meskipun berniat baik, melaksanakan umrah sunah berkali-kali dalam waktu berdekatan setelah Armuzna dapat menguras cadangan energi jemaah secara drastis, meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan akut.<br />
* Wisata ziarah berlebihan. Melakukan kunjungan ke berbagai tempat bersejarah yang memerlukan perjalanan panjang dan paparan matahari dapat memicu kelelahan fisik dan mental.<br />
* Ibadah Shalat Arba&#8217;in di Masjid Nabawi, Madinah. Bagi jemaah yang melanjutkan perjalanan ke Madinah, saat melaksanakan ibadah shalat fardhu 40 waktu berturut-turut (Arba&#8217;in) di Masjid Nabawi, Yuli mengingatkan untuk tetap memperhatikan kondisi fisik.</p>
<p>&#8220;Fokuslah pada inti ibadah, dan manfaatkan waktu istirahat di penginapan. Jangan memaksakan diri untuk terus melakukan shalat di Masjid Nabawi jika tubuh tidak sanggup. Lakukan shalat berjamaah di masjid terdekat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dirjen SDM Kesehatan juga membagikan beberapa tips kesehatan agar jemaah tetap bugar dan prima pasca puncak haji, di antaranya:<br />
* Prioritaskan istirahat yang cukup. Tidur yang berkualitas sangat penting untuk pemulihan.<br />
* Batasi aktivitas di luar ruangan. Hindari keluar dari penginapan antara pukul 10.00–16.00, saat suhu matahari paling terik. Jika harus keluar, gunakan alat pelindung diri (APD) seperti sandal/sepatu, payung, dan lainnya.<br />
* Bijak dalam beribadah sunah. Pertimbangkan kondisi fisik sebelum memutuskan melakukan umrah sunah atau ibadah tambahan lainnya.<br />
* Cermat dalam wisata ziarah. Jika harus berziarah, pilih waktu yang lebih sejuk (pagi atau sore), batasi durasinya, dan pastikan asupan cairan cukup.<br />
* Tetap terhidrasi secara optimal. Minum air putih/zamzam sedikit demi sedikit hingga 2 liter (8 gelas) per hari, bahkan saat tidak merasa haus. Selalu bawa botol air. Konsumsi oralit atau jus buah yang kaya elektrolit.<br />
* Perhatikan asupan makanan. Konsumsi makanan bergizi seimbang, jangan lewatkan waktu makan, dan hindari makanan yang terlalu pedas yang bisa memicu gangguan pencernaan.<br />
* Saling mengawasi dan mendampingi. Jaga dan perhatikan jemaah lain, terutama lansia dan mereka dengan riwayat penyakit kronis. Jika ada tanda-tanda kelelahan, dehidrasi, atau disorientasi, segera bantu pindah ke tempat teduh dan laporkan kepada petugas kesehatan.<br />
* Jangan ragu untuk melapor kepada petugas. Jika merasa tidak enak badan, segera sampaikan kepada Ketua Regu/Rombongan/Kloter atau petugas kesehatan terdekat. Jangan tunda penanganan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kami memohon kerja sama dan pengertian dari seluruh jemaah. Niat baik beribadah harus diimbangi dengan menjaga kesehatan diri. Ingat, kesehatan adalah modal utama agar haji kita diterima Allah SWT dan kita bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat,&#8221; tutur Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.24.39.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Situasi Puncak Ibadah Haji Terkendali, Ketua Tim Asistensi Beri Apresiasi Kinerja Petugas Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/situasi-puncak-ibadah-haji-terkendali-ketua-tim-asistensi-beri-apresiasi-kinerja-petugas-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Jun 2025 22:03:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/situasi-puncak-ibadah-haji-terkendali-ketua-tim-asistensi-beri-apresiasi-kinerja-petugas-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 9 Juni 2025</p>
<p>Hari ini, Senin (9/6), adalah hari tasyrik terakhir pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dan seluruh kegiatan terpantau sepenuhnya terkendali. Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, yang juga Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes, dr. Yuli Farianti, M.Epid., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas kesehatan yang telah bekerja keras memastikan kesehatan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan Yuli di Pos Kesehatan Mina, Makkah, Minggu (8/6), setelah meninjau langsung berbagai titik krusial selama fase puncak haji, termasuk di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dedikasi luar biasa dari para petugas kesehatan, situasi puncak ibadah haji berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Ini adalah hasil dari persiapan matang dan sinergi yang baik di lapangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menyoroti peran vital petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang responsif, mulai dari penanganan kegawatdaruratan, penyediaan obat-obatan dan perbekalan kesehatan, hingga pendampingan jemaah yang memiliki risiko tinggi, sampai proses rujukan ke RS Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap jemaah mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Banyak jemaah Lansia dan risiko tinggi (Risti) yang bisa menjalankan ibadah dengan tenang karena adanya dukungan pelayanan kesehatan yang prima,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selama periode puncak haji, tantangan cuaca ekstrem dengan suhu tinggi dan kepadatan jemaah menjadi perhatian utama. Namun, berkat kesiapsiagaan petugas kesehatan dan optimalisasi layanan di pos kesehatan Armuzna, berbagai upaya mitigasi telah dilakukan.</p>
<p>&#8220;Kami melihat bagaimana petugas kesehatan tanpa lelah menangani pasien jemaah di pos kesehatan, memberikan edukasi dan pendampingan, serta berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK). Ini adalah dedikasi yang patut diacungi jempol,&#8221; kata Yuli.</p>
<p>Apresiasi juga diberikan kepada seluruh TKHK dan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, baik itu tim dokter, perawat, apoteker, tenaga gizi, kesehatan lingkungan, maupun seluruh tenaga pendukung yang telah meninggalkan keluarga di tanah air demi melayani jemaah haji.</p>
<p>&#8220;Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengorbanan dan keikhlasan mereka sangat berarti bagi kelancaran ibadah jutaan jemaah,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Selain itu, kolaborasi yang baik antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam menanggulangi jemaah Risti dan menekan angka kematian jemaah juga menjadi kunci terkendalinya situasi puncak haji.</p>
<p>Hal ini ditunjukkan dengan total data jemaah wafat hingga 8 Juni 2025 (cut-off pukul 16.00 WAS), yang tercatat sebanyak 183 orang. Angka ini menurun dibandingkan tahun lalu pada tanggal yang sama, yaitu sebanyak 206 orang jemaah yang meninggal dunia.</p>
<p>Dengan terkendalinya situasi puncak ibadah haji, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan sempurna dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250609-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Respons Cepat Petugas Pos Kesehatan Mina Tangani Luka Kaki Jemaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/respons-cepat-petugas-pos-kesehatan-mina-tangani-luka-kaki-jemaah</link>				
         <pubDate>Sun, 08 Jun 2025 22:08:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/respons-cepat-petugas-pos-kesehatan-mina-tangani-luka-kaki-jemaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 8 Juni 2025</p>
<p>Tenaga medis dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan dr. Agus Yulianto, memberikan penanganan medis kepada pasien jemaah dengan sigap pada Minggu (8/6). Jemaah tersebut diketahui menderita luka pada telapak kaki dan memiliki riwayat diabetes melitus, kondisi yang memerlukan perhatian khusus.</p>
<p>Penanganan luka jemaah oleh dokter spesialis bedah itu dilakukan sekitar pukul 23.00 WAS, setelah menerima laporan dari dokter di salah satu tenda jemaah haji Indonesia di Mina. Ia pun langsung melakukan perawatan luka secara cermat untuk memastikan kondisi jemaah tidak memburuk.</p>
<p>Menurut dr. Agus, kasus luka pada telapak kaki cukup sering dijumpai pada musim haji tahun ini. </p>
<p>&#8220;Dalam beberaapa situasi, banyak jemaah harus berjalan kaki cukup jauh di bawah terik matahari, dan hal itu menjadi faktor pemicu utama,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kondisi ini tentu lebih berisiko bagi jemaah dengan penyakit penyerta seperti diabetes, di mana terjadi luka kecil pun bisa berpotensi menjadi masalah serius jika tidak ditangani segera.</p>
<p>Melihat realitas yang banyak dialami jemaah, dr. Agus mengimbau seluruh jemaah haji untuk lebih memperhatikan kesehatan kaki mereka. </p>
<p>&#8220;Jangan paksakan diri untuk terus berjalan, jika sudah ada luka di kaki. Segera laporkan dan hubungi petugas kesehatan agar bisa mendapatkan perawatan secepatnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Seiring dengan intensifnya rangkaian ibadah haji, Kementerian Kesehatan RI mengimbau kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan fisik dan tidak memaksakan diri melakukan berbagai aktivitas, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus.</p>
<p>Hal ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca panas ekstrem dan jarak tempuh yang seringkali jauh antar lokasi ibadah. </p>
<p>&#8220;Bagi jemaah dengan diabetes, sirkulasi darah ke kaki seringkali tidak optimal, dan saraf-saraf juga bisa mengalami kerusakan. Ini membuat mereka kurang peka terhadap luka atau lecet, dan penyembuhannya pun lebih lambat,&#8221; jelas Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.</p>
<p>Oleh karena itu, Liliek mengingatkan ada beberapa hal penting untuk mencegah kesakitan dan luka kaki pada jemaah, di antaranya:</p>
<p>1. Pencegahan utama: Jemaah diimbau untuk selalu menggunakan alas kaki yang nyaman, longgar, dan melindungi seluruh kaki.</p>
<p>2. Perhatikan kondisi kaki: Lakukan pemeriksaan kaki secara rutin setiap hari, perhatikan adanya lecet, kemerahan, bengkak, atau luka.</p>
<p>3. Jangan memaksakan diri: Apabila merasa lelah atau sudah ada tanda-tanda luka di kaki, jangan memaksakan diri untuk terus berjalan jauh, istirahat sejenak.</p>
<p>4. Segera lapor dan periksa: Apapun keluhan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kaki atau luka, segera laporkan kepada petugas kesehatan di kloter atau di pos-pos kesehatan terdekat. Jangan tunda penanganan karena dapat memperburuk kondisi.</p>
<p>5. Hidrasi dan nutrisi: Pastikan asupan cairan dan nutrisi tercukupi untuk menjaga stamina dan mempercepat proses pemulihan jika terjadi masalah kesehatan.</p>
<p>Petugas kesehatan di setiap kloter dan pos kesehatan di saat Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada jemaah. Dengan kewaspadaan dan penanganan dini masalah kesehatan, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email ke kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250608-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dedikasi Petugas Kesehatan Antar Jemaah Sakit Tetap Bisa Wukuf</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dedikasi-petugas-kesehatan-antar-jemaah-sakit-tetap-bisa-wukuf</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Jun 2025 20:19:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dedikasi-petugas-kesehatan-antar-jemaah-sakit-tetap-bisa-wukuf</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 7 Juni 2025</p>
<p>Sebanyak 34 petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah yang terdiri dari 24 orang tenaga medis dan perawat, serta 10 orang pendukung dari tenaga farmasi, gizi, dan pembimbing ibadah telah berhasil melaksanakan safari wukuf bagi jemaah haji yang membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p>Mereka menggunakan empat bus untuk puluhan peserta safari wukuf yang telah dimodifikasi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para jemaah selama ibadah wukuf di Arafah. Spesifikasi bis terdiri atas dua bis untuk duduk yang berkapasitas maksimal 41 kursi dan dua bis yang bisa diposisikan pasien berbaring berkapasitas maksimal 8 pasien. </p>
<p>Fasilitas di dalam bis safari wukuf, antara lain:<br />
1. Fasilitas diagnostik sederhana seperti tensi, termoter, saturasi oksigen.<br />
2. Fasilitas terapi gawat darurat seperti oksigen, nebuliser, kejut listrik otomatis.<br />
3. Fasilitas terapi awal seperti obat nyeri, obat pusing, oralit, infus cairan, dan lain-lain.</p>
<p>Koordinator Tim Safari Wukuf, dr. Vera Yulia, Sp.JP mengatakan bahwa persiapan untuk safari wukuf ini telah dilakukan seminggu sebelumnya, termasuk penyediaan fasilitas kefarmasian dan perbekalan kesehatan di dalam bis dan memiliki izin memasuki Arafah untuk bis dan supirnya.</p>
<p>&#8220;Dedikasi para dokter, perawat, dan seluruh tim pendukung sangat luar biasa. Mereka bekerja tanpa lelah demi memastikan setiap jemaah haji mendapatkan haknya untuk berwukuf,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Safari Wukuf dan Badal Haji menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban mensafariwukufkan jemaah haji yang sakit dengan status rawat inap dan tidak dalam perawatan khusus.</p>
<p>Safari wukuf merupakan rangkaian pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, bagi jemaah haji yang menderita sakit<br />
dengan posisi duduk atau terbaring di dalam kendaraan yang sedang melintas di Padang Arafah pada saat pelaksanaan wukuf di Arafah.</p>
<p>Kriteria jemaah haji safari wukuf yang disampaikan Kemenag melalui media sosialnya, diantaranya:</p>
<p>1. Jemaah haji Lansia dan disabilitas yang tidak mandi (tirah baring) dalam melakukan aktivitas sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan dasar (makan, minum, mandi, mobilisasi).<br />
2. Jemaah haji Lansia dan disabilitas yang tidak bisa berjalan/pengguna kursi roda karena sakit atau kondisi kelemahan.<br />
3. Jemaah haji Lansia dan disabilitas yang memiliki komorbid penyakit kronis seperti: jantung, hipertensi, stroke (sedang-berat), demensia.<br />
4. Jemaah haji Lansia dan disabilitas yang pulang perawatan dari KKHI dengan kelemahan.<br />
5. Jemaah haji Lansia dan disabilitas yang mengalami gangguan kejiwaan (depresi, kecemasan, gaduh gelisah, amuk).<br />
6. Jemaah haji Lansia dan disabilitas sesuai dengan kriteria risiko tinggi yang ditentukan oleh petugas kloter (akan diverifikasi oleh Petugas Safari Wukuf Khusus).</p>
<p>Safari wukuf ini merupakan inisiatif penting dari Pemerintah Indonesia yang memungkinkan jemaah haji dengan kondisi kesehatan tertentu, yang tidak memungkinkan mereka untuk mengikuti rangkaian ibadah haji secara reguler, tetap dapat menunaikan rukun Islam kelima ini. Dengan pendampingan intensif dari tim KKHI yang profesional, para jemaah dapat beribadah dengan tenang dan mendapatkan perawatan yang diperlukan sepanjang perjalanan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email ke kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250607-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Meski Berdesakan, Semangat Layanan Petugas Kesehatan Tak Pernah Surut</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/meski-berdesakan-semangat-layanan-petugas-kesehatan-tak-pernah-surut</link>				
         <pubDate>Thu, 05 Jun 2025 20:40:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/meski-berdesakan-semangat-layanan-petugas-kesehatan-tak-pernah-surut</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 5 Juni 2025</p>
<p>Pada 9 Zulhijah 1446 H atau 5 Juni 2025, pelaksanaan puncak ibadah haji dimulai dengan wukuf di Arafah yang diikuti oleh jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia.<br />
Di tengah padatnya musim haji 1446 H/2025 M, para petugas kesehatan yang tergabung dalam tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan menunjukkan dedikasi luar biasa.</p>
<p>Bertempat di Markas 105, Tenda 1178, di Arafah, tenda pos kesehatan haji harus berbagi dengan para jemaah. Meskipun berbagi tenda, semangat para petugas dalam melayani dan menjaga kesehatan jemaah haji tak pernah luntur.</p>
<p>Keterbatasan fasilitas kesehatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Area yang sempit dan kebutuhan akan tempat pelayanan pasien serta beristirahat yang memadai sering kali tidak sebanding dengan jumlah petugas yang disiagakan.</p>
<p>&#8220;Tahun ini, kami memang harus beradaptasi. Dengan sistem 8 syarikah yang berlaku menjadi tantangan tersendiri. Termasuk bagaimana seharusnya pos kesehatan berdiri sendiri,&#8221; ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo.</p>
<p>Hal tersebut tidak mengurangi fokus tim PPIH Bidang Kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik. Para petugas kesehatan menyadari betul bahwa kondisi fisik jemaah haji sangat rentan di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas yang padat.</p>
<p>Oleh karena itu, kehadiran mereka sangat krusial. Sejak tiba di Arab Saudi, mereka telah bekerja tanpa henti, mulai dari memberikan edukasi kesehatan, melakukan pemeriksaan rutin, hingga menangani kasus-kasus darurat dan rujukan.</p>
<p>Di tenda pos kesehatan untuk pelayanan kesehatan darurat di Arafah, para petugas terlihat sigap melayani setiap keluhan jemaah. Dari kelelahan, dehidrasi, pendarahan karena terjatuh hingga penyakit bawaan, semua ditangani dengan profesionalisme tinggi.</p>
<p>Bahkan di sela-sela waktu istirahat yang terbatas, mereka tetap terlihat memantau kondisi jemaah di sekitar tenda mereka.</p>
<p>&#8220;Prioritas kami adalah memastikan jemaah tetap sehat dan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar,&#8221; tambah Liliek.</p>
<p>Semangat juang para petugas kesehatan haji ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Di balik seragam biru mereka, terpancar komitmen kuat untuk mengabdi dan melayani umat.</p>
<p>Dedikasi tanpa pamrih ini merupakan salah satu pilar penting dalam kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga, meskipun harus berhadapan dengan berbagai keterbatasan di lapangan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250605-WA0022.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Bakal Dimulai</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-di-sekolah-bakal-dimulai</link>				
         <pubDate>Thu, 05 Jun 2025 15:49:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-di-sekolah-bakal-dimulai</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah mulai tahun ajaran baru ini. Program ini menjadi salah satu dari tiga prioritas utama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, selain percepatan penanggulangan tuberkulosis dan peningkatan kelas rumah sakit dari D ke C.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Kita akan meluncurkan program CKG. Ini merupakan satu dari tiga tugas ke saya satu, pemeriksaan gratis, dua, TBC, tiga, bangun rumah sakit kelas dari D ke C,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam pertemuan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Kamis (5/6).</p>
<p>Menkes menekankan bahwa CKG memiliki cakupan paling luas, yakni 280 juta penduduk, dan akan dilakukan setiap tahun. Ia mengakui bahwa eksekusi program ini sangat kompleks, namun memiliki dampak paling besar terhadap kesehatan masyarakat. Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan kepala daerah.</p>
<p>&ldquo;Di daerah, kalau bupati dan gubernurnya tidak mendukung akan sulit. Setiap kali saya bertemu bupati, wali kota, gubernur, saya bilang bahwa Pak Prabowo tinggi ratingnya karena soal kesehatan berdasarkan survei Litbang Kompas. Jadi mesti mendukung program kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menurut Budi, selama ini pemeriksaan kesehatan dilakukan di Puskesmas. Namun, pendekatan ini dinilai belum optimal karena keterbatasan kapasitas.</p>
<p>&ldquo;Kita ada 280 juta (penduduk), Puskesmas 10 ribu. Ini akan jadi terpusat ke Puskesmas. Namun dirasa belum maksimal jika hanya mengandalkan Puskesmas,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau agar Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga dilaksanakan di sekolah-sekolah guna menjangkau anak-anak usia sekolah. Momen tahun ajaran baru dianggap sebagai titik awal yang tepat untuk implementasi program ini.</p>
<p>&ldquo;Saat ini mendekati tahun ajaran baru menjadi momentum baik untuk berkoordinasi dengan Kemendikdasmen terkait CKG di sekolah,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa program CKG sudah menjangkau 8 juta peserta, dengan 7,5 juta di antaranya telah diperiksa. Dalam pelaksanaannya, jumlah pemeriksaan pernah mencapai 97 ribu dalam sehari, meskipun sempat mengalami penurunan karena libur nasional.</p>
<p>Ia menyebut rendahnya aktivitas fisik sebagai salah satu masalah kesehatan utama yang ditemukan pada orang dewasa dan lansia.</p>
<p>&ldquo;Ini yang kami harap pada tenaga pendidik di sekolah agar melakukan CKG ke Puskesmas untuk CKG ulang tahunan,&rdquo; kata dr. Endang.</p>
<p>Kemenkes juga telah melakukan simulasi CKG di beberapa sekolah, seperti Penabur dan Assidiqiyah, pada Maret&ndash;April lalu. Hasilnya menunjukkan berbagai masalah kesehatan pada siswa, mulai dari gangguan penglihatan, karies gigi, hingga risiko diabetes karena riwayat keluarga.</p>
<p>&ldquo;Masalah kesehatan selalu ketemu di setiap anak, entah itu diabetes, gangguan mata, karies. Semuanya kita rujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Pemeriksaan CKG akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD akan menjalani 13 jenis pemeriksaan, SMP 15 jenis, dan SMA kembali 13 jenis. Pemeriksaan darah akan dilakukan pada remaja putri di tingkat SMP dan SMA, serta remaja putra di tingkat SMA.</p>
<p>Persiapan teknis dimulai tujuh hari sebelum pemeriksaan, termasuk distribusi tautan kuesioner kepada orang tua. Dua hari sebelum pelaksanaan, tenaga kesehatan akan memastikan kesiapan alat medis dan bahan habis pakai (BMHP).</p>
<p>Pemeriksaan akan dilakukan di dua ruang terpisah, termasuk ruang khusus minimal 6 meter untuk pemeriksaan mata. Guru UKS dan guru PJOK akan dilibatkan dalam pengukuran fisik dan kebugaran siswa.</p>
<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu&rsquo;ti, menyambut baik inisiatif ini. Ia bahkan mengusulkan agar pelaksanaan CKG meniru skema tes Covid-19, yakni dilakukan di lokasi terdekat dari tempat tinggal siswa dengan bantuan mahasiswa kedokteran.</p>
<p>&ldquo;Kemungkinan akan banyak yang melakukan tes CKG. Ini sekitar bayangan saja nanti silakan diputuskan mana yang terbaik,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan bahwa CKG tidak hanya bertujuan untuk skrining kesehatan, tetapi juga untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai garda terdepan layanan kesehatan di lingkungan pendidikan.</p>
<p>&ldquo;Mengenai UKS, itu karunia luar biasa. Kalau kita bisa revitalisasi UKS, itu akan bagus sekali. Ini butuh bantuan Bapak Mendikdasmen dan juga Pemda-nya. Saya sangat menghargai kalau ada bantuan dari Bapak untuk sama-sama revitalisasi UKS,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.<br>(D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-05-at-15.33.00.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>⁠NTT jadi Prioritas Pemerintah dalam Reformasi Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/%e2%81%a0ntt-jadi-prioritas-pemerintah-dalam-reformasi-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Jun 2025 18:32:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/%e2%81%a0ntt-jadi-prioritas-pemerintah-dalam-reformasi-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kupang, 4 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan fokus pada peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan dasar dan lanjutan.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyampaikan hal ini dalam agenda koordinasi perencanaan pembangunan kesehatan di NTT, Rabu (4/6). Ia menekankan bahwa transformasi kesehatan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan upaya menciptakan sistem yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Dalam Rencana Induk Bidang Kesehatan 2025–2029, kita menempatkan ‘Kesehatan untuk Semua’ sebagai sasaran utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Kunta.</p>
<p>Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) memiliki enam sasaran strategis: peningkatan gizi masyarakat, pengendalian penyakit, penguatan ketahanan kesehatan, layanan kesehatan yang adil, tata kelola yang efektif, serta teknologi kesehatan yang maju.</p>
<p>NTT menjadi salah satu wilayah prioritas. Strategi pembangunan kesehatan di provinsi ini meliputi peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan, eliminasi penyakit tropis seperti kusta dan rabies, percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi, serta penguatan SDM kesehatan dan peningkatan kesejahteraan tenaga medis</p>
<p>Namun, Kunta mencatat bahwa realisasi dana non fisik kesehatan di NTT masih rendah, yaitu sekitar 59,7%. Hal ini menjadi perhatian bersama agar manfaat program kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat.</p>
<p>Dukungan pendanaan dari program Indonesia Health System Strengthening (IHSS) sebesar Rp63,5 triliun diharapkan memperkuat layanan primer, rujukan, dan laboratorium di seluruh Indonesia, termasuk NTT. Tiga program utama SOPHI, SHIHREN, dan InPULS—akan diimplementasikan secara bertahap hingga 2029.</p>
<p>Presiden RI juga telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan layanan kesehatan.</p>
<p>“Keberhasilan transformasi kesehatan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, dari pusat hingga daerah. Pemerintah daerah harus memastikan indikator RIBK masuk ke dalam RPJMD dan Renstra Organisasi Perangkat Daerah,” tambah Kunta.</p>
<p>Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik arahan ini dan menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Forum ini adalah ruang kolaborasi strategis untuk memperkuat arah pembangunan kesehatan yang tidak bisa disamakan dengan Jakarta. Di NTT, pendekatannya harus variatif, kontekstual, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Gubernur juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis komunitas untuk menjangkau layanan kesehatan hingga ke pelosok. Ia mendorong agar di setiap rumah ada anggota keluarga yang bisa menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan, seperti dalam memantau kondisi ibu hamil atau menyusui.</p>
<p>“Visi kami jelas, sehat dulu, baru bisa cerdas, maju, dan sejahtera. Sehat adalah fondasi utama pembangunan berkelanjutan di NTT,” tegasnya.</p>
<p>Gubernur Emanuel juga mengingatkan pentingnya harmonisasi program dan penganggaran antara pusat dan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.</p>
<p>“Forum ini jadi ruang evaluasi bersama. Kita bahas program yang berjalan, kendala anggaran, dan menyiapkan rencana untuk 2026. Kita ingin program pusat tidak hanya sampai di provinsi, tapi benar-benar bisa menjangkau desa-desa di NTT,” tuturnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Gubernur mengajak semua pihak membangun ekosistem kesehatan yang kuat dari tingkat desa hingga pusat.</p>
<p>“Ayo bangun ekosistem yang tangguh dari desa sampai ke pusat. Kita pastikan sinergi antara kabupaten/kota, provinsi, dan pusat bisa kita kerjakan dengan baik. Tuhan menolong kita dalam menangani stunting, kematian ibu dan anak, dan penyakit-penyakit menular berbahaya lainnya,” pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kesiapan Layanan Kesehatan Haji: 1.044 Tenaga Medis Dikerahkan di Armuzna</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kesiapan-layanan-kesehatan-haji-1-044-tenaga-medis-dikerahkan-di-armuzna</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Jun 2025 16:39:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kesiapan-layanan-kesehatan-haji-1-044-tenaga-medis-dikerahkan-di-armuzna</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 3 Juni 2025</p>
<p>Puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal hitungan jam. Mulai tanggal 4 Juni, jemaah mulai bergerak ke Arafah. Kekuatan pelayanan kesehatan haji Indonesia terletak pada jaringan layanan yang terencana dan terintegrasi di seluruh titik krusial Armuzna.</p>
<p>Menurut Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dalam Pertemuan Sosialisasi Persiapan Kesehatan Haji di Armuzna secara daring Selasa (3/6), negara harus hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah.</p>
<p>“Kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kesehatan haji kepada jemaah adalah kewajiban. Kami telah menyiapkan 192 orang PPIH Bidang Kesehatan, 1.044 orang Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), 14 ambulans terlisensi dengan dua sopirnya, empat bus untuk safari wukuf, serta obat-obatan dan perbekalan kesehatan (perbekkes),” ungkapnya.</p>
<p>Liliek juga membeberkan logistik obat dan perbekkes yang disiapkan, antara lain untuk:<br />
• Kebutuhan kloter selama di Armuzna,<br />
• Kebutuhan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta<br />
• Kebutuhan bus safari wukuf.</p>
<p>“Hari ini Selasa (3/6), obat dan perbekkes mulai didistribusikan ke Arafah dan Mina,” tuturnya.</p>
<p>Senada dengan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Mohammad Imran, MKM, selaku Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi, dalam pertemuan daring tersebut juga menjelaskan bahwa pada pelaksanaan kesehatan haji saat di Armuzna akan disediakan layanan konsultasi medis oleh dokter umum dan spesialis, obat dan perbekkes, fasilitas rujukan, ambulans, serta pendataan melalui Siskohatkes.</p>
<p>Dalam kepadatan jemaah di tenda Armuzna, Imran mengingatkan agar jemaah tetap menggunakan masker meskipun berada di dalam ruangan.</p>
<p>“Begitu banyaknya jemaah di dalam tenda terasa sesak, padat, dan tidur dengan kasur di bawah serta dekat dengan faktor risiko debu untuk penyakit ISPA. Maka tolong petugas mengingatkan jemaah untuk menggunakan masker meski di dalam tenda, ya,” pesan Imran.</p>
<p>Selain itu, Kabid Kesehatan juga meminta agar petugas terus mengedukasi jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah.</p>
<p>“Haji itu adalah saat di Arafah dan sudah sah dalam rukunnya. Jangan memaksakan diri, karena selama melempar jumrah tidak ada klinik, tidak ada tempat istirahat. Tetap berada di Jamarat saat 10 Dzulhijjah,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, Dirjen SDM Kesehatan, dr. Yuli Farianti, M.Epid, mengingatkan kepada para petugas agar selalu menjaga kesehatan, dan tidak lupa mengatur waktu makan dan minum, selain memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada jemaah.</p>
<p>“Lakukan komunikasi dan lead dengan baik dari PJ yang ditunjuk oleh PPIH Kesehatan ke 8 syarikah. Untuk para TKHK, apabila ada keadaan yang tidak bisa ditangani sendiri, kontak tim terdekat dan konsultasikan dengan PJ. Terus edukasikan kepada jemaah lansia: lebih baik beribadah di dalam tenda. Saya juga berharap teman-teman jangan sampai drop. Jaga kesehatan selalu. Atur makan-minumnya, jangan lupa,” pesan Yuli.</p>
<p>Berdasarkan Peta Misi Haji Indonesia, Kementerian Agama menentukan delapan syarikah yang mengelola penyelenggaraan akomodasi dan transportasi para jemaah haji, termasuk tenda di Armuzna. Syarikah tersebut antara lain: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat &#038; Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.</p>
<p>Dengan adanya mekanisme delapan syarikah saat ini, Yuli mengungkapkan adanya permasalahan pada TKHK yang mengalami overload jemaah.</p>
<p>“Contohnya, ada salah satu syarikah yang hanya memiliki satu dokter yang harus menangani 800 jemaah. Ada juga tempat lain yang jumlah dokternya banyak, dengan perbandingan 1:200 jemaah. Kita harus berkolaborasi satu sama lain. PPIH Kesehatan akan mengisi kekosongan yang ada di kloter masing-masing,” ucap Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250604-WA0029.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Teknologi Medis Jadi Kunci Efisiensi Sistem Kesehatan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/teknologi-medis-jadi-kunci-efisiensi-sistem-kesehatan-indonesia</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Jun 2025 15:49:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/teknologi-medis-jadi-kunci-efisiensi-sistem-kesehatan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Juni 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa inovasi dan teknologi medis merupakan elemen krusial dalam membangun sistem kesehatan nasional yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam forum 2025 APAC Health and Life Sciences Summit – Spotlight Indonesia, yang berlangsung pada Selasa (3/6) di Jakarta.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Menkes Budi mengungkapkan bahwa belanja sektor kesehatan di Indonesia terus meningkat secara tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mencatat bahwa pertumbuhan pengeluaran kesehatan selalu melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).</p>
<p>“Kalau kita terus menambah belanja tanpa efisiensi, sistem ini tidak akan bertahan. Kita ibarat rumah tangga yang pengeluarannya naik 50 persen, tapi penghasilan hanya naik 8 persen. Ini jelas tidak seimbang,” ujarnya.</p>
<p>Menkes menjelaskan, untuk menyamai standar layanan kesehatan seperti di Malaysia, Indonesia membutuhkan tambahan anggaran hingga USD 84 miliar dalam lima tahun ke depan—tiga kali lipat dari anggaran saat ini. Karena itu, pendekatan berbasis teknologi dinilai sebagai strategi kunci agar sistem kesehatan tetap tangguh dan adaptif di tengah keterbatasan fiskal.</p>
<p>Salah satu contoh teknologi yang disorot adalah PCSK9 inhibitor, obat kolesterol generasi baru yang cukup disuntikkan satu kali dan terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan. Obat ini direncanakan akan mulai digunakan di 500 rumah sakit di seluruh Indonesia sebagai solusi yang lebih efisien dibandingkan terapi konvensional yang mahal dan harus dikonsumsi setiap hari.</p>
<p>“Obat PCSK9 ini adalah <em>game-changer</em>. Dan ini baru satu contoh dari banyak inovasi medis yang bisa kita adopsi,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti potensi teknologi lain seperti bedah robotik dan kecerdasan buatan <em>(artificial intelligence/AI)</em> dalam meningkatkan efisiensi layanan. Menurutnya, teknologi ini dapat mempercepat diagnosis, mempersingkat waktu operasi, dan mengurangi masa rawat inap—yang pada akhirnya menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.</p>
<p>“Teknologi tidak hanya membantu dokter, tetapi juga menyelamatkan anggaran negara. Kita harus mulai berpikir membangun sistem yang cerdas, bukan sekadar besar,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah memperkirakan total belanja sektor kesehatan Indonesia akan mencapai USD 240 miliar dalam lima tahun ke depan. Sekitar sepertiga dari anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan dan pengembangan teknologi medis.</p>
<p>Mengakhiri paparannya, Menkes Budi membagikan refleksi dari latar belakangnya sebagai bankir. Ia menyebut bahwa krisis selalu hadir dalam dua wajah: bahaya dan peluang. Saat ini, menurutnya, Indonesia berada di titik transisi penting, dan teknologi kesehatan adalah jawaban atas tekanan fiskal yang kian berat.</p>
<p>“Kita bisa melihat krisis sebagai ancaman, atau sebagai peluang. Bagi saya, ini adalah saat yang tepat untuk bertindak. Mari kita bangun sistem kesehatan Indonesia yang tangguh dan modern—bersama,” pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250603-WA00461.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ketua Tim Asistensi Ingatkan Jemaah Haji Kurangi Aktivitas di Siang Hari dan Lakukan Vaksinasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ketua-tim-asistensi-ingatkan-jemaah-haji-kurangi-aktivitas-di-siang-hari-dan-lakukan-vaksinasi</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Jun 2025 15:42:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ketua-tim-asistensi-ingatkan-jemaah-haji-kurangi-aktivitas-di-siang-hari-dan-lakukan-vaksinasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 3 Juni 2025</p>
<p>Dua hari menjelang puncak haji, Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan yang juga Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes dr. Yuli Farianti, M.Epid., melakukan visitasi untuk memantau pelaksanaan vaksinasi influenza ke penginapan jemaah di Sektor 6, Senin (2/6).</p>
<p>Kegiatan vaksinasi influenza merupakan inisiasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam upaya pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kepada jemaah haji sebelum ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).<br />
Pada momentum tersebut, selain melihat jalannya vaksinasi kepada jemaah, Yuli juga menyempatkan diri untuk melihat pemeriksaan kesehatan di Pos Kesehatan Satelit dan melakukan edukasi kesehatan kepada jemaah.</p>
<p>&#8220;Bapak, Ibu, sebelum nanti ke Armuzna, tolong jangan sering-sering keluar di siang hari ya. Jangan lupa oralitnya diminum setiap hari. Selain itu, Bapak Ibu, diatur juga minum air putihnya sedikit demi sedikit biar enggak dehidrasi. Kalau keluar hotel, jangan lupa pakai sandal, masker, dan payung, apalagi di siang hari karena panasnya sangat tinggi,&#8221; ucap Yuli.</p>
<p>Beliau pun menekankan bahwa ISPA mendominasi penyakit pada jemaah, terlebih lagi didorong dengan faktor risiko cuaca ekstrem di Arab Saudi, terutama saat puncak haji, yang dapat menjadi tantangan serius bagi kesehatan jemaah.</p>
<p>&#8220;Kami mengamati bahwa banyak jemaah, terutama yang lansia atau memiliki riwayat penyakit, cenderung memaksakan diri dalam berbagai aktivitas di luar ibadah utama. Vaksinasi influenza dan pengurangan mobilitas yang tidak esensial sangat krusial untuk mencegah ISPA, kelelahan, dehidrasi, bahkan heat stroke,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yuli mengimbau jemaah untuk segera melapor kepada petugas kesehatan jika merasa tidak enak badan atau mengalami gejala sakit. Pos-pos kesehatan dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) telah disiapkan di berbagai lokasi strategis untuk memberikan penanganan cepat dan tepat.</p>
<p>Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi telah bekerja keras untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah haji. Namun, kesadaran dan disiplin individu jemaah adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan rukun Islam kelima ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.<br />
(DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250603-WA0013.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Amirul Hajj Soroti Kematian Jemaah, Kemenkes Susun Strategi Layanan Terpadu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-amirul-hajj-soroti-kematian-jemaah-kemenkes-susun-strategi-layanan-terpadu</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Jun 2025 19:19:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-amirul-hajj-soroti-kematian-jemaah-kemenkes-susun-strategi-layanan-terpadu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 2 Juni 2025</p>
<p>Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, mengatakan bahwa untuk menekan kematian jemaah, khususnya pada saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), strategi yang diterapkan adalah menyatukan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk mendampingi jemaah.</p>
<p>&#8220;Strateginya adalah bersatunya PPIH yang akan dibagi menjadi 8 markaz/maktab. Para dokter spesialis akan standby di markaz tersebut. Para dokter dan perawat akan mengisi markaz yang TKHK-nya sedikit, sementara jumlah jemaahnya banyak,&#8221; ujar Yuli.</p>
<p>Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar, yang juga merupakan anggota Tim Amirul Hajj, mengatakan bahwa angka kematian jemaah haji yang cukup tinggi pada musim haji tahun ini menjadi perhatian serius bagi Tim Amirul Hajj.</p>
<p>&#8220;Ini satu minggu sebelum puncak haji, data yang meninggal dunia lebih tinggi dari tahun lalu pada hari yang sama. Saat ini ada 108 orang jemaah yang meninggal dunia,&#8221; ungkap dr. Taruna Ikrar.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyerukan agar seluruh potensi yang dimiliki Indonesia dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik dan menekan angka kematian di kalangan jemaah.</p>
<p>&#8220;Dalam kondisi tertentu, tidak mungkin dokter-dokter di sini yang jumlahnya terbatas bisa menangani dua jutaan orang jemaah. Sudah tepat langkah pemerintah Indonesia yang membawa petugas kesehatan ke sini untuk mendampingi para jemaah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, ia juga mendengar bahwa saat ini terdapat permasalahan di mana petugas kesehatan tidak dapat melayani jemaah karena persoalan izin operasional klinik dan praktik.</p>
<p>&#8220;Sebab sesuai aturan, tempat pelayanan dan petugas kesehatan yang bertugas di suatu negara harus memiliki izin operasional/praktik di wilayah tersebut,&#8221; ungkap dr. Taruna.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Taruna mengatakan bahwa untuk menangani permasalahan tersebut, ia akan berbicara dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi, mengingat ada lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia yang perlu dilayani oleh para petugas kesehatan.</p>
<p>&#8220;Saya mendengar pelayanan kesehatan di sini (KKHI) kurang optimal karena permasalahan izin operasional. Banyak jemaah meninggal di hotel karena menahan rasa sakit. Mereka merasa stres jika harus dirujuk dan dirawat di RS sini—tidak ada teman, tidak bisa berkomunikasi karena tidak mengerti bahasanya. Jadi, saya bersama Amirul Hajj akan berbicara dengan Menteri Haji dan Menteri Kesehatan Arab Saudi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0008.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes RI Upayakan Kepastian Operasional KKHI Makkah untuk Perlindungan Kesehatan Jemaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-upayakan-kepastian-operasional-kkhi-makkah-untuk-perlindungan-kesehatan-jemaah</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Jun 2025 19:11:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-upayakan-kepastian-operasional-kkhi-makkah-untuk-perlindungan-kesehatan-jemaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 2 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia melalui percepatan perizinan operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja (Daker) Makkah. Setelah melakukan pertemuan dengan otoritas Arab Saudi, izin operasional KKHI telah disampaikan secara verbal, namun Kemenkes menekankan pentingnya kepastian dalam bentuk izin tertulis.</p>
<p>Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, Yuli Farianti, menjelaskan bahwa langkah diplomatik yang dilakukan bersama Tim Amirul Hajj telah membuahkan hasil awal.</p>
<p>“Alhamdulillah, bersama Tim Amirul Hajj dan setelah pertemuan dengan Menteri Haji dan Menteri Kesehatan Arab Saudi, izin operasional KKHI sudah keluar untuk 8 tempat tidur. Namun saat ini izinnya masih disampaikan secara verbal,” ungkap Yuli di Makkah.</p>
<p>Meski menjadi kabar baik, Yuli menekankan perlunya legalitas formal demi menjamin kelancaran pelayanan. Hal ini menyusul adanya sweeping dari otoritas setempat terhadap fasilitas kesehatan yang belum memiliki izin tertulis.</p>
<p>“Karena kejadian semalam masih ada sweeping, maka kami meminta agar izin ini bisa segera diberikan secara tertulis. Ini penting agar tenaga kesehatan kita tidak merasa was-was saat memberikan pelayanan kepada jemaah,” tegasnya.</p>
<p>Kemenkes juga mengusulkan agar izin operasional KKHI dapat berlaku untuk jangka waktu 2 hingga 3 minggu ke depan. Permintaan ini diajukan agar layanan medis bagi jemaah yang memerlukan rawat jalan atau observasi ringan bisa tetap diberikan tanpa harus dirujuk langsung ke rumah sakit Arab Saudi.</p>
<p>Saat ini, sesuai kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis harus dirujuk ke RS Saudi. Namun hal ini dinilai tidak selalu ideal, terutama bagi jemaah yang mengalami gangguan komunikasi atau merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang asing.</p>
<p>“Keberadaan tenaga medis Indonesia di KKHI membuat jemaah merasa lebih aman dan nyaman. Apalagi bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kronis yang perlu pemantauan,” ujar Yuli.</p>
<p>Kemenkes menilai bahwa operasional KKHI bersifat sangat strategis, bukan hanya sebagai fasilitas kesehatan, namun juga bagian dari upaya perlindungan menyeluruh kepada jemaah haji.</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Agama dan otoritas Arab Saudi, baik Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Dalam Negeri, untuk menyelesaikan kendala administratif dan memastikan layanan kesehatan bagi jemaah tidak terhambat.</p>
<p>“Kami berharap otoritas Arab Saudi bisa memahami pentingnya kehadiran KKHI ini. Misinya sejalan, yaitu memastikan jemaah haji bisa menjalankan ibadah dalam kondisi sehat dan aman,” tutur Yuli.</p>
<p>Sebelumnya, pada Minggu (1/6), Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya tengah bernegosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait perizinan operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah. </p>
<p>&#8220;Nanti kita akan melakukan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memohon izin operasional KKHI Daker Makkah,&#8221; kata Menag Nasaruddin saat kunjungan ke KKHI Makkah, Minggu (1/6).</p>
<p>Menag Nasaruddin mengungkapkan, pihaknya baru saja melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan keprihatinan peningkatan jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia. Hal ini perlu upaya evaluasi dan mitigasi bersama.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0026.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Warga Cianjur Antusias! Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes dan SnackVideo Diserbu Ratusan Peserta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/warga-cianjur-antusias-cek-kesehatan-gratis-dari-kemenkes-dan-snackvideo-diserbu-ratusan-peserta</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Jun 2025 15:53:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/warga-cianjur-antusias-cek-kesehatan-gratis-dari-kemenkes-dan-snackvideo-diserbu-ratusan-peserta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Cianjur, 2 Juni 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus memperluas jangkauan Cek Kesehatan Gratis (CKG) komunitas, salah satunya dilaksanakan di Lapangan Cipanas, Desa Ciharashas, Kabupaten Cianjur, pada Senin (2/6), bekerja sama dengan SnackVideo.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial “Desa Sejahtera SnackVideo” yang bertujuan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan secara langsung.</p>
<p>Meski hanya berlangsung satu hari, kegiatan ini diikuti oleh 155 warga. Partisipasi tinggi ini menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan rutin, yang merupakan bagian penting dari pendekatan promotif dan preventif yang terus digencarkan Kemenkes.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang telah terbangun.</p>
<p>“Kami mengapresiasi kemitraan ini sebagai bentuk dukungan nyata sektor swasta dalam memperkuat layanan kesehatan dasar. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mendekatkan negara kepada rakyat, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat,” ujarnya.</p>
<p>Dari sisi mitra, SnackVideo melalui Yulika Satria Daya, Director of Government Relations, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan.</p>
<p>“Kami percaya kolaborasi ini bisa memberikan dampak langsung yang nyata. Cek Kesehatan Gratis ini adalah bentuk dukungan kami terhadap upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, terutama di desa-desa,” ujarnya.</p>
<p>Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga. Salah satunya Bu Imasriyah, warga Desa Ciharashas, yang mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.</p>
<p>“Tadi saya cek semua: tekanan darah, gula, berat badan. Kata dokter alhamdulillah sehat, tapi disarankan rutin olahraga. Saya senang bisa tahu kondisi tubuh saya dan dapat arahan langsung,” tuturnya.</p>
<p>Kepala Puskesmas Cilaku, Eka Susilawati, menambahkan bahwa program seperti ini sangat membantu fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menjangkau warga yang belum terbiasa melakukan pemeriksaan rutin.</p>
<p>“Masyarakat sangat antusias, padahal cuaca panas. Ini menunjukkan bahwa jika layanan didekatkan, kesadaran pun ikut tumbuh. Harapannya bisa terus berlanjut,” katanya.</p>
<p>Kegiatan CKG merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Kesehatan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan berbasis komunitas, dan menjadi salah satu pendekatan nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hadapi Puncak Haji, Malaysia dan Indonesia Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hadapi-puncak-haji-malaysia-dan-indonesia-perkuat-sinergi-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sun, 01 Jun 2025 16:24:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hadapi-puncak-haji-malaysia-dan-indonesia-perkuat-sinergi-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 1 Juni 2025</p>
<p>Empat hari menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada tanggal 9 Dzulhijjah nanti, operasionalisasi pelayanan medik terhadap jemaah yang sakit ataupun rentan menjadi fokus tersendiri bagi negara-negara yang memiliki banyak jemaah haji.</p>
<p>Pengarah Operasi Rombongan Haji Perubatan, dr. Shafiq Samsudin, yang memimpin kunjungan rombongan petugas kesehatan haji Malaysia ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah (31/5), mengungkapkan bahwa kebijakan Pemerintah Arab Saudi mengenai pembatasan kuota petugas haji dan pelayanan medik bagi jemaah menjadi sorotan utama mereka.</p>
<p>Kedatangan mereka ke KKHI Makkah bertujuan untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi terkait penyelenggaraan layanan kesehatan haji.</p>
<p>“Dari 31.600 jemaah haji Malaysia, petugas kami sebelumnya hanya mendapat jatah kurang dari 316 orang. Padahal, idealnya rasio yang dibutuhkan adalah 1 petugas : 100 jemaah. Alhamdulillah, pemerintah di sini menambahkan kuota petugas dan kami bernegosiasi agar tidak mengurangi tim perubatan,” tutur dr. Shafiq.</p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa tantangan terberat adalah kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi layanan medik oleh tim rombongan haji perubatan dalam penanganan jemaah yang sakit ataupun rentan.</p>
<p>“Singapura, Malaysia, termasuk kami pun merasakan kesulitan menyesuaikan diri terhadap peraturan di sini, di mana penanganan jemaah sakit hanya boleh dirujuk dan dilakukan di RS Arab Saudi (RSAS),” ungkap dr. Shafiq.</p>
<p>Selain itu, beliau menyampaikan bahwa kunjungan ke KKHI juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan menangani pasien jemaah haji.</p>
<p>“Hasrat utama kami adalah bagaimana menghadapi situasi sekarang ini dan masa mendatang, di mana Pemerintah Arab Saudi mengambil alih tugas perawatan pasien jemaah di rumah sakit,” tambahnya.</p>
<p>Menanggapi pernyataan tersebut, dr. Mohammad Imran, MKM, Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi yang menerima rombongan tersebut, mengatakan bahwa langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah optimalisasi pelayanan kesehatan dengan melakukan kunjungan dan edukasi kesehatan di pemondokan jemaah oleh para dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, serta perawat.</p>
<p>“Dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Arab Saudi, kami menugaskan para dokter dan perawat untuk melakukan visitasi ke hotel-hotel guna memantau kondisi kesehatan jemaah yang memiliki penyakit komorbid dan pasca perawatan di RSAS,” ujar dr. Imran.</p>
<p>Demikian pula, optimalisasi pelayanan rujukan ke RSAS merupakan pilihan utama yang dapat dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) terhadap pasien jemaah yang memerlukan perawatan lanjutan.</p>
<p>“Sebenarnya, yang dilakukan Tim KKHI dapat meringankan beban RS Arab Saudi dalam menangani jemaah haji, karena tentunya mereka memiliki keterbatasan fasilitas seperti tempat tidur dan sumber daya manusia. Namun, pada akhirnya kita harus mengikuti aturan yang berlaku, dan TKHK harus merujuk jemaah sakit ke RSAS,” tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250601-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Heat Stroke saat Armuzna, Ini Dia Tips Sehatnya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-heat-stroke-saat-armuzna-ini-dia-tips-sehatnya</link>				
         <pubDate>Sat, 31 May 2025 16:37:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-heat-stroke-saat-armuzna-ini-dia-tips-sehatnya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 31 Mei 2025</p>
<p>Pada saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) adalah masa yang paling dinanti, namun juga paling menantang. Dengan jutaan jemaah berkumpul di satu tempat, haji adalah aktivitas ibadah yang memerlukan energi besar, serta suhu udara ekstrem di Tanah Suci yang kerap mencapai titik tertingginya, risiko <em>heat stroke</em> atau serangan panas menjadi ancaman serius. </p>
<p>&#8220;<em>Heat stroke</em> merupakan situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan cepat. <em>Heat stroke</em> terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri sehingga menyebabkan suhu inti tubuh meningkat drastis mencapai di atas 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit,&#8221; ungkap Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji.</p>
<p>Menurut Liliek, kondisi ini dapat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot. Gejala umum meliputi:<br />
1. Suhu tubuh yang sangat tinggi,<br />
2. Kulit panas, merah, dan kering (atau terkadang lembap jika masih ada keringat),<br />
3. Sakit kepala berdenyut,<br />
4. Pusing dan kebingungan,<br />
5. Mual dan muntah,<br />
6. Denyut nadi cepat dan kuat,<br />
7. Hilang kesadaran atau kejang.</p>
<p>Kementerian Kesehatan bersama dengan Kementerian Agama terus-menerus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. &#8220;Kami tak bosan-bosan mengimbau agar para jemaah menjaga kesehatannya, diatur minum air putih/zamzamnya hingga mencapai 2 liter dan cegah dehidrasi dengan rutin minum oralit. Bagi jemaah yang mempunyai riwayat penyakit komorbid harap selalu menyediakan obat-obatannya di tas kecil yang selalu dibawa,&#8221; jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji.</p>
<p>Lebih lanjut, Ia pun menjelaskan bahwa para jemaah dapat melakukan berbagai upaya pencegahan <em>heat stroke</em> dengan:</p>
<p><strong>a. Hidrasi Maksimal adalah Kunci Utama</strong><br />
 &#8211; Minum air putih dengan teratur, jangan menunggu haus. Minumlah air putih sesering mungkin, sedikit demi sedikit, setiap 15-20 menit.<br />
 &#8211; Manfaatkan Air Zamzam, minumlah air zamzam yang melimpah ruah.<br />
 &#8211; Rutin minum oralit untuk menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang karena suhu udara yang tinggi<br />
 &#8211; Hindari minuman manis dan berkafein seperti minuman bersoda, kopi, atau teh manis justru bisa mempercepat dehidrasi.<br />
 &#8211; Bawa botol minum pribadi dengan selalu menyediakan botol minum yang dapat diisi ulang.</p>
<p><strong>b. Lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung</strong><br />
&#8211; Gunakan pelindung kepala seperti topi lebar, payung, atau kanebo/handuk basah yang dililit di kepala sangat efektif melindungi dari sengatan matahari.<br />
&#8211; Cari tempat berteduh, sebisa mungkin, hindari beraktivitas di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00. Manfaatkan tenda atau area yang teduh.</p>
<p><strong>c. Istirahat cukup dan jangan memaksakan diri</strong><br />
&#8211; Prioritaskan istirahat, meskipun semangat ibadah tinggi, tubuh memerlukan istirahat. Tidur yang cukup sangat penting untuk memulihkan stamina.<br />
&#8211; Kenali batas diri, jika merasa lelah, pusing, atau tidak enak badan, segera beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat.</p>
<p><strong>d. Nutrisi seimbang dan konsumsi makanan tepat waktu</strong><br />
&#8211; Makan dengan teratur dan konsumsi makanan yang disiapkan tepat waktu.<br />
&#8211; Perhatikan batas waktu konsumsi, makanan yang diberikan memiliki batas waktu konsumsi yang tertera. Jangan mengonsumsi makanan yang sudah lewat batas waktu karena berisiko terkontaminasi bakteri.<br />
&#8211; Konsumsi makanan bergizi: Pastikan asupan nutrisi seimbang untuk menjaga energi dan daya tahan tubuh.</p>
<p><strong>e. Manfaatkan teknologi sederhana</strong><br />
&#8211; Semprotan air yang berisi air dingin atau air zamzam sehingga dapat memberikan efek sejuk dan membantu menurunkan suhu tubuh.<br />
&#8211; Kipas angin genggam/portabel atau kipas manual dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh.</p>
<p><strong>f. Segera cari pertolongan kesehatan jika menunjukkan gejala</strong><br />
&#8211; Jangan tunda: lagi, jika Anda atau jemaah lain menunjukkan gejala _heat stroke_ atau merasa tidak enak badan, segera laporkan kepada petugas kesehatan terdekat. Penanganan dini sangat penting untuk menyelamatkan jiwa.<br />
&#8211; Sediakan selalu obat-obatan pribadi di dalam tas kecil yang selalu dibawa ke mana pun berada.<br />
&#8211; Informasikan kondisi kesehatan. Bagi jemaah jika memiliki riwayat penyakit tertentu, informasikan kepada ketua rombongan atau tenaga kesehatan haji kloter (TKHK).</p>
<p>&#8220;Semoga dengan tips-tips mencegah <em>heat stroke</em> ini, para jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Armuzna dengan aman, nyaman, dan khusyuk, sehingga memperoleh haji yang mabrur. Ingat, kesehatan adalah modal utama dalam beribadah,&#8221; tutup Liliek.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250531-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Puluhan Jemaah Haji Dirawat Akibat Gangguan Tulang dan Sendi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/puluhan-jemaah-haji-dirawat-akibat-gangguan-tulang-dan-sendi</link>				
         <pubDate>Fri, 30 May 2025 14:47:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/puluhan-jemaah-haji-dirawat-akibat-gangguan-tulang-dan-sendi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 30 Mei 2025</p>
<p>Jutaan jemaah dari seluruh dunia memadati Tanah Suci setiap tahunnya untuk menunaikan ibadah haji. Berdasarkan data Kementerian Agama melalui <em>dashboard</em> Siskohat per tanggal 29 Mei 2025 diketahui bahwa sudah 189.000 lebih jemaah haji reguler tiba di Arab Saudi dan 15.000 lebih jemaah haji khusus yang telah diberangkatkan dari Tanah Air.</p>
<p>Adapun Kementerian Kesehatan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah mencatat pada hari ke-28 pelaksanaan haji di tanggal 29 Mei 2025 terdapat lebih dari 79% jemaah Indonesia berkategori berisiko tinggi dengan kondisi utama kategori Lansia. Dari 617 jemaah yang dirawat inap di RS Arab Saudi, 25 orang di antaranya karena permasalahan kesehatan sistem muskuloskeletal (tulang, otot, dan persendian) seperti dislokasi, fraktur/patah, bahkan fraktur dislokasi pada tangan dan kaki. </p>
<p>Banyak pula jemaah yang mengalami nyeri pada sendi serta pembengkakan kaki dan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan haji kloter (TKHK).</p>
<p>Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko cedera dan fraktur di kalangan jemaah, terutama bagi Lansia yang rentan disertai adanya kondisi pengeroposan tulang atau osteoporosis yang dapat diperberat dengan kondisi morbiditas penyerta seperti gangguan penglihatan, keseimbangan serta faktor kelelahan.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan jemaah yang mengalami cedera sistem muskuloskeletal berupa fraktur/patah, dislokasi, bahkan fraktur dislokasi adalah jemaah yang Lansia dengan kondisi yang rentan jatuh dan beberapa terdorong dari belakang saat turun dari bis maupun saat melakukan tawaf, sai, ataupun terpeleset di kamar mandi yang licin,&#8221; ungkap dr. Yudha Mathan Sakti selaku Penanggung Jawab Tim visitasi ke RS King Faisal, RS King Abdul Azis, RS King Abdullah, RS Al Noor dan RS Saudi National-Abeer, Makkah (28/5).</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Yudha menjelaskan bahwa nyeri sendi dan pembengkakan kaki banyak terjadi di kalangan jemaah risti dikarenakan aktivitas yang padat dengan berjalan kaki jauh bahkan beberapa diantaranya melakukan umrah berulang kali.</p>
<p>Ia pun menyampaikan beberapa penyebab umum yang dialami oleh jemaah sehingga mengalami permasalahan kesehatan tulang, di antaranya:</p>
<p>1. Kepadatan massa di area yang sangat ramai, terutama saat tawaf, sai, atau turun dari bis, sehingga meningkatkan risiko terdorong, terinjak, atau terjatuh.<br />
2. Kondisi fisik jemaah yang memiliki komorbiditas, permasalahan persendian, osteoporosis, atau riwayat cedera sebelumnya sehingga lebih rentan.<br />
3. Kelelahan yang didorong durasi ibadah yang panjang dan perubahan cuaca sehingga menyebabkan kelelahan ekstrem, mengurangi konsentrasi, dan meningkatkan risiko tersandung atau terjatuh.<br />
4. Permukaan tidak rata seperti turun tangga bis, air tergenang sehingga lantai menjadi licin atau penghalang jalan yang tidak terlihat jelas.<br />
5. Berjalan jauh dan menggunakan alas kaki yang kurang tepat. Terlebih lagi bila berjalan jauh di tengah teriknya matahari dan menggunakan alas kaki yang tidak nyaman, tidak pas, atau licin dapat memicu kaki bengkak dan cedera.</p>
<p>&#8220;Bagi jemaah yang mengalami cedera ringan, nyeri persendian dan bengkak kaki dapat melakukan upaya sederhana dengan mengistirahatkan, mengompres dengan air dingin/es. Segera melaporkan ke petugas kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan penanganan maupun rujukan ke RS Arab Saudi,&#8221; ujar dr. Yudha. </p>
<p>Di tempat yang berbeda, pada hari yang sama saat kunjungan pemantauan jemaah haji Indonesia yang sedang dirawat inap di RS Saudi National Hospital, dr. Ghulam Iskandarsyah, Sp.An, menekankan bahwa untuk mencegah terjadinya cedera maupun fraktur/patah tulang pada jemaah diharapkan jemaah yang lebih muda dan bugar agar lebih bersabar dalam menjaga dan melindungi jemaah yang rentan dan lansia.</p>
<p>&#8220;Tolong ya jemaah haji yang lebih muda untuk lebih bersabar dalam menghadapi jemaah yang tua. Ketika turun dari bis, dahulukan dan bantu jemaah lansia dan rentan. Jaga kekompakan untuk diberi kelapangan hati dalam melindungi mereka yang sudah sepuh itu,&#8221; tutup dr. Ghulam.</p>
<p>Dengan kesadaran dan persiapan yang matang, risiko cedera dan fraktur/patah tulang dapat diminimalisir, memungkinkan jemaah untuk menjalankan ibadah dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk. Kesehatan adalah aset tak ternilai dalam menunaikan rukun Islam yang terakhir ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250530-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Inspeksi Pangan Berkualitas, Perusahaan Katering Beri Apresiasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/inspeksi-pangan-berkualitas-perusahaan-katering-beri-apresiasi</link>				
         <pubDate>Thu, 29 May 2025 05:54:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/inspeksi-pangan-berkualitas-perusahaan-katering-beri-apresiasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 27 Mei 2025</p>
<p>Pelaksanaan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang intensif dan berkala oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dilakukan terhadap berbagai perusahaan katering penyedia makanan bagi jemaah haji mendapatkan sambutan positif. </p>
<p>Beberapa pihak katering memberikan apresiasi atas upaya pemerintah Indonesia melalui KKHI Daerah Kerja Makkah dalam memastikan kebersihan dan keamanan pangan yang terstandardisasi. Ini merupakan sebuah langkah krusial untuk menjaga kesehatan jemaah selama musim haji.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Ludi, Chef asal Indonesia dari Katering Balad Al Amin di Makkah. Ia mengatakan pihaknya selalu melakukan evaluasi untuk memaksimalkan pelayanannya dengan mengutamakan kesehatan jemaah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, jadi kami tau apa kekurangannya apa, yang layak dimakan dan dikonsumsi harus benar-benar sehat. Mungkin, misalnya yang sekarang kurang tertib, ditertibkan lagi gitu ya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Intinya, menurut Ludi, adalah harus memprioritaskan pangan jemaah dari sisi kesehatannya, apakah dari sisi kebersihan air, bahan baku, bumbu-bumbu, hingga kualitas udara di dalam dapur kateringnya.</p>
<p>Ludi mengapresiasi kegiatan inspeksi yang telah dilakukan sehingga mereka mendapatkan pencerahan, pandangan menjadi lebih terbuka, lebih mengerti, dan paham untuk membuat makanan jemaah yang aman dan sehat.</p>
<p>Senada dengan Ludi, Chef Hasan Basri dari Katering Anfal Quraish juga mengatakan dengan adanya inspeksi kesehatan lingkungan, pihak katering bisa mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan selama proses penyiapan hingga penyajian makanan jemaah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kegiatan ini bagus ya, jadi ada kemajuan sedikit, biar tukang dapur nanti ada sedikit eh teguran gitu. Yang mana yang enggak ada barangnya jadi ada gitu. Alhamdullih, masukan-masukkannya untuk evaluasi buat saya,&#8221; ulas Chef yang sudah bermukim puluhan tahun di Arab Saudi.</p>
<p>Kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas dapur, proses penyimpanan bahan baku, penanganan makanan, kebersihan peralatan, hingga sanitasi pekerja dan lingkungan katering.</p>
<p>&#8220;Tujuannya jelas yaitu mencegah penyebaran penyakit dan memastikan jemaah haji menerima makanan yang aman, higienis, dan berkualitas,&#8221; ungkap Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan KKHI Makkah. Dedy Kurniawan, SKM, MKM, </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250527-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tangani Penyakit Mematikan di Daerah, RSUD Kota Bima Dilengkapi CT Scan hingga Fasilitas Cuci Darah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tangani-penyakit-mematikan-di-daerah-rsud-kota-bima-dilengkapi-ct-scan-hingga-fasilitas-cuci-darah</link>				
         <pubDate>Wed, 28 May 2025 18:13:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tangani-penyakit-mematikan-di-daerah-rsud-kota-bima-dilengkapi-ct-scan-hingga-fasilitas-cuci-darah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kota Bima, 28 Mei 2025</p>
<p>Masyarakat Kota Bima kini memiliki harapan baru untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, yang akan dilengkapi fasilitas canggih untuk menangani penyakit-penyakit mematikan seperti stroke, jantung, ginjal, dan kanker.</p>
<p>Peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Rabu (28/5), disaksikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Wali Kota Bima, jajaran Forkopimda, dan pemangku kepentingan daerah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Kota Bima merupakan bagian dari program nasional untuk memastikan 66 kabupaten/kota yang belum memiliki rumah sakit tipe C segera terpenuhi.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Tujuannya agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke kota lain untuk penanganan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi,&rdquo; tegas Menkes Budi.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, banyak pasien di Bima terpaksa menempuh perjalanan lebih dari 10 jam ke rumah sakit provinsi untuk mendapatkan penanganan yang memadai.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin memastikan pasien tidak harus bepergian jauh untuk mendapatkan perawatan. Ini menyangkut kualitas hidup dan kesempatan hidup,&rdquo; kata Budi.</p>
<p>Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan peralatan medis modern seperti CT Scan, Cath Lab, laboratorium patologi anatomi, immunohistochemistry untuk diagnosis kanker, dan Cytotoxic Drug Cabinet untuk kemoterapi. Tidak ketinggalan, fasilitas hemodialisa juga akan dibangun untuk pasien ginjal kronis.</p>
<p>&ldquo;Pasien bisa menjalani cuci darah dua hingga tiga kali seminggu, dan sangat tidak memungkinkan jika harus dirujuk ke provinsi,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan RSUD Kota Bima dalam menangani kasus-kasus berat secara mandiri, sekaligus menjadikannya sebagai pusat rujukan regional di wilayah NTB bagian timur. Menkes menargetkan penyelesaian konstruksi pada awal tahun 2026.</p>
<p>Menkes juga menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia medis yang andal. Peralatan canggih tidak akan optimal tanpa dokter spesialis dan tenaga kesehatan terlatih. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan menyediakan beasiswa pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit <em>hospital-based</em> bagi putra-putri daerah.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin anak-anak Bima menjadi dokter spesialis di kampung halamannya sendiri,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Wali Kota Bima, Rahman, menyambut baik pembangunan RSUD Kota Bima sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan. Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan lahan, sarana, dan pengelolaan rumah sakit agar berjalan optimal.</p>
<p>Selain pembangunan RSUD, penguatan layanan primer juga menjadi prioritas, termasuk peningkatan kapasitas puskesmas di wilayah padat penduduk seperti Rasanae Timur dan Kelurahan Kolo.</p>
<p>&ldquo;Ini bentuk keadilan layanan kesehatan bagi warga timur,&rdquo; ujar Wali Kota Rahman.</p>
<p>Masyarakat Bima menyambut antusias pembangunan RSUD ini, mengingat selama ini mereka menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan untuk penyakit-penyakit serius.</p>
<p>Dengan dimulainya pembangunan RSUD Kota Bima, pemerintah berharap terwujudnya layanan kesehatan yang lebih adil, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54550822357_180019a44e_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Transformasi Kesehatan NTB: Kunci Indonesia Jadi Negara Maju</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/transformasi-kesehatan-ntb-kunci-indonesia-jadi-negara-maju</link>				
         <pubDate>Wed, 28 May 2025 18:10:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/transformasi-kesehatan-ntb-kunci-indonesia-jadi-negara-maju</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Nusa Tenggara Barat, 28 Mei 2025</p>
<p>Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi Kesehatan Tahun 2025 dengan tema “Transformasi Kesehatan untuk NTB Sehat”. Acara ini dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, kepala daerah, pimpinan rumah sakit, serta para pemangku kepentingan sektor kesehatan se-NTB pada Rabu (28/5).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa menjaga kesehatan masyarakat adalah kunci utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Menkes Budi menyoroti tantangan Indonesia dalam mencapai status negara maju. Ia menjelaskan bahwa agar Indonesia bisa masuk kategori negara maju pada tahun 2045, pendapatan per kapita masyarakat harus mencapai 14.000 dolar AS atau sekitar Rp 15 juta per bulan.</p>
<p>&#8220;Sekarang Indonesia masih di angka 5 juta. Kalau kita ingin menjadi negara maju, kita harus naik tiga kali lipat. Tapi mustahil itu terjadi kalau rakyatnya tidak sehat,&#8221; tegas Menkes Budi.</p>
<p>Menkes juga menekankan bahwa kesehatan bukan hanya soal mengobati penyakit, tetapi yang lebih penting adalah mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit. Mencegah itu jauh lebih murah daripada mengobati. Kita harus jaga kesehatan masyarakat, supaya mereka bisa produktif, pendapatan meningkat, dan Indonesia menjadi negara maju.</p>
<p>Menkes Budi juga mengingatkan bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum bonus demografi, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non-produktif. Namun, peluang ini hanya terbuka sampai tahun 2035.</p>
<p>&#8220;Kalau kita gagal menjaga kesehatan masyarakat saat bonus demografi ini, kita gagal jadi negara maju. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali,&#8221; pesannya.</p>
<p>Menkes mendorong seluruh kepala daerah dan dinas kesehatan untuk fokus pada upaya promotif dan preventif, seperti skrining tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta edukasi pola hidup sehat di masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan komitmennya mendukung transformasi sistem kesehatan yang menekankan pencegahan.</p>
<p>&#8220;Kami ingin menjadi bagian dari visi bapak, untuk melakukan transformasi sistem kesehatan, sistem yang tidak lagi hanya bertumpu pada pengobatan penyakit, tetapi justru bertumbuh pada paradigma preventif dan promotif,&#8221; ujar Gubernur Iqbal.</p>
<p>Gubernur juga menyoroti pentingnya mengatasi ketimpangan layanan kesehatan di NTB, khususnya antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.</p>
<p>&#8220;Pertanyaannya bukan lagi soal bagaimana memulangkan jenazah dari rumah sakit besar di Mataram ke daerah, tapi bagaimana agar masyarakat di pulau-pulau luar tidak perlu datang ke Mataram karena layanan kesehatan di daerah mereka sudah mampu menangani kasus serius,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pemprov NTB, lanjut Gubernur, saat ini tengah meningkatkan kapasitas rumah sakit di Pulau Sumbawa, termasuk rencana peningkatan tipe rumah sakit di Kota Bima dan kabupaten lainnya. Gubernur juga menyampaikan rencana pengembangan pendidikan vokasi kesehatan di NTB agar tenaga kesehatan lokal memiliki daya saing global.</p>
<p>“Kami ingin mengembangkan potensi pendidikan vokasi bidang kesehatan di NTB, supaya tenaga kesehatan kita tidak hanya bisa bekerja di sini, tapi juga bisa bersaing secara global,&#8221; pungkas Gubernur Iqbal.</p>
<p>Transformasi kesehatan adalah agenda prioritas Kementerian Kesehatan, yang mencakup enam pilar utama, yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan</p>
<p>Tujuan utamanya adalah membangun sistem kesehatan yang tangguh, merata, dan responsif untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54551733565_8034281799_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Resmikan Klinik As Syifa Qamarul Huda: Dorong Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Gaya Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-resmikan-klinik-as-syifa-qamarul-huda-dorong-pemeriksaan-kesehatan-gratis-dan-gaya-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Wed, 28 May 2025 18:06:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-resmikan-klinik-as-syifa-qamarul-huda-dorong-pemeriksaan-kesehatan-gratis-dan-gaya-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lombok Tengah, 28 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan Klinik As Syifa Qamarul Huda di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/5). Dalam kesempatan tersebut, Menkes menekankan pentingnya peran fasilitas layanan kesehatan primer, seperti klinik, dalam menjaga masyarakat tetap sehat. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara maju, yang ditopang oleh masyarakat yang sehat dan produktif.</p>
<p>&#8220;Kalau Indonesia ingin jadi negara maju, masyarakatnya harus sehat. Selain juga harus pintar. Tugas kami di Kementerian Kesehatan, bersama dinas kesehatan di daerah, adalah menjaga masyarakat tetap sehat,&#8221; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Menkes Budi juga mengingatkan bahwa jabatan Menteri Kesehatan menegaskan tugas utama pemerintah bukan hanya mengobati penyakit, tetapi juga mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit.</p>
<p>&#8220;Tidak ada yang namanya Menteri Penyembuhan Penyakit. Itu menggambarkan bahwa tugas utama kami adalah menjaga masyarakat agar tetap sehat. Mencegah lebih baik dan lebih murah dibanding mengobati,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, hingga cukup tidur.</p>
<p>Menkes juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemeriksaan dini terhadap tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sangat penting untuk mencegah penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal.</p>
<p>&#8220;Cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin. Kalau diketahui sejak awal, penyakit bisa dicegah. Semua obat disediakan gratis, tinggal diminum dan harus disiplin,&#8221; jelas Menkes.</p>
<p>Ia juga menyoroti fakta bahwa meskipun rata-rata harapan hidup masyarakat Indonesia mencapai 74 tahun, rata-rata harapan hidup sehat hanya 62 tahun. Artinya, 12 tahun terakhir banyak dihabiskan dalam kondisi sakit, seperti stroke, jantung, atau demensia.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai anak-anak kita, cucu-cucu kita, hidupnya hanya panjang umur tapi tidak sehat. Mari kita ubah itu dengan hidup sehat dan rutin cek kesehatan,&#8221; pesannya.</p>
<p>Menkes berharap Klinik As Syifa Qamarul Huda dapat menjadi ujung tombak upaya promotif dan preventif di Lombok Tengah, sekaligus menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat.</p>
<p>&#8220;Saya harap Klinik As Syifa tidak hanya melayani yang sakit, tapi juga menjaga masyarakat Lombok Tengah tetap sehat. Insya Allah kita semua bisa hidup sehat, panjang umur, dan produktif,&#8221; pungkas Menkes.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa pendirian Klinik As Syifa merupakan bagian dari mimpi besar pendiri Yayasan Qamarul Huda, yang kini telah terwujud untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Momen yang kita tunggu-tunggu sejak lama akhirnya tiba. Peresmian klinik ini, meskipun sudah berjalan sejak tahun lalu, hari kita resmikan. Ini artinya, klinik ini akan segera memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, seperti yang dimimpikan oleh pendiri yayasan,” ujar Gubernur Iqbal.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, terutama dari BUMN dan BUMD, terhadap Yayasan Qamarul Huda. Gubernur Iqbal menyebut Yayasan Qamarul Huda sebagai penerima dukungan CSR terbesar di Pulau Lombok, mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap visi sosial dan spiritual yayasan ini.</p>
<p>Gubernur berharap keberadaan Klinik As Syifa dapat mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah diusung pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>“Harapan kami, klinik ini bisa menjadi salah satu model transformasi sistem kesehatan, yang fokus pada membangun kesehatan, bukan hanya mengobati orang sakit,” ujar Gubernur Iqbal.</p>
<p>Peresmian ini menjadi tonggak komitmen bersama untuk membangun layanan kesehatan berbasis komunitas dan pesantren, yang tak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, sejalan dengan arah transformasi sistem kesehatan nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54551245825_1ecba13541_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lewat CKG dan Kader Kesehatan, Pemerintah Percepat Penanggulangan TBC di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lewat-ckg-dan-kader-kesehatan-pemerintah-percepat-penanggulangan-tbc-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 28 May 2025 18:00:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lewat-ckg-dan-kader-kesehatan-pemerintah-percepat-penanggulangan-tbc-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Mei 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan memaksimalkan peran kader kesehatan dan program cek kesehatan gratis (CKG) yang telah menjangkau jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi langkah penting mengingat Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia, setelah India.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus baru TBC di Indonesia setiap tahunnya. Di sisi lain, Indonesia telah berhasil mengidentifikasi sekitar 900 ribu kasus penderita TBC sepanjang tahun ini.</p>
<p>&ldquo;Tantangan selanjutnya adalah memastikan pasien yang sudah teridentifikasi segera mendapatkan pengobatan yang tuntas,&rdquo; ujar Prof. Dante dalam Forum _Public Hearing_ bertajuk &ldquo;Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil&rdquo;, Rabu (28/5).</p>
<p>Prof. Dante menjelaskan, pengobatan TBC umumnya membutuhkan waktu antara enam hingga sembilan bulan. Namun, pemerintah kini telah menyediakan obat dengan durasi pengobatan yang lebih singkat, sehingga pasien dapat menyelesaikan pengobatan dalam waktu enam bulan.</p>
<p>Peran kader TBC dinilai sangat penting dalam mendampingi pasien agar pengobatan berjalan lancar dan sesuai rencana.</p>
<p>&ldquo;Kader TBC bertugas mendeteksi dan mengidentifikasi kontak erat pasien, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar. Jika ditemukan kasus, pasien akan langsung diarahkan untuk memulai pengobatan,&rdquo; jelas Prof. Dante.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan target penurunan prevalensi TBC di Indonesia, yang salah satunya dicapai melalui deteksi dini dan edukasi mengenai pentingnya menyelesaikan pengobatan secara tuntas.</p>
<p>Pemerintah menilai, pengendalian TBC tidak mungkin dilakukan secara eksklusif hanya oleh negara. Oleh karena itu, pelibatan lintas sektor, khususnya masyarakat melalui kader TBC, menjadi strategi utama.</p>
<p>Selain penguatan kader TBC, pemerintah juga terus menggencarkan program CKG yang telah diluncurkan sejak 10 Februari 2025. Dalam waktu singkat, program ini telah menjangkau lebih dari 6,9 juta warga di berbagai daerah.</p>
<p>Data menunjukkan, sebelum adanya CKG, hanya 39,8% masyarakat yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara 60,2% lainnya belum pernah memeriksakan diri sama sekali, yang meningkatkan risiko keterlambatan diagnosis berbagai penyakit.</p>
<p>Program CKG menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih awal penyakit kronis seperti gagal ginjal, jantung, diabetes, dan kanker,penyakit-penyakit yang membutuhkan biaya besar jika tidak ditangani sejak dini.</p>
<p>CKG juga menyasar kelompok rentan, seperti bayi, balita, dan anak sekolah, sebagai upaya mempersiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&ldquo;Dengan pemeriksaan kesehatan sejak dini, anak-anak kita akan tumbuh sehat secara fisik dan mental. Ini adalah investasi masa depan bangsa,&rdquo; tegas Prof. Dante.</p>
<p>Salah satu penerima manfaat CKG, Indri Meti, menyampaikan rasa syukur atas layanan ini.</p>
<p>&ldquo;Lewat CKG, saya bisa tahu kondisi kesehatan saya, mulai dari tekanan darah, jantung, hingga gigi. Terima kasih kepada pemerintah,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Dalam forum _Public Hearing_ &ldquo;Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil&rdquo;, Kepala Komunikasi Kepresidenan PCO, Hasan Hasbi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah transparansi pemerintah sekaligus ruang dialog antara masyarakat dan pembuat kebijakan.</p>
<p>&ldquo;Kami memfasilitasi dialog antara penerima manfaat dengan para pembuat kebijakan. Tujuannya agar umpan balik bisa diterima langsung dan perbaikan program bisa segera dilakukan,&rdquo; kata Hasan.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya forum ini untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang mungkin terjadi di masyarakat terkait program-program pemerintah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54551615820_c9dd4c0a54_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dorong Akselerasi Vaksin TBC Dunia, Menkes RI Pimpin Pertemuan Tingkat Tinggi di WHO Jenewa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-republik-indonesia-dorong-akselerasi-vaksin-tbc-dunia-menkes-ri-pimpin-pertemuan-tingkat-tinggi-di-who-jenewa</link>				
         <pubDate>Wed, 28 May 2025 16:32:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-republik-indonesia-dorong-akselerasi-vaksin-tbc-dunia-menkes-ri-pimpin-pertemuan-tingkat-tinggi-di-who-jenewa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 20 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memimpin <em>The Third High-Level Meeting of the TB Vaccine Accelerator Council (TB VAC)</em> bersama Co-Chair, Dr. Mari&acirc;ngela Sim&atilde;o, Sekretaris Bidang Pengawasan Kesehatan dan Lingkungan Brasil, di kantor pusat WHO, Jenewa. Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk mengevaluasi kemajuan global dalam mempercepat pengembangan vaksin Tuberkulosis (TBC) dan merumuskan strategi ke depan.</p>
<p>TBCi adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Pertemuan ini dihadiri oleh para pemimpin dan pejabat tinggi dari berbagai negara dan organisasi global, termasuk Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Filipina, dan Vietnam, serta perwakilan dari Global Fund, UNITAID, Wellcome Trust, EIB, Gates Foundation, Stop TB Partnership, Gavi, Bank Dunia, dan WHO.</p>
<p>TB VAC pertama kali diluncurkan pada Sidang Umum PBB ke-78 tahun 2023 sebagai forum kolaboratif antarnegara dan mitra global untuk mempercepat inovasi vaksin TBC. Hingga saat ini, terdapat 15 kandidat vaksin TBC dalam tahap uji klinis, termasuk 6 di fase 3. Ini menunjukkan kemajuan signifikan, namun tantangan masih besar, terutama dalam kesiapan sistem dan pendanaan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes RI menyampaikan komitmen aktif Indonesia dalam riset dan pengembangan vaksin TBC, melalui berbagai kemitraan internasional diantara uji klinis vaksin TB bersama Gates Foundation dan GSK, dengan lebih dari 2.000 peserta dari Indonesia. Selain itu, Menkes RI juga menyebutkan adanya persiapan uji klinis vaksin dengan perusahaan vaksin CanSino dan PT Etana, serta kolaborasi pengembangan benih vaksin protein rekombinan oleh Lipotek dan PT Biofarma.</p>
<p>Menkes RI menekankan bahwa strategi vaksin TBC harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap negara. &ldquo;Ada negara yang fokus pada vaksin, tapi ada juga yang lebih membutuhkan peningkatan diagnostik atau pengobatan. Maka strategi harus fleksibel dan kontekstual,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Pertemuan ini juga menekankan pentingnya integrasi agenda vaksin TBC dengan sistem kesehatan nasional dan cakupan kesehatan semesta (UHC). Dalam hal pendanaan, dibahas opsi pembiayaan campuran, terutama bagi negara-negara berpendapatan menengah seperti Indonesia.</p>
<p>Salah satu rencana utama ke depan adalah penyelenggaraan <em>High-Level Meeting on TB Vaccine Financing &amp; Access</em> di sela-sela KTT G20 yang akan berlangsung November 2025 di Afrika Selatan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat dukungan politik dan komitmen pembiayaan dari negara-negara anggota G20.</p>
<p>Dalam penutupannya, Menkes RI menyampaikan bahwa meskipun jalan ke depan tidak mudah, kolaborasi global dan komitmen bersama adalah kunci. &ldquo;Kita tidak bisa menunggu. Kita harus bergerak cepat, bersama, dan berani untuk mengakhiri TBC melalui inovasi vaksin,&rdquo; tegasnya.</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-28-at-15.47.24.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Program PPDS Penyakit Dalam di RS Kandou Manado Resmi Dimulai Kembali</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/program-ppds-penyakit-dalam-di-rs-kandou-manado-resmi-dimulai-kembali</link>				
         <pubDate>Wed, 28 May 2025 16:27:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/program-ppds-penyakit-dalam-di-rs-kandou-manado-resmi-dimulai-kembali</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Manado, 28 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bersama Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) resmi membuka kembali program residensi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) program studi penyakit dalam di Rumah Sakit Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, yang berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).</p>
<p>Pembukaan kembali program residensi ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperbaiki sistem pendidikan kedokteran di Indonesia, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, profesional, dan bebas dari perundungan (bullying).</p>
<p>“Pembukaan program PPDS di RS Kandou ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama Universitas Sam Ratulangi dan Rumah Sakit Kandou,” ujar dr. Azhar Jaya, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, yang juga merupakan perwakilan Kemenkes.</p>
<p>Pembenahan program residensi ini menjadi respons atas berbagai peristiwa yang menekankan pentingnya perbaikan sistem pendidikan kedokteran, termasuk pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan pendidikan dan layanan kesehatan.</p>
<p>“Kasus-kasus seperti almarhum dr. Risma dan lainnya adalah pengingat bahwa kita harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem. Profesi kedokteran menuntut dedikasi tinggi, namun juga harus dilindungi dari tekanan yang tidak sehat,” tegas dr. Azhar.</p>
<p>Sebagai wujud nyata perubahan, RS Kandou dan FK Unsrat telah mengimplementasikan 35 langkah perbaikan sistem residensi, di antaranya, pengaturan jam kerja yang wajar untuk menjaga kesehatan fisik dan mental residen, pemanfaatan CCTV untuk memastikan pengawasan yang transparan, penggunaan logbook sebagai alat evaluasi yang adil dan objektif, serta perjanjian kerja yang melindungi hak-hak residen sebagai peserta didik.</p>
<p>“Kita coba hilangkan adanya like and dislike. Kita harus profesional. Kalau dia sudah memenuhi logbook-nya, ya harus lulus. Selama ini, banyak yang tergantung pada senior. Ini yang coba kita ubah,” tambah dr. Azhar.</p>
<p>Kemenkes juga menegaskan komitmen pengawasan secara berlapis, melibatkan Dekan FK Unsrat, Direktur RS Kandou, dan Kemenkes melalui mekanisme pelaporan khusus. Bila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan investigasi hingga audit ulang.</p>
<p>“Rumah Sakit Kandou telah menjalankan sistem, bukan berarti menjamin tidak akan ada bullying, tapi ini adalah langkah awal menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik. Kalau laporan bullying masih tinggi, kami dari pusat akan melakukan audit lagi,” jelas dr. Azhar.</p>
<p>Dengan dibukanya kembali program PPDS ini, para residen yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan tempat pendidikan kini dapat melanjutkan kembali pendidikannya. Harapannya, mereka dapat menjadi dokter spesialis yang kompeten dalam sistem pendidikan yang lebih sehat, adil, dan transparan.</p>
<p>“Everything sudah memenuhi standar dan bisa dimulai kembali,” tutup dr. Azhar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/kndu-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Swedia dan Indonesia Tanda Tangani MoU Bersejarah untuk Memperkuat Kerja Sama Kesehatan Bilateral dalam Konferensi Healthcare SISP 2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/swedia-dan-indonesia-tanda-tangani-mou-bersejarah-untuk-memperkuat-kerja-sama-kesehatan-bilateral-dalam-konferensi-healthcare-sisp-2025</link>				
         <pubDate>Tue, 27 May 2025 21:56:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/swedia-dan-indonesia-tanda-tangani-mou-bersejarah-untuk-memperkuat-kerja-sama-kesehatan-bilateral-dalam-konferensi-healthcare-sisp-2025</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Mei 2025</p>
<p>Swedia dan Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antar-pemerintah (Government-to-Government/G2G) untuk memperdalam kerja sama di bidang kesehatan, yang menjadi tonggak penting dalam Konferensi Healthcare Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) 2025. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Swedia, H.E. Ms. Acko Ankarberg Johansson, dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, H.E. Mr. Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Melalui MoU ini, kedua negara sepakat untuk memperkuat layanan kesehatan, pengembangan kesehatan digital, sistem kesehatan berkelanjutan, dan kebijakan kesehatan. Fokus utama mencakup bidang onkologi, resistensi antimikroba, pengobatan presisi, kesiapsiagaan darurat, dan pengembangan tenaga kesehatan.</p>
<p>Kemitraan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia, menegaskan kerja sama jangka panjang yang kini berkembang melalui inovasi kesehatan dan transformasi sistem kesehatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa target Indonesia adalah melakukan lompatan dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia melalui adopsi teknologi canggih dan pembelajaran dari kepemimpinan Swedia dalam sistem kesehatan berkelanjutan.</p>
<p>“Kolaborasi ini akan difokuskan pada tiga hal utama, yaitu investasi di sektor kesehatan Indonesia untuk meningkatkan hasil layanan kesehatan melalui kemitraan bermakna, perluasan peluang belajar bersama Karolinska Institutet untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, termasuk perawat dan bidan, serta mendukung transfer teknologi dan berbagi pengetahuan, khususnya terkait keahlian Indonesia dalam pengelolaan penyakit tropis,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menteri Kesehatan Swedia Acko Ankarberg Johansson mengatakan bahwa kolaborasi bukan hanya soal diplomasi. Ini didasari oleh komitmen bersama terhadap layanan kesehatan yang adil, berbasis data, dan berpusat pada pasien.</p>
<p>“Melalui MoU ini, kita menyelaraskan prioritas untuk mendukung model layanan kesehatan yang scalable, mampu melayani populasi besar, merespons tantangan kesehatan yang terus berkembang, dan mengintegrasikan teknologi digital serta inovasi medis. Kami bangga mendukung visi Indonesia dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan siap bekerja sama untuk menciptakan kemitraan yang berdampak, inklusif, dan siap menghadapi masa depan,” ucap Johansson.</p>
<p>Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN, H.E. Daniel Blockert, menambahkan bahwa selama lebih dari tujuh dekade, Swedia dan Indonesia telah membangun landasan kerja sama yang kuat. Kesehatan kini menjadi salah satu pilar paling dinamis dan berorientasi pada tujuan dari kemitraan ini.</p>
<p>“Kolaborasi ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga tentang berinvestasi pada sistem, sumber daya manusia, dan teknologi untuk membangun masyarakat yang lebih sehat. Bersama-sama, kita menunjukkan contoh nyata bagaimana keterlibatan bilateral dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat global,”ungkap Blockert.</p>
<p>Selain penandatanganan MoU antar-pemerintah, konferensi ini juga menghasilkan sejumlah kerja sama multi-pihak, antara lain:</p>
<p>&#8211; Perjanjian hibah studi kelayakan antara Swedfund, Kementerian Kesehatan RI, dan Rumah Sakit Kanker Dharmais untuk mendukung pengembangan pusat radioterapi,</p>
<p>&#8211; Kemitraan antara Kementerian Kesehatan dan AstraZeneca untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM),</p>
<p>&#8211; Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Essity untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian dalam program pengendalian resistensi antimikroba (AMR),</p>
<p>&#8211; Dialog strategis antara Pemerintah Kota Jakarta dan HemoCue untuk melaksanakan program skrining anemia di tingkat masyarakat, dengan fokus pada deteksi dini dan intervensi yang tepat waktu.</p>
<p>Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia terus melakukan modernisasi sistem kesehatannya, didukung oleh investasi pemerintah di bidang infrastruktur, digitalisasi layanan kesehatan, dan pencegahan penyakit. Perusahaan-perusahaan Swedia menunjukkan minat yang semakin besar untuk mendukung prioritas kesehatan Indonesia, sejalan dengan enam fokus area SISP: kanker, layanan gawat darurat, diabetes, kesehatan ibu dan anak, kesehatan paru-paru, dan digitalisasi.</p>
<p>Dengan kesehatan sebagai pilar strategis hubungan bilateral, penandatanganan MoU dan penyelenggaraan Konferensi Healthcare SISP 2025 mencerminkan komitmen bersama untuk mengembangkan solusi layanan kesehatan yang berkelanjutan, inklusif, dan visioner, yang memberikan dampak nyata bagi kedua negara.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [kontak@kemkes.go.id](mailto:kontak@kemkes.go.id). (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54548756979_af55cfaf91_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Kanker Dharmais Terima Kunjungan Menteri Kesehatan Swedia, Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Layanan Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kanker-dharmais-terima-kunjungan-menteri-kesehatan-swedia-perkuat-kolaborasi-internasional-untuk-layanan-kanker</link>				
         <pubDate>Tue, 27 May 2025 16:01:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-kanker-dharmais-terima-kunjungan-menteri-kesehatan-swedia-perkuat-kolaborasi-internasional-untuk-layanan-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Mei 2025</p>
<p>Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) menerima kunjungan resmi Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, beserta rombongan, yang didampingi oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada Selasa (27/5). Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Swedia di bidang kesehatan, khususnya dalam pengembangan layanan kanker.</p>
<p>Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Soeko Werdi Nindito, menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak Swedia menjadi awal penting untuk mendorong transformasi layanan kanker di Indonesia.</p>
<p>“Alhamdulillah, Rumah Sakit Kanker Dharmais hari ini kedatangan tamu istimewa, yaitu Menteri Kesehatan Swedia dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Kunjungan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah Swedia dan Indonesia, yang salah satu implementasinya adalah kerja sama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais,” ujar dr. Soeko.</p>
<p>Salah satu fokus dari kolaborasi ini adalah potensi pemanfaatan teknologi alat kesehatan canggih dari Swedia untuk memperkuat layanan kanker di berbagai rumah sakit di Indonesia.</p>
<p>“Mudah-mudahan Indonesia juga dapat memiliki alat-alat canggih seperti di luar negeri, tidak hanya di Dharmais, tetapi juga di rumah sakit lainnya, khususnya rumah sakit umum daerah dan rumah sakit vertikal di seluruh Indonesia,” tambahnya.</p>
<p>Kunjungan delegasi Swedia yang berjumlah lebih dari 30 orang ini meliputi perwakilan industri alat kesehatan, akademisi dari Karolinska Institute, dan penyedia layanan kesehatan. Kehadiran mereka menjadi momentum penting dalam mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, delegasi dibagi menjadi tiga kelompok untuk melihat langsung berbagai layanan di National Cancer Center (NCC) Dharmais, termasuk fasilitas kamar operasi, CSSD, pelayanan onkologi, dan kemoterapi.</p>
<p>“Kami ajak mereka hospital tour singkat, melihat bagaimana handling sitotoksik, serta kepadatan pasien di poliklinik onkologi, baik pembedahan maupun kemoterapi. Mereka sangat terkesan sekali dengan kondisi yang ada di Indonesia dan punya keinginan untuk membantu pengembangan selanjutnya,” jelas dr. Soeko.</p>
<p>Ia juga menekankan tantangan besar yang dihadapi Indonesia, mengingat jumlah penduduk yang jauh lebih besar dibandingkan Swedia.</p>
<p>“Swedia jumlah penduduknya hanya sekitar 10 juta, sementara kita 280 juta. Mereka sangat terkesan dengan jumlah pasien di rumah sakit ini. Kami berharap ada teknologi yang bisa mempermudah pelayanan pada pasien, dan tentu saja akan kami kolaborasikan lebih lanjut demi kepentingan pasien,” tambahnya.</p>
<p>Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan dan perluasan kerja sama kedua negara dalam meningkatkan layanan kanker di Indonesia melalui inovasi teknologi dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan pelayanan kanker dan membuka peluang transfer pengetahuan serta inovasi dari mitra internasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54547243592_4ed6b22ed1_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Nyamuk Lebih Mematikan daripada Hewan Buas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ nyamuk-lebih-mematikan-daripada-hewan-buas-2</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 20:25:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ nyamuk-lebih-mematikan-daripada-hewan-buas-2</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Mei 2025</p>
<p>Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Presidium Kaukus Kesehatan dan menyelenggarakan High Level Meeting Koalisi Bersama (Kobar) Lawan Dengue di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/5). Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen lintas fraksi dan lintas komisi dalam mendukung agenda kesehatan nasional, khususnya upaya penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus menjadi ancaman serius di Indonesia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap nyamuk sebagai vektor penyakit mematikan.</p>
<p>“Bukan hewan buas yang menjadi penyebab kematian terbanyak, melainkan nyamuk. Gigitan nyamuk, meski tampak sepele, bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahunnya,” ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Beliau menambahkan, dengue masih menjadi ancaman global dengan lebih dari 3,9 miliar orang di dunia berisiko terinfeksi.</p>
<p>“Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi, bersama Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru, dan Vietnam,” tambahnya.</p>
<p>Tahun 2024 tercatat sebagai puncak kasus DBD di Indonesia, dengan lebih dari 1.400 kematian. Pemerintah, lanjut Prof. Dante, menargetkan <em>zero dengue death</em> pada 2030.</p>
<p>&#8220;Ini butuh kolaborasi konkret antar-stakeholder, organisasi profesi, dan pengambil kebijakan untuk mewujudkannya,” tegasnya.</p>
<p>Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari program satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik), fogging, inovasi nyamuk Wolbachia, hingga pengembangan vaksin dengue.</p>
<p>“Namun semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan lintas sektor, termasuk peran aktif DPR RI dan masyarakat,” jelas Prof. Dante.</p>
<p>Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan apresiasi atas pembentukan Presidium Kaukus Kesehatan.</p>
<p>“Ini adalah ruang strategis lintas komisi dan fraksi untuk menjembatani kepentingan publik dalam membangun sistem kesehatan nasional,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, DPR RI melalui Komisi IX akan terus mengadvokasi isu-isu kesehatan secara lintas fraksi dan mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam penguatan layanan primer dan deteksi dini penyakit menular.</p>
<p>“Terutama dalam penguatan layanan primer dan deteksi dini penyakit menulari,” tambahnya.</p>
<p>Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, juga menekankan bahwa dengue bukanlah isu baru, namun masih menjadi persoalan yang berulang dengan tren peningkatan setiap tahunnya.</p>
<p>Hingga Mei 2025, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 56.000 kasus DBD dan 250 kematian. Angka ini menunjukkan perlunya penguatan strategi penanggulangan di berbagai lini, termasuk edukasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar.</p>
<p>Ia menegaskan, DPR RI siap menjadi penghubung antara aspirasi rakyat dan pengambilan kebijakan di sektor kesehatan. </p>
<p>&#8220;Politik kesehatan diperlukan untuk mendorong pendanaan, edukasi, serta penguatan upaya vaksinasi dan sistem data yang terintegrasi,” ucap nya.</p>
<p>Edy juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas berbagai inovasi pasca pandemi. Namun, ia berharap isu dengue mendapat prioritas dalam perencanaan program dan penganggaran yang lebih konkret.</p>
<p>Menurutnya, strategi nasional pengendalian dengue harus diwujudkan dalam aksi nyata, mulai dari pengendalian vektor, deteksi dini, pengobatan, hingga pemanfaatan inovasi teknologi seperti Wolbachia dan insektisida ramah lingkungan. Gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan upaya tambahan lainnya) harus menjadi kebijakan kolektif yang terus digalakkan secara masif oleh semua pihak, termasuk DPR.</p>
<p>Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta kolaborasi masyarakat sipil, pembentukan Presidium Kaukus Kesehatan dan Kobar Lawan Dengue diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya eliminasi dengue dan transformasi sistem kesehatan nasional menuju arah yang lebih responsif dan preventif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden WHA 78 dan WHO dukung Indonesia Majukan Transformasi Kesehatan untuk Layanan Kesehatan Masyarakat yang Lebih Baik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-wha-78-dan-who-dukung-indonesia-majukan-transformasi-kesehatan-untuk-layanan-kesehatan-masyarakat-yang-lebih-baik</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 18:25:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-wha-78-dan-who-dukung-indonesia-majukan-transformasi-kesehatan-untuk-layanan-kesehatan-masyarakat-yang-lebih-baik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 21 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI dan Presiden WHA ke-78 (Menteri Kesehatan Filipina) secara bersama menyelenggarakan side event tingkat tinggi yang bertajuk “Driving Health Transformation: Promoting Healthy Lives and Wellbeing for All”.</p>
<p>Side event World Health Assembly (WHA) ke-78 ini membahas pentingnya strategi inovatif seperti transfer teknologi, innovative financing, serta kolaborasi multisektoral dalam upaya transformasi kesehatan. Side event yang didukung oleh Bio Farma ini secara khusus membahas tema strategis transformasi kesehatan global di tengah dinamika dunia paska pandemi.</p>
<p>“Membangun ketahanan kesehatan tak bisa lagi hanya bersifat reaktif. Pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kesehatan global, khususnya di negara-negara berkembang, yang disebabkan oleh minimnya kapasitas produksi dalam negeri, rentang pasokan yang mudah terganggu, serta kurangnya investasi berkelanjutan di bidang kesehatan masyarakat. Oleh karenanya diperlukan kerja sama multisektoral antara pemerintah dengan pihak swasta, para ahli dan peneliti, organisasi masyarakat sipil, BUMN, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, termasuk para dokter dan perawat” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Dalam forum ini, para pemimpin dari berbagai sektor pemerintah, lembaga pembangunan, swasta, hingga organisasi filantropi berkumpul untuk berbagi pandangan dan strategi dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Indonesia dan Filipina, sebagai dua negara dari kawasan Global South, tampil sebagai contoh nyata bagaimana kepemimpinan nasional, kemitraan lintas sektor, dan inovasi bisa berpadu untuk menghasilkan perubahan nyata.</p>
<p>Salah satu sorotan utama adalah komitmen kedua negara dalam upaya eliminasi kanker serviks melalui perluasan akses imunisasi dan penguatan deteksi dini.</p>
<p>Presiden WHA ke-78 &#8211; Menteri Kesehatan Filipina, Teodoro Herbosa menambahkan “Pandemi COVID-19 membuka mata kita terhadap kesenjangan dalam sistem kesehatan. Kini, paska pandemi, Filipina berfokus memperkuat cakupan kesehatan semesta dengan menutup kesenjangan imunisasi, menurunkan angka kematian ibu, dan memperluas layanan kesehatan perempuan dengan kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta.”</p>
<p>Diskusi ini juga menyoroti pentingnya transfer teknologi sebagai jalan menuju kemandirian produksi vaksin dan alat kesehatan di negara berkembang. Kolaborasi seperti yang dilakukan Bio Farma bersama MSD dalam transfer teknologi pembuatan vaksin HPV menjadi bukti bahwa alih teknologi bukan hanya mungkin, tapi juga sangat krusial untuk mempercepat kesiapsiagaan di masa depan.</p>
<p>Lewat acara ini, Indonesia dan Filipina tak hanya menunjukkan kepemimpinan, tapi juga membuka ruang kolaborasi baru dengan komunitas global. Sebuah langkah penting menuju sistem kesehatan dunia yang lebih tangguh, adil, dan siap menghadapi tantangan berikutnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot_20250526_181123_WPS-Office.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mengulik Layanan Penunjang Medik KKHI, &#8216;Jantungnya&#8217; Operasional Kesehatan Haji Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mengulik-layanan-penunjang-medik-kkhi-jantungnya-operasional-kesehatan-haji-indonesia</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 17:43:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mengulik-layanan-penunjang-medik-kkhi-jantungnya-operasional-kesehatan-haji-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 26 Mei 2025</p>
<p>Di tengah kesibukan ibadah haji yang menuntut kondisi fisik dan mental yang prima, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik di Makkah maupun Madinah, berdiri sebagai benteng kesehatan bagi jemaah haji asal Indonesia.</p>
<p>Tak hanya menyediakan layanan dokter dan perawat, KKHI juga diperkuat oleh serangkaian layanan penunjang medik yang terstandardisasi dan terintegrasi.</p>
<p>&#8220;Layanan-layanan penunjang medik ini merupakan &#8216;jantung&#8217; operasional untuk memastikan diagnosis yang akurat, terapi yang efektif, dan pemulihan yang komprehensif bagi setiap jemaah yang membutuhkan bantuan medis,&#8221; ungkap Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo.</p>
<p><strong>1. Radiologi: Dukungan X-Ray untuk Diagnosis Akurat</strong><br />
KKHI dilengkapi dengan fasilitas radiologi dasar yang vital untuk diagnosis cepat. Alat rontgen yang tersedia sangat membantu dalam mendeteksi kondisi seperti fraktur (patah tulang), dislokasi, atau dugaan infeksi paru-paru seperti pneumonia yang seringkali menjadi ancaman di tengah kerumunan.</p>
<p>Keberadaan radiologi di KKHI memungkinkan dokter dan perawat mendapatkan gambaran internal tubuh jemaah dengan cepat. Selain itu, layanan radiologi ini sangat krusial untuk kasus trauma atau keluhan pernapasan, dapat membantu petugas yang berjaga untuk mengambil keputusan untuk rawat inap atau dirujuk ke RS Arab Saudi.</p>
<p><strong>2. Laboratorium: Deteksi Dini Kunci Penanganan Optimal</strong><br />
Bagian laboratorium medis adalah salah satu layanan penunjang paling sibuk di KKHI. Dengan kemampuan melakukan pemeriksaan darah rutin seperti SGOT/SGPT, ureum kreatinin, asam urat, kolesterol, glukosa, rapid test troponin, urin rutin, dan elektrolit.</p>
<p>Setiap jemaah yang datang dengan gejala demam, lemas, atau gangguan pencernaan, seringkali memerlukan pemeriksaan laboratorium. Hasil yang cepat dan akurat memungkinkan dokter dan perawat untuk segera mengidentifikasi penyebab penyakit dan menentukan regimen pengobatan yang paling sesuai.</p>
<p><strong>3. Gizi: Dukungan Nutrisi untuk Pemulihan dan Pencegahan</strong><br />
Layanan gizi di KKHI memegang peranan penting dalam proses penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan jemaah. Dokter spesialis gizi klinis dan nutrisionis yang bertugas mengevaluasi status nutrisi jemaah dan menyusun rencana diet yang sesuai, terutama bagi mereka yang dirawat inap atau memiliki penyakit kronis.</p>
<p>Asupan nutrisi yang tepat sangat vital untuk mempercepat pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh jemaah. Di sisi lain, dilakukan pula edukasi gizi dan memastikan jemaah mendapatkan makanan yang sesuai dengan kondisi medisnya, yang kadang terabaikan di tengah padatnya ibadah.</p>
<p><strong>4. Rekam Medis: Jejak Kesehatan yang Terintegrasi</strong><br />
Bagian rekam medis adalah pusat informasi kesehatan jemaah. Setiap riwayat medis, hasil pemeriksaan, diagnosis, dan terapi dicatat secara sistematis. Sistem rekam medis yang terkomputerisasi memastikan data jemaah dapat diakses dengan cepat dan akurat oleh seluruh tim medis, memudahkan koordinasi perawatan dan kontinuitas layanan.</p>
<p>Rekam medis adalah &#8216;memori&#8217; perjalanan kesehatan jemaah selama di Tanah Suci dan KKHI. Adanya data yang lengkap dan tersimpan, dapat dilakukan catatan perkembangan kondisi dan penanganan medis jemaah</p>
<p><strong>5. Farmasi dan Apotek: Ketersediaan Obat yang Aman dan Terjamin</strong><br />
Pelayanan kefarmasian dan apotek di KKHI memastikan ketersediaan obat-obatan yang lengkap dan aman. Mulai dari obat-obatan esensial, obat penyakit kronis, hingga alat kesehatan dasar, semuanya terkelola dan terstandardisasi.</p>
<p>Tim kefarmasian juga memberikan konseling kepada jemaah mengenai cara penggunaan obat yang benar, dosis, dan potensi efek samping.</p>
<p><strong>6. Fisioterapi: Mengembalikan Mobilitas dan Kebugaran</strong><br />
Layanan fisioterapi sangat dibutuhkan oleh jemaah yang mengalami masalah muskuloskeletal, kelelahan otot, atau pasca cedera. Fisioterapis membantu jemaah melalui berbagai modalitas terapi, seperti terapi fisik, latihan terapeutik, dan edukasi postur, untuk mengurangi nyeri, mengembalikan fungsi gerak, dan meningkatkan kebugaran.</p>
<p><strong>7. CSSD <em>(Central Sterile Supply Department)</em>: Jaminan Sterilisasi Alat Medis</strong><br />
Meskipun sering tak terlihat, CSSD adalah bagian krusial yang menjamin kesterilan alat-alat medis. Semua instrumen bedah minor, alat perawatan luka, dan peralatan medis lainnya melewati proses sterilisasi yang ketat di CSSD sebelum digunakan kembali.</p>
<p>Hal ini adalah jaminan keamanan dan pencegahan infeksi di lingkungan KKHI. Setiap alat yang digunakan pada jemaah harus dipastikan steril sepenuhnya untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus.</p>
<p><strong>8. Elektromedik: Pemeliharaan Teknologi Kesehatan</strong><br />
Petugas elektromedik KKHI bertanggung jawab atas pemeliharaan, perbaikan, dan kalibrasi semua peralatan medis elektronik di KKHI, mulai dari alat diagnostik hingga perangkat terapi.</p>
<p>Keberadaan petugas ini memastikan bahwa semua peralatan berfungsi optimal dan memberikan hasil yang akurat, sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu. Setiap alat, mulai dari EKG hingga alat laboratorium, harus dipastikan bekerja dengan presisi agar diagnosis dan terapi yang diberikan benar-benar efektif.</p>
<p>*Dengan dukungan lengkap dari layanan penunjang medik ini, KKHI tidak hanya menjadi pusat perawatan tingkat pertama yang utama bagi jemaah haji Indonesia, tetapi juga ekosistem kesehatan yang komprehensif,&#8221; tutur Liliek menutup penjelasannya di KKHI Madinah (25/5).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250527-WA0006.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 17:32:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) resmi mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 pada kegiatan diseminasi yang diselenggarakan secara luring di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes, Senin (26/5/2025).</p>
<p>Survei nasional yang menjadi rujukan utama dalam upaya percepatan penurunan stunting ini mencatat penurunan prevalensi stunting nasional, dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk menurunkan angka stunting nasional menjadi 14,2% pada tahun 2029, sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun bersama Sekretariat Wakil Presiden dan Bappenas.</p>
<p>&#8220;Target ini tidak mudah, tapi cukup menantang untuk dikejar. Dari angka 21,5% di 2023, kita harus turun ke 14,2% di 2029, artinya kita harus menurunkan sekitar 7,3% dalam lima tahun,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kerja keras lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan yang telah mendukung capaian positif di tahun 2024. &#8220;Target kita tahun lalu adalah 20,1%, dan alhamdulillah hasil survei menunjukkan 19,8%. Artinya, kita berhasil melampaui target sebesar 0,3%,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masih besar. Target penurunan stunting pada 2025 adalah 18,8%, yang membutuhkan upaya lebih keras dan kolaborasi lebih erat, terutama di enam provinsi dengan jumlah balita stunting terbesar, yaitu Jawa Barat (638.000 balita), Jawa Tengah (485.893 balita), Jawa Timur (430.780 balita), Sumatera Utara (316.456 balita), Nusa Tenggara Timur (214.143 balita), dan Banten (209.600 balita).</p>
<p>&#8220;Kalau enam provinsi ini bisa kita turunkan 10%, maka secara nasional kita bisa turun 4–5%. Karena 50% anak stunting ada di enam daerah ini,&#8221; tegas Menteri Budi.</p>
<p>Strategi penting lainnya adalah memastikan intervensi sejak masa pra-kelahiran, dengan fokus pada 11 intervensi spesifik di sektor kesehatan, khususnya untuk remaja putri dan ibu hamil.</p>
<p>&#8220;Stunting itu terjadi bukan setelah lahir, tapi bahkan sejak dalam kandungan. Maka intervensi kepada ibu hamil sangat penting. Jangan sampai ibu-ibu hamil kekurangan gizi atau anemia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya program pengukuran lingkar lengan dan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil, distribusi tablet tambah darah, serta suplementasi mikronutrien. Selain itu, program peningkatan mutu pengukuran di Posyandu juga terus diperkuat melalui distribusi 300.000 alat antropometri, didukung program ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan (PMT), dan imunisasi.</p>
<p>Menutup sambutannya, Menkes mengajak seluruh pihak menjaga momentum penurunan stunting. &#8220;Yuk, jangan lupa, tahun ini target kita 18,8%,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Kepala BKPK Kemenkes RI, Prof. Asnawi Abdullah, menegaskan bahwa hasil SSGI 2024 mencatat prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Capaian ini menjadi langkah penting menuju target jangka panjang penurunan stunting hingga 5% pada 2045.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, SSGI 2024 telah terlaksana dengan sangat baik dan menghasilkan data status gizi mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten/ kota. Ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kebijakan berbasis data,&#8221; ujar Prof. Asnawi.</p>
<p>Menurutnya, survei 2024 berhasil mencegah sekitar 337.000 balita dari risiko stunting, melampaui target tahunan RPJMN sebesar 325.000 balita. Meski demikian, Prof. Asnawi mencatat adanya variasi prevalensi stunting antarprovinsi, kabupaten/kota, serta kelompok sosial ekonomi.</p>
<p>&#8220;Prevalensi stunting sangat bervariasi. Misalnya, pada kelompok pendapatan sangat rendah, angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok pendapatan tinggi. Ini menjadi catatan penting untuk penajaman intervensi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>SSGI 2024 dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dan didukung penuh oleh kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan internasional, seperti WHO, SEAMEO RECFON , dan Prospera.</p>
<p>Seluruh hasil SSGI 2024 telah dikompilasi dalam sebuah buku dan dapat diakses publik melalui laman resmi BKPK Kemenkes RI. Penyediaan data terbuka ini menjadi wujud transparansi serta komitmen Kemenkes dalam mendukung pemanfaatan data kesehatan secara luas.</p>
<p>&#8220;Tujuan utama diseminasi ini adalah agar data SSGI dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan, evaluasi program, dan identifikasi wilayah prioritas. Semoga hasil ini semakin memperkuat intervensi yang berdampak nyata bagi bangsa,&#8221; tutup Prof. Asnawi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54545967935_6336314673_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Nyamuk Lebih Mematikan daripada Hewan Buas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/nyamuk-lebih-mematikan-daripada-hewan-buas</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 17:28:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/nyamuk-lebih-mematikan-daripada-hewan-buas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Mei 2025</p>
<p>Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Presidium Kaukus Kesehatan dan menyelenggarakan High Level Meeting Koalisi Bersama (Kobar) Lawan Dengue di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/5). Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen lintas fraksi dan lintas komisi dalam mendukung agenda kesehatan nasional, khususnya upaya penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus menjadi ancaman serius di Indonesia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap nyamuk sebagai vektor penyakit mematikan.</p>
<p>“Bukan hewan buas yang menjadi penyebab kematian terbanyak, melainkan nyamuk. Gigitan nyamuk, meski tampak sepele, bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahunnya,” ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Beliau menambahkan, dengue masih menjadi ancaman global dengan lebih dari 3,9 miliar orang di dunia berisiko terinfeksi.</p>
<p>“Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi, bersama Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru, dan Vietnam,” tambahnya.</p>
<p>Tahun 2024 tercatat sebagai puncak kasus DBD di Indonesia, dengan lebih dari 1.400 kematian. Pemerintah, lanjut Prof. Dante, menargetkan zero dengue death pada 2030.</p>
<p>&#8220;Ini butuh kolaborasi konkret antar-stakeholder, organisasi profesi, dan pengambil kebijakan untuk mewujudkannya,” tegasnya.</p>
<p>Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik), fogging, inovasi nyamuk Wolbachia, hingga pengembangan vaksin dengue.</p>
<p>“Namun semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan lintas sektor, termasuk peran aktif DPR RI dan masyarakat,” jelas Prof. Dante.</p>
<p>Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan apresiasi atas pembentukan Presidium Kaukus Kesehatan.</p>
<p>“Ini adalah ruang strategis lintas komisi dan fraksi untuk menjembatani kepentingan publik dalam membangun sistem kesehatan nasional,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, DPR RI melalui Komisi IX akan terus mengadvokasi isu-isu kesehatan secara lintas fraksi dan mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam penguatan layanan primer dan deteksi dini penyakit menular.</p>
<p>“Terutama dalam penguatan layanan primer dan deteksi dini penyakit menulari,” tambahnya.</p>
<p>Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, juga menekankan bahwa dengue bukanlah isu baru, namun masih menjadi persoalan yang berulang dengan tren peningkatan setiap tahunnya.</p>
<p>Hingga Mei 2025, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 56.000 kasus DBD dan 250 kematian. Angka ini menunjukkan perlunya penguatan strategi penanggulangan di berbagai lini, termasuk edukasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar.</p>
<p>Ia menegaskan, DPR RI siap menjadi penghubung antara aspirasi rakyat dan pengambilan kebijakan di sektor kesehatan.</p>
<p>&#8220;Politik kesehatan diperlukan untuk mendorong pendanaan, edukasi, serta penguatan upaya vaksinasi dan sistem data yang terintegrasi,” ucap nya.</p>
<p>Edy juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas berbagai inovasi pasca pandemi. Namun, ia berharap isu dengue mendapat prioritas dalam perencanaan program dan penganggaran yang lebih konkret.</p>
<p>Menurutnya, strategi nasional pengendalian dengue harus diwujudkan dalam aksi nyata, mulai dari pengendalian vektor, deteksi dini, pengobatan, hingga pemanfaatan inovasi teknologi seperti Wolbachia dan insektisida ramah lingkungan. Gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan upaya tambahan lainnya) harus menjadi kebijakan kolektif yang terus digalakkan secara masif oleh semua pihak, termasuk DPR.</p>
<p>Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta kolaborasi masyarakat sipil, pembentukan Presidium Kaukus Kesehatan dan Kobar Lawan Dengue diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya eliminasi dengue dan transformasi sistem kesehatan nasional menuju arah yang lebih responsif dan preventif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/dangue.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Swedia Apresiasi Komitmen Indonesia dalam Layanan Kesehatan Ibu, Anak, dan Jantung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-swedia-apresiasi-komitmen-indonesia-dalam-layanan-kesehatan-ibu-anak-dan-jantung</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 17:13:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-swedia-apresiasi-komitmen-indonesia-dalam-layanan-kesehatan-ibu-anak-dan-jantung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Mei 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyambut hangat kunjungan Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, beserta delegasi ke Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB), dan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama bilateral yang sebelumnya telah terjalin, salah satunya melalui kunjungan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante menekankan peran penting RSCM dan RS Harapan Kita sebagai institusi kesehatan nasional yang mencerminkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“RSCM dan RS Harapan Kita bukan sekadar rumah sakit. Mereka adalah institusi nasional yang menjadi cermin komitmen abadi Indonesia terhadap kesehatan publik,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante juga menyoroti keunggulan kedua rumah sakit tersebut. RSCM dikenal sebagai pusat pendidikan kedokteran, penelitian, dan pelayanan kesehatan komprehensif yang telah berdiri lebih dari satu abad. Sementara itu, RS Harapan Kita menjadi pusat rujukan utama untuk layanan kesehatan kardiovaskular, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Dante mengungkapkan peluang kolaborasi strategis antara Indonesia dan Swedia di berbagai bidang.</p>
<p>“Kami menyambut baik peluang pengembangan program fellowship di bidang kardiovaskular, serta kedokteran ibu dan anak untuk meningkatkan kapasitas klinis. Kami juga melihat nilai penting dalam dukungan teknologi dan simulator untuk meningkatkan presisi bedah dan pelatihan praktik langsung,” jelasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, kedua negara juga menjajaki riset bersama di bidang kedokteran janin, penyakit langka pada anak, dan pengembangan kesehatan digital.</p>
<p>“Bidang-bidang ini membuka peluang besar untuk kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi kedua negara,” tambah Prof. Dante.</p>
<p>Kunjungan ini tidak hanya sekadar melihat fasilitas, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antar-institusi dan menciptakan solusi nyata bagi tantangan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Mari kita terus bekerja sama, bergandengan tangan untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan visioner, demi generasi sekarang dan yang akan datang,” pungkas Prof. Dante.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Indonesia dalam pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan ibu, anak, dan penyakit kardiovaskular.</p>
<p>“Saya sangat terkesan dengan kepedulian Anda semua terhadap ibu dan anak di sini. Terima kasih telah menunjukkan dedikasi luar biasa Anda untuk perempuan dan anak-anak. Jika kita memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anak, kita juga sedang memberikan masa depan terbaik bagi kita semua,” ungkapnya.</p>
<p>Menteri Johansson juga mengapresiasi peran RS Harapan Kita sebagai Pusat Jantung Nasional yang memberikan layanan penting bagi begitu banyak pasien dan keluarga mereka.</p>
<p>“Terima kasih telah menunjukkan peran penting Pusat Jantung Nasional. Ini sangat berarti bagi banyak pasien dan keluarga mereka,” ucapnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kunjungan ini juga memiliki makna diplomatik yang mendalam. “Saya hadir di sini untuk merayakan hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia. Saya berharap kerja sama ini terus terjalin dengan baik, bersahabat, dan penuh makna,” ujar Menteri Johansson.</p>
<p>Di akhir kunjungannya, ia berharap kolaborasi antara kedua negara semakin erat, khususnya dalam menghadapi tantangan kesehatan bersama, seperti penyakit kardiovaskular dan layanan kesehatan anak.</p>
<p>“Saya rasa kita berbagi tantangan yang sama. Terima kasih atas kerja luar biasa yang Anda lakukan di sini untuk anak-anak, keluarga, dan juga dalam layanan kardiovaskular,” pungkasnya.</p>
<p>&#8212;<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/52593529603_9f7833ed7c_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia–Swedia Perkuat Kolaborasi di Bidang Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-swedia-perkuat-kolaborasi-di-bidang-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 26 May 2025 17:10:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-swedia-perkuat-kolaborasi-di-bidang-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Mei 2025</p>
<p>Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggelar pertemuan penting yang mempererat kerja sama bilateral di bidang kesehatan antara Indonesia dan Swedia, Senin (26/5). Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono; Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson; serta delegasi dari pemerintah dan institusi kesehatan Swedia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, mengungkapkan bahwa kunjungan ini mencerminkan hubungan diplomatik yang erat antara Indonesia dan Swedia, yang telah terjalin sejak tahun 1950.</p>
<p>“Swedia dikenal dengan sistem kesehatannya yang inklusif, berpusat pada manusia, dan berkelanjutan. Kita berharap dapat belajar dan bekerja sama untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa kolaborasi kedua negara akan mencakup berbagai bidang strategis, seperti pendidikan kedokteran, layanan kanker, perawatan gawat darurat dan kritis, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>“RSCM, sebagai rumah sakit pendidikan yang terafiliasi dengan Universitas Indonesia, memiliki peran sentral dalam pengembangan kebijakan kesehatan dan pengobatan spesialis di Indonesia. Kemajuan dalam bidang kesehatan tidak mungkin dicapai sendiri, tapi melalui kemitraan yang erat,” tegas Prof. Dante.</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI juga menyambut baik peluang kerja sama dengan Swedia di bidang digitalisasi layanan kesehatan dan pengembangan solusi kesehatan berkelanjutan.</p>
<p>“Kami berharap kemitraan ini memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi komunitas global,” ungkapnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan RSCM atas dedikasi mereka dalam memberikan layanan yang penuh harapan dan kesembuhan bagi pasien. Ia juga menekankan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swedia.</p>
<p>&#8220;Kerja sama antara Indonesia dan Swedia mencakup riset medis, pengembangan layanan klinis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,&#8221; ujar Johansson.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sistem kesehatan yang kuat sangat penting, mengingat penyakit dapat datang kapan saja. Oleh karena itu, diagnosis dini dan pengobatan yang tepat menjadi kunci dalam penanganan berbagai penyakit.</p>
<p>“Pengobatan presisi dan kombinasi terapi menjadi pendekatan penting untuk meminimalkan dampak penyakit,” jelasnya.</p>
<p>Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal kerja sama strategis antara Indonesia dan Swedia, yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan penguatan sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54546388165_ce9052e74e_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Resmi Pindah dari WHO South-East Asia ke Western Pacific Regional Office</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-resmi-pindah-dari-who-south-east-asia-ke-western-pacific-regional-office</link>				
         <pubDate>Sun, 25 May 2025 19:31:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-resmi-pindah-dari-who-south-east-asia-ke-western-pacific-regional-office</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 23 Mei 2025</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengesahkan keputusan perpindahan (reassignment) Indonesia dari kelompok Kawasan Asia Tenggara (South-East Asia Region) ke Kawasan Pasifik Barat (Western Pacific Region). Keputusan tersebut disahkan secara konsensus oleh seluruh negara anggota WHO pada sesi Sidang World Health Assembly (WHA) ke-78 di Jenewa, Swiss, 23 Mei 2025.</p>
<p>Keputusan perpindahan ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat kolaborasi kesehatan lintas kawasan dan memperluas jejaring kerja sama di bidang kesehatan masyarakat.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyampaikan bahwa perpindahan ini didasari oleh lesson learnt saat pandemi COVID-19, pertimbangan epidemiologis Indonesia dan kesamaan isu kesehatan serta kedekatan geografis dengan negara-negara di kawasan Pasifik Barat. Pandemi COVID-19 menyadarkan perlunya Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dengan negara-negara tetangga terdekatnya guna mengatasi tantangan kesehatan bersama.</p>
<p>“Bergabung dengan Western Pacific Regional Office (WPRO) ini juga sejalan dengan visi Indonesia untuk memperkuat diplomasi kesehatan dan memperluas akses terhadap inovasi serta sumber daya kesehatan global,” ujar Kunta.</p>
<p>Fakta bahwa Indonesia berbagi perbatasan darat dan laut dengan 10 negara dan memiliki penerbangan langsung ke 18 negara dimana perbatasan tersebut sebagian besar adalah dalam koordinasi kerja sama WHO di kawasan Pasifik Barat. Provinsi-provinsi paling timur Indonesia, seperti Papua dan Maluku, memiliki kedekatan geografis dan tantangan kesehatan yang sama dengan negara-negara Kepulauan Pasifik. Demikian pula masyarakat kita di Sumatera yang secara etnik dan kultur dekat dengan Malaysia serta Singapura yang merupakan negara anggota WPRO. Posisi geografis dan konektivitas tersebut meningkatkan risiko epidemiologi, termasuk pelintasan penduduk di perbatasan ataupun mobilitas internasional yang tinggi. Hal-hal ini menggarisbawahi pentingnya upaya surveilans dan respons penyakit lintas batas yang kuat dengan negara-negara di WPRO.</p>
<p>Perpindahan ini diharapkan akan membuka kesempatan luas bagi Indonesia dalam berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas penanganan penyakit menular dan tidak menular, serta mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) bidang kesehatan.</p>
<p>Pada saat pengesahan ini, sejumlah delegasi negara anggota WHO yang hadir, termasuk Australia, Vanuatu, Filipina, Singapura, Selandia Baru, Papua Nugini, Korea Selatan, Norwegia, Kamboja, Jepang, Maladewa dan China, menyambut baik langkah Indonesia dan menegaskan komitmen untuk mendukung transisi ini demi kepentingan di kawasan WPRO.</p>
<p>Perubahan ini efektif berlaku mulai 23 Mei 2025, dan seluruh proses transisi akan dilakukan secara bertahap dengan koordinasi intensif antara Pemerintah Indonesia, WHO SEARO, dan WHO WPRO.</p>
<p>Dengan kepindahan ini, Indonesia akan tetap juga menjaga hubungan erat dan kolaborasi dengan negara-negara anggota South-East Asia Regional Office (SEARO) baik secara bilateral maupun kolaborasi global yang selama ini telah terjalin baik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250525-WA0017.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Jalin Kerja Sama Kesehatan dengan Kuba</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-jalin-kerja-sama-kesehatan-dengan-kuba</link>				
         <pubDate>Sun, 25 May 2025 17:27:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-jalin-kerja-sama-kesehatan-dengan-kuba</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 21 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Kesehatan Bilateral dengan Kuba. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela pertemuan World Health Assembly (WHA) ke-78 di Geneva pada Kamis (21/5).</p>
<p>Penandatanganan MoU antara Indonesia dan Kuba dilakukan oleh Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Kesehatan Masyarakat Kuba José Angel Portal Miranda.</p>
<p>Adapun, bidang kerja sama yang disepakati mencakup 1) Pelayanan kesehatan termasuk perawatan primer dan sekunder; 2) Kesehatan dan gizi ibu dan anak; 3) Ketahanan kesehatan termasuk keadaan darurat kesehatan masyarakat, tindakan penanggulangan farmasi dan medis; termasuk vaksin, terapi, dan diagnostik; 4) Pengendalian penyakit menular dan tidak menular termasuk tuberkulosis, kanker, penyakit jantung, stroke, dan penyakit urologi, HIV-AIDS, malaria, demam berdarah, diabetes, serta cakupan vaksinasi; 5) Tenaga kesehatan, seperti pengembangan sumber daya manusia kesehatan, manajemen perawatan kesehatan, pelatihan dan pendidikan dengan program langsung; 6) Pembiayaan kesehatan dan pengembangan kebijakan kesehatan termasuk peninjau bersama untuk publikasi kebijakan kesehatan; 7) Teknologi kesehatan termasuk kesehatan digital dan bioteknologi; dan 8) Bidang kerja sama lainnya yang disetujui bersama secara tertulis oleh Para Pihak.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Indonesia dengan Menteri Kesehatan Masyarakat Kuba melakukan pertemuan bilateral (bilateral meeting) untuk mengapresiasi dan mendukung pembaharuan MOU RI-Kuba di bidang kesehatan; melakukan penelitian dan pengobatan bersama, khususnya untuk kanker/tumor pada anak sebagai bentuk dukungan terhadap kerja sama RI-Kuba di bidang produk bioteknologi dan layanan kesehatan; pemberian beasiswa kedokteran bagi mahasiswa Indonesia di Kuba, guna meningkatkan jumlah tenaga medis, khususnya di daerah terpencil; dan Indonesia menyatakan dukungan terhadap inisiatif kerja sama rumah sakit saudara antara RSAB Harapan Kita dan Rumah Sakit Juan Marquez di Kuba.</p>
<p>Pembentukan MoU ini diharapkan mampu memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan akses pasar produk farmasi dan peralatan medis Indonesia ke Kuba dan negara-negara Amerika Selatan lainnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Notes_250525_172328_21b.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pandemic Agreement Disahkan di WHA 78: Indonesia Tegaskan Komitmen Global untuk Ketahanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pandemic-agreement-disahkan-di-wha-78-indonesia-tegaskan-komitmen-global-untuk-ketahanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sun, 25 May 2025 15:24:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pandemic-agreement-disahkan-di-wha-78-indonesia-tegaskan-komitmen-global-untuk-ketahanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 21 Mei 2025</p>
<p>Sidang ke-78 World Health Assembly (WHA 78) mencatat tonggak sejarah penting dengan disahkannya Pandemic Agreement, sebuah instrumen hukum global yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons dunia menghadapi darurat kesehatan, termasuk pandemi di masa depan. Indonesia menyambut baik penyelesaian negosiasi selama tiga tahun yang akhirnya melahirkan kesepakatan bersejarah ini.</p>
<p>“Adopsi Pandemic Agreement merupakan bukti bahwa multilateralisme tetap deliver dan solusi bagi tantangan global,” ujar Achsanul Habib, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa.</p>
<p>Indonesia dalam proses negosiasi ini telah melibatkan sejumlah pakar dalam delegasi Indonesia dan menyelenggarakan berbagai konsultasi publik yang libatkan para pemangku kepentingn.</p>
<p>Achsanul menambahkan, Pandemic Agreement akan memperkuat arsitektur pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon pandemi, melengkapi amandemen International Health Regulations (IHR) yang disepakati pada 2024</p>
<p>Bagi Indonesia, keberhasilan ini juga menjadi warisan penting (legacy) Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022, yang telah menggagas dua pilar besar penanganan pandemi. Pilar pertama adalah securing sumber pendanaan melalui pendirian Pandemic Fund yang telah disahkan pada 2022. Pilar kedua, yang kini terwujud dalam Pandemic Agreement, adalah memajukan pilar normatif melalui instrumen hukum yang mengatur prinsip kesetaraan akses terhadap medical countermeasures, terutama saat pandemi, sehingga semua negara dan seluruh lapisan masyarakat dapat terlindungi secara adil.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pertemuan bilateral dengan Menkes RI, secara khusus menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif Indonesia dalam negosiasi dan kontribusi nyata dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. “Indonesia telah menjadi mitra strategis dan inspirasi dalam membangun norma global yang inklusif,” ungkap Dr. Tedros.</p>
<p>Pandemic Agreement yang terdiri dari 35 pasal, juga telah memuat kepentingan nasional seperti kedaulatan, komitmen pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon pandemi, termasuk penguatan tenaga kesehatan, research and development, transfer teknologi, dan diversifikasi produksi produk kesehatan.</p>
<p>Pandemic Agreement juga merefleksikan upaya Indonesia dan negara-negara berkembang dalam pembentukan Pathogen Access and Benefit Sharing (PABS) System yang akan memastikan keadilan, transparansi, dan perlindungan kepentingan semua pihak dalam akses ke sampel dan data patogen serta manfaatnya.</p>
<p>Namun demikian, pengesahan Pandemic Agreement di WHA 78 masih merupakan tahap awal. Selanjutnya negara-negara masih akan melanjutkan perundingan Annex terkait PABS. Sesuai ketentuan perjanjian tersebut, Pandemic Agreement baru akan berlaku setelah Annex PABS selesai dinegosiasikan dan disahkan sebagai bagian tak terpisah dari Pandemic Agreement.</p>
<p>Negosiasi Annex PABS diharapkan dapat segera berlangsung dengan target pengesahan di WHA 79 tahun 2026. Selanjutnya kedua dokumen baru akan berlaku mengikat setelah diratifikasi oleh sekurangnya 60 negara anggota WHO.</p>
<p>Indonesia berharap negara-negara dapat memanfaatkan momentum positif pengesahan Pandemic Agreement untuk mendorong kelancaran negosiasi Annex PABS.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/1ooo.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Untuk layanan Kesehatan bagi Masyarakat yang lebih baik, Indonesia dorong Kolaborasi Kesehatan Global di World Health Assemby 78</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/untuk-layanan-kesehatan-bagi-masyarakat-yang-lebih-baik-indonesia-dorong-kolaborasi-kesehatan-global-di-world-health-assemby-78</link>				
         <pubDate>Sun, 25 May 2025 15:19:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/untuk-layanan-kesehatan-bagi-masyarakat-yang-lebih-baik-indonesia-dorong-kolaborasi-kesehatan-global-di-world-health-assemby-78</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 21 Mei 2025</p>
<p>Memanfaatkan rangkaian persidangan World Health Assembly 78 di Jenewa, Delegasi Indonesia secara aktif terlibat dalam berbagai side event dan pertemuan bilateral dengan para pemangku kepentingan kesehatan global.</p>
<p>Salah satunya adalah pertemuan bilateral Menkes RI dengan Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Pertemuan berlangsung berlangsung di Palais des Nations, Jenewa pada Selasa (20/5). Pertemuan kedua figur penting ini saling memperkuat komitmen bersama mendukung agenda kesehatan global, mempertegas kontribusi nyata Indonesia di bawah kerangka WHO, serta transformasi Kesehatan untuk layanan Kesehatan bagi Masyarakat yang lebih baik.</p>
<p>Dalam pertemuan WHA 78, Indonesia juga menyambut baik berakhirnya proses negosiasi yang dilakukan oleh para wakil Pemerintah yang juga melibatkan stakeholders non-pemerintah terkait Pandemi Agreement. Instrumen hukum ini telah lama dinantikan dan proses ini akan menjadi tonggak penting bahwa kerja sama multilateral bekerja dengan optimal untuk kepentingan semua pihak. Pemerintah Indonesia tentunya siap mendukung perjanjian ini diterima secara konsensus di tingkat global.</p>
<p>Beberapa isu yang mengemuka di WHA 78 antara lain situasi global yang berpengaruh pada pendanaan Kesehatan yang banyak negara hadapi dan terutama oleh WHO. Sorotan diberikan pada penyesuaian struktur dan anggaran WHO untuk periode 2026–2027, menyusul penarikan dukungan dana dari Amerika Serikat.</p>
<p>Sampai saat ini WHO telah menghimpun komitmen investasi senilai USD 1,7 miliar dari 70 donor internasional. Indonesia turut berkontribusi sebagai salah satu negara berkembang yang memberikan dukungan signifikan, dengan komitmen pendanaan sebesar USD 30 juta. Komitmen ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2024 di Rio &#8211; Brazil.</p>
<p>Kemenkes RI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, BPOM dan Kementerian Keuangan telah menyiapkan rencana pemanfaatan dana tersebut. Indonesia akan memperhatikan kebutuhan di tingkat nasional, regional dan kantor pusat WHO, termasuk untuk keberlanjutan program-program Kesehatan di tanah air yang WHO dukung, serta WHO yang memberikan kesempatan bagi WNI untuk berkarir lebih tinggi.</p>
<p>Dalam pertemuan bilateral dengan Dirjen WHO dibahas juga upaya untuk WHO mempercepat pendirian WHO Collaborating Center untuk bidang keperawatan dan kebidanan di Indonesia. Ini merupakan usulan Indonesia untuk tingkatkan kualitas tenaga medis dan tenaga Kesehatan di nasional dan regional. Collaborting Center ini akan libatkan Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) dan sejumlah perguruan tinggi.</p>
<p>Di Sidang World Health Assembly ke-78 yang memajukan tema One World for Health, Indonesia juga menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat berjalan sendiri di tengah perubahan lanskap kesehatan global. Solidaritas dan kesetaraan menjadi kunci menuju sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif.</p>
<p>Selain itu, Indonesia juga mempercepat program eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui pengembangan vaksin generasi baru. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kasus TB, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Di pidato pembukaan WHA78, Dirjen Tedros menyatakan dukungan WHO untuk pengembangan vaksin TB ini dan menyambut baik Clinical Trial fase 3 yang dilakukan di Afrika Selatan, Kenya, Malawi, Zambia dan Indonesia. Upaya ini menjadi hal penting dalam penemuan vaksin TB yang efektif yang telah berlangsung selama 100 tahun lebih.</p>
<p>Di persidangan WHA78 ini, Indonesia juga menekankan komitmen untuk berkolaborasi erat dengan negara-negara tetangga di Kawasan Pasifik melalui reassignment Indonesia ke WPRO (Pasifik Barat). Kondisi pasca COVID-19 dimana kolaborasi erat diperlukan dengan otoritas Kesehatan negara-negara tetangga, terutama yang berbatasan langsung serta dan tantangan epidemologis saat ini dan di masa depan menjadikan strategisnya penguatan sinergi regional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250525-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim KKHI Madinah Lakukan Evakuasi Pasien, Jemaah: Pelayanannya Luar Biasa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-kkhi-madinah-lakukan-evakuasi-pasien-jemaah-pelayanannya-luar-biasa</link>				
         <pubDate>Sat, 24 May 2025 13:53:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-kkhi-madinah-lakukan-evakuasi-pasien-jemaah-pelayanannya-luar-biasa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 22 Mei 2025</p>
<p>Menjelang fase puncak ibadah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah bergerak cepat mengevakuasi pasien jemaah haji yang masih menjalani perawatan di Madinah menuju Makkah. Proses evakuasi dilakukan dengan kesiapsiagaan penuh guna memastikan seluruh jemaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.</p>
<p>&#8220;KKHI Madinah telah menyiapkan skema evakuasi dan fasilitasi ambulans agar seluruh pasien jemaah dapat melanjutkan perjalanan ibadah mereka ke Makkah dengan aman dan termonitor,&#8221; ujar dr. Lia Agustina, Penanggung Jawab Tim Evakuasi KKHI Madinah.</p>
<p>dr. Lia mengatakan, hingga Rabu, 21 Mei 2025, sebanyak 38 pasien jemaah telah dievakuasi dari Madinah ke Makkah, disertai oleh 4 orang pendamping dan anggota keluarga.</p>
<p>Sebagian besar jemaah haji gelombang I telah bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah puncak, seperti tawaf ifadah, sa&#8217;i, dan wukuf di Arafah.</p>
<p>Namun, bagi jemaah yang masih dan telah dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan di Madinah, perpindahan ini memerlukan ekstra perhatian dan perencanaan.</p>
<p>Salah satu pasien, Muchlis dari embarkasi Padang kloter 1 (PDG 001), menyampaikan rasa syukurnya atas pelayanan yang ia terima.</p>
<p>&#8220;Kami masuk minggu sore di KKHI sini dan dilayani cukup bagus. Ditangani di UGD, kemudian dipindahkan ke lantai 1. Diberi makan lengkap, minuman itu banyak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak hanya pelayanan medis, menurutnya petugas KKHI juga memberikan perhatian hingga ke hal-hal kecil seperti kebersihan dan kenyamanan ruangan. Ia bahkan mengapresiasi tim cleaning service yang dinilainya sopan dan tidak menyinggung perasaan pasien.</p>
<p>Muchlis juga mengungkapkan pengalaman selama perjalanan evakuasi dengan ambulans. &#8220;Fasilitas mobil ambulans ini, selain alat kesehatan, juga dilengkapi makanan. Sudah disiapkan semuanya. Kalo letih, kita bisa berhenti. Kalo lapar, kita tinggal makan. Pokoknya sudah lengkap. Trus, kami juga diberi pakaian ihram. Luar biasa ini pelayanannya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dengan penuh rasa syukur, Muchlis menyampaikan terima kasih kepada tim evakuasi dan mendoakan seluruh pasien serta petugas.</p>
<p>&#8220;Masya Allah. Kami berterima kasih dan bersyukur. Alhamdulillah bisa didampingi dengan baik. Sekali lagi kami berterima kasih dengan semua sudah melayani kami yang sakit ini. Kami mendoakan semuanya agar cepat sembuh. Aamiin,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Langkah cepat dan humanis dari KKHI Madinah ini menjadi bukti komitmen Kementerian Kesehatan RI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia, khususnya mereka yang memerlukan penanganan kesehatan ekstra selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Gerak Cepat Evakuasi Tim KKHI Madinah, Pasien Jemaah Ucapkan Rasa Syukur dan Terima Kasih</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gerak-cepat-evakuasi-tim-kkhi-madinah-pasien-jemaah-ucapkan-rasa-syukur-dan-terima-kasih</link>				
         <pubDate>Sat, 24 May 2025 13:49:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gerak-cepat-evakuasi-tim-kkhi-madinah-pasien-jemaah-ucapkan-rasa-syukur-dan-terima-kasih</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 22 Mei 2025</p>
<p>Menghadapi fase krusial ibadah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menunjukkan kesiapsiagaan penuh untuk mengevakuasi perpindahan pasien jemaah dari Madinah ke Makkah.</p>
<p>&#8220;KKHI Madinah telah menyiapkan skema evakuasi dan fasilitasi ambulans agar seluruh pasien jemaah dapat melanjutkan perjalanan ibadah mereka ke Makkah dengan aman dan termonitor&#8221;, ujar Penanggung Jawab Tim Evakuasi KKHI Madinah, dr. Lia Agustina, MPH.</p>
<p>Saat ini, sebagian besar jemaah haji gelombang I telah bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah puncak, seperti tawaf ifadah, sa&#8217;i, dan wukuf di Arafah. Namun, bagi jemaah yang masih dan telah dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan di Madinah, perpindahan ini memerlukan ekstra perhatian dan perencanaan.</p>
<p>dr. Lia, biasa disapanya mengatakan  hingga Rabu (21/5) telah dievakuasi pasien jemaah haji sebanyak 38 orang disertai oleh pendamping maupun anggota keluarga 4 orang. Total 42 orang dipindahkan dari Kota Madinah ke Makkah oleh KKHI Madinah. </p>
<p>Di sisi lain, ada rasa haru yang dirasakan oleh pasien embarkasi/kloter PDG 001, Muchlis asal Padang, Sumatera Barat. Ia berkisah bagaimana pelayanan yang diberikan KKHI hingga dievakuasi ke Makkah pada tanggal 21 Mei 2025.</p>
<p>&#8220;Kami masuk minggu sore di KKHI sini dan dilayani cukup bagus. Ditangani di UGD, kemudian dipindahkan ke lantai 1. Diberi makan lengkap, minum-minuman, itu banyak, &#8221; katanya.</p>
<p>Muchlis juga mengisahkan pelayanan<br />
cleaning service ruangan KKHI Madinah baik sekali, tidak ada yang menyinggung perasaan. Muchlis pun berpesan pelayanan yang baik ini terus dipertahankan.</p>
<p>Adapun, pelayanan evakuasi Tim KKHI Madinah, Muchlis menuturkan ada empat orang yang dievakuasi dengan ambulans, termasuk dirinya pada hari itu, didampingi satu orang dokter dan satu orang perawat.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa fasilitas mobil ambulans cukup lengkap, makanan-minuman disediakan, hingga pakaian ihram juga diberikan oleh KKHI Madinah.</p>
<p>&#8220;Fasilitas mobil ambulans ini, selain alat kesehatan, juga dilengkapi makanan. Sudah disiapkan semuanya. Kalo letih, kita bisa berhenti. Kalo lapar, kita tinggal makan. Pokoknya sudah lengkap. Terus, kami juga diberi pakaian ihram. Luar biasa ini pelayanannya. Kalo tidak siapa lagi yang akan memberi,&#8221; ucap Muchlis.</p>
<p>Ucapan rasa terima kasih Muchlis kepada Tim Evakuasi KKHI dan doa memohon kesembuhan kepada Illahi mengiringi perjalanannya dari Madinah ke Makkah. </p>
<p>&#8220;Masya Allah. Kami berterima kasih dan bersyukur. Alhamdulillah bisa didampingi dengan baik. Sekali lagi kami berterima kasih dengan semua sudah melayani kami yang sakit ini. Kami mendoakan semuanya agar cepat sembuh,&#8221; ujarnya menutup perbincangan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penyakit Jantung Mendominasi Wafatnya Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-jantung-mendominasi-wafatnya-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Sat, 24 May 2025 13:29:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-jantung-mendominasi-wafatnya-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 24 Mei 2025</p>
<p>Menjelang hari ke-22 pelaksanaan ibadah haji, data kumulatif Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) hingga tanggal 23 Mei 2025, menunjukkan terdapat 53 orang jemaah haji wafat di Tanah Suci.</p>
<p>Diketahui total 19 orang di antaranya meninggal dunia akibat serangan jantung dikarenakan penyakit jantung iskemik akut dan shock cardiogenic.</p>
<p>Data yang dihimpun tersebut memperlihatkan angka yang mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan menekankan kepada para jemaah, khususnya kepada Lansia dan yang memiliki komorbiditas, lebih bijak dalam menjalankan ibadah sunah.</p>
<p>Insiden kematian akibat penyakit jantung ini menjadi sorotan utama mengingat kondisi fisik jemaah haji yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang padat selama di Tanah Suci. Salah satu dari Tim Visitasi Kesehatan dr. Agus Sulistyawati, Sp.S saat visitasi kesehatan jemaah di Sektor 7 Daerah Kerja Makkah mengungkapkan  sebagian besar jemaah yang wafat memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya dan komorbid, serta kurang mengontrol diri untuk membatasi aktivitas fisik mereka.</p>
<p>&#8220;Kami sangat prihatin dengan angka kematian yang terjadi. Belasan jemaah telah berpulang, dan sebagian besar disebabkan oleh penyakit jantung,&#8221; ujar dr. Sulis biasa disapanya.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo juga turut prihatin dan menekankan bahwa puncak ibadah haji nanti saat di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) mulai tanggal 4 Juni pemberangkatannya dan membutuhkan persiapan serta manajemen diri yang baik.</p>
<p>&#8220;Para jemaah, terutama yang Lansia atau memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi, dan diabetes, untuk mengurangi ibadah sunah yang membutuhkan pengerahan tenaga ekstra. Contohnya, mengurangi frekuensi umroh, tawaf sunah berulang kali, menghindari jalan kaki jarak jauh ke Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi, serta wisata ziarah. Jemaah harus memastikan waktu istirahat yang cukup,&#8221; tegas Liliek.</p>
<p>Ibadah sunah memang memiliki pahala yang besar, namun kesehatan dan keselamatan jiwa jauh lebih utama, terutamanya pada saat pelaksanaan haji di Armuzna.</p>
<p>&#8220;Kami menganjurkan jemaah untuk tidak memaksakan diri. Hindari beribadah di siang hari yang terik. Gunakan selalu APD seperti masker, payung, kacamata hitam, alas kaki, ketika akan dan saat melakukan ibadah. Minum air putih atau air zam-zam sedikit demi sedikit hingga 2 liter per hari. Jangan lupa juga minum oralit sehari sekali agar tidak dehidrasi,&#8221; imbau Liliek.</p>
<p>Lebih lanjut, Ia pun mengingatkan agar para jemaah yang sakit dan yang sudah minum obat untuk diminum secara teratur. Hindari stres dengan selalu berpikiran positif dan berzikir. Periksa kesehatan 3x seminggu ke petugas kesehatan untuk memastikan faktor risiko penyakit terkendali.</p>
<p>&#8220;Dan, yang paling penting adalah dampingi jemaah dengan komorbid dan Lansia yang memiliki riwayat jantung bekerja sama dengan ketua regu dan jemaah yang sehat,&#8221; ucap Liliek.</p>
<p>Tujuan utama adalah meraih haji mabrur, dan itu harus dicapai dengan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, imbauan tegas ini diharapkan dapat menekan angka kematian jemaah di tahun ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0005-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Universitas Indonesia: Fokus Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tinjau-cek-kesehatan-gratis-di-universitas-indonesia-fokus-deteksi-dini-penyakit-tidak-menular</link>				
         <pubDate>Fri, 23 May 2025 14:45:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tinjau-cek-kesehatan-gratis-di-universitas-indonesia-fokus-deteksi-dini-penyakit-tidak-menular</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Depok, 23 Mei 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, meninjau langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Jumat (23/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Kesehatan dalam mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat, khususnya kalangan civitas akademika.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Dalam kunjungannya, Prof. Dante menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah preventif dalam sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&ldquo;Sasarannya adalah seluruh masyarakat Indonesia, tapi kami lakukan secara bertahap dengan sosialisasi yang berkelanjutan,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Program CKG mencakup semua kelompok usia, mulai dari Balita hingga Lansia. Pemeriksaan dilakukan secara terstruktur dan disesuaikan dengan fase kehidupan masing-masing. Misalnya, untuk anak sekolah pemeriksaan dilakukan mengikuti kalender akademik, sementara untuk mahasiswa dilakukan pada masa awal perkuliahan.</p>
<p>Prof. Dante menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah mengidentifikasi faktor risiko penyakit sebelum muncul gejala klinis.</p>
<p>&ldquo;Kalau kita tahu sejak dini ada hipertensi atau obesitas, maka edukasi dan intervensi bisa dilakukan lebih awal. Ini akan mencegah penyakit-penyakit berat seperti stroke atau serangan jantung,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pendekatan preventif jauh lebih efisien secara ekonomi dibandingkan penanganan kuratif.</p>
<p>&ldquo;Mengobati penyakit jantung jelas lebih mahal daripada mencegahnya. Ini cara kita menekan biaya kesehatan nasional,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan memberdayakan individu untuk lebih peduli terhadap kesehatannya sejak dini.</p>
<p>Kegiatan di UI menjadi proyek percontohan pertama sebelum program diperluas ke berbagai kampus dan komunitas di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 500 civitas akademika UI telah mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan.</p>
<p>Hasil awal menunjukkan sejumlah temuan yang mengkhawatirkan, seperti tingginya angka obesitas, hipertensi, dan rendahnya aktivitas fisik di kalangan peserta.</p>
<p>&ldquo;Padahal, UI ini kampus yang mendukung aktivitas fisik. Ini perlu menjadi perhatian,&rdquo; kata Prof. Dante.</p>
<p>Data awal mengungkap bahwa tiga kondisi terbanyak yang ditemukan adalah hipertensi, obesitas, dan diabetes. Peserta dengan temuan risiko kesehatan akan dirujuk ke klinik terdekat untuk evaluasi dan penanganan lanjutan.</p>
<p>Program CKG dirancang tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan dan tindak lanjut medis&mdash;selaras dengan transformasi sistem kesehatan nasional dari pendekatan kuratif ke promotif-preventif.</p>
<p>&ldquo;Kampus punya potensi besar dalam menyebarkan kesadaran kesehatan, khususnya di kalangan generasi muda,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya peran aktif institusi dalam mendukung keberhasilan program ini. Dengan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan angka kesakitan di masyarakat dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>&ldquo;Ini bukan hanya program medis, tapi program pemberdayaan masyarakat,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Banyak yang mengaku baru pertama kali melakukan cek kesehatan secara menyeluruh dan terkejut dengan hasil yang menunjukkan risiko kesehatan yang tidak disadari sebelumnya.</p>
<p>&mdash;<br>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-23-at-14.45.39.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Pencegahan dan Penanganan Cepat di Tanah Suci</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/99-jemaah-haji-terserang-pneumonia-kemenkes-ingatkan-pentingnya-pencegahan-dan-penanganan-cepat-di-tanah-suci</link>				
         <pubDate>Thu, 22 May 2025 07:37:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/99-jemaah-haji-terserang-pneumonia-kemenkes-ingatkan-pentingnya-pencegahan-dan-penanganan-cepat-di-tanah-suci</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 21 Mei 2025</p>
<p>Sebanyak 99 jemaah haji Indonesia dilaporkan terserang pneumonia selama menunaikan ibadah di Tanah Suci. Angka ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan, mengingat pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang dapat berakibat fatal, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan yang rentan atau memiliki komorbiditas.</p>
<p>Data yang dihimpun oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik Daerah Kerja (Daker) Makkah maupun Madinah per tanggal 20 Mei 2025, <em>cut-off</em> pukul.16.00 WAS, menunjukkan bahwa jemaah yang terserang pneumonia tersebar di berbagai sektor dan kloter. Mereka saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Kami mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia di kalangan jemaah haji kita. Dari 99 kasus pneumonia, ada satu jemaah yang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Ini adalah kondisi yang harus diwaspadai, karena dapat berkembang menjadi lebih serius, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat,&#8221; ujar Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji, di KKHI Madinah (21/5).</p>
<p>Pneumonia adalah peradangan pada kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Di lingkungan ibadah haji yang padat dan dengan suhu panas ekstrem, risiko penularan infeksi pernapasan menjadi lebih tinggi.</p>
<p>KKHI mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang bertendensi sebagai pencetus kasus pneumonia di kalangan jemaah haji, antara lain:</p>
<p>1. Suhu panas ekstrem, berdasarkan data <em>real time</em> KKHI, suhu hari ini di Makkah dan Madinah berkisar antara 41-47 derajat celcius. Suhu udara yang tinggi ini, jika kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.<br />
2. Kelelahan fisik, rangkaian ibadah haji yang padat, dari mulai lamanya perjalanan, umroh wajib hingga puncak di Armuzna, membutuhkan stamina fisik yang kuat, sehingga kelelahan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.<br />
3. Keramaian massa, penularan penyakit dengan kepadatan jemaah haji hingga jutaan orang dapat meningkatkan risiko penularan virus atau bakteri penyebab pneumonia.<br />
4. Riwayat penyakit penyerta (komorbiditas), jemaah dengan riwayat diabetes, hipertensi, penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi.</p>
<p>&#8220;Kami ingatkan tak bosan-bosan kepada jemaah untuk selalu waspada. Gunakan masker ketika batuk-pilek dan di area keramaian. Cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer sebelum dan sesudah beraktivitas. Minum air putih/zam-zam sedikit demi sedikit hingga 2 liter sehari. Yang mempunyai komorbid dan sudah minum obat rutin, jangan lupa obatnya diminum secara teratur,&#8221; tutur Liliek.</p>
<p>Ia pun berpesan bahwa puncak ibadah haji saat Armuzna memerlukan stamina yang tinggi, jemaah untuk mengurangi ibadah sunnah seperti umroh yang berulang kali. Simpan energi dan jangan terlalu capek. Jangan merokok di sembarang tempat, hormati orang lain yang tidak merokok.</p>
<p>&#8220;Segera melapor dan memeriksakan diri saat kurang enak badan ke petugas kesehatan haji dan pos kesehatan. Kesehatan jemaah adalah prioritas utama kami. Mari kita jaga bersama-sama agar ibadah haji berjalan lancar dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan sehat,&#8221; tutup Liliek.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250521-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUP Dr. Kariadi dan FK UNDIP Sepakat Jalankan Kembali PPDS Anestesi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-dr-kariadi-dan-fk-undip-sepakat-jalankan-kembali-ppds-anestesi</link>				
         <pubDate>Tue, 20 May 2025 22:11:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-dr-kariadi-dan-fk-undip-sepakat-jalankan-kembali-ppds-anestesi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 20 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan secara resmi mengumumkan dimulainya kembali residensi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk Program Studi Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) yang diselenggarakan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Keputusan ini diambil setelah seluruh persyaratan perbaikan dan mitigasi yang diminta telah dipenuhi seluruhnya.</p>
<p>Berbagai langkah perbaikan telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola program pendidikan, terutama dalam aspek pembelajaran, pengawasan, serta perlindungan terhadap peserta didik. RSUP Dr. Kariadi dan FK UNDIP juga menunjukkan komitmen serius dalam mencegah dan menangani praktik perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran.</p>
<p>Sebanyak 35 langkah perbaikan telah diterapkan, mencakup pemasangan CCTV di area pelayanan dan pendidikan, pembaruan prosedur operasional standar (SOP), serta penguatan sistem pelaporan insiden. Seluruh langkah tersebut telah diaudit oleh dua kementerian, yakni Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).</p>
<p>“Hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kami mengumumkan bahwa RSUP Dr. Kariadi bersama FK UNDIP telah menyelesaikan seluruh perbaikan yang dibutuhkan untuk memperbaiki tata kelola pendidikan serta mencegah terjadinya perundungan. Program spesialis anestesi yang sempat dihentikan kini bisa dilanjutkan kembali,” ujar dr. Azhar Jaya, MARS, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Salah satu kebijakan penting yang mulai diterapkan adalah pembatasan jam kerja peserta didik maksimal 80 jam per minggu. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keselamatan pasien sekaligus kesehatan para residen.</p>
<p>Program pendidikan spesialis ini akan kembali berjalan dengan penyesuaian rotasi dan penempatan tugas peserta didik. Menanggapi kasus yang sempat terjadi di masa lalu, Rektor UNDIP menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>“Kasus yang lalu sudah masuk ke ranah hukum, dan apa pun keputusan hukum—baik ringan, berat, atau bebas—akan kami patuhi. Yang penting proses berjalan sesuai ketentuan” tegas Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo.</p>
<p>Kementerian Kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap jalannya program ini, dan menjadikannya sebagai model dalam menciptakan sistem pendidikan dokter spesialis yang aman, dan berkualitas di seluruh rumah sakit pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Prof. Suharnomo menekankan bahwa keberlanjutan kerja sama antara FK UNDIP dan RSUP Dr. Kariadi merupakan bagian penting dari pemulihan sistem pendidikan kedokteran yang telah terbangun selama bertahun-tahun.</p>
<p>“FK UNDIP dan RSUP Dr. Kariadi ibarat kembar siam yang tidak bisa dipisahkan. Ketika ada penghentian sementara, tentu terasa seperti ada yang hilang. Meski program PPDS tetap berjalan di RSND dan rumah sakit jejaring kami, hari ini menjadi momentum penting untuk melanjutkan residensi kembali di Kariadi,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek dalam proses pemulihan ini.</p>
<p>“Hari ini sudah ditandatangani perjanjian antara FK UNDIP dan RSUP Dr. Kariadi. Kami siap segera menata ulang seluruh tahapan residensi,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Universitas Diponegoro juga membuka sejumlah kanal pelaporan seperti Halo UNDIP dan helpdesk untuk menerima laporan atas potensi pelanggaran atau kekerasan.</p>
<p>“Kami membuka semua ruang pelaporan. Tidak semua laporan pasti benar, karena kadang ada juga gesekan antar generasi. Tapi semua laporan kami proses dan verifikasi dengan serius,” kata Prof. Suharnomo.</p>
<p>Dengan dimulainya kembali program pendidikan spesialis di RSUP Dr. Kariadi, kedua institusi menegaskan komitmen untuk membangun sistem pendidikan kedokteran yang menjunjung tinggi etika profesi, bebas dari perundungan, dan berorientasi pada mutu layanan kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG_7870.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kelelahan dan Dehidrasi Picu Kejadian Akut Kronis, Jemaah Diminta Waspada</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kelelahan-dan-dehidrasi-picu-kejadian-akut-kronis-jemaah-diminta-waspada</link>				
         <pubDate>Tue, 20 May 2025 18:27:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kelelahan-dan-dehidrasi-picu-kejadian-akut-kronis-jemaah-diminta-waspada</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 20 Mei 2025</p>
<p>Berdasarkan data <em>real time </em>Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) bahwa suhu udara di Makkah dan Madinah hari ini (20/5) hingga mencapai kisaran 41 – 45 derajat celsius.</p>
<p>Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi terasa semakin panas dengan kelembaban udara yang rendah di bawah 30% dapat berdampak kepada permasalahan kesehatan jemaah haji. Di antaranya dehidrasi dan kelelahan yang dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal jantung dan penyakit paru kronis.</p>
<p>&#8220;Di tengah tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu tinggi dan potensi dehidrasi, kami meminta para jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kondisi kesehatan akut maupun memperburuk penyakit kronis yang sudah ada. Begitupun dengan para petugas kesehatan haji untuk terus mengingatkan jemaah menjaga kondisi tubuh secara optimal dan memastikan asupan cairan yang cukup selama berada di Tanah Suci,&#8221; tutur dr. Mohammad Imran, MKM, Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi, Selasa (20/5/2025).</p>
<p>Ia pun menjelaskan bahwa cuaca panas dapat dengan cepat memicu masalah kesehatan akut seperti <em>heatstroke</em>, dehidrasi berat, dan kelelahan ekstrem. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi memperburuk penyakit kronis yang diderita jemaah, seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan pernapasan.</p>
<p>Data KKHI, baik Daerah Kerja (Daker) Madinah maupun Makkah, mencatat data pelayanan kesehatan kloter hingga tanggal 19 Mei 2025 terdapat 25.189 orang  jemaah yang dirawat jalan. Tiga kasus penyakit terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan myalgia.</p>
<p>Sedangkan, untuk pelayanan rujukan ke RS Arab Saudi (RSAS) terdokumentasi sebanyak 302 jemaah yang dirawat inap dengan tiga kasus terbanyak adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes.</p>
<p>&#8220;Kami sangat menekankan kepada jemaah untuk selalu memantau kondisi tubuhnya. Jangan sampai memaksakan diri dalam beraktivitas, terutama di bawah terik matahari. Gunakan masker saat berada di luar ruangan dan keramaian. Istirahat yang cukup dan segera melaporkan serta memeriksakan diri ke petugas kesehatan haji maupun pos kesehatan yang ada jika merasa tidak sehat adalah kunci,&#8221; ujar dr. Imran di Kantor KKHI Daker Makkah, Selasa (20/5/2025).</p>
<p>Kabid Kesehatan tersebut juga menyarankan agar jemaah minum air secara teratur meskipun tidak merasa haus. &#8220;Dehidrasi bisa datang dengan cepat dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Bawa selalu botol air minum dan isi ulang sesering mungkin,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250521-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Inggris dan Indonesia Perbarui Komitmen untuk Memperkuat Kolaborasi dalam Sektor Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/inggris-dan-indonesia-perbarui-komitmen-untuk-memperkuat-kolaborasi-dalam-sektor-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 20 May 2025 17:43:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/inggris-dan-indonesia-perbarui-komitmen-untuk-memperkuat-kolaborasi-dalam-sektor-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 20 Mei 2025</p>
<p>Pada tanggal 20 Mei 2025, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dan Parliamentary Under-Secretary of State for Public Health and Prevention, Ashley Dalton MP, secara resmi memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kesehatan antara Indonesia dan Inggris dalam rangkaian Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) di Jenewa. Pembaruan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris pada bulan November 2024, di mana kedua pemerintah sepakat untuk memperkuat dan merevitalisasi hubungan Inggris dan Indonesia melalui Kemitraan Strategis yang baru dan lebih mendalam di masa depan. Bidang Kesehatan menjadi salah satu elemen penting yang dibahas kedua pemimpin, termasuk pendidikan tenaga kesehatan, keahlian klinis spesialis, serta penelitian dan inovasi. Kerja sama ini ditujukan untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dengan dampak yang bermakna bagi kedua negara.</p>
<p>Melanjutkan dari MoU pertama yang ditandatangani pada 2020, MoU yang diperbarui ini menandai cakupan kerja sama yang lebih luas dan dalam antara Indonesia dan Inggris. MoU ini meliputi area strategis seperti penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, mendorong pelayanan kesehatan primer agar tidak hanya terpusat di rumah sakit, serta peningkatan deteksi, pencegahan dna pengendalian penyakit—termasuk kerja sama dalam mengatasi resistensi antimikroba (AMR) dan pendekatan One Health (Satu Sehat).<br />
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup bidang sains, teknologi, dan inovasi kesehatan, seperti bioteknologi, genomik, farmasi, dan alat kesehatan. Kedua negara juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan percepatan riset klinis untuk hasil pengobatan yang lebih baik. Di era digital ini, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dari kerja sama, termasuk dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia dengan menekankan upaya pencegahan sejak dini.</p>
<p>Pemerintah Inggris merupakan salah satu kontributor terbesar untuk berbagai organisasi multilateral seperti WHO, UNICEF, UNFPA, Gavi, dan Bank Dunia. Di sisi lain, Indonesia juga semakin memperkuat perannya di kancah global dengan menjadi pemimpin di Wilayah Selatan (Global South) serta menjadi mitra penting bagi Inggris, terutama dalam menangani tantangan kesehatan bersama. Indonesia kini juga tercatat sebagai salah satu kontributor penting untuk Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria, yang sejak 2002 telah membantu menyelamatkan lebih dari 65 juta jiwa di seluruh dunia.</p>
<p>Kerja sama Inggris-Indonesia ini tak hanya memperkuat kolaborasi di sektor kesehatan masyarakat, namun juga membuka peluang investasi dan inovasi bersama, khususnya di bidang teknologi medis, alat kesehatan, dan layanan kesehatan modern. Pembaruan kerja sama ini kemudian akan menjadi salah satu pilar utama dalam Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia (UK-Indonesia Strategic Partnership), yang akan menjadi kerangka acuan komprehensif untuk memperdalam kolaborasi bilateral, mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat dialog antara Indonesia dan Inggris.</p>
<p>Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan:<br />
“Pembaruan komitmen kerja sama kesehatan mencerminkan kuat dan luasnya cakupan kemitraan strategis kita dengan berlandaskan rasa saling percaya dan nilai bersama. Hal itu juga menegaskan prioritas bersama dalam memajukan keamanan kesehatan global, mendukung ketahanan sistem kesehatan, meningkatkan inovasi dan teknologi kesehatan digital, serta mewujudkan akses kesehatan yang setara untuk semua.&#8221;</p>
<p>Dengan digagasnya Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia, saya harap kita dapat memperkuat ikatan dalam bidang kesehatan dan menerjemahkan usaha bersama menjadi hasil yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua negara kita dan dunia.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan Bonanza Perwira Taihitu mengatakan pihaknya menyambut baik pembaruan kemitraan penting ini dengan Inggris. Melalui MoU ini, kami menegaskan kembali komitmen bersama untuk memajukan kesehatan global, mendorong inovasi, dan membangun sistem kesehatan yang tangguh. </p>
<p>“Dengan fokus pada pencegahan, teknologi, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kerja sama ini akan mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara,&#8221; ucap Bonanza.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/jenewa.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemkab Klungkung Audiensi ke Kemenkes, Bahas Penguatan Pembangunan Kesehatan di Daerah Kepulauan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemkab-klungkung-audiensi-ke-kemenkes-bahas-penguatan-pembangunan-kesehatan-di-daerah-kepulauan</link>				
         <pubDate>Tue, 20 May 2025 08:16:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemkab-klungkung-audiensi-ke-kemenkes-bahas-penguatan-pembangunan-kesehatan-di-daerah-kepulauan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Mei 2025</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Klungkung melakukan audiensi ke Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperkuat sinergi pembangunan sektor kesehatan, khususnya percepatan penurunan stunting dan penguatan layanan primer. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Tjokorda Surya, beserta jajarannya. Rombongan diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono di ruang rapat Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (19/5).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dante menyampaikan apresiasinya atas langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemkab Klungkung dalam menurunkan angka stunting dan memperkuat layanan kesehatan primer.</p>
<p>“Kami melihat Klungkung sebagai daerah yang serius dan tertata dalam upaya menurunkan stunting. Kami sedang menyiapkan pelatihan untuk dokter umum puskesmas mengenai pertumbuhan dan pengukuran kesejahteraan janin dalam kandungan, dan Klungkung akan menjadi salah satu wilayah yang dilibatkan sejak tahap awal,” ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Terkait penguatan sumber daya manusia medis di daerah, ia juga menyampaikan dukungan terhadap penempatan dokter spesialis melalui mekanisme program pendidikan dokter spesialis (PPDS).</p>
<p>“Kami akan meminta kepada Universitas Udayana dan RSUP Prof. Ngoerah untuk bisa menempatkan PPDS tahap akhir di RS Gema Santi. Ini penting, terutama untuk spesialis dasar yang masih sangat terbatas di wilayah tersebut,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung program-program prioritas bidang kesehatan, terutama yang berkaitan dengan penurunan stunting dan peningkatan mutu layanan kesehatan dasar.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenkes yang selama ini telah memberikan perhatian pada Klungkung, termasuk menjadikan kami lokus pembelajaran nasional penurunan stunting dan pemberian insentif fiskal tahun 2024 lebih dari Rp6,5 miliar,” ujar Bupati Satria.</p>
<p>Ia juga memaparkan capaian sektor kesehatan di Klungkung, termasuk keberhasilan dalam menekan angka stunting secara signifikan.</p>
<p>“Kabupaten Klungkung berhasil mencapai angka stunting di bawah 5 persen pada 2023, jauh di bawah target nasional. Ini berkat kerja keras para tenaga kesehatan dan dukungan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>“Ke depan, kami berkomitmen mengoptimalkan upaya agar Klungkung bisa menjadi kabupaten zero stunting sebagai bagian dari visi kami di bidang kesehatan,” lanjutnya.</p>
<p>Bupati juga menyampaikan sejumlah agenda penguatan layanan kesehatan, termasuk rencana lanjutan rehabilitasi tiga Pustu ILP pada 2025 dan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) senilai Rp12,5 miliar. Selain itu, ia mengharapkan dukungan Kemenkes dalam mempercepat persetujuan pengadaan alat kesehatan melalui proyek SOPHI dan INPULs.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengusulkan pembangunan puskesmas keempat di Nusa Penida untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan.</p>
<p>“Semoga juga usulan untuk membangun puskesmas keempat di Nusa Penida dapat dibantu pada tahun 2027 atau 2028, agar masyarakat di wilayah yang masih jauh dari akses Puskesmas bisa mendapatkan layanan yang lebih dekat dan cepat,” kata Bupati Satria.</p>
<p>Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaboratif. Pemkab Klungkung menyampaikan apresiasi atas respon positif dan keterbukaan jajaran Kemenkes dalam menampung berbagai usulan demi memperkuat sistem kesehatan di daerah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54529773128_fcb0b7d16a_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>COVID-19 Kembali Merebak di Luar Negeri, Masyarakat Diminta Waspada</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/covid-19-kembali-merebak-di-luar-negeri-masyarakat-diminta-waspada</link>				
         <pubDate>Mon, 19 May 2025 20:13:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/covid-19-kembali-merebak-di-luar-negeri-masyarakat-diminta-waspada</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI menanggapi meningkatnya kasus COVID-19 di beberapa negara Asia seperti Singapura, Thailand dan Hongkong, yang saat ini tengah mengalami tren kenaikan kasus. Peningkatan tersebut terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat, termasuk dari Indonesia, yang diperkirakan akan bepergian untuk menghadiri berbagai agenda internasional seperti konser artis dunia Lady Gaga yang dimulai pada 18 Mei 2025.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan hingga minggu ke-19 tahun 2025 kondisi penyebaran virus masih dalam batas aman.</p>
<p>“Di tengah dinamika global, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman. Surveilans penyakit menular, termasuk COVID-19, terus kami perkuat, baik melalui sistem sentinel maupun pemantauan di pintu masuk negara,” ujar Aji di Jakarta, Senin (19/5).</p>
<p>Di Singapura, lonjakan kasus tercatat namun masih berada dalam pola musiman yang lazim terjadi setiap tahun. Varian yang bersirkulasi di sana merupakan turunan dari JN.1, yang tidak menyebabkan peningkatan keparahan kasus.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Aji menegaskan bahwa pemerintah belum memberlakukan pengetatan akses keluar-masuk negara. Namun, pengawasan dan pemantauan di pintu masuk internasional tetap ditingkatkan melalui SatuSehat Health Pass (SSHP). Hingga saat ini, belum ada larangan perjalanan ke luar negeri, tetapi masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama jika berencana bepergian ke negara yang sedang mengalami lonjakan kasus.</p>
<p>“Kami mendorong masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di sana, dan menunda perjalanan apabila tidak mendesak atau dalam kondisi kurang sehat,” katanya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan juga terus mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dasar seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat batuk pilek, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran napas atau flu.</p>
<p>Selain itu, vaksinasi booster COVID-19 tetap direkomendasikan, terutama bagi mereka yang belum mendapatkannya atau termasuk dalam kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid.</p>
<p>“Masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap penting. Kami pastikan langkah-langkah deteksi dini, pelaporan, dan kesiapsiagaan terus kami jalankan untuk menjaga situasi nasional tetap aman,” tutup Aji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Picsart_25-05-19_20-11-59-902.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cuaca Panas dan Kepadatan Jemaah Picu Lonjakan Kasus ISPA, Kemenkes Imbau Penggunaan Masker di Luar Ruangan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cuaca-panas-dan-kepadatan-jemaah-picu-lonjakan-kasus-ispa-kemenkes-imbau-penggunaan-masker-di-luar-ruangan</link>				
         <pubDate>Mon, 19 May 2025 16:36:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cuaca-panas-dan-kepadatan-jemaah-picu-lonjakan-kasus-ispa-kemenkes-imbau-penggunaan-masker-di-luar-ruangan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 19 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk lebih waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menjadi keluhan terbanyak selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Hingga hari ini, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja Makkah dan Madinah telah mencatat 7.957 kasus ISPA di kalangan jemaah.</p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, menjelaskan bahwa peningkatan kasus ISPA dipicu oleh tingginya kepadatan jemaah di area seperti Thawaf, Sa’i, dan terminal bus, serta suhu ekstrem yang saat ini berkisar antara 42 hingga 46 derajat Celcius di Makkah Al Mukarromah.</p>
<p>“Situasi ini menjadi faktor risiko utama penularan penyakit ISPA,” ujar Imran dalam konferensi pers di Media Center Haji (MCH) Daker Makkah, Senin (19/5). Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 115.727 jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah, dan sekitar 80% di antaranya tergolong kelompok berisiko tinggi (risti), termasuk lanjut usia dan penderita penyakit penyerta.</p>
<p>Imran menambahkan bahwa ISPA yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi pneumonia, salah satu penyebab utama jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Pneumonia dapat menyebabkan kematian secara langsung atau menimbulkan komplikasi serius seperti sepsis—respon ekstrem tubuh terhadap infeksi yang dapat mengganggu fungsi organ vital seperti paru-paru dan ginjal.</p>
<p>Untuk mencegah kondisi memburuk, terutama jemaah yang termasuk kelompok risti, diimbau untuk tidak memaksakan diri menjalani aktivitas ibadah yang menguras fisik, seperti umrah sunnah berulang kali. Aktivitas luar ruangan juga sebaiknya dihindari pada jam-jam terik, antara pukul 10.00 hingga 16.00 WAS.</p>
<p>Kemenkes juga menekankan pentingnya mengonsumsi air putih atau air zamzam secara berkala, setidaknya 200 ml per jam atau minimal 2 liter per hari. Namun yang tak kalah penting, penggunaan masker saat beraktivitas di luar hotel atau di tempat keramaian sangat dianjurkan, terutama bagi jemaah yang mengalami gejala flu, batuk, atau pilek. Masker terbukti efektif dalam menyaring partikel debu maupun virus penyebab infeksi pernapasan.</p>
<p>“Bila ada keluhan dan masalah kesehatan, segera menghubungi petugas kesehatan di kloter dan memeriksakan diri di pos kesehatan yang tersedia,” pesan Imran.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250519-WA0017.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jelang Armuzna, KKHI Makkah Gencarkan Visitasi dan Edukasi ke Jemaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-armuzna-kkhi-makkah-gencarkan-visitasi-dan-edukasi-ke-jemaah</link>				
         <pubDate>Mon, 19 May 2025 16:31:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-armuzna-kkhi-makkah-gencarkan-visitasi-dan-edukasi-ke-jemaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 18 Mei 2025</p>
<p>Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah semakin intensif melakukan visitasi ke pemondokan-pemondokan jemaah haji Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga optimal sebelum menghadapi rangkaian ibadah yang berat.</p>
<p>Secara rutin Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) KKHI Makkah mendatangi berbagai sektor pemondokan yang tersebar di Makkah. Dalam visitasi ini, mereka berkoordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap jemaah yang rentan dan memiliki penyakit komorbid, berisiko tinggi (Risti), serta penanganan pasien pasca perawatan di RS Arab Saudi (RSAS).</p>
<p>Selain melakukan monitoring-evaluasi kesehatan saat visitasi, tim KKHI Makkah juga mengedukasi kepada jemaah untuk selalu menjaga stamina dan kesehatan fisik juga mental mereka selama beraktivitas di Tanah Suci. </p>
<p>&#8220;Data KKHI Makkah mencatat hingga Minggu (18/5) sejumlah 6.088 orang jemaah mendapatkan rawat jalan di pelayanan kesehatan kloter dengan diagnosis terbanyak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sedangkan, dari 89 pasien yang dirujuk ke RSAS sebagian besar karena menderita diabetes melitus. Oleh karenanya, visitasi kesehatan ini merupakan bagian penting dari persiapan menjelang Armuzna,&#8221; jelas dr. Edi Supriyatna, MKK, Kepala Seksi Kesehatan PPIH Arab Saudi merangkap Kepala KKHI Makkah.</p>
<p>Senada dengan dr. Edi, dr. Agus Sulistyawati, Sp.S, saat memimpin visitasi kesehatan di sektor 7 Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Minggu (18/5) juga mengungkapkan bahwa kegiatan visitasi ini adalah upaya komprehensif kesehatan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan mampu beraktivitas saat melaksanakan wukuf di Arafah dan rangkaian ibadah lainnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Sulis, biasa disapanya, mengingatkan kepada jemaah untuk menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, serta menghindari aktivitas fisik yang berlebihan menjelang Armuzna.</p>
<p>&#8220;Cuaca ekstrem di Makkah hingga di atas 40 derajat celsius. Tak bosan-bosan kami terus mengingatkan jemaah untuk jangan terlalu capek beraktivitas, banyak minum air putih 2 liter sehari, jangan telat makan, selalu membawa dan minum obat-obatan pribadi secara teratur, dan jika tubuhnya terasa tidak enak badan segera lapor serta memeriksakan diri ke TKHK dan pos kesehatan satelit,&#8221; ujar dr. Sulis.</p>
<p>Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Armuzna, KKHI Makkah akan terus berbenah dan menyiapkan diri untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Diharapkan, dengan kondisi kesehatan yang prima, para jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250519-WA0008.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pelayanan Prima KKHI Madinah Dirasakan Langsung Jemaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pelayanan-prima-kkhi-madinah-dirasakan-langsung-jemaah</link>				
         <pubDate>Sat, 17 May 2025 19:15:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pelayanan-prima-kkhi-madinah-dirasakan-langsung-jemaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><em>Madinah, 17 Mei 2025</em></p>
<p>Kehangatan Madinah tak hanya terasa dari sejarah dan jejak langkah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dari layanan kesehatan yang diberikan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Di tengah pergerakan jemaah haji dari Madinah menuju Makkah, sejumlah jemaah menyempatkan diri untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pelayanan yang mereka terima selama dirawat di KKHI.</p>
<p>Salah satu ungkapan tulus datang dari pasangan jemaah asal Banyumas, Jawa Tengah, yakni Salamun dan Harti Susina. Keduanya sempat menjalani perawatan di KKHI Madinah pada pekan pertama bulan Mei dan kini telah pulih serta kembali bergabung dengan rombongan.</p>
<p>“Perasaan saya lebih baik setelah dirawat di sini. Terutama perut yang sering sakit, sudah tidak sakit. Batuk akibat makan makanan yang digoreng seperti tempe goreng, sekarang sudah berkurang,” ujar Salamun.</p>
<p>Harti, yang mendampingi dan juga mendapat perawatan di tempat yang sama, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para petugas kesehatan. Ia mengapresiasi kenyamanan yang diberikan selama masa perawatan, mulai dari ketersediaan makanan, fasilitas mandi, pakaian, hingga perhatian dari tim medis.</p>
<p>“Saya berterima kasih terhadap pelayanan di sini yang menyiapkan fasilitasnya dengan baik. Semoga semua petugas haji Indonesia <em>diparingi</em> sehat dalam menjalankan tugas dengan lancar. Bisa menjalani ibadah haji bersama-sama kita dan bertemu nanti di Makkah,” ucapnya haru.</p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, menyampaikan apresiasi atas testimoni jemaah yang menurutnya menjadi bukti nyata komitmen tim KKHI dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.</p>
<p>“Kami sangat senang mendengar respon positif dari para jemaah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Tim KKHI, baik Madinah maupun Makkah terdiri dari para profesional yang berdedikasi dan selalu siap memberikan bantuan kesehatan yang dibutuhkan oleh jemaah haji,” jelas dr. Imran.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa KKHI didukung fasilitas lengkap, mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD), ruang observasi, ruang rawat inap umum dan kejiwaan, ambulans, serta layanan penunjang medis lainnya. Tak hanya bersifat kuratif, tim kesehatan juga menjalankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi untuk menjaga daya tahan tubuh jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p><strong>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</strong><br />
<em>Aji Muhawarman, ST, MKM</em></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/KKHI-Madinah-916.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jaga Kesehatan Jemaah, Kemenkes Imbau Konsumsi Makanan Sesuai Jadwal Saji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jaga-kesehatan-jemaah-kemenkes-imbau-konsumsi-makanan-sesuai-jadwal-saji</link>				
         <pubDate>Fri, 16 May 2025 22:03:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jaga-kesehatan-jemaah-kemenkes-imbau-konsumsi-makanan-sesuai-jadwal-saji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><em>Makkah, 16 Mei 2025</em></p>
<p>Untuk mencegah terjadinya keracunan makanan di kalangan jemaah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mengimbau seluruh jemaah agar mengonsumsi makanan kotak saji sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.</p>
<p>Sanitarian KKHI Makkah, Dedy Kurniawan, SKM, MKM, menyampaikan bahwa imbauan ini penting untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, terdapat jeda waktu sekitar 4–6 jam sejak proses pengolahan hingga makanan sampai ke tangan jemaah.</p>
<p>“Kami mengimbau dengan sangat agar para jemaah dapat mematuhi jadwal konsumsi makanan yang tertera pada kotak saji,” ujar Dedy saat melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di pemondokan jemaah sektor 6 Daerah Kerja Makkah, 15 Mei 2025.</p>
<p>Makanan yang dibagikan kepada jemaah, lanjut Dedy, telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Namun jika dikonsumsi melebihi waktu yang disarankan, potensi kerusakan dan kontaminasi dapat meningkat.</p>
<p>“Di kotak saji tertera makan pagi sebaiknya dikonsumsi maksimal pukul 09.00 WAS, makan siang hingga pukul 16.00 WAS, dan makan malam maksimal pukul 21.00 WAS,” jelasnya.</p>
<p>Selain mematuhi waktu konsumsi, jemaah juga diingatkan untuk memeriksa kondisi makanan sebelum disantap. Bila terdapat perubahan warna, aroma tidak sedap, atau tanda-tanda kerusakan lainnya, jemaah diminta untuk tidak mengonsumsinya dan segera melapor kepada petugas kesehatan.</p>
<p>“Kesehatan jemaah adalah prioritas kami. Dengan kerja sama dan kesadaran dari seluruh jemaah untuk mematuhi imbauan ini, kita dapat meminimalkan risiko terjadinya keracunan makanan dan memastikan ibadah haji berjalan lancar dan sehat,” tegas Dedy.</p>
<p>Petugas haji juga diminta untuk terus mengedukasi jemaah tentang pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, termasuk dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Langkah preventif ini diharapkan dapat membantu seluruh jemaah menjalani ibadah dalam kondisi sehat dan prima.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p><strong>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</strong><br />
<em>Aji Muhawarman, ST, MKM</em></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Makanan-Haji.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan, Menkes Resmikan Pembangunan RSUD Raja Ampat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-kesehatan-di-wilayah-kepulauan-menkes-resmikan-pembangunan-rsud-raja-ampat</link>				
         <pubDate>Fri, 16 May 2025 21:40:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-kesehatan-di-wilayah-kepulauan-menkes-resmikan-pembangunan-rsud-raja-ampat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><em>Raja Ampat, 16 Mei 2025</em></p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto, dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Hasbi, melakukan peletakan batu pertama pembangunan peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat dari kelas D menjadi kelas C. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Win bidang kesehatan yang dicanangkan pemerintah untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan dan terluar.</p>
<p>“Bapak Presiden berpesan kepada saya, layanan kesehatan jangan hanya untuk orang Jawa. Seluruh rakyat Indonesia harus mendapat layanan yang setara,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Pada tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 32 RSUD di berbagai daerah prioritas. Hadirnya rumah sakit kelas C di Raja Ampat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rujukan ke fasilitas kesehatan di kota besar seperti Sorong atau Makassar untuk mendapatkan layanan dasar.</p>
<p>RSUD Raja Ampat akan dilengkapi dengan fasilitas layanan untuk menangani penyakit katastropik seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal. Selain itu, rumah sakit ini juga akan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Peralatan medis penunjang yang akan disediakan meliputi CT-scan, mammografi, cath lab, NICU, serta alat untuk kemoterapi.</p>
<p>“Tidak cukup hanya membangun gedung, kami juga memastikan SDM, alat, dan sistem rujukan berjalan baik. Ini agar layanan yang diberikan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegas Menkes.</p>
<p>Dalam arahannya kepada pemerintah daerah, Menkes juga menegaskan pentingnya memastikan kualitas pelaksana konstruksi, menyusun rencana induk pembangunan rumah sakit yang komprehensif, menjamin ketersediaan tenaga kesehatan, memperbaiki tata kelola dan efisiensi keuangan rumah sakit, serta mengutamakan upaya promotif dan preventif melalui edukasi dan skrining kesehatan.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menyampaikan bahwa indikator keberhasilan sistem kesehatan bukan terletak pada tingginya jumlah pasien di rumah sakit, melainkan pada semakin sedikitnya masyarakat yang jatuh sakit. Karena itu, Kementerian Kesehatan saat ini tengah menggencarkan program skrining gratis untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.</p>
<p>“Tugas saya bukan hanya mengobati, tapi menjaga masyarakat tetap sehat. Rumah sakit yang bagus itu penting, tapi yang paling utama adalah mencegah orang jatuh sakit,” tegas Menkes.</p>
<p>Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan Kementerian Kesehatan atas perhatian yang besar terhadap masyarakat Papua Barat Daya. Menurutnya, pembangunan RSUD Raja Ampat bukan sekadar soal fasilitas, tetapi tentang harapan dan keselamatan masyarakat di wilayahnya.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan seluruh jajaran Kementerian Kesehatan atas perhatian nyata melalui pembangunan RSUD ini. Ini bukan hanya tentang gedung, tapi tentang harapan dan nyawa masyarakat Papua Barat Daya,” ujarnya.</p>
<p>Elisa juga menekankan pentingnya dukungan sumber daya manusia kesehatan agar rumah sakit yang dibangun benar-benar dapat memberikan layanan yang optimal. Ia berharap anak-anak Papua mendapat peluang yang lebih besar untuk menjadi dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya, agar rumah sakit tidak hanya berdiri, tetapi juga dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan.</p>
<p>Ia turut menyoroti tantangan geografis Raja Ampat yang terdiri dari empat pulau besar. Oleh karena itu, keberadaan rumah sakit harus didukung pula oleh puskesmas dan sistem rujukan yang kuat serta terintegrasi, untuk menjamin layanan kesehatan darurat yang cepat dan responsif.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menyatakan kesiapan pemerintah kabupaten untuk mengawal seluruh proses pembangunan rumah sakit ini, baik dari sisi tata kelola, penyediaan tenaga kesehatan, maupun pelayanan langsung kepada masyarakat.</p>
<p>“Kami siap mengawal pembangunan ini agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Raja Ampat dan sekitarnya,” ujarnya.</p>
<p>Pembangunan RSUD Raja Ampat akan menjadikan fasilitas ini sebagai rumah sakit dengan layanan strata madya yang mampu menangani penyakit-penyakit katastropik serta menjadi rujukan regional. Proyek ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan kesetaraan layanan kesehatan di seluruh pelosok negeri.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p><strong>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</strong><br />
<em>Aji Muhawarman, ST, MKM</em></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/RSUD-Raja-Ampat.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pelatihan Regulasi Alat Kesehatan ASEAN-Jepang Resmi Diluncurkan di Jakarta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pelatihan-regulasi-alat-kesehatan-asean-jepang-resmi-diluncurkan-di-jakarta</link>				
         <pubDate>Fri, 16 May 2025 19:27:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pelatihan-regulasi-alat-kesehatan-asean-jepang-resmi-diluncurkan-di-jakarta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><em>Jakarta, 16 Mei 2025</em></p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) Jepang dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia secara resmi meluncurkan proyek dua tahun bertajuk ASEAN-Japan Medical Devices Regulatory Training 2025. </p>
<p>Proyek ini didukung oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF) serta mendapatkan dukungan tambahan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Tujuannya adalah memperkuat kapasitas regulator alat kesehatan di kawasan ASEAN guna mendorong harmonisasi regulasi yang responsif terhadap perkembangan teknologi medis.</p>
<p>Pelaksanaan tahun pertama dimulai pada 14 hingga 16 Mei 2025 di The Westin Jakarta. Rangkaian kegiatan mencakup simposium satu hari yang dihadiri oleh sekitar 400 peserta luring dan 200 peserta daring, serta seminar dua hari yang diikuti oleh 40 regulator alat kesehatan dari negara-negara ASEAN. Forum ini menjadi ajang strategis bagi pertukaran pengetahuan antara regulator, akademisi, pelaku industri, dan asosiasi alat kesehatan dari tingkat regional hingga internasional.</p>
<p>Dalam sambutan pembuka, Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jepang untuk ASEAN H.E. Kiya Masahiko menegaskan pentingnya kolaborasi ASEAN dan Jepang dalam memperkuat sistem regulasi alat kesehatan. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat akses terhadap teknologi medis yang aman, inovatif, dan berkualitas.</p>
<p>Pesatnya perkembangan teknologi seperti <em>Software as a Medical Device </em>(SaMD), kecerdasan buatan (AI), <em>Internet of Things </em>(IoT), serta alat diagnostik mandiri menuntut respons regulasi yang harmonis dan adaptif. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman bersama mengenai standar teknis, pelaporan kejadian tidak diinginkan (<em>adverse events</em>), serta pengawasan pasca pasar.</p>
<p>Prof. Dante menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi Indonesia. Melalui pelatihan ini, Indonesia dapat memperkuat regulasi alat kesehatan di dalam negeri sekaligus memahami regulasi negara-negara ASEAN lainnya, sehingga membuka peluang produk alat kesehatan lokal untuk bersaing di pasar global. </p>
<p>“Kami membangun sistem regulasi yang harmonis, efisien, dan responsif terhadap inovasi. Ini penting untuk memastikan keselamatan pasien dan efisiensi proses perizinan,” jelas Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes juga menyinggung pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi COVID-19, di mana terjadi keterbatasan akses terhadap alat kesehatan, termasuk alat pelindung diri dan masker. Ia menekankan pentingnya penguatan industri dalam negeri untuk memastikan kemandirian nasional di masa depan. </p>
<p>“Tahap demi tahap TKDN-nya mulai ditingkatkan kandungan dalam negerinya, sehingga nanti kita bisa memproduksi sendiri, dan mungkin bisa ekspor ke beberapa negara,” jelas Prof. Dante.</p>
<p>Meskipun masih bergantung pada impor bahan baku aktif obat (<em>active pharmaceutical ingredients</em>) dari India dan Tiongkok, Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam produksi alat kesehatan. Beberapa produk bahkan telah berhasil diekspor ke Jepang, menandai kemajuan industri <em>medical devices </em>nasional.</p>
<p>Simposium yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan ini membahas berbagai isu dari perspektif global dan regional, termasuk pembaruan dari <em>International Medical Device Regulators Forum </em>(IMDRF), prakualifikasi WHO untuk alat diagnostik in vitro (IVD), serta pemanfaatan SaMD oleh industri Jepang, seperti <em>computer-aided detection </em>(CADe) dan <em>computer-aided diagnosis </em>(CADx). ASEAN Medical Device Committee (AMDC) turut memaparkan perkembangan terbaru dan arah kebijakan harmonisasi regulasi di tingkat regional.</p>
<p>Seiring dengan simposium, ditampilkan pula alat kesehatan buatan dalam negeri dari 22 industri nasional. Pameran ini menjadi ajang promosi produk-produk lokal yang telah memiliki kapasitas ekspor, sekaligus membuka peluang jejaring antarnegara ASEAN dan Jepang. Kegiatan ini mencerminkan komitmen kolektif para pemangku kepentingan dalam mempercepat akses terhadap alat kesehatan yang inovatif, efektif, dan aman.</p>
<p>Seminar lanjutan selama dua hari berikutnya menjadi ruang pelatihan teknis yang mendalam bagi para regulator ASEAN. Kegiatan dimulai dengan diskusi meja bundar mengenai tantangan dan pembaruan kebijakan nasional, serta pengenalan kembali inisiatif <em>ASEAN Diagnostic Security and Self-Reliance </em>(ADxSSR) yang diusulkan Indonesia. PMDA memimpin sesi teknis seputar <em>Medical Device Single Audit Program </em>(MDSAP), evaluasi alat kesehatan berisiko tinggi, dan pelatihan tentang standar internasional.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan UI dalam proyek strategis ini. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memperkuat kapasitas regulator, tetapi juga memperluas ruang kolaborasi lintas negara dalam menciptakan sistem regulasi yang tangguh dan adaptif. </p>
<p>“Inilah bentuk nyata kontribusi akademisi dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih tangguh di kawasan ASEAN,” ujarnya.</p>
<p>Tahun ini menjadi kali ketiga Universitas Indonesia melalui Fakultas Farmasi dipercaya sebagai pelaksana utama (<em>implementing agency</em>) pelatihan ini, menunjukkan konsistensi peran UI dalam mendukung pengembangan kebijakan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dekan Fakultas Farmasi UI, Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si., menambahkan bahwa kepercayaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi UI dalam mendorong regulasi dan inovasi di sektor kesehatan.</p>
<p>“Peran kami sebagai <em>implementing agency </em>selama tiga tahun berturut-turut mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi UI dalam menjembatani akademisi, regulator, dan industri. Kami percaya bahwa sinergi ini adalah kunci dalam menciptakan sistem regulasi yang tangguh, adaptif, dan mendukung akses masyarakat terhadap alat kesehatan berkualitas,” tutur Prof. Arry.</p>
<p>Melalui kolaborasi erat antara ASEAN dan Jepang ini, kedua pihak menegaskan komitmen bersama dalam membangun sistem regulasi alat kesehatan yang harmonis, inovatif, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus memperkuat daya saing industri kawasan.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (ID/SK)</p>
<p><strong>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</strong><br />
<em>Aji Muhawarman, ST, MKM</em></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Asean-Japan-Symposium-2025.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Percepatan Registry Anak: Fokus Awal pada Down Syndrome dan Penyakit Jantung Bawaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-percepatan-registry-anak-fokus-awal-pada-down-syndrome-dan-penyakit-jantung-bawaan</link>				
         <pubDate>Thu, 15 May 2025 21:11:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-percepatan-registry-anak-fokus-awal-pada-down-syndrome-dan-penyakit-jantung-bawaan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian data children registry atau registrasi anak secara nasional, khususnya untuk anak-anak dengan kondisi khusus seperti Down Syndrome. Penegasan ini disampaikan dalam peringatan Hari Down Syndrome Sedunia 2025 yang digelar di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Kamis (15/5).</p>
<p>Menkes menekankan bahwa proses registrasi yang saat ini dipercayakan kepada Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, harus segera dituntaskan agar menjadi dasar kebijakan pelayanan kesehatan anak yang lebih akurat.</p>
<p>“Database-nya harus jadi, registry-nya harus jadi. Ini harus diselesaikan cepat,” tegas Menkes Budi.</p>
<p>Berdasarkan data dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 400 ribu bayi baru lahir telah menjalani skrining dini untuk enam jenis penyakit, termasuk hipotiroid kongenital. Dari jumlah tersebut, ditemukan sekitar 4.300 kasus penyakit jantung bawaan (congenital heart disease), menjadikannya kasus kedua tertinggi setelah kelainan empedu. Angka ini mewakili sekitar 1% dari total bayi yang disaring.</p>
<p>Sekitar 50% dari anak-anak dengan Down Syndrome juga tercatat memiliki penyakit jantung bawaan. Dengan data yang kini telah lengkap, termasuk identitas dan alamat anak, Menkes meminta agar dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengidentifikasi berapa dari 4.300 kasus tersebut juga mengidap Down Syndrome.</p>
<p>“Yang saya minta sekarang adalah sumber data yang betul-betul bisa menyelesaikan child registry ini,” ujarnya.</p>
<p>Menkes juga menyebutkan bahwa penanganan Down Syndrome saat ini masih bersifat semi-paliatif karena kondisi tersebut sudah terjadi sejak lahir. Untuk itu, pemerintah memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi seperti NLR dan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), guna memperluas edukasi dan layanan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, RSAB Harapan Kita ditugaskan untuk menghimpun data dari RSUD di 514 kabupaten/kota yang menangani pasien Down Syndrome. Selain itu, rumah sakit nasional ini juga diminta untuk menyusun program pelatihan bagi dokter daerah agar kualitas layanan di luar Jakarta dapat ditingkatkan.<br />
“Jangan hanya eksklusif di Jakarta,” tegas Menkes.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kesenjangan layanan akibat kondisi geografis menjadi perhatian serius pemerintah. Setiap rumah sakit penerima bantuan dituntut mampu memberikan layanan optimal bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ketua POTADS Eliza Oktavianti Rogi menyambut baik peluncuran buku “Tanya Jawab Seputar Penyakit Jantung Bayi, Anak, dan Remaja dengan Down Syndrome.” Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi tenaga medis maupun keluarga penyandang Down Syndrome.</p>
<p>“Kami sebagai orang tua berusaha, tapi kami juga butuh dukungan dari luar,” ujarnya.</p>
<p>POTADS selama ini aktif dalam memberdayakan keluarga penyandang Down Syndrome melalui edukasi dan kegiatan pendukung seperti Rumah Ceria. Organisasi ini meyakini bahwa anak-anak dengan kondisi tersebut dapat tumbuh menjadi individu yang produktif bila mendapatkan dukungan dan akses layanan yang memadai.</p>
<p>Menurut data POTADS, terdapat sekitar 300 ribu penyandang Down Syndrome di Indonesia. Namun, baru sekitar 3.000 yang tercatat aktif dalam komunitas. Dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan dan Puskesmas hingga tingkat kelurahan, diharapkan semakin banyak keluarga yang mendapatkan edukasi, pendampingan, dan akses terhadap layanan kesehatan.</p>
<p>Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh setiap 21 Maret dijadikan momentum untuk memperkuat sistem kesehatan yang inklusif dan berpihak pada semua anak. Peluncuran buku ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Down-Syndrom-15-Mei.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada MERS-CoV: Kemenkes Imbau Jemaah Haji Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-mers-cov-kemenkes-imbau-jemaah-haji-tingkatkan-kewaspadaan-dan-jaga-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 15 May 2025 20:14:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-mers-cov-kemenkes-imbau-jemaah-haji-tingkatkan-kewaspadaan-dan-jaga-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 15 Mei 2025</p>
<p>Menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua pada 17 Mei 2025, Kementerian Kesehatan mengimbau para tamu Allah SWT untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Berdasarkan informasi dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sembilan kasus terkonfirmasi positif MERS-CoV yang terjadi pada 1 Maret hingga 21 April 2025.</p>
<p>Kasus tersebut ditemukan di wilayah Riyadh sebanyak delapan orang dan di Hail satu orang. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Di antara kasus ini, tujuh di antaranya teridentifikasi di Riyadh, termasuk enam petugas kesehatan yang tertular infeksi nosokomial dari satu pasien terinfeksi yang mereka rawat.</p>
<p>“Meskipun kasus MERS-CoV ini tidak banyak dan terkendali di Arab Saudi, namun para jemaah dan petugas haji harus selalu waspada,” ujar dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rabu (15/5).</p>
<p>Lebih lanjut, Imran menjelaskan bahwa MERS-CoV adalah penyakit pernapasan serius yang disebabkan oleh virus corona. Penularan dapat terjadi melalui kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, terutama unta, atau melalui droplet pernapasan dari manusia ke manusia.</p>
<p>Gejala umumnya meliputi demam, batuk, dan kesulitan bernapas, yang dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih parah. Ia menegaskan bahwa KKHI di Makkah maupun Madinah selalu siap siaga memberikan pelayanan medis bagi jemaah yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan.</p>
<p>“Hindari kontak langsung dengan unta, termasuk foto dengan unta dan minum susu unta di peternakan ataupun tidak mengonsumsi produk olahan unta yang tidak terjamin kebersihannya. Kami imbau kepada jemaah untuk memakai masker saat di tempat keramaian. Lakukan pola hidup bersih dan sehat, pelihara kebersihan tangan dengan selalu cuci tangan sebelum dan sehabis beraktivitas,” imbuh Imran.</p>
<p>Ia juga menyerukan agar para jemaah, jika merasakan gejala demam, batuk, sakit tenggorokan, atau kesulitan bernapas, segera melaporkan kepada petugas kesehatan haji untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan cepat.</p>
<p>—<br />
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/Haji-15-Mei.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Klinik dan Apotek Desa, Perluas Akses Masyarakat Untuk Dapatkan Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/klinik-dan-apotek-desa-perluas-akses-masyarakat-untuk-dapatkan-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 15 May 2025 15:46:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/klinik-dan-apotek-desa-perluas-akses-masyarakat-untuk-dapatkan-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 15 Mei 2025. </p>
<p>Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, L. Rizka Andalucia turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau klinik dan apotek desa saat melakukan kunjungan di Desa Cangkuang Wetan, Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2025. </p>
<p>Guna mendukung Inpres tersebut, Kementerian Kesehatan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait dalam melakukan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi termasuk penetapan kebijakan penyelenggaraan koperasi desa/kelurahan merah putih dalam pembentukan klinik dan apotek desa/kelurahan.</p>
<p>Pembentukan klinik dan apotek desa/kelurahan merah putih ini sebagai bagian dari unit bisnis koperasi desa/kelurahan merah putih, yang merupakan salah satu upaya untuk memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sudah ada 30 ribuan Poskesdes tinggal diintegrasikan dengan Kopdes Merah Putih. Ada lagi 20 ribu Pustu (Puskesmas pembantu). Kalau digabung 50 ribu desa sudah punya (layanan kesehatan),&#8221; kata Zulhas.</p>
<p>Sistem pelayanan di klinik desa akan menyediakan berbagai layanan kesehatan berbasis siklus hidup seperti skrining dan edukasi kesehatan, vaksinasi/imunisasi, pengobatan terbatas serta laboratorium dengan tes cepat. </p>
<p>Upaya kesehatan yang dilakukan tidak terbatas pada layanan yang bersifat kuratif, namun juga promotif dan preventif. Melalui klinik desa ini, akan dilakukan juga kegiatan pemberdayaan di bidang kesehatan serta pelayanan pengembangan.</p>
<p>Di satu sisi,  apotek desa akan menjalankan pelayanan standar meliputi pengelolaan serta pelayanan klinis, dengan memberikan konsultasi ataupun pemberian obat terkait obat-obat program seperti HIV, TB, Malaria dan program lainnya.</p>
<p>Selain itu, apotek desa dapat melakukan pengembangan layanan dengan memberikan pelayanan obat dan alat kesehatan komersial, seperti pemberian obat dengan resep dokter, obat bebas dan bebas terbatas, obat herbal, vitamin dan suplemen kesehatan, serta alat kesehatan sederhana seperti termometer, kasa, dan plester.</p>
<p>Klinik dan apotek desa/kelurahan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, termasuk obat-obatan, konsultasi kesehatan, dan edukasi kesehatan khususnya di daerah yang sulit terjangkau. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi beban biaya kesehatan, dan mendorong perekonomian lokal dengan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (Humas Farmalkes/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/fr.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Apresiasi Langkah Jakarta: Pasukan Putih dan Inovasi Layanan Promotif-Preventif untuk Kesehatan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-apresiasi-langkah-jakarta-pasukan-putih-dan-inovasi-layanan-promotif-preventif-untuk-kesehatan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Wed, 14 May 2025 13:37:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-apresiasi-langkah-jakarta-pasukan-putih-dan-inovasi-layanan-promotif-preventif-untuk-kesehatan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif bagi masyarakat. Pendekatan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan hadiah terbaik bagi rakyat Indonesia: hidup sehat dan berkualitas.</p>
<p>“Saya ingin mengucapkan selamat karena teman-teman di DKI Jakarta benar-benar ingin mengusahakan agar masyarakatnya tetap sehat. Jangan sampai sakit,” ujar Menkes Budi saat menghadiri peluncuran program kesehatan di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Rabu (14/5).</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa seiring dengan kemajuan teknologi kesehatan, hanya dibutuhkan dua strategi utama untuk menjaga kesehatan masyarakat. Pertama, edukasi gaya hidup sehat (promotif), dan kedua, pemeriksaan kesehatan rutin yang mudah diakses dan tanpa biaya (preventif).</p>
<p>“Kalau dua hal ini dijalankan secara konsisten, maka masyarakat akan memiliki usia harapan hidup yang panjang, tapi juga sehat dan produktif,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu terobosan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah membentuk Pasukan Putih, yaitu tim layanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada edukasi dan pencegahan penyakit. Tim ini akan secara aktif mendatangi warga, terutama lansia dan penderita penyakit kronis seperti stroke dan diabetes, untuk memberikan edukasi dan pendampingan kesehatan secara langsung.</p>
<p>“Tugas kita adalah memastikan semua masyarakat Indonesia bisa hidup sehat hingga usia 74 tahun, bukan hanya hidup lama tapi juga tetap bugar,” ungkap Menkes.</p>
<p>Program ini juga menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin minimal 30 menit sehari, serta pengelolaan stres.</p>
<p>Menkes Budi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga empat indikator utama kesehatan: tekanan darah (maksimal 120/80), gula darah (tidak lebih dari 200 mg/dL), kadar kolesterol terkontrol, dan lingkar perut (maksimal 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita).</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa tantangan kesehatan di kawasan padat penduduk seperti Rusun Tanah Tinggi memerlukan pendekatan aktif dan responsif. Oleh karena itu, selain Pasukan Putih, Jakarta juga meluncurkan layanan konseling kesehatan jiwa yang dapat diakses secara daring maupun via telepon.</p>
<p>“Pasukan Putih akan fokus melayani Lansia dan warga yang memiliki penyakit seperti stroke dan diabetes. Mereka akan proaktif mendatangi warga,” ujar Gubernur Pramono.</p>
<p>Dalam memperkuat respon darurat medis, Pemprov DKI juga menyiagakan 78 unit ambulans serta 17 unit motor ambulans yang dirancang khusus untuk menjangkau area padat dan gang sempit di pemukiman warga.</p>
<p>Langkah-langkah inovatif ini diharapkan menjadi model layanan kesehatan masyarakat yang bisa direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250514-WA0097.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan KKHI Madinah Rutin Lakukan Inspeksi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-sanitasi-dan-pengamanan-pangan-kkhi-madinah-rutin-lakukan-inspeksi</link>				
         <pubDate>Mon, 12 May 2025 18:18:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-sanitasi-dan-pengamanan-pangan-kkhi-madinah-rutin-lakukan-inspeksi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 12 Mei 2025</p>
<p>Sebagai upaya holistik untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah, KKHI Madinah secara rutin setiap hari menerjunkan Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan untuk inspeksi, mulai dari KKHI hingga ke berbagai perusahaan katering yang melayani jemaah dan penginapan-penginapan yang ditempati. </p>
<p>Langkah ini diambil untuk mencegah potensi risiko penyakit yang dapat timbul akibat kesehatan lingkungan yang buruk dan makanan yang tidak layak konsumsi. Terlebih hingga 11 Mei 2025 telah tiba 70.299 jemaah haji Indonesia di Madinah dari 525 kloter, yang 79% di antaranya jemaah berisiko tinggi (Risti). </p>
<p>&#8220;Kami melakukan pemeriksaan sanitasi dan pengamanan pangan setiap hari mulai dari KKHI, di tempat katering dan penginapan jemaah. Selain itu, pengecekan kami mulai dari kebersihan dapur dan penyimpanan bahan makanan hingga sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah di KKHI, perusahaan katering, serta penginapan. Tim juga memeriksa kualitas bahan makanan yang digunakan, proses pengolahan makanan, serta penyajian makanan kepada jemaah,&#8221; ungkap Sanitarian KKHI Madinah, Ali Mukhrodi, S.ST, MM, yang memimpin inspeksi (11/5).</p>
<p>Standar kebersihan dapur, peralatan masak, higienitas personal para pekerja katering, dan pengendalian vektor serta binatang pembawa penyakit seperti lalat dan tikus, menjadi fokus utama dalam setiap inspeksi. Ali menegaskan bahwa kesehatan jemaah adalah prioritas utama. </p>
<p>&#8220;Kami tidak ingin sedikit pun ada kompromi terkait kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi jemaah. Inspeksi rutin ini adalah langkah preventif untuk mencegah terjadinya keracunan makanan atau penyakit lain yang disebabkan oleh makanan yang tidak memenuhi standar,&#8221; ujarnya saat berdialog dengan salah satu pengusaha katering.</p>
<p>Dalam setiap inspeksi, Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi kesehatan kepada pihak katering mengenai pentingnya menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian atau potensi risiko, tim akan memberikan rekomendasi perbaikan dan melakukan pemantauan hingga masalah tersebut terselesaikan.</p>
<p>Adapun yang menjadi fokus perhatian dan kegiatan Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan KKHI Madinah saat inspeksi, yakni:</p>
<p>1. Kualitas bahan baku dengan memeriksa bahan-bahan yang digunakan segar dan tidak kedaluarsa.<br />
2. Pengolahan pangan yang higienis dengan mengawasi proses memasak untuk memastikan makanan diolah dengan benar, matang sempurna, dan terhindar dari kontaminasi silang.<br />
3. Penyimpanan yang tepat dengan mengecek apakah bahan pangan yang disimpan dan olahan makanan dikemas secara baik dan pada suhu yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya.<br />
4. Kebersihan peralatan dan area kerja dengan memeriksa kebersihan seluruh peralatan masak, area dapur, tempat penyajian makanan, toilet, hingga pengelolaan sampah.<br />
5. Higienitas personal pekerja dengan memastikan para pekerja katering memiliki pemahaman dan praktik higienitas yang baik, seperti mencuci tangan pakai sabun dengan baik sebelum dan setelah bekerja, serta menggunakan alat pelindung diri (APD seperti sarung tangan, masker, penutup kepala) yang sesuai.<br />
6. Pengujian sampel makanan dan pengukuran kualitas lingkungan. Hal tersebut dilaksanakan guna memastikan tidak adanya kandungan bakteri atau zat berbahaya pada makanan dan kualitas lingkungan, termasuk bagaimana pihak katering melakukan pengendalian vektor serta binatang pembawa penyakit.</p>
<p>Selain melakukan inspeksi ke katering, tim ini juga melakukan pemantauan terhadap sanitasi lingkungan di penginapan-penginapan jemaah, termasuk kebersihan kamar mandi, toilet, pengelolaan sampah, dan pengukuran kualitas lingkungan. Upaya ini dilakukan secara terintegrasi untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.</p>
<p>Dengan inspeksi rutin dan pengawasan kesehatan lingkungan, KKHI Madinah berharap dapat memberikan jaminan kualitas dan keamanan pangan bagi seluruh jemaah haji Indonesia, sehingga mereka dapat beribadah dengan tenang dan fokus, serta terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak layak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250512-WA0027.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kenali Tanda-tanda Masalah Kesehatan Jiwa Jemaah Haji di Tanah Suci</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-tanda-tanda-masalah-kesehatan-jiwa-jemaah-haji-di-tanah-suci</link>				
         <pubDate>Sun, 11 May 2025 21:23:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-tanda-tanda-masalah-kesehatan-jiwa-jemaah-haji-di-tanah-suci</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 10 Mei 2025</p>
<p>Data pelayanan kesehatan yang dihimpun oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menyebutkan reaksi stress akut dan gangguan penyesuaian diri merupakan diagnosis penyakit terbanyak yang dialami pasien jemaah gelombang 1 semenjak kedatangannya di awal Mei lalu.</p>
<p>Meskipun penyakit seperti gangguan jantung, hipertensi, dan diabetes menjadi posisi yang teratas, namun kasus stress akut dan gangguan penyesuaian diri para tamu Alloh juga perlu mendapat perhatian serius sebagai permasalahan kesehatan yang seringkali ditangani oleh para petugas kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah.</p>
<p>Dokter spesialis jiwa di KKHI Madinah, dr. Kusufia Mirantri, Sp.KJ  mengungkapkan bahwa tekanan fisik, perubahan lingkungan drastis, kelelahan, serta perpisahan sementara dan/atau tanpa pendampingan dari keluarga dapat menjadi pemicu stres signifikan bagi jamaah. </p>
<p>&#8220;Banyak jemaah, terutama Lansia atau mereka yang memiliki kerentanan sebelumnya, mengalami kesulitan beradaptasi. Stress dan gangguan penyesuaian ini dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan tidur, kecemasan berlebih, hingga gejala psikosomatis,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi sesama jemaah maupun pendamping atau keluarga untuk mengenali tanda-tanda awal masalah kejiwaan agar dapat segera memberikan dukungan atau mencari bantuan profesional. dr. Upi, biasa disapanya, menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci untuk penanganan yang efektif, sehingga tidak mengganggu kekhusyukan ibadah jamaah. </p>
<p>Adapun, untuk mengenali tanda-tanda seorang jemaah mengalami masalah kejiwaan diantaranya dengan pertama, adanya perubahan perilaku yang mencolok. </p>
<p>&#8220;Coba perhatikan, jika ada jemaah yang biasanya ceria dan mudah bergaul tiba-tiba menjadi mudah tersinggung, atau sebaliknya, menarik diri secara ekstrem, lebih suka menyendiri, dan enggan berinteraksi dengan orang lain,&#8221; ujar dr. Upi. </p>
<p>Yang kedua, kesulitan tidur atau insomnia. Gangguan tidur yang persisten, seperti sulit untuk memulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa tidak segar setelah tidur, bisa menjadi pertanda adanya tekanan mental. Kurang tidur dapat memperburuk kondisi emosional dan kognitif jamaah.</p>
<p>Ketiga, adanya kecemasan atau ketakutan yang berlebihan. Merasa sedikit cemas di lingkungan baru adalah wajar. Namun, jika kecemasan tersebut menjadi berlebihan, tidak rasional, dan mengganggu aktivitas sehari-hari—misalnya, takut keluar kamar, takut ke masjid meski ditemani, atau panik berlebihan saat berada di keramaian—ini memerlukan perhatian serius.</p>
<p>Keempat, kebingungan terhadap tempat, waktu, dan orang (disorientasi). Jemaah yang mengalami masalah kejiwaan mungkin menunjukkan tanda-tanda kebingungan. </p>
<p>&#8220;Mereka bisa jadi tidak tahu sedang berada di mana, lupa hari atau tanggal, bahkan kesulitan mengenali teman serombongan atau pendampingnya,&#8221; jelas dr. Upi. </p>
<p>Kondisi ini sering disebut disorientasi dan membutuhkan evaluasi lebih lanjut.</p>
<p>Dan, terakhir yaitu terjadi perubahan <em>mood</em> yang cepat dan tidak terduga. Perhatikan fluktuasi suasana hati yang ekstrem dan cepat. Seorang jemaah mungkin tiba-tiba menjadi sangat mudah marah karena hal sepele, atau sebaliknya, mendadak menjadi sangat sedih, menangis tanpa alasan yang jelas, padahal beberapa saat sebelumnya tampak biasa saja.</p>
<p><strong>Langkah yang Harus Diambil</strong></p>
<p>Jika tanda-tanda tersebut teramati pada seorang jamaah, pendamping atau rekan jemaah diharapkan tidak mendiagnosis sendiri. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendekati jamaah tersebut dengan empati, mencoba mendengarkan apa yang dirasakan, dan membantu penyesuaian diri jamaah, misalnya membantu cara menggunakan kamar mandi atau cara menggunakan lift.</p>
<p>&#8220;Jangan ragu untuk segera melaporkan kondisi tersebut kepada ketua rombongan atau Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) yang mendampingi. Mereka lebih kompeten untuk melakukan penilaian awal dan memberikan intervensi yang tepat, termasuk merujuk ke KKHI jika diperlukan,&#8221; tegas dr. Upi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250511-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Gelombang I Mulai Bergerak ke Makkah, KKHI Lakukan Langkah Strategis Penguatan Pelayanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-gelombang-i-mulai-bergerak-ke-makkah-kkhi-lakukan-langkah-strategis-penguatan-pelayanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sun, 11 May 2025 21:20:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-gelombang-i-mulai-bergerak-ke-makkah-kkhi-lakukan-langkah-strategis-penguatan-pelayanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 11 Mei 2025</p>
<p>Pergerakan jemaah haji gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah telah dimulai. Mengantisipasi potensi peningkatan risiko kesehatan selama fase krusial ibadah haji ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk melindungi kesehatan dan keselamatan jemaah.</p>
<p>dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh jemaah, terutama menjelang puncak ibadah haji. </p>
<p>&#8220;KKHI telah menyiapkan dan melakukan berbagai hal strategis untuk pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah ini,&#8221; ujar dr. Imran.</p>
<p>Pertama, menguatkan layanan kesehatan yang proaktif di penginapan/sektor dengan konsolidasi Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan tim visitasi KKHI langsung ke penginapan jemaah.</p>
<p>Tim ini diperkuat dengan kehadiran dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan paru-paru untuk memberikan konsultasi dan penanganan dini bagi jemaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi dan menangani masalah kesehatan sebelum memerlukan penanganan yang lebih intensif.</p>
<p>Kedua, menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai dan terstandardisasi, baik di KKHI Makkah maupun Madinah. </p>
<p>Fasilitas ini dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD) untuk penanganan kasus emergensi, ruang observasi untuk pemantauan kondisi jemaah, ambulans untuk transportasi medis, serta ruang rawat inap umum dan ruang rawat inap khusus bagi pasien dengan masalah kejiwaan. Kesiapan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan respons cepat dan tepat terhadap berbagai kondisi kesehatan jemaah.</p>
<p>Ketiga, optimalisasi sistem rujukan kegawatdaruratan. KKHI telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk memastikan kelancaran rujukan kegawatdaruratan bagi jemaah yang membutuhkan perawatan lanjutan dan intensif.</p>
<p>Keempat, melibatkan secara aktif ketua regu dan rombongan melalui petugas kesehatan haji. </p>
<p>&#8220;Pentingnya peran aktif ketua regu dan rombongan dalam mengawasi kondisi kesehatan anggota jemaahnya, terutama mereka yang rentan. Pendampingan sesama jemaah dan petugas kloter juga digalakkan untuk memberikan dukungan dan perhatian ekstra kepada jemaah yang membutuhkan bantuan,&#8221; ucap Imran.</p>
<p>Kelima, menggencarkan edukasi kesehatan kepada jemaah dengan melakukan:</p>
<p>1. Minum oralit sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang setelah aktivitas fisik ibadah ditengah cuaca panas ekstrem,<br />
2. Minum air putih atau air zam-zam minimal 2 liter sehari secara bertahap untuk mencegah dehidrasi,<br />
3. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) personal seperti sandal, kaca mata hitam, payung dan krim tabir surya untuk melindungi paparan sinar matahari langsung, serta masker untuk mencegah debu dan polusi udara,<br />
4. Istirahat yang cukup untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh,<br />
5. Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.</p>
<p>&#8220;Kami harapkan dengan berbagai upaya kesehatan dan sinergisitas ini, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat,&#8221;  tutup Imran. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250511-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Layanan Kesehatan Haji, Kemenkes Dorong Peran Strategis Pelayanan Kefarmasian</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-kesehatan-haji-kemenkes-dorong-peran-strategis-pelayanan-kefarmasian</link>				
         <pubDate>Sun, 11 May 2025 15:11:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-kesehatan-haji-kemenkes-dorong-peran-strategis-pelayanan-kefarmasian</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 6 Mei 2025</p>
<p>Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu komponen krusial dalam penyelenggaraan kesehatan jemaah haji, mencakup pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan, serta pelayanan farmasi klinik yang mendukung keberhasilan ibadah para jemaah.</p>
<p>Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, Kementerian Kesehatan RI, Agusdini Banun Saptaningsih, menegaskan pentingnya perencanaan yang cermat dalam penyediaan obat dan perbekalan kesehatan, dengan mempertimbangkan kuota jemaah dan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi.</p>
<p>“Tahun ini ada 221 ribu jemaah yang diberangkatkan. Maka, pengadaan perbekalan kesehatan dihitung berdasarkan metode perencanaan kombinasi, yaitu pola konsumsi dan riwayat epidemiologi penyakit jemaah di tahun-tahun sebelumnya, serta mempertimbangkan sisa stok tahun lalu,” ujar Agusdini, yang akrab disapa Dini, saat meninjau pelayanan di KKHI Madinah, Senin (5/5).</p>
<p>Dini juga memastikan bahwa seluruh obat dan perbekalan kesehatan yang disiapkan pemerintah telah terjamin mutu, khasiat, dan keamanannya, sehingga jemaah tidak perlu merasa khawatir.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya edukasi kesehatan oleh para petugas, khususnya dalam pelayanan kefarmasian klinik. Salah satu bentuk edukasi yang diusung adalah melalui Gerakan Mosaik Bosku, yang bertujuan meningkatkan kesadaran jemaah dalam menjaga kesehatan selama beribadah.</p>
<p>Gerakan Mosaik Bosku terdiri atas:<br />
&#8211; Mosaik (Minum Oralit Setiap Hari agar Ibadah Khusyuk), untuk menjaga kecukupan cairan dan elektrolit serta mencegah dehidrasi.</p>
<p>&#8211; Bosku (Bawa Obat di Saku), untuk memastikan konsumsi obat rutin, terutama bagi jemaah dengan penyakit kronis, agar tetap stabil saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>Gerakan ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Kesehatan dalam menjaga kebugaran jemaah dan mendukung kekhusyukan ibadah mereka selama di Tanah Suci.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/27378780.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Madinah Perkuat Jejaring Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-madinah-perkuat-jejaring-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sun, 11 May 2025 14:57:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-madinah-perkuat-jejaring-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 5 Mei 2025</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menggelar rapat koordinasi dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) di Sektor 4, Senin (5/5).</p>
<p>Rapat koordinasi ini membahas penguatan jejaring layanan kesehatan antara TKHK dan fasilitas kesehatan di Madinah, termasuk mekanisme rujukan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus serta meningkatkan integrasi layanan kesehatan bagi jemaah.</p>
<p>“TKHK memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan jemaah secara berkelanjutan di setiap tahapan perjalanan ibadah haji,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah, di Sektor 4 Penginapan Jemaah Haji.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Novitasari mengimbau para TKHK untuk aktif mengedukasi jemaah dalam menjaga kesehatan pribadi. Beberapa hal yang ditekankan antara lain pentingnya rutin mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi, membawa obat-obatan pribadi, makanan ringan, dan botol minum, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, kacamata hitam, tabir surya, dan sandal untuk menghadapi cuaca panas di Arab Saudi.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang efektif serta sistem pelayanan kesehatan yang tanggap dan terkoordinasi, khususnya di wilayah sektor pemondokan jemaah.</p>
<p>TKHK merupakan salah satu bagian dari Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) yang bertanggung jawab langsung dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan kepada jemaah sejak dari daerah asal, asrama embarkasi, selama perjalanan, hingga di Arab Saudi dan kembali ke tanah air.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/48009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Penyakit Menular dan Dehidrasi: KKHI Bagikan Masker dan Oralit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-penyakit-menular-dan-dehidrasi-kkhi-bagikan-masker-dan-oralit</link>				
         <pubDate>Sat, 10 May 2025 14:13:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-penyakit-menular-dan-dehidrasi-kkhi-bagikan-masker-dan-oralit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 9 Mei 2025</p>
<p>Berdasarkan pemantauan Tim Sanitasi dan Pengawasan Makanan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan bahwa suhu udara tertinggi siang hari ini Jumat (9/5) di Madinah diperkirakan mencapai 45 derajat celsius. Sedangkan, suhu udara siang hari esok dikisaran 41-45 derajat celsius. Untuk mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan, pemerintah telah menyediakan berbagai logistik obat-obatan dan perbekalan kesehatan untuk jemaah haji.</p>
<p>Kementerian Kesehatan, melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mendistribusikan untuk masing-masing jemaah haji 1 box oralit dan masker disposible kepada Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK). Pemberian logistik kesehatan personal jemaah kepada TKHK dimaksudkan untuk meringankan para tamu Allah di dalam membawa keperluan pribadinya.</p>
<p>Di beberapa kesempatan, Tim Kesehatan Bandara juga membagi-bagikan masker kepada jemaah yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. </p>
<p>&#8220;Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan dehidrasi di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi&#8221;, ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. Mohammad Imran.</p>
<p>Pemberian oralit bertujuan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas fisik dan suhu tinggi. Sementara itu, masker dibagikan untuk mencegah penularan infeksi virus serta melindungi saluran pernapasan jemaah dari debu dan polusi udara.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan pun mencatat bahwa penyakit jemaah haji tahun 2018-2024 antara lain penyakit pneumonia, ISPA, serangan jantung, dan stroke merupakan faktor risiko terbanyak jemaah haji di Arab Saudi. Oleh karena itu, masker dan oralit sebagai bagian upaya pencegahan penularan penyakit dan polusi udara.   </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250510-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Usul Lomba Kader Penemu Pasien TBC: Kelurahan Rambutan Jadi Contoh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-usul-lomba-kader-penemu-pasien-tbc-kelurahan-rambutan-jadi-contoh</link>				
         <pubDate>Fri, 09 May 2025 19:55:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-usul-lomba-kader-penemu-pasien-tbc-kelurahan-rambutan-jadi-contoh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta Timur, 9 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar kader kesehatan di seluruh Indonesia dilibatkan dalam lomba penemuan, pengobatan, dan pendampingan pasien tuberkulosis (TBC) hingga sembuh. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas peran besar kader dalam upaya eliminasi TBC.</p>
<p>TBC adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Tolong dicatat seluruh Indonesia, saya lombakan kader-kader yang paling banyak menemukan pasien TBC, paling banyak mengobati, dan paling banyak pasien yang sembuh. Mereka akan saya undang secara khusus sebagai bentuk penghargaan dari Kementerian Kesehatan,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam acara Peluncuran Nasional Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Jakarta Timur, Jumat (9/5).</p>
<p>Wali Kota Jakarta Timur menyambut baik ide Menkes Budi dan menyampaikan bahwa wilayahnya telah menetapkan seluruh kelurahan sebagai kampung bebas TBC. Dari total 65 kelurahan di Jakarta Timur, Kampung Rambutan dinilai sebagai yang terbaik dalam pelaksanaan program ini.</p>
<p>&ldquo;Saya baru dua hari bertugas di Jakarta Timur, tapi saya sudah melihat potensi besar dari Kampung Rambutan. Momen ini akan saya jadikan sebagai ajang perlombaan antar-kelurahan menjelang HUT DKI atau HUT RI. Kita lihat siapa yang bisa menyaingi Kampung Rambutan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, di DKI Jakarta, saat ini telah ada 124 kampung yang dinyatakan bebas TBC. Menkes pun mengapresiasi berbagai ide dan inisiatif yang mendukung percepatan penanggulangan TBC.</p>
<p>Salah satunya adalah gagasan dari Satpol PP yang bersedia mendampingi kader saat menjangkau masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Idenya bagus tuh. Satpol PP bisa bantu kawal para kader saat turun ke lapangan,&rdquo; kata Menkes Budi.</p>
<p>Inovasi lainnya datang dari tingkat kecamatan, yang mewajibkan pasien TBC resisten untuk mengirimkan video saat meminum obat, lengkap dengan penunjukan obat dan timestamp. Tujuannya untuk memastikan kepatuhan pengobatan dan mencegah resistensi.</p>
<p>&ldquo;Kita harus benar-benar pastikan pasien minum obat dengan tuntas. Lewat video itu kita bisa awasi langsung, apakah pasien patuh atau tidak. Ini penting agar pengobatannya berhasil,&rdquo; lanjut Menkes.</p>
<p>Saat ini telah digelar peluncuran gerakan nasional ini berlangsung di Kantor Lurah Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Gerakan bersama ini merupakan bagian penting dalam percepatan penanggulangan TBC berbasis masyarakat.</p>
<p>Desa dan kelurahan siaga TBC diharapkan menjadi wilayah yang siap dan mandiri dalam pencegahan dan penanganan TBC secara berkelanjutan. Kelurahan Rambutan dipilih sebagai lokasi peluncuran karena telah terbukti menjadi contoh sukses dalam implementasi kampung siaga TBC.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memperkuat komitmen nasional untuk mewujudkan Indonesia bebas TBC. Sinergi antara desa, kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54507163404_c4be6646f4_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Luncurkan Desa Siaga TBC, Ini 3 Pesan Menkes untuk Kader Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/luncurkan-desa-siaga-tbc-ini-3-pesan-menkes-untuk-kader-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 09 May 2025 19:32:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/luncurkan-desa-siaga-tbc-ini-3-pesan-menkes-untuk-kader-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta Timur, 9 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin resmi meluncurkan program Desa Siaga TBC sebagai upaya menanggulangi penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Menkes Budi menekankan TBC telah menjadi penyakit mematikan sejak ribuan tahun lalu dan telah membunuh lebih dari satu miliar jiwa di seluruh dunia.</p>
<p>TBC adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Setiap tahunnya, TBC masih menyebabkan lebih dari satu juta kematian secara global. Menurutnya, hal ini setara dengan dua orang meninggal setiap satu menit akibat TBC.</p>
<p>&ldquo;Di Indonesia sendiri, estimasinya ada satu juta orang yang baru tertular setiap tahun, dan 125 ribu di antaranya meninggal dunia. Artinya, setiap empat menit ada satu warga Indonesia meninggal karena TBC,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ironisnya, lanjut Menkes, TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan karena obatnya tersedia. Namun, karena penularannya melalui saluran pernapasan seperti COVID-19, pasien yang tidak segera terdeteksi bisa terus menularkan ke orang lain. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Menkes menyampaikan tiga pesan utama kepada para kader kesehatan. Pertama, menemukan seluruh pasien TBC di masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Tahun ini target kita satu juta kasus TBC bisa ditemukan. Saat ini sudah 800 ribuan. Kader harus bantu temukan sisanya,&rdquo; katanya.</p>
<p>Pesan kedua, pasien yang telah terdeteksi harus segera diberikan pengobatan.</p>
<p>&ldquo;Jangan ditunda. Jangan dirujuk ke rumah sakit, langsung diberi obat. Ini penting agar mereka tidak menularkan ke orang lain,&rdquo; tegas Menkes.</p>
<p>Ketiga, Menkes mengingatkan pentingnya pengawasan selama masa pengobatan. Pasien TBC memerlukan waktu berbulan-bulan untuk sembuh, dan jika pengobatan dihentikan di tengah jalan, pasien bisa menjadi resisten terhadap obat.</p>
<p>&ldquo;Kalau resisten, pengobatannya lebih susah dan lebih mahal,&rdquo; katanya.</p>
<p>Menkes pun berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta, dapat memastikan ketiga tugas ini berjalan baik. Dengan begitu, Jakarta bisa menjadi wilayah pertama yang terbebas dari TBC secara total.</p>
<p>Senada dengan Menkes, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Hasbi menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&ldquo;Jangan sampai usianya emas, tapi generasinya tidak. Maka kita harus pastikan generasi kita sehat, bebas dari penyakit seperti TBC,&rdquo; katanya.</p>
<p>Hasbi juga menyebut tiga prioritas kesehatan yang menjadi fokus nasional, yakni cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit, dan pemberantasan TBC.</p>
<p>&ldquo;Ini program Presiden. Tapi tidak bisa jalan tanpa dukungan semua pihak dari RT, RW, Puskesmas, sampai masyarakat luas,&rdquo; katanya.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah.</p>
<p>&ldquo;Di tingkat desa, sudah ada komitmen dan anggaran. Di kelurahan juga harus ada, supaya pengendalian TBC berjalan merata,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengatakan Kementerian Desa (Kemendes) telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp400 juta hingga Rp1 miliar per desa, yang sebagian bisa digunakan untuk penanggulangan masalah kesehatan termasuk TBC dan stunting.</p>
<p>Ia mendorong pemerintah kelurahan untuk mengusulkan program serupa bila belum tersedia anggaran.</p>
<p>&ldquo;Mulai hari ini, kita harus pastikan tidak ada lagi TBC di Jakarta. Ini kerja bersama semua elemen,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Di akhir acara, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Hasbi, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria secara resmi meluncurkan Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkolosis secara nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54506979141_5cf3a9870b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Puskesmas Tak Stabil Listrik, Menkes Budi Janji Koordinasi dengan PLN</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/puskesmas-tak-stabil-listrik-menkes-budi-janji-koordinasi-dengan-pln</link>				
         <pubDate>Fri, 09 May 2025 08:44:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/puskesmas-tak-stabil-listrik-menkes-budi-janji-koordinasi-dengan-pln</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pesisir Barat, 8 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti tidak stabilnya kondisi kelistrikan di Puskesmas Ngambut di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, saat melakukan kunjungan kerja, Rabu (8/5). Ia menyampaikan keprihatinannya karena listrik di fasilitas tersebut kerap kali terganggu, sehingga menghambat operasional pelayanan kesehatan.</p>
<p>Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Menteri Kesehatan ke Pesisir Barat. Ia mengatakan, perhatian langsung dari pusat sangat penting untuk memperbaiki layanan kesehatan yang selama ini masih minim.</p>
<p>&#8220;Masalah kesehatan di Pesisir Barat menjadi penting karena selama ini masih dirasa kurang. Terima kasih kepada Menkes yang datang langsung melihat kondisi layanan kesehatan di sini,&#8221; kata Muzani.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pihaknya mencatat masih banyak kekurangan layanan, terutama dalam pelayanan kepada ibu hamil, laboratorium, dan pelayanan kesehatan lainnya. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi titik awal perbaikan yang nyata.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) AM Putranto yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia menilai percepatan peningkatan fasilitas rumah sakit di daerah merupakan langkah terobosan yang sangat penting.</p>
<p>&#8220;Kami mengikuti dari awal program ini. Hasilnya cukup cepat dan luar biasa, terutama dalam meningkatkan status rumah sakit dari tipe D ke tipe C. Ini akan memberikan dampak besar bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat,&#8221; ujar Putranto.</p>
<p>Saat ini, Kabupaten Pesisir Barat menempati urutan ke-14 dari 32 daerah yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun ini.</p>
<p>Menkes Budi mengungkapkan awalnya ia berencana memberikan fasilitas internet satelit agar konektivitas digital di Puskesmas bisa ditingkatkan. Namun, rencana itu terganggu karena ketidakstabilan pasokan listrik.</p>
<p>&#8220;Listriknya saja mati-nyala. Saya tadinya mau kasih internet satelit supaya langsung terhubung. Tapi saya baru tahu ternyata listriknya sering mati. Padahal itu sangat dibutuhkan untuk alat USG dan alat-alat medis lainnya,&#8221; ujar Budi.</p>
<p>Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan berencana memberikan berbagai alat medis seperti perangkat pemeriksaan darah dan EKG (elektrokardiogram) untuk Puskesmas tersebut. Namun, tanpa listrik yang stabil, alat-alat tersebut tidak bisa digunakan secara optimal.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Menkes Budi menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan pihak PLN.</p>
<p>&#8220;Kebetulan saya pulang nanti akan minta tolong teman saya di PLN untuk membantu menyediakan listrik di Puskesmas itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Gubernur Lampung Rahmat Mirzani mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi infrastruktur kesehatan di daerahnya. Ia menyebut, fasilitas kesehatan di Pesisir Barat sangat minim dan perlu perhatian serius.</p>
<p>“Pesisir Barat memang sangat kurang dari segi infrastruktur, terutama di bidang kesehatan. Semoga ini menjadi awal dari perombakan fasilitas kesehatan di daerah kami,” ujar Mirzani.</p>
<p>Ia berharap kehadiran Menkes dapat mendorong peningkatan signifikan pada pelayanan kesehatan di wilayahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54505348506_5981003e04_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Groundbreaking RSUD KH. Muhammad Thohir, Menkes: Layanan Kesehatan Harus Merata hingga Pelosok</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/groundbreaking-rsud-kh-muhammad-thohir-menkes-layanan-kesehatan-harus-merata-hingga-pelosok</link>				
         <pubDate>Thu, 08 May 2025 23:28:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/groundbreaking-rsud-kh-muhammad-thohir-menkes-layanan-kesehatan-harus-merata-hingga-pelosok</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pesisir Barat, 8 Mei 2025</p>
<p>Pemerintah resmi memulai pembangunan peningkatan status RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C. Peresmian groundbreaking dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto, dan Gubernur Lampung.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa pembangunan RS tipe C ini adalah upaya untuk menyetarakan kualitas hidup masyarakat daerah terpencil dengan kabupaten lain di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Banyak kisah pilu dari masyarakat Pesisir Barat yang tidak tertolong karena rumah sakit terlalu jauh. Dengan rumah sakit baru ini, harapannya mereka bisa hidup lebih layak dan sehat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat layanan kesehatan di 66 wilayah terpencil di Indonesia.</p>
<p>&ldquo;Presiden menugaskan saya untuk memastikan bahwa layanan kesehatan itu mudah diakses, bagus, sama kualitasnya, dan terjangkau,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes juga menegaskan bahwa rumah sakit tipe C ke depan harus mampu menangani lima penyakit prioritas tanpa perlu rujukan ke rumah sakit lain, yaitu stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kematian ibu dan anak.</p>
<p>&ldquo;Semua rumah sakit tipe C di 514 kabupaten/kota nantinya harus bisa menangani sendiri lima penyakit itu. Jadi harus ada alat seperti CT Scan, Cathlab, mamografi, fasilitas kemoterapi, alat hemodialisa, hingga ventilator untuk bayi baru lahir,&rdquo; jelas Menkes.</p>
<p>Selain infrastruktur dan alat kesehatan, Menkes juga menekankan pentingnya keberadaan tenaga medis yang memadai. Rumah sakit tipe C, minimal harus memiliki tujuh dokter spesialis.</p>
<p>&ldquo;Jangan sampai rumah sakit dibangun megah, tapi tidak ada dokternya,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani, menyebut pembangunan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Berdasarkan data, sekitar 31% warga Pesisir Barat mengalami keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir, dan 43% di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit lain karena keterbatasan fasilitas layanan kesehatan di daerah tersebut.</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit yang ada saat ini belum mampu memberikan layanan maksimal. Ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat Pesisir Barat selama ini,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Peningkatan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui ditargetkan selesai pada akhir tahun ini dan diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat pelayanan kesehatan di wilayah Pesisir Barat, Lampung.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54505358661_29e19e71f8_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Uji Klinik Global Vaksin TBC M72 Masuki Tahap Kunci, Indonesia Libatkan 2.095 Partisipan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/uji-klinik-global-vaksin-tbc-m72-masuki-tahap-kunci-indonesia-libatkan-2-095-partisipan</link>				
         <pubDate>Thu, 08 May 2025 17:00:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/uji-klinik-global-vaksin-tbc-m72-masuki-tahap-kunci-indonesia-libatkan-2-095-partisipan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Mei 2025</p>
<p>Indonesia telah menyelesaikan proses rekrutmen partisipan untuk uji klinik fase 3 kandidat vaksin Tuberkulosis (TBC) M72. Sebanyak 2.095 partisipan dari kelompok usia remaja dan dewasa telah direkrut untuk berpartisipasi dalam studi global yang juga dilaksanakan di Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Uji klinik ini bertujuan mengevaluasi keamanan dan efektivitas vaksin M72 dalam mencegah TBC paru pada individu dewasa dengan infeksi TB laten yang tidak terinfeksi HIV. Kandidat vaksin ini telah dikembangkan sejak awal tahun 2000 dan menunjukkan profil keamanan yang baik dalam studi sebelumnya.</p>
<p>Di Indonesia, kegiatan ini dilaksanakan di berbagai institusi medis terkemuka, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), RS Universitas Indonesia (RSUI), RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih di Jakarta, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) di Bandung. Pelaksanaan uji klinik dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.</p>
<p>Total partisipan uji klinik fase 3 ini berjumlah 20.081 orang dari lima negara. Afrika Selatan menjadi kontributor terbesar dengan 13.071 partisipan, diikuti Kenya (3.579), Indonesia (2.095), Zambia (889), dan Malawi (447).</p>
<p>Hingga saat ini, terdapat sekitar 15 kandidat vaksin TBC yang sedang dikembangkan secara global. Di antaranya, M72 menjadi yang paling maju karena telah mencapai fase 3, yakni tahap terakhir sebelum vaksin dapat digunakan secara luas. Pengembangan vaksin ini didukung oleh Gates Foundation, dan diharapkan seluruh rangkaian uji klinik selesai pada akhir tahun 2028.</p>
<p>&ldquo;Uji klinik merupakan tahapan krusial dalam proses pengembangan vaksin untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta mengidentifikasi potensi efek samping sebelum digunakan oleh masyarakat,&rdquo; kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>Proses uji klinik vaksin dilakukan secara bertahap: dimulai dari uji pra-klinik pada hewan, kemudian fase 1 pada sejumlah kecil partisipan manusia (20&ndash;50 orang), fase 2 pada kelompok yang lebih besar (200&ndash;300 orang), hingga fase 3 yang melibatkan puluhan ribu partisipan lintas negara. Fase 3 menjadi fondasi utama dalam proses evaluasi regulator sebelum vaksin mendapatkan izin edar.</p>
<p>Seluruh pelaksanaan uji klinik vaksin M72 di Indonesia diawasi secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, serta para ahli vaksin TBC nasional dan global.</p>
<p>Keterlibatan Indonesia dalam riset ini mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung upaya global pemberantasan TBC&mdash;penyakit menular yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/14275.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bill Gates Bahas Kerja Sama Kesehatan dan Makan Bergizi Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bill-gates-bahas-kerja-sama-kesehatan-dan-makan-bergizi-gratis</link>				
         <pubDate>Thu, 08 May 2025 16:00:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bill-gates-bahas-kerja-sama-kesehatan-dan-makan-bergizi-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Mei 2025</p>
<p>Pendiri Microsoft sekaligus tokoh filantropi dunia, Bill Gates, melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/5). Kunjungan ini bertujuan menjalin kerja sama lebih erat antara Gates Foundation dan pemerintah Indonesia dalam sektor kesehatan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Kedatangan Bill Gates disambut langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.</p>
<p>Pertemuan tersebut membahas berbagai program kolaborasi yang di antaranya peningkatan layanan kesehatan. Untuk penguatan sektor kesehatan, Gates Foundation telah memberikan hibah sebesar 159 juta dolar AS kepada Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Dari total hibah tersebut, sebesar 82,7% atau sekitar 131,8 juta dolar AS difokuskan untuk sektor kesehatan.</p>
<p>Program-program kesehatan yang mendapat dukungan dari Gates Foundation meliputi vaksinasi dan imunisasi, riset kesehatan, dan eliminasi penyakit menular seperti tuberkulosis.</p>
<p>Selain itu, dukungan juga diarahkan pada penguatan koordinasi lintas sektor, pengendalian konsumsi tembakau, serta peningkatan pelayanan kesehatan primer dan pengendalian penyakit lainnya.</p>
<p>Gates Foundation juga turut mendukung pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan guna memperluas akses layanan dan meningkatkan efektivitas intervensi.</p>
<p>Menkes Budi menyambut baik komitmen Gates Foundation dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, filantropi global, serta sektor swasta dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif.</p>
<p>Inti dari kemitraan ini adalah komitmen bersama terhadap kesetaraan, memastikan bahwa obat-obatan, vaksin, dan teknologi kesehatan yang menyelamatkan nyawa dapat menjangkau orang-orang yang paling membutuhkannya.</p>
<p>Dengan mendukung kemampuan manufaktur dan penelitian serta pengembangan Indonesia yang terus berkembang, termasuk melalui kemitraan dengan lembaga seperti Bio Farma, Gates Foundation membantu menekan biaya dan memperluas akses terhadap alat-alat kesehatan esensial, mendorong kemajuan tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi jutaan orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah di seluruh dunia.</p>
<p>“Kemitraan kami dengan Indonesia dan mitra lokal seperti Bio Farma mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan kemajuan baik di tingkat regional maupun global,” ujar Bill Gates.</p>
<p>Presiden Prabowo dan Bill Gates juga turut dalam diskusi meja bundar bersama para pemimpin filantropi Indonesia untuk menjajaki cara-cara memperkuat semangat memberi dari dalam negeri dan meningkatkan peran filantropi lokal dalam memajukan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Salah satu topik yang turut menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah program MBG dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi inisiatif prioritas pemerintahan Prabowo.</p>
<p>Bill Gates menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG dan menilai bahwa program tersebut berpotensi menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial.</p>
<p>Intervensi nutrisi seperti MBG akan memberikan dampak jangka panjang, khususnya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.</p>
<p>Terkait cek kesehatan gratis, program ini berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), atau Quick Win, Presiden Prabowo Subianto di seluruh Puskesmas di Indonesia. Cek kesehatan gratis hari ini sudah dimulai, baik untuk bayi baru lahir, balita, dewasa, maupun lansia.</p>
<p>CKG dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan: CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita. CKG ulang tahun telah dimulai sejak 10 Februari 2025 dan hingga kini sudah diikuti oleh lebih dari 4,5 juta penduduk Indonesia. Pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan terhadap anak usia 0-6 tahun serta masyarakat usia 18 tahun ke atas. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan di Puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama.</p>
<p>Masyarakat bisa mendapatkan CKG dalam kurun waktu mulai dari hari ulang tahun + 30 hari. Bahkan saat ini, tidak hanya pada waktu ulang tahunnya, masyarakat bisa datang kapan saja ke puskesmas terdekat domisilinya. Hal ini diharapkan mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan tanpa harus menunggu lama.</p>
<p>Selain itu, CKG sekolah akan dilaksanakan mulai Juli 2025, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Pemeriksaan ini akan menyasar anak usia 7-17 tahun yang berada di sekolah-sekolah.</p>
<p>Pemerintah mengimbau setiap perusahaan swasta bisa melakukan CKG terhadap karyawannya. CKG juga dapat dilakukan pada kelompok atau komunitas tertentu yang ingin melaksanakannya secara mandiri. Kegiatan dengan skema tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Puskesmas setempat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250508-WA0014.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>PPIH dan TKHK Sinergi Jamin Layanan Kesehatan Jemaah Haji di Arab Saudi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ppih-dan-tkhk-sinergi-jamin-layanan-kesehatan-jemaah-haji-di-arab-saudi</link>				
         <pubDate>Thu, 08 May 2025 06:33:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ppih-dan-tkhk-sinergi-jamin-layanan-kesehatan-jemaah-haji-di-arab-saudi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 7 Mei 2025</p>
<p>Penyelenggaraan ibadah haji merupakan kegiatan yang kompleks dan memerlukan kerja sama lintas program-lintas sektor, termasuk dalam bidang kesehatan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) memainkan peran penting dalam menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah selama ibadah haji.</p>
<p>&#8220;Mereka berkolaborasi untuk memastikan bahwa jemaah haji menerima pelayanan kesehatan yang memadai, cepat, dan tepat waktu. TKHK memberikan pelayanan kesehatan di depan dan PPIH memfasilitasi kebutuhan TKH,&#8221; kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan dr. Mohammad Imran.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa para petugas kesehatan haji, baik PPIH maupun TKHK harus menjalin hubungan baik untuk melayani jemaah. Dimanapun penempatannya, jika bertemu dan bertugas berdekatan tempat bekerjanya harus saling mendukung dan membantu.</p>
<p>&#8220;Ada kejadian saat salah satu embarkasi belum ada TKHK dikarenakan terkendala visa, seperti yang dialami oleh Kloter LOP 01, maka TKHK UPG 01 yang berada di dalam satu penginapan, meskipun berbeda embarkasi, mengampu sementara pelayanan kesehatan jemaah haji di kloter tersebut. Dan, PPIH yang bertugas di Sektor serta dokter spesialis di KKHI membantu untuk penanganannya,&#8221; ungkap Imran. </p>
<p>Sejatinya memang, lanjut dr. Imran, sesama muslim harus saling tolong-menolong sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkannya. Perintah tolong-menolong antar sesama juga termaktub dalam Al-Qur&#8217;an surah Al Maidah ayat 2.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250508-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Fasilitasi Pengiriman Ratusan Perawat Ke Jepang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-fasilitasi-pengiriman-ratusan-perawat-ke-jepang</link>				
         <pubDate>Tue, 06 May 2025 18:51:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-fasilitasi-pengiriman-ratusan-perawat-ke-jepang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Mei 2025</p>
<p>Hubungan bilateral Indonesia dan Jepang di bidang kesehatan terus berkembang positif dan progresif. Melalui kerja sama erat antara Kementerian Kesehatan RI dan berbagai institusi kesehatan serta pemerintah daerah di Jepang, ribuan tenaga kesehatan Indonesia kini mendapat peluang untuk mengembangkan karier di Negeri Sakura.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Mie, Jepang, Ichimi Katsuyuki, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Leimena, Selasa (6/5/2025). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya dengan Prefektur Mie.</p>
<p>Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI dan Gubernur Prefektur Mie pada 30 Juli 2024. MoU ini membuka peluang bagi lulusan Poltekkes Kemenkes untuk mengikuti pelatihan dan bekerja di Jepang sebagai caregiver dan perawat tersertifikasi.</p>
<p>Prefektur Mie menyatakan kesiapannya menerima hingga 300 perawat Indonesia setiap tahun, dengan dukungan anggaran subsidi bagi institusi penerima. Langkah ini dinilai mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan layak bagi tenaga kesehatan Indonesia.</p>
<p>Pertemuan juga membahas potensi kolaborasi lainnya, seperti peningkatan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia melalui pelatihan dan pemagangan, serta kerja sama di bidang layanan lansia, keperawatan, dan teknologi kesehatan.</p>
<p>“Kami melihat Jepang, khususnya Prefektur Mie, sebagai mitra penting dalam pengembangan sistem kesehatan Indonesia. Dengan pengalaman Jepang dalam menghadapi masyarakat menua, kerja sama ini sangat relevan untuk mendukung reformasi kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes Budi G. Sadikin.</p>
<p>Gubernur Ichimi Katsuyuki menyambut baik rencana kolaborasi lebih luas melalui skema kerja sama antar daerah dan pertukaran tenaga ahli.</p>
<p>“Kami terbuka untuk mendukung berbagai program peningkatan kapasitas SDM kesehatan Indonesia. Kami yakin kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi, Kemenkes juga bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui proyek Enhancement of Caregiver Competency yang fokus pada penguatan keahlian lulusan Poltekkes di bidang keperawatan geriatri dan perawatan jangka panjang.</p>
<p>Selain itu, kolaborasi dengan Sapporo Cardiovascular Centre memberikan peluang fellowship tahunan bagi dokter spesialis kardiologi intervensi, dengan kuota empat peserta per tahun.</p>
<p>Kemenkes menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Jepang, khususnya Prefektur Mie. Ke depan, Kemenkes berharap kerja sama dapat diperluas dalam pengembangan fakultas keperawatan, teknologi laboratorium medis, dan kesehatan lingkungan di Poltekkes Kemenkes; pendirian pusat penelitian klinis dan terapan di Indonesia; serta fasilitasi program fellowship medis langsung, terutama di bidang intervensi kardiologi dan neurologi.</p>
<p>Kerja sama Indonesia–Jepang ini tidak hanya mencerminkan hubungan bilateral yang solid, tetapi juga menjadi investasi strategis untuk mencetak tenaga kesehatan unggul, baik untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54500595625_668a9d9309_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>TPA Serama Kemenkes Kembali Dibuka, Dukung Kenyamanan Anak dan Produktivitas Pegawai</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tpa-serama-kemenkes-kembali-dibuka-dukung-kenyamanan-anak-dan-produktivitas-pegawai</link>				
         <pubDate>Tue, 06 May 2025 14:17:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tpa-serama-kemenkes-kembali-dibuka-dukung-kenyamanan-anak-dan-produktivitas-pegawai</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Mei 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali mengaktifkan Tempat Pengasuhan Anak (TPA) Serama sebagai upaya mendukung produktivitas kerja pegawai, khususnya para ibu yang bekerja. Setelah sempat dihentikan akibat pandemi COVID-19, TPA Serama resmi dibuka kembali hari ini, Selasa (6/5).</p>
<p>Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes, Ida Gunadi Sadikin, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menghidupkan kembali layanan ini.<br />
“Saya sangat memahami kekhawatiran seorang ibu saat harus meninggalkan anaknya untuk bekerja. Bahkan ibu rumah tangga sekalipun sering merasa waswas bila meninggalkan anak di rumah,” ujar Ida saat meresmikan pembukaan kembali TPA Serama.</p>
<p>Ia berharap kehadiran TPA ini dapat memberikan ketenangan bagi para pegawai, khususnya para ibu, sehingga mereka dapat bekerja lebih fokus dan nyaman. Ida juga menekankan pentingnya peran para pengasuh dalam menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang.<br />
“Kami titipkan anak-anak ini kepada para pembina di sini. Mohon diasuh dengan kasih sayang seperti kepada anak sendiri, agar anak-anak merasa nyaman dan bahagia,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut Ida, kenyamanan dan keamanan anak menjadi fondasi penting dalam tumbuh kembang mereka. Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, generasi anak-anak hari ini adalah calon sumber daya manusia unggul di masa depan, sehingga perhatian sejak dini merupakan bentuk investasi bangsa.</p>
<p>Kepala Biro Umum Kemenkes, Sjamsul Ariffin, menegaskan bahwa TPA Serama merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pegawai.<br />
“Kami ingin para pegawai Kemenkes, khususnya ibu-ibu, bekerja dengan senang dan bahagia. Dengan adanya TPA ini, kekhawatiran mereka terhadap anak bisa berkurang karena dititipkan di tempat yang aman dan nyaman,” ujarnya.</p>
<p>Bangunan TPA Serama telah selesai direnovasi sejak akhir Maret 2025 dan mulai uji coba pada 21 April 2025 dengan 14 anak yang telah dititipkan. Hari ini, fasilitas tersebut resmi diresmikan oleh DWP dan dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Saat ini, TPA Serama memiliki kapasitas hingga 32 anak, dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang laktasi, ruang tidur, toilet anak, ventilasi yang memadai, serta pendingin ruangan, yang semuanya dirancang untuk mendukung kenyamanan dan tumbuh kembang anak.</p>
<p>Ke depan, pengembangan fasilitas akan terus dilakukan, termasuk penambahan taman bermain luar ruang (outdoor) dan rencana pembangunan mini zoo sebagai sarana edukatif dan hiburan bagi anak-anak.</p>
<p>Dengan fasilitas yang lengkap dan tenaga pengasuh yang profesional, TPA ini diharapkan dapat menjadi role model bagi institusi pemerintah lain dalam mendukung pegawai yang memiliki anak usia dini.<br />
“Ini bukan sekadar tempat penitipan anak. Ini adalah wujud nyata dari perhatian dan dukungan institusi terhadap keluarga dan masa depan anak-anak kita,” tutup Ida.</p>
<p>Salah satu ibu bekerja yang juga pegawai Kemenkes, Riska, mengaku sudah lama ingin menitipkan anaknya di TPA Serama. Namun karena COVID-19, TPA Serama ditutup cukup lama.<br />
&#8220;Sekarang sudah dibuka lagi, senang sekali bisa dekat dengan anak saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250506-WA0055.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Kesehatan Haji Indonesia Lakukan Visitasi ke Tiga RS di Arab Saudi: Pastikan Layanan dan Dampingi Jemaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-kesehatan-haji-indonesia-lakukan-visitasi-ke-tiga-rs-di-arab-saudi-pastikan-layanan-dan-dampingi-jemaah</link>				
         <pubDate>Tue, 06 May 2025 11:02:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-kesehatan-haji-indonesia-lakukan-visitasi-ke-tiga-rs-di-arab-saudi-pastikan-layanan-dan-dampingi-jemaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 4 Mei 2025</p>
<p>Sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi jemaah haji, Tim Kesehatan Haji Indonesia melakukan visitasi ke tiga Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk memantau secara langsung kondisi jemaah yang tengah dirawat.</p>
<p>Kasie Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah , dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah, menjelaskan bahwa visitasi merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memastikan kualitas layanan serta dukungan emosional bagi jemaah yang sakit.</p>
<p>“Dengan melakukan visitasi, kami dapat memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien secara langsung yang dirawat inap. Ada tiga hal yang dilakukan melalui visitasi yaitu pertama, berkomunikasi dengan tenaga medis dan paramedis yang menangani jemaah untuk updating kondisi kesehatannya. Kedua, memberikan perhatian kepada pasien dan keluarga seperti layaknya keluarga sendiri. Ketiga, memberikan dukungan psikologis kepada jemaah agar mereka merasa tenang dan nyaman,” ungkap dr. Novitasari saat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah (4/5).</p>
<p>Di hari yang sama, Tim KKHI Madinah yang dipimpin oleh dr. Rohayat Bilmahdi, Sp.PD, mengunjungi tiga RSAS yaitu RS King Fahad, RS King Salman, dan RS Mouwasat. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pendampingan dan observasi terhadap delapan jemaah haji Indonesia yang sedang dirawat.</p>
<p>“Para dokter dan tenaga kesehatan dari ketiga RSAS telah menangani para pasien jemaah haji Indonesia dengan baik. Pasien-pasien tersebut membutuhkan penanganan lanjutan yang cukup intensif terhadap kondisi kesehatannya,” ujar dr. Rohayat.</p>
<p>Lebih dari sekadar pemantauan klinis, visitasi ini juga menjadi momen untuk memberi semangat dan memperkuat mental para jemaah.</p>
<p>&#8220;Kami berbincang dengan para jemaah yang sedang dirawat dengan memberikan dukungan moril agar mereka tidak merasa sendirian dan terus semangat untuk sehat,&#8221; pungkas Rohayat sembari menyuapi salah seorang pasien jemaah yang enggan makan</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-10.46.43.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Kunjungi Puskesmas di Sulawesi Tenggara, Dorong Cek Kesehatan Gratis dan Akses Digital</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-kunjungi-puskesmas-di-sulawesi-tenggara-dorong-cek-kesehatan-gratis-dan-akses-digital</link>				
         <pubDate>Sun, 04 May 2025 19:07:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-kunjungi-puskesmas-di-sulawesi-tenggara-dorong-cek-kesehatan-gratis-dan-akses-digital</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sulawesi Tenggara, 3 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Lakudo di Kabupaten Buton Tengah dan Puskesmas Watubangga di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mendukung implementasi program cek kesehatan gratis, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Dalam tinjauannya, Menteri Budi menekankan pentingnya pemanfaatan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang kini telah tersedia di seluruh Puskesmas. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan data kesehatan masyarakat secara digital dan langsung terintegrasi ke pusat.</p>
<p>&ldquo;Sekarang di semua Puskesmas sudah tersedia aplikasi ASIK. Ini penting agar program cek kesehatan gratis bisa tercatat secara nasional dan kita pantau bersama,&rdquo; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Namun demikian, Budi menggarisbawahi pentingnya konektivitas internet yang stabil agar aplikasi ASIK dapat berfungsi optimal. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mulai memasang internet satelit di Puskesmas yang berada di wilayah terpencil.</p>
<p>&ldquo;Rencananya lebih dari 2.000 Puskesmas akan dipasangi internet satelit agar mereka memiliki akses internet yang bahkan bisa lebih baik daripada di kota-kota besar di Pulau Jawa,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Dengan dukungan konektivitas tersebut, data dari aplikasi ASIK bisa langsung diteruskan ke kepala Puskesmas dan dinas kesehatan setempat. Hal ini mempermudah pemantauan kondisi pasien serta pengambilan tindakan yang cepat dan tepat.</p>
<p>Selain infrastruktur digital, Menteri Budi juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat yang ia temui di lapangan. Menurutnya, masalah kesehatan utama di banyak wilayah adalah hipertensi dan kesehatan gigi, yang diperparah oleh kurangnya tenaga medis.</p>
<p>&ldquo;Masalah yang paling sering saya lihat adalah tekanan darah tinggi. Banyak yang merasa sehat karena masih bisa beraktivitas, padahal ini bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, bahkan kematian,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya ketersediaan obat-obatan esensial, seperti kaptopril, di seluruh Puskesmas sebagai bagian dari layanan dasar yang harus diberikan kepada masyarakat.</p>
<p>Di Puskesmas Watubangga, Menkes Budi didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Bupati Kolaka Amri Jamaluddin. Menteri berpesan agar tenaga kesehatan di daerah tetap aktif melayani dan mendukung pelaksanaan program nasional ini.</p>
<p>&ldquo;Kalau ketahuan ada yang kurang sehat, langsung diberi obat dan diajarkan untuk mengubah gaya hidup,&rdquo; pesannya.</p>
<p>Gubernur Andi menyatakan dukungan penuh terhadap program cek kesehatan gratis dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai langkah awal menjaga kesehatan.</p>
<p>&ldquo;Begitu kita cek dan tahu kondisi kita, maka bisa segera dilakukan tindakan pencegahan. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan,&rdquo; ujar Gubernur Andi.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Kolaka Amri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya. Ia mendorong tenaga kesehatan di Kolaka untuk memberikan pelayanan terbaik dengan penuh dedikasi.</p>
<p>&ldquo;Saya mengajak seluruh tenaga kesehatan, para dokter, untuk melayani masyarakat Kolaka dengan ikhlas dan tulus demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Program cek kesehatan gratis ini dirancang untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi&mdash;penyebab utama kematian di Indonesia yang sering tak terdeteksi karena gejala awal yang samar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54495423401_9f09257574_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Siap Layani Jemaah Haji, Pemerintah Operasionalkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/siap-layani-jemaah-haji-pemerintah-operasionalkan-klinik-kesehatan-haji-indonesia-kkhi</link>				
         <pubDate>Sun, 04 May 2025 13:42:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/siap-layani-jemaah-haji-pemerintah-operasionalkan-klinik-kesehatan-haji-indonesia-kkhi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Mei 2025</p>
<p>Sebanyak delapan kloter jemaah haji reguler gelombang pertama telah tiba di Arab Saudi pada 2 Mei 2025. Dari total 3.224 jemaah yang tiba, tercatat sekitar 83,24 persen merupakan jemaah berisiko tinggi (risti).</p>
<p>Untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi para tamu Allah SWT, Kementerian Kesehatan RI berkomitmen menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji tahun 1446H/2025M yang prima, terstandar, dan mudah diakses.</p>
<p>Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang beroperasi di dua daerah kerja yaitu Madinah dan Mekkah. KKHI difungsikan sebagai tempat perawatan dan rujukan bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan, baik yang dirujuk dari Pos Kesehatan Kloter, Pos Kesehatan Sektor, maupun Pos Kesehatan Bandara.</p>
<p>Jemaah yang sakit akan ditangani terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) KKHI untuk kemudian menjalani proses triase, yaitu penggolongan tipe dan tingkat kegawatdaruratan pasien.</p>
<p>KKHI akan menangani hasil kondisi pasien pada tingkat kesakitan/cedera ringan dan sedang. Namun, jika hasil triase di level sedang dan berat atau kondisi gawat darurat, jemaah akan segera dilakukan resusitasi dan dirujuk ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lanjutan.</p>
<p>&#8220;Selama masa perawatan, petugas kesehatan di KKHI juga memberikan edukasi dan penyuluhan kepada pasien serta keluarga atau jemaah lain yang menjenguk,&#8221; ujar Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Tahun 1446H/2025M, dr. Mohammad Imran, MKM.</p>
<p>Pelayanan kesehatan di KKHI bersifat kuratif dan rehabilitatif, dengan fokus pada pemulihan dan penyembuhan secara cepat dan tepat. Jenis layanan yang tersedia meliputi penanganan gawat darurat, rawat inap, perawatan intensif di ICU dan HCU, serta pelayanan ambulans untuk proses rujukan dan evakuasi.</p>
<p>Di dalam menangani kasus psikiatri pada jemaah, KKHI memerlukan obat narkotika dan psikotropika. Pada tahun ini, Badan POM Arab Saudi menerapkan aturan yang lebih ketat dengan melarang impor obat narkotika dan psikotropika.</p>
<p>Sehingga, untuk penyediaan obat tersebut, Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Abeer Medical Group sebagai fasilitator dengan penyedia obat narkotika dan psikotropika. Penyedia obat ini merupakan pihak yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250504-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Konawe Kepulauan Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Berkualitas di Kawasan Terpencil</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-konawe-kepulauan-siap-jadi-rumah-sakit-rujukan-berkualitas-di-kawasan-terpencil</link>				
         <pubDate>Sun, 04 May 2025 12:37:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-konawe-kepulauan-siap-jadi-rumah-sakit-rujukan-berkualitas-di-kawasan-terpencil</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Konawe Kepulauan, 3 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri peletakan batu pertama pembangunan RSUD Konawe Kepulauan, sebagai bagian dari program <em>Quick Win</em> Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses layanan kesehatan yang merata ke seluruh Indonesia.</p>
<p>Kegiatan ini menandai langkah penting dalam transformasi sistem layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil. RSUD Konawe Kepulauan menjadi rumah sakit ke-15 dari total 66 RSUD tipe D yang ditargetkan akan ditingkatkan menjadi tipe C hingga tahun 2026.</p>
<p>“Saya ditugasi Bapak Presiden untuk membangun 66 rumah sakit umum daerah dari tipe D menjadi tipe C. Ini adalah program <em>Quick Win</em> dari Presiden Prabowo. Saat ini sudah 15 rumah sakit yang sudah <em>groundbreaking</em>,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa rumah sakit yang dibangun akan dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan medis yang setara dengan rumah sakit di kota besar. Fokus utama pelayanan diarahkan pada lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia: jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>Untuk menangani penyakit-penyakit tersebut secara optimal, rumah sakit akan dilengkapi dengan CT Scan, alat intervensi jantung dan stroke, mamografi, serta fasilitas kemoterapi. Menkes menekankan pentingnya penanganan cepat bagi pasien jantung dan stroke karena waktu penanganan yang terbatas.</p>
<p>“Untuk stroke dan jantung akan ada CT Scan dan alat intervensi pertama. Karena kalau orang kena stroke atau serangan jantung, harus ditangani cepat. Kurang dari 2 jam untuk stroke dan 6 jam untuk jantung. Kalau terlambat, risiko meninggal dan cacatnya tinggi,” jelasnya.</p>
<p>Menkes juga memastikan bahwa pasien kanker dan gagal ginjal tak perlu lagi dirujuk jauh ke kota besar karena layanan kemoterapi dan hemodialisis akan tersedia di rumah sakit tipe C ini. Hal ini diharapkan dapat memangkas waktu dan biaya yang harus ditanggung pasien dan keluarga.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes mengapresiasi kesiapan sumber daya manusia di RSUD Konawe Kepulauan. “Saya kaget, karena 7 dokter spesialis yang dibutuhkan sudah ada. Kagum saya. Tinggal tambah dua lagi saraf dan jantung. Kami akan bantu beasiswanya,” katanya.</p>
<p>Dalam arahannya, Menkes juga menekankan pentingnya tata kelola rumah sakit yang baik, mulai dari penyusunan master plan hingga penguatan sistem manajemen keuangan dan operasional. Ia mendorong kepala daerah untuk menyusun kebijakan pendukung dan terbuka terhadap kolaborasi dengan tenaga ahli dari Kemenkes.</p>
<p>Pembangunan fasilitas kesehatan, menurut Menkes, tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten dan kota. Pemerintah juga tengah mendorong pembentukan layanan kesehatan hingga ke desa melalui program Koperasi Merah Putih.</p>
<p>“Pak Presiden itu bikin yang namanya Koperasi Merah Putih di level desa dan beliau sudah kasih arahan, di koperasi ini harus ada klinik desa dan apotek desa,” ujar Menkes.</p>
<p>Pembangunan ini akan didukung oleh Kementerian Kesehatan yang mendorong layanan kesehatan hingga tingkat desa melalui Puskesmas Pembantu dan Puskesdes.</p>
<p>Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 10.000 Puskesmas, 50.000 Puskesmas Pembantu dan Puskesdes, dan masih membutuhkan sekitar 35.000 lagi untuk menjangkau seluruh desa. Layanan kesehatan desa ini akan dilengkapi minimal oleh satu perawat, satu bidan, dan dua kader kesehatan. Harapannya, ke depan juga dapat disertakan dokter.</p>
<p>Menkes juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan solusi jangka panjang terhadap kekurangan dokter, termasuk dengan membangun fakultas kedokteran sendiri. “Saya harap gubernur dan bupati mulai memikirkan untuk mendirikan fakultas kedokteran di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan kembali bahwa membangun rumah sakit bukan semata untuk mengobati, tetapi juga untuk mencegah masyarakat jatuh sakit.</p>
<p>“Tidak ada orang yang ingin tidur di ruang operasi. Tugas kita adalah mencegah agar masyarakat tidak sakit, karena sakit itu mahal dan menurunkan kualitas hidup,” tegas Menkes.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menkes mengajak masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan gratis di Puskesmas untuk mendeteksi dini penyakit-penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan ginjal.</p>
<p>Bupati Konawe Kepulauan Rifqi Saifullah Razak menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap layanan kesehatan di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa Konawe Kepulauan memiliki luas wilayah 867 km persegi yang terdiri dari 7 kecamatan, 89 desa, dan 7 kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 40.491 jiwa.</p>
<p>Fasilitas kesehatan yang tersedia saat ini meliputi 1 RSUD, 9 Puskesmas, 48 Puskesmas Pembantu dan Poskesdes, serta 96 Posyandu. RSUD Konawe Kepulauan saat ini masih berstatus tipe D dengan kapasitas 63 tempat tidur dan layanan spesialis seperti bedah, anak, penyakit dalam, kebidanan, patologi klinik, neurologi, radiologi, dan anestesi.</p>
<p>“Kami sangat menyadari bahwa kapasitas kami sangat kecil dan sangat bergantung pada dana transfer daerah, termasuk Dana Alokasi Khusus. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas terpilihnya RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai salah satu sasaran program cepat hasil Presiden Republik Indonesia, Bapak Haji Prabowo Subianto,” kata Bupati Rifqi.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa peningkatan status rumah sakit ini sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah daerah menuju _Wawonii Emas 2030_ yang mengedepankan ekonomi maju, adil, sejahtera, dan berkelanjutan, termasuk di sektor kesehatan melalui penguatan layanan primer dan rujukan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250504-WA0006.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Kolaka Timur Naik Kelas ke Tipe C, Fokus Tangani Penyakit Mematikan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-kolaka-timur-naik-kelas-ke-tipe-c-fokus-tangani-penyakit-mematikan</link>				
         <pubDate>Sat, 03 May 2025 23:56:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-kolaka-timur-naik-kelas-ke-tipe-c-fokus-tangani-penyakit-mematikan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kolaka Timur, 3 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menugaskannya untuk memastikan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D, termasuk RSUD Kolaka Timur, dapat ditingkatkan menjadi tipe C. Langkah ini dilakukan untuk menjamin akses layanan kesehatan yang setara, terjangkau, dan berkualitas, tanpa memandang lokasi geografis.</p>
<p>&ldquo;Presiden ingin semua masyarakat Indonesia, di mana pun berada, mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, tanpa harus pergi jauh ke kota besar atau Pulau Jawa,&rdquo; ujar Menkes Budi saat meninjau pembangunan RSUD Kolaka Timur di Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/5).</p>
<p>RSUD tipe C yang dibangun akan dilengkapi dengan peralatan medis modern dan fasilitas penunjang canggih, setara dengan rumah sakit di wilayah perkotaan. Menkes menekankan bahwa rumah sakit ini harus menjadi garda terdepan dalam penanganan lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia: stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta masalah kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>&ldquo;Stroke harus ditangani dalam dua jam, jantung maksimal enam jam. Kalau lewat dari itu, risiko kematian sangat tinggi. Jadi rumah sakit di kabupaten kota harus bisa tangani sendiri,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Untuk itu, RSUD tipe C akan dilengkapi dengan fasilitas seperti CT Scan, cath lab, mamografi, laboratorium patologi anatomi, serta layanan kemoterapi. Ketersediaan layanan ini penting agar pasien kanker dapat menjalani terapi berulang di daerah tanpa harus bolak-balik ke rumah sakit rujukan.</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti pentingnya perencanaan matang dari pemerintah daerah. Ia meminta para kepala daerah untuk menyiapkan master plan pembangunan rumah sakit secara komprehensif, disertai regulasi pendukung seperti peraturan gubernur atau peraturan bupati.</p>
<p>Terkait pemenuhan SDM, Menkes menyoroti masih kurangnya dokter spesialis di beberapa wilayah, termasuk Kolaka Timur. Ia mendorong agar segera diisi, baik dari rumah sakit terdekat maupun bantuan dari Kemenkes.</p>
<p>Ke depan, pemerintah menyiapkan program pendidikan spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) yang memprioritaskan dokter-dokter muda dari daerah, bukan hanya lulusan terbaik atau anak profesor.</p>
<p>&ldquo;Putra-putri daerah harus diberi kesempatan menjadi spesialis dan mengabdi di rumah sakitnya sendiri,&rdquo; katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti masalah manajemen rumah sakit yang sering menjadi hambatan. Banyak RSUD yang sepi bukan karena kurangnya fasilitas, melainkan karena pengelolaan yang kurang optimal. Oleh karena itu, ia mendorong agar kepala daerah membuka peluang bagi satu posisi manajemen RS untuk diisi oleh tenaga ahli dari Kemenkes demi pengelolaan yang lebih profesional dan terintegrasi dengan pusat.</p>
<p>Sebagai dukungan tambahan, Kementerian Kesehatan akan menyediakan layanan konsultasi manajemen rumah sakit secara gratis bagi seluruh daerah.</p>
<p>Namun, Menkes menekankan bahwa membangun rumah sakit bukan satu-satunya solusi. Pemerintah juga harus menjaga masyarakat tetap sehat dengan memperkuat peran Puskesmas dan tenaga kesehatan di tingkat primer</p>
<p>&ldquo;Rumah sakit itu untuk mengobati. Tapi tugas utama kita adalah mencegah agar masyarakat tidak sakit. Peran Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa sangat penting untuk ini,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Bupati Kolaka Timur Abdul Azis menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Menkes dan Gubernur Sulawesi Tenggara. Ia menilai kunjungan ini sebagai titik awal penting dalam penguatan layanan kesehatan di wilayahnya.</p>
<p>&ldquo;Lahan seluas tiga hektar sudah kami siapkan dan akan ditambah dua hektar lagi untuk pembangunan rumah sakit baru,&rdquo; kata Abdul.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kolaka Timur telah memberangkatkan sekitar 10 dokter untuk menempuh pendidikan spesialis dasar, khususnya untuk menangani penyakit kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia sejalan dengan peningkatan kapasitas rumah sakit.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54493795411_7a28ecbdac_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Rumah Sakit Pendidikan Kemenkes Mulai Berikan Insentif bagi PPDS Berbasis Universitas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rumah-sakit-pendidikan-kemenkes-mulai-berikan-insentif-bagi-ppds-berbasis-universitas</link>				
         <pubDate>Sat, 03 May 2025 17:08:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rumah-sakit-pendidikan-kemenkes-mulai-berikan-insentif-bagi-ppds-berbasis-universitas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Mei 2025</p>
<p>Rumah sakit pendidikan di bawah naungan Kementerian Kesehatan mulai merealisasikan pemberian insentif kepada peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) berbasis universitas <em>(university-based)</em>. </p>
<p>Dua rumah sakit yang telah mengawali kebijakan ini adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang dan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.</p>
<p>RSUP Dr. Kariadi mulai memberikan insentif kepada PPDS senior yang berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Maret 2025, dengan kisaran antara Rp 1.5 juta hingga Rp 4 juta per bulan. </p>
<p>Direktur SDM RSUP Dr. Kariadi, Sri Utami, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung kesejahteraan PPDS yang turut berperan penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit pendidikan.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan langkah awal. RS Kariadi berkomitmen terus untuk dapat memberikan insentif kepada seluruh peserta PPDS termasuk yang diluar jaga IGD, dan saat ini sedang dalam proses perhitungan serta penyusunan kebijakannya oleh Kemenkes agar sistem pembayaran dan besarannya tidak bervariasi antar RS Vertikal yang melaksanakan pendidikan,&#8221; ujar Sri Utami.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menyampaikan bahwa insentif PPDS di rumah sakitnya ditetapkan dalam kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per bulan, tergantung tingkat semester dan masa pengabdian. </p>
<p>Untuk program fellowship intervensi, insentif yang diberikan mencapai 4,72 juta per bulan, sedangkan untuk non-intervensi sebesar 4 juta. </p>
<p>“RS Harapan Jantung merupakan yang pertama memberikan insentif. Sudah lama diberlakukan untuk mendukung kelancaran proses pendidikan spesialis di RS,” jelas Iwan.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin telah merencanakan agar PPDS berbasis universitas juga memperoleh insentif, seiring dengan PPDS berbasis rumah sakit yang telah lebih dulu mendapat dukungan melalui skema beasiswa LPDP. </p>
<p>Kini, rencana tersebut mulai terealisasi secara bertahap di rumah sakit pendidikan yang dikelola Kemenkes.</p>
<p>Selain pemberian insentif, Kementerian Kesehatan juga terus membangun lingkungan belajar dan bekerja bagi PPDS yang sehat, kondusif, serta bebas dari praktik perundungan. </p>
<p>Sejak pertengahan 2023, berbagai inisiatif dilakukan untuk melindungi PPDS dari kekerasan verbal, fisik, maupun psikologis yang masih dilaporkan terjadi di sejumlah institusi pendidikan kedokteran.</p>
<p>Hingga 25 April 2025, Kemenkes telah menerima 2.668 pengaduan melalui kanal resmi, di mana sebanyak 632 laporan (sekitar 24%) berkaitan langsung dengan praktik perundungan. </p>
<p>Untuk mendorong pelaporan dan penanganan kasus perundungan bagi PPDS, masyarakat dan tenaga kesehatan dapat menghubungi saluran pengaduan Kementerian Kesehatan di nomor telepon 0812-9979-9777 (whatsapp) atau melalui website https://perundungan.kemkes.go.id/.</p>
<p>Dalam rangka meningkatkan legalitas dan perlindungan kerja bagi PPDS, Kemenkes juga telah memberikan Surat Izin Praktik (SIP) tambahan sebagai dokter umum. Dengan demikian, PPDS yang memiliki waktu di luar kegiatan pendidikan dapat melakukan praktik mandiri secara legal dan memperoleh tambahan pendapatan. </p>
<p>Sebelumnya, banyak PPDS menjalankan praktik dokter umum tanpa SIP, sehingga pemberian SIP Umum ini juga bertujuan untuk melindungi hak dan keselamatan hukum para dokter dalam masa pendidikan.</p>
<p>Jam belajar di rumah sakit pendidikan pun akan didisiplinkan agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan oleh senior atau pihak RS.</p>
<p>Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya reformasi pendidikan kedokteran di Indonesia yang lebih adil, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik, sejalan dengan visi besar transformasi sistem kesehatan nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250410-WA00021.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkatkan Kelas ke Tipe C, Semua RS Pemerintah Berstandar Tinggi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-kelas-ke-tipe-c-semua-rs-pemerintah-berstandar-tinggi</link>				
         <pubDate>Sat, 03 May 2025 11:08:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-kelas-ke-tipe-c-semua-rs-pemerintah-berstandar-tinggi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kolaka, 2 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali melakukan ground breaking pembangunan RS menjadi tipe C. Kali ini kegiatan dilakukan di RSUD Benyamin Guluh, Kolaka, Jumat (2/5).</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Menkes Budi menekankan Kemenkes akan membangun dan memperkuat layanan rumah sakit di seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia termasuk di Kolaka. Rumah sakit ini akan dilengkapi peralatan medis canggih dan memiliki standar pelayanan kesehatan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan menegaskan bahwa fasilitas tersebut akan menargetkan layanan terhadap penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>&ldquo;Strateginya adalah memastikan setiap kabupaten dan kota bisa melayani dan menyembuhkan pasien dengan penyakit-penyakit tersebut tanpa perlu dirujuk ke kota besar,&rdquo; ujar Menkes Budi di Kolaka, Jumat (2/5).</p>
<p>Ia menyebut, penyakit seperti stroke dan jantung memiliki masa penanganan yang sangat sempit atau golden period. Untuk stroke, harus ditangani dalam waktu kurang dari dua jam. Sementara jantung maksimal dalam enam jam.</p>
<p>&ldquo;Kalau pasien stroke dari Kolaka harus dirujuk ke Kendari, bisa terlambat dan keburu wafat. Karena itu, kita hadirkan alat-alatnya langsung ke kabupaten/kota,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Target Kemenkes adalah agar 70 hingga 80 persen kasus stroke dan jantung bisa ditangani langsung di daerah.</p>
<p>&ldquo;Tinggal kesiapan tempat dan SDM-nya yang harus dipenuhi. Ini jadi tanggung jawab bersama dengan pemerintah daerah,&rdquo; tegas Menkes Budi.</p>
<p>Dalam skema ini, Kemenkes juga meminta keterlibatan lebih banyak dokter spesialis lokal, terutama putra daerah, agar alat-alat yang didatangkan bisa dioperasikan secara optimal.</p>
<p>Tak hanya rumah sakit, Kemenkes juga akan mengirimkan alat kesehatan ke 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia. Peralatan tersebut meliputi hematology analyzer, chemical analyzer, dan EKG.</p>
<p>Menkes menekankan, pembangunan sistem kesehatan nasional tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah pusat. Keterlibatan pemerintah daerah sangat penting, baik dalam penyediaan tenaga kesehatan maupun dalam operasionalisasi layanan.</p>
<p>&ldquo;Kesehatan itu isu penting bagi masyarakat. Saya titip pesan kepada para gubernur dan bupati, bantu kami isi RS dengan SDM yang mumpuni,&rdquo; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Kolaka Amri Jamaluddin menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang inklusif dan adil. Ia mengimbau seluruh tenaga medis untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap masyarakat yang datang berobat.</p>
<p>&ldquo;Tenaga medis adalah garda terdepan. Jangan sampai ada keluhan masyarakat soal pelayanan pilih kasih,&rdquo; kata Amri.</p>
<p>Menurut Amri, kehadiran Menteri Kesehatan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah. Ia berharap hal ini menjadi momentum bagi Kolaka untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.</p>
<p>Pembangunan rumah sakit dan distribusi alat kesehatan ini merupakan bagian dari langkah strategis nasional dalam menekan angka kematian dan meningkatkan akses layanan kesehatan merata di seluruh Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54490558847_b4507cb3d8_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Resmikan Pembangunan RSUD Buton Tengah, Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-resmikan-pembangunan-rsud-buton-tengah-perkuat-layanan-kesehatan-di-wilayah-kepulauan</link>				
         <pubDate>Fri, 02 May 2025 21:10:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-resmikan-pembangunan-rsud-buton-tengah-perkuat-layanan-kesehatan-di-wilayah-kepulauan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Buton Tengah, 2 Mei 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meresmikan peletakan batu pertama <em>(groundbreaking)</em> pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Jumat (2/5). Pembangunan ini menjadi bagian dari program <em>Quick Wins</em> Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kapasitas layanan dari Rumah Sakit D Pratama menjadi RS Kelas C.</p>
<p>Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya ketersediaan dokter spesialis sebagai prasyarat utama pemanfaatan alat kesehatan canggih yang akan ditempatkan di RSUD Buton Tengah. Ia mengingatkan bahwa teknologi kesehatan tidak akan optimal tanpa kehadiran tenaga ahli yang memadai.</p>
<p>&ldquo;Saya titip ke Pak Bupati dan Pak Gubernur, alat itu hanya bisa dipakai kalau ada dokter spesialisnya, sembilan atau sepuluh orang. Di seluruh Indonesia kita memang sangat kekurangan dokter spesialis,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah meluncurkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk program beasiswa dan sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Menkes berharap generasi muda daerah dapat memanfaatkan program ini dan kembali mengabdi di kampung halaman.</p>
<p>&ldquo;Pemerintah sudah memberikan beasiswa, kita juga membuka sistem dokter spesialis yang baru berbasis rumah sakit. Kita mohon putra-putri terbaiknya diizinkan datang ke sini dan nantinya akan dibayar sesuai dengan layaknya dokter spesialis,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Saat ini, RSUD Buton Tengah telah memiliki tujuh dokter spesialis, antara lain spesialis anak, penyakit dalam, dan radiologi. Namun Menkes menegaskan bahwa keberadaan spesialis lain seperti bedah, obgyn, anestesi, patologi klinik, dan saraf juga sangat dibutuhkan.</p>
<p>Ia bahkan menyampaikan harapannya agar rumah sakit ini suatu hari bisa memiliki fasilitas <em>cathlab</em> sebuah alat berteknologi tinggi yang sangat penting untuk penanganan pasien jantung. Menkes menegaskan bahwa keberadaan dokter spesialis harus bersifat permanen dan tidak sekadar berbasis kontrak, melainkan diangkat sebagai PNS atau PPPK.</p>
<p>Pembangunan RSUD Buton Tengah didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, dengan total anggaran mencapai Rp170 miliar. Menkes berharap proyek ini bisa rampung dan diresmikan pada awal tahun depan.</p>
<p>&ldquo;Saya minta tolong kepada Pak Bupati dan Gubernur, jatah pegawai negerinya dikasih lebih banyak, terutama untuk putra daerah, supaya dokter spesialisnya tidak mudah pindah-pindah. Surat izin praktiknya sudah dipegang sama saya, jadi dokter spesialisnya harus tetap di Buton Tengah,&rdquo; ujar Menkes.</p>
<p>Inisiatif ini sejalan dengan visi besar Kementerian Kesehatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan tangguh hingga ke pelosok negeri. Pembangunan RSUD ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan nasional secara menyeluruh.</p>
<p>Selain meresmikan _groundbreaking_ RSUD, kunjungan kerja Menkes di Buton Tengah juga mencakup peninjauan layanan di Puskesmas Lakudo serta pemberian akses internet berbasis teknologi Starlink. Inisiatif ini ditujukan untuk mendukung digitalisasi layanan kesehatan di wilayah terpencil.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250502-WA0025.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penurunan Tajam Angka Kematian Jemaah Haji: Bukti Perbaikan Layanan Kesehatan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penurunan-tajam-angka-kematian-jemaah-haji-bukti-perbaikan-layanan-kesehatan-indonesia</link>				
         <pubDate>Fri, 02 May 2025 17:37:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penurunan-tajam-angka-kematian-jemaah-haji-bukti-perbaikan-layanan-kesehatan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Mei 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan haji, dengan dilepasnya kloter pertama jemaah haji Indonesia Embarkasi Jakarta (JKG 01) dari Asrama Haji Pondok Gede oleh Menteri Agama didampingi Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, dan perwakilan DPR RI. Kloter pertama ini terdiri dari 389 jemaah asal DKI Jakarta, didampingi oleh empat petugas haji, yaitu satu dokter, satu perawat, satu ketua kloter, dan satu pembimbing ibadah.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa jumlah kematian jemaah haji Indonesia pada tahun 2024 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 773 jemaah yang wafat pada 2023, jumlah tersebut turun menjadi 461 orang pada 2024.</p>
<p>“2023 adalah puncak dari jumlah kematian jemaah Indonesia, yaitu sekitar 773 orang. Waktu itu saya sempat diajak bicara oleh Menteri Haji Arab Saudi, yang juga mantan Menteri Kesehatan Saudi, beliau menghimbau agar kesehatan jemaah Indonesia ditingkatkan karena tingginya angka kematian bisa berdampak negatif pada penetapan syarat haji dan premi asuransi di tahun berikutnya,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menurutnya, penurunan angka kematian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah perbaikan yang dilakukan bersama Kementerian Agama, terutama dalam proses pemeriksaan kesehatan yang kini dilakukan lebih awal dan pendampingan yang lebih menyeluruh. Ia menekankan bahwa salah satu penyebab utama kematian adalah pneumonia dan serangan jantung yang terlambat ditangani. Karena itu, pemerintah meminta alokasi khusus di Masjidil Haram yang kini telah dilengkapi dengan alat-alat modern dan petugas yang bisa berbahasa Indonesia.</p>
<p>Tahun ini, pemerintah terus memperkuat sistem layanan kesehatan haji. Salah satu langkah strategisnya adalah optimalisasi peran rumah sakit di Arab Saudi yang kini lebih mudah diakses oleh jemaah. Dengan kemudahan ini, jemaah dapat memperoleh penanganan medis secara lebih cepat dan efisien,</p>
<p>Pemerintah Saudi juga telah memberikan daftar organisasi dan perusahaan yang bertugas melayani kesehatan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Kemenkes telah memilih satu grup layanan kesehatan yang siap menjadi mitra dalam penanganan darurat.</p>
<p>“Pemerintah Saudi sekarang sudah sadar bahwa banyak yang wafat karena proses rujukannya lama. Dengan sistem optimalisasi peran rumah sakit di Arab Saudi, kita harapkan pelayanan semakin cepat dan kematian jemaah bisa ditekan,” tutup Menkes</p>
<p>Kementerian Kesehatan sendiri telah menyiapkan 1.766 tenaga kesehatan, menyusun panduan klinis untuk kondisi gawat darurat, serta menyediakan fasilitas seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), pos kesehatan di bandara, sektor kesehatan di Makkah dan Madinah, hingga armada ambulans. Tak hanya itu, distribusi vaksin meningitis dan polio, serta paket obat-obatan dan perbekalan kesehatan, telah dilakukan secara menyeluruh.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan jemaah juga diperketat, mencakup aspek kognitif, kesehatan mental, dan kemampuan aktivitas harian (ADL), terutama bagi jemaah lanjut usia dengan penyakit penyerta. Upaya ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.</p>
<p>Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar turut memastikan bahwa seluruh fasilitas dan layanan di Madinah telah siap untuk menyambut kedatangan kloter satu gelombang pertama.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/05/54489651740_df736fc5b6_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Imunisasi, Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-fondasi-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045</link>				
         <pubDate>Wed, 30 Apr 2025 22:47:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-fondasi-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas-2045</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 30 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan dukungan penuhnya terhadap peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Provinsi Banten, Rabu (30/4). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai peran imunisasi dalam melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah.</p>
<p>Pekan Imunisasi Dunia menjadi momen strategis untuk memperkuat pemahaman seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan optimal terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), tak hanya bagi anak-anak, tapi juga untuk seluruh kelompok usia. Kolaborasi antara Kemenkes dan IDAI dalam penyelenggaraan kegiatan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mempercepat capaian imunisasi nasional. Meskipun digagas oleh IDAI, Kemenkes hadir aktif mendukung, terutama dalam penguatan pesan dan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, mengungkapkan bahwa menurut data WHO tahun 2023, terdapat 14,5 juta anak di dunia yang belum mendapatkan imunisasi atau disebut sebagai <em>zero dose</em>. Indonesia menempati peringkat keenam tertinggi secara global, dengan sekitar 1,3 juta anak belum menerima imunisasi DPT 1 selama periode 2019–2023.</p>
<p>“Ini bukan sekedar angka yang tertulis di atas kertas, tapi gambaran nyata bahwa masih banyak anak-anak kita di Indonesia yang belum terlindungi, dan akan menjadi ancaman serius bagi negeri ini jika tidak bergerak melakukan sesuatu apapun,” ujar dr. Prima di hadapan peserta PID di Banten.</p>
<p>Ia menekankan bahwa cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas sangat penting untuk mencegah kesakitan, kecacatan, bahkan kematian akibat penyakit, sekaligus membangun generasi sehat yang siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>“Imunisasi bukan sekadar layanan dasar, tetapi investasi jangka panjang untuk melindungi anak-anak kita,” tambahnya.</p>
<p>Selama Maret hingga April 2025, serangkaian kegiatan PID telah berlangsung di berbagai daerah. Kegiatan tersebut mencakup pelayanan imunisasi serentak, kampanye Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI), kompetisi jurnalistik dan media sosial, penghargaan bagi daerah dengan cakupan imunisasi tinggi, serta penyelenggaraan serial webinar yang diikuti lebih dari 94.000 peserta dari beragam latar belakang.</p>
<p>Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. N. Paranietharan, menegaskan bahwa PID merupakan wujud komitmen global dalam melindungi jutaan nyawa melalui vaksinasi.</p>
<p>“Pekan Imunisasi Dunia 2025 merupakan momen untuk merayakan kemajuan Indonesia dalam melindungi jutaan nyawa melalui vaksin. Dengan tema ‘Imunisasi untuk Semua itu Mungkin bagi Umat Manusia’, kita menjawab seruan global untuk menutup kesenjangan, terutama di daerah terpencil dan tertinggal,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sekarang saatnya membuktikan imunisasi bukan sekadar tujuan, tetapi kenyataan yang bisa dan harus diwujudkan.</p>
<p>Hal senada disampaikan perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman. Ia menyebut vaksin sebagai salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Selama lima dekade terakhir, vaksin telah menyelamatkan 154 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, UNICEF tetap berkomitmen mendukung imunisasi anak melalui kerja sama erat dengan Kementerian Kesehatan dan para mitra,” jelas Maniza.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa investasi berkelanjutan dalam imunisasi sangat penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan siap membangun masa depan bangsa.</p>
<p>Kemenkes RI bersama IDAI, WHO, UNICEF, dan UNDP mengajak seluruh orang tua, pengasuh, serta masyarakat untuk memastikan anak-anak Indonesia menerima imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal. Komitmen ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam mencapai Agenda Imunisasi 2030 (IA2030).</p>
<p>Pekan Imunisasi Dunia diperingati setiap tahun pada minggu terakhir bulan April. Tahun ini, Indonesia mengangkat tema “Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas”, selaras dengan tema global “Immunization for All is Humanly Possible.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/2148880501.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Riau Darurat Karhutla, Kemenkes Kirim Bantuan Alat Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/riau-darurat-karhutla-kemenkes-kirim-bantuan-alat-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 30 Apr 2025 22:44:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/riau-darurat-karhutla-kemenkes-kirim-bantuan-alat-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI segera mengirimkan bantuan alat kesehatan untuk merespons situasi darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, yang telah ditetapkan dalam status darurat menyusul munculnya 144 titik api dan terbakarnya sekitar 81 hektare lahan.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Kemenkes mendistribusikan 30 unit oxygen concentrator dan 6.000 masker bedah kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau guna melindungi kesehatan masyarakat dari paparan asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.</p>
<p>Informasi ini disampaikan dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Karhutla yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada Selasa (29/4). Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono hadir mewakili Kemenkes dalam apel tersebut.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah sepakat menjadikan mitigasi sebagai strategi utama dalam menghadapi Karhutla.</p>
<p>“Fokus utamanya adalah deteksi dini dan respons cepat terhadap titik api sebelum meluas,” ujar Aji di kantor Kemenkes Jakarta, Selasa (29/4).</p>
<p>Langkah mitigasi ini juga akan didukung oleh modifikasi cuaca melalui penyemaian awan yang direncanakan mulai 1 Mei 2025 di wilayah Riau. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman secara alami dan mengurangi dampak kabut asap.</p>
<p>Pemerintah juga telah mengerahkan armada pendukung seperti helikopter _water bombing_, helikopter patroli, serta memperkuat sistem pemantauan. Embung, kanal, dan parit disiapkan dan diisi untuk memastikan ketersediaan air selama operasi pemadaman.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Budi Gunawan, menyampaikan bahwa penanganan Karhutla menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor.</p>
<p>“Kita ingin tunjukkan bahwa kita bisa menangani karhutla dengan gotong royong dan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, POLRI, masyarakat hingga sektor swasta,” ucap Menko.</p>
<p>Karhutla bukan hanya persoalan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan stabilitas nasional. Kabut asap yang ditimbulkan dapat memicu penyakit pernapasan dan mengganggu aktivitas sosial ekonomi masyarakat.</p>
<p>Pemerintah juga membentuk Desk Nasional Penanganan Karhutla di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang melibatkan BNPB, KLHK, TNI, POLRI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Desk ini bertujuan untuk menyatukan komando dan kekuatan lintas sektor dalam menekan angka Karhutla, khususnya di wilayah rawan.</p>
<p>BMKG telah memberikan peringatan dini bahwa musim kemarau 2025 diperkirakan berlangsung sejak April hingga September, dengan peningkatan risiko kebakaran di wilayah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi nasional, pemerintah kini mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi untuk deteksi dan pelaporan kondisi secara cepat dan akurat di lapangan. Penggunaan aplikasi dan sistem pemantauan digital menjadi prioritas.</p>
<p>Hingga saat ini, sebanyak 23 jenis bantuan dari pemerintah pusat telah diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi Riau dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan yang berkembang di lapangan.</p>
<p>Dengan koordinasi yang semakin solid dan pendekatan yang berbasis data dan teknologi, pemerintah optimis Karhutla di Riau dapat segera dikendalikan, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan memperkuat reputasi Indonesia dalam pengelolaan krisis lingkungan dan kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54484471031_5c742c3ed2_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Haji 2025 melalui Kolaborasi Strategis dengan Arab Saudi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-layanan-kesehatan-haji-2025-melalui-kolaborasi-strategis-dengan-arab-saudi</link>				
         <pubDate>Wed, 30 Apr 2025 22:35:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-perkuat-layanan-kesehatan-haji-2025-melalui-kolaborasi-strategis-dengan-arab-saudi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 April 2025</p>
<p>Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI yang digelar di Gedung Nusantara I, Selasa (29/4), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk terus memperkuat layanan kesehatan jemaah haji Indonesia. Upaya ini mencakup optimalisasi pelayanan sejak pra-keberangkatan di daerah, layanan di embarkasi dan debarkasi, hingga pemantauan selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi dan pasca kembali ke tanah air.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan bahwa kerja sama erat antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sangat penting untuk menurunkan angka kematian jemaah haji dan memastikan terselenggaranya layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan manusiawi.</p>
<p>“Saya didatangi oleh Menteri Kesehatan Arab Saudi. Beliau menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia pada 2022 dan 2023. Mereka meminta agar kita benar-benar serius menangani hal ini,” ujar Menkes Budi. “Kalau tidak, bisa saja regulasi di Arab Saudi menjadi lebih ketat, termasuk soal asuransi dan biaya pelayanan kesehatan.”</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Kemenkes telah menerapkan sistem pemeriksaan kesehatan jemaah yang lebih dini sejak 2024. Pemeriksaan dilakukan sebelum penetapan keberangkatan, sehingga risiko pembatalan mendadak dapat dihindari dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu dapat segera ditangani.</p>
<p>“Dengan model baru ini, kita bisa deteksi lebih awal. Kalau ada yang tidak layak secara kesehatan, bisa ditangani lebih dulu, dan hasilnya sudah mulai terlihat membaik di tahun 2024,” jelasnya.</p>
<p>Inovasi digital juga dimanfaatkan untuk pemantauan kesehatan secara real-time, termasuk akses bagi otoritas Arab Saudi. Pihak Arab Saudi juga meminta agar jemaah dengan kondisi sakit berat tidak diberangkatkan, serta mendorong adanya edukasi tentang kematian di Tanah Suci agar tidak disalahartikan secara budaya dan keagamaan.</p>
<p>Menkes juga meninjau langsung fasilitas kesehatan di sekitar Masjidil Haram. Ia mengapresiasi kesiapan Arab Saudi dalam menyediakan rumah sakit berfasilitas lengkap, bahkan di dalam kompleks masjid. “Saya sudah masuk langsung ke rumah sakit di dalam Masjidil Haram. Fasilitasnya sangat lengkap. Saya minta agar ada petugas medis yang bisa berbahasa Indonesia,” ungkapnya.</p>
<p>Distribusi tenaga kesehatan turut diperkuat. Sebanyak 1.044 tenaga kesehatan haji, 330 petugas haji daerah, 192 personel Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan, dan 200 tenaga pendukung kesehatan akan mendampingi jemaah sepanjang perjalanan. Jenis tenaga yang dikerahkan meliputi dokter, perawat, apoteker, analis laboratorium, elektromedis, surveilans, sanitarian, ahli gizi, hingga pengemudi logistik.</p>
<p>Kemenkes juga memastikan seluruh jemaah menerima vaksinasi yang memadai. Hingga saat ini, 211.751 dosis vaksin meningitis dan 203.410 dosis vaksin polio telah dialokasikan untuk 203.320 jemaah.</p>
<p>“Obat dan perbekalan kesehatan kini lebih banyak kita beli langsung di Arab Saudi agar tidak kadaluarsa dan menghindari temuan dari BPK,” kata Menkes.</p>
<p>Dalam aspek kemitraan, Kemenkes menggandeng Abeer Medical Group yang direkomendasikan pemerintah Arab Saudi sebagai mitra layanan rujukan kesehatan bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.</p>
<p>Menkes Budi menyimpulkan bahwa pendekatan komprehensif ini telah menunjukkan hasil positif. “Dari data yang ada, tren kasus penyakit dan kematian jemaah mulai menurun di tahun 2024. Ini hasil dari upaya kita bersama. Koordinasi yang lebih erat dengan Arab Saudi adalah kunci,” ujarnya.</p>
<p>Dengan sistem yang semakin terstruktur dan terintegrasi, Kementerian Kesehatan optimistis bahwa penyelenggaraan layanan kesehatan haji tahun 2025 akan berjalan lebih baik, memberi rasa aman dan perlindungan optimal bagi seluruh jemaah Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/5452153.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tenaga Kesehatan Kini Bisa Miliki Rumah Impian, Program Subsidi Resmi Diluncurkan di Kendal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tenaga-kesehatan-kini-bisa-miliki-rumah-impian-program-subsidi-resmi-diluncurkan-di-kendal</link>				
         <pubDate>Wed, 30 Apr 2025 22:21:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tenaga-kesehatan-kini-bisa-miliki-rumah-impian-program-subsidi-resmi-diluncurkan-di-kendal</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendal, 28 April 2025</p>
<p>Upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan kembali mendapat angin segar. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), secara resmi meluncurkan program akad massal dan penyerahan kunci rumah bersubsidi di Kendal, Jawa Tengah, pada Senin, 28 April 2025.</p>
<p>Program ini dirancang untuk memudahkan akses kepemilikan hunian layak bagi 30.000 tenaga kesehatan, yang meliputi 15.000 perawat, 10.000 bidan, dan 5.000 tenaga kesehatan masyarakat. Sasaran utama adalah tenaga kesehatan dari kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah.</p>
<p>Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dalam sambutannya menegaskan pentingnya seleksi ketat terhadap pengembang perumahan yang dilibatkan dalam program ini. Ia menekankan bahwa kualitas rumah dan tanggung jawab pengembang harus menjadi prioritas.</p>
<p>“Saya minta nanti bersama bank, terutama BTN, menyalurkan kewenangan apa yang dibutuhkan supaya jangan hanya diberikan kepada pengembang, tapi pilihlah pengembang yang bagus. Jangan hanya menyalurkan sekadar keuangan. Jangan lagi rakyat dibiarkan berhadapan sendiri,” tegas Maruarar.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa program rumah subsidi ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan penyediaan rumah layak dengan subsidi bunga yang sangat rendah.</p>
<p>“Arahannya jelas dari Presiden Prabowo, mempersiapkan rumah subsidi dengan subsidi bunga yang sangat murah, agar masyarakat dan tenaga kesehatan bisa memiliki rumah yang layak,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya berbicara, Menteri Maruarar langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi perumahan. Ia memastikan bahwa rumah yang dibangun berada di lokasi yang bebas banjir dan memiliki lingkungan yang nyaman bagi warganya.</p>
<p>“Saya biasanya suka out of the box. Saya cek langsung perumahannya. Tidak banjir, warganya bahagia. Ini bukti bahwa pengembangnya bertanggung jawab,” katanya.</p>
<p>Untuk menjamin ketepatan sasaran program, ia meminta BPS untuk memperbarui data penerima manfaat setiap tiga bulan. Ia menekankan pentingnya validasi agar bantuan tidak salah sasaran.</p>
<p>“BPS harus mengupdate by name by address setiap tiga bulan. Tidak boleh lagi ada orang kaya dapat rumah subsidi. Tidak boleh lagi ada penerima Bansos yang ternyata orangnya sudah meninggal,” tegasnya.</p>
<p>Menteri Maruarar juga berharap agar ke depan kuota program ini dapat diperluas, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Banyak sekali perawat dan bidan yang belum memiliki rumah. Jika kita bisa tambah kuota lagi, saya akan prioritaskan untuk mereka. Semoga semakin banyak pengusaha yang memberikan CSR-nya untuk bidang perumahan,” ujarnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini sebagai bentuk nyata dukungan kepada para tenaga kesehatan.</p>
<p>Menkes juga menekankan bahwa pembangunan hunian tidak cukup hanya menyediakan rumah, melainkan juga harus membangun kawasan yang nyaman dan terintegrasi, lengkap dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan hiburan.</p>
<p>Pada kesempatan ini, sebanyak 17 tenaga kesehatan dari wilayah Semarang telah terverifikasi sebagai penerima rumah, dengan enam di antaranya secara simbolis menerima kunci rumah langsung dari pejabat yang hadir. Para penerima berasal dari berbagai profesi, seperti perawat, bidan, perekam medis, fisioterapis, hingga tenaga penunjang.</p>
<p>Selain akad massal, para peserta dan tamu undangan diajak meninjau lokasi perumahan untuk melihat langsung spesifikasi pembangunan serta fasilitas kawasan yang akan disiapkan.</p>
<p>Sebagai upaya mempercepat proses verifikasi penerima manfaat, Kementerian Kesehatan memanfaatkan platform SATUSEHAT SDM Kesehatan untuk pemberitahuan dan pengajuan klaim bantuan rumah, dengan penyebaran informasi melalui broadcast WhatsApp dan email kepada tenaga kesehatan yang memenuhi syarat.</p>
<p>Ke depan, program ini diharapkan dapat diperluas hingga mencakup tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesejahteraan tenaga kesehatan Indonesia sekaligus meningkatkan pemerataan layanan kesehatan nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54482515573_9f82221fb6_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Raih Skor Tinggi Pelayanan Publik 2024, Bukti Nyata Komitmen untuk Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-raih-skor-tinggi-pelayanan-publik-2024-bukti-nyata-komitmen-untuk-masyarakat</link>				
         <pubDate>Tue, 29 Apr 2025 15:53:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-raih-skor-tinggi-pelayanan-publik-2024-bukti-nyata-komitmen-untuk-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pencapaian membanggakan dengan meraih skor 86,39 dalam Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024 yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia. Skor ini menempatkan Kemenkes dalam kategori B dengan kualitas tinggi dan masuk zona hijau, yang menandakan tingkat kepatuhan yang sangat baik terhadap standar pelayanan publik.</p>
<p>Penilaian ini merupakan bagian dari upaya Ombudsman untuk mendorong perbaikan kualitas layanan publik serta mencegah praktik maladministrasi di lingkungan instansi pemerintah pusat maupun daerah. Skor yang diperoleh menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan Kemenkes telah memenuhi aspek transparansi, akuntabilitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi cerminan dari dedikasi dan konsistensi seluruh jajaran Kemenkes dalam meningkatkan mutu layanan publik.</p>
<p>“Hasil ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan, khususnya dalam memperkuat unit pengelola pengaduan dan peningkatan kompetensi petugas layanan di seluruh satuan kerja Kemenkes,” ujar Aji.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Kemenkes akan terus melakukan evaluasi menyeluruh agar kualitas layanan publik tidak hanya terjaga, tetapi juga meningkat dari waktu ke waktu.</p>
<p>Penilaian Ombudsman ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan dirancang untuk mendorong penyelenggara layanan agar memenuhi standar pelayanan, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta membangun sistem pengelolaan pengaduan yang efektif dan responsif.</p>
<p>Dalam laporannya, Ombudsman RI juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, termasuk Presiden, Menteri PANRB, dan Menteri Dalam Negeri, agar terus memperkuat pengawasan terhadap implementasi standar pelayanan dan sistem pengaduan di seluruh instansi. Kepada para menteri, kepala lembaga, serta pemerintah daerah, Ombudsman menyarankan agar unit pelayanan yang masuk zona hijau diberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menghadirkan layanan terbaik bagi publik.</p>
<p>Sementara itu, bagi instansi yang masih berada di zona kuning dan merah, Ombudsman mendorong adanya langkah pembinaan serta teguran untuk memperkuat pemahaman terhadap standar pelayanan dan penerapannya. Instansi juga diimbau untuk menunjuk pejabat khusus yang bertanggung jawab dalam memantau pelaksanaan standar pelayanan secara konsisten dan menyeluruh.</p>
<p>Seluruh rekomendasi dari Ombudsman bersifat mengikat dan wajib ditindaklanjuti oleh penyelenggara pelayanan publik. Langkah ini penting untuk memastikan kualitas pelayanan publik nasional terus meningkat secara sistematis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-29-at-10.48.22.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan SnackVideo Gelar Cek Kesehatan Gratis Berbasis Komunitas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-snackvideo-gelar-cek-kesehatan-gratis-berbasis-komunitas</link>				
         <pubDate>Mon, 28 Apr 2025 08:21:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-snackvideo-gelar-cek-kesehatan-gratis-berbasis-komunitas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 27 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar acara pemberdayaan masyarakat bertajuk SnackVideo &ldquo;Desa Sejahtera SnackVideo&rdquo; di Stadion Mini Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Minggu (27 April 2025). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif.</p>
<p>Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang merupakan bagian dari CKG Berbasis Komunitas. Sekitar 200 warga dari semua siklus hidup, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia), antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan ini.</p>
<p>Ini adalah Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kesehatan yang merata, baik dan terjangkau, bagi seluruh rakyat Indonesia</p>
<p>Cek Kesehatan Gratis ini didukung oleh Puskesmas Legok, Puskesmas Bojong Nangka, dan Puskesmas Caringin yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Melalui inisiatif ini, Kemenkes RI dan SnackVideo ingin memastikan masyarakat desa memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar yang mudah dijangkau sebagai langkah awal menciptakan desa yang lebih sehat dan mandiri.</p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan revitalisasi stadion, donasi perlengkapan olahraga, fun match, serta pelatihan kecerdasan buatan (Kling AI) untuk meningkatkan literasi pendidikan berbasis teknologi.</p>
<p>Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Menurut Yugo Prabowo, perwakilan SnackVideo, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas dampak positif di tengah masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Acara ini telah dimulai sejak tahun lalu dengan fokus di beberapa daerah di Tangerang. Kami senang sekali dengan antusiasme masyarakat yang telah menyambut baik SnackVideo. Ada tiga hal yang menjadi fokus kami, yakni kesehatan, kebugaran, dan pendidikan. Dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, kami berharap ketiga fokus tersebut bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia,&rdquo; ungkap Yugo.</p>
<p>Dukungan dari pemerintah daerah pun mengalir. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Saya bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan seluruh penyelenggara termasuk SnackVideo, hadir untuk melanjutkan program pembangunan di Kabupaten Tangerang di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan. Fokus kami di desa-desa, dan sudah disiapkan anggaran untuk ketiga sektor tersebut. Hari ini, ketiganya mulai kita implementasikan. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kolaborasi ini. Saya berharap kegiatan ini bisa diperluas, tidak hanya di Legok, tetapi juga ke daerah lain di Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah siap mendukung penuh,&rdquo; ujar Bupati Maesyal Rasyid.</p>
<p>Dari sisi pemerintah pusat, Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, menegaskan pentingnya kerja sama multipihak dalam mendorong pemeriksaan kesehatan dini di masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Kami mengapresiasi pihak Pemda yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk Puskesmas dan Dinas Kesehatan, serta tentunya SnackVideo, supaya masyarakat di sekitar sini bisa melakukan cek kesehatan lebih dini dan mencegah penyakit-penyakit yang berbahaya,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Melalui program ini, Kemenkes RI bersama mitra swasta seperti SnackVideo berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya masyarakat sehat sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes di nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email ke kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-28-at-08.10.41.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Gelar Kick-off Meeting Proyek Pelatihan Penanggulangan Bencana Bersama KOICA</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-gelar-kick-off-meeting-proyek-pelatihan-penanggulangan-bencana-bersama-koica</link>				
         <pubDate>Fri, 25 Apr 2025 20:54:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-gelar-kick-off-meeting-proyek-pelatihan-penanggulangan-bencana-bersama-koica</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Mataram, 25 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) secara resmi meluncurkan proyek Capacity Building for Training of Disaster Management in the Indonesian Health System melalui Kick-off Meeting yang diselenggarakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (25/4).</p>
<p>Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Records of Discussion (RoD) antara Kementerian Kesehatan dan KOICA pada 26 April 2024 lalu, yang menjadi dasar kerja sama strategis dalam membangun sistem pelatihan penanggulangan bencana di sektor kesehatan. Proyek ini dirancang untuk berjalan hingga tahun 2028, dengan total hibah sebesar USD 12 juta atau sekitar Rp198 miliar.</p>
<p>“Proyek ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan. Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat mencetak SDM yang kompeten dan siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi krisis,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam sambutannya.</p>
<p>Proyek mencakup pembangunan pusat pelatihan, pengembangan kurikulum, pelatihan instruktur, serta penguatan operasional untuk membangun sistem pelatihan tanggap bencana yang selaras dengan standar internasional. Bapelkes Mataram akan menjadi pusat pelaksanaan utama proyek, dengan Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan sebagai penerima hibah.</p>
<p>Sekjen Kunta juga menekankan pentingnya kesinambungan program. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional diharapkan menjadi katalisator bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas mereka di tahun mendatang.</p>
<p>“Kami berharap bahwa melalui dukungan KOICA, semua elemen dan pemangku kepentingan lokal di Nusa Tenggara Barat akan belajar dan mempersiapkan diri untuk mengelola program ini secara mandiri setelah program ini berakhir,” tambahnya.</p>
<p>KOICA Country Director, Kim Hyo Jin, menyampaikan bahwa proyek ini sejalan dengan prioritas strategis KOICA di Indonesia, yaitu penguatan kapasitas SDM, dukungan terhadap digitalisasi, dan kesiapsiagaan bencana melalui kemitraan yang inklusif.</p>
<p>Sebagai bagian dari agenda transformasi kesehatan, Kementerian Kesehatan juga sedang menjajaki kerja sama lanjutan dengan KOICA melalui proyek “Improving Regulatory System of Medical and Health Workforce in Indonesia”, yang akan mendukung peningkatan sistem regulasi uji kompetensi tenaga kesehatan.</p>
<p>Dalam waktu dekat, Kementerian Kesehatan akan membentuk Project Steering Committee dan Project Implementation Unit guna menjamin kelancaran pelaksanaan proyek. Selain itu, regulasi pendukung, serta tim pemantauan dan evaluasi proyek, juga akan segera disusun sebagai bagian dari penguatan tata kelola hibah.</p>
<p>Kick-off Meeting ini turut dihadiri oleh perwakilan KOICA Indonesia Office, konsultan manajemen proyek dari Korea Selatan, serta jajaran pemerintah daerah dan institusi kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250425-WA0062.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Membangun Budaya Sehat di Tempat Kerja, Kemenkes Dorong Cek Kesehatan Gratis bagi Karyawan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/membangun-budaya-sehat-di-tempat-kerja-kemenkes-dorong-cek-kesehatan-gratis-bagi-karyawan</link>				
         <pubDate>Fri, 25 Apr 2025 16:56:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/membangun-budaya-sehat-di-tempat-kerja-kemenkes-dorong-cek-kesehatan-gratis-bagi-karyawan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau seluruh perusahaan untuk aktif menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi karyawan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif.</p>
<p>Ajakan ini disampaikan oleh Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, saat meninjau langsung pelaksanaan program CKG yang digelar oleh Halodoc di kantornya. Menurut dr. Elvieda, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan rutin di kalangan pekerja.</p>
<p>&ldquo;Kami mengapresiasi mitra kami, yaitu Halodoc, atas dukungannya terhadap program Cek Kesehatan Gratis pemerintah. Cek kesehatan bukan hanya dilakukan saat sudah sakit, tapi justru penting untuk dilakukan secara rutin,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa inisiatif semacam ini perlu dijadikan contoh dan diadopsi oleh lebih banyak perusahaan dan instansi, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan dan langkah nyata dalam membentuk budaya hidup sehat di tempat kerja.</p>
<p>Selama tiga hari pelaksanaan program, Halodoc memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada para karyawan. Layanan ini meliputi skrining kesehatan hingga vaksinasi, disertai konsultasi medis dengan tenaga profesional.</p>
<p>Ratusan karyawan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Selain memperoleh pemeriksaan menyeluruh, mereka juga mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai kondisi kesehatan masing-masing. Hal ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan sistem kerja yang mendukung produktivitas berkelanjutan.</p>
<p>Chief Human Capital Halodoc, Thomas Suhardja, menyatakan bahwa program CKG merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Menurutnya, upaya preventif sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja dan kesejahteraan karyawan.</p>
<p>&ldquo;Secara rutin kami menghadirkan program kesehatan preventif untuk karyawan. Tahun ini, bertepatan dengan ulang tahun Halodoc, kami perluas dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh,&rdquo; ujar Thomas.</p>
<p>Menurutnya, sebelum karyawan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, mereka harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dari lingkungan kerja mereka sendiri. Prinsip ini menjadi dasar penguatan internal Halodoc.</p>
<p>Ia menekankan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok usia produktif, karena dari segmen inilah dampak paling besar terhadap target nasional pemeriksaan kesehatan dapat dicapai.</p>
<p>Program CKG yang dilaksanakan Halodoc dinilai sejalan dengan misi perusahaan dalam mempermudah akses layanan kesehatan <em>(simplifying health access)</em> bagi masyarakat Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi wujud nyata dari peran aktif sektor swasta dalam mendukung agenda kesehatan nasional.</p>
<p>Kementerian Kesehatan berharap program serupa dapat direplikasi oleh lebih banyak perusahaan, sehingga semakin banyak masyarakat produktif yang mendapatkan manfaat dari deteksi dini kondisi kesehatan mereka. Dengan dukungan sektor swasta, Kemenkes yakin program Cek Kesehatan Gratis dapat menjangkau lebih luas dan mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih sehat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/Notes_250425_170034_e8c.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Kerjasama Kesehatan: Menkes RI dan Menkes AS Bahas Upaya Pencegahan Penyakit Kronis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-kerjasama-kesehatan-menkes-ri-dan-menkes-as-bahas-upaya-pencegahan-penyakit-kronis</link>				
         <pubDate>Fri, 25 Apr 2025 06:50:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-kerjasama-kesehatan-menkes-ri-dan-menkes-as-bahas-upaya-pencegahan-penyakit-kronis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Washington, D.C., 23 April 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, melakukan pertemuan bilateral bersejarah dengan Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Robert F. Kennedy Jr., di Washington, D.C. Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan meninggalkan kesan mendalam bagi Menkes Kennedy terhadap Indonesia.</p>
<p>Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pandangan terkait transformasi sistem dan kebijakan kesehatan di kedua negara. Kedua Menteri berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi sistem kesehatan nasional masing-masing, serta strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>Salah satu fokus utama diskusi adalah tingginya beban sistem kesehatan akibat meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular (<em>non-communicable diseases</em>/NCDs) seperti penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit ginjal. </p>
<p>“Penyakit-penyakit ini menjadi penyebab utama kematian, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat. Oleh karenanya perlu penanganan serius,” ujar Menkes Budi. </p>
<p>Keduanya sepakat bahwa penguatan upaya promotif dan preventif, termasuk melalui gaya hidup sehat, merupakan kunci untuk menekan risiko NCDs.</p>
<p>Menteri Budi membagikan pengalaman Indonesia dalam melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bertujuan untuk mengendalikan faktor risiko, mendeteksi penyakit secara dini, dan memberikan pengobatan yang cepat. Ia juga memperkenalkan sistem informasi digital yang mendukung pelaksanaan program ini secara efektif dan terintegrasi.</p>
<p>Dalam pembahasan lebih lanjut, kedua Menteri menekankan pentingnya perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, serta peningkatan kualitas lingkungan melalui akses terhadap air bersih, sanitasi, dan kebersihan (WASH). Mereka juga mendukung penerapan Nutri-grade, sebuah sistem informasi gizi pada kemasan makanan dan minuman, untuk membantu masyarakat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat.</p>
<p>Menkes Kennedy dan Menkes Budi saling berbagi arah kebijakan transformasi kesehatan yang tengah dijalankan. Kementerian Kesehatan AS mengedepankan program &#8220;<em>Make America Healthy Again </em>(MAHA)&#8221;, sementara Indonesia fokus pada enam pilar transformasi sistem kesehatan nasional, termasuk penguatan layanan primer dan pemanfaatan teknologi digital, serta keberlanjutan pembiayaan melalui jaminan kesehatan nasional.</p>
<p>Menteri Budi juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk membuka kolaborasi lebih lanjut dengan Amerika Serikat. </p>
<p>“Ketertarikan yang tinggi dari Kemenkes AS atas implementasi reformasi kesehatan di Indonesia membuka peluang kunjungan resmi ke tanah air guna melihat langsung pelaksanaan kebijakan di lapangan,” ucap Budi.</p>
<p>Pertemuan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mempererat kerja sama kesehatan bilateral yang telah terjalin melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan AS. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan kesehatan global yang berkelanjutan dan inklusif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250425-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tegaskan Komitmen Eliminasi Kanker Serviks, 36 Ribu Kasus Baru Terdeteksi Setiap Tahun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tegaskan-komitmen-eliminasi-kanker-serviks-36-ribu-kasus-baru-terdeteksi-setiap-tahun</link>				
         <pubDate>Thu, 24 Apr 2025 12:17:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tegaskan-komitmen-eliminasi-kanker-serviks-36-ribu-kasus-baru-terdeteksi-setiap-tahun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 April 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia dalam diskusi bertajuk “Reafirmasi Komitmen Eliminasi Kanker Serviks”. Kanker serviks saat ini merupakan jenis kanker terbanyak kedua di Indonesia.</p>
<p>Setiap tahun, diperkirakan terdapat lebih dari 36.000 kasus baru yang terdeteksi. Ironisnya, sekitar 70 persen dari kasus tersebut baru diketahui pada stadium lanjut, sehingga meningkatkan risiko kematian secara signifikan.</p>
<p>“Harapan saya, diskusi ini bisa membuka sudut pandang baru, melahirkan solusi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, swasta, praktisi, maupun masyarakat luas,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Menurutnya, rendahnya angka deteksi dini menjadi salah satu penyebab utama tingginya kematian akibat kanker serviks. Untuk itu, pemerintah menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai prioritas, melalui program vaksinasi HPV dan pemeriksaan skrining secara berkala.</p>
<p>Sebagai wujud keseriusan, Kementerian Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks. Strategi ini mencakup tiga pilar utama. Pertama, anak perempuan dan laki-laki usia 15 tahun ditargetkan memperoleh vaksinasi HPV. Kedua, perempuan usia 39 tahun diharapkan menjalani skrining HPV DNA. Ketiga, perempuan dengan kanker serviks invasif harus mendapatkan penatalaksanaan yang sesuai standar medis.</p>
<p>“Jika ketiga pilar ini dijalankan secara komprehensif dan terkoordinasi, saya optimis kita dapat menurunkan angka kematian dan mencapai eliminasi kanker serviks di seluruh Indonesia,” tegas Wamenkes.</p>
<p>Mulai tahun 2025, layanan skrining HPV DNA akan diintegrasikan dalam program pemeriksaan kesehatan gratis. Diharapkan, kebijakan ini dapat memperluas jangkauan deteksi dini dan mencegah berkembangnya penyakit ke stadium lanjut.</p>
<p>Meski demikian, tantangan geografis yang kompleks masih menjadi hambatan, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan yang belum memiliki akses layanan kesehatan memadai.</p>
<p>Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan akan membangun laboratorium pendukung di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Laboratorium ini akan mempercepat diagnosis kanker serviks, terutama di fasilitas kesehatan yang belum memiliki sarana memadai.</p>
<p>Evaluasi menyeluruh di tingkat Puskesmas juga akan dilakukan, agar pemeriksaan kanker serviks dapat menjadi layanan rutin yang efektif, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54471563387_1fc2d304c9_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Serahkan Rumah Sakit Lapangan ke Pemerintah Myanmar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-serahkan-rumah-sakit-lapangan-ke-pemerintah-myanmar</link>				
         <pubDate>Thu, 24 Apr 2025 07:26:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-serahkan-rumah-sakit-lapangan-ke-pemerintah-myanmar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Naypyidaw, 23 April 2025</p>
<p>Tim Kemanusiaan Darurat Medis Indonesia <em>(The Indonesian EMT)</em> resmi mengakhiri misi kemanusiaannya di Myanmar dengan menyerahkan seluruh fasilitas Rumah Sakit (RS) Lapangan kepada Kementerian Kesehatan Myanmar, Selasa (22/4).</p>
<p>RS Lapangan yang dibangun di wilayah Oattara Thiri, Naypyidaw, diserahkan oleh ketua tim TCK-EMT INDONESIA untuk Myanmar dr. Eko Medistianto, M. Epid kepada Menteri Persatuan Kesehatan Myanmar yang diwakili oleh Regional Health Director Nay Pyi Taw, dr. Swe Zib Win.</p>
<p>&#8220;Selama 15 hari bertugas sejak 7 April 2025, tim EMT Indonesia telah memberikan layanan kesehatan kepada total 4.874 pasien, atau rata-rata 325 orang per hari,&#8221; ujar dr. Eko.</p>
<p>Angka ini jauh melampaui standar WHO untuk EMT Tipe 1 Fixed, yakni 100 pasien per hari. Tim terdiri dari 35 tenaga kesehatan dari EMT Indonesia dan 5 relawan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Mereka memberikan pelayanan setiap hari tanpa libur, dari pukul 08.30 hingga 16.30 waktu setempat.</p>
<p>RS Lapangan ini terdiri dari enam tenda pelayanan, masing-masing memiliki fungsi spesifik, yakni Unit Gawat Darurat, Rawat Jalan, Observasi, Farmasi, Logistik dan Komando, serta Ruang Tunggu Pasien.</p>
<p>Pelayanan yang diberikan mencakup penanganan gawat darurat, layanan rawat jalan, kesehatan anak, tindakan bedah minor, kebidanan, terapi nyeri, farmasi, laboratorium dasar, dan pemeriksaan X-Ray menggunakan perangkat dari rumah sakit umum setempat.</p>
<p>Sepuluh jenis penyakit yang paling banyak ditangani antara lain atralgia/arthritis (508 kasus), hipertensi (481), myalgia (431), osteoarthritis (401), low back pain (384), ISPA (246), cefalgia (246), gastritis (239), dermatitis (141), dan vertigo (141).</p>
<p>Kepala 50 Beds Oattara Thiri Township Hospital menyampaikan apresiasi mendalam kepada EMT Indonesia atas bantuan pelayanan kesehatan yang sangat membantu masyarakat pasca gempa.</p>
<p>Penghargaan juga diberikan oleh Pemerintah Myanmar dalam bentuk sertifikat dari National Disaster Management Committee dan Kementerian Kesehatan kepada tim medis Indonesia.</p>
<p>Sertifikat tersebut ditandatangani oleh pejabat tinggi Myanmar, termasuk Dr. Soe Win <em>(Union Minister)</em> dan Dr. Thet Khaing Win <em>(Union Minister of Health)</em>, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam respons medis terhadap bencana gempa bumi.</p>
<p>Ketua Delegasi Tim Indonesia, Brigjen Pol Ary Laksmana Wijaya, menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari pemerintah dan tenaga medis Myanmar selama masa pelayanan.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa seluruh fasilitas tenda kesehatan, obat-obatan, alat medis habis pakai, dan beberapa peralatan pendukung akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Myanmar untuk digunakan secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Penyerahan RS Lapangan ini menjadi simbol solidaritas kemanusiaan dan kerja sama internasional di tengah situasi darurat bencana,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pemerintah Myanmar menyambut baik kontribusi Indonesia dan berharap kerja sama kemanusiaan antar kedua negara dapat terus ditingkatkan di masa depan.<br />
Kepulangan tim Indonesia meninggalkan kesan positif di hati masyarakat Myanmar yang merasa terbantu dan terlayani dengan baik selama masa darurat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-07.42.11.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Izinkan Praktik Dokter Umum bagi PPDS untuk Ringankan Beban Finansial</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-izinkan-praktik-dokter-umum-bagi-ppds-untuk-ringankan-beban-finansial</link>				
         <pubDate>Tue, 22 Apr 2025 21:59:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-izinkan-praktik-dokter-umum-bagi-ppds-untuk-ringankan-beban-finansial</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 April 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemberian Surat Izin Praktik (SIP) sebagai dokter umum bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bersifat opsional. Kebijakan ini diambil untuk membantu meringankan beban finansial yang kerap dihadapi para peserta PPDS di Indonesia.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, banyak peserta PPDS mengalami kesulitan ekonomi akibat tidak memiliki sumber pendapatan selama masa pendidikan. Melalui kebijakan ini, Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan bagi peserta PPDS untuk melakukan praktik sebagai dokter umum, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan yang wajar dengan cara yang benar tanpa mengganggu kewajiban akademik dan klinis mereka.</p>
<p>Sebelum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan disahkan, peserta PPDS hanya dapat memiliki satu Surat Tanda Registrasi (STR), yaitu STR khusus untuk PPDS. Hal ini menyebabkan praktik sebagai dokter umum menjadi tidak legal bagi mereka. Namun, dengan adanya UU 17/2023, STR dokter umum tetap aktif selama masa pendidikan spesialis, memungkinkan PPDS untuk bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di luar jam kerja pendidikan.</p>
<p>Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta ruang kerja yang layak bagi para peserta pendidikan dokter spesialis.</p>
<p>“Kita ingin dokter spesialis di Indonesia memiliki standar yang sama seperti di luar negeri. Mereka seharusnya tidak membayar untuk belajar, melainkan mendapatkan penghasilan dari praktik selama pendidikan,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ditegaskan pula bahwa PPDS berbasis rumah sakit <em>hospital-based</em> telah menerima insentif yang bukan berasal dari praktik luar. Pemerintah juga terus mendorong insentif untuk PPDS berbasis universitas <em>university-based</em> agar segera diberikan.</p>
<p>Menkes juga menjelaskan bahwa praktik dokter umum oleh peserta PPDS akan memungkinkan dilakukan di luar rumah sakit pendidikan, namun harus sesuai dengan ketentuan dari program studi (Prodi) masing-masing.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa selama ini, PPDS direkrut dan membayar uang pendidikan ke pihak universitas. RS vertikal hanya merupakan wahana tempat PPDS untuk belajar dan praktik.</p>
<p>Anggota Konsil Kesehatan Indonesia, dr. Mohammad Syahril, menambahkan bahwa pengajuan SIP untuk praktik di luar rumah sakit pendidikan atau jejaring dapat dilakukan oleh peserta PPDS. Setiap Prodi memiliki regulasi berbeda, beberapa mengizinkan praktik setelah tahun kedua atau ketiga, sementara yang lain memiliki ketentuan tersendiri.</p>
<p>“PPDS dapat melakukan praktik di klinik swasta sebagai dokter umum di luar rumah sakit pendidikan, selama mengikuti ketentuan dari Prodi masing-masing,” jelas dr. Syahril.</p>
<p>Kebijakan ini memungkinkan peserta PPDS untuk kembali bekerja sebagai dokter umum sesuai pengalaman mereka sebelum menempuh pendidikan spesialis.</p>
<p>“Sebelumnya mereka sudah bekerja dan memiliki keluarga. Sistem lama yang sama sekali tidak memberi ruang untuk praktik itu tidak sehat,” tambah Menkes.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap jam kerja peserta PPDS di rumah sakit pendidikan. Ia meminta seluruh rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan untuk menerapkan aturan jam kerja secara disiplin.</p>
<p>Jika peserta harus menjalani lembur, mereka wajib diberikan waktu istirahat pada hari berikutnya. Tekanan psikologis yang berkelanjutan, menurut Menkes, akan berdampak pada kualitas pendidikan dan kesehatan mental peserta.</p>
<p>Ia juga mengimbau agar tugas-tugas non-medis tidak lagi dibebankan kepada peserta PPDS. Menkes menyoroti temuan di lapangan mengenai PPDS yang masih ditugaskan untuk mendorong tempat tidur pasien atau mengantar hasil laboratorium, yang seharusnya bukan tanggung jawab mereka.<br />
“Ini bukan tugas mereka dan harus diawasi langsung oleh para direktur rumah sakit,” tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250422-WA0025.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Jangan Biarkan Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-jangan-biarkan-nila-setitik-merusak-susu-sebelanga</link>				
         <pubDate>Tue, 22 Apr 2025 01:38:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-jangan-biarkan-nila-setitik-merusak-susu-sebelanga</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 April 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter tidak boleh mengaburkan dedikasi dan integritas ratusan ribu dokter lain yang selama ini bekerja dengan profesionalisme tinggi.</p>
<p>“Kita memiliki hampir 300 ribu dokter di Indonesia. Jangan sampai tindakan segelintir oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter secara keseluruhan,” ujar Menkes Budi dalam keterangan persnya, Senin (21/4).</p>
<p>Ia menekankan pentingnya sikap adil dan proporsional dalam menyikapi kasus tersebut.</p>
<p>“Dokter-dokter baik jumlahnya jauh lebih banyak. Jangan sampai yang baik-baik ini tertutup oleh ulah oknum yang ngaco,” tegasnya.</p>
<p>Menkes juga mengakui bahwa sistem pengawasan dan penegakan etik dalam dunia medis selama ini masih memiliki kelemahan, terutama dalam aspek transparansi dan ketegasan sanksi.</p>
<p>“Ketika sistem tidak transparan dan tidak tegas, oknum merasa bebas berbuat tanpa pengawasan. Akibatnya terungkap, dan kepercayaan masyarakat pun terganggu,” imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sistem pengawasan profesi medis melalui implementasi Undang-Undang Kesehatan yang baru. UU ini memberikan kewenangan yang lebih kuat bagi pemerintah untuk mengidentifikasi dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku pelanggaran etik, tanpa pengecualian.</p>
<p>Salah satu langkah konkret adalah pencatatan rekam jejak pelaku dan pendistribusian data tersebut ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan dinas kesehatan daerah. Dengan demikian, tindakan pencegahan dapat dilakukan secara sistematis dan lebih cepat.</p>
<p>“Langkah ini penting agar kita bisa melindungi mayoritas dokter yang selama ini bekerja dengan benar, profesional, dan penuh tanggung jawab,” jelas Menkes.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof. Brian Yuliarto turut menekankan pentingnya momentum ini sebagai titik evaluasi dalam sistem pendidikan profesi dokter, khususnya di jenjang spesialis.</p>
<p>“Tentu ada hal-hal yang masih belum sempurna. Mari kita perbaiki bersama-sama agar ke depan program pendidikan dokter spesialis bebas dari praktik-praktik yang bisa mencoreng nama baik profesi,” ujar Prof. Brian.</p>
<p>Ia berharap, ke depan tidak ada lagi kasus serupa yang terulang. Setiap institusi pendidikan dan calon dokter diharapkan terus menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54465425374_f3a6b0cb33_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Ajak Komunitas dan Pegiat Media Sosial Jadi Duta Imunisasi Digital demi Masa Depan Anak Bangsa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-komunitas-dan-pegiat-media-sosial-jadi-duta-imunisasi-digital-demi-masa-depan-anak-bangsa</link>				
         <pubDate>Mon, 21 Apr 2025 14:41:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-komunitas-dan-pegiat-media-sosial-jadi-duta-imunisasi-digital-demi-masa-depan-anak-bangsa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 April 2025</p>
<p>Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, tak sedikit kabar keliru seputar imunisasi yang menciptakan keraguan bahkan penolakan di masyarakat. Menyikapi hal ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Global Health Strategies menggelar Temu Komunitas dan Pegiat Media Sosial sebagai bagian dari peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2025.</p>
<p>Dengan mengusung tema “Imunisasi untuk Semua: Dari Kota hingga Pelosok Negeri,” kegiatan ini mengajak berbagai pihak mulai dari tokoh agama, para ibu muda, pengemudi ojek online, hingga penggerak komunitas lokal untuk bersama-sama menjadi penyebar informasi yang benar sekaligus Duta Imunisasi Digital.</p>
<p>Direktur Global Health Strategies Indonesia, Ganendra Awang Kristandya, menekankan bahwa kekuatan media sosial harus diarahkan untuk menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. “Hoaks kesehatan bisa menyebar lebih cepat dari virus. Inilah pentingnya peran komunitas digital untuk menyuarakan fakta. Kita butuh lebih banyak suara yang mendukung imunisasi sebagai hak dasar, bukan sekadar pilihan,” tegasnya.</p>
<p>Peringatan Pekan Imunisasi Dunia ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data WHO tahun 2023, sebanyak 14,5 juta anak di dunia masih belum mendapatkan imunisasi dasar (zero dose). Indonesia memang menunjukkan kemajuan signifikan dari 1,1 juta anak belum diimunisasi pada 2021 menjadi 662 ribu anak pada 2023, namun masih menjadi negara dengan jumlah zero dose tertinggi keenam di dunia.</p>
<p>Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, menyebutkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mengejar cakupan imunisasi bukan lagi soal distribusi vaksin atau akses fasilitas, melainkan pertarungan narasi.</p>
<p>“Salah satu isu penting yang menjadi penyebab banyaknya anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi adalah beredarnya informasi palsu atau tidak benar tentang imunisasi. Informasi yang tidak benar dan menyesatkan ini pada awalnya akan menimbulkan keraguan, ketakutan, dan pada akhirnya akan menimbulkan penolakan terhadap imunisasi,” ujarnya.</p>
<p>Acara ini turut melibatkan berbagai komunitas dari berbagai daerah dan latar belakang. Para peserta diberikan ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan mempelajari strategi komunikasi yang efektif untuk melawan disinformasi tentang imunisasi.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa tantangan komunikasi kesehatan saat ini sudah sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.</p>
<p>“Dulu kita menghadapi keterbatasan akses. Sekarang, kita berhadapan dengan banjir informasi yang tidak semuanya benar. Komunikasi kesehatan harus adaptif dan relevan. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan jalur formal; harus ada pendekatan yang lebih dekat, lebih personal, dan yang paling penting disampaikan oleh sosok yang dipercaya,” jelasnya.</p>
<p>Acara ini juga menghadirkan para pegiat media sosial yang telah aktif mengadvokasi isu kesehatan di ranah digital, seperti Citra Ayu Mustika, dr. Ikhsanuddin Qothi, dan Virgiana Taryadi Setiawan atau yang dikenal sebagai Ibu Hajat. Ketiganya membagikan pengalaman mereka dalam menyuarakan pentingnya imunisasi melalui platform digital dengan pendekatan yang kreatif, santai, namun berdampak.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Kemenkes berharap akan tumbuh lebih banyak Duta Imunisasi Digital dari berbagai kalangan yang siap menyuarakan pentingnya imunisasi secara konsisten dan inklusif. Pekan Imunisasi Dunia 2025 mengusung pesan nasional “Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas,” sebagai ajakan bersama untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, S.T., M.K.M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/1jpg.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Meningitis Jelang Ibadah Haji, Kemenkes Fasilitasi Vaksinasi bagi Petugas PPIH Tahun 1446H/2025M</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-meningitis-jelang-ibadah-haji-kemenkes-fasilitasi-vaksinasi-bagi-petugas-ppih-tahun-1446h-2025m</link>				
         <pubDate>Sat, 19 Apr 2025 22:48:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-meningitis-jelang-ibadah-haji-kemenkes-fasilitasi-vaksinasi-bagi-petugas-ppih-tahun-1446h-2025m</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan menggelar vaksinasi meningitis gratis bagi 500 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Terintegrasi Tahun 1446H/2025M. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (19/4), bertepatan dengan pelaksanaan Bimtek.</p>
<p>&#8220;Untuk memudahkan para petugas yang sedang mengikuti bimtek, kami memfasilitasi vaksinasi meningitis secara langsung di lokasi. Ini agar setelah bimtek selesai, para petugas sudah memenuhi persyaratan ketentuan vaksinasi meningitis dari Pemerintah Arab Saudi,&#8221; jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo.</p>
<p>Menurut Liliek, vaksinasi ini penting dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Hal ini juga sebagai langkah antisipatif agar seluruh petugas haji dalam kondisi sehat dan siap bertugas.</p>
<p>Proses vaksinasi dimulai dengan pendaftaran dan pengisian lembar persetujuan tindakan medis (_informed consent_). Selanjutnya, peserta menjalani skrining riwayat kesehatan seperti alergi, hipertensi, dan diabetes. Bila dinyatakan layak, vaksin meningitis akan diberikan.</p>
<p>Setelah penyuntikan, peserta akan menjalani observasi untuk memantau kemungkinan munculnya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Tim vaksinator yang bertugas adalah petugas kesehatan haji yang juga tergabung dalam PPIH.</p>
<p>Vaksin meningitis merupakan persyaratan wajib dari Pemerintah Arab Saudi bagi seluruh jemaah haji dan petugas pendamping dari berbagai negara.</p>
<p>Vaksinasi menjadi metode paling efektif untuk mencegah meningitis meningokokus, penyakit menular yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Pencegahan tambahan juga dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat, cukup istirahat, dan menghindari kontak erat dengan individu yang terinfeksi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250419-WA0006.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Dokter di Malang, Wamenkes Beri Tanggapan Tegas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-pelecehan-seksual-oleh-oknum-dokter-di-malang-wamenkes-beri-tanggapan-tegas</link>				
         <pubDate>Fri, 18 Apr 2025 11:21:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-pelecehan-seksual-oleh-oknum-dokter-di-malang-wamenkes-beri-tanggapan-tegas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Malang, 17 April 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan respons tegas terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum dokter di Malang. Ia menegaskan bahwa segala bentuk tindakan asusila yang tidak sesuai dengan nilai-nilai etika dan profesionalisme medis akan ditindaklanjuti secara serius oleh Kementerian Kesehatan maupun aparat penegak hukum.</p>
<p>“Setiap kegiatan yang berada di dalam maupun di luar konteks layanan, jika tidak sesuai dengan etika, akan kami tindaklanjuti. Itu mencederai sumpah dokter,” tegas Prof. Dante dalam pernyataannya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa sumpah dokter merupakan komitmen moral dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, tindakan asusila oleh tenaga medis tidak hanya mencoreng profesi, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat.</p>
<p>“Kalau ada kegiatan-kegiatan yang bersifat asusila, maka akan kami tindaklanjuti tidak hanya dari aspek etik, tapi juga aspek hukum dan legalitas,” ujarnya.</p>
<p>Prof. Dante mencontohkan penanganan kasus serupa di masa lalu, di mana Kementerian Kesehatan melalui Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) mencabut secara permanen Surat Tanda Registrasi (STR) seorang dokter yang terbukti melakukan pelanggaran etik berat.</p>
<p>“Ini adalah bentuk nyata dari sanksi tegas kami. Kalau STR dicabut, maka dia tidak bisa praktik lagi selamanya,” imbuhnya.</p>
<p>Ia menyatakan keprihatinannya atas masih adanya oknum tenaga medis yang menyalahgunakan profesi. Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat penting untuk terus memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kesehatan.</p>
<p>Sebagai langkah preventif, Kementerian Kesehatan berkomitmen memperkuat pembinaan melalui kolaborasi dengan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), organisasi profesi, serta institusi pendidikan kedokteran, khususnya dalam penguatan pendidikan etika medis.</p>
<p>Lebih lanjut, Wamenkes mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan akan menerapkan tes kepribadian _Minnesota Multiphasic Personality Inventory_ (MMPI) dalam proses seleksi calon dokter. Tes ini bertujuan untuk menyaring potensi gangguan psikologis yang tidak sesuai dengan karakter profesi medis.</p>
<p>“Kalau hasilnya menunjukkan ada kelainan psikologis dan tidak cocok untuk profesi dokter, maka akan kami tolak, walaupun nilai akademiknya bagus,” tegas Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250418-WA0093.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Satu RW di Kota Malang Bebas TBC Berkat Program Penemuan Kasus Aktif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/satu-rw-di-kota-malang-bebas-tbc-berkat-program-penemuan-kasus-aktif</link>				
         <pubDate>Fri, 18 Apr 2025 11:16:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/satu-rw-di-kota-malang-bebas-tbc-berkat-program-penemuan-kasus-aktif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Malang, 17 April 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan keberhasilan salah satu rukun warga (RW) di Kota Malang yang dinyatakan bebas dari tuberkulosis (TBC). Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis (17/4).</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Sukun dan Puskesmas Janti, Prof. Dante meninjau langsung pelaksanaan berbagai program kesehatan, termasuk strategi penemuan kasus aktif (_active case finding_) TBC yang menjadi salah satu fokus utama.</p>
<p>“Di Pustu Sukun, saya melihat strategi _active case finding_ berjalan dengan baik. Strategi ini sangat penting untuk mendeteksi kasus TBC yang tidak bergejala, khususnya pada mereka yang tinggal serumah dengan pasien TBC,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif percepatan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menurunkan angka TBC secara nasional. Kunci keberhasilan program ini adalah pemeriksaan dini terhadap kontak erat pasien agar pengobatan dapat segera dilakukan jika ditemukan positif.</p>
<p>Salah satu capaian yang menggembirakan terlihat di salah satu RW di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, yang saat ini dinyatakan bebas TBC. Wilayah ini sebelumnya mencatat 14 kasus TBC pada tahun 2023. Berkat intervensi aktif dan penanganan yang tepat, seluruh kasus berhasil disembuhkan dalam kurun dua tahun.</p>
<p>“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa jika pendekatan kepada masyarakat dilakukan secara maksimal, bukan tidak mungkin kita bisa mengeliminasi TBC dari wilayah-wilayah di Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Selain meninjau program TBC, Prof. Dante juga berdialog dengan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat untuk menyerap aspirasi serta mensosialisasikan rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.</p>
<p>Koperasi ini akan memiliki unit fungsional di bidang kesehatan, termasuk apotek dan klinik desa, guna memperluas akses layanan kesehatan secara langsung di tingkat pedesaan.</p>
<p>“Target kami adalah membangun Koperasi Desa Merah Putih di lebih dari 80 ribu desa di Indonesia. Dengan pendekatan ini, layanan kesehatan akan lebih dekat, mudah dijangkau, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54457158942_5c92772f9e_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter Kembali Terjadi, KKI Imbau Masyarakat Tidak Takut Melapor</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-dugaan-pelecehan-seksual-oleh-dokter-kembali-terjadi-kki-imbau-masyarakat-tidak-takut-melapor</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Apr 2025 22:44:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-dugaan-pelecehan-seksual-oleh-dokter-kembali-terjadi-kki-imbau-masyarakat-tidak-takut-melapor</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 April 2025</p>
<p>Dalam waktu berdekatan, sejumlah kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum tenaga medis kembali mencuat. </p>
<p>Kasus terbaru terjadi di sebuah rumah sakit swasta di Malang, menyusul dua kasus sebelumnya yang melibatkan dokter di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan seorang dokter spesialis kandungan di sebuah klinik kesehatan di Garut, Jawa Barat.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), drg. Arianti Anaya, meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan pelecehan seksual maupun pelanggaran lain yang dilakukan oleh tenaga medis atau tenaga kesehatan.</p>
<p>Terkait kasus di RS Hasan Sadikin, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. KKI pun telah mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) milik yang bersangkutan. Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga telah mencabut Surat Izin Praktik (SIP) dokter tersebut.</p>
<p>“Kami sudah mencabut STR dari yang bersangkutan, kemudian kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di Jawa Barat baik di provinsi, kabupaten/ kota, untuk mencabut semua SIP dari dokter tersebut. Tanpa STR, otomatis SIP nya gugur,” jelas drg. Arianti.</p>
<p>Lebih lanjut, drg. Arianti mengungkapkan bahwa KKI menerima laporan pelecehan seksual oleh seorang dokter spesialis kandungan di Garut. Hasil investigasi Majelis Disiplin Profesi (MDP) menunjukkan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. STR pelaku telah dinonaktifkan sementara menunggu proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>Berbeda dengan kasus di RSHS Bandung, pelaku di Garut masih menunggu proses hukum. Jika nantinya terbukti bersalah, KKI akan mencabut STR yang bersangkutan secara permanen.</p>
<p>drg. Arianti menyayangkan terjadinya kasus-kasus tersebut dan menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan.</p>
<p>&#8220;Inilah proses yang saat ini sedang dilakukan, tentu kami sangat menyayangkan dengan adanya dua kasus ini yang berdekatan. Tetapi intinya pengawasan, itu memang harus terus kita lakukan tentu ini adalah menjadi tugas konsil bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan,&#8221; tutur drg Arianti.</p>
<p>Selain pengawasan internal, KKI juga mendorong masyarakat, baik pasien maupun keluarga pasien, untuk berani melaporkan segala bentuk tindakan pelecehan atau pelanggaran etik oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan.</p>
<p>Setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius dan ditindaklanjuti melalui investigasi oleh MDP. Jika ditemukan unsur pidana, laporan akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.</p>
<p>“Kita tidak ada yang berharap kasus bertambah tapi masyarakat diharapkan menjadi lebih waspada terhadap kasus seperti ini, dan tenaga medis maupun tenaga kesehatan yang melakukan tindakan asusila harus disanksi,” pungkas drg. Arianti.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0020.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wujudkan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas 1446H/2025M, Ini Kebijakan Strategis Kemenkes dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wujudkan-haji-ramah-lansia-dan-disabilitas-1446h-2025m-ini-kebijakan-strategis-kemenkes-dalam-penyelenggaraan-kesehatan-haji</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Apr 2025 07:31:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wujudkan-haji-ramah-lansia-dan-disabilitas-1446h-2025m-ini-kebijakan-strategis-kemenkes-dalam-penyelenggaraan-kesehatan-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan mencatat bahwa profil kesehatan jemaah haji Indonesia pada tahun 2023–2024 didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun, yakni sebesar 44% pada tahun 2023 dan 37% pada tahun 2024. Selain itu, mayoritas jemaah haji tahun 2024 memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid), mencapai 73%.</p>
<p>“Secara umum, tidak banyak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 72% jemaah haji Indonesia memiliki penyakit penyerta. Selama periode 2018–2024 (dikecualikan data masa pandemi COVID-19 2020-2022), penyakit pneumonia dan serangan jantung merupakan risiko kesehatan utama bagi jemaah di Arab Saudi,” ujar Liliek Marhaendro Susilo, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dalam Bimbingan Teknis Terintegrasi Tenaga PPIH Arab Saudi Tahun 1446H/2025M yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Rabu (16/4).</p>
<p>Liliek juga menyampaikan bahwa data pelayanan kesehatan kloter tahun 2023–2024 menunjukkan tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta meningkatnya kewaspadaan terhadap pneumonia, khususnya pada jemaah lansia dan penderita komorbid.</p>
<p>“Selain penyakit, data hari terakhir (H-73) penyelenggaraan Haji Tahun 2024 menunjukkan terdapat 461 jemaah yang wafat di tahun itu, penyebab kematian tertinggi adalah penyakit jantung (37,9%). Sebanyak 80,5% dari total kematian tersebut merupakan jemaah berusia 60 tahun ke atas,” lanjutnya.</p>
<p>Sejalan dengan tema Haji 1446H/2025M, yakni &#8220;Haji Ramah Lansia dan Disabilitas&#8221;, Kementerian Kesehatan mengusung empat kebijakan strategis dalam penyelenggaraan layanan kesehatan haji tahun ini.</p>
<p>Pertama, melakukan penguatan pembinaan kesehatan jemaah haji melalui pembinaan kesehatan di masa tunggu dengan skrining kesehatan; pembinaan kesehatan terintegrasi dengan lintas program terkait di lingkungan Kemenkes; penyiapan materi standar pembinaan di Indonesia dan Arab Saudi; pembinaan kesehatan terpadu dengan lintas sektor terkait, organisasi profesi, KBIH, dan ormas lainnya.</p>
<p>Kedua, melaksanakan penguatan pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang terstandardisasi berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/508/2024 tentang Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan dalam rangka Penetapan Status Istitaah Kesehatan Jemaah Haji melalui peningkatan kapasitas dan sertifikasi tim pemeriksa kesehatan provinsi dan kab/kota; serta penguatan istitaah kesehatan haji di dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat dan Siskohatkes)</p>
<p>Ketiga, mengembangkan Siskohatkes dengan pengintegrasian Siskohatkes dengan Satu Sehat untuk mengidentifikasi data riwayat kesehatan jemaah haji melalui RME (Rekam Medik Elektronik) serta pengintegrasian dengan International Patient Summary untuk akses data riwayat kesehatan jemaah haji oleh fasyankes Arab Saudi, dan pengembangan dalam penetapan status istitaah kesehatan jemaah haji.</p>
<p>Terakhir, menguatkan pelayanan kesehatan haji di Arab Saudi dengan penguatan peran pos kesehatan satelit di setiap hotel di Makkah, menempatkan dokter spesialis dan tenaga promkes di setiap sektor, serta melakukan pengadaan alat kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan di KKHI diantaranya X-Ray Mobile, Ekokardiogram, Elektrokardiogram, dan Sanitasi Kit).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/51106343740_878bf02f99_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Resmikan Pembangunan RSUD Syarif Idrus Jadi Tipe C, Menkes Dorong Tata Kelola Rumah Sakit yang Berkualitas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-pembangunan-rsud-syarif-idrus-jadi-tipe-c-menkes-dorong-tata-kelola-rumah-sakit-yang-berkualitas</link>				
         <pubDate>Wed, 16 Apr 2025 21:30:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-pembangunan-rsud-syarif-idrus-jadi-tipe-c-menkes-dorong-tata-kelola-rumah-sakit-yang-berkualitas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kubu Raya, 16 April 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus menjadi rumah sakit tipe C pada Rabu (16/4). RSUD ini menjadi yang ke-10 dari total 66 rumah sakit tipe D di wilayah terpencil yang dibangun atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>&ldquo;Bapak dan Ibu sekalian, ini adalah rumah sakit ke-10 yang kita groundbreaking tahun ini. Totalnya akan ada 32 RSUD dibangun di tahun ini dan 34 lagi pada tahun depan,&rdquo; ujar Menkes Budi dalam sambutannya.</p>
<p>Pembangunan rumah sakit ini ditujukan untuk memperluas akses layanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau bagi masyarakat. Penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kanker&mdash;yang merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia&mdash;juga banyak ditemukan di wilayah sekitar RSUD Syarif Idrus.</p>
<p>Karena itu, rumah sakit ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis modern, termasuk alat CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke, USG untuk ekokardiografi, serta layanan pemasangan ring jantung. Untuk penanganan kanker, akan tersedia laboratorium patologi anatomi, alat mamografi, dan layanan kemoterapi. Rumah sakit ini juga akan memiliki layanan hemodialisa bagi pasien dengan gangguan ginjal.</p>
<p>&ldquo;Itu semua akan dibangun di rumah sakit ini. Alat-alatnya lengkap,&rdquo; kata Menkes.</p>
<p>Namun, Menkes Budi menekankan bahwa ketersediaan peralatan canggih harus diiringi dengan sistem tata kelola yang profesional dan berkualitas. Ia pun menawarkan pendampingan dari Kementerian Kesehatan dalam pengelolaan manajemen rumah sakit, mulai dari aspek keuangan, pengadaan, hingga layanan klinis dan nonklinis.</p>
<p>&ldquo;Kalau diperkenankan, saya ingin menempatkan satu dewan pengawas dari Kementerian Kesehatan di RSUD ini, agar tata kelolanya bisa lebih baik,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Menkes juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan rencana induk (master plan) pengembangan rumah sakit untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun, agar pembangunan tidak dilakukan secara tambal sulam.</p>
<p>Salah satu tantangan utama dalam pengembangan rumah sakit daerah adalah keterbatasan tenaga dokter spesialis. Dari 66 RSUD yang dibangun, sekitar 66% masih belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar. Untuk RSUD Syarif Idrus, Menkes menegaskan pentingnya keberadaan dokter spesialis jantung dan saraf.</p>
<p>&ldquo;Kami harap tenaga medis dapat berasal dari putra-putri daerah, sehingga mereka lebih berkomitmen dan tidak pindah ke kampung halamannya. Karena itu, kami dorong pemenuhan tujuh spesialis dasar, ditambah spesialis jantung dan saraf,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Di akhir kunjungan, Menkes mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan melalui dua langkah utama: menerapkan perilaku hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini penting dalam mencegah penyakit mematikan seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250416-WA0082.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Wajibkan Vaksinasi Polio Selain Meningitis untuk Jemaah dan Petugas Haji Tahun 2025M/1446H</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-wajibkan-vaksinasi-polio-selain-meningitis-untuk-jemaah-dan-petugas-haji-tahun-2025m-1446h</link>				
         <pubDate>Wed, 16 Apr 2025 19:52:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-wajibkan-vaksinasi-polio-selain-meningitis-untuk-jemaah-dan-petugas-haji-tahun-2025m-1446h</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 April 2025</p>
<p>Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Pemerintah Indonesia menegaskan kewajiban vaksinasi bagi seluruh jemaah dan petugas haji. Selain vaksin meningitis yang telah menjadi syarat wajib selama ini, mulai tahun ini juga diwajibkan vaksinasi polio.</p>
<p>Kebijakan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro Susilo, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Terintegrasi Tenaga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2024M/1446H di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta (16/4).</p>
<p>“Kewajiban vaksinasi polio bagi para jemaah dan petugas haji mengikuti ketentuan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikeluarkan Maret 2025 bagi para pelaku perjalanan dari Indonesia. Aturan itu ditujukan bagi negara yang pernah mengalami kasus Polio selama satu tahun terakhir,” jelas Liliek.</p>
<p>Menindaklanjuti aturan tersebut, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan vaksin Poliomyelitis bagi seluruh jemaah haji reguler dan petugas haji. Adapun untuk jemaah umrah dan jemaah haji khusus, vaksinasi dilakukan secara mandiri.</p>
<p>Jenis vaksin yang digunakan adalah Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) sejumlah 1 dosis, dan diberikan paling lambat 2 hingga 4 minggu sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Vaksin IPV ini dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti vaksin meningitis meningokokus, influenza, maupun COVID-19.</p>
<p>Poliomyelitis (polio) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio dan menyerang sistem saraf. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian dalam waktu singkat.</p>
<p>Polio dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit ini, dan vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularannya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250416-WA0053.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Lantik Inspektur Investigasi, Dorong Perluasan Cakupan hingga ke Luar Kemenkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/47574</link>				
         <pubDate>Tue, 15 Apr 2025 21:37:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/47574</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 April 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, secara resmi melantik Sardi sebagai Inspektur Investigasi Kementerian Kesehatan pada Selasa (15/4). Dalam sambutannya, Menkes menegaskan pentingnya memperluas cakupan investigasi, tidak hanya terbatas pada lingkungan internal Kementerian Kesehatan, tetapi juga mencakup sektor eksternal yang berkaitan erat dengan isu-isu kesehatan nasional.</p>
<p>“Selama ini investigasi hanya dilakukan terhadap kegiatan di lingkungan internal Kemenkes. Ke depan, saya harap cakupannya dapat diperluas, termasuk ke luar Kemenkes, selama masih terkait dengan isu kesehatan negara,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Ia menyoroti salah satu contoh permasalahan di rumah sakit pendidikan, yang menurutnya mengalami pergeseran dalam tata kelola pendidikan spesialis. Menkes Budi mengungkapkan bahwa fungsi pelayanan dan pendidikan di rumah sakit sering kali tumpang tindih.</p>
<p>“Permasalahan ini muncul karena adanya dua kementerian yang terlibat, yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, yang masing-masing memiliki prosedur kerja dan objek berbeda, yakni pasien sebagai objek layanan, dan peserta didik sebagai objek pendidikan,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Menkes, situasi ini menciptakan kompleksitas tersendiri karena proses pendidikan dan pelayanan dilakukan di tempat yang sama, oleh pembimbing yang sama. “Seorang dokter konsulen harus berperan sebagai pengajar sekaligus pelayan kesehatan. Ini menciptakan kompleksitas dan ketegangan,” tambahnya.</p>
<p>Minimnya koordinasi antar kementerian berdampak langsung pada masyarakat. Untuk itu, Menkes menegaskan bahwa unit investigasi harus tetap dapat melakukan pemeriksaan, bahkan di lokasi-lokasi yang berada di luar struktur organisasi Kemenkes, tetapi menjadi tanggung jawabnya.</p>
<p>“Investigasi harus tetap masuk. Ini berbeda dari audit reguler karena melibatkan kementerian lain. Maka, kemampuan koordinasi dan kerja sama antar inspektorat menjadi hal yang wajib,” tegasnya kepada Sardi.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes juga menyoroti pentingnya penataan ulang struktur organisasi dan penguatan kompetensi auditor, khususnya di tingkat RSUD dan dinas kesehatan yang meskipun tidak berada langsung di bawah Kemenkes, namun tetap menjadi bagian dari tanggung jawab kementerian.</p>
<p>Ia berharap, mulai semester II tahun ini, program audit investigasi dapat dilaksanakan dengan cakupan yang lebih luas. Menkes juga menekankan pentingnya membangun sistem audit yang bersifat advokatif, melalui kolaborasi dengan inspektorat kementerian/lembaga lain maupun inspektorat daerah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54452832476_451d1a5298_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Hadiri Pelantikan Pengurus Besar IDI, Bersama Bangun Ketahanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-hadiri-pelantikan-pengurus-besar-idi-bersama-bangun-ketahanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sun, 13 Apr 2025 12:27:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-hadiri-pelantikan-pengurus-besar-idi-bersama-bangun-ketahanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 April 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menghadiri pelantikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berlangsung pada Sabtu (12/4). Dalam sambutannya, Menkes menegaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, untuk menjadi negara maju pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri memang penting, namun kualitas kesehatan masyarakat menjadi faktor yang paling mendasar karena sepintar apa pun manusianya kalau dia sakit maka tidak akan menjadi warga yang produktif. </p>
<p>“Yang paling penting untuk mencapai Indonesia Emas adalah sektor kesehatan dan pendidikan. Keduanya adalah prioritas tinggi dalam misi besar ini,” tegas Menkes Budi.</p>
<p>Pemerintah telah menetapkan enam pilar transformasi kesehatan sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem kesehatan nasional yang semuanya diarahkan untuk memastikan akses yang lebih mudah serta mutu layanan yang lebih baik dan murah bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Menkes berharap IDI dapat berpartispasi dalam program transformasi untuk menciptakan akses kesehatan yang lebih mudah, berkualitas dan terjangkau. </p>
<p>Menkes juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi dinamika dan tantangan yang muncul selama proses transformasi. </p>
<p>“Perbedaan pendapat adalah hal yang normal. Kami tetap akan terbuka untuk diskusi, dan diberi masukan oleh teman-teman IDI,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB IDI, Dr. dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes, menegaskan komitmen IDI dalam memperkuat ketahanan nasional melalui sektor kesehatan. </p>
<p>Ia menyampaikan bahwa sejak didirikan pada 24 Oktober 1950, IDI terus berperan aktif dalam pembangunan kesehatan nasional.</p>
<p>“Tiga tujuan utama IDI adalah menjaga ketahanan nasional di bidang kesehatan, membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menjaga kompetensi dokter Indonesia melalui pembinaan etika kedokteran,” jelas Slamet.</p>
<p>Ia menambahkan, IDI memiliki peran sosial yang sangat strategis dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan siap mendukung stabilitas sosial, ekonomi, serta pertahanan negara sebagai bagian dari langkah besar menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>“Kami berharap IDI tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan kesehatan. IDI adalah rumah besar bagi seluruh dokter Indonesia,” ujar Slamet.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54446633286_423d622495_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKI Pastikan Dokter Tersangka Pelecehan Seksual Dicabut Hak Praktiknya Seumur Hidup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kki-pastikan-dokter-tersangka-pelecehan-seksual-dicabut-hak-praktiknya-seumur-hidup</link>				
         <pubDate>Fri, 11 Apr 2025 13:58:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kki-pastikan-dokter-tersangka-pelecehan-seksual-dicabut-hak-praktiknya-seumur-hidup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 April 2025</p>
<p>Menindaklanjuti permintaan Kementerian Kesehatan, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) langsung mengambil langkah tegas terhadap dr. Priguna Anugerah P., yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmennya dalam menjaga integritas dan kehormatan profesi kedokteran serta untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat dan penegakan etik profesi, KKI secara resmi menonaktifkan Surat Tanda Registrasi (STR) milik yang bersangkutan pada Kamis (10/4), segera setelah status tersangka ditetapkan oleh aparat penegak hukum. Langkah ini kemudian diikuti dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mencabut Surat Izin Praktik (SIP) atas nama dr. Priguna.</p>
<p>Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, MKM, menegaskan bahwa pencabutan STR dan SIP merupakan sanksi administratif tertinggi dalam profesi kedokteran di Indonesia.<br />
“Dengan demikian, setelah SIP dicabut, yang bersangkutan tidak dapat lagi berpraktik sebagai dokter seumur hidup,” ujar drg. Arianti.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Kesehatan juga telah memerintahkan penghentian sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Hasan Sadikin Bandung.</p>
<p>Penghentian ini bertujuan memberikan ruang untuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola dan pengawasan dalam pelaksanaan program PPDS di RSHS.</p>
<p>&#8220;Evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu menghasilkan sistem pengawasan yang lebih ketat, transparan, dan responsif terhadap potensi pelanggaran hukum maupun etika oleh peserta program pendidikan dokter spesialis,” tambah drg. Arianti.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Sekretariat Konsil Kesehatan Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi dr. Mohammad Syahril (HP 0811294449).</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250411-WA0010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Kelapa Gading: Wamenkes Prof. Dante Tunjukkan Kualitas Pelayanan Puskesmas Sudah Maju</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-di-puskesmas-kelapa-gading-wamenkes-prof-dante-tunjukkan-kualitas-pelayanan-puskesmas-sudah-maju</link>				
         <pubDate>Thu, 10 Apr 2025 21:22:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-di-puskesmas-kelapa-gading-wamenkes-prof-dante-tunjukkan-kualitas-pelayanan-puskesmas-sudah-maju</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 April 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono melakukan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kelapa Gading, Jakarta, pada Kamis (10/4). Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa kualitas layanan di Puskesmas kini sudah setara dengan fasilitas kesehatan lainnya.</p>
<p>&ldquo;Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Puskesmas yang dekat dengan rumah mereka memiliki kualitas pelayanan yang sangat baik. Selain menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, saya juga melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia di Puskesmas Kelapa Gading,&rdquo; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menambahkan, pemilihan Puskesmas Kelapa Gading sebagai lokasi pemeriksaan bukan tanpa alasan. Lokasinya yang dekat dengan tempat tinggalnya merepresentasikan kemudahan akses bagi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Saya memilih Puskesmas yang dekat dengan rumah karena itu juga yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Akses yang mudah menjadi kunci dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p>Puskesmas Kelapa Gading telah dilengkapiDengan adanya integrasi layanan primer, Puskesmas ini semakin optimal dalam melayani masyarakat.</p>
<p>Data Puskesmas Kelapa Gading menunjukkan bahwa setiap hari tercatat sekitar 30 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ini menandakan antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat.</p>
<p>Secara nasional, hingga 10 April 2025, tercatat 1,8 juta pendaftar untuk program pemeriksaan kesehatan gratis. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta orang telah menerima layanan di lebih dari 9.000 Puskesmas yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia.</p>
<p>Prof. Dante mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>&ldquo;Melalui pemeriksaan ini, kita bisa mengidentifikasi penyakit yang mungkin belum terjadi. Jika penyakit sudah terdeteksi, pengobatan bisa segera dilakukan,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia mencontohkan, penyakit ginjal yang terdeteksi sejak dini bisa diobati tanpa harus melalui prosedur cuci darah. Begitu pula dengan penyakit jantung, yang bisa dicegah sebelum memicu serangan. Sehingga diharapkan dapat mengurangi pembiayaan kesehatan di masa depan.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan gratis ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pelayanan di rumah sakit, khususnya bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</p>
<p>&ldquo;Dengan deteksi dini, kita bisa mengurangi antrean pasien dengan kondisi berat di rumah sakit. Ini akan sangat membantu dalam pengelolaan sumber daya kesehatan secara nasional,&rdquo; terang Prof. Dante.</p>
<p>Ia juga mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun, tidak harus menunggu momen ulang tahun.</p>
<p>&ldquo;Kami terus berupaya memperbaiki aspek teknis, seperti sistem pendaftaran, agar masyarakat dapat mengakses layanan ini dengan cepat dan nyaman,&rdquo; tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dante turut berbagi hasil pemeriksaannya. Secara umum, kondisi kesehatannya dinyatakan baik. Namun, ia mendapat rekomendasi untuk mulai menggunakan kacamata setelah menjalani pemeriksaan mata.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54442880930_b88159115b_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ini Dia Syarat Istitha&#8217;ah Kesehatan Terkini yang Harus Dipenuhi Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ini-dia-syarat-istithaah-kesehatan-terkini-yang-harus-dipenuhi-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Thu, 10 Apr 2025 15:37:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ini-dia-syarat-istithaah-kesehatan-terkini-yang-harus-dipenuhi-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 April 2025</p>
<p>Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 M/1446 H semakin dekat. Sebelum dapat menunaikan rukun Islam kelima ini, para calon jemaah haji diwajibkan untuk memenuhi syarat istitha&#8217;ah kesehatan sebelum melunasi biaya perjalanan haji (Bipih).</p>
<p>Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 142 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pengisian Kuota Haji Reguler dan Pelaksanaan Pembayaran Pelunasan Bipih Reguler, yang mewajibkan setiap jemaah memenuhi istitha&#8217;ah kesehatan terlebih dahulu sebelum pelunasan.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek penting dalam istitha&#8217;ah kesehatan, sebagaimana tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2018 tentang Istitha&#8217;ah Kesehatan Haji. Hal ini disampaikan dalam Pelatihan Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Tahun 2025/1446 H, yang digelar secara daring pada Rabu (9/4).</p>
<p>Pertama, mampu secara fisik dan mental, artinya jemaah dinyatakan sehat dan sanggup menempuh perjalanan serta melaksanakan rangkaian ibadah haji. Kedua, memiliki udzur syar’i, yakni kondisi kesehatan yang menghalangi pelaksanaan ibadah haji, sehingga pelaksanaannya dapat ditunda atau dibadalkan (digantikan oleh orang lain). Ketiga, adanya kewenangan pemerintah (ulil amri) untuk tidak memberikan izin berangkat kepada calon jemaah karena pertimbangan medis dan syar’i.</p>
<p>“Dalam pelaksanaan ibadah haji, diperlukan kondisi fisik dan mental yang prima. Bagi mereka yang telah mendapatkan nomor porsi dan terpanggil untuk berhaji, namun memiliki kondisi kesehatan yang berat atau kronis, seperti penyakit menahun yang melemahkan fisik atau kehamilan, disarankan untuk menunda atau membadalkan hajinya,” ujar Liliek.</p>
<p>Proses pemenuhan syarat istitha&#8217;ah kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan medis menyeluruh, meliputi pemeriksaan fisik, kognitif, mental, dan kemampuan menjalankan aktivitas harian.</p>
<p>Sementara itu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga telah menetapkan ketentuan dan standar kesehatan bagi para jemaah yang hendak memasuki wilayahnya pada Musim Haji 1446 H. Para jemaah diwajibkan bebas dari kondisi medis yang secara signifikan mengurangi kemampuan fisik mereka.</p>
<p>Beberapa kondisi kesehatan yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria antara lain:<br />
1. Gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis atau dialisis peritoneal.<br />
2. Penyakit jantung dengan gejala saat istirahat atau aktivitas ringan.<br />
3. Penyakit paru kronis dengan kebutuhan oksigen intermiten atau terus-menerus.<br />
4. Sirosis hati dengan tanda gagal fungsi.<br />
5. Gangguan neurologis atau psikologis yang menyebabkan disabilitas motorik berat atau gangguan kognitif.<br />
6. Demensia pada lansia.<br />
7. Kehamilan.<br />
8. Penyakit menular aktif.<br />
9. Kanker yang sedang dalam kemoterapi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Hentikan Sementara Kegiatan PPDS Anestesi di RS Hasan Sadikin</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-hentikan-sementara-kegiatan-ppds-anestesi-di-rs-hasan-sadikin</link>				
         <pubDate>Thu, 10 Apr 2025 10:30:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-hentikan-sementara-kegiatan-ppds-anestesi-di-rs-hasan-sadikin</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 April 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginstruksikan kepada RSUP Hasan Sadikin (RSHS) untuk menghentikan sementara kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di lingkungan RSHS selama satu bulan. </p>
<p>Langkah ini diambil untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan pengawasan serta tata kelola setelah adanya tindak pidana kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh dr. PAP yang merupakan peserta PPDS Anestesiologi. </p>
<p>“Penghentian sementara ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi proses evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan sistem pengawasan PPDS di lingkungan RSHS,” kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes pada Kamis (10/04). </p>
<p>Kemenkes meminta RSHS agar bekerjasama dengan FK Unpad untuk upaya-upaya perbaikan yang diperlukan sehingga insiden serupa atau tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan etika kedokteran tidak terulang kembali. </p>
<p>Kemenkes juga akan mewajibkan seluruh Rumah Sakit Pendidikan Kemenkes untuk melakukan test kejiwaan berkala bagi peserta PPDS di seluruh angkatan. Tes berkala diperlukan untuk menghindari manipulasi test kejiwaan dan mengidentifikasi secara dini kesehatan jiwa peserta didik.  </p>
<p>Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga integritas profesi, Kemenkes sudah meminta Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) untuk segera mencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) atas nama dr. PAP. Pencabutan STR ini secara otomatis akan membatalkan Surat Izin Praktik (SIP) yang bersangkutan.</p>
<p>Aji menyatakan bahwa langkah cepat dan tegas ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Kemenkes dalam menciptakan lingkungan layanan kesehatan yang aman dan sistem pendidikan kedokteran yang profesional dan berintegritas.</p>
<p>Kemenkes juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran yang telah memberhentikan dr. PAP dari program pendidikannya dan Polda Jawa Barat yang sudah melakukan penyidikan dan penindakan terhadap dr PAP secara menyeluruh. </p>
<p>“Kami akan terus memantau proses penanganan kasus ini dan mendorong seluruh institusi pendidikan serta fasilitas kesehatan untuk memperketat pengawasan, memperbaiki sistem pelaporan, serta membangun lingkungan yang bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun,” tutup Aji. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250410-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jelang Ibadah Haji 2025/1446 H, 91 Petugas Kesehatan Haji Jawa Barat dan PPIH Ikuti Pelatihan Pembekalan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-ibadah-haji-2025-1446-h-91-petugas-kesehatan-haji-jawa-barat-dan-ppih-ikuti-pelatihan-pembekalan</link>				
         <pubDate>Wed, 09 Apr 2025 18:23:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-ibadah-haji-2025-1446-h-91-petugas-kesehatan-haji-jawa-barat-dan-ppih-ikuti-pelatihan-pembekalan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 April 2025</p>
<p>Dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kompetensi Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Jawa Barat serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Tahun 2025/1446 H, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto menyelenggarakan pelatihan pembekalan melalui metode <em>blended learning</em> (kombinasi daring dan luring).</p>
<p>Pelatihan ini diikuti oleh 91 peserta, terdiri dari 57 orang PPIH Bidang Kesehatan yang mengikuti pelatihan pada 9–15 April 2025, serta 34 orang TKHK Jawa Barat yang akan mengikuti pelatihan hingga 17 April 2025.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para petugas secara fisik, mental, serta teknis agar mampu menjalankan tugas dan fungsi dengan optimal selama penyelenggaraan ibadah haji, baik di tanah air, di tanah suci, hingga kepulangan jemaah ke Indonesia.</p>
<p>Plt. Direktur Mutu SDM Kesehatan, Oos Fatimah Rosyati, dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen peserta dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi jemaah haji.</p>
<p>“Tugas mulia TKHK dan PPIH Bidang Kesehatan bukanlah pekerjaan ringan. Tuntutan untuk memberikan pelayanan yang prima semakin tinggi,” ujarnya.</p>
<p>Oos juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas profesi dalam mendukung pelayanan yang berorientasi pada kepentingan bersama, bukan individu.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyampaikan bahwa meskipun jumlah petugas kesehatan tahun ini berkurang signifikan, dari 4.700 orang pada tahun sebelumnya menjadi 2.110 orang, para petugas tetap dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik.</p>
<p>“Mengemban amanah besar untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah haji Indonesia membutuhkan kesiapan lahir dan batin,” tegas Liliek saat membuka pelatihan secara daring pada 9 April 2025.</p>
<p>Ia juga berharap para peserta dapat menyerap ilmu dan pengalaman yang disampaikan oleh para fasilitator untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai bagian dari tim kesehatan haji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DH/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250409-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kapolri Pimpin Pelepasan One Way Nasional, Menkes Tinjau Pos Kesehatan Pastikan Pemudik Aman dan Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kapolri-pimpin-pelepasan-one-way-nasional-menkes-tinjau-pos-kesehatan-pastikan-pemudik-aman-dan-sehat</link>				
         <pubDate>Mon, 07 Apr 2025 09:54:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kapolri-pimpin-pelepasan-one-way-nasional-menkes-tinjau-pos-kesehatan-pastikan-pemudik-aman-dan-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 6 April 2025</p>
<p>Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin pelepasan Flag Off One Way Nasional dalam rangka arus balik Lebaran 2025 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang juga melakukan peninjauan langsung ke Pos Pelayanan Kesehatan di lokasi tersebut untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi para pemudik.</p>
<p>Kunjungan Menkes dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan para pemudik, khususnya pengemudi, tetap prima selama menempuh perjalanan panjang kembali ke tempat tinggal masing-masing. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari sinergi lintas sektor untuk mendukung arus balik yang aman, sehat, dan selamat.</p>
<p>Pada musim mudik tahun ini, Kementerian Kesehatan RI telah mengaktifkan 2.702 Pos Pelayanan Kesehatan yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk jalan arteri, tempat wisata, pelabuhan, terminal bis, dan rest area dalam tol. Pos kesehatan di Kalikangkung menjadi salah satu titik layanan dengan fasilitas lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, layanan kegawatdaruratan, hingga layanan kesehatan tradisional.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Menkes menekankan pentingnya beristirahat secara berkala selama perjalanan. “Untuk beristirahat di rest area tentunya ini benar-benar penting untuk bisa kembali dalam keadaan sehat. Kita ingin masyarakat kembali dalam kondisi yang prima karena kita ingin masyarakat lebih banyak yang selamat,” ujar Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan dan Polri, terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 12% dan penurunan fatalitas hingga 88% pada arus mudik tahun ini. Menkes menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya istirahat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.</p>
<p>“Masalah kesehatan terbesar selama mudik adalah kecelakaan. Umumnya disebabkan kelelahan. Maka, penting untuk beristirahat minimal 30 menit setiap 4–5 jam berkendara dan memeriksa kesehatan secara berkala,” tambahnya.</p>
<p>Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Polri telah menyediakan ribuan pos layanan kesehatan di jalur utama, jalur alternatif, serta berbagai rest area guna memastikan layanan kesehatan mudah diakses oleh pemudik.</p>
<p>Hingga 5 April 2025 pukul 19.00 WIB, tercatat 10.164 penanganan medis dilakukan di pos kesehatan, dengan tiga keluhan terbanyak yaitu hipertensi, nyeri kepala, dan influenza.</p>
<p>Selain itu, sebanyak 3.169 pengemudi di 18 provinsi telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 5% dinyatakan tidak layak mengemudi karena memiliki tekanan darah di atas 170/110 mmHg, kadar gula darah di atas 300 mg/dL, atau hasil tes alkohol/NAPZA yang positif.</p>
<p>Pos Pelayanan Kesehatan di Gerbang Tol Kalikangkung sendiri telah beroperasi sejak 25 Maret dan akan aktif hingga 8 April 2025. Pos ini dijalankan dalam sistem kerja shift selama 8 jam, didukung tenaga kesehatan profesional serta fasilitas medis yang memadai. Ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kesehatan untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54433565431_51646a35bc_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Bumi di Myanmar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-indonesia-kirimkan-bantuan-kemanusiaan-untuk-korban-gempa-bumi-di-myanmar</link>				
         <pubDate>Fri, 04 Apr 2025 08:18:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-indonesia-kirimkan-bantuan-kemanusiaan-untuk-korban-gempa-bumi-di-myanmar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 April 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia mengirimkan tim <em>Emergency Medical Team</em> (EMT) yang terdiri dari 35 tenaga medis untuk membantu penanggulangan bencana gempa bumi di Myanmar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa tim ini membawa berbagai obat-obatan dan bantuan kesehatan senilai Rp 5,5 miliar.</p>
<p>Bantuan ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penyaluran yang tepat dan efektif di lapangan.</p>
<p>Tim EMT akan berada di Myanmar selama satu bulan dan diharapkan dapat memberikan bantuan medis bagi para korban gempa, baik warga negara Indonesia maupun masyarakat Myanmar yang terdampak. Menteri Kesehatan berharap, meskipun situasi di Myanmar penuh tantangan, bantuan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para korban, khususnya dalam upaya pemulihan kesehatan pasca-bencana.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan, setelah lebaran, banyak yang bisa dilakukan untuk tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga penduduk Myanmar yang sekarang sedang mengalami bencana,&#8221; ujar Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Perwakilan dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Eko Medistianto, menjelaskan bahwa tim yang dikirim terdiri dari tenaga medis dengan berbagai keahlian, termasuk dokter spesialis bedah, ortopedi, anestesi, penyakit dalam, anak, dan emergensi. Selain itu, tim juga mencakup perawat, tenaga farmasi, bidan, serta tenaga logistik dan administrasi.</p>
<p>Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 pukul 12.50 waktu setempat, dengan dampak terbesar di wilayah Sagaing, Mandalay, dan Naypyidaw. Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.700 orang meninggal dunia, 3.500 orang mengalami luka-luka, serta ribuan rumah dan infrastruktur lainnya mengalami kerusakan parah. Kondisi ini menyebabkan fasilitas kesehatan di daerah terdampak mengalami kesulitan dalam menangani jumlah korban yang sangat besar.</p>
<p>Sebagai respons terhadap bencana ini, pemerintah Indonesia mengirimkan tim medis dan bantuan kesehatan guna mendukung penanganan darurat di lapangan. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar, hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban. Meski demikian, pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang berada di Myanmar untuk memastikan keselamatan mereka.</p>
<p>Sejak 31 Maret 2025, Indonesia telah mengirimkan bantuan awal berupa tim tanggap darurat yang terdiri dari unsur BNPB dan Indonesia Search and Rescue (INASAR) untuk memberikan bantuan pertama dan mendukung upaya penyelamatan di lapangan.</p>
<p>&#8220;Bantuan besar berupa logistik dan medis sudah kami persiapkan untuk diberikan kepada korban gempa,&#8221; ujar Menteri Luar Negeri Sugiono.</p>
<p>Bantuan Indonesia untuk Myanmar mencakup 124 ton barang kebutuhan darurat dengan total nilai sekitar 1,2 juta USD. Barang-barang yang paling dibutuhkan, seperti tempat berlindung sementara (shelter), alat kesehatan, dan obat-obatan, menjadi prioritas utama dalam pengiriman bantuan.</p>
<p>Pemerintah Indonesia memastikan bahwa seluruh bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan mendesak para korban di lokasi bencana. &#8220;Ke depan, kami akan terus memantau situasi di Myanmar dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan,&#8221; tambah Sugiono.</p>
<p>Sebagai bagian dari solidaritas internasional, Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan dengan harapan dapat meringankan penderitaan para korban gempa bumi di Myanmar. Diharapkan, bantuan ini dapat membantu masyarakat Myanmar yang terdampak untuk segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan dan mulai bangkit dari tragedi ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/04/54427777020_fdd23a0b55_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Upayakan Bantuan Rumah Bersubsidi bagi Perawat, Bidan, dan Tenaga Kesehatan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-upayakan-bantuan-rumah-bersubsidi-bagi-perawat-bidan-dan-tenaga-kesehatan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Mar 2025 18:13:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-upayakan-bantuan-rumah-bersubsidi-bagi-perawat-bidan-dan-tenaga-kesehatan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan upaya pemerintah dalam memberikan bantuan rumah bersubsidi bagi tenaga kesehatan, termasuk perawat, bidan, dan tenaga kesehatan masyarakat. </p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Budi menjelaskan bahwa program ini ditujukan bagi tenaga kesehatan dengan penghasilan tertentu. Individu yang hidup sendiri dapat mengajukan bantuan jika memiliki penghasilan maksimal Rp7 juta per bulan, sementara bagi mereka yang memiliki keluarga, batas penghasilan yang diizinkan adalah Rp 8 juta per bulan.</p>
<p>&#8220;Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam kesehatan masyarakat, sehingga mereka pantas mendapatkan rumah yang layak untuk tempat tinggal mereka,&#8221; ujar Menkes dalam konferensi pers di Jakarta.</p>
<p>Sebagai bagian dari implementasi kebijakan ini, pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam kesepakatan ini, disiapkan kuota bantuan rumah bersubsidi sebanyak 30 ribu unit, dengan rincian 15 ribu unit untuk perawat, 10.000 unit untuk bidan, dan 5 ribu unit untuk tenaga kesehatan masyarakat.</p>
<p>Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, dengan dukungan dari Bappenas dan DPR.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini sangat penting agar ekosistem mendukung pemenuhan kebutuhan rumah bagi tenaga kesehatan,&#8221; ujar Maruarar.</p>
<p>Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, pemerintah juga menggandeng BPS dalam melakukan pemutakhiran data tenaga kesehatan. Dengan basis data yang akurat, distribusi bantuan rumah bersubsidi dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan bahwa program ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan hunian yang layak bagi tenaga kesehatan dengan penghasilan terbatas.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa para perawat, bidan, dan tenaga kesehatan masyarakat tidak hanya memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga bisa menikmati kehidupan yang layak,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan, program ini juga bertujuan untuk memotivasi mereka agar tetap berdedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah berencana untuk terus memperluas cakupan bantuan rumah bersubsidi ini agar lebih banyak tenaga kesehatan yang bisa mendapatkan manfaatnya.</p>
<p>&#8220;Ini adalah kali pertama ada kebijakan seperti ini, dan kami berharap bisa menjangkau lebih banyak tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,&#8221; pungkas Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250328-WA0029.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Risiko Perjalanan Selama Mudik dengan Cek Kesehatan Rutin</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-risiko-perjalanan-selama-mudik-dengan-cek-kesehatan-rutin</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Mar 2025 18:59:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-risiko-perjalanan-selama-mudik-dengan-cek-kesehatan-rutin</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pos kesehatan bagi pengemudi di Terminal Kampung Rambutan pada Kamis (27/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesehatan pemudik selama arus mudik Lebaran 2025. Peninjauan ini juga merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam menyediakan layanan cek kesehatan gratis di berbagai titik strategis, seperti terminal, bandara, pelabuhan, dan rest area tol.</p>
<p>“Kemarin saya bersama Pak Menko PMK, Pak Kapolri, Pak Panglima, dan Pak Menhub meninjau arus mudik di KM 57 dan Merak. Kami ingin memastikan masyarakat dapat mudik dalam kondisi sehat, tiba di tujuan dengan selamat, merayakan Idul Fitri bersama keluarga, dan kembali ke kota dalam keadaan prima serta siap bekerja kembali,” ujar Menteri Kesehatan.</p>
<p><strong>Pentingnya Kondisi Fisik yang Prima bagi Pengemudi</strong></p>
<p>Menkes menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas selama mudik kerap disebabkan oleh kelelahan dan kondisi kesehatan pengemudi yang kurang optimal.</p>
<p>“Kecelakaan sering terjadi karena pengemudi kelelahan, kurang istirahat, atau memiliki tekanan darah tinggi. Para sopir disarankan untuk beristirahat setiap 4–5 jam selama 15–30 menit guna menghindari kelelahan. Jika mereka mengantuk atau lelah, respons terhadap situasi di jalan bisa menurun, yang berisiko menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Menkes mengimbau para pemudik untuk membawa obat-obatan pribadi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.</p>
<p><strong>Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Pemudik</strong></p>
<p>Layanan cek kesehatan gratis ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang kini diperluas untuk mendukung kelancaran mudik.</p>
<p>“Ini merupakan bagian dari program Pak Prabowo. Di momen mudik ini, layanan kesehatan diperluas agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sebelum melakukan perjalanan jauh. Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati,” ujar Menkes.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit kronis, termasuk di kalangan aparat keamanan.</p>
<p>“Rata-rata usia masyarakat Indonesia ditargetkan 74 tahun. Kalau mau hidup sehat dan bisa lihat cucu, lakukanlah cek kesehatan,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Pemeriksaan Kesehatan di Terminal Kampung Rambutan</strong></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Herwin Meyfendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan menjelang Hari Raya, khususnya Idul Fitri. Program ini telah berlangsung sejak 21 Maret dan akan berjalan hingga 11 April 2025.</p>
<p>“Setiap menjelang Idul Fitri, kami mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan awak bus. Selain itu, masyarakat yang hendak mudik juga bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di posko yang telah disediakan,” ujar dr. Herwin di Terminal Kampung Rambutan.</p>
<p>Pemeriksaan dilakukan secara bergilir oleh seluruh Puskesmas di wilayah Jakarta Timur dalam tiga shift, dengan dukungan berbagai mitra lintas sektor.</p>
<p>“Kegiatan ini dilaksanakan sejak 21 Maret hingga 11 April dengan sistem tiga shift. Setiap Puskesmas di Jakarta Timur memiliki jadwal pemeriksaan bergilir. Program ini juga mendapat dukungan dari PMI, BNN, serta layanan ambulans gawat darurat,” jelasnya.</p>
<p>Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, petugas kesehatan di posko akan segera melakukan tindakan lanjutan.</p>
<p>“Kalau ada yang hasil ceknya kurang baik, misalnya tekanan darah tinggi atau peningkatan gula darah yang signifikan, itu bisa langsung kita rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” kata dr. Herwin.</p>
<p><strong>Pantauan Kesehatan di Lapangan</strong></p>
<p>Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas, dr. Endang Sri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa posko kesehatan ini bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh.</p>
<p>“Hari ini, kami dari Puskesmas Ciracas bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi yang akan berangkat dari Jakarta ke berbagai daerah tujuan mudik Lebaran 2025,” ujar dr. Endang.</p>
<p>Dalam pemeriksaan hari ini, setidaknya telah dilakukan skrining terhadap belasan pengemudi. “Sampai saat ini, sudah ada 14 orang yang diperiksa. Hasilnya, 12 orang dinyatakan layak mengemudi, sementara 2 orang layak dengan catatan,” tambahnya.</p>
<p>Pemeriksaan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat faktor kesehatan, terutama saat arus mudik yang menuntut stamina dan konsentrasi penuh dari pengemudi.</p>
<p>Kementerian Kesehatan akan terus memantau kesiapan layanan kesehatan di seluruh titik mudik guna memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, sehat, dan nyaman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54413069793_e1e7e40906_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUP Sardjito Tinjau Ulang THR Insentif, Hak Pegawai Tetap Terpenuhi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-sardjito-tinjau-ulang-thr-insentif-hak-pegawai-tetap-terpenuhi</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Mar 2025 09:55:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-sardjito-tinjau-ulang-thr-insentif-hak-pegawai-tetap-terpenuhi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Maret 2025</p>
<p>Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta melakukan peninjauan ulang terhadap besaran Tunjangan Hari Raya (THR) insentif bagi pegawai. Langkah ini diambil sebagai respons atas berbagai aspirasi yang disampaikan oleh pegawai RSUP Sardjito terkait mekanisme pemberian THR.</p>
<p>Sebagai RS Vertikal Kementerian Kesehatan, skema pemberian THR di RSUP Sardjito berbeda dengan sektor swasta. THR bagi pegawai RS Vertikal Kemenkes terdiri dari dua komponen, yaitu THR Gaji, yang meliputi satu kali gaji pokok beserta tunjangan melekat dan diberikan sebesar 100%. Kedua berupa THR Insentif, yang besarannya dihitung berdasarkan kebijakan yang ditetapkan dalam regulasi terkait dan dibayarkan sesuai kemampuan rumah sakit.</p>
<p>Direktur Utama RSUP Sardjito, dr. Eniarti, menegaskan bahwa RS telah memberikan hak pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. THR Gaji telah diberikan secara penuh, sedangkan THR Insentif ditetapkan sebesar 30%, sebagaimana diatur oleh Kementerian Keuangan.</p>
<p>Sebagai bentuk respons terhadap aspirasi pegawai, RSUP Sardjito melakukan evaluasi terhadap mekanisme perhitungan THR Insentif dengan rincian sebagai berikut:</p>
<p>1. Dokter Spesialis</p>
<p>* Perhitungan didasarkan pada maksimal 30% dari nilai rata-rata Fee For Service selama tiga bulan terakhir sesuai kuadran masing-masing.</p>
<p>* Berdasarkan hasil evaluasi, RSUP Sardjito menetapkan besaran THR Insentif berkisar antara 21% hingga 26% dari rata-rata Fee For Service tiga bulan terakhir.</p>
<p>* Nilai yang diberikan bervariasi antara Rp2.800.000 hingga Rp25.936.200, di mana nilai terendah disesuaikan dengan besaran Tunjangan Kinerja terendah di Kementerian Kesehatan.</p>
<p>2. Pegawai BLU (Dokter Umum, Perawat, Tenaga Kesehatan Lain, dan Non-Medis)</p>
<p>* Perawat dan tenaga kesehatan lainnya menerima THR Insentif berdasarkan rata-rata realisasi pemberian remunerasi bulan Februari 2025, dengan kisaran 48% hingga 60% pada setiap jenjang Pelaksana Keperawatan (PK) atau Penunjang Medis (PM) per lokus. Nilai yang diberikan berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp6.200.000.</p>
<p>* Dokter umum dan pegawai non-medis, yang meliputi Operasional Staff hingga Strategic Leader, menerima THR Insentif sebesar 43% hingga 98% dari realisasi pembayaran remunerasi bulan Februari 2025, dengan nilai minimal Rp2.500.000.</p>
<p>Eniarti menambahkan bahwa proses pembayaran THR Gaji dan THR Insentif telah diberikan kepada 3.129 pegawai RS.</p>
<p>“Pemberitaan yang beredar di media mengenai pemotongan THR tidak benar. RS Sardjito tetap memberikan THR sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada pelanggaran terhadap regulasi yang telah ditetapkan,” tegasnya.</p>
<p>Dengan adanya penyesuaian ini, RSUP Sardjito berharap kesejahteraan pegawai tetap terjaga, serta tercipta suasana kerja yang harmonis dan kondusif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/Picsart_25-03-27_09-49-46-079.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kecelakaan, Ancaman Kesehatan Terbesar Saat Mudik: Cegah dengan Istirahat Teratur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kecelakaan-ancaman-kesehatan-terbesar-saat-mudik-cegah-dengan-istirahat-teratur</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Mar 2025 09:21:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kecelakaan-ancaman-kesehatan-terbesar-saat-mudik-cegah-dengan-istirahat-teratur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Karawang, 26 Maret 2025</p>
<p>Dalam upaya memastikan kesehatan dan keselamatan para pemudik selama arus mudik Lebaran 2025, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek. Posko ini beroperasi mulai 25 Maret hingga 7 April 2025.</p>
<p>Pos kesehatan ini menyediakan layanan kesehatan tingkat pertama, layanan kegawatdaruratan, rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat, layanan kesehatan tradisional, serta pemeriksaan kelaikan berkendara, termasuk tes NAPZA bagi pengemudi. Posko ini dilengkapi dengan berbagai alat kesehatan, seperti tensimeter, oksimeter, alat bedah minor, rapid test kolesterol dan gula darah, serta tabung oksigen dan perlengkapan kegawatdaruratan lainnya.</p>
<p>Sebanyak 130 tenaga kesehatan dikerahkan untuk bertugas secara bergiliran dalam tiga shift. Hingga 25 Maret 2025, sebanyak 198 pemudik telah memanfaatkan layanan ini, dengan mayoritas mendapatkan penyuluhan kesehatan (KIE) dan pemeriksaan tekanan darah, serta penanganan keluhan seperti influenza dan nyeri otot.</p>
<p>Persiapan Mudik yang Matang</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa persiapan mudik tahun ini telah dilakukan secara matang melalui sinergi lintas sektor. Hal ini disampaikannya saat meninjau Rest Area KM 57 pada Rabu (26/3/2025).</p>
<p>“Kami rombongan telah meninjau di lapangan mengenai pelaksanaan mudik pada tahun ini dan baru saja kita juga menyelenggarakan rapat untuk menyampaikan laporan teknis di lapangan,” ujar Menko PMK.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa perencanaan telah disusun dengan baik dan saat ini telah memasuki fase implementasi. Pemerintah fokus memastikan kelancaran teknis di lapangan serta respons cepat terhadap berbagai potensi kendala.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, yang turut serta dalam peninjauan, menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan ancaman kesehatan terbesar selama musim mudik.</p>
<p>“Penyakit yang paling mengancam jiwa di masa mudik namanya penyakit kecelakaan, ya. Jadi kalau dari sisi kesehatan, yang paling banyak menyebabkan kematian adalah kecelakaan,” ujar Menkes.</p>
<p>Menurutnya, kecelakaan sebagian besar disebabkan oleh kelelahan pengemudi yang tidak beristirahat secara teratur. Oleh karena itu, ia mengimbau agar setiap pengemudi beristirahat setiap lima jam perjalanan.</p>
<p>“Kesalahan itu bisa kita hindari asalkan supirnya setiap 5 jam istirahat 15 sampai 30 menit. Di seluruh dunia juga begitu. Kalau tidak, supirnya nanti akan fatigue, dia lupa stretching, dia kurang waspada, lalu kecelakaan. Itu disebabkan oleh supirnya, jarang sekali karena penumpangnya,” tambahnya.</p>
<p>Selain kecelakaan, beberapa gangguan kesehatan yang umum terjadi selama mudik antara lain influenza, hipertensi, nyeri kepala, dan nyeri otot. Menkes mengapresiasi kehadiran layanan kesehatan di titik-titik mudik yang menyediakan obat-obatan dan terapi pijat untuk membantu pemudik tetap bugar.</p>
<p>“Kalau nyeri kepala, nyeri otot, ada tukang pijatnya baik yang manual maupun yang elektronik. Jadi kalau ada yang sakit, bisa langsung dilayani di sini. Terima kasih buat para penyedia layanan,” ujarnya.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah pencegahan.</p>
<p>“Jangan lupa cek kesehatan gratis. Itu hadiah dari Pak Presiden. Bisa dilakukan sebelum berangkat atau kalau kepepet, bisa dilakukan di sini juga,” tutupnya.</p>
<p>Dengan kesiapan layanan kesehatan yang optimal serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran selama perjalanan, Menkes berharap musim mudik tahun ini berjalan aman, sehat, dan minim insiden.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250327-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kecelakaan, Ancaman Kesehatan Terbesar Saat Mudik: Cegah dengan Istirahat Teratur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kecelakaan-ancaman-kesehatan-terbesar-saat-mudik-cegah-dengan-istirahat-teratur-2</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Mar 2025 08:35:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kecelakaan-ancaman-kesehatan-terbesar-saat-mudik-cegah-dengan-istirahat-teratur-2</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Karawang, 26 Maret 2025</p>
<p>Dalam upaya memastikan kesehatan dan keselamatan para pemudik selama arus mudik Lebaran 2025, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek. Posko ini beroperasi mulai 25 Maret hingga 7 April 2025.</p>
<p>Pos kesehatan ini menyediakan layanan kesehatan tingkat pertama, layanan kegawatdaruratan, rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat, layanan kesehatan tradisional, serta pemeriksaan kelaikan berkendara, termasuk tes NAPZA bagi pengemudi. Posko ini dilengkapi dengan berbagai alat kesehatan, seperti tensimeter, oksimeter, alat bedah minor, rapid test kolesterol dan gula darah, serta tabung oksigen dan perlengkapan kegawatdaruratan lainnya.</p>
<p>Sebanyak 130 tenaga kesehatan dikerahkan untuk bertugas secara bergiliran dalam tiga shift. Hingga 25 Maret 2025, sebanyak 198 pemudik telah memanfaatkan layanan ini, dengan mayoritas mendapatkan penyuluhan kesehatan (KIE) dan pemeriksaan tekanan darah, serta penanganan keluhan seperti influenza dan nyeri otot.</p>
<p>Persiapan Mudik yang Matang</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa persiapan mudik tahun ini telah dilakukan secara matang melalui sinergi lintas sektor. Hal ini disampaikannya saat meninjau Rest Area KM 57 pada Rabu (26/3/2025).</p>
<p>“Kami rombongan telah meninjau di lapangan mengenai pelaksanaan mudik pada tahun ini dan baru saja kita juga menyelenggarakan rapat untuk menyampaikan laporan teknis di lapangan,” ujar Menko PMK.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa perencanaan telah disusun dengan baik dan saat ini telah memasuki fase implementasi. Pemerintah fokus memastikan kelancaran teknis di lapangan serta respons cepat terhadap berbagai potensi kendala.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, yang turut serta dalam peninjauan, menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan ancaman kesehatan terbesar selama musim mudik.</p>
<p>“Penyakit yang paling mengancam jiwa di masa mudik namanya penyakit kecelakaan, ya. Jadi kalau dari sisi kesehatan, yang paling banyak menyebabkan kematian adalah kecelakaan,” ujar Menkes.</p>
<p>Menurutnya, kecelakaan sebagian besar disebabkan oleh kelelahan pengemudi yang tidak beristirahat secara teratur. Oleh karena itu, ia mengimbau agar setiap pengemudi beristirahat setiap lima jam perjalanan.</p>
<p>“Kesalahan itu bisa kita hindari asalkan supirnya setiap 5 jam istirahat 15 sampai 30 menit. Di seluruh dunia juga begitu. Kalau tidak, supirnya nanti akan fatigue, dia lupa stretching, dia kurang waspada, lalu kecelakaan. Itu disebabkan oleh supirnya, jarang sekali karena penumpangnya,” tambahnya.</p>
<p>Selain kecelakaan, beberapa gangguan kesehatan yang umum terjadi selama mudik antara lain influenza, hipertensi, nyeri kepala, dan nyeri otot. Menkes mengapresiasi kehadiran layanan kesehatan di titik-titik mudik yang menyediakan obat-obatan dan terapi pijat untuk membantu pemudik tetap bugar.</p>
<p>“Kalau nyeri kepala, nyeri otot, ada tukang pijatnya baik yang manual maupun yang elektronik. Jadi kalau ada yang sakit, bisa langsung dilayani di sini. Terima kasih buat para penyedia layanan,” ujarnya.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah pencegahan.</p>
<p>“Jangan lupa cek kesehatan gratis. Itu hadiah dari Pak Presiden. Bisa dilakukan sebelum berangkat atau kalau kepepet, bisa dilakukan di sini juga,” tutupnya.</p>
<p>Dengan kesiapan layanan kesehatan yang optimal serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran selama perjalanan, Menkes berharap musim mudik tahun ini berjalan aman, sehat, dan minim insiden.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250327-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kecelakaan, Ancaman Kesehatan Terbesar Saat Mudik: Cegah dengan Istirahat Teratur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kecelakaan-ancaman-kesehatan-terbesar-saat-mudik-cegah-dengan-istirahat-teratur</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Mar 2025 08:04:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kecelakaan-ancaman-kesehatan-terbesar-saat-mudik-cegah-dengan-istirahat-teratur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Karawang, 26 Maret 2025</p>
<p>Dalam upaya memastikan kesehatan dan keselamatan para pemudik selama arus mudik Lebaran 2025, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek. Posko ini beroperasi mulai 25 Maret hingga 7 April 2025.</p>
<p>Pos kesehatan ini menyediakan layanan kesehatan tingkat pertama, layanan kegawatdaruratan, rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat, layanan kesehatan tradisional, serta pemeriksaan kelaikan berkendara, termasuk tes NAPZA bagi pengemudi. Posko ini dilengkapi dengan berbagai alat kesehatan, seperti tensimeter, oksimeter, alat bedah minor, rapid test kolesterol dan gula darah, serta tabung oksigen dan perlengkapan kegawatdaruratan lainnya.</p>
<p>Sebanyak 130 tenaga kesehatan dikerahkan untuk bertugas secara bergiliran dalam tiga shift. Hingga 25 Maret 2025, sebanyak 198 pemudik telah memanfaatkan layanan ini, dengan mayoritas mendapatkan penyuluhan kesehatan (KIE) dan pemeriksaan tekanan darah, serta penanganan keluhan seperti influenza dan nyeri otot.</p>
<p>Persiapan Mudik yang Matang<br />
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa persiapan mudik tahun ini telah dilakukan secara matang melalui sinergi lintas sektor. Hal ini disampaikannya saat meninjau Rest Area KM 57 pada Rabu (26/3/2025).</p>
<p>“Kami rombongan telah meninjau di lapangan mengenai pelaksanaan mudik pada tahun ini dan baru saja kita juga menyelenggarakan rapat untuk menyampaikan laporan teknis di lapangan,” ujar Menko PMK.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa perencanaan telah disusun dengan baik dan saat ini telah memasuki fase implementasi. Pemerintah fokus memastikan kelancaran teknis di lapangan serta respons cepat terhadap berbagai potensi kendala.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, yang turut serta dalam peninjauan, menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan ancaman kesehatan terbesar selama musim mudik.</p>
<p>“Penyakit yang paling mengancam jiwa di masa mudik namanya penyakit kecelakaan, ya. Jadi kalau dari sisi kesehatan, yang paling banyak menyebabkan kematian adalah kecelakaan,” ujar Menkes.</p>
<p>Menurutnya, kecelakaan sebagian besar disebabkan oleh kelelahan pengemudi yang tidak beristirahat secara teratur. Oleh karena itu, ia mengimbau agar setiap pengemudi beristirahat setiap lima jam perjalanan.</p>
<p>“Kesalahan itu bisa kita hindari asalkan supirnya setiap 5 jam istirahat 15 sampai 30 menit. Di seluruh dunia juga begitu. Kalau tidak, supirnya nanti akan fatigue, dia lupa stretching, dia kurang waspada, lalu kecelakaan. Itu disebabkan oleh supirnya, jarang sekali karena penumpangnya,” tambahnya.</p>
<p>Selain kecelakaan, beberapa gangguan kesehatan yang umum terjadi selama mudik antara lain influenza, hipertensi, nyeri kepala, dan nyeri otot. Menkes mengapresiasi kehadiran layanan kesehatan di titik-titik mudik yang menyediakan obat-obatan dan terapi pijat untuk membantu pemudik tetap bugar.</p>
<p>“Kalau nyeri kepala, nyeri otot, ada tukang pijatnya baik yang manual maupun yang elektronik. Jadi kalau ada yang sakit, bisa langsung dilayani di sini. Terima kasih buat para penyedia layanan,” ujarnya.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah pencegahan.</p>
<p>“Jangan lupa cek kesehatan gratis. Itu hadiah dari Pak Presiden. Bisa dilakukan sebelum berangkat atau kalau kepepet, bisa dilakukan di sini juga,” tutupnya.</p>
<p>Dengan kesiapan layanan kesehatan yang optimal serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebugaran selama perjalanan, Menkes berharap musim mudik tahun ini berjalan aman, sehat, dan minim insiden.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Lepas Rombongan Mudik Bersama Kemenkes 2025: Silaturahmi Penting untuk Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-lepas-rombongan-mudik-bersama-kemenkes-2025-silaturahmi-penting-untuk-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Mar 2025 21:50:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-lepas-rombongan-mudik-bersama-kemenkes-2025-silaturahmi-penting-untuk-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, secara resmi melepas keberangkatan rombongan Mudik Bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2025 di halaman Kantor Kemenkes, Jakarta. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pegawai Kemenkes yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di kampung halaman, sekaligus mempererat silaturahmi dengan keluarga.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik. Mengutip hasil penelitian dari Harvard Medical School, ia menjelaskan bahwa individu dengan usia panjang tidak hanya memiliki kondisi fisik yang baik, tetapi juga memiliki banyak teman dan selalu terhubung dengan keluarga.</p>
<p>“Sehat itu bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Salah satu kunci kesehatan mental adalah komunikasi yang baik dengan keluarga—bisa curhat dan merasa didengarkan. Itulah sebabnya silaturahmi sangat penting untuk kesehatan,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan peserta mudik untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, seperti memastikan tidur yang cukup, menjaga hidrasi, dan menikmati waktu bersama keluarga. Menurutnya, mudik adalah momen untuk beristirahat dan menyegarkan pikiran agar kembali bekerja dengan semangat dan mental yang lebih baik. Ia juga berpesan kepada pegawai Kemenkes agar memastikan kesehatan anggota keluarga mereka, karena kesehatan harus dijaga bersama.</p>
<p><strong>Fasilitas Mudik Bersama Kemenkes 2025</strong></p>
<p>Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menjelaskan bahwa peserta mudik bersama ini terdiri dari pegawai Kemenkes dan keluarganya, mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), Pegawai Alih Daya, serta Pegawai Bank Mitra di lingkungan Kantor Pusat Kemenkes.</p>
<p>“Kami memilih waktu ini karena adanya kebijakan <em>work from anywhere</em>, sehingga pegawai tetap dapat bekerja di dalam bis jika diperlukan. Kami juga ingin memastikan agar tidak terjadi penumpukan pada saat mudik,” ujar Sekjen Kunta.</p>
<p>Mudik bersama ini menggunakan 29 unit bus dari Kemenkes dan bank mitra, seperti Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BSI. Total kapasitas yang disediakan mencapai 1.190 kursi, dengan 1.000 kursi telah terisi. Kota tujuan mudik mencakup berbagai daerah di Jawa dan Sumatera, antara lain Purworejo, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Malang, Lampung, Palembang, Padang, dan Bukittinggi.</p>
<p><em>Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi</em></p>
<p>Untuk memastikan keselamatan perjalanan, seluruh pengemudi bus telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara mandiri di puskesmas, klinik, dan Rumah Sakit Umum Daerah. Selain itu, Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes melakukan verifikasi ulang terhadap surat keterangan sehat pengemudi, yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta tes NAPZA yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta.</p>
<p>Sekjen Kunta berharap perjalanan mudik ini berjalan lancar dan aman, serta memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dalam keadaan sehat dan bahagia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (ID/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content//app_asset/placeholder.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Ingatkan Pengemudi Jaga Kesehatan Selama Perjalanan Mudik Lebaran</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ingatkan-pengemudi-jaga-kesehatan-selama-perjalanan-mudik-lebaran</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Mar 2025 20:53:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ingatkan-pengemudi-jaga-kesehatan-selama-perjalanan-mudik-lebaran</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 26 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, baik saat berangkat, merayakan Idul Fitri, maupun saat kembali ke rumah. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas menjadi ancaman utama selama mudik, yang sering kali disebabkan oleh pengemudi yang memaksakan diri untuk terus mengemudi tanpa istirahat yang cukup.</p>
<p>&#8220;Kecelakaan itu seringkali disebabkan oleh sopir yang terlalu memaksakan diri untuk terus mengemudi,&#8221; ujar Menkes Budi saat meninjau kesiapan fasilitas mudik di Pelabuhan Merak, Rabu (26/3).</p>
<p>Menkes Budi menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berkendara, yakni beristirahat setiap lima jam perjalanan selama minimal 15 menit. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kelelahan yang dapat menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko kecelakaan.</p>
<p>&#8220;Jika sopir memaksakan diri, respons tubuh bisa berkurang, dan hal itu menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain risiko kecelakaan, Menkes Budi juga menyoroti masalah kesehatan yang kerap dialami pemudik, seperti sakit kepala dan pusing yang sering dipicu oleh hipertensi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan masker bagi yang merasa kurang sehat.</p>
<p>&#8220;Bakteri dan virus dapat masuk ke tubuh jika kita tidak menjaga kebersihan. Penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan akan mengurangi risiko masalah kesehatan yang tidak diinginkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis di beberapa titik layanan kesehatan. Menurutnya, pencegahan lebih baik daripada harus mengobati saat sudah jatuh sakit.</p>
<p>&#8220;Jika kita menjaga kesehatan dengan baik, perjalanan mudik akan berjalan lebih lancar, dan kita bisa sampai tujuan dengan selamat,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kesiapan pemerintah dalam mengelola arus mudik Lebaran 2025. Ia menegaskan bahwa persiapan mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan peningkatan fasilitas dan layanan untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mempersiapkan pengaturan libur sekolah, libur kerja, serta berbagai inovasi, termasuk mudik gratis dan layanan kesehatan,&#8221; ungkap Pratikno.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan mudik akan dilakukan secara ketat. Pemerintah akan terus memonitor kondisi di lapangan dan memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam arus mudik.</p>
<p>&#8220;Kami memastikan bahwa pada saat pelaksanaan mudik, semua fasilitas dan pelayanan akan berjalan dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menko Pratikno juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang turut mendukung kelancaran mudik.</p>
<p>&#8220;Terima kasih atas kerja sama semua pihak. Semoga mudik tahun ini berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman, serta semua pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54411831890_6b8b3e3d35_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Aksi Nyata Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/47510</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Mar 2025 09:55:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/47510</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Maret 2025</p>
<p>Indonesia menghadapi tantangan besar dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC). Dengan lebih dari 1 juta kasus dan 125.000 kematian setiap tahunnya, TBC menjadi ancaman kesehatan serius masyarakat. Saat ini, Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia, dengan beberapa provinsi di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan sebagai penyumbang kasus tertinggi, masing-masing mencatat lebih dari 40.000 kasus.</p>
<p>Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Ina Agustina, menegaskan pentingnya akselerasi program penanggulangan TBC secara menyeluruh.</p>
<p>&#8220;Setiap jam, 14 orang meninggal karena TBC di Indonesia. Kita harus bergerak bersama. Jika tidak dimulai sekarang, target eliminasi 2030 akan sulit tercapai,&#8221; ujar dr. Ina dalam temu media yang digelar pada Senin, (24/3/2025).</p>
<p>Pada 2024, Indonesia telah mencatatkan 889 ribu notifikasi kasus TBC. Namun, pencapaian inisiasi pengobatan TBC sensitif obat (SO) masih berada di angka 81%, di bawah target 90%. Sementara itu, keberhasilan pengobatan TBC resisten obat (RO) baru mencapai 58%, jauh dari target 80%.</p>
<p>Untuk mempercepat eliminasi TBC, Kementerian Kesehatan menerapkan enam strategi utama, termasuk penguatan promosi dan pencegahan, pemanfaatan teknologi, serta integrasi data dengan rumah sakit dan Puskesmas.</p>
<p>&#8220;Kami terus memperkuat penemuan kasus dengan pemanfaatan teknologi seperti X-ray portable, Tes Cepat Molekuler, dan PCR, serta memberikan insentif dan SKP bagi tenaga kesehatan yang terlibat,&#8221; jelas dr. Ina. Inovasi lainnya mencakup e-learning TBC yang telah diakses lebih dari 491.000 tenaga kesehatan serta penerapan sertifikat kesembuhan otomatis bagi pasien.</p>
<p>Pemerintah juga memperkuat keterlibatan lintas sektor dengan mendorong pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB) sebagaimana amanah dari Perpres No. 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Saat ini TP2TB di 21 provinsi dan 142 kabupaten/kota. Kolaborasi dengan kementerian/lembaga, komunitas, media, serta pemanfaatan dana desa menjadi bagian penting dalam upaya ini.</p>
<p>&#8220;Eliminasi TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Kita butuh keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan media,&#8221; tambah dr. Ina.</p>
<p>Peran Pemerintah Daerah dalam Eliminasi TBC<br />
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diwakili oleh Dr. TBC. Chaerul Dwi menegaskan komitmen pemerintah dalam menurunkan kasus TBC sebesar 50% dalam lima tahun melalui Program Quick Win. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis serta penurunan jumlah kasus secara signifikan.</p>
<p>&#8220;Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam kebijakan penanggulangan TBC. Kami mendorong agar setiap daerah dapat menyesuaikan perencanaan dan anggarannya untuk mengatasi masalah ini. Jangan sampai keterbatasan anggaran menjadi kendala,&#8221; tegas Dr. Chaerul.</p>
<p>Pada 2025, target nasional yang harus dicapai meliputi 90% deteksi kasus, 100% inisiasi pengobatan, serta tingkat keberhasilan pengobatan di atas 80%. Pencapaian target ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus dan kematian akibat TBC secara signifikan.</p>
<p>&#8220;Pencegahan dan pengobatan TBC harus menjadi prioritas utama. Tanpa kebijakan yang kuat dan anggaran yang memadai, target tersebut sulit dicapai. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memastikan alokasi anggaran yang tepat,&#8221; tambah Dr. Chaerul.</p>
<p>Peran Komunitas dalam Eliminasi TBC<br />
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Deputi Perwakilan WHO di Indonesia, dr Momoe Takeuchi mengapresiasi Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kesehatan, atas upaya yang dilakukan selama ini. Momoe juga mengakui kepemimpinan Kementerian Dalam Negeri dalam memperkuat keterlibatan pemerintah daerah – yang merupakan suatu langkah penting dalam mengubah strategi nasional menjadi dampak di tingkat lokal.</p>
<p>“Karena kita tahu: Mengakhiri TBC tidak hanya soal kesehatan. Mengakhiri TBC juga merupakan isu sosial, ekonomi, dan hak asasi manusia. Itulah mengapa keterlibatan masyarakat merupakan inti dari upaya mengakhiri TBC,” kata Momoe</p>
<p>Perwakilan komunitas TBC, dr. Henry Diatmo, menekankan pentingnya peran komunitas dalam upaya eliminasi TBC. Saat ini, komunitas menjalankan enam kegiatan utama dalam program 2024–2026, termasuk investigasi kontak, skrining populasi berisiko tinggi, pendampingan pengobatan, serta monitoring berbasis komunitas melalui platform Lapor TBC.</p>
<p>&#8220;Program komunitas TBC telah menjangkau 160 kabupaten/kota dan akan diperluas menjadi 229 wilayah pada tahun 2025. Dari wilayah intervensi di 150 kabupaten/kota, komunitas berhasil berkontribusi sebesar 29% terhadap total kasus yang ter-notifikasi,&#8221; jelas dr. Henry.</p>
<p>Capaian terapi pencegahan TBC (TPT) juga meningkat signifikan, dengan 81,2% kontak rumah tangga telah memulai TPT. Komunitas juga berperan dalam mendampingi pasien selama pengobatan melalui konseling, pemantauan minum obat, hingga pendampingan digital. Beberapa daerah seperti DIY dan Kalimantan Barat bahkan telah memberikan insentif serta bantuan transportasi bagi kader komunitas.</p>
<p>Meski banyak praktik baik telah dilakukan, tantangan terbesar masih terletak pada aspek pendanaan. Komunitas mendorong pemerintah untuk mengalokasikan pendanaan nasional yang stabil serta melibatkan sektor swasta dalam investasi alat diagnostik, teknologi digital, dan program CSR. Dukungan perlindungan sosial bagi pasien TBC juga dinilai penting agar mereka dapat menjalani pengobatan hingga sembuh.</p>
<p>Dalam momentum Hari TBC Sedunia, komunitas mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, hingga individu untuk bersatu dalam eliminasi TBC.</p>
<p>&#8220;Saatnya bertindak. Bersama kita bisa mengeliminasi TBC,&#8221; tegas dr. Henry.</p>
<p>WHO menetapkan target eliminasi TBC dengan menurunkan insidensinya menjadi kurang dari 1 kasus per 1 juta penduduk pada tahun 2050. Untuk mencapai target ini, diperlukan berbagai strategi, salah satunya pengembangan dan adopsi vaksin yang lebih baik untuk pencegahan TBC.</p>
<p>Prof. Erlina selaku peneliti utama nasional vaksin TBC mengatakan, vaksin TBC kandidat M72/AS01E saat ini dalam uji klinis fase 3 global yang dimulai Maret 2024. Uji coba ini berlangsung di lima negara, termasuk Indonesia, dengan melibatkan hingga 20.000 peserta, termasuk individu dengan HIV.</p>
<p>“Peserta menerima vaksin atau plasebo dalam uji coba tersamar ganda untuk menilai efektivitas dan keamanannya. Jika berhasil, M72/AS01E bisa menjadi vaksin pertama dalam lebih dari satu abad yang mencegah TBC paru pada remaja dan dewasa,” ujar Prof. Erlina.</p>
<p>Ia menambahkan vaksin ini telah dikembangkan sejak awal 2000-an dan sebelumnya menunjukkan perlindungan sekitar 50% dalam uji klinis fase 2b selama tiga tahun pada orang dewasa yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.</p>
<p>WHO memperkirakan bahwa dalam jangka waktu 25 tahun, tingkat perlindungan ini dapat menyelamatkan 8,5 juta jiwa, mencegah 76 juta kasus baru TBC, dan menghemat biaya sebesar USD 41,5 miliar bagi rumah tangga yang terdampak TBC.</p>
<p>Prof. Erlina mengungkapkan, keberhasilan vaksin tidak hanya diukur dari efektivitasnya dalam uji klinis, tetapi juga dari kemampuannya menjangkau dan diterima oleh masyarakat luas. Untuk memastikan vaksin TBC seperti M72/AS01E benar-benar memberikan dampak maksimal, diperlukan perhatian serius terhadap empat aspek penting yaitu: ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan penerimaan masyarakat.</p>
<p>“Dengan meningkatnya beban TBC di Indonesia, upaya untuk mengembangkan vaksin yang lebih efektif harus didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, serta masyarakat luas. Vaksin M72/AS01E memberikan harapan baru dalam pencegahan TBC, sehingga memerlukan waktu dan dukungan agar dapat tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan,” Kata Prof. Erlina.</p>
<p>Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung penelitian dan pengembangan vaksin TBC, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC. Dengan kerja sama yang erat, kita dapat mewujudkan target eliminasi TBC pada tahun 2050 dan menciptakan masa depan yang bebas dari penyakit ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-59.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pembangunan RSUD Tarempa Dimulai, Menkes Budi Dorong Keterlibatan Putra Putri Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pembangunan-rsud-tarempa-dimulai-menkes-budi-dorong-keterlibatan-putra-putri-daerah</link>				
         <pubDate>Sun, 23 Mar 2025 18:11:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pembangunan-rsud-tarempa-dimulai-menkes-budi-dorong-keterlibatan-putra-putri-daerah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Anambas, 22 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa di Kepulauan Anambas, Sabtu (22/3). Rumah sakit ini akan ditingkatkan dari tipe D menjadi tipe C sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, khususnya di Kepulauan Anambas.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah sesuai harapan Presiden RI. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial dan psikologis bagi pasien serta keluarganya yang harus melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai.</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti lima jenis penyakit utama yang menjadi prioritas layanan di RSUD Tarempa, yakni stroke, kanker, jantung, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>“Kelima penyakit ini, jika bisa ditangani di tingkat kabupaten atau kota, akan mengurangi beban pasien yang selama ini harus dirujuk jauh. Itu sebabnya, kami fokus untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan di daerah,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai salah satu dari 66 rumah sakit yang ditingkatkan statusnya menjadi tipe C, RSUD Tarempa akan dilengkapi dengan peralatan medis modern untuk memastikan pelayanan yang lebih optimal dan komprehensif. Pembangunan rumah sakit ini ditargetkan selesai sebelum Desember 2025.</p>
<p>Selain peningkatan infrastruktur, Menkes Budi juga menegaskan pentingnya peran tenaga medis lokal dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan. Ia meminta pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam merekrut putra-putri daerah sebagai tenaga kesehatan di RSUD Tarempa.</p>
<p>“Kami ingin agar SDM kesehatan di sini berasal dari daerah sendiri, karena mereka yang paling mengerti kebutuhan masyarakat setempat,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan berbagai skema, termasuk pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit, agar lulusan dari daerah tidak perlu bersaing dengan peserta dari luar dalam mendapatkan pendidikan spesialis. Selain itu, beasiswa juga akan diberikan kepada mereka yang berkomitmen untuk kembali dan mengabdi di daerah asalnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut,  Menko PMK Pratikno menyampaikan ucapan selamat atas dibangunnya RSUD Tarempa di Kabupaten Anambas. Ia juga mengapresiasi atas capaian positif Kepulauan Riau dalam melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis. </p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan selamat kepada Kabupaten Anambas dan Kepulauan Riau. Selamat untuk Anambas karena mendapatkan rumah sakit baru. Selamat kepada Pak Gubernur atas capaian Cek Kesehatan Gratis yang mencapai 86,5 persen di 90 puskesmas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan tenaga medis di Anambas masih sangat terbatas. Tercatat hanya terdapat satu dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta satu dokter spesialis anak, sementara dokter spesialis penyakit dalam dan bedah masih belum tersedia.</p>
<p>Kekurangan tenaga medis ini membuat banyak pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut harus dirujuk ke luar daerah, yang memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit.</p>
<p>“Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan besar bagi kami, apalagi dengan jarak yang jauh dan transportasi laut yang memakan waktu lama. Dengan adanya peningkatan RSUD Tarempa menjadi tipe C, kami berharap pelayanan kesehatan di daerah ini bisa lebih optimal,” ujar Gubernur Ansar.</p>
<p>Masyarakat Anambas menyambut baik pembangunan RSUD Tarempa yang baru dan berharap rumah sakit ini dapat menangani kasus medis yang lebih kompleks tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.</p>
<p>“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah kami. Semoga dengan adanya rumah sakit tipe C ini, kesehatan masyarakat dapat terjamin.&#8221;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54402547440_5fc6f60bd5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>MK dan PTUN Tolak Gugatan Terkait Sektor Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mk-dan-ptun-tolak-gugatan-terkait-sektor-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sat, 22 Mar 2025 10:38:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mk-dan-ptun-tolak-gugatan-terkait-sektor-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Maret 2025</p>
<p>Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan yang diajukan oleh lebih dari 18 orang yang berprofesi di antaranya sebagai dokter, pemerhati/ahli hukum kesehatan, aktivis organisasi profesi terkait beberapa pasal di UU Kesehatan No 17/2023 tidak dapat diterima.</p>
<p>Amar Putusan yang dibacakan Ketua MK Suhartoyo dalam Sidang Pengucapan Putusan Nomor 171/PUU-XXII/2024 pada Jumat (21/3/2025) di MK.</p>
<p>Sidang di MK menguji beberapa pasal dalam UU Kesehatan, termasuk Pasal 311 ayat (1), Pasal 268 ayat (2), Pasal 269, Pasal 270, Pasal 203 ayat (1), Pasal 220 ayat (2), Pasal 263 ayat (5), dan Pasal 291 ayat (2). Para pemohon berargumen bahwa pasal-pasal tersebut tidak memberikan kejelasan terkait kewenangan Menteri Kesehatan, kedudukan Konsil, serta otonomi organisasi profesi.</p>
<p>Namun, majelis hakim MK Ridwan Mansyur menilai permohonan tersebut tidak dapat diterima salah satunya karena pemohon tidak menguraikan alasan konstitusionalitas pasal-pasal yang dimohonkan pengujiannya dengan jelas.</p>
<p>Hakim Ridwan juga menyebutkan bahwa identitas para Pemohon tidak disampaikan secara lengkap, melainkan hanya mencantumkan nama kuasa hukum, sehingga tidak dapat mengidentifikasi dengan pasti siapa yang mengajukan permohonan tersebut.</p>
<p>Selain di MK, majelis dalam Pengadilan Tata Usaha Negara di Jakarta juga menolak gugatan terkait pemberhentian anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dan pengangkatan anggota Majelis Disiplin Profesi (MDP).</p>
<p>Kemenkes memenangkan gugatan terkait Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1630/2024 tentang pemberhentian anggota MKDKI dan pengangkatan anggota MDP untuk periode 2024-2028. Gugatan yang diajukan oleh sekelompok dokter, dokter gigi, dan akademisi ini ditolak oleh majelis hakim PTUN yang menyatakan bahwa keputusan Menteri Kesehatan adalah sah dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.</p>
<p>Majelis hakim menilai bahwa:</p>
<p>1.⁠ ⁠Pengangkatan anggota MDP tidak harus menunggu hingga masa bakti MKDKI selesai, sesuai dengan ketentuan UU Kesehatan.</p>
<p>2.⁠ ⁠Menteri Kesehatan memiliki kewenangan penuh dalam mengelola proses seleksi Majelis Disiplin Profesi kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kedua keputusan tersebut memperkuat posisi hukum Kemenkes dalam mengelola disiplin profesi medis di Indonesia serta memastikan kebijakan yang diterapkan telah sesuai dengan koridor hukum,&#8221; kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman.</p>
<p>Aji juga menekankan bahwa keputusan ini memberikan kepastian hukum bagi para pemangku kepentingan di sektor kesehatan, terutama dalam pengelolaan organisasi profesi medis.</p>
<p>&#8220;Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi profesi dan akademisi, untuk tetap memberikan masukan konstruktif agar regulasi kesehatan di Indonesia semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250322-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cek Kesehatan Gratis Bersama Mitra Gojek: Mitra Sehat, Produktivitas Meningkat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-bersama-mitra-gojek-mitra-sehat-produktivitas-meningkat</link>				
         <pubDate>Fri, 21 Mar 2025 20:45:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-bersama-mitra-gojek-mitra-sehat-produktivitas-meningkat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Maret 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Gojek menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra driver Gojek di Jakarta pada Jumat (21/3/2025). Program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan para pekerja transportasi, yang berperan penting dalam mobilitas masyarakat sehari-hari.</p>
<p>Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa kesehatan mitra pengemudi memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan keluarga mereka.</p>
<p>“Kalau mitra pengemudi sehat, mereka bisa terus bekerja dan menafkahi keluarga. Begitu sakit, penghasilan langsung berkurang. Jadi tugas kami bukan hanya mengobati, tapi menjaga agar tetap sehat,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari kampanye nasional skrining kesehatan yang sedang digencarkan pemerintah.</p>
<p>“Kita sekarang kejar target skrining kesehatan harian, dari awalnya hanya 9.000–10.000 orang, sekarang sudah hampir tembus 100 ribu per hari. Tapi target kita 150.000 per hari. Dengan kolaborasi seperti ini, kami yakin bisa mencapai itu. Apalagi mitra Gojek banyak _banget_. Mereka bisa jadi contoh gaya hidup sehat,” tambahnya.</p>
<p>Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, turut mendukung penuh inisiatif ini dan menyoroti pentingnya kesehatan pengemudi dalam industri transportasi.</p>
<p>“Transportasi bukan hanya soal kendaraan, tapi juga pengemudinya. Pengemudi yang sehat bisa bekerja secara optimal dan aman,” ujar Menhub.</p>
<p>Menhub juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan akan diperluas, terutama menjelang musim mudik Lebaran.</p>
<p>“Kami juga akan bekerja sama saat mudik nanti. Kementerian Kesehatan akan menyiapkan pos-pos pemeriksaan kesehatan di terminal bus, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Jadi para pengemudi bus, masinis, pilot, dan lainnya akan dicek kesehatannya sebelum bertugas,” jelasnya.</p>
<p>Presiden Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Gojek dalam meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi program ini dan akan terus mendukungnya melalui Program Swadaya Gojek. Edukasi mengenai gaya hidup sehat dan perlindungan mitra adalah prioritas kami,” kata Catherine.</p>
<p>Selain itu, Gojek juga berkomitmen membantu pemerintah untuk lebih memperkenalkan program CKG kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami secara proaktif turut mensosialisasikan dan menginformasikan program Cek Kesehatan Gratis dari Kementerian Kesehatan serta program pemerintah lainnya melalui halaman ‘Program Pemerintah’ di aplikasi GoPay, serta kanal-kanal lainnya yang ada di ekosistem GoTo dan Gojek. Lewat langkah ini, kami berharap manfaat dari program-program pemerintah bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat”, katanya.</p>
<p>Salah satu peserta, Kintri (45), mitra driver Gojek yang telah bergabung sejak 2017, mengungkapkan manfaat yang dirasakannya dari program ini. Ia mengaku baru pertama kali menjalani pemeriksaan kesehatan meskipun sudah bertahun-tahun bekerja sebagai pengemudi.</p>
<p>“Selama ini saya kalau _nggak_ sakit ya _nggak_ pernah cek kesehatan. Tapi hari ini saya jadi tahu tensi saya berapa, gula darah saya berapa, bahkan berat dan tinggi badan saya. Banyak manfaatnya, apalagi ini gratis dan undangannya langsung dari WA resmi Gojek,” ujar Kintri.</p>
<p>Kintri juga merasakan manfaat dari sesi konsultasi dengan tenaga medis yang hadir.</p>
<p>“Tadi saya juga sempat konsultasi, jadi tahu penyebab tensi naik itu apa, dan bagaimana cara menjaganya. Karena kita sebagai driver kan tiap hari ketemu angin, debu, hujan. Badan harus dijaga supaya tetap fit,” tambahnya.</p>
<p>Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mitra Gojek lainnya.</p>
<p>“Kalau ada program _kayak gini_ lagi, saya pasti datang dan akan ajak teman-teman juga. Banyak yang belum peduli sama kesehatan, padahal ini penting _banget_,” tutupnya.</p>
<p>Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Gojek, program kesehatan yang berkelanjutan dapat terus ditingkatkan, demi menciptakan ekosistem transportasi yang lebih sehat, aman, dan produktif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54399555212_27ddc1e4d8_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pekan Imunisasi Dunia 2025: Ayo Lengkapi Imunisasi untuk Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pekan-imunisasi-dunia-2025-ayo-lengkapi-imunisasi-untuk-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas</link>				
         <pubDate>Fri, 21 Mar 2025 17:07:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pekan-imunisasi-dunia-2025-ayo-lengkapi-imunisasi-untuk-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Maret 2025</p>
<p>Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling cost-effective dalam mencegah penyakit dan menyelamatkan 3,5 hingga 5 juta nyawa setiap tahun dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Hal ini disampaikan oleh dr. Prima Yosephine, MKM, Direktur Imunisasi, mewakili Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, drg. Murti Utami, MPH, dalam Pertemuan Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2025 di Jakarta.</p>
<p>Sebagai langkah preventif yang efisien, imunisasi menjadi kunci dalam penguatan layanan kesehatan primer dan pengendalian kejadian luar biasa (KLB) PD3I. “Namun, manfaat imunisasi belum sepenuhnya diterima oleh sebagian masyarakat,” ujar Prima. Pekan Imunisasi Dunia (PID), yang diprakarsai oleh World Health Assembly (WHA) sejak 2012, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi di setiap siklus kehidupan.</p>
<p>PID 2025 mengusung tema global “Immunization for All is Humanly Possible” dalam rangka memperingati 50 tahun program Expanded Program Immunization (EPI). Di Indonesia, tema nasional yang diangkat adalah “Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas”, sebagai wujud komitmen untuk mencapai cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.</p>
<p><strong>Tantangan dalam Imunisasi</strong><br />
Data WHO tahun 2023 mencatat bahwa 14,5 juta anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi (zero dose), dengan Indonesia menempati posisi keenam tertinggi, yaitu 1.356.367 anak tidak menerima imunisasi dasar pada periode 2019-2023. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya antara lain:<br />
* 38% orang tua menolak imunisasi karena suntikan ganda, jadwal yang tidak sesuai (18%), dan kekhawatiran terhadap efek samping (12%) (Studi Nielsen – UNICEF Q3 2023).<br />
* 47% anak tidak diimunisasi karena tidak diizinkan keluarga, 45% karena takut efek samping, 23% tidak mengetahui jadwal imunisasi, dan 22% menganggap imunisasi tidak penting (Survei Kesehatan Indonesia 2023).<br />
* Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi.<br />
* Penyebaran hoaks dan informasi yang keliru tentang imunisasi.</p>
<p>“Jika anak-anak tidak segera mendapatkan imunisasi kejar, maka risiko terjadinya KLB PD3I akan semakin besar,” tegas Prima. Sebagai solusi, pemerintah meluncurkan inovasi Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) untuk meningkatkan cakupan imunisasi secara serentak di seluruh pos layanan imunisasi.</p>
<p><strong>Jadwal Imunisasi Rutin Lengkap</strong><br />
Berikut jadwal imunisasi rutin sesuai rekomendasi:<br />
* Usia &lt; 24 jam: Hepatitis B (HB0)<br />
* Usia &lt; 1 bulan: BCG, OPV1<br />
* Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib1, OPV2, PCV1, RV1<br />
* Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib2, OPV3, PCV2, RV2<br />
* Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib3, OPV4, IPV1, RV3<br />
* Usia 9 bulan: Campak-Rubella, IPV2<br />
* Usia 10 bulan: JE (hanya di daerah endemis)<br />
* Usia 12 bulan: PCV3<br />
* Usia 18 bulan: Campak-Rubella 2, DPT-HB-Hib 4<br />
* Kelas 1: Campak-Rubella, DT<br />
* Kelas 2: Td<br />
* Kelas 5: Td, HPV (hanya untuk anak perempuan)<br />
* Kelas 6: HPV (hanya untuk anak perempuan)<br />
* WUS: Td (lengkap s.d. T5 setelah skrining)<br />
* Remaja, Dewasa*, dan Lansia**: COVID-19 (*remaja dengan obesitas berat, **dewasa dengan komorbid)</p>
<p><strong>Dukungan Berbagai Pihak untuk Imunisasi</strong><br />
Ketua Pokja Imunisasi Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Hartono Gunardi, menekankan bahwa imunisasi adalah bagian dari empat pilar utama perkembangan optimal anak: asuh (nutrisi dan perawatan kesehatan), asih (kasih sayang), asah (stimulasi otak), dan imunisasi (perlindungan dari penyakit berbahaya).</p>
<p>“Meski lingkungan tampak bersih dan bayi tampak sehat, imunisasi tetap diperlukan untuk perlindungan jangka panjang. Ini adalah investasi bagi generasi masa depan,” kata Hartono.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Arif Fahrudin, menegaskan bahwa imunisasi sejalan dengan prinsip Islam yang berorientasi pada kemaslahatan dan pencegahan bahaya (madharat). Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 04 Tahun 2016 tentang Imunisasi:<br />
1. Imunisasi diperbolehkan (mubah) sebagai upaya membangun kekebalan tubuh.<br />
2. Vaksin yang digunakan harus halal dan suci.<br />
3. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram.<br />
4. Penggunaan vaksin berbahan haram/najis hanya diperbolehkan jika: a. dalam kondisi darurat (al-dlarurat) atau kebutuhan mendesak (al-hajat); b. belum tersedia vaksin yang halal dan suci; c. adanya keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.<br />
5. Jika tidak imunisasi menyebabkan risiko kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen, maka hukumnya menjadi wajib.<br />
6. Imunisasi tidak boleh dilakukan jika berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).</p>
<p>Peran Media dalam Meningkatkan Kesadaran<br />
Menurut Prima, media memiliki peran krusial dalam meluruskan persepsi masyarakat dan menangkal hoaks terkait imunisasi. “Kami berharap media dapat membantu mempromosikan PID 2025, menyebarluaskan informasi yang benar, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi,” katanya.</p>
<p>Sejalan dengan itu, Team Leader for Risk Resilience and Governance a.i. United Nations Development Programme (UNDP), Siprianus Bate Soro, menegaskan bahwa hoaks dan misinformasi menjadi hambatan utama dalam meningkatkan cakupan imunisasi. “Kita harus bersama-sama memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya,” ujarnya.</p>
<p>Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dan media, imunisasi dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045—demi generasi yang lebih sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (ID/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/DSC09661.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Belum Genap Dua Bulan, Peserta CKG Capai Lebih dari 1 Juta Orang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/belum-genap-dua-bulan-peserta-ckg-capai-lebih-dari-1-juta-orang</link>				
         <pubDate>Fri, 21 Mar 2025 16:04:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/belum-genap-dua-bulan-peserta-ckg-capai-lebih-dari-1-juta-orang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Maret 2025</p>
<p>Dalam kurun waktu 10 Februari hingga 19 Maret 2025, jumlah peserta yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah mencapai 1.028.070 orang. Angka ini berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 20 Maret 2025.  </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat dalam program ini menunjukkan kesadaran yang semakin meningkat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Dalam waktu satu bulan lebih, jumlah peserta yang memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis telah menembus angka satu juta. Kami optimis bahwa target 280 juta masyarakat Indonesia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan ini dapat tercapai,&#8221; ujar Aji pada Jumat (21/3).  </p>
<p>Berdasarkan data sementara yang diperoleh dari program CKG, ditemukan sejumlah kondisi kesehatan masyarakat antara lain terdapat 25,6% tekanan darah di atas normal, 30,5% mengalami overweight, 27,1% gula darah tidak normal dan sebanyak 50,8% mengalami karies gigi. Dari pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) juga diketahui yang normal sebanyak 64,7%, underweight 4,7% dan sisanya overweight dan obesitas.</p>
<p>Pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gigi dilakukan pada individu berusia 18 tahun ke atas, sementara cek gula darah dilakukan pada peserta mulai usia 2 tahun ke atas.  </p>
<p>Aji mengimbau masyarakat yang telah mengetahui kondisi kesehatannya agar segera mengambil langkah pencegahan dan penanganan dini.  </p>
<p>&#8220;Kami mengajak masyarakat untuk mulai memperbaiki perilaku hidupnya dengan konsumsi makanan bergizi, rutin beraktivitas fisik dan tidak merokok. Bagi yang membutuhkan tindak lanjut medis, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut dan manfaatkan layanan BPJS Kesehatan,&#8221; jelasnya.  </p>
<p>Lebih lanjut, Aji menegaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui lebih dini kondisi kesehatan setiap individu.</p>
<p>&#8220;Cek kesehatan ini adalah langkah preventif. Kami berharap kesadaran ini semakin meningkat, sehingga ke depan masyarakat secara mandiri rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu adanya program dari pemerintah,&#8221; tambahnya.  </p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan salah satu inisiatif terbesar yang pernah dilakukan oleh Kemenkes. Dengan cakupan lebih dari 280 juta penduduk, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Melalui CKG, masyarakat mendapatkan akses ke berbagai pemeriksaan kesehatan yang penting untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit.  </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250321_163744_WhatsApp.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Grab Gelar Cek Kesehatan Gratis, Menkes Harapkan Mitra Pengemudi Selalu Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/grab-gelar-cek-kesehatan-gratis-menkes-harapkan-mitra-pengemudi-selalu-sehat</link>				
         <pubDate>Fri, 21 Mar 2025 10:47:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/grab-gelar-cek-kesehatan-gratis-menkes-harapkan-mitra-pengemudi-selalu-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Grab. </p>
<p>Program ini diharapkan dapat menjaga kesehatan para mitra pengemudi sehingga mereka dapat terus bekerja dan menafkahi keluarga dengan lancar.  </p>
<p>&#8220;Pengemudi Grab ini tumpuan hidup keluarganya. Kalau mereka sakit tidak dapat pendapatan. Jadi kalau bisa mereka sehat terus sehingga bisa terus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya,&#8221; ujar Menkes Budi saat kunjungan di Kantor Grab, Jakarta, Jumat (21/3).  </p>
<p>Menurutnya, inisiatif Grab dalam menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi mitra pengemudi adalah langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi seperti tekanan darah tinggi atau kadar gula yang meningkat, pengemudi dapat segera mendapatkan tindak lanjut pengobatan di Puskesmas.  </p>
<p>&#8220;Tugas kita adalah mencegah agar tetap sehat dan tidak sampai sakit,&#8221; tegas Menkes Budi.  </p>
<p>Program CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden RI dan dijalankan oleh Kementerian Kesehatan. </p>
<p>Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, jumlah peserta CKG telah mencapai lebih dari 1 juta orang.  </p>
<p>&#8220;Per harinya (jumlah pendaftar) naik terus. Kemarin saya lihat tembus 90 ribuan per hari. Diharapkan bisa naik terus,&#8221; ungkap Menkes Budi.  </p>
<p>Lebih lanjut, ia menargetkan jumlah pendaftar bisa mencapai lebih dari 50 juta orang tahun ini. Jika tercapai, target 280 juta masyarakat Indonesia menjalani cek kesehatan akan semakin mudah direalisasikan.  </p>
<p>&#8220;Kami tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa, termasuk Grab,&#8221; tambahnya.  </p>
<p>Juru Bicara Presiden dari Kantor Komunikasi Presiden, Adita Irawati, menyatakan bahwa program CKG merupakan bagian dari PHTC yang berfokus pada upaya pencegahan melalui deteksi dini.  </p>
<p>&#8220;Kami apresiasi yang dilakukan oleh Kemenkes sebagai leading sector dan didukung oleh Kementerian lain. Pendekatan baru jemput bola bersama komunitas ini kami harapkan bisa menuju target yang sudah ditetapkan dan tentunya bisa sampai seluruh pelosok Indonesia,&#8221; ujarnya.  </p>
<p>Sementara itu, <em>Country Managing Director Grab Indonesia</em>, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa Grab akan terus mendukung program pemerintah, termasuk dalam pelaksanaan CKG di berbagai wilayah Indonesia.  </p>
<p>&#8220;Grab selalu menjadi pionir dalam kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, mulai dari Grab Vaccine Center pada 2021 hingga kini melalui program Cek Kesehatan Gratis. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung mitra pengemudi dengan menghadirkan program yang bermanfaat,&#8221; kata Neneng.  </p>
<p>Neneng juga menekankan bahwa CKG merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan industri dapat saling melengkapi. Dalam program ini, Grab menyediakan fasilitas dan menjangkau peserta, sementara Kementerian Kesehatan menghadirkan tenaga medis serta memastikan layanan kesehatan berkualitas sesuai standar nasional.  </p>
<p>&#8220;Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar mitra pengemudi, yang menjadi tulang punggung ekosistem kami, mendapatkan manfaat dan peluang yang lebih baik,&#8221; tuturnya.  </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK) </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik </p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250321-WA0012.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkatkan Kewaspadaan! Kemenkes Imbau Penguatan Pencegahan Rabies di Masyarakat dan Fasilitas Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-kewaspadaan-kemenkes-imbau-penguatan-pencegahan-rabies-di-masyarakat-dan-fasilitas-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 20 Mar 2025 13:55:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-kewaspadaan-kemenkes-imbau-penguatan-pencegahan-rabies-di-masyarakat-dan-fasilitas-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Maret 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies. Edaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat upaya pencegahan rabies yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia.</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/SE-KEWASPADAAN-TERHADAP-KASUS-RABIES.pdf">SE KEWASPADAAN TERHADAP KASUS RABIES</a></p>
<p>Rabies adalah penyakit menular akut yang menyerang sistem saraf pusat, disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan melalui gigitan atau saliva Hewan Penular Rabies (HPR).</p>
<p>Berdasarkan data laporan bulanan zoonosis tahun 2024, terdapat 185.359 kasus gigitan HPR dan 122 kematian akibat rabies pada manusia. Sementara itu, sejak Januari hingga 7 Maret 2025, sudah dilaporkan 13.453 kasus gigitan HPR dan 25 kematian akibat rabies.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, drg. Murti Utami, menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan di seluruh lapisan masyarakat serta fasilitas kesehatan.</p>
<p>&#8220;Rabies masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama di wilayah endemis. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan pengendalian harus diperkuat. Kami mengimbau masyarakat untuk segera mencuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) sesegera mungkin,&#8221; ujar drg. Murti Utami</p>
<p>Selain itu, Kemenkes juga menekankan pentingnya surveilans dan koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan populasi HPR. Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk:<br />
&#8211; Meningkatkan promosi kesehatan dan edukasi terkait rabies.<br />
&#8211; Memperkuat surveilans rabies dan pengendalian faktor risiko.<br />
&#8211; Memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani kasus gigitan HPR.<br />
&#8211; Melakukan pencatatan dan pelaporan kasus rabies secara berkala.</p>
<p>&#8220;Kami juga meminta fasilitas kesehatan untuk memastikan ketersediaan stok vaksin dan serum anti-rabies, agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera menerima pengobatan tanpa kendala. Selain itu, pemilik hewan peliharaan wajib memberikan vaksinasi rabies secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit ini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sebagai langkah edukasi lebih lanjut, Kementerian Kesehatan menyediakan berbagai materi informasi dan edukasi terkait rabies yang dapat diakses melalui tautan berikut:<br />
&#x1f517;https://drive.google.com/drive/folders/14lT0jtslQ8HQPjYpNcXxq503Jds7LYgF?usp=sharing</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-37.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkat Penularan TBC di Lapas Sangat Tinggi, Wamenkes Tinjau Langsung Proses Skrining</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkat-penularan-tbc-di-lapas-sangat-tinggi-wamenkes-tinjau-langsung-proses-skrining</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Mar 2025 19:55:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkat-penularan-tbc-di-lapas-sangat-tinggi-wamenkes-tinjau-langsung-proses-skrining</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 19 Maret 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa tingkat penularan tuberkulosis (TBC) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) jauh lebih tinggi dibandingkan di lingkungan terbuka. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan memastikan seluruh tahapan skrining hingga pemberian pengobatan berjalan optimal.</p>
<p>Hari ini, Rabu (19/3), Kemenkes bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), serta Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan peninjauan proses pemeriksaan TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Banten.</p>
<p>Prof. Dante menjelaskan bahwa para warga binaan akan diidentifikasi untuk menemukan kasus TBC. Bagi yang terdiagnosis, segera diberikan pengobatan, sementara bagi yang tidak, dilakukan tindakan pencegahan.</p>
<p>&#8220;Kita hadir di sini untuk sebuah nilai kemanusiaan bahwa setiap hidup harus selalu diperhatikan, bahwa setiap harapan harus selalu diupayakan, termasuk dalam hal ini adalah upaya skrining kesehatan bagi ibu-ibu warga binaan,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia memahami bahwa kehidupan di dalam Lapas memiliki tantangan tersendiri, yang sering kali membuat warga binaan merasa dilupakan. Namun, skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis hari ini membuktikan bahwa negara hadir untuk mereka.</p>
<p>Dalam skrining ini, sebanyak 218 warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menjalani pemeriksaan TBC dengan metode Active Case Finding, yang mencakup pemeriksaan rontgen dada dan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi yang dicurigai mengidap TBC.</p>
<p>Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan gratis melalui paket cepat yang mencakup 10 pemeriksaan, antara lain skrining merokok, status gizi, tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, TBC, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, kesehatan jiwa, dan geriatri. Mengingat sasaran adalah warga binaan perempuan, skrining juga meliputi IVA test, SADARI, serta tes cepat untuk HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C.</p>
<p>Prof. Dante menambahkan lembaga pemasyarakatan adalah tempat di mana satu kamar diisi oleh banyak orang dan jika ada satu orang tertular TBC maka semua penghuni kamar harus diskrining. </p>
<p>&#8220;Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu yang ada dalam Lapas binaan ini sehingga nanti ibu-ibu selesai menjalani binaan di Lapas ini keluar tetap sebagai warga negara yang sehat yang sama haknya dengan warga negara lain,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p><strong>Sinergi untuk Penanggulangan TBC di Lapas</strong></p>
<p>Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Banten, Muhammad Ali Syeh Banna mengatakan program skrining di Lapas merupakan upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Ia berharap program ini dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi deteksi dini pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan.</p>
<p>&#8220;Semoga Sinergi dan kolaborasi yang terus berlanjut ini memberikan kemajuan bersama untuk lembaga pemasyarakatan yang lebih baik,&#8221; ucap Ali.</p>
<p>Sementara itu, Walikota Tangerang Sachrudin menambahkan TBC di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan dengan tuntas. Hal ini tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, diperlukan kebersamaan yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengatasi TBC. </p>
<p>&#8220;Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kota Tangerang telah menetapkan Peraturan Walikota nomor 77 Tahun 2022 tentang Penanggulangan TBC,&#8221; ungkap Sachrudin..</p>
<p>Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmi Karim, menyoroti kondisi overcrowding di Lapas yang meningkatkan risiko penularan TBC hingga 10 kali lipat dibandingkan masyarakat umum. “Dengan kapasitas seharusnya 140 ribu orang, kini jumlah penghuni lapas mencapai 280 ribu. Ini membuat penularan penyakit sangat cepat, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga petugas dan pengunjung,” jelasnya.</p>
<p>Sejalan dengan upaya kesehatan ini, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronika Tan, melihat program ini sebagai kesempatan bagi warga binaan untuk tetap produktif. “Hari ini, selain skrining TBC, ada juga pemeriksaan IVA. Ini menjadi titik awal pemberdayaan perempuan agar mereka memiliki tekad untuk perubahan,” tuturnya.</p>
<p>Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan hak kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk warga binaan di dalam Lapas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54396565006_93c0459807_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>DWP Bersama Korpri Kemenkes Berbagi Bingkisan dan Santunan Yatim</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dwp-bersama-korpri-kemenkes-berbagi-bingkisan-dan-santunan-yatim</link>				
         <pubDate>Tue, 18 Mar 2025 14:44:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dwp-bersama-korpri-kemenkes-berbagi-bingkisan-dan-santunan-yatim</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Maret 2025</p>
<p>Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kementerian Kesehatan menggelar kegiatan berbagi bingkisan dan santunan bagi anak yatim. Acara yang bertajuk &#8220;Ramadan 1446 Penuh Kasih, Saatnya Peduli dan Berbagi&#8221; ini berlangsung di Auditorium Siwabessy pada Selasa (18/3/2025).</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.<br />
&#8220;Hari ini kita berkumpul di tempat ini bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan, tetapi untuk menunjukkan bahwa kita tidak pernah sendiri. Kita adalah bagian dari keluarga besar Kementerian Kesehatan yang selalu saling mendukung, saling menguatkan, dan saling berbagi,&#8221; ujar Menkes.</p>
<p>Menkes menyoroti bahwa tugas di Kementerian Kesehatan bukanlah hal yang mudah, selalu berada di garis terdepan dalam hal menjaga kesehatan, dan masyarakat yang bekerja tanpa kenal lelah, berjuang tanpa banyak mengeluh. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan ini diharapkan menjadi simbol kepedulian serta pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun akan kembali dengan berlipat ganda.<br />
&#8220;Kami ingin sedikit meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan di bulan yang suci ini. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian dan pengingat bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, pasti akan kembali kepada kita dengan berlipat ganda,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menutup sambutannya, Menkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama Ramadan.<br />
&#8220;Jangan lupa jaga kesehatan badan, dan juga kesehatan jiwa. Jangan biarkan diri sendiri merasa terpuruk. Teruslah menebar kebaikan, karena sekecil apa pun yang kita berikan bisa menjadi cahaya bagi orang lain,&#8221; pesannya.</p>
<p>Ketua Umum DWP, Ida Rahmawati Gunadi Sadikin, yang turut hadir dalam acara ini, menekankan bahwa Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial.<br />
&#8220;Salah satu tujuan dari Dharma Wanita Persatuan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan tentu saja untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat secara umum. Acara pagi ini adalah wujud nyata dari komitmen kami di DWP Kemenkes untuk melaksanakan tujuan tersebut,&#8221; ujar Ida.</p>
<p>Sebagai Ketua Umum DWP yang baru menjabat kurang dari sebulan, Ida menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan sosial Ramadan ini.<br />
&#8220;Dalam 30 hari masa kerja, kami sudah melaksanakan tiga rangkaian kegiatan, yaitu cek kesehatan gratis, webinar kajian Ramadan, serta bakti sosial bagi warga yang terdampak banjir di Bekasi. Semua ini bisa terlaksana berkat dukungan penuh dari Kemenkes dan seluruh anggota DWP,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi semangat berbagi masyarakat Indonesia, meskipun tantangan ekonomi saat ini tidak mudah.<br />
&#8220;Alhamdulillah, dana yang terkumpul melebihi target. Ini membuktikan bahwa karakter masyarakat Indonesia memang sangat mudah diajak untuk berbuat kebaikan. Meskipun keadaan ekonomi sedang kurang bersahabat, ternyata untuk berbagi kita masih bisa merangkul semuanya,&#8221; tutupnya.</p>
<p>DWP bersama Korpri Kemenkes menyalurkan beberapa bentuk bantuan, diantaranya:<br />
1. Santunan bagi Anak Yatim Piatu.<br />
Dana yang terkumpul dari para donatur mencapai Rp144.890.000. Santunan ini diberikan kepada 106 anak yatim piatu di lingkungan Kemenkes, dengan masing-masing anak menerima Rp1.350.000 yang ditransfer langsung ke rekening mereka.</p>
<p>2. Bingkisan Ramadan untuk 1.647 Karyawan Kemenkes.<br />
Bingkisan diberikan kepada tenaga pendukung seperti pengurus masjid, petugas keamanan, tenaga kebersihan, pengemudi, dan kader posyandu. Bantuan ini difasilitasi oleh Korpri Kemenkes dalam bentuk paket sembako berisi bahan makanan untuk sahur dan berbuka puasa.</p>
<p>3. Bantuan untuk Pegawai Terdampak Banjir.<br />
DWP Kemenkes menggalang dana tali kasih sebesar Rp33.600.000 yang disalurkan kepada 112 pegawai terdampak banjir untuk membantu meringankan beban mereka.</p>
<p>Selain bantuan tersebut, DWP Kemenkes juga menggelar Bazar Ramadan yang melibatkan 34 UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha kecil dalam memasarkan produk mereka, sekaligus memberikan akses bagi pegawai dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.</p>
<p>DWP Kemenkes berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi penerima bantuan, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54393268867_1d17f2e7c3_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bidan Tessa Siswina Dapat Penghargaan dari Kemenkes Setelah Bantu Melahirkan di Pesawat Citilink</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bidan-tessa-siswina-dapat-penghargaan-dari-kemenkes-setelah-bantu-melahirkan-di-pesawat-citilink</link>				
         <pubDate>Tue, 18 Mar 2025 10:09:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bidan-tessa-siswina-dapat-penghargaan-dari-kemenkes-setelah-bantu-melahirkan-di-pesawat-citilink</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Maret 2025</p>
<p>Seorang penumpang berinisial RS (18) asal Jawa Timur melahirkan di dalam pesawat Citilink rute Pontianak &#8211; Surabaya pada Selasa (11/3) lalu. Kejadian tak terduga ini berhasil ditangani dengan sigap oleh Dr. Tessa Siswina, S.Si.T, M.Keb, seorang bidan yang kebetulan berada di dalam pesawat tersebut. Atas aksinya yang heroik, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepadanya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.</p>
<p>Dr. Tessa, yang saat itu duduk di kursi nomor 15F, awalnya tidak menyadari adanya situasi darurat. Suasana mulai ramai ketika Pilot mengumumkan bahwa diperlukan bantuan dari tenaga medis, baik dokter maupun bidan.</p>
<p>&#8220;Saya tanya dengan ibu disamping saya, kenapa heboh di belakang? Apa ada yang mabok di belakang? Si ibu menjawab ada yang mau melahirkan,&#8221; ujar Tessa.</p>
<p>Tessa segera berdiri, dan ibu di sebelah bertanya apakah dirinya bisa menolongnya ibu yang mau melahirkan. </p>
<p>&#8220;Bisa,&#8221; tegas Tessa. </p>
<p>Kemudian Tessa melempar tas dan jam tangannya ke bawah kursi dan menghampiri pramugari sambil mengangkat tangan kirinya. </p>
<p>&#8220;Dokter?,&#8221; ucap pramugari. Tessa pun menjawab dengan lantang, Bidan.</p>
<p>&#8220;Kondisinya bagaimana?,&#8221; tanya Tessa saat melihat penumpang sedang dalam posisi berbaring di seat no 18. </p>
<p>&#8220;Sudah pecah ketuban,&#8221; jawab pramugari.<br />
Berapa minggu? Tanya tesa kemudian, dan dijawab 33 minggu. </p>
<p>&#8220;Ok bawa ke belakang,&#8221; jawab Tessa.</p>
<p>Dalam situasi darurat ini, Tessa mengambil alih proses persalinan di lantai bagian belakang pesawat dan membantu kelahiran bayi dengan selamat.</p>
<p>Pilot pun kemudian mengumumkan bahwa telah lahir bayi laki-laki pada ketinggian 35.000 kaki diatas permukaan laut. Tessa yang saat itu masih berupaya mengeluarkan plasenta merasa merinding saat mendengar pengumuman dari pilot.</p>
<p>Tessa beberapa kali bertanya kepada pramugari, berapa waktu lagi yang tersisa hingga landing sehingga dia bisa memperkirakan waktu agar proses persalinan bisa selesai sebelum landing.</p>
<p>Ibu RS saat itu hanya didampingi oleh anaknya yang masih berusia tiga tahun, sementara suaminya masih berada di Malaysia untuk bekerja. Setelah melahirkan, bayi yang baru lahir langsung digendong oleh penumpang lain karena sang ibu masih dalam kondisi pemulihan. </p>
<p>Saat selesai, Tessa diminta tanda pengenal sebagai bidan dan ia menunjukkan kartu anggota Ikatan Bidan Indonesia.</p>
<p>Tessa mengapresiasi kecukupan peralatan medis yang disediakan oleh maskapai sehingga sangat membantu dalam menangani kondisi darurat ini. Tessa berupaya mengalihfungsikan beberapa alat sehingga dapat digunakan secara tepat.</p>
<p>Di luar peristiwa luar biasa ini, Dr. Tessa adalah seorang dosen di Poltekkes Kemenkes Pontianak. Ia baru saja menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Padjadjaran (UNPAD) tahun 2024 melalui beasiswa tugas belajar (Tubel) dari Kementerian Kesehatan dalam waktu 2,5 tahun.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah saya sangat berterima kasih atas beasiswa yang saya dapatkan dari Tubel Kemenkes yang sangat membantu saya dalam menyelesaikan pendidikan saya. Saya merasa beruntung menjadi salah satu penerima Tubel sehingga dapat melanjutkan studi hingga jenjang doktoral,&#8221; kata Tessa.</p>
<p>Saat ini, Tessa kembali aktif sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Pontianak dan dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Bidang 5 di Kolegium Kebidanan, asessor LAMPTKes, dan Pengurus Daerah IBI Prov Kalbar. Ia berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia kebidanan, terutama dalam melatih generasi muda agar menjadi tenaga medis profesional yang berkualitas.</p>
<p>Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan Menteri Kesehatan kepada Tessa merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menangani situasi darurat ini.</p>
<p>&#8220;Kejadian ini juga menjadi bukti bahwa di tengah situasi darurat ketenangan dan keterampilan seorang tenaga kesehatan seperti Tessa, sangat dibutuhkan. Semoga peristiwa ini dapat menjadi inspirasi bagi para profesional tenaga kesehatan lainnya dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga di lapangan,&#8221; ujar Dirjen Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250317-WA0041.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pendaftaran Pemeriksaan Kesehatan Gratis Capai 777 Ribu Orang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pendaftaran-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-777-ribu-orang</link>				
         <pubDate>Mon, 17 Mar 2025 16:49:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pendaftaran-pemeriksaan-kesehatan-gratis-capai-777-ribu-orang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Maret 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa hingga 16 Maret 2025, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) telah menarik lebih dari 777 ribu pendaftar dari 9.285 Puskesmas di 502 kabupaten/kota dan 38 provinsi di seluruh Indonesia.</p>
<p>Pencapaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Selama periode 10 Februari hingga 15 Maret 2025, tercatat 20 kabupaten/kota dengan tingkat kehadiran tertinggi. Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama dengan 27.284 peserta, diikuti oleh Mojokerto dengan 24.361 peserta, serta Kota Semarang dengan 19.997 peserta.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa PKG merupakan salah satu inisiatif kesehatan terbesar yang pernah dilaksanakan Kementerian Kesehatan RI. Program ini ditargetkan untuk menjangkau lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.</p>
<p>Melalui PKG, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari skrining penyakit jantung dan kanker hingga pemeriksaan kesehatan mental. Secara khusus, program ini memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil dan balita dengan pemeriksaan dini untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak awal.</p>
<p>“Khususnya bagi ibu hamil dan Balita, program ini menyediakan pemeriksaan kesehatan yang sangat penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini,” ujar Menkes Budi dalam Rapat Koordinasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri dan para kepala daerah pada Senin (17/3).</p>
<p>PKG disusun berdasarkan siklus hidup masyarakat dan berfokus pada tiga momentum utama: ulang tahun, sekolah, serta pemeriksaan khusus bagi ibu hamil dan balita. Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, pemeriksaan bagi masyarakat usia 0-16 tahun dan 18 tahun ke atas dilakukan sesuai tanggal ulang tahun masing-masing individu.</p>
<p>Mulai Juli 2025, PKG akan diperluas ke lingkungan sekolah, menyasar anak usia 7-17 tahun guna memastikan pemeriksaan kesehatan rutin bagi siswa. Sementara itu, pemeriksaan untuk ibu hamil dan balita akan dilakukan di Puskesmas dan Posyandu, mencakup skrining hormon, deteksi penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gigi, serta kesehatan mata, telinga, dan tekanan darah.</p>
<p>Untuk orang dewasa dan lansia, program ini menitikberatkan pada pemeriksaan risiko stroke, kanker, serta kesehatan mental dan fisik. Selain itu, PKG juga mencakup skrining kesehatan jiwa sejak usia sekolah dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental.</p>
<p>“Yang terbaru, program PKG juga akan mencakup skrining kesehatan jiwa yang menyasar mulai dari tingkat SD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental yang sering kali terabaikan,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>Beberapa daerah, seperti Lamongan, telah berhasil menjalankan PKG dengan baik. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen pemerintah daerah, sosialisasi yang efektif, serta ketersediaan fasilitas dan tenaga medis di Puskesmas. Pemerintah daerah lainnya diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program ini dengan memanfaatkan anggaran daerah, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik.</p>
<p>Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa target pemeriksaan PKG akan terus ditingkatkan. Saat ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 50 ribu pemeriksaan per hari, yang diharapkan dapat meningkat menjadi 100 ribu, hingga mencapai 300 ribu pemeriksaan per hari guna mencapai 100 juta pemeriksaan setiap tahunnya.</p>
<p>“Lamongan, Mojokerto, Semarang, Jember, Demak berhasil karena ada instruksi kepala daerahnya jelas, kemudian data-data nya juga bagus, ada data yang diberikan dari pimpinan wilayah, Kades atau Lurah,” ujar Bima.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250317-WA0026.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Usul Lomba Kesehatan untuk Karyawan Perusahaan Anggota Kadin</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-usul-lomba-kesehatan-untuk-karyawan-perusahaan-anggota-kadin</link>				
         <pubDate>Sat, 15 Mar 2025 14:35:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-usul-lomba-kesehatan-untuk-karyawan-perusahaan-anggota-kadin</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Maret 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengusulkan penyelenggaraan lomba kesehatan bagi perusahaan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Inisiatif ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan bahwa lomba kesehatan ini akan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan perusahaan yang tergabung dalam Kadin. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi indikator sejauh mana perusahaan mampu menjaga kesehatan para karyawannya.</p>
<p>&#8220;Saya titip ke pak Ani, saya mau kalau bisa boleh setiap anggota Kadin diberikan lomba, nanti kalau boleh kita kerja sama dengan Kadin, sama karyawan-karyawati perusahaan di bawah Kadin, kita skrining kesehatan kemudian kita lombakan apakah semua karyawannya sehat,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Tujuan utama dari lomba ini adalah untuk mengidentifikasi perusahaan dengan tingkat kesehatan karyawan terbaik. Salah satu indikator yang akan diukur adalah seberapa jarang karyawan memerlukan perawatan di rumah sakit. </p>
<p>Selain itu, diharapkan tidak ada anggota keluarga karyawan yang meninggal sebelum mencapai usia pensiun, sebagai cerminan dari kualitas hidup yang lebih baik.</p>
<p>Usulan lomba kesehatan ini selaras dengan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dalam mencegah penyakit. Menkes Budi menekankan bahwa deteksi dini terhadap suatu penyakit dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan. </p>
<p>Semakin awal suatu penyakit terdeteksi, semakin besar kemungkinan seseorang dapat menjalani hidup sehat hingga usia lanjut.</p>
<p>Saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menkes Budi menyoroti bahwa banyak orang lebih fokus pada pengobatan setelah sakit, daripada melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. </p>
<p>Padahal, pencegahan tidak hanya lebih efektif tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan dengan pengobatan penyakit yang sudah parah.</p>
<p>Perubahan paradigma ini sangat penting untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri. Oleh karena itu, Menkes Budi mengusulkan agar perusahaan memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawannya. </p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat membudayakan pola hidup sehat yang berorientasi pada pencegahan, sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54385388262_c54cb169f5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penyakit Ginjal jadi Prioritas Penanganan oleh Pemerintah  </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-ginjal-jadi-prioritas-penanganan-oleh-pemerintah</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 22:25:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-ginjal-jadi-prioritas-penanganan-oleh-pemerintah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Maret 2025</p>
<p>Sebuah diskusi publik yang melibatkan berbagai pakar kesehatan di Indonesia digelar untuk membahas tantangan dan solusi terkait transplantasi ginjal di tanah air pada Selasa (11/3) di Jakarta. Diskusi ini menjadi angin segar bagi mereka yang menderita kelainan ginjal dan membutuhkan transplantasi ginjal, terutama bagi pasien cuci darah yang selama ini harus menjalani proses tersebut seumur hidup.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono menyebutkan bahwa hingga saat ini, transplantasi ginjal sudah dapat dilakukan di 19 pusat transplantasi ginjal yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah pusat transplantasi ginjal ini akan terus berkembang di masa mendatang.</p>
<p>&#8220;Saya janji jumlahnya akan terus bertambah,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui program transformasi kesehatan rujukan, Kemenkes telah memperkenalkan jejaring pengampuan rumah sakit yang melayani penyakit katastropik, termasuk kelainan ginjal. Menurutnya, penyakit ginjal adalah salah satu contoh penyakit katastropik yang jika tidak segera ditangani, akan memperburuk pembiayaan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Apabila penyakit ginjal ini tidak kita tangani dengan baik, pembiayaan kesehatan akan terus meningkat seiring waktu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa biaya perawatan pasien ginjal yang menjalani cuci darah bisa mencapai sekitar Rp.420 juta per tahun. Di sisi lain, transplantasi ginjal yang membutuhkan biaya sekitar Rp.300 hingga Rp.350 juta dinilai lebih cost-effective dalam jangka panjang.</p>
<p>Prof. Dante menekankan bahwa transplantasi ginjal bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi yang sangat penting.</p>
<p>&#8220;Transplantasi ginjal adalah solusi sosial yang efektif dan cost-benefit yang jelas,&#8221; katanya.</p>
<p>Diskusi ini, lanjut Prof. Dante, diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan yang konstruktif terkait pengembangan transplantasi ginjal di Indonesia. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menemukan solusi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien ginjal.</p>
<p>Terkait dengan donor ginjal, prif. Dante menyoroti pentingnya peningkatan literasi masyarakat tentang donor organ. Banyak orang yang ingin mendonorkan ginjal, namun mereka tidak tahu kemana harus pergi atau bagaimana prosedurnya.</p>
<p>&#8220;Pendidikan dan sosialisasi mengenai donor ginjal harus terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya berbagi organ untuk membantu sesama,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Dante menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang telah menginisiasi diskusi ini. Kegiatan ini, menurutnya, menjadi momentum yang baik untuk mencari solusi yang lebih baik dan untuk mendukung pengembangan sistem kesehatan Indonesia secara keseluruhan.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan diskusi ini akan memberi masukan yang berharga bagi kami di Kementerian Kesehatan, untuk terus memperbaiki pelayanan dan memastikan bahwa layanan transplantasi ginjal dapat diakses oleh lebih banyak pasien di seluruh Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kualitas layanan kesehatan di Indonesia tidak akan terganggu, dan langkah-langkah untuk memastikan pelaksanaan transplantasi ginjal tetap berjalan dengan baik akan terus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Tindakan-tindakan transplantasi ginjal akan tetap terlaksana sebagaimana mestinya, dan itu adalah amanah yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan sebagai &#8216;lokomotif&#8217; kesehatan di negara ini,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dengan adanya diskusi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya transplantasi ginjal dan donor organ, serta memberikan dukungan penuh bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54379712639_1e5da8b174_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Perkuat Infrastruktur Kesehatan untuk Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-infrastruktur-kesehatan-untuk-mewujudkan-visi-indonesia-emas-2045</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 14:46:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-infrastruktur-kesehatan-untuk-mewujudkan-visi-indonesia-emas-2045</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Maret 2025</p>
<p>Guna mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Kementerian Kesehatan terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Upaya ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, khususnya dalam pilar Transformasi Sosial yang mengusung misi &#8220;Kesehatan untuk Semua”.</p>
<p>Salah satu inisiatif utama yang sedang dilakukan adalah meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan melalui pembangunan infrastruktur yang lebih modern dan memadai. Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan mengajukan pembangunan Gedung RSAB Harapan Kita serta penataan kawasan Rumah Sakit 3 Berlian, yang mencakup Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dan Rumah Sakit Kanker Dharmais.</p>
<p>Dalam sambutannya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa investasi di sektor kesehatan dan pendidikan merupakan langkah utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Dalam pernyataannya, Menkes menyoroti pentingnya memastikan masyarakat sehat dan cerdas untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi.</p>
<p>&#8220;Bagi saya sebagai Menteri Kesehatan, ini adalah pekerjaan yang sangat menantang agar masyarakat Indonesia dapat lebih sehat dan lebih pintar. Itulah mengapa, sebagai bagian dari pembangunan, jika kita berinvestasi di sektor kesehatan dan pendidikan, kita tidak akan pernah salah,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes juga menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan infrastruktur yang terus berkembang, kemajuan ekonomi tetap bergantung pada kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah kelahiran bayi, setelah India dan China, dengan rata-rata 4,8 juta bayi lahir setiap tahunnya. Namun, angka kematian bayi yang masih tinggi serta prevalensi stunting sebesar 20% menjadi tantangan besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Lebih dari 30.000 bayi meninggal setiap tahun, dan angka stunting mencapai 20%. Ini berdampak pada tingkat kecerdasan yang lebih rendah. Jadi, bagaimana kita bisa menghasilkan seseorang yang cukup pintar untuk mendapatkan penghasilan 14.000 dolar AS per tahun jika mereka tidak cerdas sejak kecil,&#8221; ungkap Menkes.</p>
<p>Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Mr. Jin Liqun, yang hadir untuk mengunjungi tiga rumah sakit tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya ke Kementerian Kesehatan, atas visi dan dedikasi dalam memperkuat sektor kesehatan nasional.</p>
<p>&#8220;Sungguh mengharukan melihat betapa besar kepedulian Anda terhadap ibu dan anak. Karena upaya Anda, masyarakat Indonesia, khususnya ibu dan anak, dapat memiliki masa depan yang lebih baik daripada yang seharusnya mereka alami. Anak-anak adalah masa depan negara ini. Mereka merupakan harapan bagi pembangunan, perdamaian, dan kesejahteraan Indonesia, kawasan Asia, dan dunia secara lebih luas,&#8221; ujar Presiden AIIB.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250311-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Maba Halmahera Timur Ditargetkan Jadi Rumah Sakit Tipe C</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-layanan-kesehatan-rsud-maba-halmahera-timur-ditargetkan-jadi-rumah-sakit-tipe-c</link>				
         <pubDate>Sun, 09 Mar 2025 18:49:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-perkuat-layanan-kesehatan-rsud-maba-halmahera-timur-ditargetkan-jadi-rumah-sakit-tipe-c</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Maluku Utara, 9 Maret 2025</p>
<p>Pemerintah terus memperkuat sistem layanan kesehatan dengan meningkatkan fasilitas rumah sakit di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Halmahera Timur. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri dan melakukan peletakan batu pertama dalam groundbreaking pembangunan RSUD Maba, sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk peningkatan kualitas layanan rumah sakit.</p>
<p>Program PHTC Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, memperkuat layanan kesehatan di daerah, mengurangi beban rumah sakit besar, dan mempercepat akses layanan bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa RSUD Maba akan segera ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C agar mampu menangani berbagai penyakit kritis tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.</p>
<p>&#8220;Rumah sakit ini akan di-upgrade ke tipe C, yang berarti harus bisa menangani pasien kanker, stroke, jantung, ginjal, serta kelahiran prematur. Dengan peningkatan ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Makassar atau Manado, sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan lebih cepat dan keselamatannya lebih terjamin,&#8221; ujar Menteri Budi.</p>
<p>Peningkatan fasilitas rumah sakit ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan yang menargetkan peningkatan di 514 rumah sakit kabupaten/kota dan 38 rumah sakit provinsi dalam tiga tahun ke depan. Menteri Budi memastikan bahwa anggaran untuk program ini telah tersedia. Namun, ia menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia kesehatan juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan peningkatan layanan kesehatan di daerah.</p>
<p>&#8220;Kami akan membantu menyediakan dokter spesialis melalui program beasiswa dan afirmasi agar lebih mudah masuk ke pendidikan dokter spesialis. Bahkan, kami juga membuka kesempatan bagi mereka untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa penuh dari pemerintah. Tapi yang paling penting, saya minta kepada Pak Bupati agar dokter-dokter ini berasal dari putra-putri daerah sendiri, supaya mereka kembali dan mengabdi di sini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Menteri Budi juga menyampaikan strategi lain untuk memastikan keberlanjutan tenaga kesehatan di daerah. Jika sulit menemukan dokter dari daerah sendiri, ia mengusulkan pendekatan lain untuk memastikan tenaga medis tetap bertahan di Halmahera Timur.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak ada putra daerah yang bisa kembali, ya bisa juga dijodohkan dengan orang-orang di sini. Yang penting mereka tetap tinggal dan mengabdi di daerah ini, supaya masyarakat selalu mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” ujar Menkes dengan nada bercanda.</p>
<p>Dengan peningkatan status RSUD Maba menjadi rumah sakit tipe C, diharapkan masyarakat Halmahera Timur akan mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah.</p>
<p>Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang turut hadir, menyampaikan bahwa peningkatan layanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek penyediaan fasilitas medis tetapi juga upaya preventif.</p>
<p>&#8220;Tugas utama dari Dinas Kesehatan bukan untuk memenuhi rumah sakit dengan pasien, tetapi bagaimana kita memastikan masyarakat tetap sehat. Jadi, semakin kosong rumah sakit, itu artinya masyarakat kita sehat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mendorong upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Sherly.</p>
<p>Sherly juga berharap Halmahera Timur dapat segera mencapai cakupan 100% dalam pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, sehingga deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat dan risiko penyakit dapat diminimalkan.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah pusat dalam meningkatkan layanan kesehatan di daerahnya. Ia menyoroti pentingnya penguatan fasilitas kesehatan, terutama mengingat karakteristik wilayah Halmahera Timur yang luas dan memiliki banyak daerah terpencil.</p>
<p>&#8220;Saat ini, RSUD Maba telah memiliki akreditasi utama, tetapi masih ada banyak kekurangan dalam infrastruktur dan sumber daya manusia. Kami memiliki 234 tenaga kesehatan, termasuk 9 dokter spesialis dan 6 dokter umum, namun masih membutuhkan tambahan dokter spesialis, khususnya di bidang kulit, saraf, dan jiwa. Selain itu, kami juga sangat membutuhkan tambahan ambulans untuk mendukung rujukan pasien, mengingat kondisi geografis yang cukup menantang,&#8221; jelas Ubaid Yakub.</p>
<p>Peningkatan kualitas RSUD Maba diwujudkan dengan pembangunan gedung tiga lantai yang nantinya akan digunakan sebagai ruang ICVCU, unit perawatan menengah, ruang rawat KRIS, ruang rawat VIP, ICU, PICU, HCU, laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi, ruang radiologi, serta rawat jalan.</p>
<p>Dengan peningkatan kapasitas RSUD Maba, diharapkan layanan kesehatan bagi masyarakat Halmahera Timur dapat semakin baik dan lebih mudah diakses, tanpa harus melakukan rujukan ke luar daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten akan terus diperkuat agar pemerataan layanan kesehatan dapat terwujud.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250309-WA0026.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peningkatan Status RSUD Bobong: Komitmen Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan di Pulau Taliabu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peningkatan-status-rsud-bobong-komitmen-pemerintah-perkuat-layanan-kesehatan-di-pulau-taliabu</link>				
         <pubDate>Sat, 08 Mar 2025 21:49:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peningkatan-status-rsud-bobong-komitmen-pemerintah-perkuat-layanan-kesehatan-di-pulau-taliabu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pulau Taliabu, 8 Maret 2025</p>
<p>Pemerintah pusat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan di daerah terpencil, salah satunya di Kabupaten Pulau Taliabu. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah peningkatan status RSUD Bobong dari tipe D menjadi tipe C guna mengurangi rujukan pasien ke luar daerah dan memastikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal di wilayah tersebut.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin mengatakan Presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit dalam program quick win, dengan 32 rumah sakit di antaranya diharapkan dapat selesai dibangun pada tahun ini.</p>
<p>&#8220;Ini adalah tahap groundbreaking dari peningkatan status RSUD Bobong, yang sekarang akan berstatus sebagai rumah sakit tipe C,&#8221; ujar Menkes di RSUD Bobong, Sabtu (8/3).</p>
<p>Pembangunan rumah sakit ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025, dengan berbagai fasilitas kesehatan modern yang siap memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat. Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan peralatan medis canggih guna memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik.</p>
<p>“Kami ingin agar semua jenis penyakit bisa ditangani dengan baik di rumah sakit ini tanpa perlu ada rujukan keluar,” tambah Menkes.</p>
<p>Lima jenis penyakit utama yang akan menjadi prioritas pelayanan di RSUD Bobong adalah stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Dengan peningkatan fasilitas dan tenaga medis, diharapkan angka kematian akibat penyakit-penyakit ini dapat ditekan.</p>
<p>Menkes juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam mendukung operasional rumah sakit, terutama dalam penyediaan tenaga medis.</p>
<p>“Bupati harus membantu mencari tenaga medis, terutama dokter spesialis. Minimal ada tujuh spesialis di rumah sakit ini,” tegasnya.</p>
<p>Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan dalam pembangunan RSUD Bobong.</p>
<p>“Alhamdulillah, dengan dukungan Kementerian Kesehatan, hari ini kami menyaksikan sejarah besar, yaitu peningkatan status RSUD Bobong dari tipe D menjadi tipe C. Ini menandakan adanya peningkatan pelayanan, infrastruktur medis yang lebih baik, serta tenaga medis yang lebih kompeten,” ujar Aliong.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemerintah Daerah adalah merekrut dokter spesialis, melengkapi fasilitas kesehatan modern, serta memperluas ruang rawat inap dan perawatan intensif. Selain itu, sistem rujukan juga akan diperkuat agar pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut dapat segera mendapatkan perawatan dengan cepat dan efisien.</p>
<p>Namun demikian, Aliong juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait pemerataan akses kesehatan di seluruh kecamatan di Pulau Taliabu.</p>
<p>“Kami berharap dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk infrastruktur, tenaga medis, maupun program kesehatan lainnya,” kata Aliong.</p>
<p>Aliong juga menegaskan bahwa meski Kabupaten Pulau Taliabu baru dimekarkan pada tahun 2013, pihaknya sangat berharap adanya pembangunan berkelanjutan di daerah ini.</p>
<p>&#8220;Anggaran kami sangat terbatas, dan akses transportasi yang sulit menjadi tantangan besar. Jika terjadi rujukan, perjalanan bisa memakan waktu antara 5 hingga 20 jam,&#8221; tambahnya</p>
<p>Hal tersebut, sering kali berujung pada kejadian tragis di mana pasien meninggal dunia selama perjalanan menuju rumah sakit lain.</p>
<p>&#8220;Ini menjadi perhatian besar kami. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini,&#8221; harap Aliong.</p>
<p>&#8220;Ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kami, dan kami berharap pembangunan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Taliabu dalam jangka panjang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-08-at-20.24.12-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Atasi Keterbatasan Fasilitas, Menkes Resmikan Peningkatan Kelas RSUD Pongtiku</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/atasi-keterbatasan-fasilitas-menkes-resmikan-peningkatan-kelas-rsud-pongtiku</link>				
         <pubDate>Sat, 08 Mar 2025 16:32:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/atasi-keterbatasan-fasilitas-menkes-resmikan-peningkatan-kelas-rsud-pongtiku</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Toraja Utara, 7 Maret 2025</p>
<p>Pelaksanaan groundbreaking pembangunan peningkatan kelas RSUD Pongtiku di Kabupaten Toraja Utara dimulai pada Jumat, 7 Maret 2025. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan rumah sakit yang selama ini menjadi harapan utama bagi ribuan warga sekitar.</p>
<p>RSUD Pongtiku, yang terletak di Marante, saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas dan fasilitas yang mengharuskan adanya penambahan gedung baru.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis yang semakin tinggi, terutama dalam menangani kasus-kasus kompleks yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit lain.</p>
<p>&#8220;Arahan dari Bapak Presiden Prabowo, beliau meminta semua rumah sakit tipe D di upgrade ke tipe C dan kita identifikasi ada 66 dan umumnya itu memang di daerah-daerah yang agak jarang dikunjungi,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Presiden berpesan, lanjut Menkes Budi, jangan sampai masyarakat itu susah kalau dia sakit, dia harusnya sembuh di kotanya, di kabupatennya tanpa dirujuk ke provinsi.</p>
<p>Gedung baru yang akan dibangun di lahan yang sudah disiapkan ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk ruang ICU, ruangan VIP, ruang PICU, ruang bedah, dan ruang cathlab.</p>
<p>&#8220;Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung RSUD Pongtiku menjadi rumah sakit kelas C, yang siap memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkualitas,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Program peningkatan kualitas RSUD Pongtiku mencakup pembangunan empat lantai dengan berbagai fasilitas tambahan, seperti ruang Intermediate Care, KRIS, serta laboratorium sitotoksik. Selain itu, akan ada penambahan lobi baru dan selasar penghubung bangunan baru untuk mendukung kenyamanan pasien.</p>
<p>Pembangunan RSUD Pongtiku juga sejalan dengan komitmen Kementerian Kesehatan dalam menjalankan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Quick Win Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>&#8220;Salah satu tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas rumah sakit di daerah-daerah, dengan 32 RSUD yang direncanakan mendapatkan peningkatan kualitas pada tahun 2025, termasuk RSUD Pongtiku,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Dengan adanya peningkatan kualitas ini, diharapkan masyarakat Toraja Utara akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa perlu dirujuk ke luar daerah, menjadikan Toraja Utara sebagai wilayah yang lebih sehat, sejahtera, dan merata.</p>
<p>Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mengatakan perhatian pemerintah pusat, perhatian dari Bapak Presiden, Wakil Presiden melalui Menteri Kesehatan selain memberi bantuan, beliau juga langsung datang melakukan groundbreaking sekaligus untuk memberi melengkapi fasilitas yang ada.</p>
<p>&#8220;Seperti kita tahu, kita ini daerah yang paling ujung berbatasan dengan provinsi dan kabupaten yang jauh dan akses ke pelayanan yang lebih lengkap lagi tuh memerlukan 7-8 jam perjalanan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Tugas saya yang beliau titipkan adalah meyakini para dokter kita terutama bagi putra-putri Toraja untuk kembali mengabdi tempat ini di daerahnya dan itu sudah banyak yang kami lakukan saat ini mereka sedang mengambil spesialis,&#8221; tambah Frederik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/54371119380_6a07d866c0_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan bagi Korban Banjir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-layanan-kesehatan-tetap-berjalan-bagi-korban-banjir</link>				
         <pubDate>Sat, 08 Mar 2025 08:42:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pastikan-layanan-kesehatan-tetap-berjalan-bagi-korban-banjir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Maret 2025</p>
<p>Banjir besar yang melanda Kota Bekasi sejak 3 Maret 2025 akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Kali Bekasi telah memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ketinggian air yang mencapai tiga meter di beberapa wilayah menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi serta mengganggu layanan fasilitas kesehatan di daerah terdampak.</p>
<p>Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa hingga 6 Maret 2025 pukul 16.00 WIB, sebanyak 10 kejadian bencana alam telah dipantau. Total penduduk terdampak mencapai 666.915 jiwa, dengan jumlah pengungsi sebanyak 31.482 orang.</p>
<p>Dampak bencana juga mengakibatkan 13 korban meninggal dunia. Selain itu, layanan kesehatan di beberapa wilayah mengalami gangguan operasional, termasuk tiga rumah sakit dan empat puskesmas di Kabupaten Bekasi.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin, SKM, M.Kes mengatakan sebagai respons, Kementerian Kesehatan terus berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana.</p>
<p>&#8220;Langkah-langkah yang dilakukan meliputi kaji cepat kesehatan di lokasi terdampak, pendirian pos kesehatan darurat, distribusi bantuan kesehatan, termasuk obat-obatan, PMT untuk ibu hamil dan balita serta penyemprotan insektisida sebagai upaya pencegahan berkembang biaknya nyamuk DBD,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Distribusi bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rencananya hari ini juga akan disalurkan sebanyak total 4,9 ton bantuan, masing-masing PMT untuk ibu hamil sebanyak 1.404 kg atau 1,4 ton dan PMT Balita sebanyak 3.504 kg atau 3,5 ton.</p>
<p>Program PMT ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan periode emas pertumbuhan anak.</p>
<p>Banjir juga melanda di beberapa wilayah lain di Indonesia, termasuk:</p>
<p>&#8211; Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan – 1.904 penduduk terdampak.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah – 3.615 p enduduk terdampak.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan – 14.960 penduduk terdampak.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh – 1.716 penduduk terdampak.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat – 2.985 penduduk terdampak.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, Jawa Barat – 122.553 penduduk terdampak, dengan 25.065 orang mengungsi.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Bogor, Jawa Barat – Satu korban jiwa, 1.290 penduduk terdampak.</p>
<p>&#8211; DKI Jakarta – 4.247 penduduk terdampak, satu korban jiwa.</p>
<p>&#8211; Kabupaten Karawang, Jawa Barat – 19.803 penduduk terdampak, 375 kasus rawat jalan akibat penyakit terkait banjir.</p>
<p>Kementerian Kesehatan terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah serta BPBD untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan segera mengakses layanan medis jika mengalami gejala penyakit akibat kondisi bencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250308-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mimpi Menjadi Nyata: Pembangunan RSUD Bengkulu Tengah Resmi Dimulai</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mimpi-menjadi-nyata-pembangunan-rsud-bengkulu-tengah-resmi-dimulai</link>				
         <pubDate>Wed, 05 Mar 2025 22:32:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mimpi-menjadi-nyata-pembangunan-rsud-bengkulu-tengah-resmi-dimulai</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bengkulu Tengah, 5 Maret 2025</p>
<p>Sebuah langkah besar dalam peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Bengkulu Tengah resmi dimulai. Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan RSUD Bengkulu Tengah sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Quick Win Peningkatan Kualitas Layanan Rumah Sakit.</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui pembangunan rumah sakit yang lebih modern dan berkualitas. Pembangunan RSUD Bengkulu Tengah, yang awalnya merupakan rumah sakit tipe D, ditargetkan meningkat menjadi tipe C untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.</p>
<p>“Presiden telah menetapkan delapan program hasil terbaik cepat, di mana tiga di antaranya menjadi fokus utama Kementerian Kesehatan, yaitu cek kesehatan gratis, pengentasan tuberkulosis, dan peningkatan kapasitas rumah sakit daerah. Bengkulu Tengah menjadi salah satu daerah prioritas dalam program ini,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Rumah sakit baru ini akan menjadi bagian dari pembangunan 66 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. Kapasitas layanan RSUD Bengkulu Tengah akan meningkat signifikan, dengan jumlah tempat tidur bertambah dari 60 menjadi 120, kamar operasi meningkat menjadi empat, serta penguatan unit perawatan intensif (ICU) dengan fasilitas yang lebih canggih.</p>
<p>Selain infrastruktur, Prof. Dante juga menyoroti pentingnya pemenuhan tenaga medis yang berkualitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan akan menyediakan program beasiswa bagi putra-putri daerah terbaik agar dapat menempuh pendidikan kedokteran dengan syarat kembali mengabdi di daerah asal.</p>
<p>“Kami akan membiayai pendidikan mereka, termasuk biaya hidup, asalkan setelah lulus mereka kembali untuk mengabdi di rumah sakit daerah masing-masing. Ini langkah konkret untuk memastikan layanan kesehatan semakin merata,” tambahnya.</p>
<p>Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, menyambut baik pembangunan rumah sakit ini yang telah lama dinantikan oleh masyarakat. Menurutnya, peningkatan fasilitas kesehatan ini akan membawa perubahan besar bagi layanan kesehatan di daerahnya.</p>
<p>“Mimpi bertahun-tahun ini akhirnya menjadi kenyataan. Pembangunan RSUD Bengkulu Tengah adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat kami. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami berharap warga tidak perlu lagi berobat jauh ke Kota Bengkulu,” ungkap Wakil Bupati.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan yang tinggi agar manfaat dari pembangunan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.</p>
<p>“Kita tidak hanya ingin gedung yang megah, tetapi juga pelayanan yang berkualitas. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.</p>
<p>Direktur RSUD Bengkulu Tengah, dr. Heri Kurniawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian besar dari pemerintah pusat dalam mewujudkan fasilitas layanan kesehatan yang lebih baik.</p>
<p>“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Kesehatan atas dukungan mereka. Ini adalah langkah besar bagi Bengkulu Tengah dalam meningkatkan layanan kesehatan,” ujar dr. Heri.</p>
<p>Dr. Heri juga menekankan bahwa selain pembangunan fisik, pemenuhan peralatan medis dan tenaga kesehatan juga harus menjadi perhatian utama agar rumah sakit dapat beroperasi secara optimal.</p>
<p>“Pembangunan ini hanyalah awal. Ke depan, kita perlu memastikan bahwa fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan modern dan tenaga kesehatan yang kompeten agar benar-benar dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Dengan dimulainya pembangunan ini, RSUD Bengkulu Tengah siap memasuki era baru sebagai pusat layanan kesehatan yang lebih modern, berkualitas, dan berdaya saing di Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/SK)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250305-WA0008.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Serahkan Laporan Keuangan Unaudited ke BPK</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-serahkan-laporan-keuangan-unaudited-ke-bpk</link>				
         <pubDate>Tue, 04 Mar 2025 17:42:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-serahkan-laporan-keuangan-unaudited-ke-bpk</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Maret 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI  resmi menyerahkan laporan keuangan unaudited kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Selasa (4/3). Penyerahan laporan ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.</p>
<p>Sekjen Kunta mengatakan laporan keuangan yang diserahkan terdiri dari beberapa  komponen penting. Di antaranya adalah laporan realisasi anggaran, neraca, laporan operasional, dan laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan.</p>
<p>&#8220;Secara keseluruhan, laporan keuangan tersebut telah diselesaikan tepat waktu. Berdasarkan laporan yang disampaikan, pendapatan Kemenkes tercatat mencapai sekitar 110% dari target yang ditetapkan. Sementara itu, belanja yang dikeluarkan Kemenkes tercatat sekitar 95% dari anggaran yang telah disusun.<br />
Nilai aset Kemenkes per 31 Desember juga tercatat mengalami kenaikan signifikan,&#8221; ujar Sekjen Kunta.</p>
<p>Aset yang dimiliki Kemenkes mencapai 120,9 triliun, menunjukkan kinerja keuangan yang cukup baik.<br />
Selain itu, Sekjen Kunta juga memberikan informasi terkait progres tindak lanjut (TL) dari hasil pemeriksaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. </p>
<p>Sekitar 95,48% tindak lanjut dari LHP BPK sudah berhasil diselesaikan. Sedangkan tindak lanjut dari LHP Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tercatat mencapai sekitar 98,04%, dan tindak lanjut dari LHP Inspektorat Jenderal (Itjen) sekitar 94%. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di Kemenkes.</p>
<p>Sekjen Kunta juga menegaskan komitmen kementerian untuk terus melakukan percepatan dalam penyelesaian tindak lanjut tersebut. </p>
<p>&#8220;Kami akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan semua tindak lanjut yang belum selesai,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Di samping itu, Kemenkes juga berupaya menjaga kualitas laporan keuangan yang telah disusun. Berdasarkan temuan-temuan yang muncul pada pemeriksaan sebelumnya, perbaikan-perbaikan terus dilakukan untuk menghindari terjadinya temuan berulang pada laporan-laporan keuangan di masa mendatang.</p>
<p>Kemenkes terus berkomitmen untuk mengoptimalkan sistem pengendalian intern di kementerian tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui penerapan dan penilaian pengendalian intern secara berkala untuk memastikan kualitas laporan keuangan yang semakin baik.</p>
<p>&#8220;Upaya untuk menjaga kualitas laporan keuangan ini merupakan bagian dari komitmen kementerian untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih,&#8221; kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Peningkatan kualitas laporan keuangan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap tata kelola pemerintahan di lingkungan Kemenkes.<br />
Kemenkes juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK, yang bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang transparan dan akuntabel. </p>
<p>Melalui transformasi yang telah dilakukan, diharapkan semakin banyak perbaikan yang bisa dicapai. Kualitas laporan keuangan yang disusun oleh pemerintah semakin hari semakin meningkat. Diharapkan, kualitas laporan keuangan ini bisa semakin baik dari tahun ke tahun, seiring dengan upaya perbaikan yang terus dilakukan.</p>
<p>Dengan segala upaya yang terus dilakukan, Kemenkes berkomitmen untuk mencapai tujuan akhir yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)<br />
 <br />
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
 <br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0149.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Pendengaran</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-masyarakat-peduli-kesehatan-pendengaran</link>				
         <pubDate>Mon, 03 Mar 2025 21:04:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-masyarakat-peduli-kesehatan-pendengaran</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Maret 2025</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia (World Hearing Day/WHD) yang diperingati setiap tanggal 3 Maret, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan telinga. Upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap komitmen global Sound Hearing 2030, yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi gangguan pendengaran di seluruh dunia.</p>
<p>Pada Media Briefing dalam rangka Hari Pendengaran Sedunia 2025, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Yudhi Pramono, menjelaskan bahwa tema internasional WHD 2025 adalah &#8220;Changing Mindsets: Empower Yourself! Make Ear and Hearing Care a Reality for All!&#8221;, sementara tema nasionalnya adalah &#8220;Cegah Gangguan Pendengaran, Ayo Peduli&#8221;. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan pendengaran, mencegah gangguan pendengaran, serta memahami bahwa gangguan pendengaran dapat dideteksi dan ditangani lebih awal sesuai dengan indikasi medis.</p>
<p>Menurut WHO, sekitar 1,57 miliar penduduk dunia mengalami gangguan pendengaran, menjadikannya penyebab disabilitas terbesar ketiga di dunia. &#8220;Saat ini, lebih dari 5% populasi dunia atau sekitar 430 juta orang memerlukan rehabilitasi pendengaran, termasuk 34 juta anak-anak. Pada tahun 2050, diperkirakan 2,5 miliar orang akan mengalami gangguan pendengaran pada tingkatan tertentu, dan setidaknya 700 juta orang akan membutuhkan rehabilitasi pendengaran,&#8221; jelas dr. Yudhi.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa lebih dari 1 miliar orang dewasa muda berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen akibat kebiasaan mendengarkan suara dengan volume tinggi dalam jangka waktu lama. </p>
<p>&#8220;Diperlukan investasi tambahan sebesar 1,4 USD per orang per tahun untuk memastikan akses layanan kesehatan pendengaran dan telinga yang optimal,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Di Indonesia, hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa prevalensi disabilitas pendengaran pada usia ≥1 tahun sebesar 0,4%, dengan proporsi pengguna alat bantu dengar mencapai 4,1%. &#8220;Artinya, 4 dari 100 orang di Indonesia adalah pengguna alat bantu dengar. Ini menunjukkan bahwa angka disabilitas akibat gangguan pendengaran cukup tinggi di Indonesia,&#8221; jelas dr. Yudhi.</p>
<p>Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan gangguan pendengaran, Kementerian Kesehatan menerapkan empat pilar strategi, yaitu 1) Promosi Kesehatan; 2) Deteksi Dini; 3) Perlindungan Khusus; dan 4) Penanganan Kasus.</p>
<p>Upaya promosi kesehatan diarahkan agar masyarakat peduli untuk mencegah gangguan indera dengan menyebarluaskan informasi baik melalui media komunikasi, informasi dan edukasi maupun melalui penyuluhan atau kegiatan lainnya serta melibatkan masyarakat ikut berperan di dalamnya. </p>
<p>&#8220;Deteksi dini gangguan pendengaran dapat dilakukan upaya kesehatan berbasis masyarakat melalui Posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjaring kasus gangguan pendengaran di masyarakat yang kemudian dirujuk ke FKTP,” ujarnya.</p>
<p>Pemerintah telah memulai program cek kesehatan gratis di Puskesmas. Program ini bisa dimanfaatkan untuk skrining pendengaran.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), yang saat ini sudah dilaksanakan di seluruh puskesmas, seperti FKTP maupun satuan pendidikan dengan paket skrining sesuai juknis dari PKG, yang termasuk skrining pendengaran,</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL), dr. Yussy Afriani Dewi, menekankan bahwa jika tidak ada langkah pencegahan, jumlah penderita gangguan pendengaran akan meningkat menjadi 700 juta pada tahun 2050. &#8220;Gangguan pendengaran yang tidak tertangani juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar, dengan potensi kerugian global mencapai 980 miliar USD per tahun,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dr. Yussy menambahkan bahwa penyebab gangguan pendengaran sangat beragam, termasuk faktor genetik, komplikasi saat melahirkan, infeksi telinga, paparan bising, penggunaan obat ototoksik, serta proses penuaan. &#8220;Gangguan pendengaran dapat berdampak pada kemampuan bicara dan komunikasi, meningkatkan risiko demensia, serta membatasi akses pendidikan dan pekerjaan. Hal ini dapat mengurangi kualitas hidup seseorang serta meningkatkan beban ekonomi akibat biaya perawatan yang lebih tinggi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, sekitar 60% penyebab gangguan pendengaran sebenarnya dapat dicegah. Indonesia menargetkan penurunan angka gangguan pendengaran menjadi kurang dari 1,7% dari total populasi pada tahun 2030. Skrining dan deteksi dini menjadi langkah penting dalam memastikan gangguan pendengaran dapat segera ditangani.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, dr. Yussy menyarankan beberapa upaya, antara lain pemberian nutrisi seimbang bagi ibu hamil, menjaga kebersihan rumah tangga dan lingkungan, pemberian ASI eksklusif, menjaga kebersihan telinga, menghindari kebiasaan merokok, menerapkan gaya hidup sehat dan konsumsi gizi seimbang, melengkapi imunisasi dasar, serta menghindari paparan suara bising yang berlebihan.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat dan dukungan tenaga kesehatan sangat penting dalam menciptakan generasi dengan pendengaran yang sehat. &#8220;Rehabilitasi pendengaran dapat dilakukan melalui penggunaan alat bantu dengar, bahasa isyarat, serta terapi komunikasi total untuk membantu penderita gangguan pendengaran berinteraksi dengan lebih baik,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dalam acara tersebut, turut hadir Eneng Arida Amalia (41), seorang penderita gangguan pendengaran. Ia bercerita bahwa pertama kali menggunakan alat bantu dengar (ABD) pada usia 28 tahun setelah mengalami penurunan pendengaran secara tiba-tiba pada tahun 2012. &#8220;Sebagai tenaga medis, gangguan pendengaran sangat menghambat aktivitas saya. Menurut saya, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menggunakan ponsel terlalu lama hingga panas dan kehabisan baterai,&#8221; ungkapnya. Eneng pun berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan ponsel dan headset untuk mencegah risiko gangguan pendengaran.</p>
<p>Senada dengan pesan Eneng, dr. Yudhi juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan skrining pendengaran di fasilitas kesehatan. Ia mengingatkan agar segera berobat jika mengalami gejala seperti telinga terasa penuh, kurang dengar, keluar cairan, atau jika terdapat benda asing di dalam telinga. Selain itu, ia menekankan pentingnya membatasi paparan suara bising, termasuk mengatur volume headphone dengan rule 60:60 (maksimal 60% volume selama 60 menit per hari).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (ID)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250303-WA0013.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dorong Budaya Kerja Melalui Spirit Ramadan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dorong-budaya-kerja-melalui-spirit-ramadan</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Feb 2025 22:25:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dorong-budaya-kerja-melalui-spirit-ramadan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Februari 2025</p>
<p>Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar kuliah umum bertajuk &#8220;Spirit Ramadan dalam Percepatan Perubahan Budaya Kerja Kementerian Kesehatan&#8221;. Acara ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai integritas, disiplin, dan profesionalisme di lingkungan kerja, serta pentingnya membangun budaya kerja yang berintegritas dan antikorupsi di lingkungan Kemenkes yang sejalan dengan transformasi yang tengah dilakukan di sektor kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di auditorium Siwabessy gedung Prof. sujudi pada Jum’at (28/2/2025).</p>
<p>Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Fitroh Rohcahyanto menegaskan pentingnya membangun budaya kerja antikorupsi melalui pendekatan agama. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk melatih diri dalam melepaskan kemelekatan terhadap harta dan membangun kesadaran integritas.</p>
<p>&#8220;Ketika kita bicara puasa, sejatinya kita sedang berlatih untuk menahan diri dari segala bentuk kemelekatan, termasuk terhadap harta. Seorang yang bertakwa adalah mereka yang mampu berbagi, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain,&#8221; ujar Dr. Fitroh di hadapan ratusan peserta yang hadir.</p>
<p>Dr. Fitroh mengutip Surat Ali Imran ayat 134 yang menyebutkan bahwa salah satu tanda orang yang bertakwa adalah mereka yang menginfakkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Menurutnya, prinsip ini juga harus diterapkan dalam etos kerja ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut, Dr. Fitroh menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berintegritas, dengan menghindari sikap serakah dan mementingkan diri sendiri. Ia membagikan filosofi “IDOLA” sebagai prinsip kerja yang mencakup:</p>
<p>Integritas: Konsisten dalam ucapan dan tindakan.</p>
<p>Dedikasi: Memberikan pelayanan dengan totalitas.</p>
<p>Objektif: Netral dan tidak memiliki kepentingan pribadi.</p>
<p>Loyalitas: Mengabdi untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>Adil : Tidak memihak</p>
<p>Selain itu, Dr. Fitroh juga memperkenalkan konsep “Gatot Kaca”, yakni prinsip kerja yang responsif, totalitas, komprehensif, dan penuh empati dalam melayani masyarakat. &#8220;Tanpa empati, kita tidak akan mampu memberikan pelayanan terbaik. ASN harus bekerja dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebagai penutup, Dr. Fitroh mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu refleksi dalam meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional. &#8220;Latihan terbaik untuk menjadi pribadi yang bertakwa adalah dengan terus berbuat baik, berbagi, dan menumbuhkan keikhlasan dalam bekerja. Jika kita bekerja dengan niat yang benar, insyaAllah hasilnya akan berkah,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komitmen Kemenkes dalam meningkatkan budaya kerja yang berlandaskan integritas, loyalitas, dan pelayanan prima. Ia mengutip Al-Qur&#8217;an Surat Al-Baqarah ayat 188 yang menegaskan pentingnya menjauhi tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme.</p>
<p>&#8220;Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga budaya yang harus kita bangun bersama. Dengan pendekatan agama, kita tidak hanya memperkuat regulasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dalam setiap aspek pekerjaan kita,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transformasi internal Kemenkes terus berjalan untuk mempercepat enam pilar transformasi kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan core values ASN BerAKHLAK guna menciptakan ekosistem kerja yang lebih transparan dan profesional.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi momen refleksi menjelang bulan suci Ramadan, di mana nilai-nilai kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja semakin ditekankan. Wamenkes mengajak seluruh pegawai Kemenkes untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan memperkuat integritas.</p>
<p>Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini, khususnya kepada KPK dan KORPRI Kemenkes. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi ladang pahala bagi kita semua,” tutupnya.</p>
<p>Sekretaris Jenderal yang turut hadir dalam sambutannya menegaskan, bahwa acara ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang lebih transparan dan berintegritas di Kementerian Kesehatan.</p>
<p>&#8220;Reformasi kesehatan yang kita lakukan, termasuk enam pilar transformasi kesehatan, tidak akan berhasil tanpa adanya reformasi internal di Kementerian Kesehatan. Kita harus mengubah mindset dari yang sebelumnya berfokus pada kuratif ke promotif, dari pengobatan ke pencegahan, serta dari layanan kesehatan yang hanya terpusat di kota menjadi lebih merata ke daerah-daerah,&#8221; ujar Sekjen Kunta.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya membangun kemandirian dalam sektor kesehatan, khususnya dalam produksi alat kesehatan dan obat-obatan dalam negeri. Namun, semua perubahan ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya reformasi di tingkat internal, terutama dalam membangun budaya kerja yang jujur, transparan, dan antikorupsi.</p>
<p>&#8220;Hari ini, kita mendapat kesempatan luar biasa dengan kehadiran Pak Fitroh dari KPK yang memiliki pengalaman luas dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. Ini adalah momen penting bagi kita untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan etos kerja,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Acara ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, termasuk Rumah Sakit Vertikal, Poltekkes, Balai Karantina Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Alat Kesehatan. Dengan cakupan yang luas, diharapkan diskusi ini dapat menjadi pemicu bagi seluruh jajaran Kemenkes untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami berharap acara ini benar-benar membuka cakrawala kita semua dalam terus meningkatkan etos kerja serta membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan dilakukan dengan hati. Karena hanya dengan itu, reformasi kesehatan yang kita jalankan dapat berjalan dengan sukses,&#8221; pungkas Kunta.</p>
<p>Dengan semangat Spirit Ramadan, Kementerian Kesehatan terus berkomitmen untuk tidak hanya memperbaiki sistem layanan kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang lebih profesional, akuntabel, dan bebas dari korupsi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54355848064_2b2f24de8d_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perangi TBC, Kemenkes Giatkan Gerakan Kolaborasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perangi-tbc-kemenkes-giatkan-gerakan-kolaborasi</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Feb 2025 07:43:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perangi-tbc-kemenkes-giatkan-gerakan-kolaborasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Februari 2025</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menguatkan komitmen dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui kampanye GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata, melalui Surat Edaran (SE) NOMOR: HK.02.03/C/376/2025 Tentang Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2025.</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/Surat-Edaran-tentang-Peringatan-Hari-TBC-Sedunia.pdf">Surat Edaran tentang Peringatan Hari TBC Sedunia</a></p>
<p>Peringatan HTBS yang jatuh setiap tanggal 24 Maret menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran serta masyarakat dalam upaya eliminasi TBC. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakhiri TBC di Indonesia melalui pendekatan lintas sektor.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Yudhi Pramono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam upaya ini.</p>
<p>&#8220;Eliminasi TB bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan deteksi dini, pengobatan tepat, serta dukungan sosial bagi pasien, kita bisa mengakhiri TBC di Indonesia. Saatnya kita bergerak bersama, giatkan komitmen dan aksi nyata untuk Indonesia bebas TBC!&#8221; ujar dr. Yudhi Pramono.</p>
<p>Sebagai bagian dari peringatan HTBS 2025, Kemenkes mendorong berbagai kegiatan di tingkat nasional dan daerah, termasuk kampanye kesadaran melalui media sosial dengan tagar resmi #GIATKAN2025 #GerakanIndonesiaAkhiriTBC #KomitmendanAksiNyataTBC #YesWeCanEndTB #EliminasiTBC2030 #TOSSTBC.</p>
<p>Selain itu, berbagai inisiatif telah disiapkan, seperti edukasi masyarakat, mobilisasi deteksi dini TBC, serta integrasi layanan pencegahan dan pengobatan TBC dengan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Kementerian Kesehatan menghimbau kepada seluruh jajaran kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas untuk mengambil peran dalam eliminasi TBC melalui:</p>
<p>1. Deteksi dini TB dan penemuan kasus aktif, yang terintegrasi dengan Terapi Pencegahan TB (TPT).<br />
2. Pendampingan pengobatan pasien hingga tuntas, serta edukasi pencegahan penularan di keluarga dan masyarakat.<br />
3. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan media untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya TB.<br />
4. Kampanye edukasi TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) melalui media sosial, media massa, webinar, dan promosi di ruang publik.<br />
5. Serta Peningkatan peran masyarakat dalam menghilangkan stigma terhadap penderita TB.</p>
<p>Dengan semangat Gerak Bersama, Sehat Bersama, Kemenkes RI mengajak semua pihak untuk mendukung target Eliminasi TBC 2030 demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-9.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan Qure.ai Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Deteksi TB</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-qure-ai-jalin-kerja-sama-pemanfaatan-kecerdasan-buatan-dalam-deteksi-tb</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Feb 2025 19:57:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-qure-ai-jalin-kerja-sama-pemanfaatan-kecerdasan-buatan-dalam-deteksi-tb</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi Qure.ai untuk mempercepat deteksi dini Tuberkulosis (TB) menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pencitraan sinar-X dada. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital sektor kesehatan guna meningkatkan efisiensi layanan dan mempercepat diagnosis.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemanfaatan AI dalam sistem kesehatan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. </p>
<p>“Teknologi berbasis AI ini akan membuka peluang besar untuk menganalisis data medis dengan lebih cepat dan akurat, memberikan dampak positif baik bagi pasien maupun tenaga medis,” ujar Menkes saat menyaksikan penandatanganan MoU di Jakarta.</p>
<p>Dalam kerja sama ini, beberapa langkah strategis akan diterapkan: pertama, AI dari Qure.ai akan digunakan untuk mendeteksi TBC dan penyakit lainnya melalui analisis pencitraan sinar-X dada di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh Kemenkes. Kedua, sistem manajemen dan pelaporan pasien terpusat akan dikembangkan untuk memperkuat surveilans penyakit secara nasional dan mendukung layanan teleradiologi, sehingga tenaga medis di berbagai daerah dapat mengakses hasil skrining secara <em>real-time</em>. Ketiga, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan dukungan teknis bagi tenaga kesehatan dan profesional teknologi informasi.</p>
<p>Sebagai tahap awal, Kemenkes akan mengimplementasikan proyek percontohan <em>(pilot project</em>) di RS Fatmawati dan RS Pusat Otak Nasional (RSPON). Jika proyek ini berhasil, teknologi AI dari Qure.ai akan diperluas ke lebih banyak fasilitas kesehatan yang ditunjuk di seluruh Indonesia. </p>
<p>Untuk mendukung implementasi yang optimal, diperlukan infrastruktur yang memadai, termasuk koneksi internet stabil, <em>cloud hosting</em>, serta <em>Picture Archiving Communication System</em> (PACS) untuk integrasi dan pengolahan data medis.</p>
<p>Selain mempercepat deteksi dini, teknologi ini juga akan meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi dengan mengurangi ketergantungan pada film sinar-X fisik, serta memungkinkan penyimpanan dan distribusi data medis secara lebih praktis dan terstruktur. Dengan inovasi ini, pasien akan mendapatkan layanan yang lebih cepat, sementara tenaga medis dapat lebih fokus pada perawatan dan pengobatan.</p>
<p>Pemerintah berkomitmen untuk mengeksplorasi peluang pendanaan guna memastikan keberlanjutan adopsi teknologi skrining berbasis AI ini dalam program kesehatan nasional. Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mempercepat eliminasi TBC dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250226-WA0038-2.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>DWP Manfaatkan &#8220;The Power of Emak-Emak&#8221; untuk Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dwp-manfaatkan-the-power-of-emak-emak-untuk-sosialisasikan-cek-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Wed, 26 Feb 2025 19:56:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dwp-manfaatkan-the-power-of-emak-emak-untuk-sosialisasikan-cek-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2025 </p>
<p>Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ida Rachmawati Budi G. Sadikin menyampaikan komitmen organisasi ini dalam mendukung program pemerintah terkait cek kesehatan gratis. Program tersebut dihadirkan sebagai hadiah ulang tahun bagi seluruh warga negara Indonesia. </p>
<p>DWP bekerja sama dengan Seruni dan Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Ida mengungkapkan bahwa kontribusi DWP bertujuan untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat dan lebih percaya diri. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya kesehatan anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa dan menyambut Indonesia Emas pada tahun 2045. Menurutnya, anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi individu yang memiliki potensi besar dalam membangun negara.</p>
<p>&#8220;Ibu memiliki peran penting dalam keluarga, terutama dalam menjaga kesehatan dan pendidikan anak. Hampir 90% kontribusi ibu terhadap anak-anak, dan ini menjadi kunci bagi masa depan kita,&#8221; ungkap Ida pada Webinar Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis di gedung Kemenkes, Rabu (26/2).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa peran ibu sangat penting dalam masyarakat, tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.</p>
<p>Ida juga mengajak seluruh ibu di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan informasi terkait cek kesehatan gratis ini. </p>
<p>&#8220;Dengan &#8216;The Power of Emak-emak&#8217;, kita dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Program cek kesehatan gratis yang disosialisasikan oleh DWP ini, diharapkan dapat menjangkau seluruh ibu di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Dengan bantuan para ibu, informasi ini dapat tersebar lebih luas, membantu masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada DWP dan para ibu yang telah mendukung program ini.</p>
<p>&#8220;Peranan ibu-ibu sangat besar. Tanpa dukungan mereka, saya tidak akan bisa menyelesaikan tugas saya dengan baik,&#8221; kata Budi dalam sambutannya.</p>
<p>Budi juga menyampaikan visi pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju. Untuk mewujudkan hal tersebut, Budi menegaskan bahwa pendapatan per kapita warga negara Indonesia harus mencapai 14.000 dolar AS, sebuah peningkatan signifikan dari angka sekitar 4.800-5.000 dolar AS saat ini.</p>
<p>Menurut Budi, Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat menjadi minimal Rp.18 juta per bulan agar dapat tercapai status negara maju. Saat ini, rata-rata pendapatan per bulan di Indonesia masih sekitar Rp.6 juta.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada periode puncak bonus demografi, yang diprediksi terjadi antara 2030 hingga 2035.</p>
<p>&#8220;Ini adalah periode penting di mana jumlah usia kerja di Indonesia mencapai puncaknya, dan kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Budi menekankan bahwa kegagalan untuk memanfaatkan masa bonus demografi ini akan menghambat Indonesia untuk menjadi negara maju. </p>
<p>&#8220;Jika kita gagal dalam periode ini, kita akan meninggalkan utang besar bagi generasi mendatang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Puncak bonus demografi ini dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui peningkatan pendapatan masyarakat, terutama dengan memastikan kualitas sumber daya manusia yang sehat. Oleh karena itu, Budi mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.</p>
<p>Selain itu, Budi juga mengingatkan bahwa kesehatan bukan hanya soal mengobati penyakit, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. </p>
<p>&#8220;Kita harus bersama-sama memastikan bahwa setiap individu di Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan bahwa menjaga kesehatan masyarakat merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan besar Indonesia Emas 2045. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250226-WA0165.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Perluas Jangkauan Distribusi Vaksin ke Timur Tengah melalui Kerja Sama dengan Arabio</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-perluas-jangkauan-distribusi-vaksin-ke-timur-tengah-melalui-kerja-sama-dengan-arabio</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Feb 2025 16:22:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-perluas-jangkauan-distribusi-vaksin-ke-timur-tengah-melalui-kerja-sama-dengan-arabio</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 25 Februari 2025</p>
<p>Indonesia semakin memperluas jangkauan distribusi vaksin ke Timur Tengah dengan menjalin kerja sama strategis. Salah satu langkah penting dalam inisiatif ini adalah penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara PT Biofarma dan Arabio (perusahaan produk farmasi Arab).</p>
<p>Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusi mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin dan distribusinya di kawasan Timur Tengah. Penandatanganan MoU dilakukan dalam kunjungan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang hadir di Indonesia untuk menjalin hubungan lebih erat dengan PT Biofarma. </p>
<p>Biofarma, sebagai salah satu industri vaksin terbesar di Indonesia, telah mendistribusikan produk-produknya ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya kerja sama ini, PT Biofarma diharapkan bisa memperluas jangkauan distribusinya dengan membangun fasilitas produksi vaksin di Arab Saudi,&#8221; ujar Rizka di PT Biofarma, Bandung, Selasa (25/2).</p>
<p>Fasilitas produksi ini nantinya akan menyuplai vaksin untuk negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya.</p>
<p>Selain itu, terdapat kabar gembira terkait upaya global untuk pemberantasan polio. Pemerintah Arab Saudi baru saja meluncurkan program pendanaan untuk mendukung inisiatif PBB dalam pemberantasan polio. </p>
<p>Salah satu kontribusi utama dalam program ini adalah suplai vaksin polio yang diharapkan berasal dari Biofarma. Kerja sama ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas produksi vaksin polio yang dibutuhkan untuk eradikasi penyakit tersebut.</p>
<p>Direktur Utama PT Biofarma Shadiq Akasya mengatakan harapannya agar kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memperkuat posisi perusahaan di pasar global.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, kerja sama ini tidak hanya memperluas distribusi vaksin kami, tetapi juga membawa manfaat lebih besar untuk masyarakat,” ujar Shadiq.</p>
<p>Selain fokus pada vaksin, kerja sama dengan Arabio ini juga mencakup transfer teknologi untuk produksi vaksin lainnya, seperti vaksin-vaksin dasar untuk anak-anak. Proses transfer teknologi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas vaksin yang diproduksi oleh PT Biofarma, serta mempercepat distribusinya ke negara-negara lain.</p>
<p>Sebagai bagian dari kunjungan, rombongan Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga melakukan kunjungan ke Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bandung. Di sana, mereka diperkenalkan dengan Laboratorium OSCE Keperawatan yang digunakan untuk ujian praktik bagi mahasiswa keperawatan. </p>
<p>Ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination) merupakan ujian klinis yang menguji kompetensi mahasiswa dalam melakukan tindakan medis di bidang keperawatan.</p>
<p>Laboratorium OSCE Keperawatan ini memiliki fasilitas yang canggih untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam berbagai prosedur keperawatan. Kunjungan ini juga dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi kolaborasi antara institusi pendidikan Indonesia dan Arab Saudi di bidang pendidikan keperawatan.</p>
<p>Poltekkes Kemenkes Bandung sendiri memiliki 8 jurusan dengan total 20 program studi. Tidak hanya itu, Poltekkes juga memiliki 3 kelas internasional yakni Jepang, Jerman, dan Timur Tengah dengan kelas bahasa Arab.</p>
<p>Program ini diharapkan dapat mempererat kerja sama dalam bidang pendidikan kesehatan antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Kementerian Kesehatan Arab Saudi sangat tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi kolaborasi di bidang pendidikan kesehatan dengan Indonesia. </p>
<p>Kedua belah pihak berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keperawatan untuk mencetak tenaga medis yang berkualitas di kawasan tersebut.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250225-WA0075.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Sumber Daya Manusia Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-arab-saudi-perkuat-kerja-sama-sumber-daya-manusia-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 24 Feb 2025 16:14:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-arab-saudi-perkuat-kerja-sama-sumber-daya-manusia-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Februari 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi semakin memperkuat hubungan bilateral di bidang kesehatan dengan kunjungan kerja Menteri Kesehatan Saudi Arabia selama 2 hari di Indonesia (24-25 Februari 2025). Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Abdulrahman AlJalajel awali kunjungannya dengan pertemuan bilateral bersama Menteri Kesehatan RI dan dalam pertemuan ini dilakukan  penandatanganan satu Memorandum Saling Pengertian (MoU) yang berfokus pada  sumber daya manusia kesehatan. </p>
<p>MoU tersebut mencakup kerja sama dalam hal kolaborasi para dokter Saudi untuk berpraktik di Indonesia dan juga dokter Indonesia belajar di Saudi, peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan Arab, program penyiapan ujian kompetensi keperawatan Prometric, beasiswa pendidikan keperawatan, <em>fellowship</em> program, dan pertukaran sumber daya manusia kesehatan. </p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan MoU ini akan membuka peluang lebih besar bagi kedua negara untuk dapat bertukar keahlian dalam bidang kesehatan, termasuk pembelajaran dan pengembangan keahlian antara organisasi-organisasi yang terlibat.</p>
<p>&#8220;Melalui pertukaran SDM, kami berharap dapat meningkatkan standar pendidikan dan perawatan kesehatan, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Indonesia,&#8221; ujar Menkes Budi, Senin (24/2) di gedung Kemenkes, Jakarta.</p>
<p>Kerja sama ini meliputi bantuan dari King Salman Relief dalam operasi jantung di Indonesia. Menurut Menkes Budi, bantuan dokter-dokter dari King Salman Relief sangat penting, mengingat Indonesia menghadapi masalah besar terkait kelainan jantung bawaan pada anak-anak.</p>
<p>&#8220;Setiap tahun ada sekitar 12.000 kasus kelainan jantung bawaan pada anak-anak, dengan 6.000 di antaranya tidak tertangani dan meninggal. Saya berharap lebih banyak dokter dari King Salman Relief yang bisa membantu meningkatkan operasi jantung di Indonesia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan sistem digitalisasi sertifikat vaksinasi bagi jamaah haji dan umrah. </p>
<p>&#8220;Kita berharap ada pertukaran sistem digital untuk sertifikat vaksin meningitis dan polio, karena jumlah jamaah haji dan umrah yang besar membuat proses ini menjadi lebih efisien jika didigitalisasi,&#8221; kata Menteri Kesehatan.</p>
<p>Di sisi lain, Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Abdulrahman AlJalajel menyampaikan bahwa negaranya sedang menjalani transformasi besar di bidang kesehatan sebagai bagian dari Visi 2030. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengalihan rumah sakit pemerintah menjadi perusahaan milik negara untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan.</p>
<p>“Di Arab Saudi, kami sedang melakukan perubahan besar di sektor kesehatan, dan kami berharap dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam hal manajemen rumah sakit dan layanan kesehatan dengan Indonesia,” ujar Fahad bin Abdulrahman.</p>
<p>Dalam kunjungan kali ini, delegasi Arab Saudi juga menandatangani beberapa MoU dengan tiga universitas terkemuka lainnya di Indonesia yang juga berfokus pada pengembangan tenaga kerja. Salah satu bentuk kerja sama yang akan dilakukan adalah pelatihan tenaga medis di Indonesia dan Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.</p>
<p>“Kerja sama ini juga akan mencakup pelatihan di kedua negara, yang diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih baik dan terampil di bidang kesehatan,” tambahnya.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan bahwa hubungan yang kuat antara dua negara tidak hanya bergantung pada kemitraan tingkat pemerintah atau bisnis, tetapi juga pada interaksi antar masyarakat, terutama di sektor kesehatan. </p>
<p>“Koneksi antar negara yang kuat terjadi pada tingkat rakyat. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dokter dan tenaga medis dari kedua negara adalah cara terbaik untuk mempererat hubungan yang ada,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi sudah dimulai sejak kunjungan Raja Salman pada tahun 2017, yang kemudian melahirkan Dewan Kerja Sama yang kini sudah mulai berjalan.</p>
<p>&#8220;Dewan Kerja Sama ini akan memperkuat kerja sama kita di banyak sektor, dan kami percaya sektor kesehatan akan terus berkembang pesat sebagai hasilnya,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Menkes Budi menambahkan bahwa kedua negara terus mengupayakan berbagai langkah untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama dalam bidang kesehatan. </p>
<p>&#8220;Kerja sama ini bukan hanya antara pemerintah, tetapi juga antara masyarakat dan sektor bisnis. Kami melihat hubungan ini semakin erat dan berkembang,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan adanya MoU ini, diharapkan kerja sama di sektor kesehatan, termasuk pertukaran tenaga medis, digitalisasi sistem kesehatan, serta peningkatan kapasitas produksi vaksin, dapat lebih maksimal. Hal ini juga menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan global.</p>
<p>&#8220;Kami melihat orang Saudi sebagai saudara, dan kami berharap dapat terus mempererat hubungan ini dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam sektor kesehatan, tetapi juga dalam sektor-sektor lainnya yang akan membawa manfaat bagi kedua negara,&#8221; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot_20250226_181326_Gallery.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Targetkan Strata Utama untuk RSUD Akhmad Berahim Kalimantan Utara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-targetkan-strata-utama-untuk-rsud-akhmad-berahim-kalimantan-utara</link>				
         <pubDate>Sat, 22 Feb 2025 14:08:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-targetkan-strata-utama-untuk-rsud-akhmad-berahim-kalimantan-utara</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tana Tidung, 21 Februari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan RSUD Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung menyandang Strata Utama untuk pelayanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, KIA, dan TB.</p>
<p>Target ini sejalan dengan salah satu Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC)/Quick Wins Kemenkes terkait Peningkatan kelas RS. Pada 2025 Kemenkes akan melakukan pembangunan guna meningkatkan kelas rumah sakit dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C di 32 lokus terpilih.</p>
<p>Untuk merealisasikan peningkatan kelas D RS menjadi kelas C, Menkes Budi melakukan groundbreaking pembangunan RSUD Akhmad Berahim.</p>
<p>&#8220;Hari ini saya di RSUD Kabupaten Tana Tidung (RSUD Akhmad Berahim). Ini kalau naik speed boat dari Tarakan 3 jam dari sana. Jadi kebayang kan kalau ada orang kena sakit stroke atau jantung mesti dibawa 3 jam ke Tarakan,&#8221; ujar Menkes Budi, Jumat (21/2).</p>
<p>Menkes Budi meminta RSUD Akhmad Berahim harus dapat meningkatkan kualitas layanan rujukan bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Tana Tidung.</p>
<p>Setelah pembangunan terlaksana, selanjutnya RSUD harus mampu melakukan pengampuan untuk RS wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Puskesmas. Menkes Budi juga berpesan agar RSUD Akhmad Berahim mengembangkan layanan kesehatan digital, melakukan pendidikan, pelatihan dan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Pemerintah Daerah juga harus turut mengawal pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang dibutuhkan.</p>
<p>Menkes berharap dengan dibangunnya rumah sakit ini diharapkan kalau ada serangan stroke, sakit jantung, dan juga termasuk kanker, atau ginjal bisa dilayani di sini.</p>
<p>&#8220;Ini adalah rumah sakit ketiga yang dibangun oleh bapak Presiden Prabowo terkait dengan program quick wins beliau dari 66 rumah sakit di daerah-daerah tertinggal yang kita akan bangun dalam 2 tahun ke depan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54341361716_ce794b3d74_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029: Langkah Strategis Kendalikan Kanker pada Anak di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rencana-aksi-nasional-kanker-anak-2025-2029-langkah-strategis-kendalikan-kanker-pada-anak-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 20 Feb 2025 17:35:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rencana-aksi-nasional-kanker-anak-2025-2029-langkah-strategis-kendalikan-kanker-pada-anak-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Februari 2025</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia (International Childhood Cancer Day) yang jatuh pada 15 Februari 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029 sebagai bagian dari Rencana Kanker Nasional 2024-2034 pada Kamis (20/2/2024).</p>
<p>Langkah ini merupakan strategi komprehensif dalam pengendalian kanker pada anak di Indonesia, sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak-anak penderita kanker.</p>
<p>Kanker merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia, tergolong sebagai penyakit tidak menular (PTM) katastropik, dengan biaya pengobatan yang tinggi dan durasi perawatan yang panjang. Berdasarkan data Globocan 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408.661 kasus baru kanker dan hampir 242.099 kematian akibat kanker.</p>
<p>Sementara itu, kasus kanker anak juga menjadi perhatian utama, di mana pada tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0-19 tahun. Leukemia menjadi jenis kanker paling banyak diderita anak-anak dengan 3.880 kasus (34,8%), diikuti oleh kanker getah bening (limfoma) dan kanker otak, masing-masing dengan sekitar 640 kasus (5,7%).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kanker anak di Indonesia menekankan bahwa penanganan kanker anak harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, melibatkan tenaga medis, komunitas, serta dukungan finansial yang lebih luas. RS Kanker Dharmais sebagai pusat kanker nasional diharapkan menjadi model dalam inovasi layanan kanker, termasuk dalam upaya mendekatkan akses pengobatan ke seluruh daerah di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi menyoroti pentingnya kombinasi pasien BPJS dan non-BPJS dalam layanan rumah sakit untuk memastikan keberlanjutan pembiayaan layanan kanker anak. Ia menegaskan bahwa kehadiran pasien non-BPJS bukan untuk mencari keuntungan, tetapi sebagai strategi subsidi silang agar lebih banyak pasien yang kurang mampu dapat mengakses pengobatan kanker berkualitas.</p>
<p>&#8220;Kita ingin agar Rumah Sakit Kanker Dharmais tidak hanya melayani pasien BPJS, tetapi juga menarik pasien yang mampu secara finansial untuk berobat di sini. Dengan begitu, biaya yang masuk bisa membantu pembiayaan pasien kanker anak yang kurang mampu,&#8221; ujar Menkes.</p>
<p>Menkes juga mengapresiasi peran komunitas dan keluarga dalam mendukung anak-anak yang berjuang melawan kanker. Ia menekankan bahwa menghadapi kanker bukan hanya soal pengobatan medis, tetapi juga dukungan psikososial yang kuat.</p>
<p>&#8220;Pasien kanker anak butuh dukungan dari komunitasnya. Harus ada ruang bagi keluarga dan komunitas untuk terlibat, berbagi pengalaman, dan memberikan dukungan moral kepada pasien dan keluarga mereka,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya ini, Menkes mendorong penyediaan fasilitas yang lebih ramah komunitas, termasuk ruang interaksi yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga pasien dan komunitas pendukung.</p>
<p>Selain meningkatkan layanan di RS Kanker Dharmais, Menkes menegaskan pentingnya desentralisasi layanan kanker anak ke seluruh provinsi. Tujuan utamanya adalah agar pasien kanker anak tidak perlu bepergian jauh untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>&#8220;Tidak semua pasien kanker anak harus dirujuk ke Dharmais. Kita harus mendistribusikan layanan ke 34 provinsi agar lebih banyak anak yang bisa mendapat pengobatan lebih dekat dengan rumah mereka,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk mewujudkan ini, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah dengan dokter spesialis, fasilitas diagnostik, serta terapi mutakhir seperti terapi sel (cell therapy) dan terapi genetik.</p>
<p>Menkes juga menyoroti pentingnya deteksi dini kanker anak sebagai langkah utama dalam meningkatkan angka kesembuhan. Dengan perkembangan teknologi medis, kini deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan genetik, sirkulasi tumor DNA, dan analisis ekspresi RNA.</p>
<p>&#8220;Teknologi sudah berkembang pesat. Kita harus mulai menggunakan alat deteksi genetik untuk melihat potensi kanker lebih awal, seperti yang sudah dilakukan di Thailand dan Vietnam,&#8221; ujar Menkes.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa RS Kanker Dharmais sebagai pusat kanker nasional harus menjadi pelopor dalam penerapan teknologi medis mutakhir, sehingga dapat memberikan diagnosis dan terapi yang lebih akurat bagi pasien kanker anak.</p>
<p>Dengan peluncuran Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan angka kesembuhan kanker anak di Indonesia, dari saat ini sekitar 24% menjadi lebih dari 50%.</p>
<p>&#8220;Kita ingin lebih banyak anak Indonesia yang bisa sembuh dari kanker dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Untuk itu, kita harus bekerja bersama, pemerintah, rumah sakit, komunitas, dan masyarakat,&#8221; tutup Menkes.</p>
<p>Direktur Utama RS Kanker Dharmais menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan kanker anak melalui peningkatan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor. &#8220;Pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan layanan yang lebih nyaman dan berkualitas bagi pasien kanker, khususnya anak-anak pejuang kanker di Indonesia,&#8221; ujar dr. Soeko.</p>
<p>dr. Soeko menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru RS Kanker Dharmais yang berlangsung selama dua tahun ini menghadapi berbagai tantangan, namun kini telah siap digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pasien kanker anak.</p>
<p>&#8220;Setelah dua tahun penuh tantangan, akhirnya gedung baru ini dapat dioperasikan. Sekarang tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan fasilitas ini dapat digunakan seoptimal mungkin untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Fasilitas baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga mampu menarik lebih banyak pasien kanker, termasuk pasien dari luar negeri, untuk menjalani pengobatan di RS Kanker Dharmais.</p>
<p>RS Kanker Dharmais juga semakin memperkuat kolaborasi dengan berbagai rumah sakit dan organisasi dalam upaya meningkatkan akses layanan kanker anak di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut baik kerja sama dengan berbagai rumah sakit, termasuk yang hadir hari ini seperti Rumah Sakit Mamusada Bali dan rumah sakit lainnya. Kolaborasi ini penting agar layanan kanker anak bisa menjangkau lebih banyak pasien di berbagai daerah,&#8221; ujar dr. Soeko.</p>
<p>Selain itu, RS Kanker Dharmais juga menggandeng organisasi profesi, yayasan kanker, dan komunitas peduli kanker anak untuk mendukung berbagai inisiatif, seperti pendampingan pasien dan keluarganya, serta penggalangan dana untuk obat-obatan yang sulit diakses.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, dr. Soeko menekankan bahwa kanker anak memiliki prinsip yang sama dengan kanker dewasa dalam hal deteksi dini. Semakin cepat kanker terdiagnosis, semakin besar peluang kesembuhannya.</p>
<p>&#8220;Jika kanker anak ditemukan sejak dini, peluang sembuhnya jauh lebih tinggi. Berbeda dengan kanker dewasa yang bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, kanker anak lebih sulit dicegah karena umumnya merupakan faktor genetik. Oleh karena itu, fokus kita adalah deteksi dini dan pengobatan yang cepat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebagai langkah inovatif, RS Kanker Dharmais juga mengembangkan layanan pemeriksaan genomik, yang memungkinkan deteksi risiko kanker lebih dini melalui teknologi mutakhir.</p>
<p>RS Kanker Dharmais, sebagai Pusat Kanker Nasional, berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menangani kanker anak, termasuk melalui penelitian, inovasi, dan peningkatan sumber daya manusia di bidang onkologi.</p>
<p>&#8220;Kami ingin RS Kanker Dharmais menjadi pusat layanan kanker yang tidak hanya melayani pasien dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi rujukan bagi negara-negara lain. Ini adalah langkah besar yang harus kita jalani bersama,&#8221; tutup dr. Soeko.</p>
<p>Dengan peluncuran Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029, serta penguatan fasilitas dan kolaborasi, RS Kanker Dharmais semakin siap dalam menghadapi tantangan kanker anak di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250220-WA0031.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dalam forum IFC Global Private Health Conference 2025, Menkes RI Dorong Investasi Kesehatan untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dalam-forum-ifc-global-private-health-conference-2025-menkes-ri-dorong-investasi-kesehatan-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat</link>				
         <pubDate>Thu, 20 Feb 2025 13:44:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dalam-forum-ifc-global-private-health-conference-2025-menkes-ri-dorong-investasi-kesehatan-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 18 Februari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, telah menghadiri the 10th International Finance Corporation (IFC) Global Private Health Conference yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada tanggal 18-20 Februari 2025 .</p>
<p>Konferensi ini baru pertama kali diselenggarakan di Asia dan Indonesia dipercaya untuk jadi tempat penyelenggaraannya. Adapun tema “Impactful Investing for Your Tech-Enabled Accessible Health Systems” menjadi focus konferensi yang dikuti oleh lebih dari 400 peserta dari 52 negara serta 100 pemimpin industri kesehatan global.</p>
<p>“Konferensi ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menarik investasi di sektor kesehatan serta mendorong percepatan inovasi layanan medis, guna meningkatkan akses dan kualitas kesehatan Masyarakat”, demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI.</p>
<p>Selanjutnya dalam sambutan pembukaan Konferensi ini tanggal 18 Februari 2025, Menteri Kesehatan Budi menegaskan kesehatan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga investasi terbaik bagi masa depan bangsa.</p>
<p>“Pemerintahan Presiden Prabowo memiliki komitmen untuk mewujudkan Indonesia Emas dan menjadi negara maju. Untuk itu bangsa Indonesia harus cerdas dan sehat. Ketika seseorang sakit, mereka berhenti bekerja. Kesehatan yang buruk menyebabkan hilangnya produktivitas dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, investasi terbaik adalah investasi dalam kesehatan,” ujar Menkes.</p>
<p>Pemerintah Indonesia tengah menjalankan tiga program utama yang menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional, sekaligus membuka peluang bagi sektor swasta untuk ikut berkontribusi.</p>
<p>“Kami sedang menjalankan program skrining kesehatan terbesar dalam sejarah Indonesia, yang menjangkau 280 juta penduduk. Fokusnya adalah pencegahan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes. Dengan deteksi dini yang lebih baik, kita bisa menekan angka kematian dan mengurangi beban sistem kesehatan,” jelas Menkes.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil, untuk memastikan layanan medis dapat diakses secara merata.</p>
<p>“Tidak boleh ada lagi masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Oleh karena itu, kami mengundang sektor swasta untuk turut serta, baik dalam bentuk investasi infrastruktur maupun teknologi kesehatan,” kata Menkes.</p>
<p>Sebagai negara dengan beban Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, Indonesia juga menargetkan penghapusan TBC dengan mengoptimalkan teknologi diagnostik mutakhir. Pada tahun 2024, lebih dari 5 juta orang telah diskrining dan 870.000 kasus TB terdiagnosis.</p>
<p>“Kami tidak bisa hanya bergantung pada pendanaan global. Oleh sebab itu, kami mengajak sektor swasta untuk berkolaborasi, mulai dari investasi dalam riset dan produksi vaksin TB lokal, hingga pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk deteksi dini,” tegas Menkes.</p>
<p>Sejalan dengan transformasi sistem kesehatan, pemerintah juga membuka pintu bagi investasi di bidang bioteknologi, bedah robotik, kecerdasan buatan, serta digitalisasi layanan kesehatan.</p>
<p>“Teknologi harus menjadi game-changer dalam layanan kesehatan kita. Kami ingin mempercepat digitalisasi, mendorong inovasi medis, dan membangun ekosistem kesehatan yang lebih efisien serta berkelanjutan,” tambahnya.</p>
<p>Kita semua harus membawa hari esok ke hari ini dengan pemanfaatan teknologi mukhtahir, termasuk penggunaan AI.</p>
<p>Penyelenggaraan IFC Global Private Health Conference 2025 di Indonesia menunjukan dukungan sektor swasta global terhadap transformasi Kesehatan yang Indonesia majukan dan determinasi untuk  meningkatkan akses layanan medis bagi seluruh Masyarakat Indonesia. Di sisi lain, menunjukan minat pelaku usaha dan investor global untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan investasi di sektor Kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54334728147_5ee070c38d_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Perkuat Upaya dalam Mengatasi Risiko Konsumsi Garam dan Lemak Trans Berlebih</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-perkuat-upaya-dalam-mengatasi-risiko-konsumsi-garam-dan-lemak-trans-berlebih</link>				
         <pubDate>Thu, 20 Feb 2025 11:29:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-perkuat-upaya-dalam-mengatasi-risiko-konsumsi-garam-dan-lemak-trans-berlebih</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Februari 2025</p>
<p>Penyakit jantung dan tekanan darah tinggi semakin menjadi ancaman utama bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi garam berlebih dan lemak trans buatan merupakan dua faktor risiko utama. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hampir 75% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM), yang sebenarnya dapat dicegah dengan pola makan sehat. Penyakit kardiovaskular (PKV) seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.</p>
<p>Sebagai upaya menangani krisis ini, para pemangku kebijakan dan pakar kesehatan terkemuka dari Kementerian Kesehatan Indonesia, berbagai lembaga pemerintah terkait, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), organisasi masyarakat sipil, serta mitra lainnya berkumpul hari ini untuk membahas strategi pangan dan memperkuat inisiatif gizi, seperti penghapusan lemak trans dan pengurangan garam terbukti efektif menekan PKV di beberapa negara. Diskusi juga menyoroti penelitian terbaru manfaat positif kebijakan penghapusan lemak trans terhadap kesehatan dan ekonomi Indonesia.</p>
<p>Menurut Prof. Asnawi Abdullah, Ph.D., Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan, kebijakan pengendalian garam dan lemak trans bukan hanya langkah kesehatan masyarakat, pengendalian faktor risiko, tetapi juga strategi terbukti efektif menekan laju peningkatan pembiayaan sistem kesehatan nasional. &#8220;Kita melihat beberapa negara yang telah memiliki regulasi pembatasan kadar garam dan eliminasi lemak trans dapat secara signifikan mampu menekan angka kematian akibat PKV serta berdampak positif mengurangi beban pembiayaan kesehatan nasional. Dengan kebijakan yang tepat, kita bisa membantu masyarakat hidup lebih sehat dan berpotensi menekan eskalasi pembiayaan belanja kesehatan yang telah mencapai 7.8% per tahun dalam 10 tahun terakhir ini&#8221; paparnya.</p>
<p>Hasil analisis efektivitas pembiayaan yang dilakukan oleh Dr. Marklund dari Johns Hopkins University dan The George Institute dengan dukungan dari Resolve to Save Lives (RTSL) menunjukkan bahwa penghapusan lemak trans dapat menghemat biaya kesehatan hingga 213 juta dolar AS dalam 10 tahun pertama dan menyelamatkan lebih dari 115.000 nyawa, jika kebijakan ini dapat diterapkan pada tahun 2025. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan gizi yang ditujukan untuk mencegah PTM tidak hanya dapat mengurangi kematian dini, tetapi juga menekan biaya kesehatan yang terkait dengan penyakit akibat pola makan yang buruk.</p>
<p>Menurut Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis. &#8220;Kami fokus pada pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat. Ini mencakup edukasi gizi seimbang, promosi pola makan sehat, serta peningkatan kesadaran akan risiko PTM untuk mendorong perubahan perilaku sejak dini&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berbagai negara telah sukses menerapkan kebijakan serupa, dan Indonesia perlu segera mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif pola makan tidak sehat. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menekankan bahwa pengendalian konsumsi garam dan lemak tidak sehat memerlukan kerja sama lintas sektor. &#8220;Kita menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi ini dapat dicegah. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang mendukung ketersediaan pilihan makanan yang lebih sehat serta meningkatkan edukasi agar masyarakat lebih bijak dalam memilih makanan yang baik bagi kesehatan mereka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dukungan dari pemerintah daerah juga menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini. Dr. Moh. Subuh, MPPM., Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES), menambahkan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam mendukung kebijakan ini. &#8220;Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota harus berperan aktif dalam sosialisasi dan implementasi kebijakan ini. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai sektor, termasuk akademisi, dan masyarakat sipil, kita bisa mempercepat pencapaian target kesehatan nasional yang lebih baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Pertemuan ini menandai langkah besar dalam transformasi kebijakan pangan nasional. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil berkomitmen untuk mempercepat penerapan kebijakan pangan sehat guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kerja sama lintas sektor dan kebijakan yang kuat, Indonesia dapat mengurangi jumlah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah serta mengurangi beban ekonomi akibat meningkatnya biaya pengobatan PTM.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250220-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cek Kesehatan Gratis, Biaya 0 Rupiah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-biaya-0-rupiah</link>				
         <pubDate>Thu, 13 Feb 2025 17:28:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-biaya-0-rupiah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Februari 2025</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Pratikno, bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono, meninjau langsung pelaksanaan program ini di Puskesmas Gambir, Jakarta, pada Kamis (13/2/2025).</p>
<p>Saat meninjau layanan kesehatan yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, EKG, kesehatan mata, kesehatan gigi, hingga tes keseimbangan fisik, Menko PMK Prof. Pratikno menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Biayanya nol rupiah, semua ditanggung oleh negara. Ini adalah hadiah ulang tahun dari pemerintah, dari Presiden dan Wakil Presiden, untuk seluruh warga negara Indonesia. Pemerintah ingin memastikan bahwa semua masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap layanan kesehatan berkualitas,” ujar Menko PMK.</p>
<p>Setelah mendampingi Menko PMK, Wamenkes Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa program ini bukan hanya untuk pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya deteksi dini penyakit dan perubahan gaya hidup sehat.</p>
<p>“Banyak penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan jantung yang bisa dicegah jika diketahui sejak dini. Melalui cek kesehatan gratis ini, masyarakat dapat memahami kondisi tubuhnya lebih awal, sehingga langkah-langkah pencegahan bisa segera dilakukan,” jelas Wamenkes.</p>
<p>Prof. Dante juga mengingatkan bahwa pemeriksaan ini tidak hanya untuk fisik, tetapi juga kesehatan mental. Berdasarkan evaluasi Kementerian Kesehatan, 34,6% remaja mengalami penurunan kesehatan mental, sehingga skrining kesehatan mental turut dimasukkan dalam layanan ini.</p>
<p>“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kita ingin memastikan masyarakat Indonesia sehat secara jasmani dan rohani,” tambahnya.</p>
<p>Prof Dante menambahkan Masyarakat yang berulang tahun pada Januari dan Februari masih bisa mendapatkan layanan ini hingga 30 April 2025, dengan kemudahan pendaftaran melalui SATUSEHAT Mobile</p>
<p>“Dengan pemeriksaan gratis ini, kita tidak hanya membantu masyarakat menjaga kesehatan, tetapi juga mengurangi angka perawatan di rumah sakit dan menurunkan beban pembiayaan kesehatan oleh BPJS. Semakin dini penyakit terdeteksi, semakin mudah ditangani,” jelas Prof. Dante.</p>
<p>Sejak 10 Februari 2025, sebanyak 56 orang telah mengikuti pemeriksaan di Puskesmas Gambir. Sementara itu, secara nasional, hingga 12 Februari 2025, tercatat lebih dari 65.000 masyarakat dari 36 provinsi mendaftar di layanan ini.</p>
<p>Kepala Puskesmas Gambir, dr. Ilmi Tri Indiarto, memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik berkat dukungan tenaga medis dan fasilitas yang cukup.</p>
<p>“Dari sisi tenaga medis, kita sudah menyesuaikan strategi layanan agar semua pasien bisa terlayani dengan baik. Alhamdulillah, obat-obatan dasar juga masih mencukupi,” ujarnya.</p>
<p>Program ini juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Zadat (28), seorang warga Jakarta Pusat, menyatakan bahwa layanan ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses pemeriksaan kesehatan secara mandiri.</p>
<p>“Biasanya cek kesehatan itu mahal, bisa sampai jutaan rupiah. Dengan adanya program ini, masyarakat bisa mengecek kondisi tubuhnya secara gratis dan mendeteksi dini berbagai potensi penyakit,” kata Zadat.</p>
<p>Dengan semakin luasnya jangkauan Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54324994100_b5f6e0a5f2_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Melihat Hari Pertama Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tebet</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/melihat-hari-pertama-pelaksanaan-cek-kesehatan-gratis-di-puskesmas-tebet</link>				
         <pubDate>Mon, 10 Feb 2025 16:40:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/melihat-hari-pertama-pelaksanaan-cek-kesehatan-gratis-di-puskesmas-tebet</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Jakarta, 10 Februari 2025</p>
<p class="p1"><span class="s1">Program cek kesehatan gratis, salah satu inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto, resmi dimulai pada Senin, 10 Februari 2025. Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Puskesmas di Indonesia, termasuk Puskesmas Tebet, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Plt. Kepala Puskesmas Tebet, dr. Santayana, menegaskan bahwa persiapan untuk program ini telah dilakukan secara matang sejak awal tahun 2025. Mulai dari penyediaan peralatan medis yang diperlukan hingga pelatihan dan penambahan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, semua langkah telah diambil untuk memastikan kelancaran program.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami sangat bersemangat menyambut program ini. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi masyarakat untuk mengecek kesehatan mereka tanpa biaya, yang tentunya sangat bermanfaat. Puskesmas Tebet berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap dr. Santayana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di hari pertama pelaksanaan program cek kesehatan gratis, Puskesmas Tebet telah menyiapkan layanan untuk 30 pasien dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Puskesmas Tebet juga memastikan bahwa proses pemeriksaan kesehatan berjalan lancar dan efisien, dengan mengutamakan kenyamanan pasien dan menjaga agar tidak terjadi penumpukan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan agar tidak ada penumpukan pasien dan mengurangi waktu tunggu yang lama. Kami ingin memberikan pengalaman yang baik bagi setiap pasien yang datang,” tambah dr. Santayana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pelaksanaan perdana cek kesehatan gratis di Puskesmas Tebet juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Muliadi, melakukan kunjungan ke Puskesmas Tebet untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Viva Yoga meninjau ruang pelayanan cek kesehatan gratis yang terletak di lantai 1 dan 2, serta menyaksikan langsung masyarakat yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Selain itu, ia juga berbincang dengan beberapa pasien yang sedang menunggu giliran pemeriksaan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Usai meninjau, Viva Yoga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini. “Program cek kesehatan gratis ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari balita, anak-anak sekolah, hingga lansia. Program ini sangat penting, terutama untuk deteksi dini penyakit dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatannya,” ujar Viva Yoga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wamen Viva Yoga juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini. Selain itu, ia berharap agar program ini dapat diterapkan di berbagai daerah transmigrasi di seluruh Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan program ini. Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan pencegahan. Kita akan mengetahui apakah ada kelainan penyakit dalam tubuh kita, karena lebih baik mencegah sebelum sakit,” tambahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pelaksanaan perdana program cek kesehatan gratis ini juga mendapat sambutan hangat dari warga. Salah satu warga, Ibu Teti Hanim, seorang lansia, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas adanya program ini. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Program ini sangat membantu kami, terutama bagi lansia seperti saya. Kami jadi bisa mengetahui kondisi kesehatan kami lebih baik, semoga program ini terus berlanjut kedepannya” ujarnya dengan penuh syukur.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Turut hadir dalam peninjauan pelaksanaan program ini, M. Isra Ramli, Deputi I Kantor Komunikasi Kepresidenan; Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati; serta Direktur Promosi Kesehatan, Ni Luh Putri Putu Kencana. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam mendukung program cek kesehatan gratis di seluruh Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (MF)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/1f037719-d3c6-4cba-bca8-528446646b84.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tak Perlu Rujuk Ke Jawa, RSUD Undata Palu Sukses Operasi Clipping Aneurysma Pertama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tak-perlu-rujuk-ke-jawa-rsud-undata-palu-sukses-operasi-clipping-aneurysma-pertama</link>				
         <pubDate>Sat, 08 Feb 2025 08:53:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tak-perlu-rujuk-ke-jawa-rsud-undata-palu-sukses-operasi-clipping-aneurysma-pertama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palu, 7 Februari 2025</p>
<p>RSUD Undata Palu resmi mencetak sejarah sebagai rumah sakit pertama di Sulawesi Tengah yang berhasil melakukan operasi Clipping Aneurysma. Langkah ini menandai era baru layanan stroke di daerah, di mana pasien tak lagi harus dirujuk ke Makassar atau bahkan ke Jawa untuk mendapatkan tindakan medis canggih.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin hadir langsung untuk memastikan kesiapan layanan ini, sekaligus menegaskan target pemerintah dalam memperluas akses layanan stroke di seluruh rumah sakit provinsi.</p>
<p>&#8220;Saya pagi ini di RSUD Undata Palu untuk melihat bagaimana progres pelayanan stroke di sini. Saya sudah kasih target ke RS PON, seluruh rumah sakit di level provinsi harus bisa melakukan clipping dan coiling untuk pasien stroke hemoragik. Dulu, pasien dari Palu harus dirujuk ke Makassar atau bahkan ke Jawa dengan perjalanan darat yang bisa memakan waktu hingga 24 jam. Sekarang, dengan dokter spesialis dan fasilitas yang sudah tersedia, tindakan ini bisa dilakukan langsung di Palu,&#8221; ujar Menkes.</p>
<p>Dalam operasi ini, dua pasien berhasil ditangani. Suhartitin (47 tahun) menjalani Craniotomy Clipping Aneurysma, sementara Desak (58 tahun) setelah diperiksa dengan Digital Subtraction Angiography (DSA), masih memungkinkan untuk observasi sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan.</p>
<p>Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan Kementerian Kesehatan RI yang telah mengalokasikan berbagai alat kesehatan canggih, seperti Cathlab Biplane, MRI 3 Tesla, dan Bor Highspeed, guna memperkuat layanan stroke di RSUD Undata.</p>
<p>Kehadiran dokter spesialis bedah saraf lulusan UGM, seperti dr. Franklin Lessyamana Sinanu, Sp.BS, juga menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas layanan ini.</p>
<p>Selain menegaskan pentingnya pemerataan layanan stroke, Menkes juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat agar risiko stroke dapat dicegah sejak awal.</p>
<p>&#8220;Sejak dini, anak-anak, suami-istri, keponakan, harus cek kesehatan secara rutin. Kalau ketahuan lebih awal, cukup minum obat dan tidak perlu sampai dioperasi seperti ini. Jangan sampai terlambat. Yang penting, sehat selalu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ke depan, keberhasilan operasi Clipping Aneurysma ini diharapkan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas layanan stroke, sehingga masyarakat dapat mendapatkan perawatan terbaik tanpa harus menempuh perjalanan jauh.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54312259650_6d14782733_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cek Kesehatan Gratis Kado Ulang Tahun Dimulai 10 Februari 2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-kado-ulang-tahun-dimulai-10-februari-2025</link>				
         <pubDate>Fri, 07 Feb 2025 18:45:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cek-kesehatan-gratis-kado-ulang-tahun-dimulai-10-februari-2025</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Februari 2025</p>
<p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai kado ulang tahun dari negara kepada masyarakat akan dimulai pada 10 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah.</p>
<p>Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Maria Endang Sumiwi mengatakan program CKG hadir sebagai upaya preventif terhadap berbagai penyakit yang banyak terjadi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Sebagai hadiah ulang tahun untuk masyarakat, program cek kesehatan gratis ini diharapkan bisa memberikan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia. Pemeriksaan kesehatan ini akan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya,&#8221; ujar dr. Endang dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (7/2) di gedung Kemenkes, Jakarta.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan ini mencakup berbagai jenis penyakit yang bisa dicegah melalui deteksi dini. Program ini juga menjawab kebutuhan mendesak terkait tingginya angka kematian akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah.</p>
<p>&#8220;Kita telah memetakan beban penyakit berdasarkan siklus hidup masyarakat Indonesia, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia,&#8221; tambah dr. Endang.</p>
<p>CKG akan dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan: CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.</p>
<p>CKG ulang tahun akan dimulai pada 10 Februari 2025 dan melibatkan pemeriksaan untuk anak usia 0-6 tahun serta masyarakat usia 18 tahun ke atas. Pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan di Puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama.</p>
<p>Masyarakat bisa mendapatkan CKG dalam kurun waktu mulai dari hari ulang tahun + 30 hari. Hal ini diharapkan mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan tanpa harus menunggu lama.</p>
<p>Selain itu, CKG sekolah akan dilaksanakan mulai Juli 2025, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Pemeriksaan ini akan menyasar anak usia 7-17 tahun yang berada di sekolah-sekolah.</p>
<p>Sementara itu, CKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita dengan jadwal pemeriksaan di Puskesmas dan Posyandu.</p>
<p>Jenis pemeriksaan dalam CKG sangat bervariasi, mulai dari skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, hingga pemeriksaan gizi, telinga, mata, dan tekanan darah. Untuk usia dewasa dan lansia, fokus pemeriksaan akan mencakup risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik.</p>
<p>Dr. Endang juga mengungkapkan banyak masyarakat yang merasa takut mengetahui status kesehatannya atau merasa sehat meskipun ada masalah kesehatan yang tidak terdeteksi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dan datang ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>&#8220;Jangan tunggu sampai merasa sakit, datanglah dan periksakan kesehatan. Program ini tidak hanya untuk yang sakit, tetapi untuk semua kalangan agar dapat menjaga kesehatan sejak dini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis Melalui Aplikasi Satu Sehat atau WhatsApp</p>
<p>Untuk mempermudah masyarakat dalam mendaftar untuk CKG, pemerintah telah menyediakan aplikasi Satu Sehat Mobile. Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan, Kemenkes Setiaji menjelaskan aplikasi Satu Sehat memungkinkan masyarakat mendaftar tanpa harus antre di Puskesmas.</p>
<p>&#8220;Untuk mendaftar, masyarakat hanya perlu mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile. Setelah mengunduh aplikasi, mereka akan menemukan fitur CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang aktif mulai besok. Sebelum menggunakan fitur ini, pastikan untuk mengisi profil di aplikasi tersebut,&#8221; ujar Setiaji.</p>
<p>Setelah mengisi profil, masyarakat dapat mendaftar untuk pemeriksaan kesehatan dengan memilih tanggal pemeriksaan, yang harus dilakukan H+30 setelah ulang tahun. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan keluarga atau anak mereka untuk pemeriksaan yang sama.</p>
<p>Bagi masyarakat yang tidak menggunakan aplikasi Satu Sehat Mobile, terdapat alternatif pendaftaran melalui WhatsApp dengan nomor 081110500567. Fitur chatbot pada nomor tersebut akan memandu masyarakat dalam melakukan pendaftaran CKG secara mudah.</p>
<p>Kepala Komunikasi Kepresidenan RI, Hasan Nasbi, menyoroti pentingnya program CKG sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Memasuki peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, kita menyaksikan transformasi luar biasa di bidang kesehatan. Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat mengakses pemeriksaan kesehatan secara gratis,&#8221; kata Hasan.</p>
<p>Hasan menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari investasi besar di bidang kesehatan preventif, yang diharapkan dapat mengurangi beban biaya kesehatan kuratif. Program ini juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, menjadikannya sejajar dengan negara maju lainnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang setara bagi seluruh warganya.</p>
<p>Program CKG mencakup seluruh masyarakat Indonesia, baik di kota besar maupun di daerah terpencil, memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki akses yang sama terhadap pemeriksaan kesehatan. Setiap warga negara yang berulang tahun akan menerima voucher cek kesehatan gratis yang dapat diklaim sesuai dengan tanggal ulang tahun mereka, dengan masa berlaku hingga 30 hari setelahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54311126372_62b550e535_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Butuh Percepatan Dokter Spesialis untuk Pemerataan Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-butuh-percepatan-dokter-spesialis-untuk-pemerataan-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 07 Feb 2025 08:11:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-butuh-percepatan-dokter-spesialis-untuk-pemerataan-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Februari 2025</p>
<p>Sebanyak 52 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang baru memulai pendidikan seluruhnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan dokter spesialis tersedia dan kembali mengabdi di wilayah asalnya setelah menyelesaikan pendidikan. Langkah ini diambil untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis yang selama ini terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara banyak daerah masih kekurangan tenaga medis yang mumpuni.</p>
<p>Saat ini, Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun, jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 32.000 dokter spesialis per tahun. Akibatnya, layanan kesehatan, terutama dalam menangani penyakit katastropik seperti stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal, masih belum merata. Pemerintah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, seluruh rumah sakit di Indonesia, termasuk di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, memiliki tenaga dokter spesialis yang cukup.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI dalam acara Orientasi Pusat Peserta Didik PPDS Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) menekankan bahwa kebijakan seleksi peserta PPDS dari daerah ini bertujuan agar mereka dapat kembali mengabdi di tempat asalnya setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan begitu, masyarakat di berbagai wilayah tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar hanya untuk mendapatkan layanan dokter spesialis.</p>
<p>Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan, pemerintah juga membangun 66 rumah sakit baru di berbagai kabupaten/kota, dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang lebih modern. Namun, pembangunan infrastruktur ini tidak akan berdampak besar tanpa ketersediaan tenaga medis yang memadai. Menkes menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya kekurangan dokter spesialis, tetapi juga distribusi yang tidak merata. Oleh karena itu, sistem pendidikan dokter spesialis kini difokuskan untuk lebih berpihak pada kebutuhan daerah dengan mempercepat penempatan dokter spesialis di wilayah-wilayah yang masih kekurangan.</p>
<p>Selain percepatan jumlah dokter spesialis, pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan lingkungan pendidikan yang lebih profesional dan berbasis kompetensi. Pendidikan dokter spesialis di Indonesia akan semakin mengadopsi standar internasional, di mana calon dokter spesialis akan mendapatkan pendampingan langsung dari konsulen tanpa harus terbebani biaya pendidikan yang tinggi. Dengan sistem ini, diharapkan semakin banyak dokter muda dari daerah yang dapat melanjutkan pendidikan spesialis tanpa terkendala biaya dan dapat kembali berkontribusi bagi masyarakat di wilayahnya.</p>
<p>Sebanyak 52 peserta didik PPDS yang berasal dari berbagai daerah telah memulai pendidikan dalam berbagai bidang, seperti Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kesehatan Mata, Neurologi, Jantung dan Pembuluh Darah, Ortopedi dan Traumatologi, serta Onkologi. Program ini menjadi langkah awal untuk memastikan layanan kesehatan spesialis semakin merata di seluruh Indonesia.</p>
<p>Kementerian Kesehatan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan (LPDP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, universitas, serta kolegium atas kerja sama dalam menyukseskan program ini. Dengan implementasi PPDS berbasis rumah sakit ini, diharapkan sistem kesehatan nasional menjadi lebih adil, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54309136407_1ac11c7400_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus Kanker Diprediksi Meningkat 70 Persen pada 2050, Kemenkes Perkuat Deteksi Dini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-kanker-diprediksi-meningkat-70-persen-pada-2050-kemenkes-perkuat-deteksi-dini</link>				
         <pubDate>Thu, 06 Feb 2025 11:03:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kasus-kanker-diprediksi-meningkat-70-persen-pada-2050-kemenkes-perkuat-deteksi-dini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Februari 2025</p>
<p>Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan diprediksi melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa kanker tidak hanya menjadi tantangan medis tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang kompleks. Biaya pengobatan yang tinggi, hilangnya produktivitas, serta dampak psikologis bagi pasien dan keluarga menjadi beban berat yang harus ditangani. Karena itu, deteksi dini menjadi strategi utama yang terus diperkuat.</p>
<p>Di Indonesia, deteksi dini kanker masih menjadi tantangan. Banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menurun dan biaya perawatan meningkat. Padahal, hingga 50 persen kasus kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari alkohol, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker 2024-2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini. Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai pusat kanker nasional, mengembangkan layanan skrining berbasis risiko melalui inovasi I-Care (Indonesia Cancer Risk Examination). Teknologi ini memungkinkan masyarakat melakukan deteksi dini risiko kanker dengan pemeriksaan genetik menggunakan sampel darah, yang dapat mendeteksi risiko kanker payudara, kolorektal, lambung, prostat, dan paru.</p>
<p>Selain itu, upaya deteksi dini kanker serviks semakin diperluas dengan skrining menggunakan metode HPV DNA yang lebih sensitif dibandingkan metode konvensional. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, menggelar skrining kanker serviks gratis selama bulan Februari di seluruh Puskesmas bagi perempuan yang sudah menikah.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati menekankan bahwa kanker payudara dan kanker serviks menjadi jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, akses masyarakat terhadap layanan skrining harus diperluas agar deteksi dini bisa dilakukan lebih masif.</p>
<p>Pemerintah juga terus mendorong vaksinasi HPV bagi anak perempuan usia 11-12 tahun untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Program ini telah menjadi bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan terus diperluas cakupannya.</p>
<p>Selain pendekatan medis, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pengendalian kanker. Stigma terhadap pasien kanker sering kali menjadi hambatan dalam deteksi dini dan pengobatan. Dukungan moral, empati, dan kepedulian dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih baik.</p>
<p>Peringatan Hari Kanker Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kanker bisa dicegah dan dideteksi lebih awal. Dengan skrining rutin, pola hidup sehat, serta kolaborasi semua pihak, angka kejadian dan kematian akibat kanker dapat ditekan.</p>
<p>“Jangan menunggu sakit untuk peduli terhadap kesehatan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mulailah dengan pola hidup sehat dan rutin lakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/DSC_2712.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia-Australia Perkuat Kerjasama Tenaga Kesehatan hingga Inovasi Medis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-australia-perkuat-kerjasama-tenaga-kesehatan-hingga-inovasi-medis</link>				
         <pubDate>Tue, 04 Feb 2025 22:35:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-australia-perkuat-kerjasama-tenaga-kesehatan-hingga-inovasi-medis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Canberra, 4 Februari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke Australia pada 3-4 Februari 2025 ke Canberrra untuk memperkuat kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Australia. Kunjungan ini menandai langkah strategis dalam mempercepat transformasi kesehatan Indonesia, khususnya dalam pengembangan tenaga medis, penelitian inovatif, serta standarisasi layanan kesehatan.</p>
<p>Menkes RI bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan utama, yakni Menteri Kesehatan dan Layanan Lanjut Usia &#8211; Mark Buttler dan Menteri Luar Negeri &#8211; Penny Wong. Menteri Kesehatan berinteraksi dengan Dubes Global Health Australia &#8211; Lucas de Toca yang sama-sama menjadi anggota Dewan GAVI, dan juga berinteraksi dengan kalangan akademisi dari Flinders University dan Australian National University. Menteri Kesehatan juga berdialog dengan diaspora kesehatan Indonesia di Canberra Bersama dengan Dubes Siswo Pramono, Duta Besar LBBP RI untuk Australia dan Vanuatu.</p>
<p>&#8220;Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyampaikan apresiasi langsung atas dukungan Australia terhadap transformasi Kesehatan di tanah air, dan menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan bilateral dan regional Australia untuk terus diberikan”, ujar Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>“Di sisi lain, kita terus berupaya untuk untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia dan mempercepat inovasi layanan medis. Australia memiliki ekosistem penelitian dan pendidikan kesehatan yang maju, dan kita ingin memanfaatkannya untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia,&#8221; ujar Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah penguatan pendidikan dan pelatihan tenaga medis Indonesia di Australia, termasuk peluang fellowship bagi dokter spesialis dan transfer pengetahuan bagi perawat. Selain itu, standarisasi keperawatan antara Indonesia dan Australia juga dibahas guna meningkatkan kualitas tenaga medis Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global. Dalam hal ini Menkes RI menyampaikan model kerja sama Pendidikan Perawat Indonesia dan Jerman dapat di-explore oleh Australia terkait permintaan beberapa pihak di Australia untuk perawat Indonesia dapat bekerja di sana.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Menkes RI juga meninjau inovasi teknologi kesehatan di Calvary Bruce Private Hospital, termasuk penggunaan bedah robotik dan layanan ortopedi canggih. Selain itu, kunjungan ke John Curtis School of Medical Research, Australian National University, membahas kerja sama dalam penelitian genomik, imunologi, dan pengembangan vaksin.</p>
<p>&#8220;Kita ingin membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, berbasis riset, dan didukung teknologi mutakhir. Melalui kerja sama dengan Australia, kita memperkuat kapasitas tenaga medis dan membuka akses bagi inovasi kesehatan yang akan berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia,&#8221; tambah Menkes sewaktu berkunjung ke John Curtis School of Medical Research, AustralianNational University.</p>
<p>Dalam masing-masing pertemuan dengan Menteri Kesehatan Australia dan Menteri Luar Negeri Australia, Menkes RI juga membahas finalisasi strategi kerja sama kesehatan Indonesia-Australia 2025-2033. Kedua negara menegaskan komitmennya dalam penguatan ketahanan kesehatan kawasan, termasuk mendukung ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED) serta peralihan Indonesia ke Wilayah Pasifik Barat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO WPRO). Kedua Menteri Kesehatan menekankan pentingnya MoU di bidang Kesehatan yang ada ditindaklanjuti dengan penyusunan Joint Action Plan yang memasukan juga aksi-aksi yang didiskusikan Menkes RI dan Menkes Australia dalam kunjungan ini.</p>
<p>Di sisi lain, Menkes RI juga mendorong implementasi Gavi Alumni Concept, sebuah inisiatif yang memungkinkan negara-negara yang telah lulus dari dukungan Gavi tetap mendapatkan akses ke program imunisasi global. Selain itu, dalam pertemuan dengan Hon. Warren Entsch MP, TB Caucus, dibahas langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Indonesia melalui inovasi diagnostik dan pengobatan berbasis riset terbaru.</p>
<p>Pemerintah Australia dalam periode 5 tahun terakhir telah banyak membantu Indonesia dalam penguatan sistem Kesehatan di tanah air melalui pendekatan one-health, membantu penanganan COVID-19, dan mendukung upaya transformasi kesehatan di tanah air dengan penguatan pilar layanan primer, layanan lanjutan, ketahanan Kesehatan, pendanaan Kesehatan, sumber daya kesehatan dan pemanfaatan teknologi Kesehatan, baik teknologi digital maupun biogenomik.</p>
<p>Selanjutnya, Australia akan terus memperkuat dukungannya terhadap transformasi kesehatan di Indonesia dengan rencana alokasi hibah baru untuk program kesehatan baru (SEHAT) periode 2025-2033. Hibah ini akan difokuskan pada penguatan layanan kesehatan primer, pencegahan stunting, serta respons darurat kesehatan, sebagai bagian dari komitmen kerja sama bilateral kedua negara.</p>
<p>Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai inisiatif strategis dalam reformasi sistem kesehatan Indonesia, sekaligus mempererat hubungan bilateral dengan Australia di bidang kesehatan.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/Auu.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Umumkan Hasil Regulatory Sandbox 2024 untuk Inovasi Digital Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-umumkan-hasil-regulatory-sandbox-2024-untuk-inovasi-digital-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 04 Feb 2025 10:20:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-umumkan-hasil-regulatory-sandbox-2024-untuk-inovasi-digital-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Februari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat ekosistem inovasi digital kesehatan melalui program Sandbox Kementerian Kesehatan &#8211; Regulatory Sandbox. Didukung oleh Kedutaan Inggris Jakarta, program ini dirancang untuk memastikan inovasi digital kesehatan (IDK) di Indonesia tidak hanya inovatif, tetapi juga aman bagi pengguna, memiliki tata kelola yang baik, serta berkelanjutan.</p>
<p>Dalam pengumuman hasil Regulatory Sandbox 2024 yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji, Kemenkes menegaskan komitmennya dalam mendorong digitalisasi kesehatan yang bertanggung jawab.</p>
<p>“Program ini dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pemerintah sebagai regulator untuk merumuskan kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan layanan kesehatan digital di Indonesia,” ujar Setiaji.</p>
<p>Setiaji menambahkan bahwa antusiasme penyelenggara IDK pada Regulatory Sandbox 2024 untuk berpartisipasi telah mendorong pemerintah membuka Regulatory Sandbox bagi semua jenis penyelenggara inovasi digital kesehatan. &#8220;Ini merupakan hasilnya, dan harapannya dapat dijadikan referensi bagi masyarakat pengguna serta mendorong kemajuan dan keberlanjutan ekosistem inovasi digital kesehatan di Indonesia.&#8221;</p>
<p>“Hal ini menunjukkan potensi besar untuk memperkuat ekosistem kesehatan digital, sekaligus membuka peluang bagi layanan kesehatan yang lebih inklusif, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat luas,” imbuh Setiaji.</p>
<p>Sejak pendaftaran dibuka pada Juli 2024, sebanyak 48 IDK mendaftar, dengan 15 peserta lolos verifikasi dan menjalani serangkaian uji coba, termasuk pendalaman model bisnis, uji skenario, dan live testing. Evaluasi dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu inovasi dan manfaat, bisnis, inklusivitas, risiko, dan uji spesifik klaster sesuai jenis layanan.</p>
<p>Sebanyak 11 peserta mendapatkan status &#8220;Dibina&#8221;, yaitu D2D (Doctor to Doctor), Zafyre Clinical Education Redefined, AppsKep Indonesia, Medimedi XR, Good Doctor, Tokopedia Farma, Goapotik, EMOS, Nexmedis, MammoReady, RxReady, dan REY. Status ini menandakan inovasi mereka telah memenuhi kriteria pengujian dan tetap akan mendapatkan pendampingan untuk peningkatan lebih lanjut. Namun, bagi yang mendapat status &#8220;Dibina dengan Rekomendasi Bersyarat&#8221;, mereka wajib melakukan perbaikan dalam waktu tiga bulan agar tetap dapat menggunakan logo Kemenkes RI.</p>
<p>Sementara itu, tiga peserta mendapatkan status &#8220;Diawasi&#8221;, yakni Neurabot, DoctorTool, dan DianeshaCare. Mereka wajib melakukan perbaikan aspek layanan dan tata kelola dalam enam bulan. Jika tidak dipenuhi, status &#8220;Diawasi&#8221; dapat dicabut. Selain itu, Livewell dari klaster Wellness Wearables/Devices mendapatkan status &#8220;Tercatat&#8221; karena tidak melanjutkan proses pengujian.</p>
<p>Kemenkes RI akan terus melakukan pendampingan bagi para inovator melalui sesi pembinaan dan mentoring bersama para ahli untuk memastikan inovasi digital kesehatan di Indonesia berkembang dengan standar terbaik. Selain itu, rekomendasi kebijakan dari Regulatory Sandbox 2024 akan dirumuskan sebagai masukan dalam penyusunan regulasi yang lebih adaptif dan dijadwalkan akan dipublikasikan pada pertengahan 2025.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 081281562620, dan email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_4746.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Raih Gold Award pada ASEAN Digital Awards 2025 atas Inovasi Digitalisasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-raih-gold-award-pada-asean-digital-awards-2025-atas-inovasi-digitalisasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 03 Feb 2025 17:48:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-raih-gold-award-pada-asean-digital-awards-2025-atas-inovasi-digitalisasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Februari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) kembali meraih penghargaan internasional atas inovasi dalam transformasi digital kesehatan, kali ini melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang berhasil meraih Gold Award dalam kategori Public Sector pada ajang ASEAN Digital Awards 2025. Penghargaan tersebut diberikan pada 16 Januari 2025 di Bangkok, Thailand, sebagai bagian dari 5th ASEAN Digital Minister’s Meeting.</p>
<p>Penghargaan ini diraih berkat upaya Kemenkes dalam mengimplementasikan digitalisasi dan integrasi pencatatan data kesehatan masyarakat, terutama dalam memberikan kemudahan pencatatan data secara digital melalui ASIK. Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari kerja keras tim Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, yang diwakili oleh Dewi Nur Aisyah dan Karina Kusumawardani, yang berhasil melalui proses penilaian yang ketat di hadapan juri-juri profesional dari ASEAN, Jepang, Australia, dan Polandia.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief of DTO Kemenkes, Setiaji, menyatakan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk para kader dan tenaga kesehatan di posyandu dan puskesmas yang telah mengimplementasikan ASIK dengan baik. &#8220;ASIK yang kami luncurkan pada 18 Mei 2022 ini telah berhasil meningkatkan kualitas data kesehatan dan mempermudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat,&#8221; kata Setiaji.</p>
<p>ASIK merupakan bagian dari ekosistem teknologi kesehatan nasional SATUSEHAT, yang mendukung layanan kesehatan terintegrasi. Saat ini, ASIK telah digunakan oleh 98,6 persen puskesmas di Indonesia dan terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional, mencatat lebih dari 247 juta vaksinasi, 134 juta skrining penyakit tidak menular, dan 42 juta hasil timbang berat anak hingga 5 tahun, di antaranya.</p>
<p>Selain pengakuan ASEAN Digital Awards, ASIK juga baru-baru ini mendapatkan apresiasi dari OECD dalam laporan Global Trends in Government Innovation 2024, yang mencatat ASIK sebagai aplikasi digital inovatif dalam sektor publik yang meletakkan dasar pelayanan publik yang efisien.</p>
<p>Kemenkes juga telah meraih lebih dari 13 penghargaan nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir untuk transformasi digital kesehatan, termasuk The GovTech Prize 2024, AAAH Award 2024, dan TOP Digital Awards 2024, di antara banyak penghargaan lainnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250203-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Modernisasi RSUD Borong di NTT Wujud Quick Win Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/modernisasi-rsud-borong-di-ntt-wujud-quick-win-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sat, 01 Feb 2025 20:38:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/modernisasi-rsud-borong-di-ntt-wujud-quick-win-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Borong, 1 Februari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) RSUD Borong di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam memodernisasi 66 rumah sakit daerah di kota dan kabupaten terjauh di Indonesia.</p>
<p>“Kita membangun RSUD Borong agar masyarakat di sini tidak perlu jauh-jauh berobat. RSUD ini adalah rumah sakit kedua yang dibangun dalam rangka program quick win Bapak Presiden Prabowo untuk memodernisasi rumah sakit daerah,” ujar Menkes Budi dalam acara groundbreaking.</p>
<p>Pembangunan RSUD Borong bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat Manggarai Timur dan sekitarnya. Rumah sakit ini akan dikembangkan menjadi rumah sakit modern yang mampu melayani penyakit katastropik seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal. Dengan adanya layanan spesialis ini, masyarakat Borong tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.</p>
<p>“Kami berharap pembangunan ini bisa selesai tahun ini dan awal 2026 sudah dapat melayani masyarakat Borong. RSUD Borong akan menjadi rumah sakit modern yang tidak kalah dengan rumah sakit di Jawa,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Menkes Budi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, khususnya dokter spesialis. Ia menitipkan pesan kepada Penjabat Bupati Manggarai Timur dan Direktur RSUD Borong agar memastikan program beasiswa bagi tenaga medis berjalan dengan baik.</p>
<p>“Kita akan kasih beasiswa, dan kalau bisa, putra daerah yang menjadi dokter lebih banyak. Dengan begitu, layanan kesehatan di Borong akan semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Pembangunan RSUD Borong merupakan bagian dari strategi PHTC Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil. Tahun 2025, pemerintah menargetkan peningkatan kelas rumah sakit dari D/D Pratama menjadi kelas C di 32 lokasi, termasuk RSUD Borong.</p>
<p>Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi berbagai pihak, pembangunan RSUD Borong diharapkan dapat menjadi model modernisasi rumah sakit daerah di Indonesia, memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, dekat, dan berkualitas bagi masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, dan email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/02/54300086073_15c8187980_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kenali Kelompok yang Berisiko Tinggi Tertular TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-kelompok-yang-berisiko-tinggi-tertular-tbc</link>				
         <pubDate>Fri, 31 Jan 2025 20:55:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-kelompok-yang-berisiko-tinggi-tertular-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Januari 2025</p>
<p>Penularan tuberkulosis (TBC) yang menyebar lewat udara ketika orang batuk, bersin, atau meludah, perlu menjadi perhatian. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024 yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 5-10% orang yang terinfeksi TBC akan mengalami gejala dan mengembangkan penyakit TBC.</p>
<p>Penyakit TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis masih menjadi masalah kesehatan global. Pada 2023, diperkirakan 10,8 juta orang di dunia sakit karena TBC. Indonesia menempati posisi kedua di dunia dengan estimasi 1.090.000 kasus TBC baru setiap tahun dan 125.000 kematian akibat TBC.</p>
<p>Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Yudhi Pramono, MARS, menyampaikan bahwa semua orang berisiko tertular TBC. Kendati demikian, terdapat kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit ini.</p>
<p>“Meskipun semua orang bisa tertular TBC, terdapat kelompok yang lebih berisiko tinggi tertular TBC, yaitu orang yang kontak serumah dan kontak erat dengan pasien TBC, orang dengan HIV (ODHIV), dan perokok,” ujar Yudhi di Jakarta, Kamis (31/1).</p>
<p>“Kemudian, orang dengan diabetes melitus (DM), bayi, anak-anak, dan lansia yang memiliki interaksi dengan pasien TBC, warga binaan pemasyarakatan (WBP), tunawisma, pengungsi, serta masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh-padat dan kumuh-miskin juga berisiko tinggi tertular TBC.”</p>
<p>Bakteri TBC dalam percikan (droplet) dapat bertahan selama beberapa jam di ruangan yang lembap dan tidak terpapar sinar matahari.</p>
<p>“Bila percikan droplet tersebut dihirup oleh orang lain, terutama mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, maka risiko penularan semakin tinggi,” lanjutnya.</p>
<p>“Setelah seseorang terinfeksi, kuman Mycobacterium tuberculosis bisa dalam kondisi aktif atau tidak aktif (dormant) dalam tubuhnya. Jika daya tahan tubuhnya baik, maka bakteri TBC akan tetap tidur. Namun, jika daya tahan tubuh menurun, bakteri ini bisa menjadi aktif dan menyebabkan penyakit.”</p>
<p>Guna menemukan kasus tuberkulosis secara dini, investigasi kontak dilakukan oleh tenaga kesehatan atau kader, dengan minimal 8 orang diperiksa untuk setiap kasus TBC.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/C/2175/2023 tentang Perubahan Pelaksanaan Investigasi Kontak dan Alur Pemeriksaan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) serta Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Indonesia.</p>
<p>“Kegiatan investigasi kontak adalah salah satu strategi dalam program penanggulangan TBC untuk melacak dan mencari orang-orang yang berinteraksi langsung (kontak serumah dan kontak erat) dengan pasien TBC. Hal ini dilakukan oleh petugas fasilitas pelayanan kesehatan, kader, atau komunitas,” jelas Yudhi.</p>
<p>Untuk memastikan semua kontak dapat dilacak atau diinvestigasi, perlu dilakukan beberapa upaya, seperti door to door atau jemput bola langsung ke rumah pasien dan kontak (serumah dan erat).</p>
<p>“Kader dapat melakukan kunjungan ke rumah pasien TBC dan rumah tetangga atau rekan yang berkontak dengan pasien melalui pendekatan yang sesuai dengan budaya di daerah,” kata Yudhi.</p>
<p>“Apabila kontak menolak untuk dikunjungi rumahnya, maka petugas dapat menawarkan pilihan invitasi kontak, yaitu mengundang kontak untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), misalnya puskesmas atau rumah sakit, lalu dilakukan skrining oleh petugas di fasyankes.”</p>
<p>Petugas atau kader juga melakukan investigasi kontak terhadap teman satu kantor, satu sekolah, atau teman satu tempat bermain (jika pasien TBC merupakan anak-anak). Mereka membantu mengarahkan dan mendampingi kontak agar datang ke fasyankes untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>“Jika ada yang bergejala TBC, maka akan dilakukan pemeriksaan diagnosis. Sementara itu, yang tidak bergejala akan menjalani asesmen untuk pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT). Jika terkendala transportasi, petugas atau kader sering kali menjemput menggunakan kendaraan pribadi atau meminjam ambulans puskesmas atau desa jika dibutuhkan,” terang Yudhi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, dan email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/48e41ead-9afe-4fdb-be4b-0318d612c3df.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Daerah Padat Penduduk Jadi Sasaran Temuan Kasus TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/daerah-padat-penduduk-jadi-sasaran-temuan-kasus-tbc</link>				
         <pubDate>Fri, 31 Jan 2025 20:52:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/daerah-padat-penduduk-jadi-sasaran-temuan-kasus-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berupaya menemukan lebih banyak kasus tuberkulosis (TBC) dengan optimalisasi deteksi dini atau skrining. Upaya ini sejalan dengan Program Hasil Cepat Terbaik (PHCT) atau Quick Win penanganan tuberkulosis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk menjadi sasaran utama dalam penemuan kasus TBC. Investigasi kontak juga dilakukan oleh tenaga kesehatan atau kader, dengan minimal 8 orang diperiksa untuk setiap kasus TBC yang ditemukan.</p>
<p>Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit, dr. Yudhi Pramono, MARS, menjelaskan alasan pemilihan daerah padat penduduk sebagai fokus utama temuan kasus tuberkulosis.</p>
<p>Daerah padat penduduk memiliki kepadatan orang yang tinggi dalam ruang terbatas. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit TBC, yang menular melalui udara saat seseorang yang terinfeksi TBC batuk atau bersin.</p>
<p>Kepadatan penduduk berkaitan erat dengan tingginya angka kasus TBC, karena kondisi lingkungan tempat tinggal yang berpotensi mendukung penyebaran penyakit, terutama terkait sirkulasi udara yang buruk.</p>
<p>Terdapat sebuah studi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang ditulis oleh Triana Srisantyorini dkk., menganalisis kejadian TBC di DKI Jakarta dari 2017 hingga 2019. Studi tersebut menyatakan bahwa kepadatan penduduk memiliki korelasi yang signifikan dengan peningkatan kasus TBC.</p>
<p>Kondisi ini terjadi karena kepadatan penduduk dapat mempercepat penularan penyakit melalui udara atau droplet, seperti TBC. Semakin padat suatu wilayah, semakin mudah kuman menyebar dan terhirup oleh banyak orang.</p>
<p>Selain itu, kurangnya sirkulasi udara di daerah padat penduduk juga meningkatkan risiko infeksi dan mempercepat penyebaran penyakit.</p>
<p>Pemeriksaan tuberkulosis kini dapat dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), sebuah teknik yang mampu mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis (MTB) secara in vitro.</p>
<p>dr. Yudhi Pramono menegaskan bahwa PCR TBC memiliki sensitivitas tinggi dan menjadi metode diagnostik cepat untuk TBC paru. PCR juga dapat mendeteksi resistensi MTB, yang tidak bisa ditemukan melalui metode mikroskopis (Bakteri Tahan Asam/BTA).</p>
<p>Cara kerja PCR TBC adalah dengan memperbanyak DNA secara enzimatis dan mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis berdasarkan siklus termal.</p>
<p>Berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen P2P Nomor HK.02.02/III.1/936/2021, Tes Cepat Molekuler (TCM) ditetapkan sebagai alat diagnosis utama untuk TBC di Indonesia.</p>
<p>TCM adalah alat diagnostik cepat berbasis PCR yang mendeteksi bakteri MTB penyebab TBC. Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki sekitar 2.430 TCM yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.</p>
<p>Tes ini menggunakan sampel dahak, tetapi tidak semua pasien mampu mengeluarkan dahak, sehingga menjadi tantangan dalam diagnosis.</p>
<p>Untuk mengatasi kendala dalam pengambilan spesimen dahak, Indonesia kini tengah melakukan studi validasi klinis alat diagnostik PCR menggunakan spesimen dari tongue swab (usap lidah).</p>
<p>Penelitian ini diperkirakan selesai pada Februari 2025, dan dilakukan oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dengan dukungan dari Bill &amp; Melinda Gates Foundation.</p>
<p>Penelitian masih berlangsung di Unpad dan UNS, bekerja sama dengan Bill &amp; Melinda Gates Foundation. Jika validasi berhasil, inovasi ini akan menjadi solusi dalam pengambilan spesimen yang lebih mudah, dibandingkan dengan spesimen dahak yang sulit diperoleh.</p>
<p>Sebagai bagian dari Quick Win Kesehatan, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan insidensi TBC dan meningkatkan deteksi dini melalui berbagai strategi, termasuk optimalisasi skrining di daerah padat penduduk untuk menemukan lebih banyak kasus TBC sejak dini, penguatan layanan diagnostik dengan teknologi PCR dan TCM yang lebih cepat dan akurat, percepatan penelitian inovasi diagnosa berbasis spesimen air liur guna mengatasi tantangan dalam pengambilan spesimen dahak, serta investigasi kontak secara agresif, dengan minimal 8 orang diperiksa untuk setiap kasus TBC yang ditemukan.</p>
<p>Pemerintah menargetkan eliminasi TBC di Indonesia pada 2030, sejalan dengan target global WHO. Dengan strategi yang terintegrasi dan dukungan penuh dari tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat, Indonesia semakin optimis dalam menekan angka kejadian TBC.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/5f818cfc-f7ed-4ea0-9a32-4394fa0db8b9.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Percepat Eliminasi Kusta dan Filariasis, Target Bebas NTDs pada 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-percepat-eliminasi-kusta-dan-filariasis-target-bebas-ntds-pada-2030</link>				
         <pubDate>Fri, 31 Jan 2025 09:12:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-percepat-eliminasi-kusta-dan-filariasis-target-bebas-ntds-pada-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Januari 2025</p>
<p>Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs), khususnya kusta dan filariasis, dengan target bebas dari kedua penyakit ini pada 2030. Melalui strategi deteksi dini, pengobatan massal, dan kolaborasi lintas sektor, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengakselerasi berbagai program pengendalian, pencegahan, dan edukasi di wilayah endemis.</p>
<p>Dalam temu media yang dilaksanakan secara daring terungkap bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam pengendalian kusta dan filariasis. Namun, berbagai tantangan masih harus diatasi, di antaranya stigma sosial, keterlambatan diagnosis, serta rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menjalani pengobatan.</p>
<p>Dalam paparannya, Direktur Penyakit Menular, dr. Ina Agustina menyampaikan bahwa pada 2023, Indonesia masih menempati peringkat tiga dunia dalam jumlah kasus baru kusta, dengan total 12.798 kasus baru. Beberapa provinsi yang mencatat jumlah kasus kusta tertinggi, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Papua.</p>
<p>Meskipun prevalensi kusta telah menurun sejak 1981, eliminasi total masih menjadi target utama dengan visi “Zero New Cases, Zero Disabilities, dan Zero Stigma&#8221;. Prof. Linuwih dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, menekankan bahwa stigma terhadap penderita kusta menjadi hambatan utama dalam upaya eliminasi. “Banyak pasien yang sudah sembuh masih mengalami diskriminasi sosial, sehingga mereka enggan mencari pengobatan sejak dini,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk mencapai target eliminasi kusta pada 2030, ada lima strategi utama yang dilakukan. Pertama, deteksi dini dan pengobatan cepat dengan terapi Multi-Drug Therapy (MDT) selama 6 hingga 12 bulan.</p>
<p>Kedua, pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di daerah dengan kasus tinggi. Ketiga, surveilans aktif untuk menemukan kasus secara cepat.</p>
<p>Keempat, edukasi dan promosi kesehatan untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Kelima, kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat eliminasi kusta.</p>
<p>Sementara itu, filariasis atau kaki gajah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Indonesia menghadapi tantangan unik dalam eliminasi penyakit ini karena menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki tiga spesies cacing filaria, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori (spesies yang hanya ditemukan di Indonesia dan Timor Leste)</p>
<p>Menurut Prof. Dr. Taniawati Supali Dosen FKUI Departemen Parasitologi yang juga sebagai narasumber pada temu media tersebut menjelaskan, filariasis adalah penyebab kecacatan terbesar kedua di dunia setelah gangguan jiwa, dengan dampak ekonomi yang signifikan bagi penderitanya. “Filariasis memperburuk kemiskinan karena penderitanya kehilangan kemampuan bekerja dan akhirnya dikucilkan oleh masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu tantangan utama dalam eliminasi filariasis adalah banyaknya individu yang sudah terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala. “Infeksi membutuhkan waktu 5 hingga 8 tahun untuk berkembang menjadi kondisi yang terlihat, sehingga banyak orang sehat yang sebenarnya sudah memiliki cacing dalam darahnya, tetapi tidak merasakan sakit,” tambah Prof. Taniawati.</p>
<p>Untuk mencapai target eliminasi filariasis 2030, ada lima strategi utama yang diterapkan. Pertama, Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) setiap tahun selama lima tahun di daerah endemis.</p>
<p>Kedua, penerapan strategi pengobatan tiga obat (IDA therapy) yang dapat mempercepat eliminasi hanya dalam dua tahun. Ketiga, surveilans ketat untuk memastikan tidak ada transmisi baru.</p>
<p>Keempat, peningkatan edukasi masyarakat tentang bahaya dan pencegahan filariasis. Kelima, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan peternakan dan lingkungan, karena filariasis juga ditemukan pada hewan seperti kera, kucing, dan anjing.</p>
<p>Untuk mencapai eliminasi kusta dan filariasis di Indonesia, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, serta media. Beberapa langkah yang harus diperkuat meliputi:</p>
<p>1. Edukasi dan sosialisasi agar masyarakat lebih memahami pentingnya pencegahan dan kepatuhan dalam pengobatan.</p>
<p>2. Pengobatan massal yang lebih terorganisir dengan pengawasan langsung dari tenaga kesehatan.</p>
<p>3. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan sektor peternakan dan lingkungan, untuk mengatasi filariasis yang ditularkan oleh hewan.</p>
<p>4. Surveilans aktif dan inovasi dalam pendekatan eliminasi untuk memastikan strategi yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi di Indonesia.</p>
<p>Menurut Prof. Linuwih, “Masalah kusta dan filariasis tidak dapat diselesaikan hanya oleh tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, pemimpin daerah, tokoh agama, serta media untuk mempercepat eliminasi.”</p>
<p>Dengan keterlibatan semua pihak dan langkah-langkah strategis yang lebih inovatif, Indonesia dapat mencapai target eliminasi kusta dan filariasis lebih cepat. Ini sekaligus memastikan tidak ada lagi penderita yang mengalami kecacatan, diskriminasi, atau dampak ekonomi akibat penyakit ini. Bersama, kita wujudkan Indonesia bebas kusta dan filariasis!</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/10741066.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Transfer Ilmu Bedah Jantung Kompleks, 38 Operasi Sukses dalam 10 Hari</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-arab-saudi-perkuat-transfer-ilmu-bedah-jantung-kompleks-38-operasi-sukses-dalam-10-hari</link>				
         <pubDate>Thu, 30 Jan 2025 21:57:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-arab-saudi-perkuat-transfer-ilmu-bedah-jantung-kompleks-38-operasi-sukses-dalam-10-hari</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Januari 2025</p>
<p>Kerjasama antara Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) berhasil menyelesaikan 38 operasi jantung bawaan dalam 10 hari. </p>
<p>Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menjadi momentum penting dalam transfer ilmu dan peningkatan kapasitas dokter spesialis jantung di Indonesia.</p>
<p>Sebagai Pusat Kardiovaskular Nasional dan pengampu layanan jantung nasional, RSJPDHK mendapatkan pendampingan langsung dari tim medis KSR yang terdiri dari dokter spesialis jantung, dokter bedah jantung anak, anestesiolog, intensivist, serta perawat bedah. </p>
<p>Proses ini memungkinkan dokter-dokter Indonesia memperdalam keterampilan menangani kasus jantung yang rumit, termasuk kasus jantung bawaan kompleks anak yang membutuhkan penanganan tingkat tinggi.</p>
<p>&#8220;Dalam kerja sama ini, dokter-dokter Indonesia tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan prosedur medis mutakhir, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan kasus sulit. Ini adalah investasi besar bagi sistem pelayanan jantung nasional kita,&#8221; ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di RSJPDHK, Kamis (30/1).</p>
<p>Sebanyak 75% dari 38 kasus yang ditangani merupakan kasus jantung pediatrik kompleks, yang memerlukan teknologi canggih dan keterampilan tinggi dalam operasinya. </p>
<p>Dengan adanya pendampingan dari tim KSR, dokter-dokter RSJPDHK kini memiliki kompetensi lebih tinggi dalam menangani kasus serupa secara mandiri dan berbagi ilmu ke jejaring rumah sakit pengampu jantung di seluruh Indonesia.</p>
<p>Direktur Utama RSJPDHK, dr. Iwan Dakota, menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat peran RSJPDHK sebagai pengampu layanan jantung nasional, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dokter spesialis di 514 rumah sakit jejaring di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Ini bukan sekadar operasi, tetapi juga penguatan sistem layanan jantung nasional. Melalui transfer ilmu ini, dokter-dokter kami kini lebih siap menangani kasus jantung kompleks, termasuk di rumah sakit jejaring yang mengacu pada RSJPDHK,&#8221; kata dr. Iwan Dakota.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Iwan menjelaskan bahwa tim medis RSJPDHK kini lebih percaya diri dalam menangani operasi jantung pediatrik kompleks secara mandiri, dengan standar pelayanan yang semakin meningkat berkat pendampingan dari tim KSR.</p>
<p>&#8220;Dengan meningkatnya kapasitas dokter spesialis jantung kita, pasien dari berbagai daerah tidak perlu lagi dirujuk ke luar negeri atau rumah sakit tertentu, karena pelayanan berkualitas kini bisa diberikan lebih luas di dalam negeri,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amodi menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya sebatas operasi medis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan bilateral dan memperkuat sistem layanan kesehatan kedua negara.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari komitmen Arab Saudi dalam mendukung Indonesia di sektor kesehatan. Tim King Salman bekerja sama erat dengan dokter-dokter Indonesia untuk memastikan pasien mendapat perawatan terbaik sekaligus berbagi pengalaman dan teknologi,&#8221; kata Faisal.</p>
<p>Ke depan, Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas program pelatihan dokter spesialis jantung, sehingga lebih banyak tenaga medis Indonesia yang memiliki keahlian dalam menangani bedah jantung pediatrik kompleks.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini terus berkembang, sehingga lebih banyak pasien bisa mendapatkan layanan berkualitas, terutama di daerah-daerah yang masih kekurangan dokter spesialis jantung,&#8221; tutup Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250130-WA0018.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia dan India Kerja Sama Perkuat Fondasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-india-kerja-sama-perkuat-fondasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 29 Jan 2025 11:57:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-india-kerja-sama-perkuat-fondasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>New Delhi, 25 Januari 2025</p>
<p>Dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke India pada 24-26 Januari 2025, Indonesia dan India secara resmi melakukan pertukaran Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan. MoU sebelumnya telah ditandatangani oleh Kedua Menteri Kesehatan dan kemudian dipertukarkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar. MoU ini merupakan tonggak penguatan hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.</p>
<p>Presiden RI dan Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyaksikan penandatanganan yang menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat sektor kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kemitraan strategis ini akan menjadi fondasi kokoh bagi kedua negara untuk terus melangkah maju dan mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin selama 75 tahun,&#8221; ujar Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>MoU ini mencakup berbagai inisiatif penting, mulai dari pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, alih teknologi farmasi, hingga kemitraan dalam produksi vaksin dan alat diagnostik. Salah satu pencapaian utama dari kunjungan ini adalah komitmen India untuk memberikan pelatihan langsung bagi tenaga kesehatan Indonesia, termasuk program fellowship dengan izin praktik sementara selama satu tahun.</p>
<p>Program ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan Indonesia di bidang-bidang kritis seperti robotic surgery, transplantasi hati, dan manajemen kegawatdaruratan.</p>
<p>&#8220;Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di kedua negara tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas tinggi,&#8221; ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Dalam kunjungan ke RS Apollo di New Delhi, Menkes RI melihat langsung efektivitas pelatihan berbasis rumah sakit yang memungkinkan optimalisasi fasilitas medis seperti MRI dan Cath Lab. Indonesia berencana mengadopsi pendekatan serupa untuk mempercepat pengembangan dokter spesialis dan subspesialis.</p>
<p>Indonesia dan India juga memperkuat hubungan di sektor farmasi melalui kolaborasi antara Bio Farma dan Serum Institute of India (SII). MoU antara kedua entitas ini mencakup produksi dan distribusi alat diagnostik TB laten serta vaksin BCG rekombinan (rBCG). SII bahkan berkomitmen menjadikan fasilitas manufakturnya sebagai pusat pengembangan countermeasures untuk pandemi di masa depan.</p>
<p>Selain itu, Biotis Indonesia menjalin kerja sama dengan Biological E Limited untuk transfer teknologi produksi vaksin anak seperti DPT-HepB-Hib, PCV, dan JE. Selama fasilitas produksi di Indonesia dikembangkan, Biological E akan menyediakan pasokan vaksin untuk memastikan ketersediaan imunisasi bagi anak-anak Indonesia.</p>
<p>Salah satu poin penting dalam MoU ini adalah pengakuan bersama terhadap kualifikasi tenaga kesehatan dari kedua negara. Langkah ini membuka peluang bagi dokter dan perawat untuk bekerja lintas negara, meningkatkan transfer pengetahuan, dan memperluas cakupan layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil di Indonesia.</p>
<p><strong>Membangun Masa Depan Kesehatan yang Lebih Baik</strong></p>
<p>Kerja sama strategis antara Indonesia dan India di bidang kesehatan menjadi bagian dari visi besar kedua negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. </p>
<p>“Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya membangun sistem kesehatan yang lebih kuat tetapi juga menjalin hubungan yang lebih erat dengan salah satu mitra strategis utama kita,&#8221; tambah Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Dengan implementasi MoU ini, Indonesia dan India optimis dapat membawa perubahan nyata dalam sektor kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari semangat.<br />
“Gerak Bersama untuk Sehat Bersama&#8221; yang terus digaungkan Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250129-WA0001-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Masih Sulit Akses SATUSEHAT Mobile, Begini Cara Atasinya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/masih-sulit-akses-satusehat-mobile-begini-cara-atasinya</link>				
         <pubDate>Fri, 24 Jan 2025 06:45:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/masih-sulit-akses-satusehat-mobile-begini-cara-atasinya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Januari 2025</p>
<p>Aplikasi kesehatan masyarakat SATUSEHAT Mobile milik Kementerian Kesehatan RI menghadirkan berbagai fitur dan layanan kesehatan dengan data yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Platform. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses sertifikat imunisasi anak dan vaksinasi selain COVID-19, mencatat informasi kesehatan pribadi hingga resume rekam medis.</p>
<p>Dalam penggunaan SATUSEHAT Mobile, masih terdapat keluhan dari masyarakat mengenai kesulitan akses aplikasi tersebut di ponsel. Beberapa keluhan yang sering muncul meliputi kendala verifikasi saat aktivasi akun hingga kegagalan mengunduh sertifikat vaksinasi.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Staf Ahli bidang Teknologi Kesehatan Setiaji, S.T, M.Si menyarankan masyarakat untuk memastikan aplikasi SATUSEHAT Mobile yang digunakan sudah diperbarui ke versi terbaru. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile melalui tautan berikut ini:</p>
<p>● Android <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkom.tracencare&amp;hl=id">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkom.tracencare&amp;hl=id</a></p>
<p>● iOS <a href="https://apps.apple.com/us/app/satusehat-mobile/id1504600374">https://apps.apple.com/us/app/satusehat-mobile/id1504600374</a></p>
<p>Pada versi terbaru, terdapat pembaruan fitur-fitur dan fungsi aplikasi yang makin meningkatkan kenyamanan penggunanya.</p>
<p>“Sebelum menggunakan SATUSEHAT Mobile, pastikan sudah mengunduh versi terbaru dari SATUSEHAT Mobile di Play Store atau App Store masing-masing,” kata Setiaji di Jakarta, Jumat (24/1).</p>
<p>“Bagi masyarakat yang mengalami e-mail verifikasi tidak masuk berkali-kali ketika hendak registrasi akun SATUSEHAT Mobile, disarankan untuk mengecek folder Spam. Jika tidak ditemukan di dalam folder Spam, maka daftar dengan e-mail lain yang dimiliki.”</p>
<p>Ada beberapa kemungkinan mengapa seseorang tidak dapat mendaftarkan akun, antara lain:</p>
<p>A. Data Nama, NIK, dan Tanggal Lahir Anda tidak sesuai dengan data KTP dan/atau Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Jika ada ketidaksesuaian, Anda dapat mengunjungi dan memperbarui data Anda ke Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) pada domisili atau alamat asal Anda.</p>
<p>B. Nomor telepon dan/atau e-mail Anda sudah pernah terdaftar di SATUSEHAT Mobile. Jika nomor telepon atau e-mail Anda sudah digunakan, silakan gunakan nomor telepon dan/atau email lain yang sesuai.</p>
<p>C. NIK Anda sudah pernah terdaftar di SATUSEHAT Mobile. Apabila NIK Anda sudah digunakan untuk registrasi, silakan login menggunakan e-mail atau nomor telepon yang sebelumnya didaftarkan dengan NIK tersebut.</p>
<p>Jika tidak mengetahui e-mail atau nomor telepon terdaftar, masyarakat dapat melapor ke e-mail <a href="mailto:helpdesk@kemkes.go.ida">helpdesk@kemkes.go.id</a> atau mengisi formulir aduan melalui <a href="https://satusehat.kemkes.go.id/mobile/contact-us">https://satusehat.kemkes.go.id/mobile/contact-us</a> (pilih kategori aduan “Akun”).</p>
<p>Dalam laporan itu, mohon untuk menyebutkan data nomor telepon terdaftar dan nomor telepon baru, serta keperluan pembaruan. Selain itu, Anda wajib melampirkan bukti valid berupa foto diri dengan kartu identitas yang sesuai dengan akun SATUSEHAT Mobile.</p>
<p>Selanjutnya, apabila masyarakat gagal mengunduh sertifikat vaksinasi, Setiaji yang juga Chief of Technology Transformation Office (TTO) menjelaskan beberapa hal untuk mengatasi kendala tersebut.</p>
<p>“Pertama, apakah ada error message yang ditampilkan? Jika iya, apakah sudah pernah lapor ke hubungi kami? Kedua, jika tidak ada error message yang ditampilkan, apakah user sudah cek pada folder download di ponsel masing-masing?” jelasnya.</p>
<p>“Kemudian, Frequently Asked Question (FAQ) untuk kendala akun lainnya, silakan dapat mengakses informasi ke tautan <a href="https://satusehat.kemkes.go.id/mobile/faq/topic?categoryId=66a03477-fecd-4a34-a181-e8c0bf580beb">https://satusehat.kemkes.go.id/mobile/faq/topic?categoryId=66a03477-fecd-4a34-a181-e8c0bf580beb</a>.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_4617.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Buku Panduan dan Lembar Balik Tuberkulosis bagi Tenaga Kesehatan dan Kader</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-buku-panduan-dan-lembar-balik-tuberkulosis-bagi-tenaga-kesehatan-dan-kader</link>				
         <pubDate>Thu, 23 Jan 2025 04:51:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-buku-panduan-dan-lembar-balik-tuberkulosis-bagi-tenaga-kesehatan-dan-kader</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, meluncurkan Buku Panduan dan Lembar Balik Tuberkulosis (TB) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam mendukung eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030. Peluncuran ini berlangsung di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi pada Rabu (22/1/2025).</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan komitmen penuh pemerintah dalam menjalankan tiga program prioritas (Quick Wins) di sektor kesehatan. Program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.</p>
<p>“Quick Wins ini mencakup tiga fokus utama: screening kesehatan gratis bagi 280 juta masyarakat Indonesia, percepatan penanganan tuberkulosis dan pembangunan rumah sakit di kabupaten/kota tertinggal dan terpencil. Semuanya diharapkan mulai berjalan penuh pada Januari ini, sesuai dengan prinsip Quick Win, yaitu memberikan hasil cepat dan tepat,” ujar Menkes Budi dalam sambutannya.</p>
<p>Menteri Budi menjelaskan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan TB. Penyakit ini menjadi penyebab 136.000 kematian per tahun atau setara dengan dua kematian setiap lima menit. Untuk itu, Menkes menegaskan pentingnya upaya deteksi dini dan pengobatan menyeluruh untuk mengatasi tantangan tersebut.</p>
<p>“Percepatan penanganan kasus TB ditargetkan harus menemukan 1 juta kasus TB tahun ini dari estimasi WHO sebanyak 1,08 juta kasus. Tidak hanya deteksi, kami juga memastikan minimal 90% pasien memulai dan menyelesaikan pengobatan. Kami telah memperbaiki rezim pengobatan agar lebih singkat dan efektif, baik untuk pasien TBC sensitif obat maupun resisten obat,” jelas Menteri.</p>
<p>Pendekatan inovatif, seperti pendampingan pasien melalui kader dan tenaga kesehatan, akan terus diperkuat. Panduan berbasis buku lembar balik telah disiapkan untuk membantu kader menjelaskan pentingnya pengobatan kepada masyarakat dengan cara yang efektif.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menyampaikan, program Quick Win kedua, yaitu skrining kesehatan gratis untuk memastikan akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Persiapannya telah memasuki tahap akhir dan peluncuran resmi dijadwalkan pada Februari 2025. Skrining ini diharapkan dapat mendeteksi lebih awal berbagai penyakit, termasuk penyakit tidak menular yang menjadi ancaman utama masyarakat.</p>
<p>Selanjutnya, Quick Win ketiga adalah pembangunan rumah sakit di daerah tertinggal dan terpencil sebagai langkah pemerataan layanan kesehatan. Pemerintah telah memulai pembangunan rumah sakit di wilayah kabupaten/kota yang selama ini sulit dijangkau, dengan rencana pembangunan 32 rumah sakit baru pada tahun ini.</p>
<p>“Rumah sakit ini akan dibangun di daerah yang mungkin belum pernah terdengar oleh sebagian besar dari kita. Harapannya, fasilitas ini selesai dan mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2025,” tambah Menkes.</p>
<p>Menteri Budi juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam program eliminasi TB. Untuk meningkatkan motivasi, rencananya akan diadakan kompetisi untuk kader terbaik. “Kader terbaik nanti akan diajak bertemu Menteri dan mendapat penghargaan berupa sertifikat sebagai bentuk apresiasi,” ungkap Menkes.</p>
<p>Melalui akselerasi tiga Quick Wins ini, pemerintah optimistis dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik, merata, dan efektif. &#8220;Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh masyarakat Indonesia. Dengan kolaborasi dan semangat yang tinggi, kita bisa wujudkan Indonesia lebih sehat,&#8221; tutup Menteri Kesehatan.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara dr. Yudhi Pramono menyampaikan bahwa buku panduan dan lembar balik ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan edukasi terkait TB kepada masyarakat. “Buku ini menjadi alat bantu komprehensif dan terstandar yang akan mempermudah komunikasi, informasi, dan edukasi terkait TB, baik kepada pasien maupun masyarakat umum,” ujar dr. Yudhi.</p>
<p>Buku panduan ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari 1,3 juta kader posyandu dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan alat bantu ini, kader dan tenaga kesehatan dapat menyampaikan informasi yang lebih efektif kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat kolaborasi dalam memberantas TB.</p>
<p>Melalui peluncuran ini, dr. Yudhi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan tenaga kesehatan dan kader, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencapai target Indonesia bebas TB pada 2030.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/54281031289_9ecceccbbf_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Masyarakat bukan Peserta BPJS Kesehatan Tetap Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/masyarakat-bukan-peserta-bpjs-kesehatan-tetap-mendapatkan-pemeriksaan-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Wed, 22 Jan 2025 23:54:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/masyarakat-bukan-peserta-bpjs-kesehatan-tetap-mendapatkan-pemeriksaan-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Januari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis meskipun bukan peserta BPJS Kesehatan. Menkes menegaskan hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Karena pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan program pemerintah untuk semua masyarakat Indonesia,&#8221; ujar Menkes Budi pada pertemuan dengan media nasional di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (22/1).</p>
<p>Meskipun kepesertaan BPJS Kesehatan tidak diwajibkan untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Keanggotaan BPJS menjadi penting jika diperlukan tindakan medis lanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas dr. Maria Endang Sumiwi mengatakan BPJS Kesehatan aktif akan memudahkan proses rujukan dan penanganan lebih lanjut jika ditemukan masalah kesehatan.</p>
<p>Program pemeriksaan kesehatan gratis hanya mencakup layanan skrining awal. Namun, jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi medis tertentu, misalnya gangguan fungsi ginjal atau penyakit kronis lainnya, pasien mungkin perlu dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Dalam situasi seperti ini, kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif dapat membantu mengurangi beban biaya perawatan.</p>
<p>Untuk membantu masyarakat dalam memeriksa status keanggotaan BPJS Kesehatan, pemerintah telah menyiapkan fitur pengingat melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Pengingat ini akan dikirimkan 30 hari sebelum tanggal ulang tahun pengguna, yang juga merupakan waktu ideal untuk memastikan keaktifan BPJS Kesehatan.</p>
<p>&#8220;Jika BPJS Kesehatan belum aktif, masyarakat bisa segera mengaktifkannya. Mengingat proses aktivasi BPJS membutuhkan waktu hingga 14 hari, maka pemberitahuan 30 hari sebelumnya sangat membantu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Pemerintah berharap langkah ini dapat memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan dapat dilayani tanpa hambatan administratif atau finansial. Pemerintah juga mengimbau masyarakat segera mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile guna memanfaatkan fitur pengingat tersebut.</p>
<p>Selain itu, Menkes Budi menekankan pentingnya sosialisasi agar program ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai langkah awal menjaga kesehatan. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/54281223310_96a3c90305_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pengeluaran Keluarga untuk Rokok Hampir Sama dengan Pengeluaran untuk Protein Hewani</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pengeluaran-keluarga-untuk-rokok-hampir-sama-dengan-pengeluaran-untuk-protein-hewani</link>				
         <pubDate>Tue, 21 Jan 2025 22:02:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pengeluaran-keluarga-untuk-rokok-hampir-sama-dengan-pengeluaran-untuk-protein-hewani</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Januari 2025</p>
<p>Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa pengeluaran belanja keluarga untuk rokok dan tembakau hampir setara dengan pengeluaran untuk protein hewani. Hal ini berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023.</p>
<p>Menurut data tersebut, pada berbagai kuintil pengeluaran, persentase belanja untuk rokok dan tembakau cukup signifikan. Pada kuintil 1 tercatat pengeluaran sebesar 11,54%, kuintil 2 sebesar 13,39%, kuintil 3 sebesar 14,17%, kuintil 4 sebesar 14,30%, dan kuintil 5 sebesar 11,35%.</p>
<p>Di sisi lain, pengeluaran untuk protein hewani, yang mencakup ikan, udang, cumi, kerang, daging, telur, dan susu, juga menunjukkan angka yang signifikan. Pada kuintil 1, pengeluaran untuk protein hewani mencapai 14,83%, kuintil 2 sebesar 16,27%, kuintil 3 sebesar 17,26%, kuintil 4 sebesar 18,41%, dan kuintil 5 sebesar 20,6%.</p>
<p>Tidak hanya rokok dan tembakau, tantangan di bidang gizi semakin kompleks dan beragam, termasuk masalah gizi kurang, kekurangan mikronutrien, serta overweight atau obesitas.</p>
<p>&#8220;Indonesia mengalami tiga masalah besar terkait gizi, yaitu gizi kurang (undernutrition), kekurangan mikronutrien, dan overweight atau obesitas. Salah satu masalah yang signifikan adalah stunting pada balita mencapai 21,5%, sehingga berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia kita,&#8221; ujar dr. Endang pada Konferensi Pers Hari Gizi Nasional di gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (21/1).</p>
<p>Masalah gizi kurang pada balita tercatat 8,5%, sedangkan anemia pada remaja mencapai 16,3% dan anemia pada ibu hamil 27,7%. Selain itu, overweight pada remaja tercatat 12,1%, sedangkan obesitas pada orang dewasa juga menjadi perhatian serius.</p>
<p>Pola makan masyarakat Indonesia saat ini memunculkan kekhawatiran tersendiri. Konsumsi protein hewani pada balita masih rendah, yakni hanya 21,6%. Sementara itu, konsumsi minuman manis tinggi mencapai 52%, makanan asin 32%, makanan instan 11%, dan penggunaan penyedap rasa tercatat 78%. Bahkan, 65% masyarakat Indonesia cenderung tidak sarapan setiap hari.</p>
<p>Menurut dr. Endang, data ini menunjukkan bahwa tantangan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia masih sangat besar. Salah satu upaya penting adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak serta meningkatkan konsumsi makanan bergizi seimbang.</p>
<p>&#8220;Untuk itu, kita perlu memberikan prioritas pada pola makan yang bergizi seimbang, terutama bagi anak-anak. Gizi seimbang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dr. Endang, makanan bergizi seimbang harus mencakup beragam jenis makanan, termasuk sayur dan buah, serta lauk yang kaya protein. Masyarakat juga perlu mengurangi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak secara berlebihan, serta membiasakan sarapan dan cukup minum air putih setiap hari.</p>
<p>Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, menjelaskan bahwa kualitas gizi yang baik sangat berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada masa depan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah membentuk BGN, yang bertugas memastikan pemenuhan gizi nasional secara optimal.</p>
<p>&#8220;Fungsi utama Badan Gizi Nasional adalah melaksanakan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia. Implementasinya akan dilakukan dengan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai daerah, serta lembaga dan kementerian terkait lainnya,&#8221; kata Ikeu.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Ir. Doddy Izwardy, menegaskan pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional dalam memutus mata rantai stunting. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif penting untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>&#8220;Upaya untuk memutus mata rantai gagal tumbuh harus terus dilakukan, karena ini sangat berpengaruh terhadap tercapainya Indonesia Emas 2045 dan pencapaian SDGs 2030,&#8221; ujar Doddy.</p>
<p>Ahli gizi memiliki peran penting, antara lain dalam mengawasi kualitas makanan, memastikan keamanan pangan, mengembangkan menu makanan bergizi, serta memberikan pelatihan kepada petugas pengolah makanan. Ahli gizi juga berperan dalam mengawasi proses pengolahan dan penyajian makanan untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar bergizi.</p>
<p>dr. Endang menambahkan, tahun ini Indonesia memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) pada 25 Januari, yang menandai 65 tahun sejak pertama kali diperingati pada 1960. Dengan tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat,” HGN 2025 menekankan pentingnya pola konsumsi makanan bergizi dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia.</p>
<p>“Peringatan Hari Gizi Nasional diharapkan menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik pada seluruh komponen masyarakat, khususnya untuk perilaku makan bergizi seimbang,” ucapnya.</p>
<p>Masyarakat diharapkan mampu memilih makanan yang lebih sehat sebagai asupan sehari-hari. Sebagai contoh, masyarakat dapat memilih jus buah tanpa gula daripada minuman berpemanis atau minuman bersoda, serta makanan olahan rumah tangga daripada makanan cepat saji. Saat snack time, masyarakat dapat memilih buah-buahan sebagai camilan daripada gorengan atau makanan tinggi gula. Selain itu, sarapan pagi lebih baik daripada melewatkan sarapan pagi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/top-view-ingredients-veggies-salad.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jelang Implementasi, Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diterbitkan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-implementasi-petunjuk-teknis-pemeriksaan-kesehatan-gratis-diterbitkan</link>				
         <pubDate>Tue, 21 Jan 2025 15:08:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-implementasi-petunjuk-teknis-pemeriksaan-kesehatan-gratis-diterbitkan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia makin memantapkan persiapannya untuk melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang direncanakan dimulai pada Februari 2025, sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>PKG adalah program pemerintah yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Program ini menjadi kado ulang tahun dari negara untuk rakyatnya dengan tujuan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, mencegah penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Sebagai langkah konkret untuk memastikan kesuksesan program ini, Kemenkes telah menerbitkan aturan pelaksanaan PKG, yakni Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun. Aturan ini mulai berlaku pada 21 Januari 2025 dan menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PKG, termasuk pemerintah pusat dan daerah, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), laboratorium kesehatan masyarakat, serta organisasi profesi. <a href="https://kemkes.go.id/id/petunjuk-teknis-pemeriksaan-kesehatan-gratis-hari-ulang-tahun">https://kemkes.go.id/id/petunjuk-teknis-pemeriksaan-kesehatan-gratis-hari-ulang-tahun </a></p>
<p>“Penerbitan Juknis ini merupakan bukti kesiapan kami dalam menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis. Dengan adanya pedoman yang jelas, kami harap semua pihak yang terlibat dapat bekerja dengan koordinasi yang baik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Juru Bicara Kemenkes Widyawati.</p>
<p>Secara garis besar, petunjuk teknis (juknis) ini mengatur berbagai aspek penting pelaksanaan PKG Hari Ulang Tahun, mulai dari sasaran peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, hingga jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan kelompok sasaran yang dituju.</p>
<p>PKG diberikan kepada seluruh kelompok sasaran melalui berbagai cara, yaitu PKG Hari Ulang Tahun ditujukan bagi bayi dan anak hingga usia 6 tahun (balita dan anak prasekolah) dan bagi usia 18 tahun ke atas (dewasa dan lanjut usia); PKG Sekolah ditujukan bagi anak usia 7-17 tahun (usia sekolah dan remaja) yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru; dan PKG Khusus ditujukan bagi ibu hamil, bayi, dan anak hingga usia 6 tahun (balita dan anak prasekolah) meliputi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).</p>
<p>Waktu pelayanan PKG bagi bayi baru lahir, pemeriksaan akan dilakukan dua hari setelah kelahiran untuk memastikan spesimen yang diambil relevan secara klinis. Sementara untuk kelompok usia lainnya, pemeriksaan dilakukan pada hari ulang tahun mereka, atau paling lambat satu bulan setelahnya.</p>
<p>PKG Hari Ulang Tahun ini dilaksanakan sesuai dengan siklus hidup secara terintegrasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan fasilitas lainnya, serta menggunakan sistem informasi yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN).</p>
<p>Jenis pemeriksaan yang diberikan akan disesuaikan dengan usia dan beban penyakit terbanyak pada setiap kelompok sasaran. Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan meliputi deteksi dini terhadap kondisi seperti kekurangan hormon tiroid, G6PD, adrenal, penyakit jantung bawaan kritis, serta masalah pertumbuhan. </p>
<p>Balita dan anak prasekolah akan menjalani pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, serta deteksi dini terhadap penyakit seperti tuberkulosis, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia dan diabetes melitus.</p>
<p>Pada usia dewasa, pemeriksaan akan mencakup evaluasi terhadap faktor risiko kardiovaskular, paru seperti tuberkulosis dan PPOK, deteksi dini terhadap kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus, fungsi indera, serta kesehatan jiwa, hati, dan calon pengantin.</p>
<p>Sementara itu, pemeriksaan pada lanjut usia (lansia) akan difokuskan pada deteksi masalah kesehatan umum, seperti geriatri (kesehatan usia lanjut), gangguan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, serta kesehatan jiwa dan hati.</p>
<p>Widyawati juga menambahkan, pelaksanaan program PKG akan didukung oleh aplikasi SATUSEHAT Mobile. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengunduh dan membuat akun di SATUSEHAT Mobile (SSM) guna mempermudah akses dan pendaftaran pemeriksaan PKG Hari Ulang Tahun secara lebih efisien.</p>
<p>“Bagi masyarakat yang telah mendaftar, nanti akan mendapat tiket pemeriksaan yang dikirim melalui aplikasi SSM atau WhatsApp. Pengingat akan dikirim pada H-30, H-7, H-1, dan pada hari H ulang tahun. Selain itu, pada H-7 sebelum ulang tahun, peserta juga akan menerima kuesioner skrining yang perlu diisi secara mandiri,” jelasnya.</p>
<p>Tiket pemeriksaan tersebut dapat digunakan di FKTP maksimal 30 hari setelah hari ulang tahun (H+30) untuk mendapatkan PKG Hari Ulang Tahun. Namun, khusus masyarakat yang berulang tahun pada Januari, Februari, dan Maret 2025, dapat berkunjung ke FKTP hingga 30 April 2025.</p>
<p>Lebih lanjut, guna mengantisipasi potensi masalah kesehatan yang mungkin ditemukan selama pemeriksaan, masyarakat yang belum terdaftar dalam JKN atau memiliki status kepesertaan yang tidak aktif diimbau untuk segera mendaftar atau mengaktifkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setidaknya sebulan sebelum hari ulang tahun. </p>
<p>Dengan peluncuran program ini, Kemenkes berharap masyarakat menjadi lebih sadar dan peduli terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. “Deteksi dini sangat penting untuk pencegahan penyakit yang lebih serius. Kami ingin memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatannya dan mencegah masalah kesehatan di masa depan,” tambah Widyawati.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/5a72714d-c137-4335-a7af-d37fb4407ff4.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Cek Kesiapan Quick Win Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Sumba Barat Daya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-cek-kesiapan-quick-win-pemeriksaan-kesehatan-gratis-di-puskesmas-sumba-barat-daya</link>				
         <pubDate>Sat, 18 Jan 2025 19:03:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-cek-kesiapan-quick-win-pemeriksaan-kesehatan-gratis-di-puskesmas-sumba-barat-daya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumba Barat Daya, 17 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengakselerasi program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Kepala Staf Kepresidenan A.M. Putranto memastikan kesiapan program PKG di Puskesmas Watukawula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (17/1).</p>
<p>Menkes Budi mengatakan tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat. Sebab, menjaga kesehatan lebih murah dan bermanfaat dibandingkan mengobati penyakit.</p>
<p>Program ini, lanjut Menkes, akan diluncurkan serentak di 10 ribu puskesmas dan 20 ribu klinik pada awal Februari 2025.</p>
<p>Menkes Budi memberikan perhatian serius pada kesiapan puskesmas dalam melaksanakan program ini, terutama terkait kelengkapan alat kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.</p>
<p>“Kita datang langsung ke puskesmas agar kita bisa melihat kondisi sebenarnya kesiapan di seluruh pelosok Indonesia, sehingga nanti pengaturannya bisa lebih baik lagi dan berjalan baik,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai bagian dari program ini, Kemenkes akan membagikan alat-alat kesehatan ke 10 ribu puskesmas mulai 2025. Alat-alat yang akan didistribusikan meliputi hematology analyzer, blood chemical analyzer, elektrokardiogram (EKG), serta berbagai alat kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>&#8220;Puskesmas yang belum dapat USG, semua akan dibagikan ke seluruh puskesmas mulai tahun ini. Harusnya dalam waktu 18 bulan, 10 ribu puskesmas akan dapat,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menyambut baik masukan dari puskesmas di 514 kabupaten/kota terhadap kekurangan yang dapat diperbaiki. Masyarakat juga diharapkan aktif memberikan masukan dan kritik terhadap pelaksanaan program ini.</p>
<p>&#8220;Niatan bapak Presiden untuk membuat masyarakat lebih sehat harus kita dukung dan jalankan. Tapi, kalau pelaksanaannya tidak sempurna, kita perbaiki sambil jalan. Kita terbuka masukkan dan kritik dari masyarakat,&#8221; ucap Menkes.</p>
<p>Kepala Staf Kepresidenan A.M. Putranto berharap, melalui program PKG ini, kesehatan masyarakat dapat lebih terjamin. </p>
<p>&#8220;Masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya, sehingga bisa menjalani hidup lebih sehat, makmur, dan sejahtera,&#8221; kata Putranto.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan email kontak@kemkes.go.id. (DO)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250117-WA0021.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dorong Peningkatan Desa Siaga TB di Banten</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dorong-peningkatan-desa-siaga-tb-di-banten</link>				
         <pubDate>Sat, 18 Jan 2025 19:00:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dorong-peningkatan-desa-siaga-tb-di-banten</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 17 Januari 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030. Kunjungan ini mencakup Desa Tembong, Posyandu Kenanga, Puskesmas Carita, RSUD Banten, dan Poltekkes Kemenkes Banten.</p>
<p>Berdasarkan laporan Global TB Report 2024, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dengan estimasi 1.090.000 kasus TB baru setiap tahun dan 125.000 kematian akibat TB. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah pengembangan Desa Siaga TB, seperti di Desa Tembong, yang berperan menciptakan masyarakat peduli, tanggap, dan mandiri dalam penanganan TB.</p>
<p>Desa Tembong Desa Bebas TB dengan Inovasi Lokal</p>
<p>Desa Tembong di Kecamatan Carita berhasil menjadi Desa Bebas TB berkat inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Program unggulan seperti Respati (Remaja Sehat Pejuang Tangguh Berinovasi) dan KAJEDAK (Kader Ngajemput Dahak) terbukti efektif dalam mendeteksi, memantau, dan menuntaskan pengobatan kasus TB.</p>
<p>Melalui program JARING TAS (Kejar Skrining dan Tangani TB Sampai Tuntas), cakupan skrining TB meningkat secara signifikan. Dari tahun 2022 hingga 2024, Desa Tembong mencatatkan peningkatan keberhasilan pengobatan hingga tidak ada pasien yang putus berobat atau gagal pengobatan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wamenkes menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. &#8220;Kita membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah. Desa Siaga TB seperti Desa Tembong adalah inspirasi nasional untuk menekan angka kasus dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB,&#8221; ujar Wamenkes.</p>
<p>Wamenkes juga mengapresiasi inovasi lokal Desa Tembong seperti JARING TAS dan KAJEDAK, yang berhasil meningkatkan cakupan penemuan kasus TB. &#8220;Inovasi ini harus terus didukung dan direplikasi di wilayah lain,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dengan target eliminasi TB pada tahun 2030, Wamenkes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. &#8220;Desa Tembong adalah contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis masyarakat dapat membawa dampak besar. Model ini perlu diperluas ke desa-desa lain di Indonesia,&#8221; tegas Wamenkes.</p>
<p>Kepala Desa Tembong juga menambahkan, &#8220;Kesuksesan ini merupakan hasil gotong-royong masyarakat Desa Tembong, didukung penuh oleh inovasi program dan komitmen bersama. Kami berharap ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam melawan TB.”</p>
<p>Keberhasilan Inisiatif Desa Tembong</p>
<p>1. Inovasi Skrining Aktif – Melibatkan kader PMO (Pengawas Minum Obat) dalam pemantauan pasien.</p>
<p>2. Sosialisasi Berkelanjutan – Kampanye kesehatan melalui kegiatan komunitas seperti pengajian, sekolah, dan majelis taklim.</p>
<p>3. Pemberdayaan Masyarakat – Menggerakkan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit TBC melalui kegiatan &#8220;wawar&#8221; di lingkungan desa.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/54271878518_7bdf07516b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bukan Lagi Wacana, Quick Win Peningkatan Kualitas RSUD Mulai Dijalankan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bukan-lagi-wacana-quick-win-peningkatan-kualitas-rsud-mulai-dijalankan</link>				
         <pubDate>Fri, 17 Jan 2025 16:57:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bukan-lagi-wacana-quick-win-peningkatan-kualitas-rsud-mulai-dijalankan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumba Barat Daya, 17 Januari 2025</p>
<p>Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mulai diimplementasikan melalui peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur untuk RSUD Reda Bolo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (17/01).</p>
<p>Quick Win ini merupakan salah satu dari tiga program prioritas yang harus dijalankan oleh Kemenkes. Dua program lainnya adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pengentasan Tuberkulosis (TBC).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan RSUD Reda Bolo akan ditingkatkan dari tipe D menjadi tipe C, sehingga RS ini akan memiliki fasilitas yang lebih baik, dan pasien dengan kasus yang lebih serius bisa langsung ditangani tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta dan kabupaten provinsi.</p>
<p>“Pasien tidak perlu dikirim ke Kupang. RS ini bisa melayani masyarakat dengan lebih baik dan sembuh,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>RS Tipe C diwajibkan memiliki dokter spesialis dasar, seperti spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak. Kehadiran tenaga spesialis ini memungkinkan penanganan kasus medis yang lebih kompleks langsung di lokasi, tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi.</p>
<p>Selain itu, RS Tipe C akan dilengkapi dengan fasilitas modern, seperti ruang operasi (OK), ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih. </p>
<p>Hal ini meningkatkan kemampuan diagnostik sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di daerah. Dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, RS Tipe C juga berperan sebagai penghubung penting dalam sistem rujukan, sehingga dapat mengurangi beban rumah sakit besar dan mempercepat akses pelayanan bagi masyarakat.</p>
<p>Pengembangan RSUD Reda Bolo mencakup pembangunan gedung tiga lantai dengan kapasitas 100 tempat tidur, fasilitas ICVCU, Intermediate, KRIS, VIP, ICU, PICU, HCU, ruang operasi modern, cathlab, laboratorium lengkap, poliklinik, serta peralatan canggih lainnya.</p>
<p>Kepala Staf Kepresidenan, A.M. Putranto, yang turut serta dalam peletakan batu pertama, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.</p>
<p>“Peningkatan kapasitas RSUD seperti di Reda Bolo adalah langkah nyata untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia, terutama di wilayah terpencil, dapat merasakan manfaat dari layanan kesehatan berkualitas. Ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan layanan kesehatan secara merata,” tegasnya.</p>
<p>Quick Win peningkatan kualitas dan kapasitas RSUD ini mencakup RSUD di 66 kabupaten/kota wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. </p>
<p>Sebanyak 32 RSUD akan ditingkatkan pada tahun 2025, sementara 34 lainnya pada tahun 2026. Proses peningkatan kapasitas RSUD Reda Bolo ditargetkan selesai pada Desember 2025.</p>
<p>Selain infrastruktur, Kemenkes juga fokus pada ketersediaan sumber daya manusia. Program beasiswa dan fellowship disiapkan untuk mencetak dokter spesialis lokal yang akan mengabdi di daerah asalnya.</p>
<p>“Kami membuka beasiswa afirmasi bagi dokter muda agar dapat mendukung kebutuhan rumah sakit di daerah terpencil,” tambah Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DO)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250117-WA0016.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bangun Pusat Kanker Pertama Wilayah Sumatera Bagian Utara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bangun-pusat-kanker-pertama-wilayah-sumatera</link>				
         <pubDate>Thu, 16 Jan 2025 19:55:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bangun-pusat-kanker-pertama-wilayah-sumatera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Medan, 16 Januari 2025</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono melakukan groundbreaking Gedung Onkologi Terpadu RSUP Adam Malik Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (16/1). Pembangunan Gedung Onkologi Terpadu ini ditujukan untuk mendukung pelayanan penyakit katastropik kanker, khususnya di wilayah Sumatera Utara.</p>
<p>Menurut Direktur Utama RSUP Adam Malik, Zainal Safri, layanan kanker memiliki angka kunjungan tertinggi dibandingkan layanan penyakit katastropik lainnya. Sejak 2019 hingga 2024, rata-rata pasien kanker di RSUP Adam Malik mencapai 67.798 pasien per tahun, diikuti layanan jantung dengan rata-rata 32.099 pasien, layanan stroke 1.493 pasien, dan uronefrologi 16.668 pasien per tahun.</p>
<p>&#8220;Tadi Pak Dirut sudah menyampaikan angka tertinggi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Adam Malik ini adalah kanker. Itu adalah bukti bahwa kanker merupakan salah satu hal yang penting dalam pelayanan kesehatan,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante menegaskan.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante menambahkan, Gedung Onkologi Terpadu ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kuratif kanker, tetapi juga dapat memberikan layanan deteksi dini sehingga dapat ditangani sebelum memasuki stadium lanjut.</p>
<p>&#8220;Kalau pasien-pasien tersebut didiagnosis pada stadium awal maka angka penyembuhannya jadi lebih besar. Jadi, saya pesankan juga kepada Pak Direktur bahwa tidak hanya pelayanan kuratif yang kita lakukan, tetapi deteksi dini kita upayakan secara masif,&#8221; lanjut Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Sebagai pusat onkologi di Provinsi Sumatera Utara, RSUP Adam Malik juga diharapkan bisa membangun jejaring pengampuan layanan kanker ke berbagai rumah sakit sekitar, baik di wilayah Sumatera Utara maupun wilayah Sumatera lainnya.</p>
<p>Melalui program pengampuan ini, Wamenkes Prof. Dante menyatakan bahwa berbagai penyakit kanker yang tidak bisa terdiagnosis atau tidak bisa diobati di rumah sakit RSUD di daerah-daerah dan pelosok-pelosok Sumatera nantinya akan dirujuk ke Pusat Kanker RSUP Adam Malik.</p>
<p>&#8220;Ini salah satu pusat kanker pertama yang ada di Sumatera. Sehingga nanti tidak hanya menjadi rujukan rumah sakit provinsi Sumatera Utara tetapi juga rumah sakit provinsi lainnya,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Pembangunan pusat onkologi ini mendapat apresiasi dari Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni. Menurut Pj. Gubernur Agus Fatoni, Pusat Onkologi RSUP Adam Malik diharapkan dapat meningkatkan layanan kanker.</p>
<p>“Di Sumatera Utara ada 210 rumah sakit di kabupaten/kota. Namun, pelayanan onkologi kanker tidak banyak. Hanya ada di Kota Medan dan di Deli Serdang. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan kanker,” kata Pj. Gubernur Agus Fatoni.</p>
<p>Pembangunan Pusat Onkologi RSUP Adam Malik tidak hanya sekadar pembangunan fasilitas dan manajemen gedung, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai alat penunjang pemeriksaan kanker, seperti salah satunya PET (Positron Emission Tomography) scan, yang saat ini jumlahnya masih sangat terbatas.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante menambahkan bahwa pembangunan Pusat Onkologi ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan dokter dan tenaga medis yang bekerja di Pusat Onkologi, sehingga dapat memberikan protokol terapi kanker yang efisien, memadai, dan memberikan dampak positif dalam proses penyembuhan kanker.</p>
<p>Sementara itu, proses pembangunan Pusat Onkologi RSUP Adam Malik diperkirakan akan berlangsung sekitar 12 hingga 16 bulan sejak groundbreaking. Selama proses pembangunan, Wamenkes Prof. Dante berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter yang dapat memberikan layanan kanker.</p>
<p>&#8220;Kalau dokternya kurang akan kita tambah. Sebenarnya sekarang sudah ada beberapa disiplin ilmu yang memiliki peminatan di bidang kanker. Jadi misalnya untuk Penyakit Dalam ada hematologi onkologi. Untuk Urologi ada kanker prostat dan sebagainya. Untuk Bedah Onkologi juga ada pendidikan kanker. Kalau kurang, nanti akan ditambah,&#8221; pungkas Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Selain Wamenkes Prof. Dante dan Dirut Zainal Safri, dalam groundbreaking Pusat Onkologi RSUP Adam Malik hadir pula Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni, Walikota Medan Bobby Nasution, perwakilan Islamic Development Bank Fatih Turkmen, dan Dirjen Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250116-WA01052.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Produksi Alkes Buatan Dalam Negeri untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-produksi-alkes-buatan-dalam-negeri-untuk-pertumbuhan-ekonomi-nasional</link>				
         <pubDate>Wed, 15 Jan 2025 20:16:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-produksi-alkes-buatan-dalam-negeri-untuk-pertumbuhan-ekonomi-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Januari 2025</p>
<p>Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 untuk memperingati usianya yang ke-27. Acara dengan tema besar “Berpacu Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045” ini berlangsung di Birawa Ballroom, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Rabu (15/1/2024).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta jajaran kementerian terkait.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya industri alat kesehatan (alkes) dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional sekaligus menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>“Saya sangat senang mendengar ASPAKI semakin banyak memproduksi alat kesehatan buatan dalam negeri. Industri alkes ini tidak hanya menjadi tulang punggung ketahanan kesehatan nasional, tetapi juga memberikan kontribusi besar pada lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Luhut.</p>
<p>Luhut menjelaskan bahwa pemerintah baru telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam beberapa tahun mendatang. Target ini dianggap realistis berkat dukungan teknologi berbasis data yang akan segera diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>“Dengan sistem teknologi terintegrasi, semua data kependudukan, pajak, dan akuntansi akan terpusat. Efisiensi ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penerimaan negara hingga Rp1.500 triliun per tahun,” tambahnya.</p>
<p>Luhut juga mengingatkan pentingnya pelajaran dari pandemi COVID-19, ketika Indonesia mengalami krisis ketersediaan alkes dan obat-obatan.</p>
<p>“Waktu itu, kita bahkan harus mengimpor Paracetamol dari India. Ketika India lockdown, kita betul-betul tertekan. Karena itu, kita harus mampu memproduksi minimal 60-70% kebutuhan alkes dari dalam negeri,” tegasnya.</p>
<p>Untuk mendukung kemandirian ini, pemerintah memastikan bahwa seluruh belanja pemerintah, termasuk pengadaan fasilitas kesehatan yang dibiayai BPJS Kesehatan, wajib menggunakan produk alkes lokal dengan standar internasional. Luhut juga menyoroti pentingnya investasi di sektor alkes untuk mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing global. Produk alkes buatan Indonesia, seperti perangkat ultrasound dan mobile X-ray, kini mampu bersaing di pasar internasional, termasuk di Afrika.</p>
<p>“Pasar Afrika sangat potensial bagi produk kita. Teknologi Indonesia tidak terlalu tinggi, tetapi sangat cocok dengan kebutuhan mereka. Ini peluang besar untuk memperluas pasar ekspor,” ujarnya.</p>
<p>Luhut menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada ASPAKI atas kontribusinya dalam membangun kemandirian industri alkes nasional. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.</p>
<p>“Kita harus saling mendukung, bekerja holistik, dan berorientasi pada hasil terbaik untuk bangsa. Jika ada kendala, jangan ragu untuk menghubungi saya langsung. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan visi Indonesia emas 2045,” tutupnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Dr. Lucia Rizka Andalusia menegaskan pentingnya kemandirian industri alkes sebagai bagian dari ketahanan kesehatan nasional. Ia menyampaikan bahwa industri alkes Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah industri alkes meningkat menjadi 819 unit pada 2024.</p>
<p>“Indonesia telah berhasil meningkatkan nilai investasi sektor alkes menjadi Rp1,25 triliun pada tahun 2024, dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 377% dalam tiga tahun terakhir. Ini pencapaian luar biasa yang menunjukkan komitmen kita terhadap penggunaan produk dalam negeri,” ujar Riska dalam sambutannya.</p>
<p>Sebanyak 17 dari 19 alkes prioritas nasional kini mampu diproduksi di dalam negeri, termasuk perangkat ultrasound dan mobile X-ray yang telah digunakan dalam program skrining kesehatan gratis serta pemberantasan tuberkulosis.</p>
<p>Produk alkes dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50% telah meningkat tiga kali lipat sejak 2021. Selain itu, produk alkes Indonesia kini mampu menembus pasar internasional, dengan Afrika sebagai salah satu tujuan ekspor yang potensial.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menerima tiga amanah dalam program Quick Win Presiden 2025-2029, yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis, menurunkan insidensi penyakit sebesar 50% dalam lima tahun, dan membangun rumah sakit lengkap berkualitas di seluruh kabupaten/kota.</p>
<p>“Program ini menjadi peluang besar bagi industri alkes dan farmasi dalam negeri untuk berkontribusi aktif. Pemerintah memastikan seluruh pengadaan alkes untuk program ini memprioritaskan produk dalam negeri,” tambah Dr. Rizka.</p>
<p>Dr. Rizka menjelaskan, produk-produk alkes Indonesia terus diarahkan untuk memenuhi standar internasional. Saat ini, beberapa alkes dengan teknologi menengah hingga tinggi, seperti MRI dan alat diagnostik penyakit menular, sedang dalam tahap produksi lokal.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Rizka, juga menyampaikan apresiasi kepada ASPAKI atas upaya mereka dalam mendorong kemandirian industri alkes. Pemerintah siap mendukung setiap langkah strategis untuk memastikan industri alkes lokal terus berkembang dan berdaya saing.</p>
<p>ASPAKI, sebagai asosiasi yang menaungi produsen alat kesehatan di Indonesia, berkomitmen mendukung ketahanan kesehatan nasional serta meningkatkan daya saing produk alat kesehatan Indonesia di pasar internasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250115-WA0031.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dukung Rencana Kerja Kementerian Kesehatan, 43 Pejabat Eselon II Dilantik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dukung-rencana-kerja-kementerian-kesehatan-43-pejabat-eselon-ii-dilantik</link>				
         <pubDate>Wed, 15 Jan 2025 19:53:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dukung-rencana-kerja-kementerian-kesehatan-43-pejabat-eselon-ii-dilantik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Jakarta, 15 Januari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin melantik 43 pejabat eselon II, yang terdiri atas 42 Pejabat Tinggi Pratama dan 1 Direksi Rumah Sakit di lingkungan Kementerian Kesehatan, di Auditorium Siwabessy, kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (15/1). Acara pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, serta pejabat eselon I Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan bahwa pengangkatan pejabat eselon II ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan di berbagai unit kerja. Langkah ini juga untuk mendukung tercapainya visi dan misi Kemenkes dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Ini adalah pelantikan eselon II di minggu kedua Januari. Sebagian besar formasi sudah terisi, tetapi masih ada beberapa posisi yang perlu diisi. Saya merasa persiapan kita tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan saat pertama kali saya datang,” ungkap Menkes Budi.</p>
<p>Menkes berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab mereka, serta memberikan kontribusi maksimal dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih baik, merata, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Rencana lima tahunan kita hampir final, termasuk Rencana Induk Bidang Kesehatan yang akan segera selesai. Semua indikator strategis dan program-program utama ada di sana. Saya minta agar rencana ini segera disosialisasikan ke seluruh eselon II dan unit-unit kerja kita, agar dapat segera berjalan pada kuartal pertama tahun ini,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor KP.01.05/MENKES/21/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Pejabat yang Dilantik:</p>
<p><strong>SEKRETARIAT JENDERAL</strong><br />
1. Sjamsul Ariffin sebagai Kepala Biro Umum<br />
2. Aji Muhawarman sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik<br />
3. Agus Jamaludin sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan<br />
4. Dwi Meilani sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur<br />
5. Ahmad Irsan A. Moeis sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan</p>
<p><strong>INSPEKTORAT JENDERAL</strong><br />
6. Abdur Kadir sebagai Inspektur III</p>
<p><strong>DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN PRIMER DAN KOMUNITAS</strong><br />
7. Niken Wastu Palupi sebagai Sekretaris Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas<br />
8. Lovely Daisy sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga<br />
9. Imran Pambudi sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan<br />
10. Elvieda Sariwati sebagai Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas<br />
11. Roy Himawan sebagai Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer<br />
12. R. Vensya Sitohang sebagai Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer</p>
<p><strong>DIREKTORAT JENDERAL PENANGGULANGAN PENYAKIT</strong><br />
13. Yudhi Pramono sebagai Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit<br />
14. Siti Nadia Tarmizi sebagai Direktur Penyakit Tidak Menular<br />
15. Ina Agustina Isturini sebagai Direktur Penyakit Menular<br />
16. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Direktur Imunisasi<br />
17. Sumarjaya sebagai Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan<br />
18. Then Suyanti sebagai Direktur Kesehatan Lingkungan<br />
19. Achmad Farchanny Tri Adryanto sebagai Kepala BBKK Makassar</p>
<p><strong>DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN LANJUTAN</strong><br />
20. Andi Saguni sebagai Sekretaris Ditjen Kesehatan Lanjutan<br />
21. Obrin Parulian sebagai Direktur Pelayanan Klinis<br />
22. Yanti Herman sebagai Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan<br />
23. Sunarto sebagai Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan<br />
24. Ghotama Airlangga sebagai Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan<br />
25. Yuli Astuti Saripawan sebagai Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan<br />
26. Indri Rooslamiati sebagai Kepala Balai Besar Biomedika Kesehatan Jakarta</p>
<p><strong>DIREKTORAT JENDERAL FARMASI DAN ALAT KESEHATAN</strong><br />
27. Heri Radison sebagai Sekretaris Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan<br />
28. Jeffri Ardyanto sebagai Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan<br />
29. Dita Novianti Sugandi Argadiredja sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi<br />
30. Agusdini Banun Saptaningsih sebagai Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi<br />
31. Dede Mulyadi sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan<br />
32. Eka Purnamasari sebagai Direktur Pengawasan Alat Kesehatan</p>
<p><strong>DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN</strong><br />
33. Albertus Yudha Poerwadi sebagai Sekretaris Ditjen SDMK<br />
34. Laode Musafin M sebagai Direktur Perencanaan SDMK<br />
35. Anna Kurniati sebagai Direktur Penyediaan SDMK<br />
36. Ika Trisia sebagai Direktur Pendayagunaan SDMK<br />
37. Zubaidah Elvia sebagai Direktur Pembinaan dan Pengawasan SDMK<br />
38. Sri Arini Winarti Rinawati sebagai Sekretaris KKI, Kolegium Kesehatan Indonesia, dan Majelis Disiplin Profesi<br />
39. Muhammad Adiwibowo Soedarmo sebagai Kepala BBPK Jakarta<br />
40. RR Dhian Probhoyekti sebagai Kepala BBPK Ciloto</p>
<p><strong>BADAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN<br />
</strong>41. ANAS MA&#8217;RUF sebagai Kepala Pusjak Sistem Ketahanan Kesehatan<br />
42. LUPI TRILAKSONO sebagai Kepala Pusjak Sistem Sumber Daya Kesehatan</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menkes juga melantik Aswan Usman sebagai Direktur Utama RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.</p>
<p>“Selamat bekerja. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/8b463191-5678-4032-bf36-d33ea1c8ef86.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia dan WHO Bangun Kesehatan yang Lebih Baik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-who-bangun-kesehatan-yang-lebih-baik</link>				
         <pubDate>Wed, 15 Jan 2025 19:45:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-dan-who-bangun-kesehatan-yang-lebih-baik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Januari 2025</p>
<p>Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menjalin kerja sama erat selama puluhan tahun, sejak Indonesia resmi menjadi anggota WHO pada tahun 1950. Kerja sama ini bertujuan membangun sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia.</p>
<p>Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Indonesia aktif berpartisipasi dalam berbagai program kesehatan global. Berkat inisiatif bersama, Indonesia dan WHO berhasil melaksanakan sejumlah program dan implementasi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI drg. Widyawati, MKM mengatakan, salah satu tonggak penting dalam kerja sama Indonesia dan WHO adalah penerapan General Programme of Work (GPW) ke-14.</p>
<p>GPW-14 memiliki visi yang jelas untuk mempromosikan, menyediakan, dan melindungi kesehatan serta kesejahteraan semua orang, di mana pun mereka berada. Program ini terbagi menjadi tiga pilar utama, enam tujuan strategis, dan lima belas hasil bersama.</p>
<p>“GPW14 menargetkan 1,2 miliar orang menjalani kehidupan lebih sehat dengan risiko yang berkurang dan lingkungan yang lebih sehat. Selain itu, memastikan 430 juta lebih banyak orang dapat mengakses layanan kesehatan yang penting tanpa kesulitan finansial juga melindungi 600 juta orang lebih dari keadaan darurat kesehatan,” kata Widyawati di Jakarta.</p>
<p>Untuk mencapai target penerapan GPW ke-14, WHO memproyeksikan kebutuhan dana sebesar 11,1 miliar dolar AS untuk periode 2025-2028. Dana ini akan digunakan untuk mendukung berbagai program kesehatan di negara-negara anggota, termasuk Indonesia.</p>
<p>Pada periode 2024–2025, WHO berkomitmen memberikan hibah kepada Pemerintah Indonesia sebesar USD 14 juta dalam bentuk uang dan jasa, serta donasi barang senilai USD 4,26 juta. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung program kesehatan prioritas, di antaranya peningkatan akses layanan kesehatan primer, pengendalian penyakit menular, dan promosi kesehatan.</p>
<p>Secara rinci, dukungan kerja sama dengan WHO menghasilkan beberapa capaian dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Pertama, capaian program imunisasi rutin. WHO memberikan dukungan teknis dan vaksin untuk program imunisasi rutin di Indonesia.</p>
<p>Hal ini berhasil menurunkan angka kematian bayi dan anak akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti polio, campak, dan difteri.</p>
<p>“Selama terjadi wabah penyakit tertentu, WHO juga mendukung pelaksanaan kampanye imunisasi tambahan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah penyebaran penyakit,” lanjut Widyawati.</p>
<p>Kedua, upaya pengendalian penyakit menular. Indonesia mampu meningkatkan deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan penularan penyakit tuberkulosis.</p>
<p>Selain itu, program pengendalian malaria yang didukung oleh WHO berhasil menurunkan angka kejadian malaria, terutama di wilayah endemis. WHO juga memberikan dukungan teknis dan finansial dalam upaya pencegahan, pengobatan, dan perawatan HIV/AIDS.</p>
<p>Ketiga, peningkatan kesehatan ibu dan anak. WHO memberikan dukungan dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.</p>
<p>“Upaya peningkatan akses ibu hamil ini mencakup pelayanan antenatal, persalinan yang aman, dan pelayanan kesehatan ibu nifas. Dari sisi kesehatan anak, WHO membantu Indonesia dalam meningkatkan gizi anak, imunisasi, dan deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak,” ujar Widyawati.</p>
<p><strong>Kemitraan yang Terus Diperkuat</strong></p>
<p>Menurut Juru Bicara Widyawati, capaian keempat kerja sama Indonesia dan WHO, yakni dari segi kesiapsiagaan dan respons darurat. Seperti halnya saat pandemi COVID-19, WHO menjadi mitra strategis dalam memberikan dukungan teknis dan logistik, termasuk surveilans, pelacakan kontak, dan vaksinasi.</p>
<p>“Kemudian, WHO ikut membantu Indonesia dalam menghadapi bencana alam, misalnya gempa bumi, banjir, dan letusan gunung berapi dengan memberikan bantuan medis dan logistik,” terangnya.</p>
<p>Kelima, upaya penguatan sistem kesehatan. WHO mendukung program pelatihan dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia. WHO pun membantu Indonesia dalam membangun sistem surveilans yang kuat untuk memantau kejadian penyakit dan faktor risiko kesehatan.</p>
<p>Keenam, dukungan promosi kesehatan. WHO mendukung program-program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup sehat, seperti berhenti merokok, makan makanan bergizi, dan berolahraga secara teratur.</p>
<p>WHO turut memberikan perhatian pada kesehatan mental dan mendukung upaya promosi kesehatan mental di Indonesia.</p>
<p>Menurut Widyawati, kemitraan antara Indonesia dan WHO menjadi contoh yang baik bagi kerja sama internasional di bidang kesehatan. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berhasil mencapai banyak kemajuan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.</p>
<p>“Ke depannya, kerja sama ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dan diperkuat untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin kompleks. Dengan dukungan WHO, Indonesia berkomitmen untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam bidang kesehatan,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content//app_asset/placeholder.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Quick Win Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Daerah Akan Diluncurkan Segera</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/quick-win-peningkatan-kapasitas-rumah-sakit-daerah-akan-diluncurkan-segera</link>				
         <pubDate>Wed, 15 Jan 2025 09:54:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/quick-win-peningkatan-kapasitas-rumah-sakit-daerah-akan-diluncurkan-segera</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakselerasi Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto dengan mengadakan peletakan batu pertama program peningkatan kapasitas dan kualitas 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di RSUD Reda Bolo, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, yang direncakan di hari Jumat (17/01).</p>
<p>Peningkatan kapasitas RSUD merupakan satu dari tiga program Quick Win yang harus dijalankan oleh Kemenkes. Dua program lainnya adalah Cek Kesehatan Gratis Sebagai Kado Ulang Tahun Dari Negara dan Pengentasan Tuberkulosis (TBC).</p>
<p>Terkait peningkatan kapasitas RSUD, pemerintah akan menaikan kualitas RSUD di 66 kabupaten/kota terpencil dan terbelakang dari Tipe D menjadi Tipe C untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Peningkatan layanan RSUD ini dirancang untuk memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil sekalipun memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, drg. Widyawati pada Rabu (15/01).</p>
<p>Quick Win ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan medis. Dengan peningkatan status RSUD nantinya tidak hanya memiliki fasilitas yang lebih lengkap, tetapi juga mampu menyediakan pelayanan spesialistik dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.</p>
<p>RS Tipe C diwajibkan memiliki dokter spesialis dasar, seperti spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak. Kehadiran tenaga spesialis ini memungkinkan penanganan kasus medis yang lebih kompleks langsung di lokasi, tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi.</p>
<p>Selain itu, RS Tipe C akan dilengkapi dengan fasilitas modern, seperti ruang operasi (OK), ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih.</p>
<p>Hal ini meningkatkan kemampuan diagnostik sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di daerah. Dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, RS Tipe C juga berperan sebagai penghubung penting dalam sistem rujukan, sehingga dapat mengurangi beban rumah sakit besar dan mempercepat akses pelayanan bagi masyarakat.</p>
<p>Namun, tantangan utama dalam Quick Win ini adalah keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, masih terdapat kekurangan lebih dari 600 dokter spesialis, baik spesialis dasar maupun spesialis dengan kompetensi khusus terkait kanker, jantung, strok, dan uronefrologi (KJSU), yang sangat dibutuhkan untuk mendukung transformasi ini.</p>
<p>“Kami memahami tantangan ini, tetapi kami yakin dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pihak swasta, kekurangan tenaga medis dapat segera teratasi. Tujuannya adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa perlu merujuk ke luar daerah,” tambah drg. Widyawati.</p>
<p>Daerah yang menjadi prioritas untuk program ini termasuk Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Papua, dan Sulawesi. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa daerah-daerah dengan kebutuhan mendesak mendapatkan perhatian lebih dulu.</p>
<p>Proses peletakan batu pertama atau groundbreaking dijadwalkan mulai Januari 2025 dengan target operasi penuh pada 2026.</p>
<p>Quick Win ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan layanan kesehatan yang lebih baik. Dengan peningkatan fasilitas dan layanan yang lebih komprehensif, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan kesehatan yang layak tanpa batasan akses atau lokasi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.(NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/52857935286_891779fcba_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>3 Langkah Percepat Produksi Bahan Baku Obat Dalam Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/3-langkah-percepat-produksi-bahan-baku-obat-dalam-negeri</link>				
         <pubDate>Mon, 13 Jan 2025 20:06:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/3-langkah-percepat-produksi-bahan-baku-obat-dalam-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mempercepat kemandirian farmasi dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional.</p>
<p>Dalam hal kemandirian obat, produksi bahan baku obat ditargetkan dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri guna menekan ketergantungan pada bahan baku impor. Hal ini juga untuk memastikan penggunaan bahan obat produksi dalam negeri diterapkan oleh industri farmasi nasional.</p>
<p>Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS menjelaskan tiga kelompok program untuk mempercepat kemandirian produksi bahan baku obat dalam negeri.</p>
<p>“Kemenkes telah menyusun program dan kebijakan untuk mempercepat kemandirian produksi dalam negeri melalui tiga kelompok program. Pertama, penelitian dan pengembangan. Program yang dilaksanakan seperti fasilitasi change source bahan baku obat, dan penguatan riset industri bahan baku obat,” ungkap Rizka di Jakarta, Senin (13/1).</p>
<p>“Sejak 2022 hingga 2024, Kemenkes memberikan fasilitasi change source kepada 42 industri farmasi untuk meningkatkan penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri. Fasilitasi ini melalui pembiayaan Uji Bioekivalensi (BE) untuk 6 bahan baku obat konsumsi terbesar by value, yaitu Atorvastatin, Clopidogrel, Amlodipin, Candesartan, Azitromisin, dan Bisoprolol.”</p>
<p>Untuk meningkatkan akses pengembangan obat baru di Indonesia, Kemenkes dan Medicines Patent Pool (MPP) menjalin kerja sama dalam MoU Strategic Collaboration on Improving Access to Vaccines and Medicines in Indonesia.</p>
<p>Beberapa kerja sama yang sudah berlangsung meliputi produksi Nilotinib (antineoplastik untuk mengobati chronic myelogenous leukemia), Molnupiravir (antivirus untuk COVID-19), dan Dolutegravir (antivirus untuk mengobati HIV).</p>
<p>Kedua, produksi. Pemerintah berkomitmen meningkatkan produksi dan penggunaan bahan baku obat dalam negeri dengan memberikan insentif pada pelaku usaha yang berupaya mewujudkan ketahanan sediaan farmasi.</p>
<p>“Insentif diberikan kepada setiap industri sediaan farmasi yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam negeri, dan yang melakukan produksi dengan menggunakan bahan baku dalam negeri, baik insentif fiskal maupun non fiskal,” lanjut Rizka.</p>
<p>“Insentif diberikan dalam bentuk percepatan timeline Nomor Izin Edar (NIE) untuk industri yang change source, mengubah sumber bahan baku impor ke bahan baku obat dalam negeri.”</p>
<p>Lebih lanjut, Dirjen Lucia Rizka Andalucia menambahkan, implementasi program produksi ini berfokus pada tata niaga impor bahan baku obat. Saat ini, industri farmasi sudah mampu mengembangkan dan memproduksi beberapa bahan baku obat di dalam negeri.</p>
<p>“Kemenkes dan Kementerian Perindustrian dalam proses mengusulkan 22 bahan baku obat yang sudah dapat diproduksi dalam negeri untuk diterapkan dalam pengaturan tata niaga impor, sehingga dapat mewujudkan keberlanjutan penggunaan dan membangun kemandirian industri farmasi dalam negeri,” katanya.</p>
<p>Ketiga, upaya percepatan kemandirian obat dalam negeri juga dilakukan melalui jaminan pasar. Upaya ini berupa regulasi yang mengarah pada pengembangan industri bahan baku obat.</p>
<p>Beberapa kebijakan dikeluarkan untuk mendukung pemanfaatan sediaan farmasi yang menggunakan bahan baku produksi dalam negeri seperti Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1333/2023 tahun 2023 tentang Peningkatan Penggunaan Sediaan Farmasi yang Menggunakan Bahan Baku Produksi dalam Negeri dan Kepmenkes HK.01.07/Menkes/163/2024 tentang Etalase Konsolidasi pada Katalog Elektronik Sektoral Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Selain itu, terdapat kebijakan terkait penyesuaian nilai klaim harga obat untuk program rujuk balik dan obat penyakit kronis. Kebijakan ini bertujuan agar, jika ada daftar obat baru yang sudah melakukan penggantian ke sumber bahan baku obat dalam negeri dan memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi, serta masuk sebagai obat klaim, maka Keputusan Menteri Kesehatan terkait dapat diperbarui untuk menyesuaikan harga klaimnya.</p>
<p>“Kebijakan-kebijakan tersebut sebagai bentuk dukungan Pemerintah untuk mendorong peningkatan penggunaan dan jaminan pasar untuk bahan baku obat produksi dalam negeri,” terang Rizka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250113-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUD Kubu Raya Dukung Peningkatan Kelas Rumah Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-kubu-raya-dukung-peningkatan-kelas-rumah-sakit-2</link>				
         <pubDate>Sat, 11 Jan 2025 09:41:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsud-kubu-raya-dukung-peningkatan-kelas-rumah-sakit-2</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kubu Raya, 10 Januari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus, atau dikenal dengan RSUD Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (10/1). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kelas rumah sakit di Indonesia.</p>
<p>RSUD Kubu Raya merupakan salah satu dari 66 rumah sakit yang akan dinaikkan kelasnya, dengan target menjadi rumah sakit tipe C. Sebelumnya, RSUD Kubu Raya berstatus rumah sakit tipe D.</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan serta meninjau langsung kondisi RSUD Kubu Raya, yang menjadi satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Kubu Raya yang mendapatkan peningkatan kelas menjadi tipe C.</p>
<p>Direktur RSUD Kubu Raya, dr. Asep Ahmad Saefullah, mengatakan bahwa peningkatan kelas rumah sakit ini akan membawa perubahan signifikan pada kualitas layanan kesehatan. Kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit dapat terlaksana dengan baik.</p>
<p>Peningkatan kelas rumah sakit diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan kenaikan kelas ke tipe C, pihak rumah sakit akan berusaha melengkapi segala kekurangan yang ada, termasuk fasilitas medis, tenaga kesehatan, serta infrastruktur pendukung lainnya.</p>
<p>&#8220;Kami tetap semangat untuk menuju tipe C, agar kebermanfaatannya bagi masyarakat bisa lebih luas,&#8221; ungkap dr. Asep.</p>
<p>Sebagai rumah sakit tipe D, RSUD Kubu Raya memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas dan layanan kesehatan. Kenaikan kelas rumah sakit menjadi tipe C ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan serta meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya.</p>
<p>Untuk itu, dr. Asep selaku perwakilan dari keluarga besar RSUD Kubu Raya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat, Presiden Prabowo, dan Menkes Budi atas dukungannya terhadap peningkatan status rumah sakit ini.</p>
<p>Menurutnya, dengan status rumah sakit tipe C, RSUD Kubu Raya akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, tidak hanya dalam hal kapasitas, tetapi juga dalam hal keahlian medis dan fasilitas penunjang lainnya. Harapannya, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari peningkatan ini, sehingga perubahan ini akan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Peningkatan kelas rumah sakit ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang disediakan.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan naiknya status rumah sakit ke tipe C, kebermanfaatannya akan jauh lebih luas, dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih optimal,&#8221; tambah dr. Asep.</p>
<p>Peningkatan kelas rumah sakit ini, lanjutnya, diharapkan menjadi langkah awal dalam memperbaiki sistem kesehatan di Kubu Raya, yang akan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0027.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Pastikan Kubu Raya Siap Laksanakan Cek Kesehatan Gratis dan Bangun RS di Daerah 3T</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-pastikan-kubu-raya-siap-laksanakan-cek-kesehatan-gratis-dan-bangun-rs-di-daerah-3t</link>				
         <pubDate>Sat, 11 Jan 2025 09:26:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-pastikan-kubu-raya-siap-laksanakan-cek-kesehatan-gratis-dan-bangun-rs-di-daerah-3t</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kubu Raya, 10 Januari 2025</p>
<p>Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif kesehatan dan pembangunan infrastruktur medis. Salah satu inisiatif yang akan diwujudkan adalah melaksanakan program cek kesehatan gratis di seluruh Indonesia dan pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Sui Durian dan Puskesmas Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (10/1).</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dua puskesmas tersebut dalam menjalankan program cek kesehatan gratis, yang mencakup pemeriksaan kesehatan bagi balita, dewasa, dan lansia.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Menkes Budi memastikan bahwa fasilitas dan tenaga medis di kedua puskesmas tersebut sudah siap untuk melaksanakan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Teman-teman di puskesmas sudah siap. Program ini akan dilakukan secara serentak untuk seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 280 juta jiwa,” ujarnya usai kunjungan, Jumat (10/1).</p>
<p>Program cek kesehatan gratis akan dilaksanakan secara terpisah berdasarkan kelompok usia. Pemeriksaan kesehatan untuk balita, dewasa, dan lansia akan dilakukan di puskesmas pada hari ulang tahun masing-masing individu.</p>
<p>Sementara itu, cek kesehatan untuk anak usia sekolah, yakni 6 hingga 18 tahun, akan dilakukan di sekolah saat memasuki tahun ajaran baru.</p>
<p>Tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat, karena menjaga kesehatan lebih murah dan bermanfaat dibandingkan mengobati penyakit.</p>
<p>Selain itu, cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang umum terjadi di masyarakat, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, dan gangguan ginjal.</p>
<p>&#8220;Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat kita tetap sehat, karena menjaga kesehatan jauh lebih murah dan lebih bermanfaat bagi kualitas hidup mereka,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pembangunan Rumah Sakit di Daerah 3T<br />
Menkes Budi juga membahas program pembangunan rumah sakit di daerah-daerah 3T yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan rumah sakit di Kubu Raya.</p>
<p>Pembangunan ini merupakan bagian dari rencana nasional untuk mendirikan 66 rumah sakit baru di berbagai daerah yang membutuhkan.</p>
<p>Kubu Raya dipilih menjadi salah satu lokasi pembangunan rumah sakit baru sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. RSUD Kubu Raya menjadi lokasi kedua dari tujuh lokasi yang telah dipilih, setelah kunjungan Menkes Budi ke Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Kubu Raya, Menkes Budi memastikan bahwa lahan untuk pembangunan RSUD Kubu Raya telah tersedia, surat-surat perizinan telah selesai, dan desain rumah sakit sudah sesuai dengan standar yang ditentukan.</p>
<p>&#8220;Teman-teman di rumah sakit sudah sangat semangat. Kita akan mulai membangun rumah sakit tahun ini, dan kita berharap bisa selesai di akhir tahun, sehingga pada awal tahun depan rumah sakit ini bisa diresmikan dan mulai beroperasi,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 66 rumah sakit baru di seluruh Indonesia, dengan 32 di antaranya diharapkan dapat dimulai tahun ini.</p>
<p>&#8220;Standar rumah sakit ini mengikuti standar nasional yang telah ditetapkan. Presiden ingin memastikan bahwa rumah sakit yang dibangun memiliki kualitas yang tinggi dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pemerintah berharap melalui program cek kesehatan gratis ini, seluruh masyarakat Indonesia dapat terjamin kesehatannya. Dengan deteksi dini, diharapkan penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa bisa segera diatasi, sehingga tidak menimbulkan biaya yang lebih besar di kemudian hari.</p>
<p>Selain itu, pembangunan rumah sakit baru di daerah-daerah 3T akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.</p>
<p>Diharapkan dengan adanya rumah sakit baru dan program cek kesehatan, masyarakat di Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan.</p>
<p>Melalui program ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada pencegahan agar masyarakat bisa hidup sehat dan produktif sepanjang hidup mereka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Langkah Awal Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Unduh SATUSEHAT Mobile</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/langkah-awal-program-pemeriksaan-kesehatan-gratis-unduh-satusehat-mobile</link>				
         <pubDate>Fri, 10 Jan 2025 17:41:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/langkah-awal-program-pemeriksaan-kesehatan-gratis-unduh-satusehat-mobile</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Januari 2025</p>
<p>Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis segera diluncurkan pada Februari mendatang. Masyarakat diimbau untuk segera mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile (SSM) guna memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang akan tersedia.</p>
<p>Masyarakat dapat mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile melalui tautan berikut:<br />
Android:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkom.tracencare&amp;hl=id<br />
iOS: https://apps.apple.com/us/app/satusehat-mobile/id1504600374</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Widyawati menjelaskan, “SATUSEHAT Mobile memudahkan masyarakat untuk nantinya mengakses program pemeriksaan kesehatan gratis. Jadi, memang harus diunduh dan data diri dilengkapi terlebih dahulu untuk memastikan proses berjalan lancar.”</p>
<p>Setelah mengunduh SATUSEHAT Mobile, masyarakat diminta untuk melengkapi data diri di dalam aplikasi. Data ini akan digunakan sebagai dasar dalam penjadwalan pemeriksaan kesehatan. Setelah proses ini selesai, pengguna hanya perlu menunggu notifikasi atau pemberitahuan terkait waktu dan lokasi pemeriksaan dari aplikasi tersebut.</p>
<p>Bagi anggota keluarga seperti anak-anak atau lansia yang tidak memiliki gawai pintar, mereka dapat ditambahkan sebagai profil tertaut di akun SATUSEHAT Mobile milik anggota keluarga lain. Dengan fitur ini, program kesehatan gratis tetap dapat diakses oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.</p>
<p>Menjawab kekhawatiran masyarakat yang berulang tahun pada bulan Januari ini, Kemenkes memastikan mereka tetap dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan sampai Maret mendatang. “Nah, kalau yang ulang tahunnya bertepatan dengan hari libur, jadwal pemeriksaan akan digeser ke hari kerja terdekat,” tambah drg. Widyawati.</p>
<p>Program ini akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan di puskesmas, dengan target menjangkau 60 juta orang pada 2025. Dalam lima tahun ke depan, Kemenkes berharap program ini dapat melayani 200 juta warga Indonesia, sebagai bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan.</p>
<p>“Pemeriksaan kesehatan gratis harus kita lakukan agar memastikan kita bisa mendeteksi secara lebih dini kalau ada kondisi kesehatan yang menurun dari masyarakat kita. Kondisi kesehatan yang menurun ini harus bisa ditangani cepat sehingga kemungkinan untuk sembuh semakin besar,” ujar drg. Widyawati.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_4392.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Mohammad Hoesin Bangun Gedung Onkologi Terpadu untuk Tangani Kanker di Sumatera Selatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-mohammad-hoesin-bangun-gedung-onkologi-terpadu-untuk-tangani-kanker-di-sumatera-selatan</link>				
         <pubDate>Wed, 08 Jan 2025 18:47:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-mohammad-hoesin-bangun-gedung-onkologi-terpadu-untuk-tangani-kanker-di-sumatera-selatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palembang, 8 Januari 2025</p>
<p>Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang secara resmi memulai pembangunan Gedung Onkologi Terpadu pada Rabu (8/1/2025). Gedung Onkologi Terpadu ini akan menjadi pusat layanan kesehatan kanker terbaru di Sumatera Selatan.</p>
<p>Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Sekretaris Daerah, Direktur Utama, dan jajaran direksi RSMH.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan bagian dari keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah kanker. Saat ini, kanker, yang mencatat sekitar 134 ribu kematian setiap tahunnya, menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian terbesar di Indonesia setelah penyakit jantung dan stroke.</p>
<p>“Kanker membunuh 134 ribu orang setiap tahunnya. Fasilitas medis seperti PET scans hanya tersedia di Jakarta, dan dengan waktu tunggu yang sangat lama. Kita harus mengakui bahwa pelayanan kanker di Indonesia masih terbatas, dan pemerintah benar-benar berkomitmen untuk mengatasi kekurangan ini,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menjelaskan bahwa Gedung Onkologi Terpadu ini adalah salah satu dari empat gedung onkologi yang sedang dibangun oleh pemerintah di rumah sakit vertikal di Indonesia, dengan pendanaan yang didukung oleh Islamic Development Bank (IsDB). Selain di Palembang, gedung serupa juga sedang dibangun di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSUP Prof. Kandou Manado, dan RSUP Adam Malik Medan.</p>
<p>Gedung Onkologi Terpadu yang sedang dibangun di RSMH dirancang dengan konsep holistik yang mengutamakan kenyamanan dan kesejahteraan pasien. Gedung ini akan terdiri dari delapan lantai dan satu rubanah (basement), serta memiliki kapasitas 237 tempat tidur.</p>
<p>Desain gedung menekankan aksesibilitas dan menyediakan banyak ruang hijau yang dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan mendukung proses penyembuhan. Ruang hijau yang luas di sekitar gedung juga bertujuan menciptakan suasana yang lebih segar dan alami, mengurangi stres bagi pasien dan keluarga.</p>
<p>Selain itu, gedung baru ini akan dilengkapi dengan fasilitas medis canggih, termasuk ruang kemoterapi, radioterapi, serta alat diagnostik modern seperti PET scan, SPECT-CT, MRI, dan CT scan. Fasilitas tersebut akan mendukung tim medis dalam memberikan perawatan terbaik kepada pasien.</p>
<p>Dengan fasilitas modern dan dukungan tenaga medis profesional, Menkes berharap RSMH dapat menjadi pusat rujukan utama dalam penanganan kanker bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Sumatera Selatan.</p>
<p>“Harapan saya, Onkologi Center ini tidak hanya akan melayani pasien di rumah sakit ini, tetapi juga menjadi pusat pengampuan bagi semua rumah sakit di Sumatera Selatan, terutama dalam penanganan kanker payudara, serviks, paru, kolorektal, dan kanker pada anak,” harap Menkes.</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan Gedung Onkologi Terpadu ini. Ia meyakini bahwa gedung setinggi delapan lantai ini akan mampu memenuhi kebutuhan layanan kanker di wilayah Sumatera Selatan.</p>
<p>“Dengan dibangunnya gedung onkologi terpadu ini, diharapkan dapat melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit kanker yang semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas, khususnya di wilayah Sumatera Selatan dan beberapa provinsi yang terdekat,” ucapnya.</p>
<p>Direktur Utama RS Mohammad Hoesin, Siti Khalimah, menambahkan bahwa Gedung Onkologi Terpadu ini dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan kanker yang terus berkembang di Sumatera Selatan dan sekitarnya.</p>
<p>“Dengan adanya fasilitas baru ini, kami berharap dapat memberikan akses yang lebih baik kepada pasien kanker dan meningkatkan kualitas perawatan yang mereka terima,” ungkapnya.</p>
<p>Pembangunan gedung ini juga mencerminkan komitmen RSMH untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi, termasuk untuk penyakit kanker.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/36754ce9-431a-4dc1-88a4-d924a27002ec.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bergerak Cepat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bergerak-cepat-tingkatkan-kesiapsiagaan-hadapi-flu-burung</link>				
         <pubDate>Wed, 08 Jan 2025 13:51:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bergerak-cepat-tingkatkan-kesiapsiagaan-hadapi-flu-burung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Januari 2025</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor PM.03.01/C/28/2025 sebagai respons atas laporan peningkatan kasus flu burung (Avian Influenza) di beberapa negara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran flu burung, termasuk memastikan kesiapsiagaan semua pihak terkait.</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/SE-Kewaspadaan-dan-kesiapsiagaan-flu-burung.pdf">SE Kewaspadaan dan kesiapsiagaan flu burung</a></p>
<p>Indonesia hingga kini masih merupakan daerah endemis flu burung pada unggas, dengan virus jenis Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) yang terus bersirkulasi. Laporan dari World Health Organization (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), dan World Organisation for Animal Health (WOAH) pada Desember 2024 juga mencatat peningkatan kasus flu burung pada mamalia di berbagai negara.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Yudhi Pramono, menegaskan bahwa meskipun risiko flu burung terhadap kesehatan manusia secara global saat ini dinilai rendah, langkah antisipasi tetap diperlukan. “Kita harus terus waspada terhadap potensi penyebaran flu burung. Langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini adalah kunci untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Surat Edaran ini memberikan panduan strategis kepada para pihak yang menjadi tujuan surat. Langkah-langkah antisipasi tersebut meliputi penguatan sistem surveilans untuk memantau kasus, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan dan laboratorium untuk deteksi dini, serta kolaborasi lintas sektor menggunakan pendekatan One Health.</p>
<p>Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam pencegahan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Beberapa langkah yang disarankan untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar meliputi menghindari kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati mendadak, melaporkan kejadian tersebut ke dinas peternakan setempat, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas.</p>
<p>“Kami yakin dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, potensi penyebaran flu burung dapat diminimalkan, sekaligus memastikan kesehatan publik tetap terjaga,” tambah dr. Yudhi.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes di nomor 1500-567, SMS ke 081281562620, atau melalui email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot-687.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Menkes Pastikan Amanah Besar ini Bermanfaat untuk Kepentingan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lantik-pejabat-pimpinan-tinggi-madya-menkes-pastikan-amanah-besar-ini-bermanfaat-untuk-kepentingan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Tue, 07 Jan 2025 17:26:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lantik-pejabat-pimpinan-tinggi-madya-menkes-pastikan-amanah-besar-ini-bermanfaat-untuk-kepentingan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Januari 2025</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melantik dan mengukuhkan sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Kesehatan. Acara tersebut berlangsung di ruang Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, lantai dua, pada Senin (7/1/2025).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Budi menekankan bahwa para pejabat yang baru dilantik mengemban amanah besar, mengingat cakupan pelayanan kesehatan di Indonesia yang sangat luas.</p>
<p>&#8220;Bapak dan Ibu mengurus 280 juta rakyat Indonesia, ribuan rumah sakit, puluhan ribu klinik dan puskesmas, serta ratusan ribu tenaga kesehatan. Ini adalah tanggung jawab yang besar, baik dari segi anggaran maupun dampaknya terhadap masyarakat,&#8221; ujar Menteri Kesehatan.</p>
<p>Menteri Budi juga menggarisbawahi tiga aspek utama yang harus menjadi fokus dalam pelayanan kesehatan, yaitu akses, kualitas, dan harga. Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa seluruh masyarakat, di mana pun mereka berada, dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang terjangkau.</p>
<p>“Idealnya, masyarakat Indonesia harus bisa mencapai layanan kesehatan dalam waktu kurang dari satu jam. Ini adalah tantangan besar, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan 7.000 diantaranya berpenghuni. Namun, dengan terobosan inovatif dan pemanfaatan teknologi terbaru, tantangan ini bisa kita jawab,” jelas Menteri Kesehatan.</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti perlunya pemerataan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. “Kualitas layanan harus sama, baik di kota maupun di desa, di pulau besar maupun kecil. Tantangan ini membutuhkan strategi yang matang dan kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, Menteri Budi mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya yang besar secara maksimal dan bertanggung jawab. Dengan total belanja kesehatan nasional yang mencapai lebih dari Rp 500 triliun dan Kementerian Kesehatan mengelola anggaran lebih dari Rp 100 triliun, ia menegaskan bahwa risiko pengelolaannya berbanding lurus dengan besarnya manfaat bagi masyarakat, inilah tantangan yang harus kita jawab bersama.</p>
<p>“Jika kita berhasil, Indonesia dapat menjadi model global tentang bagaimana memberikan layanan kesehatan terbaik dalam kondisi geografis dan demografis yang kompleks. Ini adalah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan bagi generasi mendatang,” tutup Menteri Kesehatan.</p>
<p>Pada akhir acara, Menteri Budi memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan baik serta memberikan dampak positif bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Adapun pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Kunta Wibawa Dasa Nugraha sebagai Sekretaris Jenderal;</p>
<p>2. Murti Utami sebagai Inspektur Jenderal;</p>
<p>3. Maria Endang Sumiwi sebagai Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas;</p>
<p>4. Azhar Jaya sebagai Dirjen Kesehatan Lanjutan;</p>
<p>5. Lucia Rizka Andalusia sebagai Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan;</p>
<p>6. Yuli Farianti sebagai Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan;</p>
<p>7. Asnawi Abdullah sebagai Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan;</p>
<p>8. Bayu Teja Muliawan sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan;</p>
<p>9. Setiaji sebagai Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan;</p>
<p>10. Sundoyo sebagai Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan;</p>
<p>11. Bonanza Perwira Taihitu sebagai Staf Ahli Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.(DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/54251911278_d594f499b5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Mirip Flu Biasa, Tidak Perlu Panik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-mirip-flu-biasa-tidak-perlu-panik</link>				
         <pubDate>Mon, 06 Jan 2025 18:30:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-mirip-flu-biasa-tidak-perlu-panik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Januari 2025</p>
<p>Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia. Semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak. Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.</p>
<p>“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin (6/1).</p>
<p>Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.</p>
<p>“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.</p>
<p>Mengenai pemberitaan tentang meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.</p>
<p>“Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV tapi melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar),” kata Menkes.</p>
<p>Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.</p>
<p>Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.</p>
<p>Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.</p>
<p>“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2025-01-06-at-18.24.16.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, Kemenkes Berangkatkan 27 Dokter Belajar ke RRT dan Jepang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/atasi-kekurangan-dokter-spesialis-kemenkes-berangkatkan-27-dokter-belajar-ke-rrt-dan-jepang</link>				
         <pubDate>Mon, 06 Jan 2025 18:24:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/atasi-kekurangan-dokter-spesialis-kemenkes-berangkatkan-27-dokter-belajar-ke-rrt-dan-jepang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, secara resmi melepas peserta program fellowship yang akan mengikuti pendidikan dan penelitian di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Jepang pada Senin (6/1).</p>
<p>Acara pelepasan yang dilaksanakan di Kantor Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta, ini ditandai dengan penyerahan Letter of Acceptance (LoA) dan Letter of Guarantee (LoG) kepada para peserta.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menegaskan pentingnya program ini dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis jantung di Indonesia, mengingat penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di tanah air. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setiap tahunnya 550 ribu orang meninggal akibat penyakit ini.</p>
<p>“Penyakit kardiovaskular itu paling banyak yang meninggal. Jadi, kita ingin secepatnya mempersiapkan layanan untuk bisa menyelamatkan ratusan ribu masyarakat kita yang meninggal setiap tahun. Kita mesti mempersiapkan alatnya, SDM kesehatan, dan pembiayaannya. Ini kita lakukan di level puskesmas, rumah sakit, dan level promotif preventif,” ujar Menkes.</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa penguatan layanan kardiovaskular saat ini difokuskan di 514 kabupaten/kota. Penanganan penyakit jantung idealnya harus dilakukan dalam waktu kurang dari dua jam. Dengan waktu yang sangat singkat tersebut, pasien tidak memungkinkan untuk dirujuk ke tingkat provinsi. Oleh karena itu, rumah sakit di kabupaten/kota harus dilengkapi dengan alat dan SDM kesehatan yang memadai.</p>
<p>Namun, data Kemenkes menunjukkan bahwa dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 372 di antaranya belum memiliki alat atau tenaga medis untuk layanan seperti kateterisasi jantung atau trombektomi. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan dokter spesialis untuk meningkatkan akses kesehatan yang merata.</p>
<p>“Ini adalah tantangan serius bagi sektor kesehatan kita. Program fellowship ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis jantung yang sangat dibutuhkan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jantung di Indonesia,” ujar Menkes.</p>
<p>Pada batch ini, Kemenkes memberangkatkan 27 dokter spesialis, yang terdiri dari 22 dokter spesialis kardiologi intervensi dan 5 dokter spesialis neurologi intervensi. Program ini dilaksanakan dengan skema pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai wujud kolaborasi lintas sektor antara Kemenkes dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).</p>
<p>Para peserta fellowship akan menjalani pendidikan intensif selama satu tahun di beberapa rumah sakit ternama di RRT dan Jepang, seperti Fudan University Zhongshan Hospital, Zhongda Hospital, dan Sapporo Cardiovascular Center. Program ini dirancang untuk memperdalam keahlian peserta dalam bidang kardiologi, khususnya diagnosis, pengobatan, dan teknologi terkini dalam penanganan penyakit jantung.</p>
<p>Sebagai gambaran, terdapat 28 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah memiliki alat catheterization laboratory (cath lab) tetapi belum memiliki tenaga medis. Sebaliknya, ada 6 kabupaten/kota yang memiliki tenaga medis tetapi belum didukung fasilitas memadai. Program fellowship ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk menutup kesenjangan tersebut.</p>
<p>“Setelah ini dijalani, bagikanlah pengalaman Anda dan jika ada kekurangan, sampaikan kepada kami supaya bisa segera diperbaiki. Tapi kalau ada keindahannya, bagikan juga ke teman-teman, sehingga mereka tahu dan berani mencoba. Jangan lupa, tujuan yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat kita,” harap Menkes.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, dr. Yuli Farianti, M.Epid, menyatakan bahwa program fellowship ini bukan langkah pertama. Sebelumnya, pada 2024, batch pertama telah memberangkatkan 16 dokter ke Tiongkok. Program ini juga didukung oleh kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk lembaga pendidikan tinggi dan rumah sakit pengampu.</p>
<p>Ke depan, pemerintah akan terus memantau efektivitas program ini. Dengan total kuota 47 fellowship kardiologi intervensi dan 5 fellowship neurologi intervensi di luar negeri setiap tahunnya, diharapkan kesenjangan layanan kesehatan dapat semakin teratasi.</p>
<p>Bagi para peserta, program ini merupakan peluang sekaligus tanggung jawab besar. Dr. Bayushi Eka Putra, salah satu peserta dari RSUD Berkah Pandeglang yang akan menjalani fellowship di Sapporo Cardiovascular Center, menyatakan, “Ini adalah kesempatan untuk memperdalam keahlian sekaligus berkontribusi lebih besar kepada masyarakat.”</p>
<p>Dengan upaya ini, pemerintah optimistis dapat mempercepat transformasi sistem kesehatan di Indonesia, memastikan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tidak lagi menjadi hak istimewa bagi sebagian kecil wilayah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2025-01-06-at-6.11.42-PM.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wabah Virus HMPV Merebak di China, Kemenkes Imbau Publik untuk Waspada</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/Wabah-Virus-HMPV-Merebak-di-China, Kemenkes-Imbau-Publik-untuk-Waspada</link>				
         <pubDate>Fri, 03 Jan 2025 15:20:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/Wabah-Virus-HMPV-Merebak-di-China, Kemenkes-Imbau-Publik-untuk-Waspada</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p2">Jakarta, 3 Januari 2025</p>
<p class="p3"><span class="s2">Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang sedang merebak di China telah menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir. Virus ini menyebar dengan sangat luas dan cepat, menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Juru Bicara Kemenkes RI, drg. Widyawati, MKM, menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">&ldquo;Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,&rdquo; jelas Widyawati.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">&ldquo;Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,&rdquo; tambah Widyawati.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.</span></p>
<p class="p2">Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.</p>
<p class="p3"><span class="s2">Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.</span></p>
<p class="p2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS&nbsp;<a href="tel:081281562620">081281562620</a>, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p class="p2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p class="p3"><span class="s2">Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/173592132367780eab630cb3.59588182.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wabah Virus HMPV Merebak di China, Kemenkes Imbau Publik untuk Waspada</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wabah-virus-hmpv-merebak-di-china-kemenkes-imbau-publik-untuk-waspada</link>				
         <pubDate>Fri, 03 Jan 2025 09:47:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wabah-virus-hmpv-merebak-di-china-kemenkes-imbau-publik-untuk-waspada</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Januari 2025</p>
<p>Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang sedang merebak di China telah menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir. Virus ini menyebar dengan sangat luas dan cepat, menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah risiko penularan virus ini. Juru Bicara Kemenkes RI, drg. Widyawati, MKM, menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.</p>
<p>“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus yang berpotensi mengancam kesehatan,” jelas Widyawati.</p>
<p>Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain. Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).</p>
<p>“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” tambah Widyawati.</p>
<p>HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.</p>
<p>Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.</p>
<p>Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>https://kemkes.go.id/id/Wabah-Virus-HMPV-Merebak-di-China,%20Kemenkes-Imbau-Publik-untuk-Waspada</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mandalawangi Peduli Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Baduy</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mandalawangi-peduli-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis-bagi-warga-baduy</link>				
         <pubDate>Tue, 31 Dec 2024 21:22:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mandalawangi-peduli-gelar-pemeriksaan-kesehatan-gratis-bagi-warga-baduy</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lebak, 31 Desember 2024.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelang pergantian tahun, Gerakan Mandalawangi Peduli mengadakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di Binong Raya, Kecamatan Bojong Manik, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (31/12). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat adat, khususnya warga Baduy Dalam dan Baduy Luar, yang memiliki keterbatasan dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri ratusan masyarakat yang berasal dari Baduy Dalam, Baduy Luar, dan sekitarnya. Mayoritas pasien yang hadir terdeteksi menderita gatal kulit, cacingan, bronkitis nonspesifik dan spesifik, mual, sakit kepala, serta demam.</p>
<p>“Kondisi lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja menjadi penyebab utama terpaparnya berbagai penyakit tersebut ke masyarakat Baduy. Selain itu, aturan bahwa mandi tidak diperbolehkan memakai sabun membuat masyarakat rentan terhadap penyakit kulit,” kata dr. Munang Tampubolon, dokter yang aktif dalam kegiatan bakti sosial di berbagai tempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, perlu diadakan kegiatan edukasi mengenai kebersihan dan perawatan tubuh agar penyakit kulit dan lainnya dapat diminimalisasi di masa mendatang. Selanjutnya, gerakan Mandalawangi Peduli yang memotori bakti sosial kesehatan masyarakat adat ini perlu menurunkan tim untuk studi lapangan agar program kesehatan masyarakat dapat lebih tepat guna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, secara terpisah menyampaikan apresiasi kepada Mandalawangi Peduli atas dedikasinya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan masyarakat di Baduy Dalam dan Baduy Luar.</p>
<p>“Kemenkes sangat mengapresiasi upaya Mandalawangi Peduli yang terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di lapangan. Kami mendukung kegiatan seperti ini karena sejalan dengan tujuan bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Ketua Mandalawangi Peduli, Rahmi Hidayati, menyampaikan bahwa gerakan kesehatan masyarakat menjadi salah satu aktivitas utama organisasi tersebut. Ketika terjadi bencana alam di berbagai lokasi, para aktivis turun ke lapangan untuk membantu masyarakat korban sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan di lapangan. Masyarakat adat menjadi salah satu perhatian karena kondisi kesehatan mereka yang masih tergolong rendah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap pemerintah turut membantu soal kesehatan ini karena memang kami sulit mengakses fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Pembantu, Puskesmas, apalagi Rumah Sakit,” kata Ayah Mursid, tokoh Baduy Dalam yang selalu aktif bergerak untuk perbaikan kondisi kesehatan di desa adat tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Budhi Mulyanto, membenarkan penjelasan Ayah Mursid. Menurutnya, masyarakat Baduy memang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena akses ke lokasi Puskesmas dan Pustu yang sulit dijangkau. Secara jarak mungkin tidak jauh, tetapi fasilitas transportasi tidak tersedia atau tidak dapat mereka gunakan karena aturan adat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang perlu diperhatikan ke depan, lanjutnya, adalah penyediaan fasilitas bagi petugas kesehatan yang turun ke lapangan, mengingat mereka harus berusaha keras agar dapat sampai ke Baduy Dalam. Selain harus berjalan kaki naik-turun perbukitan dan menyeberangi sungai, mereka juga memerlukan dukungan agar kunjungan ke masyarakat Baduy Dalam menjadi lebih maksimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal lain yang membatasi layanan kesehatan masyarakat adat Baduy adalah rendahnya jumlah penerima jaminan kesehatan, yakni hanya 30%. Hal ini dapat dimaklumi karena sampai saat ini dari 13 ribu penduduk, baru 9 ribu orang yang memiliki KTP sehingga Dinkes setempat kesulitan untuk mengusulkan kepemilikan jaminan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Padahal Kemenkes sudah welcome dan siap menjamin warga Baduy, tapi masalahnya adalah data kependudukan,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, jika membangun sarana kesehatan di Baduy, misalnya di Binong Raya, fasilitas tersebut hanya akan mencakup satu kampung. Secara kemanfaatan, membangun fasilitas baru untuk cakupan kependudukan yang kurang dari 20 ribu dinilai kurang efisien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Maka memang perlu program khusus dan fasilitas khusus untuk masyarakat adat seperti di Baduy ini,” ujar Budhi seraya menambahkan bahwa secara umum penyakit yang diderita adalah frambusia atau gatal kulit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Stunting pun dinilai tinggi di Baduy bila mengacu pada kriteria tinggi badan yang dianggap tidak normal. Namun, secara kecerdasan, penyandang stunting tersebut tergolong normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241231-WA0100.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penggunaan AI Harus Prioritaskan Keselamatan Pasien</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penggunaan-ai-harus-prioritaskan-keselamatan-pasien</link>				
         <pubDate>Tue, 31 Dec 2024 10:08:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penggunaan-ai-harus-prioritaskan-keselamatan-pasien</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Desember 2024</p>
<p>Teknologi Artificial Intelligence (AI) menawarkan tingkat akurasi yang tinggi dalam melakukan diagnostik medis dan memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam praktik kesehatan di masa depan. Hal ini didukung oleh berbagai temuan penelitian yang sudah dipublikasikan.</p>
<p>Pemanfaatan teknologi AI diketahui mampu mengidentifikasi penyakit secara cepat berdasarkan gejala yang ada. Hal ini menjadi potensi besar, khususnya dalam situasi di mana efisiensi dan perluasan layanan kesehatan sangat diperlukan.</p>
<p>Meskipun teknologi AI meningkatkan efisiensi diagnostik, Chief of Technology Transformation Office (TTO) Kementerian Kesehatan RI, Setiaji, S.T, M.Si, menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan ini harus mengutamakan keselamatan pasien.</p>
<p>“Dokter tetap memposisikan diri menjadi penentu keputusan, terutama dalam hal pertimbangan kemanusiaan serta etika medis, dan memposisikan AI sebagai pemberi rekomendasi diagnosis,” terang Setiaji</p>
<p>“AI selayaknya dijadikan sebagai alat bantu yang mendukung dokter dalam membuat keputusan medis yang lebih cepat dan berdasarkan informasi yang ada. Integrasi AI ke dalam praktik klinis harus dilakukan dengan memprioritaskan etika dan keselamatan pasien.”</p>
<p>Dalam praktik medis, integrasi AI juga harus memastikan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tanpa mengabaikan pentingnya keahlian medis manusia.</p>
<p>Menurut Setiaji, penting untuk melakukan penilaian kritis dalam memahami dan mengimplementasikan hasil penelitian terkait keakuratan AI untuk praktik medis sehari-hari di Indonesia.</p>
<p>“Penting untuk mempertimbangkan metodologi penelitian yang dipakai oleh AI, termasuk jenis data yang diolah, program yang dijalankan, dan apakah sampel penelitian tersebut telah merepresentasikan populasi secara umum,” imbuhnya.</p>
<p>“Penelitian yang dilakukan di lingkungan yang terkontrol mungkin tidak dapat menggambarkan kompleksitas kasus yang dihadapi dalam praktik klinis, khususnya di Indonesia.”</p>
<p>Selain itu, interpretasi hasil penelitian AI harus memperhitungkan keragaman gejala yang dapat dimiliki oleh penyakit yang berbeda. AI mungkin tidak dapat menggantikan evaluasi medis individual yang komprehensif karena memerlukan interaksi langsung antara dokter dan pasien.</p>
<p>“Dokter memiliki kemampuan unik untuk menilai berbagai faktor yang mungkin memengaruhi kesehatan seseorang, seperti riwayat kesehatan, kondisi lingkungan, dan gaya hidup yang dijalani,” sambung Setiaji.</p>
<p>Tidak Dapat Menggantikan Peran Dokter</p>
<p>Chief of TTO, Setiaji, menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam menyajikan informasi kesehatan bagi masyarakat juga perlu dipahami secara bijak. Sebab, kecerdasan buatan seperti AI pada dasarnya bekerja dengan mengolah informasi yang telah diprogram dan mempelajari data yang tersedia dari berbagai sumber.</p>
<p>Hal tersebut mungkin tidak selalu mencakup analisis spesifik terhadap kondisi medis setiap individu.</p>
<p>“Walaupun teknologi AI seperti Chat GPT dapat memberikan panduan atau informasi awal terkait kesehatan, teknologi ini tidak dapat menggantikan peran dan keahlian dokter sebagai tenaga medis yang tidak hanya memeriksa gejala yang dialami individu sebagai pasien, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain,” kata Setiaji.</p>
<p>“Misalnya, riwayat kesehatan, alergi, gaya hidup, lingkungan, hingga hal-hal krusial lainnya yang dianggap penting untuk diketahui dan dianalisis.”</p>
<p>Diagnosis dan pengobatan yang akurat terkadang membutuhkan pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga prosedur diagnostik lanjutan yang hanya dapat dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan.</p>
<p>“Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk hanya menggunakan AI sebagai sumber informasi awal saja dan melanjutkannya dengan konsultasi medis dari dokter atau tenaga kesehatan untuk memperoleh penilaian kesehatan yang lebih komprehensif, serta perawatan dan pengobatan yang sesuai,” pesan Setiaji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/1111.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bijak Gunakan AI untuk Akses Informasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bijak-gunakan-ai-untuk-akses-informasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 31 Dec 2024 09:52:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bijak-gunakan-ai-untuk-akses-informasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Desember 2024</p>
<p>Tren penggunaan Artificial Intelligence (AI) seperti Chat GPT dan chatbot AI semakin meningkat, salah satunya untuk mencari informasi kesehatan. Fenomena ini menunjukkan kemudahan masyarakat dalam mengakses segala informasi karena AI memberikan jawaban cepat terhadap berbagai pertanyaan umum terkait kesehatan.</p>
<p>Teknologi AI memungkinkan masyarakat memperoleh wawasan awal mengenai gejala atau kondisi yang mungkin sedang mereka alami. Hal ini menjadi nilai positif karena dapat meningkatkan kesadaran dan memotivasi masyarakat untuk lebih proaktif menjaga kesehatan mereka.</p>
<p>Chief of Technology Transformation Office (TTO) Kementerian Kesehatan RI, Setiaji, S.T, M.Si, berpesan agar masyarakat tetap bijak menyerap informasi kesehatan yang disajikan oleh AI.</p>
<p>“Saat menggunakan Chat GPT atau chatbot berbasis AI serupa lainnya untuk kesehatan, penting bagi masyarakat untuk memperlakukan informasi yang dihasilkan sebagai titik awal pencarian dan tidak sebagai dasar untuk tindakan pengobatan atau menganggapnya sebagai sebuah diagnosis medis,” pesan Setiaji.</p>
<p>“Teknologi AI memang menawarkan kemampuan untuk memberikan respons cepat dan wawasan yang bermanfaat berdasarkan data yang telah diprogram di dalamnya. Namun, setiap informasi yang diperoleh harus melalui proses validasi lebih lanjut oleh dokter atau tenaga kesehatan profesional.”</p>
<p>Menurut Setiaji, meskipun AI dapat memberikan jawaban yang terlihat meyakinkan, teknologi tersebut tidak mampu mempertimbangkan kompleksitas faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan individu.</p>
<p>“Masyarakat juga harus waspada dan kritis terhadap kesalahan atau ketidakcocokan informasi yang disajikan oleh AI. Tidak semua jawaban yang dihasilkan oleh chatbot berbasis AI akurat atau relevan untuk setiap situasi klinis,” katanya.</p>
<p>“Ini menekankan pentingnya untuk tidak terlalu bergantung pada jawaban yang diberikan oleh AI tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.”</p>
<p>Hati-hati Ikuti Saran Pengobatan dari AI</p>
<p>Lebih lanjut, Setiaji mengatakan, teknologi AI beroperasi berdasarkan algoritma yang menggeneralisasi data untuk menghasilkan jawaban yang paling mungkin terjadi. Dalam konteks klinis, gejala serupa dapat berasal dari berbagai penyakit.</p>
<p>“Teknologi AI mungkin menunjukkan beberapa kemungkinan tanpa dapat menentukan mana yang paling relevan untuk pasien, karena tidak dilakukan analisis klinis yang lebih mendalam. Misalnya, batuk dan demam bisa merupakan indikasi flu biasa, COVID-19, atau kondisi serius lainnya seperti pneumonia,” lanjutnya.</p>
<p>“Tanpa pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan analisis kontekstual lebih lanjut oleh dokter, diagnosis yang dihasilkan AI tersebut bisa saja menyesatkan.”</p>
<p>Setiaji mengingatkan masyarakat agar berhati-hati mengikuti saran pengobatan dari AI. Tanpa penilaian klinis yang tepat, saran tersebut dapat berisiko dan membahayakan kesehatan.</p>
<p>“Saran pengobatan hanya dapat diberikan oleh tenaga medis profesional yang dapat menilai risiko dan manfaat dengan tepat berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh. Terlebih, AI tidak dapat memberikan jaminan dan tanggung jawab terhadap informasi dan saran yang telah diberikan,” ucapnya.</p>
<p>Juru Bicara Kemenkes, drg. Widyawati, MKM, menambahkan bahwa penggunaan teknologi AI untuk akses informasi kesehatan hanya sebagai pelengkap. Masyarakat tetap harus berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami gejala sakit.</p>
<p>“Chat GPT dan chatbot AI sejauh ini bisa dianggap sebagai pelengkap, tetapi belum dapat menggantikan peran tenaga kesehatan secara mutlak. AI hanya melihat apa yang kita inginkan saat itu, sesuai dengan pertanyaan yang diajukan,” tambahnya.</p>
<p>“Teknologi tersebut tidak mengetahui secara langsung situasi yang dialami penanya. Jadi, hanya memberikan jawaban secara umum. Sebaiknya, tetap berkonsultasi dengan dokter atau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/ai-chip-artificial-intelligence-future-technology-innovation.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Vanuatu untuk Korban Gempa Bumi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-kirim-bantuan-kemanusiaan-ke-vanuatu-untuk-korban-gempa-bumi</link>				
         <pubDate>Fri, 27 Dec 2024 19:14:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-kirim-bantuan-kemanusiaan-ke-vanuatu-untuk-korban-gempa-bumi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Desember 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia hari ini melepas bantuan kemanusiaan ke Vanuatu yang baru saja mengalami gempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo pada 17 Desember 2024. Bencana ini telah menyebabkan 12 korban jiwa, ratusan luka-luka, dan kerusakan infrastruktur signifikan di ibu kota Port Vila.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya kehadiran Indonesia dalam mendukung sahabat yang terdampak bencana.</p>
<p>“Bapak Presiden telah menginstruksikan agar perhatian penuh diberikan terhadap berbagai potensi bencana yang terjadi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pada 17 Desember lalu, negara sahabat kita, Vanuatu, mengalami gempa bumi yang berdampak pada 80 ribu jiwa, dengan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa yang cukup signifikan. Hari ini, pemerintah telah menyiapkan bantuan yang mencerminkan solidaritas global Indonesia untuk segera diberangkatkan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam pelepasan tim di Bandara Halim Perdanakusuma, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin turut menambahkan, “Kami melepas tim cadangan kesehatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan Indonesia ke Vanuatu. Mudah-mudahan mereka dapat membantu teman-teman di sana dengan sebaik-baiknya dan kembali ke tanah air dengan selamat.”</p>
<p>Bantuan dari Pemerintah Indonesia memiliki total berat 50,5 ton, termasuk kontribusi Kementerian Kesehatan yang mencapai 6,9 ton. Bantuan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Vanuatu dan terdiri dari:</p>
<p>Tim Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Mobile Plus, yang melibatkan dokter spesialis bedah, ortopedi, penyakit dalam, anestesi, dan emergensi medis. Tim ini akan bekerja langsung di lokasi selama 14 hari.</p>
<p>Logistik kesehatan, meliputi:</p>
<p>1. 75 jenis obat-obatan dan bahan medis habis pakai.</p>
<p>2. Emergency kit sebanyak 15 set untuk pelayanan darurat.</p>
<p>3. Hygiene kit sebanyak 55 paket untuk memenuhi kebutuhan kebersihan pengungsi.</p>
<p>4. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 1.191 koli untuk ibu hamil dan 595 koli untuk balita.</p>
<p>5. Water purifier sebanyak 10 set untuk penyediaan air bersih.</p>
<p>6. Tenda pelayanan medis ukuran 6&#215;12 meter, yang nantinya akan dihibahkan setelah misi selesai.</p>
<p>7. OrthopediSet Small dan BOX EMT Type 1 Mobile untuk mendukung kebutuhan operasional medis.</p>
<p>8. Barang pendukung lain seperti abathe seberat 50 kg.</p>
<p>Bantuan ini mencakup juga dukungan logistik lain yang dikirimkan yang semuanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi dan korban bencana.</p>
<p>Bantuan diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan diperkirakan tiba di Port Vila pukul 13.00 waktu setempat. Pengiriman ini menjadi simbol solidaritas dan semangat gotong royong Indonesia dalam membantu sesama.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0072.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Pastikan Kesiapan Fasilitas Kesehatan di Jalur Tol Jakarta-Cikampek</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-pastikan-kesiapan-fasilitas-kesehatan-di-jalur-tol-jakarta-cikampek</link>				
         <pubDate>Fri, 27 Dec 2024 15:11:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-pastikan-kesiapan-fasilitas-kesehatan-di-jalur-tol-jakarta-cikampek</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Karawang, 27 Desember 2024</p>
<p>Pemerintah terus memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama perjalanan arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau langsung fasilitas di rest area KM 57, jalur tol Jakarta-Cikampek, yang mencakup posko pelayanan kesehatan, ruang istirahat, serta area rekreasi untuk anak-anak.</p>
<p>“Kami melihat langsung bahwa lalu lintas berjalan lancar. Rest area yang kami tinjau juga memberikan layanan yang baik, mulai dari fasilitas istirahat, layanan kesehatan, hingga ruang bermain anak,” ujar Menko PMK.</p>
<p>Rapat koordinasi juga dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan pelayanan serta mempersiapkan antisipasi kenaikan volume kendaraan pada puncak arus balik, yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 29 Desember 2024, dan Rabu, 1 Januari 2025. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru dengan tertib. &#8220;Kami mendorong masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan bersama agar perayaan Tahun Baru berlangsung kondusif,&#8221; tambah Menko PMK.</p>
<p>Menteri Kesehatan menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan, khususnya bagi para pengemudi. “Jangan sampai pengemudi terlalu lelah. Jika sudah mengemudi selama tiga sampai empat jam, manfaatkan rest area untuk beristirahat 30–45 menit, atau lebih lama jika diperlukan. Bisa juga gunakan waktu untuk break salat agar tubuh kembali bugar,” pesan Menkes.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pengemudi tidak hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada penumpang dan pengguna jalan lainnya. &#8220;Jangan sampai keletihan menyebabkan kecelakaan yang merugikan banyak pihak. Perjalanan liburan kita harus lancar, aman, dan sehat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan posko pelayanan kesehatan yang tersedia di 1.574 titik di seluruh Indonesia. Menkes memastikan fasilitas kesehatan di rest area KM 57 sangat memadai, bersih, dan rapi.</p>
<p>Pengalaman dari persiapan Nataru ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi mudik Idul Fitri 2025. Pemerintah meminta seluruh petugas lapangan untuk mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan agar perjalanan mudik mendatang berjalan lebih lancar.</p>
<p>Peninjauan ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudhy Purwagandhi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241227-WA0049.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Siapkan 1.574 Posko Kesehatan untuk Libur Nataru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-1-574-posko-kesehatan-untuk-libur-nataru</link>				
         <pubDate>Tue, 24 Dec 2024 17:56:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-siapkan-1-574-posko-kesehatan-untuk-libur-nataru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Karawang, 24 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan 1.574 posko kesehatan di seluruh Indonesia untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman dan sehat selama liburan ini. Posko kesehatan yang tersebar di berbagai lokasi strategis akan memberikan layanan kesehatan dasar, penanganan darurat, dan fasilitas rujukan yang cepat jika diperlukan,&#8221; ujar Menkes Budi G. Sadikin.</p>
<p>Jajaran Kemenkes melakukan pemantauan secara langsung ke salah satu posko kesehatan di KM 57 Karawang, Jawa Barat, Selasa (24/12/2024), untuk mengecek persiapan dan penyediaan fasilitas kesehatan, serta sumber daya manusia yang bertugas di posko tersebut.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, akan berjaga dalam tiga shift sehingga pelayanan tetap berjalan selama 24 jam. Untuk wilayah Jawa Barat, sebanyak 97 rumah sakit telah disiapkan sebagai rujukan, termasuk 9 rumah sakit di daerah Karawang yang lokasinya dekat dengan Posko Kesehatan KM 57.</p>
<p>&#8220;Selama liburan Nataru, kami juga memastikan puskesmas di jalur Pantura dan jalur arteri tetap buka 24 jam. Tidak ada cuti bagi tenaga kesehatan di fasilitas tersebut,&#8221; ujar Dirjen Azhar.</p>
<p>Menurut dr. Azhar Jaya, posko kesehatan telah didirikan di berbagai lokasi strategis seperti jalan tol, tempat istirahat (rest area), persimpangan jalan arteri, tempat wisata, bandara, terminal, dan pelabuhan.</p>
<p>&#8220;Khusus untuk Jawa Barat, tersedia 266 posko yang akan memberikan pelayanan kesehatan terpadu untuk masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru,&#8221; ungkapnya saat berada di Posko Kesehatan KM 57 Karawang.</p>
<p>Layanan posko kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tensi dan gula darah, serta penanganan gawat darurat. Posko-posko ini juga dilengkapi ambulans roda empat dan roda dua untuk menjangkau lokasi-lokasi sulit, terutama jika terjadi kemacetan panjang.</p>
<p>Fasilitas yang tersedia di setiap posko kesehatan meliputi tempat tidur pasien, alat pemeriksaan seperti tensimeter, stetoskop, infus set, cairan infus, obat-obatan, tabung oksigen, perlengkapan gawat darurat (emergency set), meja konsultasi, kursi, tempat penyimpanan obat, form pencatatan pasien, serta mobil ambulans.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri sebelum bepergian, termasuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan baik.</p>
<p>&#8220;Istirahat yang cukup, patuhi rambu lalu lintas, dan manfaatkan posko kesehatan jika merasa lelah atau membutuhkan bantuan,&#8221; pesan Dirjen Azhar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54224204624_8bb540f7fa_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>100 Personel Posko Kesehatan Pelabuhan Wilayah Banten Siaga Antisipasi Libur Nataru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/100-personel-posko-kesehatan-pelabuhan-wilayah-banten-siaga-antisipasi-libur-nataru</link>				
         <pubDate>Tue, 24 Dec 2024 16:01:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/100-personel-posko-kesehatan-pelabuhan-wilayah-banten-siaga-antisipasi-libur-nataru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 24 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan layanan Posko Kesehatan di sejumlah titik strategis, seperti Pelabuhan Merak, untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Posko ini beroperasi mulai 15 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.</p>
<p>&#8220;Kita sudah menugaskan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten untuk mendirikan pos kesehatan di sini. Ini didirikan tanggal 15 Desember dan akan beroperasi sampai 5 Januari. Ada 2 shift, jadi 2 kali 12 jam,&#8221; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12).</p>
<p>Sebagai jalur utama penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra, Provinsi Banten memiliki lima posko kesehatan yang tersebar di tiga pelabuhan utama. Di Pelabuhan Feri Merak, terdapat tiga, posko BKK Kelas I Banten di Dermaga 5, Poskes Terminal Terpadu Merak, dan Poskes ASDP di Dermaga Eksekutif. Sementara itu, satu posko berada di Pelabuhan Pelindo Ciwandan, dan satu lagi di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.</p>
<p>&#8220;Posko hanya memberikan layanan dasar dan emergensi saja karena kita sudah berkoordinasi dengan puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Pulomerak yang berjarak sekitar lima menit dan RS Krakatau Medika yang berjarak 25 menit dari sini,&#8221; jelas Menkes Budi.</p>
<p>Layanan kesehatan di Posko Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan Bojonegara mendapat dukungan dari tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Pulomerak, Puskesmas Ciwandan, dan Puskesmas Bojonegara. Selain itu, fasilitas rujukan juga tersedia di RS Krakatau Medika Cilegon, RS Hermina Cilegon, dan RS Bethsaida.</p>
<p>Selama libur Nataru, Posko Kesehatan Pelabuhan Banten diperkuat oleh 100 personel, yang terdiri dari 10 dokter, 13 perawat, 67 sanitarian &#038; surveilans, serta 10 pengemudi.</p>
<p>Hingga 23 Desember 2024, Posko di Pelabuhan Merak, Bojonegara, dan Ciwandan telah melayani 53 pasien. Kasus terbanyak adalah hipertensi (11 orang), ISPA (5 orang), dan gastritis (3 orang). Dari jumlah tersebut, 52 pasien ditangani melalui rawat jalan, sementara satu pasien dirujuk ke RS Krakatau Medika.</p>
<p>&#8220;Sampai dengan hari ini, kita hanya ada 53 pasien. Sebagian besar adalah pasien-pasien dengan kasus hipertensi dan ISPA,&#8221; kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya, yang turut memantau posko kesehatan secara langsung.</p>
<p>Sebelum posko didirikan, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Banten telah melaksanakan sejumlah kegiatan pra-pos, termasuk pengawasan sanitasi lingkungan pelabuhan, sanitasi kapal, rumah makan, serta pengendalian vektor dan binatang pengganggu. Selain itu, BKK juga memeriksa obat-obatan dan P3K di kapal serta memberikan pelatihan kedaruratan kepada ABK Kapal.</p>
<p>Layanan kesehatan di posko meliputi pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, pemantauan faktor risiko lingkungan, penanganan darurat ringan, dan edukasi kesehatan. BKK Banten juga menyediakan vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat.</p>
<p>Untuk mendukung operasionalnya, BKK Kelas I Banten dilengkapi dengan tiga unit tenda pelayanan, empat unit mobil ambulans, dan empat unit motor ambulans. Petugas kesehatan juga dibekali dengan emergency kit, Automated External Defibrillator (AED), oksigen konsentrat, tensimeter digital, serta alat kesehatan (alkes) lainnya.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, didampingi Menkes Budi Menhub, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Kepala BNPB, Kapolri, dan Panglima TNI dalam konferensi pers. Menkes mengimbau pemudik untuk menjaga kesehatan selama perjalanan dan segera mengunjungi pos kesehatan jika mengalami keluhan.</p>
<p>&#8220;Pesan saya, Bapak, Ibu tidur yang cukup. Makannya cukup, jangan berlebihan, jangan kekurangan. Kalau merasa sesak dan pusing buru-buru datang ke pos kesehatan untuk diperiksa tekanan darahnya dan supaya bisa ditangani dengan lebih dini. Semoga Bapak Ibu nanti liburannya aman, lancar, dan sehat,&#8221; tutup Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241224-WA0072.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemenuhan Tenaga Kesehatan Indonesia untuk Pasar Global</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemenuhan-tenaga-kesehatan-indonesia-untuk-pasar-global</link>				
         <pubDate>Mon, 23 Dec 2024 20:35:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemenuhan-tenaga-kesehatan-indonesia-untuk-pasar-global</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Desember 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berkomitmen memperluas peluang tenaga kesehatan Indonesia di pasar internasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, menggelar pertemuan strategis untuk mempermudah pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri, termasuk melalui penyelarasan regulasi dan penguatan pendidikan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di dunia, khususnya perawat. Saat ini terdapat kebutuhan global sebanyak 6,4 juta perawat. Namun, Indonesia baru mampu mengirimkan sekitar 10.000 tenaga kesehatan hingga saat ini. Menteri Budi mendorong peningkatan signifikan jumlah tenaga kesehatan yang dapat dikirim ke luar negeri.</p>
<p>“Saya minta tahun depan kita bisa kirim 2.000 tenaga kerja, lalu naik menjadi 5.000, dan seterusnya hingga 10.000 per tahun,” ungkapnya.</p>
<p>Gaji tenaga kesehatan di luar negeri menjadi salah satu daya tarik utama. Perawat di Jepang dapat memperoleh gaji sekitar Rp30 juta per bulan, sementara di Jerman mencapai Rp50 juta. “Ini peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan kita,” tambahnya.</p>
<p>Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menambahkan bahwa berbagai kemudahan telah disepakati untuk calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor kesehatan. Pemeriksaan kesehatan akan disederhanakan dan disesuaikan dengan persyaratan negara tujuan, tanpa menambahkan syarat yang tidak relevan. BP2MI juga mendorong standarisasi biaya pemeriksaan kesehatan agar lebih terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Kami ingin memastikan adanya standarisasi biaya pemeriksaan kesehatan. Jangan sampai biaya di Jakarta hanya Rp600 ribu, tetapi di daerah bisa mencapai Rp1,6 juta. Ini harus lebih seragam, tentunya dengan memperhatikan kondisi masing-masing wilayah,” ujar Karding.</p>
<p>Kementerian Kesehatan juga diharapkan memperkuat peran Politeknik Kesehatan (Poltekkes) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Poltekkes akan diarahkan untuk fokus pada kebutuhan tenaga kesehatan negara tujuan, termasuk penguatan kemampuan bahasa sejak awal. Langkah ini diharapkan mempercepat proses pengiriman tenaga kesehatan yang kompeten dan sesuai dengan standar internasional.</p>
<p>Kolaborasi antara Kemenkes dan Kementerian P2MI diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri, tetapi juga memperkuat daya saing global Indonesia di sektor kesehatan. Dengan peluang pendapatan yang besar dan peningkatan kesejahteraan, langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54222194191_d5c8fd6895_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSCM Luncurkan Tes Genomik Pengobatan Presisi Untuk Diabetes, Kolesterol Tinggi, Nutrisi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rscm-luncurkan-tes-genomik-pengobatan-presisi-untuk-diabetes-kolesterol-tinggi-nutrisi</link>				
         <pubDate>Mon, 23 Dec 2024 20:30:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rscm-luncurkan-tes-genomik-pengobatan-presisi-untuk-diabetes-kolesterol-tinggi-nutrisi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Desember 2024</p>
<p>Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali menjadi pelopor dalam layanan kesehatan berbasis inovasi.</p>
<p>Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan secara resmi meluncurkan layanan unggulan terbaru melalui Clinical Research Unit (CRU) yang mengintegrasikan teknologi genomik untuk menangani penyakit metabolik.</p>
<p>Acara ini berlangsung di Gedung RSCM Kencana, Jakarta, Senin (23/12/2024).</p>
<p>Kesehatan metabolik sangat penting, karena penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, dan kematian. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa 1 dari 3 penduduk dewasa mengalami obesitas, 2 dari 5 kolesterol tinggi, dan 1 dari 9 mengalami diabetes melitus.</p>
<p>Hal ini menjelaskan mengapa penyakit tersebut meningkat di Indonesia. Dunia kedokteran terus melakukan penelitian dan melahirkan inovasi untuk mendukung pengelolaan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa inovasi ini menjadi langkah strategis untuk membawa Indonesia menuju era kedokteran presisi, mendukung deteksi dini dan manajemen penyakit melalui pendekatan berbasis data genomik.</p>
<p>&#8220;Teknologi genomik telah mengubah cara kita memahami kesehatan dan penyakit. Sama seperti penemuan rontgen dan radiasi di awal abad ke-20 yang merevolusi ilmu medis, genomik adalah kunci masa depan kesehatan,&#8221; ujar Menkes dalam sambutannya.</p>
<p>&#8220;Saya minta teman-teman di RSCM memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi juga dikembangkan menjadi layanan konkret bagi masyarakat,&#8221; kata Menkes.</p>
<p>Direktur Utama RSCM, dr. Supriyanto, menyampaikan bahwa layanan genomik ini merupakan realisasi dari komitmen RSCM dalam menjalankan arahan Kementerian Kesehatan, yaitu transformasi kesehatan.</p>
<p>“Inovasi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui penelitian dan inovasi kesehatan,” ujar dr. Supriyanto.</p>
<p>Adapun layanan unggulan yang diluncurkan meliputi:</p>
<p>Tes Familial Hiperkolesterolemia: Membantu mendeteksi jenis hiperkolesterol yang diturunkan secara genetik akibat mutasi gen yang mengontrol kadar kolesterol dalam darah.</p>
<p>Tes Farmakogenetik: Membantu dokter menentukan pengobatan yang lebih tepat untuk kebutuhan pasien dari sisi efektivitas pengobatan, dosis obat, hingga risiko efek samping.</p>
<p>Tes Nutrigenomik: Membantu dokter merancang diet personal untuk mencegah dan mengelola kondisi seperti obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi berdasarkan profil genetik pasien.</p>
<p>RSCM berharap dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan kesehatan berbasis teknologi terkini yang lebih efektif dan personal. Dengan peluncuran Precision Medicine Clinic ini, RSCM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat kedokteran presisi di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54222288546_e7fe17d99e_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hari Ibu ke-96: Menkes Budi Ajak Ibu dan Guru Jadi Teladan Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hari-ibu-ke-96-menkes-budi-ajak-ibu-dan-guru-jadi-teladan-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Mon, 23 Dec 2024 12:52:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hari-ibu-ke-96-menkes-budi-ajak-ibu-dan-guru-jadi-teladan-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menekankan pentingnya peran ibu dan guru dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat. Dalam peringatan Hari Ibu ke-96, Menkes menggarisbawahi bahwa menjaga kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dimulai dari dua sosok teladan yang berpengaruh besar terhadap gaya hidup keluarga dan lingkungan.</p>
<p>“Menjaga agar masyarakat tetap sehat harus menjadi budaya dan gaya hidup dari seluruh masyarakat kita. Itulah sebabnya Hari Ibu menjadi sangat penting,” ujar Menkes.</p>
<p>Menkes menyoroti bagaimana ibu dan guru berperan sebagai contoh utama dalam keluarga dan masyarakat. “Jika para ibu dan guru tidak sehat atau tidak menjalani budaya hidup sehat, besar kemungkinan lingkungan sekitarnya juga tidak sehat. Karena itu, mereka perlu mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan,” lanjutnya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Menkes menginstruksikan pelaksanaan screening kesehatan yang dimulai dari internal Kementerian Kesehatan. Program ini dirancang untuk memotivasi seluruh pegawai, terutama ibu-ibu, agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.</p>
<p>“Screening ini akan dilombakan dan hasilnya akan dipasang di website untuk membandingkan tingkat kesehatan setiap unit. Program ini akan menjadi role model yang kami sebarkan ke kementerian, lembaga, BUMN, hingga perusahaan swasta. Gaya hidup sehat ini penting untuk menekan biaya kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup kita,” tambah Menkes.</p>
<p>Menkes juga memberikan apresiasi khusus kepada para ibu dengan kebijakan penilaian yang memberikan bobot lebih tinggi kepada mereka dalam program kesehatan ini. “Dalam rangka Hari Ibu, jika ada seorang ibu yang sehat, skornya akan dikalikan dua. Dengan cara ini, posisi ibu menjadi lebih penting dalam menentukan apakah unit kerja sehat atau tidak,” kata Menkes, sembari menjanjikan hadiah menarik bagi unit yang sehat.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Menkes menyampaikan harapan agar seluruh ibu di Indonesia terus menjadi inspirasi bagi keluarga dan masyarakat dalam menjalani gaya hidup sehat. “Selamat Hari Ibu! Semoga para ibu selalu sehat dan terus menyehatkan bangsa kita,” tutupnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54221978415_bf0d8f0685_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kerja Sama Indonesia-Jerman untuk Memperkuat Penanggulangan TBC dan Malaria di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kerja-sama-indonesia-jerman-untuk-memperkuat-penanggulangan-tbc-dan-malaria-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sun, 22 Dec 2024 08:10:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kerja-sama-indonesia-jerman-untuk-memperkuat-penanggulangan-tbc-dan-malaria-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Desember 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kerja sama internasional di bidang kesehatan. Pada bulan Desember ini, Pemerintah Indonesia telah berhasil mendapatkan bantuan hibah (grant) dari Pemerintah Jerman sejumlah €73 juta (sekitar Rp1,26 triliun) melalui mekanisme Debt to Swap for Health (D2H).</p>
<p>Mekanisme D2H adalah mekanisme pemberian bantuan di mana pembayaran utang Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Jerman sebesar €73 juta dikembalikan untuk mendanai program kesehatan, khususnya TBC dan malaria, dengan fasilitasi oleh Global Fund. Hibah ini merupakan kerja sama dari Pemerintah Jerman, Pemerintah Indonesia (Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan), serta pihak Global Fund.</p>
<p>Kerja sama ini menjadikan dana yang digunakan untuk pembayaran utang dialokasikan kembali untuk program kesehatan, khususnya untuk pengendalian TBC dan malaria di Indonesia. Penggunaan dana untuk program tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Kementerian Kesehatan dan Global Fund, yang dikelola secara transparan dan akuntabel untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.</p>
<p>“Kesepakatan ini adalah bukti nyata dari sinergi internasional untuk kesehatan masyarakat. Dukungan dari Pemerintah Jerman dan Global Fund membawa kita lebih dekat dengan target eliminasi TBC pada tahun 2030 dan Indonesia bebas malaria,” ujar Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono.</p>
<p>Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam memanfaatkan kerja sama internasional untuk sektor kesehatan. Sebelumnya, Indonesia pernah mendapatkan bantuan serupa dengan mekanisme Debt to Health ini pada tahun 2021 sebesar USD 56 juta untuk pengendalian dan eliminasi TBC.</p>
<p>Dalam kesepakatan terbaru ini, dana yang diterima akan dimanfaatkan untuk pengendalian dan pemberantasan TBC serta malaria di Indonesia, dengan dukungan sistem kesehatan (laboratorium, sistem informasi, logistik farmasi) yang kuat dan terintegrasi. Diharapkan, capaian program TBC dan malaria menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Program ini akan dilaksanakan bersama antara Kementerian Kesehatan dan Global Fund secara transparan dan akuntabel mulai dari proses perencanaan hingga pelaporan hasilnya.</p>
<p>“Inisiatif ini bukan hanya soal pembiayaan program, tetapi juga tentang inovasi dan komitmen bersama untuk menciptakan masa depan kesehatan yang lebih baik,” tambah Prof. Dante.</p>
<p>Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia dalam mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan. Dengan dukungan penuh dari mitra internasional, Indonesia optimis dapat mencapai eliminasi TBC dan bebas malaria yang lebih inklusif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241217-WA0015.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perdana di Wilayah Timur! Operasi Bedah Jantung Terbuka Berhasil Dilakukan RSUP dr. Ben Mboi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perdana-di-wilayah-timur-operasi-bedah-jantung-terbuka-berhasil-dilakukan-rsup-dr-ben-mboi</link>				
         <pubDate>Sat, 21 Dec 2024 12:13:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perdana-di-wilayah-timur-operasi-bedah-jantung-terbuka-berhasil-dilakukan-rsup-dr-ben-mboi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kupang, 21 Desember 2024</p>
<p>RSUP Dr. Ben Mboi, Kupang, mencetak sejarah baru dengan sukses melaksanakan operasi bedah jantung terbuka pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (20/12).</p>
<p>Operasi ini dilakukan pada seorang pasien perempuan berusia 26 tahun yang didiagnosis dengan Severe Mitral Valve Stenosis, Moderate Tricuspid Valve Regurgitation, dan Pulmonary Hypertension.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada tim RSUP Dr. Ben Mboi, tim pendamping dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dan RSJPD Harapan Kita sebagai pengampu nasional, atas keberhasilan pelaksanaan operasi ini.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya, operasi seperti ini hanya bisa dilakukan di Surabaya atau Jakarta. Sekarang, layanan canggih seperti ini sudah ada di NTT,&#8221; ucap Menkes saat konferensi pers di RSUP Dr. Ben Mboi pada Sabtu (21/12).</p>
<p>Setiap tahun, sekitar 7.000 orang dari NTT dirujuk ke Bali, Makassar, atau Surabaya untuk mendapatkan layanan medis seperti perawatan jantung, stroke, dan kanker. Dengan hadirnya fasilitas layanan jantung di NTT, jumlah rujukan tersebut diproyeksikan berkurang hingga 3.000–4.000 orang per tahun.</p>
<p>Direktur RSUP Dr. Ben Mboi, dr. Annas Ahmad, menyatakan keberhasilan operasi ini merupakan langkah awal dalam memperluas layanan spesialistik di rumah sakit tersebut. Annas menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang setara bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.</p>
<p>&#8220;Sejak didirikannya rumah sakit ini, kami berkomitmen membangun kesetaraan dari wilayah timur Indonesia. Harapannya, masyarakat timur dapat merasakan diagnosis dan perawatan setara dengan fasilitas layanan kesehatan di Jakarta,&#8221; ungkap dr. Annas.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Annas menambahkan bahwa keberhasilan ini memperkuat komitmen RSUP Dr. Ben Mboi dalam meneguhkan perannya sebagai rumah sakit rujukan regional dan internasional. Dengan keberhasilan ini, NTT menjadi provinsi ke-25 di Indonesia yang mampu menyediakan layanan bedah jantung terbuka.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Menkes juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Selain layanan jantung, Menkes mengungkapkan rencana pemasangan mesin canggih untuk penanganan kanker di NTT pada tahun depan. Langkah ini untuk mengurangi angka rujukan pasien kanker, yang saat ini menjadi penyakit kedua terbanyak dirujuk ke luar daerah.</p>
<p>Tak hanya dari sisi fasilitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga terus mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan di daerah. &#8220;Catatan saya, yang paling dibutuhkan adalah dokter. Oleh karena itu, kami ingin memprioritaskan putra-putri daerah melalui pemberian beasiswa bagi yang mumpuni agar mereka dapat kembali melayani daerahnya,&#8221; tambah Menkes.</p>
<p>Dengan adanya program transformasi kesehatan yang digagas oleh Kemenkes, jejaring rumah sakit rujukan jantung di Indonesia terus diperluas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (QM)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Hasil Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2023</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-hasil-surveilans-kualitas-air-minum-rumah-tangga-di-indonesia-tahun-2023</link>				
         <pubDate>Fri, 20 Dec 2024 15:56:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-hasil-surveilans-kualitas-air-minum-rumah-tangga-di-indonesia-tahun-2023</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meluncurkan hasil Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKMRT) di Indonesia Tahun 2023 pada Jumat (20/12). Surveilans ini dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Pada peluncuran ini, Kemenkes juga menyosialisasikan temuan-temuan penting kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para ahli, agar dapat menjadi acuan dalam pembangunan sistem air minum dan sanitasi.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan bahwa surveilans yang dilakukan pada 2023 menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas air minum yang aman dikonsumsi.</p>
<p>Meski ada kemajuan, hasil surveilans juga memperlihatkan bahwa konsumsi air minum di masyarakat masih didominasi oleh air isi ulang. Namun, tidak semua masyarakat Indonesia terjangkau oleh jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).</p>
<p>“Di Jakarta misalnya, kebutuhan air itu 50 juta meter kubik, sedangkan suplainya hanya 30 juta meter kubik. Jadi, kekurangannya masih banyak dan ini disuplai oleh penggunaan air isi ulang yang ternyata tercemar bakteri E. coli,” ungkap Wamenkes.</p>
<p>Wamenkes mengingatkan bahwa air yang tercemar dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Ia mencontohkan wabah kolera yang terjadi di Distrik Soho, London, Inggris, pada 1854. Wabah tersebut diketahui menewaskan sekitar 500 orang hanya dalam waktu satu minggu.</p>
<p>“Seorang dokter bernama John Snow membuktikan sumber wabah berasal dari pompa air Broad Street. Dengan menutup pompa air tersebut, wabah berhasil dikendalikan. Peristiwa ini menjadi tonggak penting untuk memahami bahwa air minum yang aman adalah kunci melindungi masyarakat dari ancaman penyakit,” ucap Prof. Dante.</p>
<p>Untuk menghadapi tantangan akses terhadap air minum yang aman, Prof. Dante meminta agar SKMRT menjadi perhatian bersama sebagai upaya mengatasi tantangan akses terhadap air minum yang aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan pada masa depan.</p>
<p>Strategi pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.</p>
<p>Strategi selanjutnya, Prof. Dante meminta agar hasil SKMRT di Indonesia Tahun 2023 yang diluncurkan hari ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan tentang air minum di wilayahnya.</p>
<p>“Masing-masing daerah punya spesifikasi geografis dan pola masyarakat yang berbeda, sehingga jika hasil surveilans ini dilakukan integrasi, mudah-mudahan bisa memberikan masukan bagi pemda untuk menyediakan air minum yang lebih sehat kepada masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPOM dan Kementerian/Lembaga terkait serta pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini guna mencegah terjadinya pencemaran lebih lanjut.</p>
<p>Yang tidak kalah penting dari dua strategi tersebut adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat bahwa air yang dikonsumsi harus berasal dari sumber yang terpercaya dan memiliki izin dari pihak berwenang.</p>
<p>Prof. Dante juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para tenaga sanitasi lingkungan, universitas, dan para ahli yang telah terlibat dalam SKMRT Tahun 2023. Harapannya, data surveilans ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p>SKMRT dilaksanakan di 334 kabupaten/kota di 4.524 puskesmas di seluruh Indonesia dengan melibatkan seluruh stakeholder, terutama tenaga sanitarian di puskesmas. Surveilans pada hulu dilakukan kepada para penyedia air minum, sementara di hilir dilakukan pada rumah tangga.</p>
<p>Melalui peluncuran dan diseminasi SKMRT Tahun 2023 yang dilaksanakan hari ini, Direktur Penyehatan Lingkungan, Anas Ma’ruf, berharap hasil surveilans tersebut dapat diketahui oleh seluruh stakeholder dan menjadi acuan untuk pembangunan air minum dan sanitasi yang aman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/0ccee06b-c619-48bc-92c2-e079dceac1b5.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan MUI Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-mui-tandatangani-nota-kesepahaman-untuk-peningkatan-kesehatan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Dec 2024 20:35:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-mui-tandatangani-nota-kesepahaman-untuk-peningkatan-kesehatan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Kesehatan Masyarakat dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sehat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis (19/12/2024). Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, K.H. M. Anwar Iskandar.</p>
<p>Nota Kesepahaman ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk bersinergi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukasi keagamaan dan kolaborasi strategis. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, sejahtera, dan bermartabat.</p>
<p>Dalam pidatonya, Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar menyatakan bahwa kesehatan merupakan nikmat yang harus disyukuri dan dijaga.</p>
<p>“Ajaran agama mengajarkan kita untuk selalu memohon kesehatan. Rasulullah sendiri mengajarkan doa untuk kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah,” ucapnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara MUI dan Kemenkes, mengingat kedua lembaga ini memiliki jaringan yang menjangkau hingga tingkat akar rumput, seperti puskesmas dan komunitas keagamaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Selain kesehatan fisik, hal yang juga penting dijaga adalah menjaga moralitas bangsa. Ketua MUI mengingatkan bahwa kesehatan dan moralitas adalah dua hal yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.</p>
<p>“Bangsa yang sehat secara fisik dan moral akan mampu menghadapi segala tantangan, baik di tingkat nasional maupun global,” tegas K.H. M. Anwar Iskandar.</p>
<p>Kolaborasi Kemenkes dan MUI ini diharapkan terus berlanjut dengan pendekatan promotif dan preventif yang mencakup kesehatan fisik dan spiritual. Sinergi antara Kemenkes dan MUI mencerminkan semangat gotong royong untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan bermartabat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia memaparkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 72 tahun menjadi 74 tahun. Meski mencerminkan pencapaian, angka ini juga membawa tantangan, khususnya dalam memastikan kualitas hidup yang baik bagi kelompok lanjut usia (lansia).</p>
<p>Menteri Budi juga menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi penting bagi kualitas hidup.</p>
<p>“Kesehatan berada di atas kesejahteraan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki, jika kesehatan terganggu, segalanya menjadi tidak berarti. Oleh karena itu, menjaga kesehatan adalah prioritas,” ujar Menkes.</p>
<p>Menteri Budi juga menyampaikan tiga langkah sederhana menjaga kesehatan:</p>
<p>Menjaga pola makan: makan secukupnya dan tidak berlebihan.</p>
<p>Tidur yang cukup: penting untuk menjaga daya tahan tubuh.</p>
<p>Olahraga rutin: minimal 30 menit sehari, lima kali seminggu, tanpa henti.</p>
<p>“Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga pola hidup sehat, masyarakat tidak hanya memperpanjang usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Ini adalah investasi besar untuk umat,” ujar Menteri Kesehatan.</p>
<p>Kesehatan sebagai bagian dari ibadah juga ditekankan dalam kolaborasi ini. Kesehatan adalah nikmat Allah yang wajib dijaga. Islam mengajarkan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari ibadah. Dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, diharapkan umat memahami dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54214037481_4e205ea870_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Siapkan Layanan Onkologi Paripurna dengan Gedung Baru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-dr-soeradji-tirtonegoro-siapkan-layanan-onkologi-paripurna-dengan-gedung-baru</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Dec 2024 17:59:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsup-dr-soeradji-tirtonegoro-siapkan-layanan-onkologi-paripurna-dengan-gedung-baru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Klaten, 19 Desember 2024</p>
<p>Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, dr. Sholahuddin Rhatomy mengatakan, rumah sakitnya telah menyediakan layanan lengkap untuk pengobatan kanker, mulai dari deteksi dini hingga terapi lanjutan. Layanan tersebut meliputi operasi pembedahan, kemoterapi, hingga imunoterapi.</p>
<p>Sholahuddin juga menambahkan bahwa RS Soeradji sudah menggunakan teknologi mutakhir, seperti rituximab untuk pengobatan limfoma. </p>
<p>&#8220;Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan perawatan terbaik bagi pasien kanker dengan dukungan teknologi medis terkini,&#8221; ujar dr. Sholahuddin pada acara <em>groundbreaking</em> pembangunan gedung onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Kamis (19/12).</p>
<p>Dengan pembangunan gedung baru ini, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro dapat memperkuat layanan onkologi dan menjadikannya pusat onkologi yang terintegrasi dan paripurna.</p>
<p>&#8220;Gedung baru tersebut diharapkan akan menjadi fasilitas yang mendukung perawatan kanker yang lebih komprehensif dan berkualitas,&#8221; tambah dr. Sholahuddin.</p>
<p>Gedung Onkologi yang baru akan dilengkapi dengan alat-alat medis canggih, termasuk Linac + CT Simulator, brachytherapy, CT scan 512 slice, dan MRI 3 Tesla. Kehadiran teknologi ini akan memastikan akurasi diagnosis dan efektivitas perawatan kanker.</p>
<p>dr. Sholahuddin menambahkan, pembangunan gedung baru ini juga akan memperbesar peran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro dalam menangani berbagai jenis kanker di wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>Selain itu, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro telah ditunjuk sebagai jejaring rumah sakit utama untuk ortopedi, dengan RSUP dr. Soeharso sebagai rumah sakit pengampu utama.</p>
<p>Sholahuddin berharap, dengan adanya kerja sama ini, pelayanan kesehatan di bidang ortopedi dan onkologi dapat semakin meningkat.</p>
<p>Pada 2025, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro akan memulai program pendidikan berbasis rumah sakit untuk spesialisasi onkologi toraks. Program ini untuk melatih tenaga medis dalam terapi sistemik onkologi, yang akan memperkuat kapasitas dan kualitas layanan rumah sakit di bidang tersebut.</p>
<p>Dengan pembangunan gedung baru dan peningkatan kualitas pelayanan medis, dr. Sholahuddin berharap, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro dapat memberikan kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan kanker.</p>
<p>“Semoga dengan fasilitas yang baru ini, pelayanan kanker kami semakin paripurna untuk kemaslahatan di Jawa Tengah,” tutur dr. Sholahuddin.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241219-WA0032.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Lakukan Groundbreaking Gedung Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-lakukan-groundbreaking-gedung-onkologi-rsup-dr-soeradji-tirtonegoro</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Dec 2024 17:55:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-lakukan-groundbreaking-gedung-onkologi-rsup-dr-soeradji-tirtonegoro</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Klaten, 19 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin melakukan peletakan batu pertama (<em>groundbreaking</em>) pembangunan Gedung Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/12). Pembangunan gedung ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi kanker, salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi menyatakan bahwa kanker saat ini menempati posisi ketiga dalam daftar penyakit penyebab kematian di Indonesia. Namun, angka kasusnya terus meningkat, terutama karena deteksi dini yang sering terlambat.</p>
<p>“Mungkin jika kanker dideteksi lebih dini dengan teknologi yang ada saat ini, pengobatannya memiliki peluang besar untuk sembuh,” ujar Menkes Budi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/12).</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Menkes Budi menekankan pentingnya deteksi dini kanker. Tidak hanya rumah sakit pemerintah, tetapi juga rumah sakit daerah akan dilengkapi dengan peralatan untuk deteksi dini kanker. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan angka kesembuhan pasien kanker di Indonesia.</p>
<p>Menkes juga mengapresiasi desain Gedung Onkologi yang sedang dibangun. Gedung ini dirancang dengan baik dan akan dilengkapi alat-alat medis yang canggih. Ia juga menekankan bahwa alat-alat tersebut tidak hanya difokuskan pada pengobatan, tetapi juga pada deteksi dini kanker dan layanan patologi anatomi yang telah memenuhi standar internasional.</p>
<p>&#8220;Alat-alat deteksi ini harus sudah tersedia dan kami akan memastikan kualitasnya yang terbaik, agar bisa mendeteksi kanker lebih dini. Dengan teknologi yang tepat, kita bisa memberikan pengobatan yang lebih efektif,” jelas Menkes Budi.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro harus memiliki kualitas layanan dan fasilitas yang lebih unggul dibandingkan rumah sakit provinsi. Ia berharap standar pelayanan di rumah sakit ini dapat setara dengan rumah sakit terkemuka lainnya di Indonesia.</p>
<p>Selain itu, Menkes Budi menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu medis dalam menangani kanker.</p>
<p>“Pengobatan kanker tidak bisa dilakukan hanya oleh satu spesialis. Harus ada kerja sama antara ahli bedah, patologi anatomi, dan onkologis,” tegasnya.</p>
<p>Pengobatan kanker memerlukan koordinasi erat antara berbagai bidang, seperti radioterapi, radio-onkologi, dan onkologi medis. Menurutnya, pengobatan yang paling efektif hanya dapat dicapai dengan menggabungkan berbagai keahlian untuk memberikan perawatan terbaik kepada pasien.</p>
<p>Menkes Budi berharap semua tenaga medis, termasuk dokter dan ahli, dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka serta berkoordinasi dengan baik dalam penanganan kanker. Hal ini diharapkan dapat memberikan standar pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.</p>
<p>Menkes Budi juga menyampaikan harapannya agar pembangunan Gedung Onkologi ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. &#8220;Semoga pembangunan ini bisa cepat selesai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p>Pembangunan Gedung Onkologi ini diharapkan dapat menghadirkan pelayanan kanker yang lebih paripurna, tidak hanya untuk masyarakat di wilayah Klaten dan sekitarnya, tetapi juga bagi seluruh Indonesia. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, diharapkan angka kesembuhan pasien kanker dapat meningkat secara signifikan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241219-WA0034.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemberian Mpasi Harus Penuhi 4 Syarat Ini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemberian-mpasi-harus-penuhi-4-syarat-ini</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Dec 2024 03:33:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemberian-mpasi-harus-penuhi-4-syarat-ini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menerbitkan “Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI Anak Usia 6-23 Bulan” pada 2024. Petunjuk teknis ini untuk meningkatkan pemantauan dan perbaikan praktik Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi anak usia 6-23 bulan di Indonesia.</p>
<p>Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kemenkes RI dr. Lovely Daisy, M.K.M., menyampaikan, pemberian MPASI harus memenuhi empat syarat utama. Pertama, tepat waktu. MPASI diberikan saat ASI saja sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan energi bayi, yaitu mulai usia 6 bulan.</p>
<p>“Kemenkes menganjurkan MPASI diberikan mulai usia 6 bulan karena pada usia 6 bulan terdapat kesenjangan kebutuhan energi bayi dengan yang dapat dicukupi dari ASI saja. Secara global, sebagian besar pedoman di Amerika dan Eropa juga merekomendasikan, MPASI dimulai pada usia 6 bulan,” ujar Daisy di Jakarta, ditulis Senin (9/12).</p>
<p>“Namun, perlu diperhatikan, bila memperkenalkan MPASI terlalu dini akan meningkatkan risiko kontaminasi patogen. Sebaliknya, bila memperkenalkan MPASI terlambat akan menyebabkan bayi tidak mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang.”</p>
<p>Berdasarkan pedoman “WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age” tahun 2023, pemberian MPASI dini pada usia kurang dari 6 bulan memiliki dampak buruk.</p>
<p>“Perkembangan bayi yang belum memadai dalam kesiapan mengonsumsi makanan (organ-organ bayi belum siap mencerna makanan), meningkatkan potensi risiko peningkatan morbiditas karena penyakit gastrointestinal, seperti penyakit diare dan risiko alergi,” terang Daisy.</p>
<p>“Kemudian, kualitas MPASI yang lebih rendah dibandingkan ASI, terutama jika makanan berbentuk cair maka zat gizinya rendah, dan peningkatan risiko obesitas.”</p>
<p>Kedua, adekuat. Makna pemberian MPASI harus adekuat adalah MPASI harus mampu memenuhi kecukupan energi, protein, serta mikronutrien untuk mencapai tumbuh kembang optimal anak. Pemberian MPASI perlu mempertimbangkan usia anak, jumlah, frekuensi, konsistensi/tekstur, serta variasi keberagaman makanan.</p>
<p>Ketiga, aman. Artinya, MPASI disiapkan dan disimpan dengan cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan yang bersih. Kunci untuk makanan yang aman, di antaranya memisahkan penyimpanan makanan mentah dengan makanan yang sudah dimasak dan menggunakan makanan segar dan masak sampai matang, misalnya daging, ayam, telur, dan ikan.</p>
<p>Keempat, diberikan dengan cara benar. Artinya, MPASI harus memenuhi syarat terjadwal, lingkungan yang mendukung, dan prosedur makan yang tepat.</p>
<p>“Syarat terjadwal itu jadwal makan termasuk makanan selingan teratur dan terencana. Syarat lingkungan yang mendukung, misalnya, hindari memaksa meskipun hanya makan 1-2 suap, perhatikan tanda bayi lapar dan kenyang,” jelas Direktur Lovely Daisy.</p>
<p>“Selanjutnya, syarat prosedur makan yang tepat seperti makan dalam porsi kecil dan bayi distimulasi untuk makan sendiri, dimulai dengan pemberian makanan selingan yang bisa dipegang sendiri.”</p>
<p>MPASI Harus Beragam</p>
<p>Menurut Direktur Gizi dan KIA Lovely Daisy, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyiapan MPASI, yaitu higiene dan sanitasi, memilih bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin dan mineral, terutama zat besi serta seng (zinc).</p>
<p>“Perlu diperhatikan juga terkait pemberian sejumlah minyak/lemak sebagai sumber energi yang efisien. Ini menjadikan MPASI padat gizi, tanpa menambahkan jumlah MPASI yang diberikan),” katanya.</p>
<p>“Lalu, tekstur mempertimbangkan kemampuan oromotor (pergerakan otot rongga mulut) serta penggunaan gula dan garam dibatasi.”</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi, lanjut Daisy, MPASI harus beragam. Dalam hal ini, mengandung minimal 5 dari 8 kelompok makanan, yakni ASI, makanan pokok, kacang-kacangan, produk susu, daging-dagingan, telur, sayur buah kaya vitamin A, dan sayur buah lainnya.</p>
<p>“Keragaman bahan dalam MPASI diperlukan, karena tidak ada satupun makanan yang mengandung zat gizi lengkap. Selain itu, MPASI juga harus dipastikan mengandung telur, ikan, dan atau daging. Karena konsumsi protein hewani berkorelasi positif dengan penurunan risiko stunting,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/Picsart_24-12-19_03-17-44-414.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Batasi Gula dan Garam untuk MPASI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/batasi-gula-dan-garam-untuk-mpasi</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Dec 2024 03:30:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/batasi-gula-dan-garam-untuk-mpasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Desember 2024</p>
<p>Memasuki usia 6 bulan, bayi dapat mulai diperkenalkan dengan berbagai tekstur dan cita rasa makanan melalui pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan orang tua adalah, bolehkah menggunakan gula dan garam dalam MPASI?</p>
<p>Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Lovely Daisy, MKM, menjelaskan bahwa penggunaan gula dan garam untuk MPASI pada bayi harus dibatasi.</p>
<p>“Anjuran sesuai ‘Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak’ yang diterbitkan Kemenkes tahun 2020, penggunaan gula dan garam dalam MPASI harus dibatasi,” jelas Daisy di Jakarta.</p>
<p>“Asupan gula dalam bentuk gula tambahan dibatasi di bawah 5% total kalori untuk anak di bawah usia 2 tahun. Asupan gula yang disarankan berupa gula alamiah seperti buah segar, bukan jus buah atau produk dengan tambahan pemanis.”</p>
<p>Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang mengatur terkait pesan gizi seimbang untuk anak usia 6-24 bulan, yakni MPASI yang baik apabila tidak menggunakan gula dan garam tambahan, penyedap rasa, pewarna, dan pengawet.</p>
<p>“Perlu diingat, kandungan gula juga terdapat dalam makanan lain yang mengandung karbohidrat sederhana, sehingga penambahan gula pada MPASI tidak diperlukan. Untuk meningkatkan rasa, dapat digunakan bumbu tambahan lain, misalnya tomat, bawang, jahe, atau rempah-rempah alami lainnya,” sambung Daisy.</p>
<p>Mengenai penggunaan garam, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia menyebutkan bahwa kebutuhan natrium harian untuk anak usia 6-12 bulan adalah 370 mg per hari, sedangkan anak usia 1-3 tahun adalah 800 mg per hari.</p>
<p>“Jadi, kebutuhan garam pada anak usia 6-23 bulan kurang dari 1 gram per hari,” lanjut Lovely Daisy.</p>
<p>Adapun kebutuhan garam ini sebenarnya dapat dipenuhi dari kandungan natrium dalam bahan pangan segar. Berdasarkan ‘Tabel Komposisi Pangan Indonesia’ yang diterbitkan Kemenkes pada 2020, beberapa bahan pangan segar yang mengandung natrium antara lain:</p>
<p>100 gram daging ayam segar mengandung natrium 109 mg</p>
<p>100 gram hati ayam segar mengandung natrium 1.068 mg</p>
<p>100 gram ikan teri segar mengandung natrium 554 mg</p>
<p>100 gram ikan bawal mengandung natrium 129 mg</p>
<p>100 gram udang segar mengandung natrium 178 mg</p>
<p>100 gram telur ayam kampung mengandung natrium 190 mg</p>
<p>100 gram telur ayam ras mengandung natrium 142 mg</p>
<p>100 gram kacang hijau rebus mengandung natrium 447 mg</p>
<p>Penyiapan MPASI dari Makanan Keluarga</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Lovely Daisy menjelaskan bahwa MPASI untuk anak usia di atas 1 tahun dapat diambil dari makanan keluarga. Namun, dalam penyiapannya, makanan tersebut perlu dipisahkan terlebih dahulu sebelum penambahan bumbu seperti gula, garam, atau penyedap rasa.</p>
<p>“Rekomendasi gizi seimbang secara umum juga menganjurkan pembatasan penggunaan gula, garam, dan minyak sehingga makanan keluarga pun seharusnya rendah gula dan garam,” katanya.</p>
<p>“Pedoman global dari UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan agar menghindari menambahkan gula dan garam ke makanan dan minuman siap saji di rumah.”</p>
<p>Daisy mengingatkan bahwa penggunaan gula dan garam dalam MPASI dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular pada masa mendatang, apalagi jika pemberian gula dan garam itu dilakukan secara berlebihan.</p>
<p>“Gula dapat berkontribusi pada asupan energi berlebih yang dapat menyebabkan obesitas dan karies gigi. Ginjal bayi belum bisa mencerna garam dalam jumlah banyak seperti orang dewasa, sehingga kelebihan konsumsi natrium dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi ginjal,” ucapnya.</p>
<p>“Selain itu, konsumsi gula dan garam pada masa MPASI dapat berkontribusi pada preferensi untuk makanan dengan rasa manis dan asin seumur hidup.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/background-sugar-cubes.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolaborasi Kemenkes dan KemenPPPA Hadirkan Akses Mudah Kontak Darurat KDRT di SATUSEHAT Mobile</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-kemenkes-dan-kemenpppa-hadirkan-akses-mudah-kontak-darurat-kdrt-di-satusehat-mobile</link>				
         <pubDate>Thu, 19 Dec 2024 03:28:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-kemenkes-dan-kemenpppa-hadirkan-akses-mudah-kontak-darurat-kdrt-di-satusehat-mobile</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan fitur akses cepat kontak darurat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di SATUSEHAT Mobile.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, Setiaji, menjelaskan bahwa penambahan fitur baru ini merupakan respons pemerintah untuk meningkatkan dukungan bagi korban kekerasan berbasis gender.</p>
<p>“Dengan fitur ini, SATUSEHAT Mobile diharapkan menjadi aplikasi yang inklusif. Tidak hanya dapat diandalkan untuk layanan kesehatan, melainkan juga untuk memberikan akses bantuan cepat terhadap isu-isu mendesak seperti KDRT,” ujar Setiaji, Selasa (17/12).</p>
<p>Untuk mengakses fitur kontak darurat tersebut, masyarakat hanya perlu membuka aplikasi SATUSEHAT Mobile, kemudian memilih opsi ‘Darurat KDRT’ untuk terhubung ke hotline layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur serupa untuk kontak ‘Darurat Medis’ yang terhubung ke hotline 119.</p>
<p>Peluncuran fitur kontak darurat KDRT ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri (Wamen) PPPA Veronica Tan ke DTO Space pada 30 Oktober lalu. Dalam kunjungan tersebut, dibahas potensi integrasi layanan antar-kementerian melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.</p>
<p>“Inisiasi ini sebagai bentuk upaya pemerintah memastikan semua layanan dapat diakses secara mudah dan efisien. Sehingga dapat membantu, melindungi, serta memberdayakan masyarakat secara optimal, khususnya untuk perempuan dan anak,” ungkap Veronica.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Veronica juga mengapresiasi keberadaan SATUSEHAT Mobile sebagai aplikasi kesehatan yang mendukung peran ibu dan anak. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur bermanfaat seperti pemantauan perkembangan kehamilan, sertifikat digital imunisasi rutin, hingga pencatatan tinggi dan berat badan untuk melihat pertumbuhan anak.</p>
<p>“Oleh karena itu, KemenPPPA mengimbau perempuan dan anak untuk segera mengunduh SATUSEHAT Mobile. Karena di dalamnya banyak sekali fitur yang membantu bagi kesehatan serta kesejahteraan perempuan, ibu, dan anak,” pungkas Veronica.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa Kemenkes RI mendukung penuh KemenPPPA dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui inovasi teknologi.</p>
<p>“Dengan SATUSEHAT Mobile, selain bisa terhubung ke layanan SAPA 129, kini masyarakat juga bisa melakukan skrining kesehatan mental dan mendapatkan rekomendasi pelayanan kesehatan dengan mudah,” ujar Dante.</p>
<p>Dengan adanya kolaborasi ini serta perkembangan fitur lainnya, Dante juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengunduh serta menggunakan SATUSEHAT Mobile secara aktif demi mewujudkan hidup yang lebih sehat dan aman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241219-WA0031.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tingkatkan Upaya Deteksi Dini Lupus Melalui Program SALURI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tingkatkan-upaya-deteksi-dini-lupus-melalui-program-saluri</link>				
         <pubDate>Wed, 18 Dec 2024 11:13:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tingkatkan-upaya-deteksi-dini-lupus-melalui-program-saluri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) memperkuat strategi deteksi dini dalam menangani Lupus Eritematosus Sistemik (LES), yang dikenal sebagai &#8220;Penyakit Seribu Wajah&#8221;. Program terbaru ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lupus melalui edukasi dan pendekatan berbasis komunitas.</p>
<p>Lupus merupakan penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Berdasarkan studi yang dilakukan Prof. Handono Kalim dan tim di Malang, prevalensi lupus di Indonesia diperkirakan sebesar 0,5%, dengan jumlah penyandang lebih dari 1,3 juta orang. Penyakit ini terutama menyerang perempuan usia reproduksi 15-45 tahun.</p>
<p>Direktur P2PTM Dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, untuk mendorong deteksi dini, Kemenkes akan meluncurkan program SALURI (Periksa Lupus Sendiri) mulai tahun 2025. Program ini menyasar calon pengantin wanita sebagai langkah awal pencegahan di kelompok usia berisiko. SALURI mengajak masyarakat untuk mengenali tanda-tanda lupus secara mandiri dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika menemukan gejala yang mencurigakan.</p>
<p>“Melalui program SALURI, kami berharap masyarakat lebih memahami pentingnya deteksi dini lupus sehingga kasus dapat ditangani lebih cepat dan tepat,” ujar Direktur P2PTM Dr. Siti Nadia Tarmizi dalam temu media pada Selasa (17/12/2024).</p>
<p>Dr. Nadia melanjutkan, lupus adalah penyakit yang dapat menyerang semua usia, dengan gejala umum berupa kelelahan ekstrem, nyeri sendi, ruam kulit, dan demam berkepanjangan. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.<br />
&#8220;Lupus adalah penyakit yang sulit dikenali karena gejalanya bisa menyerupai penyakit lain. Deteksi dini akan membantu pengobatan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dr. Nadia menekankan bahwa deteksi dini lupus membutuhkan kolaborasi multi-sektor antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, BPJS Kesehatan, dan media. Kemenkes juga telah menyusun pedoman dan modul pelatihan tatalaksana lupus bagi tenaga kesehatan. Program Rujuk Balik melalui BPJS Kesehatan juga diperkuat agar pasien lupus mendapatkan penanganan berkelanjutan.</p>
<p>Manfaat Deteksi Dini Lupus</p>
<p>Dr. Anna Ariane dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo menjelaskan beberapa manfaat deteksi dini lupus:<br />
1. Meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien.<br />
2. Mencegah kerusakan organ seperti ginjal, jantung, dan paru-paru.<br />
3. Mengurangi biaya pengobatan yang tinggi akibat komplikasi berat.<br />
4. Meningkatkan produktivitas pasien agar tetap dapat bekerja dan beraktivitas normal.<br />
5. Mengurangi flare-up lupus atau serangan penyakit berulang.</p>
<p>Dr. Anna juga menegaskan pentingnya pemeriksaan dini pada pasien dengan gejala seperti ruam wajah berbentuk kupu-kupu, nyeri sendi dan pembengkakan, kelelahan berat tanpa sebab jelas, sariawan berulang, sensitif terhadap sinar matahari, dan kelainan ginjal seperti proteinuria. Jika ditemukan minimal dua gejala pada organ yang berbeda, pasien perlu segera dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium.</p>
<p>Melalui kampanye edukasi dan program deteksi dini seperti SALURI, Kemenkes berharap masyarakat dapat mengenali lupus lebih dini, memberikan dukungan yang lebih baik bagi penderita, serta mendorong pemahaman bahwa lupus bukan penghalang untuk hidup aktif dan produktif.</p>
<p>Dengan langkah-langkah pencegahan dan kolaborasi yang kuat, diharapkan jumlah kasus lupus di Indonesia dapat ditekan, serta kualitas hidup penyandang lupus semakin meningkat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot-683.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Raih Predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-raih-predikat-informatif-dalam-anugerah-keterbukaan-informasi-publik-2024</link>				
         <pubDate>Wed, 18 Dec 2024 09:22:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-raih-predikat-informatif-dalam-anugerah-keterbukaan-informasi-publik-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia berhasil meraih kategori &#8220;Informatif&#8221; pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat pada Selasa (17/12). Kategori &#8220;Informatif&#8221; merupakan pencapaian tertinggi dalam penilaian keterbukaan informasi.</p>
<p>Bagi Kemenkes, prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Kemenkes dalam menyediakan informasi publik yang transparan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua Komisi Informasi Pusat,Dr. Donny Yoesgiantoro, menyampaikan bahwa dari total 363 badan publik yang dimonitoring dan dievaluasi, sebanyak 162 badan publik berhasil meraih predikat informatif, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>“Anugerah ini adalah bentuk apresiasi terhadap badan publik yang konsisten dan inovatif dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi. Kami berharap upaya ini terus berkembang di tahun-tahun mendatang,” ungkap Ketua Komisi Informasi Pusat.</p>
<p>Komisi Informasi Pusat berharap acara ini dapat mendorong seluruh badan publik untuk lebih transparan dan inovatif dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.</p>
<p>“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi tahun ini. Kerja sama ini sangat penting dalam mendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tutup Dr. Donny.</p>
<p>Pada malam penganugerahan tersebut, Kemenkes menyampaikan apresiasi terhadap hasil evaluasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, atas kerja keras semua pihak di Kementerian Kesehatan, tahun ini kita berhasil naik ke kategori Informatif. Ini merupakan bukti nyata upaya bersama dalam memberikan layanan informasi publik yang berkualitas,&#8221; ujar Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, Bayu Teja Muliawan, S.H, M.Pharm, MM, Apt, saat menerima penghargaan.</p>
<p>Komisi Informasi Pusat menyelenggarakan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Acara ini merupakan wujud apresiasi kepada badan publik yang konsisten menerapkan prinsip keterbukaan informasi, serta memberikan layanan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.</p>
<p>Anugerah Keterbukaan Informasi Publik menilai berbagai lembaga, kementerian, dan badan publik berdasarkan empat kategori, yakni Tidak Informatif, Kurang Informatif, Cukup Informatif, dan Informatif.</p>
<p>Keberhasilan Kemenkes mencapai kategori tertinggi &#8220;Informatif&#8221; menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong keterbukaan informasi sebagai bagian dari pelayanan publik yang prima.</p>
<p>Kemenkes berharap pencapaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun mendatang. &#8220;Harapan kita bersama, tahun depan nilai ini dapat lebih baik lagi. Kategori ‘Informatif’ harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan informasi publik yang semakin cepat, akurat, dan terpercaya,” tambah Bayu Teja</p>
<p>Penganugerahan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Kemenkes untuk selalu mengutamakan transparansi dan keterbukaan dalam menyampaikan kebijakan serta program kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241218-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Resmikan RS Hermina PIK 2, Menkes Budi Tekankan Transparansi Harga dan Kualitas dalam Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-rs-hermina-pik-2-menkes-budi-tekankan-transparansi-harga-dan-kualitas-dalam-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Dec 2024 17:46:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-rs-hermina-pik-2-menkes-budi-tekankan-transparansi-harga-dan-kualitas-dalam-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 17 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya transparansi harga dan kualitas dalam sistem layanan kesehatan. Hal tersebut menjadi kunci untuk menciptakan layanan yang efisien dan adil bagi masyarakat.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Menkes Budi pada peresmian RS Hermina PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (17/12).</p>
<p>&#8220;Transparansi harga dan kualitas adalah hal yang sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang optimal,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Pemerintah, menurut Menkes, sedang mempelajari mekanisme yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Ia berharap, dengan langkah-langkah strategis yang diambil, masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan berkualitas dengan harga yang terjangkau.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa efisiensi dalam sektor kesehatan bisa terus ditingkatkan, tanpa mengorbankan kualitas layanan,&#8221; ungkap Menkes Budi.</p>
<p>Efisiensi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan harus terus dibangun. Menurutnya, efisiensi dalam sektor kesehatan dapat dicapai melalui berbagai upaya, seperti inovasi dan kerja sama antara sektor publik dan swasta.</p>
<p>Menkes Budi berharap BPJS Kesehatan, sebagai salah satu penyelenggara layanan kesehatan di Indonesia, dapat terus berinovasi dalam memberikan layanan yang lebih baik. Ia juga mengharapkan agar penyedia layanan kesehatan swasta, seperti Rumah Sakit Hermina, dapat terus menjaga kualitas pelayanan mereka.</p>
<p>Rumah Sakit Hermina, yang baru saja diresmikan oleh Menkes Budi di PIK 2, berkomitmen untuk menjadi rumah sakit rujukan utama dalam pelayanan ibu dan anak serta unit tumbuh kembang anak. Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk., dr. Hasmoro, mengatakan rumah sakit ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.</p>
<p>“Rumah sakit ini menyediakan layanan untuk pasien BPJS, dengan tujuan untuk memberikan manfaat lebih bagi masyarakat setempat,” ungkap dr. Hasmoro.</p>
<p>RS Hermina bertujuan menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama dengan fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta unit tumbuh kembang anak.</p>
<p>&#8220;Inisiatif pembangunan rumah sakit ini berasal dari para dokter yang bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat,&#8221; kata dr. Hasmoro.</p>
<p>RS Hermina dibangun dengan taraf internasional dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung pelayanan kesehatan berkualitas. Rumah sakit ini juga dikelola dengan standar manajemen yang tinggi, mencakup standar pelayanan medis, perawatan, personalia, keuangan, serta manajemen operasional lainnya yang didukung oleh sistem informasi terkini.</p>
<p>&#8220;Kami ucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan atas dukungan yang diberikan dalam peresmian rumah sakit ini,&#8221; ucap dr. Hasmoro.</p>
<p>Dengan dukungan tersebut, diharapkan rumah sakit ini dapat memberikan kontribusi besar dalam dunia kesehatan, khususnya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241217-WA0019.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perlu Keterlibatan Swasta dalam Meningkatkan Akses Kesehatan bagi Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perlu-keterlibatan-swasta-dalam-meningkatkan-akses-kesehatan-bagi-masyarakat</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Dec 2024 17:43:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perlu-keterlibatan-swasta-dalam-meningkatkan-akses-kesehatan-bagi-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, Selasa 17 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus berupaya meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan meningkatkan keterlibatan sektor swasta.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi pihak swasta, khususnya Rumah Sakit Hermina, yang telah berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Salah satu tantangan pemerintah adalah bagaimana kita bisa mempermudah akses, meningkatkan kualitas, dan harga yang terjangkau dari layanan kesehatan bagi masyarakat,&#8221; ujar Menkes Budi pada peresmian RS Hermina PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (17/12).</p>
<p>Menkes Budi menyadari bahwa sektor swasta memegang peranan penting dalam upaya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan. Untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta, pemerintah berkomitmen menciptakan regulasi yang memudahkan investasi. Sebab, iklim investasi yang kondusif menjadi salah satu kunci pembangunan di sektor kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan bahwa sektor swasta senang berinvestasi dan mengembangkan perekonomian Indonesia, terutama di sektor kesehatan,” jelasnya.</p>
<p>Tugas pemerintah tidak hanya memfasilitasi investasi, tetapi juga memastikan adanya keseimbangan dalam regulasi. Untuk itu, pemerintah berupaya menciptakan kerangka regulasi yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan sektor swasta dan kebutuhan masyarakat dalam layanan kesehatan yang terjangkau. Hal ini penting untuk mencegah adanya ketidakseimbangan dalam pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi mendorong sektor kesehatan untuk lebih transparan dalam hal harga dan kualitas layanan. Dengan transparansi ini, masyarakat dapat mengetahui dan memilih layanan kesehatan sesuai kemampuan finansial mereka tanpa mengorbankan kualitas.</p>
<p>Menkes Budi juga menekankan bahwa biaya kesehatan di Indonesia akan terus meningkat jika sistem layanan kesehatan tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, ia mendorong adanya perubahan paradigma dalam pembayaran layanan kesehatan dengan fokus pada nilai atau kualitas layanan yang diberikan.</p>
<p>“Ke depan, bukan hanya membayar untuk mendapatkan layanan, tetapi juga memastikan bahwa layanan yang diterima memiliki kualitas yang baik,” tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54208885207_091a89bfd5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Ajak Influencer Gencarkan Pertolongan Pertama Luka Psikologis dan Skrining Jiwa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-influencer-gencarkan-pertolongan-pertama-luka-psikologis-dan-skrining-jiwa</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Dec 2024 14:53:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ajak-influencer-gencarkan-pertolongan-pertama-luka-psikologis-dan-skrining-jiwa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Desember 2024.</p>
<p>Untuk mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa, Direktorat Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak rekan-rekan media serta influencer di bidang kesehatan, seperti dr. Farhan Zubedi, Ariel Tatum, dan Irwantja (Mental Health Doodler), untuk bersama-sama menyebarluaskan pentingnya kesadaran akan kesehatan jiwa melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye. Fokus edukasi dan kampanye ini adalah Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) dan Aksi Deteksi Dini melalui Skrining Kesehatan Jiwa.</p>
<p>Media sosial memiliki potensi besar sebagai platform edukasi dan kampanye yang efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan personal. Dengan melibatkan figur publik yang peduli terhadap isu kesehatan jiwa, Kemenkes berharap pesan tentang pentingnya Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) dan deteksi dini melalui skrining kesehatan jiwa dapat tersampaikan dengan cepat dan mudah dipahami. Hal ini sangat penting mengingat masih banyak individu yang belum menyadari bahwa mereka mungkin sedang mengalami luka psikologis atau kurang peduli terhadap orang di sekitarnya yang juga menghadapi kondisi serupa.</p>
<p>“Bila kita merasa sedih, kecewa, takut atau khawatir karena masalah sehari-hari yang tidak mengenakkan dan yang mengganggu aktivitas harian atau melihat teman kita yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi murung atau sikapnya berubah. Bisa jadi itu tanda bahwa kita atau rekan kita sedang mengalami luka psikologis. Luka psikologis bisa disebabkan karena tekanan hidup atau stres sehari-hari, misalnya perundungan, konflik dalam keluarga, kehilangan orang terdekat, penolakan, kegagalan dan lain-lain. Namun sayangnya, belum banyak masyarakat yang menyadari luka psikologisnya sejak dini, sehingga tidak mendapatkan penanganan awal yang baik dan menjadi masalah kejiwaan,” ujar Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI dr. Imran Pambudi, MPHM.</p>
<p>Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) adalah bantuan atau dukungan psikologis paling dasar dan sederhana untuk orang-orang yang mengalami kejadian berat atau krisis, sehingga mengalami luka psikologis. Krisis adalah insiden atau peristiwa penuh tekanan yang dianggap luar biasa. Sementara itu, luka psikologis adalah perasaan tidak nyaman yang berlebihan dan mengganggu aktivitas keseharian. P3LP diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menangani masalah-masalah kesehatan jiwa sehari-hari, seperti halnya P3K untuk penanganan masalah medis awal.</p>
<p>Direktorat Kesehatan Jiwa Kemenkes telah menyusun enam buku saku untuk First Aider, yang ditujukan untuk berbagai lingkungan seperti sekolah (PAUD, SD, SMP/SMA), kampus, tempat kerja, dan masyarakat umum. Buku saku ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat serta menjadi panduan bagi individu yang berperan sebagai penolong pertama dalam masalah kesehatan jiwa di masyarakat, sebelum penderita mendapatkan pertolongan profesional.</p>
<p>Kampanye #PeduliSayangiJiwa dipilih sebagai gerakan untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya peduli terhadap kondisi jiwa, dimulai dari tindakan kecil seperti memberikan pertolongan pertama pada masalah psikologis yang dihadapi. Jika masalah tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi dini melalui skrining kesehatan jiwa.</p>
<p>dr. Farhan Zubedi, dokter sekaligus influencer yang aktif mengedukasi kesehatan melalui media sosial, diharapkan dapat turut menyuarakan pentingnya kesadaran kesehatan jiwa kepada masyarakat. Sementara itu, Irwantja selaku mental health doodler akan berkontribusi dalam kampanye ini melalui media doodle yang banyak diminati masyarakat. Ariel Tatum, sebagai figur publik yang kerap mempromosikan pentingnya mencintai diri sendiri dan kesehatan jiwa, diharapkan dapat menjadi panutan dan inspirasi bagi masyarakat dalam penerapan gerakan #PeduliSayangiJiwa di kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kita sudah ada di penghujung 2024. Beberapa orang mungkin melalui perjalanan setahun ini dengan jatuh bangun dan menyisakan luka psikologis. Untuk mengatasi luka psikologis ini, Kemenkes menggalakkan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Diharapkan dalam setahun, dibentuk 1 juta first aider P3LP untuk membantu orang yang mengalami luka psikologis. Semoga bersama para rekan media dan influencer yang peduli kesehatan jiwa, semangat #PeduliSayangiJiwa dapat mendorong masyarakat untuk sadar akan pentingnya melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa demi memastikan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga masalah kesehatan jiwa tidak berkembang lebih parah dan dapat membantu individu menjalani kehidupan yang lebih baik.” tambah dr. Imran</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/DSC02096-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof. Dante Apresiasi Peran Kader dalam Identifikasi Tuberkulosis di Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-apresiasi-peran-kader-dalam-identifikasi-tuberkulosis-di-masyarakat</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 22:42:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-apresiasi-peran-kader-dalam-identifikasi-tuberkulosis-di-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Desember 2024</p>
<p>Tuberkulosis (TBC) masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua kasus tuberkulosis di dunia setelah India, dengan jumlah kasus sekitar 1.060.000 dan 130.000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini.</p>
<p>“Dari 1.060.000 orang itu, yang meninggal ada sekitar 130 ribu orang,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante saat, melakukan kunjungan ke RW 09 Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin (16/12).</p>
<p>Untuk menurunkan angka kasus TBC, Prof. Dante mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam program Temukan dan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB).</p>
<p>&#8220;Jadi, kalau ini hanya dijadikan program pemerintah, ini tidak akan selesai. Karena kemampuan pemerintah terbatas. Salah satu upayanya adalah mengajak masyarakat untuk ikut berperan di dalamnya,&#8221; lanjut Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante juga mengapresiasi peran kader kesehatan dan perangkat masyarakat di RW 09 Kelurahan Jelambar Baru dalam menemukan dan mendampingi penderita TBC. Berkat upaya ini, wilayah tersebut mendapat predikat sebagai Kampung Siaga TBC.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante berharap gerakan serupa dapat direplikasi oleh masyarakat di daerah lain sehingga kasus TBC di Indonesia dapat lebih cepat diidentifikasi dan ditangani.</p>
<p>&#8220;Jadi, kita yang di pusat ini belum tentu lebih pintar dari bapak ibu sekalian. Karena tadi angka kesembuhannya sampai 90%. Angka pengobatannya sudah tinggi. Angka rekrutmennya juga sudah tinggi. Itu salah satu bentuk kerja nyata yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI, Wali Kota, dan terutama oleh camat, RW, dan paling utama oleh kader-kader TBC ini,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante berpesan kepada para kader pendamping TBC untuk memastikan agar penderita yang telah teridentifikasi tetap menjalani pengobatan hingga selesai. Hal itu guna mencegah resistensi obat yang dapat berujung pada kematian.</p>
<p>&#8220;Karena pengobatannya butuh waktu. Kadang-kadang, ada yang putus obat di tengah jalan. Yang putus obat di tengah jalan itu yang harus kita atasi. Karena kalau dia putus obat di tengah jalan, TB bisa jadi resisten atau jadi kebal terhadap pengobatan. Kalau kebal terhadap pengobatan, jadi tidak bisa sembuh,” kata Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Selain itu, Wamenkes Prof. Dante mengingatkan kader pendamping mengenai pentingnya mengidentifikasi kontak erat penderita TBC, terutama anggota keluarga yang serumah. Ia memberikan contoh kasus yang ditemui saat kunjungannya di Surabaya, di mana seorang anak dengan status gizi pra-stunting terdiagnosis TBC setelah dilakukan pemeriksaan foto toraks.</p>
<p>&#8220;Bayangkan, jika itu didiamkan. Itu bisa menular ke anak-anak, sehingga anak-anak tersebut perkembangannya terganggu dan paru-parunya rusak,” lanjut Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Pada kunjungannya, Wamenkes Prof. Dante juga mendengarkan strategi kader kesehatan di Kelurahan Jelambar Baru dalam mengidentifikasi dan mendampingi penderita TBC. Koordinator Agen Tumpas TBC Kelurahan Jelambar Baru, Julia, menjelaskan lima hal penting yang menjadi perhatian agar kader pendamping TBC dapat bekerja efektif dalam mengeliminasi TBC di masyarakat.</p>
<p>1. Kader harus senang dengan apa yang dikerjakan.</p>
<p>2. Kader memiliki mentor dari tenaga kesehatan yang mudah dihubungi untuk berkonsultasi.</p>
<p>3. Anggota kader memiliki solidaritas tim yang tinggi.</p>
<p>4. Kader memiliki dukungan lintas sektor yang kuat.</p>
<p>5. Kader memiliki waktu dan tempat berkumpul untuk saling berbagi dan membahas masalah TBC.</p>
<p>&#8220;Jadi, kita butuh tempat untuk berkumpul. Tidak ada kata kita tidak berkumpul. Jadi, kita harus berkumpul untuk memecahkan masalah. Ibarat sapu lidi, tidak bisa satu batang untuk menyapu. Jadi harus disatukan untuk bisa menyapu.&#8221;</p>
<p>Mendengar strategi ini, Prof. Dante menyatakan, setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri dalam upaya menemukan kasus TBC di masyarakat. Ia sangat menghargai berbagai inovasi yang dilakukan kader dan masyarakat dalam mengidentifikasi kasus TBC. Berbagai cara dalam mengidentifikasi kasus TBC di masyarakat menjadi masukan bagi pemerintah pusat untuk dapat diterapkan di lokasi lain.</p>
<p>&#8220;Beberapa tempat lain juga sudah saya kunjungi di tanah air. Nanti kita lihat implementasi programnya. Nanti kita adopsi di Kementerian Kesehatan dan formulasikan mana yang tepat untuk masyarakat Indonesia. Dan tentunya tidak bisa sama karena masing-masing daerah punya kekhasan tersendiri,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id.(RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54207794530_cc9d5fea56_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>ADIMAN Gelar Sosialisasi Program Adaptasi Dokter Lulusan Luar Negeri dengan Dukungan Kemenkes dan Kemenlu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/adiman-gelar-sosialisasi-program-adaptasi-dokter-lulusan-luar-negeri-dengan-dukungan-kemenkes-dan-kemenlu</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 19:42:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/adiman-gelar-sosialisasi-program-adaptasi-dokter-lulusan-luar-negeri-dengan-dukungan-kemenkes-dan-kemenlu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Desember 2024</p>
<p>Asosiasi Dokter Indonesia-Jerman (ADIMAN) menginisiasi pelaksanaan webinar sosialisasi Program Adaptasi 1 Tahun bagi dokter warga negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada dokter diaspora terkait prosedur dan regulasi baru program adaptasi, dengan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.</p>
<p>Acara ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, serta Plt. Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti. Selain itu, peserta sosialisasi terdiri atas dokter umum dan dokter spesialis WNI yang saat ini tinggal atau berpraktik di berbagai negara seperti Jerman, Tiongkok, Belgia, Austria, Rusia, dan lainnya. Sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara tersebut juga turut hadir memberikan dukungan.</p>
<p>Ketua ADIMAN, Prasti Pomarius, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen ADIMAN untuk memfasilitasi kontribusi dokter diaspora ke Indonesia. “Kami menyambut baik Program Adaptasi 1 Tahun ini dan mengapresiasi dukungan dari Kemenkes dan Kemenlu. Dengan adanya sosialisasi ini, rekan-rekan dokter diaspora diharapkan memiliki gambaran yang jelas tentang prosedur dan proses yang harus dilalui untuk dapat mengabdi sebagai dokter di Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Dalam sosialisasi ini, Yuli Farianti memaparkan berbagai pembaruan pada regulasi adaptasi dokter lulusan luar negeri, antara lain:</p>
<p>Digitalisasi pendaftaran melalui platform https://lln.kemkes.go.id.</p>
<p>Durasi adaptasi maksimal 12 bulan, lebih singkat dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Program adaptasi dilakukan di fasyankes alih-alih institusi pendidikan seperti sebelumnya.</p>
<p>Insentif terstandar yang diberikan oleh Kemenkes.</p>
<p>Evaluasi kompetensi berbasis portofolio khusus bagi dokter yang telah berpraktik selama minimal 2 tahun atau merupakan ahli di bidang tertentu.</p>
<p>Ajisoko, salah satu dokter peserta program adaptasi, berbagi pengalaman dalam acara ini. “Program adaptasi yang baru ini jauh lebih jelas dan mudah. Tidak perlu bolak-balik urus administrasi karena semuanya sudah online,” ungkapnya.</p>
<p>Di akhir acara, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi inisiatif ADIMAN dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Kami mendukung penuh kolaborasi ini karena Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang merata. Proses adaptasi kini kami permudah, transparan, tanpa diskriminasi, dan administrasi berbasis daring. Kami juga terbuka untuk menerima masukan agar dapat terus meningkatkan sistem yang ada. Mari, bersama-sama dengan ilmu dan pengalaman yang Anda miliki, kita bangun kesehatan bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/Picsart_24-12-16_19-39-09-150.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Serahkan Surat Selesai Adaptasi dan STR Seumur Hidup Dokter Spesialis WNI Lulusan Luar Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-serahkan-surat-selesai-adaptasi-dan-str-seumur-hidup-dokter-spesialis-wni-lulusan-luar-negeri</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 16:32:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-serahkan-surat-selesai-adaptasi-dan-str-seumur-hidup-dokter-spesialis-wni-lulusan-luar-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin hari ini menyerahkan Surat Tanda Registrasi (STR) Seumur Hidup kepada dokter spesialis Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri yang telah berhasil menyelesaikan program adaptasi. Penyerahan STR ini menjadi simbol keberhasilan transformasi adaptasi dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>“Terima kasih kepada teman-teman dokter adaptan yang sudah sabar mencintai Indonesia. Terima kasih telah mau kembali ke Indonesia,” ujar Menkes di Jakarta (16/12).</p>
<p>Sejak tahun 2022, Kementerian Kesehatan telah memberikan kesempatan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan WNI lulusan luar negeri untuk berkontribusi dalam mendukung percepatan pemenuhan layanan spesialistik di Indonesia melalui program adaptasi di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Program adaptasi dokter spesialis WNI lulusan luar negeri dirancang untuk memastikan kompetensi dokter sesuai standar nasional dan mempermudah proses adaptasi yang sebelumnya dilakukan di institusi pendidikan menjadi berbasis fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Langkah ini memungkinkan dokter untuk langsung berkontribusi melayani masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.</p>
<p>“Seluruh dunia kekurangan dokter, Indonesia pun kekurangan dokter. Tadi, beberapa direktur RSUD bercerita banyak masyarakat yang meninggal karena tidak ada dokter yang bisa menangani. Begitu ada dokter adaptasi, mereka minta agar dokter tersebut menetap karena memang dokter spesialis di Indonesia sangat dibutuhkan,” terang Menkes.</p>
<p>Hingga Desember 2024, sebanyak 32 dokter spesialis WNI lulusan luar negeri telah ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan secara merata di berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari 7 spesialisasi, yaitu spesialis anak, obgyn, penyakit dalam, dermatologi dan venerologi, bedah plastik, ortopedi dan traumatologi, serta spesialis mata.</p>
<p>Sebanyak 3 dokter spesialis ortopedi dan traumatologi telah selesai melaksanakan adaptasi pada November 2024 dan menerima STR (Surat Tanda Registrasi) Seumur Hidup, yaitu:</p>
<p>1. dr. Einstein Yefta Endoh, lulusan Filipina, bertugas di RSUD ODSK, Sulawesi Utara<br />
2. dr. Anastasia Pranoto, lulusan Filipina, bertugas di RSUD Cut Meutia, Aceh<br />
3. dr. Ikhwan, lulusan Malaysia, bertugas di RSUD Dr. Fauziah, Aceh</p>
<p>Sementara pada 29 Desember 2024 ini, terdapat 3 dokter spesialis penyakit dalam dan 1 dokter spesialis obgyn yang juga akan segera menyelesaikan adaptasi dan mendapatkan surat selesai adaptasi, yaitu: </p>
<p>1. dr. Kelvin Marwali, lulusan Filipina, penempatan di RSUD Palmatak Prov. Kep. Riau<br />
2. dr. Pramanta, lulusan Filipina, penempatan di RSUD Kubu Raya, Kalimantan Barat<br />
3. dr. Lydia Linggawati, lulusan Filipina, penempatan di RSUD Zainal Abidin Pagar Alam, Lampung<br />
4.  dr. Andreas Suhartoyo, lulusan Jerman, penempatan di RSUD OtanahaGorontalo</p>
<p>Selama masa penempatan di Fasyankes, peserta adaptasi menerima insentif dari pemerintah dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan lokasi penempatan, mulai dari Rp7 juta hingga Rp24 juta per bulan. Insentif ini merupakan bagian dari dukungan Kemenkes untuk mendorong pemerataan akses layanan kesehatan.</p>
<p>Menkes berharap dokter spesialis lulusan luar negeri yang mengikuti program adaptasi terus bertambah. Tahun depan, dirinya menargetkan sekitar 100-200 dokter spesialis setiap tahunnya bisa mengikuti program ini. Terkait sistem dan proses pendaftaran, Menkes menegaskan bahwa Kemenkes akan terus meningkatkan layanan menjadi lebih cepat dan transparan.</p>
<p>“Kebutuhan dokter spesialis di Indonesia sangat tinggi. Saya minta 7 yang lulus dari 32 yang sedang dalam proses ini untuk berbagi cerita kepada teman-teman diaspora atau dokter Indonesia di luar negeri agar mereka kembali ke Indonesia dan berbakti kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.</p>
<p>Salah satu dokter spesialis WNI Lulusan Luar negeri, dr. Kelvin Marwali, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam lulusan Rizal Medical Center, Filipina, memulai pengabdiannya di RSUD Palmatak, Anambas, Kepulauan Riau, pada 29 Desember 2022. Selama dua tahun bertugas, ia mengatasi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas medis hingga budaya lokal yang memengaruhi pola perawatan kesehatan.</p>
<p>Selama bertugas, dr. Kelvin telah menangani berbagai kasus medis, terutama kasus kanker, jantung, stroke, dan uronefro (KJSU) yang sering ditemui. Ia juga bekerja sama dengan tenaga medis lokal untuk meningkatkan kapasitas mereka serta memastikan masyarakat setempat mendapatkan layanan medis yang optimal meskipun dengan keterbatasan yang ada.</p>
<p>“Setiap hari adalah tantangan, tetapi saya sangat bersyukur bisa memberikan bantuan medis dan juga belajar banyak dari budaya dan kehidupan mereka. Pengalaman ini sangat memperkaya karier saya,” kata dr. Kelvin dengan penuh semangat.</p>
<p>Penerimaan STR seumur hidup ini tidak hanya menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi dr. Kelvin, tetapi juga memperlihatkan kemitraan yang semakin erat antara tenaga medis internasional dan sistem kesehatan Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Kemenkes untuk meningkatkan kualitas tenaga medis di seluruh pelosok negeri, baik melalui pengembangan kapasitas tenaga medis lokal maupun kehadiran dokter WNI lulusan luar negeri.</p>
<p>Kemenkes mengundang dan membuka peluang sebesar-besarnya kepada diaspora Indonesia untuk kembali ke Tanah Air, bersama-sama meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan spesialistik. Program ini sejalan dengan menciptakan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/2d9fc6c8-8824-41b5-9e30-ebb21a281902.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dokter Spesialis Lulusan Luar Negeri Terima STR Seumur Hidup Setelah Dua Tahun Bertugas di Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ dokter-spesialis-lulusan-luar-negeri-terima-str-seumur-hidup-setelah-dua-tahun-bertugas-di-daerah</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 16:16:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ dokter-spesialis-lulusan-luar-negeri-terima-str-seumur-hidup-setelah-dua-tahun-bertugas-di-daerah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin hari ini menyerahkan Surat Tanda Registrasi (STR) Seumur Hidup kepada dokter spesialis Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri yang telah berhasil menyelesaikan program adaptasi. Penyerahan STR ini menjadi simbol keberhasilan transformasi adaptasi dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>“Terima kasih kepada teman-teman dokter adaptan yang sudah sabar mencintai Indonesia. Terima kasih telah mau kembali ke Indonesia,” ujar Menkes di Jakarta (16/12).</p>
<p>Sejak tahun 2022, Kementerian Kesehatan telah memberikan kesempatan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan WNI lulusan luar negeri untuk berkontribusi dalam mendukung percepatan pemenuhan layanan spesialistik di Indonesia melalui program adaptasi di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Program adaptasi dokter spesialis WNI lulusan luar negeri dirancang untuk memastikan kompetensi dokter sesuai standar nasional dan mempermudah proses adaptasi yang sebelumnya dilakukan di institusi pendidikan menjadi berbasis fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Langkah ini memungkinkan dokter untuk langsung berkontribusi melayani masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.</p>
<p>“Seluruh dunia kekurangan dokter, Indonesia pun kekurangan dokter. Tadi, beberapa direktur RSUD bercerita banyak masyarakat yang meninggal karena tidak ada dokter yang bisa menangani. Begitu ada dokter adaptasi, mereka minta agar dokter tersebut menetap karena memang dokter spesialis di Indonesia sangat dibutuhkan,” terang Menkes.</p>
<p>Hingga Desember 2024, sebanyak 32 dokter spesialis WNI lulusan luar negeri telah ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan secara merata di berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari 7 spesialisasi, yaitu spesialis anak, obgyn, penyakit dalam, dermatologi dan venerologi, bedah plastik, ortopedi dan traumatologi, serta spesialis mata.</p>
<p>Sebanyak 3 dokter spesialis ortopedi dan traumatologi telah selesai melaksanakan adaptasi pada November 2024 dan menerima STR (Surat Tanda Registrasi) Seumur Hidup, yaitu:</p>
<p>dr. Einstein Yefta Endoh, lulusan Filipina, bertugas di RSUD ODSK, Sulawesi Utara<br />
dr. Anastasia Pranoto, lulusan Filipina, bertugas di RSUD Cut Meutia, Aceh<br />
dr. Ikhwan, lulusan Malaysia, bertugas di RSUD Dr. Fauziah, Aceh<br />
Sementara pada 29 Desember 2024 ini, terdapat 3 dokter spesialis penyakit dalam dan 1 dokter spesialis obgyn yang juga akan segera menyelesaikan adaptasi dan mendapatkan surat selesai adaptasi.</p>
<p>Selama masa penempatan di Fasyankes, peserta adaptasi menerima insentif dari pemerintah dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan lokasi penempatan, mulai dari Rp7 juta hingga Rp24 juta per bulan. Insentif ini merupakan bagian dari dukungan Kemenkes untuk mendorong pemerataan akses layanan kesehatan.</p>
<p>Menkes berharap dokter spesialis lulusan luar negeri yang mengikuti program adaptasi terus bertambah. Tahun depan, dirinya menargetkan sekitar 100 dokter spesialis bisa mengikuti program ini. Terkait sistem dan proses pendaftaran, Menkes menegaskan bahwa Kemenkes akan terus meningkatkan layanan menjadi lebih cepat dan transparan.</p>
<p>“Kebutuhan dokter spesialis di Indonesia sangat tinggi. Saya minta 7 yang lulus dari 32 yang sedang dalam proses ini untuk berbagi cerita kepada teman-teman diaspora atau dokter Indonesia di luar negeri agar mereka kembali ke Indonesia dan berbakti kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.</p>
<p>dr. Kelvin Marwali, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam lulusan Rizal Medical Center, Filipina, memulai pengabdiannya di RSUD Palmatak, Anambas, Kepulauan Riau, pada 29 Desember 2022. Selama dua tahun bertugas, ia mengatasi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas medis hingga budaya lokal yang memengaruhi pola perawatan kesehatan.</p>
<p>Selama bertugas, dr. Kelvin telah menangani berbagai kasus medis, terutama kasus kanker, jantung, stroke, dan uronefro (KJSU) yang sering ditemui. Ia juga bekerja sama dengan tenaga medis lokal untuk meningkatkan kapasitas mereka serta memastikan masyarakat setempat mendapatkan layanan medis yang optimal meskipun dengan keterbatasan yang ada.</p>
<p>“Setiap hari adalah tantangan, tetapi saya sangat bersyukur bisa memberikan bantuan medis dan juga belajar banyak dari budaya dan kehidupan mereka. Pengalaman ini sangat memperkaya karier saya,” kata dr. Kelvin dengan penuh semangat.</p>
<p>Penerimaan STR seumur hidup ini tidak hanya menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi dr. Kelvin, tetapi juga memperlihatkan kemitraan yang semakin erat antara tenaga medis internasional dan sistem kesehatan Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Kemenkes untuk meningkatkan kualitas tenaga medis di seluruh pelosok negeri, baik melalui pengembangan kapasitas tenaga medis lokal maupun kehadiran dokter WNI lulusan luar negeri.</p>
<p>Kemenkes mengundang dan membuka peluang sebesar-besarnya kepada diaspora Indonesia untuk kembali ke Tanah Air, bersama-sama meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan spesialistik. Program ini sejalan dengan menciptakan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567, SMS 0812-8156-2620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG_3939.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Minta Program Adaptasi Dokter Spesialis WNI Lulusan Luar Negeri Lebih Cepat dan Transparan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-minta-program-adaptasi-dokter-spesialis-wni-lulusan-luar-negeri-lebih-cepat-dan-transparan</link>				
         <pubDate>Mon, 16 Dec 2024 11:46:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-minta-program-adaptasi-dokter-spesialis-wni-lulusan-luar-negeri-lebih-cepat-dan-transparan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginginkan lebih banyak lagi dokter spesialis WNI yang berada di luar negeri kembali ke Tanah Air. Menkes menyampaikan hal tersebut saat menyerahkan Surat Tanda Registrasi (STR) Seumur Hidup kepada dokter spesialis Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri yang telah berhasil menyelesaikan program adaptasi di Jakarta pada Senin (16/12).</p>
<p>Untuk mencapai target tersebut, Menkes Budi meminta Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan sebagai pengampu program untuk meningkatkan program adaptasi dokter spesialis WNI lulusan luar negeri menjadi lebih cepat dan transparan.</p>
<p>“Begitu ini sudah ada yang selesai, harus terus ada perbaikan,” kata Menkes.</p>
<p>Menkes mengungkapkan, hingga Desember 2024, terdapat 77 pemohon program adaptasi dokter spesialis yang berasal dari 11 negara, yaitu Jerman, Filipina, China, Malaysia, Nepal, Rusia, Ukraina, Jepang, Thailand, Belanda, dan Inggris.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 32 dokter spesialis WNI lulusan luar negeri telah ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) secara merata di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Namun, dari hasil evaluasi yang dilakukan Ditjen Nakes, sebanyak 17 dokter spesialis lulusan luar negeri dinyatakan belum memiliki kompetensi sesuai standar nasional dan sedang mengikuti penambahan kompetensi di 9 rumah sakit pendidikan.</p>
<p>Kemudian, 8 pemohon mengundurkan diri, 16 lainnya ditolak, dan 7 dokter spesialis dinyatakan telah selesai melakukan adaptasi di fasyankes serta berhak mendapatkan surat selesai adaptasi serta STR Seumur Hidup.</p>
<p>Menkes menekankan Ditjen Nakes harus secara terbuka menjelaskan, baik kepada individu maupun publik, mengenai alasan dokter-dokter ditolak. Begitu pula dengan pemohon yang mengundurkan diri, Ditjen Nakes harus mencari tahu alasan pemohon tidak melanjutkan program ini.</p>
<p>“Saya dengar mereka banyak ditolak karena ambil spesialisnya master degree, bukan pelatihan. Itu mesti dijelaskan. Lalu, yang mengundurkan diri harus ditanya kenapa mundur, jangan-jangan kelamaan proses kita,” tutur Menkes.</p>
<p>Menkes juga menekankan agar program adaptasi dokter spesialis WNI lulusan luar negeri dipermudah sehingga proses pendaftaran menjadi lebih cepat.</p>
<p>“Bisa nggak waktunya dipendekkan, supaya prosesnya cepat, tidak banyak administrasi,” tutur Menkes.</p>
<p>Di samping itu, Menkes mendorong agar program adaptasi dokter spesialis WNI lulusan luar negeri diperluas hingga subspesialis. Ia ingin program baru ini segera dibuka.</p>
<p>Untuk menarik minat para dokter spesialis dan subspesialis, Menkes secara khusus meminta dokter spesialis WNI lulusan luar negeri yang telah menyelesaikan program adaptasi membantu pemerintah untuk menyosialisasikan program ini di berbagai platform, terutama media sosial.</p>
<p>“Sosialisasikan ini lebih banyak ke teman-teman di luar bahwa prosesnya lebih mudah dan berikan kita feedback kalau ada apa-apa. Kita ingin lebih banyak diaspora di luar tahu, sehingga mereka bisa balik,” pinta Menkes.</p>
<p>Program adaptasi dokter spesialis WNI lulusan luar negeri merupakan bagian dari Transformasi SDM Kesehatan untuk mendukung pemerataan layanan kesehatan spesialistik di Indonesia. Proses adaptasi ini bertujuan untuk memastikan penilaian dan penyesuaian kemampuan dokter spesialis terhadap standar kompetensi nasional, serta penyesuaian perilaku profesional sesuai dengan sistem kesehatan Indonesia. </p>
<p>Program ini juga menjadi salah satu upaya percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis spesialistik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/abeab4ec-f777-4b9b-a6df-37a7e6a48508.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ratusan Remaja Bersemangat Ikut Fun Run Hari AIDS Sedunia di Bogor</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ratusan-remaja-bersemangat-ikut-fun-run-hari-aids-sedunia-di-bogor</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Dec 2024 17:43:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ratusan-remaja-bersemangat-ikut-fun-run-hari-aids-sedunia-di-bogor</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bogor, 15 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan dukungan USAID EpiC dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sukses menyelenggarakan fun run untuk memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2024 di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/12). Kegiatan bertajuk “Run for Ending AIDS: It’s Our Time for Youth to Take Action” ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas olahraga lari.</p>
<p>Acara yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini berlangsung meriah dengan start dan finish di Kebun Raya Bogor. Para peserta menempuh rute sejauh 5 kilometer, yang tidak hanya menawarkan tantangan fisik tetapi juga mendorong generasi muda menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah HIV/AIDS.</p>
<p>“Fun run ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga simbol gerakan kolektif kita untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Kami ingin mengajak kaum muda untuk lebih peduli dan aktif dalam pencegahan serta penanganan HIV/AIDS,” ucap Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, Bayu Teja Muliawan, sesaat sebelum melepas peserta lari di garis start.</p>
<p>Selain lari santai atau fun run, kegiatan ini juga berisi berbagai rangkaian acara seperti edukasi kesehatan, termasuk edukasi HIV/AIDS, pemeriksaan kesehatan gratis seperti tes gula darah, hemoglobin (Hb), tekanan darah, dan rapid HIV, serta pertunjukan seni dan live music yang menghibur.</p>
<p>Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin, memandang kegiatan fun run ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam memberantas HIV/AIDS pada kelompok remaja dan usia muda. Menurutnya, pendekatan inklusif seperti berlari bersama sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran serta mengurangi stigma dan diskriminasi yang melekat dengan HIV.</p>
<p>Asisten Pemerintahan Kesra Kota Bogor, Eko Prabowo, menyatakan komitmen Pemkot Bogor untuk terus mendukung program-program Kemenkes dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Ia berharap dengan kolaborasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan atau stakeholder, Indonesia dapat terbebas dari HIV/AIDS.</p>
<p>“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Kami percaya niat kita untuk mengendalikan dan memberantas HIV/AIDS pada tahun 2030 dapat tercapai, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 akan terwujud,” ucapnya.</p>
<p>Fun run diakhiri dengan peluncuran dan pembacaan Deklarasi “It’s Our Time for Youth to Take Action” oleh seluruh peserta lari sebagai simbol semangat kolektif untuk memerangi HIV/AIDS. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize dan pertunjukan live music.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Kemenkes bersama USAID EpiC dan Pemkot Bogor berharap kelompok remaja dan anak muda mengambil peran strategis dalam pencegahan dan penanggulangan HIV melalui pendekatan sebaya dan pendekatan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/6782f490-9c0e-4154-9758-e9e17a453273-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menteri Kesehatan RI Dorong Eliminasi Penyakit TB Melalui Vaksin TB dan Active Case-Finding</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-kesehatan-ri-dorong-eliminasi-penyakit-tb-melalui-vaksin-tb-dan-active-case-finding</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Dec 2024 17:01:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-kesehatan-ri-dorong-eliminasi-penyakit-tb-melalui-vaksin-tb-dan-active-case-finding</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Abuja, Nigeria – 15 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah menghadiri pertemuan Dewan Stop TB Partnership ke-38 yang berlangsung pada 13-14 Desember 2024 di Abuja, Nigeria. Dalam pertemuan tersebut, Budi Gunadi Sadikin, Menkes RI, menjadi pembicara utama yang membahas pentingnya pendanaan untuk pengendalian TB dan pengembangan vaksin sebagai langkah kolektif global menuju eliminasi TB pada tahun 2030.</p>
<p>Dalam pidatonya, Menkes RI menegaskan perlunya langkah konkret dan inovasi untuk menghentikan penyebaran TB. “Semua pihak harus berhenti hanya berbicara atau beracara. Saatnya bekerja dengan menghadirkan inovasi, seperti vaksin TB,” ujar Menkes Budi, yang juga menjabat sebagai Co-Chair TB Vaccines Accelerator Council bersama Menkes Brasil. Ia menyerukan dukungan investasi agar vaksin TB dapat tersedia untuk produksi massal pada tahun 2028.</p>
<p>Menkes RI juga menyoroti peran Indonesia sebagai salah satu lokasi uji klinis vaksin TB M72, hasil pengembangan GSK dan Gates Foundation. “Ketersediaan vaksin TB, seperti halnya vaksin COVID-19, akan menjadi game changer untuk mengakhiri penyakit yang telah menjadi ancaman kesehatan selama berabad-abad,” tambahnya.</p>
<p>Pertemuan ini memberikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam penanganan TB. Upaya seperti peningkatan alokasi pendanaan domestik untuk TB dan target active case-finding sebanyak 1 juta kasus pada 2025 menjadi sorotan positif. Laporan Global Fund untuk TB, AIDS, dan Malaria juga mencatat efektivitas Indonesia dalam memanfaatkan dana global untuk penanganan TB (https://www.theglobalfund.org/media/15231/oig_gf-oig-24-016_report_en.pdf).</p>
<p>Selain menghadiri pertemuan utama, Menkes RI juga mengadakan diskusi bilateral dengan Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Filipina, dan Nigeria, serta berdialog dengan masyarakat sipil, Gates Foundation, Global Fund, dan USAID. Dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Nigeria, disepakati rencana untuk memberikan akses vaksin produksi Indonesia dan transfer teknologi manajemen distribusi vaksin oleh Bio Farma. Rencana kunjungan otoritas Nigeria ke Indonesia untuk melihat fasilitas produksi vaksin akan difasilitasi pada triwulan pertama 2025.</p>
<p>Komitmen Global untuk Eliminasi TB</p>
<p>Pertemuan Dewan Stop TB Partnership ke-38 juga membahas isu-isu penting seperti pemberian nutrisi yang adekuat untuk kontak serumah pasien TB dan penghapusan stigma terhadap penyakit TB. Forum ini menegaskan kembali komitmen untuk mengakhiri TB sebagai bagian dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.</p>
<p>Sebagai salah satu inisiator prioritas vaksin TB, Menkes RI mendorong percepatan pengembangan kandidat vaksin yang dapat diimplementasikan secara global pada 2029. Upaya ini selaras dengan mandat Dewan Stop TB Partnership untuk memperkuat suara masyarakat terdampak dan memastikan ketersediaan akses layanan kesehatan yang inklusif.</p>
<p>Pertemuan ke-38 Dewan Stop TB Partnership berlangsung pada tanggal 12-14 Desember 2024. Pertemuan dihadiri juga oleh Menteri Kesehatan Nigeria selaku tuan rumah, serta Menteri Kesehatan Afrika Selatan dan Filipina. Pertemuan ini juga membahas pentingnya pemberian nutrisi yang adekuat pada kontak serumah untuk mencegah insidensi TB.  Selain itu forum juga menyepakati untuk mengakhiri stigma yang selama ini menjadi penghambat signifikan dalam mengakses pelayanan TB.  </p>
<p>Dewan Stop TB Partnership beranggotakan 28 wakil-wakil dari negara yang terdampak TB (Indonesia, Filipina, Nigeria, Afrika Selatan), Organisasi Multilateral, Organisasi Masyarakat Sipil, Pihak Swasta Manufaktur Obat, Diagnostik dan Vaksin, serta para wakil Donor dan Komunitas. Mandat Stop TB Partnership adalah melayani kebutuhan dan memperkuat suara masyarakat, komunitas dan negara yang terkena dampak TB.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, hubungi hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik,<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241215-WA0013.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tonggak Awal Pencegahan Nasional Paparan Timbal pada Anak Indonesia Dimulai</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tonggak-awal-pencegahan-nasional-paparan-timbal-pada-anak-indonesia-dimulai</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Dec 2024 09:43:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tonggak-awal-pencegahan-nasional-paparan-timbal-pada-anak-indonesia-dimulai</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Desember 2024 </p>
<p>Paparan timbal berdampak serius pada kesehatan, terutama pada anak-anak, dengan risiko seperti anemia, gangguan sistem imun, menurunnya poin IQ serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Karena anak merupakan generasi penerus bangsa, upaya perlindungan terhadap anak-anak dari bahaya timbal perlu diinisiasi. </p>
<p>Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Anas Ma’ruf, MKM mengatakan Indonesia telah membahas dan menekankan pentingnya menghasilkan data berkualitas tinggi untuk membantu memahami paparan timbal dan beban kesehatan pada anak Indonesia. </p>
<p>“Hal ini akan menjadi langkah awal yang penting menuju pencegahan paparan timbal yang efektif pada masa kanak-kanak bersamaan dengan pengurangan sumber timbal, penguatan sistem kesehatan, dan peningkatan kesadaran,” ujar dr. Anas di Jakarta, Jumat (13/12).</p>
<p>Dengan dukungan teknis dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi &#8211; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Vital Strategies, serta Yayasan Pure Earth Indonesia, Kementerian Kesehatan merintis upaya untuk membangun sistem pengawasan timbal dalam  darah anak di Indonesia dengan menyelenggarakan Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) tahap pertama sebagai langkah awal.</p>
<p>Pada 2019, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memperkirakan 8,2 juta anak Indonesia memiliki kadar timbal darah (KTD) di atas 5 mikrogram per desiliter (µg/dL), tingkat yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk intervensi kesehatan masyarakat. </p>
<p>Sebelumnya, setidaknya telah dilakukan lebih dari 20 penelitian lokal di Indonesia terkait kadar timbal darah pada anak-anak. Penelitian-penelitian ini memberikan wawasan dan menunjukkan pentingnya pemantauan paparan timbal pada anak-anak.<br />
Namun, banyak dari penelitian ini dilakukan di wilayah yang terbatas, sumber paparan timbal yang sebagian sudah diketahui dan dengan ukuran sampel yang juga terbatas. Sehingga diperlukan kegiatan surveilans kadar timbal darah (SKTD) untuk melakukan pemantauan paparan timbal pada anak-anak dengan menggunakan sampel yang representatif di wilayah yang lebih luas dan menyelidiki potensi paparan timbal di rumah. </p>
<p>Kegiatan Piloting SKTD tahap pertama yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan dan dijadwalkan berlangsung pada Januari &#8211; Juli 2025 akan mencakup pemeriksaan darah untuk mengetahui KTD pada anak, serta kegiatan kunjungan ke rumah untuk mengambil sampel berupa debu, tanah, air, dan barang sehari-hari untuk diukur kadar timbalnya. </p>
<p>Epidemiolog Vital Strategies Edwin Siswono mengungkapkan mengetahui sumber timbal dan siapa yang paling rentan terhadap paparan adalah salah satu langkah awal untuk mengurangi paparan timbal. Data yang dikumpulkan dari surveilans KTD ini akan menunjukkan sejauh mana kadar timbal pada anak-anak di Indonesia. </p>
<p>“Data juga dapat dijadikan dasar untuk mengidentifikasi sumber utama timbal, serta untuk menyusun kebijakan dan program yang akan memperkuat kemampuan sistem kesehatan dalam melindungi anak-anak dari bahaya timbal,&#8221; ungkap Edwin.</p>
<p>Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, M.Kes., menambahkan dengan kompetensi dalam penelitian dan pengolahan data, serta pengalaman meneliti faktor risiko kesehatan terhadap kesehatan masyarakat, BRIN berperan sebagai peneliti utama dalam piloting SKTD tahap-1 ini. </p>
<p>“Kami berharap dapat memberikan kontribusi dalam melaksanakan tugas teknis penelitian, pengkajian, serta memaksimalkan proses surveilans kadar timbal darah (SKTD) untuk mengetahui KTD pada anak serta kegiatan kunjungan rumah untuk mengambil sampel pencemaran timbal di lingkungan,” kata Wahyu.</p>
<p>Budi Susilorini, Direktur Yayasan Pure Earth Indonesia mengatakan penting bagi orang tua untuk tahu sejak dini apakah ada timbal dalam darah anak dan apa saja potensi sumbernya. Sehingga, orang tua bisa segera mengambil langkah untuk mencegah anak dari bahaya paparan timbal dan memastikan tumbuh kembangnya berjalan optimal. </p>
<p>“Oleh karena itu, identifikasi sumber pencemar menjadi komponen penting dalam kegiatan ini dikarenakan dari hasil studi yang pernah dilakukan, termasuk di Indonesia, menunjukkan beragamnya sumber pencemar, bahkan dari produk yang kita gunakan sehari-hari. Sebagai mitra pembangunan, kami berpartisipasi aktif dalam proses penyiapan dan pelaksanaan SKTD, serta nantinya dalam perumusan tindak lanjut dari hasil SKTD ini, tutur Budi.</p>
<p>dr. Anas menambahkan, pihaknya sangat berharap hasil dari SKTD tahap pertama ini dapat menjadi alat dalam pemantauan kadar timbal darah anak secara nasional dan berkelanjutan, sehingga kebijakan dalam pengendalian paparan timbal dapat ditetapkan secara efektif dan upaya mengurangi paparan timbal bagi anak Indonesia bisa  terus mengalami kemajuan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dies Natalis ke-64 Fakultas Kedokteran Gigi UI, Distribusi Dokter Gigi yang Belum Merata Masih jadi Tantangan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dies-natalis-ke-64-fakultas-kedokteran-gigi-ui-distribusi-dokter-gigi-yang-belum-merata-masih-jadi-tantangan</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Dec 2024 09:26:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dies-natalis-ke-64-fakultas-kedokteran-gigi-ui-distribusi-dokter-gigi-yang-belum-merata-masih-jadi-tantangan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Desember 2024</p>
<p>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) merayakan Dies Natalis ke-64 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Jumat (13/12). Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengapresiasi perjalanan panjang FKG UI yang telah berperan besar dalam perkembangan kedokteran gigi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;64 tahun ini adalah kisah komitmen kolaborasi dan inovasi FKG UI yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. FKG UI telah bertransformasi dan berinovasi, seiring berjalannya waktu, untuk mencetak dokter gigi yang tidak hanya kompeten tetapi juga memiliki integritas tinggi,&#8221; ujar Prof. Dante di JCC, Jakarta, Jumat (13/12).</p>
<p>Sejak didirikan pada 1960-an, FKG UI telah menjadi pusat pendidikan kedokteran gigi terkemuka di Indonesia. Dalam kurun waktu lebih dari enam dekade, FKG UI tidak hanya mempertahankan posisi terdepan di bidang kedokteran gigi, tetapi juga memperluas pengaruhnya di tingkat nasional dan internasional.</p>
<p>Menurutnya, FKG UI terus memperbaharui diri, mengadaptasi perkembangan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses kesehatan gigi di Indonesia. </p>
<p>&#8220;FKG UI selalu berkolaborasi dengan masyarakat, alumni, dan berbagai pihak untuk menghasilkan inovasi yang memberi solusi nyata dalam sektor kesehatan gigi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, tantangan dalam sektor kesehatan gigi di Indonesia masih cukup besar. Prof. Dante mengungkapkan, data terbaru menunjukkan penyakit periodontal masih menjadi masalah utama di Indonesia. Selain itu, hanya sekitar 5% anak-anak Indonesia yang menyikat gigi dengan benar.</p>
<p>Tantangan lain yang dihadapi adalah distribusi tenaga medis di bidang kedokteran gigi. Dari sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia, sekitar 4.000 puskesmas di antaranya belum memiliki dokter gigi. </p>
<p>Kondisinya saat ini, satu dokter gigi melayani hingga 7.500 penduduk. Hal ini menyebabkan ketidakmerataan pelayanan kesehatan gigi di berbagai daerah.</p>
<p>&#8220;Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kami berharap, dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FKG UI dapat terus mencetak dokter gigi yang tangguh, yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga memiliki rasa sosial tinggi,&#8221; kata Prof. Dante.</p>
<p>Dalam konteks pemerataan dokter gigi di seluruh Indonesia, Dekan FKG UI drg. Nia Ayu Ismaniati, MDSc, Sp.Ort(K) telah berkomitmen untuk mengirimkan lulusannya ke daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi yang berkualitas.</p>
<p>&#8220;Semangat untuk terus maju dan memberikan yang terbaik tidak pernah pudar. Kami terus berupaya memperkuat komitmen kami dalam menghasilkan dokter gigi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peduli terhadap masyarakat,&#8221; ungkap drg. Nia.</p>
<p>Ia menegaskan komitmen FKG UI dalam mencetak dokter gigi profesional dan siap melayani masyarakat tak pernah surut. FKG UI selalu mengedepankan pendidikan yang berkualitas, riset yang inovatif, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.</p>
<p>“Dalam upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan gigi, FKG UI juga mengembangkan program beasiswa afirmasi. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah terpencil, dengan harapan mereka dapat kembali ke daerah asalnya untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan gigi di sana,” ucap drg. Nia.</p>
<p>FKG UI juga terus berupaya memperkuat identitas dan perannya di bidang kedokteran gigi. Pada 2024, mahasiswa FKG UI berhasil mencatatkan prestasi gemilang, dengan meraih sekitar lebih dari seratusan medali di berbagai kejuaraan, baik ilmiah maupun non-ilmiah, di tingkat internasional dan nasional.</p>
<p>drg. Nia menambahkan, FKG UI menghasilkan sekitar 3.000 dokter gigi setiap tahunnya. Para lulusan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga medis di Indonesia, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengisi berbagai posisi strategis di bidang kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54201618945_353912aa5b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Minta Terapkan Prinsip CERDAS dalam Proses Peninjauan Fornas Obat-Obatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-minta-terapkan-prinsip-cerdas-dalam-proses-peninjauan-fornas-obat-obatan</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Dec 2024 09:13:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-minta-terapkan-prinsip-cerdas-dalam-proses-peninjauan-fornas-obat-obatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya agar obat-obatan yang digunakan dalam layanan kesehatan sesuai kendali mutu dan biaya atau standar kualitas baik dan biaya terjangkau melalui proses seleksi yang sistematis dan terencana. Proses seleksi obat yang cermat menjadi kunci memastikan obat-obatan yang tersedia di fasilitas kesehatan (fasyankes) berada dalam pengobatan presisi.</p>
<p>Dalam proses seleksi obat ini, Formularium Nasional (Fornas) memiliki peran yang sangat penting karena menjadi pedoman resmi untuk memastikan ketersediaan obat yang berkualitas, efisien, dan sesuai kebutuhan layanan kesehatan. Menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono, kegiatan Diseminasi Pemantauan dan Penerapan Formularium Nasional (Fornas) harus menghasilkan formularium yang membuat pasien dapat ditangani di fasyankes secara efisien, efektif, dan mudah.</p>
<p>“Kita akan melakukan efisiensi, penanganan pasien secara paripurna, cost-effective, dan memudahkan pasien dalam menjalani pengobatan,” ujar Wamenkes Prof. Dante dalam acara Diseminasi Pemantauan dan Penerapan Formularium Nasional (Fornas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/12).</p>
<p>Fornas merupakan daftar obat terpilih yang harus tersedia di fasyankes untuk melaksanakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Fornas digunakan sebagai acuan dalam penulisan resep obat pada program JKN yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan fasyankes untuk menjamin akses obat-obatan yang tercantum di dalamnya.</p>
<p>“Fornas adalah acuan bersama bagi kita semua—pemerintah pusat, daerah, BPJS, dan fasyankes—untuk menyediakan dan memastikan akses terhadap obat-obatan yang diperlukan masyarakat. Saya yakin, dengan kerja sama yang kuat, kita dapat memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan masyarakat dengan cara yang tepat,” tegas Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante juga menekankan pentingnya enam prinsip yang dirangkum dalam akronim CERDAS, yaitu:<br />
1. Cermat menggunakan Health Technology Assessment,<br />
2. Empati terhadap kondisi di lapangan,<br />
3. Rasional dalam kendali mutu dan biaya,<br />
4. Dinamis mengikuti perkembangan teknologi,<br />
5. Aktif mendukung kemandirian farmasi, dan<br />
6. Selalu berorientasi pada masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, prinsip CERDAS adalah tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan kesehatan terhadap masyarakat, undang-undang, institusi, dan sistem pembiayaan yang bersumber dari uang rakyat. &#8220;Dengan demikian, Fornas menjadi pintu terakhir untuk menjamin mutu dan efektivitas biaya dalam pengobatan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalucia, menjelaskan bahwa daftar obat dalam Fornas diperbarui paling lambat dua tahun sekali untuk menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>“Namun, perubahan dapat dilakukan lebih awal jika terdapat obat yang sangat mendesak atau ada bukti ilmiah baru yang mendukung kebutuhan perubahan,” jelas Dirjen Rizka.</p>
<p>Fornas saat ini, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/MENKES/2197/2023, mencakup 672 zat aktif dalam 1.132 bentuk dan kekuatan sediaan.</p>
<p>Pada 2024, usulan perubahan Fornas telah dibuka sejak Maret hingga Oktober dan dibahas bersama Tim Seleksi Obat Fornas, Komite Nasional Seleksi Obat dan Fitofarmaka, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.<br />
Setelah dilakukan peninjauan, ditetapkan perubahan Fornas melalui KMK No. HK.01.07/MENKES/1818/2024 yang akan berlaku mulai 1 Februari 2025. Perubahan ini menambah total obat Fornas menjadi 677 zat aktif dalam 1.143 bentuk dan kekuatan sediaan.</p>
<p>Kegiatan Diseminasi Pemantauan dan Penerapan Fornas ini dilakukan secara hybrid (luring dan daring). Peserta luring terdiri dari perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, 16 Rumah Sakit Pemerintah, 5 Rumah Sakit Swasta, International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia dan Unit Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Peserta daring meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, Direktur Rumah Sakit, Kepala Instalasi Farmasi, tenaga medis dan kefarmasian di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), serta Kolegium Kesehatan Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi hotline Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik,<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54201607913_7177bfc2ba_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Prioritas Pemerintah untuk Atasi Persoalan Obat di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-prioritas-pemerintah-untuk-atasi-persoalan-obat-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Dec 2024 21:07:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-prioritas-pemerintah-untuk-atasi-persoalan-obat-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara IPMG Stakeholders Forum 2024 di Jakarta, Kamis (12/12). Pada kesempatan itu, Menkes membeberkan 3 langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan obat yang masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Langkah pertama adalah memastikan ketersediaan obat. Belajar dari pandemi COVID-19, Indonesia mengalami kesulitan untuk mendapatkan obat dan alat kesehatan, terutama BMHP (Bahan Medis Habis Pakai). Hal ini menunjukan lemahnya sistem ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan Indonesia.</p>
<p>Dalam memastikan ketersediaan, pemerintah mendorong agar obat dan alat kesehatan dapat diproduksi di dalam negeri. Selain untuk memperkuat perekonomian, langkah tersebut juga untuk memperkuat sektor kesehatan dalam menghadapi pandemi selanjutnya.</p>
<p>“Kita sukses melakukan fraksionasi plasma darah dan harapannya mulai tahun 2026 kita mulai produksi Albumin di Indonesia. Itu kenapa, memastikan ketersediaan sangat penting untuk melindungi masyarakat dari pandemi selanjutnya,” kata Menkes.</p>
<p>Kedua, akses obat inovatif. Selain ketersediaan, peningkatan akses terhadap obat inovatif juga menjadi salah satu prioritas pemerintah. Menkes menegaskan bahwa saat ini Indonesia telah menginisiasi Health Technology Assessment (HTA) Satu Pintu Satu Standar dan mengakomodir <em>stakeholder-led submission</em> yang memungkinkan para stakeholder untuk melakukan kajian HTA mandiri kemudian hasilnya diusulkan untuk dinilai lebih lanjut oleh Komite Penilaian Teknologi Kesehatan.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk efisiensi dan melakukan percepatan proses persetujuan uji klinik dan registrasi obat. </p>
<p>“Akses obat kita masih rendah. Pastikan kita harus menyederhanakan proses perizinan uji klinik dan registrasi obat, jangan terlalu lama, jangan terlalu birokratis,” kata Menkes.</p>
<p>Ketiga, harga obat harus terjangkau. Saat ini, harga obat di Indonesia sangat mahal dibandingkan harga di Singapura dan Malaysia. Menkes menyebut perbedaan harga obat mencapai 1,5 sampai 5 kali lipat lebih tinggi di Indonesia dibandingkan dengan harga di Malaysia. Hal ini menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.</p>
<p>“Pajak bukan isu utama dari tingginya harga obat, tapi biaya marketing dan distribusi yang mahal. Untuk mengatasinya, pemerintah akan membuat sistem yang lebih baik guna mengatasi persoalan ini,” ucap Menkes.</p>
<p>Menkes menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, industri farmasi, penyedia layanan kesehatan, dan tenaga kesehatan akan terus diperkuat untuk mencapai tiga tujuan utama ini.</p>
<p>“Kami membutuhkan dukungan anda. Tujuan kami jelas, yakni bisa memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau untuk masyarakat terutama dalam hal ketersediaan obat-obatan,&#8221; tutup Menteri Budi.</p>
<p>Dengan adanya upaya yang terus menerus dari semua pihak dalam memastikan akses, kualitas, dan biaya yang terjangkau, Menkes berharap dapat menciptakan sistem kesehatan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua IPMG Ait-Allah Mejri mengapresiasi sektor kesehatan Indonesia di bawah kepemimpinan Menkes Budi yang telah mengalami kemajuan luar biasa pasca COVID-19. Menurutnya, hal ini bukan hanya prestasi yang besar di tingkat internasional, tetapi juga bentuk komitmen dalam meningkatkan sektor kesehatan di dalam negeri.</p>
<p>Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan sistem kesehatannya, terutama dalam menyukseskan transformasi kesehatan pilar ketiga yakni ketahanan sistem kesehatan melalui penguatan manufaktur lokal.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan dengan meluncurkan lima pilar Manifesto IPMG, yakni pembentukan Tim Kerja “Strategi Nasional untuk Obat dan Vaksin Inovatif”, Peninjauan Kriteria Pengadaan Obat dan Vaksin yang Lebih Efektif secara Biaya, Percepatan Penilaian Teknologi Kesehatan (HTA), Penguatan Kerangka Regulasi (BPOM), dan Prioritisasi Pembiayaan Kesehatan yang Berkelanjutan (More Money for Health, More Health for Money).</p>
<p>“Manifesto IPMG merupakan visi bersama dalam memperkuat upaya pemerintah untuk strategi farmasi nasional, utamanya dalam mengedepankan inovasi dan memastikan akses bagi seluruh pasien di Indonesia. Untuk itu, dalam forum ini kami mengundang para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menyusun call to action dari manifesto ini,” kata Ait-Allah.</p>
<p>Manifesto diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia-Pasifik, memperkuat infrastruktur kesehatan, dan menciptakan sistem kesehatan yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/680f858d-e08f-48d6-9d28-8eb28737b051-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SATUSEHAT Hadirkan Ragam Fitur Inovatif untuk Dukung Kesehatan Perempuan dan Anak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-hadirkan-ragam-fitur-inovatif-untuk-dukung-kesehatan-perempuan-dan-anak</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Dec 2024 11:43:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-hadirkan-ragam-fitur-inovatif-untuk-dukung-kesehatan-perempuan-dan-anak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Desember 2024</p>
<p>Untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperluas dan memperkuat fungsi SATUSEHAT Mobile sebagai aplikasi kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI Setiaji menegaskan pentingnya peran ibu dalam menjaga kesehatan keluarga, “Oleh karenanya, melalui SATUSEHAT Mobile, Kemenkes RI berkomitmen untuk memastikan akses layanan kesehatan digital yang mudah dan inklusif di setiap siklus kehidupan, termasuk mendukung kesehatan ibu dan anak,” ujar Setiaji, Kamis (12/12).</p>
<p>Salah satu fitur unggulan SATUSEHAT Mobile, yakni Kesehatan Kehamilan yang hadir untuk membantu masyarakat dalam memantau perkembangan janin dan usia kehamilan. “Dengan fitur ini, ibu hamil dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan janin dan berbagai saran kesehatan yang sesuai dengan usia kehamilannya,” jelas Setiaji.</p>
<p>Untuk membantu pencegahan stunting, SATUSEHAT Mobile juga menyediakan fitur Tumbuh Anak yang memudahkan para orang tua untuk memantau status pertumbuhan anak dengan memasukkan informasi terkait usia anak beserta tinggi dan berat badan.</p>
<p>“Selain itu, tersedia juga fitur Imunisasi Rutin yang memberikan kemudahan bagi orang tua dalam mengakses informasi seputar riwayat dan rekomendasi imunisasi berikutnya hingga sertifikat imunisasi rutin anak yang dapat diunduh secara digital,” terang Setiaji.</p>
<p>Baru-baru ini, SATUSEHAT Mobile juga merilis fitur akses cepat ke kontak darurat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Fitur ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Kemenkes RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.</p>
<p>Fitur-fitur itu diharapkan dapat mempermudah akses perempuan termasuk ibu dan anak untuk melaporkan tindak kekerasan domestik yang mereka alami. “Caranya, pengguna hanya perlu menekan ikon aplikasi SATUSEHAT Mobile. Selanjutnya, pilih ‘Darurat KDRT’ guna terhubung ke hotline layanan Sahabat Perempuan dan Anak 129,” ungkap Setiaji.</p>
<p>Kehadiran fitur-fitur tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap warga negara dapat menikmati akses kesehatan yang mudah, merata, dan berkualitas dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan digitalisasi.</p>
<p>“Ke depan, SATUSEHAT Mobile akan terus dikembangkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan, yang diharapkan dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” pungkas Setiaji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG_6703.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Sarasehan dengan Kader Posyandu, Bahas Alkes Hingga Beri Penghargaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-sarasehan-dengan-kader-posyandu-bahas-alkes-hingga-beri-penghargaan</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Dec 2024 23:42:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-sarasehan-dengan-kader-posyandu-bahas-alkes-hingga-beri-penghargaan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menggelar acara sarasehan dengan kader posyandu dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Aula Siwabessy, Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Rabu (11/12) ini dihadiri oleh 96 kader Posyandu berprestasi dari 94 daerah serta para pimpinan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), perwakilan kepala daerah dan para mitra pembangunan. </p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh kader posyandu yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam memberikan layanan kesehatan kepada semua siklus hidup dari ibu hamil, bayi balita, remaja, dewasa, dan lansia. </p>
<p>“Kader posyandu adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar. Tanpa kontribusi mereka, kita tidak akan bisa mencapai kemajuan yang signifikan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mendengarkan langsung aspirasi dan tantangan yang dihadapi oleh para kader posyandu dalam menjalankan tugas mereka seperti kurangnya sumber daya manusia (SDM), keterbatasan fasilitas, insentif kader, serta pentingnya peningkatan kapasitas kader dalam menghadapi masalah kesehatan yang semakin kompleks.</p>
<p>Salah satu kader Posyandu Bokong, Klungkung Bali, Purwatiningsih, menyampaikan, kendala yang dihadapi dalam melakukan kunjungan rumah. Dia mengatakan, alat kesehatan untuk menunjang layanan di posyandunya saat ini masih belum lengkap, di antaranya tensimeter yang jumlahnya sangat terbatas. Tak hanya itu, dari sisi SDM, masih banyak kader belum paham mengenai penggunaan alat kesehatan. </p>
<p>Melalui dialog ini, Purwatiningsih berharap alat kesehatan di posyandunya dapat dilengkapi dan didukung dengan pelatihan yang komprehensif dari pemerintah agar para kader mampu mengoperasikan alat kesehatan dengan benar. </p>
<p>Merespons pertanyaan tersebut, Menkes Budi, yang didampingi Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi, menyebut dalam waktu dekat pemerintah akan menambah alat kesehatan bernama Posyandu kit, yang terdiri dari LiLa, tensimeter dan termometer, di seluruh posyandu di Indonesia. Kit tersebut juga akan dilengkapi dengan buku panduan yang bisa menjadi pegangan para kader dalam mengoperasikan alat.</p>
<p>“Kita akan siapkan Posyandu kit. Antropometri kit sudah kita bagi kan, nanti kita akan kasih kader kit isinya tensimeter, LiLa dan termometer, tapi nanti juga ada buku panduannya,” ucap Menkes. </p>
<p>Setelah sesi dialog, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada kader posyandu atas prestasi luar biasa dalam menjawab pertanyaan kuis yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan di setiap bulannya. </p>
<p>Kuis ini diberikan pada periode Maret-November 2024 melalui WhatsApp dengan topik yang berbeda-beda setiap bulannya. Kepesertaan kuis diikuti 497 ribu kader posyandu di seluruh Indonesia. Pemberian kuis untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di masyarakat. </p>
<p>Penghargaan dilanjutkan kepada para kader berprestasi, posyandu berprestasi dan posyandu inovasi. Pemberian penghargaan ini untuk memberikan motivasi lebih bagi para kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.<br />
Pada kesempatan ini, Menkes juga memberikan penghargaan kepada para kader berprestasi, posyandu berprestasi dan posyandu inovasi. Total ada 6 kader dan 11 posyandu yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional atas dedikasi dan prestasi mereka dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Acara ini ditutup dengan makan siang dan kuis berhadiah sebagai bentuk kebersamaan dan keakraban antara Menkes dan kader posyandu. Makan siang ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk saling berbagi semangat dan inspirasi dalam menjalankan tugas mulia mereka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54196242747_071a803781_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sistem Sanitasi Lingkungan yang Sehat Langkah Awal Cegah Pandemi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sistem-sanitasi-lingkungan-yang-sehat-langkah-awal-cegah-pandemi</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Dec 2024 19:27:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sistem-sanitasi-lingkungan-yang-sehat-langkah-awal-cegah-pandemi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Desember 2024</p>
<p>Sistem sanitasi yang baik dan terawat memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya pandemi atau wabah. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, pandemi Black Death atau penyakit pes, yang dibawa oleh kutu tikus pada tahun 1347 hingga 1352 dan menewaskan jutaan orang di Eropa, Asia, dan Afrika Utara, disebabkan oleh sanitasi yang buruk. </p>
<p>“Jadi, kalau kita tidak ingin pandemi Black Death itu terulang, kita harus memperbaiki sanitasi yang ada di masyarakat,” ujar Wamenkes Prof. Dante saat memberikan sambutan pada gelaran pemberian Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pelabuhan Bandar Udara Sehat, dan Keamanan Pangan Olahan Siap Saji Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel The St. Regis Jakarta, Selasa (10/12).</p>
<p>Mengutip Yuval Noah Harari dalam buku “Homo Deus”, Wamenkes Prof. Dante menyatakan, kematian pada sejarah umat manusia disebabkan oleh tiga hal, yaitu kelaparan, wabah, dan perang. Dari tiga hal itu, wabah penyakit dapat dicegah dengan sanitasi sehat.</p>
<p>&#8220;Ternyata, jumlah angka kematian akibat wabah sama dengan jumlah angka kematian akibat perang. Bahkan, lebih cepat lagi,” tambah Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes menegaskan, gerakan sanitasi sehat bukan gerakan individu, tetapi merupakan gerakan masyarakat bersama dan upaya multisektor yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri.</p>
<p>“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah bagi bapak ibu atas komitmen dan kerja keras pemerintah daerah, pelaku usaha, serta penyelenggara fasilitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes Prof Dante menilai bahwa penghargaan ini juga harus dapat menghasilkan keluaran yang terukur. Wamenkes menginginkan hasil dari perbaikan sanitasi harus disertai dengan penurunan angka penyakit menular.</p>
<p>“Nanti tahun depan, saya pesan kepada Dirjen P2P untuk melaksanakan kegiatan penilaian outcome-nya setelah sanitasi ini diperbaiki, apakah angka diarenya turun, angka penyakit menularnya turun, dan sebagainya,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Anas Ma’ruf menyatakan, penghargaan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mencapai pembangunan kesehatan berkelanjutan di bidang kesehatan lingkungan, yang selaras dengan RPJMN dan SDG’s 2030</p>
<p>“Tentunya juga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya baik itu pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten kota, hingga tingkat terkecil, yaitu desa dan kelurahan,” lanjut Direktur Anas.</p>
<p>Direktur Anas menambahkan, penghargaan STBM diberikan melalui proses seleksi yang ketat. Tahapannya mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan pleno penetapan oleh tim lintas kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan.</p>
<p>STBM Awards diberikan kepada 1 gubernur yang telah berhasil menyelesaikan Stop Buang Air Besar Sembarangan  (Stop BABS) di seluruh wilayahnya yaitu gubernur Jawa Tengah. Penghargaan juga diberikan kepada 42 kabupaten/kota yang pada 2024 telah mencapai keberhasilan dalam perubahan perilaku masyarakat untuk menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan tiga kategori, yakni pratama, madya, dan paripurna. Rinciannya, kategori pratama sebanyak 23 kabupaten/kota, kategori madya sebanyak 15 kabupaten/kota, dan kategori paripurna sebanyak 4 kabupaten/kota.</p>
<p>Kedua, penghargaan pelabuhan dan bandara sehat diberikan kepada 30 pelabuhan dan 26 bandar udara yang telah mencapai keberhasilan menyelenggarakan kesehatan lingkungan  dengan indikasi aman, nyaman, bersih, dan sehat.</p>
<p>Ketiga, penghargaan program keamanan pangan olahan siap saji diberikan kepada 2 provinsi pembina terbaik dan 10 kabupaten/kota yang telah melakukan upaya percepatan dalam rangka untuk penciptaan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan label Hygiene Sanitasi Pangan (HSP).</p>
<p>Mengutip gagasan James Clear dalam “Atomic Habits”, Wamenkes Prof. Dante menyatakan, kebiasan-kebiasan kecil dalam bidang sanitasi lingkungan dapat memberikan dampak yang besar bagi kesehatan seperti mencegah terjadinya pandemi. Wamenkes Prof. Dante mengajak seluruh masyarakat menjaga kebiasaan kecil agar menimbulkan dampak yang besar, yaitu kesehatan yang paripurna.</p>
<p>&#8220;Kebiasaan-kebiasan sehat menjadi momentum yang berharga jika ingin mencapai tujuan kesehatan yang paripurna,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54195269953_a4513225b8_c-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sistem Sanitasi Lingkungan yang Sehat Langkah Awal Cegah Pandemi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sistem-sanitasi-lingkungan-yang-sehat-langkah-awal-cegah-pandemi</link>				
         <pubDate>Tue, 10 Dec 2024 19:03:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sistem-sanitasi-lingkungan-yang-sehat-langkah-awal-cegah-pandemi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Desember 2024</p>
<p>Sistem sanitasi yang baik dan terawat memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya pandemi atau wabah. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, pandemi Black Death atau penyakit pes, yang dibawa oleh kutu tikus pada tahun 1347 hingga 1352 dan menewaskan jutaan orang di Eropa, Asia, dan Afrika Utara, disebabkan oleh sanitasi yang buruk.</p>
<p>“Jadi, kalau kita tidak ingin pandemi Black Death itu terulang, kita harus memperbaiki sanitasi yang ada di masyarakat,” ujar Wamenkes Prof. Dante saat memberikan sambutan pada gelaran pemberian Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pelabuhan Bandar Udara Sehat, dan Keamanan Pangan Olahan Siap Saji Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel The St. Regis Jakarta, Senin (10/12).</p>
<p>Mengutip Yuval Noah Harari dalam buku “Homo Deus”, Wamenkes Prof. Dante menyatakan, kematian pada sejarah umat manusia disebabkan oleh tiga hal, yaitu kelaparan, wabah, dan perang. Dari tiga hal itu, wabah penyakit dapat dicegah dengan sanitasi sehat.</p>
<p>&#8220;Ternyata, jumlah angka kematian akibat wabah sama dengan jumlah angka kematian akibat perang. Bahkan, lebih cepat lagi,” tambah Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes menegaskan, gerakan sanitasi sehat bukan gerakan individu, tetapi merupakan gerakan masyarakat bersama dan upaya multisektor yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri.</p>
<p>“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah bagi bapak ibu atas komitmen dan kerja keras pemerintah daerah, pelaku usaha, serta penyelenggara fasilitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Wamenkes Prof Dante menilai bahwa penghargaan ini juga harus dapat menghasilkan keluaran yang terukur. Wamenkes menginginkan hasil dari perbaikan sanitasi harus disertai dengan penurunan angka penyakit menular.</p>
<p>“Nanti tahun depan, saya pesan kepada Dirjen P2P untuk melaksanakan kegiatan penilaian outcome-nya setelah sanitasi ini diperbaiki, apakah angka diarenya turun, angka penyakit menularnya turun, dan sebagainya,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Anas Ma’ruf menyatakan, penghargaan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam mencapai pembangunan kesehatan berkelanjutan di bidang kesehatan lingkungan, yang selaras dengan RPJMN dan SDG’s 2030</p>
<p>“Tentunya juga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya baik itu pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten kota, hingga tingkat terkecil, yaitu desa dan kelurahan,” lanjut Direktur Anas.</p>
<p>Direktur Anas menambahkan, penghargaan STBM diberikan melalui proses seleksi yang ketat. Tahapannya mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan pleno penetapan oleh tim lintas kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan.</p>
<p>STBM Awards diberikan kepada 1 gubernur yang telah berhasil menyelesaikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) di seluruh wilayahnya yaitu gubernur Jawa Tengah. Penghargaan juga diberikan kepada 42 kabupaten/kota yang pada 2024 telah mencapai keberhasilan dalam perubahan perilaku masyarakat untuk menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan tiga kategori, yakni pratama, madya, dan paripurna. Rinciannya, kategori pratama sebanyak 23 kabupaten/kota, kategori madya sebanyak 15 kabupaten/kota, dan kategori paripurna sebanyak 4 kabupaten/kota.</p>
<p>Kedua, penghargaan pelabuhan dan bandara sehat diberikan kepada 30 pelabuhan dan 26 bandar udara yang telah mencapai keberhasilan menyelenggarakan kesehatan lingkungan dengan indikasi aman, nyaman, bersih, dan sehat.</p>
<p>Ketiga, penghargaan program keamanan pangan olahan siap saji diberikan kepada 2 provinsi pembina terbaik dan 10 kabupaten/kota yang telah melakukan upaya percepatan dalam rangka untuk penciptaan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan label Hygiene Sanitasi Pangan (HSP).</p>
<p>Mengutip gagasan James Clear dalam “Atomic Habits”, Wamenkes Prof. Dante menyatakan, kebiasan-kebiasan kecil dalam bidang sanitasi lingkungan dapat memberikan dampak yang besar bagi kesehatan seperti mencegah terjadinya pandemi. Wamenkes Prof. Dante mengajak seluruh masyarakat menjaga kebiasaan kecil agar menimbulkan dampak yang besar, yaitu kesehatan yang paripurna.</p>
<p>&#8220;Kebiasaan-kebiasan sehat menjadi momentum yang berharga jika ingin mencapai tujuan kesehatan yang paripurna,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54195269953_659107b45f_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Resistansi Antimikroba: Waktunya Ubah Kebiasaan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bersama-lawan-resistansi-antimikroba-ubah-kebiasaan-selamatkan-masa-depan</link>				
         <pubDate>Sun, 08 Dec 2024 15:26:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bersama-lawan-resistansi-antimikroba-ubah-kebiasaan-selamatkan-masa-depan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Desember 2024</p>
<p>Resistansi antimikroba (AMR) menjadi ancaman nyata yang mengancam kesehatan manusia, lingkungan, dan ekonomi. Untuk meningkatkan kesadaran publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama mitra strategis menyelenggarakan acara puncak Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia (WAAW) 2024. Acara ini diadakan pada Minggu (8/12) di Bundaran HI, Jakarta, dengan mengusung tema global “Educate, Advocate, Act Now”.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyoroti dampak serius dari resistansi antibiotik. Ia membagikan pengalamannya saat kunjungan kerja ke Kendari, di mana ia menyaksikan tingginya angka kematian akibat infeksi yang tidak lagi responsif terhadap pengobatan antibiotik.</p>
<p>“Kita melihat pembelian antibiotik di Indonesia meningkat dari Rp5-6 triliun per tahun menjadi Rp10 triliun. Banyak yang digunakan tanpa resep dokter, bahkan tersebar di lingkungan seperti sungai dan laut,” ujar Menkes.</p>
<p>Tidak hanya berdampak pada kesehatan, resistansi antibiotik juga merugikan sektor ekonomi dan lingkungan. Salah satu contohnya adalah penolakan produk laut Indonesia di pasar internasional karena kadar antibiotik yang tinggi. Menkes menegaskan bahwa resistansi antimikroba adalah ancaman yang harus segera ditangani melalui perubahan perilaku masyarakat.</p>
<p>Masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan antibiotik, seperti hanya menggunakannya sesuai resep dokter, menghindari pembelian bebas, dan tidak menggunakan antibiotik secara berlebihan pada hewan.</p>
<p>“Resistansi antibiotik adalah ancaman nyata. Jika kita terus membiarkan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol, di masa depan, obat-obatan ini tidak lagi efektif melawan infeksi. Mari bersama-sama mengedukasi masyarakat dan mendorong perilaku bijak dalam penggunaan antibiotik,” lanjutnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mengatasi resistansi antimikroba.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal kesehatan individu, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan ekonomi kita. Upaya pengendalian resistansi antimikroba membutuhkan kolaborasi dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” jelas dr. Azhar.</p>
<p>dr. Azhar menambahkan bahwa perubahan perilaku masyarakat adalah fondasi untuk mencegah meluasnya resistansi antimikroba. “Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan publik dan menginspirasi tindakan nyata untuk melindungi masa depan generasi mendatang,” tutupnya.</p>
<p>Kemenkes berharap momentum ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan antibiotik, melindungi lingkungan, dan memastikan kesehatan generasi mendatang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54190245688_b3db4eeb31_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Tekankan Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Bagi Perempuan Berusia di Atas 40 Tahun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-tekankan-pentingnya-deteksi-kanker-payudara-bagi-perempuan-berusia-di-atas-40-tahun</link>				
         <pubDate>Sun, 08 Dec 2024 13:21:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-tekankan-pentingnya-deteksi-kanker-payudara-bagi-perempuan-berusia-di-atas-40-tahun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendari, 7 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara pada Sabtu (7/12). Kunjungan itu untuk melihat kondisi berbagai alat kesehatan yang diperoleh RSUD Bahteramas melalui dana Strengthening Indonesia&#8217;s HealthCare Referral Network (SIHREN).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Menkes Budi mengecek fungsi mamografi yang diberikan Kemenkes pada 2023. Menurut Menkes Budi, pemberian mamografi melalui mekanisme SIHREN ditujukan agar RSUD dapat melakukan deteksi dini kanker payudara.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, kanker payudara masih menjadi pembunuh tertinggi perempuan Indonesia untuk penyakit kanker. Menkes Budi pun menekankan tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. </p>
<p>&#8220;Kanker ini kenapa banyak yang meninggal? Karena ketahuannya terlambat, setelah stadium tiga atau stadium empat. Padahal, kalau bisa deteksi dini di stadium satu atau dua, kemungkinan hidupnya atau survivability rate-nya tinggi sekali dengan teknologi yang sekarang,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi juga meminta agar para perempuan tidak ragu untuk melakukan deteksi dini. Apalagi, Menkes Budi mengatakan bahwa skrining kanker payudara akan menjadi bagian dari program skrining kesehatan yang akan diberikan kepada perempuan usia di atas 40 tahun.</p>
<p>“Nah di program skriningnya hadiah ulang tahun dari Pak Presiden, mamografi itu nanti akan masuk untuk yang berisiko. Nah, yang berisiko adalah perempuan usia di atas 40 tahun” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Pada kunjungan ke RSUD Bahteramas tersebut, Menkes berbincang juga dengan penyintas atau survivor kanker payudara, Ni Kadek Mulyati. Menkes Budi menjelaskan, deteksi dini kanker payudara sebenarnya dapat dilakukan di fasyankes tingkat pertama seperti puskesmas dengan memanfaatkan USG. </p>
<p>&#8220;Saya juga sudah ngomong ke kolegium, yuk, diturunkan (kemampuan) kompetensinya (ke dokter umum), agar 10.000 USG (di puskesmas) itu tidak hanya untuk memeriksa ibu hamil, tapi juga bisa untuk memeriksa skrining kanker payudara oleh dokter umum,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Dengan demikian, jika ada indikasi kanker payudara seperti yang dialami Ni Kadek dapat dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan biopsi atau prosedur pengambilan sampel jaringan, sel, atau cairan tubuh. Selanjutnya, sampel ini diperiksa di laboratorium sehingga dapat mengetahui tingkat stadium kanker.</p>
<p>Menkes menyatakan, kekhawatiran mengenai hasil pemeriksaan yang buruk menjadi salah satu alasan perempuan enggan melakukan  pemeriksaan kanker payudara. Padahal, menurut Menkes Budi, kanker sebaiknya dideteksi sejak dini karena peluang hidup akan lebih besar jika terdeteksi lebih awal dibandingkan jika terdeteksi terlambat.</p>
<p>&#8220;Jadi, kenapa banyak perempuan nggak mau dimamografi? Karena mereka takut menerima kenyataan kalau ada apa-apa. Padahal, saya yang bukan dokter saja tahu kalau ketahuan stadium satu lebih baik daripada ketahuannya di stadium tiga,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Senada dengan imbauan Menkes Budi, Ni Kadek Mulyati mengajak perempuan Indonesia untuk tidak ragu melakukan skrining kanker payudara sebelum terlambat. “Untuk wanita di indonesia dan seluruh dunia, mari kita memeriksakan diri sedini mungkin untuk mengetahui apakah di tubuh kita ada penyakit yang mungkin saja tidak kita ketahui.&#8221; imbau Ni Kadek Mulyati.</p>
<p>Mengenai pemanfaatan mamografi di RSUD Bahteramas, dr. Albertus Varera, Sp.Rad sebagai penerima manfaat alat mamografi dari RSUD Bahteramas, menyatakan bahwa ia telah memanfaatkan bantuan Kemenkes melalui dana SIHREN tersebut untuk berbagai kepentingan pemeriksaan kanker payudara.</p>
<p>Menurutnya, alat mamografi tersebut telah digunakan untuk pasien medical check up. &#8220;Yang sudah dikerjakan mamografi enam pasien untuk pasien medical check up waktu itu dan hasilnya normal,” kata Dokter Albertus.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email ke kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54187758492_d641f254b4_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Mahasiswa Poltekkes Kendari Penuhi Kebutuhan Tenaga Kesehatan Dalam dan Luar Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-mahasiswa-poltekkes-kendari-penuhi-kebutuhan-tenaga-kesehatan-dalam-dan-luar-negeri</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Dec 2024 20:57:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-mahasiswa-poltekkes-kendari-penuhi-kebutuhan-tenaga-kesehatan-dalam-dan-luar-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendari, 7 Desember 2024</p>
<p>Menkes Budi Gunadi Sadikin melakukan sesi berbagi dan tanya jawab dengan mahasiswa di aula Pusat Kegiatan Mahasiswa Poltekkes Kendari pada Sabtu (7/12).</p>
<p>Pada sesi berbagi tersebut, Menkes Budi mengingatkan mahasiswa Poltekkes Kendari agar serius belajar sehingga dapat cepat lulus. Menkes juga berharap lulusan Poltekkes Kendari tidak hanya berorientasi bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing bekerja di luar negeri.</p>
<p>&#8220;Saya titip pesan kepada para mahasiswa agar cepat-cepat lulus dan harus bisa bekerja di tempat-tempat top di dalam negeri dan luar negeri,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menanggapi permintaan Menkes Budi, Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari Teguh Fathurrahman, SKM., MPPM menyatakan, Poltekes Kendari telah membuka kelas dengan menerapkan kurikulum internasional sesuai negara tujuan tenaga kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kebetulan, kami Poltekes Kendari mengarahkan ke negara Middle East atau Timur Tengah, terutama arab saudi. Kami sudah melepaskan 67 orang alumni kami ke Arab Saudi,&#8221;  ujar Direktur Teguh. </p>
<p>Bahkan, Direktur Teguh menambahkan, sebelumnya Poltekkes Kemenkes Kendari juga telah memiliki alumni yang bekerja di Jepang dan Australia, dengan kontrak kerja rata-rata dua tahun, dan kesempatan perpanjangan kontrak.</p>
<p>Mengenai masa depan pendidikan kesehatan, Menkes menyebutkan, ada dua program studi yang sangat dibutuhkan pemerintah terkait program yang dicanangkan presiden, yaitu Program Studi Ahli Gizi dan Program Studi Ahli Teknologi Laboratorium Medik atau ATLM.</p>
<p>Menkes Budi telah menghitung kebutuhan ahli gizi yang akan berperan dalam Program Makan Siang Gratis, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menkes menghitung, program itu akan membutuhkan banyak ahli gizi karena setidaknya ada sekitar 85 ribu desa yang memerlukan ahli gizi untuk mendukung program tersebut.</p>
<p>&#8220;Ada program makan gratis di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia sampai di 85.000 desa. Itu perlu ahli gizi yang ngitungin cukup apa nggak gizinya, jadi buru-buru lulus,” ujar Menkes Budi menyemangati mahasiswa Poltekkes Kendari.</p>
<p>Mengenai Program Studi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Poltekkes Kendari, Menkes Budi mengatakan, keberadaan tenaga ATLM dibutuhkan terkait rencana Presiden Prabowo yang menginginkan adanya program skrining kesehatan gratis di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Pak Presiden itu ingin ada program skrining kesehatan gratis di seluruh Indonesia buat masyarakat kita, akan dibagikan alat-alat lab ke 10.000 puskesmas. Jadi, ATLM harus siap,” kata Menkes Budi di hadapan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kendari.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email ke kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241207-WA0083.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Misi Kemenkes: Cetak Dokter Spesialis Jantung untuk Daerah Terpencil</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/misi-kemenkes-cetak-dokter-spesialis-jantung-untuk-daerah-terpencil</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Dec 2024 18:51:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/misi-kemenkes-cetak-dokter-spesialis-jantung-untuk-daerah-terpencil</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendari, 7 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan penyakit jantung. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo, Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk meninjau hasil operasi bedah jantung terbuka, Sabtu (7/12).</p>
<p>“Selain alat, yang paling penting adalah SDM, terutama dokternya. Kehadiran alat seperti cath lab harus didukung dengan dokter spesialis jantung pembuluh darah,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Kesehatan membuka peluang beasiswa bagi dokter umum dan spesialis untuk melanjutkan pendidikan, termasuk di luar negeri. Program ini diprioritaskan untuk putra daerah agar dapat kembali mengabdi di daerah asal.</p>
<p>“Kemenkes memberikan hingga 2.000 beasiswa setiap tahun. Fokus kami adalah mendukung pendidikan dokter spesialis, khususnya untuk putra daerah, sehingga mereka bisa memperkuat layanan kesehatan di daerah masing-masing,” tambah Menkes.</p>
<p>Dr. Hananto Adriantoro, Sp.JP(K), anggota tim bedah jantung dari RSJPD Harapan Kita, menyoroti pentingnya sinergi antara SDM, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung seperti ruang operasi (OK) serta ICU.</p>
<p>“Jika ketiga aspek ini terpenuhi, kita bisa menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular,” jelas dr. Hananto dalam konferensi pers.</p>
<p>Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Dr. Iwan Dakota, mengungkapkan bahwa RSJPD bersama Kemenkes terus memperluas jejaring pengampuan hingga tingkat puskesmas.</p>
<p>“Ke depan, tidak hanya rumah sakit di tingkat kabupaten/kota, tapi 10.000 puskesmas di Indonesia juga akan masuk dalam jejaring layanan jantung. RS Oputa Yi Koo juga diharapkan dapat menjadi pengampu bagi 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara,” kata Dr. Iwan Dakota.</p>
<p>Kemenkes telah menetapkan tiga tingkatan layanan jantung, yaitu Strata Madya untuk intervensi non-bedah seperti kateterisasi, Strata Utama untuk bedah jantung terbuka, dan Strata Paripurna untuk layanan jantung terpadu dan canggih. Saat ini, 85 kabupaten/kota telah memiliki layanan kateterisasi jantung, dan jumlah ini akan terus ditingkatkan melalui penguatan SDM, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Halo Kemenkes di 1500-567, SMS 081281562620, atau email ke kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241207-WA00681.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sulawesi Tenggara Jadi Provinsi ke 24 yang Dapat Lakukan Bedah Jantung Terbuka</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sulawesi-tenggara-jadi-provinsi-ke-24-yang-dapat-lakukan-bedah-jantung-terbuka</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Dec 2024 18:38:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sulawesi-tenggara-jadi-provinsi-ke-24-yang-dapat-lakukan-bedah-jantung-terbuka</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendari, 7 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah &#038; Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (7/12). Dalam kunjungan tersebut, Menkes mengunjungi pasien bedah jantung terbuka pertama yang dilakukan di Provinsi Sulawesi Tenggara oleh tim dokter RSJPDO Oputa Yi Koo, dengan pendampingan tim RSJPD Harapan Kita sebagai Pusat Jantung Nasional.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Menkes menekankan pentingnya penanganan cepat untuk penyakit jantung dan stroke. Untuk itu, kemampuan rumah sakit pada setiap provinsi untuk menangani  pasien jantung harus terus ditingkatkan.</p>
<p>&#8220;Jantung sama stroke itu ada syaratnya kalau kena serangan, itu harus cepat ditangani. Kalau terlambat makin rendah kesempatan untuk selamat. Itu sebabnya kalau kena serangan harus cepat ditangani. Enggak mungkin harus dikirim ke Jakarta kalau kena serangan jantung sama stroke. Harus ditangani secepat mungkin di rumah sakit yang sedekat mungkin dengan yang bersangkutan,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit katastropik atau penyakit yang mengancam jiwa, membutuhkan perawatan medis dalam jangka waktu panjang, dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi jantung mencapai angka 8,5 dari 1.000 penduduk.</p>
<p>Di Indonesia, saat ini ada 23 provinsi yang mampu melakukan bedah jantung terbuka. RSJPD Oputa Yi Koo di Sulawesi Tenggara menjadi rumah sakit ke 24 yang melakukan layanan bedah jantung terbuka, dengan tindakan operasi perdana pada Jumat (6/12) untuk diagnosis penyumbatan tiga arteri utama, dan operasi kedua pada Sabtu (7/12) untuk diagnosis penyakit jantung koroner.</p>
<p>&#8220;Provinsi ke 23 itu Sorong untuk bedah jantung terbuka. Kendari ini provinsi ke 24 untuk bisa operasi by pass. Selamat untuk teman-teman di sini karena itu operasi yang susah,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>RSJPD Oputa Yi Koo merupakan rumah sakit utama pelayanan jantung di Provinsi Sulawesi Tenggara. RSJPD Oputa Yi Koo ditargetkan mampu memberikan layananan bedah pintas arteri koroner atau by pass jantung.</p>
<p>Produktivitas rata-rata Dokter RSJPD Harapan Kita melakukan operasi bedah terbuka adalah 7,13 tindakan per dokter setiap bulan. Sementara itu, produktivitas rata-rata dari dokter seluruh rumah sakit vertikal dalam melakukan bedah jantung terbuka adalah 2,2 tindakan per dokter setiap bulan. Selain itu, tindakan bedah jantung vaskuler memerlukan waktu tunggu hingga tiga bulan untuk ditangani di RSJPD Harapan Kita. </p>
<p>Perbedaan kapasitas dan waktu tunggu yang cukup lama ini menjadi perhatian Menkes Budi. Untuk itu, Menkes Budi mengupayakan pemerataan layanan rujukan penyakit jantung di seluruh wilayah Indonesia melalui pengembangan jejaring rumah sakit rujukan jantung di seluruh Indonesia. </p>
<p>“By pass itu harus bisa dilakukan di provinsi. Harapan saya, nanti semua kabupaten dan kota sudah bisa pasang ring untuk jantung, dan semua provinsi sudah bisa by pass, jadi rakyat itu nggak usah susah-susah. Nggak usah tunggu lama dan kemungkinan hidupnya juga lebih tinggi,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Melalui program pengenbangan jejaring rumah sakit rujukan jantung ini, rumah sakit di setiap provinsi akan ditingkatkan kapasitasnya dalam memberikan program layanan jantung, dengan RSJPD Nasional Harapan Kita sebagai pengampu pelayanan jantung di berbagai rumah sakit di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241207-WA0073.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Kirim Obat-Obatan untuk Korban Terdampak Banjir Sukabumi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kirim-obat-obatan-untuk-korban-terdampak-banjir-sukabumi</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Dec 2024 19:21:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-kirim-obat-obatan-untuk-korban-terdampak-banjir-sukabumi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Desember 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) mengirimkan bantuan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. </p>
<p>Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya wabah penyakit yang sering muncul setelah bencana banjir. </p>
<p>Kepala Puskris Sumarjaya mengatakan, pengiriman bantuan meliputi berbagai jenis obat-obatan dasar, cairan infus, antibiotik, oksigen konsentrator serta perlengkapan medis habis pakai yang sangat dibutuhkan di lapangan.</p>
<p>“Banjir yang melanda Kabupaten Sukabumi telah menyebabkan banyak warga terisolasi dan terpapar risiko penyakit. Untuk itu, kami segera mengirimkan obat-obatan dan perlengkapan medis guna mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan,” kata Sumarjaya. </p>
<p>Pengiriman bantuan obat-obatan kepada korban bencana dilakukan pada Jumat (6/12/2024). Selain obat-obatan, pada saat yang sama, Puskris juga mengirimkan bantuan berupa PMT Bumil dan Balita masing-masing 1 ton. </p>
<p>Bupati Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor, berlaku 4 &#8211; 10 Desember 2024. Merespon penetapan ini, Puskris segera mengirimkan Tim Manajemen untuk melakukan pendampingan Aktivasi Klaster Kesehatan dan operasionalisasi HEOC.</p>
<p>Sumarjaya menyebutkan, hingga saat ini pemerintah setempat belum mendirikan posko kesehatan. Pelayanan kesehatan untuk masyarakat difokuskan di puskesmas dan pustu yang masih beroperasi. rencana tim puskris akan berkoordinasi melakukan pendampingi dlm rangka mengaktivasi klaster kesehatan jika diperlukan dilapangan</p>
<p>Di lapangan, terdapat 15 puskesmas yang disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada para pengungsi. PSC 119 Kota Bogor dan TCK-EMT Type 1 Mobile Regional DKI juga telah dimobilisasi untuk membantu memberikan layanan kesehatan di lokasi bencana. </p>
<p>Dalam situasi darurat ini, Sumarjaya mengimbau masyarakat terdampak bencana untuk menjaga kebersihan, terutama terkait dengan sanitasi dan air bersih. Hal ini untuk mencegah timbulnya penyakit setelah banjir.</p>
<p>“Tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit yang muncul setelah banjir, selalu jaga kesehatan dan ikuti kesehatan yang telah disosialisasikan oleh petugas kesehatan,” pesannya. </p>
<p>Banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi pada 4 Desember 2024. Peristiwa memilukan ini mengakibatkan 5 orang meninggal, 1 orang dirawat intensif di rumah sakit, dan 1.321 orang mengungsi. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </p>
<p> Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/ff338455-792f-4043-8ad9-5f5e09a72b81.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Usulkan GAVI Alumni, Menkes Budi Angkat Konsep Pool Pengadaan untuk Imunisasi Global</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/usulkan-gavi-alumni-menkes-budi-angkat-konsep-pool-pengadaan-untuk-imunisasi-global</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Dec 2024 08:00:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/usulkan-gavi-alumni-menkes-budi-angkat-konsep-pool-pengadaan-untuk-imunisasi-global</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 5 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengusulkan usulan inovatif dalam GAVI Board Meeting yang berlangsung di Bali, Kamis (5/12). Usulan tersebut mencakup reformasi pendanaan dan sistem pengadaan untuk mendukung negara-negara yang telah keluar dari daftar penerima manfaat GAVI.</p>
<p>Selama 22 tahun Indonesia-GAVI berkolaborasi, telah membawa Indonesia bertransisi dari negara pelaksana yang menerima dukungan vaksin dan imunisasi menjadi negara yang membiayai sendiri program vaksinasinya. Dengan demikian Indonesia telah lulus dari program penerima manfaat GAVI.</p>
<p>“Penting untuk menciptakan mekanisme seperti formalisasi alumni GAVI yang memungkinkan negara-negara eks penerima GAVI tetap mendapat dukungan dalam penguatan imunisasi dan pembiayaan,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Model ini, lanjutnya, tidak menggunakan dana GAVI secara langsung, tetapi memperluas basis donatur melalui kontribusi sukarela dari alumni, mirip dengan konsep iuran tahunan di institusi pendidikan tinggi di Amerika.</p>
<p>“Gavi Alumni bukan hanya untuk membuat jaringan negara-negara yang telah mendapat dukungan dari Gavi donatur, tetapi juga membuka kesempatan Gavi untuk menerima donatur dari negara,” ujar<br />
Menkes Budi.</p>
<p>Dengan bergabung ke dalam Pool ini, negara-negara dapat memperoleh harga yang lebih kompetitif.</p>
<p>Hal ini juga relevan bagi negara-negara kecil yang tidak memiliki daya tawar yang kuat. Integrasi ke dalam Pool Pengadaan memberikan transparansi pada kurva penawaran dan permintaan global. </p>
<p>Ini membantu perusahaan farmasi menetapkan harga secara lebih tepat, mengurangi risiko kerugian, dan mendukung stabilitas pasokan vaksin dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.</p>
<p>Selain itu, Menkes Budi juga menekankan fungsi katalis GAVI untuk membuka akses pendanaan dari institusi multilateral seperti Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya. </p>
<p>Ketua Dewan GAVI José Manuel Barroso menanggapi usulan Menkes Budi. Barroso mengatakan ide yang disampaikan Menkes Budi sangat menarik dan bisa memicu untuk dipertimbangkan. Namun ide tersebut tidak bisa diputuskan hari ini.</p>
<p>“Saya juga berpikir ada beberapa isu hukum yang perlu dipertimbangkan. Banyak posisi berbeda yang belum siap mengambil keputusan mengenai hal ini hari ini. Itu adalah pandangan saya dengan hati-hati. Meski demikian, ide-ide ini sangat menarik dan layak untuk dikaji lebih lanjut,” ucap Barroso.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54185119250_b1c842f52e_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes &#8211; GAVI Tetap jadi Mitra Strategis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gavi-tetap-jadi-mitra-strategis</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Dec 2024 04:12:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gavi-tetap-jadi-mitra-strategis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 5 Desember 2024</p>
<p>Hubungan antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) dipastikan akan terus berlanjut dan berkembang. Dengan kemampuan produksi vaksin yang mumpuni, Indonesia tetap menjadi mitra strategi bagi GAVI dalam mendukung upaya imunisasi global. </p>
<p>Hal ini ditegaskan oleh Chief Engagement &#038; Information Officer GAVI Pascal Barollier dalam GAVI Board Meeting pada hari terakhir di Bali, Kamis (5/12).</p>
<p>GAVI Board Meeting rutin diadakan dua kali setahun, yakni di Jenewa dan di negara pelaksana. GAVI Board Meeting kali ini berlangsung di Bali, Indonesia. </p>
<p>Barollier mengatakan fokus utama pembahasan adalah evaluasi kemitraan 22 tahun antara Indonesia dan GAVI. Kemitraan ini dinilai berhasil membawa Indonesia bertransisi dari negara penerima dukungan vaksin menjadi negara yang sepenuhnya membiayai sendiri program vaksinasinya. </p>
<p>“Gavi menganggap Indonesia sebagai salah satu kisah sukses dalam pelaksanaannya,” ujar Barollier.</p>
<p>Dalam pertemuan ini, lanjutnya, sejumlah keputusan penting diambil, termasuk terkait pendanaan program vaksin dan penguatan sistem kesehatan. Keputusan tersebut menjadi landasan untuk membentuk masa depan imunisasi serta memperkuat kesehatan masyarakat.</p>
<p>Selain diskusi, delegasi GAVI juga melakukan kunjungan lapangan ke Posyandu, Puskesmas, dan sekolah. Kunjungan ini menunjukkan implementasi pendidikan imunisasi di lapangan, di mana anak-anak diedukasi tentang pentingnya imunisasi. </p>
<p>Pertemuan ini juga menyoroti peran GAVI sebagai kemitraan publik &#8211; swasta, di mana kolaborasi sektor publik dan swasta berkontribusi dalam melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. </p>
<p>“Ke depan, strategi kemitraan antara GAVI dan Indonesia diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun regional,” ucap Barollier.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/WhatsApp-Image-2024-12-05-at-18.59.29.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof. Dante Tekankan Pentingnya Deteksi Dini untuk Cegah Penyakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-tekankan-pentingnya-deteksi-dini-untuk-cegah-penyakit</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Dec 2024 00:13:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-tekankan-pentingnya-deteksi-dini-untuk-cegah-penyakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 5 Desember 2024</p>
<p>Program Skrining Kesehatan dan Pengentasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjadi bagian dari misi ‘Asta Cita’ pemerintah saat ini, khususnya di bidang kesehatan. </p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Harbuwono mengatakan, deteksi dini menjadi kunci keberhasilan Program Skrining Kesehatan dan Pengentasan TBC di Indonesia. Prof. Dante menyampaikan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (5/12).</p>
<p>Dalam kunjungannya, Wamenkes Prof. Dante fokus melakukan peninjauan layanan deteksi dini pada tiga masalah kesehatan, yakni kanker serviks, TBC, dan stunting.</p>
<p>Wamenkes menjelaskan pentingnya melakukan pemeriksaan atau deteksi dini kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kanker serviks masih menjadi penyebab kematian nomor 2 tertinggi bagi perempuan di Indonesia. </p>
<p>“Perlu dilakukan pemeriksaan IVA secara rutin untuk dapat mendeteksi kanker serviks. Sebab, apabila ada yang terdeteksi positif dan masih berada pada stadium rendah, kita dapat segera lakukan pengobatan sederhana yang bisa dilakukan langsung di tingkat puskesmas, yakni dengan pengobatan cryo,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Namun, apabila kanker serviks terdeteksi pada stadium lanjut dan sudah menyebar maka perlu tindakan yang lebih kompleks, seperti kemoterapi, bahkan hingga operasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Selanjutnya, layanan deteksi dini juga dilakukan pada penyakit TBC. Pemeriksaan ini dilakukan dengan berbagai metode, di antaranya tes mantoux, pemeriksaan dahak, dan pemeriksaan dengan memanfaatkan teknologi AI untuk membaca hasil rontgen dan tes darah lebih cepat.</p>
<p>“Indonesia saat ini masih menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia untuk penderita penyakit TBC. Maka dari itu, jangan sampai nunggu ada gejala parah, apalagi hingga batuk darah. Pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk melakukan skrining, khususnya bagi yang kontak erat dengan pasien positif,” ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Prof. Dante juga menyempatkan berbincang langsung dengan masyarakat. Dia berpesan kepada beberapa pasien yang baru saja terdeteksi TBC untuk dapat mengonsumsi obatnya sampai tuntas selama beberapa waktu dan tidak berhenti di tengah jalan agar bakterinya tidak kebal.</p>
<p>Selain itu, Wamenkes Prof. Dante meninjau layanan deteksi dini stunting melalui pemeriksaan rutin berat badan bayi dan balita. Saat ini, angka stunting di Indonesia masih mencapai 21,5%. Meskipun belum mencapai target, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih terus berupaya untuk menurunkan angka stunting.</p>
<p>“Skrining berat badan bayi dan balita juga sama pentingnya. Bayi dan balita yang berat badannya tidak naik memiliki peluang terkena TBC. Apalagi, jika bayi tersebut ada di lingkungan orang dewasa yang positif TBC maka harus segera diperiksa lebih lanjut supaya lebih cepat diketahui,” ujar Wamenkes.</p>
<p>Selanjutnya, Wamenkes menekankan pentingnya deteksi dini pada stunting. Hal ini karena stunting berhubungan erat dengan kecerdasan. Menurutnya, perlu kolaborasi lintas sektor untuk mempersiapkan generasi bebas stunting demi terwujudnya Indonesia Emas 2045 pada masa mendatang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (FSI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54183939177_904afcfaa0_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>GAVI Umumkan Kebijakan Baru : GAVI 6.0</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gavi-umumkan-kebijakan-baru-gavi-6-0</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Dec 2024 20:46:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gavi-umumkan-kebijakan-baru-gavi-6-0</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 4 Desember 2024 </p>
<p>Pertemuan Board GAVI yang diselenggarakan di Bali sejak Senin (2/12), memasuki tahap Board Member Meeting  hari ini, Rabu (4/12). Dalam pertemuan ini, dibahas kebijakan-kebijakan baru yakni GAVI 6.0.</p>
<p>Kebijakan GAVI 6.0 akan lanjut dibahas pada Board Member Meeting hari kedua, Kamis (5/12). </p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine mengatakan kebijakan 6,0 mencakup pembahasan tentang Eltraco (eligibility, transition, dan co-financing) serta catalytic phase yang menjadi fokus utama.</p>
<p>&#8220;Indonesia, yang telah lulus dari GAVI Member, tetap berharap mendapat dukungan lebih lanjut dari GAVI. Meskipun telah mencapai status graduation,&#8221; ujar dr. Prima usai Board Member Meeting hari pertama di Bali.</p>
<p>Indonesia dan negara-negara lain yang berada dalam posisi serupa masih membutuhkan bantuan untuk memastikan akses terhadap vaksin dan fasilitas kesehatan yang lebih baik, terutama bagi Indonesia terkait vaksin baru yang akan diluncurkan pada tahun-tahun mendatang.</p>
<p>GAVI adalah aliansi global yang meningkatkan akses vaksin di negara berkembang untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah. GAVI mendukung pengadaan vaksin terjangkau, memperkuat sistem imunisasi, dan bekerja sama dengan mitra global untuk memperluas cakupan vaksinasi secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Indonesia telah menerima dukungan dari GAVI selama lebih dari 20 tahun, yang berkontribusi besar terhadap peningkatan capaian imunisasi dan percepatan vaksinasi baru,&#8221; ungkap dr. Prima.</p>
<p>Dalam Board Member Meeting hari ini, lanjutnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan kemajuan signifikan dalam program imunisasi Indonesia yang didorong oleh bantuan GAVI. </p>
<p>Para delegasi dari negara-negara lain juga mengakui keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan angka imunisasi.</p>
<p>&#8220;Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan penting terkait kebijakan GAVI yang akan diterapkan, dengan harapan dapat melanjutkan dukungan terhadap Indonesia dan negara-negara lain yang membutuhkan akses lebih lanjut ke vaksin dan fasilitas kesehatan,&#8221; tutur dr. Prima.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241204-WA0064.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Penambahan Produsen Vaksin Dalam Negeri dan Transfer Teknologi Global</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-penambahan-produsen-vaksin-dalam-negeri-dan-transfer-teknologi-global</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Dec 2024 18:52:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-penambahan-produsen-vaksin-dalam-negeri-dan-transfer-teknologi-global</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 4 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pentingnya diversifikasi produsen vaksin dan transfer teknologi dalam meningkatkan kapasitas produksi vaksin secara global. Dalam Gavi Board Meeting di Bali, Rabu (4/12), Menkes Budi mengungkapkan pelajaran penting yang didapat selama pandemi COVID-19, yaitu tidak boleh bergantung hanya pada satu produsen vaksin.</p>
<p>Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) adalah aliansi global yang bertujuan meningkatkan akses vaksin di negara-negara berkembang, terutama untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah. GAVI mendukung pengadaan vaksin dengan harga terjangkau, memperkuat sistem imunisasi, dan menyediakan bantuan teknis serta pendanaan bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah. </p>
<p>Selain itu, GAVI berkolaborasi dengan berbagai mitra global untuk memperluas cakupan imunisasi secara berkelanjutan dan inovatif, guna mengurangi angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin.</p>
<p>“Sebelumnya, Indonesia hanya memiliki satu produsen vaksin, yaitu Biofarma, namun dalam dua tahun terakhir, jumlah produsen vaksin di Indonesia telah meningkat menjadi tiga, dengan dua di antaranya berasal dari sektor swasta,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Selain itu, Indonesia juga berencana menambah satu lagi produsen vaksin dalam waktu dekat, sehingga total menjadi empat perusahaan. Dalam upayanya meningkatkan produksi vaksin, Indonesia juga melakukan transfer teknologi dari produsen vaksin global. </p>
<p>Salah satu contoh terbaru adalah kerja sama antara Merck Sharp Dohme (MSD) dan Biofarma untuk produksi vaksin HPV. Selain itu, Biofarma saat ini memproduksi vaksin polio yang didistribusikan ke 150 negara melalui program UNICEF.</p>
<p>“Kami juga mendorong Biofarma untuk segera mendapatkan sertifikasi WHO PQ (Prequalification), meskipun prosesnya panjang dan birokratis. Namun, dengan masukan kami, WHO mulai menyederhanakan proses tersebut. Hal ini penting untuk memastikan pasokan vaksin yang cukup di dunia demi mencegah bahaya pandemi berikutnya,” jelasnya.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, Indonesia juga berperan dalam mendukung transfer teknologi ke negara-negara berkembang. Salah satu contohnya adalah kerja sama Biofarma dengan Senegal untuk pengembangan kapasitas produksi vaksin di Afrika.</p>
<p>“Saya percaya kapasitas produksi vaksin tidak boleh terkonsentrasi hanya di negara-negara utara. Teknologi harus didistribusikan ke negara-negara selatan agar lebih banyak nyawa dapat diselamatkan. Pengetahuan ini harus dibagikan sebanyak mungkin kepada perusahaan lain,” tegas Menkes Budi.</p>
<p>Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama global dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241204-WA0047.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Fokus Menurunkan Angka Kematian Anak, Menkes Budi Tegaskan Keberlanjutan Program Vaksinasi GAVI di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/fokus-menurunkan-angka-kematian-anak-menkes-budi-tegaskan-keberlanjutan-program-vaksinasi-gavi-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Dec 2024 18:50:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/fokus-menurunkan-angka-kematian-anak-menkes-budi-tegaskan-keberlanjutan-program-vaksinasi-gavi-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 4 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya keberlanjutan kemitraan dengan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) dalam mendukung program imunisasi di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam GAVI Board Meeting di Bali, Rabu (4/12).</p>
<p>&#8220;Dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa, tantangan dalam mengelola kesehatan masyarakat sangat besar,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Setiap tahun, pemerintah Indonesia memvaksinasi sekitar 18 juta orang dengan jumlah antigen yang kini mencapai 14 jenis. Program ini memerlukan distribusi jutaan dosis vaksin ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil. </p>
<p>&#8220;Berkat program vaksinasi ini, angka kematian anak menurun secara signifikan, meski saya masih berharap hasilnya bisa lebih baik lagi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti dampak positif dukungan GAVI sejak tahun 2002, yang membantu Indonesia mencapai pengurangan angka kematian anak. Dengan bantuan GAVI tersebut, pemerintah Indonesia secara signifikan dapat meningkatkan jumlah antigen. </p>
<p>Menkes Budi mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah mewariskan 10.000 fasilitas kesehatan primer yang tersebar di seluruh Indonesia, dari 34 provinsi, dan 500 kabupaten/kota. </p>
<p>Sebelumnya, Indonesia masih kekurangan sejumlah antigen, namun pada 2023 Indonesia berhasil mendapatkan akses vaksin HPV, PCV, dan Rotavirus.</p>
<p>“Berkat GAVI, kami mendapatkan akses ke vaksin ini (HPV, PCV, dan Rotavirus). Kadang-kadang bukan hanya pendanaan yang kami butuhkan, tetapi juga akses,” katanya.</p>
<p>&#8220;Bahkan saat pandemi, saya menyadari pentingnya peran GAVI dalam menyediakan vaksin. Ini adalah pelajaran berharga bagi kami,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Ia berharap, inisiatif ini dapat memperkuat kemitraan global dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. </p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam mendapatkan akses vaksinasi,&#8221; ungkap Menkes Budi.</p>
<p>GAVI adalah aliansi global yang meningkatkan akses vaksin di negara berkembang untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah. GAVI mendukung pengadaan vaksin terjangkau, memperkuat sistem imunisasi, dan bekerja sama dengan mitra global untuk memperluas cakupan vaksinasi secara berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241204-WA0042.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Tekankan Pentingnya Kemitraan untuk Perkuat Cakupan Imunisasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tekankan-pentingnya-kemitraan-untuk-perkuat-cakupan-imunisasi</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Dec 2024 21:23:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-tekankan-pentingnya-kemitraan-untuk-perkuat-cakupan-imunisasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 Desember 2024</p>
<p>Sektor swasta memiliki peran penting dalam upaya percepatan imunisasi di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine dalam sesi diskusi pada GAVI Board Meeting di Hotel Hilton Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12).</p>
<p>“Pemerintah sangat berkomitmen untuk mencapai kemajuan besar dalam cakupan imunisasi. Namun, kami masih menghadapi tantangan dalam mencapai cakupan yang tinggi dan merata, baik di wilayah pedesaan, perkotaan, maupun daerah terpencil,” ujar dr. Prima.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberhasilan Program Keluarga SIGAP sebagai contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah Indonesia dan mitra-mitra pembangunan. Program tersebut mengintegrasikan perilaku kesehatan esensial seperti gizi dan kebersihan dengan pesan-pesan imunisasi, yang telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat serta kepercayaan terhadap vaksin.</p>
<p>“Program ini (Program Keluarga SIGAP) tidak hanya membangun kapasitas tenaga kesehatan tetapi juga meningkatkan partisipasi keluarga di posyandu. Kami optimis keberlanjutan program ini sangat menjanjikan untuk jangka panjang,” tambahnya.</p>
<p>Program Keluarga SIGAP adalah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan fokus pada kesehatan, gizi, dan perilaku hidup bersih. SIGAP dirancang untuk mengintegrasikan layanan kesehatan esensial, seperti imunisasi, gizi, kebersihan, serta promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya keluarga dengan anak-anak Balita.</p>
<p>Program Keluarga SIGAP merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah Indonesia, organisasi kesehatan, dan mitra pembangunan internasional, seperti GAVI, yang mendukung teknis dan logistik untuk memastikan keberhasilan implementasi di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.</p>
<p>Program ini telah menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan cakupan imunisasi, partisipasi di posyandu, dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan preventif. </p>
<p>dr. Prima mengajak sektor swasta untuk lebih aktif terlibat dalam memperkuat dan memperluas program imunisasi. </p>
<p>“Kami yakin Indonesia dapat terus menjadi pemimpin dalam mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Dengan kemitraan yang kuat, kita bisa memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal,” tegasnya.</p>
<p>GAVI memegang peran penting dalam mendukung upaya imunisasi di Indonesia, terutama dalam memastikan vaksinasi yang merata dan meningkatkan cakupan imunisasi di seluruh wilayah. </p>
<p>Melalui pendanaan dan bantuan teknis, GAVI telah membantu Indonesia dalam mengatasi tantangan terkait distribusi vaksin, ketersediaan sarana kesehatan, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.</p>
<p>Program-program seperti imunisasi rutin dan vaksinasi bagi anak-anak menjadi salah satu prioritas utama dalam kemitraan ini. Melalui dukungan GAVI, Indonesia dapat mengurangi angka penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti polio dan campak, serta menghindari wabah penyakit yang berisiko tinggi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54180223309_796158d5d9_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Dorong Investasi SDM Atasi Stunting</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-dorong-investasi-sdm-atasi-stunting</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Dec 2024 21:20:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-dorong-investasi-sdm-atasi-stunting</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 Desember 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya investasi pada sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama pembangunan nasional atasi stunting. Investasi ini harus dimulai dari sektor kesehatan dan pendidikan, dua sektor yang dianggap sebagai fondasi dasar untuk meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan sosial, dan kemakmuran bangsa.</p>
<p>“Investasi pada kesehatan sangat berdampak pada perkembangan akademik anak-anak. Ini menjadi alasan mengapa kita perlu fokus pada dua sektor ini,” ujar Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami dalam sesi diskusi pada GAVI Board Meeting di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12). </p>
<p>Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah prevalensi stunting di Indonesia. Angkanya tercatat mencapai 21,5%. </p>
<p>Amich mengungkapkan banyak penelitian menunjukkan bahwa stunting memiliki korelasi erat dengan rendahnya hasil belajar siswa. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki hambatan dalam perkembangan otak dan kemampuan kognitif, yang berdampak pada prestasi akademik.</p>
<p>“Untuk mengatasi ini, perhatian khusus harus diberikan pada imunisasi dan peningkatan gizi anak-anak. Investasi pada SDM harus dimulai sejak usia dini, terutama untuk anak-anak di bawah lima tahun,” ungkapnya.</p>
<p>Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat sipil dan mitra pembangunan, baik domestik maupun internasional. Salah satu mitra yang disebut adalah Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), yang telah memberikan dukungan teknis dan program untuk memajukan kesehatan dan pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat pondasi Indonesia dalam membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54179929591_66dc2b50ed_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kesehatan Jadi Prioritas Anggaran Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kesehatan-jadi-prioritas-anggaran-nasional</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Dec 2024 21:16:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kesehatan-jadi-prioritas-anggaran-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan sektor kesehatan memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Hal ini disampaikan Menkes Budi dalam sesi diskusi pada GAVI Board Meeting di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12).</p>
<p>&#8220;Kementerian Kesehatan menangani masyarakat sejak sembilan bulan sebelum kelahiran hingga akhir hayat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kesehatan memiliki tujuan menciptakan masyarakat sehat dan cerdas agar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan bahwa pendekatan saat ini terlalu fokus pada penyembuhan, seperti operasi jantung dan penggunaan alat medis yang mahal, yang menghabiskan 80% anggaran. </p>
<p>&#8220;Cara menjaga masyarakat tetap sehat bukan hanya menyembuhkan orang sakit, melainkan mencegah mereka jatuh sakit. Ini membutuhkan strategi yang berbeda, seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui penguatan promotif dan preventif, Menkes Budi percaya Indonesia dapat mencapai masyarakat yang lebih sehat tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan. </p>
<p>&#8220;Pemerintah harus berperan besar dalam tindakan pencegahan, karena ini adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Global Director for Health, Nutrition, and Population and the Global Financing Facility, World Bank Juan Pablo Uribe mengatakan seluruh investasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia bersama dengan dukungan Bank Dunia dan Global Financing Facility (GFF) memberikan dampak nyata. </p>
<p>“Indonesia sedang memperkuat layanan kesehatan primer, terdapat pengembangan menyeluruh terkait sumber daya manusia, dan tentunya fasilitas kesehatan. Namun yang paling penting adalah pelayanan yang diberikan kepada komunitas,” tuturnya.</p>
<p>Anak-anak yang rentan dan membutuhkan intervensi penting seperti gizi dan imunisasi, kini mendapatkan layanan yang juga mencakup penguatan pendidikan serta pengembangan layanan di sekitarnya. </p>
<p>“Dana hibah, yang tampaknya kecil jika dibandingkan dengan investasi dan komitmen negara, memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hibah ini juga meningkatkan kapasitas dalam memberikan bantuan teknis, berinovasi, serta memantau kemajuan kebijakan kesehatan. Karena itulah, hibah ini memiliki nilai yang besar dalam mendukung program kesehatan di Indonesia,” ucap Pablo.</p>
<p>Kerja sama, lanjut pablo, tidak hanya dalam instrumen pembiayaan, tetapi juga pelayanan kesehatan yang berfokus pada komunitas dan individu.</p>
<p>“Dengan kepemimpinan yang kuat dari negara, kita dapat mencapai hasil signifikan dalam waktu yang relatif singkat,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54180225049_c95d905c34_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menuju Indonesia Emas 2045, Pencegahan Penyakit jadi Kunci Utama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menuju-indonesia-emas-2045-pencegahan-penyakit-jadi-kunci-utama</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Dec 2024 20:40:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menuju-indonesia-emas-2045-pencegahan-penyakit-jadi-kunci-utama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 Desember 2024</p>
<p>Salah satu visi utama Indonesia adalah mencapai status negara berpendapatan tinggi dalam rangka menyongsong Indonesia Emas pada 2045. Untuk mencapai status tersebut, Indonesia perlu memfokuskan program pada promotif dan preventif.</p>
<p>Indikator Indonesia Emas 2045 salah satunya ditandai dengan pendapatan per kapita setara dengan negara maju. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan definisi negara berpendapatan tinggi sangat ilmiah, saat ini pendapatan per kapita Indonesia berada di angka USD 4.580 pada 2023.</p>
<p>Untuk mencapai status Indonesia Emas, perlu meningkatkan pendapatan per kapita secara bertahap hingga USD 13.800. Menkes Budi meyakini hal itu bisa dicapai dengan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan pencegahan penyakit.</p>
<p>“Di sinilah pentingnya reformasi sektor kesehatan. Upaya menyehatkan masyarakat bukan hanya berfokus pada penyembuhan penyakit, tetapi lebih kepada strategi pencegahan. Pendekatan kesehatan masyarakat perlu bergeser dari pengobatan menuju perawatan primer, imunisasi, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar Menkes Budi saat sesi diskusi pada GAVI Board Meeting, Selasa (3/12) di Hotel Hilton Nusa Dua, Bali. </p>
<p>Sebelumnya, 80% waktu dan anggaran difokuskan pada menyembuhkan orang sakit, seperti dokter, operasi jantung, atau peralatan medis mahal. Padahal, menjaga kesehatan masyarakat jauh lebih penting. Dua hal yang krusial adalah imunisasi dan pemeriksaan.</p>
<p>Budi membandingkan negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang mampu mencapai harapan hidup tinggi meskipun biaya kesehatan per kapita relatif lebih rendah dari Amerika Serikat. </p>
<p>Ia juga menyinggung kebijakan kesehatan di negara seperti Singapura, yang menerapkan disiplin ketat untuk menjaga kesehatan warganya, seperti anak-anak dengan indeks massa tubuh di atas batas tertentu harus berolahraga. </p>
<p>“Pencegahan adalah kunci utama. Negara dengan biaya kesehatan rendah dan harapan hidup tinggi selalu mengutamakan langkah preventif,” pungkas Budi.</p>
<p>Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat sehat sebagai fondasi mencapai Indonesia Emas pada 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54180199748_b5c2fdd2ff_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sweden-Indonesia Bangun Mitra Kerjasama Menuju Sistem Kesehatan Berkelanjutan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sweden-indonesia-bangun-mitra-kerjasama-menuju-sistem-kesehatan-berkelanjutan</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Dec 2024 04:09:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sweden-indonesia-bangun-mitra-kerjasama-menuju-sistem-kesehatan-berkelanjutan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2024</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha bersama Duta Besar Swedia Daniel Blockert secara resmi membuka Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Healthcare Conference 2024 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, pada Senin (2/12). Konferensi ini bertujuan memperkuat kemitraan dalam pengembangan sistem kesehatan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi dari kedua negara.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sekjen Kunta menyoroti pencapaian program SISP 2024, yang mencakup digitalisasi layanan kesehatan, perawatan kanker, penanganan kegawatdaruratan, kesehatan ibu dan anak, serta pengelolaan diabetes. Program ini telah menghasilkan inisiatif strategis, seperti pengembangan pusat radioterapi berbasis teknologi MR Linac dan program beasiswa doktoral antara Universitas Airlangga dan Karolinska Institute.</p>
<p>Sekjen Kunta juga menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya misi keempat yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini bukan hanya tentang program hari ini, tetapi juga investasi untuk masa depan kesehatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,&#8221; ujar Sekjen Kunta.</p>
<p>Duta Besar Blockert, yang mewakili Pemerintah Swedia, menegaskan komitmen negara tersebut untuk mendukung transformasi kesehatan di Indonesia melalui transfer teknologi, pelatihan tenaga kesehatan, dan inisiatif inovatif lainnya.</p>
<p>Konferensi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kedua negara dan memastikan keberlanjutan program SISP pada masa mendatang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54177451202_af63333abc_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>GAVI Pelajari Bagaimana Indonesia melakukan Produksi, Distribusi, dan Penyimpanan Vaksin</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gavi-pelajari-bagaimana-indonesia-melakukan-produksi-distribusi-dan-penyimpanan-vaksin</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Dec 2024 17:50:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gavi-pelajari-bagaimana-indonesia-melakukan-produksi-distribusi-dan-penyimpanan-vaksin</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Bandung, 2 Desember 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendampingi Board Members The Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) melakukan kunjungan ke Puskesmas Pasirkaliki dan PT Biofarma di Bandung pada Senin (2/12).</p>
<p>Pada kunjungan tersebut, Menkes Budi dan Board Members GAVI melihat proses penyimpanan vaksin di Puskesmas Pasirkaliki, serta proses produksi dan distribusi vaksin yang dilakukan oleh PT Biofarma.</p>
<p>Pada kunjungan pertama Puskesmas Pasirkaliki, Board Members GAVI menerima penjelasan dari Kepala Puskesmas dr. Teti Hendriani Agustin mengenai cara puskesmas menjaga ketersediaan vaksin pada suhu yang tepat agar vaksin tidak rusak. Proses ini dilakukan menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) dan Sistem Monitoring Inventaris Logistik secara Elektronik (SMILE) yang dikembangkan oleh Kemenkes, GAVI, dan UNDP.</p>
<p>Untuk menjaga kualitas vaksin, diperlukan sistem pemantauan suhu penyimpanan vaksin yang terintegrasi. Kemenkes, bersama GAVI dan UNDP, berkolaborasi untuk memastikan keterjagaan rantai dingin (cold chain) dalam sistem logistik vaksin di Indonesia.</p>
<p>Di setiap vaccine refrigerator, terdapat perangkat pemantauan suhu dengan teknologi IoT yang memberikan laporan kondisi suhu ke dalam aplikasi pemantauan SMILE. Aplikasi ini dikelola oleh petugas farmasi pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.</p>
<p>&#8220;IoT inilah yang nanti bisa membuat kita memantau suhu secara berjenjang sampai ke Kementerian Kesehatan, sehingga sampai Kementerian Kesehatan pun bisa melihat bagaimana tren suhu vaksin yang ada di kulkas tersebut,&#8221; ujar Kepala Puskesmas Pasirkaliki dr. Teti Hendriani Agustin.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi menambahkan, informasi mengenai vaksin juga tersedia dalam aplikasi SATUSEHAT. Masyarakat juga dapat memantau riwayat vaksinasi yang telah diterima melalui aplikasi tersebut.</p>
<p>“Kita juga sudah mendigitalisasi semua informasi mengenai vaksin, sehingga ibu-ibu tidak perlu khawatir karena semuanya bisa dibaca di SATUSEHAT,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Selanjutnya, Menkes Budi bersama Board Members GAVI beranjak ke fasilitas produksi vaksin PT Biofarma untuk melihat proses produksi, pengemasan, dan pemantauan distribusi vaksin.</p>
<p>Di tengah kunjungan tersebut, Menkes Budi juga mengapresiasi kapasitas produksi dan sistem pelacakan distribusi yang dimiliki oleh Biofarma.</p>
<p>&#8220;Biofarma punya kapasitas untuk produksi dan distribusinya juga tadi kita lihat secara digital bagaimana kita bisa track by vial, by boxes, kalau kita mau distribusi vaksin ke mana-mana,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi berharap apa yang dilakukan oleh Biofarma dapat direplikasi, atau menjadi contoh yang dapat diikuti, oleh negara-negara lain, sehingga distribusi vaksin ke seluruh dunia dapat berjalan dengan lebih baik.</p>
<p>Dalam sesi diskusi dengan GAVI usai kunjungan lapangan, Direktur Utama PT Biofarma Shadiq Akasya menyatakan ada tiga aspek strategis kemitraan antara Biofarma dengan GAVI.</p>
<p>Pertama, memperkuat ketahanan rantai pasokan agar ketersediaan vaksin tidak terganggu. Kedua, berinovasi untuk memenuhi kebutuhan ancaman kesehatan yang baru dan terus berkembang. Ketiga, berkolaborasi dalam peningkatan kapasitas untuk mendukung sistem kesehatan di wilayah yang sulit menerima bantuan.</p>
<p>Dirut Shadiq juga berharap bahwa kunjungan GAVI ke Biofarma ini dapat memperluas akses vaksin bagi masyarakat dunia.</p>
<p>&#8220;Saat kita berkumpul di sini hari ini, mari kita menegaskan kembali tujuan kita bersama yaitu memperkuat sistem kesehatan global dan menciptakan dunia di mana akses yang adil terhadap vaksin adalah kenyataan bagi semua orang,&#8221; kata Dirut Shadiq.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/54178332689_48bbf35da1_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Digitalisasi Permudah Akses Layanan Kesehatan Primer</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/digitalisasi-permudah-akses-layanan-kesehatan-primer</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Dec 2024 13:20:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/digitalisasi-permudah-akses-layanan-kesehatan-primer</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Desember 2024</p>
<p>Digitalisasi dalam program Integrasi Layanan Primer (ILP) dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Posyandu. Dalam hal ini, pemanfaatan teknologi digital mendukung penyediaan layanan kesehatan yang dapat diakses, efisien, dan adil.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Maria Endang Sumiwi, M.P.H menyampaikan, salah satu fokus integrasi pelayanan kesehatan primer, yaitu memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan dashboard situasi kesehatan perdesaan.</p>
<p>Kemenkes terus berupaya mendukung pemantauan digitalisasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) primer. Dukungan yang diberikan mencakup penggunaan aplikasi dan platform yang terintegrasi dengan SATUSEHAT.</p>
<p>“Untuk pencatatan pelayanan dalam gedung Puskesmas dan Pustu dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS), yang terintegrasi ke platform SATUSEHAT,” ujar dr. Endang di Jakarta.</p>
<p>“Kemudian, pencatatan hasil layanan luar gedung untuk tenaga kesehatan menggunakan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), sedangkan untuk kader menggunakan WhatsApp.”</p>
<p>Terdapat juga Dashboard Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang capaiannya dapat dipantau oleh pembuat kebijakan di tingkat desa, Puskesmas, kecamatan, kabupaten, kota, dan provinsi. Sementara itu, masyarakat dapat memantau dan mengakses riwayat kesehatan pribadi melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.</p>
<p>“Masyarakat dapat melakukan monitoring mandiri melalui SATUSEHAT Mobile,” sambung Maria Endang.</p>
<p>Dengan memanfaatkan teknologi digital, layanan kesehatan primer dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan melalui rekam medis elektronik dan sistem informasi lainnya. Digitalisasi turut meningkatkan ketersediaan dan akurasi informasi kesehatan melalui sistem informasi terintegrasi dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan.</p>
<p>Di sisi lain, upaya integrasi layanan primer lewat teknologi digital masih menghadapi tantangan. Sistem pencatatan dan pelaporan di fasyankes belum sepenuhnya terdigitalisasi dan terintegrasi.</p>
<p>“Belum semua daerah menerapkan digitalisasi pada sistem pencatatan dan pelaporan di Puskesmas, Pustu dan Posyandu, karena permasalahan internet, kapasitas SDM ataupun anggaran dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)/Sistem Informasi Puskesmas,” terang Dirjen Maria Endang Sumiwi.</p>
<p>“Saat ini, Kemenkes masih berproses dalam simplifikasi semua aplikasi yang ada menjadi lebih terintegrasi serta dalam integrasi data melalui Platform SATUSEHAT. Untuk mendukung digitalisasi tersebut, pada menu Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-fisik Puskesmas tersedia dukungan anggaran untuk penyediaan internet dan Sistem Informasi Puskesmas.”</p>
<p>Integrasi Sistem Informasi Fasyankes</p>
<p>Chief of Technology Transformation Office (TTO) Setiaji, S.T, M.Si menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan Pusat Data dan Informasi-Digital Transformation Office (Pusdatin-DTO) untuk mendorong perluasan dan akselerasi implementasi SATUSEHAT di fasyankes.</p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan, yakni Training of Trainer yang merupakan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga IT fasyankes, asosiasi profesi kesehatan, dan penyedia sistem RME representatif sebagai peserta.</p>
<p>Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan menyiapkan kemampuan mengintegrasikan sistem informasi fasyankes dengan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) bernama SATUSEHAT, melalui penerapan standar dan terminologi yang telah dikembangkan oleh Pusdatin-DTO.</p>
<p>“Training of Trainer juga menjadi bagian dari uji coba kelayakan hingga wadah dari proses user acceptance testing (UAT) terkait playbook yang sedang dalam tahap pengembangan. Hingga akhirnya, playbook tersebut dapat teruji dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan fasyankes,” jelas Setiaji.</p>
<p>“Para peserta dalam kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi pendamping atau trainer untuk membantu fasyankes yang akan terintegrasi dengan SATUSEHAT di wilayahnya masing-masing, baik secara mandiri maupun difasilitasi oleh Pusdatin-DTO melalui kegiatan rollout.”</p>
<p>Rollout merupakan kegiatan lanjutan dari training of trainer. Pada rollout, playbook atau buku pedoman yang telah diuji tersebut diperluas kembali adopsinya ke berbagai fasyankes melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi tenaga IT dan penyedia sistem Rekam Medis Elektronik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241202_131758_SATUSEHAT.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bantah Tuduhan Intervensi dalam Pemilihan Ketua Umum PMI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bantah-tuduhan-intervensi-dalam-pemilihan-ketua-umum-pmi</link>				
         <pubDate>Sun, 01 Dec 2024 18:21:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bantah-tuduhan-intervensi-dalam-pemilihan-ketua-umum-pmi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Desember 2024 </p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses pemilihan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan berlangsung pada Desember 2024. Tuduhan mengenai intervensi dan penyediaan dana untuk mendukung calon tertentu dinyatakan tidak berdasar.</p>
<p>&#8220;Kemenkes menghormati independensi PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang netral dan mandiri. Kami tidak memiliki kepentingan atau keterlibatan dalam proses pemilihan internal PMI.&#8221; jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Aji Muhawarman Minggu (1/12)</p>
<p>Kemenkes mendukung penuh PMI sebagai mitra strategis dalam program-program kemanusiaan, namun hubungan ini murni didasari pada kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Kami menegaskan kembali bahwa keterlibatan Kemenkes dalam Munas PMI tidak pernah terjadi, apalagi dengan tujuan politis.</p>
<p>Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi dan memastikan kebenaran sebelum menyebarkannya. </p>
<p>&#8220;Fokus utama kami adalah meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap proses pemilihan Ketua Umum PMI berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip organisasi,&#8221; tambah Aji.</p>
<p>Dengan klarifikasi ini, Kemenkes berharap semua pihak dapat memahami posisi dan komitmen kementerian dalam menjaga profesionalisme serta integritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skrining Kesehatan Jiwa Gratis Lewat SATUSEHAT Mobile</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kesehatan-jiwa-gratis-lewat-satusehat-mobile</link>				
         <pubDate>Sun, 01 Dec 2024 07:44:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kesehatan-jiwa-gratis-lewat-satusehat-mobile</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>30 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyediakan skrining kesehatan jiwa secara digital dalam aplikasi yang dapat diakses mandiri oleh masyarakat, salah satunya menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Upaya ini mempermudah masyarakat yang ingin mengecek kesehatan jiwa mandiri. </p>
<p>Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI dr. Imran Pambudi, MPHM menyampaikan, penggunaan SATUSEHAT Mobile untuk skrining kesehatan jiwa mandiri dapat membantu meningkatkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan jiwa.</p>
<p>Skrining sebagai langkah mendeteksi dini kondisi kejiwaan individu, sehingga apabila ditemukan tanda-tanda masalah mental dapat segera dilakukan intervensi yang lebih cepat dan tepat.</p>
<p>“Melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, masyarakat bisa melakukan skrining kesehatan jiwa secara mandiri. Aplikasi ini menjadi solusi digital yang membantu memperluas jangkauan skrining kesehatan jiwa dalam upaya meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan jiwa di masyarakat,” ujar Imran di Jakarta.</p>
<p>Cara melakukan skrining kesehatan jiwa mandiri di SATUSEHAT Mobile, masyarakat cukup menjawab sejumlah pertanyaan yang tersedia. Kemudian, hasil skrining yang diperoleh bisa ditindaklanjuti ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) apabila terdapat indikasi masalah kesehatan jiwa.<br />
“Hasil skrining dari individu yang menunjukkan adanya indikasi masalah kesehatan jiwa, akan diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut ke fasyankes terdekat, yang bisa dijangkau oleh individu tersebut maupun menggunakan fitur telemedisin yang telah tersedia,” terang Imran.</p>
<p>Akses Gratis di SATUSEHAT Mobile</p>
<p>Chief of Technology Transformation Office (TTO) Setiaji, S.T, M.Si menambahkan, fitur skrining kesehatan jiwa dalam SATUSEHAT Mobile dapat diakses gratis oleh masyarakat. </p>
<p>“Masyarakat sebagai pengguna dapat memanfaatkan layanan skrining kesehatan mental secara mandiri dan skrining awal gratis di SATUSEHAT Mobile,” tambahnya.</p>
<p>Langkah-langkah untuk mengakses skrining kesehatan jiwa di SATUSEHAT Mobile, sebagai berikut:<br />
1. Akses SATUSEHAT Mobile melalui ponsel dengan mengunduhnya di Play Store atau App Store<br />
2. Pilih menu ‘Fitur’ lalu fitur ‘Kesehatan Mental’<br />
3. Pilih ‘Mulai Skrining’<br />
4. Jawab pertanyaan yang diajukan sesuai kondisi yang dialami dalam 30 hari terakhir<br />
5. Setelah selesai, hasil skrining akan muncul, termasuk edukasi kesehatan dan rekomendasi pelayanan kesehatan yang sesuai hasil skrining.</p>
<p>Menurut Setiaji, hasil skrining kesehatan jiwa melalui SATUSEHAT Mobile dapat membantu psikolog atau psikiater untuk mengetahui kondisi awal kesehatan mental dari individu yang bersangkutan ketika melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasyankes. </p>
<p>“Hasil skrining dapat menjadi acuan dasar bagi psikolog atau psikiater untuk mengetahui kondisi pengguna pada saat mengakses pelayanan kesehatan jiwa di fasyankes,” ucapnya.</p>
<p>“Ini dikarenakan pertanyaan-pertanyaan pada fitur skrining ‘Kesehatan Mental’ di SATUSEHAT Mobile menggunakan standar kuesioner yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk pengguna berusia 10-17 tahun, dan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) untuk usia 18 tahun ke atas</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/12/doctor-checking-medical-condition-patient.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Poltekkes Kemenkes Dorong Transformasi Global Melalui Kelas Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/poltekkes-kemenkes-dorong-transformasi-global-melalui-kelas-internasional</link>				
         <pubDate>Sat, 30 Nov 2024 19:33:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/poltekkes-kemenkes-dorong-transformasi-global-melalui-kelas-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 November 2024</p>
<p>Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berinovasi mendukung arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Transformasi Kesehatan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah transformasi pendidikan melalui pembukaan kelas internasional. Langkah ini menjadi tonggak penting untuk mencetak tenaga kesehatan Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.</p>
<p>Transformasi Poltekkes Kemenkes berfokus pada tiga pilar utama, yakni tata kelola, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Sebagai bagian dari visi menjadikan Poltekkes sebagai Pusat Unggulan Pendidikan Vokasi dan Profesi di Asia Tenggara pada 2030, Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan telah meluncurkan kelas internasional Jerman di Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 dan Bandung sejak 2023.</p>
<p>Pada 2024, program ini diperluas ke Poltekkes Kemenkes Maluku dan Medan. Pada 2025, program ini rencananya akan dikembangkan ke kelas internasional untuk Timur Tengah dan Jepang.</p>
<p>Selain itu, sertifikasi internasional seperti Prometric dan NCLEX sering menjadi tantangan bagi perawat Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes berencana membangun Pusat Prometric dan NCLEX di Poltekkes Kemenkes pada 2025, sehingga memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk memenuhi standar internasional.</p>
<p>Peran WHO Mendukung Transformasi</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia turut mendukung pengembangan kelas internasional ini. Melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/1460/2023, grand design dan roadmap pengembangan kelas internasional Poltekkes hingga 2029 telah tersusun. WHO memberikan pendampingan intensif melalui program seperti Teaching Camp dan pelatihan dosen, seperti English Camp yang mempersiapkan dosen untuk mengajar kelas internasional dengan standar global.</p>
<p>Technical Officer on Nursing and Midwifery WHO SEARO Ai Tanimizu memimpin pelatihan intensif yang melibatkan 50 dosen dari empat Poltekkes. Pelatihan mencakup metode pengajaran berbasis bukti, pengajaran mikro, dan pelatihan klinis.</p>
<p>Marlisa, seorang dosen dari Poltekkes Medan, menyatakan, “Program ini meningkatkan keterampilan mengajar saya secara signifikan. Saya lebih percaya diri dan siap membimbing mahasiswa untuk bersaing secara global.”</p>
<p>Langkah Strategis Menuju 2025</p>
<p>Ditjen Nakes bekerja sama dengan WHO untuk mengembangkan modul keperawatan berbasis standar internasional. Rekomendasi WHO, program ini mencakup peningkatan kompetensi dosen, penguatan kemampuan bahasa Inggris, pengembangan kurikulum terintegrasi, dan pelatihan lintas institusi.</p>
<p>Langkah-langkah ini mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta Arah Strategis Global WHO untuk Keperawatan dan Kebidanan 2021–2025.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Dr. Yuli Farianti optimistis Poltekkes Kemenkes akan menjadi WHO Collaborating Center for Nursing Education and Training di Asia Tenggara pada 2025. “Dengan pendidikan berkualitas tinggi, para lulusan Poltekkes akan siap menghadapi tantangan kesehatan global dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” ujar dia.</p>
<p>Transformasi ini merupakan investasi jangka penting untuk mempercepat peningkatan kualitas tenaga kesehatan Indonesia. Poltekkes Kemenkes tidak hanya mencetak tenaga kesehatan yang andal tetapi juga membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam bidang kesehatan global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_0325.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Malam Anugerah HKN ke-60, Apresiasi bagi Kontribusi Transformasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/malam-anugerah-hkn-ke-60-apresiasi-bagi-kontribusi-transformasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 29 Nov 2024 22:54:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/malam-anugerah-hkn-ke-60-apresiasi-bagi-kontribusi-transformasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI sukses menyelenggarakan Malam Anugerah Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jumat (29/11) malam. Ini menjadi sebuah momen penuh kebanggaan bagi Kemenkes untuk memberikan penghargaan kepada para insan yang telah berkontribusi signifikan dalam mendukung transformasi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, bersama Plt. Kepala Perpustakaan Nasional E. Aminudin Aziz, serta sejumlah pejabat di Kemenkes dan KemenPANRB memberikan penghargaan secara langsung kepada para pemenang. Acara yang mengusung tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKN ke-60.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi mengingatkan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada arahan atau kebijakan, tetapi juga pada kemampuan setiap individu untuk menyadari pentingnya kesehatan mereka sendiri.</p>
<p>&#8220;Kesehatan yang baik adalah yang membuat setiap individu merasa bahwa mereka harus sehat. Prosesnya berbeda, bukan hanya menyuruh, tetapi menyadarkan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menkes menutup sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk membawa semangat hidup sehat ke lingkungan mereka masing-masing, baik lingkungan keluarga, tetangga, maupun rekan kerja. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, olahraga teratur, cukup tidur, serta menjaga hati tetap bahagia dan pikiran positif.</p>
<p>Pada malam puncak ini, Kemenkes memberikan sejumlah penghargaan untuk mengapresiasi berbagai pihak yang berprestasi di bidang kesehatan. Beberapa penghargaan penting yang diberikan pada acara ini meliputi:</p>
<p>1. Penghargaan HKN Olympic 2024</p>
<p>Ajang olahraga tahunan ini kembali menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kerja sama lintas sektor. Tahun ini, 50 atlet terbaik dari tujuh cabang olahraga seperti bulu tangkis, futsal, dan tenis meja menerima penghargaan atas semangat dan prestasi mereka.</p>
<p>2. Penghargaan Pelayanan Publik</p>
<p>Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan mendapatkan penghargaan atas kinerja pelayanan publik yang prima. Kategori ini meliputi Penilaian Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri yang diterima 33 UPT dan Kepatuhan Perilaku Interaksi Pelayanan Publik yang diterima 36 UPT.</p>
<p>3. Perpustakaan Berinovasi</p>
<p>Tiga perpustakaan unggulan dari UPT Kemenkes terpilih sebagai pemenang berkat kontribusinya dalam menciptakan budaya kerja berbasis data melalui pengelolaan pengetahuan atau knowledge management.</p>
<p>4. Kompetisi Art and Creativity</p>
<p>Dengan tema “Pengabdian Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis,” lomba ini melibatkan karya jurnalistik, video kreatif, dan fotografi. Kompetisi ini berhasil menggambarkan dedikasi tenaga kesehatan sebagai ujung tombak layanan kesehatan di Indonesia, dengan 15 karya terbaik menerima penghargaan.</p>
<p>Kompetisi Art and Creativity menjadi sorotan karena melibatkan jurnalis, fotografer, dan kreator konten media sosial. Melalui karya visual dan narasi kreatif, peserta diajak untuk merefleksikan pengabdian tenaga kesehatan di berbagai lini.</p>
<p>Acara ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya pola hidup sehat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi dalam menghadapi tantangan kesehatan pada masa depan.</p>
<p>Malam Anugerah HKN ke-60 bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi bersama untuk terus bergerak maju demi tercapainya kesehatan masyarakat yang lebih baik. Mari bersama wujudkan “Gerak Bersama, Sehat Bersama” untuk Indonesia sehat!</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241130-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hak Setara untuk Semua, Momen Aksi Bersama di Hari AIDS Sedunia 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hak-setara-untuk-semua-momen-aksi-bersama-di-hari-aids-sedunia-2024</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Nov 2024 20:40:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hak-setara-untuk-semua-momen-aksi-bersama-di-hari-aids-sedunia-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 November 2024</p>
<p>Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 mengusung tema besar &#8220;Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa&#8221;. Melalui temu media yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI, pesan kuat ini kembali disuarakan sebagai pengingat untuk mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Yudhi Pramono, MARS, menegaskan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencapai Akhiri AIDS pada 2030.</p>
<p>&#8220;Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan layanan kesehatan inklusif yang menghormati hak asasi manusia. Dengan langkah bersama, kita bisa menekan angka infeksi baru, meniadakan kematian terkait AIDS, dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV,&#8221; ujarnya di Hotel Des Indes, Jakarta.</p>
<p>Meskipun upaya penanggulangan HIV/AIDS menunjukkan kemajuan, tantangan tetap besar, namun dr.Ina Agustina, MKM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), melaporkan bahwa 35% infeksi baru ditemukan pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), dan 28% dari pasangan ODHIV.</p>
<p>Namun, hanya 64% ODHIV yang menerima terapi antiretroviral (ARV), dan baru 49% mencapai supresi viral. Untuk mengejar target 95-95-95 pada 2030, Kemenkes memprioritaskan inovasi seperti skrining mandiri, pengobatan di hari yang sama (Sameday ART), dan integrasi layanan berbasis komunitas.</p>
<p>Stigma masih menjadi tantangan signifikan. Data menunjukkan 53% ODHIV tidak mengetahui adanya perlindungan hukum atas hak mereka, membuat banyak dari mereka ragu mengakses layanan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Penting bagi kita untuk membangun pendekatan berbasis hak yang menghapus stigma dan diskriminasi. Semua orang berhak atas layanan kesehatan yang setara,&#8221; kata dr. Ina.</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI telah meluncurkan sejumlah program untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS, di antaranya:</p>
<p>1. Penjangkauan berbasis komunitas untuk populasi kunci.</p>
<p>2. Sameday ART, tes dan pengobatan HIV dalam satu hari.</p>
<p>3. PrEP (Profilaksis Pra-pajanan) untuk mencegah infeksi di populasi kunci.</p>
<p>4. Layanan terintegrasi TB-HIV dan pemberian ARV multi-bulan.</p>
<p>5. Sistem Informasi SIHA 2.1, guna memantau data individu.</p>
<p>Tema global tahun ini, &#8220;Take the Rights Path&#8221;, sejalan dengan upaya Indonesia untuk memastikan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi semua kelompok rentan. Dr. Muhammad Saleem, UNAIDS Country Director, mengingatkan bahwa stigma dan diskriminasi adalah hambatan besar di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.</p>
<p>&#8220;Hari AIDS Sedunia ini menjadi momen refleksi global untuk menghapus stigma dan mempromosikan akses layanan kesehatan yang adil bagi semua,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi seruan aksi nyata. Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, Akhiri AIDS pada 2030 bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang bisa dicapai bersama.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241128-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Berkolaborasi Lebih Intensif dengan Komunitas untuk Eliminasi TBC di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-berkolaborasi-lebih-intensif-dengan-komunitas-untuk-eliminasi-tbc-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Nov 2024 20:08:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-berkolaborasi-lebih-intensif-dengan-komunitas-untuk-eliminasi-tbc-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Jakarta, 28 November 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri Diseminasi Memo Kebijakan Tuberkulosis (TBC) 2024-2029, sebuah inisiatif strategis yang bertujuan mempercepat eliminasi TBC di Indonesia, di Jakarta, Kamis (28/11).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Memo kebijakan tersebut merupakan hasil diskusi publik yang diinisiasi oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI). Diskusi melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Memo tersebut menguraikan tantangan kritis dan peluang strategis dalam mengendalikan serta mengurangi angka kejadian TBC di Indonesia, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di negara ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap memo kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC merupakan prioritas nasional, dan langkah-langkah strategis yang diusulkan dalam memo ini akan memperkuat upaya Indonesia dalam mencapai target eliminasi TBC pada 2030.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kita tidak mungkin jalan sendiri, kita harus jalan sama-sama. Terima kasih kepada tim semuanya yang sudah mau bersama-sama pemerintah dan ini harus dipakai sebagai gerakan bersama bukan hanya program saja” kata Menkes. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Menkes mengungkapkan bahwa penanggulangan TBC di Indonesia menghadapi tantangan serius, terutama dengan prevalensi kasus yang sangat tinggi. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia setelah India, dengan perkiraan 1 juta kasus baru setiap tahunnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski berbagai langkah penting dalam penanggulangan TB telah dilakukan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan rendahnya kesadaran pasien untuk menyelesaikan pengobatan TB hingga tuntas. Selain itu, dukungan dalam hal monitoring dan pendampingan pasien juga perlu ditingkatkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes berharap memo kebijakan ini, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat termasuk komunitas yang paling terdampak, dapat melengkapi rencana strategis nasional yang telah disusun oleh pemerintah dalam menanggulangi TBC di Tanah Air. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan, TBC memiliki tingkat penularan dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19. Ia optimistis Indonesia mampu mengendalikan kasus TBC, mengingat keberhasilan negara ini dalam menangani krisis selama pandemi COVID-19 dengan baik dan cepat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kalau kita bisa menjadi salah satu negara yang cepat menyelesaikan COVID-19, kita juga bisa mengatasi TBC. Kuncinya, kita harus melihat ini sebagai krisis yang kemudian semua pihak harus bekerja keras menyelesaikannya,” ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Yayasan Stop TB Partnership Indonesia, Nurul Nadia Luntungan menjelaskan bahwa memo kebijakan yang diluncurkan oleh Stop TB ini berfokus pada empat area utama yang perlu diperhatikan pemerintah, yaitu akses pengobatan yang terbatas, kapasitas tenaga kesehatan yang belum terstandar di seluruh fasilitas kesehatan, integrasi sistem informasi yang belum optimal, serta pembiayaan dalam penanggulangan TBC.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam memo tersebut, berbagai rekomendasi praktis diusulkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengintegrasikan kebijakan TBC dengan pelayanan kesehatan lainnya, serta mendekatkan layanan kepada komunitas yang rentan terhadap TBC.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tantangan tersebut adalah badai yang kita hadapi dalam penanggulangan TBC. Namun, di balik badai itu, ada peluang strategis yang dapat kita manfaatkan, salah satunya adanya pemerintahan baru dan penanggulangan TBC menjadi salah satu prioritas nasional,” ucapnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">EPerjalanan penanggulangan TB semakin dekat. Nurul pun mengajak seluruh pihak untuk mengawal langkah pemerintah dalam mencapai eliminasi TB pada 2030.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dengan semangat gotong royong dan sinergi, saya percaya bahwa kita bisa mencapai dermaga itu sesuai dengan komitmen yang diberikan,” tutupnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/c9fa62ab-4b2a-48af-9c73-6ece08c98bcd.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada! Kecanduan Judi Online Meningkat, Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi dan IKA FK Trisakti Gelar Penelitian Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-kecanduan-judi-online-meningkat-pusat-kesehatan-jiwa-nasional-rumah-sakit-marzoeki-mahdi-dan-ika-fk-trisakti-gelar-penelitian-nasional</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Nov 2024 12:04:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-kecanduan-judi-online-meningkat-pusat-kesehatan-jiwa-nasional-rumah-sakit-marzoeki-mahdi-dan-ika-fk-trisakti-gelar-penelitian-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 November 2024</p>
<p>Maraknya kasus judi online di Indonesia menjadi perhatian serius. Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Kedokteran Trisakti mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam penelitian nasional guna mengidentifikasi dan menganalisis perilaku kecanduan judi online.</p>
<p>Direktur Utama PKJN RS Marzoeki Mahdi Nova Riyanti Yusuf menyatakan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang perilaku judi online di Indonesia. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pencegahan serta penanganan yang efektif.</p>
<p>“Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang pernah atau sedang terlibat dalam judi online untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Partisipasi anda sangat berharga dalam upaya mengatasi masalah judi online di Indonesia,” ujar dia.</p>
<p>Sasaran penelitian adalah masyarakat Indonesia minimal berusia 15 tahun, yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pernah atau sedang terlibat judi online dalam 12 bulan terakhir.</p>
<p>Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods, berupa survei menggunakan Online Problem Gambling Behavior Index (OPGBI), skrining kesehatan jiwa menggunakan SRQ-29 atau SDQ dan wawancara mendalam yang bertujuan untuk memahami lebih dalam perilaku dan motivasi di balik judi online di Indonesia</p>
<p>Data dari Google Trends mengenai pencarian situs-situs judi online sepanjang pada 2023 menunjukkan peningkatan yang signifikan hingga 1.700%. Sementara itu, data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan, ada sekitar 2,37 juta penduduk Indonesia dari berbagai strata sosial terjerumus dalam judi online. Jenis judi online yang banyak dilakukan oleh masyarakat di antaranya poker online, slot online, kasino online, judi bola, togel online, domino online, sabung ayam online, hingga judi e-sports.</p>
<p>Padahal, judi online dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kerugian finansial, gangguan kesehatan mental, dan kerusakan hubungan sosial. Di Indonesia, akses ke situs judi online relatif mudah meskipun kegiatan perjudian dilarang secara hukum.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/Picsart_24-11-27_12-02-18-559.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Puskesmas Fokus Wujudkan Masyarakat Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/puskesmas-fokus-wujudkan-masyarakat-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Nov 2024 17:35:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/puskesmas-fokus-wujudkan-masyarakat-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 November 2024</p>
<p>Implementasi program Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui penataan dan revitalisasi pelayanan kesehatan primer, khususnya Puskesmas, mendapatkan perhatian publik. Beberapa pihak menyatakan ketidaksetujuan jika Puskesmas hanya difokuskan pada tindakan promotif atau preventif, sementara fungsi pengobatan (kuratif) dialihkan ke klinik.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Maria Endang Sumiwi, M.P.H. menjelaskan, tugas dan fungsi Puskesmas telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>“Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023, Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan dan mengkoordinasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan mengutamakan promotif dan preventif di wilayah kerjanya,” jelas Maria Endang di Jakarta.</p>
<p>“Hal tersebut bertujuan mewujudkan wilayah kerja yang sehat dengan masyarakat yang berperilaku hidup sehat, mudah mengakses pelayanan kesehatan bermutu, hidup dalam lingkungan sehat dan memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat.”</p>
<p>Selain penataan dan revitalisasi puskesmas, implementasi ILP turut menyasar Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu agar kualitas pelayanan kesehatan primer semakin baik. Targetnya mencakup 10.000 Puskesmas dan 300.000 Posyandu di seluruh Indonesia.</p>
<p>Maria Endang menjelaskan beberapa manfaat atau hasil (output) capaian dari program integrasi layanan primer yang sudah berjalan, baik di Puskesmas maupun Posyandu.</p>
<p>“Pertama, pemberian pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan terkoordinasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Kedua, Puskesmas dengan jejaringnya dapat lebih optimal sebagai gatekeeper,” terangnya.</p>
<p>“Ketiga, peran Puskesmas Pembantu menjadi lebih kuat sebagai penanggung jawab status kesehatan di wilayah desa/kelurahan. Hal ini mencakup penguatan pemantauan wilayah setempat dalam morbiditas dan cakupan pelayanan di desa/kelurahan tersebut, sehingga dapat sebagai bahan perencanaan kesehatan dan advokasi kepada desa/kelurahan.”</p>
<p>Keempat, hasil yang dicapai dalam ILP, yakni Pustu, Posyandu dan kunjungan rumah diharapkan semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada pasien. Kelima, hasil kunjungan rumah dapat diidentifikasi missing service, non compliance, dan danger sign.</p>
<p><strong>Memperkuat Edukasi Kesehatan</strong></p>
<p>Dalam penerapan ILP melalui pelayanan kesehatan jejaring, Pustu bertanggung jawab memastikan masyarakat di desa/kelurahan mendapatkan pelayanan kesehatan untuk seluruh siklus hidup. Selain itu, Pustu memperkuat peran pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, seperti kegiatan Posyandu dan kunjungan rumah yang dilakukan kader.</p>
<p>Upaya lain untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melalui kegiatan promotif oleh para kader. Kader dilengkapi dengan berbagai keterampilan, termasuk kemampuan melakukan edukasi kesehatan.</p>
<p>“Tugas kader kesehatan pada hari buka dan di luar hari buka Posyandu adalah memberikan penyuluhan/edukasi kesehatan. Pada pelaksanaan kunjungan rumah, kader kesehatan melakukan SAJI (Salam, Ajak bicara, Jelaskan dan bantu, Ingatkan),” lanjut Dirjen Maria Endang Sumiwi.</p>
<p>“Kemudian, pada bagian ‘Jelaskan dan bantu,’ kader akan memberikan edukasi sesuai permasalahan kesehatan/kebutuhan sasaran menggunakan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), serta membantu keluarga menyelesaikan masalah kesehatan.”</p>
<p>Kader kesehatan juga ikut memberikan edukasi sesuai hasil wawancara dengan mengapresiasi, memotivasi dan menggerakkan sasaran serta meminta sasaran agar menghubungi kader jika ada masalah kesehatan dalam keluarga. Selanjutnya, kader Pustu memberikan konseling kegiatan pemberdayaan masyarakat bagi sasaran/kelompok yang membutuhkan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54156204552_d2cfcac763_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Percepat Penuhi Alat Skrining Dan Diagnostik Di Puskesmas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-penuhi-alat-skrining-dan-diagnostik-di-puskesmas</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Nov 2024 17:30:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/percepat-penuhi-alat-skrining-dan-diagnostik-di-puskesmas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung implementasi transformasi layanan primer. Pemenuhan alat kesehatan ini difokuskan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) primer, khususnya di Puskesmas.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr. Maria Endang Sumiwi, M.P.H. mengatakan, kebutuhan alat kesehatan di Puskesmas masih harus ditingkatkan, terutama untuk mendukung deteksi dini atau skrining kesehatan. Hal ini sesuai dengan peran Puskesmas dalam menjaga kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Alat kebutuhan Puskesmas yang masih perlu diperbanyak terkait alat-alat kesehatan pendukung skrining seperti ultrasonografi (USG), elektrokardiografi (EKG), hematology analyzer, chemistry analyzer, dental chair,” kata Maria Endang di Jakarta, ditulis Selasa (26/11).</p>
<p>“Selain itu, alat kesehatan untuk diagnostik serta tindak lanjutnya, di antaranya urine analyzer, PoCT HbA1C, dan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) juga belum semua Puskesmas memiliki alat kesehatan tersebut.”</p>
<p>Maria Endang juga mengatakan, salah satu strategi untuk mendukung transformasi kesehatan melalui pilar pertama transformasi pelayanan kesehatan primer adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelayanan kesehatan primer melalui revitalisasi jejaring dan standarisasi pelayanan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Posyandu.</p>
<p>Peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan primer turut dilakukan melalui kunjungan rumah dalam proyek Strengthening of Primary Health Care (SOPHI).</p>
<p>“Proyek SOPHI bertujuan mengatasi kesenjangan antara sistem pelayanan kesehatan primer yang diakibatkan oleh fungsi preventif dalam pelayanan kesehatan primer terutama di tingkat layanan terendah, pelayanan kesehatan rujukan yang terbatas, dan layanan yang tersedia dengan kualitas yang belum memadai di berbagai daerah,” lanjut Maria Endang.</p>
<p>“Proyek berfokus pada perawatan primer yang diusulkan akan berkontribusi untuk menghemat biaya perawatan kesehatan yang terkait dengan pengobatan penyakit. Fokusnya terhadap tindakan pencegahan dan kuratif yang hemat biaya dan penghematan beban sosial ekonomi terkait dengan perawatan ekstra yang diperlukan untuk penyakit yang berpotensi dapat dicegah.”</p>
<p>Menurut Dirjen Maria Endang, dukungan dari proyek SOPHI diharapkan mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan di Puskesmas, Pustu, Posyandu. Selain itu, dukungan ini diharapkan meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam pemanfaatan alat kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih baik.</p>
<p>“Kemenkes akan memberikan pemenuhan set alat mulai tahun 2024 sampai dengan 2028 di di 10.234 Puskesmas, 25.826 Puskesmas Pembantu, dan 304.420 Posyandu. Untuk batch 1 akan diberikan kepada 6.236 Puskesmas di 382 kabupaten/kota di 35 provinsi,” terangnya.</p>
<p>“Kemudian, untuk pemenuhan reagen kesehatan atau Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) juga dipenuhi oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik.”</p>
<p><strong>Pelayanan Sesuai Siklus Hidup</strong></p>
<p>Puskesmas kini menerapkan paradigma baru dalam pemberian pelayanan kesehatan. Selama ini, pasien yang berobat ke Puskesmas dilayani berdasarkan penyakit atau berbasis program. Dengan adanya program Integrasi Layanan Primer (ILP), pelayanan kesehatan di Puskesmas tidak lagi berbasis program, tetapi dilakukan melalui klaster sesuai siklus hidup.</p>
<p>“Puskesmas dibagi menjadi 5 klaster yang dilengkapi oleh SDM kesehatan yang mempunyai kompetensi dan kewenangan sesuai klasternya. Dengan sistem klaster, maka pengelolaan setiap sasaran siklus hidup, dapat dikelola bersama dalam klaster sehingga pelayanan dapat diberikan lebih komprehensif dan terintegrasi,” ucap Dirjen Maria Endang Sumiwi.</p>
<p>Lima klaster pelayanan di Puskesmas meliputi Klaster Manajemen, Klaster Ibu dan Anak, Klaster Kesehatan Dewasa dan Lanjut Usia, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan, serta Lintas Klaster.</p>
<p>Maria Endang menambahkan, penataan struktur organisasi dan sumber daya Puskesmas telah dibagi berdasarkan klaster dan dilengkapi dengan lingkup pelayanan kegiatan serta kompetensi petugas pada masing-masing klaster.</p>
<p>“Klaster dipimpin oleh penanggung jawab klaster dibantu oleh pelaksana klaster. Dalam hal keterbatasan SDM, pelayanan dapat diberikan oleh petugas dari klaster lainnya yang memiliki kompetensi dan kewenangan yang sesuai,” tambahnya.</p>
<p>“Klaster bertugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan, pemantauan situasi kesehatan wilayah kerja serta pembinaan teknis kepada jejaring Puskesmas sesuai dengan kelompok sasaran.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54157385309_6dda0cc393_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes dan Perwakilan Bill Melinda Gates Foundation Kunjungi Biofarma untuk Cek Produksi Vaksin Polio</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dan-perwakilan-bill-melinda-gates-foundation-kunjungi-biofarma-untuk-cek-produksi-vaksin-polio</link>				
         <pubDate>Mon, 25 Nov 2024 17:27:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dan-perwakilan-bill-melinda-gates-foundation-kunjungi-biofarma-untuk-cek-produksi-vaksin-polio</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Bandung, 25 November 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama President of the Global Development Division Christopher Elias melakukan kunjungan ke fasilitas produksi vaksin Biofarma di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/11). Kunjungan ini bertujuan memantau langsung proses produksi vaksin yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat Indonesia, salah satunya vaksin polio.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam kesempatan ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan luar biasa dari Bill &amp; Melinda Gates Foundation yang telah membantu Biofarma dalam pengembangan dan produksi vaksin polio. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“BMGF telah membantu Biofarma sekitar 100.000.000 dolar Amerika Serikat untuk mengembangkan infrastruktur yang dibutuhkan dalam memproduksi vaksin polio dan untuk memasok vaksin polio ke seluruh dunia,” ucap Menkes.  </span></p>
<p class="p1">Menkes menekankan bahwa kerja sama dengan BMGF sangat berarti bagi Indonesia, terutama dalam upaya memastikan ketersediaan vaksin polio yang aman dan berkualitas tinggi untuk melindungi anak-anak Indonesia dari risiko kecacatan dan kematian akibat polio.</p>
<p class="p1"><span class="s1">“Terima kasih untuk kontribusi yang telah diberikan untuk Indonesia dan Biofarma,” kata Menkes. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Menkes menjelaskan, dukungan dari BMGF tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan global terkait eradikasi polio dan penyakit-penyakit lainnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Christopher Elias turut menyampaikan rasa bangganya atas kerja sama yang terjalin antara BMGF dan Pemerintah Indonesia melalui Biofarma, terutama dalam pengembangan dan produksi vaksin polio. Menurutnya, Indonesia telah mencapai kemajuan yang luar biasa dalam pengembangan vaksin, termasuk vaksin polio. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“The Gates Foundation sangat bangga dengan kerja sama ini, saat ini saya memimpin Global Polio Eradication Initiative, dalam upaya kami untuk memberantas polio di seluruh dunia, kita sangat tergantung dengan vaksin yang dibuat oleh Biofarma,” katanya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Elias juga menjelaskan, sejak vaksin polio produksi Biofarma disetujui penggunannya oleh WHO pada tahun 2000 dan dinyatakan memenuhi standar internasional, sebanyak 1 miliar dosis telah dikirimkan ke lebih dari 35 negara di dunia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ini adalah vaksin yang telah membantu kami dalam eradikasi polio di dunia,” ujarnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal tersebut menunjukkan bahwa Biofarma telah memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan global terkait eradikasi polio dan penyakit-penyakit lainnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Elias menambahkan, Biofarma juga telah menjadi mitra strategis dalam penyediaan vaksin di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kunjungan ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span class="s2">kontak@kemkes.go.id</span></a>. (MF)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/6694a088-e6e5-4a23-bee7-2c0c4c0c809e.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-integrasikan-diari-diabetes-digital-primaku-ke-aplikasi-satusehat</link>				
         <pubDate>Sun, 24 Nov 2024 19:32:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-integrasikan-diari-diabetes-digital-primaku-ke-aplikasi-satusehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan integrasi fitur Diari Diabetes Digital (3D) dari aplikasi Primaku ke aplikasi SatuSehat Mobile di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Minggu (24/11).</p>
<p>Integrasi ini menjadi langkah signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi anak-anak penderita diabetes di Indonesia.</p>
<p>“Masalah kita itu, teridentifikasinya enggak rapi dan gak bagus. Walaupun ada, enggak masuk ke sistem jadi kita enggak bisa follow up dan enggak tahu berapa banyak. Nah, kebetulan, teman-teman dari IDAI sudah bikin aplikasi Primaku di mana ada sekitar 170.000 pengukuran dari 883.000 pasien. Tadi saya liat sudah masuk datanya,” ungkap Menkes.</p>
<p>Dengan adanya integrasi ini, pemantauan kasus diabetes pada anak dan remaja diharapkan dapat dilakukan lebih dini, sehingga penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif, serta menekan angka kematian.</p>
<p>“Saya juga kaget bahwa ternyata, banyak anak di dunia dan juga di Indonesia yang terkena diabetes sejak kecil, istilahnya diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 ini jika tidak dirawat dengan cepat, bisa meninggal dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Kebetulan kan Pak Prabowo akan launching Skrining Kesehatan untuk masyarakat di Indonesia. Nah, saya sudah putuskan memasukan skrining diabetes ini untuk kelompok anak-anak, supaya ketahuan lebih dini. Dengan begitu, kita bisa lakukan pengobatannya segera mungkin,” tambahnya.</p>
<p>Bentuk integrasi Primaku ke SatuSehat ini dengan memonitor data yang masuk ke Primaku, melalui fitur Diary Diabetes Digital (3D). Fitur ini memungkinkan orang tua dan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi diabetes anak-anak secara langsung, sehingga perawatan menjadi lebih efektif.</p>
<p>Melalui integrasi di SatuSehat Mobile, data ini dapat termonitor dengan lebih mudah dan lebih lengkap dibandingkan dengan data sebelumnya.</p>
<p>“Kami berharap integrasi ini dapat memudahkan pemantauan gula darah mandiri untuk kepatuhan jangka panjang, mendukung proses penanganan holistik berdasarkan data kontrol pasien dan surveilans serta perencanaan kedepannya” kata CEO Primaku Muhammad Aditriya Indraputra.</p>
<p>Data yang dapat dimonitor melalui SatuSehat Mobile meliputi jenis insulin yang digunakan, waktu pencatatan penggunaannya, tipe gula darah yang sering diukur, dan lainnya.</p>
<p>Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief of DTO Kemenkes RI Setiaji menjelaskan, data ini tidak hanya untuk pemantauan, tetapi juga dianalisis untuk mendukung pengembangan machine learning di SatuSehat Mobile.</p>
<p>“Data ini juga akan digunakan untuk dianalisis karena dapat membantu memperkaya proses kita dalam mengembangkan machine learning di dalam SatuSehat mobile. Dengan adanya machine learning, harapannya tingkat temuannya semakin besar dari sebelumnya. Tanpa machine learning, kita hanya mencatat 3,3% prevalensi, setelah menggunakannya menjadi 12,2% prevalensi,” ujar Setiaji.</p>
<p>Deteksi dini ini memiliki banyak manfaat, salah satunya pencegahan dan pengobatan diabetes dapat dilakukan dengan cepat serta dalam hal biaya pun lebih efisien.</p>
<p>“Semoga kolaborasi ini ke depannya bisa lebih banyak memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya untuk pasien-pasien diabetes,” tambahnya.</p>
<p>Primaku, sebuah aplikasi kesehatan anak, bertujuan meningkatkan taraf kesehatan anak Indonesia dengan menyediakan akses layanan kesehatan yang mudah dan berkualitas. Aplikasi ini telah melayani lebih dari 1,5 juta anak di Indonesia serta digunakan oleh lebih dari 80% dokter anak di tanah air.</p>
<p>Diari Diabetes Digital (3D) merupakan fitur dalam aplikasi Primaku yang terintegrasi dengan alat glucometer. Melalui fitur ini hasil pemeriksaan gula darah tercatat realtime, sehingga kondisi diabetes anak dapat dipantau secara langsung</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (GC)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54161164660_64dcb5df05_o.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Harapan Kita Mantapkan Peran Sebagai Pusat Unggulan dan Pengampu Layanan Jantung di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-harapan-kita-mantapkan-peran-sebagai-pusat-unggulan-dan-pengampu-layanan-jantung-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sun, 24 Nov 2024 18:45:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-harapan-kita-mantapkan-peran-sebagai-pusat-unggulan-dan-pengampu-layanan-jantung-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 November 2024</p>
<p>Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita terus memantapkan posisinya sebagai pusat unggulan layanan jantung di Indonesia sekaligus menjadi pengampu layanan jantung bagi fasyankes lain di Indonesia.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya peran RS Harapan Kita dalam mengembangkan layanan jantung yang merata di semua tingkatan layanan kesehatan.</p>
<p>“RSJPD Harapan Kita harus menjadi penggerak dalam mendidik, membimbing, dan berbagi ilmu dengan rumah sakit lain agar mampu memberikan pelayanan sebaik Harapan Kita. Dibandingkan dengan rumah sakit lain, Harapan Kita terbukti unggul dalam mengampu dan meningkatkan kualitas layanan. Rumah Sakit Harapan Kita adalah juaranya,&#8221; ujar Menkes Budi</p>
<p>Salah satu terobosan penting dalam penguatan layanan jantung adalah distribusi alat EKG ke 10.000 Puskesmas mulai 2025. Alat ini memungkinkan puskesmas untuk mendeteksi dini gejala penyakit jantung dan melakukan trombolitik, yakni prosedur darurat untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah. Melalui bimbingan RS Harapan Kita, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan respons cepat dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.</p>
<p>Selain memperkuat layanan di puskesmas, RS Harapan Kita juga memiliki peran penting dalam memastikan fasilitas catch lab di berbagai daerah dapat beroperasi optimal. Dari 100 fasilitas yang ada, hanya 84 yang saat ini aktif akibat keterbatasan tenaga medis. RS Harapan Kita didorong untuk menjawab tantangan ini dengan memastikan tersedianya tenaga medis terlatih serta memaksimalkan penggunaan alat-alat canggih yang sudah ada.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, semua standar layanan kesehatan rumah sakit yang diampu oleh Harapan Kita harus dipastikan mengalami peningkatan. SDM juga harus memahami dan mampu menggunakan cath lab untuk semua fungsi yang terdapat pada alat tersebut, dan bukan hanya satu fungsi.</p>
<p>Direktur Utama (Dirut) RS Harapan Kita Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP(K) mengungkapkan, 23 provinsi di Indonesia saat ini sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka. Bahkan mungkin, jumlah ini meningkat menjadi 24 provinsi minggu depan. Ini adalah salah satu kontribusi Harapan Kita dalam meningkatkan layanan di rumah sakit ampuan.</p>
<p>“Insya Allah barangkali kuartal pertama tahun depan harusnya 34 provinsi harus mampu melakukan bedah jantung terbuka,” kata dr. Iwan.</p>
<p>Iwan mengatakan, Rumah Sakit Harapan Kita sebentar lagi akan menjadi pusat pendidikan untuk dokter penyakit jantung dan pembuluh darah berbasis rumah sakit (hospital based) yang akan dimulai pada Februari mendatang. Saat ini, program ini sedang dalam proses seleksi.</p>
<p>Pada acara HUT ke-39, RS Harapan Kita juga meluncurkan layanan genomik dan heartfit. Layanan ini dirancang untuk menjaga kebugaran tubuh serta mendeteksi dini risiko penyakit kardiovaskular agar dapat memprediksi kemungkinan serangan jantung dan mengoptimalkan upaya pencegahannya.</p>
<p>“Jadi, sekarang bapak ibu dapat mengecek keadaan tubuh bapak ibu sekalian terkait kemungkinan atau faktor genetik terjadinya penyakit jantung melalui tes genomik, serta tidak kalah pentingnya melakukan diet melalui katering diet, ditambah latihan fisik terprogram yang disesuaikan dengan kondisi individu dan diawasi oleh pelatih fisik di layanan terbaru kami,” jelasnya.</p>
<p>Layanan genomik dan heartfit dapat memprediksi serta menilai risiko serangan jantung dengan menggabungkan informasi genetik dan faktor risiko tradisional. Tidak hanya itu, layanan ini juga memungkinkan intervensi dini yang lebih efektif serta meningkatkan kesadaran individu terhadap kesehatan jantung.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54159755322_46aa4b151b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>50 Tahun Program Imunisasi, Kemenkes Ajak Masyarakat Bergerak Lindungi Generasi Bangsa </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/50-tahun-program-imunisasi-kemenkes-ajak-masyarakat-bergerak-lindungi-generasi-bangsa</link>				
         <pubDate>Sun, 24 Nov 2024 08:02:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/50-tahun-program-imunisasi-kemenkes-ajak-masyarakat-bergerak-lindungi-generasi-bangsa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, melalui Direktorat Imunisasi, menyelenggarakan kegiatan 50 Tahun Program Imunisasi dengan tema &#8220;Bergerak Bersama Lindungi Generasi Bangsa&#8221;. Acara yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi tersebut dilaksanakan di The Park Pejaten Village Mall pada Sabtu (23/11/2024).</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. Yudhi Pramono menyampaikan pelaksanaan kegiatan 50 Tahun Program Imunisasi tidak hanya dilakukan oleh Kemenkes tetapi semuanya dilakukan berkat kerjasama antara Kementerian/lembaga pusat, daerah, dan komunitas.</p>
<p>“Hari ini kita melaksanakan satu kegiatan yang penting banget ya 50 tahun program imunisasi di Indonesia. Jadi kita sudah melaksanakan kegiatan ini ya tidak hanya sendiri kementerian kesehatan tapi kita bersama-sama dengan lintas sektor lainnya,” Kata Plt. Dirjen P2P.</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P dr. Prima Yosephine mengatakan, 50 tahun Perjalanan program imunisasi Kementerian Kesehatan terus berkomitmen untuk memperkuat pelaksanaannya.</p>
<p>“Kami akan terus berinovasi untuk memperluas jangkauan dan memastikan perlindungan terbaik bagi Indonesia, pencapaian ini adalah hasil kerja keras tenaga kesehatan pemerintah pusat dan daerah, mitra pembangunan serta masyarakat yang percaya pada manfaat imunisasi,” Kata dr. Prima.</p>
<p>dr. Prima juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan 50 tahun ini sebagai momentum untuk bergerak bersama memberikan imunisasi karena setiap anak yang beruntung adalah investasi untuk Indonesia yang lebih sehat dan kuat. Ajak dr. Prima.</p>
<p>sebagai upaya kesehatan preventif, imunisasi telah terbukti mengurangi angka kematian akibat penyakit menular seperti campak, polio, dan pneumonia. Meskipun cakupan imunisasi di Indonesia telah meningkat, masih ada tantangan yang dihadapi seperti kurangnya pengetahuan masyarakat, akses terbatas, dan ketakutan akan efek samping vaksinasi.</p>
<p>Kegiatan 50 Tahun Program Imunisasi diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai salah satu upaya paling efektif dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi (PD3I). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan atau ketidaklengkapan imunisasi pada anak-anak di beberapa wilayah.</p>
<p>Program imunisasi tidak hanya berkontribusi pada kesehatan individu, tetapi juga melindungi masyarakat melalui kekebalan kelompok. Studi lain menunjukkan bahwa edukasi intensif tentang imunisasi, terutama di daerah perdesaan, dapat meningkatkan cakupan efektivitas program nasional.</p>
<p>Kegiatan 50 Tahun Program Imunisasi juga diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60. Kegiatan ini menghadirkan talkshow interaktif yang diselenggarakan secara luring dan daring. Talkshow tersebut juga disiarkan langsung (live) melalui akun Instagram resmi Kemenkes RI.</p>
<p>Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau komunitas rentan, memberikan edukasi yang lebih baik, dan meningkatkan cakupan imunisasi melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk penyedia layanan kesehatan, organisasi lokal, dan masyarakat luas.</p>
<p>Mila, salah satu pengunjung mal yang sedang menikmati akhir pekan, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini. Sebagai orang tua dengan dua anak, dia mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena dia mendapatkan informasi lebih banyak tentang imunisasi. Kegiatan ini juga menyediakan informasi bagi orang tua dengan anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau terlambat.</p>
<p>“Ini sangat berguna sih, yah, apalagi untuk yang ibu-ibu yang mungkin sudah punya anak, anaknya itu sudah terlewat imunisasinya, mungkin karena informasinya masih agak miss. Kalau untuk saya sendiri sih, informasi syukurnya sudah saya ketahui sejak anak-anak saya masih bayi,” kata dia.</p>
<p>Mila menambahkan, keberadaan playground untuk anak-anak di lokasi acara menjadi daya tarik tersendiri. “Playground buat anak-anak otomatis ibu dan anak tertarik akan datang dan secara tidak langsung akan mendapat informasi tentang imunisasi,” tambah Mila.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241124-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Atasi Kekurangan Dokter Onkologi, Pemerintah akan Sekolahkan 100 Dokter ke 4 Negara Ini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/atasi-kekurangan-dokter-onkologi-pemerintah-akan-sekolahkan-1-00-dokter-ke-4-negara-ini</link>				
         <pubDate>Sat, 23 Nov 2024 18:25:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/atasi-kekurangan-dokter-onkologi-pemerintah-akan-sekolahkan-1-00-dokter-ke-4-negara-ini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Solo, 23 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan dokter onkologi. Hal ini menyebabkan penanganan kanker terutama pada anak dan dewasa di Indonesia belum optimal.</p>
<p>“Persoalan terbesar dalam penanganan kanker di Indonesia adalah dokternya, kita tidak punya dokter onkologi yang cukup,” kata Menkes.</p>
<p>Menurut Menkes, kekurangan dokter ini menyebabkan distribusi alat kesehatan ke rumah sakit di daerah juga terhambat lantaran tidak ada dokter spesialis yang mengoperasikannya.</p>
<p>Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah mengambil langkah berani dengan meluncurkan program fellowship dan mengembalikan kolegium kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>
<p>“Karena kita mau mempercepat program fellowship, sehingga dokter spesialis penyakit dalam bisa melakukan kemoterapi,” terang Menkes.</p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter yang mampu menangani kanker, sehingga lebih banyak pasien dapat diselamatkan dari bahaya kanker karena penyakitnya ditangani lebih cepat.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Tiongkok, India, Jepang, dan Korea untuk mengirimkan 100 dokter setiap tahunnya. Seratus dokter ini akan mengikuti program fellowship dalam bidang seperti kardiologi intervensional. Durasi pelatihan berkisar antara 6 hingga 24 bulan.</p>
<p>Pemerintah mengambil kebijakan untuk mengirim belajar para dokter ke luar negeri dikarenakan terbatasnya kapasitas pendidikan di dalam negeri untuk program fellowship.</p>
<p>Untuk menyukseskan program ini, Menkes mengingatkan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama dari kolegium. Tanpa dukungan kolegium, program peningkatan jumlah dokter spesialis yang berkualitas untuk kemoterapi dan intervensi medis akan sulit diwujudkan.</p>
<p>“Bagi sebagian kelompok, upaya ini tidak populer, tapi kita harus ingat 234 ribu orang meninggal setiap tahunnya,” tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/2042c09c-6a56-4d5a-b382-18af38298517-4.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Deteksi Dini Kanker Masuk dalam Program Skrining Kesehatan Pemerintah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/deteksi-dini-kanker-masuk-dalam-program-skrining-kesehatan-pemerintah</link>				
         <pubDate>Sat, 23 Nov 2024 15:55:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/deteksi-dini-kanker-masuk-dalam-program-skrining-kesehatan-pemerintah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3">Solo, 23 November 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa deteksi dini kanker menjadi bagian dari program skrining kesehatan nasional. Dengan deteksi yang lebih awal, diharapkan meningkatkan angka kesembuhan pasien kanker, dan menurunkan angka kematian akibat kanker.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Deteksi dini kanker ini juga masuk ke program skriningnya hadiah dari Pak Prabowo, jadi kalau ada indikasi-indikasi kanker dini dapat kita atasi,” kata Menkes, Sabtu (23/11).</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pemerintah berencana meluncurkan program skrining kesehatan nasional pada Januari 2025. Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang membahas mekanisme program skrining kesehatan ini.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Skrining kesehatan ini akan disediakan secara gratis sebagai hadiah ulang tahun dari pemerintah. Untuk memudahkan akses masyarakat, program skrining ini akan dilaksanakan di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah, baik di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes menjelaskan, skrining kanker akan mencakup di antaranya pemeriksaan menggunakan alat RT PCR, USG, dan blood chemical analyzer, tergantung jenis skrining kankernya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Melihat besarnya manfaat deteksi dini, Menkes mengimbau masyarakat untuk tidak ragu atau takut menjalani skrining rutin, meskipun tidak merasakan gejala. Sebab, banyak jenis kanker berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan tanda-tanda yang jelas.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Kanker itu penyakitnya tidak menakutkan, bisa disembuhkan, tapi catatannya harus ketahuannya sejak dini, misalnya kanker payudara paling banyak ini, kalau ketahuan stadium lebih dini, lebih dari 90 persen bisa sembuh. Jadi, jangan takut untuk deteksi dini kanker payudara,” pesan Menkes. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Masyarakat juga diminta aktif berpartisipasi dalam program skrining kanker ini dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menurut Menkes, program skrining ini tidak hanya untuk memastikan kesehatan masyarakat terpantau sejak dini, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Untuk menarik minat masyarakat menjalani deteksi dini, pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggencarkan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya skrining kesehatan, khususnya kanker, demi menjaga kesehatan masyarakat.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/3fa08c9e-90dd-41aa-b171-dcae513e2cfa.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Beberkan Tiga Strategi Pemerintah Kendalikan Kanker Darah di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-beberkan-tiga-strategi-pemerintah-kendalikan-kanker-darah-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sat, 23 Nov 2024 15:52:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-beberkan-tiga-strategi-pemerintah-kendalikan-kanker-darah-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p2">Solo, 23 November 2024</p>
<p class="p2"><span class="s2">Kanker darah atau yang dikenal dengan istilah medis leukemia, limfoma, dan mieloma, merupakan salah satu jenis kanker yang kini semakin mendapat perhatian di Indonesia. Hal ini disebabkan jumlah kasus yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), lebih dari 400 ribu orang di dunia menderita kanker darah dan lebih dari 10.000 orang, terutama anak-anak, di Indonesia menderita penyakit ini. Fenomena ini menjadi tantangan besar di sektor kesehatan yang membutuhkan penanganan komprehensif.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menerapkan transformasi kesehatan 6 pilar, yang salah satunya memfokuskan perhatian pada penanganan kanker.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Kanker ini harus segera diatasi, karenanya kami punya satu fokus dan satu strategi, jadi kita bisa meletakkan semua usaha dan uang pada strategi ini, yakni mendeteksi kanker sejak dini,” kata Menkes, Sabtu (23/11).  </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menurut Menkes, deteksi dini merupakan salah satu langkah krusial dalam menangani kanker, karena dapat mengurangi angka kematian, mengurangi biaya pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Untuk mendukung strategi tersebut, pemerintah terus meningkatkan fasilitas layanan kesehatan dengan mendistribusikan alat skrining kanker darah ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Hingga saat ini, pemerintah telah mendistribusikan alat </span><span class="s3">hematoanalyzer</span><span class="s2"> dan </span><span class="s3">blood chemical analyzer</span><span class="s2"> ke lebih dari 10.000 puskesmas di Indonesia. Pemenuhan alat kesehatan (alkes) tersebut ditargetkan rampung pada 2027. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Alat ini bisa digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap. Jadi, bila ada anomali yang berpotensi menjadi kanker darah bisa kita identifikasi lebih dini,” kata Menkes. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Di tingkat wilayah perkotaan dan rumah sakit, pemerintah telah mengirimkan alat tes PCR yang digunakan untuk tes molekuler biologi, yang tidak tersedia di puskesmas. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Di tingkat provinsi, pemerintah berencana membangun laboratorium kesehatan masyarakat di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi. Laboratorium kesehatan masyarakat ini dilengkapi dengan mesin PCR dan mesin X-ray generasi terbaru.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Kenapa mesin ini dibutuhkan untuk deteksi kanker, karena kita tidak hanya ingin memeriksa darah dan protein dalam darah, tetapi di masa depan kita juga ingin memiliki teknologi test terbaru seperti sel tumor dan DNA,” ucap Menkes. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Meski pemerintah telah mengimplementasikan berbagai langkah strategis telah diambil, sejumlah tantangan masih harus diatasi, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan kanker darah. Banyak kasus kanker darah baru terdiagnosis pada stadium lanjut. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selain itu, kendala lainnya, yakni keterbatasan fasilitas di beberapa daerah dan tingginya biaya pengobatan kanker darah, yang masih menjadi beban bagi sebagian masyarakat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melengkapi semua rumah sakit dengan alat diagnostik yang memadai. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pemerintah telah mendistribusikan alat diagnostik canggih seperti digital pathology dan flow cytometry ke rumah sakit di 514 kabupaten/kota, SPECT-CT ke rumah sakit di 34 provinsi, serta PET CT Scan ke 16 rumah sakit vertikal Kemenkes.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Itulah inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kemampuan sektor kesehatan dalam melakukan skrining dan diagnostik kanker khususnya kanker darah,” terang Menkes.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Dalam hal pengobatan kanker, Menkes mengatakan, pemerintah mendorong semua rumah sakit untuk menerapkan pendekatan multidisiplin dalam menangani kanker.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Dari sisi infrastruktur, mulai tahun depan, pemerintah juga akan mendistribusikan cytotoxic drug safety cabinet untuk kemoterapi ke 514 kabupaten/kota, serta radiotherapy dan linear accelerator (LINAC) ke 34 provinsi.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Tak hanya itu, Menkes mendorong semua rumah sakit untuk mengadopsi metode pengobatan kanker yang lebih maju (</span><span class="s3">advance</span><span class="s2">) guna mempercepat kesembuhan pasien.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Melalui strategi ini, Menkes berambisi dapat menurunkan angka kematian akibat kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Harapannya, dengan deteksi dini yang lebih masif, alat deteksi yang lebih baik, serta pengobatan yang lebih advance, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih siap dalam menghadapi tantangan kanker, baik saat ini maupun di masa depan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/a9bfb50d-ae7a-46df-a147-fde03befb8dd-4.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Cek Kesiapan Program Skrining Kesehatan di Puskesmas Kratonan Solo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-cek-kesiapan-program-skrining-kesehatan-di-puskesmas-kratonan-solo</link>				
         <pubDate>Sat, 23 Nov 2024 09:53:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-cek-kesiapan-program-skrining-kesehatan-di-puskesmas-kratonan-solo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3">Solo, 23 November 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Puskesmas Kratonan di Kota Solo untuk mengecek kesiapan program skrining kesehatan yang akan dilaksanakan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Hari ini saya di Puskesmas Kratonan untuk melihat apakah program skrining gratisnya Pak Prabowo sudah siap,” ucap Menkes. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pada kunjungan ini, Menkes mengaku terkesan dengan Puskesmas Kratonan yang telah dilengkapi dengan peralatan medis canggih yakni fotometer dan hematoanalyzer yang digunakan untuk menunjang pemeriksaan darah. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Selain itu, Menkes juga terkesan lantaran reagen pemeriksaan darah di Puskesmas Kratonan lengkap serta tersusun rapi dalam satu lemari pendingin di ruang laboratorium. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Ini adalah salah satu lab puskesmas yang paling rapih yang pernah di lihat, reagennya juga lengkap, ada reagen kolesterol, trigliseride,” ucapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes menilai secara keseluruhan Puskesmas Kratonan siap melaksanakan program skrining kesehatan gratis secara menyeluruh yang rencananya akan dimulai tahun 2025. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Untuk skrining udah siap, jadi buat masyarakat kalau mau skrining jangan jauh-jauh tapi ke puskesmas sini saja,” ajak Menkes. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Program skrining kesehatan merupakan bagian dari upaya pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan layanan kesehatan primer dan mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatannya melalui pemeriksaan rutin. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes menambahkan, program skrining ini tidak hanya penting untuk mencegah penyakit, tetapi juga untuk memudahkan pemantauan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/468e15df-3d98-49b5-b228-e9f4a2b08ede.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sebentar Lagi Beroperasi, Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia akan Diisi Ahli Jantung Berpengalaman</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sebentar-lagi-beroperasi-rumah-sakit-kardiologi-emirates-indonesia-akan-diisi-ahli-jantung-berpengalaman</link>				
         <pubDate>Sat, 23 Nov 2024 09:45:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sebentar-lagi-beroperasi-rumah-sakit-kardiologi-emirates-indonesia-akan-diisi-ahli-jantung-berpengalaman</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3" style="text-align: left;">Solo, 23 November 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melanjutkan rangkaian kunjungannya ke Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/11), dengan meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Dalam kunjungannya, Menkes mengapresiasi desain bangunan rumah sakit yang dinilai sangat modern dan futuristik. Menkes berharap desain serupa dapat diterapkan di semua rumah sakit milik pemerintah pusat dan daerah. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">&#8220;Semoga semua rumah sakit milik Kemenkes dan pemda sebagus ini, desainnya sebaik ini, sehingga masyarakat yang sakit, datang ke sini langsung sehat, dan balik (pulang) lagi. Kita ingin masyarakat tetap sehat,&#8221; kata Menkes, Sabtu (23/11).</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes mengungkapkan, pembangunan rumah sakit yang terletak di Kawasan Solo Techno Park tersebut hampir selesai dan diperkirakan rampung 1 bulan lagi. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes juga memastikan bahwa rumah sakit ini akan didukung oleh tenaga medis profesional dan dokter-dokter berpengalaman yang akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes menjelaskan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUP dr. Sardjito untuk mengirimkan ahli jantung dan perawat guna mendukung operasional rumah sakit tersebut.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Target operasi kalau saya lihat dari sisi infrastruktur paling lama 1 bulan. Tapi kan kita mau ada dokter dan tenaga perawatnya, kita sudah bicara dengan RSUP Dr. Sardjito, supaya cara paling cepat taruh ahli-ahli dan perawatannya Sardjito ke sini. Sehingga bisa segera beroperasi, saya harap tidak lebih 3 bulan harusnya sudah bisa jalan,” ucapnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Nanti dari Sardjito kita pindahin ke sini. Kan kita banyak dokter-dokter yang berpengalaman di sana,” imbuhnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Dalam kunjungannya, Menkes juga meninjau beberapa fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut, termasuk ruang rawat inap dan ruang tunggu pasien. Menkes berharap Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia dapat memberikan layanan jantung yang komprehensif.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/489d1b27-2ead-484a-b7f2-0ad1e72d4bf5.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Akan Penuhi Alat Kesehatan di RSUD dr Saiful Anwar Malang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-akan-penuhi-alat-kesehatan-di-rsud-dr-saiful-anwar-malang</link>				
         <pubDate>Fri, 22 Nov 2024 22:21:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-akan-penuhi-alat-kesehatan-di-rsud-dr-saiful-anwar-malang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Malang, 22 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hari ini melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung kondisi layanan kesehatan di rumah sakit terbesar kedua di wilayah Jawa Timur ini.</p>
<p>Kunjungan ini juga sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memantau dan mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah, khususnya di rumah sakit yang melayani masyarakat dengan berbagai kondisi medis.</p>
<p>Selama kunjungan, Menkes Budi mengungkapkan apresiasi terhadap upaya RSUD Saiful Anwar dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga mengungkapkan komitmennya untuk memberikan bantuan alat kesehatan yang akan dimulai pada tahun depan.</p>
<p>“Siang ini saya di RSUD dr. Saiful Anwar, bersama dirut dan jajaran direksi karena kita mau membagikan beberapa alat mulai tahun depan,” kata Menkes.</p>
<p>Adapun alat yang akan diberikan meliputi MRI 1,5 Tesla, SPECT-CT, Rotablator, Immunohistochemistry (IHC) dan Malditov untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik dan akurat.</p>
<p>RSUD dr. Saiful Anwar saat ini memiliki dua unit alat MRI, namun salah satunya dalam kondisi rusak beberapa sesaat setelah alat dipasang dan kini sudah tidak dapat digunakan.<br />
Dengan adanya bantuan dari Kemenkes, diharapkan RSUD Saiful Anwar dapat segera memperbaiki dan melengkapi fasilitas pemeriksaan medis berbasis MRI, sehingga pelayanan terhadap pasien dapat berjalan lebih optimal.</p>
<p>Selain itu, anggaran yang tadinya untuk membeli MRI lagi bisa dialihkan untuk membeli alat kesehatan lain yang saat ini dibutuhkan oleh RSUD dr. Saiful Anwar untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, tidak hanya untuk masyarakat Kota Malang, tetapi juga untuk warga di sekitarnya.</p>
<p>Kunjungan diakhiri dengan tur di beberapa fasilitas utama di RSUD Saiful Anwar serta mendengar langsung dari tenaga kesehatan mengenai tantangan yang mereka hadapi, terutama dalam penyediaan layanan dan peralatan medis yang memadai.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241122-WA0030.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkatkan Kerja Sama Kemenkes Berikan Pelatihan untuk Perawat Vanuatu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-kerja-sama-kemenkes-berikan-pelatihan-untuk-perawat-vanuatu</link>				
         <pubDate>Fri, 22 Nov 2024 15:22:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-kerja-sama-kemenkes-berikan-pelatihan-untuk-perawat-vanuatu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 November 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memberikan pelatihan &#8220;Basic Trauma Cardiac Life Support Fluid and Electrolyte Imbalance&#8221; bagi perawat di Vanuatu. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan memperkenalkan praktik-praktik medis tentang jantung yang dapat diterapkan dalam sistem kesehatan di Vanuatu.</p>
<p>Pelatihan diselenggarakan dari tanggal 4 sampai 16 November 2024 di RS Central Port Vila dan melibatkan para pelatih dari Poltekkes Kemenkes Semarang, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Poltekkes Kemenkes Medan, RSUP Adam Malik Medan dan RSUP Dr. Kariadi Semarang.</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Albertus Yudha Poerwadi, menyampaikan bahwa program pelatihan tersebut merupakan respon Pemerintah Indonesia atas permintaan khusus Perdana Menteri Vanuatu yang disampaikan pada pertemuan bilateral Perdana Menteri Vanuatu dan Presiden RI beberapa waktu lalu.</p>
<p>Selain peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Albertus mencatat kedua negara memiliki potensi kerja sama dalam pengiriman tenaga pengajar kesehatan, dengan tujuan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Vanuatu khususnya perawat yang saat ini masih kekurangan.</p>
<p>“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas perawat di Vanuatu, tetapi juga menciptakan peluang kerja sama kesehatan lainnya yang saling melengkapi dan memberi keuantungan bagi kedua negara” ucap Albertus.</p>
<p>Menteri Kesehatan Vanuatu, John Still Tariqetu memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas terlaksananya kegiatan pelatihan ini. Dirinya berharap kerjasama di bidang kesehatan ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ/MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/FB_IMG_1732263608464.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kenali Lebih Dalam Resistansi AMR</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-lebih-dalam-resistansi-amr</link>				
         <pubDate>Thu, 21 Nov 2024 22:15:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-lebih-dalam-resistansi-amr</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 November 2024</p>
<p>Resistansi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) adalah kondisi di mana mikroorganisme mampu bertahan terhadap dosis terapi senyawa antimikroba. Akibatnya, mikroorganisme tersebut tetap dapat berkembang, sehingga mengurangi keampuhan obat, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperparah kondisi pasien, dan bahkan menyebabkan kematian pada manusia, hewan, ikan, dan tumbuhan.</p>
<p>AMR merupakan tantangan besar dalam dunia kesehatan. Pada 2019, diperkirakan hampir 5 juta kematian dikaitkan dengan AMR, termasuk 1,27 juta kematian secara langsung disebabkan oleh AMR. AMR menimbulkan ancaman terhadap kesehatan global, ketahanan pangan, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya mengatakan, AMR merupakan masalah serius pada fasilitas kesehatan di Indonesia. Ancaman resistansi antimikroba merupakan ancaman kesehatan global yang semakin nyata dan mendesak.</p>
<p>“Kemampuan mikroorganisme untuk bertahan terhadap antimikroba seperti antibiotik menyebabkan peningkatan morbiditas, mortalitas, dan pembiayaan kesehatan secara signifikan,” kata dr. Azhar Jaya dalam Seminar Sehari bertema “Collaborative and Participatory Action in Tackling AMR” dan Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba (WAAW) di Auditorium Siwabessy pada Kamis (21/11/2024).</p>
<p>Menurut dr. Azhar Jaya, beberapa hal penting dalam pengendalian resistansi AMR, di antaranya penguatan sistem surveilans AMR, pengendalian penggunaan antimikroba, pencegahan dan pengendalian infeksi, edukasi dan promosi kesehatan, serta diperlukannya inovasi dan penelitian.</p>
<p>&#8220;Pengendalian AMR harus dilaksanakan bersama dan bersatu padu, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, industri farmasi, dan masyarakat, memiliki peran penting dalam pengendalian AMR,&#8221; tambahnya.</p>
<p>dr. Azhar Jaya berharap seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini dapat menghasilkan rekomendasi dan aksi nyata yang berkontribusi dalam pengendalian resistansi AMR di Indonesia.</p>
<p>AMR membebani sistem kesehatan dengan mengurangi efektivitas pengobatan, yang menyebabkan peningkatan waktu rawat pasien dan peningkatan biaya perawatan kesehatan, peningkatan morbiditas dan mortalitas, sehingga mutu dan keselamatan pasien menurun.</p>
<p>Di Indonesia, kejadian resistansi yang terus meningkar adalah tuberkulosis resistansi obat, dengan angka kematian 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan kasus tuberkulosis sensitif obat. Resistansi obat juga terjadi kepada hewan, yaitu ayam, babi, dan sapi yang membutuhkan pengawasan.</p>
<p>Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dr. L Rizka Andalucia, Apt menjelaskan Indonesia masih memiliki tantangan berat karena sebanyak 22,1% masyarakat menggunakan antibiotik oral yang sangat mudah didapatkan, baik itu bentuknya tablet atau sirup yang akan diberikan pada anak-anak. Dari angka itu, sebanyak 41% diantaranya memperoleh antibiotik tanpa resep.</p>
<p>Mengenai peredaran antimikroba, Dr. Rizka menyampaikan bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, dari masyarakat yang menggunakan antibiotik oral dalam 1 tahun terakhir 41% diantaranya memperoleh antibiotik tanpa resep, termasuk dari apotek. &#8220;Hal ini merupakan tantangan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan untuk menertibkan pendistribusian antimikroba di sarana pelayanan kesehatan, khususnya di apotek.&#8221; ungkap Dr. Rizka.</p>
<p style="text-align: center;">Dr. Rizka menambahkan, kondisi ini diperparah dengan adanya sebagian masyarakat memperoleh antibiotik bukan dari sarana pelayanan kesehatan, seperti dari warung, platform daring, atau tempat-tempat lain yang tidak sesuai. Untuk itu, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam pengawasan distribusi antimikroba di masyarakat.</p>
<p>Dr. Rizka menjelaskan, upaya untuk mendukung program pengendalian AMR di Indonesia meliputi peningkatan akses pelayanan kefarmasian, peningkatan mutu pelayanan kefarmasian, dukungan terhadap program pengendalian resistansi antimikroba, pengembangan inovasi dan teknologi, serta monitoring dan evaluasi.</p>
<p>“Melalui kolaborasi, kerja sama, sinergi dan komitmen bersama, kita wujudkan akses yang merata dan pelayanan kefarmasian berkualitas untuk mendukung penggunaan antimikroba yang bijak, demi masa depan kesehatan yang lebih baik bagi Indonesia,” tutup Dr. Rizka.</p>
<p>Tingkat kesadaran terhadap bahaya resistansi antimikroba masih rendah apabila dikaitkan dengan penggunaan antibiotik yang semakin meningkat dan kepatuhan pemeriksaan mikrobiologi yang menurun. Komunikasi, informasi, dan edukasi kepada setiap jenjang di masyarakat dan pemangku kepentingan perlu terus ditingkatkan. Hal ini agar masyarakat dan pemangku kepentingan berpartisipasi mengendalikan AMR dengan cara pencegahan penyebaran penyakit infeksi melalui hygiene, sanitasi, dan pengendalian penggunaan antibiotik.</p>
<p>Salah satu upaya mengajak semua pihak berpartisipasi, Kemenkes menyelenggarakan Seminar Sehari dengan tema “Collaborative and Participatory Action in Tackling AMR” serta Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba (WAAW), yang merupakan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang AMR serta mendorong upaya bersama menghadapi resistansi antimikroba.</p>
<p>Tema WAAW 2024 adalah “Educate, Advocate, Act Now” (Edukasi, Advokasi, dan Bertindak Sekarang). Tema ini mengajak komunitas global untuk mengedukasi seluruh pemangku kepentingan tentang AMR, melakukan advokasi untuk penggalangan komitmen, dan mendorong aksi nyata di setiap level untuk mengatasi AMR.</p>
<p>Resistansi antimikroba memang tidak kasat mata, tetapi dampaknya nyata dan sudah di depan mata. Bisa jadi, korban AMR adalah keluarga, saudara, atau teman kita. Untuk itu, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga, dinas kesehatan, asosiasi fasilitas layanan kesehatan, organisasi profesi kesehatan, mitra pembangunan, industri farmasi, organisasi masyarakat, para penyintas AMR, influencer, dan media untuk mencegah dan mengendalikan AMR.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241121-WA0017.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Rumah Sakit Swasta Tingkatkan Layanan dengan Teknologi Canggih untuk Deteksi Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-rumah-sakit-swasta-tingkatkan-layanan-dengan-teknologi-canggih-untuk-deteksi-kanker</link>				
         <pubDate>Thu, 21 Nov 2024 19:24:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-rumah-sakit-swasta-tingkatkan-layanan-dengan-teknologi-canggih-untuk-deteksi-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 21 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya peran rumah sakit swasta dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Saat meresmikan fasilitas cyclotron dan digital PET/CT scan Omni Legend di RS Mandaya Royal Puri, Tangerang, Menkes Budi menyoroti potensi besar rumah sakit swasta dalam mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan kesehatan di luar negeri.</p>
<p>“Alat ini mahal, belum banyak rumah sakit yang memilikinya, tapi manfaatnya sangat besar. Dengan cyclotron dan digital PET/CT scan, kita bisa mendeteksi penyebaran sel tumor lebih akurat. Ini memungkinkan pasien tetap dirawat di dalam negeri, tidak perlu ke Singapura. Bayangkan, ada potensi devisa ratusan triliun rupiah yang bisa kita hemat,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Kanker menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) melalui The International Agency for Research on Cancer (IARC), estimasi kasus kanker baru di Indonesia pada 2022 mencapai 408.661, dengan 242.988 kematian. Angka ini diperkirakan terus meningkat jika tidak ada upaya penanggulangan yang signifikan.</p>
<p>Menkes Budi menekankan bahwa kematian akibat kanker dapat dicegah melalui skrining rutin, diagnosis dini, dan pengobatan yang berkualitas. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya meningkatkan jejaring layanan penyakit kanker, salah satunya dengan mendukung pengembangan terapi kanker berbasis teknologi seperti radioterapi.</p>
<p>Saat ini, pemerintah sedang mempercepat pembangunan jejaring PET-CT dan siklotron (cyclotron) di Nusantara. Hingga Agustus 2024, sudah ada tiga fasilitas siklotron yang beroperasi di Jakarta, yaitu di RSK Dharmais, RS MRCCC Siloam, dan RS Gading Pluit.</p>
<p>“Target kami adalah memasang enam PET Scan di 2024, sembilan di 2025, dan satu lagi pada 2027. Dengan begitu, semua pulau di Indonesia akan memiliki akses ke PET Scan. Untuk mendukung itu, kita membutuhkan jaringan Cyclotron yang dapat mendistribusikan radiofarmaka ke seluruh Indonesia,” jelas Menkes Budi.</p>
<p>Cyclotron dan Digital PET/CT Scan, Harapan Baru bagi Pasien Kanker</p>
<p>Cyclotron dan Digital PET/CT Scan merupakan teknologi mutakhir yang dirancang untuk meningkatkan deteksi dini penyebaran kanker. Fasilitas ini memungkinkan pemindaian kanker dengan resolusi lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, dan diagnosis yang lebih akurat.</p>
<p>Presiden Direktur Mandaya Hospital Group dr. Ben Widaya menjelaskan, &#8220;Cyclotron ibarat tinta untuk printer PET Scan, menghasilkan zat pelacak radioaktif yang memungkinkan dokter mendeteksi kanker dengan lebih baik.&#8221;</p>
<p>Menkes Budi juga menekankan bahwa rumah sakit pemerintah tidak cukup untuk melayani seluruh pasien di Indonesia, terutama kelas menengah atas yang membutuhkan opsi layanan kesehatan premium. Karena itu, ia mendorong rumah sakit swasta untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan, baik dari segi teknologi, fasilitas, maupun tenaga medis.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi lintas sektor sangat penting. Semua alat canggih ini juga membutuhkan dukungan penuh, termasuk dari BAPETEN untuk memastikan izin dan keamanan teknisnya,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54155140259_67fa460662_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lantik Anggota Kolegium Kesehatan Indonesia Pengganti Antarwaktu, Menkes Menitipkan Tiga Pesan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lantik-anggota-kolegium-kesehatan-indonesia-menkes-menitipkan-tiga-pesan</link>				
         <pubDate>Tue, 19 Nov 2024 16:59:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lantik-anggota-kolegium-kesehatan-indonesia-menkes-menitipkan-tiga-pesan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Jakarta, 19 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melantik dan mengambil sumpah anggota Kolegium Kesehatan Indonesia Pengganti Antarwaktu masa bakti 2024-2028 di Ruang Kartini, lantai dua, Gedung dr. Adhyatma, Selasa (19/11/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan tiga pesan penting mengenai pelayanan kesehatan kepada anggota kolegium yang baru dilantik. Pesan tersebut yakni, akses pelayanan yang mudah, kualitas pelayanan yang baik, dan harga yang terjangkau.</p>
<p>“Saya ingin titip pesan mudah-mudahan rakyat Indonesia bisa mendapatkan akses yang mudah, kualitas yang baik, harga yang terjangkau, atas pelayanan kesehatan. Tiga hal ini adalah misi yang saya ingin capai untuk seluruh rakyat Indonesia dimanapun dia berada. Tugas kolegium adalah menjadikan ketiga misi ini agar benar-benar bisa terealisasikan ke seluruh pelosok Indonesia,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Kolegium harus lebih agresif untuk menurunkan kompetensi ke seluruh pelosok Indonesia. Hal ini agar tugas kolegium sebagai pengampu dapat memberikan ilmu yang sebanyak-banyaknya untuk menjadikan pelayanan kesehatan merata ke seluruh pelosok Indonesia.</p>
<p>“Saya juga ingin memastikan bahwa kualitasnya terjaga. Kolegium harus memastikan bahwa dokter yang melakukan pelayanan yang sama kualitasnya dan semua kota yang memiliki alat yang sama harus bisa melakukan tindakan yang sama,” ucapnya.</p>
<p>“Bagaimana kita mengejar kualitas pelayanan yang merata di seluruh indonesia adalah tugas kolegium juga sebagai pengampu. Jadi, bukan hanya bisa tahu melakukan, tetapi bisa melakukan dengan konteks yang sama,” tambah Menkes.</p>
<p>Menkes Budi menutup sambutannya dengan memberikan ucapan selamat kepada anggota kolegium yang baru saja dilantik.</p>
<p>Pelantikan anggota Kolegium Kesehatan Indonesia Pengganti Antarwaktu ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, yang merupakan aturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Dalam peraturan tersebut, keanggotaan Kolegium Kesehatan Indonesia diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Kesehatan.</p>
<p>Pelantikan anggota Kolegium Kesehatan Indonesia Pengganti Antarwaktu tersebut karena ada pengunduran diri dari anggota Kolegium Obstetri dan Ginekologi, sebagai anggota Kolegium Kesehatan Indonesia, periode 2024-2028.</p>
<p>Anggota Kolegium Kesehatan Indonesia yang dilantik sebagai anggota Kolegium Kesehatan Indonesia Pengganti Antarwaktu masa bakti 2024-2028 adalah Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, yang berasal dari Kolegium Obstetri dan Ginekologi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54150359419_0b98f89319_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pneumonia Terus Ancam Anak-anak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pneumonia-terus-ancam-anak-anak</link>				
         <pubDate>Mon, 18 Nov 2024 16:13:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pneumonia-terus-ancam-anak-anak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 November 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pneumonia seringkali dicap sebagai pembunuh senyap karena menyerang paru-paru, melelahkan napas, dan bahkan menyebabkan kematian terutama pada anak. </p>
<p>“Pneumonia ini terus menjadi ancaman serius bagi anak-anak di dunia. Kematian akibat pneumonia itu terjadi setiap 43 detik. Ini berarti 700 ribu anak meninggal setiap tahunnya karena pneumonia, sebuah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah,” ucap Prof. Dante pada Puncak Hari Pneumonia Sedunia di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (18/11). </p>
<p>Pneumonia merupakan peradangan paru-paru akibat infeksi akut pada saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pada balita, gejala yang paling dominan atau sering muncul adalah batuk, kesulitan bernapas, dan tanda pneumonia berat seperti tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernapas.</p>
<p>Penyebab yang paling berpengaruh lainnya adalah paparan asap rokok. Kepada orang tua yang masih merokok di rumahnya, Prof. Dante mengingatkan, rokoknya tidak hanya berbahaya untuk kesehatan diri sendiri, tetapi juga bisa melemahkan kondisi paru-paru anaknya.</p>
<p>“Data statistik menunjukkan anak-anak yang ada di lingkungan orang tuanya perokok lebih gampang terkena pneumonia dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya tidak merokok,” ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Yudhi Pramono, MARS mengatakan pneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar pada balita di Indonesia. </p>
<p>Data WHO tahun 2021 menunjukkan pneumonia menyebabkan 740.000 kematian pada anak di bawah usia 5 tahun, atau setara dengan 14% dari total kematian balita di seluruh dunia.</p>
<p>“Ini menunjukkan bahwa pneumonia ancaman nyata bagi kesehatan anak-anak,” tutur dr. Yudhi.</p>
<p>Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2023, pneumonia menempati peringkat pertama sebagai penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi, yaitu Rp 8,7 triliun, diikuti oleh tuberculosis (TB), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, dan kanker paru.</p>
<p>Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung tujuan SDGs, yaitu memastikan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua usia. Untuk itu, pemerintah menargetkan penurunan angka kematian balita akibat pneumonia serta pengurangan insiden pneumonia pada balita hingga 70% secara nasional.</p>
<p>Prof. Dante menambahkan, Hari Pneumonia Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 12 November, menjadi momentum penting untuk melindungi anak-anak dari pneumonia dan melawan pneumonia pada anak. Sebagai bagian dari transformasi kesehatan, khususnya pada layanan kesehatan primer, pemerintah terus berupaya mencegah terjadinya pneumonia pada anak-anak melalui berbagai langkah.</p>
<p>Hal itu dilakukan dengan upaya pencegahan dengan vaksinasi dan menjaga lingkungan tetap sehat. </p>
<p>“Namun imunisasi hanyalah salah satu bagian kecil dari upaya mengatasi pneumonia. Upaya lainnya adalah memenuhi kualitas gizi pada anak-anak supaya kekebalan tubuhnya meningkat, di antaranya dengan memberikan ASI eksklusif serta penyediaan nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang anak-anak,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54147811161_f0e1266da3_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Raih Rekor MURI, Pemerintah Ajak Komitmen Janji Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/raih-rekor-muri-pemerintah-ajak-komitmen-janji-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Sun, 17 Nov 2024 14:29:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/raih-rekor-muri-pemerintah-ajak-komitmen-janji-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan Healthies RUN 6.0 dan Fun Walk di Plaza Tenggara Komplek Gelora Bung Karno pada Minggu (17/11/2024). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 sekaligus sebagai kampanye Janji Hidup Sehat.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, Survei Kesehatan Indonesia pada 2023 menunjukkan bahwa 37,4% penduduk usia 10 tahun ke atas kurang melakukan aktivitas fisik, 96,7% masih kurang mengonsumsi buah dan sayur, dan prevalensi merokok pada usia 10 tahun ke atas adalah 27,02%. Selain itu, hanya 64,2% penduduk usia 15 tahun ke atas yang melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal satu kali dalam setahun, dan hanya 33,6% melakukan pemeriksaan gula darah.</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi tersebut di atas, perlu terus dikampanyekan untuk menerapkan pola hidup sehat,&#8221; kata Sekjen Kunta dalam sambutannya pada kegiatan Healthies RUN 6.0.</p>
<p>Sekjen Kunta menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah mengajak masyarakat berkomitmen menerapkan gaya hidup sehat, sekaligus mendorong mereka untuk aktif bergerak dan melangkahkan kaki bersama sebagai aksi berkelanjutan dari kampanye #JanjiHidupSehat.</p>
<p>Rangkaian kampanye Janji Hidup Sehat dimulai dengan kegiatan National Walk Challenge selama satu bulan. Kegiatan ini diikuti oleh 30.249 peserta, dengan total langkah mencapai 248.963.377 langkah.</p>
<p>“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Ini setara dengan 6 kali mengelilingi bumi di ekuator,” ucap Sekjen Kunta.</p>
<p>Peserta Healthies RUN 6.0 merupakan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkes, dengan target peserta sebanyak 850 orang. Sementara itu, peserta Fun Walk berasal dari unit kerja eselon 1 Kemenkes, kementerian/lembaga, Pramuka Saka Bakti Husada, komunitas, dan mahasiswa.</p>
<p>Pada kegiatan Healthies RUN 6.0 dan Fun Walk, Kemenkes menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai acara jalan virtual (virtual walk) dengan peserta terbanyak. Selain itu, Kemenkes memberikan penghargaan kepada lima kementerian/lembaga dan lima provinsi yang paling aktif dalam National Walk Challenge 2024.</p>
<p>Lima kementerian yang menerima penghargaan tersebut, yakni Kementerian Pertahanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan. Sementara itu, lima provinsi, yaitu Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54145329540_2941784039_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Simposium Internasional Kardiovaskular, Menkes Budi Minta Dokter Jantung Tingkatkan Kompetensi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/simposium-internasional-kardiovaskular-menkes-budi-minta-dokter-jantung-tingkatkan-kompetensi</link>				
         <pubDate>Sun, 17 Nov 2024 13:51:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/simposium-internasional-kardiovaskular-menkes-budi-minta-dokter-jantung-tingkatkan-kompetensi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 November 2024</p>
<p>Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menyelenggarakan simposium internasional kardiovaskular bertajuk Indonesia International Cardiovascular Summit (IICS) 2024. Dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta dokter spesialis jantung di Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensinya.</p>
<p>&#8220;Saya minta dokter-dokter spesialis jantung kompetensinya makin lama makin tinggi,&#8221; ucapnya pada konferensi pers IICS 2024 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Minggu (17/11).</p>
<p>Menkes Budi menyebutkan satu alat kesehatan sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis penyakit. Sebagai contoh, alat ultrasonografi (USG), yang umumnya digunakan untuk skrining kehamilan, juga dapat digunakan untuk skrining kanker payudara.</p>
<p>Hal ini membutuhkan keahlian pengguna alat tersebut. Kemampuan menggunakan satu alat kesehatan untuk berbagai penyakit ini sudah dikuasai oleh banyak ahli medis di dunia.</p>
<p>&#8220;Undanglah mereka untuk mengajarkan prosedur baru dengan alat yang sama atau ada alat baru yang bisa kita pakai untuk mempermudah atau meningkatkan kualitas dari layanan kesehatan Indonesia. Nanti IICS selanjutnya harus lebih banyak mendatangkan expert dunia,&#8221; ungkap Menkes Budi. </p>
<p>Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Iwan Dakota, SpJP(K) mengatakan, IICS 2024 ini merupakan penyelenggaraan simposium internasional kardiovaskular kedua, setelah kegiatan pertama pada 2023. </p>
<p>Simposium ini adalah tindak lanjut dari arahan Menkes Budi pada 2 tahun lalu untuk mengadakan simposium berskala internasional yang menghadirkan pakar-pakar dunia. Pembicara pada simposium kali ini didatangkan dari Korea, Jepang, China, Hongkong, dan dari India.</p>
<p>&#8220;Simposium ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan, kapabilitas, dan transfer knowledge. Peserta datang tidak hanya memberikan kuliah, tapi memberikan live demonstration untuk kita yang berada di Rumah Sakit Jantung Harkit dan akan disebarluaskan ke jejaring kardiovaskular nasional,&#8221; ungkap dr. Iwan.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, simposium ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia, yang tercatat mencapai 550 ribu kematian per tahun.</p>
<p>Simposium ini membahas berbagai topik seperti intervensi struktural, pengobatan ASCVD, inovasi dan strategi menyelamatkan dalam operasi jantung anak, coronary intervention conduction system pacing (CSP), operasi jantung pembuluh darah khusus operasi jantung robotik, dan pengembangan teknologi pada perkutan.</p>
<p>Simposium ini dihadiri oleh hampir 700 peserta, baik dokter maupun perawat, yang datang secara tatap muka, serta 500 peserta lainnya yang mengikuti secara virtual.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54145601020_1879ddd242_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Partisipasi Industri Alat Kesehatan Indonesia Pada Africa Health 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/partisipasi-industri-alat-kesehatan-indonesia-pada-africa-health-2024</link>				
         <pubDate>Fri, 15 Nov 2024 18:06:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/partisipasi-industri-alat-kesehatan-indonesia-pada-africa-health-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), ITPC Johannesburg, dan KJRI Cape Town Afrika Selatan, berpartisipasi pada Africa Health 2024 melalui Country Paviliun di Cape Town International Convention Center pada 22-24 Oktober 2024. Selain Paviliun Indonesia, ada 14 Country Paviliun lainnya. Expo ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari 40 negara.</p>
<p>Pada pameran ini,terdapat 12 industri alat kesehatan Indonesia sebagai exhibitor yang membawa alat kesehatan produksi dalam negeri, seperti disposable syringe, sphygmomanometer &amp; stethoscope, IVD, dan BMHP. Semua alat kesehatan ini telah memenuhi persyaratan mutu yang berlaku global.</p>
<p>Peresmian Paviliun Indonesia dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono. Dalam kesempatan itu, Tudiono menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Delegasi Indonesia pada Africa Health 2024. Ini menunjukkan kemampuan tingkat ekonomi Indonesia yang semakin kuat, termasuk pada sektor industri kesehatan dan medis.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala ITPC Johannesburg Tonny Hendriawan menjelaskan, tujuan utama keikutsertaan Indonesia pada pameran ini untuk meningkatkan dan membuka pasar ekspor baru bagi Indonesia di negara-negara nontradisional. &#8220;Kita ingin memperlihatkan bahwa Indonesia sejajar dengan negara-negara lainnya sebagai produsen alat kesehatan dunia,&#8221; ujar Tony.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kemenkes Eka Purnamasari menyampaikan partisipasi pada Africa Health 2024 menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi pemain dalam rantai pasok global (supply chain global), khususnya untuk pemenuhan kebutuhan alat kesehatan di wilayah Afrika sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan dunia.</p>
<p>“Selama ini, Indonesia masih mengimpor alat kesehatan. Namun, partisipasi dalam pameran ini menunjukkan bahwa Indonesia dapat menjadi produsen alat kesehatan dengan kualitas global dan memiliki daya saing,” ujar Eka.</p>
<p>Selama pelaksanaan pameran, Paviliun Indonesia dikunjungi oleh visitor berasal dari berbagai negara di benua Afrika, di antaranya Afrika Selatan, Nigeria, Etiopia, Kenya, Uganda, Ghana, Mesir, Zambia, Zimbabwe, Botswana, Mozambik, Namibia. Total pengunjung Paviliun Indonesia lebih dari 600 orang, dengan potensi transaksi sebesar 2,73 juta dolar Amerika Serikat (AS) dan berbagai potensi peminatan kerja sama.</p>
<p>Partisipasi Kemenkes pada Africa Health 2024 ini telah mendorong ekspor produk alat kesehatan Indonesia, khususnya pada pasar Afrika. Sejauh ini, sudah ada ekspor alat kesehatan Indonesia ke beberapa negara di Afrika seperti Mesir, Tunisia, Maroko, Afrika Selatan, Mauritius, Botswana, Lesotho, Sudan, Nigeria, Mali, Aljazair, dan Etiopia. Pada masa mendatang, diperlukan upaya konsisten dari pemerintah dan mitra terkait untuk terus meningkatkan ekspor yang secara tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mendukung upaya ketahanan kesehatan nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/20241022_102543.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Operasi Jantung Metode Robotik di RSJPD Harapan Kita Sukses, Tawarkan Biaya Lebih Murah dan Sembuh Lebih Cepat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-jantung-metode-robotik-di-rsjpd-harapan-kita-sukses-tawarkan-biaya-lebih-murah-dan-sembuh-lebih-cepat</link>				
         <pubDate>Fri, 15 Nov 2024 15:33:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/operasi-jantung-metode-robotik-di-rsjpd-harapan-kita-sukses-tawarkan-biaya-lebih-murah-dan-sembuh-lebih-cepat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 November 2024</p>
<p>RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, rumah sakit rujukan nasional khusus menangani penyakit jantung, kembali mencatatkan sejarah baru dalam dunia medis. RSJPD Harapan Kita menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang berhasil melakukan operasi jantung menggunakan teknologi robotik.</p>
<p>Langkah inovatif ini menandai tonggak penting dalam pelayanan kesehatan jantung di Indonesia, yakni menawarkan solusi canggih yang lebih aman, lebih murah, lebih akurat, dan lebih efisien bagi pasien.</p>
<p>Operasi jantung dengan metode robotik dilakukan menggunakan sistem bedah robotik. Sistem ini memungkinkan ahli bedah mengendalikan instrumen dengan presisi tingkat tinggi melalui kontrol yang sangat detail.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang turut menyaksikan tindakan bersejarah ini, mengatakan bahwa penggunaan teknologi robotik dalam operasi jantung menghadirkan keunggulan yang signifikan dibandingkan metode konvensional.</p>
<p>Keunggulan metode robotik ini terletak pada kemampuan untuk melakukan bedah minimal invasif, dengan sayatan yang lebih kecil dan lebih akurat selama prosedur dibandingkan metode konvensional. Dengan teknologi robotik, dokter dapat lebih mudah mengakses area jantung yang sulit dijangkau, yang sebelumnya membutuhkan prosedur bedah terbuka.</p>
<p>“Dengan teknologi baru ini, lebih baik untuk pasien karena dadanya tidak perlu dibuka, karena mereka sepenuhnya pakai teknik endoskopi. Dengan begitu, recovery-nya lebih cepat, 2-3 hari sudah bisa pulang ke rumah. Kalau sebelumnya kan, 5 sampai 7 hari. Selain itu, tindakannya juga lebih cepat karena dadanya kan tidak perlu dibuka, sehingga waktu tunggu pasien nanti juga lebih cepat,” kata Menkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain unggul dari sisi tindakan dan waktu, Menkes menambahkan, biaya tindakan dengan teknologi robotik ini lebih murah daripada metode konvensional. Dengan biaya yang lebih murah, tindakan dengan robotik ini akan diajukan agar dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan pada masa mendatang.</p>
<p>Operasi jantung dengan metode robotik ini dipimpin oleh Dr. dr. Dudy Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD (K), MARS dengan proctor dokter asal India, yang memiliki pengalaman dalam bidang operasi robotik dan minimal invasif di Amerika, serta pendiri Alliance Hospital di Texas Barat.</p>
<p>Operasi dilakukan pada Rabu, 13 November 2024, kepada 3 pasien jantung. Pasien pertama dengan kasus bypass jantung koroner secara total (TECAB), pasien kedua dengan kasus katup mitral, dan pasien ketiga dengan kasus lubang ASD. Setidaknya, 5 pasien dijadwalkan mendapatkan tindakan bedah jantung pada pekan ini.</p>
<p>dr. Dudy menegaskan bahwa seluruh pasien dalam kondisi sadar dan stabil serta sudah dapat beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, operasi jantung dengan teknologi robotik tidak hanya mempercepat pemulihan pasien jantung, tetapi juga menurunkan tingkat kesakitan akibat tindakan konvensional.</p>
<p>Ia melanjutkan, pasien jantung dengan tindakan konvensional membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk dapat melakukan pergerakan yang berat. Namun, dengan metode robotik, pasien sudah dapat beraktivitas seperti biasa satu minggu setelah tindakan.</p>
<p>“Dengan teknologi robotik ini, mempercepat kembalinya pasien dalam aktivitas kesehariannya karena tidak adanya tulang yang dibelah atau sela iga yang dilebarkan. Pasien dalam 2 atau 3 hari sudah pulang. Bahkan dalam 1 minggu, sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa,” terangnya.</p>
<p>Menkes Budi memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan teknologi robotik di Indonesia. Menurutnya, pemerintah akan memperluas penggunaan teknologi robotik ini di lebih banyak rumah sakit, khususnya rumah sakit vertikal.</p>
<p>Lebih jauh, Menkes berharap RSJPD Harapan Kita sebagai pengampu jantung nasional terus melakukan pengampuan di 34 rumah sakit provinsi dan 514 rumah sakit di kabupaten/kota serta terus mempelajari teknologi kesehatan paling mutakhir untuk meningkatkan layanan jantung di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.(MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/ab029e14-9ca6-4030-a189-c38c7d065b04.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>INA dan SK Plasma Bangun Fasilitas Fraksionasi Plasma Pertama di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ina-dan-sk-plasma-bangun-fasilitas-fraksionasi-plasma-pertama-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 14 Nov 2024 21:59:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ina-dan-sk-plasma-bangun-fasilitas-fraksionasi-plasma-pertama-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3" style="text-align: left;"><span class="s2">Jakarta, 14 November 2024<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pemerintah terus mendorong ketahanan produk farmasi dalam negeri. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian investasi antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan SK Plasma, anak perusahaan dari SK Group (konglomerat terbesar kedua di Korea Selatan) yang turut disaksikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Dalam perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk mendirikan fasilitas fraksionasi plasma pertama di Indonesia. Berlokasi di Karawang, Jawa Barat, fasilitas modern ini menjadi landasan bagi produksi lokal Produk Obat Derivat Plasma(Plasma Derived Medicinal Products/PODP), dengan kapasitas pengolahan 600.000 liter plasma per tahun.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Fasilitas ini sudah dalam tahap konstruksi, dan ditargetkan untuk mulai beroperasi pada akhir 2026. Pada fase pertama, proyek ini akan meluncurkan program toll manufacturing dengan fasilitas SK Plasma di Korea Selatan pada akhir tahun ini, secara bersamaan dengan konstruksi fasilitas lokal.<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Diproyeksikan menjadi fasilitas terbesar di kelasnya di Asia Tenggara, pabrik fraksionasi plasma ini bertujuan untuk secara signifikan mengurangi ketergantungan Indonesia sebesar 100% terhadap PODP impor saat ini, sejalan dengan agenda ketahanan kesehatan nasional pemerintah.<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Proyek ini juga menawarkan berbagai manfaat strategis, termasuk pemberdayaan sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja melalui pelatihan tenaga kesehatan lokal untuk mengoperasikan pabrik; konversi hingga 200.000 liter plasma darah Indonesia setiap tahun, yang sebelumnya dibuang, menjadi obat-obatan berkualitas tinggi yang dapat menyelamatkan nyawa; pasokan obat-obatan penting yang lebih terjangkau dan stabil melalui produksi dalam negeri; serta peningkatan kesadaran publik tentang produk PMDP dan manfaatnya.<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berdasarkan data dari Marketing Research Bureau, penggunaan PODP per kapita di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga, terutama untuk Albumin, protein penting yang berperan dalam mengatur volume darah dan digunakan dalam pengobatan penyakit hati serta prosedur darurat atau pembedahan (penggunaan Albumin di Indonesia sekitar 35mg per kapita, dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai &gt;100mg per kapita dan Korea Selatan yang mencapai &gt;500mg per kapita).<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Begitu pula dengan Imunoglobulin, yang digunakan untuk mengobati gangguan autoimun atau defisiensi imun serta penyakit menular, digunakan pada tingkat ~1mg per kapita di Indonesia, sementara di Malaysia sekitar 10mg per kapita dan di Korea Selatan &gt;30mg per kapita.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">SK Plasma, dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri produk turunan plasma, membawa keahlian industri yang signifikan, dengan pabrik di Korea Selatan yang menjadi model referensi bagi fasilitas di Indonesia. Saat ini, SK Plasma mengekspor PDMP ke sekitar 20 negara, yang menunjukkan jaringan dan kapabilitasnya yang luas.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya ketahanan kesehatan melalui produksi obat-obatan esensial di dalam negeri. “Pandemi COVID-19 mengajarkan kita bahwa ketergantungan pada pasokan luar negeri untuk pengobatan yang menyelamatkan nyawa dapat menjadi risiko 280 juta penduduk Indonesia. Melalui kemitraan dengan SK Plasma ini, kita tidak hanya membangun kapasitas untuk memproduksi obat-obatan berbasis plasma di dalam negeri, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan kita dalam menghadapi krisis kesehatan di masa depan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kita untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan memastikan agar masyarakat memiliki akses yang cepat terhadap pengobatan yang terjangkau serta berkualitas tinggi,” ujar Budi.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Ketua Dewan Direktur INA, Ridha Wirakusumah, menekankan nilai strategis proyek ini untuk kesehatan dan perekonomian Indonesia. “Sehat adalah hak setiap individu. Fasilitasini merupakan langkah pentinguntuk mengurangi ketergantungan kita pada obat-obatan berbasis plasma impor dengan memenuhi permintaan lokal melalui produk yang diproduksi di dalam negeri. Melalui transfer teknologi dan berbagi pengetahuan bagi tenaga kesehatan Indonesia, proyek ini diharapkan akan berkontribusi pada pembangunan kapabilitas nasional, menuju Indonesia yang lebih sehat. Kami bangga dapat bermitra dengan SK Group dalam proyek strategis ini dan mengucapkan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan terkait, terutama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan PengawasObat dan Makanan (BPOM), serta kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia (BKPM).”</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">&#8220;Penandatanganan perjanjian investasi dengan INA merupakan pencapaian dari kerja sama berkelanjutan antara Korea dan Indonesia di sektor kesehatan,&#8221; ujarSeungjoo Kim, Presiden dari SK Plasma. &#8220;Melalui kemampuan manufaktur PDMP kami, kami akan bekerja sama secara erat dengan negara-negara yang perlu melakukan produksi lokal obat-obatan esensial, untuk berkontribusi dalam meningkatkan infrastruktur kesehatan di seluruh dunia,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kemitraan strategis ini menekankan bagaimana investor swasta global dan pemerintah dapat berkolaborasi untuk meningkatkan penanaman modal asing sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan di Indonesia.<br />
</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">—</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Tentang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertekad melindungi kesehatan dan kesejahteraan warga negara Indonesia, memastikan akses layanan kesehatan yang bermutu, dan mempromosikan inisiatif-inisiatif kesehatan masyarakat. Melalui upaya kolaboratif dengan pemangku kepentingan dan masyarakat di seluruh negeri, Kementerian Kesehatan berupaya memperkuat infrastruktur kesehatan, pencegahan penyakit, dan akses layanan kesehatan, demi meningkatkan kesehatan keseluruhan semua orang Indonesia. Ketahui lebih banyak tentang inisiatif dan kontribusi Kementerian Kesehatan di kemenkes.go.id atau tetap terhubung melalui kanal-kanal media sosialnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Tentang Indonesia Investment Authority (INA) </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Indonesia Investment Authority adalah Lembaga Pengelola Investasi indonesia yang diberi mandat untuk meningkatkan investasi guna mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan membangun kekayaan negara untuk generasi mendatang. INA melakukan kegiatan investasi dan berkolaborasi dengan institusi investasi terkemuka global dan domestik dalam sektor-sektor yang memperkuat keunggulan Indonesia dan memberikan imbal balik yang optimal dengan risiko yang terukur. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.ina.go.id. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Tentang SK Plasma </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">SK Plasma, anak perusahaan dari SK Group, salah satu konglomerat terbesar di Korea Selatan yang beroperasi secara global, adalah pemimpin dalam sektor biologis dan terapi farmasi dengan rekam jejakyang solid di industri manufaktur berstandar internasional, fasilitas produksi yang telah tersertifikasi secara global, dan keahlian mendalam dalam terapi berbasis plasma melalui upaya riset dan pengembangan yang intensif, SK Plasma menjadi yang terdepan di sektor industri tersebut. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:<a href="http://www.skplasma.com/en"><span class="s3">www.skplasma.com/en</span></a>.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kontak Media</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kementerian Kesehatan</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Aji Muhawarman, </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Halo Kemenkes:1500567<br />
kontak@kemkes.go.id</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Indonesia Investment Authority (INA)</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Putri Dianita Ruswaldi</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">VP of Communications</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">putri.dianita@ina.go.id</span></p>
<p class="p3">
SK Plasma</p>
<p class="p3"><span class="s2">Communication Team</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Hwang Jin Ho</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Manager</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">skjinho@sk.com</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/66132405-2e81-4fda-9f9e-b5976cb5665d.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Penyakit di Musim Hujan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penyakit-di-musim-hujan</link>				
         <pubDate>Thu, 14 Nov 2024 21:58:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penyakit-di-musim-hujan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 November 2024</p>
<p>Memasuki musim hujan di berbagai daerah di Indonesia, kewaspadaan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit yang sering muncul pada musim hujan, menjadi sangat penting. Salah satu penyakit tersebut adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).</p>
<p>Di Indonesia, dengue merupakan masalah kesehatan serius karena prevalensinya cukup tinggi dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Secara kumulatif, pada 2023 dilaporkan terdapat 114.720 kasus dengan 894 kematian. Pada minggu ke-43 tahun 2024, dilaporkan 210.644 kasus dengan 1.239 kematian akibat DBD yang terjadi di 259 kabupaten/kota di 32 provinsi. Suspek dengue yang dilaporkan melalui SKDR secara kumulatif hingga minggu ke-43 mencapai 624.194 suspek.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Yudhi Pramono mengatakan, sejak awal 2024, peningkatan kasus DBD dan angka kematian yang dilaporkan tidak hanya di daerah endemis, tetapi juga di daerah yang sebelumnya bebas dari DBD. Peningkatan risiko penularan dengue ini juga dipengaruhi oleh fenomena el nino dan perubahan iklim.</p>
<p>“Untuk regional ASEAN saat ini, telah dilaporkan ada kurang lebih 219 ribu kasus, dengan 774 kematian, dan Indonesia sendiri adalah penyumbang terbanyak dari kasus dengue tersebut,” kata dr. Yudhi dalam temu media yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (14/11/2024).</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan berbagai upaya dalam mencegah terjadinya kejadian luar biasa akibat dengue. Salah satu upaya tersebut, yakni mengupayakan terus budaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mewujudkan terlaksananya gerakan satu rumah satu jumantik.</p>
<p>“Program tersebut juga bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, terutama jentik nyamuk di berbagai tempat yang biasanya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, dan gerakan satu rumah satu jumantik juga mengandung pesan untuk pencegahan dan pengendalian dengue dimulai dari rumah,” lanjut dr. Yudhi.</p>
<p>Pada 2024, wilayah yang terjangkit DBD mengalami perluasan, yaitu mencapai 482 kabupaten/kota. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pemendekan siklus tahunan penyakit ini, dari 10 tahun menjadi tiga tahun atau bahkan kurang.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) dr. Ina Agustina mengatakan, tren DBD selama empat tahun terakhir, Incidence Rate (IR) DBD mengalami peningkatan, sedangkan Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat kematian akibat dengue mengalami penurunan.</p>
<p>“Untuk kasus DBD memang cenderung mengalami peningkatan namun untuk angka kematian dibandingkan jumlah kasusnya ini cenderung menurun,” kata dr. Ina Agustina Isturini dalam temu media tersebut.</p>
<p>dr. Ina melanjutkan, Kemenkes telah mengeluarkan strategi nasional penanggulangan dengue tahun 2021 hingga tahun 2025 dengan enam strategi. Pertama, penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan. Kedua, peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue. Ketiga, penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif. Keempat, peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan. Kelima, penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program, dan kemitraan. Keenam, pengembangan kajian, invensi, inovasi, dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.</p>
<p>“Berbagai upaya penanggulangan dengue telah dilakukan. Jadi, semua kita intervensi, lingkungannya kita intervensi, nyamuknya juga, manusianya juga,” lanjutnya.</p>
<p>dr. Ina menambahkan, langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan pada awal musim penghujan sebagai berikut:</p>
<p>1. Melaksanakan upaya mencegah penyebaran DBD antara lain dengan penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3M Plus, yaitu:</p>
<p>Menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air seperti bak mandi dan drum.</p>
<p>Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, tempayan dan lain-lain.</p>
<p>Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk seperti botol bekas, ban bekas dan lain-lain.</p>
<p>Plus Cara Lain: memantau wadah air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, mengganti air vas bunga seminggu sekali, mengeringkan air di alas pot bunga, memperbaiki saluran air dan lain-lain.</p>
<p>2. Mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam mengimplementasikan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan menunjuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah untuk memantau dan memastikan tidak ada jentik di rumah masing-masing.</p>
<p>3. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat secara terus-menerus melalui penyuluhan langsung dan/atau melalui media cetak dan/atau media elektronik. Penyuluhan difokuskan kepada pencegahan dan pengenalan tanda-tanda bahaya dengue (DBD), sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam merujuk pasien sejak dari lingkungan masyarakat.</p>
<p>4.Melakukan respons cepat terhadap laporan kasus Dengue. Fasyankes yang melayani atau merawat pasien dengue wajib dalam 3 jam sudah melaporkan kepada Dinas Kesehatan agar segera dilakukan tindakan penyelidikan epidemiologi dalam 1&#215;24 jam.</p>
<p>5. Melaksanakan seluruh kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD secara efektif dan berkoordinasi dengan pihak terkait mengantisipasi peningkatan kasus DBD. Diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat serta dukungan semua pihak dalam upaya ini dapat melaksanakan pengendalian penyebaran DBD di wilayah masing-masing.</p>
<p>Kemenkes juga telah mengeluarkan inovasi berbasis bukti untuk percepatan eliminasi dengue, di antaranya adalah teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dan penyediaan vaksin dengue. Teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia merupakan upaya pelengkap strategi penanggulangan dengue di Indonesia. Teknologi wolbachia telah terbukti menurunkan insiden infeksi dengue 77,1% dan angka rawat inap 82,6%.</p>
<p>Selain itu, vaksin dengue menjadi intervensi yang efektif dalam penanggulangan dengue. Saat ini, terdapat dua vaksin dengue yang telah mendapat izin edar dari Badan POM RI, yaitu Vaksin DENGVAXIA produksi Sanofi Pasteur, dan Vaksin QDENGA produksi Takeda.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot_20241114_215457_WPS-Office.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Tunjukkan Kepemimpinannya Dalam Penanggulangan TBC Dengan Pengembangan Vaksin Baru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-tunjukkan-kepemimpinannya-dalam-penanggulangan-tbc-dengan-pengembangan-vaksin-baru</link>				
         <pubDate>Wed, 13 Nov 2024 13:01:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-tunjukkan-kepemimpinannya-dalam-penanggulangan-tbc-dengan-pengembangan-vaksin-baru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p2">Bali, 13 November 2024</p>
<p class="p2"><span class="s2">Pada 8–9 November 2024, World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan konsultasi nasional pertama tentang vaksin-vaksin tuberkulosis (TB) baru di Bali. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Diadakan sebelum Union World Conference on Lung Health, pertemuan ini berfokus pada potensi dampak vaksin-vaksin TB baru untuk orang dewasa dan remaja, pertimbangan penggunaannya di dalam program kesehatan, kemungkinan skenario pembiayaannya, dan bukti yang dibutuhkan untuk introduksi vaksin ini di Indonesia. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengembangan vaksin-vaksin TB baru untuk orang dewasa dan remaja serta upaya persiapan pembiayaan dan akses vaksin dalam payung <a href="https://www.who.int/initiatives/tuberculosis-vaccine-accelerator-council"><span class="s4">TB Vaccine Accelerator Council</span></a> WHO. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Vaksin-vaksin TB baru sangat dibutuhkan untuk mengatasi beban TB di Indonesia dan di dunia. Untuk itu, Indonesia berpartisipasi dalam uji klinis fase 3 untuk kandidat terdepan vaksin TB yang sedang dikembangkan, yaitu M72/AS01E. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Jika berhasil, vaksin ini dapat menjadi vaksin TB pertama yang disetujui dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Hasil awal menunjukkan bahwa vaksin ini memenuhi <a href="https://worldhealthorg-my.sharepoint.com/:w:/g/personal/nugrohot_who_int/ERlFVZaCheVMg-J_HTA-gVsB_gN3jzIJgNTHLt6Zm8gREw?e=tCVbrh"><span class="s5">preferred product characteristics </span><span class="s4">(preferensi karakteristik produk) WHO</span></a>. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Jika kemanjurannya—atau efikasi—dapat dipastikan dalam uji klinis tingkat lanjut ini, hal ini memungkinkan introduksi vaksin TB baru untuk orang dewasa dan remaja dilakukan pada tahun 2030. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Mengenai pertemuan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, “Presiden telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mempercepat respons kita dalam menurunkan TB sebanyak 50% dalam waktu lima tahun. </span>Lebih dari satu juta orang meninggal akibat TB di seluruh dunia setiap tahunnya, dan jumlah kematian yang diakibatkan TB dalam sepuluh tahun terakhir terakhir jauh melebihi jumlah kematian akibat COVID-19. Dengan hadirnya vaksin-vaksin TB baru, ini adalah kesempatan penting bagi kita untuk memperkuat upaya kita dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.”</p>
<p class="p2"><span class="s2">Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Rizka Andalusia mengatakan, “Indonesia bangga dapat berpartisipasi aktif dalam fase 3 uji klinis kandidat vaksin M72/AS01E, yang dapat menjadi terobosan penting dalam upaya global penanggulangan TB. Dengan berkontribusi pada pengembangan vaksin yang menjanjikan ini, kita tidak hanya mengambil langkah penting untuk melindungi masyarakat kita sendiri tetapi juga membantu mendorong solusi yang dapat menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia. Keterlibatan kita dalam uji klinis ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mempercepat kemajuan penurunan beban TB dan mendukung inovasi yang dapat membawa kita lebih dekat menuju pemberantasan penyakit ini.” </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pertemuan ini juga melibatkan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Komite Ahli TB Indonesia, Stop TB Partnership Indonesia, Gates Foundation, Wellcome, Global Health Strategies Indonesia, serta pemangku-pemangku kepentingan nasional, regional, dan global utama lainnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Para peserta membahas penelitian vaksin TB, perencanaan kebijakan, dan integrasi vaksin TB baru dalam National Immunization Strategy—atau Strategi Imunisasi Nasional—Indonesia, yang dapat mempercepat adopsi vaksin-vaksin TB baru. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr N. Paranietharan, mengatakan, “Komitmen Indonesia dalam melawan TB sangat mengesankan, sebagaimana terlihat dari partisipasinya dalam pengembangan dan uji klinis kandidat-kandidat vaksin TB baru. Kandidat-kandidat menjanjikan ini, yang banyak di antaranya berada dalam tahap uji klinis tingkat lanjut, dapat secara signifikan menurunkan penularan TB dan menyelamatkan jutaan nyawa. WHO bangga bekerja dengan Indonesia dan negara-negara dengan beban TB tinggi lain untuk membuat vaksin-vaksin ini tersedia serta mengintegrasikannya ke dalam program-program nasional. Bersama, kita dapat mengambil langkah penting menuju pemberantasan TB dan membangun masa depan yang lebih sehat.” </span></p>
<p class="p2"><strong><span class="s3">Vaksin TB baru: Prioritas untuk National Immunization Strategy Indonesia</span><span class="s2"> </span></strong></p>
<p class="p2"><span class="s4"><a href="https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports">Laporan TB global 2024</a></span><span class="s2"> mengonfirmasi bahwa angka kejadian dan penularan tertinggi terdapat pada populasi orang dewasa dan remaja. Pemodelan menunjukkan bahwa vaksin TB untuk remaja dan orang dewasa dengan efektivitas 50% dalam mencegah penyakit diperkirakan akan mencegah antara 37 juta dan 76 juta kasus serta menyelamatkan 4,6 juta hingga 8,5 juta nyawa hingga tahun 2050 di seluruh dunia. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pada bayi, vaksin yang lebih baik dengan efikasi 80% dapat mencegah 5,8 juta hingga 18,8 juta kasus serta menyelamatkan 0,8 hingga 2,6 juta nyawa dalam jangka waktu yang sama. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa vaksin TB yang aman dan efektif dapat secara signifikan menurunkan jumlah kasus dan kematian TB, di mana vaksin untuk remaja dan orang dewasa lebih berdampak dibandingkan vaksin untuk bayi. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Efektivitas vaksin bergantung pada kinerja vaksin tersebut, lama masa perlindungan yang dihasilkan, kepada siapa vaksin tersebut diberikan, dan seberapa luas distribusinya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Introduksi vaksin-vaksin TB baru merupakan unsur penting dalam National Immunization Strategy Indonesia, yang menjabarkan tujuan-tujuan imunisasi negara ini dalam lima tahun ke depan. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Investasi untuk vaksin TB serta sistem-sistem pendukung yang diperlukan untuk efektivitas akses dan pelaksanaan imunisasi tidak hanya penting bagi kesehatan tetapi juga menghemat biaya di sebagian besar negara. WHO memperkirakan bahwa setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan untuk vaksin TB akan menuai hasil tujuh kali lipat dalam bentuk manfaat kesehatan dan ekonomi di seluruh dunia selama 25 tahun mendatang. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Seperti yang kita ketahui dari sejarah epidemi-epidemi global dan pemberantasan beberapa penyakit menular, eliminasi penyakit tidak dapat dilakukan tanpa vaksin yang efektif. Vaksin-vaksin TB baru dapat menjadi pencetus perubahan yang nyata dalam upaya melawan penyakit yang telah ada selama ribuan tahun ini, yang membunuh dan mengakibatkan penderitaan bagi jutaan orang di dunia,” tambah Dr Tereza Kasaeva, Direktur Global TB Programme WHO. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pertemuan ini mengidentifikasi data-data utama dan kesenjangan-kesenjangan bukti yang harus dijembatani untuk mengarahkan pengambilan keputusan Indonesia, serta kesempatan-kesempatan penting untuk mempercepat introduksi vaksin TB baru yang aman dan efektif di Indonesia. Partisipasi aktif pemerintah Indonesia dalam uji-uji klinis dan diskusi-diskusi ini menempatkan bangsa ini sebagai pemimpin dalam upaya eliminasi TB global. </span></p>
<p class="p2"><span class="s3">Tentang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia</span><span class="s2"> </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertekad melindungi kesehatan dan kesejahteraan warga negara Indonesia, memastikan akses layanan kesehatan yang bermutu, dan mempromosikan inisiatif-inisiatif kesehatan masyarakat. Melalui upaya kolaboratif dengan pemangku kepentingan dan masyarakat di seluruh negeri, Kementerian Kesehatan berupaya memperkuat infrastruktur kesehatan, pencegahan penyakit, dan akses layanan kesehatan, demi meningkatkan kesehatan keseluruhan semua orang Indonesia. Ketahui lebih banyak tentang inisiatif dan kontribusi Kementerian Kesehatan di kemenkes.go.id atau tetap terhubung melalui kanal-kanal media sosialnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s3">Tentang WHO</span><span class="s2"> </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Demi kesejahteraan semua orang dan dengan dipandu ilmu pengetahuan, World Health Organization memimpin dan memperjuangkan upaya-upaya global untuk memberi setiap orang, di mana pun, kesempatan yang sama untuk hidup yang aman dan sehat. Kami adalah badan PBB untuk kesehatan yang menghubungkan bangsa-bangsa, mitra-mitra, dan orang-orang di garis depan di lebih dari 150 lokasi – memimpin respons dunia terhadap kedaruratan kesehatan, mencegah penyakit, mengatasi akar masalah kesehatan, dan memperluas akses obat-obatan dan pelayanan kesehatan. Misi kami adalah mempromosikan kesehatan, menjaga dunia tetap aman, dan melayani kelompok rentan. <a href="https://www.who.int/"><span class="s4">https://www.who.int</span></a> </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pertanyaan dari media dapat disampaikan ke: </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan<br />
Pusat informasi:1500567<br />
Situs web: <a href="https://kemkes.go.id/id/home"><span class="s4">kemkes.go.id</span></a><br />
Surel: <a href="mailto:pressoffice@kemkes.go.id"><span class="s4">pressoffice@kemkes.go.id</span></a> </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Michael Vurens van Es, Communication Officer, WHO Indonesia<br />
Surel: <a href="mailto:vurensm@who.int"><span class="s4">vurensm@who.int</span></a><br />
Ponsel: +62 81181101554</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="s3"><strong><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Indonesia </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">t</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">akes </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">l</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">eadership </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">r</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ole in </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">t</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ackling </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">TB</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15"> with </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">development of new vaccine candidates</span></span></strong></p>
<p class="s8"><span class="s5">Bali, </span><span class="s5">1</span><span class="s5">3</span><span class="s5"> Nov</span><span class="s5">ember</span><span class="s5"> 2024 </span><span class="s5">–</span> <span class="s6">On </span><span class="s6">8–9 </span></p>
<p class="s8"><span class="s6">November 2024, the World Health Organization (WHO) and Indonesia</span><span class="s6">n</span><span class="s6"> Ministry of Health </span><span class="s6">convened for </span><span class="s6">the first national consultation on </span><span class="s6">new </span><span class="s6">tuberculosis (TB)</span><span class="s6"> vaccines in Bali. Held </span><span class="s6">ahead of</span><span class="s6"> the Union World Conference on Lung Health, the meeting focused on </span><span class="s6">the potential impact of new </span><span class="s6">TB vaccine</span><span class="s6">s for adults and adolescents,</span><span class="s6"> programmatic</span><span class="s6"> use</span> <span class="s6">considerations</span><span class="s6">, </span><span class="s6">potential financing scenarios </span><span class="s6">and </span><span class="s6">evidence needs for vaccine introduction </span><span class="s6">in</span><span class="s6"> Indonesia. Th</span><span class="s6">e</span><span class="s6"> meeting is part of an effort to </span><span class="s6">expedite </span><span class="s6">the development of</span> <span class="s6">new TB vaccines for adults and adolescents,</span><span class="s6"> and to prepare for their financing and access</span><span class="s6"> as part of the </span><a href="https://www.who.int/initiatives/tuberculosis-vaccine-accelerator-council"><span class="s7">TB Vaccine Accelerator Council</span></a><span class="s6">.</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">N</span><span class="s6">ew TB vaccine</span><span class="s6">s are</span><span class="s6"> urgently needed to tackle the </span><span class="s6">TB burden</span><span class="s6"> in </span><span class="s6">Indonesia and globally</span><span class="s6">. For this reason,</span><span class="s6">Indonesia is participating in </span><span class="s6">a </span><span class="s6">Phase </span><span class="s6">3</span><span class="s6"> clinical trial for the most advanced TB vaccine candidate in development, M72/AS01E. If successful, this could mark the first TB vaccine </span><span class="s6">to be approved </span><span class="s6">in over 100 years. </span><span class="s6">Preliminary results have shown that th</span><span class="s6">e</span><span class="s6"> vaccine meets </span><a href="https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/product-and-delivery-research/ppcs"><span class="s7">WHO’s preferred product characteristics</span></a><span class="s6">. If</span> <span class="s6">its</span><span class="s6"> efficacy</span><span class="s6"> is confirmed in this late-stage trial</span><span class="s6">, it could lead to the</span><span class="s6">introduction </span><span class="s6">of a new TB vaccine for adults and adolescents</span> <span class="s6">by 2030</span><span class="s6">.</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">Commenting on </span><span class="s6">the meeting, </span><span class="s6">Minister of </span><span class="s6">Health</span><span class="s6">,</span><span class="s6"> Budi </span><span class="s6">Gunadi</span> <span class="s6">Sadikin</span><span class="s6">,</span> <span class="s6">said:</span><span class="s6"> &#8220;</span><span class="s6">The president has entrusted me with accelerating our response to </span><span class="s6">reduce the burden of </span><span class="s6">TB</span><span class="s6">by 50% in five years</span><span class="s6">. </span><span class="s6">Well over a million lives are lost to TB</span><span class="s6"> globally</span><span class="s6"> every year, and the number of deaths caused by TB in the last decade far surpasses the death toll of COVID-19.</span> <span class="s6">With the arrival of new TB vaccines, we have a critical opportunity to strengthen our efforts and save more lives.&#8221;</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">Director General of Pharmaceuticals and Medical Devices</span><span class="s6">,</span><span class="s6">Rizka</span> <span class="s6">Andalusia</span><span class="s5">,</span><span class="s6"> sa</span><span class="s6">id</span><span class="s6">:</span> <span class="s6">&#8220;Indonesia is proud to actively participat</span><span class="s6">e</span><span class="s6"> in the Phase 3 clinical trial of the M72/AS01E vaccine</span><span class="s6"> candidate</span><span class="s6">, which could represent </span><span class="s6">a major breakthrough</span><span class="s6"> in the global fight against TB. By contributing to the development of this promising vaccine, we are not only taking a crucial step toward protecting our own population but also helping to advance a solution that could save millions of lives worldwide. Our involvement in th</span><span class="s6">is</span><span class="s6"> trial reflects Indonesia’s commitment to accelerat</span><span class="s6">e progress to reduce the</span> <span class="s6">TB</span><span class="s6"> burden</span> <span class="s6">and</span> <span class="s6">support innovative tools that can bring us closer to eliminating this disease.&#8221;</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">Th</span><span class="s6">e</span><span class="s6"> meeting </span><span class="s6">also </span><span class="s6">brought together representatives from the Coordinating Ministry </span><span class="s6">for Community </span><span class="s6">E</span><span class="s6">mpowerment</span><span class="s6">,</span><span class="s6">Indonesia’s</span><span class="s6"> TB Expert Committee, Stop TB Indonesia, the Gates Foundation,</span> <span class="s6">Wellcome</span><span class="s6">,</span><span class="s6"> Global Health Strategies Indonesia and </span><span class="s6">other key national, </span><span class="s6">regional</span><span class="s6"> and global stakeholders</span><span class="s6">. Participants</span><span class="s6"> discus</span><span class="s6">sed</span><span class="s6"> TB vaccine research, policy planning</span><span class="s6"> and</span><span class="s6"> the future integration </span><span class="s6">of </span><span class="s6">new TB vaccines into Indonesia’s National Immunization Strategy (NIS)</span><span class="s6">, thereby</span><span class="s6"> accelerating early adoption.</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">WHO Representative </span><span class="s6">to Indonesia</span><span class="s6">,</span><span class="s6"> Dr N. </span><span class="s6">Paranietharan</span><span class="s6">,</span><span class="s6">said</span><span class="s6">:</span><span class="s6"> &#8220;Indonesia&#8217;s commitment </span><span class="s6">to</span><span class="s6"> fighting TB is impressive, </span><span class="s6">as demonstrated by</span> <span class="s6">its </span><span class="s6">particip</span><span class="s6">ation</span> <span class="s6">in the </span><span class="s6">development and clinical testing </span><span class="s6">of new TB vaccine</span><span class="s6"> candidates</span><span class="s6">. These promising </span><span class="s6">candidate</span><span class="s6">s</span><span class="s6">, </span><span class="s6">many of which are </span><span class="s6">now in </span><span class="s6">late-stage trials, could significantly reduce TB transmission and save millions of lives. WHO is proud to work with Indonesia and other </span><span class="s6">high TB-burden</span><span class="s6"> countries to make these vaccines available and integrate them into national health </span><span class="s6">programmes</span><span class="s6">.</span><span class="s6"> Together, we can take a critical step toward ending TB and building a healthier future.&#8221;</span></p>
<p class="s11"><a name="_heading=h.y129hxwshngh"></a><strong><span class="s10"><span class="bumpedFont15">New TB </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">v</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">accines: A</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">p</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">riority for </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Indonesia’s National Immunization Strategy</span></span></strong></p>
<p class="s8"><span class="s6">The </span><a href="https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports"><span class="s7">2024 Global TB Report</span></a><span class="s6"> confirms that the highest incidence and transmission occurs in adult and adolescent population</span><span class="s6">s</span><span class="s6">.</span><span class="s6"> Modelling suggests that a</span><span class="s6"> TB vaccine for adolescents and adults that is 50% effective in preventing disease </span><span class="s6">is expected </span><span class="s6">to </span><span class="s6">prevent between 37 and 76 million cases and save 4.6 to 8.5 million lives by 2050</span><span class="s6"> globally</span><span class="s6">. For infants, an improved vaccine with 80% efficacy could prevent 5.8 to 18.8 million cases and save 0.8 to 2.6 million lives in the same timeframe. These findings show that </span><span class="s6">a</span><span class="s6"> safe and</span> <span class="s6">effective </span><span class="s6">TB vaccine c</span><span class="s6">ould</span><span class="s6"> significantly reduce the number of TB cases and deaths, with vaccines for adolescents and adults having a bigger impact than those for infants. The effectiveness of a vaccine depends on how well it works, how long it provides protection, who it is delivered to, and how widely it is distributed.</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">The introduction of new TB vaccines is a key element of Indonesia’s</span><span class="s6"> NIS</span><span class="s6">, which outlines the country’s immunization goals over the next</span> <span class="s6">five</span><span class="s6"> years. Investing in TB vaccines</span><span class="s6">, including in the support systems needed for effective access and delivery,</span> <span class="s6">i</span><span class="s6">s not only critical for health but also highly cost-effective in most countries. WHO estimates that for every </span><span class="s6">US$ 1 </span><span class="s6">dollar invested in TB vaccines, there will be a sevenfold return in health and economic benefits</span><span class="s6">globally</span><span class="s6"> over the next 25 </span><span class="s6">years</span><span class="s6">.</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">“As we know from the history of global epidemics and elimination of some communicable diseases, it cannot be possible without effective vaccines. And new TB vaccines may become real game</span><span class="s6">&#8211;</span><span class="s6">changers in the fight against this millenni</span><span class="s6">a-</span><span class="s6">old disease</span><span class="s6">,</span> <span class="s6">which</span><span class="s6"> kill</span><span class="s6">s</span><span class="s6"> and bring</span><span class="s6">s</span><span class="s6"> suffering to millions of people worldwide,’’ </span><span class="s6">added Dr Tereza </span><span class="s6">Kasaeva</span><span class="s6">, Director, WHO Global TB </span><span class="s6">Programme</span><span class="s6">.</span></p>
<p class="s8"><span class="s6">The meeting identified key data and evidence gaps that </span><span class="s6">must </span><span class="s6">be addressed to inform Indonesia’s decision-making, a</span><span class="s6">s well as</span><span class="s6"> critical opportunities to accelerate the introduction of new </span><span class="s6">safe and effective </span><span class="s6">TB vaccines in the country. The Government of Indonesia’s active participation in these trials and discussions positions the nation as a leader in the global effort to eliminate TB.</span></p>
<p class="s14"><span class="s12"><span class="bumpedFont15">About the Ministry of Health of Indonesia</span></span><span class="s13"><span class="bumpedFont15"> </span></span></p>
<p class="s14"><span class="s13"><span class="bumpedFont15">The Ministry of Health of Indonesia is dedicated to safeguarding the health and well-being of its citizens, ensuring access to quality healthcare services, and promoting public health initiatives. Through collaborative efforts with stakeholders and communities nationwide, the ministry strives to enhance healthcare infrastructure, disease prevention, and healthcare access, ultimately improving the overall health outcomes for all Indonesians. Explore more about the Ministry of </span></span><span class="s13"><span class="bumpedFont15">Health&#8217;s initiatives and contributions at kemenkes.go.id or stay connected via their social channels.</span></span><span class="s13"><span class="bumpedFont15"> </span></span></p>
<p class="s15"><span class="s5">About WHO</span></p>
<p class="s15"><span class="s6">Dedicated to the well-being of all people and guided by science, the World Health Organization leads and champions global efforts to give everyone, everywhere an equal chance at a safe and healthy life. We are the UN agency for health that connects nations, </span><span class="s6">partners</span><span class="s6"> and people on the front lines in 150+ locations – leading the world’s response to health emergencies, preventing disease, addressing the root causes of health issues, and expanding access to medicines and health care. Our mission is to promote health, keep the world safe and serve the vulnerable. </span><a href="https://www.who.int/"><span class="s7">https://www.who.int</span></a></p>
<p class="s16"><span class="s6">For m</span><span class="s6">edia inquiries</span><span class="s6">, please contact:</span></p>
<p class="s16"><span class="s6">Aji </span><span class="s6">Muhawar</span><span class="s6">man</span><span class="s6">, Head of Bureau of Communication and Public Service, Ministry of Health</span><span class="s6"><br />
</span><span class="s6">Contact center:1500567</span><span class="s6"><br />
</span><span class="s6">Website: </span><a href="https://kemkes.go.id/id/home"><span class="s7">kemkes.go.id</span></a><span class="s6"><br />
</span><span class="s6">Email: pressoffice@kemkes.go.id</span><span class="s6"><br />
</span></p>
<p class="s16"><span class="s6">Michael </span><span class="s6">Vurens</span><span class="s6"> van </span><span class="s6">Es,</span><span class="s6"> Communication Officer</span><span class="s6">, WHO Indonesia</span><span class="s6"><br />
</span><span class="s6">Email: </span><a href="mailto:vurensm@who.int"><span class="s7">vurensm@who.int</span></a><span class="s6"><br />
</span><span class="s6">Mobile: +62 81181101554</span></p>
<p class="s4">
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_3325.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tegaskan Indonesia Serius Tangani TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-indonesia-serius-tangani-tbc</link>				
         <pubDate>Tue, 12 Nov 2024 18:09:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tegaskan-indonesia-serius-tangani-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 12 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia sangat serius dalam mengatasi TBC. Sebab, TBC merupakan penyakit menular yang sangat mematikan, bahkan lebih mematikan dibandingkan COVID-19.</p>
<p>“Ketika belajar tentang TBC saya sangat terkejut, karena sampai saat ini TBC telah membunuh lebih dari 1 milyar orang di dunia. Artinya, TBC membunuh lebih banyak orang dibanding COVID-19,” kata Menkes saat menghadiri Welcome Greeting The Union World Conference on Lung Health di Hotel The Westin, Bali pada Selasa (12/11) malam.</p>
<p>Di Indonesia, angka kematian akibat TBC mencapai 136 ribu orang setiap tahunnya, yang berarti setiap 5 menit ada 1 orang meninggal karena TBC.</p>
<p>Sementara itu, kasus TBC di Indonesia diestimasikan mencapai 1 juta kasus. Namun, ketika dirinya menjadi Menteri Kesehatan di tahun 2020 lalu, baru 400 ribu kasus yang teridentifikasi.</p>
<p>Menkes mengatakan deteksi TBC mirip dengan deteksi Covid-19, yakni jika tidak dites, dideteksi, dan dilaporkan maka angkanya terlihat rendah sehingga terjadi under reporting, yang mengakibatkan pengidap TBC berkeliaran dan berpotensi menularkan karena tidak diobati.</p>
<p>Komitmen Indonesia dalam mengatasi tuberkulosis (TBC) dibuktikan dengan memperbaiki sistem deteksi dan pelaporan sehingga tercapai notifikasi kasus tertinggi sepanjang sejarah sejak tahun 2022.</p>
<p>Dari estimasi satu juta kasus TBC di Indonesia, ada peningkatan temuan kasus yang sangat signifikan, dimana 724.309 kasus ditemukan di tahun 2022. Temuan kasus terus meningkat di tahun 2023 sebanyak 821.200 kasus. Dan sampai September tahun ini saja sudah 627.797 kasus yang teridentifikasi. Menkes menargetkan di tahun 2025 sebanyak 1.035.000 kasus TBC dapat dideteksi.</p>
<p>Menkes mengatakan, selain meningkatkan temuan kasus, pemerintah juga mengembangkan terapi pengobatan dan menginisiasi pemakaian vaksin TBC.<br />
“Itu kenapa Indonesia sangat agresif dalam mendorong regimen baru yang dapat mengurangi waktu treatment menjadi lebih cepat, lebih mudah dikunyah dan tidak menimbulkan efek samping,” ungkap Menkes.</p>
<p>Peningkatan temuan kasus juga dibarengi dengan terus meningkatnya kasus yang diobati. Di tahun 2021 sebanyak 403 ribu kasus TBC yang diobati, meningkat tajam pada tahun 2022 menjadi sebanyak 635 ribu, dan pada tahun 2023 sebanyak 722 ribu. Sampai September di tahun ini yang diobati sudah sebanyak 539 ribu kasus.</p>
<p>Menkes mengatakan, Indonesia juga sangat agresif dalam memfasilitasi uji klinis untuk vaksin baru TBC. Dia berharap, vaksin TBC dapat diluncurkan pada 2029.</p>
<p>Menkes berharap pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk membantu Indonesia dan dunia dalam mengatasi TBC yang telah membunuh jutaan penduduk di seluruh dunia.</p>
<p>Presiden The Union, Guy Marks, mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia dalam menyukseskan World Conference yang digelar di Hotel The Westin, Bali, pada 12-16 November 2024. Dia juga menggarisbawahi keseriusan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam eradikasi TBC.</p>
<p>“Saya mengucapkan terima kasih kepada Indonesia dan Menteri Kesehatan Budi yang telah menjadi partner kerja sama yang solid dalam melawan TBC,” kata Guy.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_3362.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Area Prioritas Kesehatan yang Ditekankan Presiden Prabowo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-area-prioritas-kesehatan-yang-ditekankan-presiden-prabowo</link>				
         <pubDate>Tue, 12 Nov 2024 15:12:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-area-prioritas-kesehatan-yang-ditekankan-presiden-prabowo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 12 November 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 dengan tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama” dilaksanakan di lapangan upacara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Selasa (12/11).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya, mengatakan bahwa tentang kesehatan telah menjadi program prioritas dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo Subianto menekankan tiga area prioritas kesehatan, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok umur, penurunan kasus TBC, dan pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pemeriksaan kesehatan itu harus kita lakukan untuk memastikan kita dapat mendeteksi secara lebih dini jika ada kondisi kesehatan yang menurun dari masyarakat kita. Kondisi kesehatan yang menurun ini harus kita tangani lebih cepat sehingga bisa menghindari masyarakat kita harus dirawat di rumah sakit,” kata Menteri Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemenkes juga sedang menyusun rencana jangka menengah untuk memastikan strategi kesehatan 5 tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo, agar dapat bekerja sama bukan hanya di Kemenkes tetapi juga dengan kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Oleh karena itu, adalah tugas kita bersama-sama untuk memastikan bahwa rakyat Indonesia ke depannya hidup sehat agar bisa membantu mendorong pencapaian visi Indonesia emas pada 2045,” kata Menkes.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi mengatakan, peran Kemenkes adalah memastikan pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama agar semua program yang ada di Kemenkes ditujukan untuk memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Teman-teman saya menyampaikan sekali lagi bawa tugas kita yang utama adalah memastikan masyarakat Indonesia sehat bukan hanya menyembuhkan mereka pada saat sakit,” ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada upacara HKN ke-60, Menteri Budi menyerahkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada pegawai negeri sipil Kemenkes RI dengan masa kerja 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemberian penghargaan juga diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi di lingkungan Kemenkes pada 2024 dengan tiga kategori penghargaan, yaitu Inspiring Leader, Best Team Leader, dan Best Innovator. Penghargaan juga diberikan kepada unit kerja di lingkungan Kemenkes yang telah memenuhi persyaratan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi tahun 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54134256233_8d18f062c6_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Layanan Jantung Nasional: 13 Dokter Spesialis Jantung Indonesia Berguru ke Tiongkok</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-jantung-nasional-13-dokter-spesialis-jantung-indonesia-berguru-ke-tiongkok</link>				
         <pubDate>Tue, 12 Nov 2024 10:17:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-jantung-nasional-13-dokter-spesialis-jantung-indonesia-berguru-ke-tiongkok</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 November 2024</p>
<p>Sebanyak 13 dokter spesialis jantung Indonesia diberangkatkan ke Tiongkok untuk mengikuti program fellowship intervensi jantung. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di Rumah Sakit Jejaring Pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) pada periode 2024-2027.</p>
<p>Fellowship merupakan program pelatihan lanjutan bagi dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang bertujuan memperdalam pengetahuan dan keterampilan di bidang tertentu. Dengan kurikulum dan kompetensi yang terarah pada subspesialis tertentu, program ini membantu peserta memberikan layanan medis yang lebih baik dan sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia kedokteran.</p>
<p>“Kemenkes akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan SDMK bagi memenuhi kebutuhan prioritas pelayanan KJSU-KIA melalui Fellowship dokter spesialis baik di dalam negeri maupun di luar negeri terutama di negara-negara yang memiliki keunggulan dalam pelayanan kesehatan sebagai contoh di Tiongkok dan Jepang,” ujar Yuli Farianti, Plt. Dirjen Tenaga Kesehatan.</p>
<p>Dari 13 peserta fellowship, enam dokter akan menjalani pelatihan di Wuhan Asia Heart Hospital, sementara tujuh lainnya akan menempuh pendidikan di Fudan University Zhongshan Hospital. Kedua institusi ini dikenal luas dalam bidang intervensi jantung dan telah menyambut para fellow dengan baik.</p>
<p>Durasi program fellowship ini adalah 12 bulan, di mana para dokter akan mendapatkan pelatihan intensif dan pengalaman langsung di lapangan. Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), mencakup biaya registrasi, tuition fee, visa, serta seminar yang akan mendukung pengembangan kompetensi mereka selama menjalani studi.</p>
<p>Ketigabelas dokter spesialis yang terpilih untuk program fellowship di Tiongkok telah melewati proses seleksi ketat, termasuk pemberkasan dokumen dan wawancara. Mereka diharapkan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama program ini untuk meningkatkan layanan intervensi jantung di rumah sakit asal mereka.</p>
<p>Dengan adanya program fellowship ini, diharapkan pelayanan intervensi jantung di Indonesia akan meningkat secara signifikan, memberikan akses yang lebih baik terhadap perawatan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Inisiatif ini merupakan langkah positif dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (LH/NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-22.21.08.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tindakan Nyata adalah Kunci Menghadapi Tantangan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tindakan-nyata-adalah-kunci-menghadapi-tantangan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 12 Nov 2024 08:41:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tindakan-nyata-adalah-kunci-menghadapi-tantangan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 November 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menghadiri acara puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 tingkat Provinsi DKI Jakarta dengan tema “Gerak Bersama, Jakarta Berdaya” di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada Senin (11/11/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante mengatakan, peringatan HKN bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dan bertindak nyata, karena hal itu merupakan kunci untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan.</p>
<p>Berkaca dari sejarah keberhasilan Indonesia melawan Malaria pada 1964, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai program pemberantasan malaria dengan penyemprotan DDT secara besar-besaran di seluruh Nusantara dan mencapai puncak pada 12 November 1964.</p>
<p>“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan dan memperkuat sistem kesehatan nasional,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante melanjutkan, saat ini dunia kesehatan menghadapi banyak tantangan yang makin kompleks dan beragam, mulai dari penyakit menular seperti TBC, penyakit tidak menular, serta permasalahan akses layanan kesehatan.</p>
<p>“Ini menuntut kita memiliki sistem layanan rujukan yang efisien, agar pasien mendapatkan penanganan lanjutan yang tepat di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya,” lanjut Prof. Dante.</p>
<p>Dalam peringatan puncak HKN ke-60 tingkat provinsi, DKI Jakarta juga meluncurkan sebuah sistem pelayanan kesehatan, yaitu “JakConnected”. Ini merupakan sebuah sistem yang dapat menghubungkan seluruh fasilitas pelayanan di wilayah DKI Jakarta untuk mempermudah rujukan pasien.</p>
<p>Prof. Dante sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, termasuk di kota-kota administrasinya, atas usaha dan penerapan teknologi informasi melalui JakConnected.</p>
<p>“Namun, teknologi saja tidak cukup, butuh tenaga kesehatan terlatih, pemahaman masyarakat, serta sinergi dari seluruh pihak terkait untuk ikut serta dalam menyukseskan sistem JakConnected tersebut,” kata dia.</p>
<p>Beberapa penghargaan juga diberikan kepada wilayah dan perkampungan yang menjadi contoh teladan dari komitmen kolektif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, di antaranya Kampung Siaga TBC, Kampung Bebas Jentik, dan Kampung Bebas Asap Rokok.</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Dr. H. Marullah Matali, dalam sambutannya, menyampaikan, salah satu aspek penting dalam mewujudkan Jakarta Kota Global adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan produktif.</p>
<p>“Terima kasih kepada para Wali Kota, Camat, dan Lurah atas peran aktif dalam pengendalian berbagai penyakit menular berbasis komunitas. Saya ucapkan selamat kepada para kampung penerima penghargaan,” kata Dr. H. Marullah Matali.</p>
<p>“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari kalangan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas, untuk bersama-sama terlibat dalam menciptakan gerakan hidup sehat yang mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, berolahraga 30 menit setiap hari, menjaga pola makan sehat, serta kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Dr. H. Marullah.</p>
<p>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan berbagai elemen masyarakat dalam memfasilitasi kebutuhan sektor kesehatan, baik dalam operasional maupun pengembangan layanan.</p>
<p>“Bersama kita terapkan gaya hidup masyarakat Jakarta yang lebih sehat dan produktif,” kata Dr. H. Marullah menutup sambutannya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54130563242_b3bb3488b1_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kandidat Vaksin TBC di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kandidat-vaksin-tbc-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Mon, 11 Nov 2024 22:28:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kandidat-vaksin-tbc-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 11 November 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi beberapa produsen vaksin terkemuka di berbagai negara untuk mengembangkan vaksin Tuberkulosis (TBC).</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat program pengendalian TBC di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.</p>
<p>“Ada 3 kandidat vaksin TBC yang kita dekati, ketiganya berasal dari negara yang berbeda,” kata Menkes di Bali, Senin (11/11).</p>
<p>Kandidat vaksin pertama adalah vaksin TB yang dikembangkan oleh Yayasan Bill &amp; Melinda Gates dan GlaxoSmithKline (GSK) asal Amerika Serikat. Vaksin ini dikembangkan dengan memanfaatkan protein rekombinan.</p>
<p>Kandidat vaksin kedua dikembangkan melalui kerja sama perusahaan farmasi asal Tiongkok, CanSino, dan perusahaan biofarmasi asal Indonesia, Etana. Pengembangan vaksin ini menggunakan teknologi viral-vector dan sedang dalam uji klinis fase pertama.</p>
<p>Kandidat vaksin ketiga dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, dan perusahaan farmasi asal Indonesia, Biofarma. Pengembangan vaksin ini menggunakan teknologi mRNA.</p>
<p>“Kami juga akan berkontribusi untuk mengikuti proses uji klinis dari ketiga produsen vaksin TB tersebut,” ucap Menkes.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes mengatakan, vaksin yang dikembangkan ini akan diperuntukkan bagi anak-anak dan dewasa. Selain itu, vaksin juga akan diperuntukkan bagi mereka yang belum terinfeksi maupun sudah terinfeksi virus TBC.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/be239ed1-8a19-46e8-ba3f-d373ccc191e5.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Ingin tak Ada yang Tertinggal dalam Transformasi Digital Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-ingin-tak-ada-yang-tertinggal-dalam-transformasi-digital-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 11 Nov 2024 21:42:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-ingin-tak-ada-yang-tertinggal-dalam-transformasi-digital-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 November 2024</p>
<p>Integrasi dan digitalisasi data kesehatan menjadi perhatian Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono saat menyampaikan sambutan pada acara UNDP Indonesia Policy Volume yang mengusung tema Bright Prospect, Lingering Shadows: Toward an Inclusive Digital Transformation in Indonesia di Gedung Tri Brata, Jakarta, Senin (11/11).</p>
<p>&#8220;Dengan memfasilitasi konektivitas, integrasi data, dan layanan kesehatan yang dapat diakses secara nasional, kita berjuang merealisasikan visi indonesia sehat untuk mendukung pilar ke enam transformasi kesehatan yaitu transformasi teknologi kesehatan.&#8221;</p>
<p>Lebih lanjut, Wamenkes Prof. Dante menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan transformasi digital. Salah satu langkah yang telah diambil oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1568/2024 tentang Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik.</p>
<p>Wamenkes menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan oleh UNDP ini dapat memberikan masukan berharga bagi Kemenkes. Prof. Dante menekankan pentingnya transformasi digital yang inklusif agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Bagaimanapun, berbagai kemajuan harus inklusif (dirasakan banyak orang), dan tidak boleh ada satupun yang tertinggal,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura menggarisbawahi tiga hal yang menghambat proses publikasi kebijakan, yaitu kesenjangan digital, standar etika, dan polarisasi. Menurutnya, transformasi digital dapat menjadi sarana efektif untuk menghubungkan berbagai kebijakan dengan masyarakat.</p>
<p>“Kita perlu mengatasi kesenjangan digital, memperkuat standar etika, dan melawan polarisasi dengan memanfaatkan transformasi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Norimasa Shimomura juga menyampaikan empat hal yang menjadi perhatian UNDP terkait isu kesenjangan digital. Pertama, kesenjangan akses digital, yakni pengguna internet di Jakarta mencapai 84,7%, sementara di Papua hanya 26,5% untuk pengguna berusia di atas lima tahun.</p>
<p>Kedua, kesenjangan gender dan usia. Pada 2022, kesenjangan akses internet antara laki-laki dan perempuan mulai berkurang, yaitu sebesar 63,8% untuk laki-laki dan 63,5% untuk perempuan. Namun, perempuan lanjut usia yang tinggal di daerah perdesaan dan perempuan dengan pendidikan formal yang lebih rendah masih menghadapi hambatan signifikan terhadap akses digital.</p>
<p>Ketiga, risiko disinformasi atau hoaks. Diperkirakan sekitar 82 juta penduduk Indonesia rentan terhadap propaganda digital, terutama menjelang Pemilu 2024. Gen Z, yang jumlahnya mencapai 27,94% dari total penduduk Indonesia, menjadi kelompok yang paling rentan.</p>
<p>Keempat, polarisasi dan efek ruang gema (echo chambers). Platform daring dapat memperkuat ruang gema politik, mengisolasi pengguna dalam kelompok dengan pandangan atau pemikiran yang sama, sehingga berpotensi memperdalam kesenjangan sosial dan membatasi terciptanya ruang dialog.</p>
<p>Menyikapi hal tersebut, Wamenkes Prof. Dante menyambut baik berbagai masukan terkait kebijakan kesehatan dari lembaga seperti UNDP. Menurutnya, masukan-masukan ini dapat memberikan gambaran mengenai kesenjangan digital di masyarakat yang sangat bermanfaat dalam proses penyusunan kebijakan.</p>
<p>&#8220;Bersama-sama kita dapat menjembatani kesenjangan digital, menjunjung tinggi standar etika, dan mengatasi polarisasi sosial, memastikan manfaat transformasi digital dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54130868247_388c1e00a5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kesehatan Ibu dan Anak Makin Terjamin, Dokter Spesialis Obsgin Lulusan Luar Negeri Ditugaskan di NTT</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kesehatan-ibu-dan-anak-makin-terjamin-dokter-spesialis-obgyn-lulusan-luar-negeri-ditugaskan-di-ntt</link>				
         <pubDate>Mon, 11 Nov 2024 20:36:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kesehatan-ibu-dan-anak-makin-terjamin-dokter-spesialis-obgyn-lulusan-luar-negeri-ditugaskan-di-ntt</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 November 2024</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya pemerataan dan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia, Komite Bersama Adaptasi, yang terdiri dari unsur Kemenkes, Kemendikbud, Kolegium, Konsil dan Pakar, melakukan penempatan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgin) WNI lulusan luar negeri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 6 November 2024. Penempatan ini untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis spesialis.</p>
<p>Dokter spesialis WNI lulusan luar negeri yang melaksanakan adaptasi, atau disebut sebagai Adaptan, mendapatkan kesempatan untuk memahami kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia serta tantangan khusus di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Proses ini diharapkan dapat mempercepat integrasi dokter ke dalam sistem kesehatan Indonesia dan meningkatkan kualitas pelayanan medis di daerah yang membutuhkan.</p>
<p>Kolegium Obstetri dan Ginekologi juga menyoroti pentingnya memperbaiki akses masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan berkualitas, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Kabupaten Lembata dan daerah-daerah sekitarnya di NTT menghadapi kekosongan tenaga medis spesialis, yang mengakibatkan terbatasnya akses layanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam hal persalinan yang aman dan perawatan kesehatan reproduksi. Penempatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan layanan kesehatan di NTT dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan perempuan.</p>
<p>Penempatan juga ini merupakan contoh konkret dari sinergi dan koordinasi yang terus dilakukan oleh Kolegium Obsgin dengan Kemenkes setelah perubahan struktur di bawah Konsil Kedokteran Indonesia yang kini berubah menjadi Konsil Kesehatan Indonesia. Dengan adanya penempatan dokter spesialis obsgin di RSUD Lewoleba, Kolegium Obsgin berkomitmen untuk berperan dalam mempercepat pemerataan tenaga medis spesialis obsgin di seluruh Indonesia dan memastikan bahwa masyarakat, khususnya ibu dan anak, mendapatkan pelayanan medis yang mereka butuhkan.</p>
<p>“Terima kasih kepada Kolegium Obstetri dan Ginekologi (Obsgin) yang telah mempercepat proses adaptasi bagi para diaspora obsgin. Semoga inisiatif positif ini dapat menjadi teladan bagi kolegium-kolegium lainnya, sehingga proses adaptasi bagi tenaga medis profesional dapat lebih cepat dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dapat semakin mudah dan merata. Langkah ini sangat berarti dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,&#8221; ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Hingga November 2024, Kemenkes telah menempatkan 30 orang dokter spesialis lulusan luar negeri di berbagai rumah sakit daerah di Indonesia, di antaranya di Sulawesi Utara, Aceh, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, NTT, NTB, dll. Para adaptan tersebut merupakan lulusan dokter spesialis dari Filipina, Jerman, Cina, Malaysia, Jepang, dan Inggris.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_6930.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Inovasi Memerangi TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-inovasi-memerangi-tbc</link>				
         <pubDate>Mon, 11 Nov 2024 20:12:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-inovasi-memerangi-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 11 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan deteksi 1 juta kasus Tuberkulosis (TB) pada 2025. Penemuan lebih banyak kasus ini untuk mengejar target eliminasi TBC pada 2030. Menurut data terbaru, Indonesia merupakan negara dengan angka TBC nomor dua tertinggi di dunia.</p>
<p>“Target kami tahun depan, kita bisa menemukan sekitar 1 juta kasus. Dari 1.060.000 yang ditemukan, saya ingin 1 jutanya kita diagnosis,” kata Menkes dalam konferensi pers Pertemuan Tingkat Tinggi Inovasi Tuberkulosis (High Level Meeting TBC Innovation) yang digelar di Bali pada Senin (11/11).</p>
<p>Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah telah menyusun 3 inovasi guna mendorong pemerataan akses pengobatan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pemanfaatan teknologi untuk diagnosis lebih cepat dan akurat.</p>
<p>Inisiatif pertama adalah meningkatkan dan mengembangkan sistem surveilans. Menkes Budi mengatakan, ke depan metode skrining TBC akan diperluas. Tidak hanya menggunakan alat TCM, yang juga digunakan untuk pemeriksaan diabetes, tetapi juga alat PCR yang sebelumnya dipakai untuk tes COVID-19.</p>
<p>“Skrining TBC itu susah karena harus diambil dari batuk, sekarang dengan teknologi PCR, lagi kita coba di Jawa Barat di-swab bukan di hidung, tapi di tenggorokan. Jadi, nanti kita swab lalu kita tes PCR sama seperti COVID-19. Itu inovasi yang sedang kita coba,” kata Menkes.</p>
<p>Selain menggunakan alat PCR, Menkes juga sedang menguji teknologi terbaru USG, yang biasanya digunakan untuk memeriksa kondisi janin dan deteksi dini kanker payudara. Teknologi ini akan dicoba untuk identifikasi pneumonia atau TBC.</p>
<p>“Ternyata sekarang dengan dibantu AI, (USG) bisa untuk identifikasi pneumonia atau TBC. Ini sekarang sedang kita coba juga, karena USG kita udah banyak,” imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung inisiatif tersebut, pemerintah juga menyusun inisiatif kedua, yakni memperkuat aspek terapeutik atau pengobatan. Menkes Budi mengatakan, masalah pengobatan TBC di Indonesia adalah banyaknya pasien yang tidak melakukan pengobatan dan tidak menyelesaikan pengobatan.</p>
<p>Masalah ini, lanjutnya, disebabkan oleh durasi pengobatan TBC yang cukup lama, yakni sekitar 6 bulan. Untuk itu, Menkes mendorong penelitian dan pengembangan regimen pengobatan yang mampu mempercepat penyembuhan pasien TBC.</p>
<p>“Untuk obat, saya tertarik (Indonesia) ikut clinical trial yang sekali suntik. Sekarang kan minum obatnya harus 6 bulan dan banyak. Kalau bisa diganti dengan sekali suntik, atau juga alternatif keduanya obatnya diturunin dari 6 bulan ke 1 bulan. Itu kita mau terlibat,” ungkap Menkes.</p>
<p>Inisiatif ketiga adalah pengembangan vaksin TBC. Menkes menyebutkan, Indonesia telah terlibat dalam clinical trial vaksin TBC M72, tetapi tingkat keberhasilannya sangat rendah. Ke depannya, Menkes mengatakan, Indonesia tertarik untuk mengikuti clinical trial berbagai jenis vaksin TBC lainnya.</p>
<p>“Kombinasi vaksin dan pengobatan bila kita lakukan dengan baik bisa menjadi game charger yang sukses. Mari Indonesia ikut berpartisipasi dalam clinical trial di banyak jenis vaksin. Jadi, kalau gagal satu bisa dicoba yang lainnya,” ucapnya.</p>
<p>Dengan target deteksi 1 juta kasus TBC pada 2025, Indonesia semakin dekat untuk mengatasi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Menkes mengimbau semua pihak, baik pemerintah, tenaga medis, masyarakat, dan sektor swasta, untuk bersinergi dalam upaya mewujudkan Indonesia bebas TBC pada 2030.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/4f5f176c-9599-4cd0-8eee-bf9fd6dfe17a.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemimpin Kesehatan Global Membahas Alat Inovatif dan Transformatif untuk Mengakhiri TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemimpin-kesehatan-global-membahas-alat-inovatif-dan-transformatif-untuk-mengakhiri-tbc</link>				
         <pubDate>Mon, 11 Nov 2024 11:38:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemimpin-kesehatan-global-membahas-alat-inovatif-dan-transformatif-untuk-mengakhiri-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p2">Bali, 11 November 2024</p>
<p class="p2"><span class="s2">Pemerintah Indonesia, bersama para pemimpin kesehatan global dan mitra, menyerukan tindakan cepat untuk mengatasi tantangan kesehatan masyarakat global berupa tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan inovatif dan transformatif. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Dalam pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, para pemangku kepentingan global seperti Gates Foundation, FIND, dan TB Alliance menyampaikan visi mereka tentang inovasi dan aksi kolaboratif untuk membawa perubahan paradigma dalam pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TBC.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pertemuan ini diadakan menjelang Konferensi Dunia tentang Kesehatan Paru 2024, yang menandai langkah besar dalam upaya global untuk menangani salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Untuk mengeliminasi TB, kita harus mengadopsi solusi inovatif, meninjau bukti yang ada, dan membangun alat baru yang memungkinkan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan secara dini dan efisien. Hari ini, saya berharap mitra kesehatan global dan pemimpin industri dapat membantu merumuskan visi untuk menghadirkan perubahan paradigma ini dalam cara kita mencegah, mendeteksi, dan mengobati TB.&#8221; ujar Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Ia juga mendesak negara-negara lain untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan serta mengadopsi inovasi untuk mencapai target eliminasi TBC.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pada kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif The Union, Cassandra Kelly-Cirino, menekankan pentingnya upaya kolaboratif antara pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk memajukan pengembangan alat-alat baru dan memastikan alat-alat tersebut menjangkau mereka yang paling membutuhkan. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Kepala Transformasi/CEO FIND, Dr. Ifedayo Adetifa, menekankan bahwa mempercepat akses ke diagnostik yang terjangkau dan akurat adalah kunci untuk memungkinkan diagnosis dini dan pengobatan bagi orang dengan TBC, sehingga dapat memutus rantai penularan dalam komunitas. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menyoroti komitmen FIND untuk mengembangkan dan memperluas alat TBC inovatif di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, ia menyatakan, “Kami berupaya mengembangkan tes diagnostik yang lebih baik, terjangkau, dan bisa diakses di tempat layanan, yang akan membantu mengidentifikasi orang yang terkena TB dengan lebih tepat waktu.”</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">TBC adalah penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan lebih dari 10 juta orang terinfeksi setiap tahunnya. TB Alliance berdedikasi untuk memerangi pandemi ini dan berupaya mengurangi durasi pengobatan secara signifikan. </span>Presiden dan CEO TB Alliance, Dr. Mel Spigelman, membagikan visi berani &#8220;satu demi satu&#8221; untuk merevolusi pengobatan TBC. Ia mengatakan, “Strategi ini bertujuan untuk mengurangi durasi perawatan TBC menjadi hanya satu hari untuk infeksi TBC laten dan satu bulan untuk infeksi TBC aktif. TB Alliance berupaya menyederhanakan perawatan, meningkatkan kepatuhan, dan mempercepat kemajuan menuju dunia bebas TBC melalui penelitian canggih dan terobosan ilmiah yang menjanjikan. Pendekatan ini bukan hanya bisa dicapai, tapi juga sudah berada dalam jangkauan kita.”</p>
<p class="p2"><span class="s2">Laporan TB Global 2024 menunjukkan bahwa perkiraan jumlah kasus TBC baru mulai stabil, dengan 10,8 juta kasus tercatat pada 2023, sedikit meningkat dari 10,7 juta pada 2022. Sebagian besar insiden TBC baru (87%) terjadi di 30 negara yang memiliki beban tinggi, dengan India, Indonesia, China, Filipina, dan Pakistan menyumbang lebih dari separuh total global. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Meskipun Indonesia termasuk dalam negara-negara dengan beban TBC tertinggi, komitmen politik yang kuat dari pemerintah baru menempatkan negara ini sebagai contoh global melalui adopsi dan implementasi alat inovatif untuk mengatasi tantangan kesehatan masyarakat ini.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Upaya memperkuat sistem kesehatan meliputi pengembangan alat diagnostik TBC yang diproduksi secara lokal, peningkatan signifikan anggaran nasional untuk TBC, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu lokasi uji klinis untuk vaksin TBC baru. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selain itu, Indonesia memperluas penggunaan rejimen pengobatan yang lebih singkat untuk TBC resisten obat, dengan tujuan meningkatkan hasil dan aksesibilitas. Sementara itu, para pemangku kepentingan industri seperti BioFarma, Kalgen DNA, FujiFilm, Beckton Dickinson, dan lainnya menyatakan komitmen mereka untuk mengembangkan solusi, termasuk diagnostik, pengobatan, dan vaksin, yang lebih aman, sederhana, dan efektif untuk mengakhiri TBC. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Mereka juga menyoroti peran kolaborasi publik-swasta dalam mempercepat penelitian dan pengembangan (R&amp;D), serta memastikan akses tepat waktu terhadap alat-alat TBC yang menyelamatkan jiwa di Indonesia dan seluruh dunia.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, ST, MKM</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/42eec14d-e976-420c-8c49-8e1c4f19dd04.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Finish Strong, Ibu Ida Gunadi Sadikin Serukan Eliminasi Kanker Leher Rahim 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/finish-strong-ibu-ida-gunadi-sadikin-serukan-eliminasi-kanker-leher-rahim-2030</link>				
         <pubDate>Sun, 10 Nov 2024 17:17:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/finish-strong-ibu-ida-gunadi-sadikin-serukan-eliminasi-kanker-leher-rahim-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 November 2024</p>
<p>Ibu Ida Gunadi Sadikin melintasi garis finis dalam acara &#8220;Ngobrolin HPV 5K Fun Run&#8221; di Senayan Park, Jakarta, Minggu (10/10) pagi. Kehadiran Ibu Ida dalam kegiatan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi dan komitmen terhadap upaya pencegahan dan eliminasi kanker leher rahim di Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ibu Ida menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, mitra swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama mencapai target eliminasi kanker leher rahim pada 2030. &#8220;Kita harus bergerak bersama. Eliminasi kanker leher rahim membutuhkan peran aktif semua pihak, baik dalam meningkatkan kesadaran maupun dalam mendorong partisipasi masyarakat,&#8221; ujar Ibu Ida dengan penuh semangat.</p>
<p>Kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia, menduduki peringkat keempat dalam jumlah kasus global dan angka kematian. Di Indonesia, kanker ini mempengaruhi puluhan ribu perempuan setiap tahun, dengan lebih dari setengah kasus berujung pada kematian.</p>
<p>“Kanker serviks merupakan penyakit kanker nomor dua terbanyak setelah kanker payudara. Dan 70% kasus yg ditemukan berakhri kematian karena sudah ditemukan dalam stadium lanjut, sehingga penting sekali dilakukan deteksi dini” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</p>
<p>Pemerintah telah merespons masalah ini dengan menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030, yang memuat langkah-langkah strategis seperti peningkatan layanan kesehatan, program pendidikan dan pelatihan, pengembangan tata kelola, serta kebijakan yang memungkinkan akses lebih luas pada layanan pencegahan dan penanganan kanker leher rahim. Kanker leher rahim sampai saat ini merupakan satu satunya kanker yang dapat dieliminasi.</p>
<p>Sebagai bagian dari pilar pertama dalam RAN tersebut, pemerintah meluncurkan program imunisasi HPV yang ditujukan bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Melalui program ini, diharapkan lebih banyak anak perempuan terlindungi dari risiko kanker leher rahim di masa depan.</p>
<p>&#8220;Imunisasi HPV menjadi salah satu langkah konkret kita dalam melindungi generasi mendatang. Harapan saya, semua orang tua menyadari pentingnya imunisasi ini dan mendukung anak-anak kita untuk mendapatkannya,&#8221; ungkap Ibu Ida.</p>
<p>Pada 2022, cakupan imunisasi ini mencapai 95% di 112 kabupaten/kota, dan pada 2023 telah diperluas secara nasional agar menjangkau seluruh anak perempuan di Indonesia.</p>
<p>Selain imunisasi, pemerintah menggalakkan skrining dini bagi perempuan berusia 30 hingga 69 tahun melalui DNA HPV Co-Testing. Pada 2023, program ini berhasil mencakup lebih dari 16.000 perempuan di DKI Jakarta dan diperluas ke seluruh provinsi pada awal 2024. Program skrining ini merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini, yang diharapkan dapat menekan angka kejadian kanker leher rahim dan memfasilitasi intervensi dini.</p>
<p>Pemerintah juga mendukung layanan jejaring pengampuan kanker dengan menunjuk RS Kanker Dharmais sebagai koordinator nasional dan meluncurkan program pengampuan rumah sakit jejaring kanker yang tersebar di berbagai wilayah. Program ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kanker di Indonesia, serta memastikan setiap perempuan memiliki akses ke layanan deteksi dan penanganan yang tepat waktu dan berkualitas.</p>
<p>Mengakhiri acara, Ibu Ida mengapresiasi dukungan semua pihak dalam acara ini, mulai dari mitra penyelenggara hingga para peserta lari. Ia juga mengajak para perempuan Indonesia untuk melindungi dirinya dari kematian akibat kanker leher rahim.</p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang hadir dan berpartisipasi hari ini. Pencegahan kanker leher rahim adalah upaya bersama, dan dukungan Anda semua sangat berarti. Mari kita lanjutkan perjuangan ini, demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari kanker leher rahim,&#8221; tutupnya</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (NI)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241110-WA0022.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>12 Ribu Masyarakat Kunjungi Health Innovation Festival (HAI Fest)</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/12-ribu-masyarakat-kunjungi-health-innovation-festival-hai-fest</link>				
         <pubDate>Sun, 10 Nov 2024 09:36:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/12-ribu-masyarakat-kunjungi-health-innovation-festival-hai-fest</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 November 2024</p>
<p>Sebanyak 12 ribu masyarakat dari berbagai kalangan mengunjungi Health Innovation Festival (HAI Fest) di Jakarta Convention Center (JCC) mulai dari 7-9 November 2024. Selain itu juga lebih dari 8.000 pengunjung berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan gratis. Hal ini memberi dukungan positif terhadap upaya mewujudkan sistem kesehatan yang lebih tangguh menuju Indonesia Maju.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, stand dan booth teknologi alat kesehatan dan kefarmasian pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 140 Industri Obat, Alat Kesehatan, PKRT, Makanan/Minuman, dan Kosmetik berpartisipasi dalam pameran. Teknologi alat kesehatan dan kefarmasian yang ditampilkan membuat masyarakat lebih dekat dan lebih mengenal perkembangan inovasi kesehatan.</p>
<p>“Kami tidak hanya menyampaikan teknologi terbaru, tetapi juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang datang,” kata Sekjen kunta pada penutupan HAI Fest di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (9/11/2024).</p>
<p>Sekjen Kunta berharap agar HKN menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena dilaksanakan setiap tahun.</p>
<p>Pada peringatan HKN ke-60 tahun ini, Kemenkes menggelar sebuah pameran inovasi kesehatan lokal, yakni Festival Inovasi Kesehatan atau Health Innovation Fest (HAI-Fest), bertema Leveraging Local Resources: “From Nature Nurture The Future” atau “Membangun Keberlanjutan Inovasi untuk Ketahanan Kesehatan” pada 7-9 November 2024.</p>
<p>Pameran ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada unit kerja Kemenkes, individu berprestasi, dan mitra kerja, baik dari daerah maupun swasta. Sebanyak 180 penerima penghargaan dari 26 kategori menerima apresiasi pada acara ini.</p>
<p>Adapun kategori penghargaan yang diberikan adalah</p>
<p>1. Penghargaan Pemeringkatan Profil Kesehatan Tingkat Provinsi dan kabupaten/Kota Tahun 2024</p>
<p>2. Penghargaan Health Innovation Sprint Accelerator (HISA) 2024</p>
<p>3. Penghargaan Digital Maturity Index untuk rumah sakit, kabupaten/kota, dan provinsi dengan Akselerasi Transformasi Kesehatan Digital Terbaik</p>
<p>4. Penghargaan bagi Provinsi dengan Persentase Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tertinggi</p>
<p>5. Penghargaan bagi Provinsi yang mendukung Capaian Layanan KJSU – KIA</p>
<p>6. Penghargaan bagi Provinsi dalam Implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) Tertinggi</p>
<p>7. Penghargaan bagi Provinsi dengan Kepatuhan Penggunaan Aplikasi Sarana,Prasana dan Alat Kesehatan (ASPAK) Tertinggi Tahun 2024</p>
<p>8. Penghargaan bagi Provinsi dengan kriteria patuh melaporkan INM &amp; IKP</p>
<p>9. Penganugerahan Tanda Penghargaan Mitra Bakti Husada Tahun 2024</p>
<p>10. Penghargaan Rumah Sakit Percontohan Pelayanan bagi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak</p>
<p>11. Penghargaan Apresiasi Guru Aktif dalam Implementasi Perangkat Ajar Kesehatan</p>
<p>12. Penghargaan Pengelolaan Vaksin melalui Penerapan Aplikasi Sistem Monitoring Logistik Imunisasi secara Elektronik (SMILE) dan SMILE AIDS TB Malaria (SMILE ATM) Terbaik Tahun 2024</p>
<p>13. Penghargaan Dinas Kesehatan Provinsi Terbaik dalam Pelaporan Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian melalui aplikasi SIMONA</p>
<p>14. Penghargaan bagi Rumah Sakit Vertikal dengan belanja obat produk dalam negeri terbesar dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50% Tahun 2024</p>
<p>15. Penghargaan kepada Puskesmas dengan Penginputan Capaian Imunisasi dalam Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK)</p>
<p>16. Penghargaan bagi Perwakilan Indonesia pada ASEAN Smoke-free Award (ASA) 2024 dan meraih Silver Trophy atas komitmen dan keberhasilan mengimplementasikan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)</p>
<p>17. Penganugerahan Tanda Penghargaan Implementasi Electronic Monitoring And Evaluation (E-Monev) Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Di Lingkungan Kementerian Kesehatan Tahun 2024</p>
<p>18. Penghargaan Knowledge Sharing pada Knowledge Management System Kementerian Kesehatan Tahun 2024</p>
<p>19. Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal di Lingkungan Kementerian Kesehatan Tahun 2024</p>
<p>20. Penghargaan Arsiparis Terbaik Kementerian Kesehatan Tahun 2024</p>
<p>21. Penghargaan Pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI Tahun 2024</p>
<p>22. Jabatan Fungsional Kesehatan (JFK) award tahun 2024</p>
<p>23. Penghargaan Kebijakan Peraih Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) 2024</p>
<p>Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan dari enam kategori berbeda, menjadikan provinsi ini paling banyak mendapatkan penghargaan di tahun ini, disusul Jawa Timur dengan 4 penghargaan dan Jawa Barat dengan 3 penghargaan.</p>
<p>Enam penghargaan yang diraih Mulai dari Penghargaan Pemeringkatan Profil Kesehatan Tingkat Provinsi Tahun 2024, Penghargaan bagi Provinsi dengan Persentase Penyelenggaraan RME di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tertinggi, Provinsi yang mendukung Capaian Layanan KJSU – KIA, Provinsi dengan kriteria patuh melaporkan INM &amp; IKP, Penghargaan Implementasi SMILE ATM Terbaik Tahun 2024, dan ​​Dinas Kesehatan Provinsi Terbaik dalam Pelaporan Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian melalui aplikasi SIMONA.</p>
<p>Kencana, warga Bekasi yang datang berkunjung pada hari terakhir pameran, mengatakan bahwa alasan utamanya mengunjungi pameran HKN adalah adanya pemeriksaan kesehatan gratis serta kesempatan untuk melihat berbagai industri alat kesehatan, farmasi, dan obat-obatan.</p>
<p>“Ini sih, yang paling penting ada pemeriksaan gratis, bisa mengecek tekanan darah kolesterol dan juga asam urat terus booth-booth menarik juga seperti industri dan farmasi,” kata Kencana.</p>
<p>Kencana juga berharap agar pameran serupa pada tahun-tahun mendatang dilaksanakan lebih dari tiga hari dan diadakan pada hari libur kerja.</p>
<p>“Untuk tahun depan, hari ditambah lagi, dan kalau boleh di hari Minggu juga,” lanjut Kencana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54128039080_33b4f54703_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Industri Farmasi dan Alat Kesehatan Dalam Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-industri-farmasi-dan-alat-kesehatan-dalam-negeri</link>				
         <pubDate>Sat, 09 Nov 2024 10:12:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-industri-farmasi-dan-alat-kesehatan-dalam-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 November 2024</p>
<p>Indonesia memiliki potensi pasar kesehatan yang sangat besar, karena pembelanjaan di sektor kesehatan mencapai Rp 560 triliun sampai Rp 580 triliun setiap tahunnya. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin dalam pembukaan Festival Inovasi Kesehatan (HAI-Fest) untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 di Jakarta.</p>
<p>“Rata-rata spending-nya, per kapita 140 dolar, Malaysia itu 300 dolar lebih tinggi, Singapore 3.000 dolar lebih tinggi. Jadi, kalau dalam 5 atau 10 tahun masyarakat Indonesia usianya mirip, naik seperti Malaysia atau Singapore, otomatis orang Indonesia akan naik belanja kesehatannya,” kata Menteri Budi dalam sambutannya pada pembukaan Health Innovation Festival, Jumat (8/11/2024).</p>
<p>Festival yang digelar dari tanggal 7 sampai 9 November 2024 ini mengangkat tema Leveraging Local Resources: “From Nature Nurture The Future” atau “Membangun Keberlanjutan Inovasi untuk Ketahanan Kesehatan”.</p>
<p>Tema festival ini sesuai dengan upaya Kemenkes membangun sistem ketahanan kesehatan Indonesia yang lebih aman dengan mendorong pembangunan industri farmasi, pembangunan alat kesehatan, dan pembangunan industri layanan kesehatan, dilaksanakan di dalam negeri.</p>
<p>Menteri Budi melanjutkan, perusahaan-perusahaan yang ada saat ini akan mengalami kenaikan pendapatan (revenue) hingga dua kali lipat, seiring dengan peningkatan belanja kesehatan mencapai dua kali lipat dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.</p>
<p>Menteri Budi mengatakan Festival Inovasi Kesehatan ini juga menjadi salah satu implementasi dari transformasi kesehatan pilar ketiga, yakni ketahanan sistem kesehatan. Kegiatan tersebut juga menjadi perwujudan sinergitas dari berbagai pemangku kepentingan demi mendukung kemandirian bidang kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54124502147_bd96c16cb4_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>HAI-Fest Hadir Kembali di JCC Senayan, Berikan Banyak Promo Hingga Tes Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hai-fest-hadir-kembali-di-jcc-senayan-berikan-banyak-promo-hingga-tes-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Fri, 08 Nov 2024 13:46:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hai-fest-hadir-kembali-di-jcc-senayan-berikan-banyak-promo-hingga-tes-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan menggelar Festival Inovasi Kesehatan (Health Innovation Festival) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60. Festival ini mengangkat tema Leveraging Local Resources: “From Nature Nurture The Future” atau “Membangun Keberlanjutan Inovasi untuk Ketahanan Kesehatan”.</p>
<p>Festival Inovasi Kesehatan atau Health Innovation Fest (HAI-Fest) yang diikuti oleh berbagai industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri ini dibuka pada Jumat (8/11) dan akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 7 sampai 9 November 2024 di Jakarta Convention Center Hall A dan Hall B.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengatakan HAI-Fest digelar untuk membangun keberlanjutan transformasi kesehatan pilar ketiga yakni ketahanan sistem kesehatan. Kegiatan tersebut, lanjutnya, juga menjadi perwujudan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan demi mendukung kemandirian bidang kesehatan.</p>
<p>Dikatakan Menkes, pengalaman buruk Indonesia saat menghadapi Pandemi COVID-19 menjadi titik balik Indonesia untuk memperkuat sistem kesehatan dalam negeri yang ternyata sangat rapuh.</p>
<p>Salah satunya di sektor farmasi dan alat kesehatan, yang mana Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri ditambah pembatasan perjalanan dan lockdown saat itu menyebabkan supply alat kesehatan menjadi sangat terbatas. Akibatnya, Indonesia kesulitan mendapatkan obat, vaksin dan ventilator.</p>
<p>Belajar dari situasi itu, pemerintah bertekad membangun sistem kesehatan yang aman, yang bisa bertahan kalau ada pandemi lagi,” kata Menkes. Itu sebabnya kenapa pembangunan industri farmasi, industri alat kesehatan dan industri pelayanan kesehatan akan kami dorong untuk diproduksi di dalam negeri,” kata Menkes.</p>
<p>Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengapresiasi langkah nyata Kementerian Kesehatan dalam memperkuat industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Menurutnya, ke depan sinergitas lintas disiplin ilmu antara akademisi, industri dan pemerintah harus terus dibangun.</p>
<p>“Saya mendukung sepenuhnya apa yang sudah dilakukan oleh Pak Menkes, ini sudah luar biasa, saya minta pak Menkes memfokuskan anggarannya untuk membeli produk-produk di dalam negeri,” kata Menko Pratikno.</p>
<p>Penyelenggaraan HAI-Fest melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian/Lembaga, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Rumah Sakit, Asosiasi/Organisasi Profesi, industri kesehatan, dan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan Festival Inovasi Kesehatan ini juga turut mengundang pejabat dari institusi dan kementerian lain, Komisi IX DPR RI, Duta Besar Negara Sahabat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, perwakilan negara-negara Organisation of Islamic Cooperation, dan Konsil Kesehatan Indonesia.</p>
<p>HAI-Fest dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut:<br />
a. Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan yang menampilkan inovasi hasil riset dan produk dalam negeri berupa sediaan farmasi (obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika) dan alat kesehatan.</p>
<p>b. Indonesia &#8211; COMSTECH International Conference and Exhibition of Natural Products Based Cosmetics and Nutraceuticals melibatkan negara-negara anggota OIC (Organisation of Islamic Cooperation).</p>
<p>c. One on One Business Matching antara industri manufaktur dan industri bahan baku dengan rumah sakit dan dinas kesehatan sebagai sarana untuk meningkatkan penggunaan produk kesehatan dalam negeri, dan membuka peluang kerjasama dan juga investasi industri dalam negeri.</p>
<p>d. Talkshow/Seminar oleh rumah sakit, industri, dan pengelola program di Kementerian Kesehatan sebagai media edukasi kesehatan bagi masyarakat. Topik-topik talkshow/seminar yang disampaikan antara lain Penanganan Penyakit Jantung di Indonesia dengan teknologi terbaru, Ayo bersama kita hapus stigma gangguan jiwa, Bayi Tabung, Medical Check Up (MCU), Aesthetic and Wellbeing,Tampil Cantik Bersama Wardah, Fatmawati Orthopaedic Center, Peran Uji Bioekivalensi Dalam Menjaga Mutu, Khasiat, dan Keamanan Obat, Biokompatibilitas Sebagai Jaminan Mutu Alat Kesehatan, Cantik Holistik dengan Warisan Alam dan Budaya, Antimicrobial Resistance (AMR), Tumbuh Kembang Anak yang Optimal dengan Skrining Hipotiroid Kongenital, dan sebagainya.</p>
<p>e. Pemberian Penghargaan Karya Anak Bangsa kepada inventor, industri dan start-up company di bidang farmasi dan alat kesehatan.</p>
<p>f. Pemeriksaan kesehatan gratis seperti pemeriksaan mata, pemeriksaan kepadatan tulang, pemeriksaan gula darah, deteksi dini penyakit tidak menular, pemeriksaan kardiovaskuler menggunakan NIVA, serta deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Masyarakat juga dapat melakukan donor darah dan terapi akupuntur di kegiatan ini.</p>
<p>Selain itu, acara HAI Fest HKN ke-60 juga diisi dengan lomba mewarnai anak, hiburan oleh artis nasional, games, Happy Hour (senam dan zumba), dan doorprize, yang seluruhnya gratis untuk umum.</p>
<p>Peringatan HKN bukan sekedar selebrasi, tetapi merupakan momentum baik untuk semakin menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi demi kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/665b7751-8a80-47c3-9ed0-d0a066349f2b.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gerak Cepat Bantu Korban Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gerak-cepat-bantu-korban-terdampak-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki</link>				
         <pubDate>Wed, 06 Nov 2024 15:09:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gerak-cepat-bantu-korban-terdampak-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) mengirim bantuan untuk korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Puskris Sumarjaya mengatakan, pengiriman bantuan ini merupakan respons tanggap darurat dan dukungan kemanusiaan bagi para korban.</p>
<p>“Upaya penyaluran bantuan kesehatan telah kami lakukan secara bertahap,” kata Sumarjaya.</p>
<p>Bantuan yang disalurkan oleh Kemenkes melalui Puskris untuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki meliputi 20 unit oxygen concentrator, 10.000 masker dewasa, 5.000 masker anak, 500 buah face shield disposable atau pelindung wajah sekali pakai, dan 10 kantong jenazah.</p>
<p>Bantuan obat-obatan juga disalurkan berupa 500 ampul Dexamethasone, 1.800 oralit, 20 botol larutan infus glukosa, 1.000 tablet Metronidazole, 500 tablet Paracetamol, 1.000 tablet Ciprofloxacin, 20 botol Zinc Sulfate sirup, 20 botol Natrium Chlorida infus, dan 20 botol Ringer Lactat infus.</p>
<p>Selain bantuan kesehatan dasar dan obat-obatan, Kemenkes telah mendirikan pos kesehatan, memberikan pelayanan, serta memantau penyakit yang muncul akibat bencana ini.</p>
<p>Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi besar pada Minggu, 3 November 2024, pukul 23.57 WITA. Dua kecamatan mengalami dampak signifikan akibat bencana gunung meletus tersebut, yakni Kecamatan Wulanggitang (6 desa) dan Kecamatan Ilebura (2 desa).</p>
<p>Hingga 5 November 2024, sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia dan 138 mengalami luka-luka dengan rincian 31 luka berat dan 107 luka ringan.</p>
<p>Sebanyak 4.436 Jiwa harus mengungsi yang tersebar di 24 lokasi pengungsian serta 10.295 jiwa terdampak yang berasal dari Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura.</p>
<p>Sepuluh fasilitas pelayanan kesehatan turut terdampak, yakni Puskesmas Boru dan 8 unit kesehatan di desa wilayah kerja Puskesmas Boru, serta Unit Puskesmas Ilebura, yaitu Polindes Dulipali.</p>
<p>“Untuk saat ini pelayanan Kesehatan di Puskesmas Boru dan 8 unit kesehatan lainnya ditutup,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, fasilitas kesehatan yang disiagakan ada Puskesmas Ilebura, Puskesmas Lewolaga, Puskesmas Lato, dan Puskesmas Demon Pagong. Pelayanan rujukan di RSUD Dr. Henrikus Fernandez Larantuka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/e65763d8-2841-4803-9403-69f929bc75b8.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Penipuan Melalui Situs SATUSEHAT Health Pass Palsu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penipuan-melalui-situs-satusehat-health-pass-palsu</link>				
         <pubDate>Wed, 06 Nov 2024 13:35:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penipuan-melalui-situs-satusehat-health-pass-palsu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendapatkan laporan adanya pemalsuan situs SATUSEHAT Health Pass (SSHP), yang menargetkan pelaku perjalanan internasional untuk membayar sejumlah biaya saat mengisi formulir di situs web tersebut.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada publik untuk selalu waspada. Pengisian SSHP hanya melalui situs resmi sshp.kemkes.go.id atau SATUSEHAT Mobile dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujar Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji, Selasa (5/11).</p>
<p>SATUSEHAT Health Pass merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Monkeypox (Mpox) di Indonesia. Adapun, pengisian SATUSEHAT Health Pass wajib dilakukan bagi pelaku perjalanan internasional, baik WNI maupun WNA, setibanya di Indonesia.</p>
<p>Pelaku perjalanan hanya perlu mengisi formulir daring (online) secara gratis melalui sshp.kemkes.go.id. Setelah itu, muncul barcode yang berisi riwayat kesehatan dan perjalanan. Barcode tersebut akan dipindai oleh petugas di pintu kedatangan bandara, selanjutnya barcode dapat disimpan oleh pengguna.</p>
<p>Setiaji juga mengimbau masyarakat, khususnya kepada pelaku perjalanan internasional, untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali tindakan ilegal serupa. Apabila menemukan tindakan tersebut, masyarakat dapat melaporkannya melalui email helpdesk@kemkes.go.id.</p>
<p>“Tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tetapi juga tindakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut juga dapat berdampak pada keamanan dan perlindungan data pribadi masyarakat,” tutup Setiaji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241106-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>HKN ke-60, Menkes Kenang dan Beri Penghormatan kepada Pahlawan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hkn-ke-60-menkes-kenang-dan-beri-penghormatan-kepada-pahlawan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 05 Nov 2024 13:58:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hkn-ke-60-menkes-kenang-dan-beri-penghormatan-kepada-pahlawan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, bersama Wakil Menteri Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono serta seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (5/11). Ziarah ini untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkontribusi dalam memajukan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Ziarah dilakukan dengan mendoakan para pahlawan dan upacara tabur bunga. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60. Prosesi ziarah dimulai pukul 08.00 WIB. Menkes Budi memimpin upacara penghormatan bersama para pejabat dan pegawai Kemenkes.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, ziarah dan upacara tabur bunga ini dilakukan setiap tahun untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional. Di Jakarta, beberapa pahlawan kesehatan dimakamkan di TMP Kalibata, sementara lainnya dimakamkan di lebih dari 20 kota lain di Indonesia.<br />
&#8220;Mudah-mudahan bisa diingat jasa-jasa mereka para pahlawan sekaligus terima kasih karena namanya digunakan sebagai nama rumah sakit dan gedung-gedung Kemenkes,&#8221; ucap Menkes Budi di TMP Kalibata, Selasa (5/11.</p>
<p>Selain Menkes Budi dan Wamenkes Prof. Dante, turut hadir pejabat lain di TMP Kalibata, yaitu Sekretaris Jenderal Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Inspektur Jenderal Murti Utami, Dirjen Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi, Dirjen Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya, dan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia.</p>
<p>Usai upacara penghormatan, Menkes Budi dan rombongan langsung menuju makam pahlawan istri Presiden RI ke-3 BJ Habibie, yakni Almh. Asri Ainun Besari Habibie. Adapun, makam pahlawan lainnya yang diziarahi pejabat Kemenkes antara lain dr. Johanes Leimena, GA, Prof. Dr. dr. Gerrit A. Siwabessy, dr. Suwardjono Surjaningrat, dr. Hidayat Hardjo Prawito, dr. M. Soerono, Prof. Dr. dr. Sujudi, Prof. Dr. dr. Darwin Karyadi, Drs. Marisi P. Sihombing, H. Adam Malik Batubara, dan Brigjen TNI (Purn) dr. Aloysius Benedictus Mboi, MPH.</p>
<p>Total terdapat 11 pahlawan kesehatan yang dimakamkan di TMP Kalibata. Tak hanya itu, Kemenkes melakukan ziarah dan upacara tabur bunga di Sandiego Hills untuk pahlawan Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, TPU Pondok Kelapa untuk pahlawan dr. Adhyatma, MPH, dan TPU Al Azhar Karawang untuk pahlawan dr. Achmad Sujudi, Sp.B, MHA.</p>
<p>Ziarah dan upacara tabur bunga juga dilakukan di 25 RS Vertikal Kemenkes:<br />
1. dr Kariadi<br />
2. dr. Soeradji Tirtonegoro<br />
3. Prof. DR. M. Sardjito, MD, MPH<br />
4. Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono<br />
5. Doktor Jacob Bernadus Sitanala<br />
6. dr. Soeharto Heerdjan Sp.KJ<br />
7. Dr. Tadjuddin Chalid, MPH<br />
8. Goenawan Partowidigdo<br />
9. Dr. Rivai Abdullah<br />
10. Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah<br />
11. Dr. Ario Wirawan Salatiga<br />
12. dr. Tjipto Mangoenkoesoemo<br />
13. Dr. Radjiman Wediodiningrat<br />
14. Dr. Marzoeki Mahdi<br />
15. Dr. Mohammad Djamil, MPH, DPH gelar Datuk Rangkayo Tuo<br />
16. Fatmawati Soekarno<br />
17. Prof. Dr. Julie Sulianti Saroso, MPH<br />
18. Dr. H. A. Rotinsulu<br />
19. Prof. Dr. R. D. Kandou<br />
20. Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta<br />
21. Brigadir Jenderal TNI (Purn.) dr. Hasan Sadikin<br />
22. dr. Mohammad Hoesin<br />
23. Prof. Dr. R. Soeharso<br />
24. Dr Wahidin Sudirohusodo<br />
25. Prof. Dr. Soerojo </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-14.02.57.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Walau Tak Ada Lagi Mandatory Spending, Anggaran Kesehatan 2025 Tetap di Atas 5%</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/walau-tak-ada-lagi-mandatory-spending-anggaran-kesehatan-2025-tetap-di-atas-5</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Nov 2024 18:17:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/walau-tak-ada-lagi-mandatory-spending-anggaran-kesehatan-2025-tetap-di-atas-5</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 November 2024</p>
<p>Pemerintah telah mengalokasikan anggaran kesehatan untuk tahun 2025 sekitar Rp217,3 triliun. Anggaran ini mencapai 6 persen total APBN 2025, meski mandatory spending atau kewajiban alokasi anggaran untuk kesehatan telah dihapus dalam UU Kesehatan No 17 Tahun 2023. </p>
<p>“Dengan adanya alokasi sebesar 6 persen ini, tentunya pemerintah berkomitmen untuk mengelolanya secara efektif dan efisien bagi peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Aji Muhawarman </p>
<p>Ia menjelaskan bahwa dari total anggaran kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengelola sekitar Rp129,8 triliun. Rinciannya, Rp105,6 triliun akan dikelola Kemenkes, sementara Rp24,2 triliun dialokasikan untuk pemerintah daerah (pemda) dalam bentuk dana alokasi khusus fisik dan nonfisik.</p>
<p>Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif, serta menyukseskan agenda transformasi kesehatan.</p>
<p>Adapun, program quick win Presiden di bidang kesehatan yang dilaksanakan mulai tahun 2025 yaitu pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TB, dan Pembangunan RS Daerah kelas D/ D pratama menjadi kelas C.</p>
<p>Program strategis kemenkes lainnya antara lain percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil/menyusui dan balita, serta pengendalian penyakit menular seperti malaria dan AIDS</p>
<p>Selain itu, anggaran kesehatan 2025 mencakup penguatan akses dan layanan kesehatan di seluruh daerah, seperti peningkatan program JKN, penyediaan sarana dan prasarana, serta memperkuat kemandirian industri farmasi dalam negeri.</p>
<p>Untuk mendukung berbagai program strategis tersebut, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Peningkatan kapasitas dan keterampilan SDM kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan distribusi SDM kesehatan yang lebih merata.</p>
<p>“Dengan adanya anggaran kesehatan yang lebih besar diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” harapnya. </p>
<p>Mandatory spending dihapus dari UU Kesehatan karena pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ingin merubah paradigma belanja kesehatan dari kewajiban alokasi anggaran harus dihabiskan apa pun belanja kesehatannya menjadi program kesehatan berbasis kebutuhan. </p>
<p>“Sebelum UU Kesehatan, program disusun berdasarkan paradigma bagaimana membelanjakan 5 persen kewajiban alokasi anggaran kesehatan. Sehingga ada kecenderungan program dibuat-buat yang penting anggaran terbelanjakan. Contohnya anggaran stunting dipakai untuk renovasi pagar Puskesmas. Ini tidak efisien dan tidak tepat sasaran,” kata Aji.</p>
<p>“Dalam paradigma baru, anggaran dibuat berdasarkan kebutuhan dan program yang akan dijalankan sehingga lebih tepat sasaran. Jadi tidak benar isu yang beredar hilangnya mandatory spending di UU Kesehatan berarti anggaran kesehatan akan menurun ke depannya,” tutup Aji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG_3109.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Minta Konsil dan Kolegium Bidang Kesehatan Prioritaskan Akses bagi Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-minta-konsil-dan-kolegium-bidang-kesehatan-prioritaskan-akses-bagi-masyarakat</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Nov 2024 18:13:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-minta-konsil-dan-kolegium-bidang-kesehatan-prioritaskan-akses-bagi-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 November 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri pertemuan Program Kerja Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium Kesehatan Indonesia, dan Majelis Disiplin Profesi, di hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (4/11). </p>
<p>Menkes Budi meminta forum tersebut untuk memprioritaskan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam program kerja masing-masing.</p>
<p>&#8220;Prioritas saya adalah akses ke layanan kesehatan. Akses itu penting dan harus berdasarkan best practices,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Tugas bersama yang harus dilakukan adalah menyediakan akses layanan kesehatan dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau bagi seluruh masyarakat. Akses layanan kesehatan ini merupakan amanah konstitusi yang menjadi hak bagi seluruh masyarakat.</p>
<p>Menked Budi mengatakan, peningkatan akses layanan kesehatan ini harus didukung dengan redistribusi kompetensi ke bawah atau hingga tingkat puskesmas. Dengan kata lain, kompetensi tenaga medis tidak boleh eksklusif bagi spesialis tertentu.</p>
<p>&#8220;Mengenai akses layanan kesehatan ini, teman-teman kolegium kesehatan harus cepat membuat program untuk mendistribusi kompetensinya ke bawah, ke tingkat puskesmas,&#8221; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya, yakni kompetensi hanya dimiliki secara eksklusif oleh spesialis tertentu. Sekarang, Menkes Budi meminta agar kompetensi tersebut didistribusikan seluas-luasnya dengan tetap menjaga kualitas.</p>
<p>&#8220;Saya mau lihat ada distribusi pengetahuan bukannya malah dieksklusifkan tapi diinklusifkan ke bawah terutama terkait penggunaan alat-alat kesehatan dan layanan kesehatan yang memang dibutuhkan masyarakat,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai contoh, USG tidak hanya dapat digunakan untuk mengecek kondisi kandungan, tetapi juga bisa digunakan untuk deteksi dini kanker payudara, yang merupakan penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;USG ini sekarang sedang kita lengkapi untuk puskesmas. Itu harus cepat dilatih dokter umum, kasih kompetensi, diajarin bukan dieksklusifkan dengan alasan patient safety,&#8221; tutur Menkes Budi</p>
<p>&#8220;Akses itu penting sekali, dan saya minta nomor satu saya mau lihat redistribusi dari kompetensi masif ke bawah karena dalam 2-3 tahun akan didistribusikan alat-alat kesehatan lengkap ke Puskesmas,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menargetkan Kolegium Kesehatan Indonesia untuk menyelesaikan distribusi kompetensi ini dalam waktu 3 bulan.</p>
<p>&#8220;Saya kasih waktu 3 bulan untuk distribusi kompetensi ke bawah,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/54116297908_6706df280c_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SATUSEHAT Raih Penghargaan AAAH Award 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-raih-penghargaan-aaah-award-2024</link>				
         <pubDate>Sat, 02 Nov 2024 15:32:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-raih-penghargaan-aaah-award-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 November 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali meraih penghargaan atas inovasinya. Kali ini, Kemenkes RI menerima penghargaan special recognition award dalam kategori Digital Health dari Asia-Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) melalui AAAH Award 2024 atas keberhasilannya mengintegrasikan rekam medis elektronik (RME) melalui SATUSEHAT.</p>
<p>Penghargaan tersebut diumumkan secara resmi pada AAAH Conference ke-13 di Lao PDR, 27–31 Oktober. Dalam acara tersebut, Kemenkes RI juga berkesempatan memamerkan inovasi teknologi kesehatan dan capaian SATUSEHAT kepada delegasi dari berbagai negara di Asia-Pasifik.</p>
<p>“Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami. Bahwa inovasi yang kami lakukan meningkatkan kualitas data dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat melalui digitalisasi kembali mendapat pengakuan secara internasional,” kata Staf Ahli bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI Setiaji.</p>
<p>Setiaji menjelaskan, SATUSEHAT telah menjadi ekosistem teknologi kesehatan nasional yang mendukung layanan kesehatan terintegrasi dan berkualitas. “Data kesehatan dari seluruh fasyankes di Indonesia kini dapat diintegrasikan melalui SATUSEHAT, yang diharapkan akan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.”</p>
<p>Hingga hari ini, SATUSEHAT telah mengintegrasikan lebih dari 40 ribu sistem RME di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Indonesia, dengan total target 60 ribu fasyankes terintegrasi hingga akhir 2024.</p>
<p>AAAH merupakan kemitraan di kawasan Asia-Pasifik yang dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan global dan aksi regional untuk meningkatkan kapasitas dalam perencanaan dan manajemen sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan.</p>
<p>AAAH Award 2024 bukanlah penghargaan pertama yang diraih oleh Kemenkes RI melalui SATUSEHAT. Dalam tiga tahun terakhir, Kemenkes RI telah meraih setidaknya 13 penghargaan nasional dan internasional atas upayanya melakukan transformasi digital kesehatan. Diantaranya The GovTech Prize 2024, OpenGov Asia Award 2023, TOP Digital Awards 2023, IDC Future Enterprise Awards 2022, IdenTIK 2022, dan lain sebagainya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot_20241005_193333_Chrome.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SATUSEHAT Dikembangkan Langsung Oleh Kemenkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-dikembangkan-langsung-oleh-kemenkes</link>				
         <pubDate>Thu, 31 Oct 2024 21:10:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-dikembangkan-langsung-oleh-kemenkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Oktober 2024</p>
<p>Muncul narasi di media sosial yang menyatakan bahwa SATUSEHAT adalah program global. Narasi lain menyebutkan, kehadiran SATUSEHAT diusulkan dan dirancang untuk menghadapi pandemi berikutnya.</p>
<p>Chief of Technology Transformation Office (TTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Setiaji, S.T, M.Si menjelaskan, pengembangan SATUSEHAT dilakukan oleh Kemenkes.</p>
<p>SATUSEHAT adalah ekosistem pertukaran data kesehatan (Health Information Exchange/HIE) yang menghubungkan sistem informasi atau aplikasi dari seluruh anggota ekosistem digital kesehatan Indonesia, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), regulator, penjamin, dan penyedia layanan digital.</p>
<p>“SATUSEHAT dikembangkan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi dan Digital Transformation Office (Pusdatin-DTO), yang dirancang sebagai bagian Sistem Informasi Kesehatan Nasional,” jelas Setiaji di Jakarta, Kamis (31/10).</p>
<p>“SATUSEHAT mendukung ekosistem teknologi kesehatan, yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi dan berkualitas untuk masyarakat Indonesia.”</p>
<p>Kemenkes berupaya mengembangkan produk-produk ekosistem SATUSEHAT untuk memudahkan masyarakat mengakses data kesehatan dan mengelola kesehatan pribadi secara mandiri. Dengan adanya ekosistem SATUSEHAT, diharapkan pertukaran data kesehatan dapat lebih efisien dan efektif.</p>
<p>“Dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat Indonesia melalui SATUSEHAT Mobile, SATUSEHAT Platform, SATUSEHAT SDMK, SATUSEHAT Logistik, dan lainnya,” lanjut Setiaji.</p>
<p>SATUSEHAT Mobile adalah aplikasi kesehatan masyarakat yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Platform. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur dan layanan kesehatan, di antaranya pengingat minum obat, terkoneksi dengan wearable device, dan sertifikat imunisasi.</p>
<p>Kemudian, SATUSEHAT Platform merupakan platform integrasi data kesehatan individu antar-fasyankes. Platform ini menghubungkan sistem informasi atau aplikasi dari seluruh anggota ekosistem digital kesehatan Indonesia.</p>
<p>SATUSEHAT SDMK dimanfaatkan untuk mengintegrasikan dan mengelola data profil tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung kesehatan lainnya. Sistem ini bertujuan memfasilitasi pencarian dan integrasi profil, pembaruan data pribadi dan keprofesian, serta layanan registrasi dan perizinan.</p>
<p>Selanjutnya, SATUSEHAT Logistik digunakan untuk memantau ketersediaan stok vaksin di setiap fasilitas layanan kesehatan agar monitoring menjadi lebih mudah.</p>
<p>Apresiasi Manfaat SATUSEHAT</p>
<p>Setiaji menambahkan, SATUSEHAT didesain sesuai cetak biru “Strategi Transformasi Digital Kesehatan” yang dapat diakses publik secara terbuka. Cetak biru ini pertama kali diterbitkan oleh Kemenkes RI pada 2021.</p>
<p>Pemanfaatan SATUSEHAT mendapatkan apresiasi dari dalam dan luar negeri. Apresiasi berupa penghargaan dalam memanfaatkan dan mengimplementasikan teknologi digital yang meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>“SATUSEHAT juga diapresiasi manfaatnya oleh publik, terbukti dari penghargaan yang telah didapatkan oleh SATUSEHAT dari dalam maupun luar negeri,” tambah Setiaji.</p>
<p>Salah satu penghargaan Kemenkes RI melalui SATUSEHAT, yaitu The GovTech Prize 2024 Kategori Kesehatan atas inovasi dalam mengembangkan SATUSEHAT. Penghargaan ini diterima saat World Governments Summit 2024 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 13 Februari 2024.</p>
<p>Dalam dua tahun terakhir, Kemenkes RI telah meraih 12 penghargaan nasional dan internasional lainnya atas upaya melakukan transformasi dan digitalisasi kesehatan. Penghargaan-penghargaan itu, di antaranya OpenGov Asia Award 2023, IDC Future Enterprise Awards 2022, IdenTIK 2022, TOP Digital Awards 2023, dan sebagainya.</p>
<p>SATUSEHAT juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan wabah pada masa mendatang, seperti yang sudah berjalan ketika pandemi COVID-19 dan pencegahan Mpox.</p>
<p>“Pemanfaatan SATUSEHAT untuk penanganan wabah, yakni dengan menyediakan data kesehatan berkualitas dan terintegrasi yang dapat mendukung analisis dan dasar pengembangan kebijakan pemerintah,” ucap Chief of TTO Setiaji.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241005_193333_Chrome-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skrining Kesehatan Gratis Berdasarkan Usia, Hadiah Spesial Setiap Hari Ulang Tahun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kesehatan-gratis-berdasarkan-usia-hadiah-spesial-setiap-hari-ulang-tahun</link>				
         <pubDate>Thu, 31 Oct 2024 21:06:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kesehatan-gratis-berdasarkan-usia-hadiah-spesial-setiap-hari-ulang-tahun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Oktober 2024</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan RI akan meluncurkan program skrining kesehatan gratis yang dapat diakses oleh seluruh warga Indonesia pada hari ulang tahunnya mulai tahun 2025. Program ini merupakan hadiah dari negara kepada masyarakat, yang berfokus pada deteksi dini dan pencegahan penyakit sesuai kategori usia.</p>
<p>“Skrining ini adalah hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat, dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan terpantau secara dini,” ujar Menteri Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (31/10).</p>
<p>Program ini berbeda dari skrining Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 14 jenis penyakit. Skrining ulang tahun ini dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit sesuai golongan usia, dengan tujuan meningkatkan efektivitas deteksi dini dan meminimalkan risiko kematian serta kecacatan.</p>
<p>Kategori Skrining Berdasarkan Golongan Usia:</p>
<p>Skrining Balita: Difokuskan pada deteksi penyakit bawaan lahir seperti hipotiroid kongenital yang, jika teridentifikasi secara dini, dapat diobati untuk mencegah kematian atau kecacatan.</p>
<p>Skrining Remaja (di bawah 18 tahun): Meliputi pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi. Skrining ini bertujuan mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul pada usia anak hingga remaja.</p>
<p>Skrining Dewasa: Difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks, yang merupakan penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, serta kanker prostat pada laki-laki.</p>
<p>Skrining Lansia: Meliputi pemeriksaan alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum terkait penuaan.</p>
<p><strong>Lokasi Skrining dan Mekanisme Pendaftaran</strong></p>
<p>Skrining akan dilakukan di Puskesmas dan sekolah-sekolah sesuai dengan kategori usia yang relevan. Untuk mendukung pendataan, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Warga yang berulang tahun cukup mendatangi Puskesmas terdekat dengan membawa identitas, dan petugas akan memverifikasi data berdasarkan basis data kependudukan untuk mengakses layanan ini.</p>
<p>Dengan program ini, Kementerian Kesehatan berharap masyarakat Indonesia dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini, guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54106891599_5570669b6c_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Hadiri HUT RSK Dharmais, Puji Kemajuan Layanan Kanker Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-hadiri-hut-rsk-dharmais-puji-kemajuan-layanan-kanker-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 30 Oct 2024 16:01:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-hadiri-hut-rsk-dharmais-puji-kemajuan-layanan-kanker-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Oktober 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais yang digelar pada Rabu (30/10). Menkes Budi menilai RSK Dharmais telah menorehkan banyak capaian bagi kemajuan layanan kanker di Indonesia.</p>
<p>“Selamat ulang tahun yang ke-31, Dharmais ini dalam 2 tahun terakhir sebenarnya sudah sangat banyak menghasilkan sesuatu yang terkadang saya lupa puji,” kata Menkes.</p>
<p>Pertama, RSK Dharmais berhasil mewujudkan National Cancer Plan, yaitu dokumen strategi penanganan kanker di Indonesia. Kedua, program pengampuan layanan kanker sudah berjalan di Indonesia, mulai dari tingkat RSUD hingga puskesmas.</p>
<p>Ketiga, RSK Dharmais berhasil menjadi salah satu penyelenggara pendidikan spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) untuk program studi onkologi. Keempat, kini RSK Dharmais memiliki fasilitas dan alat kesehatan yang canggih serta modern.</p>
<p>“Luar biasa, saya terima kasih atas kesabaran teman-teman RS Kanker Dharmais dalam mendengarkan setiap masukan saya, itu semata-mata untuk melayani kesehatan masyarakat Indonesia,” ucap Menkes.</p>
<p>Kendati sudah ada kemajuan yang luar biasa, Menkes meminta RSK Dharmais selaku pusat rujukan kanker nasional untuk tidak berpuas diri dan terus melakukan perubahan besar demi kemajuan layanan kanker.</p>
<p>“Kalau kita sudah mencapai sesuatu, jangan sampai pace-nya turun. Jadi, kalau Dharmais sudah luar biasa selama 31 tahun ini, kemampuannya sudah jauh lebih baik, jadi 5 tahun kedepan harus lebih cepat dari sekarang,” ungkapnya.</p>
<p>Karena itu, Menkes Budi meminta RSK Dharmais untuk mengembangkan layanan paliatif kanker dalam lima tahun mendatang. Layanan ini bertujuan meningkatkan semangat dan motivasi para pasien dalam melawan kanker.</p>
<p>Selanjutnya, RSK Dharmais juga diminta untuk membangun patient journey guna mendorong masyarakat melakukan deteksi dini penyakit kanker. Dikatakan bahwa hingga saat ini pemerintah telah menyediakan berbagai alat deteksi dini kanker, seperti USG dan mammografi, di puskesmas dan rumah sakit.</p>
<p>Sayangnya, alat-alat tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Misalnya, mammografi; berdasarkan tinjauan Menkes di rumah sakit vertikal, penggunaan mammografi untuk deteksi dini kanker payudara, yang merupakan penyebab kematian tertinggi bagi perempuan Indonesia, justru sangat rendah.</p>
<p>“Mereka takut di mamografi karena takut ketahuan sakitnya, itu menyebabkan ketahuannya sudah stadium 4, masuk Dharmais sudah telat, kualitas hidupnya sudah jelek. Jadi Dharmais tolong bikin patient journey dengan mengedukasi mulai dari wanita-wanita Indonesia,” terangnya.</p>
<p>Menkes juga meminta agar RSK Dharmais dan seluruh rumah sakit vertikal memiliki gedung atau lantai khusus untuk pendidikan dan riset. Gedung riset ini berguna untuk meneliti serta mengembangkan layanan dan alat kesehatan.</p>
<p>“Saya dukung dan itu bagian dari tugas research yang saya amanatkan,” katanya</p>
<p>Selain itu, Menkes juga meminta agar National Cancer Registry yang telah dinantikan selama bertahun-tahun segera diselesaikan. Ia menargetkan data tersebut sudah tersedia tahun depan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/1197a435-4dde-4c26-9574-5f18a0f5b3d2.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Memutus Rantai Stigma Kesehatan Jiwa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/memutus-rantai-stigma-kesehatan-jiwa</link>				
         <pubDate>Tue, 29 Oct 2024 21:12:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/memutus-rantai-stigma-kesehatan-jiwa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Oktober 2024</p>
<p>Stigma seputar masalah kesehatan jiwa masih sulit dihilangkan. Beberapa stigma, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan stres, sering kali dikaitkan dengan rendahnya keimanan seseorang. Bahkan, pekerja yang berupaya mencari layanan kesehatan jiwa tak jarang dipandang “sudah tidak mampu lagi bekerja.”</p>
<p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dampak stigma dan diskriminasi yang dialami orang-orang dengan gangguan kesehatan jiwa dapat memperparah kondisi mereka. Stigma dan diskriminasi ini dapat menghambat proses pemulihan serta menimbulkan keengganan untuk mencari bantuan atau perawatan.</p>
<p>Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi, MPHM menyampaikan tiga langkah untuk memutus rantai stigma dan diskriminasi terhadap orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa.</p>
<p>“WHO menganjurkan beberapa langkah untuk melawan stigma dan diskriminasi. Langkah ini tertuang dalam ‘World Mental Health Report: Transforming mental health for all’, yang diterbitkan WHO pada 2022,” ujar Imran di Jakarta, ditulis Selasa (29/10).</p>
<p>“Pertama, strategi edukasi (education strategies) untuk meluruskan mitos dan kesalahpahaman, termasuk di dalamnya kampanye literasi, kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dan berbagai kegiatan pelatihan dan pembelajaran.”</p>
<p>Langkah kedua adalah strategi kontak (contact strategies) untuk mengubah sikap negatif masyarakat umum melalui interaksi dengan orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan jiwa. Strategi ini dapat mencakup kontak sosial langsung, kontak simulasi, kontak video atau online, serta penggunaan layanan dukungan sebaya dalam pengaturan perawatan kesehatan.</p>
<p>“Berikutnya, langkah ketiga berupa strategi aksi (protest strategies), yaitu penolakan terhadap stigma dan diskriminasi secara formal. Contohnya, demo, petisi, boikot, dan kampanye advokasi lainnya,” lanjut Imran.</p>
<p>Penelitian tentang dampak ketiga strategi WHO tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian besar kelompok orang, kontak sosial adalah jenis intervensi paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait stigma. Beberapa negara berpenghasilan tinggi telah berhasil mengampanyekan kesadaran publik berskala besar dan strategi berbasis kontak untuk menciptakan perubahan positif terkait kesehatan jiwa.</p>
<p><strong>Kampanye Anti-Stigma Kesehatan Jiwa</strong></p>
<p>Di beberapa negara, lanjut Direktur Imran Pambudi, terdapat kampanye nasional yang mengarah pada perubahan positif dalam sikap publik terhadap kesehatan jiwa. Upaya ini juga tercatat dalam laporan WHO.</p>
<p>Contohnya adalah Time to Change, kampanye anti-stigma di Inggris yang bertujuan mengakhiri stigma dan diskriminasi yang dihadapi orang-orang dengan kondisi kesehatan jiwa.</p>
<p>“Kegiatan yang dilakukan, misalnya, acara-acara komunitas lokal dan penghargaan yang dibuat oleh penyintas. Hasilnya, kegiatan yang berbasis kontak dengan masyarakat awam, efektif menurunkan stigma serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa,” kata Imran.</p>
<p>Di Australia, terdapat program literasi kesehatan jiwa oleh Beyond Blue, sebuah organisasi yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Kegiatan organisasi ini berfokus pada penyediaan dukungan untuk mengatasi depresi dan gangguan kecemasan.</p>
<p>Selain itu, Beyond Blue mengadakan pelatihan perawatan kesehatan jiwa dan forum diskusi komunitas. Temuan utama dari kegiatan tersebut menunjukkan lebih banyak peningkatan kesadaran masyarakat terkait depresi dan manfaat perawatannya. Program pelatihan ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan tentang gangguan kesehatan jiwa.</p>
<p>“Ada juga kampanye Opening Minds, edukasi berbasis kontak di Kanada. Kampanye ini memberikan dukungan terkait kesehatan jiwa. Intervensi ditujukan kepada penyedia layanan kesehatan, karyawan, dan anak-anak muda,” terang Imran.</p>
<p>“Hasil temuan utama, salah satunya, berbagai cerita tentang harapan dan kesembuhan adalah yang paling berhasil menurunkan stigma.”</p>
<p>Opening Minds adalah sebuah kampanye dari Mental Health Commission of Canada (MHCC) untuk mengurangi stigma dan mengupayakan kesehatan jiwa yang baik di Kanada. Kampanye ini mempromosikan kesehatan dan ketahanan jiwa sekaligus menghilangkan stigma.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Picsart_24-10-29_21-09-07-324.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skrining Kesehatan Jiwa Minimal Setahun Sekali</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kesehatan-jiwa-minimal-setahun-sekali</link>				
         <pubDate>Fri, 25 Oct 2024 22:07:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kesehatan-jiwa-minimal-setahun-sekali</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Oktober 2024</p>
<p>Anjuran skrining kesehatan jiwa bagi masyarakat adalah minimal satu kali dalam setahun. Skrining ini sebagai langkah mendeteksi dini kondisi kejiwaan individu, sehingga apabila ditemukan tanda-tanda masalah mental, dapat segera dilakukan intervensi yang lebih cepat dan tepat.</p>
<p>Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi, MPHM menyampaikan, anjuran skrining kesehatan jiwa ditujukan untuk seluruh kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia). Skrining juga dapat dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun jika diperlukan.</p>
<p>“Sasaran skrining kesehatan jiwa adalah seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, nifas, anak, remaja, dewasa, dan lansia,” ujar Imran di Jakarta.</p>
<p>“Untuk kelompok masyarakat yang berisiko masalah kesehatan jiwa seperti individu dengan penyakit kronis, termasuk sasaran prioritas untuk mendapatkan skrining satu kali dalam setahun, tapi bisa dilakukan lebih dari satu kali jika diperlukan.”</p>
<p>Skrining kesehatan jiwa diperbolehkan lebih dari satu kali jika terdapat indikasi. Khusus untuk ibu hamil, skrining kesehatan jiwa dianjurkan dilakukan tiga kali.</p>
<p>“Rinciannya, dua kali selama masa kehamilan, yaitu pada saat pemeriksaan kehamilan pada trimester pertama, kunjungan ke-1 Antenatal Care (ANC) dan pada saat trimester ketiga, kunjungan ke-5 ANC,” lanjut Imran.</p>
<p>“Kemudian, skrining lagi satu kali pada masa nifas, yaitu saat pelayanan nifas ketiga dilakukan pada waktu 8-28 hari setelah persalinan (KF-3).”</p>
<p>Lebih lanjut, Imran Pambudi menyatakan, layanan skrining kesehatan jiwa dapat diakses masyarakat di puskesmas. Akses tersebut tidak hanya di puskesmas yang berada di kota-kota besar saja, melainkan puskesmas di daerah.</p>
<p>“Skrining kesehatan jiwa dan tindak lanjut hasil skrining merupakan salah satu program pencegahan masalah kesehatan jiwa yang dijalankan oleh tenaga kesehatan di puskesmas, sehingga semua puskesmas bisa melaksanakan kegiatan skrining ini, bukan hanya puskesmas di kota-kota besar,” katanya.</p>
<p>Meningkatkan Layanan Skrining Kesehatan Jiwa</p>
<p>Untuk meningkatkan layanan skrining kesehatan jiwa, Kemenkes melakukan beberapa upaya. Pertama, penyediaan skrining kesehatan jiwa secara digital dalam aplikasi, baik melalui Sistem Informasi Kesehatan Jiwa (SIMKESWA) maupun SATUSEHAT Mobile.</p>
<p>SIMKESWA adalah aplikasi berbasis website untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis informasi terkait kesehatan jiwa. SIMKESWA bertujuan membantu perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi program kesehatan jiwa.</p>
<p>Kedua, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelaksanaan kegiatan orientasi skrining kesehatan jiwa dan tindak lanjut hasil skrining sesuai siklus hidup.</p>
<p>“Kegiatan ini sudah dilaksanakan pada Juli 2024 secara hybrid melalui Learning Management System (LMS), diikuti oleh tenaga kesehatan di 38 provinsi sebanyak 3.000 peserta,” terang Direktur Imran Pambudi.</p>
<p>“Lalu, upaya pelaksanaan dana dekonsentrasi (dekon) provinsi kegiatan orientasi skrining kesehatan jiwa dan tindak lanjut hasil skrining bagi kabupaten/kota dan puskesmas oleh 32 provinsi serta orientasi dan sosialisasi skrining kesehatan jiwa dan tindak lanjut hasil skrining bagi pekerja di perkantoran, yang diikuti 15 kementerian.”</p>
<p>Ketiga, koordinasi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan skrining kesehatan jiwa dan tindak lanjut hasil skrining. Keempat, uji coba pelaksanaan skrining kesehatan jiwa sesuai klaster Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Manado, Sulawesi Utara.</p>
<p>“Upaya kelima adalah monitoring, evaluasi, dan bimbingan teknis skrining kesehatan jiwa dan tindak lanjut hasil skrining,” tutup Imran.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241025-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Stroke dengan Aktivitas Fisik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-stroke-dengan-aktivitas-fisik</link>				
         <pubDate>Fri, 25 Oct 2024 21:59:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-stroke-dengan-aktivitas-fisik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Oktober 2024</p>
<p>Stroke adalah penyakit yang mengancam jiwa karena apabila terjadi serangan stroke, setiap menit sebanyak 1,9 juta sel otak dapat mati. Stroke merupakan penyebab utama disabilitas dan kematian nomor dua di dunia. Di Indonesia, stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian, yakni sebesar 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian.</p>
<p>Menurut data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke juga merupakan salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, yaitu mencapai Rp5,2 triliun pada 2023.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) dr. Yudhi Pramono mengatakan 90% penyakit stroke dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dislipidemia, gangguan jantung, kurangnya aktivitas fisik, diet atau pola makan yang tidak sehat, stress, serta mengkonsumsi alkohol.</p>
<p>“Ini sangat disayangkan, yah, karena 90% stroke itu dapat dicegah melalui pengendalian faktor risikonya,” kata dr. Yudhi dalam sambutannya pada kegiatan media briefing Hari Stroke Sedunia, Jumat (25/10/2024).</p>
<p>dr. Yudhi juga menyampaikan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan selama minimal 30 menit dan 5 kali dalam seminggu dapat menurunkan faktor risiko stroke sebesar 25%. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berupaya meningkatkan deteksi dini dislipidemia pada pasien diabetes melitus dan hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke, dengan target pada 2024 sebesar 90% atau sekitar 10,5 juta penduduk. Namun, saat ini capaian deteksi dini stroke baru mencapai sekitar 11,3% dari target.</p>
<p>Diperlukan upaya yang lebih masif dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, sektor swasta, maupun masyarakat, untuk meningkatkan capaian deteksi dini stroke sebagai upaya menurunkan risiko stroke di Indonesia.</p>
<p>Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) dr. Elina Widiastuti menyampaikan, aktivitas fisik sangat baik untuk pencegahan stroke. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu dari lima faktor risiko utama stroke.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Elina menjelaskan, aktivitas fisik memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan fungsi jantung, pembuluh darah, dan pernapasan, menurunkan risiko kardiovaskular, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas.</p>
<p>“Salah satu penyebab dari stroke ada faktor stress dan ternyata latihan fisik atau berolahraga dengan rutin itu ternyata dapat menurunkan kecemasan dan depresi. Selain itu, juga dapat meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan performa kerja, dan pada orang tua sangat penting sekali untuk menurunkan risiko jatuh dan cedera, dan juga merupakan terapi efektif pada beberapa penyakit kronis terutama pada pasien lanjut usia,” kata dr. Elina yang juga merupakan narasumber pada kegiatan media briefing tersebut.</p>
<p>dr. Elina melanjutkan, aktivitas fisik harian untuk mencegah risiko stroke dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, aktivitas aerobik seperti berjalan, berlari, bersepeda, atau berenang. Aktivitas aerobik dengan intensitas sedang dianjurkan 3-5 kali per minggu atau 150-300 menit per minggu.</p>
<p>“Jadi, aktivitas yang dilakukan seperti berjalan dan sebagainya dapat dibagi menjadi 30 menit setiap harinya dan dilakukan selama 5 kali dalam seminggu,” lanjutnya.</p>
<p>Kedua, aktivitas penguatan otot seperti gym, yoga, atau pilates, yang disarankan dilakukan 2-3 kali seminggu. Ketiga, aktivitas sedentari yang perlu dibatasi. Contoh aktivitas sedentari seperti duduk dalam waktu lama perlu dikurangi.</p>
<p>“Kalau misalnya dalam sehari kita banyak duduk kita harus mulai menguranginya, dengan cara seperti yang dilakukan di luar negeri. Di kantor-kantor yang dulunya bekerja sambil duduk, sekarang bisa berdiri. Jadi, tidak hanya duduk aktivitas sehari-harinya dan memperbanyak langkah itu adalah salah satu yang dapat dilakukan,” jelas dr. Elina.</p>
<p>Bagi yang ingin memulai latihan fisik, ada beberapa komponen latihan yang perlu diperhatikan, yaitu gerakan pemanasan atau peregangan, gerakan inti, dan gerakan pendinginan atau peregangan kembali.</p>
<p>Dr. Dodik Tugasworo selaku perwakilan dari Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni) menyampaikan, stroke bukan lagi penyakit yang hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai menyerang usia produktif. Berdasarkan data global DALY tahun 2019, distribusi kelompok usia yang terkena stroke mencakup usia di bawah 15 tahun.</p>
<p>“Kalau kita lihat dari 18 penyakit neurologi, stroke itu ternyata menduduki tempat yang cukup banyak dan tidak hanya pada usia lanjut saja, tetapi dia juga ada sejak berusia 10 tahun sampai yang memang paling banyak antara di usia-usia 45-80 tahun,” kata Dr. Dodik.</p>
<p>Dia melanjutkan, ketika seseorang mengalami stroke, ia akan lebih rentan terhadap penyakit lainnya, seperti hipertensi yang dianggap sebagai cikal bakal stroke, penyakit jantung karena berhubungan dengan darah, dan diabetes yang dapat mempengaruhi hormon insulin yang digunakan untuk mengontrol gula darah.</p>
<p>Dr. Dodik juga menyampaikan tanda dan gejala stroke yang dikenal dengan slogan SeGeRa Ke RS: Senyum tidak simetris, Gerak tubuh melemah secara tiba-tiba, Bicara pelo, Kebas atau kesemutan pada separuh tubuh, Rabun pada salah satu mata, serta Sakit kepala hebat atau sakit kepala berputar yang muncul tiba-tiba.</p>
<p>“Biasa kita dengar slogan Kementerian Kesehatan, yaitu SeGeRa Ke RS. Nah, ini singkatannya,” ujar Dr. Dodik.</p>
<p>Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menerapkan 3O + 1D dan CERDIK. Pencegahan 3O + 1D meliputi Olahraga, Olah seni, Olah jiwa, dan Diet. Sementara itu, CERDIK adalah Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.</p>
<p>Untuk menurunkan risiko stroke, Kemenkes telah melakukan transformasi kesehatan, mulai dari layanan primer hingga teknologi kesehatan. Untuk penguatan layanan primer, dilakukan integrasi layanan yang mencakup deteksi dini stroke.</p>
<p>Dalam transformasi layanan rujukan, jaringan rumah sakit yang melayani pasien stroke telah dilengkapi dengan sarana dan tenaga kesehatan yang memadai. Saat ini, Kemenkes juga sedang mengembangkan stroke registry sebagai basis bukti untuk kebijakan terkait struktur pada masa mendatang.</p>
<p>Pada peringatan Hari Stroke Sedunia, Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengadakan media briefing dengan tema nasional “Ayo Melangkah Kalahkan Stroke Mulai dari Diri Sendiri” yang dilaksanakan pada Jumat (25/10/2024). Peringatan Hari Stroke juga menjadi momentum untuk mengampanyekan pentingnya aktivitas fisik sebagai langkah pencegahan risiko stroke kepada masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241025_215520_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tes PCR Efektif Deteksi Virus</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tes-pcr-efektif-deteksi-virus</link>				
         <pubDate>Tue, 22 Oct 2024 20:16:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tes-pcr-efektif-deteksi-virus</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Oktober 2024</p>
<p>Sebuah narasi yang beredar di publik menyebutkan bahwa RT-PCR (reverse transcription-polymerase chain reaction), yang biasa digunakan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, hanya berfungsi untuk mengecek asidosis. Narasi tersebut mengklaim bahwa tes PCR bukanlah metode untuk mendeteksi keberadaan virus.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menyatakan, narasi tersebut keliru. Untuk mendukung diagnostik penyakit seperti COVID-19, metode pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai standar emas (gold standard) adalah tes amplifikasi asam nukleat (Nucleic Acid Amplification Test/NAAT).</p>
<p>Tes PCR merupakan tes diagnostik yang menggunakan metode uji amplifikasi asam nukleat, yang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2. Uji NAAT diakui sebagai standar emas dalam pemeriksaan virus COVID-19. </p>
<p>Tes ini menguji keberadaan materi genetik virus (asam ribonukleat atau RNA) atau fragmennya saat virus tersebut terurai. PCR adalah tes yang andal dan akurat untuk mendeteksi infeksi aktif. Biasanya, tes PCR memerlukan waktu beberapa jam untuk mendapatkan hasil, meskipun ada juga versi yang lebih cepat.</p>
<p>Selain untuk COVID-19, tes PCR dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus lainnya. Sampel berupa saliva, lendir, atau jaringan diambil, kemudian diuji di laboratorium.</p>
<p>“Tes PCR sudah digunakan secara internasional. PCR ini merupakan suatu alat atau cara untuk melakukan diagnostik keberadaan virus. Dengan tes PCR, kita bisa mengetahui patogen yang menyebabkan infeksi penyakit,” kata Syahril di Jakarta, ditulis Senin (21/10).</p>
<p>“Misalnya, dalam pemeriksaan Mpox. Kita bisa melakukan tes PCR di awal dan mendeteksi patogen penyebab Mpox itu memang dari virus”.</p>
<p>Deteksi Jenis Varian Virus</p>
<p>Pada tahap berikutnya, jika ingin mengetahui jenis varian virus setelah tes PCR, pemeriksaan Whole Blood Genomic Sequencing atau Whole Genome Sequencing (WGS) dapat dilakukan. Pemeriksaan ini digunakan, antara lain, untuk mengurutkan genom virus SARS-CoV-2.</p>
<p>Pengurutan genomik SARS-CoV-2 memainkan peran utama dalam respons kesehatan masyarakat terhadap pandemi COVID-19, terutama pemetaan penularan virus di tingkat global dan lokal, menginformasikan langkah-langkah pengendalian infeksi, serta mengidentifikasi dan melacak kemunculan varian SARS-CoV-2 baru.</p>
<p>“Kalau melihat jenis varian virusnya lagi, kita melakukan Whole Blood Genomic Sequencing. Contohnya, kita melakukan tes PCR, untuk mengetahui apakah terinfeksi virus COVID-19 atau tidak. Jika hasil tes PCR positif, maka untuk mengetahui jenis varian virusnya, apakah Delta, Omicron dan lainnya, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan Whole Blood Genomic Sequencing,” terang Mohammad Syahril.</p>
<p>Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2023 Tentang Pedoman Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), pemeriksaan tes PCR dan WGS masuk ke dalam upaya surveilans penanggulangan COVID-19. Disebutkan bahwa pemeriksaan kasus harus dilakukan dengan swab antigen dan/atau swab PCR.</p>
<p>Selanjutnya, dilakukan pengumpulan data surveilans untuk memantau tren karakteristik epidemiologi dan virologi influenza dan COVID-19, serta mendeteksi virus varian baru, dengan konfirmasi pemeriksaan molekuler influenza dan SARS-CoV2 hingga pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).</p>
<p>Di sisi lain, asidosis merujuk pada kadar asam yang tinggi dalam tubuh. Jika tubuh menjadi terlalu asam atau basa, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Tubuh perlu menjaga keseimbangan keasaman untuk kesehatan yang optimal.</p>
<p>Kadar asam yang tinggi menyebabkan tubuh berusaha mengimbangi dan membuang kelebihan asam. Paru-paru dan ginjal berperan dalam membuang kelebihan asam dari tubuh. Pemeriksaan asidosis dapat dilakukan melalui tes darah dan urine untuk melihat kadar pH. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM </p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/bdabc8e8-483c-4330-8518-c9fcabf2b61b.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tidak Benar Pandemi COVID-19 Disebut Rekayasa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tidak-benar-pandemi-covid-19-disebut-rekayasa</link>				
         <pubDate>Tue, 22 Oct 2024 19:47:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tidak-benar-pandemi-covid-19-disebut-rekayasa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Oktober 2024</p>
<p>Klaim mengenai pandemi COVID-19 yang disebut sebagai rekayasa kembali menjadi sorotan publik. Bahkan, narasi lain menyatakan bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak ada. Klaim terkait COVID-19 tersebut masih kerap beredar di media sosial. </p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menanggapi bahwa narasi yang menyebutkan COVID-19 sebagai rekayasa adalah informasi yang tidak benar. Sebab, pandemi COVID-19 melanda hampir seluruh negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.</p>
<p>“Tidak benar dan tidak ada bukti yang mengatakan seperti itu. Karena masalah pandemi COVID-19 ini di tingkat internasional, bukan masalah Indonesia saja,” terang Syahril di Jakarta, Rabu (16/10).</p>
<p>Menurut Syahril, hal penting yang harus disyukuri saat ini adalah bahwa Indonesia telah berhasil menangani pandemi COVID-19. Pemerintah, bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) dan seluruh elemen masyarakat, bekerja sama untuk mengendalikan COVID-19 sehingga kasus turun dan terkendali.</p>
<p>“Pandemi sudah lewat, statusnya (darurat kesehatan global untuk COVID-19) telah dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO juga menyatakan, pandemi berakhir,” tuturnya.</p>
<p>“Sudah tidak ada pada waktunya lagi dikatakan, kalau pandemi COVID-19 itu sesuatu yang direkayasa. Kita akhirnya dapat melewati masa pandemi dan alhamdulillah, kita bisa menyelesaikan itu dengan baik.”</p>
<p>Berdasarkan data WHO, lebih dari 760 juta kasus dan 6,9 juta kematian akibat COVID-19 telah tercatat di seluruh dunia sejak Desember 2019. Lebih dari 13 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan hingga Juni 2023.</p>
<p>Laporan World Health Statistics 2024: Monitoring Health for the SDGs, Sustainable Development Goals, yang diterbitkan WHO pada 24 Mei 2024, mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 memengaruhi tren harapan hidup saat lahir dan harapan hidup sehat saat lahir. Harapan hidup menurun, kembali ke tingkat jauh sebelum pandemi terjadi.</p>
<p>Pandemi COVID-19 menghapus kemajuan yang telah dicapai dalam upaya meningkatkan harapan hidup selama hampir satu dekade hanya dalam dua tahun. Pada kurun 2019 dan 2021, harapan hidup global turun 1,8 tahun menjadi 71,4 tahun atau kembali ke angka yang sama pada 2012. Demikian pula, harapan hidup sehat global turun 1,5 tahun menjadi 61,9 tahun pada 2021 atau kembali ke angka pada 2012. </p>
<p>Laporan WHO pada 2024 juga menyoroti dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan di seluruh dunia. Wilayah Amerika dan Asia Tenggara terkena dampak paling parah, dengan harapan hidup menurun sekitar 3 tahun dan harapan hidup sehat turun 2,5 tahun pada periode 2019 dan 2021. Wilayah Pasifik Barat terdampak selama dua tahun pertama pandemi, dengan penurunan harapan hidup kurang dari 0,1 tahun dan harapan hidup sehat sebesar 0,2 tahun.</p>
<p>Gas dan Rem Hadapi COVID-19</p>
<p>Lebih lanjut, Mohammad Syahril menjelaskan, Indonesia berupaya menanggulangi pandemi COVID-19 melalui kebijakan &#8220;gas dan rem&#8221;. Upaya ini bertujuan menyeimbangkan antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.</p>
<p>Pedal gas dititikberatkan pada upaya pemulihan ekonomi, sedangkan pedal rem digunakan untuk upaya penanganan pandemi. Saat pedal gas diinjak, pembatasan mobilitas dilonggarkan, dan kegiatan ekonomi semakin didorong. Kebijakan gas dan rem ini secara efektif menekan lonjakan kasus COVID-19.</p>
<p>Selain itu, vaksinasi merupakan strategi penting dalam penanganan pandemi COVID-19. Indonesia telah melaksanakan vaksinasi COVID-19 lebih dari 400 juta dosis, dengan sasaran lebih dari 200 juta orang. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dimulai pada 13 Januari 2021.</p>
<p>“Pada saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah menerapkan gas dan rem untuk membuat keseimbangan perekonomian dan kesehatan, salah satunya dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan ini sebagai upaya penanganan kesehatan, tapi jangan lupa penanganan perekonomian, semua dijaga keseimbangannya,” ucap Juru Bicara Syahril.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG_2879.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kembali Jadi Menteri Kesehatan, Budi Ungkap 3 Pesan Khusus dari Presiden Prabowo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kembali-jadi-menteri-kesehatan-budi-ungkap-3-pesan-khusus-dari-presiden-prabowo</link>				
         <pubDate>Mon, 21 Oct 2024 17:39:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kembali-jadi-menteri-kesehatan-budi-ungkap-3-pesan-khusus-dari-presiden-prabowo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Oktober 2024</p>
<p>Budi Gunadi Sadikin kembali dilantik sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 pada Senin (21/10). Menkes Budi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan 3 tugas khusus kepada dirinya dalam memimpin sektor kesehatan.</p>
<p>Tugas pertama adalah melaksanakan program skrining kesehatan untuk seluruh masyarakat. Program ini, lanjut Menkes, bertujuan menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya mengobati yang sudah sakit. </p>
<p>&#8220;Nomor satu yang harus diberesin di bulan November adalah peluncuran skrining nasional untuk semua siklus hidup,&#8221; ujar Menkes di Jakarta, Senin (21/10). </p>
<p>Tugas kedua, Presiden Prabowo meminta Menkes Budi untuk mempercepat pembangunan rumah sakit di daerah terpencil dan tertinggal. “Nomor dua membangun rumah sakit-rumah sakit di daerah tertinggal, itu harus selesai,” ungkapnya. </p>
<p>Tugas ketiga, Menkes ditugaskan untuk segera mengatasi penyakit Tuberkulosis atau TBC. Menkes menyampaikan, Presiden Prabowo sangat memberikan perhatian pada penyakit ini karena prevalensinya masih sangat tinggi.</p>
<p>“Untuk program TBC, kita buatkan programnya yang bagus. Cara kerjanya kita luncurkan di bulan Desember,” lanjutnya. </p>
<p>Selain tiga tugas utama tersebut, Menkes menyebutkan, dirinya juga mendapat tugas untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>Nama Budi Gunadi Sadikin diumumkan sebagai Menteri Kesehatan di Istana Kepresidenan pada Minggu (20/10) malam. Untuk mendampingi Menkes, Presiden Prabowo juga menunjuk Prof. Dante Saksono Harbuwono sebagai Wakil Menteri Kesehatan pada hari yang sama.</p>
<p>Prof. Dante telah mendampingi Menkes sejak 2020 lalu. Dengan penunjukkan ini, Menkes Budi dan Wamenkes Dante akan melanjutkan masa baktinya pada periode kedua. </p>
<p>Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan pada Desember 2020, menggantikan Terawan Agus Putranto. Saat itu, Budi mendapatkan tugas khusus untuk menangani pandemi COVID-19 dan melakukan reformasi kesehatan.</p>
<p>Menkes Budi pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah mempercayai dirinya dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono untuk kembali mengomandoi sektor kesehatan Indonesia. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/6a249320-46d3-445f-a9f0-f66fcde91d8b.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Launching Proses Bisnis HTA untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Baik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/launching-proses-bisnis-hta-untuk-layanan-kesehatan-yang-lebih-baik</link>				
         <pubDate>Sun, 20 Oct 2024 10:01:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/launching-proses-bisnis-hta-untuk-layanan-kesehatan-yang-lebih-baik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Oktober 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi meluncurkan Proses Bisnis Health Technology Assessment (HTA) Satu Pintu Satu Standar di Ruang Siwabessy gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (18/10). </p>
<p> Menkes Budi G. Sadikin menjelaskan, penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Assessment/HTA) adalah pendekatan ilmiah  untuk membantu Kemenkes dalam pengambilan keputusan terkait adopsi teknologi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). HTA merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap obat dan teknologi medis yang aman, efektif, dan efisien.</p>
<p>“Untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki akses ke produk kesehatan dengan kualitas yang bagus, harga terjangkau, dan dapat dibayarkan lewat JKN, itu sebabnya kita membentuk HTA. HTA telah menjadi bagian integral dari Transformasi Kesehatan, di mana setiap rekomendasi teknologi kesehatan akan berdasarkan bukti yang kuat, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat,” ujar Menkes Budi</p>
<p>Melalui HTA, diharapkan pengambilan keputusan terkait teknologi medis, baik obat-obatan maupun alat kesehatan, menjadi lebih tepat sasaran sehingga anggaran kesehatan dapat digunakan secara optimal dan masyarakat mendapat perawatan yang lebih baik.</p>
<p>“Bukan hanya obat-obatan, tapi juga prosedur klinis serta alat-alat kesehatan. Kita harus melakukannya dengan lebih cepat, jadi saya minta untuk mengubah prosedur dan mengadopsi dari negara lain yang telah sukses menerapkannya seperti Singapura. Obat-obatan, prosedur, dan alat kesehatan yang masuk harus berkualitas terbaik, dengan harga terjangkau dan relatif cepat,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Proses bisnis HTA  satu pintu merupakan penyempurnaan dari HTA sebelumnya dengan mengadopsi praktik terbaik (best practice) dari negara lain.  Di negara seperti Inggris, Australia, dan Singapura, HTA menjadi dasar keputusan untuk memasukkan teknologi kesehatan ke dalam paket manfaat jaminan kesehatan. Ini memastikan bahwa teknologi yang diterapkan tidak hanya aman dan efektif, tetapi juga memberikan nilai tambah dan menjamin efisiensi biaya (value for money) dalam sistem kesehatan.</p>
<p>Dirjen Farmalkes L. Rizka Andalusia menjelaskan, proses bisnis HTA Satu Pintu Satu Standar menggabungkan  proses seleksi obat dan teknologi medis dengan mekanisme HTA, yang diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih efisien, efektif, akuntabel, dan terintegrasi. Tujuannya  mendorong kolaborasi yang kuat antara Kemenkes dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan inovasi kesehatan serta mempercepat akses masyarakat terhadap obat dan teknologi medis yang baik dan terjangkau.</p>
<p>“Kami mengharapkan pemilihan teknologi kesehatan ini menerapkan teknologi-teknologi atau metode-metode yang kuat, transparan, dan relevan. Masukan dari semua pihak sangat berharga bagi kami semua untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil berdasarkan bukti ilmiah yang kuat dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rizka.</p>
<p>Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK) Ahmad Irsan A. Moeis mengatakan, peluncuran ini memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk beradaptasi dengan perubahan proses bisnis HTA, serta mendukung pelaksanaan HTA yang lebih baik di Indonesia.</p>
<p>“Reformasi proses bisnis HTA untuk merespons tantangan terkini yang ada. Proses bisnis yang ada sebelumnya bukan berarti salah, tetapi sudah tidak tepat lagi. Dalam meresponnya, kami tidak melakukannya sendiri. Kami melakukan kolaborasi, bersinergi dengan berbagai stakeholder. Dengan memperkenalkan reformasi ini secara resmi, pemerintah berharap dapat mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih berkelanjutan, efisien, dan tepat sasaran, sesuai dengan visi transformasi kesehatan nasional,” ujar Irsan.</p>
<p>Proses bisnis HTA Satu Pintu Satu Standar menghadirkan berbagai inovasi, seperti pembentukan platform penilaian teknologi kesehatan terintegrasi yang memungkinkan pengajuan usulan topik melalui satu pintu, pengajuan usulan topik melalui mekanisme Stakeholder-led Submission (SLS), pengembangan metode asesmen adaptif (adaptive HTA), serta value-based pricing yang memastikan teknologi kesehatan diperoleh dengan harga efisien dan mendukung keberlanjutan JKN.</p>
<p>Ketua Komite HTA yang baru Prof. Auliya A. Suwantika menjelaskan, tugas Komite HTA terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama, yang akan dilaksanakan tahun ini, mencakup penyiapan regulasi dan infrastruktur, implementasi awal satu platform, serta uji coba Stakeholder-led Submission (SLS). Tahap kedua, yang akan dilaksanakan pada 2025, mencakup implementasi penuh satu platform dan satu standar, pengembangan costing template, database utility, serta perluasan agen HTA. Sementara tahap ketiga, yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, mencakup peningkatan berkelanjutan proses bisnis satu pintu satu standar.</p>
<p>“Tugas komite terlihat cukup challenging. Namun, saya yakin dengan bantuan dan kolaborasi aktif dari semua pihak, tugas yang cukup challenging tersebut akan dapat dilakukan bersama-sama,” ujar dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241020-WA0008.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Terima Dana Hibah Pandemic Fund untuk Penguatan Respons Pandemi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-terima-dana-hibah-pandemic-fund-untuk-penguatan-respons-pandemi</link>				
         <pubDate>Sat, 19 Oct 2024 16:01:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-terima-dana-hibah-pandemic-fund-untuk-penguatan-respons-pandemi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Oktober 2024</p>
<p>Sebanyak 40 negara, termasuk Indonesia, menerima alokasi dana pandemi putaran 2 dengan total nilai 418 juta dolar Amerika Serikat (AS). Indonesia sendiri memperoleh dana sebesar 24,9 juta dolar AS. Alokasi dana itu diputuskan dalam Pertemuan Dewan Pandemic Fund ke-14 yang berlangsung di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 17 Oktober 2024.</p>
<p>“Apresiasi kepada Pandemic Fund yang berhasil bergerak cepat meskipun baru diluncurkan pada akhir tahun 2022. Melalui dana Pandemic Fund ini, Indonesia akan tunjukkan contoh peran negara sebagai donor dan penerima manfaat yang menunjukkan hasil nyata dalam penguatan kapasitas nasional, regional dan global dalam kesiapsiagaan dan respons krisis kesehatan kedepannya,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Proposal Indonesia memiliki nilai paling tinggi oleh Technical Advisory Panel (TAP) dari 146 proposal yang diterima. Dengan tema Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I), proposal tersebut memuat penguatan 6 agenda utama di bidang laboratorium, surveilans, tenaga kesehatan dan komunikasi risiko.</p>
<p>“Ini merupakan kemajuan pesat Pandemic Fund sejak dibentuk pada Presidensi G20 Indonesia. Dana pembangunan bagi Indonesia adalah wujud upaya kolektif dalam memperkuat kapasitas penanganan pandemi dan ancaman kesehatan global di masa depan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Masurdi.</p>
<p>Program pendanaan ini akan berlangsung dalam durasi tiga tahun, dengan World Bank, WHO, dan FAO sebagai entitas pelaksana (implementing entity). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selaku focal point akan mengoordinasikan kolaborasi antar-kementerian dalam implementasinya, terutama untuk pendekatan One Health bersama Kemenko PMK, Kemenlu, Kemenkeu, KLHK, Kementan, dan BRIN.</p>
<p>&#8220;Alokasi hibah ini bukan hanya pengakuan terhadap kesiapan Indonesia, tetapi juga cerminan dari kerja sama lintas sektor dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan global,&#8221; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.</p>
<p>Pandemic Fund, yang diluncurkan pada November 2022 dalam Presidensi G20 Indonesia, merupakan mekanisme pembiayaan multilateral pertama untuk membantu negara-negara berkembang agar lebih siap menghadapi pandemi pada masa mendatang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/52496542881_d1053c3281_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Revitalisasi Pedoman Kerja Puskesmas dan Berikan Apresiasi Puskesmas Berprestasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-revitalisasi-pedoman-kerja-puskesmas-dan-berikan-apresiasi-puskesmas-berprestasi</link>				
         <pubDate>Fri, 18 Oct 2024 21:17:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-revitalisasi-pedoman-kerja-puskesmas-dan-berikan-apresiasi-puskesmas-berprestasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Oktober 2024</p>
<p>Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggulirkan Transformasi Sistem Kesehatan yang mana salah satu pilarnya adalah Transformasi Layanan Kesehatan Primer.</p>
<p>Layanan kesehatan primer, yang merupakan layanan paling dekat dengan masyarakat, kini berfokus pada upaya menjaga kesehatan masyarakat, bukan hanya mengobati yang sakit.</p>
<p>Oleh karena itu, pendekatan yang dipilih untuk pelayanan kesehatan primer saat ini adalah memperkuat layanan promotif dan preventif yang berbasis siklus hidup melalui Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP).</p>
<p>Untuk memperkuat implementasi ILP, Kemenkes menyusun panduan pelaksanaan pelayanan berupa Pedoman Kerja Puskesmas dan Pustu, yang merupakan integrasi dari berbagai pedoman program yang ada di pelayanan kesehatan primer.</p>
<p>“Jadi memang ini (pedoman kerja) perlu pembaharuan, karena fokus kesehatan sebelumnya lebih banyak ke kuratif, bukan ke promotif-preventif yang seharusnya kita lakukan disana, dan hal ini (kuratif-preventif) sudah ditunjuk oleh pendahulu-pendahulu kita,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya.</p>
<p>Menkes Budi juga menekankan pentingnya revitalisasi pedoman kerja puskesmas dan pustu yang sudah ada. Revitalisasi itu tidak dengan merusak yang sudah ada, tetapi menambahkan pedoman baru yang disesuaikan dengan status kesehatan Indonesia saat ini.</p>
<p>Pedoman kerja yang sebelumnya disusun pada 1974 menyesuaikan status demografi Indonesia saat itu yang masih kategori muda, berbeda dengan tahun 2024 yang status demografi mulai menua.</p>
<p>“Itu sebabnya pedoman kerja puskesmas dan adanya ILP ini mesti kita adjust, bukan kita ubah. Karena profil demografi dan epidemiologi berubah, di mana dulu banyak balita dan ibu hamil, sekarang sudah banyak lansia-lansia,” pungkas Menkes Budi.</p>
<p>Pedoman Kerja Puskesmas ini terdiri dari 5 pedoman, yakni:<br />
• Klaster I &#8211; Manajamen<br />
• Klaster II &#8211; Kesehatan Ibu dan Anak<br />
• Klaster III &#8211; Kesehatan Dewasa dan Lanjut Usia<br />
• Klater IV &#8211; Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan<br />
• Lintas Klaster<br />
• Pedoman Kerja Puskesmas Pambantu (PUSTU)</p>
<p>Sementara itu, Pedoman Kerja Puskesmas Pembantu berisi skema pelayanan Pustu dan penjelasan pelayanannya, baik dalam gedung maupun di luar gedung.</p>
<p>Dengan demikian, tenaga kesehatan dan kader dapat memberikan pelayanan kesehatan dan mengelola kegiatan pemberdayaan masyarakat (kegiatan posyandu) di wilayahnya. Tujuannya, Pustu mampu bertanggung jawab terhadap hasil status kesehatan di desa maupun kelurahannya.</p>
<p>Pedoman ini diharapkan akan mempermudah petugas kesehatan di puskesmas dan puskesmas pembantu untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai sasaran siklus hidupnya, memahami permasalahan kesehatan di wilayahnya, serta melakukan pembinaan terhadap jejaring pelayanan kesehatan di wilayah. Sehingga, penguatan pelayanan primer dapat terwujud dan mendorong pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, efisien, dan terukur.</p>
<p>ILP mengubah pola kerja layanan kesehatan dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif berbasis siklus hidup, sehingga dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan komprehensif.</p>
<p>“Sejak diluncurkan setahun lalu, sekitar 3.710 puskesmas di 331 kabupaten/kota sudah menerapkan ILP dari target 4.072 puskesmas” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi ketika memberikan sambutan pada pembukaan Kegiatan Pemberian Penghargaan Puskesmas dan Launching Pedoman Kerja Puskesmas di Jakarta, Jumat (18/10).</p>
<p>Dengan tema &#8220;Transformasi Puskesmas Menuju Indonesia Emas 2045&#8221;, kegiatan ini memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, kabupaten, kota, desa, dan kelurahan yang memiliki Komitmen Layanan Primer terbaik. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 11 puskesmas terbaik yang dikelompokkan dalam kategori Perkotaan, Pedesaan, Terpencil, dan Sangat Terpencil, serta penghargaan kepada puskesmas yang menjadi tempat kaji banding ILP terbanyak.</p>
<p>“Hal ini juga yang mendorong Kementerian Kesehatan untuk memberikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat dalam penguatan pelayanan kesehatan primer. Selain itu juga, untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di puskesmas dan pustu (puskesmas pembantu), telah disusun sebuah pedoman kerja untuk puskesmas dan pustu” ujar Dirjen Endang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/revitalisasi-puskesmas.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gelar Rekomendasi Kebijakan Kesehatan Awards 2024, Pemenang akan Dilibatkan dalam Rapat Pimpinan Kemenkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gelar-rekomendasi-kebijakan-kesehatan-awards-2024-pemenang-akan-dilibatkan-dalam-rapat-pimpinan-kemenkes</link>				
         <pubDate>Fri, 18 Oct 2024 21:16:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gelar-rekomendasi-kebijakan-kesehatan-awards-2024-pemenang-akan-dilibatkan-dalam-rapat-pimpinan-kemenkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Oktober 2024</p>
<p>Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI menggelar Rekomendasi Kebijakan Kesehatan (Sibijaks) Awards 2024. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi para pemenang dengan melibatkan mereka dalam rapat pimpinan Kemenkes yang dihadiri oleh menteri dan pejabat eselon 1.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, kebijakan nomor satu Kemenkes adalah orientasi kesehatan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan menteri, presiden, atau rumah sakit.</p>
<p>“Saya minta agar semua kebijakan kita di depan harus berbasis data. Itu sebabnya semua data ini kalau bisa dibuka secara transparan supaya makin banyak orang yang bisa mengakses data ini dan memberikan masukan kepada kita,” ujar Menkes Budi usai memberikan hadiah kepada pemenang kompetisi Sibijaks Award 2024 di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (18/10).</p>
<p>Kesehatan bukan isu yang secara eksklusif milik Kemenkes, melainkan semua orang. Untuk itu, semua pihak harus merasa memiliki kebijakan kesehatan.</p>
<p>“Jadi, kami berikan kesempatan kepada semua stakeholder, bukan hanya Kementerian Kesehatan, bukan hanya perguruan tinggi, tapi diberikan kesempatan untuk masyarakat, agar masyarakat secara sadar peduli akan kesehatannya,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, pemenang Sibijaks Award akan dilibatkan dalam rapat pimpinan Kemenkes.</p>
<p>“Yang menang juara 1 diminta presentasi di rapat pimpinan Kementerian Kesehatan yang melibatkan menteri dan eselon 1. Juara 1 sampai 3 akan diikutkan pada rapat yang berhubungan dengan topik yang mereka angkat,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Sibijaks Awards 2024 adalah kompetisi penulisan rekomendasi kebijakan kesehatan yang didasarkan pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Bentuk rekomendasi berupa risalah kebijakan (policy brief) yang fokus pada isu kebijakan tertentu serta menawarkan alternatif solusi terhadap permasalahan yang memerlukan perhatian segera dari pembuat kebijakan.</p>
<p>Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Syarifah Liza Munira mengatakan, pembuatan risalah kebijakan ini mengacu pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebagai persyaratan utamanya. Kompetisi ini bertujuan agar pemanfaatan data SKI 2023 dapat meluas dan dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan (stakeholder).</p>
<p>Kemenkes merancang kompetisi ini bersama tim pakar, dengan dua kategori yang tersedia, yaitu kategori umum dan kategori mahasiswa. Sebanyak 404 abstrak diterima oleh panitia, dengan topik terbanyak terkait gizi, penyakit tidak menular, promosi kesehatan, dan pelayanan kesehatan.</p>
<p>Dari 404 abstrak tersebut, 285 abstrak berasal dari kategori umum, sementara 119 abstrak berasal dari kategori mahasiswa. Kategori umum dimenangkan oleh:<br />
Juara 1<br />
Dini Kurniawati, SKM, CHIA<br />
Anggota: Mutia Astrini Pratiwi, Iko Safika<br />
Thinkwell, LLC/ USAID Health Financing Activity<br />
“POTENSI PENGHEMATAN SKRINING CALON PENGANTIN TERHADAP PENURUNAN PENYAKIT”</p>
<p>Juara 2<br />
Alif Muhammad Sudarmanto<br />
Anggota: Polikarpus Priyagung Triandoko, Muhammad Naufal Putra Abadi, RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan<br />
“GIZI OPTIMAL MENUJU GENERASI GEMILANG: STRATEGI PENGUATAN DAN PENAMBAHAN TENAGA GIZI DALAM MENGHAPUS STUNTING”</p>
<p>Juara 3<br />
Ida Bagus Putra Wijaya, SKM, MPH<br />
Anggota: Suprapti, SKM, Irna Rasyid, SKM<br />
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat<br />
“PEMENUHAN SANITASI DAN KONSUMSI SERTA PENCEGAHAN INFEKSI MERUPAKAN KENISCAYAAN DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI INDONESIA”</p>
<p>Juara Favorit<br />
Ambo Sakka, S.KM.,M.A.R.S.<br />
Anggota: Yan Syafri Hidayat, Universitas Halu Oleo,<br />
“RUANG KESEJAHTERAAN DIGITAL (DIGITAL WELLNESS SPACE): INOVASI TERINTEGRASI UNTUK MENGATASI DEPRESI PADA REMAJA INDONESIA”</p>
<p>Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan oleh:<br />
Juara 1<br />
Zahwa Fitrotul Maghfiroh<br />
Universitas Sebelas Maret<br />
“PENGUATAN KEBIJAKAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH DI INSTITUSI SEKOLAH UNTUK MENEKAN PREVALENSI STUNTING”</p>
<p>Juara 2<br />
Selvia Harum Sari<br />
National Cheng Kung University Taiwan<br />
“INTEGRASI PELAYANAN PALIATIF DALAM PROGRAM TUBERKULOSIS UNTUK MENDUKUNG TERCAPAINYA ELIMINASI TUBERKULOSIS TAHUN 2030”</p>
<p>Juara 3<br />
Bunga Latifa Badri<br />
Anggota: Fikri Febrian Firmansyah, Julian Benedict Swannjo, Farizal Rizky Muharram<br />
Universitas Airlangga<br />
“OPTIMALISASI MOBILE DENTAL CARE (DENTAL VAN): UPAYA PENINGKATAN AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK MASYARAKAT KELOMPOK RENTAN DI INDONESIA”</p>
<p>Juara Favorit<br />
Dewi Yully Wulandari<br />
Anggota: Afaf Syaima, Salsabila Sabrina, Wulan Nurullinisa<br />
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta<br />
“MENINGKATKAN DISTRIBUSI PMT UNTUK IBU HAMIL DENGAN KEK: STRATEGI MENURUNKAN STUNTING”.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/667ccbfe-21eb-49dd-9615-392cbf7f7dd9.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lantik Pejabat Baru, Menkes Minta Terapkan Budaya Kerja Berakhlak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/lantik-pejabat-baru-menkes-minta-terapkan-budaya-kerja-berakhlak</link>				
         <pubDate>Fri, 18 Oct 2024 20:58:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/lantik-pejabat-baru-menkes-minta-terapkan-budaya-kerja-berakhlak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Oktober 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (18/10).</p>
<p>Menkes Budi berpesan kepada para pejabat yang dilantik agar melaksanakan transformasi internal Kemenkes, khususnya terkait pilar ke-7, yaitu transformasi internal. Transformasi ini menekankan pada penerapan budaya kerja &#8220;Ber-AKHLAK,&#8221; yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, kepemimpinan yang baik tidak diukur saat pejabat memegang jabatan, tetapi dari seberapa baik organisasi yang ia tinggalkan setelah masa jabatannya berakhir. Artinya, performa organisasinya lebih baik. Jika organisasi memburuk setelah pejabat meninggalkannya maka ia dianggap gagal.</p>
<p>&#8220;Jadi teman-teman, kita memilih teman-teman untuk melakukan transformasi budaya Kementerian Kesehatan dan budaya itu sangat ditentukan oleh pemimpinnya. It&#8217;s a top down method karena budaya itu harus dicontohkan,&#8221; ujar Menkes Budi pada pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan, Jumat (18/10).</p>
<p>&#8220;Saya berharap banyak kepada teman-teman untuk bisa mengimplementasikan Berakhlak, caranya langsung diterapkan di tempat kerja,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Salah satu pejabat yang dilantik hari ini adalah Aji Muhawarman sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik. Aji resmi melanjutkan tugas dan fungsi kepala biro sebelumnya, yakni dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, yang kini menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.</p>
<p>Selain Aji Muhawarman, empat pejabat lain juga dilantik bersamaan, yaitu Yuli Farianti sebagai Sekretaris Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium Kesehatan Indonesia, dan Majelis Disiplin Profesi; Ina Agustina Isturini sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular; Budi Santoso sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru; serta Ratna Budi Hapsari sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Medan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Aji Muhawarman, ST, MKM</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-18-at-20.57.50.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tekankan Pentingnya Ragam Mikronutrien bagi Ibu Hamil</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tekankan-pentingnya-ragam-mikronutrien-bagi-ibu-hamil</link>				
         <pubDate>Fri, 18 Oct 2024 09:25:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-tekankan-pentingnya-ragam-mikronutrien-bagi-ibu-hamil</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 17 Oktober 2024</p>
<p>Permasalahan kurang gizi pada ibu hamil di Indonesia menjadi perhatian Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan berbagai ahli gizi dunia. Untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut, Menkes Budi berharap berbagai mikronutrien yang dibutuhkan ibu hamil dapat terpenuhi, sehingga terhindar dari berbagai permasalahan seputar kehamilan seperti anemia yang menjadi faktor risiko berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting.</p>
<p>&#8220;Penyakit yang menyerang ibu hamil dan anak-anak itu penyakit gizi. Artinya, gizinya banyak kurangnya. Saya baca dari ibu hamil 4,9 juta, yang kena anemia 27 persen. Itu tinggi banget,&#8221; kata Menkes Budi dalam acara peluncuran Multiple Mikronutrien Suplementasi (MMS) yang berlangsung di halaman SMA Negeri 27 Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/10).</p>
<p>Menyikapi tingginya angka anemia pada ibu hamil, Menkes Budi bersama lembaga kesehatan dunia dan lembaga kesejahteraan anak seperti WHO dan Unicef merekomendasikan penggunaan suplemen MMS untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.</p>
<p>&#8220;Sudah jadi guidance WHO sejak 2020, dan kita baru implementasikan sekarang,” kata Menkes Budi menegaskan.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, berdasarkan penelitian, MMS memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, sehingga dapat mengurangi berbagi risiko yang menyertai kehamilan.</p>
<p>&#8220;Hasil penelitian bilang kalau pakai MMS ini, gizinya ibu hamil akan jauh lebih baik. Kemudian, bayinya lahirnya juga lebih sehat, mengurangi bayi lahir yang pendek, dan juga mengurangi bayi lahir yang stunting, dan juga mengurangi kematian bayi.”</p>
<p>Selain itu Menkes Budi berpesan agar ibu hamil mengonsumsi MMS selama 6 bulan masa kehamilan untuk mengurangi risiko BBLR dan stunting.</p>
<p>&#8220;Kalau ingin anaknya sehat atau pintar, minum MMS 180 butir selama 180 hari atau enam bulan terus menerus selama hamil. InsyaAllah anaknya sehat dan pintar,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Mengenai kandungan nutrisi dalam MMS, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi menyatakan, setiap tablet MMS mengandung 10 vitamin dan 5 mineral. Nutrisi penting bagi ibu hamil yang terkandung dalam MMS antara lain vitamin A, D, E, C, B1, B2, niasin, B6, B12, asam folat, zat besi, zinc, tembaga, selenium, dan iodin.</p>
<p>&#8220;Dalam TTD, terdapat dua kandungan utama, yaitu zat besi dan asam folat. Nah, sekarang dengan multivitamin ini, isinya ditambah sembilan vitamin dan ditambah empat mineral. Jadi, ini Multimicronutrien Supplementation. Jadi, MMS-nya itu dari bahasa Inggris Multi Micronutrient Supplementation,&#8221; ujar Dirjen Endang menjelaskan.</p>
<p>Dirjen Maria Endang juga menambahkan, sebagai bentuk dukungan keberlangsungan program MMS multivitamin Ibu Hamil pada masa mendatang, telah diterbitkan Keputusan Menteri Kesehatan NO: HK.01.0/MENKES/1092/2024 tentang Standar Suplemen Zat Gizi Mikro untuk Ibu hamil.</p>
<p>Program MMS yang diluncurkan pada 2024 ini akan dimulai di 209 kabupaten/kota di 15 provinsi terpilih. Pemilihan 15 provinsi ini didasarkan pada angka kejadian BBLR, ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK), stunting, populasi padat, dan sasaran ibu hamil yang banyak. Empat provinsi (8 kabupaten/kota) di antaranya merupakan lokasi studi implementasi MMS sebelumnya.</p>
<p>Selain itu, berbagai dukungan lain terkait program MMS di antaranya penerbitan Peraturan Kepala BPOM NO: 15 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan.</p>
<p>Program MMS juga telah didukung oleh riset implementasi yang dilakukan oleh berbagai universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanudin.</p>
<p>Sebanyak 1,3 juta botol MMS, masing-masing berisi 180 tablet, telah disiapkan untuk didistribusikan kepada ibu hamil. Kemudian, sosialisasi program telah dilakukan di 209 kabupaten/kota pada 15 provinsi yang menjadi lokus program pada 17-24 September 2024.</p>
<p>Untuk mendukung kemandirian produksi, telah dilaksanakan Coaching Clinic guna memperkuat kapasitas industri lokal dalam menyiapkan produk dalam negeri untuk kepentingan program pemerintah, komersial, dan ekspor pada 8-9 Oktober 2024. Kegiatan ini didukung oleh Universitas Padjadjaran dan PHARCI.</p>
<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi dukungan para pakar, universitas, dan seluruh pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini, juga 15 provinsi dan 209 kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan program MMS Multivitamin Ibu Hamil tahun 2024,&#8221; ujar Dirjen Maria Endang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241018-WA0028.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Ekosistem Radiofarmaka untuk Tingkatkan Layanan Penyakit Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-ekosistem-radiofarmaka-untuk-tingkatkan-layanan-penyakit-kanker</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Oct 2024 07:56:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-ekosistem-radiofarmaka-untuk-tingkatkan-layanan-penyakit-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Oktober 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengajak sektor swasta untuk membangun ekosistem radiofarmaka demi meningkatkan layanan pengobatan penyakit kanker. Hal tersebut disampaikan saat peresmian pabrik radioisotop PT Global Onkolab Farma di Jakarta, Selasa (15/10).</p>
<p>“Radioterapi adalah sebuah ekosistem. Kita memerlukan PET Scan, SPECT CT, LINAC, dan Brachytherapy, ada radiofarmaka-nya, ada siklotron-nya, ada transportasinya. Tolong bantu kami untuk mewujudkan ekosistem ini secepat mungkin,” ajak Menkes Budi.</p>
<p>Ekosistem radiofarmaka dapat terwujud melalui kerja sama antara pembuat regulasi, pemberi layanan kesehatan, organisasi profesi, civitas akademik, dan pembuat mesin PET Scan, yakni alat yang digunakan untuk mendeteksi penyebaran kanker.</p>
<p>Radiofarmaka merupakan isotop radioaktif (radioisotop) dalam bentuk sediaan farmaka yang digunakan untuk aplikasi medis. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, radiofarmaka banyak diaplikasikan dalam bidang kedokteran nuklir untuk diagnostik atau terapi penyakit, khususnya kanker.</p>
<p>Menkes Budi menyesalkan bahwa sebelumnya hanya terdapat tiga lokasi yang menyediakan layanan PET Scan menggunakan radiofarmaka. Padahal, alat tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk pencegahan dan pengobatan kanker. Akibatnya, waktu tunggu pelayanan semakin lama, dan banyak pasien di Indonesia yang akhirnya berobat ke luar negeri.</p>
<p>PET Scan bukanlah inovasi baru dalam dunia kesehatan. Negara tetangga seperti Singapura memiliki 17 rumah sakit dan Malaysia memiliki 20 rumah sakit yang menyediakan layanan PET Scan.</p>
<p>“Sekarang kita mau tambah sekitar 18 unit PET Scan lagi, dan itu akan ada di 16 provinsi di seluruh pulau besar di Indonesia,” ungkap Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi juga mendorong pemanfaatan radiofarmaka tidak hanya sebatas diagnostik, tetapi juga untuk pengembangan teranostik pada masa mendatang.</p>
<p>Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Taruna Ikrar merasa belum cukup puas dengan berbagai alternatif untuk penyembuhan kanker, seperti hormon terapi, kemoterapi, imunoterapi, hingga operasi (surgery). Taruna menaruh harapan besar terhadap pemanfaatan radiofarmaka.</p>
<p>“Kita berharap bisa diantisipasi lewat radioterapi dan radioisotop, yang punya karakteristik lebih spesifik terhadap penyakit kanker yang susah diobati,” kata Taruna.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54068387558_5db849097b_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes RI Luncurkan One Stop Solution Uji Klinis, Indonesia Clinical Research Center (INA-CRC)</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-luncurkan-one-stop-solution-uji-klinis-indonesia-clinical-research-center-ina-crc</link>				
         <pubDate>Thu, 17 Oct 2024 05:16:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-luncurkan-one-stop-solution-uji-klinis-indonesia-clinical-research-center-ina-crc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Oktober 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia resmi meluncurkan Indonesia Clinical Research Center (INA-CRC) sebagai fasilitator uji klinis terintegrasi di Gedung Eijkman, Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Rabu (16/10/2024) hari ini. Peluncuran INA-CRC ini diharapkan membuka akses terhadap obat dan vaksin baru serta inovatif yang aman bagi rakyat Indonesia.</p>
<p>INA-CRC yang diluncurkan berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan dioperasikan oleh Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika).</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyatakan, peluncuran INA-CRC merupakan langkah maju menuju transformasi penelitian klinis dan menempatkan Indonesia sebagai pusat penelitian klinis bertaraf internasional.</p>
<p>“Kita telah melihat kemajuan pesat di negara-negara tetangga, Thailand misalnya, berhasil meningkatkan jumlah uji klinis mereka hingga 75% dalam satu dekade terakhir melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi internasional,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante mengatakan, peluncuran INA-CRC memberikan peluang untuk melampaui pencapaian negara-negara tetangga, dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia, seperti keunggulan demografis serta keragaman genetik dan epigenetik yang unik.</p>
<p>“Ini menjadikan kita sangat ideal untuk mengembangkan terapi inovatif seperti terapi gen, peluang tersebut memungkinkan untuk menciptakan pengobatan yang sesuai dengan karakteristik genetik dan lingkungan lokal, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” kata dia.</p>
<p>Peluncuran INA-CRC ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/MENKES/1458/2023 tentang Penyelenggaraan Penelitian Klinik di Rumah Sakit, dengan tujuan memfasilitasi dan mengoordinasikan Clinical Research Units (CRU) di seluruh rumah sakit di Indonesia.</p>
<p>Dalam jangka panjang, INA-CRC diharapkan dapat memberikan dukungan kepada sekitar 3.000 rumah sakit di seluruh Indonesia, serta berperan sebagai pemain kunci dalam pengembangan inovasi medis global.</p>
<p>“Dengan kehadiran INA-CRC sebagai one-stop-solution yang mengkoordinasikan CRU dari rumah sakit di Indonesia, termasuk komite etik sentral untuk penelitian klinis multi-center, diharapkan dapat mempersingkat proses birokrasi penelitian klinis di Indonesia dan meningkatkan daya saing serta daya tarik (competitiveness &amp; attractiveness) Indonesia sebagai destinasi penelitian klinis bagi industri domestik maupun internasional,” ucap Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante juga menekankan bahwa jumlah uji klinis di Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga.</p>
<p>&#8220;Padahal, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi destinasi uji klinis yang atraktif berkat aset populasi yang besar, fasilitas kesehatan yang mumpuni, serta beragam jenis penyakit yang dapat dijadikan objek penelitian,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dengan kehadiran INA-CRC, diharapkan Indonesia dapat memiliki akses cepat dan efisien terhadap inovasi bioteknologi terbaru, seperti yang ditunjukkan oleh studi kasus uji klinis vaksin kanker mRNA.</p>
<p>Hanya 18% dari obat baru yang diluncurkan sejak 2012 tersedia di Indonesia, dan hanya 4% dari seluruh uji klinis di Asia Tenggara dilakukan di Indonesia, meskipun lebih dari 40% populasi Asia Tenggara berada di Indonesia. Pada 2018, Indonesia hanya mengelola 414 uji klinis dibandingkan dengan 2.300 uji klinis di Thailand.</p>
<p>&#8220;Pandemi COVID-19 menjadi wake-up call akan urgensi dan pentingnya ekosistem uji klinis yang kuat dalam menjaga ketahanan kesehatan bangsa. Sejak saat itu, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah-langkah strategis untuk membangun fondasi ekosistem uji klinis yang lebih kuat di Indonesia,” ujar Wamenkes.</p>
<p>Indonesia kini sedang melakukan tiga uji vaksin TBC sebagai bagian dari upaya pengentasan tuberkulosis di tanah air.</p>
<p>Di sisi lain, INA-CRC menawarkan berbagai layanan strategis untuk mendukung pengembangan riset klinis di Indonesia, termasuk memfasilitasi penelitian klinis di seluruh wilayah Indonesia, pengembangan registri penelitian klinis nasional, peningkatan kapasitas CRU, penyederhanaan proses persetujuan etik melalui komisi etik sentral, serta penyediaan template perjanjian penelitian untuk mempercepat proses legal dan administrasi termasuk memfasilitasi kelancaran transfer material riset.</p>
<p>Sebagai bagian dari inisiatif strategis ini, Tony Blair Institute for Global Change (TBI) Indonesia bertindak sebagai knowledge partner yang mendukung pengembangan kapasitas penelitian klinis dan inovasi kesehatan, serta peningkatan daya saing Indonesia dalam riset klinis di tingkat global. Hal ini juga sejalan dengan agenda transformasi kesehatan nasional, yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekunder dan tersier di Indonesia.</p>
<p>Dengan peluncuran INA-CRC, Indonesia berkomitmen menjadi pemain kunci dalam penelitian klinis global, mempercepat inovasi kesehatan, dan meningkatkan daya saing nasional di sektor kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54071141420_ba39c03413_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SATUSEHAT Logistik untuk Monitoring Distribusi Vaksin dan Obat-Obatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-logistik-untuk-monitoring-distribusi-vaksin-dan-obat-obatan</link>				
         <pubDate>Tue, 15 Oct 2024 20:04:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/satusehat-logistik-untuk-monitoring-distribusi-vaksin-dan-obat-obatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 15 Oktober 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan tiga fokus utama dalam pengembangan layanan platform SATUSEHAT, yakni digitalisasi, integrasi platform, dan orientasi kepada pasien. Dia menyampaikan hal itu pada acara soft launching SATUSEHAT Logistik di Jakarta, Selasa (15/10).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Pertama, saya ingin mendigitalisasi semua aktivitas yang kita miliki. Kedua, integrasi ke dalam satu platform yang kini kita sepakati dengan nama SATUSEHAT. Ketiga, semuanya harus berfokus kepada kepentingan pasien,&#8221; ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menambahkan, dengan populasi Indonesia sekitar 280 juta jiwa, sebuah aplikasi yang digunakan oleh kurang dari satu juta pengguna dalam setahun tidak dapat dianggap sebagai aplikasi yang bagus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Apapun aplikasinya, jika dalam setahun digunakan kurang dari satu juta pengguna maka itu bukan aplikasi yang bagus. Sekurangnya adalah satu juta pengguna. Karena berdasar rekam jejak kita di aplikasi Peduli Lindungi, telah digunakan oleh lebih dari seratus juta orang.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan tersebut, Menkes Budi mengapresiasi peran UNDP, yang turut berperan dalam membangun sistem SATUSEHAT Logistik, yakni salah satu komponen dari aplikasi SATUSEHAT.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Menkes Budi, dengan adanya komponen SATUSEHAT Logistik dalam aplikasi SATUSEHAT, pemantauan ketersediaan vaksin di setiap fasilitas layanan kesehatan akan menjadi lebih mudah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Namun demikian, saya ingin ini tidak hanya terbatas pada vaksin saja. Saya ingin ini dikembangkan untuk pemantauan obat-obatan,&#8221; tambah menkes.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Rizka Andalusia menyatakan, proses pemantauan obat-obatan yang diinginkan oleh Menkes Budi sedang dikembangkan melalui Sistem Monitoring dan Inventaris Logistik Kesehatan Elektronik (SMILE).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurutnya, sebagai bagian dari SATUSEHAT Logistik, SMILE dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan secara transparan dan tepat waktu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Sistem ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen inventaris dengan memastikan penanganan data yang transparan dan terintegrasi, sehingga dapat menyelaraskan antara pasokan dan permintaan di fasyankes,” ujar Dirjen Rizka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dirjen Rizka juga mengungkapkan, SATUSEHAT Logistik lahir dari kondisi terfragmentasinya sistem pencatatan dan pelaporan data obat dan alat kesehatan (alkes). Menurutnya, situasi ini menyulitkan monitoring di tingkat daerah maupun nasional, sementara kebutuhan masyarakat terhadap obat dan alkes tertentu di setiap wilayah berbeda-beda.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebelumnya, teknologi SMILE yang merupakan hasil kolaborasi antara Kemenkes, UNDP, dan Gavi telah terbukti mampu memantau rantai pasok vaksin COVID-19 selama pandemi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Senada dengan Dirjen Rizka, Resident Representative of UNDP Indonesia Norimasa Shimomura menyatakan, dengan mengadopsi sistem yang terdapat dalam SMILE, SATUSEHAT Logistik diharapkan dapat membantu pelacakan distribusi vaksin dan obat-obatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;SMILE memungkinkan pelacakan digital distribusi vaksin dari provinsi, kabupaten, hingga puskesmas. Sistem monitoring pada SMILE dapat mencegah kelebihan dan kekurangan stok vaksin,&#8221; ujar Resident Representative of UNDP Indonesia Norimasa Shimomura.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bersama dengan UNDP Indonesia dan Gavi, Kemenkes mengelola pengiriman 450 juta dosis vaksin COVID-19 kepada setidaknya 185 juta orang hanya dalam satu tahun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat ini, SMILE membantu mengelola lebih dari 800 juta dosis vaksin dan 100 juta dosis obat di 10.000 fasilitas kesehatan di 38 provinsi. Fungsinya telah diperluas untuk mencakup berbagai komoditas kesehatan, termasuk imunisasi rutin, tuberkulosis, malaria, HIV, rabies, dan pengelolaan limbah medis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54068918013_4e32ab5ce5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Terlibat dalam Fortifikasi Pangan Skala Besar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-terlibat-dalam-fortifikasi-pangan-skala-besar</link>				
         <pubDate>Tue, 15 Oct 2024 10:43:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-terlibat-dalam-fortifikasi-pangan-skala-besar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Oktober 2024</p>
<p>Indonesia terlibat dalam diskusi fortifikasi pangan skala besar yang melibatkan negara-negara selatan. Indonesia telah menerapkan fortifikasi wajib pada garam, tepung terigu, dan minyak goreng.</p>
<p>Pemerintah Indonesia melaksanakan program fortifikasi pangan sebagai salah satu intervensi prioritas untuk mengatasi defisiensi vitamin dan mineral di masyarakat.</p>
<p>Dalam 20 tahun terakhir, kesehatan masyarakat di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, defisiensi zat gizi mikro masih menjadi masalah yang terus terjadi. Saat ini, data terkait status zat gizi mikro di Indonesia masih sangat terbatas.</p>
<p>Pada 1990-an, Indonesia mencatat rekor defisiensi yodium yang tinggi. Hingga saat ini, kasus anemia, terutama pada ibu hamil, masih menjadi masalah yang cukup serius.</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Niken Wastu Palupi, MKM menyatakan, kekurangan zat gizi mikro merupakan penyebab terbesar kedua kematian anak balita di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mengatasinya melalui transformasi kesehatan di pilar layanan primer.</p>
<p>“Keterjangkauan fasilitas, infrastruktur, pengobatan, dan peralatan medis serta meningkatkan layanan primer dan rujukan perlu dikuatkan. Deteksi dini dan menurunkan angka kematian ibu masuk dalam strategi nasional kita,” ujarnya pada Diskusi Pembelajaran dan Kolaborasi Antar Negara-negara Selatan terkait Fortifikasi Pangan Skala Besar di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (14/10). </p>
<p>Dr. Niken juga mengajak semua pihak untuk mempertimbangkan strategi selanjutnya, yakni kolaborasi antar-negara serta mengadopsi praktik terbaik dari pengalaman setiap negara.</p>
<p>Director of Nutrition Bill and Melinda Gates Foundation Meetu Kapur menyatakan, secara global, negara-negara Selatan memiliki regulasi terkait fortifikasi pangan. Namun, menurutnya, masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan akses terhadap pangan berkualitas.</p>
<p>Keberhasilan fortifikasi pangan bergantung pada penentuan prioritas melalui implementasi kebijakan dan pendanaan atas keterlibatan pemangku kepentingan dan peningkatan kapasitas. </p>
<p>Pada diskusi ini, setiap negara dapat berbagi pengalaman unik, karena setiap proyek berbeda-beda. Pertukaran dan kolaborasi di antara regulator dan pelaksana, terutama di negara-negara berkembang, menjadi hal yang penting.</p>
<p>“Negara-negara di Selatan mempunyai tantangan malnutrisi yang serupa, di antaranya defisiensi mikronutrien dan kelebihan mikronutrien,” ucap Kapur.</p>
<p>Sebagai contoh praktik baik, inovasi dan program fortifikasi nasional di Nigeria memungkinkan kita mempelajari bagaimana sektor publik dan swasta dapat berkolaborasi dengan lebih bermakna.</p>
<p>Kerja sama di Pakistan juga menjadi contoh yang patut ditiru, terutama dalam penanganan masalah kesehatan perempuan dan usia reproduksi serta program imunisasi yang efektif.</p>
<p>Semua perwakilan negara dan pakar teknis yang hadir dalam diskusi ini menunjukkan komitmen mereka untuk bekerja sama. Mereka berupaya menemukan solusi ilmiah berbasis bukti yang inovatif untuk mengatasi berbagai masalah besar yang dihadapi dunia saat ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-15-105249.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pembangunan Gedung Institute Neurosains Nasional RS PON Memasuki Tahap Topping Off</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pembangunan-gedung-institute-neurosains-nasional-rs-pon-memasuki-tahap-topping-off</link>				
         <pubDate>Tue, 15 Oct 2024 08:25:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pembangunan-gedung-institute-neurosains-nasional-rs-pon-memasuki-tahap-topping-off</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3">Jakarta, 15 Oktober 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RS PON) memulai proses penutupan atap atau </span><span class="s3">topping off</span><span class="s2"> untuk proyek pembangunan Gedung Institut Neurosains Nasional (INN) pada Selasa (15/10).</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Proses </span><span class="s3">topping off</span><span class="s2"> ini menandai bahwa pembangunan konstruksi dua gedung utama, yaitu Gedung Pelayanan serta Gedung Pendidikan dan Penelitian, telah selesai dan dilanjutkan dengan tahap penyelesaian akhir.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Gedungnya bagus sekali dan cepat pembangunannya. Selamat,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Gedung ini merupakan gedung ke-14 yang dibangun oleh pemerintah dalam dua tahun terakhir. Tujuan dari pembangunan gedung besar ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang otak dan persyarafan di Indonesia.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes pun memastikan bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini menggunakan bahan yang berkualitas, dari sisi interiornya juga bagus serta dilengkapi dengan peralatan kesehatan berteknologi tinggi dan modern.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Kalau ini sudah selesai, kerjaan kita 20-30 persen sudah selesai. Yang 60 persen itu sumber daya manusianya,” ucap Menkes. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Oleh karena itu, Menkes meminta agar pembangunan gedung baru ini diikuti dengan perubahan budaya kerja yang baru. Budaya kerja baru yang dimaksud adalah budaya yang fokus melayani masyarakat dan mengedepankan profesionalisme.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Budaya di mana siapapun bisa masuk, apapun latar belakang agamanya, sukunya, pendidikannya. Budaya, yang kalau mau kerja sama itu, mau kerja sama dengan semua orang, jangan hanya sama satu perguruan tinggi saja,” ucapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Lebih lanjut, Menkes menyebutkan, perubahan budaya kerja di rumah sakit akan menjadi fokus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, tolak ukur keberhasilan perubahan budaya kerja di rumah sakit adalah jika banyak warga Malaysia dan Singapura yang datang berobat ke Indonesia. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Layanan kita memang kurang bagus, tapi bukan dari sisi </span><span class="s3">hardware</span><span class="s2">, tapi karena budaya, perilaku, servis, keterampilan, </span><span class="s3">spend</span><span class="s2"> waktu, empati, itu yang masalah dan harus kita perbaiki bersama,” tuturnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Selain perubahan budaya kerja, Menkes kembali mengingatkan tiga hal yang harus dilakukan oleh RS PON sebagai rujukan nasional layanan stroke. Pertama, memberikan layanan neurologi terbaik; kedua, menjadi pusat penelitian yang terdepan; dan ketiga, melakukan pengampuan nasional. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Proyek pembangunan Gedung INN terdiri dari dua gedung utama, yaitu Gedung Pelayanan serta Gedung Pendidikan dan Penelitian.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Direktur Utama RS PON dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS kembali menjelaskan, proyek pembangunan Gedung INN terdiri dari dua gedung utama, yaitu Gedung Pelayanan serta Gedung Pendidikan dan Penelitian.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Gedung Pelayanan dirancang untuk memberikan layanan kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi melalui sistem klaster.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Layanan unggulan yang akan tersedia di gedung ini meliputi Autism Centre, Epilepsy Centre, Rehabilitation Centre, Stroke Centre, dan berbagai layanan lain yang berfokus pada penanganan penyakit otak dan sistem saraf dengan standar internasional.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Sejumlah fasilitas rawat inap seperti ruang operasi, Cath Lab serta ICU, HCU, dan SCU juga akan ditambah untuk memperkuat kapasitas layanan kami dalam menjawab kebutuhan yang terus meningkat,” katanya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Sementara itu, ia melanjutkan, Gedung Pendidikan dan Penelitian dirancang untuk mendukung Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Hospital Based System bagi pendidikan spesialis neurologi, yang rencananya dimulai pada awal 2025. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Program Pendidikan Hospital Based ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dokter spesialis neurologi Indonesia,” ucapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Gedung penelitian didedikasikan untuk memajukan penelitian translasional, yang berfokus pada pengembangan pengobatan presisi. Gedung ini diharapkan menjadi pusat unggulan dalam penelitian dan inovasi terbaru, yang akan meningkatkan kualitas perawatan dan hasil pengobatan pasien.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Gedung ini juga akan dilengkapi dengan Unit Uji Klinis yang memiliki kapasitas 18 tempat tidur. Fasilitas ini diharapkan mampu menarik kemitraan nasional dan internasional.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Dengan fasilitas yang canggih dan dukungan kuat dari berbagai pihak, pembangunan Gedung INN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan di Indonesia, serta mendorong tercapainya visi Indonesia Emas 2045.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Semoga dengan adanya gedung ini, pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia semakin maju dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia terutama di bidang otak dan persyarafan,” harapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span class="s4">kontak@kemkes.go.id</span></a>.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/58073164-4ca7-4242-ae45-530709dc465a.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Lantik 108 Pimpinan dan Anggota Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium Kesehatan, dan Majelis Disiplin Profesi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-lantik-108-pimpinan-dan-anggota-konsil-kesehatan-indonesia-kolegium-kesehatan-dan-majelis-disiplin-profesi</link>				
         <pubDate>Mon, 14 Oct 2024 13:31:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-lantik-108-pimpinan-dan-anggota-konsil-kesehatan-indonesia-kolegium-kesehatan-dan-majelis-disiplin-profesi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Oktober 2024</p>
<p>Sebanyak 108 pimpinan dan anggota Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium Kesehatan, dan Majelis Disiplin Profesi resmi dilantik oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan di Aula Siwabessy, Gedung Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin (14/10).</p>
<p>Pada kesempatan ini, Menkes Budi menjelaskan, Kementerian Kesehatan, sebagai pelaksana pemerintahan di bidang kesehatan, memiliki tugas untuk menyediakan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>“Rakyat Indonesia membutuhkan pelayanan kesehatan yang mudah aksesnya, bagus kualitasnya, dan terjangkau harganya. Itu adalah cita-cita yang harus kita berikan kepada seluruh rakyat Indonesia,” katanya.</p>
<p>Untuk mewujudkan hal tersebut, Menkes menjelaskan, Kemenkes telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk revitalisasi 10.000 puskesmas, pembangunan 80.000 posyandu di tingkat desa, serta melengkapi 3.200 rumah sakit dengan peralatan kesehatan canggih.</p>
<p>“Tapi, yang paling sulit, yang saya rasakan, adalah mempersiapkan SDM Kesehatan, agar kita benar-benar bisa memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas dan murah,” kata Menkes.</p>
<p>Oleh karena itu, Menkes mengajak sekaligus menantikan kontribusi dari tiga lembaga resmi tersebut dalam menciptakan SDM kesehatan yang berkualitas dan merata, agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat maksimal.</p>
<p>“Ketiganya harus bekerja sama agar kita bisa memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses, bagus kualitasnya, dan terjangkau harganya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.</p>
<p>Menkes juga berharap bahwa Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium Kesehatan, dan Majelis Disiplin Profesi dapat memastikan kualitas, mutu, dan kompetensi SDM kesehatan di Indonesia adalah yang terbaik dan tersedia secara merata di seluruh wilayah.</p>
<p>“Pesan saya, kita diberikan amanah untuk memastikan ilmu yang kita kuasai ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, bukan untuk diri sendiri, tapi harus kita sebarkan agar bisa memberikan dampak maksimal ke masyarakat,” pesannya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-15-at-13.29.17.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pimpinan Perusahaan Harus Peduli dengan Kesehatan Jiwa Pekerjanya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pimpinan-perusahaan-harus-peduli-dengan-kesehatan-jiwa-pekerjanya</link>				
         <pubDate>Sun, 13 Oct 2024 21:37:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pimpinan-perusahaan-harus-peduli-dengan-kesehatan-jiwa-pekerjanya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Oktober 2024</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, para pimpinan perusahaan harus memberikan perhatian kepada staf maupun bawahannya. Hal ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan positif.</p>
<p>“Kita harus memberikan penghargaan meskipun kecil gitu kan. Misalnya memberikan like di media sosial. Saat ada yang ulang tahun, kita ucapkan selamat ulang tahun. Kalau dia bekerja dengan baik, kita ucapkan terima kasih,&#8221; katanya saat membuka Pekan Raya Sehat Jiwa, di Jakarta, Minggu (13/10).</p>
<p>Pekan Raya Sehat Jiwa merupakan puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) tahun 2024, yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Tahun ini, HKJS mengangkat tema “Saatnya Prioritaskan Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja.”</p>
<p>Sekjen Kunta mengatakan, penghargaan kecil semacam itu terkadang luput untuk dilakukan. Padahal, tindakan itu sangat penting untuk menjaga kinerja dan kesehatan mental para pekerja di tempat kerja.</p>
<p>“Kadang kita hanya menuntut, tapi kalau mereka bekerja baik, kita tidak menunjukkan ekspresi bahwa kita telah dibantu mereka,” ucapnya.</p>
<p>Selain kepada pimpinan perusahaan, Sekjen Kunta juga mengingatkan para pekerja untuk saling peduli terhadap rekan kerja. Jika ada rekan yang menunjukkan perubahan perilaku, rekan kerja lainnya harus lebih peka.</p>
<p>“Bila ada rekan kerja yang berubah, misalnya mulai menyendiri, biasanya suka makan bersama tapi kok tidak pernah datang lagi, nah hal-hal seperti ini yang harus diperhatikan,” ucapnya.</p>
<p>Menurutnya, kepedulian ini akan menumbuhkan rasa percaya, sehingga mereka yang mengalami masalah akan lebih terbuka untuk bercerita.</p>
<p>“Saya mendorong teman-teman semua mengenal teman-teman kita, orang di sekitar kita. Kerja bersama, solidaritas itu penting, bersaing boleh, tapi bersainglah dengan sehat. Sehingga, kehidupan kita juga sehat,” pesannya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/fa9ad293-35b8-4e12-9f75-727b7a38100e.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sayangi Mata Anak Sedari Dini untuk Investasi Masa Depan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sayangi-mata-anak-sedari-dini-untuk-investasi-masa-depan</link>				
         <pubDate>Sun, 13 Oct 2024 08:14:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sayangi-mata-anak-sedari-dini-untuk-investasi-masa-depan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lombok, 10 Oktober 2024</p>
<p>Menurut data International Agency for the Prevention of Blindness pada 2021, sekitar 165 juta anak di seluruh dunia mengalami rabun jauh. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi 275 juta anak pada 2050.</p>
<p>Di Indonesia, sebanyak 3,6 juta anak mengalami kelainan refraksi, dan jumlah ini berpotensi terus meningkat. Diperkirakan 3 dari 4 anak dengan kelainan refraksi belum mendapatkan koreksi dengan kacamata.</p>
<p>Dalam sambutannya pada kegiatan puncak peringatan Hari Penglihatan Sedunia, Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Harbuwono menyatakan, menjaga kesehatan mata sejak dini adalah investasi masa depan. Melalui penglihatan, anak-anak mulai belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.</p>
<p>“Adanya gangguan penglihatan dapat berdampak pada perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak-anak kita,” kata Prof. Dante, Kamis (10/10).</p>
<p>Prof. Dante juga mengajak masyarakat untuk menjaga penglihatan generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045 dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini.</p>
<p>“Saya mengajak kita semua untuk terus melakukan pencegahan, deteksi dini, serta pengobatan gangguan penglihatan pada anak,” lanjut Prof. Dante.</p>
<p>Deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat sangat penting dilakukan untuk menemukan kasus sedini mungkin, sehingga dapat ditindaklanjuti segera. Hal ini agar tidak terjadi keterlambatan penanganan yang dapat memperberat kondisi atau mengakibatkan kebutaan.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, yang turut hadir memberikan sambutan, menyatakan bahwa pemerintah daerah, khususnya NTB, menyambut baik kegiatan Hari Penglihatan Sedunia. Pemerintah Provinsi NTB juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan masalah kesehatan mata di wilayah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan data Rapid Assessment of Avoidable Blindness(RAAB), prevalensi kebutaan di NTB berada pada peringkat kedua nasional sebesar 4,4%, dengan sekitar 78,1% kebutaan disebabkan oleh katarak.</p>
<p>“Di NTB, kasus katarak kurang lebih 37.500-an kasus 29.300-an di antaranya katarak. Data tahun 2020 disampaikan juga bahwa 15,81% terjadi kasus refraksi penglihatan pada anak. Daerah Lombok Barat dari survei-survei spontan yang dilakukan terhadap 400 anak, terdapat 25% mengalami gangguan penglihatan,” kata Sekda Lalu Ariadi.</p>
<p>Lebih lanjut, Sekda Lalu Ariadi mengatakan, angka 25% gangguan penglihatan pada anak ini dapat terus meningkat. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan untuk menghindari potensi sebagai kontributor ancaman kebutaan.</p>
<p>Deteksi dini pada anak juga telah dilaksanakan di 13 sekolah yang ada di Kabupaten Lombok, Provinsi NTB. Sebanyak 496 anak melakukan pemeriksaan tersebut dan 112 di antaranya positif mengalami kelainan refraksi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI dr. Prima Yosephine menyampaikan, tujuan peringatan Hari Penglihatan Sedunia antara lain meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan gangguan penglihatan pada anak, mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan mata, serta mewujudkan generasi emas yang sehat dan produktif. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan upaya deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat.</p>
<p>“Pada momen peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2024 ini, pemerintah turut menyampaikan komitmen Indonesia dalam mencapai target global kesehatan mata tahun 2030,” kata dr. Prima.</p>
<p>dr. Prima menjelaskan, kegiatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2024 dirangkaikan dengan kegiatan pekan deteksi dini gangguan penglihatan di seluruh Indonesia pada minggu kedua bulan Oktober, serta peluncuran Peta Jalan Gangguan Penglihatan Mata tahun 2024-2029 di Indonesia.</p>
<p>“Peta jalan ini merupakan dokumen strategis yang memuat arah tujuan strategi dan program penanggulangan gangguan penglihatan di Indonesia. Diharapkan nanti, dengan adanya peta jalan ini, tentu dapat menjadi panduan bagi daerah dalam menyusun rencana aksi untuk mencapai target dan indikator kesehatan mata baik Global, regional maupun nasional,” lanjut dr. Prima.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Prima menyampaikan, dalam pelaksanaan kegiatan Hari Penglihatan Sedunia, juga dilakukan pemberian kacamata gratis untuk anak-anak yang mengalami kelainan refraksi.</p>
<p>Siswa SMP Gunung Sari, Sahirah Safitri, sebagai salah satu penerima kacamata gratis, merasa senang dan berterima kasih atas bantuan tersebut. Dengan kacamata baru, Sahirah kini dapat melihat dengan jelas, setelah sebelumnya penglihatannya buram pada jarak tertentu.</p>
<p>“Perasaan saya senang bisa dapat kacamata baru. Dengan kacamata baru ini, saya melihatnya lebih jelas dan agak terang sedikit karena sebelumnya itu agak buram dan nggak jelas-jelas gitu,” kata Sahirah.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kegiatan puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD) dengan tema nasional “Sayangi Mata Anak Kita” di Hotel Astoria, Lombok, Kota Mataram, Provinsi NTB, pada Kamis (10/10/2024).</p>
<p>Hari Penglihatan Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan penglihatan. Untuk itu, Kemenkes mengajak semua pihak untuk memperhatikan kesehatan mata, khususnya bagi anak-anak, demi generasi masa depan.</p>
<p>Terdapat langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan penglihatan, yaitu metode 20-20-20. Setiap kali melakukan aktivitas yang melibatkan penglihatan intens, setelah 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dan pandanglah objek yang berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54057386590_ce0979fd03_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Momentum Membangun Sistem Kesehatan yang Lebih Tangguh</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/momentum-membangun-sistem-kesehatan-yang-lebih-tangguh</link>				
         <pubDate>Fri, 11 Oct 2024 10:29:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/momentum-membangun-sistem-kesehatan-yang-lebih-tangguh</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Oktober 2024</p>
<p>Pandemi COVID-19 telah mengungkap kelemahan-kelemahan dalam sistem kesehatan yang memerlukan perbaikan mendasar. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meluncurkan serangkaian reformasi guna memperkuat sistem kesehatan nasional. Transformasi ini didasarkan pada enam pilar utama, yaitu: layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan teknologi kesehatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa langkah penting dalam penguatan transformasi kesehatan ini dimulai dengan pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Regulasi baru ini menjadi landasan dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan terintegrasi.</p>
<p>“Pengesahan UU Nomor 17 Tahun 2023, yang menggabungkan 11 undang-undang lama, merupakan pencapaian luar biasa di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Regulasi ini dirancang berdasarkan praktik terbaik dari seluruh dunia dan kondisi kesehatan saat ini,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai bagian dari implementasi UU tersebut, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang pelaksanaan UU Kesehatan, yang didukung dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) sebagai aturan turunan.</p>
<p>“Untuk mereformasi sistem kesehatan, kita membutuhkan kerangka regulasi yang kuat dan tata kelola yang baik. Selain itu, pembiayaan yang cukup juga sangat penting untuk mendukung transformasi ini,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Pemenuhan Alat Kesehatan</p>
<p>Menkes Budi juga menyoroti berbagai pencapaian dalam transformasi kesehatan, termasuk dalam layanan primer seperti program imunisasi dan skrining untuk menjaga kesehatan masyarakat. Di sisi layanan rujukan, Kemenkes memastikan rumah sakit di seluruh kabupaten/kota dan provinsi dilengkapi dengan alat kesehatan yang memadai.</p>
<p>“Di layanan rujukan, kami mendistribusikan peralatan medis seperti CT-scan untuk mendeteksi stroke dan alat mammogram untuk skrining kanker payudara. Kami juga mendistribusikan alat kemoterapi dan radioterapi ke berbagai rumah sakit provinsi,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu contoh keberhasilan adalah RSUP dr. Ben Mboi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kini mampu menangani pasien jantung sehingga masyarakat tidak perlu dirujuk keluar provinsi.</p>
<p>Perbaikan Pendidikan Kedokteran</p>
<p>Transformasi SDM kesehatan juga menjadi prioritas. Menkes Budi menyatakan bahwa sistem pendidikan kedokteran diperbaiki melalui pendekatan berbasis rumah sakit, terutama untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>“Kami telah memperkenalkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit, serta menyederhanakan proses perizinan bagi dokter. Surat Tanda Registrasi (STR) kini berlaku seumur hidup, dan Surat Izin Praktik (SIP) telah disentralisasi dan otomatisasi,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk meningkatkan kapasitas pendidikan kedokteran, Kemenkes memberikan beasiswa fellowship kepada dokter spesialis di beberapa negara seperti China, Jepang, dan India.</p>
<p>Digitalisasi Data Kesehatan</p>
<p>Dalam bidang teknologi kesehatan, Kemenkes mengembangkan platform SATUSEHAT untuk mengintegrasikan data kesehatan nasional. Platform ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses dan mengelola data kesehatan pribadi dengan lebih mudah.</p>
<p>“Dengan SATUSEHAT, data kesehatan seperti hasil tes kolesterol, riwayat CT-scan, dan obat yang digunakan dapat diakses secara transparan. Ini adalah langkah besar dalam transformasi teknologi kesehatan di Indonesia,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disampaikan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi layanan Halo Kemenkes di nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik,</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/53996943499_799f746c18_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Peta Jalan Eliminasi Malaria dan Pencegahan Penularan Kembali di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-peta-jalan-eliminasi-malaria-dan-pencegahan-penularan-kembali-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 10 Oct 2024 11:39:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-peta-jalan-eliminasi-malaria-dan-pencegahan-penularan-kembali-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p2">Jakarta, 10 Oktober 2024</p>
<p class="p2"><span class="s2">Indonesia telah membuat langkah signifikan dalam upaya pemberantasan malaria. Hingga Juni 2024, sekitar 77% (398 dari 514) kabupaten/kota telah menerima sertifikat eliminasi malaria, sementara 23% sisanya berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut. Namun, Indonesia masih mencatat sekitar 400.000 kasus malaria setiap tahunnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pemerintah tetap teguh pada komitmennya untuk mencapai status bebas malaria pada 2030, sebagaimana tercantum dalam Prioritas Pembangunan Nasional 2020-2024, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 22 Tahun 2022 tentang Upaya Pemberantasan Malaria.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Untuk memperkuat komitmen ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Peta Jalan Eliminasi Malaria dan Pencegahan Penularan Kembali untuk periode 2025-2045 di Jakarta pada Kamis (10/10). </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, dulu dunia menghadapi peperangan dengan senjata, tetapi sekarang dunia &#8220;berperang&#8221; melawan berbagai penyakit menular yang disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, dan parasit, yang menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Salah satunya adalah malaria, penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini sangat menular dan mematikan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berdasarkan data WHO, malaria menempati peringkat ketiga penyakit paling mematikan di dunia, dengan 2-3 juta kasus baru setiap tahun. Di Indonesia, kasus malaria tercatat sebanyak 1,2 juta orang, dengan angka kematian mencapai sekitar 100.000 per tahun.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Peluncuran peta jalan ini diharapkan dapat menggalang dukungan dan komitmen dari berbagai pihak, terutama pemimpin negara-negara berkembang, untuk menyuarakan pentingnya pemberantasan malaria. Sebab, angka kematian akibat malaria lebih tinggi dibandingkan perang pada umumnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Penyakit menular ini terkadang dilupakan, terutama untuk negara berkembang. Itu kenapa penyakit bertahan sangat lama di dunia dan membunuh lebih dari ratusan ribu orang,” katanya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Peta jalan ini disusun dengan melibatkan konsultasi dengan para ahli dan profesional dari berbagai program kesehatan, kementerian/lembaga, serta organisasi sektor publik dan swasta. Tujuan utamanya adalah mencapai eliminasi malaria secara nasional.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Peta jalan ini juga memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pemerintah menargetkan tidak ada penularan lokal malaria di seluruh kabupaten/kota pada 2030, dan kabupaten/kota yang telah mencapai eliminasi mampu mempertahankan status tersebut.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Jangka waktu yang dicanangkan untuk mencapai target Indonesia bebas malaria adalah pada 2025 sampai 2045. Pada periode 2025-2030, fokusnya adalah mempercepat penurunan beban penyakit dan pencapaian eliminasi malaria.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Periode berikutnya, 2031-2035, adalah menyelaraskan sistem kesehatan dengan pendekatan One Health yang komprehensif dan mempertahankan eliminasi malaria.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pada 2036-2040, kolaborasi One Health akan diperkuat untuk mencegah kembalinya malaria. Pada 2041-2045, tujuannya adalah Indonesia bebas malaria secara penuh.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menkes Budi menambahkan, selain meluncurkan peta jalan eliminasi ini, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk memerangi malaria di tanah air.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Upaya tersebut antara lain memperkuat surveilans, menyebarkan alat </span><span class="s3">rapid test</span><span class="s2"> dan mikroskop ke semua puskesmas. Tenaga kesehatan juga sudah dilatih untuk memeriksa hasil tes.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Kemudian, pada tataran yang lebih canggih (</span><span class="s3">advance</span><span class="s2">), pemerintah telah memasang laboratorium PCR di 514 kabupaten/kota.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Dengan demikian, kemampuan kita untuk mendeteksi itu ada. Ini penting karena kalau tidak terdeteksi (malaria), orang-orang ini bisa menularkan ke orang lain,” ucap Menkes. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Penasihat Khusus Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) Prof. Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi peluncuran peta jalan eliminasi malaria tersebut. Menurutnya, </span><span class="s3">timeline</span><span class="s2"> dan target yang ditetapkan sangat realistis.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Saya sudah baca intisari dari peta jalan ini, </span><span class="s3">beautiful</span><span class="s2">, </span><span class="s3">good initiative</span><span class="s2">. Saya yakin Indonesia bisa menjadi model di kawasan Asia-Pasifik dalam upaya memberantas malaria ini,” katanya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Apalagi, Indonesia memiliki pengalaman yang baik dalam menghadapi berbagai krisis, baik krisis kesehatan maupun krisis ekonomi.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Ingat kita pernah berhasil memerangi flu burung. Pada waktu itu, kita baru saja terkena musibah tsunami, kemudian krisis ekonomi global, tapi pemerintah bisa melakukan tugasnya dengan baik. Artinya, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” ucapnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Presiden ke-6 RI tersebut juga menyatakan, dengan adanya peta jalan ini, 50% dari target yang ditetapkan sudah hampir tercapai. Namun, perencanaan saja belum cukup karena hal yang dibutuhkan adalah aksi nyata di lapangan, terutama di daerah endemis malaria seperti Papua, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Kalau semua melakukan langkah bersama, bukan hanya Kementerian Kesehatan, tapi utamanya para pemimpin sangat-sangat penting, gubernur, bupati, walikota, menteri dan presiden, semuanya bertanggung jawab dan melakukan sesuatu secara nyata,” katanya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/1e0e9c4f-e1cf-4a01-a726-178e6f86522d.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jaga Kesehatan Dengan Imunisasi Dan Skrining</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jaga-kesehatan-dengan-imunisasi-dan-skrining</link>				
         <pubDate>Thu, 10 Oct 2024 05:56:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jaga-kesehatan-dengan-imunisasi-dan-skrining</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Oktober 2024</p>
<p>Indonesia saat ini fokus mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk menjaga masyarakat tetap hidup sehat. Upaya ini merupakan salah satu keberhasilan sektor kesehatan pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun atau pada dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, strategi untuk menjaga kesehatan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer.</p>
<p>Transformasi layanan kesehatan primer merupakan pilar pertama dalam transformasi kesehatan Indonesia. Dalam penerapannya, fokus utamanya adalah memperkuat aktivitas promotif dan preventif untuk menciptakan lebih banyak masyarakat yang sehat, memperbaiki skrining kesehatan, serta meningkatkan kapasitas layanan kesehatan primer.</p>
<p>“Untuk menjaga orang tetap sehat, fokus promotif dan preventif di puskesmas, posyandu, bidan, perawat, dokter-dokter yang ada di puskesmas. Sedangkan, kalau mengobati orang sakit, kita mengurusnya di rumah sakit, mulai dari kelengkapan obat-obatan sampai alat kesehatan,” ungkap Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Senin (7/10).</p>
<p>Pelayanan kesehatan primer dilakukan dengan merevitalisasi jaringan puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan posyandu. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan revitalisasi 10.000 puskesmas, 85.000 puskesmas pembantu, dan 300.000 posyandu.</p>
<p>“Revitalisasinya nomor satu, kami revitalisasi layanan kesehatan, karena masing-masing puskesmas sebelumnya beda-beda pelayanannya. Kami akhirnya standardisasikan pelayanannya. Yang kedua, layanan kesehatan tidak hanya fokus kepada ibu hamil dan balita,” lanjut Menkes Budi.</p>
<p>“Pada program revitalisasi, layanan kesehatan promotif dan preventif ditujukan, mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Itu yang kami revitalisasi. Yang ketiga, semua (data) digitalisasikan. Jadi, program revitalisasi ini sudah dilakukan dengan sangat masif.”</p>
<p>Imunisasi untuk Pencegahan</p>
<p>Dari sisi standardisasi layanan kesehatan, Menkes Budi menambahkan, puskesmas memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif. Implementasi upaya preventif terdiri dari imunisasi dan skrining.</p>
<p>“Imunisasi untuk mencegah supaya tidak sakit dan skrining untuk mendeteksi risiko penyakit. Imunisasi kita sudah bertambah dengan kehadiran tiga antigen baru, yakni vaksin HPV (human papillomavirus) untuk pencegahan kanker serviks,” tambahnya.</p>
<p>“Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) untuk pneumonia dan Rotavirus untuk mencegah diare. Vaksin pneumonia dan diare diberikan kepada seluruh balita. Lalu, untuk vaksin HPV diberikan kepada semua wanita.”</p>
<p>Menurut Menkes Budi, pemberian vaksin HPV dilatarbelakangi melihat angka kejadian kasus kanker serviks di Indonesia. Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua tertinggi pada wanita setelah kanker payudara.</p>
<p>“Kasus kanker serviks di Indonesia naik terus. Sekarang, sudah ada vaksinnya. Vaksin HPV untuk anak perempuan usia 11-12 tahun, kemudian naik untuk usia 15-16 tahun, akhirnya naik diberikan untuk usia 21 tahun. Diberikan vaksinnya buat anak-anak dan remaja, karena mereka bisa menjadi carrier (pembawa),” sambungnya.</p>
<p>Pemberian vaksin PCV dan Rotavirus juga didasari tingginya angka kematian balita akibat pneumonia dan diare. Padahal, sudah ada vaksin yang dapat mencegah dua penyakit tersebut.</p>
<p>“Vaksin HPV, PCV, dan Rotavirus disorot dunia. Indonesia akhirnya melakukan imunisasi dengan ketiga vaksin tersebut. Ini adalah program nasional yang sangat besar dan tentunya berkat keberhasilan kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi,” imbuh Menkes Budi.</p>
<p>Deteksi Risiko Penyakit</p>
<p>Upaya preventif lainnya dalam layanan kesehatan primer adalah skrining. Skrining yang paling masif dilakukan adalah skrining penyakit gizi pada balita.</p>
<p>“Skrining penyakit yang terbayang oleh kita biasanya skrining penyakit jantung, stroke, diabetes. Yang paling masif kami lakukan adalah skrining penyakit gizi balita, yakni stunting. Stunting termasuk penyakit gizi dengan gizi kurang dan ini diskrining,” jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>“Cara skriningnya dengan mengukur tinggi dan berat badan. Dulu, pengukurannya tidak standar. Sekarang, ada alat yang namanya antropometri buat skrining. Fungsinya, sebagai alat ukur tinggi dan berat bayi.”</p>
<p>Kemenkes telah mendistribusikan lebih dari 300.000 alat antropometri ke posyandu di seluruh Indonesia untuk menstandarkan proses penimbangan, mengingat sebelumnya alat timbang di posyandu tidak terstandar.</p>
<p>“Antropometri ini kami kirim secara masif. Sebanyak 1,5 juta kader posyandu diajarkan cara menimbang. Ini program yang luar biasa,” imbuh Menkes Budi.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan, skrining masif juga dilakukan untuk bayi dalam kandungan. Skrining ini memerlukan biaya sangat besar karena melibatkan pengadaan alat ultrasonografi (USG) untuk 10.000 puskesmas.</p>
<p>“Alat USG digunakan untuk skrining bayi dalam kandungan ibu hamil. Kematian bayi dan ibu di negara kita masih tinggi, tidak turun-turun karena kita punya alat USG sedikit sekali. Sewaktu saya masuk menjadi Menteri Kesehatan, baru ada 2.200 puskesmas dari 10.000 yang punya alatnya,” katanya.</p>
<p>“Padahal, kelahiran banyak terjadi di puskesmas. Hanya 22% ibu hamil yang ada di Indonesia yang bisa dapat pelayanan dengan USG waktu itu. Oleh karena itu, kami kirim alat USG ke seluruh puskesmas.”</p>
<p>Selain digunakan untuk skrining bayi dalam kandungan, alat USG juga dapat digunakan untuk mendeteksi kanker payudara. Skrining kanker serviks juga telah gencar dilakukan dengan dukungan mesin PCR.</p>
<p>“Sehingga bukan swab di hidung, tapi swab di serviks. Nanti bisa terlihat di mesin PCR, apakah ada potensi virus kanker serviksnya atau tidak,” kata Menkes Budi Gunadi.</p>
<p>Upaya skrining lainnya mencakup skrining tuberkulosis (TB). Sebelumnya, dari target satu juta orang, hanya sekitar 500.000 hingga 600.000 orang yang terdeteksi, sementara 400.000 orang lainnya berpotensi menularkan penyakit ini ke orang lain.</p>
<p>“Skrining TB naik sekarang, bisa 840.000 orang. Semoga tahun ini bisa 900.000 orang. Belum lagi skrining penyakit tidak menular. Di Indonesia, yang meninggal banyak yang stroke, jantung, dan kanker,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>“Stroke dan jantung atau masalah kardiovaskular mesti dijaga tekanan darah, gula darah dan lemak darah. Begitu terdeteksi tekanan darah tinggi, sudah ada obatnya dan gratis. Gula darah yang tinggi juga berbahaya. Upaya skrining ini contoh program besar layanan kesehatan di puskesmas.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/52260221435_4a210c597f_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jangan Sepelekan Mata Malas pada Anak untuk Cegah Kebutaan Dewasa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jangan-sepelekan-mata-malas-pada-anak-untuk-cegah-kebutaan-dewasa</link>				
         <pubDate>Wed, 09 Oct 2024 05:46:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jangan-sepelekan-mata-malas-pada-anak-untuk-cegah-kebutaan-dewasa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Oktober 2024</p>
<p>Mata malas atau ambliopia merupakan salah satu penyebab hilangnya penglihatan. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berdampak buruk pada penglihatan, seperti kebutaan di usia dewasa.</p>
<p>Dokter Spesialis Mata RS Mata Cicendo Dr. dr. Feti Karfiati Memed, SpM(K), MKes menjelaskan, ambliopia atau mata malas adalah penurunan perkembangan penglihatan yang terjadi ketika otak tidak menerima rangsangan normal dari mata.</p>
<p>&#8220;Hanya anak-anak yang bisa mengalami ambliopia. Jika tidak diterapi pada masa anak-anak, hal ini akan mengakibatkan hilangnya penglihatan secara permanen,&#8221; ujar dr. Feti dalam konferensi pers Hari Penglihatan Sedunia, Senin (7/10).</p>
<p>Ia menambahkan, penyebab paling umum dari hilangnya penglihatan pada orang dewasa usia 20 hingga 70 tahun adalah ambliopia yang tidak diobati dengan baik pada masa anak-anak. Ambliopia sering disebabkan oleh kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, strabismus atau mata juling, serta kelainan di dalam mata seperti katarak.</p>
<p>Pemeriksaan penglihatan pada usia sekolah sebetulnya bisa jadi terlambat karena ambliopia mulai sulit disembuhkan setelah usia 5 tahun. Selain itu, kehilangan penglihatan permanen dapat mulai terjadi jika terapi dilakukan setelah usia 8 hingga 10 tahun.</p>
<p>Anak-anak yang berisiko mengalami ambliopia antara lain mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan strabismus atau mata juling, mata malas, atau penggunaan kacamata sejak kecil. Riwayat medis seperti kelahiran prematur, perkembangan terlambat, dan diabetes juga dapat meningkatkan risiko ambliopia.</p>
<p>Selain itu, riwayat masalah mata seperti mata juling, mata berair, ptosis, dan penglihatan kabur juga perlu diperhatikan. Skrining pada bayi baru lahir sebaiknya dilakukan pada usia sekitar 35 bulan, atau usia 0 hingga 2 tahun, untuk mengetahui riwayat kesehatan, termasuk masalah mata pada keluarga.</p>
<p>&#8220;Kemudian, cek penglihatan pergerakan mata atau adanya nistagmus, jadi matanya tidak diam, dia bergerak terus, kemudian bagaimana posisi bola mata apakah ada juling, dan refleks pada kornea serta cover tes untuk melihat ada juling atau tidak,&#8221; tutur dr. Feti.</p>
<p>Skrining berikutnya dilakukan pada usia 36 hingga 47 bulan, atau sekitar 3 hingga 4 tahun. Pada usia ini, anak seharusnya mampu mengukur ketajaman penglihatannya dan dapat mengidentifikasi sebagian besar optotipe pada baris 20/50 di masing-masing mata.</p>
<p>Pemeriksaan dilakukan pada jarak 10 kaki (feet) atau 3 meter, dan mata yang tidak diperiksa harus tertutup dengan benar.</p>
<p>Skrining selanjutnya dilakukan ketika anak berusia di atas 60 bulan atau 5 tahun. Anak diharapkan dapat mengidentifikasi sebagian besar optotipe pada baris 20/30 di setiap mata, dan skrining ulang dianjurkan setiap tahun.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, sebagian pembiayaan kesehatan untuk ambliopia atau kasus-kasus anak lainnya akan ditanggung oleh BPJS, jika mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p>&#8220;Dalam rangka Hari Kesehatan Mata, kami benar-benar ingin mengingatkan kepada masyarakat, terutama untuk melakukan deteksi lebih dini, dan kalau memang kita perlu perkuat guru-guru di sekolah agar dapat memperhatikan anak didiknya. Kalau anak didik duduk pada jarak tertentu tapi tidak bisa baca, ini harus segera dikonsultasikan,&#8221; ucap dr. Nadia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241009_055251_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bangun Gedung Baru, Kapasitas Operasi Jantung di RSJPD Harapan Kita Akan Jadi yang Terbanyak di ASEAN</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/bangun-gedung-baru-kapasitas-operasi-jantung-di-rsjpd-harapan-kita-akan-jadi-yang-terbanyak-di-asean</link>				
         <pubDate>Tue, 08 Oct 2024 20:14:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/bangun-gedung-baru-kapasitas-operasi-jantung-di-rsjpd-harapan-kita-akan-jadi-yang-terbanyak-di-asean</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p2">Jakarta, 8 Oktober 2024</p>
<p class="p2"><span class="s2">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan fasilitas pelayanan kesehatan jantung di Indonesia. Kali ini, Kemenkes memulai pembangunan gedung baru di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta.</span></p>
<p class="p2"><span class="s3">Groundbreaking</span><span class="s2"> atau peletakan batu pertama pembangunan gedung setinggi 20 lantai ini dimulai pada Selasa (8/10) dan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Gedung ini merupakan hasil kerja sama dengan Tokushukai Medical Group, korporasi kesehatan terbesar dari Jepang.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menkes Budi mengungkapkan, pembangunan gedung baru ini akan meningkatkan kapasitas operasi dari 4.000 menjadi 7.000 per tahun, menjadikan RSJPD Harapan Kita terbesar ketiga di Asia setelah China dan India. Selain itu, gedung baru ini akan meningkatkan kualitas RSJPD Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional untuk penyakit jantung.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Ini akan menjadi sentra seluruh rumah sakit, kasus jantungnya susah-susah nanti dibawa ke sini,” katanya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Proyek pembangunan gedung yang diberi nama Harapan Kita-Tokushukai ini akan dibangun di atas lahan seluas 8.653,7 m², dengan luas bangunan utama 61.853 m² dan luas lantai dasar 4.095 m².  </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Rencananya, gedung baru ini akan memiliki 20 lantai dan 3 rubanah atau </span><span class="s3">basement</span><span class="s2"> dengan kapasitas 462 tempat tidur. Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp1 triliun, yang merupakan dana hibah dari Tokushukai Medical Group.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Desain gedung ini akan bergaya arsitektur futuristik, dengan desain interior yang mengusung konsep </span><span class="s3">high-tech</span><span class="s2"> dan mewah, sehingga menciptakan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selain bangunan yang megah dan menjulang tinggi, gedung ini juga akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Ruang publik tersebut juga akan dilengkapi dengan taman dan tempat makan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menkes juga menyampaikan, gedung ini berlokasi di Jalan S. Parman dan diapit oleh RS Anak dan Ibu Harapan Kita serta RS Kanker Dharmais, yang dikenal sebagai kawasan &#8220;3 berlian&#8221;. Area ini akan terintegrasi dengan akses jalan tol dan transportasi publik sehingga mudah diakses masyarakat. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Ketiga rumah sakit ini akan menjadi kompleks yang bagus dan saya sudah berkomunikasi dengan Pak Pj Gubernur DKI Jakarta, sudah mendapatkan persetujuan bahwa kawasan ini sudah terintegrasi baik dari sisi akses jalan maupun transportasi publiknya,” ucapnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selain bangunan fisik, pemerintah juga akan melengkapi gedung baru ini dengan peralatan medis super canggih dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menkes berharap, kerja sama dengan Tokushukai Medical Group yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun ini dapat terus berlanjut, terutama melalui pertukaran ilmu dan dokter spesialis antara Indonesia dan Jepang. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Menkes juga mengingatkan bahwa RSJPD Harapan Kita memiliki tugas penting yang harus diselesaikan, yakni terus melakukan pengampuan penyakit jantung di seluruh wilayah Indonesia. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pada program pengampuan ini, 34 rumah sakit provinsi ditargetkan mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka, 514 rumah sakit di kabupaten/kota harus mampu melakukan intervensi non-bedah, dan 10.000 puskesmas harus mampu melakukan trombolisis.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Tugas Harapan Kita adalah memastikan 280 juta masyarakat Indonesia di 7.000 pulau ini terlayani kalau ada serangan jantung dan kalau bisa dilayani sedekat mungkin dengan tempat mereka berada. Biarkan yang sangat susah-susah ke Harapan Kita,” pesan Menkes. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selaras dengan yang disampaikan Menkes, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota mengungkapkan, pembangunan gedung baru ini merupakan salah satu upaya untuk menambah kapasitas pelayanan kesehatan jantung di Indonesia. Hal ini lantaran permintaan penanganan penyakit jantung saat ini sangat tinggi sehingga menyebabkan antrean operasi yang panjang, bahkan hingga bertahun-tahun.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Waktu tunggu operasi jantung cukup lama, 3-5 bulan. Bahkan, untuk jantung anak sampai 2 tahun,” katanya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Iwan menambahkan, pembangunan gedung baru setinggi 20 lantai ini akan menambah kapasitas tempat tidur pasien dari 404 menjadi 750 tempat tidur.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Jumlah ruang operasi juga akan ditambah dari 10 menjadi 18 ruangan, sehingga tindakan operasi jantung dapat ditingkatkan dari 4.000 menjadi 7.000 pasien per tahun. Ini merupakan jumlah operasi jantung terbesar di Asia Tenggara.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selain itu, Iwan menambahkan, ruang Catheterization Laboratory (Cath Lab) juga akan ditambah menjadi tiga ruang, termasuk ruang hibrida.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Dengan dibangunnya gedung tambahan ini, akan menambah kemampuan dan kapasitas layanan di RSJPD Harapan Kita sebagai pusat rujukan tertinggi dan akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk pengembangan layanan rujukan,” harapnya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pada kesempatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan beberapa perjanjian kerja sama, yang disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Pertama, perjanjian hibah antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tokushukai Medical Group.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Kedua, perjanjian payung (umbrella agreement) antara RSJPD Harapan Kita dan Tokushukai Medical Group.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Ketiga, perjanjian kontrak pembangunan gedung antara Tokushukai Medical Group dan PT PP Persero dan PT Wika.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/3630d1c4-fade-4c37-918a-2230bba98380.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>16 Tokoh Kemenkes Terima Penghargaan Orang Dewasa dari Kwarnas Pramuka</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/16-tokoh-kemenkes-terima-penghargaan-orang-dewasa-dari-kwarnas-pramuka</link>				
         <pubDate>Mon, 07 Oct 2024 19:20:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/16-tokoh-kemenkes-terima-penghargaan-orang-dewasa-dari-kwarnas-pramuka</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Oktober 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menerima penghargaan dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Keduanya dianugerahi tanda Lencana Melati, berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 132 tahun 2024. </p>
<p>Penyematan tanda penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso di Aula Siwabessy, Gedung Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin (7/10).</p>
<p>Setelah menerima penghargaan, Menkes Budi menyampaikan terima kasih kepada Kwarnas Pramuka atas dukungannya terhadap sektor kesehatan selama ini.</p>
<p>Ia menekankan bahwa isu kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tetapi harus diselesaikan oleh semua pihak, baik formal, semi-formal, maupun non-formal.</p>
<p>Menurutnya, Pramuka adalah salah satu komponen besar yang sangat berperan penting dalam membantu pemerintah meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga hidup sehat bagi masyarakat luas.</p>
<p>“Mudah-mudahan semangat yang sudah kita tunjukkan bersama ini, ke depannya seluruh masyarakat Indonesia dibantu oleh anggota Pramuka yang puluhan juta ini menjadi lebih sehat kedepannya,” ucap Menkes. </p>
<p>Budi Waseso menjelaskan, penghargaan yang diserahkan hari ini merupakan bentuk pengakuan dari Kwarnas Gerakan Pramuka kepada seseorang, baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka, atas kesetiaan, keaktifan, jasa, karya, dan darma bakti yang dianggap bermanfaat bagi perkembangan Pramuka.</p>
<p>Selain itu, tanda penghargaan ini juga diberikan untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada penerima penghargaan agar terus memajukan pendidikan kepramukaan dan memotivasi orang lain untuk membuat kebijakan seperti penerima tanda penghargaan tersebut.</p>
<p>Kemenkes, melalui Saka Bakti Husada (SBH), adalah salah satu yang berhak menerimanya. Selama puluhan tahun, SBH telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pembinaan dan pelatihan kepada anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan di bidang kesehatan.</p>
<p>“SBH, yang saat ini sudah berusia 32 tahun menjadi organisasi pendukung Pramuka di bidang kesehatan, terus bergerak membawa kebermanfaatan bagi semua masyarakat melalui seluruh pengurus dan anggotanya di seluruh penjuru Tanah Air,” ujar Budi Waseso. </p>
<p>Sosok yang dikenal dengan Buwas ini juga mengingatkan bahwa tantangan kesehatan pada masa depan akan semakin kompleks. Untuk itu, menurutnya, perlu sinergi untuk mempersiapkan generasi Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Kemenkes dan Gerakan Pramuka, lanjutnya, akan selalu siap menghadapi tantangan kesehatan. Melalui SBH, anggota Pramuka dapat diberikan tanda kecakapan khusus dan kecakapan diri untuk menghadapi situasi darurat kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Sebagai contoh, saat pandemi COVID-19, Pramuka turut berperan aktif dalam program vaksinasi serta bekerja sama dengan BNPB dalam mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan 5M. Karena itu, menurutnya, SBH dapat menjadi pelopor gerakan promotif dan preventif dalam menghadapi krisis kesehatan dan penyebaran virus baru.</p>
<p>“Terima kasih kepada Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin yang selama ini telah mendukung dan membantu kegiatan pemberdayaan pramuka, semoga terus memberikan support untuk gerakan pramuka,” pungkasnya. </p>
<p>Pada kesempatan ini, Kwarnas Gerakan Pramuka juga menyerahkan tiga jenis penghargaan, yakni Lencana Darma Bakti, Lencana Karya Bakti, dan Lencana Pancawarsa. </p>
<p>Berikut adalah daftar penerima penghargaan tersebut:</p>
<p>Penghargaan Lencana Darma Bakti<br />
Kunta Wibawa Dasa Nugraha<br />
Maria Endang Sumiwi<br />
Azhar Jaya<br />
Acep Somantri<br />
Arianti Anaya </p>
<p>Penghargaan Lencana Karya Bakti<br />
Wasri Prayogi</p>
<p>Penghargaan Lencana Pancawarsa<br />
Elvieda Sariwati<br />
Lovely Daisy<br />
R. Vensya Sitohang<br />
Nida Rohmawati<br />
Niken Wastu<br />
Syarifa Liza Munira<br />
Marti Rahayu<br />
Eka Soni<br />
Marlina Ginting<br />
Ibrahim Dwi Rudianto </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/f380bdba-a8e6-4d7d-9c36-ab37e733f101.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>HUT ke-101, RSHS Gelar Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat di Cirebon</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hut-ke-101-rshs-gelar-bakti-sosial-dan-pengabdian-masyarakat-di-cirebon</link>				
         <pubDate>Sun, 06 Oct 2024 13:47:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hut-ke-101-rshs-gelar-bakti-sosial-dan-pengabdian-masyarakat-di-cirebon</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Cirebon, 6 Oktober 2024</p>
<p>Untuk memperingati HUT ke-101, Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengadakan serangkaian kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian RSHS terhadap masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.</p>
<p>Kegiatan bakti sosial ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan Menggapai Sehat untuk Negeri Bersama Rumah Sakit Hasan Sadikin”. Kegiatan dilaksanakan pada 4-6 Oktober 2024 di beberapa lokasi, yaitu Polresta Cirebon, Aula Kantor Pemda Kabupaten Cirebon, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Puskesmas Tengah Tani, Batik Trusmi, SMP Negeri 1 Talun, Pemkab Cirebon, dan RS Sumber Hurip.</p>
<p>Bakti sosial ini bertujuan memberikan layanan kesehatan, edukasi kepada masyarakat Cirebon dan sekitarnya, mewujudkan kepedulian RSHS terhadap peningkatan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat, serta memberikan perhatian khusus kepada anak yatim dan kaum dhuafa.</p>
<p>“Momen ini sangat berharga, tidak hanya bagi kita yang hadir di sini, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang telah merasakan manfaat dari pelayanan kesehatan yang diberikan, khususnya masyarakat Cirebon, yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang RSHS,” ungkap Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, yang diwakili oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Yuli Astuti Saripawan, di Kantor Bupati Cirebon, Minggu (6/10).</p>
<p>Adapun, beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan pada rangkaian bakti sosial ini antara lain:</p>
<p>1. Pemberian edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan di 6 lokasi dan diikuti oleh sekitar 800 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar, polisi, polwan, ibu Bhayangkari, ibu Persit, ibu Dharma Wanita, PKK, serta tenaga kesehatan. Materi edukasi yang disampaikan meliputi kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, stunting dan tumbuh kembang anak, penyakit jantung koroner, pelatihan bantuan hidup dasar, skrining kanker payudara, skrining skoliosis, serta pelatihan kusta dan dermatitis pada pengrajin batik.</p>
<p>2. Operasi bibir sumbing gratis bagi anak-anak dan masyarakat kurang mampu di RS Permata Cirebon.</p>
<p>3. Senam massal, yang diikuti oleh masyarakat sekitar. Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan antara masyarakat dan tim medis dari RSHS.</p>
<p>4. Pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan meringankan beban hidup masyarakat.</p>
<p>5. Bakti sosial. Kegiatan ini merupakan acara puncak yang melibatkan pelayanan kesehatan di 61 poliklinik, dengan dukungan 19 profesor dan 294 dokter subspesialis. Pelayanan kesehatan diberikan di Pemkab Cirebon dan RS Sumber Hurip.</p>
<p>Hingga Minggu (6/10) siang, jumlah peserta yang terdaftar mengikuti bakti sosial mencapai sekitar 2.220 orang. Masyarakat mendapatkan layanan medis mulai dari pemeriksaan umum hingga pelayanan spesialis disertai dengan pemberian obat gratis.</p>
<p>Kegiatan bakti sosial ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum bagi RSHS untuk berbagi dengan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara rumah sakit dan masyarakat.</p>
<p>“Acara bakti sosial ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud kepedulian kami terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan yang telah disusun,” kata Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin dr. Rachim Dinata Marsidi.</p>
<p>Kegiatan bakti sosial ini merupakan yang terbesar yang pernah diselenggarakan oleh RSHS, dengan jumlah poliklinik dan tenaga kesehatan terbanyak. Terdapat 101 poliklinik yang memberikan layanan gratis kepada masyarakat, sesuai dengan perayaan ulang tahun RSHS yang ke-101.</p>
<p>“Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik, dan alhamdulillah kita juga mendapatkan Rekor Muri sebagai pelayanan kesehatan bakti sosial dengan dokter subspesialis terbanyak,” ucap Ketua Panitia HUT 101 RSHS dr. Fitra Hergyana.</p>
<p>Hingga Minggu siang, masyarakat yang hadir untuk memeriksakan kesehatan di poliklinik mencapai sekitar 2.220 pasien, dengan 90% mendaftar secara daring (online) dan sekitar 300 orang mendaftar secara langsung di lokasi (onsite).</p>
<p>Rangkaian acara HUT 101 RSHS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Cirebon, salah satunya karena mereka dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di poliklinik yang telah disediakan.</p>
<p>“Terkait acara ini, sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat karena banyak sekali poliklinik yang disediakan untuk berobat. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Sakit Hasan Sadikin telah menyelenggarakan acara ini,” ucap Nurjanah, warga Cirebon yang menjadi peserta Bakti Sosial Peringatan HUT 101 RSHS.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-07-at-13.44.58.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Akses Darurat Medis 119 Kini Bisa Melalui SATUSEHAT Mobile</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/akses-darurat-medis-119-kini-bisa-melalui-satusehat-mobile</link>				
         <pubDate>Sat, 05 Oct 2024 19:37:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/akses-darurat-medis-119-kini-bisa-melalui-satusehat-mobile</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Oktober 2024</p>
<p>Layanan darurat medis 119 di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kini semakin mudah diakses bagi masyarakat yang hendak membutuhkan respons cepat untuk layanan kegawatdaruratan medis. Masyarakat dapat menghubungi darurat medis 119 melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile di ponsel masing-masing.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Sumarjaya, SKM, MM, MFP, C.F.A, menyampaikan bahwa mekanisme saat menghubungi nomor darurat medis 119 melalui SATUSEHAT Mobile secara umum sama seperti panggilan telepon biasa. Perbedaannya terletak pada akses yang lebih mudah melalui aplikasi.</p>
<p>“Menghubungi 119 lewat SATUSEHAT Mobile adalah salah satu cara yang dilakukan Kementerian Kesehatan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses nomor kegawatdaruratan dengan hanya menggunakan satu platform aplikasi,” ujar Sumarjaya di Jakarta, ditulis Kamis (3/10).</p>
<p>“Pada prinsipnya, (mekanisme) sama. Saat menghubungi, akan langsung terhubung ke operator, selanjutnya dilayani sesuai dengan kebutuhan.”</p>
<p>Akses cepat darurat medis 119 melalui SATUSEHAT Mobile dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:</p>
<p>1. Tekan lama aplikasi SATUSEHAT</p>
<p>2. Tekan “Darurat Medis” untuk hubungi 119</p>
<p>3. Ikuti petunjuk dan jelaskan kondisi yang dialami</p>
<p>4. Bantuan medis dan ambulans akan datang ke lokasi Anda</p>
<p>Mekanisme panggilan darurat medis 119 telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2016 tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Peraturan ini menjelaskan bahwa alur penyelenggaraan layanan kegawatdaruratan medis melalui call center 119 dan Public Safety Center (PSC) dimulai dengan operator call center menerima panggilan dari masyarakat di seluruh Indonesia.</p>
<p>Kemudian, operator call center akan mengidentifikasikan kebutuhan layanan dari penelepon. Panggilan yang bersifat gawat darurat segera ditindaklanjuti oleh PSC kabupaten/kota sehingga penanganan kegawatdaruratan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat mendapat respons cepat.</p>
<p>PSC atau Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dari lokasi kejadian untuk memobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatkan penanganan gawat darurat. Pelayanan medik yang diberikan oleh darurat medis 119 antara lain, panduan tindakan awal melalui algoritma gawat darurat, mengirim bantuan petugas dan ambulans, serta mengantar pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>Layanan PSC yang dapat diakses meliputi penanganan kegawatdaruratan menggunakan protokol yang tepat, kebutuhan informasi terkait ketersediaan ruang di rumah sakit, informasi fasilitas kesehatan terdekat, serta informasi mengenai ambulans.</p>
<p>Masyarakat yang menghubungi darurat medis 119 akan mendapatkan informasi terkait kebutuhan layanan emergensi yang diperlukan, misalnya, ambulans.</p>
<p>“Jika penelepon membutuhkan layanan ambulans, maka penelepon akan mendapatkan informasi dan akses untuk melacak ambulans tersebut. Hal ini terkait waktu tiba, waktu tempuh ke fasilitas kesehatan, serta jarak dari lokasi ke fasilitas kesehatan,” terang Sumarjaya.</p>
<p><strong>Respons Cepat Tanggap</strong></p>
<p>Menurut Sumarjaya, integrasi layanan darurat medis 119 dengan SATUSEHAT Mobile akan memberikan hasil (output) yang positif pada masa mendatang.</p>
<p>“Pertama, dengan terintegrasi di SATUSEHAT Mobile diharapkan informasi terkait rekam medis atau medical record korban/pasien pasien bisa terintegrasi, mulai dari layanan ambulans di pra-rumah sakit, dengan layanan di rumah sakit, dan antar rumah sakit,” lanjutnya.</p>
<p>Pra-rumah sakit adalah pelayanan medis darurat yang diberikan kepada korban sebelum mereka sampai ke rumah sakit.</p>
<p>Dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), pelayanan pra-rumah sakit merupakan bagian penting. SPGDT merupakan sistem yang menghubungkan penanganan gawat darurat mulai dari pra-rumah sakit, rumah sakit, hingga rujukan antara rumah sakit.</p>
<p>Selain itu, integrasi layanan darurat medis 119 dengan SATUSEHAT Mobile diharapkan dapat mempercepat respons tanggap darurat medis.</p>
<p>“Di samping itu, output kedua, yang utama adalah diharapkan respons menjadi lebih cepat dengan sistem informasi dan komunikasi yang terintegrasi,” lanjut Sumarjaya.</p>
<p>Lebih lanjut, Sumarjaya mengatakan, masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dapat mengakses layanan darurat 119. Artinya, masyarakat tetap dapat menghubungi layanan 119 melalui nomor yang sama dari wilayahnya masing-masing.</p>
<p>Sementara itu, daerah yang belum memiliki PSC, panggilan kegawatdaruratan tersebut diteruskan ke rumah sakit terdekat.</p>
<p>“Nomor darurat 119 bisa diakses di semua kabupaten/kota. Untuk kabupaten/kota yang belum memiliki PSC, panggilan kegawatdaruratan akan diteruskan ke rumah sakit terdekat,” kata Sumarjaya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241005_193333_Chrome.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center Diresmikan, Dorong Bali Jadi Destinasi Wisata Medis Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ngoerah-sun-wellness-and-aesthetic-center-diresmikan-dorong-bali-jadi-destinasi-wisata-medis-internasional</link>				
         <pubDate>Fri, 04 Oct 2024 20:47:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ngoerah-sun-wellness-and-aesthetic-center-diresmikan-dorong-bali-jadi-destinasi-wisata-medis-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: center;">Bali, 3 Oktober 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meresmikan Gedung Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar pada Kamis (3/10). Pusat pelayanan kebugaran dan kecantikan, yang bekerja sama dengan Sun Healthcare International dari Korea Selatan, menawarkan layanan wellness dan estetika berstandar internasional, dengan empat layanan unggulan: medical check-up, aesthetic dentistry, plastic surgery, dan dermaesthetic.</p>
<p>Menkes Budi menyatakan, Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center merupakan bagian dari transformasi Bali, dari pariwisata alam dan budaya menjadi wisata medis, sehingga menjadikannya destinasi bagi orang-orang untuk hidup sehat dan menikmati hidup. &#8220;Bali is a destination for people to live, to enjoy life, to heal,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menkes juga menekankan pentingnya pengembangan industri wellness di Bali. &#8220;Bali jangan ambil industri kesehatan yang kuratif, tetapi harus industri kesehatan yang sifatnya wellness, kombinasi beauty and aesthetic,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menkes menilai masyarakat Bali memiliki kemampuan untuk melayani wisatawan di sektor kesehatan dan adaptif terhadap orang dari mancanegara, sehingga diharapkan pusat pelayanan kebugaran dan kecantikan di RSUP Prof. Ngoerah dapat menjadi proyek percontohan layanan kesehatan bertaraf internasional.</p>
<p>Kolaborasi strategis dengan Sun Healthcare International ini diharapkan dapat memperkuat posisi RSUP Ngoerah sebagai pelopor pariwisata medis di Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing Bali di pasar wisata kesehatan Asia-Pasifik.</p>
<p>Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center memiliki luas bangunan 12.500 m². Bangunan setinggi 5 lantai ini memiliki 9 kamar rawat inap, 3 ruang operasi dan dilengkapi dengan alat Kesehatan canggih, mulai dari CT Scan dual source, USG 4D, Body Plethysmograph, Audiometry &amp; Ophthalmology devices, Dermatology Laser, in-house digital dental laboratory, 3D craniomaxillofacial x-ray, dental implant, full mouth rehabilitation, dan guided biofilm therapy equipment.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54039940844_33ac92557c_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jangan Buru-Buru Beri Obat Antibiotika</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jangan-buru-buru-beri-obat-antibiotika</link>				
         <pubDate>Fri, 04 Oct 2024 14:22:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jangan-buru-buru-beri-obat-antibiotika</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 30 September 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Obat antibiotika tidak boleh diberikan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter. Hal ini untuk menghindari resistensi akibat penggunaan antibiotika yang tidak tepat dalam melawan infeksi bakteri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, menjelaskan pentingnya pemberian antibiotika yang benar oleh dokter. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membeli antibiotika secara bebas, karena obat ini termasuk dalam golongan obat keras.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Obat antibiotika adalah obat untuk membunuh bakteri, sementara obat antimikroba lainnya, ada  antivirus, antijamur. Jadi, ada obat untuk bakteri, virus, jamur. Pemberian antibiotika harus sesuai dengan indikasi,” ujar Syahril di Jakarta, ditulis Senin (30/9).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Indikasi yang diberikan pada obat antibiotika dilakukan oleh dokter. Karena itu harus resep dokter, dan tidak boleh obat antibiotika dibeli bebas. Sebab, termasuk obat keras dan pemberiannya harus sesuai indikasi.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan antibiotika ke dalam tiga kelompok, yang disingkat AWaRe (Access, Watch, Reserve). Kelompok Access mencakup antibiotika yang direkomendasikan untuk infeksi umum dan mudah diakses.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kelompok Watch terdiri dari antibiotika yang digunakan pada pasien dengan penyakit berat di fasilitas kesehatan. Penggunaan antibiotika ini harus dipantau dengan cermat untuk menghindari kelebihan dosis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, kelompok Reserve mencakup antibiotika yang hanya digunakan sebagai pilihan terakhir untuk mengobati infeksi berat yang disebabkan oleh patogen resisten atau kebal terhadap berbagai obat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terkait dengan jenis-jenis antibiotika, Syahril menegaskan, indikasi pemberian obat kepada pasien, salah satunya berbasis bukti (</span><i><span style="font-weight: 400;">evidence based</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Berdasarkan </span><i><span style="font-weight: 400;">evidence based</span></i><span style="font-weight: 400;"> itu contohnya, kalau batuk pilek, obat yang diberikan A. Kemudian, kalau pasien mengalami infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kencing, obatnya B. Ini yang dinamakan sesuai </span><i><span style="font-weight: 400;">evidence based</span></i><span style="font-weight: 400;">, literaturnya,” tegasnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Selanjutnya, dokter boleh memberikan obat dengan catatan melihat gejala-gejala pada saat pasien melakukan pemeriksaan. Misal, pasien bergejala demam, nyeri.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila pasien tidak bergejala dan nyeri, bahkan tidak ada infeksi yang lain, dokter diharapkan tidak langsung memberikan obat antibiotika. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dokter pun jangan buru-buru memberikan obat antibiotika. Harus ada indikasi dari pasiennya dan melihat gejala, seperti demam, nyeri,” sambung Syahril.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Akan tetapi, kalau gejala pasien lebih berat atau dengan obat antibiotika yang berdasarkan </span><i><span style="font-weight: 400;">evidence based</span></i><span style="font-weight: 400;"> kurang berhasil, maka idealnya dilakukan pemeriksaan laboratorium kultur untuk melihat jenis bakteri dan obat yang tepat.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hasil pemeriksaan kultur akan menunjukkan jenis antibiotika yang tepat untuk mengobati infeksi bakteri yang dialami pasien. Jika antibiotika yang diberikan tidak sesuai, infeksi tidak akan sembuh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Infeksi Akibat Resisten Obat </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagi pasien yang mengalami infeksi akibat resistensi obat antibiotika, penanganannya harus dilakukan dengan tepat. Kondisi dan gejala pasien akan menjadi pertimbangan apakah diperlukan perawatan di rumah sakit atau tidak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dirawat di rumah sakit atau tidak, tergantung kondisi pasien. Biasanya memang benar, pasien dikatakan resisten karena gejalanya sudah berat, disuntik obat A tidak mempan. Faktor lainnya, karena tidak dilakukan uji kultur,” terang Juru Bicara Mohammad Syahril.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Idealnya, pasien yang sudah resisten harus melakukan uji kultur. Proses ini agak lama, sekitar dua mingguan pemeriksaannya.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syahril menambahkan, penyakit infeksi, termasuk infeksi akibat resistensi obat antibiotika, dapat menular. Oleh karena itu, pasien yang dirawat harus diisolasi agar tidak bercampur dengan pasien lain yang mengalami penyakit berbeda, seperti diabetes atau kanker.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak boleh tercampur. Pasien infeksi harus sekelompok dengan pasien infeksi lain, harus sama-sama diisolasi. Kalau bakteri resisten di dalam tubuh pasien sendiri, maka gejalanya akan menjadi berat dan juga sangat menulari, misalnya, tuberkulosis (TB),” tambahnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apabila bakteri TB resisten terhadap obat antibiotika, tentunya bahaya buat pasien itu sendiri. Dia harus minum obat oral dan suntik dalam jangka waktu yang lebih panjang. Lalu, bakterinya jauh lebih berbahaya dan menular kepada orang lain daripada (bakteri) yang tidak resisten.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, Syahril kembali mengingatkan agar para dokter tidak terlalu cepat memberikan obat antibiotika kepada pasien. Tindakan itu dapat menjadi salah satu penyebab utama resistensi obat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Di negara-negara yang sudah maju, dokter diawasi dalam memberikan obat antibiotika. Tidak boleh dokter memberikan secara sembarangan. Kadang-kadang, pasien atau keluarga di sana juga mengatakan kepada dokter supaya jangan dikasih obat antibiotika dulu,” ucapnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/antibiotik-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Patuhi Aturan Konsumsi Obat Antibiotika</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/patuhi-aturan-konsumsi-obat-antibiotika</link>				
         <pubDate>Fri, 04 Oct 2024 10:09:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/patuhi-aturan-konsumsi-obat-antibiotika</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 27 September 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penggunaan obat antibiotika untuk melawan infeksi bakteri harus dilakukan dengan hati-hati. Hal ini demi menghindari risiko bakteri menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotika, yang dapat membuat pengobatan dan perawatan pasien menjadi lebih lama dan sulit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan, resistensi antibiotika terjadi ketika bakteri tidak lagi dapat dibasmi oleh antibiotika.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ini karena banyak bakteri resisten terhadap obat antibiotika yang ada. Salah satu penyebab resistensi obat antibiotika, yaitu pemakaian obat antibiotika yang tidak tepat. Yang dimaksud tidak tepat, pertama adalah asal memberikan obat antibiotika,” jelas Syahril di Jakarta, Jumat (27/9). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kedua, soal dosis dan ketiga terkait lamanya pemakaian obat. Contohnya, ada orang yang minum obat  antibiotikanya hanya sehari sekali. Padahal, dosis yang seharusnya diminum itu tiga kali sehari. Maka, bakterinya jadi resisten, kebal.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk memerhatikan aturan penggunaan antibiotika. Ketika dokter meresepkan antibiotika sesuai dengan indikasi medis, pasien harus menghabiskan sesuai dosis dan durasi yang telah ditentukan penggunaan obatnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pemakaian obat antibiotika ini harus sesuai resep dokter. Dokter juga harus memenuhi persyaratan indikasi dalam memberikan obat antibiotika,” lanjut Syahril.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Selain itu, masyarakat pun harus patuh. Kalau dokter memberikan obat antibiotika untuk tiga hari, tentu harus diminum selama durasi tersebut. Jangan hanya minum satu hari atau resepnya tertulis tiga kali sehari, malah diminumnya sekali.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Syahril, bakteri yang kebal terhadap antibiotika dapat berisiko menjadi lebih menyebar dan ganas. Resistensi antibiotika menyebabkan obat antibiotika menjadi tidak efektif dan infeksi menjadi lebih sulit diobati, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperparah kondisi penyakit, menyebabkan kecacatan, dan bahkan kematian.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kalau terjadi kejadian resisten, maka banyak sekali bakterinya itu tetap hidup dalam tubuh. Kemudian, menyebar lagi dan mungkin bisa menjadi lebih ganas. Misalnya, kejadian tuberkulosis yang resisten terhadap berbagai obat (Multidrug-resistant tuberculosis/MDR-TB),” terangnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“MDR-TB ini berarti bakteri tuberkulosis resisten terhadap obat-obatan TB. Pengobatan tuberkulosis harus diminum selama enam bulan dan ada aturannya. Terdapat empat macam obat yang diberikan pada dua bulan pertama, antara lain rifampisin, INH, etambutol, dan pirazinamid.  Itu keempat obat yang diminum selama dua bulan berturut-turut setiap hari.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, pada empat bulan berikutnya, pengobatan TB dilanjutkan dengan pemberian dua macam obat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kalau obatnya diminum hanya sebulan, apalagi diminum hanya dua minggu, maka bakteri TB akan resisten, kebal. Kalau resisten, maka pengobatannya susah,” sambung Syahril.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), MDR-TB masih dapat diobati dan disembuhkan menggunakan obat lini kedua. Namun, pilihan pengobatan lini kedua membutuhkan berbagai macam obat yang mahal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam beberapa kasus, resistensi obat yang lebih luas dapat berkembang. Tuberkulosis, yang disebabkan oleh bakteri kebal obat TB lini kedua yang paling efektif, dapat menyebabkan pasien memiliki pilihan pengobatan yang sangat terbatas. MDR-TB ini masih menjadi krisis kesehatan masyarakat global.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penggunaan Seluruh Obat Perlu Hati-hati</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk menghindari risiko resistensi bakteri, Juru Bicara Mohammad Syahril mengingatkan agar penggunaan antibiotika selalu sesuai dengan rekomendasi dokter. Selain itu, kehati-hatian juga diperlukan dalam mengonsumsi obat lain, seperti obat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, misalnya batuk dan pilek.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hindari menggunakan obat yang tidak diresepkan atau direkomendasikan dokter, termasuk obat penurun panas, obat batuk pilek, dan lainnya. Kalau (demam) gejalanya ringan dapat diupayakan cara tradisional, contohnya dengan kompres, perbanyak minum air putih, makan yang cukup,” pesannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kalau (gejala) berlanjut, baru melihat apa yang direkomendasikan dokter. Sekali lagi, bukan hanya obat antibiotika, tapi seluruh obat, penggunaannya harus berhati-hati. Terlebih lagi, banyak yang ingin serba mudah, sakit kepala ingin minum obat, batuk pilek ingin minum obat.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat antibiotika yang tepat menjadi kunci mengatasi resistensi obat pada bakteri sekaligus langkah penting mencegah dampak buruk bakteri kebal. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/antibiotik.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Tekankan Integrasi NCC, PCC, PSC 119 untuk Kegawatdaruratan Terpadu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tekankan-integrasi-ncc-pcc-psc-119-untuk-kegawatdaruratan-terpadu</link>				
         <pubDate>Fri, 04 Oct 2024 03:56:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-tekankan-integrasi-ncc-pcc-psc-119-untuk-kegawatdaruratan-terpadu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Lombok, 1 Oktober 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya integrasi dan kolaborasi antara National Command Center (NCC), Province Command Center (PCC), dan Public Safety Center 119 (PSC 119) untuk penanggulangan kegawatdaruratan terpadu. Hal ini sesuai dengan pilar ketiga transformasi kesehatan mengenai sistem ketahanan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Salah satu langkah nyata adalah memperkuat sistem penanggulangan kegawatdaruratan terpadu melalui penguatan NCC, PCC, dan PSC 119 yang terintegrasi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante saat membuka secara daring acara Launching Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu melalui NCC, PCC, dan PSC 119 yang berlangsung di Kota Mataram, NTB, Selasa (1/10).</p>
<p>Pentingnya kolaborasi dan integrasi ini mengingat bahwa Januari hingga Agustus 2024 mencatat 16.670 kasus trauma dan 23.244 kasus non-trauma di Indonesia. Kolaborasi dalam penanganan kegawatdaruratan, terutama di pra-fasilitas kesehatan, melibatkan layanan call center darurat, sistem komunikasi, tim medis responsif, ambulans, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas tim.</p>
<p>Saat ini, terdapat 367 PSC di Indonesia, dengan 89 PSC sudah terintegrasi dan 278 PSC dalam proses integrasi.</p>
<p>Untuk mempercepat integrasi tersebut, Wamenkes Prof. Dante menyatakan bahwa perlu ada standar layanan SDM, infrastruktur, serta sistem pelaporan yang memadai sebagai pedoman operasional PSC.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, hari ini kita meluncurkan sistem informasi NCC, PCC, dan PSC 119 yang terintegrasi dengan sistem kesehatan nasional untuk memperkuat sistem kesehatan di Indonesia,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha juga menegaskan pentingnya integrasi dan standardisasi sistem pelaporan pada sistem informasi penanggulangan gawat darurat terpadu, baik di NCC, PCC, maupun PSC 119.</p>
<p>&#8220;Meskipun nanti ada beberapa layer (lapisan), tetapi yang penting adalah standardisasi. Sehingga dari sisi laporan, dan dari sisi koordinasi itu bisa berjalan,&#8221; tutur Sekjen Kunta.</p>
<p>Selain integrasi sistem, Sekjen Kunta juga menekankan kepada sekitar 400 petugas PSC 119 yang hadir mengenai pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi teknis tenaga medis tim PSC 119. Menurutnya, pelatihan harus terus dilakukan agar standardisasi layanan bisa tercapai.</p>
<p>&#8220;Melalui peningkatan kapasitas dengan coaching clinic ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis medis dalam memberikan layanan kegawatdaruratan sehari-hari dan bencana karena bencana masih menjadi concern kita bersama,&#8221; jelas Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta menegaskan, baik integrasi sistem maupun coaching clinic bertujuan menciptakan sistem kegawatdaruratan yang terpadu, efisien, dan efektif.</p>
<p>Menurut Sekjen Kunta, peningkatan layanan kegawatdaruratan ini sangat penting dan patut mendapat perhatian karena kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi menyampaikan terima kasih atas terpilihnya NTB sebagai tuan rumah Launching Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Menurut Sekda Lalu Gita, ada tiga alasan mengapa NTB layak menjadi tempat peluncuran. Pertama, keberadaan Sirkuit Mandalika Lombok yang menjadi sorotan dunia dan membutuhkan penanganan kegawatdaruratan yang ketat. Kedua, NTB merupakan destinasi sport tourism. Ketiga, NTB berada di ring of fire yang memiliki potensi besar terhadap bencana alam.</p>
<p>&#8220;NTB ini berada di ring of fire. Sebelas dari empat belas potensi ancaman kedaruratan bencana, kami miliki, baik yang bersifat vulkanik seperti gunung berapi maupun hidrometeorologi seperti angin puting beliung, tanah longsor, dan lainnya,&#8221; ujar Sekda Lalu Gita.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241002-WA0081.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Luncurkan Rencana Nasional untuk Penanganan  Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-luncurkan-rencana-nasional-untuk-penanganan-kanker</link>				
         <pubDate>Thu, 03 Oct 2024 23:06:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-luncurkan-rencana-nasional-untuk-penanganan-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 Oktober 2024 </p>
<p>Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan &#8220;Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034&#8221; pada acara Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 di Bali, Kamis (3/10). Rencana ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjuangan melawan penyakit mematikan di Indonesia.</p>
<p>Terdapat enam strategi utama yang dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pengelolaan kanker di Indonesia. Salah satu fokus utama rencana ini adalah pencegahan dan deteksi dini. Pemerintah akan gencar melakukan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini.</p>
<p>Untuk mempercepat temuan kasus dan memastikan pengobatan kanker yang lebih efektif, pemerintah menargetkan skrining dan deteksi dini mencapai 70% melalui skrining kanker serviks dengan metode IVA untuk wanita usia 30-50 tahun dengan metode HPV DNA. </p>
<p>Selain itu, pemerintah akan melakukan skrining kanker paru-paru dan kanker kolorektal dengan target spesifik pada berbagai kelompok usia. Pemerintah juga akan meningkatkan pemeriksaan dini kanker payudara melalui pemeriksaan klinis (Sadanis) dan USG.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangannya kepada media, menekankan pentingnya deteksi dini dalam penanganan kanker. &#8220;Kanker itu kan penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat. Sebenarnya dengan teknologi yang sekarang ada, asal deteksinya dini, itu bisa diobati 90%, bisa dirawat, dan bisa sembuh juga,&#8221; ungkap Menkes.</p>
<p>Dengan teknologi saat ini, Menkes juga mengatakan, kanker dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Namun, masyarakat perlu rutin melakukan skrining dan tidak takut memeriksakan diri. &#8220;Pencegahannya juga sudah ada, misalnya kanker serviks dapat dicegah dengan imunisasi HPV,&#8221; jelasnya lebih lanjut.</p>
<p>Untuk mendukung penanganan kanker, pemerintah berkomitmen menambah fasilitas dan alat kesehatan di rumah sakit di seluruh Indonesia. Hingga 2027, akan tersedia tambahan alat diagnostik seperti 276 mammografi, 236 CT scan, 34 SPECT-CT, dan 8 PET-CT. Selain itu, pemerintah akan meningkatkan kapabilitas rumah sakit di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi untuk menyediakan layanan kanker lengkap, termasuk layanan paliatif.</p>
<p>Dengan adanya rencana komprehensif ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi contoh dalam pengendalian kanker di tingkat regional maupun global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/54038710407_0390b3f483_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Perkuat Komitmen Indonesia dalam Perangi Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-perkuat-komitmen-indonesia-dalam-perangi-kanker</link>				
         <pubDate>Thu, 03 Oct 2024 22:41:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-perkuat-komitmen-indonesia-dalam-perangi-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 Oktober 2024</p>
<p>Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penanganan kanker, dengan lebih dari 400.000 kasus baru setiap tahunnya dan 230.000 kematian akibat kanker. Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 dimanfaatkan oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin untuk memperkuat langkah Indonesia dalam memerangi kanker.</p>
<p>Menkes Budi meluncurkan serangkaian inisiatif yang tidak hanya bertujuan meningkatkan akses terhadap deteksi dini kanker, tetapi juga mengandalkan kemitraan internasional untuk mempercepat kemajuan di bidang ini.</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan pencegahan dan deteksi dini, Indonesia telah melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk distribusi alat USG dengan probe linear dan pelatihan dokter umum di 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia untuk skrining kanker payudara pada sekitar 100 juta perempuan dewasa. Selain itu, sejak 2022, Indonesia telah melaksanakan kampanye vaksinasi HPV secara masif bagi 50 juta perempuan dan anak laki-laki, dengan target penyelesaian pada 2030.</p>
<p>&#8220;Kami juga telah memperkenalkan tes HPV DNA untuk 60 juta wanita dan mulai mendistribusikan perangkat Thermal Ablation ke Puskesmas di seluruh negeri untuk mendeteksi dan mengobati kanker serviks pada tahap awal,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya nasional yang lebih luas, Menkes Budi juga menjelaskan bahwa Indonesia melengkapi 514 kabupaten/kota dengan fasilitas skrining kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Inisiatif ini diharapkan selesai pada 2027. </p>
<p>Selain itu, Indonesia telah meluncurkan Pusat Bioteknologi Kesehatan Nasional (BGSi), di mana Rumah Sakit Dharmais berperan sebagai hub nasional untuk kanker guna mengembangkan profil genomik komprehensif, yang ditargetkan selesai tahun ini, sebagai langkah menuju pengobatan kanker yang lebih presisi.</p>
<p>&#8220;Sebagai seorang profesional non-kesehatan yang bekerja 30 tahun di perbankan dan baru 20 bulan di bidang kesehatan, saya semakin yakin bahwa pencegahan adalah kunci,&#8221; ungkapnya. &#8220;Kita harus fokus pada kampanye kesehatan publik, perubahan gaya hidup, dan skrining dini untuk mengurangi angka kematian akibat kanker.&#8221;</p>
<p>Dalam pidato penutupnya, Menkes Budi menekankan pentingnya kerja sama global dalam perang melawan kanker. &#8220;Saya sangat yakin bahwa dengan kehadiran para ahli internasional di acara ini, kita dapat meningkatkan standar kesehatan di Indonesia. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga soal membangun kolaborasi untuk masa depan yang lebih baik.&#8221;</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam forum yang sama mengungkapkan pentingnya aksi solidaritas global untuk pencegahan dan pengendalian kanker. Ia merekomendasikan Indonesia, Bhutan, dan Australia untuk bekerja sama dalam membangun kolaborasi untuk memerangi kanker.</p>
<p>“Banyak negara melakukan hal yang sama dengan membangun jaringan, pelatihan bersama,  kolaborasi penelitian diperkuat dan penguatan perjanjian internasional” ucap Dirjen WHO Tedros</p>
<p>Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker.</p>
<p>Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 ini diharapkan dapat mempercepat kolaborasi global dan berbagi pengetahuan dalam upaya memerangi kanker, serta mendorong terobosan lebih lanjut dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker di seluruh dunia.</p>
<p>IICC 2024 diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan dari dalam negeri Indonesia, termasuk ahli onkologi, peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, sukarelawan, dan masyarakat umum yang terlibat dalam pencegahan, diagnosis, pengobatan, perawatan, hingga pengendalian kanker.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0034.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jadi Finisher Berlin Marathon 2024, Menkes Budi Target Tuntaskan 6 World Major Marathon</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jadi-finisher-berlin-marathon-2024-menkes-budi-target-tuntaskan-6-world-major-marathon</link>				
         <pubDate>Tue, 01 Oct 2024 13:58:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jadi-finisher-berlin-marathon-2024-menkes-budi-target-tuntaskan-6-world-major-marathon</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Oktober 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berhasil menjadi <em>finisher</em> di BMW Berlin Marathon dengan jarak 42 kilometer pada Minggu (29/9). Menkes Budi menargetkan untuk menuntaskan 6 Major Marathon hingga 2025.</p>
<p>Menkes Budi mengaku tidak menyangka dapat menyelesaikan maraton pertamanya setelah mempersiapkan diri dalam beberapa bulan terakhir. Di sela kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri untuk berlatih lari 4-5 kali seminggu, yang terdiri dari <em>recovery run, strength training,</em> dan <em>long run.</em></p>
<p>“Memang, tiada usaha yang mengkhianati hasil, ini adalah virgin full marathon saya, dan saya akan terus berambisi untuk keliling dunia, menuntaskan 6 Major Marathon sampai tahun 2025 nanti,” ujar Menkes Budi dikutip unggahan Instagram-nya, Senin (30/9).</p>
<p>“Pesan saya kepada masyarakat, saya yang sudah terkategori lansia saja bisa lari 42 kilometer loh, serasa dari Jakarta ke Bogor menggunakan kaki saja,” tambahnya.</p>
<p>Walaupun sudah terbiasa lari dalam durasi lama, Menkes Budi tetap mempersiapkan fisiknya dengan baik. Ia melakukan m<em>edical check-up</em> (MCU) di RS Fatmawati untuk memastikan kondisi fisiknya aman.</p>
<p>Pemeriksaan MCU yang dilakukan meliputi X-ray di bagian dada, panggul, lutut, hingga pergelangan kaki. Kemudian, dilanjutkan pemeriksaan ortopedi.</p>
<p>“Sama ahlinya dikasih tahu ini kurangnya apa, mesti bagaimana, mesti perhatiin apa,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>Menurutnya, mempersiapkan diri untuk lari maraton tidak hanya berfokus pada sistem otot dan tulang, tetapi yang terpenting adalah kesehatan jantung dan pembuluh darah.</p>
<p>“Kita tahu sendiri, lari adalah cabang olahraga kardio yang banyak menggunakan pompa jantung secara intense. Apalagi kalau larinya 42 kilometer kayak saya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Dengan usianya yang sudah 60 tahun, ia merasa perlu melakukan pemeriksaan jantung rutin minimal sekali dalam setahun.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-01-at-14.15.17.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Warga Desa Eban Antusias Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/warga-desa-eban-antusias-manfaatkan-pemeriksaan-kesehatan-gratis</link>				
         <pubDate>Thu, 26 Sep 2024 20:48:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/warga-desa-eban-antusias-manfaatkan-pemeriksaan-kesehatan-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>NTT, 26 September 2024</p>
<p>Suasana riang gembira menyelimuti warga Desa Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhir-akhir ini. Warga dari berbagai kalangan usia dengan antusias mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Mega Ekspedisi Brawijaya dan Ekspedisi Nasional Forum Nasional Sosial Masyarakat BEM Seluruh Indonesia pada Kamis (26/9/2024).</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi momen berharga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.</p>
<p>Desa Eban terletak di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang sulit dijangkau. Akibatnya, masyarakat Desa Eban sering menghadapi kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. </p>
<p>Namun, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Eban dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis, menjalani pemeriksaan kesehatan umum, serta mendapatkan informasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan stunting.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang ada kegiatan seperti ini. Saya sempat tertinggal informasi terkait pemeriksaan diri dan anak, tapi berkat adanya acara dari teman teman dari mahasiswa, kami jadi bisa dan percaya untuk menkonsultasikan nya ke tenaga medis terdekat. Terima kasih banyak,&#8221; ujar Mama Bule yang juga seorang ibu rumah tangga di Desa Eban.</p>
<p>Selain pemeriksaan umum, kegiatan ini juga menyediakan berbagai layanan kesehatan lainnya, seperti senam pagi untuk seluruh peserta medical check-up, pemeriksaan tekanan darah bagi warga yang berisiko hipertensi, pemeriksaan gula darah untuk mendeteksi dini diabetes mellitus, pemeriksaan malaria sebagai penyakit endemik di Desa Eban, konsultasi gizi terutama bagi ibu hamil dan balita untuk mencegah stunting, penyuluhan kesehatan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), imunisasi, deteksi dini penyakit, serta konsultasi dokter dan pemberian obat.</p>
<p>Kepala Desa Eban Wensislaus Pilis menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih kepada MEB X EKNAS 2024 atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Eban. &#8220;Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Kegiatan ini menjadi kegiatan yang sangat menyatukan berbagai macam pihak dari Puskesmas Eban, Dinas Kesehatan Kab. TTU, Bank Indonesia, Satgas Pamtas RI RDTL, mahasiswa hingga Menteri Kesehatan RI. Semoga ke depannya dapat terus dilakukan secara berkala,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Koordinator Divisi Kesehatan Wildan Abdurochman juga mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga. &#8220;Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan serta dapat menjadi kolaborator aktif bagi kami dari delegasi Forum Nasional Sosial Masyarakat BEM Seluruh Indonesia untuk menjawab tantangan kesehatan yang ada di masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan gratis ini sejalan dengan dukungan yang disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengenai pentingnya kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial dan kesehatan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.</p>
<p>“Dalam kegiatan pengabdian ini, saya mengapresiasi program pengembangan dan pengelolaan UMKM yang berbasis pada inovasi dan teknologi, demi kesejahteraan masyarakat” jelas Menkes.</p>
<p>Beragam Layanan Kesehatan yang Ditawarkan, Selain pemeriksaan umum diantaranya:<br />
●  	Senam Pagi : Bagi seluruh peserta Medical Check Up<br />
●  	Pemeriksaan tekanan darah: Bagi warga yang memiliki risiko hipertensi.<br />
●  	Pemeriksaan gula darah: Untuk mendeteksi dini diabetes mellitus.<br />
●  	Pemeriksaan Malaria : Sebagai penyakit Endemik di Desa Eban<br />
●  	Konsultasi gizi: Terutama bagi ibu hamil dan balita untuk mencegah stunting.<br />
●  	Penyuluhan kesehatan: Mengenai pentingnya PHBS, imunisasi, dan deteksi dini penyakit.<br />
●  	Konsultasi Dokter dan pemberian obat : mengenai penyakit yang telah diderita selain yang ada di pemeriksaan serta pencegahan penyakit.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/10/d099ef7f-6a5f-4d7f-8924-a7abf0ac95b2.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Lakukan  Tiga Uji  Vaksin TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-lakukan-tiga-uji-vaksin-tbc</link>				
         <pubDate>Tue, 24 Sep 2024 22:54:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-lakukan-tiga-uji-vaksin-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 September 2024</p>
<p>Indonesia lakukan tiga uji vaksin TBC. Hal ini sebagai bagian dari upaya indonesia untuk mengentaskan tuberkulosis di Indonesia, ungkap Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam Side Event Stop TB Partnership selasa (24/9)</p>
<p>Selama 200 tahun terakhir, TBC telah merenggut lebih dari 1 miliar nyawa. Bahkan hingga saat ini, penyakit ini masih membunuh lebih dari 4.000 orang setiap hari, atau satu nyawa setiap 20 detik.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, untuk mencapai tujuan bersama dalam mengeliminasi TBC pada 2030, diperlukan lebih dari sekadar diskusi dan konferensi, melainkan tindakan yang berani dan agresif, khususnya dalam pengembangan vaksin TBC.</p>
<p>“Kita akan mendengar kabar terkini mengenai 15 uji klinis vaksin TBC yang sedang berlangsung di seluruh dunia,” ujar Menkes Budi pada Side Event Stop TB Partnership: Dialog Vaksin TBC, Selasa (24/9).</p>
<p>Indonesia memainkan peran lebih aktif dalam upaya global mengatasi tantangan dan melawan TBC. Meskipun menjadi negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua, Indonesia sempat dikeluarkan dari uji coba vaksin TB multisenter karena kendala hukum.</p>
<p>“Namun, kami telah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung lama ini, menghilangkan hambatan untuk memungkinkan kolaborasi yang lebih luas dalam penelitian klinis,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>Adapun, tiga uji vaksin TBC yang melibatkan Indonesia:<br />
 A. M72/AS01E (Yayasan Bill &#038; Melinda Gates dan GlaxoSmithKline):<br />
 Indonesia mulai memvaksinasi subjek untuk uji klinis fase 3 pada 20 September 2024, menyusul permulaan sebelumnya di Afrika Selatan dan Kenya.<br />
 B. BNT164a1 (BioNTech dan Biofarma): Setelah menyelesaikan uji coba fase 1, Indonesia akan berpartisipasi dalam fase 2 kandidat vaksin TB mRNA dari BioNTech.<br />
 C. AdHu5Ag85A (CanSinoBio dan Etana): Indonesia terlibat dalam fase 1 uji klinis kandidat vaksin TBC vektor virus CanSinoBio.</p>
<p>“Kami optimis bahwa salah satu uji coba ini akan selesai pada tahun 2028, sehingga membuka jalan bagi kemajuan vaksin TBC terbaru secepat mungkin,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240925-WA0049.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Para Pemimpin Asia-Pasifik Bertemu di Jakarta untuk Atasi Tantangan Kesehatan dan Lingkungan Hidup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/para-pemimpin-asia-pasifik-bertemu-di-jakarta-untuk-atasi-tantangan-kesehatan-dan-lingkungan-hidup</link>				
         <pubDate>Tue, 24 Sep 2024 20:43:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/para-pemimpin-asia-pasifik-bertemu-di-jakarta-untuk-atasi-tantangan-kesehatan-dan-lingkungan-hidup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 September 2024</p>
<p>Para menteri dan pejabat senior dari kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Pertemuan Pejabat Tingkat Tinggi (HLOM) ke-12 dan Pertemuan Menteri ke-5 Forum Regional Asia-Pasifik tentang Kesehatan dan Lingkungan (APRFHE). Pertemuan berlangsung di Swissôtel PIK Avenue, Jakarta, Indonesia, pada 24-26 September 2024.</p>
<p>Pertemuan ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Tujuannya adalah memperkuat kerja sama regional dan menciptakan solusi berkelanjutan untuk menghadapi tantangan utama di bidang kesehatan dan lingkungan.</p>
<p>Fokus utama pertemuan ini adalah mempererat hubungan antara isu kesehatan dan lingkungan, serta menyediakan platform kolaboratif bagi negara-negara untuk mengatasi berbagai tantangan seperti perubahan iklim dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat.</p>
<p>Mengatasi Sinergi Kesehatan dan Lingkungan</p>
<p>Acara ini akan menghadirkan para menteri dan pejabat senior dari negara-negara anggota, serta perwakilan dari WHO, UNEP, FAO, dan organisasi internasional lainnya. Selama tiga hari pelaksanaan APRFHE, mereka akan membahas topik-topik mendesak seperti adaptasi dan ketahanan iklim, pengendalian polusi, konservasi keanekaragaman hayati, dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.</p>
<p>Para pemimpin juga akan membahas integrasi kebijakan kesehatan dan lingkungan untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan, yang mencerminkan sifat keterkaitan antara tantangan-tantangan tersebut di kawasan Asia-Pasifik.</p>
<p>“Saya berharap dalam beberapa hari ini, kita dapat saling bertukar pengetahuan dan praktik terbaik dalam mengatasi tantangan lingkungan dan kesehatan yang ada, serta memperkuat kolaborasi dan jaringan dalam berinovasi solusi untuk memitigasi ancaman lingkungan dan kesehatan di masa depan,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Buwono saat membuka APRFHE ke-12, Selasa (24/9).</p>
<p>Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sigit Reliantoro menambahkan, forum regional APRFHE ini tidak hanya menyoroti isu-isu kesehatan dan lingkungan yang mendesak ke dalam agenda pembahasan, tetapi juga meningkatkan kolaborasi di kawasan untuk mengatasi isu-isu tersebut secara efektif.</p>
<p>“Forum kita harus tetap gesit, terus melakukan refleksi dan kalibrasi ulang untuk kolaborasi yang lebih kuat dan lebih baik dalam kerangka APRFHE,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan ini akan meningkatkan tindakan forum regional di semua bidang isu strategis, prioritas, dan teknis APRFHE, dengan memungkinkan pertukaran strategi yang sukses dan solusi inovatif.</p>
<p>“Hal ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai kerangka kerja penting untuk memajukan upaya kolaboratif untuk mencapai tujuan pembangunan dan SDGs di seluruh kawasan,” terangnya.</p>
<p>Terakhir, ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif para delegasi dalam seluruh proses pengembangan Deklarasi Jakarta. Sejalan dengan pelaksanaan HLOM, ia mendorong keterlibatan berkelanjutan negara-negara anggota selama dua hari pelaksanaan HLOM.</p>
<p>Tentang APRFHE</p>
<p>Forum Regional Asia-Pasifik tentang Kesehatan dan Lingkungan (APRFHE) didirikan pada 2004 sebagai wadah untuk mempertemukan para menteri dan pejabat di bidang kesehatan dan lingkungan dari seluruh kawasan Asia-Pasifik. Forum ini bertujuan mendorong kerja sama antarnegara dalam mengatasi tantangan bersama di persimpangan antara kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Sejak awal berdirinya, APRFHE telah berperan penting dalam mempromosikan solusi kolaboratif untuk berbagai masalah regional, termasuk perubahan iklim, degradasi lingkungan, krisis kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Forum ini secara konsisten mendorong kebijakan dan tindakan yang menguntungkan kesehatan manusia dan lingkungan, serta memastikan kemakmuran jangka panjang bagi populasi yang beragam di kawasan Asia-Pasifik.</p>
<p>Pertemuan HLOM ke-12 dan Pertemuan Menteri ke-5 ini akan mencakup diskusi pleno tingkat tinggi dan lokakarya teknis yang bertujuan mendorong dialog dan kerja sama antarnegara serta mitra internasional.</p>
<p>Adapun, agenda utama yang akan dilaksanakan meliputi:</p>
<p>• Kesiapsiagaan terhadap pandemi: Memperkuat sistem kesehatan masyarakat untuk menangani pandemi pada masa depan melalui pengetahuan bersama dan tindakan terkoordinasi.</p>
<p>• Adaptasi Perubahan Iklim: Membangun ketahanan dalam sistem kesehatan untuk mengatasi dampak perubahan iklim, termasuk polusi udara dan penyakit yang ditularkan melalui vektor.</p>
<p>• Kelompok Kerja Tematik (TWG): Pertemuan ini akan mendapat manfaat dari masukan teknis yang diberikan oleh Kelompok Kerja Tematik APRFHE, yang berfokus pada bidang-bidang khusus seperti perubahan iklim, penilaian dampak kesehatan, limbah kimia dan kesehatan, kualitas udara dan kesehatan, sanitasi dan kebersihan air (WASH), dan One Health. Kelompok-kelompok ini memastikan bahwa diskusi didasarkan pada keahlian teknis dan bahwa tindakan yang diusulkan bersifat praktis dan ilmiah.</p>
<p>• Deklarasi Jakarta: Hasil utama dari pertemuan tersebut adalah Deklarasi Jakarta, yang menguraikan komitmen bersama dan strategi regional untuk mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan. Deklarasi ini akan menegaskan kembali komitmen kawasan terhadap solusi kolaboratif dan kebijakan inklusif.</p>
<p>Pertemuan HLOM ke-12 dan Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemitraan multilateral yang lebih kuat di kawasan Asia-Pasifik. Deklarasi bersama, kerangka kebijakan baru, dan inisiatif yang diluncurkan dalam forum ini akan membentuk tata kelola kesehatan dan lingkungan untuk tahun-tahun mendatang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/e271a710-e8b4-4525-9c61-fad52e69322e.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kenali Gejala Jantung Sejak Dini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-gejala-jantung-sejak-dini</link>				
         <pubDate>Tue, 24 Sep 2024 20:14:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kenali-gejala-jantung-sejak-dini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 September 2024</p>
<p>Tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang, hipertensi, obesitas, diabetes melitus, dan kurangnya aktivitas fisik. Perilaku tersebut merupakan salah satu kontributor utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Dilaporkan, 50% penderita PJK berpotensi mengalami henti jantung mendadak atau sudden cardiac death.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, data Riskesdas pada 2018 menunjukkan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 1,5%, sedangkan prevalensi penyakit jantung koroner sebesar 0,5% pada 2013. Berdasarkan Global Status Report on NCD 2019 (IHME), sebanyak 17,8 juta kematian, atau 1 dari 3 kematian di dunia setiap tahun, disebabkan oleh penyakit jantung.</p>
<p>“Kalau dari hasil IHME survei yang kita lihat bahwa penyakit jantung iskemik pada 2019 itu menempati urutan nomor satu dan pada 2021, pasca-COVID-19 pun masih menempati urutan nomor satu, hanya dari jumlah kematian terjadi penurunan sedikit, tapi perbedaannya tidak terlalu besar,” kata dr. Nadia pada temu media Hari Jantung Sedunia (HJS) pada Senin (23/9/2024).</p>
<p>dr. Nadia melanjutkan, secara global, penyakit jantung iskemik tetap menjadi penyebab utama kematian. Sementara di Indonesia, penyakit stroke menjadi penyebab kematian terbesar. Berdasarkan total kematian, terjadi penurunan jumlah kematian akibat stroke dari 21,8% pada 2019 menjadi 18,49% pada 2021, diikuti oleh penyakit jantung iskemik.</p>
<p>“Jadi, di Indonesia itu sebaliknya yang menjadi penyebab utama kematian justru adalah stroke dan bisa saja penyebabnya karena mungkin layanan kesehatan deteksinya belum betul-betul merata sehingga tidak terdeteksi dan masih menjadi salah satu isu,” lanjut dr. Nadia.</p>
<p>Pada 2023, terjadi peningkatan jumlah pembiayaan untuk penyakit katastropik yang mencapai Rp34,8 triliun, di mana penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke) menjadi penyakit dengan pembiayaan terbesar, yakni Rp22,8 triliun, dalam program JKN.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Nadia menyebutkan empat perilaku masyarakat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, yaitu merokok, kurang aktivitas fisik, minim konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.</p>
<p>“Bisa dilihat penyakit jantung saat ini mulai banyak pada usia-usia muda. Kenapa terjadi pergeseran usia pada penyakit jantung? Karena adanya perubahan gaya hidup yang tidak sehat,” kata dia melanjutkan.</p>
<p>Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di dunia selama 20 tahun terakhir. Kematian akibat penyakit jantung secara global mencapai hingga 18,6 juta setiap tahunnya. Angka kematian tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 20,5 juta pada 2020 dan 24,2 juta pada 2030.</p>
<p>President of Indonesian Heart Association dr. Radityo Prakoso, yang juga hadir sebagai narasumber dalam temu media HJS, menjelaskan bahwa penyakit jantung iskemik berkontribusi terhadap persentase kematian tertinggi di antara berbagai penyakit jantung. Selain itu, penyakit jantung tidak hanya ditemukan pada usia tua, tetapi juga pada usia muda.</p>
<p>“Gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab paling umum dari penyakit jantung koroner di usia muda,” kata dr. Radityo.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Radityo menyebutkan beberapa gejala yang mengarah pada penyakit jantung, yaitu rasa tidak nyaman di area dada (nyeri, sesak, tertekan, terbakar); mual dan muntah; keringat dingin; pusing atau pingsan; nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, tenggorokan, atau punggung; kaki bengkak; mudah lelah; berdebar-debar; detak jantung tidak teratur; serta batuk yang tidak kunjung sembuh dengan sputum berwarna pink muda atau putih berbusa.</p>
<p>“Kendati demikian, gejala tersebut dapat bervariasi antara individu. Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila ada dugaan kuat penyakit jantung terutama jika memiliki risiko tinggi,” kata dr. Radityo.</p>
<p>dr. Radityo melanjutkan, 80% penyakit jantung dapat dicegah melalui pencegahan primer, yaitu promosi kesehatan dan proteksi spesifik, seperti berhenti merokok, makan makanan sehat, rutin beraktivitas fisik, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, tidur yang cukup, dan menjaga berat badan tetap ideal.</p>
<p>Sementara itu, pencegahan sekunder dilakukan dengan deteksi dini dan tata laksana awal segera, seperti evaluasi tekanan darah, evaluasi kadar kolesterol, indeks massa tubuh (IMT), dan kadar gula darah secara rutin atau berkala.</p>
<p>Dr. Rita Ramayulis, selaku perwakilan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia yang juga hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya pengaturan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). Konsumsi gula sebaiknya dibatasi hingga 50 gram per hari, garam 2.000 mg per hari, dan lemak 67 gram per hari.</p>
<p>“Kecukupan konsumsi gula dalam pembagian bahan makanan sehari menurut gizi seimbang untuk laki-laki usia 19-29 tahun dengan 2725 kkal,” kata Dr. Rita.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah merumuskan beberapa strategi untuk mencegah dan mengendalikan penyakit jantung koroner dengan pendekatan PATUH dan CERDIK.</p>
<p>PATUH: Periksa kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter; Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur; Tetap diet dengan gizi seimbang; Upayakan aktivitas fisik dengan aman; Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.</p>
<p>CERDIK: Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.</p>
<p>Kemenkes RI memperingati Hari Jantung Sedunia dengan menggelar temu media melalui Zoom Meeting pada Senin (23/9/2024). Temu media ini mengangkat tema global &#8220;Use Heart, For Action&#8221;, dan tema nasional &#8220;Ayo Bergerak untuk Sehatkan Jantungmu.&#8221;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240923-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ketahui Obat Yang Cocok Lewat Informasi Genomik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ketahui-obat-yang-cocok-lewat-informasi-genomik</link>				
         <pubDate>Mon, 23 Sep 2024 17:51:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ketahui-obat-yang-cocok-lewat-informasi-genomik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 September 2024</p>
<p>Salah satu pemanfaatan data genomik dalam program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) melalui SatuDNA adalah kemampuan untuk mengetahui jenis obat yang paling cocok sesuai dengan kondisi individu secara pasti. Hal ini akan memudahkan dokter dalam memberikan resep obat yang tepat sekaligus meminimalkan efek samping.</p>
<p>Informasi mengenai kecocokan obat diperoleh dari hasil analisis farmakogenomik. Farmakogenomik adalah penggunaan informasi genomik untuk memilih dan mempersonalisasi penggunaan obat, guna menghindari reaksi yang merugikan serta mengoptimalkan kemanjuran obat.</p>
<p>Project Management Officer BGSi Irene Lorinda Indalao, SSi, MSc, PhD menyampaikan, laporan farmakogenomik ini dapat diperoleh oleh partisipan program BGSi yang ikut serta dalam pengambilan sampel darah. Setelah pengambilan sampel, akan dilakukan analisis genetik.</p>
<p>“Semua partisipan BGSi melalui SatuDNA akan mendapatkan hasil analisis farmakogenomik tanpa dipungut biaya, sehingga diketahui obat yang cocok dengan efek samping yang minimal berdasarkan genetika dari partisipan,” ujar Irene di Jakarta, ditulis Senin (23/9).</p>
<p>Farmakogenomik merupakan salah satu komponen utama dalam pengobatan presisi, yang mempelajari bagaimana DNA seseorang memengaruhi cara tubuh merespons obat. Hasil analisis farmakogenomik ini dapat membantu meningkatkan hasil perawatan kesehatan dengan mengidentifikasi target obat baru dan membantu mengetahui apakah suatu obat bermanfaat dan aman untuk dikonsumsi.</p>
<p>Program BGSi melalui SatuDNA, yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia, baik yang memiliki kondisi medis tertentu maupun yang sehat. Pendaftaran dapat dilakukan melalui fitur SatuDNA di aplikasi SATUSEHAT Mobile dengan akun yang telah terverifikasi.</p>
<p>“Partisipasi BGSi bersifat terbuka untuk umum, sukarela dan tanpa biaya apabila sesuai dengan kriteria inklusi. Tidak ada batas waktu tertentu dalam mengajukan diri sebagai partisipan,” lanjut Irene.</p>
<p>“Semua partisipan yang bergabung akan dijelaskan mengenai program dan manfaat yang akan diterima, termasuk informasi mengenai keamanan data dan pemanfaatan data yang akan digunakan. Apabila partisipan setuju untuk bergabung, masing-masing partisipan akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan (informed consent).”</p>
<p>Tahap selanjutnya, calon partisipan akan diminta mengisi informasi identitas dan menjawab pertanyaan diagnostik umum, memilih skrining penyakit, serta mengunggah dokumen pendukung. Data tersebut akan diverifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria rekrutmen program BGSi.</p>
<p>Jika sesuai dengan kriteria, partisipan dapat secara mandiri menjadwalkan waktu dan lokasi pengambilan sampel darah untuk dilakukan analisis genetik di rumah sakit jejaring Hub BGSi. Selanjutnya, hasil dan laporan analisis akan dapat diakses secara digital oleh partisipan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.</p>
<p><strong>Pengisian Data Harus Sesuai Kondisi Kesehatan </strong></p>
<p>Mengenai verifikasi data calon partisipan, Irene Lorinda Indalao menegaskan, partisipan harus memenuhi kriteria inklusi dengan menjawab pertanyaan skrining sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, agar dapat masuk dalam kelompok partisipan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatannya.</p>
<p>Selain itu, partisipan wajib mengunggah data pendukung atau dokumen pemeriksaan medis.</p>
<p>“Partisipan yang lolos verifikasi adalah yang memenuhi kriteria inklusi dan telah mengunggah dokumen yang yang sesuai. Dengan demikian, petugas rumah sakit dapat memberikan hasil lolos verifikasi,” terang Irene.</p>
<p>“Oleh karena itu, partisipan diimbau mengisi sesuai kondisi kesehatan sesungguhnya dan mengunggah dokumen penyerta.”</p>
<p>Adapun, hasil analisis genetik yang diperoleh setelah pengambilan sampel darah, termasuk laporan farmakogenomik, nantinya dapat digunakan oleh dokter sebagai pertimbangan dalam memberikan perawatan yang tepat.</p>
<p>“Output bagi para partisipan adalah laporan farmakogenomik yang hasilnya dapat digunakan oleh dokter sebagai pertimbangan dalam memberikan perawatan yang tepat bagi pasien,” ucap Irene Lorinda Indalao.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/0285c7e9-6f8e-4dab-a588-a339fdad9b96.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Siaga Bencana Nuklir: Kemenkes Gelar Simulasi Kegawatdaruratan Medis di RSUP Dr. Hasan Sadikin</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/siaga-bencana-nuklir-kemenkes-gelar-simulasi-kegawatdaruratan-medis-di-rsup-dr-hasan-sadikin</link>				
         <pubDate>Fri, 20 Sep 2024 18:49:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/siaga-bencana-nuklir-kemenkes-gelar-simulasi-kegawatdaruratan-medis-di-rsup-dr-hasan-sadikin</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 19 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, melalui Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Taman Sari menggelar kegiatan &#8220;Simulasi Kegawatdaruratan Medis&#8221; sebagai kesiapsiagaan menghadapi bencana nuklir. Kegiatan ini diselenggarakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) pada 18-20 September 2024.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yuli Astuti menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan berbasis teknologi nuklir di Indonesia, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. &#8220;Sebelumnya kegiatan seperti ini telah dilakukan di RSUP Dr. Sardjito. Kami terus mengembangkan pelayanan kesehatan dengan teknologi nuklir, termasuk menyebarkan fasilitas dan sumber daya manusia ke beberapa rumah sakit di seluruh Indonesia,&#8221; ujar Yuli saat membuka acara tersebut pada Rabu (18/9).</p>
<p>Perundang-undangan nasional terkait ketenaganukliran mengamanatkan, setiap kegiatan yang melibatkan nuklir wajib memperhatikan keselamatan dan kesehatan publik, serta perlindungan terhadap lingkungan. Kedaruratan nuklir dapat terjadi akibat bencana alam, kecelakaan, tindakan kriminal, atau kesalahan penanganan, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang untuk mitigasi dan penanganannya.</p>
<p>&#8220;Kita perlu memastikan kesiapan logistik, mekanisme pelayanan, serta koordinasi lintas sektor, terutama dalam tata laksana kegawatdaruratan medis yang melibatkan teknologi nuklir,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Direktur Medik RS Dr. Hasan Sadikin Iwan Abdul Rachman menyatakan, lokasi strategis RSHS yang berdekatan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Taman Sari, Bandung, menjadikan kesiapan menghadapi bencana nuklir sangat penting. &#8220;Kami sangat berterima kasih telah diberi kesempatan menjadi tuan rumah simulasi ini, karena kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana nuklir sangat penting mengingat posisi geografis dan fasilitas nuklir yang kami miliki,&#8221; kata Iwan.</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 peserta, termasuk RS Rujukan Bencana Nuklir Nasional seperti RSUP Fatmawati Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kegiatan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), BRIN, PSC 119, serta beberapa organisasi profesi terkait.</p>
<p>Kerja sama Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dan BRIN Taman Sari dalam penyelenggaraan simulasi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan sistem tanggap darurat dan transformasi kesehatan nasional dapat terus diperkuat.</p>
<p>Simulasi kegawatdaruratan ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi lintas sektor dan memperkuat respons medis, mulai dari tingkat prehospital hingga intra-hospital, dalam menghadapi kedaruratan yang terkait dengan radiasi, baik nuklir maupun radiologi.</p>
<p>Kemenkes berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, dan kerja sama antara para pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan hidup dalam menghadapi ancaman nuklir di masa mendatang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240920-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kabupaten Mimika Lakukan Percepatan Eliminasi Malaria dengan Inovasi “Tempo Kas Tuntas”</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kabupaten-mimika-lakukan-percepatan-eliminasi-malaria-dengan-inovasi-tempo-kas-tuntas</link>				
         <pubDate>Fri, 20 Sep 2024 00:10:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kabupaten-mimika-lakukan-percepatan-eliminasi-malaria-dengan-inovasi-tempo-kas-tuntas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><b>Timika, 18 September 2024</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara resmi meluncurkan inovasi program percepatan eliminasi malaria &#8220;TEMPO KAS TUNTAS&#8221; di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (18/9).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Tengah. Peresmian ditandai dengan pemukulan Tifa, alat musik khas daerah timur, oleh Menkes Budi bersama Pj. Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk, dan Pj. Bupati Mimika Valentinus Sudarjanto Sumito.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan itu, Menkes Budi menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dengan memahami pola penyakit dan pola penyebarannya pada populasi tertentu di suatu daerah agar dapat mencegahnya melalui upaya promotif dan preventif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tugas kita itu menjaga masyarakat supaya tetap sehat. Jadi, kita harus tahu pola penyakitnya, pola epidemiologinya, sehingga dapat melakukan pencegahan. Karena strategi kesehatan paling benar itu seharusnya melalui upaya promotif dan preventif. Dari segi biaya, jauh lebih murah. Dari sisi kualitas hidup, juga jauh lebih baik,” jelas Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada 2023, kasus malaria di Indonesia tercatat sebanyak 418.546 kasus. Jumlah tersebut menjadikan malaria sebagai penyakit menular dengan angka kasus tertinggi kedua setelah tuberkulosis (TBC).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Malaria ini termasuk penyakit menular dengan angka kasus tertinggi kedua di Indonesia setelah TBC. Maka, perlu kita lakukan upaya pencegahan supaya masyarakat itu jangan sampai sakit,” ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi juga menyampaikan upaya pencegahan malaria yang dapat dilakukan, mulai dari edukasi hingga skrining untuk mengurangi faktor risiko.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Edukasi pencegahan malaria dapat dilakukan mulai dari mengajak masyarakat untuk memasang kelambu saat tidur, menggunakan losion anti-nyamuk, minum obat secara massal (momal) untuk mencegah komunitas tersebut terkena malaria, serta rajin melakukan skrining melalui tes RDT sehingga dapat mengurangi faktor risiko apabila terkena malaria,” ungkap Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Program percepatan eliminasi malaria diberi nama Tempo Kas Tuntas, yang merupakan singkatan dari Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Periksa darah, Obati dan Awasi Kepatuhan Pengobatan Sampai Tuntas. Inovasi ini berfokus pada intervensi pada manusia dan vektor melalui upaya penemuan kasus, pengobatan sesuai standar, pengawasan konsumsi obat sampai tuntas, pemantauan pasca-pengobatan, serta intervensi vektor pada daerah dengan kasus positif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Yudhi Pramono mengungkapkan, penurunan kasus malaria di kabupaten/kota di Tanah Papua akan berdampak signifikan pada penurunan angka kasus malaria di seluruh Indonesia, yang pada akhirnya berkontribusi pada capaian eliminasi malaria secara nasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Percepatan penurunan kasus secara intensif akan segera dilakukan dengan cara peningkatan penemuan kasus, pengobatan tuntas, dan pengendalian vektor secara terpadu, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah tinggi kasus malaria,” ujar Plt. Dirjen dr. Yudhi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pj. Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk juga menyampaikan harapannya atas peresmian program inovasi Tempo Kas Tuntas di wilayah Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Eliminasi malaria menjadi fokus kita. Papua Tengah jadi salah satu wilayah dengan kasus malaria yang masih tinggi, jadi perlu adanya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat dan daerah, juga dukungan dari organisasi internasional untuk mewujudkan wilayah Papua bebas malaria,” ucap PJ Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-18-at-19.38.52.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Bakteri Kebal Antibiotik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-bakteri-kebal-antibiotik</link>				
         <pubDate>Wed, 18 Sep 2024 18:39:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-bakteri-kebal-antibiotik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 September 2024</p>
<p>Penggunaan antibiotik yang tidak bijak menyebabkan munculnya bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Kejadian yang disebut dengan resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) ini berdampak pada semakin sulitnya pengobatan dan perawatan pasien.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS mengungkapkan data kejadian resistensi antimikroba yang dilaporkan oleh rumah sakit sentinel. Data tersebut mencakup dua jenis bakteri yang kebal antibiotik.</p>
<p>“Data AMR di Indonesia secara khusus didapatkan dari data yang dilaporkan oleh rumah sakit sentinel yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, di mana hasil pengukuran Extended-spectrum Beta-Lactamase (ESBL) tahun 2022 pada 20 rumah sakit sentinel site sebesar 68%,” ungkap Azhar di Jakarta, ditulis Selasa (17/9).</p>
<p>“Kemudian, di tahun 2023 pada 24 rumah sakit sentinel site sebesar 70,75% dari target ESBL tahun 2024 sebesar 52%. Angka ini menunjukan, adanya peningkatan resistensi antimikroba pada bakteri jenis Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae.”</p>
<p>Kedua bakteri ini dapat menyebabkan kematian dan menyerang seluruh sistem organ dalam tubuh manusia.</p>
<p>“Agar data ini dapat mewakili Indonesia, maka untuk pengukuran ESBL, pada akhir tahun 2024 akan dilakukan pengukuran pada 56 rumah sakit sentinel yang tersebar di wilayah Indonesia barat, tengah dan timur serta meliputi rumah sakit milik pemerintah, pemerintah daerah dan swasta,” sambung Azhar.</p>
<p>Data WHO Global Antimicrobial Resistance and Use Surveillance System (GLASS) yang diperbarui pada 2022 menyebutkan bahwa resistensi antimikroba pada Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae di Indonesia terdeteksi melalui pemeriksaan spesimen darah dan urine pasien yang terinfeksi AMR.</p>
<p>Dampak AMR pada Pasien</p>
<p>Dari laporan rumah sakit yang diterima Kemenkes, penanganan pasien dengan infeksi resistensi antimikroba membutuhkan upaya yang besar. Sebab, bakteri yang kebal terhadap antibiotik memengaruhi perawatan pasien.</p>
<p>“Merawat pasien dengan infeksi AMR sangat sulit karena beberapa faktor. Yang pertama adalah pilihan obat terbatas. Obat yang efektif untuk pasien AMR mungkin tidak tersedia atau mahal dan patogen bisa menjadi resisten terhadap antibiotik yang ada,” jelas Dirjen Azhar Jaya.</p>
<p>“Kedua, penegakan diagnosis menjadi lambat. Dibutuhkan pemeriksaan kultur dan uji kepekaan dalam menegakkan diagnosis pasien infeksi lama, di mana untuk pemeriksaan tersebut memerlukan waktu sehingga, memperlambat perawatan yang tepat. Kemudian, dibutuhkan komitmen pimpinan rumah sakit untuk optimalisasi fungsi laboratorium.”</p>
<p>Faktor ketiga terkait dengan efek samping. Pengobatan resistensi antimikroba sering kali memerlukan antibiotik dengan efek samping yang berat atau risiko toksisitas.</p>
<p>Keempat, penyebaran infeksi AMR. Infeksi resistensi antimikroba dapat menyebar cepat, terutama di lingkungan rumah sakit sehingga memerlukan langkah-langkah pengendalian infeksi yang ketat.</p>
<p>“Kelima, biaya tinggi. Karena perawatan AMR membutuhkan waktu yang lama (Length of Stay/Los memanjang) sehingga pengobatan AMR menjadi sangat mahal, produktivitas pasien dan keluarga penunggu menurun, serta membebani pasien dan jaminan kesehatan,” lanjut Azhar.</p>
<p>Bijak Konsumsi Antibiotik</p>
<p>Menilik dampak infeksi resistensi antimikroba pada pasien, masyarakat diimbau untuk bijak dalam mengonsumsi antibiotik. Upaya ini untuk mencegah terjadinya risiko infeksi AMR.</p>
<p>Dirjen Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya menyampaikan beberapa imbauan kepada masyarakat terkait konsumsi antibiotik, sebagai berikut:<br />
a. Gunakan antibiotik hanya ketika diresepkan oleh dokter. Ikuti petunjuk dokter mengenai dosis dan durasi pengobatan.</p>
<p>b. Jangan menggunakan antibiotik yang dibeli tanpa resep atau sisa obat dari perawatan sebelumnya.</p>
<p>c. Jika dokter meresepkan antibiotik untuk infeksi yang tampaknya ringan, tanyakan alasan dan manfaatnya, serta alternatif pengobatan yang mungkin tersedia.</p>
<p>d. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, pastikan antibiotik yang diberikan kepada hewan juga digunakan secara bijaksana. Sebab, resistensi dapat terjadi di antara hewan dan manusia.</p>
<p>e. Untuk menghindari risiko infeksi dan kebutuhan antibiotik, lakukan kebiasaan higienis yang baik seperti mencuci tangan secara teratur. Lakukan vaksinasi yang diperlukan untuk mencegah infeksi yang bisa memerlukan antibiotik jika terjadi.</p>
<p>f. Diskusikan kekhawatiran Anda dengan tenaga medis tentang penggunaan antibiotik dan manfaat serta risikonya. Pertanyaan ini dapat membantu Anda memahami keputusan perawatan yang diambil.</p>
<p>Menurut Azhar, Strategi Nasional (Stranas) Antimicrobial Resistance 2025-2029 telah mengatur bahwa kampanye penggunaan antibiotik yang bijak tidak hanya ditujukan kepada masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), tetapi juga kepada tenaga medis.</p>
<p>“Upayanya melalui peningkatan kompetensi dokter dalam tata laksana penyakit infeksi dan kepatuhan akan standar pelayanan dan panduan praktik klinis untuk dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan,” ucapnya.</p>
<p>Pengawasan terhadap pemberian antibiotik perlu dilakukan melalui Rekam Medis Elektronik (RME) yang digunakan oleh tenaga medis, serta kewajiban melaporkan penggunaan antibiotik golongan cadangan (reserve antibiotics) pada pasien beserta alasannya.</p>
<p>“Tenaga kesehatan selain dokter, tidak diperkenankan memberikan resep, kecuali mendapatkan kewenangan tambahan dari Menteri atau peraturan perundang-undangan,” pungkas Azhar Jaya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240918-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pentingnya Meningkatkan Ketepatan Diagnosis Demi Keselamatan Pasien</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pentingnya-meningkatkan-ketepatan-diagnosis-demi-keselamatan-pasien</link>				
         <pubDate>Wed, 18 Sep 2024 17:37:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pentingnya-meningkatkan-ketepatan-diagnosis-demi-keselamatan-pasien</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 September 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa keselamatan pasien adalah tanggung jawab bersama antara manajemen fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), tenaga kesehatan, dan pasien. Sejalan dengan hal tersebut, tema Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2024 atau World Patient Safety Day (WPSD) 2024 adalah Meningkatkan Diagnosis untuk Keselamatan Pasien.</p>
<p>&#8220;Tema tahun ini, Improving Diagnosis for Patient Safety, menekankan bahwa keselamatan pasien bukanlah tanggung jawab sepihak, melainkan tanggung jawab bersama antara manajemen fasyankes, tenaga kesehatan, dan yang terpenting, pasien itu sendiri,&#8221; ujar Wamenkes Prof. Dante dalam sambutan daring kepada peserta di acara Puncak WPSD 2024 yang berlangsung di RSUP dr. Kariadi, Semarang (17/9).</p>
<p>Selain itu, Wamenkes Prof. Dante menyatakan bahwa keselamatan pasien adalah hak asasi setiap individu yang membutuhkan perawatan medis. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga mutu layanan bagi seluruh pasien tanpa memandang status sosial.</p>
<p>“Setiap orang yang memasuki fasilitas kesehatan, baik besar maupun kecil, berhak mendapatkan pelayanan yang aman dan bermutu.” kata Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Namun, Wamenkes Prof. Dante menyadari bahwa masih ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh manajemen fasyankes dan tenaga kesehatan terkait keselamatan pasien. Tantangan ini meliputi kesalahan penanganan medis, infeksi nosokomial atau infeksi yang diperoleh pasien selama dirawat di rumah sakit, dan masalah lainnya seperti misdiagnosis.</p>
<p>Menurut Wamenkes Prof. Dante, berbagai tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan menerapkan prosedur teknis, tetapi juga upaya membangun budaya keselamatan dan keamanan yang berorientasi kepada pasien.</p>
<p>“Layanan kesehatan yang dibangun tidak hanya terkait prosedur teknis, tetapi juga terkait membangun budaya keselamatan dan keamanan pasien di seluruh fasilitas layanan kesehatan,” kata Wamenkes Prof. Dante menegaskan.</p>
<p>Menurut Wamenkes Prof. Dante, untuk membangun budaya ini, dibutuhkan peran aktif dari pasien dan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat melibatkan pasien secara aktif dalam proses perawatan, karena pasien adalah orang yang paling mengetahui dan peduli dengan kondisi kesehatan mereka.</p>
<p>Selain itu, Wamenkes Prof. Dante menegaskan pentingnya berbagai pelatihan penunjang yang dapat mendukung kemampuan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.</p>
<p>“Setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memastikan bahwa para tenaga kesehatannya memiliki dukungan, pelatihan, dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk memberikan perawatan yang aman dan nyaman bagi pasien,” tambah Wamenkes Dante.</p>
<p>Sebagaimana dengan tema WPSD 2024, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya juga menyoroti pentingnya ketepatan diagnosis. Menurutnya, slogan ‘Lakukan dengan Benar, dan Jadikan Aman’ yang diusung pada WPSD 2024 sangat penting untuk diperhatikan oleh seluruh tenaga kesehatan.</p>
<p>“Slogan ini berarti mengupayakan pentingnya diagnosis yang benar dan tepat waktu dalam memastikan keselamatan pasien,” ujar Direktur Azhar melalui sambutan yang disampaikan secara daring.</p>
<p>Dirjen Azhar juga menilai bahwa misdiagnosis merupakan kegagalan tenaga kesehatan dalam memberikan penjelasan dan komunikasi, serta melakukan tindakan yang tepat waktu terkait keselamatan pasien. Dirjen Azhar menambahkan, misdiagnosis mencakup diagnosis yang tertunda, salah, atau terlewatkan.</p>
<p>Menurut Dirjen Azhar, meningkatkan ketepatan diagnosis sangat penting untuk mencegah kesalahan dalam bentuk terapi yang dapat menyebabkan kecacatan atau tuduhan malapraktik.</p>
<p>“Tuduhan malapraktik itu tentu saja tidak kita inginkan bersama,” kata Dirjen Azhar menegaskan.</p>
<p>Untuk mencapai ketepatan diagnosis, Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Yanti Herman menekankan pentingnya keterlibatan aktif pasien selama proses pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Direktur Yanti juga menyebutkan beberapa intervensi yang dapat mendukung kelancaran perawatan pasien, di antaranya riwayat kesehatan lengkap pasien, pemeriksaan klinis yang menyeluruh, peningkatan akses terhadap tes diagnostik, penerapan metode untuk mengukur dan belajar dari kesalahan yang sudah terjadi, serta adopsi solusi berbasis teknologi.</p>
<p>Pada puncak peringatan WPSD 2024, serangkaian kegiatan turut digelar, seperti senam bersama, fun walk, penayangan video demonstrasi unit mulai dari code stroke IGD, radiologi, frozen section, hingga Catheterization Laboratory (Cath Lab).</p>
<p>Acara yang berlangsung di RSUP dr. Kariadi juga dimeriahkan dengan penampilan wayang orang berupa parodi tentang keselamatan pasien, serta pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah lomba rangkaian peringatan WPSD 2024.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(RR)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240918-WA00031-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Bunuh Diri, Kemenkes Ajak Remaja Bicara Soal Kesehatan Mental</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-bunuh-diri-kemenkes-ajak-remaja-bicara-soal-kesehatan-mental</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Sep 2024 17:56:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-bunuh-diri-kemenkes-ajak-remaja-bicara-soal-kesehatan-mental</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Kesehatan Jiwa menggelar seminar bagi remaja untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2024 di Jakarta pada Selasa (17/9). Seminar ini berlangsung secara hibrida dan dihadiri oleh perwakilan SMA/SMK serta para remaja perwakilan dari forum pemuda.</p>
<p>Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengapresiasi Direktorat Kesehatan Jiwa dan UNICEF atas penyelenggaraan seminar pencegahan bunuh diri pada remaja ini. Ia berharap, kegiatan positif ini dapat menjadi sarana edukasi, berbagi pengalaman, dan diskusi terbuka tentang kesehatan mental di kalangan remaja.</p>
<p>Selama ini, kesehatan jiwa sering dianggap sebagai isu sensitif yang jarang dibahas secara terbuka. Akibatnya, gangguan jiwa sering kali disikapi dengan pandangan negatif. Padahal, isu ini sangat penting dan serius karena berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menganggap bunuh diri sebagai isu yang sangat serius.</p>
<p>Berdasarkan data WHO, lebih dari 700.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. Di Indonesia, data dari POLRI menunjukkan bahwa angka kematian akibat bunuh diri pada 2023 meningkat menjadi 1.350 kasus, dari 826 kasus pada tahun sebelumnya.</p>
<p>“Jika tidak ada upaya pencegahan bunuh diri, angka tersebut dapat terus meningkat setiap tahunnya,” ucapnya. </p>
<p>Dirjen Endang menjelaskan, alasan seseorang melakukan bunuh diri sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor biologis, genetik, psikologis, budaya, dan lingkungan. Untuk itu, ia menekankan bahwa upaya terkait kesehatan mental, khususnya untuk mencegah kejadian bunuh diri, harus menjadi perhatian semua pihak.</p>
<p>“Melalui tindakan kecil seperti kebaikan sederhana, percakapan terbuka dan mendengarkan tanpa menghakimi, dapat berpengaruh secara signifikan,” ucap Dirjen Endang. </p>
<p>Untuk mencegah bunuh diri, Direktur Kesehatan Jiwa Imran Pambudi menekankan pentingnya penerimaan terhadap diri sendiri, fokus pada kemampuan diri, dan tanpa perlu membandingkan dengan orang lain.</p>
<p>“It&#8217;s okay not to be okay. Jadi, kita harus memiliki kesadaran bahwa kita tidak apa-apa enggak oke, supaya kita enggak stres. Manusia ada kelebihan dan kekurangannya, kita harus bisa menerima hal ini,” katanya. </p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjadi penerang atau sumber cahaya bagi orang lain, terutama bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit. Seperti pada lagu &#8220;Flashlight&#8221; yang dinyanyikan oleh Jessie J, Imran berharap setiap orang bisa menjadi flashlight bagi diri sendiri dan orang lain.</p>
<p>“Inilah yang kita harapkan, kita bisa bersama-sama membuka diri dan bisa membantu kalau temannya ada yang lagi down, menjadi flashlight bagi dirinya sendiri, bagi teman maupun keluarga,” ucapnya. </p>
<p>Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia diperingati setiap tanggal 10 September. Tema peringatan tahun ini, yang akan digunakan selama tiga tahun ke depan, adalah &#8220;Changing the Narrative on Suicide&#8221; atau &#8220;Mengubah Narasi Bunuh Diri&#8221;, dengan ajakan untuk &#8220;Start the Conversation&#8221; atau &#8220;Memulai Percakapan&#8221;.</p>
<p>Tema ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya mengurangi stigma dan mendorong percakapan terbuka guna mencegah bunuh diri.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG_2179.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pastikan Semua Anak Usia 0-7 Tahun di 33 Provinsi Mendapatkan 2 Dosis Imunisasi saat PIN Polio</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-semua-anak-usia-0-7-tahun-di-33-provinsi-mendapatkan-2-dosis-imunisasi-saat-pin-polio</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Sep 2024 15:44:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-semua-anak-usia-0-7-tahun-di-33-provinsi-mendapatkan-2-dosis-imunisasi-saat-pin-polio</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 September 2024</p>
<p>Penyakit polio dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan, salah satunya kelumpuhan permanen. Namun, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi polio lengkap.</p>
<p>Imunisasi polio yang termasuk dalam program nasional terdiri dari dua jenis vaksin, yaitu vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV) yang diberikan dalam 4 dosis, dan vaksin polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yang diberikan dalam 2 dosis. Keduanya aman dan memberikan kekebalan optimal.</p>
<p>Hingga saat ini, kasus polio masih dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Aceh (Pidie, Aceh Utara, Bireuen), Purwakarta, Klaten, Sampang, Pamekasan, Pandeglang, Mimika, Nduga, dan Asmat.</p>
<p>Sebagai respons aktif terhadap penularan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio yang sedang terjadi di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama pemerintah daerah gencar melakukan pemberian 2 dosis imunisasi tambahan polio melalui kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes dr. Prima Yosephine, MKM mengatakan, pemberian imunisasi tambahan pada PIN Polio secara serentak dan massal sangat penting untuk memutus rantai penularan virus dan menghentikan KLB.</p>
<p>Sasaran PIN Polio adalah anak usia 0 hingga 7 tahun dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Vaksin yang diberikan adalah vaksin polio tetes.</p>
<p>“Per tanggal 15 September 2024 hanya 3 provinsi, yaitu Banten, Jakarta, dan Sumatera Selatan yang sudah mencapai cakupan ≥95% untuk dosis 1 dan 2,” ujar dr. Prima.</p>
<p>Selain itu, ada 2 provinsi, yaitu Gorontalo dan Sulawesi Selatan, yang telah mencapai target cakupan dosis 1 ≥95%, sementara cakupan dosis 2 belum mencapai target.</p>
<p>Dibutuhkan akselerasi, kecepatan, dan semangat lebih untuk mencapai target PIN Polio secara keseluruhan. Karena itu, pelaksanaan PIN Polio dosis 1 dan 2 di 33 provinsi diperpanjang hingga 23 September 2024.</p>
<p>“Puskesmas harus melakukan pemetaan desa/kelurahan yang belum mencapai target dan menyusun strategi untuk pencapaian target,” ucap dr. Prima.</p>
<p>dr. Prima juga meminta petugas puskesmas melakukan sweeping dan mengoptimalkan supervisi untuk memastikan setiap anak mendapatkan dua dosis imunisasi polio tambahan.</p>
<p>“Apresiasi bagi seluruh jajaran dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, dan Puskesmas yang telah bekerja keras dalam melaksanakan PIN Polio putaran 1 dan 2,” tutur dr. Prima.</p>
<p>Upaya penting lainnya adalah meningkatkan komunikasi dan advokasi kepada para pemangku kepentingan terkait (stakeholder) untuk mendapatkan dukungan dalam menjangkau sasaran di sisa waktu pelaksanaan PIN ini. Optimalisasi penjangkauan harus melibatkan perangkat daerah setempat, kader, tokoh agama/adat, relawan PMI/Poltekkes, serta TNI dan POLRI.</p>
<p>Bersama-sama, kita pasti dapat mengalahkan polio. Mari kita wujudkan Indonesia yang sehat dan bebas polio!</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240920_055222_Microsoft-365-Office.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perluas Lapangan Kerja Perawat, Kemenkes Buka Kelas Internasional Jerman di Poltekkes Medan dan Poltekkes Maluku</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perluas-lapangan-kerja-perawat-kemenkes-buka-kelas-internasional-jerman-di-poltekkes-medan-dan-poltekkes-maluku</link>				
         <pubDate>Tue, 17 Sep 2024 15:40:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perluas-lapangan-kerja-perawat-kemenkes-buka-kelas-internasional-jerman-di-poltekkes-medan-dan-poltekkes-maluku</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 September 2024</p>
<p>Setelah sukses melaksanakan kelas internasional Jerman di Poltekkes Jakarta III dan Poltekkes Bandung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali membuka kelas internasional Bahasa Jerman. Kali ini, kelas internasional Jerman dibuka di Poltekkes Medan dan Poltekkes Maluku. </p>
<p>Kelas internasional bertujuan mendidik mahasiswa Poltekkes dengan kurikulum yang sudah dianalisis dan distandardisasi oleh Jerman. Selain itu, kelas internasional mempersiapkan mahasiswa mampu berbahasa Jerman agar dapat langsung dikirim dan didayagunakan di Jerman setelah lulus.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, upaya ini dilakukan untuk menyediakan lapangan kerja dan memberikan pendidikan yang lebih mendalam serta berkualitas bagi lulusan perawat dari Poltekkes di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi menekankan, kerja sama ini bukan hanya mengenai hubungan antara Indonesia dan Jerman, melainkan juga membuktikan kemampuan perawat-perawat Indonesia yang sangat baik. </p>
<p>Perawat memiliki peran penting dalam mendukung layanan kesehatan global, terutama dalam menangani penyakit-penyakit kritis yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Ada 20 juta orang yang meninggal dunia setiap tahunnya akibat serangan jantung, atau 10 juta yang meninggal karena kanker, perawat Indonesia dapat berkontribusi dalam menurunkan angka tersebut dan menyelamatkan nyawa.</p>
<p>“Jadi, apa yang telah kita lakukan tidak hanya baik bagi institusi dan individu, tetapi juga baik bagi 8 miliar orang yang hidup di dunia. Saya berharap program ini bisa terus berlanjut dan dapat memberikan kontribusi bagi kemanusiaan,” ujar Menkes Budi di Poltekkes Jakarta III, Selasa (17/9).</p>
<p>Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM, menyampaikan, di Poltekkes Kemenkes, terdapat 23 sekolah yang menyelenggarakan kelas internasional, termasuk kelas internasional Jepang, Jerman, dan Inggris.</p>
<p>Untuk proyek percontohan (pilot project) kelas Bahasa Jerman, Kemenkes bekerja sama dengan Goethe-Institut untuk memasukkan 19 SKS Bahasa dan Budaya Jerman ke dalam kurikulum keperawatan 8 semester di Poltekkes Jakarta III.</p>
<p>“Kami ingin memperluas kelas Bahasa Jerman dengan Poltekkes lain, setelah Poltekkes Bandung dan Poltekkes Jakarta III, yaitu Poltekkes Medan dan Poltekkes Maluku,” ungkap Dirjen drg. Arianti.</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI dan Lembaga Kebudayaan Jerman Goethe-Institut sepakat untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama dalam pengintegrasian kelas bahasa Jerman ke dalam kurikulum program studi keperawatan kelas internasional di Poktekkes. Keduanya sebelumnya telah menandatangani MoU pada tanggal 30 Januari 2023 untuk memulai kerja sama tersebut.</p>
<p>Pada Selasa, 17 September 2024, kedua belah pihak telah menandatangani dua surat komitmen bersama di Poltekkes Kemenkes Jakarta III, untuk mengimplementasikan kelas percontohan di Poltekkes Medan dan Poltekkes Maluku, serta melanjutkan kerja sama di Poltekkes Kemenkes Jakarta III dan Bandung dengan membuka kelas-kelas baru.</p>
<p>Penandatanganan ini disaksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Arianti Anaya, dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ina Lepel.</p>
<p>Penandatanganan surat komitmen bersama yang pertama ditandatangani oleh Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Constanze Michel; Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan, Ditjen Nakes Kemenkes, Oos Fatimah Rosyati; Direktur Poltekkes Kemenkes Medan Sri Arini Winarti Rinawati; dan Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku Betty A. Sahertian.</p>
<p>Kerja sama ini meliputi pelatihan guru bahasa Jerman yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut pada bulan Oktober 2024-Mei 2025 untuk kelas percontohan di Medan dan Maluku yang akan dimulai pada Juli 2025.</p>
<p>Surat komitmen bersama kedua ditandangani oleh Constanze Michel, Oos Fatimah Rosyati, Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Siti Badriah, dan Direktur Poltekkes Kemenkes Bandung Pujiono. Penandatanganan ini menyimpulkan bahwa kelas baru di Polktekkes Kemenkes Jakarta III dan Bandung akan dimulai pada September 2024.</p>
<p>Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel menyatakan, kerja sama ini tidak hanya berkontribusi pada pertukaran tenaga kerja terampil, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.</p>
<p>“Para siswa di kelas bahasa Jerman adalah contohnya. Mereka menjembatani bahasa, hambatan, mengeksplorasi, dan melampaui perbedaan dengan pelatihan menjadi perawat. Saya sangat terkesan dengan komitmen para siswa dan kemampuan bahasa Jerman mereka,” tutur Ina.</p>
<p>Pentingnya profesi perawat di Jerman terus berkembang pesat, dan permintaan akan tenaga kerja terampil meningkat seiring dengan perubahan demografi. Karena itu, ia menambahkan, mengintegrasikan kelas Bahasa Jerman dalam pelatihan keperawatan sangat penting untuk mempersiapkan perawat yang berkualitas.</p>
<p>“Saya mendorong kita semua untuk terus bekerja sama untuk mencapai tujuan kita bersama, memperkuat sektor kesehatan untuk kepentingan profesi perawat dan hubungan bilateral kita,” ucap Ina.</p>
<p><strong>Tentang Goethe-Institut</strong></p>
<p>Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif di seluruh dunia. Kami mempromosikan pengajaran bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya antarbangsa. Kami juga menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai Jerman melalui informasi tentang kehidupan politik, sosial dan budaya di Jerman. Beragam program budaya dan pendidikan kami menyokong dialog antarbudaya dan memfasilitasi partisipasi kultural. Berbagai program tersebut memperkukuh struktur-struktur masyarakat madani dan mendukung mobilitas global.</p>
<p>Narahubung pers:<br />
Ryan Rinaldy<br />
Public Relations Manager<br />
Goethe-Institut Jakarta<br />
Ryan.Rinaldy@goethe.de<br />
WA +62 811 1911 1988</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/54000441222_c3e8573313_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penantian Panjang Pasien Bypass Jantung Tanjung Pinang Akhirnya Terwujud</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penantian-panjang-pasien-bypass-jantung-tanjung-pinang-akhirnya-terwujud</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Sep 2024 19:22:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penantian-panjang-pasien-bypass-jantung-tanjung-pinang-akhirnya-terwujud</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3">Tanjung Pinang, 15 September 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Rasa bahagia menyelimuti hati Yueflin Hambra Nadir (51) karena penantian panjangnya akhirnya terbayar manis. Setelah menunggu selama 3 tahun untuk menjalani operasi </span><span class="s3">bypass</span><span class="s2"> jantung, impiannya tersebut terwujud pada 13 September 2024.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pria asal Tanjung Pinang ini menjadi salah satu pasien operasi </span><span class="s3">bypass</span><span class="s2"> jantung perdana di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT). Operasi ini merupakan bagian dari program pengampuan layanan kardiovaskular yang dilakukan oleh RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Saya sangat senang, karena sudah lama sekali menunggu,” ucapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Yueflin mengalami serangan jantung pada 2021 dan telah menjalani tindakan kateterisasi jantung di Kota Batam. Dua tahun berselang, atau pada 2023, ia kembali mengalami penyumbatan pembuluh darah.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Setelah dilakukan kateterisasi, saya tidak bisa lagi pasang ring. Jadi, harus operasi </span><span class="s3">bypass</span><span class="s2">,” ucapnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Saat itu, tindakan operasi bypass jantung belum bisa dilakukan di Kepulauan Riau. Tim dokter menyarankan Yueflin dirujuk ke RSJPD Harapan Kita Jakarta. Namun, keterbatasan biaya memaksa Yoeflin untuk menjalani perawatan di Tanjung Pinang. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Pada 2024, penantian Yueflin untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut menemukan titik terang. Tim dokter RSUD Raja Ahmad Tabib memintanya menjadi salah satu pasien dalam operasi </span><span class="s3">bypass</span><span class="s2"> jantung perdana di Kepulauan Riau. Dengan penuh suka cita, Yueflin menerima permintaan tersebut.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Jadi, saya sudah menunggu dari tahun 2021, sampai sekarang baru terlaksana, sudah 3 tahun,” terangnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Tindakan operasi, yang berlangsung pada Sabtu, 13 September 2024, siang, melibatkan Tim Dokter dari RSJPD Harapan Kita dan RSUD RAT. Operasi dimulai pukul 13.30 WIB dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Setelah operasi, Yueflin dipindahkan ke ruang ICU untuk menjalani perawatan dan pemulihan.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Tim Pengampu Layanan Kardiovaskular RSJPD Harapan Kita dr. Amin Tjubandi, Sp. BTKV menjelaskan, tindakan operasi terhadap pasien Yueflin masuk kategori berisiko tinggi. Pasien diketahui memiliki komorbid yang membuat operasi sedikit lebih berat. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Pasien menderita penyakit jantung koroner 3 pembuluh dengan fungsi pompa jantung sebelah kiri yang sudah menurun. Di samping itu juga, memiliki komorbid berupa penurunan fungsi ginjal,” terangnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Secara keseluruhan, operasi perdana ini berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa jam setelah operasi selesai, pasien sudah dapat lepas dari ventilator. Menurut dr. Amin, keberhasilan operasi jantung ini berkat kerja sama yang solid antara Tim Dokter RSJPD Harapan Kita dan RSUD RAT.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">dr. Amin menjelaskan, keberhasilan operasi bypass jantung perdana ini menunjukkan bahwa RSUD RAT Tanjung Pinang telah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, dan didukung oleh tenaga medis yang berkompeten.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“RSUD Raja Ahmad Tabib ini kedepannya kita harapkan bisa mandiri melakukan operasi, berkesinambungan dan tentunya bisa bermanfaat untuk masyarakat di Tanjung Pinang,” harapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/34bf64b7-5d07-4461-958f-56a9e33a84b6.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kepulauan Riau Sudah Bisa Operasi Bypass Jantung dan Neurointervensi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kepulauan-riau-sudah-bisa-operasi-bypass-jantung-dan-neurointervensi</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Sep 2024 19:19:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kepulauan-riau-sudah-bisa-operasi-bypass-jantung-dan-neurointervensi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3">Tanjung Pinang, 15 September 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Operasi Bypass Jantung atau Coronary Artery Bypass Graft Surgery (CABG) serta Neurointervensi Perdana di RSUD Ahmad Tabib Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, telah sukses dilaksanakan. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Operasi ini terlaksana berkat kerja sama dan pembinaan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta serta RSUP Pusat Otak Nasional dr. Mahar Mardjono.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin tidak menyangka Kepulauan Riau dapat melakukan operasi jantung terbuka, yang sebelumnya hanya bisa ditemui di kota-kota besar. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes menilai, salah satu faktor keberhasilan Kepulauan Riau melakukan operasi </span><span class="s3">bypass</span><span class="s2"> jantung adalah dukungan penuh dari kepala daerah. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Kami bisa melihat operasi jantung terbuka di Rumah Sakit Tanjung Pinang. Yang kebayang, biasanya operasi begini hanya di Jakarta, Surabaya, Medan. Jadi, saya mau ucapkan terima kasih ke Pak Gubernur,” kata Menkes. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Ia berharap dengan keberhasilan ini, masyarakat Kepulauan Riau tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Karena kini, akses layanan kesehatan untuk penyakit jantung dan saraf tersedia di wilayah mereka.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Jadi pasien tidak perlu dibawa keluar daerah. Tidak banyak kabupaten/kota yang bisa melakukan ini,” lanjutnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes juga menjelaskan bahwa belum meratanya layanan kesehatan untuk penyakit stroke dan jantung di berbagai daerah disebabkan oleh keterbatasan jumlah dokter spesialis. Adapun, untuk alat kesehatan, pemerintah secara bertahap telah memenuhi semua daerah dengan Catheterization Laboratory (Cath Lab). </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes mengatakan, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa hingga saat ini pemerintah telah mengirimkan Cathlab ke 244 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, hanya 140 daerah yang memiliki dokter spesialis.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Namun, yang dokternya ada hanya 140. Tanjung Pinang ini salah satu yang ada dokter spesialisnya, bahkan di Batam saja belum ada,” kata Menkes. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menkes menargetkan, hingga 2027, seluruh rumah sakit di 514 kabupaten/kota di Indonesia akan memiliki alat Cath Lab. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis jantung dan saraf, Kemenkes juga telah menyiapkan program beasiswa ke luar negeri, seperti ke Tiongkok dan Amerika Serikat.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas keberhasilan RSUD Ahmad Tabib dalam melaksanakan operasi bypass jantung pertamanya. “Alhamdulillah sekarang kita sudah bisa melakukan bypass untuk operasi jantung dan juga neurointervensi. Saya kira satu kemajuan yang baik dan luar biasa,” katanya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Ansar mengungkapkan, keberhasilan RSUD Ahmad Tabib tersebut merupakan wujud nyata dari program pengampuan Kemenkes, khususnya RSJPD Harapan Kita dan RSU Pusat Otak Nasional dr Mahar Mardjono, yang bertujuan mendorong setiap daerah mampu menangani penyakit jantung.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk perhatian yang sangat luar biasa pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya wilayah Kepulauan Riau, mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Bayangkan kalau Kementerian Kesehatan tidak memiliki kebijakan ini. Setiap orang sakit seperti ini harus diboyong ke Jakarta, maka menjadi beban yang menumpuk juga di rumah sakit-rumah sakit di Jakarta,” ucapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Saya ucapkan terima kasih buat Pak Menteri, Tim RSJPD dan RSPON yang membantu rumah sakit ini dan masyarakat di Kepri untuk mendapatkan pelayanan di bidang khusus ini yang terbaik,” ungkapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Ketua Tim Pengampuan Jejaring Rujukan Kardiovaskular dr. Hananto Andriantoro mengatakan, Kepulauan Riau menjadi provinsi ke-22 yang mampu melakukan operasi bypass jantung. Menurut dia, pengampuan di daerah ini adalah yang yang paling menantang bagi RSJPD Harapan Kita.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Kenapa? Karena kami mengajak RSUD Ahmad Tabib untuk keluar dari </span><span class="s3">comfort zone</span><span class="s2">. Ini adalah titik tersulit, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, pada tanggal 13 dan 14 September 2024, bedah pintas arteri koroner bisa dikerjakan pada 2 pasien dan berhasil dengan baik,” katanya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Moh. Bisri mengungkapkan, operasi </span><span class="s3">bypass</span><span class="s2"> jantung perdana ini telah melalui persiapan yang cukup panjang, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana hingga tim dokter dan tenaga kesehatan yang akan melakukan tindakan.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Persiapan rumah sakit untuk melakukan bedah jantung ini sudah sekitar 75 persen, sehingga kami bisa melakukan tindakan bedah jantung ini. Tentu, harapan kita ke depan bisa terus dilanjutkan,” ucapnya. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Tindakan operasi bypass jantung perdana ini melibatkan tim dokter dari RSJPD Harapan Kita Jakarta dan RSUD Ahmad Tabib. Operasi berlangsung selama 3-4 jam pada dua pasien berusia 51 dan 63 tahun. Sementara itu, operasi neurointervensi perdana dilakukan pada 6 pasien. Saat ini, semua pasien telah dipindahkan ke ICU dengan kondisi stabil. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/2c681358-f368-493b-9151-bf0d1805e5a7.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ayo Sehat Festival 2024, Sehat itu Gampang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ayo-sehat-festival-2024-sehat-itu-gampang</link>				
         <pubDate>Sun, 15 Sep 2024 07:58:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ayo-sehat-festival-2024-sehat-itu-gampang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 14 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar Ayo Sehat Festival 2024 di Gedung Sate, Bandung, pada 9-15 September 2024. Festival ini menampilkan edukasi kesehatan berdasarkan siklus hidup.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya bagi setiap orang untuk menjaga kesehatan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gaya hidup sehat agar tidak jatuh sakit.</p>
<p>&#8220;Sehat itu gampang. Satu, makannya dijaga, berhenti sebelum kenyang. Nomor dua, harus olahraga apapun jenisnya selama 30 menit sehari. Ketiga, tidurnya yang cukup minimal 6 jam maksimal 8 jam,&#8221; ujar Menkes Budi pada Ayo Sehat Festival 2024 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (14/9).</p>
<p>Tidak hanya itu, Menkes Budi juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau kondisi kesehatan mereka. Ia menyebutkan, tekanan darah ideal adalah di bawah 130/90, kadar gula darah di bawah 200, dan kolesterol di bawah 200.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, MPH mengatakan, arahan dari Menteri Kesehatan menekankan bahwa kesehatan harus menjadi gerakan masyarakat. Untuk itu, Ayo Sehat Festival 2024 melibatkan sebanyak mungkin orang untuk melaksanakan aktivitas promotif dan preventif.</p>
<p>&#8220;Ayo Sehat Festival ini merupakan kegiatan kedua setelah tahun lalu diselenggarakan di Jakarta. Pada tahun 2024 ini kita memilih kota Bandung karena kita ingin Ayo Sehat Festival ini tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Jakarta,&#8221; ucap Dirjen dr. Maria.</p>
<p>Ayo Sehat Festival 2024 dimulai dengan pembukaan mini museum siklus hidup pada 9 September 2024. Hingga Sabtu (14/9), mini museum siklus hidup telah dikunjungi oleh 1.200 orang, termasuk anak-anak sekolah dan masyarakat umum.</p>
<p>Mini museum ini menampilkan pesan-pesan menarik mengenai informasi siklus hidup, display alat kesehatan, mendengarkan simulasi suara jantung, dan merekam janji hidup sehat.</p>
<p>&#8220;Ayo Sehat Festival melibatkan 87 mitra dengan 130 kegiatan. Jadi, setiap hari, di zona-zona kesehatan siklus hidup, ada kegiatan-kegiatan promotif preventif yang dilaksanakan oleh mitra kita,&#8221; tutur dr. Maria.</p>
<p>Festival ini memiliki enam zona kesehatan berdasarkan siklus hidup, yaitu zona ibu hamil, zona ibu menyusui, zona bayi dan balita, zona anak, zona remaja, zona dewasa, dan zona lanjut usia. Selain itu, terdapat zona olahraga dan zona kuliner sehat. </p>
<p>Untuk memastikan keamanan pangan, Direktorat Penyehatan Lingkungan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Dinkes DKI Jakarta, Dinkes Kota Bandung, Dinkes Kabupaten Bandung, Dinkes Kabupaten Bandung Barat, dan Dinkes Kota Tangerang Selatan, melakukan intervensi keamanan pangan terhadap dapur para tenant di zona kuliner sehat.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Dinkes Kota Bandung juga memasang Label Higiene Sanitasi Pangan (HSP) di lokasi acara. Kemenkes juga memberikan Alat Pelindung Diri (APD) penjamah kepada semua gerai makanan.</p>
<p>&#8220;Kami berharap Ayo Sehat Festival ini memberikan manfaat untuk masyarakat. Juga, Pemerintah Daerah Jawa Barat bisa melaksanakan kegiatan yang serupa supaya masyarakat kita semakin peduli untuk hidup sehat,&#8221; ujar dr. Maria.</p>
<p>Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, dalam konteks kesehatan siklus hidup, ibu-ibu merupakan garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Kemenkes juga telah berulang kali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui berbagai metode.</p>
<p>&#8220;Menjaga kesehatan lebih penting dibandingkan apapun dan sangat berharga Jadi jangan lupa kita berolahraga, memeriksakan diri ke puskesmas atau posyandu,&#8221; kata Bey.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53995615009_3883a40b9c_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dorong Pengolahan Sel Punca Ikuti Protokol Keamanan Ketat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dorong-pengolahan-sel-punca-ikuti-protokol-keamanan-ketat</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Sep 2024 13:30:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dorong-pengolahan-sel-punca-ikuti-protokol-keamanan-ketat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Cikarang, 12 September 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya penerapan protokol keamanan yang ketat dalam pengolahan sel punca atau stem cell. Pernyataan ini disampaikan pada peresmian Daewoong Biologics Indonesia (DBI) di Cikarang pada Kamis (12/9).</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante menyatakan, terapi sel punca memiliki potensi besar dalam pengobatan regeneratif, yang dapat menyembuhkan jaringan yang rusak, memulihkan fungsi organ, dan mengobati penyakit kronis atau yang sulit disembuhkan.</p>
<p>&#8220;Namun, dengan potensi besar ini, kita juga punya tanggung jawab untuk memastikan setiap produk dibuat dengan presisi, penuh kehati-hatian, dan mengikuti protokol keamanan yang ketat,&#8221; tegas Prof. Dante.</p>
<p>DBI merupakan salah satu perusahaan yang telah mendapatkan izin laboratorium pengolahan sel punca, serta sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).</p>
<p>Prof. Dante menegaskan pentingnya memastikan bahwa teknologi yang digunakan dapat diakses, aman, dan sesuai resep dokter. </p>
<p>Prof. Dante menjelaskan, setiap proses mulai dari penelitian dan pengembangan hingga produksi, harus mengikuti aturan ketat dan standar internasional.</p>
<p>&#8220;Sertifikasi CPOB, menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi pada standar tertinggi. Hal ini merupakan jaminan akan kepercayaan dan kualitas kepada masyarakat,&#8221; kata Prof. Dante.</p>
<p>Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam menangani penyakit-penyakit katastropik seperti penyakit jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal. Pada 2022, tercatat lebih dari 23 juta kasus penyakit katastropik sehingga memberikan beban besar baik dari sisi kesehatan maupun finansial.</p>
<p>Terapi sel punca menjadi penting karena adanya perbedaan individu dalam tingkat keparahan penyakit dan kemampuan penyembuhan. Hal ini mendorong pergeseran dari pendekatan &#8220;satu solusi untuk semua masalah&#8221; menjadi pengobatan yang presisi atau personal. </p>
<p>&#8220;Bagi pasien yang akan menerima terapi ini, ini adalah harapan baru, untuk meningkatkan kualitas hidup, memulihkan kesehatan, dan menawarkan solusi di mana sebelumnya tidak ada,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53989674234_7253c5699c_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Beri Penghargaan Kader Posyandu Berprestasi se-Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-beri-penghargaan-kader-posyandu-berprestasi-se-indonesia</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Sep 2024 13:10:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-beri-penghargaan-kader-posyandu-berprestasi-se-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 13 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan penghargaan kepada kader posyandu berprestasi dari seluruh Indonesia. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Terima kasih atas darma baktinya, juga terima kasih sudah bekerja keras selama ini. Selamat bagi para pemenang dan sudah datang, dan sampai di Bandung, dan semoga teman-teman bisa kembali sehat-sehat menjalankan tugasnya,&#8221; ujar Menkes Budi pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan di Trans Luxury Convention Center Bandung, Jumat (13/9).</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, seorang menteri dan kader posyandu memiliki tugas yang sama, yakni memastikan masyarakat tetap sehat. Menurutnya, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, melalui edukasi tindakan promotif dan preventif dengan mengajarkan cara hidup sehat.</p>
<p>&#8220;Kalau untuk anak-anak, pastikan rajin cuci tangan, buang air jangan sembarangan. Kalau dewasa, mesti makannya diatur jangan kegemukan, mesti rajin-rajin mengukur tekanan darah sama gula darah di puskesmas. Kalau sudah lansia dipastikan harus rajin bergerak minimal 30 menit sehari tidak boleh diam saja di rumah,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Hal ini perlu dilakukan mengingat sebagian besar penyakit penyebab kematian seperti stroke, jantung, dan kanker, dapat dicegah dengan deteksi dini. &#8220;Kalau bisa deteksi dini maka bisa ditangani lebih dini, insya Allah bisa disembuhkan, caranya dengan skrining kesehatan,&#8221; ungkap Menkes Budi.</p>
<p>Cara kedua memastikan masyarakat tetap sehat, lanjut Menkes Budi, kader posyandu harus rajin meminta orang tua anak-anak untuk  melakukan imunisasi.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, MPH menjelaskan, penghargaan dalam bentuk Jambore Kader Tingkat Nasional tahun 2024 untuk Bidang Kesehatan ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi dari Kemenkes kepada para kader posyandu. Mereka senantiasa berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini dimulai sejak April dengan proses pemilihan kader posyandu berprestasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat pusat atau nasional.</p>
<p>Jambore kader ini diikuti oleh peserta dari 38 provinsi dengan 6 kategori penghargaan, yaitu Kader Berprestasi Tingkat Nasional, Kader Inovasi Tingkat Nasional, Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional, Posyandu Inovasi Tingkat Nasional, Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, dan Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi.</p>
<p>&#8220;Telah hadir peserta sejumlah 720 orang dengan rincian 636 orang kader posyandu dari 497 kabupaten/kota di 38 provinsi. Ada 5 kabupaten/kota yang tidak mengirimkan wakil karena belum melakukan penilaian. Kami harapkan 5 kabupaten/kota ini tahun depan bisa ikut dalam Jambore kader Posyandu,&#8221; kata Dirjen Maria.</p>
<p>Adapun, peraih penghargaan sebagai berikut: </p>
<p>Kategori Kader Berprestasi:<br />
1. Purwatiningsih, Posyandu Bokong Kabupaten Klungkung, Bali,<br />
2. Nining Rusminingsih, S.E, Posyandu Alamanda Kota Bandung, Jawa Barat,<br />
3. Mahmudah, Posyandu Dahlia 1 Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur,<br />
4. Refika Putri, Posyandu Terintegrasi Sayang Bunda Kabupaten Solok, Sumatera Barat,<br />
5. Ainan Musa, Posyandu Dahlia Kabupaten Tidore Kepulauan, Maluku Utara,<br />
6. Lidya Sutyatik, Posyandu Yawi Kabupaten Nabire, Papua Tengah</p>
<p>Kategori Kader Inovasi:<br />
1. Nurani dari Posyandu Kerang Hijau DK Jakarta,<br />
2.Retno Wulandari, Posyandu Kamboja Jawa Timur,<br />
3. Murniati, Posyandu Edelweis II Nusa Tenggara Barat<br />
4. Nor Baiti Hasanah, Posyandu Flamboyan Kalimantan Selatan<br />
5. Eni Widiastuti, Posyandu Muji Lestari Jawa Tengah,<br />
6. Farita Lianti, Posyandu Kepodang Indah Sumatera Selatan</p>
<p>Kategori Posyandu Berprestasi:<br />
1. Posyandu Wethan Ceria, Surabaya, Jawa Timur,<br />
2. Posyandu Dahlia B, Jakarta Timur DKI Jakarta,<br />
3. Posyandu Dahlia IV, Gunungkidul, DI Yogyakarta<br />
4. Posyandu Beringin, Kota Pontianak, Kalimantan Barat,<br />
5. Posyandu Mawar, Metro, Lampung,<br />
6. Posyandu Otauw, Merlin D. Felle Jayapura, Papua</p>
<p>Kategori Posyandu Inovasi:<br />
1. Posyandu Alamanda dari Kota Bandung Provinsi Jawa Barat,<br />
2. Posyandu Melati dari Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat,<br />
3. Posyandu Kasih Sayang Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu,<br />
4. Posyandu Kamboja dari Kabupaten Gianyar Provinsi Bali,<br />
5. Posyandu Flamboyan dari Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah,<br />
6. Posyandu Flamboyan II dari Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240914-WA0015.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Launching Pedoman Selisih Biaya Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/launching-pedoman-selisih-biaya-kesehatan</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Sep 2024 12:51:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/launching-pedoman-selisih-biaya-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 September 2024</p>
<p>Peluncuran Pedoman Penataan Kebijakan Selisih Biaya oleh Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) melalui koordinasi antara penyelenggara jaminan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan langkah lanjutan dalam penataan kebijakan JKN. Program ini adalah salah satu program besar yang bertujuan memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dasar kesehatan.</p>
<p>Peluncuran pedoman selisih biaya kesehatan ini dilaksanakan di ruang aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, lantai dua, pada Rabu (11/9/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa National Health Account (NHA) menunjukkan belanja kesehatan Indonesia terus meningkat. Pada 2023, belanja kesehatan sebesar Rp 606,3 triliun, atau meningkat sebesar 8% dibandingkan tahun 2020, yakni Rp 562,6 triliun. Proporsi terbesar peningkatan terjadi pada skema Asuransi Kesehatan (Askes) sosial.</p>
<p>“Pertumbuhan belanja kesehatan selalu di atas pertumbuhan ekonomi negara, itu problem nomor satu, yah walaupun kita masih kecil, it&#8217;s a sustainable,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Proporsi belanja kesehatan out-of-pocket (OOP) menunjukkan tren penurunan dari 32,3% pada 2019 menjadi 28,9% pada 2023. Namun, secara nominal, belanja OOP mengalami peningkatan, yaitu dari Rp 157,5 triliun pada 2019 menjadi Rp 175,5 triliun pada 2023.</p>
<p>Pelaksanaan Program JKN dianggap sebagai salah satu faktor pendorong turunnya proporsi OOP di Indonesia, meskipun nilai OOP masih dinilai tinggi karena target pada 2023 adalah 24%.</p>
<p>Program JKN memberikan opsi bagi peserta yang ingin naik kelas rawat di atas haknya. Untuk kenaikan kelas ini, peserta harus menanggung selisih biaya antara biaya yang dijamin BPJS Kesehatan dan biaya layanan yang diinginkan.</p>
<p>Implementasi ini sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 Ayat 4, yang memungkinkan peserta menggunakan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) atau membayar sendiri selisih biaya.</p>
<p>Permenkes No. 3 Tahun 2023 mengatur standar biaya pelayanan JKN, namun belum mengatur koordinasi antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Tambahan. Pedoman ini diperlukan sebagai dasar kesepakatan antara fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, dan asuransi swasta dalam menentukan tarif dan manfaat asuransi.</p>
<p>Sejak 2014, Program JKN memberi ruang kepada peserta yang menginginkan kelas rawat lebih tinggi dari haknya, dengan dikenakan selisih biaya. Namun, hal tersebut harus sesuai dengan regulasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diatur dalam UU No. 40 Tahun 2004.</p>
<p>Secara singkat, skema penjaminan selisih biaya adalah sebagai berikut: BPJS Kesehatan menanggung 75% dari tarif INA-CBG sesuai kelas perawatan yang sesuai dengan hak kelas perawatan peserta dan diklaimkan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut, sementara selisih biaya yang ditanggung oleh asuransi kesehatan tambahan adalah perbedaan antara tarif fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut dan biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Besaran selisih ini maksimal 125% dari tarif INA-CBG yang sesuai dengan kelas perawatan peserta.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Syarifah Liza Munira menyampaikan, selisih biaya sebenarnya sudah diatur dalam regulasi JKN, yaitu UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, serta Permenkes No. 3 Tahun 2023. Namun, belum ada pedoman yang mengatur koordinasi antarpenyelenggara jaminan, sehingga diperlukan pedoman untuk membangun koordinasi yang sinergis antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Tambahan, serta memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan koridor UU SJSN.</p>
<p>“Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/1366/2024 tentang Pedoman Penataan Kebijakan Selisih Biaya oleh Asuransi Kesehatan Tambahan melalui koordinasi antarpenyelenggara jaminan dalam Program JKN saat ini kita terbitkan dan akan menjadi acuan pelaksanaan selisih biaya bagi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut BPJS kesehatan dan asuransi kesehatan swasta,” jelas Kepala BKPK Syarifah Liza Munira.</p>
<p>Lebih lanjut, Liza menambahkan, penataan tersebut, yang dikenal dengan Koordinasi Antarpenyelenggara Jaminan (KAPJ), meliputi koordinasi iuran satu pintu, koordinasi sistem penagihan, serta koordinasi proporsi selisih biaya. Hal ini agar asuransi swasta mendapatkan kepastian dalam membuat produk asuransi yang kreatif inovatif dan dapat bertumbuh dengan sehat.</p>
<p>“Implementasi penjaminan kesehatan melalui Asuransi Kesehatan Swasta, dari data Belanja Kesehatan (National Health Account 2023) menunjukkan bahwa total klaim asuransi kesehatan swasta lebih besar dibanding dari total premi. Pada tahun 2023 saja, total klaim mencapai Rp26,94 triliun dan ini lebih besar dibanding total premi, yaitu Rp21,03 triliun. Sehingga, optimalisasi peran asuransi kesehatan swasta dalam program Jaminan Kesehatan Nasional perlu didukung dengan penataan regulasi sebagai pedoman implementasi,” lanjut Liza.</p>
<p>Penataan skema selisih biaya melalui koordinasi antarpenyelenggara jaminan tidak lepas dari dukungan BPJS Kesehatan, Otoritas Jasa Keuangan, perusahaan asuransi swasta, fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53987270341_654ac99b4c_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSJPD Harapan Kita Raih Gold Winner di Ajang IHF 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rsjpd-harapan-kita-raih-gold-winner-di-ajang-ihf-2024</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Sep 2024 07:42:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rsjpd-harapan-kita-raih-gold-winner-di-ajang-ihf-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 September 2024</p>
<p>Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, RSJPD Harapan Kita berhasil meraih penghargaan sebagai &#8220;Gold Winner&#8221; atas keberhasilannya dalam menjalankan Program Pembinaan Jaringan Kardiovaskular di Indonesia.</p>
<p>Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh American College of Healthcare Executive Excellent Award pada ajang International Hospital Federation (IHF) Congress and Award ke-47, yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada Rabu (11/9).</p>
<p>“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Penghargaan ini akan selalu memacu kami untuk terus memberikan pelayanan dan pengampuan terbaik khususnya pada layanan kardiovaskular di Indonesia,” kata Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Iwan Dakota.</p>
<p>Dengan diraihnya penghargaan bergengsi ini, lanjut Iwan, semakin memperkuat komitmen RSJPD Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu layanan kardiovaskular di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mempertahankan standar terbaik dalam pengampuan.</p>
<p>Dengan demikian, RSJPD Harapan Kita dapat terus mendukung agenda transformasi layanan rujukan, yang bertujuan menghadirkan layanan kardiovaskuler di seluruh pelosok tanah air.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya turut mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang telah ditorehkan oleh RSJPD Harapan Kita pada ajang bergengsi tingkat internasional ini.</p>
<p>Ia berharap prestasi gemilang ini dapat menjadi inspirasi, pembelajaran, serta mendorong rumah sakit lain untuk konsisten melakukan inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan mutu dan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.</p>
<p>“Selamat untuk capaian gemilang yang telah diraih oleh RSJPD Harapan Kita. Saya berharap agar raihan ini dapat membangkitkan semangat untuk terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/d41c24ac-e183-4d3a-b00b-3265266b7653.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Butuh Pengobatan Jika Terinfeksi MPOX</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/butuh-pengobatan-jika-terinfeksi-mpox</link>				
         <pubDate>Sat, 14 Sep 2024 05:51:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/butuh-pengobatan-jika-terinfeksi-mpox</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 September 2024</p>
<p>Seseorang yang terinfeksi Mpox tetap membutuhkan pengobatan. Beberapa orang yang terkonfirmasi positif Mpox mungkin saja bergejala ringan, sementara mereka yang berisiko tinggi seperti orang-orang dengan penyakit kekebalan tubuh dapat mengalami gejala lebih berat sehingga memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan, pengobatan untuk seseorang yang terinfeksi virus Mpox (MPXV) difokuskan untuk meredakan gejala yang dialami.</p>
<p>Pernyataan ini sekaligus merespons narasi di media sosial yang menyebut bahwa kalau terkena Mpox, tidak membutuhkan obat apapun karena tidak ada obat untuk virus tersebut. Narasi tersebut juga menganjurkan orang yang terkonfirmasi positif Mpox hanya perlu tidur dan memperbanyak konsumsi protein hewani.</p>
<p>“Kalau seseorang konsumsi makannya baik, istirahat cukup, dan olahraga teratur, tentu penyakit bisa dicegah. Ini konsep sehat secara umum. Sedangkan, penyakit Mpox memang karena virus dan masa inkubasinya 21 hari,” jelas Syahril di Jakarta, ditulis Kamis (12/9).</p>
<p>“Kalau dia melewati masa inkubasi, ruam atau lesi akan kering, mengelupas, dan menjadi kulit baru. Akan tetapi, pada saat perjalanan inkubasinya, seseorang bisa mengalami demam tinggi, sakit kepala. Inilah yang ditangani dengan menggunakan obat simptomatik.”</p>
<p>Obat simptomatik adalah jenis obat yang digunakan untuk meredakan gejala umum pada suatu penyakit. Pada penyakit Mpox, gejala meliputi demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan), dan ruam atau lesi kulit.</p>
<p>Ruam ini biasanya muncul dalam satu hingga tiga hari sejak demam. Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang dari bintik merah seperti cacar, kemudian lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, lalu mengeras atau keropeng, dan akhirnya mengelupas.</p>
<p>Selain obat simptomatik, pengobatan Mpox dapat melibatkan penggunaan antivirus. Berdasarkan “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox (Monkeypox)” yang diterbitkan Kemenkes pada 2023, antivirus yang dikembangkan dan disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penanganan Mpox, yaitu tecovirimat, cidofovir, dan brincidofovir.</p>
<p>Pemberian antivirus dilakukan setelah pasien berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Hal ini mempertimbangkan kondisi pasien dan gejala yang dialami.</p>
<p>“Kemudian, apa perlu obat yang lain? Itu tergantung gejala simptomatis yang dialami. Antivirus sudah tersedia. Kalau tidak ada, obat simptomatik dapat diberikan untuk memperbaiki keadaan pasien, jangan sampai menurun (kondisinya),” terang Syahril.</p>
<p>“Tetapi, yang paling penting, jangan diam saja (gejala tidak segera diobati). Kalau sakit kepala yang berat dan tidak kuat bisa membahayakan juga.”</p>
<p>Konsultasi ke Fasilitas Kesehatan</p>
<p>Lebih lanjut, Mohammad Syahril menyarankan agar seseorang yang mengalami gejala Mpox segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan. Tujuan utama dari pemeriksaan ini untuk memastikan apakah gejala yang muncul disebabkan oleh Mpox atau penyakit lain.</p>
<p>Sebab, seseorang yang menunjukkan gejala Mpox belum tentu terkonfirmasi positif. Jika seseorang dinyatakan positif, dokter atau tenaga kesehatan dapat secepatnya melakukan perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.</p>
<p>“Ke fasilitas kesehatan itu tujuannya yang pertama adalah untuk memastikan, apakah gejala yang dialami Mpox atau bukan. Kalau bergejala, belum tentu Mpox,” kata Syahril. “Kedua, untuk melakukan isolasi. Kalau pasien nantinya positif Mpox, harus isolasi dengan benar.”</p>
<p>Mengenai upaya deteksi dan penatalaksanaan kasus Mpox, Kemenkes telah menyatakan, jika seseorang mengalami ruam yang disertai demam atau sakit, orang tersebut harus segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan setempat dan memberikan informasi yang dibutuhkan.</p>
<p>Selanjutnya, jika seseorang memenuhi kriteria suspek, probable, dan terkonfirmasi positif Mpox, orang tersebut harus segera isolasi diri hingga gejalanya hilang. Selama periode ini, pasien dapat menerima perawatan suportif untuk meringankan gejala yang dialami.</p>
<p>Tata laksana kasus Mpox di Indonesia ini sudah sejalan dengan panduan WHO, yakni jika seseorang mengalami gejala atau merasa tertular Mpox, orang tersebut dapat segera mencari pertolongan medis dan isolasi mandiri sambil menunggu waktu untuk pemeriksaan lanjutan.</p>
<p>Jika hasilnya positif Mpox, pasien harus mengisolasi diri hingga semua ruam atau lesi pada kulit telah menjadi keropeng, keropeng terkelupas, dan lapisan kulit baru terbentuk. Upaya ini guna mencegah penularan virus Mpox kepada orang lain.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240914-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi : Keselamatan Pasien Adalah Hukum Tertinggi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-keselamatan-pasien-adalah-hukum-tertinggi</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Sep 2024 22:31:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-keselamatan-pasien-adalah-hukum-tertinggi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 September 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keselamatan pasien adalah hukum tertinggi. Oleh sebab itu, prinsip ini harus diterapkan ketika melayani masyarakat di semua tingkat pelayanan kesehatan.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) pada peringatan World Patient Safety Day (WPSD) atau Hari Keselamatan Pasien Sedunia, Kamis (12/9).</p>
<p>&#8220;Aegroti Salus Lex Suprema—keselamatan pasien adalah hukum tertinggi. Prinsip ini wajib kita terapkan di semua tatanan pelayanan kesehatan,&#8221; ujar Menkes.</p>
<p>Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama di setiap pelayanan kesehatan. Sebab, kasus perawatan yang tidak aman masih tinggi terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.</p>
<p>WHO memperkirakan, setiap tahunnya terdapat 134 juta kejadian tidak diharapkan di rumah sakit, yang berkontribusi pada lebih dari 2 juta kematian akibat perawatan yang tidak aman.</p>
<p>Dalam upaya mereformasi layanan rujukan demi layanan kesehatan yang lebih baik, Menkes Budi mendorong agar mutu pelayanan kesehatan terus ditingkatkan untuk memastikan keselamatan pasien dan meningkatkan hasil kesehatan.</p>
<p>Menkes juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan pasien dalam proses diagnosis dan perawatan. Menurut Menkes, pelibatan pasien terbukti dapat menurunkan dampak perawatan yang tidak aman.</p>
<p>“Pelibatan pasien dalam proses diagnosis dan perawatan terbukti dapat mengurangi hingga 15 persen potensi bahaya yang dapat dicegah,” ujar Menkes.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Menkes juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan kesehatan, mengurangi risiko kesalahan medis, dan memastikan keselamatan pasien.</p>
<p>Sebagai informasi, World Patient Safety Day (WPSD) atau Hari Keselamatan Pasien Sedunia diperingati setiap tahun 17 September setiap tahunnya.</p>
<p>Peringatan WPSD tahun ini mengangkat tema “Improving Diagnosis For Patient” dengan slogan “Get it right, make it safe!”.  Tema tersebut menyoroti pentingnya diagnosis yang akurat dan tepat waktu dalam memastikan keselamatan pasien serta meningkatkan hasil kesehatan.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan WPSD 2024 sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan pasien. Kegiatan tersebut di antaranya adalah Webinar WPSD Seharian, Podcast tentang Keselamatan Pasien, serta acara puncak yang akan digelar di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, pada 17 September 2024.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/7ff6b1da-a19e-4d09-ba27-7a835ad07cbc.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Luncurkan Portal SatuDNA sebagai Bank Data Kesehatan Berbasis Genomik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-luncurkan-portal-satudna-sebagai-bank-data-kesehatan-berbasis-genomik</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Sep 2024 21:19:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-luncurkan-portal-satudna-sebagai-bank-data-kesehatan-berbasis-genomik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 12 September 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meluncurkan portal SatuDNA sebagai kelanjutan dari program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi), yang tahun ini memasuki tahun kedua. Menurut Menkes Budi, implementasi teknologi genomik dalam bidang kesehatan akan sangat bermanfaat sebagai basis data kesehatan di Indonesia.</span><span style="font-weight: 400;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jadi, kedepannya. dari 280 juta penduduk, Indonesia akan memiliki data demografi, klinis, dan genomik yang memberikan berbagai peluang dan bermanfaat dalam big data analisis,” kata Menkes Budi pada acara yang bertajuk “Future Directions in Genomics: Setting the Agenda for the Next Decade” yang digelar di Westin Hotel Jakarta, Kamis (12/9).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang turut hadir pada acara dua tahun program BGSi, mengapresiasi langkah Kemenkes dalam program ini. Menko Luhut menyatakan, investasi berbasis teknologi genomik juga telah diterapkan di bidang pertanian dan peternakan untuk mengembangkan bibit unggul. Untuk kesehatan manusia, teknologi genomik dapat menjadi bank data kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sementara itu, Pak Budi juga sudah melakukan </span><i><span style="font-weight: 400;">genome sequencing</span></i><span style="font-weight: 400;"> untuk manusia. Jadi, dia punya bank data mengenai ini,” ujar Menko Luhut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menjelaskan bahwa selama dua tahun program BGSi berlangsung, BGSi telah mengumpulkan sekitar 9.000 data klinis, dengan sekitar 6.000 data yang telah melalui tahap penghitungan genome sequence, dan sekitar 4.500 data telah dianalisis. Menkes Budi menargetkan, sudah ada 10.000 data genomik yang terkumpul hingga akhir tahun ini, dan 100.000 data genomik dalam waktu lima tahun mendatang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Menkes Budi, informasi genomik yang terdapat pada setiap individu di Indonesia akan sangat berguna dalam membantu ketepatan diagnosis dan pengobatan di masa depan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Orang yang kita </span><i><span style="font-weight: 400;">genome sequence</span></i><span style="font-weight: 400;">, datanya kita analisa, sehingga kita nanti bisa gunakan informasi ini sebagai mekanisme untuk diagnostik dan memeriksa atau terapeutik dan mengobati. Di kesehatan, tugas kita kan dua, memeriksa dan mengobati, atau istilahnya diagnostik dan terapeutik.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menambahkan bahwa ada tiga infrastruktur penting pendukung platform teknologi genomik. Ketiga infrastruktur tersebut meliputi </span><i><span style="font-weight: 400;">bio bank</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau tempat untuk mengumpulkan dan menyimpan sample genom, </span><i><span style="font-weight: 400;">bio sequence capacity</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau kapasitas untuk melakukan penghitungan dan pengolahan data genomik, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">bioinformatic</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang merujuk pada hasil analisa data genomik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jadi, ada </span><i><span style="font-weight: 400;">bio bank</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">bio sequence</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">bioinformatic</span></i><span style="font-weight: 400;">. Tapi, ini baru infrastruktur, dan yang penting juga adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">researcher-</span></i><span style="font-weight: 400;">nya,” kata Menkes Budi melanjutkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai pusat riset program genomik ini, riset program BGSi dijalankan oleh sepuluh rumah sakit vertikal yang berfokus pada sepuluh penyakit utama. Ini terdiri dari kanker, penyakit metabolik, infeksi, neurodegeneratif, kardiovaskular, kesehatan usia lanjut, kecantikan dan kebugaran, kesehatan mental, kesehatan ibu dan anak, hingga penyakit langka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Rizka Andalucia menyatakan, salah satu pemanfaatan data genomik dalam bidang kesehatan adalah menentukan jenis obat yang paling cocok untuk individu tertentu. Menurut Dirjen Rizka, data genomik dapat membantu mengetahui apakah seseorang memiliki resistensi terhadap jenis obat tertentu, sehingga dokter dapat meresepkan obat yang lebih presisi atau tepat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Farmakogenomik itu untuk melihat kecocokan gen dan jenis obat. Karena tidak semua obat itu cocok untuk orang Indonesia atau bahkan spesifik ada individu yang resisten dengan obat tertentu. Nanti itu bisa diakses di aplikasi SatuDNA,” ujar Dirjen Rizka memberi contoh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk dapat menjadi partisipan SatuDNA, masyarakat dapat mengakses layanan pemeriksaan farmakogenomik secara gratis guna mengetahui informasi kesesuaian pengobatan berdasarkan DNA mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Program dan layanan ini terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia, baik pasien dengan kondisi tertentu maupun individu yang sehat. Pendaftaran dapat dilakukan melalui fitur SatuDNA di SATUSEHAT Mobile dengan akun yang telah terverifikasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Calon partisipan akan diminta mengisi informasi identitas dan menjawab pertanyaan diagnostik umum, memilih skrining penyakit, serta mengunggah dokumen pendukung. Data tersebut akan diverifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria rekrutmen program BGSi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika sesuai dengan kriteria, partisipan dapat menjadwalkan waktu dan lokasi pengambilan sampel darah secara mandiri untuk dilakukan analisis genetik di rumah sakit jejaring Hub BGSi. Selanjutnya, hasil dan laporan akan dapat diakses secara digital oleh partisipan melalui SATUSEHAT Mobile.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">. (RR)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53989676095_aa7430b53c_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menteri Budi Resmikan Layanan Eksekutif RSAB Harapan Kita</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-budi-resmikan-layanan-eksekutif-rsab-harapan-kita</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Sep 2024 21:04:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-budi-resmikan-layanan-eksekutif-rsab-harapan-kita</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 September 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan Layanan Eksekutif Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi sektor kesehatan melalui Transformasi Sistem Kesehatan. Peresmian gedung layanan eksekutif tersebut dilaksanakan di Jakarta pada Kamis (12/9/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan perbedaan antara rumah sakit (RS) milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan RS swasta, terutama dalam hal anggaran dan keuntungan.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, pada rumah sakit milik Kemenkes atau pemerintah, anggaran serta keuntungan yang didapatkan akan dikembalikan ke rumah sakit sebagai investasi untuk membangun kembali fasilitas rumah sakit.</p>
<p>“Teman-teman mesti menghasilkan uang buat rumah sakitnya. Nomor satu, supaya bisa diinvestasikan jadi gedung yang lebih bagus. Nomor dua, supaya bisa beli alat-alat yang canggih. Nomor tiga yang paling penting, supaya dokternya digajinya, dapatnya enggak kalah sama kalau dia kerja di Pondok Indah. Itu intinya,” kata Menkes.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, masalah keuangan rumah sakit sangat penting tidak hanya untuk peningkatan fasilitas rumah sakit dan peningkatan kualitas dokter, tetapi juga dapat membantu subsidi pasien BPJS yang kurang mampu.</p>
<p>“Keuangan itu penting, soalnya bisa beli gedung dan alat, gaji dokter bisa tinggi sama dengan swasta, dan yang ketiga, kita bisa dapat pahala karena uangnya dipakai buat prosubsidi pasien-pasien BPJS dan itu bisa meningkatkan skill dokternya juga,” lanjut Menkes Budi.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi menekankan, RSAB Harapan Kita juga dikenal dengan program bayi tabung. Program ini merupakan upaya Kemenkes melalui RSAB untuk membantu pasangan yang telah menikah, tetapi belum memiliki anak selama bertahun-tahun.</p>
<p>Menkes Budi menyatakan, peresmian layanan eksekutif RSAB ini didasarkan pada kemampuan dan fasilitas alat-alat tes yang sangat lengkap dan mampu memberikan hasil yang sangat baik.</p>
<p>“Ketemu tuh contohnya, seperti ini yang tadi nggak bisa punya anak selama 5 tahun. pas datang ke RSAB dapat anak langsung 3,” ungkapnya.</p>
<p>Pengembangan layanan eksekutif RSAB dilakukan sebagai upaya dalam pemerataan akses layanan ibu dan anak yang berkualitas bagi masyarakat dan sebagai layanan rujukan nasional. Selain itu, RSAB Harapan Kita berupaya untuk memenuhi ketersediaan alat yang canggih dan lebih berkualitas untuk diagnostik dan terapi, khususnya pada penyakit ibu dan anak.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Utama (Dirut) RSAB Ockti Palupi Rahayuningtyas menjelaskan, untuk mewujudkan inovasi pelayanan kesehatan, RSAB Harapan Kita mengembangkan pelayanan. Pengembangan layanan ini meliputi Layanan Non-JKN dan Layanan Unggulan, seperti Klinik Edelweiss (Klinik Eksekutif), Klinik Amarylis (Klinik Sehat Eksekutif), Klinik Melati (Klinik Fertilitas), dan Klinik Utama Harapan Kita di Bintaro.</p>
<p>“Pengembangan layanan eksekutif dan pembentukan Klinik Utama Harapan Kita di Bintaro ini merupakan upaya RSAB dalam menangkap peluang untuk pelanggan sakit maupun sehat yang membutuhkan poliklinik eksekutif yang menyediakan fasilitas bagi pelanggan yang ingin mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam pelayanan kesehatan rawat jalan dengan menerapkan layanan one stop service,” kata Dirut RSAB Ockti Palupi.</p>
<p>Lebih lanjut, Dirut menjelaskan, sebagai pusat kesehatan ibu dan anak nasional, RSAB Harapan Kita memiliki program prioritas yang meliputi perbaikan pengalaman pasien, peningkatan kualitas pelayanan, serta peningkatan tata kelola rumah sakit.</p>
<p>“Perbaikan pengalaman pasien ini meliputi program perbaikan fasilitas pendukung, peningkatan kualitas pemberi layanan meliputi penanganan keluhan pasien, remunerasi berkeadilan, serta peningkatan tata kelola meliputi layanan non-JKN dan layanan unggulan,” lanjut Ockti Palupi.</p>
<p>Fatma, seorang ibu dari pasien RSAB yang berusia tujuh bulan bernama Rara, mengungkapkan bahwa ia sering datang ke RSAB untuk imunisasi dan pemeriksaan kesehatan anaknya. Fatma mengakui bahwa pelayanan di RSAB sudah sangat baik karena fasilitas yang memadai.</p>
<p>“Saya suka dengan pelayanan di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita. Saya sering imunisasi anak saya di sini, dan juga waktu sakit flu saya periksanya juga ke sini karena pelayanannya juga cepat, alat-alatnya juga canggih dan dokternya juga oke,” kata Fatma.</p>
<p>Adapun, sasaran dari klinik eksekutif yang diresmikan antara lain, yakni Klinik Edelweiss untuk pasien non-JKN yang membutuhkan layanan eksekutif dan nyaman, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Klinik Amarylis untuk pelanggan sehat, baik masyarakat umum maupun kerja sama perusahaan, yang membutuhkan layanan Medical Check-Up (MCU) lengkap, MCU Premarital, layanan vaksinasi, layanan estetika, serta layanan kesehatan ibu dan anak lainnya.</p>
<p>Klinik Melati untuk pasangan suami istri yang mengalami infertilitas, wanita usia subur yang ingin melakukan penyimpanan telur dengan alasan tertentu, pemeriksaan PGTA dan PGTM, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Klinik Utama Harapan Kita Bintaro untuk pasien RSAB yang berdomisili di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53989871240_4da2358119_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Vaksin MPOX Sudah Disetujui WHO dan BPOM</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/vaksin-mpox-sudah-disetujui-who-dan-bpom</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Sep 2024 05:51:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/vaksin-mpox-sudah-disetujui-who-dan-bpom</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>11 September 2024</p>
<p>Penggunaan vaksin Mpox di Indonesia telah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Artinya, vaksin Mpox dapat diberikan dalam situasi darurat kesehatan.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, merespons narasi yang mengklaim bahwa vaksin Mpox yang dipersiapkan adalah vaksin eksperimental. Bahkan, klaim tersebut disertai ajakan agar masyarakat menolak vaksin Mpox.</p>
<p>Faktanya, klaim tersebut keliru. Dalam pelaksanaan vaksinasi, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) turut memantau keamanan dan memastikan manfaat pemberian vaksin Mpox sebagai upaya pencegahan penularan virus Mpox (MPXV).</p>
<p>“Vaksin Mpox sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, yang berarti vaksin ini boleh digunakan dalam kondisi darurat,” terang Syahril di Jakarta, Selasa (10/9).</p>
<p>“BPOM dengan Komnas KIPI yang independen terus memantau penggunaan vaksin ini untuk memastikan keamanan dan manfaatnya.”</p>
<p>Saat ini, vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah jenis Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), yaitu vaksin turunan cacar (smallpox) generasi ketiga yang bersifat non-replicating. Pelaksanaan vaksinasi Mpox dengan MVA-BN telah dilakukan sejak 2023, setelah ditemukan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia.</p>
<p><strong>Pilihan Jenis Vaksin Mpox</strong></p>
<p>Berdasarkan dokumen WHO berjudul &#8220;Weekly Epidemiological Record: Smallpox and Mpox (Orthopoxviruses) Vaccine Position Paper&#8221; yang diterbitkan pada 23 Agustus 2024, ada tiga vaksin yang dapat digunakan untuk pencegahan Mpox. Ketiga vaksin ini awalnya untuk pencegahan cacar, tetapi kemudian dikembangkan dan diperluas penggunaannya untuk pencegahan Mpox.</p>
<p>Pertama, MVA-BN. Vaksin ini disetujui tahun 2013 untuk pencegahan cacar di Kanada dan Uni Eropa yang menyasar kelompok orang berusia 18 tahun ke atas. Pada 2019, MVA-BN disetujui untuk pencegahan cacar dan Mpox pada orang dewasa di Amerika Serikat.</p>
<p>Pada tahun yang sama, Kanada memperluas MVA-BN untuk pencegahan Mpox. Pada 22 Juli 2022, Uni Eropa menyetujui MVA-BN untuk pencegahan Mpox pada orang dewasa. MVA-BN tidak dilisensikan untuk orang di bawah usia 18 tahun.</p>
<p>Kedua, LC16m8. Di Jepang, LC16m8 dilisensikan pada 1975 untuk penyakit cacar tanpa batasan usia dan diperluas untuk pencegahan Mpox pada Agustus 2022. LC16m8 yang digunakan merupakan vaksin cacar generasi ketiga.</p>
<p>Ketiga, ACAM2000. Vaksin cacar generasi kedua ini disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk imunisasi cacar sejak 2007. Pada 2024, vaksin ini disetujui untuk mencegah Mpox di bawah protokol Investigasi Obat Baru Akses yang Diperluas (Expanded Access Investigational New Drug).</p>
<p>Menurut tinjauan pakar dari jurnal berjudul, “Vaccines against mpox: MVA-BN and LC16m8” yang terbit di Taylor &amp; Francis Online pada 1 September 2024, probabilitas MVA-BN menurunkan penyakit Mpox sebesar 62% hingga 85%. Pada orang yang sudah terpapar Mpox, MVA-BN mengurangi risiko penyakit sebesar 20%.</p>
<p>Berdasarkan hasil uji klinis, LC16m8 memberikan perlindungan terhadap virus Mpox. MVA-BN dan LC16m8 secara konsisten mengembangkan respons antibodi penetral terhadap orthopoxvirus, termasuk Clade I MPXV.</p>
<p>Selanjutnya, efikasi ACAM2000 yang diperoleh dari studi model hewan menemukan, vaksin ACAM2000 manjur melawan virus MPXV bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak divaksinasi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240912-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pentingnya Kolaborasi Untuk Menjaga Kesehatan di Semua Siklus Hidup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pentingnya-kolaborasi-untuk-menjaga-kesehatan-di-semua-siklus-hidup</link>				
         <pubDate>Thu, 12 Sep 2024 05:29:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pentingnya-kolaborasi-untuk-menjaga-kesehatan-di-semua-siklus-hidup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 September 2024</p>
<p>Sebagian besar kasus kematian dan kesakitan yang terjadi di Indonesia merupakan kasus yang sebenarnya dapat dicegah. Namun, masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saja, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai unsur dan lapisan masyarakat.</p>
<p>Untuk mendorong dan mengoptimalkan peran semua pihak dalam pembangunan di bidang kesehatan, Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan Ayo Sehat Festival 2024 dengan tema &#8220;Kolaborasi untuk Menjaga Kesehatan di Seluruh Siklus Hidup&#8221;. Festival ini akan dilaksanakan di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. Elvieda Sariwati menyampaikan, ada beberapa rangkaian kegiatan dalam Ayo Sehat Festival 2024, di antaranya pembukaan mini museum siklus hidup, sarasehan komunitas kesehatan, dan jambore kader.</p>
<p>“Pembukaan mini museum siklus hidup ini telah dimulai pada tanggal 9 September dan berakhir pada tanggal 15, dan semua boleh datang berkunjung,” kata dr. Elvieda pada temu media secara daring pada Rabu (11/9/2024).</p>
<p>Dr. Elvieda menjelaskan, mini museum siklus hidup ini merupakan hasil kolaborasi dengan Indonesia Museum of Health and Medicine (iMuseum IMERI FK UI), yang menampilkan edukasi kesehatan sesuai dengan siklus kehidupan.</p>
<p>Sementara itu, kegiatan sarasehan komunitas kesehatan merupakan pertemuan tahunan bagi mitra Kemenkes untuk menyoroti dukungan di bidang kesehatan. Acara ini dilaksanakan di Hotel Crown Plaza, Kota Bandung, selama dua hari, mulai 9 hingga 10 September 2024.</p>
<p>Kemenkes terus mendorong pelayanan posyandu terintegrasi untuk mendukung transformasi layanan primer. Karena itu, jambore kader juga diselenggarakan di Hotel Trans Luxury, Bandung, pada 12 hingga 14 September 2024. Dalam jambore tersebut, akan dilaksanakan pembinaan kepada kader-kader posyandu.</p>
<p>“Kader posyandu ini, selain untuk melayani di posyandu, juga untuk mengedukasi atau memantau kesehatan masyarakat, juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah atau keluarga-keluarga yang ada di wilayahnya masing-masing untuk mendata terkait dengan bagaimana permasalahan kesehatan. Dari ini semua, diperlukan kader yang terampil sehingga akan dilakukan 25 pembinaan dasar kader nantinya,” lanjut dr. Elvieda.</p>
<p>Ayo Sehat Festival ini juga berfungsi sebagai ajang edukasi pentingnya gaya hidup sehat melalui kolaborasi dengan mitra di bidang kesehatan. Festival ini akan menyediakan 8 zona, yaitu zona ibu hamil dan menyusui, zona bayi dan balita, zona anak, zona remaja, zona dewasa, zona lanjut usia, zona kuliner, zona olahraga, serta satu panggung utama.</p>
<p>Pelaksanaan Ayo Sehat Festival nantinya akan digelar di berbagai daerah setiap tahunnya agar dinas kesehatan provinsi dapat merasakan dan memperoleh pengalaman dalam mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan. Ini juga merupakan upaya Kemenkes dalam meningkatkan transformasi layanan primer, yakni memperkuat aspek promotif dan preventif yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar sepanjang siklus kehidupan, serta mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240909-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan IHME Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Kebijakan Berbasis Data</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-ihme-kerja-sama-tingkatkan-kualitas-kebijakan-berbasis-data</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Sep 2024 22:33:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-ihme-kerja-sama-tingkatkan-kualitas-kebijakan-berbasis-data</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) meluncurkan Joint Operation, sebuah upaya untuk menghasilkan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran di Jakarta pada Rabu (11/9).</p>
<p>Implementasi dari kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Government Agreement oleh Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Syarifah Liza Munira dan Direktur IHME Christopher Murray, yang disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya keberadaan data yang valid dan akurat dalam merencanakan kebijakan kesehatan. Menurutnya, data yang akurat akan menghasilkan kebijakan kesehatan yang tepat dan mampu menghadapi tantangan pada situasi saat ini maupun pada masa mendatang.</p>
<p>“Perencanaan yang bagus itu penting. Makanya, kami memutuskan untuk merencanakan kebijakan jangka panjang dengan memanfaatkan data epidemiologi untuk mengantisipasi jenis beban penyakit yang akan terjadi di masa depan, tentunya dengan mempelajari sejarah negara lain,” kata Menkes Budi.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, Menkes menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kolaborasi yang baik ini. Ia optimis kolaborasi strategis ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat perencanaan dan implementasi kebijakan kesehatan di Indonesia.</span></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPK Syarifah Liza Munira mengatakan, kolaborasi ini menandai tonggak sejarah dalam perjalanan kolaborasi Kemenkes dan IHME untuk meningkatkan sistem layanan kesehatan Indonesia melalui keputusan berbasis data.</p>
<p>Selama beberapa tahun terakhir, dari 2018 hingga 2019, kolaborasi antara Kemenkes dan IHME telah meletakkan fondasi yang kuat dalam analisis data layanan kesehatan dan peningkatan sistem.</p>
<p>Pada kemitraan periode 2024–2028, kerja sama ini akan memfasilitasi sistem data dan estimasi beban penyakit, perkiraan beban layanan kesehatan dan kapasitas sistem, akselerasi sistem registrasi penyakit, serta peningkatan kapasitas dan kemitraan.</p>
<p>“Ke depannya, Joint Operation 2024-2028 ini akan berfokus pada penguatan lebih lanjut kemitraan antara Kemenkes dan IHME di bidang kolaborasi di atas. Perjanjian Tata Kelola, yang akan ditandatangani secara resmi hari ini, berfungsi sebagai kerangka kerja untuk menjalankan Joint Operation, memastikan tata kelola yang jelas, transparansi, dan akuntabilitas dalam upaya bersama kita,” terangnya.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Kemenkes dan IHME menyelenggarakan lokakarya dan berbagi data untuk mendorong pertukaran pengetahuan antara para ahli lokal dan global. Kegiatan ini memastikan bahwa metodologi IHME disesuaikan dengan kebutuhan perawatan kesehatan khusus Indonesia.</p>
<p>Selain itu, kantor IHME di BKPK juga direnovasi. Kantor ini akan berfungsi sebagai pusat pengumpulan, analisis, dan pengambilan keputusan data kesehatan, yang memperkuat kapasitas Indonesia untuk menanggapi tantangan perawatan kesehatan secara real-time.</p>
<p>Sosok yang akrab disapa Liza ini menekankan bahwa kemitraan ini bukan hanya tentang data, tetapi juga tentang membangun Indonesia yang lebih sehat dan lebih tangguh.</p>
<p>“Bersama dengan IHME, kita tidak hanya mengatasi tantangan perawatan kesehatan saat ini tetapi juga membentuk masa depan perawatan kesehatan di Indonesia untuk generasi mendatang,” ujarnya.</p>
<p>Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dinas kesehatan provinsi dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun virtual, unit-unit utama Kemenkes. Pakar akademis dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair) juga hadir sebagai pembicara dan moderator.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG_2079.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Produksi Vaksin Dalam Negeri untuk Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-produksi-vaksin-dalam-negeri-untuk-perkuat-ketahanan-kesehatan-nasional</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Sep 2024 21:53:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-dorong-produksi-vaksin-dalam-negeri-untuk-perkuat-ketahanan-kesehatan-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Bogor, 11 September 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya ketahanan kesehatan nasional saat meresmikan fasilitas produksi vaksin Biotis Pharmaceuticals Indonesia di Kabupaten Bogor pada Rabu (11/9). Belajar dari pengalaman peneliti Universitas Airlangga (Unair) yang berhasil menciptakan vaksin Merah Putih, Menkes Budi menyatakan bahwa dibutuhkan berbagai jenis vaksin untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Saya kagum sekali bahwa Unair bisa membuat vaksin. Sejak itu, kita menyadari bahwa vaksin ini penting dan </span><i><span style="font-weight: 400;">enggak</span></i><span style="font-weight: 400;"> boleh hanya satu. Ketahanan kesehatan kita, kalau satu, itu akan kurang,” ujar Menkes Budi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sambutannya, Menkes Budi menegaskan, perubahan iklim yang terjadi saat ini memungkinkan terjadinya perubahan pola transmisi patogen, seperti jamur, bakteri, dan virus, dari hewan ke manusia. Karena itu, diperlukan penelitian dan pengembangan vaksin untuk mengantisipasi pandemi yang disebabkan oleh transmisi patogen.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Biotis dikaruniai kemampuan untuk memahami mengenai patogen-patogen yang ada di hewan. Itu adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">competitive advantages</span></i><span style="font-weight: 400;">, jadi sudah tahu patogen apa yang ada di hewan. Sehingga, nanti kalau patogennya loncat ke manusia, bikin vaksin seharusnya bisa lebih bagus,&#8221; kata Menkes saat peresmian.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi juga menambahkan, berbagai program penelitian dan pengembangan berbagai jenis vaksin sangat penting untuk mendukung ketahanan kesehatan. Untuk itu, pemerintah melalui berbagai program terus mendorong agar penelitian terkait vaksin senantiasa mengikuti perkembangan teknologi terkini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nah, </span><i><span style="font-weight: 400;">research capabilities</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini harus di-</span><i><span style="font-weight: 400;">utilizing all the latest technology</span></i><span style="font-weight: 400;">. Sehingga, keahlian dan kompetensi para ahli virus bisa lebih banyak di Indonesia. Sehingga, kalau nanti ada pandemi baru, kita bisa lebih siap memproduksi.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai perkembangan penelitian di bidang kesehatan, Menkes Budi mencontohkan perkembangan pengobatan kanker, mulai dari terapi onkologi, kemoterapi, radioterapi, hingga imunoterapi. Menurutnya, metode imunoterapi yang digunakan dalam pengobatan kanker merupakan salah satu hal yang patut diteliti oleh para peneliti dan industri vaksin untuk mengembangkan vaksin kanker di masa depan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jadi, kalau Biotis nanti bisa berkembang menggunakan platform ini, bukan hanya untuk melawan patogen, tapi juga melawan kanker, maka Biotis bisa menjadi </span><i><span style="font-weight: 400;">game changer</span></i><span style="font-weight: 400;">. Dengan kompetensi yang ada, yang di-</span><i><span style="font-weight: 400;">build</span></i><span style="font-weight: 400;"> dari sekarang,&#8221; ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menegaskan, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan mandiri, dibutuhkan kemandirian dalam produksi vaksin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan kebijakan untuk meningkatkan kemandirian industri farmasi di Indonesia sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Kebijakan ini meliputi pemberian insentif dan regulasi yang mendukung produksi obat-obatan dan vaksin dalam negeri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk memenuhi kebutuhan produksi vaksin, Menkes Budi mendorong agar Biotis segera menyelesaikan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan mengejar standar Pre-Qualification yang ditetapkan oleh WHO dengan memenuhi berbagai standar yang ditetapkan. Kemenkes bersama BPOM berkomitmen akan terus membantu dan mengawal proses sertifikasi vaksin produksi dalam negeri hingga mencapai tingkat internasional, sementara perusahaan vaksin juga perlu berkomitmen untuk memenuhi standar kualifikasi yang diperlukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tugas kita membantu dan membina industri farmasi dalam negeri karena ini produksinya juga dari putra Indonesia. Investasinya juga dari sini,” kata Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman menyampaikan, fasilitas produksi vaksin yang diresmikan merupakan wujud komitmen PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dalam mendukung transformasi kesehatan nasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Ini adalah komitmen kita untuk memenuhi kebutuhan vaksin di dalam negeri,&#8221; ucap Dirut FX Sudirman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dirut FX Sudirman menjelaskan, PT Biotis bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, untuk meneliti dan memproduksi vaksin-vaksin yang dibutuhkan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Unair telah mengajukan penelitian kepada Kemendikbudristek dan sudah disetujui, jadi pendanaan terkait penelitian vaksin kami lakukan dengan berkolaborasi bersama Unair dan Kemendikbudristek. Jika vaksin-vaksin tersebut telah teruji secara klinis, pendanaannya akan kami kolaborasikan dengan Kemenkes,&#8221; jelas Dirut FX Sudirman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dirut FX Sudirman juga menjelaskan, vaksin Merah Putih atau INAVAC, hasil kerja sama antara Biotis dan Unair, telah berhasil menginspirasi dan mendorong produksi vaksin dalam negeri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, dalam kolaborasi lain dengan Unair, Biotis juga sedang mengembangkan vaksin rotavirus multi-strain untuk mencegah diare akut pada anak-anak, yang disebabkan oleh infeksi rotavirus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Program imunisasi rutin di Indonesia mencakup 14 jenis antigen, diantaranya adalah BCG, Hepatitis B, Difteri ,Tetanus, Pertussis, Hib, OPV, IPV, JE, Measles, Rubella, Rotavirus, PCV dan HPV. Dari 14 antigen imunisasi rutin, 4 antigen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri adalah: Measles, Rubella, Rotavirus, dan JE.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">. (RR).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240911-WA0052.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mengubah Narasi, Menyelamatkan Hidup: Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/mengubah-narasi-menyelamatkan-hidup-peringatan-hari-pencegahan-bunuh-diri-sedunia</link>				
         <pubDate>Wed, 11 Sep 2024 09:36:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/mengubah-narasi-menyelamatkan-hidup-peringatan-hari-pencegahan-bunuh-diri-sedunia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 September 2024</p>
<p>Untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri pada Selasa (10/9), Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, yang berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyelenggarakan webinar tentang tantangan dan prioritas pencegahan bunuh diri di Indonesia. Secara global, tema peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri tahun ini adalah &#8220;Changing the Narrative on Suicide &#8211; Mengubah Narasi tentang Bunuh Diri.&#8221;</p>
<p>Pikiran bunuh diri (suicidal thoughts) tidak jauh dari kita—ia ada di tengah masyarakat, keluarga, sahabat, bahkan di tempat kerja. Setiap tahun, lebih dari 700.000 orang kehilangan nyawa akibat bunuh diri di seluruh dunia. Kenyataan yang memilukan ini mengingatkan bahwa setiap orang dapat berperan dalam mencegah tragedi bunuh diri. Kemenkes berkomitmen menghapus stigma terkait gangguan jiwa dan membangun masyarakat yang peduli, di mana setiap individu merasa didengar dan diterima.</p>
<p>“Bunuh diri dan gangguan jiwa bukanlah sesuatu yang jauh dari kita. Gangguan jiwa itu nyata; tidak ada yang kebal dari gangguan jiwa. Kita tidak pernah tahu siapa di antara kita yang mungkin sedang berjuang dalam keheningan,&#8221; ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan penuh rasa empati.</p>
<p>&#8220;Saya ingin kita semua bertanya: Jika Anda, atau orang yang Anda cintai merasa putus asa, bagaimana Anda ingin orang-orang di sekitar Anda merespons? Mari kita wujudkan dunia di mana semua orang merasa ada harapan dan dukungan, sebelum semuanya terlambat.&#8221;</p>
<p>Kemenkes menegaskan bahwa dengan mengubah narasi tentang bunuh diri, banyak jiwa yang dapat terselamatkan.</p>
<p>Kemenkes mendorong setiap orang untuk berani memulai percakapan mengenai kesehatan jiwa, baik di rumah, sekolah, tempat ibadah, maupun di tempat kerja. Dengan membangun komunitas yang suportif, setiap orang turut berperan dalam membangun dunia di mana hidup selalu layak diperjuangkan.</p>
<p>Menutup pidatonya, Menteri Kesehatan berpesan, &#8220;It’s okay not to be okay, and to reach out for help.&#8221;</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/sss.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Kunjungi Rangkaian Kegiatan Ayo Sehat Festival 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-kunjungi-rangkaian-kegiatan-ayo-sehat-festival-2024</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Sep 2024 23:17:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-kunjungi-rangkaian-kegiatan-ayo-sehat-festival-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 9 September 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Mini Museum Siklus Hidup yang digelar di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (9/9/2024). Mini Museum Siklus Hidup tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Ayo Sehat Festival 2024.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, bekerja sama dengan Indonesia Museum of Health and Medicine (iMuseum IMERI FK UI), menyelenggarakan Mini Museum Siklus Hidup yang menampilkan edukasi kesehatan sesuai dengan siklus kehidupan.</p>
<p>Mini Museum Siklus Hidup ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong dan mengoptimalkan peran berbagai pihak dalam pembangunan di bidang kesehatan, serta mengedukasi dan mendekatkan akses informasi kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Kolaborasi dengan iMuseum Fakultas Kedokteran UI juga dilakukan sebagai upaya kemitraan dengan institusi pendidikan, agar materi kesehatan yang sudah dirancang oleh tim iMeri dapat disampaikan kepada masyarakat, khususnya di Kota Bandung.</p>
<p>Di dalam Mini Museum tersebut, terdapat beberapa kegiatan, antara lain edutainment, yang memberikan informasi tentang siklus hidup manusia serta skrining dan imunisasi yang dapat dilakukan pada setiap tahapan siklus hidup. Area ini juga dilengkapi dengan layar interaktif dan permainan edukatif.</p>
<p>Terdapat juga Fun Experience, di mana pengunjung museum dapat merasakan pengalaman (experience) seru seperti simulasi menjadi seorang ibu hamil melalui alat peraga simulasi kehamilan; hearing section melalui dengarkan sehatmu, yakni tempat untuk mendengarkan saran kesehatan sesuai dengan key message dari setiap siklus hidup; Healthy Talk: Janji Hidup Sehat, yakni menyampaikan janji hidup sehat melalui rekaman telepon; serta mini theater yang menampilkan film animasi terkait siklus hidup.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Menteri Budi sempat mencoba Fun Experience menjadi seorang ibu hamil dengan mencoba alat peraga simulasi ibu hamil.</p>
<p>&#8220;Oh, jadi beratnya seperti ini, ya. Seberat ini ternyata,&#8221; kata Menkes saat mencoba alat peraga tersebut.</p>
<p>Menkes juga menyatakan, Mini Museum Siklus Hidup dalam Ayo Sehat Festival 2024 ini sudah sangat bagus. &#8220;Yang seperti ini seharusnya ada di setiap provinsi di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mini Museum Siklus Hidup ini dapat dikunjungi oleh siapa pun dan pengunjung dapat mencoba berbagai pengalaman yang disediakan di dalamnya. Mini Museum Siklus Hidup berlangsung pada 9 hingga 15 September 2024.</p>
<p>Ruben, salah satu siswa dari SMPN 44 Bandung yang berkunjung ke Mini Museum Siklus Hidup, menyatakan, tempatnya sangat menarik. Ia juga sempat mencoba alat peraga ibu hamil. Menurutnya, hal itu merupakan pengalaman menarik karena dapat merasakan betapa sulitnya menjadi seorang ibu hamil.</p>
<p>“Untuk para laki-laki yang suka bilang ibu kita lebay, nggak boleh gitu, yah, gaes. Karena ini benar-benar berat banget, ini bisa dicobain, yah. Tadi aku juga udah nyobain ini sangat menarik banget pokoknya,’’ kata Ruben.</p>
<p>Kemenkes telah melakukan berbagai upaya dalam rangka transformasi kesehatan, di antaranya melalui Transformasi Layanan Primer, yaitu memperkuat aspek promotif dan preventif yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar di seluruh siklus kehidupan dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Setelah kunjungannya di Mini Museum Siklus Hidup, Menteri Budi melanjutkan menghadiri acara Sarasehan Komunitas Kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, Menteri Budi berdialog dengan komunitas-komunitas kesehatan yang hadir.</p>
<p>Dalam dialog tersebut, Menteri Budi menyampaikan, masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh Kemenkes saja, tetapi memerlukan kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk komunitas-komunitas kesehatan yang saat ini bekerja sama dengan Kemenkes.</p>
<p>“Kita tuh nggak bisa selesaikan masalah kesehatan sendiri harus sama-sama dan akan jauh lebih efektif kalau pake teman-teman mitra bantu kita karena semangatnya lebih, orangnya lebih banyak, dan bisa lebih menjangkau ke daerah-daerah dan orang-orang yang tidak bisa kita jangkau,” Kata Menteri Budi.</p>
<p>Keberhasilan suatu kerja sama sangat bergantung pada komitmen dari pihak yang bermitra, serta kerja sama dan dukungan dari berbagai mitra, baik di pusat maupun di daerah.</p>
<p>Sarasehan Komunitas Kesehatan merupakan pertemuan tahunan bagi mitra Kemenkes untuk menunjukkan dukungannya dalam bidang kesehatan. Sarasehan ini juga menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antara mitra potensial mulai dari lingkup akademisi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, hingga media terkait isu atau program prioritas nasional. Hal ini agar dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung program prioritas nasional serta mewujudkan Indonesia Sehat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240909-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Apresiasi PT Biofarma Berhasil Meproduksi Radiofarmaka</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-apresiasi-pt-biofarma-berhasil-meproduksi-radiofarmaka</link>				
         <pubDate>Mon, 09 Sep 2024 22:05:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-apresiasi-pt-biofarma-berhasil-meproduksi-radiofarmaka</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Cikarang, 9 September 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi PT Biofarma yang telah berhasil memproduksi radiofarmaka. Radiofarmaka adalah bahan yang digunakan untuk mendeteksi penyebaran kanker dalam tubuh.</p>
<p>&#8220;Saya berterima kasih ke PT Biofarma yang sudah bisa memproduksi radiofarmaka sebagai bahan baku yang dibutuhkan oleh rumah sakit yang memiliki alat PET Scan, alat yang digunakan untuk mendeteksi penyebaran kanker,&#8221; ujar Menkes Budi pada Kick Off Produksi Radiofarmaka di Fasilitas Cyclotron Bio Farma, Cikarang, Senin (9/9).</p>
<p>PT Biofarma sudah mampu membangun fasilitas produksi radiofarmaka untuk meningkatkan layanan kesehatan, khususnya diagnosis dan pengobatan kanker di Indonesia.</p>
<p>Radiofarmaka merupakan senyawa kimia yang mengandung radioisotop dan memenuhi persyaratan farmakologis untuk digunakan dalam diagnosis, terapi, dan penelitian medik klinik dalam ilmu kedokteran nuklir.</p>
<p>Sejalan dengan hal itu, pemerintah akan menambah ketersediaan PET Scan sebanyak 18 unit. Sebelumnya, hanya tersedia 3 unit PET Scan di Indonesia.</p>
<p>Sebanyak 18 alat PET Scan ini akan didistribusikan ke 16 rumah sakit besar di seluruh Indonesia. PT Biofarma akan memasok kebutuhan radiofarmaka ke rumah sakit-rumah sakit yang memiliki PET Scan.</p>
<p>Menkes Budi mengungkapkan, pemeriksaan menggunakan radiofarmaka ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan satu kali seumur hidup.</p>
<p>Direktur Utama PT Biofarma Shadiq Akasya mengungkapkan, kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia dengan 9,6 juta kematian per tahun. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2022 menunjukkan bahwa terdapat 136 kasus kanker per 100 ribu penduduk di Indonesia.</p>
<p>Sejalan dengan kebijakan Kemenkes dalam mencapai tingkat kesehatan nasional, beberapa fokus utama yang dilakukan PT Biofarma di antaranya memaksimalkan diagnostik kanker dengan memproduksi radiofarmaka.</p>
<p>&#8220;PT Biofarma terus berkomitmen untuk mendukung kemandirian bahan di bidang kesehatan termasuk dalam pengembangan produk radiofarmaka yang merupakan produk kesehatan modern berbasis teknologi nuklir. Bahan ini memiliki peran penting dalam diagnostik dan terapi berbagai penyakit kanker,&#8221; ucap Shadiq.</p>
<p>Shadiq menyadari bahwa radiofarmaka akan menjadi bagian penting dalam ekosistem kesehatan masa depan. Oleh karena itu, ia berkomitmen akan terus mengembangkan produk-produk untuk keperluan kesehatan masyarakat dengan teknologi yang lebih modern.</p>
<p>Produksi radiofarmaka, lanjutnya, dapat memenuhi kebutuhan untuk wilayah Jabodetabek dan daerah besar lain di Indonesia. Distribusi dibantu menggunakan sarana transportasi darat dan udara yang telah bekerja sama dengan berbagai daerah lain.</p>
<p>“Kebetulan kami memilih bandara yang ada di Halim agar menjadi lebih mudah untuk distribusi tujuan Surabaya, Makassar, Medan, Bali, dan Yogyakarta.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53982638849_01063105b1_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Deteksi Dini Kelainan Janin di Gedung Baru Layanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Wahidin Sudirohusodo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/deteksi-dini-kelainan-janin-di-gedung-baru-layanan-kesehatan-ibu-dan-anak-rs-wahidin-sudirohusodo</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Sep 2024 07:28:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/deteksi-dini-kelainan-janin-di-gedung-baru-layanan-kesehatan-ibu-dan-anak-rs-wahidin-sudirohusodo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 6 September 2024</p>
<p>Makassar kini memiliki gedung khusus layanan kesehatan ibu dan anak yang dibangun oleh RS Wahidin Sudirohusodo. Gedung tersebut diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pada Jumat (6/9).</p>
<p>Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas pembangunan gedung tersebut, yang setara dengan hotel bintang lima.</p>
<p>&#8220;Saya tadi masuk ke gedung layanan kesehatan ibu dan anak Rumah Sakit Wahidin, tidak seperti masuk ke sebuah rumah sakit. Seperti masuk hotel bintang lima. Suasananya, ruangannya, penataan interior, dan lobinya, semuanya terasa seperti di sebuah hotel,&#8221; ujar Presiden Jokowi.</p>
<p>Gedung yang dilengkapi dengan fasilitas canggih dan modern ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Pembangunan gedung kesehatan ibu dan anak ini dilakukan dengan luas. Gedung ini terdiri dari 8 lantai dan 1 lantai semi-basement, dengan kapasitas 155 tempat tidur untuk rawat inap dan 108 tempat tidur untuk intensive care.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Kesehatan mengatakan bahwa gedung ini dibangun karena angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi di Indonesia.</p>
<p>“Kematian ibu dan anak kita tinggi. Kematian bayi itu paling banyak gara-gara prematur. Rumah sakit-rumah sakit pemerintah yang memiliki layanan ibu dan anak harus bisa menangani kelahiran bayi di bawah 1.000 gram atau usia kehamilan di bawah 28 minggu,” jelas Menkes.</p>
<p>Gedung baru di RS Wahidin tersebut akan melayani kesehatan ibu dan anak dari berbagai strata dengan berbagai keunggulan yang diberikan.</p>
<p>“Keunggulan dari apa yang dipersembahkan untuk masyarakat di RS Wahidin ini, pertama untuk meningkatkan kualitas layanan terutama pasien kritis,” ucap Direktur Utama RS Wahidin Sudirohusodo Syafri Kamsul Arif.</p>
<p>Keunggulan lain dari gedung kesehatan ibu dan anak ini adalah kemampuannya mendeteksi secara dini kelainan pada janin.</p>
<p>“Kami punya alat skrining fetomaternal dimana kita bisa mendiagnosis secara dini kelainan, baik itu anak masih dalam rahim, kita bisa melakukan intervensi dini dan tentunya ketika lahir bisa jadi lebih baik,” kata Dirut RS Wahidin.</p>
<p>Presiden Jokowi berharap gedung ini dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak di Indonesia.</p>
<p>“Kita harapkan dengan selesainya gedung kesehatan ini, bisa melayani para ibu dan anak kita dengan baik, sehingga kematian ibu dan anak bisa kita tekan, bisa kita kurangi, dan bisa kita hilangkan pada masa yang akan datang,” kata Presiden Jokowi dengan harap.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240907-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Makassar Super Hub Untuk Kawasan Timur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-makassar-super-hub-untuk-kawasan-timur</link>				
         <pubDate>Sat, 07 Sep 2024 07:19:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-makassar-super-hub-untuk-kawasan-timur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 6 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi Selatan dan Indonesia bagian timur.</p>
<p>Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, Kemenkes membangun Rumah Sakit Makassar yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (6/9).</p>
<p>Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi yang sangat mendalam atas pembangunan rumah sakit berstandar internasional tersebut.</p>
<p>“Terdiri dari 4 tower, kemudian 12 lantai. Saya tadi masuk, rasanya melebihi hotel bintang lima. Rumah sakit memang seharusnya seperti ini. Terang benderang dan bersih. Saya kagum peralatan rumah sakitnya, semuanya serba modern,” ucap Presiden Jokowi.</p>
<p>Dengan pelayanan kesehatan modern dan fasilitas berstandar internasional, rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rumah sakit ini merupakan “superhub” untuk wilayah Indonesia bagian timur.</p>
<p>“Kali ini, di Makassar, kita menyebutnya sebagai superhub untuk penyakit kanker, stroke, dan jantung. Untuk dapat menampung pasien-pasien yang derajat keparahan penyakitnya dari daerah Maluku, Papua, dan Kalimantan, “ kata Menkes Budi.</p>
<p>Saat ini, di wilayah tersebut sudah ada rumah sakit besar milik Kemenkes. Namun, peralatan yang lebih canggih dan sumber daya manusia yang lebih unggul tersedia di Rumah Sakit Makassar yang baru saja diresmikan, sehingga masyarakat di wilayah timur tidak perlu dirujuk ke Pulau Jawa atau Jakarta.</p>
<p>Dengan fasilitas kesehatan yang lengkap dan modern, masyarakat di wilayah ini juga diharapkan dapat memperoleh akses pelayanan medis yang berkualitas tanpa harus keluar negeri.</p>
<p>“Kita tidak mau lagi nanti masyarakat yang sakit larinya ke Malaysia, Singapura, Amerika, atau Jepang. Cukup di Makassar. Saya lihat peralatannya tadi, sudah kalah mereka, saya jamin itu,” ucap Jokowi dengan bangga.</p>
<p>Fasilitas yang disediakan tidak hanya terbatas pada pelayanan umum, tetapi juga mencakup pusat penanganan penyakit katastropik seperti jantung, stroke, kanker, serta layanan kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>Plt. Direktur Utama RS Makassar Andi Saguni berharap rumah sakit ini dapat menjadi layanan kesehatan terbaik di Asia.</p>
<p>“Ke depan, kami berharap rumah sakit ini akan memberikan layanan yang sangat berkualitas dan menjadi rumah sakit terbaik di Asia. Harapan kami kepada masyarakat yang ada di Indonesia wilayah timur, ketika membutuhkan layanan kesehatan, datanglah ke rumah sakit vertikal Kemenkes. Insya Allah, Bapak, Ibu, tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, cukup datang ke RS Kemenkes Makassar,” ujar Andi.</p>
<p>Rumah sakit yang dibangun dengan anggaran pemerintah sebesar hampir Rp1,6 triliun ini mulai dikerjakan pada tahun 2022. Peresmian rumah sakit ini merupakan bagian dari peresmian rumah sakit ketujuh dan kedelapan di Makassar, dari 10 rumah sakit yang akan diresmikan sebelum Oktober 2024 dan 15 rumah sakit yang telah dibangun oleh Kemenkes.</p>
<p>Pembangunan rumah sakit ini juga merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045, yang dikenal dengan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240906-WA0044.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkatkan Akses dan Kualitas Layanan Kanker, Jantung, dan Otak, RS Kemenkes Surabaya Diresmikan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-akses-dan-kualitas-layanan-kanker-jantung-dan-otak-rs-kemenkes-surabaya-diresmikan</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Sep 2024 20:17:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkatkan-akses-dan-kualitas-layanan-kanker-jantung-dan-otak-rs-kemenkes-surabaya-diresmikan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 6 September 2024</p>
<p>Presiden RI Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, meresmikan Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya. Rumah sakit ini merupakan salah satu dari empat RS Vertikal yang dibangun oleh Kemenkes pada 2024.</p>
<p>Pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional (ProPN) yang berupaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya untuk layanan kanker, jantung, dan otak.</p>
<p>&#8220;Penyebab kematian tertinggi di negara kita itu karena penyakit stroke, serangan jantung dan kanker. Jawa Timur menempati urutan yang ketiga setelah Yogyakarta dan Jawa Tengah,&#8221; kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.</p>
<p>Berlokasi di Jalan Indrapura, Surabaya, yang merupakan kota dengan aksesibilitas dari berbagai daerah di Indonesia, rumah sakit ini diproyeksikan dapat melayani pasien dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Rumah sakit ini juga diproyeksikan mengurangi beban antrean di rumah sakit besar lainnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menkes Budi mengatakan bahwa RS Kemenkes Surabaya didesain untuk menjadi rumah sakit super hub dalam layanan kanker, jantung, dan otak bagi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>&#8220;Seluruh pasien dari Bali, NTT, NTB, untuk penanganan yang lebih susah, bisa dibawa ke sini (RS Kemenkes Surabaya),&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>RS Kemenkes Surabaya dilengkapi dengan teknologi medis terkini, seperti mammography, CT Scan 256, MRI 3T, dan PET-CT, serta fasilitas lain yang setara dengan standar internasional. Rumah sakit ini diharapkan dapat berperan strategis dalam menurunkan angka kematian akibat kanker, jantung, dan stroke, serta menjadi pusat pendidikan dan penelitian kesehatan.</p>
<p>Rumah sakit dengan luas bangunan 163.380 m2 ini memiliki empat gedung utama. Masing-masing gedung menyediakan layanan khusus untuk penyakit kanker, jantung, dan otak, dengan total kapasitas 772 tempat tidur, termasuk HCU, ICU, ruang operasi, dan kemoterapi.</p>
<p>Dengan konsep Smart Hospital, rumah sakit ini mengutamakan digitalisasi pelayanan, efisiensi energi, dan ramah lingkungan. Fokus pelayanan berbasis pada kebutuhan dan keselamatan pasien menjadi prioritas, serta pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada budaya kerja yang baik.</p>
<p>Dengan aksesibilitas dan teknologi super modern yang dimilikinya, RS Kemenkes Surabaya diharapkan menjadi pusat rujukan nasional dan internasional dalam layanan jantung, kanker, dan otak.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan RS ini bisa melayani masyarakat kita, terutama yang di Indonesia Timur, sehingga tidak perlu ke Jakarta, tidak perlu ke luar negeri, bisa dilayani di sini,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53974842678_8d3483622a_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Standar Rumah Sakit Naik Drastis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-standar-rumah-sakit-naik-drastis</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Sep 2024 13:35:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-dorong-standar-rumah-sakit-naik-drastis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 5 September 2024</p>
<p>Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan standar rumah sakit secara drastis guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan terbaik.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, salah satu pilar transformasi kesehatan yang tengah digalakkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah transformasi layanan rujukan.</p>
<p>“Transformasi yang dilakukan termasuk peningkatan standar layanan, mulai dari puskesmas, posyandu, labkesmas, hingga rumah sakit,” kata Menkes Budi saat meresmikan Ciputra Hospital Surabaya pada Kamis (5/9).</p>
<p>Menkes Budi menekankan pentingnya kolaborasi antara Rumah Sakit Vertikal (RSV) milik pemerintah dan rumah sakit swasta dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya kolaborasi yang akan dilakukan oleh RSV Surabaya.</p>
<p>&#8220;Tugas RSV Surabaya bukan untuk berkompetisi dengan RSUD atau rumah sakit swasta, melainkan untuk menjadi pengampu,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi kolaborasi ini, Kemenkes juga akan memasang Linear Accelerator (LINAC) di RSV Surabaya, sebuah alat radioterapi yang digunakan untuk membunuh sel kanker.</p>
<p>&#8220;RSV Surabaya tugasnya harus mengampu, supaya layanan radioterapi hingga imunoterapi untuk kanker bisa dilakukan bersama. Kolaborasi ini akan membuat dokter-dokter kita makin pintar dan masyarakat kita akan sangat terbantu,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta diharapkan dapat menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh, terutama dalam penanganan penyakit dengan angka kematian tertinggi seperti jantung dan pembuluh darah, gangguan sistem saraf, serta kanker.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-06-at-13.29.25.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Meredam Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/meredam-resistensi-antimikroba-di-rumah-sakit</link>				
         <pubDate>Fri, 06 Sep 2024 09:57:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/meredam-resistensi-antimikroba-di-rumah-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 September 2024</p>
<p>Pengendalian resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) di rumah sakit terus ditingkatkan. Upaya ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit.</p>
<p>Melalui regulasi tersebut, pengendalian resistensi antimikroba ditujukan untuk mencegah dan menurunkan adanya kejadian mikroba resisten. Resistensi antimikroba terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit tidak lagi merespons obat antimikroba, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit atau penyakit parah.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS mengungkapkan, hasil pemantauan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit. Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2015, seluruh rumah sakit wajib melaksanakan dan melaporkan PPRA.</p>
<p>“Ada dua kegiatan pokok yang dilakukan dan dilaporkan dalam PPRA. Pertama, mengendalikan berkembangnya mikroba resisten melalui penggunaan antibiotik secara bijak. Kegiatannya berupa membentuk tim PPRA, yang bertugas membantu direktur rumah sakit dalam penerapan PPRA,” ungkap Azhar di Jakarta, ditulis Kamis (5/9).</p>
<p>“Kemudian melakukan penatagunaan antimikroba (PGA) melalui kegiatan strategis dan sistematis, mengoptimalkan penggunaan antimikroba secara bijak, baik kuantitas maupun kualitasnya. Lalu, mengembangkan dan meningkatkan fungsi laboratorium mikrobiologi klinik untuk pemeriksaan kultur dan uji kepekaan, serta laboratorium penunjang lainnya yang berkaitan dengan penanganan penyakit infeksi.”</p>
<p>Kedua, mencegah penyebaran mikroba resisten melalui peningkatan ketaatan terhadap prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman PPI.</p>
<p>“Hanya 5% dari 3.197 rumah sakit yang teregistrasi saat ini yang melakukan pelaporan AMR berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2015 (pelaporan manual),” lanjut Azhar.</p>
<p>“Untuk mendorong pelaksanaan dan pelaporan PPRA dilakukan oleh seluruh rumah sakit dilakukan dengan memasukkan PPRA dalam program nasional di Standar Akreditasi Rumah Sakit, sehingga rumah sakit tidak akan lulus akreditasi apabila program nasional ini tidak dilaksanakan.”</p>
<p>Upaya lain mendorong pelaporan PPRA juga akan dilakukan melalui SIRS ONLINE yang sudah familiar untuk seluruh rumah sakit di Indonesia, tidak manual seperti saat ini. SIRS ONLINE merupakan aplikasi sistem pelaporan rumah sakit kepada Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Tantangan Kendalikan Resistensi Antimikroba</p>
<p>Menurut Azhar Jaya, implementasi pelaksanaan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit masih menghadapi tantangan. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2015 telah menekankan pentingnya mengatasi masalah dalam pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit.</p>
<p>Misalnya, ketersediaan fasilitas laboratorium mikrobiologi yang memadai di rumah sakit. Selain itu, komunikasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan PPRA juga perlu ditingkatkan.</p>
<p>Pelayanan pemeriksaan mikrobiologi ini sangat penting karena bertujuan memberikan informasi tentang ada atau tidaknya mikroba di dalam bahan pemeriksaan atau spesimen yang mungkin menjadi penyebab timbulnya proses infeksi.</p>
<p>Apabila terdapat pertumbuhan, dan mikroba tersebut dipertimbangkan sebagai penyebab infeksi, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba.</p>
<p>“PPRA belum sepenuhnya dijalankan oleh seluruh rumah sakit di Indonesia. Tantangan dari pelaksanaan PPRA ini di antaranya, tidak semua rumah sakit memiliki kemampuan pelayanan laboratorium mikrobiologi klinik,” ucap Azhar.</p>
<p>“Kendala terbesar adalah kurangnya dokter spesialis yang memiliki kompetensi melakukan pemeriksaan kultur dan uji kepekaan.”</p>
<p>Tantangan selanjutnya, beberapa rumah sakit menyatakan bahwa pembayaran penyakit infeksi, termasuk infeksi karena resistensi antimikroba, oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berupa paket INA CBG&#8217;s, sehingga pemeriksaan laboratorium mikrobiologi dan laboratorium lain dalam menunjang pengobatan pasien infeksi menggerus biaya paket INA CBG&#8217;s.</p>
<p>Sebagai upaya menghadapi tantangan dan kendala pengendalian AMR di rumah sakit, Dirjen Azhar Jaya menuturkan, saat ini Kementerian Kesehatan sedang melakukan beberapa program untuk mengatasi permasalahan kemampuan pelayanan laboratorium.</p>
<p>“Upayanya, yaitu melalui rujukan pemeriksaan laboratorium mikrobiologi ke rumah sakit pengampuan penyakit infeksi emerging yang sudah ditetapkan Menteri maupun melakukan rujukan ke laboratorium kesehatan masyarakat yang ada di setiap kabupaten/kota dan provinsi,” tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/53932720594_7f3aa9c901_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Apresiasi Muhammadiyah Dirikan Fakultas Kedokteran UNISA Yogyakarta </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-apresiasi-muhammadiyah-dirikan-fakultas-kedokteran-unisa-yogyakarta</link>				
         <pubDate>Thu, 05 Sep 2024 12:36:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-apresiasi-muhammadiyah-dirikan-fakultas-kedokteran-unisa-yogyakarta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Yogyakarta, 4 September 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi upaya Muhammadiyah dalam mencerdaskan dan menyehatkan kehidupan bangsa pada acara peluncuran Fakultas Kedokteran Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Menurut Menkes Budi, dibutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk Muhammadiyah, untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan cerdas demi tercapainya visi Indonesia Emas 2045.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Untuk mendidik manusia Indonesia menjadi pintar, membuat masyarakat Indonesia menjadi sehat, tidak mungkin dilakukan sendiri. Menteri kesehatan itu kecil sekali pengaruhnya, peranannya, dan kekuatannya. Ini harus dibantu oleh semua masyarakat,” ujar Menkes Budi pada acara puncak Milad ke-33 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Rabu (4/9).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan tersebut, Menkes Budi menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan memiliki peran sangat penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Visi ini akan terwujud jika bonus demografi Indonesia, yang saat ini memasuki usia produktif, diisi oleh generasi yang sehat dan cerdas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Menkes Budi, kesehatan dan pendidikan merupakan peran penting dalam menciptakan SDM berkualitas agar Indonesia dapat melakukan lompatan dari negara berkembang menjadi negara maju.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menjelaskan, belajar dari negara maju, bonus demografi merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pendapatan per kapita agar setara dengan negara maju. Menurut dia, hampir semua negara maju mengalami kenaikan pendapatan per kapita saat negara tersebut berada pada puncak demografi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Karena logikanya, pada saat mencapai puncak bonus demografi, jumlah penduduk negara tersebut yang berusia produktif antara 15 hingga 60 tahun, yang dapat menghasilkan pendapatan, itu memiliki jumlah paling banyak,” kata Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun, Menkes Budi juga mengingatkan bahwa jika tidak mampu memanfaatkan dan mengelola bonus demografi untuk meningkatkan pendapatan perkapita dan mengejar negara maju, kemungkinan besar negara tersebut akan tetap menjadi negara menengah seumur hidupnya, atau sering dikenal dengan middle income trap.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes mencontohkan Brazil yang saat ini memiliki pendapatan per kapita sekitar 8.800 dolar Amerika Serikat (AS) per tahun. Menurut Menkes, dengan kondisi yang telah melewati masa bonus demografi, Brazil memiliki peluang lebih kecil untuk meningkatkan pendapatan per kapita setara dengan negara maju, sehingga sulit untuk lepas dari middle income trap. Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk usia produktif di Brasil tidak sebanyak saatl mereka mengalami puncak bonus demografi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi mengingatkan bahwa puncak bonus demografi Indonesia diperkirakan dimulai pada 2030 hingga 2040. Pada periode tersebut, penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibandingkan usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menambahkan, kebutuhan tenaga dokter untuk mendukung kualitas SDM Indonesia masih sangat tinggi. Untuk itu, Menkes sangat mendukung berdirinya fakĺultas kedokteran di kampus-kampus milik Muhammadiyah, karena yakin bahwa Muhammadiyah memiliki kualitas perguruan tinggi yang baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Itu sebabnya, saya sangat mendukung kalau ada pihak-pihak yang ingin membangun FK. Nah, kebetulan Muhammadiyah kan kualitasnya sudah bagus perguruan tingginya. Tentunya, akan sangat mudah untuk meminta Muhammadiyah membuka fakultas kedokteran dan ini pertama di Universitas ‘Aisyiyah,” ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, gerakan pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah sejak awal merupakan bagian dari etos kemajuan dan kebermanfaatan yang diinterpretasikan dari ajaran Islam oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Menurutnya, etos kemajuan dan kebermanfaatan menjadi landasan berbagai gerakan Muhammadiyah, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun sosial.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Gerakan kesehatan, sosial, dan pemberdayaan lahir dari etos al-ma’un (kebermanfaatan) yang kemudian diterjemahkan menjadi sistem rumah sakit dan pelayanan sosial. Kemudian, pendidikan lahir dari interpretasi di mana islam mengajarkan agar manusia mencari ilmu dan maju,” ujar Ketua Umum Haedar Nashir.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, Rektor UNISA Yogyakarta Warsiti menyampaikan terima kasih kepada Menkes Budi atas berbagai dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga izin operasional untuk fakultas kedokteran UNISA Yogyakarta sudah diperoleh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 23 Juli 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">.(RR)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240904-WA005513.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Lakukan PKS dengan TP PKK Pusat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-lakukan-pks-dengan-tp-pkk-pusat</link>				
         <pubDate>Wed, 04 Sep 2024 04:20:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-lakukan-pks-dengan-tp-pkk-pusat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat. Langkah ini merupakan upaya penguatan kesehatan melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga serta sinergi Pos Pelayanan Terpadu.</p>
<p>Penandatanganan tersebut berlangsung di ruang rapat lantai 2 gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan pada Senin (2/9). PKS ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan dan Ketua Umum TP PKK Pusat pada 2023 lalu.</p>
<p>Adapun, isi dari dokumen PKS yang ditandatangani meliputi dua poin utama. Pertama, Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat dengan TP PKK Pusat tentang Penguatan Upaya Kesehatan Masyarakat Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Kedua, Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Penyehatan Lingkungan dengan TP PKK Pusat tentang Penguatan Upaya Penyehatan Lingkungan Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.</p>
<p>Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Endang Sumiwi, dalam sambutannya, mengatakan bahwa dengan adanya PKS tersebut, kegiatan yang akan dilaksanakan Kemenkes bersama TP PKK Pusat dalam upaya menyehatkan lingkungan dan promotif preventif penurunan stunting akan menjadi lebih konkret.</p>
<p>“Seterusnya, kita harapkan semakin banyak yang bergerak untuk kesehatan masyarakat Indonesia, dan dengan semangat kita akan laksanakan kegiatan-kegiatan bersama dengan PKK,” kata Endang Sumiwi.</p>
<p>Endang melanjutkan, Kemenkes juga sangat berkomitmen untuk mendukung posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan. Upaya penguatan-penguatan yang ada di posyandu melalui pembinaan PKK juga merupakan bagian dari transformasi kesehatan agar masyarakat tetap sehat.</p>
<p>“Jadi, semua usia nantinya akan dilayani, dari ibu hamil, balita, anak remaja, dewasa, sampai dengan lansia, dan Kemenkes akan mendampingi semua kegiatan-kegiatan kita yang saling bekerja sama,” lanjut Dirjen Kesmas.</p>
<p>Adapun, ruang lingkup PKS antara Ditjen Kesmas dan TP PKK adalah advokasi kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya kesehatan masyarakat, meningkatkan kapasitas dan keterampilan dasar bagi Tim Penggerak PKK Pusat dan daerah beserta kader, monitoring dan evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal kepada Ibu hamil bermasalah gizi (Kurang Energi Kronik (KEK) dan risiko KEK), balita bermasalah gizi (balita berat badan tidak naik, balita berat badan kurang, balita gizi kurang), dan Ibu Balita Sasaran.</p>
<p>Direktur Penyehatan Lingkungan Anas Ma&#8217;ruf menyampaikan, ruang lingkup kerja sama antara Direktorat Penyehatan Lingkungan dan TP PKK adalah advokasi kepada pemerintah daerah dalam upaya percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), peningkatan kapasitas dan keterampilan dasar bidang kesehatan bagi TP PKK daerah dalam Pelatihan Pemicuan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pilar STBM.</p>
<p>“Jadi, kita juga berusaha untuk melibatkan ibu-ibu terutama ibu rumah tangga dalam menyehatkan keluarga utamanya lingkungan karena ibu adalah tonggak utama dalam melindungi keluarganya,” kata Anas Ma&#8217;ruf.</p>
<p>Lebih lanjut, Anas mengatakan, semua pihak, terutama kader-kader di daerah, harus selalu bekerja sama dalam segala kegiatan Kemenkes. Ia juga berharap pembinaan ini berkelanjutan dan terus-menerus agar apa yang diharapkan dapat mencapai hasil yang terbaik.</p>
<p>Kemenkes berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan. Melalui transformasi ini, diharapkan semua komponen masyarakat dapat berperan aktif dalam mencapai derajat kesehatan yang lebih baik di Indonesia serta mendukung terwujudnya masyarakat mandiri dalam mengusahakan dan menjalankan upaya dalam bidang kesehatan.</p>
<p>Kemenkes telah melakukan berbagai strategi dan upaya dengan memperluas jejaring kerja sama pentahelix, salah satunya dengan TP PKK sebagai mitra penggerak yang berkomitmen mendukung program kesehatan secara berkelanjutan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240904-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dukungan Indonesia untuk Wabah Mpox di Afrika</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dukungan-indonesia-untuk-wabah-mpox-di-afrika</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Sep 2024 09:05:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dukungan-indonesia-untuk-wabah-mpox-di-afrika</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 September 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) Dr. Jean Kaseya untuk membahas situasi terkini dan kolaborasi yang dibutuhkan bagi Afrika. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela pertemuan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2, di Bali, Selasa (3/9).</p>
<p>Indonesia mendorong solidaritas global dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan Afrika. Sebagai tuan rumah Forum Indonesia-Afrika (IAF), Indonesia, bekerja sama dengan CDC Afrika dan berkomitmen untuk membangun kemitraan di sektor kesehatan guna meningkatkan kesiapsiagaan serta kerja sama dalam pengendalian penyakit menular, baik di dalam maupun lintas kawasan.</p>
<p>Sebagai bagian dari kolaborasi konkret, Indonesia akan menyediakan 30 unit alat tes cepat molekuler atau rapid molecular testing instrument (TCM/Tes Cepat Molekuler ID Care), alat tes molekuler portabel yang mampu mendeteksi Mpox, TB, HIV, dan penyakit menular lainnya, melalui CDC Afrika. Selain itu, Indonesia akan menyediakan 12.000 alat uji yang dirancang khusus untuk mendeteksi Mpox, serta memasok 400 botol obat antivirus Tecovirimat untuk membantu pengobatan Mpox.</p>
<p>“Saya berharap kerja sama kesehatan Indonesia dengan Afrika ini semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan kawasan Afrika, sebagai bagian dari dukungan kolaboratif Kementerian Kesehatan RI berdiskusi dengan mitra pembangunan untuk menyediakan vaksin Mpox ke Afrika,” ungkap Menkes Budi.</p>
<p>“Penting untuk terus meningkatkan sistem kesehatan, baik di Indonesia maupun di kawasan ini. Indonesia dapat berkontribusi dengan menawarkan dukungan teknis, berbagi keahlian melalui platform pendidikan seperti GISAID Academy, dan bekerja sama dalam pembuatan produk kesehatan sebagai bagian dari kemitraan tiga arah,” imbuhnya.</p>
<p>Di sela-sela partisipasinya pada Indonesia-Africa Forum ke-2, Dr. Jean Kasela berkesempatan menjadi pembicara kunci pada sesi berbagi informasi (sharing session) tentang Mpox di Afrika dan Asia Tenggara, khususnya di antara negara-negara anggota ASEAN. Dalam penjelasannya, Dr. Jean Kasela menyampaikan imbauan kepada ASEAN untuk membangun solidaritas membantu pengendalian Mpox di Afrika, serta menyampaikan inisiatif membangun kerja sama trilateral antara ASEAN, Afrika, dan Amerika Latin dalam membangun produk lokal serta riset dan pengembangan vaksin, produk terapi, dan alat/reagen diagnostik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-04-at-20.55.49.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Jalin Kerja Sama Kesehatan dengan Sudan dan Zimbabwe</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-jalin-kerja-sama-kesehatan-dengan-sudan-dan-zimbabwe</link>				
         <pubDate>Tue, 03 Sep 2024 05:21:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-jalin-kerja-sama-kesehatan-dengan-sudan-dan-zimbabwe</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 3 September 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Kesehatan Bilateral dengan dua negara di Afrika, yaitu Sudan dan Zimbabwe. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela pertemuan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali pada Selasa (3/9).</p>
<p>Penandatanganan MoU antara Indonesia dan Sudan dilakukan oleh Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Kesehatan Sudan Dr. Haitham Mohamed Ibrahim Awadalla.</p>
<p>Adapun, ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup 1) pelayanan kesehatan; 2) ketahanan kesehatan, termasuk penguatan sistem kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit, pencegahan pandemi, kesiapsiagaan dan respons, kedaruratan kesehatan masyarakat, kefarmasian dan alat kesehatan; 3) pembiayaan kesehatan; 4) pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan 5) teknologi kesehatan.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Indonesia dengan Menteri Kesehatan Sudan dan Sekretaris Jenderal Badan Medis dan Bahan Racun Nasional Sudan juga melakukan pertemuan bilateral (bilateral meeting) untuk membahas upaya penguatan hubungan kedua negara, khususnya terkait permasalahan dan spesialisasi medis, serta dukungan dalam industri obat.</p>
<p>Dibandingkan dengan negara Afrika lainnya, Sudan telah memiliki kinerja yang baik di bidang farmasi dengan Indonesia. Untuk itu, Sudan tertarik untuk melakukan kerja sama untuk meningkatkan kapasitas dengan dukungan Indonesia.</p>
<p>Untuk kerja sama Indonesia-Zimbabwe, penandatanganan MoU antara Indonesia dan Zimbabwe dilakukan oleh Menteri Kesehatan Indonesia dan Menteri Urusan Perempuan, Masyarakat, dan Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Zimbabwe Monica Mutsvangwa.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama kesehatan Indonesia-Zimbabwe, yakni 1) pelayanan kesehatan primer, termasuk program kesehatan reproduksi, ibu, bayi baru lahir, anak dan remaja, serta imunisasi; 2) pelayanan sekunder, termasuk pelayanan spesialis dan rujukan pasien, laboratorium, patologi forensik dan pelayanan darah; 3) ketahanan sistem kesehatan, termasuk kesiapsiagaan dan tanggap darurat kesehatan masyarakat dan pengembangan farmasi dan peralatan medis; 4) pembiayaan kesehatan; 5) SDM di bidang kesehatan; dan 6) teknologi kesehatan, termasuk informasi kesehatan dan bioteknologi.</p>
<p>Sebelumnya, Indonesia telah aktif memberikan bantuan kepada Sudan dan Zimbabwe. Bantuan medis yang diberikan kepada Sudan meliputi 10 ton perlengkapan medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) senilai USD 127.000 pada November 2023, serta bantuan tambahan dari Kementerian Kesehatan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 April 2024.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes RI juga telah memberikan bantuan berupa 238 jenis obat-obatan darurat, layanan bank darah dan dialisis, bahan habis pakai medis, obat-obatan onkologi, dan obat-obatan penyakit kronis senilai 1 juta dolar AS.</p>
<p>Adapun, dengan Zimbabwe, Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan untuk mendukung pemulihan pasca-bencana Topan Ida. Pada 2021, melalui Indonesian Aid, Indonesia juga telah menyalurkan bantuan senilai 150 ribu dolar AS berupa alat kesehatan dan obat-obatan bagi korban Topan Idai, yang diterima langsung oleh Wakil Presiden/Menteri Kesehatan Zimbabwe CGDN Chiwenga.</p>
<p>Pembentukan MoU ini diharapkan mampu memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan akses pasar produk farmasi dan peralatan medis Indonesia ke Sudan, Zimbabwe, dan negara-negara Afrika lainnya.</p>
<p>“Saya berharap kerjasama kesehatan Indonesia dengan Sudan dan Zimbabwe ini semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan kedua negara tersebut, serta mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Afrika lainnya,” ungkap Menkes Budi</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/78A516A0-60FC-494D-B0B2-FAFC9D3338F0.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pantau Patogen Yang Berpotensi Jadi Pandemi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pantau-patogen-yang-berpotensi-jadi-pandemi</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Sep 2024 22:04:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pantau-patogen-yang-berpotensi-jadi-pandemi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 September 2024</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperbarui daftar patogen global yang berpotensi menyebabkan epidemi atau pandemi. Pembaruan yang termaktub dalam dokumen bertajuk “WHO R&#038;D Blueprint for Epidemics: Pathogens Prioritization, A Scientific Framework For Epidemic And Pandemic Research Preparedness” ini telah dipublikasikan pada 30 Juli 2024.  </p>
<p>Dokumen tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kolaborasi, dan kerja sama internasional dalam mempercepat penelitian dan pengembangan tindakan penanggulangan medis untuk menangani ancaman epidemi dan pandemi di masa depan. Upaya-upaya itu harus diarahkan melalui peningkatan deteksi, pemantauan, dan respons terhadap wabah penyakit menular.</p>
<p>Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Bonanza Perwira Taihitu mengatakan, Indonesia aktif berperan dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan global untuk menghadapi ancaman penyakit menular baru, khususnya saat memimpin G20. </p>
<p>Hal ini sejalan dengan upaya kesiapsiagaan di tingkat global dan nasional untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (Prevention, Preparedness and Response/PPR) menghadapi pandemi yang mungkin terjadi kapan saja.</p>
<p>“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan identifikasi patogen prioritas yang berasal dari satwa liar. Proses ini melibatkan para pakar nasional dan internasional termasuk dari WHO, baik di tingkat regional maupun global,” kata Bonanza di Jakarta, ditulis Jumat (30/8).</p>
<p>“Terkait patogen prioritas, setiap negara memiliki daftar prioritas patogen yang disusun berdasarkan situasi epidemiologi masing-masing, yang kemudian diselaraskan dengan panduan global yang diberikan oleh WHO.”</p>
<p>Dari hasil identifikasi patogen yang dilakukan oleh Kemenkes RI, daftar patogen prioritas yang disusun sesuai dengan identifikasi WHO, sementara beberapa prioritas lainnya ditentukan berdasarkan kondisi epidemiologi lokal.</p>
<p>“Daftar prioritas ini mencakup berbagai famili virus dan bakteri yang menjadi perhatian utama. Famili virus yang menjadi patogen prioritas di Indonesia adalah famili Coronaviridae, (seperti SARS CoV), famili Orthomyxoviridae (termasuk Influenza H5N1), famili Paramyxoviridae (seperti Measles dan Nipah),” terang Bonanza.<br />
“Kemudian, famili Flaviviridae (misalnya, Dengue, Zika), famili Filoviridae (misalnya, Ebola, Marburg), famili Bunyaviridae (misalnya, Hanta), famili Togaviridae (misalnya, Chikungunya), famili Rhabdoviridae (misalnya, Rabies), famili Poxviridae (misalnya, Mpox), dan famili Retroviridae (misalnya, HIV).”</p>
<p>Menurut Bonanza, patogen prioritas dari famili virus di atas juga menjadi bagian dari perhatian WHO dalam daftar prioritasnya. Ada pula famili bakteri yang diidentifikasi sebagai kelompok patogen yang perlu menjadi perhatian.</p>
<p>“Untuk yang bakteri prioritas WHO, khususnya berhubungan dengan resistensi antimikroba (Antimicrobial resistance/AMR) mencakup famili Enterobacteriaceae (misalnya, Salmonella, E. coli), famili Mycobacteriaceae (MTB Complex), famili Bacillaceae (Anthrax), famili Staphylococcaceae (Staphylococcus aureus), famili Neisseriaceae (N. Gonorrhoeae, N. Meningitidis), dan famili Campylobacter Aceae (Campylobacter),” lanjutnya.</p>
<p>“Familia bakteri lain masuk dalam daftar prioritas yang dipantau, yakni famili Pseudomonadaceae (Pseudomonas), famili Leptospiraceae (Leptospira), Famili Vibrionaceae (Vibrio cholerae), dan famili Yersiniaceae (Y. pestis).”</p>
<p>Patogen-patogen ini berkaitan erat dengan berbagai spesies satwa seperti kelelawar (Chiroptera), primata, rodent, dan burung (Aves), yang sering menjadi inang dan vektor penyebaran penyakit.</p>
<p>Kesiapsiagaan di Tingkat Nasional</p>
<p>Kemenkes akan mengoptimalkan daftar patogen prioritas, baik virus maupun bakteri, yang diidentifikasi sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat nasional, termasuk ketersediaan vaksin, obat-obatan, dan upaya penanggulangan lainnya. </p>
<p>“Identifikasi prioritas ini juga memperkuat surveilans rutin yang dilakukan salah satunya melalui program ILI (Influenza-like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infections), serta pemanfaatan laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas),” ujar Bonanza Perwira Taihitu.</p>
<p>Saat ini, labkesmas tingkat 2 sudah tersebar di 232 kabupaten/kota di Indonesia, sementara labkesmas tingkat 3 tersebar di 30 provinsi. Selain itu, terdapat 2 labkesmas tingkat nasional dengan satu laboratorium yang memiliki fasilitas Biosafety Level 3 (BSL-3) di Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Jakarta.</p>
<p>“Diharapkan dengan adanya identifikasi ini, akan meningkatkan kewaspadaan semua pihak serta memperkuat aliran informasi dan sistem peringatan dini terhadap situasi yang berkembang di wilayah masing-masing,” sambung Bonanza.</p>
<p>Dalam hal kesiapsiagaan kesehatan, Pemerintah Indonesia juga menerapkan pendekatan One Health yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mengatasi tantangan kesehatan secara komprehensif secara kesehatan dan terpadu. Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi WHO, Food and Agriculture Organization (FAO), dan World Organisation for Animal Health (WOAH).</p>
<p>Selain fokus pada patogen prioritas, pemerintah juga terus melakukan pemantauan penyakit infeksi emerging yang sangat berpotensi dan dapat menimbulkan kedaruratan kesehatan. Beberapa penyakit yang dimaksud seperti Mpox, COVID-19, Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Avian Influenza (H5N1, H5N6, H9N2).</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M menegaskan, pemetaan risiko penyakit infeksi emerging sangat penting dilakukan oleh daerah. Apalagi, masih banyak daerah yang belum memiliki peta risiko penyakit infeksi emerging.</p>
<p>“Oleh karena itu, dinas kesehatan bersama pemangku kepentingan yang terkait perlu melakukan pemetaan risiko dan membuat rekomendasi tindak lanjut yang perlu dilakukan bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan respons terhadap potensi risiko munculnya penyakit infeksi emerging di daerahnya,” tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/FDBC797F-56C8-4419-AFD7-29A6B8E9FD72.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penyakit MPOX Bukan karena Efek Vaksin COVID-19</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-mpox-bukan-karena-efek-vaksin-covid-19-2</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Sep 2024 21:58:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-mpox-bukan-karena-efek-vaksin-covid-19-2</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 September 2024</p>
<p>Narasi dengan klaim yang menyebutkan bahwa penyakit Mpox karena efek samping vaksin COVID-19 beredar di media sosial. Bahkan, narasi itu juga mengklaim bahwa terjadinya Mpox lantaran efek hancur sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh vaksin COVID-19.</p>
<p>Menanggapi narasi tersebut, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan, Mpox dan COVID-19 merupakan dua penyakit yang berbeda. Mpox telah muncul jauh sebelum kemunculan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan vaksin COVID-19.</p>
<p>Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Mpox pada manusia pertama kali dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada 1970. “Mpox dan COVID-19 ini dua penyakit yang berbeda. Sebelum COVID-19 ada, Mpox sudah ada. Mpox dilaporkan ada sejak tahun 1970 dan endemis di Afrika barat dan tengah seperti di Afrika Selatan, Pantai Gading, Kongo, Nigeria, dan Uganda,” jelas Syahril di Jakarta, Rabu (28/8).</p>
<p>“Di sana (Mpox) ada terus, tetapi tidak sporadis. Kemudian, WHO menyatakan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) untuk Mpox pada 23 Juli 2022. Indonesia pun ada satu kasus konfirmasi waktu itu, lalu tahun 2023 berlanjut dan 11 Mei dicabut status kedaruratannya oleh WHO.”</p>
<p>Pada 14 Agustus 2024, WHO kembali menyatakan Mpox sebagai PHEIC menyusul peningkatan kasus di Afrika Tengah dan Afrika Barat, terutama di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. Selanjutnya, kasus Mpox juga dilaporkan negara-negara lain di luar Afrika.</p>
<p>Menilik sejarah kemunculan Mpox yang jauh sebelum pandemi COVID-19, Syahril menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak ada kaitannya dengan efek samping vaksin COVID-19.</p>
<p>“Jadi, penyakit Mpox ini tidak dapat dikatakan karena efek samping dari vaksin COVID-19. Itu tidak ada hubungannya,” tegasnya.</p>
<p>Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Mpox (MPXV), spesies dari genus Orthopoxvirus. Ada dua clade virus MPXV, yaitu Clade I (dengan subclade Ia dan Ib) dan Clade II (dengan subclade IIa dan IIb). Clade Ia dan Ib memiliki manifestasi klinis yang lebih berat bila dibandingkan dengan Clade II.</p>
<p>Pada periode 2022–2023, wabah Mpox global disebabkan oleh strain Clade IIb. Saat ini, peningkatan kasus di Republik Demokratik Kongo dan negara-negara lain disebabkan oleh Clade Ia dan Ib.</p>
<p>Risiko Tertular Mpox</p>
<p>Mohammad Syahril mengingatkan, penularan virus Mpox antar-manusia dapat terjadi melalui kontak langsung. Berdasarkan laporan kasus konfirmasi Mpox global, sebagian besar dialami oleh LSL atau Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki.</p>
<p>Kendati demikian, kasus konfirmasi Mpox juga dapat dialami kelompok masyarakat di luar LSL. Bahkan, anak-anak dapat terpapar Mpox jika mereka memiliki kontak erat dengan seseorang yang terinfeksi virus Mpox.</p>
<p>“Mpox ini penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung. Kontak langsung dapat berupa berjabat tangan, bergandengan, termasuk kontak seksual. Dalam laporan kasus Mpox di negara-negara di dunia, memang banyak terjadi pada laki-laki, hampir 96 persen laki-laki dan 60 persennya LSL,” terang Juru Bicara Syahril.</p>
<p>“Tetapi, ada juga yang kena di luar kelompok tersebut sehingga orang lain ikut tertular. Mpox bisa menyerang seluruh orang, termasuk anak-anak kalau dia tinggal bersama orangtua atau asisten rumah tangganya yang positif virus Mpox. Tertular virusnya bisa dari sprei, sarung bantal, handuk dan sebagainya.”</p>
<p>Merujuk informasi “Frequently Asked Questions (FAQ) Mpox” yang diterbitkan Kemenkes RI pada 2024, penularan virus Mpox dapat secara tidak langsung pada benda yang terkontaminasi. Kontak langsung dapat melalui cairan tubuh seperti cairan, nanah atau darah dari lesi kulit atau lesi/ruam atau kulit orang yang terinfeksi.</p>
<p>Kelompok yang paling berisiko terkena Mpox adalah orang yang serumah atau memiliki riwayat kontak, termasuk kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Orang yang melakukan kontak seksual dengan banyak pasangan dan berganti–ganti berisiko tinggi tertular Mpox.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/FAB26D18-2860-4A53-B6D0-6251CB987269.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penyakit MPOX Bukan karena Efek Vaksin COVID-19</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-mpox-bukan-karena-efek-vaksin-covid-19</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Sep 2024 21:14:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penyakit-mpox-bukan-karena-efek-vaksin-covid-19</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 September 2024</p>
<p>Narasi dengan klaim yang menyebutkan bahwa penyakit Mpox karena efek samping vaksin COVID-19 beredar di media sosial. Bahkan, narasi itu juga mengklaim bahwa terjadinya Mpox lantaran efek hancur sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh vaksin COVID-19.</p>
<p>Menanggapi narasi tersebut, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan, Mpox dan COVID-19 merupakan dua penyakit yang berbeda. Mpox telah muncul jauh sebelum kemunculan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan vaksin COVID-19.</p>
<p>Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Mpox pada manusia pertama kali dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada 1970. “Mpox dan COVID-19 ini dua penyakit yang berbeda. Sebelum COVID-19 ada, Mpox sudah ada. Mpox dilaporkan ada sejak tahun 1970 dan endemis di Afrika barat dan tengah seperti di Afrika Selatan, Pantai Gading, Kongo, Nigeria, dan Uganda,” jelas Syahril di Jakarta, Rabu (28/8).</p>
<p>“Di sana (Mpox) ada terus, tetapi tidak sporadis. Kemudian, WHO menyatakan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) untuk Mpox pada 23 Juli 2022. Indonesia pun ada satu kasus konfirmasi waktu itu, lalu tahun 2023 berlanjut dan 11 Mei dicabut status kedaruratannya oleh WHO.”</p>
<p>Pada 14 Agustus 2024, WHO kembali menyatakan Mpox sebagai PHEIC menyusul peningkatan kasus di Afrika Tengah dan Afrika Barat, terutama di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. Selanjutnya, kasus Mpox juga dilaporkan negara-negara lain di luar Afrika.</p>
<p>Menilik sejarah kemunculan Mpox yang jauh sebelum pandemi COVID-19, Syahril menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak ada kaitannya dengan efek samping vaksin COVID-19.</p>
<p>“Jadi, penyakit Mpox ini tidak dapat dikatakan karena efek samping dari vaksin COVID-19. Itu tidak ada hubungannya,” tegasnya.</p>
<p>Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Mpox (MPXV), spesies dari genus Orthopoxvirus. Ada dua clade virus MPXV, yaitu Clade I (dengan subclade Ia dan Ib) dan Clade II (dengan subclade IIa dan IIb). Clade Ia dan Ib memiliki manifestasi klinis yang lebih berat bila dibandingkan dengan Clade II.</p>
<p>Pada periode 2022–2023, wabah Mpox global disebabkan oleh strain Clade IIb. Saat ini, peningkatan kasus di Republik Demokratik Kongo dan negara-negara lain disebabkan oleh Clade Ia dan Ib.</p>
<p>Risiko Tertular Mpox</p>
<p>Mohammad Syahril mengingatkan, penularan virus Mpox antar-manusia dapat terjadi melalui kontak langsung. Berdasarkan laporan kasus konfirmasi Mpox global, sebagian besar dialami oleh LSL atau Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki.</p>
<p>Kendati demikian, kasus konfirmasi Mpox juga dapat dialami kelompok masyarakat di luar LSL. Bahkan, anak-anak dapat terpapar Mpox jika mereka memiliki kontak erat dengan seseorang yang terinfeksi virus Mpox.</p>
<p>“Mpox ini penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung. Kontak langsung dapat berupa berjabat tangan, bergandengan, termasuk kontak seksual. Dalam laporan kasus Mpox di negara-negara di dunia, memang banyak terjadi pada laki-laki, hampir 96 persen laki-laki dan 60 persennya LSL,” terang Juru Bicara Syahril.</p>
<p>“Tetapi, ada juga yang kena di luar kelompok tersebut sehingga orang lain ikut tertular. Mpox bisa menyerang seluruh orang, termasuk anak-anak kalau dia tinggal bersama orangtua atau asisten rumah tangganya yang positif virus Mpox. Tertular virusnya bisa dari sprei, sarung bantal, handuk dan sebagainya.”</p>
<p>Merujuk informasi “Frequently Asked Questions (FAQ) Mpox” yang diterbitkan Kemenkes RI pada 2024, penularan virus Mpox dapat secara tidak langsung pada benda yang terkontaminasi. Kontak langsung dapat melalui cairan tubuh seperti cairan, nanah atau darah dari lesi kulit atau lesi/ruam atau kulit orang yang terinfeksi.</p>
<p>Kelompok yang paling berisiko terkena Mpox adalah orang yang serumah atau memiliki riwayat kontak, termasuk kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Orang yang melakukan kontak seksual dengan banyak pasangan dan berganti–ganti berisiko tinggi tertular Mpox.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/IMG_1896.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Super Canggih! Gedung KIA RS Prof Ngoerah Mampu Tangani Bayi Prematur Dibawah 1 Kg</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/super-canggih-gedung-kia-rs-prof-ngoerah-mampu-tangani-bayi-prematur-dibawah-1-kg</link>				
         <pubDate>Mon, 02 Sep 2024 20:48:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/super-canggih-gedung-kia-rs-prof-ngoerah-mampu-tangani-bayi-prematur-dibawah-1-kg</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Denpasar, 2 September 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Rumah Sakit (RS) Prof. Ngoerah Bali pada Senin (2/9). Gedung KIA ini merupakan gedung kelima yang diresmikan oleh Presiden Jokowi.</p>
<p>Presiden Jokowi, didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, tiba di lokasi pukul 14.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Setibanya di lokasi, Presiden langsung masuk gedung baru untuk meninjau poliklinik anak, ruang bersalin, dan ruang operasi krisan (OK).</p>
<p>Setelah meninjau ruangan, Presiden mengaku sangat kagum dengan desain bangunan dan interior ruangan yang selayaknya hotel bintang lima. </p>
<p>“Saya masuk tadi ke gedung baru RS Prof Ngoerah ini seperti masuk hotel bintang lima, ruang tunggu sangat bagus, furniture ditata sangat bagus sekali,” ucap Presiden. </p>
<p>Presiden menambahkan, setiap ruangan juga telah dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang canggih dan modern. Ia optimistis berbagai peralatan yang tersedia dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Bali, bahkan di seluruh Indonesia. </p>
<p>“Ini akan mengurangi kematian ibu dan anak di Provinsi Bali dan pada umumnya di negara kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi. </p>
<p>Kepala Negara juga menyampaikan, pembangunan gedung dengan kapasitas 326 tempat tidur ini telah menelan anggaran sebesar Rp 233 miliar. Presiden menilai, besarnya anggaran bukanlah masalah utama, asalkan digunakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Tapi tidak apa-apa, asal masyarakat khususnya ibu dan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya,” tutur Presiden Jokowi. </p>
<p>Menkes Budi menyampaikan latar belakang pembangunan gedung pelayanan kesehatan ibu dan anak tersebut. Menurutnya, pembangunan gedung setinggi lima lantai dengan satu lantai rubanah (basement) ini didorong oleh tingginya angka kematian bayi di Indonesia, yaitu sekitar 78 ribu kematian setiap tahunnya. </p>
<p>“Setiap tahunnya sebanyak 78 ribu bayi meninggal dari 4,6 juta yang lahir. Indonesia termasuk yang paling tinggi, itu di atas 15/1.000, negara-negara maju bisa 2/1.000,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan, penyebab utama tingginya angka kematian bayi di Indonesia karena prematur, yakni bayi yang lahir saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu dan memiliki berat badan di bawah bayi normal yang berkisar 2,5-4 kilogram (kg).</p>
<p>“Paling banyak meninggal di Indonesia karena prematur. Persoalan menikah terlampau cepat, ada masalah didalam kandungannya, maka dibawah 37 minggu lahirnya,”terangnya. </p>
<p>Menkes Budi mengungkapkan, saat ini pemerintah telah membagi fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan kemampuannya dalam menangani kelahiran prematur. </p>
<p>Pelayanan di tingkat puskesmas untuk membantu persalinan bayi dengan berat badan di bawah 2.000 gram. Sementara itu, RSUD di 514 kabupaten/kota siap membantu kelahiran bayi dengan berat badan di bawah 1.800 gram atau usia kehamilan >34 minggu.</p>
<p>Selanjutnya, rumah sakit provinsi memiliki kompetensi untuk menangani persalinan bayi dengan berat badan hingga 1.000 gram atau usia kehamilan lebih dari 28 minggu. Sementara itu, rumah sakit vertikal memiliki kemampuan untuk menangani persalinan dan perawatan bayi dengan berat badan di bawah 1.000 gram atau usia kehamilan di bawah 28 minggu.</p>
<p>“Itu sebabnya dibangun gedung pelayanan ibu dan anak untuk menangani kelahiran dibawah 1 kg, karena (jumlahnya) masih banyak dan mengurangi kematian,” kata Menkes. </p>
<p>Direktur Utama RS Prof. Ngoerah, I Wayan Sudana, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan serta dukungan yang diberikan kepada RS Prof. Ngoerah dalam pembangunan gedung baru tersebut. </p>
<p>“Saya sangat bahagia dan terima kasih kami ucapkan untuk Presiden dan Menteri Kesehatan untuk gedung yang sangat luar biasa ini,” ucapnya. </p>
<p>Ia berharap, gedung baru yang telah dilengkapi dengan alkes super canggih ini akan meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya pada ibu dan anak. Dengan demikian, tujuan dari pembangunan gedung baru ini yakni menurunkan angka kematian ibu dan bayi, khususnya di wilayah Bali dan sekitarnya, tercapai.  </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/09/6f6ecf85-16ce-4a4d-ae8b-22ba2206926d-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Resmikan Gedung Layanan Respirasi Ibu dan Anak RSUP Persahabatan, Presiden : Tak Perlu Lagi Keluar Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-gedung-layanan-respirasi-ibu-dan-anak-rsup-persahabatan-presiden-tak-perlu-lagi-keluar-negeri</link>				
         <pubDate>Fri, 30 Aug 2024 23:04:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-gedung-layanan-respirasi-ibu-dan-anak-rsup-persahabatan-presiden-tak-perlu-lagi-keluar-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Agustus 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Layanan Respirasi Ibu dan Anak RSUP Persahabatan, Jakarta pada Jumat (30/8). </p>
<p>Peresmian gedung setinggi 8 dan 6 lantai ini ditandai dengan pemencetan tombol sirine oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK, Muhadjir Efendi, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menkeu Sri Mulyani, PJ Gubernur Jakarta Heri Budi Hartanto serta Presiden IsDB Sulaiman Aljazair. </p>
<p>Presiden mengaku terkagum-kagum dengan gedung baru RSUP Persahabatan. Menurutnya, bangunan dan tata ruang rumah sakit sangat bagus setara hotel bintang lima.</p>
<p>“Saya tadi masuk ke Rumah Sakit Persahabatan yang baru, apa komentarnya?Semuanya menyampaikan seperti masuk hotel bintang 5. Bangunannya bagus, sangat bersih, arsiteknya bagus, lampunya terang benderang,” ucap Presiden. </p>
<p>Dari sisi fasilitas, Presiden menyampaikan bahwa secara keseluruhan sudah sangat lengkap. Ia berharap dengan fasilitas yang ada, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. </p>
<p>“Saya kira banyak daerah yang akan merujuk kesini karena memang peralatan dan dokternya sangat mendukung kesembuhan ibu dan anak. Dan tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, Singapur, Malaysia dan Jepang, melihat gedungnya seperti ini cukup ke RS Persahataan,” ucap Presiden. </p>
<p>Presiden menambahkan, pembangunan gedung baru tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 494 miliar. Namun, Preside menyebut pemerintah tidak keberatan menggeluarkan anggaran besar, asal digunakan untuk kepentingan masyarakat. </p>
<p>“Tapi tidak masalah kalau memang layanan ini bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat utamanya pelayanan respirasi ibu dan anak,” tutur Presiden. </p>
<p>Menkes Budi mengatakan, proyek gedung baru ini merupakan gedung keempat yang diresmikan oleh Presiden dalam minggu ini. Sebelumnya, Presiden telah meresmikan gedung layanan ibu dan anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RS Kanker Dharmais Jakarta. </p>
<p>“Ini adalah rumah sakit yang keempat yang diresmikan oleh Bapak Presiden dalam minggu ini. Rumah sakit ini kita bangun pasca COVID-19, kalau yang Ini khusus untuk respirasi, yakni penyakit pernapasan dan paru-paru,” kata Menkes.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan gedung layanan baru ini memiliki kapasitas lebih dari 200 tempat tidur serta dilengkapi dengan alat yang canggih serta SDM yang berkompeten. Ia pun meyakini gedung baru tersebut akan meningkatkan kualitas layanan RSUP Persahabatan sebagai pusat respirasi nasional. </p>
<p>“Semua ada disini, jadi tidak perlu berobat ke luar negeri. Disini aja,” tutur Wamenkes. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/1b679847-95c0-4067-9634-93dceeff5e0f.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Resmikan Gedung Baru RS Dharmais, Jokowi : Serasa di Hotel Bintang Lima</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-gedung-baru-rs-dharmais-jokowi-serasa-di-hotel-bintang-lima</link>				
         <pubDate>Fri, 30 Aug 2024 18:35:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/resmikan-gedung-baru-rs-dharmais-jokowi-serasa-di-hotel-bintang-lima</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Agustus 2024</p>
<p>Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK Muhadjir Effendi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan gedung Pelayanan Kanker Ibu dan Anak RS Kanker Dharmais, Jakarta. Gedung baru ini dihadirkan dengan desain modern dan dilengkapi peralatan super canggih untuk membantu proses penyembuhan pasien.</p>
<p>Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Ibu dan Anak RS Kanker Dharmais merupakan bagian dari program peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia. Program ini mencakup digitalisasi sistem rumah sakit, pembentukan pusat registrasi kanker nasional, modernisasi infrastruktur dan peralatan kesehatan, percepatan program pendidikan terkait kanker, pengembangan pusat keunggulan, serta penerapan pelayanan berbasis penelitian dalam bidang Cancer Precision Medicine.</p>
<p>Gedung dengan luas 37.918 m² ini mengusung konsep Smart and Green Hospital. Gedung ini dilengkapi dengan alat canggih seperti Tomotherapy technology radiation therapy, virtual bronchoscopic navigation, intraoperative radiotherapy, surgical microscope, dan hyperthermia pump. Selain itu, tersedia juga layanan rawat jalan berupa poliklinik Center of Excellence cervix, breast, smoke-related, dan pediatric. </p>
<p>Gedung ini terdiri dari 18 lantai dan 3 basement serta dilengkapi dengan 100 tempat tidur rawat inap, 25 tempat tidur ruang isolasi, 4 ruang operasi, 1 ruang operasi hybrid, serta 23 ruang rawat intensif meliputi Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Post Anesthesia Care Unit (PACU), dan High Care Unit (HCU).</p>
<p>&#8220;Tadi saya masuk ke gedung baru Rumah Sakit Dharmais serasa masuk ke hotel bintang 5. Bangunannya rapi, desainnya bagus,&#8221; ucap Presiden Jokowi, Jumat (30/8).</p>
<p>Gedung ini dibangun sejak 2022 dengan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IsDB) melalui proyek Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal.</p>
<p>Anggaran yang dihabiskan juga tidak kecil. Jokowi merinci anggaran untuk gedung sebesar Rp427 miliar, peralatan rumah sakit mencapai Rp.313 miliar, dan SDM Rp37 miliar.</p>
<p>Pendanaan ini bertujuan menyediakan layanan terbaik untuk mencapai standar internasional dan mendukung tujuan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8220;Pemerintah berinvestasi mengeluarkan anggaran tidak ada masalah asalkan anggaran itu betul-betul tepat sasaran, bisa menyelesaikan persoalan-persoalan pelayanan kesehatan terutama kanker bagi ibu dan anak-anak,&#8221; ucap Jokowi.</p>
<p>Tidak hanya RS Kanker Dharmais, Jokowi juga mengapresiasi pembangunan rumah sakit lain yang pembiayaannya dibantu IsDB, seperti RS Sardjito Yogyakarta dan RS Hasan Sadikin Bandung, yang desainnya mirip hotel bintang 5.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan RS Kanker Dharmais merupakan rumah sakit ketiga dari 12 rumah sakit yang dibangun oleh Kemenkes sejak awal 2022.</p>
<p>Ada 6 RS yang pembiayaannya dibantu IsDB, yakni RS Dharmais, RS Persahabatan Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat, RS Sardjito Yogyakarta, RS Profesor Ngoerah di Bali, dan RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.</p>
<p>&#8220;Antara gedung ini dan gedung sebelah ada jalanan yang kurang tertata dan banyak pedangan. Jalanan akan kita upgrade dan menempatkan pedagang di tempat yang lebih bagus. Jadi, pedagang kita jadikan bagian dari komunitas rumah sakit,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Presiden Islamic Development Bank Muhammed Al Jasser mengatakan, peresmian RS Kanker Dharmais merupakan kebanggaan bagi semua orang yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan. </p>
<p>&#8220;Dengan peresmian Gedung Pelayanan Kanker Ibu dan Anak, kami memastikan bahwa ibu dan anak Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan kelas dunia. Kami telah menambahkan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit, terutama didedikasikan untuk meningkatkan perawatan anak-anak,&#8221; tutur Jasser.</p>
<p>Proyek ini lebih dari sekadar infrastruktur, meningkatkan efisiensi, aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas-fasilitas kesehatan yang diresmikan akan berperan penting meningkatkan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53957157107_89755833f4_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Urologi Indonesia Sukses Lakukan Tindakan Operasi Telerobotik Pertama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/urologi-indonesia-sukses-lakukan-tindakan-operasi-telerobotik-pertama</link>				
         <pubDate>Fri, 30 Aug 2024 18:18:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/urologi-indonesia-sukses-lakukan-tindakan-operasi-telerobotik-pertama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Agustus 2024</p>
<p>Urologi Indonesia menorehkan sejarah baru dengan sukses melakukan tindakan operasi telerobotika pertama di Tanah Air. Operasi telerobotika ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi canggih dalam pelayanan kesehatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas pencapaian ini. &#8220;Tolong disebarkan bahwa Indonesia juga maju teknologinya. Kita bisa melaksanakan telerobotic surgery yang bisa memajukan teknologi kesehatan Indonesia,&#8221; ucap Menkes Budi dalam konferensi pers di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta (30/8).</p>
<p>Menkes Budi meyakini kemampuan dokter di Indonesia tidak perlu diragukan. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk mendukung ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan. Dengan demikian, Menkes Budi berharap agar semakin banyak Warga Negara Asing yang memilih melakukan tindakan pengobatan ke RSCM.</p>
<p>&#8220;Aku kasih target gitu. RSCM jangan merasa bangga kalau yang datang orang Indonesia. Tapi banggalah kalau ada pasien orang Malaysia dan Singapura bergantian datang ke Indonesia, karena pelayanan kita murah, cepat, dan berkualitas,&#8221; kata Menkes Budi menegaskan.</p>
<p>Pada Jumat (30/8) hari ini, para dokter ahli di bidang urologi berhasil melakukan live telerobotic surgery (operasi telerobotika) dari RS I.G.N.G Ngoerah Bali kepada pasien yang berada di RSCM Jakarta, atau dengan jarak mencapai 1.200 kilometer.</p>
<p>Momentum ini menandai langkah besar dalam kemajuan teknologi kesehatan di Indonesia, yang termasuk dalam 6 pilar transformasi kesehatan dengan mendorong kemajuan teknologi dan Sumber Daya Manusia Indonesia. Operasi telerobotika diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam bidang bedah.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan komitmen RSCM, kami selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk pasien sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup mereka. Salah satu bentuk konkretnya adalah menghadirkan teknologi terkini yang dapat mempercepat kesembuhan pasien seperti prosedur telerobotic surgery ini. Kami sangat berharap teknologi ini bisa segera diaplikasikan untuk pemerataan tingkat kesehatan di seluruh Indonesia,&#8221; ujar Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto Sp. B, FINACS, M.Kes.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RS I. G. N. G Ngoerah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung upaya pengadaan teknologi kesehatan, termasuk telerobotic surgery ini.</p>
<p>&#8220;Kami turut merasa bangga karena dapat menjadi bagian dari telerobotic surgery pertama yang dilakukan secara mandiri di Indonesia. Kami juga siap untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan, terutama untuk bisang urologi di Indonesia bagian timur. Ke depannya, kami akan selalu beradaptasi dengan teknologi terkini,&#8221; kata Wayan.</p>
<p>Ketua Kongres UAA 2024 Prof. dr. Ponco Birowo, SpU(K-Andro), Ph.D menjelaskan bahwa sebelumnya teknologi robotika telah digunakan dalam dua operasi di RSCM Kencana. Namun, hari ini dilakukan operasi jarak jauh pertama, di mana operator berada di RS I.G.N.G Ngoerah sedangkan pasien berada di RSCM.</p>
<p>Ia menambahkan, sebelum melakukan tindakan operasi telerobotika pada pasien, para ahli urologi telah melakukan simulasi menggunakan alat peraga/manekin untuk memastikan keamanan pasien.</p>
<p>&#8220;Tentunya pada persiapan yang telah kami lakukan, kami juga menyiapkan antisipasi untuk kejadian yang tidak diinginkan, termasuk bila harus terjadi konversi tindakan dari telerobotic menjadi laparoskopi. Kami tentu akan berfokus pada keselamatan pasien,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Operasi telerobotika adalah metode bedah jarak jauh yang memanfaatkan teknologi robotik dan jaringan nirkabel. Metode ini memungkinkan dokter bedah untuk melakukan tindakan operasi terhadap pasien secara jarak jauh dan real-time, termasuk untuk kasus urologi, bedah pencernaan (digestif), dan lainnya.</p>
<p>Dengan demikian, teknologi ini dapat mengatasi berbagai kendala, khususnya kendala geografis, sehingga layanan kesehatan nantinya dapat diberikan secara merata ke daerah-daerah terpencil yang sulit diakses.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240830-WA0022.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Gedung Baru RS Hasan Sadikin Naikkan Standar Layanan Kesehatan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/gedung-baru-rs-hasan-sadikin-naikkan-standar-layanan-kesehatan-indonesia</link>				
         <pubDate>Fri, 30 Aug 2024 08:20:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/gedung-baru-rs-hasan-sadikin-naikkan-standar-layanan-kesehatan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 29 Agustus 2024</p>
<p>Pemerintan berkomitmen dalam meningkatkan standar layanan kesehatan khususnya bagi Ibu dan Anak setara internasional.</p>
<p>Komitmen ini diwujudkan salah satunya melalui peresmian gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung oleh Presiden RI Joko Widodo, yang didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin pada Kamis (29/8).</p>
<p>Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan yakin akan keselamatan serta kesehatan ibu dan anak mereka, berkat fasilitas dan pelayanan yang disediakan.</p>
<p>&#8220;Tata ruangnya sangat bagus, furniturnya sangat bagus, dan yang paling penting, seluruh peralatan rumah sakitnya digital dan modern,&#8221; ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya.</p>
<p>Gedung baru ini akan dijadikan standar kualitas bagi rumah sakit lainnya, termasuk dalam hal manajemennya, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.</p>
<p>&#8220;Jadi, yang ingin bayi tabung atau jika anaknya sakit, tidak perlu kita bawa ke Singapura atau Malaysia. Cukup bawa ke RS Hasan Sadikin,&#8221; tambah Presiden Jokowi.</p>
<p>Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kualitas rumah sakit agar tidak ada lagi keluhan mengenai lingkungan yang gelap dan kotor. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memperbanyak tanaman hijau di area rumah sakit.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menyatakan bahwa lahan hijau terbuka di RSHS akan ditingkatkan dari 20% menjadi 32%, dengan tetap mempertahankan jumlah tempat tidur yang memadai.</p>
<p>&#8220;Jumlah tempat tidurnya masih akan naik dari 892 menjadi sekitar 1.200-an, yang berarti ada tambahan sekitar 490 kamar dengan 8 lantai,&#8221; jelas Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merevitalisasi RSHS dalam waktu 5 tahun, meskipun awalnya direncanakan untuk selesai dalam 17 tahun.</p>
<p>&#8220;Yuk, kita selesaikan dalam 5 tahun, sehingga Bandung dan Jawa Barat memiliki rumah sakit yang hebat, sambil tetap mempertahankan bangunan heritage yang ada,&#8221; ungkap Menkes Budi.</p>
<p>Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSHS ini dilengkapi dengan berbagai alat canggih penunjang pelayanan, seperti Flow Cytometer, Fetoscopy Set, Laser Ablation, Microplate Multimode Reader, dan Microscope Micromanipulator for Intracytoplasmic Sperm Injection.</p>
<p>Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi menambahkan bahwa RSHS memiliki layanan kesehatan ibu dan anak unggulan, seperti bayi tabung, ICU NICU PICU yang sangat lengkap, dan banyak lagi.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki satu layanan unggulan yang disebut Fetal Therapy, di mana kami dapat melakukan operasi dalam kandungan, bahkan menjahit di dalam kandungan,&#8221; kata Rachim.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53956283534_fa1679d8af_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Konferensi HMA 2024 Dihelat di Bali, Prof. Dante: Kesempatan Berbagi Solusi Masalah Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/konferensi-hma-2024-dihelat-di-bali-prof-dante-kesempatan-berbagi-solusi-masalah-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 29 Aug 2024 15:50:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/konferensi-hma-2024-dihelat-di-bali-prof-dante-kesempatan-berbagi-solusi-masalah-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 28 Agustus 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante, menghadiri Konferensi Hospital Management Asia (HMA) 2024 yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada Rabu (28/8). Konferensi ini merupakan momen penting untuk berbagi pengalaman terbaik dalam mengatasi berbagai tantangan kesehatan di Asia.</p>
<p>&#8220;Konferensi ini adalah kesempatan yang sangat hebat untuk kita explore ide baru dan memperkuat hubungan kolaborasi kita, membagikan ilmu dan praktik yang bisa mengatasi masalah kesehatan di Indonesia,&#8221; Prof. Dante.</p>
<p>Saat ini di Indonesia, banyak masyarakat lebih memilih berobat ke luar negeri. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang melakukan transformasi layanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam negeri.</p>
<p>Kemenkes memiliki sejumlah fokus utama dalam transformasi layanan kesehatan di Indonesia, yakni pertama, Konferensi HMA akan membahas perbaikan fasilitas kesehatan; kedua, peningkatan kualitas rumah sakit agar mengurangi waktu tunggu dan mengembangkan SDM kesehatan.</p>
<p>Ketiga, transparansi dan merevisi remunerasi agar SDM kesehatan dapat dihargai. Keempat, kualitas klinis yang fokus pada praktik dokter sesuai dengan regulasi dan panduan (guideline) agar pelayanan selalu mementingkan pasien.</p>
<p>Kelima, digitalisasi layanan kesehatan menggunakan platform SatuSehat. Tujuannya, mempermudah tenaga kesehatan mempermudah SDM kesehatan dalam memberikan pelayanan yang tepat dan akurat.</p>
<p>&#8220;Saya berharap melalui konferensi ini kita dapat memastikan bahwa layanan kesehatan kita siap dengan tantangan-tantangan yang akan ada dan juga tidak melupakan esensi dari hospitality,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Portofolio Director Clarion Event Adrian Sng mengatakan, konferensi ini dihadiri oleh banyak profesional kesehatan dan para pembuat keputusan yang berkomitmen untuk mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kita akan melakukan banyak diskusi dengan pemimpin di bidang kesehatan dan berkomitmen untuk melakukan transformasi kesehatan yang dibutuhkan,&#8221; ucap Adrian.</p>
<p>Menurutnya, bidang kesehatan menghadapi berbagai tantangan, salah satunya biaya kesehatan meningkat, kurangnya dokter spesialis, dan meningkatnya populasi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kita akan mendengarkan materi dari pemimpin-pemimpin yang sudah melakukan banyak transformasi, kita akan mendiskusikan masalah adaptasi, solusi digital, demikian juga budaya-budaya yang diperlukan untuk mendukung perubahan yang bermakna,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg. Iing Ichsan Hanafi menyampaikan, sebesar 44% rumah sakit swasta di Indonesia merupakan anggota ARSSI. ARSSI berkomitmen untuk terus memajukan kualitas layanan kesehatan, mengembangkan teknologi kesehatan, serta meningkatkan kompetensi anggota dan tenaga kesehatan dalam menyediakan pelayanan yang optimal kepada masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kita harapkan Konferensi HMA ini akan menjadi platform yang baik bagi pelaku industri kesehatan di Asia untuk bertukar ide dan pengalaman, dan membangun strategi untuk peningkatan layanan kesehatan di Indonesia dan Asia,&#8221; tutur drg. Iing.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53954315415_b204333d26_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof. Dante Pantau Kesiapan Skrining Mpox di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-pantau-kesiapan-skrining-mpox-di-bandara-i-gusti-ngurah-rai-bali</link>				
         <pubDate>Wed, 28 Aug 2024 23:03:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-pantau-kesiapan-skrining-mpox-di-bandara-i-gusti-ngurah-rai-bali</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 28 Agustus 2024</p>
<p>Jelang penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) pada 1-3 September 2024, Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono bersama Balai Besar Kesehatan melakukan pengecekan kesiapan skrining monkeypox (Mpox) di kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (28/8).</p>
<p>&#8220;Hari ini saya datang ke Bandara Ngurah Rai untuk mengecek kesiapan skrining kesehatan untuk Mpox karena akan diselenggarakan Indonesia-Africa Forum,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Skrining Mpox ini sangat penting untuk memastikan semua kegiatan di Bali bisa berjalan dengan baik dan tidak tersebar wabah Mpox. Prof. Dante juga telah menetapkan skenario penanganan, mulai dari penatalaksanaan skrining hingga rujukan ke rumah sakit bagi penumpang yang terkonfirmasi Mpox.</p>
<p>&#8220;Kita bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan menentukan skenario skrining, mulai dari penempatan alat skrining, ruang PCR, kuesioner hingga proses rujuk ke rumah sakit,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Alur skrining Mpox dilakukan mulai dari jalur kedatangan internasional. Semua penumpang akan melewati thermal scanner terlebih dahulu. Jika terdeteksi suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius maka akan dilakukan pemeriksaan ulang menggunakan thermal gun.</p>
<p>Apabila suhu tubuh tetap tinggi, penumpang akan diarahkan ke ruang pemeriksaan untuk dilakukan pengambilan sampel usap (swab). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif Mpox, penumpang segera dirujuk ke rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Dengan skenario yang kita terapkan dan kita coba simulasikan pada hari ini, kita sudah menentukan tempat di mana akan dilakukan pemeriksaan swab, di mana akan dilakukan pemasangan thermal scanner, di mana akan dilakukan skrining dengan menggunakan kuesioner, sehingga nanti semua bisa teridentifikasi dengan tepat dan tidak mengganggu penumpang yang lainnya,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>&#8220;Begitu juga jalur evakuasi, apabila terjadi kasus positif akan langsung kami evakuasi ke rumah sakit setempat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain kesiapan skrining Mpox, Kemenkes melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan juga memasang informasi sosialisasi mengenai kewaspadaan dan pencegahan Mpox pada layar digital di jalur kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53954132453_d62385a28d_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Baru RS Sardjito Akan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-baru-rs-sardjito-akan-turunkan-angka-kematian-ibu-dan-anak</link>				
         <pubDate>Wed, 28 Aug 2024 16:26:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/layanan-baru-rs-sardjito-akan-turunkan-angka-kematian-ibu-dan-anak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Yogyakarta, 28 Agustus 2024</p>
<p>RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mulai membuka Gedung Kesehatan Ibu dan Anak yang baru pada Rabu (28/8), setelah diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.</p>
<p>Pembangunan gedung ini merupakan upaya nyata dari pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI/AKB) yang masih tinggi di Indonesia.</p>
<p>“Kita harapkan dengan layanan ini pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak akan semakin baik sehingga kematian ibu dan anak bisa kita kurangi, kita minimalisir sekecil mungkin,” ucap Presiden Jokowi.</p>
<p>Presiden sangat mengapresiasi pembangunan layanan baru tersebut yang semua peralatan yang disediakan sangat modern.</p>
<p>Ia berharap, rumah sakit ini akan menjadi contoh bagi manajemen rumah sakit lainnya yang akan diresmikan nantinya sehingga memiliki standar seperti RS Sardjito.</p>
<p>Gedung baru ini dirancang khusus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Mengenai sarana dan prasarana, gedung baru ini dilengkapi dengan fasilitas modern dan teknologi terkini.</p>
<p>Alat-alat tersebut membantu peningkatan akses dan kualitas layanan bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak.</p>
<p>Selain itu, gedung ini juga memfasilitasi deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan ibu dan anak secara lebih efektif.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, sejak 2022, pemerintah telah membangun 12 rumah sakit dengan 10 rumah sakit atau sebagian besar di antaranya direncanakan dapat selesai dalam dua tahun terakhir.</p>
<p>“Dari 10 itu, akan diresmikan 4 rumah sakit minggu ini oleh Presiden. 4 rumah sakit selanjutnya di minggu depan dan dua rumah sakit sisanya agak belakangan,” jelas Menkes Budi.</p>
<p>Dari 10 rumah sakit itu, layanan baru di RS Sardjito ini menjadi yang pertama diresmikan.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur RS Sardjito dr. Eniarti juga mengatakan, dengan berdirinya gedung baru ini, kapasitas tempat tidur untuk ibu dan anak meningkat dari 150 menjadi sekitar 270 tempat tidur.</p>
<p>“Salah satu unggulan gedung ini juga adanya layanan fertilitas untuk bayi tabung, yang menurut Pak Menkes bisa ditingkatkan lagi layanannya,” kata Dirut RS Sardjito.</p>
<p>Gedung ini diharapkan dapat mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama ibu dan anak.</p>
<p>“Gedung ini juga dapat memberikan fasilitas yang aman dan nyaman, juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk gedung kesehatan ibu dan anak ini bukan hanya bisa dirasakan oleh masyarakat DIY, tetapi juga untuk wilayah-wilayah lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelas Direktur dr. Eniarti.</p>
<p>Dia berharap gedung ini dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak, termasuk bagi mereka yang menggunakan BPJS Kesehatan.</p>
<p>“Untuk apa keluar negeri kalau di Sardjito sudah ada,” kata Direktur dr. Eniarti menegaskan.</p>
<p>Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Sardjito diharapkan menjadi model pusat kesehatan yang bisa ditiru oleh rumah sakit lain di Indonesia.</p>
<p>“Kita harapkan dengan pembangunan rumah sakit ini pelayanan kesehatan ibu dan anak akan semakin baik, sehingga kematian ibu dan anak bisa kita kurangi,” tutup Presiden Jokowi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240828-WA0068.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Antisipasi Mpox, Pendatang dari Luar Negeri Wajib Isi SATUSEHAT Health Pass</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-mpox-pendatang-dari-luar-negeri-wajib-isi-satusehat-health-pass</link>				
         <pubDate>Wed, 28 Aug 2024 11:25:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/antisipasi-mpox-pendatang-dari-luar-negeri-wajib-isi-satusehat-health-pass</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Agustus 2024</p>
<p>Pemerintah memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk negara, khususnya di bandara, bagi para pendatang dari luar negeri. Hal ini untuk mencegah masuknya varian baru Mpox ke Indonesia.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI M. Syahril menjelaskan, skrining ketat dilakukan dengan mewajibkan setiap pelaku perjalanan internasional baik WNI maupun WNA yang masuk ke Indonesia mengisi formulir swadeklarasi elektronik bernama SATUSEHAT Health Pass. </p>
<p>“Skrining ketat dilakukan menyusul ditemukannya varian Clade Ib di luar kawasan Afrika. Virus Mpox Clade Ib terindikasi memiliki derajat keparahan yang lebih tinggi, penularan lebih cepat, termasuk menular ke populasi anak-anak,” katanya. </p>
<p>M. Syahril menyampaikan, Kemenkes telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait penerapan SATUSEHAT Health Pass bagi pelaku perjalanan luar negeri dengan mengirimkan surat pada 26 Agustus 2024. </p>
<p>Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menindaklanjutinya dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor:SE 5 DJPU Tahun 2024 tentang Penggunaan SATUSEHAT Health Pass Pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri, pada Selasa (27/8/2024).</p>
<p><a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/SE-5-DJPU-Tahun-2024-tentang-Penggunaan-SATUSEHAT-Health-Pass-pada-pelaku-perjalanan-LN.pdf">SE 5 DJPU Tahun 2024 tentang Penggunaan SATUSEHAT Health Pass pada pelaku perjalanan LN</a></p>
<p>Dalam surat edaran itu, Kemenhub meminta Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing yang melayani penerbangan ke luar negeri agar melakukan empat upaya untuk mencegah penularan Mpox di Indonesia. </p>
<p>Salah satunya, menyosialisasikan dan menginformasikan kepada setiap pelaku perjalanan yang akan terbang ke Indonesia untuk mengisi SATUSEHAT Health Pass sebelum keberangkatan. </p>
<p>“Para penumpang harus mengisi SATUSEHAT Health Pass, sebelum atau saat check-in di keberangkatan. Hal ini untuk mencegah penumpukan penumpang di pintu masuk negara,“ terangnya. </p>
<p>Pengisian formulir swadeklarasi elektronik SATUSEHAT Health Pass dapat dilakukan secara online melalui laman https://sshp.kemkes.go.id, sehingga pelaku perjalanan tidak perlu mengunduh aplikasi baru. </p>
<p>Penumpang hanya perlu mengisi form yang tersedia. Setelah form diisi, akan muncul barcode yang berisi riwayat kesehatan dan perjalanan penumpang. Barcode tersebut akan dipindai oleh petugas di pintu kedatangan bandara. Setelah barcode dipindai, selanjutnya silakan disimpan. </p>
<p>M. Syahril menambahkan, apabila dalam waktu 21 hari setelah bepergian ke luar negeri, atau berasal dari negara atau daerah endemik dan terkena dampak, penumpang mengalami sakit maka harus segera mencari perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan menunjukkan barcode SATUSEHAT Health Pass kepada petugas kesehatan.</p>
<p>“Pengisian form elektronik ini merupakan bagian dari early warning system kami dalam mendeteksi Mpox. Untuk itu, bila dalam 21 hari sejak kedatangan ke Indonesia mengalami sakit, atau merasakan panas dan gejala Mpox lainnya maka kami mengimbau untuk segera ke rumah sakit dan menunjukkan barcode-nya,” jelas M. Syahril. </p>
<p>Adapun, langkah Mengisi SATUSEHAT Health Pass Bagi Pelaku Perjalanan Internasional, yaitu:<br />
Akses https://sshp.kemkes.go.id dari peramban dan klik tombol mulai<br />
Pilih penggunaan bahasa yang diinginkan<br />
Lengkapi seluruh isian yang ada<br />
Setelah melengkapi form, muncul kode QR dan silakan disimpan atau jangan tutup halaman sampai berhasil dipindai oleh petugas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG_1756-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Vaksinasi MPOX Direkomendasikan untuk LSL dan Perilaku Multisex Partner </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/vaksinasi-mpox-direkomendasikan-untuk-lsl-dan-perilaku-multisex-partner</link>				
         <pubDate>Wed, 28 Aug 2024 09:12:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/vaksinasi-mpox-direkomendasikan-untuk-lsl-dan-perilaku-multisex-partner</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Agustus 2024</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemberian vaksin Mpox di Indonesia hanya ditujukan untuk kelompok berisiko tinggi sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) soal pemberian vaksin cacar dan Mpox.</p>
<p>Menurut Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Prima Yosephine, M.K.M, kelompok berisiko tinggi tersebut antara lain: LSL (Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki) atau pasangan seks multiple dan individu yang kontak dengan penderita Mpox dalam dua minggu terakhir.</p>
<p>“Kelompok berisiko lainnya termasuk petugas laboratorium yang melakukan pemeriksaan spesimen virologi, terutama di daerah yang ada kasus Mpox, dan petugas kesehatan yang melakukan penanganan pada kasus Mpox,” ujar Prima di Jakarta, Rabu (28/8).</p>
<p>Sementara itu, kelompok anak-anak tidak termasuk dalam kelompok sasaran vaksinasi Mpox di Indonesia. “Sampai saat ini, anak-anak tidak termasuk dalam sasaran yang akan diberikan vaksin Mpox. Namun, petugas kesehatan yang melakukan penanganan kasus Mpox akan diberikan (vaksin) untuk memberi perlindungan dari tertularnya infeksi virus Mpox,” terang Prima.</p>
<p>Pemberian vaksin dan vaksinasi Mpox di Indonesia bersifat pencegahan. Artinya, vaksinasi bertujuan mencegah munculnya gejala atau meminimalkan keparahan penyakit.</p>
<p>“Salah satu kriteria penerima vaksin Mpox adalah individu yang pernah kontak dengan penderita Mpox (vaksinasi post exposure),” lanjut Prima.</p>
<p>“Namun, orang yang pernah kontak ini belum tentu terinfeksi. Jadi, imunisasi Mpox masih bersifat pencegahan. Sedangkan, bagi pasien yang sudah terinfeksi akan diberikan pengobatan yang sesuai.”</p>
<p>Berdasarkan “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox (Monkeypox)” yang diterbitkan Kemenkes RI pada 2023, pemberian vaksinasi Mpox dalam situasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) masih bersifat komplemen terhadap pencegahan dan pengendalian utama seperti surveilans, pelacakan kontak, isolasi dan perawatan pasien.</p>
<p>Saat ini, pemberian vaksinasi Mpox secara massal tidak direkomendasikan.</p>
<p>Lebih lanjut, Prima mengatakan, jenis vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah golongan Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN). MVA-BN merupakan vaksin turunan smallpox generasi ke-3 yang bersifat non-replicating. Vaksin ini sudah mendapat rekomendasi WHO untuk digunakan saat wabah Mpox.</p>
<p>Vaksin Mpox memberikan perlindungan pada tingkat tertentu terhadap infeksi dan penyakit berat. Setelah divaksinasi, kewaspadaan tetap diperlukan karena pembentukan kekebalan memerlukan waktu beberapa minggu.</p>
<p>Bagi seseorang yang tertular Mpox setelah vaksinasi, WHO menekankan, vaksin tetap melindungi terhadap penyakit berat dan kebutuhan akan rawat inap. Hasil dari penelitian efektivitas vaksin mengindikasikan bahwa vaksinasi memberikan tingkat perlindungan yang baik terhadap Mpox.</p>
<p>Akses Vaksin Mpox</p>
<p>Untuk mengatasi wabah Mpox, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus berupaya menyediakan vaksin MVA-BN. Namun, ketersediaan vaksin saat ini masih terbatas. Karena itu, prioritas pemberian vaksin diberikan kepada daerah-daerah yang telah melaporkan adanya kasus Mpox.</p>
<p>“Vaksin Mpox saat ini terbatas dan digunakan pada sasaran prioritas di daerah yang dilaporkan adanya kasus. Lalu, khusus di Bali, karena akan dilaksanakan pertemuan internasional (Indonesia Africa Forum pada 1-3 September 2024) di mana ada beberapa peserta dari daerah terjangkit sehingga diperlukan adanya upaya mitigasi risiko untuk mencegah penularan Mpox,” jelas Prima Yosephine.</p>
<p>Berdasarkan laporan “Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-33 Tahun 2024 periode 11-17 Agustus 2024,” jumlah kasus konfirmasi Mpox di Indonesia sepanjang 2022-2024 sebanyak 88 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).</p>
<p>Prima kembali mengingatkan kepada masyarakat mengenai cara penularan Mpox.</p>
<p>“Penyakit Mpox dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan seseorang yang menderita penyakit Mpox. Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi dan diprioritaskan bagi orang yang berisiko. Vaksin yang tersedia saat ini memang generasi ke-2 dan ke-3 dari vaksin smallpox,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-28-at-09.04.25.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Intervensi Pencegahan Penyakit, Kemenkes Luncurkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-intervensi-pencegahan-penyakit-kemenkes-luncurkan-laboratorium-kesehatan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Tue, 27 Aug 2024 19:28:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-intervensi-pencegahan-penyakit-kemenkes-luncurkan-laboratorium-kesehatan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meluncurkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Jakarta pada Senin (26/8).</p>
<p>Sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer, Kemenkes berkomitmen untuk menata ulang Labkesmas sebagai upaya kesehatan masyarakat berbasis laboratorium yang komprehensif. Penataan ini mencakup deteksi dini, surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan, serta respons terhadap kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.</p>
<p>“Kita harus membangun fasilitas-fasilitas kesehatan untuk bisa melakukan deteksi dini, baik surveilans untuk penyakit menular, maupun skrining untuk penyakit tidak menular,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya.</p>
<p>Oleh karena itu, Menkes Budi menuturkan, fasilitas kesehatan yang mumpuni dibutuhkan untuk mendeteksi dini potensi penyakit dan berbagai faktor risiko, termasuk lingkungan, makanan, serta vektor penyebar penyakit.</p>
<p>Penataan Labkesmas ini juga untuk mendukung transformasi sistem ketahanan kesehatan nasional, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan.</p>
<p>Dengan 81 parameter pemeriksaan, Labkesmas mencakup enam kelompok utama yang meliputi berbagai aspek kesehatan, seperti beban penyakit terbanyak dan skrining 14 penyakit, penyakit menular/potensi wabah, faktor risiko kesehatan lingkungan, faktor risiko vektor dan binatang pembawa penyakit, NAPZA/biomonitoring/toksikologi, serta pemantauan resistensi obat.</p>
<p>Labkesmas ditata dengan sistem jejaring 5 tingkat, mulai dari posyandu dan puskesmas di tingkat pertama hingga tingkat nasional di tingkat kelima. Sistem ini memungkinkan deteksi dini yang lebih efektif, mulai dari penggunaan point of care testing (POCT) atau rapid test di posyandu hingga teknologi lebih canggih seperti kapasitas genome sequencing di tingkat provinsi.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, digitalisasi data menjadi salah satu kunci keberhasilan Labkesmas. Seluruh data akan terintegrasi ke dalam platform SATUSEHAT, sehingga semua orang dapat mengaksesnya.</p>
<p>&#8220;Dengan otoritas tertentu, peneliti-peneliti di seluruh perguruan tinggi bisa mengaksesnya, yang berbasis di Indonesia. Ini bisa menjadikan salah satu database terbesar untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Nunung Nuryartono juga menegaskan pentingnya menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, terutama untuk upaya pencegahan, surveilans berbasis laboratorium, dan deteksi dini.</p>
<p>“Sistem laboratorium yang kuat tidak hanya memperbaiki pelayanan kesehatan di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan pada upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ucap Nunung.</p>
<p>Dengan memperkuat Labkesmas, Indonesia akan semakin dekat untuk mewujudkan visi menjadi negara yang sehat, produktif, dan berdaya saing, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53948228811_6940ec9efa_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Deteksi Resistensi Antimikroba</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-deteksi-resistensi-antimikroba</link>				
         <pubDate>Tue, 27 Aug 2024 18:42:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-deteksi-resistensi-antimikroba</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Agustus 2024</p>
<p>Kehadiran Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba (Stranas AMR) Sektor Kesehatan 2025-2029 di Indonesia diharapkan semakin meningkatkan deteksi resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR). Hal ini sejalan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni memperkuat pengawasan dan pemantauan resistensi antimikroba sangat penting dilakukan.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS menyampaikan, Stranas AMR berupa paket inti yang terdiri atas 3 landasan, 4 pilar, 14 intervensi, 41 tindakan prioritas, dan 103 kegiatan.</p>
<p>“Semuanya itu bermuara pada output (tujuan), yaitu menurunkan dan memperlambat munculnya AMR serta menurunkan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) akibat infeksi AMR di Indonesia,” ujar Azhar di Jakarta, Jumat (23/8).</p>
<p>Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai dengan Stranas AMR. Pertama, adanya sistem pemantauan yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk mendeteksi dan melaporkan kejadian resistensi antimikroba di rumah sakit dan komunitas.</p>
<p>“Kedua, penggunaan antibiotik yang lebih rasional di rumah sakit dan masyarakat. Dengan penurunan angka resep antibiotik yang tidak tepat dan edukasi penggunaan obat, khususnya antibiotik di masyarakat,” kata Azhar.</p>
<p>“Ketiga, pengurangan kasus resistensi antimikroba melalui penerapan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Keempat, meningkatnya pemahaman pasien dan masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang sesuai.”</p>
<p>Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Sektor Kesehatan 2025-2029 bukan berisi pengaturan sebagaimana regulasi yang ada saat ini, yakni Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2015, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2021.</p>
<p>Namun, strategi nasional ini adalah rencana atau pendekatan komprehensif pengendalian AMR bidang kesehatan manusia yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan kementerian/lembaga lain.</p>
<p>“Sehingga, mengarahkan berbagai tindakan untuk mengatasi isu global AMR secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu pada tingkat nasional yang akan dilakukan tahun 2025-2029. Pelibatan kementerian/lembaga lain terkait dalam penyusunan Stranas AMR tidak bisa dilepaskan karena saling terkait dalam pengendalian AMR sektor manusia,” pungkas Azhar Jaya.</p>
<p>Pendekatan One Health hingga Edukasi</p>
<p>Menurut Dirjen Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya, Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Sektor Kesehatan 2025-2029 disusun berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berjudul &#8220;People-centred approach to addressing antimicrobial resistance in human health&#8221;, atau pendekatan berbasis masyarakat untuk mengatasi resistensi antimikroba pada manusia, yang diterbitkan pada 2023.</p>
<p>“Stranas ini dimodifikasi, yaitu dengan penambahan sistem evaluasi eksternal sebagai landasan dalam pengendalian resistensi antimikroba. Tingkat implementasi pendekatan People-centred approach mulai dari tingkat masyarakat, tingkat layanan primer, dan tingkat layanan rujukan dengan menyediakan intervensi berbasis bukti,” terangnya.</p>
<p>Azhar mengungkapkan poin-poin utama dalam Stranas Pengendalian Resistensi Antimikroba Sektor Kesehatan 2025-2029, sebagai berikut:<br />
a. Pendekatan One Health: Meski untuk sektor kesehatan manusia, Stranas AMR menekankan pendekatan lintas sektor, yang mencakup kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mengatasi resistensi antimikroba secara holistik.<br />
b. Penguatan Kapasitas Laboratorium: Fokus pada peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan di seluruh Indonesia untuk mendeteksi dan memantau resistensi antimikroba lebih efektif.<br />
c. Penggunaan Antibiotik yang Bijak: Promosi penggunaan antibiotik yang bijak di semua sektor, termasuk pengendalian penggunaan antibiotik pada hewan ternak dan perikanan.<br />
d. Peningkatan Edukasi dan Kesadaran Publik: Sosialisasi kepada masyarakat yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya resistensi antimikroba.<br />
e. Keterlibatan Aktif Pemangku Kepentingan terkait: Meningkatkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, baik sektor swasta, akademisi maupun masyarakat dalam pengendalian AMR.</p>
<p>Butuh Komitmen Kuat<br />
Di sisi lain, regulasi pengendalian resistensi antimikroba di Indonesia dinilai sudah cukup baik dan komprehensif, khususnya kebijakan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2021tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik.</p>
<p>“Akan tetapi, dibutuhkan pembinaan dan pengawasan pada tataran implementasi yang dimulai dari sosialisasi kebijakan/peraturan dimaksud. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah, pemerintah daerah dan pimpinan rumah sakit dalam melakukan penerapan pengendalian AMR di tingkat pusat, daerah, dan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba,” jelas Azhar Jaya.</p>
<p>“Tahapan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap implementasi PPRA telah masuk dalam kegiatan Stranas AMR 2025 &#8211; 2029.”</p>
<p>Berdasarkan laporan “Global antimicrobial resistance and use surveillance system (‎GLASS)” tahun 2022 yang diterbitkan WHO, diperkirakan terdapat 4,95 juta kematian terkait dengan resistensi antibiotik bakteri, mencakup 1,27 juta kematian yang disebabkan oleh AMR bakteri pada 2019.</p>
<p>Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau penyalahgunaan antibiotik adalah penyebab utama AMR. Tingkat kejadian resistensi antimikroba yang lebih tinggi pun telah tercatat di beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah dibanding negara-negara berpenghasilan tinggi.</p>
<p>Selain kematian, World Bank memperkirakan, AMR dapat mengakibatkan tambahan biaya layanan kesehatan sebesar 1 triliun dolar AS pada 2050 dan kerugian produk domestik bruto (PDB) sebesar 1 triliun dolar AS hingga 3,4 triliun dolar AS per tahun pada 2030.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53931483822_fc1553a17d_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Awas! Beredar Nomor Palsu Mengatasnamakan Irjen Kemenkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/awas-beredar-nomor-palsu-mengatasnamakan-irjen-kemenkes</link>				
         <pubDate>Mon, 26 Aug 2024 21:50:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/awas-beredar-nomor-palsu-mengatasnamakan-irjen-kemenkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Agustus 2024</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. M. Syahril mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat Kemenkes, terlebih dengan embel-embel meminjam uang dengan nominal tertentu.</p>
<p>Hal ini menyusul sejumlah laporan yang diterima oleh Kemenkes mengenai nomor WhatsApp palsu yang mencatut nama dan foto Inspektur Jenderal Murti Utami. WhatsApp dengan nomor 085692780714 telah digunakan untuk mencoba melakukan penipuan dengan meminta pinjaman sebesar Rp25 juta.</p>
<p>dr. Syahril menegaskan bahwa nomor tersebut palsu dan tidak tersebut merupakan tindakan penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah memercayai setiap pesan maupun panggilan dari nomor tersebut.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran setiap informasi yang diterima, bila ada pesan atau panggilan dari pejabat kami dan meminta sejumlah uang sebaiknya diabaikan, karena dipastikan itu palsu,” kata dr. Syahril saat ditemui di Jakarta, Senin (26/8).</p>
<p>Lebih lanjut, dr. M. Syahril menambahkan, jika menerima pesan ataupun panggilan dari nomor yang tersebut, masyarakat sebaiknya mengabaikan dan segera memblokirnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Modus penipuan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Masyarakat diimbau untuk memastikan informasi kesehatan yang diterima berasal dari sumber terpercaya. Jika menemukan aktivitas atau informasi mencurigakan yang mengatasnamakan Kemenkes, masyarakat jangan ragu untuk melaporkannya ke Halo Kemkes di 1-500567.</p>
<p>“Kami imbau, jangan melakukan transfer apapun tanpa konfirmasi dari Halo Kemkes,” ucap dr. M. Syahril.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG_1727.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Kasus Baru MPOX di Dunia, Dua Diantaranya Clade Ib</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-kasus-baru-mpox-di-dunia-dua-diantaranya-clade-ib</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Aug 2024 20:12:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tiga-kasus-baru-mpox-di-dunia-dua-diantaranya-clade-ib</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Agustus 2023</p>
<p>Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) pada 14 Agustus 2024, tercatat ada tiga kasus baru yang ditemukan di luar Afrika.</p>
<p>Ketiga kasus tersebut ditemukan di Swedia pada 15 Agustus, Filipina pada 19 Agustus, dan Thailand pada 22 Agustus. Kasus baru di Swedia dan Thailand ini memiliki riwayat perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, dengan varian clade Ib. Sementara itu, kasus baru di Filipina merupakan transmisi lokal dan tidak ada riwayat perjalanan, dengan varian clade IIb</p>
<p>&#8220;Yang di Swedia dan Filipina sudah menjalani perawatan dan kondisinya membaik. Sementara yang di Thailand karena kasusnya baru, saat ini baru mulai pengobatan,&#8221; jelas Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. M Syahril di Jakarta, Jumat (23/8).</p>
<p>Tercatat pada periode akhir Juni hingga 17 Agustus 2024, terdapat25.337 kasus Mpox di dunia, dengan 34 kematian. Selain kontak seksual, penularan antara anggota keluarga (household transmission) diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya kasus pada anak-anak di Republik Demokratik Kongo.</p>
<p>Sementara itu, Indonesia pertama kali melaporkan kasus Mpox pada 20 Agustus 2022, dengan satu kasus konfirmasi. Pada 2023, Indonesia kembali melaporkan kasus Mpox, yakni sebanyak 73 kasus konfirmasi, dan pada 2024 sebanyak 14 kasus. Total kasus di Indonesia hingga saat ini adalah 88 kasus.</p>
<p>&#8220;Semua kasus di Indonesia adalah varian Clade II, dan sejak terakhir dilaporkan masih belum ada penambahan kasus hingga saat ini,” kata dr. Syahril melanjutkan.</p>
<p>Menyikapi perkembangan kasus saat ini, dr. Syahril menjelaskan, negara-negara G20 dan ASEAN secara umum menerapkan skrining gejala pada pelaku perjalanan, yang dilanjutkan dengan tes PCR dan isolasi mandiri jika hasil tes positif.</p>
<p>dr. Syahril juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan Mpox dan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.</p>
<p>&#8220;Tentunya dengan membatasi kontak fisik/seksual pada penderita/suspek mpox, menghindari gonta-ganti pasangan seks, cuci tangan rutin,&#8221; kata dr. Syahril.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot_20240824_203105_Samsung-Notes.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tak Perlu Jauh-Jauh, RSUD Margono Soekarjo Kini Punya Linac untuk Penanganan Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tak-perlu-jauh-jauh-rsud-margono-soekarjo-kini-punya-linac-untuk-penanganan-kanker</link>				
         <pubDate>Fri, 23 Aug 2024 11:48:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tak-perlu-jauh-jauh-rsud-margono-soekarjo-kini-punya-linac-untuk-penanganan-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Purwokerto, 23 Agustus 2024</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">RSUD Margono Soekarjo Purwokerto kini telah memiliki layanan radioterapi Linear Accelerator (Linac) untuk penanganan penyakit kanker. Peresmian operasional layanan ini dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (23/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hari ini, saya kunjungan ke RSUD Margono untuk melihat operasi Linac disini. Bersih sekali ruangannya, senang sekali dokternya banyak,” kata Menkes Budi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes Budi yakin bahwa peresmian layanan penanganan kanker berteknologi tinggi ini akan menjadi lompatan signifikan bagi RSUD Margono menjadi rumah sakit dengan tipe paling tinggi . </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bagus banget (layanannya) dan mereka bersemangat menjadi RS rujukan paling tinggi, bukan hanya kelas A,” imbuh Menkes. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Utama RSUD Margono Harsini mengatakan, selama lebih dari 3 tahun terakhir, jumlah kunjungan pasien kanker baik rawat jalan maupun rawat inap di RSUD Margono terus meningkat. Pada 2020, jumlah pasien rawat jalan mencapai 6.330 orang, dan pada 2023 meningkat menjadi 8.182 orang. Sementara itu, pasien rawat inap pada tahun 2020 sebanyak 4.658 orang, dan meningkat menjadi 7.477 orang pada tahun 2023.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes melanjutkan, keberadaan alat radioterapi berteknologi tinggi ini akan memudahkan akses masyarakat Purwokerto dan sekitarnya terhadap layanan perawatan kanker yang lebih berkualitas, sekaligus mengurai antrean pasien yang sebelumnya bisa menunggu lama. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Senada dengan Harsini, dokter spesialis radioterapi, dr. Arundito Widikusumo, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali beroperasi pada 12 Agustus 2024 hingga saat ini, layanan radioterapi Linac telah melayani sekitar 10 pasien. Mayoritas pasien berasal dari luar Purwokerto, bahkan ada yang berasal dari Jawa Barat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Rata-rata justru berasal dari luar Purwokerto, sebagian besar di atas 50 persen, kita ada sampai Jawa Barat itu sampai Ciamis, Banjar Patroman, Pangandaran, kemudian ke sini ada Cilacap, Brebes, Tegal, Purbalingga, Banjarnegara, bahkan Wonosobo juga banyak yang ke sini,” ucapnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut dr. Arundito, sebelum ada Linac, RSUD Margono menyediakan layanan radioterapi menggunakan Cobalt-60. Namun, dengan jumlah kunjungan pasien kanker yang terus meningkat, belum semua pasien mampu dilayani. Akibatnya, terjadi antrean pasien yang cukup panjang, bahkan hingga berbulan-bulan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sebelum ada Linac, layanan radioterapi kita sudah penuh sampai Februari tahun depan,” imbuhnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun, sejak diimplementasikan 10 hari lalu, alat canggih ini telah berhasil memangkas waktu tunggu pasien.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Walaupun baru 10 pasien tapi trennya mulai ada pengurangan. Ke depannya kita dapat  melakukan penyinaran dengan menambah kuota dan alat, sehingga otomatis antrian untuk pasien radioterapi berkurang dari sebelumnya,” tuturnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia mengaku bangga atas kesuksesan layanan radioterapi di RSUD Margono. dr. Arundito berharap kehadiran Linac akan semakin mendekatkan layanan kesehatan kanker bagi masyarakat Purwokerto dan sekitarnya, sehingga pasien tidak perlu lagi berobat ke kota-kota besar seperti Semarang atau Jakarta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dimas Kartiko Wibowo, salah satu pasien poli paru RSUD Margono, menyatakan telah merasakan manfaat dari layanan radioterapi Linac. Keberadaan Linac, lanjutnya, telah membantunya menjalani terapi penyinaran dengan lebih mudah. Ia berharap fasilitas di rumah sakit akan terus ditingkatkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya merasa sangat puas. Dari awal saya melakukan pemeriksaan, fasilitasnya sudah memadai, sudah lengkap lah, jadi sudah tidak perlu ke luar kota lagi karena memang sudah lengkap, karena RSUD Margono sudah menjadi rumah sakit kelas A dan jumlah pasiennya semakin banyak, kedepan fasilitasnya semoga bisa diperluas,” harapnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
</span>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG_1714.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sambut HUT RI ke-79, RS Wahidin Sudirohusodo Makassar Gelar Operasi Implan Koklea Bantuan dari Presiden RI dan Kementerian Kesehatan kepada Anak Usia 3 Tahun dari Gorontalo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sambut-hut-ri-ke-79-rs-wahidin-sudirohusodo-makassar-gelar-operasi-implan-koklea-bantuan-dari-presiden-ri-dan-kementerian-kesehatan-kepada-anak-usia-3-tahun-dari-gorontalo</link>				
         <pubDate>Wed, 21 Aug 2024 17:27:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sambut-hut-ri-ke-79-rs-wahidin-sudirohusodo-makassar-gelar-operasi-implan-koklea-bantuan-dari-presiden-ri-dan-kementerian-kesehatan-kepada-anak-usia-3-tahun-dari-gorontalo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makassar, 12 Agustus 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">ARN (3 tahun), anak dari pasangan warga asal Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menjalani operasi pemasangan implan koklea, yang merupakan bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Operasi yang berlangsung sekitar 4 jam ini dilaksanakan di ruang bedah sentral RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Operasi ini bertujuan memperbaiki fungsi pendengaran ARN dengan menggantikan fungsi koklea yang rusak. Koklea berfungsi mengubah gelombang suara menjadi impuls listrik yang dapat dipahami oleh otak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">ARN mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Kondisi serupa juga dialami oleh kakak ARN yang kini berusia 5 tahun dan belum dapat berbicara dengan lancar seperti anak seusianya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seorang anak dapat terindikasi mengalami gangguan pendengaran ketika sebagian telinganya tidak berfungsi dengan baik. Seringkali, alat bantu dengar dapat mengompensasi hilangnya pendengaran dengan membuat suara lebih keras dan lebih mudah didengar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun, pada kasus gangguan pendengaran yang parah, mengeraskan suara mungkin tidak akan cukup sehingga membutuhkan implan koklea. Implan koklea adalah perawatan standar untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran berat hingga sangat berat. Perangkat luar biasa ini membuat suara lebih jelas dan lebih mudah dipahami dengan memintas (</span><i><span style="font-weight: 400;">bypass</span></i><span style="font-weight: 400;">) bagian koklea yang rusak dan mengirimkan suara langsung ke saraf pendengaran anak</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Persiapan operasi telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya, meliputi pemeriksaan pendengaran, CT scan, MRI, pemasangan alat bantu dengar, serta pemeriksaan fisik dan laboratorium secara lengkap. Alat CT scan dan MRI di RS Wahidin Sudirohusodo merupakan perangkat mutakhir yang telah digunakan untuk mengevaluasi dan mendiagnosis berbagai kasus rujukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo juga dilengkapi dengan fasilitas bedah yang lengkap, termasuk 11 kamar bedah sentral, 4 kamar bedah emergensi, dan 3 kamar bedah jantung. Fasilitas bedah ini siap kapan saja untuk menangani kasus-kasus yang membutuhkan tindakan operasi. Dalam waktu dekat, instalasi Mother and Child segera beroperasi dan diharapkan dapat menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak terpadu di kawasan timur Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah menjalani operasi, ARN akan mengikuti proses rehabilitasi pendengaran bersama terapis wicara dan orang tuanya. Operasi implan koklea tidak serta-merta membuat anak mampu berbicara, sehingga dibutuhkan latihan dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar agar ARN dapat berkomunikasi dengan baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diharapkan, bantuan Presiden Jokowi dan Kemenkes ini dapat bermanfaat bagi ARN dalam meraih masa depan yang lebih cemerlang. Selain itu, diharapkan seluruh rakyat Indonesia dapat merdeka untuk mendengar, terbebas dari salah satu hendaya tak kasat mata (</span><i><span style="font-weight: 400;">invisible disability</span></i><span style="font-weight: 400;">), yaitu gangguan pendengaran/ketulian. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/hearing-issues-collage-design-2.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SSGI Sebagai Acuan Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ssgi-sebagai-acuan-percepatan-penurunan-prevalensi-stunting</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Aug 2024 19:21:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ssgi-sebagai-acuan-percepatan-penurunan-prevalensi-stunting</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) melaksanakan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2024. Tujuan survei ini adalah mendapatkan gambaran akurat mengenai status gizi balita, meliputi stunting, wasting, underweight, dan obesitas. Selain itu, SSGI bertujuan mengukur capaian target antara percepatan penurunan prevalensi stunting.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, kegiatan SSGI 2024 yang akan dilaksanakan untuk mendapatkan data yang akurat dan valid sebagai acuan pengambilan kebijakan pada masa mendatang.</p>
<p>“Kualitas pengambilan data ini secara akurat. Kenapa ini penting karena data yang akurat, yang teliti dan kita lakukan bekerja dengan hati dan semangat, akan menghasilkan kerangka yang konkret dan data yang valid untuk pengambilan keputusan kebijakan kita di masa yang datang,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante menambahkan, masalah gizi masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Salah satu masalah gizi yang menjadi prioritas nasional adalah stunting, yaitu gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi secara kronis. Jika tidak ditangani dengan baik, stunting berdampak pada penurunan kognitif dan produktivitas anak di masa depan.</p>
<p>Selain itu, melalui SSGI, akan dikumpulkan data mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi (determinan) status gizi balita, di antaranya pemberian ASI/MPASI, imunisasi, penyakit infeksi, riwayat kehamilan dan persalinan, kesehatan lingkungan, serta status gizi ibu.</p>
<p>“Pelaksanaan program yang kita lakukan sekarang adalah surveinya untuk melihat gambaran di masyarakat pola gizi anak-anak di Indonesia itu seperti apa sih seperti itu nanti kita akan memberikan masukan kepada badan gizi nasional untuk mengambil kebijakan,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Seperti pelaksanaan survei kesehatan sebelumnya, SSGI 2024 dilaksanakan dengan mengutamakan data akurat dengan tingkat validitas yang tinggi. SSGI 2024 melibatkan para pakar kesehatan dari berbagai perguruan tinggi, yaitu dr. Iwan Ariawan, MSPH; Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc., Sp.GK; Prof. Dr. Nur Indrawaty Lipoeto, M.Sc., Ph.D., Sp.GK; Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.D; Firman Witoelar, Ph.D; dan Ahmad Avenzora, SE., MSE. Selain itu, SSGI 2024 melibatkan tim validitas eksternal untuk menjaga mutu data dengan melakukan penilaian tingkat validitas data yang dihasilkan.</p>
<p>Kepala BKPK Liza Munira menyampaikan, SSGI 2024 akan dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan melibatkan lembaga survei swasta yang dikoordinasikan oleh PT Sucofindo. Ini merupakan terobosan baru dalam penyelenggaraan survei kesehatan, dan bertujuan meningkatkan kualitas manajemen dari survei yang akan dilakukan sehingga tujuan data akurat kebijakan tepat akan tercapai.</p>
<p>“Seluruh persiapan survei, mulai dari penyusunan protokol, instrumen, hingga aplikasi serta pengorganisasian lapangan, telah selesai dilakukan. Kini, kita berada di tahap penting berikutnya, yaitu pelatihan dan pengumpulan data yang akan berlangsung mulai akhir Agustus hingga November 2024,” ujar Kepala BKPK Liza Munira.</p>
<p>Lebih lanjut, Liza mengatakan, survei ini memiliki peran strategis dalam menyediakan data status gizi yang akurat dan berkualitas. Data ini akan menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat. Karena itu, keberhasilan pelaksanaan SSGI 2024 sangat tergantung pada dukungan dan kerja sama yang kuat dari seluruh stakeholders, baik di tingkat pusat maupun daerah.</p>
<p>Sebagai bentuk sosialisasi dan koordinasi teknis pelaksanaan SSGI 2024 kepada para stakeholders pusat dan daerah, diselenggarakan kick-off meeting SSGI 2024 di aula Siwabessy gedung Prof. Sujudi Kemenkes yang dilaksanakan pada Selasa (20/8/2024).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53935353258_b88a3d276a_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Kejar Eliminasi Tuberkulosis pada Tahun 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-kejar-eliminasi-tuberkulosis-pada-tahun-2030</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Aug 2024 08:55:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-kejar-eliminasi-tuberkulosis-pada-tahun-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Agustus 2024</p>
<p>Sekitar satu miliar orang diperkirakan meninggal akibat tuberkulosis dalam dua ratus tahun terakhir. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Profesor Dante Saksono Harbuwono, angka tersebut lebih besar daripada seluruh pandemi yang pernah ada.</p>
<p>“Bayangkan satu milyar orang meninggal karena TB. Ini lebih banyak dari seluruh pandemi yang pernah ada di seluruh dunia. Sehingga, saya sering menyebut TB ini sebagai <em>silence pandemic</em>,” ujar Wamenkes Prof. Dante pada Pertemuan Tingkat Tinggi DPR RI untuk Eliminasi TB dan Pembentukan Kaukus TB DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara, DPR RI Jakarta (19/8).</p>
<p>Tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia menjadi latar belakang pembentukan Kaukus Tuberkulosis. Forum ini merupakan pertemuan antara DPR RI dan pemerintah untuk merencanakan strategi, kebijakan, atau program terkait tuberkulosis.</p>
<p>Berdasarkan data Global Tuberculosis Report tahun 2023, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia, setelah India, untuk negara dengan estimasi kasus dan kematian akibat tuberkulosis. Indonesia menyumbang sekitar 10% penderita tuberkulosis di seluruh dunia, dengan angka penderita sekitar 1.060.000 dari 10.600.000 kasus tuberkulosis di seluruh dunia pada 2022.</p>
<p>Untuk menurunkan angka tersebut, Wamenkes Prof. Dante menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam kasus tuberkulosis di Indonesia. Komitmen pemerintah terkait kasus tuberkulosis telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante juga menegaskan, komitmen program penanggulangan tuberkulosis juga tercantum dalam target RPJMN 2025-2029, yang menjadi wadah akuntabilitas upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.</p>
<p>“Dalam tujuan RPJMN tersebut, Kementerian Kesehatan membentuk strategi nasional penanggulangan TB yakni dari upaya promotif, diagnosis, surveilan, dan pengobatan serta pencegahan tuberkulosis,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena, pembentukan Kaukus TB DPR RI merupakan bentuk dukungan DPR RI terhadap upaya eliminasi TB di Indonesia pada 2030 mendatang.</p>
<p>“Acara ini merupakan rangkaian  penting dalam upaya kita mendukung eliminasi  TB di Indonesia pada tahun 2030. Sebuah tujuan ambisius yang membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena.</p>
<p>Kegiatan Kaukus TB ini juga melibatkan Kementerian Dalam Negeri sebagai penyelenggara tenaga administrasi perangkat daerah, baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten. Dengan keterlibatan Kemendagri, diharapkan sosialisasi eliminasi tuberkulosis yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029 mendapatkan dukungan koordinasi dan kontribusi seluruh perangkat daerah.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya kaukus ini diselenggarakan, kita semua dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi lokal, mempercepat eliminasi TB di tingkat nasional, dan memastikan setiap daerah berkontribusi dalam upaya eliminasi TB setanah air,” kata Melki menambahkan.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante berharap Kaukus TB dapat menjadi wadah yang efektif untuk memastikan keberlanjutan komitmen program tuberkulosis sebagaimana tertuang dalam RPJMN dan meningkatkan akuntabilitas dalam upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante juga percaya bahwa Kaukus TB yang diinisiasi oleh Komisi IX DPR RI dapat membantu untuk mensinergikan upaya lintas sektor dalam penanggulangan kasus tuberkulosis.</p>
<p>&#8220;Jadi nanti di tahun 2030, diharapkan tidak ada lagi tuberkulosis di Indonesia,&#8221; tambah Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Pembentukan Kaukus Tuberkulosis oleh Komisi IX DPR RI mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel. Menurut Rahmat Gobel, diperlukan sosialisasi yang cukup besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit tuberkulosis.</p>
<p>“Harus kita gaungkan. Mungkin yang perlu disampaikan adalah untuk membangun kesadaran masyarakat perlu kerja sama dengan media, disosialisasikan dampak dan dari mana sumber penyakit itu sendiri. Ini yang saya kira perlu ada sosialisasi yang disebarkan oleh kawan-kawan semuanya,” kata Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel.</p>
<p>Mengulik sejarah tuberkulosis, Wamenkes Prof. Dante menjelaskan, meskipun bakteri penyebab tuberkulosis baru ditemukan pada 1882 oleh Robert Koch, penyakit ini sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman firaun.</p>
<p>“Tuberkulosis ini merupakan penyakit kuno dan sudah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu ketika zaman firaun,” ujar Wamenkes Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(RR)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53932521552_ed76546dab_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kematian Akibat AMR Diperkirakan Capai 10 Juta Orang pada 2050, Kemenkes dan WHO Launching Strategi Nasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kematian-akibat-amr-diperkirakan-capai-10-juta-orang-pada-2050-kemenkes-dan-who-launching-strategi-nasional</link>				
         <pubDate>Mon, 19 Aug 2024 20:57:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kematian-akibat-amr-diperkirakan-capai-10-juta-orang-pada-2050-kemenkes-dan-who-launching-strategi-nasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Agustus 2024</p>
<p>Sebagai respons untuk pencegahan kematian akibat resistansi antimikroba (AMR), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan World Health Organization (WHO) meluncurkan Strategi Nasional (Stranas) Pengendalian Resistansi Antimikroba periode 2025-2029 di Hotel JW Marriott, Jakarta, pada Senin (19/8). </p>
<p>Sebelumnya, telah dilakukan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus AMR di Indonesia, dengan mengacu pada Permenko PMK Nomor 07 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba periode 2020-2024. </p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, peluncuran Stranas Pengendalian Resistansi Antimikroba merupakan momen penting untuk belajar dari kesalahan masa lalu dan berkomitmen dalam upaya pencegahan resistansi AMR.</p>
<p>Stranas ini memiliki tiga landasan utama, yakni tata kelola efektif, informasi strategis, serta sistem evaluasi eksternal. </p>
<p>“Stranas ini dibangun dengan empat pilar penting, yaitu pencegahan penyakit infeksi, akses terhadap layanan kesehatan esensial, diagnosis tepat waktu dan akurat, serta pengobatan yang tepat dan terjamin kualitasnya,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia berharap peluncuran Stranas Pengendalian Resistansi Antimikroba menjadi harapan untuk menyelamatkan jutaan orang pada masa mendatang.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS mengungkapkan, secara global pada 2019, ada 1,27 juta kematian disebabkan oleh AMR. Angka ini diproyeksikan terus meningkat dan pada 2050 diperkirakan akan menyebabkan 10 juta kematian.</p>
<p>Strategi nasional ini merupakan upaya preventif untuk mengatasi peningkatan kasus kematian akibat AMR yang menjadi ancaman global. </p>
<p>“Kalau ini tidak kita handle dengan baik tentu saja akan menimbulkan permasalahan terutama di negara kita (Indonesia),” ujar Dirjen dr. Azhar.</p>
<p>Stranas Pengendalian Resistansi Antimikroba memuat 14 intervensi utama. Stranas ini akan digunakan sebagai bahan masukan untuk menyusun rencana aksi nasional pengendalian AMR lintas sektor periode 2025–2029.</p>
<p>Plt. Team Lead untuk Sistem Kesehatan WHO Prof. Roderick Salenga, mengatakan peluncuran Stranas Pengendalian Resistansi Antimikroba ini berdasarkan pada pendekatan berorientasi manusia WHO.</p>
<p>“Pendekatan ini akan menjawab langsung hambatan-hambatan yang dihadapi orang-orang saat mengakses layanan kesehatan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati infeksi, termasuk infeksi yang resistan terhadap obat,” ucap Prof. Salenga.</p>
<p>Dengan kata lain, pendekatan ini memprioritaskan akses dan keadilan, yang merupakan nilai-nilai penting dalam transformasi kesehatan. </p>
<p>“Kami berharap kepemimpinan Indonesia terus menginspirasi tidak hanya kesadaran, melainkan juga tindakan,” tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53932386576_4822cccd6b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Sanksi Tegas 39 Pelaku Perundungan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-sanksi-tegas-39-pelaku-perundungan</link>				
         <pubDate>Mon, 19 Aug 2024 08:23:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-sanksi-tegas-39-pelaku-perundungan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Agustus 2024</p>
<p>Praktik perundungan atau bullying dalam pendidikan dokter spesialis masih terus terjadi. Kementerian Kesehatan pun sampai saat ini telah menerima ratusan laporan pengaduan perundungan yang dikirim lewat website perundungan.kemkes.go.id, yang mana 39 diantaranya telah diberikan saksi tegas. </p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. M. Syahril mengatakan, sejak Juli 2023 hingga 9 Agustus 2024, Kementerian Kesehatan telah menerima 356 laporan perundungan dengan rincian 211 laporan terjadi di RS vertikal dan 145 laporan dari luar RS vertikal. </p>
<p>Jenis perundungan yang banyak dilaporkan yakni perundungan non fisik, non verbal, jam kerja yang tidak wajar, pemberian tugas yang tidak ada kaitan dengan pendidikan serta perundungan verbal berupa intimidasi.</p>
<p>dr. M. Syahril mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan terhadap 156 kasus bullying, sebanyak 39 peserta didik (residen) maupun dokter pengajar (konsulen) telah diberikan sanksi tegas.</p>
<p>“Kemenkes akan selalu menindak tegas pelaku bullying. Selain itu, namanya juga akan ditandai di SISDMK sebagai pelaku perundungan,” katanya, saat ditemui di Jakarta, Senin (19/8).</p>
<p>Sementara itu, untuk 145 laporan di luar RSV, telah dikembalikan ke instansinya untuk ditindaklanjuti. </p>
<p>Terkait pemberian sanksi, dr. M. Syahril mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/1512/2023 tentang Pencegahan dan Perundungan Terhadap Peserta Didik Pada Rumah Sakit Pendidikan Di Lingkungan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Dalam instruksi itu, Kemenkes memfasilitasi bagi siapapun yang ingin mengadukan kasus perundungan dokter pada pendidikan kedokteran spesialis bisa melalui whatsapp 081299799777 dan website https://perundungan.kemkes.go.id/.</p>
<p>Aduan itu akan diterima oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dan akan langsung ditelusuri oleh tim Inspektorat. Kemenkes akan menjamin keamanan identitas pelapor.</p>
<p>Setelah terkonfirmasi adanya kasus perundungan, ada 3 jenis sanksi yang diberlakukan bagi pelaku perundungan berdasarkan hasil investigasi tim Inspektorat yang harus ditindaklanjuti oleh pimpinan Rumah Sakit Pendidikan dan juga unit terkait, yakni:</p>
<p>Bagi tenaga pendidik dan pegawai lainnya: a) Sanksi ringan berupa teguran tertulis; b) Sanksi sedang berupa skorsing selama jangka waktu 3 (tiga) bulan; dan c) Sanksi berat berupa penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan, pembebasan dari jabatan, pemberhentian sebagai pegawai rumah sakit, dan/atau pemberhentian untuk mengajar.</p>
<p>Bagi peserta didik: a) Sanksi ringan berupa teguran lisan dan tertulis; b) Sanksi sedang berupa skorsing paling sedikit 3 (tiga) bulan; dan c) Sanksi berat berupa mengembalikan peserta didik kepada penyelenggara pendidikan dan/atau dikeluarkan sebagai peserta didik. </p>
<p>Khusus kepada Pimpinan Rumah Sakit Pendidikan yang terjadi kasus perundungan di rumah sakitnya, dikenakan sanksi: a. Sanksi ringan berupa teguran tertulis; b. Sanksi sedang berupa skorsing selama jangka waktu 3 (tiga) bulan; dan c. Sanksi berat berupa penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan, pembebasan dari jabatan, dan/atau pemberhentian sebagai pegawai rumah sakit. </p>
<p>“Perundungan dengan alasan apapun tidak dibenarkan. Kami berharap praktik buruk ini bisa segera dihentikan. Jadi buat teman-teman peserta didik, segera lapor bila mendapat atau menemukan praktik bullying di kanal yang tersedia. Jangan takut ,” ucap dr. M. Syahril</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
  <br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/3ac96f85-0329-4d60-ae1f-5be2f62119d4.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Penularan MPOX</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penularan-mpox</link>				
         <pubDate>Mon, 19 Aug 2024 02:39:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penularan-mpox</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Agustus 2024</p>
<p>Penularan virus Mpox (MPXV), khususnya yang terjadi dari manusia ke manusia, patut diwaspadai. Cara penularan penyakit ini dapat melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, atau kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi atau droplet.</p>
<p>Penyakit Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa termasuk saat melakukan kontak seksual. Penularan melalui droplet biasanya membutuhkan kontak erat yang lama, sehingga anggota keluarga yang tinggal serumah atau kontak erat dengan kasus berisiko lebih besar untuk tertular.</p>
<p>Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Yudhi Pramono, MARS mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai penularan virus Mpox.</p>
<p>“Kepada masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menerapkan perilaku seksual yang sehat seperti tidak gonta ganti pasangan ataupun perilaku seks sesama jenis,” pesan Yudhi di Jakarta, Sabtu (17/8).</p>
<p>“Jika bergejala Mpox, segera mengunjungi dokter ke fasilitas kesehatan terdekat.”</p>
<p>Berdasarkan laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, gejala Mpox pada kasus konfirmasi yang paling banyak dilaporkan, antara lain lesi, diikuti oleh demam, ruam, dan limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening).</p>
<p>Durasi kesembuhan pasien Mpox bervariasi mulai dari 2-4 minggu. Periode lama sakit paling singkat adalah 14 hari dari timbulnya gejala pertama.</p>
<p>Dari sisi pencegahan dan perawatan pasien Mpox, Kemenkes mengupayakan pemenuhan vaksin dan obat-obatan termasuk antibiotik. Sebagian besar kasus Mpox di Indonesia diberikan terapi suportif dan simtomatis. Kasus tersebut dilakukan perawatan dan isolasi, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.</p>
<p>“Kementerian Kesehatan telah melaksanakan vaksinasi Mpox bagi kelompok risiko tinggi  pada tahun 2023 terhadap 495 sasaran. Dan pada tahun 2024 ini sedang dalam proses penyiapan total 4.450 dosis vaksin, yakni 2.225 sasaran dengan 2 dosis per individu,” terang Yudhi.</p>
<p>Imbauan untuk Pelaku Perjalanan<br />
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Status PHEIC diumumkan pada 14 Agustus 2024 menyusul peningkatan kasus Mpox di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. </p>
<p>Sebelumnya, pada Juli 2022, penyebaran Mpox secara meluas ke berbagai negara mendorong WHO menyatakan penyakit tersebut sebagai PHEIC. Status PHEIC tersebut dinyatakan berakhir pada Mei 2023 setelah terjadi penurunan kasus global secara berkelanjutan.</p>
<p>Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) turut menyatakan Mpox sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat untuk Keamanan Kontinental (Public Health Emergency of Continental Security/PHECS) pada 13 Agustus 2024.</p>
<p>Merespons status darurat kesehatan Mpox, Plh. Dirjen P2P Yudhi Pramono mengimbau masyarakat, terutama para pelaku perjalanan, untuk tetap waspada dan menghindari bepergian ke negara-negara yang terjangkit Mpox.</p>
<p>“Menghindari bepergian ke luar negeri, khususnya ke negara-negara terjangkit serta mengikuti imbauan dari Pemerintah,” ucapnya.</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M menambahkan, tidak ada pembatasan perjalanan dari atau ke negara-negara yang mengalami peningkatan kasus Mpox. Kendati demikian, pelaku perjalanan dari Indonesia harus berhati-hati dan tidak boleh lengah apabila tetap ingin bepergian ke negara terjangkit terutama Afrika.</p>
<p>“Hingga saat ini, tidak ada travel warning ataupun pembatasan perjalanan ke maupun dari Afrika, tetapi pemerintah mengimbau kepada pelaku perjalanan dari Indonesia ke Afrika untuk berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, serta berperilaku seksual yang sehat dan aman,” tambah Farchanny.</p>
<p>Merujuk laporan “Multi-country outbreak of mpox. External Situation Report 35” yang diterbitkan WHO pada 12 Agustus 2024, tercatat sebanyak 99.176 kasus konfirmasi Mpox, termasuk 208 kematian, yang dilaporkan oleh 116 negara anggota WHO sejak 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2024. </p>
<p>Di Wilayah Afrika, Republik Demokratik Kongo menjadi negara dengan jumlah kasus Mpox tertinggi, yakni menyumbang sekitar 96% dari total kasus di benua tersebut. </p>
<p>Selama periode enam bulan terakhir (1 Januari-30 Juni 2024), wilayah Afrika mengonfirmasi lebih banyak kasus Mpox dibandingkan wilayah lain dalam dua bulan berturut-turut. Hal ini dapat dikaitkan dengan meluasnya wabah dan meningkatnya jumlah kasus di wilayah tersebut, terutama di Republik Demokratik Kongo.</p>
<p>Dalam laporan terbaru WHO pada 15 Agustus 2024, Swedia menjadi negara pertama di luar benua Afrika yang mengkonfirmasi Mpox berjenis Clade Ib pada seseorang dengan riwayat perjalanan ke Afrika Tengah. Clade I dianggap lebih parah dan menular dibanding MPXV Clade II. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot_20240819_030231_Microsoft-365-Office.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Siaga Hadapi MPOX</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/siaga-hadapi-mpox%e2%81%b7</link>				
         <pubDate>Sun, 18 Aug 2024 22:47:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/siaga-hadapi-mpox%e2%81%b7</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Agustus 2024</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 14 Agustus 2024 menetapkan Mpox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) menyusul peningkatan kasus Mpox di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. </p>
<p>Penetapan status PHEIC ini merupakan kedua kalinya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.  Sebelumnya, pada Juli 2022, WHO juga menyatakan status darurat serupa akibat penyebaran Mpox yang meluas ke berbagai negara di mana virus tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Status PHEIC tersebut kemudian dicabut pada Mei 2023 seiring dengan penurunan kasus secara signifikan di seluruh dunia.</p>
<p>Sejalan dengan keputusan WHO, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) juga menyatakan status darurat Mpox di Afrika sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat untuk Keamanan Kontinental (Public Health Emergency of Continental Security/PHECS) pada 13 Agustus 2024.</p>
<p>Merespons hal itu, Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Yudhi Pramono, MARS menegaskan bahwa Indonesia akan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman penularan Mpox.</p>
<p>“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan respons terhadap Mpox yang telah ditetapkan kembali sebagai PHEIC oleh WHO,” terang Yudhi di Jakarta, Sabtu (17/8).</p>
<p>Mpox di Indonesia telah dikategorikan sebagai Penyakit Emerging Tertentu Berpotensi Wabah, dan upaya penanggulangannya telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Hk.01.07/Menkes/1977/2022.</p>
<p>“Antisipasi dilakukan dengan meningkatkan pengawasan orang, alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk negara, khususnya yang berasal dari negara terjangkit; meningkatkan surveilans penyakit Mpox di pintu masuk dan wilayah; meningkatkan koordinasi kesiapsiagaan dan respons dengan stakeholder terkait di pintu masuk negara dan di wilayah; serta meningkatkan edukasi dan komunikasi risiko bagi masyarakat di pintu masuk,” jelas Yudhi.</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M menambahkan, peningkatan pengawasan di pintu masuk negara, khususnya yang berasal dari negara-negara terjangkit Mpox dilakukan melalui skrining suhu.</p>
<p>“Ini menggunakan thermal scanner. Untuk kewaspadaan terhadap penyebaran kasus Mpox, juga dilakukan pemantauan secara visual terhadap tanda atau gejala penyakit tersebut pada pelaku perjalanan,” tambahnya.</p>
<p>Berdasarkan laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, surveilans Mpox dilakukan melalui penguatan deteksi kasus aktif di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Mayoritas kasus ditemukan pada pasien dengan orientasi homoseksual (LSL). Setiap penemuan kasus dilakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk pelacakan kontak.</p>
<p>Situasi Indonesia dan Global</p>
<p>Berdasarkan data hingga Agustus 2024, Indonesia telah melaporkan sebanyak 88 kasus konfirmasi Mpox sejak pada 2023-2024. “Ada 73 kasus pada 2023 dan 14 kasus pada 2024,” ungkap Plh. Dirjen P2P Yudhi Pramono.</p>
<p>Data Situasi Penyakit Infeksi Emerging periode 28 Juli-3 Agustus 2024 menyebutkan, pada 2022 Indonesia melaporkan kasus Mpox pertama kali tanggal 20 Agustus 2022, yakni sebanyak satu kasus konfirmasi. Pada 13 Oktober 2023, Indonesia kembali melaporkan kasus konfirmasi. Tidak terdapat penambahan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia pada 28 Juli-3 Agustus 2024.</p>
<p>Kasus Mpox terakhir dilaporkan pada minggu ke-23 tahun 2024. Kasus konfirmasi Mpox di Indonesia tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).</p>
<p>Di tingkat global, sepanjang 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2024, WHO menerima laporan total kumulatif 99.176 kasus konfirmasi Mpox, termasuk 208 kematian, dari 116 negara di Wilayah Regional WHO. Sebanyak 934 kasus baru, dengan 4 kematian, dilaporkan dari 26 negara pada Juni 2024.</p>
<p>Sebagian besar kasus baru pada Juni 2024 dilaporkan dari wilayah Afrika (61%), diikuti wilayah Amerika (19%) dan wilayah Eropa (11%).</p>
<p>Menurut laporan “Multi-country outbreak of mpox. External Situation Report 35” yang diterbitkan WHO pada 12 Agustus 2024, Wilayah Regional Afrika melaporkan peningkatan jumlah kasus Mpox, yakni 567 kasus pada Juni 2024 dibandingkan sebanyak 465 kasus pada Mei 2024. Di Wilayah Afrika, Republik Demokratik Kongo melaporkan sebagian besar kasus konfirmasi Mpox (96%).</p>
<p>Semua sekuens dari kasus wabah Mpox di Afrika Tengah dan Timur berjenis virus Mpox (MPXV) Clade I. Clade I MPXV saat ini dianggap lebih parah dibandingkan Clade II MPXV, yakni memiliki kecenderungan sakit berat dan tingkat kematian lebih tinggi.</p>
<p>Adapun, sekuens MPXV di Indonesia yang tercatat pada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) pada 2023 berjenis Clade IIb. Clade IIb memiliki kecenderungan gejala ringan dan tingkat kematian rendah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240818-WA0010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>88 Kasus Konfirmasi Mpox di Indonesia, Seksual Sesama Jenis Jadi Salah Satu Penyebab</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/88-kasus-konfirmasi-mpox-di-indonesia-seksual-sesama-jenis-jadi-salah-satu-penyebab</link>				
         <pubDate>Sun, 18 Aug 2024 22:05:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/88-kasus-konfirmasi-mpox-di-indonesia-seksual-sesama-jenis-jadi-salah-satu-penyebab</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan data kasus konformasi Monkeypox (Mpox) terbaru di Indonesia. Hingga Sabtu (17/8/2024), terdapat 88 kasus konfirmasi Mpox.</p>
<p>Secara rinci, kasus tersebar di DKI Jakarta sebanyak 59 kasus konfirmasi, Jawa Barat 13 kasus konfirmasi, Banten 9 konfirmasi, Jawa Timur 3 konfirmasi, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 konfirmasi, dan Kepulauan Riau 1 konfirmasi.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 kasus telah dinyatakan sembuh. Jika dilihat tren mingguan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024, periode dengan kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023.</p>
<p>Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr. Yudhi Pramono, MARS mengatakan, dari 88 kasus yang dikonfirmasi, sebanyak 54 kasus memenuhi kriteria untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS) guna mengetahui varian virusnya.</p>
<p>&#8220;Dari 54 kasus ini seluruhnya varian Clade IIB. Clade II ini mayoritas menyebarkan wabah Mpox pada Tahun 2022 hingga saat ini dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual,&#8221; ujar dr. Yudhi pada konferensi pers Perkembangan Kasus Mpox di Indonesia, Minggu (18/8/2024).</p>
<p>Terdapat dua Clade Monkeypox virus, yakni Clade I berasal dari Afrika Tengah (Congo Basin) dengan subclade 1a. Subclade 1a ini memiliki case fatality rate (CFR) lebih tinggi daripada clade lain dan ditularkan melalui beberapa mode transmisi. Sementara itu, subclade 1b ditularkan sebagian besar dari kontak seksual dengan CFR 11%.</p>
<p>Berbeda dengan Clade I, Clade II berasal dari di Afrika Barat dengan subclade IIa dan IIb dengan CFR 3,6%. Clade II memiliki CFR rendah dengan kasus sebagian besar berasal dari kontak seksual pada saat wabah pada 2022.</p>
<p>Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, SPKK(K), dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengatakan, varian Mpox Clade I, baik 1a maupun 1b, belum terdeteksi di Indonesia. Sejak 2022 hingga saat ini, varian yang ditemukan di Indonesia adalah varian Clade II.</p>
<p>&#8220;Clade I memang menurut refleksi angka fatalitas rate nya relatif lebih tinggi dibanding Clade II, terus kemudian varian ini biasanya disebabkan oleh close contact (kontak erat), tidak melulu seksual kontak,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Karena Mpox terutama menyerang kulit, dr. Prasetyadi mengimbau kepada siapa pun yang dicurigai terinfeksi Mpox dan muncul gejala untuk tidak melakukan manipulasi pada lesi yang ada di kulit seperti memencet, dan menggaruk, serta sebaiknya membiarkan lesi tersebut. Sebab, lesi tersebut, baik yang basah maupun yang sudah mengering, berpotensi menularkan virus.</p>
<p>&#8220;Pasien juga tidak boleh berbagi barang-barang pribadi seperti handuk dan pakaian. Apabila terdapat benjolan atau bintil dan mengalami luka atau erosif, sebaiknya segera diberi obat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sebagai upaya pencegahan, Kemenkes telah melakukan surveilans di seluruh fasilitas kesehatan, melakukan penyelidikan epidemiologi bersama komunitas dan mitra HIV/AIDS, menetapkan 12 laboratorium rujukan secara nasional untuk pemeriksaan Mpox, serta melakukan pemeriksaan WGS.</p>
<p>Untuk obat-obatan, Kemenkes sudah menyiapkan pemberian terapi simtomatis, tergantung derajat keparahan kasus. Pasien dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari puskesmas setempat, sedangkan pasien dengan gejala berat harus dirawat di rumah sakit.</p>
<p>Perlu diketahui oleh masyarakat, Dr. Yudhi menjelaskan, Mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual.</p>
<p>&#8220;Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi tertular Mpox. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis,&#8221; tutur dr. Yudhi.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis jika merasa tidak sehat. Jika muncul gejala seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit, segera periksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot_20240818_230534_Microsoft-365-Office.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Memperlancar Produksi ASI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/memperlancar-produksi-asi</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Aug 2024 16:15:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/memperlancar-produksi-asi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Agustus 2024</p>
<p>Pemberian Air Susu Ibu (ASI) untuk mendukung kesehatan bayi dan anak telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ketentuan mengenai ASI tercantum mulai dari Pasal 24 hingga Pasal 48.</p>
<p>Pasal 24 menegaskan bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir hingga berusia 6 bulan, lalu dilanjutkan hingga berusia 2 tahun sambil diberikan makanan pendamping. Ketentuan ini seringkali menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama mengenai solusi jika ASI ibu sulit atau tidak keluar.</p>
<p>Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Lovely Daisy, MKM, menjelaskan, memberikan tanggapan mengenai ASI yang sulit atau tidak keluar seringkali membuat para ibu khawatir.</p>
<p>“Selama beberapa hari setelah melahirkan, ASI yang keluar berupa kolostrum dengan volume sekitar 5-7 ml. Kolostrum berwarna kekuningan atau bening, mengandung protein yang lebih tinggi dari ASI yang muncul kemudian dan mengandung zat anti infeksi. Inilah yang sering dianggap ibu sebagai ASI tidak, sulit atau sedikit keluar,” jelas Daisy di Jakarta, ditulis Rabu (14/8).</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, kolostrum akan berubah menjadi ASI transisi, lalu menjadi ASI matang. Perubahan tersebut juga akan diiringi dengan pertambahan volume ASI.</p>
<p>“Ibu akan merasa payudara penuh, keras dan berat. Perubahan ASI tersebut terjadi pada minggu pertama kehidupan,” lanjut Daisy.</p>
<p><strong>Menyusui Sesering dan Semau Bayi</strong></p>
<p>Menurut dr. Lovely Daisy, cara paling efektif untuk memperlancar produksi ASI, yakni ibu menyusui bayi dengan benar sesering dan selama bayi menghendaki. Pemberian makanan atau minuman lain selain ASI tidak boleh sembarangan.</p>
<p>“Pemberian selain ASI akan menghambat produksi ASI. Susu pengganti ASI atau susu formula diberikan ketika ada indikasi medis setelah melalui penilaian oleh dokter yang kompeten,” terangnya.</p>
<p>Ibu dapat mempraktikkan teknik menyusui yang benar melalui perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Indikator dalam proses menyusui yang efektif meliputi posisi ibu dan bayi yang benar, perlekatan bayi yang tepat, dan keefektifan isapan bayi pada payudara.</p>
<p>Teknik menyusui yang salah dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti puting susu menjadi lecet dan ASI tidak keluar secara optimal. Akibatnya, memengaruhi produksi ASI, yang selanjutnya membuat bayi enggan menyusu. Hal ini menyebabkan kebutuhan nutrisi bayi tidak tercukupi.</p>
<p>“Untuk menyusui dengan benar, ibu dapat menghubungi konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau mengakses telekonseling menyusui jika ibu mengalami keraguan terkait menyusui ataupun jika ada kendala,” ucap Daisy.</p>
<p>“Konselor menyusui siap untuk memberikan informasi atau mendukung ibu untuk menyusui.”</p>
<p><strong>Dampak Pemberian Susu Formula</strong></p>
<p>Lebih lanjut, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak dr. Lovely Daisy mengingatkan tentang dampak pemberian susu formula pada bayi dibanding ASI.</p>
<p>“Ketika bayi diberikan lebih banyak susu formula dibandingkan ASI, maka bayi akan kenyang dengan susu formula sehingga lebih jarang menyusu. Hal ini berujung dapat menyebabkan produksi ASI berkurang,” katanya.</p>
<p>“Dampak lain yang dapat terjadi adalah meningkatnya risiko kesakitan pada bayi, karena kurang mendapatkan zat-zat kekebalan yang hanya terdapat di dalam ASI. Berkurangnya intensitas menyusui langsung juga dapat memengaruhi kedekatan antara ibu dan bayi (bonding) yang terjalin pada saat proses menyusui.”</p>
<p>Karena itu, menyusui bayi sesering dan selama bayi menginginkan harus tetap diupayakan.</p>
<p>“Produksi ASI dipengaruhi oleh isapan bayi pada saat menyusu. Semakin sering bayi menyusu dengan cara yang benar, maka semakin banyak ASI diproduksi,” tegas Daisy.</p>
<p>Pemberian ASI juga memiliki manfaat besar bagi bayi. Seperti yang tercantum dalam Pasal 25 PP Nomor 28 Tahun 2024, pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memenuhi kebutuhan bayi dengan zat gizi terbaik demi tumbuh kembang yang optimal, meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga dapat mencegah penyakit dan kematian, serta mencegah penyakit tidak menular di usia dewasa.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/side-view-mother-with-cute-newborn.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Rayakan HUT ke-79 RI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-rayakan-hut-ke-79-ri</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Aug 2024 12:47:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-rayakan-hut-ke-79-ri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia pada Sabtu (17/8/2024). Upacara peringatan HUT ke-79 RI dilaksanakan di lapangan upacara Kemenkes dan dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Perayaan HUT ke-79 RI di Kemenkes ditandai dengan upacara pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih dan pembacaan teks proklamasi oleh Menkes Budi.</p>
<p>Peserta upacara, yang merupakan staf dan pegawai Kemenkes, mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol yang menunjukkan keberagaman bangsa tetapi tetap satu Indonesia.</p>
<p>Dalam upacara tersebut, juga dilaksanakan pemberian penghargaan tanda kehormatan satya lencana dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada 9 pegawai negeri sipil Kemenkes. Satya lencana itu disematkan langsung oleh Menkes Budi kepada para penerima.</p>
<p>Adapun, pegawai yang menerima tanda kehormatan satya lencana adalah:</p>
<p>1. IDA BAGUS NGURAH SEMADI, SE, MM, Pembina tingkat I Analis Anggaran Ahli Madya pada Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta.</p>
<p>2. PRIMA KORDAWIBAWA S.Sos., MM, Pembina Perencana Ahli Madya pada Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.</p>
<p>3. YULITA SUPRIATIN, SKM, Pembina Sanitarian Ahli/Pemeriksa Sanitasi pada Direktorat Penyehatan Lingkungan.</p>
<p>4. Dr. YANA IRAWATI, SE, SKM, MKM, Pembina Utama Muda Widyaiswara Ahli Madya pada Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta.</p>
<p>5. IRA OCTAVIANA MADJID, SKM, MKM, Penata Tingkat I Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Muda pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.</p>
<p>6. HERNI ASIH SETYORINI, S.Farm, Apt Penata Muda Tingkat I Administrator Kesehatan Ahli Pertama Pada Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan</p>
<p>7. NURUL HIDAYATI, Apt., M.Kes Penata Tk. I Kepala Subbagian Administrasi Umum pada Direktorat Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan.</p>
<p>8. MOCH. MAHMUDI, SH., M.Ikom, Penata Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda Pada Biro Hukum.</p>
<p>9. LUKMAN NURHAKIM, SE, Penata Muda Tingkat I Auditor Ahli Pertama pada Inspektorat II.</p>
<p>Upacara diakhiri dengan pengumuman lomba-lomba dan pemberian hadiah yang diselenggarakan di lingkungan Kemenkes RI untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI, serta foto bersama antara Menteri Kesehatan dengan para peserta dan petugas upacara.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/019A3694.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Specific Procurement Notice</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice</link>				
         <pubDate>Fri, 16 Aug 2024 14:25:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Specific Procurement Notice<br />
Request for Bids Goods<br />
(Two-Envelope Bidding Process)</p>
<p>Country: INDONESIA<br />
Project Name: Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN)<br />
Mode of Financing: Installment Sale<br />
Financing No: SIHREN-IDN1070<br />
Contract Title: Procurement of CT-Scan<br />
ICB Reference No. (as per Procurement Plan): #4</p>
<p>1. The Ministry of Health has received financing in the amount of EUR 803 Million equivalent from the Islamic Development Bank toward the cost of the Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network project (SIHREN), and it intends to apply part of the proceed toward payments under the contract for Procurement of CT-Scan.</p>
<p>2. The Ministry of Health now invites sealed bids from eligible bidders for Procurement, installation, operational support, and maintenance of approximately 320 units of CTScan that will be delivered, installed at Madya, Utama, and Paripurna hospital facilities across Indonesia, including training, operational support and maintenance services. The expected delivery schedule shall be within 4 years after the contract signing date.</p>
<p>3. Bidding will be conducted through the International Competitive Bidding (ICB) procedures as specified in IsDB’s Guidelines: Procurement of Goods, Works and related services under Islamic Development Bank Project Financing (April 2019, revised in February 2023) (“Procurement Guidelines”), and is open to all eligible bidders as defined in the Procurement Guidelines. In addition, please refer to 1.9.1-1.9.5 paragraphs of the Procurement Policy of the Procurement Guidelines setting forth IsDB’s policy on conflict of interest.</p>
<p>4. Interested eligible bidders may obtain further information from Procurement committee 1 IHSS, Ministry of Health Republic of Indonesia through email pc1_ihss@kemkes.go.id</p>
<p>5. No payment is needed for the bidding documents. The electronic version of the bidding documents can be downloaded from the following website: IHSS Website. Protected</p>
<p>6. A pre-bid meeting will take place in hybrid mode at the following date and time:</p>
<p>Date : August 30, 2024<br />
Time : 02.00 PM local time (Western Indonesia Time)<br />
Zoom link : https:/link.kemkes.go.id/PreBidCTScan</p>
<p>7. Bids must be delivered to the Purchaser’s address below before September 30th, 2024 at 10:00 AM Jakarta time. Late Bids will be rejected. The outer Bid envelopes marked “ORIGINAL BID”, and the inner envelopes marked “TECHNICAL PART” will be publicly opened in the presence of the Bidders’ designated representatives and anyone who chooses to attend, at the address below on September 30th, 2024 at 10:30 AM Jakarta time. All envelopes marked “SECOND ENVELOPE: FINANCIAL PART” shall remain<br />
unopened and will be held in safe custody of the Purchaser until the second public opening.</p>
<p>8. All bids must be accompanied by a Bid-Securing Declaration.</p>
<p>9. The address(es) referred to above is:</p>
<p>Procurement Committee1 &#8211; IHSS, Ministry of Health Republic of Indonesia<br />
Prof. Dr. Sujudi Building, 14th Floor<br />
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Jakarta 12950<br />
Phone: +62 21 52921482<br />
Email address for correspondences: pc1_ihss@kemkes.go.id</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/SPN-Procurement-of-CT-SCAN-Issued-on-August-14-2024.pdf">SPN Procurement of CT-SCAN Issued on August 14, 2024</a></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-16-at-14.48.29.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sekjen Kunta Soal Gratifikasi: Bahaya Kalau Sudah Permisif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sekjen-kunta-soal-gratifikasi-bahaya-kalau-sudah-permisif</link>				
         <pubDate>Thu, 15 Aug 2024 21:09:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sekjen-kunta-soal-gratifikasi-bahaya-kalau-sudah-permisif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palangka Raya, 14 Agustus 2024</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha menekankan pentingnya menghindari tindakan gratifikasi dalam kunjungan kerjanya ke Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/8). Ia mengingatkan bahwa pegawai yang permisif terhadap setiap pemberian akan berujung pada tindakan gratifikasi.</p>
<p>&#8220;Kita harus menjaga jangan permisif, karena sekali permisif lama-lama kita tidak tahu bedanya mana yang boleh atau tidak,&#8221; ujarnya di kantor BKK.</p>
<p>Menurut Kunta, BKK adalah garda terdepan dari Kemenkes RI. Untuk itu, ia berpesan agar para pegawai menjaga jangan ada secuil apapun bentuk gratifikasi atau bentuk pemberian apapun dari masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pihak yang mempunyai kepentingan tahu betul apa yang bisa dilakukan untuk membujuk, maka kita yang harus kuat tidak menerima segala bentuk gratifikasi. Kalau kita sudah terjerat ke situ kita tidak bisa mengelak,&#8221; kata Sekjen Kunta.</p>
<p>&#8220;Saya tekankan sekali lagi bahwa kita clear kerja uang masyarakat supaya layanan kesehatan masyarakat lebih baik,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Gratifikasi dapat melanggar prinsip etika dan integritas, terutama jika diterima dalam konteks kepentingan masyarakat.</p>
<p>Penerimaan gratifikasi secara terus-menerus membuat seseorang menjadi tergantung pada hadiah atau imbalan, yang dapat mengurangi objektivitas dan independensi dalam pengambilan kebijakan.</p>
<p>Ketika gratifikasi terungkap, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan reputasi dan kehilangan kepercayaan publik.</p>
<p>Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) sebelumnya bernama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Dengan perubahan ini, Sekjen Kunta mengungkapkan, budaya kerja di BKK juga harus berubah menjadi semakin baik dan menghindari gratifikasi.</p>
<p>&#8220;Yang penting adalah mencegah gratifikasi dan karena BKK sebagai garda terdepan kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bersih,&#8221; tutur Sekjen Kunta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240815-WA0052.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Ikut Andil Memajukan Produk Dalam Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ikut-andil-memajukan-produk-dalam-negeri</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Aug 2024 23:18:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ikut-andil-memajukan-produk-dalam-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palangka Raya, 14 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut berperan aktif dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik. Hal ini dibuktikan dengan penunjukan Kemenkes sebagai Campaign Manager Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) Provinsi Kalimantan Tengah.</p>
<p>Penggunaan produk dalam negeri memang perlu digalakkan. Bahkan, pemerintah lebih memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri untuk pengadaan barang dan jasa.</p>
<p>Pada akhir 2023, realisasi belanja produk dalam negeri oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN telah mencapai hampir Rp1.350 triliun, meningkat dari Rp749 triliun pada 2022. Tidak hanya itu, jumlah wisatawan nusantara juga meningkat hampir 13% mencapai 825 juta kunjungan wisata nusantara pada 2023.</p>
<p>&#8220;Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran penggunaan produk dalam negeri dan mengunjungi objek wisata dalam negeri telah meningkat di seluruh lapisan masyarakat,&#8221; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin pada peresmian Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (14/8).</p>
<p>Sebagai campaign manajer, Menkes Budi mengatakan, Kemenkes berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memajukan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah. Kolaborasi dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan UMKM, seleksi dan kurasi UMKM, promosi, pameran offline, dan kegiatan harvesting.</p>
<p>&#8220;Saya harap melalui acara ini kita dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempercepat langkah kita menuju pemulihan ekonomi yang berkelanjutan,&#8221; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, yang diwakili oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Sri Widarnani, mengatakan, Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM. </p>
<p>Sri mengatakan, gerakan ini juga bertujuan agar produk dalam negeri naik kelas, sehingga nantinya produk dalam negeri lebih dicintai masyarakat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.</p>
<p>&#8220;Selaras dengan dua gerakan tersebut pemerintah provinsi Kalimantan Tengah fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan UMKM untuk memacu perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, UMKM memiliki peranan penting pada ekonomi Indonesia. Sekitar 99% unit usaha di Indonesia adalah UMKM, dengan kontribusi sekitar 60,5% dari PDB. </p>
<p>Bahkan, penyerapan tenaga kerjanya mencapai sekitar 90% dari total tenaga kerja Indonesia.</p>
<p>&#8220;Tentunya, kita tidak bisa sendiri untuk meningkatkan UMKM. Kita harus bersinergi, wujudnya konkret seperti event kali ini Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia,&#8221; kata Destry.</p>
<p>Acara ini merupakan sinergi antara Bank indonesia, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan seluruh pemangku kepentingan.Tujuannya, mendorong UMKM Indonesia dapat naik kelas dan berdaya saing tinggi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240814-WA0038.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menteri dan Wakil Menteri Kesehatan RI Terima Tanda Kehormatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-dan-wakil-menteri-kesehatan-ri-terima-tanda-kehormatan</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Aug 2024 20:14:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-dan-wakil-menteri-kesehatan-ri-terima-tanda-kehormatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Agustus 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo menyematkan dan menganugerahi Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono atas kontribusi mereka dalam bidang Kesehatan. Penyematan dan penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Rabu (14/8/2024).</p>
<p>Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang diterima Menkes Budi adalah Bintang Mahaputra Utama, sedangkan Wamenkes Dante adalah Bintang Jasa Pratama.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) Hadi Tjahjanto mengungkapkan pada siaran pers yang dilaksanakan di IKN pada Minggu (12/8/2024), Dewan GTK telah melaksanakan sidang untuk menyeleksi tokoh-tokoh yang diusulkan oleh berbagai kementerian, instansi, dan lembaga. Tokoh-tokoh tersebut dinilai telah memenuhi syarat untuk menerima tanda jasa dan kehormatan sesuai dengan ketentuan undang-undang.</p>
<p>“Pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan ini diberikan kepada para menteri, wakil menteri, dan pejabat lainnya atas pengabdian selama masa kerja dalam pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo pada Kabinet Kerja 2014-2019, dan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024,” ucap Hadi Tjahjanto.</p>
<p>Sebanyak 64 tokoh bangsa menerima Tanda Jasa dan Kehormatan dengan 10 kategori, yaitu:</p>
<p>1. Media Kepeloporan</p>
<p>2. Bintang Republik Indonesia Utama</p>
<p>3. Bintang Mahaputra Adipradana</p>
<p>4. Bintang Mahaputra Utama</p>
<p>5. Bintang Mahaputra Pratama</p>
<p>6. Bintang Mahaputra Nararya</p>
<p>7. Bintang Mahaputra</p>
<p>8. Bintang Jasa Utama</p>
<p>9. Bintang Jasa Pratama</p>
<p>10. Bintang Budaya Parama Dharma</p>
<p>Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-79 RI sebagai bentuk penghargaan negara atas kontribusi besar yang telah diberikan para tokoh tersebut dalam berbagai bidang selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot_20240814_202911_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sentuhan Kecil Dapat Selamatkan Nyawa</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/sentuhan-kecil-dapat-selamatkan-nyawa</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Aug 2024 07:54:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/sentuhan-kecil-dapat-selamatkan-nyawa</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 13 Agustus 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana, baik itu bencana alam, non-alam, maupun sosial. Karena itu, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkomitmen menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk orang awam, sebagai upaya meningkatkan ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap situasi darurat medis. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Jadi, setelah COVID-19 kemarin, indeks risiko bencana kita cukup besar. Ada 10 program prioritas Kemenkes melalui transformasi kesehatan, salah satunya pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dalam rangka bagaimana dia bisa membantu menangani risiko terhadap terjadinya bencana alam dan non alam maupun sosial,&#8221; kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Dr. Sumarjaya, SKM, M.M, MFP, C.F.A saat Kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Orang Awam di Menara Mega Syariah, Jakarta Selatan (13/08).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Melalui pendekatan langsung (</span><i><span style="font-weight: 400;">door to door</span></i><span style="font-weight: 400;">), Sumarjaya berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan dan sosialisasi BHD dapat menjangkau masyarakat luas, terutama perusahaan, hotel, mal, dan kantor kementerian/lembaga lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kontribusi dari setiap individu sangat diharapkan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Hal ini karena upaya pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi masyarakat juga perlu memahami cara memberikan pertolongan pertama saat terjadi masalah kesehatan. Dengan sentuhan kecil, masyarakat diharapkan dapat menyelamatkan nyawa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seringkali, ketika menemukan seseorang dalam situasi gawat, orang di sekitar cenderung panik dan langsung berpikir membawa korban ke rumah sakit. Sayangnya, tidak banyak orang yang memikirkan bagaimana agar korban selamat sebelum tiba di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan maupun pengobatan, sehingga korban dapat lebih cepat terselamatkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumarjaya mencontohkan tragedi Kanjuruhan, Jawa Timur, pada 2022. Tidak ada satupun pertolongan pertama yang diberikan, baik oleh rekan sejawat, petugas keamanan, petugas kebersihan, maupun lainnya. Ia membandingkannya dengan tragedi Itaewon, Seoul, yang terjadi tidak lama setelah Kanjuruhan. Saat kejadian itu, banyak orang di sekitar korban yang memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian, kematian pemain bulu tangkis China, Zhang Zhijie, pada akhir Juni lalu juga menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Jaya sangat menyayangkan kejadian ini dan menekankan pentingnya kemampuan pertolongan pertama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kondisi darurat medis terbagi menjadi dua, yaitu pra-rumah sakit (</span><i><span style="font-weight: 400;">pre-hospital</span></i><span style="font-weight: 400;">) dan di rumah sakit (</span><i><span style="font-weight: 400;">hospital</span></i><span style="font-weight: 400;">). Pertolongan di rumah sakit bersifat kuratif, seperti pengobatan, perawatan, dan pemulihan. Sementara itu, pertolongan pra-rumah sakit bertujuan mempertahankan agar pasien tetap hidup saat menghadapi situasi berisiko.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Nah, kita lakukan ini. Jadi, itu tugas kita, bagaimana kita bisa membantu tetangga dan teman. Dengan harapan, kami dapat menyosialisasikan bagaimana caranya membantu dalam kondisi darurat medis. Ini kasus nyata yang ada di lapangan,&#8221; kata Jaya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan dalam menangani situasi darurat medis, seperti henti jantung mendadak, tersedak, atau pingsan. Para peserta dilatih oleh tenaga medis profesional yang berpengalaman dalam teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan saluran napas yang tersumbat, dan penggunaan Automated External Defibrillator (AED).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pelatihan ini juga merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Pusat Krisis Kesehatan untuk memperluas jangkauan pelatihan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan melibatkan semua provinsi dan bekerja sama dengan 11 Regional Pusat Krisis Kesehatan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam konteks pelatihan individual, tetapi juga dalam meningkatkan kesiapsiagaan komunitas secara keseluruhan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-14-at-05.29.57.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>230 SDM Kesehatan Teladan Terima Penghargaan dari Kemenkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/230-sdm-kesehatan-teladan-terima-penghargaan-dari-kemenkes</link>				
         <pubDate>Tue, 13 Aug 2024 13:38:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/230-sdm-kesehatan-teladan-terima-penghargaan-dari-kemenkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Jakarta, 13 Agustus 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Tak jarang, pengabdian mereka dilakukan dengan risiko tinggi dan melebihi batas kewajiban. Namun, mereka tetap berdedikasi demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kontribusi yang diberikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menganugerahkan Penghargaan Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan Teladan, dan Kader Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2024. Penghargaan ini secara langsung diberikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta pada Selasa (13/8).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penghargaan diberikan kepada 230 orang yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan sektor swasta serta kader posyandu dari seluruh Indonesia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selamat kepada para tenaga kesehatan, tenaga medis dan kader teladan atas prestasi yang luar biasa,” kata Menkes Budi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menkes Budi menyampaikan apresiasi atas segala sumbangsih dan dedikasi yang telah diberikan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Menkes berharap segala sumbangsih tersebut dapat menjadi motivasi bagi semua pihak. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mengakhiri sambutannya, ia berharap para tenaga medis, tenaga kesehatan dan kader kesehatan untuk selalu bersemangat dalam melayani masyarakat dan terus menjadi inspirasi serta teladan bagi SDM Kesehatan di seluruh pelosok Indonesia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya berharap ini menjadi motivasi kepada teman-teman. Yuk, kita mengabdi kepada masyarakat di sisa usia kita agar masyarakat bisa sehat, karena sebaiknya-baiknya manusia bermanfaat untuk orang lain. Sekali lagi, terima kasih,” kata dia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan drg. Arianti Anaya menjelaskan, Penganugerahan Penghargaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan serta Kader Berprestasi Tingkat Nasional 2024 mengusung tema &#8220;Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan serta Kader Berprestasi Mengabdi untuk Negeri, Menuju Indonesia Emas 2045&#8221;. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tema ini bertujuan memberikan penghargaan atas pengabdian, prestasi kerja, inovasi, dan peran aktif para sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam mendorong keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Selain itu, diharapkan apresiasi pemerintah ini dapat meningkatkan motivasi, kinerja,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">dan retensi dari Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di tempat pengabdiannya terutama di daerah tertinggal perbatasan kepulauan termasuk daerah terpencil,” ungkap drg. Ade. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun ini, penghargaan SDM Kesehatan diberikan kepada 230 orang. Rinciannya, sebanyak 169 penghargaan diberikan untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan yang dibagi dalam 4 kategori, yaitu inovasi, DTPK, pengabdian tanpa batas, petugas tanggap darurat bencana/krisis kesehatan. Berikut rinciannya: </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">a. 47 orang kategori inovasi (terdiri dari 19 tenaga medis dan 28 tenaga kesehatan),</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">b. 68 orang kategori pengabdian DTPK (terdiri dari 23 tenaga medis layanan primer, 28 tenaga kesehatan layanan primer, 8 tenaga medis layanan rujukan, 9 tenaga kesehatan layanan rujukan),</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">c. 49 orang kategori pengabdian tanpa batas (terdiri dari 14 tenaga medis dan 35 tenaga kesehatan),</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">d. 5 orang kategori Penanganan Tanggap Darurat Bencana.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan, pada 2024 ini Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada:</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">a. 11 orang penerima Excellent Award,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">b. 38 orang kader berprestasi,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">c. 2 orang penerima “In Memoriam”, dan</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">d. 10 orang dosen berprestasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut drg. Arianti Anaya, yang akrab disapa drg. Ade, proses penilaian para penerima penghargaan telah dilakukan secara adil dan transparan dengan melibatkan juri dari luar Kemenkes. Selain itu, proses pengajuan kandidat juga diusulkan dari tingkat bawah, sehingga prosesnya dipastikan terbuka dan bebas dari nepotisme.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"> dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/c09ff753-eb31-4610-9a1a-8f0199cfc21c.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menyongsong Harvesting BBI/BBWI Kalteng 2024: Kemenkes Latih 410 UMKM Kalteng Bidang Digital</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menyongsong-harvesting-bbi-bbwi-kalteng-2024-kemenkes-latih-410-umkm-kalteng-bidang-digital</link>				
         <pubDate>Tue, 13 Aug 2024 13:18:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menyongsong-harvesting-bbi-bbwi-kalteng-2024-kemenkes-latih-410-umkm-kalteng-bidang-digital</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Agustus 2024</p>
<p class="p2"><span class="s2">Kementerian Kesehatan telah melatih 410 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Kalimantan Tengah dalam bidang digital Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di wilayah Indonesia (BBWI) Provinsi Kalimantan Tengah. Pelatihan tersebut dilakukan secara daring, luring dan </span><em><span class="s3">hybrid </span></em><span class="s2">pada bulan Juni-Juli 2024.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Secara lebih rinci Zulvia Dwi Kurnaini, S.E., M.Ec. Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Kementerian Kesehatan bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan Pelatihan UMKM Kalteng secara daring tanggal  20 Juni sampai dengan 5 Juli 2024 dengan jumlah pendaftar 917 UMKM dan yang hadir sebanyak 360 UMKM. </span><span class="s2">Selanjutnya pelatihan </span><em><span class="s3">hybrid onboarding</span></em><span class="s2"> pada tanggal 23 – 24 Juli 2024 yang diikuti 150 UMKM luring dan 210 UMKM daring.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Selain pelatihan diatas, ada juga pelatihan khusus tema kesehatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes tanggal 9 Juli 2024 diikuti oleh 50 UMKM secara luring dan pelatihan tanggal 17-18 Juli 2024 oleh Direktorat Jenderal Farmalkes diikuti oleh 100 UMKM secara luring.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Adapun pelatihan sesi daring meliputi beberapa tema antara lain; membuat konsep dan rencanakan bisnismu makin unik, cara membuat laporan keuangan, pentingnya memiliki legalitas dan perizinan kerjasama, Adopsi transaksi pembayaran digital/QRIS serta tips cepat dan sukses jualan dengan </span><em><span class="s3">affiliate program</span></em><span class="s2">. </span></p>
<p class="p2"><span class="s2">“Jadi secara keseluruhan Kementerian Kesehatan telah melatih sebanyak 410 UMKM dan ada beberapa UMKM yang mengikuti lebih 1 kali pelatihan dengan tema yang berbeda. Sedangkan UMKM hasil kurasi dari pelatihan tersebut memperoleh kesempatan memamerkan hasil produksinya dalam kegiatan </span><span class="s3">Harvesting</span><span class="s2">BBI/BBWI”, ujar Zulfia.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Dalam rapat panitia bersama 5 Agustus 2024 di Palangkaraya yang dihadiri Kemenkes, Pemerintah Provinsi Kalteng dan Bank Indonesia, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid berharap bahwa seluruh rangkaian </span><em><span class="s3">Harvesting</span></em><span class="s2"> Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di wilayah Indonesia (BBWI) Provisi Kalimatan Tengah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM Provinsi Kalteng. </span></p>
<p class="p2"><em><span class="s3">Harvesting</span></em><span class="s2"> Gerakan BBI dan BBWI Provinsi Kalimatan Tengah yang akan diselenggarakan di Kota Palangkaraya tahun 2024 merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan sebagai </span><span class="s3"><em>campaign manager</em>, </span><span class="s2">Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Bank Indonesia dengan tema </span><span class="s4">HARVESTING BBI/BBWI dalam PESONA TAMBUN BUNGAI</span><span class="s2"> yang pelaksanaanya tanggal 14-17 Agustus 2024 bertempat di GPU Tambun Bungai dan Stadion Sanaman Mentikei Kota Palangkaraya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p2">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p class="p2"><span class="s2"> </span></p>
<p class="p2"><span class="s2"> </span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/0046cbde-a205-4a0f-b86e-ea4c193ac536.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>PPDS Jalur Hospital Based Resmi Dibuka, Kuliah Gratis Hingga Bantuan Biaya Hidup Perbulan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ppds-jalur-hospital-based-resmi-dibuka-kuliah-gratis-hingga-bantuan-biaya-hidup-perbulan</link>				
         <pubDate>Mon, 12 Aug 2024 16:28:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ppds-jalur-hospital-based-resmi-dibuka-kuliah-gratis-hingga-bantuan-biaya-hidup-perbulan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p3">Jakarta, 12 Agustus 2024</p>
<p class="p3"><span class="s2">Pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang diselenggarakan di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) tahap pertama resmi dibuka mulai 12 Agustus hingga 8 September 2024. Pendaftaran PPDS berbasis rumah sakit (</span><span class="s4">hospital based</span><span class="s2">) ini dapat dilakukan secara </span><span class="s4">online</span><span class="s2"> melalui laman <a href="https://ppds.kemkes.go.id/"><span class="s5">https://ppds.kemkes.go.id/</span></a>.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan drg. Ariyanti Anaya menjelaskan, PPDS di RSPPU ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan dokter spesialis di daerah-daerah yang kekurangan dokter spesialis, yang terjadi hampir di seluruh provinsi. Kekurangan ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dipenuhi.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Saat ini, sebanyak 67% peserta PPDS berasal dari Jawa dan Bali, sementara Kalimantan hanya 2% dan Indonesia Timur hanya 1%. Sentra Pendidikan PPDS berbasis universitas juga mayoritas berlokasi di Pulau Jawa dan Bali, yakni sebesar 52%.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Salah satu upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan ketersediaan dokter spesialis di daerah adalah melalui Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS). Namun, kenyataannya hanya sekitar 16% lulusan dokter spesialis setiap tahunnya yang secara sukarela mendaftar program ini.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Hal ini menunjukkan bahwa minat dokter spesialis untuk bekerja di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) masih rendah. Selain itu, belum adanya program yang mengikat komitmen dokter spesialis untuk bertugas di DTPK menjadi kendala tersendiri. Diharapkan, PPDS RSPPU ini dapat menjawab permasalahan tersebut.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Sejak kita tidak ada WKS (Wajib Kerja Dokter Spesialis) dan dilakukan secara sukarela, PPDS yang kita punya, hanya 10-20 persen yang mau ke daerah. Lalu, kita punya beasiswa untuk fakultas kedokteran. Namun, kuota untuk daerah DTPK tidak banyak karena harus bersaing dengan anak-anak dari kota. Sedangkan, anak-anak dari kota ini karena beasiswa akan ke daerah yang dokter spesialisnya kosong. Namun, karena dia bukan orang sana, begitu selesai masa pengabdian, dia pergi. Padahal, kita inginnya dia mengabdi di sana. Beasiswa itu memang tidak signifikan untuk mengatasi kekosongan yang ada. Padahal, pemerintah meningkatkan semua fasilitas di rumah sakit di daerah,” tuturnya drg. Ade, sapaan akrab drg. Ariyanti Anaya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Namun, </span><span class="s4">hospital based</span><span class="s2"> ini berbeda. Program ini justru mengutamakan anak-anak dari daerah yang kekurangan dokter spesialis. Kemudian, mereka akan bersekolah dan langsung direkrut menjadi pegawai di rumah sakit tersebut dan mereka juga akan mendapatkan fasilitas menjadi PNS,” imbuhnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Menurut drg. Ade, pada angkatan pertama (</span><span class="s4">batch</span><span class="s2"> 1) ini terdapat 6 program studi di 6 RSPPU dengan total 52 peserta per semester, yaitu:</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">1. 10 orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">2. 10 orang per semester, Program Studi Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di RSO Prof Dr. R.Soeharso, Surakarta.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">3. 10 orang per semester, Program Studi Spesialis Neurologi di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">4. 8 orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo, Bandung.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">5. 8 orang per semester, Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di RSAB Harapan Kita, Jakarta.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">6. 6 orang per semester, Program Studi Spesialis Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais, Jakarta.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Program ini terbuka untuk seluruh lulusan dokter umum, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN dengan mengutamakan putra-putri daerah. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Para calon residen pendidikan RSPPU yang lolos akan mendapatkan banyak manfaat (</span><span class="s4">benefit</span><span class="s2">), di antaranya tidak perlu membayar uang kuliah, akan mendapatkan status pegawai di RSPPU, serta mendapatkan Bantuan Biaya Hidup (BBH) sebesar Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Kami bekerja sama dengan LPDP. Jadi, LPDP yang akan membiayai. Dari LPDP, besarannya sama dengan beasiswa yang ada, yakni sebesar Rp5.000.000, tapi untuk </span><span class="s4">hospital based</span><span class="s2"> kami tingkatkan, jadi ada junior dan senior. Nanti saat junior akan menerima Rp7.500.000 dan saat senior akan menerima Rp10.000.000. Rp5.000.000 dari LPDP dan sisanya dari 6 RSPPU,” terangnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Bagi pendaftar yang bukan Calon Penerima Beasiswa LPDP, yang telah lulus seleksi beasiswa dokter spesialis LPDP, wajib untuk mendaftar pada website LPDP melalui<a href="https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/"> <span class="s5">https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/</span></a> dan melengkapi seluruh data pada formulir elektronik pendaftaran. Masa pendaftaran pada website LPDP adalah 19 Agustus hingga 20 September 2024.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2"> “Saya terima kasih kepada LPDP, bahwa LPDP siap membiayai semua yang diperlukan agar program </span><span class="s4">hospital based</span><span class="s2"> ini berjalan dengan baik, ada biaya bantuan hidup dan biaya seminar yang diberikan, serta biaya-biaya lainnya,” ucapnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Mengenai kualitas pembelajaran, drg. Ade menegaskan, PPDS di RSPPU ini tidak akan mengurangi kualitas dokter spesialis. Proses rekrutmen dan penempatan peserta telah melibatkan lembaga akreditasi internasional, yaitu Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME).</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/12c4d187-fdb6-4030-a8a4-3cb7463e8776.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes ditunjuk sebagai Campaign Manager Gernas BBI dan BBWI Provinsi Kalimantan Tengah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ditunjuk-sebagai-campaign-manager-gernas-bbi-dan-bbwi-provinsi-kalimantan-tengah</link>				
         <pubDate>Mon, 12 Aug 2024 16:14:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ditunjuk-sebagai-campaign-manager-gernas-bbi-dan-bbwi-provinsi-kalimantan-tengah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Jakarta, 12 Agustus 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Kementerian Kesehatan RI ditunjuk sebagai </span><span class="s2">Campaign Manajer</span><span class="s1"> Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) Provisi Kalimatan Tengah. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak bulan Maret 2024 dengan berbagai kegiatan penguatan dan pemberdayaan  Usaha Kecil Mikro (UKM) Provinsi Kalimatan Tengah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Nomor. 0380/Menko/PE.00/II/2024 tanggal 5 Februari 2024 Kepada Menteri Kesehatan dan Surat Nomor. B-909/D5/PE.02.00/XII/2023 tanggal 19 Desember ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Kemenkes.</span></p>
<p class="p1">Gerakan ini telah dilaksanakan secara terintegrasi diberbagai daerah dengan  menjadi gerakan masif lintas pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan konsumsi produk serta wisata dalam negeri guna memberi kontribusi bagi perekonomian nasional.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Adapun gerakan ini mempunyai target utama tahun 2024 yaitu (a) <em>onboarding</em> UMKM/IKM artisan sebanyak 30 juta hingga tahun 2024, transaksi minimal Rp 50 miliar per daerah, (b) belanja PDN oleh K/L/PD/ BUMN menimal 95% dari anggaran belanja bahan dan jasa pada APBN dan APBD, dan (c) 1,25-1,5 miliar perjalanan wisata domestik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk mencapai target tersebut perlu percepatan dukungan Kementerian Kesehatan selaku </span><em><span class="s2">Campaign Manager</span></em><span class="s1"> telah melaksanakan rangkaian agenda BBI/BBWI tahun 2024 selama 3 bulan di Kalimantan Tengah yang terintegrasi dengan kegiatan Provinsi Kalimantan Tengah berupa pelatihan bagi pelaku UMKM terkait <em>health tourism</em>, perizinan alat kesehatan dalam negeri, pengenalan merek, potensi obat bahan alam, kosmetik dan pangan, jasa boga, penayangan produk pada sistem katalog elektronik dan <em>market place</em>, serta kegiatan UMKM naik kelas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu juga telah berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, berupa Kalteng Expo adalah sebuah acara pameran perdagangan yang diadakan di Provinsi Kalimantan Tengah. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan potensi bisnis dan investasi di daerah tersebut serta untuk memperkuat hubungan antara pelaku bisnis lokal dan nasional dengan para pelaku bisnis internasional. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kalteng Expo menyediakan platform bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada pengunjung dari berbagai kalangan. Acara ini juga menampilkan seminar dan diskusi tentang isu-isu terkait bisnis dan investasi di Kalimantan Tengah serta presentasi dari para pemimpin industri dan pemerintah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kementerian Kesehatan juga telah berkolaborasi dengan Provinsi Kalteng dalam kegiatan</span> <span class="s1">Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), sebuah festival tahunan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah yang jatuh pada bulan Mei setiap tahunnya. Isen Mulang dalam bahasa Dayak Ngaju memiliki arti “pantang mundur”.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Festival ini bertujuan untuk menampilkan serta mempopulerkan keanekaragaman budaya Kalimantan Tengah yang dikemas dalam bentuk kegiatan, seperti Lomba Balogo, Lomba Manewang, Manetek, Manyila Kayu, Lomba Lagu Budaya Karungut, Sepak Sawut, Besei Kambe dan lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain lomba, diadakan juga pameran produk-produk unggulan yang diikuti berbagai daerah seluruh Indonesia dalam Kalteng Expo. Kalteng Expo ini sendiri sebagai sarana untuk memperkenalkan produk unggulan baik dari pengrajin daerah, UMKM maupun koperasi yang menjadi mitra binaan baik dari BUMN/BUMD maupun perusahaan besar swasta yang ada di Kalimantan tengah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
</span>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/48c05683-31a2-4d54-bf7d-c6cac981f1ae.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penjelasan Aturan Susu Formula Bayi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penjelasan-aturan-susu-formula-bayi</link>				
         <pubDate>Sun, 11 Aug 2024 10:21:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penjelasan-aturan-susu-formula-bayi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Agustus 2024</p>
<p>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan telah memperketat regulasi terkait susu formula bayi dan produk pengganti air susu ibu lainnya. Aturan ini mencakup larangan penjualan, penawaran, pemberian potongan harga, hingga promosi iklan.</p>
<p>Regulasi ini tertuang dalam Pasal 33 yang berbunyi, “Produsen atau distributor susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya dilarang melakukan kegiatan yang dapat menghambat pemberian air susu ibu eksklusif.”</p>
<p>Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Indah Febrianti, S.H., M.H menegaskan bahwa aturan susu formula bayi dan produk pengganti air susu ibu lainnya bertujuan mendukung program ASI eksklusif.</p>
<p>“Kebijakan larangan iklan susu formula untuk mendukung program ASI eksklusif, yang juga disesuaikan dengan rekomendasi Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA),” tegas Indah di Jakarta, Jumat (9/8).</p>
<p>Kegiatan yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif sesuai isi Pasal 33 PP Kesehatan, sebagai berikut:</p>
<p>1. Pemberian contoh produk susu formula bayi dan atau produk pengganti air susu ibu lainnya secara cuma-cuma, penawaran kerja sarna, atau bentuk apapun kepada fasilitas pelayanan kesehatan, upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, tenaga medis, tenaga kesehatan, kader Kesehatan, ibu hamil, atau ibu yang baru melahirkan;</p>
<p>2. Penawaran atau penjualan langsung susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya ke rumah;</p>
<p>3. Pemberian potongan harga atau tambahan atau sesuatu dalam bentuk apapun atas pembelian susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya sebagai daya tarik dari penjual;</p>
<p>4. Penggunaan tenaga medis, tenaga kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan pemengaruh media sosial untuk memberikan informasi mengenai susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya kepada masyarakat;</p>
<p>5. Pengiklanan susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya dan susu formula lanjutan yang dimuat dalam media massa, baik cetak maupun elektronik, media luar ruang, dan media sosial;</p>
<p>6. Promosi secara tidak langsung atau promosi silang produk pangan dengan susu formula bayi dan/atau produk pengganti air susu ibu lainnya.</p>
<p><strong>Jamin Pemberian ASI Eksklusif</strong></p>
<p>Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Lovely Daisy, MKM, menambahkan, pentingnya perlindungan, promosi, dan dukungan terhadap pemberian ASI sebagai salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak.</p>
<p>Pengadopsian Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 1981 merupakan langkah penting dalam melindungi orang tua dan pengasuh dari salah satu hambatan utama dalam keberhasilan menyusui, yaitu praktik promosi produk pengganti ASI oleh industri makanan bayi.</p>
<p>“Dalam beberapa laporan pelanggaran kode etik pemasaran susu formula, masih terjadi penggunaan label yang tidak tepat, promosi di fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang mempromosikan, serta promosi silang antar-produk. Karena itu, perlu penguatan pemantauan dan penegakan sanksi,” tambah Daisy.</p>
<p>Pemberian ASI eksklusif yang dilakukan sejak anak lahir hingga berusia 6 bulan, kemudian dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun disertai dengan disertai pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan anak.</p>
<p>“Untuk itu, diperlukan aturan dan perlindungan dari promosi susu formula dalam segala bentuknya menjadi penting. Tujuannya, menjamin keberlangsungan pemberian ASI dan pemberian MPASI yang tepat,” terang Lovely Daisy.</p>
<p>“Sehingga pada PP Nomor 28 tahun 2024, konsen ini telah diadopsi seluruh aturan Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI dan aturan WHO terbaru. Resolusi Majelis Kesehatan Dunia 69.9 tentang ‘Ending the Inappropriate Promotion of Foods for Infants and Young Children’ (Mengakhiri Promosi Makanan yang Tidak Tepat untuk Bayi dan Anak Kecil) mengamanatkan larangan donasi materi informasi dan edukasi oleh industri, yang selaras dengan panduan dari WHA tersebut, termasuk larangan total terhadap hadiah atau insentif untuk petugas kesehatan.”</p>
<p>Merujuk panduan “Ending the Inappropriate Promotion of Foods for Infants and Young Children” yang diterbitkan WHO pada 2017, praktik menyusui yang direkomendasikan dapat dirusak atau diganggu oleh promosi yang tidak tepat melalui berbagai cara.</p>
<p>Gangguan itu termasuk promosi produk sebagai produk yang cocok untuk bayi di bawah usia 6 bulan, setara atau lebih unggul dari ASI, atau sebagai pengganti ASI, atau dengan menggunakan merek/label/logo setara atau lebih baik dari ASI, atau sebagai pengganti ASI, atau dengan menggunakan merek/label/logo yang sama/mirip dengan yang digunakan untuk produk pengganti ASI.</p>
<p>Panduan WHO tersebut juga menyoroti masalah pelabelan produk makanan untuk bayi dan anak kecil yang seringkali tidak memuat peringatan yang diperlukan seperti usia penggunaan yang tepat, ukuran porsi, atau frekuensi. Ada pula bukti-bukti yang menunjukkan pesan yang tidak tepat dan menyesatkan serta pelabelan oleh produsen, di antaranya, klaim kesehatan dan saran untuk penggunaan produk sebelum usia 6 bulan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/milk-healthy-dairy-products-table.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pendaftaran Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Dibuka, Ayo Gabung!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pendaftaran-pendidikan-dokter-spesialis-berbasis-rumah-sakit-dibuka-ayo-gabung</link>				
         <pubDate>Sat, 10 Aug 2024 13:08:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pendaftaran-pendidikan-dokter-spesialis-berbasis-rumah-sakit-dibuka-ayo-gabung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit, dengan Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSP-PU). Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sebagai implementasi transformasi kesehatan, khususnya pada pilar pelayanan rujukan dan pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Sistem Pendidikan Dokter Spesialis ini akan berjalan beriringan dengan sistem berbasis universitas, dengan tujuan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan. Melalui program berbasis rumah sakit (hospital-based) ini, Kemenkes berfokus pada peningkatan jumlah dokter spesialis dengan proses pendidikan yang dilaksanakan di RSP-PU, guna memenuhi kebutuhan serta pemerataan dokter spesialis di daerah-daerah yang masih kekurangan.</p>
<p>“Ini jadi terobosan kami agar distribusi dokter bisa lebih dinamis sampai nantinya ke level kabupaten kota” ucap Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg. Arianti Anaya.</p>
<p>“Peserta yang mengikuti program ini akan memperoleh berbagai kemudahan”, lanjut drg Arianti. Antara lain pembebasan biaya kuliah, status sebagai pegawai di RSP-PU, serta bantuan biaya hidup sebesar Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 setiap bulannya.</p>
<p>Pada periode pendaftaran pertama tahun ini, PPDS berbasis rumah sakit menerima 52 peserta didik untuk enam program studi di berbagai rumah sakit, yaitu:</p>
<p>RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita: Program Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (10 kuota)</p>
<p>RS Pusat Otak Nasional: Program Studi Neurologi (10 kuota)</p>
<p>RS Ortopedi Soeharso: Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi (10 kuota)</p>
<p>RS Anak dan Bunda Harapan Kita: Program Studi Kesehatan Anak (8 kuota)</p>
<p>RS Mata Cicendo: Program Studi Kesehatan Mata (8 kuota)</p>
<p>RS Kanker Dharmais: Program Studi Onkologi Radiasi (6 kuota)</p>
<p>Persyaratan Calon Peserta Didik:</p>
<p>Dokter umum dengan pengalaman kerja klinis minimal satu tahun (tidak termasuk masa internship)</p>
<p>Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku</p>
<p>Memiliki Surat Izin Praktik (SIP) aktif yang berlaku minimal satu tahun (tidak termasuk masa internship)</p>
<p>Usia maksimal 35 tahun</p>
<p>Memiliki akun SATUSEHAT SDMK</p>
<p>Berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau non-PNS</p>
<p>Bersedia ditempatkan pasca-pendidikan, yaitu PNS akan kembali ke daerah tugas asal dan non-PNS ditempatkan di daerah prioritas atau Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) sesuai kebutuhan yang ditetapkan oleh Kemenkes</p>
<p>“Persiapkan diri dengan baik, siapkan dan lengkapi dokumen yang dibutuhkan, dan yang terpenting juga perhatikan tanggal tanggal penting” lanjut drg. Arianti.</p>
<p>Pendaftaran dimulai dari 12 Agustus hingga 8 September 2024, yang mencakup pembuatan akun, pengunggahan dokumen, dan pengajuan berkas. Verifikasi dan pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan pada 30 September 2024.</p>
<p>Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman https://ppds.kemkes.go.id/.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/Screenshot_20240810_132612_Chrome-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemda Jateng Targetkan 100% Implementasi ILP pada 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemda-jateng-targetkan-100-implementasi-ilp-pada-2024</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Aug 2024 18:29:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemda-jateng-targetkan-100-implementasi-ilp-pada-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Semarang, 8 Agustus 2024</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menargetkan implementasi penuh (100%) Integrasi Layanan Primer (ILP) pada tahun 2024. Implementasi ILP dilakukan secara bertahap, dimulai dari target 10%.</p>
<p>&#8220;Diawali dengan target 10% dahulu, puskesmas, pustu, dan posyandu dapat menerapkan ILP dan kemudian kita menetapkan target &#8211; targetnya bahwa harus selesai pada tahun 2024,&#8221; ucap Kadinkes Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar pada Ekspose Transformasi Kesehatan di Jawa Tengah, Kamis (8/8).</p>
<p>Pelayanan kesehatan dalam ILP diselenggarakan berdasarkan klaster, meliputi Klaster Manajemen, Klaster Ibu dan Anak, Klaster Usia Dewasa dan Lanjut Usia, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular, serta Klaster Lintas Sektor.</p>
<p>Yunita menilai bahwa integrasi pelayanan kesehatan mulai dari posyandu hingga puskesmas akan mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih memprioritaskan upaya promotif dan preventif sebelum memerlukan perawatan di rumah sakit.</p>
<p>Sebagai langkah awal implementasi ILP, pemerintah daerah melakukan sosialisasi untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan yang dilakukan di posyandu, puskesmas, dan pustu. Dengan demikian, program ILP pun resmi diluncurkan di Jawa Tengah pada 29 Februari 2024.</p>
<p>&#8220;Kami membuat pola bagaimana ILP dapat dilakukan di Jawa Tengah dan kami harus melakukan sosialisasi di daerah untuk memberikan pemahaman tentang ILP kepada masyarakat dan pemerintah tingkat desa dan kecamatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal yang paling utama, menurut Yunita, adalah masyarakat memiliki kesadaran tentang kesehatan dimulai dari upaya pencegahan. Untuk itu, diperlukan kader kesehatan yang terlatih untuk ditempatkan di unit kesehatan desa dan kelurahan. Kader-kader ini harus memiliki kemampuan dalam melakukan skrining, memberikan edukasi kesehatan, serta mendeteksi dini masyarakat yang menunjukkan gejala penyakit atau tidak.</p>
<p>Implementasi ILP sudah mulai berjalan di semua lokus di Jawa Tengah. Lokus ILP di Jawa Tengah mencakup 289 puskesmas, 331 pustu, dan 2.365 posyandu.</p>
<p>Pelaksanaan ILP di puskesmas dimulai dengan penyediaan layanan sesuai siklus hidup pada klaster pelayanan, diikuti dengan melaksanakan alur pelayanan, dan dilanjutkan dengan penginputan data ke dalam aplikasi satu data kesehatan.</p>
<p>Pelaksanaan ILP di tingkat pustu, di antaranya pelayanan kesehatan diberikan sesuai siklus hidup yang ditangani oleh bidan, perawat, serta didukung oleh pemberdayaan dua kader kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, pelaksanan ILP di posyandu dilakukan berdasarkan paket pelayanan kesehatan sesuai siklus hidup, pelaksanaan kunjungan rumah, dan peningkatan keterampilan kader melalui pelatihan.</p>
<p>Mengenai pendanaan, Yuli mengungkapkan, pemerintah pusat telah merancang pendanaan dalam ILP ini bukan hanya untuk puskesmas, pustu, dan posyandu, tetapi juga untuk Labkesmas serta perbaikan sarana dan prasarana.</p>
<p>Selain itu, terdapat pula pendanaan untuk kegiatan persiapan implementasi ILP, seperti pelatihan, advokasi, dan peningkatan kapasitas kader kesehatan. Dana-dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240809-WA0036.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bakal Kirim Alat Kesehatan Jika SDM Tersedia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bakal-kirim-alat-kesehatan-jika-sdm-tersedia</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Aug 2024 18:23:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-bakal-kirim-alat-kesehatan-jika-sdm-tersedia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Boyolali, 9 Agustus 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono berjanji akan mengirimkan alat kesehatan penunjang layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) ke RSUD Pandan Arang, Boyolali, dengan syarat ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengoperasikannya.</p>
<p>Prof Dante menyampaikan hal tersebut dalam ekspose transformasi kesehatan di pendopo Kabupaten Boyolali, Jumat (9/8). </p>
<p>&#8220;Saya sudah melakukan pendataan, di Rumah Sakit Pandan Arang ini sudah lengkap terutama alat untuk KJSU, sudah ada CT Scan, MRI, dan Cath Lab,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Ia menjelaskan, alat kesehatan yang belum ada, seperti mesin ESWL untuk penghancuran batu ginjal, akan segera dikirim dari pusat. &#8220;Kita bantu pengadaan ESWL ke rumah sakit RSUD Pandan Arang,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan mengirimkan Video Urodinamik Test untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. &#8220;Nanti akan kami bantu juga laser beam untuk treatment pemecahan batu ginjal,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Jadi, saya janji, saya petakan, tapi yang penting adalah tugasnya Dinas Kesehatan Boyolali menyediakan tenaga kesehatannya, SDM-nya. Kalau SDM-nya sudah ada alatnya langsung kami drop,&#8221; tambah Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante mengungkapkan, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi RSUD Pandan Arang, di antaranya proses kredensial. Meskipun layanan kesehatan telah tersedia, rumah sakit belum dapat mengajukan klaim ke BPJS karena masih menunggu hasil evaluasi.</p>
<p>Kemenkes akan membantu proses kredensial supaya lebih cepat  melaksanakan evaluasi sehingga rumah sakit dapat mengklaim tindakan-tindakan kesehatan ke BPJS Kesehatan. &#8220;Saya menargetkan dalam dua minggu proses akreditasi kredensial harus sudah selesai di RSUD ini,&#8221; tutur Prof. Dante.</p>
<p>Kendala lainnya, yakni proses akreditasi Bapeten untuk penggunaan Cath Lab, juga menjadi perhatian serius. Kemenkes telah menindaklanjuti hal tersebut untuk mempercepat proses ini.</p>
<p>&#8220;Dalam waktu dua minggu juga kegiatan untuk akreditasi dan persyaratan yang diberikan Bapeten harus sudah selesai,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240809-WA0072.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Upayakan 1 Apoteker di Puskesmas Bisa Membina Puskesmas Lain</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-upayakan-1-apoteker-di-puskesmas-bisa-membina-puskesmas-lain</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Aug 2024 18:19:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-upayakan-1-apoteker-di-puskesmas-bisa-membina-puskesmas-lain</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Boyolali, 9 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang melakukan Ekspose Transformasi Kesehatan, khususnya implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di Jawa Tengah. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Puskesmas Sawit, Boyolali.</p>
<p>Pada kunjungan tersebut, ditemukan kendala pada mekanisme rujuk balik, salah satunya terkait pengadaan obat.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono telah mengidentifikasi adanya kendala pada mekanisme rujuk balik, salah satunya adalah pengadaan obat yang terkendala karena belum adanya apoteker di Puskesmas Sawit.</p>
<p>Sebagai contoh, untuk pasien diabetes, ketika pasien dirujuk balik ke puskesmas maka obat diberikan oleh puskesmas. Namun, hal ini belum berjalan karena harus ada izin apoteker.</p>
<p>&#8220;Jadi, saya sudah menginstruksikan kepada tim dari Kemenkes untuk melakukan evaluasi, apakah dimungkinkan nanti surat izin praktek apoteker itu, satu apoteker mempunyai beberapa puskesmas binaan,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Dengan demikian, kewajiban puskesmas untuk mengadakan obat non-kapitasi dari BPJS Kesehatan dapat terlaksana. Begitu pula dengan masalah lain, di mana setiap puskesmas di setiap daerah memiliki masalah yang berbeda-beda.</p>
<p>&#8220;Masalahnya bisa kita bahas bersama melalui forum Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas). Nanti turunannya kita bahas di Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) di setiap daerah,&#8221; ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Mekanisme satu apoteker membina beberapa puskesmas merupakan salah satu upaya dari integrasi layanan primer (ILP). Pentingnya ILP diimplementasikan mengingat inflasi kesehatan jauh lebih tinggi daripada Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP).</p>
<p>Salah satu negara yang berhasil mengatasi inflasi kesehatan adalah Kuba karena melakukan edukasi, promotif, dan preventif pada pelayanan kesehatan. Indonesia sedang melakukan strategi serupa melalui ILP.</p>
<p>&#8220;Kalau orang sudah diobati, mereka akan mengeluarkan biaya jauh lebih mahal daripada dicegah sebelum sakit,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Dengan demikian, edukasi dan promotif preventif harus ditekankan. Edukasi dan promosi kesehatan ini sudah tercakup dalam ILP.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240809-WA0086.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Adam Malik dan Tim Medis Arab Saudi Lanjutkan Misi Bedah Jantung Tahap 3</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-adam-malik-dan-tim-medis-arab-saudi-lanjutkan-misi-bedah-jantung-tahap</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Aug 2024 19:05:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-adam-malik-dan-tim-medis-arab-saudi-lanjutkan-misi-bedah-jantung-tahap</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Medan, 7 Agustus 2024</p>
<p>Rumah Sakit (RS) Adam Malik bersama tim medis King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) dari Arab Saudi kembali melanjutkan misi operasi bedah jantung tahap ketiga di Medan, Sumatera Utara mulai hari ini, Rabu (7/8/2024). Operasi jantung kali ini akan menangani pasien dewasa di Gedung Pusat Jantung Terpadu RS Adam Malik, seperti telah dilakukan pada tahap pertama di bulan Mei 2024 lalu.</p>
<p>Dalam acara penyambutan tim medis KSRelief ini, Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi atas bantuan program KSRelief ini. Tidak hanya mendapatkan proses alih iptek dari tim medis Arab Saudi untuk peningkatan kompetensi SDM RS Adam Malik, program ini juga akan memberikan bantuan bahan-bahan medis untuk pelaksanaan operasi.</p>
<p>“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman atas bantuan melalui KSRelief untuk pelaksanaan operasi jantung tahap ketiga ini. Kami memiliki banyak pasien bedah jantung, tapi tidak semuanya bisa ditangani di rumah sakit ini, karena keterbatasan jumlah SDM dan bahan-bahan medis, sehingga selama ini sebagian pasien terpaksa harus dikirim ke Jakarta,” ucap dr. Zainal dalam sambutannya.</p>
<p>Selain itu, dr. Zainal juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI yang telah memberikan dukungan penuh sehingga program ini bisa terlaksana hingga tahap ketiga. Kemudian, juga apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu, terutama RSJPD Harapan Kita selaku pengampu nasional layanan jantung, dan Bea Cukai Kualanamu yang telah mempermudah segala perizinan dalam pengiriman bahan medis masuk ke Indonesia.</p>
<p>Sementara pimpinan tim medis KSRelief kali ini, Dr. Abdullah Ashmeg menyebut mereka berharap bisa memberikan yang terbaik dalam misi operasi bedah jantung tahap ketiga ini.</p>
<p>“Kami merasa sangat bangga dapat menjalankan misi ini, sehingga bisa membantu banyak orang untuk mendapatkan kesehatan jantung yang lebih baik. Semoga misi kali ini juga bisa berjalan dengan lancar,” Ungkap dokter spesialis bedah jantung tersebut.</p>
<p>Tim medis KSRelief sendiri kali ini membawa sebanyak 19 tenaga kesehatan langsung dari Arab Saudi. Mereka terdiri atas dokter spesialis bedah jantung, dokter spesialis jantung, dokter spesialis anestesi jantung, perawat ahli, dan teknisi medis. Selain akan melaksanakan operasi bedah jantung pada 16 pasien, tim ini juga akan melakukan tindakan intervensi non-bedah kateterisasi jantung, di mana nanti akan berlangsung sampai 13 Agustus 2024 mendatang.</p>
<p>Sebelumnya, tim medis KSRelief telah berhasil melakukan operasi bedah jantung pada 10 pasien dewasa dan 31 pasien kateterisasi jantung dalam program tahap pertama pada 22-25 Mei 2024. Kemudian, pada tahap kedua berlangsung misi operasi bedah jantung anak, di mana sebanyak 25 pasien anak menjalani operasi selama periode 25-30 Juni 2024. Misi tahap kedua ini sendiri sempat ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (humas/Ade)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240808-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Konsumsi Antibiotik Wajib Sesuai Indikasi Medis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/konsumsi-antibiotik-wajib-sesuai-indikasi-medis</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Aug 2024 06:56:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/konsumsi-antibiotik-wajib-sesuai-indikasi-medis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Agustus 2024</p>
<p>Penggunaan antibiotik yang berlebihan, tidak tepat waktu, dan tidak sesuai indikasi medis berpotensi menyebabkan resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR). Akibatnya, infeksi pada pasien bertambah parah dan dapat menyebabkan angka kematian tinggi.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa resistensi antimikroba telah menjadi ancaman besar, dengan data global pada tahun 2019 menunjukkan 1,2 juta kematian disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antimikroba. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebuah studi memprediksi bahwa tanpa pengendalian yang efektif, akan ada 10 juta kematian per tahun pada 2050.</p>
<p>“Inilah mengapa AMR disebut sebagai silent pandemic,” kata Prof. Dante dalam acara Navigating Antimicrobial Stewardship in Indonesia and Diabetic Foot Ulcer (DFU) Infections Management pada Rabu (7/8).</p>
<p>Dalam sambutannya di rumah dinas Duta Besar Swedia di Jakarta, Prof. Dante menambahkan, situasi resistensi antimikroba di Indonesia juga sangat memprihatinkan. Terdapat lebih dari 400 ribu orang meninggal akibat sepsis, dengan 34 ribu di antaranya disebabkan oleh resistensi antimikroba.</p>
<p>Data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) online menunjukkan bahwa 25 persen kematian akibat sepsis berasal dari pasien rawat inap pada 2023, dengan Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah kasus tertinggi.</p>
<p>Untuk mengatasi ancaman ini, lanjut Prof. Dante, prinsip pengendalian resistensi antimikroba adalah dengan mencegah infeksi dan menerapkan penggunaan antimikroba secara bijaksana atau dikenal dengan penatagunaan antimikroba (antimicrobial stewardship).</p>
<p>Kementerian Kesehatan juga aktif dalam mempromosikan pengendalian resistensi antimikroba untuk meningkatkan kesadaran di antara semua pemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan dan regulator.</p>
<p>“Inisiatif GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) di masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya ini,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>GeMa CerMat merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan obat dengan benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar.</p>
<p>Prof. Dante menyoroti pentingnya pendekatan One Health dan keterlibatan mitra, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperkuat penggunaan antimikroba secara bijak di Indonesia. Perjuangan melawan resistensi antimikroba bukan hanya tantangan ilmiah atau medis, tetapi juga tanggung jawab bersama.</p>
<p>“Dengan bekerja sama, kita dapat menjaga efektivitas penggunaan antimikroba secara bijak dan melindungi kesehatan generasi masa depan kita,” tegas Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53907748904_73645b33b6_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menekan Rujukan Penyakit katastropik Ke Jakarta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menekan-rujukan-penyakit-katastropik-ke-jakarta</link>				
         <pubDate>Wed, 07 Aug 2024 21:10:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menekan-rujukan-penyakit-katastropik-ke-jakarta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang membangun empat rumah sakit unit pelayanan terpadu (UPT) vertikal di wilayah Indonesia tengah dan timur. Keempat rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar, Sulawesi Selatan; RS UPT Vertikal Surabaya, Jawa Timur; RS UPT Vertikal Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur; dan RS UPT Vertikal Papua.</p>
<p>Rumah sakit UPT Vertikal ini dipersiapkan sebagai sentra layanan spesialistik dan subspesialistik untuk tiga penyakit katastropik yang menyumbang kematian tertinggi di Indonesia, yakni jantung, kanker, dan stroke. Fasilitas pelayanan kesehatan dan sarana prasarana di rumah sakit UPT vertikal akan dimaksimalkan sesuai standar internasional.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS mengatakan, keempat rumah sakit UPT vertikal ini diharapkan dapat menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) dalam penanganan penyakit katastropik di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.</p>
<p>“Output (hasil) yang diharapkan dari Center of Excellence Penyakit Katastropik di wilayah Indonesia timur dalam jangka pendek adalah menekan angka rujukan penyakit katastropik ke luar wilayah Indonesia timur. Sehingga, kebutuhan pelayanan rujukan berkualitas di Indonesia timur sudah dapat terpenuhi,” ungkap Azhar di Jakarta, ditulis Selasa (6/8).</p>
<p>“Selain itu, dalam jangka panjang, yang diharapkan dari kehadiran Center of Excellence adalah dapat menekan angka kematian dan angka kesakitan/angka kecacatan dengan terlaksananya layanan sesuai golden period (periode emas) tata laksana suatu penyakit. Misalnya, seperti stroke dapat dilakukan layanan trombolisis sampai clipping.”</p>
<p>Layanan trombolisis adalah salah satu metode penanganan stroke iskemik dengan cara memecah gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah di dalam otak. Sedangkan, clipping adalah prosedur untuk menghentikan aliran darah ke aneurisma (tonjolan di pembuluh darah otak). Jika tonjolan ini pecah, maka akan terjadi perdarahan otak yang disebut stroke hemoragik.</p>
<p>Ketua Tim Kerja Pengampuan Jejaring Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU dan KIA) dr. Ady Iswadi Thomas, MARS menambahkan, kehadiran Center of Excellence Penyakit Katastropik diharapkan nantinya dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pasien.</p>
<p>“Harapan dalam hal sisi layanan kesehatan, agar layanan kesehatan dapat diakses secara merata sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pasien, termasuk dari segi pembiayaan kesehatan,” tambahnya.</p>
<p>“Dari segi pemenuhan alat kesehatan, tentunya ini menjadi salah satu pemenuhan dalam peningkatan kompetensi rumah sakit yang dapat memberikan intervensi lebih tepat untuk diagnostik dan terapi penyakit sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.”</p>
<p>Adapun, progres pembangunan fisik RS Vertikal Kemenkes untuk layanan penyakit katastropik hingga 29 Juli 2024, sebagai berikut:</p>
<p>1) RS UPT Vertikal Makassar 93,7%, target penyelesaian fisik 31 Desember 2024, usulan soft launching pada akhir Agustus 2024;</p>
<p>2) RS UPT Vertikal Surabaya 94,14%, target penyelesaian 16 Agustus 2024, soft launching pada Agustus 2024;</p>
<p>3) RS UPT Vertikal IKN 66,74%, target penyelesaian fisik 31 Desember 2024, soft launching pada Agustus 2024;</p>
<p>4) RS UPT Vertikal Papua 70,49%, target penyelesaian 31 Desember 2024, soft launching pada Oktober 2024.</p>
<p>Kurangi Rujukan ke Jakarta</p>
<p>Azhar Jaya juga berharap adanya Center Of Excellence untuk layanan penyakit katastropik di wilayah Indonesia tengah dan timur dapat mengurangi rujukan pasien ke rumah sakit di Jakarta atau di kota besar lainnya seperti di Makassar atau Bali.</p>
<p>“Jadi, waiting list atau waktu tunggu pasien untuk menerima suatu layanan bisa diperpendek waktunya. Bahkan, tidak perlu menunggu untuk mendapat layanan tersebut sehingga angka kesakitan maupun angka kematian bisa ditekan,” terangnya.</p>
<p>Senada dengan Azhar, Ady Iswadi Thomas mengatakan, pasien, khususnya yang tinggal di wilayah Indonesia timur, kelak tidak perlu lagi antre berobat sampai ke Jakarta.</p>
<p>“Dengan adanya pemerataan akses di wilayah timur melalui peningkatan kompetensi rumah sakit—Center Of Excellence Penyakit Katastropik—tentunya hal ini akan berdampak pada rujukan pasien,” ucapnya.</p>
<p>“Karena, pasien bisa mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi rumah sakit. Oleh karena itu, pasien tidak perlu lagi antre panjang di Jakarta.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53850363090_32e68e3549_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pacu Penuhi Layanan RS Jejaring Pengampuan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pacu-penuhi-layanan-rs-jejaring-pengampuan</link>				
         <pubDate>Wed, 07 Aug 2024 09:24:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pacu-penuhi-layanan-rs-jejaring-pengampuan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus berupaya memenuhi sarana dan prasarana alat kesehatan untuk layanan prioritas kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU KIA) di rumah sakit jejaring pengampuan. Kemenkes juga berupaya melakukan pemenuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) kesehatan.</p>
<p>Upaya di atas merupakan wujud dari transformasi layanan rujukan, yakni perbaikan mekanisme rujukan, peningkatan akses dan mutu layanan rumah sakit, serta layanan penyakit prioritas nasional. Layanan penyakit prioritas kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi ini termasuk penyakit katastropik dengan pembiayaan jaminan kesehatan tertinggi.</p>
<p>Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes menyampaikan, pemerintah memberikan dukungan pemenuhan dalam memperluas layanan prioritas, khususnya KJSU KIA.</p>
<p>Dukungannya, antara lain mengalokasi alat kesehatan KJSU KIA, baik dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun sumber anggaran lain.</p>
<p>“Saat ini, alat kesehatan KSJU KIA yang sudah dialokasikan ke RS Jejaring Pengampuan KJSU KIA bersumber dari DAK 2023 dan PEN 2022,” ujar drg. Yuli di Jakarta, ditulis Rabu (7/8).</p>
<p>Rumah sakit jejaring pengampuan pelayanan kesehatan prioritas merupakan rumah sakit, baik rumah sakit pengampu maupun rumah sakit diampu yang menyelenggarakan serangkaian kegiatan peningkatan kompetensi rumah sakit sesuai kebutuhan dalam prinsip kolaborasi.</p>
<p>Pemerintah akan memperluas layanan prioritas dimulai dari level provinsi hingga kabupaten/kota dengan mempertimbangkan kesiapan SDM, sarana prasarana, dan rencana distribusi alat kesehatan. Hal ini bagian dari upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan hingga ke pelosok Tanah Air.</p>
<p>Pemberian Beasiswa hingga Kerja Sama</p>
<p>Kemenkes saat ini melakukan sejumlah upaya untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana alat kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam pengembangan pelayanan di rumah sakit jejaring pengampuan, khususnya untuk layanan KJSU KIA.</p>
<p>“Pertama, memberikan beasiswa pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Kedua, melakukan program pelatihan SDM Kesehatan dalam upaya peningkatan kapasitas,” lanjut drg. Yuli</p>
<p>“Ketiga, memberikan dukungan terhadap pemenuhan sarana, prasarana, alat kesehatan, termasuk dalam pemenuhan infrastruktur pelayanan kesehatan melalui APBN (DAK) atau sumber lainnya sesuai dengan ketentuan.”</p>
<p>Keempat, Kemenkes melakukan distribusi tenaga medis melalui Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS) untuk mendukung pengampuan pelayanan kesehatan prioritas.</p>
<p>Kelima, Kemenkes melakukan kerja sama dengan beberapa pihak dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan, serta memanfaatkan teknologi untuk pembiayaan yang efektif dan efisien. Salah satunya, Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO) untuk menciptakan lingkungan belajar yang multi arah dalam menyebarkan suatu tata laksana pasien yang terbaik (best practices) melalui pembelajaran didaktik yang dikombinasikan dengan presentasi kasus.</p>
<p>Monitoring Evaluasi Alat Kesehatan</p>
<p>Dari sisi pemanfaatan alat kesehatan di rumah sakit, Kemenkes telah berupaya mengoptimalkan peralatan kesehatan yang diberikan melalui monitoring dan evaluasi berkala.<br />
Menurut drg Yuli, hasil monitoring evaluasi alat kesehatan tersebut sebagian besar sudah dimanfaatkan kepada masyarakat sebagai bentuk pengembangan layanan.</p>
<p>“Namun, ada juga beberapa rumah sakit yang belum mengoperasionalkan alat kesehatan dikarenakan masih proses pemenuhan untuk melengkapi persyaratan perizinan Bapeten dan kredensialing BPJS Kesehatan,” terangnya.</p>
<p>Melalui Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan Prioritas, diharapkan dapat menyelesaikan berbagai kendala pelayanan seperti kompetensi rumah sakit yang belum merata karena keterbatasan SDM dan sarana prasarana alat kesehatan.</p>
<p>“Diharapkan pula dengan program pengampuan ini dapat mencapai target clinical outcome (hasil klinis) mencakup penurunan angka kesakitan dan kematian, penurunan biaya pelayanan sekaligus peningkatan produktivitas dan kualitas hidup pasien,” ucap drg. Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/8f35c9de-b63f-4b4d-82e9-b866fe372a38.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menjaga Mental Health Mahasiswa Baru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menjaga-mental-health-mahasiswa-baru</link>				
         <pubDate>Wed, 07 Aug 2024 07:26:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menjaga-mental-health-mahasiswa-baru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Depok, 6 Agustus 2024</p>
<p>Kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu, termasuk para mahasiswa baru yang akan menapaki tahapan pendidikan yang baru. Kesehatan mental yang baik sangat penting bagi mahasiswa karena dapat memengaruhi kinerja akademik, kualitas hidup, dan hubungan sosial mereka.</p>
<p>Usia mahasiswa, yakni 18-22 tahun, seringkali disebut sebagai masa pencarian jati diri, di mana banyak tekanan dan pengaruh eksternal yang dapat memengaruhi kondisi mental atau psikologis mereka. Untuk itu, memahami pentingnya menjaga kesehatan mental (mental health) menjadi kunci keberhasilan mahasiswa dalam menjalani studi perkuliahan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, berkesempatan untuk memberikan kuliah umum terkait kesehatan mental bagi mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru &#8211; PKKMB UI Tahun 2024 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (6/8/2024).</p>
<p>PKKMB UI mengangkat tema “Mahasiswa UI Tangguh, Sehat, dan Cendekia”. PKKMB merupakan salah satu rangkaian kegiatan mahasiswa baru yang sedang menghadapi salah satu fase peralihan status pendidikan dari seorang siswa menjadi mahasiswa.<br />
Perbedaan iklim pendidikan membuat PKKMB menjadi kegiatan yang penting untuk mahasiswa baru agar nantinya dapat cepat beradaptasi dengan budaya akademis dan sistem pendidikan perguruan tinggi.</p>
<p>Dalam kuliah umumnya Prof. Dante Saksono menyampaikan dinamika Kurva W yang menggambarkan naik turunnya siklus kejiwaan yang dialami oleh seorang mahasiswa baru, serta hubungannya dengan faktor kepuasan dan waktu.</p>
<p>“Secara umum, mahasiswa baru akan mengalami yang namanya Kurva W, yakni dimulai dari Bulan Madu (permulaan kuliah) &#8211; Culture Shock (banyak tugas, homesick) &#8211; Penyesuaian Awal (mengelola waktu &amp; pertemanan) &#8211; Mental Isolation (pulang kerumah dan banyak hal berubah) &#8211; Penerimaan dan Integrasi (merasa menemukan rumah baru)” ujar Dante.</p>
<p>Merujuk pada teori Darwin, Prof. Dante Saksono menambahkan, kemampuan beradaptasi yang cepat sangat penting bagi mahasiswa, karena bukan yang terkuat atau terpintar yang akan bertahan, melainkan yang paling cepat menyesuaikan diri.</p>
<p>Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof. Dr. -rer.nat Abdul Haris, tantangan umum mahasiswa di Indonesia adalah tingginya angka pengangguran lulusan. Sebanyak 11,8% lulusan, atau sekitar 945.413 orang terdiri dari 191.681 diploma dan 753.732 sarjana, merupakan pengangguran terdidik.</p>
<p>“Tantangan kedepan sangat luas, sangat kompetitif, diperlukan daya saing yang sangat tinggi karena perkembangan era teknologi saat ini adalah masa automatisasi/artificial intelligent. Hal ini akan mengubah semua apa yang menjadi kebiasaan manusia” kata Prof. Abdul Haris.</p>
<p>Dengan adanya automatisasi, hal yang sebelumnya tidak terpikirkan dapat menjadi hal yang sangat lumrah dan dibutuhkan di masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru dituntut harus selalu adaptif untuk dapat bertahan.</p>
<p>Dinamika pendidikan tinggi yang sangat cepat dan tuntutan adaptasi yang tinggi menjadi salah satu faktor penyebab masalah kesehatan mental pada mahasiswa. Dalam kuliah umumnya, Prof. Dante menyarankan mahasiswa untuk memprioritaskan tugas, manajemen waktu, dan memiliki hobi.</p>
<p>Ketika mengatasi stres, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dan mengaktifkan sistem parasimpatis rest and digest, yakni:<br />
Mengenali stres. Kenali penyebabnya, perhatikan pikiran yang timbul, dan rasakan sensasi yang timbul di tubuh;<br />
Relaksasi. Latihan pernapasan, progressive muscle relaxation, metode 5-4-3-2-1;<br />
Aktivitas fisik. Jalan kaki/lari, senam/yoga;<br />
Co-regulation. Sharing dengan teman/keluarga, konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan jiwa.</p>
<p>“Kesehatan adalah asetmu yang paling berharga untuk manajemen stres, tidur cukup dan berkualitas, olahraga yang teratur, makan yang bergizi, hindari gula, garam, dan lemak,&#8221; kata Prof. Dante ketika menutup kuliah umumnya</p>
<p>Kegiatan PKKMB ini diharapkan dapat membentuk momen yang sangat penting bagi mahasiswa baru UI sebagai landasan semangat dan pengingat kembali niat awal belajar selama masa perkuliahan nanti.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/wamen-balairung.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Uji Petik Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/uji-petik-percepatan-pelaksanaan-berusaha-kementerian-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 07 Aug 2024 05:25:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/uji-petik-percepatan-pelaksanaan-berusaha-kementerian-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Agustus 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengikuti kegiatan uji petik Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Kementerian/Lembaga Negara di ruang auditorium Siwabessy gedung Prof. Sujudi lantai 2, kantor Kemenkes, Selasa (6/8/2024). Kegiatan ini berkaitan dengan Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa menyampaikan, kegiatan uji petik tersebut sebagai peningkatan efektivitas dan efisiensi kinerja anggaran Kemenkes dan kinerja pemerintah daerah. Selain itu, uji petik juga sebagai pemenuhan implementasi pelayanan perizinan berusaha agar terintegrasi secara elektronik dan percepatan pelaksanaan berusaha.</p>
<p>“Intinya adalah kita lakukan uji petik untuk perizinan berusaha karena Kementerian Kesehatan itu kan banyak sekali ya, tidak hanya dari rumah sakit, tapi juga berkaitan nanti dengan farmalkes, alat kesehatan, termasuk juga dengan dokter-dokter yang ada,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta melanjutkan, kegiatan uji petik ini untuk meningkatkan layanan pada masyarakat agar masyarakat dapat terlayani, tidak hanya pengusaha melainkan semuanya.</p>
<p>”Dari sini, nanti Ibu Tina (Talisa) selaku tim penilai akan melihat apakah kita sudah memenuhi semua kriteria tadi, apakah kita perlu ada rekomendasi yang ujungnya adalah untuk peningkatan dan perbaikan dari layanan kita, yang kita harapkan semuanya tentang masyarakat,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Uji petik yang dilaksanakan merupakan bagian dari proses dalam penilaian kinerja percepatan pelaksanaan perusahaan dan merupakan amanat dari Perpres Nomor 42 tahun 2020. Sesuai dengan tahap penilaian, Kemenkes telah mengikuti kegiatan pemaparan nomine di Hotel Ritz-Carlton Jakarta pada 30 Juli 2024.</p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya menyampaikan, poin pembahasan Uji Petik Penyelenggaraan Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Kesehatan dimulai dari penerapan perizinan berusaha, penyederhanaan perizinan berusaha sektor kesehatan, sosialisasi, pendampingan, dan penyediaan helpdesk, serta peningkatan iklim investasi.</p>
<p>“Terkait penerapan perizinan berusaha, Kemenkes telah menerbitkan Permenkes No. 14 tahun 2021 yang mengatur tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko,” kata dr. Azhar.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Azhar menambahkan, terdapat 6 Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Perizinan Berusaha sektor kesehatan di lingkup Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, yakni:</p>
<p>o Aktivitas RS Pemerintah (86101) (risiko tinggi);</p>
<p>o Aktivitas RS Swasta (86103) (risiko tinggi);</p>
<p>o Aktivitas Klinik Pemerintah (86104) (risiko menengah tinggi);</p>
<p>o Aktivitas Klinik Swasta (86105) (risiko menengah tinggi);</p>
<p>o Aktivitas pelayanan penunjang kesehatan (86903) (risiko menengah rendah–tinggi); dan</p>
<p>o Aktivitas Angkutan Khusus Pengangkutan Orang Sakit/ Medical Evacuation (86904) (risiko tinggi)</p>
<p>“Dengan berlakunya Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 proses perizinan terintegrasi sejak awal sampai verifikasi dilakukan melalui sistem Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA) dari sebelumnya verifikasi dilakukan di luar sistem OSS,” kata dia.</p>
<p>Penerbitan Permenkes Nomor 1 Tahun 2023 tentang RS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Permenkes Nomor 18 Tahun 2023 tentang Klinik di KEK juga mengatur tentang relaksasi perizinan, pelayanan, SDM, obat, dan alat kesehatan.</p>
<p>dr. Azhar juga menjelaskan, untuk meningkatkan iklim investasi, Kemenkes telah menerapkan pengorganisasian PPB. Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan (Dit. PKR) membentuk Tim Kerja Perizinan dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer (Dit. PKP) membentuk Tim Kerja Perizinan dan Registrasi Fasyankes Lainnya, serta Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan (Dit. TKPK) membentuk Tim Kerja Teknologi Kesehatan.</p>
<p>Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan dengan Daerah Tina Talisa, selaku tim penilai dari Kementerian Investasi/BKPM, menyampaikan bahwa kegiatan uji petik yang diselenggarakan saat ini untuk memastikan kesesuaian dan konsistensi antara apa yang telah dipaparkan oleh Kemenkes sebelumnya dan apa yang dilaksanakan dan diimplementasikan oleh Kemenkes di lapangan.</p>
<p>“Dalam hal pelaksanaan perusahaan, tentu target utamanya adalah para pelaku usaha. Jadi, yang dinilai di sini adalah aspek layanan perizinan usaha kepada para pelaku usaha, kepada para investor dan investor, jangan lupa rekan-rekan, tidak hanya usaha besar tapi menengah kecil mikro juga adalah para pelaku usaha,” kata Tina.</p>
<p>Lebih lanjut, Tina menjelaskan, proses uji petik ini dimulai dengan tahap penilaian mandiri oleh kementerian/lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kemudian, dilakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Pada tahap kedua, dimunculkan menu nomine terbaik, termasuk Kementerian Kesehatan. Kemenkes terpilih dalam 8 (delapan) besar nomine dari seluruh kementerian/lembaga.</p>
<p>Selanjutnya, Tina beserta tim mengunjungi Unit Pelayanan Terpadu (ULT), ruang call center Halo Kemenkes, dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), sekaligus memeriksa langsung fasilitas dan kinerja pelayanan di Kemenkes.</p>
<p>Dalam keseluruhan proses perizinan tersebut, disediakan helpdesk berupa: Unit Layanan Terpadu di Kementerian Kesehatan, Call Center Halo Kemenkes 1500-567, email Yankes: humas.yankes@kemkes.go.id.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. DJ</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53905276057_6048c70b86_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Seluruh Puskesmas di Jakarta Siap Layani Semua Siklus Hidup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/seluruh-puskesmas-di-jakarta-siap-layani-semua-siklus-hidup</link>				
         <pubDate>Tue, 06 Aug 2024 18:07:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/seluruh-puskesmas-di-jakarta-siap-layani-semua-siklus-hidup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Agustus 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Daerah Khusus (DK) Jakarta Heru Budi Hartono meluncurkan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Tebet pada Selasa (6/8/2024). </p>
<p>ILP merupakan wujud dari transformasi layanan primer yang bertujuan untuk menata, merevitalisasi, dan menyelaraskan berbagai pelayanan kesehatan primer, termasuk 10.000 puskesmas dan 300.000 posyandu di seluruh Indonesia, agar kualitasnya semakin baik.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, revitalisasi pusat pelayanan kesehatan primer akan fokus pada tiga hal utama. Pertama, penerapan ILP akan memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif untuk seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia. </p>
<p>Artinya, pelayanan kesehatan primer tidak hanya melayani kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga anak, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia. “Jadi, puskesmas dan posyandu tugasnya dua. Pertama memberikan pendidikan dan edukasi. Kedua, pencegahan dilakukan dengan imunisasi dan skrining kesehatan,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Kedua, program ILP akan mengubah bentuk pelayanan kesehatan dari yang sebelumnya belum sepenuhnya terdigitalisasi menjadi sepenuhnya (full) terdigitalisasi. Para petugas kesehatan akan diberikan dasbor digital untuk memantau kesehatan di setiap wilayah, sehingga semua penyakit masyarakat bisa tercatat dengan baik. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memberikan terapi ataupun pengobatan dengan tepat. </p>
<p>Selanjutnya, karena fokus penerapan ILP ini adalah semua siklus hidup, pelayanan kesehatan yang diberikan juga akan disesuaikan dengan jenjang usianya. Adapun, pelayanan kesehatan yang akan diberikan di antaranya edukasi kesehatan, skrining kesehatan, hingga pemberian imunisasi. Karena itu, untuk menunjang layanan tersebut, semua alat kesehatan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan. </p>
<p>“Semua alat-alat untuk preventifnya akan kita lengkapi semua. Jadi, cek darah, tekanan darah, lemak darah, tes darah, cek ginjal, USG, itu semua dibagikan ke puskesmas-puskesmas supaya mereka bisa skrining. Jadi, fungsi promotifnya bagus,” tutur Menkes Budi.  </p>
<p>Menkes Budi berharap, peluncuran program ILP di Provinsi DK Jakarta tersebut akan memperkuat fungsi pelayanan kesehatan primer untuk mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat. Hal ini sejalan dengan fungsi pelayanan kesehatan primer, yakni melakukan kegiatan promotif preventif, dan bukan pengobatan atau kuratif. </p>
<p>“Tugas kita menjaga orang tetap sehat. Tetap sehat itu dengan promotif preventif yang dilakukan di puskesmas dan yang melakukannya adalah kader-kader dan dokter-dokter yang ada di puskesmas. Tolong mereka diberikan perhatian, anggaran dan alat agar dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal,” pesan Menkes.  </p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Heru Budi menyampaikan, Pemprov DK Jakarta berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan program ILP dan BLUD di semua puskesmas di seluruh Jakarta. Dengan demikian, semua siklus hidup bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas. </p>
<p>“Kami Pemda DKI berkomitmen, tentunya, komitmen untuk puskesmas se-DKI Jakarta akan dilakukan revitalisasi seperti yang dilakukan di Puskesmas Tebet. Semua siklus kehidupan dari lahir sampai lansia bisa dilayani di Puskesmas,” katanya. </p>
<p>Selain meluncurkan program ILP di Jakarta, PJ Gubernur Jakarta dan Menkes juga meresmikan dua gedung puskesmas yakni Puskesmas Tebet dan Puskesmas Pasar Minggu yang telah selesai direnovasi untuk selanjutnya dapat digunakan untuk melayani masyarakat dengan kualitas terbaik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/608ba736-3911-45ff-9168-b4f78edf1e51.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Alat Kontrasepsi Hanya untuk Pasangan yang Sudah Menikah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/alat-kontrasepsi-hanya-untuk-pasangan-yang-sudah-menikah</link>				
         <pubDate>Tue, 06 Aug 2024 08:45:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/alat-kontrasepsi-hanya-untuk-pasangan-yang-sudah-menikah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Agustus 2024</p>
<p>Pemerintah telah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan. Salah satunya memuat upaya pemerintah meningkatkan layanan promotif dan preventif atau mencegah masyarakat menjadi sakit. </p>
<p>Layanan tersebut termasuk memastikan kesehatan reproduksi untuk remaja dimana pemerintah akan menggalakan pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.</p>
<p>Program tersebut antara lain mengedukasi tentang sistem, fungsi, dan proses reproduksi; menjaga kesehatan reproduksi; perilaku seksual berisiko dan akibatnya; keluarga berencana; serta melindungi diri dan mampu menolak hubungan seksual.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril  Sp. P, MPH menjelaskan edukasi terkait kesehatan reproduksi termasuk juga penggunaan kontrasepsi. </p>
<p>“Namun penyediaan alat kontrasepsi tidak ditujukan untuk semua remaja, melainkan hanya diperuntukkan bagi remaja yang sudah menikah dengan tujuan menunda kehamilan ketika calon ibu belum siap karena masalah ekonomi atau kesehatan,” kata dr. Syahril di Jakarta (5/8). </p>
<p>“Jadi, penyediaan alat kontrasepsi itu hanya diberikan kepada remaja yang sudah menikah untuk dapat menunda kehamilan hingga umur yang aman untuk hamil,” katanya.</p>
<p>Pernikahan dini akan meningkatkan risiko kematian ibu dan anak. Risiko anak yang dilahirkan akan menjadi stunting juga sangat tinggi </p>
<p>Sesuai dengan ketentuan dalam PP tersebut, sasaran utama pelayanan alat kontrasepsi adalah pasangan usia subur dan kelompok usia subur yang berisiko. Dengan demikian, penyediaan alat kontrasepsi tidak akan ditujukan kepada semua remaja.</p>
<p>dr. Syahril menambahkan agar masyarakat tidak salah persepsi dalam menginterpretasikan PP tersebut, dan aturan itu akan diperjelas dalam rancangan Peraturan Menteri Kesehatan sebagai aturan turunan dari PP tersebut. </p>
<p>Aturan turunan tersebut juga akan memperjelas mengenai pemberian edukasi tentang keluarga berencana bagi anak usia sekolah dan remaja yang akan disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan usia anak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG_1421.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hari Anak Nasional 2024, Masyarakat Harus Pahami Karakteristik TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/hari-anak-nasional-2024-masyarakat-harus-pahami-karakteristik-tbc</link>				
         <pubDate>Mon, 05 Aug 2024 05:51:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/hari-anak-nasional-2024-masyarakat-harus-pahami-karakteristik-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 2 Agustus 2024</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis dan Hari Anak Nasional 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerja sama dengan Indonesia Muda Untuk Tuberkulosis dan Otsuka Group menyelenggarakan kampanye TBC yang menyasar anak-anak dan pemuda. </p>
<p>Kampanye ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait segala hal tentang TBC melalui penyebaran informasi dan deteksi dini kasus. Hal ini sejalan dengan target eliminasi TBC di Indonesia pada 2030 dengan memperkuat kapasitas dan peran berbagai pihak dalam program pencegahan dan pengendalian TBC pada anak.</p>
<p>TBC masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan WHO Global Tuberculosis Report 2023, terdapat 10,6 juta orang di dunia yang jatuh sakit karena TBC dan sebanyak 1,3 juta orang meninggal karena TBC. </p>
<p>Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia. Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan 1.060.000 kasus baru dan 134.000 kematian setiap tahunnya, atau setara dengan 15 kematian setiap jam. </p>
<p>Dari estimasi tersebut, berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) pada 2023, sebanyak 821.200 kasus TBC (77% dari target) telah ternotifikasi dan angka kasus TBC yang diobati mencapai 86% (target 90%).</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Yudhi Pramono, MARS mengatakan, anak-anak lebih rentan terhadap TBC karena perkembangan tubuhnya yang belum sempurna. Beberapa kelompok anak yang berisiko tinggi terinfeksi bakteri TBC, yaitu:</p>
<p>1) Anak di bawah usia 5 tahun. Anak di bawah usia 5 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang sehingga bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang telah ada dalam tubuh mudah teraktivasi;</p>
<p>2) Anak dengan HIV. Bakteri TBC mudah teraktivasi ketika sistem kekebalan tubuh mulai melemah karena infeksi virus HIV; </p>
<p>3) Anak dengan gizi buruk. Gizi buruk pada anak menurunkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi, termasuk TBC;</p>
<p>4) Anak yang kontak serumah dan erat dengan pasien TBC. Anak yang kontak dengan pasien TBC memiliki risiko terinfeksi bakteri TBC. Risiko ini akan semakin meningkat jika kontak adalah ibu atau pengasuh anak tersebut.</p>
<p>&#8220;Peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli merupakan momentum untuk mendorong lebih banyak lagi populasi anak yang dapat terpapar tentang informasi dan layanan TBC, serta mendorong untuk peningkatan upaya pencegahan dan pengobatan TBC di masyarakat,&#8221; ujar dr. Yudhi di Bandung, Jumat (2/8).</p>
<p>Peluncuran Portable X-Ray</p>
<p>Pada salah satu sesi dalam rangkaian Hari Anak Nasional 2024, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meluncurkan penggunaan alat Portable X-Ray yang dapat dimanfaatkan untuk skrining TBC, khususnya dalam upaya mencapai target penemuan kasus dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Indonesia sudah memiliki 25 unit Portable X-Ray untuk didistribusikan ke 15 kabupaten/kota di 9 provinsi prioritas percepatan eliminasi TBC 2030. Alat tersebut didistribusikan ke wilayah prioritas dengan kasus TBC tinggi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Maluku.</p>
<p>Setelah peluncuran di Bandung, diharapkan wilayah lain yang mendapatkan Portable X-Ray dapat melakukan Active Case Finding mulai Agustus 2024.</p>
<p>Kegiatan skrining TBC sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dini dan mengelola kasus TBC serta infeksi laten TBC secara efektif. Dalam acara ini skrining TBC diintegrasikan dengan skrining kanker paru menggunakan alat Portable X-ray. Metode skrining yang digunakan adalah metode paralel, yaitu skrining gejala TBC dilanjutkan dengan pemeriksaan radiografi toraks. </p>
<p>Skrining gejala TBC dilakukan melalui wawancara menggunakan formulir skrining gejala TBC oleh petugas kesehatan puskesmas. Selanjutnya, pemeriksaan radiografi toraks dilakukan oleh radiografer menggunakan alat Portable X-Ray. </p>
<p>Kampanye TBC ini merupakan inisiatif penting untuk menggalang dukungan dari berbagai pihak dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) akan menyatakan komitmen mereka untuk mendukung program-program pemerintah untuk mengeliminasi TBC.</p>
<p>Kampanye TBC berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung selama 3 hari, mulai Jumat (2/8) hingga Minggu (4/8). Salah satu kegiatan utama kampanye TBC adalah pameran dan talkshow edukasi TBC untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai TBC.</p>
<p>Setiap harinya, ada satu talkshow dengan tema yang berbeda-beda. Fokus utama dari<br />
talkshow ini adalah menjelaskan pentingnya deteksi dini, pencegahan serta peran<br />
keluarga dan komunitas dalam upaya penanggulangan penyakit TBC.</p>
<p>Selain talkshow, kampanye ini juga diisi dengan pameran dan permainan (games) edukatif tentang TBC. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang TBC melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. </p>
<p>Dengan memanfaatkan permainan (games), acara ini bertujuan menarik partisipasi aktif dari berbagai kalangan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, serta memberikan informasi yang mudah dipahami dan diingat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53896274317_6c0e040dde_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tekan Konsumsi Perokok Anak Dan Remaja</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tekan-konsumsi-perokok-anak-dan-remaja</link>				
         <pubDate>Fri, 02 Aug 2024 20:27:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tekan-konsumsi-perokok-anak-dan-remaja</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Agustus 2024</p>
<p>Aturan pengendalian zat adiktif produk tembakau yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menjadi sorotan publik. Khususnya, aturan mengenai penjualan rokok eceran, pembatasan iklan rokok, dan peringatan kesehatan pada kemasan rokok.</p>
<p>Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Indah Febrianti, S.H., M.H menjelaskan bahwa pengaturan penjualan rokok secara eceran bertujuan menekan konsumsi rokok. Sebab, dampak buruk produk tembakau dapat mengancam kesehatan.</p>
<p>Merokok dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan seperti bronkitis kronis, emfisema, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Paparan asap rokok secara terus-menerus akan merusak jaringan paru-paru dan mengganggu kemampuan paru-paru untuk berfungsi dengan baik.</p>
<p>“Terkait substansi tembakau, pengaturan larangan menjual secara eceran memang bagian dari upaya pengendalian dampak buruk tembakau dengan menekan konsumsinya,” jelas Indah di Jakarta, Kamis (1/8).</p>
<p>Pengendalian zat adiktif produk yang mengandung tembakau atau tidak mengandung tembakau, baik rokok atau bentuk lain yang bersifat adiktif, diatur dalam Bab II Bagian Kedua Puluh Satu Pengamanan Zat Adiktif, dari Pasal 429 sampai Pasal 463.</p>
<p>Aturan rokok eceran tertuang pada Pasal 434 ayat (1) berbunyi, setiap orang dilarang menjual produk tembakau dan rokok elektronik:</p>
<p>menggunakan mesin layan diri;</p>
<p>kepada setiap orang di bawah usia 21 (dua puluh satu) tahun dan perempuan hamil;</p>
<p>secara eceran satuan per batang, kecuali bagi produk tembakau berupa cerutu dan rokok elektronik;</p>
<p>dengan menempatkan produk tembakau dan rokok elektronik pada area sekitar pintu masuk dan keluar atau pada tempat yang sering dilalui;</p>
<p>dalam radius 200 (dua ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak; dan</p>
<p>menggunakan jasa situs web atau aplikasi elektronik komersial dan media sosial.</p>
<p>Ketentuan larangan penjualan melalui situs web atau aplikasi elektronik komersial sebagaimana tercantum pada ayat (1) huruf f dapat dikecualikan jika terdapat verifikasi umur.</p>
<p>“Ketentuan pengendalian produk tembakau dan rokok elektronik termasuk salah satu poin-poin terbaru dalam PP No. 28 Tahun 2024 ini,” lanjut Indah.</p>
<p><strong>Kurangi Prevalensi Perokok Pemula</strong></p>
<p>Menurut Indah Febrianti, ketentuan pengendalian produk tembakau, terutama rokok eceran, didorong karena penjualan produk tersebut mudah diakses anak-anak dan remaja.</p>
<p>“Penjualan secara eceran sangat rentan produk mudah diakses oleh perokok pemula anak dan remaja, yang memang kita ingin tekan tingkat konsumsinya,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang dilakukan Kemenkes, jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun.</p>
<p>Kelompok anak dan remaja merupakan kelompok dengan peningkatan jumlah perokok yang paling signifikan. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) pada 2019 menunjukkan, prevalensi perokok pada anak sekolah usia 13-15 tahun naik dari 18,3% (2016) menjadi 19,2% (2019).</p>
<p>Sementara itu, data SKI 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), diikuti usia 10-14 tahun (18,4%).</p>
<p>Pengguna rokok elektrik di kalangan remaja ikut meningkat dalam 4 tahun terakhir. Dari hasil data Global Adult Tobacco Survey (GATS) pada 2021, prevalensi rokok elektrik naik dari 0,3% pada 2019 menjadi 3% pada 2021.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menambahkan, aturan ketat pengendalian produk tembakau rokok eceran dan rokok elektronik diharapkan mengurangi prevalensi perokok remaja dan pemula.</p>
<p>“Aturan pengendalian produk tembakau dalam PP No. 28 Tahun 2024 ini merupakan upaya untuk melakukan perubahan perilaku. Kalau perubahan perilaku memang tidak instan hasilnya, tapi berharap dengan regulasi ini kita dapat mengurangi prevalensi merokok, terutama tren peningkatan di kalangan remaja dan pemula,” tambahnya.</p>
<p>Tujuan pengamanan zat adiktif berupa produk tembakau dan rokok elektronik turut tertuang pada Pasal 430 PP Kesehatan, yaitu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat dampak merokok, meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya merokok dan manfaat hidup tanpa merokok, dan melindungi dari bahaya konsumsi dan/atau paparan zat adiktif.</p>
<p><strong>Pembatasan Iklan Rokok</strong></p>
<p>Beberapa aturan lain terkait pengendalian produk tembakau dalam PP Kesehatan yang disorot, yakni pencantuman gambar dan tulisan peringatan kesehatan yang diatur pada Pasal 438 ayat (4).</p>
<p>Pasal tersebut mengatur bahwa bagian atas kemasan di sisi depan dan belakang harus memuat gambar peringatan kesehatan seluas 50%. Gambar ini harus diawali dengan kata &#8220;Peringatan&#8221; yang dicetak dengan huruf kuning di atas latar hitam. Selain itu, gambar harus dicetak dengan jelas dan mencolok, baik sebagian atau seluruhnya. Gambar juga harus dicetak berwarna serta tidak boleh tertutup oleh apa pun.</p>
<p>Selain itu, PP Kesehatan juga membatasi iklan produk tembakau dan rokok elektronik. Seperti halnya pada media luar ruang, iklan tidak boleh dipasang di kawasan tanpa rokok meliputi fasilitas kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, dan angkutan umum.</p>
<p>Iklan juga tidak dipasang di jalan utama dan jalan protokol maupun dalam radius 500 meter di luar satuan pendidikan dan tempat bermain anak (Pasal 449 ayat 1). Media iklan luar ruang berupa videotron hanya dapat ditayangkan pada pukul 22.00-05.00 waktu setempat.</p>
<p>Pasal 451 ayat (1) iklan produk tembakau dan rokok elektronik di media televisi harus berukuran full screen selama paling singkat 10% dari total durasi iklan dan tidak kurang dari 2 detik atau ukuran iklan media televisi dan cetak sekurang-kurangnya 15% dari total luas iklan.</p>
<p>Serupa dengan aturan iklan rokok videotron, iklan di televisi dan radio pun hanya dapat ditayangkan atau disiarkan setelah pukul 22.00-05.00 waktu setempat. Seluruh iklan juga harus memenuhi persyaratan, di antaranya mencantumkan tulisan “Dilarang menjual dan memberi kepada orang di bawah 2l tahun dan perempuan hamil”, tidak ditujukan terhadap anak, remaja, dan/atau wanita hamil, dan tidak menggunakan kartun atau animasi sebagai bentuk tokoh iklan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/Picsart_24-08-02_20-49-33-653.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Luncurkan Portable X-Ray Pendeteksi TBC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-luncurkan-portable-x-ray-pendeteksi-tbc</link>				
         <pubDate>Fri, 02 Aug 2024 19:51:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-luncurkan-portable-x-ray-pendeteksi-tbc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 2 Agustus 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meluncurkan alat skrining tuberkulosis (TB), Portable X-Ray, dalam Kampanye TBC pada peringatan Hari Anak Nasional 2024 di Gedung Sate, Bandung, Jumat (2/8).</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendistribusikan portable X-Ray ke daerah-daerah dengan kasus TB yang tinggi. Salah satu daerah prioritas adalah Kota Bandung, Jawa Barat, yang memiliki angka kasus TB yang cukup signifikan.</p>
<p>&#8220;Butuhnya untuk nasional, kami merasa masing-masing provinsi harus punya 2 alat portable X-Ray, tapi saat ini kami mau prioritaskan ke provinsi-provinsi yang tinggi kasus TBC-nya,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Portable X-Ray merupakan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA), saat ini telah tersedia di Indonesia sebanyak 25 unit, yang tersebar di 15 kabupaten/kota di 8 provinsi prioritas percepatan eliminasi TBC 2030. Alat tersebut didistribusikan ke wilayah prioritas dengan kasus TBC tinggi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Maluku.</p>
<p>Setelah peluncuran di Bandung, diharapkan wilayah lain yang mendapatkan Portable X-Ray dapat segera memulai kegiatan Active Case Finding bulan Agustus ini. </p>
<p>Khusus untuk anak-anak, lanjut Menkes Budi, karena TB secara fisik tidak dapat diobservasi dan anak-anak tidak dapat dipaksa mengeluarkan dahaknya, sehingga skrining TB harus menggunakan rontgen, salah satunya Portable X-Ray.</p>
<p>Indonesia, yang menempati posisi kedua kasus tertinggi TB di dunia setelah India, memiliki 1.060.000 kasus baru dan 134.000 kematian setiap tahunnya, atau setara dengan 15 kematian akibat TB setiap jam.</p>
<p>&#8220;Itu sebabnya kenapa pemerintah sekarang, sejak pandemi COVID-19, TBC ditangani secara agresif melakukan program surveilans untuk menemukan di mana saja,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Tim surveilans berhasil melakukan penemuan 500 ribuan kasus pada 2021, meningkat menjadi 700 ribuan kasus pada 2022, dan kembali meningkat menjadi 800 ribuan pada 2023.</p>
<p>&#8220;Diharapkan tahun ini 900 ribu kasus TBC ditemukan. Karena kalau kasus TBC ditemukan, bisa langsung diobati, cukup 4 sampai 6 bulan bisa sembuh,&#8221; tutur Menkes Budi.</p>
<p>&#8220;Pasien TBC tidak akan menularkan kalau sudah dikasih obat, sehingga diharapkan makin lama makin sedikit kasus TBC,&#8221; tambah Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/IMG-20240802-WA0037.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dokter Tetap Bisa Praktik di Tiga Tempat, Ini Syaratnya!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dokter-tetap-bisa-praktik-di-tiga-tempat-ini-syaratnya</link>				
         <pubDate>Thu, 01 Aug 2024 12:21:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dokter-tetap-bisa-praktik-di-tiga-tempat-ini-syaratnya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Agustus 2024</p>
<p>Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan telah resmi ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 26 Juli 2024. Salah satu poin penting dalam peraturan ini adalah mengenai registrasi dan perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan.</p>
<p>Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan yang akan melakukan praktik keprofesiannya wajib memiliki Surat Izin Praktik (SIP). Pasal 682 ayat (2) PP tersebut menyatakan bahwa satu SIP hanya berlaku untuk satu tempat praktik. Namun, terdapat pengecualian bagi dokter dan dokter gigi, yang diizinkan untuk menjalankan praktik di maksimal tiga tempat dengan syarat tertentu.</p>
<p>&#8220;Boleh praktik di tiga tempat, tapi, ya, satu SIP berlaku di satu tempat praktik. Artinya kalau praktik di tiga tempat, SIP-nya harus punya tiga,&#8221; ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. M. Syahril, pada Kamis (1/8).</p>
<p>Ia menambahkan, ketentuan mengenai jumlah maksimal tempat praktik ini masih mengacu pada peraturan sebelumnya, &#8220;Masih mengikuti ketentuan di peraturan lama,&#8221; ujar dr. Syahril.</p>
<p>Beberapa hal lain yang harus diperhatikan adalah dokter harus memastikan bahwa kapasitas dan kualitas pelayanan tidak menurun meskipun mereka praktik di beberapa tempat. Ini berarti dokter harus dapat mengelola waktu dengan baik dan memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan perhatian yang layak.</p>
<p>Selain itu, jarak antara tempat praktik harus diperhatikan agar tidak mengganggu waktu tempuh dan jadwal praktik dokter. Tempat-tempat tersebut sebaiknya berada dalam radius yang memungkinkan dokter untuk berpindah dengan efisien.</p>
<p>“Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memastikan bahwa tenaga medis dapat memberikan pelayanan secara maksimal di tempat praktiknya,” lanjut dr. Syahril.</p>
<p>Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga standar kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Ini juga akan menjadi penguat bagi pemerintah untuk membangun kembali sistem kesehatan yang tangguh di seluruh Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/08/53693994593_f359603624_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menteri Budi Lantik 8 Eselon II dan 26 Direksi Rumah Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-budi-lantik-8-eselon-ii-dan-26-direksi-rumah-sakit</link>				
         <pubDate>Wed, 31 Jul 2024 20:08:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menteri-budi-lantik-8-eselon-ii-dan-26-direksi-rumah-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Juli 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan direksi rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di ruang Auditorium Siwabessy, gedung Prof. Sujudi, Jakarta, Rabu (31/7/2024). Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan seleksi dan rotasi/mutasi di lingkungan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya fokus pada program-program utama transformasi kesehatan. Menkes Budi telah memilih program yang akan dimonitor secara personal hingga program tersebut selesai, di antaranya pengembangan laboratorium kesehatan masyarakat atau public health lab.</p>
<p>Public health lab akan dilakukan di Balai Besar Kesehatan Masyarakat. Public health lab akan memiliki dua fungsi utama, yaitu mendukung layanan laboratorium untuk penyakit-penyakit menular dan melakukan surveilans untuk layanan deteksi dini penyakit.</p>
<p>“Jadi, kalau ada outbreak atau potensi outbreak atau ada indikasi outbreak, adalah tugas laboratorium kesehatan masyarakat untuk dapat mendeteksi secara dini dan cepat,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, jaringan public health lab telah disusun dan telah meminta bantuan dari CDC untuk memulai layanan dari level puskesmas. Sebanyak 10.000 puskesmas akan memiliki tugas dan fungsi sebagai lapis atau layer pertama dari layanan public health lab. Selain itu, jaringan public health lab akan dibangun di 514 kabupaten/kota.</p>
<p>“Jadi, 10.000 puskesmas akan memiliki tugas dan fungsi sebagai layer pertama dari layanan publik health lab kita. Untuk fungsinya, pertama tadi, fungsi surveilans, kemudian nanti kita akan bangun di 514 kabupaten/kota jaringan public health lab atau laboratorium kesehatan masyarakat. Kemudian, di seluruh provinsi, kita juga akan bangun,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan semua alat deteksi dini akan dilengkapi mulai tahun ini.</p>
<p>Layanan-layanan deteksi dini ini harus menjadi perhatian pejabat eselon II yang baru saja dilantik. Hal ini agar Balai Besar Kesehatan Masyarakat dapat mendukung secara baik skrining dan deteksi dini baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, sehingga intervensi medisnya dapat dilakukan lebih dini dan tanpa membebani rumah sakit.</p>
<p>Menteri Budi juga berpesan kepada direksi rumah sakit yang baru untuk memberikan kualitas layanan yang baik, baik dari sisi operasional rumah sakit maupun pelayanan pasien. Selain itu, rumah sakit vertikal juga harus memiliki kemampuan riset dan kemampuan pendidikan yang baik, serta mampu menjadi rumah sakit pengampu di wilayahnya.</p>
<p>“Kualitas layanannya operasionalnya itu harus bagus, keuangannya itu harus bagus, harus ada untungnya, untungnya bukan ditarik oleh saya atau oleh banyak orang, itu nggak. Kita untungnya dibalikin lagi untuk dokternya untuk alatnya untuk risetnya dan yang paling mulia untuk subsidi pasien BPJS yang tidak mampu,” kata Menkes Budi menjelaskan.</p>
<p>Menkes Budi menutup sambutannya dengan harapan bahwa pejabat yang baru saja dilantik dapat bekerja lebih keras menjadikan masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan memanfaatkan waktu yang ada.</p>
<p>Adapun, 8 Eselon II yang dilantik, yakni:</p>
<p>dr. DARMAWALI HANDOKO, M.Epid sebagai Kepala Balai besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.</p>
<p>dr. MUHAMMAD BUDI HIDAYAT, M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta.</p>
<p>Dr. EVA SUSANTI, S.Kp, M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang.</p>
<p>dr. SITI NADIA TARMIZI, M.Epid sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.</p>
<p>Dr. dr. IRENE, M.K.M sebagai Kepala Balai besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar.</p>
<p>dr. NIDA ROHMAWATI, M.P.H sebagai Kepala Balai besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.</p>
<p>dr. IMRAN PAMBUDI, M.P.H.M sebagai Direktur Kesehatan Jiwa.</p>
<p>drg. R VENSYA SITOHANG, M.Epid., Ph.D sebagai Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia.</p>
<p>Sementara itu, 26 Direksi Rumah Sakit Vertikal adalah:</p>
<p>dr. H. RACHIM DINATA MARSIDI, Sp.B., FINAC., M.Kes sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung.</p>
<p>dr. ANDRIAN WIDYANTO, Sp.OG sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Ratatotok Buyat.</p>
<p>dr. WAHYU WIDODO, Sp.OT(K) sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta.</p>
<p>dr. TARSISIUS GLORY sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga.</p>
<p>dr. AGUS AKHMADI, M.Kes. sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi Semarang.</p>
<p>dr. H. ALWI SAMMY, MKM sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi Semarang.</p>
<p>dr. REZA ADITYA ARPANDY, Sp.S sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.</p>
<p>dr. ENDAH CITRARESMI, Sp.A (K) sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta.</p>
<p>dr. ROBINZON GUNAWAN FANGGIDAE, Sp.An. sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Ben Mboi Kupang.</p>
<p>Dr. FAHMI MARUAPE, Sp.A sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Johannes Leimena Ambon.</p>
<p>dr. M. AZHARI TAUFIK, Sp.An sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta.</p>
<p>Dr. dr. BESTARI JAKA BUDIMAN, Sp. THT sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Pusat dr. M. Djamil Padang.</p>
<p>dr. DICKY ARMEIN HANAFY, , Sp.PD, Sp.JP sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.</p>
<p>dr. TRIANA PUSPITA DEWI, M.KES sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat dr. Mohammad Hoesin Palembang.</p>
<p>Prof. Dr. dr. SYAHRUL, Sp.S sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.</p>
<p>KEN WIRIANTI, SE, MRM sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.</p>
<p>Dr. dr. ANDI BASUKI PRIMA BIRAWA, Sp.S (K)., MARS sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Paru dr. H. A. Rotinsulu Bandung.</p>
<p>dr. FAISAL HABIB, Sp.JP sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan.</p>
<p>dr. KAMAL AMIRUDDIN, MARS sebagai Direktur Layanan Operasional Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta.</p>
<p>HARTONO, SKM., M.Kes sebagai Direktur Layanan Operasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.</p>
<p>I GUSTI NGURAH KETUT SUKADARMA, S.Kp, M.Kes sebagai Direktur Layanan Operasional Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.</p>
<p>dr. IKE P. NOYA, Sp.PD sebagai Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional Rumah Sakit Umum Pusat Ratatotok Buyat.</p>
<p>EVI NURSAFINAH, S.E., M.P.H. sebagai Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta.</p>
<p>drg. ADE PALUPI MUCHTAR, MARS sebagai Direktur Layanan Operasional Rumah Sakit Umum Pusat dr. M. Djamil Padang.</p>
<p>drg. NUSATI IKAWAHJU, M.Kes. sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito Yogyakarta.</p>
<p>dr. ARIF RAHMAN SADAD, Sp.KF, M.Si.Med. sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. DJ</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0015.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peneliti Vaksin Negara OKI Belajar Pentingnya Kolaborasi Peneliti dan Industri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peneliti-vaksin-negara-oki-belajar-pentingnya-kolaborasi-peneliti-dan-industri</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Jul 2024 20:46:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peneliti-vaksin-negara-oki-belajar-pentingnya-kolaborasi-peneliti-dan-industri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 29 Juli 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengembangan hasil penelitian vaksin menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas menjadi perhatian Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Rizka Andalusia pada acara penutupan Program Fellowship Penelitian dan Pelatihan Teknologi Virologi dan Vaksin Batch ke-3 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (29/7).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Dirjen Rizka, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut mendukung upaya peningkatan kolaborasi antara peneliti dan industri vaksin untuk memenuhi ketersediaan vaksin yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat luas, termasuk masyarakat Islam di dunia yang membutuhkan perlindungan jaminan halal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Indonesia merupakan negara yang sedang meningkatkan ekosistem penelitian dan manufaktur vaksin, yang telah berhasil menghasilkan 8 dari 14 antigen imunisasi dan 4 di antaranya telah Pra-Kualifikasi WHO,” ujar Dirjen Rizka saat menutup Program Fellowship Batch-3 tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Deputi CEO PT Bio Farma Soleh Ayubi juga menyatakan bahwa dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang dapat menyelesaikan berbagai masalah kesehatan besar seperti pandemi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kolaborasi adalah kunci dari segalanya. Jika kita menengok empat tahun yang lalu, kita harus menghadapi pandemi COVID-19. Kita belajar dari kejadian tersebut, permasalahan seperti itu terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu organisasi, satu universitas, satu perusahaan, bahkan satu negara,” ujar Soleh Ayubi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Soleh Ayubi menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang harus menjadi perhatian peneliti vaksin agar hasil penelitian dapat diimplementasikan menjadi sebuah produk industri. Pertama, kemampuan untuk memahami dan menghubungkan setting laboratorium dengan setting perusahaan. Kedua, memahami berbagai aspek peraturan setempat terkait sistem evaluasi produk obat-obatan. Ketiga, memiliki pengetahuan tentang Good Manufacturing Practice (GMP).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pertama, upaya peningkatan dari setting laboratorium ke setting manufaktur. Saya harap peserta mempelajari sudut pandang tersebut. Yang kedua, saya harap peserta mempelajari aspek regulasi. Peserta belajar tentang aspek penting regulasi Food and Drug Administration (FDA) lokal ketika mereka mengevaluasi produk. Dan saya harap peserta juga mempelajari aspek GMP atau aspek praktik manufaktur yang baik,” tambah Soleh Ayubi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Program Fellowship Batch-3 ini telah berlangsung selama 1 bulan, yakni mulai 1 Juli hingga 29 Juli 2024. Program ini merupakan bentuk kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi dunia, pemerintah, industri, hingga akademisi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Program Fellowship Batch-3 merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH), PT Bio Farma, dan Universitas Padjadjaran selaku Center of Excellence (CoE) on Vaccine and Biotechnology Products atau pusat riset vaksin OKI. Program ini juga didukung oleh berbagai pemangku kepentingan lainnya seperti pusat riset BRIN, UNAIR, ITB, UI, serta pelaku industri vaksin seperti Etana dan Kalbe.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Program Fellowship Batch-3 diikuti oleh 12 peneliti dari 9 negara anggota OKI, yaitu Indonesia, Kamerun, Kazakhstan, Malaysia, Mesir, Pakistan, Somalia, Tanzania, dan Uganda. Sebagai program yang telah berlangsung selama tiga tahun, program ini juga merupakan wujud nyata kolaborasi untuk memproduksi vaksin dengan jaminan halal bagi komunitas dan negara-negara Islam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Pelatihan ini juga merupakan tonggak pencapaian bagi kita semua. Sehingga, kita memahami bahwa pengembangan vaksin halal menjadi hal yang sangat penting saat ini, terutama bagi negara-negara Muslim. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini,&#8221; ujar Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UNPAD Prof. Rizky Abdullah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selama menjalani Program Fellowship Batch-3, para peneliti berkesempatan secara langsung mengikuti pelatihan di laboratorium PT Bio Farma dan Laboratorium Sentral UNPAD Bandung serta Jatinangor. Mereka juga mengunjungi dua industri farmasi di Jakarta, yaitu PT Etana Biotechnologies Indonesia dan Kalbe Business Innovation Centre, serta melakukan kunjungan ke laboratorium BRIN.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Saya berharap para peserta akan terus berkontribusi dalam meningkatkan kegiatan penelitian, pengembangan, serta produksi vaksin di negara dan wilayah masing-masing untuk melindungi masyarakat kita dari penyakit, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi,&#8221; ujar Dirjen Rizka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selama menjalani Program Fellowship Batch-3, para peneliti berkesempatan secara langsung mengikuti pelatihan di laboratorium PT Bio Farma dan Laboratorium Sentral UNPAD Bandung serta Jatinangor. Mereka juga mengunjungi dua industri farmasi di Jakarta, yaitu PT Etana Biotechnologies Indonesia dan Kalbe Business Innovation Centre, serta melakukan kunjungan ke laboratorium BRIN.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu peserta Program Fellowship Batch-3, Mwambi Bashir dari Islamic University in Uganda, menyatakan bahwa setelah kembali dari program ini, ia akan mempromosikan pentingnya penggunaan vaksin kepada masyarakat. Mwambi telah melihat dan memperoleh pengetahuan langsung tentang bagaimana perusahaan vaksin di Indonesia telah berkomitmen menghasilkan vaksin halal untuk komunitas Muslim dunia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sekali lagi, kita harus menjaga kolaborasi ini. Ini adalah hal yang sangat baik dan menarik bagi negara-negara anggota OKI, khususnya dalam produksi vaksin yang menekankan produk halal. Jika kita ingin mendorong masyarakat untuk menerima vaksin, kita harus menekankan pentingnya inklusivitas nilai agama, budaya, dan kepercayaan dalam masyarakat,” ujar Mwambi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id </span></a><span style="font-weight: 400;"> (RR)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53890899239_eec68747ac_c-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gandeng Merry Riana Untuk Promosi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gandeng-merry-riana-untuk-promosi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Jul 2024 12:45:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-gandeng-merry-riana-untuk-promosi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus menggiatkan berbagai promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus menjaga masyarakat Indonesia agar tetap hidup sehat.</p>
<p>Promosi kesehatan ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform baik digital maupun konvensional.</p>
<p>Untuk memperluas jangkauan program promosi kesehatan, Kemenkes menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Merry Riana Group. Kerja sama kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes dan Direktur Utama PT Merry Riana Indonesia Alva Christopher Tjenderasa di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada Selasa (30/7).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya, mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam hal melakukan promosi kesehatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan agar mendapatkan hasil yang optimal.</p>
<p>“Kita membutuhkan media untuk bantu (promosi kesehatan), tapi kita juga membutuhkan channel-channel lain untuk melengkapi bagaimana kita bisa melakukan penyampaian pendidikan kesehatan itu. Jadi, terima kasih kepada Merry Riana dan media lain yang sudah membantu ini,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, kolaborasi dengan Merry Riana diharapkan dapat membuat langkah maju serta kreatif dalam meningkatkan literasi kesehatan kepada lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia. Ia pun menyadari bahwa hal tersebut tidak mudah karena setiap anggota masyarakat memiliki tingkat literasi yang berbeda.</p>
<p>Namun, dengan memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat, ia optimistis kerja sama ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan, sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyakit jantung, stroke, dan kanker, yang merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia.</p>
<p>Ada 4 ruang lingkup kerja sama yang termuat dalam MoU antara Kemenkes dan Merry Riana, yakni penetapan, sosialisasi, dan pelaksanaan Duta Kesehatan; penyebarluasan informasi dan edukasi; peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan; pengembangan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui co-branding; serta bidang kesehatan lainnya yang disepakati bersama. Durasi kerja sama ini adalah selama 3 tahun, terhitung mulai 25 Juni 2024 hingga 25 Juni 2027.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, founder Merry Riana Group Merry Riana menjelaskan, proses penjajakan kerja sama dengan Kemenkes sebenarnya telah dimulai sejak November tahun lalu. Sejak saat itu, komunikasi antara kedua pihak terus berlanjut hingga akhirnya kolaborasi penting ini dapat diresmikan hari ini.</p>
<p>“Saya merasa sangat terhormat dapat berkolaborasi dengan Kemenkes dan berkontribusi dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sehat melalui penyebarluasan informasi dan edukasi serta pelaksanaan duta kesehatan,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/6fc7799f-9980-423f-a412-aa4f24135a76.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemerintah Terbitkan Aturan Pelaksana UU Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-terbitkan-aturan-pelaksana-uu-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Jul 2024 07:42:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemerintah-terbitkan-aturan-pelaksana-uu-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: center;">Jakarta, 29 Juli 2024</p>
<p>Pemerintah telah menerbitkan aturan pelaksana Undang-Undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Aturan pelaksana tersebut, yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menjelaskan, pengesahan aturan pelaksana Undang-Undang Kesehatan ini menjadi penguat bagi pemerintah untuk membangun kembali sistem kesehatan yang tangguh di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Kami menyambut baik terbitnya peraturan ini, yang menjadi pijakan kita untuk bersama-sama mereformasi dan membangun sistem kesehatan sampai ke pelosok negeri,” ujar Menkes Budi (29/7).</p>
<p>Secara lebih rinci, Menkes Budi menjabarkan ketentuan teknis yang diatur dalam 1.072 pasal, meliputi penyelenggaraan upaya kesehatan, aspek teknis pelayanan kesehatan, pengelolaan tenaga medis dan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta teknis perbekalan kesehatan serta ketahanan kefarmasian alat kesehatan.</p>
<p>Penyelenggaraan upaya kesehatan meliputi 22 aspek layanan, yakni kesehatan ibu, bayi dan anak, remaja, dewasa, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas, kesehatan reproduksi, kesehatan gizi, kesehatan jiwa, penanggulangan penyakit menular, dan penanggulangan penyakit tidak menular.</p>
<p>Aspek lain meliputi upaya kesehatan penglihatan dan pendengaran, kesehatan keluarga, kesehatan sekolah, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan matra, pelayanan kesehatan pada bencana, pelayanan darah, transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh, terapi berbasis sel dan/atau sel punca, bedah plastik rekonstruksi dan estetika, pengamanan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan PKRT, pengamanan zat adiktif, pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum, serta pelayanan kesehatan tradisional.</p>
<p>Aspek teknis pelayanan kesehatan mulai dari standar pelayanan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan, termasuk pelayanan kesehatan di DTPK serta daerah bermasalah kesehatan dan daerah tidak diminati, serta telekesehatan dan telemedisin.</p>
<p>Untuk pengelolaan tenaga medis dan tenaga kesehatan diatur mulai dari perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, peningkatan mutu, registrasi dan perizinan, Konsil Kesehatan Indonesia, kolegium, dan majelis disiplin profesi, hak dan kewajiban tenaga medis, tenaga kesehatan, dan pasien, penyelenggaraan praktik, dan sanksi administratif bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Selain itu, PP Kesehatan juga memuat aturan teknis untuk tenaga pendukung atau penunjang kesehatan</p>
<p>Menkes melanjutkan, ketentuan teknis fasilitas pelayanan kesehatan meliputi jenis dan penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan oleh fasilitas pelayanan kesehatan secara internal dan eksternal, pengembangan pelayanan kesehatan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, penyelenggaraan puskesmas, penyelenggaraan rumah sakit, dan rumah sakit pendidikan.</p>
<p>Aturan turunan ini juga memuat ketentuan teknis perbekalan kesehatan serta ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan, sistem informasi kesehatan, teknologi kesehatan, kejadian luar biasa dan wabah; pendanaan kesehatan; partisipasi masyarakat; dan pembinaan dan pengawasan.</p>
<p>Pengesahan Peraturan pemerintah ini merupakan salah satu langkah dari transformasi kesehatan. Langkah ini dibutuhkan untuk membangun arsitektur kesehatan Indonesia yang tangguh, mandiri dan inklusif. Dengan penerbitan PP ini, ada 26 (dua puluh enam) Peraturan Pemerintah dan 5 (lima) Peraturan Presiden yang tidak lagi berlaku.</p>
<p>Aturan tersebut antara lain:<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1960 tentang Lafal Sumpah Dokter<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1961 tentang Penyakit Karantina<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1962 tentang Lafal Sumpah Janji Apoteker<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1963 tentang Lafal Sumpah/Janji Dokter Gigi<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1988 tentang Masa Bakti Dan Praktek Dokter Dan Dokter Gigi<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan pengembangan Kesehatan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2013 tentang Badan Pengawas Rumah Sakit<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Tenaga Kesehatan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kesehatan Kerja<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan<br />
Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2021 tentang Transplantasi Organ dan Jaringan Tubuh<br />
Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Keanggotaan KKI<br />
Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2015 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit<br />
Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2017 tentang Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia<br />
Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis<br />
Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2017 tentang Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia.</p>
<p>Proses rancangan PP Kesehatan telah dimulai dengan partisipasi publik dan PAK pada Agustus-Oktober 2023. Proses dilanjutkan dengan harmonisasi yang berlangsung pada November 2023-April 2024. Kemudian, proses penetapan pada Mei 2024-Juli 2024, hingga akhirnya ditetapkan presiden menjelang akhir Juli 2024.</p>
<p>“Selanjutnya tugas kita memastikan pelaksanaan program didukung dengan aturan teknis berupa peraturan presiden dan peraturan menteri kesehatan, maupun peraturan setingkat menteri lainnya,” lanjut Menkes Budi</p>
<p><a href="https://jdih.kemkes.go.id/dokumen/view?id=3175">https://jdih.kemkes.go.id/dokumen/view?id=3175</a></p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-519.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Evaluasi Kesehatan Haji 2024 Dari kecukupan Obat Hingga SDM Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/evaluasi-kesehatan-haji-2024-dari-kecukupan-obat-hingga-sdm-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 26 Jul 2024 18:00:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/evaluasi-kesehatan-haji-2024-dari-kecukupan-obat-hingga-sdm-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 23 Juli 2024</p>
<p>Perhitungan kebutuhan obat batuk, pilek, atau influenza pasca-puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) perlu dilakukan lebih cermat lagi. Sebab, peningkatan kasus yang cukup tajam membuat distribusi obat dan penggunaannya tidak seimbang.</p>
<p>&#8220;Meskipun tahun ini perhitungan sudah didasarkan pada pemakaian tahun 2023,&#8221; kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo di KKHI Makkah pada 13 Juli 2024.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Kapus Haji mengungkapkan, secara umum, pelayanan kesehatan yang dilakukan Klinik Kesehatan Haji Indonesia merupakan satu rangkaian dengan fasilitas kesehatan yang berada di klinik satelit dan klinik sektor di Makkah, serta klinik sektor di Madinah.</p>
<p>Klinik satelit dan klinik sektor memiliki lokasi yang mudah diakses oleh jamaah karena berada di hotel tempat jamaah tinggal. Tenaga kesehatan di klinik satelit merupakan tenaga kesehatan kloter yang terdiri atas satu orang dokter dan dua orang perawat. Jika dalam satu hotel terdapat lima kloter, tenaga kesehatan yang tersedia adalah lima dokter dan 10 perawat. Tenaga kesehatan ini akan bertugas secara bergantian di klinik satelit. Sementara itu, untuk klinik sektor, terdapat TEMS atau Tim Emergency Sektor yang juga terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dan perawat.</p>
<p>&#8220;Namun, kendalanya adalah sarana yang masih perlu ditingkatkan, khususnya ketersediaan oksigen mengingat kasus pneumonia cukup tinggi, serta peralatan lainnya,&#8221; ungkap Kapus Liliek.</p>
<p>Lebih lanjut, Kapus Liliek mengatakan, selain oksigen konsentrat, jumlah ambulans juga perlu ditambah. Saat ini, satu sektor hanya memiliki satu ambulans. Penambahan ambulans akan memudahkan rujukan pasien ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS) maupun KKHI. Selain itu, sarana di KKHI perlu diperbarui karena ada beberapa peralatan penunjang yang sudah tidak dapat digunakan lagi.</p>
<p>Kapus Lilik menyatakan, pelayanan di rumah sakit Arab Saudi (RSAS) yang menjadi rujukan juga perlu dievaluasi. Rumah sakit yang sering menolak pasien dengan alasan penuh, penanganan lambat, atau tidak dilakukan tindakan hingga pasien meninggal perlu diidentifikasi dan diinformasikan kepada Pemerintah Arab Saudi. Hal ini perlu dilakukan karena terdapat ketidaksesuaian antara imbauan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk merawat pasien di RS Arab Saudi dengan kenyataan pelayanan yang kurang baik di beberapa rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Nanti akan diidentifikasi rumah sakit mana saja yang sudah bagus dan mana yang sudah mulai kurang bagus. Pemetaan ini supaya ke depan rumah sakit yang dipilih semuanya bagus,&#8221; ujar Kapus Liliek.</p>
<p>Saat ini, ada 14 RSAS yang menjadi rujukan untuk KKHI Makkah, yaitu RS Al Noor, RS King Abdullah, RS King Faisal, RS King Abdul Aziz, RS Heera, RS Ajyad, RS Wiladah, RS Saudi German, RS Awwad Al Bishri, RS Saudi National Hospital (Al Ahli) Makkah Medical Center (MMC), RS Al Saedy Hospital, RS Muhammad Saleh Basharahil, dan RS Al Nahda Hospital.</p>
<p>Selain itu, ada enam RSAS rujukan untuk daerah kerja Madinah, yaitu Al Hayat National Hospital, Dr. Hamid Sulaiman Al Ahmadi Hospital, Mouwasat Hospital, King Salman Bin Abdulaziz Hospital, Saudi German Hospital Al Madinah Almonawara, Madina National Hospital, King Fahad Hospital, dan Miqat General Hospital.</p>
<p>Program-program yang ada di KKHI sudah bagus. Misalnya, medical check-up melibatkan dokter spesialis dilakukan di setiap sektor menjelang Armuzna untuk memantau kondisi jemaah haji berisiko tinggi (risti).</p>
<p>Jemaah risti yang sedang masa perawatan atau pengawasan diberikan diberikan pengobatan intensif agar dapat segera pulih dan mengikuti wukuf atau kegiatan puncak haji bersama rombongannya. Ini merupakan upaya mengawal cita-cita calon jemaah haji untuk menunaikan ibadah haji secara paripurna.</p>
<p>Selain itu, kesiapan tenaga kesehatan harus diperhitungkan. Idealnya, PPIH bidang kesehatan memiliki 360 tenaga kesehatan atau batas minimalnya adalah 320 tenaga kesehatan. Namun, pada penyelenggaraan haji 2024, PPIH bidang kesehatan awalnya hanya akan mendapatkan kuota 200 tenaga kesehatan. Realisasi akhirnya, PPIH bidang kesehatan memiliki 287 tenaga kesehatan.</p>
<p>Untuk mengatasi hal ini, PPIH bidang kesehatan melakukan penyesuaian penempatan tenaga kesehatan. Misalnya, di sektor, penempatan dokter spesialis disesuaikan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal. Pada penyelenggaraan lalu, kekuatan tenaga kesehatan di sektor sangat bagus karena memiliki dokter spesialis seperti dokter penyakit dalam, dokter paru, dokter anestesi, dokter jantung dan dokter bedah, atau ada salah satu dokter spesialis di salah satu sektor. Penguatan sektor dilakukan karena tenaga kesehatan di sektor berada di dekat jemaah. Ketika Armuzna, tenaga kesehatan di sektor harus bertugas di pos satelit jalur jamarat agar dapat memberikan pertolongan pertama.</p>
<p>Lebih lanjut, Kapus Liliek mengharapkan agar pengelolaan masing-masing bidang penyakit dapat ditingkatkan. Pada penyelenggaraan haji tahun ini, beberapa bidang seperti radiologi, gigi, dan psikologi hanya memiliki satu tenaga kesehatan yang bekerja 24 jam. Idealnya, jumlah tenaga kesehatan di masing-masing bidang perlu ditambah agar dapat bergantian tugas.</p>
<p>Selain itu, KKHI Makkah beroperasi lebih awal dibandingkan KKHI Madinah. Namun, KKHI Mekkah masih menerima pasien rujukan dari RSAS. Pasien-pasien ini akan dievakuasi ke KKHI Madinah untuk dikembalikan ke kloter jika kloternya masih ada atau ditanazulkan jika sudah tertinggal kloternya.</p>
<p>Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci telah berakhir pada 22 Juli 2024. Dengan kembalinya jemaah haji ke Tanah Air, berakhir pula operasional kegiatan haji di Arab Saudi. Selama periode operasional haji, jemaah haji yang wafat sebanyak 461 orang.</p>
<p>Jumlah pelayanan kesehatan di sektor pelayanan emergensi respons sebanyak 1.473 dan telah melakukan deteksi dini sebanyak 37.104. Pelayanan kesehatan di kloter telah melayani sebanyak 231.531, dengan 3 penyakit terbanyak yaitu yaitu influenza, hipertensi, dan diabetes melitus.</p>
<p>Untuk pelayanan kesehatan di bandara, pelayanan emergensi respons sebanyak 36, dan telah melakukan deteksi dini sebanyak 376, dengan penyakit terbanyak penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD), gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF), dan gangguan mental.</p>
<p>Untuk pelayanan kesehatan di KKHI, rawat jalan sebanyak 2.819, dan rawat inap sebanyak 1.228. Tiga penyakit terbanyak di KKHI Makkah adalah pneumonia, COPD, dan gagal jantung. Sementara itu, di KKHI Madinah, tiga penyakit terbanyak adalah hipertensi, diabetes melitus, dan pneumonia.</p>
<p>Kapus Liliek juga menjelaskan, mulai Agustus 2024, akan dilakukan pembinaan kesehatan untuk calon jemaah haji. Tujuannya adalah agar calon jemaah haji lebih maksimal dalam menjaga kesehatannya sehingga pemeriksaan kesehatan mereka sudah memenuhi syarat istitha&#8217;ah ketika mereka dipanggil untuk melakukan pelunasan biaya haji.</p>
<p>Edukasi bagi calon jamaah haji juga akan dilakukan lebih awal. Hal ini agar calon jemaah haji tidak beraktivitas secara berlebihan selama berada di Tanah Suci dengan cuaca panas yang dapat menimbulkan kelelahan dan penyakit.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240726-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tidak Ada Bukti Vaksin Polio Picu Kanker dan HIV</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tidak-ada-bukti-vaksin-polio-picu-kanker-dan-hiv</link>				
         <pubDate>Fri, 26 Jul 2024 17:54:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tidak-ada-bukti-vaksin-polio-picu-kanker-dan-hiv</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Juli 2024</p>
<p>Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin polio memicu kanker dan HIV. Klaim vaksin polio memicu kanker dikaitkan dengan kontaminasi vaksin polio dengan virus simian 40 (SV40). SV40 terdapat dalam sel ginjal monyet yang digunakan untuk menumbuhkan vaksin polio. Vaksin polio tersebut disuntikkan pada periode 1950-an sampai 1960-an.</p>
<p>Sementara itu, klaim vaksin polio menyebabkan HIV dikaitkan dengan dugaan efek dari Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) di Afrika. Ada narasi yang menyebutkan bahwa dugaan kemunculan HIV merupakan KIPI dari vaksinasi polio di Afrika yang diperkenalkan pada akhir 1950-an.</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Prima Yosephine, M.K.M menegaskan bahwa vaksin polio yang digunakan di Indonesia saat ini terjamin keamanannya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pemberian vaksin polio tetes saat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) aman bagi bayi dan anak. “Vaksin polio tetes yang digunakan saat PIN, yaitu novel Oral Polio Vaccine Type 2 atau nOPV2. Vaksin ini diproduksi oleh PT Bio Farma,” tegas Prima di Jayapura, Papua, ditulis Jumat (26/7).</p>
<p>“Vaksin ini mengandung virus polio tipe 2 yang hidup dan dilemahkan. Berbagai penelitian menunjukkan, vaksin nOPV2 aman dan dapat ditoleransi oleh golongan usia bayi dan anak.”</p>
<p>Data Keamanan nOPV2 telah dikaji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) berdasarkan data dari 253 juta dosis nOPV2 yang diberikan di 13 negara. Hasil kajian menyimpulkan bahwa tidak ada risiko berbahaya.</p>
<p>“Vaksin nOPV2 sudah digunakan di Indonesia sejak akhir 2022 pada saat pelaksanaan Sub PIN Aceh dan Sumatera Utara. Kemudian, juga telah digunakan pada saat Sub PIN di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” kata Prima.</p>
<p>“Seluruh laporan KIPI serius merupakan koinsiden, tidak ada yang berhubungan dengan vaksin atau pemberian imunisasinya, sehingga disimpulkan bahwa vaksin ini aman.”</p>
<p>Vaksin Polio Saat Ini Tidak Mengandung Virus SV40</p>
<p>Merujuk informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penelitian vaksin polio yang menemukan adanya kontaminasi virus SV40 itu dilakukan pada hewan. Temuan ini kemudian menimbulkan kekhawatiran kemungkinan virus SV40 dapat menyebabkan kanker pada manusia.</p>
<p>Namun, sebagian besar penelitian—yang mengamati hubungan antara SV40 dan kanker tersebut—tidak menemukan hubungan sebab akibat antara penerimaan vaksin polio yang terkontaminasi SV40 dan perkembangan kanker.</p>
<p>Buku berjudul, “Vaccines and Your Child: Separating Fact from Fiction” yang diterbitkan Columbia University Press pada 2011 memaparkan secara rinci vaksin polio dan virus SV40.</p>
<p>Pada 1960, temuan kontaminasi virus SV40 terjadi ketika vaksin polio disuntikkan terhadap hamster yang baru lahir sehingga mengakibatkan tumor besar di bawah kulit serta di paru-paru, ginjal, dan otak. Saat penemuan ini dipublikasikan, kekhawatiran terjadi lantaran vaksin polio sudah disuntikkan kepada jutaan anak di AS, Inggris, Jerman, dan Swedia.</p>
<p>Selama beberapa tahun berikutnya, para peneliti melakukan serangkaian studi. Peneliti membandingkan prevalensi kanker pada anak-anak yang menerima vaksin polio yang terkontaminasi virus SV40 dengan anak-anak yang tidak divaksinasi. Hasilnya, angka kejadian kanker pada kedua kelompok adalah sama.</p>
<p>Pada pertengahan 1990-an, otoritas kesehatan meyakini bahwa vaksin polio yang terkontaminasi SV40 tidak menyebabkan kanker. Ditegaskan juga bahwa tidak ada vaksin polio yang digunakan saat ini mengandung virus SV40.</p>
<p>Selain itu, tidak ada bukti kuat tentang vaksin polio dapat memicu HIV. Dalam jurnal berjudul, “Polio vaccine samples not linked to AIDS” yang terbit di Nature pada 26 April 2001, para peneliti tidak menemukan bukti meyakinkan yang mendukung hipotesis bahwa HIV-1 ditularkan melalui vaksin polio tetes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240726-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>PIN Polio tidak Menghambat Imunisasi Rutin</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pin-polio-tidak-menghambat-imunisasi-rutin</link>				
         <pubDate>Fri, 26 Jul 2024 17:43:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pin-polio-tidak-menghambat-imunisasi-rutin</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Juli 2024</p>
<p>Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahap 2 yang sedang berlangsung di 27 provinsi di Indonesia menuai beragam respons dari masyarakat. Ada orang tua yang bersedia membawa anaknya mengikuti PIN Polio, tetapi ada orang tua lain yang enggan anaknya diimunisasi polio tambahan.</p>
<p>Selain itu, ada orang tua yang ragu membawa anak-anak mereka mengikuti imunisasi polio tambahan pada pelaksanaan PIN Polio, saat jadwal imunisasi rutin lainnya seperti DPT2 (difteri, pertusis, tetanus), PCV2 (Pneumococcal Conjugate Vaccine), dan RV2 (Rotavirus), sedang berlangsung.</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Prima Yosephine, M.K.M menjelaskan bahwa pemberian imunisasi polio tambahan yang dilakukan secara massal pada PIN Polio tidak menghambat layanan imunisasi rutin.</p>
<p>Artinya, anak-anak yang mengikuti imunisasi tambahan polio tetap aman mendapatkan imunisasi rutin lain sesuai jadwalnya.</p>
<p>“Pelaksanaan PIN Polio tidak menghambat pelayanan imunisasi rutin. Vaksin polio tetes yang diberikan saat PIN aman untuk diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya,” jelas Prima di Jayapura, Papua, ditulis Kamis (25/7).</p>
<p>Baru-baru ini, beredar narasi “Setop Vaksin Polio Tipe 2” di media sosial. Narasi dalam video yang beredar menyebutkan, “seharusnya yang dilakukan untuk mencegah polio adalah meningkatkan imunitas, bukan dengan berkali-kali vaksin yang justru dapat menyebabkan wabah kembali jika diberikan kepada anak yg tidak sehat.”</p>
<p>Menurut Prima, pemberian vaksin polio tambahan saat PIN justru sangat penting dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok yang optimal. Vaksin yang digunakan saat PIN adalah vaksin polio tetes (bivalent Oral Polio Vaccine/bOPV)) yang dapat memberikan perlindungan terhadap virus polio tipe 2.</p>
<p>Apalagi, menurut penilaian risiko menggunakan tool standar yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia dikategorikan sebagai wilayah risiko tinggi penularan polio. Sebanyak 32 provinsi (84%) dan 399 kabupaten/kota (78%) di Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi polio.</p>
<p>“Untuk menghentikan penularan, harus dilakukan pemberian imunisasi tambahan secara massal dan serentak dengan cakupan tinggi dan merata agar dicapai kekebalan kelompok yang optimal sehingga dapat menghentikan transmisi virus polio yang saat ini mengancam kesehatan anak-anak kita,” terang Prima Yosephine.</p>
<p>Berdasarkan catatan Kemenkes, Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio tipe 2 sejak akhir 2022 hingga saat ini dilaporkan terjadi di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten.</p>
<p>“Status KLB ini belum dicabut karena kasus masih saja terus dilaporkan. Ini artinya, penularan virus polio masih berlangsung bahkan dapat meluas ke wilayah lainnya,” sambung Prima.</p>
<p><strong>Bentuk Antibodi Terhadap Penyakit Polio</strong></p>
<p>Imunisasi adalah upaya untuk memberikan perlindungan khusus pada tubuh. Dengan pemberian imunisasi polio, tubuh seseorang yang mendapatkan vaksin akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit polio.</p>
<p>“Selain pemberian imunisasi, untuk mencegah penularan polio juga perlu diimplementasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” kata Direktur Pengelolaan Imunisasi Prima Yosephine.</p>
<p>Upaya pemberian imunisasi tambahan saat PIN Polio turut dilatarbelakangi dengan capaian tren imunisasi polio suntik (Inactivated Poliovirus Vaccine/IPV) yang rendah. Cakupan imunisasi IPV rutin selama 7 tahun masih di bawah target 95%.</p>
<p>Akibatnya, terjadi kesenjangan atau gap imunitas, terutama untuk perlindungan terhadap virus polio tipe 2 yang kekebalannya hanya bisa diperoleh dari imunisasi polio suntik.</p>
<p>“Kita melihat tren cakupan imunisasi IPV rutin rendah selama hampir 7 tahun, sehingga anak-anak kita tidak memiliki cukup perlindungan dari bahaya polio tipe 2. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan seluruh anak-anak kita yang berusia 0-7 tahun mendapatkan 2 dosis imunisasi tambahan saat PIN ini berlangsung,” ucap Prima.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240726-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Prioritaskan Kesehatan Jiwa Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-prioritaskan-kesehatan-jiwa-peserta-program-pendidikan-dokter-spesialis</link>				
         <pubDate>Fri, 26 Jul 2024 15:23:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-prioritaskan-kesehatan-jiwa-peserta-program-pendidikan-dokter-spesialis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menginisiasi program residensi dokter spesialis di Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara  Utama (RSPPU). Program ini merupakan jawaban untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>Salah satu fokus utama dalam program residensi ini adalah menjaga kesehatan jiwa dokter. Dokter dengan kesehatan jiwa yang baik dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien, lebih kecil kemungkinan membuat kesalahan, dan lebih cenderung tidak meninggalkan profesi.</p>
<p>Kemenkes ikut andil dalam memelihara kesehatan jiwal dan membantu membangun resiliensi dokter, karena mereka akan menjadi dokter masa depan yang melayani masyarakat.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono meyakini bahwa kesehatan jiwa dokter yang baik akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>“Kita dibentuk untuk menjadi dokter terbaik. Kementerian Kesehatan akan mengupayakan membentuk dokter yang sehat, dan ahli di bidangnya,” ujar Prof. Dante dalam sambutannya pada International Seminar “Shaping the Future through MoH and Accreditation Council of Graduate Medical Education (ACGME) Collaboration in Strengthening Medical Residency Programs in Indonesia”, di Jakarta, 23 Juli 2024</p>
<p>Senada, Chief of Staff dan Chief Education Officer ACGME Dr. Timothy Brigham menekankan bahwa kesehatan jiwa dokter sangat penting, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien.</p>
<p>Sebuah studi yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan bahwa penyebab utama kematian di kalangan residen pria di Amerika Serikat antara tahun 2000-2014 adalah bunuh diri, sedangkan pada residen wanita adalah kanker, diikuti oleh bunuh diri. Tingkat bunuh diri tertinggi terjadi pada tahap awal residensi.</p>
<p>ACGME mempertahankan persyaratan utama dan melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung kesehatan jiwa dalam pendidikan spesialis. Persyaratan program di antaranya penetapan batas jam kerja, serta penerapan standar untuk lingkungan yang bebas dari diskriminasi, pelecehan, dan perundungan. Selain itu, survei tahunan nasional residen/fellow menjadi komponen inti dari akreditasi ACGME.</p>
<p>Sementara itu, inisiatif yang digagas ACGME, yakni pendanaan &#8220;Back to Bedside&#8221;, kolaborasi dengan National Academy of Medicine Action Collaborative on Clinician Well-being and Resilience, serta berbagi pengetahuan dan praktik terbaik merupakan upaya lebih lanjut organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan dokter.</p>
<p>Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, menyelenggarakan program residensi dokter spesialis ini bekerja sama dengan Accreditation Council of Graduate Medical Education (ACGME).</p>
<p>Dari 38 provinsi di Indonesia, 30 provinsi mengalami kekurangan pasokan dokter spesialis, dan 38% Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tidak memiliki tujuh tipe spesialis dasar.</p>
<p>Pada tingkat produksi dokter spesialis saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mengatasi kekurangan ini. Selain itu, distribusinya tidak seimbang, dengan 59% spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa.</p>
<p>Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan ACGME memastikan bahwa program residensi berbasis rumah sakit bisa berhasil. Kolaborasi ini merupakan komponen penting dari transformasi sistem kesehatan Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53876062504_1dd0dec20c_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Angka Hepatitis B dan C di Indonesia Turun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/angka-hepatitis-b-dan-c-di-indonesia-turun</link>				
         <pubDate>Fri, 26 Jul 2024 09:41:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/angka-hepatitis-b-dan-c-di-indonesia-turun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Juli 2024</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi mengatakan, prevalensi hepatitis B di Indonesia menurun dalam 10 tahun terakhir. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi hepatitis B turun dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023.</p>
<p>“Dengan dukungan semua pihak, Indonesia telah berhasil menurunkan secara bermakna dalam 10 tahun terakhir,” kata dr. Imran dalam Temu Media Hari Hepatitis Sedunia, Jumat (26/7).</p>
<p>Selain hepatitis B, hepatitis C juga mengalami penurunan. Menurut data WHO Global Health Observatory 2022 for HCV, prevalensi hepatitis C turun dari 1% pada 2013 menjadi 0,5% pada 2022. </p>
<p>Menurut dr. Imran, penurunan ini ditopang oleh beberapa upaya strategis pemerintah. Pertama, pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke anak melalui pemberian vaksin hepatitis B dan antivirus tenofovir. </p>
<p>Pada 2023, lebih dari 2,3 juta dari target 4,4 juta bayi baru lahir telah menerima imunisasi hepatitis B setelah 24 jam kelahiran. “Kemudian, bagi ibu hamil yang kita temukan positif kita berikan antivirus tenofovir untuk mencegah transmisi virus Hepatitis B dari ibu ke anak,” kata dr. Imran.</p>
<p>Pemberian antivirus tenofovir telah diinisiasi sejak 2022 dan secara bertahap dilakukan di seluruh Indonesia. Tahap awal pada 2023, pemberian antivirus tenofovir dilakukan pada 22 layanan di 10 kabupaten/kota di 6 provinsi. </p>
<p>Tahap II pada 2023, layanan bertambah menjadi 158 layanan di 26 kabupaten/kota dan 17 provinsi. Kemudian pada 2024, sedang dipersiapkan penambahan layanan di 1.230 layanan terdiri dari 1.020 puskesmas dan 210 rumah sakit yang tersebar di 188 kabupaten/kota dan 34 provinsi. </p>
<p>“Tahun ini akan kita kembangkan lagi untuk bisa ke 1.410 layanan baik di puskesmas maupun rumah sakit,” tuturnya. </p>
<p>Upaya kedua adalah memperkuat surveilans dan penemuan kasus pada populasi berisiko tinggi seperti ibu hamil, tenaga medis (named), dan tenaga kesehatan (nakes). Pada 2023, sebanyak 3.358.549 ibu hamil diskrining hepatitis B, dan sebanyak 50.789 ibu hamil di antaranya terdeteksi HBsAg reaktif. </p>
<p>“Untuk tenaga kesehatan, sebanyak 364.002 nakes dan named diskrining HBsAg. Hasilnya, 359.677 HBsAg non-reaktif dan 267.574 belum memiliki antibodi sehingga layak divaksinasi,” terangnya. </p>
<p>Untuk penyakit hepatitis C, pada 2017 hingga Juni 2024, sebanyak 967.330 individu berisiko tinggi telah menjalani skrining hepatitis C. Berdasarkan hasil skrining, 42.292 orang dinyatakan positif untuk antibodi Hepatitis C (anti-HCV). Lalu, hanya 67,4% atau 28.504 yang melanjutkan ke tahap pemeriksaan selanjutnya, yaitu pemeriksaan viral load (VL) untuk RNA HCV. Dari 28.504 orang yang menjalani pemeriksaan VL HCV RNA, sebanyak 16.327 orang memerlukan pengobatan karena memiliki infeksi hepatitis C aktif.</p>
<p>Upaya ketiga adalah pengobatan. Menurut dr. Imran, pemerintah telah menyediakan obat Direct Acting Antiviral (DAA) untuk pengobatan hepatitis C. Pengobatan ini diyakini memiliki tingkat keberhasilan mencapai 90%.</p>
<p>“Untuk pengobatan DAA ini, kami sudah menyediakan di 33 provinsi dan pada tahun 2024 ini ditargetkan semua provinsi itu sudah punya rumah sakit yang bisa memberikan layanan pengobatan Hepatitis C dengan DAA,” ungkapnya. </p>
<p>Sejak 2017 hingga Juni 2024, tercatat lebih dari 11.689 pasien telah memulai terapi pengobatan hepatitis C. Namun, hanya 8.364 orang yang menyelesaikan pengobatan, dan 3.139 di antaranya dinyatakan sembuh.<br />
Lebih lanjut, dr. Imran menjelaskan, meskipun prevalensi hepatitis telah menurun secara signifikan, angka kasus di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut WHO, Indonesia menempati peringkat keempat di kawasan Asia Tenggara atau South-East Asia Region (SEARO) untuk kejadian dan kematian akibat penyakit liver. </p>
<p>“Tercatat baru 56 ribu yang didiagnosis, artinya sebetulnya masih banyak banget penderita hepatitis B yang tidak terdiagnosis karena tidak terskrining. Orang-orang inilah yang kemungkinan besar menularkan ke orang lain,” terangnya. </p>
<p>Dia berharap, peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2024 yang mengangkat tema “Bersama Lawan Hepatitis, Sekarang” dapat menjadi momentum untuk bertindak bersama dan mengambil langkah nyata untuk memberantas Hepatitis di Indonesia. </p>
<p>“Upaya penanggulangan hepatitis harus terus ditingkatkan mengingat tahun 2030 Indonesia bersama negara lain di dunia telah berkomitmen mencapai eliminasi hepatitis C pada tahun 2030,” kata dia berpesan.</p>
<p>Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia dr Andri Sanityos menjelaskan, hepatitis adalah peradangan hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti obat-obatan, perlemakan, autoimun, alkohol, bakteri, parasit, dan virus.<br />
Virus hepatitis terdiri dari 5 jenis, yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Kelimanya memiliki cara penularan, gejala dan tingkat keparahan dan pencegahan yang berbeda. Adapun, hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi kronis dan dapat menjadi penyebab imun sirosis hati, dan kanker hati sehingga menyebabkan kematian.  </p>
<p>“Untuk hepatitis B, pada fase kronik sebagian besar tidak bergejala. Namun ketika sudah lanjut, baru muncul (gejalanya), kalau sudah seperti itu artinya fungsi liver sudah sangat berkurang dan pengobatannya menjadi lebih sulit,” kata dr Andri Sanityos.</p>
<p>Pengobatan hepatitis B dimulai dari fase imun aktif. Namun, bila pasien Hepatitis B dengan inflamasi sedang-berat pada hati atau fibrosis signifikan diindikasikan untuk terapi. Tujuan terapi untuk mencegah progresivitas penyakit menjadi sirosis dan kanker hati. </p>
<p>Hepatitis C sebagian besar tidak bergejala (asimtomatik). Dari pemeriksaan fisik pada umumnya ditemukan demam subferis dan ikterik (kuning). Diagnosis Hepatitis C ditegakkan melalui skrining anti-HVC. Jika terdeteksi positif, dilanjutkan pemeriksaan HCV RNA. </p>
<p>Mengenai pengobatan, menurutnya, terapi DAA saat ini menjadi pilihan utama dan tingkah kesuksesan tinggi. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/cfbedd7b-e299-4049-af4e-8594d6d5e881.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jelang Akhir Pemulangan ke Tanah Air, KKHI Tetap Edukasi Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-akhir-pemulangan-ke-tanah-air-kkhi-tetap-edukasi-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Jul 2024 10:09:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-akhir-pemulangan-ke-tanah-air-kkhi-tetap-edukasi-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 18 Juli 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menjelang berakhirnya fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah tetap aktif dalam melaksanakan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada jemaah haji yang masih berada di pemondokan Madinah, Arab Saudi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tugas kami di KKHI Madinah dalam pelayanan Kesehatan adalah melakukan kegiatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, kemudian rujukan pasien dan edukasi,” ujar Kepala KKHI Madinah dr. Achmad Hardin Sp. PD, MAP.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, dr. Hardin mengatakan, KKHI ingin mendekatkan layanan kesehatan kepada jemaah karena jarak KHHI yang cukup jauh dari pemondokan jemaah, yaitu sekitar 5 km. Karena itu, KKHI Madinah membuka Poliklinik Risiko Tinggi Terpadu (Poli Risti Terpadu) sebagai salah satu inovasinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dinamakan Poli Risti Terpadu karena kami tidak ingin jemaah bolak balik. Kami melakukan </span><i><span style="font-weight: 400;">one-stop service</span></i><span style="font-weight: 400;">, ketika jemaah datang dan sambil menunggu pemeriksaan, dilakukan kegiatan promosi kesehatan oleh tim promkes yang sudah ada di sektor-sektor,” ujar dr. Hardin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut dr. Hardin mengungkapkan, biasanya pasien risti mempunyai beberapa penyakit seperti penyakit jantung, penyakit paru, diabetes, dan penyakit dalam lainnya. Di Poli risti Terpadu ini, dalam satu hari, jemaah dapat bertemu dengan para dokter spesialis itu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lainnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Poli Risti ini juga mengenal istilah jemput bola, yakni KKHI bekerja sama dengan TKHK untuk mengisi mendata jemaah risiko tinggi yang akan melakukan pemeriksaan di Poli Risti Terpadu. Pendataan ini dilakukan pada malam hari. Selanjutnya, pada pagi harinya, jemaah yang akan melakukan pemeriksaan dikumpulkan di sektor masing-masing dan dijemput untuk dibawa ke KKHI Madinah, tempat Poli Risti Terpadu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Achmad Hardin Sp. PD, MAP menjelaskan, meskipun jemaah haji gelombang kedua hanya tinggal menunggu jadwal kepulangan, tim dokter KKHI yang terdiri dari dokter spesialis jantung, paru-paru, penyakit dalam, dan tim promkes dan TEMS di sektor tetap aktif melakukan sosialisasi kesehatan. Sosialisasi kesehatan tersebut fokus pada pencegahan penyakit jantung. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sosialisasi tersebut dilakukan dalam program &#8220;Ngobras&#8221; atau ngobrol santai jantung. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan hampir di setiap sektor dengan cara mengumpulkan jemaah untuk diberikan edukasi dan sosialisasi oleh tenaga Kesehatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan tersebut, disampaikan juga bahwa selain jantung, penyakit yang banyak diderita oleh jemaah haji, terutama lansia, adalah penyakit paru dan stroke. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran jemaah haji tentang pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci sehingga mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan kondisi yang sehat dan bugar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam edukasi tentang penyakit, jemaah haji juga diingatkan untuk tidak terlalu lelah menjelang kepulangannya. “Tetap jaga Kesehatan, jangan lupa olahraga ringan agar tubuh tetap bugar.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-21-at-21.11.41.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Diimbau tidak Lalai Jaga Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-diimbau-tidak-lalai-jaga-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Jul 2024 10:05:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-diimbau-tidak-lalai-jaga-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 18 Juli 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Fokus kegiatan haji sudah beralih ke Madinah, Arab Saudi, seiring kedatangan jemaah haji gelombang kedua ke kota suci tersebut sejak 13 Juli 2024. Para jemaah haji berada di Madinah sambil menanti jadwal kepulangan ke tanah air.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. Indro Moerwoko mengingatkan jemaah haji untuk tetap menjaga kesehatan meskipun puncak haji telah terlewati. Jemaah diimbau untuk tetap menggunakan APD saat beraktivitas di luar pemondokan karena cuaca Madinah yang cenderung panas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Indro juga mengingatkan agar jemaah menjaga kondisi kesehatan serta mencegah kelelahan dengan tidak memaksakan diri mengikuti </span><i><span style="font-weight: 400;">city tour</span></i><span style="font-weight: 400;">, ziarah, dan sholat arbain karena bukan rukun dan wajib haji. &#8220;Jangan habiskan seluruh energi untuk aktivitas yang diinginkan, sementara secara fisik tidak memadai sehingga berakibat sakit dan terhambat kepulangannya,&#8221; tutur dr. Indro.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah dr. Karmijono, hingga 17 Juli 2024, tidak ada penyakit dominan yang menyerang pasien di KKHI Madinah. Mayoritas pasien adalah pasien yang evakuasi dari KKHI Makkah setelah selesai dirawat di rumah sakit Arab Saudi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pasien-pasien ini kemudian transit di KKHI Madinah dan dikembalikan ke kloter masing-masing. Jika kloternya masih berada di Madinah, mereka akan langsung dipulangkan. Namun, jika pasien sudah tertinggal oleh kloternya, mereka akan ditanazulkan dengan dipindahkan ke kloter lain, dengan mempertimbangkan tujuan penerbangan, dan ketersediaan kursi di pesawat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karmijono menjelaskan, KKHI Madinah membuat kebijakan untuk segera merujuk jemaah yang mengeluhkan sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, nyeri ulu hati, nyeri perut, tidak nafsu makan, tidak bisa tidur atau ada gangguan tidur seperti bisa tidur tapi tidak nyenyak ke rumah sakit Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan sebagai antisipasi jemaah berada di puncak kelelahan sehingga ia tidak dapat merasakan munculnya gejala khas suatu penyakit atau tubuhnya tidak dapat mengidentifikasi kegawatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Jumlah yang dirawat di KKHI Madinah hingga 17 Juli 2024 adalah wanita 7 orang, pria 15 orang, isolasi 2 orang (TB), psikiatri 2 orang, HCU 4 orang. Total 30 orang,&#8221; ujar dr. Karmijono.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karmijono mengungkapkan, terdapat 5 klinik sektor yang tersebar di sektor 1 sampai sektor 5 di Daerah Kerja Madinah. Klinik sektor ini baru ada menjelang akhir jemaah haji gelombang pertama dan diharapkan dapat lebih bermanfaat bagi jemaah haji gelombang kedua karena waktunya lebih panjang dan jumlah kloternya lebih banyak. Klinik sektor ini dilayani oleh tenaga dokter dan perawat dari TEMS dan TKHK.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di Madinah, tidak ada pos satelit, dan hanya klinik sektor. Kebijakan melibatkan TKHK atau tidak tergantung pada PJ klinik sektor. Jika TKHK tidak dilibatkan, mereka melakukan deteksi dini di kloter masing-masing dan merujuk jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke klinik sektor.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Fasilitas yang tersedia di klinik sektor meliputi EKG dan oksigen. Keunggulan lain dari klinik sektor di Madinah adalah dapat memanggil ambulans untuk merujuk pasien ke RS Saudi German jika diperlukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan Poli Risti di KKHI Madinah tetap buka. Saat ini, Poli Risti di KKHI Madinah melayani 40 pasien per hari, meningkat dari 20 pasien per hari di awal pembukaannya. Poli Risti ini untuk menjaring jemaah yang potensial untuk ditanazulkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa jemaah meminta pulang karena sakit, dan ada pula jemaah yang dievakuasi dari Makkah dan menolak turun dari kursi rodanya. Ketika diminta untuk beristirahat di IGD sambil menunggu pemberangkatan ke bandara, jemaah ini menolak dengan alasan takut tidak jadi dipulangkan karena ketiduran.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Sehebat apapun kita deteksi dini, kemampuan mata kita terbatas. Ketika jemaah menyembunyikan keluhannya, kita tidak bisa mengintervensi,&#8221; tutur dr. Karmi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-21-at-21.39.28.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Fraud, Kemenkes Bentuk Tim Pencegahan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-fraud-kemenkes-bentuk-tim-pencegahan</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Jul 2024 08:44:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cegah-fraud-kemenkes-bentuk-tim-pencegahan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Juli 2024</p>
<p>Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kasus dugaan kecurangan atau fraud terkait klaim fiktif (phantom billing) dan manipulasi diagnosis atas klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditemukan di 3 rumah sakit swasta di dua provinsi, yaitu Sumatera Utara dan Jawa Tengah.</p>
<p>Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menjelaskan, tim pencegahan dan penanganan kecurangan atau fraud menemukan klaim fiktif (phantom billing) pada layanan fisioterapi dan manipulasi diagnosis atas operasi katarak di 3 rumah sakit swasta tersebut.</p>
<p>&#8220;Kasus klaim yang dilakukan 3 rumah sakit ini sebanyak 4.341 kasus pada layanan fisioterapi, tetapi hanya 1.071 kasus yang memiliki catatan rekam medis sehingga kasus yang diduga fiktif sebanyak 3.269 kasus. Sedangkan pada manipulasi diagnosis atas operasi katarak di 3 rumah sakit dengan sampel sebanyak 39 pasien, tetapi hanya 14 pasien yang sesuai diagnosis,&#8221; kata Pahala Nainggolan pada diskusi media di gedung Merah Putih KPK, Rabu (24/7/2024).</p>
<p>Di tiga rumah sakit swasta tersebut, kasus phantom billing atau diduga klaim fiktif atas layanan fisioterapi sebanyak 75% dari total kasus, atau senilai dengan Rp 501,27 juta.</p>
<p>Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Murti Utami menegaskan, dengan temuan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menindaklanjuti dan memberikan sanksi kepada oknum yang bertanggung jawab atas dugaan klaim fiktif dan manipulasi diagnosis tersebut.</p>
<p>&#8220;Tentu ini akan ditindaklanjuti dan juga akan diberi sanksi pada setiap individu seperti penundaan pengumpulan SKP selama enam bulan sampai pencabutan izin praktik, pemutusan kerja sama antara RS dan BPJS,&#8221; kata dr. Murti pada diskusi media tersebut.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Murti menjelaskan, Kemenkes juga akan melakukan penguatan Tim PK-JKN di tingkat provinsi untuk meningkatkan proses verifikasi fraud. Selain itu, Kemenkes akan memberikan kesempatan kepada fasilitas kesehatan (faskes) yang diduga melakukan phantom billing dan manipulasi diagnosis untuk melakukan koreksi dan mengembalikan kerugian negara ke BPJS Kesehatan.</p>
<p>&#8220;Jadi nanti akan diberikan kesempatan dalam jangka waktu selama enam bulan lamanya untuk melakukan pengembalian atas kerugian negara ke BPJS Kesehatan dan bersama-sama kita menjaga dananya agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri,&#8221; kata dr. Murti.</p>
<p>Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Agustina Arumsari mengungkapkan, BPKP juga telah melakukan telaah di tiga rumah sakit dan hasilnya menunjukkan adanya bukti dugaan kasus phantom billing.</p>
<p>&#8220;Kami mendukung upaya untuk bersama menjaga dana jaminan kesehatan itu, tapi tidak terelakkan ketika upaya itu dan pelakunya tidak berhenti,&#8221; ungkap Agustina.</p>
<p>&#8220;Terkait dengan kerugian negara, tentunya BPKP akan memvalidasi setelah proses yang lainnya telah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&#8221; kata Agustina.</p>
<p>Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati menjelaskan, BPJS Kesehatan memiliki beberapa lapis (layer) verifikasi untuk memastikan proses pengelolaan klaim sesuai dengan tata kelola yang berlaku. Verifikasi dilakukan di tahap awal, pasca-pembayaran (verifikasi pasca-klaim/VPK), dan audit administrasi klaim (AAK). Pengelolaan klaim berlapis ini untuk memastikan pembiayaan dibayarkan tepat kepada FKRTL/rumah sakit.</p>
<p>“Manajemen klaim yang dilakukan BPJS Kesehatan secara bertahap dan tentu mengandalkan sistem informasi yang mumpuni. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam proses verifikasi klaim agar efektif dan tepat guna,” ujar Lily.</p>
<p>Untuk menjaga pengelolaan klaim dari potensi kecurangan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud) serta Pengenaan Sanksi Administrasi Terhadap Kecurangan (Fraud) dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan, telah dibentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional (PK-JKN) baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. Ekosistem anti-fraud dalam Program JKN ini juga terus dibangun sebagai upaya bersama menciptakan Program JKN yang bebas dari kecurangan.</p>
<p>Tim PK-JKN terdiri dari berbagai unsur, yaitu Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan BPJS Kesehatan. Tim PK-JKN juga dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.</p>
<p>Tugas dari Tim PK-JKN adalah menyosialisasikan regulasi dan budaya yang berorientasi pada kendali mutu dan kendali biaya, meningkatkan budaya pencegahan kecurangan (fraud), mendorong pelaksanaan tata kelola organisasi dan/atau tata kelola klinis yang baik, melakukan upaya deteksi dan penyelesaian kecurangan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar-Lembaga BPJS Kesehatan Mundiharno mengungkapkan, jika ditemukan ketidaksesuaian atas klaim pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan sebelumnya dalam proses verifikasi pasca-klaim dan/atau audit administrasi klaim, Tim Anti Kecurangan JKN Kantor Cabang BPJS Kesehatan bersama Tim PK-JKN di level provinsi, kabupaten/kota akan melakukan penelusuran atau investigasi sesuai dengan ketentuan.</p>
<p>Penelusuran ini melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder) seperti dinas kesehatan, asosiasi faskes, dan organisasi profesi. Jika hasil penelusuran atau investigasi menunjukkan bukti kecurangan, hal itu akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.</p>
<p>“Dalam kesempatan ini, kami mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dan komitmen dalam mewujudkan pengelolaan Program JKN yang bersih dari segala tindak kecurangan,” kata Mundiharno.</p>
<p>Melalui diskusi media hari ini, Kemenkes berharap agar seluruh fasilitas kesehatan menyadari pentingnya pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan manfaatnya akan dikembalikan kepada masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-25-at-08.37.13.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peringatan HAN 2024 Jadi Momentum Lindungi Anak dari Stunting dan Polio</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peringatan-han-2024-jadi-momentum-lindungi-anak-dari-stunting-dan-polio</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Jul 2024 14:38:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peringatan-han-2024-jadi-momentum-lindungi-anak-dari-stunting-dan-polio</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: center;">Jakarta, 23 Juli 2024</p>
<p>Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap 23 Juli setiap tahunnya. Tahun ini, peringatan HAN mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Tema tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk selalu melindungi anak-anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang dengan baik untuk kemajuan bangsa.</p>
<p>Tak hanya itu, peringatan HAN 2024 menjadi momentum penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya serta stunting. Untuk mewujudkannya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selaku leading sektor kesehatan turut membantu mewujudkannya melalui dua upaya strategis, yakni memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang melalui intervensi pencegahan stunting, dan melakukan perlindungan dari penyakit berbahaya salah satunya polio.</p>
<p>Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Stunting tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif dan kinerja jangka panjang karena perkembangan otak yang tidak optimal.</p>
<p>Angka stunting di Indonesia masih jauh dari target penurunan sebesar 14 persen pada 2024. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional sebesar 21,5 persen, turun sekitar 0,8 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Juru Bicara (Kemenkes) M. Syahrir mengatakan, untuk mencapai target itu, pemerintah telah melakukan dua intervensi, yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi sensitif.</p>
<p>Dia menjelaskan, intervensi gizi spesifik berfokus pada penanganan penyebab langsung stunting, seperti kekurangan asupan makanan dan gizi dan penyakit infeksi. Sementara itu, intervensi gizi sensitif menyasar keluarga dan masyarakat karena berkaitan dengan penyediaan air bersih dan peningkatan akses pangan.</p>
<p>Pada umumnya, intervensi gizi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Intervensi spesifik dilakukan dengan menyasar remaja putri, ibu hamil, bayi, dan balita.</p>
<p>Program intervensinya, yakni mencegah remaja putri anemia melalui pemberian tablet tambah darah seminggu sekali, melakukan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil minimal 6 kali, dan memberikan tablet tambah darah pada ibu hamil.</p>
<p>Selain itu, Kemenkes mendorong pemberian ASI eksklusif 6 bulan, memantau pertumbuhan balita setiap bulan di posyandu, melakukan pemberian makanan pendamping ASI kaya protein hewani pada balita 6-23 bulan, serta menerapkan tata laksana balita bermasalah gizi dan imunisasi dasar lengkap untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.<br />
M. Syahril mengungkapkan, upaya pemerintah berikutnya, yakni memberikan imunisasi polio. Polio, yang disebabkan oleh virus polio, merupakan penyakit yang sangat menular. Virus polio menyerang sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan kematian pada anak. Kecacatan akibat infeksi polio tidak dapat diobati, tetapi dapat dicegah melalui pemberian imunisasi.</p>
<p>Berdasarkan penilaian risiko menggunakan tool standar yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masuk kategori berisiko tinggi polio. Tercatat, sebanyak 32 provinsi dan 399 kabupaten/kota di Indonesia masuk kategori berisiko tinggi polio, khususnya polio tipe 2.</p>
<p>Sejak akhir tahun 2022 dilaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2 di beberapa provinsi yaitu di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banteh, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.</p>
<p>Selain kasus polio tipe 2, kasus anak dengan polio tipe 1 juga dilaporkan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Temuan kasus anak dengan polio ini kemudian dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio.</p>
<p>Karena itu, untuk memutus transmisi virus polio dan meningkatkan imunitas anak dari infeksi polio, dilakukan pemberian imunisasi tambahan tetes manis polio secara massal yang disebut dengan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.</p>
<p>PIN Polio tahun 2024 dilaksanakan dalam 2 tahap dengan total sasaran sekitar 17.296.150 anak berusia 0-7 tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya.</p>
<p>PIN Polio tahap pertama telah digelar di 6 Provinsi di Tanah Papua, yakni Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, pada minggu keempat Mei 2024 untuk putaran pertama. Putaran kedua berlangsung 4 minggu setelah putaran pertama.</p>
<p>PIN Polio tahap 1 menyasar sekitar 865.690 anak. Khusus Tanah Papua, PIN Polio menggunakan 2 jenis vaksin, yakni vaksin polio tetes tipe 2 (nOPV2) serta polio tetes tipe 1 dan 3 (bOPV).</p>
<p>PIN Polio tahap 2 dilaksanakan di 27 provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, DIY (kecuali Kabupaten Sleman), Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.</p>
<p>PIN Polio tahap dua dimulai pada 23 Juli 2024 bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2024. Jumlah sasaran PIN Polio tahap dua sebanyak 16. 420.460 anak. Adapun, jenis vaksın yang digunakan adalah nOPV2.</p>
<p>“Pada pelaksanaan PIN Polio tahap 1 maupun 2, kami menargetkan 95 persen sasaran menerima dua tetes manis imunisasi polio. Dengan begitu, diharapkan semua anak akan mendapat perlindungan yang optimal dari ancaman polio,” tuturnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_1215.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pemberian Vaksin Polio di Jayapura Untuk Cegah Lumpuh Layu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pemberian-vaksin-polio-di-jayapura-untuk-cegah-lumpuh-layu</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Jul 2024 11:01:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pemberian-vaksin-polio-di-jayapura-untuk-cegah-lumpuh-layu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Juli 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia terus berkomitmen dalam menanggulangi KLB Polio serta mencegah perluasan transmisi virus polio. Komitmen ini ditandai dengan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana ke Posyandu Rajawali 3, Kampung Nendali, Kabupaten Jayapura, untuk menyaksikan pemberian imunisasi polio dalam PIN Polio tahap 2 di Papua.</p>
<p>Dalam kunjungan yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional 2024 tersebut, Presiden Jokowi dan Ibu Negara didampingi oleh OASE Kabinet Indonesia Maju, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ada pula dari jajaran Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, serta perwakilan WHO dan UNICEF.</p>
<p>Kunjungan Presiden dan Ibu Negara juga dimaksudkan agar seluruh lapisan masyarakat mendukung kegiatan PIN Polio sebagai upaya penting dalam memastikan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit polio.</p>
<p>&#8220;Ya, kita harus mewaspadai bahwa sekarang ini di seluruh dunia outbreak polio itu terjadi lagi. TB (tuberkulosis) juga naik sehingga kita ingin mendahului untuk daerah-daerah yang vaksin polionya masih rendah,&#8221; ujar Kepala Negara dalam keterangannya kepada awak media usai peninjauan.</p>
<p>Imunisasi Polio Tambahan diperlukan untuk mencegah anak menjadi<br />
cacat (lumpuh layu) seumur hidup akibat dari virus polio.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pelaksanaan PIN Polio dilakukan sebagai upaya proteksi tambahan bagi anak anak Indonesia, mengingat sebagian besar wilayah di Indonesia juga berisiko tinggi terhadap penularan polio.</p>
<p>“Ini merupakan upaya kita untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh anak anak di Indonesia, tanpa memandang status vaksinasi sebelumnya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>PIN Polio dilaksanakan dalam 2 tahap. PIN Polio tahap 1 yang dimulai pada 27 Mei 2024 hanya dilakukan di 6 provinsi di Papua, yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.</p>
<p>PIN tahap 2 menyasar 27 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (kecuali Kabupaten Sleman) dan Bali. Kemudian Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.<br />
Menkes mengingatkan kembali pentingnya imunisasi polio bagi anak. Ia berharap, para orang tua dapat membawa anaknya untuk imunisasi polio.</p>
<p>Imunisasi polio rutin yang diberikan secara lengkap meliputi imunisasi polio tetes (bivalent Oral Polio Vaccine/bOPV) pada usia 1, 2, 3, dan 4 bulan, serta imunisasi polio suntik (Inactivated Poliovirus Vaccine/IPV) yang diberikan pada anak usia 4 dan 9 bulan dapat melindungi seorang anak dari bahaya penyakit polio.</p>
<p>Vaksin yang digunakan saat PIN ini adalah vaksin polio tetes yang dapat memberikan perlindungan terhadap virus polio tipe 2.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr.Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_1216.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pentingnya PIN Polio Untuk Mencegah KLB</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pentingnya-pin-polio-untuk-mencegah-klb</link>				
         <pubDate>Sat, 20 Jul 2024 16:30:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pentingnya-pin-polio-untuk-mencegah-klb</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih menerima laporan terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus Polio di sejumlah wilayah di Indonesia. Sebanyak 32 Provinsi dan 399 kabupaten/kota di Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi polio.</p>
<p>Sejak 2022 hingga 2024, telah dilaporkan sebanyak total 12 kasus kelumpuhan, dengan 11 kasus yang disebabkan oleh virus polio tipe 2 dan satu kasus diakibatkan oleh virus polio tipe 1. Kasus-kasus ini tersebar di 8 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten.</p>
<p>Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. Yudi Pramono menyampaikan, dengan adanya laporan kasus polio serta risiko penularan virus polio yang tinggi, Kemenkes kembali menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahap kedua. PIN Polio ini akan dilaksanakan pada minggu ketiga Juli 2024.</p>
<p>“Pelaksanaan PIN Polio akan dilakukan secara massal dan serentak untuk mencapai kekebalan kelompok yang optimal dan dapat mencegah perluasan transmisi virus polio,” kata Dr. Yudi yang disampaikan pada temu media yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (19/7).</p>
<p>Dr. Yudi menjelaskan, pelaksanaan PIN Polio dilakukan dalam dua tahap. “PIN tahap pertama sudah dilaksanakan pada 27 Mei 2024, sementara PIN tahap kedua akan dilaksanakan pada 23 Juli 2024,” kata Dr. Yudi.</p>
<p>PIN Polio tahap pertama dilaksanakan di lima provinsi, yaitu Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya. Sedangkan, PIN Polio tahap kedua akan dilaksanakan di 27 provinsi, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, kecuali di Kabupaten Sleman, Banten, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.</p>
<p>Pemberian imunisasi pada PIN Polio sangat penting untuk mencegah virus polio yang dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio lengkap. Sasaran PIN Polio adalah anak usia 0 hingga 7 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Vaksin yang akan diberikan adalah vaksin imunisasi tetes dan suntik.</p>
<p>Direktur Pengelola Imunisasi Kemenkes dr. Prima menjelaskan, polio dapat dicegah dengan imunisasi polio lengkap. Imunisasi polio lengkap yang telah dimasukkan ke dalam program nasional terdiri dari dua jenis vaksin, yaitu vaksin polio yang diberikan secara tetes dan vaksin polio dengan suntikan.</p>
<p>“Vaksin polio tetes yang diberikan melalui mulut sebanyak tiga kali pemberian, yaitu umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan, yang dikenal dengan OPV 1, OPV 2 dan OPV 3. Sedangkan pada umur 4 bulan, pemberian vaksin digabung, yaitu tetes dan suntikan yang disebut dengan IPV. Tidak hanya sampai di situ, pada umur 9 bulan akan kembali diberikan vaksin IPV 2,” kata dr. Prima yang juga sebagai narasumber pada temu media tersebut.</p>
<p>Pemberian imunisasi lengkap atau kombinasi imunisasi polio tetes (OPV) dan imunisasi polio suntik (IPV) diperlukan untuk membentuk kekebalan yang optimal terhadap semua virus polio.</p>
<p>Cakupan imunisasi polio, baik tetes maupun suntik, harus mencapai 95% dan merata di suatu wilayah untuk membentuk kekebalan kelompok. Hal ini untuk mencegah virus polio menyebar luas dan memicu munculnya kasus polio berisiko.</p>
<p>“Apabila cakupan imunisasi polio di suatu wilayah rendah selama beberapa tahun maka kekebalan kelompok di wilayah tersebut tidak terbentuk serta banyak anak yang tidak kebal terhadap virus polio sehingga berisiko munculnya kembali kasus polio,” lanjut dr. Prima.</p>
<p>Kemenkes telah melakukan upaya pemetaan polio di Indonesia. Kemenkes juga telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN), Komite Ahli Surveilans PD3I, WHO dan Unicef untuk melaksanakan pemberian imunisasi tambahan, salah satunya melalui PIN polio untuk menanggulangi KLB serta menggunakan vaksin polio tetes novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) yang khusus digunakan untuk merespons KLB polio tipe 2.</p>
<p>Perwakilan Komite Nasional PP-KIPI dr. Ellen Roostaty Sianipar menyampaikan, mengenai keamanan vaksin nOPV2 yang digunakan, para ahli telah melakukan pengkajian terkait Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan vaksin nOPV2 aman dan dapat ditoleransi oleh golongan usia bayi dan anak.</p>
<p>“Data keamanan nOPV2 telah dikaji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) yang didapatkan dari 253 juta dosis nOPV2 dan telah diberikan di 13 negara. Hasilnya menyimpulkan tidak ada risiko berbahaya dari data yang ada,” kata dr. Ellen Roostaty yang juga menjadi narasumber pada temu media tersebut.</p>
<p>dr. Ellen menjelaskan, KIPI nOPV2 di Indonesia menunjukkan setiap satu juta dosis imunisasi yang diberikan, keluhan atau gejala yang dilaporkan lebih rendah dibandingkan dengan data uji klinis. Pada data uji klinis 1 dan 2 nOPV2 produksi biofarma, tidak ditemukan KIPI serius pada kelompok bayi dan anak.</p>
<p>“Data keamanan vaksin nOPV2 di Indonesia serta berbagai penelitian menunjukkan imunisasi nOPV2 dapat membantu menghentikan penyebaran virus polio, serta keamanan vaksin merupakan hal penting dalam menjamin kelangsungan program imunisasi dan juga pemberian imunisasi yang benar dapat mengurangi KIPI akibat kekeliruan prosedur,” kata dr. Ellen.</p>
<p>Kemenkes berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan PIN Polio yang akan dilaksanakan untuk memperkuat imunitas serta kekebalan, terutama untuk polio tipe 2 yang saat ini sangat rendah. Hal ini juga sebagai upaya untuk memutus transmisi virus polio yang telah ada saat ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot_20240720_162053_Microsoft-365-Office.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Program Integrasi Layanan Primer Kabupaten Kendal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-program-integrasi-layanan-primer-kabupaten-kendal</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Jul 2024 22:05:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-luncurkan-program-integrasi-layanan-primer-kabupaten-kendal</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendal, 19 Juli 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi meluncurkan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten, Kendal, Jawa Tengah, pada Jumat (19/7). Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali dan dilanjutkan pemberian cendera mata.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan, ILP merupakan implementasi dari transformasi kesehatan pilar pertama, yakni transformasi layanan primer. Tujuannya adalah meningkatkan layanan dan fasilitas kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>“Saya ingin masyarakat terlindungi tetap sehat, jangan tunggu sampai sakit. Untuk itu, kami merevitalisasi puskesmas yang fokusnya promotif preventif,” ungkapnya.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan, Kendal merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang fasilitas pelayanan kesehatan primernya berhasil menerapkan ILP, yakni Puskesmas Plantungan.</p>
<p>Keberhasilan ini telah mengantarkan Puskesmas Plantungan sebagai salah satu puskesmas terbaik nasional dan diundang ke Rakerkesnas 2024 untuk berbagi praktik dengan insan kesehatan dari seluruh Indonesia.</p>
<p>“Terima kasih sudah membantu Kementerian Kesehatan menjaga masyarakat Indonesia dan sudah memberikan contoh bagi daerah lain,” kata Menkes.</p>
<p>Bupati Kendal Dico Ganinduto menjelaskan, keberhasilan Puskesmas Plantungan hingga menjadi percontohan nasional bagi 80 puskesmas di daerah tersebut merupakan hasil kerja keras semua pihak yang terlibat.</p>
<p>Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus apresiasi atas segala dedikasi yang telah diberikan untuk kemajuan layanan kesehatan di Kabupaten Kendal.</p>
<p>Dia mengatakan, hingga kini sebanyak 71 puskesmas, puskesmas pembantu (pustu) dan pos kesehatan desa (PKD) dari 286 desa, dan 331 posyandu telah menerapkan ILP. Ia juga berkomitmen untuk mengejar desa-desa lain segera menerapkan ILP.</p>
<p>“Sisanya ini nanti kami coba intervensi. Kalau ada kesulitan terkait anggaran, mumpung masih proses, mudah-mudahan nanti kami anggarkan pada tahun 2025 agar seluruh desa di Kabupaten Kendal bisa transformasi pelayanan yang lebih baik,” katanya.</p>
<p>Kepala Puskesmas Plantungan dr. Karyadi mengatakan, Puskesmas Plantungan telah menerapkan ILP sejak akhir 2023. Selama tujuh bulan berjalan, <span class="s1">ILP telah diterapkan di 2 puskesmas pembantu (pustu), 2 pos kesehatan desa (PKD), dan 24 posyandu. Sementara itu, ILP seluruh desa diterapkan di 2 pustu, 10 PKD dan 55 posyandu.</span></p>
<p>Ia menilai, keberhasilan Puskesmas Plantungan dalam menerapkan ILP karena semua pemangku kepentingan (stakeholder) mulai dari tingkat desa hingga kabupaten memiliki koordinasi yang baik. Dengan begitu, penerapan ILP di wilayahnya lebih mudah dan cepat.</p>
<p>Kemajuan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Dia mengatakan, masyarakat merasa pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat, karena berkat penerapan ILP, kini pemeriksaan dapat dilakukan di level desa melalui posyandu.</p>
<p>Sementara dari sisi puskesmas, dr. Karyadi menilai, penerapan ILP telah memberikan banyak kemudahan bagi tenaga kesehatan. Hal ini lantaran semua data telah terintegrasi sehingga pemantauan dari puskesmas lebih mudah dilakukan.</p>
<p>“Tujuan ILP sangat baik, kami telah merasakan bahwa penerapan program ini telah memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/f4d8e4d0-d756-46de-8ead-f7bd594f5fea.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi: Kalau Ingin Berumur Panjang Harus Rutin Cek Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-kalau-ingin-berumur-panjang-harus-rutin-cek-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 19 Jul 2024 19:27:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-kalau-ingin-berumur-panjang-harus-rutin-cek-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kendal, 19 Juli 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan seiring dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Menkes menyampaikan imbauan ini saat meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (19/7).</p>
<p>“Jagalah tubuh tetap sehat, jangan sampai sakit,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, sejumlah penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker masih mendominasi penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Penyakit tersebut adalah penyakit kronis yang terjadi dalam waktu lama serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.</p>
<p>Menkes Budi pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan rutin melakukan cek kesehatan minimal 1 tahun sekali. Hal ini untuk mengetahui riwayat kesehatan diri, sehingga bila ditemukan gangguan kesehatan dapat diketahui sejak awal dan dapat segera ditangani.</p>
<p>“Kalau itu dideteksi lebih dini 5 tahun sebelumnya, bisa dihindari sejak awal, jadi dia tidak akan kena stroke, tidak akan meninggal, umurnya akan panjang,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Jika hasilnya tidak sesuai, harus segera berobat ke puskesmas.</p>
<p>“Kalau di atas batas normal jangan panik, cepat datang ke Puskesmas, dikasih obat gratis, benar-benar gratis,” tutur Menkes Budi.</p>
<p>Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan, yakni cek lingkar perut atau Indeks Masa Tubuh (IMT). Batas aman lingkar perut pria 90 cm, sementara untuk wanita 80 cm. Jika melebihi batas, harus segera dikontrol. Sebab, lemak perut bila berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung.</p>
<p>“Paling mudah dilihat dari ukuran celana, kalau lebih dari 34 sudah obesitas, kalau 31-32 masih boleh,” ucap Menkes.</p>
<p>Menkes Budi juga menyampaikan bahwa masyarakat sehat berkaitan erat dengan visi Indonesia maju pada 2045. Saat itu, Indonesia diperkirakan menjadi negara maju, dengan salah satu kriterianya adalah pendapatan per kapita penduduk Indonesia mencapai Rp 15 juta per bulan. Agar cita-cita tersebut terwujud, seluruh penduduk harus sehat.</p>
<p>“Kalau mau jadi Indonesia maju, orangnya harus sehat. Sehat itu harus dijaga jangan sampai sakit, caranya harus rajin ke Puskesmas untuk ukur 4 itu, minimal setahun sekali, kalau makin tua bolehlah 6 bulan sekali. Kalau itu dijaga, Insya Allah usianya bisa mencapai rata-rata usia harapan hidup Indonesia, bahkan bisa lebih,” pesannya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/2b5de3ba-91ae-4ab4-b8ae-1f85b7c552c9.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cara Akses Layanan Vaksin Meningitis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cara-akses-layanan-vaksin-meningitis</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Jul 2024 21:55:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cara-akses-layanan-vaksin-meningitis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Juli 2024</p>
<p>Ketersediaan vaksin meningitis meningokokus dianggap masih sulit diperoleh, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah. Pendapat lain menyebutkan, stok vaksin meningitis di fasilitas kesehatan kerap kosong sehingga masyarakat harus menunggu cukup lama sampai vaksin tersedia kembali.</p>
<p>Di sisi lain, ada kewajiban untuk melengkapi vaksinasi meningitis meningokokus bagi jemaah haji dan umrah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah menuangkan kewajiban tersebut pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/3717/2024 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis Bagi Jamaah Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tertanggal 11 Juli 2024.</p>
<p>Menurut Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes RI dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M, layanan suntik vaksin meningokokus dapat diakses di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan di daerah masing-masing.</p>
<p>Selain itu, vaksin meningitis ini dapat diperoleh di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksinasi internasional, baik rumah sakit maupun klinik. Berdasarkan data Kemenkes, terdapat lebih dari 1.200 fasilitas kesehatan di Indonesia yang menyelenggarakan vaksinasi internasional, termasuk vaksinasi meningitis.</p>
<p>“Stok vaksin meningitis di UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan masih cukup untuk pemenuhan vaksinasi terhadap pelaku perjalanan. Calon pelaku perjalanan dapat pula mengakses di fasilitas kesehatan selain UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Farchanny di Jakarta, ditulis Kamis (18/7).</p>
<p>“Saat ini, tercatat lebih dari 1.200 fasilitas kesehatan yang dapat menyelenggarakan vaksinasi bagi pelaku perjalanan Internasional.”</p>
<p>Sesuai isi surat edaran terbaru Kemenkes, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan melaksanakan sosialisasi kepada penyelenggara ibadah haji dan umrah serta jemaah mengenai kebijakan vaksinasi meningitis meningokokus. Selain itu, pembinaan juga dilakukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi internasional di wilayah kerjanya.</p>
<p>Fasilitas pelayanan kesehatan pelaksana layanan vaksinasi internasional, yakni rumah sakit dan klinik, melaksanakan sosialisasi kepada penyelenggara ibadah haji dan umrah serta jemaah mengenai kebijakan vaksinasi meningitis meningokokus dan layanan vaksinasi internasional dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan</p>
<p>*Masa Berlaku Vaksin Meningitis*</p>
<p>Di media sosial, masyarakat seringkali mempertanyakan tentang masa berlaku vaksin meningitis. Terlebih, bagi mereka yang sering umrah setiap tahunnya.</p>
<p>Achmad Farchanny Tri Adryanto mengatakan, masa berlaku vaksin meningitis berjenis Quadrivalent (ACYW) Polysaccharide yang ada di Indonesia adalah 3 tahun. Jika sudah melewati batas waktu 3 tahun, suntik vaksin meningitis dapat dilakukan lagi.</p>
<p>“Masa berlaku vaksin meningitis, khususnya polisakarida atau yang ada di pasar Indonesia adalah 3 tahun. Jika calon pelaku perjalanan umrah masih berlaku masa vaksin selama 3 tahun, maka tidak perlu dilakukan vaksinasi kembali,” katanya.</p>
<p>Dokumen “Umrah Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah – 1445 H (2024)” yang dikeluarkan Otoritas Kesehatan Arab Saudi menyebutkan, ada dua jenis vaksin meningitis yang disetujui (approved vaccine) untuk umrah.</p>
<p>Pertama, suntik Quadrivalent (ACYW) Polysaccharide Vaccine yang dapat dilakukan setidaknya 10 hari sebelum kedatangan dan masa berlaku tidak boleh lebih dari 3 tahun. Kedua, Quadrivalent (ACYW) Conjugated Vaccine dengan jangka waktu setelah disuntik dalam 5 tahun terakhir atau setidaknya 10 hari sebelum kedatangan.</p>
<p>Bukti menunjukkan, Quadrivalent (ACYW) Conjugated Vaccine aman dan efektif untuk mereka yang berusia di atas 55 tahun.</p>
<p>Otoritas kesehatan di negara asal jemaah pun harus memastikan masa berlaku vaksin, jenis vaksin, dan tanggal jenis vaksin, serta pencatatan tanggal vaksinasi tertera dengan jelas dalam sertifikat vaksinasi. Jika jenis vaksin tidak tertera pada sertifikat, masa berlakunya akan dianggap hanya 3 tahun.</p>
<p>*Fasyankes Pelayanan Vaksinasi Internasional*</p>
<p>Seiring dengan kewajiban vaksinasi meningitis meningokokus bagi jemaah umrah, beredar narasi yang menyebutkan terdapat tawaran suntik vaksin dan ketersediaan kartu/buku kuning (Sertifikat Vaksinasi Internasional atau International Certificate of Vaccination/ICV) dengan harga yang sangat mahal.</p>
<p>Menanggapi narasi tersebut, Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Farchanny menyatakan, calon pelaku perjalanan dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang sudah disetujui untuk melayani vaksinasi pelaku perjalanan internasional.</p>
<p>“Untuk layanan yang dilaksanakan oleh UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan sesuai dengan regulasi yang berlaku melalui PP 64 Tahun 2019,” terangnya.</p>
<p>“Sementara itu, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya diharapkan menerapkan standar biaya yang sama. Jika calon pelaku perjalanan mendapati harga yang tidak wajar, dapat mencari fasilitas kesehatan lain yang mengenakan tarif secara wajar.”</p>
<p>Pelaksanaan vaksinasi meningitis meningokokus yang masuk kategori vaksinasi internasional merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu.</p>
<p>Utamanya, persiapan keberangkatan calon jemaah haji dan umrah, persiapan perjalanan menuju atau dari negara endemis penyakit tertentu, dan kondisi kejadian luar biasa/wabah penyakit tertentu pada suatu negara. Pelaksanaan vaksinasi internasional juga dilakukan berdasarkan permintaan dari negara tujuan pelaku perjalanan dengan pertimbangan tertentu.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/ac149cec-4d93-4d20-a024-3b43c7ed0e0e.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Umrah Kini Wajib Vaksinasi meningitis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-umrah-kini-wajib-vaksinasi-meningitis</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Jul 2024 08:23:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-umrah-kini-wajib-vaksinasi-meningitis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/3717/2024 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis Bagi Jamaah Haji dan Umrah. Surat edaran ini memuat ketetapan bahwa vaksinasi meningitis meningokokus merupakan suatu kewajiban bagi mereka yang datang ke Arab Saudi menggunakan visa haji dan umrah.</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/SE-No.-HK.02.02-A-3717-2024-ttg-Pelaksanaan-Vaksinasi-Meningitis-Bagi-Jamaah-Haji-dan-Umrah.pdf">SE No. HK.02.02-A-3717-2024 ttg Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis Bagi Jamaah Haji dan Umrah</a></p>
<p>Surat edaran, yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha tertanggal 11 Juli 2024, ini mengubah ketetapan syarat vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah, yang sebelumnya atau pada 2022, “direkomendasikan” sekarang menjadi “kewajiban.”</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes RI dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M menjelaskan, penerbitan surat edaran terbaru, yang menetapkan vaksinasi meningitis meningokokus wajib bagi jemaah umrah, ini menindaklanjuti pembaruan regulasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.</p>
<p>Berdasarkan nota diplomatik Kedutaan Kerajaan Arab Saudi tanggal 20 Mei 2024 melalui Kementerian Luar Negeri Nomor 211-4239, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui otoritas terkaitnya—Kementerian Kesehatan Arab Saudi—telah memperbarui ketentuan kesehatan pada jemaah melalui “Umrah Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah – 1445 H (2024).”</p>
<p>“Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan RI adalah menindaklanjuti Surat Edaran Kewajiban Vaksinasi bagi Pelaku Perjalanan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi,” jelas Farchanny di Jakarta, Selasa (16/7).</p>
<p>“Ketetapan yang ada dalam surat ditujukan bagi dinas kesehatan, unit pelaksana teknis (UPT) bidang kekarantinaan kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan vaksinasi pelaku perjalanan Internasional untuk dapat melayani calon pelaku perjalanan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”</p>
<p>Lebih lanjut, Farchanny mengatakan, syarat wajib vaksinasi meningitis mulai dilakukan ketat oleh otoritas penerbangan Kementerian Perhubungan Arab Saudi sejak Juli 2024. Jemaah umrah yang hendak masuk ke Arab Saudi akan dicek pencatatan vaksinasi meningitis yang diperolehnya.</p>
<p>“Kewajiban vaksinasi, terutama vaksinasi meningitis meningokokus bagi jemaah umrah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada tahun 2024 ini, dan pemberlakukan secara ketat baru diberlakukan oleh otoritas penerbangan Kementerian Perhubungan Arab Saudi mulai bulan Juli 2024,” katanya.</p>
<p><strong>Berlaku untuk Musim Umrah 2024</strong></p>
<p>Adanya regulasi kewajiban vaksinasi meningitis meningokokus bagi jemaah umrah membuat sebagian besar masyarakat bingung terkait masa waktu pemberlakuan ketetapan tersebut. Apalagi bagi masyarakat yang dalam waktu dekat akan berangkat umrah ke Tanah Suci.</p>
<p>Achmad Farchanny Tri Adryanto menanggapi, syarat wajib vaksinasi untuk mencegah infeksi meningitis mulai berlaku untuk musim haji dan umrah tahun 2024. Diharapkan calon jemaah umrah yang akan pergi ke Arab Suci dapat melengkapi dokumen keberangkatan dengan vaksinasi meningitis.</p>
<p>“Sesuai Health Requirement Otoritas Kesehatan Saudi Arabia, (kewajiban vaksinasi meningitis meningokokus) berlaku untuk musim haji dan umrah 1445 H (2024 M),” tambahnya.</p>
<p>Merujuk “Umrah Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah – 1445 H (2024)”, tertulis bahwa Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan dokumen untuk membahas persyaratan kesehatan dan rekomendasi bagi pengunjung yang bepergian ke Arab Saudi untuk tujuan umrah 1445 H (2024 M).</p>
<p>Salah satu persyaratan utama, yaitu vaksin meningitis meningokokus masuk dalam kategori ‘syarat wajib vaksinasi atau syarat vaksinasi yang diperlukan (required vaccinations).’ Vaksin ini ditujukan kepada seluruh individu dari semua negara yang datang ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah.</p>
<p>Pada dokumen yang dikeluarkan Otoritas Kesehatan Arab Saudi juga tertuang pengawasan di pintu-pintu masuk terhadap penyakit meningitis meningokokus.</p>
<p>Pengawasan berupaya tindakan pencegahan, khususnya menyasar negara-negara yang sering mengalami epidemi meningitis meningokokus, negara-negara yang berisiko epidemi meningitis, dan negara-negara dengan wabah Neisseria yang tidak divaksin meningitidis.</p>
<p>Neisseria meningitidis adalah bakteri penyebab penyakit meningitis meningokokus. Adapun, negara-negara yang sering mengalami epidemi meningitis meningokokus dan berisiko terkena epidemi meningitis lebih banyak di Afrika, sebagaimana informasi WHO International Travel and Health tahun 2015.</p>
<p>Pelaksanaan vaksinasi meningitis sebagai upaya perlindungan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah. Sesuai isi surat edaran Kemenkes RI terbaru, jemaah haji dan umrah yang memiliki komorbid sangat perlu menjadi perhatian dan vaksinasi meningitis dapat memberikan perlindungan dari penyakit menular.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/young-asia-lady-nurse-giving-covid-19-flu-antivirus-vaccine-shot-male-patient-wear-face-mask-protection-from-virus-disease_11zon.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi: Peran SBH Menyadarkan Masyarakat untuk Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-peran-sbh-menyadarkan-masyarakat-untuk-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Jul 2024 05:50:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-budi-peran-sbh-menyadarkan-masyarakat-untuk-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Juli 2024</p>
<p>Upacara Hari Saka Bhakti Husada (SBH) ke-39 digelar di Lapang Merah Kementerian Kesehatan, Rabu (17/7). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, selaku pembina upacara, berpesan bahwa SBH ikut terlibat dalam menyehatkan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Saka Bhakti Husada hadir sebagai penggerak pembangunan kesehatan melalui kegiatan-kegiatan kreatif dan inovatif, serta mendorong upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Saka Bhakti Husada, dengan 6 krida dan 32 kecakapan khusus, diharapkan dapat terus bergerak dan berdampak bagi masyarakat dalam bidang kesehatan.</p>
<p>Peran kesehatan yang utama adalah menjaga masyarakat tetap sehat, yang bukan hanya tentang mengobati mereka yang sakit. Untuk menjaga diri tetap sehat, masyarakat harus memiliki inisiatif, pengetahuan, dan kemauan yang datang dari diri sendiri.</p>
<p>&#8220;Itulah peran yang sangat mulia dari lebih dari 32.000 anggota Saka Bhakti Husada untuk dapat berperan aktif membina masyarakat agar mereka bisa menyadari, memahami, dan bisa melakukan hidup sehat untuk menjaga agar jangan sampai mereka dan keluarganya jatuh sakit,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Diharapkan keterlibatan anggota Saka Bhakti Husada dapat langsung menyentuh masyarakat di berbagai tingkatan mulai dari rumah tangga, posyandu, hingga puskesmas. Peran mereka dalam menyadarkan masyarakat mengenai perilaku hidup sehat sangat penting.</p>
<p>Beberapa kebiasaan hidup sehat yang perlu ditekankan kepada masyarakat, yakni menjaga pola makan dengan teratur, dan selalu berolahraga minimal 30 menit sekali. Bagi masyarakat yang sudah memasuki usia dewasa, sebaiknya rutin memeriksakan kesehatan seperti tekanan darah, gula darah, dan lemak darah. </p>
<p>&#8220;Saya percaya teman-teman bisa memotivasi ke masyarakat kita mulai dari lingkungan terkecil keluarga kita, teman-teman, saudara-saudara kita. Saya yakin bahwa Indonesia masa depan masyarakatnya akan hidup jauh lebih sehat dan akan berusia lebih panjang dan bisa bekerja lebih produktif,&#8221; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Upacara Saka Bhakti Husada ke-39 di Kementerian Kesehatan ini diikuti oleh peserta pramuka Saka Bhakti Husada dari DKI Jakarta, SBH Jawa Barat, SBH Jakarta Timur, SBH Jakarta Barat, SBH Jakarta Pusat, SBH Jakarta Utara, SBH Kota Bogor, SBH BBPK Ciloto, SBH BBPK Jakarta, dan SBH Bapelkes Cikarang.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53862083166_d5ead80c80_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Saudia National Hospital Apresiasi KKHI Makkah </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/saudia-national-hospital-apresiasi-kkhi-makkah</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jul 2024 19:53:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/saudia-national-hospital-apresiasi-kkhi-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 13 Juli 2024</p>
<p>Rumah Sakit Saudi National Hospital Makkah memberikan apresiasi kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah atas kerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji pada musim haji tahun 1445 H/2024 M. Apresiasi ini disampaikan saat kunjungan Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah, Nurul Jamal, S.Kom., M.Kom., ke RS Saudi National Hospital yang terletak di Al Mursalat, Makkah, Arab Saudi, pada Sabtu (13/7).</p>
<p>Pada kunjungan tersebut, Nurul Jamal didampingi oleh Kepala KKHI Makkah dr. Eny Nuryanti, MKM., serta Penanggung Jawab Visitasi KKHI Makkah dr. Makhyan Jibril, Sp.JP. Mereka diterima oleh Vice President Dr. Surfraz Ahmed, didampingi oleh Hospital Director Dr. Faheem Rahman, HR Manager Mr. Hassan Al Gumry, Medical Director Dr. Gulnaz Yousuf, Nursing Director Mrs. Fouada, serta Head of ICU Department Dr. Wael Mahmoud.</p>
<p>Saudi National Hospital (SNH) merupakan satu dari 14 rumah sakit yang bekerja sama dengan KKHI Makkah pada musim haji tahun 1445 H/2024 M. Selain menerima rujukan dari KKHI, SNH juga menerima rujukan dari kloter dan sektor. Pada 13 Juli 2023, SNH merawat sebanyak 7 jemaah haji.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Hospital Director Dr. Faheem Rahman menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas keberhasilan kerja sama antara KKHI Makkah dan SNH dalam penyelenggaraan haji tahun 2024. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.</p>
<p>&#8220;Terima kasih sudah mempercayakan kepada kami untuk merawat pasien-pasien Indonesia, dan saya merasa bangga menjadi bagian dari momen ini,&#8221; ujar Dr. Faheem Rahman.</p>
<p>Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah Nurul Jamal juga mengucapkan terima kasih kepada SNH atas kerja sama yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji Indonesia yang dirujuk dari KKHI, sektor, dan kloter. Ia menambahkan, SNH merupakan salah satu rumah sakit yang selalu menerima rujukan jemaah haji Indonesia dengan berbagai kondisi, terutama penyakit jantung.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah banyak yang terselamatkan dan RS Saudi National Hospital melayani dengan hati,&#8221; pungkas Jamal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240717-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Mekkah Selesai Operasional Sebanyak 2.771 Jemaah Terlayani</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-mekkah-selesai-operasional-sebanyak-2-771-jemaah-terlayani</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jul 2024 19:42:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-mekkah-selesai-operasional-sebanyak-2-771-jemaah-terlayani</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 14 Juli 2024</p>
<p>Pelayanan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M di Makkah, Arab Saudi, resmi berakhir pada Sabtu (13/7). Sebanyak 15 kloter jemaah haji terakhir telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.</p>
<p>Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah Nurul Jamal S.Kom, M.Kom mengatakan, selanjutnya pelayanan penyelenggaraan haji difokuskan di Madinah. Untuk itu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah resmi menutup operasionalnya pada Sabtu pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS).</p>
<p>Selama 55 hari beroperasi, sejak 20 Mei hingga 13 Juli 2024, KKHI Makkah telah melayani 2.771 jemaah haji dengan berbagai kondisi kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Sebanyak 1.308 jemaah di antaranya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Hingga penutupan operasional KKHI Makkah, terdapat 56 pasien yang masih dirawat di RSAS. Satu orang pasien kembali ke KKHI pada Sabtu (13/7) pukul 19.00 WAS setelah menjalani perawatan di RSAS.</p>
<p>Meskipun telah menutup layanan operasionalnya, KKHI masih menyiagakan ruang IGD sebagai tempat transit bagi pasien setelah menjalani perawatan di RSAS hingga 23 Juli 2024. Selain itu, KKHI Makkah telah menyiapkan tim advance untuk menjalankan program visitasi bagi jemaah haji yang masih dirawat di RSAS hingga tanggal yang sama.</p>
<p>“Pemantauan dan visitasi jemaah yang masih dirawat di RSAS akan terus dilakukan, sampai semua petugas kembali ke tanah air,” kata Jamal.</p>
<p>Kasie Kesehatan Daker Makkah menjelaskan, jika masih ada jemaah yang dirawat di RSAS sampai semua petugas kesehatan kembali ke tanah air, hal itu akan dilaporkan kepada Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Selanjutnya, diserahterimakan kepada KJRI di Jeddah untuk melakukan pemantauan jemaah di RSAS.</p>
<p>Dia menegaskan, semua jemaah haji yang masih di rawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia hingga jemaah dapat kembali ke Indonesia.</p>
<p>Berdasarkan data KKHI Makkah, hipertensi masih menjadi urutan tertinggi jemaah yang berobat jalan, diikuti diabetes mellitus dan pneumonia. Sementara itu, untuk rawat inap, pneumonia menjadi urutan tertinggi, diikuti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan penyakit jantung.</p>
<p>KKHI Makkah juga telah melakukan tanazul dan evakuasi sebanyak 164 jemaah. Dengan rincian, sebanyak 12 jemaah evakuasi ke Bandara Jeddah, 4 jemaah evakuasi ke Bandara Madinah, dan 77 jemaah evakuasi ke KKHI Madinah. Selain itu, sebanyak tiga jemaah di-tanazul akhir dan sebanyak 68 jemaah di-tanazul awal.</p>
<p>Selain KKHI Mekkah, operasional pelayanan kesehatan di 11 sektor oleh Tim Emergency Medical Sector (TEMS) dan pelayanan kesehatan di kelompok terbang (kloter) oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga telah berakhir.</p>
<p>Pelayanan kesehatan di sektor telah melakukan deteksi dini kepada 30.751 jemaah, emergency response terhadap 1.013 jemaah, melakukan rujukan ke KKHI Makkah sebanyak 178 pasien, merujuk langsung ke RSAS sebanyak 109 pasien, dengan kasus yang mendominasi adalah hipertensi dan pneumonia.</p>
<p>Untuk pelayanan kesehatan di kloter dilakukan oleh 1.643 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), terdiri dari 550 dokter dan 1.093 perawat) yang berasal. Mereka tergabung dalam 550 kloter sesuai SK No:HK.01.07/MENKES/561/2024.</p>
<p>Secara keseluruhan, tenaga kesehatan di kloter telah melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan kepada 132.946 jemaah, serta telah merujuk sebanyak 35 jemaah kepada klinik sektor, 461 jemaah ke KKHI Makkah, dan 398 jemaah ke RSAS. Berdasarkan data dari pelayanan kesehatan di kloter, penyakit terbanyak yang diderita jamaah adalah influenza atau ISPA, khususnya setelah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armunza).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240717-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Inovasi KKHI Makkah: Bangun 158 Pos Satelit </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/inovasi-kkhi-makkah-bangun-158-pos-satelit</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jul 2024 19:38:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/inovasi-kkhi-makkah-bangun-158-pos-satelit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Mekkah, 14 Juli 2024</p>
<p>Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan beberapa inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. Salah satu inovasi utama adalah pengaktifan pos satelit di 11 sektor.</p>
<p>Sebanyak 158 pos satelit, yang didirikan di 11 sektor, menjadi solusi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan ke jemaah haji. Pos-pos ini dikelola oleh Tim Kesehatan Haji (TKH) Kloter dan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah.</p>
<p>Dengan adanya pos satelit, jemaah haji semakin mudah mengakses fasilitas kesehatan di sektor. &#8220;Konsep pos satelit adalah layanan rawat jalan dan rujukan ke KKHI maupun RSAS tanpa memandang kloter jemaah. Layanan ini ditangani bersama-sama oleh TKH Kloter,&#8221; kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi tahun 1445 H/2024M dr. Indro Moerwoko di KKHI Makkah, 12 Juli 2024.</p>
<p>Selain pos satelit, KKHI Makkah mengadakan Poliklinik Risti Spesialis ke sektor. Tujuannya, mendekatkan layanan KKHI Mekkah ke sektor dan mengidentifikasi jemaah dengan risiko kesehatan tinggi untuk mempertahankan status istithaah kesehatan dengan konsep KKHI menyapa sektor.</p>
<p>dr. Indro menguraikan, Poli Risti Spesialis melakukan penapisan jemaah risti berat dengan menggunakan alat pemeriksaan dokter spesialis jantung (SpJP), spesialis paru (SpP), dan spesialis penyakit dalam (SpPD), serta alat mobilisasi dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR).</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Indro menjelaskan mengenai skrining penyakit di kloter dan sektor dengan menggunakan alat-alat berikut:</p>
<p>Penyakit Jantung</p>
<p>Skrining dilakukan pada jemaah berusia di atas 40 tahun dengan Skor PTP (usia, jenis kelamin, nyeri dada/chest pain, diabetes, hipertensi, dislipidemia, merokok). Jika skor Clinical Model &gt; 15 %, dilakukan tata laksana lebih lanjut.</p>
<p>Paru</p>
<p>Skrining menggunakan metode CURB modified (kebingungan/confusion, urea, laju nafas, tekanan darah, usia 65 ke atas). Jika skor &gt; 3, dilakukan rawat inap atau perawatan intensif.</p>
<p>Penyakit dalam</p>
<p>Skrining dilakukan pada jemaah dengan hipertensi tidak terkontrol (tekanan darah sistolik &gt; 180), diabetes melitus (DM) tidak terkontrol (GDP &gt; 180), komplikasi DM, penyakit ginjal kronik, dan keganasan stadium lanjut.</p>
<p>Inovasi selanjutnya dengan Penguatan Tata Laksana Penyakit. Misalnya, jika jemaah dicurigai mengalami ISPA/bronkitis akut/pneumonia, langkah-langkah berikut harus dilakukan, yakni:</p>
<p>Langsung mendapat terapi antibiotik.</p>
<p>Tanpa komorbid (Antibiotik Tunggal: Amoxicillin 1000 mg, Doxycycline 100 mg, atau Azithromycin 500 mg).</p>
<p>Dengan komorbid (Antibiotik kombinasi: Cefixime 200 dan Azithromycin 500 mg, Amoxiclav 625 mg dan Azithromycin 500 mg, atau Levofloxacin 750 mg).</p>
<p>Simptomatik:</p>
<p>• Mukolitik/ekspektoran: N-Asetisistein, ambroxol, GG atau lainnya</p>
<p>• Antipiretik: Paracetamol 500-1000 mg</p>
<p>• Multivitamin</p>
<p>Selain itu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah juga berinovasi dengan menerapkan strategi Promosi Kesehatan (Promkes) di sektor, sebagai berikut:</p>
<p>Penempatan tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) di sektor untuk mendekatkan pelayanan promosi kesehatan kepada jemaah haji sepanjang hari dan tidak terikat waktu.</p>
<p>Secara aktif selalu berkoordinasi dengan Ketua Sektor, Ketua Kloter dan perangkatnya dalam pemberdayaan KBIH, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) dalam edukasi kesehatan kepada jemaah haji.</p>
<p>Memberdayakan semua unsur, dalam hal ini semua perangkat sektor, untuk berperan aktif dalam pelayanan promosi kesehatan kepada jemaah haji.</p>
<p>Dalam melaksanakan tugasnya, tenaga promosi kesehatan bersama sama dengan Konsultan Ibadah (Konbad) dan Bimbingan Ibadah (Bimbad) di sektor mulai dari penyusunan jadwal dan pelaksanaan visitasi dan edukasi kesehatan pada setiap kloter.</p>
<p>Pemberdayaan Konbad dan Bimbad Daker Makkah dan sektor dalam pelaksanaan promosi kesehatan kepada jemaah haji dan KBIH.</p>
<p>Penerbitan Surat Edaran yang ditandatangani Kasie Kesehatan dan Kepala Daker Makkah</p>
<p>Inovasi selanjutnya adalah pengelolaan data badal dan safari wukuf. Strategi pengelolaan data badal dan safari wukuf untuk jemaah haji sakit pada penyelenggaraan haji tahun 2024 mengusung konsep “data badal dan safari wukuf awal”. Data badal dan safari wukuf awal pada 8 Dzulhijjah menjadi patokan untuk pelaksanaan badal dan safari wukuf. Hal ini sangat efektif untuk mengurangi risiko jemaah haji tidak dibadalkan atau tidak disafariwukufkan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240717-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Duka Mendalam Atas Kepergian dr. Bela Riski Dinanti, Tenaga Kesehatan Haji Kloter 19 PLM</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/duka-mendalam-atas-kepergian-dr-bela-riski-dinanti-tenaga-kesehatan-haji-kloter-19-plm</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jul 2024 08:23:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/duka-mendalam-atas-kepergian-dr-bela-riski-dinanti-tenaga-kesehatan-haji-kloter-19-plm</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 16 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berduka mendalam atas meninggalnya dr. Bela Riski Dinanti, seorang petugas kesehatan haji asal Muara Enim, Palembang, Sumatera Selatan. Kepergian dr. Bella merupakan kehilangan besar bagi dunia kesehatan Indonesia, khususnya bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2024.</p>
<p>“Pada kesempatan ini Menteri Kesehatan, bapak Budi G Sadikin secara personal menyampaikan bela sungkawa serta turut mendoakan almarhumah serta berharap keluarga tabah dalam menghadapi kepergian almarhumah” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha.</p>
<p>“Keluarga besar Kemenkes sangat berduka atas kehilangan ini. Semoga keluarga almarhumah diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini” lanjut Sekjen Kunta</p>
<p>Almarhumah mengembuskan nafas terakhirnya dalam kecelakaan di Tol Indralaya-Prabumulih saat perjalanan pulang dari Asrama Haji Palembang ke kediamannya di Muara Enim pada Senin (15/7).</p>
<p>Dokter Bela dikenal sebagai sosok dokter yang berdedikasi dan penuh semangat dalam menjalankan tugasnya. Dokter Bela selalu sigap membantu para jemaah haji yang membutuhkan pertolongan medis. Kegigihan dan profesionalismenya dalam melayani jemaah haji patut menjadi contoh bagi tenaga kesehatan lainnya.</p>
<p>&#8220;Terima kasih setulusnya atas dedikasi dr. Bela, atas pengabdiannya yang mulia dalam menjaga kesehatan para jemaah haji kloter 19 Palembang,&#8221; ujar Sekjen Kunta.</p>
<p>dr. Bela Riski Dinanti akan selalu dikenang sebagai pahlawan kemanusiaan yang gugur setelah menjalankan tugasnya sebagai Tenaga Kesehatan Haji. “Jasa dan pengabdiannya akan selalu menginspirasi kita semua,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>&#8220;Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah dr. Bela Riski Dinanti dan mengampuni segala dosanya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,&#8221; tutup Sekjen Kunta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/Picture2.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Canggih! Hasil Skrining PTM Dikirim Lewat WhatsApp</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/canggih-hasil-skrining-ptm-dikirim-lewat-whatsapp</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jul 2024 08:14:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/canggih-hasil-skrining-ptm-dikirim-lewat-whatsapp</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang melakukan project pengiriman notifikasi WhatsApp kepada pasien dengan ambang tekanan darah di atas 130/85 mmHg, gula darah 5.7 HbA1C, dan lemak darah/kadar kolesterol melebihi 100 mg/dL. Tujuannya, pasien segera menghubungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Pengiriman notifikasi WhatsApp tersebut berisi hasil skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) yang telah dilakukan pasien. Skrining penyakit tidak menular merupakan salah satu program utama penguatan upaya penguatan promotif dan preventif di layanan primer seperti puskesmas, posyandu, atau posbindu.</p>
<p>Chief of Technology Transformation Office (TTO) Kemenkes RI Setiaji, S.T, M.Si menyampaikan, pengiriman notifikasi WhatsApp dilakukan setelah tenaga kesehatan atau kader memasukkan hasil skrining penyakit tidak menular pasien ke dalam Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK).</p>
<p>ASIK merupakan aplikasi pencatatan deteksi dini atau skrining penyakit tidak menular yang digunakan oleh tenaga kesehatan atau kader di posyandu, posbindu dan puskesmas. Skrining penyakit tidak menular yang dicatat pada aplikasi ASIK di antaranya, skrining kardiovaskular (jantung), kanker, kelainan darah, dan gangguan pernapasan.</p>
<p>“Mulai 22 Juni 2024, masyarakat telah menerima notifikasi hasil skrining penyakit tidak menular (PTM) melalui WhatsApp dari puskesmas. Notifikasi itu akan dikirimkan setelah tenaga kesehatan atau kader mencatat hasil skrining PTM di Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK),” ujar Setiaji di Jakarta, Senin (15/7).</p>
<p>“Pelaksanaan pengiriman notifikasi WhatsApp skrining PTM dimulai secara langsung serentak di seluruh Indonesia pada 22 Juni 2024 melalui pembaruan aplikasi ASIK versi 2.3.3.”</p>
<p>Berdasarkan tren jumlah data yang masuk dalam aplikasi ASIK periode Januari-Juni 2024, layanan skrining yang tercatat sebanyak 37.886.630, data individu yang mendapatkan layanan skrining penyakit tidak menular sebanyak 29.212.976, dan sudah ada 10.173 (97,6%) puskesmas yang melaporkan skrining PTM dengan menggunakan ASIK.</p>
<p>Sepanjang periode yang sama, rata-rata harian layanan skrining penyakit tidak menular tercatat di aplikasi ASIK sebanyak 208.163, sedangkan rata-rata mingguannya mencapai 1.457.178. Rata-rata bulanan layanan skrining penyakit tidak menular tercatat di aplikasi ASIK sebesar 6.314.438.<br />
Hingga 14 Juli 2024, notifikasi WhatsApp hasil skrining penyakit tidak menular yang telah dikirimkan kepada pasien mencapai 83.987.</p>
<p>“Saat ini, notifikasi WhatsApp akan dikirimkan kepada masyarakat yang melakukan skrining kanker serviks serta pemeriksaan gula darah, lemak darah, tekanan darah, dan skrining kanker payudara (khusus perempuan) di puskesmas,” sambung Setiaji.</p>
<p>“Selain informasi hasil pemeriksaan, notifikasi WhatsApp juga akan menampilkan edukasi kesehatan sesuai hasil skrining yang dilakukan.”</p>
<p>Salah satu contohnya, skrining sangat penting dilakukan untuk menemukan diabetes lebih dini bagi masyarakat sehingga risiko diabetes melitus (DM) dapat dicegah. Pencegahan juga dilakukan dengan pemberian edukasi perubahan gaya hidup.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular yang dilakukan meliputi pengukuran indeks massa tubuh (tinggi badan, berat badan, lingkar perut), pengukuran tekanan darah atau tensi darah dan tes gula darah.</p>
<p>Notifikasi WhatsApp Terkirim Otomatis</p>
<p>Setiaji melanjutkan, sebanyak 10.173 puskesmas di Indonesia telah menggunakan aplikasi ASIK untuk melakukan pencatatan data kesehatan individu by name by address, termasuk skrining penyakit tidak menular di puskesmas dan posbindu.</p>
<p>Setelah pencatatan hasil skrining di aplikasi ASIK, notifikasi WhatsApp kepada masyarakat akan terkirim secara otomatis jika nomor WhatsApp valid dan tercatat di dalam ASIK.</p>
<p>“Jika notifikasi WhatsApp tidak dapat terkirim atau diterima oleh masyarakat setelah skrining PTM dilakukan, kemungkinan terjadi karena koneksi internet tidak stabil atau nomor WhatsApp yang diinput tidak aktif atau tidak valid,” terang Setiaji yang juga sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan.</p>
<p>Di sisi lain, pencatatan hasil skrining penyakit tidak menular di aplikasi ASIK masih menghadapi tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah akses internet yang belum merata.</p>
<p>“Karena itu, Kemenkes RI terus berupaya untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas internet hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia. Adaptasi teknologi digital dalam pencatatan juga menjadi tantangan tersendiri,” ungkap Setiaji.</p>
<p>Berkat pemanfaatan aplikasi ASIK, menurut Setiaji, Kemenkes RI dapat memastikan pencatatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat tercatat by name by address dari mana saja menggunakan ponsel hingga level posyandu atau posbindu.</p>
<p>“Data yang diinput pertama kali mungkin akan terasa sulit, terutama jika belum familiar dengan pencatatan digital, namun setelahnya akan lebih mudah untuk pencatatan dan suatu program dapat ditelusuri secara tepat ke penerimanya,” ucapnya.</p>
<p>“Kemenkes RI juga menyediakan sosialisasi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan kader di seluruh Indonesia untuk mendorong pemanfaatan aplikasi ASIK terkait pencatatan hasil skrining PTM.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-426.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan Kemen ATR/BPN Kerja Sama Amankan Aset Negara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-kemen-atr-bpn-kerja-sama-amankan-aset-negara</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jul 2024 07:12:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-dan-kemen-atr-bpn-kerja-sama-amankan-aset-negara</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kemen ATR/BPN) bersinergi untuk melakukan pencatatan, penataan dan penyelamatan tanah aset negara yang dikelola oleh Kemenkes. </p>
<p> antara keduanya diresmikan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada Rabu (17/7). </p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi mengungkapkan, Kemenkes memiliki tanah aset negara yang sangat luas dan tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Namun, menurut Menkes, masih banyak tanah aset yang belum terlindungi secara hukum maupun administrasi. </p>
<p>“Kemenkes memiliki tanah puluhan ribu hektare di seluruh Indonesia. Tanah-tanah ini belum semuanya bersertifikat dan memiliki status hukum yang pasti. Kami ingin meminta bantuan agar ini dirapikan surat-suratnya, sehingga bukan hanya tercatat di Kemenkeu, tapi juga Kemen ATR/BPN,” kata Menkes Budi. </p>
<p>Menurut data yang dihimpun oleh Biro Hukum Kemenkes, terdapat 24 kasus agraria yang saat ini dihadapi Kemenkes. Darı total tersebut, 4 kasus diselesaikan dengan prosedur ligitasi, sementara 20 kasus dengan prosedur non-ligitasi. </p>
<p>Menkes Budi mengemukakan, penyelesaian sengketa tanah non-litigasi spesifik terjadi di RSUP dr. Kariadi Semarang; BBPK Hang Jebat, Jakarta; dan RS Sitanala, Tangerang. Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena tanah milik pemerintah dikuasai tanpa hak oleh masyarakat.</p>
<p>Pemerintah berkomitmen untuk melakukan penyelesaian konflik agraria tersebut. Berbagai upaya solutif terus dilakukan untuk memastikan sengketa tanah dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik. </p>
<p>“Pelan-pelan, kami ingin rapikan tanpa menimbulkan dampak sosial. Jadi, nanti kami buat alternatif terbaiknya. Yang pasti, kami ingin mengamankan posisi tanah itu secara resmi milik negara,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/BPN AHY menegaskan, pihaknya akan membantu Kemenkes dalam melakukan pencatatan tanah aset dan proses penyelesaian sengketa tanah yang hingga kini masih terjadi.</p>
<p>Berdasarkan rekapitulasi dari Kemen ATR/BPN, saat ini dari total 788 Nomor Urut Pendaftaran Barang Milik Negara (NUP BMN), sebanyak 623 bidang tanah sudah terdaftar di Kemen ATR/BPN, sementara sisanya belum terdaftar. </p>
<p>“Untuk itu, kami kejar. Jadi, semangat Pak Menkes ini sangat bagus untuk merapikan aset-aset strategis, yang mungkin saat ini masih ada sengketa,” katanya. </p>
<p>Sengketa tanah negara dapat terjadi antar-warga, antara warga dan korporasi, antara warga dan aset pemerintah, atau kombinasi di antara ketiganya. Hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga puluhan tahun, dan melibatkan banyak pihak. </p>
<p>Menteri ATR/BPN AHY menyadari proses penyelesaian sengketa agraria ini tidaklah mudah. Kendati demikian, Kemen ATR/BPN akan terus memberikan dukungan agar segera terselesaikan dengan tanpa menimbulkan konflik sosial. </p>
<p>“Tidak mudah. Namun, kami siap memberikan support terhadap Kemenkes untuk menyelesaikan hal ini,” tuturnya. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/3a3bcbf9-4436-40fe-afd8-7ab5192a0bfb.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dinamika Pelaksanaan Ibadah Haji yang Berbeda Setiap Tahun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dinamika-pelaksanaan-ibadah-haji-yang-berbeda-setiap-tahun</link>				
         <pubDate>Tue, 16 Jul 2024 09:28:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dinamika-pelaksanaan-ibadah-haji-yang-berbeda-setiap-tahun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Mekkah, 14 Juni 2024</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro Susilo mengingatkan agar tetap waspada dan tidak lengah menjelang akhir pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Meskipun masih ada waktu 2 hari lagi, yaitu 12 dan 13 Juli 2024, untuk pergeseran gelombang kedua jemaah ke Madinah, kewaspadaan harus tetap dijaga.</p>
<p>Kapus Liliek menyampaikan hal tersebut pada acara perpisahan PPIH Bidang Kesehatan yang bertempat di lantai M Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah pada Kamis (11/7). Selain Kapus Liliek, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Daerah Kerja Makkah Khaililurahman, Kepala Bidang Kesehatan Indro Moerwoko, Kepala Seksi Kesehatan Nurul Zaman, Kepala KKHI Makkah Enny Nuryanti, serta petugas PPIH bidang kesehatan.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Liliek menyatakan, penyelenggaraan haji setiap tahun memiliki dinamika yang berbeda. Dinamika ini seringkali mengikuti berbagai kebijakan, seperti kebijakan dari pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pengendali haji. Kementerian Kesehatan, dalam hal ini kepala bidang kesehatan, mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh Kemenag.</p>
<p>Kapus Liliek menjelaskan, penyelenggaraan haji pada 2024 ini banyak mengambil pelajaran dari penyelenggaraan haji pada 2023, khususnya dari segi kesehatan jemaah haji. Kualitas kesehatan jemaah haji tahun 2023 dinilai kurang bagus karena separuh dari mereka merupakan jemaah yang tidak diberangkatkan pada 2022 akibat adanya pembatasan usia, yaitu hanya jemaah berusia di bawah 65 tahun yang diizinkan berangkat. Selain itu, kebijakan penyelenggaraan haji pada 2023 memperbolehkan calon jemaah haji yang sudah mendapatkan kuota langsung untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).</p>
<p>&#8220;Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tetap dilaksanakan. Namun, apapun kondisi kesehatannya tetap diberangkatkan karena sudah melunasi BPIH dan itu mengakibatkan angka kesakitan dan kematian tahun 2023 termasuk yang paling tinggi dalam sepuluh tahun terakhir,&#8221; ujar Kapus.</p>
<p>Menyadari hal tersebut, tahun 2024 menjadi tahun yang agak berat dalam menerapkan seleksi jemaah haji yang akan berangkat. Berdasarkan pelajaran tahun lalu, Kemenag sepakat bahwa calon jemaah haji yang bisa diberangkatkan adalah mereka yang benar-benar sehat, baik dari segi diagnosis maupun pemeriksaan kesehatannya.</p>
<p>Kapus Liliek menyampaikan anjuran dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi agar jemaah yang sakit segera dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, sistem rujukan jemaah haji tidak harus dilakukan melalui KKHI. Rujukan dapat dilakukan langsung dari sektor atau kloter apabila kondisi kesehatan jemaah memerlukan penanganan segera.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Khaililurahman menjelaskan, pada 2024, jemaah haji tidak lagi melaksanakan mabit (bermalam) di Muzdalifah. Hal ini karena beberapa faktor, yaitu luas Area Muzdalifah pada 2024 lebih kecil dibandingkan pada 2023, dan jumlah jemaah haji pada 2024 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Selain itu, meningkatnya jumlah jemaah lansia dan jemaah dengan risiko tinggi. Sebagai gantinya, pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan murur di Muzdalifah. Jemaah dari Padang Arafah melintas di Muzdalifah menuju Mina dan beristirahat.</p>
<p>”Selain itu, ada kebijakan safari wukuf dari KKHI dan juga ada kebijakan safari wukuf lansia,&#8221; kata Khaililurahman.</p>
<p>Kebijakan safari wukuf lansia ini dilakukan dengan mentransitkan jemaah lansia yang berisiko tinggi di hotel setelah mereka kembali dari Padang Arafah. Hal ini untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian jemaah haji, seperti yang terjadi pada tahun 2023.</p>
<p>&#8220;Kami, atas nama Daker Makkah, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kepala Bidang Kesehatan serta Kasi Kesehatan yang telah mendukung kebijakan bersama hingga penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar dan jumlah kematian lebih sedikit dibanding tahun lalu,” ungkap Khaililurahman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-14-at-13.08.20.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pelayanan Gizi pada KKHI Makkah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pelayanan-gizi-pada-kkhi-makkah</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Jul 2024 10:06:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pelayanan-gizi-pada-kkhi-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 11 Juli 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kecukupan asupan gizi sangat dibutuhkan oleh petugas kesehatan dan jemaah haji dalam menjalankan aktivitas kesehariannya di tanah suci. Menyadari hal tersebut, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyediakan pelayanan gizi bagi petugas kesehatan haji, jemaah haji sakit, dan pendampingnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tujuan pelayanan gizi bagi petugas haji, yakni memenuhi kebutuhan gizi agar tubuh tetap bugar selama bertugas. Sementara bagi jemaah haji sakit untuk memenuhi kebutuhan gizi selama menjalani perawatan di KKHI. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemenuhan kebutuhan gizi dengan memperhatikan kebutuhan metabolisme tubuh, meningkatkan kesehatan, dan mengoreksi kelainan metabolisme sehingga kegiatan pelayanan gizi dapat bersifat kuratif, promotif, dan preventif. “Serta, mempercepat proses penyembuhan hingga jemaah haji dapat melanjutkan prosesi ibadah haji,” kata Penanggung Jawab Instalasi Gizi KKHI Mekkah Sri Dalyanti SKM, MKM di KKHI, Rabu (10/7).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut Sri mengungkapkan Pelayanan gizi bagi petugas kesehatan dan Jemaah haji sakit serta pendampingnya  di KKHI meliputi, merencanakan dan menyusun standar, pola serta siklus menu, melakukan skrining dan asesmen gizi pada jemaah sakit, serta memberikan edukasi dan konseling gizi untuk meningkatkan pengetahuan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan jemaah haji sakit. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sri mengungkapkan, pelayanan gizi bagi petugas kesehatan dan jemaah haji sakit serta pendampingnya di KKHI meliputi perencanaan dan penyusunan standar, pola, dan siklus menu. KKHI juga melakukan skrining dan asesmen gizi pada jemaah sakit. Selain itu, pemberian edukasi dan konseling gizi untuk meningkatkan pengetahuan untuk mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan jemaah haji sakit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Ahli gizi akan mengunjungi pasien yang dirawat inap untuk memberikan edukasi kepada para jemaah serta memastikan apakah jemaah haji sakit mengkonsumsi makanan yang diberikan,” tutur Sri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sri mengatakan ahli gizi juga merancang intervensi gizi dengan pemberian makanan bagi jemaah haji yang dirawat di KKHI. Intervensi gizi ini meliputi modifikasi kebutuhan gizi, jenis diet, bentuk makanan, komposisi zat gizi, dan frekuensi makan sesuai kondisi jemaah haji sakit. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam penyajian makanan untuk jemaah yang sakit, Sri menjelaskan, ahli gizi akan berkoordinasi dengan petugas yang menyajikan makanan atau Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) mengenai rencana pemberian makan dan daftar resep diet khusus. Koordinasi dilakukan baik secara lisan maupun tulisan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sri mengungkapkan, ahli gizi juga akan memesan makanan kepada pihak katering sesuai jenis, jumlah, kualitas, dan spesifikasi yang telah ditentukan. Sebelum didistribusikan, ahli gizi akan melakukan pengecekan makanan yang diterima untuk memastikan bahwa jenis, jumlah, kualitas dan spesifikasi makanan yang dipesan sudah sesuai. Jika ada ketidaksesuaian, makanan akan dikembalikan dan diminta penggantiannya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, ahli gizi menyiapkan makanan sesuai diet dan menghitung kuantitas makanan sesuai dengan jumlah jemaah. ”Di KKHI, ahli gizi akan berkoordinasi dengan dokter mengenai diagnosa pasiennya untuk menentukan makanan yang harus dikonsumsi oleh jemaah yang sakit dan mengkoordinasikannya dengan katering yang sudah ditentukan,&#8221; kata Sri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sri mengimbau kepada jemaah haji yang sedang dirawat di KKHI agar memakan makanan yang sudah disediakan karena komposisi gizi sudah disesuaikan dengan kebutuhan asupan harian. &#8220;Selain itu, jemaah juga diminta memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta air putih,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-13.33.21.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Specific Procurement Notice (SPN) Procurement of Invasive Cardiology Equipment.</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice-spn-procurement-of-invasive-cardiology-equipment</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Jul 2024 09:38:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice-spn-procurement-of-invasive-cardiology-equipment</guid>
         
         <description><![CDATA[<h2 style="text-align: center;">Specific Procurement Notice</h2>
<h2 style="text-align: center;">Request for Bids<br />
Goods<br />
(Two-Envelope Bidding Process)</h2>
<p style="text-align: left;">
<strong>Country</strong>: Indonesia<br />
<strong>Name of Project</strong>: Indonesia Health Systems Strengthening Project<br />
<strong>Contract Title</strong>: <strong>Procurement of Invasive Cardiology Equipment</strong><br />
<strong>Loan No.: 9626-ID (IBRD), P000787 (AIIB)</strong><br />
<strong>RFB Reference No</strong>.: ID-PMU SIHREN-395582-GO-RFB</p>
<p style="text-align: left;">1. The Government of Indonesia has applied for joint co-financing from the World Bank and Asian Infrastructure Investment Bank toward the cost of the Indonesia Health Systems Strengthening Project and intends to apply part of the proceeds toward payments under the contract for <em>Procurement of Invasive Cardiology Equipment</em>. For this contract, the Borrower shall process the payments using the Direct Payment disbursement method, as defined in the World Bank’s Disbursement Guidelines for Investment Project Financing, except for those payments, which the contract provides to be made through letter of credit.</p>
<p style="text-align: left;">2. The Ministry of Health (MoH) now invites sealed Bids from eligible Bidders for Procurement of Invasive Cardiology Equipment for 97 units that will be delivered, installed at several location including training, operational support and maintenance services. The expected delivery schedule shall be within 2 years after the contract signing date.</p>
<p style="text-align: left;">3. Bidding will be conducted through international competitive procurement using a Request for Bids (RFB) as specified in the World Bank’s “Procurement Regulations for IPF Borrowers” of September 2023 (“Procurement Regulations”), and is open to all eligible Bidders as defined in the Procurement Regulations.</p>
<p style="text-align: left;">4. Interested eligible Bidders may obtain further information from Procurement Committee3 &#8211; IHSS, MoH through email at pc3_ihss@kemkes.go.id and inspect the bidding document during office hours at 09.00 to 16.00 local time at the address given below.</p>
<p style="text-align: left;">5. The bidding document in English can be sent to the interested eligible Bidders upon the submission of a written application to pc3_ihss@kemkes.go.id. No payment is needed for the bidding documents. The electronic version of the bidding documents can be downloaded from the following website: https://ihss.kemkes.go.id/</p>
<p style="text-align: left;">6. A pre-bid meeting will take place in hybrid mode at the following date and time:<br />
Date : July 30, 2024<br />
Time : 02.00 PM local time (Western Indonesia Time)<br />
Zoom link : https:/link.kemkes.go.id/PreBidInvasiveCardiologyEquipment</p>
<p style="text-align: left;">7. Bids must be delivered to the Purchaser’s address below before August 27, 2024 at 10:00 AM Western Indonesia Time. Late Bids will be rejected. The outer Bid envelopes marked “ORIGINAL BID”, and the inner envelopes marked “TECHNICAL PART” will be publicly opened in the presence of the Bidders’ designated representatives and anyone who chooses to attend, at the address below on August 27, 2024 at 10:30 AM Western Indonesia Time. All envelopes marked “FINANCIAL PART” shall remain unopened and will be held in safe custody of the Purchaser until the second public opening.</p>
<p style="text-align: left;">8. All Bids must be accompanied by a Bid Securing Declaration.</p>
<p style="text-align: left;">9. Attention is drawn to the Procurement Regulations requiring the Borrower to disclose information on the successful bidder’s beneficial ownership, as part of the Contract Award Notice, using the Beneficial Ownership Disclosure Form as included in the bidding document.</p>
<p style="text-align: left;">10. The address referred to above is:</p>
<p style="text-align: left;">Procurement Committee 3 &#8211; IHSS, Ministry of Health Republic of Indonesia<br />
Prof. Dr. Sujudi Building 14th Floor<br />
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Jakarta 12950<br />
Telp: +62 21 52921482 ext 1233 and 1360<br />
Email address for correspondences: pc3_ihss@kemkes.go.id</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/SPN_Proc_of_Invasive_Cardiology_Equipment.pdf">SPN_Proc_of_Invasive_Cardiology_Equipment</a></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Specific Procurement Notice (SPN) Procurement of Infant Warmers Equipment.</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice-spn-procurement-of-infant-warmers-equipment</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Jul 2024 09:27:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice-spn-procurement-of-infant-warmers-equipment</guid>
         
         <description><![CDATA[<h3 style="text-align: center;"><strong>Specific Procurement Notice</strong></h3>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Request for Bids</strong><br />
<strong>Goods</strong><br />
<strong>(Two-Envelope Bidding Process)</strong></h3>
<p><strong>Country</strong>: Indonesia<br />
<strong>Name of Project</strong>: Indonesia Health Systems Strengthening Project<br />
<strong>Contract Title</strong>: <strong>Procurement of Infant Warmers Equipment</strong><br />
<strong>Loan No</strong>.: <strong>9626-ID (IBRD), P000787 (AIIB)</strong><br />
<strong>RFB Reference No</strong>.: ID-PMU SIHREN-395530-GO-RFB</p>
<p>1. The Government of Indonesia has applied for joint co-financing from the World Bank<br />
and Asian Infrastructure Investment Bank toward the cost of the Indonesia Health<br />
Systems Strengthening Project and intends to apply part of the proceeds toward<br />
payments under the contract for <em>Procurement of Infant Warmers Equipment</em>. For this<br />
contract, the Borrower shall process the payments using the Direct Payment<br />
disbursement method, as defined in the World Bank’s Disbursement Guidelines for<br />
Investment Project Financing, except for those payments, which the contract provides<br />
to be made through letter of credit.</p>
<p>2. The Ministry of Health (MoH) now invites sealed Bids from eligible Bidders for<br />
procurement of <em>Infant Warmers Equipment</em> for 366 units that will be delivered, installed<br />
at several location including training, operational support and maintenance services.<br />
The expected delivery schedule shall be within 2 years after the contract signing date.</p>
<p>3. Bidding will be conducted through international competitive procurement using a<br />
Request for Bids (RFB) as specified in the World Bank’s “Procurement Regulations<br />
for IPF Borrowers” of September 2023 (“Procurement Regulations”), and is open to all<br />
eligible Bidders as defined in the Procurement Regulations.</p>
<p>4. Interested eligible Bidders may obtain further information from Procurement<br />
Committee 2 IHSS, MOH through email at pc2_ihss@kemkes.go.id and inspect the<br />
bidding document during office hours at 09.00 to 16.00 local time at the address given<br />
below.</p>
<p>5. The bidding document in English can be sent to the interested eligible Bidders upon the<br />
submission of a written application to pc2_ihss@kemkes.go.id No payment is needed<br />
for the bidding documents. The electronic version of the bidding documents can be<br />
downloaded from the following website: https://ihss.kemkes.go.id/.</p>
<p>6. A pre-bid meeting will take place in hybrid mode at the following date and time:<br />
Date : July 24, 2024<br />
Time : 02.00 PM local time (Western Indonesia Time)<br />
Zoom link : https:/link.kemkes.go.id/PreBidInfantWarmer</p>
<p>7. Bids must be delivered to the Purchaser’s address below before August 22, 2024 at<br />
09:00 AM Western Indonesia Time. Late Bids will be rejected. The outer Bid envelopes<br />
marked “ORIGINAL BID”, and the inner envelopes marked “TECHNICAL PART” will be<br />
publicly opened in the presence of the Bidders’ designated representatives and anyone<br />
who chooses to attend, at the address below on August 22, 2024, at 09:30 AM Western<br />
Indonesia Time. All envelopes marked “FINANCIAL PART” shall remain unopened and<br />
will be held in safe custody of the Purchaser until the second public opening.</p>
<p>8. All Bids must be accompanied by a Bid Securing Declaration.</p>
<p>9. Attention is drawn to the Procurement Regulations requiring the Borrower to disclose<br />
information on the successful bidder’s beneficial ownership, as part of the Contract<br />
Award Notice, using the Beneficial Ownership Disclosure Form as included in the<br />
bidding document.</p>
<p>10. The address referred to above is:</p>
<p>Procurement Committee 2 &#8211; IHSS, Ministry of Health Republic of Indonesia<br />
Prof. Dr. Sujudi Building 14th Floor<br />
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Jakarta 12950<br />
Telp :+62 21 52921482 ext 1233 and 1360<br />
Email address for correspondences: pc2_ihss@kemkes.go.id</p>
<p><a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/SPN_Proc_of_Infant_Warmer_Equipment.pdf">SPN_Proc_of_Infant_Warmer_Equipment</a></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>FASTEMI, Terobosan Pertolongan Pertama Serangan Jantung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/fastemi-terobosan-pertolongan-pertama-serangan-jantung</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Jul 2024 16:20:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/fastemi-terobosan-pertolongan-pertama-serangan-jantung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan program FASTEMI (Farmako Invasif Strategi Tatalaksana ST Elevation Myocardial Infarction/STEMI) untuk membantu masyarakat dengan risiko tinggi penyakit jantung. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.</p>
<p>dr. Isman Firdaus, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FSCAI, selaku Pimpinan Pilot Project Program FASTEMI menjelaskan, program ini bertujuan mempersiapkan dan memberikan pertolongan bagi pasien yang mengalami serangan jantung tipe STEMI.</p>
<p>Serangan jantung tipe STEMI terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah arteri koroner secara total sehingga otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen. STEMI merupakan jenis sindrom koroner akut yang memiliki risiko komplikasi serius dan kematian.</p>
<p>Menurut dr. Isman, pertolongan serangan jantung STEMI selama ini hanya bisa dilakukan di provinsi dan kota besar dengan membuka pembuluh darah yang tersumbat total. Prosesnya, pasien dengan keluhan nyeri dada dan angina akan melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), kemudian ketika hasil diagnosa positif serangan jantung STEMI langsung ditangani dengan catheterization laboratory (cath lab).</p>
<p>Penanganan cath lab untuk dilakukan kateterisasi jantung yang bertujuan membuka sumbatan pembuluh darah jantung. Cara ini hanya dapat dilakukan di ibu kota provinsi atau kota besar di rumah sakit rujukan provinsi atau rumah sakit swasta.</p>
<p>“Adanya inisiatif program FASTEMI ditujukan sebagai upaya pertolongan pertama pasien yang mengalami serangan jantung tipe STEMI di daerah terpencil, daerah-daerah yang jauh dari kota besar. Kalau di kota besar ada cath lab untuk penanganan serangan jantung,” jelas dr. Isman di Jakarta, Jumat (12/7).</p>
<p>“Bagi daerah yang tidak punya cath lab dan dokter jantung, pasien dengan serangan jantung tersebut bisa ditolong dengan tata laksana FASTEMI, yakni menggunakan obat-obatan penghancur bekuan darah. Program ini termasuk terobosan untuk pasien serangan jantung STEMI.”</p>
<p>Artinya, penatalaksanaan pertolongan pertama serangan jantung tipe STEMI tidak dengan cath lab atau kateterisasi maupun pemasangan ring, melainkan dengan pemberian obat-obatan penghancur bekuan darah yang disebut fibrinolitik atau trombolitik.</p>
<p>“Obat-obatan fibrinolitik akan disiapkan di puskesmas atau rumah sakit yang tidak ada fasilitas cath lab sehingga apabila ada pasien serangan jantung STEMI bisa langsung disuntik. Obat ini hanya disuntik, salah satu jenis yang dipilih, yaitu tenecteplase yang sekali suntik saja,” sambung dr. Isman.</p>
<p>“Rencananya, obat ini akan disalurkan ke puskesmas-puskesmas seluruh Indonesia. Kendati demikian, mengingat ini adalah pilot project pertama, maka hanya puskesmas-puskesmas terpilih dari masing-masing kabupaten/kota dulu yang dipilih untuk uji coba. Tidak langsung semuanya uji coba karena menunggu kesiapan obat-obatan.”</p>
<p><strong>Kesiapan SDM hingga Konsultasi Online </strong></p>
<p>Program FASTEMI, yang dimulai sejak November 2023, mengalami percepatan pada Maret-April 2024. Perluasan pilot project FASTEMI direncanakan menyasar 34 provinsi di Indonesia—dengan melibatkan 34 rumah sakit pengampu yang akan membimbing puskesmas-puskesmas di wilayahnya.</p>
<p>dr. Isman Firdaus mengatakan, upaya pilot project FASTEMI yang melibatkan puskesmas dan 34 rumah sakit pengampu dilakukan secara bertahap. Sebab, terdapat syarat yang harus dipenuhi oleh puskesmas, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan hingga ketersediaan alat pertolongan kegawatdaruratan untuk pasien serangan jantung.</p>
<p>“Konsep program FASTEMI ini, yang pertama dilakukan adalah melakukan pelatihan. Ada pelatihan SDM kesehatan di puskesmas. Hal ini dilakukan karena mungkin ada SDM kesehatan yang belum mendapat pelatihan penatalaksanaan pasien serangan jantung di puskesmas,” katanya.</p>
<p>“Khususnya, pelatihan pemberian fibrinolitik, ya. Jadi, mereka akan diberi pelatihan cara memberikan obat tenecteplase. Kedua, selain diberikan obat tenecteplase, puskesmas juga akan disiapkan perangkat-perangkat untuk pertolongan kegawatdaruratan.”</p>
<p>Beberapa perangkat pertolongan kegawatdaruratan untuk pasien jantung yang akan didistribusikan ke puskesmas di seluruh Indonesia meliputi defibrillator atau Automated External Defibrillator (AED), alat EKG, dan obat-obatan yang diperlukan untuk penanganan serangan jantung seperti heparin, enoxaparin, clopidogrel, dan aspirin.</p>
<p>“Penyediaan alat EKG dan obat-obatan yang diperlukan untuk penanganan serangan jantung sebagai adjuvant seperti heparin, enoxaparin, clopidogrel, dan aspirin. Jadi, program FASTEMI ini, pasien yang serangan jantung tipe STEMI mendapat pertolongan pertama di puskesmas dulu,” terang dr. Isman yang berpraktik di Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita.</p>
<p>“Setelah diberikan obat penghancur bekuan darah, baru besoknya dirujuk ke rumah sakit. Tujuannya adalah mem-by pass (mengatasi penyumbatan) untuk membuka aliran darah ke jantung.”</p>
<p>Pilot project FASTEMI juga didukung oleh fasilitas telemedisin antara puskesmas dan rumah sakit pengampu. Fasilitas ini memungkinkan konsultasi hasil EKG dengan dokter spesialis jantung. Aplikasi telemedisin ini dinamakan KOMEN (Konsultasi Medis Online).</p>
<p>Aplikasi KOMEN mencakup riwayat dan data rekam medis pasien, termasuk pengiriman hasil EKG pasien yang bersangkutan dari puskesmas ke rumah sakit pengampu.</p>
<p><strong>Verifikasi Pemberian Tenecteplase</strong></p>
<p>Prinsip tatalaksana program FASTEMI adalah tim dokter di puskesmas menyuntikan obat tenecteplase untuk menghancurkan bekuan darah pada pasien serangan jantung STEMI.</p>
<p>Ketika aliran pembuluh darah terbuka kembali, keluhan nyeri dada berkurang, angka kematian pun turun dan pasien menjadi lebih tenang dan nyaman. Setelah itu, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit untuk melakukan kateterisasi keesokan harinya.</p>
<p>dr. Isman Firdaus mengungkapkan, uji coba FASTEMI dengan pemberian tenecteplase di puskesmas harus berkoordinasi dengan rumah sakit pengampu. Dalam hal ini, keputusan pemberian tenecteplase tidak boleh diambil sendiri oleh dokter umum di puskesmas.</p>
<p>Terdapat sistem komando verifikasi seperti halnya Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), yakni berupa Command Center. Pihak yang bertindak sebagai Command Center di tiap provinsi adalah rumah sakit rujukan provinsi – rumah sakit pengampu.</p>
<p>“Contoh yang sekarang diuji coba, rumah sakit pengampunya itu RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kabupaten Pasaman Barat, dan RSUP Hasan Sadikin, Kabupaten Sukabumi. Ada 10 puskesmas di Sukabumi, mereka akan mengirimkan laporan pasien nyeri dada dan hasil EKG,” ungkap dr. Isman.</p>
<p>“RSUP Hasan Sadikin akan menerima hasil EKG dan memberikan kesimpulan sekaligus rekomendasi, bahwa pasien yang bersangkutan mengalami STEMI. Ketika sudah dijawab, maka akan diterima oleh dokter di puskesmas. Dokter di puskesmas bisa langsung menatalaksana dengan tenecteplase. Begitu juga di RSUP Dr. M. Djamil Padang, sudah ditunjuk puskesmas untuk tata laksana FASTEMI.”</p>
<p>Uji coba program FASTEMI yang baru dilakukan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Pasaman Barat dilatarbelakangi puskesmas-puskesmas yang menjadi lokus pilot project telah memiliki alat defibrilator, EKG, dan dokter-dokternya sudah terlatih dalam kegawatdaruratan jantung tingkat lanjut (Advance Cardiac Life Support/ACLS).</p>
<p>“Kalau puskesmas sudah punya defibrilator, EKG dan dokternya ACLS, maka obat tenecteplase baru akan disalurkan,” lanjut dr. Isman.</p>
<p>Kehadiran program FASTEMI yang secara bertahap akan diuji coba di 34 provinsi diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat serangan jantung.</p>
<p>“Harapannya, dapat menurunkan angka kematian akibat serangan jantung. Jadi, pertolongan pertama pasien serangan jantung dengan penyumbatan pembuluh darah arteri jantung total dapat dilakukan di puskesmas,” ucap dr. Isman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publiik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/elderly-woman-have-heart-disease-sitting-wheelchair-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Ingin Rumah Sakit IKN Miliki Sentuhan Arsitektur yang Ikonik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ingin-rumah-sakit-ikn-miliki-sentuhan-arsitektur-yang-ikonik</link>				
         <pubDate>Fri, 12 Jul 2024 16:40:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/menkes-ingin-rumah-sakit-ikn-miliki-sentuhan-arsitektur-yang-ikonik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">Balikpapan, 11 Juli 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan peninjauan langsung terhadap kemajuan pembangunan Rumah Sakit Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Kamis (11/7). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam kunjungan tersebut, Menkes Budi, yang didampingi oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya, meninjau langsung kemajuan pembangunan Rumah Sakit IKN yang telah mencapai sekitar 50% lebih sejak peletakan batu pertama (</span><i><span style="font-weight: 400;">groundbreaking</span></i><span style="font-weight: 400;">) pada Desember 2023 lalu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi juga didampingi oleh arsitek Rumah Sakit IKN Andra Matin dan seniman kontemporer dan pematung Sunaryo. Menkes Budi berharap keberadaan seniman pematung Sunaryo dapat memberikan sentuhan keindahan nusantara pada arsitektur rumah sakit IKN.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kalau bisa, beliau (Pak Sunaryo) bisa bangun satu patung yang bisa menggambarkan keindahan alam nusantara,&#8221; ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menjelaskan, dia ingin Rumah Sakit IKN tidak hanya dipandang sebagai tempat orang sakit, tetapi juga sebagai ikon bahwa rumah sakit yang sedang dibangun adalah rumah sakit Ibu Kota Nusantara.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Ini juga agar rumah sakit ini tidak hanya dilihat sebagai rumah sakit, tapi sebagai ikon sehingga semua orang kalau datang ke sini ingat kalau ini rumah sakit nusantara.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai konsep bangunan Rumah Sakit IKN, Andra Matin selaku arsitek utama Rumah Sakit IKN menyatakan, Rumah Sakit IKN dirancang sebagai rumah sakit yang membumi dan memiliki keselarasan dengan konsep nusantara.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Jadi, rumah sakit ini saya ingin bangun </span><i><span style="font-weight: 400;">blend</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan lingkungannya. Jadi, bangunannya menggunakan warna yang </span><i><span style="font-weight: 400;">down to earth</span></i><span style="font-weight: 400;"> bukan warna yang teriak-teriak. Kemudian, kami juga menggunakan fasad yang </span><i><span style="font-weight: 400;">blend</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan arsitektur nusantara,” ujar arsitek Andra Matin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain dari segi estetika, arsitek Andra Matin juga memperhatikan segi fungsional bangunan Rumah Sakit IKN yang dirancangnya. Aspek fungsional yang menjadi perhatian di antaranya menyediakan sirkulasi udara dan cahaya bagi penghuni bangunan agar Rumah Sakit IKN menjadi bangunan hemat energi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Bangunan ini juga dirancang supaya lebih hemat energi, yaitu bangunannya tidak dibuat satu </span><i><span style="font-weight: 400;">building</span></i><span style="font-weight: 400;">, tapi dipecah menjadi dua. Di tengahnya, ada taman sehingga ada cross ventilasi. Ada cahaya yang bisa masuk,” kata arsitek Andra Matin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut mengenai instalasi patung atau ikon yang akan ditempatkan di halaman depan rumah sakit, Sunaryo menjelaskan, patung tersebut berfungsi sebagai penyeimbang fasad bangunan. Kehadiran patung ini bertujuan agar rumah sakit tidak hanya dilihat sebagai bangunan biasa, tetapi juga memberikan kesan artistik dan unik bagi para pengunjungnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Patung di sini bukan hanya untuk menjadi estetika taman, tetapi nanti menjadi semacam keseimbangan dengan bangunan itu sendiri,&#8221; ujar Seniman Sunaryo.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sunaryo menambahkan, dengan ketinggian sekitar sepuluh lantai, kemungkinan tinggi instalasi patung di halaman depan Rumah Sakit IKN ini akan berkisar antara 10-12 meter. Hal ini dimaksudkan agar dari kejauhan, orang-orang sudah dapat melihat dan mengenali bahwa bangunan yang mereka lihat adalah Rumah Sakit IKN.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menutup kunjungannya, Menkes Budi menyampaikan harapannya agar keindahan arsitektur Rumah Sakit IKN ini dapat dinikmati melalui instalasi patung yang akan dibangun oleh seniman Sunaryo, baik oleh mereka yang hanya lewat maupun yang berkunjung ke rumah sakit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Patung ini dapat menyatu dengan lingkungan dan gedungnya. Tidak hanya dapat dinikmati oleh orang yang ada di rumah sakit, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya,&#8221; pungkas Menkes Budi.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publiik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53850289369_caee78abc6_c2.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Siapkan Lansia Aktif dan Produktif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-siapkan-lansia-aktif-dan-produktif</link>				
         <pubDate>Fri, 12 Jul 2024 09:37:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/indonesia-siapkan-lansia-aktif-dan-produktif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juli 2024</p>
<p>Indonesia saat ini sedang memasuki fase ageing population, yaitu proporsi penduduk lanjut usia (lansi) semakin meningkat. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia pada 2023, hampir 12 persen atau sekitar 29 juta penduduk Indonesia masuk kategori lansia.</p>
<p>Menurut Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat hingga 2045. Diperkirakan, Indonesia akan memiliki 20 persen atau sekitar 50 juta jiwa lansia.</p>
<p>Dengan meningkatnya jumlah populasi lansia tersebut, Indonesia perlu berupaya menjaga kesehatan lansia agar mereka tetap sehat, aktif, dan bahagia. Salah satu upaya tersebut dengan melakukan skrining kesehatan.</p>
<p>“Skrining kesehatan tersebut harus yang dilakukan secara maksimal, yaitu didukung oleh pengetahuan medis yang lebih baik. Salah satunya adalah apa yang disampaikan pada diseminasi hasil penelitian ini,” kata Prof. Dante saat menghadiri Diseminasi Hasil Penelitian yang dilakukan oleh tim FKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) dan ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia) di IMERI FKUI, Jakarta pada Kamis (11/12).</p>
<p>Diseminasi hasil penelitian dengan tema “Longevity in Indonesian Population: Nutrition and Health Status, Dietary Intake, and Lifestyle Profile from Gili Iyang and Miduana Villages” ini merupakan studi tentang daerah-daerah di Indonesia yang memiliki penduduk berusia lebih dari 100 tahun, tetapi masih dapat berkegiatan secara aktif.</p>
<p>Disampaikan juga terdapat 4 pilar utama dalam menjaga keseimbangan hidup para lansia, yaitu gaya hidup, lingkungan, nutrisi dan kesehatan, serta faktor sosial-ekonomi.</p>
<p>Penelitian singkat selama 6 bulan ini dilakukan di dua wilayah yaitu di Dusun Miduanna Kabupaten Cianjur Jawa Barat dan Pulau Gili Iyang di Madura Jawa Timur. Kedua wilayah ini terkenal dan populer di media sosial karena memiliki populasi berusia panjang, bahkan beberapa di antaranya berusia lebih dari 100 tahun dan masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Yang menarik adalah kedua wilayah ini memiliki geografi dan cuaca yang sangat kontras. Dusun Miduana mewakili lingkungan yang sejuk, sedangkan Pulau Gili Iyang mewakili wilayah pesisir.</p>
<p>Meskipun memiliki perbedaan geografis, terdapat kesamaan dalam aspek gaya hidup, aktivitas fisik, psikologis, dan sosial-ekonomi lansia di kedua wilayah ini yang berkontribusi pada panjang usia yang sehat dan aktif.</p>
<p>Prof. Dante Saksono menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penelitian ini. Menurutnya, penelitian ini dapat menambah wawasan tentang kesehatan lanjut usia, terutama mengenai bagaimana meningkatkan kualitas hidup hingga usia lanjut.</p>
<p>“Hasil penelitian yang diseminasikan hari ini akan sangat bermanfaat bagi kami dan akan mendukung kami dalam memformulasikan kebijakan untuk mewujudkan Lansia Indonesia yang tidak hanya panjang umurnya, namun menjadi Lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif,” ucap Dante.</p>
<p>Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi lansia yang berusia lebih dari 90 tahun tetapi tetap aktif. Dengan demikian, kata Prof. Dante, hal ini dapat menjadi contoh potensial untuk masa depan yang memberikan gambaran bahwa proses penuaan yang sehat bukan sekadar keniscayaan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240712-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof. Dante Minta Lulusan Kemenkes Corpu Segera Implementasikan Ilmunya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-minta-lulusan-kemenkes-corpu-segera-implementasikan-ilmunya</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jul 2024 20:59:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-minta-lulusan-kemenkes-corpu-segera-implementasikan-ilmunya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juli 2024</p>
<p>Sebanyak 30 pegawai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyelesaikan pelatihan managerial leader dalam program Kemenkes Corporate University (Kemenkes Corpu). Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono meminta para pegawai ini untuk segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pekerjaan mereka.</p>
<p>&#8220;Saya berpesan untuk menerapkan hasil pendidikan selama 34 hari ini menjadi budaya kerja yang lebih baik, yang ditunggu adalah hasil dari pengimplementasian pendidikan yang sudah dijalankan sehingga memiliki kualitas kinerja melebihi ekspektasi yang diidamkan,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Saat ini, tantangan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, semakin kompleks. Kemenkes telah menetapkan 6 transformasi kesehatan dalam upaya membangun Indonesia yang lebih sehat.</p>
<p>Untuk menjalankan transformasi kesehatan tersebut, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Hal ini dilakukan melalui pelatihan managerial leader.</p>
<p>&#8220;Dibutuhkan SDM yang unggul, dan hal itu hanya bisa dicapai dengan stimulasi pendidikan, pelatihan, dan kinerja yang maksimal sehingga dapat menghasilkan ASN yang berkualitas, berintegritas, serta dapat menjalankan 6 transformasi yang sudah kita sama-sama sepakati,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Menurutnya, setiap ASN Kemenkes adalah pembelajar dan Kemenkes Corpu menjadi wadah untuk terus selalu berkembang dalam meningkatkan kompetensi ASN. Kemenkes Corpu merupakan salah satu model pendidikan yang mengubah model paradigma pengembangan ASN yang konvensional menjadi transformasional.</p>
<p>&#8220;Teman-teman sudah mendapatkan informasi dari para mentor sehingga kita pantau terus untuk diimplementasikan di budaya kerja di Kementerian Kesehatan,&#8221; kata Prof. Dante.</p>
<p>Ia berharap para pimpinan di Kemenkes harus dapat terus melakukan coaching dan mentoring agar peserta pelatihan siap menuju jenjang karier berikutnya.</p>
<p>&#8220;Kepada peserta Kemenkes Corpu, teruslah berinovasi dan bisa menciptakan program yang lebih baik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) Tri Widodo mengatakan, selama ini, pemerintah dihadapkan pada birokrasi yang relatif melaksanakan sesuatu yang berulang-ulang dan terus-menerus. Dibutuhkan suatu inovasi dan kreativitas yang akan mampu mengubah seluruh proses bisnis hingga kinerja birokrasi menjadi lebih baik.</p>
<p>&#8220;Maka pelatihan (managerial leader) ini, kami melihat sebagai sebuah inisiatif yang sangat baik untuk membuat pengembangan kompetensi ASN,&#8221; ungkap Tri.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53849529844_d10f8bdbac_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Makkah Mendapat Apresiasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-makkah-mendapat-apresiasi-dari-kementerian-kesehatan-arab-saudi</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jul 2024 19:53:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-makkah-mendapat-apresiasi-dari-kementerian-kesehatan-arab-saudi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah 4 Juli 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi memberikan apresiasi kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Apresiasi ini diberikan sebagai ucapan terima kasih karena KKHI Makkah, sektor, dan pos satelit telah memberikan kerja sama yang baik dalam penanganan jemaah haji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penyerahan apresiasi dilakukan langsung oleh Asisten Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes Arab Saudi dr. Hatim Abdul Azizi Khoger di Klinik Kesehatan Haji Indonesia pada Rabu, 3 Juli 2024. Apresiasi diterima oleh Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, Nurul Jamal, M.Kom, didampingi oleh Kepala KKHI Makkah dr. Eny Nuryanti, MKM.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Alhamdulillah, pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengakui kita sudah memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar mereka dan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Ini terlihat dari kinerja KKHI di sektor maupun di satelit,&#8221; ungkap Jamal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Jamal, Kemenkes Arab Saudi tidak hanya memberikan tasreh atau surat izin untuk operasional KKHI, tetapi juga memantau kinerja operasional KKHI.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Liliek Marhaendro Susilo, A.K. MM, bersyukur atas apresiasi yang diterima dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersungguh-sungguh menyukseskan penyelenggaraan kesehatan haji pada 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">&#8220;Ini merupakan apresiasi dari Kerajaan Arab Saudi. Artinya, mereka melihat bahwa apa yang kita kerjakan benar-benar dirasakan manfaatnya. Bukan hanya oleh jemaah haji Indonesia, tetapi juga bagi negara mereka. Terima kasih kepada seluruh petugas kesehatan dengan dedikasi dan upaya yang tak kenal lelah dalam melayani jemaah,&#8221; ungkap Liliek.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240711-WA0019.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Evakuasi Terakhir Jemaah Haji dipulangkan Lewat Jeddah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/evakuasi-terakhir-jemaah-haji-dipulangkan-lewat-jeddah</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jul 2024 19:45:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/evakuasi-terakhir-jemaah-haji-dipulangkan-lewat-jeddah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 3 Juli 2024</p>
<p>Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan evakuasi terakhir pemulangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi pada Rabu (3/7). Jemaah haji yang dievakuasi merupakan jemaah yang memiliki riwayat penyakit pneumonia dari kloter BPN 002 dan dipulangkan melalui kloter BPN 007.</p>
<p>Menurut Kepala KKHI Makkah dr. Enny Nuryanti, kondisi pasien stabil ketika dievakuasi. Pasien dapat duduk dan tidak membutuhkan alat bantu pernapasan. Pasien didampingi oleh dokter dan perawat ketika dibawa dengan ambulans menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz.</p>
<p>Setibanya di bandara, pasien diserahkan kepada Tim Kesehatan Bandara untuk dimonitor kondisinya hingga waktu penerbangan. Selanjutnya, pasien diterbangkan dengan GA 7042 pada pukul 18.20 waktu setempat (WAS).</p>
<p>Pada 3 Juli 2024 merupakan hari terakhir pemulangan jemaah haji gelombang pertama dengan penerbangan GA 7042 dari Jeddah. Gelombang kedua kembali ke Indonesia melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah mulai 4 hingga 21 Juli 2024.</p>
<p>Hingga 3 Juli 2024, total 46 jemaah haji telah ditanazulkan. Sementara itu, jumlah jemaah haji yang sudah kembali ke tanah air mencapai 79.379 orang.</p>
<p>Saat ini, jemaah haji yang tinggal di Makkah merupakan jemaah gelombang kedua yang akan tinggal hingga 13 Juli 2024 sambil menunggu jadwal bergerak ke Madinah.</p>
<p>Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah Nurul Jamal mengatakan, KKHI Makkah akan melaksanakan pelayanan kesehatan hingga 13 Juli 2024. Pada tanggal tersebut, ada 13 kloter yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah pada pukul 11.00 WAS.</p>
<p>Selanjutnya, penanganan untuk jemaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi (RSAS) akan dilaksanakan hingga 23 Juli 2024. Jika jemaah dinyatakan sembuh di RSAS, mereka akan dievakuasi oleh tim KKHI Makkah dan KKHI Madinah. Jika tim KKHI telah menyelesaikan tugasnya pada penyelenggaraan tahun ini, jemaah haji yang masih berada di RSAS akan diserahkan kepada Kantor Urusan Haji dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Kepala Daker Makkah Nurul Jamal mengimbau kepada jemaah haji yang masih tinggal di Makkah dan menunggu keberangkatan ke Madinah untuk tidak berlebihan dalam menjalankan aktivitas pada hari-hari terakhir di Makkah.</p>
<p>&#8220;Hindari sengatan matahari langsung, terutama di siang hari, minum cukup sehingga terhindar dari dehidrasi. Jika mau melakukan ibadah sunah, city tour, atau ziarah di sekitar Kota Makkah, mohon periksa kesehatan terlebih dahulu. Jika tidak memungkinkan, dalam kondisi sakit untuk ziarah, jangan memaksakan diri agar kesehatan jemaah haji terjaga sampai pulang ke Indonesia,&#8221; tutur Jamal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240711-WA0016.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Teknologi Kesehatan untuk Masa Depan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/teknologi-kesehatan-untuk-masa-depan-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 11 Jul 2024 13:07:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/teknologi-kesehatan-untuk-masa-depan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 10 Juli 2024</p>
<p>Perkembangan teknologi telah menjadi salah satu kunci dalam transformasi kesehatan. Inovasi seperti telemedisin, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan big data, telah membuka peluang baru dalam diagnosis, perawatan, dan pengobatan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, teknologi adalah ilmu kesehatan masa depan. Teknologi telah banyak membantu dokter dalam memeriksa dan mengobati pasien.</p>
<p>&#8220;Teknologi untuk memeriksa dan mengobati akan terus berkembang,&#8221; kata Menkes Budi dalam acara Kemenkes Goes to Campus di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Rabu (10/7).</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, teknologi untuk pemeriksaan dan pengobatan akan terus berkembang. Hal tersebut merupakan andil dari bidang keilmuan science dan engineering.</p>
<p>&#8220;Ini juga bidang keilmuan mengenai kesehatan. Ada nanotechnology, ada biotechnology, ada bioinformatics,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menekankan pentingnya teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda, terutama mereka yang memiliki latar belakang teknologi, memiliki peran penting dalam membawa transformasi teknologi kesehatan pada masa depan.</p>
<p>Acara ini juga menjadi ajang bagi Kemenkes untuk memperkenalkan berbagai peluang karier bagi mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan alumni ITB. Menkes Budi mengajak talenta-talenta terbaik ITB untuk mengeksplorasi berbagai posisi dan peran di Kemenkes, terutama dalam bidang teknologi kesehatan.</p>
<p>&#8220;Anak ITB wajib gabung ke Kemenkes untuk bisa membantu perubahan industri kesehatan masa depan, supaya lebih padat teknologi,&#8221; lanjut Menkes Budi.</p>
<p>Acara Kemenkes Goes to Campus ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diadakan di 18 kampus di seluruh Indonesia. Kampus-kampus tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Bina Nusantara (Binus), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Trisakti, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (Unud), Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Pelita Harapan (UPH).</p>
<p>Melalui acara ini, Kemenkes berharap dapat membangun jejaring yang kuat dengan institusi pendidikan tinggi dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53847701468_e9c400a94c_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Laparoscopic Surgery Training Simulator, Simulasi Bedah Sebelum ke Pasien Langsung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/laparoscopic-surgery-training-simulator-simulasi-bedah-sebelum-ke-pasien-langsung</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 20:37:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/laparoscopic-surgery-training-simulator-simulasi-bedah-sebelum-ke-pasien-langsung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Juli 2024</p>
<p>Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memiliki alat simulasi robotik canggih bernama Laparoscopic Surgery Training Simulator. Alat ini digunakan untuk melatih dokter spesialis bedah sebelum mereka melakukan pembedahan langsung pada pasien.</p>
<p>Simulator robotik ini digunakan RSCM sebagai sarana pelatihan tenaga medis, terutama dokter bedah, untuk mempelajari teknik bedah laparoskopi sebelum mereka mengoperasikannya langsung ke pasien. Simulator robotik ini sudah digunakan dan dilengkapi dengan sistem pembelajaran yang dapat menampilkan grafik kemajuan pembelajaran.</p>
<p>Pengguna dapat melakukan pembelajaran melalui sistem dengan memasukkan nama pribadi mereka dalam sesi latihan sehingga sistem dapat memberikan laporan kinerja dan progres pembelajaran per sesi latihan untuk setiap pengguna. </p>
<p>Simulator robotik ini juga mampu memberikan gambaran dengan mensimulasikan lingkungan bedah dari sudut pandang simulasi operator, dan teknik operasi yang diproyeksi pada gambar di monitor simulator. </p>
<p>Saat ini, alat simulator robotik ini digunakan di ruang pembelajaran Instalasi Peningkatan Kompetensi dan Simulasi Klinik (ICTEC) RSCM. Alat ini telah digunakan untuk pelatihan dokter urologi dan dokter bedah anak.</p>
<p>Laparoscopic Surgery Training Simulator merupakan hibah dari Pemerintah Iran untuk Pemerintah Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, simulator ini merupakan alat yang memungkinkan pengguna untuk melihat ilustrasi bagian dalam perut. Dengan laparoskopi, pengguna dapat berlatih seolah-olah mereka melakukan operasi kepada pasien.</p>
<p>&#8220;Penggunaan simulator ini dilakukan sebelum dokter menangani bedah langsung ke pasien sesungguhnya. Ini untuk pelatihan pendidikan, setelah itu baru mereka ke pasien,&#8221; ujar Prof. Dante di RSCM, Jakarta, Rabu (10/7).</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Dante menjelaskan, bedah laparoskopi merupakan bedah bagian perut yang digunakan untuk mengatasi masalah di organ perut seperti penyakit tumor di perut, tindakan operasi kandungan, dan operasi usus buntu.</p>
<p>Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto, Sp.B, MKes, FINACS, mengatakan, inovasi dan teknologi dapat mendorong transformasi kesehatan. Sebagai contoh, saat ini pelayanan laparoskopik di Instalasi Pelayanan Bedah Terpadu RSCM menangani sekitar 400 tindakan laparoskopik per tahun.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, dengan adanya hibah alat simulator ini, diharapkan dapat meningkatkan tujuan rumah sakit dalam memberikan peningkatan kualitas dan kuantitas layanan laparoskopik di rumah sakit ini dengan standar tertinggi,&#8221; ucap dr. Supriyanto, Sp.B.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53847950739_24ee5d500f_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Depo Obat KKHI Makkah Memaksimalkan Kebutuhan Obat bagi Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/depo-obat-kkhi-makkah-memaksimalkan-kebutuhan-obat-bagi-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 19:37:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/depo-obat-kkhi-makkah-memaksimalkan-kebutuhan-obat-bagi-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 5 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji, termasuk menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan. Pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M, Kemenkes RI menyediakan 62,3 ton obat untuk menunjang kesehatan para jemaah haji selama di Tanah Suci.</p>
<p>Kepala Pusat Haji Kemenkes RI Liliek Marhaendro Susilo mengungkapkan, proses pengadaan sebagian obat dan perbekalan kesehatan (perbekkes) lainnya untuk kebutuhan pelayanan di Arab Saudi dilakukan di Indonesia, kemudian dikirim ke Arab Saudi. Proses pengadaan sebagian lainnya dilakukan di Arab Saudi.</p>
<p>Setelah seluruh obat diterima, obat tersebut didistribusikan ke wilayah kerja Makkah dan Madinah, dengan proporsi 80% untuk Makkah dan 20% untuk Madinah. Dari 80% proporsi obat di Makkah, 10% disiapkan untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>Pembagian proporsi obat ini didasarkan pada perkiraan lama waktu jemaah haji berada di setiap wilayah. Total perjalanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi selama 40 hari. Dari lama waktu tersebut, jemaah haji diperkirakan hanya menghabiskan waktu 8-9 hari atau sekitar 20% dari total waktu jemaah berada di Arab Saudi. Sedangkan di Makkah, jemaah tinggal lebih lama, yakni 31-32 hari.</p>
<p>Untuk distribusi obat, koordinator obat dan perbekalan kesehatan di Arab Saudi Ahadi Wahyu Hidayat menjelaskan, Makkah dan Madinah mempunyai sedikit perbedaan. Untuk di Makkah, depo obat menyalurkan obat untuk apotek di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, sektor, kloter, serta pos satelit. Di Madinah, depo obat hanya menyalurkan obat ke apotek di KKHI Madinah, sektor dan kloter karena tidak terdapat pos satelit di Madinah.</p>
<p>Lebih lanjut, Ahadi menjelaskan, untuk mempercepat proses pelayanan serta mendisiplinkan proses pencatatan dan pelaporan digunakan aplikasi SSLOH, yaitu Satu Sehat Logistik Obat Haji. Dengan demikian, kloter, sektor, apotek di KKHI, pos satelit, dan ruang perawatan harus menggunakan aplikasi SSLOH untuk meminta obat.</p>
<p>“Mereka (sektor, apotek, kloter, pos satelit, dan ruang pelayanan) punya akun masing masing untuk pelayanannya,” kata Ahadi.</p>
<p>”Juga, sudah diterapkan e-resep yang digunakan sebagai dasar untuk pengeluaran obat menggunakan aplikasi,” kata dia lebih lanjut.</p>
<p>Menurut Ahadi, dalam pelaksanaannya, aplikasi SSLOH masih menemui beberapa kendala, terutama untuk layanan yang sifatnya cepat seperti IGD. Ketika sinyal lemah saat menggunakan aplikasi, kecepatan e-resep dapat terhambat. Hal tersebut dapat berakibat pada proses permintaan obat kembali.</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini, permintaan obat kembali harus diikuti dengan pembaruan (update) stok. Sebagai contoh, ketika pertama kali mengajukan permintaan obat, misalnya meminta 10 unit, dan kemudian menerima 10 unit obat tersebut. Saat akan mengajukan permintaan obat lagi, harus dilihat berapa sisa stok obat yang ada. Jika stok tidak diperbarui setelah penggunaan, maka sistem tidak akan memungkinkan untuk melakukan permintaan obat kembali.</p>
<p>“Itu yang maksud dengan pola distribusi dari mulai depo sampai dengan pos pelayanan, termasuk mekanisme permintaan dan instrumen yang digunakan untuk mempermudah penatalaksanaan obat dan perbekalan kesehatan,” kata Ahadi menjelaskan.</p>
<p>Depo farmasi saat ini melayani 554 kloter, 158 pos satelit, 11 sektor, apotek, dan ruang perawatan. Tenaga farmasi di depo berjumlah 4 orang, ditambah 7 orang TPK.</p>
<p>Pada tahun sebelumnya, terdapat tenaga farmasi di sektor. Kloter dapat mengambil obat di sektor, dan depo mendorong obat ke 11 sektor secara rutin, yakni 2-3 hari sekali. Tenaga farmasi di sektor mengendalikan obat di wilayah kerjanya, sehingga pelayanan lebih cepat dan pengendalian lebih mudah.</p>
<p>”Tantangan kami adalah menyelesaikan kegiatan di seluruh rangkaian penatalaksanaan untuk memberikan pelayanan obat bagi jemaah yang sakit di unit pelayanan kesehatan. Alhamdulillah dapat diselesaikan sampai Armuzna meski dengan segala kekurangan dan keterbatasan,” ujar Ahadi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240710-WA0008.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Mekkah Evakuasi Jemaah Haji Ke Madinah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-mekkah-evakuasi-jemaah-haji-ke-madinah</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 19:32:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-mekkah-evakuasi-jemaah-haji-ke-madinah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Mekkah, 5 Juli 2024</p>
<p>Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mengevakuasi 8 jemaah haji sakit ke KKHI Madinah, Jumat (5/7). Evakuasi ini dilakukan menggunakan 3 unit ambulans yang dilengkapi dengan alat kesehatan, obat-obatan, dan perbekalan medis.</p>
<p>Kasie Kesehatan Daerah Kerja Makkah Nurul Jamal menjelaskan, dua unit ambulans membawa 1 pasien baring dan 2 pasien duduk, sedangkan satu ambulans lainnya membawa 2 pasien baring. Setiap ambulans didampingi oleh satu dokter dan satu perawat.</p>
<p>Lebih lanjut, Jamal menjelaskan, jemaah haji yang dievakuasi adalah mereka yang kondisinya stabil dan memungkinkan untuk dipindahkan menggunakan transportasi darat. Jemaah haji yang dievakuasi juga harus sudah memiliki dokumen lengkap seperti paspor dan surat jalan.</p>
<p>&#8220;Syarat utama evakuasi jemaah haji sakit ke KKHI Madinah adalah kondisinya stabil dan transportable. Hingga hari ini (Jumat, 5 Juli 2024), total 32 pasien telah dievakuasi ke KKHI Madinah,&#8221; tutur Jamal.</p>
<p>Evakuasi ke Madinah sudah dimulai sejak 24 Juni 2024 dengan pasien di-tanazul awal dari kloter SOC 44 ke kloter SOC 11. Pada evakuasi Jumat (5/7), pasien dari kloter KJT024 di-tanazul awal ke kloter KJT 015 dengan penerbangan SV 5268 pada 6 Juli 2024 pukul 02.00 WAS.</p>
<p>Jamal menjelaskan, jemaah haji yang dievakuasi pada Jumat (5/7) adalah mereka yang sakit setelah menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi (RSAS) dan telah ditinggalkan kloternya. Mereka akan ditanazulkan dengan kloter berbeda tetapi dari embarkasi yang sama.</p>
<p>Mereka akan kembali ke tanah air melalui Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz atau Bandar Udara Madinah. Hal ini karena sejak 4 Juli 2024, kepulangan jemaah haji dialihkan melalui Bandara Madinah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240710-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Upaya Pemulihan Untuk Pecandu Judi Online</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/upaya-pemulihan-untuk-pecandu-judi-online</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 18:20:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/upaya-pemulihan-untuk-pecandu-judi-online</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Jakarta, 10 Juli 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Melihat dampak signifikan kecanduan judi, dibutuhkan upaya perawatan kesehatan untuk menangani individu yang mengalami gangguan perjudian tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk itu, PKJN RS Marzoeki Mahdi mengambil langkah penting dengan membuka Klinik Adiksi Perilaku di Poliklinik Eksekutif untuk menangani individu yang mengalami gangguan perjudian. Klinik ini tidak hanya menangani kecanduan judi online, tetapi juga berbagai kecanduan lainnya seperti gim, belanja, seks, dan pornografi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">dr. Nova Riyanti Yusuf menuturkan, pembukaan klinik untuk penanganan kecanduan judi online seiring dengan penelitian mengenai perilaku adiksi yang dilakukan PKJN RS Marzoeki Mahdi bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti serta melibatkan dokter dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2024 ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi judi online dan perilaku-perilaku terkait judi online serta merumuskan model terapi untuk orang dengan gangguan judi online di Indonesia,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Hasil penelitian tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan layanan Poliklinik Eksekutif dan pembukaan layanan Poliklinik Adiksi Perilaku di PKJN RS Marzoeki Mahdi.”</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">PKJN RS Marzoeki Mahdi menyediakan program pemulihan adiksi perilaku non-zat, khususnya untuk individu dengan gangguan perjudian. Pertama, layanan rawat jalan yang mencakup konseling individu, konseling keluarga/pasangan, Cognitive Behavior Therapy (CBT), Motivational Interviewing (MI), dan self-help.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">CBT untuk pemulihan dari kecanduan mengajarkan individu untuk menemukan hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku serta meningkatkan kesadaran tentang bagaimana upaya terapi berdampak pada pemulihan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">MI merupakan teknik untuk mengatasi kecanduan dengan memperkuat motivasi dan komitmen demi tujuan tertentu seperti ketenangan hati. Teknik ini dapat mendorong seseorang untuk melakukan perubahan sehat dalam hidup. Self-help merupakan metode untuk menenangkan pikiran dan meningkatkan tumbuh kembang diri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua, layanan rawat inap yang meliputi konseling individu, konseling keluarga/pasangan, Cognitive Behavior Therapy (CBT) dan Motivational Interviewing (MI). Program ini dilakukan selama 28 hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Untuk pertimbangan rawat jalan, alasannya mereka masih bekerja dan menjalankan fungsi perannya. Sedangkan, alasan rawat inap itu gangguan perjudian sudah mengganggu dirinya sendiri termasuk aktivitas keseharian, terlilit utang piutang, kecemasan berlebihan juga terlibat kriminalitas,” terang dr. Noriyu.</span></p>
<p class="p1"><strong><span class="s1">Pasien Rawat Jalan Adiksi Judi Online</span></strong></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Utama PKJN RS Marzoeki Mahdi dr. Nova Riyanti Yusuf mengungkapkan, data kunjungan pasien rawat jalan akibat judi online. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 19 kunjungan pasien poli psikiatri/gangguan kejiwaan yang dilatarbelakangi akibat judi online.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ada 19 kunjungan pasien. Pada bulan Februari, ada 2 kunjungan, Maret ada 4 kunjungan, April ada 1 kunjungan, Mei itu ada 9 kunjungan dan Juni terdapat 3 kunjungan pasien. Semua pasien pengunjung ini berjenis kelamin laki-laki,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Secara rinci, jumlah pasien rawat jalan adiksi judi online di PKJN RS Marzoeki Mahdi berdasarkan usia periode Januari-Juni 2024, antara lain:</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">17-23 tahun: 5 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">25-28 tahun: 6 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">31-42 tahun: 5 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">52-56 tahun: 3 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adapun, jumlah pasien rawat jalan adiksi judi online di PKJN RS Marzoeki Mahdi berdasarkan status pekerjaan periode Januari-Juni 2024, sebagai berikut:</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Karyawan swasta: 1 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mahasiswa: 4 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pelajar: 2 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wiraswasta: 8 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tidak bekerja: 4 orang</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut dr. Noriyu, pasien adiksi judi online yang melakukan kunjungan ke PKJN RS Marzoeki Mahdi di antaranya karena dorongan keluarga. “Ada yang sukarela keluarga mengantar untuk rawat inap. Ada juga yang pasiennya ingin berhenti rawat. Pasien dengan judi online beririsan dengan pemakaian zat,” ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_1081.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkat Candu Judi Online Seperti Zat Adiktif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tingkat-candu-judi-online-seperti-zat-adiktif</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 18:18:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tingkat-candu-judi-online-seperti-zat-adiktif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Juli 2024</p>
<p>Kecanduan judi online membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental. Fenomena ini diklasifikasikan sebagai gangguan mental dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5) sebagai gangguan perjudian (gambling disorder).</p>
<p>Gangguan perjudian ditandai dengan pola perilaku perjudian yang berulang dan terjadi baik secara offline atau online melalui internet. Menurut DSM-5, kriteria diagnostik gangguan ini, di antaranya seseorang akan merasa gelisah dan mudah tersinggung saat mencoba mengurangi atau berhenti bermain judi.</p>
<p>Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) RS Marzoeki Mahdi, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ menyampaikan, gangguan perjudian adalah kondisi ketika perilaku judi sudah menjadi candu dan mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.</p>
<p>“Gangguan perjudian dimasukkan dalam kategori yang sama dengan penggunaan zat. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan banyak kesamaan antara gangguan perjudian dan penggunaan zat,” ujar dr. Nova yang akrab disapa Noriyu di Jakarta, Selasa (9/7).</p>
<p>“Kecanduan judi pun bisa berdampak luas, terutama karena berkaitan dengan uang. Salah satu kriteria diagnostiknya adalah penggunaan uang yang semakin banyak untuk berjudi, terutama judi online.”</p>
<p>Kriteria diagnostik lain dari gangguan perjudian, yakni upaya berulang kali untuk berhenti berjudi yang gagal. Sejalan dengan informasi International Classification of Diseases (ICD) WHO, individu dengan gangguan perjudian sering melakukan upaya yang gagal dalam mengendalikan atau mengurangi perilaku bermain judi secara signifikan.</p>
<p>Individu dengan gangguan perjudian dapat meningkatkan jumlah uang yang dipertaruhkan dari waktu ke waktu untuk mempertahankan atau melampaui kesenangan atau menghindari kebosanan.</p>
<p>“Seseorang yang mengalami gambling disorder dapat menunjukkan gangguan substansial dalam pola makan, tidur, olahraga, dan perilaku terkait kesehatan lainnya yang berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental,” lanjut dr. Noriyu.</p>
<p>Selain itu, individu dengan gangguan perjudian dapat terlibat dalam perilaku curang untuk menyembunyikan kerugian mereka dari orang yang mereka cintai atau berusaha mendapatkan uang untuk membayar utang.</p>
<p>Beberapa individu dengan gangguan perjudian dapat terlibat dalam perilaku perjudian sebagai respons terhadap perasaan depresi, kecemasan, kebosanan, atau kesepian.</p>
<p>Informasi dari ICD WHO juga menyebutkan bahwa gangguan perjudian biasanya terjadi bersamaan dengan gangguan akibat penggunaan zat (disorders due to substance use), gangguan suasana hati (mood disorder), gangguan kecemasan atau gangguan terkait ketakutan (anxiety or fear-related disorders), dan gangguan kepribadian (personality disorder).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_1079.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Upaya Promotif Kesehatan, Kemenkes Jalin Kerja Sama dengan Global Health Strategies</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-upaya-promotif-kesehatan-kemenkes-jalin-kerja-sama-dengan-global-health-strategies</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 09:39:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perkuat-upaya-promotif-kesehatan-kemenkes-jalin-kerja-sama-dengan-global-health-strategies</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menjalin kerja sama dengan Global Health Strategies (GHS) melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pada Selasa (9/7).</p>
<p>GHS merupakan organisasi internasional yang berkontribusi memberikan dukungan dalam analisis kebijakan, advokasi kesehatan, dan komunikasi. Salah satu fokus lembaga yang berkantor pusat di New York ini adalah memberikan edukasi kesehatan melalui berbagai platform, termasuk media sosial.</p>
<p>Kerja sama strategis ini bertujuan mendukung Kemenkes dalam melaksanakan program-program nasional di bidang kesehatan. GHS diharapkan dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan capaian imunisasi rutin dan imunisasi polio di Indonesia, serta mendukung upaya penanganan penyakit menular seperti Tuberkulosis.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Indonesia masih kekurangan dukungan teknis dalam hal promosi kesehatan. Karena itu, Kemenkes ingin meningkatkan kegiatan promosi kesehatan agar masyarakat dapat memahami pentingnya kesehatan dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri.</p>
<p>“Saya tidak ingin hanya membuat program. Saya ingin menciptakan suatu gerakan, di mana setiap orang memilikinya, menjalankannya, dan merasa penting untuk melakukannya.” kata Menkes Budi.</p>
<p>Fokus utama dalam kerja sama ini meliputi riset dan analisis kebijakan, pengembangan pesan dan media komunikasi, penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi, serta pembentukan koalisi, champion building, dan pelibatan masyarakat.</p>
<p>Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan Direktur Operasional Global Health Strategies Hitesh Mahajan. Acara penandatanganan turut disaksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Sekjen Kunta mengatakan, saat ini Kemenkes sedang melakukan transformasi kesehatan, dengan tujuan utama mengubah perspektif masyarakat dari kuratif menjadi promotif dan preventif.</p>
<p>“Kami ingin mendorong promosi kesehatan di masyarakat agar masyarakat lebih mengenal dirinya dan bisa hidup lebih sehat,” ucap Sekjen Kunta.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, Kemenkes RI berharap dapat memproduksi media informasi dan edukasi yang menargetkan penyakit lainnya, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra yang telah mendukung program-program Kemenkes. Selain itu, dengan pengalaman yang dimiliki GHS, diharapkan karya-karya kesehatan dari Indonesia juga dapat lebih diekspos di tingkat global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53846370930_02c70540db_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>AI Mulai Wujudkan Efisiensi Pelayanan Kesehatan Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ai-mulai-wujudkan-efisiensi-pelayanan-kesehatan-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 10 Jul 2024 09:22:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ai-mulai-wujudkan-efisiensi-pelayanan-kesehatan-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan mencoba pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tiga rumah sakit ternama di Indonesia, yakni Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang. Pemanfaatan teknologi AI ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia secara efisien.</p>
<p>Dalam pemanfaatan teknologi AI ini, Kemenkes RI melakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Harrison AI, perusahaan teknologi kesehatan asal Australia, di Kemenkes, Jakarta, Selasa (9/7).</p>
<p>&#8220;Dalam pemanfaatan AI ini, kita melakukan tiga hal. Pertama, CT Scan otak, kita akan memanfaatkan AI ini untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saraf terutama stroke di RSPON. Kedua, untuk RS Kanker Dharmais, kita akan kerja sama terkait pemanfaatan AI dengan radiologi untuk kanker dan patologi anatominya,&#8221; kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Azhar Jaya saat audiensi Harrison AI dengan Kemenkes RI.</p>
<p>Ketiga, yakni Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang akan memanfaatkan AI dalam skrining penyakit tuberkulosis melalui radiologi.</p>
<p>Dr. Azhar menuturkan, perkembangan teknologi AI dengan cepat mendominasi sistem layanan kesehatan. Sistem yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi. Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan AI di beberapa negara yang hasilnya cukup akurat, efisien, dan cepat. Inilah visi yang ingin diwujudkan melalui kerja sama antara Kemenkes dan Horrison AI.</p>
<p>Saat ini, Kemenkes telah memiliki Clinical Research Centre (CRC) yang membawahi Clinical Research Unit/CRU (Unit Penelitian Klinis), yang didirikan di rumah sakit vertikal Kemenkes untuk meningkatkan pelaksanaan penelitian klinis. Unit-unit ini dirancang untuk menstandarkan pelaksanaan penelitian, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, dan memfasilitasi kolaborasi antara rumah sakit dengan stakeholder penelitian.</p>
<p>&#8220;Jadi, kalau misalnya ada mitra kami dari luar negeri ingin menguji klinis, cukup menghubungi CRC kalau bersifat nasional, tetapi juga bisa langsung menghubungi rumah sakit terkait,&#8221; katanya.</p>
<p>Azhar menyatakan, pihaknya akan memperbanyak uji klinis untuk pemanfaatan AI, khususnya terkait penandatangan MoU dengan Harrison AI. Uji klinis dilakukan agar pemanfaatan AI dapat dilaksanakan dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil pemeriksaan CT scan, radiologi, atau patologi anatomi. Apabila hasil uji klinis menunjukkan akurasi yang tinggi, kerja sama dengan Harrison AI akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.</p>
<p>Azhar menegaskan bahwa dalam pemanfaatan AI, keahlian dokter tetap menjadi faktor utama. &#8220;Tentu saja ini tetap memerlukan expertise dari seorang dokter. Tidak bisa kita hanya menyandarkan pada teknologi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Co-Founder dan CEO Harrison AI Dimitry Tran mengatakan, ia sangat merasa terhormat dapat memulai kolaborasi dengan Kemenkes RI untuk mengevaluasi penggunaan AI dalam radiologi dan patologi, khususnya di bidang rontgen dada, CT Scan, otak, dan patologi anatomi.</p>
<p>&#8220;Ini adalah tantangan global. Di Indonesia, hanya ada sekitar enam ahli radiologi untuk 1 juta penduduk. Di Australia, kami memiliki 91 ahli radiologi, untuk 1 juta orang. Jadi, para dokter di Indonesia bekerja sangat keras untuk populasi yang sangat besar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Dimitry, peran AI sebagai asisten dan alat bantu bagi para ahli radiologi akan meningkatkan efisiensi kerja mereka. &#8220;Teknologi kami telah terbukti efektif pada jutaan pasien di Australia, Inggris, Singapura, dan Hong Kong. Kami merasa terhormat diundang untuk berpartisipasi dalam evaluasi ini dan menunjukkan bagaimana AI dapat diintegrasikan dengan sistem yang ada untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,&#8221; jelas Dimitri.</p>
<p>Ia berharap kolaborasi ini dapat berlangsung jangka panjang serta pemanfaatan AI di bidang kesehatan membuahkan hasil yang efisien dan aman.</p>
<p>Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya mewakili Kemenkes RI dan Dimitri Tran selaku Co-Founder dan CEO Harrison AI, dengan disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240710-WA0001-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cerita Orang Tua dari Penderita Jantung Bersyukur Anaknya Jalani Operasi Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/cerita-orang-tua-dari-penderita-jantung-bersyukur-anaknya-jalani-operasi-gratis</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Jul 2024 10:29:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/cerita-orang-tua-dari-penderita-jantung-bersyukur-anaknya-jalani-operasi-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Medan, 9 Juli 2024</p>
<p>Orang tua dari anak-anak penderita penyakit jantung tampak antusias mengikuti proses operasi jantung gratis gelombang kedua. Operasi yang merupakan hasil kerja sama Tim Dokter RSUP Adam Malik, Medan, dan King Salman Relief, berlangsung pada 25 Juni hingga 2 Juli 2024.</p>
<p>Salah satu orang tua pasien, Hindun, mengaku sangat senang ketika mendengar informasi tentang kedatangan dokter-dokter dari Arab Saudi ke Medan. Bagi Hindun, ini adalah kesempatan besar bagi anaknya yang menderita bocor jantung dan cacat jantung untuk segera mendapatkan penanganan.</p>
<p>Hindun menjelaskan, anaknya, Arshifa, telah menunjukkan gejala sesak napas sejak usia 3 bulan. Namun, Arshifa baru mendapatkan diagnosis lengkap saat usianya 16 bulan ketika diperiksa di RSUP Adam Malik.</p>
<p>“Di Januari, Arshifa dikateterisasi sekalian pasang ring untuk menutup yang bocor. Saya kira sudah tidak bedah lagi, tidak ke Jakarta lagi, ternyata harus ke Jakarta untuk pembedahan,” terang Hindun.</p>
<p>Setelah pemasangan ring, Hindun tidak melanjutkan pengobatan Arshifa di Jakarta seperti yang disarankan dokter karena keterbatasan biaya. Ia memilih untuk melanjutkan pengobatan Arshifa di Medan.</p>
<p>“Kami berbicara ke dokter poli, kalau harus ke Jakarta kami mundur dulu karena mau ngumpulin biaya juga. Kami sempat bimbang juga karena Arshifa tidak bisa ditangani disini (Adam Malik), alatnya tidak ada, yang ada hanya di Harapan Kita dan RSCM,” ucapnya.</p>
<p>Setelah menanti selama 5 bulan, akhirnya pada 25 Juni lalu, Arshifa dioperasi dan saat ini sedang menjalani masa pemulihan.</p>
<p>“Saya senang Arshifa sudah dioperasi dokter Arab, tidak harus pergi jauh-jauh ke Jakarta. Karena walaupun saya orang Medan, biaya sana-sini seperti susu dan popok juga lumayan, jadi saya sangat bersyukur sekali,” katanya.</p>
<p>Rasa syukur dan terima kasih juga disampaikan Juliarni Hasibuan, orang tua dari salah satu pasien operasi jantung gratis. Ia mengaku lega anaknya telah berhasil menjalani operasi pada tanggal 25 Juni lalu saat usianya 3 tahun 9 bulan. Saat ini, pasiennya sedang menjalani masa pemulihan.</p>
<p>“Saya lega, semoga ini operasi yang pertama dan terakhir, jangan sampai operasi lagi,” harapnya.</p>
<p>Setelah dioperasi, Juliarni berharap buah hatinya dapat segera sembuh dan menjalani aktivitas seperti anak pada umumnya.</p>
<p>“Semoga penyakitnya hilang dan dia bisa kayak anak-anak yang lain, jangan seperti kemarin dikit-dikit bermain capek, kasihan saya lihatnya, jadi saya kurung saja di rumah,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Tim Dokter Arab Saudi yang dipimpin oleh dr. Abdulrahman Redhyan mengungkapkan rasa sukacitanya atas kesempatan datang ke Indonesia dan membantu banyak pasien anak dengan penyakit jantung untuk sembuh.</p>
<p>“Kita bisa lihat mereka sudah tersenyum kembali, saya pikir itu karena mereka akhirnya terlepas dari rasa sakit yang selama ini mereka rasakan,” terangnya.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai pengalamannya menangani kasus penyakit jantung di Indonesia, dr. Abdulrahman mengatakan, secara keseluruhan, kasus-kasus yang ia temukan selama di Indonesia hampir sama dengan di Arab Saudi.</p>
<p>Namun, menurutnya, hal yang membedakan adalah waktu penanganan yang sedikit lebih lama di Indonesia. Hal ini karena tidak semua daerah memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang sama memadai.</p>
<p>“Kebanyakan kasus yang kita temukan hampir sama di setiap daerah. Tapi, satu hal yang kami temukan mereka sedikit lama untuk ditangani, mereka mungkin bisa ditangani lebih cepat kalau punya fasilitas (kesehatan), tapi kami bersyukur mereka tetap hidup, jadi kami punya kesempatan untuk membantunya,” katanya.</p>
<p>Kepala Ruangan Kamar Operasi Jantung Pusat Jantung Terpadu RS Adam Malik Saberina Ketaren, S.Kep, Ners menilai, kedatangan dokter Arab Saudi tidak hanya membantu dalam melakukan operasi, tetapi juga membawa wawasan baru bagi para dokter terkait penanganan bedah jantung.</p>
<p>“Ada sedikit perbedaan teknik kerja Tim Perkusi dari Arab Saudi dan anastesi, untungnya tim Arab Saudi memberikan transfer ilmu yang baik kepada tim dokter RSUP Adam Malik,” katanya.</p>
<p>Dengan dampak positif ini, dia optimistis, kedatangan dokter asing akan meningkatkan kualitas bedah jantung di Indonesia, khususnya di RSUP Adam Malik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/9cd1d1d6-a1b7-45c7-a320-4dbdb814bf2b.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes-ECRI Teken Kerja Sama Tingkatkan Pengadaan Barang dan Jasa Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ecri-teken-kerja-sama-tingkatkan-pengadaan-barang-dan-jasa-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Jul 2024 08:16:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ecri-teken-kerja-sama-tingkatkan-pengadaan-barang-dan-jasa-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 9 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem katalog elektronik sektoral untuk komoditas sediaan farmasi dan alat kesehatan, berkomitmen melaksanakan pengadaan barang/jasa nasional dengan baik sesuai dengan amanat Keputusan Kepala LKPP nomor 121 tahun 2023.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Emergency Care Research Institute (ECRI) Asia Pasifik, sebuah organisasi nirlaba independen asal Amerika Serikat yang bertujuan meningkatkan keamanan, kualitas, dan efektivitas biaya perawatan di seluruh rangkaian layanan kesehatan.</p>
<p>Kerja sama kedua pihak diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan President and Chief Executive Officer of ECRI Marcus Schabacker. Penandatanganan MoU ini disaksikan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta pada Selasa (9/7).</p>
<p>Sekjen Kunta menjelaskan, penandatanganan MoU ini bertujuan meningkatkan layanan konsultasi ECRI kepada Kemenkes RI dalam melakukan evaluasi pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan.</p>
<p>“Sebenarnya tidak hanya barang dan jasa, kami juga ingin melihat dari hulu ke hilir, dari sejak manajemen rumah sakit sampai harga untuk alat kesehatan, sehingga kami bisa mendapatkan harga yang lebih baik dan digunakan dengan tepat,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Lebih lanjut, ia memaparkan, kerja sama ini memungkinkan ECRI membantu Kemenkes dalam melakukan kurasi dan negosiasi pengadaan alat kesehatan sebelum produk-produk tersebut tayang di sistem katalog elektronik.</p>
<p>Proses kurasi dilakukan dengan mengacu pada sistem database milik ECRI yang telah dikumpulkan dari seluruh dunia. ECRI telah digunakan di berbagai negara, seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Amerika Serikat.</p>
<p>Melalui kolaborasi ini, diharapkan produk-produk kesehatan yang tayang pada sistem katalog elektronik adalah produk yang memiliki standar dan sesuai dengan kebutuhan setiap fasilitas kesehatan, serta menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Sekjen Kunta menyampaikan, Kemenkes saat ini telah memanfaatkan sistem database ECRI. Dalam pemanfaatan itu, sedang dilakukan proses evaluasi terhadap 15 alat kesehatan dari 50 alat kesehatan yang direncanakan untuk di-sounding.</p>
<p>Di sisi lain, Marcus Schabacker mengatakan, ECRI senang bermitra dengan Kemenkes RI. Ia menuturkan, ini bukan pertama kalinya ECRI bekerja sama dengan Kemenkes RI. Sebelumnya, ECRI telah aktif membantu Kementerian Kesehatan dalam proyek Indonesia Health Strengthening System (IHSS) atau “SiSoIn”.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/d52b5e0f-3520-4d67-b77d-20e91d50ca88.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Specific Procurement Notice (SPN) Procurement of Radiography Equipment</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice-spn-procurement-of-radiography-equipment</link>				
         <pubDate>Thu, 04 Jul 2024 12:41:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/specific-procurement-notice-spn-procurement-of-radiography-equipment</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Specific Procurement Notice</strong><br />
<strong>Request for Bids</strong><br />
<strong>Goods</strong><br />
<strong>(Two-Envelope Bidding Process)</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Country</strong>  : Indonesia<br />
<strong>Name of Project</strong>  : Indonesia Health Systems Strengthening Project<br />
<strong>Contract Title</strong>  : Procurement of Radiography Equipment<br />
<strong>Loan No</strong> : 9626-ID (IBRD), P000787 (AIIB)<br />
<strong>RFB Reference No</strong> : ID-PMU SIHREN-395632-GO-RFB</p>
<p style="text-align: left;">1. The Government of Indonesia has applied for joint co-financing from the World Bank and Asian Infrastructure Investment Bank toward the cost of the Indonesia Health Systems Strengthening Project and intends to apply part of the proceeds toward payments under the contract for <em>Procurement of Radiography Equipment</em>. For this contract, the Borrower shall process the payments using the Direct Payment disbursement method, as defined in the World Bank’s Disbursement Guidelines for Investment Project Financing, except for those payments, which the contract provides to be made through letter of credit.</p>
<p style="text-align: left;">2. The Ministry of Health (MoH) now invites sealed Bids from eligible Bidders for Procurement of Radiography Equipment for 9 units that will be delivered, installed at several location including training, operational support and maintenance services. The expected delivery schedule shall be within 2 years after the contract signing date.<br />
3. Bidding will be conducted through international competitive procurement using a Request for Bids (RFB) as specified in the World Bank’s “Procurement Regulations for IPF Borrowers” of September 2023 (“Procurement Regulations”), and is open to all eligible Bidders as defined in the Procurement Regulations.</p>
<p style="text-align: left;">4. Interested eligible Bidders may obtain further information from Procurement Committee6 &#8211; IHSS, MoH through email at pc6_ihss@kemkes.go.id and inspect the bidding document during office hours at 09.00 to 16.00 local time (Western Indonesia Time) at the address given below.</p>
<p style="text-align: left;">5. The bidding document in English can be sent to the interested eligible Bidders upon the submission of a written application to pc6_ihss@kemkes.go.id. No payment is needed for the bidding documents. The electronic version of the bidding documents can be downloaded from the following website: https://ihss.kemkes.go.id.</p>
<p style="text-align: left;">6. A pre-bid meeting will take place in hybrid mode at the following date and time:<br />
Date : July 17, 2024<br />
Time : 09.00 AM local time (Western Indonesia Time)<br />
Zoom link :  https://link.kemkes.go.id/PreBidRadiographyEquipment</p>
<p style="text-align: left;">7. Bids must be delivered to the Purchaser’s address below before August 15, 2024 at 10:00 AM Western Indonesia Time. Late Bids will be rejected. The outer Bid envelopes marked “ORIGINAL BID”, and the inner envelopes marked “TECHNICAL PART” will be publicly opened in the presence of the Bidders’ designated representatives and anyone who chooses to attend, at the address below on August 15, 2024 at 10:30 AM Western Indonesia Time. All envelopes marked “FINANCIAL PART” shall remain unopened and will be held in safe custody of the Purchaser until the second public opening.</p>
<p style="text-align: left;">8. All Bids must be accompanied by a Bid Securing Declaration.</p>
<p style="text-align: left;">9. Attention is drawn to the Procurement Regulations requiring the Borrower to disclose information on the successful bidder’s beneficial ownership, as part of the Contract Award Notice, using the Beneficial Ownership Disclosure Form as included in the bidding document.</p>
<p style="text-align: left;">10. The address referred to above is:</p>
<p style="text-align: left;">Procurement Committee 6 &#8211; IHSS, Ministry of Health Republic of Indonesia<br />
Prof. Dr. Sujudi Building 14th Floor<br />
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Jakarta 12950<br />
Telp :+62 21 52921482 ext 1233 and 1360<br />
Email address for correspondences: pc6_ihss@kemkes.go.id</p>
<p><a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/Specific-Procurement-Notice-SPN-Procurement-of-Radiography-Equipment.pdf">Specific Procurement Notice (SPN) Procurement of Radiography Equipment</a></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Placeholder-Artikel-01.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Menyapa Jamaah: Poli Risti Berat untuk Deteksi Dini Kegawatdaruratan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-menyapa-jamaah-poli-risti-berat-untuk-deteksi-dini-kegawatdaruratan</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Jul 2024 11:08:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-menyapa-jamaah-poli-risti-berat-untuk-deteksi-dini-kegawatdaruratan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 29 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah berinovasi untuk melakukan deteksi dini potensial kegawatan pada jamaah haji saat persiapan menuju Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Inovasi ini menyusul peningkatan angka kematian dan kesakitan pada jamaah haji tahun 1445 H/2024 M. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Peningkatan angka kematian dan kesakitan didominasi dengan keluhan penyakit jantung, penyakit paru serta penyakit dalam lainnya. Menjelang pelaksanaan puncak haji di Armuzna, KKHI Makkah mengadakan poli risti deteksi dini kegawatdaruratan di 11 sektor pada 29 Mei hingga 8 Juni 2024. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Para dokter spesialis di KKHI Makkah, menyiapkan perangkat untuk dapat memudahkan sejawat Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan tim sektor maupun kloter untuk dapat mengidentifikasi hal-hal potensial yang mengakibatkan kegawatan,” kata Dr.dr. Siti Chandra Widjanantie, SpKFR(K), FAPSR, FISQua, selaku penanggung jawab Poli Risti KKHI Makkah 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">dr. Chandra menjelaskan, tim dokter spesialis jantung menetapkan PTP scoring yang dapat diakses di tautan </span><a href="https://www.qxmd.com/calculate/calculator_287"><span style="font-weight: 400;">https://www.qxmd.com/calculate/calculator_287</span></a><span style="font-weight: 400;">. PTP scoring ini dapat digunakan sebagai metode cepat untuk menilai kondisi potensial kegawatan akibat sistem kardiovaskular.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika hasil skoring dari clinical model di atas 15, dilakukan pemeriksaan rekam jantung (EKG, Elektrokardiografi). Jika ada kelainan, pasien harus segera dirujuk. Jika tidak ada keluhan, dilakukan observasi. Pasien akan mendapatkan prioritas perhatian jika mengalami keluhan baru khas jantung, karena potensial kegawatan akibat jantungnya tinggi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, dr. Chandra menjelaskan, dokter spesialis paru menggunakan kriteria GOLD 2024 untuk kegawatan paru akibat PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) yang kambuh. Kriteria tersebut meliputi skala MMRC lebih dari dua (pasien tidak mampu berjalan terus menerus, lekas lelah bila berjalan, atau harus berhenti untuk tarik napas bila naik tangga).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut dr. Chandra, Kriteria kehati-hatian pada kasus paru juga diterapkan apabila ada riwayat sesak dalam setahun terakhir, saturasi oksigen kurang dari atau sama dengan 88%, frekuensi pernapasan kurang dari 24 kali per menit, dan denyut nadi kurang dari 95 kali per menit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dokter spesialis penyakit dalam mengajukan kriteria modifikasi dari KMK 2118 tahun 2023 dengan menambahkan beberapa indikator, yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 180 mmHg, gula darah puasa lebih dari 180 mmHg, komplikasi diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, keganasan stadium lanjut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Apabila parameter yang diminta dari tim dokter spesialis jantung, paru dan penyakit dalam tadi diterapkan pada jamaah haji, maka akan memudahkan bagi tim dokter kloter (TKHK), tim TEMS sektor serta KKHI untuk memonitor kondisi potensial kegawatan pada jamaah haji berisiko tinggi,,” kata dr. Chandra. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia menambahkan, kegawatan pada jamaah haji berisiko tinggi yang dimaksud dalam hal jantung, paru dan penyakit dalam pada kelompok pasien risiko tinggi tersebut. “Hal ini untuk mempercepat mitigasi dengan deteksi dini dan tata laksana rujukan yang optimal untuk menyelamatkan nyawa dan menjaga istitha&#8217;ah jamaah haji hingga usai rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air,” kata dr. Chandra.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-01-at-13.38.55.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jelang Kepulangan Jemaah Haji, Tim Promkes Ingatkan Tetap Jaga Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-kepulangan-jemaah-haji-tim-promkes-ingatkan-tetap-jaga-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Jul 2024 11:01:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-kepulangan-jemaah-haji-tim-promkes-ingatkan-tetap-jaga-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 30 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Proses pemulangan jemaah haji Indonesia sudah berlangsung sejak 22 Juni 2024, hingga 29 Juni 2024. Jemaah haji yang telah kembali ke tanah air berjumlah 58.894 orang, tergabung dalam 149 kelompok terbang. Sementara itu, jemaah haji yang wafat berjumlah 324 orang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sambil menunggu jadwal kepulangan, tim promosi kesehatan KKHI Makkah tetap memberikan penyuluhan kepada jemaah haji yang masih berada di penginapan. Pada 29 Juni 2024, penyuluhan diberikan kepada jemaah haji kloter BPN 10 dan KNO 25 di Hotel Lolot Ajiadz 1104, ba&#8217;da subuh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu tim promkes, Harun Al Rasyid Sulaiman, mengingatkan jemaah haji untuk tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung dan alas kaki saat melakukan kegiatan sunnah seperti berziarah. Ia juga berpesan agar jemaah haji tidak lupa minum air putih dan tidak menunggu haus baru minum.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Harun mengatakan, jemaah haji juga harus memberitahukan petugas puskesmas bahwa mereka baru saja kembali dari menunaikan ibadah haji. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dari luar negeri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Jemaah yang akan pulang ke Indonesia jika sudah sampai rumah mengalami demam, sesak nafas, nyeri tenggorokan, mual, muntah, diare serta kaku kuduk dalam rentang waktu 21 hari sejak kedatangan segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas. Jangan lupa kepada petugas puskesmas disampaikan bahwa baru kembali dari menunaikan ibadah haji,&#8221; kata Harun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro Susilo mengingatkan, jemaah haji yang telah kembali ke Indonesia akan dipantau kesehatannya selama 21 hari oleh dinas kesehatan setempat. “Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan agar segera melapor ke faskes setempat,” imbau Kapus Liliek.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jemaah haji juga diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) setibanya di kampung halaman dan selama proses pemantauan kesehatan. Hal ini termasuk istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebersihan diri. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-01-at-13.41.10.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>2 RS terima Sertifikat CPOB Unit Pengelolaan Darah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/2-rs-terima-sertifikat-cpob-unit-pengelolaan-darah</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Jul 2024 10:57:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/2-rs-terima-sertifikat-cpob-unit-pengelolaan-darah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Juli 2024</p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus gencarkan implementasi transformasi kesehatan, termasuk mendorong ketahanan sektor kefarmasian dalam negeri melalui pemenuhan fraksionasi plasma yang dibutuhkan untuk memproduksi produk obat derivat plasma (PODP) yang selama ini masih bergantung pada impor.</p>
<p>Fraksionasi plasma adalah pemilahan plasma dari hasil pengolahan darah termasuk darah donor. Plasma yang dihasilkan untuk fraksionasi untuk kemudian diolah menjadi PODP seperti albumin, Intravenous immuniglobulin (IVIg) dan faktor VIII yang digunakan dalam berbagai pengobatan.</p>
<p>Pertama, Albumin digunakan untuk mengobati atau mencegah syok pada pasien dengan luka parah, sakit parah, sepsis, pasien penyakit hati yang berat, pendarahan, operasi atau terbakar.</p>
<p>Pada kondisi tersebut, pemberian infus albumin diperlukan untuk meningkatkan kadar albumin di dalam darah. Sehingga keseimbangan cairan di dalam tubuh akan membaik dan pasien bisa pulih.</p>
<p>Selain itu albumin diberikan sebagai pengobatan gagal hati akut, penyakit kuning pada bayi baru lahir (hiperbilirubinemia neonatal), atau pasien sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).</p>
<p>Kedua, intravenous Immunoglobulin (IVig) digunakan untuk penanganan terhadap berbagai kondisi imunodefisiensi dan sejumlah kondisi lainnya yang berkaitan dengan lemahnya pertahanan tubuh seperti pada kondisi autoimun, infeksi, dan inflamasi, salah satunya digunakan saat penanganan kasus COVID berat.</p>
<p>Ketiga, faktor VIII untuk pengobatan terhadap pasien hemofilia (kelainan pembekuan darah), digunakan mendukung pembentukan bekuan darah yang normal dan mencegah pendarahan berlebih.</p>
<p>Kebutuhan albumin sebagai salah satu produk obat derivat plasma di Indonesia terus meningkat dari sekitar 464 ribu vial di tahun 2019 menjadi 781 ribu vial di tahun 2023, dimana untuk memproduksinya diperlukan sekitar 650 ribu liter plasma.</p>
<p>Pemenuhan kebutuhan plasma untuk fraksionasi harus diperoleh dari bank plasma atau Unit pengelola darah (UPD) yang telah memenuhi standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) sebagai jaminan mutu atas plasma yang dihasilkan. Semakin banyak UPD yang telah memenuhi standar CPOB diharapkan dapat memenuhi kebutuhan plasma sebagai bahan baku produk obat derivat plasma, dan pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor produk fraksionasi plasma.</p>
<p>Dengan diserahkannya Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Fatmawati dan Rumah Sakit Kariadi, maka kedua rumah sakit tersebut diharapkan dapat meningkatkan volume plasma untuk kebutuhan dalam negeri.</p>
<p>Penyerahan sertifikat tersebut disaksikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan Plt. Kepala BPOM L. Rizka Andalucia pada Senin (1/7/2024).</p>
<p>Sertifikat CPOB untuk UPD RSUP Fatmawati dan RSUP Dr. Kariadi terbit pada tanggal 2 Juni dan 30 Juni 2024. Dengan penambahan ini, terdapat total tiga UPD RS yang tersertifikasi CPOB, sehingga total terdapat 22 UPD tersertifikasi CPOB di Indonesia dan memenuhi persyaratan untuk mensuplai plasma untuk fraksionasi.</p>
<p>Sebagai rumah sakit percontohan yang ditunjuk oleh Kemenkes pada 2009, Unit Pengelola Darah (UPD) Rumah Sakit Fatmawati, yang sebelumnya dikenal sebagai Unit Transfusi Darah (UTD), telah mendapatkan perizinan sebagai UPD kelas madya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembentukan UPD bertujuan memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit sebagai salah satu modalitas terapi bagi pasien.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan target agar dalam satu tahun ini seluruh rumah sakit vertikal, yang berjumlah 33, dan RSUD provinsi bisa mendapat sertifikat CPOB. Selain itu, rumah sakit tingkat kabupaten/kota minimal dapat mengumpulkan darah secara mandiri.</p>
<p>“BPOM jangan bangga dulu, ini kita masih ada sisa 30 rumah sakit, kita targetkan dalam satu tahun ini semoga semua rumah sakit vertikal yang berjumlah 33 sudah dapat CPOB,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, saat ini kebutuhan darah mencapai 5,2 juta kantong, tetapi hanya tersedia 4,2 juta kantong, sehingga masih terdapat kekurangan 1 juta kantong. Kebutuhan plasma mencapai 350 ribu liter, dan baru dapat terpenuhi sebanyak 145 ribu liter.</p>
<p>“Jadi kita usahakan semua rumah sakit vertikal sudah dapat CPOB dari BPOM dan itu juga harus menjadi targetnya BPOM, BPOM jangan nunggu aja dong, harus jemput bola,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada dua rumah sakit yang baru saja menerima sertifikat CPOB UPD.</p>
<p>Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPOM L. Rizka Andalucia menyampaikan, penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam pengolahan darah sangatlah penting. Hal ini untuk menjamin mutu, kualitas, dan keamanan produk darah yang akan ditransfusikan kepada pasien maupun plasma yang akan diolah menjadi bahan baku obat derivat plasma.</p>
<p>“Jadi, penting sekali jaminan mutu di setiap tahapan. Nah, RSUP Fatmawati, RSUP Kariadi, RSUP Sardjito telah menerapkan ini dan didukung oleh sistem informasi yang baik,” ujar Rizka</p>
<p>Rizka menjelaskan proses tahapan yang perlu dilalui untuk mendapatkan sertifikasi GMP dan menekankan pentingnya penerapan GMP di UPD.</p>
<p>“Supaya kita tahu pendonornya siapa, back-nya yang mana. Kita tahu sampai nanti jadi bahan bakunya disimpan sekitar dua tahun sebelum diproduksi plasmanya itu,” kata Rizka.</p>
<p>Direktur RSUP Fatmawati Dr. Mohammad Syahril mengatakan, dengan sertifikasi CPOB, jenis layanan di UPD RSUP Fatmawati terjamin aman dan bermutu. RSUP Fatmawati juga dapat meningkatkan layanannya, yakni memproduksi dan memisahkan plasma yang akan diolah lebih lanjut menjadi albumin.</p>
<p>“Produksi albumin lokal sangat penting mengingat saat ini Indonesia masih mengimpor albumin dari luar negeri. Produksi albumin lokal melalui CPOB UPD RS dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan ketahanan kesehatan nasional,” kata Dirut Dr. Mohammad Syahril.</p>
<p>Dr. Syahril berharap UPD RS Fatmawati dapat terus meningkatkan produksinya. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal RSUP Fatmawati, tetapi juga dapat bekerja sama dengan rumah sakit lain dalam memenuhi kebutuhan darah dan bekerja sama dengan perusahaan untuk memproduksi plasma yang diolah menjadi albumin.</p>
<p>Penyerahan sertifikat CPOB ini dilaksanakan di RSUP Fatmawati pada Senin (1/7/2024). Pada kegiatan ini juga diresmikan gedung Cancer Center yang diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kanker dalam rangka transformasi layanan rujukan di RSUP Fatmawati.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-01-at-13.23.44.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Imunisasi Tidak Merusak Sel dan DNA</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-tidak-merusak-sel-dan-dna</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Jul 2024 22:52:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-tidak-merusak-sel-dan-dna</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Juli 2024</p>
<p>Sebuah video menyampaikan informasi keliru tentang bahaya imunisasi bagi anak-anak beredar di media sosial baru-baru ini. Narasi dalam video tersebut menyebutkan, imunisasi dapat merusak sel dan DNA, sehingga menyebabkan penyakit autoimun, meningitis, dan penyakit lainnya.</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine, M.K.M. menegaskan, narasi dalam video tersebut sangat keliru dan menyesatkan. Ia mengimbau masyarakat untuk mencari informasi yang valid dari sumber terpercaya, seperti situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC).</p>
<p>“Narasi ini sangatlah salah. Imunisasi tidak dapat merusak sel dan DNA. Kami menyarankan masyarakat untuk mencari informasi yang benar dari website Kemenkes, WHO, CDC,” tegas Prima di Jakarta, ditulis Selasa (2/7).</p>
<p>Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.Trop.Paed. menambahkan, narasi tentang kerusakan sel dan DNA akibat imunisasi sudah lama beredar. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan imunisasi dengan kerusakan sel dan DNA, penyakit autoimun, maupun meningitis.</p>
<p>“Isu ini sudah ada sejak tahun 2002, dan sampai saat ini belum ada bukti yang mengaitkan kerusakan DNA, autoimun dan meningitis dengan vaksinasi yang diberikan,” tambah Prof. Hindra.</p>
<p>Faktanya, imunisasi adalah upaya pemberian vaksin untuk melindungi seseorang dari penyakit tertentu dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit menular pada masa mendatang. Imunisasi tidak hanya melindungi individu dari serangan penyakit serius, tetapi juga melindungi masyarakat dengan membantu membangun kekebalan komunitas dan meminimalkan penyebaran penyakit.</p>
<p>Kemenkes RI telah menekankan bahwa imunisasi tepat waktu pada masa anak-anak sangat penting. Hal ini karena imunisasi membantu memberikan kekebalan sebelum anak-anak terpapar penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Selain itu, vaksin yang diberikan telah teruji aman dan efektif untuk anak-anak pada usia yang direkomendasikan.</p>
<p>Efek samping imunisasi yang umum terjadi adalah nyeri, demam, atau sakit kepala. Efek samping ini dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Akan tetapi perlu diingat bahwa KIPI tidak selalu terjadi dan manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.</p>
<p>Imunisasi juga membantu mengurangi kecemasan orang tua terhadap penyakit berbahaya dan menular pada anak-anak. Dengan imunisasi, orang tua dapat merasa lebih yakin bahwa anak-anak mereka akan tumbuh kembang dengan sehat dan aman. Beberapa penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi antara lain hepatitis B, tuberkulosis (TB), tetanus, difteri, pertusis, polio, meningitis, pneumonia, campak, dan rubella.</p>
<p>Selamatkan Jutaan Nyawa</p>
<p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), imunisasi adalah upaya untuk mengurangi risiko tertular penyakit dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh alami untuk membangun perlindungan. Saat seseorang menerima vaksin, sistem kekebalan tubuh akan merespons dan membentuk kekebalan terhadap penyakit.</p>
<p>Sebuah penelitian yang berjudul &#8220;Contribution of vaccination to improved survival and health: modelling 50 years of the Expanded Programme on Immunization&#8221; yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2 Mei 2024 mengungkapkan bahwa upaya imunisasi global telah menyelamatkan sekitar 154 juta nyawa. Angka itu setara dengan 6 nyawa setiap menit setiap tahunnya selama 50 tahun terakhir.</p>
<p>Sebagian besar nyawa yang terselamatkan, yaitu 101 juta, adalah nyawa bayi. Penelitian yang dipimpin oleh WHO ini menunjukkan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan terpenting untuk memastikan anak-anak dapat menjalani hidup sehat hingga dewasa.</p>
<p>Penelitian ini juga menunjukkan bahwa vaksinasi campak memiliki dampak paling signifikan dalam mengurangi angka kematian bayi. Vaksin ini telah menyelamatkan 60% nyawa bayi dan kemungkinan besar akan tetap menjadi kontributor utama dalam mencegah kematian di masa depan.</p>
<p>Selama 50 tahun terakhir, pemberian vaksin terhadap 14 penyakit telah dilakukan, yaitu difteri, haemophilus influenzae tipe B, hepatitis B, ensefalitis Jepang, campak, meningitis A, pertusis, penyakit pneumokokus invasif, polio, rotavirus, rubella, tetanus, tuberkulosis, dan demam kuning. Upaya ini berkontribusi langsung terhadap penurunan kematian bayi sebesar 40% secara global, dan lebih dari 50% di Afrika.</p>
<p>Program imunisasi telah menjadi landasan layanan kesehatan primer di masyarakat dan negara karena jangkauan dan cakupannya yang luas. Program imunisasi tidak hanya memberikan kesempatan untuk vaksinasi, tetapi juga memungkinkan tersedianya layanan penyelamatan jiwa lainnya, termasuk dukungan nutrisi, pencegahan tetanus pada ibu, pemeriksaan penyakit, dan perlindungan terhadap keluarga dari penyakit seperti malaria.</p>
<p>Melindungi dari Penyakit Berbahaya</p>
<p>Di Indonesia, imunisasi merupakan bagian dari program kesehatan masyarakat. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pasal 44 UU Kesehatan menyatakan, pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan imunisasi bagi bayi dan anak.</p>
<p>Setiap bayi dan anak berhak memperoleh imunisasi untuk memperoleh perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sayangnya, narasi keliru yang menyebutkan bahwa UU Kesehatan telah mencabut informed consent untuk imunisasi beredar di media sosial. Narasi keliru itu menyebutkan bahwa imunisasi dianggap sebagai bentuk pemaksaan kepada masyarakat.</p>
<p>Menanggapi narasi tersebut, Direktur Pengelolaan Imunisasi dr. Prima Yosephine, M.K.M. menjelaskan, imunisasi adalah program kesehatan masyarakat yang bertujuan melindungi seluruh warga negara dari penyakit berbahaya.</p>
<p>“Imunisasi adalah hak setiap anak. Dengan demikian, imunisasi merupakan kewajiban bagi negara, keluarga dan masyarakat untuk memberikan hak anak tersebut,” jelasnya.</p>
<p>“Pemberian imunisasi sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat tidak memerlukan informed consent perseorangan. Namun, sebelum pemberian imunisasi, orangtua atau sasaran imunisasi diberikan informasi yang jelas terkait imunisasi yang akan didapatkan.”</p>
<p>WHO merekomendasikan imunisasi untuk semua orang, mulai dari bayi hingga lansia. “Imunisasi adalah komponen kunci dari layanan kesehatan primer dan merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat disangkal (indisputable human right),” sambung Prima.</p>
<p>Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed. menambahkan, program imunisasi nasional tidak memerlukan informed consent individual karena telah disosialisasikan secara luas dan bertujuan melindungi anak-anak penerus bangsa agar terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menimbulkan wabah.</p>
<p>&#8220;UU Kesehatan kita mewajibkan negara untuk melindungi masyarakatnya. Jadi, imunisasi bukan pemaksaan, melainkan kebutuhan bangsa agar generasi penerus kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,&#8221; jelas Prof. Hindra.</p>
<p>“Tidak ada unsur pemaksaan karena tidak ada sanksinya.”</p>
<p>Menurut Prof. Hindra, narasi yang menganggap imunisasi sebagai bentuk pemaksaan menunjukkan ketidakpahaman terhadap konsep pencegahan penyakit. Padahal, imunisasi memberikan perlindungan, seperti halnya pemberian vaksin COVID-19 yang bertujuan untuk mencapai kekebalan kelompok.</p>
<p>“Sudah ada contoh nyata manfaat imunisasi saat pandemi COVID-19, tentunya itu tidak terbantahkan,” pungkas Prof. Hindra.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/af7048c2-8387-45a6-8aba-e845ea62b5bb.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Butuh Talenta Cerdas Kreatif untuk Lanjutkan Transformasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-butuh-talenta-cerdas-kreatif-untuk-lanjutkan-transformasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Jul 2024 07:02:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-butuh-talenta-cerdas-kreatif-untuk-lanjutkan-transformasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Juli 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menyelenggarakan program Kemenkes Goes to Campus untuk mengajak lulusan perguruan tinggi bergabung dengan Kemenkes. Pada penyelenggaraan kedua, Kemenkes menyambangi Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta, pada Senin (1/7). </p>
<p>Kemenkes Goes to Campus bertujuan menjaring lulusan perguruan tinggi terbaik untuk bergabung dengan Kemenkes dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Total ada 18 kampus yang menjadi tempat pelaksanaan Kemenkes Goes to Campus, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Bina Nusantara (Binus), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Trisakti, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (Unud), Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas (Unand), Universitas Pelita Harapan (UPH).</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia akan menjadi negara maju, atau mencapai Indonesia Emas 2045 dengan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Kemenkes Goes to Campus hadir untuk mencari talenta muda yang cerdas dan kreatif di perguruan tinggi untuk bersama-sama membangun masa depan tersebut.</p>
<p>&#8220;Negara maju karena orang-orangnya bagus (cerdas, kreatif). Orang bagus dipilih sejak awal. Saya tahu orang terbaik Indonesia ada di Binus makanya saya mesti ajak,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja sama berkolaboratif. Untuk itu, Kemenkes ingin menggandeng Binus untuk menjalin kerja sama dalam berbagai bidang ilmu demi mencapai tujuan bersama, yaitu terwujudnya Indonesia yang lebih sehat.</p>
<p>Saat ini, Kemenkes membutuhkan ribuan talenta yang cerdas dan kreatif untuk melanjutkan transformasi kesehatan yang telah dicanangkan. Kemenkes membuka peluang luas bagi para lulusan terbaik untuk bergabung dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita mulia ini.</p>
<p>&#8220;Cita-cita Indonesia Emas 2045 sudah semakin dekat dengan visi masa depan gemilang saya optimistis kita akan mampu menggapainya asalkan Kalian mau bantuin saya,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menekankan bahwa prioritas ketika bekerja bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat luar biasa kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Kesempatan untuk melayani masyarakat dan memberikan manfaat yang luar biasa di bidang kesehatan terbuka lebar di Kemenkes. Selain itu, bekerja di Kemenkes membuka peluang belajar dengan mendapatkan beasiswa di dalam dan luar negeri.</p>
<p>&#8220;Di Kemenkes kita kerja bukan untuk diri sendiri tapi memberi manfaat. Ada kepuasan yang bisa dipenuhi bukan dengan uang. Kita melayani manusia dari sisi kesehatan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/53826577762_2688383e87_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>12 Peneliti dari 9 Negara OKI Belajar Vaksin di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/12-peneliti-dari-negara-oki-belajar-vaksin-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Mon, 01 Jul 2024 21:26:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/12-peneliti-dari-negara-oki-belajar-vaksin-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Juli 2024</p>
<p>Indonesia kembali menjadi tuan rumah Program Fellowship Penelitian dan Pelatihan bidang Virologi dan Teknologi Vaksin. Program ini ditujukan bagi para peneliti dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Islam (OKI) yang ingin mempelajari teknologi pembuatan vaksin.</p>
<p>Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah program fellowship ini merupakan kali ketiga, setelah kesuksesan penyelenggaraan gelombang pertama dan kedua pada 2022 dan 2023.</p>
<p>Program fellowship batch 3 akan berlangsung selama 1 bulan, mulai 1 Juli hingga 29 Juli 2024, di dua kota, yaitu Jakarta dan Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 12 peserta dari 9 negara anggota OKI yang mengikuti program ini, yaitu Indonesia, Kamerun, Kazakhstan, Malaysia, Mesir, Pakistan, Somalia, Tanzania, dan Uganda.</p>
<p>Acara pembukaan (opening ceremony) Program Fellowship Penelitian dan Pelatihan Teknologi Virologi dan Vaksin Batch ke-3 diselenggarakan di Jakarta, Senin (1/7). Acara ini berlangsung bersamaan dengan Workshop Vaksin dan Virologi yang terbuka untuk diikuti secara daring oleh seluruh peneliti dan masyarakat umum di negara-negara anggota OKI. Opening ceremony turut dihadiri oleh para Duta Besar dan perwakilan kedutaan negara OKI di Jakarta.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program fellowship ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan OKI yang bertujuan meningkatkan kapasitas para peneliti negara anggota OKI dalam teknologi pembuatan vaksin.</p>
<p>“Saya mendukung inisiatif Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan negara Islam dalam hal vaksin, karena selama ini penelitian, pengembangan dan manufaktur banyak dilakukan di bumi bagian utara, saatnya kita perluas ke bumi bagian selatan,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, perluasan penelitian dan manufaktur vaksin dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin global. Hal ini penting mengingat pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan bahwa banyak negara berkembang kesulitan mendapatkan akses vaksin dibandingkan negara-negara maju.</p>
<p>“Selamat atas inisiatif ini. Saya berharap kalau pandemi datang, semua orang di dunia ini, apapun latar belakangnya, apapun agamanya dan dimana pun tempat tinggalnya, mereka punya akses terhadap vaksin demi menyelamatkan nyawanya,” harap Menkes Budi.</p>
<p>Program fellowship ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH), PT Bio Farma, dan Universitas Padjadjaran selaku Center of Excellence (CoE) on Vaccine and Biotechnology Products atau pusat riset vaksin OKI.</p>
<p>Rangkaian program fellowship batch 3 akan berlangsung selama 29 hari, diawali dengan acara pembukaan dan kegiatan Workshop Vaksin dan Virologi.</p>
<p>Selanjutnya, para peserta program fellowship akan mengunjungi 2 industri farmasi di Jakarta, yaitu PT Etana Biotechnologies Indonesia dan Kalbe Business Innovation Centre, serta melakukan kunjungan ke laboratorium BRIN.</p>
<p>Para peserta juga akan mengikuti pelatihan di laboratorium PT Bio Farma dan Laboratorium Sentral UNPAD Bandung dan Jatinangor. Pelatihan di masing-masing laboratorium akan berlangsung selama 10 hari.</p>
<p>Seluruh rangkaian agenda program fellowship ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk belajar dan berbagi pengetahuan mengenai riset dan produksi vaksin. Tujuan utama program ini untuk meningkatkan kapasitas para peneliti di bidang virologi dan teknologi vaksin, khususnya di negara-negara anggota OKI.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/77dbf559-0f28-4c27-9829-2c1ccff563ee.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penjelasan Kemenkes Terkait Bayi di Sukabumi Pasca Imunisasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/penjelasan-kemenkes-terkait-bayi-di-sukabumi-pasca-imunisasi</link>				
         <pubDate>Sun, 30 Jun 2024 09:07:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/penjelasan-kemenkes-terkait-bayi-di-sukabumi-pasca-imunisasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>25 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI telah menerima laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Bayi laki-laki berinisial MKA meninggal beberapa jam setelah mendapatkan imunisasi dengan empat jenis vaksin, yaitu vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG) untuk penyakit tuberkulosis (TB), Difteri-Pertusis-Tetanus-Hepatitis B-Haemophilus Influenzae Type B (DPT-HB-Hib), Polio tetes dan Rotavirus untuk pencegahan diare.</p>
<p>Dari hasil investigasi yang dilakukan Komite Daerah (Komda) KIPI Jawa Barat dan Pokja KIPI Kota Sukabumi bersama Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyampaikan bayi tersebut lahir dengan bantuan bidan dan sudah mendapatkan vitamin K juga vaksin hepatitis B.</p>
<p>Namun, setelah lahir, bayi yang berusia hampir 3 bulan ini tidak pernah dibawa ke Puskesmas. Ia baru kembali dibawa oleh orangtuanya saat berusia 2 bulan 28 hari ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi.</p>
<p>Imunisasi yang diberikan tenaga kesehatan terhadap bayi MKA ini merupakan imunisasi ganda, yaitu pemberian vaksin lebih dari satu jenis vaksin dalam sekali kunjungan.</p>
<p>Pemberian imunisasi dengan 4 jenis vaksin (BCG, DPT-HB-Hib, Polio, Rotavirus) untuk melengkapi status imunisasinya dan mengejar imunisasi yang belum didapatkan.</p>
<p>Pada saat di Posyandu, terdapat 18 anak yang mendapatkan imunisasi pada hari tersebut dan ada 3 anak yang mendapatkan 4 jenis vaksin sama seperti almarhum bayi MKA, dan kondisinya saat ini sehat.</p>
<p>Setelah menerima imunisasi, bayi MKA pulang ke rumah. Pada waktu itu, kondisi bayi normal lalu tak berapa lama menunjukkan gejala tubuh yang melemah. Melihat kondisi sang anak tidak normal, orangtua bayi pun langsung menghubungi Puskesmas.</p>
<p>Petugas kesehatan langsung datang ke rumah Bayi MKA, dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.</p>
<p>“Pertolongan pertama diberikan karena petugas imunisasi langsung datang ke rumah almarhum dan membawa ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan lanjutan,” Jelas Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr, SpAK, MM, Ketua Komda KIPI Jawa Barat</p>
<p>Sayangnya, tatkala sesampainya di rumah sakit, nyawa bayi MKA tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa meninggalnya bayi ini dilaporkan terjadi pada 11 Juni 2024.</p>
<p>Atas meninggalnya bayi MKA, keluarga almarhum menginginkan kasus kematian bayi tersebut diselidiki lebih lanjut.</p>
<p><strong>Audit Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi</strong></p>
<p>Menyikapi laporan dugaan kematian Bayi MKA yang dikaitkan dengan imunisasi ganda, audit kausalitas telah dilakukan oleh Komda KIPI Jawa Barat dan Komisi Nasional (Komnas) KIPI.</p>
<p>“Audit KIPI telah dilakukan bersama Komda KIPI Jawa Barat dan Komnas KIPI. Hasil audit berdasarkan informasi yang ada adalah belum dapat dinyatakan penyebab kematian, apakah ada hubungan dengan imunisasi, rekomendasinya adalah dilakukan autopsi,” ujar Prof Hindra Satari, Ketua Komnas KIPI.</p>
<p>“Ketua Komda dan Ketua Komnas KIPI sudah menjelaskan secara langsung kepada keluarga almarhum.” ujar Prof. Kusnandi Rusmil.</p>
<p>Terkait rencana autopsi, pihak keluarga almarhum Bayi MKA tidak berkenan untuk dilakukan. Hal ini menyusul pihak keluarga yang juga mencabut tuntutan polisi dan kuasa hukum.</p>
<p>“Keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi dan mencabut tuntutan polisi dan kuasa hukum. Pihak keluarga menyatakan menerima kematian almarhum Bayi MKA,” terang Prof Hindra.</p>
<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun sudah mengambil sampel vaksin yang disuntikkan kepada almarhum Bayi MKA. Pengambilan sampel vaksin dilakukan untuk menilai kualitas vaksin.</p>
<p>“BPOM juga mengambil sampel vaksin-vaksin yang diberikan kepada almarhum Bayi MKA. Sampel ini untuk dilakukan uji kualitas. Jadi, sedang dilakukan uji kualitas,” Prof Hindra menambahkan.</p>
<p><strong>Pemberian Suntikan Ganda Tetap Aman</strong></p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi, Prima Yosephine, mengatakan bahwa pemberian imunisasi secara ganda atau lebih dari satu jenis vaksin sudah direkomendasikan oleh Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). “Imunisasi ganda ini aman dalam satu kali kunjungan,” katanya.</p>
<p>Pemberian vaksin sesuai jadwal imunisasi nasional dilakukan sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baik jadwal imunisasi rutin maupun kejar (catch up).</p>
<p>“Pemberian imunisasi kombinasi (lebih dari satu antigen atau satu jenis vaksin) sama aman dan efektifnya dengan imunisasi tunggal,” terang Prima.</p>
<p>“Mendapatkan beberapa vaksin atau kombinasi vaksin dalam satu kunjungan penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit sedini mungkin. Hal ini juga memudahkan untuk menyelesaikan dosis yang dianjurkan tepat waktu.”</p>
<p>Penting ditekankan bahwa menerima suntikan dosis ganda juga tidak membebani sistem kekebalan tubuh.</p>
<p>“Antigen yang ada dalam vaksin hanyalah sebagian kecil dibandingkan dengan apa yang secara alami ditemui oleh tubuh kita setiap hari,” Prima melanjutkan.</p>
<p>Sebagaimana informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, data ilmiah menunjukkan, menerima kombinasi vaksin sekaligus tidak menimbulkan masalah kesehatan kronis. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk melihat dampak pemberian berbagai kombinasi vaksin.</p>
<p>Vaksin yang direkomendasikan terbukti efektif jika dikombinasikan maupun secara disuntikkan tunggal. Terkadang kombinasi vaksin tertentu yang diberikan bersamaan dapat menyebabkan demam. Akan tetapi, kondisi ini bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.</p>
<p>Di Indonesia manfaat imunisasi ganda, antara lain:</p>
<p>A. Memberikan perlindungan secepat mungkin</p>
<p>Imunisasi diberikan tepat waktu secepat mungkin untuk melindungi anak pada usia yang rentan.</p>
<p>B. Efisien</p>
<p>Pemberian beberapa imunisasi secara bersamaan mengurangi jumlah kunjungan sehingga orangtua dan anak tidak perlu datang berulang kali ke fasilitas kesehatan.</p>
<p>C. Mengurangi trauma pada anak</p>
<p>Pemberian imunisasi secara bersamaan mengurangi kecemasan dan rasa sakit pada anak.</p>
<p>D. Meningkatkan efisiensi dan cakupan</p>
<p>Petugas kesehatan memiliki waktu untuk melakukan imunisasi ke lebih banyak anak, serta program kesehatan lainnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/53287516538_687cc72163_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Imunisasi Lebih dari Satu Jenis Vaksin Tidak Sebabkan Kematian</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-lebih-dari-satu-jenis-vaksin-tidak-sebabkan-kematian</link>				
         <pubDate>Sat, 29 Jun 2024 23:50:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/imunisasi-lebih-dari-satu-jenis-vaksin-tidak-sebabkan-kematian</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>29 Juni 2024</p>
<p>Imunisasi dengan lebih dari satu jenis antigen vaksin yang disuntikkan dalam sekali kunjungan tidak menyebabkan kematian langsung pada anak. Pemberian imunisasi yang dikenal dengan istilah imunisasi ganda ini justru memberikan perlindungan ganda pada anak.</p>
<p>Merujuk rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), imunisasi ganda aman dan memberikan manfaat yang sangat baik karena pelayanan imunisasi akan menjadi efisien, yang mana seorang anak akan segera terlindungi dari beberapa Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dalam satu kali kunjungan.</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine, M.K.M menjelaskan, suntikan imunisasi ganda sudah diterapkan di lebih dari 160 negara, tidak hanya di Indonesia saja.</p>
<p>“Imunisasi ganda tidak menyebabkan kematian. Miliaran vaksin telah diberikan dengan cara imunisasi ganda di seluruh dunia,” jelas Prima di Jakarta, Sabtu (29/6).</p>
<p>“Lebih dari 160 negara memberikan minimal dua suntikan dalam satu sesi imunisasi dalam jadwal imunisasi rutinnya, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Kanada. Di Indonesia sendiri, di Provinsi Yogyakarta, imunisasi ganda di Provinsi Yogyakarta sudah diterapkan sejak tahun 2007.”</p>
<p>Secara nasional, Indonesia telah memperkenalkan pemberian imunisasi ganda sejak tahun 2017, yaitu pada jadwal imunisasi DPT-HB-Hib-3 yang diberikan bersamaan dengan imunisasi polio suntik Inactivated Poliovirus Vaccine/IPV pada bayi usia 4 bulan.</p>
<p>Selain itu, jadwal imunisasi ganda juga ada pada imunisasi lanjutan, yakni pada pemberian imunisasi campak rubella-2 dan DPT-HB-Hib-4 yang diberikan pada anak usia 18 bulan.</p>
<p>Vaksin DPT-HB-HiB diberikan guna mencegah 6 penyakit, antara lain difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.</p>
<p>Adapun kasus kematian setelah pemberian imunisasi, menurut Prima, amat sangat jarang (extremely rare) terjadi. Apabila terjadi, maka semua kasus tersebut harus dilakukan investigasi dan kajian kausalitas– hubungan sebab akibat– secara detail dan menyeluruh.</p>
<p>“Sampai saat ini data menunjukkan, mayoritas kasus-kasus tersebut adalah kejadian koinsidental– Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang tidak disebabkan oleh vaksin maupun kesalahan prosedur,” pungkasnya.</p>
<p>Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.Trop.Paed juga menegaskan, imunisasi tidak dapat menyebabkan kematian dan direkomendasikan sejak tahun 2003.</p>
<p>“Hampir semua vaksin dapat diberikan secara ganda. Pemberian lebih dari 3 jenis antigen tidak akan menyebabkan kematian,” tegasnya.</p>
<p>“Kombinasi apapun secara umum tepat untuk dilakukan. Efek yang timbul umumnya ringan, berlangsung singkat dan sembuh dengan atau tanpa pengobatan.”</p>
<p>Terkait efek imunisasi yang berkaitan dengan kematian, Prof. Hindra menyebut terdapat kondisi KIPI berat yang dinamakan syok anafilaktik. Reaksi anafilaktik akibat vaksinasi sangat jarang terjadi.</p>
<p>KIPI berat, yaitu menunjukkan gejala yang parah dan biasanya tidak berlangsung lama seperti kecacatan, syok anafilaktik dan alergi. Syok anafilaktik membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat.</p>
<p>“KIPI berat imunisasi adalah syok anafilaktik yang timbul 30 menit setelah imunisasi,” terangnya.</p>
<p>Prima menambahkan, syok anafilaktik setelah imunisasi sangat jarang terjadi.</p>
<p>“Kasus anafilaktik sangat jarang terjadi dan mayoritas dapat menyebabkan kematian segera setelah pemberian imunisasi, biasanya dalam 30 menit pertama. Namun, hal ini tetap harus dibuktikan melalui investigasi dan kajian kausalitas yang mendalam atau menyeluruh,” tambahnya.</p>
<p><strong>Imunisasi Ganda pada Anak yang Sehat</strong></p>
<p>Terdapat ketentuan pemberian imunisasi ganda, salah satunya adalah anak harus sehat. Sebelum menerima suntikan lebih dari satu jenis antigen vaksin, tenaga kesehatan biasanya melakukan skrining terhadap anak.</p>
<p>Direktur Pengelolaan Imunisasi Prima Yosephine menerangkan, tidak ada perbedaan persyaratan kesehatan dalam pemberian imunisasi satu atau lebih antigen.</p>
<p>“Imunisasi aman diberikan kepada anak sehat, tidak sedang sakit berat, dan tidak dalam kondisi imunokompromais/imunodefisiensi. Tenaga kesehatan melakukan skrining kesehatan kepada seluruh bayi dan anak sebelum melakukan imunisasi,” terangnya.</p>
<p>“Apabila ada anak yang sakit, maka anak tersebut akan dirujuk ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.”</p>
<p>Setelah mendapatkan imunisasi, bayi atau anak diminta untuk menunggu selama 30 menit untuk dipantau kemungkinan terjadinya KIPI.</p>
<p>“Petugas memberikan informasi bagaimana cara mengatasi KIPI yang mungkin muncul setelah bayi atau anak pulang, dan diminta untuk melapor kepada petugas Kesehatan terdekat jika ada KIPi yang muncul,” lanjut Prima.</p>
<p>Senada dengan Prima, Ketua Komnas KIPI Prof. Hindra Irawan Satari menyatakan, syarat untuk menerima suntikan ganda, yakni anak harus dalam kondisi sehat. Pemantauan KIPI dapat dilakukan oleh orangtua.</p>
<p>“Keadaan (anak) sehat dapat diberikan imunisasi ganda. Pemantauan KIPI berat dapat diketahui dalam 30 menit pertama, pemantauan selanjutnya dilakukan oleh orangtua, setelah diberi keterangan oleh tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi,” ucapnya.</p>
<p>“Perlu disampaikan pula tanda bahaya (gejala KIPI) agar orangtua dapat segera membawa anak ke rumah sakit untuk diberi pertolongan.”</p>
<p><strong>Tips Pemberian Imunisasi Ganda</strong></p>
<p>Pelaksanaan imunisasi ganda dapat dilakukan di fasilitas kesehatan seperti klinik, rumah sakit, Puskesmas dan posyandu. Panduan pelaksanaan imunisasi ganda di fasilitas kesehatan sesuai informasi Kemenkes RI, sebagai berikut:</p>
<p>1. Persiapan Ruang Penyuntikan</p>
<p>Ruang atau area penyuntikan harus bersih. Pastikan hanya ada vaksinator (pemberi suntikan), anak dan pendamping (orangtua atau pengasuh).</p>
<p>2. Lakukan Konseling</p>
<p>Beri penjelasan manfaat imunisasi dan kemungkinan KIPI seperti demam atau nyeri yang merupakan reaksi normal setelah penyuntikan. Jelaskan langkah yang harus dilakukan orangtua jika terjadi reaksi dan minta untuk segera menghubungi dokter atau bidan jika keluhan tidak membaik setelah 2-3 hari.</p>
<p>3. Lokasi Penyuntikan</p>
<p>Jika anak sudah bisa berjalan, lokasi penyuntikan sebaiknya di lengan. Namun, pada bayi berusia 2 bulan ke atas, suntikan biasanya dilakukan di paha sebelah kanan dan kiri untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman.</p>
<p>Pada lokasi suntikan pertama biasanya masih terasa nyeri sehingga untuk mengurangi rasa nyeri yang berlebihan, suntikan kedua dilakukan di paha yang berbeda. Tetapi dengan rekomendasi dokter atau petugas kesehatan, suntikan kedua juga bisa dilakukan di lokasi yang sama dengan jarak sekitar 2,5 sentimeter.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/images-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dokter Arab Saudi Kembali Lakukan Pelayanan. Kali Ini Operasi Jantung Anak Gratis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dokter-arab-saudi-kembali-lakukan-pelayanan-kali-ini-operasi-jantung-anak-gratis</link>				
         <pubDate>Sat, 29 Jun 2024 14:36:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dokter-arab-saudi-kembali-lakukan-pelayanan-kali-ini-operasi-jantung-anak-gratis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Medan, 28 Juni 2024</p>
<p><span style="font-weight: 400;">RSUP Adam Malik di Kota Medan kembali bekerja sama dengan King Salman Relief dari Arab Saudi untuk menggelar operasi jantung kompleks secara gratis khusus bagi pasien anak di Sumatera Utara. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kehadiran tim dari Arab Saudi menjadikan RSUP Adam Malik sebagai satu-satunya rumah sakit di Pulau Sumatera yang mampu melakukan operasi bedah jantung anak. Selama ini, kasus-kasus jantung anak selalu dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, yang menyebabkan keluarga pasien menanggung biaya tinggi, dan rumah sakit memiliki antrean panjang untuk jadwal operasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan operasi jantung khusus untuk kasus-kasus sulit oleh King Salman Relief ini merupakan yang kedua kalinya setelah yang pertama menyasar pasien dewasa telah sukses dilaksanakan pada 20-27 Mei 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Operasi jantung periode kedua berlangsung selama satu minggu dari 25 Juni hingga 2 Juli 2024 dengan harapan dapat menangani 30 pasien anak. Hingga 28 Juni, tercatat sudah 17 pasien anak dengan kelainan jantung bawaan yang telah menjalani operasi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H Amodi meninjau langsung pelaksanaan operasi jantung tersebut pada Jumat (28/6). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut data Kementerian Kesehatan, Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak masih menjadi masalah besar di Indonesia. Diperkirakan, dari 4,8 juta bayi yang lahir setiap tahunnya, sekitar 0,025% atau 12 ribu anak mengalami PJB sianotik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun, penanganan PJB anak terkendala oleh kurangnya jumlah rumah sakit dan dokter bedah jantung anak di Indonesia, sehingga banyak kasus yang tidak tertangani.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kapasitas dokter-dokter kita dan rumah sakit hanya dapat menangani 6.000 dari 12.000 setiap tahunnya. Jadi, ada 6.000 anak setiap tahun tidak bisa dilayani dan banyak dari mereka yang meninggal,” tutur Menkes. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Untuk itu, kami bekerja sama dengan pihak luar negeri yang bersedia mengirimkan dokter-dokternya ke Indonesia untuk dua hal. Pertama, memberikan layanan yang selama ini belum bisa kita berikan di daerah-daerah tertentu; dan kedua, mempercepat peningkatan kemahiran dokter-dokter kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang sangat dibutuhkan masyarakat, tetapi kita belum memiliki keahlian yang memadai untuk melakukannya,” kata Menkes.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi berpesan kepada para dokter Indonesia yang terlibat agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dari para dokter asing. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan untuk membantu lebih banyak pasien di Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya berterima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi, teman dan kolega dari tim medis untuk  semua yang telah dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia. Ini tidak hanya membuat para orang tua senang, tapi juga berkontribusi bagi kemanusiaan,” tutur Menkes Budi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan yang sama, Dubes Faisal mengatakan, kerja sama kali ini merupakan bentuk bantuan dan arahan langsung dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Pangeran Muhammad bin Salman untuk Pemerintah Indonesia dalam mengatasi berbagai masalah internasional, termasuk masalah kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Program kerja sama yang telah terlaksana ini menunjukkan adanya kerja sama yang sangat erat antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi,” ucapnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Utama RSUP Adam Malik dr. Zainal Safri mengatakan, kehadiran dokter dari Arab Saudi sangat membantu dalam menangani penyakit jantung kompleks di Medan, sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tersebut menjadi lebih dekat dan lebih murah.</span></p>
<p>Zainal mencontohkan, salah satu pasiennya, Andi (14 tahun), yang telah menderita penyakit jantung sejak usia 6 tahun dengan gejala sesak napas berat. Saat menginjak usia 10 tahun, Andi mengalami sesak hebat dan disarankan untuk dirujuk ke RSJPD Harapan Kita di Jakarta. Namun, keterbatasan biaya mengharuskan Andi menjalani pengobatan di Medan.</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Masalahnya tidak sesederhana itu, tidak semua orang punya uang untuk tinggal di Jakarta. Kalau hanya menggunakan BPJS Kesehatan mungkin bisa, tapi pasti ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan oleh keluarga selama menemani di Jakarta,” terangnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada April 2024, Andi kembali mengalami sesak napas hebat dan dirawat kembali di RSUP Adam Malik Medan. Dokter masih menyarankan hal yang sama, yaitu dirujuk ke Jakarta. Beruntung Andi mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pasien jantung anak yang dioperasi dalam periode kedua kegiatan King Salman Relief ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu orang tua pasien, Rominu Marpaung, juga mengungkapkan kendala biaya untuk merujuk anaknya, Binsar, ke rumah sakit di Jakarta. Binsar didiagnosis menderita penyakit jantung bocor selama 5 tahun sejak kelas 5 SD.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Awalnya, Binsar menunjukkan beberapa gejala seperti mudah lelah setelah beraktivitas dan pernah mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Selama ini, saya membawa Binsar berobat jalan. Saya sudah membawanya ke beberapa rumah sakit. Di rumah sakit terakhir, dia divonis harus dioperasi, tetapi tidak bisa di sana dan harus dirujuk ke RSUP Adam Malik. Tapi, di Adam Malik pun, dia harus dirujuk ke Jakarta. Kami tidak punya biaya, jadi selama ini kami hanya rawat jalan,” tutur Rominu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada 25 Juni lalu, Binsar menjadi salah satu pasien yang berkesempatan mengikuti operasi jantung gratis, dan telah sukses menjalani operasi. Kini, Binsar sedang menjalani masa pemulihan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Terima kasih untuk semua tim dokter yang telah menolong anak saya,” ucap Rominu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240629-WA0014.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS PON Gelar Pelatihan Microsurgery, Targetkan 20 RS Mampu Bedah Clipping Aneurisma</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/rs-pon-gelar-pelatihan-microsurgery-targerkan-20-rs-mampu-bedah-clipping-aneurisma</link>				
         <pubDate>Sat, 29 Jun 2024 07:23:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/rs-pon-gelar-pelatihan-microsurgery-targerkan-20-rs-mampu-bedah-clipping-aneurisma</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sabtu 29 Juni 2024</p>
<p>RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono dengan bangga menyelenggarakan Workshop Indonesia Stroke Care Transformation Initiatives Hands-on Course Series “Microneurosurgery Course for Aneurysm Clipping” Part 1: Basic Approach for Cerebral Aneurysm pada 29-30 Juni 2024. Workshop, yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani aneurisma otak, diselenggarakan secara luring di RS PON Jakarta dan daring melalui platform online.</p>
<p>Peserta luring workshop ini terdiri dari 20 dokter spesialis bedah saraf dari 17 provinsi yang mewakili 20 rumah sakit. Mereka dipilih karena rumah sakit atau daerah asal mereka belum memiliki SDM yang mampu melakukan microsurgical clipping, yakni teknik operasi untuk mengatasi aneurisma otak.</p>
<p>Sementara itu, peserta daring terdiri dari 60 perawat (3 perawat dari setiap RS provinsi), 16 dokter, dan 1.000 peserta lainnya. Peserta daring ini terdiri dari 400 ahli bedah saraf dalam negeri dan 600 ahli bedah saraf internasional.</p>
<p>Dalam sambutannya, Direktur Utama RSPON dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS menyampaikan, kegiatan workshop bedah syaraf ini sejalan dengan transformasi pilar kedua dan kelima dalam agenda transformasi kesehatan.</p>
<p>Adapun, pilar kedua transformasi kesehatan fokus pada peningkatan layanan rujukan, dengan menyatukan 16 provinsi dalam misi yang sama, yakni meningkatkan pelayanan stroke di rumah sakit. Pilar kelima fokus pada peningkatan dan pengembangan SDM Kesehatan.</p>
<p>Melalui workshop ini, Evi berharap agar para tenaga kesehatan dan medis yang terlibat dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dan menerapkan setiap pembelajaran dengan baik. Hasil dari kegiatan workshop ini diharapkan seluruh provinsi di Indonesia mampu menangani pembedahan clipping pada kasus aneurisma otak pada akhir tahun 2024.</p>
<p>“Pelatihan ini dapat meningkatkan program pelatihan bedah saraf lokal, meningkatkan infrastruktur, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah yang kurang terlayani. Juga, diharapkan setelah rangkaian workshop dan pelatihan ini dapat dilakukan layanan clipping di 20 rumah sakit tersebut dengan mekanisme proctoring,” harapnya.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang diwakili oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Dr. Yuli Astuti Saripawan, menyampaikan keyakinannya bahwa kegiatan workshop ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan kesehatan di Indonesia. Menkes Budi juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan workshop.</p>
<p>“Saat kita memulai perjalanan transformasi, kita melakukan dengan tekad dan keberanian. Action speak louder than words. Ini merupakan kesempatan untuk membuat dampak jangka panjang dalam pelayanan kesehatan dan kesejahteraan yang ada di Indonesia di mata dunia. Sebuah kehormatan yang luar biasa bagi seluruh partisipan, pelatih serta semua pendukung yang sudah memberikan dedikasinya untuk mewujudkan program ini,” imbuhnya.</p>
<p>Pelaksanaan workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Barrow Neurological Institute (BNI), Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dan Aesculap Academy Indonesia. Tujuan utama workshop untuk meningkatkan kualitas ahli bedah saraf di Indonesia melalui penyediaan bahan pelatihan operasi yang berkualitas tinggi.</p>
<p>Barrow Neurological Institute (BNI) adalah salah satu institusi medis terdepan di dunia yang fokus pada bidang persarafan, bedah saraf, dan penelitian neurosains. BNI memiliki pengalaman luas dalam memberikan pelayanan pasien, pendidikan, dan memajukan ilmu pengetahuan di bidang neurosains, dengan pusatnya di Phoenix, Arizona.</p>
<p>BNI telah diakui sebagai salah satu pusat perawatan neurologi dan penelitian terdepan di dunia. Kini, BNI menjalin kerja sama dengan RSPON untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan perawatan neurologi di Indonesia.</p>
<p>Kegiatan workshop ini menghadirkan pakar bedah saraf, ilmuwan, insinyur, dan ahli dari Barrow Innovation Center, termasuk Arnau Benet, MD., PhD. Dr. Benet memiliki pengalaman selama satu dekade dalam bidang anatomi bedah saraf dengan kualitas tinggi dan akan membagikan keahliannya dalam penggunaan model kepala manusia 3D yang dicetak (3D-printed model). Model-model ini akan didistribusikan kepada komunitas bedah saraf di Indonesia.</p>
<p>Selain Dr. Benet, workshop ini juga akan menghadirkan pembicara lain, seperti Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS, Subsp.N-Onk(K)., MARS, dan Rokuya Tanikawa, MD.,IFAANS.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/07/ad113d75-a88f-44d4-8499-eda564c9ba04.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Non Reguler Tetap Dilayani di KKHI </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-non-reguler-tetap-dilayani-di-kkhi</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Jun 2024 13:45:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-haji-non-reguler-tetap-dilayani-di-kkhi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 26 Juni 2024</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo menegaskan komitmennya untuk tetap melayani jamaah haji non-reguler yang membutuhkan layanan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Liliek mengungkapkan, ada sekitar 20 jemaah haji non-reguler yang berobat ke KKHI selama periode puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armunza).</p>
<p>Liliek mengatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Jeddah Yusron B Ambary di KKHI Makkah pada Selasa (26/6). Konjen Yusron B Ambary menerima laporan adanya beberapa jemaah haji non regular seperti furoda maupun jamaah haji visa ziarah datang ke klinik ini dibawa oleh aparat Saudi karena kondisi sakit.</p>
<p>“Jemaah haji non-regular banyak ditemukan setelah mereka bermasalah dengan kesehatannya, oleh aparat Saudi mereka dibawa ke KKHI,&#8221; tutur Liliek.</p>
<p>Hal ini karena aparat Saudi hanya mengenal KKHI sebagai fasilitas kesehatan khusus jemaah haji Indonesia. &#8220;Sehingga, setiap jemaah haji Indonesia yang sakit akan dibawa ke KKHI,&#8221; kata Liliek.</p>
<p>Penyebab sakit para jemaah haji non-reguler tersebut beragam, mulai dari kelelahan hingga penyakit bawaan seperti diabetes melitus dan jantung.</p>
<p>Liliek juga menjelaskan tentang seorang jemaah haji non-reguler yang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS) dengan identitas yang kurang jelas. Awalnya, jemaah tersebut ditolak di RSAS, kemudian dibawa dan dirawat di KKHI. Namun, karena kesadarannya yang mulai menurun, jemaah tersebut dirujuk kembali ke RSAS dan diterima dengan baik.</p>
<p>Menurut Yusron B Ambary, pengawasan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi terhadap KKHI sangat ketat. Hampir setiap hari, mereka melakukan kunjungan ke KKHI.</p>
<p>Jumlah kasus kematian jemaah haji secara keseluruhan pada 2023 mencapai 800 orang. Hal ini menjadi catatan bagi Pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan haji.</p>
<p>Fasilitas kesehatan yang dimiliki Indonesia, seperti KKHI, sangat membantu pihak Arab Saudi dalam menangani jemaah haji yang sakit. Otoritas Arab Saudi terus memantau fasilitas ini untuk memastikan para jemaah yang sakit dapat tertangani dengan baik. Bagi jemaah dengan kondisi yang berat, rujukan ke RS setempat pun tidak mengalami kendala.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Liliek menambahkan bahwa pada 2023, terdapat 238 jemaah haji yang mengikuti program safari wukuf. Untuk mengangkut mereka, disediakan 15 bus, dengan 6 bus di antaranya khusus untuk jemaah yang harus berbaring.</p>
<p>Tahun ini, jumlah jemaah haji yang mengikuti safari wukuf hanya 53 orang. Hal ini karena kondisi mereka yang tidak memungkinkan untuk berangkat bersama kloter.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, pulang dari safari wukuf, jemaah tetap dirawat di KKHI dan dapat beristirahat dengan nyaman di ruang perawatan. Tidak seperti tahun lalu dengan kapasitas terbatas, terpaksa bed di ruang perawatan dirapatkan agar bisa muat banyak sampai meluber ke lobi, tahun lalu sampai 60 orang,” kata Liliek.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dahak dan Batuk sebagai Mekanisme Pertahanan Saluran Napas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dahak-dan-batuk-sebagai-mekanisme-pertahanan-saluran-napas</link>				
         <pubDate>Fri, 28 Jun 2024 13:38:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dahak-dan-batuk-sebagai-mekanisme-pertahanan-saluran-napas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 27 Juni 2024</p>
<p>“Apakah ada kaitan antara suhu panas dan kebutuhan konsumsi oralit?&#8221;</p>
<p>Lapisan mukosilia, yang terdiri dari lendir (mukus) dan silia (bulu getar), berperan penting dalam melindungi saluran pernapasan. Pada suhu panas atau udara kering, lapisan solusio layer (lapisan lendir bening) dapat menguap dan menyebabkan kekeringan.</p>
<p>Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitas pada Poliklinik Rehabilitasi Medis KKHI Makkah Dr.dr. Siti Chandra Widjanantie, SpKFR (K), FAPSR, FISQua, menjelaskan, secara alami, lapisan pelindung saluran pernapasan, dari atas sampai bawah, adalah lapisan mukosilia. Lapisan ini terdiri dari mukus (lendir) yang secara alami melumasi saluran pernapasan, serta silia (lapisan bulu getar) yang selalu bergerak untuk menyapu dan membersihkan saluran pernapasan.</p>
<p>Konsultan rehabilitasi kardiorespirasi juga mengatakan, bahwa lapisan mukus atau lendir ini terdiri dari dua lapisan. Lapisan teratas, yakni lendir yang kental dan dikenal sebagai gel layer (berwarna putih pekat seperti susu, mengandung mukoid). Lapisan bawah, yakni solutio layer (lapisan lendir bening) yang encer dan berisi cairan isotonis (NaCl, air).</p>
<p>&#8220;Pada kondisi suhu panas atau udara kering, maka lapisan solusio layer akan menguap terlebih dahulu, sehingga mengering bila pasien tidak cukup terhidrasi dengan cairan isotonis yang mengandung cukup cairan elektrolit fisiologis,&#8221; jelas dr. Chandra pada Kamis (27/6) di KKHI Makkah.</p>
<p>Dr. Chandra menerangkan bahwa apabila cairan solusio layer ini kering, bulu getar/silia saluran pernapasan akan lengket, sulit bergerak, karena yang melapisinya hanya gel layer saja. Hal ini memicu batuk kering, terasa dahak lengket dan berlebihan.</p>
<p>Berkurangnya kadar air dalam lendir saluran pernapasan dapat diperiksa dari jumlah air kencing atau keruhnya warna air kencing (urin). Hal ini menandakan tubuh sedang mengalami kekurangan cairan tubuh akibat dehidrasi pada suhu panas.</p>
<p>Cara termudah untuk mengembalikan cairan tubuh adalah dengan banyak minum air. Akan tetapi, pada lansia yang keinginan minum nya sudah berkurang, atau pun sensor tubuh akan keinginan minum tidak cukup cepat memberikan sensasi rasa haus, maka kebutuhan pemulihan cairan tersebut akan terhambat.</p>
<p>Cara termudah untuk mengembalikan cairan tubuh adalah dengan banyak minum air. Akan tetapi, pada lansia yang keinginan minumnya sudah berkurang, atau sensor tubuh akan keinginan minum tidak cukup cepat memberikan sensasi rasa haus, maka kebutuhan pemulihan cairan tersebut akan terhambat.</p>
<p>Pada dewasa yang padat aktivitas pun sering kali rasa haus dan kebutuhan untuk minum terabaikan. Pada situasi dengan panas ekstrem di antara 40-50an derajat Celcius seperti pada musim haji kali ini, keluhan batuk, tenggorokan kering, dan iritasi saluran pernapasan atas akan mendominasi gejala klinis saat jamaah beradaptasi dengan lingkungan panas di Tanah Suci.</p>
<p>&#8220;Pemberian minuman rehidrasi dengan memberikan tambahan oralit yang berisi larutan gula garam fisiologis, diharapkan akan dengan cepat memperbaiki lapisan solusio layer yang kering akibat efek udara panas dan penguapan cairan tubuh,&#8221; tutur dr. Chandra.</p>
<p>Dengan kembalinya cairan tersebut secara fisiologis, diharapkan dapat meredakan gejala batuk di sistem pernapasan bagian atas. Minum air minimal 100-200cc per jam, membuat larutan 1 sachet oralit dalam 600 cc air minum dan minum bertahap dapat membuat kelembaban saluran napas bagian atas terus terjaga.</p>
<p>Penggunaan masker wajah dan penyemprotan air ke area wajah juga diperlukan untuk melembabkan udara yang dihirup. Selain itu, jangan lupa menggunakan alat pelindung diri dari panas untuk menghindari efek panas secara langsung.</p>
<p>”Apabila keluhan batuk kering berkelanjutan dan disertai keluhan nyeri tenggorokan ataupun flu, maka pemberian obat tambahan pasti akan diberikan sesuai dengan perkembangan keluhan dan gejala klinis yang ada,” tutur dr. Chandra.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240628-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kolaborasi Wujudkan Indonesia Bebas Dengue</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-wujudkan-indonesia-bebas-dengue</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Jun 2024 18:45:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kolaborasi-wujudkan-indonesia-bebas-dengue</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Batam, 27 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berkomitmen menjadikan Indonesia Bebas Dengue. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan komitmen bersama dan pencanangan Kawasan Bebas Jentik di Wilayah Pelabuhan Batam Centre dalam peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN (ASEAN Dengue Day) 2024 di Batam pada Kamis (27/6).</p>
<p>Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Yudhi Pramono menegaskan, dengue merupakan masalah bersama yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak.</p>
<p>“Melalui Kawasan Bebas Jentik ini, khususnya di wilayah Pelabuhan Batam Centre, saya harap kita sama-sama menjadikan dengue sebagai masalah bersama yang membutuhkan upaya kolektif dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Yudhi.</p>
<p>Menurut Yudhi, upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat berjalan efektif apabila melibatkan seluruh elemen, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat. Hal ini penting untuk mewujudkan Indonesia Bebas Dengue.</p>
<p>Yudhi sangat mengapresiasi sinergi yang telah dilakukan oleh Kota Batam, mulai dari dinas kesehatan provinsi, kota, dan khususnya para petugas juru pemantau jentik (jumantik) yang turut hadir pada pencanangan Kawasan Bebas Jentik. Ia menambahkan, jumantik turut bekerja sama memberantas akar permasalahan DBD, yaitu jentik nyamuk.</p>
<p>Yudi menekankan, upaya pencegahan dengue akan optimal bila setiap gedung atau rumah berperan aktif dan rutin melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus minimal satu minggu sekali. Kegiatan ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air atau sumber air, serta menguburkan, mengumpulkan, atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.</p>
<p>Peran jumantik di Batam sangat aktif dalam upaya pencegahan Dengue. Hal ini dibuktikan dengan penurunan angka kasus DBD di Batam, di saat wilayah lain mengalami peningkatan kasus.</p>
<p>Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam Melda Sari menjelaskan, terjadi penurunan kasus DBD di Kota Batam sejak 2022. Pada 2022 tercatat sebanyak 902 kasus, kemudian sebanyak 392 kasus pada 2023, dan sebanyak 181 kasus pada 2024.</p>
<p>“Ini berkat dukungan dari kader jumantik. Jadi, kalau tidak ada teman-teman di lapangan itu, mungkin tidak bisa ada penurunan, baik di masyarakat, perumahan atau pelabuhan,” kata Melda.</p>
<p>Saat ini Batam sudah menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik secara masif. Selanjutnya, Yudhi mendorong untuk penerapan Gerakan 1 Gedung 1 Jumantik, bahkan 1 Lantai 1 Jumantik agar kasus dbd yang terjadi di tempat kerja semakin turun dan tidak ada kasus.</p>
<p>Saat ini, Batam telah menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik secara masif. Yudhi mendorong penerapan Gerakan 1 Gedung 1 Jumantik, bahkan 1 Lantai 1 Jumantik agar kasus DBD di tempat kerja semakin turun, bahkan idealnya tidak ada kasus.</p>
<p>“Nanti bapak ibu juga harus berkoordinasi dengan pemilik gedung untuk terus melakukan pemeriksaan. Karena nyamuk ini, Aedes aegypti, kerjanya bukan di malam hari, tapi mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore seperti orang bekerja. Jadi, tempat bekerja berpotensi untuk terjadinya penularan nyamuk Aedes aegypti,” ucap Yudhi.</p>
<p>Pelabuhan Batam Centre dipilih sebagai lokasi pencanangan Kawasan Bebas Jentik di pelabuhan dan bandara karena mobilitas warganya yang sangat tinggi. Selain penumpang, pelabuhan ini juga menjadi tempat aktivitas bagi banyak pegawai dan memiliki beberapa kawasan pemukiman di sekitarnya.</p>
<p>Plh. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBK) Batam Romer Simanungkalit mengungkapkan, seluruh pelabuhan penumpang di Batam telah memiliki petugas jumantik sebanyak 2 hingga 3 orang per pelabuhan.</p>
<p>“Jumantik ini selalu dalam binaan BKK Batam. Setiap tahun, kami lakukan pembinaan agar mereka bisa melakukan pekerjaan di lapangan dengan baik,” ucapnya.</p>
<p>Romer berharap dengan pencanangan ini, kegiatan pemberantasan jentik nyamuk akan semakin intensif. Petugas BBK Batam di pintu masuk pelabuhan dapat menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan dan pencegahan demam berdarah. Ia pun menargetkan program ini tidak hanya diterapkan di pelabuhan, tetapi juga di seluruh wilayah Kota Batam.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (NM)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240627-WA0003.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pastikan Makanan dan Hunian Layak, Tim Sanitasi dan Food Security Lakukan Ini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-makanan-dan-hunian-layak-tim-sanitasi-dan-food-security-lakukan-ini</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Jun 2024 14:24:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-makanan-dan-hunian-layak-tim-sanitasi-dan-food-security-lakukan-ini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah ,20 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan keamanan para jemaah pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M. Melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan, tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Koordinator Tim Sanitasi dan Food Security Ruswandi menjelaskan, dalam penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M, Tim Sanitasi dan Food Security KKHI Makkah bertugas melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di katering maupun di pemondokan jemaah haji. “IKL ke pemondokan merupakan upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan,” kata Koordinator Tim Sanitasi dan Food Security Ruswandi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">IKL yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah. Tim Sanitasi dan Food Security juga memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, Pos Kesehatan Sektor, dan Pos Kesehatan Satelit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">IKL yang dilaksanakan berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jemaah haji. Aspek lingkungan itu meliputi standar suhu, udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, serta pengolahan limbah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, Tim Sanitasi dan Food Security juga memastikan ketersediaan air, melakukan pengendalian vektor serta pengelolaan limbah medis di lingkungan KKHI, Pos Kesehatan Sektor serta Pos Kesehatan Satelit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Food Security</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, penanggung jawab (PJ) Tim Sanitasi dan Food Security Nia Kurniawati melakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik. Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji. Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan oleh katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain uji organoleptik, Tim Sanitasi dan Food Security juga melakukan pengamanan sampel makanan dengan menyimpannya sebagai bank sampel selama 1 x 24 jam. Bank sampel makanan ini digunakan sebagai salah satu bukti konfirmasi jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk keperluan uji organoleptik dan bank sampel, setiap katering diwajibkan untuk mengirimkan 2 porsi sampel makanan per menu yang disajikan (menu reguler dan menu lansia).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sanitasi </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk kegiatan sanitasi, Tim Sanitasi dan Food Security KKHI Makkah melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jemaah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di KKHI, inspeksi dan Intervensi kesehatan lingkungan fokus pada pengelolaan limbah medis dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit seperti lalat, tikus, nyamuk; dan pemantauan limbah medis hingga Pos Kesehatan Sektor dan Pos Kesehatan Satelit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di katering, menurut Nia, tim juga melakukan IKL terhadap dapur katering penyedia makanan jemaah haji pada tahun ini. IKL dilakukan terhadap 57 dapur katering penyedia makanan jemaah haji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">IKL di dapur katering dilakukan untuk memeriksa kesesuaian penyimpanan bahan pangan, pengolahan bahan pangan, serta pencucian peralatan, dan penyajian makanan dengan aturan/standar yang berlaku, termasuk para penjamah pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada hasil akhir penilaian, Tim Sanitasi dan Food Security akan memberikan label kepada setiap katering, yakni &#8220;need to improve&#8221; (kurang), &#8220;okay&#8221; (cukup), &#8220;good&#8221; (baik), atau &#8220;excellent&#8221; (sangat baik).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sasaran lainnya dari kegiatan IKL adalah 169 hotel/pemondokan jemaah haji. IKL terhadap hotel/pemondokan dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungannya sesuai dengan standar yang berlaku. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Komponen yang diperiksa adalah sanitasi yang mencakup ketersediaan air, pencahayaan, suhu, dan kebersihan lingkungan. Dalam melaksanakan tugas, Tim Sanitasi dan Food Security dilengkapi dengan peralatan Sanitarian Kit. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seperti halnya pada katering, Tim Sanitasi dan Food Security akan memberikan label kepada setiap hotel/pemondokan sesuai hasil penilaian yang dilakukan oleh tim.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemantauan  cuaca</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setiap hari, Tim Sanitasi dan Food Security memperbarui informasi cuaca harian yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Pembaharuan informasi dalam bentuk infografis yang disebarluaskan melalui media komunikasi grup WhatsApp Daker Kesehatan, PPIH Arab Saudi serta semua yang terkait.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tim Sanitasi dan Food Security juga terlibat dalam investigasi dugaan KLB utamanya keracunan pangan bekerjasama dengan tim surveilans,” kata Nia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-25-at-18.36.23.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Evakuasi dan Tanazul untuk Membantu Jemaah yang sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/evakuasi-dan-tanazul-untuk-membantu-jemaah-yang-sakit</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Jun 2024 14:19:48 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/evakuasi-dan-tanazul-untuk-membantu-jemaah-yang-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah 22 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepulangan jemaah haji gelombang pertama ke tanah air melalui Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, berlangsung mulai 22 Juni hingga 3 Juli 2024. Selama periode ini, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah akan melakukan evakuasi dan tanazul.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Kepala KKHI Makkah dr. Enny Nuryanti MKM, tanazul adalah pemulangan jemaah haji melalui kloter yang berbeda dengan kloter keberangkatan karena alasan sakit serta memenuhi kriteria laik terbang. Pada pengajuan tanazul, waktu pulang jemaah haji dapat dimajukan atau dimundurkan atau pulang tunda dari jadwal yang seharusnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan, dr. Enny menjelaskan, evakuasi jemaah haji, yakni keberangkatan/kepulangan jemaah haji melalui kloter yang sama, tetapi dengan bantuan evakuasi dari KKHI ke bandara kepulangan karena kondisi sakit. Pada gelombang pertama, bandara kepulangan melalui Bandara KKIA-Jeddah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tanazul dan evakuasi dilakukan untuk pasien yang dirawat di KKHI, pasca-rawat di rumah sakit Arab Saudi (RSAS), atau dari kloter.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebelum melakukan tanazul dan evakuasi, dokter akan memberikan penilaian apakah jemaah haji laik atau tidak laik meneruskan ibadahnya. Jika ia tidak laik meneruskan ibadahnya, bahkan berpotensi memperberat penyakitnya, dapat dilakukan pemulangan lebih awal (dini)/tunda dari jadwal atau kloternya yang telah ditentukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, dr. Enny Nuryanti MKM menjelaskan kriteria tanazul sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 9/2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi, yaitu:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Kesadaran baik, </span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Hemodinamik stabil (Mean Arterial Pressure&gt;65mmhg),</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Saturasi Oksigen &gt;92%,</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><i><span style="font-weight: 400;">Transportable</span></i><span style="font-weight: 400;">, saat dilakukan tanazul tidak memperberat kondisi fisik, menimbulkan kecacatan dan mengancam keselamatan jemaah haji sakit,</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Tidak mengidap penyakit menular atau infeksius,</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Tidak dalam krisis hipertensi.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut dr. Enny Nuryanti MKM, KKHI telah membentuk tim evakuasi dan tanazul yang terdiri dari dokter spesialis yang bertugas untuk menentukan kelayakan tanazul pasien. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai proses tanazul, dr. Enny menjelaskan, dokter spesialis dan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) akan menyeleksi jemaah haji yang menjalani perawatan di KKHI Makkah dan RSAS. Hasil seleksi tersebut akan dikonsultasikan kepada tim tanazul untuk menentukan laik terbang atau tidak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika hasil penilaian dinyatakan laik terbang, tim tanazul akan menghubungi Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang bertugas di kloter untuk persetujuan tanazul. Langkah ini dilakukan karena usulan tanazul harus berasal dari jemaah dan atas persetujuan kloter. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, TKH dan jemaah mengajukan usulan tanazul kepada tim tanazul. Usulan tanazul tersebut disertai dengan berkas-berkas yang diperlukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tim tanazul melakukan penilaian terhadap berkas dan kondisi jemaah. Hasil penilaian kemudian dikonsultasikan kembali dengan DPJP sesuai dengan diagnosa jemaah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian, TKH melengkapi berkas yang ditujukan ke kantor daerah kerja (daker), yakni Daker Makkah untuk KKHI Makkah, untuk mendapatkan kursi (seat) di pesawat terbang untuk kepulangan ke tanah air. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengurusan berkas ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa jemaah haji yang sakit siap untuk dilakukan tanazul dan dititipkan bersama kloter lain. Berkas ini juga perlu diketahui oleh ketua kloter dan beberapa saksi lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah Nurul Jamal, M.Kom, hingga tanggal 22 Juni 2024, sebanyak 5 jemaah haji telah ditanazul dan dievakuasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jamaah haji yang akan ditanazulkan harus sudah berada di bandara satu jam sebelum keberangkatan,” ujar Jamal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/aa.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skema Murur Haji Berdampak Positif pada Kesehatan Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/skema-murur-haji-berdampak-positif-pada-kesehatan-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Jun 2024 14:12:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/skema-murur-haji-berdampak-positif-pada-kesehatan-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 24 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro Susilo mengungkapkan, skema murur, yaitu mabit (bermalam) dengan cara melintas Muzdalifah dari Arafah, merupakan terobosan yang sangat bagus dari Kementerian Agama (Kemenag) dan telah mendapatkan restu dari para ulama. Skema ini juga telah memberikan dampak positif bagi kesehatan jemaah haji selama menunaikan ritual pada puncak haji. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Dari segi kesehatan, murur memberikan kontribusi positif,&#8221; kata Liliek. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kapuskes Liliek menyebutkan, indikator bahwa skema murur berdampak positif ini dapat dilihat dari puncak haji tahun lalu. Pada 2023, setelah safari wukuf, banyak jemaah yang kelelahan dan sakit sehingga harus dirawat hingga meluber di halaman lobi, dengan jumlah mencapai 60 orang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Alhamdulillah, tahun ini setelah safari wukuf, semua jemaah bisa masuk ke ruang perawatan, bahkan masih ada sisa tempat tidur,&#8221; kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, hasil inspeksi dari Pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang perlu dirujuk ke rumah sakit setempat dapat dikembalikan ke hotel. &#8220;Alhamdulillah, sebagian besar jamaah layak kembali ke hotel,&#8221; kata Kapuskes Liliek.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Skema murur memungkinkan jemaah haji menghemat waktu ketika mabit (bermalam) di Muzdalifah dengan cara melintas sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat di Mina.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan tersebut, Kapuskes Liliek juga merekomendasikan beberapa hal untuk penyelenggaraan haji tahun depan. Pertama, memperketat skrining jemaah untuk memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar mampu mengikuti rangkaian ibadah haji secara paripurna. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Liliek menambahkan, jangan sampai ada jemaah yang belum pernah ke Masjidil Haram atau melihat Ka&#8217;bah karena jemaah telah pamit pergi ke Arab Saudi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Setelah pemeriksaan dan dilanjutkan dengan pembinaan kesehatan, jemaah haji yang masuk kuota keberangkatan tahun depan dipastikan telah memenuhi kategori istitha&#8217;ah. Jadi, setelah diundang oleh Kementerian Agama untuk melunasi ONH, jemaah calon haji sudah benar-benar istitha&#8217;ah,” kata Kapuskes Haji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rekomendasi kedua, yakni memastikan jemaah haji terdaftar di BPJS Kesehatan. Saat ini, jemaah haji khusus sudah diwajibkan terdaftar di BPJS Kesehatan. Namun, jemaah haji reguler belum ada aturan yang mewajibkan menjadi anggota BPJS Kesehatan. Untuk itu, jemaah haji reguler diimbau untuk menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai peserta JKN, calon jemaah haji akan difasilitasi program pemeriksaan kesehatan sederhana yang dapat menjadi indikator apakah calon jemaah haji perlu dirawat terlebih dahulu sebelum pembinaan kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah Nurul Jamal menyampaikan data terbaru terkait jamaah haji yang telah ditanazulkan, atau dipulangkan ke tanah air lebih cepat, hinga 24 Juni 2024, yakni sebanyak 11 orang. &#8220;Semua proses berjalan lancar,&#8221; tuturnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Insya Allah, jamaah yang telah tanazul bisa segera mendapatkan kloter pulang lebih awal ke Indonesia sehingga menekan risiko kesehatan di Arab Saudi,&#8221; tutur Jamal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Perkembangan terkini kondisi jamaah di Kota Makkah terpantau aman dan insya Allah tenaga kesehatan yang ada di kloter maupun sektor siap melayani jamaah haji sampai nanti kepulangan ke Indonesia,&#8221; tutur Jamal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-25-at-18.28.49.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dirjen PHU Sarankan Pasien Jemaah Haji Ditanazulkan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dirjen-phu-sarankan-pasien-jemaah-haji-ditanazulkan</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Jun 2024 14:08:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dirjen-phu-sarankan-pasien-jemaah-haji-ditanazulkan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 24 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah, Arab Saudi, Senin (24/6). Kunjungan itu diterima langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Liliek Marhaendro. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kunjungan itu, Dirjen PHU didampingi oleh Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu (Dirlola dan Sisdu) Ramadhan Harisman serta Kepala Bidang Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) Slamet. Sementara itu, Kapuskes Liliek didampingi oleh Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah Nurul Jamal, Sekretaris Bidang Kesehatan Salman M Idris, dan Kepala KKHI Makkah Enny Nuryanti.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dirjen PHU meninjau ruang rawat inap psikiatri di lantai 5 Klinik KKHI Makkah. Ia berkesempatan untuk melihat dan menyapa para pasien yang dirawat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penanggung jawab psikiatri dr. Ahmad Andi menjelaskan, saat ini terdapat 14 pasien yang dirawat, terdiri dari 8 pasien pria dan 6 pasien perempuan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dirjen PHU menyarankan agar pasien dipulangkan lebih dini atau tanazul. Bagi pasien yang kepulangannya melalui Madinah, ia menyarankan agar tidak perlu ke Madinah, melainkan langsung kembali ke tanah air. Hal ini untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan ke Madinah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia menambahkan, untuk pemulangan jemaah lebih cepat daripada yang seharusnya, akan dicarikan penerbangan dengan tujuan yang sama, tetapi dengan kepulangan melalui Jeddah. ”Tanazul diupayakan dari embarkasi yang sama, dicarikan tanggal berapa yang bisa bawa jamaah tersebut dan ada ketersedian kursi,” tutur Hilman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah melihat kondisi pasien, Hilman meminta tim medis untuk memberikan masukan mengenai pasien yang memungkinkan untuk dipulangkan lebih cepat atau tanazul.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jemaah keluar dari barisannya, keluar dari kelompoknya, pulang ke kampung halamannya melalui embarkasi yang sama, dan koordinasikan harus ada yang menjemput,” tutur Lutfi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Dirjen PHU juga meminta tim medis mendata pasien yang belum pernah melihat Masjidil Haram. Selanjutnya, tim medis dapat mengupayakan para pasien dapat ke Masjidil Haram dan melihat Ka&#8217;bah. “Tidak untuk tawaf tapi hanya melihat saja,” ujar dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/ab.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ngeri! Bakteri &#8220;Pemakan Daging&#8221; Merebak di Jepang, Sudah Sampai Indonesia?</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ngeri-bakteri-pemakan-daging-merebak-di-jepang-sudah-sampai-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 27 Jun 2024 05:37:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ngeri-bakteri-pemakan-daging-merebak-di-jepang-sudah-sampai-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Juni 2024</p>
<p>Jepang sedang dilanda infeksi sindrom syok toksik streptokokus (STSS), yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes kelompok A. Kasus STSS di Jepang telah melampaui 1.000 dan menjadi perhatian global.</p>
<p>Bakteri ini dijuluki &#8220;pemakan daging&#8221; karena dapat menghancurkan kulit, lemak, dan jaringan di sekitar otot dalam waktu singkat. Penularan STSS terjadi melalui pernapasan dan droplet (percikan ludah atau lendir) dari penderita.</p>
<p>“kalau sampai saat ini di Indonesia belum ada laporan ya untuk kasus bakteri &#8220;pemakan daging&#8221;,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi </p>
<p>Namun, pihaknya  terus memantau situasi melalui surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) – Severe Acute Respiratory Infection (SARI) dan pemeriksaan genomik.</p>
<p>Kasus STSS yang dilaporkan di Jepang,  umumnya kasus di rumah sakit yang disebabkan bakteri streptokokus yang biasanya muncul dengan gejala faringitis atau peradangan pada tenggorokan atau faring.</p>
<p>Infeksi STSS bisa berakibat fatal karena pasien dapat mengalami sepsis dan gagal multiorgan. Namun, penyebabnya secara pasti masih belum diketahui karena gejala STSS biasanya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu singkat.</p>
<p>Jepang telah melaporkan kasus infeksi streptokokus dalam sistem notifikasi surveilans sejak 1999. Pada 2023, terdapat 941 kasus, dan angka ini meningkat menjadi 977 kasus pada Juni 2024.</p>
<p>Meskipun mengkhawatirkan, tingkat penyebaran STSS jauh lebih rendah dibandingkan dengan COVID-19. Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup sehat, menggunakan masker saat sakit, dan membiasakan mencuci tangan secara rutin.</p>
<p>“Yang paling penting saat ini, kebiasaan baik yang sudah terbentuk di masa pandemi COVID-19 terus dijalankan seperti cuci tangan pakai sabun dan memakai masker, sehingga meminimalisir perpindahan droplet lewat pernafasan” kata dr. Nadia</p>
<p>Hingga saat ini, tidak ada pembatasan perjalanan dari dan ke Jepang terkait dengan STSS.</p>
<p>Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait peningkatan kasus iGAS atau invasive Group A Streptococcal disease, termasuk STSS, di Eropa pada Desember 2022, tidak ada rekomendasi pembatasan perjalanan ke negara-negara yang terdampak.</p>
<p>Pengobatan STSS dilakukan dengan pemberian antibiotik. Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk mencegah infeksi bakteri &#8220;pemakan daging&#8221; ini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240627-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Visitasi Poskes Arafah Kunjungi RS East Arafah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-visitasi-poskes-arafah-kunjungi-rs-east-arafah</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Jun 2024 16:10:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-visitasi-poskes-arafah-kunjungi-rs-east-arafah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 19 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jemaah haji yang dirujuk dari Pos Kesehatan Arafah saat wukuf tetap dipantau perkembangan kesehatannya. Tim visitasi ditugaskan setiap hari ke rumah sakit tempat jemaah haji dirujuk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Setiap hari akan ada tim visitasi yang ditugaskan ke rumah sakit di mana  jemaah haji dirujuk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut,” kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Bandara, Muhammad Firdaus, selaku penanggung jawab Pos Kesehatan Arafah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tim Visitasi Pos Kesehatan Arafah telah mengunjungi jemaah haji yang dirujuk. Saat operasional Pos Kesehatan Arafah, 11 pasien dirujuk ke rumah sakit, yaitu 7 pasien ke RS East Arafah dan 4 pasien ke RS Mina Al Wadi. Mayoritas pasien dirujuk karena mengalami </span><i><span style="font-weight: 400;">heat stroke</span></i><span style="font-weight: 400;">, gangguan pernapasan, dan serangan jantung.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Ketua Tim Visitasi Pos Kesehatan Arafah dr. Aria Dewangga, pada Rabu (19/6), terdapat 10 pasien yang masih dirawat di RS East Arafah. Rinciannya, 7 pasien dirujuk dari Pos Kesehatan Arafah, 2 pasien dirujuk langsung dari kloter saat wukuf, 1 pasien limpahan dari RS Mina Al Wadi, dan dua pasien lainnya dirawat di RS Jabal Al Rahma.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tujuan visitasi ini adalah untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan kesehatan jemaah haji yang dirujuk dari Pos Kesehatan Arafah ke rumah sakit. Tim visitasi juga memberikan dukungan moril agar jemaah haji tetap semangat menjalani pengobatan hingga sembuh, serta membantu proses kepulangan jemaah setelah menjalani rawat inap.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menjelang musim haji berakhir, visitasi juga dilakukan untuk melacak jemaah haji yang sakit yang dirujuk dari luar poskes Arafah yang belum terdata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-21-at-09.48.11.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Asistensi Kesehatan Haji Berharap ada Tambahan Tenaga Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tim-asistensi-kesehatan-haji-berharap-ada-tambahan-tenaga-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Jun 2024 16:01:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tim-asistensi-kesehatan-haji-berharap-ada-tambahan-tenaga-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 19 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tim asistensi yang bertugas memberikan arahan terkait dengan pelayanan kesehatan untuk musim haji 1445 H/2024. Berdasarkan hal tersebut, tim asistensi telah berkoordinasi dengan penyelenggara utama Ibadah Haji, yaitu Kementerian Agama (Kemenag). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Ketua Tim Asistensi sekaligus Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Azhar Jaya, SKM, MARS, koordinasi ini sangat penting karena kebijakan utama penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab Kementerian Agama. Di sisi lain, kebijakan kesehatan tetap menjadi tanggung jawab Kemenkes.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Azhar Jaya, SKM, MARS, menyatakan, berdasarkan hasil koordinasi tersebut, ada beberapa hal yang akan terus dilanjutkan. Salah satunya, jemaah haji harus dinyatakan istitha&#8217;ah terlebih dahulu sebelum melunasi biaya haji. Setelah kebijakan ini dijalankan, kualitas kesehatan jemaah haji tahun ini terbukti lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, mengenai manasik haji, dari beberapa rangkaian manasik yang diselenggarakan, minimal ada satu manasik haji yang harus diikuti oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat sebagai pendamping. Hal ini agar jemaah haji sudah mengenal TKHK yang mendampinginya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya, TKHK sudah mengetahui data pasien yang akan menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi kesamaan pandangan antara jemaah haji dan tenaga kesehatan tentang apa yang harus dilakukan selama menjalankan ibadah haji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Kebijakan tersebut terbukti sangat efektif. Angka kematian jemaah haji pada 2024 ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023. Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama pada 2019, jumlahnya lebih tinggi. Hal ini karena jumlah jemaah haji tidak sebanyak pada 2024, yaitu 241.000 jemaah yang terdiri dari 213.275 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut dr. Azhar Jaya, kebijakan lain yang sangat baik di tanah suci, yaitu kesepakatan antara Kemenag, Kemenkes, dan para lembaga organisasi keagamaan, serta fatwa ulama kepada Pemerintah Arab Saudi. Kebijakan tersebut adalah murur untuk jemaah haji risiko tinggi (risti) dan lanjut usia. Murur, yakni mabit yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah setelah menjalani wukuf di Arafah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada sekitar 55.000 jemaah haji risti dan lansia yang menjalani murur. Murur ini bersifat sukarela atau tidak wajib. Mereka mendaftarkan diri sendiri karena merasa tidak mampu dan tidak siap dengan kondisi yang panas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ketika bertemu dengan Dirjen PHU, beliau menyampaikan bahwa Murur bukan mandatori. Silakan bagi yang mau daftar,” tutur dr. Azhar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, dr. Azhar menyampaikan beberapa catatan penting untuk diperbaiki, yaitu:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;">Integrasi sistem Satu Sehat Digital Transformation Office (DTO) dan BPJS Kesehatan yang belum tersambung terkait pemanfaatan NIK. Hal ini menyebabkan banyak jemaah haji Indonesia yang tidak istitha&#8217;ah tetapi lolos berangkat ke Makkah. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki akses ke data kesehatan yang terhubung dengan BPJS Kesehatan. Dengan adanya program haji ini, diharapkan dapat mendorong jemaah untuk mengikuti kebijakan pemerintah wajib mengikuti BPJS Kesehatan karena mereka tergolong mampu secara ekonomi. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan agar jika mereka sakit di Arab Saudi dan pulang ke Indonesia dalam keadaan sakit, mereka dapat menggunakan BPJS untuk perawatan lanjutan.</span></li>
<li>Data kesehatan jemaah yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan harus dapat diakses melalui sistem Satu Data dan terintegrasi dengan Siskohat atau sistem pengelolaan data dan informasi penyelenggaraan ibadah haji secara terpadu. Hal ini penting untuk memastikan jemaah haji istitha&#8217;ah benar-benar mampu, bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara kesehatan untuk menjalankan ibadah haji yang diwajibkan.</li>
<li>Diharapkan ada penambahan tenaga kesehatan kloter. Saat ini, 450 jemaah hanya diurus oleh satu dokter dan dua perawat, dan mereka harus dijaga 24 jam. Jumlah ini sangat minim.</li>
<li>Selain tenaga kesehatan yang direkrut oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), terdapat tenaga kesehatan daerah dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH), dengan anggotanya dokter, yang dibentuk oleh Kemenag. Tidak ada masalah jika daerah dan Kemenag merekrut tenaga kesehatannya sendiri, tetapi dalam pelaksanaannya, komando tetap berada di bawah Kemenkes.</li>
<li>Untuk KKHI, penambahan PPIH Kesehatan harus bersifat proporsional. Berdasarkan analisis kebutuhan, prioritas utama penambahan tenaga adalah tenaga farmasi, karena jumlahnya saat ini sangat minim. Kemudian, tenaga dokter spesialis dan perawat dengan spesifikasi gawat darurat atau <i><span>intensive care</span></i><span> juga perlu ditambah, karena rata-rata kasus yang masuk ke KKHI membutuhkan pertolongan pertama.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai jemaah haji ONH Plus, dr. Azhar Jaya mengungkapkan, selama ini banyak jemaah yang sakit. Berdasarkan Undang-Undang Haji, jemaah haji yang menggunakan ONH Plus menjadi tanggung jawab penyelenggara ibadah masing-masing atau organisasinya. Namun, saat mereka sakit, KKHI tidak dapat lepas tangan karena bagaimanapun mereka adalah warga negara Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kendati demikian, ketika mereka sakit dan dititipkan ke KKHI atau ke rumah sakit, ternyata terjadi kesulitan komunikasi dengan pimpinan rombongan atau tenaga kesehatan yang disiapkan oleh mereka. Hal ini karena Undang-Undang Kesehatan Haji menyebutkan bahwa jemaah haji khusus atau ONH Plus memiliki persyaratan yang lebih ketat, yaitu setiap 45 orang harus ada 1 tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, minimal satu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika jemaah haji khusus (ONH Plus) memberangkatkan satu kloter, minimal harus ada 10 tenaga kesehatan karena setiap 45 orang membutuhkan satu petugas kesehatan. Sementara, untuk jemaah haji regular, hanya ada satu dokter dan dua perawat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Meskipun jumlah tenaga kesehatan untuk ONH Plus jauh lebih banyak, yaitu 10 orang, KKHI tidak memiliki akses untuk mengatur tenaga kesehatan yang ada di ONH Plus ini. Jika semua tenaga kesehatan ONH Plus disatukan di bawah satu komando dan data dokter yang direkrut dapat diketahui, koordinasi akan menjadi lebih mudah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya juga meminta kepada Kemenag agar tenaga kesehatan jemaah haji ONH Plus ini didaftarkan ke Kemenkes dan kualifikasi yang akan direkrut didata dengan baik. Sehingga, proses rekrutmennya tidak asal-asalan,” ujar dr. Azhar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Secara keseluruhan, dr. Azhar merasa bangga dengan jiwa pelayanan para tenaga kesehatan yang telah bekerja tanpa henti. Menurut dr. Azhar, insentif yang mereka terima dari pemerintah tidak sebanding dengan dedikasi mereka. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Para tenaga kesehatan ini benar-benar &#8220;mengutamakan pelayanan kepada jemaah.&#8221; Meskipun banyak di antara mereka yang ingin berhaji, mereka harus menunda keinginannya karena tugas mereka di sini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa hal yang tidak bisa mereka lakukan karena haji yang mereka jalani adalah haji minimal, bukan haji ideal. &#8220;Luar biasa dan salut untuk mereka,&#8221; ungkap dr. Azhar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-21-at-09.36.10.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Relaksasi Pemenuhan SKP untuk Perpanjangan SIP Sampai 31 Desember 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-relaksasi-pemenuhan-skp-untuk-perpanjangan-sip-sampai-31-desember-2024</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Jun 2024 12:20:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-relaksasi-pemenuhan-skp-untuk-perpanjangan-sip-sampai-31-desember-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan relaksasi kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam memenuhi jumlah Satuan Kredit Profesi (SKP) yang akan digunakan untuk memperpanjang Surat Izin Praktik (SIP). Relaksasi ini berlaku hingga 31 Desember 2024.</p>
<p>Aturan mengenai relaksasi SKP ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/1063/2024 tentang Pemenuhan Satuan Kredit Profesi Dalam Penerbitan Perpanjangan Surat Izin Praktik Tenaga Medis dan Tenaga Medis.</p>
<p><a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/SE-No.-HK.02.01-MENKES-1063-2024-ttg-Pemenuhan-Satuan-Kredit-Profesi-Penerbitan-Perpanjangan-Surat-Izin.pdf">SE No. HK.02.01-MENKES-1063-2024 ttg Pemenuhan Satuan Kredit Profesi Penerbitan Perpanjangan Surat Izin</a></p>
<p>Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dr. Yuli Farianti menegaskan bahwa penerbitan surat edaran ini bukan merupakan pemutihan, melainkan keringanan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis dalam memenuhi jumlah SKP.</p>
<p>Hal tersebut lantaran, saat ini pemerintah sedang dalam proses transisi pemenuhan kecukupan SKP yang memanfaatkan sistem informasi. Proses transisi ini membutuhkan beberapa penyesuaian yang berdampak pada terhambatnya proses penerbitan perpanjangan SIP.</p>
<p>“SE ini untuk mendorong agar tenaga kesehatan dan tenaga medis tetap memenuhi kewajiban SKP, tapi kami kasih waktu sampai akhir tahun 2024. Karena, dalam masa transisi ini kami masih perlu penyesuaian, makanya kami mengeluarkan diskresi,” kata Yuli.</p>
<p>dr. Yuli menjelaskan, proses pemenuhan SKP dalam penerbitan perpanjangan SIP dapat dilakukan melalui dinas kesehatan kabupaten/kota atau dinas PTSP kabupaten/kota. Dalam proses pengajuan, tenaga kesehatan dan tenaga medis harus melampirkan bukti kecukupan SKP.</p>
<p>“Bila tidak ada (bukti kecukupan SKP), sampaikan atau buat pernyataan bahwa SKP akan tercukupi tanggal 31 Desember 2024. Setelah itu dinas kesehatan akan mengeluarkan SIP,” tutur Yuli.</p>
<p>dr. Yuli menyampaikan, bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis yang belum memenuhi jumlah SKP sampai 31 Desember 2024, maka Surat Tanda Registrasi (STR) mereka akan dinonaktifkan sementara.</p>
<p>Selain itu, SIP yang telah diterbitkan akan dinyatakan tidak berlaku dan/atau dicabut oleh dinas kesehatan kabupaten/kota atau dinas PTSP kabupaten/kota.</p>
<p>“Kalau nanti jumlah SKP sudah terpenuhi, maka itu akan secara otomatis diaktifkan kembali,” terang dr. Yuli.</p>
<p>Relaksasi SKP ini telah disosialisasikan secara luas kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta telah disampaikan kepada seluruh kolegium di Indonesia.</p>
<p>Untuk itu, dr. Yuli meminta tenaga kesehatan dan tenaga medis yang mengalami kendala dalam pemenuhan SKP segera menghubungi kolegium terkait.</p>
<p>“Karena bulan Desember kurang dari 6 bulan lagi, jadi segera saja untuk melakukan pengumpulan atau berkoordinasi dengan kolegium masing-masing,” ujar dr. Yuli.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_0898.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Melawan Hoax Pandemic Treaty</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/melawan-hoax-pandemic-treaty</link>				
         <pubDate>Tue, 25 Jun 2024 11:55:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/melawan-hoax-pandemic-treaty</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Juni 2024</p>
<p>Baru-baru ini, beredar narasi-narasi kontroversial di media sosial Tanah Air mengenai Perjanjian Pandemi, atau yang dikenal sebagai Pandemic Treaty. Namun, narasi-narasi ini berpotensi menyesatkan publik. Faktanya, Pandemic Treaty bertujuan meningkatkan koordinasi, kolaborasi, dan kesetaraan internasional dalam mencegah, mempersiapkan, dan merespons pandemi pada masa depan.</p>
<p>Sejumlah narasi menyesatkan yang beredar mulai dari gangguan kedaulatan negara, proses negosiasi tertutup, larangan penggunaan obat tradisional di Indonesia, dan potensi pemberian otoritas absolut kepada WHO. Narasi pertama, yakni Pandemic Treaty disebut-sebut telah gagal disepakati karena banyak negara merasa perjanjian itu mengganggu kedaulatan negara dan dapat mengancam keselamatan rakyat.</p>
<p>Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D., selaku delegasi RI untuk perundingan Pandemic Treaty atau Perjanjian Pandemi, meluruskan kesalahpahaman tersebut. Prof. Wiku menjelaskan, negosiasi Perjanjian Pandemi masih berlangsung dan belum mencapai kata sepakat.</p>
<p>Dalam Sidang World Health Assembly (WHA) ke-77 pada 1 Juni 2024, negara-negara anggota WHO sepakat untuk melanjutkan pembahasan Pandemic Treaty. Targetnya, kesepakatan dapat dicapai pada WHA ke-78 tahun 2025 atau lebih awal melalui sesi khusus WHA.</p>
<p>Proses negosiasi Pandemic Treaty dilakukan melalui Badan Perundingan Antarpemerintah atau Intergovernmental Negotiating Body (INB). Artinya, setiap negara anggota WHO berhak memberikan masukan dan menyuarakan pandangannya terhadap setiap pasal dalam rancangan perjanjian.</p>
<p>Rancangan Perjanjian Pandemi, yang terdiri dari 37 pasal, dibahas secara menyeluruh atau satu per satu, mulai dari penataan kata dan kalimat hingga substansi setiap pasal. Selama proses perundingan, terdapat pasal-pasal yang sudah disepakati, setengah disepakati, dan belum disepakati, sehingga perlu didiskusikan lebih lanjut.</p>
<p>Indonesia, sebagai salah satu negara anggota WHO, aktif memberikan masukan dan memperjuangkan kepentingan nasional, terutama dalam isu-isu strategis seperti sistem surveilans, transfer teknologi, dan kesetaraan akses dalam menghadapi pandemi.</p>
<p>Dalam hal ini, setiap negara menyuarakan cara dan mekanisme yang tepat untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi secara bersama-sama, dengan tetap menjaga kedaulatan negara masing-masing.</p>
<p>“Pandemic Treaty sedang berlangsung pembahasan dan negosiasinya antara negara anggota WHO. Semua negara anggota WHO menginginkan adanya Pandemic Treaty yang dapat mencegah dan melindungi seluruh masyarakat dunia dari ancaman pandemi,” jelas Prof. Wiku di Jakarta, Jumat (21/6).</p>
<p>“Karena negosiasinya masih berlangsung, maka mari kita bersama-sama berpartisipasi mendukung pengamanan kesehatan global (global health security). Semua negara tetap perlu memastikan bahwa kesepakatan yang akan dicapai sesuai dengan kepentingan nasional dan global.”</p>
<p>Pasal 24 ayat 2 rancangan Perjanjian Pandemi WHO telah menegaskan bahwa “Tidak ada satupun ketentuan dalam Perjanjian Pandemi WHO yang dapat ditafsirkan memberikan wewenang kepada Sekretariat WHO, termasuk Direktur Jenderal WHO untuk mengarahkan, memerintahkan, mengubah atau menentukan kebijakan nasional dan/atau undang-undang domestik, jika diperlukan atau kebijakan negara mana pun atau untuk mengamanatkan atau dengan cara lain memaksakan persyaratan apapun agar Negara Anggota mengambil tindakan tertentu, seperti melarang atau menerima pelancong, menerapkan mandat vaksinasi atau tindakan terapeutik atau diagnostik atau menerapkan lockdown.”</p>
<p>Rancangan Perjanjian Pandemi ini berlandaskan pada prinsip penghormatan penuh terhadap martabat, hak asasi manusia, dan kebebasan mendasar setiap orang.</p>
<p>Seperti semua instrumen internasional, perjanjian baru ini, jika dan ketika disetujui oleh negara-negara anggota, akan tunduk pada otoritas pemerintah masing-masing negara. Masing-masing negara akan mengambil tindakan apa pun dengan mempertimbangkan undang-undang dan peraturan nasionalnya.</p>
<p>Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&amp;H, DTCE, FISR, yang juga menjadi delegasi RI untuk pertemuan INB, menegaskan, tidak perlu khawatir terhadap kedaulatan negara selama perundingan Pandemic Treaty. Prof. Tjandra meyakini, para diplomat Indonesia memegang teguh kedaulatan negara.</p>
<p>“Saya percaya kemampuan diplomat kita untuk melakukan negosiasi dengan sangat baik. Di satu sisi, membuat dunia ini aman, jangan sampai ada pandemi lagi atau kalau ada pandemi lagi kita sudah siap menghadapinya, tapi di sisi lain, kedaulatan negara kita itu juga sangat terjaga,” tegasnya.</p>
<p>Kedua, negosiasi Pandemic Treaty dianggap serba tertutup tanpa partisipasi publik. Narasi ini mengkritisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran negosiasi Pandemic Treaty dilakukan tertutup dan tidak melibatkan partisipasi publik.</p>
<p>Faktanya, pembahasan Pandemic Treaty melibatkan 194 negara-negara anggota WHO dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Selain perwakilan negara anggota, proses ini juga melibatkan badan-badan PBB seperti Food and Agriculture Organization (FAO), World Organisation of Animal Health (WOAH), United Nation Environment Programme (UNEP), dan non-governmental organization (NGO) internasional.</p>
<p>“Semua perlu tahu bahwa sebenarnya inisiatif membuat Pandemic Agreement atau Pandemic Treaty dari Negara Anggota-anggota WHO yang berjumlah 194 negara. Saat pembahasan rancangan perjanjian berlangsung, ada perwakilan dari beberapa Negara Anggota WHO yang memimpin prosesnya,” terang Prof. Wiku.</p>
<p>“Jadi, yang hadir adalah seluruh Negara Anggota WHO di dalam forum tersebut dan mereka memberikan masukan, harusnya isinya seperti ini, itu namanya proses negosiasi.”</p>
<p>Selain itu, WHO telah menyelenggarakan dengar pendapat publik untuk menjaring masukan tambahan dari berbagai pihak. Para pemangku kepentingan yang terlibat meliputi organisasi internasional, masyarakat sipil, sektor swasta, organisasi filantropis, lembaga ilmiah, medis, kebijakan publik dan akademik, serta entitas lain yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan/atau keahlian yang relevan.</p>
<p>Ada pula narasi yang mempertanyakan alasan rancangan atau draf Perjanjian Pandemi tidak dipublikasikan ke publik. Padahal, publik harus mengetahui isi pasal-pasal yang dibahas.</p>
<p>“Pertemuan Intergovernmental Negotiating Body yang membahas Pandemic Treaty sebagian besar bisa diakses oleh publik melalui situs WHO yang diakses di https://inb.who.int. Bahkan, drafnya pun semuanya ada di situ,” sambung Prof. Wiku.</p>
<p>“Di dunia digital yang makin maju, seluruh masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia bisa memonitor, bisa melihat bagaimana proses negosiasinya.”</p>
<p>Ketiga, penerapan Pandemic Treaty di Indonesia dapat berdampak atas dilarangnya penggunaan obat herbal, jamu dan pijat sebagaimana tertera dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan berupa denda Rp500 juta.</p>
<p>Menanggapi narasi tersebut, Prof. Wiku Bakti Bawono Adisasmito mempertanyakan pasal dalam UU Kesehatan yang menyebutkan denda larangan obat herbal. Ia menegaskan, rancangan Pandemic Treaty itu tidak memuat pasal yang mengatur tentang denda terkait larangan penggunaan obat herbal.</p>
<p>“Kita harus cermat, pasal berapa di UU Kesehatan yang dimaksud denda tersebut. Apabila dikaitkan dengan rancangan Pandemic Treaty, di pasal mana yang ada denda larangan obat herbal? Tidak ada itu,” kata Prof. Wiku yang pernah menjabat juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga telah mengklarifikasi bahwa UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan tidak memuat ketentuan tentang denda Rp500 juta untuk penggunaan obat herbal, jamu, bekam, dan pijat.</p>
<p>Narasi lain yang beredar menyebutkan bahwa denda larangan obat herbal tercantum dalam Pasal 446 UU Kesehatan. Namun, faktanya, Pasal 446 UU Kesehatan terkait dengan upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah.</p>
<p>Isi pasal tersebut menyebutkan bahwa, “Setiap Orang yang tidak mematuhi pelaksanaan upaya penanggulangan KLB dan Wabah dan/atau dengan sengaja menghalang-halangi pelaksanaan upaya penanggulangan KLB dan Wabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”</p>
<p>Keempat, Pandemic Treaty akan memberikan akan memberikan otoritas mengikat secara hukum kepada WHO atas seluruh pemerintahan di dunia. Narasi ini juga menyatakan bahwa peran WHO akan menjadi absolut dan negara-negara harus tunduk. Narasi ini keliru karena peran WHO adalah mendukung negara-negara Anggota.</p>
<p>Prof. Wiku menjelaskan, WHO bertugas memfasilitasi semua negara, terutama negara anggota, selama proses negosiasi Pandemic Treaty dalam pertemuan Intergovernmental Negotiating Body (INB).</p>
<p>“Adanya Intergovernmental Negotiating Body yang dihadiri oleh seluruh negara anggota menandakan, kita sedang negosiasi dan mereka ingin punya kesepakatan dunia supaya bisa mengamankan dunia. Jadi yang diamankan ya semuanya,” terangnya.</p>
<p>“Apakah semua negara punya kemampuan yang sama? Tidak, karena semua tidak memiliki kemampuan yang sama, maka dibuatlah Perjanjian Pandemi ini agar saling bantu. Ada prinsip-prinsip yang harus dijaga, prinsip equity, kesetaraan, prinsip solidarity. Itu salah satu prinsip yang penting.”</p>
<p>Prof. Tjandra Yoga Aditama, yang pernah menjabat sebagai direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara, menambahkan, tugas WHO adalah mendukung 194 Negara Anggotanya. Dalam hal ini, Sekretariat WHO membantu agar proses negosiasi dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p>Artinya, 194 Negara Anggota inilah yang sebenarnya menjadi penentu kesepakatan negosiasi Pandemic Treaty.</p>
<p>“Sekretariat WHO ikut hadir mendampingi kalau ada yang diperlukan dia yang siapkan. Tapi, yang memimpin negosiasi adalah perwakilan dari beberapa negara. Indonesia pernah jadi pemimpin untuk kelompok pembahasan terkait International Health Regulation (IHR). Ada mekanisme untuk memilih siapa saja perwakilan negara untuk memimpin negosiasi,” tambah Prof. Tjandra.</p>
<p>“Sekali lagi, yang memutuskan kesepakatan Pandemic Treaty pada Sidang World Health Assembly nanti adalah Negara Anggota, bukan WHO-nya. WHO tidak memutuskan apapun dalam sidang. Kalau perjanjian ini disepakati, artinya kesepakatan ini adalah produk dari Negara-negara Anggota yang akan tertuang dalam dokumen.”</p>
<p>Negara-negara anggota WHO akan memutuskan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Pandemi, termasuk apakah ketentuan-ketentuan tersebut akan mengikat secara hukum bagi Negara-negara Anggota berdasarkan hukum internasional.</p>
<p>WHO pun telah menekankan bahwa tugas Sekretariat WHO dalam proses kesepakatan Pandemic Treaty adalah untuk mendukung negara-negara—negara-negara anggotanya—saat mereka bernegosiasi dan menyepakati perjanjian internasional baru. Sekretariat WHO tidak menentukan isi perjanjian internasional apa pun.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/6ce20077-2e69-4ab2-97a4-7fe47a46c0a5.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>17 Daerah Berhasil Bebas Dari Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/17-daerah-berhasil-bebas-dari-malaria</link>				
         <pubDate>Mon, 24 Jun 2024 19:29:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/17-daerah-berhasil-bebas-dari-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1">Jakarta, 24 Juni 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Hartono menyerahkan sertifikat eliminasi Malaria kepada 17 kabupaten/kota yang telah bebas dari penyakit ini. Penyerahan sertifikat ini dilakukan pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2024 di Jakarta, pada Senin (24/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Adapun, tujuh belas kabupaten/kota tersebut, yaitu: Kabupaten Nias, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Linggar. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Belu, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kayoung Utara, Kabupaten Melawi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Tebo.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Saya ucapkan selamat kepada 17 kabupaten/kota yang telah berhasil mengeliminasi Malaria di wilayahnya masing-masing dan dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain untuk melakukan hal yang sama,&#8221; kata Wamenkes Dante.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wamenkes Dante menjelaskan, pemberian sertifikat eliminasi Malaria ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi dari pemerintah pusat atas kerja keras daerah dalam menanggulangi penyakit Malaria di wilayahnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam kesempatan ini, Wamenkes juga mengingatkan bahwa penyakit Malaria adalah salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian bersama. Pasalnya, prevelensi Malaria di tinggal global maupun nasional cukup tinggi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada kesempatan ini, Wamenkes Dante juga mengingatkan bahwa Malaria adalah salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian bersama. Hal ini karena prevalensi Malaria di tingkat global dan nasional masih cukup tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan data World Malaria Record tahun 2023, diperkirakan terdapat 249 juta kasus Malaria di seluruh dunia. Di Asia, Indonesia menempati urutan kedua dengan kasus Malaria terbanyak setelah India, dengan 1,1 juta kasus pada tahun 2023.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan merupakan provinsi dengan kasus Malaria tertinggi dan menyumbang 86 persen dari total kasus Malaria di Indonesia,&#8221; kata Wamenkes Dante.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hingga tahun 2023, sebanyak 389 kabupaten/kota telah mencapai tahap Pemeliharaan atau Bebas Malaria. Pada tahun ini, sejalan dengan target RPJMN 2020-2024, ditargetkan sebanyak 408 kabupaten/kota di Indonesia dapat terbebas dari Malaria.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk mencapai target tersebut, Wamenkes Dante menyebutkan, setidaknya ada 5 strategi yang dilakukan pemerintah. Pertama, menerbitkan kebijakan yang komprehensif dan menyeluruh, mencakup peningkatan deteksi, penemuan kasus, dan diagnostik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua, peningkatan surveilans; Ketiga, pemberian pengobatan; keempat, pengendalian faktor risiko; kelima, pemberdayaan peran swasta dan masyarakat. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Upaya ini dilakukan untuk memperkuat komitmen kita dan mewujudkan Indonesia bebas Malaria tahun 2030. Hanya tinggal 6 tahun lagi waktu yang kita miliki,&#8221; ujar Wamenkes.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Imran Pambudi menjelaskan, 17 kabupaten/kota yang berhasil meraih sertifikat eliminasi Malaria diukur berdasarkan beberapa tahapan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahapan itu dimulai dari penilaian mandiri (</span><span class="s2">self assessment</span><span class="s1">) terhadap 11 indikator yang ditetapkan dalam mencapai eliminasi malaria serta pemenuhan terhadap 3 indikator utama sebagai syarat mutlak. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tiga indikator mutlak tersebut, yakni Annual Parasite Incidence (API) kurang dari 1 per 1000 penduduk, </span><span class="s2">positivity rate</span><span class="s1"> kurang dari 5%, dan tidak ada kasus </span><span class="s2">indigenous</span><span class="s1">. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Tiga indikator tersebut harus dipertahankan selama 3 tahun berturut-turut,” ucap Direktur Imran. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan penilaian independen oleh Tim Eliminasi Malaria Pusat yang dilakukan sejak tahun 2023 hingga Mei 2024, ditetapkan bahwa 17 kabupaten/kota telah berhasil bebas dari Malaria.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Masing-masing kabupaten/kota mendapatkan sertifikat yang diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Usai menerima sertifikat, seluruh penerima sertifikat yang diwakili oleh Bupati Muara Enim membacakan komitmen kabupaten/kota untuk mencapai target eliminasi Malaria 2030.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/02525289-4714-4fae-b42f-9caf9b0bde0c.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Beri Penghargaan kepada 50 Puskesmas Terbaik dalam Imunisasi Rutin dan Penginputan ASIK</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-beri-penghargaan-kepada-50-puskesmas-terbaik-dalam-imunisasi-rutin-dan-penginputan-asik</link>				
         <pubDate>Mon, 24 Jun 2024 12:03:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-beri-penghargaan-kepada-50-puskesmas-terbaik-dalam-imunisasi-rutin-dan-penginputan-asik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 Juni 2024</p>
<p>Sistem pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan imunisasi melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) telah dilaksanakan sejak 2023. ASIK memungkinkan penyajian hasil pelayanan imunisasi secara cepat, real-time, dan berbasis data individual.</p>
<p>Setiap sasaran imunisasi dapat memantau hasil pelayanan imunisasi yang telah diterima dan status imunisasinya, dan petugas kesehatan dapat mengakses data hasil pelayanan imunisasi dari seluruh sasaran di wilayah kerjanya.</p>
<p>Hingga minggu ketiga bulan Juni 2024, berdasarkan data ASIK, cakupan Imunisasi Bayi Lengkap baru mencapai 20%, Imunisasi Baduta Lengkap 15,7%, Imunisasi Antigen Baru (PCV2) 16,3%, dan Status Imunisasi Tetanus (T2+) 8,4%. Capaian ini masih di bawah target untuk semester pertama tahun ini, yaitu 50%.</p>
<p>Untuk memotivasi dan mencari solusi dalam meningkatkan angka cakupan imunisasi rutin tahun 2024 dan penginputan ASIK di daerah, seluruh petugas imunisasi di puskesmas dan posyandu/pos imunisasi didorong untuk memberikan layanan imunisasi secara optimal dan melakukan penginputan seluruh data hasil imunisasi melalui Mobile ASIK secara rutin.</p>
<p>Salah satu upaya untuk mendorong penginputan rutin melalui Mobile ASIK adalah kegiatan Jumat Bersama ASIK Imunisasi (JERAMI) yang diadakan oleh Direktorat Pengelolaan Imunisasi setiap Jumat. Kegiatan ini merupakan desk review rutin antara Program Imunisasi dan Digital Transformation Office (DTO) dengan seluruh Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Puskesmas yang dibagi menjadi 4 regional.</p>
<p>&#8220;Kami berharap kegiatan JERAMI ini dapat memotivasi dan memberikan solusi kepada daerah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi saat melaksanakan program imunisasi dan menginput data agar capaian imunisasi yang sudah dilaksanakan bisa tercatat dan terlaporkan dalam ASIK secara baik, real-time, dan konsisten,&#8221; kata Direktur Pengelola Imunisasi, Prima Yosephine di Jakarta (25/6).</p>
<p>Setiap bulan, 50 puskesmas dengan penginputan data dan pencapaian tertinggi dalam semua indikator program imunisasi mendapatkan penghargaan berupa hadiah dan sertifikat/piagam yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P).</p>
<p>Dari 50 puskesmas tersebut, 10 puskesmas terbaik dipilih setiap 2 bulan sekali untuk menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan dan diundang ke Jakarta untuk menerima sertifikat/piagam yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan.</p>
<p>Berikut adalah sepuluh (10) puskesmas terbaik dengan cakupan imunisasi rutin tertinggi (IDL, IBL, Antigen baru, BIAS, Td WUS) untuk Januari sampai April 2024 yang berkesempatan hadir ke Jakarta dan mengikuti Acara Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2024 di Lapangan Banteng Jakarta pada tanggal 20 Mei 2024:</p>
<p>1. PUSKESMAS KEDUNG MUNDU, KOTA SEMARANG</p>
<p>2. PUSKESMAS II DENPASAR BARAT, KOTA DENPASAR</p>
<p>3. PUSKESMAS BANGET AYU, KOTA SEMARANG</p>
<p>4. PUSKESMAS TELOGOSARI KULON, KOTA SEMARANG</p>
<p>5. PUSKESMAS KECAMATAN JAGAKARSA, KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN</p>
<p>6. PUSKESMAS TELOGOSARI WETAN, KOTA SEMARANG</p>
<p>7. PUSKESMAS JURANG MANGU, KOTA TANGERANG SELATAN</p>
<p>8. PUSKESMAS BALAI AGUNG SEKAYU, KABUPATEN MUSI BANYUASIN</p>
<p>9. PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG</p>
<p>10. PUSKESMAS LAMBUNU I, KABUPATEN PARIGI MOUTONG</p>
<p>Salah satu penerima penghargaan penginputan layanan imunisasi ke dalam ASIK, Koordinator Imunisasi Puskesmas Oesapa, Kota Kupang, mengaku sangat gembira dan tidak menyangka bahwa Puskesmas Oesapa yang terletak di daerah dengan akses internet yang sulit terjangkau, berhasil melakukan penginputan dengan baik dan meraih penghargaan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami tidak menyangka menjadi salah satu puskesmas yang menerima penghargaan ini karena kami berada di Provinsi NTT yang memiliki kendala dalam hal geografis dan jaringan internet seluler. Namun, kami kompak, baik Koordinator Imunisasi maupun bidan desa, untuk melakukan penginputan capaian imunisasi ke dalam ASIK mobile setelah selesai pelayanan,&#8221; ungkap Koordinator Imunisasi.</p>
<p>“Kami harap hal ini memberikan motivasi juga kepada petugas lainnya puskesmas di Indonesia bahwa tantangan tidak menyurutkan usaha kami untuk melakukan penginputan seoptimal mungkin ke dalam ASIK. Usaha tidak membohongi hasil,” imbuhnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email <a href="mailto:kontak@kemkes.go.id">kontak@kemkes.go.id</a>.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/540fe733-5e29-468d-bb8c-80512e65e57a.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tetap Waspada Risiko Penularan Flu Burung Pada Manusia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/tetap-waspada-risiko-penularan-flu-burung-pada-manusia</link>				
         <pubDate>Fri, 21 Jun 2024 16:10:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/tetap-waspada-risiko-penularan-flu-burung-pada-manusia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Juni 2024</p>
<p>Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan flu burung (Avian Influenza) pada manusia. Kewaspadaan ini menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam beberapa hari terakhir mengenai kasus infeksi flu burung pada manusia.</p>
<p>Laporan terbaru WHO yang terbit 11 Juni 2024 menyebutkan, kasus infeksi virus Avian Influenza Tipe A (H9N2) pada manusia terdeteksi pada seorang anak yang tinggal di negara bagian Benggala Barat, India. Anak tersebut memiliki riwayat kontak dengan unggas dan telah pulih serta diperbolehkan pulang dari rumah sakit.</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M. menyatakan, pihaknya senantiasa memantau strain Avian Influenza yang berpotensi menular pada manusia.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan komitmen global, di sektor kesehatan manusia, strain yang dilakukan pemantauan adalah HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza), yaitu H5 di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tier 4 maupun LPAI (Low Pathogenic Avian Influenza) yaitu H7, H9, dan yang lainnya di Labkesmas Rujukan Nasional,&#8221; jelas Farchanny di Jakarta, Kamis (13/6).</p>
<p>HPAI merupakan virus Avian Influenza yang sangat patogen dan menyebabkan penyakit serius serta mortalitas tinggi pada unggas yang terinfeksi. Sementara itu, LPAI termasuk virus Avian Influenza patogen rendah yang tidak menyebabkan tanda-tanda penyakit atau penyakit ringan pada ayam atau unggas.</p>
<p>Menurut informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, strain virus Avian Influenza kategori HPAI dan LPAI Tipe A dapat menyebabkan infeksi penyakit ringan hingga parah pada manusia yang terinfeksi.</p>
<p>Di Indonesia, pemantauan strain HPAI strain H5 dilakukan dengan meningkatkan surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Illnesses (SARI) dari adanya faktor risiko kontak langsung dengan unggas sakit atau mati mendadak dan lingkungan yang terkontaminasi.</p>
<p>“Kemudian meningkatkan surveilans infeksi pernapasan akut berat dengan faktor risiko untuk deteksi dini suspek flu burung,” lanjut Farchanny.</p>
<p>“Kami menghimbau para peternak ayam, itik, sapi atau hewan lainnya untuk menerapkan pengelolaan ternak dan kandang ternak dengan menerapkan higiene dan sanitasi yang benar selalu melakukan desinfeksi dan cuci tangan” lanjutnya. Jangan menjual hewan sakit dan bila ada kematian ternak mendadak dan dalam jumlah besar segera laporkan.</p>
<p>Kewaspadaan di Pintu Masuk Negara</p>
<p>Indonesia memperkuat pengawasan di pintu masuk negara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan flu burung. Hal ini dilakukan terutama terhadap pelaku perjalanan dari negara-negara yang melaporkan adanya kasus infeksi flu burung.</p>
<p>“Pertama, meningkatkan pengawasan terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan Dalam Negeri dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus flu burung, baik pada manusia, penumpang di pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas barat darat negara,” terang Achmad Farchanny Tri Adryanto.</p>
<p>“Kedua, meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan, terutama daerah/negara yang sedang terdeteksi kasus flu burung pada manusia dan yang menunjukan gejala Influenza Like Illness (ILI) serta memiliki risiko terpapar unggas atau produk unggas, dan pengambilan spesimen swab sesuai pedoman yang berlaku.”</p>
<p>Ketiga, Indonesia mengintensifkan pelaksanaan surveilans ILI di site sentinel 14 UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, dan melakukan pengambilan spesimen pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sesuai pedoman yang berlaku.</p>
<p>Keempat, melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, dan rumah sakit rujukan setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan penanganan flu burung pada manusia, termasuk rujukan spesimen ke laboratorium kesehatan masyarakat regional dan laboratorium rujukan nasional, yakni Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan.</p>
<p>Kelima, melakukan pemeriksaan dan penanganan kasus jika ditemukan pelaku perjalanan yang memiliki gejala ILI sesuai pedoman yang berlaku. Keenam, melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan seluruh lintas sektor yang berada di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan.</p>
<p>Hindari Konsumsi Unggas yang Sakit</p>
<p>Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Achmad Farchanny Tri Adryanto mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya antisipasi penularan flu burung pada manusia. Bagi mereka yang sering bersentuhan dengan unggas, ia menyarankan untuk selalu cuci tangan menggunakan sabun setelah berkontak dengan unggas.</p>
<p>“Tidak mengkonsumsi unggas dan mamalia yang sakit, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai pada saat kontak dengan unggas atau hewan mamalia sakit atau mati mendadak,” pesan Farchanny.</p>
<p>“Kemudian melaporkan kepada dinas peternakan setempat bila ada kematian unggas atau hewan mamalia secara mendadak dan dalam jumlah yang banyak di lingkungannya.”</p>
<p>Penularan penyakit flu burung pada manusia dapat melalui kontak langsung dengan unggas atau binatang lain yang sakit atau produk unggas yang sakit karena infeksi H5N. Penularan di lingkungan, pasar, kandang unggas, halaman, kebun atau peralatan yang tercemar virus tersebut baik yang berasal dari tinja unggas yang terserang flu burung (H5N1).</p>
<p>Penularan juga dapat melalui makanan, yang mana mengolah produk unggas, mengkonsumsi produk unggas mentah atau yang tidak dimasak dengan sempurna di wilayah yang dicurigai atau dipastikan terdapat hewan atau manusia yang terinfeksi H5N1.</p>
<p>Pada umumnya, gejala klinis flu burung (H5N1) pada manusia mirip dengan flu biasa, yang sering ditemukan adalah demam lebih dari 38 derajat Celcius, batuk, dan nyeri tenggorok.</p>
<p>Gejala lain yang dapat ditemukan adalah pilek, sakit kepala, nyeri otot, infeksi selaput mata, diare atau gangguan saluran cerna. Gejala sesak napas menandai kelainan saluran napas bawah yang dapat memburuk dengan cepat.</p>
<p>“Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala sakit suspek flu burung dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko,” sambung Farchanny.</p>
<p>Situasi Flu Burung di Indonesia dan Global</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Pambudi, MPHM mengungkapkan, kasus flu burung di Indonesia pertama kali dilaporkan pada 2005.</p>
<p>Sejak saat itu hingga tahun 2017, tercatat sebanyak 200 kasus dengan 168 kematian, sehingga angka kematian (Case Fatality Rate/CFR) sebesar 84%. Kasus-kasus tersebut tersebar di 15 provinsi dan 59 kabupaten/kota.</p>
<p>“Indonesia melaporkan kasus flu burung terakhir pada 2017 (satu kasus, satu meninggal) di Kabupaten Klungkung, Bali. Hingga kasus terakhir, penularan masih terjadi dari unggas ke manusia,” ungkap Imran.</p>
<p>Di tingkat global, WHO mengkonfirmasi sejumlah laporan kasus flu burung pada manusia. Berikut ini data kumulatif kasus flu burung H5N1 pada manusia di 23 negara yang tercatat oleh WHO sepanjang tahun 2003-2024:<br />
2003-2009: 468 kasus, 282 kematian<br />
2010-2014: 233 kasus, 125 kematian<br />
2015-2019: 160 kasus, 48 kematian<br />
2020: 1 kasus<br />
2021: 2 kasus, 1 kematian<br />
2022: 6 kasus, 1 kematian<br />
2023: 12 kasus, 4 kematian<br />
2024: 7 kasus, 2 kematian</p>
<p>Berdasarkan laporan terbaru WHO, Imran menambahkan, terdapat tambahan kasus flu burung pada manusia, yaitu:<br />
19 April 2024: Avian Influenza H9N2 di Vietnam<br />
18 Mei 2024: Avian Influenza H5N1 di Australia<br />
22 Mei 2024: Avian Influenza H9N2 di India<br />
23 Mei 2024: Avian Influenza H5N2 di Meksiko</p>
<p>Secara total, dari tahun 2003 hingga Mei 2024, terdapat 893 kasus flu burung dengan 464 kematian yang tercatat di WHO, dengan rincian:<br />
H5N1: 890 kasus, 463 kematian<br />
H9N2: 2 kasus<br />
H5N2: 1 kasus, 1 kematian</p>
<p>Pada rentang Januari-Juni 2024, ASEAN BioDiaspora Virtual Center juga mencatat kasus flu burung pada manusia di wilayah ASEAN. Secara khusus di wilayah ASEAN, laporan kasus flu burung, yaitu:<br />
6 April 2024: Avian Influenza H9N2 di Vietnam<br />
22 Maret 2024: Avian Influenza H5N1 di Vietnam<br />
21 Februari 2024: Avian Influenza H5N1 di Kamboja<br />
29 Januari 2024: Avian Influenza H5N1 di Kamboja</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/7800748_3727402-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Pertahankan Opini WTP 11 Kali Beruntun</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pertahankan-opini-wtp-11-kali-beruntun</link>				
         <pubDate>Thu, 20 Jun 2024 16:40:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-pertahankan-opini-wtp-11-kali-beruntun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Keberhasilan ini merupakan kali kesebelas berturut-turut bagi Kemenkes dalam meraih opini WTP, yakni sejak 2012 hingga 2023.</p>
<p>Opini WTP ini berhasil diraih melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Laporan Keuangan Kemenkes Tahun 2023 yang diserahkan di Auditorium Siwabessy, Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Kamis (20/6).</p>
<p>“Saya ucapkan terima kasih kepada BPK yang sudah memberikan WTP yang ke-11 kalinya kepada Kementerian Kesehatan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. </p>
<p>Menkes Budi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran di lingkungan Kemenkes atas kerja kerasnya untuk kembali meraih opini WTP.</p>
<p>Meskipun telah mendapatkan opini WTP, Menkes Budi menginstruksikan kepada unit terkait agar seluruh rekomendasi dari BPK RI segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. </p>
<p>Beberapa masukan yang diberikan BPK antara lain terkait pengelolaan bantuan iuran PBPU dan B, pengelolaan bantuan iuran PBI, kerja sama pendidikan, integrasi dari sistem SAKTI dan SIMRS, hibah, serta belanja modal.</p>
<p>“Sebanyak 85,21 persen temuan sudah ditindaklanjuti sampai semester II tahun 2023, saya targetkan harus di atas 90%, dan tadi laporan dari Irjen Kemenkes per 31 Mei sudah 92,93%, jadi untuk teman-teman di Kemenkes selamat ya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Anggota 6 BPK RI Pius Lustrilanang menyampaikan apresiasi kepada Kemenkes atas berbagai upaya yang dilakukan dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK yang telah mencapai 85,21%. Menurutnya, raihan tersebut di atas rata-rata standar nasional sebesar 75%.</p>
<p>“Namun demikian, mohon perhatian sampai 31 Desember 2023 masih terdapat 130 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti,” ujarnya.</p>
<p>Mengakhiri sambutannya, Pius berpesan agar rekomendasi-rekomendasi dari BPK RI dapat ditindaklanjuti maksimal 60 hari sejak LHP diterima.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_0815.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof. Dante Apresiasi Puskesmas Tambelan Sampit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-apresiasi-puskesmas-tambelan-sampit</link>				
         <pubDate>Thu, 20 Jun 2024 12:41:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-apresiasi-puskesmas-tambelan-sampit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pontianak, 20 Juni 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono melakukan kunjungan langsung untuk meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Tambelan Sampit, Pontianak, pada Kamis (20/6). Prof. Dante memberikan apresiasi Puskesmas Tambelan atas pelayanan kesehatan yang diberikan secara optimal kepada masyarakat.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Prof. Dante memeriksa berbagai ruangan di puskesmas, termasuk ruang tindakan gawat darurat, ruang Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan ruang gizi, ruang KIA/KB/imunisasi, ruang kesehatan gigi dan mulut, serta ruang pemeriksaan umum.</p>
<p>Prof. Dante juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan pasien dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa pasien di Puskesmas Tambelan Sampit. Salah satu pasien yang diperiksa adalah Harun Nafsi (64). Prof. Dante memeriksa pasien lansia itu di bagian perut dan punggung dengan stetoskop.</p>
<p>Prof. Dante menyatakan, kondisi pasien dalam keadaan baik dan memberikan imbauan untuk menjaga kesehatan. Selain itu, Prof. Dante juga memastikan kelengkapan obat-obatan, vaksin, dan sarana prasarana lainnya di puskesmas.</p>
<p>“Pelayanan di sini (Puskesmas Tambelan Sampit) bagus, imunisasi dan vaksinasi, penimbangan bayi sudah dilaksanakan, pemeriksaan USG juga sudah dilaksanakan, ibu hamil bisa periksa dengan USG di sini,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Selain memberikan apresiasi, Prof. Dante juga menyoroti beberapa hal dalam evaluasinya terhadap Puskesmas Tambelan Sampit, di antaranya lokasi puskesmas yang perlu segera direlokasi. Alasannya, saat musim hujan, terjadi rob yang menyebabkan puskesmas terendam air, sehingga tidak lagi memadai untuk memberikan pelayanan yang maksimal.</p>
<p>&#8220;Sudah disediakan tanah oleh Puskesmas, nanti akan kita relokasi ke tempat yang lebih bagus dan kita akan buatkan standar bangunan yang sesuai,&#8221; kata dia.</p>
<p>Prof. Dante juga menekankan perlunya perhatian terhadap angka HIV yang tinggi di Puskesmas Tambelan Sampit. Meskipun berada di wilayah padat penduduk, Prof. Dante mengapresiasi pelayanan HIV yang dilakukan secara optimal di puskesmas.</p>
<p>&#8220;Secara manajemen, Puskesmas Tambelan Sampit sudah menjalankan beberapa hal secara optimal, hanya saja bangunannya yang mesti kita relokasi supaya lebih memadai dan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal,&#8221; tutur Prof. Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240620-WA0046.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Peran Rehabilitasi Medis dalam tim KKHI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/peran-rehabilitasi-medis-dalam-tim-kkhi</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Jun 2024 10:44:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/peran-rehabilitasi-medis-dalam-tim-kkhi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 17 Juni 20124</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Poli Rehabilitasi Medik menjadi layanan yang ramai dikunjungi pasien di antara berbagai layanan kesehatan di Lantai M Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Rehabilitasi Medis merupakan cabang ilmu kedokteran yang fokus pada pemulihan fungsi tubuh dan optimalisasi kemampuan hidup sehari-hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tim Rehabilitasi Medis KKHI Makkah dipimpin oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR), yakni DR. dr. Siti Chandra Widjanantie SpKFR-K. Dia dibantu oleh 2 orang fisioterapis untuk mengoptimalkan fungsional dan aktivitas pasien, baik secara mandiri maupun dengan bantuan alat bantu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut DR. dr. Siti Chandra Widjanantie SpKFR-K, ibadah haji merupakan ibadah fisik yang menuntut aktivitas bergerak dan berjalan kaki secara terus menerus. Hal ini membutuhkan ketahanan sistem fungsi kardiorespirasi dan neuromuskuloskeletal yang optimal agar jemaah mampu menjalaninya dengan kemampuan istitha&#8217;ah yang maksimal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada jemaah lansia, kondisi tubuh mudah terpengaruh oleh suhu cuaca yang ekstrem panas dan adaptasi terhadap aktivitas yang menuntut gerak cepat. Hal ini meningkatkan risiko jatuh, yang dapat mengakibatkan terkilir, cedera otot (muscle sprain), cedera pergelangan kaki, bahkan patah tulang pergelangan tangan, pinggul, paha atau kaki pada jemaah lansia. Kondisi ini mengakibatkan angka kesakitan, meningkatnya ketergantungan, serta risiko disabilitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Cuaca ekstrem juga berpotensi membuat jemaah mengalami yang menyebabkan disorientasi/delirium, mengganggu sistem pernapasan, mengiritasi saluran pernapasan bagian atas, dan meningkatkan risiko radang tenggorokan akibat udara panas, debu, dan kurangnya hidrasi pada lapisan pelembab saluran pernapasan atas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, dr. Chandra menjelaskan, gangguan pernapasan dapat memperburuk kondisi jemaah yang sebelumnya memiliki penyakit asma terkontrol atau penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) terkontrol. Hal ini dapat memicu sesak napas yang memberat, penurunan kadar oksigen (desaturasi), dan bahkan membutuhkan perawatan inap dengan antibiotik dan suplementasi oksigen karena jemaah tidak mampu bergerak tanpa mengalami sesak napas. Kelelahan pada sistem jantung juga dapat memperberat kondisi jemaah yang sebelumnya memiliki gangguan jantung, meskipun terkontrol dengan obat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kasus terbanyak yang ditangani oleh tim Rehabilitasi Medis adalah kasus muskuloskeletal (ortopedi, bedah, cedera, nyeri sendi). Penanganan dengan memberikan berbagai latihan, seperti stretching, penguatan, ketahanan, dan proteksi sendi, untuk membantu pemulihan pasien.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Modalitas terapi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari superficial heating therapy hingga low level laser therapy. Untuk kasus rawat inap, fokus terapi adalah mobilisasi pasien dan rehabilitasi kardiorespirasi, termasuk optimalisasi pengeluaran dahak, latihan batuk, latihan duduk, dan latihan berjalan sesuai toleransi dan kemampuan jemaah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dengan optimalisasi aktivitas dan ketahanan serta kemampuan mobilisasi pasien, tim rehabilitas medis dapat membantu KKHI dalam mendampingi Duyufurrahman (tamu Allah SWT) menjalani rangkaian ibadah dengan istitha&#8217;ah seoptimal mungkin menuju Haji yang Mabrur,” ujar dr. Chandra.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-17-at-19.35.40.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pos Kesehatan Arafah Layani Jemaah Wukuf</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pos-kesehatan-arafah-layani-jemaah-wukuf</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Jun 2024 10:36:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pos-kesehatan-arafah-layani-jemaah-wukuf</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah 14 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pos Kesehatan Arafah yang terletak di Maktab 9 Arafah mulai beroperasi pada 8-9 Dzulhijjah 1445 H atau 14-15 Juni 2024 untuk melayani jemaah haji yang melaksanakan puncak haji, yaitu wukuf di Padang Arafah. Selain Pos Kesehatan Arafah, terdapat 6 pos satelit di Arafah, yaitu: </span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pos Satelit 1 berlokasi di Maktab 28</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pos Satelit 2 berlokasi di Maktab 24</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pos Satelit 3 berlokasi di Maktab 47</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pos Satelit 4 berlokasi di Maktab 68</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pos Satelit 5 berlokasi di Maktab 60</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pos Satelit 6 berlokasi di Maktab 99</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Pos Kesehatan Haji Indonesia di Arafah  mempunyai fasilitas 35 velbed yang terbagi di Triase Merah (5), Triase Kuning (5), ruang Heatstroke (5), dan ruang perawatan lainnya. Fasilitas lainnya meliputi oksigen concentrator, perbekalan kesehatan, obat-obatan, dan penunjang medis lainnya. Pos Kesehatan ini didukung oleh 52 tenaga medis, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, dan tenaga pendukung lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Bandara Muhammad Firdaus, selaku penanggung jawab Pos Kesehatan Arafah, menyampaikan bahwa tidak ada sistem piket untuk pelayanan di Pos Kesehatan saat wukuf. Para tenaga kesehatan harus beradaptasi dengan kondisi yang ada dan bersiap menghadapi lonjakan kunjungan pasien setelah wukuf.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, Firdaus menekankan pentingnya keberadaan dokter spesialis di Triase Merah dan Triase Kuning untuk menangani pasien gawat darurat. Ia juga mengingatkan dokter spesialis untuk memberikan instruksi langsung kepada dokter umum dan perawat dalam menangani pasien di Triase Merah. Sementara itu, dokter pendamping rujukan harus menyesuaikan dengan kondisi jemaah mengingat keterbatasan SDM. Pasien dapat dirujuk ke RS Arafah atau RS Mina.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai perbekalan kesehatan, Firdaus meminta agar kecepatan pelayanan obat </span><i><span style="font-weight: 400;">emergency</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan layanan obat rutin di Pos Kesehatan Arafah ditingkatkan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan gawat darurat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Jangan lupa sediakan es batu yang cukup untuk menangani heatstroke, kain ihram dan handuk kecil, juga jangan lupa tempat sampah untuk sampah medis dan non-medis,&#8221; kata Firdaus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-17-at-17.32.47.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pos Kesehatan Haji Arafah melayani 114 Pasien</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pos-kesehatan-haji-arafah-melayani-114-pasien</link>				
         <pubDate>Wed, 19 Jun 2024 10:25:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pos-kesehatan-haji-arafah-melayani-114-pasien</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 15 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pos Kesehatan Haji Indonesia di Arafah memaksimalkan upaya penanganan jemaah haji selama pelaksanaan wukuf di Arafah pada 8-9 Dzulhijjah 1445 H, atau bertepatan dengan 14-15 Juni 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hingga penutupan Pos Kesehatan Arafah pada 9 Dzulhijjah 1445 H atau 15 Juni 2024 pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS), tercatat total 114 pasien yang berkunjung. Sebanyak 11 pasien dirujuk ke rumah sakit, yakni 7 pasien ke RS East Arafah dan 4 pasien ke RS Mina Al Wadi. Sementara itu, 3 jemaah wafat. Pasien wafat tidak di Pos Kesehatan, melainkan di tenda atau saat turun dari bus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada hari pertama, Pos Kesehatan Haji Arafah melayani 50 pasien. Pasien pertama yang datang ke Pos Kesehatan mengalami penurunan kesadaran dan kemudian dirujuk ke RS East Arafah. Sementara itu, pasien terakhir datang pada Sabtu, 9 Dzulhijjah 1445 atau 15 Juni 2024, pukul 20.00 WAS.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Kasi Kesehatan Bandara Muhammad Firdaus, heatstroke menjadi penyebab terbanyak pasien mengunjungi Pos Kesehatan. Selain itu, pneumonia adalah penyakit yang paling sering menyebabkan jemaah dirujuk ke rumah sakit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Cuaca panas terik dengan temperatur 43 derajat dan kelembaban rendah berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti dehidrasi, masalah pernapasan, gangguan mental, hingga heatstroke.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Pusat Kesehatan Haji Lilik Marhaendro Susilo menyatakan, saat ini kualitas kesehatan jemaah mulai menurun. &#8220;Kelelahan saat perjalanan dari Makkah ke Arafah dalam cuaca panas, turun dari bus ke tenda dengan suhu panas, dan kondisi kurang prima memperburuk kondisi kesehatan jemaah,&#8221; kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kapuskeshaji mengingatkan jemaah di Arafah untuk memperbanyak i&#8217;tikaf dalam tenda sesuai sunnah, menjaga makan dan minum, serta tidak lupa minum oralit untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas dan kering.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-17-at-17.33.52.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada DBD di Musim Kemarau</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-dbd-di-musim-kemarau</link>				
         <pubDate>Sun, 16 Jun 2024 17:12:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-dbd-di-musim-kemarau</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Juni 2024</p>
<p>Hingga minggu ke-17 tahun 2024, tercatat 88.593 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Berdasarkan laporan, dari 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, kematian akibat DBD terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi.</p>
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2024. Pada Juli 2024, kemarau diprediksikan terjadi di sebagian pulau Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat, dan sebagian Kalimantan Utara. Sedangkan pada Agustus 2024, kemarau diprediksi terjadi di sebagian Sumatera Selatan, Jawa Timur, sebagian besar pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian Pulau Papua.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Pambudi menyampaikan, kemarau diperkirakan akan meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk. Sebab, nyamuk akan sering menggigit ketika suhu meningkat.</p>
<p>“Jadi, kita dapat penelitian, waktu suhunya 25 derajat celcius itu nyamuk menggigitnya 5 hari sekali. Tapi, kalau suhunya 20 derajat celcius, nyamuk akan menggigit 2 hari sekali. Ini dapat meningkatkan potensi kasus terjadi saat Juli dan Agustus saat suhu udara tinggi,” kata Direktur dr. Imran Pambudi saat temu media yang dilakukan secara luring di Kantor Kemenkes.</p>
<p>dr. Imran melanjutkan, kasus DBD di Indonesia mengalami pemendekan siklus, yang mengakibatkan peningkatan Incidence Rate (IR) dan penurunan Case Facility Rate (CFR).</p>
<p>&#8220;Terjadi pemendekan siklus tahunan dari 10 tahun menjadi 3 tahun bahkan kurang, yang disebabkan oleh fenomena El Nino,&#8221; kata dr. Imran.</p>
<p>Kasus DBD berhasil diturunkan sekitar 35% pada 2023 dan awal 2024. Kendati demikian, pada minggu ke-22 2024, kasus DBD kembali mengalami kenaikan mencapai 119.709 kasus. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan total kasus DBD pada 2023 yang mencapai 114.720 kasus.</p>
<p>&#8220;Jumlah kasus DBD saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kasus di tahun 2023,&#8221; jelas dr. Imran.</p>
<p>Meskipun kasus DBD meningkat, jumlah kasus kematian akibat DBD menunjukkan penurunan. Pada 2023, jumlah kematian akibat DBD mencapai 894 kasus, sedangkan pada 2024 minggu ke-22 terdapat 777 kasus kematian.</p>
<p>“Kunci penangananya yang saya lihat di DKI ini, begitu terdeteksi demam berdarah langsung masuk rumah sakit untuk diopname karena kalau pulang akan susah dilakukan monitoring, yah, monitoring kebocoran cairannya itu susah. Itulah kunci untuk menurunkan case facility rate seminimal mungkin,” kata Direktur dr. Imran.</p>
<p>dr. Imran menjelaskan, berdasarkan data distribusi kasus DBD sesuai kelompok umur dalam tiga tahun terakhir, kelompok umur 15 hingga 44 tahun merupakan kelompok yang paling banyak terkena DBD dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan, untuk kasus kematian akibat DBD dalam tujuh tahun terakhir, kelompok umur 5 hingga 14 tahun merupakan yang paling rentan.</p>
<p>“Kalau kita melihat dari kasusnya kita bisa lihat anak-anak memang lebih rentan untuk menjadi lebih buruk kondisinya,” lanjut dr. Imran.</p>
<p>Pada 2024, terdapat lima kabupaten/kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yaitu Bandung, Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara itu, terdapat lima kabupaten/kota dengan jumlah kasus dengan IR tertinggi, yaitu Kendari, Gianyar, Kutai Barat, Klongkong, dan Tomohon.</p>
<p>Kasus kematian DBD terbanyak pada 2024 terjadi di lima kabupaten/kota, yaitu Bandung, Klaten, Subang, Kendal, dan Jepara. Sedangkan CFR tertinggi terdapat di lima kabupaten/kota yaitu Tidore Kepulauan, Purworejo, Mandailing, Barru, dan Surakarta.</p>
<p>dr. Imran menyampaikan, Kemenkes melakukan enam strategi nasional penanggulangan dengue sebagai respons kenaikan kasus DBD. Pertama, penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan. Kedua, peningkatan akses dan mutu tata laksana dengue.</p>
<p>Ketiga, penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif. Keempat, peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan. Kelima, penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program, dan kemitraan. Keenam, pengembangan kajian, invensi, inovasi, dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.</p>
<p>“Yang sangat penting adalah poin kelima dan keenam ini, karena bagaimanapun juga daerah yang mempunyai kendali, dan kepala daerah yang memimpin langsung pemberantasan DBD akan memberikan dampak yang sangat positif,” kata dr. Imran.</p>
<p>Selain enam strategi nasional, Kemenkes juga mengeluarkan inovasi kebijakan penanggulangan dengue, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN), revitalisasi kelompok kerja operasional (pokjanal) DBD, penguatan surveilans dan sistem kewaspadaan dini dan respons, teknologi vektor nyamuk ber-Wolbachia, dan imunisasi dengue.</p>
<p>Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Erni J. Nelwan. Ph.D, Sp.PD, K-PTI, FACP, FINASIM, yang menjadi narasumber dalam temu media, menyampaikan informasi penting mengenai cara mengenal gejala dan tanda DBD, serta upaya pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus.</p>
<p>Beberapa tanda dan gejala DBD yaitu, mendadak demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada tulang dan otot, timbul bercak kemerahan, hidung berdarah, sakit di belakang mata, mual dan muntah, serta kelelahan.</p>
<p>“Namun, gejala nggak khas, yah, tapi dominannya demam,” kata Prof. Dr. Erni.</p>
<p>Pencegahan dan pemberantasan dengue sangat penting dilakukan dengan vaksinasi dan tanpa mengenyampingkan upaya 3M plus yaitu, Menguras (membersihkan) bak mandi, vas bunga atau wadah lain yang berisiko, Menutup rapat tempat penampungan air, Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, dan Mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.</p>
<p>“Saat ini, kita juga sudah ada vaksin dan punya upaya teknologi nyamuk ber-Wolbachia agar virus nggak survive,” Kata Prof. Dr. Erni.</p>
<p>Selain teknologi wolbachia untuk tindakan preventif dengue, salah satu inovasi yang juga dilakukan Kemenkes adalah vaksin DBD yang mampu mengurangi risiko komplikasi serius demam berdarah dengue. Vaksin DBD tersebut belum masuk program, tetapi sudah dapat diakses dan BPOM sudah memberikan persetujuan untuk vaksin itu.</p>
<p>Temu media ini dilakukan pada Jumat (14/6/2024) untuk memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) yang jatuh pada 15 Juni setiap tahunnya. ADD resmi diperingati sejak 15 Juni 2010 berdasarkan gagasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN di Hanoi, Vietnam, pada 30 Oktober 2010.</p>
<p>Indonesia menjadi pelopor peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN pada 15 Juni 2011. Deklarasi Jakarta melawan DBD disepakati oleh 11 negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama dan komitmen regional dalam upaya pengendalian DBD.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/20240614_140913.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Batuk Pilek, Ini Tips Jaga Imun Saat Puncak Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-batuk-pilek-ini-tips-jaga-imun-saat-puncak-haji</link>				
         <pubDate>Sun, 16 Jun 2024 17:05:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jemaah-batuk-pilek-ini-tips-jaga-imun-saat-puncak-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Juni 2024</p>
<p>Banyak jemaah haji yang mengalami batuk pilek di tengah cuaca panas terik Arab Saudi. Hal ini perlu mendapat perhatian, terutama saat memasuki puncak haji yang melibatkan pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah haji diimbau untuk menjaga imunitas tubuhnya agar tetap sehat dalam menjalankan ibadah haji.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M. mengimbau para jemaah untuk tetap rajin minum air putih minimal 200 ml per jam, termasuk bagi mereka yang sedang batuk pilek. Air putih dapat dicampur dengan oralit untuk membantu rehidrasi tubuh.</p>
<p>Meskipun rangkaian ibadah haji di puncak musim terbilang padat, jemaah diharapkan tidak melewatkan waktu makan dan tetap istirahat yang cukup. Jika merasa kurang sehat, jemaah dapat segera menghubungi petugas kesehatan di kloter masing-masing.</p>
<p>“Jangan lupa minum air putih 200 ml per jam. Bisa ditambahkan oralit. Makan makanan bergizi yang disediakan panitia dan cukup istirahat 6-8 jam per hari,” pesan Liliek di Jakarta, ditulis Jumat (14/6).</p>
<p>“Dianjurkan pakai masker dan minum vitamin, ya. Bagi yang memiliki penyakit komorbid, minum obat teratur. Bila ada keluhan, hubungi dokter kloter atau ke pos satelit.”</p>
<p>Kebutuhan obat-obatan, seperti obat flu yang sangat dibutuhkan jemaah haji, masih tersedia di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan stok yang dibawa oleh petugas kesehatan. Kemenkes RI terus memantau dan memastikan ketersediaan obat untuk penanganan jemaah haji mencukupi.</p>
<p>“Obat-obatan masih cukup, termasuk obat flu. Kami monitor jumlah ketersediaan masing-masing jenis obat,” lanjut Liliek.</p>
<p>Bagi jemaah haji yang sakit dan tidak memungkinkan untuk ke Arafah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyediakan layanan safari wukuf. Safari wukuf dilakukan kepada jemaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).</p>
<p>KKHI Makkah menyediakan 10 bus, 4 unit untuk jemaah berbaring dengan kapasitas 6-8 orang, dan 6 unit bus dengan kapasitas 25 orang untuk pelaksanaan safari wukuf.</p>
<p>Safari wukuf juga diperuntukkan bagi jemaah lansia non mandiri yang difasilitasi oleh Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas Kementerian Agama RI.</p>
<p>Pada pelaksanaan safari wukuf, Kapuskes Haji Liliek mengatakan, petugas kesehatan melakukan medical check up untuk untuk jemaah dengan risiko tinggi kesehatan.</p>
<p>“Tujuannya, menyeleksi jemaah, mana yang perlu disafariwukufkan, mana yang bisa diikutkan rombongan kloternya. Ada proses skrining untuk melihat potensi, apakah jemaah tersebut mesti safari wukuf, atau diikutkan rombongannya atau mungkin dibadalkan,” terangnya.</p>
<p>Prosesi safari wukuf, yakni jemaah diberangkatkan ke Arafah dengan pendampingan petugas. Jemaah salat Zuhur dijamak dengan Ashar, kemudian diberikan khutbah wukuf di bus masing-masing.</p>
<p>“Setelah prosesi wukuf selesai, jemaah dibawa kembali ke KKHI. Jemaah safari wukuf sakit tidak bermalam (mabit) di Muzdalifah, lontar jumrah dan tahapan haji selanjutnya dibadalkan oleh petugas,” sambung Liliek.</p>
<p>*Pemantauan Kesehatan Selama Puncak Haji*</p>
<p>Menurut Kapuskes Haji Liliek Marhaendro Susilo, pemantauan kesehatan jemaah haji, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi, terus dilakukan secara intensif oleh petugas kesehatan selama masa puncak haji. Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) terus memantau jemaah dengan riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes.</p>
<p>“Di tiap kloter terdapat satu dokter dan dua perawat yang memantau kesehatan di kloter. TKHK secara khusus memantau 30 jemaah yang berisiko tinggi dan memastikan jemaah yang memiliki berisiko tinggi berat agar lontar jumrahnya diwakilkan,” terangnya.</p>
<p>Untuk memudahkan akses layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, tim petugas kesehatan disiagakan di berbagai titik lokasi sepanjang rangkaian proses puncak haji.</p>
<p>“Pertama, persebaran tim petugas kesehatan ada di setiap kloter. Di tiap kloter, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, terdapat satu dokter dan dua perawat,” Liliek menjelaskan.</p>
<p>“Kedua, di Arafah, tepatnya di Pos Kesehatan Arafah dan 6 pos satelit. Ketiga, di Muzdalifah itu tersebar di 11 pos kesehatan. Terakhir, di Mina, tepatnya di Pos Kesehatan Mina dan 5 pos Jamarat atas.”</p>
<p>Penanganan Kegawatdaruratan</p>
<p>Penanganan kegawatdaruratan saat puncak haji yang melibatkan pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah dipersiapkan dengan matang.</p>
<p>Selain tiga TKHK yang terdiri dari satu dokter dan dua perawat, tim kesehatan juga bersiaga di Arafah, dengan Pos Kesehatan Arafah sebagai pusatnya dan dibantu oleh 6 pos kesehatan satelit.</p>
<p>“Bila terdapat kegawatdaruratan di kloter, TKHK dapat memberikan penanganan kesehatan. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut triase merah, TKHK dapat menghubungi Tenaga Emergensi Medis Sektor (TEMS) di Pos Satelit untuk dibantu penanganan dan rujukan menggunakan ambulans ke RS East Arafah,” ungkap Kapuskes Liliek.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240611-WA0010-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Diagnosis Penyakit Makin Canggih dengan Stetoskop AI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/diagnosis-penyakit-makin-canggih-dengan-stetoskop-ai</link>				
         <pubDate>Sun, 16 Jun 2024 17:00:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/diagnosis-penyakit-makin-canggih-dengan-stetoskop-ai</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Juni 2024</p>
<p>Kehadiran stetoskop di dunia telah ada selama hampir 200 tahun dan masih dikalungkan di leher setiap dokter atau dimasukkan ke dalam saku jas lab. Fungsi stetoskop yang penting adalah penilaian terhadap suara detak jantung, apakah normal atau tidak.</p>
<p>Dokter dapat mengetahui irama jantung yang tidak teratur melalui stetoskop. Pemeriksaan awal dengan menggunakan stetoskop tanpa segala fitur tambahan sangat berguna untuk mengetahui dengan cepat, apakah orang tersebut sakit dan membutuhkan perawatan darurat untuk menyelamatkan nyawanya.</p>
<p>Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Dr. dr. Anwar Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FASCC mengatakan, peran stetoskop dalam mendiagnosis penyakit jantung dan pembuluh darah masih diperlukan oleh semua dokter yang melayani pasien.</p>
<p>“Peran stetoskop ini terutama untuk (diagnosis) penyakit katup jantung (katup mitral, katup aorta, katup trikuspid dan katup pulmonal); penyakit jantung kongenital, misalnya ASD (Atrial Septal Defect), VSD (Ventricular Septal Defect), TF (Tetralogy Fallot), pulmonal stenosis, tricuspid atresia, serta penyakit jantung paru (Cor Pulmonale),” jelas dr. Anwar di Jakarta, Sabtu (15/6).</p>
<p>Sementara itu, penegakan diagnosis pada penyakit jantung koroner, mulai dari angina pektoris stabil sampai acute myocard infarction) dan gagal jantung, yang merupakan komplikasi dari berbagai penyakit jantung, peran stetoskop saja tidak cukup besar.</p>
<p>“Untuk penyakit jantung koroner dan gagal jantung, peran stetoskop tak begitu besar. Kecuali stetoskop yang dilengkapi dengan teknologi AI (Artificial Intelligence), sehingga energi suara dari jantung dan paru akan ditransmisikan menjadi data digital,” sambung dr. Anwar.</p>
<p>“Nantinya tampak seperti grafik atau gambar. Ini disebut phonocardiography. Bahkan dengan modalitas stetoskop tersebut bisa ditransformasikan energi suara tersebut menjadi gambar (real time) dan dipindai melalui layar laptop atau HP.”</p>
<p>Pemeriksaan deteksi dan diagnosis jantung dengan stetoskop seiring waktu berkembang yang dilengkapi dengan teknologi canggih. Pertama, ada stetoskop elektronik yang membantu dokter mendengarkan jantung dengan lebih mudah melalui amplifikasi suara dan teknologi peredam bising.</p>
<p>Kedua, alat telemonitoring memungkinkan dokter mendengarkan detak jantung dari jarak jauh berkat teknologi nirkabel, merujuk informasi dari Cleveland Clinic. Ketiga, alat yang menggabungkan stetoskop dan elektrokardiogram (EKG) yang memungkinkan dokter mendengarkan dan mengamati irama jantung secara bersamaan.</p>
<p>Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pun menjanjikan dalam diagnosis penyakit jantung. Salah satunya, penggunaan stetoskop pintar berteknologi AI.</p>
<p>Menurut dr. Anwar Santoso, AI-smart stethoscope akan menjadi keniscayaan dalam praktik kedokteran di masa depan. Karena akan meningkatkan keandalan (reliability) dan akurasi (accuracy) diagnosis dengan stetoskop konvensional yang auskultasi, mendengarkan suara jantung.</p>
<p>“Prinsip dari AI adalah mengumpulkan banyak data (big data) dari suara jantung dan bunyi murmur suara jantung dan akan ditangkap serta dianalisis dalam berbagai algoritma dan juga dilakukan analisis bootstrapping,” lanjutnya.</p>
<p>“Sehingga akan lebih meningkat akurasi penggunaan diagnosis secara auskultasi. Dampak dari teknologi AI ini amat bermanfaat untuk skrining oleh dokter layanan primer di Puskesmas dan klinik-klinik sebelum dirujuk ke rumah sakit.”</p>
<p>*Pemanfaatan Stetoskop AI*</p>
<p>Di Inggris, terdapat penelitian uji coba penggunaan stetoskop yang dilengkapi dengan teknologi AI untuk membantu dokter meningkatkan deteksi dini gagal jantung bagi pasien dan mengurangi biaya perawatan.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan di National Heart and Lung Institute and Centre for Cardiac Engineering, Imperial College London, London, Inggris ini diterbitkan dalam jurnal berjudul, Point-of-care screening for heart failure with reduced ejection fraction using artificial intelligence during ECG-enabled stethoscope examination in London, UK: a prospective, observational, multicentre study.</p>
<p>Jurnal yang terbit di The Lancet Digital Health pada 5 Januari 2022 melaporkan bahwa para peneliti melakukan penggabungan algoritma stetoskop AI baru dengan EKG. Hasilnya, perangkat mampu mendeteksi gagal jantung dengan tingkat sensitivitas (91%) dan spesifisitas yang tinggi (80%) dibandingkan dengan tes diagnostik rutin yang invasif dan mahal.</p>
<p>Temuan ini menyoroti potensi skrining penyakit jantung di tempat perawatan yang murah dan dilakukan secara non-invasif untuk diagnosis dan pengobatan lebih dini.</p>
<p>Selanjutnya, teknologi AI di atas diujicobakan secara nasional di layanan kesehatan primer di Inggris untuk membantu dokter dalam mengevaluasi gagal jantung. Proyek ini menilai, apakah perangkat stetoskop AI berkemampuan EKG dapat meningkatkan diagnosis gagal jantung.</p>
<p>Dipimpin oleh para peneliti di Imperial College London, uji coba baru ini melibatkan 100 praktik dokter umum di barat laut London dan Wales Utara serta merekrut lebih dari 3 juta pasien untuk menerima pemeriksaan stetoskop AI atau melanjutkan perawatannya.</p>
<p>Selain itu, pemanfaatan stetoskop dengan teknologi canggih juga dapat mendiagnosis pneumonia.</p>
<p>Sebuah proyek kolaborasi antara para insinyur, dokter, dan pakar kesehatan masyarakat di Johns Hopkins University, Baltimore, Amerika Serikat membuat perangkat teknologi digital untuk menangkap suara yang dilengkapi peredam bising, dan AI untuk membantu petugas kesehatan membuat diagnosis pneumonia yang akurat.</p>
<p>Perangkat berupa stetoskop pintar (smart stethoscope) dapat digunakan di seluruh dunia untuk mencegah anak-anak meninggal karena pneumonia. Stetoskop elektronik yang lebih modern dapat memperkuat suara.</p>
<p>Perangkat medis yang diaplikasikan dengan teknologi pendukung ini dapat menyaring kasus pneumonia dengan membedakan yang normal dan yang tidak normal pada pola pernapasan, khususnya mencari suara mengi yang dapat mengindikasikan adanya cairan dan peradangan di paru-paru.</p>
<p>Studi pengujian untuk menilai seberapa baik stetoskop elektronik berfungsi di lingkungan yang bising dan seberapa akurat diagnosis pneumonia di seluruh populasi pasien yang beragam. Peneliti juga mengevaluasi suara paru-paru, kemudian memvalidasi diagnosis dengan membandingkannya dengan diagnosis yang dibuat melalui rontgen dada dan penilaian pendengaran dari para ahli pulmonologi.</p>
<p>Studi di atas tertuang dalam jurnal berjudul, The Stethoscope Gets Smart: Engineers from Johns Hopkins are giving the humble stethoscope an AI upgrade, yang dipublikasikan di HHS Public Access pada Februari 2019.</p>
<p>*Butuh Pemeriksaan Penunjang*</p>
<p>Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI sudah merekomendasikan deteksi dini penyakit jantung sangat dianjurkan pada orang-orang usia di atas 40 tahun dan juga kelompok risiko tinggi, misalnya pada mereka yang memiliki hipertensi atau diabetes.</p>
<p>Untuk memeroleh hasil diagnosis akurat, terdapat skrining atau pemeriksaan penunjang, yaitu dengan rekam jantung (elektrokardiografi), treadmill test, USG jantung (ekokardiografi) dan lainnya.</p>
<p>Selaras dengan rekomendasi di atas, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Anwar Santoso menegaskan, upaya penegakan “diagnosis pasti” dari semua penyakit jantung dan pembuluh darah tetap membutuhkan alat-alat penunjang.</p>
<p>“Dibutuhkan alat-alat penunjang seperti Chest X-ray, pemeriksaan laboratorium terkait, Echocardiography, cardiac-MRI, dan CT-scan. Masing-masing pemeriksaan penunjang tersebut ada indikasi untuk penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah yang sudah saya sebutkan tadi,” tegasnya.</p>
<p>Adapun untuk praktik medis di rumah sakit, dokter masih menggunakan stetoskop konvensional.</p>
<p>“Jadi, stetoskop konvensional masih dipakai karena teknologi ini (stetoskop AI) belum masuk dan diterapkan di Indonesia. Tentunya, stetoskop konvensional dipakai sebagai langkah diagnostik awal, sebelum dilakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut,” terang dr. Anwar.</p>
<p>Potensi AI untuk Transformasi Kesehatan</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada 3 Juni 2024 menyatakan, penggunaan teknologi Artificial Intelligence di bidang kesehatan akan memberikan dukungan kesehatan yang lebih akurat.</p>
<p>Hal ini dapat membawa perubahan signifikan bagi peningkatan layanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya, dalam mendeteksi penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dengan lebih mudah, cepat, dan presisi.</p>
<p>Pemanfaatan AI dalam dunia kesehatan turut sejalan dengan dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO memandang AI punya potensi dalam mentransformasi kesehatan global.</p>
<p>Transformasi kesehatan ini menyasar dengan penyediaan alat-alat canggih, pengembangan obat, administrasi, diagnosis, pengobatan, dan perawatan pasien. Potensi alat berteknologi AI tersebut diharapkan meningkatkan akses terhadap layanan, mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan mengurangi biaya sistem kesehatan.</p>
<p>Namun, keberhasilan AI bergantung pada tata kelola, kesetaraan, data, peraturan, kebijakan, dan lainnya. Pesatnya pertumbuhan AI menggarisbawahi kebutuhan mendesak yang akan mendorong kolaborasi untuk memanfaatkan AI di dunia kesehatan sekaligus memastikan keadilan dan inklusi, serta perlindungan hak asasi manusia dan privasi.</p>
<p>Pada panduan yang terbit 27 Mei 2024 berjudul, Artificial Intelligence for Health, WHO mendukung negara-negara untuk membangun ekosistem AI yang aman dan adil di bidang kesehatan dan memfasilitasi berbagi pengetahuan dengan memberikan lokakarya juga pengarahan untuk mendukung implementasi ekosistem AI.</p>
<p>WHO berkolaborasi dengan para ahli dan pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan untuk memfasilitasi penggunaan AI di bidang kesehatan. WHO pun menawarkan tools untuk memandu pengambil keputusan dalam mempertimbangkan manfaat dan risiko penerapan AI.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/stethoscope-isolated-white-surface.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jelang Armuzna, Jemaah Diimbau Batasi Aktivitas Fisik agar dapat Beribadah dengan Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-armuzna-jemaah-diimbau-batasi-aktivitas-fisik-agar-dapat-beribadah-dengan-sehat</link>				
         <pubDate>Sat, 15 Jun 2024 09:39:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/jelang-armuzna-jemaah-diimbau-batasi-aktivitas-fisik-agar-dapat-beribadah-dengan-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 12 Juni 2024</p>
<p>Tim asistensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkumpul di Ruang M Klinik Kesehatan Haji Makkah untuk membahas persiapan terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Rabu (12/6) pagi. Tim ini dipimpin oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, SKM, MARS.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, dr. Azhar Jaya menekankan pentingnya hubungan yang baik antara Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan pembimbing ibadah haji. Ia menambahkan, TKHK dan pembimbing ibadah haji juga harus sepakat bahwa sebagian besar jemaah Indonesia memiliki risiko kesehatan tinggi.</p>
<p>“Memang ada orang yang mau meninggal di Makkah, tapi tugas kita adalah membawa kembali mereka ke Indonesia dengan selamat,” kata dr. Azhar Jaya.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Azhar menjelaskan, peningkatan angka kematian menunjukkan kondisi fisik jemaah yang tidak prima. Untuk itu, Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Agama akan mengambil kebijakan untuk mengkoordinasikan pembatasan aktivitas umrah.</p>
<p>Ia menyarankan jemaah berisiko tinggi cukup dua kali umrah yang terdiri dari satu umrah wajib dan satu umrah sunnah. “Terlebih, untuk 3 hari ke depan umrah sebaiknya dihentikan supaya kondisi prima menjelang Armuzna dan jemaah bisa melaksanakan ibadah puncak haji,” kata dr. Azhar.</p>
<p>Kepada jemaah yang tidka dalam kategori risiko tinggi, dr. Azhar menyarankan agar menunaikan shalat di Masjidil Haram maksimal dua kali sehari agar tidak mengabaikan waktu makan di hotel.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Dr.dr. Iwan Dakota, Sp.JP (K) mengatakan, pembatasan aktivitas fisik yang berlebihan ini perlu dilakukan karena banyaknya kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung. Upaya lain yang perlu dilakukan terkait kematian karena jantung, yakni menjaga keteraturan konsumsi obat.</p>
<p>“Tugas kita adalah mengantar jemaah sebaik mungkin untuk melaksanakan puncak haji membatasi aktifitas fisik yang berlebih dan jangan lupa untuk meminum obat secara teratur,” kata Dr. dr. Dakota, Sp.JP (K).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Dokter Pendidik Klinis Ahli Madya dari RSUP Persahabatan dr. Muhamad Fahmi Alatas, Sp.P(K) mengatakan, jemaah haji Indonesia memiliki semangat tinggi dalam menjalankan ibadahnya. “Bukan hanya wajib tapi yang sunnahnya juga, bahkan melebihi dari jemaah negara lain,” kata dia.</p>
<p>Namun, dokter Fahmi menyarankan jemaah haji untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dengan udara terbuka untuk menghindari kelelahan yang dapat menurunkan imunitas sehingga mudah terinfeksi. Ia juga meminta jemaah haji untuk segera berobat saat memiliki gejala seperti batuk.</p>
<p>“Jangan menunggu sampai parah, dan mulai berhenti merokok saat menjalankan ibadah haji dan diteruskan ketika kembali ke Tanah Air,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240615-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Demensia Peringkat Ketiga Penyakit Terbanyak di KKHI Makkah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/demensia-peringkat-ketiga-penyakit-terbanyak-di-kkhi-makkah</link>				
         <pubDate>Sat, 15 Jun 2024 09:34:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/demensia-peringkat-ketiga-penyakit-terbanyak-di-kkhi-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 13 Juni 2024</p>
<p>Demensia menempati urutan ketiga penyakit terbanyak yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI Makkah). Pada Kamis (13/6), terdapat 30 pasien demensia yang dirawat di ruang rawat inap psikiatri.</p>
<p>Menurut dokter spesialis jiwa di KKHI Makkah dr. Ahmad Andi Samegu, Sp.KJ, demensia adalah kondisi sindrom penyakit gangguan otak yang bersifat jangka panjang/kronis, dan bukan baru terjadi. Rata-rata pasien demensia berusia di atas 60 tahun, bahkan ada yang berusia 95 tahun dan sudah mengalaminya sejak di Indonesia.</p>
<p>dr. Ahmad Andi Sameggu, Sp.Kj., menjelaskan bahwa dalam ilmu kedokteran, gangguan jiwa dilihat dari 3 aspek, yakni biologi, psikologis, dan sosial. Pada aspek biologis, gangguan struktur otak yang mengalami atrofi serebri sehingga terjadi penurunan fungsi, ditambah dehidrasi, gangguan elektrolit, dan faktor suhu tinggi.</p>
<p>Pada aspek psikologis, orang tua/lansia umumnya baru pertama kali meninggalkan kampung halaman, naik pesawat, dan bertemu orang asing, sehingga adaptasinya berbeda. Pada aspek sosial, jemaah berada di tempat baru yang tidak dikenal tanpa pendamping dan orang yang dikenal, dan harus melakukan aktivitas seperti makan dan mandi sendiri, padahal di Indonesia mereka dibantu. Di kloter, mereka juga dikucilkan dan ditinggal sendiri di kamar.</p>
<p>“Sudah ditegaskan bahwa yang boleh lolos istithaah kesehatan hanya yang mengalami demensia ringan. Demensia sedang dan berat itu seharusnya tidak lolos istithaah dan tidak bisa berangkat,” kata dr. Ahmad Andi.</p>
<p>Lebih lanjut, dr. Ahmad Andi menyatakan, hampir 90% pasien di KKHI Makkah adalah pasien demensia. Kasus lain selain demensia adalah depresi skizofrenia, yang sudah diderita pasien sejak masih di Indonesia. Pasien ini tidak istithaah tetapi tetap dapat berangkat dengan kewajiban minum obat. Namun, para pasien ini tidak meminum obatnya sehingga penyakitnya kambuh.</p>
<p>Pasien yang tantrum atau mengamuk hingga tahap agitasi atau gelisah berat akan diberikan tata laksana sesuai kondisinya. Ada pasien yang cukup minum obat, ada yang perlu disuntik.</p>
<p>Penyebabnya juga harus dikoreksi. Rata-rata mereka dirawat karena dehidrasi dan gangguan elektrolit. Hal ini yang perlu dikoreksi dengan bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya.</p>
<p>dr. Ahmad Andi menjelaskan, jika ada pasien yang hilang kendali dan gaduh gelisah, akan diupayakan dengan cara persuasif. Jika pasien gaduh gelisah di kloter, di KKHI mereka ditenangkan dengan bahasa lokal, diajak berkomunikasi, dan diberikan rasa aman hingga tenang.</p>
<p>“Kita tidak tahu masa tua kita, apakah sehat normal, atau apakah ada yang merawat kita? Bisa saja mabrurnya petugas karena merawat orang yang tidak kita kenal,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/Picsart_24-06-15_09-28-38-758.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji, Wamenag kunjungi KKHI Makkah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-layanan-kesehatan-jemaah-haji-wamenag-kunjungi-kkhi-makkah</link>				
         <pubDate>Fri, 14 Jun 2024 13:43:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pastikan-layanan-kesehatan-jemaah-haji-wamenag-kunjungi-kkhi-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Makkah, 10 Juni 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Wakil Menteri Agama Syaiful Rahmat Dasuki, yang juga bertindak sebagai Sekretaris Amirul Hajj 1445 H/2024, mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah, Senin (10/6). Wakil Menag Syaiful didampingi oleh Naib Amirul Hajj, yakni Habib Sayyid Muhammad Hilal al Aidid (PBNU), dan Anwar Abbas (PP Muhammadiyah). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Anggota Amirul Hajj lainnya yang turut dalam kunjungan tersebut, yakni Habib Ali Hasan Bahar (Kementerian Agama RI), Setiaji (Kementerian Kesehatan RI), Andie Megantara (Kementerian Koordinator PMK), M. Aqil Ihram (Kementerian Agama RI), Reza Ahmad Zahid (Pondok Pesantren), K Kresna (Kementerian Perhubungan RI), Ahmad Fahrurrozi (MUI), Alissa Wahid (Gerakan Keluarga Maslahat NU), dan Ariati Dina Puspita (PP Nasyiatul Aisyiyah).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rombongan Amirul Hajj diterima oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Lilik Marhaendro Susilo, AK, MM, yang didampingi oleh Kabid Kesehatan dr. Indra Moerwoko, Sekretaris Bidang Kesehatan Salman M. Idris, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah Nurul Jamal, serta Kepala KKHI Makkah dr. Enny Nuryanti.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam kesempatan tersebut, Lilik Marhaendro Susilo melaporkan jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan yang terdiri dari tenaga kesehatan, dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, tenaga gizi, serta tenaga manajerial.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lilik juga melaporkan pelayanan KKHI Makkah sampai 9 Juni 2024 secara kumulatif mencatat 1.531 pasien rawat jalan dan 563 pasien rawat inap. Penyakit terbanyak yang dihadapi adalah pneumonia, demensia, dan diabetes mellitus. Selain itu, dilaporkan pula pelayanan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di kloter sebanyak 115.465 pasien.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, Lilik menjelaskan deteksi dini untuk poli risiko tinggi (risti) yang diadakan di sektor-sektor. KKHI bekerja sama dengan TKHK untuk skrining jemaah haji yang paling berisiko tinggi, yang kemudian diperiksa di poli risti. Hasil pemeriksaan ini menentukan apakah pasien bisa diobati di tempat atau perlu dirujuk ke KKHI untuk penanganan lebih lanjut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai persediaan obat, Lilik menyampaikan, depo obat di KKHI menyediakan obat untuk kebutuhan di KKHI dan menyiapkan obat untuk didistribusikan ke sektor-sektor. Dengan aplikasi SS.LOH, sektor dapat mengisi permintaan obat yang diminta, kemudian depo akan menyiapkannya untuk didistribusikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah laporan, tim Amirul Hajj melanjutkan kunjungan untuk melihat pasien yang dirawat di KKHI. Ruangan yang dikunjungi antara lain ruang rawat inap, rawat inap psikiatri, dan Unit Gawat Darurat (UGD).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kunjungan ke KKHI Makkah dalam rangka memastikan bentuk layanan Kesehatan terhadap jemaah haji yang dirawat di KKHI Makkah,  jumlah yang dirawat masih terkontrol dan masih di bawah tahun lalu mudah mudahan tetap landai, jemaah terjaga kesehatannya,” ujar Wamenag Syaiful Rahmat Dasuki. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, salah satu anggota Amirul Hajj, Alissa Wahid, mengatakan, pasien demensia yang sudah lansia terkadang merasa kaget dengan lingkungan baru. Namun, hampir semua sudah terkendali. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Alissa juga menyampaikan bahwa pasien yang cenderung tantrum direspons secepatnya sehingga tidak mengganggu yang lain. “Alhamdulillah, dibandingkan tahun lalu, kondisi secara umum lebih baik. Penyakit-penyakitnya tidak semenakutkan tahun lalu,” tutur Alissa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kapus Haji juga mengingatkan seluruh jemaah untuk meminimalisir kelelahan setelah beraktivitas selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan segera beristirahat di hotel. Ia menambahkan, jika memungkinkan, jemaah sebaiknya langsung tidur supaya energinya cepat pulih.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-14-at-01.36.33.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pengurusan STR Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Tidak Dipungut Biaya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pengurusan-str-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-tidak-dipungut-biaya</link>				
         <pubDate>Fri, 14 Jun 2024 10:34:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pengurusan-str-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-tidak-dipungut-biaya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan biaya pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan sebesar Rp. 0 atau tanpa dipungut biaya, dan berlaku seumur hidup. Kebijakan baru pengurusan STR ini merupakan implementasi transformasi kesehatan pada tiga pilar, yaitu transformasi layanan rujukan, transformasi sumber daya manusia kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan</p>
<p>Ketetapan ini disahkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 7 Tahun 2024 tentang Besaran, Persyaratan, dan Tata Cara Pengenaan Tarif Sampai dengan Rp. 0 (Nol Rupiah) atau 0% (Nol Persen) atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Berupa Layanan Penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) yang Berlaku pada Kementerian Kesehatan.</p>
<p><a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/PMK-No.-7-Th-2024-ttg-Besaran-Persyaratan-dan-Tata-Cara-Pengenaan-Tarif-Nol-Rupiah-Penerimaan-Negara-Bukan-Pajak-Penerbitan-STR-signed-2.pdf">PMK No. 7 Th 2024 ttg Besaran, Persyaratan, dan Tata Cara Pengenaan Tarif Nol Rupiah Penerimaan Negara Bukan Pajak Penerbitan STR-signed (2)</a></p>
<p>Tenaga medis yang dimaksud dalam kebijakan ini adalah dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis. Sedangkan, tenaga kesehatan adalah mereka yang diatur dalam ketentuan kesehatan, seperti perawat dan apoteker.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, pengurusan STR Rp.0 ini memberikan banyak manfaat signifikan, baik bagi individu tenaga medis dan tenaga kesehatan maupun sistem kesehatan secara keseluruhan. Kebijakan ini meringankan beban biaya bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan.</p>
<p>“Aturan ini memastikan bahwa semua tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja memiliki izin dan kualifikasi yang sah, sehingga meningkatkan standar pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani oleh biaya dan birokrasi yang rumit,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Kebijakan STR tanpa biaya ini merupakan langkah awal untuk memberlakukan kebijakan STR seumur hidup. Persyaratan pengenaan tarif Rp. 0 ini khusus untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sudah memiliki STR sebelumnya dan ingin mengubahnya menjadi STR seumur hidup.</p>
<p>Adapun, ketentuan pengurusan STR tanpa biaya ini berlaku bagi dokter/dokter gigi, dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan dalam negeri dan telah memiliki STR yang masih berlaku atau sudah habis masa berlakunya.</p>
<p>Ketentuan ini juga berlaku bagi dokter/dokter gigi yang telah melaksanakan internsip, atau dokter/dokter gigi, dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan yang merupakan WNI lulusan luar negeri dan telah melaksanakan adaptasi.</p>
<p>Ketentuan pengurusan STR Rp. 0 ini dikecualikan bagi dokter/dokter gigi, dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan yang mengajukan permohonan penerbitan STR untuk pertama kali.</p>
<p>Ketentuan juga dikecualikan bagi dokter/dokter gigi, dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan WNI lulusan luar negeri yang akan melaksanakan adaptasi. Kemudian, dokter/dokter gigi, dokter spesialis/dokter gigi spesialis, dan tenaga kesehatan warga negara asing (WNA). </p>
<p>Kelompok yang dikecualikan ini dikenakan tarif sesuai dengan aturan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).</p>
<p>Pengenaan tarif Rp. 0 untuk pengurusan STR dilakukan melalui permohonan elektronik yang diajukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan kepada konsil, dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan. Selanjutnya, konsil melakukan verifikasi permohonan dan menentukan apakah STR akan diterbitkan atau tidak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-14-104532.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Percepat Pemenuhan Hak Masyarakat Dalam Layanan Kesehatan </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-percepat-pemenuhan-hak-masyarakat-dalam-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Thu, 13 Jun 2024 10:14:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-percepat-pemenuhan-hak-masyarakat-dalam-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Juni 2024</p>
<p>Dalam upaya pembangunan di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan menjalankan strategi Transformasi kesehatan dengan 6 pilarnya. Pemenuhan sarana prasarana baik layanan primer maupun layanan rujukan terus dilakukan.</p>
<p>Adanya program pengampuan layanan prioritas Kanker Jantung Stroke dan Uronefro (KJSU) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), merupakan upaya pemerataan dan keadilan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan tanpa harus lama mengantri ataupun melakukan perjalanan di luar provinsinya untuk mendapatkan layanan tersebut.</p>
<p>Adapun pemenuhan alat alat diagnostik maupun layanan untuk operasi dapat dengan cepat dipenuhi melalui mobilisasi berbagai sumber pendanaan. Tetapi yang masih menjadi tantangan besar adalah ketersediaan SDM kesehatan untuk menjalankan layanan KJSU.</p>
<p>Berbagai langkah terobosan diambil untuk mengatasi rasio dokter yang rendah di Indonesia, yang masih di angka 0,46 per 1.000 penduduk. Rasio ini membuat Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki rasio dokter di atas 1 per 1.000 penduduk.</p>
<p>Salah satunya adalah melalui pemanfaatan tenaga medis Warga Negara Asing (WNA) untuk kegiatan transfer of knowledge sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan tertentu dimana dokter dengan kompetensi dan keahlian tersebut tidak tersedia atau sangat terbatas di RS Kemenkes.</p>
<p>“Kebutuhan transfer of knowledge dalam rangka percepatan penguasaan bidang keahlian tertentu seperti transplantasi jantung, tata laksana kelainan jantung bayi dan anak serta pengembangan precision medicine di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS (13/6).</p>
<p>Program tersebut baru-baru ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik di Medan, Sumatera Utara, bekerja sama dengan King Salman (KS) Relief dan Muslim World League dari Arab Saudi untuk menyelenggarakan transfer of knowledge dan kegiatan sosial berupa operasi jantung gratis bagi pasien tidak mampu.</p>
<p>Kegiatan tersebut terdiri dari tiga periode pelayanan. Periode pertama berlangsung dari awal Mei hingga 27 Mei, yang menargetkan 10 pasien. Periode kedua berlangsung dari 2 hingga 9 Juni 2024. Periode ketiga berlangsung dari 25 hingga 1 Juli 2024. Periode kedua dan ketiga menargetkan 15-20 pasien.</p>
<p>Tim medis berjumlah 22 orang dari Arab Saudi akan terus membantu menyelamatkan nyawa masyarakat tidak mampu dan juga memberikan ilmu dan keterampilan bedah jantung terbuka tingkat lanjut kepada dokter-dokter Indonesia.</p>
<p>Sudah banyak Rumah Sakit (RS) Kemenkes yang merupakan RS wahana pendidikan bagi dokter spesialis maupun subspesialis yang melakukan alih teknologi melalui kerja sama dengan tenaga medis WNA.</p>
<p>Pengaturan terkait program ini akan mengacu pada peraturan dan ketentuan yang ada. Selanjutnya penting bagi para direksi rumah sakit Kemenkes melakukan kajian kebutuhan dan mengusulkan kebutuhan program ini berdasarkan situasi rumah sakit masing masing.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/53738845074_70362c8743_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Dante Ingin Data SKI Dijadikan Dasar Kebijakan Pembangunan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-ingin-data-ski-dijadikan-dasar-kebijakan-pembangunan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 12 Jun 2024 16:19:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-ingin-data-ski-dijadikan-dasar-kebijakan-pembangunan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Juni 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono berpesan agar hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 tidak hanya menjadi laporan status kesehatan masyarakat, melainkan sebagai acuan utama dalam penyusunan rencana pembangunan dan kebijakan kesehatan.</p>
<p>“Karena tujuan SKI adalah menilai capaian hasil pembangunan kesehatan selama lima tahun terakhir di Indonesia serta mengukur tren status gizi balita dari tahun 2019  hingga tahun 2024. Data kesehatan ini diharapkan dapat digunakan dalam rangka menyusun kebijakan kesehatan.”</p>
<p>Informasi lengkap SKI bisa diakses melalui https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/ </p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Wamenkes Dante pada acara Diseminasi Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu (12/6).</p>
<p>Sebelum terintegrasi dalam SKI, terdapat dua survei besar di bidang kesehatan, yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang terakhir kali dilaksanakan pada 2018, dan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) yang terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2022.</p>
<p>“Jadi, survei ini menyatukan SSGI dan Riskesdas ke dalam bentuk satu survei yang terintegrasi,” ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Liza Munira menyatakan, SKI 2023 menghasilkan berbagai data dasar kesehatan yang komprehensif, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, disabilitas, kesehatan ibu dan anak, biomedis, kesehatan lingkungan, akses pelayanan kesehatan, farmasi dan pengobatan tradisional, pengetahuan dan perilaku kesehatan, hingga status gizi.</p>
<p>Kepala BKPK Liza Munira menambahkan, selama pelaksanaan survei, tim SKI berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS) hingga pemerintah daerah. </p>
<p>“Pada Tahun 2023, Kementerian Kesehatan melaksanakan survei Kesehatan Indonesia di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi, berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik, Setwapres, Kemendagri, dan Kemenko PMK serta pemerintah daerah,” papar Liza mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat.</p>
<p>Wamenkes berharap, hasil SKI 2023 ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembangunan kesehatan yang terangkum dalam 6 pilar transformasi kesehatan, yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. </p>
<p>“Jadi, saya tadi sampaikan kepada Pak Sekjen untuk merajut hasil SKI ini di dalam 6 pilar transformasi kesehatan,” ujar Wamenkes Dante.</p>
<p>Menurut Wamenkes Dante, peristiwa pandemi COVID-19 menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya data dalam penyusunan kebijakan. Ketersediaan data dan informasi kesehatan yang akurat dan terkini dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sangat penting untuk menyusun program dan kebijakan kesehatan yang efektif, baik dalam situasi pandemi maupun dalam mencapai target kesehatan nasional.</p>
<p>Wamenkes menyatakan, data SKI 2023 ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bahan kebijakan program, dasar arah pembangunan kesehatan yang berbasis bukti, perencanaan pembangunan kesehatan di tingkat nasional maupun daerah</p>
<p>Wamenkes Dante juga berpesan dan berharap agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang kesehatan dapat menerima dan memahami perbedaan sikap masyarakat dalam menyikapi hasil survei. Menurutnya, perbedaan sikap tersebut adalah hal yang wajar.</p>
<p>“Perbedaan menyikapi hasil survei adalah suatu hal yang wajar.”</p>
<p>Lebih lanjut, Wamenkes Dante menjelaskan, terdapat dua jenis data yang dapat digunakan pada SKI 2024.</p>
<p>Pertama, data yang bersumber dari pelaporan atau data rutin, seperti data yang dilaporkan ke dinas kesehatan, data pasien rumah sakit, dan data pengguna BPJS Kesehatan. Data ini digunakan untuk mengetahui progres program kesehatan yang berjalan, seperti jumlah balita yang ditimbang.</p>
<p>Kedua, data yang bersumber dari survei, seperti data dari Riskesdas, SSGI, atau SKI. Data survei ini lebih ditujukan untuk mengukur dampak kesehatan, seperti prevalensi stunting.</p>
<p>“Kedua jenis data ini memiliki peran yang saling melengkapi dan mendukung serta dibutuhkan untuk mengukur capaian program kesehatan di Indonesia.”</p>
<p>Pada kesempatan itu, Wamenkes Dante menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penyusunan SKI 2023. Ia yakin bahwa proses penyusunannya telah dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme oleh tim yang kompeten, baik dari sisi ilmiah maupun etik, sehingga data yang disajikan adalah data yang valid dan transparan. </p>
<p>Wamenkes Dante juga mengapresiasi dinas kesehatan di seluruh kabupaten/kota dan provinsi yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan survei.</p>
<p>Wamenkes Dante menyampaikan langkah tepat yang perlu diambil untuk menindaklanjuti hasil Survei SKI 2023 adalah melakukan perbaikan kinerja program kesehatan, baik di tingkat pusat maupun daerah.</p>
<p>“Jadi, orientasinya bukan hanya publikasi, tapi orientasi adalah memperbaiki program kesehatan,” kata Wamenkes Dante mengenai tujuan orientasi pelaksanaan SKI.</p>
<p>Lebih lanjut, Wamenkes Dante menyatakan, ke depannya proses birokrasi permintaan data SKI bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat akan lebih sederhana dan mudah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan masukan dari berbagai pihak terkait, seperti akademisi, peneliti, dan masyarakat, dalam penyusunan kebijakan kesehatan.</p>
<p>“Sehingga, nanti bisa memberikan evaluasi dan masukan pada program  berdasarkan dari data SKI yang dihasilkan,” kata Wamenkes Dante.</p>
<p>Kemudahan permintaan data SKI 2023 ini juga menjadi fokus utama Kepala BKPK Liza Munira. Pada acara Diseminasi SKI 2023, BKPK mengundang berbagai pemangku kepentingan, seperti kementerian/lembaga, akademisi/universitas, mitra pembangunan kesehatan, pemerintah daerah, dan organisasi profesi, untuk memanfaatkan data SKI sebagai bahan perencanaan, evaluasi, maupun kepentingan ilmiah.</p>
<p>“Seperti kita ketahui, data yang paling baik adalah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” ujar Kepala BKPK Liza Munira.</p>
<p>Lebih lanjut, Kepala BKPK Liza menjelaskan bahwa laporan hasil SKI 2023 sudah dapat diakses melalui situs web BKPK dalam tiga format, yaitu laporan SKI dalam angka, laporan tematik Potret Indonesia Sehat, dan factsheet SKI.</p>
<p>“Selain itu kami juga membuka akses micro data melalui portal layanan data Kementerian Kesehatan,” ujar Liza Munira.</p>
<p>Kepala BKPK Liza menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengundang masyarakat untuk berperan serta dalam pemanfaatan data SKI. Bahkan, untuk menarik minat masyarakat terhadap pemanfaatan data SKI, BKPK menyelenggarakan kompetisi penulisan rekomendasi kebijakan kesehatan menggunakan data SKI 2023 sebagai sumber data utama.</p>
<p>Bentuk rekomendasi kebijakan dalam kompetisi ini berupa policy brief. Kompetisi penulisan rekomendasi kebijakan ini terbuka untuk masyarakat umum. </p>
<p>“Kami mengharapkan kompetisi ini akan memunculkan gagasan rekomendasi kebijakan yang original dan inovatif untuk percepatan pencapaian target pembangunan kesehatan di Indonesia,” ujar Liza Munira.</p>
<p>Wamenkes Dante juga meminta Kepala BKPK Lisa Munira untuk mengunggah data SKI ke badan  internasional sehingga profil kesehatan Indonesia dapat teridentifikasi.</p>
<p>“Sehingga, kita dapat memetakan dan membuat program kesehatan strategis di kancah internasional dan dapat menempatkan Indonesia di tempat yang sesuai,” tutup Wamenkes Dante.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/ski-dante.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Prof Dante Tekankan Obat Harus Sampai ke Daerah Terpencil</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-tekankan-obat-harus-sampai-ke-daerah-terpencil</link>				
         <pubDate>Wed, 12 Jun 2024 07:41:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/wamenkes-prof-dante-tekankan-obat-harus-sampai-ke-daerah-terpencil</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama sejumlah organisasi kesehatan mengadakan pertemuan untuk menyusun formularium nasional di Jakarta pada Selasa (11/6). Salah satu topik yang dibahas adalah pemberian insulin basal, yakni jenis insulin yang bekerja jangka panjang, di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono berpesan untuk memastikan obat-obatan, termasuk insulin, dapat menjangkau daerah terpencil di Indonesia. Sebab, saat ini insulin hanya boleh diberikan di fasilitas kesehatan rujukan atau rumah sakit, sementara akses ke rumah sakit di daerah terpencil sangat sulit.</p>
<p>“Saya punya kesempatan mengunjungi daerah-daerah yang sangat terpencil di kepulauan-kepulauan di Maluku, Papua, di daerah-daerah Sulawesi di mana untuk mencapai rumah sakit butuh waktu berjam-jam ada yang mesti naik perahu 8 jam, tergantung kondisi alam,” ucap Prof. Dante.</p>
<p>“Jadi, di Fakultas Kedokteran, pemahaman tentang penggunaan insulin ini sangat penting untuk bekal mereka menggunakan insulin di FKTP. Kalau inisiasinya, unsur yang memang risikonya kecil itu yang ideal sekali,” ujar Prof. Dante.</p>
<p>”Saya mengetuk hati Bapak-bapak sekalian untuk daerah-daerah terpencil, mudah-mudahan daerah-daerah terpencil tersebut tetap dapat menggunakan multiple dose insulin dari FKTP dengan panduan yang nanti dibantu oleh lembaga pendidikan dan sebagainya,” tambahnya.</p>
<p>Gayung bersambut, Farmakolog Klinik Prof. Rianto Setiabudy mengatakan pihaknya harus memikirkan jalan keluar yang terbaik yaitu inisiasi terapi insulin terutama untuk daerah terpencil.</p>
<p>&#8220;Namun, untuk daerah-daerah yang sangat terpencil, kami bikin pengecualian. Kemudian, tenaga-tenaga di FKTP harus diberikan pelatihan khusus supaya bisa memberikan obat ini dengan aman,&#8221; tutur Prof. Rianto.</p>
<p>Ia menambahkan, pemberlakukan terapi insulin di FKTP merupakan solusi praktis untuk daerah terpencil.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/53784144205_3aa4cace06_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Penipuan Mengatasnamakan Sekjen Kemenkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penipuan-mengatasnamakan-sekjen-kemenkes</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 19:39:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/waspada-penipuan-mengatasnamakan-sekjen-kemenkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapatkan laporan adanya percobaan penipuan yang mengatasnamakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kunta Wibawa Dasa Nugraha melalui kontak WhatsApp atau SMS.</p>
<p>Berdasarkan laporan, penipuan ini dilakukan dengan cara mengirimkan pesan dan menelepon melalui WhatsApp menggunakan nomor yang memasang foto Sekjen Kunta. Pelaku kemudian menanyakan kabar organisasi.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. M Syahril memastikan bahwa hal tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap praktik kejahatan siber yang mungkin terjadi.</p>
<p>“Jangan pernah memberikan informasi pribadi apapun terhadap penelepon. Jika ada keraguan, laporkan atau cek kebenarannya kepada pihak-pihak terkait,” jelas dr. Syahril.</p>
<p>Hingga rilis ini diterbitkan, motif pelaku masih belum diketahui. Namun, Jubir Kemenkes mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan penipuan oleh pelaku menggunakan nomor yang berbeda.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240611-WA0017.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Berkomitmen dalam Peningkatan Layanan Bedah Saraf</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-berkomitmen-dalam-peningkatan-layanan-bedah-saraf</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 18:50:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kementerian-kesehatan-berkomitmen-dalam-peningkatan-layanan-bedah-saraf</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 7 Juni 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Harbuwono menghadiri pertemuan ilmiah tahunan Perhimpunan Spesialis Bedah Syaraf ke-28 bertema “Strengthening Regional and Global Neurosurgery Network&#8221; di Ballroom 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/6).</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dante menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia, termasuk layanan bedah saraf di Indonesia.</p>
<p>“Saat ini, kami sedang melaksanakan transformasi sistem kesehatan, mulai dari transformasi layanan primer, layanan sekunder, ketahanan sistem kesehatan, pembiayaan kesehatan, talenta kesehatan, dan teknologi kesehatan. Sehubungan dengan bedah saraf, transformasi perawatan sekunder dan transformasi talenta kesehatan adalah fokus kami,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Kemenkes fokus mengatasi berbagai penyakit, termasuk penyakit bencana yang menjadi penyebab utama kematian, penyakit yang membebani pengeluaran kesehatan seperti kanker, kardiovaskular, stroke, dan ginjal.</p>
<p>“Kita punya tujuan, yaitu memastikan seluruh kabupaten dan kota memiliki jaringan rumah sakit rujukan untuk empat penyakit prioritas paling lambat pada 2027,&#8221; kata Prof. Dante.</p>
<p>Pada 2022, layanan stroke di Indonesia belum tersedia secara merata di seluruh wilayah. Karena itu, Kemenkes membangun sistem jaringan rujukan dengan setiap level memiliki tingkat kompetensinya masing-masing untuk memastikan layanan yang optimal dan efisien di seluruh negeri.</p>
<p>“Misalnya, RS Madya hanya bisa melakukan sampai dengan penggulungan, RS Utama bisa melakukan sampai dengan bedah saraf terbuka atau kliping, dan RS Paripurna harus bisa melakukan intervensi bedah saraf tingkat lanjut,” kata Prof. Dante.</p>
<p>RS Paripurna merupakan rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan internasional, RS Utama adalah rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan nasional, dan RS Madya merupakan rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan regional.</p>
<p>Untuk lebih mempercepat pelayanan bedah saraf, Kemenkes juga menyediakan peralatan medis sesuai kebutuhan rumah sakit, seperti mikroskop bedah saraf, CT scan, dan MRI.</p>
<p>Prof. Dante menegaskan, upaya yang telah dilakukan Kemenkes mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 32 dari 38 provinsi berada pada jalur yang tepat untuk menyediakan layanan kliping. Selain itu, 16 di antaranya sudah mampu memberikan pelayanan, dan 16 lainnya sedang dalam proses pengawasan.</p>
<p>“Saya kira, kita semua bisa sepakat bahwa pelayanan tidak dapat terlaksana tanpa tenaga kerja yang memadai. Ambil contoh bedah saraf, di sini kita dapat melihat bahwa hanya lima provinsi yang memenuhi target rasio dokter bedah saraf per penduduk. Tidak hanya itu, distribusi dokter bedah saraf juga menjadi permasalahan, sebagian besar berlokasi di pulau Jawa,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Untuk mengatasi permasalahan tersebut Kemenkes memberikan beberapa solusi, salah satunya dengan memberikan beasiswa. Hingga saat ini, ada 72 dokter yang menerima beasiswa bedah saraf sejak 2008.</p>
<p>Kemenkes juga bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperbanyak beasiswa spesialis, subspesialis, dan fellowship. Saat ini, Kemenkes memiliki lebih dari dua ribu tempat untuk beasiswa.</p>
<p>Prof. Dante berharap kegiatan yang diselenggarakan saat ini dapat menginisiasi kemajuan serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, dapat mendesiminasi jumlah dokter bedah saraf yang lebih banyak di Indonesia.</p>
<p>“Kita masih memerlukan dokter-dokter bedah saraf karena penyakit katastropik yang banyak di Indonesia, salah satunya adalah stroke. Penanganan stroke yang komprehensif dan advance membutuhkan ahli bedah saraf. Hal yang paling penting adalah memberikan posisi yang lebih baik bagi dokter-dokter Indonesia di kancah Internasional,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante menutup sambutannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat bekerja sama dalam mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, Perkumpulan Bedah Saraf Indonesia, Perguruan Tinggi Bedah Saraf, rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya, bedah saraf di Indonesia dapat memberikan kemajuan yang besar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/53775139129_44b383db5e_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pneumonia Jadi Penyakit Paling Banyak Dirawat di KKHI Makkah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pneumonia-jadi-penyakit-paling-banyak-dirawat-di-kkhi-makkah</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 18:42:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pneumonia-jadi-penyakit-paling-banyak-dirawat-di-kkhi-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 9 Juni 2024</p>
<p>Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu bagi calon jemaah haji dengan 56 jemaah haji wafat akibat penyakit ini hingga Minggu (9/6). Sementara itu, pneumonia tetap menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.</p>
<p>Menurut dokter spesialis paru dan pernapasan di KKHI Makkah dr. Ali Asdar Sp.P, pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme, yaitu bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Berdasarkan penelitian di berbagai negara, bakteri gram positif merupakan penyebab utama pneumonia komunitas.</p>
<p>Data dari beberapa rumah sakit besar di Indonesia pada 2020-2021 menunjukkan bahwa, berdasarkan pemeriksaan sputum, penyebab terbanyak pneumonia komunitas di ruang rawat inap adalah kuman gram negatif seperti Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Acinetobacter baumannii, dan Pseudomonas aeruginosa. Selain itu, bakteri gram positif seperti Staphylococcus haemolyticus juga sering ditemukan.</p>
<p>“Hal ini menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir terjadi perubahan pola kuman pada pneumonia komunitas di Indonesia bahkan mungkin di negara-negara lain sehingga perlu penelitian lebih lanjut,” ungkap dr. Asdar.</p>
<p>Terdapat beberapa faktor risiko yang berkontribusi secara signifikan terhadap risiko infeksi pneumonia komunitas, antara lain usia, kebiasaan merokok, paparan lingkungan yang tidak sehat, malnutrisi, gangguan fungsi tubuh, kebersihan mulut yang buruk, penggunaan terapi imunosupresif, penggunaan steroid oral, dan penggunaan obat penghambat sekresi asam lambung. Selain itu, resistensi antibiotik, peningkatan populasi usia lanjut, dan tingginya populasi dengan komorbiditas kronik juga turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko infeksi pneumonia.</p>
<p>Menurut dr. Asdar, komorbiditas yang dikaitkan dengan pneumonia komunitas antara lain penyakit respirasi kronik (seperti PPOK atau asma), penyakit kardiovaskular, gagal jantung kongestif, diabetes melitus, penyakit ginjal atau hati kronik, dan penyakit serebrovaskuler seperti stroke.</p>
<p>Dr. Asdar menjelaskan, sebagian besar pasien pneumonia komunitas menunjukkan perbaikan klinis dalam 72 jam pertama setelah pemberian antibiotik awal. Namun, diperkirakan 6-15% pasien pneumonia komunitas yang dirawat tidak menunjukkan respons dalam jangka waktu tersebut, dan tingkat kegagalan mencapai 40% pada pasien yang langsung dirawat di ICU.</p>
<p>&#8220;Jika setelah diberikan pengobatan secara empiris selama 48-72 jam tidak ada perbaikan, diagnosis, faktor-faktor pasien, obat-obat yang telah diberikan, dan bakteri penyebabnya harus ditinjau kembali,&#8221; ujar dr. Asdar.</p>
<p>Penyebab paling sering kegagalan pengobatan pneumonia adalah faktor pemicu, dan bukan ketidaktepatan pemilihan antibiotik. Faktor ini meliputi beratnya penyakit, keganasan, pneumonia aspirasi, dan penyakit saraf.</p>
<p>Sementara itu, kurang responsif terhadap antibiotik awal mungkin disebabkan oleh kuman yang resisten, kuman yang jarang ditemukan (legionella, virus, jamur termasuk pneumocystis jiroveci, tuberkulosis), atau komplikasi pneumonia seperti obstruksi pasca-pneumonia, abses, empyema, atau super infeksi nosokomial.</p>
<p>Berbagai keadaan spesifik yang mungkin menyebabkan tidak responsnya pasien terhadap pengobatan pneumonia dapat diatasi jika diagnosis pneumonia telah ditegakkan. Antibiotik harus segera diberikan. Pemeriksaan mikrobiologi hanya dilakukan pada pasien rawat inap dengan pneumonia berat atau yang memiliki faktor risiko infeksi patogen multiresisten.</p>
<p>Pemberian antibiotik harus dimulai dalam 1 jam sejak pasien masuk rumah sakit. Pemberian antibiotik dievaluasi secara klinis dalam 24-72 jam pertama. Jika terdapat perbaikan klinis, terapi dapat dilanjutkan. Namun, jika terjadi perburukan, antibiotik harus diganti sesuai hasil biakan atau pedoman empiris.</p>
<p>Ada beberapa langkah yang harus dilakukan apabila pasien tidak responsif, yaitu pindahkan pasien ke pelayanan rujukan yang lebih tinggi, lakukan pemeriksaan ulang untuk diagnosis, lakukan pemeriksaan invasif jika perlu, dan berikan antibiotik sesuai hasil biakan resistensi (terapi definitif).</p>
<p>“Pneumonia dapat menimbulkan komplikasi yang memerlukan tata laksana tambahan untuk menurunkan kesakitan dan kematian, karena jika pneumonia terus berlanjut akan mengalami perburukan seperti efusi pleura, empiema toraks, abses paru, sepsis, syok sepsis, gagal nafas dan acute respiratory distress syndrome (ARDS) serta kematian,” kata dr. Asdar.</p>
<p>“Pengobatan yang ada di KKHI sudah memadai, ada pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan X Ray sehingga jemaah-jemaah yang dirawat sudah mengalami perbaikan klinis”</p>
<p>Selain itu, tim dokter paru KKHI Makkah merekomendasikan tetap menggunakan masker untuk pencegahan, terutama bagi yang sakit, berhenti merokok selama menjalankan ibadah haji, istirahat yang cukup sebelum dan sesudah ibadah haji, penuhi kebutuhan cairan, konsumsi makanan bergizi secara teratur, dan jika memiliki komorbid seperti PPOK, asma, diabetes melitus, jantung, ginjal, atau hati, tetap minum obat rutin secara teratur.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240611-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Makkah Fasilitasi Jemaah Sakit Jalani Safari Wukuf</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-makkah-fasilitasi-jemaah-sakit-jalani-safari-wukuf</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 18:37:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kkhi-makkah-fasilitasi-jemaah-sakit-jalani-safari-wukuf</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 10 Juni 2024</p>
<p>Wukuf merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh jemaah haji sebagai puncak dari ibadah haji. Bagi jemaah haji yang sakit atau lansia non-mandiri, pemerintah mengadakan program safari wukuf untuk membantu mereka menunaikan rukun haji ini.</p>
<p>“Safari wukuf diperuntukan bagi jemaah sakit yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, bahwa pelaksanaan safari wukuf ini tidak menyebabkan kondisi kesehatannya menjadi menurun. Pemilihan jemaah yang akan disafariwukufkan akan ditentukan oleh tim safari wukuf KKHI Makkah” kata Kepala Bidang Kesehatan Haji KKHI Makkah dr. Indra Moerwoko di KKHI Makkah, Senin (3/6).</p>
<p>Menurut Kasie Kesehatan Daerah Kerja Makkah tahun1445 H/ 2024 M Nurul Jamal, ada dua penyelenggaraan safari wukuf. Pertama, safari wukuf jemaah sakit yang dilakukan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Kedua, safari wukuf jemaah lansia non-mandiri yang difasilitasi oleh Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas Kementerian Agama (Kemenag).</p>
<p>Adapun, safari wukuf jemaah sakit yang dilakukan KKHI Makkah mempunyai kriteria sebagai berikut:</p>
<p>1. Jemaah haji sakit dengan kesadaran yang baik</p>
<p>a. Airway, breathing, circulation baik</p>
<p>b. Glasgow coma scale (GCS) = 15</p>
<p>c. Kesadaran Psychiatrist Baik (3 P: Memusatkan, Mempertahankan, dan</p>
<p>Mengalihkan perhatian.</p>
<p>d. Kemampuan menilai realita baik (tidak ada halusinasi waham)</p>
<p>2. Hemodinamik (sirkulasi) stabil: Mean Arterial Pressure (MAP) paling rendah 65 mmHg.</p>
<p>3. Saturasi oksigen minimal 89% dengan dengan nasal kanula 2-3 liter/menit. Pasien paru dengan kebutuhan oksigen tinggi tidak dapat mengikuti safari wukuf dan harus dibadalkan.</p>
<p>4. Transportable, yakni pemindahan tidak memperberat kondisi fisik, tidak berpotensi menimbulkan kecacatan, dan tidak membahayakan keselamatan jemaah.</p>
<p>5. Tidak mengidap penyakit menular/tidak infeksius.</p>
<p>6. Tidak dalam krisis hipertensi.</p>
<p>7. Penyakit tidak dalam periode akut.</p>
<p>Lebih lanjut, Kasie Nurul Jamal menerangkan alur seleksi jemaah haji peserta safari wukuf adalah sebagai berikut:</p>
<p>&#8211; Jemaah haji di pemondokan akan diikutsertakan dalam Poli Risti di sektor-sektor mulai 29 Mei 2024. Jemaah haji sakit dirujuk ke KKHI dan dimasukkan dalam daftar sementara safari wukuf.</p>
<p>&#8211; Jemaah haji rawat inap di KKHI yang memenuhi kriteria dimasukkan dalam daftar sementara safari wukuf.</p>
<p>Daftar sementara calon jemaah safari wukuf akan dievaluasi untuk menetapkan jemaah haji sebagai peserta safari wukuf.</p>
<p>Selanjutnya, kategori jemaah haji yang dibadalkan:</p>
<p>&#8211; Jemaah Haji Wafat sampai 9 Dzulhijjah pukul 6 pagi</p>
<p>&#8211; Jemaah Haji yang dirawat di RSAS sampai tanggal 8 Dzulhijjah pukul 6 pagi</p>
<p>&#8211; Jemaah Haji yang dirawat di KKHI yang tidak memenuhi kriteria safari Wukuf</p>
<p>&#8211; Jemaah Haji yang dirujuk ke RS di luar Arafah, sebelum tanggal 9 Dzulhijjah pukul 6 pagi</p>
<p>&#8211; Pengumpulan data peserta badal haji, data jemaah wafat sebelumnya, dari Tim Visitasi, Tim TKHK, Tim Penilai KKHI.</p>
<p>Jamal menambahkan, untuk pelaksanaan safari wukuf, KKHI Makkah menyediakan 10 bus, yakni 4 unit bus untuk jemaah haji yang berbaring dengan kapasitas 6-8 orang, dan 6 unit bus dengan kapasitas 25 orang.</p>
<p>Sementara itu, safari wukuf untuk jemaah lansia non-mandiri yang difasilitasi oleh Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas Kementerian Agama mempunyai kriteria sebagai berikut:</p>
<p>1. Kesadaran dengan Glasgow coma scale =15</p>
<p>2. Hemodinamik (sirkulasi) baik</p>
<p>3. Tidak Krisis hipertensi ( Tekanan darah mendadak &gt;180/110mmHg)</p>
<p>4. Penyakit tidak dalam periode akut</p>
<p>5. Tidak mengidap penyakit menular /Infeksius</p>
<p>6. Pneumonia spesifik pengobatan &gt; 2 Minggu</p>
<p>7. Mampu stabil duduk</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240611-WA0010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Konsolidasi Seluruh Pihak Turunkan Angka Stunting</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-jokowi-tekankan-pentingnya-konsolidasi-seluruh-pihak-turunkan-angka-stunting</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 18:09:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-jokowi-tekankan-pentingnya-konsolidasi-seluruh-pihak-turunkan-angka-stunting</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau langsung kegiatan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Selasa (11/6) hari ini. Gerakan yang dilakukan serentak pada Juni ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.</p>
<p>Ada dua lokasi yang dikunjungi, yaitu Posyandu Wijaya Kusuma di Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat, dan Posyandu Integrasi RW 02 Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Kepala Negara menekankan pentingnya konsolidasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting.</p>
<p>“Stunting ini kan tidak hanya urusan makanan, tambahan urusan gizi, juga menyangkut sanitasi, lingkungan dari kampung, lingkungan dari RT juga berpengaruh terhadap masalah air yang ada juga sangat berpengaruh sekali terhadap stunting. Ini memang kerja bareng-bareng, kerja bersama, kerja terintegrasi, kerja terkonsolidasi sehingga hasilnya akan kelihatan,” kata Presiden Jokowi.</p>
<p>Presiden optimistis target pemerintah dalam penanganan stunting akan tercapai. Pemerintah telah mencanangkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen sebagai target nasional pada 2024.</p>
<p>“Kita ingat di 2014 kita masih di angka 37 (persen). Kemudian selama 9 tahun turun menjadi 21 (persen). Memang kemarin turunnya hanya kecil 0,1 (persen), tapi apapun kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh daerah, oleh posyandu, harus kita hargai,” ujar Presiden.</p>
<p>Presiden Jokowi beserta rombongan meninjau kegiatan yang sedang dilakukan di posyandu, meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran berat badan dan tinggi badan, pencatatan, dan penyuluhan kesehatan.</p>
<p>Menurut Ketua Pokja 4 PKK Kota Bogor Meira Sophia, kegiatan ini melibatkan proses yang terpadu mulai dari pendaftaran hingga penyuluhan dengan tujuan mengoptimalkan pencegahan stunting. “Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, bahkan sebetulnya ingin berbondong-bondong datang ke tempat ini untuk bertemu dengan Bapak Presiden,” kata dia menyampaikan antusiasme warga mengikuti program di posyandu.</p>
<p>Kegiatan di Posyandu Wijaya Kusuma menyasar sedikitnya 105 bayi dan balita, calon pengantin, dan sejumlah ibu hamil. Meira berharap dengan adanya gerakan serentak ini, angka prevalensi stunting di Tanah Air bisa diturunkan secara signifikan.</p>
<p>Warga setempat, termasuk Zulaeha yang rutin mengantar cucunya ke posyandu, merasa senang dan termotivasi dengan kehadiran Presiden. “Senang sekali, gerakannya (pencegahan stunting) bagus, teratur, dan rapi,” kata Zulaeha.</p>
<p>Givani, ibu dari anak berusia 4 bulan, juga menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan stunting di posyandu sangat membantu, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.</p>
<p>Dengan Gerakan Serentak Pencegahan Stunting ini, pemerintah berharap akan terjadi angka prevalensi stunting mengalami penurunan signifikan, dengan mencapai target hingga 14 persen pada 2024. Gerakan ini diharapkan juga membantu menciptakan generasi mendatang yang lebih sehat dan cerdas untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/53782863587_18f431e28b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Konsolidasi Seluruh Pihak Turunkan Angka Stunting</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-jokowi-tekankan-pentingnya-konsolidasi-seluruh-pihak-turunkan-angka-stunting</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 18:09:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/presiden-jokowi-tekankan-pentingnya-konsolidasi-seluruh-pihak-turunkan-angka-stunting</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Juni 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau langsung kegiatan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Selasa (11/6) hari ini. Gerakan yang dilakukan serentak pada Juni ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.</p>
<p>Ada dua lokasi yang dikunjungi, yaitu Posyandu Wijaya Kusuma di Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat, dan Posyandu Integrasi RW 02 Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Kepala Negara menekankan pentingnya konsolidasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting.</p>
<p>“Stunting ini kan tidak hanya urusan makanan, tambahan urusan gizi, juga menyangkut sanitasi, lingkungan dari kampung, lingkungan dari RT juga berpengaruh terhadap masalah air yang ada juga sangat berpengaruh sekali terhadap stunting. Ini memang kerja bareng-bareng, kerja bersama, kerja terintegrasi, kerja terkonsolidasi sehingga hasilnya akan kelihatan,” kata Presiden Jokowi.</p>
<p>Presiden optimistis target pemerintah dalam penanganan stunting akan tercapai. Pemerintah telah mencanangkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen sebagai target nasional pada 2024.</p>
<p>“Kita ingat di 2014 kita masih di angka 37 (persen). Kemudian selama 9 tahun turun menjadi 21 (persen). Memang kemarin turunnya hanya kecil 0,1 (persen), tapi apapun kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh daerah, oleh posyandu, harus kita hargai,” ujar Presiden.</p>
<p>Presiden Jokowi beserta rombongan meninjau kegiatan yang sedang dilakukan di posyandu, meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran berat badan dan tinggi badan, pencatatan, dan penyuluhan kesehatan.</p>
<p>Menurut Ketua Pokja 4 PKK Kota Bogor Meira Sophia, kegiatan ini melibatkan proses yang terpadu mulai dari pendaftaran hingga penyuluhan dengan tujuan mengoptimalkan pencegahan stunting. “Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, bahkan sebetulnya ingin berbondong-bondong datang ke tempat ini untuk bertemu dengan Bapak Presiden,” kata dia menyampaikan antusiasme warga mengikuti program di posyandu.</p>
<p>Kegiatan di Posyandu Wijaya Kusuma menyasar sedikitnya 105 bayi dan balita, calon pengantin, dan sejumlah ibu hamil. Meira berharap dengan adanya gerakan serentak ini, angka prevalensi stunting di Tanah Air bisa diturunkan secara signifikan.</p>
<p>Warga setempat, termasuk Zulaeha yang rutin mengantar cucunya ke posyandu, merasa senang dan termotivasi dengan kehadiran Presiden. “Senang sekali, gerakannya (pencegahan stunting) bagus, teratur, dan rapi,” kata Zulaeha.</p>
<p>Givani, ibu dari anak berusia 4 bulan, juga menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan stunting di posyandu sangat membantu, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.</p>
<p>Dengan Gerakan Serentak Pencegahan Stunting ini, pemerintah berharap akan terjadi angka prevalensi stunting mengalami penurunan signifikan, dengan mencapai target hingga 14 persen pada 2024. Gerakan ini diharapkan juga membantu menciptakan generasi mendatang yang lebih sehat dan cerdas untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/53782863587_18f431e28b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pangan yang Sehat dan Aman Untuk Cegah Berbagai Penyakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/pangan-yang-sehat-dan-aman-untuk-cegah-berbagai-penyakit</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 15:37:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/pangan-yang-sehat-dan-aman-untuk-cegah-berbagai-penyakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bogor, 11 Juni 2024</p>
<p>Setiap tanggal 7 Juni, dunia memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia (HKPS). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global dalam mencegah, mendeteksi, dan mengelola risiko penyakit bawaan pangan atau Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D. mengungkapkan bahwa lebih dari 200 penyakit dapat disebabkan oleh pangan yang terkontaminasi. Gejalanya bisa ringan hingga berat, bahkan berakibat fatal.</p>
<p>&#8220;Secara umum, penyakit ini dapat dicegah dengan cara melakukan pengelolaan pangan dengan hygiene dan sanitasi yang baik,&#8221; kata Wamenkes Prof. Dante saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia, di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/6).</p>
<p>Wamenkes menambahkan, pengelolaan pangan yang bersih dan baik juga dapat mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, kanker, diabetes, dan jantung. Selain itu, pangan bergizi dengan Higiene Sanitasi Pangan (HSP) yang baik juga dapat mencegah stunting, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dan infeksi berulang seperti diare dan pneumonia.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa pangan diproduksi dan dikonsumsi dengan cara yang aman, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pemasakan, penyajian, hingga pengangkutan,&#8221; imbuh Wamenkes.</p>
<p>Wamenkes menyebutkan dua hal penting yang harus diperhatikan terkait pangan. Pertama, kandungan gizi/nutrisi, yakni pangan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia sesuai siklus hidupnya. Kedua, higiene dan sanitasi, yakni pangan harus aman untuk kesehatan karena keamanan pangan berdampak langsung pada kesehatan manusia.</p>
<p>Untuk itu, Wamenkes mengimbau masyarakat menerapkan lima kunci keamanan pangan sebagai berikut:<br />
a. Selalu menjaga kebersihan,<br />
b. Memisahkan pangan mentah dan matang,<br />
c. Memasak dengan benar,<br />
d. Menggunakan air dan bahan pangan yang aman,<br />
e. Menjaga pangan pada suhu yang aman.</p>
<p>&#8220;Jika lima kunci ini diterapkan di rumah tangga dan tempat pengelolaan pangan, diharapkan pangan siap saji yang dikonsumsi masyarakat memenuhi syarat aman dan sehat, sehingga tidak ada lagi orang yang meninggal akibat pangan tidak aman dan tidak sehat, dan kita bisa mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan pangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Anas Ma&#8217;ruf, M.K.M., mengatakan bahwa tema global Hari Keamanan Pangan Sedunia Tahun 2024 adalah &#8220;Food Safety: Prepare for the Unexpected&#8221;. Sedangkan, tema nasional yang diusung adalah &#8220;Pangan Aman dan Sehat adalah Tugas Bersama untuk Menghadapi Hal yang tak Terduga&#8221;.</p>
<p>Menurut Anas, ada tiga isu besar yang perlu menjadi perhatian. Pertama, ancaman kekurangan pangan akibat perubahan iklim. Kedua, program pemberian makanan bergizi, aman, dan sehat pada anak sekolah. Ketiga, program pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi, aman, dan sehat pada balita.</p>
<p>Anas berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan Hari Keamanan Pangan Sedunia ini, seluruh pihak dapat berkontribusi menghadirkan pangan yang sehat kepada masyarakat. &#8220;Komitmen kita bersama untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya pangan siap saji yang aman, sehat, dan bergizi,&#8221; ujar Anas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/bd3ae12f-e7e6-411d-967e-5e67df6ac68f.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes RI dan RS Rizhao Xinyi Kerja Sama Pelatihan Dokter Kardiovaskular</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-dan-rs-rizhao-xinyi-kerja-sama-pelatihan-dokter-kardiovaskular</link>				
         <pubDate>Tue, 11 Jun 2024 09:32:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/kemenkes-ri-dan-rs-rizhao-xinyi-kerja-sama-pelatihan-dokter-kardiovaskular</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Rizhao Xinyi melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) Kerja Sama Pelatihan Dokter Kardiovaskular. Kerja sama ini terjalin dalam kunjungan kerja Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan dr. Arianti Anaya ke China pada minggu lalu.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, dalam lima tahun ke depan, Kementerian Kesehatan akan mengirimkan sejumlah dokter, perawat, dan teknisi kardiovaskular ke rumah sakit Rizhao Xinyi untuk studi lebih lanjut.</p>
<p>Komitmen ini bertujuan mempercepat peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga medis dan kesehatan dalam menangani penyakit jantung di Indonesia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya angka kejadian kardiovaskular di Indonesia dari tahun ke tahun, yang menjadikannya salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan tertinggi.</p>
<p>Dalam kunjungan ke China kali ini, Kemenkes tidak hanya menandatangani perjanjian kerja sama dengan RS Rizhao Xinyi. Kemenkes RI juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa rumah sakit lain di China, yaitu Rumah Sakit Zhongshan yang berafiliasi dengan Universitas Fudan di Shanghai, Rumah Sakit Rizhao yang Berafiliasi dengan Universitas Qingdao/Rumah Sakit Jantung Rizhao, dan Rumah Sakit Peking Union Medical College.</p>
<p>Diharapkan melalui kerja sama ini, Kemenkes dapat menjalin hubungan persahabatan yang erat dengan RS Jantung Rizhao, terbukanya kesempatan bagi dokter dan teknisi kardiovaskular Indonesia untuk belajar di RS Jantung Rizhao, serta terciptanya talenta medis profesional kardiovaskular yang mumpuni di Indonesia. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan medis di Tanah Air.</p>
<p>Letter of Intent Kerja Sama Pelatihan Dokter Kardiovaskular, yang ditandatangani oleh Rumah Sakit Rizhao yang berafiliasi dengan Universitas Qingdao/Rumah Sakit Jantung Rizhao dan Kementerian Kesehatan RI, merupakan pencapaian bagi kedua negara dalam memperdalam kerja sama di bidang kesehatan, khususnya dalam kerangka “Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan” (Belt and Road Initiative).</p>
<p>&#8220;Kami berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk secara aktif mendorong kerja sama mendalam di bidang medis antara China dan Indonesia, mencapai pembangunan bersama, terus meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kedua negara, serta menyumbangkan kebijaksanaan dan kekuatan bagi kemajuan pelayanan medis dan kesehatan global serta pembangunan dan kesejahteraan regional,&#8221; kata Dirjen dr. Arianti.</p>
<p>Rumah Sakit Rizhao, yang berafiliasi dengan Universitas Qingdao, atau yang dikenal sebagai Rumah Sakit Jantung Rizhao, merupakan rumah sakit yang ditunjuk untuk jaringan asuransi kesehatan nasional atau rumah sakit rujukan nasional. Rumah sakit ini dibangun sesuai dengan standar internasional yang terakreditasi JCI dan berstandar Kelas III A domestik.</p>
<p>Rumah sakit nirlaba ini menjadi pusat kerja sama teknologi medis antara Sekolah Tinggi Kedokteran Klinis ke-12 Universitas Qingdao dan Rumah Sakit Zhongshan yang berafiliasi dengan Universitas Fudan. Rumah Sakit Jantung Rizhao menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan komprehensif yang mengintegrasikan penelitian klinis, pendidikan, dan kegiatan ilmiah.</p>
<p>Prof. Ge Junbo merupakan direktur Departemen Kardiologi di Rumah Sakit Zhongshan yang berafiliasi dengan Universitas Fudan. Ia juga merupakan dekan pada Universitas Fudan, akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan China, wakil ketua Komite Sentral Masyarakat Jiusan, dan ketua Aliansi Kesehatan Kardiovaskular China.</p>
<p>Rumah Sakit Jantung Rizhao menyatukan tim medis yang mumpuni, terdiri dari para ahli senior dan profesional berpengalaman dari berbagai rumah sakit tersier ternama di China. Rumah sakit ini juga dilengkapi dengan departemen yang lengkap dan peralatan medis canggih, memungkinkan tim medis untuk memberikan diagnosis dan rencana pengobatan yang akurat, efisien, dan personal kepada pasien.</p>
<p>Rumah Sakit Jantung Rizhao, yang menganut konsep &#8220;perawatan medis yang unggul dan perawatan yang berdedikasi&#8221;, berkomitmen untuk meningkatkan standar medis domestik melalui berbagai inovasi dan terobosan, membina tim medis dan keperawatan yang unggul melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, dan menyediakan platform praktik terbaik bagi para dokter untuk meningkatkan keahlian dan pengalaman mereka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/WhatsApp-Image-2024-06-11-at-09.25.03.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dua RS Vertikal Kemenkes Raih Penghargaan Rumah Sakit Khusus Terbaik APAC Versi Newsweek</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/dua-rs-vertikal-kemenkes-raih-penghargaan-rumah-sakit-khusus-terbaik-apac-versi-newsweek</link>				
         <pubDate>Mon, 10 Jun 2024 21:32:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/dua-rs-vertikal-kemenkes-raih-penghargaan-rumah-sakit-khusus-terbaik-apac-versi-newsweek</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Juni 2024</p>
<p>Dua Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan (RSVK) meraih prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar rumah sakit khusus terbaik di kawasan Asia Pasifik (APAC) dalam bidang keahlian utama masing-masing. Penghargaan ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Newsweek, organisasi media global yang berpusat di New York City, Amerika Serikat, pada Februari-April 2024.</p>
<p>Dua RSVK yang membanggakan Indonesia ini adalah Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, yang mendapatkan peringkat ke-78 dalam bidang onkologi, dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, yang menduduki peringkat ke-64 dalam bidang ortopedi.</p>
<p>“Apa yang diterima oleh kedua rumah sakit merupakan bukti nyata pengampuan layanan rujukan yang ada. Mudah mudahan ini juga dapat menjadi penyemangat bagi rumah sakit vertikal lainnya untuk terus meningkatkan kapasitasnya sebagai pengampu nasional,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. M Syahril.</p>
<p>Global Editor in Chief Newsweek Nancy Cooper mengungkapkan, pemeringkatan tahunan &#8220;Best Specialized Asia Pacific Hospitals&#8221; ini merupakan yang kedua kalinya diadakan. Tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan kepada rumah sakit di sembilan bidang medis, yaitu bedah jantung, kardiologi, endokrinologi, neurologi, bedah saraf, onkologi, ortopedi, pediatri, dan pulmonologi.</p>
<p>“Daftar ini juga telah mengakui fasilitas kesehatan terkemuka di negara-negara APAC, seperti Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Indonesia,” ungkap Nancy.</p>
<p>Pemeringkatan dilakukan berdasarkan analisis data dari tiga sumber, yakni survei online internasional, sertifikasi, dan survei implementasi Statista Patient Reported Outcome Measures (PROMs).</p>
<p>Survei online internasional ditujukan kepada para profesional medis di berbagai negara, seperti dokter, perawat, asisten dokter, terapis, dan staf manajemen/administrasi. Mereka diundang untuk mengikuti survei online yang bekerja sama dengan Newsweek. Dalam survei ini, responden diminta untuk merekomendasikan rumah sakit di negara mereka sendiri dan rumah sakit internasional sesuai bidang keahliannya.</p>
<p>Sementara itu, sertifikasi dilakukan berdasarkan Joint Commission International (JCI1) yang relevan dengan bidang medis tertentu. Sertifikasi yang dipertimbangkan disesuaikan dengan spesialisasi, seperti sertifikasi kanker payudara untuk kategori onkologi.</p>
<p>Untuk pertama kalinya, skor PROMs dimasukkan dalam penilaian &#8220;Best Specialized Asia Pacific Hospitals&#8221;. Pengukuran hasil yang dilaporkan PROMs ini didefinisikan sebagai kuesioner terstandarisasi dan tervalidasi yang diisi oleh pasien untuk mengukur persepsi mereka terhadap kesejahteraan fungsional dan kualitas hidup.</p>
<p>Nancy berharap penghargaan &#8220;Best Specialized Asia Pacific Hospitals 2024&#8221; ini dapat membantu pasien dalam menavigasi layanan medis yang semakin beragam di negara-negara kawasan APAC.</p>
<p>“Menerima perawatan khusus di institusi berperingkat teratas dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan pasien. Selain itu, dengan mengetahui di mana mencari tempat pengobatan terbaik dapat menjadi sumber informasi yang sangat berharga,” tutup Nancy.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/37401154764_63a8d1b959_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perilaku Sehat Seumur Hidup, Jangan Tunggu Ada Pandemi Lain</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/perilaku-sehat-seumur-hidup-jangan-tunggu-ada-pandemi-lain</link>				
         <pubDate>Sat, 08 Jun 2024 08:22:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/perilaku-sehat-seumur-hidup-jangan-tunggu-ada-pandemi-lain</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Juni 2024</p>
<p>Perilaku hidup sehat dengan menjalankan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia. Kebiasaan rajin mencuci tangan dan memakai masker saat batuk atau flu sebaiknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan bukan hanya saat pandemi.</p>
<p>Meskipun COVID-19 telah menjadi endemi, bukan berarti penyakit ini hilang sepenuhnya. Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 terus bermutasi sehingga masih memungkinkan seseorang terpapar dan sakit.</p>
<p>Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, MHK-IM mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, kasus COVID-19 masih terjadi pada masa endemi.</p>
<p>“Setelah pandemi berakhir, kita jadi endemi. Ada terus (yang sakit COVID-19), tapi kasusnya tidak banyak dan gejalanya tidak berat. Makanya, tetap waspada, jangan menurunkan kewaspadaan,” pesan Prof. Hinky saat dihubungi dari Jakarta, ditulis Kamis (6/6).</p>
<p>“Tetap rajin cuci tangan, pakai masker kalau batuk atau orang yang batuk harus pakai masker. Jangan terlalu lama di tempat kerumunan, jangan terlalu lama di tempat yang ventilasinya buruk. Itu protokolnya, seumur hidup mesti kita lakukan. Jangan menunggu sampai ada pandemi yang lain.”</p>
<p>Prof. Hinky menjelaskan, infeksi COVID-19 terjadi ketika terjadi gangguan keseimbangan pada tubuh. Proses terjadinya penyakit berawal dari interaksi antara agen penyakit (virus), manusia (host), dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>“Ada host, agen penyakit, dan daya tahan tubuh kita sama lingkungan. Kalau itu terganggu, ya, kita jatuh sakit. Jika kita divaksinasi walaupun terinfeksi, sakitnya tidak berat, tidak masuk ICU, tidak sampai sesak napas,” tegasnya.</p>
<p>“Virusnya akan ada terus dan virus berubah (bermutasi). Karena itu, kita mesti waspada terus, jangan lalai, jangan menganggap sudah divaksin bisa bebas, ya tetap waspada.</p>
<p>Vaksin bukanlah satu-satunya cara untuk mencegah COVID-19. Faktor lain yang sama pentingnya, yakni perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memastikan sirkulasi udara yang baik.</p>
<p>“Itu semua ditambah vaksin. Sehingga meskipun sudah divaksinasi, tapi kalau tidak pakai masker, tidak menghindari kerumunan, ya, bisa saja kena. Kalau kita perhatikan, kita melaksanakan protokol kesehatan juga vaksinasi itu jauh lebih baik dari negara-negara lain di seluruh dunia,” kata Prof. Hinky.</p>
<p>Vaksin tidak Sebabkan Kekebalan Runtuh</p>
<p>Pada masa endemi COVID-19, hoaks seputar vaksin masih beredar luas di media sosial. Salah satu hoaks yang baru-baru ini beredar mengklaim bahwa melakukan vaksinasi COVID-19 sebanyak empat kali atau lebih akan meruntuhkan sistem kekebalan tubuh.</p>
<p>Menurut Ketua Komnas KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan Satari, klaim tersebut tidak benar. Prof. Hinky mengatakan, data menunjukkan bahwa orang-orang yang mendapatkan vaksinasi ulang justru memiliki risiko lebih rendah untuk terpapar COVID-19. Bahkan jika mereka terpapar, gejalanya biasanya ringan.</p>
<p>&#8220;Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksinasi ulang melemahkan sistem kekebalan tubuh,&#8221; tegas Prof. Hinky.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengeluarkan edukasi tentang manfaat vaksin COVID-19. Pertama, vaksin COVID-19 merangsang sistem kekebalan tubuh. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan merangsang timbulnya imun atau daya tahan tubuh seseorang.</p>
<p>Kedua, vaksin COVID-19 mengurangi risiko penularan. Tubuh seseorang yang telah disuntikkan vaksin akan merangsang antibodi untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan tersebut. Dengan demikian, tubuh akan mengenali virus dan mengurangi risiko terpapar.</p>
<p>Ketiga, vaksin COVID-19 mengurangi dampak berat dari virus. Dengan kondisi kekebalan tubuh yang telah mengenali virus, jika sistem imun seseorang kalah dan kemudian terpapar, maka dampak atau gejala dari virus tersebut akan mengalami pelemahan.</p>
<p>Keempat, mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Semakin banyak individu yang melakukan vaksin di sebuah daerah atau negara, maka kekebalan kelompok akan tercapai sehingga meminimalisir risiko paparan dan mutasi dari virus COVID-19.</p>
<p>*Tidak Ada Laporan Kematian Masif Akibat Vaksin*</p>
<p>Klaim menyesatkan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa penerima vaksin COVID-19 mRNA akan meninggal dalam 3 atau 5 tahun. Narasi mengenai prediksi kematian akibat vaksin mRNA ini keliru atau tidak benar.</p>
<p>“Setelah pemberian vaksin COVID-19 dilakukan Post-Marketing Surveillance (PMS), dilihat keadaan orang yang menerima vaksin. Apabila dihitung sekarang, sudah lebih dari 3 tahun vaksin itu diberikan,” jelas Prof. Hinky.</p>
<p>“Kalau ada kematian secara masif (akibat vaksin) pasti sudah ada datanya di Post-Marketing Surveillance. Sampai saat ini, belum ada laporan di jurnal atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kematian masif setelah 3 tahun karena vaksin mRNA, tidak ada satupun laporannya. Di Indonesia, juga tidak ada laporan seperti itu.”</p>
<p>Pada 2022, sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa vaksin COVID-19 mRNA dapat menyebabkan kematian pada lansia di atas 70 tahun dalam 2 hingga 3 tahun setelah vaksinasi. Pernyataan dalam video tersebut adalah tidak benar.</p>
<p>Hingga kini, belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan kematian pasca-vaksinasi disebabkan oleh vaksin secara langsung. Kasus kematian pasca-vaksinasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon, dan penyakit bawaan.</p>
<p>“Itu juga tidak benar, ya. Kematian lansia mungkin akibat komorbid atau memang dia terinfeksi COVID-19. Sampai sekarang, tidak ada laporan soal vaksin COVID-19 mRNA menyebabkan kematian pada lansia,” ucap Prof. Hinky.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/E5mIRd6VgAYfF8v-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19</link>				
         <pubDate>Sat, 08 Jun 2024 08:17:06 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Juni 2024</p>
<p>Narasi yang mengklaim adanya cara untuk mendetoksifikasi vaksin COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh beredar di media sosial, baru-baru ini. Klaim ini muncul dalam sebuah unggahan video di media sosial menyusul kekhawatiran terhadap efek samping vaksin COVID-19.</p>
<p>Unggahan video tersebut menampilkan ulasan tentang efek samping vaksin COVID-19 dari berbagai merek. Isi video juga menyebutkan tentang keberadaan tim detoksifikasi vaksin dan imunisasi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Med.Ed., PhD. menegaskan, tidak ada istilah medis ‘detoksifikasi vaksin COVID-19’ atau detoksifikasi pada jenis vaksin lainnya.</p>
<p>Vaksin yang disuntikkan bertujuan membentuk kekebalan tubuh atau menghasilkan antibodi. Sementara itu, detoksifikasi mengacu pada upaya membersihkan, menetralkan, atau mengeluarkan zat racun atau toksin dari dalam tubuh.</p>
<p>“Vaksin yang diberikan itu kan antigen (mikroorganisme). Artinya, komponen virus yang diinaktivasi atau dilemahkan. Jadi, yang akan terbentuk adalah antibodi. Kalau detoksifikasi ini soal toksin, racun,” jelas Prof. Hinky saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu (5/6).</p>
<p>“Jadi, (divaksinasi) tidak ada racun dan antibodi, tidak bisa dinetralisir. Bukan dinetralisir, ya, tapi kalau ada virus masuk, benda asing atau patogen masuk, dia akan menetralisir. Oleh karena itu, tidak ada istilah detoksifikasi pada vaksin.”</p>
<p>Klaim lain yang beredar menyebutkan bahwa mandi dengan soda kue, garam Epsom atau garam Inggris, dan boraks dapat mendetoksifikasi vaksin. Selain itu, cuci darah yang dilakukan berulang kali juga diklaim sebagai cara untuk mendetoksifikasi vaksin.</p>
<p>“Soda kue untuk menetralisir asam, sedangkan (bahan pembersih) boraks dapat bersifat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Jadi, bukannya menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah kesehatan,” jelas Prof. Hinky.</p>
<p>“Cuci darah itu menetralisir toksin-toksin, sedangkan vaksin disuntikkan akan membentuk antibodi, bukan toksin. Maka, yang namanya cuci darah bukan buat mengeluarkan antibodi, melainkan mengeluarkan zat racun. Kalau sifatnya bukan racun, ya, tidak akan keluar, karena bermanfaat bagi tubuh.”</p>
<p>*Ciptakan Kekebalan Tubuh*</p>
<p>Vaksin bekerja dengan cara membangun sistem kekebalan tubuh secara khusus untuk melawan penyakit tertentu. Sistem imun di dalam tubuh memiliki peran penting untuk melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri.</p>
<p>Namun, sistem imun perlu mengenali terlebih dahulu jenis-jenis virus atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Ketika virus atau bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh pada kemudian hari, tubuh sudah siap untuk melawannya dan mencegah timbulnya penyakit.</p>
<p>“Dengan terbentuknya antibodi, kalau ada virus masuk, benda asing masuk, bakteri masuk, dia akan menetralisir,” kata Ketua Komnas PP KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan.</p>
<p>Prof. Hinky juga menampik klaim keliru yang beredar di media sosial, yaitu anak yang tidak divaksinasi bebas dari infeksi telinga dan pengobatan antibiotik. Menurutnya, klaim tersebut tidak benar.</p>
<p>Vaksin influenza merupakan salah satu jenis vaksin yang bermanfaat bagi anak, dapat mengurangi risiko komplikasi flu, seperti infeksi telinga, serta mencegah keparahan penyakit yang sudah ada.</p>
<p>“Kuman penyebab infeksi telinga streptococcus pneumoniae dan haemophilus influenzae, kalau (anak) divaksinasi, ya, angkanya (risiko kejadian infeksi) berkurang. Jangan sekadar berasumsi atau mendengar tanpa ada basis data yang benar,” pungkas Prof. Hinky.</p>
<p>*Cara Kerja Vaksin*</p>
<p>Sebagaimana manfaat vaksin dari lainnya, Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan terhadap tertular atau sakit parah akibat COVID-19. Cara kerjanya dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membangun pertahanan khusus melalui pemberian vaksin.</p>
<p>Upaya optimal untuk terhindar dari COVID-19 adalah dengan melengkapi vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang dianjurkan dan menerapkan perilaku sehat. Perilaku sehat tersebut meliputi penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak aman.</p>
<p>Merujuk informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin mengurangi risiko tertular penyakit dengan memanfaatkan pertahanan alami tubuh untuk membangun perlindungan. Setelah seseorang menerima vaksin, sistem kekebalan akan merespons.</p>
<p>Cara sistem kekebalan tubuh merespons, yakni mengenali kuman penyerang seperti virus atau bakteri; memproduksi antibodi, yaitu protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit; dan mengingat penyakit dan cara melawannya.</p>
<p>Jika tubuh terpapar kuman di kemudian hari, sistem kekebalan tubuh dapat dengan cepat menghancurkan kuman tersebut sebelum Anda sakit. Oleh karena itu, vaksin merupakan cara yang aman dan efektif untuk memicu respons imun dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit.</p>
<p>Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk memiliki memori. Setelah menerima satu atau lebih dosis vaksin, tubuh biasanya tetap terlindungi dari penyakit selama bertahun-tahun, puluhan tahun, bahkan seumur hidup.</p>
<p>Inilah yang membuat vaksin sangat efektif. sebagai alat pencegahan penyakit. Vaksin mencegah seseorang agar tidak sakit, alih-alih mengobati penyakit setelah penyakit itu muncul.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot_20240607_232041_Instagram.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Kaki Melepuh, Jemaah Haji Sebaiknya Lakukan Tips Ini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-kaki-melepuh-jemaah-haji-sebaiknya-lakukan-tips-ini</link>				
         <pubDate>Fri, 07 Jun 2024 15:59:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-kaki-melepuh-jemaah-haji-sebaiknya-lakukan-tips-ini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Juni 2024</p>
<p>Permasalahan kaki melepuh sering kali dialami para jemaah haji ketika beribadah di Tanah Suci. Cuaca panas dan terik di Makkah, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dapat mencapai 50 derajat Celsius sehingga jemaah perlu memperhatikan kondisi kaki mereka.</p>
<p>Penggunaan alas kaki adalah suatu hal yang tidak boleh diabaikan demi terhindar dari kaki melepuh akibat cuaca panas. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M mengingatkan agar jemaah menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar.</p>
<p>Saat beribadah di masjid, alas kaki juga harus dibawa masuk dengan disimpan di dalam tas agar alas kaki jemaah haji tidak hilang atau lupa. Sebab, jemaah terkadang bisa lupa menaruh alas kaki setelah selesai beribadah di masjid.</p>
<p>“Untuk menjaga alas kaki biar tidak hilang atau lupa, pertama, jangan tinggalkan alas kaki di luar pintu masjid. Kedua, simpan alas kaki dalam tas dan bawa masuk ke dalam masjid. Simpan alas kaki dekat Anda duduk,” ucap Liliek di Jakarta, ditulis Senin (3/6/2024).</p>
<p>“Ketiga, jika menyimpan alas kaki di rak sandal yang berada dalam masjid, hafalkan nomor rak dengan baik. Keempat, alas kaki dibawa sendiri, jangan titip pada teman Anda karena mungkin dapat terpisah dari rombongan.”</p>
<p>Menurut Liliek, ada beberapa kondisi yang menyebabkan jemaah haji sering kehilangan atau lupa menyimpan alas kaki. Kondisi tersebut di antaranya alas kaki hilang atau lupa lantaran menyimpan alas kaki di luar masjid.<br />
Kemudian, jemaah tidak menyimpan atau membawa alas kaki masuk ke dalam masjid. Lalu, jemaah lupa nomor rak sandal masjid. Kondisi lainnya, jemaah menitipkan alas kaki pada teman dan terpisah dari rombongan.</p>
<p>Segera Hubungi Petugas.</p>
<p>Bagi jemaah haji yang kehilangan atau lupa menyimpan alas kaki, Kapuskes Liliek meminta untuk segera menghubungi petugas yang berada di area masjid. Jemaah diharapkan tidak nekat berjalan pulang ke hotel atau melanjutkan aktivitas tanpa alas kaki.</p>
<p>“Kalau alas kakinya hilang atau lupa, yang pertama harus dilakukan adalah segera menghubungi petugas yang berjaga di area masjid. Jangan tinggalkan masjid tanpa alas kaki,” pesannya.</p>
<p>Demi berjaga-jaga agar alas kaki tidak hilang atau lepas saat beraktivitas, jemaah haji bisa saja membawa alas kaki cadangan. Namun, dengan menerapkan tips di atas, seperti menyimpan alas kaki dalam tas saat beribadah di masjid dan tidak menaruhnya di luar pintu masjid, jemaah haji dapat menghindari kehilangan alas kaki.</p>
<p>“Ya, membawa alas kaki cadangan ini bisa menjadi opsional. Tetapi dengan menjalankan tips yang sudah saya sebutkan di atas, simpan alas kaki dalam tas dan bawa masuk ke dalam masjid, insya Allah kehilangan alas kaki dapat dihindari,” tutur Liliek.</p>
<p>Pemerintah sebelumnya mengimbau bahwa salah satu hal yang tidak boleh dilakukan jemaah, khususnya saat di Madinah, adalah berjalan dengan kaki tanpa alas kaki. Ini karena suhu di Madinah bisa mencapai 40 derajat Celsius sehingga pelataran Masjid Nabawi sangat panas.</p>
<p>Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M, pemerintah telah menyiapkan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH). Tim ini bertugas di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, serta berkeliling ke sektor hotel jemaah.</p>
<p>Tim PKP3JH bertugas melakukan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan rehabilitasi. Salah satunya, yakni menyiapkan sandal untuk jemaah yang membutuhkan.</p>
<p>Tim PKP3JH beranggotakan gabungan tenaga medis yang bertugas di lapangan, baik di sektor khusus Makkah maupun Madinah. Jemaah dapat langsung menemui Tim PKP3JH bila ingin meminta bantuan, konsultasi pengobatan, serta perawatan, termasuk mengatasi kaki melepuh.</p>
<p>Pertolongan Pertama Kaki Melepuh<br />
Bagi jemaah haji yang mengalami kaki melepuh, langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yakni jemaah atau petugas yang menolong dapat mengguyurkan air mengalir ke telapak kaki.</p>
<p>“Jadi, pertolongan pertama adalah menghentikan panas pada telapak kaki dengan guyur air mengalir selama 20 menit. Lalu, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Kapuskes Liliek Marhaendro Susilo.</p>
<p>Lama perawatan kaki melepuh tergantung pada luas dan derajat luka. Pada jemaah dengan riwayat diabetes, penyembuhan kaki melepuh dapat lebih lama.</p>
<p>“Jika seluruh telapak kaki melepuh dengan luka bakar derajat 2 dangkal, perawatan bisa lebih dari dua minggu. Pada penderita diabetes penyembuhan luka bisa lebih lama,” terang Liliek.<br />
Oleh karena itu, jemaah haji dengan diabetes perlu ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan kaki. Jemaah dapat mencuci kaki dan menggunakan pelembab setiap hendak beraktivitas di tengah cuaca panas. Pelembab berfungsi menjaga kulit tetap lembab dan mencegah kulit pecah-pecah.</p>
<p>“Khusus buat jemaah yang penderita diabetes, seringlah mencuci kaki dan sela-sela jari serta menggunakan pelembab,” tambah Liliek.</p>
<p>Selain itu, jemaah haji penderita diabetes sebaiknya menggunakan alas kaki yang aman dan nyaman. Jangan lupa untuk memperhatikan kondisi kaki secara berkala untuk memastikan tidak ada luka, bengkak, atau kemerahan. Segera menghubungi petugas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan jika merasa kondisi kaki kurang nyaman atau nyeri.</p>
<p>Kapuskes Haji Liliek menambahkan, kaki melepuh akibat berjalan tanpa alas kaki merupakan bagian dari luka atau cedera sehingga tidak dikelompokkan secara khusus dalam pencatatan atau data statistik penyakit haji.</p>
<p>“Jemaah haji sering kehilangan alas kaki pada kondisi tertentu seperti tidak menyimpan alas kaki di tas untuk dibawa masuk ke masjid. Akan tetapi, data spesifik tentang jumlah kasus kaki melepuh akibat berjalan tanpa alas kaki harus dihitung tersendiri jika dibutuhkan,” tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240520-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Teknologi AI Peluang Besar Tingkatkan Layanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ teknologi-ai-peluang-besar-tingkatkan-layanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 03 Jun 2024 15:01:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ teknologi-ai-peluang-besar-tingkatkan-layanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Juni 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini bahwa perkembangan teknologi AI Generatif atau kecerdasan buatan di bidang kesehatan akan membawa perubahan signifikan bagi peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>“Saya percaya bahwa saat ini teknologi terus berkembang, yang pada akhirnya juga akan mengubah humanity,” kata Menkes saat menjadi pembicara dalam acara &#8220;Google AI untuk Indonesia Emas&#8221; di Jakarta, Senin (3/6).</p>
<p>Menkes mengatakan, penggunaan teknologi AI di bidang kesehatan setidaknya akan memberikan dukungan kesehatan yang lebih akurat. Hal ini mengingat, di dalam tubuh manusia terdapat lebih dari 30 juta gen, 87 miliar neuron yang mayoritas berada di otak, 300 triliun sel, dan 37 triliun microbiome, yang saling terhubung dan memengaruhi kesehatan manusia.</p>
<p>“Bisa dibayangkan kalau kita menggunakan metode empirik seperti pada umumnya untuk mempelajari ini semua, makanya teknologi AI harus digunakan secara maksimal, lebih dari bermain catur atau bahkan bahasa program ChatGPT, untuk mengetahui bagaimana sistem tubuh bekerja secara ilmiah,” tutur Menkes.</p>
<p>Melalui analisis menyeluruh dari kecerdasan buatan tersebut, kata Menkes, hasilnya dapat digunakan untuk membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tepat kepada seluruh pasien.</p>
<p>Menkes mengungkapkan peran lain dari teknologi AI, yaitu mengubah cara kerja kedokteran dan membantu dokter dalam mendeteksi penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dengan lebih mudah, cepat, dan presisi.</p>
<p>“Sebelumnya, dokter deteksi penyakit jantung menggunakan stetoskop, mendengarkan detak jantungnya lalu didiagnosis menderita jantung, ” ucap Menkes.</p>
<p>Kemudian, teknologi berkembang dengan adanya elektrokardiografi untuk mengetahui pergerakan grafiknya. Lalu, berkembang lagi dengan kemunculan teknologi CT Scan yang bisa mendeteksi penyakit jantung dengan melakukan scan pada dada. Yang terbaru, ada pemeriksaan gen untuk mengetahui mutasi gen dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit jantung.</p>
<p>“Yang ingin saya katakan adalah, (teknologi AI) ini akan mengubah sektor kesehatan secara besar-besaran,” kata Menkes.</p>
<p>Kendati demikian, Menkes menjelaskan bahwa pemanfaatan AI di bidang kesehatan sebenarnya bukanlah hal yang baru di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah telah menggunakan teknologi WhatsApp untuk menyediakan layanan telemedicine saat pandemi COVID-19, dan menyediakan layanan internet untuk puskesmas di daerah terpencil menggunakan teknologi Starlink.</p>
<p>“Ke depan saya berharap Google bisa membantu pemerintah untuk menyediakan layanan geotagging sehingga bisa membantu memetakan penyakit di daerah. Dengan begitu, saya percaya teknologi AI akan mengubah sektor kesehatan secara besar-besaran,” terang Menkes.</p>
<p>Direktur Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik Google Indonesia Putri Alam mengungkapkan bahwa Google berkomitmen penuh membantu Pemerintah Indonesia memaksimalkan digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>“Mulai bulan lalu, Google berkolaborasi dengan Kemenkes untuk menerapkan AI dalam pelayanan kesehatan seperti kemungkinan penerapan generatif AI dalam platform SATUSEHAT,” ucapnya.</p>
<p>Dukungan tersebut sejalan dengan cetak biru Pemerintah Indonesia untuk transformasi digital dan inisiatif visi Indonesia digital tahun 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/19734294-7c4a-434d-b89d-88f92106a61f.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>WHA ke-77, Negosiasi Pandemic Treaty Sepakat Diperpanjang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ wha-ke-77-negosiasi-pandemic-treaty-sepakat-diperpanjang</link>				
         <pubDate>Sat, 01 Jun 2024 22:44:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ wha-ke-77-negosiasi-pandemic-treaty-sepakat-diperpanjang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jenewa, 1 Juni 2024</p>
<p>Negosiasi Pandemic Treaty atau perjanjian pademi resmi diperpanjang, sesuai kesepakatan Sidang World Health Assembly (WHA) ke-77 pada 1 Juni 2024. Penetapan target penyelesaian Pandemic Treaty diundur hingga Sidang WHA tahun depan.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. M Syahril menegaskan komitmen Indonesia untuk mengedepankan kepentingan nasional dalam negosiasi Pandemic Treaty. Fokus utama diarahkan pada isu-isu strategis seperti sistem surveilans, transfer teknologi, dan kesetaraan akses dalam menghadapi pandemi.</p>
<p>“Prinsip kesetaraan antara negara maju dan negara berkembang akan terus kami dorong dalam proses negosiasi ini,” jelas dr. Syahril.</p>
<p>Secara spesifik, ada empat poin yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia dalam komponen Pandemic Treaty, yakni Pathogen Access and Benefit-Sharing (PABS), instrumen One Health, transfer teknologi, dan pendanaan. Empat poin ini terkait dengan kesenjangan antara negara maju dan berkembang.</p>
<p>Mengenai PABS, yang menunjukkan kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi, Pemerintah Indonesia mendorong agar setiap data sharing, khususnya yang melibatkan patogen dan informasi sekuens genetik (genetic sequence information), disertai pembagian manfaat (benefit-sharing) yang setimpal.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga mendorong adanya upaya untuk memastikan adanya pengaturan internasional mengenai standar data dan interoperabilitas, di mana Indonesia telah menginisiasi Material Transfer Agreement (MTA) untuk spesimen virus avian influenza (flu burung).<br />
Selanjutnya, Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan instrumen One Health untuk mengatur kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara komprehensif yang dapat dilaksanakan negara berkembang dengan dukungan negara maju.</p>
<p>Kemudian, Pemerintah Indonesia mendorong transfer teknologi yang berkeadilan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. Transfer teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia dan negara berkembang untuk menjadi hub dalam membangun kapasitas manufaktur lokal guna menciptakan kemandirian dalam produksi vaksin, terapi, dan diagnostik (VTD).</p>
<p>Mengenai perizinan, Indonesia mendorong perizinan yang bersifat transparan dan non-eksklusif, khususnya saat pandemi. Selain itu, Indonesia mendorong upaya untuk memastikan agar teknologi dan inovasi dapat diakses oleh negara yang membutuhkan, termasuk negara berkembang.</p>
<p>Mengenai pendanaan, Pemerintah Indonesia mendukung pentingnya pendanaan yang setara dan dapat diakses oleh seluruh negara yang membutuhkan, termasuk negara berkembang, untuk implementasi Pandemic Treaty. Pendanaan ini dapat dilakukan melalui mekanisme pembiayaan yang telah ada seperti Pandemic Fund dengan sedikit penyesuaian sesuai dengan konteks Pandemic Treaty.</p>
<p>Indonesia akan mengupayakan agar negosiasi Pandemic Treaty selesai secepatnya. Indonesia juga akan terus memperjuangkan kesetaraan akses untuk mendorong transfer pengetahuan dan teknologi antar negara sehingga dapat membangun kapasitas industri farmasi dengan prinsip dasar yang menjamin kesetaraan (equity) antara negara maju dan berkembang.</p>
<p>“Pada saat bersamaan, Pemerintah RI akan terus memperkuat legislasi di tingkat nasional agar siap menghadapi ancaman pandemi lainnya,” kata dr. Syahril.</p>
<p>Bersamaan dengan perpanjangan negosiasi Perjanjian Pandemi, disepakati pula amendemen International Health Regulations (IHR). Dengan amendemen ini, seluruh negara anggota WHO diharapkan lebih mampu mempersiapkan diri untuk deteksi dan respons terhadap berbagai kedaruratan kesehatan yang memiliki dampak internasional.</p>
<p>Prinsip kesetaraan dan solidaritas yang menjadi dasar amandemen IHR diharapkan dapat mendorong penanganan pandemi dan situasi kegawatdaruratan lainnya secara kolektif dan merata.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG_0548.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Dorong Kesetaraan Akses Lewat Pandemic Treaty</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-dorong-kesetaraan-akses-lewat-pandemic-treaty</link>				
         <pubDate>Sat, 01 Jun 2024 16:50:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-dorong-kesetaraan-akses-lewat-pandemic-treaty</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 31 Mei 2024</p>
<p>Pengalaman pahit COVID-19 mendorong pembentukan instrumen internasional baru untuk mengatasi persoalan kesiapsiagaan dan respons pandemi bernama Pandemic Treaty/Pandemic Agreement. Inisiatif ini berasal dari WHO dan didukung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama 25 kepala negara/pemerintahan lainnya.</p>
<p>Pandemi COVID-19 telah membuktikan bahwa banyak negara tidak mampu membentengi kesehatan masyarakatnya. Sistem ketahanan kesehatan global, terutama di negara berkembang, terlihat sangat rapuh, mulai dari kekuatan finansial, ketersediaan akses terhadap vaksin, obat, dan diagnostik (VTD).</p>
<p>Selama pandemi COVID-19, terlihat adanya kesenjangan antara negara maju (global north) dengan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah atau LMICs (global south). Isu nasionalisme sempit dan populisme, pendanaan global, hak cipta, berbagi patogen, serta manfaat dari produk yang berkaitan dengan pandemi semakin memperbesar kesenjangan atau a great divide global.</p>
<p>“Kesenjangan tersebut menyebabkan, hingga saat ini, masih ada 30% penduduk dunia yang belum pernah sekalipun mendapatkan vaksin,&#8221; kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. M Syahril.</p>
<p>Menurut dr. Syahril, Pandemic Treaty diharapkan dapat mendorong negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan akses terhadap vaksin, obat, dan alat diagnostik (VTD) yang setara dengan negara maju.</p>
<p>“Proses negosiasi sudah berlangsung sejak Desember 2021, tetapi karena belum mencapai kesepakatan, sidang World Health Assembly ke-77 memutuskan untuk memperpanjang negosiasi hingga sidang WHA berikutnya,” ujar dr. Syahril.</p>
<p>Dalam proses negosiasi tersebut, Indonesia berpartisipasi secara aktif dalam perundingan Pandemic Treaty pada Intergovernmental Negotiating Body (INB) dan memperjuangkan kepentingan nasional, terutama untuk isu-isu strategis seperti sistem surveilans, transfer teknologi, dan kesetaraan akses dalam menghadapi pandemi.</p>
<p>Negosiasi yang sangat alot telah dilakukan lebih dari 10 kali hingga batas waktu pada tanggal 24 Mei 2024. Namun, masih ada beberapa pasal yang belum disepakati, terutama mengenai Pathogen Access and Benefit Sharing (PABS), pencegahan dan instrumen One Health, transfer teknologi dan ilmu pengetahuan, no-fault compensation, dan pendanaan.</p>
<p>“Pemerintah Indonesia akan tetap memperjuangkan prinsip kesetaraan antara negara maju dan negara berkembang agar dapat masuk dalam Pandemic Treaty,” lanjut dr. Syahril.</p>
<p>Secara spesifik, ada empat poin yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia dalam komponen Pandemic Treaty, yakni Pathogen Access and Benefit-Sharing (PABS), instrumen One Health, transfer teknologi, dan pendanaan. Empat poin ini terkait dengan kesenjangan antara negara maju dan berkembang.</p>
<p>Mengenai PABS, yang menunjukkan kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi, Pemerintah Indonesia mendorong agar setiap data sharing, khususnya yang melibatkan patogen dan informasi sekuens genetik (genetic sequence information), disertai pembagian manfaat (benefit-sharing) yang setimpal.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga mendorong adanya upaya untuk memastikan adanya pengaturan internasional mengenai standar data dan interoperabilitas, di mana Indonesia telah menginisiasi Material Transfer Agreement (MTA) untuk spesimen virus avian influenza (flu burung).</p>
<p>Selanjutnya, Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan instrumen One Health untuk mengatur kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara komprehensif yang dapat dilaksanakan negara berkembang dengan dukungan negara maju.</p>
<p>Kemudian, Pemerintah Indonesia mendorong transfer teknologi yang berkeadilan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. Transfer teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia dan negara berkembang untuk menjadi hub dalam membangun kapasitas manufaktur lokal guna menciptakan kemandirian dalam produksi vaksin, terapi, dan diagnostik (VTD).</p>
<p>Mengenai perizinan, Indonesia mendorong perizinan yang bersifat transparan dan non-eksklusif, khususnya saat pandemi. Selain itu, Indonesia mendorong upaya untuk memastikan agar teknologi dan inovasi dapat diakses oleh negara yang membutuhkan, termasuk negara berkembang.</p>
<p>Mengenai pendanaan, Pemerintah Indonesia mendukung pentingnya pendanaan yang setara dan dapat diakses oleh seluruh negara yang membutuhkan, termasuk negara berkembang, untuk implementasi Pandemic Treaty. Pendanaan ini dapat dilakukan melalui mekanisme pembiayaan yang telah ada seperti Pandemic Fund dengan sedikit penyesuaian sesuai dengan konteks Pandemic Treaty.</p>
<p>Indonesia akan mengupayakan agar negosiasi Pandemic Treaty selesai secepatnya. Indonesia juga akan terus memperjuangkan kesetaraan akses untuk mendorong transfer pengetahuan dan teknologi antar negara sehingga dapat membangun kapasitas industri farmasi dengan prinsip dasar yang menjamin kesetaraan (equity) antara negara maju dan berkembang.</p>
<p>&#8220;Pada saat bersamaan, Pemerintah RI akan terus memperkuat legislasi di tingkat nasional agar siap menghadapi ancaman pandemi lainnya,&#8221; kata dr. Syahril.</p>
<p>Pada kesempatan itu, dr Syahril juga menjelaskan kesalahpahaman tentang peran WHO yang beredar selama pandemi COVID-19, yakni WHO memiliki kewenangan untuk mengatur negara dan penduduk di dunia selama pandemi.</p>
<p>Dia menegaskan, anggapan tersebut tidak benar. WHO tidak memiliki wewenang untuk mendikte negara atau penduduk. WHO tidak dapat mengendalikan pergerakan penduduk melalui paspor digital, pemaksaan vaksinasi, dan lockdown, dan pengerahan militer.</p>
<p>Menurut dr Syahril, kedaulatan negara tetap dihormati dan dijunjung tinggi. Keputusan terkait penanganan pandemi di setiap negara menjadi tanggung jawab pemerintah negara masing-masing.</p>
<p>“Cukup sudah jutaan nyawa melayang, kehilangan pekerjaan, penyandang gangguan mental, kerugian ekonomi yang masif selama pandemi COVID-19. Jangan kita ulangi kesalahan yang sama. Kita harus mewariskan dunia yang lebih aman dan lebih baik bagi anak cucu kita,” tutup dr. Syahril.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/51247660644_b5abcc5c5b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pakai Calo untuk SKP? Siap-Siap Izin Praktek Dicabut!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pakai-calo-untuk-skp-siap-siap-izin-praktek-dicabut</link>				
         <pubDate>Sat, 01 Jun 2024 16:12:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pakai-calo-untuk-skp-siap-siap-izin-praktek-dicabut</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Juni 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menindak tiga tenaga kesehatan yang diduga menjadi calo untuk tenaga medis (named) dan tenaga kesehatan (nakes) untuk mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang dibutuhkan untuk memperpanjang Surat Izin Praktik (SIP) setiap lima tahun.</p>
<p>Pendeteksian dan penindakan terhadap praktek percaloan saat ini semakin mudah seiring dengan pembenahan sistem pembelajaran berkelanjutan SKP berbasis online, dibanding sistem sebelum terbitnya Undang-Undang Kesehatan No 17/2023 yang diduga marak praktek percaloan karena berbasis manual dan tidak terintegrasi.</p>
<p>Tiga oknum yang akan ditindak berasal dari Jakarta, Semarang dan Surabaya.</p>
<p>Sistem berhasil melacak praktek anomali di tiga kota tersebut dimana mereka menyamar seolah-olah menjadi named/nakes yang sedang mengikuti pembelajaran berkala secara online, dan berhasil mendapatkan SKP dari pembelajaran tersebut. Para calo ini menawarkan jasa mereka melalui sosial media dan WA group dengan bayaran tertentu.</p>
<p>Sistem pembelajaran berkala untuk mendapatkan SKP sangat penting untuk menjaga kualitas tenaga kesehatan dalam melayani masyarakt.</p>
<p>SKP dapat diperoleh antara lain melalui proses pembelajaran berkelanjutan atau seminar atau workshop yang diselenggarakan oleh lembaga penyelenggara pendidikan, rumah sakit, dinas kesehatan, dan organisasi profesi yang telah terakreditasi oleh Kemenkes melalui Plataran Sehat di laman laman https://lms.kemkes.go.id/.</p>
<p>Kemenkes akan segera menerbitkan peraturan pengawasan terkait SKP dengan menyiapkan sanksi yang berat.</p>
<p>“Named dan nakes yang terbukti menjadi calo SKP akan dicabut sementara STR dan SIP selama 12 bulan. Jika terbukti berulang dua kali, STR dan SIP akan dicabut seumur hidup,” tegas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>“Sementara itu, named dan nakes yang terbukti memakai jasa calo SKP akan dicabut sementara STR dan SIP selama enam bulan. Jika terbukti berulang dua kali, STR dan SIP akan dicabut seumur hidup,” lanjutnya.</p>
<p>Selain melalui regulasi, pencegahan praktek percaloan juga akan dilakukan melalui sistem, yaitu menambahkan proses verifikasi pengenal wajah atau face recognition pada sistem Pelataran Sehat (portal untuk kegiatan pembelajaran berkelanjutan) yang akan siap di September 2024.</p>
<p>Paralel menunggu infrastruktur face-recognition diterapkan, tim Kemenkes akan memantau anomali-anomali dalam pembelajaran online.</p>
<p>“Keamanan pasien adalah yang utama. Sangat disayangkan ada oknum-oknum named dan nakes yang menggunakan jasa calo untuk seolah-olah meningkatkan kompetensi mereka secara berkala. Yang dirugikan nanti masyarakat karena dilayani oleh named/nakes yang tidak kompeten,” kata juru bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril Sp.P., MPH.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot_20240601_160015_Chrome.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jaga Kualitas Nutrisi, Ini Rekomendasi Terbaik Pemberian ASI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ jaga-kualitas-nutrisi-ini-rekomendasi-terbaik-pemberian-asi</link>				
         <pubDate>Fri, 31 May 2024 10:34:31 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ jaga-kualitas-nutrisi-ini-rekomendasi-terbaik-pemberian-asi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Mei 2024</p>
<p>Banyak manfaat pemberian Air Susu Ibu atau ASI bagi bayi. ASI merupakan makanan terbaik dengan gizi lengkap, mulai dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim. Tubuh ibu sudah disiapkan bisa memberikan ASI saat bayi lahir ke dunia.</p>
<p>Kandungan ASI sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi, seperti perkembangan otak dan mata. Oleh karena itu, para ibu sebaiknya dapat menjaga kualitas nutrisi ASI dengan memerhatikan cara memberikan ASI yang sesuai rekomendasi.</p>
<p>Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan RI dr. Lovely Daisy, MKM menjelaskan, perubahan bentuk makanan dapat melalui banyak tahapan proses, yang mana akan berpengaruh terhadap kandungan nilai gizi. Hal ini juga perlu diperhatikan dalam pemberian ASI.</p>
<p>Ada beberapa bentuk olahan ASI yang mempunyai risiko tertentu lantaran dapat mengubah kandungan nutrisi. Ini juga dipengaruhi dari proses, tempat, dan lama penyimpanan.</p>
<p>“ASI dalam bentuk olahan lain, pertama, ASI dibekukan. ASI yang dibekukan di freezer mempunyai risiko menurunnya kandungan protein, zat gizi dan zat aktif lainnya yang tergantung pada tempat dan lama penyimpanan,” jelas Daisy di Jakarta, ditulis Rabu (29/5).</p>
<p>“Kedua, ASI dikeringkan. ASI ini dikeringkan melalui proses pembekuan dan pengeringan. Serangkaian perubahan fisik tersebut, tentunya akan meningkatkan risiko perubahan komponen utama ASI, seperti pecahnya membran gumpalan lemak dan perubahan misel kasein, penurunan komposisi faktor bioaktif protein.”</p>
<p>Daisy pun menekankan, terdapat rekomendasi terbaik dalam pemberian ASI. Yang paling utama adalah ibu sebaiknya menyusui bayi secara langsung.</p>
<p>“Ibu diharapkan menyusui bayi secara langsung karena dapat membangun ikatan batin antara ibu dan bayi. Selain itu, menyusui memberikan manfaat besar bagi ibu dan bayi, antara lain meningkatkan daya tahan tubuh bayi, melindungi pencernaan bayi, dan meningkatkan kecerdasan,” tegasnya.</p>
<p>“Kemudian, menurunkan risiko penyakit degeneratif pada bayi. Pada ibu, menyusui dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan payudara. Sehingga menyusui bukan sekadar memberikan ASI pada bayi.”</p>
<p>Manfaat ASI juga mencegah penyakit tidak menular saat dewasa serta meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup ibu. Pemberian ASI secara menyusui ikut meningkatkan bonding yang kuat antara bayi dan ibu.</p>
<p>Rekomendasi Pemberian ASI Perah</p>
<p>Menyusui merupakan salah satu rekomendasi global pemberian makan bayi dan anak, yang mana ASI merupakan makanan utama dan terbaik bagi bayi usia 0-6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) mulai usia 6 bulan serta pemberian ASI yang dilanjutkan sampai usia 2 tahun.</p>
<p>“Proses menyusui dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini, yaitu proses kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah bayi lahir selama minimal satu jam. Proses ini memudahkan ibu untuk mulai menyusui dan menyusui eksklusif lebih lama,” Direktur Daisy melanjutkan.</p>
<p>Jika bayi tidak mendapatkan ASI, maka berisiko terserang penyakit-penyakit infeksi, misalnya diare, infeksi saluran pernapasan atas, dan infeksi lainnya. Bayi dapat mengalami masalah gizi dan berisiko mengalami alergi dan intoleransi laktosa.</p>
<p>Bayi berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes saat dewasa.<br />
Sementara itu, bagi ibu yang terhambat menyusui secara langsung, salah satunya ibu pekerja, pemberian ASI dapat dilakukan dengan ASI Perah (ASIP). ASI perah adalah ASI yang diperas, kemudian disimpan dan diberikan kepada bayi sesuai dengan kebutuhannya.</p>
<p>ASI perah merupakan salah satu cara efektif yang dilakukan oleh ibu menyusui yang memiliki kesibukan di luar rumah.</p>
<p>“Jika ibu memiliki hambatan untuk menyusui bayi langsung, ibu dapat memberikan ASI perah. ASI perah yang direkomendasikan diberikan kepada bayi adalah ASI segar yang diperah pada hari itu atau pada hari sebelumnya, karena kandungan zat gizi masih optimal,” terang Direktur Gizi dan KIA Lovely Daisy.</p>
<p>Merujuk buku saku “Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Kader” terbitan Kemenkes RI tahun 2021, ASI yang baru diperah dan disimpan dalam cooler bag, lama penyimpanan 24 jam.</p>
<p>ASI perah dalam ruangan (ASIP segar) tahan 4 jam dengan suhu 27 derajat sampai 32 derajat Celsius, sedangkan pada suhu kurang dari 25 derajat Celsius tahan 6-8 jam. ASI perah tahan 2-3 hari ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu kurang dari 4 derajat Celsius.</p>
<p>ASIP yang ditaruh di freezer pada kulkas satu pintu, lama penyimpanan 2 minggu dengan suhu di bawah titik beku, -15 derajat sampai 0 derajat Celsius. ASI perah yang disimpan di freezer pada kulkas dua pintu dapat bertahan 3-6 bulan dengan suhu -20 derajat sampai -18 derajat Celsius.</p>
<p>Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Diberi Makanan Lain</p>
<p>Bagi bayi baru lahir, Direktur Gizi dan KIA Kemenkes Lovely Daisy menambahkan, pemberian makanan lain tidak boleh dilakukan. Dalam hal ini, bayi baru lahir sampai dia berusia 6 bulan, hanya diberikan ASI saja atau istilahnya ASI eksklusif.</p>
<p>ASI eksklusif, artinya bayi hanya diberikan ASI saja, tanpa ada tambahan makanan dan minuman lainnya (kecuali obat obatan dalam bentuk sirup), dan diberikan saat bayi berumur 0-6 bulan. Pada usia ini, bayi tidak membutuhkan makanan lain, kecuali ASI.</p>
<p>Ketentuan di atas juga sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).<br />
“Makanan terbaik bagi bayi baru lahir adalah ASI. WHO merekomendasikan, sampai bayi berusia 6 bulan, tidak diberikan makanan atau minuman lain, kecuali obat dan vitamin atau bayi dengan indikasi medis,” tambah Daisy.</p>
<p>Jika pemberian selain ASI tetap dilakukan, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah infeksi pada bayi. Bayi dapat terkena diare dan meningitis.</p>
<p>“Tak hanya itu saja, bayi lebih mungkin mengalami intoleransi, bahkan bisa juga mengakibatkan alergi seperti eksim,” kata Daisy.</p>
<p>Pemberian makanan dan minuman lain pada bayi baru lahir juga dapat mengganggu proses menyusui. Makanan memberikan rasa kenyang pada bayi dan membuat bayi jarang menyusu, sehingga akan mengganggu produksi ASI.</p>
<p>“Jadi, makanan dan suplemen prelaktal – makanan atau minuman selain ASI yang diberikan kepada bayi sebelum menyusui dalam 3 hari pertama kehidupan – hanya boleh diberikan jika ada indikasi medis,” ucap Direktur Lovely Daisy.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/medium-shot-mother-with-cute-newborn-1-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Diimbau Jangan Menunda Makan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ jemaah-haji-diimbau-jangan-menunda-makan</link>				
         <pubDate>Fri, 31 May 2024 10:17:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ jemaah-haji-diimbau-jangan-menunda-makan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Mei 2024</p>
<p>Pemerintah menjamin kelayakan dan kecukupan gizi makanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia selama di Arab Saudi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) secara cermat memeriksa sampel makanan sebelum disajikan dan memastikan jemaah mendapat jasa layanan makan atau katering setiap hari.</p>
<p>Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M, jemaah mendapatkan layanan katering penuh selama di Tanah Suci, baik di Makkah, Madinah, maupun di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pelayanan makanan untuk jemaah diberikan sebanyak tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M mengimbau jemaah untuk tidak menunda-nunda makan. Ketika waktu makan tiba, makanan harus segera dikonsumsi.</p>
<p>Ketepatan waktu makan ini penting demi menghindari makanan menjadi basi dan tidak layak konsumsi. Jemaah haji diimbau untuk memperhatikan batas waktu konsumsi yang tertera pada boks makanan.</p>
<p>“Harap perhatikan batas waktu konsumsi yang tertera pada tutup kemasan. Segera konsumsi makanan yang dibagikan, jangan sampai ditunda-tunda,” pesan Liliek di Jakarta pada Senin (27/5).</p>
<p>Keterangan batas layak konsumsi pada boks makanan, yakni sarapan pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS), makan siang pukul 16.00 WAS, dan makan malam paling lambat pukul 21.00 WAS.</p>
<p>Adapun, rincian layanan katering untuk jemaah haji, yakni maksimal 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, serta 15 kali makan pada puncak ibadah haji di Armuzna, yang ditambah satu kudapan (snack) berat di Muzdalifah.</p>
<p>Menu makanan bagi jemaah haji Indonesia dihadirkan dengan cita rasa Nusantara. Menu disajikan dengan lengkap, yakni nasi, lauk pauk, buah-buahan, dan air mineral.</p>
<p>Bumbu masakan didatangkan langsung dari Indonesia, seperti bumbu rendang, gulai, nasi kuning, nasi uduk, semur, sambal goreng, bumbu merah, dan bumbu dasar kuning.</p>
<p>Segera Konsumsi Makanan</p>
<p>Imbauan untuk segera mengonsumsi makanan kepada jemaah haji selalu disampaikan oleh ketua regu masing-masing. Ketua regu juga bertugas mendistribusikan makanan kepada para jemaah.</p>
<p>“Distribusi makanan dilakukan melalui ketua regu kepada para jemaah. Setiap ketua regu membawahi 10 orang jemaah. Para ketua regu bertugas mengingatkan jemaah untuk segera mengonsumsi makanan,” Kapuskes Liliek melanjutkan.</p>
<p>Makanan yang disajikan kepada jemaah haji dikemas dalam boks aluminium foil tertutup rapat. Aspek kecukupan gizi seperti karbohidrat, protein, dan vitamin telah dipertimbangkan dengan matang.</p>
<p>Menurut Liliek, dalam kategori makanan, tidak ada perbedaan antara jemaah satu dengan yang lain. Selain itu, terdapat penyajian makanan lunak berupa bubur dan lauk dengan tekstur lunak.</p>
<p>“Tidak ada perbedaan kategori makanan antara jemaah satu dengan yang lain, kecuali menu yang disesuaikan dengan daerah asalnya,” jelasnya.</p>
<p>“Pihak katering menyiapkan 20% makanan lunak seperti bubur dan lauk lunak untuk setiap kloter saat kali pertama datang. Seterusnya, jumlahnya disesuaikan dengan permintaan ketua kloter melalui bidang layanan konsumsi.”</p>
<p>Penilaian Menu Makanan</p>
<p>Kapuskes Haji Liliek menambahkan, pemantauan kesehatan gizi makanan pada menu jemaah haji telah terjamin aman. Penilaian kesesuaian gizi dan nutrisi dilakukan oleh ahli gizi.</p>
<p>“Menu yang disajikan sudah melalui penilaian oleh ahli gizi saat proses pengadaan konsumsi jemaah. Saat operasional, bidang layanan konsumsi akan memantau kesesuaian makanan yang diberikan oleh pihak katering dengan menu yang telah ditentukan,” tambahnya.</p>
<p>Bagi jemaah haji yang sedang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan Madinah, pemantauan gizi makanan juga dilakukan oleh tenaga ahli gizi.</p>
<p>“Untuk jemaah yang sakit dan mendapat perawatan di KKHI, ada tenaga ahli gizi yang memantau kesehatan gizi sesuai dengan rekomendasi dokter spesialis atau Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP),” terang Liliek.</p>
<p>Kemenkes RI juga telah membentuk Tim Sanitasi dan Keamanan Pangan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M. Tim yang bertugas melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ini memastikan pemondokan jemaah haji layak huni dan menjamin makanan bagi jemaah memenuhi syarat kesehatan sehingga layak untuk dikonsumsi.</p>
<p>Khusus pengawasan makanan jemaah haji, dipastikan makanan yang didistribusikan layak untuk dikonsumsi. Tim Sanitasi dan Keamanan Pangan setiap hari akan mendapatkan sampel makanan yang akan dikonsumsi oleh jemaah haji untuk diuji dengan metode uji organoleptik.</p>
<p>Uji metode tersebut meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna. Melalui pengujian ini, risiko kerusakan makanan dapat dideteksi sehingga bisa dihindari sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji.</p>
<p>Selain uji sampel makanan, Inspeksi Kesehatan Lingkungan juga dilakukan terhadap penyedia katering. Pengawasan pada katering dimulai sejak penerimaan, penyimpanan, dan pengolahan bahan makanan, serta pengemasan makanan hingga distribusi. Upaya ini memastikan katering sudah melakukan semua proses tersebut sesuai standar dan tepat waktu.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-17-at-01.50.14-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Terima 5 Penghargaan Kearsipan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-terima-5-penghargaan-kearsipan</link>				
         <pubDate>Fri, 31 May 2024 08:49:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-terima-5-penghargaan-kearsipan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Samarinda, 29 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima lima penghargaan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kearsipan 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (29/5). Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan Rakornas Kearsipan untuk memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-53.</p>
<p>Penganugerahan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja dalam pengelolaan kearsipan. Kemenkes diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kunta Wibawa Dasa Nugraha menerima lima penghargaan dalam lima kategori, yaitu:<br />
Penghargaan kategori “Tokoh Kearsipan” kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin karena komitmen dan kesungguhan upaya dalam peningkatan kinerja kearsipan Kementerian Kesehatan RI serta perlindungan dan penyelamatan arsip penanganan Covid-19;<br />
Penghargaan atas Nilai Hasil Pengawasan Kearsipan Kategori “AA” (Sangat Memuaskan) kepada Kementerian Kesehatan;<br />
Penghargaan atas Nilai Akreditasi Kearsipan Kategori “AA” (Istimewa) kepada Kementerian Kesehatan;<br />
Penghargaan atas Nilai Akreditasi Kearsipan Kategori “AA” (Istimewa) kepada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III;<br />
Penghargaan “Arsip Herbarium Temulawak: Pengetahuan Lokal dan Teknologi Tumbuhan Obat Indonesia” sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2024 kepada RSUP dr. Sardjito.</p>
<p>Peringatan Hari Kearsipan 2024, yang mengusung tema “Sustainable Archiving for the Best Future” atau “Kearsipan Berkelanjutan untuk Masa Depan Terbaik”, bukan hanya sekadar momentum apresiasi atas capaian kinerja dalam pengelolaan arsip. Tetapi juga merupakan kesempatan merefleksikan komitmen terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan arsip, di antaranya dengan pemanfaatan teknologi.</p>
<p>Dalam pesan yang disampaikan melalui video, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi atas penggunaan teknologi untuk pengelolaan arsip yang lebih efisien, salah satunya melalui Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).</p>
<p>Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas dalam sambutan melalui video menyampaikan bahwa peringatan Hari Kearsipan merupakan momentum penguatan good governance dan transformasi digital melalui penyelenggaraan kearsipan nasional. Selanjutnya Azwar Anas mengucapkan selamat atas kinerja terbaik instansi pemerintah dalam penyelenggaraan kearsipan serta berharap agar seluruh pimpinan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah, para arsiparis serta seluruh insan kearsipan senantiasa meningkatkan kompetensi dan kinerja penyelenggaraan kearsipan.</p>
<p>Peringatan Hari Kearsipan ke-53 dihadiri oleh 1300 orang peserta yang berasal dari komunitas kearsipan di instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta perguruan tinggi negeri (PTN).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53755246905_f5c6985a8f_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Poli Risti Mendekatkan Layanan KKHI kepada Jamaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ poli-risti-mendekatkan-layanan-kkhi-kepada-jamaah</link>				
         <pubDate>Fri, 31 May 2024 08:43:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ poli-risti-mendekatkan-layanan-kkhi-kepada-jamaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makkah, 29 Mei 2024</p>
<p>Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah memulai operasional Poli Risti di sektor-sektor secara bergiliran setiap hari pada Rabu (29/5). Operasional di sektor-sektor ini merupakan upaya KKHI Makkah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada jemaah haji.</p>
<p>Layanan yang disebut &#8220;Mendekatkan layanan KKHI ke jemaah&#8221; merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh KKHI Makkah. Dengan membuka Poli Risti di sektor-sektor, jemaah risiko tinggi atau risti tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke KKHI.</p>
<p>Menurut Kepala KKHI Makkah, dr. Enny, ini merupakan kegiatan perdana layanan Poli Risti dengan mendatangi seluruh sektor secara bergantian untuk melakukan deteksi dini terhadap jemaah yang memiliki risiko tinggi. Poli Risti KKHI Makkah membuka layanan perdana di sektor 9, yang berlokasi di Hotel Manazil Al Hour 2.</p>
<p>Menurut dr. Enny, sebelum jemaah datang ke Poli Risti, Tenaga Kesehatan Haji (TKH) diminta untuk melakukan skrining jemaah dengan risiko tinggi (risti) untuk menentukan apakah risikonya termasuk ringan, sedang, atau berat. Skrining ini didasarkan pada usia dan penyakit penyerta yang dimiliki jemaah sebelum berangkat, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit lainnya.</p>
<p>Setelah itu, TKH melakukan pemeriksaan awal, termasuk tanda-tanda vital dan kondisi fisik terkini pasien. Dari hasil skrining, jemaah dengan kategori risiko tinggi akan diperiksa oleh dokter kloter untuk menentukan apakah pasien layak atau tidak layak dibawa ke Poli Risti.</p>
<p>Dengan skrining ulang jemaah risiko tinggi dan penyakit penyerta, diharapkan jemaah tetap dalam kondisi istitha&#8217;ah atau mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Jemaah yang hasil pemeriksaannya baik akan direkomendasikan untuk bisa melaksanakan ibadah haji.</p>
<p>Jika hasilnya kurang baik dan ada keluhan, jemaah akan dirujuk ke KKHI untuk dievaluasi kembali. Apabila kondisi kesehatan jemaah masih terkendali, TKH akan tetap memantau dan memberikan pendampingan pada saat Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>&#8220;Jika jemaah ternyata memiliki komorbid dan terkendali, tetapi karena lansia sehingga kemampuan aktivitas sehari-harinya memerlukan bantuan, maka jemaah dapat direkomendasikan untuk safari wukuf lansia,&#8221; ujar dr. Enny lebih lanjut.</p>
<p>Kepala KKHI menyatakan, tim yang bertugas di Poli Risti ini adalah tim jaga yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis paru, spesialis kedokteran jiwa, spesialis saraf, atau spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik. Komposisinya tergantung shift jaga di KKHI. Minimal, setiap Poli Risti terdapat 3 dokter spesialis.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah Nurul Jamal mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 23 jemaah haji yang diperiksa di Poli Risti pertama ini dan semuanya dalam kondisi baik. Mereka hanya memerlukan rawat jalan dan terapi obat.</p>
<p>Nurul mengimbau jemaah haji untuk membatasi aktivitas agar tidak kelelahan, minum air putih secara teratur untuk menghindari dehidrasi, dan menambahkan oralit jika membutuhkan. Jemaah juga diimbau untuk segera menghubungi petugas kesehatan jika memerlukan penanganan kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-30-at-14.36.46.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perokok Aktif di Indonesia Tembus 70 Juta Orang, Mayoritas Anak Muda</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ perokok-aktif-di-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda</link>				
         <pubDate>Wed, 29 May 2024 22:11:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ perokok-aktif-di-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Mei 2024</p>
<p>Prevalensi perokok aktif di Indonesia terus meningkat. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun.</p>
<p>Kelompok anak dan remaja merupakan kelompok dengan peningkatan jumlah perokok yang paling signifikan. Berdasarkan data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) pada 2019, prevalensi perokok pada anak sekolah usia 13-15 tahun naik dari 18,3% (2016) menjadi 19,2% (2019). Sementara itu, data SKI 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), diikuti usia 10-14 tahun (18,4%).</p>
<p>“Kita dihadapkan dengan bahaya pertumbuhan perokok aktif di Indonesia, terutama pada anak remaja,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti dalam temu media dengan tema &#8220;Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024&#8221;, Rabu (29/5).</p>
<p>Eva menyampaikan, pertumbuhan perokok aktif di Indonesia tersebut tidak terlepas dari industri produk tembakau yang gencar memasarkan produknya di masyarakat, terutama anak dan remaja, melalui media sosial.</p>
<p>“Upaya pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai cara di antaranya jangkauan merek multinasional, influencer, topik yang sedang tren, popularitas, dan pengenalan merek tembakau serta nikotin di media sosial,” tutur Eva.</p>
<p>Data Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM) edisi Mei–Agustus 2023 menyebutkan, lebih dari dua pertiga kegiatan pemasaran produk tembakau diunggah di Instagram (68%), Facebook (16%) dan X (14%). Industri produk tembakau juga melakukan pemasaran dengan membuka gerai di berbagai festival musik dan olahraga untuk menarik perhatian anak muda.</p>
<p>Eva menambahkan, selain menjadi sponsor dalam kegiatan kepemudaan, strategi yang dilakukan oleh industri produk tembakau untuk memengaruhi para pemuda terhadap rokok, yakni memberikan biaya pendidikan.</p>
<p>“Industri produk tembakau juga sangat agresif dalam menyabotase upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi merokok dengan berbagai taktik seperti menyebarkan informasi yang menyesatkan dan menggiring opini publik,” tuturnya.</p>
<p>Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Amurwarni Dwi Lestariningsih juga mengatakan, iklan di media luar ruang dan internet berpengaruh besar terhadap peningkatan perilaku anak untuk merokok.</p>
<p>“Industri selalu membuat hal-hal yang menarik untuk mengajak anak-anak sebagai pengguna atau konsumen. Nah, bagaimana kita bisa melindungi anak-anak tidak menjadi pengguna rokok ini,” katanya.</p>
<p>Selain mengemas pemasaran dalam bentuk yang menarik, industri rokok juga membuat anak-anak remaja kecanduan dengan menciptakan rokok elektrik dalam berbagai varian rasa. Tak bisa dimungkiri, inovasi tersebut berhasil menarik perhatian anak muda untuk menggunakan produk tersebut.</p>
<p>Pengguna rokok elektrik di kalangan remaja meningkat dalam 4 tahun terakhir. Dari hasil GATS pada 2021, prevalensi rokok elektrik naik dari 0,3% pada 2019 menjadi 3% pada 2021.<br />
Dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya produk tembakau, pemerintah telah menetapkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Salah satu aturan yang diamanatkan UU Kesehatan, yakni pengamanan zat adiktif, termasuk produk tembakau dan rokok elektronik.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut UU tersebut, pemerintah sedang melakukan penyusunan draf peraturan pemerintah (PP) mengenai zat adiktif. Saat ini, penyusunan PP tersebut sudah menyelesaikan proses pembahasan, uji publik, serta pleno dengan kementerian dan lembaga terkait. Dalam waktu dekat, PP yang menjadi aturan turun dari UU Kesehatan segera disahkan.</p>
<p>Selain itu, pemerintah melindungi hak anak melalui sistem pembangunan kabupaten/kota Layak Anak. Dasar aturan dari kebijakan tersebut adalah UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya pasal 21.</p>
<p>“Kami mendorong kabupaten/kota itu sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Kebijakan ini sudah ditindaklanjuti juga oleh Kemenkes sebagai kementerian teknis yang langsung membuat banyak aturan di daerah,” tuturnya.</p>
<p>“Kami juga mengupayakan bagaimana bahwa di dalam rumah juga harus bebas rokok, karena banyak sekali rokok dimulai dari konsumsi rumah tangga, hal ini bisa menyebabkan banyak dampak termasuk dampak pertumbuhan anak. Uangnya habis untuk beli rokok tapi tidak untuk beli telur, daging atau ayam,” imbuhnya.</p>
<p>Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah menegaskan, tingginya perokok aktif di Indonesia dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Dampak kesehatan tersebut tidak hanya pada perokok aktif yang mengisapnya, tetapi juga perokok pasif yang terkena paparan asapnya.</p>
<p>Ibu hamil menjadi salah satu kelompok yang sangat rentan terkena dampak dari rokok. Ibu hamil yang sering terkena paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, stillbirth, dan kematian neonates, kelahiran prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), plasenta premis, kelainan kongenital serta perkembangan neurologis.<br />
Selanjutnya pada anak-anak, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndromes (SIDS) hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan anak-anak yang tidak merokok, fungsi paru menurun, penyakit pernapasan, kanker, gangguan ginjal dan infeksi telinga.</p>
<p>“Kebiasaan merokok juga menyebabkan Stunting. Karena nilai nutrisi keluarga itu bisa teralihkan, karena pembelian rokok oleh bapaknya,” kata Piprim.</p>
<p>Deputy Representative UNICEF Indonesia Mrunal Shetye mendorong Pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk melindungi anak-anak dari taktik industri tembakau. Perlindungan ini termasuk dengan menutup celah yang memungkinkan pemasaran produk tembakau kepada anak di bawah umur dan meningkatkan pendanaan untuk pengendalian tembakau inisiatif.</p>
<p>“Anak-anak mempunyai hak untuk tumbuh di lingkungan yang bebas dari dampak berbahaya tembakau. Upaya tanpa henti dari industri tembakau untuk memikat generasi muda pada produk mereka merupakan serangan langsung terhadap hal ini. Kita harus bersatu untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dengan melawan predator ini praktiknya,” kata Mrunal Shetye menegaskan.</p>
<p>Team Lead NCD and Healthier Population Lubna Bhatti mengatakan, WHO Indonesia memberikan 4 prioritas yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Indonesia terkait tingginya perokok aktif di Indonesia.</p>
<p>Pertama, pembentuk undang-undang dapat memastikan bahwa UU Kesehatan melarang tembakau serta periklanan, promosi, dan sponsorship terkait di media sosial dan di seluruh internet. Pemerintah juga dapat menerapkan pelarangan iklan semacam itu di papan reklame dan tempat umum, termasuk acara-acara yang berfokus pada remaja seperti olahraga, musik, dan seni.</p>
<p>Kedua, legislator dapat melengkapi usulan larangan mereka terhadap penjualan tembakau dan produk sejenis kepada mereka yang berusia di bawah 21 tahun dengan larangan penjualan apa yang disebut “paket anak-anak”. Hal ini akan membuat rokok menjadi kurang terjangkau bagi generasi muda.</p>
<p>Hal itu juga harus disertai dengan pelarangan penggunaan perasa pada rokok elektrik dan perangkat baru lainnya, sehingga mengurangi daya tarik penggunaan perasa tersebut secara signifikan.</p>
<p>Ketiga, dalam rancangan RUU Penyiaran Nasional, pembentuk undang-undang dapat memberlakukan larangan total terhadap iklan rokok, promosi, dan sponsor tembakau di semua format siaran. Hal ini akan memberikan dampak signifikan terhadap keterpaparan seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya pada generasi muda, terhadap tembakau tradisional dan iklan terkait di media. Langkah ini akan membantu mendenormalisasi kebiasaan merokok dan perilaku vaping.</p>
<p>Keempat, pembuat undang-undang dapat mengembangkan dan menerapkan struktur cukai yang seragam untuk semua produk tembakau dan produk terkait, serta menghapuskan batasan cukai yang berlaku saat ini sebesar 57% dari harga eceran. “Tindakan tersebut akan memungkinkan mereka untuk lebih mudah meningkatkan pajak hingga 75% atau lebih pada harga ritel, sesuai dengan praktik terbaik WHO secara global,” terangnya.</p>
<p>Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati pada tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Tema peringatan tahun ini adalah “Lindungi Anak dari Campur Tangan Industri Produk Tembakau”.<br />
Tema tersebut menggarisbawahi tentang pentingnya melindungi generasi muda dari taktik yang digunakan oleh industri tembakau untuk menarik konsumen generasi berikutnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_0478.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pos kesehatan Bandara King Abdul Aziz Jeddah Siap Layani Jemaah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pos-kesehatan-bandara-king-abdul-aziz-jeddah-siap-layani-jemaah</link>				
         <pubDate>Wed, 29 May 2024 09:57:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pos-kesehatan-bandara-king-abdul-aziz-jeddah-siap-layani-jemaah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 26 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pos Kesehatan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, beroperasi 24 jam sehari untuk melayani jemaah haji yang membutuhkan layanan kesehatan. Layanan ini terbagi dalam 3 shift, dengan masing-masing shift terdiri dari 1 dokter, 3 perawat, dan 1 petugas farmasi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Pos Kesehatan ini dilengkapi dengan obat-obatan, alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan, serta 4 tempat tidur untuk pemeriksaan,&#8221; kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 M, Muhammad Firdaus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Muhammad Firdaus menjelaskan, pos kesehatan ini akan beroperasi selama dua periode. Periode pertama ketika kedatangan jemaah haji gelombang 2 pada 24 Mei-10 Juni 2024. Selanjutnya, periode kedua ketika kepulangan jemaah haji gelombang pertama, yakni 22 Juni-3 Juli 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hingga Sabtu (25/5), yang merupakan hari ketiga sejak Pos Kesehatan didirikan, belum ada jemaah yang memerlukan layanan kesehatan darurat (emergency) di bandara. Berdasarkan laporan dari Tim Kesehatan Haji (TKH), tidak ada pasien yang perlu ditindaklanjuti kasusnya. Mayoritas jemaah, terutama lansia, hanya mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika ada jemaah yang membutuhkan pertolongan, Tim Kesehatan Bandara akan langsung memberikan layanan medis di tempat. Apabila diperlukan rujukan, pasien akan dirujuk ke klinik kesehatan bandara. Sebanyak 23 kelompok terbang (kloter) dengan total 8.974 jemaah haji telah tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-26-at-12.22.38.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Dehidrasi untuk Sehat Berhaji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dehidrasi-untuk-sehat-berhaji</link>				
         <pubDate>Wed, 29 May 2024 09:39:36 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dehidrasi-untuk-sehat-berhaji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 24 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jemaah haji diminta mencegah dehidrasi selama melaksanakan ibadah haji. Dehidrasi tidak hanya membuat jemaah kekurangan cairan tetapi kasus dehidrasi dapat menjadi pangkal penyebab kambuhnya penyakit-penyakit kronis yang mungkin sudah dibawa sejak dari tanah air. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi, yakni minum oralit 1 kali sehari. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Karena jemaah haji tersebut mengalami dehidrasi  sehingga penyakit yang tidak pernah kambuh menjadi kambuh,” kata Kepala Seksi Kesehatan KKHI Madinah dr. Karmijono pada acara sosialisasi minum oralit dengan tema “Cegah Dehidrasi Sehat Berhaji” di Hotel Arjuan Al Saadah, Kamis (23/5).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sosialisasi itu juga dihadiri oleh kepala sektor 3, perangkat kloter, dan jemaah haji yang berada di sektor 3. Dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M, Hotel Arjuan Al Saadah berada dalam Sektor 3. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia juga mengingatkan jemaah yang masih ada di Tanah Air dan akan berangkat ke Arab Saudi untuk membiasakan diri minum oralit. Ia berharap perangkat kloter untuk mengingatkan kepada jemaah untuk minum oralit  yang sudah ada dalam paket yang diberikan di embarkasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, dr. Karmijono menyatakan, hampir 90% pasien yang menjalani perawatan di KKHI berawal dari dehidrasi. Bahkan, ada jemaah haji yang didiagnosis demensia pun dapat kembali pulih dan dapat bergabung kembali dengan kloternya setelah pemulihan cairan dilakukan. Bahkan, ada pasien yang sudah diberangkatkan ke Makkah dalam kondisi yang baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan tersebut, dr. Karmijono menyampaikan jumlah jemaah haji yang dirawat di KKHI Madinah telah berkurang, yakni dari sebelumnya berjumlah 27 orang menjadi 15 orang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Rata-rata jemaah haji yang dirawat mengalami kelelahan sehingga memicu kambuhnya komorbid. Selain itu, jemaah yang dirawat adalah mereka yang jarang minum,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-25-at-20.46.27.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Madinah Mulai Melakukan Evakuasi Jemaah Sakit ke Makkah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kkhi-madinah-mulai-melakukan-evakuasi-jemaah-sakit-ke-makkah</link>				
         <pubDate>Wed, 29 May 2024 09:11:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kkhi-madinah-mulai-melakukan-evakuasi-jemaah-sakit-ke-makkah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 23 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mulai melakukan evakuasi jemaah haji yang sakit ke Makkah pada Kamis (23/5). Evakuasi ini merupakan proses pemindahan jemaah haji yang sakit dari satu daerah kerja (daker) ke daker lain, yakni dari KKHI Madinah ke KKHI Makkah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Seksi Kesehatan KKHI Madinah dr. Karmijono mengatakan, syarat untuk proses evakuasi, yakni jemaah tersebut aman untuk dimobilisasi. Sementara itu, jemaah yang belum stabil tidak dilakukan dievakuasi karena akan membahayakan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ditunggu sampai kondisinya membaik baru dilakukan evakuasi,” kata dr. Karmijono di saat pelaksanaan evakuasi jemaah di KKHI Madinah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">KKHI Madinah mengevakuasi jemaah yang dirawat di KKHI dan kloternya sudah meninggalkan Madinah. Pada Kamis (23/5), evakuasi dilakukan terhadap 6 pasien dan dilakukan dalam 2 tahap.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tahap pertama pada pukul 08.00 WAS, KKHI Madinah mengevakuasi tiga pasien, yakni pasien perempuan penderita depresi psikotik dan suaminya, serta penderita diabetes melitus. Tahap kedua pada malam hari, yakni tiga pasien lainnya yang terdiri dari dua pasien perempuan dan satu pasien laki-laki. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Evakuasi pada setiap tahap dilakukan menggunakan satu ambulans dengan masing masing didampingi oleh dokter dan perawat. Sebelum evakuasi, KKHI Madinah melakukan pemeriksaan pasien untuk mengetahui apakah pasien tersebut layak untuk dibawa perjalanan jauh dari Madinah ke Makkah, yakni selama 6 jam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika tiba di Makkah, pasien tersebut akan dibawa ke KKHI Makkah untuk dilakukan stabilisasi dan dicek ulang kembali untuk memastikan kondisinya. Jika kondisi jemaah sudah stabil dan layak, ia akan dikembalikan ke kloternya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Namun, jika belum layak dikarenakan  kondisinya belum stabil akan dilanjutkan perawatannya,” kata dr. Karmijono di KKHI Makkah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia menjelaskan, evakuasi pasien psikiatri didahului dengan pemeriksaan untuk mengetahui apakah pasien masih dalam kondisi gelisah atau tidak. Jika masih dalam kondisi gelisah, pasien akan dievakuasi saat mendekati hari-hari terakhir operasional KKHI Madinah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Terpaksa ditidurkan, diberikan obat penenang, sehingga selama dalam perjalanan bisa tidur dan tidak mengganggu perjalanan,” ujar dr. Karmi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Evakuasi jemaah haji yang sakit serta dirawat di KKHI Madinah dan rumah sakit Arab Saudi ini membutuhkan keterlibatan petugas di kloter. Kloter yang akan bergerak ke Makkah harus mengetahui apakah ada jemaahnya yang sedang dirawat di KKHI atau rumah sakit Arab Saudi. Kloter akan mengajukan surat ke Kantor Daker Madinah agar dibuatkan surat untuk pengurusan pencabutan paspornya dari kloter sehingga paspornya tidak dibawa ke Makkah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">. (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-25-at-20.52.54-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Madinah Membuka Poli Risti untuk Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kkhi-madinah-membuka-poli-risti-untuk-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Wed, 29 May 2024 08:50:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kkhi-madinah-membuka-poli-risti-untuk-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 21 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mulai membuka Poli Risti bagi jemaah haji pada Senin (20/5). Poli ini terdiri dari Poli Penyakit Dalam, Poli Jantung, Poli Syaraf, Poli Penyakit Paru, Poli Psikiatri, dan Poli Gigi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Seksi Kesehatan dr. Karmijono menjelaskan, pembukaan poli ini bermula dari keprihatinan terhadap kasus wafatnya jemaah haji dan beberapa kasus rujukan yang dibawa ke rumah sakit Arab Saudi maupun ke KKHI. Poli Risti dibentuk untuk mencegah agar jangan sampai ada kondisi jemaah yang tidak terpantau sehingga terjadi kegawatdaruratan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengoperasian poli ini diharapkan bisa mendeteksi sedini mungkin kondisi penyakit kronis jemaah haji risti dan dapat mencegah jemaah mengalami kondisi kegawat daruratan. “Poli ini melibatkan dokter spesialis jantung, dokter spesialis penyakit dalam dokter spesialis penyakit paru dokter spesialis syaraf,” kata dr. Karmijono di KKHI Madinah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia menjelaskan, setiap hari Poli Risti akan melayani 20 jemaah haji yang telah diseleksi melalui pemeriksaan oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK). Seleksi dilakukan setiap hari melalui pemeriksaan rutin yang dilaksanakan di kloter. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, jemaah paling berisiko tinggi (risti) itu dikonsultasikan ke Poli Risti di KKHI agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan pengobatan jika ada indikasi harus dirawat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Seksi Kesehatan juga telah mengungkapkan pembukaan Poli Risti ini kepada Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang berkunjung ke KKHI Madinah pada Minggu (19/5). Saat itu, Muhadjir mengungkapkan keprihatinan banyak jemaah haji yang dirawat di KKHI karena penyakit jantung. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan itu, Menko Muhadjir juga menyampaikan, jika pasien sudah didiagnosis saat di Indonesia pernah mengalami penyakit jantung koroner, sebaiknya pasien langsung diminta pasang ring atau stent jantung dan hal itu dijadikan persyaratan wajib. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Muhadjir, jika pasien tidak mau, ia sebaiknya tidak usah berangkat karena dinyatakan tidak istitha&#8217;ah. Istitha&#8217;ah menunjukkan kemampuan melaksanakan ibadah haji, di antaranya kemampuan jemaah secara jasmaniah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Seksi Kesehatan berharap hal itu dapat terlaksana pada penyelenggaraan haji tahun-tahun berikutnya. ”Semoga bisa terwujud, bukan untuk mempersulit jemaah, tapi untuk menyelamatkan jemaah,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk itu, dr. Karmijono mengatakan, akan ada kajian bersama dokter spesialis dengan mengumpulkan bukti yang mendukung bahwa jika pemasangan </span><i><span style="font-weight: 400;">stent</span></i><span style="font-weight: 400;"> pada orang yang didiagnosis penyakit jantung koroner akan meningkatkan ambang batas serangan sehingga jantung menjadi lebih kuat dan sehat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-25-at-19.14.32.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>PIN Polio Kembali Dilaksanakan di 33 Provinsi di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pin-polio-kembali-dilaksanakan-di-33-provinsi-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 29 May 2024 08:42:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pin-polio-kembali-dilaksanakan-di-33-provinsi-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Jakarta, 28 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dalam dua tahap di 33 provinsi. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas temuan kasus polio di beberapa daerah di Indonesia.</p>
<p>Pada 9 Maret 2024, satu kasus lumpuh layuh akut (LGA) pada anak laki-laki berusia 6 tahun di Kabupaten Nduga terkonfirmasi positif polio tipe II melalui pemeriksaan laboratorium. Onset kelumpuhan terjadi pada 20 Februari 2024.</p>
<p>Pada 6 April 2024, satu kasus polio tipe II lainnya ditemukan di Kabupaten Sidoarjo. Kasus ini melibatkan anak perempuan berusia 11 tahun dengan onset kelumpuhan pada 25 Februari 2024 dan hasil pemeriksaan laboratorium positif polio tipe II.</p>
<p>Pada 25 April 2024, satu kasus LGA pada anak perempuan berusia 11 tahun di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, juga terkonfirmasi positif polio tipe II melalui pemeriksaan laboratorium. Onset kelumpuhan pada kasus ini terjadi pada 25 Februari 2024.</p>
<p>Temuan kasus polio juga terdeteksi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kasus ini melibatkan anak laki-laki berusia 9 tahun dengan onset kelumpuhan pada 20 Desember 2023. Pemeriksaan spesimen tinja pada anak-anak sehat di sekitar kasus (bukan kontak) menunjukkan 8 anak positif polio tipe II. Hal ini menunjukkan adanya transmisi virus polio di Kabupaten Mimika.</p>
<p>Untuk memutus rantai penularan polio dan melindungi anak-anak Indonesia, PIN Polio akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama akan menyasar 6 provinsi, yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.</p>
<p>Selanjutnya, PIN tahap kedua akan dilaksanakan di 27 provinsi lainnya, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, DIY (kecuali Kabupaten Sleman), Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.</p>
<p>Sasaran PIN Polio adalah seluruh anak berusia 0-7 tahun dan tidak memandang status imunisasi sebelumnya. PIN tahap pertama dimulai pada 27 Mei 2024, sedangkan PIN tahap kedua dimulai pada 15 Juli 2024.</p>
<p>Jenis vaksin yang akan digunakan pada PIN Polio di 33 provinsi, yaitu vaksin novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2). Vaksin tersebut juga telah digunakan pada kegiatan sebelumnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Kabupaten Sleman DIY.</p>
<p>Khusus 6 provinsi, yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya, jenis vaksin yang akan digunakan adalah nOPV2 dan vaksin bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV).</p>
<p>Vaksin nOPV2 merupakan vaksin yang hanya digunakan dalam program imunisasi respons terhadap KLB Polio tipe II dan tidak digunakan dalam imunisasi rutin. Vaksin nOPV2 yang digunakan telah bersertifikat PreQualified (PQ) dari WHO dan memiliki Nomor Izin Edar dari BPOM, yakni NIE: DKL2302908336A1.</p>
<p>Sementara itu, vaksin bOPV merupakan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin sejak 2016 dan telah memiliki izin dari WHO dan BPOM. Kedua jenis vaksin merupakan vaksin produksi PT. Biofarma.</p>
<p>Vaksin nOPV2 telah diberikan kepada lebih dari 1 miliar anak di 35 negara. Di Indonesia, vaksin tersebut telah diberikan kepada 15 juta anak dengan 30 juta dosis.</p>
<p>Vaksin telah terbukti melindungi jutaan anak dari penyakit dan kelumpuhan. Data yang terkumpul selama ini, baik dari uji klinis maupun penggunaan vaksin nOPV2, menunjukkan bahwa vaksin ini ditoleransi dengan baik oleh orang dewasa, anak, dan bayi, tanpa adanya kekhawatiran pada Kejadian Ikutan Pasca Pemberian Imunisasi (KIPI) yang diidentifikasi.</p>
<p>Di Indonesia, 15 juta anak telah menerima vaksin ini selama pelaksanaan imunisasi tambahan Polio di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sleman DIY. Dari jumlah tersebut, hanya 745 anak yang melaporkan efek samping ringan, yaitu demam dan diare.</p>
<p>Kemenkes mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan transmisi virus polio dengan cara memastikan anak memperoleh imunisasi rutin dan tambahan polio lengkap; menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti buang air besar (BAB) di jamban dengan tangki septik (septic tank) dan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air; serta segera melapor kepada petugas kesehatan atau puskesmas terdekat jika menemukan anak usia di bawah 15 tahun dengan gejala lumpuh layu mendadak.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_7453.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah dan Kendalikan Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dan-kendalikan-malaria</link>				
         <pubDate>Tue, 28 May 2024 15:07:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dan-kendalikan-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Mei 2024</p>
<p>Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian dunia. Di Indonesia, malaria masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan di daerah-daerah terpencil dan sulit terjangkau.</p>
<p>Malaria adalah penyakit infeksi disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.</p>
<p>Plh. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan dr. Hellen Dewi Prameswari menjelaskan, Indonesia menyumbangkan kasus malaria terbanyak kedua di Asia, setelah India. Indonesia mencatat estimasi 811.636 kasus positif pada 2021.</p>
<p>“Indonesia merupakan salah satu dari sembilan negara endemik malaria di wilayah Asia Tenggara yang menyumbang sekitar 2% dari beban negara malaria secara global,” kata dr. Hellen pada temu media untuk peringatan Hari Malaria Sedunia, yang dilaksanakan secara daring pada Senin (27/5).</p>
<p>Menurut dr. Hellen, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, pada 2023 sebanyak 389 kabupaten/kota telah melakukan eliminasi malaria sesuai target. Pada 2030 mendatang, seluruh wilayah Indonesia ditargetkan telah bebas kasus malaria.</p>
<p>Tren pemeriksaan kasus malaria mengalami kenaikan pada 2023 dengan 3.464.862 pemeriksaan dibandingkan 3.358.447 pemeriksaan pada 2022. Di sisi lain, angka positif malaria sebenarnya mengalami penurunan pada 2023 dengan 418.546 kasus dibandingkan pada 2022 dengan 443.530.</p>
<p>Meski mengalami peningkatan pemeriksaan dan penurunan kasus positif, target nasional Positivity Rate (PR) malaria &lt;5% masih belum tercapai. Capaian nasional pada 2023 masih sebesar 12,08%.</p>
<p>“Perlu peningkatan penemuan kasus baik aktif dan pasif di daerah endemis maupun di daerah bebas malaria yang berisiko serta peningkatan pencatatan dan pelaporan pada sismal V3,” kata dr. Hellen.</p>
<p>Kemenkes melalui P2PM menyampaikan, malaria dapat dicegah dan dikendalikan dengan upaya pengendalian vektor serta penatalaksanaan kasus malaria yang tepat. Terdapat tiga upaya pengendalian vektor malaria.</p>
<p>Pertama, membersihkan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan cara menggerakkan masyarakat untuk membersihkan lingkungan, melancarkan saluran air agar tidak tergenang, mengeringkan air yang tergenang, serta membersihkan lumut pada mata air dan danau.</p>
<p>Kedua, mengurangi populasi nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.) di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya, menebarkan larvasida/racun jentik serta menanam tanaman pengusir nyamuk seperti kecombrang, sereh, zodia, lavender dan marigold.</p>
<p>Ketiga, menghindari gigitan nyamuk malaria dengan tidur menggunakan kelambu anti nyamuk, memakai obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada lobang angin/ventilasi rumah, menjauhkan kandang ternak dari rumah, memakai obat anti nyamuk oles (repelen), serta apabila keluar rumah pada malam hari, memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain.</p>
<p>Sementara itu, tata laksana kasus malaria dapat melalui pemeriksaan laboratorium dengan cara pemeriksaan sediaan darah untuk penegakan diagnosis dan pengobatan sesuai standar program nasional.</p>
<p>Kemenkes juga membuat empat inovasi dalam upaya percepatan eliminasi malaria. Pertama, Mass Drug Administration (MDA), yakni pengobatan malaria secara massal di daerah endemis tinggi malaria terpilih. Kedua, Intermittent Preventive Treatment (IPT) in pregnancy, yakni pencegahan malaria dengan obat malaria pada ibu hamil pada daerah endemis tinggi malaria terpilih. Ketiga, pengembangan vaksin malaria. Terakhir, intervensi pengobatan pencegahan dan repelen (repellent) pada pekerja hutan.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara dr. Jansje Grace Makisurat, yang turut hadir sebagai narasumber pada temu media tersebut menyampaikan, Kegiatan Targeted Drug Administration (TDA) di Penajam Paser Utara (PPU) pada 2023 berhasil menurunkan kasus malaria. Pada 2020, terdapat 1.364 kasus dan turun menjadi 232 kasus hingga April 2024.</p>
<p>“Kasusnya memang menurun walaupun pertambahan jumlah penduduk di wilayah IKN itu bertambah secara signifikan,” kata Kadinkes PPU dr. Jansje Grace.</p>
<p>Menurut dr. Jansje, Dinkes PPU pada 2024 akan mengupayakan capaian target Slide Positif Rate (SPR) di bawah 5%, sedangkan saat ini masih berada pada SPR 19%. Target itu akan dicapai melalui berbagai upaya seperti kegiatan skrining di semua segmen pekerjaan di IKN, pekerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), pekerja di PT. Itci Hutani Manunggal (IHM) yang berada di wilayah IKN dan wilayah penyangga.</p>
<p>Kegiatan yang dilakukan di PPU dalam menurunkan kasus malaria adalah pelatihan kader malaria dan pemberian Obat Anti Malaria (OAM). OAM diberikan pada kelompok target (TDA) dengan tujuan membasmi sumber malaria di lingkungan masyarakat. OAM juga diberikan kepada kelompok kerja hutan/MMP IPTF (Intermittent Preventive Treatment in Forest Goers) dengan tujuan memberikan perlindungan pekerja hutan yang akan menginap di hutan. TDA dan IPTF yang dilakukan di PPU diharapkan dapat memutus mata rantai penularan malaria.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/Screenshot_20240528_144503_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ini Contoh Dokter Asing yang Bawa Manfaat untuk Masyarakat dan Dokter Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ ini-contoh-dokter-asing-yang-bawa-manfaat-untuk-masyarakat-dan-dokter-indonesia</link>				
         <pubDate>Mon, 27 May 2024 16:09:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ ini-contoh-dokter-asing-yang-bawa-manfaat-untuk-masyarakat-dan-dokter-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumatera Utara, 27 Mei 2024</p>
<p>Tim medis berjumlah 22 orang dari Arab Saudi akan terus membantu menyelamatkan nyawa masyarakat tidak mampu di Sumatera Utara. Mereka juga akan memberikan ilmu dan keterampilan bedah jantung terbuka tingkat lanjut kepada dokter-dokter Indonesia.</p>
<p>Hal itu sebagai bentuk kerja sama sektor kesehatan antara Indonesia dan Arab Saudi. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik di Medan, Sumatera Utara, telah melakukan kerja sama dengan King Salman (KS) Relief dan Muslim World League dari Arab Saudi untuk menyelenggarakan kegiatan sosial berupa operasi jantung gratis bagi pasien tidak mampu.</p>
<p>Kegiatan sosial ini terdiri dari tiga periode pelayanan. Periode pertama berlangsung dari awal Mei hingga 27 Mei, yang menargetkan 10 pasien. Periode kedua berlangsung dari 2 hingga 9 Juni 2024. Periode ketiga berlangsung dari 25 hingga 1 Juli 2024. Periode kedua dan ketiga menargetkan 15-20 pasien.</p>
<p>“Saya sangat bersyukur dengan program ini. Saya dari kalangan tidak mampu. Terima kasih tak terhingga untuk tim dokter dari Arab Saudi,” kata Marihot Sianturi, keluarga pasien Fitri Sianturi (22), yang berasal Sidikalang, Kabupaten Dairi, yang berjarak sekitar 5 jam perjalanan darat dari Medan.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kehadiran tim dokter dari Arab Saudi tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan pelatihan kepada dokter-dokter muda yang menangani bedah jantung terbuka, katerisasi, dan bedah jantung anak di RSUP Adam Malik.</p>
<p>“Ini contoh nyata keberadaan dokter asing dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter-dokter spesialis bedah jantung kita terutama yang muda-muda karena mereka juga turut terlibat dan melihat langsung tindakan yang dilakukan oleh beberapa dokter bedah jantung terbaik di Arab Saudi,” kata Menkes.</p>
<p>&#8220;Keberadaan dokter asing ini akan memacu peningkatan kualitas dan akan mempercepat alih ilmu pengetahuan untuk para dokter muda Indonesia. Mereka akan berlatih dan bekerja bersama dokter-dokter ternama dari mancanegara, mempelajari disiplin kerja mereka, budaya kerja mereka, dan interaksi terhadap pasien.”</p>
<p>Menkes menambahkan bahwa transfer pengetahuan dari tim dokter Arab Saudi meliputi tindakan operasi AV Replace dan Bentall Procedure yang belum pernah dilakukan di Sumatera Utara. Operasi tersebut merupakan dua jenis operasi jantung terbuka yang kompleks dan digunakan untuk menangani berbagai kondisi katup jantung yang rusak.</p>
<p>Ketua Tim Pengampu Layanan Kardiovaskular RSUP Adam Malik dr Faisal Habib SpJP(K) menjelaskan, dokter spesialis bedah jantung atau spesialis jantung intervensi dari Arab Saudi turut memberikan pengetahuan (transfer of knowledge) kepada para dokter di Adam Malik untuk menangani kasus-kasus bedah jantung dan kateterisasi tingkat lanjut (advance).</p>
<p>“Salah satu keahlian mereka yang advance adalah bagaimana melakukan bedah jantung dengan tidak lagi buka seluruh dada, tetapi hanya sebagian kecil bukaan. Inilah keahlian mereka yang kita pelajari,” kata dr Faisal.</p>
<p>Tim medis dari Arab Saudi terdiri dari 11 dokter dan 11 tim penunjang seperti perawat spesialis, perfusionist, dan terapis pernafasan (respiratory therapist). Mereka berasal dari King Faisal Cardiac Center (KFCC), King Abdul-Aziz Medical City (KAAMC), dan King Abdullah International Medical Research Center (KAIMRC).</p>
<p>Program kerja sama dengan mendatangkan tenaga medis asing ini merupakan bagian dari pilar kedua Transformasi Sistem Kesehatan Rujukan, yakni seluruh rumah sakit pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat melakukan bedah jantung terbuka dan bedah jantung anak tanpa harus selalu dirujuk ke Jakarta.</p>
<p>Penyakit jantung merupakan penyumbang kematian kedua terbesar, yaitu 250.000 orang per tahun dan 6.000 anak per tahun di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, perspektif terhadap keberadaan dokter asing harus dipahami untuk menyelamatkan nyawa manusia, serta mempercepat peningkatan kemampuan dan kualitas dokter-dokter muda Indonesia dalam menekan angka kematian.</p>
<p>Menkes Budi menekankan keberadaan dokter asing jangan dijadikan provokasi yang memicu kekhawatiran tenaga medis bahwa pendapatan mereka akan turun atau peluang kerja mereka akan hilang, saat Indonesia justru kekurangan banyak dokter spesialis.</p>
<p>“Mari kita kurangi banyak bicara yang negatif dan kita tambah banyak bekerja yang positif, demi kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_1422-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Mengenal Sindrom Cornelia, Kelainan Genetik Langka Pada Bayi Baru Lahir</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ mengenal-sindrom-cornelia-kelainan-genetik-langka-pada-bayi-baru-lahir</link>				
         <pubDate>Mon, 27 May 2024 09:01:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ mengenal-sindrom-cornelia-kelainan-genetik-langka-pada-bayi-baru-lahir</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Mei 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melakukan audiensi dengan Yayasan Sindrom Cornelia Indonesia (YSCI) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Senin (27/5). Audiensi tersebut membahas tentang dukungan, pelayanan dan intervensi terhadap anak dengan Sindrom Cornelia atau Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) di Indonesia.</p>
<p>Sindrom Cornelia merupakan salah satu penyakit langka pada bayi baru lahir. Kelainan ini terjadi akibat mutasi genetik pada setidaknya 5 gen, yaitu NIPBL, SMC3, RAD21, SMC1A, HDAC8, saat proses pembuahan di dalam kandungan.</p>
<p>Kondisi langka ini hanya terjadi pada 1 dari 30.000 kelahiran. Di Indonesia, jumlah pengidap Sindrom Cornelia diperkirakan mencapai 160 orang.</p>
<p>Anak dengan Sindrom Cornelia memiliki karakteristik fisik yang khas, seperti alis tebal melengkung yang kerap bertemu di tengah (synophrys), lingkar kepala kecil (mikrosefali), malformasi tangan dan lengan, banyak bulu tumbuh di sekitar wajah, dahi dan punggung, serta lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).</p>
<p>Ciri-ciri lainnya termasuk hidung pendek, bibir kecil dan sumbing. Beberapa kasus anak Sindrom Cornelia juga memiliki ciri kelebihan atau kehilangan jari dan bahkan kehilangan lengan bagian bawah, serta bentuk tangan dan kaki sangat mungil dengan jari-jari yang pendek.</p>
<p>Selain itu, ada pula kasus dengan ciri kelainan pada organ tubuh seperti kejang, cacat jantung, gangguan pernapasan, gangguan pendengaran, dan rabun jauh. Ada pula anak Sindrom Cornelia yang mengalami keterlambatan pertumbuhan dan kognitif dengan IQ berkisar 30 hingga 102.</p>
<p>Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak dengan Sindrom Cornelia mengalami semua ciri-ciri tersebut. Ciri-ciri itu tergantung pada variasi dan tingkat keparahan penyakit.</p>
<p>Kelainan langka ini tidak diturunkan dan tidak menular, sehingga kasus ini dapat terjadi pada siapapun tanpa ada riwayat penyakit pada keluarga.</p>
<p>Hingga saat ini, penyebab pasti Sindrom Cornelia belum diketahui dan diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis. Hal ini seringkali berakibat pada keterlambatan penanganan.</p>
<p>Menyadari hal tersebut, Wamenkes Dante menekankan pentingnya pengobatan yang cepat dan tepat bagi anak-anak dengan Sindrom Cornelia. Apalagi, anak dengan Sindrom Cornelia memiliki angka harapan hidup yang relatif lebih rendah dibanding anak normal.</p>
<p>“Angka harapan hidup anak CdLS relatif lebih rendah dibanding anak normal. Namun, dengan pengobatan dan kolaborasi yang baik dari lintas sektor harapan hidup itu bisa meningkat,” kata Wamenkes.</p>
<p>Wamenkes Dante menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menjalin kerja sama dengan YSCI untuk melakukan beberapa program penyediaaan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi anak dengan Sindrom Cornelia.</p>
<p>Salah satu ruang lingkup yang didorong oleh Wamenkes Dante adalah soal pemeriksaan genetik dengan memanfaatkan teknologi sequencing. Pemeriksaan berbasis gen atau DNA ini bertujuan mendeteksi sejak dini kecenderungan anak mengidap Sindrom Cornelia.</p>
<p>Tak hanya itu, Wamenkes juga mengatakan, vaksinasi tambahan serta dukungan dalam pembiayaan BPJS Kesehatan juga rencananya akan diperkuat untuk mendukung penanganan Sindrom Cornelia di Indonesia.</p>
<p>“Kami siap bantu agar anak-anak tetap sehat, supaya anak-anak bisa tertangani dengan baik, perkembangannya baik kecerdasan maupun imunitasnya supaya bisa seperti anak-anak lain,” lanjut Wamenkes.</p>
<p>Ketua Yayasan Sindrom Cornelia Indonesia sekaligus orang tua dari anak dengan Sindrom Cornelia, Koko Prabu, mengatakan, pertemuan ini merupakan awal yang baik bagi anak penyandang Sindrom Cornelia untuk mendapat dukungan serta pelayanan kesehatan yang lebih baik.</p>
<p>Diharapkan, angka harapan hidup anak dengan Sindrom Cornelia kian meningkat seperti anak normal lainnya.</p>
<p>“Meski difabel berat, angka harapan hidup tinggi, sehingga mereka bisa menjadi guru untuk anak-anak lain,” harap Koko.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/ee643859-fd13-4432-a001-c85a2b867b21.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Emas: Menjaga Orang Sehat, Bukan Mengobati Orang Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-emas-menjaga-orang-sehat-bukan-mengobati-orang-sakit</link>				
         <pubDate>Sat, 25 May 2024 13:48:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-emas-menjaga-orang-sehat-bukan-mengobati-orang-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Gorontalo, 24 Mei 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa untuk membuat orang sehat, diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif daripada upaya kuratif.</p>
<p>“Kalau mau sehat, jangan tunggu sampai sakit. Jaga tetap sehat,” tegas Menkes Budi saat Rakerkesda Prov. Gorontalo pada Jumat (24/5).</p>
<p>Ia menjelaskan penyebab kematian pada seseorang paling banyak adalah penyakit kronis seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal. Namun, penyakit kronis tersebut dapat dideteksi dini dan dicegah. Karena itu, Menkes Budi menekankan untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan.</p>
<p>“Karena strategi yang benar itu bukan menunggu, tetapi menjaga orang sehat bukan mengobati orang sakit. Ini beda strateginya,” ujarnya.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, dirinya merevitalisasi 10.000 puskesmas dengan melengkapi alat untuk bisa mengukur tekanan darah, gula darah, dan lemak darah. Hal ini agar masyarakat dapat rajin mengukur dan mengendalikan tekanan darah secara rutin. Jika diperoleh hasil yang tidak sesuai, masyarakat bisa mendapatkan obat puskesmas secara gratis.</p>
<p>“Kalau bapak ibu mengukur rutin tekanan darah, gula darah, Insya Allah, bapak dan ibu, tidak akan ada berita meninggal di bawah usia 70 tahun,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menkes Budi juga menyinggung harapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Indonesia Emas dan Negara Maju.</p>
<p>Ia menjelaskan, umumnya berhasil atau tidaknya sebuah negara menjadi negara maju dapat dilihat dari puncak bonus demografi, yaitu masa di mana usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif. Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak bonus demografi pada 2030.</p>
<p>Untuk memenuhi target tersebut, Menkes Budi mengutarakan bahwa Indonesia perlu memenuhi kriteria negara maju, salah satunya dapat dilihat dari pendapatan per kapita masyarakat sebesar 13 ribu dolar Amerika Serikat (AS) per tahun atau Rp 15 juta per bulan. Agar tercapai, Indonesia perlu mencetak generasi sehat dan produktif.</p>
<p>“Enam tahun lagi dari sekarang. Kalau tahun itu gagal maka akan semakin susah bagi Indonesia untuk menjadi negara maju, dan akibatnya Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan menengah terus,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, hal ini perlu dipersiapkan mulai dari menjaga kesehatan anak dari usia minus 9 bulan. Sebab, jika seorang anak telanjur terlahir stunting maka akan menurunkan produktivitas kehidupan anak tersebut.</p>
<p>Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim mengatakan, wilayah dengan julukan ‘Serambi Madinah’ itu masih memiliki berbagai tantangan, salah satunya masalah stunting.</p>
<p>Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia, Sekda Sofian melaporkan, terdapat peningkatan kasus stunting di Provinsi Gorontalo dari tahun ke tahun.</p>
<p>“Tahun ini seharusnya angka stunting itu ada di level 14%, tapi ketika dilakukan survei kesehatan Indonesia awal tahun ini, untuk memotret stunting di 2023 kemarin agak naik 3,1% dari 23,8% menjadi 26,9%,” katanya.</p>
<p>Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional di BSD, Tangerang pada 24-25 April 2024. Oleh sebab itu, setiap provinsi akan menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan mengadakan Rakerkesda, termasuk Provinsi Gorontalo.</p>
<p>Kadinkes Prov. gorontalo Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM mengatakan bahwa Rakerkesda Provinsi Gorontalo akan merencanakan aksi daerah yang berfokus pada 6 pilar transformasi kesehatan yang telah digaungkan oleh Kemenkes, yaitu Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.</p>
<p>“Secara khusus merencanakan aksi daerah yang fokus pada 6 pilar transformasi kesehatan dan percepatan penurunan stunting, merumuskan strategi pelaksanaan transformasi kesehatan di 2024, terinformasinya kebijakan dan rencana implementasi transformasi kesehatan tahun 2024, dan sekaligus menjadi forum komunikasi terbuka untuk berdiskusi terkait kendala, hambatan, dan tantangan. Solusi dalam pencapaian permasalahan kesehatan di Provinsi Gorontalo.”</p>
<p>Kegiatan ini, yang mengusung tema “Percepatan Atasi Stunting dan Implementasi Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas”, diharapkan dapat terlaksana evaluasi pencapaian kinerja Provinsi Gorontalo dalam bidang kesehatan selama 2023, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk capaian kinerja 2024 dalam forum komunikasi terbuka antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240525-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan RSUD Ainun Gorontalo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-perkuat-layanan-kesehatan-rsud-ainun-gorontalo</link>				
         <pubDate>Sat, 25 May 2024 11:20:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-perkuat-layanan-kesehatan-rsud-ainun-gorontalo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Gorontalo, 24 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan upaya mendukung pemenuhan layanan kesehatan di Indonesia untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie, Gorontalo.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa semua rumah sakit provinsi harus bisa mengampu semua rumah sakit di Kabupaten/Kota agar derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat sekaligus meminimalisir rujukan ke Pulau Jawa.</p>
<p>“Kalau bisa tidak ada pasien yang dirujuk. Kalau bisa selesai di sini, baik itu penyakit kanker, stroke, dan jantung,” kata Menkes saat menghadiri Ground Breaking RS Ainun pada Jumat (24/5).</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan bahwa Kemenkes juga akan berupaya melengkapi 514 kabupaten/kota dengan alat penunjang kesehatan, seperti CT Scan, mamografi, cath lab, set endourologi basic untuk ginjal, dan alat kemoterapi untuk kanker. Dengan demikian, semua kab/kota bisa memberikan layanan kesehatan dasar untuk penyakit stroke, jantung, kanker, dan ginjal.</p>
<p>“Jadi, tidak usah khawatir, semuanya akan dapat. Setiap provinsi akan mendapatkan set yang tadi, ditambah dengan MRI dan brakiterapi untuk pengobatan kanker dari dalam,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Kendati demikian, Menkes berharap ada upaya pemerintah daerah untuk turut berinisiatif dalam pengembangan kesehatan di wilayahnya.</p>
<p>“Harus ada sarana prasarana dan SDM, dalam hal ini dokter spesialis. Kalau tidak ada dokternya, alatnya hanya jadi pajangan,” ucap Menkes.</p>
<p>Menkes Budi mengajak seluruh aparat kesehatan untuk melihat masalah kesehatan dari sisi masyarakat, dan bukan dari pejabat, menteri, direktur utama rumah sakit, atau dokter. Semua rumah sakit harus memahami kondisi pasien yang berkunjung untuk berobat.</p>
<p>Selain itu, rumah sakit harus memahami jumlah pasien yang meninggal, penyebab paling banyak meninggalnya pasien, dan penyakit paling banyak yang menyebabkan pasien dirujuk ke rs lainnya. Dengan demikian, Menkes Budi, menambahkan, bantuan yang akan diberikan olehnya akan lebih efektif berdasarkan permasalahan kesehatan yang ada.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Direktur Utama RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Fitriyanto Rajak, menyatakan kesiapan rumah sakit, khususnya dari sisi sumber daya manusia (SDM), untuk mendukung semua program Kemenkes terkait penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Akan tetapi, kondisi sarana prasarana yang dimiliki oleh rumah sakit masih sangat terbatas.</p>
<p>Karena itu, dia berterima kasih kepada Kemenkes atas bantuan yang diberikan.</p>
<p>“Jadi, berkat dukungan Kemenkes, kami bisa menambah jumlah tempat tidur RS kami karena jumlah kunjungan RS kami sudah cukup tinggi,” ucapnya.</p>
<p>Melalui bantuan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim berharap dapat meningkatkan akreditasi RSUD dengan Tipe C sehingga menjadi kebanggaan di kabupaten/kota lainnya.</p>
<p>Melalui kesempatan ini, Sofian berharap Menkes Budi dapat mendukung RS Ainun dengan menjadikannya sebagai lokus prioritas untuk empat penanganan, yaitu jantung, kanker, stroke, dan uronefrologi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240525-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUP Adam Malik dan Arab Saudi Kerja Sama Operasi Jantung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rsup-adam-malik-dan-arab-saudi-kerja-sama-operasi-jantung</link>				
         <pubDate>Fri, 24 May 2024 13:50:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rsup-adam-malik-dan-arab-saudi-kerja-sama-operasi-jantung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Rabu, 22 Mei 2024</p>
<p>Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik di Medan, Sumatera Utara, melakukan kerja sama dengan King Salman (KS) Relief dan Muslim World League dari Arab Saudi untuk melakukan kegiatan sosial operasi jantung. </p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi bantuan dari Arab Saudi yang membantu melakukan operasi jantung di RSUP Adam Malik.</p>
<p>“Muslim World League dan King Salman Relief sangat membantu RS Adam Malik untuk melakukan operasi jantung,” ujar Menkes Budi, pada konferensi pers, Rabu (22/5).</p>
<p>Dalam praktiknya, KS Relief melakukan program bantuan medis kemanusiaan dengan melakukan operasi jantung di Kota Medan, Sumatera Utara. Pasien yang melakukan operasi jantung dalam kerja sama dengan Arab Saudi ini tidak perlu mengeluarkan biaya atau gratis karena sudah di-cover BPJS Kesehatan. </p>
<p>Kegiatan sosial operasi jantung ini berlangsung dalam tiga periode. Periode pertama berlangsung sampai 27 Mei 2024. Sementara itu, periode kedua pada 2-9 Juni 2024, dan periode ketiga pada 25 Juni sampai 1 Juli 2024.</p>
<p>Kegiatan sosial operasi jantung ini dilakukan oleh para tenaga medis ahli dan terkemuka di Arab Saudi. Para tenaga medis ini akan melakukan operasi jantung terhadap 15-20 pasien pada setiap periode. </p>
<p>“Kami menegaskan bahwa Kedutaan Arab Saudi terbuka untuk pelaksanaan program operasi jantung ini dan dengan senantiasa memberikan fasilitas kemudahan bagi terlaksananya kegiatan operasi jantung tersebut,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah.</p>
<p>Kerajaan Arab Saudi memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Karena itu, Kerajaan Arab Saudi melalui KS Relief berkomitmen untuk memberikan bantuan di berbagai macam sektor di bidang kemanusiaan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53737585192_27f7885d99_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tim Kesehatan Bandara Edukasi Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tim-kesehatan-bandara-edukasi-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Wed, 22 May 2024 19:31:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tim-kesehatan-bandara-edukasi-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 21 Mei 2024</p>
<p>Seorang jemaah haji dari Kloter UPG 12 mengeluhkan sesak nafas ketika turun dari pesawat di Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, Selasa (21/5). Tim Kesehatan Bandara (TKB) langsung melakukan pemeriksaan kesehatan, yakni mengukur tekanan darah dan saturasi oksigen pasien tersebut.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi sedangkan saturasi oksigen masih baik, yakni 99. Selain itu, jemaah haji itu tidak terlihat tidak sesak ketika bicara.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, Tim Kesehatan Bandara menyarankan agar jemaah haji tersebut langsung beristirahat ketika tiba di hotel. TKB juga meminta jemaah haji untuk makan tepat waktu karena sesak nafasnya disebabkan asam lambung dan bukan penyakit lainnya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, TKB juga berpesan kepada Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) untuk memantau jemaah tersebut dan membawanya ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) jika terjadi keluhan lebih lanjut. TKHI merupakan tim kesehatan yang bertugas memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji di kloter.</p>
<p>Selain melakukan deteksi dini terhadap jemaah yang baru turun dari pesawat dan membutuhkan layanan kesehatan, TKB juga melakukan edukasi kesehatan kepada jemaah haji sesaat ketika jemaah berjalan menuju bus jemputan yang akan membawa menuju penginapan. TKB mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan seperti beristirahat ketika tiba di hotel dan minum air putih sebelum haus.</p>
<p>Selain itu, jemaah juga selalu diingatkan untuk minum obat dengan teratur, makan tepat waktu, serta mengenakan alat pelindung diri lengkap (APD) selama di Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Pakai topi atau payung untuk melindungi kepala, masker agar terhindar dari penularan penyakit dan debu serta jangan lupa sesekali semprot kan air,” kata Randy selaku anggota Tim Kesehatan Bandara.</p>
<p>Selain itu, Kepala Seksi Kesehatan Bandara Muhammad Firdaus mengatakan, TKHI diwajibkan untuk mengirimkan laporan apabila ada jemaah yang memerlukan tindakan medis.</p>
<p>&#8220;Ingatkan kepada jemaah untuk beristirahat sesampai di hotel, minum air putih yang cukup, dan gunakan APD jika ingin beraktivitas di luar,” kata Kasie Bandara Firdaus berpesan kepada TKHI.</p>
<p>&#8220;Jangan lupa kirimkan laporan jika ada jemaah yang memerlukan tindakan segera,&#8221; kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240522-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Edukasi Kesehatan Haji Tim Promkes Datangi Bus Jemaah dan Penginapan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ edukasi-kesehatan-haji-tim-promkes-datangi-bus-jemaah-dan-penginapan</link>				
         <pubDate>Wed, 22 May 2024 15:29:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ edukasi-kesehatan-haji-tim-promkes-datangi-bus-jemaah-dan-penginapan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 18 Mei 2024</p>
<p>Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Kesehatan melakukan edukasi kesehatan dengan mendatangi bus yang mengangkut jemaah haji asal Cilacap, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter 27 SOC pada Sabtu (18/5). Dalam edukasi tersebut, Tim Promkes mengingatkan jemaah untuk selalu minum air putih meski tidak haus.</p>
<p>Cuaca di Arab Saudi sangat panas dan kering membuat jemaah tidak sering bekeringat saat beraktivitas dan jarang buang air kecil. Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari jemaah dengan cara memperbanyak minum agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca yang panas dan kering.</p>
<p>“Minum air minimal 200 ml setiap jam. Cara minumnya tidak sekaligus, dapat diminum secukupnya sehingga 200 ml dihabiskan dalam waktu 1 jam. Jangan tunggu haus, dan jangan takut untuk ke toilet,” kata Elvi, salah satu Tim Promkes PPIH bidang Kesehatan.</p>
<p>Elvi Juga mengingatkan untuk para jemaah untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti topi, masker, kacamata hitam, dan alas kaki, serta botol semprot. Masker dan botol semprot sudah dibagikan kepada para jemaah haji sebelum keberangkatan sehingga dapat digunakan ketika tiba di Madinah.</p>
<p>Selain itu, jemaah diingatkan untuk selalu membawa kantong kresek untuk tempat sandal ketika salat di Masjid Nabawi. Hal ini karena ada jemaah yang meninggalkan sandalnya di pintu masuk, tetapi kemudian keluar lewat pintu berbeda sehingga jemaah tersebut tidak mengenakan alas kaki. Akibatnya, kakinya melepuh dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga mengganggu aktivitas ibadah.</p>
<p>Setelah tiba di Tanah Suci, jemaah akan melakukan perjalanan menggunakan bus menuju penginapan. Ketika turun dari bus yang mengantarkan ke penginapan, jemaah diingatkan untuk langsung beristirahat dan tidak langsung ke masjid.</p>
<p>”Istirahat yang cukup karena habis perjalanan jauh dan panjang. Ketika besoknya beribadah, sudah segar sehingga dapat beribadah dengan lebih khusyuk,” kata Elvi.</p>
<p>Selain melakukan penyuluhan di dalam bus, Tim Promkes juga melakukan penyuluhan dengan cara mendatangi penginapan. Penyuluhan yang dilakukan pada Sabtu (15/5) lalu dilakukan kepada jemaah haji Kloter 02 PDG di lorong lantai 8 Hotel Ammar Elite.</p>
<p>Seperti penyuluhan kepada jemaah di dalam bus, Tim Promkes juga mengingatkan jemaah di penginapan untuk selalu minum air putih. Selain itu, jemaah yang mempunyai penyakit darah tinggi dan kencing manis untuk bertemu dengan dokter di kloternya dan mendapatkan obat yang akan membantu mereka.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-20-at-12.58.42.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tak Tanggung-tanggung, Menkes Budi Luncurkan 5 Inovasi untuk SDM Kesehatan di Forum Komunikasi Nasional Tenaga Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tak-tanggung-tanggung-menkes-budi-luncurkan-5-inovasi-untuk-sdm-kesehatan-di-forum-komunikasi-nasional-tenaga-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 22 May 2024 15:26:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tak-tanggung-tanggung-menkes-budi-luncurkan-5-inovasi-untuk-sdm-kesehatan-di-forum-komunikasi-nasional-tenaga-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Mei 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara resmi meluncurkan 5 inovasi terbaru untuk SDM Kesehatan pada kegiatan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) Tenaga Kesehatan di Jakarta, Selasa (21/5). Lima inovasi ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah kekurangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan berbagai upaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, fasilitas, sarana dan prasarana tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Salah satu masalah kesehatan di Indonesia karena kekurangan SDM kesehatan.</p>
<p>“Masalah SDM kesehatan ada tiga, masalah jumlahnya, distribusinya, dan kualitasnya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Saat ini, rasio dokter dibanding penduduk Indonesia sangat rendah, yakni 0,46 per 1.000 penduduk. Rasio itu membuat Indonesia sangat jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki rasio dokter di atas 1 per 1.000 penduduk.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, jika dilihat dari sisi perspektif masyarakat, akses kesehatan masih sulit didapatkan karena tenaga medis dan tenaga kesehatan masih kurang dan teralokasi di Pulau Jawa. Bahkan, masih banyak alat dan fasilitas yang disediakan di kabupaten/kota yang menunggu keberadaan dokter spesialis untuk pengoperasioannya.</p>
<p>“Secara masif, kesempatan kerja masih banyak. Dokternya sangat kurang, dokter spesialis dan tenaga kesehatan pendukungnya juga kurang,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Karena itu, Kemenkes membuat inovasi terbaru untuk SDM kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kemudahan tenaga kesehatan dalam memenuhi beberapa prasyarat standar dan prasyarat kualitas.</p>
<p>Inovasi pertama, Perencanaan Kebutuhan Nasional Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Perencanaan nasional untuk menjadi referensi atau dasar pemerintah, termasuk dinas kesehatan, mengambil kebijakan mengenai penempatan seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.</p>
<p>Kedua, Sistem Informasi Evaluasi Kompetensi untuk Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan WNI dan WNA Lulusan Luar Negeri. Sistem informasi ini memuat evaluasi kompetensi yang transparan agar diaspora dan WNA yang dibutuhkan dapat masuk Indonesia tanpa menghadapi waktu yang panjang dan tidak jelas.</p>
<p>Ketiga, SATUSEHAT Satuan Kredit Profesi (SKP). Platform tunggal yang terintegrasi dengan SATUSEHAT SDMK yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mencapai kebutuhan SKP-nya.</p>
<p>Keempat, Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan Berbasis Computer Assisted Test (CAT). Tenaga Kesehatan dapat langsung ujian jika poin telah mencukupi, dan dapat naik jabatan fungsionalnya jika lulus secara online (daring) dan mendapatkan rekomendasi dari tempat bekerja.</p>
<p>Kelima, STR “0” Rupiah. Selain STR seumur hidup, nantinya STR tidak berbayar bagi seluruh WNI yang berada di Indonesia.</p>
<p>Berbagai upaya untuk meningkatkan pemenuhan tenaga kesehatan di Indonesia ini tidak dapat dilakukan dengan mendahului sentimen pribadi atau kepentingan golongan. Salah satu hal yang akan menjadi kunci keberhasilan lima inovasi kesehatan tersebut adalah dukungan pemangku kepentingan (stakeholder).</p>
<p>“Saya mengajak teman-teman untuk menggeser perspektifnya kepada masyarakat, apa yang bisa kita lakukan ke masyarakat, apa masalah terbesar di masyarakat, serta bagaimana kita mengatasinya,” ajak Menkes Budi.</p>
<p>Kesehatan masyarakat merupakan hal yang utama dan paling utama. Karena itu, segala kebijakan dan regulasi harus dilihat dari perspektif yang positif untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia, dengan terus bersinergi menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53736230660_ce95f999b6_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hadapi Cuaca Panas, Ini Tips Agar Jemaah Haji tidak Sakit Berat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ hadapi-cuaca-panas-ini-tips-agar-jemaah-haji-tidak-sakit-berat</link>				
         <pubDate>Wed, 22 May 2024 15:15:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ hadapi-cuaca-panas-ini-tips-agar-jemaah-haji-tidak-sakit-berat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Mei 2024</p>
<p>Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024, pemerintah berharap seluruh jemaah tidak mengalami sakit berat ketika menjalani ibadah yang menuntut ketahanan fisik di tengah cuaca panas Arab Saudi.</p>
<p>Karena itu, pemerintah melalui Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memantau kesehatan para jemaah yang memiliki riwayat penyakit (komorbid) seperti hipertensi, diabetes dan jantung. Pemantauan kesehatan ini dibagi dalam sejumlah kategori risiko, yakni risiko tinggi, sedang, dan rendah.</p>
<p>Pengelompokkan kategori risiko kesehatan ini tidak hanya ditujukan bagi jemaah lanjut usia atau lansia, melainkan jemaah haji lain yang bukan lansia dan memiliki komorbid. Sebanyak 30 orang teratas di tiap kloter yang masuk kategori risiko tinggi menjadi kelompok prioritas.</p>
<p>Kepala Puskes Haji Kemenkes RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M mengatakan, 30 orang yang masuk kategori jemaah prioritas harus dimonitor kesehatannya secara rutin, yakni minimal dua hari sekali. Dalam monitoring kesehatan ini, petugas kesehatan akan melakukan pengecekan tensi darah.</p>
<p>Mereka juga harus minum obat secara teratur. Puskes Haji Kemenkes sudah mengimbau jemaah minum obat dan membawa obat rutin pribadi ke Tanah Suci sejak jemaah masih berada di Indonesia.</p>
<p>“Jadi, kami anjurkan sejak saat menjelang berangkat. Kami sudah sampaikan semua ke petugas kesehatan, pokoknya jangan lupa jemaah yang sudah rutin minum obat untuk membawa obat rutinnya selama kebutuhan 40 hari di Tanah Suci,” kata Liliek di Jakarta, ditulis Senin (20/5).</p>
<p>“Nah, untuk kebutuhan dalam perjalanannya berangkat dari kampungnya, dari embarkasi, penerbangan sampai di bandara itu tolong ditaruh (obatnya) di tas jinjing, supaya mereka tetap minum. Jangan sampai lupa minum obat.”</p>
<p>Menurut Liliek, minum obat teratur diharapkan dapat mengendalikan penyakit sehingga dapat terkendali. Bagi jemaah dengan diabetes, gula darah terkendali selama di Tanah Suci. Sementara, jemaah dengan hipertensi, tekanan darahnya dapat terkendali selama di Arab Saudi.</p>
<p>“Ini kita mengendalikan faktor risiko, ya. Faktor risiko sudah dibawa, tapi kalau terkendali kan aman. Salah satunya adalah minum obat secara teratur sehingga obat-obatan untuk mengendalikan penyakit yang sudah rutin mesti dibawa,” lanjutnya.</p>
<p>Dalam kondisi darurat, jemaah yang lupa dan tidak membawa obat pribadinya, Kemenkes RI menyediakan obat dan perbekalan kesehatan lainnya. Rinciannya, sebanyak 2.872 koli untuk obat, sedangkan perbekalan kesehatan alat kesehatan habis pakai sebanyak 1.826 koli. Totalnya, 4.710 koli atau seberat 62,3 ton dibawa dari Indonesia.</p>
<p>Obat-obatan juga tersedia di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah. Proses pengadaan obat untuk layanan kesehatan di KKHI ini dilakukan di Indonesia.</p>
<p>“Obat yang kami sediakan itu belum tentu cocok buat jemaah hajinya. Makanya, kami anjurkan, obat yang sudah cocok dibawa dan untuk obat kebutuhan 40 hari di sana, bisa juga masuk ke koper besar, supaya di bandara gampang. Kalau (obatnya) sedikit, bawa di tas jinjing,” terang Liliek.</p>
<p>“Kalau memang darurat, lupa bawa obat itu di KKHI kita sediakan. Mudah-mudahan bisa cocok. Tetapi risiko tidak cocok itu nanti yang berdampak. Artinya, obat tetap sediakan, tapi jemaah sendiri kan yang paling mengerti obat apa yang biasa diminum. Meski kandungan sama, kalau beda merek, kadang suka tidak cocok.”</p>
<p>Makan dan Minum Teratur</p>
<p>Kapuskes Liliek turut mengingatkan kepada seluruh jemaah haji agar makan dan minum teratur. Jemaah haji bisa saja melakukan banyak aktivitas ibadah haji di Tanah Suci sehingga mereka lupa untuk makan dan minum.</p>
<p>Jemaah haji juga diingatkan agar beristirahat yang cukup. “Tetap makan dan minum secara teratur. Jangan sampai lupa. Biasanya aktivitas yang berlebihan sehingga waktunya banyak digunakan beraktivitas, dia berkurang waktu istirahatnya. Yang kita minta aktivitas jangan kebanyakan, istirahat cukup,” pesan Liliek.</p>
<p>Aktivitas di luar dengan durasi panjang ini perlu diperhatikan oleh jemaah haji. Terutama, mereka yang tidak sempat membawa bekal makan dan minum. Apabila disepelekan, bahkan sampai lupa makan dan minum, mereka bisa jatuh sakit.</p>
<p>“Kalau aktivitas berkepanjangan di luar, makanan itu tersedia di hotel, bukan di luar. Ada katering di hotel. Nah, orang yang sudah pernah atau sering ke sana pasti banyak membawa bekal, bawa kurma. Misalnya, mau salat zuhur sampai asar di masjid, dia sudah siap bawa bekal,” terang Liliek.</p>
<p>“Sementara, kalau yang tidak bawa bekal bagaimana? Dia menahan lapar. Mungkin biasanya di Indonesia menahan lapar begitu. Lama-lama di sana, akhirnya mereka lupa makan, lupa minum. Selang dua hari di sana seperti itu terus, ya, bisa sakit.”</p>
<p>Pakai Alat Pelindung Diri dan Minum Air Putih</p>
<p>Selama menjalankan ibadah haji, jemaah perlu menyesuaikan diri dalam menghadapi cuaca panas di Arab Saudi.</p>
<p>Kapuskes LIliek menjelaskan, cuaca di Arab Saudi berbeda dengan cuaca di Indonesia. Di Indonesia, suhu paling panas sekitar 36 derajat celsius, sedangkan suhu di Arab Saudi berkisar 41 derajat celsius.</p>
<p>“Paling panas di sana sekitar jam 3 dan 4 siang. Cuaca paling dingin itu jam 6 pagi. Sekarang 26 derajat celsius kalau pagi di sana. Nanti musim haji, semakin lama semakin panas. Tahun lalu di masa Arafah, cuacanya sampai 50 derajat celsius, rata-rata biasanya 47 derajat celsius,” terangnya.</p>
<p>“Jemaah haji kita kan siang hari keluar, beli oleh-oleh. Nah, itu yang kita perlu sama-sama kendalikan. Promosi kesehatan yang kita utamakan adalah mengendalikan kegiatan aktivitas jemaah haji di siang hari,” kata dia.</p>
<p>Jika jemaah harus keluar, Liliek berpesan agar memakai alat pelindung diri. Selain itu, jangan lupa untuk minum air putih.</p>
<p>“Tolonglah, gunakan alat pelindung diri. Pakai payung, pakai topi besar kalau ibu-ibu, pakai kacamata hitam, pakai masker, bawa semprotan air. Kalau terasa kering, disemprot supaya tidak kena heatstroke dan minum air,” ucapnya.</p>
<p>“Jangan lupa minum air. Targetnya, tiap 1 jam 250 mililiter atau satu gelas. Tapi kalau dia minum sekaligus biasanya sering buang air kecil, cari toiletnya jauh, susah. Makanya, kami ingatkan setiap 10 menit atau 15 menit, minumlah seteguk air. Supaya tenggorokan, kerongkongan tidak kering.”</p>
<p>Jaga Cairan Tubuh Tetap Stabil</p>
<p>Selain cuaca panas, Kapuskes Liliek menekankan, kelembaban udara di Arab Saudi terbilang rendah. Karena itu, jemaah haji diingatkan untuk minum air putih sebelum haus. Artinya, jemaah sebaiknya menghindari menunggu haus untuk minum air putih.</p>
<p>“Kalau dengar cerita orang pergi haji atau umrah, cuci baju ditaruh di kamar saja kering. Memang tidak basah, meskipun tidak kena matahari, itu bisa kering. Bayangkan, kalau tubuh kita itu tidak terasa haus, tetapi kalau kita ke kamar kecil, kita buang air kecil, kita lihat urine. Nah, kalau urine mulai warnanya kuning kecokelat-cokelatan berarti sudah indikasi kurang cairan,” tegasnya.</p>
<p>“Padahal, jemaah mungkin tidak merasa haus. Maka, jangan minum karena haus. Akan tetapi, minumlah tanpa menunggu haus. Yang kita minta agar untuk minum apapun kondisinya setiap 15 menit teguklah air. Supaya terpelihara kebersihan saluran pernapasan, kerongkongan juga.”</p>
<p>Demi menjaga cairan tubuh stabil, minum air putih dicampur oralit dapat menjadi pilihan yang bagus. Terlebih, batuk dan pilek sering dialami jemaah lantaran perubahan suhu dan cuaca.</p>
<p>“Kalaupun dia keluar siang hari, pulang masuk ke hotel, minumlah air putih dicampur oralit. Ya supaya cairan di tubuhnya tetap stabil,” kata Liliek.</p>
<p>Dengan demikian, Kapuskes Haji Liliek menjelaskan, minum obat, makan dan minum teratur serta istirahat yang cukup merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan seluruh faktor risiko penyakit maupun aktivitas yang dilakukan jemaah haji selama beribadah di Arab Saudi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-21-at-16.39.12.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada COVID-19 Varian KP.1 dan KP.2, Jangan Lupa Prokes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-covid-19-varian-kp-1-dan-kp-2-jangan-lupa-prokes</link>				
         <pubDate>Wed, 22 May 2024 15:09:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-covid-19-varian-kp-1-dan-kp-2-jangan-lupa-prokes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Mei 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia mewaspadai penyebaran COVID-19 varian KP.1 dan KP.2 yang sedang bersirkulasi di Singapura. Merujuk referensi yang dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan Singapura, ada peningkatan kasus COVID-19 dari 13.700 kasus selama periode 28 April sampai 4 Mei menjadi 25.900 kasus pada periode 5-11 Mei 2024.</p>
<p>Rata-rata kasus yang masuk rumah sakit di Singapura mengalami kenaikan dari 181 kasus (minggu ke-18) menjadi 250 kasus (minggu ke-19). Namun, rerata kasus yang masuk Unit Perawatan Intensif (ICU) harian tetap rendah, yaitu 3 kasus (minggu ke-19) dan 2 kasus (minggu ke-18).</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan, COVID-19 varian KP.1 dan KP.2, seperti yang menyebar di Singapura, merupakan subvarian turunan dari Omicron JN.1.</p>
<p>Secara global, subvarian JN.1 telah mendominasi di sebagian besar negara (54,3%). Secara lokal, proporsi gabungan KP.1 dan KP.2 saat ini mencapai lebih dari 2/3 kasus COVID-19 di Singapura.</p>
<p>Hingga 3 Mei 2024, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan KP.2 sebagai Variant Under Monitoring (VUM). Kendati demikian, tidak ada indikasi bahwa varian KP.1 dan KP.2 lebih mudah menular atau menyebabkan keparahan dibandingkan varian COVID-19 lain.</p>
<p>“Pemerintah Singapura melaporkan proporsi sublineage didominasi oleh sublinegae KP.1 dan KP.2. Belum ada indikasi, baik di global ataupun di lokal Singapura, bahwa dua subvarian ini menjadi lebih menular ataupun menjadi lebih dapat menyebabkan sakit berat, dibandingkan dengan varian yang lainnya,” kata Syahril di Jakarta, Rabu (22/5).</p>
<p>Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) yang dihimpun ASEAN BioDiaspora Virtual Center per 19 Mei 2024, varian COVID-19 yang bersirkulasi di kawasan negara-negara ASEAN pada 2023-2024 didominasi oleh JN.1.</p>
<p>Sementara itu, varian KP yang terdeteksi di ASEAN tidak hanya bersirkulasi di Singapura, melainkan ada juga di Malaysia, Thailand dan Kamboja. Di Indonesia, varian KP belum ditemukan.</p>
<p>“Sampai Mei 2024, kasus COVID-19 yang beredar di Indonesia didominasi oleh subvarian Omicron JN.1.1, JN.1, dan JN.1.39. Kalau subvarian KP, belum ditemukan,” lanjut Syahril.</p>
<p>Situasi COVID-19 di Indonesia</p>
<p>Mengenai situasi COVID-19 di Indonesia hingga Mei 2024, kasus konfirmasi mengalami peningkatan pada minggu ke-18 tahun 2024 sebesar 11,76% dibandingkan minggu sebelumnya. Merujuk data GISAID Indonesia 2024, saat ini sebagian besar kasus masih didominasi varian JN.1.</p>
<p>Meski terjadi peningkatan kasus COVID, Syahril menekankan, hal itu tidak diikuti dengan peningkatan angka rawat inap (hospitalisasi) dan kematian.</p>
<p>Data Laporan Mingguan Nasional COVID-19 Kemenkes RI periode 12-18 Mei 2024 mencatat, terdapat 19 kasus konfirmasi, 44 kasus rawat ICU, dan 153 kasus rawat isolasi. Tren positivity rate mingguan di angka 0,65% dan nol kematian. Tren orang yang dites per minggu mencapai 2.474 orang.</p>
<p>Belajar dari lonjakan kasus saat pandemi, Indonesia telah memiliki strategi dalam penanggulangan COVID-19, yaitu mengintensifkan kapasitas mencakup manajemen klinis, surveilans, imunisasi, promosi kesehatan dan sebagainya.</p>
<p>“Upaya yang telah disiapkan adalah rumah sakit sudah memiliki peringatan dini (early warning) dalam konversi tempat tidur, adanya tenaga cadangan, kesiapan perbekalan kesehatan seperti oksigen, obat-obatan serta vaksinasi, terutama bagi kelompok berisiko,” kata Juru Bicara Syahril.</p>
<p>Kemenkes terus memantau pola penyebaran penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk COVID-19. Saat ini, sudah terbentuk jejaring pada lebih 15.000 fasilitas kesehatan, laboratorium, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia untuk memantau penyebaran penyakit potensial tersebut.</p>
<p>“Selain itu, integrasi surveilans influenza dan COVID-19 sudah dilakukan sesuai dengan rekomendasi global. Rumah sakit-rumah sakit di Indonesia sudah siap jika memang ada potensi peningkatan kasus,” terang Syahril.</p>
<p>“Ini terus kami pantau melalui laporan Bed Occupation Rate (BOR) ruang isolasi dan/atau ICU, baik itu secara harian/mingguan.”</p>
<p>Belum Ada Urgensi Pembatasan Perjalanan</p>
<p>Menilik kasus varian KP.1 dan KP.2 di Singapura, Mohammad Syahril menegaskan, belum ada urgensi pembatasan perjalanan. Hal ini sebagaimana laporan yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura.</p>
<p>“Menurut informasi yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura, berdasarkan penilaian risiko yang ada saat ini, belum ada urgensi untuk melakukan pembatasan perjalanan dari atau ke Singapura,” tegasnya.</p>
<p>“Situasi transmisi COVID-19 masih terkendali. Jadi, sekarang ini belum memerlukan pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat meskipun ada lonjakan kasus.”</p>
<p>Kemenkes melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) pun selalu melakukan skrining untuk pelaku perjalanan, termasuk dengan menerapkan kegiatan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di pintu masuk Indonesia.</p>
<p>Terapkan PHBS dan Protokol Kesehatan</p>
<p>Juru Bicara Mohammad Syahril mengingatkan, perlu dipahami bahwa status endemi bukan berarti COVID-19 telah hilang, melainkan berada dalam situasi yang terkendali. Artinya, masih ada kemungkinan munculnya varian atau subvarian baru yang berpotensi menyebabkan peningkatan kasus atau kematian.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti cuci tangan, menggunakan masker bila sakit termasuk di kerumunan/alat angkut. Selain itu, masyarakat diminta segera melengkapi vaksinasi COVID-19, khususnya pada kelompok berisiko.</p>
<p>“Upaya kewaspadaan dan pencegahan masih sama, yaitu segera lakukan vaksinasi COVID-19 lengkap dan booster, terutama untuk kelompok lansia dan orang dengan komorbiditas (penyakit penyerta),” pesan Syahril</p>
<p>“Lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan dan melakukan etika batuk/bersin. Jika merasa sakit, untuk dapat segera memeriksakan diri ke fasyankes terdekat, menggunakan masker, dan hindari untuk berkontak dengan banyak orang.”</p>
<p>Bagi masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah atau keluar negeri diimbau dapat mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan di wilayah yang dituju.</p>
<p>“Kami selalu menyampaikan di media-media publikasi Kemenkes, bahwa COVID-19 belum hilang, dan kita harus belajar untuk hidup bersama dengan COVID-19,” ujar Syahril.</p>
<p>“Ditambah varian yang bersirkulasi saat ini (KP.1 dan KP.2), tingkat penularan yang rendah dan tidak ada bukti menyebabkan sakit berat. Akan tetapi, kewaspadaan harus tetap kita jaga.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/closeup-epidemiologist-with-covid19-sample-test-tube-3.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kunjungan Menko PMK di KKHI Madinah </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungan-menko-pmk-di-kkhi-madinah</link>				
         <pubDate>Mon, 20 May 2024 17:52:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungan-menko-pmk-di-kkhi-madinah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 19 Mei 2024</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Klinik Kesehatan Haji (KKHI) di Madinah, Arab Saudi, Minggu (19/5). Pada kunjungannya, Menko PMK didampingi oleh Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Asdep Kemenko PMK Nia Reviani, dan staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi.</p>
<p>Saat tiba di KKHI, Menko PMK diterima oleh Kepala Bidang Kesehatan dr. Indro Moerwoko, Kepala Seksi Kesehatan dr. Karmijono, dan Kepala KKHI Madinah dr. Achmad Hardin Sp.PD.MAP, serta petugas PPIH KKHI Madinah.</p>
<p>Dalam kunjungannya, Menko Muhadjir menuju ruang rawat inap perempuan dan menanyai seorang pasien perempuan bernama Masriah (43 tahun). Kepada Muhadjir, Masriah yang sudah terlihat membaik mengatakan, ia ingin kembali ke kloter.</p>
<p>Kemudian, Menko PMK berpesan kepada Masriah agar tidak terlalu lelah di Arab Saudi. “Enggak usah beli oleh-oleh, beli aja di Surabaya banyak,” ujar Menko Muhadjir.</p>
<p>Selanjutnya, Menko Muhadjir mengunjungi ruang rawat inap pria dan bertanya kepada seorang pasien laki laki bernama Sadi (76 tahun) dari Yogyakarta.</p>
<p>“Beribadah haji sendiri atau dengan istri?” tanya Menko PMK. “Dengan istri pak tapi sudah pikun,” kata Sadi menjawab pertanyaan Menko PMK.</p>
<p>Kemudian, Menko PMK bertanya tentang penyakitnya. Sadi menjelaskan, ia merasa sakit perut dan mual jika perutnya diisi makanan. Selanjutnya, Sadi minta didoakan agar sembuh dari penyakitnya.</p>
<p>Lalu, Menko PMK mengunjungi ruang rawat inap psikiatri yang sedang dihuni dua pasien perempuan dan dua pasien laki-laki. Kepada petugas, Menko PMK bertanya apakah empat pasien menjalankan ibadah haji dengan pendampingan. Kepala Seksi Kesehatan dr. Karmijono mengatakan, pasien menjalankan ibadah haji tanpa pendamping.</p>
<p>“Tidak ada pendamping sehingga menyulitkan dalam hal berkomunikasi apalagi jika tidak paham bahasa Indonesia,” ujar Kepala seksi Kesehatan dr. Karmijono.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Menko PMK berpesan kepada para pasien yang sedang dirawat di KKHI agar tidak memaksakan diri untuk mengejar ibadah sunah. Ia juga menyarankan agar mereka menjaga kesehatan mengingat ibadah wukuf, yang merupakan puncak dari haji, belum dilaksanakan.</p>
<p>Mengakhiri kunjungannya, Menko Muhadjir juga meninjau ruang UGD yang lumayan sibuk saat itu karena sedang menerima kedatangan pasien yang dirujuk dari sektor. Muhadjir juga memberikan pujian kepada pelayanan kesehatan di KKHI Madinah.</p>
<p>“Sudah bagus pelayanannya di KKHI Madinah,” kata Menko PMK.</p>
<p>”Beberapa Hal yang menjadi catatan adalah secara umum yang mengalami masalah gangguan jiwa dan mengalami problem kejiwaan adalah lansia dan tidak ada keluarga pendamping. Hal itu menjadi catatan khusus supaya untuk haji ke depannya, mereka yang lansia harus ada penanggung jawab sejak awal. Berikutnya juga harus ada kebijakan khusus untuk penyakit jantung,” ujar Menko Muhadjir.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240520-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Sertifikat dan Notifikasi Imunisasi Digital di Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-luncurkan-sertifikat-dan-notifikasi-imunisasi-digital-di-puncak-pekan-imunisasi-dunia-2024</link>				
         <pubDate>Mon, 20 May 2024 17:47:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-luncurkan-sertifikat-dan-notifikasi-imunisasi-digital-di-puncak-pekan-imunisasi-dunia-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan sertifikat dan notifikasi imunisasi digital pada Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2024 yang diselenggarakan di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (19/5).</p>
<p>“Inovasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melengkapi imunisasi rutin agar perlindungan tubuh anak maksimal selama tumbuh kembangnya, karena riwayat dan sertifikat imunisasi bisa diakses secara digital melalui smartphone,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha.</p>
<p>Untuk mengaksesnya, orang tua hanya perlu menambahkan data anak sebagai profil tertaut pada akun SATUSEHAT Mobile. Selanjutnya, orang tua dapat mengakses fitur ‘Vaksin dan Imunisasi’ untuk mengetahui riwayat imunisasi, mendapatkan rekomendasi, serta mengunduh sertifikat imunisasi rutin anak. Selain SATUSEHAT Mobile, orang tua juga akan menerima notifikasi imunisasi dan jadwal pemberian imunisasi berikutnya secara otomatis melalui WhatsApp.</p>
<p>Kunta menjelaskan, kemudahan ini merupakan hasil dari integrasi Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dan SATUSEHAT Mobile. ASIK adalah aplikasi bagi tenaga kesehatan (nakes) untuk mencatat data kesehatan individu pada program layanan luar gedung puskesmas. Sedangkan, SATUSEHAT Mobile merupakan aplikasi kesehatan masyarakat resmi Kemenkes RI, yang merupakan hasil transformasi dari PeduliLindungi.</p>
<p>Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Yudhi Pramono mengatakan, adanya dua fitur tersebut dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan capaian imunisasi lengkap secara nasional.</p>
<p>Selama enam tahun terakhir, dari 2018 hingga 2023, lebih dari 1,8 juta anak di Indonesia tidak menerima Imunisasi Rutin Lengkap. Akibatnya, berbagai kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) terjadi di beberapa daerah sepanjang 2023.</p>
<p>“Dengan adanya inovasi ini, semoga dapat memudahkan kami sebagai pemegang program untuk memantau kelengkapan imunisasi rutin di masyarakat, sekaligus mendorong orang tua memberikan imunisasi kepada anak sesuai jadwal karena informasinya tersedia,” jelas Yudhi.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, United Nations Children&#8217;s Fund (UNICEF) selaku mitra pembangunan Kemenkes RI mengungkapkan bagaimana pemberian vaksin dan imunisasi berperan penting dalam mengurangi risiko kematian akibat penyakit.</p>
<p>Dalam sambutannya, Deputy Representative of UNICEF Indonesia Jean Lokenga mengatakan, secara global, selama 50 tahun terakhir, vaksin telah berhasil mengurangi 80 persen kasus kematian anak. Sedangkan, upaya imunisasi telah menyelamatkan nyawa sekitar 154 juta orang, atau setara dengan 6 nyawa setiap menit per tahunnya.</p>
<p>“Kedua inovasi ini menandai langkah maju yang signifikan untuk melindungi setiap anak melalui vaksinasi yang tepat waktu. Tidak boleh ada anak yang meninggal karena penyakit yang kita tahu bagaimana cara untuk mencegahnya. Karena menjangkau setiap anak dengan vaksin adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Jean.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53729861182_09f3dda453_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pentingnya-imunisasi-rutin-lengkap</link>				
         <pubDate>Mon, 20 May 2024 10:51:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pentingnya-imunisasi-rutin-lengkap</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 19 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2024 sebagai bentuk kampanye dan edukasi tentang pentingnya imunisasi rutin lengkap di taman Lapangan Banteng, Jakarta, pada Minggu (19/5). PID 2024 ini mengusung tema “Imunisasi Lengkap, Indonesia Kuat”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">PID juga diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan kolektif yang diperlukan, serta mempromosikan pelaksanaan imunisasi sebagai bentuk perlindungan semua kelompok umur dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan data WHO pada 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dibandingkan pada 2019 dan jumlah tertinggi sejak 2009. Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sejak 2018 hingga 2022 adalah 1.455.276 anak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari total 17 juta anak pada 2021-2023, dilaporkan pada 2024, lebih dari 2,8 juta anak usia 1-3 tahun tidak atau belum mendapatkan imunisasi lengkap. Anak-anak tersebut tersebar di 309 kabupaten/kota yang terdapat di 38 provinsi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa masih terdapat persepsi negatif terhadap imunisasi rutin di masyarakat. Banyak rumor dan informasi tidak benar beredar mengenai imunisasi sehingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak beralasan tentang keamanan dan manfaat imunisasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami memahami bahwa ini adalah tantangan yang serius, dan kami bertekad untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat,” kata Sekjen Kunta Wibawa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, Sekjen Kunta menjelaskan, kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi masih perlu ditingkatkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Banyak masyarakat kita belum sepenuhnya menyadari bahwa imunisasi adalah salah satu langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit serius. Karena itu, kampanye, edukasi serta pemahaman sangat diperlukan untuk masyarakat kita,” kata Sekjen Kunta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekjen Kunta juga mengingatkan jajaran kesehatan di puskesmas dan posyandu, yang berada di garis terdepan, sangat menentukan kesuksesan Program Imunisasi Nasional (PIN). Karena itu, seluruh jajaran kesehatan di pusat, provinsi dan kabupaten/kota harus memberikan perhatian besar dan dukungan penuh agar percepatan pemberian imunisasi dapat terlaksana dengan baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saat ini, kita perlu mempercepat pemberian imunisasi bagi anak-anak yang belum imunisasi atau belum lengkap imunisasinya, agar tidak terjadi kasus-kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I seperti difteri, polio, campak, rubella. Munculnya beberapa Kejadian Luar Biasa (KLB) ini menjadi </span><i><span style="font-weight: 400;">alarm</span></i><span style="font-weight: 400;"> bagi kita semua untuk mulai fokus terus mengejar ketertinggalan pada tahun 2024 ini,” Kata Sekjen Kunta mengingatkan dalam sambutannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada puncak PID yang diselenggarakan Kemenkes tahun 2024, ada pemberian imunisasi di </span><i><span style="font-weight: 400;">booth</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang telah disediakan serta verifikasi data pada aplikasi SATUSEHAT mobile.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sheila, salah satu ibu dari Jakarta yang menghadiri kegiatan PID sembari membawa anaknya berusia 21 bulan, mengatakan, ia sangat terbantu dengan adanya aplikasi SATUSEHAT mobile. Ia juga mengatakan, imunisasi yang didapatkan putranya telah lengkap dan sertifikat imunisasinya telah terbit pada aplikasi SATUSEHAT mobile. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Alhamdulillah, merasa terbantu, yah, karena lebih simpel bisa </span><i><span style="font-weight: 400;">ngeliat</span></i><span style="font-weight: 400;"> di </span><i><span style="font-weight: 400;">handphone</span></i><span style="font-weight: 400;"> kalau lupa bawa KMS (Kartu Menuju Sehat), </span><i><span style="font-weight: 400;">so far aman login</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya </span><i><span style="font-weight: 400;">gampang</span></i><span style="font-weight: 400;"> cukup </span><i><span style="font-weight: 400;">pake</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">handphone</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">aja</span></i><span style="font-weight: 400;">,” kata Sheila.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Imunisasi tidak hanya penting bagi bayi dan anak-anak, melainkan juga orang dewasa agar terlindungi dari berbagai penyakit. Namun, banyak masyarakat belum menyadari pentingnya melakukan imunisasi, bahkan tidak mengetahui imunisasi apa saja yang mereka butuhkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai hal tersebut sangatlah penting demi kesuksesan Program Imunisasi Nasional. Sebab, masyarakat harus percaya bahwa imunisasi merupakan solusi pencegahan penyakit yang aman dan efektif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada pekan PID 2024, pemerintah memberikan penghargaan dan hadiah diberikan kepada pelopor sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas, dan kabupaten/kota/. Kategori penghargaan, yakni puskesmas dengan capaian ASIK tertinggi, kabupaten/kota dengan cakupan Imunisasi rutin tertinggi tahun 2023-TW 1 2024, kabupaten/kota dengan cakupan sepekan mengejar imunisasi tertinggi, kabupaten/kota dengan kinerja surveilans AFP dan discarded MR terbaik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, pemerintah juga memberikan penghargaan dan hadiah kepada pemenang kompetisi penggiat media sosial dan kompetisi jurnalis dengan materi dan penulisan terbaik. Pada pekan PID 2024, ada pula peluncuran (</span><i><span style="font-weight: 400;">launching</span></i><span style="font-weight: 400;">) sertifikat dan notifikasi imunisasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53731212800_de3161337c_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan Starlink akan Sediakan Akses Internet di Puskesmas Terpencil dan Terluar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-starlink-akan-sediakan-akses-internet-di-puskesmas-terpencil-dan-terluar</link>				
         <pubDate>Sun, 19 May 2024 20:50:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-starlink-akan-sediakan-akses-internet-di-puskesmas-terpencil-dan-terluar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Denpasar, 19 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjalin kerja sama dengan Starlink, layanan internet yang disediakan oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk, untuk menyediakan akses internet yang cepat dan menjangkau seluruh puskesmas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).</p>
<p>Peresmian kerja sama ini dilaksanakan melalui uji coba di Puskesmas Pembantu (Pustu) Sumerta Kelod, Denpasar, yang sekaligus menjadi lokasi peresmian kerja sama, dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Bungbungan, Klungkung, yang memiliki keterbatasan akses internet.</p>
<p>Puskesmas Tabarfane di Kepulauan Aru, Maluku, yang sebelumnya tidak memiliki akses internet juga turut menjadi lokasi uji coba dan tersambung secara daring menggunakan jaringan Starlink.</p>
<p>Kehadiran Starlink diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia karena kemampuannya menjangkau lebih banyak puskesmas di area yang selama ini memiliki tantangan geografis.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja sama ini sangat penting untuk mendukung kemajuan layanan, khususnya puskesmas di tempat terpencil yang belum terjangkau internet.</p>
<p>“Dari 10.000 puskesmas yang ada di Indonesia, sekitar 745 tidak memiliki akses internet sama sekali dan 1.475 memiliki akses internet yang terbatas. Semuanya tersebar di 7.000 pulau di Indonesia. Diharapkan mereka dapat akses internet yang layak sehingga layanannya tidak akan berbeda dengan Puskesmas yang ada di daerah perkotaan,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Elon Musk yang datang dengan mengenakan Batik Bali berwarna hijau mengatakan, keberadaan Starlink akan membantu banyak masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses internet yang memadai.</p>
<p>“Saya sangat bersemangat untuk membawa konektivitas internet ke tempat-tempat yang konektivitas internetnya rendah. Internet seperti penyelamatan hidup karena dengan internet kita bisa belajar banyak hal,” kata Elon.</p>
<p>Saat ini, fasilitas layanan kesehatan di Filipina, Rwanda, Mozambik, dan Nigeria, juga telah menggunakan Starlink.</p>
<p>Peluncuran dan uji coba Starlink juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, peningkatan konektivitas internet dapat membuka akses yang lebih baik ke layanan kesehatan dan memudahkan akses komunikasi antar-daerah sehingga pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan bisa real time. Aktivitas ini juga mendukung agenda digitalisasi transformasi kesehatan Indonesia.</p>
<p>Uji coba tersebut untuk mengetahui pencatatan data imunisasi, skrining penyakit tidak menular (PTM), atau penimbangan balita secara digital oleh tenaga kesehatan (nakes) melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK). Selanjutnya, data tersebut akan ditampilkan secara real time melalui dasbor ASIK.</p>
<p>Infrastruktur ini juga diharapkan dapat digunakan untuk layanan telemedisin, telekonsultasi, dan pemantauan pasien secara daring, sehingga masyarakat mendapatkan akses untuk layanan spesialis meski tinggal di daerah terpencil dan terluar.</p>
<p>Biaya untuk berlangganan dan pengadaan infrastruktur Starlink oleh puskesmas tidak menggunakan anggaran Kemenkes, tetapi menggunakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di bawah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditransfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah setiap tahunnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/6f7a17c7-6f7e-4594-8874-eee3c0350cc5.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Harap Menyesuaikan Aktivitas Ibadah Sunah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ jemaah-haji-harap-menyesuaikan-aktivitas-ibadah-sunah</link>				
         <pubDate>Sun, 19 May 2024 16:36:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ jemaah-haji-harap-menyesuaikan-aktivitas-ibadah-sunah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Mei 2024</p>
<p>Pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci membutuhkan ketahanan fisik yang kuat. Selama menjalankan ibadah haji, para jemaah sebaiknya dapat menyesuaikan aktivitas ibadah sunah. Penyesuaian ini untuk mencegah jemaah mengalami kelelahan, terutama menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>Penyesuaian aktivitas ibadah sunah juga bertujuan melindungi jemaah haji terhindar dari sakit atau terkena penyakit yang lebih berat. Apalagi, jemaah yang mempunyai penyakit penyerta (komorbid) harus senantiasa mengontrol penyakitnya.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M mengatakan, 76% dari total 241.000 jemaah haji yang berangkat pada 2024 mempunyai komorbid. Karena itu, diperlukan edukasi supaya jemaah haji dapat mengendalikan aktivitas ibadahnya.</p>
<p>“Sekarang ini, dari semuanya (jemaah haji) berangkat, 76 persen memiliki riwayat penyakit. Yang paling banyak, yaitu dislipidemia, kolesterol tinggi. Yang kedua, hipertensi. Ketiga, diabetes melitus, gula darahnya tinggi. Keempat, jantung. Kelima, lambung, gastritis,” kata Liliek di Jakarta,</p>
<p>“Keenam, pneumonia. Pneumonia kebanyakan juga dapat timbul di sana karena cuaca panas dan kondisi kelelahan. Makanya, promotif preventif kami galakkan. Di Makkah, ada 11 sektor (region), yang mana tiap sektor terdapat tenaga promosi kesehatan. Mereka diminta fokus mengendalikan aktivitas jemaah tersebut.”</p>
<p>Dengan aktivitas jemaah haji yang terkendali, Liliek berharap, tubuh mereka bugar dan sehat ketika tiba saatnya ibadah Armuzna,</p>
<p>“Ini bentuk kami melindungi jemaah haji kita supaya tidak sakit. Kalaupun sakit, jangan sakit yang berat-berat. Jangan sampai mereka kelelahan dan timbul penyakit yang lebih berat dan akhirnya terjadi yang hal yang tidak kita inginkan,” ucapnya.</p>
<p>“Aktivitas ibadah sunah tentu menyesuaikan ya. Yang kami harapkan, jemaah jangan sampai kelelahan pada saat menjelang Armuzna. Harapannya, masa Armuzna itu para jemaah sehat dan bugar.”</p>
<p>Para jemaah haji pun perlu mengetahui batas kemampuannya masing-masing agar tidak sampai kelelahan. Hal ini mengingat jarak antara hotel tempat menginap dan masjid mungkin jauh sehingga membutuhkan waktu untuk berjalan kaki bila tidak ada bus.</p>
<p>“Di sana, aktivitas bisa jadi lebih banyak. Keluar dari lingkungan hotel sendiri, mau ke lobi itu jauh. Dari lobi, akses ke tempat bus, mau ke masjid, misalnya, itu jalan kaki ya, 200, 300, 400 meter, baru naik bus. Kalau tidak ada bus di sana ya jalan kaki, dari hotel menuju masjid bisa 1 kilometer, 2 kilometer,” lanjut Liliek.</p>
<p>“Kalau tiap hari dilakukan di tengah cuaca panas seperti itu, bagi jemaah yang sudah terbiasa gerak, ya, memang tidak masalah, tapi biasanya lelah. Tapi bagi yang tidak pernah gerak, tiba-tiba diforsir seperti itu, bagaimana nanti. Nah, ini yang perlu kita kendalikan. Kami tidak melarang ibadah sunah, tapi tolonglah jaga, supaya jangan sampai kelelahan.</p>
<p>*Beri Kesempatan untuk Istirahat*</p>
<p>Kapuskes Liliek juga mengingatkan, aktivitas ibadah yang dilakukan jemaah haji sebaiknya tetap didampingi oleh tenaga kesehatan.</p>
<p>“Ada tenaga kesehatan mendampingi 24 jam. Misalnya, ada aktivitas ke mana, ya, mereka mesti ikut mendampingi. Yang kami minta memang begitu, satu kloter terbagi dari beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), biasanya acara mereka beda-beda,” ujarnya.</p>
<p>“Bagaimana caranya supaya diatur. Tapi yang jelas tetap harus ada yang mendampingi, jangan sampai jemaah ditinggalkan.”</p>
<p>Liliek turut mengingatkan kepada para calon jemaah haji yang hendak berangkat pada kesempatan berikutnya dapat beristirahat dengan cukup. Apabila keluarga ingin menggelar doa bersama dan silaturahmi dengan mengundang tamu ke rumah, sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari.</p>
<p>“Silaturahmi, memberikan doa itu bagus, tetapi lakukanlah itu kalau bisa jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau sudah mau berangkat, mau masuk asrama haji, kasih kesempatan buat calon jemaah untuk istirahat supaya mereka juga tidak lelah dalam perjalanan,” terangnya.</p>
<p>“Misalnya, dia sudah lelah di perjalanan, di pesawat mereka takut menggunakan fasilitas, tidak berani buang air kecil. Tidak berani makan. Kalau nanti minum, ke toilet terus. Toiletnya susah. Kalau makan, takut buang air besar. Nanti bagaimana caranya? Tidak tahu caranya. Akhirnya, mereka menahan untuk tidak makan, tidak minum di pesawat. Turun di sana, sakit. Itu yang mesti kita cegah agar hal itu tidak terjadi.”</p>
<p>Periksa Kesehatan ke Klinik Satelit</p>
<p>Adapun, fasilitas pelayanan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia sudah dipersiapkan matang. Tim kesehatan tersebar di 16 sektor (region), baik di Makkah (11 sektor) maupun Madinah (5 sektor). Tiap sektor memiliki tenaga kesehatan, yakni dokter, perawat, dan tenaga promosi kesehatan.</p>
<p>“Jadi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan di Arab Saudi itu ada pos kesehatan di bandara, pos kesehatan sektor, dan ada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Makkah maupun Madinah. Itu jumlahnya 287 orang,” kata Kapuskes Liliek.</p>
<p>Selain itu, untuk makin mempermudah akses layanan kesehatan terhadap jemaah haji, Puskes Haji Kemenkes mendirikan pos kesehatan satelit atau klinik kesehatan satelit. Pos kesehatan satelit ini berada di tiap hotel di Makkah.</p>
<p>“Kalau di Makkah itu, hotelnya besar-besar. Selama musim haji digunakan oleh Indonesia dan fasilitas yang ada di hotel diserahkan kepada Indonesia untuk dipakai. Dengan kondisi itu, kami dapat mendirikan pos kesehatan satelit di setiap hotel. Bayangkan, setiap hotel bisa dihuni sekian kloter serta 30 orang tenaga kesehatan mencakup 10 dokter dan 20 perawat. Mereka inilah yang nanti kami tugaskan mengelola klinik kesehatan satelit di hotel,” kata Liliek.</p>
<p>Klinik kesehatan satelit mulai dioperasionalkan sejak penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023. Kemudian, kembali beroperasi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024.</p>
<p>Lilik menceritakan latar belakang berdirinya klinik kesehatan satelit di hotel. Sebelum ada klinik satelit, petugas kesehatan yang di kloter melayani kesehatan jemaah di kamarnya sendiri.</p>
<p>“Kamar petugas kesehatanlah yang difungsikan sebagai klinik. Jadi, jemaah haji yang sakit itu datang ke kamar. Adanya klinik satelit ini, ya, Alhamdulillah, ada ruangan meja periksa, ada kamar untuk jemaah bisa berbaring, tersedia minimal 4 tempat tidur (bed), tapi ada juga hotel yang menyediakan kapasitasnya sampai 20 bed,” tuturnya.</p>
<p>Klinik kesehatan satelit ditempatkan secara strategis, yakni selalu dilewati para jemaah haji ketika lalu-lalang dari hotel ke masjid.</p>
<p>“Jemaah kita lalu-lalang dari hotel ke arah masjid. Nah, kami rekomendasikan didirikan klinik satelit ini adalah tempat di mana jemaah lalu-lalang, kalau mau masuk dan keluar. Kami imbau kepada jemaah adalah kalau mau keluar masjid merasa badannya kurang nyaman, periksa dulu ke klinik,” ungkap Liliek.</p>
<p>“Nanti sama petugas kesehatannya direkomendasikan, boleh atau tidak buat keluar dari hotel. Kalau ternyata hasilnya tidak memungkinkan, maka yang kami rekomendasikan, ya, tidak usah keluar, tapi istirahat di hotel dulu. Kalau mau salat, di setiap hotel di Makkah sudah ada masjid sehingga kami rekomendasikan, ibadahnya di masjid hotel saja.”</p>
<p>Bagi jemaah yang sudah melakukan aktivitas dari luar hotel, ketika masuk ke hotel dapat memeriksakan kesehatannya ke klinik kesehatan satelit jika merasa kurang enak badan.</p>
<p>“Demikian juga kalau jemaah habis aktivitas dari luar hotel, nanti begitu masuk hotel (badan) kurang nyaman, langsung datanglah ke klinik, nanti diperiksa di situ,” pungkas Kapuskes Liliek.</p>
<p>“Kalau kita lihat tahun lalu, ba&#8217;da subuh, ba&#8217;da zuhur sama ba’da isya itu di klinik ramai dengan jemaah haji. Antusiasnya tinggi.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240516-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Mulai Uji Coba Internet Starlink di 3 Fasyankes, Ini Hasilnya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-mulai-uji-coba-internet-starlink-di-3-fasyankes-ini-hasilnya</link>				
         <pubDate>Sun, 19 May 2024 07:56:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-mulai-uji-coba-internet-starlink-di-3-fasyankes-ini-hasilnya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Denpasar, 19 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memulai uji coba teknologi internet kecepatan tinggi dari Starlink, penyediaan layanan internet dari perusahaan SpaceX milik Elon Musk, pada Minggu (19/4).</p>
<p>Untuk tahap awal, pengujian berlangsung di 3 lokasi yakni Puskesmas Pembantu (Pustu) Sumerta Kelod Denpasar, Pustu Bungbungan Klungkung, dan Puskesmas Tabarfane, Kepulauan Aru, Maluku.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, uji coba koneksi internet Starlink telah berlangsung dengan baik. Berdasarkan video yang ditampilkan di layar, layanan internet Starlink membantu antar-fasyankes primer di daerah terhubung dengan baik.</p>
<p>Tak hanya itu, koneksi internet Starlink juga membantu proses pencatatan data imunisasi, skrining penyakit tidak menular (PTM), serta penimbangan balita secara digital di Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dapat dilakukan dengan cepat.</p>
<p>Dari hasil uji coba ini, Menkes Budi optimistis ke depan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas dan pustu dapat dapat saling terhubung, sehingga layanan yang diberikan antara fasyankes di kota dan daerah terpencil dan terluar memiliki kualitas sama dengan daerah lain.</p>
<p>“Kita memang memiliki 10.000 Puskesmas yang sekarang kita digitalisasi, agar layanan-layanan yang sebelumnya tidak bisa disampaikan di Puskesmas, yang sulit diakses oleh masyarakat, dengan adanya Starlink jadi bisa diakses, sehingga layanannya tidak jauh berbeda dengan wilayah perkotaan,” kata Menkes.</p>
<p>Selaras dengan Menkes, Chief of DTO, Setiaji mengatakan penguatan konektivitas internet akan membuat akses layanan kesehatan menjadi lebih inklusif, artinya dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.</p>
<p>“Saat ini (layanan kesehatan) banyak dinikmati di wilayah perkotaan, isunya terkait akses internet, sehingga nanti masyarakat khususnya yang ada di remote area bisa menggunakan akses internet untuk mendapatkan layanan kesehatan seperti telemedicine,” kata Setiaji</p>
<p>CEO Starlink Elon Musk, yang turut hadir dalam uji coba ini, mengaku senang telah membawa teknologi internet Starlink ke Indonesia. Menurutnya, keberadaan Starlink akan memberikan banyak manfaat konkret bagi Indonesia, khususnya menghubungkan pulau-pulau terpencil dengan akses internet.</p>
<p>“Saya menekankan bahwa koneksi internet sangat penting, karena dapat membantu banyak hal,” kata Elon.</p>
<p>dr. Christian Sihombing, Kepala Puskesmas Tabarfane menyampaikan bahwa selama ini daerahnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan jaringan internet. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes dan Elon Musk yang telah memberikan layanan internet di Puskesmas Tabarfane.</p>
<p>“Sebelumnya kami sangat kesulitan dalam menginput data-data layanan kesehatan, karena internet disini yang sangat lambat, oleh karena itu kami sering bepergian ke kabupaten/kota dengan jarak 200 mill yang ditempuh dengan jarak 2-3 jam menggunakan speedboat,” kata dr. Christian.</p>
<p>dr. Christian pun berharap program Starlink bagi fasyankes primer ini tidak berhenti ditengah jalan dan dapat terus berlanjut.</p>
<p>“Supaya kedepannya, kami mampu menginput layanan kesehatan dan input data kesehatan dengan cepat. Dan masyarakat disini sangat terbantu,” harapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/d0f7d118-c44b-4c2e-a2e5-f64877026013.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ bahaya-hipertensi-upaya-pencegahan-dan-pengendalian-hipertensi</link>				
         <pubDate>Sat, 18 May 2024 07:49:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ bahaya-hipertensi-upaya-pencegahan-dan-pengendalian-hipertensi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Mei 2024</p>
<p>Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan 90-95% kasus didominasi oleh hipertensi esensial. Di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan studi kohor penyakit tidak menular (PTM) 2011-2021, hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian keempat dengan persentase 10,2%.</p>
<p>Data SKI 2023 menunjukkan bahwa 59,1% penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5% penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi (22,2%).</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dr. Eva Susanti, dalam temu media yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa perilaku masyarakat yang dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi adalah merokok, aktivitas fisik kurang, kurangnya makan sayur dan buah, serta mengonsumsi makanan asin.</p>
<p>“Proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun yang melakukan aktivitas fisik kurang 1,9 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang melakukan aktivitas fisik cukup,” Kata Direktur P2PTM Dr. Eva Susanti.</p>
<p>Direktur Eva melanjutkan, proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun dengan obesitas sentral atau yakni kondisi kelebihan lemak pada perut 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral. Sementara itu, proporsi penderita hipertensi umur di atas 60 tahun dengan obesitas sentral sama dengan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral.</p>
<p>Dr. Eva menyampaikan, hipertensi dapat diturunkan dengan perilaku hidup sehat dengan ‘PATUH’, yakni Periksa kesehatan secara rutin dan ikut anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.</p>
<p>Presiden Indonesian Society of hypertension (InaSH, 2019-2021) Dr. Tunggul D. Situmorang, yang juga merupakan narasumber pada temu dia tersebut, menyampaikan bahwa ada beberapa faktor penyebab hipertensi, di antaranya stress, usia, keturunan, garam, dan obesitas.</p>
<p>Dr. Tunggul juga mengatakan, hipertensi atau darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi penyakit stroke, kebutaan penyakit gagal jantung dan juga gagal ginjal. Namun, darah tinggi atau hipertensi dapat diturunkan dengan berolahraga secara teratur, mengatur pola makan yang sehat, mengurangi konsumsi garam, konsumsi obat, dan menghindari stres.</p>
<p>“Ada begitu banyak pilihan-pilihan obat, begitu banyaknya obat-obatan, sehingga harus sudah tahu persis bagaimana mekanisme kerjanya, dipakai untuk siapa, dan harus digunakan dengan cara yang baik dan benar,” kata Dr. Tunggul.</p>
<p>Dr. Tunggul menyampaikan, untuk menurunkan hipertensi dan mencegah penyakit tidak menular lainnya, terapkan perilaku ‘CERDIK’, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet Seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress.</p>
<p>Peran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pengendalian hipertensi adalah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko hipertensi. Selain itu, Kemenkes juga menyosialisasikan pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, termasuk layanan diagnosis dan tata laksana/protokol serta pengobatan penyakit hipertensi agar hiperetensi terkendali.</p>
<p>Kemenkes juga berfokus pada pengembangan SDM, melakukan integrasi terhadap semua sistem/aplikasi dalam SATU SEHAT, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap riset-riset inovatif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240518-WA0017.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Pesan Menkes Budi tentang Pembinaan dan Pengawasan ke Dewan Pengawas RS dan Poltekkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tiga-pesan-menkes-budi-tentang-pembinaan-dan-pengawasan-ke-dewan-pengawas-rs-dan-poltekkes</link>				
         <pubDate>Sat, 18 May 2024 05:50:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tiga-pesan-menkes-budi-tentang-pembinaan-dan-pengawasan-ke-dewan-pengawas-rs-dan-poltekkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><b>Jakarta, 17 Mei 2024</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melantik  44  Dewan Pengawas Rumah Sakit dan 34 Dewan Pengawas Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di Auditorium Siwabessy, Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Jumat (17/5). Pada kesempatan tersebut, Menkes Budi berpesan tiga hal yang harus menjadi perhatian Dewan Pengawas Rumah Sakit dan Dewan Pengawas Politeknik Kesehatan yang dilantik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi menyampaikan dua pesan tentang pembinaan dan pengawasan direksi rumah sakit dan politeknik kesehatan. Selanjutnya, Menkes Budi menyampaikan satu pesan mengenai fungsi kedua dewan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pertama, Menkes Budi meminta Dewan Pengawas Rumah Sakit dan Dewan Pengawas Poltekkes menjaga dan mengawal tugas direksi rumah sakit dan poltekkes untuk memastikan kualitas pelayanan. Kedua, Menkes meminta kedua dewan memastikan rumah sakit dan poltekkes menjalankan fungsi penelitian dan pengembangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketiga, ia meminta Dewan Pengawas Rumah Sakit memastikan rumah sakit menjalankan fungsi pembinaan dan pengampuan, sementara Dewan Pengawas Poltekkes mengawasi poltekkes untuk memastikan lulusannya mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan setempat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai pelayanan, Menkes Budi juga mengingatkan rumah sakit dan poltekkes untuk memberikan layanan terbaik kepada pasien dan mahasiswanya, bukan kepada pejabatnya. Menurut Menkes, penerima utama layanan rumah sakit atau poltekes adalah pasien dan mahasiswa bukan pejabat pusat seperti direktur atau eselon satu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya ingin pastikan bahwa rumah sakit harus memberikan layanan terbaik bagi pasien-pasiennya di atas layanan mereka melayani meeting, acara, oleh-oleh untuk eselon satu atau menterinya. Untuk poltekkes mereka harus memberikan layanan yang terbaik bagi mahasiswa di sana jauh lebih baik dibandingkan layananan yang diberikan mereka kepada direktur, dirjen, atau menterinya yang datang,” kata Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Budi menyatakan, dia memiliki cara sendiri mengukur kualitas layanan yang diberikan oleh para dewan pengawas baik di rumah sakit ataupun di poltekkes. Menurutnya, kualitas layanan rumah sakit dan poltekkes dapat dilihat dari kepuasaan penggunanya, yakni pasien di rumah sakit dan mahasiswa di poltekkes.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kalau semua pasien yang datang ke rumah sakit memuji, itu artinya benar-benar layanan terbaik. Kalau semua mahasiswa politeknik kesehatan itu memuji dosen-dosennya dan pelajarannya, itu artinya kita telah memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswanya.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, menurut Menkes Budi, cara mengukur kualitas layanan rumah sakit juga dapat dilihat dari asal pasien. Menurut Menkes, jika rumah sakit didatangi oleh pasien luar negeri, setidaknya dari kawasan Asia Tenggara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, atau Singapura, hal itu dapat menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Itu adalah contoh paling konkret kalau rumah sakit Kementerian Kesehatan yang nanti bapak awasi itu dewan pengawasnya bekerja dengan baik,” ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara untuk poltekkes, menurut Menkes Budi, ukuran kualitas pelayanan lainnya adalah dapat dilihat dari berapa banyak mahasiswa asing yang tertarik belajar kesehatan di Indonesia. Menkes juga menyatakan, kualitas pelayanan dapat dilihat dari lulusan poltekkes yang mampu bersaing dengan menjadi tenaga kesehatan di negara asing yang membutuhkan perawat atau tenaga kesehatan lainnya seperti Jepang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai penelitian dan pengembangan, Menkes mengatakan, rumah sakit lebih banyak melakukan penelitian bersifat klinis yang menghasilkan keluaran jenis layanan baru dan bukan penelitian akademis yang keluarannya berupa jurnal ilmiah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Bedanya jelas. Kalau yang klinis akan sangat bermanfaat untuk masyarakat karena masyarakat akan dapat jenis pelayanan yang baru,” Menkes Budi menegaskan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu untuk poltekkes, Menkes Budi menyarankan agar penelitian bukan membuat alat atau aplikasi terkait kesehatan. Penelitian-penelitian yang dilakukan di poltekes dapat berupa penelitian yang mengukur keberhasilan implementasi kebijakan pusat di daerah seperti implementasi penggunaan USG yang diberikan pemerintah pusat kepada fasilitas layanan kesehatan di daerah.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Output</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya bukan jurnal juga, tapi adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">policy research</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">policy suggestion</span></i><span style="font-weight: 400;">. Misalnya, saran kalau memberikan USG jangan USG jenis ini, tapi USG jenis lain karena di daerah kalau diberikan USG jenis ini daya listriknya turun,” ujar Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai pengampuan dan pembinaan, Menkes mengatakan, fungsi ini bertujuan agar rumah sakit lain dapat memiliki kualitas yang sama dengan kualitas yang diberikan oleh rumah sakit Kementerian Kesehatan. Misalnya, Menkes menyatakan, rumah sakit vertikal seperti Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin yang berada di Bandung harus dapat mengampu, mendidik, meng-</span><i><span style="font-weight: 400;">upgrade</span></i><span style="font-weight: 400;"> rumah sakit daerah-daerah yang ada di Jawa Barat agar memiliki layanan seperti RSUP Hasan Sadikin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contoh lainnya, Menkes Budi menyatakan, Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais sebagai rumah sakit rujukan kanker nasional harus dapat mengampu, mendidik, dan meng-</span><i><span style="font-weight: 400;">upgrade</span></i><span style="font-weight: 400;"> rumah sakit di 514 kabupaten/kota agar dapat memberikan layanan  kemoterapi untuk kanker yang sesuai dengan standar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu untuk poltekkes, Menkes Budi mengatakan, poltekkes harus dapat memastikan bahwa tidak ada kekurangan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah poltekkes tersebut beroperasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, Menkes Budi kembali menegaskan tugas Dewan Pengawas Rumah Sakit dan Dewan Pengawas Politeknik Kesehatan adalah membina dan mengawasi agar direksi rumah sakit dan direksi poltekkes dapat menjalankan ketiga fungsi tersebut. Untuk pembinaan, menurut Menkes Budi, dewan pengawas harus memberikan arahan kepada SDM di rumah sakit dan poltekkes seraya berupaya mencari talenta-talenta untuk dipromosikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Yang tidak bagus </span><i><span style="font-weight: 400;">dibikin</span></i><span style="font-weight: 400;"> bagus. Yang sudah bagus, ya, dipromosikan, diberikan kesempatan yang lebih tinggi. Kalau dia jalannya sudah lurus tetap dijaga agar tetap lurus. Tapi, kalau jalannya sudah belok dari arahan tiga tadi, harus diluruskan lagi,” tegas Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk tugas pengawasan, Menkes berpesan agar dewan pengawas harus dapat menjaga rumah sakit dari berbagai pelanggaran keuangan. Menurut Menkes Budi, dewan pengawas tidak sekadar mampu membaca laporan keuangan, tapi harus dapat mengawasi potensi pelanggaran keuangan.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jangan sampai ada terjadi pelanggaran keuangan di rumah sakit-rumah sakit Kemenkes sehingga yang harus kerja memberi penjelasan menterinya. Teman-teman harus kerja. Awasi mereka. Baca laporan keuangan. Bentuk komite audit,” kata Menkes Budi.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (RR)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53726631561_df807f1229_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sederet Inovasi Tekan Angka Kematian Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sederet-inovasi-tekan-angka-kematian-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Fri, 17 May 2024 17:07:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sederet-inovasi-tekan-angka-kematian-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Mei 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia berupaya menekan angka kematian jemaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Belajar dari pengalaman pada 2023, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal mencapai 774 orang dengan mayoritas kelompok usia lanjut usia (lansia).</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Agama (Kemenag) tidak ingin kejadian tahun lalu itu terulang kembali. Fokus utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini adalah jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci harus sepenuhnya sehat dan diperiksa kesehatannya. Terutama, mereka yang mempunyai penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, dan jantung, perlu dikontrol rutin kesehatannya.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M mengungkapkan, sejumlah inovasi untuk memantau kesehatan jemaah haji. Salah satunya, Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH) yang menjadi kartu identitas atau tanda pengenal (name tag) jemaah haji, kini dilengkapi dengan QR Code. QR Code tersebut terpampang di bagian belakang tanda pengenal jemaah haji.</p>
<p>“Tahun ini, kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, kami fasilitasi name tag jemaah haji itu di halaman belakang terdapat QR Code,” ungkap Liliek di Jakarta, Rabu (15/5).</p>
<p>“QR Code itu kalau di-scan, isinya informasi tentang riwayat ringkas kesehatan jemaah haji tersebut. Ada nama, tanggal lahir, usia. Kemudian, kalau dia pernah sakit, sakitnya apa. Kalau dia sudah minum obat, obat apa yang diminum rutin. Sudah divaksinasi apa saja, punya alergi apa.”</p>
<p>Penggunaan QR Code ini merupakan bagian dari penyediaan ringkasan riwayat kesehatan jemaah haji atau yang dikenal dengan istilah International Patient Summary (IPS). IPS ini untuk memenuhi permintaan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Arab Saudi.</p>
<p>Kelengkapan riwayat kesehatan jemaah yang dapat langsung diakses melalui QR Code diharapkan dapat memberikan penanganan cepat dan tepat jika jemaah yang bersangkutan sakit.</p>
<p>“Dengan data itu, kami harapkan kalaupun ada jemaah sakit di rumah sakit Arab Saudi, QR Code di-scan sehingga nanti di sana bisa memberikan terapinya lebih tepat. Jadi, tidak menebak-nebak obat yang dikasih apa. Kalau boleh dibilang itu salah satu inovasi,” lanjut Liliek.</p>
<p>Dengan adanya informasi QR Code riwayat kesehatan, pasien juga dapat lekas selesai perawatannya. Tempat tidur di klinik atau fasilitas kesehatan pun bisa silih berganti dengan pasien lainnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, karena kami sesuai dengan amanah undang-undang, yang mesti kami dampingi jemaah haji reguler khususnya. Maka, terhadap seluruh jemaah haji reguler, data summary kesehatan sudah ada semua dan dapat diakses oleh fasilitas kesehatan yang ada di Arab Saudi, untuk melihat jika ada yang sakit, nanti bisa lebih cepat pertolongannya di sana. Kalau ada summary seperti itu bisa cepat keluar, misalnya bisa lebih cepat seminggu keluar,” terang Liliek.</p>
<p>Pengetatan Istitha&#8217;ah dan Tambahan Asesmen<br />
Inovasi meminimalisirkan jemaah haji meninggal selanjutnya adalah kriteria pengetatan istitha&#8217;ah kesehatan. Istitha&#8217;ah bermakna kemampuan jemaah haji dari aspek kesehatan, baik fisik maupun mental, yang terukur melalui pemeriksaan.</p>
<p>“Misalnya, dulu kalau sakit jantung atau gagal ginjal stadium 5, tidak boleh berangkat. Sekarang, stadium 4 tidak boleh berangkat. Dulu, gula darah orang yang diabetes, kami pakai kriteria yang sangat longgar. Sekarang diketatkan, HbA1c atau cek gula darahnya mesti 8 persen, kalau lebih dari itu tidak boleh berangkat,” kata Kapuskes Liliek.</p>
<p>“Maka, poin nomor satu ini tentang kriteria diagnosis yang boleh berangkat.”</p>
<p>Upaya lain pemeriksaan kesehatan jemaah haji berupa penambahan asesmen. Liliek menegaskan, haji adalah ibadah fisik yang menuntut kesehatan fisik dan mental. Asesmen yang ditambahkan meliputi asesmen kognitif, asesmen mental, dan asesmen aktivitas, khususnya lansia untuk melihat seberapa besar kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas keseharian.</p>
<p>Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024, proses penentuan istitha&#8217;ah atau tidak dilakukan secara komputerisasi. Sebelumnya, sistem dioperasionalkan oleh seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota. Petugas kesehatan yang menyatakan jemaah “istitha&#8217;ah atau tidak” dalam bentuk hasil penilaian akhir.</p>
<p>Sistem secara komputerisasi yang diterapkan bukan menampilkan hasil penilaian akhir, melainkan penilaian dalam setiap tahapan pemeriksaan. Yakni, saat pertama kali jemaah datang ke puskesmas, menjalani anamnesis (wawancara dengan dokter), tes kognitif, tes mental, dan kemampuan aktivitas.</p>
<p>“Setiap tahapannya itu dimasukkan nilai. Misalnya, apakah dia bisa ke kamar mandi range nilai antara 1 sampai 5, hasilnya dia hanya range 2. Dengan proses itu, nanti aplikasi yang menentukan, menyimpulkan dia istitha&#8217;ah atau tidak,” Liliek menjelaskan.</p>
<p>“Lewat sistem ini, kami harapkan hasil pemeriksaan kesehatan benar-benar objektif. Dengan inovasi, yang paling utama adalah kami memang melakukan penyaringan untuk menentukan, jemaah layak terbang atau tidak, itu yang kita perketat.”</p>
<p>Implementasi Ramah Lansia<br />
Demi mendukung kesehatan jemaah haji lansia, ada pula program implementasi ramah lansia. Program ini sudah dimulai pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 dan kembali diterapkan secara matang di tahun 2024.</p>
<p>Dalam program ini, setiap petugas yang sudah dinyatakan lulus meskipun belum berangkat akan dilibatkan dalam kegiatan manasik haji. Pada manasik sebelum keberangkatan, terdapat kegiatan pengukuran kebugaran untuk jemaah haji. Selama manasik, kesehatan jemaah haji dimonitor untuk memastikan jemaah sudah benar-benar sehat secara fisik dan mental saat berangkat.</p>
<p>“Itu bentuk dari implementasi ramah lansia. Dengan kami libatkan para petugas, baik Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di dalam kegiatan manasik, para petugas akan lebih dini kenal kepada jemaah yang akan berangkat,” ucap Liliek.</p>
<p>“Kenal lebih dini ini yang kita harapkan terjalin hubungan emosional secara pribadi.”</p>
<p>Liliek menuturkan, sebelumnya jemaah haji bersama petugas kesehatan pendamping bertemu di embarkasi sehingga terasa masih asing. Akibatnya, ketika di pesawat, jemaah menjadi agak sungkan. Padahal, sebagian besar jemaah adalah mereka yang belum pernah naik pesawat, jarang bepergian naik pesawat dan tidak selama waktunya perjalanan ke Jeddah, yang membutuhkan waktu 10 jam.</p>
<p>“Karena itu, seringkali timbul masalah-masalah kesehatan berkaitan dengan hal-hal yang sebenarnya merupakan siklus rutin. Misalnya, buang air kecil, bagaimana menggunakan toilet, mereka sungkan bertanya. Ini yang kita mesti edukasi kepada jemaah supaya selama di pesawat tetap makan dan minum,” tuturnya.</p>
<p>“Minumnya, jangan sampai kurang. Kalau ingin ke toilet tetap saja ke belakang. Nah, kalau kita sudah kenal lebih dulu, yang kami harapkan, jemaah tidak sungkan, tidak malu lagi bertanya dan kami minta tenaga kesehatan proaktif memberikan penjelasan. Bagaimana cara menggunakan fasilitas pesawat dan sebagainya.”</p>
<p>Pemantauan kesehatan jemaah juga dilakukan secara ketat di kloter, terutama bagi mereka yang masuk kategori risiko tinggi kesehatan. Kategori risiko tinggi kesehatan berdasarkan jamaah lansia dan punya komorbid; serta jamaah belum lansia tetapi punya riwayat penyakit.</p>
<p>“Kami kelompokkan, 30 orang teratas itu masuk kategori jemaah prioritas yang mesti di monitor kesehatannya secara rutin, minimal 2 hari sekali untuk ditensimeter. Kemudian, dilihat saturasi oksigen juga dilihat denyut jantungnya seperti apa,” kata Liliek.</p>
<p>“Semakin ke sini memang jemaah kita yang risiko tinggi jumlahnya bukan menurun, tapi meningkat karena antreannya panjang. Yang sudah mendapatkan porsi untuk berangkat haji sekitar 5,4 juta orang, sedangkan kuota yang berangkat setiap tahun, kuota normal kita sebanyak 221.000. Sekarang kuota kita 241.000. Kalau kita bagi antara 5,4 juta dengan kuota normal 221.000, rata-rata secara nasional, antrean orang pergi haji sejak mendaftar sampai berangkat itu 24 tahun.”</p>
<p>Siapkan Kesehatan Jemaah Haji Lebih Dini<br />
Untuk mempersiapkan lebih baik kondisi kesehatan jemaah haji, Kapuskes Haji Liliek Marhaendro Susilo mengatakan, setelah selesai musim haji tahun 2024, persiapan kesehatan direncanakan mulai dilakukan kepada jemaah haji yang berangkat pada 2025 dan 2026.</p>
<p>“Kami akan langsung jemput jemaah yang akan berangkat tahun 2025 dan 2026 untuk kita siapkan kesehatannya supaya di musim haji yang akan datang dipanggil untuk berangkat, saat diperiksa, kesehatannya sudah bagus. Kondisinya kita siapkan dulu. Mudahan-mudahan, kita sudah tahu dulu sakitnya apa, diperiksa nanti dengan metode sederhana menggunakan pemeriksaan kesehatan yang ada di Mobile JKN berupa mengisi pertanyaan, apakah ada saudaranya yang sakit, apakah orangtua sakit apa,” katanya.</p>
<p>“Nanti keluar simpulan, Anda punya risiko ringan terhadap penyakit apa, Anda punya risiko sedang penyakit apa. Kalau dia risiko sedang dan risiko tinggi, maka sebenarnya dengan hasil pemeriksaan kesehatan itu bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan, kalau dia dirujuk ke rumah sakit.”</p>
<p>Dalam hal ini, bagi mereka yang berisiko tinggi dan sedang, terapi dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum berangkat haji.</p>
<p>“Harapannya, begitu dia sembuh, kami langsung bina kebugarannya dan saat dia dipanggil untuk berangkat dan diperiksa kesehatannya, mudah-mudahan sudah istitha&#8217;ah. Kalaupun kondisinya memburuk dari awal, mereka sudah tahu lebih dulu sehingga porsinya dapat dilimpahkan ke kerabat intinya sesuai ketentuan dari Kementerian Agama,” ucap Kapuskes Liliek.</p>
<p>“Itulah upaya yang kita lakukan supaya kesehatan jemaah haji dapat kita siapkan lebih dini untuk tahun-tahun berikutnya.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-17-at-16.42.23-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pastikan Keamanan Pangan dan Pondokan Jemaah Haji, Kemenkes Tinjau Langsung Katering dan Pemondokan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pastikan-keamanan-pangan-dan-pondokan-jemaah-haji-kemenkes-tinjau-langsung-katering-dan-pemondokan</link>				
         <pubDate>Fri, 17 May 2024 16:57:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pastikan-keamanan-pangan-dan-pondokan-jemaah-haji-kemenkes-tinjau-langsung-katering-dan-pemondokan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 15 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk Tim Sanitasi dan Keamanan Pangan dalam penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1445 H/2024 M. Tim ini bertujuan memastikan pemondokan jemaah haji layak huni dan menjamin makanan bagi jemaah haji memenuhi syarat kesehatan sehingga layak untuk konsumsi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tugas utama Tim Sanitasi dan Keamanan Pangan adalah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di katering dan pemondokan tempat jemaah haji. IKL ke pemondokan merupakan upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. IKL yang dilaksanakan berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap lingkungan yang meliputi standar suhu, udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, serta pengolahan limbah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Seluruh pemondokan diperiksa dengan melihat beberapa kamar jemaah sebagai contoh. Temuan dari Inspeksi Kesehatan Lingkungan apabila terjadi hal hal yang tidak standar dilaporkan kepada pimpinan penyelenggaraan haji untuk dievaluasi,” ujar Kabid Kesehatan Haji dr. Indro Murwoko. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejauh ini, pemondokan yang diperuntukan untuk jemaah haji terlihat nyaman dan jarak hotel ke Masjid Nabawi mulai dari 50 meter sampai sekitar 350 meter.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk pengawasan makanan jemaah haji, dipastikan makanan yang didistribusikan layak untuk dikonsumsi. Setiap hari, Tim Sanitasi dan Keamanan Pangan akan mendapatkan contoh makanan yang akan dikonsumsi oleh jemaah haji untuk diuji metode uji organoleptik yang meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna. Dengan pengujian ini, dapat dideteksi risiko kerusakan makanan sehingga bisa dihindari sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”Biasanya, saat jemaah haji memadati Madinah, sering kali terhambat pengantaran makanannya sehingga ketika sampai di pemondokan sudah melewati waktu makan dan tidak langsung dikonsumsi karena jemaah sedang berada di masjid. Lamanya makanan dikonsumsi dapat menyebabkan rasa dan tekstur yang berubah. Ini yang harus diantisipasi oleh pihak katering agar dapat datang tepat waktu walaupun keadaan sangat padat,” ujar Roedy selaku penanggung jawab Tim Sanitasi dan Keamanan Pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain pada sampel makanan, IKL juga dilakukan pada penyedia jasa makanan atau katering. Pengawasan pada katering dimulai sejak penerimaan, penyimpanan, dan pengolahan bahan makanan, serta pengepakan makanan, hingga distribusi. IKL untuk memastikan katering sudah melakukan semua proses tersebut sesuai standar serta tepat waktu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Selain rasa makanan, kebersihan dan keamanan kandungan dari makanan tersebut juga sangat penting. Oleh karenanya, pengawasan dilakukan mulai dari penyiapan makanan oleh katering sampai diterima oleh jemaah untuk dikonsumsi,” tutur Kabid Kesehatan Haji dr. Indro Murwoko. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-17-at-01.50.14.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspadai MERS-COV, Jemaah Haji Mesti Hindari Kontak dengan Unta</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ waspadai-mers-cov-jemaah-haji-mesti-hindari-kontak-dengan-unta</link>				
         <pubDate>Thu, 16 May 2024 16:10:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ waspadai-mers-cov-jemaah-haji-mesti-hindari-kontak-dengan-unta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 14 Mei 2024</p>
<p>Jemaah haji Indonesia perlu mewaspadai penularan Sindrom Pernapasan Timur Tengah (Middle East respiratory syndrome/MERS), yang disebabkan oleh Middle East respiratory syndrome Coronavirus (MERS-CoV). MERS-CoV telah diidentifikasi dan dikaitkan dengan infeksi manusia dari unta tunggangan di beberapa negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.</p>
<p>Sebagian besar kasus konfirmasi MERS mengalami sindrom saluran pernapasan akut yang berat. Gejala awal yang paling sering ditemukan, yaitu demam, batuk, dan sesak napas. Beberapa kasus juga bergejala diare dan mual atau muntah. Selain itu, komplikasi parah yang terjadi dapat berupa pneumonia dan gagal ginjal.</p>
<p>Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, M.K.M menyampaikan, jemaah haji yang merasa demam atau tidak enak badan harus melaporkan kondisinya kepada Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).</p>
<p>“Semua penyakit menular karena virus dan bakteri pada umumnya didahului dengan demam. Hal yang sangat penting, dan ini juga sudah kita sampaikan kepada jemaah haji kita, kalau nanti di sana ada yang mulai tidak enak badan, mulai meriang, harus segera lapor ke TKHI-nya di kloter untuk mendapatkan pemeriksaan dan diobati lebih lanjut,” pesan Farchanny di Jakarta, Selasa (14/5/2024).</p>
<p>“Kalau memang nanti setelah pemeriksaan oleh TKHI-nya, jemaah harus diperiksa lebih lanjut, tentunya akan dibawa ke Pusat Kesehatan Haji di sana. Kalau di Pusat Kesehatan Haji di Makkah dan Madinah setelah diperiksa, ternyata harus ditangani lebih lanjut lagi, maka jemaah akan dikirim ke rumah sakit.”</p>
<p>Ketika jemaah haji diperiksa oleh petugas kesehatan atau dokter, pertanyaan yang akan digali lebih dalam meliputi riwayat kontak jemaah dengan unta serta riwayat konsumsi produk-produk dari unta.</p>
<p>“Kemudian digali, riwayat kegiatan jemaah haji kita ini, pernah jalan-jalan ke peternakan unta di sana atau tidak. Kalau itu ada, sudah menjadi indikasi kuat untuk pengawasan dan pemeriksaan lebih lanjut. Artinya, harus dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan PCR dan lain-lain dan harus (dilakukan) di rumah sakit,” terang Farchanny.</p>
<p>Potensi penularan MERS-CoV, lanjut Farchanny, terutama adalah penularan dari hewan pembawa virus ke manusia. Akan tetapi, ada kemungkinan penularan dari manusia ke manusia.</p>
<p>“Kriterianya bisa terjadi penularan dari manusia ke manusia untuk MERS-CoV ini adalah yang pertama ketika terjadi kontak erat antara pasien dengan anggota keluarganya di rumah. Kedua, adanya kontak erat si pasien dengan petugas kesehatan di rumah sakit atau di fasyankes,” katanya.</p>
<p>“Walaupun potensi penularan dari manusia ke manusia itu tetap terbuka, ya, ketika dia sedang jalan-jalan ke pasar atau melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi. Penularan antar-manusia lewat droplet, ya, dari seseorang bicara, kemudian droplet-nya menyentuh ke orang yang sehat. MERS-CoV sangat berpotensi kena apabila terjadi kontak erat yang lama.”</p>
<p>Hindari Kontak dengan Unta</p>
<p>Menilik potensi penularan MERS-CoV, Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Farchanny mengimbau agar para jemaah haji senantiasa melakukan pencegahan. Pertama, selalu memakai masker ketika berada di tempat-tempat keramaian.</p>
<p>Kedua, selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama cuci tangan pakai sabun atau memakai penyanitasi tangan (hand sanitizer). Ketiga, hindari kontak dengan unta.</p>
<p>“Jangan sering jalan-jalan di sana, ke pasar cari oleh-oleh, apalagi kalau jalan-jalannya ke peternakan unta. Fokuslah dengan ibadahnya, ke Masjid Nabawi atau ke Masjidil Haram untuk ibadah,” pesan Farchanny.</p>
<p>“Kemudian hindari mengonsumsi produk-produk unta secara mentah. Susu unta banyak di sana. Boleh minum susu, tapi harus sudah dimasak. Makan daging unta, sate unta ya boleh, tapi sudah dimasak dengan matang.”</p>
<p>Jika terlanjur berkontak dengan unta, misalnya berfoto naik unta dan bersentuhan langsung dengan badan unta, segera bersihkan tangan dengan penyanitasi tangan atau cuci tangan pakai sabun.</p>
<p>“Selain itu, tetap jaga kondisi fisik, karena ibadah haji, ibadah fisik di sana. Jangan lupa istirahat yang cukup, jangan diforsir untuk jalan-jalan. MERS-CoV itu virus, kalau daya tahan tubuh kita bagus, potensi penularannya akan kecil,” ucap Farchanny.</p>
<p>Koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi</p>
<p>Mengenai potensi penularan MERS-CoV dalam penyelenggaraan ibadah haji, Farchanny mengemukakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi, bahkan sejak pra-embarkasi atau sebelum keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.</p>
<p>“Saat pra-embarkasi sudah dilakukan koordinasi yang melekat dengan Pemerintah Arab Saudi. Koordinasi ini dilaksanakan oleh Pusat Kesehatan Haji. Pusat Kesehatan Haji juga berkoordinasi dengan kami di Direktorat Jenderal P2P, khususnya dengan Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, karena kaitannya dengan haji,” katanya.</p>
<p>Menurut Farchanny, fasilitas kesehatan seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sudah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi kasus MERS-CoV.</p>
<p>“Koordinasinya sudah sangat baik, persiapan-persiapan sektor kesehatan dalam kegiatan haji ini juga dilaksanakan sejak pra-embarkasi. Jadi, saya yakin Pusat Kesehatan Haji sudah menyiapkan semua fasilitas pelayanan kesehatan untuk melayani jemaah haji kita di sana, termasuk kalau ada kemungkinan temuan kasus yang gejalanya mengarah ke MERS-CoV,” ucapnya.</p>
<p>Edukasi kewaspadaan MERS-CoV dilakukan melalui pembekalan kepada kepala rombongan atau kepala regu serta TKHI yang ada di kloter. Mereka setiap hari akan berkoordinasi dengan petugas haji atau daker di Arab Saudi.</p>
<p>Sementara itu, penyuluhan mengenai MERS-CoV juga sudah dilakukan di embarkasi haji. Ketika jemaah masuk asrama haji, Balai Karantina Kesehatan yang mengelola embarkasi haji melaksanakan penyuluhan.</p>
<p>“Penyuluhan biasanya terjadwal tiap malam. Para kepala regu dan kepala rombongan itu dipanggil ba&#8217;da isya. Terdapat pembekalan yang bukan hanya dari tim kesehatan, ada dari Kementerian Agama juga. Pembekalan dari segi ibadah, lalu pembekalan dari sisi kesehatannya kita yang sampaikan,” jelas Farchanny.</p>
<p>“Dalam pembekalan ini, penyuluhan kita lakukan, khususnya untuk pencegahan. Mencegah supaya tidak terjadi atau meminimalisir potensi penularan MERS-CoV ke jemaah haji.”</p>
<p>Pemantauan Kepulangan Jemaah Haji</p>
<p>Upaya pemantauan MERS-CoV turut dilakukan setibanya jemaah haji kembali ke Indonesia. Skrining kesehatan, salah satunya mendeteksi suhu tubuh, akan diawasi oleh petugas karantina kesehatan.</p>
<p>“Saat kepulangan jemaah haji sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya, sudah ada protapnya (prosedur tetap). Saat dia menginjakkan kaki di Tanah Air, kembali ke Indonesia, dia pertama kali akan diterima atau diawasi oleh petugas karantina kesehatan,” ungkap Farchanny.</p>
<p>“Jemaah haji akan melalui thermal scanner di semua bandara debarkasi haji. Kalau ada yang terindikasi demam, terdeteksi demam, atau ada jemaah begitu turun dari pesawat, kemudian dia batuk, itu pasti akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas karantina kesehatan.”</p>
<p>Jika petugas karantina kesehatan menemukan jemaah haji yang menunjukkan gejala yang mengarah ke MERS-CoV, maka jemaah tersebut akan langsung diisolasi dan dirujuk ke rumah sakit rujukan.</p>
<p>Jemaah haji yang sehat dan telah melalui skrining karantina kesehatan juga terus dipantau kesehatannya. Koordinasi pemantauan ini dilakukan oleh petugas karantina kesehatan dengan dinas kesehatan di daerah asal jemaah haji.</p>
<p>“Pemantauan lebih lanjut selama dua kali masa inkubasi, sekitar 14 hari. Ini dilakukan oleh dinas kesehatan, oleh puskesmas, di daerah asal jemaah. Kalau dia menunjukkan gejala sakit, bisa ke puskesmas, ke klinik atau ke fasyankes lainnya. Kami sampaikan pesan juga bahwa dia baru pulang haji,” tutup Direktur Surveilans Karantina Kesehatan Farchanny.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-16-at-16.03.43.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kelas Rawat Inap Standar Jamin Pelayanan Pasien tak Dibeda-bedakan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kelas-rawat-inap-standar-jamin-pelayanan-pasien-tak-dibeda-bedakan</link>				
         <pubDate>Thu, 16 May 2024 10:16:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kelas-rawat-inap-standar-jamin-pelayanan-pasien-tak-dibeda-bedakan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Mei 2024</p>
<p>Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perpres itu mengamanatkan pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan berlaku Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Mohammad Syahril mengatakan, tujuan perpres ini adalah menjamin masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan agar mendapatkan perlakuan yang sama. Perlakuan yang sama tersebut di antaranya melalui sarana dan prasarana untuk ruang rawat inap yang disebut dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).</p>
<p>Ada 12 komponen yang harus dipenuhi oleh fasilitas kesehatan untuk mencapai KRIS. Sebagian fasilitas kesehatan sudah memenuhi 12 kriteria tersebut tetapi masih ada yang belum memenuhi kriteria tersebut.</p>
<p>Karena itu, implementasi ini masih dalam proses. Sampai dengan 1 Juli 2025, sistem kelas rawat inap di rumah sakit di Indonesia untuk peserta BPJS Kesehatan masih dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3.</p>
<p>“KRIS merupakan upaya untuk perbaikan layanan dan keselamatan pasien, termasuk pasien peserta BPJS. Sebagai contoh, masih banyak di rumah sakit untuk layanan kelas 3 memiliki 8 sampai 12 tempat tidur dalam satu ruang perawatan dan memiliki kamar mandi terpisah di luar ruangan rawat inap. Melalui perpres ini, nantinya maksimal 4 tempat tidur dalam satu ruang perawatan dan ada kamar mandi di tiap ruangan,” ujar dr. Syahril pada konferensi pers, Rabu (15/5).</p>
<p>Perpres 59/2024 juga sudah mengamanatkan kementerian dan lembaga terkait melakukan evaluasi dan hasil evaluasi itu akan menjadi acuan untuk penetapan manfaat, tarif, dan iuran. Dengan demikian, hasil evaluasi berupa ketetapan baru akan diterapkan paling lambat 1 Juli 2025.</p>
<p>Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan Dr. Ahmad Irsan A. Moeis menegaskan, selama masa transisi penerapan Perpres 59/2024 sampai 30 Juni 2025, semua rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS akan menyesuaikan sarana dan prasarana yang dimiliki sesuai dengan amanat perpres itu. Sementara itu, evaluasi terhadap tarif, manfaat, dan iuran akan dilaksanakan bersama dengan kementerian dan lembaga terkait.</p>
<p>“Nanti atas hasil evaluasi tersebut akan dilihat penetapan tarif, manfaat, dan iurannya. Jadi, apakah dibutuhkan iuran baru, tarif baru, dan manfaatnya ini dievaluasi yang menyeluruh. Nanti baru setelah hasil evaluasinya, penetapan iuran, tarif dan manfaat barunya, paling lambat 1 Juli 2025,” kata Irsan. </p>
<p>Saat ini sebagian rumah sakit sudah dalam proses penerapan KRIS. Dari 3.176 rumah sakit secara nasional, ada 3.060 yang akan mengimplementasikan KRIS. Sampai dengan 30 April ini, 2.558 rumah sakit sudah siap  mengimplementasikan KRIS berdasarkan hasil survei 12 kriteria KRIS</p>
<p>&#8220;Jadi, rumah sakit pemerintah maupun swasta tetap memberikan layanan untuk peserta BPJS Kesehatan dan non-BPJS Kesehatan,&#8221; kata dr. Syahril menambahkan. Ditiap RS ada kewajiban untuk menyediakanTempat Tidurnya untuk KRIS yaitu di RS pemerintah sebanyak minimal 60% dan di RS Swasta sebanyak minimal 40%. </p>
<p>Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menegaskan, Perpres Nomor 59 Tahun 2024 tidak menyebutkan adanya penghapusan variasi kelas rawat inap 1, 2, dan 3 bagi peserta Program JKN. Narasi Perpres 59/2024 secara eksplisit tidak mencantumkan satu kalimat pun yang mengatakan ada penghapusan variasi kelas rawat inap 1, 2, dan 3.</p>
<p>Kendati demikian, para pemangku kepentingan akan melakukan evaluasi terhadap hal tersebut. Para pemangku kepentingan yang dimaksud, yakni Kemenkes, BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).</p>
<p>&#8220;Kami akan bersama-sama melihat dari implementasi Perpres 59/2024 ini sampai dengan 30 Juni 2025. Tentu saja, iuran yang selama ini banyak ditanyakan masih tetap, tidak ada penghapusan kelas. Jadi, otomatis untuk iuran ini masih mengacu pada perpres yang masih berlaku, yaitu Perpres 64 tahun 2020 jadi masih ada kelas dan iuran masih sama,&#8221; ucap Rizzky.</p>
<p>Sesuai Pasal 51 Ayat 1 Perpres 59/2024 menyebutkan bahwa peserta dapat meningkatkan perawatan yang lebih tinggi dari haknya, termasuk rawat jalan eksekutif, dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan. </p>
<p>Peserta juga dapat meningkatkan pelayanan dengan membayar selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan dengan beberapa pengecualian. Hal ini seperti tercantum dalam Pasal 51 Ayat 3 Perpres 59/2024. Pengaturan teknis selanjutnya akan ditetapkan melalui peraturan Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/Screenshot-2024-05-16-101134.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jangan Takut Minum untuk Cegah Dehidrasi </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ jangan-takut-minum-untuk-cegah-dehidrasi</link>				
         <pubDate>Wed, 15 May 2024 12:52:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ jangan-takut-minum-untuk-cegah-dehidrasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 14 Mei 2024</p>
<p>Klinik kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah telah melayani 26 pasien sejak 11-13 Mei 2024. Rinciannya, 13 kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), 7 kunjungan pasien ke poliklinik, dan 6 pasien rawat inap.</p>
<p>Pasien pertama yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan adalah pekerja di KKHI Madinah dengan keluhan sesak nafas sehingga harus mendapatkan perawatan di Ruang High Care Unit (HCU). Pasien berikutnya adalah jemaah haji dari kloter Batam Hang Nadim (BTH) 10 yang sempat dirawat di Ruang HCU tetapi kemudian dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS) karena mengalami penurunan kesadaran dan perburukan.</p>
<p>“Pasien tidak mengalami kritis hipertensi karena tekanan darah hanya 150. Penyebabnya, menahan pipis, kemudian jadi darah tinggi. Karena menahan nyeri juga ada kecenderungan ke arah pembengkakan prostat dan itu perlu penanganan lebih lanjut karena di sini hanya bisa dibantu untuk dipasang kateter urine,” kata penanggung jawab medis dr. Adhita Kartyanto, Sp. PD.</p>
<p>Untuk itu, dr. Adhita mengingatkan para jemaah haji untuk mencegah dehidrasi selama di Arab Saudi. “Lebih baik mencegah dehidrasi, dan jangan takut untuk minum, karena buang air kecil adalah penanda bahwa kita tidak dehidrasi, minum air setiap satu jam sebanyak 200 ml, atau satu gelas,” kata dia.</p>
<p>dr. Adhita menambahkan, masyarakat tidak perlu menghindari minum karena takut buang air kecil karena ada banyak toilet di tanah suci. “Karena toilet ada di mana-mana sehingga memudahkan jika ingin buang air kecil,&#8221; kata dr. Adhitia.</p>
<p>Menurut Kepala KKHI Madinah dr. Karmidjono, banyak jemaah haji yang enggan minum air putih selama perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi. Selain itu, banyak jemaah haji yang menahan buang air kecil karena tidak tahu cara penggunaan toilet di pesawat.</p>
<p>Karena itu, dr. Karmidjono mengatakan, perlu keterlibatan petugas atau ketua rombongan untuk mengingatkan jemaah haji untuk selalu minum air putih saat penerbangan dan membantu jemaah haji jika tidak mengetahui cara menggunakan toilet di pesawat. “Karena banyak dari jamaah yang baru pertama kali menggunakan pesawat dan dengan waktu yang lama,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240513-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Tekankan Pentingnya Keseimbangan antara SDM dan Sarana Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-tekankan-pentingnya-keseimbangan-antara-sdm-dan-sarana-kesehata</link>				
         <pubDate>Wed, 15 May 2024 10:12:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-tekankan-pentingnya-keseimbangan-antara-sdm-dan-sarana-kesehata</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Konawe, 14 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemerataan layanan kesehatan baik sumber daya manusia (SDM) dan sarana penunjang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja ke RSUD Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5). Presiden menyatakan, kunjungan tersebut bertujuan melihat kesiapan SDM spesialis dan ruangan di RSUD Konawe, Sulawesi Tenggara.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya ingin melihat, Pak Menteri juga ingin melihat kesiapan SDM-nya, spesialisnya, ruangannya. Saya tadi, Pak Dirut RS, Pak Bupati menyampaikan, Pak Gubernur, akan menyiapkan. Tugas pemerintah pusat mengirimkan alat-alat tadi untuk memperbaiki layanan di bidang kesehatan,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Dirut RSUD Konawe Abdul Rahman Matta, pihaknya akan terus meningkatkan layanan RSUD Konawe. Saat ini, RSUD Konawe memiliki tiga layanan unggulan, yaitu CT Scan yang sudah beroperasi sejak 2019, unit hemodialisis yang dilengkapi 6 mesin hemodialisis, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">guest house</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang dapat mengakomodasi keluarga pasien rawat inap yang ingin turut menginap di rumah sakit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai ketersediaan SDM tenaga kesehatan, Direktur Abdul Rahman mengatakan, RSUD Konawe saat ini memiliki 14 dokter umum dan 29 dokter spesialis mulai dari 4 spesialis dasar seperti spesialis anak, obgin, penyakit dalam, dan bedah, serta spesialis lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kami juga memiliki spesialis THT, neurologi atau saraf, kemudian mata. Kami ada subspesialis paru, gizi klinik, kemudian ada subspesialis bedah mulut, dan juga ada kesehatan jiwa, kemudian rehab medik,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Abdul Rahman menambahkan, meski berstatus sebagai rumah sakit tipe C yang berada di Kabupaten Konawe, pasien yang dilayani RSUD Konawe tidak hanya sebatas dari Kabupaten Konawe. RSUD Konawe juga juga melayani pasien dari kabupaten sekitar Konawe.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Pasien kami juga dari kabupaten Kolaka Timur, Kolaka, Kolaka Utara. Ada juga dari Konawe Utara. Jadi tidak hanya melayani masyarakat Konawe,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Abdul Rahman mengatakan, Poli Penyakit Dalam menjadi poli yang menerima kasus rujukan. Menurutnya, pneumonia, dispepsia, diabetes melitus, dan beberapa penyakit saluran pencernaan atau penyakit saluran pernapasan menjadi diagnosis yang sering ditemui di Poli Penyakit Dalam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk layanan spesialis Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro (KJSU) yang menjadi perhatian pemerintah pusat, Direktur Abdul Rahman menyatakan, RSUD Konawe memiliki beberapa dokter yang sedang meneruskan ke jenjang pendidikan spesialis terkait layanan KJSU.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kami punya beberapa dokter di sini yang saat ini juga sedang sekolah baik itu jantung, saraf, dan bedah saraf,” ujar Direktur Abdul Rahman soal penyiapan SDM.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai sarana dan prasarana untuk layanan spesialistik, Kabid Perencanaan Linda Yulianti Hasan menyatakan, RSUD Konawe sangat terbantu dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, DAK 2024  yang diberikan pemerintah pusat dialokasikan untuk membangun gedung sitotoksik. Sementara itu, bantuan SIHREN atau bantuan penguatan sistem layanan kesehatan rujukan akan dialokasikan untuk program NICU, Catheterization laboratory (Cath Lab), dan alat CT Scan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Untuk SIHREN, kami alokasikan untuk ventilator, tempat tidur pasien, kemudian inkubator, dan alat-alat lain untuk keperluan NICU,” kata Kabid Linda menambahkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Ketua Komite Medik RSUD Konawe Ucy Nadjmiyah, layanan KJSU di RSUD Konawe saat ini masih terbatas layanan dasar. Kendati demikian, keberadaan unit hemodialisis di RSUD Konawe menjadi salah satu upaya peningkatan layanan KJSU, khususnya Uronefro.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ucy menambahkan, RSUD Konawe mendorong dokter-dokter yang bertugas untuk mengikuti berbagai pelatihan, </span><i><span style="font-weight: 400;">fellowship</span></i><span style="font-weight: 400;">, atau pendidikan spesialis dan sub spesialis seiring upaya RSUD Konawe meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan terkait KJSU.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Seiring berjalannya pemenuhan alat layanan KJSU, kami juga mendorong dokter kami untuk meneruskan pendidiksn terkait KJSU seperti mengikuti </span><i><span style="font-weight: 400;">fellowship</span></i><span style="font-weight: 400;"> di neurologi atau di jantung,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Upaya peningkatan layanan RSUD Konawe baik melalui peningkatan sarana dan SDM mendapat apresiasi dari pasien. Menurut Adriyanto Saputra, keluarga dari pasien yang rutin melakukan cuci darah di layanan hemodialisis, pelayanan cuci darah di RSUD Konawe sangat baik mulai dari pendaftaran hingga proses cuci darah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Karena mulai dari kabupaten yang lain itu, mulai dari Kolaka Utara, Kolaka, hingga Konawe Selatan, hanya di sini yang ada mesin hemodialisisnya,&#8221; ujar Ardiyanto.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, kemudahan dan layanan IGD juga menjadi perhatian Indah, orang tua dari pasien anak yang menderita muntaber. Menurut Indah, petugas RSUD Konawe mendahulukan penanganan pasien kemudian memberikan penjelasan administrasi yang tidak berbelit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Saya membawa anak saya ke rumah sakit, begitu didaftarkan, langsung ditangani. Tidak ada kendala apa-apa. Mudah masuknya. Tidak berbelit-belit,” ujar Indah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (RR)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240515-WA0014.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Sediakan Obat-obatan dan Perbekalan Kesehatan untuk Jemaah Haji</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-sediakan-obat-obatan-dan-perbekalan-kesehatan-untuk-jemaah-haji</link>				
         <pubDate>Tue, 14 May 2024 18:05:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-sediakan-obat-obatan-dan-perbekalan-kesehatan-untuk-jemaah-haji</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah, 13 Mei 2024</p>
<p>Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan Ibadah haji. Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang tidak diinginkan saat pelaksanaan ibadah haji, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyediakan obat dan perbekalan kesehatan (perbekkes) lainnya sebanyak 62,3 ton.</p>
<p>“Tahun ini, dari tanah air kami membawa 2.872 koli untuk obat dan kemudian untuk perbekalan kesehatan alat kesehatan habis pakai sebanyak 1.826 koli. Totalnya, kami bawa dari Indonesia sebanyak 4.710 koli atau seberat 62,3 ton,” kata Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS di KKHI Madinah, Senin (13/5).</p>
<p>Direktur Agusdini mengantar langsung 300 koli obat yang terdiri dari psikotropika, insulin dan obat perbekalan kesehatan lain. Sementara itu, sisanya sedang dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi.</p>
<p>Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pengadaan obat tahun ini lebih profesional dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini, perencanaan obat dibuat berdasarkan metode konsumsi dan morbilitas.</p>
<p>”Tidak seluruhnya membeli di tanah air khususnya untuk cairan infus. Untuk infus, hanya membeli 25% dari tanah air dan 75% nya adalah membeli di Arab Saudi karena secara unit cost lebih ekonomis bila membeli di sini,” kata Dr. Agusdini.</p>
<p>”Kalau beli di Indonesia memerlukan transportasi yang mahal, bisa habis sekitar Rp 3-4 M sehingga, Alhamdulillah, dengan pengadaan obat yang 25%, khususnya infus, dibeli di Indonesia dan 75% di Arab Saudi, kita dapat menghemat kurang lebih Rp 3 miliar,” kata dia.</p>
<p>”Kami berharap dengan tersedianya obat dan perbekkes yang telah diadakan dapat membantu mengurangi angka kesakitan pada jemaah sehingga penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar.”</p>
<p>Sementara itu, Kabid Kesehatan PPIH 2024 dr. Indro Murwoko mengatakan, proses pengadaan obat untuk layanan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Makkah dan Madinah dilakukan di Indonesia. Obat-obatan tersebut sudah tiba di Arab Saudi, dengan proses penerimaan dilakukan di Makkah. Selanjutnya, Kemenkes akan melakukan pemilihan obat dengan perhitungan kurang lebih 20-25% dialokasikan untuk layanan di KKHI Madinah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (SEV).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240514-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Layanan Stroke dan Jantung di RSUD</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-tekankan-pentingnya-layanan-stroke-dan-jantung-di-rsud</link>				
         <pubDate>Tue, 14 May 2024 03:05:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-tekankan-pentingnya-layanan-stroke-dan-jantung-di-rsud</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-style: italic;">Muna, 13 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. Baharuddin Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Senin (13/5). Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi sangat memberikan perhatian pada layanan stroke dan jantung di rumah sakit umum daerah (RSUD). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Presiden Jokowi menyatakan, layanan penyakit stroke dan jantung tidak hanya terbatas di kota-kota besar. Ia menambahkan berbagai daerah kecil seperti Kabupaten Muna juga perlu memberikan perhatian terhadap layanan stroke dan jantung.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Saya lihat hampir di semua daerah, penyakit yang menonjol itu adalah stroke dan jantung. Problemnya, kalau di sebuah kabupaten atau kota yang jauh dari provinsi, kalau tidak segera ditangani nanti akan menjadi problem,” ujar Jokowi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memberikan bantuan kepada rumah sakit daerah, seperti RSUD dr. Baharuddin Kabupaten Muna, sebagai dukungan terhadap layanan penyakit jantung dan stroke di daerah. Pemerintah pusat memberikan berbagai bantuan seperti CT Scan, Catheterization Laboratory (Cath Lab), dan bantuan lain kepada RSUD untuk pelayanan stroke dan jantung di daerah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Oleh sebab itu sekarang, Kementerian Kesehatan banyak mengirimkan CT Scan, Cath Lab, mammogram. Saya kira, ini yang selalu saya cek di rumah sakit di daerah. Di sini yang ada. Sudah dikirim CT Scan-nya. Dokter spesialisnya, Alhamdulillah juga ada,&#8221; ujar Jokowi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa kelengkapan alat kesehatan di RSUD harus diimbangi oleh keberadaan dokter spesialis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Untuk kesehatan yang paling penting nanti CT Scan ada. Nanti akan dikirim lagi mammogram, Catch Lab, biar kelengkapan alat kesehatannya semuanya standar. Tetapi juga harus ada dokter spesialis yang dapat mengoperasikan alat-alat yang sangat modern ini,&#8221; kata Presiden Jokowi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menanggapi kebutuhan dokter spesialis, Direktur RSUD dr. Baharuddin Kabupaten Muna Muhammad Marlin menyatakan, RSUD dr. Baharuddin telah memiliki 4 layanan spesialis dasar seperti spesialis anak, bedah, penyakit dalam, dan obgin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain spesialis dasar, RSUD dr. Baharuddin juga memiliki layanan spesialistik jiwa, syaraf, mata, THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), ortodonti, dan bedah mulut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk meningkatkan layanan spesialistik, Direktur Muhammad Marlin berharap, RSUD dr. Baharuddin mendapatkan tenaga tambahan untuk spesialis anak dan spesialis bedah. Menurutnya, banyak permintaan terhadap dua layanan spesialis tersebut di Kabupaten Muna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kami berharap spesialis dasar yang ada sekarang bertambah jumlahnya di spesialis anak kemudian di spesialis bedah. Kalau spesialis penyakit dalam sudah 2 dan spesialis kandungan kebidanan sudah 3,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Cakupan layanan RSUD dr. Baharuddin menjangkau sekitar 226 ribu jiwa masyarakat yang tinggal di Kabupaten Muna. Namun, jumlah cakupan pasien bisa lebih dari itu karena RSUD dr. Baharuddin juga menjadi rujukan regional yang melayani pasien dari Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Buton Tengah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk optimalisasi layanan Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefro (KJSU), Direktur Muhammad Marlin menyatakan, layanan stroke sudah berjalan optimal. Untuk layanan kanker, jantung, dan uronefro, RSUD dr. Baharuddin masih mengusulkan beberapa spesialis untuk memperkuat layanan KJSU.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Untuk jantung, saya tadi konfirmasi bahwa ada yang sedang sekolah di Unhas, tetapi baru semester dua,” kata Direktur Muhammad Marlin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk mendukung layanan RSUD dr. Baharuddin, Kemenkes terus memberikan dukungan melalui DAK 2024 dan bantuan SIHREN atau Strengthening Indonesia’s HealthCare Referral Network, yakni penguatan sistem layanan kesehatan rujukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa bantuan yang dialokasikan melalui SIHREN di antaranya berupa inkubator bayi, monitor neonatus, ventilator non-invasif echocardiography, IHK (Imunohistokimia) Set, mammography, set endurologi basic, USG doppler, USG ECHO portable neonatus, dan berbagai alat penunjang kesehatan rujukan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kondisi fisik RSUD dr. Baharuddin Kabupaten Muna mulai dari kondisi gedung, kebersihan, hingga tata ruang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Gedungnya bagus, tata ruangnya bagus, bersih, saya kira itu yang harus semuanya menuju ke sana,&#8221; kata Presiden Jokowi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (RR)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53718657845_419b9cf09d_c2-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Madinah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ jemaah-haji-kloter-pertama-tiba-di-madinah</link>				
         <pubDate>Mon, 13 May 2024 10:43:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ jemaah-haji-kloter-pertama-tiba-di-madinah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 12 Mei 2024<br />
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jemaah haji kloter pertama dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 01), yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 7301, tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, Minggu (12/5) pukul 08.00 waktu Arab Saudi (WAS). Jemaah masuk Arab Saudi menggunakan jalur cepat atau </span><i><span style="font-weight: 400;">fast track</span></i><span style="font-weight: 400;">, yakni jalur untuk memudahkan proses kedatangan jemaah karena proses imigrasi telah selesai di bandara keberangkatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah turun dari pesawat, jemaah langsung menuju bus yang telah disediakan untuk mengantar ke penginapan. Jemaah haji yang tiba berjumlah 385 orang dan didampingi oleh 8 petugas, dengan rincian 139 jemaah haji berusia &gt;60 tahun dan 246 jemaah haji berusia berusia &lt;60 tahun. Selain itu, sebanyak 12 jemaah haji membutuhkan kursi roda.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun, Layanan Fast Track atau disebut Makkah Route ini digunakan untuk kedatangan jemaah calon haji Indonesia yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta (embarkasi JKG), Bandara Juanda Surabaya (embarkasi SUB), dan Bandara Adi Sumarmo Solo (embarkasi SOC). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kedatangan jemaah haji JKG 01 disambut oleh Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad didampingi oleh Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Yusron Bahauddin Ambary, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdillah M Tohir, dan Kepala Bidang Kesehatan dr. Indro Murwoko. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kondisi jemaah haji kloter JKG 01 dilaporkan berada dalam keadaan baik. Kendati demikian, tim kesehatan yang berada di bandara tetap dalam kondisi siaga untuk memberikan pelayanan kesehatan apabila ada jemaah yang membutuhkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi Tahun 2024 dr. Indro Moerwoko berpesan kepada para jemaah saat pertama kali mendarat untuk beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan di Arab Saudi yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Para jemaah haji juga harus mulai menata kondisi kesehatan setelah perjalanan yang panjang dengan cara istirahat cukup dan tidak memaksakan untuk beribadah jika kondisi tubuh tidak kurang fit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jemaah haji harus sudah mulai diedukasi oleh PPIH terkait masalah kesehatan agar tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas ibadah,” kata dokter Indro. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (SEV).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-12-at-17.57.38.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>KKHI Madinah Siap Layani Jemaah Haji yang Butuhkan Pelayanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kkhi-madinah-siap-layani-jemaah-haji-yang-butuhkan-pelayanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Mon, 13 May 2024 10:36:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kkhi-madinah-siap-layani-jemaah-haji-yang-butuhkan-pelayanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Madinah, 10 Mei 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Tahun 1445 H/2024 M telah melakukan persiapan untuk operasional menjelang kedatangan jemaah haji. Pelayanan kesehatan akan dilakukan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berada di Daerah Kerja (Daker) Makkah dan Daker Madinah. Pelayanan kesehatan di KKHI setingkat dengan pelayanan Rumah Sakit Tipe C di Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">KKHI Madinah, yang berada di Distrik AL Aridh, Jalan Al Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, menyediakan pelayanan kesehatan berupa Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), dokter gigi dan dokter spesialis, laboratorium, farmasi, serta radiologi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, KKHI Madinah menyediakan 10 unit mobil ambulans untuk melakukan mobilisasi dan evakuasi jemaah sakit. Untuk memfasilitasi ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS), ambulans-ambulans tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi, yakni 2 unit di Bandara Madinah, 5 unit di sektor, dan tiga unit di KKHI. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">KKHI Madinah juga mempunyai ruang rawat inap dengan daya tampung sebanyak 62 tempat tidur yang terdiri dari 10 tempat tidur di IGD, 8 tempat tidur di HCU, 8 tempat tidur di ruang psikiatri, dan 18 tempat tidur masing-masing untuk ruang rawat inap perempuan serta ruang rawat inap laki laki.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun, tenaga kesehatan yang bertugas di KKHI Madinah berjumlah 68 orang tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis kesehatan jiwa, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah,  apoteker, perawat, sanitarian, ahli gizi, surveilans, serta tenaga pendukung kesehatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah Muhamad Firdaus, ST, MT, M.Kes, sesuai arahan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan, pelayanan kesehatan yang diberikan bertujuan menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji. Selain itu, pelayanan kesehatan untuk memantau secara berkala kondisi kesehatan jemaah haji, menggunakan fasilitas kesehatan yang ada dengan maksimal, memperkuat koordinasi, memaksimalkan rumah sakit rujukan di Arab Saudi, serta menjaga nama baik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“KKHI madinah sudah siap dalam melayani jemaah haji,” kata Muhamad Firdaus menegaskan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-12-at-17.44.34.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dukung Kalteng Expo 2024 dalam Gerakan BBI dan BBWI</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dukung-kalteng-expo-2024-dalam-gerakan-bbi-dan-bbwi</link>				
         <pubDate>Sun, 12 May 2024 13:15:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dukung-kalteng-expo-2024-dalam-gerakan-bbi-dan-bbwi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palangka Raya, 11 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan mendukung Kalimantan Tengah Expo 2024 dalam agenda Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia ( BBWI) tahun 2024.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan Zulvia Dwi Kurnaini, S.E., M.Ec, saat menghadiri pembukaan Kalteng Expo 2024, 11 Mei 2024 di Palangka Raya.</p>
<p>Menurutnya, Kemenkes mendapat penugasan khusus untuk menjadi campaign manajer menggerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia.</p>
<p>H.Edy Prastowo, S.Sos Wakil Gubernur Kalteng saat membuka Kalteng Expo 2024 mengatakan bahwa Kalteng Expo sebagai upaya meningkatkan volume perdagangan dan kemitraan digitalisasi pemasaran, serta meningkatkan kecintaan terhadap produk buatan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kalteng terus mempromosikan budaya daerah kepada pihak luar Kalteng, sehingga menjadi penarik wisata masyarakat ke provinsi Kalteng terus meningkat&#8221;, ujar Wakil Gubernur.</p>
<p>Menurut wakil Gubernur, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Kalteng Expo yang merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir Kalteng ke 67 akan tutup dengan acara puncak yang akan diselenggarakan 27 Mei 2024.</p>
<p>Provinsi yang mempunyai moto: Kalteng makin berkah dalam keberagaman, terus berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menyelenggarakan Kalteng Expo setiap tahunya.</p>
<p>Dalam laporan Ketua panitia Rangga lesmana, sebagai Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, mengatakan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi Kalimantan Tengah dan memupuk kesadaran kencintaan pada produk buatan Indonesia dan bangga berwisata di wilayah Indonesia, khususnya Kalimatan Tengah.</p>
<p>Kalteng Expo tahun 2024 diikuti oleh 324 stand dan 200 lapak pasar masyarakat di lapangan Temanggung Tilung, Palangka Raya, 11-15 Mei 2024.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240512-WA0015.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Gerakan Nasional BBI &#038; BBWI Prov Kalimantan Tengah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ gerakan-nasional-bbi-bbwi-prov-kalimantan-tengah</link>				
         <pubDate>Sun, 12 May 2024 13:07:43 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ gerakan-nasional-bbi-bbwi-prov-kalimantan-tengah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palangkaraya, 11 Mei 2024</p>
<p>Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di wilayah Indonesia (BBWI) Provisi Kalimatan Tengah yang akan diselenggarakan sedikitnya selama 3 bulan ke depan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Prov Kalteng. Terkait gerakan ini Kementerian Kesehatan mendapat tugas sebagai campaign manager untuk Provinsi Kalimantan Tengah .</p>
<p>Hal ini disampaikan Zulvia Dwi Kurnaini, S.E., M.Ec. Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Kementerian Kesehatan pada saat rapat koordinasi dengan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Prov Kalteng, 11 Mei 2024 di Palangkaraya.</p>
<p>Lebih lanjut Zulvia menjelaskan rencana kolaborasi antara lain berupa pelatihan bagi pelaku UMKM terkait health tourisme, perizinan alat kesehatan dalam negeri, pengenalan merek, potensi obat bahan alam, kosmetik dan pangan, jasa boga, penayangan produk pada sistem katalog elektronik dan market place, serta kegiatan UMKM naik kelas.</p>
<p>&#8220;Dengan kolaborasi dari berbagai pihak ini diharapkan akan meningkatkan potensi UMKM dan perekonomian masyarakat kalimantan tengah&#8221;, ujar kepala Biro PBJ yang akrab dipanggil ibu Anna.</p>
<p>Pada saat yang sama Asisten II Setda Provinsi Kalteng Sri Widanarni, menjelaskan bahwa tahun 2023 Gerakan BBI dan BBWI Kalteng dan Pariwisata mendapat apresiasi peringkat 3 nasional.</p>
<p>&#8220;Kami berharap kolaborasi gerakan BBI dan BBWI dari Kemenkes dan banyak pihak tahun ini dapat mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat Kalteng yang signifikan&#8221;, ujar Sri Widanarni.</p>
<p>Kegiatan Gerakan BBI dan BBWI Kalteng tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah ke 67 tahun 2024, yang berisi berbagai kegiatan seperti Kalteng ekspo, festifal budaya dan berbagai macam kegiatan dari OPD Kalteng. Dan nantinya akan dilakukan kegiatan harvesting pada Agustus 2024 untuk melihat hasil dari rangkaian kegiatan BBI BBWI yang dilakukan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240512-WA0034.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan ACGME Kerja Sama Pendidikan Dokter Spesialis Hospital Based</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-acgme-kerja-sama-pendidikan-dokter-spesialis-hospital-based</link>				
         <pubDate>Sat, 11 May 2024 19:40:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-acgme-kerja-sama-pendidikan-dokter-spesialis-hospital-based</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jumat, 10 Mei 2024</p>
<p>Badan Akreditasi Pendidikan Kedokteran Spesialis atau Accreditation Council of Graduate Medical Education (ACGME), ACGME Internasional (ACGME-I), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dengan bangga mengumumkan kerja sama dalam Inisiatif Perluasan dan Peningkatan Sistem Pendidikan Pendidikan Kedokteran Spesialis di Republik Indonesia sebagai bagian dari Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia.</p>
<p>ACGME memiliki ACGME Global Services, yakni sebuah departemen untuk memajukan misi ACGME, yakni meningkatkan kualitas pendidikan dokter spesialis dan fellowship. Sementara itu, ACGME-I merupakan sebuah organisasi independen yang memberikan akreditasi kepada institusi dan program pendidikan dan pelatihan spesialis dokter di luar Amerika Serikat.</p>
<p>“ACGME, yang mengawasi standar Pendidikan Kedokteran Spesialis untuk Rumah Sakit Pendidikan di Amerika Serikat, banyak di antaranya yang sudah diakui kualitasnya di seluruh dunia, telah terlibat untuk membantu menyelaraskan standar pendidikan GME [pendidikan kedokteran spesialis] Indonesia dengan institusi-institusi terhormat ini,” kata Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin pada peluncuran Acara Pendidikan Kedokteran Spesialis Berbasis Rumah Sakit di Indonesia di Jakarta.</p>
<p>“Kami mengandalkan keahlian mereka untuk memandu standar pendidikan kami.”</p>
<p>Di bawah perjanjian tripartit tersebut, Layanan Global ACGME akan memanfaatkan pengalamannya secara global untuk menilai lanskap pendidikan kedokteran pascasarjana di Indonesia.</p>
<p>“ACGME sangat bangga telah dipilih oleh Pemerintah Indonesia untuk memainkan peran kunci dalam transformasi sistem kesehatannya yang monumental dengan mengidentifikasi peluang untuk menyelaraskan sistem nasionalnya dengan standar internasional,” kata Presiden dan Chief Executive Officer ACGME Thomas J. Nasca, MD, MACP.</p>
<p>“Kami mengakui tantangan unik dari upaya ini dan membayangkan manfaat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan populasi di negara terpadat keempat di dunia.”</p>
<p>Selain itu, ACGME-I secara terpisah akan melakukan peninjauan terhadap sejumlah institusi di Indonesia untuk menilai kesesuaian mereka dengan standar akreditasi internasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53701861266_d737b1b4a7_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Komite III DPD RI Kunjungi KKHI Madinah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ komite-iii-dpd-ri-kunjungi-kkhi-madinah</link>				
         <pubDate>Sat, 11 May 2024 19:32:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ komite-iii-dpd-ri-kunjungi-kkhi-madinah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Madinah 9 Mei 2024</p>
<p>Komite III DPD RI sebagai perwakilan masyarakat dan daerah sangat berkepentingan terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Untuk itu, Komisi III DPD RI yang salah satu lingkup tugas di bidang keagamaan melakukan pengawasan atas penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi yang akan dilaksanakan dalam 2 tahapan, yakni tahap persiapan dan tahap pelaksanaan ibadah haji.</p>
<p>Dalam pengawasan tersebut, pada Kamis (9/5), Komite III DPD RI mengunjungi Kantor Kesehatan Haji (KKHI) Madinah untuk melakukan pengawasan persiapan atau pra-ibadah haji agar penyelenggaraan ibadah haji dapat berlangsung aman, nyaman, tertib, dan sesuai ketentuan syariat, menjadi tanggung jawab negara.</p>
<p>Kunjungan Komisi III DPD RI, yang beranggotakan 12 orang, tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri. Rombongan Komite III DPD RI ini didampingi oleh Kepala KKHI Madinah dr. Karmijono mengunjungi ruang IGD dan ruang rawat inap untuk memastikan kesiapan KKHI menerima pasien jemaah haji dengan fasilitas yang memadai.</p>
<p>Selain meninjau fasilitas di KKHI Madinah, Ketua Komite III Hasan Basri juga menyempatkan berdialog dengan petugas PPIH Madinah. Pada dialog itu, Hasan Basri menanyakan kesiapan para PPIH dalam menjalankan tugasnya.</p>
<p>Ketua Komite III juga menyampaikan agar fasilitas di ruangan yang belum lengkap untuk segera dilengkapi. Ia juga berpesan agar dokter spesialis yang ditempatkan adalah dokter yang sudah berpengalaman.</p>
<p>Pada akhir kunjungannya, Hasan Basri berpesan agar petugas PPIH Madinah menjaga nama baik profesi kesehatan, dan melayani jemaah haji dengan tulus dan sepenuh hati. “Dalam melayani jemaah dengan tulus dan sepenuh hati akan mendapatkan pahala yang luar biasa dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala,” kata Ketua Komite III DPD RI itu.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240511-WA0002.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>PPIH Arab Saudi THN 1445 H / 2024 siap bertugas.</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ ppih-arab-saudi-thn-1445-h-2024-siap-bertugas</link>				
         <pubDate>Thu, 09 May 2024 22:47:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ ppih-arab-saudi-thn-1445-h-2024-siap-bertugas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Mei 2024</p>
<p>Inspektorat Jenderal Kemenag Faisal Ali Hasyim melepas keberangkatan sebanyak 437 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (8/5). PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 terdiri dari 108 PPIH kesehatan, 5 PPIH yang bertugas di Kantor Urusan Haji Jeddah, 84 PPIH bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara, dan 240 PPIH di Daker Madinah.</p>
<p>Pelepasan keberangkatan juga dihadiri oleh Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Adung Abdurrahman, Direktur Bina Haji Arsyad Hidayat, Tenaga Ahli Menteri Agama serta Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Akhmad Fauzin.</p>
<p>Dalam arahannya, Inspektur Jenderal Kementerian Agama Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA., CSEP. meminta para petugas PPIH bersatu padu dalam menjalankan tugas. &#8220;Tidak ada kesuksesan tanpa kekompakan. Kepuasan jemaah haji harus meningkat,&#8221;</p>
<p>Irjen Faisal juga meminta para petugas menaati aturan, tanpa terkecuali.</p>
<p>&#8220;Ikuti SOP, patuhi instruktur atau koordinator untuk seluruh tugas-tugas yang akan dilakukan,” kata dia.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dr. Karmidjono berpesan agar para PPIH Kesehatan menjaga kondisi fisik dan psikisnya, termasuk berpikiran positif. Ia juga mengingatkan para PPIH Kesehatan untuk meneguhkan tekad dan niat.</p>
<p>&#8220;Kita ke sana dalam rangka untuk melayani tamu tamu Allah berikan yang terbaik, apapun yang telah ditugaskan terima dan tidak pakai mengeluh,</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240509-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Apresiasi APINDO Berhasil Turunkan Stunting di 3 Wilayah Percontohan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-apresiasi-apindo-berhasil-turunkan-stunting-di-3-wilayah-percontohan</link>				
         <pubDate>Thu, 09 May 2024 19:54:10 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-apresiasi-apindo-berhasil-turunkan-stunting-di-3-wilayah-percontohan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Mei 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang berhasil menurunkan stunting di Kabupaten Bogor, Kota Serang, dan Kabupaten Purbalingga. Tiga wilayah tersebut merupakan proyek percontohan atau pilot project APINDO ikut andil dalam penurunan stunting di Indonesia.</p>
<p>“Partisipasi dari dunia usaha sudah berhasil menurunkan angka stunting di 3 daerah. Sekarang tinggal diperluas saja sasaran daerahnya,” ujar Menkes Budi pada Diskusi Program &#8220;Gerakan Anak Sehat Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting, di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (8/5).</p>
<p>APINDO melalui program Gerakan Anak Sehat Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting (GAS-KIPAS STUNTING) berkontribusi dalam pencegahan stunting yang memiliki korelasi dengan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Program GAS-KIPAS STUNTING menggunakan tiga pendekatan. Pertama, peningkatan akses pangan, dilakukan dengan mendukung program pangan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat, terutama keluarga dengan anak-anak, untuk mencegah kondisi gizi buruk dan stunting.</p>
<p>Kedua, investasi dalam pendidikan dan kesehatan, dilakukan dengan berpartisipasi dalam program-program pendidikan dan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang nutrisi, kesehatan ibu hamil, serta perawatan anak-anak.</p>
<p>Ketiga, penyuluhan dan kampanye, dilakukan mendukung upaya kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang stunting dan pentingnya pencegahan sejak dini.</p>
<p>Program GAS-KIPAS STUNTING APINDO akan terus dikembangkan hingga 2024 untuk menjangkau lebih dari 150.000 penerima manfaat yang tersebar di lebih dari 1.000 Posyandu di seluruh Indonesia.</p>
<p>Untuk tahap awal, pilot project GAS-KIPAS STUNTING APINDO dilaksanakan atas kerja sama dengan lebih dari 300 pejuang stunting, terdiri atas pakar gizi, kader, koordinator lapangan, mahasiswa pendamping lapangan. Pilot project ini menyasar 3 kota/kabupaten, yakni Kabupaten Bogor, Kota Serang, dan Kabupaten Purbalingga, dengan total 2.300 penerima manfaat.</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) Prof. Dr. Hardinsyah, MS menjelaskan, program GAS-KIPAS STUNTING dirancang di Kabupaten Bogor, Kota Serang, dan Kabupaten Purbalingga. Ada 2.300 penerimaan manfaat selama 4 bulan yang dimulai pada Agustus 2023 setelah diluncurkan.</p>
<p>Pada Januari 2024, telah keluar hasil program GAS-KIPAS STUNTING yang menunjukkan penurunan kasus stunting di 3 wilayah tersebut.</p>
<p>“Strategi dilakukan dengan memberikan kudapan selama 5 hari, Senin sampai Jumat, dan hari Sabtu diberikan makan makanan bersama sekaligus melakukan edukasi bagaimana makanan yang baik, cara makan kepada anaknya,” katanya.</p>
<p>Hasil status gizi pada ibu hamil, kondisi pada Agustus akhir sampai awal September 2023 dilakukan pendataan baseline sebesar 19,6% mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Kemudian 4 bulan setelahnya atau awal Januari 2024, dilakukan pendataan dan ibu hamil yang mengalami KEK turun menjadi 9%.</p>
<p>Selanjutnya, KEK pada ibu dengan anak bawah dua tahun (baduta) yang kondisi awalnya 33,4% menjadi 13,49% setelah 4 bulan.</p>
<p>Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani mengatakan, hal yang paling penting buat APINDO adalah stunting dan mesti ditangani sendiri. Prinsipnya, APINDO tidak dapat memberikan anggaran kepada pihak lain untuk mengatasi stunting, tetapi tidak ada hasil.</p>
<p>“Kami sekarang berani untuk bisa scale up target penurunan stunting, bisa dibantu pemerintah. Ini akan lebih cepat. Jadi, kita ini sama-sama bisa lebih cepat dalam upaya menurunkan stunting di Indonesia,” ungkap Shinta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/53706327242_08c0637835_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Resmi Diluncurkan Presiden Joko Widodo</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pendidikan-dokter-spesialis-berbasis-rumah-sakit-resmi-diluncurkan-presiden-joko-widodo</link>				
         <pubDate>Mon, 06 May 2024 14:24:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pendidikan-dokter-spesialis-berbasis-rumah-sakit-resmi-diluncurkan-presiden-joko-widodo</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Mei 2024</p>
<p>Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan (hospital based) pada Senin (6/5). Peluncuran ini berlangsung di RSAB Harapan Kita, Jakarta.</p>
<p>Program Ini menjadi penting mengingat rasio dokter dibanding penduduk Indonesia sangat rendah, yakni 0,47 per 1.000 penduduk. Rasio tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-147 di dunia. </p>
<p>Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia hanya sebanyak 156.310 dokter. Dengan target 1 dokter umum per 1.000 penduduk, Indonesia masih kekurangan 124.294 dokter umum. Rata-rata, terdapat sekitar 12.000 lulusan setiap tahun dari 117 fakultas kedokteran (FK) di Indonesia. </p>
<p>Sementara itu, jumlah dokter spesialis di Indonesia mencapai 49.670. Menurut Bappenas, rasio ideal dokter spesialis, yakni 0,28 per 1.000 penduduk. Dengan demikian, Indonesia masih kekurangan 29.179 dokter spesialis. Rata-rata, terdapat sekitar 2.700 lulusan setiap tahun dari 24 fakultas kedokteran penyelenggara pendidikan dokter spesialis saat ini.</p>
<p>Selain itu, distribusi dokter spesialis juga tidak merata. Sekitar 59% dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa.</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu, saat ini harus ada terobosan, kita harus membuat terobosan, kita harus berani memulai. Dengan 24 fakultas kedokteran yang dapat menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis dan 420 rumah sakit dari 3.000 RS di Indonesia berpotensi menjadi Rumah Sakit Pendidikan, ini harus dijalankan bersama-sama agar segera menghasilkan dokter spesialis yang sebanyak-banyaknya dengan standar Internasional,&#8221; tutur Jokowi.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ingin mengatasi masalah utama yang belum terselesaikan selama 79 tahun, yakni distribusi dokter yang tidak merata.</p>
<p>Karena itu, Kemenkes merumuskan kebijakan rencana 15 tahun ke depan, salah satunya adalah Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan.</p>
<p>Saat ini, dengan hanya 2.700 lulusan per tahun, butuh lebih dari 10 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis. Dengan hospital base bisa mempercepat pemenuhan dokter spesialis dari 10 tahun menjadi sekitar 5 tahun.</p>
<p>&#8220;Kita perlu mendistribusikan sekitar 29.000 dokter spesialis sampai ke level kabupaten/kota dan ini akan secara dinamis kita lakukan,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Dari sisi kualitas, dokter spesialis lulusan program berbasis rumah sakit ini setara dengan dokter spesialis lulusan program pendidikan di dunia. Pasalnya, Kemenkes melibatkan seluruh kolegium di Indonesia dan kolegium dari luar negeri serta Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) sebagai organisasi akreditasi yang menetapkan standar pendidikan rumah sakit dari rumah sakit pendidikan terkemuka seperti Mayo Clinic dan Johns Hopkins Hospital.</p>
<p>&#8220;ACGME untuk bantu memastikan semua standar lulusan rumah sakit pendidikan di Indonesia sama dengan standar dari John Hopkins dan Mayo Clinic,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/WhatsApp-Image-2024-05-06-at-14.34.43.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>WHO dan Kementerian Kesehatan Menyerukan Eliminasi Lemak Trans untuk Indonesia Lebih Sehat dan Produktif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ who-dan-kementerian-kesehatan-menyerukan-eliminasi-lemak-trans-untuk-indonesia-lebih-sehat-dan-produktif</link>				
         <pubDate>Mon, 06 May 2024 08:26:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ who-dan-kementerian-kesehatan-menyerukan-eliminasi-lemak-trans-untuk-indonesia-lebih-sehat-dan-produktif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Mei 2024</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini meluncurkan kajian perintis mengenai sumber makanan asam lemak trans dalam pasokan pangan Indonesia. Peluncuran ini bertujuan mendukung penerbitan peraturan pemerintah untuk mengeliminasi lemak trans.</p>
<p>Lemak trans atau asam lemak trans adalah asam lemak tak jenuh yang berasal dari sumber alami atau industri. Konsumsi lemak trans secara signifikan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan berkontribusi terhadap sekitar 500.000 kematian akibat penyakit jantung koroner secara global setiap tahunnya.</p>
<p>Studi dasar ini melibatkan pengujian laboratorium terhadap 130 produk di empat kategori makanan: minyak dan lemak, margarin dan olesan, makanan kemasan yang terbuat dari lemak (seperti biskuit, kue kering, wafer, kue, dan roti), serta makanan siap saji seperti mi goreng, nasi goreng, ayam goreng, kentang goreng, dan roti.</p>
<p>WHO merekomendasikan kadar lemak trans dalam pangan kurang dari 2 gram per 100 gram total lemak. Namun, hampir 10% produk yang disurvei atau sekitar 11 makanan mengandung kadar lemak trans melebihi rekomendasi tersebut.</p>
<p>Kadar lemak trans yang tinggi juga terdapat pada produk makanan ringan yang populer dan banyak dikonsumsi, seperti biskuit, wafer, produk roti, dan jajanan kaki lima seperti martabak. Konsentrasi lemak trans tertinggi terdapat pada campuran margarin dan mentega, yaitu 10 kali lebih tinggi dari batas yang direkomendasikan WHO.</p>
<p>“Di Indonesia harus diakui masih kekurangan data terkait lemak trans pada pangan. Kemenkes sangat mengapresiasi upaya dari WHO Indonesia untuk melakukan kajian kandungan lemak trans pada makanan,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono dalam acara tingkat tinggi di Jakarta, Senin (6/5).</p>
<p>Wamenkes Dante menyebutkan, cara paling efektif untuk mengurangi lemak trans dalam pasokan pangan adalah melalui regulasi. WHO pun mendorong negara-negara untuk mengadopsi satu dari dua kebijakan praktik terbaik eliminasi lemak trans.</p>
<p>Langkah pertama adalah membatasi kadar lemak trans hingga 2% dari total kandungan lemak di semua makanan. Langkah kedua, pelarangan minyak terhidrogenasi sebagian (Partially Hydrogenated Oil/PHO), termasuk pelarangan produksi, impor, penjualan, dan penggunaan PHO pada semua makanan.</p>
<p>Untuk mendukung kebijakan ini, pada 2018 WHO meluncurkan inisiatif eliminasi lemak trans global, REPLACE, yang menyerukan negara-negara untuk mengeliminasi lemak trans secara global pada tahun 2023.</p>
<p>Kerangka kerja REPLACE terdiri dari 6 strategi: pertama, meninjau sumber makanan lemak trans dan lanskap kebijakan; kedua, mendorong penggantian lemak trans dengan lemak dan minyak yang lebih sehat; ketiga, memberlakukan peraturan untuk mengeliminasi lemak trans; keempat, menilai dan memantau kandungan lemak trans dalam pasokan pangan; kelima, menciptakan kesadaran di kalangan pengambil kebijakan, produsen pangan, dan masyarakat; dan keenam, memastikan kepatuhan terhadap kebijakan.</p>
<p>Saat ini, sebanyak 53 Negara Anggota WHO telah mengadopsi kebijakan praktik terbaik eliminasi lemak trans, termasuk Denmark yang menjadi negara pertama yang menerapkan kebijakan tersebut sejak 2003.</p>
<p>&#8220;Denmark adalah negara pertama yang melarang lemak trans dalam industri makanan dan ini sudah dilakukan sejak tahun 2003. Kenapa bisa dilakukan, karena sebelum adanya larangan ini, angka kematian akibat penyakit jantung itu sangat tinggi,” kata Wamenkes.</p>
<p>Sepuluh tahun setelah regulasi diberlakukan, tanpa intervensi spesifik lainnya, angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah turun 20 persen.</p>
<p>Wamenkes Dante menegaskan, Pemerintah Indonesia juga berkomitmen penuh untuk menerapkan regulasi pelarangan penggunaan lemak trans pada industri makanan di Indonesia.</p>
<p>Wamenkes pun menilai pembatasan lemak trans akan menekan penyakit jantung sekaligus membuat Indonesia berhemat triliunan rupiah. Ia berharap penyusunan regulasi dengan melibatkan lintas sektor dapat menjadikan Indonesia negara berikutnya yang menerapkan regulasi sesuai praktik baik yang disarankan WHO.</p>
<p>“Kami akan merumuskan regulasi tersebut di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat akan lebih sehat sehingga angka kematian akibat penyakit jantung dan kardiovaskular turun,&#8221; ujar Wamenkes.</p>
<p>Wamenkes menjelaskan, penerapan regulasi lemak trans akan dibarengi dengan edukasi secara masif terutama pada sektor informal seperti pedagang kecil dan menengah.</p>
<p>“Kini, 53 Negara Anggota WHO secara global telah mengadopsi kebijakan praktik terbaik terkait lemak trans, dan WHO bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memastikan Indonesia menjadi negara berikutnya,” kata Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. N. Paranietharan.</p>
<p>“Rilis studi dasar WHO hari ini menandai langkah maju yang penting dalam memperbaiki lingkungan pangan bagi lebih dari 275 juta masyarakat Indonesia, memungkinkan mereka untuk hidup lebih lama dan lebih sehat,” lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentang Kementerian Kesehatan RI</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan warganya, memastikan akses ke layanan kesehatan berkualitas, dan mempromosikan inisiatif kesehatan masyarakat. Melalui upaya kolaboratif dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat di seluruh negeri, kementerian berusaha untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan, pencegahan penyakit, dan akses kesehatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil kesehatan secara keseluruhan bagi semua orang Indonesia. Jelajahi lebih lanjut tentang inisiatif dan kontribusi Kementerian Kesehatan di kemenkes.go.id atau tetap terhubung melalui saluran sosial mereka.</p>
<p>Tentang WHO</p>
<p>Dengan dedikasi untuk kesejahteraan semua orang dan dipandu oleh ilmu pengetahuan, Organisasi Kesehatan Dunia memimpin dan memperjuangkan upaya global untuk memberikan setiap orang, di mana pun berada, kesempatan yang sama untuk hidup yang aman dan sehat. Kami adalah lembaga PBB untuk kesehatan yang menghubungkan negara-negara, mitra, dan orang-orang di garis depan di lebih dari 150 lokasi â€“ memimpin respons dunia terhadap keadaan darurat kesehatan, mencegah penyakit, mengatasi akar penyebab masalah kesehatan, dan memperluas akses ke obat-obatan dan perawatan kesehatan. Misi kami adalah mempromosikan kesehatan, menjaga dunia tetap aman, dan melayani yang rentan.</p>
<p>Narahubung</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI</p>
<p>kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Michael Vurens van Es</p>
<p>Communication Officer</p>
<p>WHO Indonesia</p>
<p>vurensm@who.int</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/578c60a4-f007-4325-a951-c486634cb7a6.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Jebolan PPDS Hospital Based Harus Berkualitas Setara Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ jebolan-ppds-hospital-based-harus-berkualitas-setara-internasional</link>				
         <pubDate>Sun, 05 May 2024 10:46:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ jebolan-ppds-hospital-based-harus-berkualitas-setara-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Mei 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU) / Hospital Based. Kemenkes menargetkan lulusan program ini memiliki kualitas setara internasional. Mutu dan kualitas program hospital based juga dijanjikan sama dengan lulusan PPDS berbasis universitas (university based).</p>
<p>“Hospital based ini program unggulan dari transformasi sumber daya kesehatan. Lulusannya harus berkualitas setara internasional. Harus sama juga dengan lulusan university based,” kata Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI drg. Arianti Anaya, MKM, di Jakarta pada Sabtu (3/5).</p>
<p>Sistem Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan dan Berbasis Universitas akan berjalan beriringan untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan lebih adil.</p>
<p>Pada program hospital based, Kemenkes melakukan upaya peningkatan produksi dokter spesialis, dengan lokasi pendidikan dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSP-PU). Ini demi upaya pemenuhan dan pemerataan di daerah yang kekurangan dokter spesialis.</p>
<p>Arianti menyatakan peserta calon dokter spesialis yang mengikuti program ini diutamakan berasal dari Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), yakni luar Pulau Jawa. Sehingga setelah lulus, mereka dapat mengabdi di daerah terpencil yang masih kekurangan dokter spesialis.</p>
<p>“Sasaran utama pesertanya, pertama dari Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan, DTPK ya, daerah tertinggal atau terjauh. Kedua, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada dari DTPK. Dengan tujuan, kalau PNS di daerah Jawa kan dia tidak bisa mengabdi kembali ke Pulau Jawa, karena kan Pulau Jawa tingkat rasio dokter spesialisnya sudah terlalu tinggi. Ketiga, prioritas juga untuk non-PNS, terutama dari DTPK,&#8221; ujar Arianti. </p>
<p>Dalam hal ini, sasaran peserta hospital based tidak hanya mencakup mereka yang berstatus PNS di daerah yang masih membutuhkan dokter spesialis. Keistimewaan bagi peserta PPDS non-PNS, yakni mereka akan menjadi PNS di DTPK masing-masing setelah lulus.</p>
<p>“Untuk mutu, tentunya menjaga mutu yang sama dengan semua center pendidikan spesialis yang universitas (university based). Itu pasti sama karena standar yang digunakan sama. Standar yang menyusunnya kolegium, jadi sama,” lanjut Arianti. </p>
<p>Secara khusus, poin utama program hospital based bertujuan mempercepat pemenuhan jumlah dokter spesialis, mendistribusikan dokter spesialis ke seluruh pelosok Indonesia agar penempatan tidak hanya terkonsentrasi di pulau jawa, dan mencetak dokter spesialis berkualitas internasional.Program PPDS berbasis RSP-PU akan berjalan bersama dengan PPDS yang saat ini sudah berjalan di universitas. </p>
<p><strong>Batch Awal Penerimaan PPDS Hospital Based</strong></p>
<p>Grand Launching PPDS berbasis RSP-PU akan dilaksanakan pada 6 Mei 2024. Kemenkes sudah menyiapkan Sistem informasi seleksi dan rekrutmen, dimana pra registrasi akan dibuka segera di bulan ini. Info selengkapnya akan diumumkan melalui portal SATUSEHAT SDMK melalui situs https://satusehat.kemkes.go.id/sdmk. </p>
<p>Rekrutmen bersifat terbuka, tetapi diutamakan untuk para peserta yang berasal dari Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Penempatan daerah prioritas atau lokus peserta setelah menyelesaikan pendidikan akan ditetapkan oleh Kemenkes sesuai perencanaan kebutuhan.</p>
<p>“Lokusnya kan rata-rata tidak ada di Pulau Jawa. Sementara ini memang ditujukan untuk lokus yang tidak ada di Jawa. Prinsipnya itu kan untuk (mengatasi) maldistribusi ke depannya,” tegas Dirjen Arianti Anaya.</p>
<p>Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, jumlah kuota penerimaan peserta PPDS Hospital Based Batch 1 sebanyak 38 orang. Terdapat 6 RS milik Kemenkes yang sudah ditunjuk sebagai RSP-PU Pilot atau percontohan untuk program studi dokter spesialis:<br />
RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita: program studi jantung (6 kuota)<br />
RS Anak dan Bunda Harapan Kita: program studi anak (6 kuota)<br />
RS Ortopedi Soeharso: program studi orthopaedi dan traumatologi (10 kuota)<br />
RS Mata Cicendo: program studi mata (5 kuota)<br />
RS Pusat Otak Nasional: program studi saraf (5 kuota)<br />
RS Kanker Dharmais: program studi onkologi radiasi (6 kuota)</p>
<p>Pertimbangan kuota di atas berdasarkan jumlah sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memungkinkan untuk mengajar para calon dokter spesialis. Idealnya, rasio SDM pengajar dalam program dokter spesialis adalah 1 banding 5 sampai 1 banding 10. </p>
<p>Menilik rasio SDM kesehatan, Arianti menuturkan, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada Batch 1 Hospital Based menerima 6 kuota. Sebenarnya, kuota tersebut masih dimungkinkan meningkat hingga 12 orang. </p>
<p>“Karena kan kita pakai rasio 1 banding 5. Kalau kita mau naikkan ke 1 banding 10 itu masih dimungkinkan. Makanya, bisa dinaikkan 2 kali lipat,” tuturnya.</p>
<p>Tahap selanjutnya, Kemenkes berencana menambah RSP-PU Hospital Based. Rencana ini sudah mulai diproyeksi. Berdasarkan proyeksi hingga tahun 2025, Kemenkes akan mengembangkan program studi layanan prioritas.</p>
<p>Pengembangan tersebut akan melibatkan rumah sakit swasta. Artinya, tempat pendidikan pada program hospital based tidak hanya dibatasi pada rumah sakit pemerintah.</p>
<p>Proyeksi pada masa mendatang, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dapat menerima untuk studi bedah toraks dan kardiovaskular, RS Anak dan Bunda Harapan Kita dapat menerima peserta studi spesialis obsgin, RS Kanker Dharmais tidak hanya terbatas pada onkologi radiasi, tapi ke depan dapat menerima studi bedah onkologi dan anestesi.</p>
<p>Kemudian, RS Pusat Otak Nasional untuk studi bedah saraf, RS Ortopedi Soeharso untuk spesialis rehab medik, RS Fatmawati untuk studi ilmu penyakit dalam dan anestesi, RSUD Margono Jawa Tengah untuk studi ilmu penyakit dalam, RSUD Moewardi Surakarta untuk studi urologi, RSPAD Gatot Subroto untuk studi ortopedi dan traumatologi.</p>
<p>Lalu, RS Marzuki Mahdi dapat menerima PPDS Hospital Based studi psikiatri, RS Islam Muhammadiyah Cempaka Putih untuk studi ortopedi dan traumatologi, RSIA Bunda Menteng untuk studi obgyn dan anak, serta Jakarta Eye Centre dapat membantu RS Mata Cicendo untuk studi mata.</p>
<p><strong>Hospital Based Diterapkan di Negara Maju</strong></p>
<p>Penyelenggaraan PPDS Berbasis Rumah Sakit (Hospital Based) merupakan best-practice yang diterapkan di banyak negara maju seperti Inggris, Amerika, dan Jerman.</p>
<p>Di Indonesia, ada lebih dari 3.000 rumah sakit yang tersebar dan 420 rumah sakit berpotensi menjadi Rumah Sakit Pendidikan, termasuk rumah sakit swasta. Oleh karena itu, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSP-PU akan semakin mempercepat peningkatan jumlah produksi dokter spesialis di Indonesia, terutama mengingat adanya kesenjangan dalam penyebaran pusat pendidikan dokter spesialis di Indonesia.</p>
<p>Merujuk data STR Pendidikan (PPDS) 2020-2024 aktif Konsil Kedokteran Indonesia Tahun 2024, dari total 15.523 PPDS aktif saat ini, 67 persen PPDS berasal dari Jawa dan Bali, sedangkan Indonesia bagian timur hanya menyumbang 1 persen, dan Kalimantan 2 persen.</p>
<p>Selain itu, dari 24 sentra pendidikan PPDS berbasis universitas, 50 persennya berada di Pulau Jawa. Hal ini menyebabkan terjadi kesenjangan akses pelayanan dokter spesialis di luar Pulau Jawa, dengan 59 persen dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa.</p>
<p>Per April 2024, 34 persen RSUD di Indonesia bahkan belum mencukupi 7 jenis dokter spesialis dasar, yaitu dokter spesialis anak, obgyn, bedah, penyakit dalam, anestesi, radiologi, dan patologi klinik.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240505-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes RI Hasilkan 12 Rekomendasi Kebijakan terkait Telekesehatan di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-ri-hasilkan-12-rekomendasi-kebijakan-terkait-telekesehatan-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sat, 04 May 2024 10:26:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-ri-hasilkan-12-rekomendasi-kebijakan-terkait-telekesehatan-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Mei 2024</p>
<p>Pertumbuhan industri digital kesehatan, khususnya di bidang telekesehatan, semakin pesat pascapandemi COVID-19. Di sisi lain, hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam membentuk kebijakan untuk menentukan standar kualitas pelayanan yang harus dipenuhi oleh pelaku industri teleksehatan di Indonesia.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Setiaji dalam acara Konferensi Pers ‘Pengumuman Pemberian Rekomendasi pada Program Regulatory Sandbox Klaster Telekesehatan’ yang digelar secara daring pada Jumat, 3 Mei 2024.</p>
<p>“Tidak dapat dimungkiri, kemajuan inovasi akan lebih cepat dibandingkan dengan lahirnya sebuah kebijakan. Di sisi lain, inovasi harus memenuhi standar dan kepatuhan untuk menjamin mutu dalam rangka pelindungan masyarakat. Regulatory Sandbox jadi solusi dalam menjawab tantangan untuk memastikan inovasi dilakukan sesuai standar yang berlaku,” kata Setiaji.</p>
<p>Selain sebagai mekanisme pengujian dan penilaian standar dan kepatuhan, program Regulatory Sandbox Klaster Teleksehatan yang dilaksanakan sejak 3 April 2023 ini juga dimanfaatkan untuk merumuskan panduan dan rekomendasi kebijakan yang berbasis pada bukti.</p>
<p>Hasilnya, ada 12 (dua belas) rumusan pedoman dan rekomendasi yang telah disusun. Di antaranya terkait mekanisme pengawasan, mutu pelayanan, keselamatan pengguna, keamanan data, dan lainnya. Hal tersebut akan digunakan untuk proses penyelarasan dalam penyusunan regulasi ke depan, khususnya terkait telekesehatan.</p>
<p>“Diharapkan, hal ini dapat membantu pemerintah dalam menerapkan standar dari segala aspek di layanan telekesehatan. Sehingga industri dapat memberikan manfaat yang lebih optimal, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan dapat terlindungi,” jelas Setiaji.</p>
<p>Pemberian Rekomendasi dan Status ‘Dibina’</p>
<p>Setelah melewati tahapan akhir untuk melakukan penyesuaian pada aspek layanan dan tata kelola, Kemenkes RI secara resmi mengumumkan 6 (enam) penyelenggara inovasi digital kesehatan (IDK) yang berhasil mendapatkan rekomendasi penuh dan status ‘Dibina’ pada program Regulatory Sandbox Klaster Telekesehatan.</p>
<p>Enam penyelenggara IDK tersebut, yaitu Good Doctor, Halodoc, Alodokter, Sirka, Sehati TeleCTG, dan Naluri. Selanjutnya, enam penyelenggara IDK tersebut akan mendapatkan pembinaan dari Kemenkes RI serta berhak menggunakan logo ‘Dibina oleh Kementerian Kesehatan RI’ pada media publikasi yang diterbitkan.</p>
<p>“Penyelenggara IDK terpilih tersebut diharapkan menjadi contoh bagaimana sebuah inovasi teknologi dijalankan, sehingga dapat menginspirasi lainnya untuk menerapkan standar yang sama atau lebih baik. Dengan demikian, inovasi yang dihadirkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” kata Setiaji.</p>
<p>Enam penyelenggara IDK ini telah mengikuti seluruh tahap pengujian Regulatory Sandbox Klaster Telekesehatan mulai dari status ‘Tercatat’, ‘Diawasi’, hingga kini meraih status ‘Dibina’.</p>
<p>Dalam melaksanakan Regulatory Sandbox Klaster Telekesehatan, Kemenkes RI didukung oleh Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Think Policy, dan Instellar Indonesia sebagai mitra pelaksana (implementing partner).</p>
<p>Rencana Tindak Lanjut</p>
<p>Setelah sukses pada gelaran perdananya, Kemenkes RI berencana untuk melakukan perluasan cakupan pengujian inovasi digital kesehatan melalui kebijakan Sandbox Kesehatan.</p>
<p>Berbeda dengan sebelumnya yang hanya menguji lingkup standar dan kepatuhan (regulatory), ke depan program ini juga akan mencakup pemanfaatan produk dan layanan inovasi digital kesehatan yang telah ada (Industrial Lab) dan pengembangan inovasi digital kesehatan baru (Innovation Lab).</p>
<p>“Kami berharap pengembangan ini nantinya akan menghasilkan produk sandbox yang lebih luas, berupa rekomendasi dan kebijakan, perluasan pemanfaatan, hingga melahirkan inovasi-inovasi baru di bidang layanan kesehatan,” ujar Setiaji.</p>
<p>Berbeda dengan sebelumnya yang ditujukan pada satu klaster yaitu telekesehatan, Program Sandbox Kesehatan akan dilaksanakan terhadap pelbagai klaster inovasi lain sesuai tren perkembangan industri inovasi digital kesehatan yang ada di di Indonesia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/Screenshot_20240504_101752_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tidak Ada Efek Samping Akibat Vaksin COVID-19 di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tidak-ada-efek-samping-akibat-vaksin-covid-19-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Thu, 02 May 2024 15:54:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tidak-ada-efek-samping-akibat-vaksin-covid-19-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Mei 2024</p>
<p>Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, tidak ada kejadian sindrom trombosis dengan trombositopenia atau thrombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) setelah pemakaian vaksin COVID-19 AstraZeneca di Indonesia. Hal ini berdasarkan surveilans aktif dan pasif yang sampai saat ini masih dilakukan oleh Komnas KIPI.</p>
<p>“Keamanan dan manfaat sebuah vaksin sudah melalui berbagai tahapan uji klinis, mulaiuji klini tahap 1, 2, 3 dan 4 termasuk vaksin COVID-19 yang melibatkan jutaan orang, sampai dikeluarkannya izin edar. Dan pemantauan terhadap keamanan vaksin masih terus dilakukan setelah vaksin beredar” kata Prof Hinky.</p>
<p>Sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Komnas KIPI bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPOM melakukan surveilans aktif terhadap berbagai macam gejala atau penyakit yang dicurigai ada keterkaitan dengan vaksin COVID-19 termasuk TTS. Survei dilakukan di 14 rumah sakit di 7 provinsi yang memenuhi kriteria selama lebih dari satu tahun.</p>
<p>“Selama setahun, bahkan lebih, kami amati dari Maret 2021 sampai Juli 2022. Kami lanjutkan lebih dari setahun karena tidak ada gejalanya, jadi kami lanjutkan beberapa bulan untuk juga supaya memenuhi kebutuhan jumlah sampel yang dibutuhkan untuk menyatakan ada atau tidak ada keterkaitan. Sampai kami perpanjang juga tidak ada TTS pada AstraZeneca,” jelas Prof Hinky.</p>
<p>“Jadi, kami melaporkan pada waktu itu tidak ada kasus TTS terkait vaksin COVID-19,” lanjut Prof Hinky.</p>
<p>Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat terbesar di dunia yang melakukan vaksinasi COVID-19. Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya adalah vaksin AstraZeneca.</p>
<p>Setelah surveilans aktif selesai, Komnas KIPI tetap melakukan surveilans pasif hingga hari ini. Berdasarkan laporan yang masuk, tidak ditemukan laporan kasus TTS.</p>
<p>TTS merupakan penyakit yang menyebabkan penderita mengalami pembekuan darah serta trombosit darah yang rendah. Kasusnya sangat jarang terjadi di masyarakat, tapi bisa menyebabkan gejala yang serius.</p>
<p>“Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bila ditemukan penyakit atau gejala antara 4 sampai 42 hari setelah vaksin disuntikkan. Kalaupun saat ini ditemukan kasus TTS di Indonesia, ya pasti bukan karena vaksin COVID-19 karena sudah lewat rentang waktu kejadianya,” jelas Prof Hinky.</p>
<p>“Namanya trombosis, pembuluh darah membeku. Kalau terjadi di otak muncul gejala pusing, di saluran cerna mual, di kaki pegel. Kalau jumlah trombositnya menurun, ada perdarahan, biru biru di tempat suntikan, ya, itu terjadi, tapi 4-42 hari setelah vaksin. Kalau sekarang terjadi, ya, kemungkinan besar terjadi karena penyebab lain, bukan karena vaksin,” kata Prof Hinky.</p>
<p>Masyarakat juga masih bisa melaporkan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI kepada Komnas KIPI melalui puskesmas terdekat. “Puskesmas sudah terlatih, akan dilakukan investigasi, anamnesis, dan rujukan ke RS untuk akhirnya dikaji Pokja KIPI dan dikeluarkan rekomendasi berdasarkan bukti yang ada,” jelasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/05/51247101258_d915f9b4df_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes &#8211; Alodokter Lakukan Kerja Sama di Sektor Digital Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-alodokter-lakukan-kerja-sama-di-sektor-digital-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Apr 2024 23:20:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-alodokter-lakukan-kerja-sama-di-sektor-digital-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan telah menandatangani kerja sama dengan PT Alodokter Teknologi Solusi pada Selasa (30/4). Kerja sama ini terkait pendayagunaan platform digital kesehatan secara optimal untuk mendukung transformasi Kesehatan.</p>
<p>Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan President Director PT Alodokter Teknologi Solusi, Suci Arumsari. Acara penandatanganan turut disaksikan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin.</p>
<p>Sekjen Kunta menjelaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin dengan Alomedika pada 14 Januari 2024 lalu.</p>
<p>Dari pertemuan itu, Menkes menginstruksikan agar dilakukan kerjasama yang meliputi beberapa hal seperti Program Kemenkes, survey online dan survey kepuasan pelayanan, pemberian SKP bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terlibat pada kegiatan Kemenkes dan terkait Aplikasi Satu Sehat.</p>
<p>Menurut Sekjen Kunta, melalui perjanjian ini keduanya dapat bersama-sama memanfaatkan perkembangan teknologi digital kesehatan untuk meningkatkan akses, memurahkan biaya dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh pelosok tanah air termasuk daerah-daerah terpencil.</p>
<p>“Kami percaya bahwa melalui kemitraan ini kita dapat membuka peluang baru dan meningkatkan akses, efisiensi dan juga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p>Berbagai peluang inilah yang kemudian dirumuskan oleh Kemenkes dan Alodokter menjadi ruang lingkup yang dipayungi dalam nota kesepahaman ini. Ruang lingkup tersebut diantaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia; pengembangan komunikasi, informasi, dan edukasi; survei pembangunan kesehatan; serta dukungan program melalui layanan telemedisin.</p>
<p>Disamping empat ruang lingkup tersebut, Menkes menyebut setiaknya ada tiga peluang besar yang bisa dimanfaatkan oleh platform teknologi kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Pertama, menyediakan pendidikan tenaga kesehatan yang lebih mudah dan murah.</p>
<p>“Sekarang kita minta online pun boleh untuk mendapatkan SKP, sehingga akses dokter di daerah lebih mudah. Karena kalau tempat tinggalnya jauh membutuhkan biaya besar. Itu yang membuat sistem SKP kita turun. Dengan online, platform seperti Alodokter itu bisa sangat membantu untuk mempermudah akses dan mempermurah biaya untuk memperoleh 250 SKP dokter-dokter kita,” kata Menkes.</p>
<p>Kedua, akses layanan kesehatan harus masif sampai di tingkat bawah seperti Puskemsas. Menkes menyampaikan saat ini Puskemsas telah dilengkapi dengan alat kesehatan yang canggih dan modern seperti USG serta EKG.</p>
<p>Dengan platform teknologi yang baik, Alodokter bisa terkoneksi dengan alat-alat tersebut, datanya bisa digunakan oleh dokter umum maupun spesialis untuk membantu analisis.</p>
<p>“Hasil dari pemeriksaan USG dan EKG itu bisa dikirim Alodokter ke dokter jantung, ada penyakit jantungnya tidak. Selain dokter ada juga layanan AI-nya. Itu dengan data bisa masuk ya. Akibatnya masyarakat kita di seluruh kecamatan yang punya Puskesmas mendapatkan layanan kesehatan yang relatif terstandar,” tutur Menkes.</p>
<p>Peluang selanjutnya dari kerja sama ini, lanjut Menkes, layanan kesehatan dapat diperluas tak hanya di level Puskemsas, Pustu ataupun Posyandu, tetapi setiap rumah harus memiliki layanan kesehatan yang diberikan oleh ibu rumah tangga.</p>
<p>“Jadi seluruh ibu rumah tangga kita didik supaya bisa menjadi dokter rumah tangga. Tugas dokter itu memeriksa dan mengobati. Kalau ada anggota keluarganya yang sakit demam bisa dicek secara mandiri pakai termometer. Kalau sakit panas dikasih obat paracetamol,” terang Menkes.</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa kerja sama strategis ini diharapkan bisa terus berlanjut untuk menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses, berbiaya murah dan terstandar bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Suci Arumsari yang mewakili Alodokter dan Alomedika menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Kesehatan dalam kerja sama ini. Pihaknya juga merasa terhormat menjadi bagian dari upaya integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam sektor kesehatan di Indonesia.</p>
<p>“Kami percaya melalui kemitraan yang erat dan terpercaya kami akan mampu bersama-sama menciptakan perubahan yang positif dan juga signifikan dalam pelayanan kesehatan memberikan pelayanan yang luas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.</p>
<p>Denganpenandatanganan nota kesepahaman ini, Alodokter akan memperluas jangkauan komunikasi tentang visi dan program-peogram kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain itu, Alodokter juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM yang terlibat dalam penyediaan layanan kesehatan di seluruh Indoensia melalui layanan telemedicine.</p>
<p>“Kami siap untuk menjalankan tanggung jawab ini dengan penuh dedikasi dan integritas untuk bersama-sama menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG_9711.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Email Phishing Mengatasnamakan SATUSEHAT</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-email-phishing-mengatasnamakan-satusehat</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Apr 2024 11:27:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-email-phishing-mengatasnamakan-satusehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendapatkan laporan adanya percobaan praktik phishing (pengelabuan) melalui surel atau email oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mencatut nama SATUSEHAT Kemenkes RI.</p>
<p>Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI Setiaji mengajak semua pihak untuk waspada dengan berbagai praktik kejahatan siber yang dapat mengganggu pemanfaatan program transformasi digital kesehatan.</p>
<p>“Saya mengimbau kepada fasyankes dan masyarakat secara umum untuk tidak mengakses link (tautan) yang dianggap mencurigakan, termasuk memberikan informasi pribadi melalui email maupun kanal komunikasi lainnya,” kata Setiaji, Senin (29/4).</p>
<p>Setiaji menjelaskan, setiap situs web (website) maupun email yang terafiliasi resmi dengan Kemenkes RI hanya menggunakan domain kemkes.go.id. Sementara itu, akun media sosial resmi, baik WhatsApp, Instagram, maupun X, memiliki tanda verifikasi dengan tanda centang di tiap profilnya.</p>
<p>Dari laporan yang diterima, tautan phishing tersebut dikirim melalui email yang tidak menggunakan domain kemkes.go.id ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Tautan phishing itu berisi permintaan verifikasi data kesehatan pada SATUSEHAT.</p>
<p>“Tidak menutup kemungkinan link phishing serupa juga dikirimkan kepada masyarakat dengan memanfaatkan kanal komunikasi yang sama maupun berbeda, seperti WhatsApp atau aplikasi pesan singkat lainnya,” kata Setiaji.</p>
<p>Setiaji mengingatkan masyarakat untuk selalu teliti dan memperhatikan asal akun pengirim pesan. Adapun, informasi resmi terkait SATUSEHAT dapat diakses melalui kanal satusehat.kemkes.go.id.</p>
<p>“Apabila mendapatkan informasi selain dari website tersebut, mohon abaikan dan laporkan ke Halo Kemenkes atau melalui helpdesk@kemkes.go.id,” ujar Setiaji.</p>
<p>Phishing merupakan suatu teknik penipuan atau pengelabuan yang sering dilakukan secara online oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh informasi sensitif di antaranya data pribadi seperti nama, usia, alamat, atau username dan password akun, serta data finansial seperti informasi kartu kredit dan rekening.</p>
<p>Pelaku phishing melakukan penipuan atau pengelabuan itu dengan menyamar sebagai entitas tepercaya, seperti pemerintah, layanan publik, bank, dan sebagainya dengan tujuan menarik perhatian individu agar memberikan informasi pribadi tanpa mereka sadari.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/pc-2.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes, UNDP, dan WHO Luncurkan Green Climate Fund</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-undp-dan-who-luncurkan-green-climate-fund</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Apr 2024 09:29:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-undp-dan-who-luncurkan-green-climate-fund</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama UNDP dan WHO menyepakati kerja sama untuk membangun sistem kesehatan yang tahan terhadap perubahan iklim dengan pendanaan dari Green Climate Fund (GCF).</p>
<p>Sebagai bagian dari proyek global GCF, yang mencakup 17 negara, proyek di Indonesia akan dirancang untuk meningkatkan ketahanan iklim layanan kesehatan melalui solusi adaptasi dan mitigasi iklim. Komponen adaptasi melibatkan penguatan dan integrasi sistem peringatan dini untuk penyakit terkait iklim. </p>
<p>Dalam upaya mitigasi, inisiatif ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dari fasilitas kesehatan. Setiap negara akan melaksanakan proyek sesuai dengan keadaan uniknya untuk memastikan pendekatan yang disesuaikan dengan konteks.</p>
<p>Di Indonesia, proyek ini bertujuan membentuk sistem kesehatan nasional yang tahan terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan, mengurangi emisi gas rumah kaca dari sistem kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan pendanaan untuk tindakan transformatif terhadap risiko kesehatan terkait iklim. </p>
<p>Inisiatif ini akan membantu sistem kesehatan Indonesia untuk menjadi lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim, serta mempromosikan sistem kesehatan yang tahan terhadap perubahan iklim dan rendah karbon yang berkelanjutan.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dampak perubahan iklim sangat berpengaruh pada kesehatan manusia, khususnya berkaitan dengan penyakit menular dan penyakit tidak menular. </p>
<p>&#8220;Itu sebabnya kita di kesehatan harus siap. Seharusnya, semua hewan yang kemungkinan besar berinteraksi lebih sering dengan manusia harus diskrining terlebih dahulu untuk patogen, virus, dan bakterinya. Bahkan, kalau bisa diteliti di level hewan karena jika menunggu terjadi ke manusia sudah telat dan lebih mahal untuk mengatasinya,&#8221; ujar Menkes Budi di Jakarta, Senin (29/4).</p>
<p>Upaya merealisasikan hal tersebut membutuhkan anggaran besar. Untuk itu, proyek ini dilaksanakan dengan menggandeng institusi global seperti UNDP dan WHO.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, kedua institusi global itu berperan sebagai katalisator untuk menarik keterlibatan organisasi global lainnya.</p>
<p>Officer in Charge of UNDP Indonesia Sujala Pant mengatakan, UNDP percaya bahwa perubahan iklim merupakan isu yang saling terkait. Karena itu, UNDP terus mengintegrasikannya di hampir semua bidang kerja mereka sambil terus mencari cara untuk mengembangkannya dan menemukan solusi yang dapat memberikan respons yang lebih baik terhadap dampak perubahan iklim di masa depan.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat penting bagi kami,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Perwakilan WHO untuk Indonesia Dr. N. Paranietharan mengatakan, perubahan iklim adalah ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi umat manusia, dan WHO berkomitmen untuk meresponsnya.</p>
<p>&#8220;Peluncuran inisiatif ini menandai langkah maju yang berani bagi Indonesia, yang sangat rentan terhadap dampak kesehatan perubahan iklim, dan akan mempercepat kemajuan menuju masa depan yang lebih sehat, lebih hijau, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan bagi semua orang,&#8221; ungkap Paranietharan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53687139074_aa12bb38a4_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Permata Kamila Turunkan Kasus Stunting di Cianjur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ permata-kamila-turunkan-kasus-stunting-di-cianjur</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Apr 2024 16:44:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ permata-kamila-turunkan-kasus-stunting-di-cianjur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangsel, 25 April 2024</p>
<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menurunkan kasus stunting di wilayahnya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencapai 41,22%, yang menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.</p>
<p>Selain dukungan anggaran, Pemkab Cianjur juga telah mengimplementasikan program-program yang memfokuskan pada peningkatan layanan intervensi stunting. Salah satu di antaranya adalah program Permata Kamila, yang memberikan makanan tambahan lokal kepada ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita.</p>
<p>&#8220;Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Cianjur dengan melakukan inovasi program, di antaranya Jufe atau Jumat Minum FE (zat besi), Gebrak Roasting atau Gerakan Bersama Aksi Orangtua Asuh Stunting, dan Permata Kamila serta kerja sama dengan CSR perusahaan dan organisasi masyarakat,&#8221; kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. Nenden Evi Wulandari, pada acara Best Practice Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2024 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/4).</p>
<p>Nenen menjelaskan, program Permata Kamila telah dilaksanakan di 32 kecamatan, 47 puskesmas, 157 desa, dan 137 pos gizi. Untuk makanan yang akan diberikan sebagai intervensi stunting, Dinas Kabupaten Cianjur menggandeng Persatuan Ahli Gizi Cianjur untuk menyusun menu yang sesuai dengan target gizi. Sebelum didistribusikan melalui pos gizi, makanan tersebut melalui proses uji coba dan evaluasi (food testing).</p>
<p>Selain pemberian makanan di pos gizi, Dinas Kabupaten Cianjur juga menyelenggarakan edukasi dan konseling gizi. Program Permata Kamila memiliki peran penting untuk memastikan keberhasilan intervensi stunting.</p>
<p>&#8220;Edukasi dan konseling gizi sangat penting agar ibu dapat menerapkan materi yang telah diberikan pada program Permata Kamila sehingga ada perubahan pola makan di rumah yang tadinya hanya nasi dengan kecap saja menjadi makanan lokal yang memiliki nilai gizi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Nenden, sebanyak 4.371 anak dengan masalah gizi berhasil mencapai status gizi yang normal setelah mengikuti program Permata Kamila. Selain itu, ibu hamil dengan masalah gizi juga berhasil meningkatkan berat badan sesuai dengan target.</p>
<p>&#8220;Setelah dilakukan program intervensi, terjadi tren penurunan prevalensi stunting, yang pada tahun 2013 berdasarkan Riskesdas angkanya 41,72% menjadi 13,6% pada tahun 2022 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia,&#8221; kata Nenden.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/07ac5e0c-cae5-42a8-8920-be3ab065946e.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes  Ingatkan Peran Puskes TNI Hadapi Ancaman Non-Militer</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-ingatkan-peran-puskes-tni-hadapi-ancaman-non-militer</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Apr 2024 16:29:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-ingatkan-peran-puskes-tni-hadapi-ancaman-non-militer</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 24 April 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan ada tiga jenis ancaman di dunia terkait keselamatan bangsa yang mencakup ancaman militer dan non-militer. Untuk itu, Menkes Budi mengingatkan pentingnya peran TNI melalui Pusat Kesehatan (Puskes) TNI untuk menghadapi ancaman non-militer.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan tiga ancaman keselamatan bangsa tersebut, yakni bencana alam, ancaman dari sesama manusia berupa perang, dan virus atau perang melawan penyakit yang merupakan ancaman paling besar.</p>
<p>&#8220;Paling besar adalah perang dengan penyakit dan paling besar adalah pandemi Black Death pada 1300an,” ujar Menkes saat memberikan keynote speech pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kesehatan TNI Tahun 2024 di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (24/4).</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan, ancaman non-militer seperti pandemi COVID-19 silam juga merupakan ancaman terhadap kedaulatan negara. Saat itu, Menkes mengatakan, TNI memiliki peran yang besar dalam menjaga kedaulatan negara dari pandemi COVID-19. Ia menambahkan, TNI dan Polri berperan penting dalam penanggulangan pandemi COVID-19.</p>
<p>“Banyak negara bilang, Indonesia untuk vaksinasi COVID butuh 10 tahun. Kita nyatanya 18 bulan selesai. Itu dengan mengerahkan kekuatan militer, untuk menghadapi ancaman non-militer yang mengancam keselamatan bangsa,&#8221; ujar Menkes Budi mengapresiasi peran TNI dalam penanganan pandemi COVID-19.</p>
<p>Belajar dari penanganan pandemi COVID-19 itu, Menkes Budi mengingatkan tentang pentingnya pembinaan dan kerja sama antara bidang kesehatan dan militer untuk menghadapi ancaman non-militer seperti pandemi.</p>
<p>“Tugas  saya juga bersama Puskes TNI nanti untuk memastikan bahwa TNI itu dibina untuk siap menghadapi ancaman non-militer, yang mengancam keselamatan bangsa, yang sifatnya perang dengan musuh yang tidak terlihat, yaitu virus,&#8221; kata Menkes Budi.</p>
<p>Untuk itu, Menkes Budi menyatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan berupaya berbagi pengetahuan (sharing knowledge) terkait teknologi kesehatan dengan Puskes TNI. Menkes juga mengapresiasi  jangkauan petugas kesehatan TNI yang mampu bertugas hingga pelosok dan daerah rawan konflik. Menkes Budi berharap Kemenkes dapat memperkuat layanan kesehatan di daerah-daerah tersebut melalui dukungan dan kerja sama dengan TNI.  </p>
<p>“Jadi, kami berpikir untuk daerah-daerah (rawan konflik) seperti itu, kami bisa kembangkan fasilitas-fasilitas kesehatan (TNI) di sana. Dokter-dokternya (dari TNI), kita didik yang mau ambil spesialis di sana, supaya bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada saudara-saudara kita yang berada di daerah seperti itu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Menkes juga mengapresiasi kemampuan kegawatdaruratan personel Emergency Medical Technician (EMT) TNI ketika menangani bencana terkait kesehatan. Menurut Menkes, kemampuan EMT ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi dan menghadapi berbagai krisis kesehatan pada masa mendatang. </p>
<p>Menkes pun mengajak dokter dan tenaga kesehatan TNI untuk ikut berpartisipasi dalam Tenaga Cadangan Kesehatan yang merupakan inisiasi Kemenkes untuk mengantisipasi berbagai masalah kesehatan yang besar dan masif yang timbul akibat bencana alam, perang, atau pandemi. </p>
<p>“Jadi, kami akan minta tolong juga supaya tentara bisa masuk dalam konteks Tenaga Cadangan Kesehatan secara nasional sehingga jika terjadi bencana besar maka pengerahan kekuatannya bisa lebih cepat, lebih sinergis,&#8221; kata dia.</p>
<p>Senada dengan Menkes Budi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa peran besar yang menjadi tanggung jawab TNI di bidang pelayanan kesehatan adalah terkait penanggulangan bencana. Baik itu yang disebabkan alam, manusia, maupun virus. </p>
<p>Saat terjadi bencana, Panglima Jenderal Agus menyatakan personel TNI baik kesehatan maupun non-kesehatan harus hadir untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat mulai dari tahap kesiapsiagaan, kegawatdaruratan, pascabencana, hingga tahap pemulihan. Untuk itu, Panglima Jenderal Agus menegaskan kolaborasi yang solid dengan leading sector seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kemenkes menjadi keharusan agar penanganan bencana lebih sistematis dan responsif. </p>
<p>Panglima Jenderal Agus juga berpesan agar personel Puskes TNI harus tetap mengedepankan nilai kemanusiaan di atas nilai-nilai lainnya dalam menjalankan tugasnya terkait pelayanan kesehatan. Menurut Panglima Jenderal Agus, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus menggunakan hati.</p>
<p>“Pelayanan Kesehatan itu harus pakai hati, karena orang yang datang itu adalah orang yang sakit,&#8221; kata Panglima Jendral Agus. </p>
<p>Di samping menyampaikan Keynote Speech pada Rakornis Kesehatan TNI Tahun 2024, Menkes Budi juga meninjau Klinik Dental Mobile VVIP Kepresidenan yang memiliki kelengkapan fasilitas untuk melayani berbagai tindakan kesehatan gigi mulai dari penambalan gigi, pembuatan gigi tiruan darurat, dan tindakan kegawatdaruratan (emergency) gigi. Mobil tersebut juga dilengkapi dengan dental laser yang merupakan teknologi terbaru untuk mengebor gigi tanpa menggunakan bor melainkan dengan laser. </p>
<p>Menurut Letkol drg. M. Arifin, yang pernah menjadi Komandan Cobra RSDC Wisma Atlet pada masa Pandemi COVID-19, keberadaan Klinik Dental Mobile VVIP ini merupakan sarana kesehatan penunjang yang difasilitasi TNI untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan pejabat negara setingkat presiden, wakil presiden, dan pejabat negara setingkat menteri.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/DSC09231-2.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Rakerkesnas Tingkatkan Kolaborasi untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rakerkesnas-tingkatkan-kolaborasi-untuk-mewujudkan-masyarakat-sehat</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Apr 2024 12:36:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rakerkesnas-tingkatkan-kolaborasi-untuk-mewujudkan-masyarakat-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang Selatan, 25 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) selama dua hari, yakni 24-25 April 2024, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan bertema  “Transformasi Kesehatan: Melesat Menuju Indonesia Emas” ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota, RSUD, Bappeda provinsi/kabupaten/kota, UPT Kemenkes, perwakilan kementerian/lembaga, dan mitra-mitra pembangunan kesehatan.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan Kunta Dasa Wibawa Nugraha menyatakan, selama dua hari pelaksanaan, Rakerkesnas diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara lembaga-lembaga dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat.</p>
<p>&#8220;Tujuan utamanya adalah sinergi dan kolaborasi agar kita menuju tujuan yang sama, yaitu meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, untuk membuat masyarakat lebih sehat,&#8221; ujar Sekjen Kemenkes di sela-sela Rakerkesnas 2024, Kamis (25/4).</p>
<p>Sekjen menjelaskan, Rakerkesnas tahun ini menjadi spesial karena sejalan dengan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. Selain itu, Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 mengamanatkan Kemenkes menyusun Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK).</p>
<p>Karena itu, tambah Sekjen, Rakerkesnas kali ini tidak hanya mengundang dinas kesehatan, tetapi juga menghadirkan perwakilan dari Bappeda dan RSUD.</p>
<p>&#8220;Kami mengundang semua pihak untuk mengetahui apa yang akan dilakukan ke depan dari 2025-2029 dan peran kita masing-masing apa, supaya kita in line,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut Sekjen, kerja bersama dengan tujuan yang sama sangat penting untuk mewujudkan target pemerintah Indonesia Emas 2045. Pada Rakerkesnas kali ini, hal tersebut menjadi pembahasan utama, yakni para peserta yang hadir diminta untuk mengubah pola pikir (mindset) bekerja dari sendiri-sendiri menjadi kolaborasi dan sinergi.</p>
<p>Untuk itu, lanjut Sekjen, Rakerkesnas ini mendiskusikan rencana program kesehatan 5 tahun ke depan dan mendengarkan berbagai masukan agar perencanaan program kesehatan menjadi lebih baik.</p>
<p>&#8220;Kami ingin lebih baik dari sisi perencanaan, karena 50% keberhasilan dari program ada pada sisi perencanaan,&#8221; kata tegas Sekjen.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/62299418-7497-4e73-b1cf-77b1834c7462-1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Puskesmas Plantungan Berbagi Praktik Baik Integrasi Layanan Primer di Rakerkesnas 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ puskesmas-plantungan-berbagi-praktik-baik-integrasi-layanan-primer-di-rakerkesnas-2024</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Apr 2024 09:13:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ puskesmas-plantungan-berbagi-praktik-baik-integrasi-layanan-primer-di-rakerkesnas-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang Selatan, 25 April 2024</p>
<p>Puskesmas Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah merupakan salah satu puskesmas yang telah berhasil menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan cepat. Peluncuran ILP di Puskesmas Plantungan dilaksanakan pada 4 Desember 2023, sedangkan ILP seluruh desa pada 8 Januari 2024.</p>
<p>Atas capaian ini, Puskesmas Plantungan membagikan praktik baiknya kepada daerah lain dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2024 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang Selatan, selama dua hari, yakni 24 dan 25 April 2024. </p>
<p>Kepala Puskesmas Plantungan dr. Karyadi menjelaskan, ILP diterapkan di 2 puskesmas pembantu (pustu), 2 pos kesehatan desa (PKD), dan 24 posyandu. Sementara itu, ILP seluruh desa diterapkan di 2 pustu, 10 PKD dan 55 posyandu.</p>
<p>Menurutnya, salah satu keberhasilan puskesmas yang dipimpinnya dalam menerapkan ILP karena koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan lintas sektor di Kabupaten Kendal.</p>
<p>“Kenapa ILP kami bisa cepat? Kuncinya ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. Jadi, Dinkes kabupaten, puskesmas, dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait bekerja bersama dan berkoordinasi,” katanya pada Kamis (25/4).</p>
<p>Menurut dr. Karyadi, kerja sama dan koordinasi yang baik dan lancar memungkinkan sektor yang terlibat tidak saling menunggu sehingga implementasi ILP menjadi lebih mudah dan cepat.</p>
<p>Setelah sekitar empat bulan berjalan, dr. Karyadi mengungkapkan, penerapan ILP telah memberikan kemajuan signifikan bagi pelayanan kesehatan di Puskesmas Plantungan. Kemajuan ini juga dirasakan oleh pemerintah desa dan masyarakat.</p>
<p>Kemajuan tersebut antara lain akses layanan kesehatan yang lebih dekat, koordinasi perencanaan kesehatan di desa yang lebih mudah, pelayanan di pustu yang lebih aktif, administrasi yang lebih lengkap, serta pembaruan data (update) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masyarakat desa secara terus-menerus.</p>
<p>Tak hanya itu, penerapan ILP juga memudahkan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup. Hal ini lantaran pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah telah terintegrasi dan terkoneksi dengan satu data kesehatan.</p>
<p>“RME yang diterapkan di pustu telah memudahkan kami dalam memantau kesehatan masyarakat,” ungkapnya. </p>
<p>dr. Karyadi juga mengungkapkan, keberhasilan Puskesmas Plantungan menerapkan ILP mendapatkan sambutan dan dukungan yang sangat luar biasa dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa setempat, puskesmas, hingga dinas kesehatan sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Banjarnegara, Wonosobo, dan Magelang. </p>
<p>“Kunjungan studi banding menjadi penyemangat untuk menerima masukan dan berbagi pengalaman,” tambahnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/2d39295b-f289-4ab1-bc96-f1b00839edd1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Selaraskan Pembangunan Kesehatan Pusat dan Daerah, Pemerintah Susun Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK)</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ selaraskan-pembangunan-kesehatan-pusat-dan-daerah-pemerintah-susun-rencana-induk-bidang-kesehatan-ribk</link>				
         <pubDate>Wed, 24 Apr 2024 23:19:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ selaraskan-pembangunan-kesehatan-pusat-dan-daerah-pemerintah-susun-rencana-induk-bidang-kesehatan-ribk</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang Selatan, 24 April 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar program pembangunan kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah terintegrasi dengan pemerintah pusat untuk menghasilkan kemajuan yang signifikan. </p>
<p>Presiden menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2024 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (24/4).</p>
<p>“Itu sebabnya pembangunan kesehatan daerah harus melibatkan Bappeda agar rencana pembangunan kesehatan di masa depan terintegrasi,” kata Presiden saat membuka Rakerkesnas 2024 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (24/4).</p>
<p>Presiden menyatakan, perlu ada rencana pembangunan kesehatan jangka panjang, jangka menengah, serta Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) sebagai acuan bagi pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam melakukan pembangunan kesehatan. </p>
<p>“Semuanya harus sinkron, semuanya harus in line, semuanya harus satu garis lurus, mana yang harus dikerjakan. Jangan berjalan sendiri-sendiri, kalau dikerjakan sendiri, tidak ada hasilnya,” kata Presiden. </p>
<p>Untuk menyelaraskan rencana pembangunan pusat dan daerah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar pertemuan Rakerkesnas 2024 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, selama dua hari, yakni 24 dan 25 April 2024.</p>
<p>Acara bertema “Transformasi Kesehatan: Melesat Menuju Indonesia Emas” ini dihadiri oleh sekitar 2.100 peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota, Bappeda provinsi/kabupaten/kota, UPT Kemenkes, perwakilan kementerian/lembaga, dan para mitra pembangunan kesehatan lainnya.</p>
<p>“Itu sebabnya pagi hari ini kita ingin mengonsolidasikan dan mengintegrasikan untuk menghasilkan sebuah langkah konkret dari masalah-masalah kesehatan yang kita miliki,” tutur Kepala Negara.</p>
<p>Dalam laporannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang akan menjadi landasan strategis untuk mencapai target kesehatan pada masa depan. </p>
<p>Dalam penyusunan RPJMN ini, Kemenkes turut memasukkan satu konsep kesehatan baru, yakni dari mengobati orang sakit menjadi menjaga orang tetap sehat. </p>
<p>“Kami memasukkan konsep baru ini dalam transformasi kesehatan, dengan mengajak partisipasi 514 kabupaten/kota dan provinsi, bukan hanya kepala dinas, tapi juga mengajak kepala Bappeda, termasuk dirut RSUD, yang kita undang untuk datang,” kata Menkes.</p>
<p>Menkes menjelaskan pelibatan Bappeda dalam Rakerkesnas 2024 untuk mendapatkan masukan-masukan penting dalam penyusunan RIBK yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. </p>
<p>Penyusunan RIBK selaras dengan amanat UU Kesehatan 17 Tahun 2023 yang mengubah paradigma dalam perencanaan kesehatan, dari program mengikuti anggaran (program follow money) menjadi anggaran mengikuti program (money follow program). </p>
<p>Dalam paradigma ini, anggaran kesehatan tidak dipatok 5 persen atau 10 persen, melainkan sesuai dengan kebutuhan/prioritas program.</p>
<p>Menkes berharap RIBK nantinya dapat menjadi sebuah pedoman nasional yang diacu oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merencanakan, menganggarkan, dan mengimplementasikan program kesehatan di wilayahnya. </p>
<p>Bersamaan dengan penyusunan RIBK, Menkes juga menginginkan agar pelaksanaan Rakerkesnas 2024 menjadi sebuah momentum yang baik untuk mengonsolidasikan dan mengoordinasikan seluruh kekuatan serta program dari semua komponen bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/4362ba29-3b46-4cfd-be66-79dd9eaccac6.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden: Permasalahan Kesehatan Harus Diatasi Bersama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-permasalahan-kesehatan-harus-diatasi-bersama</link>				
         <pubDate>Wed, 24 Apr 2024 16:38:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-permasalahan-kesehatan-harus-diatasi-bersama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangsel, 24 April 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 24 &#8211; 25 April 2024, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten. Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju karena pada tahun 2030an Indonesia akan memperoleh bonus demografi dan sektor kesehatan memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita bisa meraih peluang ini dan melesat menjadi negara maju, tapi kalau tidak (dimanfaatkan bonus demografi) Mohon maaf,&#8221; kata Presiden di acara Rakerkesnas, 24 April 2024.</p>
<p>Presiden mengatakan, seperti yang diungkapkan oleh Menkes saat menyampaikan sambutan, kesehatan sangat penting bahkan dibandingkan pendidikan untuk menjadikan anak pintar. Karena, kata Jokowi, jika pintar tapi tidak sehat maka hal tersebut kurang dapat memberikan manfaat. Presiden berharap agar permasalahan kesehatan yang ada saat ini dapat diatasi bersama-sama dan terintegrasi dari pusat hingga ke daerah.</p>
<p>Untuk itu, lanjut Presiden, diperlukan rencana jangka panjang, rencana jangka menengah, rencana induk kesehatan yang sejalan baik di pusat sampai daerah.</p>
<p>&#8220;Semuanya harus in line, harus satu garis lurus. Oleh karena itu kita ingin mengkonsolidasikan hal itu dan mengintegrasikan agar kerja kita bersama-sama bisa menghasilkan sebuah hasil yang konkret dari persoalan-persoalan kesehatan yang kita miliki,&#8221; sebut Presiden.</p>
<p>Presiden berharap agar rencana induk kesehatan dapat segera selesai sehingga bisa dijadikan pedoman pelaksanaan program kesehatan baik di pusat, daerah dan juga sektor swasta. </p>
<p>&#8220;Saya yakin jika semuanya berjalan kompak akan signifikan kemajuan dibidang kesehatan di negara kita,&#8221; imbuh Presiden.</p>
<p>Presiden menambahkan, saat ini masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) di sektor kesehatan yang perlu bersama-sama diselesaikan. Diantaranya adalah masalah stunting yang meski mengalami lonjakan penurunan cukup signifikan yakni dari 37% kasus Stunting di Indonesia 10 tahun lalu menjadi 21,5% di Desember 2023 kemarin. Menurut Presiden mengatasi stunting bukanlah hal yang mudah dan perlu melibatkan berbagai sektor untuk mengatasinya.</p>
<p>&#8220;Stunting akhir tahun kemarin angkanya masih 21,5% sudah turun, tapi seharusnya Kita mencapai 14%. Tapi saya hitung ini tidak mudah, untuk mengatasinya program ini harus terintegrasi&#8221; kata Presiden.</p>
<p>Selain stunting, persoalan yang menjadi sorotan adalah tingginya angka Kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM). Presiden menyebut tiga penyakit PTM yang menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia yakni penyakit stroke sebanyak 330 ribuan kasus Kematian, penyakit jantung sekitar 300 ribu kematian dan kanker juga mencapai 300 ribu kasus Kematian.</p>
<p>Sementara terkait alat kesehatan presiden menyebut hampir seluruh Puskesmas kini telah mendapatkan alat penunjang pemeriksaan kesehatan seperti USG dan juga EKG. Begitu juga dengan rumah sakit di daerah telah memperoleh tambahan alat kesehatan yang diharapkan dapat mendukung upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Beberapa daerah telah menerima seperti alat CT scan, cath lab, namun ruanganya belum mendukung. Pak Menteri beri contoh ruangan yang benar seperti apa, biar Direktur rumah sakit bisa melihat,&#8221; tutur Presiden.</p>
<p>Lebih lanjut Presiden mengatakan, persoalan lain yang juga besar di kesehatan adalah ketersedian tenaga kesehatan. Saat ini jumlah dokter dan dokter Spesialis di Indonesia masih kurang dimana rasionya hanya 0,47 dan menempati urutan 147 di dunia.</p>
<p>Presiden juga menyoroti masih tingginya Masyarakat Indonesia yang berobat keluar negeri. Menurut Presiden hampir satu juta warga negara Indonesia yang memilih untuk berobat ke luar negeri dibanding di dalam negeri yang secara hitungan ekonomi negara kehilangan sekitar Rp 180 triliuan setiap tahunnya. </p>
<p>Terkait kesedian bahan baku obat juga menjadi catatan, dimana 90% masih impor. Sementara untuk alat-alat kesehatan 52% juga masih didatangkan dari luar negeri.</p>
<p>&#8221; Untuk alat kesehatan itu tidak apa, tapi jangan sampai jarum, selang dan alat infus kita masih impor juga, jangan, kita harus produksi sendiri,&#8221; ucap Presiden.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/WhatsApp-Image-2024-04-24-at-16.32.33.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Resmi Membuka Rakerkesnas 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-resmi-membuka-rakerkesnas-2024</link>				
         <pubDate>Wed, 24 Apr 2024 16:21:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-resmi-membuka-rakerkesnas-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang Selatan, 24 April</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka pertemuan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2024 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/4). Rakerkesnas dengan tema “Transformasi Kesehatan: Melesat Menuju Indonesia Emas” ini akan berlangsung hingga Kamis (25/4) besok.</p>
<p>Rakerkesnas dihadiri oleh perwakilan seluruh dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota, RSUD, Bappeda provinsi/kabupaten/kota, UPT Kemenkes, perwakilan kementerian/lembaga, dan para mitra pembangunan kesehatan. </p>
<p>Presiden mengatakan, Indonesia akan memiliki momentum untuk menjadi negara maju karena akan memperoleh bonus demografi pada tahun 2030an. Untuk mewujudkan hal tersebut sektor kesehatan memiliki peran yang sangat penting.</p>
<p>&#8220;Kesehatan sangat penting, sangat fundamental, seperti yang disampaikan Pak Menkes sehat dulu baru pintar, karena kalau pintar tapi tidak sehat menjadi apa?&#8221; kata Presiden.</p>
<p>Selain Presiden Jokowi, Rakerkesnas juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. Acara juga diikuti oleh 2.100 peserta.</p>
<p>Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Untuk itu, Menkes mengajak para pelaku kesehatan agar melakukan perubahan paradigma dalam melayani kesehatan. </p>
<p>&#8220;Caranya pastikan masyarakat harus sehat, harus diubah paradigma yang sebelumnya mengobati orang sakit sekarang menjadi menyehatkan masyarakat,&#8221; kata Menkes.</p>
<p>Menkes menambahkan, saat ini Kemenkes juga sedang melakukan transformasi kesehatan yang melibatkan 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Selain itu, Kemenkes melibatkan Bappeda dan pihak swasta untuk mendukung transformasi kesehatan. Pelibatan ini karena transformasi kesehatan tidak bisa hanya dilakukan oleh pegawai di lingkungan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kita sudah ada program transformasi kesehatan yang melibatkan 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi serta juga dinas kesehatan dan RSUD, juga Bappeda, agar Indonesia Emas dapat tercapai,&#8221; tutur Menkes.</p>
<p>Rakerkesnas diselenggarakan selama dua hari, yakni 24-25 April 2024, dengan berbagai kegiatan di antaranya forum komunikasi untuk berdiskusi kendala dan tantangan, serta mencari solusi efektif dalam pembangunan Kesehatan. Di lokasi acara, juga ada stan-stan dari unit utama di Kemenkes yang akan melayani konsultasi terkait program-program kesehatan nasional.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/WhatsApp-Image-2024-04-24-at-16.15.25.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Strategi Kemenkes Tingkatkan Rasio Dokter di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ strategi-kemenkes-tingkatkan-rasio-dokter-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Wed, 24 Apr 2024 12:42:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ strategi-kemenkes-tingkatkan-rasio-dokter-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang Selatan, 24 April 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, salah satu masalah di bidang kesehatan adalah masih sedikitnya jumlah tenaga kesehatan, khususnya dokter. Bahkan, jumlah dokter di Indonesia masih jauh jika dibandingkan dengan negara maju di dunia. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengupayakan peningkatan jumlah dokter di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saat ini, jumlah dokter di Indonesia masih kurang, di mana rasionya hanya 0,47 dan menempati urutan 147 di dunia. Kami akan kejar,&#8221; kata Presiden saat memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2024, Rabu (24/4).</p>
<p>Sementara itu, dalam jumpa pers di sela-sela Rakerkesnas 2024, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kekurangan dokter di Indonesia telah menjadi masalah sejak masa kemerdekaan. Terlebih, jumlah tenaga dokter spesialis masih sangat minim. Bahkan, berdasarkan perhitungan, Indonesia membutuhkan waktu 20 tahun untuk mencapai standar jumlah dokter spesialis yang menjadi acuan dunia.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, hal tersebut disebabkan sistem pendidikan kedokteran yang memerlukan biaya besar untuk menjadi dokter spesialis.</p>
<p>&#8220;Dokter spesialis sangat sedikit karena biayanya sangat mahal. Di Indonesia untuk menjadi dokter spesialis, dokter harus berhenti praktik terlebih dulu untuk daftar kuliah, ikut kuliah, dan setelah selesai kuliah empat tahun, baru praktik lagi,&#8221; kata Menkes.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, pendidikan kedokteran di berbagai negara di dunia menggunakan hospital based atau dilakukan di rumah sakit. Menkes mengatakan, Indonesia juga akan menerapkan konsep yang sama untuk pendidikan dokter spesialis.</p>
<p>&#8220;Untuk pendidikan dokter spesialis akan dilakukan berdasarkan collegium based bekerja sama dengan hospital based. Dokter umum tetap akan bekerja sama dengan perguruan tinggi,&#8221; tutur Menkes.</p>
<p>Untuk menjaga kualitas lulusan pendidikan dokter spesialis dengan konsep hospital based, pemerintah menggandeng lembaga terpercaya dari Amerika untuk melakukan akreditasi rumah sakit pendidikan. Selain itu, pemerintah juga akan membuat skema pembiayaan yang tidak memberatkan para calon dokter spesialis.</p>
<p>&#8220;Kami akan mempermudah, dibuat murah, bahkan kami akan gaji, dan untuk mutu kalau bisa lebih bagus,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/e76864be-4a7d-4613-a7ea-5d0d2158b275.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi akan Penuhi Kebutuhan SDM hingga Infrastruktur RSUD Kondosapata Sulbar</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-akan-penuhi-kebutuhan-sdm-hingga-infrastruktur-rsud-kondosapata-sulbar</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Apr 2024 16:12:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-akan-penuhi-kebutuhan-sdm-hingga-infrastruktur-rsud-kondosapata-sulbar</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Mamasa, 23 April 2024</p>
<p>Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengunjungi RSUD Kondosapata di Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (23/4). Presiden akan memenuhi kebutuhan RSUD Kondosapata mulai dari kebutuhan SDM Kesehatan, terutama dokter spesialis, alat kesehatan, hingga perbaikan bangunan rumah sakit.</p>
<p>Saat ini, RSUD Kondosapata membutuhkan sejumlah dokter spesialis, terutama untuk pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi. RSUD Kondosapata juga kekurangan alat kesehatan dan kondisi bangunan yang perlu banyak perbaikan. </p>
<p>&#8220;Kita akan bantu, ini lantai 2, lantai 3 yang tidak terpakai karena masalah konstruksi. Nanti tim Kementerian PUPR akan datang ke sini melihat apa yang akan diperbaiki,&#8221; ujar Presiden Jokowi di RSUD Kondosapata, Selasa (23/4).</p>
<p>Mengenai kebutuhan SDM, terutama dokter spesialis, yang masih kurang, Presiden Jokowi mengatakan dokter yang ada akan disekolahkan untuk spesialis. </p>
<p>&#8220;Setelah itu, peralatan alat kesehatan, entah itu cath lab, mammografi, CT Scan, semuanya akan kita masukan, tapi memang SDM nya harus siap,&#8221; ucap Jokowi.</p>
<p>Direktur RSUD Kondosapata dr. Riana Randabunga mengatakan, saat ini, RSUD Kondosapata memang belum memiliki banyak dokter spesialis dan masih kekurangan alat kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kami akan tetap usulkan semua kebutuhan kami, cuman memang kami masih sangat kekurangan terkait dengan dokter spesialis,&#8221; ungkap dr. Riana.</p>
<p>Ia berharap layanan spesialis, terutama kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi, dapat berlangsung di rumah sakit ini.</p>
<p>&#8220;Harapan kami setelah kunjungan  presiden dan menteri kesehatan hadir di RSUD Kondosapata ke depannya yang memang sangat kami butuhkan adalah penambahan SDM, kemudian sarana- prasarana terutama gedung yang ada saat ini, kami berharap bahwa dalam waktu dekat kami dibantu untuk perbaikan,&#8221; ucap dr. Riana.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/Screenshot_20240423_171309_Gallery.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Selenggarakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-selenggarakan-rapat-kerja-kesehatan-nasional-tahun-2024</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Apr 2024 15:17:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-selenggarakan-rapat-kerja-kesehatan-nasional-tahun-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) di International Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (24/4) dan Kamis (25/4).</p>
<p>Pertemuan rutin yang dihadiri oleh lebih dari 2000 peserta dan diselenggarakan setiap tahunnya ini merupakan forum strategis yang akan dihadiri oleh seluruh dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota, RSUD, Bappeda provinsi/kabupaten/kota, Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kemenkes, perwakilan kementerian/lembaga, dan para mitra pembangunan kesehatan lainnya.</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan membuka langsung kegiatan Rakerkesnas pada Rabu besok pagi, selanjutnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin selaku ketua panitia akan menyampaikan laporan. Sejumlah menteri Kabinet Maju juga akan menghadiri acara ini di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas.</p>
<p>Kegiatan Rakerkesnas pada 2024 ini mengambil tema “Transformasi Kesehatan: Melesat Menuju Indonesia Emas”.</p>
<p>Diharapkan, dari Rakerkesnas ini dapat diketahui hasil capaian kinerja 2023, dan perumusan langkah-langkah strategis untuk mencapai target kinerja ke depan terutama pasca diterbitkannya Undang-Undang Kesehatan Tahun No 17/2023.</p>
<p>Apa yang akan berbeda kali ini? Pertama untuk pertama kalinya pemerintah akan menyelaraskan penyusunan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) sebagai haluan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merencanakan, menganggarkan, dan mengimplementasikan program kesehatan di daerah.</p>
<p>RIBK seperti yang diamanatkan dalam uu kesehatan mengubah paradigma dalam perencanaan kesehatan dari program follow money menjadi money follow program. Anggaran kesehatan tidak dipatok 5% atau 10%, melainkan sesuai dengan kebutuhan prioritas program.</p>
<p>Kedua UU Kesehatan menitikberatkan strategi kesehatan pada upaya mencegah masyarakat jatuh sakit melalui program promotif dan preventif. Contoh: kita akan intensifkan implementasi skrining 14 penyakit prioritas termasuk pemeriksaan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Untuk kesehatan ibu dan anak, kita akan perluas pemeriksaan hipotiroid kongenital, ibu hamil diperiksa kehamilannya 6 kali dan intensifikasi program imunisasi nasional.</p>
<p>Agar program tersebut tercapai, kita perlu antara lain pemenuhan 100% alat kesehatan puskesmas, pustu, dan posyandu dilakukan secara bertahap pada tahun 2024-2028 serta pembangunan 48 puskesmas baru di 48 kecamatan.</p>
<p>Ketiga, upaya untuk mempercepat pemerataan akses pelayanan kesehatan di seluruh daerah akan diintensifkan sehingga akses yang baik tidak hanya berpusat di pulau jawa tapi di beberapa pulau besar lainnya.</p>
<p>Pemerataan layanan rujukan melalui program pengampuan jejaring RS dilakukan untuk meningkatkan akses layanan penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal.</p>
<p>Hal tersebut dilakukan melalui dukungan alat kesehatan untuk 34 RSUD provinsi dan 514 RSUD kabupaten/kota, dan pemenuhan dokter spesialis dan nakes penunjang.</p>
<p>Acara ini juga menjadi forum komunikasi untuk berdiskusi kendala dan tantangan, serta mencari solusi efektif dalam pembangunan kesehatan.</p>
<p>Selain itu, sejumlah daerah yang telah memiliki keberhasilan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar juga akan berbagi pengalamannya kepada para peserta yang hadir. Daerah itu di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang akan mempresentasikan Permata Kamila, yakni program pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita.</p>
<p>Pegawai Puskesmas Plantungan Kendal akan berbagi pengalaman terkait implementasi integrasi layanan primer di Puskesmas. Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan menceritakan Program Minum Obat Malaria Massal (Momal) yang bermanfaat untuk menurunkan kasus malaria. Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta akan memaparkan implementasi dan tata kelola rekam medik elektronik. Ragam kegiatan akan diselenggarakan selama dua hari, yakni 24 dan 25 April 2024.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/7ff81746-85a6-44e7-8a7b-8108a8a09b68.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pusat Krisis Kesehatan Respons Cepat Dampak Erupsi Gunung Ruang di Sultra</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pusat-krisis-kesehatan-respons-cepat-dampak-erupsi-gunung-ruang-di-sultra</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Apr 2024 08:51:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pusat-krisis-kesehatan-respons-cepat-dampak-erupsi-gunung-ruang-di-sultra</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Sitaro, 16 April 2024</p>
<p>Pusat Krisis (Puskris) Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan respons cepat dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sultra). Pusat Krisis Kesehatan mengirimkan tim satgas dan Tenaga Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team (TCK-EMT) Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Regional Sulawesi Utara.</p>
<p>Satgas dan TCK-EMT bertugas melakukan pendampingan pada dinas kesehatan dalam pengelolaan darurat krisis kesehatan melalui klaster kesehatan dan Health Emergency Operation Center (HEOC).</p>
<p>Puskris Kesehatan juga memberikan bantuan pelayanan kesehatan bagi warga yang terkena dampak erupsi Gunung Ruang. Selain itu, Puskris Kesehatan telah mengirim logistik Kesehatan berupa 10.000 buah masker dewasa, 3.000 buah masker anak, 4 unit konsentrator oksigen, serta logistik kesehatan lainnya.</p>
<p>Logistik kesehatan untuk membantu dinas kesehatan setempat dalam upaya penanganan kesehatan akibat erupsi Gunung Ruang telah diserahterimakan langsung kepada Penjabat Bupati Joi Eltiano Bernadin Oroh. Pusat Krisis Kesehatan juga mengirimkan mobil operasional PKK Regional Sulawesi Utara untuk membantu transportasi pelayanan kesehatan mobile ke lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik.</p>
<p>Saat ini, Kemenkes sedang mempersiapkan pengiriman bantuan logistik berupa MP-ASI yang akan dibagikan kepada penduduk terdampak di lokasi pengungsian.</p>
<p>Dengan penerbitan SK Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 100 Tahun 2024 tentang Status Tanggap Darurat Gunung Api Ruang selama 14 hari, yakni 16-29 April 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan lintas sektor terkait, termasuk Pusat Krisis Kesehatan melalui PKK Regional Sultra, telah memobilisasi tenaga kesehatan.</p>
<p>Pusat Krisis Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara terus melakukan pendampingan untuk merespons dampak kesehatan erupsi Gunung Ruang terhadap status kesehatan masyarakat di Kabupaten Sitaro.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240423-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Puskris Kirim Satgas Kesehatan ke Lokasi Banjir Bandang Musi Rawas Utara</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ puskris-kirim-satgas-kesehatan-ke-lokasi-banjir-bandang-musi-rawas-utara</link>				
         <pubDate>Mon, 22 Apr 2024 18:32:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ puskris-kirim-satgas-kesehatan-ke-lokasi-banjir-bandang-musi-rawas-utara</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumatera Selatan, 16 April 2024</p>
<p>Pusat Krisis (Puskris) Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membantu penanganan dampak banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan. Bantuan dilakukan dengan mengirimkan Satuan Petugas (Satgas) Kesehatan dan Tenaga Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team (TCK-EMT) Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Regional Sumatera Selatan.</p>
<p>Satgas Kesehatan yang dikirimkan Puskris adalah sebagai bentuk respons cepat dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat banjir.</p>
<p>Satgas Kesehatan akan melakukan pendampingan manajemen krisis kesehatan di Health Emergency Operation Center (HEOC) dan membantu dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.</p>
<p>Selain itu, Puskris mengirimkan bantuan logistik Kesehatan berupa 500 pasang sarung tangan non-steril (handscoon non-steril), 4.000 buah masker bedah, dan 25 buah velbed atau tempat tidur lipat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas Utara untuk menunjang pelayanan kesehatan di lokasi bencana.</p>
<p>Dengan penerbitan Surat Keputusan Bupati Musi Rawas Utara Nomor 220/KPTS/BPBD/2024 terkait Penetapan Keadaan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Longsor, tanggap darurat berlangsung selama 14 hari sejak 16 April 2024 sampai 29 April 2024.</p>
<p>Pendampingan terus dilakukan oleh Pusat Krisis Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Sumatra Selatan dengan lintas program dan lintas sektor terkait untuk mengidentifikasi kesehatan akibat banjir.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240422-WA0028.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Pesan 5 Hal Terkait Penanganan Penyakit Arbovirus</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-pesan-5-hal-terkait-penanganan-penyakit-arbovirus</link>				
         <pubDate>Mon, 22 Apr 2024 16:48:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-pesan-5-hal-terkait-penanganan-penyakit-arbovirus</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 22 April 2024</p>
<p>International Arbovirus Summit Indonesia 2024 digelar di Bali Senin (22/4). Pada kesempatan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, keharmonisan interaksi antara manusia dan alam menjadi hal yang penting dalam menekan penularan penyakit arbovirus atau penyakit yang ditularkan melalui perantara serangga seperti nyamuk.</p>
<p>“Karena ketika perubahan iklim terjadi maka interaksi antara manusia dan hewan akan mengalami perubahan karena pola hidup makhluk juga berubah,&#8221; ujar Menkes Budi di depan delegasi International Arbovirus Summit Indonesia 2024.</p>
<p>International Arbovirus Summit Indonesia 2024 merupakan implementasi kolaborasi internasional dalam membantu negara-negara meningkatkan kesiapan, pencegahan, dan penanganan Arbovirus.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi juga menjelaskan tentang falsafah Bali Tri Hita Karana yang bermakan keseimbangan hubungan atara tiga unsur, yaitu Tuhan, manusia, dan alam. Menurut Menkes Budi, dengan menjaga keharmonisan dengan alam, sebagaimana falsafah tersebut, peluang penularan penyakit arbovirus seperti demam berdarah dengue (DBD), Japanese encephalitis, chikungunya, dan infeksi virus Zika, akan berkurang.</p>
<p>“Karena hewan merasakan hidup harmonis bersama manusia. Jadi, ini merupakan tanggung jawab kita untuk menjaganya,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menyatakan, setidaknya ada lima hal yang menjadi fokus dalam menangani penyakit infeksi yang ditularkan serangga seperti penyakit-penyakit arbovirus. Pertama, mengajari, mengedukasi, dan melatih masyarakat untuk mencegah penyakit infeksi.</p>
<p>Kedua, mengontrol vektor atau hewan pembawa penyakit. Ketiga, memiliki surveilans atau pengawasan yang kuat. Kempat, melakukan penelitian dan pengembangan vaksin. Kelima, upaya terapeutik atau hal-hal yang berkaitan dengan perawatan atau treatment terhadap penderita penyakit arbovirus.</p>
<p>Mengenai upaya edukasi, Menkes Budi menyinggung tentang pentingnya peran media sosial. Menkes menyatakan, media sosial memiliki peranan penting dalam mempromosikan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Menurut Menkes, jika pemangku kepentingan kesehatan tidak memiliki media sosial yang kuat maka berbagai isu kesehatan yang menyesatkan yang tersebar di media sosial akan mudah dipercaya masyarakat. “Oleh karena itu strategi media sosial yang kuat dalam mengedukasi dan mempromosikan kesehatan menjadi tanggung jawab semua Menteri Kesehatan dunia,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Untuk upaya mengontrol vektor atau hewan pembawa penyakit, Menkes Budi menyatakan, Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya tersebut dengan cara menyebarkan nyamuk ber-wolbachia untuk menurunkan replikasi virus dengue di tubuh nyamuk. Menkes menegaskan bahwa program nyamuk ber-wolbachia yang dilaksanakan di Yogyakarta telah menurunkan prevalensi kasus DBD di Yogyakarta saat kasus DBD di provinsi lain meningkat.</p>
<p>“Jadi, saat sekarang insiden dengue meningkat di banyak kota, hal tersebut tidak terjadi di Yogyakarta. karena Yogyakarta telah mengimplementasikan Wolbachia,&#8221; ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Brasil Nisia Trindade Lima memiliki pandangan sejalan dengan Menkes Budi mengenai penelitian dan pengembangan vaksin. Ia menyatakan, International Arbovirus Summit Indonesia 2024 ini merupakan momen berbagi antar-negara untuk memperluas akses teknologi terhadap penanggulangan penyakit arbovirus, khususnya demam berdarah.</p>
<p>“Ini merupakan momen untuk meningkatkan perhatian kesehatan berbagai negara yang dapat memperluas akses terhadap teknologi pemberantasan penyakit, khususnya terkait virus demam berdarah,” ujar Menkes Brasil Nisia Trindade yang hadir secara daring.</p>
<p>Menkes Brasil Nisia Trindade menambahkan, kerja sama antara Brasil dan Indonesia ini merupakan wujud persahabatan kedua negara yang mendasar dalam berbagi peran dan manfaat di bidang pengendalian vektor.</p>
<p>“Saya berharap semua orang produktif dan berdialog sehingga memungkinkan negara kita mencapai kemajuan dalam pengendalian arbovirus,” kata Menkes Brasil Nisia Trindade berpesan kepada peserta pertemuan.</p>
<p>Dalam sambutan virtualnya, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menambahkan, WHO mendirikan inisiatif Global Arbovirus untuk mendukung negara-negara memperkuat persiapan, pencegahan, dan pengendalian arbovirus.</p>
<p>&#8220;Kita perlu bekerja sama untuk menggabungkan upaya-upaya terpadu dan mengutamakan agenda riset publik terkait Arbovirus. Kemitraan ini esensial bagi kita dalam upaya bersama melindungi dunia dari penyakit ini dan mengatasi penderitaan yang ditimbulkannya,” ujar Dirjen WHO.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240422-WA0112.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Bidang Kesehatan Resmi Ditutup</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pelatihan-petugas-penyelenggara-ibadah-haji-bidang-kesehatan-resmi-ditutup</link>				
         <pubDate>Mon, 22 Apr 2024 15:57:53 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pelatihan-petugas-penyelenggara-ibadah-haji-bidang-kesehatan-resmi-ditutup</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Ciloto, 19 April 2024</p>
<p>Sebanyak 252 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan menyelesaikan telah pelatihan sebagai salah satu persiapan pelayanan jemaah haji di tanah suci tahun ini. Kegiatan pelatihan PPIH bidang kesehatan diselenggarakan dua tahap, yakni kelas daring pada 1-4 April 2024 dan kelas klasikal di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto, Jawa Barat, pada 16-20 April 2024.</p>
<p>Penutupan kegiatan pelatihan PPIH bidang kesehatan ini dilakukan pada Jumat (19/4) lalu. Kegiatan penutupan pelatihan PPIH bidang kesehatan ini dihadiri oleh Kepala BBPK Ciloto, perwakilan dari Pusat Kesehatan Haji, perwakilan dari Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan, dan fasilitator pada pelatihan PPIH Bidang Kesehatan.</p>
<p>Dalam laporannya, Ketua Tim Kerja Pelatihan Teknis Program Kesehatan BBPK Ciloto Ani Anisah SKM,MKM, mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan PPIH bidang kesehatan tahun 2024 sebanyak 253 orang yang terbagi dalam sembilan kelas. Namun, satu peserta dari tim kuratif preventif dokter tidak dapat hadir pada kelas klasikal karena terkendala administrasi penugasan sehingga peserta yang menuntaskan kelas daring dan klasikal sebanyak 252 orang.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo, yang diwakili Ketua Tim Kerja Pemeriksaan Kesehatan Haji dr Muhamad Imran MKM, berharap proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia menambahkan, bagi peserta pelatihan, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pelayanan di tanah suci.</p>
<p>Materi pelatihan yang diperoleh, baik melalui daring maupun klasikal, merupakan bekal awal yang dapat dikembangkan oleh PPIH bidang kesehatan. Pengembangan diperlukan karena pengalaman fasilitator yang diberikan selama pelatihan dapat berbeda dengan kondisi di lapangan saat musim haji tahun ini.</p>
<p>dr. Muhamad Imran MKM mengatakan, segala hal yang diniatkan di tanah air akan dibuktikan ketika para petugas sampai di Arab Saudi. &#8220;Paling penting, apa yang diniatkan sejak mendaftar sampai mengikuti proses pembekalan di Asrama Haji Pondok Gede dan BBPK Ciloto akan diuji di Arab Saudi, apakah dalam memberikan pelayanan dilakukan secara profesional kepada jamaah haji,” kata dia.</p>
<p>Kepala BBPK Ciloto Sjamsul Ariffin, SKM.,M. Epid, dalam arahan sekaligus menutup acara tersebut, mengingatkan para peserta mengenai materi berbagi pengalaman oleh para fasilitator. Ia berharap para peserta yang akan menjadi petugas haji menjadikan pengalaman para fasilitator sebagai referensi baik referensi pengetahuan maupun referensi keterampilan. &#8220;Tetapi, jangan lupa kita harus berani, berani menanggalkan, apabila situasinya berbeda dengan apa yang diceritakan sebelumnya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sjamsul mengatakan, PPIH harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dengan situasi kondisi yang ditemui di lapangan. Sebab, komunitas yang dilayani berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya sehingga tantangannya dapat berbeda.</p>
<p>Menurut Sjamsul, peserta yang mengikuti pelatihan PPIH merupakan para profesional yang mempunyai otoritas untuk melakukan tindakan sesuai dengan profesinya. Ia berharap PPIH bidang kesehatan menggunakan otoritasnya saat di lapangan, dengan menyesuaikan pada kondisi perbekalan alat medis dan kondisi lingkungan.</p>
<p>Sjamsul menambahkan, penyesuaian kepada kedua kondisi itu akan membuat PPIH menjadi lebih rendah hati dalam melayani jemaah sebagai manusia seutuhnya, dan bukan sekadar melayani karena penugasan.</p>
<p>“Kegiatan di sana penuh ketidakpastian, kemampuan untuk belajar, untuk learn, unlearn, dan relearn itu harus mulai diasah dari sekarang. Bagaimana belajar dari pengalaman mulai mengasah menyisihkan waktu untuk merenungi, untuk mengambil makna pembelajaran atas apa yang terjadi dalam keseharian agar ketika sampai penugasan di Arab Saudi sudah terampil menggunakan kompetensi untuk learn, unlearn, dan relearn,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (sev)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240422-WA0000.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSCM Sukses Transplantasi Hati Pasien Dewasa Dengan Komorbid</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rscm-sukses-transplantasi-hati-pasien-dewasa-dengan-komorbid</link>				
         <pubDate>Sun, 21 Apr 2024 22:17:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rscm-sukses-transplantasi-hati-pasien-dewasa-dengan-komorbid</guid>
         
         <description><![CDATA[<p class="p1" style="text-align: left;">Jakarta, 21 April 2024</p>
<p class="p1"><span class="s1">Transplantasi hati pada pasien dewasa sukses dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (19/4) lalu. Tindakan dilakukan pada pasien pria berusia 54 tahun dengan komorbid sirosis hati dan kanker hati. Adapun, pendonor adalah kakak ipar pasien yang berusia 55 tahun. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketua Tim Transplantasi Hati dari RSCM Prof. Hanifah Oswari mengatakan, pelaksanaan transplantasi hati ini merupakan yang ke-89 di RSCM, sejak operasi transplantasi hati pertama yang dilakukan pada 2010. Transplantasi itu terdiri dari 79 pasien anak-anak dan 10 pasien dewasa. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Meski RSCM telah berpengalaman dalam melakukan transplantasi hati, Prof. Hanifah mengatakan, persiapan tindakan tetap membutuhkan waktu yang cukup panjang. Persiapan dimulai dari menyiapkan resipien atau pasien penerima donor dan pendonor yang sehat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Ada proses untuk menilai bagaimana seorang donor ini betul-betul dalam kondisi baik dan dia tidak dalam kondisi tidak bisa memutuskan. Jadi, ada tim advokasi yang menilai apakah donor ini layak menjadi donor dan tidak ada proses jual beli di situ,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah resipien dan pendonor dinyatakan cocok, operasi transplantasi dilaksanakan di kamar operasi (OK) Gedung Kanigara, RSCM, Jumat, 19 April 2024. Dalam waktu 12 jam. Proses operasi melibatkan berbagai disiplin ilmu, dokter spesialis, serta di bawah supervisi Prof. Seisuke Sakamoto dari National Center for Child Health and Development (NCCHD), Jepang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah operasi, Prof. Hanifah memastikan, pasien dalam kondisi stabil. Kendati demikian, tim medis RCM akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien maupun pendonor. Hal ini untuk memastikan pasien yang dalam kondisi sehat setelah operasi dan dapat hidup lebih panjang, yakni tidak hanya setahun, tapi 5 sampai 10 tahun dan seterusnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami menilai angka keberhasilan dari satu tahun, bagaimana dia bisa hidup setelah transplantasi. Saat ini, tingkat keberhasilan one year survival rate transplantasi hati di RSCM sudah mencapai 82 persen,” ungkapnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Persentase tersebut, lanjut Prof. Hanifah, sudah setara dengan capaian rumah sakit lain di Asia seperti Jepang dan Singapura. Pencapaian ini menunjukkan bahwa layanan transplantasi hati di RSCM telah mengalami kemajuan yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat internasional. Pada masa mendatang, RSCM akan terus meningkatkan kemampuan agar dapat melaksanakan operasi transplantasi hati secara mandiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada saat yang sama, RSCM sebagai pusat transplantasi hati nasional juga akan terus melakukan pengampuan terhadap rumah sakit di daerah agar mampu melakukan tindakan transplantasi hati. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami juga punya tugas untuk mengampu RS lain di Indonesia sehingga transplantasi hati dan ginjal tidak hanya di RSCM saja, tapi juga rumah sakit lain di daerah, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” kata Prof. Hanifah. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk itu, Tim Transplantasi Hati RSCM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam hal peningkatan keahlian tim medis, pemenuhan infrastruktur dan peralatan kesehatan, serta dukungan pembiayaan transplantasi hati yang jumlahnya melebihi tarif yang dijamin oleh BPJS Kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/07644bb2-1035-4036-a05d-34bcbb5a8b06.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Penyakit tak Libur Saat Libur Lebaran, Waspadai Demam Berdarah dan HFMD</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ penyakit-tak-libur-saat-libur-lebaran-waspadai-demam-berdarah-dan-hfmd</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Apr 2024 17:32:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ penyakit-tak-libur-saat-libur-lebaran-waspadai-demam-berdarah-dan-hfmd</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit hand, foot, and mouth disease (HFMD) selama arus mudik dan balik Lebaran 1445 H/2024 M. Terlebih, penyakit ini memiliki kecepatan penularan yang tinggi meski jarang menyebabkan sakit berat.</p>
<p>“Pergerakan manusia selama perjalanan mudik berpotensi mempercepat penyebaran, terutama di kalangan bayi dan balita,” kata Juru Bicara Kemenkes dr. M Syahril di jakarta Senin (8/4).</p>
<p>Tercatat, hampir 6.500 kasus HFMD hingga pekan ke-13 tahun 2024. Sebagian besar kasus terjadi pada usia anak, dan sebagian lainnya pada orang dewasa. Kasus HFMD terbanyak ada di Pulau Jawa, di antaranya Jawa Barat (2.119), disusul Banten (1.171) DI Yogyakarta (561), dan Jawa Tengah (464).</p>
<p>&#8220;Ada tren peningkatan, ditambah mudik dan libur panjang itu berpotensi terjadi peningkatan kasus flu Singapura,&#8221; jelas dr. Syahril.</p>
<p>dr. Syahril mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selama perjalanan mudik dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menerapkan etika batuk atau bersin. Selain itu, masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.</p>
<p>dr. Syahril juga mengimbau pemudik untuk tetap menjaga kebersihan di kampung halamannya untuk mengurangi risiko adanya demam berdarah dengue.</p>
<p>“Sekalian lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk di kampung halaman, mengerjakan kebiasaan baik supaya tidak tertular Demam Berdarah,” ujar dr. Syahril.</p>
<p>Apalagi, dr. Syahril menambahkan, di wilayah yang angka kasus demam berdarahnya tinggi.</p>
<p>Sebab, hingga pekan ke-14 tahun 2024 atau April ini, tercatat sebanyak 60.296 kasus demam berdarah di Indonesia dengan angka kematian sebanyak 455. Jumlah ini terus bertambah dari pekan-pekan sebelumnya.</p>
<p>Lima kabupaten/kota dengan kasus demam berdarah tertinggi tahun ini di antaranya Kabupaten Tangerang dengan 2.540 kasus, Kota Bandung 1.741 kasus, Kabupaten Bandung Barat 1,422 kasus, Kabupaten Lebak 1.326 kasus, dan Kota Depok 1.252 kasus</p>
<p>Sementara itu, kabupaten/kota dengan kematian DBD tertinggi pada 2024, di antaranya Kabupaten Bandung dengan 25 kematian, Kabupaten Jepara 21 kematian, Kabupaten Subang 18 kematian, Kabupaten Kendal 16 kematian, dan Kabupaten Bogor 13 kematian.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53642137755_11e5f3365b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Membanggakan! Dua Rumah Sakit Vertikal Raih Healthcare Asia Award</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ membanggakan-dua-rumah-sakit-vertikal-raih-healthcare-asia-award</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Apr 2024 17:22:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ membanggakan-dua-rumah-sakit-vertikal-raih-healthcare-asia-award</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Maret 2024</p>
<p>Dua rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapatkan penghargaan dari Healthcare Asia Award 2024 atas kapasitas dan inovasinya dalam pelayanan kesehatan. Penghargaan diberikan di Marina Bay Sand, Singapura, pada Selasa (26/3).</p>
<p>RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) meraih penghargaan Specialty Hospital of The Year dalam program pengampuan dan MitraClip dengan minimal invasif dan Technology Innovation of The Year dalam penggunaan teknik tindakan zero fluoroscopy.</p>
<p>&#8220;Kami bangga dapat mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Bukti nyata kami telah menjadi pioner dalam mengembangkan sistem pengampuan di bidang kardiovaskular. Saat ini, kami memfokuskan di 34 provinsi untuk dapat memberikan pelayanan operasi jantung terbuka,&#8221; kata Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Iwan Dakota.</p>
<p>Sebagai pusat pelayanan kardiovaskular nasional, RSJPDHK meregionalisasi perawatannya ke rumah sakit provinsi yang telah mampu mendukung perawatan di rumah sakit tingkat kabupaten atau kota. Program ini juga mencakup pengembangan fasilitas, infrastruktur, peralatan medis, dan sumber daya manusia.</p>
<p>Namun, prestasi RSJPDHK tidak berhenti di situ. RSJPDHK juga mengembangkan inovasi dalam tindakan intervensi jantung anak dan penyakit jantung bawaan melalui teknik zero fluoroscopy.</p>
<p>Teknik zero fluoroscopy atau teknik tanpa metode pembedahan ini digunakan untuk menutup lubang atau kerusakan pada dinding pemisah di jantung, baik dalam serambi (atrial septal defect) maupun dinding pada bilik (ventricular septal defect), penutupan foramen ovale persisten, hingga penutupan fistula sinus valsalva. Teknik ini terbukti sangat efektif dengan waktu prosedur yang lebih singkat, risiko komplikasi yang rendah, dan pemulihan yang cepat.</p>
<p>&#8220;Harapan kami, rumah-rumah sakit lainnya dapat terus bersemangat dalam mencapai kemandirian dalam pelayanan kesehatan jantung pembuluh darah. Kami akan terus melakukan inovasi pelayanan jantung pembuluh darah ke arah lebih baik seperti yang sudah kami lakukan dalam zero fluoroscopy dan MitraClip,&#8221; kata Dirut RSJPDHK.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Pusat Kanker Nasional &#8211; Rumah Sakit Kanker Dharmais juga meraih dua penghargaan atas kinerja luar biasa mereka dalam bidang onkologi dan kemampuan diagnosis serta pengobatan kanker payudara yang komprehensif. Dua penghargaan yang diraih adalah Best Oncology Hospital Of The Year (Indonesia) dan Best Clinical Service Initiative of The Year (Comprehensive Breast Cancer Diagnosis and Treatment).</p>
<p>“Penghargaan ini saya dedikasikan khusus kepada seluruh profesor, dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya dan civitas hospitalia RSK Dharmais, Kementerian Kesehatan, serta cancer fighter dalam upaya tulusnya mengupayakan Transformasi Kesehatan. Semoga menjadi motivasi dalam memberikan layanan yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Direktur Utama RSK Dharmais dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS.</p>
<p>Healthcare Asia Awards adalah program penghargaan yang berfokus pada pemberian penghargaan kepada rumah sakit luar biasa di seluruh Asia. Rumah sakit-rumah sakit yang menerima penghargaan mendefinisikan kembali standar keunggulan dalam industri perawatan kesehatan sebagai tolok ukur baru dalam layanan kesehatan, dan memberikan kontribusi besar kepada komunitas/masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240409-WA0011.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Masalah Kesehatan Yang Sering Dialami Pemudik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tiga-masalah-kesehatan-yang-sering-dialami-pemudik</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Apr 2024 16:53:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tiga-masalah-kesehatan-yang-sering-dialami-pemudik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jawa Barat, 9 April 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tiga masalah kesehatan yang sering dialami para pemudik, yakni dispepsia atau gangguan saluran pencernaan, fatigue atau kelelahan parah, dan darah tinggi.</p>
<p>“Tadi ada 15 pemudik yang masuk teregistrasi mendapatkan pelayanan kesehatan di posko kesehatan,” kata Menkes Budi saat meninjau Posko Kesehatan di Rest Area KM 102 pada Selasa (9/4).</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 14 pengunjung mendapatkan pelayanan kesehatan sampai tuntas. Sementara itu, 1 orang lainnya yang mengalami gangguan saluran pencernaan dirujuk ke rumah sakit rujukan terdekat yang sudah disiagakan.</p>
<p>Selain itu, kecelakaan juga menjadi salah satu indikator kesehatan yang harus diperhatikan saat arus mudik berlangsung. Dengan adanya pos kesehatan di sejumlah titik, pemerintah berharap penanganan kecelakaan dapat dilakukan lebih cepat agar menurunkan angka kasus kematian lebih banyak.</p>
<p>Menkes Budi mengingatkan seluruh pemudik untuk lebih berhati-hati saat berkendara. “Menyetirnya hati-hati. Jangan sampai ngantuk! Tekanan darah juga harus dalam kondisi baik,” katanya.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan kondisi kesehatannya. Jika merasa lelah, ia mengingatkan masyarakat segera beristirahat. Bahkan, Menkes menganjurkan, pengemudi untuk berhenti sebentar di rest area setelah menyetir selama 4 jam agar terhindar dari kecelakaan.</p>
<p>Selain melayani pemeriksaan penyakit dasar, cek tensi darah, gula, dan kolesterol, pos kesehatan rest area KM 102 juga menyiapkan kesiagaan kegawatdaruratan.</p>
<p>Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Obrin Parulian mengatakan, pos kesehatan tersebut menyediakan tabung oksigen dan oksigen konsentrasi sebanyak 5 buah.</p>
<p>“Kemudian, ada fasilitas rujukan ambulans emergency dengan kelengkapan yang memang sudah standar emergency. Jadi, ketika ada kegawatdaruratan di sini, langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelas Obrin.</p>
<p>Terdapat 2 rumah sakit rujukan yang telah disiagakan, yaitu RS Hamori di pintu keluar tol KM 110 dan RSUD Subang.</p>
<p>“Jadi kalau ada kegawatdaruratan di sini menuju ke rs terdekat, bisa dilakukan stabilisasi dalam ambulans emergency,” kata Obrin.</p>
<p>Di beberapa posko kesehatan, termasuk Rest Area KM 104, tersedia juga layanan kesehatan tradisional seperti jamu-jamuan dan layanan akupresur dengan tenaga profesional terlatih. Pengendara yang mengalami pegal-pegal dan kurang konsentrasi bisa mendapatkan layanan akupresur di posko-posko tertentu yang menyediakan layanan kesehatan tersebut.</p>
<p>Dalam kunjungan di Rest Area KM 104, Menkes juga sempat mencoba layanan akupresur tersebut. Ia pun sangat merekomendasikan bagi para pemudik yang mengalami kelelahan untuk segera mengunjungi pos kesehatan.</p>
<p>SDM di posko-posko kesehatan telah memenuhi standar minimal yang sudah terlatih, baik untuk kesehatan dasar maupun kegawatdaruratan. Umumnya, posko kesehatan tersebut terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan mobil ambulans beserta sopir. Kemudian, layanan akupresur dan pengobatan tradisional terdiri atas 2 orang tenaga profesional.</p>
<p>Meski posko kesehatan sangat disiagakan, Obrin berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menyiapkan fisiknya.</p>
<p>“Kalau ada penyakit yang sudah terdiagnosis harus mengonsumsi obat, bawa terus obat-obatannya dan konsumsi sesuai anjuran dokter,” kata Obrin.</p>
<p>Apabila mengalami keluhan kesehatan, masyarakat sebaiknya mengakses posko kesehatan yang sudah disediakan secara gratis.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (NM)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240409-WA0010.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Tinjau Pos Pelayanan Kesehatan Pelabuhan Ciwandan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-tinjau-pos-pelayanan-kesehatan-pelabuhan-ciwandan</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Apr 2024 16:38:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-tinjau-pos-pelayanan-kesehatan-pelabuhan-ciwandan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Banten, 9 April 2024</p>
<p>Sehari menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah/2024, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau pos pelayanan kesehatan arus mudik lebaran di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten pada Selasa (9/4/2024). Ketika melakukan peninjauan, Menkes didampingi Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr Azhar Jaya, Pj. Gubernur Banten Ali Muktabar, Wali Kota Cilegon Helldy Agustia, dan Kadinkes Cilegon Ratih Purnamasari.</p>
<p>Menteri Budi meninjau pos pelayanan kesehatan secara menyeluruh mulai dari fasilitas, Sumber Daya Manusia (SDM), dan pelayanan.</p>
<p>Sebelumnya, Pelabuhan Ciwandan berfungsi sebagai pelabuhan angkutan barang. Namun, karena peningkatan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah menjadikan Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan alternatif bagi pemudik yang menggunakan roda dua untuk mencegah terjadinya kemacetan yang parah.</p>
<p>Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyiapkan pos pelayanan kesehatan di Pelabuhan Ciwandan. Fasilitas yang tersedia di pos pelayanan kesehatan tersebut, yakni dua tenda pos pelayanan kesehatan, dua unit mobil ambulans, dua unit Motor Mobile Emergency Response (MMER).</p>
<p>MMER digunakan dalam keadaan darurat, seperti saat kemacetan lalu lintas, MMER digunakan untuk menolong pasien dengan sigap. MMER juga dapat digunakan sebagai kendaraan sweeping pemudik.</p>
<p>Sementara itu, di dalam tenda pos pelayanan kesehatan, tersedia beberapa alat pemeriksaan kesehatan, dua tempat tidur pasien, obat-obatan, dan oksigen.</p>
<p>Penyakit yang paling umum ditemui adalah hipertensi, gastritis, kram otot, dan kelelahan. Setidaknya satu pasien dirujuk ke puskesmas terdekat karena riwayat sakit paru, tetapi semuanya dapat ditangani, salah satunya dengan pemberian obat, sehingga pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.</p>
<p>Menkes Budi berpesan kepada pemudik agar beristirahat di pos pelayanan kesehatan ketika merasa letih atau lelah. Ia juga mengingatkan tak perlu tergesa-gesa untuk sampai ke tempat tujuan karena hal yang paling penting adalah sampai dengan aman di tempat tujuan.</p>
<p>Tenda pos pelayanan kesehatan memang disediakan untuk pemudik yang akan melakukan perjalan panjang untuk kembali ke kampung halaman. Pos pelayanan kesehatan ini juga beroperasi selama 24 jam dan gratis.</p>
<p>Nanda, salah satu warga dari Tanjung Priok Jakarta Utara yang akan mudik ke Pesawaran, Lampung, mengatakan, ia memilih mudik melalui Pelabuhan Ciwandan karena diarahkan oleh petugas. Sebelum melakukan perjalanan mudik, ia juga mengatakan telah melakukan beberapa persiapan mulai dari servis motor hingga istirahat yang cukup.</p>
<p>“Persiapannya paling kita servis motor yang paling utama, yah, terus menjaga stamina supaya di jalan tidak terjadi apa-apa,” kata Nanda.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53642015639_19ab7a1c90_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak di Pos Kesehatan Mudik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ hipertensi-jadi-penyakit-paling-banyak-di-pos-kesehatan-mudik</link>				
         <pubDate>Tue, 09 Apr 2024 16:36:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ hipertensi-jadi-penyakit-paling-banyak-di-pos-kesehatan-mudik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima laporan pelayanan kesehatan dari sejumlah pos kesehatan mudik di 38 provinsi. Hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemui di Pos Kesehatan Mudik Idulfitri 1445 H/2024 M.</p>
<p>Data Senin (8/4) menunjukkan sebanyak 822 pemudik mendapatkan pelayanan di pos kesehatan mudik, terdiri atas 672 usia dewasa, 102 anak, dan 48 lansia. Jumlah penderita penyakit tersebut didasarkan pada kunjungan pemudik ke pos kesehatan.</p>
<p>Dari sejumlah tersebut, pemudik dewasa dan lansia paling banyak menderita hipertensi, diikuti nyeri otot, sakit kepala, flu, dan gastritis atau nyeri lambung. Sementara itu, pasien anak paling banyak menderita flu, nyeri otot, nyeri lambung, dan diare. Pemudik langsung diberikan penanganan medis dan obat-obatan sesuai SOP.</p>
<p>Juru bicara (Kemenkes) dr. Mohammad Syahril mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan fisik dan psikis selama perjalanan mudik sehingga tetap aman, sehat dan selamat sampai di tujuan.</p>
<p>“Tetap jaga kesehatan, dan manfaatkan pos kesehatan di sepanjang jalur mudik jika dibutuhkan, gratis. Jika kemudian dibutuhkan rujukan maka biaya akan dicover oleh BPJS Kesehatan bagi peserta,” ucap dr. Syahril.</p>
<p>Kemenkes menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2024. Sebanyak 15.705 fasilitas kesehatan disiagakan di 38 provinsi, terdiri atas 10.147 puskesmas, 3.186 rumah sakit, 352 Public Safety Center (PSC) 119, 51 balai kekarantinaan kesehatan (BKK), dan 1.569 Pos Pelayanan Kesehatan di sepanjang jalur mudik.</p>
<p>Pos pelayanan kesehatan disiapkan di pintu keluar (exit) tol, tempat istirahat (rest area) yang terletak di jalur tol operasional, arteri atau jalur non-tol, tempat wisata, tempat ibadah, terminal, stasiun, bandara, dan penyeberangan pelabuhan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53642137795_04fe60727a_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sidak 2 RS di Bandung, Wamenkes Dante Minta Peningkatan Kualitas Layanan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sidak-2-rs-di-bandung-wamenkes-dante-minta-peningkatan-kualitas-layanan</link>				
         <pubDate>Fri, 05 Apr 2024 12:45:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sidak-2-rs-di-bandung-wamenkes-dante-minta-peningkatan-kualitas-layanan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 4 April 2024 </p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Paru Rotinsulu dan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Kamis (4/4). Kepada kedua rumah sakit tersebut, Prof. Dante meminta kualitas layanan kepada pasien segera ditingkatkan. </p>
<p>&#8220;Hari ini, saya pergi ke Rumah Sakit Rotinsulu dan Rumah Sakit Cicendo, saya akan sidak untuk melihat layanan apa yang mereka kerjakan dan bagaimana secara riil dapat kita beri masukan kepada rumah sakit-rumah sakit tersebut,&#8221; ujar Prof. Dante.</p>
<p>Sidak pertama dilakukan di RS Paru Rotinsulu. Layanan unggulan rumah sakit tersebut adalah pelayanan kasus-kasus penyakit paru terkait dengan kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja, kanker paru, penyakit paru infeksi seperti tuberkulosis (TB), dan penyakit infeksi non-TB seperti pneumonia. </p>
<p>RS Rotinsulu juga menangani kasus-kasus penyakit asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang biasanya terjadi pada pasien dengan riwayat merokok.</p>
<p>&#8220;Masukan saya untuk RS Paru Rotinsulu adalah terus tingkatkan, terutama terkait mutu layanan kesehatan, dan bangunannya harus dilakukan pembenahan di sana-sini,&#8221; ungkap Prof. Dante.</p>
<p>Usai sidak RS Paru Rotinsulu, Prof. Dante langsung bertolak ke RS Mata Cicendo untuk sidak selanjutnya. RS Mata Cicendo adalah Pusat Mata Nasional (PMN) yang sudah berkiprah lebih dari satu abad.</p>
<p>Selain itu, RS Mata Cicendo memiliki dokter spesialis mata yang kompeten atau ahli di bidangnya seperti vitreoretina, neuro-oftalmologi, pediatrik oftalmologi, dan strabismus, glaukoma, katarak bedah refraktif, infeksi dan imunologi, rekonstruksi okuloplasti dan onkologi, refraksi low vision, dan lensa kontak, serta oftalmologi komunitas. Ada juga layanan spesialis anak, dokter umum, anestesi, dan penunjang lainnya.</p>
<p>RS Mata Cicendo memiliki layanan unggulan, yakni Lasik Center, Day Care, dan Layanan Eksekutif. LASIK atau laser in-situ keratomileusis merupakan jenis prosedur bedah yang menjadi tren sekarang ini karena dapat memperbaiki mata bermasalah seperti rabun jauh, rabun dekat, serta kelainan mata lainnya dalam waktu singkat. Prosedur LASIK makin diminati karena aman, efektif, cepat sembuh dan rendahnya tingkat ketidaknyamanan. </p>
<p>Sementara itu, Day Care merupakan layanan untuk suatu tindakan medis berupa operasi, baik langsung maupun sesuai temu janji, yang diselesaikan dalam waktu satu hari atau tanpa rawat inap. Selanjutnya, layanan eksekutif rawat jalan PMN RS Mata Cicendo yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan menghadirkan suasana baru sehingga pasien dan pengunjung seperti tidak merasa sedang berada di rumah sakit. Selain itu, pasien dapat langsung memilih dokter sesuai jadwal dokter yang ada.</p>
<p>Wamenkes Prof. Dante menilai pelayanan pasien RS Mata Cicendo sudah tertata rapi dan terintegrasi. &#8220;Saya tertarik dengan beberapa poliklinik, terutama poli khusus mata untuk anak, di mana dilakukan layanan integrasi bersama dengan dokter anak untuk kelainan-kelainan yang terjadi pada anak, misalnya kelainan refraksi dan retinoblastoma,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Ia berharap kedua rumah sakit tersebut dapat segera memperbaiki kekurangan, menjaga yang sudah baik, dan terus meningkatkan kualitas layanan kepada pasien.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53631134866_4391a97510_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Transformasi Internal Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan di Rumah Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ transformasi-internal-tingkatkan-kualitas-layanan-kesehatan-di-rumah-sakit</link>				
         <pubDate>Fri, 05 Apr 2024 12:41:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ transformasi-internal-tingkatkan-kualitas-layanan-kesehatan-di-rumah-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 4 April</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, transformasi internal bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit. Dalam transformasi internal, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk rumah sakit, meningkatkan kualitas pekerjaannya, yakni melayani masyarakat di bidang kesehatan.</p>
<p>Hal itu disampaikan dalam Launching Transformasi Perubahan Budaya Kerja RS Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/4).</p>
<p>&#8220;Saya menghadiri transformasi ke-7, yaitu transformasi internal, yakni kita ingin meningkatkan kualitas di dalam pekerjaan kita melayani masyarakat di bidang kesehatan,&#8221; ujarnya dalam pembukaan peluncuran transformasi perubahan budaya kerja RS Hasan Sadikin Bandung.</p>
<p>Menurutnya, pilar transformasi yang dijalankan dalam pekerjaan melayani masyarakat ini menjadi panduan atau rambu-rambu dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan di Indonesia.  </p>
<p>&#8220;Dengan transformasi internal ini, kami membangun budaya kerja yang baik di semua rumah sakit di Indonesia, dengan kualitas layanan terbaik  dari Sabang sampai Merauke,&#8221; ucap Prof. Dante.</p>
<p>Misalnya, RS Hasan Sadikin sudah mengimplementasikan transformasi internal sehingga seluruh rumah sakit yang ada di tingkat madya, utama, dan paripurna di Jawa Barat dapat mengikuti jejak RS Hasan Sadikin.</p>
<p>&#8220;Karena di RSHS itu, daftar isian dan daftar syarat-syarat untuk mendapatkan alat kesehatannya sudah sempurna maka kita ingin mengembangkan transformasi  internal dimana alat-alat kesehatan bisa dipakai optimal untuk layanan kesehatan,&#8221; tutur Prof. Dante.</p>
<p>Kualitas SDM rumah sakit harus diperbaiki, baik rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah, dan rumah sakit vertikal.</p>
<p>Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat ini bukan tanggung jawab eksklusif milik Kemenkes saja, tetapi membutuhkan komitmen pemerintah daerah. Ia menambahkan, pemerintah daerah dan pusat perlu berintegrasi.</p>
<p>&#8220;Komitmen ini mudah-mudahan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Jawa Barat, dengan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk masyarakat yang banyak itu dapat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53631459654_e7ce1f71fb_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Melepas Tim Pemantauan Pos Kesehatan Arus Mudik/Balik Lebaran</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-melepas-tim-pemantauan-pos-kesehatan-arus-mudik-balik-lebaran</link>				
         <pubDate>Fri, 05 Apr 2024 11:59:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-melepas-tim-pemantauan-pos-kesehatan-arus-mudik-balik-lebaran</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 April 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2024. Sebanyak 15.705 fasilitas kesehatan disiagakan di 38 provinsi, terdiri atas 10.147 puskesmas, 3.186 rumah sakit, 352 Public Safety Center (PSC) 119, 51 balai kekarantinaan kesehatan (BKK), dan 1.569 Pos Pelayanan Kesehatan di sepanjang jalur mudik.</p>
<p>“Kementerian Kesehatan juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk tetap mengaktifkan puskesmas dan rumah sakit di wilayah masing-masing dalam upaya penanganan rujukan dari pos kesehatan yang dibangun,” Kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya saat melepas tim pemantauan mudik di kantor Kemenkes, Kamis (4/4).</p>
<p>Pemerintah memperkirakan 193,6 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1445 H/2024 M. Angka itu meningkat dibandingkan Idulfitri tahun 2023, yakni 123,8 juta orang.</p>
<p>Pemerintah juga memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau Senin, 8 April 2024, yang menandai awal cuti bersama, dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang atau 13,7%. Sementara itu, perkiraan puncak arus balik terjadi pada H+3 atau Minggu, 14 April 2024, dengan potensi pergerakan 41 juta orang atau sekitar 21,2%.</p>
<p>“Untuk menyikapi tingginya animo masyarakat yang akan mudik, Kementerian Kesehatan bersama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dan lintas sektor terkait lainnya berkolaborasi dalam kesiapsiagaan mudik hari raya Idulfitri 1445 H, khususnya terkait pelayanan kesehatan di jalur-jalur padat yang dilalui oleh pemudik,” Kata Dirjen Azhar.</p>
<p>Dr. Azhar melanjutkan, kolaborasi dan koordinasi di jajaran kementerian/lembaga, lintas program dan lintas sektor sangat diperlukan untuk pelaksanaan teknis di lapangan agar arus mudik/balik saat Hari Raya Idulfitri 1445 H dapat berjalan dengan aman, sehat, tertib, selamat, dan lancar. Hal itu sesuai dengan tema mudik yang diusung &#8220;Mudik Ceria Penuh Makna&#8221;.</p>
<p>Pos pelayanan kesehatan disiapkan di pintu keluar (exit) tol, tempat istirahat (rest area) yang terletak di jalur tol operasional, arteri atau jalur non-tol, tempat wisata, tempat ibadah, terminal, stasiun, bandara, dan penyeberangan pelabuhan.</p>
<p>Kemenkes menurunkan Tim Pemantauan Pos Kesehatan yang akan memantau di enam jalur di antaranya:<br />
1) Jalur Jakarta–Bali melalui Jalan Tol Trans-Jawa<br />
2) Jalur Jakarta–Jawa Barat–Jawa Tengah–DI Yogyakarta melalui jalur selatan<br />
3) Jalur DI Yogyakarta–Banyuwangi melalui jalur selatan<br />
4) Jalur Jakarta–Palembang melalui penyeberangan Merak–Bakauheni<br />
5) Jalur Lampung–Padang<br />
6) Jalur Aceh–Sumatra Utara–Riau</p>
<p>Dr. Azhar menjelaskan, pemeriksaan di semua pos kesehatan adalah gratis. Apabila dibutuhkan rujukan, pasien harus memiliki BPJS Kesehatan karena semuanya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sedangkan kecelakaan lalu lintas ditanggung oleh Jasa Raharja.</p>
<p>“Kalau untuk pos kesehatan semuanya free, tapi begitu masuk ke rumah sakit dan sebagainya, dibutuhkan rujukan, tentunya mereka kita harapkan sudah punya BPJS dan itu di-cover oleh BPJS karena itu kita sudah kerja sama dengan BPJS, tapi kalau untuk kecelakaan lalu lintas ada Jasa Raharja,” kata Dr. Azhar.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kemenkes menggelar kegiatan mudik bersama yang diikuti 800 orang peserta, yang merupakan pegawai dan keluarganya, dan 27 bus. Setiap bus diawaki oleh 3 orang dengan kondisi kesehatan yang prima dan didampingi 1 orang koordinator peserta mudik.</p>
<p>Untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penumpang peserta mudik termasuk awak bus, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan fisik, darah, dan urine bagi seluruh pengemudi dan kondektur.</p>
<p>Adapun, jurusan bus mudik antara lain Purworejo, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Lampung, Palembang dan Padang.</p>
<p>Sebanyak 27 unit bus yang digunakan mudik bersama tahun 2024, terdiri atas 20 bus mudik dari Kemenkes, 2 bus mudik bantuan dari Bank Negara Indonesia (BNI), 2 bus mudik bantuan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), 2 bus mudik bantuan dari Bank Mandiri, dan 1 bus mudik bantuan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53631009095_641f49a4d7_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi Cek Layanan Kesehatan RSUD Sultan Thaha Jambi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presidemn-jokowi-cek-layanan-kesehatan-rsud-sultan-thaha-jambi</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Apr 2024 21:43:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presidemn-jokowi-cek-layanan-kesehatan-rsud-sultan-thaha-jambi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jambi, 3 April 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke RSUD Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Rabu (3/4). Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi dan Menkes Budi memberikan perhatian pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, alat kesehatan, serta tenaga dokter spesialis.</p>
<p>&#8220;Kenapa kita ke sini? Kita ingin mengirimkan CT Scan, Mamografi, Cath Lab, tahun ini sehingga persiapan di sini harus siap karena ini alat-alat besar yang butuh listrik, butuh ruangan, butuh dokter spesialis yang mengelola ini. Sehingga, saya datang dan ingin memastikan,&#8221; ujar Presiden Jokowi.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan 2024 untuk RSUD Sultan Thaha Saifuddin sebesar Rp 3,34 miliar. DAK Kesehatan tersebut dialokasikan untuk pembangunan ruang CT Scan, ruang penanganan sitotoksik, dan pembelian alat kesehatan (alkes) berupa USG radiologi, serta ventilator pediatric untuk mendukung program penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).</p>
<p>Direktur RSUD Sultan Thaha Saifuddin Oktavienni, berharap CT Scan, yang merupakan alat penunjang pemeriksaan stroke, dapat segera tersedia. &#8220;Besar harapan saya, dengan kunjungan petinggi Kemenkes dan Pak Jokowi ini, bisa menjadi terwujud karena ini harapan seluruh masyarakat dan rumah sakit ini,&#8221; kata Direktur Oktavienni.</p>
<p>Kanker, jantung, stroke, dan urunefro (KJSU) merupakan penyakit katastropik. Saat ini, Direktur Oktavienni menyatakan, hanya layanan stroke yang berjalan optimal karena keterbatasan dokter spesialis di RSUD Tebo.</p>
<p>&#8220;Untuk KJSU yang merupakan program Kemenkes, kami baru bisa melaksanakan program untuk stroke karena memang dokter spesialis kita yang ada adalah dokter saraf,&#8221;  ujar Direktur Oktavienni.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis lain terkait layanan KJSU, Direktur Oktavienni menyatakan, RSUD Tebo sedang berupaya melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sumatra Barat.</p>
<p>&#8220;Tapi, jika ditunjuk sebagai RS pengampu layanan KJSU, kami siap menjalankan program kementerian Kesehatan di Kabupaten Tebo,” kata dia.</p>
<p>Sementara itu, layanan hemodialisis atau cuci darah untuk penderita ginjal juga masih terkendala. Direktur Oktavienni menjelaskan, dokter umum dan perawat telah menjalani pelatihan layanan hemodialisis di RSPAD Gatot Subroto, tetapi pelatihan untuk dokter spesialis baru akan berlangsung pada Juli mendatang.</p>
<p>&#8220;Jadi, kami bermohon kepada pihak terkait termasuk BPJS Kesehatan supaya izin operasional hemodialisis ini bisa tetap dilaksanakan sambil menunggu dokter kami berangkat pelatihan,” kata dia.</p>
<p>Direktur Oktavienni menyatakan, RSUD Tebo akan meminjam jasa dokter spesialis penyakit dalam yang telah memiliki sertifikat penanganan hemodialisis dari RSUD Kabupaten Bungo, yang merupakan tetangga Kabupaten Tebo.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan, dengan kunjungan ini, Pak Menkes maupun Pak Jokowi bisa memberi dukungan sehingga kami bisa melaksanakan dulu izin operasionalnya sambil menunggu dokter kita selesai melakukan pelatihan,” harap Direktur Oktavienni.</p>
<p>Selain layanan spesialistik dasar, Direktur Oktavienni menjelaskan, layanan unggulan RSUD Tebo di antaranya Poli Mata dan Poli THT telah memiliki peralatan kesehatan sangat lengkap. Poli Mata RSUD Sultan Thaha Saifuddin sudah memiliki foto fundus untuk memeriksa saraf optik, pembuluh darah dan retina mata, serta USG mata untuk melihat berbagai kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan bola mata.</p>
<p>&#8220;Kami memiliki foto fundus untuk mengetahui sejauh mana kerusakan saraf di dalam mata. Kami juga memiliki alat yang namanya USG mata untuk mengetahui kelainan-kelainan dan penyakit yang ada di bola mata &#8221; ujar Direktur Oktavienni.</p>
<p>Untuk spesialis THT, RSUD Tebo sudah dilengkapi endoskopi yang dapat membantu pemeriksaan kelainan-kelainan dalam telinga dan tenggorokan.</p>
<p style="text-align: left;">Direktur Oktavienni juga menjelaskan jenis penyakit terbanyak yang dirujuk ke RSUD Tebo, di antaranya hipertensi, diabetes, dan layanan bedah. Banyaknya rujukan layanan bedah karena RSUD Tebo terletak di jalur lintas Sumatera sehingga banyak kasus trauma fisik akibat kecelakaan.</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi juga memuji kerapian dan kebersihan RSUD Tebo. Menurut Presiden Jokowi, RSUD Sultan Thaha Saifudin memiliki tata ruang yang bagus dan bersih sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi pasien.</p>
<p>“Saya melihat rumah sakit ini . RSUD Tebo ini, RSUD Sultan Thaha Saifuddin tata ruanganya bagus, bersih,&#8221; ujar Jokowi.</p>
<p>Eva Susanti Zuhdi, pasien poli penyakit dalam yang tengah menunggu panggilan, juga memberikan pujian kepada layanan cepat yang diberikan oleh RSUD Sultan Thaha Saifuddin. Menurutnya, pada kunjungan sebelumnya, Eva hanya menghabiskan waktu kurang dari 1,5 jam mulai dari mengambil nomor antrean hingga tahap akhir pengambilan obat di bagian farmasi.</p>
<p>&#8220;Dari pendaftaran sampai tunggu dokternya, sampai ambil obatnya, biasanya satu jam setengah paling lama,&#8221; kata Eva.</p>
<p>Pasien Poli Mata RSUD Sultan Thaha Saifuddin, Robiatun, juga melayangkan pujian serupa. Menurutnya, ruang tunggu RSUD Sultan Thaha Saifuddin sekarang memiliki ruang tunggu yang lebih nyaman.</p>
<p>&#8220;Apalagi, sekarang untuk tempat tunggunya sudah nyaman banget. Kalau dulu kan kita masih kepanasan. Kalau sekarang sudah tidak kepanasan. Sudah enak banget,” kata Robiatun saat menunggu giliran mengambil obat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240403-WA0065.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Kirim Bantuan Obat-obatan dan Alkes untuk Palestina dan Sudan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-kirim-bantuan-obat-obatan-dan-alkes-untuk-palestina-dan-sudan</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Apr 2024 20:39:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-kirim-bantuan-obat-obatan-dan-alkes-untuk-palestina-dan-sudan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 April 2024</p>
<p>Pemerintah Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga sipil yang terdampak konflik Gaza di Mesir, dan Sudan. Bantuan senilai Rp 30 miliar tersebut dilepas oleh Presiden Joko Widodo melalui Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (3/4) pagi.</p>
<p>“Dengan mengucap bismillahirohmanirohim, bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Mesir dan Sudan hari ini, saya nyatakan dilepas,” kata Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga perdamaian dunia dan terlibat aktif dalam visi-misi kemanusiaan baik karena perang maupun bencana.</p>
<p>Untuk itu, Presiden mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan konflik internal di Sudan yang menimbulkan banyak korban.</p>
<p>“Karena itu untuk kesekian kalinya, kita kembali melakukan misi kemanusiaan dengan mengirim bantuan ke Mesir dan Sudan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan,” imbuh Presiden.</p>
<p>Presiden mengungkapkan bantuan senilai Rp 30 miliar tersebut berupa obat-obatan, peralatan kesehatan, serta bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan resmi Pemerintah Mesir dan Sudan.</p>
<p>Kepala Negara juga menyampaikan bantuan kemanusiaan ini akan dikirim langsung ke Mesir dan Sudan. Delegasi dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan beranggotakan unsur-unsur kementerian/lembaga terkait.<br />
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Sumarjaya mengatakan, bantuan kemanusiaan yang dikirimkan ini berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, sementara pengadaannya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan.</p>
<p>Sumarjaya menjelaskan, total bantuan yang disalurkan mencapai 28 ton, dengan rincian 12 ton bantuan untuk Sudan dan 16 ton untuk Mesir. Bantuan tersebut akan dikirim menggunakan 2 pesawat Garuda Indonesia.</p>
<p>Adapun, komponen bantuan disesuaikan dengan kebutuhan yang diminta oleh Pemerintah Mesir dan Sudan. Sementara untuk item dan volumenya disesuaikan dengan stok yang ada di Indonesia.</p>
<p>Sumarjaya membeberkan, bantuan untuk Sudan terdiri atas obat emergency, barang medis habis pakai, alat kesehatan (alkes) cuci darah, obat untuk kanker dan obat untuk penyakit kronis seperti kolera dan hipertensi.</p>
<p>Sementara untuk Mesir, ada 2 jenis bantuan kemanusiaan yang dikirimkan. Pertama, berupa medical general and medicine seperti sharing pump dan obat untuk anestesi. Kedua, bantuan untuk ambulance supply seperti nasal kanul, oksigen masker, set infus dan alat tes gula darah.<br />
“Totalnya, jadi 26 item untuk di Mesir. Kalau Sudan, ada 238 item dari 400 item yang kita terima dan verifikasi. Alhamdulillah semua itu bisa dikirimkan hari ini,” kata Sumarjaya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/50fac6d1-4f4c-4b44-8865-26786c28f54a.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Hadiri Apel Ketupat 2024 TNI Polri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ wamenkes-hadiri-apel-ketupat-2024-tni-polri</link>				
         <pubDate>Wed, 03 Apr 2024 16:11:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ wamenkes-hadiri-apel-ketupat-2024-tni-polri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 April 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Harbuwono menghadiri apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat (Ketupat-2024) untuk pengamanan Hari Raya Idulfitri 1445 H tahun 2024 di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (3/4/2024)</p>
<p>Apel gelar pasukan operasi Ketupat diselenggarakan di seluruh Indonesia secara serentak pada hari ini sebagai tahap akhir pengecekan kesiapan anggota TNI Polri dan para pemangku kepentingan terkait pada operasi Ketupat 2024 untuk pengamanan arus mudik perayaan Hari Raya Idulfitri 1445 H.</p>
<p>Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI pada 2024 memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada Hari Raya Idulfitri 1445 H sebesar 193,6 juta atau meningkat 56,4% dibanding tahun 2023.</p>
<p>Melalui Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Presiden Joko Widodo menyampaikan, mudik tahun ini akan mengalami kenaikan yang signifikan. Karena itu, Presiden Joko Widodo mengimbau dan mengajak masyarakat untuk mudik lebih awal serta pengamanan arus mudik dapat dilaksanakan lebih baik.</p>
<p>TNI/Polri bersama para pemangku kepentingan terkait melaksanakan operasi terpusat dengan sandi ketupat tahun 2024 selama 13 hari, mulai 4 sampai 16 April 2024. Operasi Ketupat 2024 melibatkan 155.165 personil.</p>
<p>Dalam Operasi Ketupat tersebut, telah disiapkan 5.784 pos yang terdiri atas 3.772 pos pengamanan 1.532 pos pelayanan dan 480 pos terpadu.</p>
<p>Untuk pelayanan dan pengamanan, terutama pada jalur-jalur lawan seperti, kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam serta di pusat-pusat keramaian, pos-pos yang telah ada harus mampu memberikan pelayanan prima dan pengamanan yang optimal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240403-WA0006.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada, Kenaikan Kasus DBD Belum Mencapai Puncak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-kenaikan-kasus-dbd-belum-mencapai-puncak</link>				
         <pubDate>Tue, 02 Apr 2024 12:49:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-kenaikan-kasus-dbd-belum-mencapai-puncak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 April 2024</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu menilai kenaikan kasus demam berdarah dengue dalam beberapa waktu belakangan ini belum mencapai titik maksimal.</p>
<p>Ia memprediksi kenaikan kasus dengue masih akan berlanjut hingga musim pancaroba.</p>
<p>“Hasil pantauan kami terus meningkat. Tapi, belum sampai titik maksimal. Nampaknya, potensi kenaikan masih akan terjadi, mungkin sampai musim pancaroba mendatang,” kata Dirjen Maxi di Jakarta, Selasa (2/4).</p>
<p>Dirjen Maxi mengatakan, per Selasa (26/3) atau pekan ke-13, kasus dengue di Indonesia dilaporkan mencapai 53.131 orang. Sementara itu, kasus kematian akibat dengue dilaporkan ada 404 orang.</p>
<p>Dari sistem pemantauan penyakit, Kota Bandung tercatat dengan jumlah kasus dengue sebanyak 1.741 kasus, disusul Kota Kendari dengan 1.195 kasus, Bandung Barat 1.143 kasus, Kota Bogor 939 kasus, dan Subang 909 kasus.</p>
<p>Untuk sebaran kematian akibat dengue, Jepara mencatat angka 17 kematian, disusul Subang dengan 15 kematian, Kabupaten Bandung 14 kematian, Kendal 13 kematian dan Bogor 12 kematian.</p>
<p>Dirjen Maxi menyebut meski kasus dengue mengalami kenaikan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit masih berada pada ambang batas aman.<br />
“Untuk kondisi sekarang BOR masih aman. Masih ada bed yang kosong, ruang ICU juga masih tersedia,” tuturnya.</p>
<p>Dengan kenaikan kasus dengue yang terjadi belakangan ini, Dirjen Maxi meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik. Menurutnya, hal yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. &#8220;Mari kita upayakan kasus DBD dapat segera turun dan terkendali” imbuhnya.</p>
<p>Secara rinci, Dirjen Maxi mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara berkala dan menyeluruh, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini.</p>
<p>“Mulai sekarang, cek kebersihan di rumah maupun lingkungan sekitar, jangan sampai ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air, kalau dibiarkan nanti bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk dengue, bila menemukan sebaiknya segera dikuras, dikeringkan, atau ditutup bahkan bila perlu didaur ulang” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG_8904.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tidak Ada Hubungan Antara Nyamuk Wolbachia dan Keganasan Nyamuk Dengue</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tidak-ada-hubungan-antara-nyamuk-wolbachia-dan-keganasan-nyamuk-dengue</link>				
         <pubDate>Mon, 01 Apr 2024 23:49:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tidak-ada-hubungan-antara-nyamuk-wolbachia-dan-keganasan-nyamuk-dengue</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 April 2024</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu menegaskan tidak ada hubungan antara penyebaran nyamuk ber-wolbachia dengan tingkat keganasan nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah.</p>
<p>Menurutnya, karakteristik nyamuk Aedes aegypti di daerah yang telah disebarkan maupun belum disebarkan nyamuk ber-wolbachia tetap sama. Tanda dan gejala orang yang terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti juga sama, seperti demam tinggi yang diikuti nyeri otot, mual, muntah, sakit kepala, mimisan, dan gusi berdarah.</p>
<p>“Secara keseluruhan karakteristik dan gejalanya sama. Bahkan, tidak ada perbedaan jumlah nyamuk Aedes aegypti sebelum dan setelah wolbachia dilepaskan,” kata Dirjen Maxi di Jakarta, Senin (1/4).</p>
<p>Hingga kini, penyebaran nyamuk ber-wolbachia telah dilaksanakan di 5 kota, yakni Semarang, Kupang, Bontang, Bandung, dan Jakarta Barat. Penetapan kelima wilayah tersebut mempertimbangkan kesiapan stakeholder dan masyarakat setempat.</p>
<p>Semarang menjadi lokasi pertama yang melaksanakan penyebaran nyamuk ber-wolbachia, diikutin Kota Bontang dan Kota Kupang. Sampai saat ini, pelaksanaan tersebut belum menyeluruh di semua wilayah. Di Kota Semarang, penyebaran nyamuk ber-wolbachia dilakukan di 4 kecamatan, Kota Bontang di 3 kecamatan dan Kota Kupang di 1 kecamatan.</p>
<p>Sementara itu, untuk wilayah Bandung, penyebaran nyamuk ber-wolbachia baru dilakukan di 1 kelurahan, yakni Pesanggrahan, Kecamatan Ujung Berung. Di Jakarta Barat, Dirjen Maxi menambahkan, penyebaran nyamuk ber-wolbachia hingga kini belum dilaksanakan.</p>
<p>Hal ini karena masih menunggu kesiapan masyarakat dan penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta dengan Kemenkes yang sempat tertunda karena terjadi pergantian pimpinan di DKI Jakarta.</p>
<p>Dirjen Maxi mengungkapkan, hasil monitoring bersama antara Kemenkes dan dinas kesehatan di 5 kota tersebut menunjukkan setelah pelepasan ember nyamuk ber-wolbachia, konsentrasi nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia yang ada di alam berada di kisaran 20 persen.</p>
<p>Angka tersebut, lanjut Dirjen Maxi, masih berada di bawah persentase nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia yang idealnya mencapai 60 persen di alam.</p>
<p>“Setelah populasinya mencapai 60 persen, pelepasan ember nyamuk ber-wolbachia akan ditarik kembali dan hasil penurunan kasus dengue baru akan mulai terlihat setelah 2 tahun, 4 tahun, 10 tahun dan seterusnya seperti implementasi yang dilakukan di Kota Yogyakarta,” ungkap Dirjen Maxi.</p>
<p>Penyebaran nyamuk ber-wolbachia telah terbukti efektif menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta. Sejak pertama kali disebar pada tahun 2017, nyamuk ber-wolbachia telah terbukti mampu menurunkan 77 persen angka kejadian dengue dan 86 persen kejadian masuk rumah sakit.</p>
<p>Dirjen Maxi mengatakan penerapan teknologi nyamuk ber-wolbachia dipastikan aman karena memanfaatkan bakteri alami wolbachia yang ada pada serangga dan telah melalui proses penelitian yang cukup panjang.</p>
<p>Penelitian teknologi wolbachia dilakukan di Yogyakarta selama 12 tahun, yakni dari 2011 sampai 2023. Penelitian ini melewati 4 tahapan penelitian, mulai dari fase kelayakan dan keamanan (2011-2012), fase pelepasan skala terbatas (2013-2015), fase pelepasan skala luas (2016-2020), dan fase implementasi (2021-2022).</p>
<p>Di dunia, studi pertama Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED) dilakukan di Yogyakarta dengan desain Cluster Randomized Controlled Trial (CRCT) yang merupakan sebuah desain dengan standar tertinggi.</p>
<p>Di Indonesia, analisis risiko diinisiasi oleh Kemenristekdikti dan Balitbangkes Kemenkes dengan melibatkan 20 orang dari berbagai kepakaran. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pelepasan nyamuk ber-wolbachia memiliki risiko yang sangat rendah.</p>
<p>“Yang mana dalam 30 tahun ke depan, peluang peningkatan bahaya dari penyebaran aedes aegypti ber-wolbachia dapat diabaikan (negligible),” kata Dirjen Maxi.</p>
<p>WHO selaku selaku Vector Control Advisory Group (VCAG) pada 2023 telah merekomendasikan penggunaan nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia. VCAG merupakan badan yang bertugas memberikan nasihat dan panduan terkait pengendalian vektor atau penyebaran penyakit oleh vektor tertentu seperti nyamuk.</p>
<p>Meski telah menyebar nyamuk ber-wolbachia, Dirjen Maxi mengimbau masyarakat untuk melengkapi upaya pencegahan dengan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.</p>
<p>Langkah tersebut dapat dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/f22f2860-72f2-4bf9-a1de-ee88a3d353ca.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Direktur Poltekkes</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-lantik-pejabat-pimpinan-tinggi-pratama-dan-direktur-poltekkes</link>				
         <pubDate>Mon, 01 Apr 2024 19:46:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-lantik-pejabat-pimpinan-tinggi-pratama-dan-direktur-poltekkes</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 April 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin lantik 6 pejabat pimpinan tinggi pratama dan 7 direktur politeknik kesehatan di auditorium Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan, pelantikan berarti meninggalkan tugas yang lama dan menjalani tugas yang baru. Namun, hal itu juga berarti bahwa lebih memuaskan jika seseorang meninggalkan tugas atau posisi sebelumnya dalam kondisi yang baik dan hasil positif sehingga mendapatkan apresiasi dari staf dan rekan kerja yang ditinggalkan.</p>
<p>“Yang lebih senang adalah apabila kita meninggalkan tugas yang lama dengan keadaan yang bagus ada hasilnya dan dihargai oleh orang yang ditinggalkan. Itu lebih menyenangkan daripada mendapatkan jabatan yang lebih baru yang lebih tinggi dan lebih bergengsi,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Menteri Budi menekankan bahwa menyelesaikan dan meninggalkan tugas atau posisi lama dengan baik memberikan kebanggaan dan kesenangan luar biasa dan terus-menerus karena menunjukkan keberhasilan memberi manfaat bagi orang lain. Hal ini berbeda jika dibandingkan mendapatkan jabatan baru yang memberikan kesenangan sesaat atau hanya berlangsung sehari ketika dilantik.</p>
<p>“Itu senangnya hanya sehari saja karena bisa bangga dan pamer ke semua orang, tapi kalau menyelesaikan tugas yang itu senangnya bisa panjang, apalagi apa yang dikerjakan dapat terus bermanfaat,” kata Menteri Budi.</p>
<p>“Itu akan jauh lebih bermakna dan karier ke depan akan jauh lebih baik karena meninggalkan legasi atau hasil yang luar biasa itu akan membuat lebih percaya diri dan lebih yakin untuk masuk ke jabatan baru,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi juga menitipkan pesan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk menjadi pemimpin di unitnya masing-masing dengan menerapkan enam pilar transformasi kesehatan dan pilar transformasi internal atau transformasi budaya kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>
<p>Menkes menjelaskan, budaya kerja harus ditanamkan oleh atasan melalui keteladanan dan bukan hanya melalui pengajaran atau sosialisasi di dalam kelas. Budaya merupakan pendidikan perilaku yang harus diwariskan melalui keteladanan dari orang tua kepada anak, termasuk atasan harus menjadi sosok yang dapat dicontoh oleh bawahan.</p>
<p>Menkes menekankan, peran atasan dalam melakukan transformasi budaya di Kemenkes sangatlah penting dan harus didasarkan pada akhlak yang tulus. Akhlak harus meresap dalam hati dan bukan hanya dihafal serta harus diwujudkan dalam tindakan dan bukan hanya diucapkan. Transformasi budaya kerja juga penting bagi kelangsungan organisasi karena budaya bertahan jauh lebih lama daripada pemimpin yang membangun budaya tersebut.</p>
<p>“Di agama Islam, Nabi Muhammad saw. sudah tiada, tapi budaya dan ajaran agamanya terus ada, karena budaya itu berhasil ditanamkan, diajarkan, dan dicontohkan oleh Nabi saw.,” kata Menkes.</p>
<p>Menteri Budi juga mengatakan, keberhasilan pejabat baru akan dinilai saat pelantikan berikutnya. Dari sisi individu, apakah pejabat yang dilantik saat ini akan dilantik untuk jabatan yang lebih tinggi atau jabatan yang sama atau jabatan yang lebih rendah itu. “Jadi, di situ sebenarnya kita bisa menilai apakah tugas yang diamanahkan itu dilakukan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.</p>
<p>Pelantikan berikutnya juga menjadi wadah evaluasi apakah pejabat yang saat ini dilantik telah melakukan tugasnya dengan baik. “Karyawan kita akan menilai, mitra kita akan menilai, apakah memang benar kita sebagai pemimpin itu bisa meninggalkan sesuatu yang lebih baik dari masa pemimpin sebelumnya,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Menteri Budi menutup sambutannya dengan memberi ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik. “Selamat bertugas, selamat bekerja, dan mudah-mudahan nanti pada pelantikan berikutnya bapak ibu bisa bangga bukan hanya melihat ke depan, tetapi juga melihat ke belakang dan jauh lebih bangga melihat ke belakang dari pada kedepan,” kata dia.</p>
<p>Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik, yaitu:</p>
<p>MUJADDID sebagai Kepala Balai Besar (BB) Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya;</p>
<p>ZAN SUSILO WAHYU MUTAQIN sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN);</p>
<p>RUDI SUPRIATNA NATA SAPUTRA sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal;</p>
<p>TOGU SIHOMBING sebagai Inspektur IV;</p>
<p>ETIK RETNO WIYATI sebagai Sekretaris Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan;</p>
<p>AHMAD IRSAN A. MOEIS sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan;</p>
<p>Tujuh direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes yang dilantik, yaitu:</p>
<p>PRAMITA IRIANA sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta I;</p>
<p>RENI CHAIRANI sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II;</p>
<p>SITI BADRIAH sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III;</p>
<p>DINI MARIANI sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya;</p>
<p>RULLY HEVRIALNI sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Riau;</p>
<p>BETTY ANTHOINETA SAHERTIAN sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku;</p>
<p>BUTET AGUSTARIKA sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Sorong.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/04/53624570566_c580c6a3d2_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sekjen Kunta Tinjau Progress Pembangunan RSUP Dr. Sitanala Tangerang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sekjen-kunta-tinjau-progress-pembangunan-rsup-dr-sitanala-tangerang</link>				
         <pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:03:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sekjen-kunta-tinjau-progress-pembangunan-rsup-dr-sitanala-tangerang</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 29 Maret 2024</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Nugraha, didampingi Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr. Sitanala, Tangerang, Banten, pada Jumat (29/3/2024)</p>
<p>Dalam kunjungan kerja tersebut, Sekjen meninjau lahan pembangunan RSUP Dr. Sitanala, dan pembangunan gedung baru MCU (Medical Check Up) Dr. Sitanala. Lahan yang ditinjau oleh Sekjen Kunta di RSUP Dr. Sitanala akan digunakan untuk pembangunan gedung farmasi dan alat kesehatan.</p>
<p>Selanjutnya, Sekjen Kunta juga meninjau langsung lokasi iso tank container di area lahan RSUP Dr. Sitanala. Iso tank container di rumah sakit merupakan jenis container untuk membawa dan menyimpan bahan kimia berbentuk gas terkompresi atau cair seperti oksigen.</p>
<p>Terdapat 49 iso tank container di lokasi tersebut. Dari angka itu, 39 iso tank container telah memiliki Bukti Serah Terima (BST) setelah dihibahkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ke RSUP Dr. Sitanala, sedangkan 10 iso tank container lainnya adalah milik PT. IMIP.</p>
<p>Iso tank container yang dihibahkan Kemenkes berasal dari Malaysia, Singapura, dan China. Sementara itu, iso tank container milik PT. IMIP yang telah digunakan sejak 2021 segera dikembalikan.</p>
<p>Sekjen melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyimpanan iso tank container untuk memeriksa iso tank container milik PT. IMIP sebelum nantinya dikembalikan ke PT. IMIP.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/1000066292.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>DWP bersama KORPRI Kemenkes Berbagi Santunan ke Anak Yatim</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ dwp-bersama-korpri-kemenkes-berbagi-santunan-ke-anak-yatim</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Mar 2024 18:22:32 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ dwp-bersama-korpri-kemenkes-berbagi-santunan-ke-anak-yatim</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Maret 2024</p>
<p>Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama KORPRI Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berbagi bingkisan dan santunan yatim. Kegiatan berbagi ini merupakan acara rutin yang dilakukan setiap tahun selama Ramadan oleh DWP bidang sosial budaya.</p>
<p>Acara ini bertujuan meningkatkan rasa kebersamaan, perhatian, dukungan, dan kepedulian di antara pejabat, pegawai ASN, dan seluruh unsur yang berada di lingkungan Kemenkes. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan upacara Kemenkes pada Kamis (28/3/2024).</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa berbagi bingkisan dan memberikan bantuan atau inisiatif sosial di seluruh UPT dan jajaran Kemenkes dapat memotivasi untuk membantu sesama tanpa memandang seberapa besar bantuannya.</p>
<p>“Sebesar apapun yang kita mampu, apakah itu diberikan ke anak yatim atau diberikan kepada orang miskin yang ada di daerah, di mana tempat kita berada itu akan sangat berarti dan ini juga sebagai motivasi untuk kita semua yang berada di lingkungan Kementerian Kesehatan untuk selalu berbagi,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Menteri Budi menambahkan, selama Ramadan yang penuh berkah, diharapkan dapat memberi lebih banyak dan menyisihkan sebagian harta untuk sesama yang membutuhkan, termasuk anak yatim di sekitar kita.</p>
<p>“Pesan yang kedua ini juga termasuk ke diri saya sendiri mengalokasikan lebih banyak untuk membagi-bagi kelebihan kita ini dengan semua orang yang ada di sekitar kita, lebih banyak memberikan anak-anak yatim yang ada di sekitar kita Insya Allah Pasti dibalas oleh Allah SWT,” Pesan Menkes Budi.</p>
<p>Kegiatan Ramadan DWP Kemenkes bersama KORPRI tahun 2024 mencakup tiga kegiatan, yakni pemberian santunan kepada anak yatim, pembagian bingkisan, dan bazar Ramadan. Dana Rp 111.058.000, yang terkumpul dari para donatur, akan dibagikan.</p>
<p>Sri Hartanti Azhar, selaku panitia kegiatan tersebut, melaporkan, santunan akan diberikan kepada 117 anak yatim piatu yang berada di lingkungan Kemenkes. Masing-masing anak akan menerima uang tunai Rp 950 ribu yang dikirimkan melalui nomor rekening masing-masing anak. Selain itu, sebanyak 1.900 karyawan Kemenkes akan menerima bingkisan paket sembako.</p>
<p>“Alhamdulillah penyediaan paket sembako ini disediakan oleh KORPRI dan paket ini akan diberikan kepada pengurus masjid Kemenkes, satuan pengamanan, pramubakti perkantoran, petugas kebersihan, pengemudi, petugas pemeliharaan gedung dan halaman, karyawan karyawati DWP di Kantin Sehat dan sekretariat, kader Posbindu Delima, putra putri penerima santunan yatim,” kata Sri Hartanti.</p>
<p>Adapun, paket sembako berisi bahan makanan yang dapat digunakan untuk sahur dan berbuka puasa.</p>
<p>Selain itu, kegiatan bazar Ramadan, yang merupakan kegiatan dari bidang ekonomi DWP, bertujuan membantu UMKM menggerakkan roda perekonomian serta memberikan manfaat bagi para penjual dan pembeli dengan menyediakan berbagai produk makanan, minuman, buah-buahan, kerajinan, alat rumah tangga, pakaian dan lain-lain dengan kualitas terjamin dengan harga terjangkau.</p>
<p>“Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini diikuti oleh 40 stand bazar dari umum dan 5 stand dari unsur pelaksana,” kata dia.</p>
<p>Dia menambahkan, unsur pelaksana yang mengikuti bazar dari unsur pelaksana adalah Inspektorat Jenderal (Itjen), Sekretariat Jenderal (Sekjen), Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes), dan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes).</p>
<p>“Semoga kegiatan ramadhan tahun ini dapat memberikan banyak manfaat dan keberkahan dan semoga tahun mendatang dapat menjalankan kegiatan serupa dengan lebih baik lagi,” Tutup Sri.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240328-WA0026.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Koalisi Bersama Lawan Dengue Targetkan Nol Kematian pada 2030</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ koalisi-bersama-lawan-dengue-targetkan-nol-kematian-pada-2030</link>				
         <pubDate>Thu, 28 Mar 2024 16:53:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ koalisi-bersama-lawan-dengue-targetkan-nol-kematian-pada-2030</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Koalisi Bersama (Kobar) Lawan Dengue berupaya mewujudkan target yang telah ditetapkan WHO, yaitu nol kematian akibat dengue pada 2030. Saat ini, koalisi telah memulai pertemuan dengan melibatkan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi permasalahan utama terkait penanganan dengue di Indonesia, serta merumuskan rencana program yang tepat.</p>
<p>Sebelumnya, WHO telah telah menetapkan tujuan eliminasi atau nol kematian akibat dengue pada 2030. Selanjutnya, Kaukus Kesehatan DPR RI dan Kemenkes RI telah meluncurkan KOBAR Lawan Dengue pada September 2023 sebagai platform untuk upaya bersama untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut di Indonesia.</p>
<p>Untuk melanjutkan momentum yang telah dibangun sejak peluncuran koalisi, aktivitas koalisi perlu segera diaktifkan untuk memaksimalkan fungsinya. Untuk itu, Kaukus Kesehatan DPR RI bekerja sama dengan Kemenkes RI telah menggelar rapat kerja dan FGD KOBAR Lawan Dengue pada Kamis (28/3).</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus dengue di Indonesia menimbulkan beban penyakit yang tinggi. Dengue merupakan penyakit tular vektor sehingga pendekatannya harus komprehensif. </p>
<p>“Kita harus mengendalikan vektornya yaitu nyamuk tetapi dan juga menangani manusianya melalui diagnostik yang akurat dan tata laksan kasus (treatment) yang tepat. Dengan demikian transmisi bisa dihentikan dan kematian dapat dicegah,” ujar Menkes Budi, pada rapat kerja dan FGD Kobar Lawan Dengue di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (28/3).</p>
<p>Angka kematian kasus dengue di Indonesia tergolong tinggi selama 4 tahun terakhir. Pada 2021, terdapat 705 kasus kematian, meningkat menjadi 1.236 kasus pada 2022, kemudian menurun menjadi 894 kasus pada 2023. Per tanggal 18 Maret 2024, tercatat sebanyak 316 kasus kematian.</p>
<p>Untuk mencapai target nol kematian akibat dengue, Kemenkes memiliki strategi 4 pilar, yakni promotif preventif, surveilans, intervensi medis, dan terapeutik.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi upaya koalisi bersama dalam mengejar target nol kematian akibat dengue di Indonesia. </p>
<p>“Upaya yang diambil untuk mencapai nol kematian akibat dengue harus diapresiasi dan diperkuat dengan peraturan yang baik. Dengan adanya koalisi bersama ini, langkah penanggulangan ke depan menjadi semakin penting,” ucap Melki.</p>
<p>Melki menambahkan, upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Pemerintah daerah juga harus ikut berkontribusi dan memastikan implementasi penanggulangan dengue di daerah berjalan efektif.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53615159962_b6d9254759_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dampingi Presiden Tinjau Layanan Kesehatan di RSUD Mokopido Tolitoli</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-dampingi-presiden-tinjau-layanan-kesehatan-di-rsud-mokopido-tolitoli</link>				
         <pubDate>Wed, 27 Mar 2024 04:24:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-dampingi-presiden-tinjau-layanan-kesehatan-di-rsud-mokopido-tolitoli</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tolitoli, 27 Maret 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengunjungi pelayanan kesehatan di RSUD Mokopido, Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Rabu (27/3).</p>
<p>Presiden dan rombongan tiba di RSUD Mokopido sekitar pukul 15.30 WITA dan langsung meninjau fasilitas layanan BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan lain seperti loket rawat inap dan CT Scan 64 slice.</p>
<p>Presiden juga terlihat berbincang singkat dan berfoto bersama dengan tenaga kesehatan yang bertugas serta pasien yang sedang menjalani pengobatan di RSUD.</p>
<p>Direktur Utama RSUD Mokopido Toli-Toli Abdul Kadir menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut dengan senang hati. Baginya, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan karena fasilitas pelayanan kesehatan tersebut mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat.</p>
<p>“Sebuah kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami dan masyarakat Toli-Toli telah dikunjungi Presiden dan Menteri Kesehatan. Kami harap kunjungan ini jadi awal yang baik untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di Toli-Toli, khususnya di RSUD Mokopido,” kata Abdul Kadir.</p>
<p>Tak hanya itu, menurutnya, kedatangan Presiden dan Menteri Kesehatan menjadi momentum penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah secara lebih baik dan optimal.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG_8788.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kenali Glaukoma Si Pencuri Penglihatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kenali-glaukoma-si-pencuri-penglihatan</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Mar 2024 21:29:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kenali-glaukoma-si-pencuri-penglihatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Maret 2024</p>
<p>Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Ditjen P2P melakukan webinar dengan tema global “Uniting for Glaucoma-Free World” untuk memperingati World Glaucoma Week melalui zoom meeting pada Selasa (26/3/2024). Webinar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait glaukoma dan secara teknis meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan agar mengenal lebih jauh tentang glaukoma, skrining glaukoma, dan tata laksana glaukoma.</p>
<p>Direktur P2PTM Dr. Eva Susanti, dalam sambutannya, menyampaikan, pentingnya pelaksanaan webinar tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah dan mengendalikan glaukoma agar dunia terbebas dari glaukoma. Ia juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara teratur agar glaukoma dapat dideteksi sedini mungkin, dan bila ditemukan tanda atau gejala maka dapat ditindaklanjuti dengan pengobatan yang tepat.</p>
<p>“Secara ideal sumber daya yang berkualitas harus bebas gangguan panca Indera termasuk bebas dari gangguan penglihatan dan kebutaan. Oleh karena itu penanggulangan gangguan penglihatan perlu mendapatkan perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran pemerintah bersama masyarakat,” kata Dr. Eva.</p>
<p>Direktur Eva melanjutkan, glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan di Indonesia setelah katarak. Namun, berbeda dengan katarak, kebutaan yang disebabkan oleh glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Angka kejadian glaukoma diperkirakan meningkat seiring dengan peningkatan harapan hidup masyarakat Indonesia.</p>
<p>“WHO memperkirakan 57,5 juta orang di seluruh dunia terkena glaukoma. Setidaknya 50% orang (penderita glaukoma) di negara maju tidak menyadari menderita glaukoma dan jumlah ini dapat meningkat menjadi 90% di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” Ungkap direktur Eva.</p>
<p>Glaukoma merupakan penyakit yang tidak menimbulkan gejala. Karena itu, sosialisasi dan edukasi pada masyarakat yang diikuti dengan deteksi dini penemuan glaukoma sangat penting. Sebab, semakin dini glaukoma ditemukan dan diikuti tindak lanjut yang tepat, semakin penderita akan terhindar dari kebutaan.</p>
<p>Dr. Fifin Luthfia, yang juga menjadi narasumber pada webinar tersebut, menyampaikan bahwa glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak baik di seluruh dunia maupun di Indonesia dan bersifat permanen. Glaukoma menyumbang 12,3% dari total kasus kebutaan. Di dunia, dari 39 juta kasus kebutaan, sebanyak 3,2 juta disebabkan glaukoma. Di Indonesia, 4 sampai 5 orang dari 1.000 orang menderita glaukoma.</p>
<p>“Ketika kita melakukan upaya-upaya untuk pengobatan atau upaya kuratif itu biasanya tidak akan memperbaiki penglihatan tetapi hanya mempertahankan kondisi yang saat ini ada,” kata Dr. Fifin.</p>
<p>Beberapa faktor risiko glaukoma, kasus glaukoma pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dan kasus glaukoma pada ras kulit hitam lebih banyak dibandingkan ras kulit putih. Glaukoma juga merupakan penyakit degeneratif sehingga risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor lain yang berperan adalah riwayat glaukoma dalam keluarga, status refraksi seperti miopia dan hipermetropia, serta penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan hipotensi.</p>
<p>Dr. Evelyn, narasumber lainnya, menekankan pentingnya skrining glaukoma sebagai deteksi dini untuk meminimalisir kehilangan fungsi penglihatan. World Glaucoma Week 2024 menganjurkan skrining menggunakan patokan usia, yaitu usia di bawah 40 tahun sebanyak 2-4 tahun sekali, usia 40-60 tahun sebanyak 2-3 tahun sekali, usia lebih dari 60 tahun sebanyak 1-2 tahun sekali.</p>
<p>“Tentunya ini hanya patokan karena akan ada faktor risiko, kemudian keluhan, hasil pemeriksaan, tentunya itu akan berbeda-beda setiap pasien,” kata Dr. Evelyn.</p>
<p>Glaukoma kronis tidak menimbulkan gejala sehingga berbeda dengan glaukoma akut yang menimbulkan gejala seperti mata merah, nyeri pada mata, pandangan kabur, mual dan muntah, melihat pelangi atau lingkaran cahaya, dan penyempitan lapang pandangan.</p>
<p>“Yang khas itu melihat pelangi atau lingkaran cahaya, jadi gambarannya itu pas hujan kita naik mobil kita melihat dari jendela lampu di luar itu di sekitarnya ada gambaran warna-warna pelangi itu yang menjadi ciri khas orang glaukoma pada saat tekanannya tinggi,” ungkap Dr. Evelyn.</p>
<p>Dr. Virna Dwi, juga sebagai narasumber, menyampaikan tujuan tata laksana glaukoma, yaitu mempertahankan fungsi penglihatan, menjaga kualitas hidup pasien, mencegah penurunan lapang pandangan, menangani faktor risiko, yaitu tekanan bola mata.</p>
<p>“Walaupun kita tahu 80-90% kasus glaukoma di Indonesia faktor risikonya tekanan bola mata tinggi, sehingga memang kita berupaya semaksimal mungkin menurunkan tekanan bola mata dengan sebaik-baiknya, kemudian juga faktor-faktor risiko terkait,” kata Dr. Virna.</p>
<p>Dr. Virna juga menyampaikan modalitas tata laksana glaukoma untuk menurunkan tekanan bola mata, yaitu dengan medikamentosa atau obat-obatan, laser, dan pembedahan. Sedangkan neuroproteksi, yaitu dengan, citicoline, ginkgo biloba, memantine, dan vitamin B1.</p>
<p>“Tapi, neuroproteksi ini masih dalam penelitian masih ada beberapa penelitian. Namun, penelitian-penelitian yang lain ini seperti vitamin B1, ginkgo biloba, memantine, itu ada tetapi ketika di coba di pasien masih kurang jelas efeknya,” kata Dr. Virna.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot_20240326_212353_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Resmikan Anutapura Medical Center, Gedung Tahan Gempa Pertama di Indonesia Timur</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-resmikan-anutapura-medical-center-gedung-tahan-gempa-pertama-di-indonesia-timur</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Mar 2024 20:52:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-resmikan-anutapura-medical-center-gedung-tahan-gempa-pertama-di-indonesia-timur</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palu, 26 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan dan rekonstruksi Anutapura Medical Center (AMC), RSUD Anutapura Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (26/3).</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan gedung yang terdiri atas empat lantai tersebut sudah dibangun sejak 2021 dan selesai pada 2024.</p>
<p>“Hari ini, kita resmikan rekonstruksi gedung Anutapura Medical Center, RSUD Anutapura yang (pembangunannya) dilaksanakan dari tahun 2021 sampai 2024,” kata Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Kepala Negara menyampaikan, rehabilitasi dan rekonstruksi Anutapura Medical Center dilakukan di atas lahan seluas 10.309 meter persegi dan menghabiskan biaya hingga Rp 244 miliar.</p>
<p>Gedung AMC terdiri atas ruang Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Gawat Darurat Kebidanan, Poliklinik, Radiologi, Laboratorium, Ruang Rawat Inap, dan Instalasi Bedah Central.</p>
<p>Lebih lanjut, Presiden menyampaikan, gedung AMC merupakan gedung pertama di Indonesia Timur yang menerapkan teknologi Base Isolation System dengan Lead Rubber Bearing (LRB) untuk menahan gaya seismik akibat gempa.</p>
<p>“Tadi saya sudah diberikan gambarnya, di bawah gedung ini ada kayak shock breaker, jadi bisa lentur kalau terjadi gempa, tapi kita tidak mengharapkan terjadi gempa,” tutur Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Kepala Negara berharap agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun pascabencana tersebut dijaga dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, seiring dengan selesainya pembangunan dan rekonstruksi AMC, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selanjutnya melengkapi RSUD dengan peralatan kesehatan yang canggih dan modern.<br />
Pemenuhan peralatan ini diharapkan dapat memulihkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan menjadikan RSUD tersebut rujukan pengobatan bagi masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya.</p>
<p>“Dulu (RSUD Anutapura) rata dengan tanah, sekarang dibangun kembali, dan bagus sehingga bisa melayani masyarakat Palu supaya kalau sakit jantung, stroke, atau kanker tidak perlu dibawa ke Makassar, bisa dilakukan disini,” kata Menkes.</p>
<p>“Ini juga rumah sakit pertama yang anti gempa dan teknologinya juga teknologi terbaru,” imbuh Menkes.</p>
<p>Direktur Utama RSUD Anutapura Palu Maria Rosa Da Lima menyebutkan, gempa bumi dan tsunami pada 2018 telah menyebabkan kerusakan besar, terutama pada infrastruktur fisik dan peralatan kesehatan di RSUD Anutapura Palu. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat terganggu karena sarana dan prasarana yang terbatas.</p>
<p>“Saat itu, kami harus menggunakan gedung existing apa saja yang ada dan dapat dikatakan tidak layak kami pakai sebagai gedung rawat jalan. Namun oleh pemerintah kami dibangunkan gedung AMC ini,” katanya.</p>
<p>Selaras dengan Menkes, Maria menyebut saat ini AMC juga sudah dilengkapi dengan peralatan kesehatan canggih untuk penanganan penyakit prioritas yakni kanker, jantung, stroke dan uronefrologi. Bahkan, layanan tersebut kini menjadi rujukan bagi masyarakat di daerah Pasar Kayu, yang secara geografis berada di wilayah Sulawesi Barat.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih banyak untuk Pemerintah Republik Indonesia, Kemenkes, JICA, PUPR, dan Adhi Karya yang sudah membangun gedung ini dan gedung ini sangat dinantikan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu sebagai tempat rujukan strata madya,” ucapnya.</p>
<p>Peresmian Gedung Anutapura Medical Center turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Gubernur Sulawesi Tengah, Wali Kota Palu, dan perwakilan JICA.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/6a207252-cd9c-4ef4-953e-1c94857ff3e3.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gandeng Polri dan PP Muhammadiyah dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-gandeng-polri-dan-pp-muhammadiyah-dalam-penanggulangan-krisis-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 26 Mar 2024 04:34:44 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-gandeng-polri-dan-pp-muhammadiyah-dalam-penanggulangan-krisis-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 26 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjalin kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Lembaga Resiliensi Bencana Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah untuk sinergitas dalam penanggulangan krisis kesehatan.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, pengalaman pandemi COVID-19 memberikan pembelajaran bahwa sektor kesehatan di Indonesia masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki.</p>
<p>Sekjen Kunta menambahkan, Kemenkes sedang melakukan transformasi sistem kesehatan, salah satunya adalah pilar ke-3 Sistem Ketahanan Kesehatan. Dalam upaya mencapai target sistem kesehatan yang tangguh, Kemenkes menjalin kerja sama dengan lintas sektor serta sejumlah mitra dari organisasi masyarakat (ormas(.</p>
<p>Hal itu disampaikan Sekjen Kunta dalam sambutannya pada kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan peluncuran Pedoman Rumah Sakit Aman Bencana (Safe Hospital) di Bandung, Selasa (26/3/2024).</p>
<p>“Kerja sama itu meliputi pertukaran dan pemanfaatan data, peningkatan dan pemanfaatan kapasitas SDM, penguatan manajemen, pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana terkait penanggulangan krisis kesehatan,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Indonesia merupakan negara rawan bencana, baik bencana alam maupun non-alam. Setiap bencana memiliki penanganan yang berbeda sehingga evaluasi perlu terus dilakukan. Masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi dan pembelajaran tentang apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah terjadi bencana atau krisis.</p>
<p>“Misal kalau ada banjir atau gempa, masyarakat tahu harus apa. Bukan berarti menakut-nakuti tapi lebih kepada masyarakat bisa mengantisipasi dan menyiapkan diri,” ucap Sekjen Kunta.</p>
<p>Pada saat terjadi krisis atau bencana, lanjut Sekjen Kunta, rumah sakit menjadi tulang punggung untuk mengurangi atau meminimalkan angka kesakitan dan kematian akibat bencana. Untuk menjalankan perannya tersebut, rumah sakit harus tetap aman, berfungsi, serta dapat diakses pada situasi bencana atau disebut sebagai rumah sakit aman bencana atau safe hospital.</p>
<p>Kemenkes ingin membuat semua rumah sakit di seluruh Indonesia memiliki standar keamanan yang tinggi. Contohnya, rumah sakit harus punya sarana dan prasarana yang bagus dan bangunannya harus bisa bertahan saat menghadapi bencana.</p>
<p>“Tapi yang penting adalah SDM dan manajemen rumah sakit. Kalau ada bencana harus bagaimana, kalau banyak masyarakat yang sakit berbondong-bondong ke rumah sakit, bagaimana cara mengelolanya,” tambah Sekjen Kunta.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Sumarjaya mengatakan, sistem kegawatdaruratan di Indonesia sudah berjalan, tetapi tetap membutuhkan pedoman sehingga rumah sakit lebih siap saat terjadi kebencanaan.</p>
<p>“Dengan adanya Pedoman Rumah Sakit Aman Bencana (Safe Hospital), diharapkan implementasinya di lapangan dapat lebih terarah serta terstandar,” kata Sumarjaya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/fbb90c7c-c588-49a5-a867-01b61fa78824.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan Kemenag Gelar Bimtek PPIH Terintegrasi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-kemenag-gelar-bimtek-ppih-terintegrasi</link>				
         <pubDate>Mon, 25 Mar 2024 13:11:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-kemenag-gelar-bimtek-ppih-terintegrasi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab tahun 2024 pada 22-28 Maret 2024.</p>
<p>Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas PPIH pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M<br />
Pada penyelenggaraan haji tahun 2024, sebanyak 1.145 PPIH yang bertugas akan ditempatkan pada Daerah Kerja (Daker) Bandara, Madinah, dan Makkah.</p>
<p>Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo, ketika memberikan arahannya dalam Bimtek PPIH, menekankan pentingnya mengendalikan faktor risiko kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.</p>
<p>PPIH Kemenkes akan bersiaga selama 24 jam dalam melayani jemaah haji yang membutuhkan bantuan medis. Kemenkes juga menyatakan fasilitas di asrama haji layak digunakan sehingga dapat menjadi sarana pemulihan bagi para jemaah. Ia menambahkan, Tim Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) telah memastikan kelayakan asrama haji sejak 6 bulan sebelum pelaksanaan pemberangkatan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kapuskes Haji juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap makanan yang disajikan di Arab Saudi. Setiap hari, penyedia katering akan memberikan sampel makanannya. Selanjutnya, PPIH akan memeriksa aspek sanitasi dan memastikan bahwa makanan tersebut dapat dikonsumsi baik dari segi rasa maupun fasilitasnya.</p>
<p>Selain hal tersebut, Kapuskes Haji juga menekankan pentingnya istithaah kesehatan, yakni pemeriksaan kesehatan baik fisik dan mental untuk memastikan kemampuan jemaah haji melaksanakan ibadah. Jemaah dapat melunasi biaya naik haji apabila telah memenuhi syarat istithaah kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Picture1-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah dan Obati TB dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dan-obati-tb-dengan-terapi-pencegahan-tuberkulosis</link>				
         <pubDate>Mon, 25 Mar 2024 07:55:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dan-obati-tb-dengan-terapi-pencegahan-tuberkulosis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Maret 2024</p>
<p>Tuberkulosis atau TB merupakan penyakit kronis yang menular dan mematikan, dengan angka kematian 17 orang per jam. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menjadi negara kedua tertinggi kasus TB setelah India dengan estimasi sebanyak 1.060.000 kasus dan angka kematian 134.000 per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Pambudi mengatakan, peningkatan penemuan TB pada 2023 meningkat hingga 77%, yaitu 820.789 kasus, dengan penemuan TB pada anak 134.528 kasus. Peningkatan penemuan tersebut merupakan hal yang baik dalam upaya eliminasi TB.</p>
<p>“Penemuan kasus itu itu bagus karena kita dapat segera mengobati mereka dan mereka dapat segera diobati agar tidak menyebarkan ke orang lain,” kata Direktur P2PM pada temu media melalui zoom meeting pada Jumat (22/3/2024).</p>
<p>dr. Imran melanjutkan, penanggulangan TB juga tertuang dalam peraturan presiden nomor 67 tahun 2021, yang membahas pengaturan dan strategi penanggulangan TBC.</p>
<p>“Satu-satunya negara yang memiliki perpres terkait tuberkulosis adalah Indonesia, karena presiden mengatakan masalah TB tidak hanya masalah kesehatan, tetapi beberapa kementerian dan sektor juga harus mengambil tanggung jawab terkait hal ini,” kata dr. Imran.</p>
<p>dr. Imran melanjutkan, berbagai upaya percepatan penanganan TB telah dilakukan melalui berbagai pilar, yakni pencegahan, promosi kesehatan, deteksi, pengobatan, dan surveilans, serta lintas sektor.</p>
<p>Pertama, pencegahan TB dengan melakukan rapat sosialisasi perluasan pemberian terapi pencegahan. Kedua, promosi kesehatan dengan melakukan kampanye TBC bersama masyarakat dan multisektor pada hari peringatan TB dan hari kesehatan nasional.</p>
<p>Ketiga, deteksi, pengobatan, dan surveilans dengan active case finding dalam kontak rumah tangga dan populasi berisiko seperti lapas/rutan sepanjang 2022-2023. Pemerintah juga melakukan peluncuran penggunaan rejimen pengobatan BPaL/M secara nasional mulai Januari 2024 setelah dilakukan implementasi awal di 4 provinsi.</p>
<p>Keempat, kolaborasi multisektoral, yaitu penyelenggaraan High-Level Meeting (HLM) TB untuk memonitor keterlibatan 19 kementerian dalam upaya untuk mengakhiri TB, serta pembentukan Wadah Kemitraan Percepatan Penanggulangan TBC (WKPTB) yang melibatkan 19 kementerian dan 35 mitra.</p>
<p>Upaya lainnya yang dilakukan Kemenkes melalui P2PM, yakni melakukan pertemuan dengan Kemenko PMK dan kementerian lain untuk membahas Rumah Singgah bagi pasien TB Resisten Obat (RO), coaching TB, yaitu kegiatan pendampingan bagi tenaga kesehatan program TB (dokter, perawat, apotek, teknisi lab), dan optimalisasi penemuan kasus TBC melalui kegiatan skrining dan investigasi kontak kolaboratif dengan kader/komunitas. Pelatihan online untuk petugas kesehatan melalui platform TB E-learning, workshop komunikasi motivasi organisasi penyintas tuberkulosis, dan workshop perencanaan logistik program TBC juga telah dilakukan.</p>
<p>Ketua KOPI TB Pusat Prof. Dr. Erlina Burhan, yang juga menjadi narasumber dalam konferensi pers tersebut, menjelaskan, penyakit TB dapat diobati dan dicegah melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).</p>
<p>“TPT itu adalah pengobatan yang diberikan kepada seseorang yang terinfeksi kuman Mycobacterium tuberculosis dan berisiko sakit TB,” kata Prof. Erlina.</p>
<p>Dampak TPT dalam eliminasi Tuberkulosis adalah dapat mengurangi risiko TB sebesar 24-86% pada seluruh populasi berisiko termasuk yang terdiagnosis TB laten. Mengurangi risiko TB atau kematian akibat TB pada pasien HIV yang rutin mengkonsumsi ARV hingga 60%. Pasien anak yang mengkonsumsi TPT mengurangi risiko TB hingga 82%. Ungkap Prof. Erlina.</p>
<p>Laporan terbaru tentang case investment menegaskan bahwa implementasi skrining TB bersama dengan terapi pencegahan TB (TPT) berpotensi besar dalam menurunkan jumlah kasus dan kematian akibat TB. Laporan tersebut menegaskan bahwa investasi dalam kesehatan masyarakat sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan populasi yang rentan dan mencapai target global untuk mengakhiri TB.</p>
<p>Pada 2022, WHO mencatat pemulihan signifikan secara global dalam meningkatkan akses ke layanan diagnosis dan pengobatan TB. Tahun itu juga menandai notifikasi kasus tertinggi secara global sejak pemantauan TB global dimulai oleh WHO pada 1995.</p>
<p>Notifikasi kasus TB di Indonesia juga mengalami peningkatan pada 2022, dengan penemuan TB mencapai 724.000 kasus. Kemudian, angka itu meningkat menjadi 821.000 pada 2023, yang merupakan angka tertinggi sejak 1995.</p>
<p>Meskipun terjadi peningkatan notifikasi kasus, peningkatan akses terhadap TPT masih berlangsung lambat. Pencegahan infeksi TB dan pencegahan perkembangan infeksi menjadi penyakit adalah kunci untuk mengurangi jumlah kasus TB sesuai dengan yang ditargetkan dalam Strategi End TB dari WHO.</p>
<p>Saat ini, pencapaian TPT di Indonesia masih berada di bawah 2% dari target nasional sebesar 58%. Ini menunjukkan bahwa kerja sama mitra, pemangku kepentingan, dan komunitas dari berbagai daerah untuk bergabung dalam usaha mengintegrasikan penemuan kasus secara aktif dan menawarkan TPT kepada orang dengan HIV (ODHIV), kontak serumah dan kontak erat dengan pasien TB, dan kelompok berisiko tinggi lainnya sangat dibutuhkan. Keterlibatan dan kerja sama dari semua pihak akan sangat menentukan keberhasilan dalam upaya mengurangi beban TB di Indonesia dan secara global.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-265.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi Apresiasi Layanan di RSUD Sekadau</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-apresiasi-layanan-di-rsud-sekadau</link>				
         <pubDate>Thu, 21 Mar 2024 17:41:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-apresiasi-layanan-di-rsud-sekadau</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sekadau, 21 Maret 2024</p>
<p>Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau RSUD Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (21/3). Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi layanan kesehatan di RSUD Sekadau.</p>
<p>Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi di hadapan Menteri Kesehatan, Direktur RSUD Sekadau, Kepala Dinas Kesehatan Sekadau, dan rombongan lainnya selama kunjungan tersebut.</p>
<p>Direktur RSUD Sekadau dr. Tanjung Harapan Tampubolon mengatakan, Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Sekadau.</p>
<p>&#8220;Presiden Jokowi memberikan apresiasi yang baik kepada kami. Meskipun kami berada di kabupaten yang kecil dan dengan jumlah penduduk yang tidak cukup besar, dari segi SDM kesehatan, kami sudah mencukupi, dengan dokter spesialis dasar yang lengkap. Kami juga sudah memiliki alat pendukung, yaitu CT Scan walaupun masih kapasitas 16 slide,&#8221; ujar dr. Tanjung usai kunjungan presiden, Kamis (21/3).</p>
<p>Untuk menunjang pelayanan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengirimkan bantuan pada tahun ini agar RSUD Sekadau dapat memenuhi kebutuhan alat kesehatan seperti peralatan laboratorium, USG, EKG, dan minor set alat kesehatan. </p>
<p>&#8220;Kami tadi menyampaikan juga ke Presiden dan Menkes bahwa kami ingin mendukung pelayanan KJSU (kanker, jantung, stroke, uronefrologi). Hanya saja, dari segi sarana dan tenaga kesehatan, kami belum maksimal. Contohnya untuk jantung, kami belum memiliki dokter spesialis jantung, tapi kami upayakan untuk diikutkan fellowship,&#8221; ungkap dr. Tanjung.</p>
<p>dr. Tanjung melanjutkan, saat ini RSUD Sekadau juga belum dilengkapi dengan cath lab dan bangunannya. Namun, rencananya pada tahun depan ,RSUD Sekadau akan memiliki cath lab. </p>
<p>&#8220;Harapan kami dengan kedatangan Presiden dan Menkes, kami bisa semakin berkembang lebih baik, layanan kami semakin maju, dan kami mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain dengan pelayanan terbaik bagi masyarakat,&#8221; tutur dr. Tanjung.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Sekadau Henry Alpius, S.Kep, ME mengatakan, kunjungan  ke RSUD Sekadau memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi dan Menkes Budi untuk melihat langsung hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat Sekadau. </p>
<p>&#8220;Pesan presiden apa-apa yang menjadi kebutuhan dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat bisa disampaikan kepada menteri kesehatan,&#8221; kata Henry.</p>
<p>Dia juga mengatakan, infrastruktur kesehatan menjadi hal yang utama di Sekadau, terutama dalam pengembangan rumah sakit dari sisi kelengkapan alat kesehatan.</p>
<p>&#8220;Harapannya agar masyarakat Kabupaten Sekadau ini dapat dilayani secara merata tanpa membeda-bedakan pelayanannya dan didukung oleh pemerintah,&#8221; katanya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot_20240321_173733_Chrome.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Lengkapi Fasilitas Cath Lab RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-lengkapi-fasilitas-cath-lab-rsud-sultan-syarif-mohamad-alkadrie</link>				
         <pubDate>Thu, 21 Mar 2024 16:08:27 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-lengkapi-fasilitas-cath-lab-rsud-sultan-syarif-mohamad-alkadrie</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Pontianak, 21 Maret 2024</p>
<p>Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (21/3). Kunjungan bertujuan meninjau kesiapan RSUD dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama terkait penyakit jantung.</p>
<p>Presiden Joko Widodo menyatakan, kunjungannya ke RSUD ini untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit bagi pasien dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Di sini, saya lihat manajemen antrean bagus, layanan juga saya lihat cepat, tetapi memang yang ngantri banyak. Pasien harian itu rata-rata 600 orang, jumlah yang banyak sehingga memang harus ada antrean,&#8221; ujar Presiden Joko Widodo, Kamis (21/3).</p>
<p>Ia melanjutkan, pelayanan yang diberikan di setiap poliklinik sudah sangat baik. Kendati demikian, ia berharap Menkes  dapat memberikan tambahan peralatan kesehatan seperti peralatan ICU dan cath lab untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya terkait penyakit jantung dan stroke. </p>
<p>Rencananya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan peralatan cath lab ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie tahun ini. Menkes Budi memberikan perhatian penuh untuk mengatasi masalah jantung di Indonesia salah satunya dengan melengkapi alat kesehatan berupa cath lab di setiap rumah sakit.</p>
<p>Saat ini, ruangan yang akan menjado tempat cath lab di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie sedang dalam proses renovasi. </p>
<p>Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL mengatakan tahun ini akan dikirimkan fasilitas cath lab dari Kemenkes.</p>
<p>&#8220;Kami mendapatkan bantuan dari Kemenkes untuk renovasi fasilitas cath lab dan hibah alat cath lab yang tentu saja itu akan menunjang pelayanan di poli jantung,&#8221; ungkap dr. Eva.</p>
<p>Sebelumnya pada 2022, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie telah mendapatkan bantuan alat kesehatan dari Kemenkes berupa ekokardiografi, EKG holter, treadmill, dan pasien monitor. Peralatan itu merupakan alat penunjang diagnostik di poli jantung.</p>
<p>&#8220;Di tahun 2023, kami mendapat bantuan Ponek berupa alat-alat penunjang dan Ponek untuk bayi-bayi dan perinatologi,&#8221; ucap dr. Eva.</p>
<p>Tak hanya itu, tahun lalu RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie sudah memberatkan dokter spesialis jantung untuk mengikuti fellowship intervensi jantung. </p>
<p>Dengan adanya bantuan alat kesehatan cath lab, menurutnya akan sangat mempermudah dan mempercepat penegakkan diagnostik tatalaksana penyakit. Sebelumnya harus merujuk pasien ke rumah sakit tipe B atau tipe A yang ada fasilitas kesehatan ataupun tenaga kesehatan yang lengkap.</p>
<p>&#8220;Sekarang karena sudah ada (cath lab) jadi akan lebih cepat dan lebih mempermudah pasien mendapatkan penanganan segera,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Harapannya, lanjut dr. Eva, kunjungan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan motivasi semua pihak di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie untuk memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat. </p>
<p>&#8220;Harapannya juga, apa-apa yang menjadi kekurangan, terutama yang pertama adalah tenaga kesehatan, kami memerlukan tenaga kesehatan dokter spesialis karena ada beberapa dokter tamu, juga tenaga kesehatan lain seperti perawat, teknisi lab kami masih kekurangan, dan yang lainnya itu, mudah-mudahan alat kesehatan yang belum kami punya juga bisa segera dilengkapi sehingga bisa menunjang pemeriksaan,&#8221; tutur dr. Eva.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53601451744_f59de72340_k.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Umumkan Hasil Penilaian Indeks Kematangan Digital dan Resource Center Transformasi Teknologi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-umumkan-hasil-penilaian-indeks-kematangan-digital-dan-resource-center-transformasi-teknologi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Wed, 20 Mar 2024 08:09:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-umumkan-hasil-penilaian-indeks-kematangan-digital-dan-resource-center-transformasi-teknologi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), yang didukung oleh United States Agency for International Development-The Country Health Information and Data Systems Use (USAID CHISU), mengumumkan hasil penilaian kematangan digital, atau Digital Maturity Index (DMI) 2023 untuk tingkat dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).</p>
<p>”Dari hasil DMI ini, diharapkan dapat menjadi cerminan dan langkah evaluatif bagi fasyankes untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta potensi kesenjangan dari setiap unit pelayanan kesehatan,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam sambutannya pada acara “Penguatan Tata Kelola dalam Transformasi Teknologi Kesehatan”, Rabu (6/3).</p>
<p>Kunta menilai, hasil dari penilaian DMI ini sangat penting untuk mendukung transformasi digital kesehatan di Indonesia. Penilaian DMI ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan implementasi digitalisasi pelayanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Penilaian DMI telah menjadi fokus utama Kemenkes RI dalam mengukur tingkat kematangan digital di unit pelayanan kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dari 552 provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi target penilaian, terdapat 54 provinsi dan kabupaten/kota dengan capaian skor rata-rata sebesar 2,36 dari total 5.00.</p>
<p>Sejak 2022, Kemenkes RI telah secara komprehensif melakukan penilaian DMI terhadap unit pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Pada 2023, jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terlibat dalam penilaian meningkat menjadi 146, dengan peningkatan signifikan pada skor rata-rata DMI mencapai 2,73 dari total nilai 5.00.</p>
<p>Pada kegiatan tersebut, apresiasi juga diberikan kepada 10 dinkes provinsi, 10 dinkes kabupaten/kota, dan 10 rumah sakit terpilih dengan nilai kematangan digital dan adopsi Rekam Medis Elektronik (RME) yang sangat baik dari berbagai daerah. Pencapaian skor rata-rata DMI dari 10 rumah sakit tersebut menyentuh nilai 4,52.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Kapusdatin Kemenkes RI Tiomaida Seviana menerangkan, akan mengintegrasikan hasil penilaian DMI 2023 ke dalam rencana kerja Pusdatin ke depan, baik pada tingkat nasional maupun daerah.</p>
<p>“Sehingga, rencana kerja ke depan yang dibuat dapat terlaksana dengan baik, hingga target-target transformasi digital kesehatan Kemenkes RI juga dapat tercapai secara optimal,” jelas Tiomaida Seviana.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, diperkenalkan juga Resource Center Transformasi Teknologi Kesehatan sebagai rumah informasi digitalisasi kesehatan. Resource center ini dapat digunakan oleh penyedia fasyankes, staf IT di fasyankes, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum untuk mencari informasi DMI, rekam medis elektronik (RME), dan SATUSEHAT yang diakses melalui kemkes.go.id.</p>
<p>Sebagai partner implementasi Kemenkes RI dalam transformasi digital kesehatan, USAID menyatakan akan terus memberikan dukungan dalam upaya digitalisasi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>“Pemerintah AS, melalui USAID, akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam membangun tata kelola sistem informasi kesehatan di Indonesia. Terutama untuk mendorong kemajuan transformasi digital yang berkelanjutan,” kata Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia Enilda Martin.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Picture1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Dukung Penanganan Darurat Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Pesisir Selatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dukung-penanganan-darurat-banjir-dan-tanah-longsor-di-kabupaten-pesisir-selatan</link>				
         <pubDate>Tue, 19 Mar 2024 07:49:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dukung-penanganan-darurat-banjir-dan-tanah-longsor-di-kabupaten-pesisir-selatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sumatera Barat, 16 Maret 2024</p>
<p>Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Kamis (7/3/2024) mengakibatkan 25 orang meninggal dunia, 74.934 orang mengungsi, serta 119.228 orang lainnya terkena dampak. Tak hanya itu, banjir dan longsor menyebabkan 94 fasilitas pelayanan kesehatan terdampak meliputi 4 puskesmas, 24 puskesmas pembantu, dan 66 pos kesehatan nagari.</p>
<p>Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan memobilisasi Tim Manajemen dan Pengelola Regional Sumatera Barat serta Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Regional Sumatera Barat sebagai bentuk respons cepat untuk melakukan pendampingan manajemen penanggulangan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dan memberikan dukungan pelayanan kesehatan di lokasi terdampak.</p>
<p>“Selain dukungan berupa sumber daya manusia kesehatan (SDMK), Kementerian Kesehatan juga mengirimkan bantuan berupa obat-obatan dan PMT,” kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Dr. Sumarjaya.</p>
<p>Sebagai dukungan dalam pelayanan kesehatan, Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Regional Sumatera Barat telah membuka pos kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan di Painan, Jalan Raya Padang Barung-Barung Balantai.</p>
<p>Sementara itu, sebagai bentuk dukungan manajemen, Tim Manajemen telah lakukan pendampingan untuk optimalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC), di antaranya pendampingan data dan informasi sub-sub klaster kesehatan, pendampingan dan pendistribusian relawan tenaga kesehatan, serta dukungan manajemen lainnya.</p>
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dalam memberikan pelayanan kesehatan telah mencatat 8 penyakit terbanyak yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa, meliputi ISPA, hipertensi, demam, gastritis, dermatitis, rematik, penyakit kulit, dan penyakit alergi.</p>
<p>“Tim Manajemen Pusat Krisis Kesehatan telah mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan menerima Tim EMT IDI Sumatera Barat sekaligus melakukan koordinasi untuk pendistribusian Tim Tenaga Kesehatan ke Pos Kesehatan di lokasi bencana,” lanjut Dr. Sumarjaya.</p>
<p>Hal tersebut dilakukan untuk mengkoordinasi setiap relawan kesehatan di lokasi terdampak bencana. Dengan demikian, pelaksanaan pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan optimal dan semua penduduk yang terdampak dapat tertangani serta mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.</p>
<p>Sampai saat ini, penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan pada bidang kesehatan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya krisis kesehatan dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Terdapat 15 Kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat yang dilanda banjir dan tanah longsor. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Kecamatan XI Koto Terusan, IV Jurai, Batang Kapas, Bayang, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang, IV Nagari Bayang Utara, Pancung Soal, Air Pura, dan Silaut.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-17-at-10.01.18.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia akan memegang Board Member Global Fund mewakili South East Asia di periode 2024-2026</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-akan-memegang-board-member-global-fund-mewakili-south-east-asia-di-periode-2024-2026</link>				
         <pubDate>Mon, 18 Mar 2024 14:46:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-akan-memegang-board-member-global-fund-mewakili-south-east-asia-di-periode-2024-2026</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Maret 2024</p>
<p>Indonesia menjadi tuan rumah pada pertemuan anggota dewan Global Fund se-Asia Tenggara. Sebanyak 9 negara yang mengikuti pertemuan tersebut terdiri atas tiga negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, dan Timor Leste, dan enam negara Asia Selatan, yakni Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, dan Sri Lanka.</p>
<p>Pertemuan tersebut dilaksanakan secara hibrida, yakni daring melalui zoom meeting dan luring di Jakarta, pada Kamis (7/3/2024). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal, yakni situasi terkini HIV, TBC, dan Malaria, rencana advokasi di Board Meeting ke-51 Global Fund, di Jenewa, Swiss, pada April 2024.</p>
<p>Diskusi juga meliputi pembahasan tentang penularan kasus antarnegara, terutama malaria, sustainabilitas, dan transisi anggaran Global Fund ke pembiayaan oleh APBN masing-masing negara. Indonesia, yang akan menjadi Board Member Global Fund mewakili Asia Tenggara pada periode 2024-2026, dapat memperkuat peran di kesehatan global.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Harbuwono, sebagai alternate board member, dalam sambutannya menyampaikan, sebagai bagian dari kepemimpinan konstituensi bertugas mendukung anggota dewan dan mengatasi berbagai kesulitan. Namun, ia juga menyampaikan, tugas tersebut tidaklah mudah.</p>
<p>“Seperti orang bijaksana pernah berkata, “rasanya tidak mungkin sampai selesai”. Namun, saya bertekad bahwa saya bisa melakukannya bersama kalian semuanya, dan saya juga tahu bahwa semuanya selalu hadir dan saling mendukung,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante melanjutkan, upaya yang dilakukan selama ini telah memberikan hasil yang sangat baik. Sejak 2022, program dengan dukungan dari Global Fund telah mengalokasikan hampir 100.000 terapi antiretroviral bagi pengidap HIV, 200.000 paket pengobatan bagi penderita TBC, dan sebanyak 4,4 juta kelambu untuk keluarga.</p>
<p>“Perjalanan kita masih jauh. Kami berdiri pada saat kritis untuk memajukan misi menghilangkan tiga penyakit dengan siklus hibah Global Fund yang baru. Kami memiliki peluang untuk memperluas cakupan untuk deteksi, pengobatan, dan pencegahan yang lebih penting, kita juga bertugas untuk menyeimbangkan anggaran dari sumber domestik,” kata Prof. Dante.</p>
<p>“Saat perjuangan melawan tiga penyakit tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade, kita harus percaya bahwa kita akan mampu mencapai garis finish dalam waktu dekat. Tekad dan koordinasi yang baik adalah suatu hal yang sangat penting untuk meraih kemenangan tersebut,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante menutup sambutannya dengan mencontohkan salah satu pembelajaran dari pahlawan nasional yang menggunakan tiga strategi untuk mencapai kemenangan.</p>
<p>Pertama, memahami kekuatan dan kelemahan musuh serta lansekap medan pertempurannya. Kedua, mobilisasi dukungan lokal dengan menggerakkan sekutu dan pendukung lokal untuk memperkuat pasukannya. Terakhir, menjadi adaptif serta fleksibel dengan terus menyesuaikan strateginya berdasarkan pergerakan dan keadaan musuh.</p>
<p>Profesor Dante berharap bahwa strategi yang digunakan tersebut akan dilakukan dalam memerangi tiga penyakit mematikan, yakni HIV, TBC, dan Malaria.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53573614590_d6d1b39e93_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Praktik Baik Indonesia dalam Penanggulangan TB Disuarakan pada Pertemuan Regional di Filipina</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ praktik-baik-indonesia-dalam-penanggulangan-tb-disuarakan-pada-pertemuan-regional-di-filipina</link>				
         <pubDate>Mon, 18 Mar 2024 14:34:40 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ praktik-baik-indonesia-dalam-penanggulangan-tb-disuarakan-pada-pertemuan-regional-di-filipina</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Manila 14-15 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dan Stop TB Partnership Indonesia menghadiri pertemuan Stop TB Partnership Regional Dialogue di Filipina pada 14-15 Maret 2024. Pertemuan ini diselenggarakan untuk mendiskusikan langkah-langkah yang telah diambil dan perlu dilakukan lebih lanjut oleh negara-negara Asia Pasifik dalam mengimplementasikan komitmen eliminasi TB pada 2030.</p>
<p>Pertemuan ini menyampaikan bahwa upaya mencapai eliminasi TB pada 2030, sekaligus mengkompensasi kemunduran yang disebabkan pandemi COVID-19, membutuhkan kolaborasi multi-sektor, inovasi, serta kepemimpinan dan komitmen politik yang kuat. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan kesadaran, pembiayaan dan aksi nyata di masing-masing negara untuk mencapai komitmen eliminasi TB pada 2030.</p>
<p>Dalam diskusi panel antara menteri kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan beberapa pengalaman Indonesia untuk memperkuat upaya eliminasi TB pascapandemi COVID-19. Upaya itu seperti digitalisasi sistem layanan TB, penguatan infrastruktur, percepatan adopsi inovasi dalam pengobatan dan diagnosis TB, serta penguatan kemitraan lintas sektor yang secara bersama-sama berbagi peran dalam mengeliminasi TB di Indonesia.</p>
<p>“Di Indonesia, Jaminan Kesehatan Nasional tidak akan membayar fasilitas kesehatan jika tidak memasukan data pasien ke sistem informasi tuberkulosis. Hal ini dapat membantu pendataan pasien menjadi lebih efisien,” tutur Menkes Budi.</p>
<p>Tidak hanya itu, Menkes juga menekankan tentang pentingnya vaksinasi. Menurutnya, seperti pada penyakit infeksi menular lain, kehadiran vaksin TB menjadi penentu keberhasilan eliminasi.</p>
<p>“Kita bisa belajar dari kasus cacar yang bisa dihapus karena vaksin. Bahkan, vaksin COVID-19 bisa rampung hanya dalam waktu 22 bulan saja. Oleh karena itu, membingungkan mengapa kita tidak bisa memiliki vaksin yang lebih baik untuk TB. Ini hanya masalah komitmen untuk kita bisa menginovasikan vaksin TB,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Kemitraan di Indonesia juga diakui sebagai faktor kunci dalam percepatan eliminasi TB. “Kami percaya kerja kolaboratif akan membawa kesuksesan dalam mengakhiri TB,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi menekankan peran penting kemitraan multisektor dalam pencapaian ini. “Mulai dari pencegahan, promosi kesehatan, sampai ke pemberian akses layanan semuanya dilakukan dengan pelibatan multisektor, sehingga Indonesia banyak menghasilkan catatan baik untuk eliminasi TB dalam beberapa waktu terakhir,” kata Imran.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena, yang juga turut hadir pada acara tersebut, membagikan praktik baik hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif di Indonesia. DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengembangkan program pendidikan, khususnya tentang TB.</p>
<p>“Jangkauan yang ditargetkan juga penting, berfokus pada populasi rentan seperti mereka di daerah terpencil, permukiman kumuh perkotaan, penjara, dan komunitas yang terpinggirkan. Kita juga mengupayakan penyebaran pesan pencegahan dan pengobatan TB bisa efektif melalui kampanye yang melibatkan organisasi lokal dan tokoh masyarakat,” ujar Melki.</p>
<p>Ketua Yayasan Stop TB Partnership Indonesia Nurul Luntungan mengungkapkan, upaya mencapai target eliminasi TB tidak hanya membutuhkan kerja kolaboratif, melainkan juga investasi berkelanjutan serta komitmen politik dan kepemimpinan yang kuat menjadi sangat penting di Indonesia.</p>
<p>“Untuk Indonesia dapat mencapai eliminasi TB tahun 2030, kita benar-benar perlu memastikan implementasi Peraturan Presiden no. 67 tahun 2021 terus berjalan dan diperkuat. Hal itu membutuhkan kolaborasi multi-sektor serta pendanaan yang mencukupi di tingkat global, nasional, dan sub-nasional,” tutur Nurul.</p>
<p>Asisten Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Global, Jepang, Dr. Eiji Hinoshita berpendapat, semua pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk meningkatkan inovasi dalam kesiapsiagaan pandemi dan pengendalian TB. “Penting untuk menekankan strategi G20 dan berkolaborasi untuk mengakhiri TB pada 2030, di mana saat ini Jepang memberikan bantuan keuangan dan teknis untuk mengakhiri TB di wilayah Asia Tenggara,” ujar Dr Eiji Hinoshita.</p>
<p>Senior Adviser Stop TB Partnership Indonesia Prof Tjandra Yoga juga menambahkan, praktik baik di Indonesia saat ini harus bisa dilanjutkan dan diperkuat. Menurutnya, hal itu bisa tercapai dengan tiga cara.</p>
<p>“Peningkatan angka kesembuhan. Kedua, komitmen presiden dalam bentuk peraturan presiden harus dijaga implementasinya. Yang terakhir, pembicaraan tentang indikator TB perlu dimasukkan dalam program Indonesia emas 2045,” jelas Prof Tjandra.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-18-at-14.23.30.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Presiden Jokowi Apresiasi Ketersediaan Dokter Spesialis RSUD Sibuhuan Padang Lawas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-apresiasi-ketersediaan-dokter-spesialis-rsud-sibuhuan-padang-lawas</link>				
         <pubDate>Mon, 18 Mar 2024 14:17:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ presiden-jokowi-apresiasi-ketersediaan-dokter-spesialis-rsud-sibuhuan-padang-lawas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Padang Lawas 15 Matet 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi ketersedian dokter spesialis di RSUD Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Ketersediaan dokter spesialis pada rumah sakit tipe C seperti RSUD Sibuhuan sangat membantu masyarakat Kabupaten Padang Lawas terhadap akses layanan kesehatan yang lebih beragam.</p>
<p>“Saya juga senang karena di Rumah Sakit Daerah Sibuhuan di Kabupaten Padang Lawas ini, dokter spesialisnya sudah ada 17,” ujar Presiden Jokowi, Jumat (15/3).</p>
<p>Menurut Direktur Utama RSUD Sibuhuan Affandi Siregar, meski hanya berpredikat sebagai RS tipe C yang melayani masyarakat tingkat Kabupaten Padang Lawas, RSUD Sibuhuan tetap berupaya meningkatkan layanan spesialistik dengan membuka berbagai layanan spesialis di luar empat spesialis dasar seperti spesialis kandungan dan obgyn, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, dan spesialis anak.</p>
<p>“Juga, ada beberapa spesialis pendukung, yaitu THT, mata, patologi anatomi, patologi klinis, spesialis jiwa, dan juga anestesi,” kata Direktur Utama Affandi menambahkan.</p>
<p>Untuk mendukung layanan spesialistik di RSUD Sibuhuan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan bantuan pembiayaan pembangunan ruang CT Scan kepada RSUD Sibuhuan. Biaya pembangunan ruang CT Scan yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan 2024 ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan RSUD Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas.</p>
<p>Menurut Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes Aswan Usman, selain bantuan Pembangunan ruang CT Scan, Kemenkes juga memberikan bantuan berupa set analisis gas darah (AGD) bedside NICU, USG ECHO portable neonatus, dan ventilator non-invasif. Bantuan ini juga diberikan melalui skema DAK 2024.</p>
<p>RSUD Sibuhuan juga diminta turut mempersiapkan SDM penunjang yang dapat mengoperasionalkan sarana tersebut.</p>
<p>Selain melalui DAK 2024, Kemenkes terus mendukung berbagai penguatan layanan rujukan melalui bantuan SIHREN, yang merupakan singkatan dari Strengthening Indonesia’s HealthCare Referral Network, atau penguatan sistem layanan kesehatan rujukan.</p>
<p>Beberapa bantuan yang diberikan Kemenkes kepada RSUD Sibuhuan melalui SIHREN 2024 di antaranya ekokardiografi (echocardiography), CT scan 64 slice, imunohistokimia (IHK) set, mammogram (mammography), dan berbagai alat kesehatan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh fasilitas layanan kesehatan rujukan seperti RSUD Sibuhuan.</p>
<p>Ke depannya, Direktur Aswan Usman menambahkan, berbagai penguatan sarana pada fasilitas layanan kesehatan rujukan ditujukan agar layanan kesehatan rujukan seperti RSUD Sihabuan dapat menangani berbagai penyakit katastropik seperti Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi.</p>
<p>“Yang jelas di Kemenkes, program ini kita kolaborasi, baik dari Dirjen Yankes maupun Dirjen Nakes, supaya pola pengampuan ini bisa berjalan. Supaya tidak berjalan sendiri-sendiri. Supaya alat yang nanti ada itu bisa dimaksimalkan dengan baik,” tambah Direktur Aswan Usman.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/padang-lawas.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>‘Imunisasi Kejar’ untuk Lengkapi Imunisasi Rutin Anak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ imunisasi-kejar-untuk-lengkapi-imunisasi-rutin-anak</link>				
         <pubDate>Mon, 18 Mar 2024 08:05:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ imunisasi-kejar-untuk-lengkapi-imunisasi-rutin-anak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Maret 2024</p>
<p>Lebih dari 1,8 juta anak Indonesia tidak mendapat Imunisasi Rutin Lengkap selama 6 tahun terakhir, dari 2018 sampaii 2023. Akibatnya, beragam kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) terjadi di beberapa daerah sepanjang 2023.</p>
<p>“Pada tahun 2023 banyak kasus dan KLB PD3I, yaitu campak rubella sebanyak 136 kasus, KLB difteri 103 kasus, kasus polio 8 kasus, kasus tetanus 14 kasus, dan pertusis atau batuk 100 hari sebanyak 149 kasus,” kata Direktur Pengelolaan Imunisasi Prima Yosephine, dalam temu media Pekan Imunisasi Dunia 2024 di kantor Kementerian Kesehatan, Senin (18/3).</p>
<p>Prima mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi ini, terutama mengingat agenda imunisasi global seperti Eradikasi Polio dan eliminasi Campak Rubella pada 2026. Ia khawatir agenda global itu tidak tercapai.</p>
<p>“Kalau keadaannya seperti ini terus tidak ada kemajuan di lapangan maka mungkin mimpi ini hanya akan jadi mimpi,” ucap Prima.</p>
<p>Prima menyebutkan, masih banyak anak yang belum diimunisasi karena beberapa alasan. Menurut temuan UNICEF dan AC Nielsen pada kuartal kedua tahun 2023, sekitar 38 persen orang tua enggan melakukan imunisasi karena takut terhadap imunisasi ganda atau lebih dari satu suntikan.</p>
<p>Sementara itu, sekitar 12 persen mengaku khawatir terhadap efek samping vaksin. Kekhawatiran ini didukung oleh 40 persen dari total responden yang menolak memberikan imunisasi pada anak mereka.</p>
<p>“Imunisasi ganda sudah terjadi di banyak negara dan ini cukup aman. Sebenarnya mereka ini tidak maunya bukan karena sudah punya pengalaman sendiri, tetapi karena dengar dari orang lain,” tutur Prima.</p>
<p>Untuk mengurangi angka anak yang belum mendapatkan imunisasi, penguatan strategi imunisasi rutin sangatlah penting. Salah satu pendekatan tersebut adalah memperkuat sisi suplai, termasuk kesiapan vaksin dan logistik, kesiapan wilayah, imunisasi kejar, imunisasi tambahan masal (ORI), kualitas tenaga kesehatan serta pencatatan dan pelaporan.</p>
<p>Selain itu, penguatan juga perlu dilakukan dari sisi permintaan dengan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat dan pelibatan lintas sektor.</p>
<p>Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Hartono Gunardi menekankan perlunya imunisasi kejar untuk melengkapi imunisasi yang tertunda pada anak-anak.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam pelaksanaanya, imunisasi kejar bisa dilakukan dalam dua cara, yakni memberikan imunisasi tanpa harus diulang dari awal atau melakukan program suntikan ganda yang telah terbukti aman dan efektif.</p>
<p>“Tidak ada imunisasi yang hangus, jadi yang belum dapat tinggal dilanjutkan saja,” katanya.</p>
<p>Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari menegaskan, Indonesia telah memiliki pengalaman panjang dalam melakukan program imunisasi pada anak. Indonesia telah memberikan 450 juta suntikan imunisasi terhadap 5 juta anak yang lahir setiap tahunnya.</p>
<p>“Kita telah melakukan imunisasi, bukan lagi ribuan atau puluhan ribu, tapi jutaan, tingkat pelaporan efeknya masih rendah dibanding negara lain. Artinya, imunisasi itu aman,” katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, keamanan ini tidak hanya terjadi pada suntikan tunggal, tetapi juga suntikan ganda. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan angka kejadian KIPI atau reaksi samping pasca-imunisasi yang signifikan.</p>
<p>“KIPI memang ada, ada yang serius ada juga yang ringan tapi jumlahnya sangat rendah,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/af2cc011-0fb1-4a64-98b9-9f1dbeb562cd.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SATUSEHAT Mobile Versi 6.0.1 Hadirkan Cara Login Baru dan Akses Hasil Tes Laboratorium</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ satusehat-mobile-versi-6-0-1-hadirkan-cara-login-baru-dan-akses-hasil-tes-laboratorium</link>				
         <pubDate>Thu, 14 Mar 2024 10:32:04 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ satusehat-mobile-versi-6-0-1-hadirkan-cara-login-baru-dan-akses-hasil-tes-laboratorium</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Maret 2024</p>
<p>Setahun setelah dirilis ke publik, aplikasi kesehatan resmi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, SATUSEHAT Mobile, kembali melakukan pembaruan pada fitur dan fungsi aplikasinya. Versi terbaru yang sudah dilengkapi pembaruan ini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat mulai akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (9/3).</p>
<p>Salah satu pembaruan SATUSEHAT Mobile versi 6.0.1, yaitu pengguna kini dapat masuk (login) ke aplikasi menggunakan enam digit PIN, selain melalui email. Dengan menambah cara login baru, diharapkan dapat lebih memudahkan pengguna dalam mengakses aplikasi.</p>
<p>“Dari pantauan kami, banyak pengguna yang kesulitan login karena nomor HP-nya ganti atau hilang sehingga (ini) bisa menjadi solusi bagi mereka untuk tetap dapat login ke akun SATUSEHAT Mobile dengan cara yang lebih mudah dan praktis,” kata Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI Setiaji, Rabu (13/3).<br />
Setiaji menjelaskan, opsi login baru ini diperkenalkan seiring dengan peningkatan penggunaan SATUSEHAT Mobile setelah diluncurkannya fitur Resume Medis pada November 2023. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses catatan medis mereka dari ponsel setelah profil akun mereka terverifikasi atau &#8216;centang biru&#8217;.</p>
<p>“Akses PIN sudah lebih dulu diterapkan pada fitur tersebut dan sekarang dipakai untuk login ke aplikasi. Karena mengingat fitur-fiturnya semakin lengkap dan personal, maka perlu upaya ekstra dalam meningkatkan keamanan dan perlindungan data pengguna,” kata Setiaji.</p>
<p>Setelah memperbarui SATUSEHAT Mobile ke versi 6.0.1, pengguna akan diminta untuk login ke aplikasi terlebih dahulu menggunakan email. Kode OTP akan dikirimkan melalui email yang terdaftar. Setelah berhasil login, pengguna dapat membuat enam digit PIN yang dapat digunakan untuk login berikutnya.</p>
<p>“Agar keamanan akun terjaga, Kemenkes mengimbau kepada pengguna SATUSEHAT Mobile untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN yang telah dibuat dengan tidak membagikannya kepada orang lain,” tegas Setiaji.</p>
<p>Selain opsi login baru, pada versi terbaru SATUSEHAT Mobile, pengguna yang telah ‘centang biru’ juga dapat mengakses hasil pemeriksaan laboratorium melalui fitur Resume Medis. Dengan demikian, pembaruan ini semakin memperkaya jenis catatan medis pengguna, setelah sebelumnya data riwayat kunjungan dan hasil diagnosis juga dapat muncul di aplikasi.</p>
<p>“Ke depan, data kesehatan pada fitur Resume Medis akan semakin lengkap, bahkan pengguna bisa mengakses gambar hasil pemeriksaan radiologi seperti USG, EKG, CT SCAN, hingga MRI. Hal tersebut saat ini masih proses uji coba dan akan diluncurkan dalam waktu dekat,” ujar Setiaji.</p>
<p>Untuk dapat mengakses fitur tersebut, Setiaji mengimbau masyarakat untuk segera melakukan verifikasi profil akun SATUSEHAT Mobile dengan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang sudah terintegrasi dengan SATUSEHAT Platform dan dapat melakukan Know Your Customer (KYC). Daftar fasyankes tersedia dan dapat diakses masyarakat di SATUSEHAT Mobile.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-228.png"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Pemenuhan Dokter di Universitas Muhammadiyah Surabaya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-dorong-pemenuhan-dokter-di-universitas-muhammadiyah-surabaya</link>				
         <pubDate>Sun, 10 Mar 2024 12:22:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-dorong-pemenuhan-dokter-di-universitas-muhammadiyah-surabaya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><!--more-->Surabaya, 9 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara peresmian At Ta&#8217;awun Tower dan ground breaking Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/3/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya, Menkes mengatakan Universitas Muhammadiyah Surabaya memiliki potensi dan peran yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.</p>
<p>Universitas yang dimiliki oleh Muhammadiyah mengelola 171 program studi, 13 fakultas kedokteran (FK), dan 125 rumah sakit. Hal ini sangat membantu Kementerian Kesehatan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan, terutama pemenuhan jumlah dokter dan dokter spesialis.</p>
<p>“Cuma FK-nya baru 13. Jadi, kalau bisa ditambah. Saya sangat mendukung Muhammadiyah dan Aisyah untuk menambah FK,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan, sesuai standar WHO, rasio dokter dan pasien adalah 1 dokter untuk 1.000 pasien, sedangkan Indonesia hanya memiliki 150 ribu-an dokter. Jumlah itu masih sangat kurang, khususnya untuk dokter spesialis.</p>
<p>Menkes Budi berpesan kepada seluruh dokter dan rektor universitas milik Muhammadiyah bahwa ilmu kedokteran di luar negeri bukan sekedar ilmu kedokteran, melainkan sekolah medis (medical school). Universitas Muhammadiyah dengan FK baru harus mengembangkan diri agar menjadi FK masa depan yang tidak hanya mencakup ilmu kedokteran, tetapi juga artificial intelligence, biomolekuler, biokimia, dan bioinformatika.</p>
<p>Dengan demikian, FK Muhammadiyah menawarkan paket lengkap dan menjadi pembeda dengan FK kampus lainnya. Hal ini bertujuan agar FK Muhammadiyah dapat menjadi pemimpin dunia dalam membangun pengetahuan mengenai kesehatan manusia di masa depan.</p>
<p>Menkes menutup sambutannya dengan menitipkan pesan untuk menjadikan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah sebagai FK masa depan yang menggabungkan transdisiplin dari ilmu-ilmu kesehatan untuk memimpin dunia dan menjadi yang terdepan serta tidak hanya mengikuti.</p>
<p>“Saya percaya kalau rumah sakit Muhammadiyah, Fakultas Kedokteran Muhammadiyah bisa langsung mulai ke sana karena baru dan terintegrasi bisa saling mendukung bukannya saling menyaingi dan saling ketakutan. Dengan demikian, masa depan kesehatan Indonesia akan lebih baik dan bangsa kita bisa menjadi bangsa maju di tahun 2030 berkat Muhammadiyah,” kata Menkes.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eko Cahyadi, yang juga menyampaikan sambutan pada acara itu, mengucapkan terima kasih karena Universitas Muhammadiyah Surabaya terus berjibaku dan membantu Pemerintah Kota Surabaya untuk menciptakan kebaikan-kebaikan di Surabaya.</p>
<p>“Insya Allah saya yakin dengan berdirinya gedung At Ta’awun 23 lantai dan rumah sakit gigi Muhammadiyah ini, orang Surabaya memiliki lebih banyak pilihan ketika akan masuk ke perguruan tinggi memiliki pilihan-pilihan yang banyak ketika akan menuju ke rumah sakit,” kata Wali Kota Surabaya.</p>
<p>Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Dr. Sukadiono mengungkapkan, peresmian gedung At Ta’awun tersebut merupakan hadiah milad universitas yang ke 40 tahun.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53576640766_0594d824e3_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sub Pekan Imunisasi Nasional Melindungi 8,7 Juta Anak Indonesia dari Polio</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sub-pekan-imunisasi-nasional-melindungi-87-juta-anak-indonesia-dari-polio</link>				
         <pubDate>Sat, 09 Mar 2024 07:29:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sub-pekan-imunisasi-nasional-melindungi-87-juta-anak-indonesia-dari-polio</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Maret 2024</p>
<p>Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio telah menjangkau 8,7 juta anak di 74 kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sub PIN ini merupakan respons cepat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap wabah polio yang terjadi pada akhir Desember 2023.</p>
<p>Dalam penyelenggaraan Sub PIN Polio ini, Kemenkes bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan UNICEF. Putaran pertama imunisasi dimulai pada 15 Januari dan putaran kedua pada 19 Februari.</p>
<p>Hingga 5 Maret 2024, sekitar 8,7 juta anak berusia 0-7 tahun di wilayah-wilayah sasaran telah menerima dua dosis penuh vaksin polio, yang melindungi mereka dari penyakit yang sangat menular itu.</p>
<p>Di Pulau Madura, para pimpinan daerah di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep mendukung kegiatan ini dengan membuat deklarasi “Madura 100%”. Deklarasi dan dukungan ini untuk membantu memastikan target Sub PIN Polio tercapai melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk sektor bisnis dan tokoh masyarakat.</p>
<p>Media juga mendukung upaya memerangi misinformasi dengan memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya dari sumber yang kredibel sehingga meningkatkan penerimaan vaksin oleh masyarakat.</p>
<p>Pada Sub PIN Polio putaran kedua, beberapa perusahaan dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Timur dan Jawa Tengah melakukan peran penting dalam mendorong para karyawannya agar memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi.</p>
<p>Di kedua fase Sub PIN Polio, tenaga kesehatan juga melakukan kunjungan dari pintu ke pintu untuk membantu memastikan cakupan imunisasi yang maksimal, bersamaan dengan imunisasi yang dilakukan di sekolah, posyandu dan puskesmas.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu mengapresiasi kinerja berbagai pihak dalam menangani KLB Polio dan menyukseskan imunisasi Sub PIN Polio di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan kabupaten Sleman DI Yogyakarta.</p>
<p>“Terima kasih atas respons cepat dari berbagai pihak dalam menanggulangi Polio di Indonesia. Komitmen kami dengan memberikan perhatian khusus kepada wilayah yang cakupan imunisasinya rendah dan rawan terjadinya KLB melalui penguatan imunisasi rutin,” jelas Dirjen Maxi.</p>
<p>Dirjen Maxi menambahkan, pemerintah juga terus melakukan kegiatan surveilans lumpuh layu akut, dan surveilans polio lingkungan. Ia juga meminta masyarakat, terutama orang tua untuk melengkapi imunisasi polio anaknya, yakni 4 kali tetes usia 1 sampai 4 bulan dan 2 kali suntik usia 4 sampai 9 bulan, serta imunisasi rutin anak lainnya sesuai usia.</p>
<p>“Jangan buang air besar sembarang, harus sesuai di jamban, Jangan sembarangan, kemudian cuci tangan pakai sabun. Juga segera laporkan kepada petugas kesehatan jika mendapatkan kasus lumpuh layu pada anak di bawah usia 15 tahun,” kata dia.</p>
<p>Poliomyelitis (polio) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian dalam hitungan jam. Penyakit ini menyebar melalui air, makanan, atau tangan yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi virus polio.</p>
<p>Sejak 2014, Indonesia telah bebas polio dan mempertahankan status tersebut, bahkan di tengah respons COVID-19. Namun, tantangan tetap ada karena rendahnya cakupan imunisasi rutin dan kondisi sanitasi yang tidak memadai di daerah-daerah tertentu.</p>
<p>“Pencapaian ini adalah tonggak penting dalam perjuangan melawan polio. Kami mengapresiasi upaya yang tak kenal lelah dari pemerintah, tenaga kesehatan di garis depan, organisasi masyarakat sipil, komunitas bisnis, influencer, generasi muda, media, dan semua pihak yang telah mendedikasikan waktu mereka untuk keberhasilan upaya imunisasi ini,” ujar Maniza Zaman selaku perwakilan UNICEF Indonesia.</p>
<p>“Hal ini menggarisbawahi kekuatan kolaborasi dalam melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dan merupakan bukti komitmen kita bersama untuk memastikan masa depan tanpa polio di Indonesia.”</p>
<p>“Dalam perjuangan melawan polio, keamanan dan kemanjuran vaksin polio telah terbukti secara konsisten, memberikan pertahanan penting terhadap penyakit yang tidak perlu–tidak boleh–bertahan lama. Khususnya, inisiatif global telah menghasilkan kemajuan yang signifikan dalam memperkenalkan alat-alat inovatif untuk meningkatkan pelaksanaan kampanye imunisasi yang cepat dan berkualitas tinggi, memastikan cakupan imunisasi yang luas selama wabah,” kata Dr N. Paranietharan selaku perwakilan WHO untuk Indonesia.</p>
<p>Dr Paranietharan juga menekankan pentingnya memprioritaskan imunisasi rutin untuk melindungi kesehatan anak-anak terhadap polio dan juga berbagai penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi. Hal ini sejalan dengan Agenda Imunisasi global 2030.</p>
<p>“Setiap anak, di mana pun, harus memiliki akses penuh terhadap kehidupan,” ujarnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG_7476.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes: Imunisasi Berperan Besar Ciptakan Masyarakat Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-imunisasi-berperan-besar-ciptakan-masyarakat-sehat</link>				
         <pubDate>Fri, 08 Mar 2024 22:49:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-imunisasi-berperan-besar-ciptakan-masyarakat-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 8 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemberian imunisasi kepada dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat sekaligus bekal untuk menuju Indonesia Maju 2045. Menkes mengatakan, cara ini harus beriringan dengan pemberian edukasi dan skrining kesehatan secara berkala.</p>
<p>“Program promotif preventif untuk anak-anak itu, pertama keluarganya harus diedukasi, kedua harus lebih sering diskrining dan yang ketiga imunisasi. Ini tiga program utama di preventif care,” kata Menkes saat menghadiri acara National Workshop Pediatric Association Advocacy for Immunization Priorities di Jakarta, Jumat (8/3).</p>
<p>Menkes mengatakan, saat ini pemerintah telah menambah 3 antigen imunisasi baru ke dalam program imunisasi nasional. Ketiga jenis imunisasi tersebut, yakni HPV untuk mencegah kanker serviks, PCV untuk pneumonia, dan Rotavirus buat mencegah diare.</p>
<p>Dengan tambahan itu, total ada 14 jenis vaksin yang wajib dipenuhi. “Indonesia tadinya memiliki 11 antigen. Atas rekomendasi para ahli dinaikkan jadi 14 antigen. Kita tambahnya 3 antigen, yaitu PCV, Rotavirus, dan HPV,” terang Menkes.</p>
<p>Menkes menjelaskan, penambahan tiga antigen baru itu lantaran banyak kasus kesakitan, bahkan kematian pada anak, yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.</p>
<p>Menkes menambahkan, pemberian imunisasi menjadi salah satu intervensi paling efektif untuk memberikan kekebalan tambahan pada anak sehingga mereka terlindungi dari paparan virus penyebab penyakit tersebut.</p>
<p>“Dua dari tiga imunisasi, yaitu PCV dan Rotavirus, kita berikan karena kita lihat anak-anak kita paling banyak meninggalnya karena apa. Salah satu penyebab utamanya adalah infeksi. Infeksi yang tinggi itu karena pneumonia dan diare,” kata Menkes.</p>
<p>“Untuk bisa anak-anak kita sehat, intervensinya harus preventif, salah satunya adalah imunisasi. Imunisasi itu harus diberikan lengkap supaya nanti daya tahan tubuhnya siap kalau ada penyakit menular yang menyerang,” ujar Menkes.</p>
<p>Selain diberikan kepada anak-anak, Menkes menyoroti pentingnya imunisasi tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk orang dewasa. Beberapa imunisasi yang diberikan untuk orang dewasa di antaranya imunisasi HPV, COVID-19, dan meningitis.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan teknologi kesehatan, Menkes menyebut akan ada lebih banyak imunisasi yang dikembangkan untuk mengatasi penyakit pada orang dewasa.<br />
“Imunisasi itu bukan hanya untuk anak-anak tapi juga dewasa, karena prinsipnya melatih sistem imun kita agar bisa melawan penyakit yang ada,” ujar Menkes.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menyadari adanya ketidaksetujuan pemberian imunisasi kepada anak. Hal ini disebabkan minimnya informasi mengenai manfaatnya.</p>
<p>Untuk itu, Menkes mengajak semua pihak terkait termasuk IDAI untuk terlibat aktif dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi melalui media sosial dan platform lainnya.</p>
<p>Menkes meyakini semakin banyak praktisi kesehatan yang memberikan edukasi kesehatan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memberikan imunisasi kepada anggota keluarganya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/c5bec06a-30f4-4941-ab04-d27817cf637a.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Ritual Sederhana Untuk Hidup Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ ritual-sederhana-untuk-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Fri, 08 Mar 2024 10:33:33 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ ritual-sederhana-untuk-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H/2024 M di Masjid Al Afiah gedung Prof. Sujudi lantai 5, Kamis (7/3/2024). Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Hikmah Isra Mi’raj dan Datangnya Bulan Suci Ramadhan Kita Wujudkan Jiwa yang Kuat dalam Mencapai Transformasi Kesehatan Menuju Pembangunan Kesehatan yang Berkeadilan.”</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, didampingi Staf Khusus Menteri Kesehatan bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi Bambang Widianto, tampak hadir pada peringatan tersebut.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Budi menceritakan secara singkat kisah perjalanan Isra Mi’raj yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalam perjalanan itu, Rasulullah SAW menerima perintah dari Allah Swt. mengenai shalat lima sebagai penghubung komunikasi antara hamba dengan Tuhan.</p>
<p>Menkes melanjutkan, meski Nabi Muhammad telah tiada, hambanya masih menjalankan amanah itu. Umat Islam melakukan shalat lima waktu tidak hanya sebagai ritual untuk menunaikan kewajiban tetapi juga untuk berkomunikasi dengan Tuhan.</p>
<p>Menkes mengaitkan amanah yang diberikan Allah Swt. kepada Rasulullah itu dengan Kementerian Kesehatan. Ia menjelaskan hubungan tersebut, yakni insan Kemenkes memiliki amanah sebagai penghubung untuk menyehatkan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Dalam upaya menyehatkan masyarakat, Menkes menjelaskan, Kemenkes telah melakukan transformasi kesehatan sebagai budaya baru. “Kita harus ingat, amanah kita adalah menyehatkan masyarakat Indonesia dengan sebaik-baiknya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Seperti halnya shalat lima waktu, Menkes menjelaskan, Kemenkes harus memastikan masyarakat menjalankan ritual untuk menjaga kesehatan.</p>
<p>“Ritualnya sederhana seperti yang Pak Ustaz bilang, banyak yang meninggal karena jantung, stroke, kanker. Bagaimana ritualnya? Makannya harus diatur seperti yang telah disampaikan oleh Nabi, berhentilah sebelum kenyang,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Ritual sederhana yang kedua adalah berolahraga minimal 30 menit sehari dan lima kali dalam seminggu. Ritual yang ketiga adalah menjaga kebersihan baik kebersihan diri sendiri maupun lingkungan agar terhindar dari infeksi atau penyakit menular.</p>
<p>“Nah, itu hidup sehat. Kita sebagai insan Kemenkes agar mengingatkan seluruh masyarakat kalau udah bisa makannya diatur, kemudian olahraga yang diatur, jangan lupa kebersihannya juga diatur. Ada banyak penyakit itu masuknya menular, ya, kebersihan tuh mulai cuci tangan yang rajin, mulai dari kalau buang air besar, jangan sembarangan, jalan-jalan pakai sandal supaya cacing-cacing nggak masuk segala macam penyakit,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Selain itu, skrining kesehatan sangat penting dilakukan demi menjaga kesehatan. Apabila ritual sederhana ini dapat dijalankan oleh masyarakat, insan Kemenkes telah mewujudkan amanah untuk menyehatkan masyarakat.</p>
<p>Menteri menutup sambutannya dengan menyampaikan harapan agar contoh yang diberikan Rasulullah menjadi inspirasi bagi seluruh insan Kemenkes dalam menjalankan amanah yang diberikan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53573059869_c3deb694d9_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Urus SIP Kini Bisa Lewat Mal Pelayanan Publik Digital</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ urus-sip-kini-bisa-lewat-mal-pelayanan-publik-digital</link>				
         <pubDate>Thu, 07 Mar 2024 19:30:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ urus-sip-kini-bisa-lewat-mal-pelayanan-publik-digital</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kini seluruh perizinan seperti Satuan Kredit Profesi (SKP) dan Surat Izin Praktik (SIP) bisa diurus melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital. Sebab, SATUSEHAT SDMK telah terintegrasi dengan layanan perizinan tersebut.</p>
<p>“Terima kasih kepada Bapak KemenpanRB yang telah membantu mengintegrasikan sistem perizinan SIP dan SKP dengan MPP Digital,” kata Menkes Budi saat menghadiri peresmian MPP Digital di Jakarta, Kamis (7/3).</p>
<p>Adapun, data yang diintegrasikan mencakup bukti kecukupan SKP, serta data tempat praktik dari SATUSEHAT SDM milik Kemenkes dengan sistem dari MPP Digital.</p>
<p>Integrasi ini akan semakin mempermudah tenaga kesehatan dan tenaga medis dalam mengurus perizinan, karena semuanya bisa dilakukan dalam satu tempat.</p>
<p>“Dengan sistem ini, kita mau bikin itu mudah, murah, dan transparan. Tidak perlu lagi ada pungutan-pungutan tambahan, tidak perlu ada rekomendasi-rekomendasi, tidak perlu lagi ada titip sana titip sini,” ucap Menkes.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes menyebut, MPP Digital telah hadir di 60 kabupaten/kota dan telah membantu kurang lebih 2 juta tenaga kesehatan dalam mengurus perizinan.</p>
<p>Secara khusus, Menkes Budi mendorong MPP Digital segera diperluas ke seluruh kabupaten/kota sehingga dapat memberikan kemudahan pengurusan izin praktik bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Terima kasih kepada Pak Anas yang sudah membantu perizinan para tenaga kesehatan agar mudah dan transparan. Permohonannya, kalau bisa sebelum selesai, 540 kabupaten/kota sudah terintegrasi dan Kemenkes siap membantu,” tutur Menkes.</p>
<p>Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Annas mengatakan, MPP Digital akan fokus untuk menghadirkan layanan publik yang lebih mudah dan murah kepada masyarakat, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Penerapan MPP Digital akan diprioritaskan pada 9 sektor, termasuk sektor kesehatan. Dengan pengintegrasian ini, MenpanRB memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan karena telah mewujudkan birokrasi berdampak di instansinya.</p>
<p>“Terima kasih kepada Menteri Kesehatan dan tim yang telah bekerja dengan cara cepat, salah satunya kita mewujudkan Mal Pelayanan Publik Digital,” kata MenpanRB.</p>
<p>Untuk memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat, khususnya tenaga kesehatan, MenpanRB mengatakan, pemerintah akan memperluas MPP Digital ke seluruh Indonesia.</p>
<p>“Memang belum semuanya, sekarang dari 21 tambah 60. Mudah-mudahan secara bertahap nanti seluruh kabupaten/kota akan bisa terwujud MPP Digital sehingga urusan izin-izin jadi lebih cepat,” pungkasnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/29f4381c-9920-43c8-b18d-ac6849cc53b4.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sering Dianggap Menggemaskan, Obesitas Membahayakan Masa Depan Anak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sering-dianggap-menggemaskan-obesitas-membahayakan-masa-depan-anak</link>				
         <pubDate>Wed, 06 Mar 2024 19:32:15 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sering-dianggap-menggemaskan-obesitas-membahayakan-masa-depan-anak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Maret 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa di balik kesan lucu dan menggemaskan pada anak yang mengalami obesitas, tersimpan risiko sindrom metabolik yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner, stroke, dan pembuluh darah.</p>
<p>“Jadi, kalau kita membiarkan anak-anak itu tetap gemuk, maka kita menyimpan tabungan anak tersebut untuk menjadi penyakit jantung dan pembuluh darah di masa yang akan datang,” kata Prof. Dante dalam acara “Multi-Stakeholders Dialogue” Peringatan Hari Obesitas Sedunia Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (5/3/2024).</p>
<p>Prof. Dante menambahkan, akar permasalahan obesitas pada anak bersumber dari keluarga. Apabila orang tuanya gemuk maka anaknya juga gemuk, karena anak mengikuti pola hidup orang tuanya. Hal ini dapat ditanggulangi dengan menerapkan pola hidup sehat di dalam keluarga.</p>
<p>Kementerian Kesehatan telah memiliki pedoman gizi seimbang Isi Piringku, yang menyarankan konsumsi lebih banyak makanan berkandungan protein dibandingkan karbohidrat dalam satu piring sekali makan. Anak-anak memerlukan banyak protein untuk tumbuh kembangnya dan bukan dengan memperbanyak karbohidrat.</p>
<p>“Karbohidrat tetap penting untuk energi, tetapi kita batasi, kita gunakan untuk mencegah supaya anak-anak tidak gemuk,” tambah Prof. Dante.</p>
<p>Menurut Riset Kesehatan Dasar, lanjut Prof.Dante, 1 dari 3 masyarakat di Indonesia mengalami obesitas. Selain itu, 1 dari 5 anak-anak di Indonesia mengalami kelebihan berat badan.</p>
<p>Persentase obesitas terus meningkat dalam satu dekade terakhir, yakni dari 8% pada 2007 menjadi 21,8% pada 2018. Hal ini hampir terjadi di semua negara berkembang karena adanya perubahan pendapatan yang lebih baik.</p>
<p>“Pendapatan mereka mulai naik, makanan mereka mulai berubah dan sebagainya, sehingga angka obesitas di daerah tersebut menjadi lebih tinggi,“ ucap Prof. Dante.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Dr. Eva Susanti mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian obesitas adalah akses teknologi dan fasilitas yang customer-oriented seperti layanan pesan makan online dan ojek online, sehingga membuat masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik.</p>
<p>“Terjadinya gaya hidup yang mager (malas gerak) atau sedentary lifestyle, juga meningkatnya lingkungan obesogenik, yaitu makanan yang tinggi kadar gula dan lemak serta tanpa memperhatikan nilai kalori,” kata Eva.</p>
<p>Eva mengungkapkan bahwa kesuksesan pencegahan dan pengendalian obesitas di Indonesia tidak lepas dari dukungan semua pihak baik lintas sektor maupun lintas program, swasta, dan masyarakat. Masyarakat diharapkan mau meningkatkan pengetahuan dan kesadaran serta kepedulian terhadap obesitas dengan melakukan deteksi sedini secara teratur di posbindu maupun fasyankes.</p>
<p>“Obesitas sangat mungkin dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Pencegahan terhadap faktor risiko yang memerlukan komitmen setiap individu untuk bisa bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya,” kata Eva.</p>
<p>Hari Obesitas Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Maret. Pada tahun ini, peringatan mengusung tema global “Lets talk About Obesity” dan tema nasional “Ayo Lawan Obesitas”.</p>
<p>Hari Obesitas Sedunia merupakan momentum bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, serta organisasi profesi, swasta, dan seluruh komponen masyarakat, serta individu untuk mencegah obesitas.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53569435335_f7510a70f3_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Diampu RSUP Vertikal Kemenkes, RSUD di Jakarta Diharapkan Mampu Layani Penyakit Prioritas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ diampu-rsup-vertikal-kemenkes-rsud-di-jakarta-diharapkan-mampu-layani-penyakit-prioritas</link>				
         <pubDate>Wed, 06 Mar 2024 19:31:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ diampu-rsup-vertikal-kemenkes-rsud-di-jakarta-diharapkan-mampu-layani-penyakit-prioritas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Maret 2024</p>
<p>RSUD di Jakarta menjalin kerja sama pengampuan layanan penyakit prioritas dengan RSUP Vertikal Kementerian Kesehatan. Kerja sama bertujuan agar RSUD di Jakarta mampu melakukan layanan penyakit prioritas, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kerja sama tersebut. RSUP Vertikal kini dapat berbagi kemampuannya dengan rumah sakit lain, khususnya RSUD.</p>
<p>&#8220;Ini adalah contoh paling konkret, saya senang sekali. Artinya, rumah sakit-rumah sakit vertikal bisa membagi-bagi ilmunya ke seluruh rumah sakit umum daerah di 38 provinsi,&#8221; ujarnya usai menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut dalam rangka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) DKI Jakarta di Hotel Aston Jakarta, Selasa (5/3).</p>
<p>Sebagai upaya transformasi kesehatan, Menkes Budi menargetkan RSUP Vertikal mampu membagi ilmunya ke RS lain, RSUP Vertikal harus melakukan penelitian bekerja sama dengan perguruan tinggi, dan melakukan transformasi internal.</p>
<p>Setelah berhasil melakukan pengampuan terhadap RSUD, Menkes Budi mengharapkan RSUD tersebut mampu mengampu RS lain di wilayahnya, termasuk RS swasta.</p>
<p>&#8220;Ditarget juga RSUD-nya harus mengampu seluruh rumah sakit yang ada di daerahnya sendiri karena layanan penyakit prioritas tidak akan cukup dilayani sendiri,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Setelah berhasil dengan pengampuan di DKI Jakarta, Menkes Budi meminta dinas kesehatan agar tidak hanya mengurus rumah sakit, tetapi juga mengurus puskesmas karena menjaga orang sehat lebih baik daripada mengobati orang sakit.</p>
<p>Sementara itu, ada 11 penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman terkait jejaring layanan unggulan antara RSUP Vertikal dan RSUD, yakni:</p>
<p>1. RSCM dan 6 RSUD di Jakarta tentang kerja sama layanan diabetes melitus dilanjut dengan perjanjian kerja sama jejaring pengampuan pelayanan uronefrologi.</p>
<p>2. RSUD Tarakan dan RSCM terkait perjanjian kerja sama jejaring pengampuan pelayanan gastrohepatologi.</p>
<p>3. RS Umum Persahabatan dan RSUD Tarakan terkait kerja sama layanan donor transplantasi paru, dilanjut dengan penandatanganan perjanjian kerja sama jejaring layanan resipien transplantasi paru.</p>
<p>4. RS Marzoeki Mahdi dan RS Soeharto Heerdjan dengan RS Khusus Daerah Duren Sawit tentang pengampuan layanan kesehatan jiwa.</p>
<p>5. RSJP Harapan Kita dan 6 RSUD yang diwakili oleh RSUD Koja tentang kerja sama jejaring pengampuan pelayanan kardiovaskuler.</p>
<p>6. RSAB Harapan Kita dan RSUD Koja tentang perjanjian kerja sama jejaring pengampuan pelayanan kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>7. RSUP Persahabatan dan 6 RSUD yang diwakili oleh RSUD Budi Asih tentang perjanjian kerja sama jejaring pelayanan rujukan respirasi dan TBC.</p>
<p>8. RS PON dan 7 RSUD yang diwakili RSUD Cengkareng tentang kerja sama jejaring pengampuan layanan stroke.</p>
<p>9. RSPI Sulianti Saroso dan RSUD Cengkareng tentang kerja sama pengampuan layanan penyakit infeksi emerging.</p>
<p>10. RS Dharmais dan 6 RSUD diwakili oleh RSUD Pasar Minggu tentang kerja sama jejaring pengampuan layanan kanker.</p>
<p>11. RSUP Fatmawati dan RSUD Pasar Minggu tentang layanan trauma.</p>
<p>Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, saat ini Jakarta bergerak menuju babak baru sebagai kota global. Untuk itu, Jakarta perlu menyiapkan beberapa faktor utama meliputi aktivitas bisnis, kapasitas SDM, pertukaran informasi, pengalaman kultural, dan sektor kesehatan agar pelayanannya menjadi semakin profesional dan kompeten di bidangnya.</p>
<p>&#8220;Saya menyambut baik pelaksanaan perjanjian kerja sama antara rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan dan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jakarta yang akan mempercepat pengembangan layanan rujukan, meningkatkan profesionalisme pelayanan, serta mendukung transformasi layanan kesehatan di rumah sakit umum daerah,&#8221; katanya.</p>
<p>Tentunya, hal ini tidak hanya berlaku di Jakarta, tetapi juga kota penyangga seperti Bekasi dan Depok. Dengan demikian, beban Jakarta dalam melayani kesehatan masyarakat sekitar dapat berkurang karena tersebar ke berbagai wilayah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53569591395_01dfc7f79f_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>2 Tips Jaga Kesehatan Ala Menkes Budi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ 2-tips-jaga-kesehatan-ala-menkes-budi</link>				
         <pubDate>Wed, 06 Mar 2024 18:49:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ 2-tips-jaga-kesehatan-ala-menkes-budi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 6 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke Yayasan Lions Club Indonesia (YLI) di Jakarta pada Rabu (6/3/2024). YLI merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan mengumpulkan dana dari masyarakat untuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup, serta bantuan bencana alam dan kegiatan kemanusiaan lainnya.</p>
<p>Dalam sambutannya pada kunjungan itu, Menteri Budi menyampaikan, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2030. Pada tahun itu, penduduk Indonesia didominasi usia produktif sehingga menjadi momentum untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan menjadikan Indonesia negara maju.</p>
<p>“Nah, kalau negara maju itu pendapatan perkapitanya harus Rp 15 juta per bulan. Kalau masih di bawah itu, artinya belum bisa menjadi negara maju,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Menteri Budi melanjutkan, untuk mencapai pendapatan per kapita, masyarakat usia produktif perlu dijaga. Salah satunya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan adalah meningkatkan layanan primer untuk puskesmas dan posyandu.</p>
<p>Menkes Budi mengungkapkan, mayoritas orang di dunia menganggap sehat adalah ketika sembuh dari penyakit. Padahal, strategi yang tepat adalah dengan fokus menjaga orang tetap sehat bukan mengobati orang sakit.</p>
<p>Menteri Budi juga membagikan dua tips untuk menjaga diri agar masyarakat tetap sehat, yakni mengatur pola makan dan berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.</p>
<p>“Menjaga kesehatan itu gampang cukup jaga makan dan olahraga,” kata Menteri Budi.</p>
<p>Menkes Budi menutup sambutannya dengan menyampaikan, kesehatan sangat penting sehingga semua orang harus tetap sehat dengan menjaga kesehatan dan tidak sakit. Ia menambahkan, upaya membangun Indonesia Sehat tidak bisa eksklusif dan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi dilakukan semua pihak dan secara bersama-sama.</p>
<p>Selain itu, Menkes Budi menambahkan, upaya membangun Indonesia Sehat juga tidak bisa hanya menggunakan pendekatan program, tetapi mengutamakan pendekatan ke masyarakat. Ia menambahkan, bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa untuk bersama-sama menyelesaikan masalah kesehatan demi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Setelah memberikan sambutan, Menteri Budi melakukan kunjungan ke klinik utama cuci darah milik YLI dan berbincang-bincang dengan pasien yang sedang melakukan cuci darah di klinik YLI.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53570695996_6f7f9971ee_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Pabrik IVD Terbesar di Indonesia Dukung Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ pabrik-ivd-terbesar-di-indonesia-dukung-transformasi-sistem-ketahanan-kesehatan</link>				
         <pubDate>Tue, 05 Mar 2024 21:02:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ pabrik-ivd-terbesar-di-indonesia-dukung-transformasi-sistem-ketahanan-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Kabupaten Bekasi, 5 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan PT. Virtue Diagnostic Indonesia, yang merupakan perusahaan In Vitro Diagnostic (IVD) inovatif lokal bertaraf internasional, di Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa (5/03/2024). Kehadiran perusahaan ini sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian Industri di bidang In Vitro Diagnostic (IVD) nasional yang bertujuan memenuhi kebutuhan reagen imunologi dan hematologi baik nasional maupun regional.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, komitmen dari PT. Virtue Diagnostic Indonesia, yang telah berinvestasi di Indonesia, akan sangat mendukung pilar ketiga transformasi kesehatan yang sedang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu sistem ketahanan kesehatan. Hal ini memungkinkan semua kebutuhan, mulai dari alat-alat kesehatan, obat-obatan, hingga vaksin, dapat diproduksi di dalam negeri.</p>
<p>“Alat-alat ini dan reagennya atau bahan bakunya nanti akan banyak dibutuhkan dan selama ini kita masih impor. Namun, dengan adanya bantuan dari teman-teman Virtue yang membangun pabrik di Indonesia tentu sangat membantu dan kami sangat menghargainya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Terdapat dua alat kesehatan yang diproduksi oleh PT Virtue Diagnostic Indonesia, yakni hematology analyzer dan chemiluminescence immunoassay, yang dapat memenuhi kebutuhan di fasilitas pelayanan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit. Kedua alat itu akan sangat bermanfaat untuk memeriksa kondisi atau status kesehatan masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi mengungkapkan bahwa mulai tahun ini pemerintah akan mengarahkan agar ada alokasi dana yang sangat besar untuk pengadaan alat-alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri hingga 3-4 tahun ke depan. Hal ini agar Indonesia memiliki potensi besar dalam hal belanja layanan kesehatan sehingga dapat menjadi peluang besar bagi para investor.</p>
<p>“Jadi, kami akan melakukan pengadaan dengan kebijakan pemerintah. Kami akan menghubungi Anda para investor, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang mengutamakan penelitian dan pengembangan serta manufaktur di Indonesia. Ini adalah untuk sistem ketahanan kesehatan kita,” ujarnya.</p>
<p>Menkes Budi berharap, produksi alat-alat kesehatan di dalam negeri akan membantu memenuhi kebutuhan dengan lebih cepat dan harga lebih terjangkau.</p>
<p>Sementara, Director PT. Virtue Diagnostic Indonesia Martin Marpaung mengatakan, pembangunan pabrik IVD Indonesia merupakan strategi untuk memperkuat basis produksi dan distribusi produk-produk Virtue di Indonesia serta memasuki pasar IVD di negara-negara Asia Tenggara.</p>
<p>&#8220;Dengan memiliki basis produksi di Indonesia sehingga bisa memenuhi kebutuhan produk domestik dan global akan produk-produk IVD yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,&#8221; kata Martin dalam konferensi pers, Selasa (5/03/2024).</p>
<p>Martin menjelaskan, produk unggulan dari IVD adalah produk instrumen dan reagen imunologi dengan teknologi Chemiluminescence (ChLIA) yang saat ini menjadi satu-satunya produk ChLIA yang diproduksi di Indonesia. Produk-produk Virtue yang diproduksi di Indonesia juga telah dilakukan uji klinis yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia RSUI, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta (RSA UGM).</p>
<p>Terdapat 4 grup produk yang telah dan akan diluncurkan di pasar domestik tahun ini, yakni produk imunologi, hematologi, kimia klinik, dan molekuler dengan menggunakan jenama VERCENTRA untuk instrumen dan VIRTUE untuk reagen.</p>
<p>Saat ini, Virtue Diagnostic Indonesia telah memiliki lebih dari 60 tenaga ahli yang berpengalaman untuk mendukung riset dan pengembangan serta produksi produk-produk IVD. Perusahaan juga memiliki fasilitas manufaktur yang mampu memproduksi lebih dari 1000 unit instrumen per tahun dan lebih dari 6.000 liter reagen per hari. Kapasitas produksi tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan peningkatan kebutuhan.</p>
<p>Martin menambahkan, Virtue Diagnostic Indonesia telah mendapatkan Sertifikat Standar Industri Alat Kesehatan dan Sertifikat Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) pada Desember 2023 lalu.</p>
<p>“Kami bertekad untuk terus mendukung pemerintah untuk meningkatkan kompetensi manufaktur yang menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi sehingga Virtue Diagnostic Indonesia bisa menjadi manufacturing partner yang melayani kebutuhan domestik dan regional Asia Tenggara,” tuturnya.</p>
<p>Peresmian Pabrik IVD terbesar di Indonesia ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Lucia Rizka Andalucia dan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53567999632_484652d6e9_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Dorong Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Alkes Dalam Negeri</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dorong-peningkatan-kualitas-dan-kuantitas-alkes-dalam-negeri</link>				
         <pubDate>Tue, 05 Mar 2024 21:01:52 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dorong-peningkatan-kualitas-dan-kuantitas-alkes-dalam-negeri</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan industri kesehatan dalam negeri telah mengalami peningkatan dan diprediksi akan terus berkembang. Saat ini, beberapa alat kesehatan (alkes) sudah diproduksi di Indonesia, bahkan sebagian di antaranya telah diekspor ke luar negeri.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan hal itu saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) di Jakarta pada Selasa (5/3).</p>
<p>“Kebutuhan pembelian alat kesehatan dalam negeri kita sangat tinggi. Saat COVID-19, tempat tidur dan monitor itu banyak sekali permintaanya. Saya juga melihat produsen kita dalam membuat tempat tidur sudah bagus-bagus, malah karena pengalaman ini jadi bisa ekspor juga,” kata Menkes.</p>
<p>Menkes meyakini pada masa mendatang makin banyak produsen dalam negeri yang mampu memproduksi alkes yang dibutuhkan oleh Indonesia, terutama alkes yang dibutuhkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan.</p>
<p>Karena itu, ASPAKI selaku asosiasi produsen alkes di seluruh Tanah Air memiliki peran penting dan sentral untuk meningkatkan kualitas anggotanya dalam memproduksi alat kesehatan sesuai dengan standar pemerintah.</p>
<p>“Kemenkes meluncurkan program pemberian 300.000 antropometri ke seluruh posyandu, itu membangunkan industri alkes juga. Memang tidak sekaligus semuanya bagus, tapi secara bertahap mulai kelihatan berkembang. Kalau pemerintah standarnya sudah bagus, pasti dokter, klinik, maupun fasyankes lainnya akan akan mengikuti standar ini,“ ucap Menkes.</p>
<p>Ke depan, Menkes optimistis kualitas alat kesehatan produksi dalam negeri akan makin meningkat. Apabila aspek ini terpenuhi, Menkes meyakini industri alkes dalam negeri dapat mensuplai minimal 50 persen kebutuhan alkes di dalam negeri.</p>
<p>“Kalau industri dalam negeri kuat dan kualitasnya bagus, maka target pemerintah untuk mengamankan 50 persen suplai dari kebutuhan dalam negeri bisa tercapai, yang penting kualitasnya bagus,” tutur Menkes.</p>
<p>Pemerintah juga sudah memberikan banyak dukungan untuk meningkatkan kualitas alkes dalam negeri. Bentuk dukungan yang diberikan di antaranya bantuan PQ WHO, pendampingan teknis (technical assistance), dukungan transfer teknologi, reverse engineering, pengembangan riset dan inovasi, serta jaminan pasar bagi alat kesehatan dalam negeri.</p>
<p>Tak hanya itu, pemerintah juga meningkatkan ekosistem pasar alat kesehatan dalam negeri, di antaranya preferensi pengadaan alat kesehatan dalam negeri dan mekanisme freeze-unfreeze substitusi alat kesehatan impor pada e-Katalog.</p>
<p>Terakhir, Menkes memberikan apresiasi kepada pada pelaku industri dan kepada ASPAKI atas kontribusi dan dukungan yang terus diberikan untuk menyukseskan agenda transformasi tesehatan.</p>
<p>“Kami berharap ASPAKI senantiasa menjadi partner pemerintah dan menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan industri alat kesehatan di Indonesia sehingga kita tidak terus bergantung kepada negara lain,” tutur Menkes.</p>
<p>“Saya juga berharap agar industri alat kesehatan Indonesia senantiasa mematuhi standar keamanan, mutu dan kemanfaatan alat kesehatan,” lanjut Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/9e3f7405-b3c9-47c0-a28c-c6aa56951a7c.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Ajak Kader Posyandu Melayani Ibu Hamil Hingga Lansia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-ajak-kader-posyandu-melayani-ibu-hamil-hingga-lansia</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Mar 2024 22:06:37 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-ajak-kader-posyandu-melayani-ibu-hamil-hingga-lansia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak kader posyandu untuk memberikan pelayanan pada seluruh siklus hidup manusia, yakni mulai dari dalam kandungan hingga lanjut usia (lansia). Hal tersebut disampaikannya saat makan siang bersama kader-kader posyandu di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (4/3/2024).</p>
<p>Menkes mengatakan, selama ini pelayanan kader posyandu lebih terfokus pada ibu hamil dan balita. Padahal, populasi masyarakat Indonesia yang lebih dewasa semakin banyak.</p>
<p>“Kami meminta kader posyandu bukan hanya melayani ibu hamil dan balita, tapi seluruh siklus hidup, yaitu ibu hamil, balita, remaja, dewasa, dan lansia,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menambahkan, kader posyandu harus mengikuti pembelajaran untuk dapat melayani seluruh siklus hidup manusia. Kelas-kelas digital akan diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu. Sebanyak 1,5 juta kader posyandu akan didata untuk mendapatkan edukasi.</p>
<p>Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan berencana melakukan digitalisasi di posyandu. Hal ini sejalan dengan tujuan dari transformasi kesehatan pilar keenam, yakni transformasi teknologi kesehatan. Nantinya, semua posyandu akan melakukan pencatatan secara digital.</p>
<p>“Posyandu bisa punya data orang-orang di bawahnya, jadi tahu yang darah tinggi mana, yang kolesterol mana, jadi harus diingatkan supaya diobati,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Diketahui, Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan memberikan apresiasi kepada 10 kader terpilih berupa makan siang bersama. Kader tersebut merupakan pemenang kuis kompetensi kader seputar pemberian makanan tambahan (PMT) dan penimbangan bayi dan balita. Dalam kegiatan tersebut, Menkes dan Wamenkes dapat mendengarkan langsung aspirasi dari kader posyandu yang mengabdi di berbagai daerah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53567186035_0325b11fa6_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah dan Tangani Obesitas dengan Menerapkan Pola Hidup sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dan-tangani-obesitas-dengan-menerapkan-pola-hidup-sehat</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Mar 2024 21:53:30 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-dan-tangani-obesitas-dengan-menerapkan-pola-hidup-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Maret 2024</p>
<p>Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan di masyarakat Indonesia dan perlu ditangani dengan sungguh-sungguh. Data Riskesdas pada 2018 menunjukkan adanya peningkatan angka prevalensi obesitas, yaitu 21,8%, dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 14,8%.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Dr. Eva mengatakan, tantangan dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian obesitas, di antaranya kesadaran masyarakat bahwa obesitas merupakan penyakit.</p>
<p>“Teknologi yang tidak mendukung aktivitas fisik dimana mudahnya transportasi dan gawai sehingga membuat masyarakat Indonesia malas bergerak kemudian peran pemerintah daerah yang masih perlu kita dorong untuk menciptakan lingkungan yang kondusif melalui aturan dan ruang-ruang, menyiapkan ruang-ruang olahraga untuk masyarakat,” kata Direktur P2P Dr. Eva dalam temu media melalui Zoom Meeting.</p>
<p>Dr. Eva melanjutkan, meningkatnya pengetahuan, kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap obesitas dengan melakukan deteksi sedini mungkin merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran serta menghindari penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan lain-lain.</p>
<p>“Dari sisi pelayanan kesehatan, pelayanan terhadap penyandang obesitas harus dilakukan secara paripurna mulai dari upaya deteksi dini faktor risiko PTM yang dilakukan secara mandiri di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu PTM atau Posyandu), puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,” kata Dr. Eva.</p>
<p>Dr. Eva juga mengungkapkan, obesitas sangat mungkin dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Penerapan perilaku hidup sehat ini memerlukan komitmen setiap individu untuk ikut bertanggung jawab atas kesehatan dirinya.</p>
<p>“Untuk itu, saya mengajak segenap hadirin untuk segera merubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk mencegah obesitas, di mulai dari diri sendiri dan ikut serta menjadi agen perubahan bagi keluarga dan orang-orang terdekat serta masyarakat pada umumnya,” ungkap Direktur P2PTM.</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperingati Hari Obesitas Sedunia/ World Obesity Day (WOD) dengan menggelar temu media melalui Zoom Meeting pada Senin (4/3/2024). Temu media ini mengangkat tema global, yakni “Let’s Talk about Obesity”, yang diterjemahkan dalam tema nasional menjadi: “Ayo, Lawan Obesitas.</p>
<p>Tema tersebut memiliki pesan khusus yang akan disampaikan, yakni 1) masyarakat memahami tentang faktor risiko dan mau mengubah perilaku untuk mencegah obesitas sejak dini serta melakukan deteksi dini secara teratur di Posbindu maupun fasyankes; 2) pelayanan paripurna bagi penyandang obesitas untuk pengendalian penyakit sehingga mencapai berat badan yang normal.</p>
<p>Dr. Elsye, yang menjadi narasumber pada temu media tersebut, menyampaikan, ciri-ciri obesitas seperti lingkar pinggang laki-laki &gt; 90 cm dan perempuan &gt; 80 cm; tekanan darah ≥ 130/85 mmhg, gula darah puasa &gt; 100 mg/dL; dan kadar kolesterol, yakni trigliserida ≥ 150 mg/dL, serta HDL &lt; 40 mg/dL (laki-laki) dan &lt; 50 mg/dL (perempuan).</p>
<p>“Apabila kita memiliki tiga dari lima gejala di atas, menurut International Diabetes Federation, ini sudah termasuk sindroma metabolik. Jika kita duduk minimal empat jam, kita bisa memiliki kumpulan gejala sindroma metabolik ini. Harus hati-hati kalau kita memiliki sindroma metabolik, tentunya risiko penyakit jantung akan meningkat,’ Kata Dr. Elsye.</p>
<p>Dr. Elsye mengatakan, kunci pencegahan obesitas, yang dapat memicu penyakit jantung, adalah gaya hidup sehat. Aktivitas fisik dan nutrisi harus dijaga dan seimbangan agar pola hidup sehat menjadikan tubuh bugar dan terhindar dari penyakit.</p>
<p>Menurut WHO dan Kemenkes, gaya hidup sehat mencakup:</p>
<p>Konsumsi berbagai macam sayur dan buah segar (minimal 400 g/hari),</p>
<p>Konsumsi makanan/minuman rendah lemak, gula, dan garam,</p>
<p>Hindari minuman beralkohol,</p>
<p>Jaga berat badan dan komposisi lemak tubuh tetap ideal,</p>
<p>Hidup aktif setiap hari,</p>
<p>Latihan fisik atau olahraga secara teratur</p>
<p>Dr. dr. Tan Shot Yen, yang juga menjadi narasumber pada temu media, menyampaikan tentang adiksi pangan. Pergeseran jenis dan pola makan menimbulkan dampak industrialisasi yang mengakibatkan turunnya konsumsi pangan padat nutrisi.</p>
<p>“Dampak industrialisasi itu membuat orang itu yang tadinya makan baik-baik saja akhirnya menjadi tidak baik-baik saja, karena banyak sekali imbuhannya dan menganggap pekerjaan paling penting dari apa yang kita makan,” kata Dr. dr. Tan.</p>
<p>Dr. dr. Tan melanjutkan, produk pangan telah diklasifikasikan ke dalam empat kelompok. Kelompok pertama mencakup makanan tidak diproses/minimal proses seperti sayur/buah segar, padi-padian dan kacang-kacangan, tepung tumbuk, pasta kering atau basah yang terbuat dari tepung dan air, telur, daging ikan segar atau beku, dan susu pasteurisasi.</p>
<p>Kelompok kedua mencakup bahan masakan terproses, di antaranya gula, minyak, lemak, garam dan lainnya yang berasal dari bahan pangan dan digunakan di dapur. Kelompok ketiga mencakup pangan proses, di antaranya produk kalengan, buah kering, produk daging yang diasinkan, keju rumahan, roti segar tidak dikemas.</p>
<p>Kelompok keempat mencakup produk ultra proses, di antaranya minuman ringan, camilan kemasan, roti produk massal, berbagai produk nugget dan makan beku bermerek, aneka produk yang tidak lagi mengandung bahan utuh, diproduksi industri besar-besaran dengan komersialisasi.</p>
<p>“Kualifikasi kelompok pangan ini bisa menjadi suatu pegangan untuk menilai apakah makanan makanan kita baik atau tidak,” kata Dr. dr. Tan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot_20240304_214617_Samsung-Notes.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Terima Penghargaan Angka Nitisastro dari ITS</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-terima-penghargaan-angka-nitisastro-dari-its</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Mar 2024 21:50:34 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-terima-penghargaan-angka-nitisastro-dari-its</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Maret 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerima penghargaan Angka Nitisastro dari Institut Negeri Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya atas kontribusinya dalam menangani pandemi COVID-19 dan membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat serta tangguh.</p>
<p>Pada penyerahan penghargaan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (4/3), Menkes Budi menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut.</p>
<p>Menurutnya, berbagai capaian penting yang diraih oleh Kemenkes saat ini merupakan kontribusi hebat dari berbagai pihak, termasuk seluruh insan Kemenkes.</p>
<p>“Saya ucapkan terima kasih. Saya rasa ini jasa teman-teman Kemenkes juga,” kata Menkes.</p>
<p>Menkes mengatakan semua hal yang telah dilakukannya selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan merupakan bagian dari tugas dan kewajiban dari Presiden Joko Widodo. Menkes menambahkan, ia harus menuntaskan tugas dan kewajiban tersebut.</p>
<p>Setidaknya ada 3 hal penting yang harus dilakukan, yakni melaksanakan vaksinasi COVID-19, mengatasi pandemi COVID-19, serta melakukan reformasi kesehatan yang menekankan perubahan paradigma masyarakat dari kuratif menjadi preventif agar menciptakan lebih banyak masyarakat yang sehat.</p>
<p>“Alhamdulillah, tugas pertama dan kedua telah kita selesaikan. Saat ini, kami sedang berfokus untuk melakukan reformasi sistem kesehatan melalui transformasi kesehatan 6 pilar yang telah dimulai sejak tahun 2021,” ucap Menkes.</p>
<p>Enam transformasi kesehatan itu, yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi ketahanan sistem kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.</p>
<p>Rektor ITS Mochamad Ashari menjelaskan bahwa penghargaan Angka Nitisastro merupakan bentuk apresiasi keluarga besar ITS untuk memberi penghormatan atas dedikasi dan kontribusi para tokoh nasional.</p>
<p>Ia menjelaskan, Menkes Budi terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan karena telah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa untuk masyarakat, negara, dan ITS</p>
<p>“ITS ingin menyampaikan penghargaan kepada tokoh nasional yang telah memberikan kontribusi, jasa, karya maupun prestasi kepada bangsa, negara juga ITS,” kata Rektor Ashari.</p>
<p>Penghargaan Angka Nitisastro merupakan penghargaan bergengsi dan diberikan saat Dies Natalis ITS ke-63 tersebut, selain Menkes Budi, penghargaan juga diberikan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta Rektor ITS periode 2011 – 2015, Triyogi Yuwono.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG_8473.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Perkuat Jaringan ASEAN EOC</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-perkuat-jaringan-asean-eoc</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Mar 2024 21:25:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-perkuat-jaringan-asean-eoc</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 4 Maret 2024</p>
<p>Dalam upaya memperkuat jejaring kegawatdaruratan di tingkat ASEAN, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan bertemu dengan ASEAN Emergency Operations Centre (EOC) Network. </p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pertemuan ini membawa peluang lain untuk memperkuat kolaborasi regional, termasuk dengan mitra internasional, dalam tanggap darurat dan kesiapsiagaan di ASEAN.</p>
<p>“Pertemuan ini menandai tonggak penting dalam upaya kita bersama untuk memperkuat kerja sama regional dalam tanggap darurat dan kesiapsiagaan di ASEAN,” ujar Sekjen Kunta, di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (4/3).</p>
<p>Sekjen Kunta mengakui pentingnya kunjungan ini untuk meningkatkan kolaborasi dan pemahaman terkait ASEAN Emergency Operations Centre Network yang dipimpin oleh Malaysia. Kolaborasi dan solidaritas antara negara-negara ASEAN menjadi kunci saat menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh ancaman kesehatan global, seperti pandemi COVID-19 dan penyakit menular baru lainnya. </p>
<p>“ASEAN Emergency Operations Centre Network memenuhi komitmen kami untuk meningkatkan ketahanan regional dan kapasitas respons pada saat krisis,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>ASEAN Emergency Operations Centre Network berperan penting dalam memajukan upaya kolektif untuk memperkuat kapasitas tanggap darurat di ASEAN.</p>
<p>Sekjen Kunta menyampaikan apresiasi kepada mitra, yakni Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, atas kolaborasi dan dukungan yang tiada henti. Kemitraan ini penting untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan dalam mengatasi kedaruratan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Bersama dengan mitra-mitra ASEAN, kami telah memulai perjalanan menuju pembangunan yang lebih kuat dan jaringan tanggap darurat yang saling terhubung di kawasan ASEAN. Dukungan dan kolaborasi sangat berharga ketika kita bekerja sama untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan berada di wilayah tersebut,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53566899946_51c9045657_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Gelar CollaboRUN</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-gelar-collaborun</link>				
         <pubDate>Mon, 04 Mar 2024 07:50:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-gelar-collaborun</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Maret 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar collaboRUN atau Lari Bareng ASN yang berasal dari kementerian dan lembaga lainnya. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Direktorat Usia Produktif Kemenkes bersama Kemenkes Runners, yang merupakan komunitas olahraga lari di Kemenkes, dan ASN Nation, yakni komunitas ASN di seluruh Indonesia.</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan Kemenkes menjadi tuan rumah untuk kegiatan collaboRUN tahun ini. &#8220;Dengan kegiatan yang fun, sehat, kita ingin memasyarakatkan olahraga lari ini sehingga masyarakat kita terjaga kesehatannya, sehingga masyarakat, negara kuat dan produktivitas meningkat,&#8221; Kata pof. Dante.</p>
<p>Prof. Dante menekankan, collaboRUN yang mengangkat tagar #run4helath adalah kegiatan yang sangat positif dan perlu dikembangkan. &#8220;Acara ini sungguh acara yang positif nanti saya usahakan dan ini harus dikembangkan, nanti saya akan ikut di kementerian-kementerian lain.</p>
<p>Kegiatan collaboRUN merupakan kegiatan lari bersama yang bersifat santai tanpa unsur kompetisi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi, sinergi, dan kolaborasi antara para pelari yang juga ASN dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Selain itu, kegiatan collaboRUN bertujuan membentuk ASN yang tangguh, sehat, dan berkinerja baik.</p>
<p>Kegiatan collaboRUN yang dilaksanakan pada Minggu (3/3/2024) diikuti oleh 600 peserta. Mereka menempuh jarak sejauh 5 kilometer dengan rute start di lapangan Kantor Kementerian Kesehatan, Kawasan Mega Kuningan, dan finis kembali Ke Kantor Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Selain lari santai, rangkaian kegiatan collaboRUN juga mencakup talkshow, games, dan doorprize. Kegiatan collaboRUN ini juga diharapkan meningkatkan komitmen serta kemitraan antara kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah maupun lintas sektor.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53564453304_2fb297a134_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Sehat pada Masa Depan Dapat Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-sehat-pada-masa-depan-dapat-diwujudkan-dengan-transformasi-kesehatan</link>				
         <pubDate>Fri, 01 Mar 2024 15:02:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-sehat-pada-masa-depan-dapat-diwujudkan-dengan-transformasi-kesehatan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bogor, 29 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan upaya mewujudkan Indonesia sehat dan Indonesia emas pada masa depan dilakukan dengan menjalankan Transformasi Kesehatan. Hal tersebut disampaikannya pada kuliah umum di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, pada Kamis (29/02).</p>
<p>“Bagaimana caranya menjaga agar Indonesia tetap sehat? Dengan menjalankan 6 pilar transformasi kesehatan,” ucap Menkes.</p>
<p>Enam pilar transformasi kesehatan yang sedang dijalankan, yakni pilar pertama adalah transformasi layanan primer yang fokus pada promotif preventif dan bukan kuratif. Pilar kedua, yakni transformasi layanan sekunder yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.</p>
<p>Pilar ketiga adalah transformasi sistem ketahanan kesehatan yang fokus pada kemandirian obat dalam negeri dan penyediaan tenaga cadangan kesehatan seperti yang dilakukan saat pandemi COVID-19 lalu. Pilar keempat, yakni transformasi sistem pembiayaan kesehatan.</p>
<p>Pilar kelima, yakni transformasi SDM kesehatan yang berkualitas dan penyebarannya merata. Pilar keenam adalah transformasi teknologi kesehatan yang fokus pada informasi teknologi dan bioteknologi.</p>
<p>“Dari enam pilar ini, yang paling di hati saya adalah pilar nomor satu karena itu yang penting, yaitu menjaga orang tetap sehat” ujar Menkes.</p>
<p>Menkes juga menyarankan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga minimal 30 menit sehari serta menjaga pola makan. Jika hal tersebut sudah dilakukan, ia menyarankan agar masyarakat melakukan skrining kesehatan di posyandu atau puskesmas terdekat.</p>
<p>Menkes menyebutkan ada 4 poin yang wajib diperiksa agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Dia menjelaskan, tiga poin berkaitan dengan darah dan satu poin berkaitan dengan lingkar perut.</p>
<p>“Cara dan tindakannya sangat mudah, periksa ke puskesmas untuk ukur tekanan darah, gula darah dan lemak darah agar tidak terkena diabetes, serangan jantung dan lain sebagainya, lakukan satu bulan sekali, gratis!” ucap Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53559966323_080028c2e9_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Uji Formil Ditolak MK, UU Kesehatan No 17/2023 Punya Kekuatan Hukum Mengikat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ uji-formil-ditolak-mk-uu-kesehatan-no-17-2023-punya-kekuatan-hukum-mengikat</link>				
         <pubDate>Fri, 01 Mar 2024 08:02:12 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ uji-formil-ditolak-mk-uu-kesehatan-no-17-2023-punya-kekuatan-hukum-mengikat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Februari 2024</p>
<p>Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji formil Undang Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan. MK menyatakan proses pembentukan Undang-Undang Kesehatan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sehingga UU Kesehatan tetap mempunyai kekuatan hukum mengikat.</p>
<p>“Menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Suhartoyo saat membacakan putusan di Jakarta, Kamis (29/2).</p>
<p>Uji formil merupakan pengujian untuk menilai apakah undang-undang terbentuk dengan cara yang telah diatur perundang-undangan. Dalam permohonan ini, pemohon mengajukan gugatan di antaranya terkait keterlibatan publik dalam penyusunan Undang-Undang Kesehatan.</p>
<p>Dalam putusannya, MK menilai pembentuk undang-undang telah melakukan upaya menjaring keterlibatan masyarakat. Bahkan, pemerintah secara aktif mengundang melalui berbagai forum, termasuk membuat sebuah laman (website) yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat, terutama para pemangku kepentingan yang hendak berpartipasi tidak hanya dari unsur profesi tenaga medis atau tenaga kesehatan.</p>
<p>“Artinya, pembentuk undang-undang dapat memilah dan memilih/menyaring seluruh saran dan masukan masyarakat untuk dijadikan bahan dalam mengambil keputusan dan perumusan norma dalam setiap pembentukan undang-undang,” kata Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah.</p>
<p>Pertimbangan MK itu berdasarkan empat fakta hukum mengenai pelibatan masyarakat dalam penyusunan UU Kesehatan. Fakta pertama, pemohon yang mewakili lima institusi telah diundang untuk konsultasi publik atau public hearing dalam penyusunan Undang-Undang Kesehatan.</p>
<p>Kedua, Kemenkes telah melakukan kegiatan public hearing, focus group discussion, dan sosialisasi sebagai upaya memenuhi hak masyarakat terhadap keterangan atau pendapat ahli serta masyarakat dalam pembentukan undang-undang. Hak-hak itu, yakni hak untuk didengar, hak untuk dipertimbangkan, dan hak untuk diberi penjelasan,</p>
<p>Ketiga, para saksi yang diajukan ke persidangan mengakui diundang dalam kegiatan konsultasi publik oleh Kementerian Kesehatan. Para saksi juga menyatakan dapat memberikan masukan dan saran terhadap materi muatan rancangan UU Kesehatan.</p>
<p>Keempat, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan akses kepada masyarakat terhadap rancangan undang-undang dan naskah akademik. Bahkan, Kementerian Kesehatan memberikan saluran untuk menyampaikan pendapat masyarakat melalui laman resmi, yaitu https://partisipasisehat.kemkes.go.id/ dalam bentuk pengisian form pendapat dan masukan secara daring (online).</p>
<p>Pembentukan UU 17/2023 juga dinilai telah mengakomodir sejumlah putusan MK sebagai salah satu alasan perlunya dilakukan perubahan Undang-Undang Kesehatan meski hal itu tidak dicantumkan secara eksplisit dalam landasan yuridis RUU Kesehatan. Sebelumnya, MK memutus sejumlah perkara yang memiliki kaitan dengan substansi UU Kesehatan.</p>
<p>MK juga menilai proses penyusunan UU Kesehatan telah sesuai kaidah pembentukan undang-undang yang baik mengikuti metode omnibus. UU Kesehatan juga menerapkan struktur penomoran yang sistematis sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh pengguna dan pemangku kepentingan. Dengan demikian, UU Kesehatan tidak cacat formil.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/03/53559247616_1b44ff5e4a_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Layanan Rujukan Humanis Kuatkan Integrasi Layanan Primer</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ layanan-rujukan-humanis-kuatkan-integrasi-layanan-primer</link>				
         <pubDate>Thu, 29 Feb 2024 18:19:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ layanan-rujukan-humanis-kuatkan-integrasi-layanan-primer</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Solo, 29 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti perlunya perbaikan pada layanan rujukan rumah sakit di Indonesia. Layanan ini tercakup dalam dua pilar transformasi kesehatan, yaitu Pilar 1 Transformasi Layanan Primer dan Pilar 2 Transformasi Layanan Rujukan.</p>
<p>Menteri Budi menegaskan bahwa prinsip rujukan harus bersifat humanis, bukan sekadar administratif. &#8220;Pertama, rujukan harus disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit,&#8221; ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah pada Kamis (29/2/2024).</p>
<p>Kedua, layanan rujukan rumah sakit perlu disesuaikan dengan kompetensi fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu menangani jenis penyakit tersebut. Ketiga, akses pelayanan harus cepat dan dekat. Artinya, jika puskesmas dapat memberikan layanan yang memadai, pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, selama ini sistem rujukan di Indonesia cenderung bersifat administratif. Karena itu, Menkes berkomitmen untuk melakukan perubahan terhadap layanan rujukan di Indonesia. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, Menkes menyambut baik masukan dari berbagai pihak.</p>
<p>Saat ini, perubahan dalam layanan rujukan sudah mulai diterapkan, khususnya untuk pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Contohnya, pada pasien jantung yang membutuhkan layanan cepat, Menkes Budi akan memastikan puskesmas dilengkapi dengan peralatan seperti elektrokardiogram (EKG), defibrillator, dan obat tenecteplase.</p>
<p>Selain itu, semua dokter umum di puskesmas akan dilatih untuk membaca EKG. Jika diperlukan, hasil EKG dapat dikonfirmasi oleh dokter spesialis jantung. Dokter umum juga akan dilatih untuk memberikan tenecteplase atau enzim yang termasuk dalam golongan obat fibrinolitik.</p>
<p>“Supaya kalau ada serangan jantung, enggak usah nunggu dibawa ke rumah sakit. Prinsipnya gitu kan, biar cepat dan dekat,” kata Menkes.</p>
<p>Menkes juga mengajak semua pihak terlibat untuk berkontribusi dalam memperbaiki cara dan budaya kerja yang baik sehingga Kemenkes dapat meninggalkan perilaku yang merugikan pasien.</p>
<p>Sementara itu, demi mewujudkan transformasi layanan kesehatan primer, Jawa Tengah menerbitkan surat keputusan gubernur sebagai payung hukum untuk melakukan uji coba integrasi layanan primer. &#8220;Dari 881 puskesmas, kita sudah dapat melakukan uji coba pada bulan ini dan ke depannya. Sebanyak 281 puskesmas, 331 puskesmas pembantu (pustu), dan 2305 posyandu,&#8221; ungkap Yunita Dyah Suminar, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah.</p>
<p>Ia juga berharap dukungan dari Menteri Kesehatan dengan meluncurkan program Penguatan Integrasi Layanan Primer melalui Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah Tahun 2024.</p>
<p>Kegiatan ini, yang mengusung tema &#8220;Penguatan Integrasi Layanan Primer dan Rujukan di Jawa Tengah,&#8221; dihadiri oleh berbagai komponen terkait dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Tengah, termasuk pemerintah daerah, Pusat, TNI/POLRI, swasta, dan masyarakat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG-20240229-WA0028.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Transformasi Layanan Primer Difokuskan Jaga Masyarakat Tetap Sehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ transformasi-layanan-primer-difokuskan-jaga-masyarakat-tetap-sehat</link>				
         <pubDate>Thu, 29 Feb 2024 09:37:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ transformasi-layanan-primer-difokuskan-jaga-masyarakat-tetap-sehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan pertemuan perencanaan pembangunan layanan kesehatan dengan tema “Perencanaan Pembangunan Pelayanan Kesehatan Sampai Tingkat Desa Tahun 2025-2027” di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (28/2/2024). Pertemuan ini sebagai kelanjutan dari kegiatan peluncuran integrasi pelayanan kesehatan primer pada Agustus 2023 lalu.</p>
<p>Sebagai kelanjutan dari peluncuran integrasi pelayanan kesehatan primer di tingkat nasional, pertemuan ini membahas perencanaan pembangunan pelayanan kesehatan hingga tingkat desa untuk periode 2025-2027. Selain itu, tahun 2024 ini akan diikuti dengan peluncuran integrasi pelayanan kesehatan primer di tingkat kabupaten/kota.</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyampaikan, pelayanan kesehatan primer menjadi layanan yang paling dekat di masyarakat, dengan fokus menjaga orang tetap sehat daripada mengobati orang sakit.</p>
<p>“Menjaga tetap sehat itu bukan sifatnya kuratif tapi promotif, itu sebabnya kenapa dikumpulin karena sejak jamannya orde baru berhenti kita lupa ngurusin gimana caranya hidup sehat, kita lebih banyak ngurusin gimana caranya ngobatin orang sakit,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes melanjutkan, dengan kesehatan yang terjaga, masyarakat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan lebih produktif. Apalagi, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada 2030. Pada tahun itu, penduduk Indonesia didominasi usia produktif sehingga menjadi momentum untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan kekhawatiran bahwa kesehatan yang buruk, seperti stunting, dapat menghambat perkembangan otak dan mengurangi produktivitas. “Kalau dia nggak sehat sejak bayi, stunting, nggak mungkin dia bisa pintar, perkembangan otaknya kurang karena dia stunting. Bolehlah kalau dia pintar tapi kena stroke sehingga dia tergeletak di rumah yah nggak mungkin dia bisa kerja dan produktif,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menambahkan, upaya menjadikan masyarakat Indonesia tetap sehat merupakan ide besar para pendahulu-pendahulu yang luar biasa. Karena itu, program revitalisasi akan melibatkan pembangunan 300 ribu posyandu di tingkat dusun, 85 ribu puskesmas pembantu (pustu) yang gabungan dari poskesdes dan pustu, serta revitalisasi 10 ribu puskesmas di kecamatan/kelurahan.</p>
<p>Revitalisasi ini dimulai dengan memberikan perhatian kepada kader, bidan, perawat, alat-alat kesehatan, alat lab puskesmas, dan gedung-gedung puskesmas. Menkes Budi juga menyatakan bahwa anggaran rumah sakit akan dialihkan ke puskesmas dan posyandu.</p>
<p>Revitalisasi ini sekaligus menjalankan program kesehatan yang melibatkan semua siklus hidup dari balita hingga lansia untuk mendapatkan pelayanan di puskesmas dan posyandu, dengan perlengkapan layanan, skrining, imunisasi, dan edukasi, serta transformasi menuju pelayanan yang lebih digital untuk keterjangkauan, sederhana, dan efisien.</p>
<p>“Semua alat kesehatan harus dilengkapi mulai dari layanan, skrining, imunisasi, dan edukasi serta seluruh pelayanan menjadi digitalisasi agar pelayanan lebih murah, sederhana dan lebih cepat,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menekankan bahwa kontribusi dan peran pemerintah pusat, daerah provinsi/kabupaten/kota, hingga desa sangat penting untuk membangun sistem kesehatan yang berfokus pada menjaga kesehatan.</p>
<p>Pertemuan ini diharapkan dapat mendorong transformasi pelayanan kesehatan primer sebagai momentum untuk memperkuat tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan di Indonesia, dengan dukungan yang efektif terhadap SPM bidang kesehatan.</p>
<p>Sebanyak 1.700 peserta hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri atas 38 Kepala Dinas Provinsi, 514 Kepala Bappeda, dan 514 Sekretaris Daerah Kabupaten/kota.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53557245524_6688bee298_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Marzoeki Mahdi–King’s College London Hospital Kerja Sama Kembangkan Layanan Kesehatan Mental Perinatal</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rs-marzoeki-mahdi-kings-college-london-hospital-kerja-sama-kembangkan-layanan-kesehatan-mental-perinatal</link>				
         <pubDate>Thu, 29 Feb 2024 09:36:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rs-marzoeki-mahdi-kings-college-london-hospital-kerja-sama-kembangkan-layanan-kesehatan-mental-perinatal</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Februari 2024</p>
<p>RS Marzoeki Mahdi menjalin kerja sama dengan King’s College London Hospital untuk mengmbangkan layanan kesehatan mental perinatal di Indonesia. Kerja sama tersebut diperkuat dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) oleh kedua pihak di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (28/2). </p>
<p>Kerja sama ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya kasus kesehatan mental pada ibu yang baru melahirkan. Berdasarkan data BKKBN pada 2024, sebanyak 57% ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues, yakni depresi ringan setelah melahirkan. Persentase tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan risiko baby blues tertinggi di Asia.</p>
<p>Saat ini, RS Marzoeki Mahdi sedang mendirikan Perinatal Mental Health Center dengan mengambil inspirasi dari Mother Baby Unit di King’s College London Hospital.</p>
<p>Sebelumnya, pada 24 Oktober 2023, Wakil Dekan Bidang Hubungan Internasional King’s College London Hospital Prof. Paola Dazzan telah berkunjung ke RS Marzoeki Mahdi dan memperkenalkan Mother Baby Unit di King’s College London Hospital yang dilengkapi dengan Perinatal Mental Health Team.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pemahaman dan perawatan terhadap kesehatan mental. Ia juga menyarankan agar kesehatan mental menjadi perhatian bersama, dan mengajak setiap individu untuk terlibat dalam menciptakan gerakan mengatasi masalah mental.</p>
<p>“Saya menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama antara RS Marzoeki Mahdi dengan King’s College London untuk bisa bertukar ilmu, bertukar pengalaman, dan kita bisa belajar banyak tentang teknologi-teknologi baru, cara-cara baru, metode baru dari King’s College London,” ujar Menkes Budi di Gran Melia, Jakarta, Rabu (28/2).</p>
<p>Menkes Budi mengapresiasi King’s College London Hospital yang bersedia untuk berkolaborasi dalam membangun Perinatal Mental Health Center di RS Marzoeki Mahdi. Menkes juga mengundang King’s College London untuk menjadi bagian dari dewan penasihat untuk bidang kesehatan jiwa di Indonesia.</p>
<p>Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi, Dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, menyatakan bahwa area kerja sama ini mencakup pengembangan Perinatal Mental Health Center. Ini merupakan unit komprehensif yang bertujuan memberikan layanan kesehatan jiwa bagi ibu hamil terkait dengan bagaimana mereka merawat janin dan bayinya pada tahun-tahun pertama.</p>
<p>Kerja sama ini juga mencakup pengembangan informasi kesehatan digital (digital health information) untuk layanan Mother Baby Unit di RS Marzoeki Mahdi.</p>
<p>“Saya rasa ini bisa membantu kita yang sedang kekurangan jumlah psikiater sehingga kita bisa menggunakan teknologi untuk keterbatasan sumber daya kesehatan jiwa di Indonesia,” ucapnya.</p>
<p>dr. Nova menambahkan, kerja sama juga meliputi penggunaan electronic health record untuk pencatatan data kesehatan. “Kami ingin sekali menggunakan sistem pencatatan data kesehatan, tapi yang juga bisa menjaga privasi, terutama data terkait masalah kesehatan jiwa,” kata dia.</p>
<p>Deputi Wakil Presiden Perkembangan Bisnis Global King’s College London Dr Helen Bailey mengatakan pihaknya hadir sebagai perguruan tinggi yang fokus pada praktik profesional di bidang kesehatan mental. </p>
<p>“Perlu digarisbawahi bahwa sebagai sebuah institusi, kami menyediakan pelatihan pendidikan kesehatan terbesar di Benua Eropa dalam bidang kesehatan fisik, kesehatan mental, dan berbagai disiplin ilmu terkait lainnya yang berkaitan dengan kedokteran kesehatan, dan kami dapat mendukung dan bekerja sama untuk pengembangan kesehatan mental di Indonesia,” ujar Bailey.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53557487789_9e5b8e79cd_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kunjungi Rumah Singgah YKAKI, Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungi-rumah-singgah-ykaki-menkes-ingatkan-pentingnya-deteksi-dini</link>				
         <pubDate>Wed, 28 Feb 2024 09:19:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungi-rumah-singgah-ykaki-menkes-ingatkan-pentingnya-deteksi-dini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke Rumah Singgah “Rumah Kita”, milik Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), di Percetakan Negara, Jakarta, pada Rabu (28/2). Dalam kunjungan tersebut, Menkes ingin mengetahui jenis penyakit yang paling umum diidap oleh penderita kanker dan kondisi mereka saat ini.</p>
<p>Kehadiran Menkes juga untuk memastikan fasilitas yang tersedia di rumah singgah berada dalam kondisi baik. &#8220;Paling banyak limfoma dan leukemia, dan banyak yang terlambat diidentifikasi,&#8221; ujar Menkes Budi.<br />
Pada kesempatan itu, Menkes Budi<br />
menyatakan, pemerintah akan memperkuat kegiatan deteksi dini di puskesmas. “Mulai tahun ini, seluruh puskesmas akan kita kasih alat-alat untuk periksa darah untuk memastikan leukemia dan limfoma bisa dideteksi sejak dini dan bisa langsung kita rujuk ke rumah sakit,” kata Menkes.</p>
<p>Adapun, alat-alat kesehatan, yakni hemato analyzer dan blood chemical analyzer untuk deteksi leukemia dan limfoma, serta oftalmoskop untuk deteksi kanker mata (retinoblastoma), akan dikirim ke 10.000 puskesmas di Indonesia.</p>
<p>“Jadi kalau ada gejala, bisa kita deteksi lebih dini, apakah kanker atau bukan. Bila terdeteksi kanker, nanti langsung dikirim ke rumah sakit di 514 kabupaten/kota yang akan kita bangun layanan kemoterapi, sehingga kalau bisa mencegah supaya jangan keburu lanjut, karena kalau (stadium) lanjut akan susah ditangani, kasihan mereka,” kata Menkes Budi.</p>
<p>“Kami juga ingin mendidik dokter-dokter dan perawatnya untuk bisa deteksi dini kanker,” imbuh Menkes.</p>
<p>Menkes menegaskan pemerintah berkomitmen penuh dalam penanganan kanker, termasuk kanker pada anak, melalui berbagai upaya untuk memastikan penderita mendapatkan pengobatan sebaik-baiknya dan secepatnya.</p>
<p>Pertama, pemerintah secara bertahap menyediakan fasilitas kemoterapi di 514 kabupaten/provinsi dan fasilitas kemoterapi di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan demikian, penderita kanker yang berada di wilayah terpencil atau jauh dari pusat kota tetap mendapat layanan kanker yang dibutuhkan dengan cepat.</p>
<p>“Kami berharap pasien yang berada di luar Jawa tidak perlu jauh-jauh datang (ke Jawa) karena nanti akan ada fasilitas kemoterapi di seluruh kabupaten/kota dan fasilitas kemoterapi di seluruh provinsi,” kata Menkes.</p>
<p>Kedua, pemerintah memperbanyak opsi terapi kanker pada anak. Menkes menyebut, RS Kanker Dharmais mulai tahun ini akan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang pada anak. Jika metode ini berhasil, lanjut Menkes, metode tersebut akan diterapkan di rumah sakit lain.</p>
<p>Selain itu, RSK Dharmais mulai tahun ini juga akan melakukan terapi sel CAR T atau CAR T-cell (Chimeric Antigen Receptor T-cell) therapy untuk menangani penyakit kanker darah pada anak. Terapi ini merupakan bentuk terapi imunologi yang melibatkan modifikasi genetik pada sel T untuk meningkatkan kemampuannya mengenali dan melawan sel kanker.<br />
“Untuk jenis-jenis penyakit yang tarafnya masih bisa di-treatment dengan CAR T-cell, kita akan treatment juga dengan CAR T-cell supaya derajat kesembuhannya lebih tinggi,” tutur Menkes.</p>
<p>Menkes Budi menegaskan, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah tersebut membutuhkan dukungan serta bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari YKAKI. Untuk itu, Menkes menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi YKAKI dalam membantu pemerintah menyediakan fasilitas hunian sementara bagi pasien dan pendamping yang sedang menjalani pengobatan serta perawatan kanker di rumah sakit.</p>
<p>Ke depan, pemerintah akan memfasilitasi rumah singgah untuk mendapatkan donatur sehingga dapat meringankan beban operasional.<br />
Rumah Singgah “Rumah Kita” adalah rumah sementara milik Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) yang diperuntukkan bagi pasien dan pendamping selama pengobatan maupun perawatan kanker. Sejak berdiri pada 2006, “Rumah Kita” kini telah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Riau, Makassar, dan Manado.</p>
<p>Ketua YKAKI Ira Soelistyo mengatakan selama 17 tahun berdiri, “Rumah Kita” telah menampung 3.700 anak penderita kanker yang didampingi oleh 4.600 pendamping. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.600 anak atau 50 persen di antaranya dinyatakan meninggal.<br />
Penyebab utama kematian mereka adalah keterlambatan penanganan sehingga pasien sudah berada dalam stadium lanjut saat menjalani pengobatan. “Pasien paling banyak adalah leukemia itu sekitar 40 persen, yang kedua adalah limfoma, dan yang ketiga retinoblastoma,” katanya.</p>
<p>Selain memberikan fasilitas berupa tempat tinggal sementara, lanjut Ira, “Rumah Kita” juga memberikan bantuan pendidikan melalui program Sekolahku, yang diberikan secara gratis kepada anak-anak penderita kanker.</p>
<p>Bantuan pendidikan ini bertujuan memenuhi hak dasar anak-anak penderita kanker untuk mendapatkan pendidikan. Sistem pembelajarannya disesuaikan dengan kurikulum sekolah formal dan pasien mendapatkan pelajaran sesuai jenjang pendidikan sebelumnya.</p>
<p>Sekolahku tidak hanya hadir di Rumah Singgah, melainkan juga tersedia di beberapa rumah sakit. Di wilayah Jakarta, Sekolahku bekerja sama dengan RSCM, RSK Dharmais, RSAB Harapan Kita, RS Fatmawati, dan RSPAD Gatot Subroto.</p>
<p>“Sekolahku sudah membantu sejumlah 7.200 anak. Mereka semua ada di rumah sakit-rumah sakit yang bekerja sama dengan Sekolahku,” kata Ira.<br />
Terakhir, Ira menekankan bahwa kanker pada anak sangat mungkin untuk dicegah dan diupayakan untuk sembuh. Hal terpenting adalah orang tua dapat mengenal faktor risiko serta tanda dan gejala kanker pada anak sejak dini.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/eec50129-d5d9-45bc-897b-20c2ea4a94c5.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Ungkap Rahasia Sukses Negara Maju ke Peserta LPDP</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-ungkap-rahasia-sukses-negara-maju-ke-peserta-lpdp</link>				
         <pubDate>Tue, 27 Feb 2024 18:53:28 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-ungkap-rahasia-sukses-negara-maju-ke-peserta-lpdp</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 27 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Persiapan keberangkatan ini sebagai salah satu rangkaian pembekalan yang wajib diikuti bagi peserta penerima LPDP di Jakarta pada Senin (26/2/2024).</p>
<p>Pada kegiatan tersebut, Menkes Budi memberikan pembekalan dan berdiskusi langsung bersama peserta PK penerima LPDP. Dalam diskusi tersebut, Menkes mengungkapkan kriteria yang harus dicapai Indonesia untuk menjadi negara maju.</p>
<p>Indonesia menjadi negara maju merupakan target yang ingin dicapai ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun atau Indonesia Emas tahun 2045.</p>
<p>Menkes Budi menyampaikan bahwa untuk meraih target Indonesia Emas tahun 2045, Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita 13 ribu dolar AS per tahun atau rata-rata Rp 15 juta per bulan.</p>
<p>“Indonesia saat masih Rp 5 juta per bulan. Coba tanya (orang) di sebelahnya, gajinya berapa. Kalau masih di bawah Rp 15 juta berarti kita masih berada di negara berkembang. Jadi kalau kita mau jadi negara maju mesti Rp 15 juta per bulan,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, belajar dari sejarah bangsa dan negara di dunia, semua negara yang kini menjadi negara maju seperti Korea, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis berhasil memanfaatkan peluang besar melalui windows of opportunity untuk mencapai status negara maju. Windows of opportunity terjadi ketika negara tersebut mencapai puncak bonus demografi.</p>
<p>Puncak bonus demografi terjadi ketika persentase usia penduduknya didominasi oleh penduduk yang berada pada rentang usia produktif. Untuk itu, bonus demografi sangat penting karena ada potensi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang besar.</p>
<p>Jika negara melewatkan puncak bonus demografi maka negara dapat terjebak dalam middle income country. Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030.</p>
<p>“Orang yang produktif, orang yang bisa menghasilkan pendapatan orang yang bisa mengkontribusikan GDP (Gross Domestic Product), makin lama makin sedikit porsinya sehingga harus ditanggung sama orang yang masih produktif. Itu sebabnya, penting itu puncak bonus demograf. Kalau itu terlewati kita akan terjebak di middle income country,” lanjut Menkes Budi.</p>
<p>Di sela diskusi, Menkes Budi juga menitipkan pesan kepada para peserta PK LPDP untuk menghilangkan budaya kebanyakan orang Indonesia yang susah bekerja sama dengan orang lain.</p>
<p>“Jadi, selagi masih muda, ayo teman-teman kikis habis budaya kita yang tidak baik ini,” pesan Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi menutup diskusi dengan harapan para peserta belajar dengan baik di universitas tujuan masing-masing. Ia juga berharap tidak ada yang sakit dan tetap dalam keadaan sehat setelah selesai belajar untuk kembali berbakti kepada Indonesia.</p>
<p>Pada PK angkatan ke-226, terdapat 39 orang dari bidang kesehatan yang akan melanjutkan pendidikan baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri dengan tujuan universitas yang berbeda-beda tentunya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53553493518_631533e8d8_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>HOAX, Ulat Pembunuh Manusia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ hoax-ulat-pembunuh-manusia</link>				
         <pubDate>Tue, 27 Feb 2024 16:01:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ hoax-ulat-pembunuh-manusia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2023</p>
<p>Baru-baru ini, beredar konten di media sosial yang menyatakan bahwa ulat berbulu dapat menyebabkan kematian dalam waktu empat jam setelah menyuntikkan racunnya. Namun, asal usul ancaman dari ulat berbulu ini belum jelas.</p>
<p>Faktanya ulat yang dimaksud merupakan puss caterpillar atau ulat kucing atau ulat asp yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat. Ulat ini dapat tumbuh dengan panjang sekitar 1 inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu abu dan oranye.</p>
<p>Ulat ini memiliki kelenjar racun yang terletak di dasar tubuh dan tersembunyi di antara bulunya yang lebat. Sengatan ulat ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap orang. Sengatan ulat ini hanya berbahaya bagi orang yang menderita reaksi ekstrem terhadap gigitan serangga</p>
<p>“Faktanya memang beracun, tapi tidak ada fakta yang menyebutkan kalau ulat ini bisa membunuh manusia. Hoaks itu,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril menegaskan.</p>
<p>Jika Anda terkena sengatan ulat berbulu ini, hal pertama kali harus dilakukan adalah mencuci area tubuh yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa sakit. Anda juga disarankan menggunakan krim anti-gatal jika sengatan mulai terasa gatal.</p>
<p>“Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau jika dirasa gejala terasa lebih parah, lanjut dr. Syahril.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/Blog-Jenis-Ulat-Api.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Wamenkes Tinjau Langsung Integrasi Layanan Primer Puskesmas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ wamenkes-tinjau-langsung-integrasi-layanan-primer-puskesmas</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Feb 2024 11:21:18 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ wamenkes-tinjau-langsung-integrasi-layanan-primer-puskesmas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Februari 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono didampingi Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, MPH dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengunjungi dan meninjau langsung integrasi layanan primer yang ada di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (23/2/2024).</p>
<p>Prof. Dante meninjau pelayanan secara menyeluruh mulai dari pasien melakukan pengambilan nomor antrean hingga pasien selesai melakukan pengobatan ataupun pemeriksaan. Menurutnya, integrasi layanan primer yang ada di Puskesmas Cempaka Putih telah berjalan dengan baik.</p>
<p>“Seperti yang saya datangi hari ini integrasi layanan primernya sudah bisa berjalan di Puskesmas Cempaka Putih,” kata Prof. Dante.</p>
<p>Integrasi layanan primer adalah upaya untuk melakukan perubahan pelayanan dan pengorganisasian di puskesmas berdasarkan siklus hidup. Untuk itu, terdapat beberapa klaster di puskesmas, di antaranya klaster ibu dan anak, klaster remaja, klaster dewasa dan lansia serta klaster dari luar gedung, yaitu klaster penyakit menular.</p>
<p>Prof. Dante mengungkapkan Integrasi Layanan Primer akan diterapkan di seluruh puskesmas di Indonesia sebagai upaya memberikan pelayanan yang lebih baik untuk dinikmati seluruh masyarakat dan menyampaikan pelaporan yang lebih bagus.</p>
<p>“Dengan melakukan integrasi layanan primer yang akan diterapkan di seluruh puskesmas di Indonesia ini, kita harapkan pelaporannya lebih bagus, pelayanannya lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Prof. Dante mengatakan, hampir semua puskesmas di Jakarta telah menerapkan integrasi layanan primer dan Puskesmas Cempaka Putih melayani 500 hingga 700 pasien setiap harinya. Tidak hanya itu, Puskesmas Cempaka Putih merupakan puskesmas terpadat di Jakarta.</p>
<p>“Bayangkan puskesmas seperti ini melayani 98 ribu jiwa. Ini memang idealnya seharusnya 1 banding 30 ribu. Satu puskesmas itu seharusnya 30 ribu jiwa tapi karena penduduknya padat jadi melayani 98 ribu jiwa. Untungnya, dibantu oleh puskesmas pembantu yang ada di bawah bimbingan Puskesmas Cempaka Putih ini,” jelas Prof. Dante.</p>
<p>Sariah, salah satu pasien yang terkena penyakit gula, mengatakan ia selalu melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas Cempaka Putih. Sariah mengaku senang melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas Cempaka Putih karena memiliki pelayanan yang bagus dan cepat.</p>
<p>&#8220;Saya berobat gula dan sering kontrol di sini, pelayanannya bagus, bagus dan cepat,” kata Sariah.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (DJ).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG-20240224-WA0013.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Dorong Upaya Promotif Preventif untuk Menyehatkan Masyarakat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-dorong-upaya-promotif-preventif-untuk-menyehatkan-masyarakat</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Feb 2024 10:56:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-dorong-upaya-promotif-preventif-untuk-menyehatkan-masyarakat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 23 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap program promosi kesehatan di Indonesia. Dimulai dari para tenaga kesehatan hingga seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Hal ini bertujuan mengubah paradigma saat ini, yakni fokus tidak hanya pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada pemeliharaan kesehatan secara umum. Sebab, masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara keseluruhan.</p>
<p>“Tugas orang kesehatan itu bukan hanya mengobati orang sakit, tetapi menjaga orang tetap sehat. Jadi, cara pandangnya harus membangun orang-orang untuk tetap sehat dengan cara melakukan upaya promotif dan preventif kesehatan,” ujar Budi dalam acara Townhall CIMSA Bersama Kementerian Kesehatan di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Jumat (23/02/2024).</p>
<p>Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang dicanangkan dan digalakkan oleh Kementerian Kesehatan, bertujuan menanamkan budaya hidup sehat di masyarakat. Menurut Menkes Budi, penerapan GERMAS dapat mengikuti kegiatan seperti acara Car Free Day yang sangat digemari oleh masyarakat.</p>
<p>Sebab, implementasi GERMAS bersifat gerakan dan bukan sekadar kemajuan sehingga sebaiknya menggunakan pendekatan yang inklusif dan bukan eksklusif. Untuk itu, promosi kesehatan diharapkan dapat dilakukan dengan memberdayakan semua individu yang memiliki keinginan untuk menjalani gaya hidup sehat.</p>
<p>“Artinya tidak ada programnya, gak ada uangnya dan orang melakukannya karena keinginan sendiri, atau menyukainya agar hidupnya sehat,” tambahnya.</p>
<p>Dalam mendorong upaya promotif dan preventif, Kementerian Kesehatan telah mereformasi sektor kesehatan besar-besaran melalui perubahan UU Kesehatan dan Transformasi Kesehatan. Selain itu, Kementerian Kesehatan membagi porsi anggaran secara seimbang antara upaya promotif-preventif dan kuratif, yaitu 50:50. Upaya ini juga tidak hanya berfokus pada rumah sakit, melainkan juga puskesmas dan posyandu yang salah satunya melakukan revitalisasi untuk perbaikan.</p>
<p>Lebih lanjut, Menkes Budi menyampaikan, dari total 512 kabupaten/kota, terdapat sekitar 10.000 kecamatan/kelurahan, 85.000 desa, dan 300.000 dusun. Untuk itu, upaya mendekatkan akses layanan kesehatan akan diintensifkan hingga mencapai tingkat dusun. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah meningkatkan kompetensi kader posyandu, sehingga mereka dapat memainkan peran kunci dalam penyediaan layanan kesehatan di tingkat masyarakat setempat.</p>
<p>“Semua kader posyandu akan diberikan kompetensi seperti halnya dokter agar posyandu tidak hanya mengurusi atau memberi pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak saja, tetapi untuk seluruh sasaran siklus hidup,” jelasnya.</p>
<p>Mulai tahun ini, 4 kader posyandu dari setiap dusun atau total 1,2 juta kader posyandu akan mendapatkan pendidikan ulang untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan khusus, seperti menimbang bayi dan balita dengan benar, melakukan edukasi ASI eksklusif dan MPASI, pemberian vaksinasi, hingga menerapkan komunikasi antarpribadi atau konseling.</p>
<p>“1,2 Juta kader akan dididik ulang dan akan masuk kepada sistem yang diawali dengan mengikuti tes lebih dulu, lalu setelah selesai akan mendapatkan sertifikat”, kata Budi.</p>
<p>Posyandu juga diharapkan dapat melakukan tindakan promotif dan preventif mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Skrining kesehatan pun dapat dilakukan di posyandu, seperti pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah untuk deteksi dini penyakit.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53547157915_7cec65157f_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Klinik Melati Wajib Jadi Layanan Unggulan di RSAB Harapan Kita</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ klinik-melati-wajib-jadi-layanan-unggulan-di-rsab-harapan-kita</link>				
         <pubDate>Sat, 24 Feb 2024 09:56:59 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ klinik-melati-wajib-jadi-layanan-unggulan-di-rsab-harapan-kita</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 23 Februari 2024</p>
<p>Masalah kesuburan menjadi isu kesehatan yang penting bagi pasangan yang belum memiliki anak. Dalam kunjungannya ke Klinik Melati RSAB Harapan Kita Jumat (23/2/2024), Wamenkes Prof Dante Saksono Harbuwono meminta agar layanan unggulan terkait masalah fertilitas lebih dipromosikan agar mendapat perhatian pasangan yang sulit memiliki anak. </p>
<p>Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamenkes meninjau Klinik Terpadu Melati RSAB Harapan Kita. Klinik Terpadu Melati merupakan klinik unggulan RSAB Harapan Kita yang memiliki layanan IVF (in Vitro Fertilization) atau lebih dikenal dengan layanan program bayi tabung.</p>
<p>IVF atau program bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh perempuan menggunakan medium tertentu di laboratorium. Setelah sel telur berhasil dibuahi oleh sperma atau menjadi zigot, dikembalikan ke rahim perempuan. </p>
<p>Terkait promosi layanan unggulan yang terdapat di klinik Melati RSAB Harapan Kita, Wamenkes meminta kepada RSAB Harapan Kita untuk lebih aktif melakukan promosi melalui media sosial. Menurut Wamenkes, pasangan muda lebih sering berinteraksi dan mencari informasi melalui media sosial seperti Instagram.</p>
<p>&#8220;Karena  komunitasnya ini kan pasangan muda. Pasangan muda itu aktif di media sosial. Jadi promosi seperti di Instagram-nya coba dikencengin pakai influencer.&#8221; Ucap Prof Dante</p>
<p>Klinik Melati RSAB Harapan kita, yang merupakan singkatan dari Melahirkan Anak Tabung Indonesia, merupakan pelopor pertama program bayi tabung di Indonesia sejak 1987.</p>
<p>Klinik Melati RSAB Harapan Kita memiliki 6 dokter spesialis obgyn dengan sub spesialis endokrin dan fertilitas; serta  laboratorium IVF lengkap dan tangki penyimpanan embrio terstandar.</p>
<p>Menurut Direktur Utama RSAB Harapan Kita Ockti Palupi Rahayuningtyas proses program bayi tabung disertai pemeriksaan genetik yang presisi sehingga embrio yang dipilih dalam program bayi tabung adalah embrio selektif. Pemilihan embrio selektif ini tidak hanya memiliki persentase keberhasilan tinggi tapi juga memiliki bayi yang unggul berdasarkan embrio yang dipilih.</p>
<p>&#8220;Sehingga ayah bunda dapat yakin embrio yang mana yang akan ditanamkan di calon ibu. Karena dengan pemeriksaan genetik yang presisi, ayah bunda dapat menentukan embrio terbaik untuk mendapatkan bayi yang unggul,&#8221; ujar Direktur Ockti.</p>
<p>Selain layanan IVF atau bayi tabung, Klinik Terpadu Melati RSAB Harapan Kita juga menawarkan berbagai layanan terkait program kehamilan seperti persiapan dan konsultasi sebelum mengikuti program kehamilan, kondisi gangguan sperma, penyimpanan sperma, gangguan menstruasi seperti polip, kista serta penyebab infertilitas lainnya, serta inseminasi buatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/MNS4076-1_11zon-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>7 Pendekatan Kemenkes Deteksi Dini dan Perluas Layanan Tuberkulosis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ 7-pendekatan-kemenkes-deteksi-dini-dan-perluas-layanan-tuberkulosis</link>				
         <pubDate>Fri, 23 Feb 2024 17:45:42 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ 7-pendekatan-kemenkes-deteksi-dini-dan-perluas-layanan-tuberkulosis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p style="text-align: right;">Jakarta, 23 Februari 2024</p>
<p>Kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia menempati angka tertinggi sepanjang sejarah pada 2022 dan 2023. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, lebih dari 724.000 kasus TBC baru ditemukan pada 2022.</p>
<p>Deteksi TBC mirip dengan deteksi Covid-19, yakni jika tidak dites, dideteksi, dan dilaporkan maka angkanya terlihat rendah sehingga terjadi under reporting, yang mengakibatkan pengidap TBC berkeliaran dan berpotensi menularkan karena tidak diobati.</p>
<p>“Sebelum pandemi, penemuan kasus TBC hanya mencapai 40-45% dari estimasi kasus TBC jadi masih banyak kasus yang belum ditemukan atau juga belum dilaporkan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi di Jakarta, Senin (29/1/2024).</p>
<p>Jika lebih banyak lagi yang terdeteksi maka potensi pengidap dapat disembuhkan akan meningkat dan daya tular dapat ditekan.</p>
<p>Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) dr. Imran Pambudi memaparkan upaya peningkatan deteksi dini TB dan perluasan layanan TB yang berkualitas. Tujuannya, agar pengidap TB yang ditemukan lebih cepat diobati sehingga peluang kesembuhan meningkat.</p>
<p>Kemenkes melakukan upaya pendekatan public-private mix (PPM). Pertama, pelibatan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), baik pemerintah maupun swasta secara umum di 34 provinsi, khususnya di 19 provinsi prioritas PPM.</p>
<p>“Kegiatan pelibatan menyasar kepada rumah sakit (RS), klinik, dan Dokter Praktik Mandiri (DPM) dalam program TBC,” papar Imran dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/2/2024).</p>
<p>Kegiatannya mencakup advokasi dan in-house training menyediakan jejaring akses pemeriksaan laboratorium, yakn Tes Cepat Molekuler/TCM dan mikroskopis, dan logistik seperti obat melalui OAT (Obat Anti Tuberkulosis) program dan Bahan Habis Pakai (BHP), termasuk katrid, pot dahak dan lainnya, kepada fasyankes.</p>
<p>“Kemudian, pemberian umpan balik, On the Job Training (OJT), dan monev secara berkala,” kata Imran.</p>
<p>Kedua, pelibatan jaringan rumah sakit swasta besar dalam program TB. Pelibatan ini meliputi enam jaringan RS swasta terbesar di Indonesia, yaitu MPKU PP Muhammadiyah, Hermina, Siloam, Pertamina Bina Medika IHC, Primaya, dan Mitra Keluarga, dengan total 256 rumah sakit.</p>
<p>“Tentunya, jaringan rumah sakit swasta ini memiliki indikator capaian mencakup target peningkatan penemuan kasus TBC, akses diagnosis sesuai standar dengan TCM, akses obat/OAT program untuk pasien TBC, keberhasilan pengobatan, dan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan dalam layanan TBC,” terang Imran.</p>
<p>Kemudian, aktif dalam kegiatan intensifikasi skrining TB di rumah sakit, pengiriman umpan balik per triwulan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi per semester untuk memantau capaian. Supervisi, OJT, dan bimbingan teknis juga dilakukan kepada jaringan rumah sakit swasta.</p>
<p>Ketiga, pelibatan jaringan rumah sakit dan klinik milik TNI dan POLRI dalam program TB. Jaringan ini meliputi 122 RS TNI dan 57 RS POLRI, serta 619 klinik TNI dan 598 klinik POLRI.</p>
<p>“Kegiatan peningkatan kapasitas dan penguatan peran fasyankes TNI-POLRI dalam skrining TBC. Pengiriman umpan balik per triwulan dan kegiatan monev untuk memantau kontribusi capaian fasyankes TNI dan POLRI,” lanjut Imran.</p>
<p>“Supervisi, OJT, bimbingan teknis kepada RS dan klinik turut dilakukan di bawah TNI dan POLRI.”</p>
<p>Pendekatan keempat, lanjut Imran, yakni inovasi pembiayaan program TB di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Inovasi berupa pemberian insentif non-kapitasi pada layanan TB bagi FKTP yang terlibat meliputi fase diagnosis, pengobatan tahap awal, dan pengobatan tahap lanjutan.</p>
<p>“Inovasi ini diawali dengan uji coba di 6 kota dengan estimasi beban kasus TBC yang besar, yaitu Kota Medan, Kota Jakarta Utara, Kota Bogor, Kota Semarang, Kota Surabaya, dan Kota Denpasar. Periode uji coba dilakukan mulai Juli 2023 sampai Juni 2024 nanti,” katanya.</p>
<p>Kelima, pendekatan dalam bentuk Coaching TBC. Dalam hal ini, kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk tenaga kesehatan dalam program TBC di fasyankes.</p>
<p>“Ini bertujuan mewujudkan layanan TBC yang berkualitas dan terstandar di fasilitas layanan kesehatan. Tahun 2023 sudah dilakukan di 28 kabupaten/kota, tahun 2024 diekspansi di 80 kabupaten/kota,” imbuh Direktur P2PM Imran.</p>
<p>Keenam, pemberian Satuan Kredit Profesi (SKP) kepada tenaga kesehatan yang terlibat dalam layanan TBC di fasyankes. Ini bekerja sama dengan organisasi profesi dokter, perawat, tenaga farmasi, dan tenaga laboratorium.</p>
<p>Pendekatan ketujuh yang juga penting adalah koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan lintas program Kemenkes dan lintas lembaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan TB di fasyankes. Koordinasinya antara lain:<br />
Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes terkait memasukkan komponen TB dalam proses penilaian akreditasi fasyankes.</p>
<p>Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK) dan BPJS Kesehatan terkait pembiayaan skrining TB bagi faktor risiko tinggi yang ditemukan di FKTP.<br />
Asosiasi fasyankes, contohnya dengan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) untuk memantau dan memberikan umpan balik terkait kontribusi RS dan klinik swasta dalam program TBC (penemuan kasus dan tata laksana).</p>
<p>Organisasi profesi yang tergabung dalam Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) dalam berbagai kegiatan dan penyusunan pedoman/regulasi di tingkat nasional dan daerah.<br />
Inisiasi diskusi dengan penyedia layanan telemedicine seperti Halodoc dalam upaya penemuan dan pengobatan pasien TBC sesuai standar.</p>
<p>Skrining Terhadap Populasi Berisiko<br />
dr. Imran menambahkan, Kemenkes juga telah berupaya meningkatkan deteksi dini TBC dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) melalui skrining dengan mobile chest X-ray terhadap populasi berisiko.</p>
<p>“Jadi, skrining pada populasi kontak serumah dan kontak erat di 25 kabupaten/kota. Kemudian skrining pada warga binaan pemasyarakatan di 374 lapas, rutan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang berlokasi di 291 kabupaten/kota di 34 Provinsi,” tambahnya.</p>
<p>Pengobatan TB Regimen Baru<br />
Dalam hal terapeutik atau tata laksana TB, Indonesia juga terus memanfaatkan hasil penelitian terkait pengobatan TB regimen baru yang berdurasi lebih pendek (shorter regiments).</p>
<p>“Perlu diketahui bahwa lama pengobatan yang menyebabkan rasa bosan, efek samping obat, merupakan beberapa penyebab ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan hingga tuntas,” kata Imran.</p>
<p>Sejak pertengahan 2023, Indonesia telah memulai secara programatik bertahap pengobatan TB Resisten Obat (RO) dengan regimen terbaru, yakni BPaL/BPaLM (bedaquiline, pretomanid, linezolid, moksifloksasin) yang berdurasi 6 bulan pengobatan.</p>
<p>“Regimen pengobatan yang terdahulu–dan masih tetap direkomendasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)–berdurasi antara 9-24 bulan tergantung tingkat kekebalan kuman,” sambung Imran.</p>
<p>“Diharapkan regimen pengobatan dengan durasi yang lebih singkat ini dapat menambah motivasi pasien untuk menuntaskan pengobatannya.”</p>
<p>Indonesia pun mendukung penelitian operasional mengenai potensi regimen pengobatan yang lebih singkat untuk Tuberkulosis Sensitif Obat (TBC SO).</p>
<p>Jika TB RO memerlukan pendekatan pengobatan yang lebih kompleks karena bakteri penyebab TB, Mycobacterium tuberculosis, resisten terhadap obat-obatan tertentu maka TB SO dapat diobati dengan regimen standar. Namun, durasi pengobatan TB SO saat ini masih sekitar 6-9 bulan.</p>
<p>Kolaborasi Kemenkes, WHO dan USAID<br />
Kemenkes juga sudah menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan WHO, USAID dan berbagai organisasi profesi serta organisasi komunitas untuk penanganan TBC.</p>
<p>“Kolaborasi ini untuk pengembangan petunjuk teknis penanganan Infeksi Laten TBC (ILTB) dan Terapi Pencegahan TBC (TPT). Edukasi dan sosialisasi terkait TPT, baik melalui workshop secara luring maupun daring terhadap tenaga kesehatan,” terang Imran.</p>
<p>“Pengembangan Strategi Komunikasi TPT, modul E-Learning TPT yang sudah dapat diakses melalui platform Plataran Sehat Kemenkes dan mengintegrasikan kegiatan pemberian TPT dengan kegiatan penemuan kasus secara aktif.”</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/24a4e8ac-256b-40a1-ac3b-2b6879a16206.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>2,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Penglihatan, Kongres APAO ke-39 Diharapkan Lahirkan Solusi</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ 22-miliar-orang-di-dunia-alami-gangguan-penglihatan-kongres-apao-ke-39-diharapkan-lahirkan-solusi</link>				
         <pubDate>Thu, 22 Feb 2024 22:25:00 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ 22-miliar-orang-di-dunia-alami-gangguan-penglihatan-kongres-apao-ke-39-diharapkan-lahirkan-solusi</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bali, 22 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 2,2 miliar orang di dunia yang mengalami gangguan penglihatan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Kongres Asia-Pacific Academy of Ophthalmology (APAO) ke-39 di Bali, Kamis (22/2). </p>
<p>Menkes Budi berharap peserta kongres memperoleh pengetahuan baru soal perawatan mata untuk dibawa ke negaranya masing-masing. Dengan demikian, hasil dari kongres APAO ini dapat menjadi solusi mengatasi masalah gangguan penglihatan di setiap negara.</p>
<p>“Ada begitu banyak konten yang kaya di dalamnya (Kongres APAO). Saya sangat yakin Anda dapat kembali ke negara anda dengan pengetahuan dan wawasan baru serta pengalaman terkait perawatan mata dari orang lain,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>APAO memiliki peran penting dalam memajukan bidang oftalmologi atau kesehatan mata di wilayah Asia-Pasifik. Organisasi ini mengumpulkan para profesional mata dari berbagai negara di Asia-Pasifik untuk mempromosikan pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi di bidang oftalmologi.</p>
<p>Berdasarkan data WHO, Laporan WHO pada Hari Penglihatan Sedunia 2019 menyebutkan sekitar 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan. Sebesar 50% dari angka tersebut mengalami kebutaan total. Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah penderita gangguan penglihatan terbanyak, setelah India dan China.</p>
<p>Sebagai akademi oftalmologi regional, APAO mengadakan berbagai kegiatan pendidikan dan ilmiah, seperti konferensi, seminar, lokakarya, dan pelatihan. Kegiatan-kegiatan itu untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para praktisi mata di Asia-Pasifik. Tujuan lainnya, yakni meningkatkan standar perawatan mata, memperluas akses terhadap pendidikan oftalmologi berkualitas, dan memajukan riset serta inovasi dalam bidang ini.</p>
<p>APAO juga berperan dalam mempromosikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata dan pencegahan kebutaan melalui program edukasi dan kampanye kesehatan mata di seluruh wilayah Asia-Pasifik.</p>
<p>Dengan kolaborasi antara para profesional mata, organisasi oftalmologi nasional, dan lembaga terkait di kawasan ini, APAO berusaha untuk meningkatkan kualitas perawatan mata dan memastikan bahwa semua orang memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas.</p>
<p>Presiden Kongres APAO ke-39 dr. Mohamad Sidik mengatakan Kongres APAO 2024 akan menjadi pertemuan yang sangat penting karena memperluas wawasan ilmiah dalam perawatan mata. Kongres ini diharapkan menambah pengetahuan di seluruh spektrum oftalmologi.</p>
<p>“Dengan menghadirkan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang oftalmologi, kami berkomitmen menjadikan APAO 2024 sebagai pengalaman penting untuk mengatasi permasalahan mata,” ucapnya</p>
<p>Presiden APAO Prof. Ava HOSSAIN mengatakan kongres bertema “Beyond All Limits” ini akan mempertemukan para dokter mata dari seluruh dunia, dan menghadirkan sekitar 800 pembicara yang diakui secara internasional. Mereka akan mempresentasikan karya terbaru dan inovasi ilmiah mereka di subspesialisasi utama mata. Diperkirakan, jumlah kehadiran sekitar 5.000 delegasi.</p>
<p>“Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, kongres tahunan ini juga memberikan kesempatan yang sangat baik bagi para delegasi untuk membangun jaringan dan berkolaborasi dengan rekan-rekan dan sahabat,” ungkapnya.</p>
<p>Prof. Hossain berharap peserta kongres tidak hanya memperdalam pemahaman tentang penemuan, teknik, dan perkembangan terbaru di bidang oftalmologi, tetapi juga membawa pulang kenangan tak terlupakan tentang persahabatan yang terjalin dengan rekan-rekan dari berbagai negara.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53544882761_f654606f9f_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bertekad Mempercepat Eliminasi Kanker Serviks</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-bertekad-mempercepat-eliminasi-kanker-serviks</link>				
         <pubDate>Thu, 22 Feb 2024 21:49:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-bertekad-mempercepat-eliminasi-kanker-serviks</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendukung akselerasi eliminasi kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan nama kanker serviks melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) yang diluncurkan tahun lalu. RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim berisi empat pilar, di antaranya pilar layanan yang meliputi skrining, imunisasi vaksin Human papillomavirus (HPV), dan tata laksana bagi pasien pra-kanker.</p>
<p>Penyakit kanker telah menjadi penyebab kematian tertinggi baik secara nasional maupun global. WHO Regional Asia Tenggara menyebutkan Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di kawasan untuk incidence rate atau angka kasus baru dan peringkat keempat untuk mortality rate.</p>
<p>The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat 408.661 kasus baru dan sebanyak 242.988 kematian di Indonesia pada 2022. Selain itu, IARC memprediksikan terjadi peningkatan 77% kasus kanker pada 2050.</p>
<p>Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal dengan kanker serviks merupakan kondisi ketika pertumbuhan sel-sel ganas pada leher rahim/serviks yang tidak terkendali. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik.</p>
<p>Berdasarkan kaitannya dengan kanker leher rahim dan lesi pra-kanker, HPV dikelompokkan menjadi tipe risiko tinggi atau high-risk and risiko rendah atau low-risk. Lebih dari 75% kasus kanker leher rahim disebabkan oleh HPV risiko tinggi tipe 16 dan 18.</p>
<p>Ketua tim kerja penyakit kanker dan kelainan darah PTM Kementerian Kesehatan dr. Sandra menjelaskan, WHO meluncurkan Strategi Global untuk Eliminasi Kanker Serviks yang menargetkan eliminasi kanker pada 2030. Strategi global memuat target 90-70-90, yakni 90% anak perempuan di bawah usia 15 tahun harus menerima vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya infeksi, 70% perempuan berusia 35 tahun dan 45 tahun harus diskrining menggunakan tes performa tinggi, dan 90% perempuan dengan lesi pra-kanker mendapatkan tata laksana sesuai standar.</p>
<p>“Dalam rangka mendukung akselerasi eliminasi kanker leher rahim global, pada tahun 2023 Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) eliminasi kanker leher rahim. Kita membuat rencana aksi nasional untuk eliminasi kanker leher rahim yang lebih advance lagi dari yang WHO minta,” kata dr. Sandra yang disampaikan pada kegiatan temu media melalui Zoom Meeting pada Kamis (22/2/2024).</p>
<p>RAN ini terdiri atas empat pilar. Pilar 1 pemberian layanan berisi kegiatan vaksinasi, skrining dan tata laksana. Pilar 2 edukasi, pelatihan, dan penyuluhan berisi kegiatan penguatan tenaga kesehatan dan kesadaran masyarakat. Pilar 3 pendorong kemajuan berisi kegiatan monitoring, evaluasi, penelitian dan pendukung digital (digital enablers). Pilar 4 pengelolaan dan pengorganisasian berisi kegiatan tata kelola dan kebijakan, pembiayaan untuk eliminasi, kolaborasi dan kemitraan antar-sektor.</p>
<p>Untuk pilar 1, RAN sudah memuat target vaksinasi, skrining, dan tata laksana. Kemenkes akan melakukan vaksinasi, skrining, dan tata laksana pada dua fase, yakni fase 1 pada 2023-2027 dan fase 2 pada 2028-2030.</p>
<p>Pada vaksinasi fase 1, Kemenkes menargetkan 90% anak perempuan usia 11 dan 12 tahun kelas 5 dan 6 atau setara, termasuk yang tidak bersekolah, menerima vaksin lengkap. Pada fase ini, Kemenkes juga menargetkan anak perempuan usia 15 tahun yang belum menerima vaksinasi harus menerima vaksinasi lanjutan.</p>
<p>Pada fase 2, 90% anak perempuan dan laki-laki usia 11 dan 12 tahun harus menerima vaksinasi lengkap. Selain itu, Kemenkes juga akan melakukan vaksinasi lanjutan untuk usia 15 tahun dan semua perempuan dewasa yang berusia di atas 21-26 tahun sesuai permintaan dan kebutuhan.</p>
<p>“Untuk usia 21 hingga 26 tahun ini, kami akan minta untuk mandiri, jadi dia tidak masuk pada program nasional tetapi program mandiri. Mereka yang ingin dan membutuhkan akan kita dorong untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar dr. Sandra.</p>
<p>Untuk skrining fase pertama, Kemenkes menargetkan 70% perempuan berusia 30 hingga 69 tahun diskrining menggunakan tes DNA HPV. Sedangkan fase kedua, Kemenkes menargetkan 75% perempuan berusia antara 30 hingga 69 tahun melakukan skrining setiap 10 tahun sekali. Metode utama skrining pada dua fase ini akan menggunakan tes DNA HPV.</p>
<p>“Kalau skrining, kami akan skrining seluruhnya (perempuan) usia 30 sampai 69 yang belum diskrining menggunakan tes HPV DNA dan kotesting dengan IVA. Pemeriksaan HPV itu menggunakan (alat) inspekulo sehingga sekaligus kita lihat, kita kerjakan IVA juga, kita juga dapatkan lesi prakanker karena lesi prakanker itu juga bagian untuk mendapatkan deteksi dini,” lanjut dr. Sandra.</p>
<p>Dalam skrining, dilakukan juga kotesting, yakni dua jenis tes secara bersamaan. Selain tes DNA HPV, Kemenkes akan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk membantu mengidentifikasi perubahan sel pada leher rahim.</p>
<p>Kotesting ini dimungkinkan karena skrining HPV dilakukan menggunakan alat yang disebut inspekulo agar dokter dapat mengambil sampel jaringan untuk tes HPV. Melalui proses ini, dokter tidak hanya dapat mengambil sampel, tetapi juga mengamati langsung untuk menggunakan IVA untuk mencari tanda atau lesi pra-kanker pada leher rahim.</p>
<p>Skrining ini memenuhi tujuan deteksi dini infeksi HPV dan lesi pra-kanker. Deteksi dini ini agar dapat dilakukan dan tata laksana yang tepat waktu yang meningkatkan peluang sembuh.</p>
<p>Untuk tata laksana, Kemenkes menyediakan jalur pengobatan tepat waktu dan komprehensif bagi perempuan dengan lesi prakanker atau perempuan yang terdiagnosis kanker leher rahim agar memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan yang berkualitas.</p>
<p>Ketua Himpunan Onkologi Indonesia Dr. dr. Brahmana Askandar yang juga sebagai narasumber pada kegiatan temu media menyampaikan bahwa WHO mengatakan 30-50% kanker dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh infeksi.</p>
<p>“Salah satu contohnya adalah kanker serviks yang penyebabnya karena infeksi karena kanker serviks jelas diakibatkan oleh virus HPV,” kata Dr. dr. Brahmana.</p>
<p>Dr. dr. Brahmana melanjutkan, 90% serviks yang terinfeksi HPV berisiko tinggi sebenarnya dapat tereliminasi melalui tata laksana. Namun, HPV yang tidak terdeteksi dan tereliminasi pelan-pelan menjadi kanker dan disebut sebagai pra-kanker. Pra-kanker bisa saja menimbulkan keluhan atau tidak.</p>
<p>“Inilah pentingnya skrining rutin bagi perempuan. Ada ataupun tidak adanya keluhan itu harus melakukan skrining rutin, utamanya bagi yang telah seksual aktif. Kenapa harus skirining rutin? Kita skrining rutin itu tujuannya untuk menangkap perubahan dari serviks dan belum menimbulkan kanker serviks,” lanjut Dr. dr. Brahmana.</p>
<p>Pentingnya skrining yang dilakukan untuk perempuan agar ketika dokter menemukan kasus abnormal serviks saat skrining maka pasien dapat ditangani dengan segera. Selanjutnya, pasien menerima tindakan-tindakan sederhana untuk membantunya mendapatkan kesembuhannya kembali 100%.</p>
<p>Shanty Eka, yang merupakan seorang penyintas kanker serviks dan anggota komunitas kanker CISC, menceritakan perjalanannya sembuh dari kanker setelah melewati masa yang sulit dengan sakit yang luar biasa. Proses penyembuhan dilakukan dengan tindakan operasi, terapi, 25 kali radiasi luar, dan tiga kali radiasi dalam. Ia berharap program eliminasi kanker leher rahim tersebut membantu semua perempuan Indonesia terhindar dari kanker serviks yang berbahaya.</p>
<p>“Dengan adanya program eliminasi kanker serviks, saya ingin sekali semua perempuan di Indonesia mendapatkan vaksinasi agar tidak ada perempuan-perempuan Indonesia yang terkena kanker serviks,” kata Shanty berharap.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (DJ).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot_20240222_213907_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Resmikan Panel Deteksi Cepat MRSA di RSUP M. Djamil Padang</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-resmikan-panel-deteksi-cepat-mrsa-di-rsup-m-djamil-padang</link>				
         <pubDate>Thu, 22 Feb 2024 17:38:35 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-resmikan-panel-deteksi-cepat-mrsa-di-rsup-m-djamil-padang</guid>
         
         <description><![CDATA[<blockquote><p>Padang, 23 Februari 2024</p></blockquote>
<p>RSUP dr. M. Djamil Padang meluncurkan inovasi terbarunya, yakni panel deteksi cepat Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) berbasis molekuler. Alat deteksi cepat ini hasil kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan mitra bisnis PT Crown Technologi Indonesia.</p>
<p>Alat deteksi cepat ini berfungsi untuk mendeteksi MRSA, yakni infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang telah resisten terhadap antibiotik metisilin, menjadi lebih singkat dari 3-5 hari menjadi 3-4 jam. Selain itu, hasil deteksi juga akurat dengan tingkat akurasi 97,5%, sensitivitas 95%, dan spesifisitas 100%.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin dalam keterangannya mengatakan keberadaan alat tes diagnosis cepat tersebut sangat dibutuhkan. Terlebih, infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab penyakit dengan kematian terbanyak di Indonesia.</p>
<p>“Bayi kita paling banyak meninggal karena pneumonia dan diare, itu patogen juga penyebabnya. Sementara untuk orang-orang usia lanjut itu karena sepsis,” kata Menkes, di Aula RSUP dr. M. Djamil Kota Padang.</p>
<p>Untuk itu, Menkes Budi berharap hadirnya alat tes berbasis molekuler tersebut akan memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah bakteri-bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik berkembang dan menyebar luas.</p>
<p>“Panel deteksi cepat MRSA berbasis molekuler sangat penting untuk mendeteksi bakteri-bakteri yang dicurigai telah resistensi. Selain itu, hasil dari riset ini adalah salah satu bukti kongkrit manfaat sinergi dan kolaborasi rumah sakit dan perguruan tinggi yang terjalin dengan baik,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengaku sangat senang dan bangga atas peluncuran panel deteksi cepat MRSA tersebut.</p>
<p>“Pemprov Sumbar sangat<br />
mengapresiasi dan bangga atas peluncuran Panel Deteksi Cepat yang merupakan bagian pertama dari Serial Riset Inovasi Deteksi Cepat Resistensi Antimikroba ini,” kata Gubernur Mahyeldi.</p>
<p>Gubernur juga memberikan apresiasi kepada tim peneliti karena telah melibatkan putra-putri Sumatera Barat dalam penelitian tersebut.</p>
<p>“Kita juga mengapresiasi bahwa di dalamnya terlibat para peneliti dan ilmuwan yang merupakan putra daerah Sumatera Barat,” kata Gubernur Mahyeldi.</p>
<p>Gubernur Mahyeldi optimistis inovasi kesehatan tersebut dapat memberikan manfaat yang besar dan nyata bagi kemajuan sistem kesehatan di Sumatera Barat.</p>
<p>Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas menjelaskan resistensi antimikroba merupakan ancaman kesehatan global dan nasional. Bila tidak ditangani dengan tepat, dikhawatirkan bakteri yang kebal terhadap pemberian antibiotik semakin meningkat.</p>
<p>Resistensi Antimikroba terjadi karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Hal ini bisa terjadi karena penggunaan yang melebihi dosis, tidak sesuai dengan penyakitnya, atau konsumsinya yang tidak tuntas.</p>
<p>Untuk itu, keberadaan alat deteksi bakteri berbasis molekuler ini sangat penting agar identifikasi bakteri dapat dilakukan sejak dini sehingga dapat membantu dokter untuk memberikan antibiotik yang sesuai dengan penyakitnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/d1bf9517-e517-496a-b1fb-4262b733bd61.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Baru 2 Hari, 44.7% Anak Sudah Imunisasi SUB PIN Polio Putaran Dua</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ baru-2-hari-44-7-anak-sudah-imunisasi-sub-pin-polio-putaran-dua</link>				
         <pubDate>Wed, 21 Feb 2024 18:34:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ baru-2-hari-44-7-anak-sudah-imunisasi-sub-pin-polio-putaran-dua</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio putaran kedua yang berlangsung pada 19 sampai 25 Februari 2024. SUB PIN putaran dua ini merupakan kelanjutan dari Sub PIN putaran pertama yang telah dilaksanakan pada 15-21 Januari 2024.</p>
<p>Berdasarkan data riil di lapangan selama dua hari penyelenggaraan SUB PIN putaran dua, cakupan Sub PIN Polio secara nasional di tiga daerah yaitu Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 44,7% dengan total sasaran 3.832.692 anak.</p>
<p>Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, penyelenggaraan imunisasi tambahan sebanyak dua putaran ini sebagai respons Kejadian Luar Biasa (KLB) polio setelah ada temuan kasus di Jawa Tengah dan Jawa Timur. SUB PIN ini dilakukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, DIY.</p>
<p>Sementara itu, cakupan untuk masing-masing wilayah, yakni Jawa Tengah mencapai 39,9% dengan jumlah target sasaran 1.526.559 anak, Jawa Timur mencapai 48,8% dengan target sasaran 2.263.785 anak, Kabupaten Sleman, DIY, mencapai 37,6% dengan jumlah target sasaran 42.348 anak.</p>
<p>“Di Sleman, tidak ada kasus tapi karena perbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah, sehingga rekomendasinya juga harus melakukan imunisasi tambahan di Sleman,” ujar Dirjen dr. Maxi di konferensi pers virtual, Kamis (25/1/2024).</p>
<p>Dirjen melanjutkan, putaran pertama dan putaran kedua Sub PIN polio dilaksanakan bulan lalu sedangkan jarak minimal antar-putaran adalah satu bulan dengan target 95%.</p>
<p>“Masing-masing putaran Sub PIN dilaksanakan dalam waktu satu minggu setelah itu ditambah sweeping satu minggu dengan jarak minimal antar putaran adalah satu bulan dengan target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95%,” ujarnya.</p>
<p>Sasaran imunisasi tambahan adalah anak usia 0 sampai 7 tahun dengan target cakupan imunisasi 95%. Imunisasi Sub PIN Polio dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, sekolah, dan pos imunisasi lainnya di bawah koordinasi puskesmas.</p>
<p>Dirjen Maxi menambahkan, pemerintah terus melakukan kegiatan surveilans lumpuh layu akut, dan polio lingkungan. Ia juga meminta masyarakat, terutama orang tua, melengkapi imunisasi polio 4 kali tetes untuk anak usia 1-4 bulan, 2 kali suntik untuk anak usia 4 sampai 9 bulan, dan imunisasi rutin anak lainnya sesuai usia.</p>
<p>“Jangan buang air besar sembarang, harus sesuai di jamban. Jangan sembarangan, kemudian cuci tangan pakai sabun. Juga segera laporkan kepada petugas kesehatan jika mendapatkan kasus lumpuh layu pada anak di bawah usia 15 tahun,” kata Dirjen Maxi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG_7476.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Lakukan Penandatanganan MOU dengan ERIA</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-lakukan-penandatanganan-mou-dengan-eria</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Feb 2024 15:41:39 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-lakukan-penandatanganan-mou-dengan-eria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 20 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di kantor ERIA, Senayan, Jakarta, Selasa (20/2).</p>
<p>ERIA adalah organisasi internasional yang didirikan di Jakarta pada 2008 berdasarkan kesepakatan formal antara pemimpin 16 negara di ASEAN dan Asia Timur. ERIA bertujuan melakukan kegiatan penelitian dan membuat rekomendasi kebijakan untuk integrasi ekonomi lebih lanjut di Asia Timur.</p>
<p>Penandatanganan MoU ini merupakan hasil penjajakan kerja sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Presiden ERIA Profesor Tetsuya Watanabe saat kunjungan Menteri Kesehatan negara G7 di Nagasaki Jepang tahun lalu.</p>
<p>MOU antara Kementerian Kesehatan dan ERIA meliputi rencana kerja sama dalam bidang layanan kesehatan primer, layanan kesehatan sekunder, health talent, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan teknologi kesehatan.</p>
<p>Bentuk kerja sama yang disepakati meliputi bantuan teknis, pelatihan dan peningkatan kapasitas, studi bersama, serta pertukaran informasi dan pengetahuan.</p>
<p>Menkes Budi dalam sambutannya mengharapkan kerja sama ini dapat memberikan manfaat positif bagi kedua pihak baik dari sisi medis, perawatan, maupun riset lainnya.</p>
<p>“Saya menginginkan dua hal dari kerja sama ini. Pertama, yaitu adanya riset tentang bagaimana menua dengan sehat. Saya ingin mempelajari ilmu penuaan dari sisi keseimbangan hormon, bagaimana genom sekuensnya, bukan riset yang pernah dilakukan sebelumnya. Kedua adalah riset tentang cara paling efisien untuk berumur panjang. Saya ingin bisa membuat kebijakan berdasarkan data, bagaimana cara atau rahasianya agar kita bisa berumur panjang dan hidup sehat,” tutur Menkes Budi.</p>
<p>Saat ini, Kemenkes, ERIA, dan Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sedang berkolaborasi dalam pelaksanaan Riset Longevity in Indonesian Population: Nutrition and Health Status, Dietary Intake, Lifestyle Profile and Quality of Life from Gili Lyang and Miduana. Riset ini telah dilakukan sejak akhir tahun lalu dan berlanjut di tahun ini.</p>
<p>Seremoni penandatanganan MOU yang dilakukan oleh Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Syarifah Liza Munira dan Kepala Pejabat Operasional ERIA Koji Hachiyama dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkes, ERIA, dan IMERI FKUI.</p>
<p>Pada kesempatan ini, juga diperkenalkan CEO Medical Excellence Japan Dr. Kenji Shibuya yang memaparkan Medical Excellence (MExx), platform baru kemitraan pemerintah-swasta yang dikembangkan bersama ERIA untuk meningkatkan kerja sama pelayanan kesehatan antara pemerintah dan swasta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/5fcc6588-0c48-42f1-a2ab-100033342569.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Luncurkan Gerakan Perubahan Budaya Kerja</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-luncurkan-gerakan-perubahan-budaya-kerja</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Feb 2024 09:23:09 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-luncurkan-gerakan-perubahan-budaya-kerja</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 19 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan transformasi kesehatan melalui enam pilar transformasi kesehatan sejak 2021. Sejak transformasi Kemenkes telah mencapai banyak hal seperti penemuan kasus tuberkulosis (TB).</p>
<p>Capaian tersebut didukung oleh transformasi organisasi dan budaya kerja yang dilakukan oleh Internal Transformation Office sejak awal 2022. Tugas utama Internal Transformation Office, yakni melakukan perubahan budaya kerja agar pelaksanaan transformasi kesehatan dapat dilakukan berkesinambungan.</p>
<p>Transformasi organisasi dan budaya kerja ini berlanjut pada 2024. Tahun ini, Kemenkes mencanangkan periode akselerasi transformasi internal melalui sembilan program akselerasi.</p>
<p>Dua program di antaranya program perubahan budaya kerja dan rebranding identitas kemenkes yang diluncurkan di halaman kantor Kementerian Kesehatan, Senin (19/2/2024).</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menyampaikan, transformasi organisasi dan budaya kerja sebagai pilar ketujuh transformasi kesehatan merupakan transformasi untuk internal Kemenkes dan bukan untuk umum. Transformasi internal ini demi menciptakan kualitas insan Kemenkes yang hebat sehingga tujuan dan cita-cita bangsa dapat terwujud.</p>
<p>Menkes mengatakan, perubahan sistem budaya harus dimulai dan dibangun karena budaya kerja sangat penting untuk menjadikan insan Kemenkes hebat sehingga transformasi kesehatan dapat dilakukan.</p>
<p>“Nah, untuk bisa mengubah kualitas seseorang mesti dibangun sistem budaya yang hebat yang canggih, yang tangguh. Tidak mungkin cita-cita kita dapat tercapai, Indonesia bisa maju, Indonesia Sehat kalau kemenkesnya orang-orangnya nggak hebat,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, perubahan budaya kerja memang tidak mudah dan butuh waktu yang lama. Upaya mengajarkan budaya baru tidak dapat hanya melalui spanduk atau buku, melainkan harus menumbuhkan keinginan dalam hati insan Kemenkes. Karena itu, proses mengajarkan budaya di Kemenkes harus berbeda, yakni tidak hanya memberikan pelajaran untuk diingat tetapi juga menyentuh hati. Untuk itu, budaya harus dapat dicontohkan oleh atasan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Sama dengan kita sebagai orang tua mencontohkan kepada anak-anak kita dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, gurunya adalah orang tua atau atasannya,” lanjut Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, upaya membangun perubahan budaya kerja dapat dimulai dari ritual-ritual yang mudah seperti eksekusi yang efektif. Menkes menambahkan, budaya, termasuk budaya organisasi, juga memiliki ritual.</p>
<p>“Kalau meeting nggak usah lama-lama, ritual kita mulai dari itu. Kalau meeting, Kemenkes satu jam, lebih dari sejam udah lama. Meeting harus jelas apa yang mau dicapai, tindak lanjutnya mesti jelas tugasnya apa dan dikasih ke siapa, deadline-nya kapan. Perubahan dimulainya dari yang gampang-gampang. Ritual-ritual itulah yang harus dilakukan untuk membangun suatu budaya,” Kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi juga menyampaikan budaya kerja membutuhkan simbol yang merefleksikan budaya itu sendiri. Untuk itu, Kemenkes mengubah logo untuk menyatukan semua insan Kemenkes.</p>
<p>Menkes Budi menjelaskan Kemenkes juga akan memberlakukan penilaian untuk mengukur keberhasilan perubahan budaya. Penilaian ini akan dilakukan oleh orang sekitar, yakni atasan, bawahan, dan rekan sejawat, serta memiliki ciri khasnya sendiri.</p>
<p>Menkes menutup sambutannya dengan menitipkan pesan agar insan Kemenkes menjalankan budaya kerja yang baik dan menularkan budaya kerja positif. Ia kembali mengingatkan budaya kerja sangat penting karena menumbuhkan semangat dan energi. Selain itu, budaya kerja juga memiliki sifat memproteksi agar suatu lingkungan tidak berubah begitu saja, terutama ke arah yang tidak baik.</p>
<p>“Saya nanti akan lihat bagaimana orang-orangnya, perubahan hatinya perubahan mindset-nya dan perubahan layanannya ke masyarakat,” Tutup Menkes Budi.</p>
<p>Peluncuran budaya kerja dan rebranding identitas Kemenkes yang dilakukan saat ini bertujuan menyeragamkan identitas bagi seluruh entitas Kemenkes dari pusat sampai dengan UPT. Harapannya, seluruh unit kerja menampilkan identitas yang sama sebagai simbol semangat dan spirit transformasi.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa dalam kegiatan peluncuran budaya kerja tersebut menyampaikan, peluncuran gerakan perubahan budaya kerja dan rebranding identitas Kemenkes bertujuan mendorong terciptanya budaya kerja baru yang lebih efektif, efisien, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pelayanan.</p>
<p>“Reformasi birokrasi telah dilaksanakan di Kemenkes dengan berbagai upaya agar Kemenkes menjadi lebih adaptif dan cepat dalam proses pelayanan serta pengambilan keputusan, ini yang penting bagi kita untuk melayani masyarakat,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta melanjutkan, Kemenkes mengimplementasikan percepatan reformasi birokrasi melalui enam pilar transformasi kesehatan, yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Namun, pilar terpenting adalah pilar ketujuh yang berlaku untuk internal Kemenkes, yakni transformasi organisasi dan budaya kerja.</p>
<p>Sekjen Kunta menjelaskan transformasi internal ini juga dilakukan melalui penguatan nilai-nilai dasar ASN Ber-Akhlak yang terus-menerus melakukan perbaikan dan perubahan. “Reformasi dari pilar ketujuh memang harus terus-menerus dilakukan, tidak boleh berhenti, dan inovasi dan perubahan itu akan sangat dinamis. Harapannya agar satu tujuannya sama, yaitu Kemenkes Hebat Indonesia Sehat,” lanjut Sekjen Kunta.</p>
<p>Upaya Kemenkes melakukan perubahan budaya kerja salah satunya merancang inisiatif kampanye perubahan budaya kerja berbasis budaya Ber-Akhlak yang berfokus pada tiga komponen perilaku, yaitu eksekusi efektif (effective execution), cara kerja baru (new ways of working), dan pelayanan unggul (service excellent).</p>
<p>Sekjen Kunta juga menyampaikan, kegiatan peluncuran gerakan perubahan budaya kerja dirangkaikan dengan peresmian lantai 2 gedung Adhyatma yang telah direnovasi dengan mengusung desain yang unik, yaitu kantor Ber-Akhlak yang merupakan workspace terbuka dan tanpa sekat.</p>
<p>“Desain kantor Ber-Akhlak, workspace ini diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi pegawai dalam perubahan fundamental pola pikir dan sikap mental ASN Kemenkes yang tadinya hierarkis dan cenderung terkotak-kotak menjadi lincah inovatif dan kolaboratif,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta mengatakan, perubahan budaya kerja ini dilakukan secara bertahap. Workspace tanpa sekat pada gedung baru Adhyatma merupakan salah satu upaya perubahan budaya kerja agar tidak ada sekat di antara para pegawai sehingga mereka leluasa untuk menyampaikan aspirasinya.</p>
<p>Adanya peluncuran perubahan budaya kerja diharapkan dapat memacu para insan Kemenkes melakukan perubahan budaya kerja, termasuk perubahan perilaku diri sendiri agar dapat mencapai kebutuhan, keinginan, dan tujuan organisasi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (DJ).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53537647697_c892106d79_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>SATUSEHAT Raih Penghargaan The GovTech Prize di World Governments Summit 2024</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ satusehat-raih-penghargaan-the-govtech-prize-di-world-governments-summit-2024</link>				
         <pubDate>Tue, 20 Feb 2024 08:30:58 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ satusehat-raih-penghargaan-the-govtech-prize-di-world-governments-summit-2024</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berhasil meraih penghargaan The GovTech Prize 2024 untuk<br />
Kategori Kesehatan atas inovasinya dalam mengembangkan SATUSEHAT pada World Governments Summit 2024 di Dubai, Persatuan Emirat Arab, 13 Februari 2024. Penghargaan itu membuat Indonesia berhasil bersaing dengan negara-negara di seluruh dunia dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.</p>
<p>Penghargaan bertaraf internasional tersebut diserahkan langsung oleh Pemerintah Persatuan Emirat Arab yang diwakili oleh Pangeran Dubai Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum kepada Kemenkes RI yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Teknologi Kesehatan sekaligus Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI Setiaji.</p>
<p>“Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami. Bahwa inovasi yang kami lakukan dalam meningkatkan kualitas data dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat melalui digitalisasi telah diakui oleh dunia,” kata Setiaji.</p>
<p>The GovTech Prize, yang telah diselenggarakan untuk kesembilan kalinya pada tahun ini, merupakan ajang penghargaaan yang diselenggarakan oleh Kantor Perdana Menteri Persatuan Emirat Arab melalui The Emirates Government Services Excellence Program (EGSEP).</p>
<p>Penghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi inovasi yang dihasilkan, baik oleh pemerintah lokal maupun pusat, dari seluruh dunia. Penghargaan ini sekaligus menunjukkan pengakuan di level global atas solusi kreatif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang berdampak positif pada masyarakat dan menjadi inspirasi bagi negara-negara lainnya.</p>
<p>SATUSEHAT sendiri merupakan ekosistem platform pertukaran data kesehatan nasional terintegrasi. Platform ini dapat digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mempermudah aksesibilitas data dan efisiensi layanan. Saat ini, SATUSEHAT telah mengintegrasikan data kesehatan individu yang tersebar di lebih dari 22,000 fasyankes dengan target seluruh atau total 60,000 fasyankes yang nantinya akan terintegrasi di masa mendatang.</p>
<p>“Sehingga, tidak hanya dapat mengefisiensikan layanan, SATUSEHAT juga telah menjadi solusi bagi pemerintah menghadirkan data kesehatan yang reliabel untuk melahirkan kebijakan yang berkualitas dan tepat sasaran,” jelas Setiaji.</p>
<p>Dengan mengintegrasikan fasyankes melalui rekam medis elektronik (RME), kini SATUSEHAT mampu menghasilkan data kesehatan near real-time yang berkualitas. Keandalan interoperabilitas SATUSEHAT juga turut didukung dengan upaya pemenuhan keamanan sistem informasi berstandar internasional melalui perolehan sertifikasi ISO/IEC 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan ISO/IEC 27799 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi Kesehatan.</p>
<p>Melalui aplikasi untuk selulernya, SATUSEHAT juga memungkinkan masyarakat untuk merasakan manfaat dari interoperabilitas tersebut. SATUSEHAT Mobile menyediakan sejumlah fitur bermanfaat sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil pemeriksaan medis, serta riwayat vaksin dewasa dan imunisasi anak.</p>
<p>Setiaji menyatakan kesuksesan SATUSEHAT yang kembali meraih penghargaan ini memberikan dorongan tambahan bagi Kementerian Kesehatan RI untuk terus beradaptasi dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.</p>
<p>The GovTech Prize bukan penghargaan pertama dan satu-satunya yang diraih oleh Kemenkes melalui SATUSEHAT. Dalam 2 tahun terakhir, Kemenkes RI telah meraih 12 penghargaan nasional dan internasional lainnya atas upayanya dalam melakukan transformasi dan digitalisasi kesehatan. Penghargaan-penghargaan itu di antaranya OpenGov Asia Award 2023, IDC Future Enterprise Awards 2022, IdenTIK 2022, TOP Digital Awards 2023 dan lain sebagainya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2024-02-20-at-08.25.21.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skrining Kesehatan Tekan Angka Kematian Petugas Pemilu</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ skrining-kesehatan-tekan-angka-kematian-petugas-pemilu</link>				
         <pubDate>Mon, 19 Feb 2024 09:33:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ skrining-kesehatan-tekan-angka-kematian-petugas-pemilu</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 19 Februari 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengatakan sebanyak 6,8 juta petugas pemilu mengikuti kegiatan skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,4 juta petugas dinyatakan sehat, sementara 400 ribu petugas lainnya tergolong berisiko tinggi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Risiko tingginya paling banyak hipertensi, ini banyak sekali, yang kedua jantung. Dua ini yang paling besar,” tutur Menkes Budi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes mengungkapkan kegiatan skrining kesehatan untuk deteksi penyakit telah berhasil menekan angka kematian petugas pemilu 2024. Berdasarkan data dihimpun dari KPU dan Bawaslu selama periode 14-18 Februari 2024, tercatat sebanyak 84 petugas pemilu dikonfirmasi meninggal dunia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dari KPU, angkanya 71 orang untuk tanggal 14-18 Februari, untuk Bawaslu ada tambahan 13 orang kurang lebih tanggalnya sama, jadi total yang meninggal sampai sekarang ada 84 orang,” kata Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes menyampaikan, jika dibandingkan Pemilu 2019, angka kematian tersebut telah berkurang. Bahkan, penurunan angka kematian mencapai 74 persen. Kendati demikian, Menkes Budi menegaskan bahwa pemerintah terus mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada penyelenggaraan pemilu mendatang karena satu nyawa manusia sangatlah berarti. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Angka kematian tahun ini di kisaran 16 persen dari kematian sebelumnya. Artinya terjadi penurunan yang sangat drastis dari jumlah petugas yang meninggal dari pemilu sebelumnya,” ungkapnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengatakan bahwa sejumlah langkah antisipatif telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko kesakitan dan kematian para pejuang demokrasi di pemilu 2024. Menurutnya, berbagai langkah preventif tersebut merupakan wujud hadirnya negara dalam melindungi seluruh warga negaranya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">&#8220;Kami jauh-jauh hari telah mengantisipasi dengan baik karena berdasarkan pengalaman tahun 2019, maka ada langkah-langkah preventif yang telah kita lakukan, selanjutnya kita membangun kesiapsiagaan yang cukup tinggi didalam mengatasinya,&#8221; kata Moeldoko dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (19/2).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Moeldoko mengungkapkan, salah satu upaya kesiapsiagaan yang dilakukan adalah skrining kesehatan kepada seluruh petugas pemilu 2024. Hal ini untuk memastikan seluruh petugas pemilu dalam kondisi sehat, kuat dan bugar saat bertugas. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun pelaksanaanya dengan melibatkan berbagai pihak diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BPJS Kesehatan dan KPU. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti memberikan apresiasi atas tingginya antusiasme petugas pemilu dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, dari 7,9 juta petugas pemilu yang terdaftar, sebanyak 6,8 juta orang atau 86,4 persen telah mengikuti skrining kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dari skrining tadi, ada 398.155 orang yang berisiko penyakit dan kami beritahukan di dashboard yang bisa diakses oleh kementerian/lembaga dan petugasnya secara langsung,” tuturnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Faktor risiko yang paling banyak adalah hipertensi, diikuti jantung koroner, lalu gagal ginjal kronik dan diabetes melitus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pihaknya sangat mendukung adanya pemeriksaan kesehatan kepada semua petugas pemilu 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia menjelaskan, Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah agar menyediakan anggaran untuk melakukan skrining kesehatan bagi semua petugas pemilu yang bertugas di wilayahnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jelang pelaksanaan pemilu pada 14 Februari 2024, ia menyebut hampir semua petugas pemilu telah melakukan skrining kesehatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sebagian besar sudah ter-cover, kurang lebih ada 4,8 persen dari 7,9 juta petugas pemilu yang belum skrining, seluruhnya dibiayai oleh pemda,” kata Mendagri. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tak hanya itu, Kemendagri juga bekerja sama dengan Kemenkes untuk menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit agar siaga selama Pemilu 2024 berlangsung.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketua KPU RI Hasyim Asy&#8217;ari menambahkan selain memperkuat aspek kesehatan petugas pemilu melalui skrining kesehatan, upaya mitigasi juga dilakukan dalam berbagai hal</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantaranya, menetapkan mabang batas usia petugas pemilu maksimal 55 tahun dan memastikan kondisinya sehat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Upaya lainnya, yakni memberikan honor yang layak dan jaminan kerja dari pemerintah serta memberikan pelatihan kepada seluruh petugas pemilu agar ada pemerataan pemahaman terkait pelaksanaan pemilu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53538949174_6ef97b4175_o.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hari Kanker Sedunia, Kemenkes Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ hari-kanker-sedunia-kemenkes-upayakan-deteksi-dini-kanker-lebih-mudah-dan-murah-di-puskesmas</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Feb 2024 13:25:49 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ hari-kanker-sedunia-kemenkes-upayakan-deteksi-dini-kanker-lebih-mudah-dan-murah-di-puskesmas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Jakarta, 16 Februari 2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau pentingnya melakukan upaya deteksi dini untuk menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh kanker.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Strategi utama menurunkan angka kematian akibat kanker adalah dengan deteksi dini. Kalau kanker bisa diketahui lebih dini, tingkat kesembuhannya lebih besar, dan biayanya juga lebih murah,” ungkap Menkes Budi saat menghadiri peringatan Hari Kanker Sedunia yang digelar oleh RS Kanker Dharmais, Jakarta, Jumat, 16 Februari 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejalan dengan upaya mewujudkan transformasi kesehatan, Kementerian Kesehatan terus berupaya melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan deteksi dini kanker di tingkat puskesmas kabupaten/kota. Hal ini untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan layanan deteksi dini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Layanan deteksi dini ini khususnya untuk 4 jenis kanker utama, yakni kanker payudara dan kanker serviks pada wanita, serta kanker paru-paru dan kanker usus yang banyak kasusnya ditemui pada pria.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menkes Budi mengatakan semua puskesmas di 514 kabupaten/kota sedang disiapkan untuk bisa melayani deteksi dini 4 jenis kanker tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Semua puskesmas sedang kami siapkan. Harapannya tahun ini, semua alatnya bisa selesai kita bagikan secara bertahap ke 10.000 Puskesmas di 514 Kabupaten/Kota,” ujar Menkes.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Alat kesehatan yang dimaksud, yakni utamanya untuk deteksi dini kanker payudara adalah Probe Linear USG. Sedangkan untuk deteksi dini kanker serviks, Kemenkes sudah mulai meluncurkan tes HPV DNA yang hasilnya lebih akurat dan prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan Pap Smear.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, Menkes Budi menyebutkan layanan deteksi dini kanker paru-paru dan kanker usus juga akan disediakan. Kemenkes menargetkan setiap puskesmas dapat melakukan layanan skrining kanker paru dengan alat Low Dose CT-Scan (LDCT) dan kanker usus besar dengan kolonoskopi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">LDCT mampu mendeteksi lesi kecil atau nodul pada paru-paru yang mungkin merupakan tanda awal kanker paru-paru.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kita akan selesaikan secara bertahap di 514 kabupaten/kota supaya tiap puskesmas punya CT-Scan biar bisa melakukan prosedur Low Dose CT-Scan untuk deteksi dini kanker paru-paru dan kolonoskopi untuk deteksi dini kanker usus besar,” kata Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. R. Soeko Werdi Nindito mengungkapkan RS Kanker Dharmais siap bekerja sama dengan kolegium dan organisasi profesi untuk memberikan pelatihan kepada dokter-dokter umum di puskesmas untuk dapat melakukan layanan deteksi dini kanker.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> “Kami akan ikut serta melatih dokter-dokter umum di puskesmas untuk bisa melakukan USG dan layanan deteksi dini kanker lainnya dengan turut bekerja sama dengan organisasi profesi dan kolegium supaya pelatihan secara masif dapat dilakukan dalam waktu cepat,” ungkap dr. Soeko.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan kolegium dan organisasi profesi untuk memastikan semua rumah sakit siap melakukan layanan penyakit kanker. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, Menkes Budi berharap upaya ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mau pergi ke puskesmas dan melakukan skrining serta pemeriksaan deteksi dini kanker. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kita semua perlu berkolaborasi melakukan edukasi yang masif supaya masyarakat mau pergi ke puskesmas untuk lakukan deteksi dini. Masyarakat jangan takut buat skrining dan periksa. Jika terdeteksi ada yang positif kanker, tidak perlu khawatir, bisa langsung rujuk ke rumah sakit karena sudah kami siapkan untuk dilakukan perawatan berikutnya. Lebih cepat ditemukan maka kemungkinan sembuhnya juga besar,” tutup Menkes Budi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email </span><a href="mailto:kontak@kemkes.go.id"><span style="font-weight: 400;">kontak@kemkes.go.id</span></a><span style="font-weight: 400;">. (FSI)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
</span><span style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</span></p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53531516187_8282def669_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RS Rujukan Harus Jadi Pengampu yang Berikan Pembekalan Deteksi Dini Penyakit Katastropik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rs-rujukan-harus-jadi-pengampu-yang-berikan-pembekalan-deteksi-dini-penyakit-katastropik</link>				
         <pubDate>Sat, 17 Feb 2024 11:30:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rs-rujukan-harus-jadi-pengampu-yang-berikan-pembekalan-deteksi-dini-penyakit-katastropik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Bandung, 16 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan penanganan penyakit katastropik seperti stroke, jantung, ginjal, dan kanker harus menjadi prioritas layanan RS rujukan seperti RSUD Al Ihsan, Bandung, Jawa Barat. Menkes Budi berharap lebih banyak pasien rumah sakit rujukan keluar melalui pintu depan dalam kondisi sembuh daripada harus keluar melalui pintu belakang dalam kondisi meninggal.</p>
<p>“Nah saya jadi menteri kan waktunya singkat. Ya sudah, saya fokusnya mengurangi supaya lebih sedikit yang keluar dari belakang. Kalau bisa, keluarnya semua dari depan. Masuk dari depan, keluar dari depan,” ujar Menkes Budi saat meresmikan layanan rujukan prioritas RSUD Al Ihsan Bandung, Jumat (16/2).</p>
<p>Layanan prioritas RSUD Al Ihsan yang diresmikan Menkes Budi merupakan implementasi transformasi kesehatan, khususnya transformasi layanan rujukan. Layanan itu, yakni Cardiac Surgery Center, Stroke Center, Radiotherapy Center, Pengobatan TB Paripurna, dan One Stop Service Kanker Paru.</p>
<p>Layanan rujukan tersebut merupakan fasilitas rujukan penyakit katastropik atau penyakit yang mengancam nyawa dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses penyembuhan yang lama.</p>
<p>Menkes Budi mengingatkan tugas penting dari layanan rujukan, seperti RSUD Al Ihsan, tidak hanya terletak pada kemampuan menangani berbagai penyakit yang bersifat katastropik, tetapi juga pada kemampuan untuk mengampu atau mentransfer pengetahuan layanan unggulan yang dimilikinya ke seluruh rumah sakit di kabupaten/kota di Jawa Barat.</p>
<p>“Jadi tugasnya Rumah Sakit Al ihsan adalah mengampu. Bukan hanya pintar sendiri, tapi harus bisa semua kabupaten kota di Jawa Barat harus bagus RSUD-nya. Kalau bisa sedikit sekali yang dirujuk ke Al Ihsan. Semakin sedikit yang dirujuk, semakin bagus Al Ihsan-nya,” kata dia.</p>
<p>Kemenkes menetapkan 10 layanan kesehatan prioritas yang menjadi perhatian dalam transformasi layanan rujukan. Sepuluh layanan kesehatan prioritas tersebut adalah kanker, jantung, stroke, ginjal, kesehatan ibu anak, TB respirasi, diabetes melitus, gastrohepatologi, penyakit infeksi emerging, dan kesehatan jiwa.</p>
<p>Kanker, jantung, stroke, dan ginjal yang merupakan penyakit katastropik masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus pada penyakit katastropik tersebut melalui transformasi layanan rujukan di berbagai RS seperti RSUD Al Ihsan Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Pada kesempatan peresmian layanan rujukan prioritas RSUD Al Ihsan Bandung, Menkes Budi terus mengingatkan bahwa deteksi dini menjadi hal yang sangat penting agar beban layanan rujukan tidak semakin berat dan pasien dapat tertangani lebih awal sebelum kondisi penyakit semakin memburuk.</p>
<p>“Karena kanker itu obatnya satu, yaitu harus deteksi dini, itu 80% sembuh. Kalau deteksinya telat, 80% wafat. Nah, ibu pilih mau wafat mau sembuh?” ujar Menkes Budi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara kepada peserta yang hadir dalam peresmian layanan rujukan prioritas RSUD Al Ihsan Bandung.</p>
<p>Menkes Budi juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang berkaitan dengan darah agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit katastropik. Ia menambahkan, pemeriksaan darah di masyarakat harus difokuskan pada tiga hal utama, yaitu tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar lemak darah.</p>
<p>“Pak, Bu, kalau mau sehat, udah yang diukur berkaitan dengan darah 3 saja dulu. Tekanan darah, gula darah, lemak darah,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Direktur RSUD Al Ihsan Dewi Basmala menjelaskan Al Ihsan sudah berupaya meningkatkan kualitas layanan rujukan berbasis teknologi untuk penyakit katastropik. Dalam upaya itu, RSUD Al Ihsan sudah menangani lima jenis kasus penyakit katastropik terbanyak melalui layanan bedah jantung terbuka, kanker terpadu, urologi dan nefrologi, stroke, dan radioterapi.</p>
<p>“Kanker terpadu, semua jenis kanker bisa ditangani di sini mulai dari deteksi dini, tindakan operasi, kemoterapi, sampai dengan radio kemoterapi,&#8221; papar Dewi.</p>
<p>Direktur Dewi menambahkan kemampuan RSUD Al Ihsan memberikan layanan untuk penyakit katastropik tidak dapat dilepaskan dari upaya transformasi SDM kesehatan yang dilakukan RSUD Al Ihsan. Dewi menyatakan sertifikasi tenaga kesehatan di RSUD Al Ihsan sudah melebihi 20 JPL.</p>
<p>“Kami mempunyai spesialis, sub spesialis,dan sertifikasi nakes sudah melebihi dari 20 JPL,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (RR)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG-20240217-WA0001.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Waspada Kesehatan Anggota KPPS</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-kesehatan-anggota-kpps</link>				
         <pubDate>Wed, 14 Feb 2024 02:40:38 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ waspada-kesehatan-anggota-kpps</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 13 Februari 2024</p>
<p>Jelang hari pencoblosan Pemilu 2024 pada Rabu (14/02/2024), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengupayakan persiapan dalam menghadapi kegawatdaruratan di bidang kesehatan untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Upaya persiapan kegawatdaruratan tersebut meliputi kesiapan fasilitas layanan kesehatan, tenaga kesehatan dan Public Safety Center (PSC) 119.</p>
<p>Proses pendaftaran calon anggota KPPS sebenarnya telah melibatkan skrining kesehatan. Salah satu syarat pendaftaran calon anggota KPPS, yakni sehat jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.</p>
<p>Syarat tersebut dibuktikan melalui surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari puskesmas, rumah sakit, atau klinik. Kendati demikian, Kemenkes tetap melakukan persiapan kegawatdaruratan sebagai layanan kesehatan kepada masyarakat pada hari pemungutan suara.</p>
<p>Kepala Pusat Krisis Kesehatan Dr. Sumarjaya mengatakan telah menyiapkan fasilitas serta mobilisasi tenaga dan PSC 119. PSC 119 merupakan layanan cepat tanggap darurat untuk masyarakat, termasuk anggota KPPS, yang membutuhkan layanan kesehatan.</p>
<p>Saat ini, ada 352 PSC yang membantu penanganan kesehatan dalam kecelakaan atau situasi kritis ini di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Kesiapan kegawatdaruratan saat ini kita mempunyai PSC namanya jadi merupakan respons cepat, ya, memberikan respons kepada masyarakat yang membutuhkan dan juga petugas jika terjadi hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan kesehatan,” kata Dr. Sumarjaya.</p>
<p>Dr. Sumarjaya melanjutkan, Kementerian Kesehatan juga mempunyai Emergency Medical Tim (EMT). Tim yang dibentuk untuk memberikan pelayanan medis kesehatan saat kegawatdaruratan kesehatan ini memiliki memiliki 13.000 tenaga cadangan kesehatan (TCK).</p>
<p>Setiap TCK-EMT memiliki formasi lengkap di antaranya dokter, perawat, tenaga farmasi, tenaga logistik, tenaga administrasi, dan pengemudi ambulans. Saat ini, terdapat 458 TCK-EMT yang telah tersebar di Indonesia.</p>
<p>“Jadi, ini kesiapsiagaan berbasis EMT di mana tenaga kesehatan cadangan ini memiliki formasi lengkap ada dokternya perawatnya dan itu sudah tersebar ke seluruh Indonesia,” lanjut Dr. Sumarjaya.</p>
<p>Dr. Sumarjaya mengatakan, pada hari pemungutan suara, puskesmas akan buka dengan sistem rujukan. Jika terjadi kegawatdaruratan di tempat pemungutan suara (TPS), masyarakat dapat menghubungi PSC 119.</p>
<p>Selanjutnya, PSC akan memberikan respons cepat dengan memberikan pertolongan pertama. “Yang merespons cepat di TPS itu nanti adalah 119. Jadi, pertolongan pertamanya jika terjadi kegawatdaruratan, baru nanti akan langsung ke tempat-tempat fasilitas pelayanan kesehatan, apakah nanti itu bisa di puskesmas ataupun ke rumah sakit,” jelas Dr. Sumarjaya.</p>
<p>Direktur Pelayanan Kesehatan Primer dr. Obrin Parulian juga mengatakan, Kementerian Kesehatan melalui lintas program telah menyediakan seluruh bidang kesehatan untuk mendukung anggota KPPS dalam menjalankan tugasnya. Khusus Pemilu 2024, layanan kesehatan seperti puskesmas akan dibuka selama 24 jam dengan mekanisme yang dikoordinasikan bersama untuk pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>“Kita juga siagakan seluruh fasilitas layanan kesehatan kalau nanti ada permasalahan di lapangan sudah ada tim dari pusat krisis dan jejaringnya yang siap. Kemudian, kita di puskesmas, di rumah sakit, siap untuk memberikan pelayanan khusus untuk Pemilu ini. Puskesmas pun kita diadakan 24 jam,” kata dr. Obrin.</p>
<p>dr. Obrin menjelaskan, sistem layanan kesehatan saat ini sudah stabil. Kementerian Kesehatan juga sudah memiliki sistem dan melakukan kesiapsiagaan untuk melayani 5.741.127 anggota KPPS yang tersebar di 820.161 TPS.</p>
<p>“Untuk di setiap TPS, apakah ada posko? Itu tidak, tapi nanti akan ada kesiagaan ini semua dibangun, termasuk penempatan tim terdekat setiap TPS, kita ada mapingnya nanti, termasuk kesiagaan ambulans, yah. Jadi, kalau ada kasus PSC mendapatkan informasi, PSC turun dan ditangani di tempat atau kalau perlu rujukan, nanti sistem rujukannya bergerak,” jelas dr. Obrin.</p>
<p>Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia dr. Nida Rohmawati mengatakan membagikan tips untuk menjaga kesehatan bagi anggota KPPS karena salah satu keberhasilan pesta demokrasi ditentukan oleh anggota KPPS. Tips menjaga kesehatan bagi anggota KPPS cukup dengan menerapkan 4C, yakni cukup tidur, cukup minum, cukup makan, dan cukup olahraga.</p>
<p>“C yang pertama adalah cukup tidur minimal 6-8 jam sehari. C yang kedua cukup minum 6-8 gelas setiap hari karena dehidrasi kekurangan minum itu menjadi faktor risiko terjadinya kesakitan dan kematian. C yang ketiga cukup makan jangan hanya makan snack tapi lupa makan. C yang keempat adalah cukup olahraga, minimal olahraga 30 menit sehari,” jelas dr. Nida.</p>
<p>dr. Nida juga menganjurkan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi kafein dan minuman manis serta tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan minuman berenergi.</p>
<p>“Tubuh sudah kelelahan metabolismenya ditambah minuman berenergi digenjot lagi dan iya tubuhnya jadi terpaksa tidak kelelahan lagi. Minum alkohol tidak dianjurkan serta kurangi minuman manis, kopinya boleh 2 cangkir sehari nggak usah lebih-lebih,” kata dr. Nida.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id (DJ).</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot_20240214_021007_YouTube.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Berbagi Cerita Upaya Tingkatkan Deteksi Tuberkulosis di Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-berbagi-cerita-upaya-tingkatkan-deteksi-tuberkulosis-di-indonesia</link>				
         <pubDate>Sun, 11 Feb 2024 16:00:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-berbagi-cerita-upaya-tingkatkan-deteksi-tuberkulosis-di-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Brazil, 9 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berbagi pengalaman Indonesia berupaya mengeliminasi Tuberkulosis (TB) ketika menghadiri Stop TB Partnership (STP) Board Meeting ke-37 di Kota Brasilia, Brazil.</p>
<p>Indonesia, negara dengan beban tertinggi kedua TB secara global, telah melakukan upaya memberantas TB dan berhasil mencatatkan keberhasilan yang signifikan pada tahun lalu, yakni laporan atau notifikasi kasus tertinggi sepanjang sejarah TB di Indonesia.</p>
<p>“Indonesia sebelumnya hanya bisa mendeteksi kasus TB sebanyak 400-500 ribu, bahkan turun menjadi sekitar 300 ribu selama pandemi Covid-19. Namun pada tahun 2022, deteksi kasus berhasil naik menjadi 700 ribu dan 800 ribu kasus pada tahun 2023. Indonesia masih terus berkomitmen untuk meningkatkan jumlah kasus yang dilaporkan hingga menjadi 900 ribu dari 1 juta perkiraaan kasus TB pada tahun 2024. Indonesia juga berkomitmen menyediakan pengobatan TB yang lebih singkat, memperkuat kolaborasi dengan komunitas, serta melakukan inovasi pembiayaan untuk layanan TB,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes mengatakan, kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk belajar dan berkorban dapat membuktikan bahwa pemberantasan TB secara global bukanlah suatu kebetulan, melainkan kesuksesan masa depan yang dapat diraih bersama. Menkes menambahkan, eliminasi Tuberkulosis (TB) akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.</p>
<p>Menkes juga menjelaskan upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberantas TB. Upaya itu, di antaranya berkolaborasi dengan masyarakat dan kader kesehatan untuk menyaring 2,2 juta populasi berisiko tinggi TB.</p>
<p>“Kami melibatkan masyarakat untuk membentuk TB Army, sebuah komunitas terlatih bagi para penyintas TB yang membantu mendeteksi dan mengawasi pasien TB MDR (multidrug-resistant tuberculosis),” ujar Menkes Budi.</p>
<p>TB MDR adalah jenis tuberkulosis yang kebal terhadap dua obat antituberkulosis paling kuat. Artinya, obat-obatan tersebut sudah tidak mempan untuk membunuh bakteri TB dalam tubuh penderita.</p>
<p>Selanjutnya, Indonesia juga mendorong inovasi dalam diagnosis tuberkulosis dengan memproduksi lima alat deteksi TB berbasis PCR, yang dapat dimanfaatkan oleh 1.000 laboratorium PCR yang sudah ada di Indonesia.</p>
<p>“Kami juga mempercepat penerapan pengobatan presisi dengan mendirikan Inisiatif Ilmu Biomedis dan Genom (Biomedical &amp; Genome Science Initiative/BGSi), yang mencakup pengurutan genom pada MDR sampel TB untuk meningkatkan surveilans,” kata Menkes Budi.</p>
<p>BGSi merupakan inisiatif nasional untuk mendorong pemanfaatan data genomik atau informasi genetik sehingga dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit secara tepat dan akurat.</p>
<p>Menkes menambahkan, Indonesia juga memastikan pengobatan TB dapat diakses oleh semua orang. Indonesia merupakan salah satu negara pertama di Asia yang meluncurkan BPaL dan BPaLM (bedaquiline, pretomanid, linezolid, dan moksifloksasin).</p>
<p>Pengobatan ini dikenal sebagai regimen oral jangka pendek untuk tuberkulosis resisten obat (TBC RO). Regimen ini membantu mempersingkat pengobatan jangka pendek TB RO menjadi enam bulan. Sebelumnya, pengobatan jangka pendek untuk pasien TB RO berdurasi 9–11 bulan dan menggunakan suntikan.</p>
<p>Selain itu, Indonesia mendukung penelitian operasional mengenai potensi regimen pengobatan yang lebih singkat untuk Tuberkulosis Sensitif Obat (TBC SO). Jika TB RO memerlukan pendekatan pengobatan yang lebih kompleks karena bakteri penyebab TB, Mycobacterium tuberculosis, resisten terhadap obat-obatan tertentu, TB SO dapat diobati dengan regimen standar. Namun, durasi pengobatan TB SO saat ini masih sekitar 6-9 bulan.</p>
<p>“Kami adalah salah satu negara pertama di dunia yang melaksanakan inisiatif percontohan untuk memberikan insentif puskesmas, memberikan pelayanan TB yang terstandar, meliputi diagnosis, pelaporan, dan kelengkapannya pengobatan kasus TB,” tambah Menkes.</p>
<p>Tidak hanya di tingkat nasional, komitmen Indonesia juga ditunjukkan dalam level global, yakni Indonesia memprakarsai Aliansi Negara-negara untuk Memerangi Tuberkulosis bersama Nigeria, Filipina, dan Polandia.</p>
<p>“Saya percaya bahwa dengan menyatukan kekuatan, kita bisa menang melawan tuberkulosis.” tegas Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG-20240209-WA0007.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Dorong Dunia Percepat Penyediaan Vaksin TBC Baru</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-dorong-dunia-percepat-penyediaan-vaksin-tbc-baru</link>				
         <pubDate>Fri, 09 Feb 2024 22:44:14 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-dorong-dunia-percepat-penyediaan-vaksin-tbc-baru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Brazil, 9 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan urgensi untuk mempercepat penyediaan vaksin Tuberkulosis (TBC) baru. Menteri Kesehatan yakin vaksin TBC dapat menjadi solusi perlindungan yang ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk mengurangi dampak ekonomi akibat biaya perawatan kesehatan dan kehilangan produktivitas.</p>
<p>“Apabila eliminasi TBC ingin dicapai pada 2030, kita hanya memiliki 3 tahun untuk mengembangkan vaksin TBC agar dapat mulai digunakan di 2028. Pengembangan vaksin harus dilakukan secara fokus,” ungkap Menkes Budi dalam ​​Stop TB Partnership (STP) Board Meeting ke 37 di Kota Brasilia, Brazil.</p>
<p>Menkes Budi, sebagai board member dari negara yang terdampak TBC, juga menyampaikan gagasannya untuk meyakinkan seluruh anggota negara G20 agar melakukan investasi memadai sehingga vaksin TBC baru dapat tersedia dalam tiga tahun mendatang.</p>
<p>Saat ini, vaksin TBC yang tersedia adalah vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Vaksin BCG memberikan perlindungan parsial untuk mencegah TBC yang berat pada bayi dan anak usia dini, tetapi tidak cukup untuk melindungi anak dan orang dewasa dari TBC.</p>
<p>Pengembangan vaksin TBC yang efektif untuk semua usia, terutama untuk anak dan orang dewasa, diperlukan untuk mencapai 90% penurunan insidens dan 95% penurunan kematian akibat TBC. Vaksin TBC juga berpotensi untuk menahan penyebaran TBC resisten obat, , yakni jenis tuberkulosis yang tidak merespons pengobatan standar yang umumnya efektif untuk mengobati infeksi tuberkulosis.</p>
<p>Saat ini, beberapa kandidat vaksin TBC yang sedang dikembangkan memiliki potensi untuk mencegah penyakit TBC pada anak dan orang dewasa, menggantikan atau menguatkan vaksin BCG, mencegah kekambuhan pada pasien yang telah menyelesaikan pengobatan, atau memperpendek durasi pengobatan.</p>
<p>Indonesia sendiri aktif berkontribusi dalam tiga uji klinis kandidat vaksin TBC. Pertama adalah vaksin yang dikembangkan Bill &amp; Melinda Gates Foundation (BMGF). Vaksin yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Inggris, GSK, ini memanfaatkan protein rekombinan. Untuk pengembangan vaksin ini, telah dilakukan penelitian epidemiologi di Indonesia yang mengungkapkan lebih dari 30% populasi sampel dalam penelitian ini mungkin telah terinfeksi TBC.</p>
<p>Kedua, vaksin yang dikembangkan melalui kerja sama perusahaan farmasi asal China, CanSinoBio, dan perusahaan biofarmasi asal Indonesia, Etana. Pengembangan vaksin ini menggunakan vektor virus dan sedang uji klinis fase pertama.</p>
<p>Ketiga, vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, dan perusahaan farmasi asal Indonesia, Biofarma. Pengembangan vaksin ini menggunakan teknologi mRNA dan saat ini sedang penjajakan untuk lokasi uji klinis fase 2 di Indonesia.</p>
<p>“Saya percaya dengan investasi ini kita tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, namun juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang” kata Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG-20240209-WA0009.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan WHO Indonesia Kembali Kerja Sama Grant Agreement Biennium 2024-2025</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-who-indonesia-kembali-kerja-sama-grant-agreement-biennium-2024-2025</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Feb 2024 14:34:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-who-indonesia-kembali-kerja-sama-grant-agreement-biennium-2024-2025</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 7 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali melakukan kerja sama Grant Agreement dan Joint Work Plan WHO Biennium 2024-2025. Kemenkes diwakili Sekretaris Jenderal Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan WHO Indonesia diwakili oleh Dr. N. Paranietharan melakukan penandatangan kerja sama itu di ruang rapat pimpinan gedung Prof. Sujudi lantai tiga pada Rabu (7/2/2024).</p>
<p>Sebelumnya, Kemenkes dan WHO Indonesia pernah menyepakati kerja sama hibah bidang kesehatan melalui Grant Agreement dan Joint Work Plan WHO Biennium 2023-2024 di sela agenda pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN (15th AHMM) di Bali pada 2022.</p>
<p>Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2024-2025 bertujuan mendukung implementasi WHO 13th General Programme of Work, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, dan Pilar-Pilar Transformasi Kementerian Kesehatan RI. Dukungan itu dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dijabarkan di dalam Rencana Kerja Bersama Kemenkes (Joint Work Plan) RI-WHO Indonesia untuk WHO Programme Budget 2024–2025.</p>
<p>Kerja sama dengan WHO difokuskan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis untuk implementasi pilar transformasi bidang kesehatan dengan akuntabilitas yang baik. Salah satunya, pelaksanaan riset implementasi (implementation research), yakni pendekatan penelitian untuk menjawab kebutuhan sistem kesehatan, sesuai arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>
<p>Riset implementasi ini dikoordinasi oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). Oleh karena itu, diharapkan terjadi koordinasi yang intens antara WHO dan BKPK dalam melaksanakan implementation research sebagai bagian dari Joint Work Plan 2024-2025.</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kunta Wibawa mengungkapkan penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2024-2025 tidak hanya sebagai lanjutan mitra kerja tetapi juga sebagai kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.</p>
<p>“Kesepakatan hari ini tidak hanya menandai kelanjutan kemitraan yang kuat antara kedua belah pihak, tetapi juga kolaborasi yang berarti untuk mencapai Program Umum WHO, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024, dan khususnya Kementerian Kesehatan yaitu pilar transformasi kesehatan,” kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta menjelaskan, perjanjian selama dua tahun ini mencerminkan kerja sama dalam enam pilar transformasi kesehatan dengan fokus utama pada promosi pola hidup sehat, perluasan imunisasi, wajib skrining, dan peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan primer.</p>
<p>“Kami menyadari bahwa mencapai transformasi kesehatan bukanlah hal yang mudah. Itu perlu kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk WHO, untuk mencapai tujuan bersama serta menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik dan dapat melayani kebutuhan masyarakat Indonesia akan layanan kesehatan yang lebih berkualitas,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53514299451_67e2a0af55_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>95 Persen Anak Harus dapat Imunisasi, Cek Yuk 3 Jenis Antigen Baru </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ 95-persen-anak-harus-dapat-imunisasi-cek-yuk-3-jenis-antigen-baru</link>				
         <pubDate>Thu, 08 Feb 2024 12:55:57 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ 95-persen-anak-harus-dapat-imunisasi-cek-yuk-3-jenis-antigen-baru</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus menguatkan upaya preventif di layanan primer. Tujuannya, mendorong peningkatan layanan kesehatan masyarakat di tingkat primer sehingga dapat melindungi masyarakat dari penyakit.</p>
<p>Salah satu program utama transformasi kesehatan dalam akses layanan primer ini adalah penambahan imunisasi rutin anak, dari 11 menjadi 14 jenis antigen vaksin.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M, MARS menyampaikan, program-program nasional seperti imunisasi harus dapat dilakukan sepenuhnya. Apalagi, Kementerian Kesehatan menargetkan 95 persen anak harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap.</p>
<p>“Karena saya lihat ada beberapa kabupaten/kota yang bisa mendekati (target) nasional, tapi ada kabupaten/kota yang sangat jauh sekali imunisasi dasar lengkapnya,” ujar Maxi dikutip Kamis (1/2/2024).</p>
<p>“Memang, 95 persen anak-anak kita harus sudah mendapatkan imunisasi. Maka dari itu, kita perluas untuk imunisasi menjadi 14 antigen dan itu sudah nasional.”</p>
<p>Pada perluasan imunisasi ini, terdapat tiga vaksin tambahan, yaitu Human Papillomavirus Vaccine (HPV) untuk penyakit kanker, Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk penyakit pneumonia, dan Rotavirus Vaccine (RV) untuk penyakit diare. Kemenkes juga memberikan imunisasi polio suntik dosis kedua atau IPV2 untuk memperkuat perlindungan dari polio.</p>
<p>Dengan tambahan tersebut, 14 jenis vaksin yang diberikan pada imunisasi rutin meliputi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk penyakit tuberkulosis (TB), DPT-Hib untuk penyakit difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b.</p>
<p>Kemudian, imunisasi hepatitis B, MMR dan MR untuk campak rubella, OPV atau vaksin polio tetes serta IPV dan IPV2 atau vaksin polio suntik, vaksin TT, DT, dan td untuk penyakit difteri tetanus, vaksin Japanese Encephalitis (JE) untuk penyakit radang otak, serta HPV, PCV, dan Rotavirus.</p>
<p>Lindungi anak dari kanker serviks</p>
<p>Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker yang bisa dicegah dengan imunisasi HPV. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, sebanyak lebih dari 103 juta perempuan berusia 15 tahun ke atas di Indonesia berisiko terkena penyakit kanker serviks.</p>
<p>Selain itu, sekitar 36.000 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap tahunnya dan sekitar 70 persen di antaranya berada pada stadium lanjut. Angka kematian akibat kanker serviks pun tergolong tinggi, yakni sekitar 21.000 kematian pada 2020.</p>
<p>Sementara itu, data Globocan tahun 2021 mencatat, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang semakin meningkat. Perluasan pencanangan imunisasi HPV untuk menjaga masa depan anak-anak perempuan Indonesia agar selalu sehat.</p>
<p>“Vaksin HPV ini akan diberikan secara gratis dan sangat penting untuk melindungi anak perempuan dari kanker serviks atau kanker leher rahim. Tingkat kematian akibat kanker ini mencapai 50 persen karena mereka datang sudah terlambat,” terang Dirjen Maxi.</p>
<p>“Imunisasi merupakan upaya yang paling murah. Kalau sudah kena kanker serviks sudah pasti mahal biayanya. Tolong sampaikan kepada masyarakat, terutama yang memiliki anak perempuan usia 11 dan 12 tahun, untuk segera memanfaatkan program pemerintah ini.”</p>
<p>Perluasan imunisasi PCV dan Rotavirus</p>
<p>Pneumonia dan diare merupakan 2 dari 5 penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia yang dapat dicegah dengan imunisasi PCV dan Rotavirus.</p>
<p>Imunisasi PCV telah diberikan sejak 2016 hingga 2021 dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat (NTB) serta beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Timur.</p>
<p>Pada 2022, cakupan imunisasi PCV diperluas secara nasional dan diberikan dua kali saat anak berusia 0-11 bulan dan satu kali saat anak usia 12-24 bulan. Sementara itu, pemberian imunisasi Rotavirus (RV) direkomendasikan sebanyak 3 kali, yakni saat bayi berusia 2, 3 dan 4 bulan, guna memberikan perlindungan yang tinggi dan merata.</p>
<p>Imunisasi RV sudah diberikan tahun 2022. Awalnya, imunisasi RV mencakup 21 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Namun, untuk mempercepat penurunan kesakitan dan kematian akibat diare, Kementerian Kesehatan memperluas pemberian imunisasi RV di seluruh Indonesia sejak 2023.</p>
<p>“Introduksi imunisasi Rotavirus memang sudah dilakukan sejak 2022, namun kita lakukan pencanangan dan perluasan secara nasional,” kata Dirjen Maxi.</p>
<p>Perlindungan polio dosis kedua</p>
<p>Untuk perlindungan anak dari polio, Kemenkes melakukan pemberian tambahan imunisasi polio suntik atau IPV (Inactivated Poliovirus Vaccine) dosis kedua sejak 2022 di 3 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Pada 2023, IPV diperluas secara nasional.</p>
<p>“IPV dosis kedua untuk memperkuat perlindungan dari polio,” Maxi Rein Rondonuwu menambahkan.</p>
<p>IPV dosis kedua diberikan pada usia 9 bulan bersamaan dengan imunisasi campak rubella. Secara bertahap, ada penambahan dosis kedua imunisasi IPV atau IPV2 ke dalam jadwal imunisasi rutin sehingga jumlah pemberian imunisasi rutin polio menjadi 6 dosis.</p>
<p>Kombinasi enam dosis ini meliputi 4 dosis imunisasi polio tetes (OPV) dan 2 dosis imunisasi polio suntik (IPV). Hal ini sesuai WHO dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesia Technical Advisory Group of Immunization/ITAGI). WHO merekomendasikan kombinasi 4 dosis bOPV (bivalent Oral Polio Vaccine) disertai 2 dosis IPV.</p>
<p>Imunisasi polio tetes diberikan pada usia 1, 2, 3, dan 4 bulan. Pada usia 4 bulan, bayi diberikan juga vaksin Polio suntik (IPV). Imunisasi polio suntik pada usia 4 bulan diberikan bersamaan dengan imunisasi DPT-HB-Hib.</p>
<p>Imunisasi polio suntik diberikan di paha kiri sedangkan imunisasi DPT-HB-Hib di paha kanan serta harus menggunakan alat suntik yang berbeda.</p>
<p>Berikut ini jadwal imunisasi polio lengkap dalam program nasional:</p>
<p>Usia 1 bulan: imunisasi polio tetes (OPV1)</p>
<p>Usia 2 bulan: imunisasi polio tetes (OPV2)</p>
<p>Usia 3 bulan: imunisasi polio tetes (OPV3)</p>
<p>Usia 4 bulan: imunisasi polio tetes (OPV4) dan polio suntik (IPV1)</p>
<p>Usia 9 bulan: imunisasi polio suntik (IPV2)</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53447740010_20c760aac0_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kementerian Kesehatan Target Tiap Provinsi Miliki Rumah Sakit Utama Layanan Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-target-tiap-provinsi-miliki-rumah-sakit-utama-layanan-kanker</link>				
         <pubDate>Tue, 06 Feb 2024 07:59:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kementerian-kesehatan-target-tiap-provinsi-miliki-rumah-sakit-utama-layanan-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 5 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan menargetkan setiap provinsi memiliki rumah sakit utama layanan kanker. Rumah sakit utama layanan kanker, yakni rumah sakit yang mampu melakukan terapi radiasi, bedah kanker stadium lanjut, dan kemoterapi.</p>
<p>Target ini merupakan bagian dari transformasi kesehatan, khususnya transformasi layanan rujukan. Salah satu program dalam transformasi rujukan, yakni program pengampuan rumah sakit yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas layanan rujukan, meningkatkan kapabilitas, serta mengembangkan SDM rumah sakit.</p>
<p>Program ini tidak hanya menargetkan setiap provinsi memiliki satu rumah sakit utama yang memiliki layanan kanker, tetapi juga setiap kabupaten mempunyai layanan madya. Rumah sakit madya, yakni rumah sakit yang mampu melakukan bedah tumor dasar dan kemoterapi.</p>
<p>Program pengampuan rumah sakit ini diwujudkan dalam perjanjian kerja sama antara RSCM dan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung, RSUP Dr. Sitanala Tangerang, RSUD Banten, RSUD Dr. Soedarso Pontianak, serta RSUD Ulin Banjarmasin.</p>
<p>Penandatanganan kerja sama yang memfokuskan pada layanan kanker ini dilakukan di RSCM, Jakarta pada Senin (5/2/2024). “RSCM sebagai rumah sakit pengampu regional memiliki tugas melakukan pengampuan melalui kegiatan pendampingan pelayanan tindakan maupun pelatihan untuk edukasi, promotif, dan deteksi dini. RSCM diharapkan mampu meningkatkan kompetensi rumah sakit yang diampu di bawahnya,&#8221; kata Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono.</p>
<p>&#8220;Penyakit kanker ini menjadi masalah yang esensial di Indonesia, karena angka kematiannya masih tinggi dan pembiayaannya juga tinggi. di Indonesia sendiri terdapat 400 ribu kasus kanker di tahun 2022. Sehingga, kita membuat program pengampuan di mana pelayanan kanker di daerah harus sama dengan pelayanan kanker di Pusat,&#8221; kata Prof. Dante dalam peresmian pengampuan layanan kanker jejaring regional di RSCM, Jakarta, Senin.</p>
<p>Pengampuan dilakukan dengan melakukan stratifikasi terhadap rumah sakit pemerintah seperti RSCM sebagai rumah sakit pengampu di tingkat paripurna. Kemudian, stratifikasi dilakukan untuk rumah sakit utama, madya, hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.</p>
<p>Pengampuan rumah sakit juga akan diperkuat dengan penyediaan obat-obatan yang memadai, serta memastikan obat-obatan lokal memiliki kualitas yang setara dengan obat impor. Harapannya, pasien tidak perlu berobat ke luar negeri.</p>
<p>Transformasi layanan rujukan berupa pengampuan rumah sakit ini diharapkan memperbaiki deteksi dini pada pasien kanker. Sebab, Prof. Dante melanjutkan, banyak pasien kanker yang tidak terobati karena kurangnya deteksi dini, keterlambatan diagnosis, dan kurangnya intervensi penyakit kanker. Semua hal itu bermuara pada kurangnya akses, kualitas layanan rumah sakit belum memadai, tidak adanya alat kesehatan, tidak adanya dokter spesialis, dan kompetensi SDM yang kurang.</p>
<p>&#8220;Mereka datang pada saat sudah stadium lanjut. Menelusur pada aspek deteksi dini pada kanker, banyak faktor penyebabnya. Hal-hal seperti inilah yang akan kita bereskan bersama melalui sistem pengampuan yang oleh kemenkes sudah kita tetapkan sebagai salah satu program nasional untuk mengatasi beberapa penyakit yang progresif yang memakan biaya tinggi serta penting untuk dievaluasi,&#8221; lanjut Prof. Dante.</p>
<p>Direktur Utama (Dirut) RSCM dr. Supriyanto menyampaikan pengampuan RSCM akan fokus pada layanan empat jenis kanker prioritas, yaitu kanker payudara, serviks, paru, dan kanker pada anak.</p>
<p>dr. Supriyanto berharap, melalui kerja sama ini, rumah sakit ampuan pemerintah di daerah dapat memperluas jangkauan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, khususnya layanan kanker. RSCM memastikan program tersebut akan diimplementasikan secara efektif dan efisien melalui kerja keras dan kerja sama yang erat semua pihak.</p>
<p>&#8220;Kami yakin bahwa kita dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam penanggulangan kanker di Indonesia,&#8221; tutur Dirut dr. Supriyanto.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53509318277_15399629de_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Deteksi Dini Kunci Selamatkan Penderita Kanker</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ deteksi-dini-kunci-selamatkan-penderita-kanker</link>				
         <pubDate>Sun, 04 Feb 2024 20:01:50 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ deteksi-dini-kunci-selamatkan-penderita-kanker</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tangerang, 4 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kanker memiliki peluang kesembuhan yang sangat tinggi. Persentase kesembuhan kanker mencapai 90 persen apabila diketahui sejak stadium awal.</p>
<p>Hal ini disampaikan Menkes saat menghadiri pameran seni untuk memperingati Hari Kanker Sedunia yang digelar di Tangerang, Banten, Minggu, 4 Februari 2024.</p>
<p>“Satu yang paling penting, harus deteksi dini. Kalau ketahuannya cepat, 90 persen bisa sembuh. Kalau ketahuannya terlambat 90 persen wafat,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Namun, kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan deteksi dini masih rendah. Rendahnya tingkat deteksi dini terjadi karena masyarakat takut terhadap diagnosa maupun penanganan kanker.</p>
<p>Akibatnya, mayoritas pasien kanker yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah dalam stadium lanjut sehingga angka harapan hidupnya kian menurun.</p>
<p>“Untuk breast cancer, masih banyak wanita yang belum menerima kenyataan kalau terkena kanker payudara. Jadi, mereka tidak mau deteksi dini, padahal kalau ketahuannya telat bisa meninggal. Kita sekitar 70 persen ketahuannya telat,” ungkap Menkes.<br />
Menkes melanjutkan, pemerintah terus menggencarkan upaya mendorong kegiatan deteksi dini segala jenis kanker.</p>
<p>Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melengkapi puskesmas dan rumah sakit dengan peralatan kesehatan yang canggih dan modern. Misalnya, untuk penanganan kanker payudara, sejak 2022 pemerintah telah melengkapi 10 ribu puskesmas dengan alat USG.<br />
Selanjutnya, pemerintah juga berupaya mengeliminasi kanker serviks dengan menyediakan imunisasi HPV dan HPV DNA Test. Kemudian, penanganan kanker paru dengan memasang CT-Scan di 514 rumah sakit di 514 kabupaten/kota.</p>
<p>Sementara itu, pada kanker usus besar yang merupakan kanker penyebab kematian nomor 2 pada laki-laki, pemerintah akan memberikan alat koloniskopi di 514 rumah sakit di 514 kabupaten/kota.</p>
<p>Menkes berharap pemenuhan peralatan kesehatan tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kegiatan deteksi dini sekaligus penanganan kanker dengan tepat dan cepat.</p>
<p>Dengan demikian, deteksi dini ini dapat meningkatkan angka harapan hidup penderita penyakit yang sangat mematikan ini.<br />
“Ayo, deteksi dini, jangan lihat kanker itu sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi lihat kanker sebagai suatu yang memberikan harapan, optimisme, dan pasti bisa disembuhkan, asal kita mau deteksi dini,” tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/82d8df0e-c772-4988-bf0c-241cfe9edc70.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Fatmawati Orthopaedi Center Diminta Mampu Gaet Pasien Eksekutif</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ fatmawati-orthopaedi-center-diminta-mampu-gaet-pasien-eksekutif</link>				
         <pubDate>Sat, 03 Feb 2024 17:57:51 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ fatmawati-orthopaedi-center-diminta-mampu-gaet-pasien-eksekutif</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 3 Februari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan Fatmawati Orthopaedic Center (FOC) Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta, pada Jumat (2/2/2024). FOC atau pusat ortopedi ini merupakan layanan eksekutif untuk masalah ortopedi yang dikembangkan oleh RSUP Fatmawati.</p>
<p>FOC RS Fatmawati, yang dilengkapi dengan SDM profesional, sarana prasarana, dan alat kesehatan yang canggih, diharapkan mampu menghadirkan layanan ortopedi berkualitas dan berstandar internasional.</p>
<p>“Semoga ini bisa menjadi contoh untuk seluruh rumah sakit vertikal lain di Indonesia”, harap Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin.</p>
<p>FOC menawarkan pelayanan unggulan seperti spine (tulang belakang), arthroplasty (operasi sendi), arthroscopy (pemeriksaan sendi), pediatric and limb reconstruction (rekonstruksi pediatrik serta lengan dan tungkai), oncology (spesialis kanker), dan hand (tangan). FOC juga dilengkapi dengan tujuh ruang operasi terintegrasi atau Modular Operating Theatre (MOT).</p>
<p>FOC didukung dengan 16 dokter spesialis yang terbagi dalam 8 divisi sub spesialis, yaitu konsultan tulang belakang, konsultan lutut, konsultan tangan dan bedah mikro, konsultan kaki dan pergelangan kaki, konsultan panggul, konsultan ortopedi anak, pemanjangan tungkai dan rekonstruksi, konsultan bahu dan siku, dan konsultan kanker.</p>
<p>Layanan eksekutif ini diharapkan meningkatkan kunjungan pasien eksekutif sehingga meningkatkan pendapatan rumah sakit. Peningkatan pendapatan ini dapat dimanfaatkan untuk tiga hal.</p>
<p>Pertama, meningkatkan kesejahteraan SDM rumah sakit seperti dokter dan perawat. “Banyak yang bilang, ‘wah nanti RS Kemenkes jadi kapitalis dong?’ Oh bukan, justru kita sangat sosialis karena uang yang didapatkan rumah sakit akan dikembalikan bagi kesejahteraan dokter, perawat dan seluruh civitas hospitalia-nya,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Kedua, meningkatkan layanan dengan mengalokasikan peningkatan pendapatan untuk membeli alat-alat kesehatan paling modern. “Kalau untung kita akan investasikan untuk membeli robotic hips, robotic untuk spine yang di rumah sakit lain belum ada,” kata dia.</p>
<p>Ketiga, memberikan subsidi pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit. “Ketiga yang paling penting ini akan dipakai untuk subsidi pasien BPJS karena kita tahu banyak pasien complicated, cover BPJS-nya masih di bawah biaya. Nah, itu akan kita cover dengan keuntungan dari wings (layanan) eksekutif,” lanjut Menkes Budi</p>
<p>Plt Direktur Utama RS Fatmawati dr. M Syahril menyampaikan FOC RS Fatmawati dikembangkan dengan melakukan perbaikan terhadap sarana prasarana yang ada. Saat ini, FOC memiliki layanan rawat jalan dengan fasilitas 3 ruang pemeriksaan di Gedung Instalasi Griya Husada, layanan rawat inap dengan fasilitas 8 ruang rawat inap VIP, 7 ruang operasi bedah prima khusus ortopedi, dan 16 dokter spesialis ortopedi.</p>
<p>FOC atau pusat ortopedi RS Fatmawati dirancang untuk menjadi pusat unggulan dalam penanganan masalah kesehatan tulang dan persendian, serta melibatkan tim medis yang terlatih dan berpengalaman dalam bidang ini.</p>
<p>“Kami juga dilengkapi dengan peralatan medis terkini dan teknologi canggih untuk mendukung proses perawatan yang efektif dan efisien,” ucap dr. Syahril</p>
<p>Pusat ortopedi ini bertujuan memberikan penanganan yang terintegrasi dan holistik bagi pasien, mulai dari diagnosis hingga rehabilitasi. “Di sini, kami menyediakan berbagai jenis perawatan ortopedi seperti pembedahan tulang dan persendian, perawatan non-pembedahan, fisioterapi, konseling, serta layanan dukungan lainnya,” kata dr. Syahril.</p>
<p>Dengan peresmian Fatmawati Orthopaedic Center (FOC), RS Fatmawati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan ortopedi bagi masyarakat.</p>
<p>Veronika, salah satu wali pasien yang berobat di FOC RS Fatmawati, mengungkapkan alasannya memilih RS Fatmawati karena layanan dan fasilitasnya sangat bagus serta memiliki dokter ortopedi yang kompeten.</p>
<p>“Lebih memilih Fatmawati ini karena di sini ada dokter ortopedi spesialis anak serta fasilitas yang bagus dan nyaman dan petugasnya juga ramah-ramah. Tempatnya juga bagus,” Kata Veronika.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53504148100_6c149620ce_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Skrining Kanker Serviks Modal Utama Tanggulangi Kematian Perempuan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ skrining-kanker-serviks-modal-utama-tanggulangi-kematian-perempuan</link>				
         <pubDate>Fri, 02 Feb 2024 21:13:21 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ skrining-kanker-serviks-modal-utama-tanggulangi-kematian-perempuan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Februari 2024</p>
<p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan salah satu cara untuk mengatasi masalah kanker serviks di Indonesia adalah dengan skrining sedini mungkin. </p>
<p>“Salah satu penyebab kematian tertinggi untuk kanker wanita di Indonesia adalah kanker serviks. Skrining kanker serviks sebagai salah satu modalitas utama untuk menanggulangi tingginya angka kematian kanker serviks di Indonesia,” ujar Prof. Dante dalam diskusi tentang kanker serviks, Jumat (2/2) di Jakarta</p>
<p>Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling umum terjadi pada perempuan di Indonesia. Namun, 70% perempuan terdiagnosis kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, pengobatan pada stadium ini menjadi kurang efektif. Akibatnya, 50% perempuan yang terdiagnosis kanker serviks meninggal dunia karena penyakit tersebut. </p>
<p>Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah kanker serviks di Indonesia antara lain vaksinasi HPV kepada anak-anak perempuan usia sekolah dan melakukan skrining deteksi kanker serviks sedini mungkin untuk perempuan-perempuan Indonesia. Bahkan, pemerintah sudah melakukan pilot project vaksinasi HPV gratis di sekolah-sekolah di Jakarta. Pemerintah juga sudah melakukan treatment atau perawatan yang adekuat untuk kanker serviks di Indonesia.</p>
<p>Selanjutnya, Kementerian Kesehatan mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Kanker Serviks untuk Indonesia (2023-2030). Visi masa depan rencana aksi ini, yakni membuat kanker serviks sebagai penyakit masa lalu, serta setiap perempuan pada semua demografi sosial ekonomi dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman kanker serviks.</p>
<p>Prioritas pada rencana aksi nasional adalah skrining kanker serviks, dengan target menskrining 75% dari seluruh perempuan berusia 30-69 tahun. Skrining ini menggunakan metode pemeriksaan DNA HPV yang memiliki kualitas yang terjamin. </p>
<p>Salah satu bagian penting pada rencana aksi nasional ini, yakni peralihan metode skrining kanker serviks primer dari metode yang ada saat ini ke skrining DNA HPV. Pada 2020, skrining kanker serviks melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA) dan pemeriksaan sitologi hanya mencakup 9,3% perempuan dalam populasi target, dengan variasi yang signifikan antarprovinsi. </p>
<p>Metode skrining DNA HPV dilakukan dengan pedoman dan protokol klinis yang sesuai, termasuk transportasi untuk pengujian tersentralisasi, serta memperkuat kemampuan laboratorium. </p>
<p>Kementerian Kesehatan juga mempertimbangkan strategi skrining alternatif seperti skrining di tempat layanan kesehatan dan metode pengambilan sampel mandiri.</p>
<p>Untuk mencapai target skrining dalam upaya mengeliminasi kanker serviks, penting bagi Indonesia untuk menerapkan metode, alat, dan teknologi skrining yang efisien. Untuk mencapai tujuan ini, RAN menyerukan peninjauan kembali bukti-bukti ilmiah internasional dan praktik terbaik. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/IMG-20240202-WA0040.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perbaiki Kesehatan di Indonesia, Kemenkes Kerja Sama dengan KADIN Indonesia</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ perbaiki-kesehatan-di-indonesia-kemenkes-kerja-sama-dengan-kadin-indonesia</link>				
         <pubDate>Fri, 02 Feb 2024 20:40:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ perbaiki-kesehatan-di-indonesia-kemenkes-kerja-sama-dengan-kadin-indonesia</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 2 Februari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Transformasi Sistem Kesehatan serta perjanjian kerja sama Sinergi dan Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Jumat (2/2/2024).</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, terdapat tiga hal utama dalam kerja sama Kemenkes dan KADIN. Pertama, kerja sama perbaikan masalah kesehatan di Indonesia. Kedua, KADIN membantu Kemenkes memperbaiki masalah stunting. Ketiga, KADIN akan mengkoordinasikan perusahaan-perusahaan yang menjadi anggotanya untuk berpartisipasi.</p>
<p>“Buat kami di Kemenkes, tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah kesehatan kalau dikerjakan sendiri, harus bersama-sama dengan teman-teman, tidak bisa eksklusif dan harus inklusif,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes menambahkan, Kemenkes memiliki banyak program, tetapi fokus utamanya adalah program menjaga rakyat tetap sehat dan bukan mengobati orang sakit. Sebab, tubuh sehat membutuhkan biaya yang lebih murah serta dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.</p>
<p>“Jadi saya butuh agar mendidik dan mengajari masyarakat untuk hidup sehat. Cara paling bagus program hidup sehat bukan dengan uang, tapi dengan dibuat menjadi lifestyle,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes mendorong setiap anggota KADIN membuat unit kesehatan kerja. Unit kesehatan kerja diharapkan disiplin melakukan skrining kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, lemak darah, dan lingkar perut.</p>
<p>Anggota KADIN diharapkan dapat mendidik karyawannya agar bisa mengakses, memahami, dan mengetahui bahwa hidup sehat itu jauh lebih baik.</p>
<p>“Jadi disiplin itu (hidup sehat) kalau bisa dimasukkan sebagai disiplin kerja, atau syarat kerja, untuk menjaga kesehatan karyawan,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Kesehatan merupakan hal yang sangat penting agar Indonesia bisa menjadi negara maju. Untuk menjadi negara maju, pendapatan per kapita Indonesia harus naik tiga kali lipat menjadi sekitar US$ 13.000 per tahun, atau sekitar Rp 15 juta per bulan.</p>
<p>Dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia, kesempatan paling besar untuk menjadi negara maju terbuka pada saat puncak bonus demografi karena masyarakat memiliki produktivitas paling banyak. Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi pada 2030.</p>
<p>Oleh karena itu, lanjut Menkes, kesehatan itu penting agar masyarakat Indonesia dapat produktif maksimal pada puncak bonus demografi sehingga Indonesia bisa masuk ke negara berpenghasilan tinggi (high income country). Apabila lewat tahun 2030, kesempatan untuk menjadi negara maju menjadi lebih kecil karena produktivitas orang-orang lebih sedikit.</p>
<p>“Itu sebabnya saya bilang harus sehat dan salah satu program kesehatannya percepatan penurunan stunting, supaya anak-anak kita nanti pada saat dewasa IQ-nya tidak rendah, sehingga dia bisa kerja di kelas 15 juta per bulan,” tambah Menkes Budi.</p>
<p>Pelaksana harian Ketua Umum KADIN Indonesia Yukki Nugrahawan berharap kerja sama ini akan menjadi kolaborasi besar, dengan melibatkan 208 asosiasi yang tergabung di KADIN di 36 provinsi dan 514 kabupaten/kota.</p>
<p>“Bagaimana kita bisa bersama-sama mencapai apa yang ditargetkan pemerintah yang berkaitan dengan stunting, kemudian campaign kesehatan, serta di areal pekerjaan, bukan saja di industri tapi juga di teman-teman UMKM itu sangat penting,” kata Yukki.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53504382919_64eb7b9d22_w.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Surat Izin Praktik Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Bisa Digunakan Sampai Masa Berlaku Habis</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ surat-izin-praktik-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-bisa-digunakan-sampai-masa-berlaku-habis</link>				
         <pubDate>Fri, 02 Feb 2024 08:18:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ surat-izin-praktik-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-bisa-digunakan-sampai-masa-berlaku-habis</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 1 Februari 2024</p>
<p>Surat Izin Praktik (SIP) tenaga medis dan tenaga kesehatan tetap dapat digunakan sampai masa berlakunya habis. Aturan ini tertuang dalam ketentuan peralihan pasal 449 Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>“SIP yang saat ini ada tetap berlaku sampai habis masa berlakunya sehingga tetap ada legalitas praktiknya walaupun STR sudah diubah menjadi seumur hidup,” ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril, Kamis (01/02/2024).</p>
<p>STR atau Surat Tanda Registrasi merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Awalnya, STR berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang setiap lima tahun. Namun, UU Kesehatan yang baru mengubah masa berlaku STR menjadi seumur hidup.</p>
<p>Sementara, SIP merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik sehingga semua pelayanan kesehatan yang diberikan bersifat legal, sesuai prosedur, dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Ketentuan peralihan pada pasal 449 menyebutkan bahwa STR, STR Sementara, STR Bersyarat, dan SIP yang sudah terbit dinyatakan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya masa berlaku STR, STR Sementara, STR Bersyarat, dan SIP tersebut.</p>
<p>Sementara itu, STR dan SIP yang telah selesai proses verifikasi dan memenuhi persyaratan segera diterbitkan dan dinyatakan berlaku hingga masa berlakunya habis.</p>
<p>“Jadi meskipun STR sudah berlaku seumur hidup, tidak perlu langsung memperbaharui SIP, kecuali masa berlakunya sudah berakhir,” tegas dr. Syahril.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/3992085.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes Bangun RS untuk Pemerataan Akses Kesehatan di Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-bangun-rs-untuk-pemerataan-akses-kesehatan-di-daerah</link>				
         <pubDate>Thu, 01 Feb 2024 14:53:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-bangun-rs-untuk-pemerataan-akses-kesehatan-di-daerah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Januari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merevitalisasi layanan primer berupa pengaktifan 300.000 posyandu dan melengkapi fasilitas puskesmas untuk mencegah masyarakat sehat jatuh sakit. Tidak hanya itu, Kemenkes membangun 4 rumah sakit baru yang akan menjadi sentra layanan kesehatan terlengkap, khususnya untuk menangani kanker, jantung, stroke dan uronefrologi atau ginjal (KJSU), di 4 provinsi.</p>
<p>Empat rumah sakit baru itu, yakni RS UPT Vertikal Surabaya, Jawa Timur; RS UPT Vertikal Makassar, Sulawesi Selatan; RSV Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur; dan RSV Jayapura, Papua.</p>
<p>“Kemenkes berkomitmen melayani kesehatan masyarakat, di mana tidak ada seorang pun akan merasa terabaikan dan ditinggalkan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, Mepid (1/2/2024).</p>
<p>Empat rumah sakit vertikal (RSV) tersebut mulai dibangun pada 2023 dan ditargetkan rampung tahun ini. Misalnya, RSV di IKN mulai dibangun pada 20 Desember 2023 serta ditargetkan selesai pada Juli 2024, sedangkan RSV di Jayapura mulai dibangun pada 3 September 2023 dan ditargetkan selesai pada November 2024.</p>
<p>Sementara itu, RSV Surabaya dan Makassar juga ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Kedua RSV itu direncanakan menjadi rumah sakit superhub pusat layanan rujukan akhir untuk wilayah Indonesia tengah dan timur seperti Maluku, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.</p>
<p>RS UPT Vertikal Surabaya didesain untuk dapat memberikan layanan komprehensif, khususnya untuk penyakit katastropik, secara paripurna mulai dari diagnostik, terapetik, hingga rehabilitatif. Rumah sakit UPT vertikal juga bertujuan untuk bersaing dengan rumah sakit lain di Asia.</p>
<p>Tahun lalu, Kemenkes juga sudah mengoperasikan RSV baru, RSUP dr. Ben Mboi, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengoperasian RSV ini agar pasien kanker, jantung, strok, dan uronefrologi (KJSU) mendapatkan pelayanan terbaik dan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah yang membuat keluarga pasien harus mengeluarkan biaya tinggi.</p>
<p>Selain membangun rumah sakit baru, Kemenkes juga membangun infrastruktur tambahan untuk melayani ibu dan anak pada 6 RSV di 5 provinsi. Pembangunan infrastruktur tambahan itu dengan cara melakukan ekspansi infrastruktur di 6 RSV milik Kemenkes di 5 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, dan Makassar.</p>
<p>Enam rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Persahabatan Provinsi DKI Jakarta; Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin di Bandung, Provinsi Jawa Barat; RSUP Dr. Sardjito di Provinsi D.I Yogyakarta; RSUP Prof.I.G.N.G. Ngoerah di Denpasar, Provinsi Bali; dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Layanan terbaru tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi tahun ini.</p>
<p>“Keberadaan rumah sakit Kemenkes akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan yang sudah ada, dan juga akan dikembangkan menjadi rumah sakit pendidikan yang melaksanakan fungsi edukasi, pusat penelitian, dan pengembangan kesehatan,” tutup dr. Nadia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/53475769698_b377b40705_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Meningkatnya Diabetes, Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam, Lemak</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-meningkatnya-diabetes-jangan-berlebihan-konsumsi-gula-garam-lemak</link>				
         <pubDate>Wed, 31 Jan 2024 13:25:25 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-meningkatnya-diabetes-jangan-berlebihan-konsumsi-gula-garam-lemak</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Januari 2024</p>
<p>Konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan merupakan perilaku masyarakat yang mendekatkan pada risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung. </p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per orang per hari, yakni 50 gram atau 4 sendok makan gula, 2.000 miligram natrium/ atau 5 gram atau 1 sendok teh garam (natrium/sodium), dan lemak hanya 67 gram atau 5 sendok makan minyak goreng.</p>
<p>Konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan di antaranya obesitas. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 terjadi peningkatan obesitas penduduk usia 18 tahun ke atas, yakni dari 15,4% pada 2013 meningkat menjadi 21,8% pada 2018.</p>
<p>Indonesia juga memiliki prevalensi obesitas anak yang tinggi. Prevalensi obesitas pada usia 5-19 tahun meningkat dari 2.8% pada 2006 menjadi 6.1% pada 2016. Untuk kategori remaja usia 13-17, sebanyak 14.8% mengalami berat badan berlebih dan 4.6% mengalami obesitas.</p>
<p>Obesitas merupakan salah satu faktor risiko PTM sehingga peningkatan obesitas beriringan dengan peningkatan penyakit tidak menular di Indonesia. Data The Global Burden of Disease 2019 and Injuries Collaborators 2020 menyebutkan, PTM merupakan penyebab dari 80% kasus kematian di Indonesia.</p>
<p>Pemerintah berupaya mengatasi peningkatan obesitas dan penyakit tidak menular salah satunya dengan melakukan pembatasan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Pembatasan itu dapat dicapai melalui implementasi kebijakan cukai pada produk tersebut.</p>
<p>Urgensi penerapan cukai ini karena konsumsi tinggi minuman berpemanis dapat menyebabkan diabetes. Padahal, diabetes merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. </p>
<p>Berdasarkan penelitian Vasanti S Malik et al. (2019), setiap peningkatan 1 takaran saji minuman berpemanis per hari berhubungan dengan peningkatan berat badan sebesar 0,12 kg per tahun pada orang dewasa. Kemudian, kelebihan konsumsi minuman berpemanis satu porsi per hari akan meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 sebesar 18%, stroke 13%, dan serangan jantung (infark miokard) 22%. </p>
<p>“Peraturan saat ini tengah disosialisasikan dan dikoordinasikan bersama pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait besaran cukai yang akan diterapkan,” ucap Eva, di Jakarta, Selasa (30/1/2024).</p>
<p>Pengenaan cukai pada MBDK dilatarbelakangi oleh dampak negatif yang ditimbulkan dari konsumsinya, baik dalam hal kesehatan masyarakat, khususnya peningkatan prevalensi PTM, maupun beban finansial yang ditanggung oleh sistem kesehatan.</p>
<p>Cukai MBDK salah satu intervensi yang dinilai cukup efektif  untuk mengatasi PTM. Apalagi, sebanyak 108 negara yang menerapkan kebijakan ini.</p>
<p>Berdasarkan penelitian Ferretti dan Mariani (2019), Indonesia menempati posisi ketiga di Asia Tenggara setelah Maldives dan Thailand dengan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) sebesar 20,23 liter per orang di Asia Tenggara. Sumber lain, Rosyada dan Ardiansyah (2017), menyebutkan konsumsi MBDK di Indonesia mengalami peningkatan 15 kali lipat dalam 20 tahun terakhir, yakni sebanyak 51 juta liter pada 1996 dan bertambah menjadi 780 juta liter pada 2014.</p>
<p>Diharapkan, penerapan kebijakan ini dapat memperbaiki perilaku konsumsi masyarakat, memperbaiki kesehatan masyarakat, dan mendorong reformulasi produk industri yang lebih sehat.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-31-at-13.34.31.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Resmikan Asrama Poltekkes Yogyakarta, Menkes: Digunakan Mahasiswa Nasional dan Internasional</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ resmikan-asrama-poltekkes-yogyakarta-menkes-digunakan-mahasiswa-nasional-dan-internasional</link>				
         <pubDate>Wed, 31 Jan 2024 11:50:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ resmikan-asrama-poltekkes-yogyakarta-menkes-digunakan-mahasiswa-nasional-dan-internasional</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sleman, 31 Januari 2024</p>
<p>Pembangunan Rusun Asrama Mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yogyakarta telah selesai dikerjakan. </p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meresmikan asrama berbentuk rumah susun (rusun) itu pada Rabu (31/1/2024).</p>
<p>Menkes dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi atas kecepatan penyelesaian pembangunan asrama yang memiliki kualitas bagus tersebut. Rencananya, asrama khusus mahasiswi ini akan menjadi standar bagi pembangunan asrama poltekkes di Indonesia.</p>
<p>“Terima kasih asrama ini dibangun Pak Bas. Harganya murah, bangunnya cepat dan kualitasnya bagus, jadi ini nanti mau dipakai sebagai standar untuk seluruh Poltekkes di Indonesia,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Saat ini, lanjut Menkes, Rusun Asrama Mahasiswa Poltekkes Yogyakarta telah ditempati oleh para mahasiswi. Bahkan, asrama rusun tidak hanya dihuni oleh mahasiswi dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri.</p>
<p>“Ini internasional, jadi yang nginep tidak hanya dari Jogja tapi juga dari Sorong, bahkan ada yang dari Timor Leste,” ucap Menkes. </p>
<p>Oleh karena itu, Menkes berharap asrama rusun tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal sementara. Ia mengatakan asrama harus menjadi wadah para mahasiswi untuk mengembangkan kemampuan diri.</p>
<p>“Harapannya nanti lebih banyak putra-putri dari seluruh Indonesia bisa belajar di sini dan kembali ke daerahnya untuk melayani di daerahnya masing-masing,” harap Menkes. </p>
<p>“Kita ingin bisa mendidik orang-orang luar negeri disini, karena ada pengakuan kualitas pendidikan kita bagus. Kita juga ingin mendidik orang-orang Indonesia seperti bidan dan perawat supaya bisa kerja di luar negeri,” imbuh Menkes. </p>
<p>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan, Rusun Asrama Mahasiswa Poltekkes Yogyakarta merupakan salah satu bangunan asrama yang telah diselesaikan oleh Kementerian PUPR dan menelan biaya sebesar Rp 22 miliar. </p>
<p>“Selain di Yogyakarta, saat ini KemenPUPR juga sedang membangun asrama serupa di Medan,” kata Menteri Basuki. </p>
<p>Menteri Basuki menyebut, pembangunan asrama rusun merupakan bagian dari komitmen KemenPUPR untuk mendukung Kemenkes dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. </p>
<p>Terlebih, saat ini Kemenkes sedang membangun beberapa rumah sakit besar seperti di Makassar, Kupang, dan Surabaya. Rumah sakit-rumah sakit itu akan dilengkapi dengan peralatan medis canggih dan modern sesuai perkembangan teknologi.<br />
Karenanya, keberadaan SDM Kesehatan yang terampil dan berkompeten sangat penting dalam menjalankan infrastruktur kesehatan yang ada di fasyankes.</p>
<p>“Karena beliau ini (Menkes) punya program memperbaiki rumah sakit dan puskesmas berarti butuh tenaga kesehatan yang lebih banyak, sehingga butuh poltekkes yang lebih aktif, jadi bisa merekrut mahasiswa yang lebih baik,” ucapnya. </p>
<p>Salah satu mahasiswa Poltekkes Yogyakarta dari Program Studi Keperawatan Anestesiologi, Kezia Paulina Nenop, mengaku sangat senang bisa tinggal di asrama. Apalagi, ia berasal dari daerah yang sangat jauh, yakni Sorong, Papua Barat.</p>
<p>“Saya senang di sini banyak teman, terus pengurus-pengurus asramanya baik-baik dan terbuka, khususnya buat saya dan teman-teman saya yang berasal dari jauh,” katanya.</p>
<p>Dari sisi fasilitas, Kezia pun merasa secara keseluruhan sudah cukup lengkap cukup puas.</p>
<p>Rusun Asrama Poltekkes Kemenkes Yogyakarta merupakan fasilitas hunian atau tempat tinggal sementara bagi para mahasiswa yang menempuh pendidikan di Poltekkes Yogyakarta ini. Rusun asrama yang berada di Jalan Gading Sari No. 31 ini dibangun diatas lahan seluas 13045 m2 dengan luas bangunan sebesar 4865,5 m2.</p>
<p>Bangunan rusun asrama memiliki 4 lantai dan 86 kamar yang terdiri dari 84 kamar mahasiswa dan 2 kamar disabilitas. Masing-masing kamar diisi oleh 4 mahasiswa. Sampai saat ini, total ada 294 mahasiswa dari berbagai program studi di Poltekkes Yogyakarta yang menghuni rusun asrama. </p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/fb7e8f37-3808-4adf-af3d-335b850193d6.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kunjungi RSUP Soeradji Tirtonegoro, Presiden Minta Kecepatan Layanan Ditingkatkan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungi-rsup-soeradji-tirtonegoro-presiden-minta-tingkatkan-kecepatan-layanan</link>				
         <pubDate>Wed, 31 Jan 2024 08:18:45 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungi-rsup-soeradji-tirtonegoro-presiden-minta-tingkatkan-kecepatan-layanan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Klaten, 31 Januari 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo meminta agar kecepatan pelayanan kesehatan terhadap pasien, terutama peserta KIS-BPJS Kesehatan, ditingkatkan. Sebab, saat ini cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Indonesia sudah lebih dari 95 persen.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo kala meninjau pelayanan di RSUP Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (31/1). </p>
<p>“Yang paling penting dan diutamakan tetap pelayanan, kecepatan melayani, karena saya lihat rumah sakit sekarang sudah baik,” tutur Presiden. </p>
<p>Presiden melihat secara keseluruhan pelayanan kesehatan di RSUP Soeradji Tirtonegoro sudah baik. Meski waktu pelayanan masih pada kisaran 20-25 menit, menurut Presiden, hal tersebut dapat dimaklumi. </p>
<p>“Saya lihat di sini semuanya baik. Memang antreannya banyak tapi kecepatannya juga bisa dilayani rata-rata 20 menit, 25 menit, saya kira masih pada kondisi yang baik, kebersihan juga baik,” kata Presiden. </p>
<p>Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah akan meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit. Presiden menyebutkan pada pertengahan tahun ini, pemerintah akan memberikan peralatan kesehatan canggih dan modern di beberapa provinsi di Indonesia. </p>
<p>“Pertengahan tahun ini, peralatan-peralatan yang belum ada di beberapa provinsi baik untuk urusan kanker, jantung, stroke, semuanya akan dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang paling canggih,” ucap Presiden. </p>
<p>Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Bupati Klaten Sri Mulyani.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/02/6a36bb4a-383e-41ee-8dc0-a0a324b968b1.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cegah Kematian Ibu dan Stunting Melalui Deteksi Kelainan Secara Dini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-kematian-ibu-dan-stunting-melalui-deteksi-kelainan-secara-dini</link>				
         <pubDate>Tue, 30 Jan 2024 21:11:29 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cegah-kematian-ibu-dan-stunting-melalui-deteksi-kelainan-secara-dini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 januari 2024</p>
<p>Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mencegah stunting. Salah satunya dengan mendistribusikan alat ultrasonography (USG) untuk membantu pemeriksaan kehamilan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai upaya deteksi dini.</p>
<p>Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 23 Januari 2024 melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Toroh 1, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, untuk memeriksa ketersedian USG di fasilitas layanan kesehatan tersebut. Dalam keterangan pers sebagaimana dikutip dari laman Presiden RI, Jokowi menyebut keberadaan alat ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan juga bayi yang dalam kandungannya.</p>
<p>“Kita harapkan nanti semuanya memiliki USG sehingga kehamilan ibu, bayi bisa dideteksi lebih dini dan semuanya data masuk ke pusat data di Jakarta. Ini penting sekali dalam rangka pengentasan stunting,” ujar Presiden.</p>
<p>Selain mendistribusikan alat USG, pemerintah memberikan alat timbang bayi ke posyandu di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan adanya alat timbang bayi digital atau antropometri ini maka pertumbuhan bayi di Indonesia dapat terpantau sehingga dapat mendeteksi apabila ada bayi yang kemungkinan mengalami stunting sejak dini.</p>
<p>“Ada 300 ribu timbangan yang sudah kita berikan, yang sebelumnya tidak ada semuanya sekarang diberikan sehingga juga cek berat badan bayi, panjang balita, semuanya bisa dicek. Ini saya kira penanganan sejak dini seperti ini yang akan terus kita perbaiki,” tutur Presiden.</p>
<p>Pada awal Januari 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan data distribusi USG dan antropometri. Tercatat pada 2022, sebanyak 66,7% puskesmas atau sebanyak 6.886 puskesmas telah menerima alat USG. Kemudian pada 2023 ditargetkan 1.943 puskesmas mendapatkan bantuan alat USG. Selanjutnya pada tahun 2024, sebanyak 1.492 puskesmas ditargetkan dapat terpenuhi kebutuhan alat USG.</p>
<p>Untuk alat antropometri, Kemenkes menyatakan total kebutuhan untuk diberikan kepada seluruh pos pelayanan terpadu (posyandu) di Indonesia mencapai 313.737 dari total 303.416 posyandu. Pemenuhan alat ukur timbang bayi tersebut dilakukan oleh Kemenkes secara bertahap. Pada 2019 tercatat 25.177 puskesmas memiliki antropometri kit, pada 2020 sebanyak 1.823 posyandu, tahun 2021 sebanyak 16.936 posyandu, tahun 2022 berjumlah 34.256 posyandu, tahun 2023 ditargetkan 127.033 posyandu, dan 2024 ditargetkan mencapai 81.512 posyandu memiliki antropometri sehingga target pemberian antopometri terpenuhi di tahun ini.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 8 Juli 2023 mengatakan, antropometri sebelumnya diberikan ke puskesmas tetapi dalam dua tahun terakhir didistribusikan ke posyandu karena sangat bermanfaat dalam mencegah stunting.</p>
<p>“Kementerian Kesehatan dalam dua tahun ini membagikan 300 ribuan timbangan antropometri ke seluruh posyandu,” ujar Menkes Budi di Banyuwangi, 8 Juli lalu.</p>
<p>Pencegahan stunting juga sangat bergantung pada kondisi ibu saat hamil. Menurut Menkes Budi, untuk mengetahui kesehatan bayi dalam kandungan diperlukan USG. Sebelumnya, hanya ada dua ribu USG dari 10 ribu puskesmas yang membutuhkannya. Dalam dua tahun terakhir, Kementerian Kesehatan mendistribusikan 10 ribu USG ke seluruh puskesmas.</p>
<p>“Saya telah melakukan pengecekan ke sejumlah puskesmas di berbagai wilayah, ternyata USG sudah dipakai. Jadi, saya senang sekali program kita sudah berjalan,” ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240130-WA0005.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kasus TBC Tinggi Karena Perbaikan Sistem Deteksi dan Pelaporan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kasus-tbc-tinggi-karena-perbaikan-sistem-deteksi-dan-pelaporan</link>				
         <pubDate>Mon, 29 Jan 2024 14:02:26 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kasus-tbc-tinggi-karena-perbaikan-sistem-deteksi-dan-pelaporan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 29 Januari 2024</p>
<p>Komitmen Indonesia dalam mengatasi tuberkulosis (TBC) dibuktikan dengan memperbaiki sistem deteksi dan pelaporan sehingga tercapai notifikasi kasus tertinggi sepanjang sejarah pada 2022 dan 2023.</p>
<p>Lebih dari 724.000 kasus TBC baru ditemukan pada 2022, dan jumlahnya meningkat menjadi 809.000 kasus pada 2023. Jumlah ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus sebelum pandemic yang rata-rata penemuannya dibawah 600.000 per tahun.</p>
<p>Deteksi TBC mirip dengan deteksi Covid-19, yakni jika tidak dites, dideteksi, dan dilaporkan maka angkanya terlihat rendah sehingga terjadi under reporting, yang mengakibatkan pengidap TBC berkeliaran dan berpotensi menularkan karena tidak diobati.</p>
<p>“Sebelum pandemi, penemuan kasus TBC hanya mencapai 40-45% dari estimasi kasus TBC jadi masih banyak kasus yang belum ditemukan atau juga belum dilaporkan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi di Jakarta, Senin (29/1/2024).</p>
<p>Jika lebih banyak lagi yang terdeteksi maka potensi pengidap dapat disembuhkan akan meningkat dan daya tular dapat ditekan.</p>
<p>Sebagai upaya perbaikan, Kementerian Kesehatan melakukan perbaikan sistem deteksi dan pelaporan agar data menjadi real time. Selain itu, laboratorium/fasilitas kesehatan dapat melaporkan langsung dari sehingga data dan penemuan kasus menjadi lebih baik.</p>
<p>“Hasilnya, dari 60% kasus yang tadinya tidak temukan, saat ini hanya 32% kasus yang belum ditemukan. Oleh karena itu, laporan atau notifikasi kasus juga menjadi lebih baik karena menemukan lebih banyak sesuai angka perkiraan yang diberikan WHO,” kata dr. Imran</p>
<p>Kementerian Kesehatan melakukan percepatan secara masif sehingga mencatatkan sejumlah keberhasilan. Petama, Kementerian Kesehatan berhasil menemukan 90% kasus baru. Dari kasus baru itu, pasien yang mendapatkan pengobatan mencapai 100%, termasuk 90% pasien sudah mendapatkan pengobatan sampai tuntas. Pencapaian lainnya, yakni 58% orang dengan kontak erat tuberkulosis telah mendapatkan terapi pencegahan TB (TPT).</p>
<p>dr. Imran menjelaskan perbaikan sistem pelaporan data ini dilakukan dengan pembentukan sistem pelaporan khusus untuk TBC, yaitu Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang dapat diakses oleh seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Perbaikan juga dilakukan melalui penerapan program Public Private Mix (PPM) untuk meningkatkan pelibatan fasyankes baik pemerintah maupun swasta dalam penanggulangan TBC.</p>
<p>Dengan langkah intervensi tersebut, dr. Imran menjelaskan, fasyankes dapat segera melaporkan terduga TBC yang ditemukan melalui SITB. Kemudahan pelaporan itu mengakibatkan data penemuan kasus TBC meningkat.</p>
<p>Peningkatan kasus juga berarti ada lebih banyak orang dengan TBC dapat dideteksi dan diobati. &#8220;Kenaikan insiden TBC di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 sekitar 14,9 persen per tahun, sementara di tahun 2021 dan 2022, peningkatan insiden mencapai 42,3 persen per tahun,&#8221; ujar dr Imran.</p>
<p>Ia menambahkan insiden TBC meningkat pada 2023 ini tetapi diperkirakan akan menurun pada 2024. “Jika penemuan kasus dan pengobatan TBC terus dilakukan terhadap saudara-saudara kita yang sakit TBC, maka diharapkan jumlah kasus TBC di Indonesia dapat semakin berkurang jumlahnya di tahun-tahun mendatang,” lanjutnya</p>
<p>Sebagai pencegahan TBC, dr. Imran mengimbau masyarakat untuk disiplin melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, menghindari kontak dengan orang yang menderita TBC, dan menjaga kekebalan tubuh dengan pola makan seimbang dan olahraga. Jika berisiko tinggi, masyarakat diminta mempertimbangkan vaksinasi BCG dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.</p>
<p>&#8220;TBC tetap menjadi tantangan global dalam dunia kesehatan. Dengan meningkatkan kesadaran, akses ke perawatan, dan langkah-langkah pencegahan, kita dapat bersama-sama mengatasi penyebaran penyakit ini dan melindungi kesehatan masyarakat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/1ra6_3f6w_230817-1-1.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tiga Pesan Menteri Kesehatan di Hari Gizi Nasional ke-64</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tiga-pesan-menteri-kesehatan-di-hari-gizi-nasional-ke-64</link>				
         <pubDate>Sun, 28 Jan 2024 19:33:19 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tiga-pesan-menteri-kesehatan-di-hari-gizi-nasional-ke-64</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 28 Januari 2024</p>
<p>Indonesia akan mencapai usia emas pada 2045. Pada tahun tersebut, Indonesia genap berusia satu abad alias 100 tahun dan ditargetkan telah menjadi negara sejahtera serta maju, setara dengan negara maju lainnya. </p>
<p>Untuk menuju ke arah itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut perlu generasi penerus bangsa yang sehat dan pintar. Karena itu, gizi setiap anak Indonesia harus dipastikan tercukupi. </p>
<p>“Kalau anak-anak kita tidak sehat dan tidak pintar tidak mungkin Indonesia bisa jadi negara maju. Pak Presiden ingin kita menjadi Indonesia emas. Kalau ingin sehat dan pintar, anak-anaknya tidak boleh kekurangan gizi. Karena kalau kekurangan gizi pasti tidak bisa pintar ketika besarnya,” kata Menkes ketika menghadiri puncak Peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 yang digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Minggu, 28 Januari 2024.</p>
<p>Agar asupan gizi dan nutrisinya tercukupi, Menkes menyampaikan setidaknya ada 3 langkah penting yang harus dilakukan oleh kader kesehatan di Posyandu selaku garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat</p>
<p>Pertama, Menkes mendorong agar kader kesehatan rutin melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan setiap bulan di Posyandu. </p>
<p>“Kedua, kalau berat dan tinggi badan tidak naik, harus langsung dirujuk ke dokter di puskesmas, untuk lihat ada masalah apa,” kata Menkes.</p>
<p>Ketiga, anak yang mempunyai masalah gizi harus diberikan makanan pendamping ASI kaya protein hewani. Sebab, protein hewani mengandung mikronutrien yang dibutuhkan untuk menunjang perkembangan otak balita. </p>
<p>“Makanannya boleh apa aja, yang penting ada protein hewani bisa telur, ikan, daging, supaya gizinya tidak kurang, supaya anaknya pintar, anaknya sehat,” tutur Menkes. </p>
<p>Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Maria Endang Sumiwi menambahkan, dalam makanan pendamping ASI, pemberian protein hewani harus cukup. Sebab, saat anak berusia 6 bulan kebutuhan nutrisinya tidak lagi bisa dicukupi dari ASI. </p>
<p>“Kalau bisa dua jenis dan itu setiap kali makan. Kemenkes sudah mengeluarkan banyak pedoman, banyak resep dan tips-tips yang bisa diakses di ayosehat.kemkes.go.id,” kata Dirjen Endang. </p>
<p>Asupan protein hewani, lanjutnya, juga sebaiknya tidak hanya diberikan saat anak mengonsumsi makanan berat, pada makanan snack pun harus selalu ada protein hewaninya.</p>
<p>Dirjen Endang menambahkan, untuk mengetahui efektivitas pemberian protein hewani pada tumbuh kembang anak, orang tua sebaiknya melakukan pemantauan setiap bulan. Apabila berat badan anak tidak naik, segera periksa ke dokter di puskesmas untuk selanjutnya diintervensi sebelum terlambat. </p>
<p>Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 Januari setiap tahunnya. Peringatan HGN tahun ini mengusung tema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting” dan slogan &#8216;MP-ASI Berkualitas untuk Generasi Emas&#8217;. </p>
<p>Tujuan dari peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 adalah menggaungkan pemberian MPASI kaya protein hewani melalui serangkaian kegiatan di tingkat pusat hingga ke tingkat masyarakat serta melibatkan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. </p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG_7671.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Selain buat Pengobatan, Menkes Budi Minta Alkes untuk Deteksi Penyakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ selain-buat-pengobatan-menkes-budi-minta-alkes-untuk-deteksi-penyakit</link>				
         <pubDate>Sun, 28 Jan 2024 19:21:22 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ selain-buat-pengobatan-menkes-budi-minta-alkes-untuk-deteksi-penyakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Sidoarjo, 28 Juni 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta alat kesehatan (alkes) di rumah sakit tidak hanya digunakan untuk pengobatan tapi juga untuk mendeteksi penyakit. Hal itu disampaikan pada peresmian gedung pusat terpadu RSUD Sidoarjo dan peresmian gedung laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (28/1/2024).</p>
<p>Kementerian Kesehatan telah mengirimkan alat kesehatan untuk layanan penyakit prioritas, kanker, jantung, stroke, ginjal, ke seluruh RSUD di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Alatnya sudah ada, dipakai bukan untuk mengobati saja tapi untuk memeriksa,&#8221; ujarnya di RSUD Sidoarjo.</p>
<p>Penyakit yang paling banyak menyebabkan mortalitas dan morbiditas di Indonesia adalah penyakit kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Karena itu, Kementerian Kesehatan memprioritaskan menyelesaikan masalah terhadap empat jenis penyakit tersebut.</p>
<p>Untuk penyakit stroke, Menkes menjelaskan, semua rumah sakit kabupaten/kota harus mampu melakukan pelayanan stroke seperti trombektomi atau prosedur menyingkirkan pembekuan darah. Selain itu, layanan elektrokardiogram (EKG) untuk penyakit jantung dan layanan mammografi dan CT Scan untuk kanker.</p>
<p>&#8220;Rumah sakit-rumah sakit yang bagus itu memiliki layanan 24 jam minimal untuk stroke, dan jantung, kanker, dan ginjal,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Selain kelengkapan alat kesehatan, Menkes Budi juga mengupayakan peningkatan kualitas SDM kesehatan, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, dengan menyediakan beasiswa. Menkes Budi ingin memudahkan para dokter spesialis dan subspesialis untuk meningkatkan kapasitasnya tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.</p>
<p>Terkait hal itu, Plt Direktur RSUD Sidoarjo dr. Syamsu Rahmadi, Sp.S, M.Kes mengatakan, RSUD Sidoarjo telah membangun gedung baru, yakni gedung pusat terpadu dan gedung Labkesda, sebagai upaya dalam mengatasi masalah penyakit kanker, jantung, stroke, dan ginjal.</p>
<p>&#8220;RSUD Sidoarjo mendukung dan turut berkiprah sesuai arah transformasi kesehatan yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan Jawa Timur, rujukan COVID-19, percontohan kelas rawat inap terstandar, dan juga dipercaya sebagai rumah sakit dengan 10 pelayanan prioritas di antaranya kanker, jantung, struktur, ginjal, diabetes liver, infeksi emerging, dan kesehatan jiwa,&#8221; katanya.</p>
<p>Gedung pusat terpadu terdiri atas 7 lantai. Setelah diresmikan, lantai 1, 2, dan 3 segera dioperasionalkan untuk pelayanan farmasi, laboratorium, rehabilitasi medik, urologi, bedah digestif, bedah toraks dan kardiovaskular, serta KIA.</p>
<p>Selanjutnya, masih pada tahun ini, segera diselesaikan pembangunan lantai 4, 5, 6, dan 7 sehingga layanan-layanan subspesialis dari berbagai spesialisasi bisa dilakukan di RSUD Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Tahun ini akan juga kita bangun gedung sebelahnya untuk gedung diagnosis. Jadi, diagnosis semua penyakit akan dipusatkan di gedung tersebut, sehingga penentuan diagnostik akan jauh lebih cepat,&#8221; ungkap dr. Syamsu.</p>
<p>Ia mengapresiasi Kementerian Kesehatan yang telah melakukan pemenuhan SDM subspesialis untuk rujukan berjenjang. </p>
<p>&#8220;Harapan kami hari ini, ke depan adalah layanan rujukan ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan pasien dan berbasis kompetensi rumah sakit,&#8221; tutur dr. Syamsu.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/Screenshot_20240128_194434_Gallery.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Indonesia Bagian Program Regulasi Vaksin di Kawasan Asia Pasifik</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-bagian-program-regulasi-vaksin-di-kawasan-asia-pasifik</link>				
         <pubDate>Sat, 27 Jan 2024 13:39:13 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ indonesia-bagian-program-regulasi-vaksin-di-kawasan-asia-pasifik</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Januari 2024</p>
<p>Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut terlibat dalam program regulasi vaksin Asian Development Bank (ADB Vaccine Regulation Project) di Kawasan Asia Pasifik. Program regulasi vaksin ini bertujuan untuk mendapatkan akses produk vaksin yang aman, berkhasiat, dan berkualitas.</p>
<p>ADB Vaccine Regulation Project diinisiasi oleh Duke-NUS Center of Regulatory Excellence (CoRE) yang berkolaborasi dengan Health Sector Group dari Asian Development Bank (ADB). Program ini fokus pada penguatan sistem regulasi dan faktor regulasi dalam pembuatan vaksin yang dilakukan melalui serangkaian kegiatan ilmiah serta kebijakan yang diterapkan sepanjang siklus produk.</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan sistem regulasi farmasi memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat. Penilaian, perizinan, pengendalian, dan pengawasan obat-obatan merupakan tantangan besar bagi tata kelola nasional. Sebab, pesatnya perkembangan industri farmasi berimbas pada peningkatan jumlah produk baru, permasalahan kualitas yang kompleks, dan permasalahan teknis baru.</p>
<p>“Kita harus mengambil langkah terobosan untuk mencapai ketahanan vaksin, termasuk berkolaborasi, menghubungkan, mengintegrasikan, dan meningkatkan seluruh sumber daya dalam pengembangan, produksi, dan kapasitas pengiriman vaksin,” ujar Menkes Budi pada pertemuan stakeholders produsen vaksin Indonesia dengan Duke-NUS di Hotel Westin, Jakarta, Jumat (26/1/2024).</p>
<p>Executive Director of the Centre of Regulatory Excellence (CoRE) at the Duke-National University of Singapore Medical School (Duke-NUS) Prof. John CW Lim mengapresiasi upaya Indonesia menjamin keberlanjutan ekosistem vaksin melalui Volare.</p>
<p>“Kami kembali untuk bertemu dengan pemangku kepentingan di bidang manufaktur vaksin di Indonesia untuk lebih memahami peluang dan tantangan dalam pengembangan manufaktur vaksin dan penguatan sistem regulasi di Indonesia,” katanya.</p>
<p>Misi CoRE adalah secara aktif mempromosikan keunggulan regulasi melalui peningkatan kapasitas regulasi dan inovasi kebijakan produk kesehatan dan sistem kesehatan di Asia Pasifik dan di tingkat global. </p>
<p>“Saya ingin menegaskan kembali betapa senangnya kami bisa kembali berada di Jakarta untuk membangun kemitraan yang sudah ada dan menjajaki kolaborasi baru untuk memperkuat sistem peraturan tingkat lanjut dan untuk mempromosikan inovasi kebijakan kesehatan,” katanya.</p>
<p>Lim menilai sangat penting untuk membentuk cara-cara yang berkelanjutan dan praktis dalam memajukan strategi dan kebijakan sistem kesehatan. Hal ini baik untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis kesehatan di masa depan. </p>
<p>Director Human and Social Development Sector Office Sectors Group (SG) Asian Development Bank Dr. Patrick L. Osewe mengatakan dalam produksi terkait vaksin, pihaknya harus fokus pada penguatan regulasi agar mencapai tingkat kemandirian. Karena itu, ADB berinvestasi membentuk kelompok penasihat vaksin regional, yang terdiri dari 12 regulator.</p>
<p>“Kami menyadari bahwa inilah keadaan perekonomian kami saat ini. Kami tidak ingin mengalami apa yang kami alami sebelumnya pada saat pandemi COVID-19, dan kami di sini untuk bekerja sama dengan Indonesia,” ucap Dr. Patrick.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53488980400_b86718a885_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Cakupan Imunisasi Sub PIN Polio Putaran 1 Capai 100%</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ cakupan-imunisasi-polio-putaran-1-capai-100</link>				
         <pubDate>Thu, 25 Jan 2024 18:10:56 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ cakupan-imunisasi-polio-putaran-1-capai-100</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Januari 2024</p>
<p>Berdasarkan data riil di lapangan, cakupan imunisasi Sub PIN polio di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sleman DIY rata-rata mencapai 100% pada putaran 1. Selanjutnya di putaran 2 pemerintah menargetkan Sub PIN imunisasi polio mencapai minimal 95%.</p>
<p>Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, Mars mengatakan KLB polio perlu segera direspons dengan melakukan imunisasi tambahan sebanyak dua putaran di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di Kabupaten Sleman. </p>
<p>&#8220;Di Sleman tidak ada kasus tapi karena perbatasan dengan Klaten Jawa Tengah sehingga rekomendasinya juga harus melakukan imunisasi tambahan di Sleman,&#8221; ujar Dirjen dr. Maxi pada konferensi pers virtual, Kamis (25/1).</p>
<p>Pelaksanaan outbreak response polio yang sudah dilakukan Kemenkes dengan melakukan sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) putaran 1 tanggal 15 sampai 21 Januari 2024 kemudian tanggal 19 sampai 25 Februari 2024 di seluruh wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan di Kabupaten Sleman Yogyakarta.</p>
<p>&#8220;Masing-masing putaran Sub PIN dilaksanakan dalam waktu 1 minggu setelah itu ditambah sweeping satu minggu dengan jarak minimal antar putaran adalah 1 bulan dengan target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95%,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Imunisasi Sub PIN dilakukan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Posyandu, sekolah, dan pos imunisasi lainnya di bawah koordinasi Puskesmas.</p>
<p>Sasaran imunisasi tambahan ini adalah anak usia 0 sampai 7 tahun dengan target cakupan imunisasi adalah 95%.</p>
<p>Berdasarkan sasaran riil 32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan 38 dari 38 kabupaten/kota Jawa Timur, serta Kabupaten Sleman telah mencapai target 100%.</p>
<p>Dirjen Maxi menambahkan, pemerintah terus melakukan kegiatan surveilans lumpuh layu akut, dan surveilans polio lingkungan. Ia juga meminta masyarakat terutama orang tua untuk melengkapi imunisasi polio 4 kali tetes usia 1 sampai 4 bulan, 2 kali suntik usia 4 sampai 9 bulan, dan imunisasi rutin anak lainnya sesuai usia.</p>
<p>&#8220;Jangan buang air besar sembarang, harus sesuai di jamban, Jangan sembarangan, kemudian cuci tangan pakai sabun. Juga segera laporkan kepada petugas kesehatan jika mendapatkan kasus lumpuh layu pada anak di bawah usia 15 tahun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG_7476.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Efektif Cegah Stunting, Presiden Apresiasi Pemenuhan Alat USG dan Antropometri di Setiap Puskesmas</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ efektif-cegah-stunting-presiden-apresiasi-pemenuhan-alat-usg-dan-antropometri-di-setiap-puskesmas</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Jan 2024 17:24:23 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ efektif-cegah-stunting-presiden-apresiasi-pemenuhan-alat-usg-dan-antropometri-di-setiap-puskesmas</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Grobogan, 23 Januari 2024</p>
<p>Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja hari keduanya di Provinsi Jawa Tengah dengan mengunjungi Puskesmas Toroh 1 di Kabupaten Grobogan, Selasa (23/1).</p>
<p>Pada kunjungan ini, Presiden yang didampingi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono ingin melihat lebih dekat pelayanan kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>“Pagi hari ini, saya datang ke Puskesmas Toroh 1 di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ingin memastikan bahwa Puskesmas memiliki USG untuk cek kehamilan,” kata Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Usai peninjauan, Presiden menyampaikan bahwa secara keseluruhan pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas sudah bagus. Puskesmas telah memiliki alat USG yang digunakan untuk deteksi dini masalah kehamilan maupun masalah stunting atau kekurangan gizi kronis yang menyebabkan bayi gagal tumbuh seperti bertubuh pendek dan berat badannya kurang.</p>
<p>“Tadi saya sudah cek sistemnya bagus, alatnya ada dan ini sudah diberikan pada 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia. Kita harapkan nanti semuanya punya USG sehingga kehamilan ibu dan kesehatan bayi bisa dideteksi lebih dini dan semua datanya masuk ke pusat ke Jakarta, ini penting untuk mengatasi stunting,” ucap Presiden.</p>
<p>Pemeriksaan USG di Puskesmas terhubung dengan SATUSEHAT dan hasilnya secara otomatis diterima oleh ibu hamil melalui Whatsapp. Seluruh data penimbangan balita dari Posyandu secara by name by address juga sudah terhubung dengan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) di level nasional dan hasil penimbangan balita diterima oleh orang tua secara otomatis disertai dengan grafik pertumbuhan dan informasi status gizi balita. Dengan demikian, setiap bayi dan anak yang berisiko-stunting atau sudah mengalami stunting dapat diketahui sejak dini untuk selanjutnya diintervensi.</p>
<p>Selain alat USG di puskesmas, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah juga melengkapi setiap puskesmas dan posyandu dengan alat antropometri digital.</p>
<p>Alat yang berfungsi untuk menstandardisasi pengukuran berat dan tinggi badan anak tersebut telah didistribusikan ke 300 ribu posyandu di seluruh Indonesia sejak 2022-2023.</p>
<p>“Juga memberikan timbangan bayi yang kita berikan ke posyandu-posyandu, ada 300 ribu timbangan yang sudah kita berikan. Yang sebelumnya tidak ada, semuanya sekarang diberikan timbangan. Untuk cek berat badan bayi, panjang dan semuanya,” imbuh Presiden.</p>
<p>Dari pengukuran tersebut, nantinya diketahui status gizi anak sejak dini, termasuk apakah kebutuhan gizinya telah terpenuhi sesuai kebutuhan atau belum.</p>
<p>Dari status gizi tersebut, selanjutnya dilakukan intervensi agar tidak menimbulkan sejumlah masalah gizi pada balita seperti weight faltering atau berat badan tidak naik sesuai standar, berat badan kurang, gizi kurang, gizi buruk, dan stunting.</p>
<p>Pertama, anak-anak yang mengalami weight faltering apabila dibiarkan akan menjadi berat badan kurang (underweight) dan berlanjut menjadi gizi kurang (wasted). Penanganan weight faltering adalah dengan merujuk balita ke puskesmas untuk ditangani oleh dokter, diberikan makanan tambahan kaya protein selama 14 hari, dan diberikan konseling oleh dokter umum.</p>
<p>Kedua, gizi buruk terjadi karena kurangnya asupan gizi yang mana anak tampak kurus. Kondisi ini apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh.</p>
<p>Penanganan anak dengan gizi buruk adalah dengan merujuknya ke puskesmas dan memberikan makanan tambahan kaya akan protein hewani selama 90 hari. Namun, apabila balita memiliki indikasi penyakit berat seperti jantung bawaan maka wajib dirujuk ke rumah sakit.</p>
<p>Ketiga, stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang menyebabkan berat dan tinggi anak di bawah rata-rata. Keadaan ini diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, yakni sejak dalam kandungan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).</p>
<p>Penanganan anak stunting dengan merujuknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis anak serta konseling dan pemberian PKMK (Pangan dengan Keperluan Medis Khusus) sesuai indikasi dan resep dokter anak.</p>
<p>Sementara itu, untuk balita dengan berat dan tinggi badan normal, tetap harus diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal berisi protein hewani dan susu. Langkah ini bisa mencegah weight faltering sampai dengan 54%.</p>
<p>Untuk pencegahan stunting di tahapan selanjutnya, harus diberikan Pangan Olahan untuk Diet Khusus (PDK) seharga Rp 150 ribu selama 16 hari, yang bisa mencegah stunting 90%.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/03b95ae2-fd43-4a87-a8fc-9ccad2f1a190.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menteri Kesehatan Dampingi Presiden Tinjau Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Salatiga</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menteri-kesehatan-dampingi-presiden-tinjau-pelayanan-kesehatan-di-rsud-kota-salatiga</link>				
         <pubDate>Tue, 23 Jan 2024 08:57:20 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menteri-kesehatan-dampingi-presiden-tinjau-pelayanan-kesehatan-di-rsud-kota-salatiga</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Salatiga, 22 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di RSUD Kota Salatiga, Jawa Tengah pada Senin (22/1).</p>
<p>Dalam kunjungannya, Presiden berkeliling untuk melihat sejumlah fasilitas kesehatan hingga sesekali berbincang singkat dengan para pasien yang berobat di RSUD Kota Salatiga. Presiden juga meninjau pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di rumah sakit tersebut.</p>
<p>Usai melakukan kunjungan, Presiden memuji pelayanan rumah sakit yang tidak memungut biaya dan tidak menerapkan pembatasan kuota layanan rawat inap bagi peserta JKN-KIS.</p>
<p>“Kartu Indonesia Sehat atau KIS sudah diberikan kepada kurang lebih 96 juta dan yang ikut BPJS sekarang ini sudah 267 juta orang, sudah 95 persen lebih sedikit. Yang saya tanyakan tadi apakah ada pungutan, (jawabannya) tidak ada. Pasien nginap dibatasi juga tidak ada. Saya kira ini bagus,” kata Presiden.</p>
<p>Meski masih ada kekurangan, Presiden menilai secara keseluruhan pelayanan kesehatan di RSUD Kota Salatiga sudah bagus. Masyarakat juga sangat terbantu dengan adanya JKN.</p>
<p>“Saya sudah cek beberapa, apakah ada pungutan, tidak ada. Saya kira ini sangat bagus. Saya kira semakin ke sini pelayanan terus diperbaiki,” kata Presiden.</p>
<p>Indah, salah satu pengunjung yang menemani ayahnya berobat di RSUD Kota Salatiga, menyebut telah merasakan manfaat dari program JKN. Keberadaan JKN, lanjutnya, sudah membantu ayahnya melakukan sejumlah operasi dengan menjamin pembiayaannya. Ia pun berharap, program JKN dapat terus dilanjutkan.</p>
<p>“Ini Bapak operasi untuk ketiga kalinya, operasi yang pertama batu di kandung kemih, yang kedua prostat, dan yang ketiga ini mau operasi batu ginjal,” kata Indah.</p>
<p>Direktur Utama RSUD Salatiga Riani Isyana mengaku senang atas kunjungan orang nomor satu di Indonesia tersebut. RSUD Salatiga juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Menteri Kesehatan yang telah datang serta melihat langsung fasilitas serta pelayanan kesehatan di RSUD Salatiga.</p>
<p>Atas masukan yang telah disampaikan Presiden, Riani menyampaikan bahwa perbaikan segera dilakukan sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih efektif dan efisien, tanpa harus menunggu lama.</p>
<p>“Bapak Presiden dan Bapak Menkes lebih fokus pada pelayanan JKN, khususnya peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran). Tadi para pasien ditanya antrenya lama atau tidak, mereka menjawab antre tidak terlalu lama, sehingga kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua masyarakat tanpa terkecuali,” kata Riani.</p>
<p>Salah satu layanan unggulan rumah sakit yang masuk dalam program JKN adalah operasi katarak tanpa jahitan, tanpa rawat inap, dan dilakukan dalam waktu cukup singkat, yakni kurang lebih 15 menit. Operasi katarak ini menggunakan metode Phacoemulsification atau teknik operasi katarak menggunakan mesin bergelombang ultrasonik.</p>
<p>“Luka sayatan kecil antara 1,8 sampai 2,2 milliliter. Keuntungannya banyak, yaitu proses penyembuhannya lebih cepat, mengurangi risiko silinder, dan lebih nyaman bagi pasien jika dibandingkan dengan teknik manual,” ujar dokter spesialis mata RSUD Salatiga dr. Awang Wimbo.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53479934949_6eff905747_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>RSUP Fatmawati Berhasil Transplantasi Ginjal Perdana Pasien Usia 20, Ibu Kandung jadi Penderma</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rsup-fatmawati-berhasil-transplantasi-ginjal-perdana-pasien-usia-20-ibu-kandung-jadi-penderma</link>				
         <pubDate>Mon, 22 Jan 2024 22:17:03 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rsup-fatmawati-berhasil-transplantasi-ginjal-perdana-pasien-usia-20-ibu-kandung-jadi-penderma</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 22 Januari 2024</p>
<p>RSUP Fatmawati Jakarta berhasil melakukan operasi transplantasi ginjal perdana pada Senin (22/1/2024). Transplantasi ginjal merupakan bagian dari program pengampuan layanan urologi-nefrologi yang digaungkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk memeratakan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Sebelum pelaksanaan operasi transplantasi ginjal, berbagai persiapan telah dimatangkan sejak beberapa bulan yang lalu mulai dari administrasi, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan prasarana. Persiapan dalam hal administrasi dan kelengkapan dokumen, RSUP Fatmawati telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Transplantasi Nasional (KTN), dan ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal oleh Kemenkes RI. </p>
<p>Pasangan donor dan resipien transplantasi ginjal hari ini merupakan seorang ibu (41 tahun) yang mendonorkan ginjal kiri ke anak perempuannya (20 tahun) yang diketahui mengalami gagal ginjal sejak Oktober 2023 akibat penyakit glomerulonefritis kronik atau peradangan ginjal. </p>
<p>Sebelum menjalani operasi, keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh dokter konsultan ginjal hipertensi (nefrologi). Setelah itu, keduanya melakukan wawancara kelayakan medikolegal oleh tim hukum dan advokasi. </p>
<p>Setelah mendapat rekomendasi dari tim hukum dan advokasi, keduanya menjalani berbagai pemeriksaan penunjang serta konsultasi dengan spesialis dan subspesialis dari berbagai disiplin ilmu.</p>
<p>Anak perempuan selaku resipien juga telah menjalani serangkaian vaksinasi untuk mencegah kejadian infeksi pascatransplantasi. </p>
<p>Operasi dilakukan oleh dokter spesialis urologi RSUP Fatmawati Jakarta bersama dengan dokter spesialis urologi konsultan dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional. Dokter spesialis urologi juga akan didampingi oleh dokter spesialis nefrologi, anestesi, radiologi, dan berbagai dokter spesialis lain yang tergabung dalam tim transplantasi ginjal. </p>
<p>Setelah operasi, pasien resipien akan dirawat selama beberapa hari sampai kondisinya dinyatakan stabil untuk kembali ke ruang perawatan biasa.</p>
<p>Layanan transplantasi ginjal di RSUP Fatmawati diharapkan berkesinambungan dan menjadi alternatif solusi pengobatan untuk pasien gagal ginjal karena dapat memberikan kualitas hidup dan angka harapan hidup yang lebih baik.</p>
<p>Plt Direktur Utama RS Fatmawati dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan pelayanan transplantasi ginjal ini merupakan wujud dari transformasi kesehatan pilar pelayanan rujukan. Pelayanan ginjal ini masuk dalam pelayanan penyakit prioritas selain kanker, jantung, dan stroke.</p>
<p>&#8220;Upaya ini adalah upaya di hilir dengan maksud menekan biaya yang akan terjadi bagi orang-orang yang akan cuci darah secara rutin. Itu akan jauh lebih besar,&#8221; ujar dr. Syahril.</p>
<p>Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah memiliki program untuk mengawal di hulu dengan preventif, yang lebih penting daripada upaya di hilir. Program preventif mencegah masyarakat mengalami gagal ginjal kronis melalui berbagai cara edukasi dan promosi pola hidup sehat, termasuk pola makan dan pola hidup untuk membangun kebiasaan-kebiasaab yang dapat mencegah terjadinya gangguan ginjal.</p>
<p>Ketua Tim Transplantasi Ginjal dr. Elizabeth Yasmine Wardoyo, SpPD, KGH, FINASIM mengatakan kondisi terakhir pedonor saat ini sudah stabil dan kembali ke ruang perawatan biasa, sementara kondisi resipien juga baik. Artinya, fungsi ginjalnya yang saat ini dalam pengawasan ketat sudah berlangsung baik.</p>
<p>&#8220;Resipien akan dirawat secara intensif, saat ini masuk ke dalam perawatan ICU, kemudian di Rumah Sakit Fatmawati sudah mengembangkan ICU bertekanan positif yang kami khususkan untuk resipien transplantasi organ untuk meminimalkan infeksi pasca-operasi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pasien yang akan melakukan transplantasi ginjal bisa mendapatkan pembiayaan dari BPJS Kesehatan, tetapi ada selisih biaya yang harus dibayarkan pasien. Selisih ini dapat dibayarkan secara mandiri atau asuransi lain.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/20240122_145257.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>1,2 Juta Bayi Baru Lahir Sudah Jalani Skrining Hipotiroid Kongenital</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ 12-juta-bayi-baru-lahir-sudah-jalani-skrining-hipotiroid-kongenital</link>				
         <pubDate>Sun, 21 Jan 2024 18:14:47 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ 12-juta-bayi-baru-lahir-sudah-jalani-skrining-hipotiroid-kongenital</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 21 Januari 2024</p>
<p>Pemerintah terus menggencarkan kegiatan Skrining hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Hingga akhir tahun 2023, sebanyak 1,2 juta bayi telah diperiksa.</p>
<p>Atas capaian ini, Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terpilih sebagai salah satu negara yang diwawancarai oleh Commission for Social Development. Sebuah badan penasihat yang bertanggung jawab atas pilar pembangunan sosial pembangunan global. Hasil wawancara akan disampaikan di sesi ke-62 (CSocD62) pada 5 sampai 14 Februari 2024 di UN Head Quarter, New York.</p>
<p>“Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah terlibat, mulai dari puskesmas, Prof Aman Pulungan, rumah sakit, dokter spesialis anak dan IDAI, karena jumlahnya terus meningkat,” kata Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, Minggu (21/1) di Jakarta.</p>
<p>Menkes menjelaskan bahwa jumlah tersebut didapat dari cakupan pemeriksaan mingguan yang terus meningkat. Pemeriksaan mingguan awalnya menjangkau seribu anak, kemudian naik menjadi puluhan ribu dan konsisten pada angka 60 ribu bayi per minggu selama tiga bulan terakhir.</p>
<p>Apabila dijumlahkan selama setahun, sebanyak 1,2 bayi baru lahir tercatat sudah mendapatkan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).</p>
<p>“Kita mulai dari 1.000 sampai 2.000 anak per minggu, kemudian naik lagi dan dalam 3 bulan terakhir sudah konsisten di angka 60 ribu. Kalau dijumlahkan angkanya sudah 1,2 juta mendekati 1,3 juta bayi yang diperiksa,” terang Menkes.</p>
<p>“Kalau kita bisa konsisten di angka 60 ribu bayi saja, dalam waktu satu tahun sudah 3 juta anak sudah kita periksa,” imbuh Menkes.</p>
<p>Ke depan, Menkes Budi mendorong agar pemeriksaan hormon tiroid untuk mencegah kelainan bawaan dan kematian pada bayi baru lahir tersebut terus digalakkan. Menkes menargetkan jumlah bayi yang diperiksa setiap minggunya konsisten meningkat.</p>
<p>“Saya harapkan dengan kecepatan yang sudah di angka 60 ribu, tahun ini bisa ditingkatkan lagi,” harap Menkes.</p>
<p>Untuk mewujudkannya, Menkes Budi mengungkapkan Kementerian Kesehatan telah menyusun sejumlah strategi cakupan nasional skrining kesehatan pada bayi baru lahir semakin banyak.</p>
<p>Strategi pertama, memperluas fasilitas laboratorium kesehatan masyarakat, berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan merampingkan transportasi sampel penyaringan agar lebih cepat dan lebih efisien.</p>
<p>Kedua, membangun dan memperkuat sistem kesehatan primer di setiap wilayah. Caranya dengan melengkapi fasyankes dengan infrastruktur kesehatan yang modern, meningkatkan layanan ibu dan bayi di fasilitas kesehatan publik dan swasta, serta memastikan perawatan komprehensif di pada ibu dan bayi baru lahir.</p>
<p>Ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya skrining kesehatan pada bayi baru lahir. Hal ini dilakukan dengan menggencarkan kampanye kesehatan yang melibatkan komunitas dan individu.</p>
<p>“Kalau mau bayinya sehat, usianya panjang, dan anaknya pintar, begitu bayi baru lahir mintalah skrining kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, gratis,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) merupakan uji saring yang dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang baru lahir. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengelompokkan bayi yang mengalami gangguan hormon tiroid sehingga bayi bisa mendapatkan pengobatan dengan cepat dan tidak berdampak serius pada tumbuh kembangnya.</p>
<p>Pemeriksaan hormon tiroid pada anak dilakukan dengan pengambilan 2-3 tetes sampel darah yang diambil dari tumit bayi yang berusia 48 sampai 72 jam oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Apabila lebih dari usia tersebut, dikhawatirkan akan terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sifatnya permanen. Karenanya, Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sejak dini sangatlah penting untuk mencegah kelainan bahkan kematian pada bayi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/0d633f9f-5af1-41f6-a427-5c538f1c4386.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Rumah Sakit Kemenkes Harus Dapat Bersaing Dengan Swasta </title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ rumah-sakit-kemenkes-harus-dapat-bersaing-dengan-swasta</link>				
         <pubDate>Sun, 21 Jan 2024 13:34:07 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ rumah-sakit-kemenkes-harus-dapat-bersaing-dengan-swasta</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Makassar, 20 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan setidaknya ada tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam implementasi Transformasi Layanan Rujukan; yaitu pelayanan harus bagus, berbasis penelitian, dan mampu mengampu atau membina rumah sakit milik pemerintah daerah.</p>
<p>“Pesan saya ada tiga; layanannya harus bagus, harus berbasis penelitian, dan harus mampu mengampu rumah sakit lain. Pak Dirjen Yankes (Pelayanan Kesehatan) yang kemudian harus menerjemahkan jadi program apa saja,” ujar Menkes pada acara Refleksi dan Konsolidasi Program Kerja Rumah Sakit Vertikal di Makassar, Sabtu (20/1).</p>
<p>Rumah Sakit Vertikal adalah rumah sakit yang dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan dan biasanya merupakan rumah sakit rujukan akhir. Ada 34 rumah sakit dalam pengelolaan Kemenkes, antara lain RSCM, RS Kanker Dharmais, RS Jantung Harapan Kita, RS Harapan Kita Ibu dan Anak, RS Fatmawati, RS Sulianto Saroso, RS Kariadi Semarang, RS Wachidin Makassar, RS Ngoerah (Sanglah) Bali, dan RS Adam Malik Medan.</p>
<p>Menkes Budi juga menegaskan bahwa dalam transformasi kesehatan, parameter layanan kesehatan yang harus dijaga agar masyarakat tetap sehat terdiri atas tiga hal, yaitu akses yang mudah, kualitas yang bagus, dan harga yang murah. Menurut Menkes, ketiga hal tersebut harus dipenuhi agar layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Menkes juga mengingatkan ada empat hal yang harus menjadi perhatian layanan rujukan agar dapat bersaing dengan rumah sakit swasta. Empat hal itu, yakni perbaikan perhitungan remunerasi, perbaikan layanan eksekutif, perbaikan infrastruktur, dan perbaikan tata kelola.</p>
<p>Menurut Menkes Budi, perbaikan remunerasi diperlukan agar dokter-dokter dan tenaga kesehatan yang rajin mendapatkan penghasilan sesuai dengan beban kerja. Sementara, perbaikan layanan eksekutif agar rumah sakit vertikal memiliki kemampuan bersaing dengan rumah sakit swasta sehingga pasien eksekutif bisa mensubsidi pasien BPJS.</p>
<p>“Jadi buat saya, layanan eksekutif harus jalan dan itu untuk menentukan apakah kualitas layanan kita bagus. Jadi kalau layanan eksekutif ini bagus, rumah sakit bisa memiliki pendapatan yang cukup untuk subsidi pasien BPJS,” kata Menkes.</p>
<p>Untuk perbaikan infrastruktur, Menkes Budi menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan infrastruktur kepada rumah sakit vertikal. Kendati demikian, Menkes Budi berharap rumah sakit vertikal juga aktif dalam mencari pendanaan infrastruktur baik melalui dana yang dialokasikan pemerintah maupun melalui dana hibah.</p>
<p>Untuk perbaikan tata kelola, Menkes Budi berpesan agar rumah sakit vertikal memperbaiki berbagai hal yang menunjang pelayanan mulai dari kebersihan, kerapian, catatan keuangan, audit, dan sistem teknologi informasi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240121-WA0004.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Hari Keempat Sub PIN Polio Tembus 76,9 Persen</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ hari-keempat-sub-pin-polio-tembus-769-persen</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Jan 2024 23:20:41 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ hari-keempat-sub-pin-polio-tembus-769-persen</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 18 Januari 2024</p>
<p>Putaran pertama Sub Pekan Imunisasi Polio (Sub PIN Polio) di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kabupaten Sleman Yogyakarta telah resmi dimulai pada Senin, 15 Januari 2024.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan, selama empat hari pelaksanaan Sub PIN, sebanyak 6.528.963 anak atau 76.9 persen dari total 8.491.178 sasaran telah menerima imunisasi polio.</p>
<p>“Hingga Kamis (18/1/2024), total sasaran yang sudah di imunisasi polio mencapai lebih dari 6,5 juta anak atau 76,9 persen. Angka ini sudah melebihi target yang diharapkan,” kata Dirjen Maxi di Jakarta, Kamis (18/1/2024).</p>
<p>Dirjen Maxi mengatakan, pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) pada hari ketiga Sub PIN Polio ditargetkan mencapai cakupan sekitar 53,4 persen.</p>
<p>Target tersebut, lanjut Dirjen Maxi, tak hanya dicapai dari total gabungan imunisasi di ketiga daerah itu. Realisasi imunisasi di masing-masing daerah juga telah melampaui angka tersebut.</p>
<p>Secara rinci, Dirjen Maxi menyampaikan, cakupan imunisasi polio tambahan di Jawa Timur telah mencapai 3.580.916 atau 80,7 persen dari target 4.437.679 juta anak.<br />
Jawa Tengah mencapai 2.858.936 anak atau 73,2 persen dari target total 3.903.678 anak, sedangkan Sleman DIY mencapai 89.111 atau 59,5 persen dari total sasaran 149.821 anak.</p>
<p>Dirjen Maxi pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang ikut berpartisipasi mendukung tercapainya target imunisasi polio tersebut.</p>
<p>Ia berharap agar sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin bisa terus dilanjutkan sehingga target cakupan Sub PIN Polio sebesar 95 persen di semua tingkatan dapat terealisasi.</p>
<p>Dirjen Maxi menambahkan, putaran pertama Sub PIN Polio masih akan berlangsung hingga 21 Januari 2024. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat yang memiliki anak usia 0-7 tahun dan berdomisili di tiga wilayah tersebut agar memanfaatkan waktu yang masih tersisa sebaik mungkin dengan mengajak buah hati ke puskesmas, posyandu, atau pos pelayanan imunisasi yang ditunjuk pemerintah untuk mendapatkan imunisasi polio tetes secara gratis.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG_7476.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Dana Hibah 309 Juta Dolar AS untuk Program AIDS, TBC dan Malaria</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ dana-hibah-309-juta-dolar-as-untuk-program-aids-tbc-dan-malaria</link>				
         <pubDate>Thu, 18 Jan 2024 07:54:08 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ dana-hibah-309-juta-dolar-as-untuk-program-aids-tbc-dan-malaria</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Januari 2024</p>
<p>The Global Fund to fight AIDS, Tuberculosis (TBC), &amp; Malaria (GFATM) telah berkomitmen mendukung program eliminasi penyakit HIV, TBC, dan malaria serta Resilient Sustainable System for Health (RSSH) di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima dukungan GFATM untuk mencapai target pada 2030.</p>
<p>GFATM telah menyepakati dukungan dana hibah kepada Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan peluncuran/kick off implementasi dana hibah The Global Fund untuk program AIDS, TBC, dan malaria serta penguatan sistem kesehatan.</p>
<p>Total dana hibah tersebut adalah 309 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 4,6 triliun untuk periode anggaran 2024-2026. Kegiatan peluncuran dana hibah tersebut dilaksanakan di Auditorium dr. Herman Susilo Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta pada Rabu (17/1/2024).</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya mengatakan, keberadaan The Global Fund hingga saat ini merupakan bentuk komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat dunia bersama pemerintah mewujudkan eliminasi HIV, TBC, dan Malaria di seluruh negara.</p>
<p>“Saya ucapkan terima kasih kepada Thomas dan juga teman-teman yang sudah membantu program Global Fund seluruh komponen baik itu pemerintah, pemerintah daerah maupun lembaga sosial yang telah membantu kita,”Kata Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, terkait dengan HIV, dari perkiraan setengah juta orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2023, 68% telah mengetahui status mereka, 62% dari mereka yang mengetahui statusnya menerima obat dan 38% mengalami supresi virus.</p>
<p>Terkait kasus TBC, berdasarkan report 2023 mencapai sekitar 1.060.000, HIV sekitar 540.000, malaria sekitar 380.000. Pada tataran nasional di tahun 2023, 76% kabupaten/kota di Indonesia telah bebas dari malaria dan 89% penduduk Indonesia tinggal di daerah bebas malaria</p>
<p>“Malaria dari dulu itu bagus dan yang bagus saya tidak otak atik yang nggak bagus saya kejar, sekarang yang saya kejar HIV karena HIV yang tidak bagus, malaria bagus, sebanyak 318 kabupaten/kota tereliminasi malaria,” Lanjut Menkes Budi.</p>
<p>Menkes juga mengungkapkan bahwa dukungan The Global Fund tidak hanya terbatas pada penyedia obat dan pelayanan kesehatan. Global Fund juga membantu Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan.</p>
<p>“Saya minta dana hibah ini menjadi dana pelengkap dan bukan sebagai dana pengganti sehingga dana dari dalam negeri tetap diupayakan,” Ungkap Menkes.</p>
<p>Menkes menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada GFATM yang telah memberikan dana hibah sebagai salah satu dukungan program eliminasi penyakit HIV, TBC dan malaria.</p>
<p>dr. Maxi Rein Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit turut hadir dan memberikan sambutan bahwa dukungan The Global Fund dalam program eliminasi TBC, HIV, dan malaria sangat membantu.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada Global Fund setelah menjalani proses negosiasi hingga ditandatangani perjanjian kerjasama The Global Fund telah menyepakati dukungan dana hibah kepada Indonesia untuk program AIDS, Tuberkulosis dan malaria serta RSSH untuk periode anggaran 2024-2026 dengan total nilai USD 309 juta atau setara 4,6 triliun rupiah,” Kata dr. Maxi.</p>
<p>dr. Maxi menjelaskan, dana hibah senilai USD 309 juta secara terperinci dengan komponen AIDS sebesar USD 103,7 juta setara 1,5 triliun rupiah, komponen TBC sebesar USD 126 juta setara 2,3 triliun rupiah, komponen malaria sebesar USD 35,6 juta setara 539 miliar rupiah dan RSSH USD 14.4 juta setara 218 miliar rupiah dan secara komposisi pengelolaannya USD 211,1 juta dikelola oleh pihak Kementerian Kesehatan dan USD 98,6 juta dikelola oleh pihak komunitas, Jelas dr. Maxi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53469420876_eb6814fd90_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Tata Cara Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam UU No 17 Tahun 2023</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ tata-cara-penyelenggaraan-perizinan-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-dalam-uu-no-17-tahun-2023</link>				
         <pubDate>Wed, 17 Jan 2024 13:22:54 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ tata-cara-penyelenggaraan-perizinan-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-dalam-uu-no-17-tahun-2023</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Januari 2023</p>
<p>Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Izin Praktik (SIP) untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat penerima pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan perizinan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan pascapenerbitan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Surat edaran tersebut mengatur tata cara penyelenggaraan perizinan dan menjadi acuan bagi lembaga yang berwenang dalam penerbitan SIP tenaga medis dan tenaga kesehatan.</p>
<p>UU Kesehatan Nomor 17/2023 mengatur tiga hal terkait SIP. Pertama, SIP yang sudah terbit dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa SIP berakhir. Kedua, penerbitan SIP yang telah selesai pada proses verifikasi dan memenuhi persyaratan segera diselesaikan dan dinyatakan berlaku sampai dengan berakhirnya SIP. Terakhir, penerbitan SIP yang masih dalam proses awal sebelum verifikasi disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>Penyelenggaraan perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan diterbitkan pemerintah kabupaten/kota dengan ketentuan sebagai berikut:<br />
Permohonan dan Perpanjang SIP Tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mengajukan permohonan penerbitan SIP atau perpanjangan SIP yang sudah habis masa berlakunya dapat mengajukan permohonan penerbitan SIP kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di kabupaten/kota tempat tenaga medis dan tenaga kesehatan menjalankan praktiknya. </p>
<p>Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di kabupaten/kota menerbitkan jumlah SIP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Permohonan SIP dengan STR masih berlakuTenaga medis atau tenaga kesehatan yang mengajukan permohonan penerbitan SIP untuk pertama kali dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang sudah terbit dan masih berlaku sebelum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan diundangkan harus melampirkan STR dan surat keterangan tempat praktik.<br />
Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu daerah kabupaten/kota menerbitkan SIP yang masa berlakunya sesuai dengan masa berlaku STR tersebut.</p>
<p>Tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mengajukan permohonan penerbitan SIP untuk pertama kali dengan STR yang berlaku seumur hidup bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah lulus kurang dari lima tahun sebelum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan diundangkan melampirkan STR dan surat keterangan tempat praktik.<br />
Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu daerah kabupaten/kota menerbitkan SIP yang berlaku selama lima tahun.</p>
<p>Permohonan SIP dengan STR tapi tak praktik 5 tahun, Tenaga medis dan tenaga kesehatan telah memiliki STR yang berlaku seumur hidup tetapi tidak pernah praktik lebih dari lima tahun terhitung sejak sebelum Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan diundangkan dan akan mengajukan permohonan penerbitan SIP, harus melampirkan STR, surat keterangan tempat praktik, dan bukti pemenuhan kompetensi.</p>
<p>Bukti pemenuhan kompetensi diperoleh setelah mengikuti pemenuhan kompetensi yang diselenggarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan berkoordinasi dengan Kolegium atau penyelenggara pendidikan.</p>
<p>Ketentuan lebih lanjut dapat diunduh file berikut: <a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/SE-No.-HK.02.01-MENKES-6-2024-ttg-Perizinan-Bagi-Tenaga-Medis-dan-Tenaga-Kesehatan-Pasca-Terbitnya-UU-No.-17-Th-2023-ttg-Kesehatan.pdf">SE No. HK.02.01-MENKES-6-2024 ttg Perizinan Bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Pasca Terbitnya UU No. 17 Th 2023 ttg Kesehatan</a></p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-17-at-13.19.43.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Sub PIN Polio Dilaksanakan Serentak di 3 Wilayah Mulai Hari Ini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ sub-pin-polio-dilaksanakan-serentak-di-3-wilayah-mulai-hari-ini</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Jan 2024 21:32:11 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ sub-pin-polio-dilaksanakan-serentak-di-3-wilayah-mulai-hari-ini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Januari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, dan Jawa Tengah, serta Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mulai Senin (15/1/2024) hari ini.</p>
<p>Pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) menargetkan 8,4 juta anak berusia 0- 7 tahun. Rinciannya, Provinsi Jawa Timur sebanyak 4,4 juta anak, Provinsi Jawa Tengah 3,9 anak, dan Kabupaten Sleman sebanyak 149 ribu. Pelaksanaan Sub PIN akan dilaksanakan selama 1 pekan, diikuti sweeping selama 5 hari.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan Sub PIN Polio ini menargetkan anak berusia 0 sampai 7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya, meski status imunisasi sudah lengkap, anak tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio.</p>
<p>“Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95% untuk masing-masing putaran dan merata di setiap tingkatkan, mulai dari desa, kecamatan, sampai kabupaten,” ucapnya.</p>
<p>Direktur Jenderal P2P bersama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mencanangkan kegiatan Sub PIN Polio di MINU Kapasan Sidoarjo, Jawa Timur. Pencanangan diikuti dengan pemberian imunisasi tetes nOPV2 pada 144 anak.</p>
<p>Dirjen Maxi menjelaskan Sub PIN Polio akan dilaksanakan dalam 2 putaran. Putaran pertama dimulai pada 15 Januari 2024, sedangkan putaran kedua akan berlangsung mulai 19 Februari 2024. Masing-masing putaran dilaksanakan dalam waktu satu minggu dengan jarak antarputaran minimal satu bulan.</p>
<p>Wilayah pemberian imunisasi tambahan adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan lokasi terjadinya KLB polio. Pemberian imunisasi tambahan juga dilakukan di Kabupaten Sleman DIY, yakni daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, lokasi ditemukannya kasus polio beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sebagai penutup, Dirjen Maxi meminta komitmen seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan Sub PIN Polio.</p>
<p>“Peran Bapak dan Ibu semua sesuai tugas dan fungsi masing-masing serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan kegiatan ini, karena itu kami sangat berharap adanya komitmen dari Bapak/Ibu dalam mendukung kegiatan ini,” kata dia.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<br />
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG_7453.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kemenkes dan Viva Anak Kanker Indonesia Sepakat Perkuat Kerja Sama</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-viva-anak-kanker-indonesia-sepakat-perkuat-kerja-sama</link>				
         <pubDate>Mon, 15 Jan 2024 13:45:55 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kemenkes-dan-viva-anak-kanker-indonesia-sepakat-perkuat-kerja-sama</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 15 Januari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan RI dan Yayasan Viva Anak Kanker Indonesia menyepakati kerja sama peningkatan perawatan bagi anak-anak penderita kanker. Kerja sama itu diteken dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Jakarta, pada Senin (15/1/2024).</p>
<p>“Kita baru saja menyaksikan tanda tangan kerja sama antara Kemenkes dan Viva, organisasi nonprofit dunia yang akan membantu anak-anak Indonesia yang terkena kanker darah seperti limfoma dan leukemia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai menyaksikan proses penandatanganan MoU.</p>
<p>Menkes menyampaikan bahwa dua jenis kanker darah tersebut merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh anak-anak Indonesia. Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah penderita kanker pada anak (0-19 tahun) sebanyak 11.156. Dari angka itu, leukemia menempati posisi pertama dengan 3.880 (34,8%), sedangkan kanker getah bening sekitar 640 (5,7%) dan kanker otak 637 (5,7%).</p>
<p>Namun, berdasarkan data WHO 2021, kanker anak yang dapat disembuhkan di Indonesia kurang dari 30% kasus. Hal ini umumnya karena keterlambatan diagnosis akibat tidak mengenali gejala dini kanker anak. Sehingga, dampaknya menyebabkan pengobatan tidak optimal dan angka kematiannya tinggi.</p>
<p>Karena itu, dalam kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk memperkuat perawatan bagi anak-anak yang menderita kanker melalui pengobatan medis, pendidikan, dan penelitian translasi yang dimulai dengan Acute lymphoblastic leukaemia.</p>
<p>Menkes Budi menguraikan, pendidikan dilakukan melalui program pelatihan dokter, perawat, apoteker, dan teknisi laboratorium Indonesia di bidang onkologi pediatri di Indonesia atau di luar negeri, yang akan dimulai di Singapura.</p>
<p>Pengobatan medis melalui pengenalan dan peningkatan kapasitas transplantasi sumsum tulang serta terapi sel dan gen, yang akan dimulai dengan terapi sel CarT di Indonesia.</p>
<p>“Dari kerja sama ini, kita akan mendapat bantuan dari mereka untuk mendeteksi leukemia pada anak dan mengobatinya dengan teknologi canggih seperti mesin CarT. Nantinya, alat itu akan dipinjamkan ke RS Kanker Dharmais sehingga kita bisa mengobati anak-anak,” ucap Menkes Budi.</p>
<p>Kemudian, penelitian dengan memfasilitasi pendirian laboratorium kelas dunia di Jakarta untuk menangani pengujian terpusat yang diperlukan untuk diagnosis dan pelacakan anak-anak penderita kanker.</p>
<p>Selanjutnya, pembentukan pembentukan kelompok studi penelitian translasi yang dimulai dengan Acute lymphoblastic leukaemia.</p>
<p>Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk menjamin akses ke obat-obatan dan perawatan yang diperlukan untuk semua anak yang menderita kanker.</p>
<p>“MoU ini memperkuat komitmen kami untuk membuat perawatan ini tersedia dan terjangkau sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk melawan kanker dengan sumber daya terbaik yang tersedia,” tutup Menkes.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-16-at-13.40.51.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Apresiasi RSUD Haji Surabaya yang Sukses Integrasikan Layanan ke SatuSehat</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-apresiasi-rsud-haji-surabaya-yang-sukses-integrasikan-layanan-ke-satusehat</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Jan 2024 11:48:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-apresiasi-rsud-haji-surabaya-yang-sukses-integrasikan-layanan-ke-satusehat</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 13 Januari 2023</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi RSUD Haji Surabaya yang mampu mengintegrasikan sistem teknologi informasi (IT) ke SatuSehat.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan kedatangannya ke RSUD Haji ingin melihat sistem IT yang terintegrasi dengan SatuSehat. Integrasi itu membuat RSUD Haji setara dengan rumah sakit-rumah sakit besar vertikal milik Kemenkes.</p>
<p>&#8220;Jadi, saya ingin lihat itu sebenarnya. Saya kagum karena ini (integrasi ke SatuSehat) dibikin oleh tenaga-tenaga dari RS Haji sendiri,&#8221; ujar Menkes Budi, Sabtu (13/1/2024).</p>
<p>Rumah Sakit Haji sudah mengintegrasikan datanya di bagian rawat jalan. Dengan demikian, data kunjungan, data diagnosa, dan tanda-tanda vital pasien sudah terintegrasi ke SatuSehat. </p>
<p>Pada 2024 ini, RS Haji akan mengintegrasikan data kefarmasian mulai dari resep obat dan penjualan obatnya. Saat ini, progres integrasi data kefarmasian itu sedang proses pemetaan atau mapping. Ke depan, RS Haji juga akan mengintegrasikan layanan radiologi dan layanan kesehatan lainnya.</p>
<p>Setelah melihat infrastruktur dan fasilitas di RS Haji, Menkes Budi berharap Kemenkes  dapat membantu memodernisasi suatu hari nanti. Namun, ia menilai harus ada peningkatan dari sisi pelayanan kesehatan untuk masyarakat umum dan khususnya jemaah haji.</p>
<p>&#8220;Tetap harus bisa meningkatkan layanan untuk masyarakat umum, dan Rumah Sakit Haji ini harus memastikan bahwa jemaah haji kita tuh sehat, karena kematian dari jemaah haji Indonesia itu paling tinggi daripada jemaah haji dari semua negara di dunia,&#8221; ucap Menkes Budi.</p>
<p>Bahkan, lanjutnya, banyaknya jumlah kematian jemaah haji Indonesia disampaikan langsung oleh menteri kesehatan Arab Saudi kepadanya. Jika kondisi ini terus berlangsung, kuota jumlah jemaah haji dari Indonesia kemungkinan akan dikurangi.</p>
<p>&#8220;Kita harus memperbaiki itu, gimana caranya semua rumah sakit harus bisa memastikan bahwa sebelum mereka (jemaah haji) berangkat posisinya harus sehat,&#8221; tutur Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53462635370_4d5a119ab5_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Bantuan Alkes dari Kemenkes Tingkatkan Pelayanan di 3 RS di Surabaya</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ bantuan-alkes-dari-kemenkes-tingkatkan-pelayanan-di-3-rs-di-surabaya</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Jan 2024 11:43:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ bantuan-alkes-dari-kemenkes-tingkatkan-pelayanan-di-3-rs-di-surabaya</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 13 Januari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan telah mengirimkan bantuan sejumlah alat kesehatan ke RSUD Soetomo, RSUD Haji, dan RS Universitas Airlangga Surabaya. Bantuan tersebut telah membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di tiga RS itu.</p>
<p>Pada Sabtu (13/1/2024), Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan langsung alat kesehatan tersebut telah digunakan di tiga rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Saya mau memastikan semua bantuan alat kesehatan telah digunakan, dan semoga dapat membantu pelayanan kesehatan di Surabaya,&#8221; ujar Menkes Budi, Sabtu (13/1).</p>
<p>Spesialis Onkologi Radiasi RSUD Dr. Soetomo dr. Dyah Erawati Sp. Rad (K) Onk. Rad. mengatakan bantuan dari Kemenkes telah mengurai antrean pasien yang akan mendapatkan radiasi. </p>
<p>Ia menjelaskan RSUD Dr. Soetomo memiliki 4 bunker radioterapi. Empat bunker itu seharusnya terisi empat alat radiasi yang bekerja secara baik agar semua pasien terlayani dengan baik.</p>
<p>Jumlah pasien di Rumah Sakit Dr. Soetomo yang berkunjung ke radioterapi rata-rata adalah 1.430 per tahun. Namun, sebelum mendapatkan bantuan dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN), RS Dr. Soetomo hanya bekerja dengan dua alat klinik sehingga mengakibatkan antrean pasien. </p>
<p>Antrean pasien yang akan mendapatkan layanan radiasi berlangsung selama 9 sampai 10 bulan. &#8220;Kami sangat berterima kasih dengan bantuan dari Kemenkes telah membantu satu alat radiasi sehingga dapat mengurai antrean pasien untuk mendapatkan radiasi,&#8221; ucap dr. Dyah.</p>
<p>Meski mendapatkan tambahan satu alat dari Kemenkes, dr. Dyah menjelaskan, masih ada satu bunker radioterapi yang belum terisi. Jika bunker radioterapi itu sudah terisi, antrean pasien akan makin terurai.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dari Kemenkes dapat memberikan bantuan lagi supaya Rumah Sakit Dr. Soetomo bisa mengatasi antrean pasien,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain alat radiasi, Kementerian Kesehatan juga mengirimkan alat kesehatan lainnya di antaranya berupa akselerator linier atau linear accelerator (LINAC) untuk pengobatan kanker, mesin pintas jantung paru (heart lung machine), set peralatan endourologi untuk pemeriksaan saluran kemih, ablasi laser atau laser for ablation, serta sejumlah alat untuk pemeriksaan dan perawatan janin sebelum dilahirkan seperti set peralatan fetal therapy dan surgery, USG fetomaternal high end, USG guiding fetal therapy/fetoscopy, non-stress test (NST), central NST, dan USG mobile bayi dan anak.</p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kemenkes, atas bantuan untuk pemberian alat radiasi untuk Rumah Sakit Dr Soetomo,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, dr. Cahyo Wibisono Nugroho, Sp.PD, selaku manajer penunjang medis RS Universitas Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas bantuan alat kesehatan dalam program layanan prioritas kanker, stroke, jantung, dan uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.</p>
<p>Bantuan alat dari Kemenkes akan digunakan untuk pelayanan pasien dan pendidikan. Bantuan alat kesehatan tersebut di antaranya USG doppler untuk pemeriksaan aliran darah, troli emergency yang berisi peralatan dan obat-obatan untuk keadaan gawat darurat, dan alat penghangat darah (blood infusion warmer), serta penghangat, schiller, dan fototerapi untuk bayi.</p>
<p>&#8220;Sekali, lagi kami ucapkan terima kasih atas bantuan alat kesehatan yang insya Allah akan kami gunakan untuk pelayanan masyarakat secara optimal, dan juga sebagai wahana pendidikan untuk kawan-kawan dokter Indonesia di masa depan,&#8221; ucap dr. Cahyo.</p>
<p>Untuk RSUD Haji Surabaya, Kemenkes mengirimkan alat kesehatan berupa set endourologi yang terdiri atas monitor system, adult lower tract set, bipolar system, URS, adult PCNL, dan swiss lithoclast.</p>
<p>Dokter di RSUD Haji dr. Ahmad Nadhir, Sp.U mengatakan bantuan alkes dari Kemenkes membantu meningkatkan jumlah operasi yang dilakukan per hari.</p>
<p>&#8220;Kemudian, dengan adanya alat ini, pasien-pasien yang sebelumnya dilakukan operasi terbuka sekarang bisa dilakukan dengan operasi endoskopi. Jadi, sebelumnya pasien ada sayatan untuk operasi batu buli besar sekarang dengan alat ini tanpa perlu sayatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Bantuan alat dari Kemenkes juga membuat RSUD Haji dapat mempercepat turnover atau perputaran pasien yang akan melakukan operasi urologi. Sebab, keberadaan lebih banyak alat membuat waktu sterilisasi lebih cepat.</p>
<p>Ia menambahkan, saat ini RSUD Haji memiliki tidak hanya satu set tetapi dua set endourologi. &#8220;Alat ini melengkapi kebutuhan alat-alat yang ada di urologi sehingga merupakan salah satu unggulan di bidang kita (urologi),&#8221; ucap dr. Ahmad.</p>
<p>Ia mengharapkan ke depannya ada bantuan alkes lain untuk tindakan pemecahan batu ginjal dengan gelombang kejut tanpa luka operasi (ESWL) sehingga tata laksana di urologi menjadi lebih lengkap.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53460420727_05f30ee96b_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Budi Targetkan RS Vertikal Surabaya Jadi Super Hub Layanan Kanker, Stroke, Jantung</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-targetkan-rs-vertikal-surabaya-jadi-super-hub-layanan-kanker-stroke-jantung</link>				
         <pubDate>Sun, 14 Jan 2024 11:40:17 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-budi-targetkan-rs-vertikal-surabaya-jadi-super-hub-layanan-kanker-stroke-jantung</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 13 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Surabaya pada Sabtu (13/1/2024). Ia berharap rumah sakit vertikal tersebut mampu menjadi rumah sakit super hub untuk layanan kanker, jantung, dan stroke di Indonesia.</p>
<p>Menkes Budi dan rombongan meninjau langsung ke lantai 7 gedung A atau gedung utama. Rencananya, RS Vertikal Surabaya bakal memiliki empat gedung, yaitu gedung utama, gedung khusus untuk stroke, gedung khusus untuk kanker, dan gedung khusus untuk melayani penyakit jantung. </p>
<p>&#8220;Harapan saya rumah sakit ini nanti akan menjadi super hub di mana rumah sakit- rumah sakit besar yang kita bangun di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, kalau butuh rujukan pelayanan yang lebih spesifik bisa datang ke sini,&#8221; ujar Menkes Budi, Sabtu (13/1/2024).</p>
<p>Selain di Surabaya, Kemenkes juga membangun RS yang sama untuk pelayanan kanker, jantung, dan stroke di Makassar, Sulawesi Selatan. RS tersebut diharapkan juga mampu menjadi super hub untuk Maluku, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.</p>
<p>Gedung RS UPT Vertikal Kemenkes ini akan memiliki empat tower atau gedung yang terdiri atas tower A sebagai medical center atau gedung utama, tower B untuk spesialis jantung, tower C untuk spesialis otak, dan tower D untuk spesialis kanker.</p>
<p>RS Vertikal ini merupakan wujud transformasi layanan kesehatan. Transformasi layanan kesehatan di Indonesia mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan Kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.</p>
<p>RS Vertikal juga untuk mendukung program Kemenkes dalam mempercepat pemerataan pelayanan rumah sakit. RS UPT Vertikal ini akan menjadi pendatang baru (newcomer) dari 408 rumah sakit yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.</p>
<p>Lokasi pembangunan RS UPT Vertikal Kementerian Surabaya ini berada di Jalan Indrapura Nomor 17, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, dengan total luas lahan 5,24 hektare. </p>
<p>Pembangunan RS UPT Vertikal ini merupakan Program Prioritas Nasional Bidang Kesehatan yang sesuai dengan Rencana Kerja Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2022-2024.</p>
<p>Pembangunan RS UPT Vertikal di Surabaya didesain untuk dapat memberikan layanan komprehensif, khususnya penyakit katastropik, secara paripurna mulai dari diagnostik, terapetik, hingga rehabilitatif. Pembangunan RS UPT Vertikal juga untuk bersaing dengan rumah sakit lain di Asia. </p>
<p>Pembangunan RS UPT Vertikal di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, merupakan wujud tanggung jawab Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan rujukan tersier yang bermutu dan terjangkau; serta melayani masyarakat di Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Indonesia. </p>
<p>Dasar penetapan lokasi RS UPT Vertikal di Surabaya karena memiliki aksesibilitas yang baik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain memiliki rute langsung penerbangan udara yang cukup banyak, termasuk jalur-jalur internasional ke dan dari Asia, Eropa, Amerika, Australia. </p>
<p>Dengan kemudahan aksesibilitas ini, RS UPT Vertikal Surabaya dapat mengurangi beban antrean layanan jantung, kanker dan stroke di wilayah Jawa. Selain itu, RS UPT Vertikal Surabaya dapat memperluas jangkauan layanan dalam skala Nusantara.</p>
<p>Keberadaan RS UPT Vertikal di Surabaya akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan yang sudah ada. Rumah Sakit UPT Vertikal ini juga akan dikembangkan menjadi RS Pendidikan yang melaksanakan fungsi edukasi, pusat penelitian, dan pengembangan kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53461946240_760254dac6_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>BBLKM Surabaya Jadi Rujukan Nasional Wilayah Timur, Menkes: Fasilitas Lengkap!</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ bblkm-surabaya-jadi-rujukan-nasional-wilayah-timur-menkes-fasilitas-lengkap</link>				
         <pubDate>Sat, 13 Jan 2024 20:17:02 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ bblkm-surabaya-jadi-rujukan-nasional-wilayah-timur-menkes-fasilitas-lengkap</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Surabaya, 13 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya pada Sabtu (13/1/2024). Kunjungan tersebut untuk memastikan semua fasilitas laboratorium berfungsi dengan baik.</p>
<p>Setibanya di lokasi, Menkes Budi dan rombongan langsung meninjau fasilitas di BBLKM Surabaya, di antaranya laboratorium polymerase chain reaction (PCR), laboratorium virologi, laboratorium tuberkulosis (TBC), laboratorium toksikologi, laboratorium kimia amami (food and beverage), dan laboratorium imunologi.</p>
<p>&#8220;Lengkap di sini, ya,&#8221; ujar Menkes Budi di tengah-tengah peninjauan fasilitas BBLK Surabaya, Sabtu (13/1/2024).</p>
<p>BBLKM Surabaya menjadi rujukan nasional pengujian antimikroba (AMR) tidak hanya untuk Jawa Timur, tetapi sebagian besar untuk rujukan masyarakat Indonesia bagian timur. </p>
<p>Saat ini, BBLKM Surabaya terus memperkuat perannya sebagai laboratorium untuk pengawasan AMR, khususnya di wilayah Indonesia Timur. </p>
<p>Sebagai laboratorium rujukan nasional, pengendalian resistensi antimikroba di BBLKM Surabaya mampu mengetahui jenis kuman dalam hitungan menit, sehingga memudahkan dokter untuk segera memberikan terapi kepada pasien dengan akurat.</p>
<p>Selain laboratorium, Menkes Budi juga meninjau fasilitas lain seperti taman, furnitur, dan fasilitas lainnya demi kenyamanan masyarakat yang sedang berkunjung.</p>
<p>Peninjauan ini penting dilakukan karena BBLKM Surabaya memiliki sejumlah wilayah bimbingan teknis dan menjadi rujukan nasional untuk wilayah timur Indonesia. Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 52/MENKES/Per/VII/2013 tanggal 22 Juli 2013, wilayah bimbingan teknis tersebut meliputi Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Karena itu, kelengkapan dan kelayakan fasilitas BBLKM perlu menjadi perhatian agar bisa dijadikan percontohan untuk wilayah lain.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Menkes Budi juga meminta pimpinan BBLKM untuk mengukur efisiensi kerja SDM dan hambatan-hambatan operasional yang harus segera diselesaikan. Hal yang juga penting adalah gaji SDM tidak boleh ada yang berkurang.</p>
<p>Sebagai informasi, balai besar laboratorium tersebut sebelumnya merupakan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Menyusul terbitnya persetujuan Kementerian PANRB atas Penataan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, khususnya UPT Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat, diselenggarakan pembahasan internal prinsip-prinsip dasar merger antara BBLK Surabaya dan BBTKLPP Surabaya pada Senin (03/07/2023).</p>
<p>Kedua satuan kerja berbasis laboratorium kesehatan ini sepakat mengawal kebijakan Kementerian Kesehatan untuk bergabung menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240113-WA0021.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Lantik Pejabat Administrasi Sekjen Kunta berpesan: Pastikan Transformasi Internal Dijalankan</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ lantik-pejabat-administrasi-sekjen-kunta-berpesan-pastikan-transformasi-internal-dijalankan</link>				
         <pubDate>Fri, 12 Jan 2024 19:21:46 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ lantik-pejabat-administrasi-sekjen-kunta-berpesan-pastikan-transformasi-internal-dijalankan</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Januari 2024</p>
<p>Sekretaris Jenderal (Sekjen) RI Kunta Wibawa Nugraha melantik pejabat pada tingkat manajerial yaitu administrator dan pengawas di lingkungan Kementerian Kesehatan di Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Hang Jebat, Jakarta, Jumat (12/1/2024). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hibrida atau luring dan daring karena sebagian peserta pelantikan berasal dari daerah.</p>
<p>Sekjen dalam sambutannya menyampaikan pelantikan tersebut merupakan salah satu rangkaian transformasi Kementerian Kesehatan, khususnya pilar ketujuh yang terkait dengan struktur organisasi.</p>
<p>&#8220;Jadi, transformasi ini sudah lama kita melakukannya, sejak dari tahun 2022 lalu termasuk persiapan dan pelaksanaannya. Saya berharap awal tahun ini selesai. Artinya, kita sudah bisa berlari karena kita sudah selesai dari sisi reformasinya,&#8221; kata Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta berpesan kepada pejabat administrasi dan pengawas yang baru saja dilantik agar menyiapkan segala sesuatunya dengan baik menyusul perubahan struktur organisasi. &#8220;Nanti ada cascading sampai ke pelaksana, harapan saya nanti pada bulan ini sudah selesai dengan penerapan SKP baik individu atau organisasi sudah dilaksanakan,&#8221; kesan Sekjen Kunta.</p>
<p>Sekjen Kunta melanjutkan, reformasi harus dimulai dari diri sendiri karena semua slogan atau yang lainnya, termasuk berakhlak, harus diimplementasikan. Selain itu, ia juga berpesan untuk bekerja dengan hati, menggunakan anggaran dengan sebaiknya, serta bersinergi dan berkolaborasi dengan teman kerja.</p>
<p>&#8220;Sebagai atasan, kita harus support bawahan kita agar bawahan kita dapat lebih baik dari kita dan sebagai teman sejawat kita harus sharing data dan informasi, jangan sendiri sendiri. Sebagai bawahan, kita juga harus support atasan kita agar program yang kita jalankan itu benar-benar untuk kepentingan masyarakat, jangan untuk kepentingan diri sendiri, golongan ataupun organisasi,&#8221; lanjut Sekjen.</p>
<p>Sekjen Kunta juga mengungkapkan masa transformasi adalah waktu yang harus dipergunakan dengan sebaik mungkin agar transformasi yang saat ini dilaksanakan dapat dirasakan juga oleh masyarakat.</p>
<p>Sekjen Kunta menutup sambutannya dengan memberi ucapan selamat serta pesan agar tetap menjaga integritas dan tetap netral untuk menghadapi pemilu.</p>
<p>Total pejabat manajerial (pejabat administrasi dan pengawas) yang dilantik sebanyak 160 orang. Rinciannya, 38 orang dari Ditjen Kesehatan Masyarakat, satu orang dari Ditjen Pelayanan Kesehatan, 98 orang dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, 6 orang dari Ditjen Tenaga Kesehatan, 13 orang dari Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dan 4 orang dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53458652991_8027ae04e4_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Atasi KLB, Imunisasi Polio Tambahan Digelar Serentak di 3 Daerah</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ atasi-klb-imunisasi-polio-tambahan-digelar-serentak-di-3-daerah</link>				
         <pubDate>Fri, 12 Jan 2024 19:09:01 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ atasi-klb-imunisasi-polio-tambahan-digelar-serentak-di-3-daerah</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 12 Januari 2024</p>
<p>Kementerian Kesehatan bakal menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio atau Sub PIN Polio secara serentak mulai 15 Januari 2024. Kegiatan ini dilakukan untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio, menyusul penemuan kasus lumpuh layu di Kabupaten Pamekasan dan Sampang, Jawa Timur; serta Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.</p>
<p>“Pemerintah bersama Komite Imunisasi Nasional telah memberikan rekomendasi untuk segera merespons KLB dengan memberikan imunisasi tambahan atau yang dikenal dengan Sub Pekan Imunisasi Polio (Sub PIN Polio),” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu saat konferensi pers update penanganan polio, Jumat (12/1/2024).</p>
<p>Dirjen Maxi menjelaskan Sub PIN Polio akan dilaksanakan dalam 2 putaran. Putaran pertama dimulai pada 15 Januari 2024, sedangkan putaran kedua akan berlangsung mulai 19 Februari 2024. Masing-masing putaran dilaksanakan dalam waktu satu minggu dengan jarak antarputaran minimal satu bulan.</p>
<p>Wilayah pemberian imunisasi tambahan adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan lokasi terjadinya KLB polio. Pemberian imunisasi tambahan juga dilakukan di Kabupaten Sleman DIY, yakni daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, lokasi ditemukannya kasus polio beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Sekalipun di DIY tidak ada kasus, tapi yang kita takuti itu, sirkulasi virusnya ada di kabupaten tetangga, sama seperti di Aceh, imunisasi tambahan juga kita lakukan di Sumatera Utara,” terangnya.</p>
<p>Dirjen Maxi membeberkan Sub PIN Polio ini menargetkan anak berusia 0 sampai 7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya, meski status imunisasi sudah lengkap, anak tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio.</p>
<p>“Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95% untuk masing-masing putaran dan merata di setiap tingkatkan, mulai dari desa, kecamatan, sampai kabupaten,” ucapnya.</p>
<p>Soal vaksin, Dirjen Maxi mengungkapkan bahwa jenis vaksin yang akan digunakan pada Sub PIN Polio kali ini adalah vaksin generasi terbaru, yaitu Novel Oral Polio Vaksin tipe 2 atau nOPV2, yang diberikan sebanyak dua tetes dengan interval minimal satu bulan.</p>
<p>Imunisasi dapat didapatkan masyarakat secara gratis di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD, TK, SD/sederajat serta pos imunisasi lainnya di bawah koordinasi puskesmas.</p>
<p>“Walaupun ada Sub PIN Polio, pelayanan Imunisasi rutin di fasyankes tetap berjalan seperti biasa,” tutup Dirjen Maxi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik<br />
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-12-at-18.58.00.jpeg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Menkes Lantik 13 Pejabat Tinggi Pratama dan 2 Direksi Rumah Sakit</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-lantik-13-pejabat-tinggi-pratama-dan-2-direksi-rumah-sakit</link>				
         <pubDate>Fri, 12 Jan 2024 08:32:24 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ menkes-lantik-13-pejabat-tinggi-pratama-dan-2-direksi-rumah-sakit</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Jakarta, 11 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin melantik 13 pejabat pimpinan tinggi pratama dan dua direksi rumah sakit di lingkungan Kementerian Kesehatan di Auditorium Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/1/2024).</p>
<p>Menkes dalam sambutannya menyampaikan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk berkonsentrasi menerapkan dan melakukan transformasi pilar ketujuh, yaitu transformasi dari organisasi dan budaya Kementerian Kesehatan.</p>
<p>“Budaya kita sudah disusun oleh Kementerian PANRB, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Kemenkes telah berkomitmen untuk melakukan transformasi kesehatan melalui 7 pilar, yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, transformasi teknologi kesehatan, serta transformasi organisasi dan budaya kerja.</p>
<p>Program untuk mengimplementasikan transformasi budaya memang tidak mudah, tetapi harus tetap dilakukan oleh setiap lembaga negara. Selain tidak mudah, transformasi budaya membutuhkan waktu yang cukup panjang.</p>
<p>“Setelah melewati masalah pandemi dan UU (Kesehatan), sudah saatnya kita berkonsentrasi agar Kementerian Kesehatan menjadi kementerian yang diteladani, dikagumi masyarakat, dan dapat menjadi contoh bagi kementerian lain,” jelas Menkes Budi.</p>
<p>Menkes Budi melanjutkan, program-program transformasi organisasi dan budaya kerja harus lebih dulu dilakukan oleh atasan, khususnya setiap pejabat eselon II Kementerian Kesehatan, sebagai contoh dan teladan di tempat kerja. Ia menambahkan, transformasi hanya bisa dilakukan, diajarkan, diteladani oleh atasan dan bukan oleh motivator, guru, atau profesor dari luar Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Karena itu, kemampuan pejabat eselon II akan dinilai berdasarkan tanggung jawabnya melaksanakan transformasi organisasi dan budaya. “Semua perilaku organisasi akan ditentukan oleh perilaku kita, apakah semua tugas yang kita lakukan memang demi kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan pribadi, apakah kita sudah bekerja dengan harmonis dengan melibatkan semua pihak bukan melibatkan tempat kita saja, itu adalah tanggung jawab teman-teman sekalian,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Rotasi di lingkungan Kementerian Kesehatan akan sering dilaksanakan hingga 6-9 bulan mendatang. Secara objektif, rotasi untuk mencari pemimpin-pemimpin terbaik di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pemimpin terbaik memiliki kriteria seperti mampu memimpin, mencontohkan, meneladani transformasi pilar ketujuh Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Menkes menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik. Berikut 13 pejabat pimpinan tinggi pratama dan dua direksi rumah sakit:</p>
<p>Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama</p>
<p>Ahmad Hidayat sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam;</p>
<p>Anak Agung Ngurah Kusumajaya sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar;</p>
<p>Agus Jamaludin sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar;</p>
<p>Jefri Hasurungan Sitorus sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Medan;</p>
<p>Heri Saputra sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok;</p>
<p>Naning Nugrahini sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Soekarno Hatta;</p>
<p>Rosidi Roslan sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya;</p>
<p>Akhmad Saikhu sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga</p>
<p>Mujaddid sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar;</p>
<p>Darmawali Handoko sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan masyarakat Yogyakarta;</p>
<p>Muhammad Budi Hidayat sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang;</p>
<p>Irene sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta;</p>
<p>Priagung Adhi Bawono sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru.</p>
<p>Direksi Rumah Sakit</p>
<p>Eka Jusup Singka sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr.Tadjuddin Chalid Makassar;</p>
<p>Andi Tenrisanna Devi Indira sebagai Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Mata Makassar.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (DJ)</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53456948184_381db79943_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Kunjungan Kerja di Kota Palu, Menkes Tinjau Kelengkapan Fasilitas Layanan Kesehatan di Puskesmas dan RSUD</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungan-kerja-di-kota-palu-menkes-tinjau-kelengkapan-fasilitas-layanan-kesehatan-di-puskesmas-dan-rsud</link>				
         <pubDate>Sun, 07 Jan 2024 10:13:16 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ kunjungan-kerja-di-kota-palu-menkes-tinjau-kelengkapan-fasilitas-layanan-kesehatan-di-puskesmas-dan-rsud</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Palu, 6 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Maria Endang Sumiwi melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Sabtu (6/1/2024).</p>
<p>Dalam kunjungannya, Menkes Budi bersama rombongan meninjau kelengkapan fasilitas pelayanan dan alat kesehatan yang ada di Puskesmas Bulili dan RSUD Undata Kota Palu. Puskesmas sebagai sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat tingkat pertama turut menjadi ujung tombak untuk menjaga masyarakat tetap sehat.</p>
<p>Pada agenda kunjungan kali ini, Menkes Budi ingin meninjau secara langsung kelengkapan fasilitas pelayanan yang ada di Puskesmas Bulili. Fasilitas pelayanan itu, di antaranya Pelayanan Kesehatan Umum, USG dan Antropometri di Ruang Perawatan Ibu dan Anak, ketersediaan tempat tidur di Ruang Bersalin, kelengkapan alat pemeriksaan darah di laboratorium, dan ruang pelayanan kesehatan gigi dan mulut, serta akses pelayanan gawat darurat.</p>
<p>Menkes Budi mengapresiasi upaya Dinas Kesehatan Kota Palu dalam mendukung Puskesmas Bulili menyediakan pelayanan prima untuk masyarakat, salah satunya terhadap Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut.</p>
<p>“Ini hebat dinkes-nya bisa bantu sediakan alat dan bahan habis pakai untuk tindakan penambalan gigi berlubang karena jarang Puskesmas yang bisa. Biasanya, hanya pembersihan karang gigi dan pencabutan. Jadi, masyarakat nggak perlu khawatir berobat di sini. Kalau ada gigi bolong, bisa ditambal, bukannya langsung dicabut, ya,” ujar Menkes Budi</p>
<p>Dalam kunjungan singkat tersebut, Menkes Budi bersama Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi turut meninjau data cakupan program yang berjalan serta memastikan ketersediaan alat dan fasilitas yang ada di Puskesmas Bulili, termasuk kelengkapan Imunisasi Dasar dan layanan Skrining Hipotiroid Kongenital.</p>
<p>Sebelum meninggalkan Puskesmas Bulili, Menkes Budi berpesan kepada para petugas dan tenaga kesehatan di sana untuk terus berupaya melakukan peningkatan mutu layanan kesehatan yang ada di Puskesmas Bulili, Palu.</p>
<p>Selanjutnya, Menkes Budi beserta rombongan melanjutkan agenda kunjungan ke RSUD Undata Kota Palu. Saat ini, RSUD Undata memiliki beberapa layanan unggulan di antaranya Layanan Onkologi Ginekologi, Pelayanan Bedah Jantung, Bedah Saraf, Pelayanan Ginjal dan Hipertensi, serta Bedah Urologi ESWL (Tembak Batu Ginjal).</p>
<p>Sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional, Menkes Budi ingin memastikan seluruh aspek layanan mulai dari ketersediaan alat kesehatan, kelayakan fasilitas, hingga kebutuhan SDM kesehatan terpenuhi dengan baik. Sehingga, pasien yang datang berobat dapat ditangani hingga tuntas di RSUD Undata Kota Palu tanpa perlu dirujuk lagi ke luar provinsi.</p>
<p>“Saya harap masyarakat Palu yang mengidap penyakit strok, kanker, ginjal kalo bisa nggak perlu dirujuk sampai ke Makassar. Upayakan selesaikan pengobatannya cukup sampai di RSUD Undata saja supaya tidak menyulitkan pasien,” kata Menkes Budi</p>
<p>Menkes Budi menilai ketersediaan SDM Kesehatan di RSUD Undata sudah cukup memadai, tetapi jumlah dokter spesialis tetap perlu diperbanyak. Selain itu, RSUD Undata perlu menambah kompetensi para perawatnya supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Palu.</p>
<p>“Kalau saya lihat di sini dokter dan perawatnya sudah ada, tinggal jumlah dokter spesialisnya diperbanyak, dan para perawatnya diberi pelatihan kompetensi tambahan, supaya dapat melayani masyarakat dengan maksimal. Jika sudah, nanti kami akan bantu pemenuhan kebutuhan alatnya,” tutup Menkes Budi.</p>
<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak@kemkes.go.id</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik</p>
<p>Siti Nadia Tarmizi, M.Epid</p>
]]></description>
         <enclosure url="https://www.kemkes.go.id/app_asset/image_content/http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/01/53445931092_4009951f33_c.jpg"  type="image/jpeg" length="300" /> 
         
           </item><item>
         <title>Perkuat Deteksi Dini, Menkes Minta Puskesmas di Kabupaten Tojo Una-Una Tingkatkan Penggunaan Alat Kesehatan Ini</title>
         <link>https://www.kemkes.go.id/eng/ perkuat-deteksi-dini-menkes-minta-puskesmas-di-kabupaten-tojo-una-una-tingkatkan-penggunaan-alat-kesehatan-ini</link>				
         <pubDate>Sat, 06 Jan 2024 21:08:05 +0000</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://www.kemkes.go.id/eng/ perkuat-deteksi-dini-menkes-minta-puskesmas-di-kabupaten-tojo-una-una-tingkatkan-penggunaan-alat-kesehatan-ini</guid>
         
         <description><![CDATA[<p>Tojo Una-Una, 6 Januari 2024</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambangi sejumlah puskesmas dalam lawatannya ke Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (6/1/2024). Puskesmas itu di antaranya Puskesmas Tete, Puskesmas Ampana Timur, dan Puskesmas Ampana Barat di Ampana, serta Puskesmas Wakai di Kepulauan Togean.</p>
<p>Kunjungan ini untuk memastikan berbagai alat kesehatan bantuan pemerintah seperti perlengkapan antropometri dan peralatan ultrasonografi atau (USG) telah dimanfaatkan dalam mendukung Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan pencegahan stunting.</p>
<p>“Hari ini, saya meninjau fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Tojo Una-Una, baik yang ada di darat maupun di kepulauan, melihat secara langsung dan lebih dekat bagaimana layanan kesehatan yang ada,” kata Menkes Budi.</p>
<p>Pada kunjungan itu, Menkes Budi meninjau sejumlah ruangan dan layanan yang ada di puskesmas seperti layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), laboratorium, poli gigi, dan layanan imunisasi. Menkes mengatakan secara keseluruhan kualitas dan mutu layanan kesehatan yang diberikan puskesmas sudah cukup baik.</p>
<p>Namun, ia mengatakan, masih ada beberapa peralatan maupun layanan yang perlu ditingkatkan. Misalnya, Menkes menyoroti penggunaan perlengkapan antropometri. Sebab, ia mendapati beberapa puskesmas masih menggunakan Antropometri tidak terstandar.</p>
<p>Ia menerangkan alat yang digunakan 