TIBA MALAM INI, BERIKUT ALUR EVAKUASI ABK DIAMOND PRINCESS KE PULAU SEBARU KECIL

DIPUBLIKASIKAN PADA : MINGGU, 01 MARET 2020 00:00:00, DIBACA : 2.930 KALI
Majalengka, 1 Maret 2020

Bandara Kertajati menjadi lokasi yang dipilih untuk mendaratnya Pesawat Garuda Airbus A330 yang membawa 69 WNI ABK Diamond Princess dari Jepang ke Tanah Air.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto mengatakan bahwa pesawat yang membawa ABK Diamond Princess dijadwalkan akan tiba di Bandara Kertajati pukul 23.30 WIB.

''Tadi sudah take off dari Bandara Haneda pada pukul 18.00 local time, prediksi kita akan mendarat di 23.30 WIB,'' kata Yuri.

Untuk diketahui bahwa 69 WNI tersebut terdiri dari 2 wanita dan 67 pria.

Yuri menambahkan usai turun dari pesawat seluruhnya akan dilakukan disinfeksi. Kemudian, mereka masuk ke dalam bus untuk selanjutnya menuju ke Pelabuhan PLTU Indramayu dengan menggunakan 5 bus dari RSPAD Gatot Soebroto berkapasitas 25 penumpang.

Setibanyak di pelabuhan, nantinya proses disinfeksi akan kembali dilakukan sekali lagi untuk memastikan mereka terbebas dari virus maupun kuman.

''Sampai disana (Pelabuhan PLTU Indramayu) mereka akan turun (dari bus), kemudian kita lakukan disinfeksi. Setelah di disinfeksi maka nanti mereka berurutan masuk ke KRI Soeharso,'' imbuhnya.

Yuri melanjutkan setelah masuk ke KRI Soeharso, double check kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengambilan spesimen oleh tim dari KKP Tanjung Priok dan Balitbangkes. Proses pemeriksaan spesimen dilakukan di laboratorium Balitbangkes, Jakarta dengan menggunakan 2 metode yakni genom sekuensing dan PCR.

Setelah seluruh pemeriksaan dan spesimennya diambil, selanjutnya sebelum pukul 03.00 WIB KRI Soeharso yang membawa seluruh WNI berlayar menuju lokasi observasi dengan estimasi menempuh perjalanan selama 5 jam, sehingga pukul 08.00 WIB mereka dijadwalkan tiba di Pulau Sebaru Kecil, untuk selanjutnya menjalani masa observasi selama 14 hari disana.

Kendati lokasi observasi berada di satu pulau dengan para ABK World Dream, Yuri menegaskan bahwa proses observasi keduanya dilakukan secara terpisah. Tim kesehatan yang disiagakan untuk memberikan pendampingan dan pelayanan pun juga terpisah.

''Satu kompleks ada 8 bangunan besar masing-masing 2 lantai yang didalamnya kamar-kamar. Satu blok bangunan kita peruntukkan yang Diamond Princess, yang lainnya World Dream. Ini karena jumlah mereka banyak,'' pungkasnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. (Mus)