SAMBUT JEMAAH KLOTER PERTAMA, BEGINI KESIAPAN KEMENKES

DIPUBLIKASIKAN PADA : SABTU, 06 JULI 2019 00:00:00, DIBACA : 4.256 KALI

Madinah, 6 Juli 2019

Satu hari jelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) bidang kesehatan makin mempersiapkan diri. Setelah tiba di Arab Saudi melalui Jeddah pada Kamis (4/7) malam dan melanjutkan dengan melakukan umroh, seluruh petugas kesehatan haji yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara langsung bergerak menuju Madinah pada Jumat (5/7) siang Waktu Arab Saudi (WAS).

Petugas kesehatan bersama PPIH Kementerian Agama akan menjemput jemaah haji kloter awal yang masuk gelombang pertama yang akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada Sabtu (6/7). Kloter awal yang akan mendarat pertama kali di Arab Saudi ialah dua kloter asal Embarkasi Surabaya (SUB) dan dua kloter asal Embarkasi Batam (BTH). Jemaah yang terdaftar pada empat kloter tersebut sebanyak 1800 orang yang seluruhnya menggunakan maskapai Saudi Arabia.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH 2019, dr. Indro Murwoko, mengatakan petugas kesehatan sudah mempersiapkan pelayanan kesehatan jamaah yang direncanakan akan datang Sabtu siang WAS. Petugas dan fasilitas kesehatan di Madinah sudah siap melayani jemaah haji.

''Menyambut kedatangan jemaah haji sudah kami lakukan sejak satu minggu sebelumnya. Sampai saat ini seluruh tim Madinah sudah hadir. Selain personil juga alat-alat juga sudah disiapkan apabila ada yang sakit yang memerlukan pelayanan,'' ujar Indro saat ditemui di KKHI Madinah pada Jumat (5/7) malam.

Indro menambahkan, pelayanan kesehatan terbagi menjadi pelayanan langsung di kloter yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), pelayanan di sektor oleh Tim Gerak Cepat (TGC), dan pelayanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) oleh PPIH melalui Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) dan Tenaga Kesehatan Lain (TKL). Jumlah PPIH seluruhnya 85 orang yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat dan tenaga kesehatan lain pendukung seperti ahli gizi, surveilans, sanitarian dan apoteker.

Sementara TGC di Madinah akan ada 3 orang di setiap sektor sehingga total 15 orang. Tim lain yang juga sudah berada di Madinah ialah Tim Promotif Preventif (TPP) berjumlah 21 orang. Di samping itu juga disiapkan tim kesehatan mobile bandara sebanyak 20 orang (dokter dan perawat).

''Sekarang konsentrasi semua di Madinah untuk menghadapi gelombang pertama kedatangan jemaah haji. Kalau misalkan ada yang tiba-tiba sakit kita memiliki juga tim mobile bandara. Mereka akan bertugas melakukan dukungan pelayanan kesehatan kepada TKHI kepada jamaah yang baru landing,'' imbuh Indro.

Sistem rujukan juga turut disiapkan menurut kriteria triase. Ketika ada jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan (triase hijau) di area bandara maka akan langsung ditangani tim kesehatan mobile bandara. Namun apabila terjadi kondisi kedaruratan, maka jemaah yang sakit akan dirujuk ke KKHI Madinah (triase kuning) atau langsung ke rumah sakit Arab Saudi di Madinah (triase merah).

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Madinah, dr. Edi Supriatna, MKKK, optimis dengan dukungan sarana prasarana dan tenaga kesehatan yang ada, layanan kesehatan KKHI Madinah saat ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pihaknya masih terus mempersiapkan hal lain terutama untuk obat-obatan emergensi.

''Ruang layanan sekarang berbeda dari yang dulu, kapasitas tempat tidur kita bertambah yang dulu kurang dari 50 sekarang kalau dimaksimalkan bisa sampai 80,'' tutur Edi.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. (AM)