KLOTER PERTAMA MENDARAT, KEMENKES IMBAU JEMAAH UNTUK LAKUKAN PHBS

DIPUBLIKASIKAN PADA : SABTU, 06 JULI 2019 00:00:00, DIBACA : 4.214 KALI

Madinah, 6 Juli 2019

Empat kloter pertama jemaah haji Indonesia telah mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah pada Sabtu (6/7). Keempat kloter tersebut adalah kloter SUB 1 dan SUB 2 dari Embarkasi Surabaya, Jawa Timur dan BTH 1 dan BTH 2 dari Embarkasi Batam, Kepulauan Riau.

Kloter SUB 1 ini mendarat di Madinah pada pukul 8.40 WAS, lebih awal dari jadwal semula yang dijadwalkan pukul 10.00 WAS. Jemaah haji kloter pertama ini berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Timur seperti Kota Surabaya, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Madiun.

Total jemaah seluruhnya berjumlah 450 orang yang terdiri dari 445 jemaah, dan 5 orang petugas agama dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Sebanyak 73,5% tergolong jemaah risiko tinggi, yang berusia lansia dan memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Namun demikian semuanya berstatus memenuhi kriteria istitaah kesehatan.

Prosesi penyambutan jemaah haji kloter pertama dilakukan dengan upacara seremonial yang dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh. Bersamaan dengan upacara penyambutan, sebagian besar jemaah lainnya diarahkan untuk menuju ruang tunggu bis.

Begitu keluar dari terminal haji, jemaah disambut oleh para petugas haji Indonesia, di antaranya Tim Promotif Preventif (TPP) Kemenkes, Tim Kesehatan Mobile Bandara dan PPIH Kemenag. TPP sebagaimana tugas fungsinya langsung menyampaikan pesan-pesan edukasi kesehatan kepada jemaah yang lewat. Tidak lupa mereka juga membagikan masker kepada jemaah yang terlihat tidak mengenakan masker. Sedangkan anggota TPP lainnya ada yang menyemprotkan air ke wajah para jemaah haji.

Sementara itu, ditemui usai mengikuti upacara penyambutan jemaah haji kloter pertama, Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes, Drs. Bayu Teja, MM, Apt., menyatakan bahwa jemaah haji yang baru saja tiba pada umumnya dalam kondisi sehat karena telah dilakukan pembinaan kesehatan jauh hari sebelumnya di tanah air, bahkan sejak mulai mendaftarkan diri untuk berhaji hingga ketika waktu keberangkatan di embarkasi.

Status kesehatan jemaah haji telah dimonitor sejak awal melalui program istitaah kesehatan. Meskipun masih ada yang tergolong Risti, ini tentu menjadi perhatian kita, tutur Bayu.

Bayu menambahkan, untuk memberikan layanan kesehatan di Arab Saudi, tim kesehatan sudah sepenuhnya siap baik yang ditempatkan di Madinah maupun Mekah. Tim ini tidak hanya bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) melainkan juga menyebar ke pondokan/hotel dan bandara. Dengan demikian apabila ada hal yang tidak diharapkan terjadi pada jemaah haji dapat cepat terdeteksi dan segera ditangani.

Disinggung soal kesiapan dukungan sumber daya lainnya, Bayu mengungkapkan bahwa peralatan kesehatan sudah siap digunakan di dua KKHI Mekah dan Madinah. Begitu juga untuk obat-obatan sudah datang di Arab Saudi sebanyak 58 ton. Apabila ada kekurangan yang sifatnya emergensi maka Kemenkes akan mengadakan langsung di Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah.

''Mudah-mudahan dengan kesiapan yang baik dari sejak di tanah air ini akan membantu pelayanan kesehatan di Arab Saudi bagi jemaah haji Indonesia,'' imbuh Bayu.

Kepada para jemaah haji, Bayu pun berpesan agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengingat suhu udara di Arab Saudi yang sangat panas dan supaya kondisi kesehatan tetap terjaga sehingga dapat menjalankan ibadah haji dengan baik.

''Tolong betul-betul PHBS dilakukan. Kemudian aktivitas dijaga betul jangan terlalu lelah sehingga diharapkan selama beribadah haji tetap sehat dan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat juga,'' pungkasnya.

Setelah kedatangan kloter SUB 1, berturut-turut mendarat kloter BTH 1, SUB 2, dan terakhir BTH 2. Proses penerimaan jemaah haji berakhir sekitar pukul 15.00 WAS. Seluruh jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi melalui gelombang pertama ini akan berada di Madinah selama sekitar 8 hari sebelum bergerak ke Mekah untuk memasuki masa Armuzna.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. (AM)