MENKES: KATARAK PENYUMBANG KEBUTAAN TERBESAR

DIPUBLIKASIKAN PADA : KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 00:00:00, DIBACA : 5.324 KALIPadang, 30 Agustus 2018

Kebutaan akibat katarak masih mendominasi tingkat kebutaan di Indonesia. Pasalnya tingkat kebutaan ini masih cukup tinggi, hingga mencapai tiga persen. Katarak merupakan penyumbang terbesar kebutaan di Indonesia yang hampir mencapai 60 persen.

Demikian sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) pada acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke 43 Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) sekaligus membuka secara resmi acara tersebut yang di hadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Walikota Padang dan peserta Dokter Spesialis mata di Sumatera Barat Kota Padang, (30/8).

Penyakit katarak disebabkan karena usia lanjut, di usia ini akan berdampak pada peningkatan gangguan penglihatan secara langsung yakni katarak. ''salah satu cara untuk mencegah katarak agar tidak terjadi kebutaan adalah dengan operasi,'' kata Menkes.

Maka, Menkes berharap agar peranan dokter mata ini perlu ditingkatkan dengan menyasar daerah-daerah. Karena, jumlah dokter mata di Indonesia ini cukup besar hampir dua ribuan di Indonesia.

''Dengan program jaminan kesehatan nasional (JKN) terbuka kesehatan bagi masyarakat untuk memeriksakan mata, sehingga mereka yang mengalami gangguan mata agar dapat segera diobati'', jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barata, Irwan Prayitno mengharapkan agar masyarakat terhindar dari kebutaan perlu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Harus sudah dilakukan dari yang berusia muda agar kesehatan mata mereka hingga tingkatan usia tetap terjaga. Meskipun, jika sudah usia lanjut tidak dapat dipungkiri akan terkena katarak.

''Jaga pola hidup sehat dari sekarang. Agar kesehatan mata tetap terjaga sejak usia muda,'' katanya.

Dengan adanya pertemuan ilmiah dokter mata ini, dapat menjadi wahana untuk berbagi ilmu sehingga kualitas layanan kesehatan mata bisa meningkat.

''Ini sangat penting agar dokter mata dapat meningkat kualitasnya. Sehingga, kesehatan mata masyarakat di Indonesia dapat juga terjaga,'' jelasnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menguhubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567. SMS 081281562620, faksimili (021) 5223003, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id