PELAKSANAAN PIN DI JAKARTA BERLANGSUNG MERIAH

DIPUBLIKASIKAN PADA : RABU, 09 MARET 2016 00:00:00, DIBACA : 12.559 KALIJakarta, 9 Maret 2016

Suasana Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Saharjo Mentas, berlangsung meriah. Banyak orang tua datang membawa anaknya untuk diberikan imunisasi Polio. Hari ini merupakan hari pertama diadakannya kegiatan Pekan Imunisasi Sosial (PIN) Polio yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, 8 hingga 15 Maret 2016. Kegiatan PIN Polio hari ini juga bertepatan dengan peresmian RPTA Saharjo mentas yang merupakan program dari pemerintah daerah DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, dan Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M hadir pada acara ini.

Kepada sejumlah media,  dr. Tri Hesty Widyastoeti mengimbau agar para orang tua membawa anak-anaknya untuk ikut imunisasi. Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas Polio dari World Health Organization (WHO) pada tanggal 27 Maret 2014. Meskipun demikian risiko penyebaran polio di Indonesia sendiri tetap ada. Bayi dan Balita kan setiap tahun lahir, jadi setiap tahun atau bayi lahir usia 0 59 bulan harus divaksinasi, ujarnya.

Mengenai target tahun ini, dr. Hesti mengatakan total sasaran PIN Polio tahun 2016 (usia 0-59 bulan) adalah lebih dari 23 juta anak. Selain itu total provinsi dan kab/kota yang akan melaksanakan PIN Polio adalah 33 provinsi dan 509 kab/kota, dengan total Pos PIN tahun ini sekitar 300.000 di seluruh Indonesia.

Semua ada pos-pos untuk PIN Polio, tetapi ada pemerintah daerah yang menjemput, bahkan ada yang di mall. Jadi diharapkan masyarakat mudah untuk mendatangi fasilitas pelayanan imunisasi tersebut, pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta mendukung diadakannya PIN Polio 2016 dan mengharapkan anak-anak semakin sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Untuk program kesehatan, Ahok merencanakan penambahan tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

Kami ingin 1.250 jiwa di Jakarta ada satu dokter, satu bidan dan satu perawat yang mengurus. Lalu disetiap kecamatan harus ada rumah sakit sehingga kalau opname tidak perlu jauh-jauh, tandas Ahok.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan pelayanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.