INDONESIA PRAKARSAI PENGENDALIAN DBD DI ASEAN

DIPUBLIKASIKAN PADA : SENIN, 13 JUNI 2011 08:53:09, DIBACA : 55.773 KALI

Seluruh negara Asean sepakat menetapkan Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun 2011. Untuk menyukseskan Keketuaan Indonesia, Kementerian Kesehatan ditunjuk menjadi tuan rumah untuk Official Launch of the Asean Dengue Day (ADD). Penunjukan ini berdasarkan kesepakatan pada Asean Health Minister Meeting di Singapura 22 Juli 2010 yang menetapkan 15 Juni 2011 sebagai Asean Dangue Day. ADD bertujuan memperkuat kerjasama regional dan membangun komitmen upaya pengendalian DBD di negara-negara Asean. Selain sebagai tuan rumah, penunjukkan Indonesia sebagai lead country, diharapkan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara ASEAN lainnya.

ADD merupakan momentum penting bagi negara anggota ASEAN untuk lebih meningkatkan intensitas kerjasama yang erat, berkualitas dan dimanifestasikan dalam Jakarta call for action on combating Dengue. Dokumen ini akan menjadi tonggak sejarah dan pedoman dalam penanggulangan DBD secara intensif di kawasan ASEAN dan dunia internasional.

Penyelenggaraan ADD penting karena DBD masih merupakan ancaman jutaan orang di dunia, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Melalui ADD diharapkan dapat mendorong peningkatan komitmen pencegahan dan pengendalian DBD secara bersama-sama melalui kampanye dan advokasi tahunan di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.

DBD adalah penyakit akut yang disebabkan oleh Virus DBD dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk (Aedes aegypti atau Ae albopictus) yang terinfeksi virus DBD. Ada 4 serotype virus di Indonesia yaitu D-1, D-2, D-3 dan D-4, tetapi terbanyak adalah serotype D-3 dan D-2.

Demam Berdarah Dengue banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus DBD semakin bertambah didunia. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya

Sejak dikenal di Indonesia pada tahun 1968, jumlah kasus dan penyebaran DBD cenderung meningkat. Keadaan ini berkaitan erat dengan peningkatan mobilitas penduduk sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi serta tersebar luasnya virus dengue dan nyamuk penularnya di berbagai wilayah di Indonesia.

Penanggulangan DBD yang telah dilakukan oleh Kemkes diutamakan pada kegiatan preventif dan promotif dengan menggerakkan serta memberdayakan masyarakat dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan ini dikenal dengan 3M plus, yaitu menguras bak penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang bekas dan plus memakai obat anti nyamuk, memanfaatkan barang bekas, memelihara ikan pemakan jentik dan lain sebagainya. Kegiatan pemantauan vektor nyamuk ini dilakukan oleh Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di masyarakat dan anak sekolah.

Acara ADD diawali dengan kampanye Ayo Kendalikan DBD oleh 1700 Jumantik wilayah DKI Jakarta serta pameran tentang DBD untuk masyarakat umum di Taman Monas pada 12 Juni; ASEAN Dengue Conference yang akan dihadiri oleh perwakilan 10 negara ASEAN, tim pakar dalam dan luar negeri serta pemerhati DBD dari DKI Jakarta dan sekitarnyapada 13 Juni; Dialog Nasional bertopik peningkatan peran provinsi dan kabupaten/kota serta kerugian ekonomi akibat DBD oleh Gubernur dari 33 provinsi, walikota/bupati terpilih, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota terpilih, yang diakhiri dengan keluarnya Komitmen Kepala Daerah dalam Pengendalian Demam Berdarah pada 14 Juni.

Puncak acara ADD adalah Official Launch di Museum Nasional pada 15 Juni, diawali aksi simpatik di sekitar bundaran Hotel Indonesia dan Monas. Pada kesempatan tersebut akan diumumkan pemenang berbagai lomba tingkat regional dan nasional serta pembacaan Komitmen Kepala Daerah dalam Pengendalian Demam Berdarah serta Jakarta Call for Action on Combating Dengue.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, PTRC: 021-500567, atau e-mail: puskom.publik@yahoo.co.id; info@depkes.go.id; kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.