MENKES RESMIKAN PUSKESMAS CIGALONTANG TASIKMALAYA

DIPUBLIKASIKAN PADA : RABU, 22 DESEMBER 2010 12:13:39, DIBACA : 53.228 KALI

Masyarakat Cigalontang Tasikmalaya dapat berlega hati, pasalnya Puskesmas yang dahulu hancur akibat gempa bumi September 2009, telah beroperasi kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Pembangunan Puskesmas Cigalontang diprakarsai TV One merupakan wujud kepedulian nyata masyarakat dan swasta dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah. Kiranya inisiatif yang baik ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain berperan aktif dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

Hari ini, 6 Desember 2010 Puskesmas Cigalontang Tasikmalaya diresmikan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Bupati Tasikmalaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Tasikmalaya serta tokoh masyarakat Cigalontang.

Pada kesempatan tersebut, Menkes menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TV One yang telah memprakarsai pembangunan kembali Puskemas Cigalontang yang menghabiskan dana sebesar 1,2 Milyar rupiah yang berasal dari bantuan pemirsa. Bangunan Puskesmas terdiri 2 lantai yang dilengkapi peralatan kesehatan dan rumah dokter. Desainnya dilakukan ahli ITB dan dirancang tahan gempa berkekuatan 9 SR.

Menurut Menkes, letak geografis Negara Republik Indonesia rawan bencana, sehingga dalam tahun terakhir terjadi beberapa kali bencana seperti gempa, tsunami, banjir, angin puting beliung, gunung meletus dan lain-lain.

Bencana yang terjadi selain menimbulkan dampak sosial terhadap masyarakat juga mempengaruhi kesehatan masyarakat. Bahkan kesehatan merupakan akibat awal yang selalu timbul setiap kali ada bencana. Oleh karenanya harus memperkuat masyarakat agar selalu tanggap dan siap dalam menghadapi bencana, ujar Menkes.

Menkes menambahkan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-N) tahun 2010-2014 sasaran akhir yang akan dicapai yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui percepatan pencapaian Milleniun Development Goals ( MDGs), seperti menurunkan angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan penanggulangan berbagai penyakit menular, khususnya HIV/AIDS, TB dan malaria. Adapun strategi utamanya adalah pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui pembentukan Desa Siaga.

Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, tahu, mau dan mampu mencegah dan mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di wilayahnya. Termasuk ancaman terhadap kesehatan individu dan lingkungan seperti: kurang gizi, penyakit menular, bencana dan kecelakaan, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki secara gotong royong.
Dalam upaya optimalisasi Puskesmas, Kementerian Kesehatan sedang memproses Revitalisasi Kebijakan Dasar Puskesmas. Mencakup penguatan fungsi, kelembagaan dan pelayanan Puskesmas yang juga akan memperkuat sumber daya kesehatan, termasuk tenaga, biaya, dan peralatan. Dari aspek pembiayaan, dukungan Pusat berupa biaya Jamkesmas untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Selain itu juga menyediakan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) untuk membiayai operasional Puskesmas dalam rangka peningkatan kegiatan promotif dan preventif, ujar Menkes.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2007 Kabupaten Tasikmalaya pertambahan penduduknya sangat cepat menimbulkan tingginya kepadatan penduduk. Dengan terjadinya gempa bumi tahun 2009 yang lalu banyak sarana kesehatan yang hancur dan rusak, sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan. Desa Siaga yang telah terbentuk hampir di seluruh desa, tapi forum masyarakat perlu diaktifkan kembali agar mempunyai kesiagaan dan tanggap terhadap berbagai bencana.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-52907416-9, faks : 021 - 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@depkes.go.id, kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.